BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat. Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya.anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma.• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w .

Raja Walaprabu k. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung.Raja – Raja Bali: a. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. Anak Wungsu. ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. Marakata. Ugrasena c. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j. Raja Jayasakti. Tugas Pokok dari Pasamuan . binatang yang berharga adalah Kuda. Anak wungsu h. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani. Raja Jayasadhu Warmadewa f. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. Tampak Siring Bali i.

yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Klian Subak. Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam. Beliau memerintah bersama – sama dengan . Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat. yang biasa di panggil Dharmodayana. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. mereka itu adalah: a. yaitu Dharma udayana Marwadewa.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. berternak dan berdagang. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih.

Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. yang merupakan keluarga Raja Sindok. Gianjar. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. Mangur dan lain – lain. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . Pernade. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa. Dalam menjalankan pemrintahanya. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi.permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni. yaitu Mahendradatra. Klungkung. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. Badung Badung. Kerajaan Buleleng. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C. yaitu. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. tejakula dan Badung. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. Karang Asem.

ibunya sendiri. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti. Udayana dan anak Wungsu. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. Kemarahan memuncak. yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya . ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya.

seperti J. pada tahun 1931. yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta. N. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996). ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis. terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama.J Korn. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh. Kern. beberapa perwira. Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi. dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa).Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar. dan WF Stutterheim. Namun. Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa. Raffles tidak sendiri.LA Brandes. Setelah Raffles. gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. Pada tahun 1918. H. Jaya Sakti. Pengganti Anak Wungsu. Pemberontakan itu gagal.

paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . Secara historis.secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. Kedua. Ketiga. khususnya di Bali. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte. Wisnu (Wesnawa). namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia. di Jawa melahirkan Kejawen. tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu. Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik. Brahma. di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Pertama. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal. Bayu dan Kala. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam. mulai dari sekte Sambu. mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. Indra. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India.

Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran. Pertama. sekitar 923 Caka. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. legenda Aji Saka. Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni. . Dalam konteks seperti itu. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. Di Bali. sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana. Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. Selain kehadiran sekte-sekte. Dengan demikian. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan.

namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. mulai dari kitab Usana Jawa. kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Gunung Semeru. karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa.Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit. penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal. Tonglangkir dan Rinjani. Namun. Hyang Putra Jaya. Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali. Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990). . di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. Dalam berbagai kisah mitologi. Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta. Usana Bali. Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit.

Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India. Berbeda dengan masa lalu. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna. Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi. sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru. Pertama. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Secara geneologis.Walaupun demikian. Dalam globalisasi. proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. Namun dalam pengertian yang berbeda. Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa.

Dengan demikian. Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. Oleh karena itu. Oleh karena itu. seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan. Dalam globalisasi. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas. . masih berkaitan dengan globalisasi. Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa.tertentu bisa secara cepat "ditiru". kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. Akhirnya. Demikian pula sebaliknya. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. Ketiga. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda. Kedua. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi.

Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas.Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau. karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati. kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kerajaanya . Mendirikan kerajaan Singasari. • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel. Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru.

Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . bergelar Anusapati Tumapel 1248. Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal. Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel. pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter. • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes. Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268.bertambah kuat. Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang . Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268. • Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S). Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275. Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha. Tahun 1284 menaklukkan Bali. Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari.Anusapati.

Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya. Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari. Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut. • Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S). November tahun itu juga. beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana.datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan). • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel. • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu. Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa. beliau menyerang secara mendadak. Pada saat Mongol lengah. Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II.

Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan. istri diluar keluarga Kertanagara. Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S). Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri . Dinikahi Raden Cakradara. Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309. Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250. Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak. terbunuh pada tahun 1328. Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350.• Lahir dari Dara Pethak. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 . Sumatra Utara). Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara.Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274. dekat Medan.

menurunkan Sri Wrttikandayun. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. Jawanam mandawe swijah. dasantih bhujanggam tayah. menerangi dan menjadi contoh di dunia. Ong pranamyam sira sang siwyam. Selamat dan panjang usia. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun. sampai ke seluruh negeri.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. wisnwangsa patayo swaram. bertahta menjadi pemimpin di sana. menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan. kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. haiwam santanam Wijnanah. Sakyam wakbhitah krtti loke. Sira ghranestyam patyam. Batara Guru. Medangkamulan. di kerajaan. bagaikan dewa dalam kenyataan. hari dalam sepekan Julung Pujut. Sebabnya beliau turun. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. karena atas titah ayah beliau . stroteyam satya dharmmanam. Awalnya beliau Maharaja Manu. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. semoga terus dijunjung di dunia. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. Ong nama dewa ya. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu. Gurunam sobitah siyotah. Adapun Sri Wrttikandayun. bhukti mukti hitarratam. bulan Cetra (sekitar Maret). Adapun Sri Jaya langit. beliau tetap mempertahankan kemuliaan. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. Taman loke turanjitah. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata. bergelar Sri Jaya Langit. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. Pada awalnya dimulai. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. tasiyamnco ywanam prajah. keberhasilan dalam segala kehendak. demikian selesai. Awiji ekam sastito. hari ke-12 terang bulan. di sana dipuja sebagai dewa. Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. sawangsanira mangjawam. bhuphalakarn patyam loke. Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat. beliau juga melakukan semadi. rajasityam mahabalam. prawaksye tatwa wijnevah. orang pertama dalam keturunan Manu. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. dipuja agar merestui. menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. Hasil dari tapanya. bhuta bhawanam wancanam. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya.

Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali. saudara yang perempuan. Sri Siwa Wandhira. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. sama-sama keturunan orang dusun. Beliau raja penguasa pertama. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan. Adapun adik beliau. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. dan seorang perempuan. yang ketiga putri di luar istana. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa. Kembali diceritakan yang terdahulu. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. digubah dalam palawakya. beliau wafat di Tumapel. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. beliau Pangeran Nyuhaya. telah menyatu ke alam baka. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. Kuta Waringin. beliau berputra laki-laki yang utama. beliau yang wafat di Jirah. menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. berhasil mempunyai keturunan. berputra tiga orang laki-laki. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni.Tungga Dewa. lahir dari ibu permaisuri. adalah Sri Airlangga. Adapun yang keempat. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. cerita disudahi. Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. bernama Sirarya Kediri. . Sri Tunggul Ametung. bergelar Sri Arya Buru. Adapun raja Sri Dandang Gendis. memiliki keturunan Sri Jaya Katong. diutus oleh beliau Patih Mada. Adapun Sri Jaya Kusuma. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. Semuanya ada empat. dan Pangeran Asak. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. berkedudukan di kuburan. dia wafat dalam peperangan. Adapun Sri Kameswara. Hasil karya Bagawan Byasa. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. dan Sri Jayashaba. perencana unggul. Adapun yang di luar istana (puspa capa). Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. memiliki keturunan tiga laki-laki. cikal bakal lurah Tutwan. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. disunting oleh Mpu Widha. raja Sri Jayabhaya. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. dia pergi ke Bali. sampai di sana diceritakan. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. Prawaktayan sri gotrabih. Sri Jaya Kusuma. berputra Sri Jaya Katha. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. oleh dilampaui orang. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. menjaga daerah kekuasaan. raja Bali. keturunan dari Mpu Sendok. rinciannya adalah. saudara dari Medhawati. seperti nama buyut beliau. bernama Dewi Ghori Puspatha. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri. beliau sebagai pemimpin utama. tidak diperdaya sebagai raja. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. Jaya Waringin dan Jaya Katha. Sri Jaya Katong. memiliki keturunan seorang laki-laki. bernama Sri Kameswara. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga.

sedang mengidam. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. Bango Samparan. semakin menyala tak ada tandingnya. hancur lebur terbakar oleh api. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. dan Jaya Waringin yang terkenal. siap dibakar?. menghina kewajiban sang Brahmana. beliau yang bertahta di Tumapel. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . Adapun setibanya beliau di Tumapel. itulah kemarahan sang pertapa. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. menyerang kerajaan Galuh. belum mempunyai istri. yang gugur dalam medan perang. Jaya Katha. Beberapa lama mereka berada . pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. terlihat samar bayangan beliau. agar selamat. dengan penuh keberanian. beliau juga dijuluki Hyang Guru. berkobar dalam pikirannya. Mereka berdua dendam. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). hari sepekan Watu Gunung. Misa Rangdi. yang menyerah ke Tumapel. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. Semuanya telah gugur. di sana dipelihara. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. Arya Wang Bang. Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. Adapun Jaya Waringin. sadar akan ajalnya tiba. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. payung. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. beserta Siwa Wandhira. dan pula terhadap Siwa Wandhira. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. memusatkan pikiran. keturunan Jaya Katong. Cucupu Rantya. keduanya ditangkap. sekarang kerajaan Daha.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. melambai di angkasa. atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. yang berkeinginan menguasai Surga. bulan Palguna (sekitar Pebruari). dan Kebo ljo. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. diasuh oleh orang Japara. akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. ibaratnya seperti segunung rumput kering. menuju Wisnuloka. maju menyerang seperti harimau galak. ibaratnya seperti maharaja Nahusa. beserta Misawalungan. durhaka pada para pendeta. masih perjaka. tidak mendapat kekuasaan. mencari tempat persembunyian. menggelar rahasia batin. semua cerai-berai. rakyat yang masih hidup. Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. mencari tempat berlindung.

keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. kacau balau. berhasil dalam segala tujuan. berputra dua orang laki-laki. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa. semoga tetap disegani di bumi. keturunan. Pagatepan. ditambatkan perahunya. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. timur. utara. hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. dan Tan Kober. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. mengembangkan keturunan. banyak rakyat yang tewas. dan menderita. pemimpin di utara gunung. gelar beliau yang terkenal. Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. memarang diparang. orang tua dari Arya Kanuruhan. Tangkas. yang berasrama di Griya Punia. barat selatan semuanya penuh. berhasil selalu. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. disertai pula prajurit beliau. sangat ramai pergulatan perang itu. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. para gusti dari Majapahit. beliau bergelar Wayahan Tianyar. maafkan agar tidak kena kutukan.di Tumapel. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. itulah sebabnya sang pendeta sakti. yang masing-masing menempati posisinya. yang sulung bernama Arya Gajah Para. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. semoga selamat dan panjang umur. yang menyerang dari barat Toya Anyar. demikian uraiannya pada zaman dahulu. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. yang bernama Tan Kawur. semuanya yang ada di kerajaan Bali. Ya Tuhan semoga sukses. sampai di sana diceritakan. Dengan sekejap kalah . atas titah dari maha raja Pulau Jawa. penuh sesak di pantai laut. tidak kekurangan pangan. oleh karena semua para anggota keluarga. yaitu Arya Brangsinga. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. Adapun beliau Arya Gajah Para. setelah tiba masanya. menemui kesempurnaan. sampai anggota keluarga dan keturunan. seperti tiga patih bersaudara. para leluhur yang telah suci. memanggil Arya Damar. menyerang kerajaan Bali. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. setelah siap perbekalan dan kendaraan. para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu. Adapula diceritakan. Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. menulis tentang silsilah . Tan Mundur. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. beserta saudara beliau Arya Getas. kekayaan. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. adik beliau bernama Arya Getas. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. diikuti oleh Jahaweddhya. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. melaksanakan empat daya upaya. tidak diceritakan lebih lanjut. yang dikirim ke Bali. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. Desa-desa menjadi kacau balau.

demikian motto kepemimpinan beliau. Diikuti oleh semua Arya. yang di sebelah utara gunung Agung. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. setelah melewati pertengahan laut. oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. para Arya itu semua kembali. karena belum ada yang memimpin Bali. Arya Kepakisan. kedua Arya tersebut diberikan istri.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani). Menjadi patuhlah Arya itu. hormat terhadap kedua Arya itu. diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. Arya Dalancang. Demikian cerita berakhir. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas. Tan Mundur. bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. Setelah demikian. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. orang yang berada di tempat penghadapan. berdiri dan segera berangkat. Arya Kanuruhan. bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). Ada petunjuk dari sang raja. menuju Majapahit. Beliau Arya Kutawaringin. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. beliau Arya Gajahpara. yang beristana di Samprangan. selanjutnya. Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. Arya Kenceng. Beliau menurut ( menyerah ). Arya Wang Bang. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. perahu berlayar hilir mudik. Sekejap telah sampai di pantai laut. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. demikian pula I Gusti Bendesa. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa. yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. segera beliau naik ke perahu. orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). Kemudian kembali diceritakan. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. tidak pantas melawan perintah orang tua. berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. Tan Kober. Arya Belog. karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. oleh ayah beliau. diantar oleh I Gusti Bendesa. terhadap kedua Arya. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. Di sana beliau menginap dua malam. menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. dengan . lagi beliau Arya Wang Bang. Tan Kawur. juga merupakan putra Arya. demikian. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. Segera tiba di penghadapan. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. barat daya Pulau Bali. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap.

disuruh menyerang daerah Selaparang. setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. tanggal empat belas hari terang bulan. Wuku Tolu. sama-sama mengembangkan keturunan. dengan I Gusti Sukangeneb. dan permohonannya dikabulkan. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara. Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti ……………………………. yang sulung I Gusti . menuju Sukangeneb Toya Anyar. terlunta-lunta perjalanan beliau.segera ditutuplah penghadapan raja. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. Waktu telah berlalu. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. I Gusti Ngurah Sukangeneb. Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan.Kekeran. sebelah baratnya sampai di Tejakula. beliau berdiam di Pegametan. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. demikian batas wilayah kerja beliau. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. Tidak diceritakan perkawinan beliau. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. untuk sementara tidak diceritakan. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. turun dari perahu. keturunan dari Bendesa Mas.. orang-orang yang berada di Praya semua diam. bergegas penduduk di sana. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. segera beliau membangun rumah. sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar. beliau langsung menerobos memasuki semua desa. Karena saling mengasihi dari dulu. I Gusti Getas. Senin Umanis. pindah ke arah barat. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu. Adapun beliau Arya Getas. laki-laki. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. Setibanya di sana. yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. sebelah utaranya sampai di desa Got. beliau berdua sama-sama memiliki putra. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. berjalan beliau Arya Getas. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. telah tercatat. masuk ke dalam Puri. semua memberi hormat kepada Arya Getas. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. Kembali diceritakan. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. duduk di beranda rumah. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. dinikahkan pada hari. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja. berdua beserta saudara beliau. yang menjadi penguasa di Pegametan. tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. sampai tiba di desa Pegametan. berputra dua orang laki-laki.

ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. pada I Gusti Gede Pulaki. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas. beliau tinggal di Sukangeneb. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. Kemudian kembali dikisahkan. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. dihentikan penuturannya sebentar. Selanjutnya kembali diceritakan. Adapun I Gusti Ngurah Getas. generasi ketiga. mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. pindah menuju desa Antiga. Cerita kembali lagi. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya.Gede Pulaki. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. lahir di Tanggawisia. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. putra kedua I Gusti Made Kekeran. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel. pindah menuju Desa Kubu. Selanjutnya I . tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. Toya Anyar. kawin dengan I Gusti Diah Lor. berkembang di sana. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. beliau dijuluki Ubuh. ada saudara beliau. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. Cerita selesai sampai di sini. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami.

terlanjur sudah. maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. Maka bersabdalah Batara Nirartha. di Pura Dalem. maka menyiapkan prajurit. datang di Bali. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. menaiki buah labu (waluh kele). berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. Danghyang Nirartha menjawab. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. tidak lama kemudian keluar baju loreng. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. bersama putra beliau. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. memohon restu. diam ( lah ) Batara Nirartha. Segera diambil baju itu oleh semua orang. tinggal di desa Pulaki. beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. karena harum semerbak bau tubuhnya. beliau menemukan kemurahan batin. laki perempuan. senanglah hati beliau. Pedanda Keniten. melakukan yoga smertti. Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. sabdanya. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . tujuan saya datang padamu. beserta putra beliau semua. apa tujuan tuan pendeta. lengkap dengan sanggar cucuk. bernama Patni Keniten. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. "Duhai Ngurah Pulaki. Kembali lagi pada cerita. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. adik dari Mpu Angsoka. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha. beliau meninggal. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. lengkap dengan sesajennya. empat orang lakilaki. "Aum Ngurah Gede Pulaki. lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. katakan yang sebenarnya". harum semerbak baunya. Pedanda Telaga. Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki.Gusti Ngurah Pegametan. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. Diceritakan sekarang Batara Nirartha. Pedanda Lor. beliau tinggal di desa Pegametan. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. tanpa gantungan. oleh semua orang. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. terhadap Batara Berawa. mendarat di tepi pantai Purancak. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. Ada putra Batara Nirartha. pada had Kamis Kliwon. juga sangat cantik paras mukanya. pendeta perempuan tidak bersuami. beserta penghormatan dan permohonan. dan sampan yang bocor. Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. Istri Pedanda Rai. tertua Pedanda Kulwan. Pedanda Ler. tidak ada yang menyamai di dunia. dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). menjadi sangat sedih perasaan hatimu. kemudian disuruh membuat upacara selamat. apa sebabnya demikian. Batara Nirartha. putra beliau laki-laki. tidak ada lagi putranya. janganlah engkau demikian".

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. kemudian bersabdalah beliau. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. Bersama putra beliau yang masih bayi. dengan sopan dan hormat. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb. diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. bagaikan disiram dengan air kehidupan. hatinya sangat senang. mereka berdua sangat sedih. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng. mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. menuju desa Pamuhugan. datang menghadap ke Gelgel. yang berada di Sweca pura (Gelgel). Toya Anyar. jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. cerita selesai. berpindah ke Kubu. di sana di Desa Pamuhugan". tinggal di Desa Pamuhugan. setibanya di Tanggawisia. "Wahai engkau Wwesukia. berjodoh di desa Blungbang Antiga. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. Diceritakan kembali. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. Çiwa kecerdasannya. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. Adiknya I Gusti Made Kekeran. karena banyaknya pengikut. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. jangan gundah. mengembangkan keturunannya. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. itu sudah dewasa. Batara Sakti Manuaba. mengembangkan keturunan sampai sekarang. sampai di sana diceritakan. terhenyak hati Dalem. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. menyuruh untuk berpindah tempat. . Senang hati I Gusti Diah Wwesukia. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. I Gusti Gede Tianyar. aku berikan engkau tempat tinggal. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. tinggal beliau di sana. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. Ida Ketut Tianyar. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. Ida Nyoman Tianyar. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. lemah bagaikan diiris hatinya. berpindah ke Desa Kebon Dungus. tidak menolak perintah. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). yang gugur dalam peperangan. Bersabda sang raja. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu. demikian sabda Dalem. adapun I Gusti Gede Tianyar. telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. Cerita kembali lagi. karena sudah menjadi nasib. sampai sekarang. Wisnu. puri cepat terwujud. bagaikan dewa Brahma. Toya Anyar.Ketut Tianyar. Cerita kembali lagi. hatinya sangat duka. bersama sama dengan pengikutnya. bersama putranya. menyesali karma. pergi meninggalkan rumahnya. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. tidak diceritakan perjalanan beliau. tinggallah beliau di Sukangeneb. menyebabkan mereka meninggalkan puri. I Gusti Made Tianyar. Adapun I Gusti Made Tianyar. Toya Anyar. juga ikut tinggal di sana. Adapun I Gusti Diah Lor. memohon diri pada Dalem. putra I Gusti Ngurah berdua.

di Batwan desa beliau. karena ia perusak pendeta. yang bungsu Batara Ketut Tianyar. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. bersama semua saudaranya. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. oleh Si Ngurah Batu Lepang. datanglah beliau di Bukit Bangli. seperti perang antara dewa melawan raksasa. Adapun Ida Wayahan Tianyar. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. semua brahmana yang berada di asrama itu. demikian umpat kutukannya. cerita selesai. Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. menghadap pada Dalem. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. Batara Wayan Tianyar. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. disambut dengan lirikan yang manis. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. sama-sama tidak ada yang mundur. dikurung asrama tersebut. lain lagi ada yang mati. pemberian guru pendidiknya. sangat indah dan makmur. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. Kata beliau. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". di pertapaan Pedanda Bajangan. Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ). banyak meninggal yang ada di pertapaan. banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. sedang tidak berada di asrama. tidak urung diobrakabrik. dilantik oleh Batara Sakti Abah. bahwa Ida Wayan Tianyar datang. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. dan ucapan yang simpatik. masuklah ke teras. lengkap dengan senjata. dihancurkan. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang. gemetar. meminta ketiga cucu beliau. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. sangat pemberani dan melawan. maju dengan rakyat yang berlimpah. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . karena masih ada hubungan cucu. tidak lama kalah asrama itu. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang. Selanjutnya diuraikan. beliau menghadap Pedanda Bajangan. terhadap si Ngurah Batu Lepang. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. ingin menggerebeg Asrama Manuaba. Adapun kaum brahmana. karena beliau itu adalah saudara lain ibu. Ida Nyoman Tianyar. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. semua sama-sama dipahami. Si Ngurah Batu Lepang. semua senang. Ida Ketut Tianyar. mendengar kabar. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. di Gelgel. tidak habis kalau diceritakan. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. Demikian kutukan beliau sang raja . Ida Wayahan Tianyar. Duhai Ida Wayan Tianyar. mari duduk mendekat. telah tiba di Gelgel. bersabdalah sang raja. didengar oleh raja. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. Tidak diceritakan dalam perjalanan. ujar beliau. hancur semuanya. keberadaan Asrama Manuaba. diserang hancur beserta penghuninya.sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. Ida Nyoman Tianyar. beliau mencapai puncak kemuliaan. Bergemuruh sorak para prajurit. Duhai jika demikian.

siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. beliau marah dan mengutuk. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. sampai di sana diceritakan. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. setelah beberapa lamanya. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. oleh karena gelap gulita. diperintahkan untuk mengangkat senjata. di sana di Bukit Bangli. Pedanda Ketut Tianyar. Diceritakan sang raja. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). Ida Wayan Tianyar menurut. menghancurkan pertapaan itu. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. juga aku akan memberikan pengiring. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. karena diliputi oleh gelap. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. kemudian dijarah semua isi pertapaan. ada keluargamu di Pamuhugan. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. Adapun Pedanda Sakti Abah. marahlah baginda raja. Selesai diceriterakan. Didukung oleh semua keluarga beliau. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges". biadab membunuh brahmana pendeta. Pada suatu ketika. semua keluarga sampai anak isterinya. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. sudah wajar diupacarai. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. janganlah ragu-ragu dalam hati. banyak tak terhitung. bernama Ki Tan Pasirik. memarang. saya memberikanmu tempat. . ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". congkak dan garang kepada kami brahmana. Cerita sampai di sini dulu. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. perintah Si Ngurah Batu Lepang. Pedanda Nyoman Tianyar. dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. karena banyak yang mati dan menderita.beserta dua saudaranya. tidak dapat menahan hati. kehilangan akal. saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. perintah Si Batu Lepang pula. Adapun Pedanda Sakti Abah. hingar bingar prajurit itu. para punggawa diperintahkan. tombak-menombak menusuk kiri kanan. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. akhirnya menentang terhadap Sri raja. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. oleh Pedanda Sakti Abah. Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. Ida Ketut Tianyar. penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. karena kemarahan sang raja. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. mendengar tentang kehancuran pertapaan. maka berembug dengan keluarganya semua. diberi penyucian (padiksan). diserang bersama. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. kegusaran.

Keturunan dari Blaluwan. dari Blaluwan seorang. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. Pedanda Nyoman Karang. Pedanda Tamu. Pedanda Wayan Karang. Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. I Gusti Ngurah Diratha. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. tertua I Gusti Ngurah Sangging. yang berada di Pamuhugan. memiliki empat orang putra laki-laki. dan Pedanda Abyan. berputra seorang laki-laki. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. mempunyai seorang adik perempuan. Pedanda Nyoman Tianyar. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. mempunyai dua orang putra laki-laki. beristrikan Ngurah Sukahet. ada yang dijual. bernama Pedanda Tianyar. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi. berputra tiga orang laki-laki. Pedanda Made Karang. mendirikan pertapaan di Sidhawa. Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. mencari pertapaan di Tagatawang. mempunyai tiga orang putra laki-laki. bernama Ida Raden. kemudian dibakar. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. keturunan yang lahir dari ibu Intaran. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. Pedanda Ketut Tianyar. Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. seperti nama ayahnya. ada putra lahir dari Kekeran. beliau bertempat di Bajing. Pedanda Ketut Tianyar. I Gusti Nyoman Tianyar. dan Pedanda Ketut Karang. keturunannya tiga orang laki-laki. memiliki dua orang istri. beliau sudah tercatat. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. Pedanda Gunung. ke desa lain. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. berasal dari Jasi seorang. dikelilingi oleh banyak prajurit. Pedanda Made Tubuh. kawin dengan perempuan dari Karangasern. Adapun istri Batara Abah. di Desa Singharsa (Sidemen). ada yang digadaikan. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. habis semua isi rumah beliau. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh. Diceritakan kembali. oleh karena menuruti hawa . Pedanda Made Intaran. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. disebut Pedanda Abah. Beliau Pedanda Wayan Tianyar. I Gusti Nyoman Tianyar. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. Pedanda Abah. bernama Pedanda Kutuh. Pedanda Taman. mempunyai seorang putra laki-laki.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. disebut Pedanda Buringkit. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. demikian akibat kutuk brahmana. hutan ( ladang ) sawah. keturunan Arya Kekeran seorang. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. hangus beserta prajuritnya. Adapun Pedanda Taman. bernama Laksmi Sisingharsa. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. berputra seorang laki-laki. Pedanda Made Wangseyan. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. yang memiliki dua orang istri. seorang dari Intaran. Pedanda Wayan Intaran. pemberian dari Sri Raja penguasa. karena banyak rakyatnya yang gugur. Berputra empat orang laki-laki. dan Pedanda Ketut Wanasari. Juga Pedanda Abyan. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. putra beliau bernama Pedanda Manggis.

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

itu sebagai alas. sederhana harga 4. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. menggunakan tongkat bhajra yantu. pada waktu semua roh berkumpul. boleh melakukan upacara Atma wedhana. dijemur di teriknya panas. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). yang berhak juga brahmana. itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya. boleh menggunakan kawat emas. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. Kelanjutan dari (upacara) kematian. jangan tidak berhati-hati. balai silunglung. marah dalam hatinya. jelas sang Adi Guru. karena masih ada yang menandakan. Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. menengah panileman. berjalan tanpa tongkat. Setelah siap/sedia . bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas. demikian diberitakan. bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. pakelem yang dibuat dari emas. serta membungkukkan badan. menimpa diri Sang Resi. diperiksa tulisan di kepalanya. wajah Resi Bhujangga. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. Demikian perilaku Resi Bhujangga. binatang singa bersayap. bernama besar (utama). ditutupi dengan kawat emas. bukan diikatkan pada galar. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. terbebas oleh panas. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi. yang menjadi ujungnya. Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya. tidak tahu dengan maknanya. harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. Bhujangga. mengaku dirinya bukan pendeta. menjawab roh itu. bagaimana ia itu. taman agung. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. cakraantita trawangan. walantaga. menjaga tingkah laku itu. sang Resi segera berkata. dahulu di Surga. lengkap dengan kawat emas. itu bermakna utama. cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir. menengah namanya. bernama nista (sederhana). berbentuk padma reka. disertai tercakupnya kedua telapak tangan. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. dibawa pada saat bepergian. bagaikan kristal permata. menengah 8. candra sari.000. itu sebabnya terbebas dari kekeringan. tempelan kapas lima warna. Rupa/fungsi kawat emas. pada ujungnya bhajra yantu. hanya keinginan untuk mempercayai orang lain. mereka sang tri wangsa menjadi malu. itu melambangkan padmanglayang. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. dalam benaknya salah sangka. ketiga aliran sulinggih. balai-balai dari bambu gading. tar porat. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). Hurat mawrat. kain panjang. mengaku memakai kawatamas. pikiran .000. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot.membakar jenazah. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi. Jika sudah diberi tanda. sembilan tumpang warna warni. magumi undag sapta. Jika dia Resi. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor. berjumpa di jalan. mengikat galar. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). jangan ceroboh. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha.000. diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul .. Berpakaian serba putih. segera terdengar suara cemoohan. tidak boleh lepas tongkat itu. tertutup oleh awan. sebagai tanda itu. Semuanya menyapa. simbul tikar. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. upacara baligya sradha. ada satu roh. parbha padma lenkara. tidak keliru (bila) akan bertanya. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. untuk tidak salah tafsir. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. mangrorasin. karena kawat emas itu sangat utama. lebarnya seukuran destar.

itu serta bersih berkilap tidak berawan. jangan engkau menghalangi duduk. tidak turun naik dalam perasaan. kakek guru. dan juga awasi dari kejauhan. karena engkau merupakan perlindungan manusia. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. keluarga guru. jangan sering lemah dan memudar. apa sebabnya demikian. sang Adi Guru. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. jika terlihat putra sang Guru. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. Lagi pula ingatlah tata krama itu. gadis (istri ) Resi panggilanmu. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ). itu dapat dipimpin oleh Resi. setiap berucap dan berkata dengan hormat. tidak berhasil. tidak menolak perintah. putri guru. kawan. Jika telah tiba saatnya meninggal. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. Demikian tata cara seorang putra guru. tidak menentang perintah. dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru. upacara tentang kehidupan. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. keluarga sang Adi Guru. itu tidak dapat didiksa. ikut terbawa-bawa sang guru. puasa. upacara penyucian diri. putri guru. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. mempercepat dapat dimengerti. demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. kakak guru. bersama orang yang wajib dihormati. bahasanya/nadanya datar. bukan orang yang telah suci. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). seorang petani tulen menjadi utama. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. ucapannya mempesona. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta. juga jangan membelakangi. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru. karena murid Resi. jangan segera mencampuri. dengan perkataan Ida Bagus. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. memohon restu kepada sang Adi Guru. menghaturkan penyucian kaki beliau. tidak menduduki tempat duduk sang Guru. lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. pada waktu melaksanakan upacara. berlaku seperti Resi Bhujangga. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. lancar. tidak mengabaikan bimbingan. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. . putri guru. tidak memalingkan muka. lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). menghadap sang Adi Guru. brahmana. maka hilanglah keharumannya. hendaknya semua dapat dihormati. dengan suara yang lembut. cicit guru seluruh anggota keluarga. bising hening menahan lapar. jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. sekalipun tertimpa hujan dan panas. tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. adik guru. berat ringan. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. jangan sembunyi-sembunyi. paman guru. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. Ratu Ida Ayu. tidak salah dengar. apa sebabnya bisa. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. jika mencarikan jalan keluarga. ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. karena seorang Resi itu adalah dari keturunan. Kuningan. sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. adik guru. tidak menyangkal perintah. tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. ajak (tawari) duduk bersama. itu akan menjadi rendah (nista). tetap menatap muka. bukan keturunan wiku. kakak dan adik guru. kakak guru.

dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). sekalipun pekerjaan suci. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman. karena dicemari oleh tempat. tingkah laku yang baik. beliau Sirarya Kanuruhan. di antaranya. yang tertua dinobatkan di Brambangan. kebaikan. agama. beliau dianggap air kehidupan. akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang. beliau beristana di desa Samprangan. Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. jangan mabuk menganggap diri tabu.Demikian tata cara sang Resi. sang pendeta yang mengisinya. tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. Arya Dalancang. Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. dan memberikan kekuatan jagat. engkau merupakan wadah berbunyi. waspadai baunya yang busuk. patayeswarah. beliau berputra yang lahir dari batu. beliau memang bersaudara. menghidupkan. mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik. Ahli waris yang memelihara. sekalipun wadah itu bocor. dimohon kepada sang pendeta. taat terhadap sang brahmana. tiga. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang. seorang pandita yang sudah sempurna. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau. Singharsa. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). dipakai oleh Baladewa. Arya Tan Wikan. para keturunan Jro Gede Wiryya. brahmanam ksatriyadih. adiknya memerintah di Pasuruhan. bhuktimukti itarttaya. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. Arya Wangbang. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. Arya . I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. salah satu adalah wanita. yang berada di Sinduwati. menimba air dari sumur. berbeda dengan kulit seekor kambing. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. prawaksyatwa wijneyah. sebagai pelindung daerah. yang berkedudukan di Majalange. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. dipuja oleh para keturunan beliau semua. Arya Kenceng. Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. Demikian perbuatan yang alpa.

pada saat hari yang baik. bernama Tan Kober. yang kedua bernama Dalem Tarukan. Setelah beliau wafat. oleh karena sudah tiba saatnya. adalah putra beliau. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. dan utama). beliau pemberani dalam pertempuran. sira Wang Bang. terhenyak beliau Dalem. Ki Arya Pelangan. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu. Ki Arya Pananggungan. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan. Kembali diceritakan. beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). terakhir Arya Kuta Waringin. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. yang bernama Dalem Watu Renggong. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji. sebagai orang kepercayaan beliau. ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. dari leluhur beliau dahulu. madya. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang pertama bernama Dalem Samprangan. akan tetapi ada pesan Dalem. menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. beliau meninggal masih muda. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. Diceritakan beliau Arya Kapakisan.Pangalasan. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. sebagai mahapatih daerah Bali. beliau kurang waras. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. serta ada lagi janji . Setelah beliau kembali ke alam baka. beliau Arya Kaloping. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit. oleh karena dimabuk asmara. beliau suka bersolek. akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. beliau wafat ke alam baka. dan ada lagi tiga orang wesya. berputra Ki Arya Pasimpangan. Arya Manguri. akhirnya Si Luh Pasek digauli. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. Arya Cacaran. beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. selanjutnya beliau menanyai abdinya. beliau juga diganti oleh putranya. yang bergelar Dalem Sagening. serta beliau Arya Anggan. beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. adik beliau Arya Asak. entah berapa lama. satu orang perempuan. bagaikan tersentak timbul birahinya. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat. berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. adik beliau Ki Arya Kasatrya. beliau berputra tujuh orang. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. ia sudah gadis dewasa. Tan Kawur. Semuanya adalah para putra awalnya. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. beliau digantikan oleh putranya. Arya Akah. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. Tan Mundur. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. terasa panas tanah bekas air kencingnya. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening.

Tiba-tiba malam hari. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. terkejutlah beliau berdua. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. mencari akal upaya. supaya bersaudara dengan anak beliau. empat puluh orang banyaknya. oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. Keesokannya. hati beliau menjadi murung. mungkin Ki Barak Panji. hati beliau Dalem sangat kasih sayang. ternyata ada masih tertinggal sebilah. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. pada kepala salah seorang abdinya. tidak menolak mereka yang diperintah. sebab anak beliau sendiri. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. kelihatan oleh beliau berdua. bernama Dumpyung. Entah sudah berapa lama. termasuk isterinya. ternyata tidak setuju hatinya. lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela. tidak demikian perbawanya. setelah waktunya akan melahirkan. melihat anak itu demikian. . Setelah Ki Barak Panji dewasa. beserta Ki Dosot. supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. yang sudah dewasa. setelah Dalem diberitahu. ada sinar suci menandakan prabawa. beliau menghadap raja. disertai oleh sang permaisuri. hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang. Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. sudah siap dengan pengiring putra baginda. yang bernama Ki Ngurah Jarantik. sehingga berunding beliau Dalem. setiba beliau di sana. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. kejengkelannya ditelan saja. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. Den Bukit. sangat murung dan duka hatinya. beliau Sri Aji Dalem Sagening. tiba-tiba sinar itu menghilang. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. khawatir dan curiga hati Dalem. yang sama-sama mengabdi. telah teruji keberaniannya. berusaha agar lepas dari mala petaka. demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. kemudian apabila lahir anak itu. sebagai tanda seorang calon pemimpin. sebagai pimpinannya. setelah pembicaraan selesai. beserta permaisuri baginda. semuanya yang berjumlah empat puluh. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. terpendam di hati terusmenerus. Lama-kelamaan. sama-sama satu bilah. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. selanjutnya anak itu diupacarai. yang sedang tidur. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. dan lagi ada hadiah. memberikan pengiringnya senjata keris. sehingga timbul iri hati beliau. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji.Dalem. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. nantinya akan mengalahkan putranya. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris).

beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. beserta pengiringnya semua. seperti tadi. selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. menginap dalam perjalanan. lalu beliau minum air itu. memasuki daerah Samprangan. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. disertai oleh ibunya. seperti semula. terus-menerus keris itu dibagikan. selanjutnya ke barat. maksudnya untuk menaruhnya. selanjutnya terus ke barat. hanya tetap berada seperti semula. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. sendirian di bawah berbaring di tanah. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. langsung dicegat Ki Gusti Panji. hingga sampai sekarang. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. dan tenggelam ke laut. berhentilah beliau di sana. sebanyak empat puluh itu. mampir di Jarantik. serta Ki Dosot. matahari pun sudah condong ke barat. bingung hati Beliau Dalem Sagening. yang ditancapi itu. dengan membawa keris pemberian Dalem. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi. kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. pada saat hari yang baik . sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. sangat luar biasa kesucian air itu. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. hanya kelihatan samudera luas. lalu ada lagi sisanya satu bilah. lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. di atas Danau Bubuyan. . sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. wilayah Den Bukit. lain dari pada itu . selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. ketika matahari sudah condong ke barat. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. bernama Ki Panji Landung. terutama beliau Ki Gusti Panji. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. Setelah semuanya selesai makan. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. bernama Ki Tunjung Tutur. itulah sebabnya keris yang tersisa. diusung ke atas. setelah mendapat bagian satu demi satu. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. mendaki bukit Watu Saga. ada juga sisanya keris sebilah. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. demikian ceritanya air itu dahulu. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. tak terkira senang hati mereka semua. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. tidak kelihatan apa-apa.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama. . beliau Ki Gusti Panji mohon diri. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. menuju daerah Danau Pabaratan. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. dan senjata Ki Pangkajatatwa. selanjutnya pergi menuju arah utara. memasuki daerah Kawisunya. Toya Katipat nama lainnya. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. dicapai wilayah Bandana itu. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. membelok ke barat. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. disuruh melihat ke utara. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan. ketika hari sudah sore.

beserta abdinya berdua. Ki Pungakan Gendis . sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji. jangan kamu ragu-ragu kepadaku. bernama Ki Pungakan Gendis. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. kebetulan I Gusti bermain-main. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. kemudian selanjutnya disarungkan.disertai pengikutnya semua. bergegas-gegas menjemput. yang bernama Ki Pungakan Gendis. setelah laju perjalanan beliau. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. demikian terdengar sabda itu. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. memberi anugerah Ki Gusti Panji. dan beliau selamat dalam perjalanan. sebab hampir tiba tempat yang dituju. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. wajib kau bunuh. berkat aku terjadi kematiannya. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan. yang berkuasa di Desa Gendis. dapat anda kuasai kemudian. mengikuti jalan besar. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. adapun sabda itu. gaiblah Ki Panji Landung. tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. jangan kamu raguragu dalam hati. ke mana-mana pun bercengkrama. sebab ada yang utama dalam dirimu. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. segera timbul girang hati ibundanya. "Ai Barak Panji. menuju rumah sanak keluarga ibunya. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. Diceritakan Ki Pungakan Gendis. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. perjalanan beliau lurus ke utara. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji. seperti tingkah lakunya dahulu. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. beserta pengikutnya semua. diapit kanan kiri. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. demikian kata-kata Ki Panji Landung. dilengkapi dengan payung kebesaran. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. selanjutnya semua berjalan. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. melewati jalan. sangat senang hati sanak keluarganya semua. dipakai mencungkil ketela. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. didengar oleh Ki Gusti Panji. beristana di Desa Gendis. ada sebagai musuhmu. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. menyiapkan suguhan selengkapnya. puwan berperada dengan indahnya. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. beserta di belakangnya. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. kenyataannya berkat anugerah dewata. tunggulah sebentar. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. tak menghiraukan siang malam. tidak pernah berpisah mereka berdua. pada saat hari yang baik. karena terikat oleh cintanya bertuan. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. tudingkan saja aku ke arahnya. timbullah marah beliau dalam hati. oleh karena belum tercapai tujuannya.

saling mengeluarkan gagasan / ide. Entah berapa lama. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. cangkir. di hadapan rumahnya . tak terkira larinya ke tengah samudera. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. berhasil perahu itu bergerak. segera serempak pergi ke laut. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. terdengarlah sabda. oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. akan tetapi tidak berhasil. berlindung naik ke pohon leca. dijumpainya Ki Dampu Awwang. mereka semua merasa malu dan marah. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. beserta dua orang abdinya. seraya keris itu dihunusnya. badannya kaku bagaikan mayat. seperti pakaian. bambu. masih dalam keadaan menunggang kuda. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. setelah beliau tiba di pesisir pantai. seraya menghunus keris pemberian Dalem. Ada anak Ki Pungakan Gendis. teguh bagaikan lukisan. Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. lalu beliau bersedia membantunya. pinggan. jika demikian keadaannya. Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. perempuan seorang diri. sambil berkata berkaul . siapa gerangan yang mampu menolong perahunya. seluruh isi perahu itu. sudah meninggal. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. membuat orang jatuh cinta. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. supaya berhasil melaju ke laut. memerintah desa Gendis. lalu percayalah beliau dalam hati. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. mendatangkan pengikutnya semua. beserta alat perlengkapan untuk menarik. saat itu baru diketahui. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya. setelah selesai. jika Ki Pungakan Gendis. semua isi perahu ini hadiahnya. dan membuat perjanjian. membawa tali. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. yang tumbuh di pinggiran jalan. serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . kemudian datang Ki Pungakan Gendis. setelah keris itu diacungkan. ke tengah laut. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. sudah dekat dengan pohon leca itu. dihempaskan oleh keris itu. sedang menangis meratapratap. lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . mungkin baru akan menjelang dewasa. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya.kemudian pulang. jika tujuan berhasil. bernama I Dewa Ayu Juruh. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. sangat cantik tanpa ada celanya. untuk menarik perahu itu. semua isi perahu hadiahnya. serta bermacammacam ramuan. lalu Ki Gusti Panji segera. jangan khawatir. demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. perahu itu kembali pulang ke Jawa. matanya mendelik sayu. berhasillah perahu itu didorong. piring. terdampar di pesisir Panimbangan. dilihat oleh Ki Gusti Panji. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. ditambatkan di air. setelah semuanya sudah datang.

semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas. membangun daerah. sebagai penguasa desa Panji. selanjutnya diberi julukan Ki Semang. tidak merasakan panas dan dingin. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. sama-sama tunduk mengabdi. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. berhasil terkenal di dunia. sampai di ujung desa Toya Anyar. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji. selanjutnya orang-orang desa Gendis. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. berjanji beserta anak cucunya semua. diberi nama Ki Awak. dari Sangket Sukasada. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. putih tidak bercela. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. semua penguasa. segera penuh sesak. buyut dari Kyayi Cili Ularan. kagum dan tunduk. disenangi oleh . diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. diberi sarung dari kain halus. indah kelihatan desa itu. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. setelah semuanya setuju. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. sama-sama hebat berani dalam peperangan. berbondongbondong menggotong rumahnya. selanjutnya tinggal di desa Panji. Beberapa lama kemudian. sangat berani dalam medan perang. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis. membuat hati semua orang senang. tidak mau tunduk. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri. beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. beserta rakyatnya. perkataan beliau manis. tertib. lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala.yang tampak keutamaannya. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. dari Kubwan Dalem. Entah berapa tahun lamanya. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. Konon setelah beliau kaya. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. Entah berapa lamanya. menghamba kepada Ki Gusti Panji. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. pergi untuk menyerang. luar biasa baktinya menghamba. seia sekata beliau dalam bersuami istri. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. selanjutnya beliau menghamba. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. tunduk menyerahkan dirinya. seperti Kyai Alit Menala. selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus. oleh karena keduanya sama-sama mencintai. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. dipindahkan ke desa Panji. berkat dukungan baik seluruh desa-desa. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. Tidak ada yang menyamai. lalu Kyayi Sasangkadri. selanjutnya banyak tempat tinggal. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. dari pesisir laut sampai ke pegunungan. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu).

abdi dari Ki Bendesa Mas. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. lalu dimintalah beliau. Gongnya dua buah. Ada juga beribu Sudra. keluhuran ilmu Pasupatinya. beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . sangat hebat kesaktiannya. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. bagaikan banjir aliran madu. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. suaranya sangat gemuruh. yang laki bernama Pedanda Kemenuh. banyak saudaranya lain ibu. bagaikan suara gagak beribu-ribu. Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. beliau sangat terkenal di masyarakat. Serta petuk kajarnya. memenuhi sungai umpamanya. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. sebab beliau tidak menyadari akan . sangat mahir membuat keris. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. tidak diceritakan selanjutnya. penuh sesak sampai ke balai rung. desa Kayu Putih. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. diberi nama Bentar Kadaton. sesudah memimpin di Ler Gunung. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut. setelah beliau tiba di Bali. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih. brahmani dari Pasuruhan. karena kesaktiannya luar biasa. . sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. oleh karena suaranya sangat manis. akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. tidak berani melihat kesaktian beliau. berada di pertapaan Kayu Putih. ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. dan lagi gong kecilnya. lebih kurang. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat. disebut Griya Romarsana. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. Mpu Nirartha nama beliau. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia. beliau pindah ke Ler Gunung. penuh dengan perlengkapannya. oleh Ki Gusti Panji Sakti. demikianlah keutamaan beliau. dibuatkan rumah di Sukasada. mengikuti pemimpinnya.rakyat. menikmati kegembiraan hatinya. terompong di depan dan di belakang. setelah saatnya tiba. anak Dang Hyang Asmaranatha. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka. Diceritakan ada seorang brahmana. diberi nama Juruh Satukad. 3000 banyaknya. ada yang beribu dari kesatria Blambangan.

dalam suka duka. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. minuman. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. Pada saat hari yang baik. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga. ditanya oleh para patih semua. semua sudah bahagia. beserta perahu sudah banyak disiapkan. entah berapa lama perang itu berlangsung. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. satu bersedih semuanya bersedih. bermacam-macam permintaannya masing-masing. di medan pertempuran. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. keinginanku menundukkan Brambangan". beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. senjata tajam mengandung kesaktian. mas permata. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. sangat luar biasa keris buatannya. agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. semua prajurit bersorak. beliau Sri Bupati berangkat.tibanya ajal. diiring oleh rakyatnya banyak. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. seperti kedudukan bapaknya. seluruh prajurit pemberani dipanggil. diajak bermain gagak-gagakan. agar tidak berpisah. yang berada di tengah medan laga. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. ditanya oleh baginda Raja. dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. dua puluh jumlahnya. demikianlah perjanjiannya. lalu mengumpulkan rakyat. dengan keris Ki Semang. seperti nama ayah beliau. . tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. pada saat dulu. akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. serta manikam. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. setelah demikian. sebab beliau ingat akan leluhurnya. sama-sama keturunan pemberani. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. kedudukannya sebagai putra mahkota. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. anak gadis. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. adapun jalur yang dilalui perahu itu. "gagak. "Gagak apa keinginanmu?". yang sudah sering menyerang musuh. sebagai bagawanta baginda raja. Kembali diceritakan. Si gagak lalu menjawab. amat tenteram hati beliau raja. sama-sama senasib dan seperjuangan. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. oleh baginda Raja Panji Sakti. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. berlautan darah. goak. penuh dengan persiapan. ada yang meminta makanan. lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab. disergap oleh Dalem Brambangan. gak. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. Setelah selesai. ada terbetik dalam hati. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. lanjut serta anak cucu beliau. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. dengan menaiki perahu. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. lalu terjebak Dalem Brambangan . sebab penuh sesak para prajurit yang menonton. daerah Yawadwipa. jenazah bagaikan gunung. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan. saling menjaga. busana. tidak ada lain asalnya memang bersaudara. selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. ada putra beliau yang menggantikan. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. pakaian dan pangan. satu bersenang semuanya bersenang. Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. sandang. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. luar biasa ramainya pertempuran itu. lalu ditiru oleh masyarakat. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah.

dan istana tempat tinggal baginda raja. utusan pun sudah berjalan. bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. setelah mampu menguasai daerah Banger. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. bernama desa Paguyangan. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dilihat oleh beliau berdua. oleh baginda penguasa Ler Gunung. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. adalah tiga orang dari Jawa. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. setelah menjadi besar tempat kota itu. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. mengembangkan keturunan. tempat orang menanam Buleleng. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. serta yang seorang lagi. tempat tanah lapang itu. ikhlas hatinya memberikan adiknya. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. Entah berapa lama. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. Keinginan beliau untuk mengadu. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. akan kehebatan Sri Panji Sakti. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. akhirnya hancur daerah Jaranbana. menikam. kembali beliau penguasa Den Gunung. selanjutnya beliau mengirim utusan. ditempatkan di hutan Pagatepan. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. setelah samasama sepakat. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. akan dipakai sebagai istri. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. maka sebagai raja yang berwibawa. selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. di bagian utara wilayah Sukasada. di pategalan daerah Balalak. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. setelah semuanya selesai. dibuatkan kandang di bagian utara kota. ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. merintis membangun kota (pura). ibu leleng. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. demikianlah ceritanya dahulu. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. diserahkan daerah Brambangan. Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. disanggupi oleh penguasa Mengwi. saling amuk. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. ramai pertempuran itu. sama-sama tikam. yang berkuasa di Mengwi. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. oleh karena kehebatan keris Ki Semang. kembali Sri Panji Sakti. beserta Jaranbana. mendengar berita. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. beliau sekarang ingin melamarnya. ada dijumpai di sana. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. . yang bernama Ngurah Panji Nyoman. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. orang Jawa di Kampung Jawa. dan yang menggembalakan gajah. pemberian raja Solo. timbullah kemarahannya. pergi menyerang Jaranbana. diberi nama Singaraja. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana. sebab anaknya yang masih muda. Danudresta nama lainnya. Setelah lama-kelamaan. lalu ditolak mas kawin beliau. sama-sama pemberani. diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. bersama prajurit Mengwi. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. beserta Teruna Munggu. seperti keadaan semula. baginda di atas singasana. setelah demikian keadaannya. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. Tak terhitung berapa lama kemudian. Pedanda Sakti Ngurah. banyak orang-orang yang tinggal di sana. segala macam yang utama.

terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. setiba beliau di sana. dengan menunggangi gajah besar. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. serta keturunannya. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. lalu tiba di daerah Tojan. ada terdengar berita. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. Lama-kelamaan. dilengkapi dengan senjata. datang ke wilayah Badeng. tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. dipindahkan dari tempatnya. sama-sama memperingatkan perjanjian. diiringi banyak prajuritnya. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. masing-masing segenggam besarnya. tikam-menikam. perangpun terjadi . berusaha menyelamatkan diri. melawan prajurit Badeng. menceriterakan kesusahannya. selanjutnya beliau membangun istana. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng. sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. suatu kedudukan untuk cucunya . ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik. tidak diketahui dari mana asal mulanya. oleh karena demikian keadaannya. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pergi jauh. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. yang diinginkan oleh Dalem. tempat beliau Panji Sakti berburu. pergi ke gunung Batukaru. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. sampai sekarang. sebab beliau sudah merasa dalam hati. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. semua bangunan suci dirusaknya. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. yang menguasai daerah Tojan. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. setelah selesai daya upayanya. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. pergi ke daerah Jarantik. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. selanjutnya beliau mengantarkan.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. dinamakan Buruwan sampai sekarang. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. bagaikan kehendak dewata. Beberapa lama kemudian. sampai sekarang. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya. dan di bagian timurnya ada semak belukar. daerah kekuasaan Bandana. akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. tidak melihat lagi ke belakang. di daerah Gelgel. berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. menantang perang. oleh karena terpikir pasti mati.

kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. dadanya tertikam. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. dihadapi oleh Ki Tamlang. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. merangkul semua orang. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. matilah Ki Padang Kerta. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. yang sudah dihunus dari sarungnya. selanjutnya mengganti senjata. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. luar biasa ramai pertempuran itu. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya. tak mampu bertahan. tak terhingga banyaknya. mengambil keris pusaka Ki Semang. terus juga dikejar. tangkai keris yang berbentuk babodolan. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa. memenuhi jalan dengan riuhnya. demikian ceritanya. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. berkat baktinya bertuan. Sri Dalem Cili. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. terjadilah persidangan para punggawa agung. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. . sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti. kepalanya dipenggal. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. dibawa bersembunyi ke Singharsa. menunjukkan kebesarannya. lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. saling sergap. sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. selanjutnya menuju Gelgel. ketika bersikap akan berbuat. melarikan diri dari pertempuran. dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. semua keturunannya sampai kemudian hari. oleh karena sangat tidak berguna. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. lengkap dengan segala macam senjata. demikian ceritanya. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. Entah berapa lamanya. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. oleh senjata dari Ler Gunung. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing.kemudian. oleh karena tidak ada jalan. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. perkataannya sangat manis. oleh Ki Tamlang. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. sebagai pemberian resmi kepada cucu. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). sebagai senapati Ki Dukut Kerta. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. di sana beliau mengutarakan sumpahnya. serta tata cara memimpin wilayah. seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa. yang masih tetap setia kepada Dalem. haripun menjelang malam. ikut lari. Tidak lama kemudian. rusak pukuh kerisnya. dilarikan oleh para menterinya. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. oleh karena sudah kehendakNya. dan lembut.

Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. menuju alam Nirwana. selanjutnya beliau beristana di Sukasada. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede. karena dibuat oleh leluhurnya. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. I Gusti Ngurah Panji Made. I Gusti Ayu Rai. meninggalkan banyak putra laki perempuan. satu ibu berasal dari desa Panji. tidak ada yang berani berbuat durhaka. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. beribu Ki Gusti Ayu Rai. samasama berada di Singaraja. berputra I Gusti Wayan Ksatra. beliau tinggal di istana Sukasada. dua orang laki-laki berlainan ibu. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka. berputra tiga laki-laki. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. sama-sama lahir dari permaisuri. dan yang kedua. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. Ki Gusti Wayan Gulyang. masing-masing melakukan kegiatannya. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. I Gusti Oka paling kecil. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. supaya tidak hilang dan hancur. I Gusti Alit Oka. Ki Gusti Panji . Beliau I Gusti Made Padang. I Gusti Nyoman Panji. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. sama-sama di Sukasada. menjadi raja di daerah Den Bukit. I Gusti Wayan Padang. Ki Gusti Wayan Padang. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. beliau pindah ke Jineng Dalem. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. Adapun I Gusti Made Munggu. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. I Gusti Oka. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. Adiknya. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. putri raja dari Mangwi. I Gusti Made Ino. beliau tidak berputra. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. raja Tabanan. yang pergi ke Patemon. I Gusti Ngurah Panji Cede. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. I Gusti Made Ino. I Gusti Made Ksatra. I Gusti Alit Oka. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. tetap handal selama pemerintahan beliau. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. dan entah berapa lamanya. mempunyai seorang putri. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. pemerintahan Sri Panji Sakti. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. I Gusti Made Munggu. beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. setelah tiba ajalnya. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. I Gusti Made Banjar. I Gusti Panji Dalugdag. beliau menurunkan banyak putra serta cucu. I Gusti Nyoman Panji. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. mempunyai seorang putri. ke Klungkung. I Gusti Made Padang. Ki Gusti Lanang Jelantik. berputra Ki Gusti Wayan Panji. beliau yang menjadi raja di Singaraja. beliau sebagai raja di istana Sukasada. I Gusti Panji Tahimuk. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit.Entah berapa lamanya. di Klungkung. I Gusti Ayu Panji. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. semuanya diam tunduk dan setia. anak Ki Gusti Sakti. masingmasing namanya. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. yang pergi ke Bon Tihing. meninggalkan sanak keluarga. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. pindahnya dari Banyuning. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. Ki Gusti Made Banjar. beliau mempunyai dua orang putri. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh.

Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik. beristana di Singaraja. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. ada yang dirasakan dalam hati. menyebabkan tunduk kakaknya. akan hal kematiannya hampir tiba. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul. sama-sama memimpin bumi Buleleng. . siap untuk berangkat ke Den Gunung. kemudian terjadilah perang. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. sehingga sama-sama bersiaga. adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. menjadi medan perang. menyerang mengurung. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. sebagai penguasa desa Selat. Raja di Amlapura. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah. diusahakan merebut kerisnya. yang berkuasa di Sukasada. Tidak lama kemudian. apa yang dikatakan. antara kedua istana itu. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. darah beliau memancur. dengan dibanjiri keberanian. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. dengan yang berkuasa di Singaraja. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. saling berguguran. tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. luar biasa marahnya kepada adiknya. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. mengamuk dengan sangat hebatnya. oleh karena kebanyakan musuh. Lama-kelamaan. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. menerobos ke tengah-tengah medan laga. dorong mendorong. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. beserta saudaranya di Banyuning. saling tombak. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. banyak musuh beliau yang terbunuh. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. sama-sama beristana di Singaraja. sehingga yang berkuasa di Singaraja.Dalugdag. didengar oleh kakaknya. akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. oleh karena kebanyakan lawan. menuju kota Singaraja. keturunan Arya Patandakan. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). Lama-kelamaan. di bagian barat We Mala. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. sehingga dapat diambil oleh musuhnya. setelah tiba ajalnya. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. tikammenikam. semakin lama semakin keras bentrok mereka. sama-sama tidak hendak mundur. bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). yang pindah dari Karangasern. lengkap dengan segala perlengkapan. telah semua prajuritnya sampai di sana. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. yang berkuasa di Sukasada. tidak ada yang berani menghalanginya. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. di balik isi perundingan dulu. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. jika sudah mencapai tujuan. serta kereta perang dan perbekalan. seluruh pasukan Karangasern.

meninggalkan putra. Kembali diceritakan. serta Cokorda Mayun Giri. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. sehingga beliau memilih muka. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. selanjutnya beristana di Sukasada. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. Ki Gusti Ketut Panji. berada di Sasak. . banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. berada di Panarukan. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. yang meninggal di Pereyan. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. berputra Dewa Agung Panji. Adapun yang menang dalam pertempuran. serta Ki Gusti Made Akeh. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. beliau masih tetap tinggal di Singaraja. di daerah Nyalian. Adapun sanak saudaranya. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. sama-sama berada di Bangkang. bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. sama-sama berada di Sukasada. lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. beliau turun dari singgasana.. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit. bernama Ki Gusti Ketut Panji. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. Ki Gusti Ketut Jlantik. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. Ki Gusti Wayan Panebel. sampai sekarang. Ki Gusti Made Clagi. mengungsi desa Pereyan Tabanan. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. adalah bekas dua orang saudara bertempur. sejak lama mengembara di Jembrana. Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. sama-sama masih di Sukasada. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. karenanya ada bernama desa Baratan. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. raja di Sukasada. beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. Ki Gusti Ngurah Panji. Ki Gusti Nyoman Karangasern. pada Isaka 1737 (1815 M). Adapun yang menggantikan beliau. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). Kembali diceritakan. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. berputra Ki Gusti Gede Panji. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan. Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja. berada di Kubutambahan. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. keturunan Karangasern. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. sama-sama berada di Singaraja. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. beliau meninggal di sana. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. yang meninggal dalam pertempuran. mulanya juga dari Karangasern. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. tidak adil kepada rakyat. berputra Ki Gusti Wayan Ksatra. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung.Tak lama kemudian.

Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra. pindah dari Tukad Mungga. di Singaraja. setelah memperoleh keputusan. serta saudaranya. beliau memindahkan istana Singaraja. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja. sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. pada saat Isaka 1751 (1829 M). sama-sama menurunkan keluarga. belum pantas dihukum mati. Pan Apus nama lainnya. beserta saudaranya di Bangkang. sama-sama berada di Sukasada. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. serta saudara laki-lakinya. terhadap tindak-tanduknya. serta ke Bon Tihing. dan Ki Gusti Ketut Panji. memohon belas kasihan. memohon jenazah kakaknya. gamya-gamana. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. Ki Gusti Ayu Rai. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. ditambatkan di lapangan. menghadap raja. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. di Bangkang. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. Ki Gusti Ayu Jlantik. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. serta rakyatnya semua. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. disangka oleh beliau raja. tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. tidak ada yang berani membuka mulut. Ki Gusti Bagus Suwi. sama-sama di Tukad Mungga. berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala. putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. tidak diceritakan selanjutnya. entah berapa lamanya menjadi raja. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. berputra I Gusti Nyoman Panji. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. ikut juga dibunuhnya. bertingkah laku tidak senonoh. di Bangkang. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. dan ke Depaha. terdorong oleh karena sudah kehendakNya. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. Ki Gusti Wayan Panebel. Ki Gusti Made Akeh. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. ke sebelah barat jalan. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. Ki Gusti Nyoman Pinatih. berputra Ki Gusti Bagus Rai. Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. hal itu diketahui oleh para menterinya. memaksa menerobos masuk istana. Oleh karena demikian keadaannya. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. . berputra I Gusti Putu Kari. akhirnya keluar sifat angkara beliau. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. beliau digantikan. adiknya Ki Gusti Made Batan. sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. Kembali diceritakan. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. berputra Ki Gusti Putu Panji. di Panarukan. mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. Ki Gusti Made Kari. akan kejahatan tuannya. setelah sore hari. beserta saudara laki-laki. beserta sanak keluarganya semua. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. disangkanya jelas akan mencelakakan.

Ki Gusti Ketut Panji. tentang pemberontakan para arya Buleleng. memporakporandakan para arya Den Bukit. tua muda. luar biasa riuhnya orang-orang. demikian kira-kira pertanyaannya. durhaka mengamuk dalam istana. menonton. oleh karena kagetnya. serta membawa Capala. setelah demikian keadaannya. beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. oleh karena sangat gelapnya. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. akhirnya mereka menyebar mengacau. sama-sama ada di Sukasada. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. sebagai kepala penjaga istana. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. Kenyataannya. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. Ki Gusti Made Kari. menyuruh untuk kembali pulang. melakukan persidangan. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. Keesokan harinya. mengadakan pertunjukan wayang kulit. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. beserta capalanya. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. demikian cegahan Ketut Karang. setelah kesepakatan raja selesai. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. menuju rumahnya masing-masing. sama-sama menunggu di jalan raya. beserta pengikutnya. beserta saudaranya Ki . itulah kesempatan para arya semuanya. mencari perlindungan. demikian diceritakan. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. seisi istana. juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. mengamuk orang-orang yang menonton wayang. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. kacau balau.Pada saat hari baik. ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. dihadapkan dalam persidangan. bertempat tinggal di Panataran. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). sudah siap dengan senjata. ada juga yang tersisa. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. layarnyapun robek. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. Ki Gusti Agung Pahang. laki perempuan. beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. sampai tengah malam. ia berbicara. bermaksud ikut mengamuk di istana. tidak menunggu sehari. serta wayang Tuwalen. tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). sehingga terlepas dari kematian. di halaman kedua istana. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. membawa wayang Bima dan Tuwalen. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. supaya tidak ada tersisa. itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana. sama-sama keluar dengan membawa senjata. dari desa Banjar. sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. siapakah itu yang masih hidup?. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. serta tombak. di antaranya. menonton wayang. dihadapkan oleh semua para manca. segala yang mengakibatkan kematian. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji.

lari pergi menuju wilayah Karangasern. beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. Setelah demikian. berselisih dengan pemerintahan Belanda. sampai sekarang. lamanya perang hingga tiga tahun. serta Ki Gusti Ayu Bulan. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. negara menjadi terpecah. bertengkar berperang dengan sanak keluarga. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. diberi mandat memerintah negara Buleleng. untuk menjalankan pemerintahan. apa sebab sama-sama masih hidup. kebutuhan sehari-hari jarang. setelah pembicaraan selesai. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. menyebabkan panas pada saat musim hujan. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan. setibanya beliau di sana. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. berusaha menyelamatkan diri. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. menjadi penguasa Den Bukit. yang memerintah di Den Gunung. Entah berapa tahun lamanya. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada. Kembali diceritakan. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. Pendeknya. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. sama-sama berada di Sukasada. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. antara Belanda dengan rakyat Bali. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. semakin bertambah angkara murkanya. menyebabkan terjadinya permusuhan. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. sangat luar biasa pujian rakyat. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. kedudukannya sebagai patih. Ki Gusti Agung. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan. tidak menyimpang akan titah Nya. disertai prajuritnya. selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. pergi ke desa Pakisan. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. . memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. pada Isaka 1768 (1846 M). Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. bagaikan malapetaka dari-Nya. yang masih bakti menghamba. oleh pemerintahan Belanda.Gusti Ketut Jlantik Sangket. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. kembali mengangkat raja. yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. seperti Payangan. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang. perangpun terjadi sangat hebat. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. adapun raja Ngurah Made. hasil panen tidak berhasil. sehingga orang-orang menjadi ribut. perbuatannya gamya-gamana dengan adik. beliau juga keturunan Karangasern.

selanjutnya pindah ke Singaraja. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. Ki Gusti Ayu Mas. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ketut Banjar. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. Ki Gusti Ayu Panji. menuruti jalan hidupnya. dan Ki Gusti Bagus Jlantik. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda. Ki Gusti Nyoman Oka. lain dari itu. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. berputra Ki Gusti Putu Batan. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. Puri Kanginan. Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Ketut Banjar. serta Ki Gusti Ayu Kaler. putra beliau I Gusti Putu Kari. punggawa semuanya. masih berada di Tukad Mungga. Putu Kebon nama lain beliau. Ki Gusti Made Karang. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. Yang lainnya. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. Ki Gusti Ketut Kaler. tinggal diam di desa Panji.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Bagus Jlantik. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. sama-sama kembali ke Bangkang. Ki Gusti Ketut Ksatra. Entah beberapa lamanya. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. Ki Gusti Made Banjar. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. Ki Gusti Ayu Made Taman. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. didorong oleh nafsu. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. tidak mengetahui asal-usulnya. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. demikian . pada saat mengungsi dahulu. tenggelam dalam sabungan ayam. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. menjadi beragama Islam. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. yang pergi menuju desa Alas Panji. beberapa bulan meninggalkan istana. dibantu oleh para menteri. berputra Ki Gusti Putu Panji. patih kedudukan beliau. semuanya kembali ke Kubutambahan. Ki Gusti Ayu Rai. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. semula berkedudukan di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang. lebih kurang tiga tahun lamanya. serta Ki Gusti Ayu Putu. Ki Gusti Ketut Jlantik. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. sebab lahir di desa Soka. Ki Gusti Nyoman Banjar. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. bernama Ki Gusti Putu Batan. diiring oleh para penjudi. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga. ada keturunannya sampai sekarang. meniru yang ada di istana Bangkang. Adapun Ki Gusti Putu Kari. Adapun ipar baginda raja. yang pergi ke Desa Pakisan. Ki Gusti Made Rai. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. akhirnya beliau turun dari singgasana. dahulu.

tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. berputra Ki Gusti Ayu Dangin. bagaikan kehendak-Nya. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. Ki Gusti Bagus Dalang. Kembali diceritakan. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ketut Perasi. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. Ki Gusti Ketut Jlantik. Adapun Ki Gusti Made Panji. Ki Gusti Made Banjar. Ki Gusti Ayu Kajeng.. Adapun Ki Gusti Agung. Ki Gusti Ketut Rai. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Made Selat. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. berputra Ki Gusti Putu Cede. Ki Gusti Nyoman Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. dengan cara-caranya sendiri. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. serta yang berada di Sukasada. di Tukad Mungga. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. Ki Gusti Panji Cuweh. di Singaraja. beliau tidak mempunyai keturunan. Setelah keadaan demikian. Ki Gusti Ayu Made Panji. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng. Ki Gusti Ayu Made Rai. Ki Gusti Ayu Putu. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ayu Made Ayu. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. Entah berapa lamanya. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Made Celagi. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Ki Gusti Putu Gunung. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Made Togog. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Rai. Ki Gusti Putu Canang. Adapun yang berada di istana Bangkang. serta Ki Gusti Made Kaler. berputra Ki Gusti Putu Panji. menyebabkan banyak yang saling fitnah. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. Ki Gusti Putu Gianyar. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Mas. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Made Jiwa. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. . menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara. di Bangkang. Ki Gusti Ayu Rai. di Singaraja. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. disertai dengan perputaran jaman. pindah ke Depaha. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. serta Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Nyoman Karang. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Ayu Selat. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik. sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. serta Ki Gusti Ketut Putu. serta KI Gusti Made Panji. sama-sama berkedudukan di Sukasada. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. tidak ada rajanya lagi. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. beliau banyak menurunkan keturunan. berputra Ki Gusti Ayu Turun. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban.keluarga raja keturunan istana Bangkang. Ki Gusti Ketut Ayu. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. Ki Gusti Ketut Jlantik. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. menyebabkan keadaan menjadi kacau. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. Ki Gusti Ketut Tangi.

serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu.Ki Gusti Nyoman Raka.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. Ki Gusti Ketut Bagus. istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. Ki Gusti Ayu Made Sekar. Bantas. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. di Singaraja. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. Ki Gusti Putu Selat. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. beliau semuanya ada di Bangkang. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. menimpa batu. serta Ki Gusti Ketut Cede. Ki Gusti Nyoman Raka. berputra Ki Gusti Putu Center. serta Ki Gusti Ayu Rai. Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. bekas raja Buleleng yang terakhir. Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan. Yoganya sangat mantap. berasal dari keturunan di Kubutambahan. berputra Ki Gusti Bagus Rai. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. beliau tidak mempunyai keturunan. beliau mempunyai seorang putri. Ki Gusti Ketut Ksatra. angin topan. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. serta Ki Gusti Ketut Putra. Adapun yang ada di Tukad Mungga. di Tukad Mungga. Desa Peguyangan Kangin. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. Ki Gusti Ketut Jlantik. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ayu Jlantik. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. Kemudian muncul lah . guntur dan halilintar. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu. Serta Ki Gusti Made Karang. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Ayu Made Rai. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang. Denpasar Utara. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. Maka timbul lah gempa bumi. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Pura Dalem Batu Kuub . berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Made Oka. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. Br.

dan ditanya: "Wahai anakku berdua. nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak.bayi dari batu itu. bernama Dalem Kembar. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu. Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. di mana ada batu bersinar. Setelah tiba di tengah hutan. di wilayah hutan Raja". siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu. di hutan. Kedua bayi itu bermain-main. Ada pula bayi muncul dari buih. di sana lah Tuan patut membangun istana. aku berterimakasih. yang patut menjadi raja?" Si Lembu. Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. Demikian pula. namun ada yang aku tanyakan kepadamu. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. di manakah kau tinggal. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam. lalu ditemukan oleh si Lembu. hanya salah seorang berhak menjadi raja". disinari oleh matahari. Namun. rupanya putih. yang bisa menciptakan keteduhan dunia". yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). rupanya hitam. sejak sekarang. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. Demikian lah kata si Lembu. Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. siapakah di antaraku. di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. saya tidak mengetahui di mana rumah saya". Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". Engkau lahir dari batu. Tuanku telah menyumpah tempat tinggal .

Penyelaweyan. Ia duduk di tengah hutan. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. Demikian dipikir oleh Dalem di . Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. baik-buruk harus dilalui bersama. Oleh karena itu. Beliau tiba di tengah hutan. Jika menjadi raja. yaitu Gaduh. kelak akan bernama Desa Ketemu. Hatinya pun menjadi lega. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar. maka aku akan meninggalkanmu. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". begini besar rasa baktimu kepadaku. aku akan meninggalkanmu ke desa Panji. Demikian kata Dalem. Tiba-tiba si Lembu menggaib. Lalu beliau tinggal di sana. mungkin karena dianugerahi Tuhan. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. Setelah tiba di barat. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. sebab telah ada belas kasih si Lembu. Oleh karena itu. Pikiranku sedih seperti telah hancur". Ngukuhin. Adalah pesan Dalem: "Nah. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. Tidak ada orang ditemukan di sana. Beliau mawas diri. Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Sahabatnya semua ikut mengiringi. yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati. Amat sangat haus dan kelaparan. hamba adalah I Lembu Nandini". Kini kedua bocah itu berbincang. Ia kelelahan di tengah hutan. supaya aku juga dapat menjadi raja". silakan kau berangkat.hamba. Air itu lah diminumnya. pulang ke sorga. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. Kebayan. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. Hanya itu lah pesan hamba. supaya bernama Taro.bincang. mencari tempat lain. pikirannya amat bersih. Para sahabatnya sangat senang mengiringi. Lalu diiringi oleh rakyatnya. beliau tinggal dengan sangat tenang. Ada selama satu bulan berada di sana. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. sebab kita lahir kembar. Dangka. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. Begitu lah kata Dalem Batu Selem. desa ini akan aku tinggalkan. tidak bisa berjalan. banyak rakyat datang menjemputnya. Hamba mohon diri. Dalem berjalan ke arah barat. Doanya terkabulkan. beliau menyumpah bersama para sahabatnya. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. Pasek. beliau beristirahat bersama rakyatnya. bersedih hati karena amat kelaparan. aku akan menyumpah tempat ini. Tidak pernah makan. beliau berjalan ke arah barat. lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. maka ada air keluar dari tanah. Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. dan kau sudah menjadi raja. Oleh karena itu. Sejak ini bernama desa Atege. Ia teringat kepada pesan si Lembu. sebab demikian pesan si Lembu. di sini lah kau bertahta menjadi raja. tempat ini bernama desa Batu Bulan. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini. Jika tuanku belum mengenal hamba. Setelah ia menyumpah hutan itu. menyumpah suatu tempat bertemu". di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. Demikian kata Dalem Batu Putih.

bukan yang besar. "Aku tidak tahu orangtuaku. Batin yang tajam. Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. Hamba mengabdi kepada Paduka. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel. juga akan menemukan keselamatan. yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap. Sekarang aku menyumpah. kelak bernama desa Taman. Dalem terkejut. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. Beliau memuja Sanghyang Pasupati. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang. aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. amat sangat berbakti kepada Dalem. hamba adalah abdi Paduka. Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. pada saat rendah hati. Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. hamba tidak mengenalmu. Kata Dalem: "Aku setuju". hitam (selem) dan putih. bukan yang menengah. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". Setelah Dalem selesai memuja. yang tinggal di Sakenan. tempat beliau menyucikan diri. Lama beliau tinggal di sana. Aku lahir kembar. semakin tidak enak hati beliau. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. Aku lahir dari batu. Baik lah.dalam hati. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. dan tiba di Sakenan. Pikiran beliau sangat senang. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. tetapi pikirannya suci bersih. Di sini aku merahasiakan identitas diri. hamba lah yang memiliki Paduka. suci dan bersih. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. I Dukuh Prateka Sakenan. teringat ketika membangun desa di Batuyang. bernama Dalem Tungkub. Semakin lama beliau tinggal di sana. bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. Oleh karena itu. menjadi tempat tinggal segala makhluk". Lalu I . siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. Oleh karena itu. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku. Wahai kakek. Paduka lah yang menurunkan hamba. Teman-temannya setuju. Demikian kata Dalem. lalu Dalem merendahkan diri.

Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. ada seekor kijang datang dari hutan. Putra I Dukuh setuju. Ketika itu. kau lah mengambil bayi. Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun. Dalem berkata: "Wahai Dukuh. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. Siang malam diemban oleh si kijang. makan daging kijang. yang bernama keris I Jala Katenggeng. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Siapa saja . . Kalianlah mengiringi beliau.keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. ia ibarat sama dengan diri hamba". Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh. disusui oleh kijang. membunuh kijang. se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Oleh karena itu. Karena kau lahir dari bambu gading. Hamba tidak membawa apa-apa. Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. Kau harus belajar dan menyucikan diri. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. maka istananya diberi nama Jimbaran. tidak pernah terserang penyakit. Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. semoga terserang penyakit grehasta". dan tiba-tiba menyususui bayi. Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. Beliau tiba di Uluwatu. Demikian lah sumpah I Dukuh. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). ini dan peliharalah di sini. Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. ingat lah sejak sekarang. I Dukuh berkaul: "Wahai anakku. Kelak. maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". I Dukuh disuruh menebang. Jika kau membunuh kijang. Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. Istana Dalem pun selesai. Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana".Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. Dan ajaklah beliau ke Uluwatu. Hamba. sebab leluhurmu berasal dari bambu. si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka. Demikian kata Dalem. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar. di mana dicarikan air susu ibu. Hamba setuju. dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. ayah berkaul. Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh.

supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". istananya telah selesai dibangun.harian berkebun di bukit. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. Beliau senang diajak mampir. kalau Paduka memang menginginkan. Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. Ketika I Dukuh menyucikan diri. kebetulan menyempatkan diri mampir. . wajarlah dia menjadi pendamping di istana. Setelah tiba di Padukuhan. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. beliau dipersilakan duduk di atas dipan. Dukuh dulu meminta. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. dia adalah anak hamba". Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. diiringi oleh I Dukuh. aku berharap agar diajak ke istana. memeliharanya sebagai anakmu. Dalem berkata: "Kebetulan. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. dia menjadi milikku. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh. Dukuh. Paduka lah yang memilikinya. Pekerjaannya menurut perintah I. lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem. yakni berkebun. Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. diiringi oleh abdinya. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. wajah Ni Pering Gading sangat cantik. Jika aku yang memeliharanya dulu. nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". hamba tidak berpanjang kata. Dipanggil oleh I Dukuh. Dia tidak boleh tetapi boleh. karena dia adalah putriku namanya. Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading". dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran. hamba tidak berpanjang kata lagi. akan aku jadikan permaisuriku". Cukup lama beliau bekerja di kebun. kulitnya gading. Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi. Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu.Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh. Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. hamba akan serahkan". Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. Dukuh pantas mempersembahkan ke istana".

sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran". Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". Setelah tiba di Sakenan. lalu tiba di wilayah Jimbaran. Beliau batal membuka tutup suguhan itu. "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. peliharalah anugrah Dalem Batu Putih. Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. berkat sumpah Dalem Batu Putih". Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". Kebayan tinggal lah di sini. hanya menemukan istana saja. lalu dijemput oleh I Prateka. berkat sumpah Dalem Batu Putih". Kemudian beliau menuju ke dalam istana. di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. beliau pergi dari wilayah Gelgel. beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. Beliau menuju hutan di sebelah barat.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. Dalem pun berangkat. Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". Meskipun dapat bertahta. I Dangka menjawab: "Hamba setuju". Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. Kelandis. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu". Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. Pikirannya tidak tenang. Ini adalah Desa Batuyang namanya. tidak ada gunanya juga. Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. setelah bertapa di Yang Batu". lalu menemukan desa. Beliau dijemput oleh I Dangka. karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". Gaduh. Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. silakan berangkat. Oleh karena itu. Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. teringat kepada saudaranya. I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. pikirannya bimbang. di sana menjadi raja". Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan. Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. tidak ada orang dijumpai beliau. Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. jika tidak tahu keadaan saudara. Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . menyusul kepergian Dalem Batu Putih. Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin. namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. Setelah tiba di dalam istana. Tanya Dalem: "Wahai Dangka. Tanya Dalem: "Dukuh. yakni I Mada dan I Merangin. Setelah lama bertahta di Gelgel. "Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran. peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis".

Setelah tiba di hutan. Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". artinya dunia menginjak masa Dwapara. Dalem Putih sudah pulang. saling menghormati. Kayu Mas. Wajahnya hitam. saling bercerita. Oleh karena itu. kau dan aku berperang saudara. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". tidak ada yang mati. maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. aku tidak pantas bersaudara. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu".Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". hamba sangat ketakutan". Batu Yang. tumbuh pohon randu kembar berakar ular. Batu Bulan. Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. dan berkata dengan baik. Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". Mereka pada berpikir. tak ada yang terluka. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. Batu Aji. siapa kamu. Dalem berangkat ditemani abdinya. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. akan pergi mengembara. Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. dan Puri Jimbaran. keduanya kelelahan. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. Setelah lama berperang. kales. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. Di depan mereka yang saling bertanya itu. Lama berkelahi. ingatlah perjanjian kita dulu". baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. Aku adalah saudara kembarmu. bukan seperti biasanya. rambut ikal. Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. jangan lah bersedih. Tanya Dalem: "Pering Gading. siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. Dalem berangkat menuju perkebunan. sangat kebal dan sakti. beliau menemukan abdinya lari ketakutan. Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. Aku mohon diri darimu. . Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati". tidak ada yang kalah. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". hidup-mati. Jimbar artinya luas. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. kumis lebat. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". akan ditantang musuh. Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. Bukit pun hancur. Kelandis. tubuhnya berbulu. Karena tidak bertemu di perjalanan. Di situlah mereka saling bertanya. Ada yang pincang. baik-buruk. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat. Di situlah mereka sadar bersaudara. si penjahat pun ditemukan. berjanggut. suka-duka". Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran". Namun jangan bersedih. Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. sebab Paduka dan aku lahir kembar. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. Taman Yang Satu. Beliau dikira jin raksasa. Sekitar tengah hari. Namun. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. ada yang batuk. tidak mempunyai hasil jerih payah.

Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. Semua orang itu berlari. Sekarang. Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa. karena telah melihat hutan kelapa. Dalem merasa kehausan. supaya bernama desa Sehseh. Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. kaki beliau terpeleset menginjak batu. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. Beliau pergi menuju ke arah timur. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya. buatkan lah dirimu tempat tinggal. beliau terjatuh. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. Setelah tiba di perbatasan jalan. Dalem sangat senang. aku ingin membangun istana.Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. tanya-tanyakan". Lalu beliau berjalan ke timur. bernama desa Lami Mekutang. supaya bernama Batu Belig". Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. kebetulan musim pasang. Dalem melanjutkan perjalanan. tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. supaya bernama desa Batu Bedak". di manakah aku pantas membangun istana. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang. kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. Kata Dalem: "Wahai rakyatku. supaya bernama desa Batu Paras". Lama beliau tinggal di sana. Para abdinya pada mencari tempat tinggal. Tidak ada mendampingi. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali". Dalem melanjutkan perjalanan. Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. dan rakyat pun senang. Setelah semua tumbang. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. Setelah sampai di perbatasan jalan. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". pergi lah menyusup ke hutan. Di tengah perjalanan. sejak ini bernama Batu Bolong". Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. Dalem pergi menyendiri ke arah timur. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian. Di tengah perjalanan. Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. sebab di sini rasanya tidak pantas". Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. diiringi seorang abdi. supaya bernama desa Batu Tulung". Dalem sendiri tinggal di sana. semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. tanyakan di mana wilayah Batuhe. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . tempat kakiku terpeleset menginjak batu. I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. tinggal lah di daerah-daerahku. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Dalem melanjutkan perjalanan. Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. Setelah tiba di perbatasan desa. Setelah tiba di tengah hutan. Tempatnya di timur laut. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. Beliau berjalan semakin jauh.

hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. beliau berdua menonton Gambuh. ia mengaku Dalem Batu Selem". ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. namun tidak ada ditemukan. Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. istana itu bernama Puri Bungkasa. mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. ke selatan. Perintah Dalem. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. I Gusti Tangkas menjalankan. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. Dalem berkata: " Kau mencari apa. Perjalanan beliau semakin jauh. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. pesan Dalem. di sana lah tempat istana itu. duduk di atas dipan di sebelah barat. Tiba di pertengahan jalan. Dalem tidak mau. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. ke barat. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. Dalem bersembunyi di hutan. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". menghaturkan istana dan abdi. dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila. itu adalah warisan hamba dari . Hanya itulah obatnya. Si pelacak semakin takut. Baru hamba datangi. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem. apakah Tuan mengenalnya. seperti raksasa tetapi bukan raksasa. aku disuruh mencari Dalem Batu Selem. Dalem berjalan semakin jauh. Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. Di tengah perjalanan. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. raksasa tetapi bukan raksasa. Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. supaya bernama desa Tohjaya". I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. namun bukan jin. berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. bapak mempunyai anak. Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. tetapi bukan jin. Setelah Puri Bungkasa selesai. Lama beliau beristana di sana. beliau menyaksikan orang menari Gambuh. di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". Dalem melanjutkan perjalanan. bersembunyi di hutan. Setelah selesai potong gigi. Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. Lama mereka mencarinya.Bongkang. bapak menghaturkan istana. supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya. Jangan kau takut kepadaku". itu obat mujarab. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi.

Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung. Di Dalem Pebersihan. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. warga Batu Krotok kalah. bernama Arya Pasung Giri. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. bertempat tinggal di Batu Krotok. Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. kata Dalem. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. bertempat tinggal di desa Sumapan. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. maka adalah Arya I Tunjung Tutur. Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. Wilayah barat tidak ada menjaga. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. Beliau beristana di Jaba Tengah. tidak mempunyai keturunan. para abdi di sana bernama Sagerehan. Beliau bertiga berunding bersama istri. asalkan kebal. Ia bertugas menjaga bukit selatan. I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. Yang di Puri Pebersihan. dan dijuluki Dangka oleh Dalem. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri. dan semua abdi merasa senang. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. bernama Arya Ularan. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. mereka bertugas memelihara. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. bernama Arya Pasung Gerigih. karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. Baik-buruk dalam kebersamaan. Batu Karu. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. Ketika perang berlangsung. Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. I Pasung Gerigih . bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. Dalem Tangkas. Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. semua warga Batu Sepih kalah. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. Batur. Tidak ada abdi mengemban. pemberani. Diistanakan di Puri Semanggen. supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok. dijadikan abdi di Bongkasa".Gunung Agung. sekarang kepada Dalem.

supaya aku bisa mengenali anakku kelak". I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. Demikian kata I Gajah Mada. beliau tidak mau menikah. Tidak ada wanita seperti itu di Bali". namanya adalah Gajah Mada. apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". kelak jika janinku ini jadi. Mereka saling menyapa. apa kesenangannya. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah". lalu diserahkannya selembar kain poleng. Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem. I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. marilah kita makan dulu. Beliau memakai kain geringsing wayang. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. aku memberikan tanda kepadamu. Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. saling memberi. Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. sama tingginya. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa. Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur. siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. yang sering ayah ceritakan kepadamu". Setelah tiba di hadapan Dalem. Kata Dalem: "Paman Patih Mada. lalu mengambil nasi dan . saling menasihati". Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. aku akan menyampaikan dulu". Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. Setelah selesai menjamah. selesai pula perbincangannya. sayur plecing pakis batangan. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. I Gajah Mada menyetujui. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. akan ada jamuan. ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. tanyakan lah kepadanya. Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. Sementara itu. Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. sama kepandaiannya. Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. tunggulah di sini.di Den Bukit. raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. airnya supaya berwadah kendi". nanti saja kita berbincang-bincang". Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. Pada malam harinya. I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. Ni Uradani menyetujui. I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. I Gajah Mada duduk menunduk. Ni Uradani menerima. Kata I Dukuh Kedangan. Tuan sudah diijinkan menghadap. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. dipakai kain untuk anaknya kelak.

Mada setuju. Karena itu. I Kebo Taruna. lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem. hamba diutus menghadap ke Bali". Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. Sekarang godalah Dalem. Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. Kebo Taruna senang dan setuju. "Patih Tuanku. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". supaya benar-benar jujur. tinggi. Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. Oleh karena itu. Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. sakti. hamba mohon untuk diajak ke Jawa". mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. sebab keringatmu berlimbah. Tiba di Gunung Jawa. Jika benar seperti berita itu. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. jangan lah lalai mengemban anak. ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar. Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. Jika Dalem moksa. Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. di Jawa lah ia dinikahkan".memonyongkan mulutnya. kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna. bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". inilah orangnya. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. maka jelas lah beliau tidak bisa moksa". tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. Namun beliau menyimpan di dalam hati. karena Majapahit sudah dekat. sebaiknya kau mandi dulu. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah. Jika batinnya telah goyah. siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. Nah. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku. Kata Dalem: "Paman Mada. "Kebetulan sekali Paman.

Dalem Pebersihan 4. Setelah tiba di tepi sungai Ayu. Batu Bintang. tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata. Batu Bongkang. Br. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. Adalah tempat suci bernama 1. Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh.Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. tidak mau hormat berbakti di sini. Bantas. supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. Hutan itu. maka. atau pun sanak-saudara. Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. tiada lain lagi. Batu Bedak. namanya I Petak Jingga. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. Dalem Padang Getas. Dalem Bongkasa 5. Baru menoleh. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. Jika tempat suci ini selesai. Jika seandainya ayah tidak datang. Batu Tulung. sebab saat inilah takdir bagiku. Batu Bolong. entah anak. I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem. di tempat jejakku bisa dilacak. Batu Paras. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki. Kau lah menjaga istana ini. di tempatku moksa ini. semoga ia menjadi sudana. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. 3. Batu Belig. menyembah diriku. Kata Dalem Putih: "Paman. untuk bertemu dengan saudara ayah. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku. 2. Dalem moksa. Dalem Batu Ulu. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". Setelah selesai berkata. Putranya setuju. jangan lah bersedih. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. Siapa pun kelak. adalah permintaanku. Desa Peguyangan Kangin. kebetulan air besar. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. Wahai rakyatku sekalian. Denpasar Utara. Kata Dalem: "Di . maka bangun lah tempat suci. anak-anakku dan rakyatku sekalian.

Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. Tidak ada raja. Pasek Pitu. si Arya Panji mengambil permaisuri. demikian kata Patih Tambyak. jika benar demikian. Si Arya Panji mengemban. maka beliau tidak bisa mencapai moksa. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. Pada saat ada upacara piodalan. Aku masih berunding dengan si otot besi. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih. pelinggih Dalem. kembali lah ke Bukit.manakah tempatnya. ada orang dari Tianyar datang menghadap. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. Gunung Batukaru. "Hamba setuju. I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. Beliau bertempat tinggal di Taro. berada di istana Dalem. si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. yaitu Pasung Gerigih. yaitu Pasek Pat. konon mereka adalah orang-orang Majapahit. bersama sama para patihnya. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". aku tidak bisa memaksa. Kata Arya Panji: "Silakan. apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Kini dikisahkan putranya di Bali. si bayi pun panjang umur. Dewa Ayu Sari". Setelah tiba di Puri Batu Ulu. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. Gunung Batur. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. Paman Tambyak. Konon mereka turun di Sulangai. sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. Hamba melihatnya dengan jelas. Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. Lalu di Semanggen. mereka tampak bersenjata lengkap. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. Lalu para patih. hamba bersama teman-teman". aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. Karena tidak bertepatan dengan hari baik. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. tidak berani diajak ke istana Dalem. hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. Oleh karena itu. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. Pasek Lima. namun di Semanggen. Pasung Gerigih dan . Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. rakyatnya. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. Arya Panji menjadi raja. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Bagaimana Tuanku. Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. Tunjung Tutur. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. Gunung Agung. Tambyak. Pasung Giri.

semua pada sepakat. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. Setelah tiba di tengah perjalanan. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. Setelah tiba di hutan alang-alang. Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Warga Den Bukit sepakat. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. peperangan telah berlangsung. Beliau berunding di tengah hutan belantara. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". ada yang terluka. ada kali. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. Semuanya setuju. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. dan telah dikutuk oleh I Mada.kerabat istana sekalian". Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. di perbatasan desa Abian Tiing. ke tepi desa Supaman. Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. Pasek Lima bertolak ke Batur. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. ada yang patah. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". Ada hutan. inilah yang menjadi desa Auman. Warganya tersebar ke mana-mana. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. mengapa Paman semua terluka. ada jurang. Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. ada di Batu Bongkang. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". Setelah beliau menoleh ke timur laut. Orang Tianyar juga mohon diri. ada jurang. Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali. Semuanya setuju. Lama beliau berunding di sana. supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa". Setelah tiba di Den Bukit. Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan. Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah. ada di Genian. tampak banyak rakyat datang menghadap. I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. ada di Paraupan. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. Setelah selesai berunding. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. Paman Badanda dan kerabat sekalian. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. supaya perundingan menjadi rahasia. dan perundingan pun selesai. kelak akan menjadi Pura Nataran". lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua. tempatnya berunding di tengah hutan. . Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. sengit di hutan Jarak. darah mengalir bagaikan lautan. mohon restu agar kerajaan Bali selamat. Semuanya setuju. para abdinya membangun perkemahan. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua.

merebahkan diri di atas mayat ayahnya. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. aku mengikuti kepergian ayahku". aku jadikan dua bagian. Di Bali ada sepuluh agama. Kata Mada: "Baiklah. di Majapahit ada lima agama. Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. Beliau jatuh dan tewas. yakni Puri Bedulu. supaya terhitung atas dua bagian. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. tidak ada yang menghiraukan.Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. sekarang aku namakan Buruan. supaya terdiri atas dua bagian. Setelah tiba di puri. Tiba di tengah tegalan. Sejak itulah bernama Dalem Jangus. Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. Setelah tiba di tepi laut. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan. Semua orang istana telah mengungsi. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. dam Resi Yajnya. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. Belum jauh pelariannya. Ditemukan seorang anak. aku setuju". aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. Sekarang agama di Bali. dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. Kata Gajah Mada: "Wahai bocah. Belum selesai doa beliau. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . Aku serahkan lima jenis upacara itu. Yang lima. aku membunuhnya". siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji". Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. berenang ke selatan mengembara. dari mana asal Tuan. Dengan berang. Tiba di tengah hutan. aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. Manusa Yajnya. silakan bunuh aku. Kata Mada: "Wahai anakku. Baru mau di tusuk. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. Kata si bocah: "karena sudah tewas. aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. lalu dengan berang menghunus kerisnya. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". kaulah yang mengolahnya. sebab ayahmu tewas dalam pelarian. upacara agamanya sendiri. meskipun beliau sudah tewas. Bhuta Yajnya. Pitra Yajnya. atas Dewa Yajnya. Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. Mayatnya tengkurap ke tanah. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. itulah yang patut dimintai nafkah". aku tidak boleh membunuh bocah. yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan. maafkanlah aku". ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. siapakah yang akan aku mintai makan. Karena terlalu marah. Aku namakan kau topeng Sidhakarya. Aku namakan kau warga Melayu. Patih Gajah Mada marah. I Mada terkejut: "Aduh jangus". Si bocah menangis. Setelah tiba di Tegal Asah. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. si Arya Panji menuju Tegal Asah.

aku adalah warga Pande Bungkasa". Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. pada takut mati. dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. Bumi Bali hancur. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. Saudara I Melayu ada empat. ia bergelar Raden Panji. tidak ada memperhatikan wangsa. Ada yang ke Culi. Lama beliau berada di sana. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. darimana asalmu. Pedayung sampannya terdampar di Nusa. siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. Karena peperangan terlalu sengit. Banyak orang dijumpai. para bangsawan dan rakyat sekalian. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. Juntal. ia menemukan sebuah sampan. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. Lalu dipungut oleh orang Nusa. maka beliau tenggelam.mengungsi?". Tiba di tepi laut. Setelah tiba di tengah lautan. I Gusti Bandesa Singgih. diupacarai di Buruan. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. Anak ketiga (Nyoman). Jungjungan. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa. semua pada merahasiakan jati diri. bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. Kedisan. Anak kedua (Made). diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. Supaya semua pada membawa. tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu. Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. Raden Panji tewas di Tegal Asah. mengembara ke desa-desa. Songan. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. Batur. setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. I Dukuh terkejut. dibunuh oleh I Mada. Siapapun membuat upacara. seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. Adik I Gusti Susudana masih kecil. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji. biarkan ia tinggal di sini". Terunyan. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. Kerabatku Pasek Pat. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem. Pasek Lima. beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. Lama I Melayu di Buruan. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. Cukup panjang ceritanya. berteduh di bawah pohon asoka. putra Dalem Batu Selem. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. mengapa terdampar hingga ke Nusa. menyusuri sungai Yeh Ayung. ada perempuan datang mengungsi. Tanda moksa Dalem Batu Selem. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. usianya sama dengan si bocah tadi. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. Cempaga. tidak ada orang menghiraukannya. Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah.

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan. menyusul perjalanan Kakanda. Mereka berjalan amat cepat. Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. Karena itu. Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda. datang ke Bali. dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. . Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). tidak tertimpa mala petaka. tidak durhaka. janganlah Adinda mengikuti Kakanda". tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. Di sana lah isterinya duduk. Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. tanpa mempedulikan rasa lelah". Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. Ada seorang brahmana sakti. menemukan keselamatan. di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena). Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia.leluhur. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. Ketika sang pendeta berkata demikian. Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka". aku memberikan nama I Tambyak. Oleh karena Adinda sedang hamil. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti. jatuh di atas batu. namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. dan semoga berhasil dengan sempurna. Batu itu pecah. apa sebabnya Adinda datang.

mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. lalu diambilnya. mereka nampak sama-sama tegar. sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana. Entah berapa hari lamanya. menghadap Sri Haji Tapohulung. lalu beliau menggaib. Demikian pula para menteri istana. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. Selanjutnya. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. ia tumbuh dengan sehat. antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. Bayi itu berhenti menangis. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. dan bertabiat mulia. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. Tidak diceritakan lebih jauh. Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya. Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. diikuti oleh prajurit pilihan.panjang umur. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak. siap-siaga sama-sama memegang senjata. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. Tidak panjang lebar dikisahkan. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi. Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu. Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau.

suara gong itu menggema dibarengi sorak. Dia pun datang ke tengah medan laga. Dari kursi singasana emas. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai. Mereka bergulat saling tusuk. Tengkulak. saling sodok. Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung.sorai yang tiada putus-putusnya.orang Panarajon berada di utara. tubuhnya sama-sama melemas. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. Orang. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. saling mengintai. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. sungguh bagaikan gelombang lautan. Orangorang Tenganan. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak. Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. sama-sama menghunus keris. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh . silih berganti.baginda raja. orang-orang Panarajon nampak ketakutan. saling tendang. Suara kentongan bertalu-talu. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. Taro. ada yang berjaga di timur. dan Pasung Grigis. di barat. Pada saat itu. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. diiringi dengan suara gamelan. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. Tunjung Tutur. saling tangkis. tawa-tawa. Blahbatuh. Namun tiba-tiba dalam sekejap saja. dan di selatan. Kalungsingkal. mereka sama-sama pandai memainkan pedang. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu. di sebelah timur Desa Pejeng.

tidak ada yang tidak patah lengannya. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. Diturunkan dari sifat ayahnya. pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. I Tambyak berputar-putar. dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak. oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. ada pula ususnya keluar. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya. adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. bagaikan roda pemintalan. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. Banyak prajurit yang gugur. turun-temurun menjadi patih. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama. Setelah berselang beberapa lama. Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali. Oleh karena itu. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. . Namun tampak kejanggalan.prajuritnya berang.

yang kedua bertahta di Pasuruhan. yang perempuan dinobatkan di Sumbawa. ada yang ke timur. dan Arya Manguri. Arya Wang Bang. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan.kebal. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. ada yang masih hidup. Di belakang Arya Wang Bang . tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. Bidadari itu dinikahinya. Mereka tidak berani mengakui wangsanya. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. lengkap tidak ada yang kurang. ada yang ke Tabanan. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja. Arya Belog. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada. beserta sanak keluarganya. Setelah beliau berputra. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. Ada pun Ki Patih Tambyak. serta bertabiat mulia. Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. Konon beliau lahir dari batu. Di setiap desa yang disusupinya. Ketika masa kekalahan Bali Aga. ada yang mati. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. beliau bertemu dengan bidadari. Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. Arya Dalancang. Arya Pangalasan. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. ke selatan. ada yang ke Jembrana. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. di Bali tidak ada raja. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana).Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. ada yang menyusup ke desa-desa.

seorang keturunan brahmana. Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung). Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan.adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar. Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. dan semoga hamba menemukan keselamatan. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. Pohon beringin itu sangat angker. Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan. Jika ada kata-kata yang menyimpang. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu. Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang. berada di Puri Buahan. selalu dicintai rakyat. dan mempunyai dua orang anak lakilaki.

tidak berselang lama. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. Tiba-tiba dia minggat dari istana. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. tidak henti-hentinya memuja Tuhan. barat. Adapun daerah yang berhak dikuasainya. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap. mereka disuruh naik ke puncak bukit. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. Mereka berdua segera menyembah. ia amat dicintai rakyat. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara. bakti terhadap dewa. Setelah selesai memuja. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. mendampingi Paduka Batara. dari timur. Setelah itu.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. Menurut Batara. dan selatan. Demikian seterusnya. beliau bergelar Arya Notor Waringin. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. Daerah-daerah itu nampak terang. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. Setelah itu. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur. Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung. Demikian anugerah Batara kepadanya. utara. berjalan menyusup ke tengah hutan. bermain-main di tepi danau.

hal itu dapat dibayar dengan uang. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. tidak dapat dipisahkan. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. Gusti . sejak dulu sampai sekarang. Semua keturunannya hidup tenteram. Ada yang bertahta di Puri Tambangan. dan ada bertahta di Puri Kesiman. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. Putra-putranya silih berganti. karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. Jika engkau didenda dengan uang."Wahai Bandesa Tambyak. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri. Tidak dijatuhi hukuman mati. Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. turun-temurun menjadi raja. engkau akan diusir dan terampuni". Harta milikmu tidak dapat dirampas. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. Jika engkau bersalah. Ada pula yang diusir ke Sumerta. Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. kita sehidup semati. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. dan ada yang ke Desa Pahang. Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. lalu mereka berpindah lagi. Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. memimpin para menteri. betapa sejahteranya negeri Badung. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. dengan mengadakan huru-hara di istana. itu dapat diampuni. Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. Entah berapa lamanya. baik pada saat suka mau pun duka. ada yang bertahta di Puri Denpasar. betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. jika engkau mendapat hukuman mati. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati.

Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. agar engkau menemukan keselamatan". sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini. oleh semua mahluk. Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. ia memuja Paduka Batara. Negerinya amat . Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. aku adalah Buta Panji Landung. Setelah itu beliau menggaib lagi. dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. "Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. Wahai Tambyak. Dewa dari semua Dewa. Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. janganlah engkau lupa akan janjimu". Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji. aku menganugerahimu. sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". panjang umur. Demikianlah sabda beliau. Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu. tidak tertimpa mara bahaya". dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. dicintai oleh masyarakat. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak. Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. Tiga empat kali. katanya: "Oh Tuhanku. semoga engkau menemukan keselamatan. karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan.

tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan. diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang. dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. Semoga kami semuanya. Om Ksama sampurna ya namah swaha.Batari junjungan dan leluhur semuanya. kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu. memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha. tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana. Agar supaya. Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. tersebutlah di kawasan Jawa. Sebagai pendahuluan ceritera.Sejahtera. Om Siddha rastu.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . kami terlepas dari kutuk dan neraka. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang. Sudah tersurat dalam lontar (prasasti). beliau memang pendeta Budha. Beliau .Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang. ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa. Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati. sama-sama memiliki tempat tinggal. kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini.

Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya. Adik beliau bernama Mpu Semeru. Bali Timur. Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. Bahula berarti utama. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara. seperti membangun pura kahyangan. membangun pasraman di Dasar Gelgel. ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. lwirnya ngawangun kahyangan. Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya.Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut.desa adat serta Kahyangan Tiga . neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana. tahun Masehi 999. menengah dan utama). Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. Ulunswi. Jawa Timur. Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular. Dalem. Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . Teluk Padang atau Padangbai. Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman . sekitar tahun Masehi 1000. Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. Pajarakan. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. Baleagung. sama keutamaannya dengan Mpu Bahula. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura. Karangasem. serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali. mahayu palinggih Bhatara . Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali. ayahandanya. Yang nomor empat. upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali. turun ke Bali tahun Isaka 921. yang sampai kini diwarisi masyarakat. Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. yang disatukan di Samuan Tiga . Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . Gianyar. Seperti Pura Puseh Desa. membangun pasraman di Besakih.tiga pura desa di Bali. Daha. dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. membangun pasraman di Silayukti. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001. Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. berdiam di Lemah Tulis. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah.

bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau. Arya Jerudeh di Tamukti . Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka. yang membangun pasraman di Taman Sari.Arya Demung. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. Arya Kutawaringin di Klungkung. Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. serta Danghyang Soma Kapakisan. Arya Belentong di Pacung. berputra empat orang semuanya Iakilaki. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem. Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. Arya Kepakisan. Si Tan Mundur. berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. Arya Kenceng di Tabanan. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan. Beliau melaksanakan paham Siwa. Si Tan Kawur. Arya Dalancang. Ida Mas serta Ida Patapan. Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. Ida Keniten. Arya Kenceng. ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. atau Danghyang Dwijendra. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan. Arya Dalancang di Kapal. Arya Temenggung di Patemon. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha. Arya Belog di Kaba-Kaba. Arya Belog. Arya Manguri. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. demikian cantiknya. yang wanita di Sumbawa. Ida Danghyang Smaranatha. Kriyan Punta di Mambal. pendeta yang pandai dan bijaksana. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. diperistri oleh Danghyang Nirartha. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Arya Temenggung. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. Ida Kemenuh. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang. Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. Ida Dalem beristana di Samprangan. Arya Pangalasan. adiknya di Pasuruhan. Arya Kanuruhan di Tangkas. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Ida Manuaba. Ida Danghyang Panawasikan. Arya Pamacekan di Bondalem. dan Arya Kutawaringin. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . bagaikan Dewa Wisnu menjelma. Arya Wangbang . Arya Sentong di Carangsari. memiliki dua orang putra.

sangat sukacita beliau Mpu Bekung. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. selalu berada di tempat perjudian semata. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. dan karena permohonannya itu. Artinya: Bang dari merah warna api itu. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau. konon.Gunung Agung. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. tidak pernah tinggal diam di rumah. Di mana saja ada perjudian. Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. Setelah beliau memiliki putera. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya. Diceriterakan. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa. Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. Selalu kalah saja. memuja Dewa seraya . Karena kesaktian beliau. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan.Demikian dikatakan di Babad Dalem.

kemudian meminum sarinya susu. sesuai dengan keinginan Sanghyang. putraku Sang Bang. ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik. seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu. ada di rumah". kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau. Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. memuja saya ? Segera katakan. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir.mati. maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu. bermalam di sana. Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. agar saya menjadi tahu !". dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. apakah dia masih hidup. apa keinginan Mpu. Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". sampai beliau kenyang. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". Namun.putra Mpu. seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. bermaksud menghaturkan sarinya susu. Sesampainya di Tohlangkir. ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda. karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". . Anak hamba sudah ketemu. janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu. lengkap dengan gentanya. Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah .membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara . Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan. hamba menghadap pada paduka Bhatara.sudah. Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu. sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". atau apakah dia sudah . Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya. pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. namun belum juga ketemu. ayahandaku. seraya berkata: "Duh. agar segera pulang kembali. Mpu saya minta sarinya susu lembu. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang. di mana dia berada". dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang. sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. hendaknya Mpu jangan bersedih hati. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang. Singkat ceritera. sejak lama hamba mencarinya.

tetapi secara sembunyi . diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. Sang Bang. apapun yang ananda minta akan kuberikan . bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. "Aduh ananda. Ki Brahmara. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. selalu kalah setiap hari ". seraya membunyikan genta. Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. Lalu diminumlah susu itu. segera katakan !". hamba bermaksud untuk memohon modal. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang. di depan gua. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. Diketahui emas itu oleh putranya. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung. seraya berbalik. seraya meminum susu itu. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi. sekarang apa yang kamu inginkan. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. serta genta milik ayahandanya. membuat geger.sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya. Karena keadaannya demikian. Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. Segera beliau pulang. dipakai modal di tempat perjudian. Ayahanda berikan". jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. sampailah beliau di Tohlangkir." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. Karena sekarang sudah memiliki emas. bagaikan sebutir kelapa besarnya. Seusai meminum susu itu. . tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat. akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. "Demikian hatur beliau. Karena demikian. lalu beliau berpikir keras. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. Tidak diceriterakan perjalanannya. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. Singkat ceritera. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. seraya bersabda: "Ambillah emas ini. nista sekali hamba berjudi. saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu. beliau mengeluarkan emas. memuja Dewa.

Besakih yang ditujunya. Di sana beliau melihat onggokan abu. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan. Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya. Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. seraya mencari sarinya Susu lembu. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. Segera beliau mengheningkan cipta. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. Desa-desa diselusuri mencari putranya. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. Ida Bhatara kembali ke gua . Karena demikian kata Ida Sang Bang. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. semaumu akan kuberikan". berkehendak mengikuti perjalanan putranya. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. meminjam tidak diberi. maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja. Segera diketahui dengan jelas. Atas kehendak Hyang Widhi. Lalu diambil emas itu. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. lalu segera menuju Tohlangkir. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. Bebalang. katakan. memuja Dewa. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. habis juga modalnya. berhutang di perjudian tidak dapat. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. sementara buah genta berada di sebelah abu itu. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. serta membunyikan gentanya. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. Datang lagi ananda membawa susu. Singkat ceritera. Segera beliau pergi menuju Bali. menyimpan genta saja. seraya berpikir-pikir. tidak sampai satu bulan. sebab merasa ekor beliau terluka. Karena genta itu betul-betul genta utama. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya. Karena itu.segera ananda pulang. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran. poma". poma. Karena beliau berbadan panjang. mengheningkan cipta. namun tiada juga ditemukan. Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara. Setibanya beliau di Tohlangkir. Apa lagi permintaanmu. Bangli. sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. Karena kesaktian beliau. jelas . itu sebabnya kembali beliau mengelana.

sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. Karena sudah jelas diketahui. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. Bila mana berkenan. ampunilah anak hamba. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. Lama Ida Bhatara berdiam diri. Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. Mukanya cemberut. Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. Lama sudah beliau melakukan pemujaan. ingat diperdaya oleh suara genta. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. Karenanya. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara. sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. karena akan nampak sangat maha utama. hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. Sang Mpu. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . Setibanya di depan gua. disebabkan demikian besar amarahnya. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. Lama beliau menunggu. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. Inggih. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor. seperti sebelumnya. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". bila demikian permintaanmu. sebelumnya. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. . Basukih Stawa dan Utpeti. meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka. juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". di samping terlihat nista. Namun. Bila mana dia nanti hidup kembali. Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. habis sudah dosanya. karena dialah anak hamba satu-satunya. demikian memang dosa anakku itu. barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. namun rupanya dia sudah menjalani kematian. maka Ida Bhatara berkata perlahan. bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun.

demikian menakjubkan. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. dengan anting anting. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda. Jangan ananda salah terima dan salah . ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau. Setelah usai bertemu wirasa. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. seperti baru habis tidur layaknya. bergundala dan memakai sekar taji. dengan hiasan candi kurung. Memang. sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. perilaku ananda sungguh tak terpuji. tidak lagi Mpu Bekung nama anda.mantra anda. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja. Diamlah dan tinggal ananda di sini. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha. Pantas anda bergelar Siddhimantra. semoga Dirgahayu. maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. Silakan. kalau ananda bisa hidup kembali. disebabkan karena marah beliau tak terhingga. dan juga beliau sekarang bisa terbang. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. selesai sudah gelung agung itu. Perlahan. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. didahului dengan pujastuti weda mantra. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. memenggal ekor Ida Bhatara. Mpu Bekung. dan ketika sadar. karena semuanya sudah berhasil. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. disebabkan kesaktian beliau masing-masing. engkau anakku Manik Angkeran. dengan janji. kalau ananda kembali ke Jawa. Sejak sekarang. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. demikian sakti dan makbulnya japa . Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu. segera beliau membuat gelung mahkota. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. Sesuai perjanjian. Selain itu. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih. hidup seperti semula. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. pulanglah sahabat karibku. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. memang demikian saktinya anda ini. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. beliau cepat lari. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. ayahanda akan kembali ke Jawa. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. garuda mungkur. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. Demikian suka citanya beliau berdua.

IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. sebab sebenarnya. mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". Kemudian ada lagi nasehat ayahanda.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. sekarang ananda berwenang menjadi pendeta.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi. Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. tibalah beliau di tanah genting . menyelesaikan upacara. beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa. agar ananda senantiasa menyelenggarakan. sebab kalau demikian. Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah. Di sana beliau termenung -menung. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan . memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya. Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. berdwijati namanya. Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. Menyatukan batinnya. Di samping petuah tersebut. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali. sangat nista disebut orang. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek. Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting. lindu dan gempa terjadi. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra.paham. Besakih. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. hidup untuk keduakalinya. menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut. sebab janji beliau sudah demikian pasti. Jangan sampai menurun. kilat dan halilintar bertubi .

sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang. Berkata lagi Sang Bang. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. sebagai penua di desa Bukcabe. dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. Kalau saya. Ki Dukuh menjawab agak marah. keluarlah keisengannya untuk pamer. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . membersihkan padi gaga. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. ini benar-benar brahmana aneh". Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. namun saya membuat tempat tinggal di sini". Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera. Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. Saya ini memang benar putra seorang Mpu. apa lagi dipakai membakar. Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. menjadi tukang sapu". sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. kalau begini cara Bapak bekerja. itu juga pekerjaan utama. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana. masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. Sekarang saya balik bertanya. Besakih. sepertinya bermain-main. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". Kakek ini siapa. memuja Sanghyang Parama Wisesa.Pura Besakih. Setelah membersihkan diri. namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. membersihkan rumput dan menyiangi. yang berada di dalam diri sebenarnya. "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir. Lalu. Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci. Beliau melaksanakan Kadharmaan. kalau tidak anda ini brahmana hina". namun karena kesaktian beliau. kalau bukan api. Tak sekalipun beliau lalai. kalau demikian halnya. berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. bukan brahmana hina. berhasil beliau mengadakan putera. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan.

nampaknya semuanya lengkap hadir. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. Ki Dukuh dengan isterinya. perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. Ki Dukuh merasa kalah. menyatukan pikirannya. Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. matang sudah yoga beliau. Setelah selesai janji itu.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti. Tersebutlah pada hari yang telah disepakati. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu. Tatkala api itu berkobar. namun sekaligus merasa untung. Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun. Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. Demikian hatur Ki Dukuh. seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. yang telah menjadi pendeta yang bijak. ke sana Bapak pulang. kemudian menghaturkan sembah "Singgih. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. Ratu Sang Bang. ditemani dengan anak dan kerabatnya. karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. isteri serta keluarganya. serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. serta semua milik hamba beserta rakyat. Setelah melakukan yoga dan samadhi. Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah. Setelah tepat benar matahari di atas kepala. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. kalau benar seperti perkataan l Ratu. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh. serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. kemudian mamusti. menjadi pulih kembali perasaan beliau. Beliau berdua pulang ke Nirwana. seraya lama termenung. Sejak saat itu . menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. Tidak berapa lama. Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung. pagi . Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". berkobar. selanjutnya melompat juga ke api. hamba akan menghaturkan diri. berdiam diri. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". "Nah. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. kalau begitu. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. menjadi terhenyak Dukuh. keduanya memakai pakaian putih-putih.

Beraneka macam memang suara burung itu. kemudian lupa kembali. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. juga tidak bisa beliau mengingat. bijaksana serta dibya caksu. terhenyak beliau. maka didekatinya wanita itu. Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. siapa gerangan wanita itu. Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman. sepertinya acuh. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. cantik tiada bandingnya. serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. kemungkinan juga akan mandi. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu. Tatkala itu. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. bernama Ni Luh Warsiki. wanita itu juga diam menunduk. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. tuan puteri yang bijak. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. lalu menangis. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. Tiba-tiba beliau berhenti. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. Setelah agak lama mengingat-ingat. di mana. pintar. disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. Ingat lagi. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana. namun tidak ingat lagi beliau.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. Kemudian beliau merasa-rasa. selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. siapakah gerangan tuan . Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih. sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. diserahkan kepada lda Sang Bang. Setelah beliau memasuki hutan.

kalau berkenan. Sebenarnya sekali. datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari. apakah tuan puteri benar manusia. terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri. sebenarnya tuan puteri Bidadari ?". Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta. Kedatangan hamba ke sini. sekarang ini. jangan sekali Tuan Puteri marah.. Sebenarnya Sang Pendeta. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut. Dewa. Lagi seperti dikenai sindiran. hanya bersenang-senang". yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba. semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". Ya. begini . mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". dahulu. namun senang atau sedih. di kawasan Besakih ini. Tetapi sebenarnya sekali. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. Di Sorga. apa yang akan tuan sampaikan. diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang. suka atau duka. memang demikian Sang Pendeta. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda. Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya. "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. "Ya. hamba masih terlalu muda". dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda.. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. yang sangat bijaksana. yang membuat hati ini senang. "Kalau demikian. lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. Kok sendiri di tengah hutan begini. tentu tuan puteri adalah Bidadari. bagaikan ditarik hati hamba. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup. Namun . Sebenarnya. apa Wong samar orang maya. memang demikian Sang Pendeta. Seraya menyembunyikan rasa gugupnya. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". hanya tempat ini yang paling indah. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. "Aduh. Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. sudah hamba sangka. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. seperti terkena sindiran Sang Pendeta.puteri ini. Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir". karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. Kalau wanita. "Inggih. Hamba bersedia untuk mendengarnya. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. namun bisa juga disebut baik sekali". Kalau seperti hamba. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". hamba ini bukanlah manusia maya. Dari mana tuan puteri. sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. perkenankanlah hamba memohon maaf. atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra. Berkata Sang Pendeta: "Duh. Demikian kata Sang Bidadari. Pendek kata hamba ingin mengatakan. Demikian Sang Bidadari segera menjawab. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. dan juga bukan manusia". memang tidak kurang tempat yang indah. hamba memang bidadari dari Sorga". tidak tempat yang indah saja.. ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan.

yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. l Dewa. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. Lalu. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. Sebab bila demikian perihalnya. jadi hambalah yang dikalahkan. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. Karena itu. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. Namun jangan kanda merasa khawatir. Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. ke sana kemari para Dewa mencari dinda. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. kanda sanggup. Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. walaupun di sini di dunia. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. seraya berkata: "Duh. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. seperti sekarang".setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. Namun terasa sangat samar hal itu. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. kanda akan ikut. semasih kakanda berada di sini". mengikuti perjalanan kanda. Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. dindaku. Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. seraya tersenyum. Ya. dinda bersedia mendampingi kanda. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. jadi dinda menghadap Ida Bhatara. Namun. Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. Baru demikian Sang Bidadari berkata. tidak juga ada datang-datang. agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan. ke mana pergi dinda. beliau melebur badan jasmani - . dinda tidak lagi berpanjang kata. kalau demikian halnya. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga. tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. ayah kakanda. Kanda hanya melaksanakan. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. permata hati kanda. karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. kalau demikian. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. karena janji Ida Bhatara dahulu. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. semua dinda ketahui".

ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi. yang juga berprabawa agung. seorang wanita yang cantik jelita.Ni Luh Murdani. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide. tampan. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. Ya. kebijaksanaan kepada para putera itu. Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". Karena memang putera orang yang bijak. sudah ditekuni dan dilaksanakan. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. Namun sebenarnya. Diceriterakan di kawasan Besakih. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. Semakin lama. sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. Bagaikan Brahma. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri. semakin subur makmur. Serta oleh Sang Pandita. Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. Wisnu. kalau demikian halnya. ada pendamping Ida Sang Pendeta. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". Tegenan serta Batusesa. Merah warna paras muka beliau sudah sirna. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. Sang Bidadari berhenti sebentar. semua putranya itu meningkat dewasa. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. tiada kurang makan dan minum. Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. Dari isterinya . Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. tampan. dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. kawasan Bukcabe. Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. Danghyang Bang Manik Angkeran. tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". Sekarang. Semuanya pandai. berprabawa cerdas. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. lahir seorang putera Iaki-laki. dan senang pujian. Singkat ceritera. Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari. muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. Begini. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama.baik ditekuni oleh Sang Tiga. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. Demikian kata-kata Sang Bidadari. jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. Singkat ceritera. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". Namun ada kekurangan beliau sedikit. kemudian mengadakan putera Iaki seorang. Besakih. kanda temani dinda menuju Pasraman. Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta.

Sehelai bulu ayam. dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. Ni Luh Canting kemudian hamil. Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. dibukanya kekeb penutup alat masak. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. manakala isterinya menaruh sebulir padi. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka.itu oleh Sang Bidadari. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya. Ida Bang Tulusdewa. pada suatu hari. menanak nasi dengan sebulir padi. yakni Ida Bang Banyak Wide. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. jika dimasak. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. Setelah berapa tahun lamanya. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. Tidak diceriterakan di jalan. sampailah beliau di hutan Jehem. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. tiada kurang suatu apapun. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. Setelah lama nian memasak. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. diberi nama Sira Agra Manik. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. menuju Padukuhan. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa. . kemudian. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci. Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. menjadi ikan ayam. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih.

Dinda sangat berbesar hati. moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. Pada saat itu. akan meninggalkan ananda. belum ada dan belum berdiam di Besakih. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. tepatnya di daerah Daha. serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih. mengenai perihal itu. adikku berdua. Bang Tulusdewa. lalu beliau memanggil putranya bertiga. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . Bersama isterinya yang dua orang itu. ditinggal oleh ayah serta bundanya. Bang Banyak Wide. maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka. kanda akan mengikuti perjalanan dinda". bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang. marilah kita pergi ke sana. beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. mungkin sekali Ida l Kakiyang . Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka. yang kanda kasihi dan cintai. beliau kemudian berpulang ke Nirwana. kata beliau Kakek kita yang bernama. Sudah usai rupanya perjanjian kita. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda. Sang Pandita. Pada hari yang baik. karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. masih tulus bhaktinya. Perihal keinginan kanda . Setelah semuanya duduk. bertempat tinggal di Pulau Jawa. dicamkan betul oleh para putranya bertiga.kakek kita. Lagi pula kalau Kanda pikir. Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. l Dewa. namun mohon dimaklumi. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. l Dewa Bang Wayabiya. Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku. agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan. Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka. berpikir Sang Bidadari. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita. untuk pulang kembali ke Sorgaloka". Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". Baru didengar perkataan kakaknya demikian. Dan lagi. Ida Danghyang Siddhimantra. diiringkan oleh isterinya berdua.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. mohon maaf. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta. putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. Satukan diri ananda dalam bersaudara. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. Dinda sekarang. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda. agar kita mengetahui keberadaan beliau. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua. memang wajar sekali. Tinggallah para putranya bertiga.bersuamikan kanda. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu.Saat itu. Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. Diceriterakan. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra.

yang sedikit bangunannya. Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata.! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. Yang nomor dua. Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda. tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. jarang sekali berjumpa dengan manusia. silakan palungguh kanda pergi. seperti menjadi petuah dari ayahanda". demikian teguhnya kepada tekadnya. beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. Kalau kakanda berkehendak akan pergi.dinda berdiam. karenanya. berupaya beliau menumpang di tempat orang. berpikir-pikir. Pada hari yang baik. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa. Ayu kabeh. dinda juga. Kalau hari sudah menjelang malam. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. Jalannya juga lebar. di mana beliau merasa lesu. mohon maaf pula. seraya berangkat. . ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan. Pada siang hari beliau berjalan. Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. menurut kanda. Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. di Bali agar ada. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. demikian banyaknya desa. Kemudian beliau berkata: "Inggih. perumahan serta hutan dilewatinya. berat rasanya bagi dinda. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang. Semoga kanda selamat. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih.kanda itu. Demikian hatur adiknya berdua. patut juga. di sana berharap untuk beristirahat. lembah dan jurang yang dituruninya. semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". Ala tunggal. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu. dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. menghadap kepada Ida l Kakiyang. namun Ida Bang Banyak Wide. di mana saja mungkin kanda . Kalau kemalaman di desa. setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. ke Jawa. Singkat ceritera. agar semuanya bisa ikut menikmatinya. Biarkanlah hamba di sini di Bali. walaupun belum dinda ketahui. dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. Itu juga sangat pantas. kalaupun kanda . Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. silakan kakanda pergi sendiri. kalau demikian pendapat dinda berdua. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. walau masih jejaka muda-belia. Inggih. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal.dinda menemui kebaikan atau keburukan. namun seringkali beliau berada di tengah hutan. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini.

Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira. serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata.Setelah tenggelam sang mentari. dadine sira Kaki pasti maweruha. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta. Di samping itu ada petuah Kakek. sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. Sudah dibunuh oleh sang raja. Singkat ceritera. sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. kalau demikian maksud tujuan cucunda.tidak berketurunan kakekmu ini. eman-eman warnanta masmasku. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". Tidak lama. Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. Karena itu sekarang yang paling baik. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. apalagi untuk mendudukinya. Nah. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat . Di sini saja cucunda berdiam. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak. langsung akan hangus terbakar. semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku. jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. sekejap beliau sudah terlelap. Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih . Kagum kakek menyatakan prabawamu . seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. dahulunya. Sebab itu sekarang putung . ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. karena demikian lesunya. kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero. Nama hamba Sang Banyak Wide. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah. Konon. di tempat batu itu. anakku. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran.Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita. Demikian gembiranya beliau.. tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. Cucuku menjadi pewaris keturunanku. Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. dengarkan kakekmu ini. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta. gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ". kalau hinggap di tempat itu. Ternyata itu ternyata sebuah Griya .tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana. maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha. sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. bernama Sira Bang Guwi. Singkat ceritera. bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. ndi sang kayeng tuan. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. Siapa namamu. agia tunggal-tunggal. dosanya karena membangkang kepada raja. yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan. Walau hanya seekor capungpun.kadharma putera.

sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu. Siwatwam. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. tidak bisa dipisahkan lagi. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana . tak urung mereka akan membunuh diri berdua. waciko suklam. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. lalu berkatalah beliau ?Ah anakku. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu. jikalau demikian keinginan mertua nanda. ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. trikayam pansudham. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . bagaikan Dewi Saraswati nampaknya. kalau menurut saya. kayiko. itu semua agar dipuja. pustaka weda. maka dengarkanlah ini. sebagai . serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara.peralatan pemujaan pendeta.Diceriterakan sekarang. demikian atur Ki Arya Buleteng. silakramam. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. parasnya cantik nian. manaciko sidha pumam. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. Kalau saja dipisahkan. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. ananda menuruti kehendak mertua hamba. sampai di kelak kemudian hari. namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah. jagadhitam purohitam. Puranam tatwam tuhwanam. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya. berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng. juwita hatiku Sang Banyak Wide.putera dari Ki Arya Buleteng. dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita. agar menjadi Arya. Belum selesai perbincangan beliau berdua. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri. dan jika nanti hamba memiliki keturunan. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. sekarang menjadi Arya Pinatih. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. yang menjadi patih di Kerajaan Daha. Demikian juga putra sang Mpu. witing kunam purwa Daham. untuk menghadap kepada sang patih. I Gusti Ayu Pinatih. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. sirarya pinatyam maho. wacanam wara widyanam. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku. sering berkunjung ke Puri. Singkat ceritera. Sang bang. beribu maaf. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. Ida Bang Banyak Wide. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. brahmanawangsatitah. tatkala itu sudah remaja putri. pujatityasam.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum.

jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. madya utama. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. di kemudian hari. berhak mempergunakan bade bertumpang 9. jangan tidak periksa. wetu tunggal. Serta ada lagi nasehatku. kokoh melakukan tapa yoga brata. bukan sanak saudaramu itu. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. OM ANG medhalong.palebon. kepada mu. jika meninggal bayi belum kepus pungsed. Jika ada yang meninggal sudah dewasa. walaupun jauh tempat tinggalnya. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. cuntakanya 7 hari. petulangannya lembu. remaja atau sudah tua. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. Serta ada pula anugerahku. maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng. Bilamana yang meninggal adalah walaka. serta jika melanggar seperti nasehatku ini. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . dan bila sesudah meninggal. pandai akan ilmu kerohanian. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang.Pernikahan Agung itu. serta selalu mengupayakan ketrentraman. serba putih. janganlah ananda kadropon. sungguh dia bersanak saudara denganmu. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. berkehendak untuk ikut menyungsung . pendeta. dalam hal bersanak-saudara. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. dinamai Ida Bang . bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. semuanya celaka. semua rakyat menjadi riang dan gembira. Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. berhak mempergunakan bade tumpang 7. cuntakanya 11 hari. ANG OM mepatang. demikian yang berlaku pada Arya Pinatih. serta sarananya.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya. yang berasal dari brahmana dahulu. cuntakanya satu bulan 7 hari. Jangan lupa pada nasehatku ini. perhatikan dahulu. namun belum tanggal gigi. tahu tentang Filfasat Kedharman. habis. yang .satu menemui celaka. jika melanggar nasehatku ini. mengaku Sira Arya Pinatih. terkecuali naga bandha. Habis. demikian pahalanya. berhak dipakainya. berhak mempergunakan padmasana. Para raja-adipati. Semuanya paras paros. Serta bila walaka biasa meninggal. semua sarana yang dipakai ksatriya. jika melakukan upacara atiwatiwa . bhatara Kawitan. Ada nasehatku juga. menyucikan diri sanak saudaramu kelak.? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng. kalau ada keturunan Arya Wang bang. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda. jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed. jika ada orang luar desa datang. walaupun orangnya nista madhya utama. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM. Ingatlah hal ini. Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki.pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. hala kabeh . menjadi pendeta maharesi. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna. dapat didiksa. hala tunggal. dan berhak ikut menyungsung bersama. serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. menganut prilaku Brahmana Wangsa.

Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. tidak urung kemudian kalah Singasari. semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. Sesampainya di Madura. Namun tiada berapa lama. Kemudian Singosari diserang oleh Daha. sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. kemudian menghilang. Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha.Bagus Pinatih. Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. Di tahun Masehi 1292. Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. sepanjang hidup keturunan Tuanku. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. diadakan daya upaya. Singkat ceritera. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. mempergunakan nama sang ibu. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. hutan Tarik itu sudah diberikan. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . Singkat ceritera. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha. Pada hari tertentu. Katanya : ? Inggih. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. kemudian memohon hidup.

Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. tidak berselang lama beliau . Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. segera memberitahukan rakyat beliau. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. akan menantang Ki Patih Nambi. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. Kemudian. Arya Adikara. Lama kemudian. Ramai nian perang itu. Sira Ranggalawe direbut. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. Setelah selesai upacara palebon itu. berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama. serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. menantu serta cucunya. Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. Singkat ceritera. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. kembali ke Puri Tuban. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. Diceriterakan sekarang.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. memerintah kawasan Tuban.

Kemudian cucu beliau. Ki Buan di Batur. Arya Kenceng. Tumenggung Ki Kala Gemet.Ularan berdiam di Denbukit. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. Jika Gurun. Inggih. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu. Tanjung Pura. saya baru akan beristirahat. Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. Arya Delancang. di Tengkulak Peliatan. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. keturunan Kyai Karang Buncing. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. walau kepada para dewa sekalipun.?. Arya Belog. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Sunda. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. Arya Kepakisan. Pahang. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. Demung I Udug Basur. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. Tumasik telah tunduk. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. Palembang.menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang. saya baru beristirahat. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra. Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. Haru. Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya. Seran. Menteri Girikmana . Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan. Dompo. digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis. Bali. Disebabkan karena merasa diri sakti. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. Arya Mangun. Ki Tunjung Tutur di Tianyar. Dalem Bedaulu Kalah. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. Ki Kopang di Seraya. Sesudah Raja . bertempat tinggal di Tengkulak.

mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. Arya Kenceng di Tabanan. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku.Bedaulu mangkat. Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. Kriyan Punta di Mambal. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu. laki tiga. dijadikan penguasa di Bali. Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. wanita seorang. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang. Diceriterakan kemudian. Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. kemudian berpulang ke sorgaloka. Arya Dalancang di Kapal. sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. Arya Belog di Kaba-kaba. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya. Arya Sentong di Carangsari. memiliki putra laki seorang. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. Selain dan para Arya tersebut. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. Oleh Mahapatih Gajah Mada. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. turun di Lebih. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. Arya Belentong di Pacung. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana. Arya Pamacekan di Bondalem. Arya Temenggung di Patemon. serta berkedudukan sebagai Adipati. Arya Kanuruhan di Tangkas. Badung. serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan.000 orang. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. Arya Jrudeh di Tamukti. untuk diasuh di Majapahit. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. karena itu timbul huru hara. tahun Masehi 1380. diberikan tempat tinggal di Pacung. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan .dari Pulau Jawa.

I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati. I Gusti Bija Pulagaan. Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran. bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya. Diceriterakan Ida Bang Panataran. I Gusti Nyoman Jumpahi. I Gusti Gde Tembuku. sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453.Gusti Putu Pahang. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya. Banyak .

Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. I Gusti Putu Pahang. Badung. . maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. I Gusti Jumpahi. Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.para penguasa dan pejabat yang melamar. Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. namun tidak diberi. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku.

akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. Tidak diceriterakan di tengah jalan. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna. diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan. Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang.Itulah keponakan yang diutus. demikian kalau diperumpamakan. kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih. yang merupakan . yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung.

Kaget Ida Bang Panataran. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini.paman kami. yang bernama Ida Bang Banyak Wide. karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih. yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?. Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . seperti gugup tak bisa berkata-kata. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen. karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran.

kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih. Demikian halnya dahulu. dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. pada saat dulu. saat . Karena mendengar hal itu. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen.Jawa. Ida Bang Wayabiya. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”. Nah. sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya. maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. namun tidak dijumpainya.

Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri. tanpa tujuan. Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih. pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi. . kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu. lamaran itu tidak bisa dipenuhi. Karena sudah selesai perbincangan itu.itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati.

kemudian lahir putra beliau. Inggih. serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya. tentram wilayah itu. serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan . Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. Badung. demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel. Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen. yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih . hama menjauh.Hentikan dahulu. Wilayah itu menjadi makmur. mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. akan dijadikan penguasa di kawasan Badung.

kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening. sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. yang bemama I Dewa Manggis Kuning. dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . Keesokan hannya diingat kembali . Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang. disebabkan karena kebagusan rupanya.lentera di Sumanggen. akan dijadikan penguasa di negara Badung. Sesudah diberi tempat di Badung. dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung. ganteng seperti Arjuna.

berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. Karena demikian halnya. Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. Pada saat malam tiba. tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. kemudian I Dewa Manggis digulung tikar. menyerupai selir. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi. . bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng. namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan.I Gusti Ngurah Pemecutan. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara.

diketahui oleh Kyai Kenceng.kemudian dibawa keluar puri. ditindih dengan selimut. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. Karena berupa seorang wanita. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. bersama putri beliau. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis. Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. maka tak seorangpun hirau. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. ditaruh di depan rumah. Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. Dan lagi bapak sangat . Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu.

. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini. Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih. Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya. Ini ada anak bapak seorang. Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. kemudian berpulang ke Sorgaloka. Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur. agar mendampingi ananda dipakai isteri.mengasihi ananda I Dewa.

I Gusti Nyoman Bona. I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. I Gusti Putu Pahang.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. I Gusti Bedulu. I Gusti Abyannangka. serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. I Gusti Ngenjung. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. I Gusti Ngurah Kapandeyan. Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja. I Gusti Ngurah Tembawu. I Gusti Nyoman bija Pinatih. I Gusti Batan. . I Gusti Ayu Tembawu. semuanya besembah sujud. I Gusti Nyoman Jumpahi. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. tidak bisa dihitung jumlahnya. Tidak ada manusia yang beranai. sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana.

I Gusti Ngurah Anom Bang. I Gusti Arak Api. Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. serta I Gusti Nyoman Pahang. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. serta Falsafah menuju . I Gusti Ngurah Puja. I Gusti Ngurah Made Pinatih. Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih. I Gusti Ayu Pinatih. I Gusti Ngurah Anom. I Gusti Ngurah Mantra. Demikian keadaanya dulu. I Gusti Celuk. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. I Gusti Balangsigha. I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning. paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat.I Gusti Miranggi. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. I Gusti Made Pahang. datanglah masa tidak mengenakkan.

menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. pada hari besok hamba akan pulang moksa. Demikian atur sira Dukuh. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?. akan pulang ke Sorgaloka. menjawab sira Dukuh : ?Inggih. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih. hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. ?Ah masa aku kurang apa. banyak memiliki rakyat. kokoh membangun kebaikan.Kematian atau Tattwa Pati. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. akan moksah?. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. menjadi penguasa. Saya saja yang begini. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?. Memang benar hamba bisa moksa. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. . Karena demikian kata I Dukuh. tidak bisa melakukan moksa. janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !.

serta agar membawa tongkat. Sesudah masak betul yoganya.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. lepas. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. Pada keesokan harinya. kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. dari atas. bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. Sesudah itu. kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. jatuh . semua bersiap. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih. kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. menghadapi pedupaan. berpikir dalam hatinya. ada dari bawah. ratuning wilayah Kerthalangu. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut. Inggih hentikan dahulu sampai disini. memang benar Ki Dukuh moksa. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi.

Semuanya merasa masgul. putra. cucu semuanya. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan. Karena itu halnya. Sesampainya disana.berkelompok ? kelompok. direbut oleh semut. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan. berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. Namun masih saja dicari. berencana akan berpindah dari Purian. diiringi rakyatnya semua. telaga itu dikelilingi api. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. Kemudian . Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. menuju Pura Dalem Paninjoan. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh. ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. Karena demikian keadaannya.

beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu. yang pernah berpaman dengan I Dukuh. kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. seperti para putranya semua. karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran. serta diberitahukan kepada balanya. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed. yang ada di . boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya. siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu. Usai sudah perbincangan diadakan.

semua bertempat tinggal di Tangtu. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. ke Padanggalak. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu. Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. jika tidak ada I wong Tembawu. Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu.Kerthalangu. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. I Pasek Kayu Selem. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu. Ida Peranda berdua dengan senang . akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung. Macan Gading. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih.

serta ikan itu berulat. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. di Glogor Carik. di Tegal. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. Karena demikian keadaannya. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. untuk wilayah Padanggalak. di Seminyak. tidak boleh berkata sumbar. sangat berbahaya dikatakan. buahnya dipetik sekarang. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. dan hal itu sudah menjadi bukti. kembali direbut semut. banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. Singkat ceritera. baunya sangat busuk. Semakin banyak semut itu datang. Hentikan dahulu. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. Ada yang mencari tempat di Kepisah. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. ada di Pedungan. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. Karena semuanya merasa gundah. Kyai Anglurah Agung . Tidak berapa lama disana.hati memberikan restu untuk hal itu. serta menyesali diri. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut.

Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. untuk mencari tempat. Tempat Pemujaan dulu . karena itu berpencar para putranya. yang kemudian pergi menuju ke arah timur. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara. I Gusti Blangsinga. maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku. ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. karena tempat disana sempit untuk banyak orang.Pinatih. Di Kapal. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. semuanya dengan rakyatnya. yang merupakan sungsungan Desa Adat. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker. Dalem Pande dan Dalem Dura. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. kembali ada semut yang datang. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. sehingga bisa berjejal disana. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua.

mendapatkan putra. ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem. bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya. namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. sebagai warga Pinatih. kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan. I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan. .bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup. Krobokan. juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. putranya masih di Blahbatuh. Setelah berputera. ayahnya masih di Batubulan. Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu.

yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. di Ungasan serta Umadwi. sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem. diiringi oleh rakyat. ada di Jimbaran. ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem. lalu ada yang berpinda ke arah selatan. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya. ada di Bukit. Demikian ceritanya dahulu. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . Halnya seperti dibawah ini. masih di wilayah Kerthalangu. Kesimpulan pertemuan itu. para putra dan cucu.Hentikan dahulu.

Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. diikuti juga oleh saudara ? saudara. agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. akhirnya sampai di Jenggalabija. Setelah usai pertemuan tiu. dan berdiam di Tebesaya. seperti pasiwakaranaan serta pustaka. dan tidak diceritakan di perjalanan. karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. cucu semuanya serta rakyat. Kyai Anglurah Made Sakti. kakanda akan menghadap kepada Dalem. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made . dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya. kemudian menuju arah barat. Sesudah itu. dinda menuruti kata ? kata kanda?. kakandaku.adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat.

I Gusti Pelagaan. Demkian dahulu. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. I Gusti Nunung. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. Di Tulikup. agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. I Gusti Sukawati. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. I Gusti Kembengan. I Gusti Sayan. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. dan I Gusti Kutri. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. seperti para putra I gusti Bona. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. putranya berdiam di Banjar Bias. I Gusti Pandak. Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. I Gusti Bedulu. berpikir. I Gusti Benculuk.Pahang di Tulikup. I Gusti Manggis. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. I Gusti Nangun. I Gusti Arak Api. bernama I Gusti Nyoman Natih. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. I Gusti Meranggi. I Gusti Berasan. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. Lama beliau berdiam. yakni I Gusti Tegal. Sejak berkuasanya leluhur . I Gusti Sampalan. ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. I Gusti Kandel.

atas perintah Dalem. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. mengukur tempat untuk . di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan.Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. tempat Puri. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. Sedangkan di Bukit Mekar. Walaupun tempat itu sempit. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara. juga agar mendapatkan keselamatan. Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih. Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. Demikian dahulu. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. Rakyat semuanya mengiringi. Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung.

Penuh sesak di banjar Mincidan. Setelah sesak di Bukit Mekar. Kemudian ada diceritakan para . kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. dekat dengan Banjar Sangging. Dari Banjar Gerombongan. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng. yang diberikan lagi tempat di Kusamba. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. Dari Banjar Galiran. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening.Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan. karena sesak. tempat itu bernama Banjar Galiran.

Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya. Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu.466265 n2 n3 4 n5 . Denpasar. berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas. Bali. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu. Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan.Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. berganti naman menjadi Pura Sari Bang.putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya. Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan. membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing. serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . Telp: 0361 .

Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. tidak mengikuti kakaknya. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada.diberikan tanda silang . rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. sebagai tanda. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria. Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah. Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . beliau ahli dalam sastra. kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu. kemudian beliau pulang ke Puri. ketika matahari sudah berada di atas kepala. saya akan membangun desa serta perumahan”. Kyai Ngurah Made Sakti benar . Ketika hilang asap itu. Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian. karena itu segera didengar olah rakyat Bija.pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini. sesampai di tempat itu. Sesudah sampai di puncak. Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. .kira ada 80 depa. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. layaknya sebagai bun . kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu.benar bijak memegang kekuasaan. di sebelah timur Desa Pengumpian. karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan . seperti aneh rasanya dan juga menakutkan.Kesanga di tengah malam. kemudian menaiki timbunan bun itu. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun. Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun.Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti. semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu. Sesudah sampai di tepi hutan itu. kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala.Anggara Kasih. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun.tapak dara. kira . sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. bulan Bali yang kesembilan . kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya. kemudian pakai desa maupun perumahan. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua.akan sampai di angkasa. Setelah semua bersih hutan itu dirabas. kemudian dihentikan dengan senjata. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija. berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya.

karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan. diburu. Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. membawa senjata bersorak sorai semua. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. Sangat ramailah perang disana. semuanya berani menunjukkan keperwiraannya. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. diamping ada yang wanita. . Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. Kapal. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. I Gusti Anom Bija. ada di Suwung. Dipimpin oleh sang ayah. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. serta juga berganti nama menjadi warga Bun. Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. karena anaknya itu merasa diri pintar. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun. di Wimba serta Blumbungan. saling tusuk. adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. kemudian masuk ke Puri Pangumpian.tamak. moha hatinya.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura . semua senjata itu bertatahkan mas. Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. itu sebabnya banyak yang mati. menanyakan prihal peperangan itu. I Gusti Ngurah Alit Padang. itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. Menyaksikan demikian halnya. Adiknya bernama Ida Ktut Abian. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun. disusupi oleh loba . I Gusti Ngurah Teja. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. I Gusti Ngurah Anom Lengar. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. Banyak yang mati dan banyak yang luka. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. saling bunuh. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. Agar sesuai dengan nama wilayah”. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian. Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. saling tusuk. Karena itu. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. semua keluar membawa alat senjata. saling penggal. ada yang mengungsi ke pegunungan. Sejak itu orang . kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal.

sedia akan mati di medan laga.akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya. Setelah dikelilingi puri Mambal itu. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . Demikian dahulu keadaan di Mengwi. dipimpin oleh Cokorda Mayun. tidak bagitu lama keadaan ini aman. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK. I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran.Kaba kemudian ke Lodsawah. menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya. dan semuanya mengenakan busana serba putih. Setelah selesai bertukar pikiran. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . adiknya I Gusti Bija Lekong. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. tidak berani lagi menentang. pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. penuh sesak disana di Darmasaba. menjadi gentar juga rakyat Bun. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan. karena sudah diungsikan - . Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya. karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar. Sesudah lama berdiam disana. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang. Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. yang paling kecil I Gusti Bija Leking.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas. takut. heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu.tengah mereka. Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun. bersama anaknya I Gusti Leking. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa. sangat duka hati I Dewa Karang. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. kemudian keluar ke depan Puri itu. dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. kemudian ada putra 3 orang. berdiri di depan pinti Puri. Menjadi takjub ppasukan Mengwi. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati.balik tempat tinggalnya. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. itu sebabnya bolak . Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. tidak ada yang membantah perintah beliau. yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. Singkat ceritera. serta para putra semuanya. ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba .

Paguyangan. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal.talu. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. Serta kalahlah pasukan Mengwi. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. Tamesi. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. saling tusuk. Ada yang beralih menuju Angayabaya. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun. Ada ke Tagtag Negara. Sesudah lama. Sesampainya di Bancingan Puri Bun. besar kecil. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. Bila saja berani dalam medan perang. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. merajan. Demikian ceritanya dahulu. yang sulung I . I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. saling tantang. kembali ke Mengwi. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. Jagapati. Kalau dihadapi jelas akan kalah. Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat. seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. saling penggal. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. Diceritakan sekarang di Puri Bun. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit. bertempat tinggal di Padangkertha.desa lainnya. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun. pura. dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. Dari barat. Angantaka. Kesimpulan pembicaraan itu. dan juga ada perumahan rakyat. saling banting. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun. seraya memohon diri kepada ayahnya. mengungsi ke wilayah Badung. Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan. setapakpun tidak mundur. Sibang. bersama dengan anak cucu. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa .diamankan oleh pasukan Bun. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . maka dilakukan penyerobotan. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. diceritakan masih di Bun. Ada putranya 3 orang. Singkat ceritera. wantilan. tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. serta dari utara. saling amuk. maka keadaan disana menjadi sunyi. tak ada seorangpun kelihatan lewat. bersorak saling ejek. pasukan akan dibagi dua. Jenazah Cokorda Mayun. I Gusti Meranggi. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. Sisa penjarahan adalah purinya. serta bersiap untuk meninggalkan puri. Pagesangan. serta rakyat semuanya. Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. sama . Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. Negara. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu.

demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos.Gusti Teja . Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya.masing. Jukutpaku. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. dicantumkan dalam pariagem. I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang. memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar.namanya sama dengan ayahnya. Singkat ceritera. Entah berapa masa sudah berpuri disana. ke arah timur perjalanannya. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. diberikan rakyat 200 orang. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. sangat percaya diri di hatinya. Demikian dahulu. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon. terus dinamai wilayah Negara. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. itu yang mengawasi di Pangrebongan. Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan. yang memamng keturunan Pinatih. sewilayah dengan Negara. Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari. disana di Dalem Pamuwusan namanya. sebab keadaan sudah membaik. dan juga di desa Singakertha. Sejak itu kemudian desa Kengetan. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing . maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti. semuanya merasa suka cita. Demikian dicatat di Pariagem. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang. Demikian halnya di masa lalu. Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. Sukawati. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. Karena keberhasilan itu. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. ada di lingkunga Ida Dalem. Demikian . Demikian keadaannya. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa. I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal. I Gusti demung menuju Timbul. di Dawan Banjar. Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun. ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. beliau senang melakukan persembahyangan. Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. terjadi huru hara. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. Keduanya.

Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa. ada yang pindah ke desa Timhun.tercatat dalam prasasti. sanak saudara yang lain menuju desa Aan. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida. . Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah. Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa.