P. 1
Babad Bali

Babad Bali

|Views: 2,464|Likes:
Dipublikasikan oleh Maya Anggaraini

More info:

Published by: Maya Anggaraini on Jul 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/14/2013

pdf

text

original

BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8. juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing).anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma.• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w . Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat.

Marakata. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga. Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j. Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Raja Jayasakti. Raja Jayasadhu Warmadewa f. ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi.Raja – Raja Bali: a. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. Anak wungsu h. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. Tampak Siring Bali i. Ugrasena c. Raja Walaprabu k. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. Anak Wungsu. Tugas Pokok dari Pasamuan . binatang yang berharga adalah Kuda.

yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam. mereka itu adalah: a. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. berternak dan berdagang. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. Beliau memerintah bersama – sama dengan . yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. yang biasa di panggil Dharmodayana.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. yaitu Dharma udayana Marwadewa. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. Klian Subak. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja.

Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. Mangur dan lain – lain. Dalam menjalankan pemrintahanya. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Badung Badung. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. tejakula dan Badung. Gianjar. yaitu. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C. yaitu Mahendradatra. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. Karang Asem. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. Klungkung. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Kerajaan Buleleng. yang merupakan keluarga Raja Sindok. Pernade.permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi.

yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda. ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. Udayana dan anak Wungsu. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya . karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. Kemarahan memuncak.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. ibunya sendiri. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A.

Namun. Raffles tidak sendiri.Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh. yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta. 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. beberapa perwira. N. ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java. Pemberontakan itu gagal. seperti J. gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. H. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis. Kern. tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi. dan WF Stutterheim. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996). Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa). terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama.J Korn. Pada tahun 1918.LA Brandes. Setelah Raffles. Jaya Sakti. Pengganti Anak Wungsu. Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar. pada tahun 1931.

di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. mulai dari sekte Sambu. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. Indra. Brahma. Kedua. paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu.secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. Wisnu (Wesnawa). Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal. Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. Ketiga. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte. Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik. namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia. tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". Bayu dan Kala. Pertama. Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India. khususnya di Bali. Secara historis. mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. di Jawa melahirkan Kejawen.

Pertama. Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni. keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran. sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. Dengan demikian. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. . Selain kehadiran sekte-sekte. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan. Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). Dalam konteks seperti itu. legenda Aji Saka. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. Di Bali.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa. Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana. sekitar 923 Caka.

Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit. Tonglangkir dan Rinjani. kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Namun. namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru. Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. Gunung Semeru. Hyang Putra Jaya. Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit. penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal. Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali. karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. mulai dari kitab Usana Jawa. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990). . Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. Usana Bali.Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. Dalam berbagai kisah mitologi.

Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. Secara geneologis. Dalam globalisasi. sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. Berbeda dengan masa lalu. Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . Pertama. Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa. proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Namun dalam pengertian yang berbeda. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik.Walaupun demikian. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India. Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi.

Akhirnya. Ketiga. Dengan demikian. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. Oleh karena itu. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. Dalam globalisasi. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. Oleh karena itu. seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. . Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa. kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. masih berkaitan dengan globalisasi. Kedua. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan.tertentu bisa secara cepat "ditiru". Demikian pula sebaliknya. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik.

Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru.Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau. Mendirikan kerajaan Singasari. karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222. kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati. • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel. Kerajaanya .

bertambah kuat. Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268. Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. bergelar Anusapati Tumapel 1248. pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter. • Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S). Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275.Anusapati. Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal. Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha. • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes. Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang . Tahun 1284 menaklukkan Bali. Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268.

Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut. Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya. Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. • Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S). beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana. Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu. Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. November tahun itu juga. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan). Pada saat Mongol lengah. beliau menyerang secara mendadak. Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel. Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa.datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa.

dekat Medan. Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. Sumatra Utara). Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri .Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274. Dinikahi Raden Cakradara. Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350. Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan.• Lahir dari Dara Pethak. istri diluar keluarga Kertanagara. memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S). Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309. terbunuh pada tahun 1328. Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara. Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 . Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak.

oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. Hasil dari tapanya. bagaikan dewa dalam kenyataan. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. bhukti mukti hitarratam. Pada awalnya dimulai. demikian selesai. karena atas titah ayah beliau . senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. Ong nama dewa ya. Sira ghranestyam patyam. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun. Adapun Sri Wrttikandayun. Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. Selamat dan panjang usia. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. bhuphalakarn patyam loke. sawangsanira mangjawam. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu. menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. di sana dipuja sebagai dewa. daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. beliau juga melakukan semadi. bertahta menjadi pemimpin di sana. wisnwangsa patayo swaram. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. stroteyam satya dharmmanam. haiwam santanam Wijnanah. tasiyamnco ywanam prajah. sampai ke seluruh negeri. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya. orang pertama dalam keturunan Manu.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. Sebabnya beliau turun. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. dipuja agar merestui. Ong pranamyam sira sang siwyam. beliau tetap mempertahankan kemuliaan. Jawanam mandawe swijah. hari dalam sepekan Julung Pujut. Awalnya beliau Maharaja Manu. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. Sakyam wakbhitah krtti loke. hari ke-12 terang bulan. keberhasilan dalam segala kehendak. Adapun Sri Jaya langit. menurunkan Sri Wrttikandayun. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. bulan Cetra (sekitar Maret). menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan. semoga terus dijunjung di dunia. prawaksye tatwa wijnevah. Taman loke turanjitah. menerangi dan menjadi contoh di dunia. bhuta bhawanam wancanam. bergelar Sri Jaya Langit. di kerajaan. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . Awiji ekam sastito. Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. Batara Guru. dasantih bhujanggam tayah. rajasityam mahabalam. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. Medangkamulan. Gurunam sobitah siyotah. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata.

beliau yang wafat di Jirah. Adapun adik beliau. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri. raja Sri Jayabhaya. seperti nama buyut beliau. telah menyatu ke alam baka. dan Pangeran Asak. Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. raja Bali. pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. Kuta Waringin. berhasil mempunyai keturunan. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. memiliki keturunan seorang laki-laki. Adapun yang keempat. Adapun Sri Kameswara. Sri Tunggul Ametung. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. Jaya Waringin dan Jaya Katha. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. saudara yang perempuan. bernama Sirarya Kediri. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali. Semuanya ada empat. Sri Jaya Katong. Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. cerita disudahi. . Adapun yang di luar istana (puspa capa). beliau wafat di Tumapel. memiliki keturunan tiga laki-laki. digubah dalam palawakya. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. diutus oleh beliau Patih Mada. lahir dari ibu permaisuri. Sri Siwa Wandhira. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. bernama Dewi Ghori Puspatha. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. bernama Sri Kameswara. Prawaktayan sri gotrabih.Tungga Dewa. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. bergelar Sri Arya Buru. perencana unggul. Adapun raja Sri Dandang Gendis. oleh dilampaui orang. disunting oleh Mpu Widha. berkedudukan di kuburan. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. Kembali diceritakan yang terdahulu. saudara dari Medhawati. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. Adapun Sri Jaya Kusuma. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. sampai di sana diceritakan. Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. yang ketiga putri di luar istana. tidak diperdaya sebagai raja. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. beliau berputra laki-laki yang utama. beliau sebagai pemimpin utama. keturunan dari Mpu Sendok. dan seorang perempuan. beliau Pangeran Nyuhaya. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. dan Sri Jayashaba. berputra tiga orang laki-laki. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. sama-sama keturunan orang dusun. Hasil karya Bagawan Byasa. adalah Sri Airlangga. menjaga daerah kekuasaan. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. cikal bakal lurah Tutwan. menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. Sri Jaya Kusuma. dia wafat dalam peperangan. dia pergi ke Bali. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. rinciannya adalah. Beliau raja penguasa pertama. memiliki keturunan Sri Jaya Katong. berputra Sri Jaya Katha. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa.

beserta Misawalungan. yang gugur dalam medan perang. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. di sana dipelihara. Adapun Jaya Waringin. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. hari sepekan Watu Gunung. menyerang kerajaan Galuh. pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. Cucupu Rantya. segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa. dan Jaya Waringin yang terkenal. mencari tempat berlindung. rakyat yang masih hidup. Misa Rangdi. dan pula terhadap Siwa Wandhira. diasuh oleh orang Japara. menghina kewajiban sang Brahmana. masih perjaka. dengan penuh keberanian. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. melambai di angkasa. Mereka berdua dendam. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. Semuanya telah gugur. memusatkan pikiran. ibaratnya seperti segunung rumput kering. Arya Wang Bang. sadar akan ajalnya tiba. akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. tidak mendapat kekuasaan. semua cerai-berai. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. sekarang kerajaan Daha. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. bulan Palguna (sekitar Pebruari). menuju Wisnuloka. masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. yang berkeinginan menguasai Surga. terlihat samar bayangan beliau. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . belum mempunyai istri. berkobar dalam pikirannya. semakin menyala tak ada tandingnya.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. Bango Samparan. Beberapa lama mereka berada . menggelar rahasia batin. payung. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. dan Kebo ljo. siap dibakar?. hancur lebur terbakar oleh api. Jaya Katha. agar selamat. keturunan Jaya Katong. atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. keduanya ditangkap. beliau juga dijuluki Hyang Guru. yang menyerah ke Tumapel. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. beliau yang bertahta di Tumapel. sedang mengidam. Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. Adapun setibanya beliau di Tumapel. Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. beserta Siwa Wandhira. mencari tempat persembunyian. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). durhaka pada para pendeta. maju menyerang seperti harimau galak. ibaratnya seperti maharaja Nahusa. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. itulah kemarahan sang pertapa.

Ya Tuhan semoga sukses. timur. ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. memanggil Arya Damar. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. yang menyerang dari barat Toya Anyar. gelar beliau yang terkenal. semoga tetap disegani di bumi. utara. Adapula diceritakan. yaitu Arya Brangsinga.di Tumapel. beliau bergelar Wayahan Tianyar. sampai anggota keluarga dan keturunan. disertai pula prajurit beliau. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. Tan Mundur. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa. tidak kekurangan pangan. Desa-desa menjadi kacau balau. yang sulung bernama Arya Gajah Para. berhasil selalu. semuanya yang ada di kerajaan Bali. yang bernama Tan Kawur. menulis tentang silsilah . tidak diceritakan lebih lanjut. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. yang masing-masing menempati posisinya. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. orang tua dari Arya Kanuruhan. oleh karena semua para anggota keluarga. barat selatan semuanya penuh. adik beliau bernama Arya Getas. hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. menemui kesempurnaan. itulah sebabnya sang pendeta sakti. Adapun beliau Arya Gajah Para. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. ditambatkan perahunya. keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. demikian uraiannya pada zaman dahulu. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. keturunan. maafkan agar tidak kena kutukan. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. melaksanakan empat daya upaya. berputra dua orang laki-laki. yang dikirim ke Bali. Dengan sekejap kalah . itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. Tangkas. atas titah dari maha raja Pulau Jawa. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. menyerang kerajaan Bali. memarang diparang. semoga selamat dan panjang umur. beserta saudara beliau Arya Getas. sampai di sana diceritakan. kacau balau. para leluhur yang telah suci. Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. setelah siap perbekalan dan kendaraan. kekayaan. Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. pemimpin di utara gunung. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. sangat ramai pergulatan perang itu. yang berasrama di Griya Punia. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. banyak rakyat yang tewas. diikuti oleh Jahaweddhya. penuh sesak di pantai laut. berhasil dalam segala tujuan. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. setelah tiba masanya. para gusti dari Majapahit. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. Pagatepan. dan menderita. dan Tan Kober. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. mengembangkan keturunan. seperti tiga patih bersaudara.

Menjadi patuhlah Arya itu. diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. yang di sebelah utara gunung Agung. demikian. oleh ayah beliau. diantar oleh I Gusti Bendesa. beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. hormat terhadap kedua Arya itu. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. demikian motto kepemimpinan beliau. lagi beliau Arya Wang Bang. Segera tiba di penghadapan. Arya Belog. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas. Kemudian kembali diceritakan. bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). Tan Kober. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. Arya Kanuruhan. Beliau menurut ( menyerah ). orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). Sekejap telah sampai di pantai laut. dengan . kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. Ada petunjuk dari sang raja. menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. yang beristana di Samprangan. Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. barat daya Pulau Bali. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. Di sana beliau menginap dua malam. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. karena belum ada yang memimpin Bali. Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. Arya Wang Bang. selanjutnya. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. Setelah demikian. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. Beliau Arya Kutawaringin. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. segera beliau naik ke perahu. Diikuti oleh semua Arya. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap. untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani). menuju Majapahit. Arya Kepakisan. yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. Tan Kawur. beliau Arya Gajahpara. oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. Tan Mundur. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. orang yang berada di tempat penghadapan. Arya Dalancang. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. juga merupakan putra Arya. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. tidak pantas melawan perintah orang tua. Demikian cerita berakhir. kedua Arya tersebut diberikan istri. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. demikian pula I Gusti Bendesa. terhadap kedua Arya. berdiri dan segera berangkat. para Arya itu semua kembali. setelah melewati pertengahan laut. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. Arya Kenceng. perahu berlayar hilir mudik.

I Gusti Ngurah Sukangeneb. tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. I Gusti Getas. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. menuju Sukangeneb Toya Anyar. berjalan beliau Arya Getas. Setibanya di sana. Waktu telah berlalu. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra. disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu. demikian batas wilayah kerja beliau. Kembali diceritakan. yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. duduk di beranda rumah. beliau berdiam di Pegametan. sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). berputra dua orang laki-laki. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti ……………………………. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang. terlunta-lunta perjalanan beliau. semua memberi hormat kepada Arya Getas. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. laki-laki. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. sebelah baratnya sampai di Tejakula. beliau langsung menerobos memasuki semua desa. yang sulung I Gusti . keturunan dari Bendesa Mas. dan permohonannya dikabulkan. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. segera beliau membangun rumah. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. masuk ke dalam Puri. yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. sebelah utaranya sampai di desa Got. untuk sementara tidak diceritakan. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja. Tidak diceritakan perkawinan beliau. sama-sama mengembangkan keturunan. Senin Umanis.Kekeran.segera ditutuplah penghadapan raja. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara. Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar.. telah tercatat. bergegas penduduk di sana. Adapun beliau Arya Getas. beliau berdua sama-sama memiliki putra. Wuku Tolu. berdua beserta saudara beliau. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan. sampai tiba di desa Pegametan. dinikahkan pada hari. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. tanggal empat belas hari terang bulan. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. orang-orang yang berada di Praya semua diam. disuruh menyerang daerah Selaparang. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. turun dari perahu. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. Karena saling mengasihi dari dulu. Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan. yang menjadi penguasa di Pegametan. pindah ke arah barat. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. dengan I Gusti Sukangeneb.

Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel. Kemudian kembali dikisahkan. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. ada saudara beliau. kawin dengan I Gusti Diah Lor. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. Cerita selesai sampai di sini. dihentikan penuturannya sebentar. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami.Gede Pulaki. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. Adapun I Gusti Ngurah Getas. pindah menuju Desa Kubu. Cerita kembali lagi. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. putra kedua I Gusti Made Kekeran. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. beliau tinggal di Sukangeneb. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. Selanjutnya I . tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. pindah menuju desa Antiga. beliau dijuluki Ubuh. Selanjutnya kembali diceritakan. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. berkembang di sana. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. lahir di Tanggawisia. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. generasi ketiga. pada I Gusti Gede Pulaki. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. Toya Anyar.

Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. beliau meninggal. di Pura Dalem. tidak ada yang menyamai di dunia. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. lengkap dengan sesajennya. tidak ada lagi putranya. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . Pedanda Keniten. dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). Pedanda Telaga. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. terhadap Batara Berawa. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. Batara Nirartha. karena harum semerbak bau tubuhnya. putra beliau laki-laki. dan sampan yang bocor. Maka bersabdalah Batara Nirartha. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. beserta putra beliau semua. "Duhai Ngurah Pulaki. berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. maka menyiapkan prajurit. seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. terlanjur sudah. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. harum semerbak baunya. tertua Pedanda Kulwan. beliau menemukan kemurahan batin. datang di Bali. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. sabdanya. bersama putra beliau. apa tujuan tuan pendeta. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. tinggal di desa Pulaki. Ada putra Batara Nirartha. katakan yang sebenarnya". diam ( lah ) Batara Nirartha. memohon restu. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. laki perempuan.Gusti Ngurah Pegametan. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. Pedanda Ler. Pedanda Lor. tanpa gantungan. tidak lama kemudian keluar baju loreng. lengkap dengan sanggar cucuk. Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. tujuan saya datang padamu. apa sebabnya demikian. beserta penghormatan dan permohonan. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. oleh semua orang. pendeta perempuan tidak bersuami. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. Danghyang Nirartha menjawab. menaiki buah labu (waluh kele). Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. mendarat di tepi pantai Purancak. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha. bernama Patni Keniten. maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). empat orang lakilaki. juga sangat cantik paras mukanya. janganlah engkau demikian". Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki. Segera diambil baju itu oleh semua orang. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. melakukan yoga smertti. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. menjadi sangat sedih perasaan hatimu. pada had Kamis Kliwon. adik dari Mpu Angsoka. senanglah hati beliau. kemudian disuruh membuat upacara selamat. Diceritakan sekarang Batara Nirartha. beliau tinggal di desa Pegametan. Kembali lagi pada cerita. "Aum Ngurah Gede Pulaki. Istri Pedanda Rai.

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri.Ketut Tianyar. pergi meninggalkan rumahnya. mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. Bersama putra beliau yang masih bayi. Diceritakan kembali. tidak menolak perintah. di sana di Desa Pamuhugan". berjodoh di desa Blungbang Antiga. karena banyaknya pengikut. berpindah ke Kubu. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. Cerita kembali lagi. Adiknya I Gusti Made Kekeran. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb. Batara Sakti Manuaba. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. cerita selesai. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. tinggal beliau di sana. terhenyak hati Dalem. menyesali karma. Çiwa kecerdasannya. mengembangkan keturunannya. memohon diri pada Dalem. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. hatinya sangat senang. kemudian bersabdalah beliau. itu sudah dewasa. bersama sama dengan pengikutnya. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. lemah bagaikan diiris hatinya. puri cepat terwujud. mengembangkan keturunan sampai sekarang. jangan gundah. bersama putranya. beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. demikian sabda Dalem. yang gugur dalam peperangan. menyebabkan mereka meninggalkan puri. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. Toya Anyar. I Gusti Made Tianyar. tinggallah beliau di Sukangeneb. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. Toya Anyar. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng. tidak diceritakan perjalanan beliau. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. sampai sekarang. hatinya sangat duka. Ida Ketut Tianyar. aku berikan engkau tempat tinggal. telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. dengan sopan dan hormat. . Toya Anyar. adapun I Gusti Gede Tianyar. "Wahai engkau Wwesukia. datang menghadap ke Gelgel. berpindah ke Desa Kebon Dungus. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. karena sudah menjadi nasib. bagaikan disiram dengan air kehidupan. I Gusti Gede Tianyar. mereka berdua sangat sedih. Adapun I Gusti Diah Lor. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. yang berada di Sweca pura (Gelgel). Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. sampai di sana diceritakan. Wisnu. Bersabda sang raja. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. menuju desa Pamuhugan. diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. juga ikut tinggal di sana. putra I Gusti Ngurah berdua. Senang hati I Gusti Diah Wwesukia. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). Cerita kembali lagi. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. Ida Nyoman Tianyar. setibanya di Tanggawisia. Adapun I Gusti Made Tianyar. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. bagaikan dewa Brahma. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. tinggal di Desa Pamuhugan. menyuruh untuk berpindah tempat. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor.

Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang. meminta ketiga cucu beliau. dan ucapan yang simpatik. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. sangat indah dan makmur. di pertapaan Pedanda Bajangan. beliau menghadap Pedanda Bajangan. menghadap pada Dalem. semua senang. lengkap dengan senjata. seperti perang antara dewa melawan raksasa. masuklah ke teras. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. dilantik oleh Batara Sakti Abah. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". ingin menggerebeg Asrama Manuaba. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. dihancurkan. banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. terhadap si Ngurah Batu Lepang. disambut dengan lirikan yang manis. pemberian guru pendidiknya. demikian umpat kutukannya. Duhai jika demikian. tidak urung diobrakabrik. Ida Nyoman Tianyar. oleh Si Ngurah Batu Lepang. Ida Wayahan Tianyar. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. Si Ngurah Batu Lepang. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ).sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. gemetar. keberadaan Asrama Manuaba. mari duduk mendekat. sama-sama tidak ada yang mundur. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. mendengar kabar. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. Ida Nyoman Tianyar. lain lagi ada yang mati. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. Tidak diceritakan dalam perjalanan. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang. sangat pemberani dan melawan. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. Ida Ketut Tianyar. di Batwan desa beliau. Selanjutnya diuraikan. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. dikurung asrama tersebut. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. bersama semua saudaranya. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. di Gelgel. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. Demikian kutukan beliau sang raja . sedang tidak berada di asrama. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. bahwa Ida Wayan Tianyar datang. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. maju dengan rakyat yang berlimpah. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. tidak lama kalah asrama itu. didengar oleh raja. beliau mencapai puncak kemuliaan. Duhai Ida Wayan Tianyar. banyak meninggal yang ada di pertapaan. karena beliau itu adalah saudara lain ibu. datanglah beliau di Bukit Bangli. semua sama-sama dipahami. Adapun kaum brahmana. Kata beliau. karena masih ada hubungan cucu. Batara Wayan Tianyar. cerita selesai. diserang hancur beserta penghuninya. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. semua brahmana yang berada di asrama itu. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. tidak habis kalau diceritakan. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. bersabdalah sang raja. Adapun Ida Wayahan Tianyar. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. Bergemuruh sorak para prajurit. yang bungsu Batara Ketut Tianyar. karena ia perusak pendeta. ujar beliau. Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. hancur semuanya. Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. telah tiba di Gelgel. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang.

beserta dua saudaranya. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges". semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. akhirnya menentang terhadap Sri raja. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. di sana di Bukit Bangli. Adapun Pedanda Sakti Abah. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. congkak dan garang kepada kami brahmana. Diceritakan sang raja. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. maka berembug dengan keluarganya semua. beliau marah dan mengutuk. Adapun Pedanda Sakti Abah. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". juga aku akan memberikan pengiring. Ida Wayan Tianyar menurut. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. kegusaran. tombak-menombak menusuk kiri kanan. hingar bingar prajurit itu. sudah wajar diupacarai. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. banyak tak terhitung. diserang bersama. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). diberi penyucian (padiksan). karena diliputi oleh gelap. Cerita sampai di sini dulu. itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. karena banyak yang mati dan menderita. perintah Si Batu Lepang pula. oleh Pedanda Sakti Abah. mendengar tentang kehancuran pertapaan. Pedanda Ketut Tianyar. sampai di sana diceritakan. oleh karena gelap gulita. Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. tidak dapat menahan hati. menghancurkan pertapaan itu. karena kemarahan sang raja. kehilangan akal. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. Pedanda Nyoman Tianyar. Ida Ketut Tianyar. Pada suatu ketika. ada keluargamu di Pamuhugan. memarang. perintah Si Ngurah Batu Lepang. Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. bernama Ki Tan Pasirik. semua keluarga sampai anak isterinya. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. kemudian dijarah semua isi pertapaan. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. para punggawa diperintahkan. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. Didukung oleh semua keluarga beliau. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. janganlah ragu-ragu dalam hati. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. setelah beberapa lamanya. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. diperintahkan untuk mengangkat senjata. marahlah baginda raja. saya memberikanmu tempat. penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. Selesai diceriterakan. siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. biadab membunuh brahmana pendeta. beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. .

demikian akibat kutuk brahmana. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi. ada putra lahir dari Kekeran. tertua I Gusti Ngurah Sangging. kawin dengan perempuan dari Karangasern. Pedanda Wayan Karang. dari Blaluwan seorang. berasal dari Jasi seorang. bernama Pedanda Tianyar. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. karena banyak rakyatnya yang gugur. Pedanda Made Wangseyan. dan Pedanda Ketut Wanasari. yang berada di Pamuhugan. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. mempunyai dua orang putra laki-laki. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. bernama Ida Raden. Pedanda Ketut Tianyar. mempunyai seorang putra laki-laki. oleh karena menuruti hawa . berputra tiga orang laki-laki. keturunannya tiga orang laki-laki. Pedanda Gunung. bernama Pedanda Kutuh. Diceritakan kembali. Pedanda Wayan Intaran. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. mencari pertapaan di Tagatawang. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. Pedanda Nyoman Karang. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. Berputra empat orang laki-laki. yang memiliki dua orang istri. Adapun Pedanda Taman. memiliki empat orang putra laki-laki. habis semua isi rumah beliau. keturunan yang lahir dari ibu Intaran. kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. kemudian dibakar. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. dikelilingi oleh banyak prajurit.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. Pedanda Taman. mendirikan pertapaan di Sidhawa. Pedanda Made Tubuh. Pedanda Nyoman Tianyar. I Gusti Nyoman Tianyar. Juga Pedanda Abyan. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. disebut Pedanda Abah. ke desa lain. seperti nama ayahnya. Pedanda Abah. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. Pedanda Made Karang. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh. seorang dari Intaran. bernama Laksmi Sisingharsa. Pedanda Tamu. berputra seorang laki-laki. Pedanda Made Intaran. Adapun istri Batara Abah. memiliki dua orang istri. keturunan Arya Kekeran seorang. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. mempunyai tiga orang putra laki-laki. dan Pedanda Abyan. Keturunan dari Blaluwan. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. hangus beserta prajuritnya. beristrikan Ngurah Sukahet. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. putra beliau bernama Pedanda Manggis. Beliau Pedanda Wayan Tianyar. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. disebut Pedanda Buringkit. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. pemberian dari Sri Raja penguasa. mempunyai seorang adik perempuan. Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. Pedanda Ketut Tianyar. ada yang dijual. di Desa Singharsa (Sidemen). Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. beliau sudah tercatat. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. dan Pedanda Ketut Karang. berputra seorang laki-laki. I Gusti Ngurah Diratha. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. I Gusti Nyoman Tianyar. beliau bertempat di Bajing. ada yang digadaikan. hutan ( ladang ) sawah.

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

Berpakaian serba putih. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). menengah 8. disertai tercakupnya kedua telapak tangan. jangan tidak berhati-hati. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. menengah namanya. marah dalam hatinya. mengaku memakai kawatamas. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). Hurat mawrat.. boleh menggunakan kawat emas. sederhana harga 4. ada satu roh. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot. karena masih ada yang menandakan. tertutup oleh awan. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). Semuanya menyapa. ketiga aliran sulinggih. yang menjadi ujungnya. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut.000. tidak keliru (bila) akan bertanya.membakar jenazah. bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). Jika dia Resi. segera terdengar suara cemoohan. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. hanya keinginan untuk mempercayai orang lain. pikiran . harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan. dahulu di Surga. dalam benaknya salah sangka. itu melambangkan padmanglayang. lebarnya seukuran destar. taman agung. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. Setelah siap/sedia . itu sebagai alas. tempelan kapas lima warna. diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul . berjumpa di jalan.000. dibawa pada saat bepergian. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. demikian diberitakan. jangan ceroboh. Kelanjutan dari (upacara) kematian. berbentuk padma reka. walantaga. karena kawat emas itu sangat utama. tar porat. bernama nista (sederhana). Demikian perilaku Resi Bhujangga. upacara baligya sradha. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. pada ujungnya bhajra yantu. kain panjang. parbha padma lenkara. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha. sembilan tumpang warna warni. dijemur di teriknya panas. bagaikan kristal permata. mangrorasin. itu bermakna utama. sebagai tanda itu.000. tidak tahu dengan maknanya. menimpa diri Sang Resi. serta membungkukkan badan. simbul tikar. menjaga tingkah laku itu. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. boleh melakukan upacara Atma wedhana. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor. ditutupi dengan kawat emas. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). sang Resi segera berkata. tidak boleh lepas tongkat itu. pakelem yang dibuat dari emas. bukan diikatkan pada galar. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. berjalan tanpa tongkat. menjawab roh itu. untuk tidak salah tafsir. bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. Jika sudah diberi tanda. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. bernama besar (utama). jelas sang Adi Guru. terbebas oleh panas. candra sari. cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir. lengkap dengan kawat emas. bagaimana ia itu. yang berhak juga brahmana. balai-balai dari bambu gading. mereka sang tri wangsa menjadi malu. Bhujangga. itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. wajah Resi Bhujangga. cakraantita trawangan. menengah panileman. menggunakan tongkat bhajra yantu. diperiksa tulisan di kepalanya. Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. mengikat galar. jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya. mengaku dirinya bukan pendeta. balai silunglung. magumi undag sapta. pada waktu semua roh berkumpul. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. binatang singa bersayap. itu sebabnya terbebas dari kekeringan. Rupa/fungsi kawat emas.

keluarga sang Adi Guru. Demikian tata cara seorang putra guru. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. Jika telah tiba saatnya meninggal. gadis (istri ) Resi panggilanmu. bahasanya/nadanya datar. tetap menatap muka. dan juga awasi dari kejauhan. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. kakak guru. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. adik guru. seorang petani tulen menjadi utama. adik guru. brahmana. bukan orang yang telah suci. lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. dengan suara yang lembut. hendaknya semua dapat dihormati. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. itu tidak dapat didiksa. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). jangan segera mencampuri. tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. menghadap sang Adi Guru. jangan sembunyi-sembunyi. berat ringan. tidak menyangkal perintah. maka hilanglah keharumannya. demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. itu akan menjadi rendah (nista). paman guru. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. putri guru. karena seorang Resi itu adalah dari keturunan. kawan. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. sekalipun tertimpa hujan dan panas. bukan keturunan wiku. itu dapat dipimpin oleh Resi. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. menghaturkan penyucian kaki beliau. pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. cicit guru seluruh anggota keluarga. tidak memalingkan muka. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ). ikut terbawa-bawa sang guru. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. mempercepat dapat dimengerti. kakak guru. bising hening menahan lapar.itu serta bersih berkilap tidak berawan. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru. kakak dan adik guru. putri guru. memohon restu kepada sang Adi Guru. ajak (tawari) duduk bersama. Kuningan. lancar. jika mencarikan jalan keluarga. jangan engkau menghalangi duduk. kakek guru. pada waktu melaksanakan upacara. tidak menolak perintah. tidak berhasil. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. jika terlihat putra sang Guru. tidak mengabaikan bimbingan. setiap berucap dan berkata dengan hormat. tidak menduduki tempat duduk sang Guru. tidak salah dengar. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. apa sebabnya demikian. karena engkau merupakan perlindungan manusia. tidak menentang perintah. berlaku seperti Resi Bhujangga. dengan perkataan Ida Bagus. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. putri guru. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). upacara tentang kehidupan. apa sebabnya bisa. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. bersama orang yang wajib dihormati. juga jangan membelakangi. . pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. tidak turun naik dalam perasaan. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. upacara penyucian diri. puasa. sang Adi Guru. ucapannya mempesona. Ratu Ida Ayu. karena murid Resi. Lagi pula ingatlah tata krama itu. memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. keluarga guru. jangan sering lemah dan memudar. dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru.

sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. dipakai oleh Baladewa. menghidupkan. salah satu adalah wanita. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau.Demikian tata cara sang Resi. sekalipun wadah itu bocor. beliau berputra yang lahir dari batu. Demikian perbuatan yang alpa. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). menimba air dari sumur. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. para keturunan Jro Gede Wiryya. engkau merupakan wadah berbunyi. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. tingkah laku yang baik. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. beliau Sirarya Kanuruhan. taat terhadap sang brahmana. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. dimohon kepada sang pendeta. Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. Singharsa. Ahli waris yang memelihara. akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang. beliau dianggap air kehidupan. patayeswarah. sebagai pelindung daerah. yang tertua dinobatkan di Brambangan. Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. bhuktimukti itarttaya. Arya Kenceng. sang pendeta yang mengisinya. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. prawaksyatwa wijneyah. dipuja oleh para keturunan beliau semua. Arya Dalancang. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman. Arya . mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. dan memberikan kekuatan jagat. tiga. kebaikan. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. beliau memang bersaudara. seorang pandita yang sudah sempurna. Arya Wangbang. yang berkedudukan di Majalange. jangan mabuk menganggap diri tabu. Arya Tan Wikan. sekalipun pekerjaan suci. waspadai baunya yang busuk. adiknya memerintah di Pasuruhan. dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. brahmanam ksatriyadih. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang. di antaranya. beliau beristana di desa Samprangan. karena dicemari oleh tempat. agama. berbeda dengan kulit seekor kambing. yang berada di Sinduwati.

itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. Arya Cacaran. beliau Arya Kaloping. berputra Ki Arya Pasimpangan. Diceritakan beliau Arya Kapakisan. beliau juga diganti oleh putranya. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit. satu orang perempuan. bagaikan tersentak timbul birahinya. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji. beliau kurang waras. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. sebagai mahapatih daerah Bali. beliau meninggal masih muda. adalah putra beliau. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. akan tetapi ada pesan Dalem. Arya Manguri. selanjutnya beliau menanyai abdinya. Tan Kawur. akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. Ki Arya Pananggungan. sira Wang Bang. beliau suka bersolek. berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan. beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan. yang pertama bernama Dalem Samprangan. bernama Tan Kober. kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). yang bernama Dalem Watu Renggong. Kembali diceritakan. dari leluhur beliau dahulu. adik beliau Arya Asak. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu. Setelah beliau kembali ke alam baka. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. oleh karena dimabuk asmara. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. dan ada lagi tiga orang wesya. beliau pemberani dalam pertempuran. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura. beliau digantikan oleh putranya. akhirnya Si Luh Pasek digauli. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. terakhir Arya Kuta Waringin. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. ia sudah gadis dewasa. menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. adik beliau Ki Arya Kasatrya. yang bergelar Dalem Sagening. Setelah beliau wafat. pada saat hari yang baik. Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. Ki Arya Pelangan. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. terhenyak beliau Dalem. serta ada lagi janji . yang kedua bernama Dalem Tarukan. Tan Mundur. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. terasa panas tanah bekas air kencingnya. dan utama). ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. madya.Pangalasan. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. beliau wafat ke alam baka. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. sebagai orang kepercayaan beliau. entah berapa lama. Semuanya adalah para putra awalnya. serta beliau Arya Anggan. oleh karena sudah tiba saatnya. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. beliau berputra tujuh orang. Arya Akah.

akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. nantinya akan mengalahkan putranya. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. Entah sudah berapa lama. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. kemudian apabila lahir anak itu. tidak demikian perbawanya. beliau Sri Aji Dalem Sagening. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. memberikan pengiringnya senjata keris. berusaha agar lepas dari mala petaka. beliau menghadap raja. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. yang sedang tidur. setelah pembicaraan selesai. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. Tiba-tiba malam hari. sama-sama satu bilah. beserta Ki Dosot. sehingga timbul iri hati beliau. yang sudah dewasa. sebagai pimpinannya. selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. hati beliau menjadi murung. sudah siap dengan pengiring putra baginda. demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. supaya bersaudara dengan anak beliau. termasuk isterinya. setelah Dalem diberitahu. melihat anak itu demikian. hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang. mungkin Ki Barak Panji. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. kelihatan oleh beliau berdua. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. sebab anak beliau sendiri. Den Bukit. lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela.Dalem. ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris). setelah waktunya akan melahirkan. mencari akal upaya. semuanya yang berjumlah empat puluh. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. disertai oleh sang permaisuri. ternyata ada masih tertinggal sebilah. khawatir dan curiga hati Dalem. . Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. empat puluh orang banyaknya. Lama-kelamaan. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. beserta permaisuri baginda. Keesokannya. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. hati beliau Dalem sangat kasih sayang. ternyata tidak setuju hatinya. terpendam di hati terusmenerus. bernama Dumpyung. sangat murung dan duka hatinya. kejengkelannya ditelan saja. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji. sebagai tanda seorang calon pemimpin. telah teruji keberaniannya. dan lagi ada hadiah. yang sama-sama mengabdi. tidak menolak mereka yang diperintah. supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. terkejutlah beliau berdua. selanjutnya anak itu diupacarai. ada sinar suci menandakan prabawa. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. Setelah Ki Barak Panji dewasa. tiba-tiba sinar itu menghilang. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. sehingga berunding beliau Dalem. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. setiba beliau di sana. pada kepala salah seorang abdinya. yang bernama Ki Ngurah Jarantik.

bernama Ki Tunjung Tutur. ada juga sisanya keris sebilah. dengan membawa keris pemberian Dalem.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. langsung dicegat Ki Gusti Panji. ketika matahari sudah condong ke barat. memasuki daerah Samprangan. terutama beliau Ki Gusti Panji. selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. pada saat hari yang baik . pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. wilayah Den Bukit. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. lain dari pada itu . sendirian di bawah berbaring di tanah. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. hanya kelihatan samudera luas. kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. bernama Ki Panji Landung. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. serta Ki Dosot. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. menuju daerah Danau Pabaratan. berhentilah beliau di sana. setelah mendapat bagian satu demi satu. lalu beliau minum air itu. tak terkira senang hati mereka semua. lalu ada lagi sisanya satu bilah. tidak kelihatan apa-apa. hingga sampai sekarang. yang ditancapi itu. Toya Katipat nama lainnya. dan tenggelam ke laut. seperti tadi. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. bingung hati Beliau Dalem Sagening. sangat luar biasa kesucian air itu. dicapai wilayah Bandana itu. selanjutnya terus ke barat. disuruh melihat ke utara. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. sebanyak empat puluh itu. menginap dalam perjalanan. disertai oleh ibunya. akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. dan senjata Ki Pangkajatatwa. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. di atas Danau Bubuyan. selanjutnya pergi menuju arah utara. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. hanya tetap berada seperti semula. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. . setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji. mampir di Jarantik. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. diusung ke atas. . Setelah semuanya selesai makan. sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. membelok ke barat. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. mendaki bukit Watu Saga. nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. beserta pengiringnya semua. terus-menerus keris itu dibagikan. demikian ceritanya air itu dahulu. seperti semula. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. memasuki daerah Kawisunya. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). selanjutnya ke barat. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi. itulah sebabnya keris yang tersisa. beliau Ki Gusti Panji mohon diri. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. matahari pun sudah condong ke barat. maksudnya untuk menaruhnya. ketika hari sudah sore.

perjalanan beliau lurus ke utara. Diceritakan Ki Pungakan Gendis. seperti tingkah lakunya dahulu. "Ai Barak Panji. beserta abdinya berdua. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. jangan kamu raguragu dalam hati. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. Ki Pungakan Gendis . sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. dan beliau selamat dalam perjalanan. demikian terdengar sabda itu. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. adapun sabda itu. menuju rumah sanak keluarga ibunya. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan. sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. sebab hampir tiba tempat yang dituju. melewati jalan. beserta di belakangnya. sebab ada yang utama dalam dirimu. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. ke mana-mana pun bercengkrama. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. pada saat hari yang baik. dapat anda kuasai kemudian. setelah laju perjalanan beliau. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. diapit kanan kiri. memberi anugerah Ki Gusti Panji. beristana di Desa Gendis. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. mengikuti jalan besar. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. wajib kau bunuh. yang bernama Ki Pungakan Gendis. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. tidak pernah berpisah mereka berdua. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. tunggulah sebentar. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. menyiapkan suguhan selengkapnya. kemudian selanjutnya disarungkan. jangan kamu ragu-ragu kepadaku. oleh karena belum tercapai tujuannya. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). dilengkapi dengan payung kebesaran. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. berkat aku terjadi kematiannya. yang berkuasa di Desa Gendis. timbullah marah beliau dalam hati. hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. selanjutnya semua berjalan. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. tak menghiraukan siang malam. karena terikat oleh cintanya bertuan. gaiblah Ki Panji Landung. beserta pengikutnya semua. sangat senang hati sanak keluarganya semua. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. ada sebagai musuhmu. segera timbul girang hati ibundanya. didengar oleh Ki Gusti Panji. dipakai mencungkil ketela. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji. demikian kata-kata Ki Panji Landung.disertai pengikutnya semua. kebetulan I Gusti bermain-main. bergegas-gegas menjemput. kenyataannya berkat anugerah dewata. puwan berperada dengan indahnya. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. bernama Ki Pungakan Gendis. tudingkan saja aku ke arahnya. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji.

berhasillah perahu itu didorong. dijumpainya Ki Dampu Awwang. lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. lalu Ki Gusti Panji segera. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. dan membuat perjanjian. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji. sambil berkata berkaul . sangat cantik tanpa ada celanya. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. semua isi perahu hadiahnya. tak terkira larinya ke tengah samudera. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. memerintah desa Gendis. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya. seraya menghunus keris pemberian Dalem. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. jika tujuan berhasil. untuk menarik perahu itu. Ada anak Ki Pungakan Gendis. kemudian datang Ki Pungakan Gendis. dihempaskan oleh keris itu. segera serempak pergi ke laut. setelah semuanya sudah datang. seluruh isi perahu itu. beserta alat perlengkapan untuk menarik. setelah keris itu diacungkan. bernama I Dewa Ayu Juruh. di hadapan rumahnya . badannya kaku bagaikan mayat. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . berhasil perahu itu bergerak. membuat orang jatuh cinta. mendatangkan pengikutnya semua. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. jangan khawatir. demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. serta bermacammacam ramuan. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal. pinggan. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. perempuan seorang diri. seraya keris itu dihunusnya. semua isi perahu ini hadiahnya. Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. mereka semua merasa malu dan marah. Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. sudah meninggal. jika Ki Pungakan Gendis. supaya berhasil melaju ke laut. matanya mendelik sayu. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. saat itu baru diketahui. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. setelah beliau tiba di pesisir pantai. berlindung naik ke pohon leca. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. sudah dekat dengan pohon leca itu. jika demikian keadaannya. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. piring. setelah selesai. cangkir. perahu itu kembali pulang ke Jawa. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. beserta dua orang abdinya. akan tetapi tidak berhasil. teguh bagaikan lukisan. Entah berapa lama. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya. sedang menangis meratapratap. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. terdengarlah sabda. masih dalam keadaan menunggang kuda. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. membawa tali.kemudian pulang. Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. ditambatkan di air. tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. seperti pakaian. lalu beliau bersedia membantunya. dilihat oleh Ki Gusti Panji. mungkin baru akan menjelang dewasa. lalu percayalah beliau dalam hati. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. siapa gerangan yang mampu menolong perahunya. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. yang tumbuh di pinggiran jalan. bambu. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. saling mengeluarkan gagasan / ide. ke tengah laut. terdampar di pesisir Panimbangan.

selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. dari Sangket Sukasada. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. Beberapa lama kemudian. dari Kubwan Dalem. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. dipindahkan ke desa Panji. membangun daerah. selanjutnya diberi julukan Ki Semang. diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah. tunduk menyerahkan dirinya. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. berjanji beserta anak cucunya semua. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. seia sekata beliau dalam bersuami istri. tertib. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. kagum dan tunduk. diberi nama Ki Awak. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. sangat berani dalam medan perang. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. Tidak ada yang menyamai. lalu Kyayi Sasangkadri. selanjutnya banyak tempat tinggal. Entah berapa lamanya. setelah semuanya setuju. indah kelihatan desa itu. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh. beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. luar biasa baktinya menghamba. disenangi oleh . itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji. Entah berapa tahun lamanya. sama-sama hebat berani dalam peperangan. semua penguasa. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. sama-sama tunduk mengabdi. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. membuat hati semua orang senang. buyut dari Kyayi Cili Ularan. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. beserta rakyatnya. putih tidak bercela. pergi untuk menyerang. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. selanjutnya orang-orang desa Gendis. diberi sarung dari kain halus. berkat dukungan baik seluruh desa-desa. dari pesisir laut sampai ke pegunungan. semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. selanjutnya tinggal di desa Panji. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. tidak merasakan panas dan dingin. berbondongbondong menggotong rumahnya. seperti Kyai Alit Menala.yang tampak keutamaannya. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus. menghamba kepada Ki Gusti Panji. segera penuh sesak. selanjutnya beliau menghamba. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. sampai di ujung desa Toya Anyar. tidak mau tunduk. oleh karena keduanya sama-sama mencintai. berhasil terkenal di dunia. lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji. perkataan beliau manis. sebagai penguasa desa Panji. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. Konon setelah beliau kaya. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu). oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri.

demikianlah keutamaan beliau. brahmani dari Pasuruhan. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. disebut Griya Romarsana. oleh Ki Gusti Panji Sakti. Diceritakan ada seorang brahmana. bagaikan banjir aliran madu. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. tidak berani melihat kesaktian beliau. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. Gongnya dua buah. beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung. ada yang beribu dari kesatria Blambangan. 3000 banyaknya. sesudah memimpin di Ler Gunung. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. diberi nama Bentar Kadaton. anak Dang Hyang Asmaranatha. terompong di depan dan di belakang. menikmati kegembiraan hatinya. suaranya sangat gemuruh. lebih kurang. keluhuran ilmu Pasupatinya. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut. berada di pertapaan Kayu Putih. akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. dibuatkan rumah di Sukasada. dan lagi gong kecilnya. beliau sangat terkenal di masyarakat. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. Mpu Nirartha nama beliau. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. setelah beliau tiba di Bali. abdi dari Ki Bendesa Mas. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia. lalu dimintalah beliau. setelah saatnya tiba. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. memenuhi sungai umpamanya. diberi nama Juruh Satukad. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat. sebab beliau tidak menyadari akan . desa Kayu Putih. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. sangat mahir membuat keris. Ada juga beribu Sudra. sangat hebat kesaktiannya. Serta petuk kajarnya. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. bagaikan suara gagak beribu-ribu. . karena kesaktiannya luar biasa. mengikuti pemimpinnya. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang. terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. yang laki bernama Pedanda Kemenuh. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih.rakyat. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. tidak diceritakan selanjutnya. banyak saudaranya lain ibu. penuh dengan perlengkapannya. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. beliau pindah ke Ler Gunung. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. oleh karena suaranya sangat manis. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. penuh sesak sampai ke balai rung. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka.

daerah Yawadwipa. oleh baginda Raja Panji Sakti. busana. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. semua prajurit bersorak. beserta perahu sudah banyak disiapkan. lalu ditiru oleh masyarakat. akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. ditanya oleh baginda Raja. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab. Setelah selesai. dengan menaiki perahu. lanjut serta anak cucu beliau. tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. entah berapa lama perang itu berlangsung. diajak bermain gagak-gagakan. sebab beliau ingat akan leluhurnya. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. ada terbetik dalam hati. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. satu bersedih semuanya bersedih. ditanya oleh para patih semua. keinginanku menundukkan Brambangan". dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. senjata tajam mengandung kesaktian. serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. pada saat dulu. sama-sama senasib dan seperjuangan. seperti nama ayah beliau. diiring oleh rakyatnya banyak. sebagai bagawanta baginda raja. goak. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. luar biasa ramainya pertempuran itu. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. serta manikam. dalam suka duka. dua puluh jumlahnya. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. di medan pertempuran. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. setelah demikian. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. seluruh prajurit pemberani dipanggil. penuh dengan persiapan. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. sebab penuh sesak para prajurit yang menonton. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. sama-sama keturunan pemberani. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. . semua sudah bahagia. semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. yang sudah sering menyerang musuh. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan. saling menjaga. mas permata. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. Pada saat hari yang baik. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. ada yang meminta makanan. sandang. seperti kedudukan bapaknya. gak. dengan keris Ki Semang. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. yang berada di tengah medan laga.tibanya ajal. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. Si gagak lalu menjawab. lalu terjebak Dalem Brambangan . selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. beliau Sri Bupati berangkat. adapun jalur yang dilalui perahu itu. "gagak. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah. sangat luar biasa keris buatannya. lalu mengumpulkan rakyat. pakaian dan pangan. disergap oleh Dalem Brambangan. Kembali diceritakan. jenazah bagaikan gunung. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. minuman. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. bermacam-macam permintaannya masing-masing. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. ada putra beliau yang menggantikan. anak gadis. tidak ada lain asalnya memang bersaudara. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. agar tidak berpisah. kedudukannya sebagai putra mahkota. satu bersenang semuanya bersenang. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. amat tenteram hati beliau raja. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. demikianlah perjanjiannya. "Gagak apa keinginanmu?". sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. berlautan darah. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga.

Danudresta nama lainnya. yang bernama Ngurah Panji Nyoman. demikianlah ceritanya dahulu. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. selanjutnya beliau mengirim utusan. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. tempat tanah lapang itu. lalu ditolak mas kawin beliau. dan yang menggembalakan gajah. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji. tempat orang menanam Buleleng. oleh karena kehebatan keris Ki Semang. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. Setelah lama-kelamaan. setelah samasama sepakat. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. utusan pun sudah berjalan. segala macam yang utama. timbullah kemarahannya. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pergi menyerang Jaranbana. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. beserta Jaranbana. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. dan istana tempat tinggal baginda raja. mengembangkan keturunan. ikhlas hatinya memberikan adiknya. yang berkuasa di Mengwi. seperti keadaan semula. menikam. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. sama-sama pemberani. sebab anaknya yang masih muda. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. kembali Sri Panji Sakti. Entah berapa lama. ibu leleng. saling amuk. setelah demikian keadaannya. orang Jawa di Kampung Jawa. Keinginan beliau untuk mengadu. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal. setelah semuanya selesai. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. bersama prajurit Mengwi. pemberian raja Solo. sama-sama tikam. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. Pedanda Sakti Ngurah. oleh baginda penguasa Ler Gunung. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. banyak orang-orang yang tinggal di sana. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. dilihat oleh beliau berdua. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. beliau sekarang ingin melamarnya. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. bernama desa Paguyangan. adalah tiga orang dari Jawa. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. ditempatkan di hutan Pagatepan. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. maka sebagai raja yang berwibawa. saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. dibuatkan kandang di bagian utara kota. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. ada dijumpai di sana. bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. baginda di atas singasana. beserta Teruna Munggu. serta yang seorang lagi. akan kehebatan Sri Panji Sakti. disanggupi oleh penguasa Mengwi. Tak terhitung berapa lama kemudian. akhirnya hancur daerah Jaranbana. mendengar berita. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. . selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. setelah menjadi besar tempat kota itu. akan dipakai sebagai istri. di pategalan daerah Balalak. diserahkan daerah Brambangan. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. diberi nama Singaraja. di bagian utara wilayah Sukasada. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. setelah mampu menguasai daerah Banger. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. kembali beliau penguasa Den Gunung. merintis membangun kota (pura). diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. ramai pertempuran itu.

serta keturunannya. oleh karena demikian keadaannya. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik. pergi jauh. dilengkapi dengan senjata. oleh karena terpikir pasti mati. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. diiringi banyak prajuritnya. Lama-kelamaan. berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sampai sekarang. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. menantang perang. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. masing-masing segenggam besarnya. selanjutnya beliau mengantarkan. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. lalu tiba di daerah Tojan. sampai sekarang. daerah kekuasaan Bandana. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Beberapa lama kemudian. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya beliau membangun istana. perangpun terjadi . oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat. dengan menunggangi gajah besar. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. tidak diketahui dari mana asal mulanya. datang ke wilayah Badeng. Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. tempat beliau Panji Sakti berburu. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. yang menguasai daerah Tojan. yang diinginkan oleh Dalem. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. dinamakan Buruwan sampai sekarang. terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dan di bagian timurnya ada semak belukar. dipindahkan dari tempatnya. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. pergi ke daerah Jarantik. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. sama-sama memperingatkan perjanjian. menceriterakan kesusahannya. ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. di daerah Gelgel. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. melawan prajurit Badeng. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. berusaha menyelamatkan diri. ada terdengar berita. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. sebab beliau sudah merasa dalam hati. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. tidak melihat lagi ke belakang. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. setelah selesai daya upayanya. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. semua bangunan suci dirusaknya.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. suatu kedudukan untuk cucunya . akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. pergi ke gunung Batukaru. bagaikan kehendak dewata. setiba beliau di sana. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya. tikam-menikam.

seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. merangkul semua orang. dilarikan oleh para menterinya. . sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. dibawa bersembunyi ke Singharsa. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. dihadapi oleh Ki Tamlang. melarikan diri dari pertempuran. terus juga dikejar.kemudian. di sana beliau mengutarakan sumpahnya. oleh senjata dari Ler Gunung. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. oleh karena sudah kehendakNya. semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. dan lembut. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. demikian ceritanya. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. perkataannya sangat manis. haripun menjelang malam. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja. rusak pukuh kerisnya. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. terjadilah persidangan para punggawa agung. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. selanjutnya mengganti senjata. yang masih tetap setia kepada Dalem. tak terhingga banyaknya. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. Entah berapa lamanya. kepalanya dipenggal. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. Sri Dalem Cili. yang sudah dihunus dari sarungnya. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. saling sergap. matilah Ki Padang Kerta. ikut lari. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing. oleh Ki Tamlang. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. luar biasa ramai pertempuran itu. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. ketika bersikap akan berbuat. demikian ceritanya. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. dadanya tertikam. lengkap dengan segala macam senjata. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. sebagai pemberian resmi kepada cucu. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. selanjutnya menuju Gelgel. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. sebagai senapati Ki Dukut Kerta. lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tangkai keris yang berbentuk babodolan. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. memenuhi jalan dengan riuhnya. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. menunjukkan kebesarannya. semua keturunannya sampai kemudian hari. berkat baktinya bertuan. Tidak lama kemudian. serta tata cara memimpin wilayah. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. mengambil keris pusaka Ki Semang. oleh karena sangat tidak berguna. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. oleh karena tidak ada jalan. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. tak mampu bertahan. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa.

sama-sama di Sukasada. I Gusti Ngurah Panji Cede. berputra Ki Gusti Wayan Panji. yang pergi ke Patemon. beliau pindah ke Jineng Dalem. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. dan yang kedua. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. I Gusti Ayu Panji. menjadi raja di daerah Den Bukit. beliau menurunkan banyak putra serta cucu. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. I Gusti Panji Dalugdag. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. I Gusti Made Banjar. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. beliau tinggal di istana Sukasada. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. I Gusti Panji Tahimuk. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. I Gusti Oka. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. berputra I Gusti Wayan Ksatra. Ki Gusti Made Banjar. I Gusti Wayan Padang. berputra tiga laki-laki. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. I Gusti Nyoman Panji. tidak ada yang berani berbuat durhaka. pemerintahan Sri Panji Sakti. dan entah berapa lamanya. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. beliau mempunyai dua orang putri. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh. I Gusti Ngurah Panji Made. di Klungkung. menuju alam Nirwana. masingmasing namanya. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. I Gusti Made Ino. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. Ki Gusti Lanang Jelantik. I Gusti Made Munggu. Beliau I Gusti Made Padang. I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. meninggalkan banyak putra laki perempuan. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. I Gusti Made Ino. supaya tidak hilang dan hancur. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. beribu Ki Gusti Ayu Rai. samasama berada di Singaraja. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit. beliau sebagai raja di istana Sukasada. yang pergi ke Bon Tihing. anak Ki Gusti Sakti. Ki Gusti Wayan Padang. masing-masing melakukan kegiatannya. Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. setelah tiba ajalnya. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. I Gusti Nyoman Panji. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede. putri raja dari Mangwi. Ki Gusti Wayan Gulyang. satu ibu berasal dari desa Panji. beliau yang menjadi raja di Singaraja. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. tetap handal selama pemerintahan beliau. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. I Gusti Oka paling kecil. Adapun I Gusti Made Munggu. raja Tabanan. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. sama-sama lahir dari permaisuri. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. ke Klungkung. I Gusti Alit Oka. I Gusti Alit Oka. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. Adiknya. mempunyai seorang putri. beliau tidak berputra. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. I Gusti Made Ksatra. semuanya diam tunduk dan setia. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. karena dibuat oleh leluhurnya. pindahnya dari Banyuning. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. dua orang laki-laki berlainan ibu.Entah berapa lamanya. I Gusti Ayu Rai. selanjutnya beliau beristana di Sukasada. mempunyai seorang putri. Ki Gusti Panji . meninggalkan sanak keluarga. I Gusti Made Padang.

serta kereta perang dan perbekalan. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik. yang berkuasa di Sukasada. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. lengkap dengan segala perlengkapan. dorong mendorong. sehingga dapat diambil oleh musuhnya. sebagai penguasa desa Selat. bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. oleh karena kebanyakan musuh. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. tidak ada yang berani menghalanginya. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. telah semua prajuritnya sampai di sana. menjadi medan perang. yang berkuasa di Sukasada. keturunan Arya Patandakan. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. diusahakan merebut kerisnya. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. seluruh pasukan Karangasern. di balik isi perundingan dulu. setelah tiba ajalnya. akan hal kematiannya hampir tiba. menuju kota Singaraja. jika sudah mencapai tujuan. Tidak lama kemudian. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. ada yang dirasakan dalam hati. darah beliau memancur. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. saling tombak. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. didengar oleh kakaknya. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. menerobos ke tengah-tengah medan laga. sama-sama beristana di Singaraja. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. menyerang mengurung. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. Lama-kelamaan. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. dengan yang berkuasa di Singaraja. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah. beserta saudaranya di Banyuning. mengamuk dengan sangat hebatnya. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. . tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. tikammenikam. dengan dibanjiri keberanian. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. sehingga yang berkuasa di Singaraja. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. sama-sama memimpin bumi Buleleng. Lama-kelamaan. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. oleh karena kebanyakan lawan. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. banyak musuh beliau yang terbunuh. semakin lama semakin keras bentrok mereka. luar biasa marahnya kepada adiknya. menyebabkan tunduk kakaknya. sama-sama tidak hendak mundur. kemudian terjadilah perang. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. yang pindah dari Karangasern. adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. beristana di Singaraja. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik.Dalugdag. di bagian barat We Mala. siap untuk berangkat ke Den Gunung. Raja di Amlapura. antara kedua istana itu. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. apa yang dikatakan. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. sehingga sama-sama bersiaga. saling berguguran. tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul.

bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana. tidak adil kepada rakyat. berada di Sasak. berputra Ki Gusti Wayan Ksatra. Ki Gusti Nyoman Karangasern. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. Ki Gusti Made Clagi. serta Cokorda Mayun Giri. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. Adapun sanak saudaranya. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. mengungsi desa Pereyan Tabanan. Ki Gusti Ketut Jlantik. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit. sama-sama berada di Bangkang. serta Ki Gusti Made Akeh. bernama Ki Gusti Ketut Panji. beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. beliau turun dari singgasana. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. sama-sama berada di Sukasada. sejak lama mengembara di Jembrana. Ki Gusti Wayan Panebel. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. sampai sekarang. berputra Ki Gusti Gede Panji. oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. berputra Dewa Agung Panji. banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. keturunan Karangasern. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. Adapun yang menggantikan beliau. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. Adapun yang menang dalam pertempuran. mulanya juga dari Karangasern. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). adiknya Ki Gusti Made Jlantik. pada Isaka 1737 (1815 M). . karenanya ada bernama desa Baratan. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. Kembali diceritakan. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. meninggalkan putra. adalah bekas dua orang saudara bertempur. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja.. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. sehingga beliau memilih muka. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. Ki Gusti Ketut Panji. berada di Kubutambahan. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor. raja di Sukasada. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. sama-sama berada di Singaraja. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Ngurah Panji. beliau masih tetap tinggal di Singaraja. Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. yang meninggal dalam pertempuran. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. sama-sama masih di Sukasada. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. di daerah Nyalian. beliau meninggal di sana. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. Kembali diceritakan. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. yang meninggal di Pereyan. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung.Tak lama kemudian. sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan. selanjutnya beristana di Sukasada. berada di Panarukan.

berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala. ikut juga dibunuhnya. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. menghadap raja. setelah memperoleh keputusan. Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. Ki Gusti Nyoman Pinatih. Kembali diceritakan. memohon belas kasihan. beliau memindahkan istana Singaraja. memaksa menerobos masuk istana. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang. dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. berputra Ki Gusti Putu Panji. berputra I Gusti Putu Kari. putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. . Adapun Ki Gusti Made Jlantik. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. dan Ki Gusti Ketut Panji. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. beserta saudaranya di Bangkang. ke sebelah barat jalan. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. disangkanya jelas akan mencelakakan. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. Ki Gusti Made Kari. serta saudara laki-lakinya. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. akhirnya keluar sifat angkara beliau. serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. setelah sore hari. bertingkah laku tidak senonoh. beserta sanak keluarganya semua. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. belum pantas dihukum mati. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. ditambatkan di lapangan. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. adiknya Ki Gusti Made Batan. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. serta saudaranya. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja. berputra Ki Gusti Bagus Rai. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . terdorong oleh karena sudah kehendakNya. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. pada saat Isaka 1751 (1829 M). di Singaraja. mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. Ki Gusti Ayu Rai. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. memohon jenazah kakaknya. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. sama-sama menurunkan keluarga. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. beserta saudara laki-laki. Oleh karena demikian keadaannya. serta ke Bon Tihing. Ki Gusti Made Akeh. berputra I Gusti Nyoman Panji. akan kejahatan tuannya. dan ke Depaha. di Panarukan. Pan Apus nama lainnya. dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. sama-sama berada di Sukasada. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. hal itu diketahui oleh para menterinya. beliau digantikan. di Bangkang. gamya-gamana. akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. tidak diceritakan selanjutnya. serta rakyatnya semua. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. Ki Gusti Ayu Jlantik. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Bagus Suwi. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. terhadap tindak-tanduknya. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. tidak ada yang berani membuka mulut. Ki Gusti Wayan Panebel. disangka oleh beliau raja. entah berapa lamanya menjadi raja. sama-sama di Tukad Mungga. pindah dari Tukad Mungga. di Bangkang.

untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji. menuju rumahnya masing-masing. tidak menunggu sehari. Ki Gusti Ketut Panji.Pada saat hari baik. mencari perlindungan. Kenyataannya. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang. di halaman kedua istana. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. setelah kesepakatan raja selesai. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. beserta saudaranya Ki . melakukan persidangan. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. oleh karena sangat gelapnya. serta membawa Capala. itulah kesempatan para arya semuanya. membawa wayang Bima dan Tuwalen. beserta capalanya. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. segala yang mengakibatkan kematian. juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. menonton. serta tombak. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. ia berbicara. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. akhirnya mereka menyebar mengacau. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. demikian cegahan Ketut Karang. sama-sama menunggu di jalan raya. Keesokan harinya. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana. ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. Ki Gusti Made Kari. menyuruh untuk kembali pulang. setelah demikian keadaannya. bertempat tinggal di Panataran. tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). sama-sama ada di Sukasada. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. sudah siap dengan senjata. tua muda. memporakporandakan para arya Den Bukit. layarnyapun robek. demikian diceritakan. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. serta wayang Tuwalen. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. sebagai kepala penjaga istana. demikian kira-kira pertanyaannya. luar biasa riuhnya orang-orang. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. supaya tidak ada tersisa. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. kacau balau. tentang pemberontakan para arya Buleleng. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). mengamuk orang-orang yang menonton wayang. menonton wayang. sama-sama keluar dengan membawa senjata. bermaksud ikut mengamuk di istana. beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. dihadapkan dalam persidangan. di antaranya. siapakah itu yang masih hidup?. sampai tengah malam. mengadakan pertunjukan wayang kulit. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. seisi istana. beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. Ki Gusti Agung Pahang. ada juga yang tersisa. oleh karena kagetnya. durhaka mengamuk dalam istana. sehingga terlepas dari kematian. dari desa Banjar. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. laki perempuan. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. dihadapkan oleh semua para manca. beserta pengikutnya. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji.

serta Ki Gusti Ketut Jlantik. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. sehingga orang-orang menjadi ribut. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. lamanya perang hingga tiga tahun. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. setibanya beliau di sana. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. sampai sekarang. berusaha menyelamatkan diri. pada Isaka 1768 (1846 M). perbuatannya gamya-gamana dengan adik. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. negara menjadi terpecah. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali. pergi ke desa Pakisan. diberi mandat memerintah negara Buleleng. bertengkar berperang dengan sanak keluarga. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. yang masih bakti menghamba. Kembali diceritakan. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang. menyebabkan terjadinya permusuhan. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. Ki Gusti Agung. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada.Gusti Ketut Jlantik Sangket. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. sangat luar biasa pujian rakyat. memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. setelah pembicaraan selesai. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. sama-sama berada di Sukasada. untuk menjalankan pemerintahan. yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . oleh pemerintahan Belanda. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. Setelah demikian. semakin bertambah angkara murkanya. menyebabkan panas pada saat musim hujan. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan. hasil panen tidak berhasil. Pendeknya. adapun raja Ngurah Made. serta Ki Gusti Ayu Bulan. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. kedudukannya sebagai patih. beliau juga keturunan Karangasern. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made. bagaikan malapetaka dari-Nya. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. lari pergi menuju wilayah Karangasern. menjadi penguasa Den Bukit. seperti Payangan. apa sebab sama-sama masih hidup. kembali mengangkat raja. kebutuhan sehari-hari jarang. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. tidak menyimpang akan titah Nya. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. Entah berapa tahun lamanya. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. yang memerintah di Den Gunung. Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. perangpun terjadi sangat hebat. disertai prajuritnya. antara Belanda dengan rakyat Bali. beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. . berselisih dengan pemerintahan Belanda.

Ki Gusti Ayu Rai. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. Ki Gusti Ketut Kaler. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Panji. semuanya kembali ke Kubutambahan. Ki Gusti Bagus Jlantik. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. sama-sama kembali ke Bangkang. dibantu oleh para menteri. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. putra beliau I Gusti Putu Kari. Ki Gusti Nyoman Banjar. Ki Gusti Ketut Ksatra. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda. meniru yang ada di istana Bangkang. Adapun ipar baginda raja. pada saat mengungsi dahulu. selanjutnya pindah ke Singaraja. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. Ki Gusti Ayu Made Taman. Ki Gusti Made Karang. tenggelam dalam sabungan ayam.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. Putu Kebon nama lain beliau. Ki Gusti Nyoman Jlantik. yang pergi menuju desa Alas Panji. dahulu. Ki Gusti Ketut Banjar. serta Ki Gusti Ayu Kaler. ada keturunannya sampai sekarang. Ki Gusti Nyoman Oka. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. demikian . Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. yang pergi ke Desa Pakisan. Puri Kanginan. didorong oleh nafsu. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. akhirnya beliau turun dari singgasana. berputra Ki Gusti Putu Batan. Ki Gusti Ketut Banjar. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Ketut Jlantik. Entah beberapa lamanya. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. sebab lahir di desa Soka. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. menjadi beragama Islam. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. lain dari itu. punggawa semuanya. berputra Ki Gusti Putu Panji. tidak mengetahui asal-usulnya. Ki Gusti Ketut Kaler. patih kedudukan beliau. Ki Gusti Ayu Mas. semula berkedudukan di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Ksatra. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang. menuruti jalan hidupnya. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. Ki Gusti Made Banjar. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. masih berada di Tukad Mungga. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. beberapa bulan meninggalkan istana. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. Ki Gusti Made Rai. lebih kurang tiga tahun lamanya. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. bernama Ki Gusti Putu Batan. Yang lainnya. dan Ki Gusti Bagus Jlantik. serta Ki Gusti Ayu Putu. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau. diiring oleh para penjudi. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. tinggal diam di desa Panji. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. Adapun Ki Gusti Putu Kari.

serta Ki Gusti Ayu Jlantik. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. Ki Gusti Ketut Tangi. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara. Ki Gusti Ayu Made Panji. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. disertai dengan perputaran jaman. menyebabkan banyak yang saling fitnah. pindah ke Depaha. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. Ki Gusti Ayu Made Ayu. tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja.. serta Ki Gusti Ketut Putu. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. Ki Gusti Ayu Made Rai. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. Ki Gusti Ayu Selat. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. Ki Gusti Made Banjar. dengan cara-caranya sendiri. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Setelah keadaan demikian. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. berputra Ki Gusti Ayu Dangin. Ki Gusti Ayu Jlantik. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. Ki Gusti Ayu Mas. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. Ki Gusti Ketut Jlantik. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. di Singaraja. bagaikan kehendak-Nya. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. berputra Ki Gusti Putu Cede. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. serta yang berada di Sukasada. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. Adapun Ki Gusti Agung. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Rai. beliau banyak menurunkan keturunan. Ki Gusti Putu Canang. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. Ki Gusti Putu Gunung. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples. Ki Gusti Ayu Putu. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. Adapun Ki Gusti Made Panji. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. berputra Ki Gusti Putu Panji. Ki Gusti Ketut Rai. di Bangkang. Ki Gusti Bagus Dalang. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng. tidak ada rajanya lagi. Ki Gusti Putu Gianyar. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. sama-sama berkedudukan di Sukasada. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. Ki Gusti Nyoman Karang. Ki Gusti Made Togog. sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. Adapun yang berada di istana Bangkang. Entah berapa lamanya. Ki Gusti Made Selat. berputra Ki Gusti Ayu Turun. Kembali diceritakan. Ki Gusti Ketut Ayu. di Tukad Mungga. . Ki Gusti Ayu Kajeng. menyebabkan keadaan menjadi kacau. di Singaraja. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. Ki Gusti Made Celagi. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra.keluarga raja keturunan istana Bangkang. Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Panji Cuweh. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Ketut Panji. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. Ki Gusti Nyoman Jlantik. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. serta KI Gusti Made Panji. beliau tidak mempunyai keturunan. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. berputra Ki Gusti Putu Intaran. serta Ki Gusti Made Kaler. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. Ki Gusti Ketut Perasi. Ki Gusti Made Jiwa. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Nyoman Jlantik.

beliau tidak mempunyai keturunan. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. Maka timbul lah gempa bumi. Ki Gusti Made Oka. di Singaraja. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. berasal dari keturunan di Kubutambahan. serta Ki Gusti Ketut Putra. berputra Ki Gusti Putu Intaran. angin topan. serta Ki Gusti Ketut Cede. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Putu Center. Ki Gusti Putu Selat. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. beliau mempunyai seorang putri. Ki Gusti Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Pura Dalem Batu Kuub . Adapun yang ada di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. Ki Gusti Nyoman Raka. Yoganya sangat mantap. di Tukad Mungga. Desa Peguyangan Kangin. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ketut Ksatra. serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. Ki Gusti Ayu Jlantik. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. menimpa batu.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Made Singaraja. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Bagus. Bantas. Ki Gusti Ayu Made Sekar. serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Serta Ki Gusti Made Karang. Ki Gusti Ayu Made Rai. serta Ki Gusti Ayu Rai. putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. Kemudian muncul lah . Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan.Ki Gusti Nyoman Raka. beliau semuanya ada di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. guntur dan halilintar. bekas raja Buleleng yang terakhir. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. Br. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. Denpasar Utara. sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Rai. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu.

Ada pula bayi muncul dari buih. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu. rupanya hitam. Tuanku telah menyumpah tempat tinggal . Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". yang bisa menciptakan keteduhan dunia". Namun. di sana lah Tuan patut membangun istana. Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. Setelah tiba di tengah hutan. di wilayah hutan Raja". namun ada yang aku tanyakan kepadamu. saya tidak mengetahui di mana rumah saya". Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. dan ditanya: "Wahai anakku berdua. Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. bernama Dalem Kembar. Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. rupanya putih. di mana ada batu bersinar. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam. di manakah kau tinggal. siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. hanya salah seorang berhak menjadi raja". Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Kedua bayi itu bermain-main. Demikian lah kata si Lembu. Demikian pula. nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. lalu ditemukan oleh si Lembu. sejak sekarang. aku berterimakasih. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". siapakah di antaraku.bayi dari batu itu. disinari oleh matahari. yang patut menjadi raja?" Si Lembu. di hutan. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. Engkau lahir dari batu. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu.

Penyelaweyan. pikirannya amat bersih. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. Hamba mohon diri. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. Beliau mawas diri. yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". supaya aku juga dapat menjadi raja". Begitu lah kata Dalem Batu Selem. menyumpah suatu tempat bertemu". di sini lah kau bertahta menjadi raja. Tiba-tiba si Lembu menggaib. Dangka. Tidak ada orang ditemukan di sana. sebab demikian pesan si Lembu. Adalah pesan Dalem: "Nah. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini. silakan kau berangkat. Dalem berjalan ke arah barat. Hatinya pun menjadi lega. yaitu Gaduh. Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar.bincang. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Ia teringat kepada pesan si Lembu. begini besar rasa baktimu kepadaku. Lalu beliau tinggal di sana. Sahabatnya semua ikut mengiringi. supaya bernama Taro. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. dan kau sudah menjadi raja. Oleh karena itu. Doanya terkabulkan. Ia kelelahan di tengah hutan. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. bersedih hati karena amat kelaparan. Air itu lah diminumnya. Beliau tiba di tengah hutan. Oleh karena itu. Pasek. Lalu diiringi oleh rakyatnya. Tidak pernah makan. Jika tuanku belum mengenal hamba. sebab kita lahir kembar. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar. Demikian kata Dalem Batu Putih. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. pulang ke sorga. aku akan meninggalkanmu ke desa Panji.hamba. maka aku akan meninggalkanmu. Ngukuhin. Kini kedua bocah itu berbincang. Kebayan. Para sahabatnya sangat senang mengiringi. Amat sangat haus dan kelaparan. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. sebab telah ada belas kasih si Lembu. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. maka ada air keluar dari tanah. Oleh karena itu. Ia duduk di tengah hutan. baik-buruk harus dilalui bersama. beliau tinggal dengan sangat tenang. Hanya itu lah pesan hamba. kelak akan bernama Desa Ketemu. tempat ini bernama desa Batu Bulan. Demikian dipikir oleh Dalem di . beliau beristirahat bersama rakyatnya. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. mencari tempat lain. Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. Pikiranku sedih seperti telah hancur". Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. mungkin karena dianugerahi Tuhan. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. Setelah tiba di barat. hamba adalah I Lembu Nandini". lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. beliau berjalan ke arah barat. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. banyak rakyat datang menjemputnya. desa ini akan aku tinggalkan. Demikian kata Dalem. Ada selama satu bulan berada di sana. beliau menyumpah bersama para sahabatnya. Jika menjadi raja. Sejak ini bernama desa Atege. tidak bisa berjalan. Setelah ia menyumpah hutan itu. aku akan menyumpah tempat ini.

Di sini aku merahasiakan identitas diri. hamba tidak mengenalmu. Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. Batin yang tajam. Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. yang tinggal di Sakenan. I Dukuh Prateka Sakenan. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel. kelak bernama desa Taman. Setelah Dalem selesai memuja. juga akan menemukan keselamatan. aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. "Aku tidak tahu orangtuaku. Beliau memuja Sanghyang Pasupati. Kata Dalem: "Aku setuju".dalam hati. siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku. bukan yang menengah. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. Demikian kata Dalem. bernama Dalem Tungkub. Oleh karena itu. hamba lah yang memiliki Paduka. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. amat sangat berbakti kepada Dalem. Aku lahir kembar. menjadi tempat tinggal segala makhluk". tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap. tetapi pikirannya suci bersih. Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. pada saat rendah hati. teringat ketika membangun desa di Batuyang. Paduka lah yang menurunkan hamba. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. hamba adalah abdi Paduka. dan tiba di Sakenan. Semakin lama beliau tinggal di sana. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. Dalem terkejut. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. Oleh karena itu. Aku lahir dari batu. Baik lah. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. Wahai kakek. Lalu I . bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. tempat beliau menyucikan diri. semakin tidak enak hati beliau. hitam (selem) dan putih. Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. Sekarang aku menyumpah. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang. Lama beliau tinggal di sana. Hamba mengabdi kepada Paduka. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. lalu Dalem merendahkan diri. bukan yang besar. yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. suci dan bersih. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". Teman-temannya setuju. Pikiran beliau sangat senang.

Jika kau membunuh kijang. disusui oleh kijang. Kau harus belajar dan menyucikan diri. .keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. ingat lah sejak sekarang. ada seekor kijang datang dari hutan. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. dan tiba-tiba menyususui bayi. semoga terserang penyakit grehasta". makan daging kijang. di mana dicarikan air susu ibu. Hamba setuju. Siang malam diemban oleh si kijang. Kelak. membunuh kijang. I Dukuh disuruh menebang. Demikian lah sumpah I Dukuh. Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". Karena kau lahir dari bambu gading. yang bernama keris I Jala Katenggeng. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. Istana Dalem pun selesai. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. maka istananya diberi nama Jimbaran.Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. Dan ajaklah beliau ke Uluwatu. sebab leluhurmu berasal dari bambu. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh. Ketika itu. ayah berkaul. Beliau tiba di Uluwatu. Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. ini dan peliharalah di sini. Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng. Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang. Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana". Siapa saja . ia ibarat sama dengan diri hamba". Kalianlah mengiringi beliau. dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. Oleh karena itu. Putra I Dukuh setuju. lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. Demikian kata Dalem. Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh. Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. Hamba tidak membawa apa-apa. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). I Dukuh berkaul: "Wahai anakku. si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka. Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar. Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. Dalem berkata: "Wahai Dukuh. kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. tidak pernah terserang penyakit. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. Hamba. kau lah mengambil bayi. Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun.

diiringi oleh I Dukuh. Setelah tiba di Padukuhan. Dukuh pantas mempersembahkan ke istana". Beliau senang diajak mampir.harian berkebun di bukit. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu. dia menjadi milikku. dia adalah anak hamba". nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". istananya telah selesai dibangun. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem. wajah Ni Pering Gading sangat cantik. Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. beliau dipersilakan duduk di atas dipan. Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi. Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. hamba akan serahkan". yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. Dukuh dulu meminta. diiringi oleh abdinya. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. Pekerjaannya menurut perintah I. Dukuh. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh. karena dia adalah putriku namanya. Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng. Cukup lama beliau bekerja di kebun. kulitnya gading. supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". Jika aku yang memeliharanya dulu. Dalem berkata: "Kebetulan. memeliharanya sebagai anakmu. maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. Dia tidak boleh tetapi boleh. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. . Dipanggil oleh I Dukuh. Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. aku berharap agar diajak ke istana. Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. yakni berkebun. kebetulan menyempatkan diri mampir. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. Ketika I Dukuh menyucikan diri. wajarlah dia menjadi pendamping di istana. hamba tidak berpanjang kata lagi. hamba tidak berpanjang kata. Paduka lah yang memilikinya. lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba. akan aku jadikan permaisuriku". dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. kalau Paduka memang menginginkan. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading".Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh.

karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). tidak ada orang dijumpai beliau. Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . pikirannya bimbang. Beliau dijemput oleh I Dangka. namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. silakan berangkat. Setelah tiba di dalam istana. di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran. Setelah tiba di Sakenan. peliharalah anugrah Dalem Batu Putih. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. Dalem pun berangkat. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis". beliau pergi dari wilayah Gelgel. Kebayan tinggal lah di sini. Ini adalah Desa Batuyang namanya. Pikirannya tidak tenang. yakni I Mada dan I Merangin. lalu tiba di wilayah Jimbaran. Oleh karena itu. Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". menyusul kepergian Dalem Batu Putih. hanya menemukan istana saja. sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran". Meskipun dapat bertahta. I Dangka menjawab: "Hamba setuju". Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. tidak ada gunanya juga. Setelah lama bertahta di Gelgel. beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". "Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". Kemudian beliau menuju ke dalam istana. Beliau menuju hutan di sebelah barat. peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. setelah bertapa di Yang Batu". lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. Gaduh. Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin. jika tidak tahu keadaan saudara. lalu dijemput oleh I Prateka. Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". Tanya Dalem: "Wahai Dangka. Kelandis. lalu menemukan desa. I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. teringat kepada saudaranya. Tanya Dalem: "Dukuh. berkat sumpah Dalem Batu Putih". berkat sumpah Dalem Batu Putih". Beliau batal membuka tutup suguhan itu. Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. di sana menjadi raja". Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu".

si penjahat pun ditemukan. Namun. Oleh karena itu. kau dan aku berperang saudara. Wajahnya hitam. ingatlah perjanjian kita dulu". Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. tubuhnya berbulu. Batu Bulan. siapa kamu. berjanggut. Mereka pada berpikir. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu". Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. baik-buruk. artinya dunia menginjak masa Dwapara. rambut ikal. hamba sangat ketakutan". saling menghormati. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Jimbar artinya luas. Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. Kayu Mas. Ada yang pincang. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. sangat kebal dan sakti. Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". Bukit pun hancur. Dalem Putih sudah pulang. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. tidak ada yang kalah. Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. tidak ada yang mati. beliau menemukan abdinya lari ketakutan. Di depan mereka yang saling bertanya itu. Dalem berangkat ditemani abdinya. akan pergi mengembara. Setelah tiba di hutan. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran". Tanya Dalem: "Pering Gading. hidup-mati. Beliau dikira jin raksasa. Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. keduanya kelelahan. . Dalem berangkat menuju perkebunan. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. jangan lah bersedih. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. dan berkata dengan baik. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. kumis lebat. akan ditantang musuh. kales. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. Namun jangan bersedih. Sekitar tengah hari. Setelah lama berperang. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. Kelandis. baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. tidak mempunyai hasil jerih payah. Lama berkelahi. saling bercerita. suka-duka". sebab Paduka dan aku lahir kembar. ada yang batuk. Taman Yang Satu. Batu Yang. Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. Di situlah mereka sadar bersaudara. tumbuh pohon randu kembar berakar ular. Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. dan Puri Jimbaran. Aku adalah saudara kembarmu. tak ada yang terluka. Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. aku tidak pantas bersaudara. mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati".Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". Batu Aji. Di situlah mereka saling bertanya. Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. bukan seperti biasanya. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". Karena tidak bertemu di perjalanan. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. Aku mohon diri darimu. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat.

Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. tanyakan di mana wilayah Batuhe. Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. aku ingin membangun istana. Lama beliau tinggal di sana. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. Dalem melanjutkan perjalanan. kebetulan musim pasang. Kata Dalem: "Wahai rakyatku. Lalu beliau berjalan ke timur. sejak ini bernama Batu Bolong". Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. supaya bernama Batu Belig". I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. Dalem melanjutkan perjalanan. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. supaya bernama desa Batu Bedak". Dalem pergi menyendiri ke arah timur. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang. Setelah semua tumbang. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian. Dalem melanjutkan perjalanan. dan rakyat pun senang. Setelah tiba di tengah hutan. diiringi seorang abdi. Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. karena telah melihat hutan kelapa. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. Sekarang. Setelah tiba di perbatasan jalan. pergi lah menyusup ke hutan. Tempatnya di timur laut. Dalem merasa kehausan. sebab di sini rasanya tidak pantas". Semua orang itu berlari. supaya bernama desa Sehseh. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. buatkan lah dirimu tempat tinggal. kaki beliau terpeleset menginjak batu. semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. Di tengah perjalanan. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". supaya bernama desa Batu Tulung". Tidak ada mendampingi. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. Beliau pergi menuju ke arah timur. beliau terjatuh. Di tengah perjalanan. tanya-tanyakan". tinggal lah di daerah-daerahku. Setelah sampai di perbatasan jalan. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. bernama desa Lami Mekutang. kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. Dalem sendiri tinggal di sana. Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. Setelah tiba di perbatasan desa. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali". tempat kakiku terpeleset menginjak batu. Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. di manakah aku pantas membangun istana. supaya bernama desa Batu Paras". tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh. Dalem sangat senang. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. Beliau berjalan semakin jauh. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa.Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. Para abdinya pada mencari tempat tinggal. yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya.

di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". Dalem berjalan semakin jauh. Lama beliau beristana di sana. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. apakah Tuan mengenalnya. aku disuruh mencari Dalem Batu Selem.Bongkang. Dalem tidak mau. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. Dalem melanjutkan perjalanan. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. ia mengaku Dalem Batu Selem". Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. Jangan kau takut kepadaku". Perintah Dalem. Setelah selesai potong gigi. beliau menyaksikan orang menari Gambuh. Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. Setelah Puri Bungkasa selesai. ke barat. pesan Dalem. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. Tiba di pertengahan jalan. mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. Si pelacak semakin takut. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. itu adalah warisan hamba dari . Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. istana itu bernama Puri Bungkasa. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem. hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". Perjalanan beliau semakin jauh. beliau berdua menonton Gambuh. dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. namun tidak ada ditemukan. Baru hamba datangi. Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya. bapak mempunyai anak. itu obat mujarab. bersembunyi di hutan. di sana lah tempat istana itu. bapak menghaturkan istana. Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. Dalem berkata: " Kau mencari apa. Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. I Gusti Tangkas menjalankan. duduk di atas dipan di sebelah barat. ke selatan. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi. berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas. seperti raksasa tetapi bukan raksasa. menghaturkan istana dan abdi. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. supaya bernama desa Tohjaya". raksasa tetapi bukan raksasa. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. Di tengah perjalanan. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. Dalem bersembunyi di hutan. namun bukan jin. Lama mereka mencarinya. tetapi bukan jin. ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. Hanya itulah obatnya.

Ketika perang berlangsung. Beliau bertiga berunding bersama istri. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. bertempat tinggal di Batu Krotok. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok. Di Dalem Pebersihan. Dalem Tangkas. Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung. akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. Batur. Diistanakan di Puri Semanggen. Batu Karu. I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. sekarang kepada Dalem. bernama Arya Pasung Gerigih. bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. Yang di Puri Pebersihan. kata Dalem. Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. bernama Arya Ularan. Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. bernama Arya Pasung Giri. mereka bertugas memelihara. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". dan dijuluki Dangka oleh Dalem. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. semua warga Batu Sepih kalah. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. tidak mempunyai keturunan. supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. I Pasung Gerigih . hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. dan semua abdi merasa senang. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. Baik-buruk dalam kebersamaan. maka adalah Arya I Tunjung Tutur. dijadikan abdi di Bongkasa". Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. Ia bertugas menjaga bukit selatan. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri.Gunung Agung. Beliau beristana di Jaba Tengah. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. Tidak ada abdi mengemban. bertempat tinggal di desa Sumapan. Wilayah barat tidak ada menjaga. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. pemberani. asalkan kebal. para abdi di sana bernama Sagerehan. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. warga Batu Krotok kalah.

hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". namanya adalah Gajah Mada. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa. I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. saling memberi. lalu mengambil nasi dan . I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. apa kesenangannya. lalu diserahkannya selembar kain poleng. Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. Setelah selesai menjamah. beliau tidak mau menikah. Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. Setelah tiba di hadapan Dalem. supaya aku bisa mengenali anakku kelak". apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. airnya supaya berwadah kendi". I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. Pada malam harinya. Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. yang sering ayah ceritakan kepadamu". raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur. Beliau memakai kain geringsing wayang. sayur plecing pakis batangan. I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. Ni Uradani menerima. marilah kita makan dulu. sama kepandaiannya. I Gajah Mada duduk menunduk. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. saling menasihati". I Gajah Mada menyetujui. dipakai kain untuk anaknya kelak. siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. Demikian kata I Gajah Mada. Mereka saling menyapa. Kata Dalem: "Paman Patih Mada. nanti saja kita berbincang-bincang".di Den Bukit. kelak jika janinku ini jadi. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". Tuan sudah diijinkan menghadap. sama tingginya. Tidak ada wanita seperti itu di Bali". tunggulah di sini. Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. Sementara itu. Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. akan ada jamuan. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. tanyakan lah kepadanya. selesai pula perbincangannya. Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. aku akan menyampaikan dulu". aku memberikan tanda kepadamu. Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. Ni Uradani menyetujui. Kata I Dukuh Kedangan. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah".

sebab keringatmu berlimbah. Namun beliau menyimpan di dalam hati. inilah orangnya. Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. Mada setuju. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna. Nah. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem. Oleh karena itu. Kata Dalem: "Paman Mada. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. I Kebo Taruna. tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. maka jelas lah beliau tidak bisa moksa". ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. karena Majapahit sudah dekat. "Patih Tuanku. di Jawa lah ia dinikahkan". Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku. jangan lah lalai mengemban anak. Kebo Taruna senang dan setuju. Jika Dalem moksa. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. supaya benar-benar jujur. I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. hamba diutus menghadap ke Bali". supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. Sekarang godalah Dalem. Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. sebaiknya kau mandi dulu. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. Jika benar seperti berita itu. Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". sakti. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . "Kebetulan sekali Paman. Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar.memonyongkan mulutnya. Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". Tiba di Gunung Jawa. hamba mohon untuk diajak ke Jawa". Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. Jika batinnya telah goyah. tinggi. Karena itu. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem.

maka bangun lah tempat suci. Dalem Batu Ulu. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. Batu Bongkang. Dalem Bongkasa 5. Jika tempat suci ini selesai. Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". untuk bertemu dengan saudara ayah. Batu Bedak. anak-anakku dan rakyatku sekalian. Kata Dalem Putih: "Paman. adalah permintaanku. Batu Paras. supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. Jika seandainya ayah tidak datang. dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah. di tempat jejakku bisa dilacak. Denpasar Utara. Batu Bolong. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". semoga ia menjadi sudana. Kau lah menjaga istana ini. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem. jangan lah bersedih. namanya I Petak Jingga. Baru menoleh. Bantas. Dalem Padang Getas. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". tidak mau hormat berbakti di sini. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. Hutan itu. Batu Bintang. maka. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. atau pun sanak-saudara. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. Dalem Pebersihan 4. tiada lain lagi. 3. Setelah tiba di tepi sungai Ayu. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. Setelah selesai berkata. Desa Peguyangan Kangin.Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. Wahai rakyatku sekalian. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. 2. sebab saat inilah takdir bagiku. Putranya setuju. Br. entah anak. Dalem moksa. di tempatku moksa ini. menyembah diriku. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki. Batu Belig. Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. kebetulan air besar. Adalah tempat suci bernama 1. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh. Siapa pun kelak. Batu Tulung. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku. Kata Dalem: "Di . tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata.

I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. konon mereka adalah orang-orang Majapahit. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih.manakah tempatnya. demikian kata Patih Tambyak. si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. yaitu Pasek Pat. Pasung Giri. hamba bersama teman-teman". Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. Pasek Pitu. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. namun di Semanggen. tidak berani diajak ke istana Dalem. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. Lalu para patih. si Arya Panji mengambil permaisuri. mereka tampak bersenjata lengkap. kembali lah ke Bukit. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. Bagaimana Tuanku. Tidak ada raja. Tambyak. Setelah tiba di Puri Batu Ulu. aku tidak bisa memaksa. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. Paman Tambyak. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. Oleh karena itu. Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. Pada saat ada upacara piodalan. "Hamba setuju. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. Dewa Ayu Sari". Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. Pasek Lima. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. jika benar demikian. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. Tunjung Tutur. yaitu Pasung Gerigih. aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. Konon mereka turun di Sulangai. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu. Lalu di Semanggen. Aku masih berunding dengan si otot besi. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. ada orang dari Tianyar datang menghadap. bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". Gunung Batur. Arya Panji menjadi raja. bersama sama para patihnya. si bayi pun panjang umur. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. rakyatnya. Kini dikisahkan putranya di Bali. dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. Si Arya Panji mengemban. hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". pelinggih Dalem. Karena tidak bertepatan dengan hari baik. berada di istana Dalem. Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. Kata Arya Panji: "Silakan. Hamba melihatnya dengan jelas. Gunung Batukaru. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Pasung Gerigih dan . apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. Gunung Agung. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Beliau bertempat tinggal di Taro. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. maka beliau tidak bisa mencapai moksa.

Setelah selesai berunding. ada yang patah. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. Orang Tianyar juga mohon diri. Setelah tiba di Den Bukit. ada yang terluka. Setelah tiba di tengah perjalanan. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. dan perundingan pun selesai. I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. Lama beliau berunding di sana. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. . Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah. kelak akan menjadi Pura Nataran". ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. Beliau berunding di tengah hutan belantara. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. mohon restu agar kerajaan Bali selamat. I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Pasek Lima bertolak ke Batur. dan telah dikutuk oleh I Mada. inilah yang menjadi desa Auman. Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali. I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. ada kali. ke tepi desa Supaman. di perbatasan desa Abian Tiing. Setelah beliau menoleh ke timur laut. Semuanya setuju. Warga Den Bukit sepakat. Setelah tiba di hutan alang-alang. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. semua pada sepakat. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur. Paman Badanda dan kerabat sekalian. Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. Semuanya setuju. Warganya tersebar ke mana-mana. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa".kerabat istana sekalian". Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. sengit di hutan Jarak. peperangan telah berlangsung. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. tampak banyak rakyat datang menghadap. darah mengalir bagaikan lautan. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. ada di Batu Bongkang. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". ada jurang. ada di Paraupan. Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. ada jurang. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua. supaya perundingan menjadi rahasia. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". tempatnya berunding di tengah hutan. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. Ada hutan. ada di Genian. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. para abdinya membangun perkemahan. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan. Semuanya setuju. mengapa Paman semua terluka. I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua.

Beliau jatuh dan tewas. Patih Gajah Mada marah. lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. Semua orang istana telah mengungsi. dari mana asal Tuan. sebab ayahmu tewas dalam pelarian. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. aku setuju". Aku namakan kau warga Melayu. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. aku membunuhnya". yakni Puri Bedulu. kaulah yang mengolahnya. Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. Pitra Yajnya. Belum selesai doa beliau. Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan. Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. itulah yang patut dimintai nafkah". yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. supaya terhitung atas dua bagian. meskipun beliau sudah tewas. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. merebahkan diri di atas mayat ayahnya. Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. Baru mau di tusuk. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan. Dengan berang. Yang lima. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. Aku serahkan lima jenis upacara itu. Di Bali ada sepuluh agama. Sekarang agama di Bali. Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. Sejak itulah bernama Dalem Jangus. Manusa Yajnya. dam Resi Yajnya. Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. Setelah tiba di tepi laut. supaya terdiri atas dua bagian. Mayatnya tengkurap ke tanah. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. Kata si bocah: "karena sudah tewas. siapakah yang akan aku mintai makan. Setelah tiba di puri. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". Kata Gajah Mada: "Wahai bocah. sekarang aku namakan Buruan. ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. Setelah tiba di Tegal Asah. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. silakan bunuh aku. siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji". Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. Si bocah menangis. atas Dewa Yajnya. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". Karena terlalu marah. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. upacara agamanya sendiri. ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. aku tidak boleh membunuh bocah. aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. Kata Mada: "Baiklah. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. Aku namakan kau topeng Sidhakarya.Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. di Majapahit ada lima agama. Bhuta Yajnya. tidak ada yang menghiraukan. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. aku jadikan dua bagian. Ditemukan seorang anak. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan. Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. lalu dengan berang menghunus kerisnya. Belum jauh pelariannya. Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. I Mada terkejut: "Aduh jangus". Tiba di tengah hutan. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . Tiba di tengah tegalan. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. si Arya Panji menuju Tegal Asah. Kata Mada: "Wahai anakku. dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. berenang ke selatan mengembara. aku mengikuti kepergian ayahku". maafkanlah aku". aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen.

Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah. Raden Panji tewas di Tegal Asah. Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji. ada perempuan datang mengungsi. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. Bumi Bali hancur. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. Kerabatku Pasek Pat. Kedisan. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. maka beliau tenggelam. siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. Jungjungan. putra Dalem Batu Selem. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . Cukup panjang ceritanya. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. Terunyan. seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. usianya sama dengan si bocah tadi. ia menemukan sebuah sampan. Setelah tiba di tengah lautan. diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. pada takut mati. tidak ada orang menghiraukannya. Tiba di tepi laut. I Gusti Bandesa Singgih. menyusuri sungai Yeh Ayung. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. Anak ketiga (Nyoman). I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. Adik I Gusti Susudana masih kecil. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. Tanda moksa Dalem Batu Selem. Batur. Lama beliau berada di sana. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. Ada yang ke Culi. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. Karena peperangan terlalu sengit. Anak kedua (Made). Juntal. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. mengapa terdampar hingga ke Nusa. Banyak orang dijumpai. para bangsawan dan rakyat sekalian. Pasek Lima. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. Lama I Melayu di Buruan. ia bergelar Raden Panji. semua pada merahasiakan jati diri. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. Supaya semua pada membawa. Siapapun membuat upacara. dibunuh oleh I Mada. tidak ada memperhatikan wangsa. sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. diupacarai di Buruan. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu.mengungsi?". Cempaga. berteduh di bawah pohon asoka. Lalu dipungut oleh orang Nusa. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. darimana asalmu. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. mengembara ke desa-desa. Saudara I Melayu ada empat. biarkan ia tinggal di sini". Pedayung sampannya terdampar di Nusa. Songan. beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. I Dukuh terkejut. aku adalah warga Pande Bungkasa".

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. Oleh karena Adinda sedang hamil. di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena). menemukan keselamatan. Di sana lah isterinya duduk. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. Karena itu. Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. Batu itu pecah. Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. tidak durhaka.leluhur. Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. Mereka berjalan amat cepat. dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. tidak tertimpa mala petaka. tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). janganlah Adinda mengikuti Kakanda". apa sebabnya Adinda datang. namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. . menyusul perjalanan Kakanda. tanpa mempedulikan rasa lelah". Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. dan semoga berhasil dengan sempurna. datang ke Bali. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka". aku memberikan nama I Tambyak. Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda. Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. Ketika sang pendeta berkata demikian. Ada seorang brahmana sakti. oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan. panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia. Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. jatuh di atas batu. beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti.

Tidak panjang lebar dikisahkan. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya. mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. siap-siaga sama-sama memegang senjata. sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi. Entah berapa hari lamanya. Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. lalu beliau menggaib. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak. mereka nampak sama-sama tegar. Demikian pula para menteri istana. dan bertabiat mulia. Tidak diceritakan lebih jauh. Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. menghadap Sri Haji Tapohulung. Bayi itu berhenti menangis. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . Selanjutnya. lalu diambilnya.panjang umur. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. ia tumbuh dengan sehat. antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. diikuti oleh prajurit pilihan. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu.

saling tendang. tawa-tawa. suara gong itu menggema dibarengi sorak. Pada saat itu.sorai yang tiada putus-putusnya. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. Namun tiba-tiba dalam sekejap saja. ada yang berjaga di timur. Tengkulak. saling tangkis. silih berganti. Taro. mereka sama-sama pandai memainkan pedang. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun. Dari kursi singasana emas. sama-sama menghunus keris. di barat. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. Orang. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu.baginda raja. sungguh bagaikan gelombang lautan. Orangorang Tenganan. dan Pasung Grigis. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. tubuhnya sama-sama melemas. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh .orang Panarajon berada di utara. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. orang-orang Panarajon nampak ketakutan. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung. Tunjung Tutur. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. saling mengintai. Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya. di sebelah timur Desa Pejeng. saling sodok. Blahbatuh. Suara kentongan bertalu-talu. dan di selatan. Dia pun datang ke tengah medan laga. Mereka bergulat saling tusuk. diiringi dengan suara gamelan. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak. Kalungsingkal. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan.

Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih. dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga.prajuritnya berang. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. Setelah berselang beberapa lama. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. Diturunkan dari sifat ayahnya.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. Banyak prajurit yang gugur. Oleh karena itu. pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak. ada pula ususnya keluar. oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. tidak ada yang tidak patah lengannya. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. turun-temurun menjadi patih. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan. Namun tampak kejanggalan. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. bagaikan roda pemintalan. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. I Tambyak berputar-putar. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya. . dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada.

Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. dan Arya Manguri. mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. Ada pun Ki Patih Tambyak. lengkap tidak ada yang kurang. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan. Arya Dalancang. Mereka tidak berani mengakui wangsanya.Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada. ke selatan. ada yang mati. beliau bertemu dengan bidadari. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja. ada yang ke timur. ada yang menyusup ke desa-desa. Arya Belog. Bidadari itu dinikahinya. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. Di setiap desa yang disusupinya. Di belakang Arya Wang Bang . ada yang ke Tabanan. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. ada yang masih hidup. tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. Konon beliau lahir dari batu. Arya Pangalasan. ada yang ke Jembrana. di Bali tidak ada raja. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan.kebal. Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana). beserta sanak keluarganya. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. serta bertabiat mulia. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. Setelah beliau berputra. Arya Wang Bang. Ketika masa kekalahan Bali Aga. yang perempuan dinobatkan di Sumbawa. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan. yang kedua bertahta di Pasuruhan. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul.

Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung). dan semoga hamba menemukan keselamatan. Jika ada kata-kata yang menyimpang. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar. Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan. Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. Pohon beringin itu sangat angker. Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan.adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. seorang keturunan brahmana. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. berada di Puri Buahan. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. dan mempunyai dua orang anak lakilaki. Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. selalu dicintai rakyat. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu.

Demikian anugerah Batara kepadanya. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. utara. Setelah selesai memuja. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap. Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur. Adapun daerah yang berhak dikuasainya. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. ia amat dicintai rakyat.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara. akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin. Mereka berdua segera menyembah. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. dari timur. barat. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. bermain-main di tepi danau. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. Tiba-tiba dia minggat dari istana. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. tidak berselang lama. berjalan menyusup ke tengah hutan. Setelah itu. Demikian seterusnya. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. bakti terhadap dewa. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. Setelah itu. mendampingi Paduka Batara. Menurut Batara. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. mereka disuruh naik ke puncak bukit. tidak henti-hentinya memuja Tuhan. beliau bergelar Arya Notor Waringin. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. dan selatan. Daerah-daerah itu nampak terang.

Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. memimpin para menteri. lalu mereka berpindah lagi. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri."Wahai Bandesa Tambyak. Entah berapa lamanya. ada yang bertahta di Puri Denpasar. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. tidak dapat dipisahkan. jika engkau mendapat hukuman mati. dengan mengadakan huru-hara di istana. Putra-putranya silih berganti. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. kita sehidup semati. betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. itu dapat diampuni. Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem. engkau akan diusir dan terampuni". Tidak dijatuhi hukuman mati. hal itu dapat dibayar dengan uang. dan ada yang ke Desa Pahang. betapa sejahteranya negeri Badung. Ada pula yang diusir ke Sumerta. sejak dulu sampai sekarang. Jika engkau didenda dengan uang. baik pada saat suka mau pun duka. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. Gusti . Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. turun-temurun menjadi raja. dan ada bertahta di Puri Kesiman. Ada yang bertahta di Puri Tambangan. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati. Semua keturunannya hidup tenteram. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. Harta milikmu tidak dapat dirampas. Jika engkau bersalah. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung.

dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. dicintai oleh masyarakat. oleh semua mahluk.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. Negerinya amat . janganlah engkau lupa akan janjimu". "Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. Wahai Tambyak. panjang umur. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. aku menganugerahimu. Dewa dari semua Dewa. agar engkau menemukan keselamatan". sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji. aku adalah Buta Panji Landung. ia memuja Paduka Batara. tidak tertimpa mara bahaya". sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak. Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon. Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. katanya: "Oh Tuhanku. siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". Demikianlah sabda beliau. Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. Setelah itu beliau menggaib lagi. Tiga empat kali. Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya. semoga engkau menemukan keselamatan. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini.

diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang.Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang. tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan. Beliau . sama-sama memiliki tempat tinggal. Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring. Sebagai pendahuluan ceritera. Semoga kami semuanya. Om Siddha rastu. serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. Om Ksama sampurna ya namah swaha. kami terlepas dari kutuk dan neraka. Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . beliau memang pendeta Budha. Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang.Batari junjungan dan leluhur semuanya. memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . Sudah tersurat dalam lontar (prasasti).Sejahtera. dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha. Agar supaya. kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini. Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu. tersebutlah di kawasan Jawa.

yang disatukan di Samuan Tiga . Yang nomor empat. lwirnya ngawangun kahyangan. turun ke Bali tahun Isaka 921. upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara. Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut. Teluk Padang atau Padangbai. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049. Bahula berarti utama. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah. serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. Ulunswi. Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. Pajarakan. Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula. menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. Baleagung.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali. sekitar tahun Masehi 1000. sama keutamaannya dengan Mpu Bahula. Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya. Dalem. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman .desa adat serta Kahyangan Tiga .Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali. ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. membangun pasraman di Besakih. Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. Bali Timur. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. Gianyar. tahun Masehi 999. Adik beliau bernama Mpu Semeru.tiga pura desa di Bali. ayahandanya. Seperti Pura Puseh Desa. seperti membangun pura kahyangan. neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana. mahayu palinggih Bhatara . Karangasem. Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang. Jawa Timur.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali. Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. menengah dan utama).Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya. membangun pasraman di Dasar Gelgel. Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001. Daha. membangun pasraman di Silayukti.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama. Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. yang sampai kini diwarisi masyarakat. berdiam di Lemah Tulis. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana.

Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. Ida Mas serta Ida Patapan. Si Tan Mundur. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. bagaikan Dewa Wisnu menjelma. adiknya di Pasuruhan. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem.Arya Demung. Arya Pangalasan. Arya Kanuruhan di Tangkas. Arya Kenceng. pendeta yang pandai dan bijaksana. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. Ida Keniten. diperistri oleh Danghyang Nirartha. Arya Dalancang. Arya Wangbang . berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Arya Jerudeh di Tamukti . yang membangun pasraman di Taman Sari. Arya Manguri. Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. Arya Belentong di Pacung. Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata. Ida Danghyang Smaranatha. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. Arya Kepakisan. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan. Ida Kemenuh. bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau. Arya Dalancang di Kapal. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. Ida Manuaba. serta Danghyang Soma Kapakisan. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. Ida Danghyang Panawasikan. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. Arya Pamacekan di Bondalem. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. Arya Sentong di Carangsari. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka. memiliki dua orang putra. Arya Belog di Kaba-Kaba. Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. atau Danghyang Dwijendra. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha. Si Tan Kawur. Kriyan Punta di Mambal. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. Arya Temenggung di Patemon. Arya Belog. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit. Arya Temenggung. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. dan Arya Kutawaringin. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. Arya Kutawaringin di Klungkung. Beliau melaksanakan paham Siwa.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. berputra empat orang semuanya Iakilaki. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . demikian cantiknya. Arya Kenceng di Tabanan. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Ida Dalem beristana di Samprangan. yang wanita di Sumbawa. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang.

Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai. selalu berada di tempat perjudian semata. dan karena permohonannya itu. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa. Setelah beliau memiliki putera. Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu. memuja Dewa seraya . sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. Di mana saja ada perjudian. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau.Gunung Agung. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan. Artinya: Bang dari merah warna api itu. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. konon. Diceriterakan. memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. Selalu kalah saja.Demikian dikatakan di Babad Dalem. Karena kesaktian beliau. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. sangat sukacita beliau Mpu Bekung. Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. tidak pernah tinggal diam di rumah. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya.

Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. kemudian meminum sarinya susu. Anak hamba sudah ketemu. ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. hendaknya Mpu jangan bersedih hati. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. Sesampainya di Tohlangkir. dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". hamba menghadap pada paduka Bhatara.putra Mpu. memuja saya ? Segera katakan. agar saya menjadi tahu !". bermaksud menghaturkan sarinya susu. Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang.membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara . Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau. seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. apa keinginan Mpu. janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu. agar segera pulang kembali. ada di rumah". . ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik. Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. Mpu saya minta sarinya susu lembu. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir. atau apakah dia sudah . pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. Singkat ceritera. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu. sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. sesuai dengan keinginan Sanghyang. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. apakah dia masih hidup. ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu. namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda. sejak lama hamba mencarinya. seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah . namun belum juga ketemu. di mana dia berada". putraku Sang Bang. lengkap dengan gentanya. ayahandaku. Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . Namun. Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan.sudah. Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya.mati. sampai beliau kenyang. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang. seraya berkata: "Duh. bermalam di sana.

Karena demikian. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. tetapi secara sembunyi . akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. Sang Bang. lalu beliau berpikir keras. dipakai modal di tempat perjudian. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. selalu kalah setiap hari ". hamba bermaksud untuk memohon modal. bagaikan sebutir kelapa besarnya. bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. Tidak diceriterakan perjalanannya. sekarang apa yang kamu inginkan. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung. di depan gua. sampailah beliau di Tohlangkir. Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. seraya membunyikan genta. Segera beliau pulang. Ayahanda berikan". apapun yang ananda minta akan kuberikan . tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual. "Demikian hatur beliau.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. .sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. segera katakan !". Ki Brahmara. memuja Dewa. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. seraya berbalik. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. "Aduh ananda. seraya meminum susu itu." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara. saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu. Karena sekarang sudah memiliki emas. Karena keadaannya demikian. serta genta milik ayahandanya. Diketahui emas itu oleh putranya. beliau mengeluarkan emas. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu. Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. nista sekali hamba berjudi. Singkat ceritera. Lalu diminumlah susu itu. Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya. membuat geger. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. Seusai meminum susu itu. seraya bersabda: "Ambillah emas ini.

disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. Ida Bhatara kembali ke gua . Apa lagi permintaanmu. namun tiada juga ditemukan. Segera diketahui dengan jelas. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. Segera beliau pergi menuju Bali. Karena kesaktian beliau. meminjam tidak diberi. tidak sampai satu bulan. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. semaumu akan kuberikan". Bangli. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. Lalu diambil emas itu. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. Datang lagi ananda membawa susu. maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. menyimpan genta saja. Atas kehendak Hyang Widhi. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. memuja Dewa. poma". Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. seraya berpikir-pikir. serta membunyikan gentanya. habis juga modalnya. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. sebab merasa ekor beliau terluka. Besakih yang ditujunya. Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. lalu segera menuju Tohlangkir. Desa-desa diselusuri mencari putranya. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. berhutang di perjudian tidak dapat. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. Setibanya beliau di Tohlangkir. Singkat ceritera. Di sana beliau melihat onggokan abu. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran.segera ananda pulang. berkehendak mengikuti perjalanan putranya. mengheningkan cipta. sementara buah genta berada di sebelah abu itu. Bebalang. poma. Segera beliau mengheningkan cipta. lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya. Karena demikian kata Ida Sang Bang. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. Karena genta itu betul-betul genta utama. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. Karena itu. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya. jelas . seraya mencari sarinya Susu lembu. Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. itu sebabnya kembali beliau mengelana. Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan. Karena beliau berbadan panjang. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. katakan.

bila demikian permintaanmu. di samping terlihat nista. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara. namun rupanya dia sudah menjalani kematian. Lama sudah beliau melakukan pemujaan. Inggih. Karena sudah jelas diketahui. seperti sebelumnya. sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. Lama beliau menunggu. demikian memang dosa anakku itu. tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. ampunilah anak hamba. Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . sebelumnya. disebabkan demikian besar amarahnya. sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. ingat diperdaya oleh suara genta. Bila mana dia nanti hidup kembali. juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. Setibanya di depan gua. Namun. sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. Basukih Stawa dan Utpeti. Lama Ida Bhatara berdiam diri. namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". habis sudah dosanya. Sang Mpu. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. Karenanya.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. . Mukanya cemberut. barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. Bila mana berkenan. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka. Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji. karena akan nampak sangat maha utama. maka Ida Bhatara berkata perlahan. karena dialah anak hamba satu-satunya. Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor.

segera beliau membuat gelung mahkota. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu. perilaku ananda sungguh tak terpuji. Setelah usai bertemu wirasa. beliau cepat lari. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. Pantas anda bergelar Siddhimantra. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. Sejak sekarang. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. semoga Dirgahayu. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. memenggal ekor Ida Bhatara. garuda mungkur. Diamlah dan tinggal ananda di sini. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. Sesuai perjanjian. disebabkan kesaktian beliau masing-masing. didahului dengan pujastuti weda mantra. kalau ananda kembali ke Jawa. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha.mantra anda. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja. sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. dan juga beliau sekarang bisa terbang. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. kalau ananda bisa hidup kembali. dengan anting anting. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. demikian sakti dan makbulnya japa . maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari. dan ketika sadar. Selain itu. Memang. Mpu Bekung. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. karena semuanya sudah berhasil. Demikian suka citanya beliau berdua. Jangan ananda salah terima dan salah . disebabkan karena marah beliau tak terhingga. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. Perlahan. pulanglah sahabat karibku. engkau anakku Manik Angkeran. dengan hiasan candi kurung. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. dengan janji. demikian menakjubkan.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. hidup seperti semula. ayahanda akan kembali ke Jawa. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda. seperti baru habis tidur layaknya. tidak lagi Mpu Bekung nama anda. bergundala dan memakai sekar taji. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. selesai sudah gelung agung itu. memang demikian saktinya anda ini. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. Silakan.

Besakih. lindu dan gempa terjadi. Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra. sebab janji beliau sudah demikian pasti. menyelesaikan upacara. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. tibalah beliau di tanah genting . Jangan sampai menurun. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda. sekarang ananda berwenang menjadi pendeta. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa. sangat nista disebut orang. sebab kalau demikian. Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. Di sana beliau termenung -menung. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek. menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. sebab sebenarnya. memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan . agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya. Di samping petuah tersebut. Kemudian ada lagi nasehat ayahanda. Menyatukan batinnya. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa. agar ananda senantiasa menyelenggarakan.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". kilat dan halilintar bertubi . Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. berdwijati namanya. hidup untuk keduakalinya. Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting.paham. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali.

namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer. namun karena kesaktian beliau. membersihkan rumput dan menyiangi. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. memuja Sanghyang Parama Wisesa. Lalu. Saya ini memang benar putra seorang Mpu. Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". itu juga pekerjaan utama. kalau demikian halnya. Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci. Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. Ki Dukuh menjawab agak marah. kalau tidak anda ini brahmana hina". Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. kalau bukan api. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. membersihkan padi gaga. Sekarang saya balik bertanya. Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. bukan brahmana hina. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir. Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. Setelah membersihkan diri. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. keluarlah keisengannya untuk pamer. Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. namun saya membuat tempat tinggal di sini". kalau begini cara Bapak bekerja. sebagai penua di desa Bukcabe. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". yang berada di dalam diri sebenarnya. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. sepertinya bermain-main. berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. ini benar-benar brahmana aneh". sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. apa lagi dipakai membakar. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. Berkata lagi Sang Bang. Besakih. Kalau saya. Tak sekalipun beliau lalai. dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. berhasil beliau mengadakan putera. Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . Beliau melaksanakan Kadharmaan. Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera. menjadi tukang sapu".Pura Besakih. Kakek ini siapa. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni.

berkobar. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. matang sudah yoga beliau. Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". Ki Dukuh merasa kalah. menyatukan pikirannya. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. hamba akan menghaturkan diri. yang telah menjadi pendeta yang bijak. Setelah selesai janji itu. Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. menjadi pulih kembali perasaan beliau. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. kemudian menghaturkan sembah "Singgih.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. kemudian mamusti. Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". Demikian hatur Ki Dukuh. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh. melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti. keduanya memakai pakaian putih-putih. perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. Ki Dukuh dengan isterinya. Tidak berapa lama. Beliau berdua pulang ke Nirwana. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun. Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu. Setelah tepat benar matahari di atas kepala. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. kalau begitu. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. berdiam diri. "Nah. menjadi terhenyak Dukuh. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. Sejak saat itu . serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. serta semua milik hamba beserta rakyat. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. Tersebutlah pada hari yang telah disepakati. pagi . kalau benar seperti perkataan l Ratu. selanjutnya melompat juga ke api. Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). namun sekaligus merasa untung. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. nampaknya semuanya lengkap hadir. isteri serta keluarganya. saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. ke sana Bapak pulang. Tatkala api itu berkobar. seraya lama termenung. Ratu Sang Bang. Setelah melakukan yoga dan samadhi. menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh. ditemani dengan anak dan kerabatnya. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti.

sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. tuan puteri yang bijak. bernama Ni Luh Warsiki. bijaksana serta dibya caksu. sepertinya acuh. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman. disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang. Beraneka macam memang suara burung itu. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. pintar. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. Kemudian beliau merasa-rasa. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. siapakah gerangan tuan . selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri. cantik tiada bandingnya. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. lalu menangis. Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. namun tidak ingat lagi beliau. juga tidak bisa beliau mengingat. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. kemudian lupa kembali. siapa gerangan wanita itu. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. Tiba-tiba beliau berhenti. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. Ingat lagi. terhenyak beliau. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. kemungkinan juga akan mandi. Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. diserahkan kepada lda Sang Bang. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih. maka didekatinya wanita itu. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. Tatkala itu. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. Setelah beliau memasuki hutan. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. Setelah agak lama mengingat-ingat. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. wanita itu juga diam menunduk. di mana.

datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari. Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir". yang membuat hati ini senang. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. dahulu. apa Wong samar orang maya. Demikian Sang Bidadari segera menjawab. hamba masih terlalu muda". Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta. lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. begini . sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". seperti terkena sindiran Sang Pendeta. Sebenarnya sekali. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. "Inggih. tidak tempat yang indah saja. di kawasan Besakih ini.puteri ini. sekarang ini. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. Lagi seperti dikenai sindiran. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. sudah hamba sangka. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut. Dewa. ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra. memang demikian Sang Pendeta. "Ya. memang tidak kurang tempat yang indah. karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan. namun senang atau sedih. dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda. dan juga bukan manusia". semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang. Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya.. terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri. apakah tuan puteri benar manusia. Berkata Sang Pendeta: "Duh. Kalau seperti hamba. yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba.. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. Kedatangan hamba ke sini. jangan sekali Tuan Puteri marah. hanya tempat ini yang paling indah. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda. Kok sendiri di tengah hutan begini. "Aduh. Pendek kata hamba ingin mengatakan. yang sangat bijaksana. mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". memang demikian Sang Pendeta. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". Hamba bersedia untuk mendengarnya. kalau berkenan. Demikian kata Sang Bidadari. Ya. Sebenarnya. Kalau wanita.. Dari mana tuan puteri. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. Tetapi sebenarnya sekali. karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". Namun . tentu tuan puteri adalah Bidadari. perkenankanlah hamba memohon maaf. sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. hamba ini bukanlah manusia maya. hanya bersenang-senang". "Kalau demikian. jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. Seraya menyembunyikan rasa gugupnya. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup. Sebenarnya Sang Pendeta. Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. hamba memang bidadari dari Sorga". suka atau duka. namun bisa juga disebut baik sekali". "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. sebenarnya tuan puteri Bidadari ?". bagaikan ditarik hati hamba. Di Sorga. apa yang akan tuan sampaikan.

agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. semua dinda ketahui". dindaku. jadi dinda menghadap Ida Bhatara. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia.setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. Namun jangan kanda merasa khawatir. permata hati kanda. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini. kanda sanggup. seraya tersenyum. Baru demikian Sang Bidadari berkata. tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. jadi hambalah yang dikalahkan. ke sana kemari para Dewa mencari dinda. Namun terasa sangat samar hal itu. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. ayah kakanda. Sebab bila demikian perihalnya. beliau melebur badan jasmani - . tidak juga ada datang-datang. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. l Dewa. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. Karena itu. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. dinda tidak lagi berpanjang kata. Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. Lalu. ke mana pergi dinda. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. kalau demikian halnya. semasih kakanda berada di sini". dinda bersedia mendampingi kanda. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. Kanda hanya melaksanakan. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. kalau demikian. Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. Ya. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. seperti sekarang". Namun. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. walaupun di sini di dunia. seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga. seraya berkata: "Duh. Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. kanda akan ikut. karena janji Ida Bhatara dahulu. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. mengikuti perjalanan kanda. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka.

Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. Bagaikan Brahma. jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. ada pendamping Ida Sang Pendeta. Karena memang putera orang yang bijak. Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . Tegenan serta Batusesa. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi. Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. Merah warna paras muka beliau sudah sirna. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah. dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. lahir seorang putera Iaki-laki. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta. Dari isterinya . Semuanya pandai. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". semua putranya itu meningkat dewasa. Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan. Sekarang. Wisnu. kalau demikian halnya. Diceriterakan di kawasan Besakih. tampan. berprabawa cerdas. semakin subur makmur. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. Singkat ceritera. semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi.Ni Luh Murdani. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda. kebijaksanaan kepada para putera itu. tampan. Semakin lama. yang juga berprabawa agung. tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. Namun sebenarnya. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta. sudah ditekuni dan dilaksanakan. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. tiada kurang makan dan minum. Demikian kata-kata Sang Bidadari. seorang wanita yang cantik jelita. Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide. kanda temani dinda menuju Pasraman. Ya. kemudian mengadakan putera Iaki seorang. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". Serta oleh Sang Pandita. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. Besakih. Begini. Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari.baik ditekuni oleh Sang Tiga.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". kawasan Bukcabe. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. Namun ada kekurangan beliau sedikit. dan senang pujian. Singkat ceritera. Danghyang Bang Manik Angkeran. Sang Bidadari berhenti sebentar. sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari.

Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. Sehelai bulu ayam. menuju Padukuhan. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. jika dimasak. menjadi ikan ayam. tiada kurang suatu apapun. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. yakni Ida Bang Banyak Wide. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain. Setelah lama nian memasak. kemudian. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik.itu oleh Sang Bidadari. Ida Bang Tulusdewa. Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa. Setelah berapa tahun lamanya. sampailah beliau di hutan Jehem. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. Ni Luh Canting kemudian hamil. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. dibukanya kekeb penutup alat masak. Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. pada suatu hari. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. menanak nasi dengan sebulir padi. diberi nama Sira Agra Manik. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri. dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. . Tidak diceriterakan di jalan. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. manakala isterinya menaruh sebulir padi.

Dinda sangat berbesar hati.bersuamikan kanda. Satukan diri ananda dalam bersaudara. agar kita mengetahui keberadaan beliau. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta. Perihal keinginan kanda . Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . Pada hari yang baik. lalu beliau memanggil putranya bertiga. Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. berpikir Sang Bidadari. beliau kemudian berpulang ke Nirwana. untuk pulang kembali ke Sorgaloka". Bersama isterinya yang dua orang itu. Baru didengar perkataan kakaknya demikian. Tinggallah para putranya bertiga. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. kata beliau Kakek kita yang bernama. agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. Dan lagi. diiringkan oleh isterinya berdua. tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. Sang Pandita. Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. Dinda sekarang. mengenai perihal itu. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. tepatnya di daerah Daha. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . yang kanda kasihi dan cintai. ditinggal oleh ayah serta bundanya. mungkin sekali Ida l Kakiyang . maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta. moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang. namun mohon dimaklumi. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah.Saat itu. Lagi pula kalau Kanda pikir. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. Setelah semuanya duduk. serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih.kakek kita. dicamkan betul oleh para putranya bertiga. masih tulus bhaktinya. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. Pada saat itu. Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. Ida Danghyang Siddhimantra. Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. l Dewa. memang wajar sekali. Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku. Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua. belum ada dan belum berdiam di Besakih. mohon maaf. putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. Bang Tulusdewa. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. kanda akan mengikuti perjalanan dinda". karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". adikku berdua. beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra. Sudah usai rupanya perjanjian kita. bertempat tinggal di Pulau Jawa. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu. Bang Banyak Wide. Diceriterakan. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. l Dewa Bang Wayabiya. marilah kita pergi ke sana. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda. akan meninggalkan ananda.

Ayu kabeh. patut juga. agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. Demikian hatur adiknya berdua. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih. di sana berharap untuk beristirahat. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang. kalau demikian pendapat dinda berdua.dinda berdiam. walau masih jejaka muda-belia. agar semuanya bisa ikut menikmatinya. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. menurut kanda. beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. Inggih. Singkat ceritera. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. Pada hari yang baik. lembah dan jurang yang dituruninya. Kalau kakanda berkehendak akan pergi. Ala tunggal. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah. namun seringkali beliau berada di tengah hutan. kalaupun kanda . semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". Kalau hari sudah menjelang malam. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. seperti menjadi petuah dari ayahanda". setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. Semoga kanda selamat. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". berupaya beliau menumpang di tempat orang. Kemudian beliau berkata: "Inggih. demikian teguhnya kepada tekadnya. dinda juga. ke Jawa. Yang nomor dua. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. Kalau kemalaman di desa. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini. Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. mohon maaf pula. Itu juga sangat pantas. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. perumahan serta hutan dilewatinya. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua. di Bali agar ada. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. karenanya. demikian banyaknya desa. ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan. Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu. walaupun belum dinda ketahui. berat rasanya bagi dinda. Pada siang hari beliau berjalan. namun Ida Bang Banyak Wide. berpikir-pikir. Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. Jalannya juga lebar.kanda itu.! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda. Biarkanlah hamba di sini di Bali. menghadap kepada Ida l Kakiyang. silakan kakanda pergi sendiri. yang sedikit bangunannya. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa.dinda menemui kebaikan atau keburukan. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. silakan palungguh kanda pergi. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. seraya berangkat. Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. di mana beliau merasa lesu. jarang sekali berjumpa dengan manusia. . di mana saja mungkin kanda .

Siapa namamu. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang. Sebab itu sekarang putung . Karena itu sekarang yang paling baik. kalau demikian maksud tujuan cucunda. gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ".tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak. kalau hinggap di tempat itu. Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. dadine sira Kaki pasti maweruha. Di sini saja cucunda berdiam. sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. apalagi untuk mendudukinya. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih . Walau hanya seekor capungpun.Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita. sekejap beliau sudah terlelap. ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. Konon. bernama Sira Bang Guwi. seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. Demikian gembiranya beliau. karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan. Kagum kakek menyatakan prabawamu . langsung akan hangus terbakar. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". Singkat ceritera. Ternyata itu ternyata sebuah Griya . semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku. Sudah dibunuh oleh sang raja. Nah. dosanya karena membangkang kepada raja. sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran. Tidak lama. Di samping itu ada petuah Kakek. yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari. Nama hamba Sang Banyak Wide. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari. anakku. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. dahulunya.. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta. ndi sang kayeng tuan. dengarkan kakekmu ini.tidak berketurunan kakekmu ini. jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha. sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman. Singkat ceritera. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. Cucuku menjadi pewaris keturunanku. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat . kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira. menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita. Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. agia tunggal-tunggal. di tempat batu itu.Setelah tenggelam sang mentari.kadharma putera. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. eman-eman warnanta masmasku. karena demikian lesunya. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata.

dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. juwita hatiku Sang Banyak Wide. bagaikan Dewi Saraswati nampaknya. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu. Singkat ceritera. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. Puranam tatwam tuhwanam. Sang bang. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. tatkala itu sudah remaja putri. jagadhitam purohitam. beribu maaf. waciko suklam.Diceriterakan sekarang. yang menjadi patih di Kerajaan Daha. brahmanawangsatitah. jikalau demikian keinginan mertua nanda. witing kunam purwa Daham. ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku. kayiko. manaciko sidha pumam. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. pujatityasam. Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. I Gusti Ayu Pinatih. wacanam wara widyanam. tidak bisa dipisahkan lagi. itu semua agar dipuja. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. Kalau saja dipisahkan. Demikian juga putra sang Mpu. perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana . untuk menghadap kepada sang patih. tak urung mereka akan membunuh diri berdua. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. Siwatwam. dan jika nanti hamba memiliki keturunan.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. maka dengarkanlah ini. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. pustaka weda. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. sirarya pinatyam maho. sering berkunjung ke Puri. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. agar menjadi Arya. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu.peralatan pemujaan pendeta. sekarang menjadi Arya Pinatih. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. kalau menurut saya. silakramam. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. Belum selesai perbincangan beliau berdua. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. Ida Bang Banyak Wide. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. parasnya cantik nian. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya. trikayam pansudham.putera dari Ki Arya Buleteng. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita. Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah. sebagai . demikian atur Ki Arya Buleteng. ananda menuruti kehendak mertua hamba. sampai di kelak kemudian hari. namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. lalu berkatalah beliau ?Ah anakku. berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu.

walaupun orangnya nista madhya utama. cuntakanya 7 hari. kalau ada keturunan Arya Wang bang. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. cuntakanya satu bulan 7 hari. yang berasal dari brahmana dahulu. Para raja-adipati.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. Serta bila walaka biasa meninggal. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. semuanya celaka. dan bila sesudah meninggal. maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . berhak mempergunakan bade bertumpang 9. remaja atau sudah tua. menganut prilaku Brahmana Wangsa. bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. OM ANG medhalong. demikian pahalanya. perhatikan dahulu. pendeta. kepada mu. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. dalam hal bersanak-saudara. serba putih. berhak mempergunakan bade tumpang 7. jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed. walaupun jauh tempat tinggalnya. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki. tahu tentang Filfasat Kedharman. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang. mengaku Sira Arya Pinatih. berkehendak untuk ikut menyungsung . serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng. jika ada orang luar desa datang. namun belum tanggal gigi. petulangannya lembu. serta sarananya. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. semua sarana yang dipakai ksatriya. kokoh melakukan tapa yoga brata. ANG OM mepatang. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM. sungguh dia bersanak saudara denganmu. jika melanggar nasehatku ini. jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. Bilamana yang meninggal adalah walaka. Jangan lupa pada nasehatku ini. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna. dinamai Ida Bang . jika meninggal bayi belum kepus pungsed. wetu tunggal.Pernikahan Agung itu. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. Semuanya paras paros. hala kabeh . bukan sanak saudaramu itu. Ingatlah hal ini. pandai akan ilmu kerohanian. serta selalu mengupayakan ketrentraman. demikian yang berlaku pada Arya Pinatih. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. hala tunggal. semua rakyat menjadi riang dan gembira. Serta ada lagi nasehatku. di kemudian hari. terkecuali naga bandha. habis. yang . berhak mempergunakan padmasana. jangan tidak periksa. janganlah ananda kadropon. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. Habis. Jika ada yang meninggal sudah dewasa. jika melakukan upacara atiwatiwa . bhatara Kawitan.satu menemui celaka. Ada nasehatku juga. menyucikan diri sanak saudaramu kelak.pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista. serta jika melanggar seperti nasehatku ini.palebon. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. dan berhak ikut menyungsung bersama.? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik. cuntakanya 11 hari. Serta ada pula anugerahku. menjadi pendeta maharesi. berhak dipakainya. madya utama. dapat didiksa.

Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. Pada hari tertentu. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. Kemudian Singosari diserang oleh Daha. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. hutan Tarik itu sudah diberikan. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. Singkat ceritera. semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. Di tahun Masehi 1292. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. Sesampainya di Madura. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. Katanya : ? Inggih. sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. Namun tiada berapa lama. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. diadakan daya upaya. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. sepanjang hidup keturunan Tuanku. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri. Singkat ceritera. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana.Bagus Pinatih. ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. tidak urung kemudian kalah Singasari. kemudian menghilang. mempergunakan nama sang ibu. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. kemudian memohon hidup.

Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. menantu serta cucunya. Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. segera memberitahukan rakyat beliau. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama. memerintah kawasan Tuban. Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. Ramai nian perang itu.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. Arya Adikara. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. Lama kemudian. Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. Diceriterakan sekarang. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. tidak berselang lama beliau . kembali ke Puri Tuban. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. Kemudian. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. Sira Ranggalawe direbut. setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. akan menantang Ki Patih Nambi. Setelah selesai upacara palebon itu. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. Singkat ceritera.

Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. Ki Buan di Batur. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. Seran. Arya Kepakisan. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. walau kepada para dewa sekalipun. Menteri Girikmana . Palembang. digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. Kemudian cucu beliau. Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. Arya Mangun. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Bali. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350. Ki Kopang di Seraya. bertempat tinggal di Tengkulak. Haru. Dompo. Sunda. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. Sesudah Raja . Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya. Pahang. Tumasik telah tunduk. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. Dalem Bedaulu Kalah. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan.menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra. saya baru beristirahat. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. keturunan Kyai Karang Buncing. Ki Tunjung Tutur di Tianyar. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. Arya Belog. Demung I Udug Basur. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. Arya Kenceng. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. Tanjung Pura. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. Disebabkan karena merasa diri sakti. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis. kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka.Ularan berdiam di Denbukit. di Tengkulak Peliatan. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. Arya Delancang. Tumenggung Ki Kala Gemet. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. Inggih. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. Jika Gurun. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. saya baru akan beristirahat. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu.?. Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada.

Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. Arya Kanuruhan di Tangkas. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. Arya Temenggung di Patemon. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. kemudian berpulang ke sorgaloka. Selain dan para Arya tersebut. Arya Sentong di Carangsari. dijadikan penguasa di Bali. Arya Kenceng di Tabanan. Arya Belog di Kaba-kaba. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana. Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. tahun Masehi 1380. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. Oleh Mahapatih Gajah Mada. sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. turun di Lebih. maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Kriyan Punta di Mambal. wanita seorang. Arya Jrudeh di Tamukti. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . Diceriterakan kemudian.dari Pulau Jawa.Bedaulu mangkat. Arya Pamacekan di Bondalem. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. untuk diasuh di Majapahit. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan.000 orang. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. Arya Belentong di Pacung. Badung. diberikan tempat tinggal di Pacung. mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya. serta berkedudukan sebagai Adipati. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. laki tiga. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan . Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. karena itu timbul huru hara. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan. Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. Arya Dalancang di Kapal. memiliki putra laki seorang. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra.

sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. Banyak . I Gusti Bija Pulagaan. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa. I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran. I Gusti Nyoman Jumpahi.Gusti Putu Pahang. I Gusti Gde Tembuku. Diceriterakan Ida Bang Panataran. bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya. cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya.

Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.para penguasa dan pejabat yang melamar. I Gusti Jumpahi. Badung. maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. namun tidak diberi. Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. . I Gusti Putu Pahang. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku. Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.

demikian kalau diperumpamakan. akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. yang merupakan .Itulah keponakan yang diutus. diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan. Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang. Tidak diceriterakan di tengah jalan. yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna. kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih.

seperti gugup tak bisa berkata-kata. yang bernama Ida Bang Banyak Wide.paman kami. Kaget Ida Bang Panataran. karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran. karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen. Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba. kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini.

dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. Nah.Jawa. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. Demikian halnya dahulu. Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”. apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya. Ida Bang Wayabiya. maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. pada saat dulu. saat . sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana. Karena mendengar hal itu. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih. namun tidak dijumpainya.

sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu.itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati. Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. tanpa tujuan. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih. Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran. Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti. . Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi. lamaran itu tidak bisa dipenuhi. Karena sudah selesai perbincangan itu. pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga.

Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel. demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya. Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. Wilayah itu menjadi makmur. tentram wilayah itu. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan .Hentikan dahulu. akan dijadikan penguasa di kawasan Badung. kemudian lahir putra beliau. mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati. adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. Inggih. hama menjauh. Badung. yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih .

akan dijadikan penguasa di negara Badung. karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. disebabkan karena kebagusan rupanya. Sesudah diberi tempat di Badung.lentera di Sumanggen. yang bemama I Dewa Manggis Kuning. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. ganteng seperti Arjuna. Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening. dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung. sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . Keesokan hannya diingat kembali . dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan.

namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan. bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara. Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. kemudian I Dewa Manggis digulung tikar. tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi. menyerupai selir. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. . dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. Pada saat malam tiba. Karena demikian halnya.I Gusti Ngurah Pemecutan.

I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. ditaruh di depan rumah. ditindih dengan selimut. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu. dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis. Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu. Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan.kemudian dibawa keluar puri. diketahui oleh Kyai Kenceng. Karena berupa seorang wanita. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. bersama putri beliau. Dan lagi bapak sangat . maka tak seorangpun hirau.

tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?. Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. agar mendampingi ananda dipakai isteri. Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih.mengasihi ananda I Dewa. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur. . Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya. kemudian berpulang ke Sorgaloka. Ini ada anak bapak seorang. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini.

I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. I Gusti Ayu Tembawu. I Gusti Batan. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. I Gusti Ngurah Tembawu. I Gusti Ngurah Kapandeyan. Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Nyoman Jumpahi. I Gusti Nyoman Bona. I Gusti Bedulu. menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made. Tidak ada manusia yang beranai. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. I Gusti Putu Pahang. semuanya besembah sujud. I Gusti Abyannangka. Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. . tidak bisa dihitung jumlahnya. I Gusti Ngenjung. I Gusti Nyoman bija Pinatih. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana.

Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. I Gusti Ngurah Anom Bang. serta I Gusti Nyoman Pahang. I Gusti Ngurah Puja. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. Demikian keadaanya dulu. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat. I Gusti Made Pahang. I Gusti Balangsigha. serta Falsafah menuju . I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning. Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih. I Gusti Ayu Pinatih. datanglah masa tidak mengenakkan. I Gusti Celuk. I Gusti Ngurah Anom. I Gusti Ngurah Mantra.I Gusti Miranggi. I Gusti Arak Api. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. I Gusti Ngurah Made Pinatih.

akan pulang ke Sorgaloka. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa.Kematian atau Tattwa Pati. menjadi penguasa. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih. akan moksah?. menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. tidak bisa melakukan moksa. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. banyak memiliki rakyat. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?. kokoh membangun kebaikan. pada hari besok hamba akan pulang moksa. ?Ah masa aku kurang apa. Saya saja yang begini. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. . Karena demikian kata I Dukuh. Demikian atur sira Dukuh. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. menjawab sira Dukuh : ?Inggih. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?. Memang benar hamba bisa moksa.

merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. lepas. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. Inggih hentikan dahulu sampai disini. kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. dari atas.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik. kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. semua bersiap. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih. Pada keesokan harinya. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. jatuh . kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. Sesudah itu. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut. memang benar Ki Dukuh moksa. ratuning wilayah Kerthalangu. serta agar membawa tongkat. menghadapi pedupaan. ada dari bawah. berpikir dalam hatinya. Sesudah masak betul yoganya.

ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. cucu semuanya. berencana akan berpindah dari Purian. Sesampainya disana. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh. diiringi rakyatnya semua. Karena demikian keadaannya. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. Namun masih saja dicari. putra. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. direbut oleh semut. Semuanya merasa masgul. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan. menuju Pura Dalem Paninjoan. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu.berkelompok ? kelompok. telaga itu dikelilingi api. Kemudian . Karena itu halnya.

kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu. karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran. seperti para putranya semua. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara. yang pernah berpaman dengan I Dukuh. yang ada di . serta diberitahukan kepada balanya. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu. Usai sudah perbincangan diadakan. kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan.beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed.

Ida Peranda berdua dengan senang . yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu. Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua.Kerthalangu. mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. ke Padanggalak. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih. akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung. I Pasek Kayu Selem. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. jika tidak ada I wong Tembawu. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda. disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung. Macan Gading. semua bertempat tinggal di Tangtu.

tidak boleh berkata sumbar. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. Kyai Anglurah Agung . banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. serta ikan itu berulat. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. untuk wilayah Padanggalak. baunya sangat busuk. Hentikan dahulu. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. ada di Pedungan. Tidak berapa lama disana. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. Ada yang mencari tempat di Kepisah. Singkat ceritera. tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. sangat berbahaya dikatakan. di Seminyak. di Glogor Carik. di Tegal. buahnya dipetik sekarang. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. dan hal itu sudah menjadi bukti. Semakin banyak semut itu datang.hati memberikan restu untuk hal itu. serta menyesali diri. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. Karena semuanya merasa gundah. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. Karena demikian keadaannya. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. kembali direbut semut.

kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua. karena itu berpencar para putranya.Pinatih. I Gusti Blangsinga. untuk mencari tempat. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. Di Kapal. karena tempat disana sempit untuk banyak orang. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. yang merupakan sungsungan Desa Adat. Dalem Pande dan Dalem Dura. Tempat Pemujaan dulu . lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. yang kemudian pergi menuju ke arah timur. Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. kembali ada semut yang datang. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. semuanya dengan rakyatnya. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara. sehingga bisa berjejal disana. sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker.

adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. . putranya masih di Blahbatuh. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya.bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup. I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. Setelah berputera. Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel. bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. Krobokan. Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. ayahnya masih di Batubulan. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan. mendapatkan putra. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. sebagai warga Pinatih. namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau.

ada di Bukit. ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. Halnya seperti dibawah ini. Demikian ceritanya dahulu. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem. di Ungasan serta Umadwi. masih di wilayah Kerthalangu. para putra dan cucu. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem. Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. lalu ada yang berpinda ke arah selatan. ada di Jimbaran. diiringi oleh rakyat. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya. Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. Kesimpulan pertemuan itu. yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih.Hentikan dahulu.

kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat. Sesudah itu. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya. Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan. Kyai Anglurah Made Sakti. cucu semuanya serta rakyat. dinda menuruti kata ? kata kanda?. dan berdiam di Tebesaya. Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made . Setelah usai pertemuan tiu. kakandaku. dan tidak diceritakan di perjalanan.adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. akhirnya sampai di Jenggalabija. kakanda akan menghadap kepada Dalem. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. kemudian menuju arah barat. Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. seperti pasiwakaranaan serta pustaka. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. diikuti juga oleh saudara ? saudara. dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh.

I Gusti Kandel. Di Tulikup. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang. Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. I Gusti Sampalan. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. dan I Gusti Kutri. I Gusti Manggis. I Gusti Arak Api. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. I Gusti Berasan. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. I Gusti Sukawati. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. I Gusti Nunung. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati. I Gusti Pelagaan. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. I Gusti Sayan. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. Lama beliau berdiam.Pahang di Tulikup. ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. Sejak berkuasanya leluhur . Demkian dahulu. seperti para putra I gusti Bona. I Gusti Benculuk. I Gusti Meranggi. putranya berdiam di Banjar Bias. berpikir. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. I Gusti Pandak. bernama I Gusti Nyoman Natih. I Gusti Nangun. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. I Gusti Bedulu. yakni I Gusti Tegal. I Gusti Kembengan. agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji.

mengukur tempat untuk . Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. Sedangkan di Bukit Mekar. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. juga agar mendapatkan keselamatan. Rakyat semuanya mengiringi. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung. Demikian dahulu. di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar.Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. tempat Puri. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. Walaupun tempat itu sempit. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan. atas perintah Dalem.

Dari Banjar Galiran. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. Dari Banjar Gerombongan. wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan.Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. karena sesak. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. yang diberikan lagi tempat di Kusamba. Kemudian ada diceritakan para . tempat itu bernama Banjar Galiran. Penuh sesak di banjar Mincidan. kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. Setelah sesak di Bukit Mekar. diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi. dekat dengan Banjar Sangging. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan.

membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing.Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. Telp: 0361 .466265 n2 n3 4 n5 . berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas. Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan. Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu. Denpasar. berganti naman menjadi Pura Sari Bang. Bali. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan. Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu.putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya.

seperti aneh rasanya dan juga menakutkan. Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. saya akan membangun desa serta perumahan”.Anggara Kasih. kemudian pakai desa maupun perumahan. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria. Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . tidak mengikuti kakaknya. Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. Setelah semua bersih hutan itu dirabas. kira . Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made. Kyai Ngurah Made Sakti benar . sebagai tanda. kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya. sesampai di tempat itu. di sebelah timur Desa Pengumpian. karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu.diberikan tanda silang .Kesanga di tengah malam. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun. Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun. Sesudah sampai di puncak. karena itu segera didengar olah rakyat Bija. kemudian beliau pulang ke Puri. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan . berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. beliau ahli dalam sastra. kemudian dihentikan dengan senjata. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada.benar bijak memegang kekuasaan. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. layaknya sebagai bun . kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala. ketika matahari sudah berada di atas kepala. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. kemudian menaiki timbunan bun itu. Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun. Sesudah sampai di tepi hutan itu. sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. .pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu.Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti. semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu. kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya.kira ada 80 depa. bulan Bali yang kesembilan . Ketika hilang asap itu. Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka.akan sampai di angkasa.tapak dara.

Karena itu. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun. menanyakan prihal peperangan itu. serta juga berganti nama menjadi warga Bun. disusupi oleh loba . semuanya berani menunjukkan keperwiraannya. Kapal. semua senjata itu bertatahkan mas. I Gusti Ngurah Teja. ada yang mengungsi ke pegunungan. I Gusti Ngurah Alit Padang. itu sebabnya banyak yang mati. I Gusti Ngurah Anom Lengar. itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija. Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun. saling tusuk. Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. Menyaksikan demikian halnya. diburu. kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. Banyak yang mati dan banyak yang luka.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari. moha hatinya. membawa senjata bersorak sorai semua. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura . serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. karena anaknya itu merasa diri pintar. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. I Gusti Anom Bija. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. semua keluar membawa alat senjata. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. saling penggal. Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan. kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal.tamak. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun. ada di Suwung. . saling tusuk. Sejak itu orang . Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. Dipimpin oleh sang ayah. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. Sangat ramailah perang disana.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun. di Wimba serta Blumbungan. Agar sesuai dengan nama wilayah”. kemudian masuk ke Puri Pangumpian. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. saling bunuh. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. diamping ada yang wanita. Adiknya bernama Ida Ktut Abian.

menjadi gentar juga rakyat Bun. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa.Kaba kemudian ke Lodsawah. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. bersama anaknya I Gusti Leking. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. Menjadi takjub ppasukan Mengwi. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba . Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun.akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya. Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. penuh sesak disana di Darmasaba. karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. Setelah dikelilingi puri Mambal itu.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas. Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. tidak ada yang membantah perintah beliau. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang. itu sebabnya bolak . menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. tidak berani lagi menentang. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana.balik tempat tinggalnya. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar. I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran. adiknya I Gusti Bija Lekong. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK. takut. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun.tengah mereka. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. dan semuanya mengenakan busana serba putih. karena sudah diungsikan - . Sesudah lama berdiam disana. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati. I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. Setelah selesai bertukar pikiran. berdiri di depan pinti Puri. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan. Demikian dahulu keadaan di Mengwi. dipimpin oleh Cokorda Mayun. kemudian ada putra 3 orang. kemudian keluar ke depan Puri itu. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya. Singkat ceritera. tidak bagitu lama keadaan ini aman. serta para putra semuanya. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang. Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun. sedia akan mati di medan laga. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. yang paling kecil I Gusti Bija Leking. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. sangat duka hati I Dewa Karang.

diamankan oleh pasukan Bun. sama . seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. setapakpun tidak mundur. bersama dengan anak cucu. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. Sisa penjarahan adalah purinya. jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. Angantaka. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. serta bersiap untuk meninggalkan puri. I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. bersorak saling ejek. Sesudah lama. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . Ada ke Tagtag Negara. saling banting. saling penggal. sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa . Jagapati. Pagesangan. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. Tamesi. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. pasukan akan dibagi dua. kembali ke Mengwi. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun. saling amuk. Ada yang beralih menuju Angayabaya. Sesampainya di Bancingan Puri Bun. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. Dari barat. saling tusuk. Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. maka dilakukan penyerobotan. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu. tak ada seorangpun kelihatan lewat. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. seraya memohon diri kepada ayahnya.talu. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. serta rakyat semuanya. Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. Bila saja berani dalam medan perang. wantilan. Negara. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. dan juga ada perumahan rakyat. Jenazah Cokorda Mayun. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. Serta kalahlah pasukan Mengwi. saling tantang. Kalau dihadapi jelas akan kalah. diceritakan masih di Bun. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal. Paguyangan. maka keadaan disana menjadi sunyi. pura. yang sulung I . Sibang. merajan. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. mengungsi ke wilayah Badung. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. serta dari utara. pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. I Gusti Meranggi. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua.desa lainnya. Kesimpulan pembicaraan itu. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. besar kecil.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. Diceritakan sekarang di Puri Bun. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun. Singkat ceritera. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha. Demikian ceritanya dahulu. Ada putranya 3 orang. bertempat tinggal di Padangkertha.

Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya. Entah berapa masa sudah berpuri disana. semuanya merasa suka cita. memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar. sewilayah dengan Negara. Demikian . I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang.namanya sama dengan ayahnya. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang.Gusti Teja . dan juga di desa Singakertha. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. terus dinamai wilayah Negara. Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. Sukawati. yang memamng keturunan Pinatih. diberikan rakyat 200 orang. Demikian halnya di masa lalu. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti. Singkat ceritera. maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. I Gusti demung menuju Timbul. ke arah timur perjalanannya. Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. Karena keberhasilan itu. Demikian dahulu. disana di Dalem Pamuwusan namanya. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. Sejak itu kemudian desa Kengetan. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. sebab keadaan sudah membaik. Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara. Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan. paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. Jukutpaku. dicantumkan dalam pariagem. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa. di Dawan Banjar. Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang. Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. sangat percaya diri di hatinya. Keduanya. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon.masing. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. Demikian keadaannya. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing . I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal. demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. beliau senang melakukan persembahyangan. Demikian dicatat di Pariagem. itu yang mengawasi di Pangrebongan. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. terjadi huru hara. ada di lingkunga Ida Dalem. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan.

Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida. ada yang pindah ke desa Timhun. Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah. . Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa. sanak saudara yang lain menuju desa Aan.tercatat dalam prasasti.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->