BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing).• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w . Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8.anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma. Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya.

Raja Jayasadhu Warmadewa f.Raja – Raja Bali: a. Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. Raja Walaprabu k. Tugas Pokok dari Pasamuan . Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. binatang yang berharga adalah Kuda. ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi. Anak Wungsu. Anak wungsu h. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga. Tampak Siring Bali i. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Raja Jayasakti. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g. Ugrasena c. Marakata. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j.

yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih. yang biasa di panggil Dharmodayana. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. Beliau memerintah bersama – sama dengan . yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. yaitu Dharma udayana Marwadewa. mereka itu adalah: a. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja. Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. Klian Subak. berternak dan berdagang.

Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C. Mangur dan lain – lain. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. Karang Asem. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. Dalam menjalankan pemrintahanya. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . tejakula dan Badung.permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni. Gianjar. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. Klungkung. Badung Badung. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. yaitu Mahendradatra. yaitu. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. yang merupakan keluarga Raja Sindok. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. Pernade. Kerajaan Buleleng.

karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda. karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. Kemarahan memuncak. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. Udayana dan anak Wungsu. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti. ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. ibunya sendiri. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya .

J Korn. Raffles tidak sendiri. dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa). beberapa perwira. Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java. Setelah Raffles. H. Namun. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996). pada tahun 1931. Pengganti Anak Wungsu. Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar. terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama.LA Brandes. Pemberontakan itu gagal. Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta. seperti J. dan WF Stutterheim. Jaya Sakti. tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. N. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh. gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya. Kern. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis.Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Pada tahun 1918.

secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. Bayu dan Kala. namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal. paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik. di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Ketiga. Secara historis. Wisnu (Wesnawa). mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. Kedua. Brahma. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte. tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". Pertama. mulai dari sekte Sambu. Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam. di Jawa melahirkan Kejawen. Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. Indra. Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. khususnya di Bali.

Di Bali. Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Dalam konteks seperti itu. Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. Pertama. Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana. . keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. Dengan demikian. legenda Aji Saka. Selain kehadiran sekte-sekte. sekitar 923 Caka. Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan. Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni.

Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Dalam berbagai kisah mitologi. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. Tonglangkir dan Rinjani. kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. Namun. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990). . Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta. Usana Bali. mulai dari kitab Usana Jawa. di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. Gunung Semeru. Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru. Hyang Putra Jaya. Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali. Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit. Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit.Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal.

Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah. Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. Secara geneologis. Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa. Pertama. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. Dalam globalisasi. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. Namun dalam pengertian yang berbeda. proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru.Walaupun demikian. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India. Berbeda dengan masa lalu. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan.

. kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. masih berkaitan dengan globalisasi. Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa. Akhirnya. Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Ketiga. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas. Kedua. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban. Demikian pula sebaliknya. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. Dalam globalisasi. kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. Dengan demikian. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda.tertentu bisa secara cepat "ditiru".

kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati. Kerajaanya . karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Mendirikan kerajaan Singasari. • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel. Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222.Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau. Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru.

Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal. • Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S).bertambah kuat. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. bergelar Anusapati Tumapel 1248.Anusapati. Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang . Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268. Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari. Tahun 1284 menaklukkan Bali. Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha. • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes. Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275. Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter.

beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. Pada saat Mongol lengah. November tahun itu juga. • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. • Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S). • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan). Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut.datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II. yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari. Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. beliau menyerang secara mendadak. Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa. Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya. Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel.

dekat Medan. Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan. Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. istri diluar keluarga Kertanagara.Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274. Dinikahi Raden Cakradara. Sumatra Utara). memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S). Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 . terbunuh pada tahun 1328. Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak. Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri . Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250.• Lahir dari Dara Pethak. Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara. Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309.

rajasityam mahabalam. dipuja agar merestui. daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. Ong pranamyam sira sang siwyam. Gurunam sobitah siyotah. beliau juga melakukan semadi. hari ke-12 terang bulan. bertahta menjadi pemimpin di sana. demikian selesai. bhukti mukti hitarratam. kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun. Selamat dan panjang usia. hari dalam sepekan Julung Pujut. wisnwangsa patayo swaram. tasiyamnco ywanam prajah. haiwam santanam Wijnanah. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. karena atas titah ayah beliau . Awiji ekam sastito. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. Batara Guru. semoga terus dijunjung di dunia. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu. Sakyam wakbhitah krtti loke. bagaikan dewa dalam kenyataan. prawaksye tatwa wijnevah. senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . Medangkamulan. beliau tetap mempertahankan kemuliaan. menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. Jawanam mandawe swijah. sampai ke seluruh negeri. menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. stroteyam satya dharmmanam. keberhasilan dalam segala kehendak. Adapun Sri Wrttikandayun. oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. bhuphalakarn patyam loke. menurunkan Sri Wrttikandayun. Adapun Sri Jaya langit. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata. dasantih bhujanggam tayah. Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. bhuta bhawanam wancanam. bulan Cetra (sekitar Maret). Pada awalnya dimulai. sawangsanira mangjawam. orang pertama dalam keturunan Manu. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat. Sebabnya beliau turun. Ong nama dewa ya. Hasil dari tapanya. bergelar Sri Jaya Langit. Taman loke turanjitah. Sira ghranestyam patyam. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. di kerajaan. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. di sana dipuja sebagai dewa. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. Awalnya beliau Maharaja Manu. menerangi dan menjadi contoh di dunia.

beliau Pangeran Nyuhaya. perencana unggul. rinciannya adalah. pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. dan Sri Jayashaba. memiliki keturunan tiga laki-laki. menjaga daerah kekuasaan. dan seorang perempuan. Sri Jaya Kusuma. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. Sri Siwa Wandhira. diutus oleh beliau Patih Mada. cikal bakal lurah Tutwan. beliau berputra laki-laki yang utama. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. bernama Sri Kameswara. beliau wafat di Tumapel. telah menyatu ke alam baka. Prawaktayan sri gotrabih. Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. bernama Dewi Ghori Puspatha. Jaya Waringin dan Jaya Katha. Adapun yang di luar istana (puspa capa). Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. Kuta Waringin. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. Semuanya ada empat. Adapun adik beliau. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. Beliau raja penguasa pertama. berputra Sri Jaya Katha. dia wafat dalam peperangan. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. adalah Sri Airlangga. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. raja Bali. berhasil mempunyai keturunan. memiliki keturunan Sri Jaya Katong. digubah dalam palawakya. keturunan dari Mpu Sendok. sampai di sana diceritakan. bernama Sirarya Kediri. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. bergelar Sri Arya Buru. . Sri Jaya Katong. beliau sebagai pemimpin utama. lahir dari ibu permaisuri. disunting oleh Mpu Widha. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. beliau yang wafat di Jirah. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan. yang ketiga putri di luar istana. seperti nama buyut beliau. Adapun raja Sri Dandang Gendis. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni. saudara dari Medhawati. oleh dilampaui orang. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri. Adapun Sri Jaya Kusuma. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa. memiliki keturunan seorang laki-laki. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. Kembali diceritakan yang terdahulu. Hasil karya Bagawan Byasa. dia pergi ke Bali. raja Sri Jayabhaya. sama-sama keturunan orang dusun. Adapun yang keempat. cerita disudahi. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. berkedudukan di kuburan. dan Pangeran Asak. Adapun Sri Kameswara. tidak diperdaya sebagai raja. saudara yang perempuan. berputra tiga orang laki-laki.Tungga Dewa. Sri Tunggul Ametung. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali.

sekarang kerajaan Daha. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. menuju Wisnuloka. beserta Siwa Wandhira. Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. beserta Misawalungan. beliau yang bertahta di Tumapel. dengan penuh keberanian. sedang mengidam. pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. di sana dipelihara. atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. mencari tempat berlindung. yang gugur dalam medan perang. Misa Rangdi. siap dibakar?. berkobar dalam pikirannya. masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. dan Jaya Waringin yang terkenal. Beberapa lama mereka berada . belum mempunyai istri. bulan Palguna (sekitar Pebruari). terlihat samar bayangan beliau. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. keduanya ditangkap. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. yang menyerah ke Tumapel. dan pula terhadap Siwa Wandhira. dan Kebo ljo. Mereka berdua dendam. yang berkeinginan menguasai Surga. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. menghina kewajiban sang Brahmana. itulah kemarahan sang pertapa. Bango Samparan. hancur lebur terbakar oleh api. menggelar rahasia batin. beliau juga dijuluki Hyang Guru. Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. Adapun Jaya Waringin. keturunan Jaya Katong. payung. karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). sadar akan ajalnya tiba. ibaratnya seperti segunung rumput kering. semua cerai-berai. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. diasuh oleh orang Japara. maju menyerang seperti harimau galak. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. masih perjaka. Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. Adapun setibanya beliau di Tumapel. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. agar selamat. rakyat yang masih hidup. Semuanya telah gugur. tidak mendapat kekuasaan. ibaratnya seperti maharaja Nahusa. Arya Wang Bang. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. menyerang kerajaan Galuh. Jaya Katha. melambai di angkasa. Cucupu Rantya. memusatkan pikiran. hari sepekan Watu Gunung. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . durhaka pada para pendeta. mencari tempat persembunyian. semakin menyala tak ada tandingnya.

barat selatan semuanya penuh. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. Adapun beliau Arya Gajah Para. menulis tentang silsilah . ditambatkan perahunya. oleh karena semua para anggota keluarga. disertai pula prajurit beliau. keturunan. semuanya yang ada di kerajaan Bali. Adapula diceritakan. adik beliau bernama Arya Getas. yang dikirim ke Bali. berputra dua orang laki-laki. Tangkas. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. yang menyerang dari barat Toya Anyar. Ya Tuhan semoga sukses.di Tumapel. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. memarang diparang. seperti tiga patih bersaudara. Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. gelar beliau yang terkenal. dan menderita. keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. semoga tetap disegani di bumi. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. setelah siap perbekalan dan kendaraan. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. penuh sesak di pantai laut. menemui kesempurnaan. para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu. tidak diceritakan lebih lanjut. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. Tan Mundur. yang bernama Tan Kawur. timur. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. menyerang kerajaan Bali. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. sangat ramai pergulatan perang itu. demikian uraiannya pada zaman dahulu. mengembangkan keturunan. utara. itulah sebabnya sang pendeta sakti. itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. tidak kekurangan pangan. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. para leluhur yang telah suci. yang sulung bernama Arya Gajah Para. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. beserta saudara beliau Arya Getas. sampai anggota keluarga dan keturunan. memanggil Arya Damar. Dengan sekejap kalah . dan Tan Kober. pemimpin di utara gunung. berhasil selalu. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. Desa-desa menjadi kacau balau. Pagatepan. sampai di sana diceritakan. yang masing-masing menempati posisinya. semoga selamat dan panjang umur. orang tua dari Arya Kanuruhan. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. maafkan agar tidak kena kutukan. yaitu Arya Brangsinga. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. yang berasrama di Griya Punia. Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. kekayaan. ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. melaksanakan empat daya upaya. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. banyak rakyat yang tewas. kacau balau. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. para gusti dari Majapahit. beliau bergelar Wayahan Tianyar. berhasil dalam segala tujuan. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. diikuti oleh Jahaweddhya. setelah tiba masanya. atas titah dari maha raja Pulau Jawa. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa.

Diikuti oleh semua Arya. Beliau menurut ( menyerah ). Segera tiba di penghadapan. demikian motto kepemimpinan beliau. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. setelah melewati pertengahan laut. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani). berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. segera beliau naik ke perahu. Demikian cerita berakhir. karena belum ada yang memimpin Bali. dengan . lagi beliau Arya Wang Bang. Arya Wang Bang. Setelah demikian. selanjutnya. berdiri dan segera berangkat. Kemudian kembali diceritakan. yang di sebelah utara gunung Agung. Arya Belog. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. terhadap kedua Arya. oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki. bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. orang yang berada di tempat penghadapan. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). demikian. demikian pula I Gusti Bendesa. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. para Arya itu semua kembali. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. kedua Arya tersebut diberikan istri. Sekejap telah sampai di pantai laut. hormat terhadap kedua Arya itu. diantar oleh I Gusti Bendesa. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa. oleh ayah beliau. beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas. perahu berlayar hilir mudik. Tan Kober. orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. barat daya Pulau Bali. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. Ada petunjuk dari sang raja. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. Tan Kawur. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap. Menjadi patuhlah Arya itu. Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. Arya Dalancang. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. beliau Arya Gajahpara. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. yang beristana di Samprangan. Arya Kanuruhan. Arya Kenceng. Arya Kepakisan. Tan Mundur. menuju Majapahit. tidak pantas melawan perintah orang tua. Di sana beliau menginap dua malam. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. juga merupakan putra Arya. Beliau Arya Kutawaringin.

keturunan dari Bendesa Mas. Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti ……………………………. orang-orang yang berada di Praya semua diam. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra. segera beliau membangun rumah. duduk di beranda rumah. setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan.Kekeran. Tidak diceritakan perkawinan beliau. pindah ke arah barat. dengan I Gusti Sukangeneb. berputra dua orang laki-laki. tanggal empat belas hari terang bulan. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. masuk ke dalam Puri. terlunta-lunta perjalanan beliau. laki-laki. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang.. Setibanya di sana.segera ditutuplah penghadapan raja. demikian batas wilayah kerja beliau. beliau berdua sama-sama memiliki putra. disuruh menyerang daerah Selaparang. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. berdua beserta saudara beliau. menuju Sukangeneb Toya Anyar. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. dinikahkan pada hari. I Gusti Getas. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu. I Gusti Ngurah Sukangeneb. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. Senin Umanis. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja. yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang. turun dari perahu. yang sulung I Gusti . sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). dan permohonannya dikabulkan. Waktu telah berlalu. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. semua memberi hormat kepada Arya Getas. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. yang menjadi penguasa di Pegametan. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. beliau berdiam di Pegametan. sampai tiba di desa Pegametan. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. beliau langsung menerobos memasuki semua desa. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. sebelah utaranya sampai di desa Got. Kembali diceritakan. sebelah baratnya sampai di Tejakula. sama-sama mengembangkan keturunan. untuk sementara tidak diceritakan. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. Karena saling mengasihi dari dulu. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. Adapun beliau Arya Getas. yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. Wuku Tolu. telah tercatat. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. bergegas penduduk di sana. berjalan beliau Arya Getas.

Cerita selesai sampai di sini. beliau dijuluki Ubuh. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. ada saudara beliau. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. pindah menuju Desa Kubu. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. putra kedua I Gusti Made Kekeran. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. lahir di Tanggawisia. Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. berkembang di sana. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. Adapun I Gusti Ngurah Getas. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. generasi ketiga. Toya Anyar. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. Cerita kembali lagi. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. dihentikan penuturannya sebentar. Selanjutnya I . pada I Gusti Gede Pulaki. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. kawin dengan I Gusti Diah Lor. beliau tinggal di Sukangeneb. Kemudian kembali dikisahkan.Gede Pulaki. Selanjutnya kembali diceritakan. pindah menuju desa Antiga. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel.

beliau menemukan kemurahan batin. berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. tidak lama kemudian keluar baju loreng. beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. apa tujuan tuan pendeta. pada had Kamis Kliwon. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. lengkap dengan sesajennya. karena harum semerbak bau tubuhnya. adik dari Mpu Angsoka. Istri Pedanda Rai. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. Segera diambil baju itu oleh semua orang. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. datang di Bali. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . Batara Nirartha. Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki. "Duhai Ngurah Pulaki. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. beserta putra beliau semua. laki perempuan. masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. tidak ada yang menyamai di dunia. Pedanda Keniten. tertua Pedanda Kulwan. harum semerbak baunya. beliau tinggal di desa Pegametan. tujuan saya datang padamu. terhadap Batara Berawa. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. maka menyiapkan prajurit. Pedanda Lor. beliau meninggal. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. Diceritakan sekarang Batara Nirartha. oleh semua orang. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. melakukan yoga smertti. Pedanda Ler. memohon restu. Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. dan sampan yang bocor. "Aum Ngurah Gede Pulaki. menaiki buah labu (waluh kele). Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. senanglah hati beliau. pendeta perempuan tidak bersuami. beserta penghormatan dan permohonan. mendarat di tepi pantai Purancak. bersama putra beliau. Pedanda Telaga. Ada putra Batara Nirartha. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. menjadi sangat sedih perasaan hatimu. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. lengkap dengan sanggar cucuk. juga sangat cantik paras mukanya. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. kemudian disuruh membuat upacara selamat. terlanjur sudah. Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. Maka bersabdalah Batara Nirartha. apa sebabnya demikian. Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. putra beliau laki-laki. tinggal di desa Pulaki. tanpa gantungan.Gusti Ngurah Pegametan. katakan yang sebenarnya". empat orang lakilaki. diam ( lah ) Batara Nirartha. sabdanya. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha. tidak ada lagi putranya. janganlah engkau demikian". Kembali lagi pada cerita. bernama Patni Keniten. Danghyang Nirartha menjawab. di Pura Dalem.

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

hatinya sangat duka. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. menuju desa Pamuhugan. tinggallah beliau di Sukangeneb. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. terhenyak hati Dalem. Bersama putra beliau yang masih bayi. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor. setibanya di Tanggawisia.Ketut Tianyar. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. sampai sekarang. hatinya sangat senang. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu. dengan sopan dan hormat. demikian sabda Dalem. karena banyaknya pengikut. memohon diri pada Dalem. kemudian bersabdalah beliau. Ida Nyoman Tianyar. I Gusti Gede Tianyar. berpindah ke Kubu. jangan gundah. Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. menyuruh untuk berpindah tempat. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. tidak menolak perintah. adapun I Gusti Gede Tianyar. yang berada di Sweca pura (Gelgel). . Toya Anyar. Çiwa kecerdasannya. putra I Gusti Ngurah berdua. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. mereka berdua sangat sedih. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. di sana di Desa Pamuhugan". bagaikan dewa Brahma. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. tinggal beliau di sana. Adapun I Gusti Diah Lor. Batara Sakti Manuaba. puri cepat terwujud. Toya Anyar. yang gugur dalam peperangan. Adiknya I Gusti Made Kekeran. bersama putranya. "Wahai engkau Wwesukia. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. cerita selesai. Ida Ketut Tianyar. itu sudah dewasa. Toya Anyar. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. bersama sama dengan pengikutnya. I Gusti Made Tianyar. juga ikut tinggal di sana. menyesali karma. mengembangkan keturunan sampai sekarang. karena sudah menjadi nasib. berpindah ke Desa Kebon Dungus. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng. tidak diceritakan perjalanan beliau. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. aku berikan engkau tempat tinggal. tinggal di Desa Pamuhugan. Cerita kembali lagi. sampai di sana diceritakan. Bersabda sang raja. diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. pergi meninggalkan rumahnya. mengembangkan keturunannya. Senang hati I Gusti Diah Wwesukia. Diceritakan kembali. Wisnu. bagaikan disiram dengan air kehidupan. lemah bagaikan diiris hatinya. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. datang menghadap ke Gelgel. mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. Cerita kembali lagi. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. Adapun I Gusti Made Tianyar. menyebabkan mereka meninggalkan puri. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. berjodoh di desa Blungbang Antiga. jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri.

cerita selesai. tidak habis kalau diceritakan. demikian umpat kutukannya. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. Ida Ketut Tianyar. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". menghadap pada Dalem. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang. bersama semua saudaranya. Demikian kutukan beliau sang raja . semua sama-sama dipahami. oleh Si Ngurah Batu Lepang. dihancurkan. bersabdalah sang raja. sangat indah dan makmur. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. Ida Wayahan Tianyar. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. tidak lama kalah asrama itu. maju dengan rakyat yang berlimpah. mendengar kabar. Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. semua senang. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. Bergemuruh sorak para prajurit. Kata beliau. ujar beliau. tidak urung diobrakabrik. semua brahmana yang berada di asrama itu. masuklah ke teras. Ida Nyoman Tianyar. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ). sedang tidak berada di asrama. ingin menggerebeg Asrama Manuaba. karena masih ada hubungan cucu. Duhai jika demikian. pemberian guru pendidiknya. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. telah tiba di Gelgel. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. gemetar. sama-sama tidak ada yang mundur. Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. karena ia perusak pendeta. beliau mencapai puncak kemuliaan. banyak meninggal yang ada di pertapaan. yang bungsu Batara Ketut Tianyar. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. Tidak diceritakan dalam perjalanan.sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. didengar oleh raja. karena beliau itu adalah saudara lain ibu. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. keberadaan Asrama Manuaba. di Gelgel. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. disambut dengan lirikan yang manis. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. bahwa Ida Wayan Tianyar datang. Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. Duhai Ida Wayan Tianyar. beliau menghadap Pedanda Bajangan. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. datanglah beliau di Bukit Bangli. Si Ngurah Batu Lepang. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. mari duduk mendekat. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. seperti perang antara dewa melawan raksasa. di Batwan desa beliau. Adapun kaum brahmana. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. di pertapaan Pedanda Bajangan. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. Ida Nyoman Tianyar. terhadap si Ngurah Batu Lepang. meminta ketiga cucu beliau. Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . lain lagi ada yang mati. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. dilantik oleh Batara Sakti Abah. diserang hancur beserta penghuninya. sangat pemberani dan melawan. lengkap dengan senjata. Adapun Ida Wayahan Tianyar. Selanjutnya diuraikan. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. hancur semuanya. Batara Wayan Tianyar. Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. dikurung asrama tersebut. dan ucapan yang simpatik. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang.

beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. karena banyak yang mati dan menderita. Pada suatu ketika. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. ada keluargamu di Pamuhugan. sudah wajar diupacarai. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. Ida Wayan Tianyar menurut. beliau marah dan mengutuk. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. Didukung oleh semua keluarga beliau. Pedanda Nyoman Tianyar. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. para punggawa diperintahkan. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. kemudian dijarah semua isi pertapaan. banyak tak terhitung. bernama Ki Tan Pasirik. setelah beberapa lamanya. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. perintah Si Batu Lepang pula. kehilangan akal.beserta dua saudaranya. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. karena diliputi oleh gelap. Adapun Pedanda Sakti Abah. diserang bersama. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. kegusaran. saya memberikanmu tempat. di sana di Bukit Bangli. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. semua keluarga sampai anak isterinya. Diceritakan sang raja. Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. Selesai diceriterakan. diperintahkan untuk mengangkat senjata. sampai di sana diceritakan. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. mendengar tentang kehancuran pertapaan. memarang. oleh Pedanda Sakti Abah. saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. hingar bingar prajurit itu. semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. oleh karena gelap gulita. congkak dan garang kepada kami brahmana. siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. akhirnya menentang terhadap Sri raja. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. karena kemarahan sang raja. perintah Si Ngurah Batu Lepang. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges". Adapun Pedanda Wayan Tianyar. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. marahlah baginda raja. tidak dapat menahan hati. diberi penyucian (padiksan). Cerita sampai di sini dulu. dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. tombak-menombak menusuk kiri kanan. Ida Ketut Tianyar. juga aku akan memberikan pengiring. menghancurkan pertapaan itu. Pedanda Ketut Tianyar. janganlah ragu-ragu dalam hati. maka berembug dengan keluarganya semua. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. Adapun Pedanda Sakti Abah. biadab membunuh brahmana pendeta. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. .

seorang dari Intaran. mempunyai dua orang putra laki-laki. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. mencari pertapaan di Tagatawang. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. di Desa Singharsa (Sidemen). keturunannya tiga orang laki-laki. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. Pedanda Made Karang. I Gusti Nyoman Tianyar. Beliau Pedanda Wayan Tianyar. beliau bertempat di Bajing. bernama Laksmi Sisingharsa. putra beliau bernama Pedanda Manggis. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. dari Blaluwan seorang. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. disebut Pedanda Abah. Keturunan dari Blaluwan. Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. beliau sudah tercatat. yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. Berputra empat orang laki-laki. Pedanda Ketut Tianyar. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. Pedanda Taman. berputra tiga orang laki-laki. mempunyai seorang putra laki-laki. Pedanda Ketut Tianyar. oleh karena menuruti hawa . Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. memiliki empat orang putra laki-laki. demikian akibat kutuk brahmana. disebut Pedanda Buringkit. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. hangus beserta prajuritnya. mendirikan pertapaan di Sidhawa. dikelilingi oleh banyak prajurit. dan Pedanda Ketut Karang. keturunan yang lahir dari ibu Intaran. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. ada yang dijual. yang berada di Pamuhugan. seperti nama ayahnya. berputra seorang laki-laki. karena banyak rakyatnya yang gugur. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. dan Pedanda Ketut Wanasari. Pedanda Made Tubuh. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. bernama Ida Raden. Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. mempunyai seorang adik perempuan. I Gusti Ngurah Diratha. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi. bernama Pedanda Tianyar. yang memiliki dua orang istri. Diceritakan kembali. kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. bernama Pedanda Kutuh. ada yang digadaikan. ke desa lain. hutan ( ladang ) sawah. tertua I Gusti Ngurah Sangging. Pedanda Tamu. mempunyai tiga orang putra laki-laki. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. Pedanda Nyoman Karang. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh. Pedanda Made Wangseyan. Adapun Pedanda Taman. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. ada putra lahir dari Kekeran. Adapun istri Batara Abah. berputra seorang laki-laki. Pedanda Gunung. Pedanda Made Intaran. Juga Pedanda Abyan. Pedanda Nyoman Tianyar. Pedanda Wayan Karang. I Gusti Nyoman Tianyar. pemberian dari Sri Raja penguasa. habis semua isi rumah beliau. beristrikan Ngurah Sukahet. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. keturunan Arya Kekeran seorang.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. berasal dari Jasi seorang. memiliki dua orang istri. Pedanda Abah. Pedanda Wayan Intaran. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. kawin dengan perempuan dari Karangasern. kemudian dibakar. dan Pedanda Abyan.

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. yang menjadi ujungnya. karena masih ada yang menandakan. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). mangrorasin. mengaku memakai kawatamas. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha. Jika sudah diberi tanda. untuk tidak salah tafsir. taman agung. tempelan kapas lima warna. tidak boleh lepas tongkat itu. tertutup oleh awan.000. Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. dalam benaknya salah sangka. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. marah dalam hatinya. jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya. jangan ceroboh. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan. simbul tikar. boleh menggunakan kawat emas. dibawa pada saat bepergian. bernama nista (sederhana). lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. sang Resi segera berkata.. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). tidak keliru (bila) akan bertanya. candra sari. mengikat galar. menimpa diri Sang Resi. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. walantaga. lebarnya seukuran destar. diperiksa tulisan di kepalanya. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas. menengah panileman. upacara baligya sradha. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. Rupa/fungsi kawat emas. berjalan tanpa tongkat. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). Jika dia Resi. lengkap dengan kawat emas. berbentuk padma reka. Demikian perilaku Resi Bhujangga. tidak tahu dengan maknanya. Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya.membakar jenazah. pikiran . menjaga tingkah laku itu. menengah namanya. pada ujungnya bhajra yantu. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi. ditutupi dengan kawat emas. Berpakaian serba putih. jangan tidak berhati-hati. dijemur di teriknya panas. dahulu di Surga. balai-balai dari bambu gading. sembilan tumpang warna warni. karena kawat emas itu sangat utama. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). bagaikan kristal permata. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. binatang singa bersayap. magumi undag sapta. itu sebabnya terbebas dari kekeringan. Setelah siap/sedia . bagaimana ia itu. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor. terbebas oleh panas. pakelem yang dibuat dari emas. parbha padma lenkara. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. Semuanya menyapa. sebagai tanda itu. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. Hurat mawrat. berjumpa di jalan. pada waktu semua roh berkumpul. ada satu roh. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. hanya keinginan untuk mempercayai orang lain. cakraantita trawangan. wajah Resi Bhujangga. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. jelas sang Adi Guru. menengah 8. diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul . segera terdengar suara cemoohan. tar porat. yang berhak juga brahmana. menggunakan tongkat bhajra yantu.000. Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. bernama besar (utama). sederhana harga 4. mereka sang tri wangsa menjadi malu. mengaku dirinya bukan pendeta. ketiga aliran sulinggih. demikian diberitakan. itu sebagai alas. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot. bukan diikatkan pada galar. cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir. Kelanjutan dari (upacara) kematian. Bhujangga. disertai tercakupnya kedua telapak tangan. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. balai silunglung. boleh melakukan upacara Atma wedhana. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi.000. serta membungkukkan badan. kain panjang. bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. menjawab roh itu. itu bermakna utama. itu melambangkan padmanglayang.

kakak dan adik guru. berlaku seperti Resi Bhujangga. brahmana. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta. menghadap sang Adi Guru. apa sebabnya demikian. kawan. dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru. ajak (tawari) duduk bersama. jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. paman guru. bukan orang yang telah suci. tidak berhasil. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. bahasanya/nadanya datar. itu tidak dapat didiksa. tidak memalingkan muka. adik guru. juga jangan membelakangi. jangan sering lemah dan memudar. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. itu dapat dipimpin oleh Resi. Kuningan. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. Jika telah tiba saatnya meninggal. puasa. kakak guru. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. Demikian tata cara seorang putra guru. karena seorang Resi itu adalah dari keturunan. seorang petani tulen menjadi utama. bukan keturunan wiku. bersama orang yang wajib dihormati. berat ringan. menghaturkan penyucian kaki beliau. Ratu Ida Ayu. jangan engkau menghalangi duduk. jangan segera mencampuri. tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. karena engkau merupakan perlindungan manusia. tidak mengabaikan bimbingan. setiap berucap dan berkata dengan hormat. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru. jangan sembunyi-sembunyi. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. gadis (istri ) Resi panggilanmu. adik guru. . ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. karena murid Resi. tetap menatap muka. sekalipun tertimpa hujan dan panas. dan juga awasi dari kejauhan. putri guru. pada waktu melaksanakan upacara. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. keluarga sang Adi Guru. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. upacara penyucian diri. Lagi pula ingatlah tata krama itu. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. putri guru. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. ucapannya mempesona. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. keluarga guru. cicit guru seluruh anggota keluarga. tidak salah dengar.itu serta bersih berkilap tidak berawan. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. mempercepat dapat dimengerti. tidak turun naik dalam perasaan. kakek guru. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. dengan perkataan Ida Bagus. tidak menduduki tempat duduk sang Guru. jika terlihat putra sang Guru. tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. apa sebabnya bisa. jika mencarikan jalan keluarga. kakak guru. maka hilanglah keharumannya. ikut terbawa-bawa sang guru. sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). tidak menyangkal perintah. hendaknya semua dapat dihormati. memohon restu kepada sang Adi Guru. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. lancar. dengan suara yang lembut. bising hening menahan lapar. sang Adi Guru. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. itu akan menjadi rendah (nista). demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. upacara tentang kehidupan. pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. tidak menolak perintah. putri guru. tidak menentang perintah. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ).

engkau merupakan wadah berbunyi. I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. sekalipun wadah itu bocor. seorang pandita yang sudah sempurna. karena dicemari oleh tempat. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. sekalipun pekerjaan suci. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik.Demikian tata cara sang Resi. dimohon kepada sang pendeta. dan memberikan kekuatan jagat. patayeswarah. sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. beliau beristana di desa Samprangan. yang berada di Sinduwati. sang pendeta yang mengisinya. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau. Arya Kenceng. tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. berbeda dengan kulit seekor kambing. adiknya memerintah di Pasuruhan. Ahli waris yang memelihara. kebaikan. taat terhadap sang brahmana. brahmanam ksatriyadih. Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. tiga. beliau dianggap air kehidupan. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. dipuja oleh para keturunan beliau semua. agama. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. salah satu adalah wanita. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. dipakai oleh Baladewa. prawaksyatwa wijneyah. waspadai baunya yang busuk. jangan mabuk menganggap diri tabu. yang berkedudukan di Majalange. menghidupkan. Singharsa. para keturunan Jro Gede Wiryya. yang tertua dinobatkan di Brambangan. Arya . beliau Sirarya Kanuruhan. Arya Tan Wikan. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. beliau berputra yang lahir dari batu. sebagai pelindung daerah. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). bhuktimukti itarttaya. Arya Wangbang. menimba air dari sumur. beliau memang bersaudara. tingkah laku yang baik. di antaranya. Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman. Demikian perbuatan yang alpa. Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang. mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. Arya Dalancang. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang.

menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. terhenyak beliau Dalem. dan utama). selanjutnya beliau menanyai abdinya. bagaikan tersentak timbul birahinya. beliau kurang waras. berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. Ki Arya Pananggungan. adik beliau Arya Asak. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. serta ada lagi janji . bernama Tan Kober. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan.Pangalasan. beliau berputra tujuh orang. akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. sira Wang Bang. serta beliau Arya Anggan. berputra Ki Arya Pasimpangan. Setelah beliau wafat. terakhir Arya Kuta Waringin. Setelah beliau kembali ke alam baka. Diceritakan beliau Arya Kapakisan. akan tetapi ada pesan Dalem. yang bernama Dalem Watu Renggong. kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). yang kedua bernama Dalem Tarukan. sebagai orang kepercayaan beliau. Semuanya adalah para putra awalnya. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. Ki Arya Pelangan. Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. dan ada lagi tiga orang wesya. dari leluhur beliau dahulu. pada saat hari yang baik. beliau digantikan oleh putranya. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. Arya Cacaran. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. beliau Arya Kaloping. satu orang perempuan. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. ia sudah gadis dewasa. madya. beliau suka bersolek. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. akhirnya Si Luh Pasek digauli. beliau pemberani dalam pertempuran. Tan Mundur. oleh karena dimabuk asmara. Arya Akah. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. Tan Kawur. sebagai mahapatih daerah Bali. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. adik beliau Ki Arya Kasatrya. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. terasa panas tanah bekas air kencingnya. adalah putra beliau. beliau juga diganti oleh putranya. oleh karena sudah tiba saatnya. beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan. yang pertama bernama Dalem Samprangan. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. Arya Manguri. itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. Kembali diceritakan. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. beliau wafat ke alam baka. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu. beliau meninggal masih muda. yang bergelar Dalem Sagening. entah berapa lama. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji.

oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. sehingga berunding beliau Dalem. telah teruji keberaniannya. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. ada sinar suci menandakan prabawa. yang sama-sama mengabdi. yang sedang tidur. sangat murung dan duka hatinya. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. Setelah Ki Barak Panji dewasa. disertai oleh sang permaisuri. selanjutnya anak itu diupacarai. hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang. berusaha agar lepas dari mala petaka. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. kemudian apabila lahir anak itu. memberikan pengiringnya senjata keris. melihat anak itu demikian. Entah sudah berapa lama. beserta Ki Dosot. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. tidak demikian perbawanya. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. setiba beliau di sana. . ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. setelah pembicaraan selesai. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris). tiba-tiba sinar itu menghilang. supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. Lama-kelamaan. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. sebab anak beliau sendiri. sudah siap dengan pengiring putra baginda. setelah waktunya akan melahirkan. khawatir dan curiga hati Dalem. kejengkelannya ditelan saja. beserta permaisuri baginda. ternyata ada masih tertinggal sebilah. lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela. sehingga timbul iri hati beliau.Dalem. dan lagi ada hadiah. sama-sama satu bilah. selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. nantinya akan mengalahkan putranya. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. Tiba-tiba malam hari. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji. Den Bukit. ternyata tidak setuju hatinya. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. terpendam di hati terusmenerus. semuanya yang berjumlah empat puluh. termasuk isterinya. supaya bersaudara dengan anak beliau. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. empat puluh orang banyaknya. akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. setelah Dalem diberitahu. pada kepala salah seorang abdinya. mencari akal upaya. hati beliau menjadi murung. sebagai tanda seorang calon pemimpin. Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. yang sudah dewasa. Keesokannya. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. tidak menolak mereka yang diperintah. bernama Dumpyung. sebagai pimpinannya. kelihatan oleh beliau berdua. mungkin Ki Barak Panji. terkejutlah beliau berdua. demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang bernama Ki Ngurah Jarantik. beliau menghadap raja. beliau Sri Aji Dalem Sagening. hati beliau Dalem sangat kasih sayang.

menuju daerah Danau Pabaratan. lalu beliau minum air itu. dan senjata Ki Pangkajatatwa. Toya Katipat nama lainnya. pada saat hari yang baik . kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. bingung hati Beliau Dalem Sagening. menginap dalam perjalanan. seperti semula. ketika matahari sudah condong ke barat. dengan membawa keris pemberian Dalem. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. tak terkira senang hati mereka semua. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. disertai oleh ibunya. ada juga sisanya keris sebilah. membelok ke barat. bernama Ki Panji Landung. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. beliau Ki Gusti Panji mohon diri. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. hingga sampai sekarang. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. setelah mendapat bagian satu demi satu. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. Setelah semuanya selesai makan. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. terus-menerus keris itu dibagikan. selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). mampir di Jarantik. akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. sangat luar biasa kesucian air itu. memasuki daerah Samprangan. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. selanjutnya pergi menuju arah utara. pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan. hanya tetap berada seperti semula. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. lalu ada lagi sisanya satu bilah. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi. . langsung dicegat Ki Gusti Panji. di atas Danau Bubuyan. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. matahari pun sudah condong ke barat. selanjutnya terus ke barat. diusung ke atas. terutama beliau Ki Gusti Panji. tidak kelihatan apa-apa. setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama. hanya kelihatan samudera luas. disuruh melihat ke utara. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. beserta pengiringnya semua. dan tenggelam ke laut. sendirian di bawah berbaring di tanah. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. memasuki daerah Kawisunya. beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. wilayah Den Bukit. dicapai wilayah Bandana itu. maksudnya untuk menaruhnya. sebanyak empat puluh itu. demikian ceritanya air itu dahulu. lain dari pada itu . selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. itulah sebabnya keris yang tersisa. ketika hari sudah sore. sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. bernama Ki Tunjung Tutur. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. seperti tadi. serta Ki Dosot. selanjutnya ke barat. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. yang ditancapi itu. . mendaki bukit Watu Saga. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. berhentilah beliau di sana.

puwan berperada dengan indahnya. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. "Ai Barak Panji. sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. sangat senang hati sanak keluarganya semua. beserta pengikutnya semua. beserta abdinya berdua. sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. kenyataannya berkat anugerah dewata. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. ada sebagai musuhmu. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. mengikuti jalan besar. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji. kebetulan I Gusti bermain-main. didengar oleh Ki Gusti Panji. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. karena terikat oleh cintanya bertuan. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. bernama Ki Pungakan Gendis. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan.disertai pengikutnya semua. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. dipakai mencungkil ketela. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. oleh karena belum tercapai tujuannya. Ki Pungakan Gendis . hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. timbullah marah beliau dalam hati. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. wajib kau bunuh. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. demikian kata-kata Ki Panji Landung. dilengkapi dengan payung kebesaran. pada saat hari yang baik. sebab hampir tiba tempat yang dituju. memberi anugerah Ki Gusti Panji. adapun sabda itu. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. setelah laju perjalanan beliau. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. yang bernama Ki Pungakan Gendis. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. beristana di Desa Gendis. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. tak menghiraukan siang malam. dan beliau selamat dalam perjalanan. selanjutnya semua berjalan. perjalanan beliau lurus ke utara. tudingkan saja aku ke arahnya. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. demikian terdengar sabda itu. tunggulah sebentar. melewati jalan. sebab ada yang utama dalam dirimu. menyiapkan suguhan selengkapnya. seperti tingkah lakunya dahulu. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. dapat anda kuasai kemudian. diapit kanan kiri. beserta di belakangnya. Diceritakan Ki Pungakan Gendis. jangan kamu ragu-ragu kepadaku. bergegas-gegas menjemput. gaiblah Ki Panji Landung. berkat aku terjadi kematiannya. menuju rumah sanak keluarga ibunya. yang berkuasa di Desa Gendis. ke mana-mana pun bercengkrama. jangan kamu raguragu dalam hati. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. kemudian selanjutnya disarungkan. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. tidak pernah berpisah mereka berdua. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. segera timbul girang hati ibundanya.

jika demikian keadaannya. Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. mungkin baru akan menjelang dewasa. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. beserta dua orang abdinya. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. lalu percayalah beliau dalam hati. setelah selesai. sangat cantik tanpa ada celanya. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji. ke tengah laut. Entah berapa lama. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. supaya berhasil melaju ke laut. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. pinggan. lalu beliau bersedia membantunya. membuat orang jatuh cinta. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. dilihat oleh Ki Gusti Panji. tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. matanya mendelik sayu. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya. hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. setelah beliau tiba di pesisir pantai. siapa gerangan yang mampu menolong perahunya. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. dijumpainya Ki Dampu Awwang. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. saat itu baru diketahui. jika tujuan berhasil. jika Ki Pungakan Gendis. dan membuat perjanjian. Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. mendatangkan pengikutnya semua. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. mereka semua merasa malu dan marah. semua isi perahu hadiahnya. seraya menghunus keris pemberian Dalem. saling mengeluarkan gagasan / ide. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. membawa tali. terdengarlah sabda. ditambatkan di air. bambu. lalu Ki Gusti Panji segera. sambil berkata berkaul . serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . semua isi perahu ini hadiahnya. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. sedang menangis meratapratap. lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . sudah meninggal. Ada anak Ki Pungakan Gendis. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. perempuan seorang diri. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. setelah keris itu diacungkan. terdampar di pesisir Panimbangan. berlindung naik ke pohon leca. perahu itu kembali pulang ke Jawa. berhasillah perahu itu didorong. memerintah desa Gendis. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. teguh bagaikan lukisan. cangkir. berhasil perahu itu bergerak. serta bermacammacam ramuan. tak terkira larinya ke tengah samudera. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya. badannya kaku bagaikan mayat.kemudian pulang. masih dalam keadaan menunggang kuda. segera serempak pergi ke laut. yang tumbuh di pinggiran jalan. jangan khawatir. piring. bernama I Dewa Ayu Juruh. setelah semuanya sudah datang. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal. sudah dekat dengan pohon leca itu. seraya keris itu dihunusnya. di hadapan rumahnya . untuk menarik perahu itu. dihempaskan oleh keris itu. kemudian datang Ki Pungakan Gendis. seperti pakaian. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. seluruh isi perahu itu. akan tetapi tidak berhasil. beserta alat perlengkapan untuk menarik.

lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. menghamba kepada Ki Gusti Panji. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus.yang tampak keutamaannya. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. buyut dari Kyayi Cili Ularan. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis. dipindahkan ke desa Panji. sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. luar biasa baktinya menghamba. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. Beberapa lama kemudian. tidak mau tunduk. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji. indah kelihatan desa itu. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. Konon setelah beliau kaya. sama-sama hebat berani dalam peperangan. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. membangun daerah. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. diberi sarung dari kain halus. selanjutnya banyak tempat tinggal. dari Sangket Sukasada. berhasil terkenal di dunia. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. berkat dukungan baik seluruh desa-desa. seia sekata beliau dalam bersuami istri. segera penuh sesak. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. selanjutnya diberi julukan Ki Semang. selanjutnya tinggal di desa Panji. berbondongbondong menggotong rumahnya. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu). beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh. selanjutnya orang-orang desa Gendis. oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri. putih tidak bercela. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. tidak merasakan panas dan dingin. dari pesisir laut sampai ke pegunungan. beserta rakyatnya. lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. Tidak ada yang menyamai. selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. sama-sama tunduk mengabdi. sebagai penguasa desa Panji. tertib. lalu Kyayi Sasangkadri. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. Entah berapa tahun lamanya. semua penguasa. pergi untuk menyerang. selanjutnya beliau menghamba. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. sangat berani dalam medan perang. semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. Entah berapa lamanya. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji. dari Kubwan Dalem. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. berjanji beserta anak cucunya semua. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. kagum dan tunduk. diberi nama Ki Awak. seperti Kyai Alit Menala. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. disenangi oleh . membuat hati semua orang senang. oleh karena keduanya sama-sama mencintai. sampai di ujung desa Toya Anyar. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. perkataan beliau manis. diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. tunduk menyerahkan dirinya. setelah semuanya setuju. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah.

akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. yang laki bernama Pedanda Kemenuh. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. sebab beliau tidak menyadari akan . Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. karena kesaktiannya luar biasa. ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. berada di pertapaan Kayu Putih. desa Kayu Putih. oleh karena suaranya sangat manis. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. Diceritakan ada seorang brahmana. Gongnya dua buah. tidak berani melihat kesaktian beliau. ada yang beribu dari kesatria Blambangan. diberi nama Bentar Kadaton. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. suaranya sangat gemuruh. setelah beliau tiba di Bali. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. oleh Ki Gusti Panji Sakti. Mpu Nirartha nama beliau. dan lagi gong kecilnya. beliau pindah ke Ler Gunung. terompong di depan dan di belakang. penuh sesak sampai ke balai rung. brahmani dari Pasuruhan. 3000 banyaknya. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. sangat hebat kesaktiannya. diberi nama Juruh Satukad. tidak diceritakan selanjutnya. memenuhi sungai umpamanya. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih. Ada juga beribu Sudra. sangat mahir membuat keris. . bagaikan banjir aliran madu. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. demikianlah keutamaan beliau. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. anak Dang Hyang Asmaranatha. dibuatkan rumah di Sukasada. menikmati kegembiraan hatinya. keluhuran ilmu Pasupatinya. mengikuti pemimpinnya. banyak saudaranya lain ibu. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. penuh dengan perlengkapannya. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. abdi dari Ki Bendesa Mas. beliau sangat terkenal di masyarakat. Serta petuk kajarnya. beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. bagaikan suara gagak beribu-ribu. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia. lalu dimintalah beliau. disebut Griya Romarsana. terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat. beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . sesudah memimpin di Ler Gunung. lebih kurang. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang.rakyat. setelah saatnya tiba. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut.

busana. seperti kedudukan bapaknya. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. pakaian dan pangan. serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. tidak ada lain asalnya memang bersaudara. sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. Pada saat hari yang baik. lanjut serta anak cucu beliau. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. jenazah bagaikan gunung. diajak bermain gagak-gagakan. senjata tajam mengandung kesaktian. dengan menaiki perahu. pada saat dulu. semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. sebagai bagawanta baginda raja. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga. serta manikam. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. adapun jalur yang dilalui perahu itu. satu bersedih semuanya bersedih. saling menjaga. Kembali diceritakan. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. keinginanku menundukkan Brambangan". ada yang meminta makanan. anak gadis. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. dua puluh jumlahnya. sama-sama keturunan pemberani. entah berapa lama perang itu berlangsung. semua prajurit bersorak. beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. ada putra beliau yang menggantikan. gak. diiring oleh rakyatnya banyak. satu bersenang semuanya bersenang. goak. "Gagak apa keinginanmu?". lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab.tibanya ajal. semua sudah bahagia. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. di medan pertempuran. beliau Sri Bupati berangkat. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. ditanya oleh baginda Raja. dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. amat tenteram hati beliau raja. demikianlah perjanjiannya. yang berada di tengah medan laga. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. seperti nama ayah beliau. minuman. yang sudah sering menyerang musuh. "gagak. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. seluruh prajurit pemberani dipanggil. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. beserta perahu sudah banyak disiapkan. bermacam-macam permintaannya masing-masing. ditanya oleh para patih semua. akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. sama-sama senasib dan seperjuangan. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. lalu terjebak Dalem Brambangan . berlautan darah. Si gagak lalu menjawab. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah. penuh dengan persiapan. disergap oleh Dalem Brambangan. lalu ditiru oleh masyarakat. dalam suka duka. . sangat luar biasa keris buatannya. sebab beliau ingat akan leluhurnya. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. mas permata. oleh baginda Raja Panji Sakti. tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. sandang. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. ada terbetik dalam hati. dengan keris Ki Semang. daerah Yawadwipa. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. sebab penuh sesak para prajurit yang menonton. lalu mengumpulkan rakyat. luar biasa ramainya pertempuran itu. kedudukannya sebagai putra mahkota. agar tidak berpisah. Setelah selesai. Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. setelah demikian.

Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. sama-sama pemberani. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. di pategalan daerah Balalak. ada dijumpai di sana. serta yang seorang lagi. dan yang menggembalakan gajah. utusan pun sudah berjalan. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. oleh baginda penguasa Ler Gunung. setelah samasama sepakat. bersama prajurit Mengwi. seperti keadaan semula. diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. Tak terhitung berapa lama kemudian. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. bernama desa Paguyangan. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. diserahkan daerah Brambangan. kembali Sri Panji Sakti. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. maka sebagai raja yang berwibawa. lalu ditolak mas kawin beliau. menikam. kembali beliau penguasa Den Gunung. Pedanda Sakti Ngurah. segala macam yang utama. . ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. setelah menjadi besar tempat kota itu. timbullah kemarahannya. demikianlah ceritanya dahulu. beserta Jaranbana. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. sebab anaknya yang masih muda. diberi nama Singaraja. sama-sama tikam. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. dan istana tempat tinggal baginda raja. Setelah lama-kelamaan. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. banyak orang-orang yang tinggal di sana. Entah berapa lama. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. oleh karena kehebatan keris Ki Semang. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. yang berkuasa di Mengwi. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. ramai pertempuran itu. setelah mampu menguasai daerah Banger. dilihat oleh beliau berdua. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. beliau sekarang ingin melamarnya. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. ibu leleng. Keinginan beliau untuk mengadu.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. di bagian utara wilayah Sukasada. Danudresta nama lainnya. saling amuk. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. yang bernama Ngurah Panji Nyoman. mengembangkan keturunan. tempat orang menanam Buleleng. di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. pergi menyerang Jaranbana. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. adalah tiga orang dari Jawa. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. mendengar berita. dibuatkan kandang di bagian utara kota. merintis membangun kota (pura). saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. setelah semuanya selesai. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. pemberian raja Solo. beserta Teruna Munggu. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. selanjutnya beliau mengirim utusan. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. ikhlas hatinya memberikan adiknya. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. akan kehebatan Sri Panji Sakti. tempat tanah lapang itu. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana. disanggupi oleh penguasa Mengwi. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. akhirnya hancur daerah Jaranbana. ditempatkan di hutan Pagatepan. orang Jawa di Kampung Jawa. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal. akan dipakai sebagai istri. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. baginda di atas singasana. setelah demikian keadaannya.

melawan prajurit Badeng. diiringi banyak prajuritnya. datang ke wilayah Badeng. sampai sekarang. dengan menunggangi gajah besar. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. semua bangunan suci dirusaknya. berusaha menyelamatkan diri. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. serta keturunannya. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. ada terdengar berita. sampai sekarang. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. tikam-menikam. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. perangpun terjadi . bagaikan kehendak dewata. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. menceriterakan kesusahannya. oleh karena demikian keadaannya. yang menguasai daerah Tojan. pergi ke gunung Batukaru. dipindahkan dari tempatnya. oleh karena terpikir pasti mati. Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. Lama-kelamaan. pergi jauh. tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. suatu kedudukan untuk cucunya . di daerah Gelgel. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. tidak diketahui dari mana asal mulanya. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. masing-masing segenggam besarnya. dilengkapi dengan senjata. menantang perang. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat. berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. tempat beliau Panji Sakti berburu. lalu tiba di daerah Tojan. setiba beliau di sana. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sebab beliau sudah merasa dalam hati. setelah selesai daya upayanya. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. yang diinginkan oleh Dalem. tidak melihat lagi ke belakang. selanjutnya beliau membangun istana. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. daerah kekuasaan Bandana. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya beliau mengantarkan. sama-sama memperingatkan perjanjian. dan di bagian timurnya ada semak belukar. ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng. digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. Beberapa lama kemudian. pergi ke daerah Jarantik. dinamakan Buruwan sampai sekarang.

dihadapi oleh Ki Tamlang. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Tidak lama kemudian. seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. tak terhingga banyaknya. saling sergap. ketika bersikap akan berbuat. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. oleh karena tidak ada jalan. sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing. Sri Dalem Cili. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. rusak pukuh kerisnya. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. berkat baktinya bertuan. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. yang sudah dihunus dari sarungnya. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. sebagai pemberian resmi kepada cucu. terjadilah persidangan para punggawa agung. . haripun menjelang malam. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. oleh Ki Tamlang. selanjutnya mengganti senjata. patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. ikut lari. demikian ceritanya. merangkul semua orang. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. tak mampu bertahan. semua keturunannya sampai kemudian hari. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. oleh karena sudah kehendakNya. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. dan lembut. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa. dilarikan oleh para menterinya. kepalanya dipenggal. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. dadanya tertikam. semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. lengkap dengan segala macam senjata. sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. oleh karena sangat tidak berguna. sebagai senapati Ki Dukut Kerta. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). oleh senjata dari Ler Gunung. matilah Ki Padang Kerta. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. selanjutnya menuju Gelgel. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. demikian ceritanya. dibawa bersembunyi ke Singharsa. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. menunjukkan kebesarannya. melarikan diri dari pertempuran. luar biasa ramai pertempuran itu. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja.kemudian. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. tangkai keris yang berbentuk babodolan. memenuhi jalan dengan riuhnya. yang masih tetap setia kepada Dalem. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. Entah berapa lamanya. terus juga dikejar. perkataannya sangat manis. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta. serta tata cara memimpin wilayah. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. mengambil keris pusaka Ki Semang. di sana beliau mengutarakan sumpahnya. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti.

di Klungkung. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. I Gusti Made Ino. beliau sebagai raja di istana Sukasada. Ki Gusti Panji . dan entah berapa lamanya. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. beliau tinggal di istana Sukasada. dua orang laki-laki berlainan ibu. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. beliau mempunyai dua orang putri. I Gusti Ayu Panji. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. Beliau I Gusti Made Padang. menuju alam Nirwana. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. I Gusti Panji Dalugdag. putri raja dari Mangwi. karena dibuat oleh leluhurnya. setelah tiba ajalnya. berputra I Gusti Wayan Ksatra. samasama berada di Singaraja. I Gusti Oka. Adiknya. beliau tidak berputra. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. raja Tabanan. semuanya diam tunduk dan setia. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. selanjutnya beliau beristana di Sukasada.Entah berapa lamanya. yang pergi ke Patemon. berputra Ki Gusti Wayan Panji. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. I Gusti Ngurah Panji Made. I Gusti Made Munggu. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka. I Gusti Alit Oka. meninggalkan sanak keluarga. beliau yang menjadi raja di Singaraja. pindahnya dari Banyuning. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. mempunyai seorang putri. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. masing-masing melakukan kegiatannya. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. I Gusti Wayan Padang. I Gusti Ayu Rai. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. supaya tidak hilang dan hancur. yang pergi ke Bon Tihing. I Gusti Made Banjar. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. Adapun I Gusti Made Munggu. pemerintahan Sri Panji Sakti. sama-sama di Sukasada. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. Ki Gusti Wayan Padang. I Gusti Nyoman Panji. tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. masingmasing namanya. I Gusti Made Ksatra. beribu Ki Gusti Ayu Rai. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. I Gusti Ngurah Panji Cede. I Gusti Oka paling kecil. tidak ada yang berani berbuat durhaka. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. Ki Gusti Lanang Jelantik. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. mempunyai seorang putri. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. menjadi raja di daerah Den Bukit. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. satu ibu berasal dari desa Panji. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh. Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. beliau menurunkan banyak putra serta cucu. ke Klungkung. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. I Gusti Made Padang. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. tetap handal selama pemerintahan beliau. beliau pindah ke Jineng Dalem. Ki Gusti Wayan Gulyang. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. Ki Gusti Made Banjar. anak Ki Gusti Sakti. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. I Gusti Panji Tahimuk. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. I Gusti Made Ino. berputra tiga laki-laki. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. I Gusti Nyoman Panji. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. sama-sama lahir dari permaisuri. I Gusti Alit Oka. dan yang kedua. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. meninggalkan banyak putra laki perempuan. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede.

adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. tikammenikam. luar biasa marahnya kepada adiknya. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. semakin lama semakin keras bentrok mereka. sama-sama beristana di Singaraja. setelah tiba ajalnya. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik. sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. lengkap dengan segala perlengkapan. sama-sama memimpin bumi Buleleng. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah. saling berguguran. beristana di Singaraja. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. kemudian terjadilah perang. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). oleh karena kebanyakan musuh. tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. dengan dibanjiri keberanian. darah beliau memancur. sehingga sama-sama bersiaga. jika sudah mencapai tujuan. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. didengar oleh kakaknya. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. keturunan Arya Patandakan. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. menuju kota Singaraja. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. sehingga dapat diambil oleh musuhnya. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. menyebabkan tunduk kakaknya. serta kereta perang dan perbekalan. oleh karena kebanyakan lawan. menerobos ke tengah-tengah medan laga. akan hal kematiannya hampir tiba. dorong mendorong. yang berkuasa di Sukasada. Raja di Amlapura. sehingga yang berkuasa di Singaraja. apa yang dikatakan. yang pindah dari Karangasern. antara kedua istana itu. mengamuk dengan sangat hebatnya. diusahakan merebut kerisnya. telah semua prajuritnya sampai di sana. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. menyerang mengurung. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. di balik isi perundingan dulu. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. menjadi medan perang. berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. banyak musuh beliau yang terbunuh. sama-sama tidak hendak mundur. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul. siap untuk berangkat ke Den Gunung. Lama-kelamaan. . tidak ada yang berani menghalanginya. saling tombak. beserta saudaranya di Banyuning. dengan yang berkuasa di Singaraja. Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik.Dalugdag. prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. sebagai penguasa desa Selat. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. yang berkuasa di Sukasada. ada yang dirasakan dalam hati. di bagian barat We Mala. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. Lama-kelamaan. seluruh pasukan Karangasern. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. Tidak lama kemudian. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja.

Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja. berada di Kubutambahan. Adapun yang menggantikan beliau. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. mulanya juga dari Karangasern. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. serta Ki Gusti Made Akeh. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. berada di Sasak. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor.Tak lama kemudian. keturunan Karangasern. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. berputra Dewa Agung Panji. sama-sama masih di Sukasada. oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. beliau masih tetap tinggal di Singaraja. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. adalah bekas dua orang saudara bertempur. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung. . karenanya ada bernama desa Baratan. selanjutnya beristana di Sukasada. raja di Sukasada.. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. berputra Ki Gusti Gede Panji. yang meninggal di Pereyan. Ki Gusti Ngurah Panji. beliau meninggal di sana. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana. meninggalkan putra. pada Isaka 1737 (1815 M). berputra Ki Gusti Wayan Ksatra. sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. mengungsi desa Pereyan Tabanan. Adapun sanak saudaranya. Ki Gusti Nyoman Karangasern. banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. serta Cokorda Mayun Giri. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. di daerah Nyalian. Kembali diceritakan. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. Adapun yang menang dalam pertempuran. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. tidak adil kepada rakyat. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. sama-sama berada di Sukasada. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. Kembali diceritakan. sehingga beliau memilih muka. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. Ki Gusti Ketut Panji. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. sama-sama berada di Bangkang. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. berada di Panarukan. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. yang meninggal dalam pertempuran. Ki Gusti Wayan Panebel. beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. Ki Gusti Made Clagi. sama-sama berada di Singaraja. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. beliau turun dari singgasana. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. sampai sekarang. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. Ki Gusti Ketut Jlantik. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. bernama Ki Gusti Ketut Panji. sejak lama mengembara di Jembrana. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit.

dan ke Depaha. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. serta saudara laki-lakinya. terhadap tindak-tanduknya. Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. di Bangkang. Oleh karena demikian keadaannya. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. ke sebelah barat jalan. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. berputra I Gusti Nyoman Panji. Ki Gusti Wayan Panebel. Kembali diceritakan. sama-sama menurunkan keluarga. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. setelah memperoleh keputusan. sama-sama di Tukad Mungga. akan kejahatan tuannya. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala. serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . . sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. entah berapa lamanya menjadi raja. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. memaksa menerobos masuk istana. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. beliau memindahkan istana Singaraja. pada saat Isaka 1751 (1829 M). dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. di Singaraja. bertingkah laku tidak senonoh. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. sama-sama berada di Sukasada. berputra Ki Gusti Bagus Rai. mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. Pan Apus nama lainnya. ditambatkan di lapangan. beserta saudara laki-laki. Ki Gusti Nyoman Pinatih. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. Ki Gusti Ayu Rai. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. Ki Gusti Made Akeh. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. memohon jenazah kakaknya. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. setelah sore hari. beserta saudaranya di Bangkang. terdorong oleh karena sudah kehendakNya. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah. memohon belas kasihan. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. berputra Ki Gusti Putu Panji. disangka oleh beliau raja. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. adiknya Ki Gusti Made Batan. serta ke Bon Tihing. Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. ikut juga dibunuhnya. Ki Gusti Ayu Jlantik. menghadap raja. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. hal itu diketahui oleh para menterinya. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. pindah dari Tukad Mungga. serta saudaranya. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. serta rakyatnya semua. dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. beserta sanak keluarganya semua. tidak ada yang berani membuka mulut. Ki Gusti Made Kari. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. Ki Gusti Bagus Suwi. sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. dan Ki Gusti Ketut Panji. tidak diceritakan selanjutnya. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. disangkanya jelas akan mencelakakan. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang. di Bangkang. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja. akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. berputra I Gusti Putu Kari. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. di Panarukan. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. gamya-gamana. belum pantas dihukum mati. beliau digantikan. akhirnya keluar sifat angkara beliau.

itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji.Pada saat hari baik. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana. tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. menonton. sebagai kepala penjaga istana. sama-sama keluar dengan membawa senjata. luar biasa riuhnya orang-orang. menonton wayang. bertempat tinggal di Panataran. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. Keesokan harinya. supaya tidak ada tersisa. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. layarnyapun robek. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. oleh karena kagetnya. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau. itulah kesempatan para arya semuanya. beserta saudaranya Ki . mengadakan pertunjukan wayang kulit. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. tua muda. Ki Gusti Made Kari. sama-sama ada di Sukasada. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. sama-sama menunggu di jalan raya. demikian cegahan Ketut Karang. mencari perlindungan. menyuruh untuk kembali pulang. sehingga terlepas dari kematian. Ki Gusti Agung Pahang. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. sampai tengah malam. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. serta membawa Capala. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana. akhirnya mereka menyebar mengacau. segala yang mengakibatkan kematian. tidak menunggu sehari. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). dihadapkan dalam persidangan. memporakporandakan para arya Den Bukit. beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. dihadapkan oleh semua para manca. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. serta tombak. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. melakukan persidangan. ia berbicara. siapakah itu yang masih hidup?. oleh karena sangat gelapnya. durhaka mengamuk dalam istana. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. seisi istana. laki perempuan. serta wayang Tuwalen. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. dari desa Banjar. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. di antaranya. Kenyataannya. beserta capalanya. kacau balau. tentang pemberontakan para arya Buleleng. beserta pengikutnya. mengamuk orang-orang yang menonton wayang. ada juga yang tersisa. membawa wayang Bima dan Tuwalen. menuju rumahnya masing-masing. setelah demikian keadaannya. bermaksud ikut mengamuk di istana. Ki Gusti Ketut Panji. di halaman kedua istana. demikian kira-kira pertanyaannya. setelah kesepakatan raja selesai. demikian diceritakan. untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. sudah siap dengan senjata.

yang masih bakti menghamba. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. sama-sama berada di Sukasada. lari pergi menuju wilayah Karangasern. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. kedudukannya sebagai patih. hasil panen tidak berhasil. serta Ki Gusti Ayu Bulan. sangat luar biasa pujian rakyat. semakin bertambah angkara murkanya. oleh pemerintahan Belanda. Ki Gusti Agung. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. untuk menjalankan pemerintahan. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. Entah berapa tahun lamanya. pergi ke desa Pakisan. kembali mengangkat raja. apa sebab sama-sama masih hidup. kebutuhan sehari-hari jarang. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. Setelah demikian. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. perangpun terjadi sangat hebat. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. negara menjadi terpecah. setibanya beliau di sana. beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan. berselisih dengan pemerintahan Belanda. setelah pembicaraan selesai. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. bagaikan malapetaka dari-Nya. disertai prajuritnya. menjadi penguasa Den Bukit. . Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. beliau juga keturunan Karangasern. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. seperti Payangan. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. berusaha menyelamatkan diri. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. Kembali diceritakan. selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. antara Belanda dengan rakyat Bali. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. sampai sekarang. Pendeknya. adapun raja Ngurah Made. lamanya perang hingga tiga tahun. memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. yang memerintah di Den Gunung. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. perbuatannya gamya-gamana dengan adik.Gusti Ketut Jlantik Sangket. diberi mandat memerintah negara Buleleng. tidak menyimpang akan titah Nya. pada Isaka 1768 (1846 M). beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . sehingga orang-orang menjadi ribut. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. bertengkar berperang dengan sanak keluarga. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. menyebabkan panas pada saat musim hujan. yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. menyebabkan terjadinya permusuhan. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made.

Ki Gusti Ayu Panji. diiring oleh para penjudi. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. lain dari itu. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. Entah beberapa lamanya. Ki Gusti Ayu Made Taman. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. punggawa semuanya. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. Ki Gusti Ketut Ksatra. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. Ki Gusti Nyoman Jlantik. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. akhirnya beliau turun dari singgasana. Ki Gusti Ketut Banjar. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. Ki Gusti Made Rai. Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Made Karang. Adapun ipar baginda raja. sama-sama kembali ke Bangkang. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Bagus Jlantik. meniru yang ada di istana Bangkang. lebih kurang tiga tahun lamanya. patih kedudukan beliau. Ki Gusti Ketut Banjar. yang pergi menuju desa Alas Panji. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. serta Ki Gusti Ayu Kaler. Ki Gusti Ketut Ksatra. putra beliau I Gusti Putu Kari. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. yang pergi ke Desa Pakisan. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. beberapa bulan meninggalkan istana. masih berada di Tukad Mungga. Adapun Ki Gusti Putu Kari. semula berkedudukan di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. tidak mengetahui asal-usulnya. dahulu. Ki Gusti Ketut Jlantik. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. Ki Gusti Made Banjar. bernama Ki Gusti Putu Batan. dibantu oleh para menteri. Ki Gusti Ayu Mas. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. Ki Gusti Nyoman Oka. menuruti jalan hidupnya. berputra Ki Gusti Putu Batan. Puri Kanginan. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. semuanya kembali ke Kubutambahan. selanjutnya pindah ke Singaraja. tinggal diam di desa Panji. ada keturunannya sampai sekarang. didorong oleh nafsu. berputra Ki Gusti Putu Panji. serta Ki Gusti Ayu Putu. dan Ki Gusti Bagus Jlantik. tenggelam dalam sabungan ayam. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. Putu Kebon nama lain beliau. menjadi beragama Islam. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. sebab lahir di desa Soka. Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Nyoman Banjar. demikian . Yang lainnya. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. pada saat mengungsi dahulu. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau.

sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Rai. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. Ki Gusti Ayu Selat. Ki Gusti Ketut Perasi. . Ki Gusti Ketut Panji. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. Ki Gusti Ayu Putu. berputra Ki Gusti Ayu Turun. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara. pindah ke Depaha. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Ketut Rai. Entah berapa lamanya. Ki Gusti Ketut Tangi. Adapun Ki Gusti Agung. Ki Gusti Ayu Jlantik. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. sama-sama berkedudukan di Sukasada. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. di Singaraja. menyebabkan banyak yang saling fitnah. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. Ki Gusti Putu Gunung. Kembali diceritakan. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng.keluarga raja keturunan istana Bangkang. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. di Singaraja. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. serta Ki Gusti Made Kaler. Ki Gusti Ayu Made Ayu. serta Ki Gusti Ayu Jlantik. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. berputra Ki Gusti Putu Cede. Ki Gusti Putu Gianyar. Ki Gusti Ayu Kajeng. menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. berputra Ki Gusti Putu Panji. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Setelah keadaan demikian. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. Ki Gusti Panji Cuweh. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. Adapun yang berada di istana Bangkang. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ketut Ayu. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. tidak ada rajanya lagi. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Made Selat.. disertai dengan perputaran jaman. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban. tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Made Jlantik. beliau banyak menurunkan keturunan. Ki Gusti Made Jiwa. Adapun Ki Gusti Made Panji. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Nyoman Karang. Ki Gusti Ayu Made Rai. Ki Gusti Ayu Mas. beliau tidak mempunyai keturunan. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. Ki Gusti Bagus Dalang. berputra Ki Gusti Ayu Dangin. menyebabkan keadaan menjadi kacau. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. Ki Gusti Made Banjar. bagaikan kehendak-Nya. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples. dengan cara-caranya sendiri. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. Ki Gusti Nyoman Jlantik. di Bangkang. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Made Celagi. Ki Gusti Made Togog. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. serta KI Gusti Made Panji. Ki Gusti Ayu Rai. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. serta Ki Gusti Ketut Putu. serta yang berada di Sukasada. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. Ki Gusti Ayu Made Panji. Ki Gusti Putu Canang.

berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. bekas raja Buleleng yang terakhir. Adapun yang ada di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Ksatra. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. Kemudian muncul lah . istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. serta Ki Gusti Ketut Cede. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Serta Ki Gusti Made Karang. Ki Gusti Ayu Made Rai. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. Desa Peguyangan Kangin. serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ketut Putra. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Maka timbul lah gempa bumi. Ki Gusti Ketut Jlantik.Ki Gusti Nyoman Raka. angin topan. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Putu Selat. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Pura Dalem Batu Kuub . Ki Gusti Made Oka. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Br. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Rai. beliau semuanya ada di Bangkang. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. guntur dan halilintar. berputra Ki Gusti Putu Center. beliau tidak mempunyai keturunan. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. Denpasar Utara. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. Bantas. istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. di Tukad Mungga. Ki Gusti Nyoman Raka. serta Ki Gusti Ayu Rai. menimpa batu. serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. Yoganya sangat mantap. beliau mempunyai seorang putri. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. berasal dari keturunan di Kubutambahan. putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. di Singaraja. Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan. Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Sekar. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Made Singaraja. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. Ki Gusti Ketut Bagus.

siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu. rupanya hitam. lalu ditemukan oleh si Lembu. di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. Demikian lah kata si Lembu. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu. disinari oleh matahari. saya tidak mengetahui di mana rumah saya". Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. siapakah di antaraku. di mana ada batu bersinar. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. Demikian pula. yang patut menjadi raja?" Si Lembu. rupanya putih. nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam.bayi dari batu itu. Kedua bayi itu bermain-main. di sana lah Tuan patut membangun istana. sejak sekarang. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. namun ada yang aku tanyakan kepadamu. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. di wilayah hutan Raja". Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. Ada pula bayi muncul dari buih. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. Namun. yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). Tuanku telah menyumpah tempat tinggal . Engkau lahir dari batu. dan ditanya: "Wahai anakku berdua. di hutan. Setelah tiba di tengah hutan. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". di manakah kau tinggal. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. bernama Dalem Kembar. yang bisa menciptakan keteduhan dunia". Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. hanya salah seorang berhak menjadi raja". aku berterimakasih.

Setelah ia menyumpah hutan itu. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". silakan kau berangkat. mungkin karena dianugerahi Tuhan. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. Kini kedua bocah itu berbincang. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. Tidak pernah makan. Oleh karena itu. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. beliau tinggal dengan sangat tenang. di sini lah kau bertahta menjadi raja. Amat sangat haus dan kelaparan. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar. baik-buruk harus dilalui bersama. beliau menyumpah bersama para sahabatnya. supaya aku juga dapat menjadi raja". Dangka. beliau berjalan ke arah barat. Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Kebayan. beliau beristirahat bersama rakyatnya. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar. Para sahabatnya sangat senang mengiringi. pikirannya amat bersih. Hamba mohon diri. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. Lalu diiringi oleh rakyatnya. Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. Tiba-tiba si Lembu menggaib. tidak bisa berjalan. Setelah tiba di barat.hamba. Sejak ini bernama desa Atege. Oleh karena itu. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. sebab telah ada belas kasih si Lembu. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. tempat ini bernama desa Batu Bulan. aku akan menyumpah tempat ini. yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati. Lalu beliau tinggal di sana. begini besar rasa baktimu kepadaku. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Adalah pesan Dalem: "Nah. Sahabatnya semua ikut mengiringi. Ia duduk di tengah hutan. Jika menjadi raja. Dalem berjalan ke arah barat. Penyelaweyan. di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. Beliau mawas diri. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. menyumpah suatu tempat bertemu". lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. Begitu lah kata Dalem Batu Selem. yaitu Gaduh. Ada selama satu bulan berada di sana. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. aku akan meninggalkanmu ke desa Panji. Jika tuanku belum mengenal hamba. Pikiranku sedih seperti telah hancur". Tidak ada orang ditemukan di sana. Hatinya pun menjadi lega. desa ini akan aku tinggalkan. kelak akan bernama Desa Ketemu. sebab kita lahir kembar. bersedih hati karena amat kelaparan. Ia teringat kepada pesan si Lembu. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. Hanya itu lah pesan hamba. Beliau tiba di tengah hutan. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. Demikian kata Dalem Batu Putih. maka aku akan meninggalkanmu. supaya bernama Taro. Ia kelelahan di tengah hutan. Demikian dipikir oleh Dalem di . lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. pulang ke sorga. Ngukuhin. hamba adalah I Lembu Nandini". mencari tempat lain. Air itu lah diminumnya. banyak rakyat datang menjemputnya. Demikian kata Dalem. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. maka ada air keluar dari tanah. dan kau sudah menjadi raja. Pasek. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan.bincang. sebab demikian pesan si Lembu. Oleh karena itu. Doanya terkabulkan.

Beliau memuja Sanghyang Pasupati. Hamba mengabdi kepada Paduka. menjadi tempat tinggal segala makhluk". aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. "Aku tidak tahu orangtuaku. siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. I Dukuh Prateka Sakenan. hamba tidak mengenalmu. juga akan menemukan keselamatan. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. hamba lah yang memiliki Paduka. yang tinggal di Sakenan. Oleh karena itu. bukan yang besar. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel. Pikiran beliau sangat senang. Aku lahir kembar. Demikian kata Dalem. semakin tidak enak hati beliau. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. lalu Dalem merendahkan diri. Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. Lalu I . lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. dan tiba di Sakenan. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. Dalem terkejut. Batin yang tajam. Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. Aku lahir dari batu. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". Wahai kakek. tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. Kata Dalem: "Aku setuju". Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. hitam (selem) dan putih. Paduka lah yang menurunkan hamba. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. Lama beliau tinggal di sana. Oleh karena itu. kelak bernama desa Taman.dalam hati. tempat beliau menyucikan diri. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang. bernama Dalem Tungkub. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. tetapi pikirannya suci bersih. Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. Semakin lama beliau tinggal di sana. hamba adalah abdi Paduka. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. pada saat rendah hati. Teman-temannya setuju. teringat ketika membangun desa di Batuyang. Setelah Dalem selesai memuja. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. Baik lah. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. bukan yang menengah. yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. Di sini aku merahasiakan identitas diri. Sekarang aku menyumpah. suci dan bersih. amat sangat berbakti kepada Dalem. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku.

maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. dan tiba-tiba menyususui bayi. maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka. Kelak. Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. Istana Dalem pun selesai. Dalem berkata: "Wahai Dukuh. Karena kau lahir dari bambu gading. disusui oleh kijang. kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng. yang bernama keris I Jala Katenggeng. tidak pernah terserang penyakit.Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. I Dukuh disuruh menebang. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. Siapa saja .keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". Kalianlah mengiringi beliau. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". Hamba. Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. makan daging kijang. Ketika itu. Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. . Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar. ada seekor kijang datang dari hutan. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). Demikian lah sumpah I Dukuh. di mana dicarikan air susu ibu. Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. Demikian kata Dalem. Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana". Dan ajaklah beliau ke Uluwatu. lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. Putra I Dukuh setuju. I Dukuh berkaul: "Wahai anakku. ia ibarat sama dengan diri hamba". Hamba tidak membawa apa-apa. ingat lah sejak sekarang. se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang. maka istananya diberi nama Jimbaran. Siang malam diemban oleh si kijang. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". ini dan peliharalah di sini. Hamba setuju. Beliau tiba di Uluwatu. Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh. Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. ayah berkaul. sebab leluhurmu berasal dari bambu. Jika kau membunuh kijang. kau lah mengambil bayi. Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun. Oleh karena itu. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. Kau harus belajar dan menyucikan diri. dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. membunuh kijang. semoga terserang penyakit grehasta".

Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. hamba tidak berpanjang kata lagi. Setelah tiba di Padukuhan. hamba tidak berpanjang kata. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. Dukuh pantas mempersembahkan ke istana". karena dia adalah putriku namanya. Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. Jika aku yang memeliharanya dulu. kebetulan menyempatkan diri mampir. diiringi oleh I Dukuh. wajarlah dia menjadi pendamping di istana. nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng. kulitnya gading. siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. Dukuh. . Ketika I Dukuh menyucikan diri. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. dia menjadi milikku. Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. akan aku jadikan permaisuriku". Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. Pekerjaannya menurut perintah I. maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba. aku berharap agar diajak ke istana. wajah Ni Pering Gading sangat cantik. Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. diiringi oleh abdinya. dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran. Cukup lama beliau bekerja di kebun.Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh. Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading". supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". Beliau senang diajak mampir. istananya telah selesai dibangun.harian berkebun di bukit. memeliharanya sebagai anakmu. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. Dia tidak boleh tetapi boleh. Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi. yakni berkebun. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. hamba akan serahkan". kalau Paduka memang menginginkan. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu. Paduka lah yang memilikinya. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. dia adalah anak hamba". Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. Dukuh dulu meminta. beliau dipersilakan duduk di atas dipan. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. Dipanggil oleh I Dukuh. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh. Dalem berkata: "Kebetulan.

berkat sumpah Dalem Batu Putih". Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan. Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . Gaduh. Tanya Dalem: "Wahai Dangka. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis". peliharalah anugrah Dalem Batu Putih. lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. tidak ada gunanya juga. lalu menemukan desa. Pikirannya tidak tenang. Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. Kelandis. pikirannya bimbang. Dalem pun berangkat. peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. Beliau batal membuka tutup suguhan itu. Kemudian beliau menuju ke dalam istana. "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. Ini adalah Desa Batuyang namanya. Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin. hanya menemukan istana saja. jika tidak tahu keadaan saudara. Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran". Setelah tiba di dalam istana. teringat kepada saudaranya. Beliau dijemput oleh I Dangka. karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). yakni I Mada dan I Merangin. silakan berangkat. berkat sumpah Dalem Batu Putih". setelah bertapa di Yang Batu". Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". lalu tiba di wilayah Jimbaran. Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". Meskipun dapat bertahta. Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". Beliau menuju hutan di sebelah barat. "Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". di sana menjadi raja". Setelah tiba di Sakenan. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu". Oleh karena itu. I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. Setelah lama bertahta di Gelgel. tidak ada orang dijumpai beliau. menyusul kepergian Dalem Batu Putih.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. Kebayan tinggal lah di sini. I Dangka menjawab: "Hamba setuju". Tanya Dalem: "Dukuh. beliau pergi dari wilayah Gelgel. namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran. Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. lalu dijemput oleh I Prateka.

Di situlah mereka sadar bersaudara. Wajahnya hitam. Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran". Sekitar tengah hari. hamba sangat ketakutan". maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". bukan seperti biasanya. dan Puri Jimbaran. ada yang batuk. Kelandis. Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. tidak mempunyai hasil jerih payah. Lama berkelahi. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. saling bercerita. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. baik-buruk. siapa kamu. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. Bukit pun hancur. Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. Setelah lama berperang. Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. Mereka pada berpikir. Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu". Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. saling menghormati. aku tidak pantas bersaudara. Aku adalah saudara kembarmu. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. Tanya Dalem: "Pering Gading. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. Batu Aji. kau dan aku berperang saudara. tubuhnya berbulu. baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. Di situlah mereka saling bertanya. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". dan berkata dengan baik. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. Karena tidak bertemu di perjalanan. keduanya kelelahan. Batu Yang. hidup-mati. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". tumbuh pohon randu kembar berakar ular. Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. Kayu Mas. Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. Dalem Putih sudah pulang. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. tak ada yang terluka. sebab Paduka dan aku lahir kembar. Namun jangan bersedih. akan pergi mengembara. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. Taman Yang Satu. artinya dunia menginjak masa Dwapara. jangan lah bersedih. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". Aku mohon diri darimu. ingatlah perjanjian kita dulu". Dalem berangkat menuju perkebunan. akan ditantang musuh. rambut ikal. siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. Beliau dikira jin raksasa. Oleh karena itu. . Dalem berangkat ditemani abdinya. si penjahat pun ditemukan. Di depan mereka yang saling bertanya itu. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat. Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati". Batu Bulan. kumis lebat. Setelah tiba di hutan. suka-duka". Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. kales. Namun. tidak ada yang mati.Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. tidak ada yang kalah. Ada yang pincang. Jimbar artinya luas. berjanggut. sangat kebal dan sakti. beliau menemukan abdinya lari ketakutan.

Di tengah perjalanan. Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. tanya-tanyakan". Setelah tiba di tengah hutan. Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. dan rakyat pun senang. Dalem sendiri tinggal di sana. supaya bernama desa Batu Bedak". sejak ini bernama Batu Bolong". Dalem sangat senang. Setelah semua tumbang. Tidak ada mendampingi. pergi lah menyusup ke hutan. Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . buatkan lah dirimu tempat tinggal. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. Setelah tiba di perbatasan jalan. Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. kebetulan musim pasang. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. Dalem pergi menyendiri ke arah timur. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang. Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. Semua orang itu berlari. Setelah tiba di perbatasan desa. beliau terjatuh. kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. tempat kakiku terpeleset menginjak batu. Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. aku ingin membangun istana. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. di manakah aku pantas membangun istana. Di tengah perjalanan. tanyakan di mana wilayah Batuhe. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali". Lama beliau tinggal di sana. Beliau berjalan semakin jauh. supaya bernama desa Sehseh. Dalem melanjutkan perjalanan. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Kata Dalem: "Wahai rakyatku. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. Lalu beliau berjalan ke timur. supaya bernama desa Batu Paras". yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya. supaya bernama desa Batu Tulung". tinggal lah di daerah-daerahku. karena telah melihat hutan kelapa.Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. Tempatnya di timur laut. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian. Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Dalem merasa kehausan. Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. Dalem melanjutkan perjalanan. Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. kaki beliau terpeleset menginjak batu. Sekarang. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. supaya bernama Batu Belig". Setelah sampai di perbatasan jalan. Dalem melanjutkan perjalanan. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh. bernama desa Lami Mekutang. diiringi seorang abdi. Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. Beliau pergi menuju ke arah timur. sebab di sini rasanya tidak pantas". Para abdinya pada mencari tempat tinggal.

Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi.Bongkang. beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. itu obat mujarab. Perintah Dalem. Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. ke barat. Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". supaya bernama desa Tohjaya". Setelah selesai potong gigi. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. bapak mempunyai anak. menghaturkan istana dan abdi. Perjalanan beliau semakin jauh. raksasa tetapi bukan raksasa. Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. Hanya itulah obatnya. hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". beliau menyaksikan orang menari Gambuh. Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. namun tidak ada ditemukan. Jangan kau takut kepadaku". Setelah Puri Bungkasa selesai. di sana lah tempat istana itu. ia mengaku Dalem Batu Selem". beliau berdua menonton Gambuh. Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. aku disuruh mencari Dalem Batu Selem. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. Tiba di pertengahan jalan. I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. duduk di atas dipan di sebelah barat. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. Dalem tidak mau. di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". Dalem melanjutkan perjalanan. istana itu bernama Puri Bungkasa. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. namun bukan jin. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. ke selatan. I Gusti Tangkas menjalankan. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. itu adalah warisan hamba dari . Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. Si pelacak semakin takut. pesan Dalem. Dalem berjalan semakin jauh. Baru hamba datangi. Dalem berkata: " Kau mencari apa. Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila. supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya. berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas. Lama beliau beristana di sana. Di tengah perjalanan. Dalem bersembunyi di hutan. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. tetapi bukan jin. bapak menghaturkan istana. ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. seperti raksasa tetapi bukan raksasa. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. bersembunyi di hutan. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. Lama mereka mencarinya. apakah Tuan mengenalnya.

I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. kata Dalem. Yang di Puri Pebersihan. pemberani. Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. dan semua abdi merasa senang. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. tidak mempunyai keturunan. Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. bertempat tinggal di Batu Krotok. bernama Arya Ularan. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. Di Dalem Pebersihan. warga Batu Krotok kalah. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. bernama Arya Pasung Gerigih. Batur. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. Ia bertugas menjaga bukit selatan. mereka bertugas memelihara. sekarang kepada Dalem. asalkan kebal.Gunung Agung. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. Ketika perang berlangsung. maka adalah Arya I Tunjung Tutur. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. Beliau beristana di Jaba Tengah. Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. Wilayah barat tidak ada menjaga. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. Batu Karu. I Pasung Gerigih . Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. Dalem Tangkas. Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. bernama Arya Pasung Giri. akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. Baik-buruk dalam kebersamaan. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. dan dijuluki Dangka oleh Dalem. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. dijadikan abdi di Bongkasa". Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. Beliau bertiga berunding bersama istri. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. bertempat tinggal di desa Sumapan. para abdi di sana bernama Sagerehan. Diistanakan di Puri Semanggen. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. Tidak ada abdi mengemban. semua warga Batu Sepih kalah.

apa kesenangannya. akan ada jamuan. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. Tidak ada wanita seperti itu di Bali". sayur plecing pakis batangan. Tuan sudah diijinkan menghadap. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. namanya adalah Gajah Mada. nanti saja kita berbincang-bincang". Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. Setelah selesai menjamah. sama tingginya. lalu mengambil nasi dan . saling menasihati". Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. airnya supaya berwadah kendi". Kata Dalem: "Paman Patih Mada. Beliau memakai kain geringsing wayang. yang sering ayah ceritakan kepadamu". dipakai kain untuk anaknya kelak. Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. lalu diserahkannya selembar kain poleng. tunggulah di sini. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur. raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. Kata I Dukuh Kedangan. beliau tidak mau menikah. kelak jika janinku ini jadi. saling memberi. I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah". sama kepandaiannya. I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". aku memberikan tanda kepadamu. tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. Sementara itu. siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. Demikian kata I Gajah Mada. Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. aku akan menyampaikan dulu". Pada malam harinya. apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. supaya aku bisa mengenali anakku kelak". I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. marilah kita makan dulu. Ni Uradani menyetujui. Ni Uradani menerima. Setelah tiba di hadapan Dalem. Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. tanyakan lah kepadanya. I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem.di Den Bukit. hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. I Gajah Mada menyetujui. I Gajah Mada duduk menunduk. selesai pula perbincangannya. Mereka saling menyapa.

ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. hamba mohon untuk diajak ke Jawa". Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. Jika benar seperti berita itu. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. Jika batinnya telah goyah. inilah orangnya. Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. Oleh karena itu. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". I Kebo Taruna. sakti. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. jangan lah lalai mengemban anak. Jika Dalem moksa. Sekarang godalah Dalem. mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. Mada setuju. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. Tiba di Gunung Jawa. supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. sebaiknya kau mandi dulu. di Jawa lah ia dinikahkan". tinggi. Karena itu. Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku. tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. maka jelas lah beliau tidak bisa moksa". tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. Nah. "Kebetulan sekali Paman. Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. sebab keringatmu berlimbah. Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". Kebo Taruna senang dan setuju. karena Majapahit sudah dekat. beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. "Patih Tuanku. hamba diutus menghadap ke Bali". Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem. Namun beliau menyimpan di dalam hati. kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna.memonyongkan mulutnya. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem. Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. Kata Dalem: "Paman Mada. supaya benar-benar jujur.

maka. di tempat jejakku bisa dilacak. semoga ia menjadi sudana. Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". kebetulan air besar. I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". Setelah selesai berkata. Denpasar Utara. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata. Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. Batu Belig. Dalem Bongkasa 5. Hutan itu. Desa Peguyangan Kangin. Br. namanya I Petak Jingga. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki. Dalem Pebersihan 4. adalah permintaanku. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. Batu Paras. sebab saat inilah takdir bagiku. Kata Dalem: "Di . untuk bertemu dengan saudara ayah. anak-anakku dan rakyatku sekalian. Siapa pun kelak. jangan lah bersedih. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem. Kata Dalem Putih: "Paman. menyembah diriku. Batu Bongkang. Dalem moksa. Batu Bintang. Wahai rakyatku sekalian. Setelah tiba di tepi sungai Ayu. Kau lah menjaga istana ini. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. maka bangun lah tempat suci. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. tiada lain lagi. Batu Bolong. Bantas. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh. atau pun sanak-saudara.Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku. Batu Bedak. Jika tempat suci ini selesai. Baru menoleh. 3. Batu Tulung. Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". Dalem Padang Getas. Putranya setuju. Dalem Batu Ulu. supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. tidak mau hormat berbakti di sini. entah anak. di tempatku moksa ini. dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah. Adalah tempat suci bernama 1. Jika seandainya ayah tidak datang. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. 2.

Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. aku tidak bisa memaksa. Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. tidak berani diajak ke istana Dalem. Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. pelinggih Dalem. I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. Bagaimana Tuanku. yaitu Pasung Gerigih. hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. Pada saat ada upacara piodalan. Pasek Pitu. konon mereka adalah orang-orang Majapahit. hamba bersama teman-teman". mereka tampak bersenjata lengkap. Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu. Hamba melihatnya dengan jelas. Kata Arya Panji: "Silakan. Pasung Giri. Tambyak. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. Konon mereka turun di Sulangai. Gunung Agung. Tidak ada raja. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. berada di istana Dalem. Arya Panji menjadi raja. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. si Arya Panji mengambil permaisuri. Setelah tiba di Puri Batu Ulu. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. "Hamba setuju. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. yaitu Pasek Pat. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. Oleh karena itu. aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. Gunung Batur. kembali lah ke Bukit. Lalu di Semanggen. Karena tidak bertepatan dengan hari baik. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. namun di Semanggen. dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. Beliau bertempat tinggal di Taro. si bayi pun panjang umur. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. Paman Tambyak.manakah tempatnya. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. bersama sama para patihnya. Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Gunung Batukaru. Tunjung Tutur. Pasek Lima. Si Arya Panji mengemban. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. Kini dikisahkan putranya di Bali. rakyatnya. maka beliau tidak bisa mencapai moksa. jika benar demikian. demikian kata Patih Tambyak. Aku masih berunding dengan si otot besi. beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. ada orang dari Tianyar datang menghadap. Dewa Ayu Sari". Pasung Gerigih dan . Lalu para patih.

I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. Setelah tiba di Den Bukit. Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. darah mengalir bagaikan lautan. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. Semuanya setuju. peperangan telah berlangsung. Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. ke tepi desa Supaman. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua. Lama beliau berunding di sana. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah. Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". ada yang patah. Setelah selesai berunding. sengit di hutan Jarak. Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. Setelah tiba di tengah perjalanan. semua pada sepakat. Warga Den Bukit sepakat. Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. tampak banyak rakyat datang menghadap. Paman Badanda dan kerabat sekalian. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. . ada di Paraupan. mengapa Paman semua terluka. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. dan perundingan pun selesai. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. mohon restu agar kerajaan Bali selamat. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. ada kali. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. Beliau berunding di tengah hutan belantara. ada jurang. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. ada jurang. ada di Genian. Warganya tersebar ke mana-mana. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". inilah yang menjadi desa Auman. Semuanya setuju. Setelah tiba di hutan alang-alang. lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. di perbatasan desa Abian Tiing. ada yang terluka. Setelah beliau menoleh ke timur laut. Orang Tianyar juga mohon diri. I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. kelak akan menjadi Pura Nataran". mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. Pasek Lima bertolak ke Batur. supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa".kerabat istana sekalian". Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. supaya perundingan menjadi rahasia. Semuanya setuju. Ada hutan. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. tempatnya berunding di tengah hutan. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. para abdinya membangun perkemahan. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. dan telah dikutuk oleh I Mada. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. ada di Batu Bongkang. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan.

ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. aku mengikuti kepergian ayahku". Aku namakan kau topeng Sidhakarya. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. aku setuju". sebab ayahmu tewas dalam pelarian. Bhuta Yajnya. kaulah yang mengolahnya. aku tidak boleh membunuh bocah. Setelah tiba di tepi laut. siapakah yang akan aku mintai makan. Belum jauh pelariannya.Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. Di Bali ada sepuluh agama. Beliau jatuh dan tewas. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. merebahkan diri di atas mayat ayahnya. Aku namakan kau warga Melayu. meskipun beliau sudah tewas. Semua orang istana telah mengungsi. Ditemukan seorang anak. Kata Mada: "Baiklah. Tiba di tengah hutan. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. supaya terdiri atas dua bagian. Pitra Yajnya. Kata Gajah Mada: "Wahai bocah. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. Patih Gajah Mada marah. dam Resi Yajnya. Setelah tiba di puri. si Arya Panji menuju Tegal Asah. Baru mau di tusuk. aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. Aku serahkan lima jenis upacara itu. tidak ada yang menghiraukan. Si bocah menangis. I Mada terkejut: "Aduh jangus". Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. di Majapahit ada lima agama. yakni Puri Bedulu. Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. Kata Mada: "Wahai anakku. Kata si bocah: "karena sudah tewas. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. aku membunuhnya". upacara agamanya sendiri. Manusa Yajnya. Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. itulah yang patut dimintai nafkah". dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. Yang lima. Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. silakan bunuh aku. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". sekarang aku namakan Buruan. Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. supaya terhitung atas dua bagian. Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. aku jadikan dua bagian. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji". dari mana asal Tuan. aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. Sejak itulah bernama Dalem Jangus. maafkanlah aku". berenang ke selatan mengembara. Tiba di tengah tegalan. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. Belum selesai doa beliau. aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. Dengan berang. Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen. Mayatnya tengkurap ke tanah. Karena terlalu marah. Sekarang agama di Bali. lalu dengan berang menghunus kerisnya. atas Dewa Yajnya. Setelah tiba di Tegal Asah. yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan.

Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. Lama I Melayu di Buruan. Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. Anak kedua (Made). Ada yang ke Culi. Terunyan. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. Setelah tiba di tengah lautan. darimana asalmu. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. pada takut mati. Tiba di tepi laut. Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa. Cukup panjang ceritanya. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem. biarkan ia tinggal di sini". Jungjungan. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. Songan. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. ada perempuan datang mengungsi. dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. Bumi Bali hancur. tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu. Raden Panji tewas di Tegal Asah. usianya sama dengan si bocah tadi. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. Kerabatku Pasek Pat. I Gusti Bandesa Singgih. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat. diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. Saudara I Melayu ada empat. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. Cempaga. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. mengembara ke desa-desa. Pedayung sampannya terdampar di Nusa. maka beliau tenggelam. berteduh di bawah pohon asoka. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. semua pada merahasiakan jati diri. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. Banyak orang dijumpai.mengungsi?". beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. Batur. aku adalah warga Pande Bungkasa". putra Dalem Batu Selem. tidak ada orang menghiraukannya. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. Lama beliau berada di sana. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. Siapapun membuat upacara. mengapa terdampar hingga ke Nusa. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. Juntal. Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah. diupacarai di Buruan. menyusuri sungai Yeh Ayung. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. Supaya semua pada membawa. Karena peperangan terlalu sengit. Anak ketiga (Nyoman). I Dukuh terkejut. Pasek Lima. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. ia bergelar Raden Panji. ia menemukan sebuah sampan. Adik I Gusti Susudana masih kecil. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. dibunuh oleh I Mada. Tanda moksa Dalem Batu Selem. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. tidak ada memperhatikan wangsa. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. Kedisan. para bangsawan dan rakyat sekalian. Lalu dipungut oleh orang Nusa. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji.

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

jatuh di atas batu. Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. Batu itu pecah. Karena itu. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti. Oleh karena Adinda sedang hamil. janganlah Adinda mengikuti Kakanda". Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena). Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda. Ada seorang brahmana sakti. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia. tanpa mempedulikan rasa lelah". Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. datang ke Bali. Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. . apa sebabnya Adinda datang. Mereka berjalan amat cepat. Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. menemukan keselamatan. tidak tertimpa mala petaka. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. menyusul perjalanan Kakanda. dan semoga berhasil dengan sempurna. Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. Di sana lah isterinya duduk. namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. tidak durhaka. Ketika sang pendeta berkata demikian. aku memberikan nama I Tambyak. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka".leluhur. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur. oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan.

lalu diambilnya. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. diikuti oleh prajurit pilihan. ia tumbuh dengan sehat. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. Bayi itu berhenti menangis. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. Entah berapa hari lamanya. Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. Tidak diceritakan lebih jauh. Selanjutnya. Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu. Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. dan bertabiat mulia. Demikian pula para menteri istana. tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". lalu beliau menggaib. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. Tidak panjang lebar dikisahkan. mereka nampak sama-sama tegar. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya. siap-siaga sama-sama memegang senjata. Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi. mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak. menghadap Sri Haji Tapohulung.panjang umur.

Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu. sungguh bagaikan gelombang lautan. saling tangkis. dan di selatan. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun.sorai yang tiada putus-putusnya. Pada saat itu. diiringi dengan suara gamelan. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. suara gong itu menggema dibarengi sorak. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak. di sebelah timur Desa Pejeng. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh . Dari kursi singasana emas. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. Tengkulak. saling tendang. orang-orang Panarajon nampak ketakutan. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh. silih berganti. Orangorang Tenganan.baginda raja. tawa-tawa. sama-sama menghunus keris. Kalungsingkal. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. Orang. Mereka bergulat saling tusuk. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. ada yang berjaga di timur.orang Panarajon berada di utara. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan. tubuhnya sama-sama melemas. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. Blahbatuh. mereka sama-sama pandai memainkan pedang. Suara kentongan bertalu-talu. Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. dan Pasung Grigis. saling mengintai. Tunjung Tutur. Taro. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. saling sodok. di barat. Dia pun datang ke tengah medan laga. Namun tiba-tiba dalam sekejap saja.

dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. Setelah berselang beberapa lama.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. Namun tampak kejanggalan. Oleh karena itu. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. . dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. bagaikan roda pemintalan. Banyak prajurit yang gugur. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. Diturunkan dari sifat ayahnya. Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak. oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. I Tambyak berputar-putar. ada pula ususnya keluar. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan. tidak ada yang tidak patah lengannya. adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. turun-temurun menjadi patih. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih.prajuritnya berang.

yang perempuan dinobatkan di Sumbawa. ada yang mati. dan Arya Manguri. Arya Belog. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. beliau bertemu dengan bidadari. Bidadari itu dinikahinya. ada yang ke timur. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. Di belakang Arya Wang Bang . Mereka tidak berani mengakui wangsanya. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan. ada yang menyusup ke desa-desa. Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan. Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana). di Bali tidak ada raja. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. Arya Dalancang. yang kedua bertahta di Pasuruhan. lengkap tidak ada yang kurang. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. Konon beliau lahir dari batu. beserta sanak keluarganya. ada yang ke Jembrana. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. Ketika masa kekalahan Bali Aga. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. serta bertabiat mulia. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. ada yang ke Tabanan. Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada.Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. Ada pun Ki Patih Tambyak. Setelah beliau berputra. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja. ke selatan. Arya Wang Bang. tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. Di setiap desa yang disusupinya. ada yang masih hidup.kebal. mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. Arya Pangalasan.

Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . dan semoga hamba menemukan keselamatan. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. berada di Puri Buahan. Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan. dan mempunyai dua orang anak lakilaki.adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu. seorang keturunan brahmana. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung). Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar. Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. selalu dicintai rakyat. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. Pohon beringin itu sangat angker. Jika ada kata-kata yang menyimpang. Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan. Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang.

Mereka berdua segera menyembah. bakti terhadap dewa. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. utara. dan selatan. Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. ia amat dicintai rakyat. Setelah selesai memuja. mereka disuruh naik ke puncak bukit. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. Menurut Batara. Tiba-tiba dia minggat dari istana. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. mendampingi Paduka Batara. Setelah itu. bermain-main di tepi danau. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. Adapun daerah yang berhak dikuasainya. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur. akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. Demikian anugerah Batara kepadanya. Setelah itu. beliau bergelar Arya Notor Waringin. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . barat. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara. sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin. dari timur. tidak henti-hentinya memuja Tuhan. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. Daerah-daerah itu nampak terang. tidak berselang lama. berjalan menyusup ke tengah hutan. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. Demikian seterusnya.

karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. engkau akan diusir dan terampuni". Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. jika engkau mendapat hukuman mati. Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung. tidak dapat dipisahkan. Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. kita sehidup semati. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri. hal itu dapat dibayar dengan uang. Harta milikmu tidak dapat dirampas."Wahai Bandesa Tambyak. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. Tidak dijatuhi hukuman mati. baik pada saat suka mau pun duka. memimpin para menteri. betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. Ada pula yang diusir ke Sumerta. dan ada bertahta di Puri Kesiman. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. Jika engkau didenda dengan uang. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. lalu mereka berpindah lagi. dengan mengadakan huru-hara di istana. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. Semua keturunannya hidup tenteram. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. sejak dulu sampai sekarang. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. Entah berapa lamanya. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. dan ada yang ke Desa Pahang. itu dapat diampuni. ada yang bertahta di Puri Denpasar. Jika engkau bersalah. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem. Gusti . Ada yang bertahta di Puri Tambangan. Putra-putranya silih berganti. betapa sejahteranya negeri Badung. turun-temurun menjadi raja.

Wahai Tambyak. "Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. Negerinya amat . Demikianlah sabda beliau. karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu. katanya: "Oh Tuhanku. Setelah itu beliau menggaib lagi. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini. Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji. Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. dicintai oleh masyarakat. tidak tertimpa mara bahaya". Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan. panjang umur. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. oleh semua mahluk. siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. ia memuja Paduka Batara.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. janganlah engkau lupa akan janjimu". Tiga empat kali. Dewa dari semua Dewa. Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. aku menganugerahimu. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. aku adalah Buta Panji Landung. dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. agar engkau menemukan keselamatan". Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon. beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya. sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. semoga engkau menemukan keselamatan.

Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang. Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. Om Ksama sampurna ya namah swaha. diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. Agar supaya. kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . Sebagai pendahuluan ceritera. ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha. kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . tersebutlah di kawasan Jawa. Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu. Om Siddha rastu. Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. kami terlepas dari kutuk dan neraka.Batari junjungan dan leluhur semuanya. tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan. Semoga kami semuanya. tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana. sama-sama memiliki tempat tinggal. Sudah tersurat dalam lontar (prasasti). serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang. beliau memang pendeta Budha. Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang. Beliau . Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati.Sejahtera.

Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. Seperti Pura Puseh Desa. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem. Adik beliau bernama Mpu Semeru. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049.desa adat serta Kahyangan Tiga . Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang. Pajarakan. Bali Timur. upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. membangun pasraman di Silayukti. ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura. Ulunswi.Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali.tiga pura desa di Bali. Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . membangun pasraman di Besakih. Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . Daha. membangun pasraman di Dasar Gelgel.Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya. neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana. Baleagung. lwirnya ngawangun kahyangan. Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. yang disatukan di Samuan Tiga . Karangasem. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah. Bahula berarti utama. serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001. ayahandanya. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut. mahayu palinggih Bhatara . Teluk Padang atau Padangbai. tahun Masehi 999. Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. seperti membangun pura kahyangan. sekitar tahun Masehi 1000. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara. termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. yang sampai kini diwarisi masyarakat. menengah dan utama). Jawa Timur. Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali. turun ke Bali tahun Isaka 921. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman . Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. Gianyar.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama. menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular. Dalem. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. Yang nomor empat. berdiam di Lemah Tulis. sama keutamaannya dengan Mpu Bahula.

Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata. Arya Kutawaringin di Klungkung. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Arya Dalancang di Kapal. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . atau Danghyang Dwijendra. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. diperistri oleh Danghyang Nirartha. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. serta Danghyang Soma Kapakisan. demikian cantiknya. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem. Arya Jerudeh di Tamukti . Arya Dalancang. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha. Arya Wangbang . bagaikan Dewa Wisnu menjelma. Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. dan Arya Kutawaringin. memiliki dua orang putra. pendeta yang pandai dan bijaksana. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. Si Tan Kawur. Ida Mas serta Ida Patapan. Arya Pangalasan. yang membangun pasraman di Taman Sari. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. Ida Danghyang Panawasikan. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. berputra empat orang semuanya Iakilaki. Arya Kenceng. Ida Danghyang Smaranatha. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Ida Manuaba. Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka. Arya Belog. Ida Dalem beristana di Samprangan. Arya Belentong di Pacung. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. Arya Manguri. Arya Belog di Kaba-Kaba. Arya Temenggung di Patemon. yang wanita di Sumbawa. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. Arya Temenggung. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. Arya Pamacekan di Bondalem. Arya Kepakisan. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. Ida Kemenuh. Arya Kanuruhan di Tangkas. bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau.Arya Demung. Ida Keniten. Si Tan Mundur. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan. Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. Kriyan Punta di Mambal. Beliau melaksanakan paham Siwa. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. Arya Sentong di Carangsari. Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Arya Kenceng di Tabanan. Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang. adiknya di Pasuruhan.

sangat sukacita beliau Mpu Bekung. dan karena permohonannya itu. akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan. memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. Karena kesaktian beliau. sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai. Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu.Demikian dikatakan di Babad Dalem. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. tidak pernah tinggal diam di rumah. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut. memuja Dewa seraya . Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa. Setelah beliau memiliki putera. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau. selalu berada di tempat perjudian semata. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. Di mana saja ada perjudian. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera.Gunung Agung. Diceriterakan. konon. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. Artinya: Bang dari merah warna api itu. sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. Selalu kalah saja. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana.

memuja saya ? Segera katakan. Anak hamba sudah ketemu. Mpu saya minta sarinya susu lembu. Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu. Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". atau apakah dia sudah . apa keinginan Mpu. ayahandaku. namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda.putra Mpu. maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. bermaksud menghaturkan sarinya susu. Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya. bermalam di sana. putraku Sang Bang. Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. di mana dia berada". apakah dia masih hidup. sesuai dengan keinginan Sanghyang. lengkap dengan gentanya. Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu. seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang.sudah.mati. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau. Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan. Singkat ceritera. ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik. hamba menghadap pada paduka Bhatara. . Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . sampai beliau kenyang. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang. kemudian meminum sarinya susu. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang. sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. Namun. namun belum juga ketemu. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir. sejak lama hamba mencarinya. agar saya menjadi tahu !". sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. Sesampainya di Tohlangkir. seraya berkata: "Duh. Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang. ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah . hendaknya Mpu jangan bersedih hati. ada di rumah".membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara . agar segera pulang kembali.

lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu. sampailah beliau di Tohlangkir. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. seraya bersabda: "Ambillah emas ini. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang.sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. "Aduh ananda. hamba bermaksud untuk memohon modal. yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. Karena sekarang sudah memiliki emas.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya. segera katakan !". tetapi secara sembunyi . saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu. di depan gua. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. seraya berbalik. Ayahanda berikan". Tidak diceriterakan perjalanannya. Segera beliau pulang. serta genta milik ayahandanya. Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. sekarang apa yang kamu inginkan. seraya meminum susu itu. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. Diketahui emas itu oleh putranya. jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. memuja Dewa. membuat geger. seraya membunyikan genta. Lalu diminumlah susu itu. Seusai meminum susu itu. selalu kalah setiap hari ". Sang Bang. Ki Brahmara. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung. tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual. "Demikian hatur beliau. nista sekali hamba berjudi. apapun yang ananda minta akan kuberikan . . dipakai modal di tempat perjudian. lalu beliau berpikir keras. bagaikan sebutir kelapa besarnya. bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. Karena keadaannya demikian. akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. Karena demikian. keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. beliau mengeluarkan emas. Singkat ceritera.

Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya. Karena itu. sebab merasa ekor beliau terluka. disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja. Segera beliau mengheningkan cipta.segera ananda pulang. Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. Di sana beliau melihat onggokan abu. lalu segera menuju Tohlangkir. Segera beliau pergi menuju Bali. Karena genta itu betul-betul genta utama. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. semaumu akan kuberikan". Desa-desa diselusuri mencari putranya. memuja Dewa. berkehendak mengikuti perjalanan putranya. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. sementara buah genta berada di sebelah abu itu. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. Datang lagi ananda membawa susu. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. Karena beliau berbadan panjang. meminjam tidak diberi. Karena kesaktian beliau. poma. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. mengheningkan cipta. maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. katakan. Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. Karena demikian kata Ida Sang Bang. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. Besakih yang ditujunya. seraya berpikir-pikir. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. jelas . Setibanya beliau di Tohlangkir. Singkat ceritera. Apa lagi permintaanmu. Lalu diambil emas itu. habis juga modalnya. gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara. namun tiada juga ditemukan. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. berhutang di perjudian tidak dapat. Segera diketahui dengan jelas. poma". Atas kehendak Hyang Widhi. itu sebabnya kembali beliau mengelana. serta membunyikan gentanya. Bebalang. Bangli. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. tidak sampai satu bulan. seraya mencari sarinya Susu lembu. Ida Bhatara kembali ke gua . lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. menyimpan genta saja.

karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor. Inggih. maka Ida Bhatara berkata perlahan. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. Lama beliau menunggu. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara. sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". bila demikian permintaanmu. permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. disebabkan demikian besar amarahnya. ingat diperdaya oleh suara genta. demikian memang dosa anakku itu. Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. Karenanya. Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. Setibanya di depan gua. merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. Namun. habis sudah dosanya. beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. Bila mana dia nanti hidup kembali. di samping terlihat nista. Basukih Stawa dan Utpeti. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. karena akan nampak sangat maha utama. Lama Ida Bhatara berdiam diri. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. karena dialah anak hamba satu-satunya. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. Lama sudah beliau melakukan pemujaan. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. Karena sudah jelas diketahui. agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. Bila mana berkenan. sebelumnya. Mukanya cemberut. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. seperti sebelumnya. Sang Mpu. barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. namun rupanya dia sudah menjalani kematian. juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun. tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. ampunilah anak hamba. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. . meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung.

dan ketika sadar. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. perilaku ananda sungguh tak terpuji. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. tidak lagi Mpu Bekung nama anda. memenggal ekor Ida Bhatara. seperti baru habis tidur layaknya. Setelah usai bertemu wirasa. Demikian suka citanya beliau berdua. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. Silakan. kalau ananda bisa hidup kembali. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha. selesai sudah gelung agung itu. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. disebabkan kesaktian beliau masing-masing. Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. pulanglah sahabat karibku. demikian menakjubkan. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih. Memang. hidup seperti semula. Jangan ananda salah terima dan salah . sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara. dengan hiasan candi kurung. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau. kalau ananda kembali ke Jawa. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. dan juga beliau sekarang bisa terbang.mantra anda. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. bergundala dan memakai sekar taji. karena semuanya sudah berhasil. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. beliau cepat lari. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. ayahanda akan kembali ke Jawa. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. didahului dengan pujastuti weda mantra. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. Mpu Bekung. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. engkau anakku Manik Angkeran. disebabkan karena marah beliau tak terhingga. segera beliau membuat gelung mahkota. memang demikian saktinya anda ini. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. dengan anting anting. Perlahan. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. Pantas anda bergelar Siddhimantra. dengan janji. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja. garuda mungkur. Sesuai perjanjian. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. Selain itu. Sejak sekarang. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda. Diamlah dan tinggal ananda di sini. semoga Dirgahayu. demikian sakti dan makbulnya japa .

Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. sebab kalau demikian. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut. kilat dan halilintar bertubi . teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. Kemudian ada lagi nasehat ayahanda. Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting. Di samping petuah tersebut. Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan . Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. Di sana beliau termenung -menung. menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda. tibalah beliau di tanah genting . beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah. menyelesaikan upacara. Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. sangat nista disebut orang. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". berdwijati namanya. Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek. hidup untuk keduakalinya. Jangan sampai menurun. sebab janji beliau sudah demikian pasti. sekarang ananda berwenang menjadi pendeta. lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. Menyatukan batinnya. pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. lindu dan gempa terjadi. Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra. Besakih. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. sebab sebenarnya. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. agar ananda senantiasa menyelenggarakan. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali.paham. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya.

masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. Kalau saya. yang berada di dalam diri sebenarnya. sepertinya bermain-main. melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. namun karena kesaktian beliau. "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir. Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. sebagai penua di desa Bukcabe. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". kalau tidak anda ini brahmana hina". apa lagi dipakai membakar. Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan. Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana. menjadi tukang sapu". Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. ini benar-benar brahmana aneh". mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci. bukan brahmana hina. Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. Ki Dukuh menjawab agak marah. Setelah membersihkan diri. berhasil beliau mengadakan putera. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer. Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. Tak sekalipun beliau lalai. jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. membersihkan padi gaga. kalau begini cara Bapak bekerja. kalau bukan api. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang. Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. Beliau melaksanakan Kadharmaan. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. membersihkan rumput dan menyiangi. Saya ini memang benar putra seorang Mpu. Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". Lalu. Besakih. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. memuja Sanghyang Parama Wisesa. Berkata lagi Sang Bang. keluarlah keisengannya untuk pamer. kalau demikian halnya. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. Kakek ini siapa. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. itu juga pekerjaan utama. Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. Sekarang saya balik bertanya. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". namun saya membuat tempat tinggal di sini". Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera.Pura Besakih.

ke sana Bapak pulang. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. berdiam diri. menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. yang telah menjadi pendeta yang bijak. hamba akan menghaturkan diri. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. keduanya memakai pakaian putih-putih. ditemani dengan anak dan kerabatnya. Demikian hatur Ki Dukuh. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. Ki Dukuh merasa kalah. Tidak berapa lama. kalau begitu. perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu. matang sudah yoga beliau. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu. isteri serta keluarganya. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. Beliau berdua pulang ke Nirwana. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. Tersebutlah pada hari yang telah disepakati. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti. Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung. Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". Setelah tepat benar matahari di atas kepala. selanjutnya melompat juga ke api. Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. kemudian menghaturkan sembah "Singgih. nampaknya semuanya lengkap hadir. berkobar. Tatkala api itu berkobar. Ki Dukuh dengan isterinya. serta semua milik hamba beserta rakyat. karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. Ratu Sang Bang. menyatukan pikirannya. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. "Nah. namun sekaligus merasa untung. kemudian mamusti. serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah. lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. kalau benar seperti perkataan l Ratu. Setelah selesai janji itu. serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. seraya lama termenung. menjadi pulih kembali perasaan beliau. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. Sejak saat itu . saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. menjadi terhenyak Dukuh. Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. Setelah melakukan yoga dan samadhi. pagi . kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti.

serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. siapa gerangan wanita itu. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. bijaksana serta dibya caksu. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. kemungkinan juga akan mandi. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu. tuan puteri yang bijak. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. maka didekatinya wanita itu. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih. Setelah agak lama mengingat-ingat. Setelah beliau memasuki hutan. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. Tiba-tiba beliau berhenti. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. Kemudian beliau merasa-rasa. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman. terhenyak beliau. lalu menangis. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide. Tatkala itu. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. Ingat lagi. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. Beraneka macam memang suara burung itu. juga tidak bisa beliau mengingat. namun tidak ingat lagi beliau.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. di mana. Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. wanita itu juga diam menunduk. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. kemudian lupa kembali. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. cantik tiada bandingnya. disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. pintar. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. bernama Ni Luh Warsiki. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. diserahkan kepada lda Sang Bang. siapakah gerangan tuan . Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri. sepertinya acuh. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana.

lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda. hamba masih terlalu muda". atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra. di kawasan Besakih ini. mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. Pendek kata hamba ingin mengatakan. yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba. Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri.puteri ini. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda. suka atau duka. sekarang ini. memang demikian Sang Pendeta. yang membuat hati ini senang. ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. Di Sorga. jangan sekali Tuan Puteri marah. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. seperti terkena sindiran Sang Pendeta. Namun . sudah hamba sangka. Tetapi sebenarnya sekali. Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. hanya tempat ini yang paling indah. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari. hanya bersenang-senang". "Ya. benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. bagaikan ditarik hati hamba. "Aduh. apa yang akan tuan sampaikan. namun bisa juga disebut baik sekali". Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir". "Inggih. Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya. dahulu. Lagi seperti dikenai sindiran. Kedatangan hamba ke sini. Sebenarnya sekali. "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. apakah tuan puteri benar manusia. Demikian Sang Bidadari segera menjawab.. apa Wong samar orang maya. karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. tidak tempat yang indah saja. Kok sendiri di tengah hutan begini. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup. diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. Dewa. tentu tuan puteri adalah Bidadari. Kalau seperti hamba. Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang. begini . yang sangat bijaksana. perkenankanlah hamba memohon maaf. Kalau wanita. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. "Kalau demikian. hamba ini bukanlah manusia maya.. Dari mana tuan puteri. sebenarnya tuan puteri Bidadari ?".. hamba memang bidadari dari Sorga". Seraya menyembunyikan rasa gugupnya. namun senang atau sedih. memang demikian Sang Pendeta. kalau berkenan. semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". Sebenarnya Sang Pendeta. memang tidak kurang tempat yang indah. berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". Hamba bersedia untuk mendengarnya. Demikian kata Sang Bidadari. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut. dan juga bukan manusia". Berkata Sang Pendeta: "Duh. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. Ya. Sebenarnya.

Kanda hanya melaksanakan. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. dinda tidak lagi berpanjang kata. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. walaupun di sini di dunia. kanda sanggup. Sebab bila demikian perihalnya. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. beliau melebur badan jasmani - . ke mana pergi dinda. Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. Namun. kalau demikian. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. jadi dinda menghadap Ida Bhatara. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. seperti sekarang". Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. kanda akan ikut. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. Namun jangan kanda merasa khawatir. Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. dindaku. yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. Karena itu. Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. kalau demikian halnya. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. seraya berkata: "Duh. Namun terasa sangat samar hal itu.setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. l Dewa. karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". semua dinda ketahui". permata hati kanda. tidak juga ada datang-datang. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. dinda bersedia mendampingi kanda. seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. ayah kakanda. seraya tersenyum. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. semasih kakanda berada di sini". Ya. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. jadi hambalah yang dikalahkan. Lalu. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. Baru demikian Sang Bidadari berkata. karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. karena janji Ida Bhatara dahulu. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. mengikuti perjalanan kanda. tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. ke sana kemari para Dewa mencari dinda. agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan.

jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh. sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri. kemudian mengadakan putera Iaki seorang. Merah warna paras muka beliau sudah sirna. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta.Ni Luh Murdani. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. berprabawa cerdas. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta. Semuanya pandai. Ya. Sekarang. kebijaksanaan kepada para putera itu. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. Tegenan serta Batusesa. tampan. Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. Besakih. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. Dari isterinya . Begini. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". Demikian kata-kata Sang Bidadari. Semakin lama. Namun sebenarnya. tiada kurang makan dan minum. tampan.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. Singkat ceritera. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. Diceriterakan di kawasan Besakih. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. dan senang pujian. Danghyang Bang Manik Angkeran. muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. seorang wanita yang cantik jelita. kanda temani dinda menuju Pasraman. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. Serta oleh Sang Pandita. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. Namun ada kekurangan beliau sedikit. yang juga berprabawa agung. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. Bagaikan Brahma. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan. Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi.baik ditekuni oleh Sang Tiga. Karena memang putera orang yang bijak. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. semakin subur makmur. kawasan Bukcabe. Wisnu. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. sudah ditekuni dan dilaksanakan. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. ada pendamping Ida Sang Pendeta. Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. semua putranya itu meningkat dewasa. Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . kalau demikian halnya. Singkat ceritera. dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. lahir seorang putera Iaki-laki. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. Sang Bidadari berhenti sebentar. Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi.

Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. diberi nama Sira Agra Manik. Tidak diceriterakan di jalan. Sehelai bulu ayam. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain. Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi. Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka. Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. menjadi ikan ayam. Setelah berapa tahun lamanya. menanak nasi dengan sebulir padi. Ida Bang Tulusdewa. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari. menuju Padukuhan. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci. sampailah beliau di hutan Jehem. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. yakni Ida Bang Banyak Wide.itu oleh Sang Bidadari. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. kemudian. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. . Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. dibukanya kekeb penutup alat masak.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. manakala isterinya menaruh sebulir padi. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. Setelah lama nian memasak. tiada kurang suatu apapun. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. pada suatu hari. jika dimasak. Ni Luh Canting kemudian hamil. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari.

Baru didengar perkataan kakaknya demikian. Bang Tulusdewa. Ida Danghyang Siddhimantra. Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". Dinda sangat berbesar hati. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe.kakek kita. Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. masih tulus bhaktinya. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita. Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. ditinggal oleh ayah serta bundanya. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. berpikir Sang Bidadari. kata beliau Kakek kita yang bernama. Satukan diri ananda dalam bersaudara.Saat itu. mohon maaf. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta. Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. Diceriterakan. Sudah usai rupanya perjanjian kita. l Dewa. Pada hari yang baik. mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda. Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. Bang Banyak Wide. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. dicamkan betul oleh para putranya bertiga. untuk pulang kembali ke Sorgaloka". serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih. Tinggallah para putranya bertiga. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah. Bersama isterinya yang dua orang itu. anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. marilah kita pergi ke sana. Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku. Sang Pandita.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. diiringkan oleh isterinya berdua. Dan lagi. yang kanda kasihi dan cintai. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra. adikku berdua. maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. namun mohon dimaklumi. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan. kanda akan mengikuti perjalanan dinda". Pada saat itu. Setelah semuanya duduk. mengenai perihal itu. l Dewa Bang Wayabiya. beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. belum ada dan belum berdiam di Besakih. agar kita mengetahui keberadaan beliau. akan meninggalkan ananda. lalu beliau memanggil putranya bertiga. memang wajar sekali. mungkin sekali Ida l Kakiyang . maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu. agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . Perihal keinginan kanda . bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang.bersuamikan kanda. Lagi pula kalau Kanda pikir. bertempat tinggal di Pulau Jawa. Dinda sekarang. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda. tepatnya di daerah Daha. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua. beliau kemudian berpulang ke Nirwana.

demikian teguhnya kepada tekadnya. Demikian hatur adiknya berdua. Semoga kanda selamat. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. Kalau kakanda berkehendak akan pergi. di sana berharap untuk beristirahat. dinda juga. Inggih. karenanya. Kalau kemalaman di desa. Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. patut juga. perumahan serta hutan dilewatinya. dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. yang sedikit bangunannya. agar semuanya bisa ikut menikmatinya. beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal. di mana saja mungkin kanda . tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. Biarkanlah hamba di sini di Bali. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. walau masih jejaka muda-belia. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". . seraya berangkat. ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan. di mana beliau merasa lesu. demikian banyaknya desa. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu.kanda itu. agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. ke Jawa. berupaya beliau menumpang di tempat orang. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. namun Ida Bang Banyak Wide.! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. kalaupun kanda . seperti menjadi petuah dari ayahanda". kalau demikian pendapat dinda berdua. namun seringkali beliau berada di tengah hutan. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda. Ayu kabeh. Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. menghadap kepada Ida l Kakiyang. Singkat ceritera. berat rasanya bagi dinda. Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata. silakan kakanda pergi sendiri. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. menurut kanda. Itu juga sangat pantas. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". Kalau hari sudah menjelang malam. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa. walaupun belum dinda ketahui. berpikir-pikir. di Bali agar ada. Pada siang hari beliau berjalan. Jalannya juga lebar. silakan palungguh kanda pergi. Ala tunggal. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. Kemudian beliau berkata: "Inggih. juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah.dinda menemui kebaikan atau keburukan. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua.dinda berdiam. Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang. Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda. mohon maaf pula. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. jarang sekali berjumpa dengan manusia. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. Pada hari yang baik. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih. Yang nomor dua. lembah dan jurang yang dituruninya.

semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku. karena demikian lesunya. sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan. apalagi untuk mendudukinya. Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah.kadharma putera. kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero. seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. di tempat batu itu. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta. bernama Sira Bang Guwi. Walau hanya seekor capungpun. ndi sang kayeng tuan. Ternyata itu ternyata sebuah Griya . serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata. dosanya karena membangkang kepada raja. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. dengarkan kakekmu ini. Singkat ceritera. gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ".tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana. Di sini saja cucunda berdiam. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira. Siapa namamu. ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. Karena itu sekarang yang paling baik. Di samping itu ada petuah Kakek. agia tunggal-tunggal. Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih .Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. dadine sira Kaki pasti maweruha. Kagum kakek menyatakan prabawamu . maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha. Nama hamba Sang Banyak Wide. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. Nah. Tidak lama. Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. Demikian gembiranya beliau. Cucuku menjadi pewaris keturunanku. Sebab itu sekarang putung . tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. langsung akan hangus terbakar. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang. Singkat ceritera. kalau demikian maksud tujuan cucunda. sekejap beliau sudah terlelap. kalau hinggap di tempat itu. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran. eman-eman warnanta masmasku. jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak. anakku. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta.. dahulunya.tidak berketurunan kakekmu ini. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat .Setelah tenggelam sang mentari. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. Konon. Sudah dibunuh oleh sang raja.

namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. tidak bisa dipisahkan lagi. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh. berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu. dan jika nanti hamba memiliki keturunan. juwita hatiku Sang Banyak Wide. Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah. kayiko. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya. manaciko sidha pumam. agar menjadi Arya. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. demikian atur Ki Arya Buleteng. brahmanawangsatitah. sirarya pinatyam maho. Singkat ceritera. witing kunam purwa Daham. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. trikayam pansudham. Puranam tatwam tuhwanam. serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng. sampai di kelak kemudian hari. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku. wacanam wara widyanam. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana .Diceriterakan sekarang. pujatityasam. jikalau demikian keinginan mertua nanda. Belum selesai perbincangan beliau berdua. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. beribu maaf. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. Ida Bang Banyak Wide. kalau menurut saya. dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri. jagadhitam purohitam. lalu berkatalah beliau ?Ah anakku. tak urung mereka akan membunuh diri berdua. sekarang menjadi Arya Pinatih. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu. tatkala itu sudah remaja putri. I Gusti Ayu Pinatih. bagaikan Dewi Saraswati nampaknya.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum. Demikian juga putra sang Mpu.peralatan pemujaan pendeta. ananda menuruti kehendak mertua hamba. silakramam. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu. ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. Siwatwam. sebagai . Kalau saja dipisahkan. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara.putera dari Ki Arya Buleteng. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. sering berkunjung ke Puri. parasnya cantik nian. Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. maka dengarkanlah ini. itu semua agar dipuja. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . untuk menghadap kepada sang patih. yang menjadi patih di Kerajaan Daha. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. pustaka weda. waciko suklam. dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. Sang bang. perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu.

perhatikan dahulu. jika meninggal bayi belum kepus pungsed. serta jika melanggar seperti nasehatku ini. OM ANG medhalong. dalam hal bersanak-saudara. terkecuali naga bandha. jangan tidak periksa.Pernikahan Agung itu. berhak mempergunakan bade tumpang 7. Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista. madya utama. Ingatlah hal ini.? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik. menyucikan diri sanak saudaramu kelak. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. kalau ada keturunan Arya Wang bang. serta selalu mengupayakan ketrentraman. ANG OM mepatang. semua sarana yang dipakai ksatriya. dapat didiksa. demikian pahalanya.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. petulangannya lembu. cuntakanya 11 hari. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. sungguh dia bersanak saudara denganmu. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang. jika ada orang luar desa datang. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. yang . kokoh melakukan tapa yoga brata. jika melanggar nasehatku ini. berkehendak untuk ikut menyungsung . hala tunggal. Jangan lupa pada nasehatku ini. serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. wetu tunggal. di kemudian hari. semuanya celaka.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya. walaupun orangnya nista madhya utama. dinamai Ida Bang . jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed. pendeta. Ada nasehatku juga. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng.satu menemui celaka. Bilamana yang meninggal adalah walaka. berhak mempergunakan bade bertumpang 9. remaja atau sudah tua. cuntakanya 7 hari. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. Serta ada pula anugerahku. pandai akan ilmu kerohanian. maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng. dan berhak ikut menyungsung bersama. namun belum tanggal gigi. tahu tentang Filfasat Kedharman. habis. jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM. cuntakanya satu bulan 7 hari. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. yang berasal dari brahmana dahulu. berhak dipakainya. berhak mempergunakan padmasana. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna.palebon. Para raja-adipati. Habis. serba putih. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . jika melakukan upacara atiwatiwa . Semuanya paras paros. hala kabeh . Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki. menjadi pendeta maharesi. serta sarananya. demikian yang berlaku pada Arya Pinatih. bukan sanak saudaramu itu. menganut prilaku Brahmana Wangsa. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. semua rakyat menjadi riang dan gembira. kepada mu. bhatara Kawitan. Serta bila walaka biasa meninggal. mengaku Sira Arya Pinatih. Jika ada yang meninggal sudah dewasa.pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. Serta ada lagi nasehatku. walaupun jauh tempat tinggalnya. janganlah ananda kadropon. dan bila sesudah meninggal.

Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. tidak urung kemudian kalah Singasari. Di tahun Masehi 1292. mempergunakan nama sang ibu. Singkat ceritera. ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. Kemudian Singosari diserang oleh Daha. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih. Namun tiada berapa lama. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang.Bagus Pinatih. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. sepanjang hidup keturunan Tuanku. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. kemudian menghilang. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. diadakan daya upaya. Sesampainya di Madura. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. hutan Tarik itu sudah diberikan. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri. sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha. kemudian memohon hidup. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. Pada hari tertentu. Singkat ceritera. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. Katanya : ? Inggih. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana.

Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. segera memberitahukan rakyat beliau. Kemudian. disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. kembali ke Puri Tuban. maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri. serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. Arya Adikara. menantu serta cucunya. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. Sira Ranggalawe direbut. Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. akan menantang Ki Patih Nambi. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. Setelah selesai upacara palebon itu. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. Lama kemudian. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja. tidak berselang lama beliau . Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. memerintah kawasan Tuban. berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . Diceriterakan sekarang. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. Ramai nian perang itu. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. Singkat ceritera. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi.

?. keturunan Kyai Karang Buncing. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Inggih. Tumenggung Ki Kala Gemet. Dompo. Arya Kepakisan. Pahang. Sesudah Raja . Haru. Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan. Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka. Jika Gurun. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. Dalem Bedaulu Kalah. Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. Ki Buan di Batur. di Tengkulak Peliatan. walau kepada para dewa sekalipun. Seran. saya baru akan beristirahat. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Tanjung Pura. Palembang. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. bertempat tinggal di Tengkulak. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya.menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang.Ularan berdiam di Denbukit. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. Bali. Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan. Disebabkan karena merasa diri sakti. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. Arya Delancang. Arya Mangun. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra. saya baru beristirahat. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. Menteri Girikmana . Ki Tunjung Tutur di Tianyar. digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. Arya Belog. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Arya Kenceng. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis. Kemudian cucu beliau. Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada. Ki Kopang di Seraya. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. Tumasik telah tunduk. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. Sunda. Demung I Udug Basur.

Arya Temenggung di Patemon. wanita seorang. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. Arya Pamacekan di Bondalem. tahun Masehi 1380. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. Diceriterakan kemudian. Arya Dalancang di Kapal.Bedaulu mangkat. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. untuk diasuh di Majapahit. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. Arya Sentong di Carangsari. Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. memiliki putra laki seorang. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah. Arya Jrudeh di Tamukti. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra. laki tiga. Kriyan Punta di Mambal. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku. Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. Oleh Mahapatih Gajah Mada. Selain dan para Arya tersebut. Arya Belentong di Pacung. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana. Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. Arya Belog di Kaba-kaba. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang.dari Pulau Jawa. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. turun di Lebih. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. karena itu timbul huru hara. Arya Kanuruhan di Tangkas. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan. diberikan tempat tinggal di Pacung. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. Badung. Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan . Arya Kenceng di Tabanan. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. serta berkedudukan sebagai Adipati. kemudian berpulang ke sorgaloka.000 orang. dijadikan penguasa di Bali.

cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya. Diceriterakan Ida Bang Panataran. I Gusti Bija Pulagaan. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453. bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya.Gusti Putu Pahang. Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran. Banyak . I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. I Gusti Nyoman Jumpahi. I Gusti Gde Tembuku. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati.

Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku. Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. . namun tidak diberi.para penguasa dan pejabat yang melamar. Badung. I Gusti Jumpahi. I Gusti Putu Pahang.

yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung. diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan. akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. Tidak diceriterakan di tengah jalan. yang merupakan .Itulah keponakan yang diutus. kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna. demikian kalau diperumpamakan. Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang.

yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?. Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih. Kaget Ida Bang Panataran.paman kami. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini. Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba. yang bernama Ida Bang Banyak Wide. karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran. seperti gugup tak bisa berkata-kata.

apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. Ida Bang Wayabiya. Nah. Karena mendengar hal itu. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen. pada saat dulu. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih. sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. Demikian halnya dahulu.Jawa. kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. namun tidak dijumpainya. Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”. pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. saat . maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya.

pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti. Karena sudah selesai perbincangan itu. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu. tanpa tujuan. Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri. Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga. . sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. lamaran itu tidak bisa dipenuhi. sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih.itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati.

mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. hama menjauh. Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen. Inggih. serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya. kemudian lahir putra beliau. Badung. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan . yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih . serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati.Hentikan dahulu. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. akan dijadikan penguasa di kawasan Badung. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel. Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. Wilayah itu menjadi makmur. demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. tentram wilayah itu.

lentera di Sumanggen. karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. disebabkan karena kebagusan rupanya. sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung. yang bemama I Dewa Manggis Kuning. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening. Keesokan hannya diingat kembali . Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang. dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan. Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. akan dijadikan penguasa di negara Badung. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. Sesudah diberi tempat di Badung. kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . ganteng seperti Arjuna.

Pada saat malam tiba. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara. Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. Karena demikian halnya. kemudian I Dewa Manggis digulung tikar. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan. tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng.I Gusti Ngurah Pemecutan. menyerupai selir. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi. berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. . dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis.

Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu.kemudian dibawa keluar puri. ditindih dengan selimut. ditaruh di depan rumah. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang. Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. bersama putri beliau. I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. maka tak seorangpun hirau. Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu. Karena berupa seorang wanita. Dan lagi bapak sangat . diketahui oleh Kyai Kenceng.

Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih.mengasihi ananda I Dewa. Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih. . Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. agar mendampingi ananda dipakai isteri. Ini ada anak bapak seorang. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur. tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini. kemudian berpulang ke Sorgaloka.

menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. I Gusti Ngurah Kapandeyan.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made. I Gusti Nyoman Bona. tidak bisa dihitung jumlahnya. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja. I Gusti Batan. Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. . sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana. semuanya besembah sujud. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. I Gusti Nyoman bija Pinatih. I Gusti Bedulu. I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. I Gusti Abyannangka. Tidak ada manusia yang beranai. I Gusti Nyoman Jumpahi. I Gusti Ayu Tembawu. I Gusti Ngenjung. I Gusti Ngurah Tembawu. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. I Gusti Putu Pahang.

I Gusti Arak Api. Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih. I Gusti Ngurah Anom Bang. I Gusti Made Pahang. I Gusti Ngurah Mantra. Demikian keadaanya dulu.I Gusti Miranggi. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat. serta Falsafah menuju . serta I Gusti Nyoman Pahang. I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning. I Gusti Ngurah Made Pinatih. I Gusti Ngurah Anom. I Gusti Ayu Pinatih. Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. I Gusti Ngurah Puja. datanglah masa tidak mengenakkan. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. I Gusti Balangsigha. I Gusti Celuk.

pada hari besok hamba akan pulang moksa. Saya saja yang begini. kokoh membangun kebaikan. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. Demikian atur sira Dukuh. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih. menjadi penguasa. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?. tidak bisa melakukan moksa. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa. menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. akan moksah?.Kematian atau Tattwa Pati. janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. Memang benar hamba bisa moksa. . akan pulang ke Sorgaloka. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. ?Ah masa aku kurang apa. Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?. Karena demikian kata I Dukuh. banyak memiliki rakyat. hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. menjawab sira Dukuh : ?Inggih.

kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. serta agar membawa tongkat. dari atas. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. Sesudah itu. memang benar Ki Dukuh moksa. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. berpikir dalam hatinya. ada dari bawah. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. semua bersiap. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. jatuh . Pada keesokan harinya. kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. Sesudah masak betul yoganya. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. lepas. menghadapi pedupaan. bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. Inggih hentikan dahulu sampai disini. ratuning wilayah Kerthalangu.

berkelompok ? kelompok. berencana akan berpindah dari Purian. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan. putra. telaga itu dikelilingi api. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh. cucu semuanya. berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. Kemudian . Namun masih saja dicari. Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. Karena demikian keadaannya. Sesampainya disana. Karena itu halnya. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan. direbut oleh semut. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. Semuanya merasa masgul. diiringi rakyatnya semua. ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. menuju Pura Dalem Paninjoan.

serta diberitahukan kepada balanya. yang pernah berpaman dengan I Dukuh.beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. seperti para putranya semua. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara. kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan. yang ada di . kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. Usai sudah perbincangan diadakan. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu. boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran.

akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung. Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. ke Padanggalak. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung. yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. Ida Peranda berdua dengan senang .Kerthalangu. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. jika tidak ada I wong Tembawu. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. Macan Gading. Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih. Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu. I Pasek Kayu Selem. sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. semua bertempat tinggal di Tangtu. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua.

kembali direbut semut. serta menyesali diri. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. Singkat ceritera. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. ada di Pedungan. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. tidak boleh berkata sumbar. Hentikan dahulu. serta ikan itu berulat.hati memberikan restu untuk hal itu. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. baunya sangat busuk. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. dan hal itu sudah menjadi bukti. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. di Glogor Carik. Semakin banyak semut itu datang. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. Karena demikian keadaannya. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut. banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. Kyai Anglurah Agung . Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. di Seminyak. di Tegal. Karena semuanya merasa gundah. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. Tidak berapa lama disana. buahnya dipetik sekarang. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. Ada yang mencari tempat di Kepisah. tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. sangat berbahaya dikatakan. untuk wilayah Padanggalak.

sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. yang merupakan sungsungan Desa Adat. karena itu berpencar para putranya. yang kemudian pergi menuju ke arah timur. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. semuanya dengan rakyatnya. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. I Gusti Blangsinga. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker.Pinatih. Di Kapal. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh. kembali ada semut yang datang. lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. Dalem Pande dan Dalem Dura. ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua. untuk mencari tempat. Tempat Pemujaan dulu . maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku. sehingga bisa berjejal disana. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. karena tempat disana sempit untuk banyak orang.

namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau. diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya. sebagai warga Pinatih. ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem. kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan. I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. mendapatkan putra. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. putranya masih di Blahbatuh. . Krobokan. ayahnya masih di Batubulan. bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. Setelah berputera. Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We.bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup. Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan.

ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. para putra dan cucu.Hentikan dahulu. diiringi oleh rakyat. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem. di Ungasan serta Umadwi. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih. Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem. lalu ada yang berpinda ke arah selatan. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu. yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. Halnya seperti dibawah ini. Kesimpulan pertemuan itu. masih di wilayah Kerthalangu. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. ada di Bukit. ada di Jimbaran. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya. Demikian ceritanya dahulu.

agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. akhirnya sampai di Jenggalabija. Setelah usai pertemuan tiu. Kyai Anglurah Made Sakti. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. cucu semuanya serta rakyat. kakanda akan menghadap kepada Dalem. karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. diikuti juga oleh saudara ? saudara. Sesudah itu. dan tidak diceritakan di perjalanan.adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya. kemudian menuju arah barat. kakandaku. Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan. dinda menuruti kata ? kata kanda?. dan berdiam di Tebesaya. kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made . dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. seperti pasiwakaranaan serta pustaka.

putranya berdiam di Banjar Bias. I Gusti Bedulu. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji. I Gusti Meranggi. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. I Gusti Arak Api. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. I Gusti Nangun. I Gusti Pandak. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. dan I Gusti Kutri. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. yakni I Gusti Tegal. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang. Di Tulikup.Pahang di Tulikup. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. I Gusti Kandel. I Gusti Kembengan. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. Lama beliau berdiam. ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. bernama I Gusti Nyoman Natih. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. Sejak berkuasanya leluhur . I Gusti Sampalan. I Gusti Berasan. I Gusti Sayan. I Gusti Pelagaan. Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. Demkian dahulu. I Gusti Manggis. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati. seperti para putra I gusti Bona. berpikir. I Gusti Nunung. I Gusti Benculuk. I Gusti Sukawati.

Rakyat semuanya mengiringi. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. tempat Puri. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. Sedangkan di Bukit Mekar. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. Walaupun tempat itu sempit. juga agar mendapatkan keselamatan. Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung.Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara. Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. mengukur tempat untuk . Demikian dahulu. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan. di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar. atas perintah Dalem.

Penuh sesak di banjar Mincidan. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan. Dari Banjar Gerombongan. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi. karena sesak. kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. dekat dengan Banjar Sangging. tempat itu bernama Banjar Galiran. Kemudian ada diceritakan para . diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng. Dari Banjar Galiran. yang diberikan lagi tempat di Kusamba.Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. Setelah sesak di Bukit Mekar. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan.

putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya. membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing. berganti naman menjadi Pura Sari Bang. Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan. Telp: 0361 .466265 n2 n3 4 n5 . Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . Denpasar. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu. serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. Bali.Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya. Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu. berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas.

sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu. kemudian dihentikan dengan senjata. seperti aneh rasanya dan juga menakutkan. sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu. beliau ahli dalam sastra. layaknya sebagai bun . karena itu segera didengar olah rakyat Bija.Anggara Kasih. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun. Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini. bulan Bali yang kesembilan . Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . Setelah semua bersih hutan itu dirabas. Sesudah sampai di tepi hutan itu. di sebelah timur Desa Pengumpian. saya akan membangun desa serta perumahan”. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua. kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya. Sesudah sampai di puncak. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala. apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun. Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu.tapak dara. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu. Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. tidak mengikuti kakaknya. Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria.pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu. sesampai di tempat itu. Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian.Kesanga di tengah malam. kemudian menaiki timbunan bun itu. kira . karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu. Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija.kira ada 80 depa. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. Kyai Ngurah Made Sakti benar . kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. . sebagai tanda. kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan .diberikan tanda silang . Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. ketika matahari sudah berada di atas kepala. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made.Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti. Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. Ketika hilang asap itu.akan sampai di angkasa. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah.benar bijak memegang kekuasaan. kemudian pakai desa maupun perumahan. kemudian beliau pulang ke Puri.

Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. I Gusti Ngurah Anom Lengar. Sejak itu orang . Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun. saling tusuk. saling bunuh. semuanya berani menunjukkan keperwiraannya. menanyakan prihal peperangan itu. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. Adiknya bernama Ida Ktut Abian. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. Kapal. Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. I Gusti Ngurah Teja. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. diamping ada yang wanita. serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. kemudian masuk ke Puri Pangumpian.tamak. itu sebabnya banyak yang mati. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. membawa senjata bersorak sorai semua. Karena itu. Menyaksikan demikian halnya. itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija. saling penggal. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun. I Gusti Anom Bija. Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari. diburu. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. disusupi oleh loba . adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. Sangat ramailah perang disana. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. Agar sesuai dengan nama wilayah”. Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. moha hatinya. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. ada di Suwung. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. Banyak yang mati dan banyak yang luka. . kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. semua senjata itu bertatahkan mas. serta juga berganti nama menjadi warga Bun. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian. saling tusuk. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. I Gusti Ngurah Alit Padang. Dipimpin oleh sang ayah. Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura . ada yang mengungsi ke pegunungan. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian. di Wimba serta Blumbungan. karena anaknya itu merasa diri pintar. semua keluar membawa alat senjata.

karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. Sesudah lama berdiam disana. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan.Kaba kemudian ke Lodsawah. Setelah selesai bertukar pikiran. tidak berani lagi menentang. Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. sangat duka hati I Dewa Karang. dipimpin oleh Cokorda Mayun. Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun. dan semuanya mengenakan busana serba putih. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya. Demikian dahulu keadaan di Mengwi. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun. tidak bagitu lama keadaan ini aman. tidak ada yang membantah perintah beliau. dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. kemudian ada putra 3 orang. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa.tengah mereka. Singkat ceritera. sedia akan mati di medan laga. karena sudah diungsikan - . Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. bersama anaknya I Gusti Leking. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. penuh sesak disana di Darmasaba. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati. heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. yang paling kecil I Gusti Bija Leking. Menjadi takjub ppasukan Mengwi. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK. maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. takut. serta para putra semuanya.akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya. kemudian keluar ke depan Puri itu. I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. adiknya I Gusti Bija Lekong. menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu. yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar.balik tempat tinggalnya. Setelah dikelilingi puri Mambal itu. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang. ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba . Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. berdiri di depan pinti Puri. itu sebabnya bolak . pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. menjadi gentar juga rakyat Bun.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas.

wantilan. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal. Singkat ceritera. seraya memohon diri kepada ayahnya. bersorak saling ejek. merajan. besar kecil. pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. Bila saja berani dalam medan perang. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. tak ada seorangpun kelihatan lewat. bersama dengan anak cucu. Serta kalahlah pasukan Mengwi. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa . bertempat tinggal di Padangkertha. Jagapati. Negara. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. pura. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. Ada putranya 3 orang. Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. Sesudah lama. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. maka keadaan disana menjadi sunyi. Ada ke Tagtag Negara. serta rakyat semuanya. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. saling tusuk. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. Kesimpulan pembicaraan itu. kembali ke Mengwi. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun. Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun.desa lainnya. mengungsi ke wilayah Badung. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. Angantaka. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu.diamankan oleh pasukan Bun. Dari barat. dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. Demikian ceritanya dahulu. Sisa penjarahan adalah purinya. Pagesangan. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . Kalau dihadapi jelas akan kalah. Sibang. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun. maka dilakukan penyerobotan. serta dari utara. saling tantang. I Gusti Meranggi. dan juga ada perumahan rakyat. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. Ada yang beralih menuju Angayabaya. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan. sama . Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. setapakpun tidak mundur.talu. I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. yang sulung I . Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. Jenazah Cokorda Mayun. Sesampainya di Bancingan Puri Bun. Paguyangan. serta bersiap untuk meninggalkan puri. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua. tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. Diceritakan sekarang di Puri Bun. saling amuk. diceritakan masih di Bun. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. saling banting. I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. Tamesi. pasukan akan dibagi dua.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. saling penggal.

Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. terus dinamai wilayah Negara. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan. Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara.namanya sama dengan ayahnya. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. diberikan rakyat 200 orang.Gusti Teja . Keduanya. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. Jukutpaku. dan juga di desa Singakertha. Demikian halnya di masa lalu. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. sangat percaya diri di hatinya. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal. serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. yang memamng keturunan Pinatih. beliau senang melakukan persembahyangan. Demikian dahulu. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. Demikian . ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. Demikian keadaannya. Karena keberhasilan itu. sewilayah dengan Negara. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. Singkat ceritera. di Dawan Banjar. ke arah timur perjalanannya. itu yang mengawasi di Pangrebongan. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. Entah berapa masa sudah berpuri disana. sebab keadaan sudah membaik. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing . Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan. Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang. demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. I Gusti demung menuju Timbul. paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. dicantumkan dalam pariagem. Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun. Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa. disana di Dalem Pamuwusan namanya. semuanya merasa suka cita. Sukawati. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. Demikian dicatat di Pariagem. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. terjadi huru hara.masing. Sejak itu kemudian desa Kengetan. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar. ada di lingkunga Ida Dalem. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon.

Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa.tercatat dalam prasasti. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah. Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali. ada yang pindah ke desa Timhun. . sanak saudara yang lain menuju desa Aan. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful