BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya.• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w .anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma. juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8.

Raja Walaprabu k. Raja Jayasadhu Warmadewa f. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani. Raja Jayasakti. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j. binatang yang berharga adalah Kuda.Raja – Raja Bali: a. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. Tugas Pokok dari Pasamuan . Tampak Siring Bali i. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga. Ugrasena c. Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Anak wungsu h. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. Marakata. Anak Wungsu. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g.

Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha. Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih. mereka itu adalah: a. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam. Beliau memerintah bersama – sama dengan . yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. yang biasa di panggil Dharmodayana. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. Klian Subak. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. yaitu Dharma udayana Marwadewa. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja. berternak dan berdagang.

Karang Asem. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Badung Badung. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Dalam menjalankan pemrintahanya. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. yaitu Mahendradatra. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa.permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni. Klungkung. yang merupakan keluarga Raja Sindok. yaitu. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. Pernade. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. Kerajaan Buleleng. Gianjar. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. Mangur dan lain – lain. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . tejakula dan Badung. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja.

yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang. karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. ibunya sendiri. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. Kemarahan memuncak. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda. ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya . Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A. Udayana dan anak Wungsu. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir.

pada tahun 1931. ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996). N. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa.Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Pengganti Anak Wungsu. Kern.LA Brandes. tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi. Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). H. Setelah Raffles. seperti J. dan WF Stutterheim. Raffles tidak sendiri. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya. Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh. 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. beberapa perwira. gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta.J Korn. dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa). Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar. Pada tahun 1918. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . Jaya Sakti. terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama. Namun. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis. Pemberontakan itu gagal.

paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte. mulai dari sekte Sambu. khususnya di Bali. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India.secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. Bayu dan Kala. tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal. Indra. Ketiga. di Jawa melahirkan Kejawen. Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia. yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu. Wisnu (Wesnawa). Brahma. Kedua. Secara historis. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. Pertama. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam.

Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. sekitar 923 Caka. pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Pertama. yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). Dengan demikian. Di Bali. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. Selain kehadiran sekte-sekte. legenda Aji Saka.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. . Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan. Dalam konteks seperti itu. Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni.

kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Usana Bali. Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990). namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. . Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru. Namun.Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit. Dalam berbagai kisah mitologi. di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit. Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa. Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali. Gunung Semeru. Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Tonglangkir dan Rinjani. Hyang Putra Jaya. mulai dari kitab Usana Jawa. penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta.

proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . Namun dalam pengertian yang berbeda. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik. Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. Dalam globalisasi. Berbeda dengan masa lalu. Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India.Walaupun demikian. Pertama. Secara geneologis. Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa. Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah.

kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa. Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. Ketiga. Akhirnya.tertentu bisa secara cepat "ditiru". Dalam globalisasi. Kedua. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda. Oleh karena itu. Oleh karena itu. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. . kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan. Dengan demikian. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik. Demikian pula sebaliknya. masih berkaitan dengan globalisasi. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban.

Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau. kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222. Kerajaanya . Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru. karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Mendirikan kerajaan Singasari. • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel.

pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter. Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes. Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal. • Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S). anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel. Tahun 1284 menaklukkan Bali. Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268.bertambah kuat. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang . Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari.Anusapati. Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268. Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275. Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. bergelar Anusapati Tumapel 1248.

Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel. Pada saat Mongol lengah. Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari.datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa. Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa. beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana. Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan). • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya. November tahun itu juga. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II. • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut. beliau menyerang secara mendadak. • Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S).

Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri . Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak. terbunuh pada tahun 1328. Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 . Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan. istri diluar keluarga Kertanagara.Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274. memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S). Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309. Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250. Dinikahi Raden Cakradara. Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara.• Lahir dari Dara Pethak. dekat Medan. Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350. Sumatra Utara).

kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. Selamat dan panjang usia. menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan. hari ke-12 terang bulan. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya. bhuta bhawanam wancanam. stroteyam satya dharmmanam. bhuphalakarn patyam loke. Sira ghranestyam patyam. menurunkan Sri Wrttikandayun. sampai ke seluruh negeri. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. menerangi dan menjadi contoh di dunia. Hasil dari tapanya. sawangsanira mangjawam.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. dasantih bhujanggam tayah. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. haiwam santanam Wijnanah. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun. Ong nama dewa ya. dipuja agar merestui. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. bagaikan dewa dalam kenyataan. beliau tetap mempertahankan kemuliaan. semoga terus dijunjung di dunia. tasiyamnco ywanam prajah. Adapun Sri Wrttikandayun. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. Jawanam mandawe swijah. senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. Gurunam sobitah siyotah. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata. Batara Guru. Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. bergelar Sri Jaya Langit. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. keberhasilan dalam segala kehendak. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. di sana dipuja sebagai dewa. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. hari dalam sepekan Julung Pujut. Ong pranamyam sira sang siwyam. bhukti mukti hitarratam. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . Sakyam wakbhitah krtti loke. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. Awiji ekam sastito. menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. Adapun Sri Jaya langit. rajasityam mahabalam. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. karena atas titah ayah beliau . Sebabnya beliau turun. daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. wisnwangsa patayo swaram. Medangkamulan. bulan Cetra (sekitar Maret). Awalnya beliau Maharaja Manu. Taman loke turanjitah. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu. demikian selesai. Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. beliau juga melakukan semadi. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat. Pada awalnya dimulai. orang pertama dalam keturunan Manu. prawaksye tatwa wijnevah. bertahta menjadi pemimpin di sana. di kerajaan.

Sri Jaya Kusuma. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. digubah dalam palawakya. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. bernama Sri Kameswara. saudara dari Medhawati. cikal bakal lurah Tutwan. keturunan dari Mpu Sendok. bernama Sirarya Kediri. Sri Tunggul Ametung. Adapun adik beliau. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. beliau wafat di Tumapel. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. oleh dilampaui orang. Hasil karya Bagawan Byasa. rinciannya adalah. bernama Dewi Ghori Puspatha. tidak diperdaya sebagai raja. dan seorang perempuan. Sri Jaya Katong. dia pergi ke Bali. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. perencana unggul. Beliau raja penguasa pertama. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni. bergelar Sri Arya Buru. beliau yang wafat di Jirah. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan.Tungga Dewa. raja Bali. Adapun Sri Jaya Kusuma. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga. beliau Pangeran Nyuhaya. menjaga daerah kekuasaan. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. berputra tiga orang laki-laki. lahir dari ibu permaisuri. Adapun yang keempat. raja Sri Jayabhaya. diutus oleh beliau Patih Mada. dia wafat dalam peperangan. pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri. dan Sri Jayashaba. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. adalah Sri Airlangga. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali. menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. Jaya Waringin dan Jaya Katha. dan Pangeran Asak. . berhasil mempunyai keturunan. Semuanya ada empat. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. Sri Siwa Wandhira. berputra Sri Jaya Katha. Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. Adapun Sri Kameswara. cerita disudahi. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. memiliki keturunan seorang laki-laki. Adapun raja Sri Dandang Gendis. yang ketiga putri di luar istana. beliau berputra laki-laki yang utama. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. Adapun yang di luar istana (puspa capa). memiliki keturunan Sri Jaya Katong. berkedudukan di kuburan. sama-sama keturunan orang dusun. memiliki keturunan tiga laki-laki. disunting oleh Mpu Widha. sampai di sana diceritakan. saudara yang perempuan. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. Kembali diceritakan yang terdahulu. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa. Prawaktayan sri gotrabih. seperti nama buyut beliau. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. Kuta Waringin. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. telah menyatu ke alam baka. beliau sebagai pemimpin utama.

hancur lebur terbakar oleh api. Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. dengan penuh keberanian. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). Cucupu Rantya.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. keturunan Jaya Katong. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. beserta Misawalungan. Misa Rangdi. Bango Samparan. di sana dipelihara. yang gugur dalam medan perang. Adapun setibanya beliau di Tumapel. menyerang kerajaan Galuh. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. memusatkan pikiran. maju menyerang seperti harimau galak. menuju Wisnuloka. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. keduanya ditangkap. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. beliau juga dijuluki Hyang Guru. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. diasuh oleh orang Japara. sekarang kerajaan Daha. akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. beserta Siwa Wandhira. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. durhaka pada para pendeta. Mereka berdua dendam. kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. yang menyerah ke Tumapel. mencari tempat berlindung. pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. mencari tempat persembunyian. terlihat samar bayangan beliau. masih perjaka. belum mempunyai istri. berkobar dalam pikirannya. Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. dan pula terhadap Siwa Wandhira. yang berkeinginan menguasai Surga. karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. tidak mendapat kekuasaan. dan Jaya Waringin yang terkenal. Jaya Katha. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. Semuanya telah gugur. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). sadar akan ajalnya tiba. semakin menyala tak ada tandingnya. beliau yang bertahta di Tumapel. payung. siap dibakar?. Arya Wang Bang. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. Beberapa lama mereka berada . masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. ibaratnya seperti segunung rumput kering. itulah kemarahan sang pertapa. agar selamat. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. rakyat yang masih hidup. menggelar rahasia batin. menghina kewajiban sang Brahmana. Adapun Jaya Waringin. ibaratnya seperti maharaja Nahusa. dan Kebo ljo. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. bulan Palguna (sekitar Pebruari). Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. hari sepekan Watu Gunung. semua cerai-berai. melambai di angkasa. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. sedang mengidam.

hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. Desa-desa menjadi kacau balau. kacau balau. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. setelah siap perbekalan dan kendaraan. beliau bergelar Wayahan Tianyar. tidak kekurangan pangan. melaksanakan empat daya upaya. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. mengembangkan keturunan. penuh sesak di pantai laut. Dengan sekejap kalah . tidak diceritakan lebih lanjut. timur. sampai di sana diceritakan. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. Tan Mundur. dan Tan Kober. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. atas titah dari maha raja Pulau Jawa. para leluhur yang telah suci. diikuti oleh Jahaweddhya. setelah tiba masanya. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. yang dikirim ke Bali. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. yang berasrama di Griya Punia. keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. yang bernama Tan Kawur. kekayaan. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. oleh karena semua para anggota keluarga. yaitu Arya Brangsinga. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. seperti tiga patih bersaudara. orang tua dari Arya Kanuruhan. memarang diparang. keturunan. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. Adapula diceritakan. menemui kesempurnaan. menulis tentang silsilah . ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. yang menyerang dari barat Toya Anyar. barat selatan semuanya penuh. sampai anggota keluarga dan keturunan. itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. menyerang kerajaan Bali. maafkan agar tidak kena kutukan. disertai pula prajurit beliau. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. itulah sebabnya sang pendeta sakti. ditambatkan perahunya. memanggil Arya Damar. dan menderita. semoga selamat dan panjang umur. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. sangat ramai pergulatan perang itu. Adapun beliau Arya Gajah Para. pemimpin di utara gunung. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. berhasil selalu. yang masing-masing menempati posisinya. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. Pagatepan.di Tumapel. Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. demikian uraiannya pada zaman dahulu. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. yang sulung bernama Arya Gajah Para. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. berhasil dalam segala tujuan. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. para gusti dari Majapahit. berputra dua orang laki-laki. adik beliau bernama Arya Getas. beserta saudara beliau Arya Getas. banyak rakyat yang tewas. Tangkas. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa. gelar beliau yang terkenal. para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu. utara. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. semoga tetap disegani di bumi. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. semuanya yang ada di kerajaan Bali. Ya Tuhan semoga sukses.

dengan . karena belum ada yang memimpin Bali. oleh ayah beliau. Ada petunjuk dari sang raja. Diikuti oleh semua Arya. selanjutnya. demikian pula I Gusti Bendesa. Tan Mundur. demikian. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. diantar oleh I Gusti Bendesa. Beliau Arya Kutawaringin. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). Menjadi patuhlah Arya itu. setelah melewati pertengahan laut. barat daya Pulau Bali. para Arya itu semua kembali. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. Kemudian kembali diceritakan. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki. Sekejap telah sampai di pantai laut. bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. Tan Kober. kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu. beliau Arya Gajahpara. orang yang berada di tempat penghadapan. oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. kedua Arya tersebut diberikan istri. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. Arya Kanuruhan. Arya Kenceng. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja. untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani). orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. Segera tiba di penghadapan. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. demikian motto kepemimpinan beliau. Setelah demikian. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. Arya Dalancang. Demikian cerita berakhir. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. yang beristana di Samprangan. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. berdiri dan segera berangkat. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa. karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. terhadap kedua Arya. Arya Kepakisan. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. Di sana beliau menginap dua malam. tidak pantas melawan perintah orang tua. Beliau menurut ( menyerah ). diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. juga merupakan putra Arya. Tan Kawur. Arya Belog. Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. hormat terhadap kedua Arya itu. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. Arya Wang Bang. menuju Majapahit. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. yang di sebelah utara gunung Agung. lagi beliau Arya Wang Bang. berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. segera beliau naik ke perahu. perahu berlayar hilir mudik. beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap.

yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. turun dari perahu. duduk di beranda rumah. Wuku Tolu. disuruh menyerang daerah Selaparang. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. demikian batas wilayah kerja beliau. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. Tidak diceritakan perkawinan beliau. Waktu telah berlalu. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. tanggal empat belas hari terang bulan. masuk ke dalam Puri. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja. menuju Sukangeneb Toya Anyar. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. bergegas penduduk di sana. orang-orang yang berada di Praya semua diam. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan. sama-sama mengembangkan keturunan. Senin Umanis. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. I Gusti Getas. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. Karena saling mengasihi dari dulu. I Gusti Ngurah Sukangeneb. Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar. untuk sementara tidak diceritakan. sampai tiba di desa Pegametan. tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. yang sulung I Gusti . yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. beliau langsung menerobos memasuki semua desa. laki-laki. beliau berdua sama-sama memiliki putra. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. keturunan dari Bendesa Mas. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. sebelah utaranya sampai di desa Got. terlunta-lunta perjalanan beliau. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. yang menjadi penguasa di Pegametan. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. telah tercatat.. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. Kembali diceritakan. berjalan beliau Arya Getas. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. berdua beserta saudara beliau. sebelah baratnya sampai di Tejakula. dan permohonannya dikabulkan. dengan I Gusti Sukangeneb. sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). segera beliau membangun rumah. disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti ……………………………. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu.segera ditutuplah penghadapan raja. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. berputra dua orang laki-laki. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang.Kekeran. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara. beliau berdiam di Pegametan. semua memberi hormat kepada Arya Getas. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. Adapun beliau Arya Getas. dinikahkan pada hari. Setibanya di sana. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra. pindah ke arah barat.

Cerita kembali lagi. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. pada I Gusti Gede Pulaki. Toya Anyar. tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. putra kedua I Gusti Made Kekeran. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan. lahir di Tanggawisia. berkembang di sana. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. pindah menuju Desa Kubu. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. Cerita selesai sampai di sini. Kemudian kembali dikisahkan.Gede Pulaki. Selanjutnya I . diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. kawin dengan I Gusti Diah Lor. Selanjutnya kembali diceritakan. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. beliau tinggal di Sukangeneb. generasi ketiga. ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. Adapun I Gusti Ngurah Getas. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. pindah menuju desa Antiga. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. beliau dijuluki Ubuh. Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. dihentikan penuturannya sebentar. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami. ada saudara beliau.

maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). beliau meninggal. apa sebabnya demikian. melakukan yoga smertti. beserta putra beliau semua. janganlah engkau demikian". Ada putra Batara Nirartha. seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. tertua Pedanda Kulwan. Pedanda Ler. lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. menjadi sangat sedih perasaan hatimu.Gusti Ngurah Pegametan. Pedanda Lor. "Duhai Ngurah Pulaki. Segera diambil baju itu oleh semua orang. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. laki perempuan. memohon restu. tidak lama kemudian keluar baju loreng. Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. sabdanya. adik dari Mpu Angsoka. mendarat di tepi pantai Purancak. di Pura Dalem. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. kemudian disuruh membuat upacara selamat. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. Kembali lagi pada cerita. datang di Bali. putra beliau laki-laki. juga sangat cantik paras mukanya. Danghyang Nirartha menjawab. empat orang lakilaki. bersama putra beliau. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . apa tujuan tuan pendeta. "Aum Ngurah Gede Pulaki. berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. senanglah hati beliau. terlanjur sudah. lengkap dengan sanggar cucuk. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. beliau tinggal di desa Pegametan. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. Pedanda Keniten. Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. Istri Pedanda Rai. pada had Kamis Kliwon. menaiki buah labu (waluh kele). tinggal di desa Pulaki. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. beserta penghormatan dan permohonan. maka menyiapkan prajurit. Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. bernama Patni Keniten. tidak ada lagi putranya. harum semerbak baunya. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki. pendeta perempuan tidak bersuami. beliau menemukan kemurahan batin. tanpa gantungan. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. oleh semua orang. Batara Nirartha. dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). Diceritakan sekarang Batara Nirartha. tidak ada yang menyamai di dunia. Maka bersabdalah Batara Nirartha. Pedanda Telaga. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. tujuan saya datang padamu. karena harum semerbak bau tubuhnya. lengkap dengan sesajennya. terhadap Batara Berawa. dan sampan yang bocor. diam ( lah ) Batara Nirartha. katakan yang sebenarnya".

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb. Toya Anyar. Diceritakan kembali. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. mengembangkan keturunannya. tinggal di Desa Pamuhugan. Toya Anyar. di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng. hatinya sangat senang. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. putra I Gusti Ngurah berdua. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor. berpindah ke Desa Kebon Dungus. tinggal beliau di sana. Ida Nyoman Tianyar. Adiknya I Gusti Made Kekeran. Cerita kembali lagi. Adapun I Gusti Made Tianyar. lemah bagaikan diiris hatinya. sampai sekarang. bersama putranya. terhenyak hati Dalem. karena sudah menjadi nasib. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu. bagaikan disiram dengan air kehidupan. tidak menolak perintah. I Gusti Made Tianyar. bagaikan dewa Brahma. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. di sana di Desa Pamuhugan". beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. pergi meninggalkan rumahnya. hatinya sangat duka. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. demikian sabda Dalem. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. datang menghadap ke Gelgel. menuju desa Pamuhugan. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. karena banyaknya pengikut. menyesali karma. . diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. yang berada di Sweca pura (Gelgel).Ketut Tianyar. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. bersama sama dengan pengikutnya. Cerita kembali lagi. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. mereka berdua sangat sedih. Çiwa kecerdasannya. tinggallah beliau di Sukangeneb. sampai di sana diceritakan. Adapun I Gusti Diah Lor. berpindah ke Kubu. menyebabkan mereka meninggalkan puri. cerita selesai. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. "Wahai engkau Wwesukia. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. juga ikut tinggal di sana. adapun I Gusti Gede Tianyar. aku berikan engkau tempat tinggal. Wisnu. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. itu sudah dewasa. tidak diceritakan perjalanan beliau. menyuruh untuk berpindah tempat. setibanya di Tanggawisia. mengembangkan keturunan sampai sekarang. jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. I Gusti Gede Tianyar. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. Toya Anyar. Batara Sakti Manuaba. Bersama putra beliau yang masih bayi. jangan gundah. Bersabda sang raja. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. berjodoh di desa Blungbang Antiga. Ida Ketut Tianyar. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. yang gugur dalam peperangan. Senang hati I Gusti Diah Wwesukia. dengan sopan dan hormat. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. puri cepat terwujud. kemudian bersabdalah beliau. memohon diri pada Dalem.

Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ). Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. Si Ngurah Batu Lepang. meminta ketiga cucu beliau. dihancurkan. di Gelgel. Bergemuruh sorak para prajurit. Duhai Ida Wayan Tianyar. keberadaan Asrama Manuaba. datanglah beliau di Bukit Bangli. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . lengkap dengan senjata. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. Adapun Ida Wayahan Tianyar. angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. maju dengan rakyat yang berlimpah. lain lagi ada yang mati. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. pemberian guru pendidiknya. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. sangat pemberani dan melawan. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. oleh Si Ngurah Batu Lepang. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang. mendengar kabar. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang. ingin menggerebeg Asrama Manuaba. bersabdalah sang raja. bahwa Ida Wayan Tianyar datang. seperti perang antara dewa melawan raksasa. gemetar. di pertapaan Pedanda Bajangan. diserang hancur beserta penghuninya. semua brahmana yang berada di asrama itu.sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. disambut dengan lirikan yang manis. Ida Nyoman Tianyar. bersama semua saudaranya. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. cerita selesai. Selanjutnya diuraikan. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. ujar beliau. menghadap pada Dalem. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. didengar oleh raja. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. Duhai jika demikian. Adapun kaum brahmana. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. semua sama-sama dipahami. di Batwan desa beliau. tidak urung diobrakabrik. dan ucapan yang simpatik. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". tidak habis kalau diceritakan. Tidak diceritakan dalam perjalanan. sedang tidak berada di asrama. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. Demikian kutukan beliau sang raja . banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. Ida Wayahan Tianyar. terhadap si Ngurah Batu Lepang. demikian umpat kutukannya. sama-sama tidak ada yang mundur. Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. hancur semuanya. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. beliau menghadap Pedanda Bajangan. mari duduk mendekat. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. telah tiba di Gelgel. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. masuklah ke teras. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. semua senang. karena beliau itu adalah saudara lain ibu. tidak lama kalah asrama itu. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. Ida Nyoman Tianyar. Ida Ketut Tianyar. Kata beliau. Batara Wayan Tianyar. dilantik oleh Batara Sakti Abah. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. dikurung asrama tersebut. yang bungsu Batara Ketut Tianyar. karena ia perusak pendeta. banyak meninggal yang ada di pertapaan. karena masih ada hubungan cucu. sangat indah dan makmur. beliau mencapai puncak kemuliaan.

Ida Ketut Tianyar. tidak dapat menahan hati. setelah beberapa lamanya. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. Didukung oleh semua keluarga beliau. para punggawa diperintahkan. bernama Ki Tan Pasirik. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. . Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. Cerita sampai di sini dulu. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. karena banyak yang mati dan menderita. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. sudah wajar diupacarai. tombak-menombak menusuk kiri kanan. Selesai diceriterakan. Pedanda Nyoman Tianyar. janganlah ragu-ragu dalam hati. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges".beserta dua saudaranya. kegusaran. diberi penyucian (padiksan). Adapun Pedanda Sakti Abah. kehilangan akal. banyak tak terhitung. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. marahlah baginda raja. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. oleh Pedanda Sakti Abah. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. perintah Si Ngurah Batu Lepang. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. akhirnya menentang terhadap Sri raja. penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. Diceritakan sang raja. biadab membunuh brahmana pendeta. karena diliputi oleh gelap. Pada suatu ketika. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. perintah Si Batu Lepang pula. karena kemarahan sang raja. dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. oleh karena gelap gulita. mendengar tentang kehancuran pertapaan. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. Pedanda Ketut Tianyar. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. hingar bingar prajurit itu. ada keluargamu di Pamuhugan. maka berembug dengan keluarganya semua. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. menghancurkan pertapaan itu. memarang. di sana di Bukit Bangli. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. juga aku akan memberikan pengiring. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). Ida Wayan Tianyar menurut. semua keluarga sampai anak isterinya. sampai di sana diceritakan. diserang bersama. semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. congkak dan garang kepada kami brahmana. diperintahkan untuk mengangkat senjata. ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". Adapun Pedanda Sakti Abah. saya memberikanmu tempat. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. kemudian dijarah semua isi pertapaan. beliau marah dan mengutuk.

Beliau Pedanda Wayan Tianyar. di Desa Singharsa (Sidemen). yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. bernama Pedanda Kutuh. hangus beserta prajuritnya. keturunannya tiga orang laki-laki. disebut Pedanda Buringkit. Pedanda Nyoman Tianyar. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. karena banyak rakyatnya yang gugur. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. Pedanda Nyoman Karang. dan Pedanda Abyan. Adapun istri Batara Abah. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. seperti nama ayahnya. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. tertua I Gusti Ngurah Sangging. dan Pedanda Ketut Karang. habis semua isi rumah beliau. berasal dari Jasi seorang. Pedanda Wayan Karang. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. oleh karena menuruti hawa . kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. Pedanda Taman. memiliki dua orang istri. seorang dari Intaran. bernama Laksmi Sisingharsa. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. yang berada di Pamuhugan. Pedanda Made Wangseyan. I Gusti Nyoman Tianyar. Pedanda Abah. Adapun Pedanda Taman. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. Diceritakan kembali. putra beliau bernama Pedanda Manggis. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. ke desa lain. Keturunan dari Blaluwan. berputra seorang laki-laki. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. Pedanda Ketut Tianyar. bernama Pedanda Tianyar. Pedanda Made Intaran. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. ada yang digadaikan. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. ada putra lahir dari Kekeran. keturunan Arya Kekeran seorang. dan Pedanda Ketut Wanasari. Pedanda Gunung. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. ada yang dijual. Pedanda Wayan Intaran. dari Blaluwan seorang. bernama Ida Raden. beliau sudah tercatat. beristrikan Ngurah Sukahet. Pedanda Made Tubuh. Pedanda Made Karang. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. dikelilingi oleh banyak prajurit. kemudian dibakar. berputra seorang laki-laki. kawin dengan perempuan dari Karangasern. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. mempunyai dua orang putra laki-laki. Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. Pedanda Ketut Tianyar. I Gusti Ngurah Diratha. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. Pedanda Tamu. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. mempunyai seorang putra laki-laki. Juga Pedanda Abyan. disebut Pedanda Abah. mendirikan pertapaan di Sidhawa. I Gusti Nyoman Tianyar. berputra tiga orang laki-laki. Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. pemberian dari Sri Raja penguasa. yang memiliki dua orang istri. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. Berputra empat orang laki-laki. hutan ( ladang ) sawah. beliau bertempat di Bajing. demikian akibat kutuk brahmana. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. mempunyai seorang adik perempuan. mempunyai tiga orang putra laki-laki. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. mencari pertapaan di Tagatawang. Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. memiliki empat orang putra laki-laki. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. keturunan yang lahir dari ibu Intaran.

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul . lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. sebagai tanda itu. jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya. terbebas oleh panas. berjumpa di jalan. dahulu di Surga. yang berhak juga brahmana. mengaku memakai kawatamas. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. Berpakaian serba putih. ketiga aliran sulinggih. Rupa/fungsi kawat emas. tempelan kapas lima warna. balai-balai dari bambu gading. pada waktu semua roh berkumpul. berjalan tanpa tongkat. bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. binatang singa bersayap. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. dijemur di teriknya panas. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. bagaikan kristal permata.. Setelah siap/sedia . tar porat. candra sari. parbha padma lenkara. Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. bernama besar (utama). menggunakan tongkat bhajra yantu. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). diperiksa tulisan di kepalanya. menimpa diri Sang Resi. menengah namanya. walantaga. kain panjang. karena masih ada yang menandakan. boleh menggunakan kawat emas. menjaga tingkah laku itu. bukan diikatkan pada galar. jelas sang Adi Guru. pakelem yang dibuat dari emas. Jika sudah diberi tanda. boleh melakukan upacara Atma wedhana.000. tertutup oleh awan. hanya keinginan untuk mempercayai orang lain. itu sebagai alas. simbul tikar. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. karena kawat emas itu sangat utama. bagaimana ia itu. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot. itu melambangkan padmanglayang. pikiran . tidak tahu dengan maknanya. upacara baligya sradha. marah dalam hatinya. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi. wajah Resi Bhujangga. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi. pada ujungnya bhajra yantu.000. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir. menengah panileman. magumi undag sapta. Bhujangga. bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. dalam benaknya salah sangka. sembilan tumpang warna warni. Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. dibawa pada saat bepergian. menjawab roh itu. cakraantita trawangan. sederhana harga 4. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. itu bermakna utama. itu sebabnya terbebas dari kekeringan. lengkap dengan kawat emas. mereka sang tri wangsa menjadi malu. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). balai silunglung. Semuanya menyapa. lebarnya seukuran destar. sang Resi segera berkata. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). serta membungkukkan badan. tidak boleh lepas tongkat itu. Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya.membakar jenazah. Hurat mawrat. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). jangan tidak berhati-hati. disertai tercakupnya kedua telapak tangan. berbentuk padma reka. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. Kelanjutan dari (upacara) kematian. menengah 8. Demikian perilaku Resi Bhujangga. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor.000. jangan ceroboh. mangrorasin. bernama nista (sederhana). segera terdengar suara cemoohan. tidak keliru (bila) akan bertanya. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha. taman agung. Jika dia Resi. ditutupi dengan kawat emas. demikian diberitakan. mengaku dirinya bukan pendeta. yang menjadi ujungnya. mengikat galar. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. ada satu roh. untuk tidak salah tafsir. harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan.

pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. Kuningan. putri guru. paman guru. jangan sering lemah dan memudar. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. kawan. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. kakak dan adik guru. menghaturkan penyucian kaki beliau. menghadap sang Adi Guru. tidak menyangkal perintah. ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. jangan sembunyi-sembunyi. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. adik guru. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. kakak guru. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru. sekalipun tertimpa hujan dan panas. berlaku seperti Resi Bhujangga. itu tidak dapat didiksa. keluarga sang Adi Guru. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. hendaknya semua dapat dihormati. Ratu Ida Ayu. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. bahasanya/nadanya datar. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. itu dapat dipimpin oleh Resi. Jika telah tiba saatnya meninggal. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. dan juga awasi dari kejauhan. tidak berhasil. puasa. tidak mengabaikan bimbingan. ikut terbawa-bawa sang guru. cicit guru seluruh anggota keluarga.itu serta bersih berkilap tidak berawan. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. tidak menentang perintah. seorang petani tulen menjadi utama. pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. jika mencarikan jalan keluarga. . bersama orang yang wajib dihormati. bising hening menahan lapar. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru. tidak turun naik dalam perasaan. itu akan menjadi rendah (nista). mempercepat dapat dimengerti. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. setiap berucap dan berkata dengan hormat. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta. sang Adi Guru. bukan keturunan wiku. kakek guru. berat ringan. tetap menatap muka. karena murid Resi. brahmana. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. tidak salah dengar. tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. juga jangan membelakangi. dengan suara yang lembut. maka hilanglah keharumannya. putri guru. keluarga guru. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. Lagi pula ingatlah tata krama itu. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ). dengan perkataan Ida Bagus. upacara tentang kehidupan. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. bukan orang yang telah suci. ucapannya mempesona. karena seorang Resi itu adalah dari keturunan. ajak (tawari) duduk bersama. jangan engkau menghalangi duduk. jangan segera mencampuri. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. gadis (istri ) Resi panggilanmu. kakak guru. jika terlihat putra sang Guru. Demikian tata cara seorang putra guru. adik guru. jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. karena engkau merupakan perlindungan manusia. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. lancar. pada waktu melaksanakan upacara. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. tidak menduduki tempat duduk sang Guru. apa sebabnya bisa. tidak menolak perintah. upacara penyucian diri. apa sebabnya demikian. putri guru. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. tidak memalingkan muka. memohon restu kepada sang Adi Guru.

yang berkedudukan di Majalange. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang. yang berada di Sinduwati. agama. karena dicemari oleh tempat. di antaranya. berbeda dengan kulit seekor kambing. waspadai baunya yang busuk. tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. engkau merupakan wadah berbunyi. Singharsa. kebaikan. beliau dianggap air kehidupan. dan memberikan kekuatan jagat. Arya Kenceng. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). tiga. sekalipun pekerjaan suci. Arya Tan Wikan. taat terhadap sang brahmana. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. beliau memang bersaudara. sekalipun wadah itu bocor.Demikian tata cara sang Resi. Arya . sang pendeta yang mengisinya. bhuktimukti itarttaya. beliau Sirarya Kanuruhan. menimba air dari sumur. dipakai oleh Baladewa. menghidupkan. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. dimohon kepada sang pendeta. Arya Wangbang. salah satu adalah wanita. mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. dipuja oleh para keturunan beliau semua. para keturunan Jro Gede Wiryya. Ahli waris yang memelihara. yang tertua dinobatkan di Brambangan. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. adiknya memerintah di Pasuruhan. patayeswarah. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman. Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik. seorang pandita yang sudah sempurna. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. sebagai pelindung daerah. jangan mabuk menganggap diri tabu. Demikian perbuatan yang alpa. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang. Arya Dalancang. tingkah laku yang baik. dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). beliau berputra yang lahir dari batu. prawaksyatwa wijneyah. beliau beristana di desa Samprangan. brahmanam ksatriyadih. I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau.

selanjutnya beliau menanyai abdinya. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu. akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. bagaikan tersentak timbul birahinya. serta beliau Arya Anggan. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. Semuanya adalah para putra awalnya. Setelah beliau wafat. berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. adalah putra beliau. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. yang kedua bernama Dalem Tarukan. Tan Kawur. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. madya. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan. terhenyak beliau Dalem. Arya Cacaran. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji. dan ada lagi tiga orang wesya. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat. Ki Arya Pelangan. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. oleh karena dimabuk asmara. Ki Arya Pananggungan. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. terakhir Arya Kuta Waringin. beliau juga diganti oleh putranya. kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. akan tetapi ada pesan Dalem. beliau berputra tujuh orang. beliau pemberani dalam pertempuran. ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura.Pangalasan. Diceritakan beliau Arya Kapakisan. bernama Tan Kober. Arya Manguri. yang pertama bernama Dalem Samprangan. dan utama). akhirnya Si Luh Pasek digauli. Setelah beliau kembali ke alam baka. beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. sira Wang Bang. beliau wafat ke alam baka. satu orang perempuan. Arya Akah. terasa panas tanah bekas air kencingnya. entah berapa lama. sebagai orang kepercayaan beliau. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. sebagai mahapatih daerah Bali. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. adik beliau Ki Arya Kasatrya. oleh karena sudah tiba saatnya. menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. dari leluhur beliau dahulu. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. beliau kurang waras. beliau suka bersolek. ia sudah gadis dewasa. serta ada lagi janji . yang bernama Dalem Watu Renggong. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. beliau meninggal masih muda. yang bergelar Dalem Sagening. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. beliau Arya Kaloping. beliau digantikan oleh putranya. beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. berputra Ki Arya Pasimpangan. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. Tan Mundur. pada saat hari yang baik. adik beliau Arya Asak. Kembali diceritakan.

supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. sangat murung dan duka hatinya. sebagai tanda seorang calon pemimpin. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. Keesokannya. sebab anak beliau sendiri. yang sedang tidur. berusaha agar lepas dari mala petaka. ternyata ada masih tertinggal sebilah. pada kepala salah seorang abdinya. nantinya akan mengalahkan putranya. terkejutlah beliau berdua. terpendam di hati terusmenerus. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. memberikan pengiringnya senjata keris. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. selanjutnya anak itu diupacarai. Entah sudah berapa lama. bernama Dumpyung. hati beliau Dalem sangat kasih sayang. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang. termasuk isterinya. ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. sudah siap dengan pengiring putra baginda. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. setelah waktunya akan melahirkan. yang bernama Ki Ngurah Jarantik. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. hati beliau menjadi murung. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. mungkin Ki Barak Panji. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris). telah teruji keberaniannya. beserta permaisuri baginda. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. setiba beliau di sana. ternyata tidak setuju hatinya. setelah pembicaraan selesai. oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. sehingga berunding beliau Dalem. mencari akal upaya. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. beliau menghadap raja. selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. beserta Ki Dosot. kelihatan oleh beliau berdua. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. melihat anak itu demikian. sehingga timbul iri hati beliau. dan lagi ada hadiah. supaya bersaudara dengan anak beliau. disertai oleh sang permaisuri. akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. tiba-tiba sinar itu menghilang. Setelah Ki Barak Panji dewasa. tidak menolak mereka yang diperintah. kejengkelannya ditelan saja. lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela. beliau Sri Aji Dalem Sagening. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. Den Bukit. Lama-kelamaan. sama-sama satu bilah. khawatir dan curiga hati Dalem. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. kemudian apabila lahir anak itu. setelah Dalem diberitahu. yang sudah dewasa. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji. sebagai pimpinannya. ada sinar suci menandakan prabawa. tidak demikian perbawanya. empat puluh orang banyaknya. semuanya yang berjumlah empat puluh.Dalem. . Tiba-tiba malam hari. yang sama-sama mengabdi.

setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. tak terkira senang hati mereka semua. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. terus-menerus keris itu dibagikan. sangat luar biasa kesucian air itu. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi. pada saat hari yang baik . diusung ke atas. kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. hingga sampai sekarang. selanjutnya ke barat. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. ada juga sisanya keris sebilah. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. seperti tadi. selanjutnya terus ke barat. mampir di Jarantik. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. bingung hati Beliau Dalem Sagening. beserta pengiringnya semua. bernama Ki Panji Landung. selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. hanya kelihatan samudera luas. sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. membelok ke barat. bernama Ki Tunjung Tutur. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. dan senjata Ki Pangkajatatwa. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. tidak kelihatan apa-apa. selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. memasuki daerah Samprangan. hanya tetap berada seperti semula. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. selanjutnya pergi menuju arah utara. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. itulah sebabnya keris yang tersisa. matahari pun sudah condong ke barat. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. di atas Danau Bubuyan. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. menuju daerah Danau Pabaratan. akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. disuruh melihat ke utara. nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. . setelah mendapat bagian satu demi satu. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. terutama beliau Ki Gusti Panji. seperti semula. Setelah semuanya selesai makan. memasuki daerah Kawisunya. mendaki bukit Watu Saga. lalu ada lagi sisanya satu bilah. langsung dicegat Ki Gusti Panji. beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. menginap dalam perjalanan. . sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. ketika hari sudah sore. beliau Ki Gusti Panji mohon diri. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. dengan membawa keris pemberian Dalem. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. disertai oleh ibunya. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. sendirian di bawah berbaring di tanah. lalu beliau minum air itu. lain dari pada itu . lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). demikian ceritanya air itu dahulu. sebanyak empat puluh itu. dan tenggelam ke laut. serta Ki Dosot. wilayah Den Bukit. Toya Katipat nama lainnya. ketika matahari sudah condong ke barat. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. berhentilah beliau di sana. yang ditancapi itu. maksudnya untuk menaruhnya. dicapai wilayah Bandana itu.

Diceritakan Ki Pungakan Gendis. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. sangat senang hati sanak keluarganya semua. ke mana-mana pun bercengkrama. sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. melewati jalan. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. "Ai Barak Panji. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. diapit kanan kiri. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. bergegas-gegas menjemput. tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. oleh karena belum tercapai tujuannya. dilengkapi dengan payung kebesaran. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. perjalanan beliau lurus ke utara. hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. tunggulah sebentar. beristana di Desa Gendis. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. bernama Ki Pungakan Gendis. berkat aku terjadi kematiannya. Ki Pungakan Gendis . sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. seperti tingkah lakunya dahulu. tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. kemudian selanjutnya disarungkan. kenyataannya berkat anugerah dewata. tak menghiraukan siang malam. beserta pengikutnya semua. puwan berperada dengan indahnya. tidak pernah berpisah mereka berdua. ada sebagai musuhmu. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. gaiblah Ki Panji Landung. mengikuti jalan besar.disertai pengikutnya semua. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. dan beliau selamat dalam perjalanan. menyiapkan suguhan selengkapnya. setelah laju perjalanan beliau. demikian terdengar sabda itu. tudingkan saja aku ke arahnya. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. jangan kamu raguragu dalam hati. beserta di belakangnya. demikian kata-kata Ki Panji Landung. dapat anda kuasai kemudian. dipakai mencungkil ketela. sebab ada yang utama dalam dirimu. selanjutnya semua berjalan. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. memberi anugerah Ki Gusti Panji. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. karena terikat oleh cintanya bertuan. wajib kau bunuh. adapun sabda itu. kebetulan I Gusti bermain-main. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. yang berkuasa di Desa Gendis. pada saat hari yang baik. sebab hampir tiba tempat yang dituju. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji. jangan kamu ragu-ragu kepadaku. yang bernama Ki Pungakan Gendis. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. segera timbul girang hati ibundanya. didengar oleh Ki Gusti Panji. menuju rumah sanak keluarga ibunya. beserta abdinya berdua. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. timbullah marah beliau dalam hati.

teguh bagaikan lukisan. segera serempak pergi ke laut. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. siapa gerangan yang mampu menolong perahunya. sedang menangis meratapratap. setelah keris itu diacungkan. piring. tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. mendatangkan pengikutnya semua. sudah meninggal. setelah beliau tiba di pesisir pantai. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. untuk menarik perahu itu. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. akan tetapi tidak berhasil. serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. Ada anak Ki Pungakan Gendis. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. ke tengah laut. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. setelah semuanya sudah datang. demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. lalu beliau bersedia membantunya. Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. dan membuat perjanjian. lalu percayalah beliau dalam hati. sangat cantik tanpa ada celanya. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. berlindung naik ke pohon leca. seraya menghunus keris pemberian Dalem. perempuan seorang diri. dilihat oleh Ki Gusti Panji. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. yang tumbuh di pinggiran jalan. ditambatkan di air. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. seraya keris itu dihunusnya. sambil berkata berkaul .kemudian pulang. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. perahu itu kembali pulang ke Jawa. tak terkira larinya ke tengah samudera. terdengarlah sabda. jika tujuan berhasil. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. seperti pakaian. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. saat itu baru diketahui. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. terdampar di pesisir Panimbangan. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya. membawa tali. setelah selesai. cangkir. semua isi perahu ini hadiahnya. memerintah desa Gendis. di hadapan rumahnya . kemudian datang Ki Pungakan Gendis. matanya mendelik sayu. mereka semua merasa malu dan marah. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. supaya berhasil melaju ke laut. dijumpainya Ki Dampu Awwang. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . semua isi perahu hadiahnya. serta bermacammacam ramuan. beserta alat perlengkapan untuk menarik. Entah berapa lama. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. badannya kaku bagaikan mayat. pinggan. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal. masih dalam keadaan menunggang kuda. Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. bernama I Dewa Ayu Juruh. oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. dihempaskan oleh keris itu. jika Ki Pungakan Gendis. jika demikian keadaannya. saling mengeluarkan gagasan / ide. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. sudah dekat dengan pohon leca itu. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya. berhasillah perahu itu didorong. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. berhasil perahu itu bergerak. bambu. seluruh isi perahu itu. membuat orang jatuh cinta. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. jangan khawatir. beserta dua orang abdinya. lalu Ki Gusti Panji segera. mungkin baru akan menjelang dewasa. Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji.

berhasil terkenal di dunia. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. perkataan beliau manis. dari Sangket Sukasada. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas. lalu Kyayi Sasangkadri. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. sama-sama hebat berani dalam peperangan. indah kelihatan desa itu. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. dari Kubwan Dalem. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. Tidak ada yang menyamai. Konon setelah beliau kaya. oleh karena keduanya sama-sama mencintai. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. berjanji beserta anak cucunya semua. semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. seia sekata beliau dalam bersuami istri. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. Entah berapa lamanya. putih tidak bercela. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus. selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. disenangi oleh . beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. sama-sama tunduk mengabdi. lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala. luar biasa baktinya menghamba. selanjutnya tinggal di desa Panji. membangun daerah. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis. Beberapa lama kemudian. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. sangat berani dalam medan perang. oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri. setelah semuanya setuju. buyut dari Kyayi Cili Ularan. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. kagum dan tunduk. diberi sarung dari kain halus. selanjutnya banyak tempat tinggal. dari pesisir laut sampai ke pegunungan. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. selanjutnya beliau menghamba. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. tidak mau tunduk. selanjutnya diberi julukan Ki Semang. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu). lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji.yang tampak keutamaannya. sebagai penguasa desa Panji. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. pergi untuk menyerang. seperti Kyai Alit Menala. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. tertib. selanjutnya orang-orang desa Gendis. menghamba kepada Ki Gusti Panji. tidak merasakan panas dan dingin. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. segera penuh sesak. dipindahkan ke desa Panji. berbondongbondong menggotong rumahnya. beserta rakyatnya. tunduk menyerahkan dirinya. diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. membuat hati semua orang senang. diberi nama Ki Awak. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. semua penguasa. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. Entah berapa tahun lamanya. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. sampai di ujung desa Toya Anyar. berkat dukungan baik seluruh desa-desa.

Ada juga beribu Sudra. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. setelah beliau tiba di Bali. sangat mahir membuat keris. sangat hebat kesaktiannya. bagaikan suara gagak beribu-ribu. berada di pertapaan Kayu Putih. tidak diceritakan selanjutnya. desa Kayu Putih. 3000 banyaknya. yang laki bernama Pedanda Kemenuh.rakyat. disebut Griya Romarsana. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. ada yang beribu dari kesatria Blambangan. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. Serta petuk kajarnya. lalu dimintalah beliau. terompong di depan dan di belakang. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih. Gongnya dua buah. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. diberi nama Juruh Satukad. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka. menikmati kegembiraan hatinya. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut. lebih kurang. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. banyak saudaranya lain ibu. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang. ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat. anak Dang Hyang Asmaranatha. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. penuh dengan perlengkapannya. Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. karena kesaktiannya luar biasa. sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. beliau pindah ke Ler Gunung. sesudah memimpin di Ler Gunung. dan lagi gong kecilnya. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. beliau sangat terkenal di masyarakat. bagaikan banjir aliran madu. Diceritakan ada seorang brahmana. Mpu Nirartha nama beliau. oleh Ki Gusti Panji Sakti. mengikuti pemimpinnya. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. memenuhi sungai umpamanya. terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . brahmani dari Pasuruhan. setelah saatnya tiba. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. . dibuatkan rumah di Sukasada. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. abdi dari Ki Bendesa Mas. diberi nama Bentar Kadaton. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. sebab beliau tidak menyadari akan . penuh sesak sampai ke balai rung. suaranya sangat gemuruh. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. keluhuran ilmu Pasupatinya. demikianlah keutamaan beliau. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. oleh karena suaranya sangat manis. tidak berani melihat kesaktian beliau.

"Gagak apa keinginanmu?". ditanya oleh baginda Raja. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. diiring oleh rakyatnya banyak. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. ada terbetik dalam hati. sebab beliau ingat akan leluhurnya. adapun jalur yang dilalui perahu itu. Kembali diceritakan. ada putra beliau yang menggantikan. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. busana. "gagak. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. Pada saat hari yang baik. seluruh prajurit pemberani dipanggil. dengan menaiki perahu. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. demikianlah perjanjiannya. selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. tidak ada lain asalnya memang bersaudara. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. satu bersedih semuanya bersedih. seperti nama ayah beliau. agar tidak berpisah. entah berapa lama perang itu berlangsung. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. oleh baginda Raja Panji Sakti. senjata tajam mengandung kesaktian. yang berada di tengah medan laga. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. sangat luar biasa keris buatannya. dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. mas permata. satu bersenang semuanya bersenang. sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. penuh dengan persiapan. lalu ditiru oleh masyarakat. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. Setelah selesai. daerah Yawadwipa. diajak bermain gagak-gagakan. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. luar biasa ramainya pertempuran itu. . amat tenteram hati beliau raja. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. dua puluh jumlahnya. beserta perahu sudah banyak disiapkan. bermacam-macam permintaannya masing-masing. lanjut serta anak cucu beliau. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. sebab penuh sesak para prajurit yang menonton.tibanya ajal. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan. Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. beliau Sri Bupati berangkat. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. semua prajurit bersorak. yang sudah sering menyerang musuh. anak gadis. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. semua sudah bahagia. sandang. gak. seperti kedudukan bapaknya. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah. jenazah bagaikan gunung. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. pada saat dulu. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. lalu terjebak Dalem Brambangan . lalu mengumpulkan rakyat. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. pakaian dan pangan. dalam suka duka. serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. goak. sebagai bagawanta baginda raja. minuman. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. ditanya oleh para patih semua. disergap oleh Dalem Brambangan. ada yang meminta makanan. sama-sama keturunan pemberani. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. saling menjaga. keinginanku menundukkan Brambangan". agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. kedudukannya sebagai putra mahkota. lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab. dengan keris Ki Semang. di medan pertempuran. Si gagak lalu menjawab. beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. setelah demikian. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. sama-sama senasib dan seperjuangan. berlautan darah. serta manikam.

dilihat oleh beliau berdua. di pategalan daerah Balalak. tempat tanah lapang itu. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. oleh karena kehebatan keris Ki Semang. bernama desa Paguyangan. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. serta yang seorang lagi. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. mengembangkan keturunan. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal. lalu ditolak mas kawin beliau. Tak terhitung berapa lama kemudian. utusan pun sudah berjalan. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. seperti keadaan semula. maka sebagai raja yang berwibawa. tempat orang menanam Buleleng. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. setelah menjadi besar tempat kota itu. yang bernama Ngurah Panji Nyoman. setelah mampu menguasai daerah Banger. orang Jawa di Kampung Jawa. pemberian raja Solo. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. demikianlah ceritanya dahulu. saling amuk. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. Keinginan beliau untuk mengadu. dibuatkan kandang di bagian utara kota. menikam. diberi nama Singaraja. bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. ikhlas hatinya memberikan adiknya. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana. beserta Teruna Munggu. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. disanggupi oleh penguasa Mengwi. kembali beliau penguasa Den Gunung. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. beserta Jaranbana. Setelah lama-kelamaan. selanjutnya beliau mengirim utusan. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. Entah berapa lama. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sebab anaknya yang masih muda. ditempatkan di hutan Pagatepan. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. ada dijumpai di sana. baginda di atas singasana. akhirnya hancur daerah Jaranbana. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. akan dipakai sebagai istri. akan kehebatan Sri Panji Sakti. sama-sama pemberani. diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. beliau sekarang ingin melamarnya. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. kembali Sri Panji Sakti. . sama-sama tikam. setelah samasama sepakat. oleh baginda penguasa Ler Gunung. dan istana tempat tinggal baginda raja. setelah demikian keadaannya. dan yang menggembalakan gajah. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. Pedanda Sakti Ngurah. Danudresta nama lainnya. yang berkuasa di Mengwi. segala macam yang utama. bersama prajurit Mengwi. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. ramai pertempuran itu. merintis membangun kota (pura). diserahkan daerah Brambangan. mendengar berita. adalah tiga orang dari Jawa. pergi menyerang Jaranbana. selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. di bagian utara wilayah Sukasada. banyak orang-orang yang tinggal di sana. di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. ibu leleng. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. setelah semuanya selesai. timbullah kemarahannya.

Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dan di bagian timurnya ada semak belukar. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. suatu kedudukan untuk cucunya . digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. Lama-kelamaan. sampai sekarang. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. sampai sekarang. oleh karena demikian keadaannya. dipindahkan dari tempatnya. semua bangunan suci dirusaknya. serta keturunannya. dengan menunggangi gajah besar. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. dilengkapi dengan senjata. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. tidak melihat lagi ke belakang. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. diiringi banyak prajuritnya. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. yang diinginkan oleh Dalem. daerah kekuasaan Bandana. menantang perang. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. oleh karena terpikir pasti mati. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. ada terdengar berita. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. sebab beliau sudah merasa dalam hati. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. Beberapa lama kemudian. yang menguasai daerah Tojan. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tikam-menikam. selanjutnya beliau membangun istana. masing-masing segenggam besarnya. pergi ke gunung Batukaru. perangpun terjadi . sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. melawan prajurit Badeng. di daerah Gelgel. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. menceriterakan kesusahannya. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. sama-sama memperingatkan perjanjian. berusaha menyelamatkan diri. lalu tiba di daerah Tojan. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. selanjutnya beliau mengantarkan. oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. datang ke wilayah Badeng. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dinamakan Buruwan sampai sekarang. bagaikan kehendak dewata. pergi jauh. tidak diketahui dari mana asal mulanya. pergi ke daerah Jarantik. setelah selesai daya upayanya. setiba beliau di sana. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. tempat beliau Panji Sakti berburu. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik. akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat.

sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. sebagai pemberian resmi kepada cucu. Entah berapa lamanya. di sana beliau mengutarakan sumpahnya.kemudian. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa. kepalanya dipenggal. yang masih tetap setia kepada Dalem. memenuhi jalan dengan riuhnya. dibawa bersembunyi ke Singharsa. terus juga dikejar. haripun menjelang malam. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. tak terhingga banyaknya. kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang sudah dihunus dari sarungnya. dihadapi oleh Ki Tamlang. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya. dadanya tertikam. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. serta tata cara memimpin wilayah. oleh karena sudah kehendakNya. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. selanjutnya mengganti senjata. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. melarikan diri dari pertempuran. tangkai keris yang berbentuk babodolan. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. berkat baktinya bertuan. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. dan lembut. . sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. perkataannya sangat manis. ketika bersikap akan berbuat. merangkul semua orang. oleh senjata dari Ler Gunung. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa. selanjutnya menuju Gelgel. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. saling sergap. lengkap dengan segala macam senjata. dilarikan oleh para menterinya. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. demikian ceritanya. luar biasa ramai pertempuran itu. dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja. terjadilah persidangan para punggawa agung. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). ikut lari. mengambil keris pusaka Ki Semang. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. semua keturunannya sampai kemudian hari. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. oleh karena tidak ada jalan. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. oleh Ki Tamlang. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. Tidak lama kemudian. demikian ceritanya. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. sebagai senapati Ki Dukut Kerta. Sri Dalem Cili. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. rusak pukuh kerisnya. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. menunjukkan kebesarannya. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. matilah Ki Padang Kerta. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. oleh karena sangat tidak berguna. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. tak mampu bertahan.

pemerintahan Sri Panji Sakti. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. meninggalkan banyak putra laki perempuan. Ki Gusti Lanang Jelantik. I Gusti Oka paling kecil. I Gusti Oka. I Gusti Wayan Padang. I Gusti Panji Dalugdag. Ki Gusti Wayan Gulyang. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. di Klungkung. tetap handal selama pemerintahan beliau. berputra Ki Gusti Wayan Panji. menjadi raja di daerah Den Bukit. beliau tinggal di istana Sukasada. I Gusti Ayu Rai. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. I Gusti Nyoman Panji. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede. setelah tiba ajalnya. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. anak Ki Gusti Sakti. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh. masing-masing melakukan kegiatannya. I Gusti Nyoman Panji. beliau menurunkan banyak putra serta cucu. beliau sebagai raja di istana Sukasada. yang pergi ke Patemon. selanjutnya beliau beristana di Sukasada. tidak ada yang berani berbuat durhaka. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. I Gusti Made Banjar. I Gusti Panji Tahimuk. menuju alam Nirwana. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. sama-sama lahir dari permaisuri. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. I Gusti Ngurah Panji Cede. masingmasing namanya. I Gusti Ayu Panji. tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. beliau pindah ke Jineng Dalem. Adapun I Gusti Made Munggu. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. berputra I Gusti Wayan Ksatra. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit.Entah berapa lamanya. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. I Gusti Made Padang. ke Klungkung. meninggalkan sanak keluarga. dan yang kedua. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. I Gusti Made Munggu. supaya tidak hilang dan hancur. beliau yang menjadi raja di Singaraja. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. beliau mempunyai dua orang putri. semuanya diam tunduk dan setia. I Gusti Alit Oka. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. yang pergi ke Bon Tihing. pindahnya dari Banyuning. karena dibuat oleh leluhurnya. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. Ki Gusti Made Banjar. samasama berada di Singaraja. Beliau I Gusti Made Padang. I Gusti Ngurah Panji Made. berputra tiga laki-laki. I Gusti Alit Oka. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. beribu Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Wayan Padang. Adiknya. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. mempunyai seorang putri. raja Tabanan. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. beliau tidak berputra. dua orang laki-laki berlainan ibu. I Gusti Made Ino. sama-sama di Sukasada. mempunyai seorang putri. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. I Gusti Made Ino. Ki Gusti Panji . putri raja dari Mangwi. satu ibu berasal dari desa Panji. I Gusti Made Ksatra. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. dan entah berapa lamanya. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made.

prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. setelah tiba ajalnya. adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. sama-sama beristana di Singaraja. menyebabkan tunduk kakaknya. sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. oleh karena kebanyakan musuh. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. tidak ada yang berani menghalanginya. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. sehingga dapat diambil oleh musuhnya. tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik. Lama-kelamaan. di balik isi perundingan dulu. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. antara kedua istana itu. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. dengan dibanjiri keberanian. telah semua prajuritnya sampai di sana. oleh karena kebanyakan lawan. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul. Tidak lama kemudian. saling tombak. bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. serta kereta perang dan perbekalan. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). banyak musuh beliau yang terbunuh. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. seluruh pasukan Karangasern. siap untuk berangkat ke Den Gunung. menjadi medan perang. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. luar biasa marahnya kepada adiknya. saling berguguran. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. keturunan Arya Patandakan. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. Raja di Amlapura. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah. yang pindah dari Karangasern. mengamuk dengan sangat hebatnya. Lama-kelamaan. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. apa yang dikatakan. tikammenikam. tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. menuju kota Singaraja. berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. beristana di Singaraja. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik. semakin lama semakin keras bentrok mereka. sebagai penguasa desa Selat. di bagian barat We Mala. akan hal kematiannya hampir tiba. menyerang mengurung. jika sudah mencapai tujuan. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. didengar oleh kakaknya. kemudian terjadilah perang. diusahakan merebut kerisnya. darah beliau memancur. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. ada yang dirasakan dalam hati. sehingga yang berkuasa di Singaraja. sama-sama memimpin bumi Buleleng. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. dengan yang berkuasa di Singaraja. menerobos ke tengah-tengah medan laga. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. dorong mendorong. . yang berkuasa di Sukasada. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. sama-sama tidak hendak mundur. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. sehingga sama-sama bersiaga. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. lengkap dengan segala perlengkapan.Dalugdag. beserta saudaranya di Banyuning. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja. yang berkuasa di Sukasada.

beliau masih tetap tinggal di Singaraja. yang meninggal di Pereyan. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit. mengungsi desa Pereyan Tabanan. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. Ki Gusti Wayan Panebel. berputra Dewa Agung Panji. Ki Gusti Ketut Jlantik. Kembali diceritakan. meninggalkan putra. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. berada di Panarukan. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. berada di Kubutambahan. Ki Gusti Ketut Panji. sehingga beliau memilih muka. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. bernama Ki Gusti Ketut Panji. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. adalah bekas dua orang saudara bertempur. beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. sama-sama masih di Sukasada. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. karenanya ada bernama desa Baratan. selanjutnya beristana di Sukasada. Adapun yang menang dalam pertempuran. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. serta Ki Gusti Made Akeh. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung. . sama-sama berada di Singaraja. oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. beliau turun dari singgasana. Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja. berputra Ki Gusti Wayan Ksatra. Kembali diceritakan. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Ngurah Panji. serta Cokorda Mayun Giri. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. Ki Gusti Nyoman Karangasern. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana.Tak lama kemudian. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. sejak lama mengembara di Jembrana. mulanya juga dari Karangasern. sama-sama berada di Bangkang. di daerah Nyalian. pada Isaka 1737 (1815 M). banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. Adapun sanak saudaranya. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. yang meninggal dalam pertempuran. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. berada di Sasak. keturunan Karangasern. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. beliau meninggal di sana. Ki Gusti Made Clagi. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. sampai sekarang. tidak adil kepada rakyat. sama-sama berada di Sukasada.. Adapun yang menggantikan beliau. sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan. Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. berputra Ki Gusti Gede Panji. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. raja di Sukasada.

akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. ditambatkan di lapangan. setelah memperoleh keputusan. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. sama-sama berada di Sukasada. beliau digantikan. bertingkah laku tidak senonoh. sama-sama di Tukad Mungga. dan Ki Gusti Ketut Panji. mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. beserta sanak keluarganya semua. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. tidak ada yang berani membuka mulut. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. terhadap tindak-tanduknya. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja. serta rakyatnya semua. sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. serta saudaranya. ikut juga dibunuhnya. Kembali diceritakan. beserta saudaranya di Bangkang. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. Ki Gusti Ayu Jlantik. akan kejahatan tuannya. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. Ki Gusti Wayan Panebel. dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. ke sebelah barat jalan. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. pada saat Isaka 1751 (1829 M). tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. beserta saudara laki-laki. di Bangkang. sama-sama menurunkan keluarga. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. Ki Gusti Nyoman Pinatih. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja. berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala. memohon jenazah kakaknya. berputra Ki Gusti Bagus Rai. serta ke Bon Tihing. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja. entah berapa lamanya menjadi raja. . berputra Ki Gusti Putu Panji. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. berputra I Gusti Putu Kari. disangka oleh beliau raja. di Bangkang. serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. disangkanya jelas akan mencelakakan. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. Ki Gusti Made Akeh. putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. dan ke Depaha. berputra I Gusti Nyoman Panji. belum pantas dihukum mati. hal itu diketahui oleh para menterinya. tidak diceritakan selanjutnya. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. menghadap raja. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. Ki Gusti Ayu Rai. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. gamya-gamana. Oleh karena demikian keadaannya. setelah sore hari. memaksa menerobos masuk istana. pindah dari Tukad Mungga. akhirnya keluar sifat angkara beliau. serta saudara laki-lakinya. memohon belas kasihan. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. Ki Gusti Bagus Suwi. beliau memindahkan istana Singaraja. di Singaraja.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. Ki Gusti Made Kari. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . di Panarukan. Pan Apus nama lainnya. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra. terdorong oleh karena sudah kehendakNya. adiknya Ki Gusti Made Batan.

oleh karena sangat gelapnya. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. seisi istana. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. ada juga yang tersisa. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. sampai tengah malam. mengamuk orang-orang yang menonton wayang. serta tombak. tua muda. segala yang mengakibatkan kematian. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. setelah kesepakatan raja selesai. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. Kenyataannya. juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. sebagai kepala penjaga istana. menuju rumahnya masing-masing. oleh karena kagetnya. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. melakukan persidangan. ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. beserta capalanya. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. di halaman kedua istana. menonton. luar biasa riuhnya orang-orang. tentang pemberontakan para arya Buleleng. demikian cegahan Ketut Karang. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. mengadakan pertunjukan wayang kulit. dihadapkan dalam persidangan. layarnyapun robek. bermaksud ikut mengamuk di istana. di antaranya. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. sama-sama ada di Sukasada. menonton wayang. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau. Ki Gusti Made Kari. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. sama-sama keluar dengan membawa senjata. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. sudah siap dengan senjata. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. laki perempuan. menyuruh untuk kembali pulang. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. ia berbicara. serta wayang Tuwalen. beserta pengikutnya. itulah kesempatan para arya semuanya. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang.Pada saat hari baik. dihadapkan oleh semua para manca. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. demikian kira-kira pertanyaannya. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. durhaka mengamuk dalam istana. Ki Gusti Ketut Panji. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). siapakah itu yang masih hidup?. Keesokan harinya. mencari perlindungan. supaya tidak ada tersisa. sehingga terlepas dari kematian. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. serta membawa Capala. untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana. membawa wayang Bima dan Tuwalen. kacau balau. demikian diceritakan. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. dari desa Banjar. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana. akhirnya mereka menyebar mengacau. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern. memporakporandakan para arya Den Bukit. setelah demikian keadaannya. beserta saudaranya Ki . beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. bertempat tinggal di Panataran. sama-sama menunggu di jalan raya. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. Ki Gusti Agung Pahang. tidak menunggu sehari.

sehingga orang-orang menjadi ribut. . Setelah demikian. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. adapun raja Ngurah Made. setibanya beliau di sana. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. lamanya perang hingga tiga tahun. pada Isaka 1768 (1846 M). Ki Gusti Agung. beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. lari pergi menuju wilayah Karangasern. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. berselisih dengan pemerintahan Belanda. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. sangat luar biasa pujian rakyat. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. hasil panen tidak berhasil. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan. sama-sama berada di Sukasada. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. negara menjadi terpecah. menjadi penguasa Den Bukit. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. kembali mengangkat raja. seperti Payangan. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. bagaikan malapetaka dari-Nya. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. Kembali diceritakan. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang. tidak menyimpang akan titah Nya. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. bertengkar berperang dengan sanak keluarga. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. kedudukannya sebagai patih. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. yang masih bakti menghamba. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. beliau juga keturunan Karangasern. diberi mandat memerintah negara Buleleng. yang memerintah di Den Gunung. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. sampai sekarang. Entah berapa tahun lamanya. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. setelah pembicaraan selesai. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. pergi ke desa Pakisan. untuk menjalankan pemerintahan. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. menyebabkan terjadinya permusuhan. menyebabkan panas pada saat musim hujan. beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. oleh pemerintahan Belanda. apa sebab sama-sama masih hidup. beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. serta Ki Gusti Ayu Bulan. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali. kebutuhan sehari-hari jarang. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. Pendeknya. perbuatannya gamya-gamana dengan adik. berusaha menyelamatkan diri.Gusti Ketut Jlantik Sangket. semakin bertambah angkara murkanya. disertai prajuritnya. antara Belanda dengan rakyat Bali. selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. perangpun terjadi sangat hebat.

Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. bernama Ki Gusti Putu Batan. menuruti jalan hidupnya. Adapun ipar baginda raja. lebih kurang tiga tahun lamanya. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. lain dari itu. Ki Gusti Made Banjar. Ki Gusti Ketut Kaler. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. dan Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Ketut Jlantik. dibantu oleh para menteri. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. serta Ki Gusti Ayu Putu. meniru yang ada di istana Bangkang. Entah beberapa lamanya. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Banjar. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. selanjutnya pindah ke Singaraja. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. Ki Gusti Made Rai. akhirnya beliau turun dari singgasana. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. punggawa semuanya. putra beliau I Gusti Putu Kari. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. Putu Kebon nama lain beliau. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. Ki Gusti Ayu Made Taman. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. semula berkedudukan di Tukad Mungga. didorong oleh nafsu. diiring oleh para penjudi. tidak mengetahui asal-usulnya. sama-sama kembali ke Bangkang. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. pada saat mengungsi dahulu. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Nyoman Banjar. menjadi beragama Islam. sebab lahir di desa Soka. yang pergi ke Desa Pakisan. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda. Ki Gusti Ayu Mas. Ki Gusti Ketut Kaler. ada keturunannya sampai sekarang. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. Yang lainnya. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. Adapun Ki Gusti Putu Kari. demikian . Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. berputra Ki Gusti Putu Panji. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Made Karang. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. tenggelam dalam sabungan ayam. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. berputra Ki Gusti Putu Batan. dahulu. beberapa bulan meninggalkan istana. Puri Kanginan. Ki Gusti Ketut Ksatra. serta Ki Gusti Ayu Kaler.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. Ki Gusti Nyoman Oka. semuanya kembali ke Kubutambahan. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ketut Banjar. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. patih kedudukan beliau. masih berada di Tukad Mungga. yang pergi menuju desa Alas Panji. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. tinggal diam di desa Panji. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Panji. Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Bagus Jlantik.

berputra Ki Gusti Ayu Dangin. Ki Gusti Nyoman Jlantik. serta KI Gusti Made Panji. Ki Gusti Ayu Rai. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. pindah ke Depaha. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik. Ki Gusti Ayu Putu. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. di Bangkang. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. Adapun yang berada di istana Bangkang. Ki Gusti Putu Canang. berputra Ki Gusti Ayu Turun. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. Adapun Ki Gusti Made Panji. Ki Gusti Ayu Selat. serta Ki Gusti Ketut Putu. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. sama-sama berkedudukan di Sukasada. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. Adapun Ki Gusti Agung. Kembali diceritakan. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. serta Ki Gusti Made Kaler. beliau banyak menurunkan keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. Ki Gusti Ayu Made Panji. dengan cara-caranya sendiri. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja. Ki Gusti Made Selat. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng. Ki Gusti Made Togog. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra. disertai dengan perputaran jaman. Ki Gusti Bagus Dalang. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Made Jlantik. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Entah berapa lamanya. menyebabkan banyak yang saling fitnah. Ki Gusti Ayu Made Ayu. Ki Gusti Ketut Ayu. bagaikan kehendak-Nya. Ki Gusti Nyoman Karang. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. . istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ketut Jlantik. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. Ki Gusti Ketut Panji. di Singaraja. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. Ki Gusti Made Celagi. serta Ki Gusti Ayu Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Made Banjar. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng.. Setelah keadaan demikian. Ki Gusti Made Jiwa. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ketut Tangi. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban. di Singaraja. serta yang berada di Sukasada. Ki Gusti Ayu Kajeng. Ki Gusti Putu Gianyar. Ki Gusti Putu Gunung. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara.keluarga raja keturunan istana Bangkang. Ki Gusti Ketut Perasi. Ki Gusti Ayu Mas. berputra Ki Gusti Putu Panji. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Ketut Rai. di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. menyebabkan keadaan menjadi kacau. Ki Gusti Panji Cuweh. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. tidak ada rajanya lagi. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung. Ki Gusti Ayu Made Rai. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. beliau tidak mempunyai keturunan. tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. berputra Ki Gusti Putu Cede. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Rai.

istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Nyoman Raka. Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan. serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu. Ki Gusti Ayu Made Sekar. Kemudian muncul lah . putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. Ki Gusti Ayu Made Rai. Pura Dalem Batu Kuub . serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. berasal dari keturunan di Kubutambahan. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. Ki Gusti Ayu Jlantik. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Ki Gusti Made Singaraja. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. serta Ki Gusti Ketut Cede. serta Ki Gusti Ayu Rai.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. beliau semuanya ada di Bangkang. Ki Gusti Ketut Jlantik. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. Maka timbul lah gempa bumi. Yoganya sangat mantap. istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. Desa Peguyangan Kangin. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. angin topan. Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Ki Gusti Putu Selat. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. berputra Ki Gusti Putu Center. berputra Ki Gusti Bagus Rai. Denpasar Utara. di Tukad Mungga. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Ki Gusti Ketut Bagus.Ki Gusti Nyoman Raka. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. beliau mempunyai seorang putri. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. bekas raja Buleleng yang terakhir. istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. beliau tidak mempunyai keturunan. berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Ki Gusti Ketut Ksatra. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. Bantas. Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. guntur dan halilintar. di Singaraja. Serta Ki Gusti Made Karang. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. Adapun yang ada di Tukad Mungga. Br. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. serta Ki Gusti Ketut Putra. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu. menimpa batu. Ki Gusti Made Oka. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang.

Si bocah berkata: "Wahai Lembu. yang patut menjadi raja?" Si Lembu. nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. sejak sekarang. di manakah kau tinggal. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam. aku berterimakasih. dan ditanya: "Wahai anakku berdua. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". di hutan. Kedua bayi itu bermain-main. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. Ada pula bayi muncul dari buih.bayi dari batu itu. siapakah di antaraku. hanya salah seorang berhak menjadi raja". di mana ada batu bersinar. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. Setelah tiba di tengah hutan. di sana lah Tuan patut membangun istana. Tuanku telah menyumpah tempat tinggal . Namun. lalu ditemukan oleh si Lembu. Demikian lah kata si Lembu. siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. saya tidak mengetahui di mana rumah saya". Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu. Demikian pula. Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. bernama Dalem Kembar. di wilayah hutan Raja". rupanya putih. rupanya hitam. Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). namun ada yang aku tanyakan kepadamu. yang bisa menciptakan keteduhan dunia". Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". disinari oleh matahari. Engkau lahir dari batu.

Ngukuhin. sebab telah ada belas kasih si Lembu. sebab kita lahir kembar. Beliau mawas diri. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. Oleh karena itu. beliau berjalan ke arah barat. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar. Hanya itu lah pesan hamba. Lalu beliau tinggal di sana. Demikian kata Dalem Batu Putih. Ada selama satu bulan berada di sana. baik-buruk harus dilalui bersama. di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. Oleh karena itu. Dalem berjalan ke arah barat. dan kau sudah menjadi raja. Para sahabatnya sangat senang mengiringi. pulang ke sorga. Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. Sahabatnya semua ikut mengiringi. supaya aku juga dapat menjadi raja". aku akan meninggalkanmu ke desa Panji. yaitu Gaduh. supaya bernama Taro. Ia teringat kepada pesan si Lembu. Hatinya pun menjadi lega. Jika menjadi raja. banyak rakyat datang menjemputnya. Pasek. begini besar rasa baktimu kepadaku. lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. Adalah pesan Dalem: "Nah. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. Kini kedua bocah itu berbincang. Lalu diiringi oleh rakyatnya. pikirannya amat bersih. Beliau tiba di tengah hutan. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. silakan kau berangkat. Demikian dipikir oleh Dalem di . beliau menyumpah bersama para sahabatnya.hamba. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar. Setelah tiba di barat. hamba adalah I Lembu Nandini". Sejak ini bernama desa Atege. Ia duduk di tengah hutan. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini. bersedih hati karena amat kelaparan. Tidak ada orang ditemukan di sana. tidak bisa berjalan. Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan. Oleh karena itu. Begitu lah kata Dalem Batu Selem. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. beliau beristirahat bersama rakyatnya. Tiba-tiba si Lembu menggaib. lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. mencari tempat lain. Amat sangat haus dan kelaparan. di sini lah kau bertahta menjadi raja. sebab demikian pesan si Lembu. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. Kebayan. Dangka. maka ada air keluar dari tanah. tempat ini bernama desa Batu Bulan. Hamba mohon diri. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. mungkin karena dianugerahi Tuhan. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. kelak akan bernama Desa Ketemu.bincang. Tidak pernah makan. desa ini akan aku tinggalkan. Jika tuanku belum mengenal hamba. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. maka aku akan meninggalkanmu. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". Penyelaweyan. aku akan menyumpah tempat ini. Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. Setelah ia menyumpah hutan itu. Demikian kata Dalem. Air itu lah diminumnya. menyumpah suatu tempat bertemu". Ia kelelahan di tengah hutan. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. beliau tinggal dengan sangat tenang. Pikiranku sedih seperti telah hancur". Doanya terkabulkan. yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati.

Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. I Dukuh Prateka Sakenan. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku. Baik lah. aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. juga akan menemukan keselamatan. hitam (selem) dan putih. Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. Pikiran beliau sangat senang. hamba adalah abdi Paduka. Aku lahir kembar. Batin yang tajam. Aku lahir dari batu. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. Sekarang aku menyumpah. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. Oleh karena itu. menjadi tempat tinggal segala makhluk". amat sangat berbakti kepada Dalem. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel.dalam hati. lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. Semakin lama beliau tinggal di sana. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang. lalu Dalem merendahkan diri. Wahai kakek. Di sini aku merahasiakan identitas diri. Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. bukan yang besar. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. Paduka lah yang menurunkan hamba. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap. Lama beliau tinggal di sana. pada saat rendah hati. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. Setelah Dalem selesai memuja. Oleh karena itu. Beliau memuja Sanghyang Pasupati. hamba tidak mengenalmu. Demikian kata Dalem. yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. Teman-temannya setuju. tempat beliau menyucikan diri. bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. Hamba mengabdi kepada Paduka. Dalem terkejut. kelak bernama desa Taman. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. Lalu I . Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. suci dan bersih. bukan yang menengah. bernama Dalem Tungkub. dan tiba di Sakenan. teringat ketika membangun desa di Batuyang. tetapi pikirannya suci bersih. hamba lah yang memiliki Paduka. Kata Dalem: "Aku setuju". Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. semakin tidak enak hati beliau. aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. "Aku tidak tahu orangtuaku. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". yang tinggal di Sakenan.

Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana". Kalianlah mengiringi beliau. Siapa saja . se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang.Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). Hamba tidak membawa apa-apa. Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar. Putra I Dukuh setuju. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh. dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka. kau lah mengambil bayi. I Dukuh disuruh menebang. Beliau tiba di Uluwatu. Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. ini dan peliharalah di sini. Hamba setuju. lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. Karena kau lahir dari bambu gading.keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh. Hamba. Kelak. Ketika itu. maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. ingat lah sejak sekarang. membunuh kijang. tidak pernah terserang penyakit. maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. Oleh karena itu. semoga terserang penyakit grehasta". baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". Demikian lah sumpah I Dukuh. sebab leluhurmu berasal dari bambu. ada seekor kijang datang dari hutan. Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. ayah berkaul. Jika kau membunuh kijang. makan daging kijang. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". Istana Dalem pun selesai. Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. Demikian kata Dalem. Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. disusui oleh kijang. Dalem berkata: "Wahai Dukuh. dan tiba-tiba menyususui bayi. maka istananya diberi nama Jimbaran. . Kau harus belajar dan menyucikan diri. kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. di mana dicarikan air susu ibu. Siang malam diemban oleh si kijang. I Dukuh berkaul: "Wahai anakku. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. yang bernama keris I Jala Katenggeng. Dan ajaklah beliau ke Uluwatu. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. ia ibarat sama dengan diri hamba". Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng.

diiringi oleh I Dukuh. Beliau senang diajak mampir. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. Dukuh pantas mempersembahkan ke istana". wajarlah dia menjadi pendamping di istana. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". Jika aku yang memeliharanya dulu. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh.harian berkebun di bukit. Dalem berkata: "Kebetulan. kalau Paduka memang menginginkan. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. Dia tidak boleh tetapi boleh. Dipanggil oleh I Dukuh. Ketika I Dukuh menyucikan diri. beliau dipersilakan duduk di atas dipan. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. akan aku jadikan permaisuriku". wajah Ni Pering Gading sangat cantik. Cukup lama beliau bekerja di kebun. hamba tidak berpanjang kata lagi. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. memeliharanya sebagai anakmu. yakni berkebun. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. . kebetulan menyempatkan diri mampir. dia adalah anak hamba". lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba. Pekerjaannya menurut perintah I. Dukuh dulu meminta.Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh. Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. Paduka lah yang memilikinya. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. Dukuh. Setelah tiba di Padukuhan. maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. dia menjadi milikku. Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. karena dia adalah putriku namanya. kulitnya gading. siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem. istananya telah selesai dibangun. Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading". Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi. hamba tidak berpanjang kata. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. diiringi oleh abdinya. hamba akan serahkan". supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng. dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran. Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. aku berharap agar diajak ke istana. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu.

Dalem pun berangkat.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. silakan berangkat. lalu dijemput oleh I Prateka. beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. Ini adalah Desa Batuyang namanya. di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". yakni I Mada dan I Merangin. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis". Kebayan tinggal lah di sini. "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu". Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". peliharalah anugrah Dalem Batu Putih. "Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". Pikirannya tidak tenang. Beliau menuju hutan di sebelah barat. Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. berkat sumpah Dalem Batu Putih". tidak ada gunanya juga. Oleh karena itu. Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. berkat sumpah Dalem Batu Putih". I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. Setelah tiba di dalam istana. peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran. Kelandis. di sana menjadi raja". Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan. Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin. tidak ada orang dijumpai beliau. Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. Kemudian beliau menuju ke dalam istana. Beliau dijemput oleh I Dangka. Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. hanya menemukan istana saja. Beliau batal membuka tutup suguhan itu. menyusul kepergian Dalem Batu Putih. Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. I Dangka menjawab: "Hamba setuju". Meskipun dapat bertahta. Setelah lama bertahta di Gelgel. teringat kepada saudaranya. namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. pikirannya bimbang. Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. beliau pergi dari wilayah Gelgel. setelah bertapa di Yang Batu". jika tidak tahu keadaan saudara. lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. Gaduh. lalu tiba di wilayah Jimbaran. Tanya Dalem: "Wahai Dangka. lalu menemukan desa. Tanya Dalem: "Dukuh. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. Setelah tiba di Sakenan. sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran".

Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. artinya dunia menginjak masa Dwapara. keduanya kelelahan. berjanggut. siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. kau dan aku berperang saudara.Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". Kelandis. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. ada yang batuk. Ada yang pincang. sangat kebal dan sakti. tidak ada yang mati. tak ada yang terluka. Taman Yang Satu. kumis lebat. baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. Jimbar artinya luas. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. Batu Yang. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". Bukit pun hancur. Oleh karena itu. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. dan berkata dengan baik. Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu". akan pergi mengembara. rambut ikal. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". Namun. Kayu Mas. Dalem berangkat ditemani abdinya. beliau menemukan abdinya lari ketakutan. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. Namun jangan bersedih. sebab Paduka dan aku lahir kembar. Karena tidak bertemu di perjalanan. suka-duka". Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". Sekitar tengah hari. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. Tanya Dalem: "Pering Gading. Dalem berangkat menuju perkebunan. Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. tumbuh pohon randu kembar berakar ular. Lama berkelahi. Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. Batu Bulan. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". Di depan mereka yang saling bertanya itu. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran". saling bercerita. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. aku tidak pantas bersaudara. Wajahnya hitam. Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. si penjahat pun ditemukan. tidak mempunyai hasil jerih payah. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Di situlah mereka saling bertanya. Mereka pada berpikir. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. . ingatlah perjanjian kita dulu". hidup-mati. tubuhnya berbulu. dan Puri Jimbaran. akan ditantang musuh. Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. tidak ada yang kalah. Aku adalah saudara kembarmu. Setelah lama berperang. siapa kamu. Beliau dikira jin raksasa. hamba sangat ketakutan". bukan seperti biasanya. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. Di situlah mereka sadar bersaudara. Aku mohon diri darimu. Dalem Putih sudah pulang. Batu Aji. jangan lah bersedih. baik-buruk. Setelah tiba di hutan. Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. kales. Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. saling menghormati. Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati".

Setelah tiba di perbatasan jalan. Kata Dalem: "Wahai rakyatku. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang. supaya bernama desa Sehseh. karena telah melihat hutan kelapa. kebetulan musim pasang. tinggal lah di daerah-daerahku. Lama beliau tinggal di sana. tempat kakiku terpeleset menginjak batu. Dalem merasa kehausan. Dalem sangat senang. Dalem sendiri tinggal di sana. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. supaya bernama desa Batu Bedak". tanyakan di mana wilayah Batuhe. supaya bernama desa Batu Paras". Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. Setelah tiba di perbatasan desa. supaya bernama desa Batu Tulung". Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian.Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. Di tengah perjalanan. Setelah semua tumbang. Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Beliau pergi menuju ke arah timur. di manakah aku pantas membangun istana. aku ingin membangun istana. Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. tanya-tanyakan". buatkan lah dirimu tempat tinggal. Sekarang. Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh. Di tengah perjalanan. Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. beliau terjatuh. Para abdinya pada mencari tempat tinggal. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. Dalem melanjutkan perjalanan. Beliau berjalan semakin jauh. dan rakyat pun senang. supaya bernama Batu Belig". I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . diiringi seorang abdi. sebab di sini rasanya tidak pantas". Dalem melanjutkan perjalanan. Dalem pergi menyendiri ke arah timur. bernama desa Lami Mekutang. Tidak ada mendampingi. Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya. Setelah tiba di tengah hutan. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. Lalu beliau berjalan ke timur. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali". pergi lah menyusup ke hutan. Semua orang itu berlari. kaki beliau terpeleset menginjak batu. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. sejak ini bernama Batu Bolong". Dalem melanjutkan perjalanan. Setelah sampai di perbatasan jalan. kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. Tempatnya di timur laut.

I Gusti Tangkas menjalankan. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem.Bongkang. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". aku disuruh mencari Dalem Batu Selem. Dalem berkata: " Kau mencari apa. itu adalah warisan hamba dari . tetapi bukan jin. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. di sana lah tempat istana itu. menghaturkan istana dan abdi. bersembunyi di hutan. raksasa tetapi bukan raksasa. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya. namun tidak ada ditemukan. di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. Perintah Dalem. bapak mempunyai anak. Setelah Puri Bungkasa selesai. dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. beliau menyaksikan orang menari Gambuh. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. bapak menghaturkan istana. Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. Si pelacak semakin takut. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. Perjalanan beliau semakin jauh. Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. beliau berdua menonton Gambuh. Baru hamba datangi. Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. Dalem tidak mau. istana itu bernama Puri Bungkasa. Lama beliau beristana di sana. Lama mereka mencarinya. Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. apakah Tuan mengenalnya. Setelah selesai potong gigi. Dalem berjalan semakin jauh. ke barat. Dalem bersembunyi di hutan. pesan Dalem. Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. namun bukan jin. supaya bernama desa Tohjaya". Jangan kau takut kepadaku". mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. ia mengaku Dalem Batu Selem". Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. Dalem melanjutkan perjalanan. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. Hanya itulah obatnya. beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. ke selatan. seperti raksasa tetapi bukan raksasa. Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. Tiba di pertengahan jalan. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. itu obat mujarab. duduk di atas dipan di sebelah barat. I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi. Di tengah perjalanan.

semua warga Batu Sepih kalah. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. Diistanakan di Puri Semanggen. sekarang kepada Dalem. Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. Baik-buruk dalam kebersamaan. kata Dalem. Wilayah barat tidak ada menjaga. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak. Ia bertugas menjaga bukit selatan. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. warga Batu Krotok kalah. Batu Karu. bernama Arya Pasung Gerigih. bernama Arya Ularan. bernama Arya Pasung Giri. dan semua abdi merasa senang. Di Dalem Pebersihan. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. I Pasung Gerigih . Ketika perang berlangsung. pemberani. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung. karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. bertempat tinggal di Batu Krotok. hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. Beliau bertiga berunding bersama istri. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. Yang di Puri Pebersihan. Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. Batur. Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. bertempat tinggal di desa Sumapan. mereka bertugas memelihara. Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. tidak mempunyai keturunan. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . dijadikan abdi di Bongkasa". dan dijuluki Dangka oleh Dalem. asalkan kebal. Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. para abdi di sana bernama Sagerehan.Gunung Agung. Dalem Tangkas. maka adalah Arya I Tunjung Tutur. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. Beliau beristana di Jaba Tengah. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. Tidak ada abdi mengemban. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok.

kelak jika janinku ini jadi. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. I Gajah Mada menyetujui. dipakai kain untuk anaknya kelak. Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem. ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. sayur plecing pakis batangan. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah". I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. nanti saja kita berbincang-bincang". sama tingginya. saling menasihati". Setelah tiba di hadapan Dalem. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. saling memberi. aku memberikan tanda kepadamu. I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. airnya supaya berwadah kendi". I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. Mereka saling menyapa. Tuan sudah diijinkan menghadap. Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. marilah kita makan dulu. raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. Pada malam harinya. yang sering ayah ceritakan kepadamu". hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". namanya adalah Gajah Mada. sama kepandaiannya. I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. apa kesenangannya. Beliau memakai kain geringsing wayang. Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. selesai pula perbincangannya. Setelah selesai menjamah. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. I Gajah Mada duduk menunduk. I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa. tunggulah di sini. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". lalu mengambil nasi dan . Demikian kata I Gajah Mada. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur.di Den Bukit. Sementara itu. tanyakan lah kepadanya. beliau tidak mau menikah. aku akan menyampaikan dulu". Ni Uradani menyetujui. Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. lalu diserahkannya selembar kain poleng. Tidak ada wanita seperti itu di Bali". Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. akan ada jamuan. "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. supaya aku bisa mengenali anakku kelak". Ni Uradani menerima. Kata Dalem: "Paman Patih Mada. Kata I Dukuh Kedangan.

Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". Jika batinnya telah goyah. Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. Tiba di Gunung Jawa.memonyongkan mulutnya. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". Nah. hamba diutus menghadap ke Bali". I Kebo Taruna. lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem. Sekarang godalah Dalem. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". Kata Dalem: "Paman Mada. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. Kebo Taruna senang dan setuju. sakti. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna. Jika Dalem moksa. mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. hamba mohon untuk diajak ke Jawa". tinggi. inilah orangnya. jangan lah lalai mengemban anak. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. karena Majapahit sudah dekat. Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku. Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. "Kebetulan sekali Paman. Namun beliau menyimpan di dalam hati. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. "Patih Tuanku. supaya benar-benar jujur. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah. Karena itu. Mada setuju. di Jawa lah ia dinikahkan". ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. Oleh karena itu. beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. sebab keringatmu berlimbah. sebaiknya kau mandi dulu. Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. Jika benar seperti berita itu. Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. maka jelas lah beliau tidak bisa moksa". Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem.

Kau lah menjaga istana ini. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". Batu Belig. Jika seandainya ayah tidak datang. 3. Putranya setuju. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. 2. Batu Paras. Dalem Padang Getas. Dalem Batu Ulu. Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". Dalem Pebersihan 4. semoga ia menjadi sudana. Bantas. sebab saat inilah takdir bagiku. Setelah selesai berkata. di tempat jejakku bisa dilacak. atau pun sanak-saudara. Batu Tulung. Batu Bintang. anak-anakku dan rakyatku sekalian. Batu Bedak. untuk bertemu dengan saudara ayah. Siapa pun kelak. Batu Bongkang. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh. Adalah tempat suci bernama 1. Dalem Bongkasa 5. maka bangun lah tempat suci. maka. Kata Dalem: "Di . adalah permintaanku. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. tidak mau hormat berbakti di sini. Wahai rakyatku sekalian. Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. di tempatku moksa ini. tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata. menyembah diriku. Setelah tiba di tepi sungai Ayu. Hutan itu. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku. jangan lah bersedih. Jika tempat suci ini selesai. namanya I Petak Jingga. Br. entah anak. tiada lain lagi. Batu Bolong. Baru menoleh. Kata Dalem Putih: "Paman. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. Denpasar Utara. dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah.Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. kebetulan air besar. I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. Dalem moksa. Desa Peguyangan Kangin. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem.

Dewa Ayu Sari". Oleh karena itu. apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. Lalu di Semanggen. Gunung Batur. Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. jika benar demikian. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. "Hamba setuju. yaitu Pasung Gerigih. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. Pada saat ada upacara piodalan. Gunung Agung. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. ada orang dari Tianyar datang menghadap. aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". Setelah tiba di Puri Batu Ulu. Hamba melihatnya dengan jelas. Tidak ada raja. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Konon mereka turun di Sulangai. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. demikian kata Patih Tambyak. Beliau bertempat tinggal di Taro. dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. pelinggih Dalem. sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu. si bayi pun panjang umur. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. hamba bersama teman-teman". konon mereka adalah orang-orang Majapahit. Pasung Giri. kembali lah ke Bukit. tidak berani diajak ke istana Dalem.manakah tempatnya. bersama sama para patihnya. si Arya Panji mengambil permaisuri. namun di Semanggen. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. Kata Arya Panji: "Silakan. maka beliau tidak bisa mencapai moksa. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. Tunjung Tutur. Pasung Gerigih dan . Karena tidak bertepatan dengan hari baik. Si Arya Panji mengemban. Kini dikisahkan putranya di Bali. Bagaimana Tuanku. Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. Pasek Pitu. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. Gunung Batukaru. Arya Panji menjadi raja. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. berada di istana Dalem. Lalu para patih. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. Paman Tambyak. si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. rakyatnya. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. Tambyak. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. Aku masih berunding dengan si otot besi. yaitu Pasek Pat. Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. Pasek Lima. mereka tampak bersenjata lengkap. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. aku tidak bisa memaksa.

Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. tampak banyak rakyat datang menghadap. mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". ada di Batu Bongkang. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah. Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. Warga Den Bukit sepakat. darah mengalir bagaikan lautan. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. ada jurang. Semuanya setuju. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. mohon restu agar kerajaan Bali selamat. ada di Genian. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. Beliau berunding di tengah hutan belantara. dan telah dikutuk oleh I Mada. ada kali. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. ada di Paraupan. semua pada sepakat. Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. tempatnya berunding di tengah hutan. Setelah tiba di hutan alang-alang. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. Lama beliau berunding di sana. Setelah selesai berunding. para abdinya membangun perkemahan. ada yang terluka. Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan. Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. ke tepi desa Supaman. Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. Semuanya setuju. Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. Ada hutan. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. Warganya tersebar ke mana-mana. Paman Badanda dan kerabat sekalian. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. Setelah beliau menoleh ke timur laut. ada yang patah. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa". I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. ada jurang. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". di perbatasan desa Abian Tiing. Pasek Lima bertolak ke Batur. inilah yang menjadi desa Auman. ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. Orang Tianyar juga mohon diri. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. Setelah tiba di tengah perjalanan. kelak akan menjadi Pura Nataran". sengit di hutan Jarak. mengapa Paman semua terluka. peperangan telah berlangsung. supaya perundingan menjadi rahasia. I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. . Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali.kerabat istana sekalian". dan perundingan pun selesai. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. Setelah tiba di Den Bukit. Semuanya setuju. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur.

merebahkan diri di atas mayat ayahnya. sebab ayahmu tewas dalam pelarian. aku mengikuti kepergian ayahku". lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. Yang lima. ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan. di Majapahit ada lima agama. Kata Gajah Mada: "Wahai bocah. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. Sekarang agama di Bali. supaya terdiri atas dua bagian. silakan bunuh aku. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. itulah yang patut dimintai nafkah". Pitra Yajnya. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. aku setuju". Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. dam Resi Yajnya. Setelah tiba di puri. Belum jauh pelariannya. Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. kaulah yang mengolahnya. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. tidak ada yang menghiraukan. aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. Kata si bocah: "karena sudah tewas. dari mana asal Tuan. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. Belum selesai doa beliau. maafkanlah aku". Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. siapakah yang akan aku mintai makan. sekarang aku namakan Buruan. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. meskipun beliau sudah tewas. Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. Aku serahkan lima jenis upacara itu. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . Kata Mada: "Baiklah. Aku namakan kau warga Melayu. aku tidak boleh membunuh bocah. aku membunuhnya". lalu dengan berang menghunus kerisnya. siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji".Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. Setelah tiba di Tegal Asah. aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. Sejak itulah bernama Dalem Jangus. Di Bali ada sepuluh agama. dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. Si bocah menangis. yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. Aku namakan kau topeng Sidhakarya. Ditemukan seorang anak. atas Dewa Yajnya. Bhuta Yajnya. upacara agamanya sendiri. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". Patih Gajah Mada marah. I Mada terkejut: "Aduh jangus". Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen. aku jadikan dua bagian. ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. supaya terhitung atas dua bagian. yakni Puri Bedulu. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. Baru mau di tusuk. Dengan berang. Manusa Yajnya. Setelah tiba di tepi laut. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". Beliau jatuh dan tewas. Semua orang istana telah mengungsi. Tiba di tengah tegalan. Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. Karena terlalu marah. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. berenang ke selatan mengembara. Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. Kata Mada: "Wahai anakku. Tiba di tengah hutan. Mayatnya tengkurap ke tanah. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. si Arya Panji menuju Tegal Asah. Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan.

Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. I Dukuh terkejut. diupacarai di Buruan. setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. tidak ada orang menghiraukannya. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. Lama beliau berada di sana. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. mengapa terdampar hingga ke Nusa. Anak kedua (Made). siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. Setelah tiba di tengah lautan. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. Supaya semua pada membawa. Anak ketiga (Nyoman). Banyak orang dijumpai. ia menemukan sebuah sampan. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. tidak ada memperhatikan wangsa. Terunyan. Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. Kerabatku Pasek Pat. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. usianya sama dengan si bocah tadi. putra Dalem Batu Selem. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. para bangsawan dan rakyat sekalian. mengembara ke desa-desa. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. ia bergelar Raden Panji. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. Ada yang ke Culi. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. menyusuri sungai Yeh Ayung. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. darimana asalmu. aku adalah warga Pande Bungkasa". Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. Bumi Bali hancur. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. Adik I Gusti Susudana masih kecil. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa. Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Tiba di tepi laut. Lalu dipungut oleh orang Nusa. Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. Juntal. Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. dibunuh oleh I Mada. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Kedisan. biarkan ia tinggal di sini". bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. Siapapun membuat upacara. Jungjungan. ada perempuan datang mengungsi. pada takut mati. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. Saudara I Melayu ada empat. I Gusti Bandesa Singgih. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. Batur. maka beliau tenggelam. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu. Raden Panji tewas di Tegal Asah. Lama I Melayu di Buruan. I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. Karena peperangan terlalu sengit. Cempaga. Pasek Lima. dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. berteduh di bawah pohon asoka.mengungsi?". seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. semua pada merahasiakan jati diri. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah. Cukup panjang ceritanya. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. Pedayung sampannya terdampar di Nusa. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. Tanda moksa Dalem Batu Selem. Songan.

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

janganlah Adinda mengikuti Kakanda". Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. aku memberikan nama I Tambyak. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). tidak durhaka. namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka". beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur. dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia. jatuh di atas batu. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti. dan semoga berhasil dengan sempurna. Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda. tanpa mempedulikan rasa lelah". Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. Oleh karena Adinda sedang hamil. tidak tertimpa mala petaka. menemukan keselamatan. Batu itu pecah.leluhur. . Di sana lah isterinya duduk. datang ke Bali. Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan. panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. apa sebabnya Adinda datang. Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. Ketika sang pendeta berkata demikian. Mereka berjalan amat cepat. Ada seorang brahmana sakti. tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. Karena itu. Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. menyusul perjalanan Kakanda. menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena).

antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu. menghadap Sri Haji Tapohulung. mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. diikuti oleh prajurit pilihan. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". lalu diambilnya. maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak. Entah berapa hari lamanya. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. Bayi itu berhenti menangis. siap-siaga sama-sama memegang senjata. Tidak panjang lebar dikisahkan. Selanjutnya. mereka nampak sama-sama tegar. lalu beliau menggaib. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya. Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. dan bertabiat mulia.panjang umur. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. Demikian pula para menteri istana. Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau. ia tumbuh dengan sehat. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . Tidak diceritakan lebih jauh. Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi.

Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung. tubuhnya sama-sama melemas. Tunjung Tutur. Blahbatuh. di sebelah timur Desa Pejeng. dan Pasung Grigis. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun. Orangorang Tenganan. Suara kentongan bertalu-talu. Orang. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh . Namun tiba-tiba dalam sekejap saja. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. tawa-tawa. di barat. ada yang berjaga di timur. saling sodok. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. silih berganti. Kalungsingkal. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. Tengkulak. Pada saat itu. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu. Taro. Dari kursi singasana emas. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. saling mengintai. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. sungguh bagaikan gelombang lautan. suara gong itu menggema dibarengi sorak. Dia pun datang ke tengah medan laga. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh.sorai yang tiada putus-putusnya. Mereka bergulat saling tusuk. diiringi dengan suara gamelan. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. saling tangkis. sama-sama menghunus keris. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai. dan di selatan. orang-orang Panarajon nampak ketakutan.baginda raja. saling tendang. Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya.orang Panarajon berada di utara. mereka sama-sama pandai memainkan pedang.

Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih. Namun tampak kejanggalan. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga. Setelah berselang beberapa lama. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. Banyak prajurit yang gugur. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. turun-temurun menjadi patih. Diturunkan dari sifat ayahnya. pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama. tidak ada yang tidak patah lengannya. dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya.prajuritnya berang. dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. Oleh karena itu. bagaikan roda pemintalan. I Tambyak berputar-putar. . ada pula ususnya keluar.

ada yang ke timur. beserta sanak keluarganya. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. Ada pun Ki Patih Tambyak. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada. Arya Wang Bang. yang kedua bertahta di Pasuruhan. ada yang ke Tabanan. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan.Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. Mereka tidak berani mengakui wangsanya. ada yang mati.kebal. Arya Belog. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. ada yang menyusup ke desa-desa. di Bali tidak ada raja. Konon beliau lahir dari batu. lengkap tidak ada yang kurang. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. Arya Dalancang. dan Arya Manguri. Setelah beliau berputra. Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. ada yang masih hidup. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan. ada yang ke Jembrana. Ketika masa kekalahan Bali Aga. tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. Bidadari itu dinikahinya. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. yang perempuan dinobatkan di Sumbawa. Di setiap desa yang disusupinya. ke selatan. Di belakang Arya Wang Bang . beliau bertemu dengan bidadari. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. Arya Pangalasan. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja. serta bertabiat mulia. Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana).

Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar. Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali. berada di Puri Buahan. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu. selalu dicintai rakyat. Pohon beringin itu sangat angker. Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan. dan mempunyai dua orang anak lakilaki. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung).adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar. Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. seorang keturunan brahmana. dan semoga hamba menemukan keselamatan. Jika ada kata-kata yang menyimpang. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan.

akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. Demikian seterusnya. Tiba-tiba dia minggat dari istana. Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. Mereka berdua segera menyembah. Setelah itu. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. Daerah-daerah itu nampak terang. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap. dari timur. Adapun daerah yang berhak dikuasainya. berjalan menyusup ke tengah hutan. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. ia amat dicintai rakyat. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. tidak henti-hentinya memuja Tuhan. Demikian anugerah Batara kepadanya. beliau bergelar Arya Notor Waringin. mendampingi Paduka Batara. bakti terhadap dewa. bermain-main di tepi danau. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. Menurut Batara. utara. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin. tidak berselang lama. Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. dan selatan. Setelah itu. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. Mereka berdua saling memperkenalkan diri. Setelah selesai memuja. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. barat. mereka disuruh naik ke puncak bukit. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung.

betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. Entah berapa lamanya. Ada yang bertahta di Puri Tambangan. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem. dan ada yang ke Desa Pahang. Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung. lalu mereka berpindah lagi."Wahai Bandesa Tambyak. memimpin para menteri. jika engkau mendapat hukuman mati. turun-temurun menjadi raja. Jika engkau bersalah. Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. itu dapat diampuni. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. Harta milikmu tidak dapat dirampas. Tidak dijatuhi hukuman mati. betapa sejahteranya negeri Badung. dan ada bertahta di Puri Kesiman. Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. hal itu dapat dibayar dengan uang. kita sehidup semati. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. Ada pula yang diusir ke Sumerta. Putra-putranya silih berganti. ada yang bertahta di Puri Denpasar. sejak dulu sampai sekarang. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. Semua keturunannya hidup tenteram. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. dengan mengadakan huru-hara di istana. Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. tidak dapat dipisahkan. baik pada saat suka mau pun duka. engkau akan diusir dan terampuni". Jika engkau didenda dengan uang. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri. Gusti .

aku menganugerahimu.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. Tiga empat kali. janganlah engkau lupa akan janjimu". panjang umur. "Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. ia memuja Paduka Batara. dicintai oleh masyarakat. Setelah itu beliau menggaib lagi. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". oleh semua mahluk. siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. Wahai Tambyak. tidak tertimpa mara bahaya". Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. semoga engkau menemukan keselamatan. Negerinya amat . Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu. Dewa dari semua Dewa. aku adalah Buta Panji Landung. Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji. agar engkau menemukan keselamatan". Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini. beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya. Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. Demikianlah sabda beliau. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. katanya: "Oh Tuhanku. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak.

ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa. Beliau . Om Ksama sampurna ya namah swaha. Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring.Batari junjungan dan leluhur semuanya. Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. Sudah tersurat dalam lontar (prasasti). tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana.Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . Agar supaya. serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang. memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. sama-sama memiliki tempat tinggal. Om Siddha rastu. tersebutlah di kawasan Jawa. kami terlepas dari kutuk dan neraka. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . beliau memang pendeta Budha. Semoga kami semuanya. tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang. kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini. Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu. Sebagai pendahuluan ceritera. diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang.Sejahtera.

Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . Adik beliau bernama Mpu Semeru. Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. Seperti Pura Puseh Desa. Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang.Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali. membangun pasraman di Besakih. Pajarakan. upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. membangun pasraman di Silayukti.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama. Ulunswi. lwirnya ngawangun kahyangan. menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. ayahandanya. Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut. ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura. tahun Masehi 999. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara. Teluk Padang atau Padangbai. Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . Daha. Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya. turun ke Bali tahun Isaka 921.Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali. Yang nomor empat. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049. Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman . dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. menengah dan utama). Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula. mahayu palinggih Bhatara . Jawa Timur. Dalem. Gianyar. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana.tiga pura desa di Bali. yang sampai kini diwarisi masyarakat. termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular. Baleagung. yang disatukan di Samuan Tiga . Bahula berarti utama. sekitar tahun Masehi 1000. Karangasem. berdiam di Lemah Tulis. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali. seperti membangun pura kahyangan. membangun pasraman di Dasar Gelgel.desa adat serta Kahyangan Tiga . Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. sama keutamaannya dengan Mpu Bahula. Bali Timur.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali.

ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit. Ida Kemenuh. Arya Kanuruhan di Tangkas. Arya Manguri. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. Arya Belog. Si Tan Kawur. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. Ida Dalem beristana di Samprangan. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. Beliau melaksanakan paham Siwa. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan. Arya Wangbang . bagaikan Dewa Wisnu menjelma. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. Arya Kutawaringin di Klungkung. Arya Pangalasan. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. berputra empat orang semuanya Iakilaki. atau Danghyang Dwijendra. serta Danghyang Soma Kapakisan. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. Arya Pamacekan di Bondalem. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang. Arya Kenceng. Arya Temenggung di Patemon. yang wanita di Sumbawa. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem. Ida Danghyang Smaranatha.Arya Demung. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. yang membangun pasraman di Taman Sari. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. Arya Kenceng di Tabanan. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha. Arya Belog di Kaba-Kaba. adiknya di Pasuruhan. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. memiliki dua orang putra. Ida Danghyang Panawasikan. Arya Kepakisan. Ida Keniten. Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata. Arya Jerudeh di Tamukti . Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. pendeta yang pandai dan bijaksana. Si Tan Mundur. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Arya Temenggung. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. dan Arya Kutawaringin. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. demikian cantiknya. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. Arya Sentong di Carangsari. Arya Dalancang di Kapal. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan. Arya Dalancang. Ida Manuaba. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Kriyan Punta di Mambal. Ida Mas serta Ida Patapan. Arya Belentong di Pacung. bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau. diperistri oleh Danghyang Nirartha. Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka.

Karena kesaktian beliau. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera. Artinya: Bang dari merah warna api itu. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. konon. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya. tidak pernah tinggal diam di rumah. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut.Gunung Agung. Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. memuja Dewa seraya . Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa. sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai. Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra. sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . dan karena permohonannya itu. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. sangat sukacita beliau Mpu Bekung. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu. Selalu kalah saja. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa.Demikian dikatakan di Babad Dalem. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. Di mana saja ada perjudian. akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. selalu berada di tempat perjudian semata. Setelah beliau memiliki putera. memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. Diceriterakan.

sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. hendaknya Mpu jangan bersedih hati. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. namun belum juga ketemu. apakah dia masih hidup. sejak lama hamba mencarinya. dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. . ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu. Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. lengkap dengan gentanya.membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara . maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. seraya berkata: "Duh. Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik. apa keinginan Mpu. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang. dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang. Namun. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau. Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu. Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". Tidak diceriterakan perjalanan beliau. bermaksud menghaturkan sarinya susu. di mana dia berada". ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. ada di rumah". Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . kemudian meminum sarinya susu.mati. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. bermalam di sana. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. hamba menghadap pada paduka Bhatara. Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda. pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. agar segera pulang kembali. sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu.putra Mpu.sudah. Anak hamba sudah ketemu. Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah . Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan. karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". Sesampainya di Tohlangkir. seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu. atau apakah dia sudah . ayahandaku. Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. putraku Sang Bang. Singkat ceritera. agar saya menjadi tahu !". sampai beliau kenyang. memuja saya ? Segera katakan. Mpu saya minta sarinya susu lembu. Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang. sesuai dengan keinginan Sanghyang.

akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu. Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. Diketahui emas itu oleh putranya. lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu.sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. memuja Dewa. bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. Karena sekarang sudah memiliki emas. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya. beliau mengeluarkan emas. . Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. "Demikian hatur beliau. lalu beliau berpikir keras. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. seraya bersabda: "Ambillah emas ini. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. seraya membunyikan genta. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. "Aduh ananda. seraya meminum susu itu. yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat. Seusai meminum susu itu. tetapi secara sembunyi . Karena keadaannya demikian. bagaikan sebutir kelapa besarnya. Segera beliau pulang. Lalu diminumlah susu itu.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual. diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. Singkat ceritera. selalu kalah setiap hari "." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi. saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu. Sang Bang. nista sekali hamba berjudi. sampailah beliau di Tohlangkir. sekarang apa yang kamu inginkan. serta genta milik ayahandanya. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. dipakai modal di tempat perjudian. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. Tidak diceriterakan perjalanannya. Karena demikian. membuat geger. apapun yang ananda minta akan kuberikan . Ki Brahmara. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. seraya berbalik. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. Ayahanda berikan". hamba bermaksud untuk memohon modal. di depan gua. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. segera katakan !". Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung.

Karena itu. yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. Segera beliau mengheningkan cipta. memuja Dewa. Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. mengheningkan cipta. Di sana beliau melihat onggokan abu. Segera diketahui dengan jelas. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. namun tiada juga ditemukan. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara. serta membunyikan gentanya. Setibanya beliau di Tohlangkir. meminjam tidak diberi. Segera beliau pergi menuju Bali. Datang lagi ananda membawa susu. lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. Singkat ceritera. menyimpan genta saja. berhutang di perjudian tidak dapat. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. tidak sampai satu bulan. Atas kehendak Hyang Widhi. berkehendak mengikuti perjalanan putranya. maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. Besakih yang ditujunya. disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya. Desa-desa diselusuri mencari putranya. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. Bangli. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. poma. sebab merasa ekor beliau terluka. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. seraya berpikir-pikir. Bebalang. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. itu sebabnya kembali beliau mengelana. seraya mencari sarinya Susu lembu. katakan.segera ananda pulang. sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. poma". sementara buah genta berada di sebelah abu itu. semaumu akan kuberikan". Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. lalu segera menuju Tohlangkir. Karena demikian kata Ida Sang Bang. Ida Bhatara kembali ke gua . Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. habis juga modalnya. Apa lagi permintaanmu. jelas . Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. Karena genta itu betul-betul genta utama. Karena beliau berbadan panjang. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. Lalu diambil emas itu. Karena kesaktian beliau.

hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor. Basukih Stawa dan Utpeti. Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. karena akan nampak sangat maha utama. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. ingat diperdaya oleh suara genta. merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". bila demikian permintaanmu. bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun. Bila mana dia nanti hidup kembali. karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. sebelumnya. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. Karenanya. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. . Lama sudah beliau melakukan pemujaan. habis sudah dosanya. disebabkan demikian besar amarahnya. Bila mana berkenan. Namun. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka. Inggih. seperti sebelumnya. Sang Mpu. agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". Lama Ida Bhatara berdiam diri.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji. meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung. Karena sudah jelas diketahui. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . Lama beliau menunggu. karena dialah anak hamba satu-satunya. namun rupanya dia sudah menjalani kematian. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. maka Ida Bhatara berkata perlahan. ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. demikian memang dosa anakku itu. Setibanya di depan gua. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. Mukanya cemberut. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara. di samping terlihat nista. ampunilah anak hamba.

beliau cepat lari. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. dengan anting anting. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. engkau anakku Manik Angkeran. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. dengan janji. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. seperti baru habis tidur layaknya. disebabkan kesaktian beliau masing-masing. Mpu Bekung. ayahanda akan kembali ke Jawa. kalau ananda bisa hidup kembali. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. garuda mungkur. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. Selain itu. Sejak sekarang. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. karena semuanya sudah berhasil. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. tidak lagi Mpu Bekung nama anda. Silakan. maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari. Setelah usai bertemu wirasa. memenggal ekor Ida Bhatara. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau. dan ketika sadar. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. bergundala dan memakai sekar taji. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. semoga Dirgahayu.mantra anda. disebabkan karena marah beliau tak terhingga. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. Sesuai perjanjian. Perlahan. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. selesai sudah gelung agung itu. dan juga beliau sekarang bisa terbang. Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. segera beliau membuat gelung mahkota. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. Demikian suka citanya beliau berdua. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha. sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara. perilaku ananda sungguh tak terpuji. Pantas anda bergelar Siddhimantra. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. memang demikian saktinya anda ini. Memang. demikian menakjubkan. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. hidup seperti semula. pulanglah sahabat karibku. Jangan ananda salah terima dan salah . Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. kalau ananda kembali ke Jawa. dengan hiasan candi kurung. Diamlah dan tinggal ananda di sini. demikian sakti dan makbulnya japa . didahului dengan pujastuti weda mantra.

Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. hidup untuk keduakalinya. Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. Kemudian ada lagi nasehat ayahanda. memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. Di sana beliau termenung -menung. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. sebab kalau demikian. berdwijati namanya. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda. Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra.paham. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek. agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. Besakih. Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa. sebab sebenarnya. agar ananda senantiasa menyelenggarakan. Jangan sampai menurun. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. Di samping petuah tersebut. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. kilat dan halilintar bertubi . pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi. Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda. Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra. sekarang ananda berwenang menjadi pendeta. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa. menyelesaikan upacara. tibalah beliau di tanah genting . lindu dan gempa terjadi. Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah. Menyatukan batinnya. sebab janji beliau sudah demikian pasti. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. sangat nista disebut orang. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan .

Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. namun karena kesaktian beliau. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. Ki Dukuh menjawab agak marah. namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer.Pura Besakih. Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. bukan brahmana hina. sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. berhasil beliau mengadakan putera. Setelah membersihkan diri. Tak sekalipun beliau lalai. Besakih. sebagai penua di desa Bukcabe. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera. Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. kalau demikian halnya. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". Saya ini memang benar putra seorang Mpu. menjadi tukang sapu". jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". ini benar-benar brahmana aneh". dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir. yang berada di dalam diri sebenarnya. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. Kakek ini siapa. Berkata lagi Sang Bang. namun saya membuat tempat tinggal di sini". masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. sepertinya bermain-main. itu juga pekerjaan utama. membersihkan rumput dan menyiangi. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. membersihkan padi gaga. Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. Sekarang saya balik bertanya. Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan. sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni. memuja Sanghyang Parama Wisesa. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. kalau bukan api. kalau begini cara Bapak bekerja. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang. apa lagi dipakai membakar. Beliau melaksanakan Kadharmaan. Kalau saya. Lalu. kalau tidak anda ini brahmana hina". keluarlah keisengannya untuk pamer. berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana.

Ratu Sang Bang. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah. kalau benar seperti perkataan l Ratu. Setelah melakukan yoga dan samadhi. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti. Tersebutlah pada hari yang telah disepakati. keduanya memakai pakaian putih-putih. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. matang sudah yoga beliau. kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. seraya lama termenung. isteri serta keluarganya. kemudian mamusti. Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun. Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. Tidak berapa lama. Setelah tepat benar matahari di atas kepala. menjadi pulih kembali perasaan beliau. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. serta semua milik hamba beserta rakyat. menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. Setelah selesai janji itu. melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. namun sekaligus merasa untung. Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung. nampaknya semuanya lengkap hadir. ke sana Bapak pulang. pagi . berdiam diri. selanjutnya melompat juga ke api. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. menyatukan pikirannya. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu. kemudian menghaturkan sembah "Singgih. Ki Dukuh dengan isterinya. Sejak saat itu . Tatkala api itu berkobar.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. Beliau berdua pulang ke Nirwana. sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. hamba akan menghaturkan diri. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. ditemani dengan anak dan kerabatnya. Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. Ki Dukuh merasa kalah. "Nah. seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. yang telah menjadi pendeta yang bijak. Demikian hatur Ki Dukuh. menjadi terhenyak Dukuh. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. kalau begitu. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh. Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. berkobar.

termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki. namun tidak ingat lagi beliau. Kemudian beliau merasa-rasa. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide. sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. Beraneka macam memang suara burung itu. siapa gerangan wanita itu. Tiba-tiba beliau berhenti. Setelah beliau memasuki hutan. diserahkan kepada lda Sang Bang. kemungkinan juga akan mandi. maka didekatinya wanita itu. Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. tuan puteri yang bijak. juga tidak bisa beliau mengingat. serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. di mana. pintar. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri. terhenyak beliau. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. wanita itu juga diam menunduk. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu. cantik tiada bandingnya. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. bijaksana serta dibya caksu. bernama Ni Luh Warsiki. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman. selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. Setelah agak lama mengingat-ingat. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. kemudian lupa kembali. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. Tatkala itu. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. lalu menangis. sepertinya acuh. Ingat lagi. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. siapakah gerangan tuan .

Lagi seperti dikenai sindiran. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. Pendek kata hamba ingin mengatakan. perkenankanlah hamba memohon maaf. seperti terkena sindiran Sang Pendeta. apa Wong samar orang maya. Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta. Kedatangan hamba ke sini. yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba. Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". memang demikian Sang Pendeta. Ya. Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. suka atau duka. memang demikian Sang Pendeta. hamba memang bidadari dari Sorga". apakah tuan puteri benar manusia. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. Dewa.. Kalau wanita. semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. Dari mana tuan puteri. terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. Di Sorga. Tetapi sebenarnya sekali. Namun . Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir".. ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. "Ya. Demikian kata Sang Bidadari. Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya.puteri ini. di kawasan Besakih ini. Sebenarnya Sang Pendeta. yang membuat hati ini senang. hanya bersenang-senang". sebenarnya tuan puteri Bidadari ?". Sebenarnya sekali. kalau berkenan. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. yang sangat bijaksana. dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda. hamba masih terlalu muda". "Inggih. mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". Sebenarnya. karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. Seraya menyembunyikan rasa gugupnya. sekarang ini. tidak tempat yang indah saja. datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. Demikian Sang Bidadari segera menjawab. Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. namun senang atau sedih. Berkata Sang Pendeta: "Duh. jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda. begini . "Kalau demikian. hamba ini bukanlah manusia maya. memang tidak kurang tempat yang indah. Kok sendiri di tengah hutan begini. jangan sekali Tuan Puteri marah. namun bisa juga disebut baik sekali". "Aduh. Hamba bersedia untuk mendengarnya. benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan. bagaikan ditarik hati hamba. sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. dan juga bukan manusia". sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. dahulu. atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra. Kalau seperti hamba. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. apa yang akan tuan sampaikan. hanya tempat ini yang paling indah. tentu tuan puteri adalah Bidadari. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup.. sudah hamba sangka.

seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga. sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. Sebab bila demikian perihalnya. karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". walaupun di sini di dunia. Lalu. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. kanda sanggup. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia. lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. kalau demikian. Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. jadi hambalah yang dikalahkan. semua dinda ketahui". ke mana pergi dinda. yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. Namun.setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. ayah kakanda. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. kanda akan ikut. Kanda hanya melaksanakan. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. Ya. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. seperti sekarang". mengikuti perjalanan kanda. Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. semasih kakanda berada di sini". Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. jadi dinda menghadap Ida Bhatara. tidak juga ada datang-datang. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. l Dewa. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. seraya tersenyum. Namun terasa sangat samar hal itu. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. dinda tidak lagi berpanjang kata. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. Baru demikian Sang Bidadari berkata. agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. seraya berkata: "Duh. dinda bersedia mendampingi kanda. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. permata hati kanda. ke sana kemari para Dewa mencari dinda. Namun jangan kanda merasa khawatir. beliau melebur badan jasmani - . Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. Karena itu. Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari. Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. karena janji Ida Bhatara dahulu. tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. dindaku. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. kalau demikian halnya. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu.

sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. Serta oleh Sang Pandita. Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. Namun sebenarnya. Semuanya pandai. Karena memang putera orang yang bijak. semakin subur makmur. yang juga berprabawa agung. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. Namun ada kekurangan beliau sedikit. Begini. Merah warna paras muka beliau sudah sirna. Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. tampan. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide. sudah ditekuni dan dilaksanakan. Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. ada pendamping Ida Sang Pendeta. Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. kawasan Bukcabe. Wisnu. kemudian mengadakan putera Iaki seorang. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". Danghyang Bang Manik Angkeran. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. kalau demikian halnya.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. Semakin lama. Singkat ceritera. Bagaikan Brahma. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. Ya. tiada kurang makan dan minum. semua putranya itu meningkat dewasa. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan.baik ditekuni oleh Sang Tiga. Singkat ceritera. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah. pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. kanda temani dinda menuju Pasraman. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. Demikian kata-kata Sang Bidadari. tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". Dari isterinya . Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. dan senang pujian. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi. Besakih. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. Sang Bidadari berhenti sebentar. Diceriterakan di kawasan Besakih. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. seorang wanita yang cantik jelita. tampan. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. berprabawa cerdas. Sekarang. lahir seorang putera Iaki-laki. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama. jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh. Tegenan serta Batusesa. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta.Ni Luh Murdani. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri. kebijaksanaan kepada para putera itu. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari.

Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. jika dimasak. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. pada suatu hari. menanak nasi dengan sebulir padi. dibukanya kekeb penutup alat masak.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya. kemudian. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. sampailah beliau di hutan Jehem. menuju Padukuhan. tiada kurang suatu apapun. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. yakni Ida Bang Banyak Wide. Ni Luh Canting kemudian hamil. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. diberi nama Sira Agra Manik. . Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. Sehelai bulu ayam. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri.itu oleh Sang Bidadari. menjadi ikan ayam. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. Setelah berapa tahun lamanya. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. Tidak diceriterakan di jalan. Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa. manakala isterinya menaruh sebulir padi. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari. Ida Bang Tulusdewa. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci. Setelah lama nian memasak. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari.

akan meninggalkan ananda. Baru didengar perkataan kakaknya demikian. beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. Tinggallah para putranya bertiga. Pada saat itu. Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". Diceriterakan. l Dewa. Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra. Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta. Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita. Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan. belum ada dan belum berdiam di Besakih. Pada hari yang baik. maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. Bang Tulusdewa. namun mohon dimaklumi. l Dewa Bang Wayabiya. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang. kanda akan mengikuti perjalanan dinda". Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. dicamkan betul oleh para putranya bertiga. agar kita mengetahui keberadaan beliau. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu. berpikir Sang Bidadari. tepatnya di daerah Daha. masih tulus bhaktinya. Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. lalu beliau memanggil putranya bertiga. moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. diiringkan oleh isterinya berdua. Dan lagi. Sudah usai rupanya perjanjian kita. Ida Danghyang Siddhimantra. karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". Perihal keinginan kanda . bertempat tinggal di Pulau Jawa. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. Dinda sangat berbesar hati. Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. mohon maaf. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. Bang Banyak Wide. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. Sang Pandita. marilah kita pergi ke sana. Dinda sekarang. beliau kemudian berpulang ke Nirwana. adikku berdua. Bersama isterinya yang dua orang itu. putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua.bersuamikan kanda. anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. Lagi pula kalau Kanda pikir.kakek kita. mengenai perihal itu. ditinggal oleh ayah serta bundanya.Saat itu. Satukan diri ananda dalam bersaudara. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta. yang kanda kasihi dan cintai. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . mungkin sekali Ida l Kakiyang . kata beliau Kakek kita yang bernama. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. untuk pulang kembali ke Sorgaloka". Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda. tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. memang wajar sekali. Setelah semuanya duduk. Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku.

perumahan serta hutan dilewatinya. berupaya beliau menumpang di tempat orang. Ayu kabeh. walaupun belum dinda ketahui. Kalau kakanda berkehendak akan pergi. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. seperti menjadi petuah dari ayahanda". Jalannya juga lebar.kanda itu. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". Singkat ceritera. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. Kalau hari sudah menjelang malam. juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini. Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda. Ala tunggal. dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. di sana berharap untuk beristirahat. di mana saja mungkin kanda . yang sedikit bangunannya. tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. patut juga. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. . agar semuanya bisa ikut menikmatinya. di mana beliau merasa lesu. Biarkanlah hamba di sini di Bali. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih. menghadap kepada Ida l Kakiyang. ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan.dinda menemui kebaikan atau keburukan. Yang nomor dua. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. kalaupun kanda . Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. jarang sekali berjumpa dengan manusia. silakan palungguh kanda pergi. silakan kakanda pergi sendiri. Inggih. ke Jawa. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang. setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. menurut kanda. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". Pada siang hari beliau berjalan. Pada hari yang baik. Demikian hatur adiknya berdua. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. di Bali agar ada. Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. Kalau kemalaman di desa. seraya berangkat. namun Ida Bang Banyak Wide. semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. demikian teguhnya kepada tekadnya. berpikir-pikir.! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. mohon maaf pula. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. lembah dan jurang yang dituruninya. demikian banyaknya desa. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. dinda juga. walau masih jejaka muda-belia. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. Itu juga sangat pantas. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata.dinda berdiam. Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa. karenanya. dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. kalau demikian pendapat dinda berdua. Kemudian beliau berkata: "Inggih. Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. berat rasanya bagi dinda. Semoga kanda selamat. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. namun seringkali beliau berada di tengah hutan.

karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih . dosanya karena membangkang kepada raja. sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. Singkat ceritera. Kagum kakek menyatakan prabawamu . jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran. yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari.Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita. Nama hamba Sang Banyak Wide. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari. Di sini saja cucunda berdiam. kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero.tidak berketurunan kakekmu ini. Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang. karena demikian lesunya. tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. bernama Sira Bang Guwi. Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. apalagi untuk mendudukinya. Siapa namamu.tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta. Demikian gembiranya beliau. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. Sudah dibunuh oleh sang raja. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. dahulunya. ndi sang kayeng tuan.. Sebab itu sekarang putung .Setelah tenggelam sang mentari. sekejap beliau sudah terlelap. Di samping itu ada petuah Kakek. Konon. langsung akan hangus terbakar. eman-eman warnanta masmasku. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman. Walau hanya seekor capungpun. dengarkan kakekmu ini. menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita. gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ". Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat . Tidak lama. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak. Cucuku menjadi pewaris keturunanku. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. anakku. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. Karena itu sekarang yang paling baik. sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. agia tunggal-tunggal.kadharma putera. dadine sira Kaki pasti maweruha. maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha. seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. Singkat ceritera. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira. kalau demikian maksud tujuan cucunda. semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. Ternyata itu ternyata sebuah Griya . di tempat batu itu. kalau hinggap di tempat itu. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". Nah.

yang menjadi patih di Kerajaan Daha. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. pujatityasam. berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. kayiko. perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. itu semua agar dipuja. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. manaciko sidha pumam. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita. brahmanawangsatitah. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. sekarang menjadi Arya Pinatih. ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. beribu maaf. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. Siwatwam. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum. lalu berkatalah beliau ?Ah anakku. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. juwita hatiku Sang Banyak Wide. bagaikan Dewi Saraswati nampaknya. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. tidak bisa dipisahkan lagi. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh. sering berkunjung ke Puri. witing kunam purwa Daham. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. demikian atur Ki Arya Buleteng. kalau menurut saya. tak urung mereka akan membunuh diri berdua. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana . sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu. pustaka weda. Singkat ceritera. parasnya cantik nian. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. wacanam wara widyanam. sebagai . Sang bang. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. maka dengarkanlah ini. Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. Puranam tatwam tuhwanam. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya. sampai di kelak kemudian hari. ananda menuruti kehendak mertua hamba. Ida Bang Banyak Wide. I Gusti Ayu Pinatih. tatkala itu sudah remaja putri.putera dari Ki Arya Buleteng. trikayam pansudham. untuk menghadap kepada sang patih. jagadhitam purohitam. jikalau demikian keinginan mertua nanda. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku. dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. Demikian juga putra sang Mpu. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya.peralatan pemujaan pendeta. Kalau saja dipisahkan. dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. agar menjadi Arya. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. dan jika nanti hamba memiliki keturunan. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng.Diceriterakan sekarang. silakramam. Belum selesai perbincangan beliau berdua. sirarya pinatyam maho. serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. waciko suklam. Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu.

terkecuali naga bandha. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM. berhak mempergunakan padmasana. Bilamana yang meninggal adalah walaka. dan bila sesudah meninggal.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. hala kabeh . berhak mempergunakan bade tumpang 7. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed. cuntakanya 11 hari. serta sarananya. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. dapat didiksa. semuanya celaka. cuntakanya satu bulan 7 hari.satu menemui celaka. Ingatlah hal ini. dinamai Ida Bang . Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista. namun belum tanggal gigi. berhak mempergunakan bade bertumpang 9. jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. berkehendak untuk ikut menyungsung . menganut prilaku Brahmana Wangsa. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. sungguh dia bersanak saudara denganmu. pendeta. petulangannya lembu. demikian yang berlaku pada Arya Pinatih. kokoh melakukan tapa yoga brata. Semuanya paras paros. bhatara Kawitan. perhatikan dahulu. Jika ada yang meninggal sudah dewasa. hala tunggal. janganlah ananda kadropon. walaupun jauh tempat tinggalnya. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. yang . Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng. Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki. Serta bila walaka biasa meninggal. menyucikan diri sanak saudaramu kelak. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya. yang berasal dari brahmana dahulu. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. wetu tunggal. di kemudian hari. dan berhak ikut menyungsung bersama. remaja atau sudah tua. demikian pahalanya. Ada nasehatku juga. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. Serta ada pula anugerahku. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. jika melakukan upacara atiwatiwa .? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik. berhak dipakainya. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . mengaku Sira Arya Pinatih. tahu tentang Filfasat Kedharman. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda. Habis. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. jika meninggal bayi belum kepus pungsed. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna. kepada mu. Para raja-adipati. bukan sanak saudaramu itu. OM ANG medhalong. semua sarana yang dipakai ksatriya.palebon. kalau ada keturunan Arya Wang bang. serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. jangan tidak periksa. jika melanggar nasehatku ini. jika ada orang luar desa datang. serba putih. madya utama. serta jika melanggar seperti nasehatku ini. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. walaupun orangnya nista madhya utama. serta selalu mengupayakan ketrentraman. pandai akan ilmu kerohanian. Jangan lupa pada nasehatku ini. semua rakyat menjadi riang dan gembira. Serta ada lagi nasehatku. ANG OM mepatang. habis.pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. menjadi pendeta maharesi. dalam hal bersanak-saudara.Pernikahan Agung itu. cuntakanya 7 hari.

kemudian memohon hidup. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. Katanya : ? Inggih. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri. Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. Namun tiada berapa lama. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang. Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. Di tahun Masehi 1292. sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. diadakan daya upaya. Pada hari tertentu. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?.Bagus Pinatih. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana. Singkat ceritera. putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. tidak urung kemudian kalah Singasari. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. hutan Tarik itu sudah diberikan. Kemudian Singosari diserang oleh Daha. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih. Singkat ceritera. Sesampainya di Madura. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . mempergunakan nama sang ibu. kemudian menghilang. sepanjang hidup keturunan Tuanku.

serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara. Lama kemudian. setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. Kemudian. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. menantu serta cucunya. Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . Singkat ceritera. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. akan menantang Ki Patih Nambi. kembali ke Puri Tuban. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. tidak berselang lama beliau . Ramai nian perang itu. Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. Diceriterakan sekarang. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama. Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. Sira Ranggalawe direbut. Arya Adikara. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga. berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. segera memberitahukan rakyat beliau. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. Setelah selesai upacara palebon itu. memerintah kawasan Tuban. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja.

Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan. Pahang. keturunan Kyai Karang Buncing. Ki Kopang di Seraya. Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. Seran. Arya Mangun. Haru. Tanjung Pura. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. Arya Kenceng. saya baru beristirahat. Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada.Ularan berdiam di Denbukit. Sesudah Raja . Menteri Girikmana .menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang. Bali. Arya Belog. Demung I Udug Basur. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Palembang. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. Sunda. Kemudian cucu beliau. Dalem Bedaulu Kalah. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Jika Gurun. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. di Tengkulak Peliatan. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Arya Delancang.?. Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. saya baru akan beristirahat. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka. Inggih. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. Disebabkan karena merasa diri sakti. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. walau kepada para dewa sekalipun. Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. Tumasik telah tunduk. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. Dompo. Ki Tunjung Tutur di Tianyar. Tumenggung Ki Kala Gemet. Ki Buan di Batur. Arya Kepakisan. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. bertempat tinggal di Tengkulak. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra.

sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. dijadikan penguasa di Bali. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra. Selain dan para Arya tersebut. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. Arya Dalancang di Kapal. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. serta berkedudukan sebagai Adipati. mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. Arya Belog di Kaba-kaba. Kriyan Punta di Mambal. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan . untuk diasuh di Majapahit. Arya Kanuruhan di Tangkas. Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan. Arya Jrudeh di Tamukti. Diceriterakan kemudian. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Arya Belentong di Pacung. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang. kemudian berpulang ke sorgaloka. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. Arya Sentong di Carangsari. maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. karena itu timbul huru hara. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. Arya Kenceng di Tabanan. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri.000 orang. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. Badung. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. wanita seorang. Arya Temenggung di Patemon. memiliki putra laki seorang. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. laki tiga. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. turun di Lebih. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan. serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. diberikan tempat tinggal di Pacung.dari Pulau Jawa. Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. Arya Pamacekan di Bondalem. tahun Masehi 1380. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. Oleh Mahapatih Gajah Mada.Bedaulu mangkat. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu.

Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran. sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453.Gusti Putu Pahang. I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya. I Gusti Gde Tembuku. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa. Banyak . Diceriterakan Ida Bang Panataran. I Gusti Bija Pulagaan. I Gusti Nyoman Jumpahi. bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma.

. Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. namun tidak diberi. Badung. Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. I Gusti Jumpahi. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku. I Gusti Putu Pahang. maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.para penguasa dan pejabat yang melamar.

akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung. demikian kalau diperumpamakan. yang merupakan . diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan.Itulah keponakan yang diutus. Tidak diceriterakan di tengah jalan. kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih. Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna.

Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran. seperti gugup tak bisa berkata-kata. kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini. yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?. yang bernama Ida Bang Banyak Wide. Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen. Kaget Ida Bang Panataran.paman kami. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba.

pada saat dulu. Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”.Jawa. saat . dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih. apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. namun tidak dijumpainya. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya. kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. Nah. Demikian halnya dahulu. Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen. Ida Bang Wayabiya. pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. Karena mendengar hal itu.

itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. Karena sudah selesai perbincangan itu. Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran. . sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih. tanpa tujuan. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu. pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga. lamaran itu tidak bisa dipenuhi. sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi. Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti. Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri.

akan dijadikan penguasa di kawasan Badung. serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya. Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. Inggih. adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati. kemudian lahir putra beliau. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel. tentram wilayah itu.Hentikan dahulu. Wilayah itu menjadi makmur. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. Badung. demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. hama menjauh. mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan . yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih .

kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. akan dijadikan penguasa di negara Badung. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening.lentera di Sumanggen. dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan. ganteng seperti Arjuna. Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang. Keesokan hannya diingat kembali . disebabkan karena kebagusan rupanya. karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. Sesudah diberi tempat di Badung. yang bemama I Dewa Manggis Kuning. Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung.

dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis. tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara. Pada saat malam tiba. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi. kemudian I Dewa Manggis digulung tikar. menyerupai selir. berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. Karena demikian halnya. dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. .I Gusti Ngurah Pemecutan. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis.

bersama putri beliau. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. maka tak seorangpun hirau.kemudian dibawa keluar puri. Dan lagi bapak sangat . Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan. ditaruh di depan rumah. Karena berupa seorang wanita. Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. diketahui oleh Kyai Kenceng. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang. I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. ditindih dengan selimut. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu.

Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija. Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini. tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?. agar mendampingi ananda dipakai isteri. . Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih. kemudian berpulang ke Sorgaloka.mengasihi ananda I Dewa. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur. Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. Ini ada anak bapak seorang. Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya.

Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja. I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. semuanya besembah sujud. menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. Tidak ada manusia yang beranai. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. I Gusti Ngenjung.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. . serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made. I Gusti Bedulu. I Gusti Batan. I Gusti Nyoman bija Pinatih. I Gusti Ayu Tembawu. I Gusti Nyoman Jumpahi. tidak bisa dihitung jumlahnya. I Gusti Ngurah Kapandeyan. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. I Gusti Ngurah Tembawu. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. I Gusti Putu Pahang. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. I Gusti Abyannangka. Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana. I Gusti Nyoman Bona.

Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. serta I Gusti Nyoman Pahang. I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning.I Gusti Miranggi. I Gusti Ngurah Puja. Demikian keadaanya dulu. I Gusti Made Pahang. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. I Gusti Ngurah Mantra. I Gusti Ngurah Anom. I Gusti Ayu Pinatih. I Gusti Ngurah Made Pinatih. Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. serta Falsafah menuju . I Gusti Ngurah Anom Bang. I Gusti Celuk. I Gusti Arak Api. paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat. datanglah masa tidak mengenakkan. I Gusti Balangsigha.

?Ah masa aku kurang apa. tidak bisa melakukan moksa. menjawab sira Dukuh : ?Inggih. hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. Memang benar hamba bisa moksa. akan moksah?. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa. Karena demikian kata I Dukuh. Saya saja yang begini. menjadi penguasa. Demikian atur sira Dukuh. pada hari besok hamba akan pulang moksa. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. banyak memiliki rakyat. menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?. akan pulang ke Sorgaloka. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih.Kematian atau Tattwa Pati. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. . kokoh membangun kebaikan. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?.

dari atas. kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih. Sesudah masak betul yoganya. ratuning wilayah Kerthalangu.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. menghadapi pedupaan. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. Inggih hentikan dahulu sampai disini. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. serta agar membawa tongkat. ada dari bawah. Pada keesokan harinya. Sesudah itu. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. jatuh . bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. berpikir dalam hatinya. merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. memang benar Ki Dukuh moksa. lepas. semua bersiap. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik.

berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. Semuanya merasa masgul. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan.berkelompok ? kelompok. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. Sesampainya disana. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. Kemudian . direbut oleh semut. Namun masih saja dicari. Karena demikian keadaannya. cucu semuanya. putra. diiringi rakyatnya semua. telaga itu dikelilingi api. berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu. berencana akan berpindah dari Purian. menuju Pura Dalem Paninjoan. Karena itu halnya.

siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu. Usai sudah perbincangan diadakan. seperti para putranya semua. yang pernah berpaman dengan I Dukuh. serta diberitahukan kepada balanya. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya.beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara. kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan. boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. yang ada di .

Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih. Ida Peranda berdua dengan senang . Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. jika tidak ada I wong Tembawu. Macan Gading. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua. akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung.Kerthalangu. semua bertempat tinggal di Tangtu. I Pasek Kayu Selem. ke Padanggalak. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu. Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda. yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu. disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung.

Karena semuanya merasa gundah. buahnya dipetik sekarang. Hentikan dahulu. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. Karena demikian keadaannya. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. untuk wilayah Padanggalak.hati memberikan restu untuk hal itu. di Seminyak. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. tidak boleh berkata sumbar. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. serta menyesali diri. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana. tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. baunya sangat busuk. Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. di Glogor Carik. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. serta ikan itu berulat. dan hal itu sudah menjadi bukti. Semakin banyak semut itu datang. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. sangat berbahaya dikatakan. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. ada di Pedungan. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. kembali direbut semut. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. Tidak berapa lama disana. Ada yang mencari tempat di Kepisah. Kyai Anglurah Agung . di Tegal. Singkat ceritera.

ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. kembali ada semut yang datang. sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua. yang merupakan sungsungan Desa Adat. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. Di Kapal. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. untuk mencari tempat. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. karena tempat disana sempit untuk banyak orang. I Gusti Blangsinga. semuanya dengan rakyatnya. Dalem Pande dan Dalem Dura. sehingga bisa berjejal disana.Pinatih. Tempat Pemujaan dulu . yang kemudian pergi menuju ke arah timur. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh. karena itu berpencar para putranya. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker.

Krobokan. ayahnya masih di Batubulan. Setelah berputera. ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem. Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We. .bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup. Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan. sebagai warga Pinatih. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya. kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau. putranya masih di Blahbatuh. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. mendapatkan putra.

ada di Bukit. para putra dan cucu. sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem.Hentikan dahulu. lalu ada yang berpinda ke arah selatan. Demikian ceritanya dahulu. ada di Jimbaran. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem. yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. Halnya seperti dibawah ini. ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih. Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya. diiringi oleh rakyat. di Ungasan serta Umadwi. Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. Kesimpulan pertemuan itu. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . masih di wilayah Kerthalangu. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu.

Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. Sesudah itu. kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat.adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya. diikuti juga oleh saudara ? saudara. kemudian menuju arah barat. agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. seperti pasiwakaranaan serta pustaka. Setelah usai pertemuan tiu. cucu semuanya serta rakyat. Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan. kakanda akan menghadap kepada Dalem. Kyai Anglurah Made Sakti. dinda menuruti kata ? kata kanda?. karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made . Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. dan berdiam di Tebesaya. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. akhirnya sampai di Jenggalabija. dan tidak diceritakan di perjalanan. dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. kakandaku.

Demkian dahulu. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji. I Gusti Kandel. I Gusti Pelagaan. Di Tulikup. I Gusti Meranggi. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. I Gusti Kembengan. bernama I Gusti Nyoman Natih. Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. I Gusti Manggis. I Gusti Benculuk. I Gusti Berasan. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang. putranya berdiam di Banjar Bias. ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. I Gusti Sampalan. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. I Gusti Nunung. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. I Gusti Sayan. I Gusti Bedulu. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. I Gusti Sukawati. berpikir. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. I Gusti Nangun. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati. seperti para putra I gusti Bona. Lama beliau berdiam. I Gusti Pandak. yakni I Gusti Tegal. Sejak berkuasanya leluhur . dan I Gusti Kutri.Pahang di Tulikup. I Gusti Arak Api.

tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. Rakyat semuanya mengiringi. mengukur tempat untuk . Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. Demikian dahulu. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. Sedangkan di Bukit Mekar. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. tempat Puri. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan. Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung.Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. atas perintah Dalem. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara. juga agar mendapatkan keselamatan. Walaupun tempat itu sempit. di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar.

wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan. dekat dengan Banjar Sangging. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng.Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. Penuh sesak di banjar Mincidan. Kemudian ada diceritakan para . yang diberikan lagi tempat di Kusamba. Setelah sesak di Bukit Mekar. Dari Banjar Gerombongan. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. karena sesak. diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. Dari Banjar Galiran. tempat itu bernama Banjar Galiran. kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi.

berganti naman menjadi Pura Sari Bang. Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan.putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . Bali. Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya. Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan.466265 n2 n3 4 n5 . Denpasar. berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas. serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu.Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. Telp: 0361 . Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu.

berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. beliau ahli dalam sastra.Anggara Kasih. Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. sebagai tanda. Sesudah sampai di puncak. sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. sesampai di tempat itu. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini. kemudian dihentikan dengan senjata. kemudian pakai desa maupun perumahan. kira .benar bijak memegang kekuasaan. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada. tidak mengikuti kakaknya. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria. di sebelah timur Desa Pengumpian. Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun. seperti aneh rasanya dan juga menakutkan.Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti. rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. bulan Bali yang kesembilan . .diberikan tanda silang .pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija. kemudian menaiki timbunan bun itu. Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu. ketika matahari sudah berada di atas kepala. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan . kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya. Sesudah sampai di tepi hutan itu. Ketika hilang asap itu. layaknya sebagai bun . apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. karena itu segera didengar olah rakyat Bija. Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu.akan sampai di angkasa. karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua. kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala. Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian.Kesanga di tengah malam. kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made. Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun.tapak dara. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun. Kyai Ngurah Made Sakti benar . Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. saya akan membangun desa serta perumahan”. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. kemudian beliau pulang ke Puri.kira ada 80 depa. Setelah semua bersih hutan itu dirabas. sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu.

Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. di Wimba serta Blumbungan. Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. Kapal. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura . itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija. adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. saling bunuh. Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. . semuanya berani menunjukkan keperwiraannya.tamak. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari. Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. Sangat ramailah perang disana. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. disusupi oleh loba . diamping ada yang wanita. saling tusuk. I Gusti Ngurah Anom Lengar. Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian. Dipimpin oleh sang ayah. serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. ada di Suwung. membawa senjata bersorak sorai semua. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal. semua senjata itu bertatahkan mas. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. Menyaksikan demikian halnya. menanyakan prihal peperangan itu. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. kemudian masuk ke Puri Pangumpian. karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan. diburu. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. karena anaknya itu merasa diri pintar. Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. semua keluar membawa alat senjata. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. serta juga berganti nama menjadi warga Bun. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. Banyak yang mati dan banyak yang luka. saling tusuk.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal. Karena itu. Agar sesuai dengan nama wilayah”. saling penggal. I Gusti Ngurah Teja. ada yang mengungsi ke pegunungan. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. Sejak itu orang . I Gusti Anom Bija. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. I Gusti Ngurah Alit Padang. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. Adiknya bernama Ida Ktut Abian. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun. itu sebabnya banyak yang mati. moha hatinya. Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian.

Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. Menjadi takjub ppasukan Mengwi. bersama anaknya I Gusti Leking. karena sudah diungsikan - . sedia akan mati di medan laga. Sesudah lama berdiam disana. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa. Singkat ceritera. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun. itu sebabnya bolak .Kaba kemudian ke Lodsawah. Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun. Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran.akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. yang paling kecil I Gusti Bija Leking. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati. Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya. dan semuanya mengenakan busana serba putih. Demikian dahulu keadaan di Mengwi.tengah mereka. tidak berani lagi menentang. Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. Setelah selesai bertukar pikiran.balik tempat tinggalnya. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. serta para putra semuanya. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. Setelah dikelilingi puri Mambal itu. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. kemudian keluar ke depan Puri itu. dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. sangat duka hati I Dewa Karang. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang. menjadi gentar juga rakyat Bun. dipimpin oleh Cokorda Mayun. karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas. Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu. berdiri di depan pinti Puri. yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. penuh sesak disana di Darmasaba. pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar. adiknya I Gusti Bija Lekong. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. tidak bagitu lama keadaan ini aman. kemudian ada putra 3 orang. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK. maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. takut. ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba . tidak ada yang membantah perintah beliau. menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya.

Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun. tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. Pagesangan. Ada putranya 3 orang. Sisa penjarahan adalah purinya. Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. maka keadaan disana menjadi sunyi. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. serta dari utara. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit. kembali ke Mengwi. saling tusuk. serta rakyat semuanya. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. I Gusti Meranggi. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal. Kesimpulan pembicaraan itu. I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun. Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. Serta kalahlah pasukan Mengwi. yang sulung I . pasukan akan dibagi dua. bersama dengan anak cucu. Sibang. Paguyangan. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu. pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. serta bersiap untuk meninggalkan puri. setapakpun tidak mundur. Jenazah Cokorda Mayun. saling penggal.desa lainnya. bersorak saling ejek. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. dan juga ada perumahan rakyat. Ada yang beralih menuju Angayabaya. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. Jagapati. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. Kalau dihadapi jelas akan kalah. dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. sama . saling amuk. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. Tamesi. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. maka dilakukan penyerobotan. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. Dari barat. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu. mengungsi ke wilayah Badung. Singkat ceritera. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa . I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . tak ada seorangpun kelihatan lewat. sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. seraya memohon diri kepada ayahnya. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. Angantaka. merajan. Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. Demikian ceritanya dahulu. wantilan.diamankan oleh pasukan Bun.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. Sesudah lama. Negara. diceritakan masih di Bun. Sesampainya di Bancingan Puri Bun. bertempat tinggal di Padangkertha. Bila saja berani dalam medan perang. seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun.talu. besar kecil. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. Diceritakan sekarang di Puri Bun. pura. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. Ada ke Tagtag Negara. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. saling banting. Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat. saling tantang.

Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. sangat percaya diri di hatinya. Demikian halnya di masa lalu. Entah berapa masa sudah berpuri disana. serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari. disana di Dalem Pamuwusan namanya. Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun.Gusti Teja . paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. terjadi huru hara.masing. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya. yang memamng keturunan Pinatih. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing . semuanya merasa suka cita. ada di lingkunga Ida Dalem. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang. Sukawati. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. Keduanya. ke arah timur perjalanannya. Demikian dahulu. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal. Karena keberhasilan itu. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. di Dawan Banjar. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. I Gusti demung menuju Timbul. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. Jukutpaku. I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri.namanya sama dengan ayahnya. sebab keadaan sudah membaik. maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. dan juga di desa Singakertha. itu yang mengawasi di Pangrebongan. Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. Demikian . Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. terus dinamai wilayah Negara. Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan. Demikian dicatat di Pariagem. dicantumkan dalam pariagem. beliau senang melakukan persembahyangan. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. sewilayah dengan Negara. Demikian keadaannya. I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa. memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar. Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. Sejak itu kemudian desa Kengetan. demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos. Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. diberikan rakyat 200 orang. Singkat ceritera.

tercatat dalam prasasti. Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa. Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida. Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa. ada yang pindah ke desa Timhun. . sanak saudara yang lain menuju desa Aan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful