Anda di halaman 1dari 1

2.

TEORI ATRIBUSI Atribusi adalah proses menyimpulkan motif, maksud, dan karakteristik orang lain dengan melihat pada perilaku yang tampak (Baron dan Byrne, 1979 : 56). Atribusi boleh juga ditujukan pada diri sendiri (self attribution), tetapi di sini kita hanya membicarakan atribusi pada orang lain. Atribusi merupakan masalah yang cukup populer pada dasawarsa terakhir di kalangan psikologi sosial, dan agak menggeser fokus pembentukan dan perubahan sikap. Secara garis besar ada dua macam atribusi, yakni : Pertama, atribusi kausalitas. Heider memperkenalkan konsep "causal attribution" - proses penjelasan tentang penyebab suatu perilaku. Mengapa Tono pindah ke kota lain ?, Mengapa Ari keluar dari sekolah ?. Kita bisa menjelaskan perilaku sosial dari Tono dan Ari jika kita mengetahui penyebabnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bedakan dua jenis penyebab, yaitu internal dan eksternal. Penyebab internal (internal causality) merupakan atribut yang melekat pada sifat dan kualitas pribadi atau personal, dan penyebab eksternal (external causality) terdapat dalam lingkungan atau situasi. Dan kedua, atribusi kejujuran. Atribusi ini merupakan proses untuk menyimpulkan bahwa persona stimuli jujur atau munafik. Menurut Baron dan Byrne, kita akan memperhatikan dua hal untuk dapat menyimpulkan, yakni sejauh mana pernyataan orang itu menyimpang dari pendapat yang populer dan diterima orang dan sejauh mana orang itu memperoleh keuntungan dari kita dengan pernyataan itu.