Anda di halaman 1dari 6

BAB II Tinjauan Pustaka

Teknologi kendaraan listrik telah berkembang dengan sangat pesat. Pada permulaan era kendaraan bermotor di Amerika Serikat sekitar tahun 1900-an, kendaraan listrik merupakan kendaraan yang jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak atau bertenaga uap. Hal ini disebabkan antara lain karena kendaraan listrik memiliki berbagai kelebihan seperti tidak bergetar, tidak mengeluarkan, serta tidak bising seperti halnya kendaraan berbahan bakar minyak. Namun seiring dengan bertambah luasnya ruas jalan di Amerika menyebabkan produksi kendaraan listik menjadi terhambat. Hal ini terjadi karena jarak tempuh dari kendaraan listrik masih sangat pendek(Kumara, 2008). Di era penghematan sumber daya seperti sekarang ini maka kendaraan lisrtik kembali di kembangkan. Kendaraan listrik merupakan jawaban atas masalah sumber daya minyak, masalah lingkungan dan masalah ekonomi. Perkembangan kendaraan listrik saat ini telah berada pada kondisi dimana semua teknologi pendukungnya telah berkembang sangat pesat. Contohnya adalah teknologi pabrikasi dan bahan, mesin listrik, elektronika daya dan mikroelektronika telah berkembang sedemikian pesat sehingga dapat dihasilkan komponen-komponen berspesifikasi tinggi dan dengan ukuran atau berat yang lebih kecil. Hal ini merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan kendaraan listrik. Dalam hal motor listrik, khususnya motor sinkron magnet permanen, sudah berhasil dikembangkan motor yang kompak dengan output yang besar serta memenuhi kriteria aplikasi otomotif. Dari semua teknologi

pendukung kendaraan listrik, baterai merupakan teknologi kunci dalam meningkatkan unjuk kerja kendaraan listrik khususnya dalam jarak tempuh. Dengan kondisi teknologi sekarang ini, spesifikasi baterailah yang akan menentukan apakah kendaraan listrik akan bisa dikembangkan agar memiliki jarak tempuh yang panjang(Kumara, 2008). Baterai merupakan alat listrik - kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. Baterai yang biasa dijual

(disposable/sekali pakai) mempunyai tegangan listrik 1,5 volt. Baterai ada yang berbentuk tabung atau kotak. Ada juga yang dinamaka rechargeable battery, yaitu baterai yang dapat diisi ulang seperti yang biasa terdapat pada telepon genggam. Baterai sekali pakai disebut juga dengan baterai primer, sedangkan baterai isi ulang disebut dengan baterai sekunder. Baik baterai primer maupun baterai sekunder, kedua-duanya bersifat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Baterai primer hanya bisa dipakai sekali, karena menggunakan reaksi kimia yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction). Sedangkan baterai sekunder dapat diisi ulang karena reaksi kimianya bersifat bisa dibalik (reversible reaction). Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting, yaitu: 1. batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai) 2. seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai) 3. pasta sebagai elektrolit (penghantar)

Elektrolit yang digunakan pada semua baterai padat merupakan elektrolit padatan yang bersifat blablabla Prinsip baterai adalah merubah energi kimia menjadi energi listrik, maka komponen-komponen pentig penyusun baterai, merupakan unsur kimia yang bisa membahayakan dan mencemari lingkungan. Hal yang menjadi keprihatinan kita bersama adalah perilaku masyarakat di dalam mendaur ulang baterai disposable atau sekali pakai secara asal-asalan. Ada yang membuang baterai di tempat sampah sehingga campur menjadi satu dengan sampah-sampah yang lain, ada yang membuangnya di aliran sungai, bahkan ada yang membuang sembarang tempat dipinggir jalan atau di tanah lapang. Banyak masyarakat yang kurang mengetahui bahaya dari limdah baterai padat tersebut. Oleh sebab itu, dibuatalah baterai dengan elektrolit yang bersifat biodegradable. Elektrolit yang digunakan adalah polimer yamg bersifat biobegradeble. Polimer merupakan(DARI BUKU AJA)

Polimer mempunyai sifat mekanik tertentu. Sifat mekanik dari polimer adalah kekuatan dari polimer, elongation, modulus, dan ketanguhan. 1. Kekuatan (Strength) Kekuatan merupakan salah satu sifat mekanik dari polimer. Ada beberapa macam kekuatan dalam polimer, diantaranya yaitu sebagai berikut: a. Kekuatan Tarik (Tensile Strength) Kekuatan tarik adalah tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan suatu sampel. Kekuatan tarik penting untuk polymer yang akan ditarik, contohnya fiber, harus mempunyai kekuatan tarik yang baik. b. Compressive strength Adalah ketahanan terhadap tekanan. Beton merupakan contoh material yang memiliki kekuatan tekan yang bagus. Segala sesuatu yang harus menahan berat dari bawah harus mempunyai kekuatan tekan yang bagus. c. Flexural strength Adalah ketahanan pada bending (flexing). Polimer mempunyai flexural strength jika dia kuat saat dibengkokkan. d. Impact strength : Adalah ketahanan terhadap tegangan yang datang secara tiba-tiba. Polimer mempunyai kekuatan impak jika dia kuat saat dipukul dengan keras secara tiba-tiba seperti dengan palu.

2. Elongation Semua jenis kekuatan memberitahu kita berapa tegangan yang dibutuhkan untuk mematahkan sesuatu, tetapi tidak memberitahu kita tentang apa yang terjadi pada sampel kita saat kita mencoba untuk mematahkannya, itulah kenapa kita mempelajari elongation dari polimer. Elongasi merupakan salah satu jenis deformasi. Deformasi merupakan perubahan ukuran yang terjadi saat material di beri gaya. Persen (%) elongasi adalah panjang polimer setelah di beri gaya (L) dibagi dengan panjang sampel sebelum diberi gaya (Lo) kemudian dikalikan 100. Elongation-to-break (ultimate elongation) adalah regangan pada sampel pada saat sampel patah.

3. Modulus Modulus diukur dengan menghitung tegangan dibagi dengan elongasi. Satuan modulus sama dengan satuan kekuatan (N/cm2)

4. Ketangguhan (Toughness) Ketangguhan adalah pengukuran sebenarnya dari energi yang dapat diserap oleh suatu material sebelum material tersebut patah.

Telah disinggung sebelumnya bahwa penggunaam polimer biodegradable dapat mengurangi masalah yang timbul akibat bahaya limbah dari baterai kering. Polimer biodegradable merupakan polimer yang dapat terurai oleh mikroorganisme khususnya bakteri dan jamur atau dapat pula hancur karena perubahan cuaca,

terkubur dalam tanah dan pelapukan. Polivinil alcohol, kitosan dan selulosa asetat merupakan salah satu polimer yang dapat terurai oleh alam. Selulosa asetat merukan senyawa kimia yang