BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat.anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8. Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma.• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w .

Raja Walaprabu k. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga. Raja Jayasakti. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j. Ugrasena c. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. binatang yang berharga adalah Kuda. Marakata. Anak wungsu h. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g. Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani.Raja – Raja Bali: a. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. Anak Wungsu. Tugas Pokok dari Pasamuan . Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Raja Jayasadhu Warmadewa f. Tampak Siring Bali i. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi.

Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. berternak dan berdagang. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. yaitu Dharma udayana Marwadewa. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih. yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. Beliau memerintah bersama – sama dengan . yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Klian Subak. mereka itu adalah: a. yang biasa di panggil Dharmodayana.

Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. Badung Badung. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. yaitu.permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni. Klungkung. Karang Asem. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi. Gianjar. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Mangur dan lain – lain. tejakula dan Badung. Dalam menjalankan pemrintahanya. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . Pernade. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. yaitu Mahendradatra. yang merupakan keluarga Raja Sindok. Kerajaan Buleleng. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C.

Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. Kemarahan memuncak. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti. ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. ibunya sendiri. karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A. yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya . Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. Udayana dan anak Wungsu.

Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar.LA Brandes. tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi.J Korn. dan WF Stutterheim. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. N. yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta. pada tahun 1931. Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. Setelah Raffles. Pada tahun 1918. Pengganti Anak Wungsu. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh. H. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996). Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). Pemberontakan itu gagal. beberapa perwira. dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa). Namun. 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. Kern. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa. Jaya Sakti. terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama. seperti J. Raffles tidak sendiri. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya.Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java.

Indra. Secara historis. Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal. namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia. Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. Brahma. Kedua. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. di Jawa melahirkan Kejawen. paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". khususnya di Bali. Ketiga. Bayu dan Kala. mulai dari sekte Sambu. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte.secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam. Wisnu (Wesnawa). Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. Pertama. di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik. mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu.

Pertama. legenda Aji Saka. Selain kehadiran sekte-sekte. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan. . Dalam konteks seperti itu. Di Bali. sekitar 923 Caka. Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran. Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni. pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan. yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. Dengan demikian. Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana.

kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali.Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. mulai dari kitab Usana Jawa. di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. Gunung Semeru. karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa. . Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. Dalam berbagai kisah mitologi. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta. Tonglangkir dan Rinjani. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990). Hyang Putra Jaya. Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit. Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Namun. Usana Bali. Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit. penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal. Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru.

Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. Namun dalam pengertian yang berbeda. Berbeda dengan masa lalu. Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah. Secara geneologis. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Pertama. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik.Walaupun demikian. sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. Dalam globalisasi. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India.

Kedua. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. Ketiga. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. Oleh karena itu. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan. Demikian pula sebaliknya. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas. kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa. kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. Dalam globalisasi.tertentu bisa secara cepat "ditiru". seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. Oleh karena itu. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik. Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. masih berkaitan dengan globalisasi. Dengan demikian. kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi. . Akhirnya.

karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Kerajaanya . Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati. kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel. Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Mendirikan kerajaan Singasari.Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau.

Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268. Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes. bergelar Anusapati Tumapel 1248. Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal. Tahun 1284 menaklukkan Bali.Anusapati. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang . pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter. Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268. • Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S). Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275. Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari. Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel.bertambah kuat.

Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. Pada saat Mongol lengah. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. beliau menyerang secara mendadak. • Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S). Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II. Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel. Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut.datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa. • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan). • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu. Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya. yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari. November tahun itu juga. Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana.

Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250. terbunuh pada tahun 1328. Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara. dekat Medan. Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S). istri diluar keluarga Kertanagara. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 . Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri .• Lahir dari Dara Pethak.Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274. Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309. Sumatra Utara). Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan. Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak. Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350. Dinikahi Raden Cakradara.

bagaikan dewa dalam kenyataan. Adapun Sri Wrttikandayun. sampai ke seluruh negeri. menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. beliau tetap mempertahankan kemuliaan.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. Hasil dari tapanya. dasantih bhujanggam tayah. Sakyam wakbhitah krtti loke. di kerajaan. Sira ghranestyam patyam. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. bhuphalakarn patyam loke. Jawanam mandawe swijah. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. prawaksye tatwa wijnevah. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. Ong pranamyam sira sang siwyam. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. Adapun Sri Jaya langit. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. semoga terus dijunjung di dunia. Awalnya beliau Maharaja Manu. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. tasiyamnco ywanam prajah. menerangi dan menjadi contoh di dunia. haiwam santanam Wijnanah. menurunkan Sri Wrttikandayun. Awiji ekam sastito. bhukti mukti hitarratam. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat. senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. hari ke-12 terang bulan. di sana dipuja sebagai dewa. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu. Batara Guru. karena atas titah ayah beliau . kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. sawangsanira mangjawam. orang pertama dalam keturunan Manu. Pada awalnya dimulai. Selamat dan panjang usia. stroteyam satya dharmmanam. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. bertahta menjadi pemimpin di sana. keberhasilan dalam segala kehendak. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. demikian selesai. hari dalam sepekan Julung Pujut. Sebabnya beliau turun. Ong nama dewa ya. bulan Cetra (sekitar Maret). bergelar Sri Jaya Langit. wisnwangsa patayo swaram. Taman loke turanjitah. menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. dipuja agar merestui. rajasityam mahabalam. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. beliau juga melakukan semadi. bhuta bhawanam wancanam. Gurunam sobitah siyotah. Medangkamulan. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun.

memiliki keturunan seorang laki-laki. Kembali diceritakan yang terdahulu. Adapun yang di luar istana (puspa capa). berkedudukan di kuburan. dan seorang perempuan. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. perencana unggul. dia wafat dalam peperangan. adalah Sri Airlangga. digubah dalam palawakya. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. raja Sri Jayabhaya. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. dia pergi ke Bali. menjaga daerah kekuasaan. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. Adapun yang keempat. berhasil mempunyai keturunan. bernama Dewi Ghori Puspatha. Hasil karya Bagawan Byasa. dan Sri Jayashaba. Semuanya ada empat. tidak diperdaya sebagai raja. Adapun raja Sri Dandang Gendis. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. memiliki keturunan Sri Jaya Katong. Sri Jaya Kusuma. Beliau raja penguasa pertama. bernama Sri Kameswara. bernama Sirarya Kediri. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. disunting oleh Mpu Widha. saudara dari Medhawati. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. beliau sebagai pemimpin utama. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. . menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. Prawaktayan sri gotrabih. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. memiliki keturunan tiga laki-laki. Adapun Sri Kameswara. lahir dari ibu permaisuri. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. bergelar Sri Arya Buru. Sri Jaya Katong. beliau Pangeran Nyuhaya. beliau yang wafat di Jirah. Sri Tunggul Ametung. sampai di sana diceritakan. Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. berputra Sri Jaya Katha. Sri Siwa Wandhira. Adapun adik beliau. beliau wafat di Tumapel. sama-sama keturunan orang dusun. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. berputra tiga orang laki-laki. Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. Adapun Sri Jaya Kusuma. dan Pangeran Asak. diutus oleh beliau Patih Mada. cerita disudahi. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. Jaya Waringin dan Jaya Katha. beliau berputra laki-laki yang utama. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri. oleh dilampaui orang. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa. cikal bakal lurah Tutwan. Kuta Waringin. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. raja Bali. telah menyatu ke alam baka.Tungga Dewa. yang ketiga putri di luar istana. seperti nama buyut beliau. keturunan dari Mpu Sendok. Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. saudara yang perempuan. rinciannya adalah.

karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa. menghina kewajiban sang Brahmana. Arya Wang Bang. bulan Palguna (sekitar Pebruari). atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. beliau juga dijuluki Hyang Guru. beserta Siwa Wandhira. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. dengan penuh keberanian. Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. mencari tempat berlindung. tidak mendapat kekuasaan. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). ibaratnya seperti segunung rumput kering. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . Semuanya telah gugur. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. durhaka pada para pendeta. dan Jaya Waringin yang terkenal. terlihat samar bayangan beliau. keduanya ditangkap. diasuh oleh orang Japara.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. Adapun setibanya beliau di Tumapel. mencari tempat persembunyian. Cucupu Rantya. itulah kemarahan sang pertapa. Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. Adapun Jaya Waringin. dan pula terhadap Siwa Wandhira. melambai di angkasa. yang gugur dalam medan perang. keturunan Jaya Katong. Beberapa lama mereka berada . masih perjaka. sekarang kerajaan Daha. semua cerai-berai. hancur lebur terbakar oleh api. Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. yang menyerah ke Tumapel. di sana dipelihara. belum mempunyai istri. akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. maju menyerang seperti harimau galak. menggelar rahasia batin. Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. Misa Rangdi. sedang mengidam. berkobar dalam pikirannya. segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. sadar akan ajalnya tiba. dan Kebo ljo. beliau yang bertahta di Tumapel. Jaya Katha. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). agar selamat. yang berkeinginan menguasai Surga. memusatkan pikiran. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. ibaratnya seperti maharaja Nahusa. Bango Samparan. Mereka berdua dendam. menyerang kerajaan Galuh. pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. beserta Misawalungan. payung. semakin menyala tak ada tandingnya. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. siap dibakar?. hari sepekan Watu Gunung. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. menuju Wisnuloka. rakyat yang masih hidup.

yaitu Arya Brangsinga. berputra dua orang laki-laki. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. Adapun beliau Arya Gajah Para. itulah sebabnya sang pendeta sakti. diikuti oleh Jahaweddhya. semuanya yang ada di kerajaan Bali. Desa-desa menjadi kacau balau. menyerang kerajaan Bali. Dengan sekejap kalah . keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa. barat selatan semuanya penuh. Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. disertai pula prajurit beliau. kekayaan. itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. demikian uraiannya pada zaman dahulu. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu. penuh sesak di pantai laut. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. yang bernama Tan Kawur. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. Tan Mundur. seperti tiga patih bersaudara. sampai anggota keluarga dan keturunan. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. banyak rakyat yang tewas. menulis tentang silsilah .di Tumapel. yang dikirim ke Bali. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. orang tua dari Arya Kanuruhan. semoga selamat dan panjang umur. beliau bergelar Wayahan Tianyar. ditambatkan perahunya. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. berhasil dalam segala tujuan. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. pemimpin di utara gunung. keturunan. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. mengembangkan keturunan. Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. Adapula diceritakan. Ya Tuhan semoga sukses. yang berasrama di Griya Punia. utara. tidak kekurangan pangan. maafkan agar tidak kena kutukan. sampai di sana diceritakan. yang sulung bernama Arya Gajah Para. beserta saudara beliau Arya Getas. menemui kesempurnaan. memanggil Arya Damar. semoga tetap disegani di bumi. adik beliau bernama Arya Getas. kacau balau. atas titah dari maha raja Pulau Jawa. hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. oleh karena semua para anggota keluarga. ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. tidak diceritakan lebih lanjut. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. timur. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. Pagatepan. melaksanakan empat daya upaya. para gusti dari Majapahit. setelah tiba masanya. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. sangat ramai pergulatan perang itu. dan menderita. berhasil selalu. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. setelah siap perbekalan dan kendaraan. yang masing-masing menempati posisinya. Tangkas. para leluhur yang telah suci. gelar beliau yang terkenal. yang menyerang dari barat Toya Anyar. memarang diparang. dan Tan Kober.

Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. Arya Kepakisan. Beliau Arya Kutawaringin. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap. bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas. Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. Tan Kober. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. selanjutnya. kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. tidak pantas melawan perintah orang tua. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. Tan Kawur. dengan . terhadap kedua Arya. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. berdiri dan segera berangkat. para Arya itu semua kembali. menuju Majapahit. demikian pula I Gusti Bendesa. perahu berlayar hilir mudik. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki. Ada petunjuk dari sang raja. juga merupakan putra Arya. Kemudian kembali diceritakan. barat daya Pulau Bali. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. Arya Kanuruhan. diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. setelah melewati pertengahan laut. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. Arya Belog. orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. Demikian cerita berakhir. Di sana beliau menginap dua malam. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. demikian motto kepemimpinan beliau. Arya Wang Bang. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja. Arya Dalancang. segera beliau naik ke perahu. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). Sekejap telah sampai di pantai laut. orang yang berada di tempat penghadapan. berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. demikian. kedua Arya tersebut diberikan istri. karena belum ada yang memimpin Bali. Beliau menurut ( menyerah ). menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. Segera tiba di penghadapan. oleh ayah beliau. Tan Mundur. hormat terhadap kedua Arya itu. Menjadi patuhlah Arya itu. Setelah demikian. diantar oleh I Gusti Bendesa. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. lagi beliau Arya Wang Bang. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. yang beristana di Samprangan. beliau Arya Gajahpara. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. Diikuti oleh semua Arya. Arya Kenceng. Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. yang di sebelah utara gunung Agung. untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani).

yang menjadi penguasa di Pegametan. duduk di beranda rumah. Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. laki-laki. Karena saling mengasihi dari dulu. beliau berdua sama-sama memiliki putra. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. demikian batas wilayah kerja beliau. tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra.segera ditutuplah penghadapan raja. sama-sama mengembangkan keturunan. terlunta-lunta perjalanan beliau. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. Adapun beliau Arya Getas. dan permohonannya dikabulkan. Kembali diceritakan. sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). masuk ke dalam Puri. setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan. I Gusti Getas. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. Senin Umanis. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja.. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang. bergegas penduduk di sana.Kekeran. dinikahkan pada hari. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. beliau langsung menerobos memasuki semua desa. berputra dua orang laki-laki. disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. Tidak diceritakan perkawinan beliau. Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. telah tercatat. berjalan beliau Arya Getas. disuruh menyerang daerah Selaparang. yang sulung I Gusti . Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti ……………………………. segera beliau membangun rumah. menuju Sukangeneb Toya Anyar. keturunan dari Bendesa Mas. sebelah utaranya sampai di desa Got. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. sebelah baratnya sampai di Tejakula. Wuku Tolu. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang. I Gusti Ngurah Sukangeneb. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. Setibanya di sana. tanggal empat belas hari terang bulan. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. sampai tiba di desa Pegametan. semua memberi hormat kepada Arya Getas. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. dengan I Gusti Sukangeneb. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. berdua beserta saudara beliau. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu. pindah ke arah barat. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. turun dari perahu. orang-orang yang berada di Praya semua diam. Waktu telah berlalu. beliau berdiam di Pegametan. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. untuk sementara tidak diceritakan.

Selanjutnya kembali diceritakan. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas.Gede Pulaki. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel. Cerita kembali lagi. Selanjutnya I . beliau dijuluki Ubuh. generasi ketiga. ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. pindah menuju Desa Kubu. kawin dengan I Gusti Diah Lor. pindah menuju desa Antiga. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. lahir di Tanggawisia. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. ada saudara beliau. Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan. berkembang di sana. Adapun I Gusti Ngurah Getas. beliau tinggal di Sukangeneb. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. Kemudian kembali dikisahkan. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. Cerita selesai sampai di sini. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. dihentikan penuturannya sebentar. mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. Toya Anyar. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. pada I Gusti Gede Pulaki. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. putra kedua I Gusti Made Kekeran.

Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. Danghyang Nirartha menjawab. Segera diambil baju itu oleh semua orang. putra beliau laki-laki. menaiki buah labu (waluh kele). Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki. pendeta perempuan tidak bersuami. maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. Diceritakan sekarang Batara Nirartha. Istri Pedanda Rai. beliau tinggal di desa Pegametan. lengkap dengan sesajennya. diam ( lah ) Batara Nirartha. beliau menemukan kemurahan batin. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. tidak ada lagi putranya. Pedanda Keniten. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. lengkap dengan sanggar cucuk. katakan yang sebenarnya". lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. juga sangat cantik paras mukanya. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. menjadi sangat sedih perasaan hatimu. beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. senanglah hati beliau. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. "Duhai Ngurah Pulaki. Batara Nirartha. tinggal di desa Pulaki.Gusti Ngurah Pegametan. Kembali lagi pada cerita. seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. tujuan saya datang padamu. terlanjur sudah. harum semerbak baunya. bersama putra beliau. memohon restu. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. janganlah engkau demikian". tertua Pedanda Kulwan. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. tanpa gantungan. Pedanda Telaga. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. mendarat di tepi pantai Purancak. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. laki perempuan. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha. empat orang lakilaki. apa sebabnya demikian. di Pura Dalem. beserta penghormatan dan permohonan. beliau meninggal. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. Pedanda Ler. beserta putra beliau semua. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. Ada putra Batara Nirartha. ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. datang di Bali. karena harum semerbak bau tubuhnya. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. kemudian disuruh membuat upacara selamat. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. adik dari Mpu Angsoka. tidak lama kemudian keluar baju loreng. Maka bersabdalah Batara Nirartha. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. oleh semua orang. pada had Kamis Kliwon. maka menyiapkan prajurit. melakukan yoga smertti. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. Pedanda Lor. "Aum Ngurah Gede Pulaki. dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. dan sampan yang bocor. bernama Patni Keniten. tidak ada yang menyamai di dunia. terhadap Batara Berawa. sabdanya. apa tujuan tuan pendeta.

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

berpindah ke Desa Kebon Dungus. Bersabda sang raja. yang gugur dalam peperangan. putra I Gusti Ngurah berdua. mengembangkan keturunannya. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. dengan sopan dan hormat. yang berada di Sweca pura (Gelgel). menyuruh untuk berpindah tempat. juga ikut tinggal di sana. mengembangkan keturunan sampai sekarang. itu sudah dewasa. tinggal beliau di sana. "Wahai engkau Wwesukia. setibanya di Tanggawisia. karena banyaknya pengikut. kemudian bersabdalah beliau. tinggal di Desa Pamuhugan. diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. I Gusti Made Tianyar. Toya Anyar. cerita selesai. hatinya sangat senang. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. bersama sama dengan pengikutnya. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. Cerita kembali lagi. jangan gundah. adapun I Gusti Gede Tianyar. di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng. sampai di sana diceritakan. bersama putranya. pergi meninggalkan rumahnya. Adiknya I Gusti Made Kekeran. menyebabkan mereka meninggalkan puri. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri. karena sudah menjadi nasib. Ida Nyoman Tianyar. hatinya sangat duka. Toya Anyar. berjodoh di desa Blungbang Antiga. sampai sekarang. Cerita kembali lagi. bagaikan disiram dengan air kehidupan. tinggallah beliau di Sukangeneb. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. terhenyak hati Dalem. Ida Ketut Tianyar. Batara Sakti Manuaba. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. aku berikan engkau tempat tinggal. tidak menolak perintah. bagaikan dewa Brahma. lemah bagaikan diiris hatinya. puri cepat terwujud. menuju desa Pamuhugan. datang menghadap ke Gelgel. I Gusti Gede Tianyar. . Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. memohon diri pada Dalem. menyesali karma. tidak diceritakan perjalanan beliau. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. berpindah ke Kubu. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. Çiwa kecerdasannya.Ketut Tianyar. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. di sana di Desa Pamuhugan". Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor. Wisnu. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. Bersama putra beliau yang masih bayi. Toya Anyar. demikian sabda Dalem. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). Diceritakan kembali. mereka berdua sangat sedih. Adapun I Gusti Made Tianyar. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. Adapun I Gusti Diah Lor. Senang hati I Gusti Diah Wwesukia.

Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang. Selanjutnya diuraikan. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. telah tiba di Gelgel. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. dan ucapan yang simpatik. tidak lama kalah asrama itu. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. pemberian guru pendidiknya. hancur semuanya. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. dikurung asrama tersebut. Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. di Gelgel. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. di Batwan desa beliau. Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. mendengar kabar. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang. Duhai Ida Wayan Tianyar. tidak habis kalau diceritakan. diserang hancur beserta penghuninya. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. sangat pemberani dan melawan. Kata beliau. Ida Nyoman Tianyar. banyak meninggal yang ada di pertapaan. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ). yang bungsu Batara Ketut Tianyar. karena beliau itu adalah saudara lain ibu. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. disambut dengan lirikan yang manis. maju dengan rakyat yang berlimpah. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang. sedang tidak berada di asrama. karena ia perusak pendeta. seperti perang antara dewa melawan raksasa. di pertapaan Pedanda Bajangan. Tidak diceritakan dalam perjalanan. angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. lengkap dengan senjata. bersabdalah sang raja. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. Adapun Ida Wayahan Tianyar. Duhai jika demikian. oleh Si Ngurah Batu Lepang. sangat indah dan makmur. mari duduk mendekat. Ida Nyoman Tianyar. Si Ngurah Batu Lepang. semua senang. cerita selesai. Bergemuruh sorak para prajurit. terhadap si Ngurah Batu Lepang. ujar beliau. meminta ketiga cucu beliau. semua brahmana yang berada di asrama itu. beliau mencapai puncak kemuliaan. sama-sama tidak ada yang mundur. beliau menghadap Pedanda Bajangan. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". dihancurkan. banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. lain lagi ada yang mati. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. dilantik oleh Batara Sakti Abah. Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. Ida Wayahan Tianyar. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. Batara Wayan Tianyar. keberadaan Asrama Manuaba. gemetar. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. semua sama-sama dipahami. bersama semua saudaranya. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. datanglah beliau di Bukit Bangli. tidak urung diobrakabrik. ingin menggerebeg Asrama Manuaba. menghadap pada Dalem. Demikian kutukan beliau sang raja . bahwa Ida Wayan Tianyar datang. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. demikian umpat kutukannya. didengar oleh raja. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . karena masih ada hubungan cucu.sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. Adapun kaum brahmana. Ida Ketut Tianyar. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. masuklah ke teras.

kemudian dijarah semua isi pertapaan. Diceritakan sang raja. karena kemarahan sang raja. siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. marahlah baginda raja. Selesai diceriterakan. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. menghancurkan pertapaan itu. mendengar tentang kehancuran pertapaan. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. semua keluarga sampai anak isterinya. bernama Ki Tan Pasirik. semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. janganlah ragu-ragu dalam hati. tidak dapat menahan hati. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. diberi penyucian (padiksan). biadab membunuh brahmana pendeta. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. saya memberikanmu tempat. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. sampai di sana diceritakan. Didukung oleh semua keluarga beliau. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. diserang bersama. saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. Adapun Pedanda Sakti Abah. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. . Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. beliau marah dan mengutuk. Pedanda Ketut Tianyar. kegusaran. Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. diperintahkan untuk mengangkat senjata. Cerita sampai di sini dulu. karena banyak yang mati dan menderita. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. sudah wajar diupacarai. karena diliputi oleh gelap. hingar bingar prajurit itu. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. para punggawa diperintahkan. akhirnya menentang terhadap Sri raja. memarang. Pada suatu ketika. Ida Wayan Tianyar menurut. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. ada keluargamu di Pamuhugan. banyak tak terhitung. beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. perintah Si Ngurah Batu Lepang. Ida Ketut Tianyar. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. tombak-menombak menusuk kiri kanan. kehilangan akal. juga aku akan memberikan pengiring. di sana di Bukit Bangli. maka berembug dengan keluarganya semua. perintah Si Batu Lepang pula. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. Pedanda Nyoman Tianyar. oleh Pedanda Sakti Abah. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges". Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). Adapun Pedanda Wayan Tianyar. setelah beberapa lamanya. Adapun Pedanda Sakti Abah. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. oleh karena gelap gulita. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. congkak dan garang kepada kami brahmana. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan.beserta dua saudaranya.

Juga Pedanda Abyan. dan Pedanda Ketut Karang. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. kawin dengan perempuan dari Karangasern. mendirikan pertapaan di Sidhawa. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. putra beliau bernama Pedanda Manggis. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. beristrikan Ngurah Sukahet. berputra tiga orang laki-laki. Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. yang memiliki dua orang istri. berputra seorang laki-laki. ada putra lahir dari Kekeran. I Gusti Nyoman Tianyar. bernama Pedanda Tianyar. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. keturunannya tiga orang laki-laki. Pedanda Gunung. Diceritakan kembali. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. bernama Pedanda Kutuh. disebut Pedanda Abah. habis semua isi rumah beliau. Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. Pedanda Made Intaran. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. Pedanda Nyoman Tianyar. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. bernama Laksmi Sisingharsa. demikian akibat kutuk brahmana. Pedanda Nyoman Karang. Pedanda Ketut Tianyar. Pedanda Made Karang. ada yang digadaikan. Pedanda Abah. I Gusti Ngurah Diratha. pemberian dari Sri Raja penguasa. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi. seperti nama ayahnya. keturunan yang lahir dari ibu Intaran. I Gusti Nyoman Tianyar. mempunyai tiga orang putra laki-laki. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. Berputra empat orang laki-laki. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. mempunyai dua orang putra laki-laki. yang berada di Pamuhugan. Pedanda Made Tubuh. Pedanda Made Wangseyan. disebut Pedanda Buringkit. dari Blaluwan seorang. keturunan Arya Kekeran seorang. tertua I Gusti Ngurah Sangging. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. dan Pedanda Abyan. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. di Desa Singharsa (Sidemen). mempunyai seorang adik perempuan. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. dikelilingi oleh banyak prajurit. seorang dari Intaran. berputra seorang laki-laki. kemudian dibakar. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. mencari pertapaan di Tagatawang. dan Pedanda Ketut Wanasari. mempunyai seorang putra laki-laki. Adapun istri Batara Abah. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. memiliki empat orang putra laki-laki. memiliki dua orang istri. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. Adapun Pedanda Taman. Pedanda Wayan Intaran. karena banyak rakyatnya yang gugur. hutan ( ladang ) sawah. ke desa lain. Pedanda Wayan Karang. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. Pedanda Taman. Keturunan dari Blaluwan. beliau bertempat di Bajing. hangus beserta prajuritnya. berasal dari Jasi seorang. Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. bernama Ida Raden. ada yang dijual. Pedanda Tamu. Pedanda Ketut Tianyar. Beliau Pedanda Wayan Tianyar. kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. beliau sudah tercatat. oleh karena menuruti hawa .

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). menjaga tingkah laku itu. bagaikan kristal permata. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. Setelah siap/sedia . sang Resi segera berkata. pada ujungnya bhajra yantu. tempelan kapas lima warna. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut. bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. Hurat mawrat. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas. demikian diberitakan. pakelem yang dibuat dari emas. itu sebabnya terbebas dari kekeringan. binatang singa bersayap. jelas sang Adi Guru. berjumpa di jalan. Kelanjutan dari (upacara) kematian. cakraantita trawangan. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. tar porat.membakar jenazah. upacara baligya sradha. menimpa diri Sang Resi. segera terdengar suara cemoohan. itu bermakna utama. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. menggunakan tongkat bhajra yantu. ditutupi dengan kawat emas. taman agung. candra sari. dibawa pada saat bepergian. balai silunglung. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). sederhana harga 4. sembilan tumpang warna warni. walantaga. Jika dia Resi. karena kawat emas itu sangat utama.000. itu melambangkan padmanglayang. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. pada waktu semua roh berkumpul. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya. mengaku memakai kawatamas. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi. tidak boleh lepas tongkat itu. itu sebagai alas. Bhujangga. menengah namanya. balai-balai dari bambu gading. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot. ada satu roh. itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. mereka sang tri wangsa menjadi malu. menjawab roh itu. yang berhak juga brahmana. yang menjadi ujungnya. jangan ceroboh. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). hanya keinginan untuk mempercayai orang lain. berbentuk padma reka. mengikat galar. ketiga aliran sulinggih. sebagai tanda itu. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. dahulu di Surga. menengah panileman. Jika sudah diberi tanda. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha. untuk tidak salah tafsir. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. bernama besar (utama). pikiran . diperiksa tulisan di kepalanya. lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. terbebas oleh panas. wajah Resi Bhujangga. tidak keliru (bila) akan bertanya. cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir. tertutup oleh awan.. serta membungkukkan badan. boleh menggunakan kawat emas. simbul tikar. bagaimana ia itu. berjalan tanpa tongkat. kain panjang. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). mengaku dirinya bukan pendeta. lengkap dengan kawat emas. Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor. dijemur di teriknya panas. diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul . harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan. menengah 8. boleh melakukan upacara Atma wedhana. Berpakaian serba putih. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. mangrorasin. tidak tahu dengan maknanya. disertai tercakupnya kedua telapak tangan. bukan diikatkan pada galar.000. marah dalam hatinya. parbha padma lenkara. magumi undag sapta. dalam benaknya salah sangka. lebarnya seukuran destar. Rupa/fungsi kawat emas. jangan tidak berhati-hati. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. karena masih ada yang menandakan. Semuanya menyapa. Demikian perilaku Resi Bhujangga. bernama nista (sederhana).000. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi.

dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru. memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. juga jangan membelakangi. tidak menolak perintah. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. kawan. lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. apa sebabnya demikian. bukan keturunan wiku. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. brahmana. pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. jangan sering lemah dan memudar. tidak menyangkal perintah. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. mempercepat dapat dimengerti. jangan segera mencampuri. sang Adi Guru. lancar. pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. jika terlihat putra sang Guru. Jika telah tiba saatnya meninggal. tidak mengabaikan bimbingan. menghadap sang Adi Guru. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. bising hening menahan lapar. jangan engkau menghalangi duduk. Kuningan. berat ringan. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. . jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru. dan juga awasi dari kejauhan. memohon restu kepada sang Adi Guru. kakak guru. bersama orang yang wajib dihormati. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. keluarga sang Adi Guru. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. tetap menatap muka. putri guru. jika mencarikan jalan keluarga. paman guru. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. cicit guru seluruh anggota keluarga. tidak berhasil. jangan sembunyi-sembunyi. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. karena seorang Resi itu adalah dari keturunan. ucapannya mempesona. putri guru. tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. adik guru. itu tidak dapat didiksa. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. putri guru. gadis (istri ) Resi panggilanmu. menghaturkan penyucian kaki beliau. seorang petani tulen menjadi utama. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. Ratu Ida Ayu. bahasanya/nadanya datar. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. puasa. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. karena engkau merupakan perlindungan manusia. upacara tentang kehidupan. kakek guru. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ). kakak dan adik guru. pada waktu melaksanakan upacara. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. ajak (tawari) duduk bersama. tidak menduduki tempat duduk sang Guru. dengan suara yang lembut. tidak menentang perintah. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. tidak salah dengar. itu dapat dipimpin oleh Resi. dengan perkataan Ida Bagus. lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. ikut terbawa-bawa sang guru. sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. tidak memalingkan muka. maka hilanglah keharumannya. apa sebabnya bisa. sekalipun tertimpa hujan dan panas.itu serta bersih berkilap tidak berawan. bukan orang yang telah suci. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. karena murid Resi. berlaku seperti Resi Bhujangga. Demikian tata cara seorang putra guru. hendaknya semua dapat dihormati. Lagi pula ingatlah tata krama itu. adik guru. itu akan menjadi rendah (nista). setiap berucap dan berkata dengan hormat. keluarga guru. tidak turun naik dalam perasaan. upacara penyucian diri. kakak guru. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta.

Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. beliau memang bersaudara. di antaranya. Arya Kenceng. prawaksyatwa wijneyah. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. Ahli waris yang memelihara. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. Arya Dalancang. beliau berputra yang lahir dari batu. jangan mabuk menganggap diri tabu. adiknya memerintah di Pasuruhan. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. waspadai baunya yang busuk. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau. akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang.Demikian tata cara sang Resi. Arya Tan Wikan. berbeda dengan kulit seekor kambing. engkau merupakan wadah berbunyi. agama. Arya . tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. yang berada di Sinduwati. beliau beristana di desa Samprangan. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. seorang pandita yang sudah sempurna. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. sebagai pelindung daerah. tingkah laku yang baik. dipuja oleh para keturunan beliau semua. taat terhadap sang brahmana. sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. kebaikan. I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang. Singharsa. menghidupkan. sekalipun pekerjaan suci. tiga. salah satu adalah wanita. sekalipun wadah itu bocor. yang tertua dinobatkan di Brambangan. karena dicemari oleh tempat. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. dan memberikan kekuatan jagat. Demikian perbuatan yang alpa. Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. beliau dianggap air kehidupan. dipakai oleh Baladewa. dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). yang berkedudukan di Majalange. menimba air dari sumur. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman. sang pendeta yang mengisinya. mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. bhuktimukti itarttaya. beliau Sirarya Kanuruhan. para keturunan Jro Gede Wiryya. patayeswarah. dimohon kepada sang pendeta. brahmanam ksatriyadih. Arya Wangbang.

beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. sebagai mahapatih daerah Bali. bernama Tan Kober. pada saat hari yang baik. Tan Mundur. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. Arya Cacaran. berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan.Pangalasan. satu orang perempuan. sira Wang Bang. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. adik beliau Ki Arya Kasatrya. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. beliau wafat ke alam baka. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. akan tetapi ada pesan Dalem. berputra Ki Arya Pasimpangan. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. adalah putra beliau. beliau digantikan oleh putranya. Arya Manguri. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji. bagaikan tersentak timbul birahinya. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. yang pertama bernama Dalem Samprangan. dan ada lagi tiga orang wesya. selanjutnya beliau menanyai abdinya. serta beliau Arya Anggan. madya. ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. beliau kurang waras. beliau pemberani dalam pertempuran. Semuanya adalah para putra awalnya. yang bergelar Dalem Sagening. dan utama). Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. beliau meninggal masih muda. adik beliau Arya Asak. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. Kembali diceritakan. terasa panas tanah bekas air kencingnya. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. yang bernama Dalem Watu Renggong. akhirnya Si Luh Pasek digauli. Tan Kawur. beliau Arya Kaloping. Arya Akah. beliau berputra tujuh orang. Setelah beliau wafat. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. Ki Arya Pelangan. Ki Arya Pananggungan. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. dari leluhur beliau dahulu. serta ada lagi janji . akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. yang kedua bernama Dalem Tarukan. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. beliau suka bersolek. terakhir Arya Kuta Waringin. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. entah berapa lama. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit. sebagai orang kepercayaan beliau. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. Setelah beliau kembali ke alam baka. Diceritakan beliau Arya Kapakisan. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening. kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). beliau juga diganti oleh putranya. oleh karena sudah tiba saatnya. oleh karena dimabuk asmara. ia sudah gadis dewasa. terhenyak beliau Dalem. beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan.

sehingga timbul iri hati beliau. beserta permaisuri baginda. beliau menghadap raja. kemudian apabila lahir anak itu. Entah sudah berapa lama. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. yang sudah dewasa. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. setelah pembicaraan selesai. ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. tiba-tiba sinar itu menghilang. hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang. empat puluh orang banyaknya. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. melihat anak itu demikian. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. telah teruji keberaniannya. Tiba-tiba malam hari. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. ada sinar suci menandakan prabawa. sangat murung dan duka hatinya. termasuk isterinya. oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. dan lagi ada hadiah. Setelah Ki Barak Panji dewasa. terkejutlah beliau berdua. mencari akal upaya. yang bernama Ki Ngurah Jarantik.Dalem. nantinya akan mengalahkan putranya. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. memberikan pengiringnya senjata keris. setelah Dalem diberitahu. supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. supaya bersaudara dengan anak beliau. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. beliau Sri Aji Dalem Sagening. yang sedang tidur. sehingga berunding beliau Dalem. kelihatan oleh beliau berdua. ternyata tidak setuju hatinya. terpendam di hati terusmenerus. berusaha agar lepas dari mala petaka. Keesokannya. bernama Dumpyung. pada kepala salah seorang abdinya. semuanya yang berjumlah empat puluh. Den Bukit. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. . selanjutnya anak itu diupacarai. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. mungkin Ki Barak Panji. tidak demikian perbawanya. sebab anak beliau sendiri. hati beliau Dalem sangat kasih sayang. sudah siap dengan pengiring putra baginda. sebagai pimpinannya. sama-sama satu bilah. sebagai tanda seorang calon pemimpin. lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela. Lama-kelamaan. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. disertai oleh sang permaisuri. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. khawatir dan curiga hati Dalem. Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji. hati beliau menjadi murung. yang sama-sama mengabdi. beserta Ki Dosot. ternyata ada masih tertinggal sebilah. setiba beliau di sana. kejengkelannya ditelan saja. setelah waktunya akan melahirkan. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris). tidak menolak mereka yang diperintah.

nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. bingung hati Beliau Dalem Sagening. pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. sebanyak empat puluh itu. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. matahari pun sudah condong ke barat. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. memasuki daerah Kawisunya. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. Toya Katipat nama lainnya. selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. beserta pengiringnya semua. bernama Ki Panji Landung.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama. selanjutnya terus ke barat. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. maksudnya untuk menaruhnya. tidak kelihatan apa-apa. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. langsung dicegat Ki Gusti Panji. disertai oleh ibunya. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. yang ditancapi itu. di atas Danau Bubuyan. mampir di Jarantik. dan senjata Ki Pangkajatatwa. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. diusung ke atas. terus-menerus keris itu dibagikan. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. beliau Ki Gusti Panji mohon diri. hanya kelihatan samudera luas. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. berhentilah beliau di sana. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. seperti tadi. lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). disuruh melihat ke utara. selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. ada juga sisanya keris sebilah. dengan membawa keris pemberian Dalem. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. dan tenggelam ke laut. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. lain dari pada itu . sangat luar biasa kesucian air itu. setelah mendapat bagian satu demi satu. lalu ada lagi sisanya satu bilah. beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. itulah sebabnya keris yang tersisa. terutama beliau Ki Gusti Panji. seperti semula. lalu beliau minum air itu. kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji. menginap dalam perjalanan. selanjutnya ke barat. sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. pada saat hari yang baik . hanya tetap berada seperti semula. sendirian di bawah berbaring di tanah. memasuki daerah Samprangan. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. . ketika matahari sudah condong ke barat. . selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. menuju daerah Danau Pabaratan. sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. membelok ke barat. hingga sampai sekarang. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. dicapai wilayah Bandana itu. wilayah Den Bukit. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. bernama Ki Tunjung Tutur. mendaki bukit Watu Saga. ketika hari sudah sore. tak terkira senang hati mereka semua. demikian ceritanya air itu dahulu. serta Ki Dosot. selanjutnya pergi menuju arah utara. Setelah semuanya selesai makan.

sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. wajib kau bunuh. diapit kanan kiri. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. "Ai Barak Panji. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. segera timbul girang hati ibundanya. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. memberi anugerah Ki Gusti Panji. yang bernama Ki Pungakan Gendis. sebab hampir tiba tempat yang dituju. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. demikian terdengar sabda itu. bernama Ki Pungakan Gendis. bergegas-gegas menjemput. tudingkan saja aku ke arahnya. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. tunggulah sebentar. hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. menuju rumah sanak keluarga ibunya. lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. berkat aku terjadi kematiannya. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. dipakai mencungkil ketela. sebab ada yang utama dalam dirimu. ke mana-mana pun bercengkrama. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. perjalanan beliau lurus ke utara. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. adapun sabda itu. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji. beristana di Desa Gendis. tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. mengikuti jalan besar. gaiblah Ki Panji Landung. tidak pernah berpisah mereka berdua. melewati jalan. timbullah marah beliau dalam hati. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. Ki Pungakan Gendis . beserta pengikutnya semua. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. menyiapkan suguhan selengkapnya. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. jangan kamu ragu-ragu kepadaku.disertai pengikutnya semua. kenyataannya berkat anugerah dewata. seperti tingkah lakunya dahulu. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji. didengar oleh Ki Gusti Panji. sangat senang hati sanak keluarganya semua. karena terikat oleh cintanya bertuan. dan beliau selamat dalam perjalanan. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. yang berkuasa di Desa Gendis. jangan kamu raguragu dalam hati. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. tak menghiraukan siang malam. beserta abdinya berdua. kemudian selanjutnya disarungkan. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). puwan berperada dengan indahnya. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. dilengkapi dengan payung kebesaran. oleh karena belum tercapai tujuannya. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. beserta di belakangnya. Diceritakan Ki Pungakan Gendis. pada saat hari yang baik. sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. selanjutnya semua berjalan. tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan. ada sebagai musuhmu. kebetulan I Gusti bermain-main. setelah laju perjalanan beliau. dapat anda kuasai kemudian. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. demikian kata-kata Ki Panji Landung.

tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. saling mengeluarkan gagasan / ide. dijumpainya Ki Dampu Awwang. bernama I Dewa Ayu Juruh. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. setelah keris itu diacungkan. berhasillah perahu itu didorong. setelah semuanya sudah datang. lalu Ki Gusti Panji segera. saat itu baru diketahui. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. jika tujuan berhasil. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya. terdampar di pesisir Panimbangan. kemudian datang Ki Pungakan Gendis. setelah selesai. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. badannya kaku bagaikan mayat. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. bambu. lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. akan tetapi tidak berhasil. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. lalu beliau bersedia membantunya. Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. teguh bagaikan lukisan. sambil berkata berkaul . demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. beserta alat perlengkapan untuk menarik. serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji. berlindung naik ke pohon leca. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. matanya mendelik sayu. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. membawa tali. beserta dua orang abdinya. siapa gerangan yang mampu menolong perahunya.kemudian pulang. dihempaskan oleh keris itu. memerintah desa Gendis. oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya. cangkir. sedang menangis meratapratap. mungkin baru akan menjelang dewasa. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal. perempuan seorang diri. hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. di hadapan rumahnya . sudah dekat dengan pohon leca itu. ke tengah laut. seperti pakaian. jangan khawatir. membuat orang jatuh cinta. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. terdengarlah sabda. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. semua isi perahu ini hadiahnya. supaya berhasil melaju ke laut. perahu itu kembali pulang ke Jawa. dan membuat perjanjian. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. mereka semua merasa malu dan marah. mendatangkan pengikutnya semua. semua isi perahu hadiahnya. berhasil perahu itu bergerak. setelah beliau tiba di pesisir pantai. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. seraya menghunus keris pemberian Dalem. piring. segera serempak pergi ke laut. serta bermacammacam ramuan. seluruh isi perahu itu. sudah meninggal. Entah berapa lama. seraya keris itu dihunusnya. tak terkira larinya ke tengah samudera. yang tumbuh di pinggiran jalan. masih dalam keadaan menunggang kuda. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. jika Ki Pungakan Gendis. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. lalu percayalah beliau dalam hati. ditambatkan di air. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. untuk menarik perahu itu. sangat cantik tanpa ada celanya. jika demikian keadaannya. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. dilihat oleh Ki Gusti Panji. pinggan. Ada anak Ki Pungakan Gendis.

seia sekata beliau dalam bersuami istri. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. menghamba kepada Ki Gusti Panji. berjanji beserta anak cucunya semua. Entah berapa tahun lamanya. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas. oleh karena keduanya sama-sama mencintai. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. dari Kubwan Dalem. selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. diberi nama Ki Awak. oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri. Tidak ada yang menyamai. Beberapa lama kemudian. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu). berhasil terkenal di dunia. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. Konon setelah beliau kaya. perkataan beliau manis. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. setelah semuanya setuju. membangun daerah. beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. putih tidak bercela. selanjutnya banyak tempat tinggal. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. semua penguasa. tunduk menyerahkan dirinya. selanjutnya orang-orang desa Gendis. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis.yang tampak keutamaannya. selanjutnya tinggal di desa Panji. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. sangat berani dalam medan perang. sebagai penguasa desa Panji. lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala. berkat dukungan baik seluruh desa-desa. berbondongbondong menggotong rumahnya. kagum dan tunduk. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. Entah berapa lamanya. dari pesisir laut sampai ke pegunungan. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. sama-sama hebat berani dalam peperangan. indah kelihatan desa itu. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. beserta rakyatnya. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. membuat hati semua orang senang. dari Sangket Sukasada. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. buyut dari Kyayi Cili Ularan. sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. sama-sama tunduk mengabdi. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. tidak mau tunduk. seperti Kyai Alit Menala. dipindahkan ke desa Panji. lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. selanjutnya beliau menghamba. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. diberi sarung dari kain halus. tertib. luar biasa baktinya menghamba. sampai di ujung desa Toya Anyar. lalu Kyayi Sasangkadri. pergi untuk menyerang. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji. tidak merasakan panas dan dingin. segera penuh sesak. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. disenangi oleh . selanjutnya diberi julukan Ki Semang. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh.

Serta petuk kajarnya. beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. berada di pertapaan Kayu Putih. lalu dimintalah beliau. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang. suaranya sangat gemuruh. karena kesaktiannya luar biasa. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. menikmati kegembiraan hatinya. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih. brahmani dari Pasuruhan. memenuhi sungai umpamanya. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. terompong di depan dan di belakang. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. beliau pindah ke Ler Gunung. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka. oleh Ki Gusti Panji Sakti. dan lagi gong kecilnya. Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. yang laki bernama Pedanda Kemenuh. dibuatkan rumah di Sukasada. penuh dengan perlengkapannya. Mpu Nirartha nama beliau. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. sesudah memimpin di Ler Gunung. penuh sesak sampai ke balai rung. desa Kayu Putih. sebab beliau tidak menyadari akan . banyak saudaranya lain ibu. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. Gongnya dua buah. demikianlah keutamaan beliau. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. bagaikan banjir aliran madu.rakyat. sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. beliau sangat terkenal di masyarakat. bagaikan suara gagak beribu-ribu. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. Ada juga beribu Sudra. setelah beliau tiba di Bali. beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . sangat mahir membuat keris. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. diberi nama Bentar Kadaton. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. keluhuran ilmu Pasupatinya. sangat hebat kesaktiannya. abdi dari Ki Bendesa Mas. anak Dang Hyang Asmaranatha. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. Diceritakan ada seorang brahmana. disebut Griya Romarsana. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. tidak diceritakan selanjutnya. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. setelah saatnya tiba. oleh karena suaranya sangat manis. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia. ada yang beribu dari kesatria Blambangan. ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. mengikuti pemimpinnya. 3000 banyaknya. terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. . tidak berani melihat kesaktian beliau. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. diberi nama Juruh Satukad. lebih kurang. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat.

akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. ditanya oleh baginda Raja. "gagak. agar tidak berpisah. saling menjaga. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. ditanya oleh para patih semua. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. luar biasa ramainya pertempuran itu. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. entah berapa lama perang itu berlangsung. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. lalu mengumpulkan rakyat. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. yang sudah sering menyerang musuh. bermacam-macam permintaannya masing-masing. busana. minuman. tidak ada lain asalnya memang bersaudara. adapun jalur yang dilalui perahu itu. satu bersedih semuanya bersedih. anak gadis. diiring oleh rakyatnya banyak. Si gagak lalu menjawab. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. goak. beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. setelah demikian. dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. sangat luar biasa keris buatannya. lanjut serta anak cucu beliau. serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. semua sudah bahagia. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah. . Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. daerah Yawadwipa. diajak bermain gagak-gagakan. senjata tajam mengandung kesaktian. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. demikianlah perjanjiannya. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. lalu ditiru oleh masyarakat. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. dengan keris Ki Semang. dalam suka duka. agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. Kembali diceritakan. sama-sama senasib dan seperjuangan. seperti kedudukan bapaknya. amat tenteram hati beliau raja.tibanya ajal. disergap oleh Dalem Brambangan. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. serta manikam. sama-sama keturunan pemberani. berlautan darah. ada putra beliau yang menggantikan. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. beliau Sri Bupati berangkat. di medan pertempuran. jenazah bagaikan gunung. "Gagak apa keinginanmu?". beserta perahu sudah banyak disiapkan. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. ada terbetik dalam hati. kedudukannya sebagai putra mahkota. satu bersenang semuanya bersenang. semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. sebab beliau ingat akan leluhurnya. semua prajurit bersorak. lalu terjebak Dalem Brambangan . sebagai bagawanta baginda raja. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. sandang. ada yang meminta makanan. seluruh prajurit pemberani dipanggil. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. penuh dengan persiapan. sebab penuh sesak para prajurit yang menonton. pakaian dan pangan. lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab. keinginanku menundukkan Brambangan". tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. Pada saat hari yang baik. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. gak. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. pada saat dulu. oleh baginda Raja Panji Sakti. selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. seperti nama ayah beliau. Setelah selesai. dengan menaiki perahu. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. mas permata. dua puluh jumlahnya. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. yang berada di tengah medan laga.

di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. demikianlah ceritanya dahulu. bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. orang Jawa di Kampung Jawa. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. diserahkan daerah Brambangan. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. timbullah kemarahannya. sama-sama tikam. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. diberi nama Singaraja. selanjutnya beliau mengirim utusan. Setelah lama-kelamaan. tempat tanah lapang itu. ada dijumpai di sana. disanggupi oleh penguasa Mengwi. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. ditempatkan di hutan Pagatepan. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. Tak terhitung berapa lama kemudian. selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. oleh karena kehebatan keris Ki Semang. ramai pertempuran itu. merintis membangun kota (pura). . sama-sama pemberani. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. akhirnya hancur daerah Jaranbana. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. Entah berapa lama. setelah mampu menguasai daerah Banger. akan kehebatan Sri Panji Sakti. saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. serta yang seorang lagi. dibuatkan kandang di bagian utara kota. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. dan istana tempat tinggal baginda raja. saling amuk. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. dilihat oleh beliau berdua. menikam. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. akan dipakai sebagai istri. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. utusan pun sudah berjalan. di bagian utara wilayah Sukasada. yang bernama Ngurah Panji Nyoman. diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. mengembangkan keturunan.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. di pategalan daerah Balalak. banyak orang-orang yang tinggal di sana. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. setelah demikian keadaannya. adalah tiga orang dari Jawa. kembali Sri Panji Sakti. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. maka sebagai raja yang berwibawa. beserta Jaranbana. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. Keinginan beliau untuk mengadu. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. setelah semuanya selesai. Pedanda Sakti Ngurah. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. beliau sekarang ingin melamarnya. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. lalu ditolak mas kawin beliau. ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. bernama desa Paguyangan. setelah menjadi besar tempat kota itu. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. kembali beliau penguasa Den Gunung. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. oleh baginda penguasa Ler Gunung. beserta Teruna Munggu. ikhlas hatinya memberikan adiknya. segala macam yang utama. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. tempat orang menanam Buleleng. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana. sebab anaknya yang masih muda. seperti keadaan semula. bersama prajurit Mengwi. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pergi menyerang Jaranbana. baginda di atas singasana. setelah samasama sepakat. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. ibu leleng. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pemberian raja Solo. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. yang berkuasa di Mengwi. dan yang menggembalakan gajah. Danudresta nama lainnya. mendengar berita.

dengan menunggangi gajah besar. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. tidak melihat lagi ke belakang. tidak diketahui dari mana asal mulanya. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya beliau membangun istana. oleh karena demikian keadaannya. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. di daerah Gelgel. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya. sebab beliau sudah merasa dalam hati. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. dilengkapi dengan senjata. terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik. suatu kedudukan untuk cucunya . semua bangunan suci dirusaknya. dan di bagian timurnya ada semak belukar. Lama-kelamaan. bagaikan kehendak dewata. yang menguasai daerah Tojan. selanjutnya beliau mengantarkan. pergi ke gunung Batukaru. sama-sama memperingatkan perjanjian. oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. perangpun terjadi . lalu tiba di daerah Tojan.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. oleh karena terpikir pasti mati. pergi ke daerah Jarantik. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. Beberapa lama kemudian. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. tikam-menikam. daerah kekuasaan Bandana. sampai sekarang. menantang perang. diiringi banyak prajuritnya. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pergi jauh. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. serta keturunannya. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. menceriterakan kesusahannya. sampai sekarang. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tempat beliau Panji Sakti berburu. akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. melawan prajurit Badeng. setiba beliau di sana. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. masing-masing segenggam besarnya. dinamakan Buruwan sampai sekarang. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. datang ke wilayah Badeng. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. berusaha menyelamatkan diri. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. dipindahkan dari tempatnya. setelah selesai daya upayanya. ada terdengar berita. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. yang diinginkan oleh Dalem. sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng.

lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. oleh senjata dari Ler Gunung. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. serta tata cara memimpin wilayah. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. matilah Ki Padang Kerta. mengambil keris pusaka Ki Semang. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. saling sergap. ikut lari. menunjukkan kebesarannya. tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. dan lembut. ketika bersikap akan berbuat. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. di sana beliau mengutarakan sumpahnya. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. dadanya tertikam. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. melarikan diri dari pertempuran. oleh Ki Tamlang. demikian ceritanya. Sri Dalem Cili. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa. patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. terus juga dikejar. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. terjadilah persidangan para punggawa agung. dihadapi oleh Ki Tamlang. tak mampu bertahan. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya. selanjutnya mengganti senjata. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. berkat baktinya bertuan. dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja. tangkai keris yang berbentuk babodolan. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. sebagai pemberian resmi kepada cucu. semua keturunannya sampai kemudian hari. tak terhingga banyaknya. oleh karena sudah kehendakNya. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. dibawa bersembunyi ke Singharsa. sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. haripun menjelang malam. demikian ceritanya. seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. memenuhi jalan dengan riuhnya. oleh karena tidak ada jalan. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. Entah berapa lamanya. kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. lengkap dengan segala macam senjata. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing. yang masih tetap setia kepada Dalem. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). Tidak lama kemudian. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. merangkul semua orang. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. perkataannya sangat manis. selanjutnya menuju Gelgel. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. kepalanya dipenggal.kemudian. oleh karena sangat tidak berguna. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti. luar biasa ramai pertempuran itu. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. yang sudah dihunus dari sarungnya. . semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. sebagai senapati Ki Dukut Kerta. dilarikan oleh para menterinya. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. rusak pukuh kerisnya.

tidak ada yang berani berbuat durhaka. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. I Gusti Oka paling kecil. Beliau I Gusti Made Padang. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit. I Gusti Alit Oka. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. masingmasing namanya. Ki Gusti Panji . beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. I Gusti Made Ino. Adiknya. beliau yang menjadi raja di Singaraja. dan yang kedua. ke Klungkung. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. menjadi raja di daerah Den Bukit. meninggalkan sanak keluarga. I Gusti Wayan Padang. pemerintahan Sri Panji Sakti. I Gusti Made Munggu. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. Ki Gusti Wayan Gulyang. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. beliau tidak berputra. samasama berada di Singaraja. di Klungkung. berputra tiga laki-laki. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. supaya tidak hilang dan hancur. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. I Gusti Ayu Rai. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. beliau menurunkan banyak putra serta cucu.Entah berapa lamanya. dua orang laki-laki berlainan ibu. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. menuju alam Nirwana. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. I Gusti Made Padang. I Gusti Nyoman Panji. mempunyai seorang putri. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede. tetap handal selama pemerintahan beliau. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. putri raja dari Mangwi. I Gusti Panji Dalugdag. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. satu ibu berasal dari desa Panji. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. pindahnya dari Banyuning. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh. Ki Gusti Lanang Jelantik. beliau pindah ke Jineng Dalem. meninggalkan banyak putra laki perempuan. Adapun I Gusti Made Munggu. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. masing-masing melakukan kegiatannya. I Gusti Panji Tahimuk. beliau sebagai raja di istana Sukasada. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. raja Tabanan. sama-sama lahir dari permaisuri. semuanya diam tunduk dan setia. Ki Gusti Wayan Padang. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. yang pergi ke Patemon. I Gusti Ayu Panji. I Gusti Made Ksatra. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka. setelah tiba ajalnya. I Gusti Made Ino. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. berputra Ki Gusti Wayan Panji. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. anak Ki Gusti Sakti. beribu Ki Gusti Ayu Rai. karena dibuat oleh leluhurnya. beliau mempunyai dua orang putri. I Gusti Nyoman Panji. mempunyai seorang putri. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. I Gusti Made Banjar. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. yang pergi ke Bon Tihing. I Gusti Ngurah Panji Cede. I Gusti Alit Oka. berputra I Gusti Wayan Ksatra. selanjutnya beliau beristana di Sukasada. Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. beliau tinggal di istana Sukasada. Ki Gusti Made Banjar. sama-sama di Sukasada. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. I Gusti Oka. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. I Gusti Ngurah Panji Made. dan entah berapa lamanya.

semakin lama semakin keras bentrok mereka. mengamuk dengan sangat hebatnya. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. Raja di Amlapura. antara kedua istana itu. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. serta kereta perang dan perbekalan. luar biasa marahnya kepada adiknya. akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. sehingga yang berkuasa di Singaraja. Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik. menyerang mengurung. jika sudah mencapai tujuan. oleh karena kebanyakan lawan. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. oleh karena kebanyakan musuh. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. beserta saudaranya di Banyuning. diusahakan merebut kerisnya. menuju kota Singaraja. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. menjadi medan perang. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. setelah tiba ajalnya. bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. yang berkuasa di Sukasada. yang pindah dari Karangasern. . akan hal kematiannya hampir tiba. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik. sama-sama beristana di Singaraja. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. yang berkuasa di Sukasada. lengkap dengan segala perlengkapan. adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). seluruh pasukan Karangasern. banyak musuh beliau yang terbunuh. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. apa yang dikatakan. saling tombak. beristana di Singaraja. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. keturunan Arya Patandakan. sama-sama tidak hendak mundur. telah semua prajuritnya sampai di sana. saling berguguran. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). sehingga dapat diambil oleh musuhnya. berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. ada yang dirasakan dalam hati. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah. dorong mendorong. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. menyebabkan tunduk kakaknya. sehingga sama-sama bersiaga. prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. di balik isi perundingan dulu. dengan yang berkuasa di Singaraja. Tidak lama kemudian. Lama-kelamaan. kemudian terjadilah perang.Dalugdag. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. siap untuk berangkat ke Den Gunung. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. Lama-kelamaan. di bagian barat We Mala. darah beliau memancur. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. dengan dibanjiri keberanian. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. menerobos ke tengah-tengah medan laga. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. sama-sama memimpin bumi Buleleng. sebagai penguasa desa Selat. tidak ada yang berani menghalanginya. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. didengar oleh kakaknya. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. tikammenikam.

beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. Adapun sanak saudaranya. Ki Gusti Ketut Jlantik. oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. serta Ki Gusti Made Akeh. tidak adil kepada rakyat. beliau masih tetap tinggal di Singaraja. . Adapun yang menang dalam pertempuran. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. sama-sama masih di Sukasada. selanjutnya beristana di Sukasada. Ki Gusti Ketut Panji. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. pada Isaka 1737 (1815 M). Ki Gusti Made Clagi. beliau meninggal di sana.. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung. Adapun yang menggantikan beliau. di daerah Nyalian. Kembali diceritakan. mulanya juga dari Karangasern. sama-sama berada di Singaraja. Ki Gusti Nyoman Karangasern. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. raja di Sukasada. yang meninggal dalam pertempuran. sehingga beliau memilih muka. berputra Ki Gusti Gede Panji. sama-sama berada di Sukasada. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. meninggalkan putra. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana. serta Cokorda Mayun Giri. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. sama-sama berada di Bangkang. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. Kembali diceritakan. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor. lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. beliau turun dari singgasana. sampai sekarang. sejak lama mengembara di Jembrana. adalah bekas dua orang saudara bertempur. berputra Dewa Agung Panji. karenanya ada bernama desa Baratan. berada di Panarukan. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. berputra Ki Gusti Wayan Ksatra.Tak lama kemudian. berada di Kubutambahan. Ki Gusti Ngurah Panji. keturunan Karangasern. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. yang meninggal di Pereyan. mengungsi desa Pereyan Tabanan. Ki Gusti Wayan Panebel. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan. bernama Ki Gusti Ketut Panji. berada di Sasak. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan.

Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja. Oleh karena demikian keadaannya. ke sebelah barat jalan. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. ditambatkan di lapangan. Ki Gusti Ayu Rai. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. beserta saudara laki-laki. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. Ki Gusti Made Akeh. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. gamya-gamana. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja. disangka oleh beliau raja. serta ke Bon Tihing. dan Ki Gusti Ketut Panji. memohon belas kasihan. serta saudara laki-lakinya. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. Ki Gusti Nyoman Pinatih. sama-sama berada di Sukasada. di Bangkang. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. Ki Gusti Ayu Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Rai. terhadap tindak-tanduknya. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. di Panarukan. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. beliau digantikan. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. tidak diceritakan selanjutnya. serta saudaranya. serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. disangkanya jelas akan mencelakakan. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. terdorong oleh karena sudah kehendakNya. akhirnya keluar sifat angkara beliau. Ki Gusti Bagus Suwi. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. ikut juga dibunuhnya. memohon jenazah kakaknya. beserta sanak keluarganya semua. serta rakyatnya semua. sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. pada saat Isaka 1751 (1829 M). menghadap raja. berputra I Gusti Putu Kari. setelah memperoleh keputusan. akan kejahatan tuannya. berputra I Gusti Nyoman Panji. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. di Singaraja. Kembali diceritakan. dan ke Depaha. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah. dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang. Pan Apus nama lainnya. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. di Bangkang. pindah dari Tukad Mungga. memaksa menerobos masuk istana. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. sama-sama menurunkan keluarga. tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. Ki Gusti Made Kari. sama-sama di Tukad Mungga. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. belum pantas dihukum mati. beliau memindahkan istana Singaraja. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. beserta saudaranya di Bangkang. dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. entah berapa lamanya menjadi raja. tidak ada yang berani membuka mulut. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. bertingkah laku tidak senonoh. . hal itu diketahui oleh para menterinya. akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. berputra Ki Gusti Putu Panji. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. adiknya Ki Gusti Made Batan. Ki Gusti Wayan Panebel. setelah sore hari. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja.

beserta pengikutnya. durhaka mengamuk dalam istana. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. memporakporandakan para arya Den Bukit. setelah demikian keadaannya. dari desa Banjar. tentang pemberontakan para arya Buleleng. sampai tengah malam. dihadapkan dalam persidangan. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. beserta saudaranya Ki . serta wayang Tuwalen. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). sebagai kepala penjaga istana. oleh karena kagetnya. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. melakukan persidangan. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. sama-sama keluar dengan membawa senjata. menyuruh untuk kembali pulang. itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. bertempat tinggal di Panataran. juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. mengadakan pertunjukan wayang kulit. di halaman kedua istana. setelah kesepakatan raja selesai. menonton. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. demikian cegahan Ketut Karang. sama-sama ada di Sukasada. Ki Gusti Made Kari. ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. tua muda. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. sudah siap dengan senjata. membawa wayang Bima dan Tuwalen. luar biasa riuhnya orang-orang. ada juga yang tersisa. sama-sama menunggu di jalan raya. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern.Pada saat hari baik. serta membawa Capala. supaya tidak ada tersisa. serta tombak. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. menonton wayang. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. bermaksud ikut mengamuk di istana. Keesokan harinya. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. Kenyataannya. akhirnya mereka menyebar mengacau. tidak menunggu sehari. seisi istana. ia berbicara. demikian diceritakan. mengamuk orang-orang yang menonton wayang. di antaranya. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. mencari perlindungan. dihadapkan oleh semua para manca. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. kacau balau. beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. beserta capalanya. demikian kira-kira pertanyaannya. beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. segala yang mengakibatkan kematian. menuju rumahnya masing-masing. sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. siapakah itu yang masih hidup?. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. Ki Gusti Ketut Panji. itulah kesempatan para arya semuanya. laki perempuan. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. layarnyapun robek. Ki Gusti Agung Pahang. sehingga terlepas dari kematian. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). oleh karena sangat gelapnya. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana.

oleh pemerintahan Belanda. lamanya perang hingga tiga tahun. kebutuhan sehari-hari jarang. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali. kedudukannya sebagai patih. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. bagaikan malapetaka dari-Nya. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada. setelah pembicaraan selesai. bertengkar berperang dengan sanak keluarga.Gusti Ketut Jlantik Sangket. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. berusaha menyelamatkan diri. beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. setibanya beliau di sana. yang masih bakti menghamba. diberi mandat memerintah negara Buleleng. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. berselisih dengan pemerintahan Belanda. sama-sama berada di Sukasada. menyebabkan terjadinya permusuhan. tidak menyimpang akan titah Nya. Pendeknya. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. beliau juga keturunan Karangasern. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. apa sebab sama-sama masih hidup. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. perbuatannya gamya-gamana dengan adik. menyebabkan panas pada saat musim hujan. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. lari pergi menuju wilayah Karangasern. sangat luar biasa pujian rakyat. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. negara menjadi terpecah. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. semakin bertambah angkara murkanya. yang memerintah di Den Gunung. perangpun terjadi sangat hebat. Setelah demikian. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. pada Isaka 1768 (1846 M). Ki Gusti Agung. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. hasil panen tidak berhasil. menjadi penguasa Den Bukit. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. sehingga orang-orang menjadi ribut. kembali mengangkat raja. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. Entah berapa tahun lamanya. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. untuk menjalankan pemerintahan. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. antara Belanda dengan rakyat Bali. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan. beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. serta Ki Gusti Ayu Bulan. . disertai prajuritnya. Kembali diceritakan. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. pergi ke desa Pakisan. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. sampai sekarang. beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. seperti Payangan. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. adapun raja Ngurah Made.

diiring oleh para penjudi. bernama Ki Gusti Putu Batan. dibantu oleh para menteri. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. tinggal diam di desa Panji. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Ketut Ksatra. Adapun Ki Gusti Putu Kari. yang pergi menuju desa Alas Panji. akhirnya beliau turun dari singgasana. menjadi beragama Islam. Puri Kanginan. berputra Ki Gusti Putu Panji. Yang lainnya. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. lebih kurang tiga tahun lamanya. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. Ki Gusti Ketut Kaler.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. Ki Gusti Ayu Made Taman. semuanya kembali ke Kubutambahan. serta Ki Gusti Ayu Kaler. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Made Karang. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. Ki Gusti Ayu Mas. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. sama-sama kembali ke Bangkang. punggawa semuanya. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga. didorong oleh nafsu. Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. meniru yang ada di istana Bangkang. dan Ki Gusti Bagus Jlantik. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. patih kedudukan beliau. putra beliau I Gusti Putu Kari. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang. sebab lahir di desa Soka. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. demikian . ada keturunannya sampai sekarang. Ki Gusti Ketut Banjar. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. serta Ki Gusti Ayu Putu. berputra Ki Gusti Putu Batan. Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Nyoman Banjar. tenggelam dalam sabungan ayam. pada saat mengungsi dahulu. Ki Gusti Ketut Kaler. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. beberapa bulan meninggalkan istana. selanjutnya pindah ke Singaraja. lain dari itu. Putu Kebon nama lain beliau. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Made Banjar. Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. Ki Gusti Bagus Jlantik. dahulu. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. Ki Gusti Ketut Jlantik. menuruti jalan hidupnya. Ki Gusti Made Rai. masih berada di Tukad Mungga. Entah beberapa lamanya. Ki Gusti Ayu Panji. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. tidak mengetahui asal-usulnya. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. Adapun ipar baginda raja. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau. semula berkedudukan di Tukad Mungga. yang pergi ke Desa Pakisan. Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Nyoman Oka. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda.

berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. Ki Gusti Ketut Jlantik. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. Ki Gusti Ayu Made Panji. Ki Gusti Nyoman Karang. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. Ki Gusti Made Selat. Ki Gusti Putu Canang. Ki Gusti Ayu Kajeng. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Made Jlantik. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Adapun Ki Gusti Agung. Ki Gusti Ayu Putu. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra. Ki Gusti Ayu Selat. berputra Ki Gusti Putu Panji. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples.keluarga raja keturunan istana Bangkang. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ketut Panji. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. berputra Ki Gusti Ayu Turun. menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Rai. Ki Gusti Bagus Dalang. pindah ke Depaha. di Singaraja. berputra Ki Gusti Putu Cede. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. serta KI Gusti Made Panji. Setelah keadaan demikian. serta Ki Gusti Made Kaler. Ki Gusti Nyoman Jlantik. bagaikan kehendak-Nya. Ki Gusti Ketut Ayu. Ki Gusti Ayu Jlantik. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. Ki Gusti Putu Gianyar. di Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ketut Putu. Ki Gusti Ketut Jlantik. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng. Ki Gusti Made Banjar. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. beliau banyak menurunkan keturunan. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. Ki Gusti Made Togog. Ki Gusti Ayu Rai. . Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Ki Gusti Ketut Tangi. di Singaraja. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. dengan cara-caranya sendiri. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung. Entah berapa lamanya. Adapun yang berada di istana Bangkang. Adapun Ki Gusti Made Panji. menyebabkan keadaan menjadi kacau. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Ki Gusti Ayu Mas. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. serta yang berada di Sukasada. tidak ada rajanya lagi. Kembali diceritakan. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. berputra Ki Gusti Ayu Dangin. Ki Gusti Made Celagi. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. menyebabkan banyak yang saling fitnah. Ki Gusti Panji Cuweh. Ki Gusti Ketut Perasi.. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Made Jiwa. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ayu Made Rai. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik. tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. Ki Gusti Ayu Made Ayu. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. sama-sama berkedudukan di Sukasada. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. disertai dengan perputaran jaman. serta Ki Gusti Ayu Jlantik. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng. Ki Gusti Ketut Rai. beliau tidak mempunyai keturunan. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. Ki Gusti Putu Gunung. di Bangkang.

istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. Bantas. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. di Tukad Mungga. beliau mempunyai seorang putri. Ki Gusti Made Oka. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. serta Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu. Pura Dalem Batu Kuub . sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. Ki Gusti Ketut Bagus. istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. guntur dan halilintar. Ki Gusti Putu Selat. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Adapun yang ada di Tukad Mungga. Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. bekas raja Buleleng yang terakhir. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. berputra Ki Gusti Putu Center. istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. beliau tidak mempunyai keturunan. Ki Gusti Nyoman Raka. Ki Gusti Ketut Ksatra. Denpasar Utara.Ki Gusti Nyoman Raka. menimpa batu. serta Ki Gusti Ketut Cede. Ki Gusti Made Singaraja. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. berasal dari keturunan di Kubutambahan. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. Maka timbul lah gempa bumi. di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Jlantik. Desa Peguyangan Kangin. putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Ki Gusti Ayu Made Rai. serta Ki Gusti Ketut Putra. berputra Ki Gusti Bagus Rai. Kemudian muncul lah . adiknya Ki Gusti Made Jlantik. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. Br. Ki Gusti Ayu Jlantik. Serta Ki Gusti Made Karang.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. beliau semuanya ada di Bangkang. Yoganya sangat mantap. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. Ki Gusti Ayu Made Sekar. angin topan. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga.

Demikian lah kata si Lembu. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam. di manakah kau tinggal. dan ditanya: "Wahai anakku berdua. Engkau lahir dari batu. namun ada yang aku tanyakan kepadamu. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu. Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". Demikian pula. Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. Ada pula bayi muncul dari buih. Setelah tiba di tengah hutan. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. rupanya hitam. yang patut menjadi raja?" Si Lembu.bayi dari batu itu. Namun. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. yang bisa menciptakan keteduhan dunia". di mana ada batu bersinar. Kedua bayi itu bermain-main. siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. di wilayah hutan Raja". di sana lah Tuan patut membangun istana. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". siapakah di antaraku. sejak sekarang. Tuanku telah menyumpah tempat tinggal . di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. disinari oleh matahari. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. lalu ditemukan oleh si Lembu. Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu. di hutan. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. bernama Dalem Kembar. Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. rupanya putih. aku berterimakasih. saya tidak mengetahui di mana rumah saya". nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. hanya salah seorang berhak menjadi raja".

Tidak ada orang ditemukan di sana. beliau menyumpah bersama para sahabatnya. Kini kedua bocah itu berbincang. Oleh karena itu. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. desa ini akan aku tinggalkan. pulang ke sorga. Sejak ini bernama desa Atege. Ada selama satu bulan berada di sana. beliau berjalan ke arah barat. Pasek. maka aku akan meninggalkanmu. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini. aku akan menyumpah tempat ini. Setelah ia menyumpah hutan itu. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Tiba-tiba si Lembu menggaib. Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. Dangka. di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. Kebayan. kelak akan bernama Desa Ketemu. sebab kita lahir kembar. aku akan meninggalkanmu ke desa Panji. lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar. Lalu beliau tinggal di sana. Oleh karena itu. baik-buruk harus dilalui bersama. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. mencari tempat lain. Demikian kata Dalem Batu Putih. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. maka ada air keluar dari tanah. di sini lah kau bertahta menjadi raja. Dalem berjalan ke arah barat. Jika menjadi raja.hamba. Pikiranku sedih seperti telah hancur". Demikian dipikir oleh Dalem di . begini besar rasa baktimu kepadaku. Para sahabatnya sangat senang mengiringi.bincang. bersedih hati karena amat kelaparan. Ngukuhin. dan kau sudah menjadi raja. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. Doanya terkabulkan. Hamba mohon diri. Begitu lah kata Dalem Batu Selem. Sahabatnya semua ikut mengiringi. Setelah tiba di barat. Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan. banyak rakyat datang menjemputnya. pikirannya amat bersih. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. Tidak pernah makan. mungkin karena dianugerahi Tuhan. menyumpah suatu tempat bertemu". yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". Lalu diiringi oleh rakyatnya. tidak bisa berjalan. Beliau tiba di tengah hutan. silakan kau berangkat. Jika tuanku belum mengenal hamba. hamba adalah I Lembu Nandini". beliau tinggal dengan sangat tenang. Hatinya pun menjadi lega. Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. yaitu Gaduh. lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. Ia teringat kepada pesan si Lembu. Ia duduk di tengah hutan. Ia kelelahan di tengah hutan. Beliau mawas diri. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. sebab telah ada belas kasih si Lembu. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. supaya aku juga dapat menjadi raja". supaya bernama Taro. Penyelaweyan. Amat sangat haus dan kelaparan. Oleh karena itu. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. Air itu lah diminumnya. tempat ini bernama desa Batu Bulan. sebab demikian pesan si Lembu. Adalah pesan Dalem: "Nah. beliau beristirahat bersama rakyatnya. Hanya itu lah pesan hamba. Demikian kata Dalem.

Aku lahir kembar. tetapi pikirannya suci bersih. bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. Hamba mengabdi kepada Paduka. Lalu I . Oleh karena itu. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. Lama beliau tinggal di sana. Batin yang tajam. hitam (selem) dan putih. lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. Paduka lah yang menurunkan hamba. bukan yang menengah. Baik lah. pada saat rendah hati. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. hamba tidak mengenalmu. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. bukan yang besar. menjadi tempat tinggal segala makhluk". Sekarang aku menyumpah. Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. hamba lah yang memiliki Paduka. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. kelak bernama desa Taman. Pikiran beliau sangat senang.dalam hati. semakin tidak enak hati beliau. Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". Beliau memuja Sanghyang Pasupati. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. Dalem terkejut. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel. Teman-temannya setuju. hamba adalah abdi Paduka. aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. yang tinggal di Sakenan. aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. Demikian kata Dalem. teringat ketika membangun desa di Batuyang. Setelah Dalem selesai memuja. Aku lahir dari batu. yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. lalu Dalem merendahkan diri. Semakin lama beliau tinggal di sana. tempat beliau menyucikan diri. I Dukuh Prateka Sakenan. Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. Oleh karena itu. suci dan bersih. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang. dan tiba di Sakenan. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. Di sini aku merahasiakan identitas diri. Wahai kakek. juga akan menemukan keselamatan. amat sangat berbakti kepada Dalem. Kata Dalem: "Aku setuju". bernama Dalem Tungkub. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. "Aku tidak tahu orangtuaku. tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap.

Karena kau lahir dari bambu gading. lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. semoga terserang penyakit grehasta". semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. makan daging kijang. Siang malam diemban oleh si kijang. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. Dan ajaklah beliau ke Uluwatu. Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. Hamba setuju. Hamba.keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar. Siapa saja . yang bernama keris I Jala Katenggeng.Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. Ketika itu. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Jika kau membunuh kijang. Demikian kata Dalem. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. ada seekor kijang datang dari hutan. kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. Oleh karena itu. I Dukuh disuruh menebang. membunuh kijang. Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. I Dukuh berkaul: "Wahai anakku. Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun. Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. di mana dicarikan air susu ibu. Putra I Dukuh setuju. maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. dan tiba-tiba menyususui bayi. Kau harus belajar dan menyucikan diri. ingat lah sejak sekarang. Hamba tidak membawa apa-apa. Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. Istana Dalem pun selesai. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana". Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. disusui oleh kijang. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka. Kalianlah mengiringi beliau. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng. tidak pernah terserang penyakit. Beliau tiba di Uluwatu. . Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh. kau lah mengambil bayi. maka istananya diberi nama Jimbaran. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". ini dan peliharalah di sini. Kelak. sebab leluhurmu berasal dari bambu. ia ibarat sama dengan diri hamba". Dalem berkata: "Wahai Dukuh. se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang. Demikian lah sumpah I Dukuh. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. ayah berkaul.

siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem. nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". beliau dipersilakan duduk di atas dipan. hamba tidak berpanjang kata lagi. Paduka lah yang memilikinya. aku berharap agar diajak ke istana.Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh. kalau Paduka memang menginginkan. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. . dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran. supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". wajah Ni Pering Gading sangat cantik. Dukuh pantas mempersembahkan ke istana". Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading". diiringi oleh I Dukuh. lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. Ketika I Dukuh menyucikan diri. Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. Beliau senang diajak mampir. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. Setelah tiba di Padukuhan. Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. wajarlah dia menjadi pendamping di istana. kebetulan menyempatkan diri mampir. istananya telah selesai dibangun. Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. memeliharanya sebagai anakmu. Dukuh dulu meminta. hamba akan serahkan". akan aku jadikan permaisuriku". Dukuh. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh. dia menjadi milikku. Cukup lama beliau bekerja di kebun. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. karena dia adalah putriku namanya. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. diiringi oleh abdinya. hamba tidak berpanjang kata. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. Dia tidak boleh tetapi boleh. Dalem berkata: "Kebetulan. kulitnya gading. Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. Jika aku yang memeliharanya dulu. Pekerjaannya menurut perintah I. Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi.harian berkebun di bukit. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu. dia adalah anak hamba". yakni berkebun. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. Dipanggil oleh I Dukuh.

Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan. Kemudian beliau menuju ke dalam istana. Ini adalah Desa Batuyang namanya. Pikirannya tidak tenang. Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. Dalem pun berangkat. Kebayan tinggal lah di sini. Beliau menuju hutan di sebelah barat. Kelandis. lalu dijemput oleh I Prateka. Meskipun dapat bertahta. Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. hanya menemukan istana saja. Setelah tiba di dalam istana. tidak ada gunanya juga. Gaduh. yakni I Mada dan I Merangin. I Dangka menjawab: "Hamba setuju". berkat sumpah Dalem Batu Putih". I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. peliharalah anugrah Dalem Batu Putih.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. Oleh karena itu. di sana menjadi raja". pikirannya bimbang. Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". berkat sumpah Dalem Batu Putih". Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran. Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". menyusul kepergian Dalem Batu Putih. Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". Setelah tiba di Sakenan. karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. tidak ada orang dijumpai beliau. Tanya Dalem: "Wahai Dangka. Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. Tanya Dalem: "Dukuh. Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. Setelah lama bertahta di Gelgel. Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. silakan berangkat. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu". lalu menemukan desa. I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. setelah bertapa di Yang Batu". "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. jika tidak tahu keadaan saudara. "Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis". Beliau dijemput oleh I Dangka. Beliau batal membuka tutup suguhan itu. teringat kepada saudaranya. lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. lalu tiba di wilayah Jimbaran. beliau pergi dari wilayah Gelgel. sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran". Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin.

Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. si penjahat pun ditemukan. Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". berjanggut. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Dalem berangkat ditemani abdinya. tak ada yang terluka. kumis lebat. siapa kamu. akan ditantang musuh. Sekitar tengah hari. saling bercerita. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. baik-buruk. ingatlah perjanjian kita dulu". Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". Jimbar artinya luas. Namun jangan bersedih. kales. Taman Yang Satu. Wajahnya hitam. ada yang batuk. akan pergi mengembara. Oleh karena itu. Batu Bulan. Setelah lama berperang. Aku mohon diri darimu. maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. Tanya Dalem: "Pering Gading. kau dan aku berperang saudara. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. Kelandis. baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu". Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. tidak ada yang mati. Kayu Mas. saling menghormati. suka-duka". Dalem Putih sudah pulang. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. Batu Yang. Lama berkelahi. Di situlah mereka sadar bersaudara. tumbuh pohon randu kembar berakar ular. tubuhnya berbulu. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran".Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". tidak mempunyai hasil jerih payah. sebab Paduka dan aku lahir kembar. Dalem berangkat menuju perkebunan. artinya dunia menginjak masa Dwapara. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. beliau menemukan abdinya lari ketakutan. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. rambut ikal. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. hidup-mati. Namun. Aku adalah saudara kembarmu. Di situlah mereka saling bertanya. tidak ada yang kalah. Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. . aku tidak pantas bersaudara. Karena tidak bertemu di perjalanan. Bukit pun hancur. Setelah tiba di hutan. jangan lah bersedih. sangat kebal dan sakti. Batu Aji. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. dan Puri Jimbaran. siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. Beliau dikira jin raksasa. hamba sangat ketakutan". Di depan mereka yang saling bertanya itu. Ada yang pincang. keduanya kelelahan. dan berkata dengan baik. bukan seperti biasanya. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. Mereka pada berpikir. mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati".

beliau terjatuh. Tempatnya di timur laut. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. di manakah aku pantas membangun istana. Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. dan rakyat pun senang. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. Para abdinya pada mencari tempat tinggal. sejak ini bernama Batu Bolong". Setelah tiba di perbatasan jalan. kaki beliau terpeleset menginjak batu. I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. Setelah tiba di perbatasan desa. Dalem sangat senang. Beliau pergi menuju ke arah timur. Dalem melanjutkan perjalanan. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. Di tengah perjalanan. Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. Sekarang. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali". Tidak ada mendampingi. Lama beliau tinggal di sana. pergi lah menyusup ke hutan. buatkan lah dirimu tempat tinggal. Semua orang itu berlari. Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian. Dalem pergi menyendiri ke arah timur. aku ingin membangun istana. Lalu beliau berjalan ke timur. Beliau berjalan semakin jauh. supaya bernama desa Batu Bedak". I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa. tanyakan di mana wilayah Batuhe. karena telah melihat hutan kelapa. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. supaya bernama desa Batu Tulung". Dalem melanjutkan perjalanan. tinggal lah di daerah-daerahku. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. tanya-tanyakan". Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. Setelah sampai di perbatasan jalan. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Dalem merasa kehausan. semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. supaya bernama desa Batu Paras". Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. Di tengah perjalanan. Setelah tiba di tengah hutan. supaya bernama Batu Belig". bernama desa Lami Mekutang. Kata Dalem: "Wahai rakyatku. supaya bernama desa Sehseh. tempat kakiku terpeleset menginjak batu. Dalem melanjutkan perjalanan. diiringi seorang abdi. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang.Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. sebab di sini rasanya tidak pantas". yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. Setelah semua tumbang. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. Dalem sendiri tinggal di sana. kebetulan musim pasang.

Lama beliau beristana di sana. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. apakah Tuan mengenalnya. itu adalah warisan hamba dari . beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. Hanya itulah obatnya. Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. Dalem berkata: " Kau mencari apa. Setelah Puri Bungkasa selesai. Dalem melanjutkan perjalanan. Tiba di pertengahan jalan. istana itu bernama Puri Bungkasa. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. Dalem tidak mau. pesan Dalem. raksasa tetapi bukan raksasa. Setelah selesai potong gigi. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". Si pelacak semakin takut. Lama mereka mencarinya. Dalem bersembunyi di hutan. namun tidak ada ditemukan. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. I Gusti Tangkas menjalankan. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas. Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. Di tengah perjalanan. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. Perjalanan beliau semakin jauh. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. duduk di atas dipan di sebelah barat. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. itu obat mujarab. namun bukan jin. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. di sana lah tempat istana itu. ke selatan. menghaturkan istana dan abdi. Jangan kau takut kepadaku".Bongkang. tetapi bukan jin. Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. ia mengaku Dalem Batu Selem". Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. bapak mempunyai anak. Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. seperti raksasa tetapi bukan raksasa. Dalem berjalan semakin jauh. Perintah Dalem. aku disuruh mencari Dalem Batu Selem. bapak menghaturkan istana. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. ke barat. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. beliau menyaksikan orang menari Gambuh. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem. Baru hamba datangi. bersembunyi di hutan. beliau berdua menonton Gambuh. supaya bernama desa Tohjaya". supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya.

bertempat tinggal di Batu Krotok. tidak mempunyai keturunan. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. sekarang kepada Dalem. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. Batu Karu. akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. Ketika perang berlangsung. bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. bernama Arya Ularan. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. bernama Arya Pasung Giri. Yang di Puri Pebersihan. bernama Arya Pasung Gerigih. supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. pemberani. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. Diistanakan di Puri Semanggen. Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. Tidak ada abdi mengemban. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. Beliau beristana di Jaba Tengah. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. Di Dalem Pebersihan. Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. dan dijuluki Dangka oleh Dalem.Gunung Agung. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. mereka bertugas memelihara. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. para abdi di sana bernama Sagerehan. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. Wilayah barat tidak ada menjaga. Beliau bertiga berunding bersama istri. semua warga Batu Sepih kalah. Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Ia bertugas menjaga bukit selatan. dijadikan abdi di Bongkasa". hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. bertempat tinggal di desa Sumapan. I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. Dalem Tangkas. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. Batur. dan semua abdi merasa senang. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri. Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. kata Dalem. Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok. asalkan kebal. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. Baik-buruk dalam kebersamaan. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. warga Batu Krotok kalah. I Pasung Gerigih . maka adalah Arya I Tunjung Tutur. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak.

Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. aku memberikan tanda kepadamu. airnya supaya berwadah kendi". I Gajah Mada menyetujui. kelak jika janinku ini jadi. dipakai kain untuk anaknya kelak. Setelah tiba di hadapan Dalem. I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. lalu diserahkannya selembar kain poleng. Beliau memakai kain geringsing wayang. supaya aku bisa mengenali anakku kelak". I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". sayur plecing pakis batangan. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah". Kata Dalem: "Paman Patih Mada. Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. Setelah selesai menjamah. I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. Pada malam harinya. nanti saja kita berbincang-bincang". beliau tidak mau menikah. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. tunggulah di sini. saling menasihati". Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. lalu mengambil nasi dan . raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. tanyakan lah kepadanya. akan ada jamuan. namanya adalah Gajah Mada. marilah kita makan dulu. ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. I Gajah Mada duduk menunduk. Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. Tuan sudah diijinkan menghadap. I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. aku akan menyampaikan dulu". Mereka saling menyapa.di Den Bukit. Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. Ni Uradani menerima. Ni Uradani menyetujui. Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa. Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. Kata I Dukuh Kedangan. selesai pula perbincangannya. saling memberi. Sementara itu. Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. sama tingginya. hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". apa kesenangannya. Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". yang sering ayah ceritakan kepadamu". tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". Tidak ada wanita seperti itu di Bali". Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. Demikian kata I Gajah Mada. Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. sama kepandaiannya.

karena Majapahit sudah dekat. bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. jangan lah lalai mengemban anak. tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna. Tiba di Gunung Jawa. Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. hamba diutus menghadap ke Bali". Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. Kebo Taruna senang dan setuju. Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. Jika Dalem moksa. maka jelas lah beliau tidak bisa moksa". supaya benar-benar jujur. Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku. sebaiknya kau mandi dulu. di Jawa lah ia dinikahkan". Kata Dalem: "Paman Mada. Oleh karena itu. beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. tinggi. Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah.memonyongkan mulutnya. Karena itu. Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. hamba mohon untuk diajak ke Jawa". supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. Jika batinnya telah goyah. Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. Mada setuju. Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. inilah orangnya. "Patih Tuanku. ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . Nah. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". I Kebo Taruna. sakti. lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem. siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar. sebab keringatmu berlimbah. Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. Sekarang godalah Dalem. ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. "Kebetulan sekali Paman. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. Jika benar seperti berita itu. mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Namun beliau menyimpan di dalam hati.

Baru menoleh. Jika seandainya ayah tidak datang. Jika tempat suci ini selesai. di tempat jejakku bisa dilacak. jangan lah bersedih. tiada lain lagi. Kau lah menjaga istana ini. Batu Tulung. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". Batu Bintang. Bantas. dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah. atau pun sanak-saudara. Wahai rakyatku sekalian. namanya I Petak Jingga. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. Dalem Padang Getas. Kata Dalem Putih: "Paman. maka. Batu Bongkang. semoga ia menjadi sudana. Desa Peguyangan Kangin. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. Batu Bedak. Putranya setuju. I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. Denpasar Utara. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. Br. Setelah tiba di tepi sungai Ayu. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. 2. Batu Belig. Setelah selesai berkata. Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. tidak mau hormat berbakti di sini. di tempatku moksa ini. untuk bertemu dengan saudara ayah. Dalem Pebersihan 4. sebab saat inilah takdir bagiku. menyembah diriku. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh. Kata Dalem: "Di .Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. Dalem Bongkasa 5. adalah permintaanku. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". Siapa pun kelak. Adalah tempat suci bernama 1. Dalem Batu Ulu. supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. kebetulan air besar. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. Dalem moksa. maka bangun lah tempat suci. Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. Hutan itu. tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata. Batu Bolong. anak-anakku dan rakyatku sekalian. entah anak. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku. Batu Paras. 3. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki.

yaitu Pasek Pat. rakyatnya. Pada saat ada upacara piodalan. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. demikian kata Patih Tambyak. Bagaimana Tuanku. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. maka beliau tidak bisa mencapai moksa. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". si Arya Panji mengambil permaisuri. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. Hamba melihatnya dengan jelas. Paman Tambyak.manakah tempatnya. ada orang dari Tianyar datang menghadap. Gunung Batur. Kata Arya Panji: "Silakan. Setelah tiba di Puri Batu Ulu. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. Aku masih berunding dengan si otot besi. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. Tambyak. hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. aku tidak bisa memaksa. si bayi pun panjang umur. Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. berada di istana Dalem. Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. Lalu di Semanggen. Tidak ada raja. tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. Dewa Ayu Sari". "Hamba setuju. bersama sama para patihnya. jika benar demikian. Pasek Lima. hamba bersama teman-teman". pelinggih Dalem. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih. Konon mereka turun di Sulangai. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Arya Panji menjadi raja. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. Pasung Giri. I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. kembali lah ke Bukit. Pasung Gerigih dan . si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. Tunjung Tutur. mereka tampak bersenjata lengkap. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. Beliau bertempat tinggal di Taro. Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. Si Arya Panji mengemban. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. Lalu para patih. Oleh karena itu. aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". Pasek Pitu. Gunung Agung. Gunung Batukaru. Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. yaitu Pasung Gerigih. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. konon mereka adalah orang-orang Majapahit. bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". Karena tidak bertepatan dengan hari baik. namun di Semanggen. tidak berani diajak ke istana Dalem. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. Kini dikisahkan putranya di Bali.

Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan. semua pada sepakat. dan perundingan pun selesai. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. Setelah tiba di hutan alang-alang. Semuanya setuju. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. Warga Den Bukit sepakat. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. kelak akan menjadi Pura Nataran". I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. supaya perundingan menjadi rahasia. sengit di hutan Jarak. supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa". Semuanya setuju. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". ada di Genian. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. Setelah beliau menoleh ke timur laut. Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. Semuanya setuju. ada di Batu Bongkang. Ada hutan. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. tampak banyak rakyat datang menghadap. Beliau berunding di tengah hutan belantara. Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. para abdinya membangun perkemahan. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. mohon restu agar kerajaan Bali selamat. Pasek Lima bertolak ke Batur. Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua. ada yang patah. Setelah tiba di tengah perjalanan. ada di Paraupan. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. tempatnya berunding di tengah hutan. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua. Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. darah mengalir bagaikan lautan. ada kali.kerabat istana sekalian". Paman Badanda dan kerabat sekalian. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. ada yang terluka. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur. dan telah dikutuk oleh I Mada. mengapa Paman semua terluka. I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. Orang Tianyar juga mohon diri. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. Warganya tersebar ke mana-mana. ada jurang. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". . Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. di perbatasan desa Abian Tiing. Setelah tiba di Den Bukit. Setelah selesai berunding. peperangan telah berlangsung. Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. inilah yang menjadi desa Auman. ke tepi desa Supaman. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah. Lama beliau berunding di sana. I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. ada jurang.

Pitra Yajnya. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan. di Majapahit ada lima agama. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. Sekarang agama di Bali. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji". Kata Mada: "Baiklah. Aku namakan kau topeng Sidhakarya. Beliau jatuh dan tewas.Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. Si bocah menangis. Aku namakan kau warga Melayu. supaya terdiri atas dua bagian. Kata Gajah Mada: "Wahai bocah. Setelah tiba di tepi laut. atas Dewa Yajnya. aku membunuhnya". Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. Semua orang istana telah mengungsi. Setelah tiba di Tegal Asah. aku tidak boleh membunuh bocah. I Mada terkejut: "Aduh jangus". aku jadikan dua bagian. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. aku setuju". aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. aku mengikuti kepergian ayahku". silakan bunuh aku. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. itulah yang patut dimintai nafkah". Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. Sejak itulah bernama Dalem Jangus. siapakah yang akan aku mintai makan. Baru mau di tusuk. Yang lima. lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. Karena terlalu marah. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. Mayatnya tengkurap ke tanah. si Arya Panji menuju Tegal Asah. Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. Kata si bocah: "karena sudah tewas. Aku serahkan lima jenis upacara itu. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . merebahkan diri di atas mayat ayahnya. ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. Ditemukan seorang anak. Dengan berang. yakni Puri Bedulu. Tiba di tengah tegalan. sebab ayahmu tewas dalam pelarian. Tiba di tengah hutan. Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. supaya terhitung atas dua bagian. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. upacara agamanya sendiri. berenang ke selatan mengembara. lalu dengan berang menghunus kerisnya. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. Di Bali ada sepuluh agama. Bhuta Yajnya. Patih Gajah Mada marah. dam Resi Yajnya. meskipun beliau sudah tewas. yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. Manusa Yajnya. Kata Mada: "Wahai anakku. Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. kaulah yang mengolahnya. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. dari mana asal Tuan. Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. tidak ada yang menghiraukan. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. sekarang aku namakan Buruan. Belum jauh pelariannya. Belum selesai doa beliau. Setelah tiba di puri. maafkanlah aku".

Lama beliau berada di sana. Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. ia bergelar Raden Panji. Bumi Bali hancur. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. Supaya semua pada membawa. mengapa terdampar hingga ke Nusa. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. usianya sama dengan si bocah tadi. Raden Panji tewas di Tegal Asah. Cukup panjang ceritanya. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. Kerabatku Pasek Pat. berteduh di bawah pohon asoka. tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu. Anak ketiga (Nyoman). Kedisan. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. Terunyan. ia menemukan sebuah sampan. aku adalah warga Pande Bungkasa". Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. putra Dalem Batu Selem. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. Juntal. Lalu dipungut oleh orang Nusa.mengungsi?". Ada yang ke Culi. Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. Lama I Melayu di Buruan. dibunuh oleh I Mada. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. darimana asalmu. Siapapun membuat upacara. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. maka beliau tenggelam. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. I Gusti Bandesa Singgih. Karena peperangan terlalu sengit. Tiba di tepi laut. Jungjungan. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. Tanda moksa Dalem Batu Selem. I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. Cempaga. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. ada perempuan datang mengungsi. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa. Saudara I Melayu ada empat. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. biarkan ia tinggal di sini". Banyak orang dijumpai. seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. tidak ada memperhatikan wangsa. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. semua pada merahasiakan jati diri. pada takut mati. tidak ada orang menghiraukannya. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem. Setelah tiba di tengah lautan. siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. diupacarai di Buruan. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. I Dukuh terkejut. sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Adik I Gusti Susudana masih kecil. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Pedayung sampannya terdampar di Nusa. Anak kedua (Made). mengembara ke desa-desa. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. Songan. Pasek Lima. Batur. para bangsawan dan rakyat sekalian. menyusuri sungai Yeh Ayung. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat.

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. janganlah Adinda mengikuti Kakanda". Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. tidak tertimpa mala petaka. apa sebabnya Adinda datang. di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena). Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan. namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. jatuh di atas batu. Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia. tanpa mempedulikan rasa lelah". menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda. tidak durhaka. Mereka berjalan amat cepat. Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. Batu itu pecah. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka". Di sana lah isterinya duduk. Karena itu. dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur.leluhur. tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti. aku memberikan nama I Tambyak. Ada seorang brahmana sakti. Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. menyusul perjalanan Kakanda. . datang ke Bali. Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). menemukan keselamatan. dan semoga berhasil dengan sempurna. Oleh karena Adinda sedang hamil. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. Ketika sang pendeta berkata demikian.

Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. Tidak panjang lebar dikisahkan. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya.panjang umur. mereka nampak sama-sama tegar. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. lalu beliau menggaib. ia tumbuh dengan sehat. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. Entah berapa hari lamanya. maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. menghadap Sri Haji Tapohulung. diikuti oleh prajurit pilihan. antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. Demikian pula para menteri istana. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. Tidak diceritakan lebih jauh. Bayi itu berhenti menangis. lalu diambilnya. dan bertabiat mulia. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. siap-siaga sama-sama memegang senjata. sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu. Selanjutnya. tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau.

dan di selatan. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh. tubuhnya sama-sama melemas. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan. Dia pun datang ke tengah medan laga. suara gong itu menggema dibarengi sorak. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak.orang Panarajon berada di utara. saling mengintai. Blahbatuh. sama-sama menghunus keris. saling tangkis. Tunjung Tutur. Pada saat itu. orang-orang Panarajon nampak ketakutan.baginda raja. Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung. saling tendang. di sebelah timur Desa Pejeng. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. Namun tiba-tiba dalam sekejap saja. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu. diiringi dengan suara gamelan. dan Pasung Grigis. Tengkulak. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. Suara kentongan bertalu-talu. Kalungsingkal. saling sodok. tawa-tawa. ada yang berjaga di timur. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. di barat. Dari kursi singasana emas. Mereka bergulat saling tusuk. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh . Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya. mereka sama-sama pandai memainkan pedang. Taro. silih berganti. sungguh bagaikan gelombang lautan. Orang. Orangorang Tenganan.sorai yang tiada putus-putusnya.

adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. Oleh karena itu. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih. Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak.prajuritnya berang. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. Diturunkan dari sifat ayahnya. tidak ada yang tidak patah lengannya. Setelah berselang beberapa lama.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali. dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. Banyak prajurit yang gugur. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak. Namun tampak kejanggalan. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama. bagaikan roda pemintalan. . I Tambyak berputar-putar. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan. turun-temurun menjadi patih. ada pula ususnya keluar.

Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. dan Arya Manguri. mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. lengkap tidak ada yang kurang. ada yang ke Tabanan. Di belakang Arya Wang Bang . Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana). Konon beliau lahir dari batu. yang perempuan dinobatkan di Sumbawa.Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. ada yang mati. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan. di Bali tidak ada raja. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. Mereka tidak berani mengakui wangsanya. Arya Wang Bang. ke selatan. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja. Arya Belog. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan. yang kedua bertahta di Pasuruhan. Arya Pangalasan. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. Bidadari itu dinikahinya. Setelah beliau berputra. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada.kebal. Ketika masa kekalahan Bali Aga. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. ada yang ke Jembrana. tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. Arya Dalancang. ada yang ke timur. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. beserta sanak keluarganya. ada yang menyusup ke desa-desa. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. ada yang masih hidup. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. Ada pun Ki Patih Tambyak. beliau bertemu dengan bidadari. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. Di setiap desa yang disusupinya. Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. serta bertabiat mulia.

Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. dan mempunyai dua orang anak lakilaki. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar. dan semoga hamba menemukan keselamatan.adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar. Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung). Pohon beringin itu sangat angker. selalu dicintai rakyat. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. seorang keturunan brahmana. berada di Puri Buahan. Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. Jika ada kata-kata yang menyimpang. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan.

tidak henti-hentinya memuja Tuhan. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . Adapun daerah yang berhak dikuasainya. Demikian anugerah Batara kepadanya. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. Setelah itu. bermain-main di tepi danau. Demikian seterusnya. Setelah selesai memuja. tidak berselang lama. dari timur. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. berjalan menyusup ke tengah hutan. ia amat dicintai rakyat. Mereka berdua segera menyembah. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. Menurut Batara. barat. Setelah itu. dan selatan. utara. Daerah-daerah itu nampak terang. Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. beliau bergelar Arya Notor Waringin. akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. Tiba-tiba dia minggat dari istana. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. mendampingi Paduka Batara. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. mereka disuruh naik ke puncak bukit. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung. bakti terhadap dewa. Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara.

Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. baik pada saat suka mau pun duka. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. itu dapat diampuni. dan ada yang ke Desa Pahang. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. Gusti . jika engkau mendapat hukuman mati. sejak dulu sampai sekarang. Ada pula yang diusir ke Sumerta. hal itu dapat dibayar dengan uang. Jika engkau didenda dengan uang. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. tidak dapat dipisahkan. karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. ada yang bertahta di Puri Denpasar. dengan mengadakan huru-hara di istana. Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. Entah berapa lamanya. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem. dan ada bertahta di Puri Kesiman. engkau akan diusir dan terampuni". Harta milikmu tidak dapat dirampas. turun-temurun menjadi raja. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. betapa sejahteranya negeri Badung."Wahai Bandesa Tambyak. Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. Putra-putranya silih berganti. Jika engkau bersalah. Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. kita sehidup semati. memimpin para menteri. Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung. lalu mereka berpindah lagi. Semua keturunannya hidup tenteram. Tidak dijatuhi hukuman mati. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. Ada yang bertahta di Puri Tambangan.

"Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. Dewa dari semua Dewa.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon. Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan. oleh semua mahluk. Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. tidak tertimpa mara bahaya". sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. katanya: "Oh Tuhanku. aku menganugerahimu. Demikianlah sabda beliau. Negerinya amat . Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. janganlah engkau lupa akan janjimu". Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji. aku adalah Buta Panji Landung. panjang umur. dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini. dicintai oleh masyarakat. Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. agar engkau menemukan keselamatan". Setelah itu beliau menggaib lagi. Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. Wahai Tambyak. beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya. ia memuja Paduka Batara. semoga engkau menemukan keselamatan. Tiga empat kali.

kami terlepas dari kutuk dan neraka. Om Siddha rastu. Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu. Sudah tersurat dalam lontar (prasasti). Om Ksama sampurna ya namah swaha. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang. sama-sama memiliki tempat tinggal. Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan.Sejahtera. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring. tersebutlah di kawasan Jawa.Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. Beliau . Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang. serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang.Batari junjungan dan leluhur semuanya. ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa. kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini. beliau memang pendeta Budha. kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . Agar supaya.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana. Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. Sebagai pendahuluan ceritera. Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha. dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. Semoga kami semuanya.

mahayu palinggih Bhatara . menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. Baleagung. Gianyar. lwirnya ngawangun kahyangan. Yang nomor empat. Seperti Pura Puseh Desa. Karangasem. Daha. ayahandanya. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali. Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman . dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. berdiam di Lemah Tulis. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura. Pajarakan. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara.desa adat serta Kahyangan Tiga . yang disatukan di Samuan Tiga . upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. seperti membangun pura kahyangan. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali. tahun Masehi 999. Ulunswi. Dalem. Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. Teluk Padang atau Padangbai. menengah dan utama). Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana. Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . turun ke Bali tahun Isaka 921. Bali Timur. Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya.tiga pura desa di Bali. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut. membangun pasraman di Silayukti. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula. membangun pasraman di Besakih. sama keutamaannya dengan Mpu Bahula. yang sampai kini diwarisi masyarakat. sekitar tahun Masehi 1000. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049. Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . Jawa Timur. Adik beliau bernama Mpu Semeru. Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang.Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya. neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali. Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular.Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali. membangun pasraman di Dasar Gelgel. Bahula berarti utama.

Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. berputra empat orang semuanya Iakilaki. Arya Jerudeh di Tamukti . Arya Melel Cengkrong di Jembrana. memiliki dua orang putra. berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Arya Belog di Kaba-Kaba. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . Arya Temenggung di Patemon. Arya Kenceng di Tabanan. Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Ida Danghyang Panawasikan. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha. Ida Manuaba. Si Tan Kawur. adiknya di Pasuruhan. dan Arya Kutawaringin. bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan.Arya Demung. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. pendeta yang pandai dan bijaksana. atau Danghyang Dwijendra. Ida Danghyang Smaranatha. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Arya Pangalasan. Arya Wangbang . Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. bagaikan Dewa Wisnu menjelma. Ida Dalem beristana di Samprangan. ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit. diperistri oleh Danghyang Nirartha. Arya Temenggung. Si Tan Mundur. Arya Kenceng. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. Arya Dalancang. Arya Pamacekan di Bondalem. Ida Keniten. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan. Arya Kepakisan. serta Danghyang Soma Kapakisan. Arya Manguri. Arya Belentong di Pacung. Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang. Beliau melaksanakan paham Siwa. Arya Sentong di Carangsari. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. Ida Mas serta Ida Patapan. yang wanita di Sumbawa. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. Kriyan Punta di Mambal. Arya Kanuruhan di Tangkas.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem. Arya Kutawaringin di Klungkung. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang. yang membangun pasraman di Taman Sari. demikian cantiknya. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. Arya Dalancang di Kapal. Arya Belog. Ida Kemenuh. Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka.

sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. Selalu kalah saja. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. sangat sukacita beliau Mpu Bekung. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra.Demikian dikatakan di Babad Dalem. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa. dan karena permohonannya itu. selalu berada di tempat perjudian semata. sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai. tidak pernah tinggal diam di rumah. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. Di mana saja ada perjudian.Gunung Agung. Setelah beliau memiliki putera. Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu. Karena kesaktian beliau. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana. Artinya: Bang dari merah warna api itu. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. konon. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. Diceriterakan. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. memuja Dewa seraya . Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan.

ayahandaku. ada di rumah". ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. hendaknya Mpu jangan bersedih hati. Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu.putra Mpu. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. memuja saya ? Segera katakan.mati. sampai beliau kenyang. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir. sejak lama hamba mencarinya. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang. hamba menghadap pada paduka Bhatara. atau apakah dia sudah . Namun. Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . Sesampainya di Tohlangkir. Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan. Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya. putraku Sang Bang. agar saya menjadi tahu !". Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang. agar segera pulang kembali. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu. sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau.membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara .sudah. seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. Anak hamba sudah ketemu. pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. sesuai dengan keinginan Sanghyang. Singkat ceritera. lengkap dengan gentanya. janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu. dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik. sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah . bermalam di sana. bermaksud menghaturkan sarinya susu. apakah dia masih hidup. . Mpu saya minta sarinya susu lembu. namun belum juga ketemu. maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. kemudian meminum sarinya susu. apa keinginan Mpu. di mana dia berada". ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. seraya berkata: "Duh. namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda.

sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya. seraya meminum susu itu. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. "Demikian hatur beliau. lalu beliau berpikir keras. Segera beliau pulang. nista sekali hamba berjudi. beliau mengeluarkan emas. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual. tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung. bagaikan sebutir kelapa besarnya. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. Karena keadaannya demikian. serta genta milik ayahandanya. diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. "Aduh ananda. tetapi secara sembunyi . Seusai meminum susu itu. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi. lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. seraya membunyikan genta. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. Ayahanda berikan". keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. segera katakan !". Diketahui emas itu oleh putranya. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. seraya berbalik. sekarang apa yang kamu inginkan. Tidak diceriterakan perjalanannya. memuja Dewa. hamba bermaksud untuk memohon modal. Lalu diminumlah susu itu. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya. apapun yang ananda minta akan kuberikan . saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu. sampailah beliau di Tohlangkir. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. membuat geger. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. dipakai modal di tempat perjudian. Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. Singkat ceritera. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. Karena sekarang sudah memiliki emas. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. . Sang Bang. Ki Brahmara. selalu kalah setiap hari ". seraya bersabda: "Ambillah emas ini. yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. di depan gua. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. Karena demikian." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara.

Apa lagi permintaanmu. Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. Desa-desa diselusuri mencari putranya. Lalu diambil emas itu. Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. Besakih yang ditujunya. sebab merasa ekor beliau terluka. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. poma. Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. Setibanya beliau di Tohlangkir. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. Segera beliau mengheningkan cipta. namun tiada juga ditemukan. tidak sampai satu bulan. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. semaumu akan kuberikan". Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. berhutang di perjudian tidak dapat. maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. itu sebabnya kembali beliau mengelana. serta membunyikan gentanya. disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja. lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. Segera diketahui dengan jelas. Singkat ceritera. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. Bebalang. berkehendak mengikuti perjalanan putranya. habis juga modalnya. seraya mencari sarinya Susu lembu. katakan. Karena genta itu betul-betul genta utama. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. memuja Dewa. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. lalu segera menuju Tohlangkir. sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. Ida Bhatara kembali ke gua . menyimpan genta saja. Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. Karena itu. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. Atas kehendak Hyang Widhi. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. Bangli. Di sana beliau melihat onggokan abu. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran. Segera beliau pergi menuju Bali. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. Karena demikian kata Ida Sang Bang. seraya berpikir-pikir. poma". jelas . Datang lagi ananda membawa susu. sementara buah genta berada di sebelah abu itu. yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya.segera ananda pulang. Karena kesaktian beliau. mengheningkan cipta. Karena beliau berbadan panjang. meminjam tidak diberi. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan.

merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor. demikian memang dosa anakku itu. sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. Basukih Stawa dan Utpeti. sebelumnya.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. bila demikian permintaanmu. tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. karena dialah anak hamba satu-satunya. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. Bila mana dia nanti hidup kembali. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. maka Ida Bhatara berkata perlahan. sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. Mukanya cemberut. hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka. di samping terlihat nista. Lama Ida Bhatara berdiam diri. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara. sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung. Karena sudah jelas diketahui. Setibanya di depan gua. karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. Namun. Bila mana berkenan. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. ingat diperdaya oleh suara genta. barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". disebabkan demikian besar amarahnya. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. karena akan nampak sangat maha utama. juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun. seperti sebelumnya. Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. namun rupanya dia sudah menjalani kematian. Lama beliau menunggu. Inggih. habis sudah dosanya. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. Sang Mpu. . Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. Karenanya. ampunilah anak hamba. Lama sudah beliau melakukan pemujaan.

Mpu Bekung. didahului dengan pujastuti weda mantra. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. demikian menakjubkan. segera beliau membuat gelung mahkota. dan juga beliau sekarang bisa terbang. Pantas anda bergelar Siddhimantra. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. kalau ananda bisa hidup kembali. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. hidup seperti semula. perilaku ananda sungguh tak terpuji. engkau anakku Manik Angkeran. karena semuanya sudah berhasil. Perlahan. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. dengan anting anting. beliau cepat lari. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha. dengan hiasan candi kurung. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. disebabkan karena marah beliau tak terhingga. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. Jangan ananda salah terima dan salah . ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. tidak lagi Mpu Bekung nama anda. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. semoga Dirgahayu. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. selesai sudah gelung agung itu. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. Selain itu. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih. dan ketika sadar. maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari. Diamlah dan tinggal ananda di sini. bergundala dan memakai sekar taji. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. dengan janji. memenggal ekor Ida Bhatara. Sesuai perjanjian. memang demikian saktinya anda ini. Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. garuda mungkur. Silakan. sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. ayahanda akan kembali ke Jawa. kalau ananda kembali ke Jawa. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. Demikian suka citanya beliau berdua. Setelah usai bertemu wirasa. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. seperti baru habis tidur layaknya.mantra anda. Memang. Sejak sekarang. pulanglah sahabat karibku. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. demikian sakti dan makbulnya japa . disebabkan kesaktian beliau masing-masing. Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu.

sekarang ananda berwenang menjadi pendeta. Kemudian ada lagi nasehat ayahanda. mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. tibalah beliau di tanah genting . lindu dan gempa terjadi. Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. sebab kalau demikian. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. hidup untuk keduakalinya. menyelesaikan upacara. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali. agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek. Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa.paham. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. Menyatukan batinnya. Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. sebab sebenarnya. Di samping petuah tersebut. Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya. Di sana beliau termenung -menung. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. Jangan sampai menurun. lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. kilat dan halilintar bertubi . menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan . Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. Besakih.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. agar ananda senantiasa menyelenggarakan. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa. Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. berdwijati namanya. sebab janji beliau sudah demikian pasti. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda. sangat nista disebut orang. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi.

jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. keluarlah keisengannya untuk pamer. namun karena kesaktian beliau. mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci.Pura Besakih. sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". menjadi tukang sapu". memuja Sanghyang Parama Wisesa. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. Kakek ini siapa. Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. itu juga pekerjaan utama. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. apa lagi dipakai membakar. Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. Berkata lagi Sang Bang. namun saya membuat tempat tinggal di sini". Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. Saya ini memang benar putra seorang Mpu. sebagai penua di desa Bukcabe. namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer. Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. Sekarang saya balik bertanya. berhasil beliau mengadakan putera. membersihkan rumput dan menyiangi. Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera. Lalu. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang. Besakih. Beliau melaksanakan Kadharmaan. Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. yang berada di dalam diri sebenarnya. masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. kalau bukan api. melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. membersihkan padi gaga. bukan brahmana hina. sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana. Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". Setelah membersihkan diri. ini benar-benar brahmana aneh". "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni. kalau demikian halnya. Kalau saya. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan. Tak sekalipun beliau lalai. sepertinya bermain-main. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. Ki Dukuh menjawab agak marah. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. kalau tidak anda ini brahmana hina". Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. kalau begini cara Bapak bekerja. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir.

nampaknya semuanya lengkap hadir. Ratu Sang Bang. Beliau berdua pulang ke Nirwana. lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun. seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu. pagi . kemudian mamusti. menjadi terhenyak Dukuh. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. berkobar. ditemani dengan anak dan kerabatnya. Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". matang sudah yoga beliau. berdiam diri. keduanya memakai pakaian putih-putih. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. serta semua milik hamba beserta rakyat. "Nah. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. isteri serta keluarganya. menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. hamba akan menghaturkan diri. menyatukan pikirannya. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. Setelah melakukan yoga dan samadhi. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. Tatkala api itu berkobar. Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". Tersebutlah pada hari yang telah disepakati. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti. serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. Setelah selesai janji itu. Setelah tepat benar matahari di atas kepala. sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. kalau benar seperti perkataan l Ratu. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. kemudian menghaturkan sembah "Singgih. Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. Demikian hatur Ki Dukuh. melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. menjadi pulih kembali perasaan beliau. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh. saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). seraya lama termenung. Ki Dukuh merasa kalah. yang telah menjadi pendeta yang bijak. Ki Dukuh dengan isterinya. kalau begitu. Sejak saat itu . serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. namun sekaligus merasa untung. selanjutnya melompat juga ke api. Tidak berapa lama. Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. ke sana Bapak pulang.

kemudian lupa kembali. Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. Setelah beliau memasuki hutan. wanita itu juga diam menunduk. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. diserahkan kepada lda Sang Bang. cantik tiada bandingnya. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. kemungkinan juga akan mandi. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. Tatkala itu. bernama Ni Luh Warsiki. siapa gerangan wanita itu. Kemudian beliau merasa-rasa. bijaksana serta dibya caksu. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. pintar. lalu menangis. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. tuan puteri yang bijak. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. Ingat lagi. sepertinya acuh. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. di mana. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. namun tidak ingat lagi beliau. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih. Beraneka macam memang suara burung itu. Tiba-tiba beliau berhenti. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. juga tidak bisa beliau mengingat. sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. terhenyak beliau. siapakah gerangan tuan . maka didekatinya wanita itu. Setelah agak lama mengingat-ingat. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki.

memang demikian Sang Pendeta. Sebenarnya. karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". Kalau seperti hamba. Dewa. jangan sekali Tuan Puteri marah. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup. yang membuat hati ini senang. perkenankanlah hamba memohon maaf. Pendek kata hamba ingin mengatakan. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. sekarang ini. hamba ini bukanlah manusia maya. di kawasan Besakih ini. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. Di Sorga. atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra. jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. Kalau wanita. kalau berkenan. semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". tentu tuan puteri adalah Bidadari. Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta. hanya tempat ini yang paling indah. Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. yang sangat bijaksana. Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang. Demikian kata Sang Bidadari. Seraya menyembunyikan rasa gugupnya. namun senang atau sedih. Sebenarnya Sang Pendeta. apakah tuan puteri benar manusia. yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba. benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan. Kok sendiri di tengah hutan begini. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. apa Wong samar orang maya. hamba memang bidadari dari Sorga". Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. hamba masih terlalu muda". Namun . berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. dan juga bukan manusia". Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir". ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. Sebenarnya sekali.puteri ini. dahulu. sebenarnya tuan puteri Bidadari ?". Ya. datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari. Berkata Sang Pendeta: "Duh. Lagi seperti dikenai sindiran. tidak tempat yang indah saja.. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri. sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. seperti terkena sindiran Sang Pendeta. sudah hamba sangka. Tetapi sebenarnya sekali. Demikian Sang Bidadari segera menjawab. "Inggih. suka atau duka. namun bisa juga disebut baik sekali".. "Kalau demikian. Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya. hanya bersenang-senang". "Ya. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. Kedatangan hamba ke sini.. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut. mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". memang tidak kurang tempat yang indah. lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. Dari mana tuan puteri. Hamba bersedia untuk mendengarnya. bagaikan ditarik hati hamba. memang demikian Sang Pendeta. "Aduh. apa yang akan tuan sampaikan. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda. diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. begini . dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda.

karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. semua dinda ketahui". Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. Ya. Namun. walaupun di sini di dunia. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. kalau demikian. ayah kakanda. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka. Karena itu. ke sana kemari para Dewa mencari dinda. dinda tidak lagi berpanjang kata. Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. Kanda hanya melaksanakan. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. seperti sekarang". lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini.setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. Sebab bila demikian perihalnya. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. semasih kakanda berada di sini". merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. l Dewa. yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. seraya tersenyum. Namun terasa sangat samar hal itu. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. kanda sanggup. Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. Lalu. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. beliau melebur badan jasmani - . Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. kalau demikian halnya. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". Baru demikian Sang Bidadari berkata. Namun jangan kanda merasa khawatir. jadi hambalah yang dikalahkan. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. tidak juga ada datang-datang. tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. mengikuti perjalanan kanda. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. dinda bersedia mendampingi kanda. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. jadi dinda menghadap Ida Bhatara. seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. kanda akan ikut. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. permata hati kanda. seraya berkata: "Duh. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. dindaku. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan. karena janji Ida Bhatara dahulu. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. ke mana pergi dinda. Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari.

Demikian kata-kata Sang Bidadari. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah. seorang wanita yang cantik jelita. Danghyang Bang Manik Angkeran. tampan. Singkat ceritera. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. yang juga berprabawa agung. kebijaksanaan kepada para putera itu. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. Namun sebenarnya.baik ditekuni oleh Sang Tiga. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. Diceriterakan di kawasan Besakih. lahir seorang putera Iaki-laki. Sekarang. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama. Semuanya pandai. Karena memang putera orang yang bijak. Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. Ya. serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. Semakin lama. sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. semua putranya itu meningkat dewasa. Bagaikan Brahma. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta. Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. ada pendamping Ida Sang Pendeta. pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari. jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh. Serta oleh Sang Pandita. Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". Merah warna paras muka beliau sudah sirna. Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. Tegenan serta Batusesa. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta. kanda temani dinda menuju Pasraman. Namun ada kekurangan beliau sedikit. karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya.Ni Luh Murdani. kemudian mengadakan putera Iaki seorang.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. berprabawa cerdas. Wisnu. muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. sudah ditekuni dan dilaksanakan. Dari isterinya . Besakih. semakin subur makmur. Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. tampan. tiada kurang makan dan minum. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". kalau demikian halnya. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda. dan senang pujian. dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. kawasan Bukcabe. Begini. Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". Sang Bidadari berhenti sebentar. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide. Singkat ceritera. semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi.

diberi nama Sira Agra Manik. Setelah berapa tahun lamanya. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. kemudian. Ida Bang Tulusdewa.itu oleh Sang Bidadari. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. Tidak diceriterakan di jalan. Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. sampailah beliau di hutan Jehem. . dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri. dibukanya kekeb penutup alat masak. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. menanak nasi dengan sebulir padi. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. jika dimasak. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi. menjadi ikan ayam. Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. menuju Padukuhan. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka. manakala isterinya menaruh sebulir padi. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. yakni Ida Bang Banyak Wide. Setelah lama nian memasak. Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. tiada kurang suatu apapun. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. Ni Luh Canting kemudian hamil. Sehelai bulu ayam. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari. Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari. pada suatu hari.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya.

tepatnya di daerah Daha. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah. Baru didengar perkataan kakaknya demikian. dicamkan betul oleh para putranya bertiga. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka. Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan. beliau kemudian berpulang ke Nirwana. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. Ida Danghyang Siddhimantra. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu. l Dewa Bang Wayabiya. Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe. Bang Banyak Wide. Diceriterakan. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua. karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". Dan lagi. Bang Tulusdewa. marilah kita pergi ke sana. Satukan diri ananda dalam bersaudara. Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang. moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih. Lagi pula kalau Kanda pikir. Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka.Saat itu. Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka. Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. mohon maaf. Perihal keinginan kanda . Dinda sekarang. Tinggallah para putranya bertiga. Sudah usai rupanya perjanjian kita. tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. kanda akan mengikuti perjalanan dinda". agar kita mengetahui keberadaan beliau.kakek kita. Dinda sangat berbesar hati. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. l Dewa. ditinggal oleh ayah serta bundanya. memang wajar sekali. kata beliau Kakek kita yang bernama. yang kanda kasihi dan cintai. belum ada dan belum berdiam di Besakih. putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. berpikir Sang Bidadari. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku. untuk pulang kembali ke Sorgaloka". agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . Sang Pandita. Bersama isterinya yang dua orang itu. mungkin sekali Ida l Kakiyang . Pada hari yang baik. namun mohon dimaklumi.bersuamikan kanda. anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . diiringkan oleh isterinya berdua. adikku berdua. lalu beliau memanggil putranya bertiga. akan meninggalkan ananda. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta. Setelah semuanya duduk. bertempat tinggal di Pulau Jawa. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta. masih tulus bhaktinya. mengenai perihal itu. Pada saat itu. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita. maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda.

Demikian hatur adiknya berdua. Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu. beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. di Bali agar ada. kalau demikian pendapat dinda berdua. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa. Pada siang hari beliau berjalan. kalaupun kanda . juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini. seperti menjadi petuah dari ayahanda". ke Jawa. patut juga. perumahan serta hutan dilewatinya. Kalau hari sudah menjelang malam. Inggih. seraya berangkat. Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. mohon maaf pula.dinda berdiam. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". Kalau kakanda berkehendak akan pergi. Biarkanlah hamba di sini di Bali. agar semuanya bisa ikut menikmatinya.dinda menemui kebaikan atau keburukan. dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. walaupun belum dinda ketahui. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal. berat rasanya bagi dinda. Jalannya juga lebar. menurut kanda. Ala tunggal. Yang nomor dua. Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". Kemudian beliau berkata: "Inggih. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. silakan palungguh kanda pergi.kanda itu. Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. Itu juga sangat pantas. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda.! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. silakan kakanda pergi sendiri. yang sedikit bangunannya. tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. jarang sekali berjumpa dengan manusia. ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. lembah dan jurang yang dituruninya. namun Ida Bang Banyak Wide. Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. Kalau kemalaman di desa. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. demikian banyaknya desa. Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. berupaya beliau menumpang di tempat orang. berpikir-pikir. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. di mana beliau merasa lesu. Pada hari yang baik. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. Ayu kabeh. Singkat ceritera. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah. di sana berharap untuk beristirahat. Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata. bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. di mana saja mungkin kanda . Semoga kanda selamat. karenanya. menghadap kepada Ida l Kakiyang. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. demikian teguhnya kepada tekadnya. walau masih jejaka muda-belia. . dinda juga. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih. namun seringkali beliau berada di tengah hutan.

apalagi untuk mendudukinya. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih . kalau demikian maksud tujuan cucunda. di tempat batu itu. Karena itu sekarang yang paling baik. Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. dahulunya. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang. tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan. Singkat ceritera. Demikian gembiranya beliau. gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ". seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. Di samping itu ada petuah Kakek. Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita.Setelah tenggelam sang mentari. Walau hanya seekor capungpun. Nah. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat . sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman.tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana. sekejap beliau sudah terlelap. Kagum kakek menyatakan prabawamu . bernama Sira Bang Guwi. maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha. dadine sira Kaki pasti maweruha. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari. karena demikian lesunya. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari. Sebab itu sekarang putung . dosanya karena membangkang kepada raja. semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku.. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah.Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. Sudah dibunuh oleh sang raja. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. agia tunggal-tunggal. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak.kadharma putera. ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. eman-eman warnanta masmasku.tidak berketurunan kakekmu ini. ndi sang kayeng tuan. Konon. anakku. Tidak lama. kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. langsung akan hangus terbakar. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira. Singkat ceritera. kalau hinggap di tempat itu. Ternyata itu ternyata sebuah Griya . Di sini saja cucunda berdiam. Siapa namamu. Cucuku menjadi pewaris keturunanku. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta. dengarkan kakekmu ini. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata. Nama hamba Sang Banyak Wide. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta.

Demikian juga putra sang Mpu. Ida Bang Banyak Wide. waciko suklam. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. sekarang menjadi Arya Pinatih. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu. Siwatwam.putera dari Ki Arya Buleteng. brahmanawangsatitah. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. pustaka weda. jagadhitam purohitam. manaciko sidha pumam. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. kalau menurut saya. sampai di kelak kemudian hari. Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah.peralatan pemujaan pendeta. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana . silakramam. untuk menghadap kepada sang patih. dan jika nanti hamba memiliki keturunan. yang menjadi patih di Kerajaan Daha. Kalau saja dipisahkan. wacanam wara widyanam. sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. I Gusti Ayu Pinatih. perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu. Singkat ceritera. ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. sebagai . tak urung mereka akan membunuh diri berdua. itu semua agar dipuja. agar menjadi Arya. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng. Belum selesai perbincangan beliau berdua. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. beribu maaf. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh. tatkala itu sudah remaja putri. trikayam pansudham. berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. demikian atur Ki Arya Buleteng. witing kunam purwa Daham. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. bagaikan Dewi Saraswati nampaknya. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya. tidak bisa dipisahkan lagi. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara. pujatityasam. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri. dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. Puranam tatwam tuhwanam. kayiko. Sang bang. juwita hatiku Sang Banyak Wide. parasnya cantik nian. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. jikalau demikian keinginan mertua nanda.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum. maka dengarkanlah ini. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. sering berkunjung ke Puri. namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. lalu berkatalah beliau ?Ah anakku.Diceriterakan sekarang. ananda menuruti kehendak mertua hamba. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. sirarya pinatyam maho. menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita.

Para raja-adipati. serta sarananya. berhak mempergunakan bade tumpang 7. Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng. Bilamana yang meninggal adalah walaka. berhak mempergunakan bade bertumpang 9. kepada mu. kokoh melakukan tapa yoga brata. serba putih. habis. Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista.Pernikahan Agung itu. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda. jika melakukan upacara atiwatiwa . jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. remaja atau sudah tua. walaupun jauh tempat tinggalnya. Jangan lupa pada nasehatku ini. demikian yang berlaku pada Arya Pinatih. terkecuali naga bandha. ANG OM mepatang. demikian pahalanya. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. wetu tunggal. dan bila sesudah meninggal. tahu tentang Filfasat Kedharman. madya utama. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna. sungguh dia bersanak saudara denganmu.satu menemui celaka. OM ANG medhalong. bhatara Kawitan. cuntakanya satu bulan 7 hari. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. Jika ada yang meninggal sudah dewasa. pandai akan ilmu kerohanian. pendeta. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM. Habis. Serta bila walaka biasa meninggal. bukan sanak saudaramu itu. hala tunggal. hala kabeh . dapat didiksa. berhak mempergunakan padmasana. Serta ada lagi nasehatku. Serta ada pula anugerahku. serta selalu mengupayakan ketrentraman. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . berhak dipakainya.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. jika ada orang luar desa datang. semua sarana yang dipakai ksatriya. jangan tidak periksa. menganut prilaku Brahmana Wangsa. serta jika melanggar seperti nasehatku ini. yang berasal dari brahmana dahulu. jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. menyucikan diri sanak saudaramu kelak. maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng. dalam hal bersanak-saudara. serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. perhatikan dahulu.palebon. namun belum tanggal gigi. janganlah ananda kadropon.pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. yang . Semuanya paras paros. dan berhak ikut menyungsung bersama. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. berkehendak untuk ikut menyungsung . walaupun orangnya nista madhya utama. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. petulangannya lembu. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. cuntakanya 7 hari. di kemudian hari. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. Ingatlah hal ini. dinamai Ida Bang . kalau ada keturunan Arya Wang bang. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang. Ada nasehatku juga. mengaku Sira Arya Pinatih.? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik. semua rakyat menjadi riang dan gembira. bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. menjadi pendeta maharesi. jika melanggar nasehatku ini. cuntakanya 11 hari. semuanya celaka. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. jika meninggal bayi belum kepus pungsed.

mempergunakan nama sang ibu. semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari. Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. Pada hari tertentu. putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. Singkat ceritera. Singkat ceritera. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. diadakan daya upaya. Katanya : ? Inggih. tidak urung kemudian kalah Singasari. Di tahun Masehi 1292. sepanjang hidup keturunan Tuanku. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha. Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. Kemudian Singosari diserang oleh Daha. Namun tiada berapa lama. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. kemudian menghilang. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. hutan Tarik itu sudah diberikan. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha.Bagus Pinatih. Sesampainya di Madura. kemudian memohon hidup. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri.

Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. Singkat ceritera. berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. segera memberitahukan rakyat beliau. Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. Sira Ranggalawe direbut. disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. menantu serta cucunya. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. memerintah kawasan Tuban. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. akan menantang Ki Patih Nambi. Ramai nian perang itu. tidak berselang lama beliau . kembali ke Puri Tuban. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. Diceriterakan sekarang. Kemudian. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. Arya Adikara. Setelah selesai upacara palebon itu. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. Lama kemudian. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama.

kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka.menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. Demung I Udug Basur. Dompo. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. Arya Delancang. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya. Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. Dalem Bedaulu Kalah. Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. Sesudah Raja . Ki Kopang di Seraya. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. Arya Kenceng. Seran. Jika Gurun. Tumasik telah tunduk. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis.Ularan berdiam di Denbukit. saya baru akan beristirahat.?. Disebabkan karena merasa diri sakti. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. saya baru beristirahat. Menteri Girikmana . Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada. walau kepada para dewa sekalipun. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. Kemudian cucu beliau. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. Sunda. Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. Bali. Tanjung Pura. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. di Tengkulak Peliatan. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. keturunan Kyai Karang Buncing. Tumenggung Ki Kala Gemet. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Ki Tunjung Tutur di Tianyar. Arya Kepakisan. Ki Buan di Batur. Arya Belog. Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. Inggih. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. Pahang. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra. bertempat tinggal di Tengkulak. Arya Mangun. Palembang. Haru. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350.

Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. serta berkedudukan sebagai Adipati. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan . Arya Jrudeh di Tamukti. serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah.000 orang. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. diberikan tempat tinggal di Pacung. Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. karena itu timbul huru hara. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. Selain dan para Arya tersebut. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. Arya Pamacekan di Bondalem. laki tiga. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . Badung. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang. turun di Lebih. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. Diceriterakan kemudian. memiliki putra laki seorang. Arya Belog di Kaba-kaba.Bedaulu mangkat. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. Arya Kanuruhan di Tangkas. dijadikan penguasa di Bali. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober. sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. Arya Kenceng di Tabanan. Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. kemudian berpulang ke sorgaloka. Arya Dalancang di Kapal. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. Oleh Mahapatih Gajah Mada. tahun Masehi 1380. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. Arya Belentong di Pacung. Arya Sentong di Carangsari. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Kriyan Punta di Mambal. Arya Temenggung di Patemon. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460.dari Pulau Jawa. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku. wanita seorang. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. untuk diasuh di Majapahit.

I Gusti Bija Pulagaan. cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya. sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. Banyak . Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran. bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya. I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. Diceriterakan Ida Bang Panataran. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa.Gusti Putu Pahang. I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati. I Gusti Nyoman Jumpahi.

para penguasa dan pejabat yang melamar. Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. . namun tidak diberi. Badung. I Gusti Jumpahi. maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Putu Pahang. Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.

Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang. yang merupakan . kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih.Itulah keponakan yang diutus. akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung. Tidak diceriterakan di tengah jalan. demikian kalau diperumpamakan. diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna.

yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini. kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih. seperti gugup tak bisa berkata-kata. Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen. Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran. Kaget Ida Bang Panataran.paman kami. yang bernama Ida Bang Banyak Wide.

Karena mendengar hal itu. pada saat dulu. kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya. namun tidak dijumpainya. Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen. Nah. apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. Ida Bang Wayabiya. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. saat . Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana.Jawa. Demikian halnya dahulu. dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih.

. sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi. Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. Karena sudah selesai perbincangan itu. kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga. lamaran itu tidak bisa dipenuhi.itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati. tanpa tujuan. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri. Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran. sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih.

serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati. akan dijadikan penguasa di kawasan Badung. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya. Badung. Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen.Hentikan dahulu. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan . Inggih. Wilayah itu menjadi makmur. adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. tentram wilayah itu. yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih . demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. kemudian lahir putra beliau. mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. hama menjauh. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel.

Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening. kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan. akan dijadikan penguasa di negara Badung. Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . yang bemama I Dewa Manggis Kuning. karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. disebabkan karena kebagusan rupanya. ganteng seperti Arjuna.lentera di Sumanggen. sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. Keesokan hannya diingat kembali . dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung. Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. Sesudah diberi tempat di Badung.

Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis.I Gusti Ngurah Pemecutan. dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis. Pada saat malam tiba. menyerupai selir. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara. tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. Karena demikian halnya. kemudian I Dewa Manggis digulung tikar. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan. . bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng.

Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu. Karena berupa seorang wanita. Dan lagi bapak sangat . Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. maka tak seorangpun hirau. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu.kemudian dibawa keluar puri. I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. bersama putri beliau. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. ditindih dengan selimut. diketahui oleh Kyai Kenceng. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis. Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan. ditaruh di depan rumah. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang.

Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?.mengasihi ananda I Dewa. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih. Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija. agar mendampingi ananda dipakai isteri. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur. . Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. kemudian berpulang ke Sorgaloka. Ini ada anak bapak seorang.

menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. Tidak ada manusia yang beranai. semuanya besembah sujud. tidak bisa dihitung jumlahnya. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. I Gusti Ngenjung. sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana. Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. I Gusti Nyoman Bona. I Gusti Ngurah Kapandeyan. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. I Gusti Abyannangka.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. I Gusti Batan. Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made. . I Gusti Putu Pahang. I Gusti Bedulu. I Gusti Ngurah Tembawu. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. I Gusti Nyoman Jumpahi. I Gusti Nyoman bija Pinatih. I Gusti Ayu Tembawu.

I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. I Gusti Made Pahang. I Gusti Celuk. I Gusti Ayu Pinatih. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. serta I Gusti Nyoman Pahang. I Gusti Ngurah Made Pinatih. datanglah masa tidak mengenakkan. I Gusti Arak Api. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. I Gusti Ngurah Anom Bang. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. I Gusti Ngurah Puja.I Gusti Miranggi. I Gusti Balangsigha. I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning. Demikian keadaanya dulu. I Gusti Ngurah Anom. serta Falsafah menuju . Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih. paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat. I Gusti Ngurah Mantra.

menjawab sira Dukuh : ?Inggih. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. . hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. kokoh membangun kebaikan. Karena demikian kata I Dukuh. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. akan moksah?. banyak memiliki rakyat. Memang benar hamba bisa moksa.Kematian atau Tattwa Pati. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa. Saya saja yang begini. tidak bisa melakukan moksa. menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. akan pulang ke Sorgaloka. menjadi penguasa. ?Ah masa aku kurang apa. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. pada hari besok hamba akan pulang moksa. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?. Demikian atur sira Dukuh.

memang benar Ki Dukuh moksa. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. jatuh . Sesudah itu. merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. Pada keesokan harinya. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. semua bersiap.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. ratuning wilayah Kerthalangu. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. Sesudah masak betul yoganya. dari atas. lepas. menghadapi pedupaan. Inggih hentikan dahulu sampai disini. berpikir dalam hatinya. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut. kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. serta agar membawa tongkat. ada dari bawah. kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih.

Semuanya merasa masgul. Sesampainya disana. berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. Karena itu halnya. Kemudian . berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu. ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. Karena demikian keadaannya. diiringi rakyatnya semua. direbut oleh semut. Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. putra. berencana akan berpindah dari Purian. cucu semuanya. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan. menuju Pura Dalem Paninjoan. telaga itu dikelilingi api.berkelompok ? kelompok. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh. Namun masih saja dicari. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan.

kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan. kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. Usai sudah perbincangan diadakan. seperti para putranya semua. yang pernah berpaman dengan I Dukuh. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu.beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu. yang ada di . karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya. serta diberitahukan kepada balanya.

sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih. yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. I Pasek Kayu Selem. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu. Ida Peranda berdua dengan senang . disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu. Macan Gading.Kerthalangu. Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung. akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda. Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. ke Padanggalak. semua bertempat tinggal di Tangtu. mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. jika tidak ada I wong Tembawu.

dan hal itu sudah menjadi bukti. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. untuk wilayah Padanggalak. Karena demikian keadaannya. di Tegal. tidak boleh berkata sumbar. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana. sangat berbahaya dikatakan. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. buahnya dipetik sekarang. di Glogor Carik. serta ikan itu berulat. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut. Hentikan dahulu. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. Semakin banyak semut itu datang. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. serta menyesali diri.hati memberikan restu untuk hal itu. banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. kembali direbut semut. baunya sangat busuk. tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. Karena semuanya merasa gundah. Ada yang mencari tempat di Kepisah. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. Kyai Anglurah Agung . Singkat ceritera. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. di Seminyak. Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. Tidak berapa lama disana. ada di Pedungan.

Pinatih. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. yang kemudian pergi menuju ke arah timur. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. sehingga bisa berjejal disana. kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua. sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. karena tempat disana sempit untuk banyak orang. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara. Dalem Pande dan Dalem Dura. yang merupakan sungsungan Desa Adat. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. Tempat Pemujaan dulu . kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. Di Kapal. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. kembali ada semut yang datang. lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker. semuanya dengan rakyatnya. untuk mencari tempat. karena itu berpencar para putranya. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. I Gusti Blangsinga.

diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. Krobokan.bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup. ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. . I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We. Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu. Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. mendapatkan putra. putranya masih di Blahbatuh. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya. Setelah berputera. ayahnya masih di Batubulan. namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan. sebagai warga Pinatih.

masih di wilayah Kerthalangu. ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. ada di Jimbaran. diiringi oleh rakyat. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu. lalu ada yang berpinda ke arah selatan. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih. Kesimpulan pertemuan itu. para putra dan cucu. Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem. Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. Demikian ceritanya dahulu. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. Halnya seperti dibawah ini. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya.Hentikan dahulu. ada di Bukit. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . di Ungasan serta Umadwi. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem.

Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan. dinda menuruti kata ? kata kanda?. agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made . Kyai Anglurah Made Sakti. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. Sesudah itu. diikuti juga oleh saudara ? saudara. seperti pasiwakaranaan serta pustaka. kakandaku. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya. Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. akhirnya sampai di Jenggalabija. karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. kakanda akan menghadap kepada Dalem. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. cucu semuanya serta rakyat. Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. kemudian menuju arah barat. dan tidak diceritakan di perjalanan. Setelah usai pertemuan tiu. dan berdiam di Tebesaya.adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat.

ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. I Gusti Bedulu. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang.Pahang di Tulikup. I Gusti Sayan. Lama beliau berdiam. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji. Sejak berkuasanya leluhur . I Gusti Meranggi. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. berpikir. dan I Gusti Kutri. I Gusti Kembengan. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. I Gusti Berasan. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. I Gusti Sampalan. putranya berdiam di Banjar Bias. Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. I Gusti Arak Api. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. I Gusti Kandel. I Gusti Pelagaan. I Gusti Sukawati. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. I Gusti Pandak. I Gusti Nunung. I Gusti Nangun. agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. seperti para putra I gusti Bona. I Gusti Benculuk. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. I Gusti Manggis. yakni I Gusti Tegal. Di Tulikup. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. Demkian dahulu. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. bernama I Gusti Nyoman Natih.

Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih. Rakyat semuanya mengiringi. tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. Walaupun tempat itu sempit. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara.Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan. mengukur tempat untuk . tempat Puri. atas perintah Dalem. juga agar mendapatkan keselamatan. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. Demikian dahulu. di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar. Sedangkan di Bukit Mekar.

Dari Banjar Gerombongan. kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. yang diberikan lagi tempat di Kusamba. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan. dekat dengan Banjar Sangging. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. Kemudian ada diceritakan para . karena sesak. Penuh sesak di banjar Mincidan. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. Setelah sesak di Bukit Mekar. diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. tempat itu bernama Banjar Galiran.Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan. Dari Banjar Galiran. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi.

466265 n2 n3 4 n5 .Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing. Bali. Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan. Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu.putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . berganti naman menjadi Pura Sari Bang. Telp: 0361 . berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas. Denpasar. serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya. Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan.

Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini. . kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala. kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan . Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka. tidak mengikuti kakaknya. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. sesampai di tempat itu.pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu.kira ada 80 depa. Ketika hilang asap itu. Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya. apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria. berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. sebagai tanda. Sesudah sampai di puncak. Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. bulan Bali yang kesembilan . Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian.Kesanga di tengah malam.diberikan tanda silang . kemudian pakai desa maupun perumahan.akan sampai di angkasa. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made.Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti.benar bijak memegang kekuasaan.tapak dara. Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua.Anggara Kasih. kemudian menaiki timbunan bun itu. karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. layaknya sebagai bun . semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu. sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. ketika matahari sudah berada di atas kepala. kira . kemudian dihentikan dengan senjata. kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun. Sesudah sampai di tepi hutan itu. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah. beliau ahli dalam sastra. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija. kemudian beliau pulang ke Puri. Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . Kyai Ngurah Made Sakti benar . Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. saya akan membangun desa serta perumahan”. di sebelah timur Desa Pengumpian. sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. seperti aneh rasanya dan juga menakutkan. Setelah semua bersih hutan itu dirabas. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada. karena itu segera didengar olah rakyat Bija.

Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. . Karena itu. diamping ada yang wanita. ada di Suwung. ada yang mengungsi ke pegunungan. I Gusti Ngurah Anom Lengar.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. moha hatinya. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. Banyak yang mati dan banyak yang luka. Dipimpin oleh sang ayah. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. Sangat ramailah perang disana. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. Agar sesuai dengan nama wilayah”.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari. semua senjata itu bertatahkan mas. I Gusti Ngurah Teja. itu sebabnya banyak yang mati. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. I Gusti Anom Bija. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. I Gusti Ngurah Alit Padang. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. saling tusuk. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun. diburu. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura .tamak. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. di Wimba serta Blumbungan. semuanya berani menunjukkan keperwiraannya. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun. Kapal. adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. saling tusuk. Sejak itu orang . kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan. itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija. Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. semua keluar membawa alat senjata. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal. Menyaksikan demikian halnya. membawa senjata bersorak sorai semua. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. kemudian masuk ke Puri Pangumpian. saling bunuh. Adiknya bernama Ida Ktut Abian. serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. karena anaknya itu merasa diri pintar. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun. kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. serta juga berganti nama menjadi warga Bun. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. disusupi oleh loba . Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian. Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. menanyakan prihal peperangan itu. saling penggal. Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan. karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan.

kemudian ada putra 3 orang. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. bersama anaknya I Gusti Leking. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. sedia akan mati di medan laga. Setelah dikelilingi puri Mambal itu.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. yang paling kecil I Gusti Bija Leking. berdiri di depan pinti Puri. penuh sesak disana di Darmasaba. I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. sangat duka hati I Dewa Karang. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. Sesudah lama berdiam disana. serta para putra semuanya. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang.Kaba kemudian ke Lodsawah. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. adiknya I Gusti Bija Lekong. Setelah selesai bertukar pikiran. karena sudah diungsikan - . Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun. kemudian keluar ke depan Puri itu. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan. Singkat ceritera. tidak berani lagi menentang. Demikian dahulu keadaan di Mengwi.tengah mereka. karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana.balik tempat tinggalnya. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu. Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati. menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya. Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba . Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . dan semuanya mengenakan busana serba putih. tidak ada yang membantah perintah beliau. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya. I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK.akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa. dipimpin oleh Cokorda Mayun. takut. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun. tidak bagitu lama keadaan ini aman. Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. itu sebabnya bolak . Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. menjadi gentar juga rakyat Bun. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. Menjadi takjub ppasukan Mengwi.

sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. I Gusti Meranggi. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. Kesimpulan pembicaraan itu. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. serta bersiap untuk meninggalkan puri. Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. Pagesangan.diamankan oleh pasukan Bun. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. Sisa penjarahan adalah purinya.desa lainnya. seraya memohon diri kepada ayahnya. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. Jagapati. Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. setapakpun tidak mundur. tak ada seorangpun kelihatan lewat. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. besar kecil. tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. dan juga ada perumahan rakyat. bersorak saling ejek. serta rakyat semuanya. maka keadaan disana menjadi sunyi. Serta kalahlah pasukan Mengwi. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu. saling banting. Jenazah Cokorda Mayun. saling amuk. Sibang. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa . dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. yang sulung I . kembali ke Mengwi. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. Ada yang beralih menuju Angayabaya. Singkat ceritera. Diceritakan sekarang di Puri Bun. Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. Demikian ceritanya dahulu. pasukan akan dibagi dua. saling penggal. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun. jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. Tamesi. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. bertempat tinggal di Padangkertha. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha. pura. Paguyangan. Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat.talu. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. wantilan. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. Bila saja berani dalam medan perang. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. saling tusuk. bersama dengan anak cucu. Kalau dihadapi jelas akan kalah. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. Sesudah lama. Negara. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. diceritakan masih di Bun. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua. Ada ke Tagtag Negara. saling tantang. Ada putranya 3 orang. Sesampainya di Bancingan Puri Bun. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . Dari barat. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. mengungsi ke wilayah Badung. Angantaka. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. maka dilakukan penyerobotan. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. serta dari utara. sama . merajan.

Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun. di Dawan Banjar. Jukutpaku. Demikian . memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa.masing. Karena keberhasilan itu. sangat percaya diri di hatinya. I Gusti demung menuju Timbul. Keduanya. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. semuanya merasa suka cita. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. dicantumkan dalam pariagem. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. beliau senang melakukan persembahyangan. Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal.Gusti Teja . ke arah timur perjalanannya. terus dinamai wilayah Negara. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang. Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan. diberikan rakyat 200 orang. sewilayah dengan Negara. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang. Demikian dahulu. Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan. Sejak itu kemudian desa Kengetan. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. disana di Dalem Pamuwusan namanya. Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti. itu yang mengawasi di Pangrebongan. Demikian keadaannya. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang.namanya sama dengan ayahnya. Singkat ceritera. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. yang memamng keturunan Pinatih. paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. terjadi huru hara. maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. Entah berapa masa sudah berpuri disana. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. Sukawati. Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon. Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. sebab keadaan sudah membaik. Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya. Demikian dicatat di Pariagem. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri. dan juga di desa Singakertha. ada di lingkunga Ida Dalem. Demikian halnya di masa lalu. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing . serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari.

. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida. sanak saudara yang lain menuju desa Aan. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa. Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa. Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. ada yang pindah ke desa Timhun. Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali.tercatat dalam prasasti. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah.