BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya.anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8.• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w . juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma. Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani.

Raja – Raja Bali: a. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g. ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi. Raja Walaprabu k. Tampak Siring Bali i. binatang yang berharga adalah Kuda. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Ugrasena c. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. Anak Wungsu. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. Tugas Pokok dari Pasamuan . Anak wungsu h. Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. Raja Jayasakti. Marakata. Raja Jayasadhu Warmadewa f. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga.

yang biasa di panggil Dharmodayana. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih. Klian Subak. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. yaitu Dharma udayana Marwadewa. Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. mereka itu adalah: a. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja. yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Beliau memerintah bersama – sama dengan . berternak dan berdagang.

Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi. yang merupakan keluarga Raja Sindok. tejakula dan Badung. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. yaitu. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. Karang Asem. Pernade. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. Gianjar. Klungkung. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C. yaitu Mahendradatra. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Mangur dan lain – lain. Badung Badung. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. Dalam menjalankan pemrintahanya. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. Kerajaan Buleleng. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2.permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni.

karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya . Kemarahan memuncak. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. ibunya sendiri. karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti. Udayana dan anak Wungsu. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda.

terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama. H. Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). Namun. Setelah Raffles. dan WF Stutterheim. pada tahun 1931. yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta.J Korn. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya.Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Kern. seperti J. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . beberapa perwira. Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar. Pengganti Anak Wungsu. Pemberontakan itu gagal. tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa. Jaya Sakti. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis. ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java. 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. Pada tahun 1918. N.LA Brandes. gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996). Raffles tidak sendiri. dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa). Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh.

Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. Ketiga. khususnya di Bali. Indra. di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Bayu dan Kala. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte. Brahma. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. mulai dari sekte Sambu. Kedua. Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik.secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. Pertama. yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu. Wisnu (Wesnawa). Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. di Jawa melahirkan Kejawen. paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . Secara historis. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam. namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal.

Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Di Bali. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran. Dengan demikian. . Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana. yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). sekitar 923 Caka. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni. Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa. Pertama. Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. legenda Aji Saka. Selain kehadiran sekte-sekte. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. Dalam konteks seperti itu. keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan.

namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. Hyang Putra Jaya. Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta. . Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali. Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. mulai dari kitab Usana Jawa. kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit. di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit. Usana Bali. Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal. Gunung Semeru. Tonglangkir dan Rinjani. Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa. Dalam berbagai kisah mitologi. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990).Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. Namun.

Berbeda dengan masa lalu. Secara geneologis. Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah. Namun dalam pengertian yang berbeda. Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi.Walaupun demikian. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. Pertama. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India. Dalam globalisasi. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa. proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna.

masih berkaitan dengan globalisasi. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik. kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. Dalam globalisasi. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas.tertentu bisa secara cepat "ditiru". Ketiga. kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. Demikian pula sebaliknya. seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. . Oleh karena itu. Akhirnya. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi. Kedua. Oleh karena itu. Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. Dengan demikian.

Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati.Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau. Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru. karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Mendirikan kerajaan Singasari. Kerajaanya . • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel.

Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari. Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal.Anusapati. Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268. Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268. Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275. Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel. • Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S). bergelar Anusapati Tumapel 1248. pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter. • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes.bertambah kuat. anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Tahun 1284 menaklukkan Bali. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang .

• Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S). Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan).datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa. Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa. Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II. yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari. beliau menyerang secara mendadak. Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana. November tahun itu juga. Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya. • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. Pada saat Mongol lengah. Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu.

Sumatra Utara). Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak. Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309. Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350.• Lahir dari Dara Pethak. terbunuh pada tahun 1328. Dinikahi Raden Cakradara. Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan. Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara. dekat Medan. istri diluar keluarga Kertanagara. Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri . Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 . Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250. memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S).Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274.

beliau juga melakukan semadi. tasiyamnco ywanam prajah. kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata. keberhasilan dalam segala kehendak. rajasityam mahabalam. wisnwangsa patayo swaram. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. di kerajaan. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. Ong nama dewa ya. semoga terus dijunjung di dunia. dasantih bhujanggam tayah. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. Pada awalnya dimulai. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. orang pertama dalam keturunan Manu. bhuphalakarn patyam loke. prawaksye tatwa wijnevah. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. Jawanam mandawe swijah. bagaikan dewa dalam kenyataan. Adapun Sri Wrttikandayun. Medangkamulan. di sana dipuja sebagai dewa. demikian selesai. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun. stroteyam satya dharmmanam. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. Sira ghranestyam patyam. oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. Sakyam wakbhitah krtti loke. bhuta bhawanam wancanam. bulan Cetra (sekitar Maret). Gurunam sobitah siyotah. hari dalam sepekan Julung Pujut. dipuja agar merestui. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. haiwam santanam Wijnanah. senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. Selamat dan panjang usia. sampai ke seluruh negeri. sawangsanira mangjawam. menerangi dan menjadi contoh di dunia. Taman loke turanjitah. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. Batara Guru. menurunkan Sri Wrttikandayun. Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan. beliau tetap mempertahankan kemuliaan. Sebabnya beliau turun. Ong pranamyam sira sang siwyam. Adapun Sri Jaya langit. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. Awiji ekam sastito. bergelar Sri Jaya Langit. Hasil dari tapanya. bertahta menjadi pemimpin di sana. daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. hari ke-12 terang bulan. Awalnya beliau Maharaja Manu. bhukti mukti hitarratam. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya. karena atas titah ayah beliau . Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat.

pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. beliau yang wafat di Jirah. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. Adapun yang di luar istana (puspa capa).Tungga Dewa. telah menyatu ke alam baka. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. dan seorang perempuan. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. Jaya Waringin dan Jaya Katha. beliau berputra laki-laki yang utama. Semuanya ada empat. bernama Dewi Ghori Puspatha. berkedudukan di kuburan. perencana unggul. lahir dari ibu permaisuri. Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. Hasil karya Bagawan Byasa. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. tidak diperdaya sebagai raja. Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. Kuta Waringin. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. Adapun yang keempat. . Adapun Sri Kameswara. memiliki keturunan tiga laki-laki. Sri Jaya Kusuma. oleh dilampaui orang. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga. berputra Sri Jaya Katha. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. Adapun adik beliau. Sri Jaya Katong. menjaga daerah kekuasaan. Adapun raja Sri Dandang Gendis. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. rinciannya adalah. sampai di sana diceritakan. seperti nama buyut beliau. cikal bakal lurah Tutwan. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. raja Sri Jayabhaya. diutus oleh beliau Patih Mada. sama-sama keturunan orang dusun. berputra tiga orang laki-laki. dan Sri Jayashaba. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. Adapun Sri Jaya Kusuma. disunting oleh Mpu Widha. Kembali diceritakan yang terdahulu. beliau Pangeran Nyuhaya. cerita disudahi. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. Sri Siwa Wandhira. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. Prawaktayan sri gotrabih. Beliau raja penguasa pertama. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa. memiliki keturunan seorang laki-laki. raja Bali. menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. beliau wafat di Tumapel. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. dia pergi ke Bali. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan. yang ketiga putri di luar istana. saudara yang perempuan. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. adalah Sri Airlangga. bernama Sri Kameswara. berhasil mempunyai keturunan. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni. memiliki keturunan Sri Jaya Katong. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. bergelar Sri Arya Buru. dia wafat dalam peperangan. Sri Tunggul Ametung. dan Pangeran Asak. bernama Sirarya Kediri. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. keturunan dari Mpu Sendok. beliau sebagai pemimpin utama. saudara dari Medhawati. digubah dalam palawakya. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri.

di sana dipelihara. beliau juga dijuluki Hyang Guru. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. Adapun setibanya beliau di Tumapel. belum mempunyai istri. yang menyerah ke Tumapel. Beberapa lama mereka berada . segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. hari sepekan Watu Gunung. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. mencari tempat berlindung. kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. berkobar dalam pikirannya. hancur lebur terbakar oleh api. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. tidak mendapat kekuasaan. beliau yang bertahta di Tumapel. ibaratnya seperti segunung rumput kering. Semuanya telah gugur. akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. sedang mengidam. durhaka pada para pendeta. ibaratnya seperti maharaja Nahusa. dan Kebo ljo. sadar akan ajalnya tiba. yang berkeinginan menguasai Surga. diasuh oleh orang Japara. melambai di angkasa. siap dibakar?. Arya Wang Bang. maju menyerang seperti harimau galak. Adapun Jaya Waringin. dengan penuh keberanian. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. Cucupu Rantya.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. dan Jaya Waringin yang terkenal. Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. rakyat yang masih hidup. Mereka berdua dendam. yang gugur dalam medan perang. payung. masih perjaka. semakin menyala tak ada tandingnya. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. menuju Wisnuloka. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. menggelar rahasia batin. keduanya ditangkap. Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. Misa Rangdi. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). beserta Siwa Wandhira. beserta Misawalungan. Bango Samparan. terlihat samar bayangan beliau. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. memusatkan pikiran. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. agar selamat. dan pula terhadap Siwa Wandhira. pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. itulah kemarahan sang pertapa. bulan Palguna (sekitar Pebruari). menyerang kerajaan Galuh. Jaya Katha. sekarang kerajaan Daha. menghina kewajiban sang Brahmana. semua cerai-berai. mencari tempat persembunyian. keturunan Jaya Katong.

Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. dan menderita. dan Tan Kober. ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. yang berasrama di Griya Punia. kekayaan. sangat ramai pergulatan perang itu. sampai anggota keluarga dan keturunan. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. beserta saudara beliau Arya Getas. pemimpin di utara gunung. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. tidak diceritakan lebih lanjut. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. berhasil dalam segala tujuan. utara. yang dikirim ke Bali. para gusti dari Majapahit. keturunan.di Tumapel. Ya Tuhan semoga sukses. memanggil Arya Damar. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. semoga selamat dan panjang umur. barat selatan semuanya penuh. menemui kesempurnaan. para leluhur yang telah suci. yang menyerang dari barat Toya Anyar. berputra dua orang laki-laki. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. tidak kekurangan pangan. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. disertai pula prajurit beliau. menulis tentang silsilah . kacau balau. banyak rakyat yang tewas. gelar beliau yang terkenal. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. semuanya yang ada di kerajaan Bali. setelah siap perbekalan dan kendaraan. adik beliau bernama Arya Getas. itulah sebabnya sang pendeta sakti. setelah tiba masanya. seperti tiga patih bersaudara. yaitu Arya Brangsinga. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. atas titah dari maha raja Pulau Jawa. Adapun beliau Arya Gajah Para. yang sulung bernama Arya Gajah Para. Tan Mundur. hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. maafkan agar tidak kena kutukan. keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. beliau bergelar Wayahan Tianyar. menyerang kerajaan Bali. Tangkas. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. melaksanakan empat daya upaya. mengembangkan keturunan. Dengan sekejap kalah . ditambatkan perahunya. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. Pagatepan. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. oleh karena semua para anggota keluarga. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. Adapula diceritakan. itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. timur. yang bernama Tan Kawur. penuh sesak di pantai laut. berhasil selalu. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. demikian uraiannya pada zaman dahulu. sampai di sana diceritakan. orang tua dari Arya Kanuruhan. diikuti oleh Jahaweddhya. Desa-desa menjadi kacau balau. memarang diparang. yang masing-masing menempati posisinya. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. semoga tetap disegani di bumi. para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu.

segera beliau naik ke perahu. beliau Arya Gajahpara. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. Arya Wang Bang. Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. tidak pantas melawan perintah orang tua. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. Setelah demikian. oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. berdiri dan segera berangkat. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja. menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. Tan Kawur. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. Menjadi patuhlah Arya itu. Arya Kepakisan. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. karena belum ada yang memimpin Bali. Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. yang beristana di Samprangan. Ada petunjuk dari sang raja. kedua Arya tersebut diberikan istri. Tan Kober. orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). Diikuti oleh semua Arya. demikian motto kepemimpinan beliau. menuju Majapahit. Arya Kanuruhan. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. hormat terhadap kedua Arya itu. Di sana beliau menginap dua malam. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. juga merupakan putra Arya. untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani). kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. Arya Kenceng. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. perahu berlayar hilir mudik. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu. lagi beliau Arya Wang Bang. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa. yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas. yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. demikian. Sekejap telah sampai di pantai laut. dengan . bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). selanjutnya. Arya Dalancang. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. Tan Mundur. Kemudian kembali diceritakan. berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. Demikian cerita berakhir. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. Beliau Arya Kutawaringin. Segera tiba di penghadapan. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki. barat daya Pulau Bali. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. demikian pula I Gusti Bendesa. setelah melewati pertengahan laut. bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. orang yang berada di tempat penghadapan. Arya Belog. oleh ayah beliau. para Arya itu semua kembali. diantar oleh I Gusti Bendesa. beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. yang di sebelah utara gunung Agung.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). Beliau menurut ( menyerah ). terhadap kedua Arya.

setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan. Wuku Tolu. Adapun beliau Arya Getas. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. menuju Sukangeneb Toya Anyar. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. laki-laki. untuk sementara tidak diceritakan. pindah ke arah barat. Senin Umanis. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. sampai tiba di desa Pegametan. Waktu telah berlalu. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. yang sulung I Gusti . disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. dan permohonannya dikabulkan. yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. yang menjadi penguasa di Pegametan. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu. semua memberi hormat kepada Arya Getas. I Gusti Ngurah Sukangeneb. beliau berdua sama-sama memiliki putra. berputra dua orang laki-laki. turun dari perahu. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. orang-orang yang berada di Praya semua diam. disuruh menyerang daerah Selaparang. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). telah tercatat. terlunta-lunta perjalanan beliau. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. sebelah utaranya sampai di desa Got. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. tanggal empat belas hari terang bulan. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara. Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti …………………………….segera ditutuplah penghadapan raja. yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. sebelah baratnya sampai di Tejakula. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. Karena saling mengasihi dari dulu. bergegas penduduk di sana. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan. dinikahkan pada hari. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. berjalan beliau Arya Getas. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. dengan I Gusti Sukangeneb.Kekeran. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja. sama-sama mengembangkan keturunan. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. masuk ke dalam Puri. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra. Kembali diceritakan.. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. duduk di beranda rumah. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. keturunan dari Bendesa Mas. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. Setibanya di sana. beliau langsung menerobos memasuki semua desa. segera beliau membangun rumah. demikian batas wilayah kerja beliau. Tidak diceritakan perkawinan beliau. I Gusti Getas. berdua beserta saudara beliau. beliau berdiam di Pegametan. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang.

kawin dengan I Gusti Diah Lor. Cerita selesai sampai di sini. Kemudian kembali dikisahkan. ada saudara beliau. tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. Cerita kembali lagi. generasi ketiga. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. berkembang di sana. pada I Gusti Gede Pulaki. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. beliau tinggal di Sukangeneb. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel. lahir di Tanggawisia.Gede Pulaki. Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya. Toya Anyar. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. dihentikan penuturannya sebentar. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. Adapun I Gusti Ngurah Getas. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. pindah menuju Desa Kubu. Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. Selanjutnya kembali diceritakan. Selanjutnya I . diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. beliau dijuluki Ubuh. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. putra kedua I Gusti Made Kekeran. pindah menuju desa Antiga.

Danghyang Nirartha menjawab. Kembali lagi pada cerita. memohon restu. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. Ada putra Batara Nirartha. katakan yang sebenarnya". beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. dan sampan yang bocor. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. menjadi sangat sedih perasaan hatimu. Pedanda Lor. terlanjur sudah. oleh semua orang. Segera diambil baju itu oleh semua orang. empat orang lakilaki. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. tujuan saya datang padamu. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . bersama putra beliau. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. melakukan yoga smertti. berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). menaiki buah labu (waluh kele). tidak ada yang menyamai di dunia. ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. di Pura Dalem. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. datang di Bali. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. sabdanya. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. senanglah hati beliau. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). pendeta perempuan tidak bersuami. Pedanda Keniten. Istri Pedanda Rai. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. diam ( lah ) Batara Nirartha. "Duhai Ngurah Pulaki. masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. beliau meninggal. beliau tinggal di desa Pegametan. tanpa gantungan. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. adik dari Mpu Angsoka. janganlah engkau demikian". putra beliau laki-laki. lengkap dengan sanggar cucuk. seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. mendarat di tepi pantai Purancak. harum semerbak baunya. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. Maka bersabdalah Batara Nirartha. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha. Pedanda Telaga. pada had Kamis Kliwon. juga sangat cantik paras mukanya. terhadap Batara Berawa. Batara Nirartha. apa tujuan tuan pendeta. karena harum semerbak bau tubuhnya. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. Diceritakan sekarang Batara Nirartha. tidak lama kemudian keluar baju loreng.Gusti Ngurah Pegametan. Pedanda Ler. Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki. beserta penghormatan dan permohonan. kemudian disuruh membuat upacara selamat. tidak ada lagi putranya. Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. beliau menemukan kemurahan batin. lengkap dengan sesajennya. maka menyiapkan prajurit. Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. bernama Patni Keniten. apa sebabnya demikian. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. beserta putra beliau semua. Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. "Aum Ngurah Gede Pulaki. tertua Pedanda Kulwan. Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. laki perempuan. tinggal di desa Pulaki.

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

yang berada di Sweca pura (Gelgel). kemudian bersabdalah beliau. I Gusti Made Tianyar. adapun I Gusti Gede Tianyar. tidak menolak perintah. puri cepat terwujud. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. sampai di sana diceritakan. bersama sama dengan pengikutnya. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. Senang hati I Gusti Diah Wwesukia. telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. karena sudah menjadi nasib. pergi meninggalkan rumahnya. dengan sopan dan hormat. sampai sekarang. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. Adiknya I Gusti Made Kekeran. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. tinggal beliau di sana. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. memohon diri pada Dalem. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. menyesali karma. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. Toya Anyar. I Gusti Gede Tianyar. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. demikian sabda Dalem. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. hatinya sangat senang. Bersabda sang raja. Wisnu. Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. juga ikut tinggal di sana. di sana di Desa Pamuhugan". mereka berdua sangat sedih. tinggal di Desa Pamuhugan.Ketut Tianyar. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. mengembangkan keturunan sampai sekarang. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. itu sudah dewasa. menuju desa Pamuhugan. di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng. Diceritakan kembali. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. cerita selesai. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor. "Wahai engkau Wwesukia. Cerita kembali lagi. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. berpindah ke Kubu. yang gugur dalam peperangan. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. jangan gundah. tinggallah beliau di Sukangeneb. hatinya sangat duka. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu. jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri. Çiwa kecerdasannya. mengembangkan keturunannya. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. setibanya di Tanggawisia. menyebabkan mereka meninggalkan puri. . lemah bagaikan diiris hatinya. Cerita kembali lagi. Adapun I Gusti Diah Lor. Bersama putra beliau yang masih bayi. Batara Sakti Manuaba. aku berikan engkau tempat tinggal. Adapun I Gusti Made Tianyar. menyuruh untuk berpindah tempat. karena banyaknya pengikut. beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. bagaikan disiram dengan air kehidupan. Ida Ketut Tianyar. putra I Gusti Ngurah berdua. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. berjodoh di desa Blungbang Antiga. terhenyak hati Dalem. diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). bersama putranya. berpindah ke Desa Kebon Dungus. tidak diceritakan perjalanan beliau. bagaikan dewa Brahma. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. Toya Anyar. Toya Anyar. Ida Nyoman Tianyar. datang menghadap ke Gelgel. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb.

semua sama-sama dipahami. ujar beliau. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. banyak meninggal yang ada di pertapaan. yang bungsu Batara Ketut Tianyar. terhadap si Ngurah Batu Lepang. sedang tidak berada di asrama. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. meminta ketiga cucu beliau. pemberian guru pendidiknya. dan ucapan yang simpatik. Batara Wayan Tianyar. dikurung asrama tersebut. didengar oleh raja. Ida Nyoman Tianyar. Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ). angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. dihancurkan. seperti perang antara dewa melawan raksasa. sangat indah dan makmur. mari duduk mendekat. datanglah beliau di Bukit Bangli. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. telah tiba di Gelgel. tidak urung diobrakabrik. gemetar. Si Ngurah Batu Lepang. oleh Si Ngurah Batu Lepang. semua senang. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". beliau menghadap Pedanda Bajangan. Duhai Ida Wayan Tianyar. Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. sangat pemberani dan melawan. Adapun Ida Wayahan Tianyar. diserang hancur beserta penghuninya. dilantik oleh Batara Sakti Abah. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. ingin menggerebeg Asrama Manuaba. keberadaan Asrama Manuaba. lain lagi ada yang mati. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. Tidak diceritakan dalam perjalanan. Selanjutnya diuraikan. Adapun kaum brahmana. semua brahmana yang berada di asrama itu. disambut dengan lirikan yang manis. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. bahwa Ida Wayan Tianyar datang. bersama semua saudaranya. karena masih ada hubungan cucu. beliau mencapai puncak kemuliaan. hancur semuanya. masuklah ke teras. tidak lama kalah asrama itu. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. Ida Nyoman Tianyar. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. menghadap pada Dalem. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. tidak habis kalau diceritakan. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. mendengar kabar. karena beliau itu adalah saudara lain ibu. maju dengan rakyat yang berlimpah. Ida Wayahan Tianyar. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. demikian umpat kutukannya. Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. cerita selesai. Bergemuruh sorak para prajurit. banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. Duhai jika demikian. Demikian kutukan beliau sang raja . Kata beliau. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. di Batwan desa beliau. lengkap dengan senjata.sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. di Gelgel. Ida Ketut Tianyar. sama-sama tidak ada yang mundur. di pertapaan Pedanda Bajangan. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. bersabdalah sang raja. karena ia perusak pendeta.

Selesai diceriterakan. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. Adapun Pedanda Sakti Abah. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". Pedanda Nyoman Tianyar.beserta dua saudaranya. Ida Wayan Tianyar menurut. penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. Pedanda Ketut Tianyar. di sana di Bukit Bangli. karena diliputi oleh gelap. Pada suatu ketika. kehilangan akal. beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. diperintahkan untuk mengangkat senjata. menghancurkan pertapaan itu. karena banyak yang mati dan menderita. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. . saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. saya memberikanmu tempat. beliau marah dan mengutuk. Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. oleh karena gelap gulita. banyak tak terhitung. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. oleh Pedanda Sakti Abah. karena kemarahan sang raja. setelah beberapa lamanya. kemudian dijarah semua isi pertapaan. para punggawa diperintahkan. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. akhirnya menentang terhadap Sri raja. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). Ida Ketut Tianyar. bernama Ki Tan Pasirik. janganlah ragu-ragu dalam hati. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. tidak dapat menahan hati. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. sampai di sana diceritakan. marahlah baginda raja. congkak dan garang kepada kami brahmana. diserang bersama. Adapun Pedanda Sakti Abah. Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. hingar bingar prajurit itu. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. ada keluargamu di Pamuhugan. Cerita sampai di sini dulu. diberi penyucian (padiksan). tombak-menombak menusuk kiri kanan. juga aku akan memberikan pengiring. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. Diceritakan sang raja. perintah Si Ngurah Batu Lepang. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. maka berembug dengan keluarganya semua. semua keluarga sampai anak isterinya. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. kegusaran. dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. sudah wajar diupacarai. mendengar tentang kehancuran pertapaan. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges". perintah Si Batu Lepang pula. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. memarang. biadab membunuh brahmana pendeta. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. Didukung oleh semua keluarga beliau.

Keturunan dari Blaluwan. Pedanda Nyoman Tianyar. mempunyai seorang adik perempuan. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. disebut Pedanda Abah. Adapun Pedanda Taman. Pedanda Wayan Intaran. yang memiliki dua orang istri. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. Pedanda Ketut Tianyar. putra beliau bernama Pedanda Manggis. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. Pedanda Made Intaran. Pedanda Made Wangseyan. kawin dengan perempuan dari Karangasern. hangus beserta prajuritnya. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. keturunan yang lahir dari ibu Intaran. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. Pedanda Made Karang. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. kemudian dibakar. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. mempunyai tiga orang putra laki-laki. dan Pedanda Ketut Karang. ada yang dijual. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. ke desa lain. dikelilingi oleh banyak prajurit. Pedanda Gunung. seorang dari Intaran. Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. seperti nama ayahnya. ada putra lahir dari Kekeran. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. dan Pedanda Abyan. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. I Gusti Ngurah Diratha. karena banyak rakyatnya yang gugur. demikian akibat kutuk brahmana. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. Pedanda Taman. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. hutan ( ladang ) sawah. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. bernama Ida Raden. Pedanda Nyoman Karang. dan Pedanda Ketut Wanasari. memiliki empat orang putra laki-laki. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. mencari pertapaan di Tagatawang. Pedanda Made Tubuh. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. pemberian dari Sri Raja penguasa. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. oleh karena menuruti hawa . bernama Pedanda Kutuh. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh. beliau bertempat di Bajing. Berputra empat orang laki-laki. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. disebut Pedanda Buringkit. yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. I Gusti Nyoman Tianyar. Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. mempunyai dua orang putra laki-laki. Beliau Pedanda Wayan Tianyar. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. Adapun istri Batara Abah. Pedanda Tamu. Pedanda Ketut Tianyar. dari Blaluwan seorang. keturunannya tiga orang laki-laki. berasal dari Jasi seorang. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. tertua I Gusti Ngurah Sangging. mempunyai seorang putra laki-laki. kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. memiliki dua orang istri. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. ada yang digadaikan. bernama Laksmi Sisingharsa. berputra tiga orang laki-laki. I Gusti Nyoman Tianyar. Pedanda Abah. habis semua isi rumah beliau. beristrikan Ngurah Sukahet. beliau sudah tercatat. berputra seorang laki-laki. mendirikan pertapaan di Sidhawa. Juga Pedanda Abyan. keturunan Arya Kekeran seorang. yang berada di Pamuhugan. bernama Pedanda Tianyar. di Desa Singharsa (Sidemen). Diceritakan kembali. berputra seorang laki-laki. Pedanda Wayan Karang.

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

taman agung. karena kawat emas itu sangat utama. pada waktu semua roh berkumpul. tidak keliru (bila) akan bertanya. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. dibawa pada saat bepergian. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. menjawab roh itu. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). disertai tercakupnya kedua telapak tangan. sembilan tumpang warna warni. bagaikan kristal permata. Jika dia Resi. sederhana harga 4. pakelem yang dibuat dari emas. diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul . bukan diikatkan pada galar. terbebas oleh panas. parbha padma lenkara. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). balai silunglung. berjumpa di jalan. berjalan tanpa tongkat. tertutup oleh awan. mengikat galar. itu bermakna utama. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). pada ujungnya bhajra yantu. walantaga. dahulu di Surga. sebagai tanda itu. Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot. Hurat mawrat. Semuanya menyapa. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi. itu sebagai alas. untuk tidak salah tafsir. kain panjang. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. binatang singa bersayap. serta membungkukkan badan. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut. menengah namanya.000. simbul tikar. jangan ceroboh. ditutupi dengan kawat emas. menengah panileman. menimpa diri Sang Resi. yang berhak juga brahmana. Kelanjutan dari (upacara) kematian. itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. Rupa/fungsi kawat emas. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. sang Resi segera berkata. yang menjadi ujungnya. menjaga tingkah laku itu. segera terdengar suara cemoohan. cakraantita trawangan. dijemur di teriknya panas. Setelah siap/sedia . mereka sang tri wangsa menjadi malu. lengkap dengan kawat emas. bagaimana ia itu. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. menggunakan tongkat bhajra yantu. boleh menggunakan kawat emas. lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. Jika sudah diberi tanda. Demikian perilaku Resi Bhujangga.000. tidak tahu dengan maknanya. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). bernama nista (sederhana). Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan. bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. jangan tidak berhati-hati. diperiksa tulisan di kepalanya. ketiga aliran sulinggih. candra sari. dalam benaknya salah sangka. mengaku memakai kawatamas. hanya keinginan untuk mempercayai orang lain.membakar jenazah. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas.000. marah dalam hatinya. ada satu roh. magumi undag sapta. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor. jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya. tempelan kapas lima warna. boleh melakukan upacara Atma wedhana. bernama besar (utama). itu sebabnya terbebas dari kekeringan. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha. mangrorasin. mengaku dirinya bukan pendeta. itu melambangkan padmanglayang. menengah 8. tar porat. Bhujangga.. jelas sang Adi Guru. upacara baligya sradha. balai-balai dari bambu gading. demikian diberitakan. karena masih ada yang menandakan. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. berbentuk padma reka. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi. Berpakaian serba putih. lebarnya seukuran destar. tidak boleh lepas tongkat itu. pikiran . wajah Resi Bhujangga. Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir.

apa sebabnya bisa. sang Adi Guru. bising hening menahan lapar. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. menghaturkan penyucian kaki beliau. jangan engkau menghalangi duduk. bersama orang yang wajib dihormati. sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. keluarga sang Adi Guru. adik guru. bukan orang yang telah suci. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. dengan suara yang lembut. gadis (istri ) Resi panggilanmu. upacara penyucian diri. lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. hendaknya semua dapat dihormati. ajak (tawari) duduk bersama. jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. sekalipun tertimpa hujan dan panas. itu akan menjadi rendah (nista). jangan segera mencampuri. ikut terbawa-bawa sang guru. bahasanya/nadanya datar. kawan. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). kakak guru. tidak salah dengar. jangan sering lemah dan memudar. Kuningan. tidak menolak perintah. itu tidak dapat didiksa. kakek guru. demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. upacara tentang kehidupan. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. Jika telah tiba saatnya meninggal. tidak memalingkan muka. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. itu dapat dipimpin oleh Resi. cicit guru seluruh anggota keluarga. Lagi pula ingatlah tata krama itu. putri guru. tidak menentang perintah. pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. apa sebabnya demikian. ucapannya mempesona. dengan perkataan Ida Bagus. memohon restu kepada sang Adi Guru. . lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. kakak dan adik guru. juga jangan membelakangi. Ratu Ida Ayu. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. dan juga awasi dari kejauhan. keluarga guru. tidak menyangkal perintah. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. putri guru. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. berat ringan. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. tetap menatap muka. brahmana. Demikian tata cara seorang putra guru. mempercepat dapat dimengerti. maka hilanglah keharumannya. seorang petani tulen menjadi utama. jangan sembunyi-sembunyi. dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru. tidak mengabaikan bimbingan. karena seorang Resi itu adalah dari keturunan. berlaku seperti Resi Bhujangga. adik guru. bukan keturunan wiku. jika terlihat putra sang Guru. kakak guru. menghadap sang Adi Guru. setiap berucap dan berkata dengan hormat. karena engkau merupakan perlindungan manusia. paman guru. puasa. putri guru. lancar. karena murid Resi. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru.itu serta bersih berkilap tidak berawan. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. tidak berhasil. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ). pada waktu melaksanakan upacara. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. jika mencarikan jalan keluarga. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. tidak turun naik dalam perasaan. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. tidak menduduki tempat duduk sang Guru.

Singharsa. Arya Dalancang. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau. dan memberikan kekuatan jagat. bhuktimukti itarttaya. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. berbeda dengan kulit seekor kambing. Ahli waris yang memelihara. menghidupkan. I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. jangan mabuk menganggap diri tabu. Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. karena dicemari oleh tempat. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. yang berada di Sinduwati. Arya . beliau memang bersaudara. Arya Kenceng. sekalipun pekerjaan suci. di antaranya. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik. dimohon kepada sang pendeta. engkau merupakan wadah berbunyi. beliau dianggap air kehidupan. para keturunan Jro Gede Wiryya. Arya Wangbang. akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang. brahmanam ksatriyadih. kebaikan. prawaksyatwa wijneyah. yang tertua dinobatkan di Brambangan. patayeswarah. salah satu adalah wanita. dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). dipuja oleh para keturunan beliau semua. Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. sebagai pelindung daerah. menimba air dari sumur. beliau berputra yang lahir dari batu. yang berkedudukan di Majalange. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. sekalipun wadah itu bocor. tiga. beliau Sirarya Kanuruhan. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. waspadai baunya yang busuk. adiknya memerintah di Pasuruhan.Demikian tata cara sang Resi. taat terhadap sang brahmana. tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman. sang pendeta yang mengisinya. Demikian perbuatan yang alpa. beliau beristana di desa Samprangan. agama. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). seorang pandita yang sudah sempurna. dipakai oleh Baladewa. tingkah laku yang baik. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. Arya Tan Wikan.

kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). Semuanya adalah para putra awalnya. beliau pemberani dalam pertempuran. beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. yang kedua bernama Dalem Tarukan. beliau wafat ke alam baka. bagaikan tersentak timbul birahinya. bernama Tan Kober. Ki Arya Pananggungan. ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. Kembali diceritakan. terhenyak beliau Dalem. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit. oleh karena sudah tiba saatnya. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. sira Wang Bang. dari leluhur beliau dahulu. entah berapa lama. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat.Pangalasan. beliau meninggal masih muda. oleh karena dimabuk asmara. beliau Arya Kaloping. beliau berputra tujuh orang. yang pertama bernama Dalem Samprangan. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan. sebagai orang kepercayaan beliau. Tan Kawur. adalah putra beliau. Arya Akah. serta beliau Arya Anggan. beliau digantikan oleh putranya. terakhir Arya Kuta Waringin. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. Tan Mundur. adik beliau Ki Arya Kasatrya. beliau kurang waras. yang bernama Dalem Watu Renggong. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. dan utama). dan ada lagi tiga orang wesya. akan tetapi ada pesan Dalem. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening. berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. serta ada lagi janji . Setelah beliau kembali ke alam baka. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. beliau suka bersolek. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu. satu orang perempuan. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. selanjutnya beliau menanyai abdinya. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. pada saat hari yang baik. beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. Diceritakan beliau Arya Kapakisan. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. akhirnya Si Luh Pasek digauli. Arya Cacaran. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. beliau juga diganti oleh putranya. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. Setelah beliau wafat. itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. berputra Ki Arya Pasimpangan. Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. madya. terasa panas tanah bekas air kencingnya. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan. Arya Manguri. sebagai mahapatih daerah Bali. Ki Arya Pelangan. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura. adik beliau Arya Asak. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. yang bergelar Dalem Sagening. ia sudah gadis dewasa.

demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. mungkin Ki Barak Panji. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. sebagai pimpinannya. tidak demikian perbawanya. supaya bersaudara dengan anak beliau. mencari akal upaya. Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. sangat murung dan duka hatinya. ada sinar suci menandakan prabawa. yang sama-sama mengabdi. sudah siap dengan pengiring putra baginda. sama-sama satu bilah. telah teruji keberaniannya. selanjutnya anak itu diupacarai. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris). lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela. ternyata tidak setuju hatinya. melihat anak itu demikian. sebab anak beliau sendiri. Entah sudah berapa lama. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. setiba beliau di sana. sebagai tanda seorang calon pemimpin. kejengkelannya ditelan saja. pada kepala salah seorang abdinya. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. nantinya akan mengalahkan putranya. beserta Ki Dosot. ternyata ada masih tertinggal sebilah. oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. kelihatan oleh beliau berdua. empat puluh orang banyaknya. hati beliau Dalem sangat kasih sayang. ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. yang sudah dewasa. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. beliau Sri Aji Dalem Sagening. hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang.Dalem. tidak menolak mereka yang diperintah. akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. setelah waktunya akan melahirkan. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. Tiba-tiba malam hari. Lama-kelamaan. hati beliau menjadi murung. dan lagi ada hadiah. Den Bukit. sehingga berunding beliau Dalem. sehingga timbul iri hati beliau. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. kemudian apabila lahir anak itu. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. terkejutlah beliau berdua. yang sedang tidur. termasuk isterinya. berusaha agar lepas dari mala petaka. beserta permaisuri baginda. semuanya yang berjumlah empat puluh. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. disertai oleh sang permaisuri. khawatir dan curiga hati Dalem. terpendam di hati terusmenerus. bernama Dumpyung. Keesokannya. setelah Dalem diberitahu. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. Setelah Ki Barak Panji dewasa. supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. setelah pembicaraan selesai. . beliau menghadap raja. tiba-tiba sinar itu menghilang. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. memberikan pengiringnya senjata keris. yang bernama Ki Ngurah Jarantik.

berhentilah beliau di sana. hingga sampai sekarang. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. pada saat hari yang baik . dengan membawa keris pemberian Dalem. yang ditancapi itu. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. wilayah Den Bukit. itulah sebabnya keris yang tersisa. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. terus-menerus keris itu dibagikan. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. mendaki bukit Watu Saga. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. terutama beliau Ki Gusti Panji. menuju daerah Danau Pabaratan. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. matahari pun sudah condong ke barat. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. disuruh melihat ke utara. memasuki daerah Kawisunya. beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. bernama Ki Panji Landung. menginap dalam perjalanan. Setelah semuanya selesai makan. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. . dan senjata Ki Pangkajatatwa. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. beserta pengiringnya semua. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. dicapai wilayah Bandana itu. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. selanjutnya ke barat. selanjutnya terus ke barat. memasuki daerah Samprangan. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. disertai oleh ibunya. setelah mendapat bagian satu demi satu. sendirian di bawah berbaring di tanah. ketika matahari sudah condong ke barat. . lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). membelok ke barat. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. langsung dicegat Ki Gusti Panji. tak terkira senang hati mereka semua. Toya Katipat nama lainnya. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. bernama Ki Tunjung Tutur. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. lalu ada lagi sisanya satu bilah. ada juga sisanya keris sebilah. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi. di atas Danau Bubuyan. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. seperti tadi. demikian ceritanya air itu dahulu. lain dari pada itu . selanjutnya pergi menuju arah utara. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. diusung ke atas. seperti semula. mampir di Jarantik. sebanyak empat puluh itu. serta Ki Dosot. selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. lalu beliau minum air itu. setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji. akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. bingung hati Beliau Dalem Sagening. hanya kelihatan samudera luas. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. hanya tetap berada seperti semula. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. tidak kelihatan apa-apa. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. ketika hari sudah sore. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. dan tenggelam ke laut. pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. beliau Ki Gusti Panji mohon diri. selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. sangat luar biasa kesucian air itu. maksudnya untuk menaruhnya.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama.

tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. mengikuti jalan besar. dilengkapi dengan payung kebesaran. tunggulah sebentar. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. demikian terdengar sabda itu. ke mana-mana pun bercengkrama. beserta abdinya berdua. puwan berperada dengan indahnya. menyiapkan suguhan selengkapnya. segera timbul girang hati ibundanya. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. adapun sabda itu. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. Diceritakan Ki Pungakan Gendis. memberi anugerah Ki Gusti Panji. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. ada sebagai musuhmu. beserta di belakangnya. tidak pernah berpisah mereka berdua. karena terikat oleh cintanya bertuan. didengar oleh Ki Gusti Panji. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. melewati jalan. Ki Pungakan Gendis . sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. "Ai Barak Panji. oleh karena belum tercapai tujuannya. bernama Ki Pungakan Gendis. yang bernama Ki Pungakan Gendis. wajib kau bunuh. pada saat hari yang baik. diapit kanan kiri. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. dan beliau selamat dalam perjalanan. beristana di Desa Gendis. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. tudingkan saja aku ke arahnya. perjalanan beliau lurus ke utara. dipakai mencungkil ketela. gaiblah Ki Panji Landung. setelah laju perjalanan beliau. sebab ada yang utama dalam dirimu. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. dapat anda kuasai kemudian. jangan kamu ragu-ragu kepadaku. kebetulan I Gusti bermain-main. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. demikian kata-kata Ki Panji Landung. yang berkuasa di Desa Gendis. lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. bergegas-gegas menjemput. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. berkat aku terjadi kematiannya. kemudian selanjutnya disarungkan. sangat senang hati sanak keluarganya semua. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji. menuju rumah sanak keluarga ibunya.disertai pengikutnya semua. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. tak menghiraukan siang malam. sebab hampir tiba tempat yang dituju. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. timbullah marah beliau dalam hati. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. kenyataannya berkat anugerah dewata. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. beserta pengikutnya semua. selanjutnya semua berjalan. seperti tingkah lakunya dahulu. jangan kamu raguragu dalam hati.

jika demikian keadaannya. badannya kaku bagaikan mayat. hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. supaya berhasil melaju ke laut. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji. dihempaskan oleh keris itu. teguh bagaikan lukisan. saling mengeluarkan gagasan / ide. beserta dua orang abdinya. tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. bambu. tak terkira larinya ke tengah samudera. serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . jika Ki Pungakan Gendis. seraya menghunus keris pemberian Dalem. seperti pakaian. memerintah desa Gendis. mendatangkan pengikutnya semua. di hadapan rumahnya . segera serempak pergi ke laut. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. sudah dekat dengan pohon leca itu. untuk menarik perahu itu. dijumpainya Ki Dampu Awwang. mereka semua merasa malu dan marah. perempuan seorang diri. setelah semuanya sudah datang. perahu itu kembali pulang ke Jawa. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. setelah keris itu diacungkan. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. lalu Ki Gusti Panji segera. jangan khawatir. ke tengah laut. seraya keris itu dihunusnya. terdengarlah sabda. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. semua isi perahu hadiahnya. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya.kemudian pulang. lalu percayalah beliau dalam hati. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya. siapa gerangan yang mampu menolong perahunya. Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. dan membuat perjanjian. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. jika tujuan berhasil. Entah berapa lama. akan tetapi tidak berhasil. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . cangkir. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. pinggan. oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. serta bermacammacam ramuan. terdampar di pesisir Panimbangan. setelah beliau tiba di pesisir pantai. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. mungkin baru akan menjelang dewasa. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. semua isi perahu ini hadiahnya. ditambatkan di air. berhasillah perahu itu didorong. kemudian datang Ki Pungakan Gendis. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. sedang menangis meratapratap. seluruh isi perahu itu. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. yang tumbuh di pinggiran jalan. membawa tali. lalu beliau bersedia membantunya. piring. dilihat oleh Ki Gusti Panji. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. setelah selesai. beserta alat perlengkapan untuk menarik. bernama I Dewa Ayu Juruh. sangat cantik tanpa ada celanya. sambil berkata berkaul . berhasil perahu itu bergerak. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. matanya mendelik sayu. saat itu baru diketahui. berlindung naik ke pohon leca. sudah meninggal. Ada anak Ki Pungakan Gendis. membuat orang jatuh cinta. masih dalam keadaan menunggang kuda. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal.

diberi nama Ki Awak. semua penguasa. diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. selanjutnya diberi julukan Ki Semang. luar biasa baktinya menghamba. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. selanjutnya orang-orang desa Gendis. tidak mau tunduk. Entah berapa tahun lamanya. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus. tertib. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. kagum dan tunduk. berhasil terkenal di dunia. selanjutnya tinggal di desa Panji. semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. Konon setelah beliau kaya. berbondongbondong menggotong rumahnya. selanjutnya beliau menghamba. sebagai penguasa desa Panji. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. buyut dari Kyayi Cili Ularan. sama-sama hebat berani dalam peperangan. putih tidak bercela. lalu Kyayi Sasangkadri. sangat berani dalam medan perang. setelah semuanya setuju. pergi untuk menyerang. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. seia sekata beliau dalam bersuami istri. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. segera penuh sesak. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. membangun daerah. oleh karena keduanya sama-sama mencintai. lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. membuat hati semua orang senang. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. Beberapa lama kemudian. menghamba kepada Ki Gusti Panji. lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. tunduk menyerahkan dirinya. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. Tidak ada yang menyamai. dari Kubwan Dalem. dipindahkan ke desa Panji. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas.yang tampak keutamaannya. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. disenangi oleh . sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. selanjutnya banyak tempat tinggal. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. berkat dukungan baik seluruh desa-desa. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. indah kelihatan desa itu. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. tidak merasakan panas dan dingin. beserta rakyatnya. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis. sama-sama tunduk mengabdi. diberi sarung dari kain halus. perkataan beliau manis. berjanji beserta anak cucunya semua. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. Entah berapa lamanya. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu). dari Sangket Sukasada. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. sampai di ujung desa Toya Anyar. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah. seperti Kyai Alit Menala. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri. dari pesisir laut sampai ke pegunungan.

Ada juga beribu Sudra. oleh karena suaranya sangat manis. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih. demikianlah keutamaan beliau. penuh sesak sampai ke balai rung. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. tidak berani melihat kesaktian beliau. Serta petuk kajarnya. akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. oleh Ki Gusti Panji Sakti. anak Dang Hyang Asmaranatha. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. disebut Griya Romarsana. abdi dari Ki Bendesa Mas. dan lagi gong kecilnya. desa Kayu Putih. lebih kurang. diberi nama Bentar Kadaton. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. Mpu Nirartha nama beliau. sebab beliau tidak menyadari akan . beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . yang laki bernama Pedanda Kemenuh. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat. penuh dengan perlengkapannya. sangat mahir membuat keris. diberi nama Juruh Satukad. lalu dimintalah beliau. mengikuti pemimpinnya. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. sesudah memimpin di Ler Gunung. sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. suaranya sangat gemuruh. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. terompong di depan dan di belakang. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. berada di pertapaan Kayu Putih. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. bagaikan suara gagak beribu-ribu. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. setelah saatnya tiba. beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. bagaikan banjir aliran madu. dibuatkan rumah di Sukasada. sangat hebat kesaktiannya. karena kesaktiannya luar biasa. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. beliau pindah ke Ler Gunung. . tidak diceritakan selanjutnya. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. Diceritakan ada seorang brahmana. menikmati kegembiraan hatinya. Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. ada yang beribu dari kesatria Blambangan.rakyat. keluhuran ilmu Pasupatinya. 3000 banyaknya. banyak saudaranya lain ibu. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. Gongnya dua buah. beliau sangat terkenal di masyarakat. memenuhi sungai umpamanya. brahmani dari Pasuruhan. setelah beliau tiba di Bali. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung.

semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. entah berapa lama perang itu berlangsung. sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. . minuman. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. ada putra beliau yang menggantikan. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. seperti kedudukan bapaknya. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. di medan pertempuran. setelah demikian. lanjut serta anak cucu beliau. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. sebab penuh sesak para prajurit yang menonton. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. Kembali diceritakan. dua puluh jumlahnya. "Gagak apa keinginanmu?". selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. anak gadis. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. sama-sama senasib dan seperjuangan. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. saling menjaga. serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. ada yang meminta makanan. dengan keris Ki Semang. kedudukannya sebagai putra mahkota. goak. Pada saat hari yang baik. Si gagak lalu menjawab. yang berada di tengah medan laga. lalu terjebak Dalem Brambangan . beserta perahu sudah banyak disiapkan. penuh dengan persiapan. ditanya oleh baginda Raja. tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. sebagai bagawanta baginda raja. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. lalu ditiru oleh masyarakat. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. mas permata. daerah Yawadwipa. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. ditanya oleh para patih semua. diiring oleh rakyatnya banyak. serta manikam. dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. sangat luar biasa keris buatannya. agar tidak berpisah. oleh baginda Raja Panji Sakti. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Setelah selesai. beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. semua sudah bahagia. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. keinginanku menundukkan Brambangan". demikianlah perjanjiannya. yang sudah sering menyerang musuh. tidak ada lain asalnya memang bersaudara. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. sebab beliau ingat akan leluhurnya. ada terbetik dalam hati. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. disergap oleh Dalem Brambangan. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. sandang. pakaian dan pangan. berlautan darah. satu bersedih semuanya bersedih. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. lalu mengumpulkan rakyat. busana. beliau Sri Bupati berangkat. semua prajurit bersorak. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. senjata tajam mengandung kesaktian. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. amat tenteram hati beliau raja. bermacam-macam permintaannya masing-masing. seluruh prajurit pemberani dipanggil. lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab.tibanya ajal. satu bersenang semuanya bersenang. "gagak. adapun jalur yang dilalui perahu itu. dalam suka duka. seperti nama ayah beliau. jenazah bagaikan gunung. diajak bermain gagak-gagakan. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah. dengan menaiki perahu. agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. gak. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. luar biasa ramainya pertempuran itu. sama-sama keturunan pemberani. pada saat dulu. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan.

ditempatkan di hutan Pagatepan. yang berkuasa di Mengwi. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. demikianlah ceritanya dahulu. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. mengembangkan keturunan. setelah samasama sepakat. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji. kembali beliau penguasa Den Gunung. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. setelah demikian keadaannya. setelah mampu menguasai daerah Banger. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. selanjutnya beliau mengirim utusan. . dan istana tempat tinggal baginda raja. bersama prajurit Mengwi. Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. setelah semuanya selesai. selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. ramai pertempuran itu. pergi menyerang Jaranbana. sebab anaknya yang masih muda. kembali Sri Panji Sakti. serta yang seorang lagi. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. di pategalan daerah Balalak. Entah berapa lama. diberi nama Singaraja. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana. diserahkan daerah Brambangan. beliau sekarang ingin melamarnya. Setelah lama-kelamaan. menikam. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. dilihat oleh beliau berdua. dan yang menggembalakan gajah. utusan pun sudah berjalan. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. Keinginan beliau untuk mengadu. Tak terhitung berapa lama kemudian. disanggupi oleh penguasa Mengwi. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal. sama-sama tikam. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. Danudresta nama lainnya. oleh baginda penguasa Ler Gunung. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. beserta Teruna Munggu. merintis membangun kota (pura). oleh karena kehebatan keris Ki Semang. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. akan dipakai sebagai istri. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. ibu leleng. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. saling amuk. lalu ditolak mas kawin beliau. tempat tanah lapang itu. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. beserta Jaranbana. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. tempat orang menanam Buleleng. ada dijumpai di sana. baginda di atas singasana. pemberian raja Solo. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. seperti keadaan semula. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. akan kehebatan Sri Panji Sakti. bernama desa Paguyangan. dibuatkan kandang di bagian utara kota. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. akhirnya hancur daerah Jaranbana. mendengar berita. diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. segala macam yang utama. setelah menjadi besar tempat kota itu.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. timbullah kemarahannya. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. adalah tiga orang dari Jawa. di bagian utara wilayah Sukasada. maka sebagai raja yang berwibawa. yang bernama Ngurah Panji Nyoman. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. banyak orang-orang yang tinggal di sana. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. Pedanda Sakti Ngurah. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. sama-sama pemberani. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. ikhlas hatinya memberikan adiknya. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. orang Jawa di Kampung Jawa.

dilengkapi dengan senjata. pergi jauh. setelah selesai daya upayanya. sampai sekarang. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. oleh karena demikian keadaannya. pergi ke gunung Batukaru. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. masing-masing segenggam besarnya. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tidak melihat lagi ke belakang. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. bagaikan kehendak dewata. yang menguasai daerah Tojan. setiba beliau di sana. yang diinginkan oleh Dalem. oleh karena terpikir pasti mati. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. sampai sekarang. dan di bagian timurnya ada semak belukar. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. ada terdengar berita. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya. lalu tiba di daerah Tojan. dipindahkan dari tempatnya. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. tidak diketahui dari mana asal mulanya. menceriterakan kesusahannya. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik. serta keturunannya. melawan prajurit Badeng. ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pergi ke daerah Jarantik. dengan menunggangi gajah besar. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tikam-menikam. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. tempat beliau Panji Sakti berburu. akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. selanjutnya beliau mengantarkan. daerah kekuasaan Bandana. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. sama-sama memperingatkan perjanjian. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. sebab beliau sudah merasa dalam hati. menantang perang. di daerah Gelgel. berusaha menyelamatkan diri. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. semua bangunan suci dirusaknya. perangpun terjadi . tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. dinamakan Buruwan sampai sekarang. Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng. datang ke wilayah Badeng. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. Beberapa lama kemudian.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. Lama-kelamaan. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik. diiringi banyak prajuritnya. suatu kedudukan untuk cucunya . selanjutnya beliau membangun istana.

dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja. selanjutnya menuju Gelgel. oleh karena sudah kehendakNya. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. Entah berapa lamanya. terjadilah persidangan para punggawa agung. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. matilah Ki Padang Kerta. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. oleh Ki Tamlang. tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. memenuhi jalan dengan riuhnya. selanjutnya mengganti senjata. lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. demikian ceritanya. Sri Dalem Cili. semua keturunannya sampai kemudian hari. dan lembut. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dadanya tertikam. perkataannya sangat manis. terus juga dikejar. demikian ceritanya. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. sebagai senapati Ki Dukut Kerta. lengkap dengan segala macam senjata. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. luar biasa ramai pertempuran itu. merangkul semua orang. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. tangkai keris yang berbentuk babodolan. seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. tak terhingga banyaknya. oleh karena sangat tidak berguna. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. oleh karena tidak ada jalan. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. oleh senjata dari Ler Gunung. serta tata cara memimpin wilayah. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. saling sergap. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. di sana beliau mengutarakan sumpahnya. rusak pukuh kerisnya. . dibawa bersembunyi ke Singharsa. yang masih tetap setia kepada Dalem.kemudian. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. ketika bersikap akan berbuat. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. kepalanya dipenggal. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. dilarikan oleh para menterinya. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. mengambil keris pusaka Ki Semang. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa. haripun menjelang malam. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. dihadapi oleh Ki Tamlang. tak mampu bertahan. sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. ikut lari. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta. berkat baktinya bertuan. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. sebagai pemberian resmi kepada cucu. melarikan diri dari pertempuran. menunjukkan kebesarannya. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. yang sudah dihunus dari sarungnya. Tidak lama kemudian. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya.

I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. setelah tiba ajalnya. selanjutnya beliau beristana di Sukasada. di Klungkung. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. samasama berada di Singaraja. satu ibu berasal dari desa Panji. I Gusti Panji Tahimuk. yang pergi ke Patemon. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. meninggalkan banyak putra laki perempuan. I Gusti Wayan Padang. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. dua orang laki-laki berlainan ibu. I Gusti Made Ino. Adiknya. menjadi raja di daerah Den Bukit. pemerintahan Sri Panji Sakti. Ki Gusti Panji . I Gusti Alit Oka. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. sama-sama lahir dari permaisuri. mempunyai seorang putri. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede. Beliau I Gusti Made Padang. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit. beliau yang menjadi raja di Singaraja. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. beliau pindah ke Jineng Dalem. I Gusti Nyoman Panji. Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. I Gusti Ngurah Panji Cede. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka.Entah berapa lamanya. supaya tidak hilang dan hancur. beliau tidak berputra. I Gusti Ngurah Panji Made. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. dan entah berapa lamanya. tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. I Gusti Nyoman Panji. I Gusti Panji Dalugdag. karena dibuat oleh leluhurnya. Ki Gusti Wayan Padang. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. yang pergi ke Bon Tihing. semuanya diam tunduk dan setia. pindahnya dari Banyuning. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. I Gusti Made Ksatra. ke Klungkung. masing-masing melakukan kegiatannya. tidak ada yang berani berbuat durhaka. beliau menurunkan banyak putra serta cucu. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. Ki Gusti Wayan Gulyang. berputra Ki Gusti Wayan Panji. anak Ki Gusti Sakti. tetap handal selama pemerintahan beliau. beliau tinggal di istana Sukasada. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. mempunyai seorang putri. I Gusti Ayu Rai. Adapun I Gusti Made Munggu. Ki Gusti Made Banjar. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. putri raja dari Mangwi. I Gusti Ayu Panji. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. berputra tiga laki-laki. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. beribu Ki Gusti Ayu Rai. dan yang kedua. I Gusti Made Padang. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. sama-sama di Sukasada. I Gusti Oka. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh. menuju alam Nirwana. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. beliau sebagai raja di istana Sukasada. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. raja Tabanan. Ki Gusti Lanang Jelantik. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit. I Gusti Made Munggu. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. I Gusti Made Banjar. I Gusti Made Ino. masingmasing namanya. berputra I Gusti Wayan Ksatra. I Gusti Oka paling kecil. beliau mempunyai dua orang putri. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. I Gusti Alit Oka. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. meninggalkan sanak keluarga.

seluruh pasukan Karangasern. sebagai penguasa desa Selat. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. menyerang mengurung. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. yang pindah dari Karangasern. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. akan hal kematiannya hampir tiba. prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. telah semua prajuritnya sampai di sana. didengar oleh kakaknya. tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. banyak musuh beliau yang terbunuh. keturunan Arya Patandakan. sama-sama beristana di Singaraja. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. dengan dibanjiri keberanian. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. mengamuk dengan sangat hebatnya. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. setelah tiba ajalnya. sama-sama tidak hendak mundur. di bagian barat We Mala. diusahakan merebut kerisnya. yang berkuasa di Sukasada. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. apa yang dikatakan. yang berkuasa di Sukasada. lengkap dengan segala perlengkapan. menyebabkan tunduk kakaknya. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah.Dalugdag. Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik. jika sudah mencapai tujuan. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. oleh karena kebanyakan musuh. luar biasa marahnya kepada adiknya. adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. darah beliau memancur. akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. tikammenikam. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. antara kedua istana itu. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. dengan yang berkuasa di Singaraja. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. tidak ada yang berani menghalanginya. saling tombak. Tidak lama kemudian. menerobos ke tengah-tengah medan laga. menjadi medan perang. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. oleh karena kebanyakan lawan. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. beserta saudaranya di Banyuning. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. Lama-kelamaan. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul. sehingga yang berkuasa di Singaraja. saling berguguran. . tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. sehingga sama-sama bersiaga. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja. siap untuk berangkat ke Den Gunung. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. kemudian terjadilah perang. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. serta kereta perang dan perbekalan. di balik isi perundingan dulu. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. beristana di Singaraja. ada yang dirasakan dalam hati. semakin lama semakin keras bentrok mereka. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. dorong mendorong. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. menuju kota Singaraja. Lama-kelamaan. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). Raja di Amlapura. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. sama-sama memimpin bumi Buleleng. sehingga dapat diambil oleh musuhnya.

sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan.Tak lama kemudian. sama-sama berada di Sukasada. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. berada di Kubutambahan. tidak adil kepada rakyat. banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. berputra Dewa Agung Panji. Kembali diceritakan. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. sama-sama berada di Singaraja. pada Isaka 1737 (1815 M). berada di Panarukan. berputra Ki Gusti Gede Panji. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. meninggalkan putra. di daerah Nyalian. bernama Ki Gusti Ketut Panji.. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor. yang meninggal di Pereyan. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. Ki Gusti Ngurah Panji. Kembali diceritakan. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. selanjutnya beristana di Sukasada. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. Adapun yang menggantikan beliau. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. beliau turun dari singgasana. sama-sama masih di Sukasada. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. karenanya ada bernama desa Baratan. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung. yang meninggal dalam pertempuran. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana. serta Cokorda Mayun Giri. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. Ki Gusti Ketut Jlantik. beliau masih tetap tinggal di Singaraja. adalah bekas dua orang saudara bertempur. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit. raja di Sukasada. mulanya juga dari Karangasern. keturunan Karangasern. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). sampai sekarang. sehingga beliau memilih muka. Ki Gusti Ketut Panji. . oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. sejak lama mengembara di Jembrana. mengungsi desa Pereyan Tabanan. beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. sama-sama berada di Bangkang. Adapun yang menang dalam pertempuran. Adapun sanak saudaranya. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. berputra Ki Gusti Wayan Ksatra. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. Ki Gusti Wayan Panebel. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Nyoman Karangasern. Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja. Ki Gusti Made Clagi. beliau meninggal di sana. bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. serta Ki Gusti Made Akeh. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. berada di Sasak.

Ki Gusti Made Akeh. di Bangkang. adiknya Ki Gusti Made Batan. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Nyoman Pinatih. sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. dan Ki Gusti Ketut Panji. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. menghadap raja. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. serta rakyatnya semua. setelah memperoleh keputusan. akan kejahatan tuannya. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. ikut juga dibunuhnya. disangka oleh beliau raja. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. Ki Gusti Bagus Suwi. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. pindah dari Tukad Mungga. di Panarukan. tidak ada yang berani membuka mulut. Oleh karena demikian keadaannya. pada saat Isaka 1751 (1829 M). dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. terhadap tindak-tanduknya. sama-sama menurunkan keluarga. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. di Bangkang. Ki Gusti Made Kari. terdorong oleh karena sudah kehendakNya. memohon jenazah kakaknya. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Wayan Panebel. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. serta saudaranya. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. hal itu diketahui oleh para menterinya. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. akhirnya keluar sifat angkara beliau. sama-sama di Tukad Mungga. sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. berputra I Gusti Nyoman Panji. entah berapa lamanya menjadi raja. ditambatkan di lapangan. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. berputra Ki Gusti Bagus Rai. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja. . setelah sore hari. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. beserta saudara laki-laki. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. Ki Gusti Ayu Rai. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. beliau memindahkan istana Singaraja. memaksa menerobos masuk istana. dan ke Depaha. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. berputra I Gusti Putu Kari. Kembali diceritakan. beserta sanak keluarganya semua. Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. memohon belas kasihan.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. ke sebelah barat jalan. gamya-gamana. berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. berputra Ki Gusti Putu Panji. tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. tidak diceritakan selanjutnya. Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra. beserta saudaranya di Bangkang. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. serta saudara laki-lakinya. akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. beliau digantikan. sama-sama berada di Sukasada. disangkanya jelas akan mencelakakan. di Singaraja. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. serta ke Bon Tihing. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. bertingkah laku tidak senonoh. belum pantas dihukum mati. dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. Pan Apus nama lainnya.

sama-sama menunggu di jalan raya. sampai tengah malam. akhirnya mereka menyebar mengacau. demikian cegahan Ketut Karang. segala yang mengakibatkan kematian. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang. memporakporandakan para arya Den Bukit. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. durhaka mengamuk dalam istana. menonton wayang. menyuruh untuk kembali pulang. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. mengadakan pertunjukan wayang kulit. demikian kira-kira pertanyaannya. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. di antaranya. serta wayang Tuwalen. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). tidak menunggu sehari. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. mencari perlindungan. sama-sama keluar dengan membawa senjata. mengamuk orang-orang yang menonton wayang. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. beserta pengikutnya. Ki Gusti Made Kari. ada juga yang tersisa. menonton. tentang pemberontakan para arya Buleleng. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. ia berbicara. tua muda. sama-sama ada di Sukasada. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. bertempat tinggal di Panataran. melakukan persidangan. juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. sehingga terlepas dari kematian. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. beserta saudaranya Ki . setelah demikian keadaannya. oleh karena sangat gelapnya. serta membawa Capala. sebagai kepala penjaga istana. dihadapkan dalam persidangan. kacau balau. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. oleh karena kagetnya. Kenyataannya. laki perempuan. siapakah itu yang masih hidup?. beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. bermaksud ikut mengamuk di istana. demikian diceritakan. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. supaya tidak ada tersisa. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Agung Pahang. dari desa Banjar. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. setelah kesepakatan raja selesai. itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. menuju rumahnya masing-masing. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. serta tombak. itulah kesempatan para arya semuanya. beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. beserta capalanya. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. membawa wayang Bima dan Tuwalen. di halaman kedua istana. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau.Pada saat hari baik. dihadapkan oleh semua para manca. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. luar biasa riuhnya orang-orang. Keesokan harinya. untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji. seisi istana. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. sudah siap dengan senjata. layarnyapun robek. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana.

semakin bertambah angkara murkanya. seperti Payangan. oleh pemerintahan Belanda. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. Kembali diceritakan. kembali mengangkat raja. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. perbuatannya gamya-gamana dengan adik. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. serta Ki Gusti Ayu Bulan. Pendeknya. pergi ke desa Pakisan. bertengkar berperang dengan sanak keluarga. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. antara Belanda dengan rakyat Bali. diberi mandat memerintah negara Buleleng. selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. kebutuhan sehari-hari jarang. tidak menyimpang akan titah Nya. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made. kedudukannya sebagai patih. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada. yang masih bakti menghamba. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. menyebabkan terjadinya permusuhan. disertai prajuritnya. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . menyebabkan panas pada saat musim hujan. sama-sama berada di Sukasada. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. menjadi penguasa Den Bukit. yang memerintah di Den Gunung. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. beliau juga keturunan Karangasern. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. sehingga orang-orang menjadi ribut. setibanya beliau di sana. yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang. beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. apa sebab sama-sama masih hidup. memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. berselisih dengan pemerintahan Belanda. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. untuk menjalankan pemerintahan. berusaha menyelamatkan diri. Setelah demikian. adapun raja Ngurah Made. . lari pergi menuju wilayah Karangasern. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. bagaikan malapetaka dari-Nya. lamanya perang hingga tiga tahun. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. sangat luar biasa pujian rakyat. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. Ki Gusti Agung. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. perangpun terjadi sangat hebat. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. hasil panen tidak berhasil. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan.Gusti Ketut Jlantik Sangket. pada Isaka 1768 (1846 M). Entah berapa tahun lamanya. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. negara menjadi terpecah. sampai sekarang. setelah pembicaraan selesai. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali.

Yang lainnya. Ki Gusti Ayu Made Taman. semula berkedudukan di Tukad Mungga. punggawa semuanya. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. Entah beberapa lamanya. didorong oleh nafsu. Puri Kanginan. dibantu oleh para menteri. Ki Gusti Made Banjar. tidak mengetahui asal-usulnya. lebih kurang tiga tahun lamanya. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. patih kedudukan beliau. Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. dan Ki Gusti Bagus Jlantik. serta Ki Gusti Ayu Putu. berputra Ki Gusti Putu Panji. Ki Gusti Made Karang. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. Ki Gusti Ayu Mas. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. Putu Kebon nama lain beliau. ada keturunannya sampai sekarang. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. sebab lahir di desa Soka. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda. demikian . berputra Ki Gusti Ayu Sekar. Ki Gusti Made Rai. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. serta Ki Gusti Ayu Kaler. Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Ayu Rai. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. Ki Gusti Ketut Jlantik. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. yang pergi ke Desa Pakisan. Adapun ipar baginda raja. meniru yang ada di istana Bangkang. semuanya kembali ke Kubutambahan. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. pada saat mengungsi dahulu. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Ketut Banjar. menuruti jalan hidupnya. berputra Ki Gusti Putu Batan. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. bernama Ki Gusti Putu Batan. Ki Gusti Nyoman Banjar. tinggal diam di desa Panji. dahulu. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Ketut Kaler. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. Ki Gusti Ayu Panji. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. masih berada di Tukad Mungga. yang pergi menuju desa Alas Panji. lain dari itu. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. selanjutnya pindah ke Singaraja. menjadi beragama Islam. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. Ki Gusti Nyoman Oka. beberapa bulan meninggalkan istana. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. tenggelam dalam sabungan ayam. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. Adapun Ki Gusti Putu Kari. diiring oleh para penjudi. putra beliau I Gusti Putu Kari. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Bagus Jlantik. Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Ketut Banjar. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. akhirnya beliau turun dari singgasana. sama-sama kembali ke Bangkang.

tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. Ki Gusti Panji Cuweh. Ki Gusti Ayu Selat. Ki Gusti Made Jiwa. pindah ke Depaha. Ki Gusti Ayu Made Rai. Adapun yang berada di istana Bangkang. menyebabkan banyak yang saling fitnah. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ayu Made Panji. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. Ki Gusti Putu Canang. serta Ki Gusti Made Kaler. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. serta Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Ayu. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. Kembali diceritakan. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ayu Putu. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik. Ki Gusti Putu Gunung. Ki Gusti Ketut Jlantik. bagaikan kehendak-Nya. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban. Ki Gusti Made Celagi. berputra Ki Gusti Putu Panji. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. serta KI Gusti Made Panji. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. di Bangkang. Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Rai. menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. Ki Gusti Ayu Made Rai. Entah berapa lamanya. menyebabkan keadaan menjadi kacau. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. dengan cara-caranya sendiri. di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung.keluarga raja keturunan istana Bangkang. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. berputra Ki Gusti Putu Cede. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara. Ki Gusti Ayu Kajeng. Ki Gusti Nyoman Karang. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. Ki Gusti Ketut Ayu. Setelah keadaan demikian. Ki Gusti Ketut Panji. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. tidak ada rajanya lagi. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. serta yang berada di Sukasada. beliau banyak menurunkan keturunan. di Tukad Mungga. Ki Gusti Made Banjar. Ki Gusti Made Jlantik. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Bagus Dalang. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. Adapun Ki Gusti Agung. Ki Gusti Ketut Tangi. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. di Singaraja. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. beliau tidak mempunyai keturunan. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. Ki Gusti Ayu Mas. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. Ki Gusti Made Selat. Adapun Ki Gusti Made Panji. . istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Dangin.. sama-sama berkedudukan di Sukasada. berputra Ki Gusti Ayu Turun. Ki Gusti Ketut Perasi. serta Ki Gusti Ketut Putu. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng. Ki Gusti Ketut Rai. disertai dengan perputaran jaman. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Made Togog. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. Ki Gusti Putu Gianyar. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar.

Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. berasal dari keturunan di Kubutambahan. Kemudian muncul lah . menimpa batu. berputra Ki Gusti Bagus Rai. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Ki Gusti Ayu Made Rai. guntur dan halilintar. Serta Ki Gusti Made Karang. putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. Bantas. angin topan. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. beliau semuanya ada di Bangkang. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. Ki Gusti Ketut Ksatra. beliau mempunyai seorang putri. sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. Pura Dalem Batu Kuub . Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. Adapun yang ada di Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ayu Rai. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Made Singaraja. serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. serta Ki Gusti Ketut Putra. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. Desa Peguyangan Kangin. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. Ki Gusti Putu Selat. Br. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. Ki Gusti Nyoman Raka. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. berputra Ki Gusti Putu Center. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. Ki Gusti Ketut Jlantik. Denpasar Utara. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang. di Singaraja.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. di Tukad Mungga. beliau tidak mempunyai keturunan. Ki Gusti Made Oka. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. bekas raja Buleleng yang terakhir. Ki Gusti Ayu Made Sekar. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. serta Ki Gusti Ketut Cede.Ki Gusti Nyoman Raka. Maka timbul lah gempa bumi. Ki Gusti Ketut Bagus.

yang patut menjadi raja?" Si Lembu. di manakah kau tinggal. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Kedua bayi itu bermain-main. di hutan. di wilayah hutan Raja". bernama Dalem Kembar. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu. rupanya putih. nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. di mana ada batu bersinar. Engkau lahir dari batu. disinari oleh matahari. di sana lah Tuan patut membangun istana. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". Demikian lah kata si Lembu. Demikian pula. Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". hanya salah seorang berhak menjadi raja". lalu ditemukan oleh si Lembu. namun ada yang aku tanyakan kepadamu. Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. dan ditanya: "Wahai anakku berdua. Setelah tiba di tengah hutan. Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. siapakah di antaraku. di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. rupanya hitam. sejak sekarang. Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). saya tidak mengetahui di mana rumah saya". aku berterimakasih. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu.bayi dari batu itu. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. Namun. Ada pula bayi muncul dari buih. yang bisa menciptakan keteduhan dunia". siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. Tuanku telah menyumpah tempat tinggal .

lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. beliau menyumpah bersama para sahabatnya. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. baik-buruk harus dilalui bersama. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini.bincang. beliau berjalan ke arah barat. Demikian dipikir oleh Dalem di . di sini lah kau bertahta menjadi raja. hamba adalah I Lembu Nandini". aku akan meninggalkanmu ke desa Panji. Demikian kata Dalem. beliau beristirahat bersama rakyatnya. Tidak pernah makan. Beliau tiba di tengah hutan. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. Tiba-tiba si Lembu menggaib. lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. Dangka.hamba. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. Oleh karena itu. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. Lalu beliau tinggal di sana. pikirannya amat bersih. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". tidak bisa berjalan. Lalu diiringi oleh rakyatnya. kelak akan bernama Desa Ketemu. Ia kelelahan di tengah hutan. di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. Setelah ia menyumpah hutan itu. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar. bersedih hati karena amat kelaparan. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. Dalem berjalan ke arah barat. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. desa ini akan aku tinggalkan. Adalah pesan Dalem: "Nah. Sejak ini bernama desa Atege. pulang ke sorga. Hatinya pun menjadi lega. Jika tuanku belum mengenal hamba. tempat ini bernama desa Batu Bulan. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. Ada selama satu bulan berada di sana. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar. Kebayan. Demikian kata Dalem Batu Putih. begini besar rasa baktimu kepadaku. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. Oleh karena itu. sebab demikian pesan si Lembu. Pasek. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. maka ada air keluar dari tanah. Tidak ada orang ditemukan di sana. Pikiranku sedih seperti telah hancur". Begitu lah kata Dalem Batu Selem. menyumpah suatu tempat bertemu". sebab telah ada belas kasih si Lembu. banyak rakyat datang menjemputnya. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. supaya bernama Taro. Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. Beliau mawas diri. Oleh karena itu. aku akan menyumpah tempat ini. Hanya itu lah pesan hamba. mencari tempat lain. Ia duduk di tengah hutan. dan kau sudah menjadi raja. Kini kedua bocah itu berbincang. supaya aku juga dapat menjadi raja". Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan. Hamba mohon diri. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. Sahabatnya semua ikut mengiringi. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. Penyelaweyan. Doanya terkabulkan. Amat sangat haus dan kelaparan. mungkin karena dianugerahi Tuhan. sebab kita lahir kembar. silakan kau berangkat. Air itu lah diminumnya. Jika menjadi raja. yaitu Gaduh. Setelah tiba di barat. Ngukuhin. Ia teringat kepada pesan si Lembu. beliau tinggal dengan sangat tenang. yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati. maka aku akan meninggalkanmu. Para sahabatnya sangat senang mengiringi. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian.

Batin yang tajam. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". Lama beliau tinggal di sana. tetapi pikirannya suci bersih. hamba tidak mengenalmu. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku. Aku lahir kembar. bukan yang menengah. Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. Baik lah. Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. lalu Dalem merendahkan diri. yang tinggal di Sakenan. Sekarang aku menyumpah. siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. amat sangat berbakti kepada Dalem. hamba lah yang memiliki Paduka. Paduka lah yang menurunkan hamba. hamba adalah abdi Paduka. lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. menjadi tempat tinggal segala makhluk". suci dan bersih. Wahai kakek. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. kelak bernama desa Taman. Semakin lama beliau tinggal di sana. teringat ketika membangun desa di Batuyang. Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. Teman-temannya setuju. Lalu I . Aku lahir dari batu. Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. Hamba mengabdi kepada Paduka. Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. dan tiba di Sakenan. "Aku tidak tahu orangtuaku. yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. semakin tidak enak hati beliau. Dalem terkejut. aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. Oleh karena itu. bernama Dalem Tungkub. Demikian kata Dalem. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap.dalam hati. hitam (selem) dan putih. aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. Setelah Dalem selesai memuja. juga akan menemukan keselamatan. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang. tempat beliau menyucikan diri. I Dukuh Prateka Sakenan. pada saat rendah hati. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". Oleh karena itu. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. Kata Dalem: "Aku setuju". Di sini aku merahasiakan identitas diri. Pikiran beliau sangat senang. bukan yang besar. Beliau memuja Sanghyang Pasupati.

semoga terserang penyakit grehasta". kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. Karena kau lahir dari bambu gading. Kelak. yang bernama keris I Jala Katenggeng. kau lah mengambil bayi. disusui oleh kijang. dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. I Dukuh disuruh menebang. Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang. Kau harus belajar dan menyucikan diri. . Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). Hamba setuju. Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh.Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. Putra I Dukuh setuju. maka istananya diberi nama Jimbaran. Hamba. membunuh kijang. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka.keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. ada seekor kijang datang dari hutan. Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. Beliau tiba di Uluwatu. ingat lah sejak sekarang. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun. Jika kau membunuh kijang. semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). Hamba tidak membawa apa-apa. Kalianlah mengiringi beliau. Ketika itu. ayah berkaul. di mana dicarikan air susu ibu. Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. Istana Dalem pun selesai. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Siang malam diemban oleh si kijang. dan tiba-tiba menyususui bayi. maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. ia ibarat sama dengan diri hamba". Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng. Siapa saja . ini dan peliharalah di sini. kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. I Dukuh berkaul: "Wahai anakku. tidak pernah terserang penyakit. Demikian kata Dalem. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. Dalem berkata: "Wahai Dukuh. Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana". Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar. sebab leluhurmu berasal dari bambu. Dan ajaklah beliau ke Uluwatu. baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. makan daging kijang. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Oleh karena itu. Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh. Demikian lah sumpah I Dukuh.

diiringi oleh abdinya. istananya telah selesai dibangun. Paduka lah yang memilikinya. Dukuh pantas mempersembahkan ke istana". maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading". Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. karena dia adalah putriku namanya. wajah Ni Pering Gading sangat cantik. hamba tidak berpanjang kata. Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng. . hamba akan serahkan". lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba.Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh. Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. wajarlah dia menjadi pendamping di istana. dia adalah anak hamba". memeliharanya sebagai anakmu. Dia tidak boleh tetapi boleh. dia menjadi milikku. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. kulitnya gading. Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. Cukup lama beliau bekerja di kebun. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. Dipanggil oleh I Dukuh. Jika aku yang memeliharanya dulu. Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. akan aku jadikan permaisuriku". Dalem berkata: "Kebetulan. nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". yakni berkebun. beliau dipersilakan duduk di atas dipan. diiringi oleh I Dukuh. supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". Ketika I Dukuh menyucikan diri. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. aku berharap agar diajak ke istana. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. kalau Paduka memang menginginkan. Dukuh dulu meminta. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. Dukuh. Beliau senang diajak mampir. hamba tidak berpanjang kata lagi. kebetulan menyempatkan diri mampir. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran.harian berkebun di bukit. Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi. Setelah tiba di Padukuhan. Pekerjaannya menurut perintah I. Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem.

Kebayan tinggal lah di sini. lalu tiba di wilayah Jimbaran. lalu dijemput oleh I Prateka. Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". setelah bertapa di Yang Batu". Beliau batal membuka tutup suguhan itu.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. Tanya Dalem: "Wahai Dangka. teringat kepada saudaranya. sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran". I Dangka menjawab: "Hamba setuju". Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu". I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. Ini adalah Desa Batuyang namanya. "Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". jika tidak tahu keadaan saudara. I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. Beliau menuju hutan di sebelah barat. Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan. Meskipun dapat bertahta. lalu menemukan desa. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis". menyusul kepergian Dalem Batu Putih. berkat sumpah Dalem Batu Putih". Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. Kelandis. peliharalah anugrah Dalem Batu Putih. beliau pergi dari wilayah Gelgel. Setelah lama bertahta di Gelgel. Setelah tiba di Sakenan. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. Beliau dijemput oleh I Dangka. Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. Gaduh. "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. Dalem pun berangkat. pikirannya bimbang. Setelah tiba di dalam istana. di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. tidak ada gunanya juga. hanya menemukan istana saja. peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. berkat sumpah Dalem Batu Putih". Pikirannya tidak tenang. yakni I Mada dan I Merangin. di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran. lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. Tanya Dalem: "Dukuh. silakan berangkat. "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. di sana menjadi raja". Kemudian beliau menuju ke dalam istana. karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . Oleh karena itu. tidak ada orang dijumpai beliau. Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin.

Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. sebab Paduka dan aku lahir kembar. Namun. Taman Yang Satu. Batu Bulan. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. Setelah lama berperang. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. akan ditantang musuh. Batu Aji. Wajahnya hitam. Dalem berangkat menuju perkebunan. tubuhnya berbulu. suka-duka". keduanya kelelahan. sangat kebal dan sakti. dan Puri Jimbaran. Karena tidak bertemu di perjalanan. tidak ada yang kalah. Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". bukan seperti biasanya. Aku mohon diri darimu. Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. beliau menemukan abdinya lari ketakutan. kumis lebat. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. . Tanya Dalem: "Pering Gading. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". aku tidak pantas bersaudara. dan berkata dengan baik. tidak ada yang mati. Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. Di depan mereka yang saling bertanya itu. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. Di situlah mereka saling bertanya. Dalem berangkat ditemani abdinya. Di situlah mereka sadar bersaudara. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". artinya dunia menginjak masa Dwapara. siapa kamu. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". berjanggut. Lama berkelahi. Dalem Putih sudah pulang. maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. Ada yang pincang. Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran". Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. Oleh karena itu. ada yang batuk. Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. tak ada yang terluka. tidak mempunyai hasil jerih payah. Kayu Mas. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat. baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. hamba sangat ketakutan". Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. rambut ikal. Jimbar artinya luas. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". si penjahat pun ditemukan. Kelandis. Bukit pun hancur. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. Beliau dikira jin raksasa. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. saling menghormati. saling bercerita. kau dan aku berperang saudara. Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. Aku adalah saudara kembarmu. Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. hidup-mati. ingatlah perjanjian kita dulu". Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati". akan pergi mengembara. baik-buruk. Mereka pada berpikir. Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. Setelah tiba di hutan. Namun jangan bersedih. tumbuh pohon randu kembar berakar ular. jangan lah bersedih. Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu". Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. Batu Yang.Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". kales. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. Sekitar tengah hari.

beliau terjatuh. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. di manakah aku pantas membangun istana. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. Dalem sangat senang. Dalem melanjutkan perjalanan. Tempatnya di timur laut. I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . Di tengah perjalanan. Dalem sendiri tinggal di sana. kaki beliau terpeleset menginjak batu. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. tanyakan di mana wilayah Batuhe. Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Kata Dalem: "Wahai rakyatku. Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. aku ingin membangun istana. Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. Dalem melanjutkan perjalanan. Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. Setelah tiba di tengah hutan. pergi lah menyusup ke hutan. Beliau pergi menuju ke arah timur. Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. Beliau berjalan semakin jauh. Setelah tiba di perbatasan desa. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang. Lama beliau tinggal di sana. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian. buatkan lah dirimu tempat tinggal. Setelah semua tumbang. Tidak ada mendampingi. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. bernama desa Lami Mekutang. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. Dalem pergi menyendiri ke arah timur. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. Setelah sampai di perbatasan jalan. Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. sebab di sini rasanya tidak pantas".Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. dan rakyat pun senang. sejak ini bernama Batu Bolong". Para abdinya pada mencari tempat tinggal. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya. tanya-tanyakan". Dalem melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan. supaya bernama desa Batu Paras". kebetulan musim pasang. Sekarang. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. supaya bernama desa Batu Tulung". tinggal lah di daerah-daerahku. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". karena telah melihat hutan kelapa. diiringi seorang abdi. tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh. tempat kakiku terpeleset menginjak batu. Semua orang itu berlari. supaya bernama Batu Belig". Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. Dalem merasa kehausan. Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. supaya bernama desa Batu Bedak". kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. Lalu beliau berjalan ke timur. Setelah tiba di perbatasan jalan. supaya bernama desa Sehseh. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali".

pesan Dalem. itu obat mujarab. namun bukan jin. supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya. Dalem berjalan semakin jauh. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. itu adalah warisan hamba dari . Setelah selesai potong gigi. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. Dalem tidak mau. Dalem bersembunyi di hutan. Lama beliau beristana di sana. seperti raksasa tetapi bukan raksasa. Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. Hanya itulah obatnya. Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. Baru hamba datangi. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi. Dalem melanjutkan perjalanan. bapak menghaturkan istana. ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. menghaturkan istana dan abdi. aku disuruh mencari Dalem Batu Selem. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. Dalem berkata: " Kau mencari apa. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". bapak mempunyai anak. namun tidak ada ditemukan. beliau berdua menonton Gambuh. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila.Bongkang. bersembunyi di hutan. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. Perintah Dalem. Setelah Puri Bungkasa selesai. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. tetapi bukan jin. Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas. Perjalanan beliau semakin jauh. Tiba di pertengahan jalan. I Gusti Tangkas menjalankan. Di tengah perjalanan. I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. raksasa tetapi bukan raksasa. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. duduk di atas dipan di sebelah barat. Jangan kau takut kepadaku". dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. ke selatan. istana itu bernama Puri Bungkasa. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. ke barat. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem. Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. apakah Tuan mengenalnya. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. ia mengaku Dalem Batu Selem". beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". supaya bernama desa Tohjaya". di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". di sana lah tempat istana itu. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. Si pelacak semakin takut. Lama mereka mencarinya. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. beliau menyaksikan orang menari Gambuh.

Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak. supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. bernama Arya Ularan. I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. Tidak ada abdi mengemban. akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. pemberani. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. semua warga Batu Sepih kalah. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. mereka bertugas memelihara. Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. warga Batu Krotok kalah. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. Beliau beristana di Jaba Tengah. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok. Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. asalkan kebal. kata Dalem. dan dijuluki Dangka oleh Dalem. hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. tidak mempunyai keturunan. bernama Arya Pasung Gerigih. Wilayah barat tidak ada menjaga. bertempat tinggal di desa Sumapan. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. Beliau bertiga berunding bersama istri. Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. bertempat tinggal di Batu Krotok. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". I Pasung Gerigih . Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. dan semua abdi merasa senang. Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. Yang di Puri Pebersihan. Ketika perang berlangsung. maka adalah Arya I Tunjung Tutur. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. bernama Arya Pasung Giri. dijadikan abdi di Bongkasa".Gunung Agung. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . Batur. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. sekarang kepada Dalem. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. Baik-buruk dalam kebersamaan. Diistanakan di Puri Semanggen. Ia bertugas menjaga bukit selatan. para abdi di sana bernama Sagerehan. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. Di Dalem Pebersihan. Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. Dalem Tangkas. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. Batu Karu.

beliau tidak mau menikah. lalu mengambil nasi dan . Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". airnya supaya berwadah kendi". Pada malam harinya. Demikian kata I Gajah Mada. Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. supaya aku bisa mengenali anakku kelak". Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. marilah kita makan dulu. Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. Setelah tiba di hadapan Dalem.di Den Bukit. Ni Uradani menyetujui. Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. namanya adalah Gajah Mada. I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. Kata I Dukuh Kedangan. dipakai kain untuk anaknya kelak. Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. Sementara itu. tanyakan lah kepadanya. Mereka saling menyapa. apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. saling menasihati". I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah". Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. Tidak ada wanita seperti itu di Bali". saling memberi. siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. sayur plecing pakis batangan. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur. lalu diserahkannya selembar kain poleng. I Gajah Mada duduk menunduk. nanti saja kita berbincang-bincang". I Gajah Mada menyetujui. hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. Beliau memakai kain geringsing wayang. Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. Ni Uradani menerima. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. Setelah selesai menjamah. aku memberikan tanda kepadamu. sama tingginya. Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem. selesai pula perbincangannya. aku akan menyampaikan dulu". I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. Kata Dalem: "Paman Patih Mada. tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". yang sering ayah ceritakan kepadamu". sama kepandaiannya. tunggulah di sini. apa kesenangannya. Tuan sudah diijinkan menghadap. kelak jika janinku ini jadi. Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. akan ada jamuan. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa.

Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. I Kebo Taruna. tinggi. "Patih Tuanku. Tiba di Gunung Jawa. hamba diutus menghadap ke Bali". kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna. mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. Kebo Taruna senang dan setuju.memonyongkan mulutnya. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. Namun beliau menyimpan di dalam hati. Sekarang godalah Dalem. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. sakti. beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. di Jawa lah ia dinikahkan". sebaiknya kau mandi dulu. I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. jangan lah lalai mengemban anak. siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. Nah. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. supaya benar-benar jujur. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. Oleh karena itu. Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. inilah orangnya. Jika batinnya telah goyah. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah. Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". Kata Dalem: "Paman Mada. karena Majapahit sudah dekat. supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. "Kebetulan sekali Paman. Mada setuju. ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar. bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. Jika benar seperti berita itu. ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". sebab keringatmu berlimbah. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. hamba mohon untuk diajak ke Jawa". lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem. tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. Jika Dalem moksa. Karena itu. ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. maka jelas lah beliau tidak bisa moksa".

Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. Bantas. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. Br. Wahai rakyatku sekalian. Jika tempat suci ini selesai. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". sebab saat inilah takdir bagiku. 2. di tempat jejakku bisa dilacak. Batu Bolong. untuk bertemu dengan saudara ayah. tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata. semoga ia menjadi sudana. Batu Paras. Dalem Pebersihan 4. dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah. kebetulan air besar. Setelah selesai berkata. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh. maka bangun lah tempat suci. namanya I Petak Jingga. Adalah tempat suci bernama 1. supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. Kau lah menjaga istana ini. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. 3. Siapa pun kelak. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. Putranya setuju. Batu Belig. anak-anakku dan rakyatku sekalian. Baru menoleh. menyembah diriku. Batu Bedak. di tempatku moksa ini. Desa Peguyangan Kangin. adalah permintaanku. Batu Bongkang. tidak mau hormat berbakti di sini. Dalem Bongkasa 5. jangan lah bersedih. Dalem moksa. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. maka. Batu Bintang. Dalem Batu Ulu.Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". Setelah tiba di tepi sungai Ayu. Kata Dalem: "Di . I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. Denpasar Utara. Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". Jika seandainya ayah tidak datang. Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. Hutan itu. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. atau pun sanak-saudara. Batu Tulung. Dalem Padang Getas. Kata Dalem Putih: "Paman. tiada lain lagi. entah anak. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku.

aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. Bagaimana Tuanku. Gunung Batur. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. Pasek Lima. beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. Lalu para patih. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. Pasung Gerigih dan . hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". demikian kata Patih Tambyak. Gunung Agung. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. mereka tampak bersenjata lengkap. maka beliau tidak bisa mencapai moksa. bersama sama para patihnya. yaitu Pasek Pat. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. tidak berani diajak ke istana Dalem. apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. Pada saat ada upacara piodalan. Pasek Pitu. si Arya Panji mengambil permaisuri. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. pelinggih Dalem. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih. Tidak ada raja. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. aku tidak bisa memaksa. konon mereka adalah orang-orang Majapahit. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. Karena tidak bertepatan dengan hari baik. Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. ada orang dari Tianyar datang menghadap. hamba bersama teman-teman". si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu. I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. rakyatnya. Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. Arya Panji menjadi raja. yaitu Pasung Gerigih. Pasung Giri. Setelah tiba di Puri Batu Ulu. "Hamba setuju. Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. Si Arya Panji mengemban.manakah tempatnya. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. Beliau bertempat tinggal di Taro. Kata Arya Panji: "Silakan. Aku masih berunding dengan si otot besi. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. Hamba melihatnya dengan jelas. berada di istana Dalem. Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. namun di Semanggen. jika benar demikian. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. Kini dikisahkan putranya di Bali. Lalu di Semanggen. kembali lah ke Bukit. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. Konon mereka turun di Sulangai. Tunjung Tutur. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". Dewa Ayu Sari". hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Paman Tambyak. Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". Oleh karena itu. si bayi pun panjang umur. Tambyak. Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. Gunung Batukaru.

Pasek Lima bertolak ke Batur. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. inilah yang menjadi desa Auman. Orang Tianyar juga mohon diri. lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. Lama beliau berunding di sana. Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. ada yang terluka. sengit di hutan Jarak. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. mengapa Paman semua terluka. Semuanya setuju. ada di Batu Bongkang. Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua. Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. ada kali. Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. ada yang patah. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. Beliau berunding di tengah hutan belantara. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. semua pada sepakat. Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. ada di Genian. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. Ada hutan. tempatnya berunding di tengah hutan. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. tampak banyak rakyat datang menghadap. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. Setelah tiba di hutan alang-alang. ada jurang. darah mengalir bagaikan lautan. I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. dan perundingan pun selesai. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah.kerabat istana sekalian". Setelah selesai berunding. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. Warga Den Bukit sepakat. ada jurang. Paman Badanda dan kerabat sekalian. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali. Warganya tersebar ke mana-mana. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". kelak akan menjadi Pura Nataran". ada di Paraupan. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa". Setelah beliau menoleh ke timur laut. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. Semuanya setuju. Semuanya setuju. Setelah tiba di Den Bukit. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua. peperangan telah berlangsung. . di perbatasan desa Abian Tiing. mohon restu agar kerajaan Bali selamat. mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. ke tepi desa Supaman. dan telah dikutuk oleh I Mada. Setelah tiba di tengah perjalanan. para abdinya membangun perkemahan. supaya perundingan menjadi rahasia. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur.

Manusa Yajnya. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. Bhuta Yajnya. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. dam Resi Yajnya. di Majapahit ada lima agama. aku tidak boleh membunuh bocah. aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. Si bocah menangis. Karena terlalu marah. sekarang aku namakan Buruan. yakni Puri Bedulu. Mayatnya tengkurap ke tanah. Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. aku setuju". Kata Gajah Mada: "Wahai bocah.Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. supaya terdiri atas dua bagian. Yang lima. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. Setelah tiba di Tegal Asah. Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan. maafkanlah aku". Beliau jatuh dan tewas. Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. Tiba di tengah tegalan. Aku namakan kau warga Melayu. Aku namakan kau topeng Sidhakarya. Tiba di tengah hutan. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen. merebahkan diri di atas mayat ayahnya. supaya terhitung atas dua bagian. lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. Ditemukan seorang anak. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan. Kata Mada: "Baiklah. Belum jauh pelariannya. aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. Patih Gajah Mada marah. siapakah yang akan aku mintai makan. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. Belum selesai doa beliau. Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan. Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. Baru mau di tusuk. Aku serahkan lima jenis upacara itu. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. silakan bunuh aku. aku mengikuti kepergian ayahku". Sejak itulah bernama Dalem Jangus. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. Kata Mada: "Wahai anakku. atas Dewa Yajnya. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. Di Bali ada sepuluh agama. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. Setelah tiba di tepi laut. tidak ada yang menghiraukan. aku membunuhnya". lalu dengan berang menghunus kerisnya. Pitra Yajnya. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". Dengan berang. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. dari mana asal Tuan. Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji". kaulah yang mengolahnya. meskipun beliau sudah tewas. Semua orang istana telah mengungsi. Kata si bocah: "karena sudah tewas. aku jadikan dua bagian. si Arya Panji menuju Tegal Asah. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. itulah yang patut dimintai nafkah". Sekarang agama di Bali. Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . berenang ke selatan mengembara. Setelah tiba di puri. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. upacara agamanya sendiri. sebab ayahmu tewas dalam pelarian. I Mada terkejut: "Aduh jangus".

Cukup panjang ceritanya. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. Anak kedua (Made). dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. pada takut mati. usianya sama dengan si bocah tadi. ia bergelar Raden Panji. mengembara ke desa-desa. Adik I Gusti Susudana masih kecil. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. Setelah tiba di tengah lautan. setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. Kerabatku Pasek Pat. Lama I Melayu di Buruan. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. Bumi Bali hancur. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. I Gusti Bandesa Singgih. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. Pedayung sampannya terdampar di Nusa. putra Dalem Batu Selem. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. Karena peperangan terlalu sengit. Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. semua pada merahasiakan jati diri. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat. Siapapun membuat upacara. Kedisan. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. maka beliau tenggelam. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. Ada yang ke Culi. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. biarkan ia tinggal di sini". Songan. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. Tanda moksa Dalem Batu Selem. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. Raden Panji tewas di Tegal Asah. seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. para bangsawan dan rakyat sekalian. dibunuh oleh I Mada. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . diupacarai di Buruan. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. mengapa terdampar hingga ke Nusa. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. Terunyan. I Dukuh terkejut. ada perempuan datang mengungsi. sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. Lama beliau berada di sana. Batur. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. Jungjungan. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. menyusuri sungai Yeh Ayung. aku adalah warga Pande Bungkasa". Lalu dipungut oleh orang Nusa. Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem.mengungsi?". tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu. Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. Tiba di tepi laut. Supaya semua pada membawa. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. tidak ada orang menghiraukannya. Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. tidak ada memperhatikan wangsa. Banyak orang dijumpai. Juntal. Saudara I Melayu ada empat. berteduh di bawah pohon asoka. lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. ia menemukan sebuah sampan. darimana asalmu. Cempaga. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. Anak ketiga (Nyoman). Pasek Lima. Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa.

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti. namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. Ketika sang pendeta berkata demikian. tidak durhaka. Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. apa sebabnya Adinda datang. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia. menyusul perjalanan Kakanda. oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan. di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena). Mereka berjalan amat cepat. Oleh karena Adinda sedang hamil. Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur. Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. aku memberikan nama I Tambyak. Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. . jatuh di atas batu. Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. Ada seorang brahmana sakti. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka". tidak tertimpa mala petaka. panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan.leluhur. Di sana lah isterinya duduk. tanpa mempedulikan rasa lelah". Batu itu pecah. janganlah Adinda mengikuti Kakanda". Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. datang ke Bali. dan semoga berhasil dengan sempurna. Karena itu. Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. menemukan keselamatan. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda.

Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. Tidak diceritakan lebih jauh. sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi. sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". menghadap Sri Haji Tapohulung. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. ia tumbuh dengan sehat. Bayi itu berhenti menangis. Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu. Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana.panjang umur. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. lalu diambilnya. Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. Tidak panjang lebar dikisahkan. Selanjutnya. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. Demikian pula para menteri istana. mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. lalu beliau menggaib. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. dan bertabiat mulia. tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . mereka nampak sama-sama tegar. diikuti oleh prajurit pilihan. Entah berapa hari lamanya. siap-siaga sama-sama memegang senjata.

tawa-tawa. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. Pada saat itu. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak. sungguh bagaikan gelombang lautan. diiringi dengan suara gamelan. Blahbatuh. Namun tiba-tiba dalam sekejap saja. saling tendang. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai.baginda raja. Orang. Dari kursi singasana emas. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. Kalungsingkal. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. di barat.orang Panarajon berada di utara. saling tangkis. silih berganti. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun. suara gong itu menggema dibarengi sorak. di sebelah timur Desa Pejeng. ada yang berjaga di timur. sama-sama menghunus keris. Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya. mereka sama-sama pandai memainkan pedang. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. orang-orang Panarajon nampak ketakutan. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh . tubuhnya sama-sama melemas. Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu. Tunjung Tutur. Dia pun datang ke tengah medan laga. Tengkulak. saling mengintai.sorai yang tiada putus-putusnya. Orangorang Tenganan. dan di selatan. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. dan Pasung Grigis. Suara kentongan bertalu-talu. Mereka bergulat saling tusuk. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan. saling sodok. Taro.

oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga. Banyak prajurit yang gugur. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih. I Tambyak berputar-putar. Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak. ada pula ususnya keluar. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. . adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali. tidak ada yang tidak patah lengannya. Diturunkan dari sifat ayahnya. bagaikan roda pemintalan. turun-temurun menjadi patih. dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. Oleh karena itu. Namun tampak kejanggalan.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. Setelah berselang beberapa lama.prajuritnya berang. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama.

lengkap tidak ada yang kurang. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. ada yang ke Tabanan. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. Arya Wang Bang. Ada pun Ki Patih Tambyak. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. serta bertabiat mulia. beserta sanak keluarganya. ada yang mati. ada yang masih hidup. mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. ada yang ke Jembrana. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. Di setiap desa yang disusupinya. ada yang menyusup ke desa-desa. Konon beliau lahir dari batu. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. ada yang ke timur. beliau bertemu dengan bidadari. Bidadari itu dinikahinya. Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada. dan Arya Manguri. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja.Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. Mereka tidak berani mengakui wangsanya. Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. di Bali tidak ada raja. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan. Ketika masa kekalahan Bali Aga. yang perempuan dinobatkan di Sumbawa. Arya Belog. Arya Dalancang. Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana). yang kedua bertahta di Pasuruhan. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan. Di belakang Arya Wang Bang . Arya Pangalasan.kebal. ke selatan. Setelah beliau berputra.

Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. seorang keturunan brahmana. Pohon beringin itu sangat angker. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. selalu dicintai rakyat. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali. dan semoga hamba menemukan keselamatan. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan. Jika ada kata-kata yang menyimpang. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. dan mempunyai dua orang anak lakilaki. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu. tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. berada di Puri Buahan. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung). Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan. Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar.adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar.

Tiba-tiba dia minggat dari istana. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. tidak henti-hentinya memuja Tuhan. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. Adapun daerah yang berhak dikuasainya. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. Demikian anugerah Batara kepadanya. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. dari timur. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. bakti terhadap dewa. mendampingi Paduka Batara. utara. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara. ia amat dicintai rakyat. sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin. Setelah itu. berjalan menyusup ke tengah hutan. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. Menurut Batara. bermain-main di tepi danau. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. Setelah itu. Demikian seterusnya. Setelah selesai memuja. beliau bergelar Arya Notor Waringin. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. dan selatan. tidak berselang lama. mereka disuruh naik ke puncak bukit. Mereka berdua segera menyembah. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. barat. Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. Daerah-daerah itu nampak terang. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur.

Ada yang bertahta di Puri Tambangan. memimpin para menteri. Jika engkau didenda dengan uang. Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. engkau akan diusir dan terampuni". Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. betapa sejahteranya negeri Badung. Tidak dijatuhi hukuman mati. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem. tidak dapat dipisahkan. Entah berapa lamanya. betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. Putra-putranya silih berganti. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. Ada pula yang diusir ke Sumerta. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. Gusti . Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. baik pada saat suka mau pun duka. ada yang bertahta di Puri Denpasar. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. dengan mengadakan huru-hara di istana. itu dapat diampuni. karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. lalu mereka berpindah lagi. Semua keturunannya hidup tenteram. Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. kita sehidup semati. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. jika engkau mendapat hukuman mati. sejak dulu sampai sekarang. dan ada yang ke Desa Pahang."Wahai Bandesa Tambyak. hal itu dapat dibayar dengan uang. dan ada bertahta di Puri Kesiman. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati. Harta milikmu tidak dapat dirampas. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. turun-temurun menjadi raja. Jika engkau bersalah. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri.

sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. semoga engkau menemukan keselamatan. dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon. Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak. Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. Demikianlah sabda beliau. agar engkau menemukan keselamatan". dicintai oleh masyarakat. sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. Tiga empat kali. karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. Dewa dari semua Dewa. Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. panjang umur. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". Negerinya amat . siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. katanya: "Oh Tuhanku. Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. janganlah engkau lupa akan janjimu". beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya. Setelah itu beliau menggaib lagi. Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. "Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. aku menganugerahimu. oleh semua mahluk. tidak tertimpa mara bahaya". Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. ia memuja Paduka Batara. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan. Wahai Tambyak. aku adalah Buta Panji Landung.

tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan. dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. Agar supaya. Om Ksama sampurna ya namah swaha.Sejahtera. tersebutlah di kawasan Jawa. Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu. kami terlepas dari kutuk dan neraka. ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa. Beliau . serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang. Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring.Batari junjungan dan leluhur semuanya. sama-sama memiliki tempat tinggal.Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. Sebagai pendahuluan ceritera. tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha. Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang. Om Siddha rastu. Semoga kami semuanya.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. beliau memang pendeta Budha. Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini. Sudah tersurat dalam lontar (prasasti).

ayahandanya. Dalem. dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman . Gianyar. Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular. Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula. seperti membangun pura kahyangan. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah. membangun pasraman di Besakih.Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya. Adik beliau bernama Mpu Semeru. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049. berdiam di Lemah Tulis. Ulunswi. Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. Baleagung. upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. mahayu palinggih Bhatara . membangun pasraman di Dasar Gelgel. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem. Jawa Timur. Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . sama keutamaannya dengan Mpu Bahula. Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama. Teluk Padang atau Padangbai. Bali Timur. yang sampai kini diwarisi masyarakat. turun ke Bali tahun Isaka 921. lwirnya ngawangun kahyangan.desa adat serta Kahyangan Tiga . menengah dan utama).Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura.tiga pura desa di Bali. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara. Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. sekitar tahun Masehi 1000. serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. membangun pasraman di Silayukti. termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. Bahula berarti utama.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali. menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. Seperti Pura Puseh Desa. Yang nomor empat. neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana. tahun Masehi 999. Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya. Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. Daha. yang disatukan di Samuan Tiga . Pajarakan. Karangasem.

Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. Ida Manuaba. Ida Mas serta Ida Patapan. Ida Danghyang Smaranatha. Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. diperistri oleh Danghyang Nirartha. Arya Temenggung. berputra empat orang semuanya Iakilaki. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. bagaikan Dewa Wisnu menjelma. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Arya Dalancang. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. Ida Kemenuh. Arya Kenceng di Tabanan. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. Arya Pamacekan di Bondalem.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. memiliki dua orang putra. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. demikian cantiknya.Arya Demung. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Ida Dalem beristana di Samprangan. Arya Temenggung di Patemon. Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang. Arya Belentong di Pacung. Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka. pendeta yang pandai dan bijaksana. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . Kriyan Punta di Mambal. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. Arya Jerudeh di Tamukti . berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. yang wanita di Sumbawa. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. Arya Sentong di Carangsari. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. Arya Belog. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha. Arya Kutawaringin di Klungkung. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit. Arya Kepakisan. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. yang membangun pasraman di Taman Sari. atau Danghyang Dwijendra. Ida Keniten. adiknya di Pasuruhan. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. Arya Kenceng. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan. Arya Belog di Kaba-Kaba. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Si Tan Mundur. serta Danghyang Soma Kapakisan. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. Arya Kanuruhan di Tangkas. Arya Manguri. Arya Wangbang . Arya Dalancang di Kapal. Si Tan Kawur. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. Ida Danghyang Panawasikan. dan Arya Kutawaringin. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. Beliau melaksanakan paham Siwa. Arya Pangalasan. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang. Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata.

Selalu kalah saja. sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai.Gunung Agung. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. Di mana saja ada perjudian. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan. Setelah beliau memiliki putera. Diceriterakan. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. tidak pernah tinggal diam di rumah. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. dan karena permohonannya itu. Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. Karena kesaktian beliau. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa. Artinya: Bang dari merah warna api itu. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. memuja Dewa seraya . akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan. konon. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera.Demikian dikatakan di Babad Dalem. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya. selalu berada di tempat perjudian semata. sangat sukacita beliau Mpu Bekung. memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra.

Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . apa keinginan Mpu. memuja saya ? Segera katakan. Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya. agar saya menjadi tahu !". namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda. Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. sejak lama hamba mencarinya. seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. sampai beliau kenyang. Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. .sudah. dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang. Singkat ceritera. karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". apakah dia masih hidup. Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu. atau apakah dia sudah . bermaksud menghaturkan sarinya susu. ada di rumah". ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah . kemudian meminum sarinya susu. di mana dia berada". pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. ayahandaku. Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang.membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara . Anak hamba sudah ketemu. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. seraya berkata: "Duh. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau. Mpu saya minta sarinya susu lembu. hamba menghadap pada paduka Bhatara. Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu.mati. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. lengkap dengan gentanya. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. namun belum juga ketemu. dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu. bermalam di sana. Namun. putraku Sang Bang. Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu. ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. hendaknya Mpu jangan bersedih hati. maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang. Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. agar segera pulang kembali. Sesampainya di Tohlangkir. ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik.putra Mpu. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. sesuai dengan keinginan Sanghyang.

selalu kalah setiap hari ". seraya berbalik. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. apapun yang ananda minta akan kuberikan . bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. . seraya bersabda: "Ambillah emas ini. lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu. keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. serta genta milik ayahandanya. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya. segera katakan !"." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. Diketahui emas itu oleh putranya. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. seraya membunyikan genta. Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. hamba bermaksud untuk memohon modal. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi. tetapi secara sembunyi . diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. lalu beliau berpikir keras. "Aduh ananda. di depan gua. Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. dipakai modal di tempat perjudian. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. Karena sekarang sudah memiliki emas. "Demikian hatur beliau. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. Karena keadaannya demikian. nista sekali hamba berjudi. yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. sampailah beliau di Tohlangkir. seraya meminum susu itu. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu. Singkat ceritera. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. beliau mengeluarkan emas. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang. jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. Segera beliau pulang. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual. Ayahanda berikan". bagaikan sebutir kelapa besarnya. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. sekarang apa yang kamu inginkan. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. Ki Brahmara. membuat geger. akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. Seusai meminum susu itu.sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung. memuja Dewa. Tidak diceriterakan perjalanannya. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat. Lalu diminumlah susu itu. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. Sang Bang. Karena demikian. saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu.

Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara.segera ananda pulang. poma. Karena genta itu betul-betul genta utama. mengheningkan cipta. Di sana beliau melihat onggokan abu. sementara buah genta berada di sebelah abu itu. Segera diketahui dengan jelas. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. Bebalang. Desa-desa diselusuri mencari putranya. Karena kesaktian beliau. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. menyimpan genta saja. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. Apa lagi permintaanmu. Segera beliau pergi menuju Bali. lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. Karena beliau berbadan panjang. lalu segera menuju Tohlangkir. Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. Bangli. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan. seraya berpikir-pikir. sebab merasa ekor beliau terluka. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. itu sebabnya kembali beliau mengelana. Atas kehendak Hyang Widhi. Karena itu. yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. Singkat ceritera. Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. Setibanya beliau di Tohlangkir. memuja Dewa. Karena demikian kata Ida Sang Bang. Ida Bhatara kembali ke gua . poma". katakan. Datang lagi ananda membawa susu. berhutang di perjudian tidak dapat. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. namun tiada juga ditemukan. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. berkehendak mengikuti perjalanan putranya. jelas . gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. Segera beliau mengheningkan cipta. meminjam tidak diberi. Besakih yang ditujunya. semaumu akan kuberikan". sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. Lalu diambil emas itu. Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya. habis juga modalnya. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. tidak sampai satu bulan. Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. serta membunyikan gentanya. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya. seraya mencari sarinya Susu lembu. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja.

Lama beliau menunggu. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor. Bila mana dia nanti hidup kembali. Mukanya cemberut. agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. Karena sudah jelas diketahui. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. seperti sebelumnya. barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. disebabkan demikian besar amarahnya. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka. Inggih. ingat diperdaya oleh suara genta. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. karena dialah anak hamba satu-satunya. habis sudah dosanya. karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. di samping terlihat nista. hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. Bila mana berkenan. Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. Lama Ida Bhatara berdiam diri. Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. sebelumnya. merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. Sang Mpu. tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. Setibanya di depan gua. Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji. maka Ida Bhatara berkata perlahan. Basukih Stawa dan Utpeti. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. Lama sudah beliau melakukan pemujaan. bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun. Karenanya.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. . juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". bila demikian permintaanmu. namun rupanya dia sudah menjalani kematian. namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". demikian memang dosa anakku itu. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. ampunilah anak hamba. Namun. karena akan nampak sangat maha utama. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara.

Pantas anda bergelar Siddhimantra. dengan janji. kalau ananda bisa hidup kembali. Perlahan. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. tidak lagi Mpu Bekung nama anda. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. dengan hiasan candi kurung. Diamlah dan tinggal ananda di sini. ayahanda akan kembali ke Jawa. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. selesai sudah gelung agung itu. bergundala dan memakai sekar taji. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. dengan anting anting. garuda mungkur. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. didahului dengan pujastuti weda mantra. Jangan ananda salah terima dan salah . Setelah usai bertemu wirasa. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. kalau ananda kembali ke Jawa. disebabkan kesaktian beliau masing-masing. Silakan. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. Mpu Bekung. segera beliau membuat gelung mahkota. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. hidup seperti semula. Demikian suka citanya beliau berdua. seperti baru habis tidur layaknya. maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari. semoga Dirgahayu. memenggal ekor Ida Bhatara. Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu. Sejak sekarang. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih. memang demikian saktinya anda ini. perilaku ananda sungguh tak terpuji. disebabkan karena marah beliau tak terhingga. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. karena semuanya sudah berhasil. engkau anakku Manik Angkeran. ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. beliau cepat lari. Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. dan juga beliau sekarang bisa terbang. Memang. Selain itu. sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara. demikian sakti dan makbulnya japa . Sesuai perjanjian. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau.mantra anda. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. demikian menakjubkan. dan ketika sadar. pulanglah sahabat karibku. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha.

Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra. Di sana beliau termenung -menung. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut. sebab kalau demikian. lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. Besakih. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. sebab janji beliau sudah demikian pasti. menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda.paham. Kemudian ada lagi nasehat ayahanda. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. Menyatukan batinnya. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek. Jangan sampai menurun. berdwijati namanya. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. agar ananda senantiasa menyelenggarakan. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi. sebab sebenarnya. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda. tibalah beliau di tanah genting . memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. hidup untuk keduakalinya. Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. kilat dan halilintar bertubi . mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan . Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah. agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya. beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. menyelesaikan upacara.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. sekarang ananda berwenang menjadi pendeta. sangat nista disebut orang. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. lindu dan gempa terjadi. Di samping petuah tersebut. Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali. teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa.

namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer. memuja Sanghyang Parama Wisesa. Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. membersihkan rumput dan menyiangi. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan. keluarlah keisengannya untuk pamer. menjadi tukang sapu". berhasil beliau mengadakan putera. membersihkan padi gaga. kalau tidak anda ini brahmana hina". Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. Sekarang saya balik bertanya. kalau demikian halnya. "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni. Berkata lagi Sang Bang. apa lagi dipakai membakar. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera. kalau bukan api. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. Tak sekalipun beliau lalai. jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. namun saya membuat tempat tinggal di sini". Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. itu juga pekerjaan utama. bukan brahmana hina. Ki Dukuh menjawab agak marah. Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. Kalau saya. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". Saya ini memang benar putra seorang Mpu. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. Kakek ini siapa. Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. Setelah membersihkan diri. Besakih. Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. Lalu. mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci. yang berada di dalam diri sebenarnya. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir.Pura Besakih. berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana. dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. sepertinya bermain-main. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. kalau begini cara Bapak bekerja. sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. Beliau melaksanakan Kadharmaan. ini benar-benar brahmana aneh". Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". namun karena kesaktian beliau. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. sebagai penua di desa Bukcabe. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang.

menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. Tidak berapa lama. nampaknya semuanya lengkap hadir. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh. Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. matang sudah yoga beliau. sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. menjadi pulih kembali perasaan beliau. Beliau berdua pulang ke Nirwana. serta semua milik hamba beserta rakyat. perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. Tatkala api itu berkobar. saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun. menyatukan pikirannya. Ki Dukuh merasa kalah. namun sekaligus merasa untung. Sejak saat itu . Ratu Sang Bang. pagi . keduanya memakai pakaian putih-putih. kemudian mamusti. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah. Setelah melakukan yoga dan samadhi. serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. hamba akan menghaturkan diri. isteri serta keluarganya. "Nah. Demikian hatur Ki Dukuh. seraya lama termenung.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu. kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti. karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. berkobar. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. Setelah selesai janji itu. kemudian menghaturkan sembah "Singgih. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. menjadi terhenyak Dukuh. ke sana Bapak pulang.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. ditemani dengan anak dan kerabatnya. Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung. kalau begitu. Setelah tepat benar matahari di atas kepala. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". berdiam diri. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. selanjutnya melompat juga ke api. Ki Dukuh dengan isterinya. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. yang telah menjadi pendeta yang bijak. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. kalau benar seperti perkataan l Ratu. Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. Tersebutlah pada hari yang telah disepakati.

disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. cantik tiada bandingnya. Kemudian beliau merasa-rasa. wanita itu juga diam menunduk. pintar. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. kemungkinan juga akan mandi. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. Tatkala itu. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. Ingat lagi. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri. Beraneka macam memang suara burung itu. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. kemudian lupa kembali. Setelah agak lama mengingat-ingat. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. juga tidak bisa beliau mengingat. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. bernama Ni Luh Warsiki. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. lalu menangis. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. siapakah gerangan tuan . Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. maka didekatinya wanita itu. diserahkan kepada lda Sang Bang. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. di mana. namun tidak ingat lagi beliau. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. Setelah beliau memasuki hutan. siapa gerangan wanita itu. selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. bijaksana serta dibya caksu. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide. terhenyak beliau. sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. tuan puteri yang bijak. Tiba-tiba beliau berhenti. sepertinya acuh. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman.

"Ya. Lagi seperti dikenai sindiran. sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. Berkata Sang Pendeta: "Duh. apa Wong samar orang maya. memang tidak kurang tempat yang indah. jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. hamba memang bidadari dari Sorga". Namun . memang demikian Sang Pendeta. memang demikian Sang Pendeta. dan juga bukan manusia". Dari mana tuan puteri. Tetapi sebenarnya sekali. sekarang ini. Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. Kedatangan hamba ke sini. karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. kalau berkenan. Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. suka atau duka. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut. Kok sendiri di tengah hutan begini. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. namun bisa juga disebut baik sekali". tidak tempat yang indah saja.. apa yang akan tuan sampaikan. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". Pendek kata hamba ingin mengatakan. "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. bagaikan ditarik hati hamba. Demikian Sang Bidadari segera menjawab. begini . hamba ini bukanlah manusia maya. Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta.. mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". Kalau seperti hamba. datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". sudah hamba sangka. Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri. Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda.puteri ini. Kalau wanita. Sebenarnya sekali. lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda. namun senang atau sedih. Sebenarnya Sang Pendeta. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. Ya. "Aduh.. seperti terkena sindiran Sang Pendeta. yang membuat hati ini senang. yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba. hamba masih terlalu muda". karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". Di Sorga. sebenarnya tuan puteri Bidadari ?". "Inggih. Dewa. berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. "Kalau demikian. hanya bersenang-senang". Sebenarnya. dahulu. Hamba bersedia untuk mendengarnya. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. jangan sekali Tuan Puteri marah. Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir". yang sangat bijaksana. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup. ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. tentu tuan puteri adalah Bidadari. hanya tempat ini yang paling indah. di kawasan Besakih ini. apakah tuan puteri benar manusia. perkenankanlah hamba memohon maaf. Demikian kata Sang Bidadari. Seraya menyembunyikan rasa gugupnya. sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra.

dinda tidak lagi berpanjang kata. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini. Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. dindaku. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. permata hati kanda. seperti sekarang". jadi dinda menghadap Ida Bhatara. Namun jangan kanda merasa khawatir. semua dinda ketahui". agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. mengikuti perjalanan kanda. l Dewa. seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga.setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. Ya. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. Baru demikian Sang Bidadari berkata. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka. Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari. Namun. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". Lalu. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. jadi hambalah yang dikalahkan. walaupun di sini di dunia. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. dinda bersedia mendampingi kanda. Karena itu. kalau demikian. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia. kalau demikian halnya. kanda sanggup. Kanda hanya melaksanakan. karena janji Ida Bhatara dahulu. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. tidak juga ada datang-datang. Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. Sebab bila demikian perihalnya. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. beliau melebur badan jasmani - . Namun terasa sangat samar hal itu. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. ayah kakanda. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. seraya berkata: "Duh. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. seraya tersenyum. merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. semasih kakanda berada di sini". kanda akan ikut. ke sana kemari para Dewa mencari dinda. ke mana pergi dinda.

tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. Sang Bidadari berhenti sebentar. lahir seorang putera Iaki-laki. Besakih. pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi. kemudian mengadakan putera Iaki seorang. Demikian kata-kata Sang Bidadari. sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. seorang wanita yang cantik jelita. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. Danghyang Bang Manik Angkeran. Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh. Singkat ceritera. Begini. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari. tiada kurang makan dan minum. Tegenan serta Batusesa. ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda.baik ditekuni oleh Sang Tiga. kebijaksanaan kepada para putera itu. Ya. ada pendamping Ida Sang Pendeta. Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. Serta oleh Sang Pandita. tampan. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". sudah ditekuni dan dilaksanakan. Namun ada kekurangan beliau sedikit. semua putranya itu meningkat dewasa. Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . Merah warna paras muka beliau sudah sirna. Dari isterinya . Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri. Singkat ceritera. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi.Ni Luh Murdani. Sekarang. Semakin lama.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. Semuanya pandai. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. berprabawa cerdas. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. semakin subur makmur. karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. yang juga berprabawa agung. Namun sebenarnya. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. dan senang pujian. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. Karena memang putera orang yang bijak. serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. Bagaikan Brahma. kawasan Bukcabe. kanda temani dinda menuju Pasraman. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama. Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. tampan. muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. Diceriterakan di kawasan Besakih. kalau demikian halnya. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. Wisnu.

menanak nasi dengan sebulir padi. sampailah beliau di hutan Jehem. jika dimasak. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. pada suatu hari. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. manakala isterinya menaruh sebulir padi. dibukanya kekeb penutup alat masak. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka. Setelah berapa tahun lamanya. tiada kurang suatu apapun. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain. menuju Padukuhan. Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. . menjadi ikan ayam. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. Sehelai bulu ayam.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih. Ida Bang Tulusdewa. yakni Ida Bang Banyak Wide. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. Ni Luh Canting kemudian hamil. Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa. kemudian. Setelah lama nian memasak. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci.itu oleh Sang Bidadari. Tidak diceriterakan di jalan. diberi nama Sira Agra Manik. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari.

Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka. mungkin sekali Ida l Kakiyang . Bang Banyak Wide. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua. yang kanda kasihi dan cintai. Dinda sangat berbesar hati. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. berpikir Sang Bidadari. tepatnya di daerah Daha. Setelah semuanya duduk. Ida Danghyang Siddhimantra. Pada saat itu. Sang Pandita. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra.bersuamikan kanda. maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. Perihal keinginan kanda . Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". ditinggal oleh ayah serta bundanya. Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. Satukan diri ananda dalam bersaudara. maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta. Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah. kata beliau Kakek kita yang bernama. bertempat tinggal di Pulau Jawa. marilah kita pergi ke sana. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita.kakek kita. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. masih tulus bhaktinya. Diceriterakan. l Dewa. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda. dicamkan betul oleh para putranya bertiga. Bang Tulusdewa. memang wajar sekali. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu. putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . Tinggallah para putranya bertiga. namun mohon dimaklumi. beliau kemudian berpulang ke Nirwana. Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. Dan lagi. beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. l Dewa Bang Wayabiya. agar kita mengetahui keberadaan beliau. serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih. adikku berdua. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta. diiringkan oleh isterinya berdua. tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. mengenai perihal itu. Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. Bersama isterinya yang dua orang itu. Lagi pula kalau Kanda pikir. Pada hari yang baik. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . akan meninggalkan ananda. Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe. agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. mohon maaf. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. lalu beliau memanggil putranya bertiga. Sudah usai rupanya perjanjian kita. Dinda sekarang. kanda akan mengikuti perjalanan dinda". moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. Baru didengar perkataan kakaknya demikian. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". untuk pulang kembali ke Sorgaloka". Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan.Saat itu. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. belum ada dan belum berdiam di Besakih. bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda.

Kalau kakanda berkehendak akan pergi. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. dinda juga.dinda berdiam. yang sedikit bangunannya. semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata. Singkat ceritera. agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal. agar semuanya bisa ikut menikmatinya. Ayu kabeh. patut juga. Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. Kalau hari sudah menjelang malam. Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. Ala tunggal. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". walaupun belum dinda ketahui. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa. berat rasanya bagi dinda. . Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. berupaya beliau menumpang di tempat orang. namun Ida Bang Banyak Wide. di sana berharap untuk beristirahat. Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. Semoga kanda selamat. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih.kanda itu. di mana saja mungkin kanda . Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda.! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". Kemudian beliau berkata: "Inggih. dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. namun seringkali beliau berada di tengah hutan. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah. di Bali agar ada. walau masih jejaka muda-belia. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. menghadap kepada Ida l Kakiyang. ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan. kalaupun kanda . jarang sekali berjumpa dengan manusia. silakan kakanda pergi sendiri. Pada siang hari beliau berjalan. tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. perumahan serta hutan dilewatinya. berpikir-pikir. Pada hari yang baik. kalau demikian pendapat dinda berdua. demikian teguhnya kepada tekadnya. mohon maaf pula. seperti menjadi petuah dari ayahanda". beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang.dinda menemui kebaikan atau keburukan. seraya berangkat. Jalannya juga lebar. Itu juga sangat pantas. Demikian hatur adiknya berdua. Biarkanlah hamba di sini di Bali. Yang nomor dua. silakan palungguh kanda pergi. ke Jawa. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. menurut kanda. di mana beliau merasa lesu. lembah dan jurang yang dituruninya. setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. demikian banyaknya desa. Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. Inggih. Kalau kemalaman di desa. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua. juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini. karenanya.

dadine sira Kaki pasti maweruha. apalagi untuk mendudukinya. Cucuku menjadi pewaris keturunanku. Di sini saja cucunda berdiam. Nama hamba Sang Banyak Wide. eman-eman warnanta masmasku. sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman. Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. Kagum kakek menyatakan prabawamu . bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero. Nah. karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan.Setelah tenggelam sang mentari. seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. karena demikian lesunya. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah. bernama Sira Bang Guwi. dahulunya. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta. sekejap beliau sudah terlelap. Tidak lama.kadharma putera. yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari. Karena itu sekarang yang paling baik. gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ". semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku. langsung akan hangus terbakar. dengarkan kakekmu ini. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. dosanya karena membangkang kepada raja. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. Walau hanya seekor capungpun. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang.. anakku. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih . Di samping itu ada petuah Kakek. Konon. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta. agia tunggal-tunggal. kalau demikian maksud tujuan cucunda. Singkat ceritera. Sebab itu sekarang putung . sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat . Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. Singkat ceritera. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita.Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita.tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana. Siapa namamu. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. kalau hinggap di tempat itu. Sudah dibunuh oleh sang raja. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata. ndi sang kayeng tuan. Ternyata itu ternyata sebuah Griya .tidak berketurunan kakekmu ini. Demikian gembiranya beliau. di tempat batu itu. Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari.

Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku. trikayam pansudham. ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh.Diceriterakan sekarang. sekarang menjadi Arya Pinatih. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. beribu maaf. Demikian juga putra sang Mpu. Puranam tatwam tuhwanam. itu semua agar dipuja. bagaikan Dewi Saraswati nampaknya. manaciko sidha pumam. untuk menghadap kepada sang patih. sampai di kelak kemudian hari. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana . dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. ananda menuruti kehendak mertua hamba. serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. demikian atur Ki Arya Buleteng. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. kalau menurut saya. jikalau demikian keinginan mertua nanda. tidak bisa dipisahkan lagi. sering berkunjung ke Puri. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. sebagai . Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng.peralatan pemujaan pendeta. kayiko. silakramam. Sang bang. witing kunam purwa Daham. Ida Bang Banyak Wide. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. dan jika nanti hamba memiliki keturunan. Siwatwam. I Gusti Ayu Pinatih. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. Belum selesai perbincangan beliau berdua. lalu berkatalah beliau ?Ah anakku. menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. maka dengarkanlah ini. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara. sirarya pinatyam maho. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. pujatityasam. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. parasnya cantik nian. yang menjadi patih di Kerajaan Daha.putera dari Ki Arya Buleteng. berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. juwita hatiku Sang Banyak Wide. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. tatkala itu sudah remaja putri. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri. wacanam wara widyanam. Kalau saja dipisahkan. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita. jagadhitam purohitam. pustaka weda. brahmanawangsatitah. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. tak urung mereka akan membunuh diri berdua. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. agar menjadi Arya. Singkat ceritera. waciko suklam. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya.

Serta ada lagi nasehatku. jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed. Jika ada yang meninggal sudah dewasa. serta selalu mengupayakan ketrentraman. bukan sanak saudaramu itu. walaupun jauh tempat tinggalnya. Para raja-adipati. wetu tunggal. serta sarananya. hala kabeh . maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng. Serta bila walaka biasa meninggal. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . petulangannya lembu. Jangan lupa pada nasehatku ini. Ada nasehatku juga. dan berhak ikut menyungsung bersama. Habis. dan bila sesudah meninggal. berhak mempergunakan padmasana. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang. berhak dipakainya. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. berkehendak untuk ikut menyungsung . Semuanya paras paros.Pernikahan Agung itu. hala tunggal. Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda. jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. semua rakyat menjadi riang dan gembira. bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. jangan tidak periksa. yang berasal dari brahmana dahulu. Serta ada pula anugerahku. tahu tentang Filfasat Kedharman. Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng. menjadi pendeta maharesi. kalau ada keturunan Arya Wang bang. serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. jika melakukan upacara atiwatiwa . bhatara Kawitan. yang . demikian yang berlaku pada Arya Pinatih. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. dinamai Ida Bang . walaupun orangnya nista madhya utama. menganut prilaku Brahmana Wangsa. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna. Ingatlah hal ini. ANG OM mepatang. serta jika melanggar seperti nasehatku ini.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. jika ada orang luar desa datang. semua sarana yang dipakai ksatriya. jika melanggar nasehatku ini. terkecuali naga bandha. kepada mu. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM.? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik. kokoh melakukan tapa yoga brata. dalam hal bersanak-saudara. jika meninggal bayi belum kepus pungsed. OM ANG medhalong. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. mengaku Sira Arya Pinatih. di kemudian hari. habis. pendeta. remaja atau sudah tua.palebon. janganlah ananda kadropon. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. semuanya celaka. sungguh dia bersanak saudara denganmu.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya.pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. namun belum tanggal gigi. perhatikan dahulu. cuntakanya satu bulan 7 hari.satu menemui celaka. cuntakanya 7 hari. pandai akan ilmu kerohanian. dapat didiksa. Bilamana yang meninggal adalah walaka. madya utama. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. berhak mempergunakan bade bertumpang 9. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. cuntakanya 11 hari. serba putih. Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. menyucikan diri sanak saudaramu kelak. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. berhak mempergunakan bade tumpang 7. demikian pahalanya.

sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. Katanya : ? Inggih. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha. diadakan daya upaya. Singkat ceritera. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. kemudian menghilang. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang. semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. Sesampainya di Madura. tidak urung kemudian kalah Singasari. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. sepanjang hidup keturunan Tuanku. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. Pada hari tertentu. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. Singkat ceritera. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. Kemudian Singosari diserang oleh Daha. mempergunakan nama sang ibu. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. kemudian memohon hidup. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. Namun tiada berapa lama. Di tahun Masehi 1292. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana. Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari.Bagus Pinatih. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. hutan Tarik itu sudah diberikan. semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?. Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih.

disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. Diceriterakan sekarang. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja. Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. memerintah kawasan Tuban. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. Singkat ceritera. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. segera memberitahukan rakyat beliau. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. Ramai nian perang itu. setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. Kemudian. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama. menantu serta cucunya. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. Lama kemudian. Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. akan menantang Ki Patih Nambi. serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. tidak berselang lama beliau . maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. kembali ke Puri Tuban.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. Setelah selesai upacara palebon itu. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. Arya Adikara. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. Sira Ranggalawe direbut. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri.

Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Tumenggung Ki Kala Gemet. Pahang. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. Arya Kepakisan. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. Kemudian cucu beliau. Dalem Bedaulu Kalah. kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada. Ki Kopang di Seraya. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. saya baru akan beristirahat. Jika Gurun. Inggih. Tanjung Pura. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra. saya baru beristirahat. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. Sunda. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis. Bali. Dompo. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. bertempat tinggal di Tengkulak. Arya Delancang. Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. Palembang. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. Arya Mangun. Menteri Girikmana . Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. Ki Tunjung Tutur di Tianyar. Demung I Udug Basur. Seran. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. Arya Belog. walau kepada para dewa sekalipun. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. keturunan Kyai Karang Buncing. di Tengkulak Peliatan.menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang. Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan. Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. Haru.Ularan berdiam di Denbukit.?. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. Sesudah Raja . digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu. Tumasik telah tunduk. Arya Kenceng. Disebabkan karena merasa diri sakti. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. Ki Buan di Batur.

Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. untuk diasuh di Majapahit. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober. Arya Kenceng di Tabanan. turun di Lebih. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. memiliki putra laki seorang. Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. Arya Pamacekan di Bondalem. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. Arya Belentong di Pacung. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. kemudian berpulang ke sorgaloka. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Oleh Mahapatih Gajah Mada. sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. tahun Masehi 1380. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. Arya Kanuruhan di Tangkas. maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana.dari Pulau Jawa. Diceriterakan kemudian. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan . Arya Belog di Kaba-kaba. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra. serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah. yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. Arya Temenggung di Patemon. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. diberikan tempat tinggal di Pacung. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. Arya Sentong di Carangsari. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. Arya Jrudeh di Tamukti.000 orang. Badung. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. wanita seorang. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. Kriyan Punta di Mambal. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. laki tiga. dijadikan penguasa di Bali. karena itu timbul huru hara. Selain dan para Arya tersebut. Arya Dalancang di Kapal.Bedaulu mangkat. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. serta berkedudukan sebagai Adipati. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya.

bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya. Banyak . I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa. I Gusti Bija Pulagaan. I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Nyoman Jumpahi. sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453.Gusti Putu Pahang. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. Diceriterakan Ida Bang Panataran. cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya.

Badung. I Gusti Putu Pahang. . Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.para penguasa dan pejabat yang melamar. Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. namun tidak diberi. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku. maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. I Gusti Jumpahi.

yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung. yang merupakan . diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan.Itulah keponakan yang diutus. kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih. Tidak diceriterakan di tengah jalan. demikian kalau diperumpamakan. akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna.

kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih.paman kami. Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran. Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. yang bernama Ida Bang Banyak Wide. Kaget Ida Bang Panataran. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini. seperti gugup tak bisa berkata-kata. yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?.

Karena mendengar hal itu. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. saat . Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”. maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. Nah. pada saat dulu. kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. Ida Bang Wayabiya. pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. Demikian halnya dahulu. namun tidak dijumpainya. dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya. apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen.Jawa. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih.

Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu. .itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati. Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. Karena sudah selesai perbincangan itu. lamaran itu tidak bisa dipenuhi. tanpa tujuan. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih. pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi. kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga. Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran.

mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. tentram wilayah itu. Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen. Wilayah itu menjadi makmur. yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih . kemudian lahir putra beliau. Badung. serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya.Hentikan dahulu. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan . Inggih. adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. akan dijadikan penguasa di kawasan Badung. hama menjauh. demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel.

Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . disebabkan karena kebagusan rupanya. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening. Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. Keesokan hannya diingat kembali . Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang. ganteng seperti Arjuna. dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan. Sesudah diberi tempat di Badung. yang bemama I Dewa Manggis Kuning. kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. akan dijadikan penguasa di negara Badung.lentera di Sumanggen.

dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng.I Gusti Ngurah Pemecutan. tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara. Karena demikian halnya. Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan. Pada saat malam tiba. menyerupai selir. . kemudian I Dewa Manggis digulung tikar.

Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. ditaruh di depan rumah. Karena berupa seorang wanita. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang.kemudian dibawa keluar puri. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu. Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan. I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. ditindih dengan selimut. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. bersama putri beliau. Dan lagi bapak sangat . diketahui oleh Kyai Kenceng. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. maka tak seorangpun hirau. dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis.

Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih. kemudian berpulang ke Sorgaloka. Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. agar mendampingi ananda dipakai isteri. Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. . Ini ada anak bapak seorang. tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur.mengasihi ananda I Dewa. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya. Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija.

Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. I Gusti Abyannangka. sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. I Gusti Ngenjung. I Gusti Ngurah Kapandeyan. I Gusti Nyoman Jumpahi. I Gusti Putu Pahang. Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja. I Gusti Ngurah Tembawu. I Gusti Nyoman bija Pinatih. I Gusti Batan. I Gusti Nyoman Bona. serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Bedulu. Tidak ada manusia yang beranai. tidak bisa dihitung jumlahnya. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. I Gusti Ayu Tembawu. semuanya besembah sujud. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. .

serta Falsafah menuju . I Gusti Arak Api. I Gusti Ayu Pinatih. serta I Gusti Nyoman Pahang. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. I Gusti Ngurah Made Pinatih. I Gusti Ngurah Mantra.I Gusti Miranggi. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. I Gusti Balangsigha. paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat. Demikian keadaanya dulu. datanglah masa tidak mengenakkan. I Gusti Ngurah Anom. I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning. I Gusti Made Pahang. Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih. I Gusti Ngurah Puja. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. I Gusti Ngurah Anom Bang. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. I Gusti Celuk.

Demikian atur sira Dukuh. Saya saja yang begini. banyak memiliki rakyat.Kematian atau Tattwa Pati. kokoh membangun kebaikan. tidak bisa melakukan moksa. akan pulang ke Sorgaloka. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?. Karena demikian kata I Dukuh. ?Ah masa aku kurang apa. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih. menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. menjadi penguasa. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. Memang benar hamba bisa moksa. pada hari besok hamba akan pulang moksa. menjawab sira Dukuh : ?Inggih. . saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. akan moksah?. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?.

kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. serta agar membawa tongkat. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. Inggih hentikan dahulu sampai disini. Sesudah masak betul yoganya. Sesudah itu. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih. jatuh . merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. dari atas. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik. memang benar Ki Dukuh moksa. Pada keesokan harinya. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. lepas. ratuning wilayah Kerthalangu. semua bersiap. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. menghadapi pedupaan. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. ada dari bawah. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. berpikir dalam hatinya. kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu.

Kemudian . berencana akan berpindah dari Purian. Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. direbut oleh semut. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. telaga itu dikelilingi api. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan. putra. cucu semuanya. diiringi rakyatnya semua. menuju Pura Dalem Paninjoan. Namun masih saja dicari. Sesampainya disana. Semuanya merasa masgul. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. Karena itu halnya. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh.berkelompok ? kelompok. Karena demikian keadaannya. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu. ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan.

beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. yang pernah berpaman dengan I Dukuh. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara. boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. Usai sudah perbincangan diadakan. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. serta diberitahukan kepada balanya. karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran. kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu. yang ada di . siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed. seperti para putranya semua. kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya.

disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua. semua bertempat tinggal di Tangtu. jika tidak ada I wong Tembawu. yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu. akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung. Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. Ida Peranda berdua dengan senang . Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. ke Padanggalak. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih. sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu.Kerthalangu. Macan Gading. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. I Pasek Kayu Selem. mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda.

tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana.hati memberikan restu untuk hal itu. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. Kyai Anglurah Agung . serta menyesali diri. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. kembali direbut semut. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. di Glogor Carik. buahnya dipetik sekarang. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. ada di Pedungan. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. Semakin banyak semut itu datang. baunya sangat busuk. Karena demikian keadaannya. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut. serta ikan itu berulat. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. di Seminyak. Hentikan dahulu. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. tidak boleh berkata sumbar. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. dan hal itu sudah menjadi bukti. untuk wilayah Padanggalak. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. Karena semuanya merasa gundah. sangat berbahaya dikatakan. Ada yang mencari tempat di Kepisah. Tidak berapa lama disana. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. Singkat ceritera. di Tegal.

lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. I Gusti Blangsinga. kembali ada semut yang datang. kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. sehingga bisa berjejal disana. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. Dalem Pande dan Dalem Dura. semuanya dengan rakyatnya. kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. karena itu berpencar para putranya. ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. yang merupakan sungsungan Desa Adat. untuk mencari tempat. karena tempat disana sempit untuk banyak orang. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara.Pinatih. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. Tempat Pemujaan dulu . yang kemudian pergi menuju ke arah timur. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. Di Kapal. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker. sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh.

juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We. Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel.bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup. . Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu. putranya masih di Blahbatuh. diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. sebagai warga Pinatih. adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan. I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya. namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau. Setelah berputera. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. mendapatkan putra. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. Krobokan. ayahnya masih di Batubulan. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem.

para putra dan cucu. ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti.Hentikan dahulu. di Ungasan serta Umadwi. Demikian ceritanya dahulu. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu. yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . Halnya seperti dibawah ini. ada di Jimbaran. diiringi oleh rakyat. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya. Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem. Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. ada di Bukit. sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem. masih di wilayah Kerthalangu. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. Kesimpulan pertemuan itu. lalu ada yang berpinda ke arah selatan.

cucu semuanya serta rakyat. dan tidak diceritakan di perjalanan. kakandaku. kemudian menuju arah barat. agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made . kakanda akan menghadap kepada Dalem. Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh. diikuti juga oleh saudara ? saudara. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya. dan berdiam di Tebesaya. seperti pasiwakaranaan serta pustaka. akhirnya sampai di Jenggalabija. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. Kyai Anglurah Made Sakti. Sesudah itu. Setelah usai pertemuan tiu.adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. dinda menuruti kata ? kata kanda?. karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan.

I Gusti Meranggi. I Gusti Sampalan. putranya berdiam di Banjar Bias. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji. Lama beliau berdiam. I Gusti Kembengan. I Gusti Sayan. ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. bernama I Gusti Nyoman Natih. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. Demkian dahulu. I Gusti Manggis. I Gusti Arak Api. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. I Gusti Nangun. yakni I Gusti Tegal. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. dan I Gusti Kutri. I Gusti Kandel. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. I Gusti Nunung. I Gusti Pelagaan. Di Tulikup. Sejak berkuasanya leluhur . Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. I Gusti Pandak. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati.Pahang di Tulikup. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. I Gusti Benculuk. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. I Gusti Bedulu. seperti para putra I gusti Bona. I Gusti Sukawati. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. berpikir. I Gusti Berasan.

juga agar mendapatkan keselamatan. Rakyat semuanya mengiringi. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung. Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. tempat Puri. atas perintah Dalem. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. Walaupun tempat itu sempit.Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. Sedangkan di Bukit Mekar. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. Demikian dahulu. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. mengukur tempat untuk . tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara. Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan. Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih.

Kemudian ada diceritakan para .Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. Dari Banjar Galiran. yang diberikan lagi tempat di Kusamba. karena sesak. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng. diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan. dekat dengan Banjar Sangging. tempat itu bernama Banjar Galiran. Penuh sesak di banjar Mincidan. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi. Setelah sesak di Bukit Mekar. Dari Banjar Gerombongan.

Telp: 0361 .putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu. Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . berganti naman menjadi Pura Sari Bang. Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya. membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing. Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu.Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. Denpasar. Bali.466265 n2 n3 4 n5 . Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan. berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas.

benar bijak memegang kekuasaan. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua.pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu. kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya. seperti aneh rasanya dan juga menakutkan. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada. saya akan membangun desa serta perumahan”. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija. apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. tidak mengikuti kakaknya. Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka. Setelah semua bersih hutan itu dirabas.Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti. Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian.Anggara Kasih. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . bulan Bali yang kesembilan . sesampai di tempat itu. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria. ketika matahari sudah berada di atas kepala. Sesudah sampai di puncak. Kyai Ngurah Made Sakti benar . rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun. kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu. karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu.diberikan tanda silang . sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. kemudian dihentikan dengan senjata. kemudian beliau pulang ke Puri. layaknya sebagai bun . Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu.akan sampai di angkasa. berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan . Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. beliau ahli dalam sastra. karena itu segera didengar olah rakyat Bija. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun. di sebelah timur Desa Pengumpian. Sesudah sampai di tepi hutan itu. Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. .Kesanga di tengah malam. kira .kira ada 80 depa. sebagai tanda. kemudian menaiki timbunan bun itu. Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya. Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . Ketika hilang asap itu. kemudian pakai desa maupun perumahan.tapak dara. Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian.

Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. ada yang mengungsi ke pegunungan. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. saling bunuh. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun. Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. I Gusti Ngurah Anom Lengar. kemudian masuk ke Puri Pangumpian.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan. itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija. itu sebabnya banyak yang mati. saling penggal. Karena itu.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. Agar sesuai dengan nama wilayah”. Sangat ramailah perang disana. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. Dipimpin oleh sang ayah. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. karena anaknya itu merasa diri pintar. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. Adiknya bernama Ida Ktut Abian. Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian. diamping ada yang wanita. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura . serta juga berganti nama menjadi warga Bun. membawa senjata bersorak sorai semua. menanyakan prihal peperangan itu.tamak. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian. moha hatinya. Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. I Gusti Ngurah Alit Padang. kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian. semua keluar membawa alat senjata. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. I Gusti Anom Bija. ada di Suwung. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. . semua senjata itu bertatahkan mas. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. saling tusuk. kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal. Kapal. di Wimba serta Blumbungan. saling tusuk. I Gusti Ngurah Teja. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. Menyaksikan demikian halnya. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari. Sejak itu orang . semuanya berani menunjukkan keperwiraannya. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal. adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. diburu. disusupi oleh loba . Banyak yang mati dan banyak yang luka.

tengah mereka. yang paling kecil I Gusti Bija Leking. Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. kemudian ada putra 3 orang. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK. kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. itu sebabnya bolak . penuh sesak disana di Darmasaba. I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan. Demikian dahulu keadaan di Mengwi.Kaba kemudian ke Lodsawah. adiknya I Gusti Bija Lekong. pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. berdiri di depan pinti Puri. Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. tidak ada yang membantah perintah beliau. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang. Setelah dikelilingi puri Mambal itu. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. sangat duka hati I Dewa Karang. dipimpin oleh Cokorda Mayun. takut. Sesudah lama berdiam disana. Setelah selesai bertukar pikiran. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang. menjadi gentar juga rakyat Bun. maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . karena sudah diungsikan - . bersama anaknya I Gusti Leking. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba .akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya.balik tempat tinggalnya. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. tidak berani lagi menentang. serta para putra semuanya. kemudian keluar ke depan Puri itu. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu. heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun. menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya. karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun. yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. Menjadi takjub ppasukan Mengwi. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. Singkat ceritera. dan semuanya mengenakan busana serba putih. sedia akan mati di medan laga. tidak bagitu lama keadaan ini aman.

tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. kembali ke Mengwi. Pagesangan. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua. dan juga ada perumahan rakyat. sama . pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. Kalau dihadapi jelas akan kalah. Sesudah lama. jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. saling amuk. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu. serta bersiap untuk meninggalkan puri. pura. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. saling tusuk. saling penggal.desa lainnya. Bila saja berani dalam medan perang. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. diceritakan masih di Bun.talu. Serta kalahlah pasukan Mengwi. merajan. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. Sisa penjarahan adalah purinya. seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal. Jenazah Cokorda Mayun. maka keadaan disana menjadi sunyi. besar kecil. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun. Ada ke Tagtag Negara. bertempat tinggal di Padangkertha. sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. Sibang. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun. pasukan akan dibagi dua. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. mengungsi ke wilayah Badung. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. Singkat ceritera. Jagapati. setapakpun tidak mundur. wantilan. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu. Kesimpulan pembicaraan itu. serta rakyat semuanya. seraya memohon diri kepada ayahnya.diamankan oleh pasukan Bun. Tamesi. tak ada seorangpun kelihatan lewat. yang sulung I . Dari barat. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. Ada putranya 3 orang. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa . bersama dengan anak cucu. Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun. maka dilakukan penyerobotan. saling banting. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. Ada yang beralih menuju Angayabaya. Sesampainya di Bancingan Puri Bun. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. bersorak saling ejek. Angantaka. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. Diceritakan sekarang di Puri Bun. saling tantang. Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. Paguyangan. Negara. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat. serta dari utara. Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. Demikian ceritanya dahulu. I Gusti Meranggi. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan.

Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara. I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri. Karena keberhasilan itu. itu yang mengawasi di Pangrebongan. yang memamng keturunan Pinatih. sebab keadaan sudah membaik. ada di lingkunga Ida Dalem. Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. beliau senang melakukan persembahyangan. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. dicantumkan dalam pariagem. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya. I Gusti demung menuju Timbul. Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. Demikian . paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang. Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar. I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang. diberikan rakyat 200 orang. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. Demikian keadaannya. Sejak itu kemudian desa Kengetan. Keduanya. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. Demikian dicatat di Pariagem. Entah berapa masa sudah berpuri disana. Singkat ceritera. maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan.Gusti Teja . Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. Sukawati. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing .namanya sama dengan ayahnya. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa. demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos. semuanya merasa suka cita. ke arah timur perjalanannya. Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti. Demikian halnya di masa lalu. sewilayah dengan Negara. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. Demikian dahulu. Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. disana di Dalem Pamuwusan namanya. dan juga di desa Singakertha. terjadi huru hara. Jukutpaku. serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari.masing. sangat percaya diri di hatinya. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. terus dinamai wilayah Negara. di Dawan Banjar.

Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali. Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa. ada yang pindah ke desa Timhun. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida. . sanak saudara yang lain menuju desa Aan.tercatat dalam prasasti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful