BABAD BALI

Top of Form

Nama
Bottom of Form

Babad Kutawaringin (basis data) Beliau adalah utusan Maha Patih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung. Berikut adalah lelintihan keturunan beliau yang dihimpun dari para pratisentananya. Babad Sri Nararya Kresna Kepakisan (basis data) Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Satria Kelating (basis data) Ini adalah lelintihan dari Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Babad Buleleng (basis data) Berikut adalah lelintihan dari Ki Barak Panji (Ki Gusti Panji) sebagai yang dapat disarikan dari Lontar Babad Buleleng. Babad Pasek (basis data) Lelintihan ini berkawitan Mpu Ketek, berikut disajikan silsilah yang berhasil disarikan dari Buku Babad Pasek. Babad Arya Kresna Kepakisan Versi Dokbud Bali (basis data) Arya Kapakisan adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau, kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. Babad Buleleng Versi Dokbud (basis data) Silsilah ini berkawitan seorang ibu bernama Si Luh Pasek Panji, disarikan dari Lontar Babad Buleleng untuk melengkapi kasanah babad Bali kita. Mohon masukan dan tambahan informasi dari para pratisentana.

Babad Jawa Versi Mangkunegaran (basis data) Juga sebagai pelengkap, karena silsilah ini sedikit banyak juga bersinggungan dan menjadi akar dari berbagai babad di Bali. Dikumpulkan dan disarikan dari berbagai sumber di Keraton Mangkunegaran, Surakarta. Babad Arya Gajah Para (essay) Pasukan Majapahit memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga, diutuslah Sirarya Gajah Para dan Sirarya Getas. Akhirnya kedua Arya tersebut tinggal di Sukangeneb, Toya Anyar, dan menurunkan beberapa keturunan. Berikut kisahnya. Babad Buleleng (essay) Keesokannya, ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur, di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik, bahwa benar ubunubun anak itu keluar sinar, hati beliau menjadi murung, hati beliau Dalem sangat kasih sayang, akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati, mungkin Ki Barak Panji, nantinya akan mengalahkan putranya yang diharapkan akan menggantikannya menjadi raja. Babad Dalem Batu Kuub (essay) Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. Yoganya sangat mantap, lalu dilemparkan dan jatuh di sungai, menimpa batu. Maka timbul lah gempa bumi, angin topan, guntur dan halilintar. Kemudian muncul lah bayi dari batu itu, rupanya hitam. Ada pula bayi muncul dari buih, rupanya putih. Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. Babad Ki Tambyak (essay) Ki Tambyak adalah putra dari Begawan Maya Cakru, semenjak lahir ia ditinggal oleh orang tuanya, akhirnya ia dijadikan anak angkat oleh Kebayan Panarajon. Sebagai anak angkat yang dipungut sewaktu masih bayi, kemudian tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan berilmu sehingga disegani masyarakat lingkungannya. dalam hal ini bukan saja oleh masyarakat lingkungannya, bahkan raja Bedahulu pun mengangkatnya sebagai seorang patih. Babad Manik Angkeran (essay) Ida Bang Manik Angkeran adalah putra dari Dang Hyang Siddhimantra. Berikut kisah beliau, diambil dari sebuah terbitan untuk para pratisentananya.

abad Bali Babad Kutawaringin Arya Kutawaringin

Beliau adalah utusan Mahapatih Gajahmada, yang ditugaskan mengamankan daerah Gelgel. Di bawah pemerintahan Dalem Ketut Kepakisan di Samprangan, beliau adalah wakil dari Patih Agung Arya Kresna Kepakisan. Tahun 1271-1349. Beliau menetap di Toya Anyar (Tianyar), mempertahankan wilayah timur Gunung Agung.

Arya Kresna Kepakisan Pada tahun 1357 Arya Kresna Kepakisan dikirim ke Bali oleh Maha Patih Gajahmada memimpin pasukan bantuan Majapahit untuk memadamkan pemberontakan 39 desa Baliaga. Setelah berhasil beliau diangkat sebagai patih agung kerajaan Samprangan, mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan, raja Samprangan I. Di Samprangan beliau tinggal di Puri Nyuh Aya, karenanya beliau disebut juga Pangeran Nyuh Aya atau Ida Dewa Nyuh Aya. Beliau berputra 8 orang, 7 orang lahir di Nyuh Aya dan satu lahir di Gelgel (Krian Madya Asak). Putra-putra beliau adalah:
• • • • • • • •

Ida Dianggan Krian Madya Asak Krian Petandakan Krian Akah Krian Cacaran Krian Kaloping Krian Pelangan Krian Satra

ANAKCIREMAI
Kumpulan Makalah, Skripsi, Tesis, Cara, Setting, Computer

Pages
• Home

Latar Belakang Bali adalah tempat berkembangnya agama Hindu dan Hampir seluruh Masyarakatnya menjadi penganutnya. Prasasti berangka tahun 896 caka (991 M) isinya menyebutkan tempat suci dan istana Raja terletak di Singhamandawa dekat Sanur berhuruf Dewa Nagari dan Bali Kuno Kitab Usana Bali abad ke 16 menyebutkan Raja Jayapangus memerintah setelah Raja Jayakusuma.• • • Iklan Anakciremai Batu Alam Forum Anakciremai Top of Form partner-pub-2013 FORID:9 ISO-8859-1 Cari Makalah Anakciremai w w w . Agama Hindu di Bali mulai tumbuh dan berkembang sejak abad ke – 8.anakcirem Bottom of Form Browse » Home » MAKALAH SEJARAH » MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI MAKALAH SEJARAH TENTANG PULAU BALI BAB I PENDAHULUAN A. bersamaan dengan pertumbuhan agama Hindu di Jawa Tengah. juga terhadap sistem pemerintah Berita Cina menyebutkan pada abad ke – 7 ada daerah Dwapatan (Bali) yang mempunyai adat yang sama dengan Jawa (Holing). Ia Raja penyelamat Bali yang terkena malapetakaa karena lupa menjalankan ibadah Raja ini juga mendapat wahyu untuk melakukan upacara agama kembali yang sekarangsebagai hari Galungan . Prsasti Bali 804 Caka (882 M) menyebutkan pemberian izin pembuatan pertapaan di bukit Kintamani. Agama Hindu banyak pengaruhnya terhadap kebudayaan setempat.

Ugrasena c. Tetapi apabila putra mahkota pengganti Raja tersebut masih di bawah umur. Sri MahaRaja Sri Wijaya Mahdewi (mungkin dari Sriwijaya) g. Marakata bergelar Marakata Utungga Dewa yang di segani rakyatnya. Untuk golongan pedagang laki – laki disebut Wanigrama dan untuk perempuan disebut Wanigrami j. Raja Udayana yang memerintah bersama istrinya yakni Gunapriyadarmapatni yang melahirkan Airlangga. Anak wungsu h. Khesari Warmadewa yang beristana di Singhadwala menurunkan Wangsa Warmadewa b. ia membangun bangunan suci di Gunung Kawi. Jayapangus yang dikenal penyelamat negara karena mengajak rakyatnya kemBali melakukan upacara agama sehingga mendapat wahyu (Hari Galungan) B. mengaku penjelmaan Wisnu yang masa pemerintahannya di bantu 10 senopati rakyat hidup dari bertani. Raja di dampingi oleh sebuah Dewan Kerajaan yang di sebut Pasamuan Agung. Raja Jayasakti. biasanya pengganti Raja yang meninggal adalah putra laki – laki tua atau satu – satunya putra laki – laki yang lahir dari permaisuri yang berasal dari golongan bangsawan (Ksatria). Raja Haji Tabanendra Warmadewa ia di candikan di Air Mandu d. Perumusan Masalah Sistem pembagian Raja – Raja di Bali di dasarkan atas keturunan. Marakata. Raja Jayasingha Wamadewa ia membangun pemandian di Desa Manukraya yaitu Pemandian Tirta Empul dekat tampak Siring tahun 960 e. Raja Jayasadhu Warmadewa f.Raja – Raja Bali: a. binatang yang berharga adalah Kuda. pada masa pemerintahanya ada dua kitab undang – undang yakni UU Utara Widdi Balawan dan Raja Wacana (Rajaniti) l. Raja Walaprabu k. Anak Wungsu. biasanya diwakili oleh ibunya atau salah seorang bangsawannya yang di pilih pada penggawa pendanda istana Dalam menjalankan pemerintahan. Tampak Siring Bali i. Tugas Pokok dari Pasamuan . Raja dibantu oleh pejabat pemerintah yang masing – masing menduduki fungsi tertentu.

Beliau memerintah bersama – sama dengan . Selain itu mereka juga di tugasi untuk mengurus hubungan dengan penguasa di luar Kerajaan Raja juga dibantu oleh patih. Bali kemudian diperintah oleh seorang Raja keturunan Bali. yang biasa di panggil Dharmodayana. yang bertugas langsung pengairan air ke sawah – sawah dan mengurus administrasinya Kesulitan kesulitan para pemakai air di tampung setiap 35 hari sekali dan diadakan rapat. Susunan dan nama – nama jabatan pemerintah yang biasa berlaku di Jawa di pergunakan di Bali Setelah masa pemerintahan Sri MahaRaja berakhir. Sedahan Tembuk yang bertugas mengawasi aliran air ke sawah – sawah dan menrima pajak dari para pemakai air c. dan di Bali ini kebudayaanya tersebut berkembang dengan pesat. berternak dan berdagang. mereka menghiasi mayat yang telah meninggal dengan emas dan diberi harum – haruman. Sedangkan pada abad ke 10 Bali berada di bawah kekuasaan Jawa Timur dengan kebudayaan Jawa – Hindu. Orang Bali sebagian besar memeluk Hindu Waisanawa adapun ada sedikit pemeluk agama Budha.Agung adalah memberikan nasihat dan pertimbangan para Raja dalam memecahkan masalah – masalah yang berhubungan dengan pemerintahan. yaitu Dharma udayana Marwadewa. Klian Subak. Pada tahun 982 M di Bali berkuasa seorang Ratu yang bernama Sri MahaRaja Wijaya Mahadewi yang memerintah dengan sistem pemerintahan di Jawa. Di Kerajaan Buleleng disebut Pembekel Gede yang kebanyak mempunyai darah keturunan maju dan bertempat tinggal di Puri Masyarakat Bali hidup dari bercocok tanam. mereka itu adalah: a. Penggawa – penggawa ini kedudukanya sama dengan kepala distrik. yaitu Sri Ugrasena daerahnya kemungkinan SingaRaja sekarang. Prebekel atau Pambekel dan penggawa – penggawa daerah. Rapat itu diadakan setiap hari Anggara Kasih atau Aelasa Kliwon Pada abad ke – 8 di Bali berdiri sebuah Kerajaan yang berpusat di Singhamandawa yang diperintah oleh seorang Raja. Karena agama Hindu di Bali Berkembang dengan pesat maka di juluki museum hidup Di Bali di kenal beberapa susunan pejabat yang mengurusi masalah pengairan. Sedekah Gede / Sedahan Agung / Penyaringan Gede b.

permaisurinya yaitu Gunapriya Dharmapatni. yaitu. tiap – tiap Kerajaan dalam wilayahnya masing – masing di kepalai oleh Raja baru Pamade atau keluarga dekat dari Raja. yaitu Mahendradatra. yang merupakan keluarga Raja Sindok. Tetapi Raja – Raja Bali mengakui Raja Klungkung sebagai Raja tertinggi. Mangur dan lain – lain. Karang Asem. sedangkan Kerajaan Badung terbagi menjadi tiga wilayah yaitu Denpasar. Kerajaan Buleleng. Tujuan Penelitian Ada beberapa tujuan diantaranya yaitu: 1. Untuk menambah nilai yang mungkin kurang dari target yang di tentukan 3. Di dalam puri ini banyak tersimpan benda – benda pusaka dan benda – benda untuk upacara keagamaan . Pada tahun 1000 Dharmopatni melahirakan seorang putra yaitu Airlangga. dan Kasiman Raja – Raja Bali memakai gelar Anak Agung. Kemudian Dharmaptni di buang ke hutan C. Klungkung. Hal ini berakibat perginya Raja ke Jawa Timur dan menikah lagi dengan adik Raja Dharmawangsa. Misalnya Kerajaan Buleleng dibagi dalam wilayah – wilayah SingaRaja. Gianjar. tejakula dan Badung. disebabkan karena asal usul keturunan dan keturunan dan kedudukan Raja Klungkung sebagai Dewa Agung. Dharma Udayana dan Dharmapatni selalu berbeda. kami bukan hanya nilai yang tinggi dan baik kamipun ingin dengan tugas – tugas yang di berikan kualitas belajar kami menjadi lebih baik BAB II PEMBAHASAN Di Bali terdapat sejumlah Kerajaan yang mempunyai Raja dan pemerintahan sendiri. Badung Badung. Pernade. Dalam menjalankan pemrintahanya. Raja – Raja Bali masing – masing bertempat tinggal di dalam istana (puri) bersama – sama keluarga dekat Raja. Melatih agar siswa siswi mampu melakukan suatu pekerjaan dengan gotong – royong atau belajar kelompok Tujuan kami bukan hanya itu. Sesuai dengan judulnya yaitu untuk memenuhi salah satu tugas guru mata pelajaran Sejarah 2.

ibunya sendiri. karena diserang oleh Raja wurawari dari wengker yang merupakan sekutu Sriwijaya . Udayana dan anak Wungsu. Dan wabah penyakit ini ditimbulakan oleh Rangda. ilmu sihir tersebut di dapat dari Dewi Durga yang ia puji. Airlangga meminta bantuan kepada pendeta sakti. Calon Arang menjelma menjadi makhluk yang menakutkan dan Mpu Bharada menjelma menjadi makhluk ajaib yang di sebut Barong. Kemarahan memuncak. yang menjadi sasaran kemarahan adalah Airlangga tidak dapat menghalangi ayahnya untuk kawin lagi Kerajaan Airlangga hampir hancut akibat terjangkitnya penyakit menular yang tersebar di wilayah Kerajaannya. kemudian mengembangkan ilmu sihir bersama – sama muridnya. Tahun 915 Raja Bali Ugrasena berhasil membangun Kerajaan Bali dan berkembang dan serta menjalin persahabatan Mataram. Dalam perkelahian tersebut Barong menang dan Kerajaan Airlangga selamat dari bencana BAB III PENUTUP A. Kemudian Dharmapatni ini dikenal dengan nama Rangda dan sebagai ahli sihir. hubungan berlanjut setelah putra Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan putrid Darmawangsa Tguh sampai akhirnya terjadi perlaya 1016. karena para jejaka takut terhadap Calon Arang. Kesimpulan Kerajaan Bali muncul pada abad ke 9 yang di perintah oleh Raja Sri Kesariwarmadewa.Legenda mengenai Udayana dan Dharmapatani yang di baung ke hutan. ia dipanggil dengan Calon Arang Dharmapatni sangat sakit hati terhadap suaminya yang kawin lagi dengan menghukum ia kehutan. dan di tandai perkawinana Udayana Wamadewa (956 – 1022) kawin dengan putrid Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendratta. karena putrinya Ratna Menggali yang cantik tidak ada yang melamar. yaitu Mpu Bharada melawan calon Arang.

terkejut melihat bahwa Jawa adalah tanah Brahma dan bahwa Sunan adalah keturunan Rama. Kern. yang beberapa di antaranya ahli bahasa Sansekerta. Jaya Sakti.Pada masa pemerintahan anak Wungsu (1049 – 1077) berhasil dibangun Candi Tampak Siring. Raffles tidak sendiri. ketika Raffles mengangkat Indianisasi sebagai topik yang digenari melalui buku The History of Java. 11 Oktober 2007 Istilah Indianisasi baru dikenal mendekati abad ke-19. Beberapa sarjana India juga tertarik dengan wacana Indianisasi seperti RC Majumdar dan HB Sarkar. Namun. Tetapi yang monumental adalah kunjungan Rabindranath Tagore pada tahun 1930 yang . beberapa perwira. tetapi peristiwa itu perlu diberi tempat dalam sejarah mitos Indianisasi. Pada tahun 1918. Pengganti Anak Wungsu. dan WF Stutterheim. H. ditulis artikel yang terkenal dari George Coodes yang menghidupkan kenangan akan Kerajaan Sriwijaya. di antaranya bernama Kapten Dhaugkul Sigh.J Korn. Berdasarkan alasan keyakinan keagamaan seperti itu. seperti J. N. Pemberontakan itu gagal. peristiwa yang paling dramatik dalam merumuskan Indianisasi terjadi pada saat segerombolan tentara Inggris yang berasal dari Bangali mencetuskan pemberontakan Sepoy di Jawa Tengah pada tahun 1815 (Denys Lombard: 1996).LA Brandes. dilanjutkan dengan Krom yang menerbitkan tulisannya berjudul HindoeJavaansche Geschiedenis (sejarah Hindu-Jawa). Setelah Raffles. gagasan Indianisasi dilanjutkan oleh para sarjana Belanda. Setelah mereka merebut Yogyakarta (pada tahun 1812). pada tahun 1931. Jayapangus dan Bedahulu adalah Raja lemah dan akhirnya ditaklukan oleh Gajah Mada dalam meluaskan Kerajaan Majapahit Bali Kuno dan Bali Majapahit Kamis. mereka merumuskan gagasan pemberontakan pada kekuasaan Inggris demi memulihkan kekuasaan Hindu di Jawa.

Secara historis. Kedua. Indianisasi tidak sepenuhnya berhasil membangun secara totalitas peradaban India karena Indianisasi harus berhadapan dengan fragmentasi paham keagaman serta masih hidupnya sistem kepercayaan lokal sebelum Indianisasi berkembang. Indianisasi pada masa Buli Kuna dihubungkan dengan kelahiran dan berkembangnya berbagai sekte. Oleh karena terjadi pola penerimaan dan pertukaran antara peradaban India dengan lokalitas. Dengan demikian Indianisasi tidak an sich fenomena kebudayaan melainkan juga fenomena politik. khususnya di Bali. Brahma. Bayu dan Kala. Interaksi antara berbagai sekte dengan kepercayaan lokal menyebabkan paham keagamaan yang terbangun tidak sepenuhnya bertahan dalam bentuk aslinya (otentisitas) melainkan mengalami proses silang budaya dengan kepercayaan lokal. Bali Kuna Walaupun bukti-bukti Indianisasi sudah secara meyakinkan disampaikan oleh para sarjana Indolog Inggris dan Belanda. Bentuk akhirnya bisa bermacam-macam. yang memang secara kuat dihubungkan dengan India. namun ada dua catatan penting yang berkaitan dengan Indianisasi di Indonesia.secara jelas menyebutkan bahwa "ia memang merasakan kehadiran India di mana-mana. di Jawa melahirkan Kejawen. Indianisasi sangat terkait dengan bangun kekuasaan politik yang menopangnya. Wisnu (Wesnawa). di Bali menghasilan sistem beragama yang khas Bali. Disebut Bali Majapahit untuk membedakan dengan Bali kuna. Ketiga. mitos India lebih menjadi fenomena Jawa/Bali Kuna dibandingkan dengan fenomena Bali Majapahit. tetapi tidak sungguh-sungguh menemukannya kembali". Pertama. mulai dari sekte Sambu. Indra. Di samping menghadapi pengalaman dengan kepercayaan lokal. paham keagaman yang bersendikan pada sekte hidup dalam . yang tentu saja mengalami interaksi dengan kepercayaan lokal pada saat itu.

Selain kehadiran sekte-sekte. Jejak pengaruh India juga terlihat dalam legenda dan mitologi yang berkembang secara historis pada masa Jawa/ Bali Kuna. Kisah legenda ketiga adalah kedatangan dinasti Warmadewa yang lebih dihubungkan dengan India dibandingkan dengan Jawa. Di samping itu dikisahkan juga semua dewa menetap di bumi baru itu dan memindahkan Gunung Meru dari Jambhu Dwipa. istilah grama ini diterima menjadi krama dan selanjutnya menjadi pakraman. Akhirnya Brahma menciptakan kaum laki-laki dan Wisnu menciptakan kaum perempuan. pengaruh India juga terlihat dari konsep pakraman. Dengan demikian. Pakraman pada dasarnya sebuah tatanan masyarakat yang hidup dalam tradisi India. sekitar 923 Caka. Tatanan itu disebut dengan Grama yang artinya tatanan (sekarang di India disebut Grama Penchayat). legenda Aji Saka.pluralitas yang bisa saja berakhir dengan benturan-benturan paham keagamaan. . yang bernama Airlangga menjadi menantu Raja Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama di Pulau Jawa dan kemudian memegang kekuasaan atas pulau Jawa. Pertama. sistem sosial Bali Kuna merupakan reproduksi tatanan sosial di India. keberagaman sekte-sekte itu kemudian diakomodasi dalam konsep Tri Kahyangan. oleh Mpu Kuturan yang bertindak sebagai Senapati Pakiran-kiran I Jero Makabehan. Di Bali. yang mengisahkan bagaimana seorang keturunan Brahmana dari India dan menetap di Medang Kemulan. Sejak itu gunung yang disebut pinkalalingganingbhuwana itu tertanam di Pulau Jawa. Aji Saka kemudian dikisahkan bisa membangun ketertiban dan peradaban setelah mengalahkan Prabu Baka yang berwatak raksasa (tidak beradab). Walaupun hubungan dengan Jawa akhirnya terbangun ketika putra Udayana. Dalam Tantu Pagelaran diceritakan asal mula Batara Guru yang pergi bersemedi di Gunung Dieng untuk meminta pada Brahma dan Wisnu agar Pulau Jawa diberi penghuni. Kisah kedua tercantum dalam kitab Tantu Pagelaran. Dalam konteks seperti itu.

Hyang Gni Jaya dan Dewi Danuh yang bersumber dari Sang Hyang Pasupati yang bersemayam di Gunung Semeru di Pulau Jawa. . Gunung Semeru. Usana Bali. kadangkala hubungannya bisa koeksistensi atau bahkan sinkretisme. Selanjutnya mitos Jawa ini diperkuat oleh kedatangan ekspedisi Gadjah Mada ke Bali yang menempatkan Dinasti Kepakisan sebagai pemegang kekuasaan atas Pulau Bali. Bali Majapahit Berbeda dengan Bali Kuna yang secara kuat dipengaruhi oleh mitos India. di mana sistem agama dominan berdampingan dengan sistem agama lokal. Hyang Putra Jaya. mitos India tidak begitu kuat pengaruhnya di Bali Majapahit. penetrasi sistem kepercayaan dominan itu tidak selalu berakibat penghancuran pada sistem agama lokal. Demikian pula dengan asa-usul geneologis. Namun. Gunung Tonglangkir diceritakan sebagai penggalan Gunung Mahameru.Proses Indianisasi mengalami kemunduran ketika kuasa politik para Maharaj di India kemudian jatuh ke tangan Sultan-sultan Moghul yang beragama Islam. Tafsir keagamaan inilah yang kemudian melalui instrumen kekuasaan masuk secara penetratif ke desa-desa Bali Kuna (James Danandjaja:1990). Kemunduran itu memungkinkan bagi terjadinya bentuk baru dalam pembangunan sistem kepercayaan di wilayah-wilayah yang dahulunya menjadi sasaran Indianisasi. namun kemudian menegakan sebuah tafsir keagamaan baru yang hegemonik. Dalam berbagai kisah mitologi. Batur Kemulan sampai dengan sejarah Pancaka Tirta. Tonglangkir dan Rinjani. Kehadiran bangun kuasa baru ini tidak hanya berpengaruh pada pembentukan tatanan sosial-politik baru yang sering disebut Negara dan desa-desa Apanage (majapahit). karena Bali Majapahit lebih dekat dengan mitos Jawa. Hal ini nampak dari beberapa teks dan mitologi yang berkembang di Bali. mulai dari kitab Usana Jawa. Salah satu bentuk kreasi lokal yang paling nampak dalam sejarah adalah ekspansi sistem keagamaan yang dibawa oleh kekuasaan Majapahit.

Dalam globalisasi. Namun dalam pengertian yang berbeda. Indianisasi tentu saja akan dipahami berbeda dengan Indianisasi pada masa Bali Kuna. Secara geneologis. sehingga dianggap sebagai bentuk gerakan penyeragaman (homogenisasi) cara beragama yang baru. Bagi kalangan yang pembela sistem beragama dengan kebudayaan lokal. Berbeda dengan masa lalu. Indianisasi sangat dibantu oleh globalisasi dan mempunyai banyak wajah. Hal ini nampak jelas dalam lontar Widhi Papinjatan dan sebagainya. Apa yang terjadi dalam lingkup lokal . Indianisasi sebagai "anak kandung" dari globalisasi. Demikian pula dengan keturunan para Arya di Bali yang mencari pertautan dengan kekuasaan Jayabhaya di Kediri. proses Indianisasi sangat didukung oleh sistem perdagangan global dan pola ekspansi paham keagamaan yang ditopang oleh kekuasaan politik. Relasi antara kekuasaan dan bangun paham keagamaan sedemikian kuatnya sehingga keduanya berada dalam hubungan yang mutualistik. Indianisasi juga dapat dibaca dalam tiga kecenderungan. Kritik ini didasarkan atas pengertian Indianisasi sebagai peminjaman acuan tradisi keberagaman yang secara umum digunakan di India untuk diterapkan dalam konteks lokal di luar India. keterjarakan ruang dan waktu makin dekat. sistem kepercayaan yang dianut oleh pemegang kuasa politik menjadi acuan dari sistem kepercayaan sosial masyarakat Bali keseluruhan.Walaupun demikian. pemegang kuasa politik di Bali juga cenderung mencari garis pertautan silsilah dengan Jawa bukan dengan India. Misalnya dinasti Kepakisan dan keturunan Dhyang Nirartha dihubungkan dengan Mpu Tantular dan Mpu Bharadah yang memegang peranan politik di Jawa. Bali Baru Dalam konteks Bali baru. Indianisasi dianggap mengabaikan nilai dan sistem lokal. Pertama.

Modernitas dianggap justru menciptakan kekosongan spiritual karena membuat manusia teralienasi (terpinggirkan) dari dirinya sendiri. tidak ada lagi lokal dan global karena yang lokal bisa menjadi global. kebangkitan spiritualisme baru yang menjadi fenomena lokal dan global. serta antara pendekatan purifikasi dan pendekatan budaya. masih berkaitan dengan globalisasi. Oleh karena itu.tertentu bisa secara cepat "ditiru". Akhirnya. spiritualisme baru kemudian berkembang menjadi gerakan purifikasi (pemurnian) paham keagamaan dari bias kepentingan ekonomipolitik. seperti juga halnya yang dialami oleh agama-agama lain. Tatanan sosial yang dominatif seringkali didasarkan atas pijakanpijakan teologis dari paham keagamaan. yang kita sebuat universal dan global pada dasarnya fenomena lokal. Sejarah agama-agama besar penuh dengan cerita gerakan purifikasi yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dialektika keagamaan dan relasi kuasa. kecenderungan kembali ke India juga bisa dilihat sebagai bentuk perlawanan spiritual (new age) terhadap globalisasi yang dirumuskan secara totaliter sebagai modernisasi dan westernisasi. kebangkitan spiritualisme baru yang inspirasinya diambil dari India adalah fenomena perlawanan terhadap tatanan sosialpolitik dan kultural yang dominatif. Dengan demikian. pada dasarnya merupakan respons kegagalan modernitas memberikan alternatif peradaban. Acuan-acuan modernitas justru membelenggu manusia itu sendiri. secara cepat menjadi "milik" global karena dekatnya jarak ruang dan waktu. Demikian pula sebaliknya. Hinduisme mengalami tarik-menarik antara ide universalisme dan lokalitas. . Kedua. "digandakan" atau sekadar diketahui di dalam lokalitas yang berbeda. Ketiga. Dalam globalisasi. apa yang menjadi trend keagamaan di India misalnya. Oleh karena itu.

Kami masih mengharap masukan anda untuk melengkapi keterangan tentang beliau agar dapat lebih dikenal secara luas. kami rangkum dari berbagai sumber baik yang telah dipublikasikan maupun kiriman pribadi para pemerhati. • • Tunggul Ametung Ken Arok / Angrok / Rejasa Tunggul Ametung Akuwu Tumapel 1222 Beliau dibunuh dan tahtanya direbut oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa yang menggantikannya sebagai raja di Tumapel. Beliau membunuh akuwu di Tumapel Tunggul Ametung dan merampas istrinya Ken Dedes yang sedang mengandung putranya Anusapati / Panji Anengah Kidal kemudian menjadi akuwu Tumapel yang baru. Ken Dedes menurunkan: • • • • • Anusapati / Panji Anengah Kidal Maesa Wong Ateleng Panji Saprang Agnibhaya Putri Ken Arok / Angrok / Rejasa Menjadi Amurwa Bumi Tumapel tahun 1222. Mendirikan kerajaan Singasari.Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) Babad Raja-Raja Jawa (Tumapel) adalah sosok yang keharuman namanya dapat kami tampilkan dalam bentuk babad dan silsilah keluarga besar beliau. karena kemudian Ken Dedes diperistri oleh Ken Arok / Angrok / Rejasa beberapa putra dan putrinya yang lain tidak kami ketahui berasal dari ayah yang mana. Dari istrinya Ken Dedes beliau menurunkan Anusapati. Kerajaanya .

• Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Kertanagara / Siwa Budha Tumapel Berkuasa tahun 1194M (1272S). Beliau memerintah Singasari selama 20 tahun dari 1227 sampai 1247 sebelum dibunuh oleh saudara tirinya Panji Tohjoyo Tumapel. Tahun 1281 rakyat muslim dari Kerajaan Jambi mengirimkan utusan kepada raja Kublai Khan. Beliau menaklukkan kerajaan Melayu Jambi di Sumatra pada tahun 1275. Tahun 1280 ribuan rakyatnya yang tidak menyukai pemerintahannya mengungsi ke Kutai di Kalimantan. Tahun 1222 beliau mendirikan kerajaan Singasari.bertambah kuat. Anusapati adalah putra dari Tunggul Ametung dari Ken Dedes. Raja Kediri saat itulah adalah Kertajaya. • • • • Panji Tohjoyo Tumapel Panji Sudhatu Tuan Wergala Dewi Rumbi Anusapati / Panji Anengah Kidal Lahir dari Ken Dedes. Tahun 1289 utusan Kublai Khan yang . Tahun 1284 menaklukkan Bali.Anusapati. Beliau berputra: • Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu Berkuasa tahun 1250 Sang Ronggowuni Jayagu adalah putra dari Anusapati / Panji Anengah Kidal. anak dari Ken Arok / Angrok / Rejasa dengan Ken Umang. Beliau adalah putra dari Wisnuwardana / Ronggo Wuni Jayagu yang mewarisi tahta ayahndanya pada tahun 1268. Beliau memerintah Singasari setelah merebut tampuk kekuasaan dari Panji Tohjoyo Tumapel tahun 1250 dan digulingkan oleh Kertanagara / Siwa Budha Tumapel tahun 1268. pada masa kejayaannya beliau sempat mengalahkan Kediri dalam perang Genter. Namun tahun 1227 mangkat karena dibunuh oleh putra tirinya . bergelar Anusapati Tumapel 1248. Beliau memperkenalkan penyatuan Buddha dan Hindu sehingga mendapatkan sebutan Sang Siwa Buddha.

Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dan melahirkan Bhre Daha II yang diperistri oleh R Kudamerta Adilangu.datang untuk menekannya dianiaya dan diusir paksa. • Bhre Daha II Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya Berkuasa tahun 1294M (1216S). Januari 1293 beliau bergabung dengan Mongol menghabisi Jayakatwang. • • Bhre Kahuripan I Bhre Daha I Dinikahi oleh Raden Wijaya Mojopahit. Dibantu oleh Penguasa Madura Arya Wiraraja memulai pemerintahan baru. Bulan Maret 1293 kekuatan gabungan Mongol dan Majapahit menggilas kerajaan Kediri. beliau menjadi raja Mojopahit bergelar Kertarajasa Jayawardana. Kertanagara mangkat dalam peperangan tersebut. Beliau adalah salahsatu putri dari Kertanagara / Siwa Budha Tumapel yang dinikahi oleh Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya melahirkan Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II. Pada saat Mongol lengah. November tahun itu juga. Mongol mengalami kekalahan dan meninggalkan Pulau Jawa. beliau menyerang secara mendadak. yang menguasai sisa-sisa kerajaan mertuanya Singasari. Tahun 1292 Kublai Khan mengirimkan 1000 kapal perangnya ke Jawa. Melarikan diri dari serbuan Kublai Khan yang memporak porandakan Singasari dan menetap di Majapahit (sekarang Trowulan). Beliau memperistri keempat putri Kertanagara / Siwa Budha Tumapel. • • Jayanegara / Raden Kolo Gemet Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Jayanegara / Raden Kolo Gemet . Dinikahi oleh Raden Wijaya / Kertarajasa Mojopahit. Tahun 1290 beliau menaklukkan Sriwijaya.

Sumatra Utara). Memegang tahta Mojopahit mulai tahun 1309. istri diluar keluarga Kertanagara. Tahun 1331 beliau mengangkat patih handal bernama Gajah Mada yang membantu menaikkan wibawa Mojopahit ke tingkat kecemerlangan. Dinikahi Raden Cakradara. Beliau adalah putra dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya dari ibunda Dara petak. Saat itu Mojopahit menaklukan kerajaan Islam Pasai dan Aru (sekarang disebut Deli. Dengan suaminya R Cakradara menurunkan: • • • • Hayam Wuruk / Rajasanagara Putri . Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II Memegang tahta Mojopahit tahun 1250. dekat Medan. Beliau dilahirkan tahun 1334 oleh ibunda Tri Buwana Tungga Dewi / Bhre Kahuripan II mewarisi tahta Mojopahit tahun 1350 bergelar Rajasanagara. memegang tahta Mojopahit tahun 1295M (1217S). Beliau adalah putri dari Kertarajasa Jayawardana / Raden Wijaya menggantikan kedudukan kakaknya Jayanegara / Raden Kolo Gemet yang terbunuh tahun 1328 dan memegang tahta Mojopahit sampai tahun 1350. terbunuh pada tahun 1328.Dinikahi Raden Larang Bhre Pajang I Bhre Tumapel I Hayam Wuruk / Rajasanagara Bertahta mulai tahun 1274.• Lahir dari Dara Pethak. • Wirobumi Babad Arya Gajah Para Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 .

Engkau yang menganugerahi kehidupan (makanan) dan kebahagiaan. karena atas titah ayah beliau . bertahta menjadi pemimpin di sana. pada saat itu titah paduka batara Maharaja Manu. bergelar Sri Jaya Langit. Sebabnya beliau turun. Ya Tuhan semoga menemukan keberhasilan. rajasityam mahabalam. senantiasa bersemayam dalam perasaan dan pikiran. kemudian selesainya melaksanakan dharma beliau. bhukti mukti hitarratam. beliau tetap mempertahankan kemuliaan. haiwam santanam Wijnanah. prawaksye tatwa wijnevah. wisnwangsa patayo swaram. oleh karena itu tidak ada yang menyamai di dunia. menghadap/ memuja Surya pada waktu mulai terbit. Jawanam mandawe swijah. stroteyam satya dharmmanam. Pada awalnya dimulai. itulah sebabnya berhasil segala yang diucapkannya. di sana dipuja sebagai dewa. dipuja agar merestui. terhindar dari kutuk celaan fitnah bagaikan terkena racun. yang berkenaan dengan kewajiban seorang raja. Adapun Sri Kameswara Paradewasikan. keberhasilan dalam segala kehendak. menurunkan keturunan utama seorang laki-laki. di kerajaan. bhuta bhawanam wancanam. hari dalam sepekan Julung Pujut. sampai ke seluruh negeri. tiba di pulau Jawa di Medangkamulan. Entah berapa lama hyang Batara Maharaja Manu. bagaikan dewa dalam kenyataan. Ong pranamyam sira sang siwyam. dan menjadi pelindung pertama di negeri itu. semoga terus dijunjung di dunia. menurunkan Sri Kameswara Paradewasikan. beliau bagaikan dewa dalam alam nyata. menurunkan Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama . sawangsanira mangjawam. menitahkan untuk menegakkan dharma ( kebenaran ) di Medangkemulan. bhuphalakarn patyam loke. akan diuraikan tentang silsilah keturunan oleh beliau junjungan utama yang telah sempurna. Awiji ekam sastito. dasantih bhujanggam tayah. Gurunam sobitah siyotah. Batara Guru. daulat paduka leluhur yang telah menjadi batara. Sakyam wakbhitah krtti loke. Medangkamulan. para bijak di lingkungan keluarga memohon untuk menyebarkan cerita ( sejarah ) ini. Awalnya beliau Maharaja Manu. Adapun Sri Jaya langit. Taman loke turanjitah. menurunkan Sri Wrttikandayun. disegani oleh rakyat maupun bangsawan. tasiyamnco ywanam prajah. hari ke-12 terang bulan. Ong nama dewa ya. beliau juga melakukan semadi. Adapun Sri Wrttikandayun. Selamat pada tahun Saka 530 yang telah lewat. demikian selesai. orang pertama dalam keturunan Manu. Karenanya tenteramlah negeri itu selama beliau dijunjung bagi beliau tidak ada yang melebihi selain darma. Sira ghranestyam patyam. Sembah hamba ke hadapan Batara junjungan. menerangi dan menjadi contoh di dunia. Hyang Maharaja Manu juga memahami tentang kebatinan. Selamat dan panjang usia. Hasil dari tapanya.Ya Tuhan semoga tidak mendapat halangan. bulan Cetra (sekitar Maret).

Adapun adik beliau. beliau sebagai pemimpin utama. Adapun yang di luar istana (puspa capa). pada waktu beliau memerintah negeri itu makmur. Kembali Sri Jayasabha yang diceritakan. menjaga daerah kekuasaan. raja di antara para yogi dan penguasa tertinggi. beliau Pangeran Nyuhaya. menjabarkan tujuh formasi ilmu Sanskrit dalam tata bahasa. berputra tiga orang laki-laki. yang diangkat dari Sri Udayana Warmadewa. para pernuka tidak ada yang berani menentang beliau. memiliki keturunan Sri Jaya Katong. Adapun Sri Jaya Kusuma. Silsilah raja Sri Jayabhaya yang diuraikan terlebih dahulu. sungguh beliau menjadi pelindung dunia. Memiliki keturunan dua laki-laki utama. Kuta Waringin. Beberapa lama beliau dijunjung menjadi penguasa negeri. tidak mengikuti aturan kata krama keluarga. dia wafat dalam peperangan. Adapun raja Sri Dandang Gendis.Tungga Dewa. tidak diceritakan lagi kelanjutannya. memahami seluk beluk cerita prosa dari Astadasa Parwa. diutus oleh beliau Patih Mada. Sri Jaya Katong. digubah dalam palawakya. Adapun yang keempat. adapun Sri Siwa Wandhira berputra Sri Jaya Waringin. lahir dari ibu permaisuri. beliau wafat di Tumapel. memiliki keturunan tiga laki-laki. dan Sri Jayashaba. berkedudukan di kuburan. bernama Sri Kameswara. berkembang keturunannya menjadi keluarga Kubon Tubuh. disunting oleh Mpu Widha. beliau dikirim oleh keturunan dua orang semua laki-laki. dia pergi ke Bali. bergelar Sri Arya Buru. rinciannya adalah. beliau yang wafat di Jirah. Sri Jaya Waringin berputra Sri Kuta Wandhira berputra bernama Arya Kutawaringin. beserta Sri Guna Priya Dharmapatni. Prawaktayan sri gotrabih. telah menyatu ke alam baka. demikian keturunan beliau Sri Jayabhaya. keturunan dari Mpu Sendok. sama-sama mengembangkan keturunan di Bali. yang tertua bernama raja Sri Dandang Gendis. saudara yang perempuan. Semuanya ada empat. . Adapun Sri Kameswara. Si Gunaraksa yang datang ke Bali. seperti nama buyut beliau. saudara dari Medhawati. berhasil mempunyai keturunan. dan seorang perempuan. Sri Siwa Wandhira. berputra Sri Jaya Katha. cikal bakal lurah Tutwan. bernama Sirarya Kediri. Sri Tunggul Ametung. Beliau bagaikan Raja yang unggul di dunia. Putra tertua itu bernama Sri Jayabhaya. adalah Sri Airlangga. tidak diperdaya sebagai raja. Jaya Waringin dan Jaya Katha. yang tertua bernama Sri Krtta Dharma. melahirkan keturunan berada di Pulau Jawa. oleh dilampaui orang. yang ketiga putri di luar istana. mengutamakan kejujuran dan kesetiaan. bernama Dewi Ghori Puspatha. Semuanya keturunan Wisnuwangsa Kediri. memiliki keturunan bernama Arya Kapakisan. dan Pangeran Asak. memiliki keturunan seorang laki-laki. Demikian keistimewaan beliau Sri Dharmawangsa Teguh Ananta Wikrama Tunggadewa. beliau berputra laki-laki yang utama. raja Sri Jayabhaya. raja Bali. cerita disudahi. Adapun Sri Airlangga menjadi raja penguasa berkedudukan di negara Daha. Beliau raja penguasa pertama. perencana unggul. pikiran beliau mengutamakan kebenaran. keturunan beliau Sri Siwa Wandhira dan Jaya Katong beliau berdua yang gugur dalam pertempuran. memiliki keturunan Sri Wira Kusuma. Kembali diceritakan yang terdahulu. sampai di sana diceritakan. Hasil karya Bagawan Byasa. sama-sama keturunan orang dusun. Sri Jaya Kusuma.

yang gugur dalam medan perang. menyerang kerajaan Galuh. durhaka pada para pendeta. Demikian jelas Sri raja telah menyatu di alam sana. masih merupakan keturunan istri Mpu Sendok. sadar akan ajalnya tiba. ditiup angin tak henti-hentinya Raja Sri Ken Angrok menghembus. di sana Jaya Katha dan Jaya Waringin. hancur lebur terbakar oleh api. pada tahun Çaka yang lalu 1144 ( 1222 M ). ibaratnya seperti maharaja Nahusa. mencari tempat persembunyian. Arya Wang Bang. diasuh oleh orang Japara. keduanya ditangkap. terlihat samar bayangan beliau.beliau berdua yaitu Jaya Waringin dan Jaya Katha. agar selamat. itulah sebabnya lepas tidak terkena senjata. dengan penuh keberanian. segera moksa tanpa jasad turut pula kandang kuda beserta pembawa puan. menggelar rahasia batin. Cucupu Rantya. semua cerai-berai. hari sepekan Watu Gunung. Masih ada dua orang keluarga keturunan utama. semakin menyala tak ada tandingnya. Adapun Jaya Waringin. sebab pemimpin perang adalah Siwa Wandhira. Keempat menteri tersebut semua belas kasihan terhadap beliau Jaya Katha. sedang mengidam. lalu ditangkap bersama-sama oleh empat orang gagah berani yang masing-masing bernama . berkobar dalam pikirannya. Beberapa lama mereka berada . ibaratnya seperti segunung rumput kering. dan pula terhadap Siwa Wandhira. Ada lagi yang diceritakan yaitu para prajurit dan menteri lebih-lebih para keluarga utama ( dekat ). bulan Palguna (sekitar Pebruari). kutuk beliau pendeta Çiwa maupun golongan Budha. menyebabkan semua pendeta menjadi bingung mengungsi ke Tumapel. siap dibakar?. nah itu sebabnya Sri Raja Dangdang Gendis. dan Kebo ljo. menghina kewajiban sang Brahmana. menuju Wisnuloka. karena raja Sri Ken Angrok sungguh seorang keturunan Brahmana dari Waisnawa. itulah kemarahan sang pertapa. memusatkan pikiran. beserta Siwa Wandhira. masih perjaka. beliau yang bertahta di Tumapel. tidak mendapat kekuasaan. dan Jaya Waringin yang terkenal. beliau juga dijuluki Hyang Guru. Adapun setibanya beliau di Tumapel. waktu ayah beliau hancur dalam peperangan negara Daha menjadi kacau. atas tewas ayahnya dalam pertempuran. di sana dipelihara. sekarang kerajaan Daha. disayang oleh yang mendirikan memerintah Tumapel. Demikian perbuatan raja Sri Dangdang Gendis. akhirnya berlanjut sampai cucu terkena kehancuran. beserta Misawalungan. Bahwasanya raja Sri Dangdang Gendis. Pada akhirnya menyerah Sri Aji Dangdang Gendis. atas desakan beliau para pendeta Çiwa maupun golongan Budha. Jaya Katha. Misa Rangdi. maju menyerang seperti harimau galak. mencari tempat berlindung. Semuanya telah gugur. pada saat itu perintah beliau raja Ken Angrok. yang menyerah ke Tumapel. belum mempunyai istri. payung. melambai di angkasa. Apa yang menyebabkan terjadinya perang itu? Menyebabkan Keraton menjadi hancur ? Dengarkan tambahan cerita ini. Tidak mampu melawan ikut pula istri Jaya Katha dibawa berlari beliau sedang hamil. Mereka berdua dendam. rakyat yang masih hidup. keturunan Jaya Katong. hari ketiga belas setelah bulan Purnama. yang berkeinginan menguasai Surga. Bango Samparan.

Ya Tuhan yang bersemayam dalam kalbu dan pikiran. akhirnya Jaya Katha berputra tiga orang laki-laki. menyerang kerajaan Bali. sangat ramai pergulatan perang itu. hamba menghaturkan sembah suci agar berhasil. Pagatepan. para Arya itu dibagi-bagi oleh Kriyan Patih Mada. yang menyerang dari barat Toya Anyar. kacau balau. sampai di sana diceritakan. tidak kekurangan pangan. Desa-desa menjadi kacau balau. disertai oleh Arya Kutawaringin yang cekatan. telah dimuat dalam tulisan sesuai dengan bahasa dalam babad Jawa. Tan Mundur. ketika ibunya dibawa lari janin itu berada dengan selamat di rahim ibunya. disertai pula prajurit beliau. Tangkas. yang dikirim ke Bali. maafkan agar tidak kena kutukan. semuanya yang ada di kerajaan Bali. sampai anggota keluarga dan keturunan. setelah tiba masanya. Adapun adiknya bernama Arya Katanggaran. yang masing-masing menempati posisinya. menulis tentang silsilah . para perwira dan menteri berkelompok-kelompok menaiki perahu. ditambatkan perahunya. Putra yang bungsu bernama Arya Nuddhata. yang berasrama di Griya Punia. yang sulung bernama Arya Gajah Para.di Tumapel. oleh karena semua para anggota keluarga. beserta saudara beliau Arya Getas. barat selatan semuanya penuh. Permulaan cerita disusun dalam silsilah. menemui kesempurnaan. banyak rakyat yang tewas. memanggil Arya Damar. Mereka berdua itu diutus oleh Gajah Mada ke Bali. atas titah dari maha raja Pulau Jawa. demikian uraiannya pada zaman dahulu. para gusti dari Majapahit. timur. seperti tiga patih bersaudara. berhasil selalu. orang tua dari Arya Kanuruhan. seorang Arya yang menetap berdiam di Tumapel mengembangkan keturunan di kerajaan di Jawa. Beliau itu adalah Arya Wayahan Dalem Manyeneng. berhasil dalam segala tujuan. melaksanakan empat daya upaya. gelar beliau yang terkenal. keturunan beliau Jaya Katong dari Kediri. dan menderita. karena keperkasaannya serangan dan Pulau Jawa. tepi laut Bali dikelilingi oleh musuh. pemimpin di utara gunung. semoga selamat dan panjang umur. setelah siap perbekalan dan kendaraan. para leluhur yang telah suci. semoga tetap disegani di bumi. utara. Adapula diceritakan. mengembangkan keturunan. karena beliau yang pertama mengembangkan keluarga hamba sendiri. segeralah beliau berangkat ikut pula para Arya semua. Beliau tiga bersaudara menambatkan perahu layarnya di pelabuhan Tejakula. adik beliau bernama Arya Getas. itu yang menurunkan Kebo Anabrang. kekayaan. beliau bergelar Wayahan Tianyar. Adapun beliau Arya Gajah Para. tidak diceritakan lebih lanjut. berputra dua orang laki-laki. yang bernama Tan Kawur. keturunan. berkat jasa beliau seorang brahmana pendeta sakti. para keluarga hamba mohon ijin untuk menguraikan cerita ini. memarang diparang. bernama Kriyan Patih Gajah Mada. dan Tan Kober. atas dorongan Kyayi I Gusti Ngurah Tianyar. yang sulung bernama Arya Wayahan Dalem Manyeneng. diikuti oleh Jahaweddhya. penuh sesak di pantai laut. Adapun beliau Arya Wayahan Dalem Manyeneng. Dengan sekejap kalah . itulah sebabnya sang pendeta sakti. yang diwujudkan dengan Ongkara dalam kesucian Batara junjungan hamba. yaitu Arya Brangsinga. itulah sebabnya diberi nama Dalem Manyeneng. Beliau yang pertama menurunkan keluarga hamba. tiada lain beliau itu yang menetap di Tumapel. Ya Tuhan semoga sukses.

demikian motto kepemimpinan beliau. amat panjang tidak diceritakan dalam buku ini. Kemudian kembali diceritakan. oleh ayah beliau. dinobatkan menjadi raja Pulau Bali. Arya Kenceng. lagi beliau Arya Wang Bang. menimbulkan kekaguman setiap yang melihat. kalahnya Pulau Bali oleh Majapahit. Pagi-pagi pergilah kedua Arya tersebut. Tan Mundur. demikian. demikian pula I Gusti Bendesa. bersama saudara beliau Arya Getas didesak oleh raja. Ada petunjuk dari sang raja. orangorang dusun ada yang tidak mau menghormati ( tunduk ). Tetapi di sana para Arya itu segera diajar tentang kewajiban dan tingkah laku seorang kesatria. Arya Belog. Diikuti oleh semua Arya. diantar oleh I Gusti Bendesa. Tan Kober. tulus hatinya dan sangat ramahtamah sambutannya. selanjutnya. kedua Arya itu menyembah dan mohon pamit. untuk tetap melaksanakan cita-cita kewajiban seorang pahlawan (pemberani). bermukim di Sukangeneb penyerangan beliau Mada untuk membunuh raja Bedha Murdhi ( Bedahulu ). bertempat di sana di sebelah utara Tohlangkir. Beliau Arya Kutawaringin. kedua Arya tersebut diberikan istri. Sesampainya Sri Maharaja Kapakisan. Segera tiba di penghadapan. keadaan Pulau Bali menjadi sunyi senyap. yang di sebelah utara gunung Agung. tujuannya untuk menghadap Sri Maharaja. beliau langsung mendekat dan menghadap pada baginda raja. Arya Kepakisan. Demikian cerita berakhir. hormat terhadap kedua Arya itu. berdiri dan segera berangkat. tidak pantas melawan perintah orang tua. seperti berbunga-bunga hati sang tuan rumah. yang merupakan keluarga keturunan Bendesa Mas. dengan . oleh karena tidak ada pemimpin yang disegani yang datang di sana. karena belum ada yang memimpin Bali. dengan tetap pula melaksanakan keperwiraan utama dan keadilan. Setelah sekian lama datanglah Sri Kresna Kepakisan. lengkap dengan jamuan penyambutan I Gusti Bendesa Pulaki. Arya Dalancang. terhadap kedua Arya. Tan Kawur. menuju Majapahit. menjadi kepala penasehat pasukan tinggi tersebut. karena ingat dengan kewajiban sebagai seorang anak. barat daya Pulau Bali. juga merupakan putra Arya. Arya Kanuruhan. Menjadi patuhlah Arya itu. Setelah demikian. beliau Arya Gajahpara. diantar oleh beliau I Gusti Bendesa. orang yang berada di tempat penghadapan. Di sana beliau menginap dua malam. sebagai mahapatih raja yang ada di Bali. dinobatkan menjadi patih oleh beliau raja penguasa. Tidak habis jika diceritakan perjalanan kedua Arya tersebut. Beliau menurut ( menyerah ). segera beliau naik ke perahu. dinobatkan menjadi raja di Pulau Bali. yang terakhir Arya Kutawaringin semua mengiringi sebagai para perwira menteri. Sangat senang hati I Gusti Bendesa. Sekejap telah sampai di pantai laut. dengan sopan dan tulus sembah kedua Arya tersebut. setelah melewati pertengahan laut.pasukan Maharaja Sri Bhedamuka (Bedahulu). perahu berlayar hilir mudik. para Arya itu semua kembali. yang beristana di Samprangan. Sementara setelah gugurnya maharaja Bhedamuka. Tak lama antaranya kedua Arya tersebut dipandang oleh sang raja. Arya Wang Bang. berlabuhlah beliau di daerah Pulaki. oleh tingkah laku yang baik kedua Arya itu. beliau menumpang di rumah I Gusti Bendesa Pulaki.

Adapun putra beliau Gajah Para tiga orang laki-laki dan perempuan. berjalan beliau Arya Getas. wilayah pemerintahan Arya Gajah Para. setelah semua lengkap dengan perbekalan dan kendaraan. Adapun beliau Arya Getas. sebelah baratnya sampai di Tejakula. setelah berputra dua orang diadu oleh Sri Maharaja. semua memberi hormat kepada Arya Getas. beliau berdiam di Pegametan. untuk sementara tidak diceritakan. bergegas penduduk di sana. Karena saling mengasihi dari dulu. Tidak diceritakan perkawinan beliau. bergandeng tangan dengan I Gusti Bendesa. disambut oleh I Gusti Bendesa Pegametan. sekarang I Gusti Ngurah Sukangeneb. disuruh menyerang daerah Selaparang. I Gusti Ngurah Sukangeneb. telah tercatat. pada akhirnya beliau mempunyai dua orang putra. masuk ke dalam Puri. sampai tiba di desa Pegametan. Setelah itu berhasillah beliau berlabuh di tepi pantai Selaparang.segera ditutuplah penghadapan raja. dengan I Gusti Sukangeneb. diikuti oleh seribu enam ratus orang bawahannya. beliau bersama semua rakyatnya hilir mudik menaiki perahu. menuju Sukangeneb Toya Anyar. adiknya diberi nama I Gusti Kekeran Getas. yang sulung I Gusti . tidak diceritakan jamuan beliau I Gusti Bendesa. sama-sama mengembangkan keturunan. Permintaan I Gusti Bendesa agar I Gusti Ngurah Sukangeneb dikawinkan dengan I Gusti ……………………………. Setibanya di sana. diiringkan oleh rakyat sebanyak lima puluh orang. sebelah utaranya sampai di desa Got. yang tertua bernama I Gusti Ngurah Getas. senang hati I Gusti Bendesa sama-sama memohon maaf dengan tulus dan sopan. laki-laki yang sulung I Gusti Ngurah Toya Anyar. batas sebelah timurnya adalah Basang Alas. tersebut I Gusti Ngurah Sukangeneb. tidak beberapa lama masuklah di sana I Gusti Ngurah Sukangeneb. yang menjadi penguasa di Pegametan. Setelah itu mohon pamitlah beliau pada Sri Maharaja. laki-laki. duduk di beranda rumah. kedua Arya itu berjalan menuju ke utara.. Diceritakan kedua putra beliau yang tinggal di Sukangeneb Toya Anyar. Kembali diceritakan. diikuti oleh rakyat dengan tiba-tiba. Rakyat Selaparang menjadi terdiam. menyebabkan I Gusti Bendesa menjadi akrab. berputra dua orang laki-laki. karena beliau menguasai empat daya upaya yang licin. menjadi penuhlah desa-desa pesisir di sepanjang pantai. berdua beserta saudara beliau. orang-orang yang berada di Praya semua diam. turun dari perahu. diambil dijadikan istri oleh beliau Sri Raja Wawu Rawuh. demikian batas wilayah kerja beliau. terlunta-lunta perjalanan beliau. Oleh karena itu dijadikan menantu laki oleh I Gusti Bendesa. Beliau Arya Getas yang diceritakan sekarang. beliau sama-sama senang saling bertukar pikiran dan berunding. pindah ke arah barat. beliau langsung menerobos memasuki semua desa.Kekeran. Wuku Tolu. tanggal empat belas hari terang bulan. oleh karena beliau ( Arya Getas ) berhasil memasang empat daya upaya yang licin. hidup di Sukangeneb Toya Anyar. I Gusti Getas. sasih kelima ( sekitar Nopember ) pada tahun Saka 1560 ( 1638 M). yang perempuan Ni Gusti Luh Raras. adiknya ( bernama ) I Gusti Ngurah Sukangeneb. dan permohonannya dikabulkan. Senin Umanis. keturunan dari Bendesa Mas. segera beliau membangun rumah. beliau berdua sama-sama memiliki putra. itu sebabnya ( beliau ) tinggal di Praya sampai sekarang dan mengembangkan keturunan. dinikahkan pada hari. tenanglah penduduk sebelah utara gunung Agung itu. Beberapa lama kemudian beliau Arya Gajahpara berdua bersama saudara beliau. Waktu telah berlalu.

Putra ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. pada I Gusti Gede Pulaki. dihentikan penuturannya sebentar. putra kedua I Gusti Made Kekeran. Adapun yang tertua I Gusti Ngurah Tianyar. putra kedua ( juga ) lakilaki bernama I Gusti Made Tianyar. Bagian 2 < bagian 1 > bagian 3 Sekarang kembali diceritakan I Gusti Ngurah Kaler. beliau yang dinobatkan menjadi tetua di Toya Anyar. yang selanjutnya berdiam dan memiliki keturunan di Kebon Culik. lahir di Tanggawisia. putra beliau yang seibu yaitu I Gusti Ayu Diah Wwesukia. Putra tertua ( bernama ) I Gusti Gede Tianyar. ada saudara beliau. pindah menuju desa Antiga. beliau yang dinobatkan menggantikan ayah beliau Arya Gajah Para. Kemudian kembali dikisahkan. karena ayahnya meninggal pada saat masih dalam kandungan ibunya Sang Diah yang setia terhadap suami. dijadikan istri oleh Pendeta Sakti Manuaba. beliau tinggal di Sukangeneb. berdiam di sana dan mengembangkan keturunan. berkat anugerah beliau sang raja penguasa di Gelgel. menetap dan mengembangkan keturunan di sana. tidak berbeda seperti leluhur beliau dahulu. Adapun I Gusti Ngurah Getas. janin itu selamat dalam rahim ibunya yang sangat setia kepada suaminya.Gede Pulaki. dikawinkan menjadi istri bernama I Gusti Luh Mas. diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar. beliau ( yang ) lahir di Desa Pamuhugan. Cerita kembali lagi. Toya Anyar. pindah menuju Desa Kubu. putra tertua bernama I Gusti Gede Kaler. adiknya I Gusti Ngurah Kaler. Cerita selesai sampai di sini. beliau dijuluki Ubuh. pindah ke Desa Sukadana Tigaron. Adapun yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh. yang kemudian tinggal dan berkembang di Sukangeneb Toya Anyar. Selanjutnya kembali diceritakan. dan I Gusti Ngurah Kekeran Getas. kawin dengan I Gusti Diah Lor. yang ketiga mengambil istri I Gusti Ayu Diah Wwesukia. beliau sama-sama mengembangkan keturunan. akhirnya tinggal dan mengembangkan keturunan di Tanggawisia. Putra yang bungsu I Gusti Nyoman Tianyar. Adiknya yang bernama I Gusti Luh Tianyar. laki-laki dua orang dan perempuan seorang. generasi ketiga. ketiganya itu diijinkan kembali ke Toya Anyar. berkembang di sana. Selanjutnya I . mempunyai empat orang putra dari seorang ibu lahir dari I Gusti Ayu Diah Lor. diambil anaknya I Gusti Bendesa Pulaki. tersebutlah I Gusti Ngurah Toya Anyar. adiknya I Gusti Ngurah Pegametan.

menaiki buah labu (waluh kele). tidak ada yang menyamai di dunia. maksud saya sekarang untuk menyatukan kembali ke alam sepi (alam gaib). Maka bersabdalah Batara Nirartha. Dengan demikian dikabulkan semua perkataan I Gusti Gede Pulaki. Adiknya bernama Pedanda Kemenuh. terlanjur sudah. bersama putra beliau. tinggal di desa Pulaki. agar ia mengiringkan menuju alam gaib. disambut dan diterima oleh I Gusti Gede Pulaki. beliau berucap "Aum-aum hamba sangat bahagia atas kedatangan sang pendeta. beliau menemukan kemurahan batin. tertua Pedanda Kulwan. maka menyiapkan prajurit. Diceritakan sekarang Batara Nirartha. menjadi sangat sedih perasaan hatimu. Bersikeras I Gusti Gede Pulaki. beserta semua prajuritnya mengiringkan putra beliau (Batara Nirartha) tidaklah nampak lagi di alam nyata oleh semua orang. oleh semua orang. sama-sama disuruh mengenakan pakaian . dari dalam sebuah tempat pemujaan di kahyangan ( pura ). ibunya dari golongan Kesatria saudara dari Dalem Keniten Blambangan. melakukan yoga smertti. laki perempuan. Ada lagi putra dari Pedanda Batara Nirartha. Dengan sekuat tenaga Batara Nirartha. pendeta perempuan tidak bersuami. Pedanda Telaga. "Duhai Ngurah Pulaki. kemudian disuruh membuat upacara selamat. Pedanda Ler. diam ( lah ) Batara Nirartha. Ada putra Batara Nirartha. putra dari Hyang Danghyang Asmaranatha.Gusti Ngurah Pegametan. "Aum Ngurah Gede Pulaki. Danghyang Nirartha menjawab. memikirkan perasaan hati I Gusti Gede Pulaki. takut saya jika ia datang di kerajaan menghadap pada raja. Istri Pedanda Rai. beliau meninggal. mendarat di tepi pantai Purancak. Kembali lagi pada cerita. dari lubang tabung bambu kuning tersebut. mampir di pondok I Gusti Gede Pulaki. bernama Patni Keniten. beserta penghormatan dan permohonan. Demikian pula I Gusti Ngurah Pulaki. di Pura Dalem. masing-masing pasukannya disuruh untuk memasang di pintu masing-masing. Pedanda Lor. terhadap Batara Berawa. tidak ada lagi putranya. lengkap dengan sesajennya. apa sebabnya demikian. Sedih hatinya I Gusti Gede Pulaki. Diceritakan sekarang berhubung dipenuhinya permintaan I Gusti Ngurah Pulaki. apa tujuan tuan pendeta. beliau tinggal di desa Pegametan. harum semerbak baunya. putra beliau laki-laki. maksud saya untuk menyembunyikan putraku sekarang. Segera setelah itu ada terlihat tabung bambu kuning bergelayutan. adik dari Mpu Angsoka. tujuan saya datang padamu. juga sangat cantik paras mukanya. Adapun saudara beliau I Gusti Gede Pulaki. datang di Bali. Segera diambil baju itu oleh semua orang. seraya memohon ikut ke alam gaib ia bersedih dan berduka karena terputus keturunannya. dan sampan yang bocor. karena harum semerbak bau tubuhnya. katakan yang sebenarnya". Batara Nirartha. menikah dengan Mpu Astamala beliau dari Aliran Budha Ada pula anak beliau yang lahir dari putri Brahmana dari Pasuruhan. yang sulung sangat cantik dan parasnya menawan. Pedanda Keniten. I Gusti Gede Pulaki menyetujui dan berkenan mengantar. tanpa gantungan. lengkap dengan sanggar cucuk. beserta putra beliau semua. memohon restu. senanglah hati beliau. tidak lama kemudian keluar baju loreng. empat orang lakilaki. laki perempuan lahir dari golongan Brahmana Keturunan Daha. lagi pula ada saudara beliau seorang perempuan. kemudian dianugerahi beliau oleh Batara sarana untuk tidak tampak di alam ini. sabdanya. berada di pondok I Gusti Gede Pulaki. pada had Kamis Kliwon. janganlah engkau demikian".

itu, masing-masing sebuah, di sana orang-orang itu semua dan I Gusti Ngurah Pulaki, segera berubah wujud, menjadi harimau, desa tempat tinggal itu, hilang tidak tampak di alam ini. Adapun putra beliau Batara Nirartha, secara gaib menyatu di alam tidak tampak, berdiam di Mlanting, di puja oleh orang yang tidak kelihatan (samar), sampai sekarang. Cerita kembali lagi, waktu I Gusti Ngurah Pulaki, memohon berubah wujud menyatu dalam alam tidak tampak mengikuti Batara di Mlanting, I Gusti Ngurah Pegametan, sedang tidak ada di rumah, beliau pergi mengunjungi Bendesa Kelab, yang berada di Jembrana. Beberapa hari berada di sana, kembali pulang dia ke Pulaki, bersama semua pengiringnya, tidak diceriterakan dalam perjalanan, segera sampai di perbatasan desa, kaget perasaannya I Gusti Ngurah Pegametan, karena tidak seperti sedia kala, bingung perasaan I Gusti Ngurah Pegametan …………………. "Wahai saudaraku, apa sebabnya tidak tampak olehku penduduk desa itu, tidak seperti sedia kala tempat tinggal desaku saat ini ". Kemudian terdengarlah suara-suara binatang bercampur dengan suara harimau, mengaum ribut tiada tara. Terkejut perasaan I Gusti Ngurah Pegametan, tidak kepalang tanggung hati I Gusti Ngurah Pegametan, ingin mengadu keberaniannya, beliau marah dan mengumpat-umpat, ujarnya " Hai engkau harimau semua, tampakkanlah wujudmu, hadapi keberanianku sekarang.

Segera I Gusti Ngurah Pegametan melangkah, tidak kelihatan yang bersuara gemuruh itu, kemudian beliau berjalan hendak meninjau Toya Anyar. Berjalan beliau bersama prajurit, sampai tiba di Rajatama, perjalanannya diikuti oleh wujud yang maya itu, sekilas tampak berupa harimau, semua pengikut itu perasaannya menjadi takut, semakin mendekat harimau itu, perilakunya seperti orang menghormat, menunduk pada I Gusti Ngurah Pegametan, kemudian mengumpat serta menghunus keris. Jadi hilang rupa bayangan itu, segeralah beliau melanjutkan perjalanan. Tidak diceritakan desa yang telah dilewati, orang-orang yang mengiringinya, diceritakan sekarang telah sampai di desa Wana Wangi, banyak pengiring itu berlarian teringat para pengiring yang hilang sebanyak lima puluh orang, karena jurangnya menyulitkan berbahaya dan terjal diliputi oleh gelap, tidak terlihat keberadaan di dalam hutan. Tidak terpikir oleh I Gusti Ngurah Pegametan, tidak menghiraukan lembah terjal perjalanan beliau, segera sampai di Samirenteng. Menuju ke timur perjalanan beliau, sampailah beliau di hutan sekitar Sukangeneb Toya Anyar. Beristirahatlah beliau di sana, dihitung prajuritnya, dulu diiringi oleh dua ratus prajurit, telah hilang tersesat lima puluh orang, sekarang pengiringnya tinggal seratus lima puluh orang, itulah sebabnya ( tempat itu ), bernama Desa Karobelahan sampai sekarang. Adapun lima puluh orang pengikut yang tersesat, dikumpulkan bertempat di Bengkala. Adapun beliau I Gusti Ngurah Pegametan, beserta pengikut menuju keluarganya di Sukangeneb Toya Anyar. Tidak diceritakan sekarang untuk sementara. Cerita kembali lagi, sekarang diceritakan beliau Arya Gajah Para, setelah lama beliau berada di Sukangeneb, Toya Anyar. Karena masa tuanya, pada saatnya akan dijemput oleh Kala Mrtyu ( Kematian ), sudah tampak tanda-tanda kematiannya. Sudah diyakini

oleh beliau, tidak boleh tidak beliau pasti akan meninggal. Ada pesan beliau terhadap cucunya, yang bernama I Gusti Ngurah Kaler, katanya " Wahai cucuku Ngurah Kaler, apabila nanti saya meninggal buatkan panggung jasadku, di sana di puncak gunung Mangun, satu bulan tujuh hari (42 hari), dihias dengan bungabunga, dan diiringi dengan tabuh dan tari-tarian, karena ibuku dulu bidadari". Demikian pesan beliau Arya Gajah Para terhadap cucunya I Gusti Ngurah Kaler, cucu beliau mematuhi, tidak berani menolak pesan kakeknya. Tidak diceritakan lagi telah tiba saatnya maka wafatlah beliau Arya Gajah Para. Adapun cucu beliau yang bernama I Gusti Ngurah Tianyar, tidak mengetahui wasiat tersebut, karena ( pada saat itu ) beliau tidak berada di rumah, beliau pergi ke Gelgel, menghadap pada Sri Maharaja, bersama-sama dengan I Gusti Ngurah Pegametan, sama-sama berada di Gelgel. Tidak diceritakan lagi, setibanya kembali I Gusti Ngurah Tianyar, beserta saudaranya, dijumpai orang-orang di pun, semua menyongsong I Gusti Ngurah Tianyar, memberitahukan tentang wafatnya Arya Gajah Para. Kaget dan terhenyak hati yang baru tiba, berpikir-pikir tentang wafatnya, segera datang I Gusti Ngurah Kaler, diberitahukan ada pesan beliau (Arya Gajah Para), bahwa disuruh untuk membuatkan panggung jasad beliau di puncak gunung Mangun. Demikian perkataan beliau I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya. Diam I Gusti Ngurah Tianyar, berpikir-pikir beliau. Tidak disetujui semua ucapan yang disampaikan I Gusti Ngurah Kaler, bersikeras pula I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh semua rakyat, untuk membantu bersama-sama mengerjakan bade ( tempat usungan mayat ) bertumpang sembilan, pancaksahe, taman agung cakranti tatrawangen, beserta segala upakara ngaben seperti lazimnya orang-orang berwibawa bernama anyawa wedhana, harapan beliau agar segera jasad leluhurnya dikremasi. Karena hari baik sudah dekat, itu sebabnya masyarakat itu beserta tamu semua segera membantu bekerja baik laki maupun perempuan, membuat upakara ngaben (pitra yadnya). Diceritakan sekarang I Gusti Ngurah Kaler, kembali ingat dengan wasiat pesan leluhurnya dahulu, tidak berani menolak setia pada perintah, semakin khawatir I Gusti Ngurah Kaler terhadap kakaknya I Gusti Ngurah Tianyar. Diceritakan I Gusti Ngurah Tianyar, menyuruh rakyat beliau memulai mengerjakan terhadap upacara pengabenan, setelah beliau tentukan, saat pelaksanaannya, tidak diceritakan upacara tersebut. Tersebutlah sekarang I Gusti Ngurah Kaler, semakin besar dendam hatinya, banyak alasannya, marah, terhadap I Gusti Ngurah Tianyar. Itu Sebabnya I Gusti Ngurah tidak ingat terhadap kakaknya, terikat oleh kesetiaan beliau, yakin terhadap kebenaran ucapan wasiat leluhur beliau, perasaan hatinya yang marah tidak dapat dikendalikan, segera kakaknya ditantang berperang, marah I Gusti Ngurah Tianyar, memuncak kemarahannya, sama-sama tidak mau surut kejantanannya, sebagai seorang kesatria untuk mendapatkan kemashuran di ujung senjata utama, lagi pula prajurit sama-sama prajurit, semua setia membela kehendak tuannya, sama-sama beringas, saling parang memarang, terus menerjang berbenturan. Lagi pula peperangan beliau I Gusti Ngurah Tianyar, dengan I Gusti Ngurah Kaler, sama-sama gagah berani, sangat hebat peperangan itu, bagaikan perang kelompok raksasa, banyak rakyat hancur menjadi korban, darah bercucuran, dan mayat para prajurit menggunung, itu sebabnya diberi nama Tukad Luwah sampai sekarang. Adapun peperangan I Gusti Ngurah Kaler, dengan I Gusti Ngurah Tianyar, sama-sama tidak berkurang keberaniannya, sama-sama saling menikam. I Gusti Ngurah

Kaler menikam dengan keris Si Tan Pasirik, tembus dada I Gusti Ngurah Tianyar, membalaslah ia menikam dengan keris " I Baru Pangesan ", sekejap sama-sama meninggal beliau berdua. Kemudian datang I Gusti Abyan Tubuh, bersama I Gusti Pagatepan, yang merupakan utusan dari Sri Raja penguasa di suruh untuk melerai pertikaian mereka berdua. Agar tidak terjadi perkelahian, karena dia bersaudara, sekarang keduanya ditemukan telah meninggal, terhenyak I Gusti Abyan Tubuh, demikian pula I Gusti Pagatepan, memikirkan tentang kematiannya berdua, juga tentang ketidakberhasilan tugasnya, diutus oleh Sri Raja penguasa. Beliau segera kembali untuk menghadap Baginda Raja, tidak diceritakan perjalanannya I Gusti Abyan Tubuh, beserta I Gusti Pagatepan, tibalah mereka di Sweca Negara (Gelgel), segera mereka menghadap sang raja memberitahukan tentang meninggalnya mereka berdua karena berkelahi katanya. " Baiklah paduka Sri Prameswara, tidak membuahkan hasil yang baik tugas yang hamba emban dari paduka, hamba temukan keduanya telah meninggal. Melongo gundah hati sang raja, berpikir-pikir beliau, bahwa sungguh merupakan takdir Yang Maha Esa. Sekarang diceritakan, putra I Gusti Ngurah Kaler, dan I Gusti Ngurah Tianyar, keturunannya sama-sama pria. Adapun putra I Gusti Ngurah Tianyar, yang sulung bernama I Gusti Gede Tianyar, adiknya bernama I Gusti Made Tianyar, yang bungsu bernama I Gusti Nyoman Tianyar, lahir di desa Pamuhugan, semua bijaksana, paham dengan segala ilmu pengetahuan. Diceritakan pula putra I Gusti Ngurah Kaler, empat orang laki-laki, yang tertua I Gusti Gede Kaler seperti nama ayahnya. Adiknya bernama I Gusti Made Kekeran, yang muda bernama I Gusti Nyoman Jambeng Campara, yang bungsu I Gusti Ketut Kaler Ubuh, lahir di Tanggawisia, karena di antara dua orang yang meninggal ( ayahnya ) sama-sama meninggalkan isterinya yang sedang hamil, itu sebabnya tidak ada yang melakukan satya, "menceburkan diri dalam api pembakaran mayat " kemudian setelah sama-sama kandungan mencapai usianya, pada saatnya lahirlah bayi itu sama-sama pria, ada di Desa Pamuhugan di Tanggawisia, hentikan ceritanya sebentar. Sekarang diceritakan, tentang beliau Batara Sakti Manuaba, putra dari Batara Ler, ibunya dari I Gusti Dawuh Baleagung, dengan gelar Batara Buruwan, berhasil menjadi pendeta besar, mendapatkan tingkat kemuliaan yang tinggi, tidak ada yang menyamai tentang kependetaan beliau, bertempat di Manuaba. Banyak brahmana ikut tinggal di sana. Beliau mendengar tentang pertikaian I Gusti Ngurah Tianyar dan I Gusti Ngurah Kaler, yang sama-sama meninggal, beserta rakyatnya yang mati tidak terhitung jumlahnya. Menjadi kasihan beliau Batara Sakti Manuaba. Tujuan beliau datang untuk mengetahui keadaan sesungguhnya kedua orang yang bertikai tersebut. Tidak diceritakan perjalanan beliau sang Resi sakti. Tidak beberapa lama tiba beliau di Sukangeneb, Toya Anyar. Dijumpai saudara I Gusti Ngurah Kaler, perempuan seorang, berpengetahuan dan rupawan, bernama I Gusti Ayu Tianyar. Disarankan oleh beliau sang raja penguasa, agar beliau melamar (meminang ), dikawinkan dijadikan istri sang Resi Wisesa. Tidak diceritakan beliau.

Ada anak lahir dari I Gusti Ayu Tianyar, laki-laki tiga orang, yang sulung bernama Ida Wayahan Tianyar, adiknya bernama Ida Nyoman Tianyar, yang bungsu bernama Ida

sampai sekarang. Batara Sakti Manuaba. diikuti oleh dua ratus orang pengikut. berjodoh di desa Blungbang Antiga. kemudian mohon pamit pada beliau Dalem. Adiknya I Gusti Made Kekeran. menyuruh untuk berpindah tempat. jangan gundah. mengembangkan keturunan sampai sekarang. menghadap pada Sri Raja penguasa di Sweca negara (Gelgel). setibanya di Tanggawisia. datang menghadap ke Gelgel. Diceritakan kembali. Selanjutnya diceritakan putra I Gusti Ngurah Kaler. berpindah ke Desa Kebon Dungus. diceritakan sekarang yang berada di Sukangeneb. bersama dengan putra beliau yang bernama I Gusti Ketut Kaler Ubuh. berpindah ke Kubu. yang gugur dalam peperangan. mereka menyiapkan dan menyuruh untuk segera bekerja. karena sudah menjadi nasib. itu sudah dewasa. Sekarang tabahkan hati dalam suka duka. Cerita kembali lagi. putra I Gusti Ngurah berdua. menghadap raja mohon belas kasihan dari beliau Dalem. sampai di sana diceritakan. dan istri I Gusti Ngurah Kaler. terhenyak hati Dalem. menyampaikan tentang penderitaannya berada di Sukangeneb. Toya Anyar. Semuanya bernama I Gusti Gede Tianyar. yang ketiga I Gusti Nyoman Jambeng Campara. segera pindah ke Desa Sukadana Tigaron. Wisnu. lagi pula sabda beliau Dalem bagaikan sungai Gangga yang membasuh perasaan ternoda. pergi meninggalkan rumahnya. I Gusti Gede Kaler Putra yang sulung. Bersabda sang raja. Cerita kembali lagi. karena banyaknya pengikut. tidak diceritakan perjalanan beliau. puri cepat terwujud. aku paham dengan kesedihan yang menimpamu. menyesali karma. lemah bagaikan diiris hatinya. Ida Ketut Tianyar. telah diceritakan dahulu semuanya mengembangkan keturunan. mengembangkan keturunan di sana sampai kemudian. "Wahai engkau Wwesukia. hatinya sangat senang. cerita selesai. Toya Anyar. Bersama putra beliau yang masih bayi. memohon diri pada Dalem. diceritakan istri I Gusti Ngurah Tianyar. bagaikan dewa Brahma. Toya Anyar. tujuannya untuk datang menghadap Sri raja. juga ikut tinggal di sana. tinggallah beliau di Sukangeneb. di Desa Tanggawisia wilayah Buleleng.Ketut Tianyar. di sana di Desa Pamuhugan". Diceritakan sekarang I Gusti Diah Lor. adapun I Gusti Gede Tianyar. menyebabkan mereka meninggalkan puri. mereka berdua sangat sedih. jangan engkau terlalu bersedih ingatlah akan kesetiaan sebagai seorang istri. Çiwa kecerdasannya. Adapun I Gusti Made Tianyar. Senang hati I Gusti Diah Wwesukia. I Gusti Ngurah Tianyar Pohajeng pindah. diikuti oleh rakyat sebanyak dua ratus orang. tinggal beliau di sana. terdorong kesetiaannya sebagai seorang istri. aku berikan engkau tempat tinggal. menuju desa Pamuhugan. tidak menolak perintah. Adapun I Gusti Diah Lor. Diceritakan sekarang I Gusti Diah Wwesukia. dengan sopan dan hormat. bersama sama dengan pengikutnya. kemudian bersabdalah beliau. putranya yang lahir dari I Gusti Ayu Tianyar yang sulung Ida Wayahan Tianyar. demikian sabda Dalem. tinggal di Desa Pamuhugan. mengembangkan keturunannya. I Gusti Made Tianyar. . hatinya sangat duka. yang berada di Sweca pura (Gelgel). Adapun I Gusti Ayu Wwesukia. melihat penderitaan I Gusti Diah Wwesukia. diiringkan oleh pengikut sebanyak dua ratus orang menuju Desa Tanggawisia. beserta putra beliau yang bernama I Gusti Nyoman Tianyar. bagaikan disiram dengan air kehidupan. I Gusti Gede Tianyar. bersama putranya. Ida Nyoman Tianyar. beserta rakyat yang banyak yang akan menyertaimu.

di Batwan desa beliau. dihancurkan. tidak habis kalau diceritakan. lagi pula mereka bertiga dianugerahi keterampilan. Ida Wayahan Tianyar. Si Ngurah Batu Lepang menjadi marah. hancur semuanya. Selanjutnya diuraikan. dan ucapan yang simpatik. sama-sama menemukan puncak kemuliaan. Demikian pula Pedanda Sakti Abah melepaskan kutukan seperti senjata Bajra beracun ke luar dari mulut beliau. " Hai semoga ia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. Adapun kaum brahmana. karena jumlahnya sedikit bergantian dipukul oleh lawan. oleh Si Ngurah Batu Lepang. Si Ngurah Batu Lepang. yang lainnya ada yang menjauh laki perempuan menuju desa tidak henti-hentinya menangis. mari duduk mendekat. tidak lama kalah asrama itu. masuklah ke teras. didengar oleh raja. keberadaan Asrama Manuaba. dicari tiga bersaudara yang berada di Bangli. datanglah beliau di Bukit Bangli. maju dengan rakyat yang berlimpah. adiknya bernama Batara Nyoman Tianyar. Ida Nyoman Tianyar. beliau mencapai puncak kemuliaan. semua brahmana yang berada di asrama itu. dikurung asrama tersebut. Ida Nyoman Tianyar. Ida Ketut Tianyar baru tanggal gigi pada waktu itu. adapun para brahmana semua sama-sama untuk bertahan. Tidak diceritakan dalam perjalanan. lengkap dengan senjata. ''Sekarang Ida Wayan Tianyar . karena ia perusak pendeta. sama-sama tidak ada yang mundur. sebabnya asrama/pertapaannya hancur diserbu karena keangkuhan Si Ngurah Batu Lepang. disambut dengan lirikan yang manis. Batara Wayan Tianyar. gemetar. yang bungsu Batara Ketut Tianyar. di pertapaan Pedanda Bajangan. Tetapi Batara Sakti Abah yang ditakuti oleh Si Ngurah Batu Lepang. menemukan kesengsaraan ( karena ) membunuh brahmana ". tidak urung diobrakabrik. telah tiba di Gelgel. demikian umpat kutukannya. dilantik oleh Batara Sakti Abah. meminta ketiga cucu beliau. di Gelgel. Adapun Ida Wayahan Tianyar. Segera Si Ngurah Batu Lepang menyiapkan pasukan. Memohon pamit pada Pedanda Sakti Bajangan. Batara Ketut Tianyar dianugerahi ilmu panah. semua sama-sama dipahami. sedang tidak berada di asrama. Kata beliau.sekarang sudah selesai didiksa (ditasbih) menjadi pendeta Siwa. sangat pemberani dan melawan. ( putra ) sulung bergelar Batara Wayahan Tianyar. menghadap pada Dalem. pemberian guru pendidiknya. Batara Nyoman Tianyar diberi pustaka. mundur berlari pasukan Si Ngurah Batu Lepang. beliau diberi pangrupak ( alat tulis pada daun lontar ). Demikian kutukan beliau sang raja . karena beliau itu adalah saudara lain ibu. cerita selesai. Kemudian berkatalah Ida Wayan Tianyar. lain lagi ada yang mati. Setelah selesai dilantik oleh pendeta mahasakti. perjalanannya menuju ke timur tiba di Bukit Bangli. terhadap si Ngurah Batu Lepang. bahwa Ida Wayan Tianyar datang. Tersebar berita I Gusti Dawuh Baleagung. semua senang. banyak yang meninggal dan yang lainnya hancur. memohon ampun pada Si Ngurah Batu Lepang. bersabdalah sang raja. sangat indah dan makmur. ingin menggerebeg Asrama Manuaba. mendengar kabar. beliau menghadap Pedanda Bajangan. Adapun Pedanda Teges menjadi takut. Ida Ketut Tianyar. seperti perang antara dewa melawan raksasa. bersama semua saudaranya. Duhai Ida Wayan Tianyar. diserang hancur beserta penghuninya. diutuslah I Dewa Wayahan Tianyar ke istana. katakanlah sekarang tentang kesedihanmu. Bergemuruh sorak para prajurit. banyak meninggal yang ada di pertapaan. karena masih ada hubungan cucu. angkara murka dan dengki melihat asrama di Manuaba. ujar beliau. oleh karena Batara Sakti Manuaba telah berpulang ke Surga. sedang bepergian ke Banjar Ambengan. Duhai jika demikian. yang bernama Gusti Ngurah Batu Lepang.

kemudian dijarah semua isi pertapaan. jangan engkau saling mengambil (dalam perkawinan). beliau marah dan mengutuk. tidak dapat menahan hati. penuh menyebar ke mana-mana tak putus-putusnya dan para menteri sang raja. "Jah tasmat (semoga hancur) Si Ngurah Batu Lepang dia sangat tidak berperasaan. Bingung Si Ngurah Batu Lepang. karena kemarahan sang raja. Diceritakan Pedanda Sakti Abah lama berada di Pertapaan Pedanda Sakti Bajangan. Pedanda Nyoman Tianyar beristrikan dari Intaran Badung. Ida Ketut Tianyar. Cerita sampai di sini dulu. setelah beberapa lamanya. Adapun Pedanda Sakti Abah. akhirnya menentang terhadap Sri raja. sekarang berganti nama yang sulung Pedanda Wayan Tianyar. dibawa oleh Kyayi Nyoman Tianyar. kegusaran. sudah wajar diupacarai. mundur rakyatnya Si Ngurah Batu Lepang. Didukung oleh semua keluarga beliau. karena banyak yang mati dan menderita. Kembali lagi diceritakan Si Ngurah Batu Lepang. maka berembug dengan keluarganya semua. biadab membunuh brahmana pendeta. Semua prajurit itu ribut mengangkat senjata. tombak-menombak menusuk kiri kanan. semoga dia tidak berlanjut menemukan kewibawaan. ada keluargamu di Pamuhugan. Tidak diceritakan Pedanda Teges setelah kalah/hancurnya Pertapaan Manuaba. diberi penyucian (padiksan). oleh karena gelap gulita. dua ratus orang beserta keris warisan dari ibumu. perintah Si Batu Lepang pula. beliau pindah pertapaan ke Banjar Ambengan. akhirnya menginjak dewasa ketiga adiknya. menghancurkan pertapaan itu. memarang. janganlah ragu-ragu dalam hati. karena diliputi oleh gelap. kehilangan akal. sampai di sana diceritakan. bernama Ki Tan Pasirik. Pedanda Ketut Tianyar. meraba-raba tidak tahu dengan temannya. juga aku akan memberikan pengiring. Selesai diceriterakan. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. saling berbenturan mendesak bergulat mengincar keadaan perang itu. diserang bersama. lalu terbukti kutuk brahmana itu mengena. dan menjalin kekeluargaan dengan keturunan Si Teges". mendengar tentang kehancuran pertapaan. Pada suatu ketika. di sana di Bukit Bangli. gundah gulana bercampur ( menyebabkan ) kesusahan hati. menyuruh untuk membunuh semua keluarga dan isterinya. itu sebabnya sama-sama menyalakan obor. Pedanda Nyoman Tianyar. Ida Wayan Tianyar menurut. siap untuk menyerbu rumah Si Ngurah Batu Lepang. diperintahkan untuk mengangkat senjata. kawin dengan seorang putri dari Kekeran. Sekarang kembali mengejar ke arah timur Si Ngurah Batu Lepang. Pedanda Ketut Tianyar dari Blaluwan isterinya. ini keris Si Baru Pangesan saya berikan kepadamu". oleh Pedanda Sakti Abah. Kyai Nyoman Tianyar nama beliau. dirusak oleh Si Ngurah Batu Lepang. Adapun Pedanda Sakti Abah. congkak dan garang kepada kami brahmana. saya memberikanmu tempat. para punggawa diperintahkan. "Terlebih dahulu gempur raja pada malam hari. agar tak ada lagi yang diingat-ingat di rumah. selanjutnya bergelar Pedanda Lering Gunung. agar meninggal" maka didukung oleh keluarganya semua. Sri raja hendak menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. kemudian mengamuk Si Ngurah Batu Lepang. marahlah baginda raja.beserta dua saudaranya. semua keluarga sampai anak isterinya. perintah Si Ngurah Batu Lepang. lagi pula terbenam dalam Yamaniloka (sengsara) pada bersumpah untuk Si Teges. untuk menghancurkan Si Ngurah Batu Lepang. . banyak tak terhitung. demikian pula Ida Nyoman Tianyar. hingar bingar prajurit itu. Diceritakan sang raja.

Pedanda Bajangan mendirikan pertapaan di Bukit Bangli. bernama Laksmi Sisingharsa. Pedanda Made Tubuh. beristrikan Ngurah Sukahet. berputra seorang laki-laki. Pada akhirnya seperti mendapat petunjuk dari leluhur. dan Pedanda Ketut Wanasari. Berputra empat orang laki-laki. dan Pedanda Abyan. Beliau merupakan Bagawanta Arya Dawuh. seperti nama ayahnya. segera menyala menjulang tinggi sampai ke angkasa. kemudian beliau berputra bernama Ida Panji. I Gusti Nyoman Tianyar. habis semua isi rumah beliau. mempunyai tiga orang putra laki-laki. dikelilingi oleh banyak prajurit. Pedanda Nyoman Tianyar. hutan ( ladang ) sawah. yang bungsu I Gusti Ngurah Intaran. oleh karena menuruti hawa . ada putra lahir dari Kekeran. Adapun Pedanda Wayan Tianyar. beliau sudah tercatat. berputra tiga orang laki-laki. tertua I Gusti Ngurah Sangging. yang sulung bernama Pedanda Sukahet. ada yang digadaikan. keturunannya tiga orang laki-laki. sisa dari yang gugur semua lari menuju rumah masing-masing. ada yang dijual. adapun belas kasihan perlakuan prajurit dan menteri semuanya. Diceritakan kembali. kemudian didekatilah bungkusan mesiu itu. hangus beserta prajuritnya. di Desa Singharsa (Sidemen). I Gusti Ngurah Diratha. bahwa dirinya akan dibunuh dengan siksaan oleh musuh. masuklah ia ke rumah tempat mesiu. Pedanda Ketut Tianyar. tak diijinkan membunuhnya dengan mengikat dan menyiksa. tidak tahu apa yang harus diperbuatnya. lagi pula putra beliau yang lahir dari keturunan Jasi. Adapun Pedanda Taman. kemudian dibakar. yang sulung bernama Pedanda Bajangan. Si Ngurah Batu Lepang pun segera meninggal. keturunan Arya Kekeran seorang. Pedanda Made Intaran. Pedanda Ketut Tianyar. di sana dikejar diburu Si Ngurah Batu Lepang. karena (dulu ) membunuh brahmana tidak berdosa. Beliau Pedanda Wayan Tianyar. bernama Pedanda Tianyar. Bingung hati Si Ngurah Batu Lepang. seorang perempuan disunting oleh Pedanda Wayan Kekeran. Juga Pedanda Abyan. Keturunan dari Blaluwan. Pedanda Nyoman Karang. I Gusti Nyoman Tianyar. Pedanda Taman.Kemudian Si Ngurah Batu Lepang terhalang tidak melihat jalan. seorang dari Intaran. keturunan yang lahir dari ibu Intaran. karena banyak rakyatnya yang gugur. mendirikan pertapaan di Sidhawa. Pedanda Wayan Karang. saat kematiannya lama menemukan hina sengsara. dari Blaluwan seorang. Adapun istri Batara yang bernama Kutuh. dan Pedanda Ketut Karang. beliau berputra seorang bernama Pedanda Tajung. adiknya I Gusti Made Sukangeneb. Pedanda Tamu. seorang laki-laki bernama Pedanda Kekeran. ke desa lain. bernama Ida Raden. memiliki dua orang istri. yang berada di Pamuhugan. berasal dari Jasi seorang. Adapun istri Batara Abah. berputra seorang laki-laki. bernama Pedanda Kutuh. adiknya perempuan bernama Pasuruhan. disebut Pedanda Buringkit. yang sulung bernama Pedanda Kelingan. yang memiliki dua orang istri. Pedanda Made Karang. Pedanda Gunung. pemberian dari Sri Raja penguasa. yang tertua bernama Pedanda Wayan Tianyar. demikian akibat kutuk brahmana. kawin dengan perempuan dari Karangasern. mempunyai dua orang putra laki-laki. putra beliau bernama Pedanda Manggis. Sekarang kembali diceritakan putra Batara Sakti Manuaba bagaimana keutamaannya yang bernama Bajangan. beliau bertempat di Bajing. Sadar Si Ngurah Batu Lepang. Pedanda Abah. mempunyai seorang putra laki-laki. mencari pertapaan di Tagatawang. memiliki empat orang putra laki-laki. melahirkan keturunan lima orang anak laki-laki. Pedanda Made Wangseyan. Pedanda Wayan Intaran. Adapun istri Batara yang bernama I Gusti Ayu Tianyar. Adapun Istri Batara yang berasal dari Sambawa. disebut Pedanda Abah. mempunyai seorang adik perempuan.

nafsu, I Gusti Nyoman Tianyar menjadi tidak henti-hentinya bingung pikirannya, menjadi kasihan setiap ia melihat anak-anaknya yang masih kecil. Kemudian di dengar oleh Batara Wayan Tianyar kasihan terhadap kesusahan I Gusti Nyoman Tianyar, maka beliau pergi menuju Desa Pamuhugan. Maka disuruhnya I Gusti Nyoman Tianyar, mengambil warisannya dahulu berupa sebidang tanah, yang berada di Sukangeneb. Berkata I Gusti Nyoman Tianyar, Ucapnya. "Jika demikian saya tidak mau kembali ke Sukangeneb Toya Anyar". Berpikir-pikir Batara Wayan Tianyar, tentang kehancurannya di sana, terketuk hatinya sangat kasihan melihat keluarga beliau I Gusti Nyoman Tianyar" Wahai keluargaku semua, jangan anda di sini, mari bersama-samaku di Singarsa, saya memberi anda tempat, sebab kami tak bisa berpisah dengan anda". Diceritakan sekarang I Gusti Nyoman Tianyar semua mengikuti Batara Wayan Tianyar, berbondong-bondong bersama anak isterinya, tidak diceritakan dalam perjalanan tiba di Singharsa, I Gusti Nyoman Tianyar disuruh membangun rumah di Abyan Sekeha, wilayah Dusun Ulah yang disebut Malayu, dijadikan pengawal pendamping dari asrama Batara di kota Singharsa. Adapun putra beliau Batara Wayan Tianyar, yang bernama Batara Wayan Kekeran, pindah asrama ke Pidada, kawin dengan putra Batara Nyoman Tianyar, menjadi istri beliau, mempunyai dua orang putra, yang tua bernama Pedanda Nyoman Pidada, adiknya bernama Pedanda Ketut Pidada, sama-sama mencapai keutamaan. Pedanda Nyoman Pidada, pindah asrama menuju ke Pangajaran, Pedanda Ketut Pidada pindah pertapaan ke Sinduwati, sama-sama mempunyai keturunan. Kembali diceritakan Pedanda Wayahan Kekeran, yang berada di Pidada, memiliki seorang putra laki-laki lahir dari golongan bawah yang bernama Ni Jro Dangin, putra itu bernama Ida Wayan Dangin. Sekarang diceritakan kembali Pedanda Wayan Intaran, berada di Gelgel, memiliki murid dari golongan Sulinggih empat orang. Adapun Pedanda Made Intaran, beliau berada di Toya Mumbul, beliau pindah dari Toya Mumbul, pindah menuju desa Duda, beliau menetap di sana, kawin dengan putra Pedanda Wayan Kekeran, berputra dua orang laki-laki bernama Pedanda Wayan Intaran, di Pendem. Pedanda Made Intaran. Adapun Pedanda Wayan Intaran memiliki anak dua orang, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Intaran, Pedanda Ketut Intaran, mengembangkan keturunan di Pendem dan di Kediri Sasak. Adapun Pedanda Made Intaran, berputra dua orang laki-laki, yang sulung bernama Pedanda Nyoman Paguyangan, berasrama di Sindhu, Pedanda Ketut Tianyar di Pidada, ada keturunan beliau di Pasangkan berhasil dalam mengobati segala penyakit.

Diceritakan Pedanda Sukahet, memiliki dua orang istri, seorang putri dari Pedanda Wayan Kekeran, dari Banjar Kebon seorang, istri dari golongan Brahmana tersebut memiliki putra, namanya Pedanda Wayan Sukahet, (dan) Pedanda Made Sukahet, bertempat tinggal di Banjar Wangseyan, kemudian beliau pindah ke Wanasari, kemudian pindah lagi ke Pasedehan. Adapun putra beliau yang lahir dari istri yang berasal dari Banjar Kebon, bernama Ida Nyoman Banjar, keturunannya berada di Abyan Tubuh daerah Sasak. Adapun Pedanda Made Sukahet, memiliki putra laki-laki bernama Pedanda Sukahet, sedangkan Pedanda Wanasari, putranya bernama Pendeta Wayan Wanasari, beliau yang melahirkan keturunan yang berada di Sindhu daerah Sasak.

Cerita Kembali lagi, diceritakan putra beliau I Gusti Nyoman Tianyar, setelah waktu berselang lama, beliau yang memiliki lima orang anak kini telah tumbuh dewasa. Adapun I Gusti Ngurah Diratha, pindah rumah tinggal di Kubu Juntal, memiliki keturunan, di antaranya I Gusti Ngurah Bratha, kemudian berganti nama menjadi I Gusti Ngurah Bhujangga Ratha. Adiknya bernama I Gusti Ngurah Tianyar. pindah menuju Katawarah. menetap di sana. I Gusti Ngurah Cakrapatha, di Bhawana. Yang bungsu I Gusti Ngurah Gajah Para, di Kubu, mengembangkan keturunan yang berada di Tongtongan, Bubunan, Bondalem, Bakbakan, Antiga, Gamongan. Adapun I Gusti Ngurah Intaran, mendirikan tempat tinggal di Banjar Getas Tianyar. Keturunannya ada tiga orang, I Gusti Ngurah Cadha, I Gusti Ngurah Cadha Sukangeneb, I Gusti Ngurah Bhojasem yang memiliki keturunan berada di Tista, semuanya memiliki keturunan. Adapun I Gusti Nyoman Tianyar, menjadi pengiring Pedanda Made Intaran, di Toya Mumbul, di sana menetap dan memiliki keturunan. Adapun I Gusti Made Sukangeneb, berada di Singaraja, memiliki empat orang putra, yang sulung I Gusti Wayan Tianyar, pindah ke Badung. Adiknya bernama I Gusti Made Danti, pindah menuju Panghi. I Gusti Nyoman Tianyar pindah menuju Mataram di daerah Sasak, yang bungsu I Gusti Ketut Tianyar, menetap di Antiga. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, beliau masih menetap di Abyan Sekeha ikut dengan ayahnya. Kemudian beliau melakukan diksa, berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar. Adapun I Gusti Ngurah Sangging, memiliki tiga orang anak. Putra tertua I Gusti Ngurah Subratha, adiknya I Gusti Ngurah Jathakumba pindah menuju Pangi, yang bungsu bernama I Gusti Ngurah Ketut Tianyar, pindah menuju Bajing, memiliki keturunan dua belas orang. Adapun beliau I Gusti Ngurah Subratha, mulanya tinggal di Jumpungan, setelah didiksa kemudian pindah asrama ke Abyan Sekeha. Berganti nama menjadi I Gusti Wayan Tianyar Taman. Pindah asrama ke Sindu, menjadi pengikut Pedanda Ketut Pidada, pada waktu mendirikan asrama di Sindhu. Adapula kolam peninggalan beliau di Patal, berupa tempat penyucian waktu di pertapaan, sangat kemilau dan menyenangkan di Patal, dihiasi dengan berbagai bunga, di tepi kolam tersebut, merupakan tempat bercengkrama Pedanda Ketut Pidada. Beliau juga mendirikan tempat pemujaan, tiga buah, sebuah untuk pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, ada (pula) titah beliau Pedanda Ketut Pidada terhadap I Gusti Wayan Tianyar Taman, Duhai anaku Wayan Tianyar, ini bangunan untuk memuja dewa, tiga buah. Ananda nantinya yang menjadi pemangku, kemudian saya juga berada di sana, dipersatukan dengan beliau Sang Hyang Siwa, jangan tidak disucikan, sampai nanti seterusnya, anda yang menjadi pemangku untuk keluarga saya, bagian yang sebelah utara diupacarai. Untuk semua keturunanmu, itu yang di sebelah selatan. Karena itu, jangan melupakan keturunan saya juga keturunanmu yang seterusnya dapat menemukan Surga (kebahagiaan). I Gusti Wayan Tianyar Taman mengiyakan, sampai ke lubuk hati, cerita disudahi. Adapun I Gusti Wayan Tianyar Taman, beliau memulai menetap di Sinduwati, mengambil wanita menjadi isterinya dan keturunan Pulasari, memiliki putra seorang bernama I Gusti Gede Tianyar, kemudian beliau juga didiksa. Adapun I Gusti Gede Tianyar, berputra seorang laki-laki, tidak berbeda tingkah laku dengan leluhurnya, beliau juga didiksa, bernama I Gusti Gede Tianyar Sekar. Adapun I Gusti Gede Tianyar Sekar, memiliki tiga orang keturunan, I Gusti Gede Tianyar, I Gusti Made Tianyar Blahbatuh, adiknya I Gusti Made Tianyar Tkurenan, beliau pada akhirnya menjadi Rohaniwan.

Demikian perkembangan keturunan yang berada di Sinduwati, daerah Singharsa, lengkap dengan tempat pemujaan Dewa, bernama, Pura Puri Anyar Sukangeneb, diteruskan dari sejak dulu, masa kini dan masa yang akan datang. Cerita disudahi. Ya Tuhan semoga selalu berhasil. Ini petunjuk/tingkah laku keturunan Manu, pesan beliau Batara Manu, agar ditaati oleh para keluarga dan keturunan, tentang lahirnya dari keturunan Manu. Jika petunjuk/kewajiban/ajaran ini sudah dikuasai, dapat menyebabkan kesembuhan/menghilangkan sengsara dalam diri, jika badan dapat dijaga dengan baik, atas perintah pikiran yang tak ternoda. Tidak tercoreng oleh noda-noda yang menyakitkan telinga, begitu pula nafsu dan tamak/loba, itu tujuannya untuk mendapatkan kesenangan yang besar, lebih-lebih keutamaan batin, kenali perbuatanmu masing-masing. Singkatnya, ajaran/tuntunan perbuatan itu sungguh dipahami, dan dilaksanakan, jangan gegabah dengan segala perilaku, itu dapat menjagamu (agar) tidak menyimpang dari sifat-sifat manusia, oleh karena tahu akan penjelmaan. Tidak bercampur-baur dengan kaum Ekajati hendaklah dipilih yang pantas dijadikan sahabat, apa sebab demikian, karena engkau sungguh manusia yang baik, keturunan dari golongan Manu, hendaknya ingat dengan tugas masing-masing, lebih-lebih dalam melaksanakan aturan brata, utamakanlah kesetiaan dan kebaikan yang dapat mengontrol perbuatanmu, tidak diselingi perbuatan salah, perbuatan durjana, ini ajaranmu yang pantas diikuti dan dilarang mendatangkan mala petaka kutuk, ditujukan kepada siapa saja, ditujukan kepada semua keturunan dan warga Manu.

Pada jaman dahulu kala, di India, beliau Batara penguasa tertinggi, dapat dikalahkan, oleh musuh, ditangkap dipukul dan disiksa, tidak dapat membela diri, akhirnya lari dengan tidak menentu, ingin masuk ke tengah hutan, masuklah ia di bawah biji tumbuhan Jawa, dinaungi oleh tumbuhan hea beras, ada burung perkutut dan bayan, lagi pula (ada) sapi hitam mulus. Di sana burung tersebut memakan biji-bijian, menampakkan keadaan yang wajar, burung itu bersuara, sapi itu jinak tidak liar. Oleh karena demikian, dikira oleh musuh beliau Batara, tidak ada orang di sana, segera ditinggalkan, pada akhirnya selamatlah beliau. Pergilah beliau menuju Jawa, dinobatkan menjadi pemimpin negeri, beliau berwasiat, seketurunan Wisnuwangsa tidak memakan daging perkutut, dan Bayan, apalagi daging sapi yang bulunya berwarna hitam mulus, wija maya (Jawa), eha beras, sama-sama tidak boleh yang melanggar, oleh semua keluarga seketurunan golongan Wisnuwangsa. Demikian wasiat beliau Batara Manu. Apabila tercela dalam kehidupan, lebih-lebih untuk mengabdi, terhadap keluarganya, akibat kesulitan penghidupan, oleh karena itu menjadi melanggar pedoman hidup, itu tidak merupakan dosa, berhak bila merendah terhadap saudara, sebab satu keturunan, seperti perputaran roda pedati, dapat di bawah dan dapat pula di atas. Jika engkau memohon bantuan/perlindungan terhadap orang bawah, ya dapat pula merendahkan derajat, berakibat menyimpang dari etika, menyebabkan terperosok ke dalam sumur mati, menjadi manusia biasa ( ekajati), tidak memiliki nama baik, senang makan minum kepunyaan orang lain, itu namanya hina, tidak dapat disucikan, ( hendaknya ) dijadikan pedoman bagi empat golongan manusia, janganlah engkau meniru perbuatan tersebut, semoga selamat, panjang umur, sempurna, sampai sanak saudara dan keturunannya, selamanya disenangi di bumi, ya Tuhan semoga senantiasa berhasil. Ini adalah jenis busana (alat) yang dapat/bisa digunakan dalam upacara kematian, ijin dari beliau Sri Raja Batur Renggong, engkau bisa menggunakan busana manusia utama, sesuai dengan tata cara kerajaan (Dalem), menggunakan peti usungan, upacara penyucian, upacara Ngaben dengan

karena kawat emas itu sangat utama. tar porat. serta membungkukkan badan. candra sari. ada satu roh. Bhujangga. yang berhak juga brahmana. hanya keinginan untuk mempercayai orang lain. terbebas oleh panas. sang Resi segera berkata. itu dapat membuatnya terserang noda/kotor. Berpakaian serba putih. berbentuk padma reka. seperti pakaian seorang pendeta Siwasidhanta (sekta Siwa). Setelah siap/sedia . jika engkau ingin mengetahuinya inilah sebenarnya.. Hurat mawrat. gender yang digotong menyertai bade (tempat usungan). tidak boleh lepas tongkat itu. pada waktu semua roh berkumpul. mengaku dirinya bukan pendeta. itu sesungguhnya adalah Bhujangga Resi. kain panjang. menimpa diri Sang Resi. taman agung. itu sebabnya terbebas dari kekeringan. Jika menggunakan/berbobot perlengkapannya. ditutupi dengan kawat emas. bade ( tempat usungan ) bertumpang sembilan. mereka sang tri wangsa menjadi malu. menggunakan tongkat bhajra yantu. bukan diikatkan pada galar. Semuanya menyapa.000. bagaikan kristal permata. semoga tidak bercampur dengan pikiran kotor. itulah sebabnya berjalan dengan tongkat. boleh menggunakan kawat emas. Jika tidak memakai perlengkapan yang berbobot. Bagi yang melaksanakan/menjadi Resi. jangan ceroboh. cakraantita trawangan. tempelan kapas lima warna. disertai tercakupnya kedua telapak tangan. dibawa pada saat bepergian. karena masih ada yang menandakan. untuk tidak salah tafsir. simbul tikar. segera terdengar suara cemoohan. binatang singa bersayap. pakelem yang dibuat dari emas. jika memakai perlengkapan yang berat ( berlimpah ). jelas sang Adi Guru. sembilan tumpang warna warni. lebarnya seukuran destar. dalam benaknya salah sangka. diwajibkan melakukan diksa brata boleh mengenakan jujumpung dan rambut di sanggul .000. bagaimana ia itu. di tempel bentuk Ongkara kawat mas. magumi undag sapta. Berapa besar bahaya keutamaannya? Kamu tidak tabu. lengkap dengan kajang (kain penutup may at) dengan perlengkapannya. Rupa/fungsi kawat emas. mangrorasin. jangan tidak berhati-hati. tidak tahu dengan maknanya. dahulu di Surga. itu perwujudan dari delapan penjuru arah yang di tengah-tengahnya terdapat bulatan yang bertuliskan Dasa Aksara. sebagai tanda itu. Jika sudah diberi tanda. juga boleh bercukur pendek seperti pendeta golongan Budha. lengkap dengan kawat emas. tidak boleh digambari (dirajah) oleh orang kaum rendah (Sudra). menjaga tingkah laku itu.membakar jenazah. tidak keliru (bila) akan bertanya. pikiran . itu sebagai alas. itu bermakna utama. Itu kemudian ditiru oleh yang mengetahui keadaan tersebut. menengah 8. Harus diberi tirta (air suci) untuk ukuran yang utama dengan uang (harga) 16. agar sama-sama terbakar dengan jenazah. cemeti dari bulu merak yang panjang dan burung cendrawasih berkuncir. ketiga aliran sulinggih. Demikian perilaku Resi Bhujangga. yang lain sapi/lembu jantan yang hitam. demikian diberitakan. dipasang di atas bagian hulu pawalungan. menjawab roh itu. bernama nista (sederhana). Kelanjutan dari (upacara) kematian. diperiksa tulisan di kepalanya.000. walantaga. Demikian rangkaian upacara pengabenan tingkatan utama. berjumpa di jalan. parbha padma lenkara. berjalan tanpa tongkat. balai-balai dari bambu gading. setelah jenazah diperciki dengan tirta pangentas. upacara baligya sradha. bagaimana bentuk kawat mas? Kain putih. yang menjadi ujungnya. menengah panileman. mengikat galar. pada ujungnya bhajra yantu. harus memakai tongkat yang berukuran panjang setinggi badan. marah dalam hatinya. pendeta bertabiat tenang dan murid sang pendeta. balai silunglung. kemudian ditanyai oleh Sang Suratma. mengaku memakai kawatamas. tertutup oleh awan. Ini petunjuk perilaku Arya Gajah Para yang menjadi rohaniawan. bernama besar (utama). Jika dia Resi. menengah namanya. baru kelihatan keadaan yang nyata (kejatiannya). Apa keutamaannya ? Ini kenyataannya. wajah Resi Bhujangga. dijemur di teriknya panas. boleh melakukan upacara Atma wedhana. itu melambangkan padmanglayang. sederhana harga 4.

bukan orang yang telah suci. tidak turun naik dalam perasaan. itu juga sama-sama menyebabkan ditaati. putri guru. jika belum nyata/ pasti tentang keadaan sang Adi Guru. keluarga guru. menjadi sahabat sang pendeta menceriterakan jalan/mengupacarakan orang yang telah meninggal. kakak guru. jangan sembunyi-sembunyi. tidak berhasil. jangan menutupi pembicaraan yang tidak benar. lebih-lebih turun ke sungai jurang yang dalam dan tidak dirisaukan oleh orang yang menjunjung dharma. bising hening menahan lapar. tidak memotong-potong pembicaraan sang Adi Guru. sang Adi Guru. lancar. jangan menyuguhkan makanan yang telah diambil dengan tidak teratur. brahmana. jika mencarikan jalan keluarga. maka hilanglah keharumannya. Kuningan. tidak menentang perintah. upacara penyucian diri. mempercepat dapat dimengerti. Lagi jika upacara hayu (bukan duka ). cicit guru seluruh anggota keluarga. pada waktu melaksanakan upacara. jangan segera mencampuri. engkau dapat meminta untuk menggunakan Padmasana. adik guru. pada saat itu sang Resi (juga) mempersembahkan daging untuk pelaksanaan Galungan. itu tidak dapat didiksa. pergi (juga ) sembunyi-sembunyi. oleh karena pelaksanaan keliru muridnya. dengan suara yang lembut. seorang petani tulen menjadi utama. Kemudian ada salah seorang berkeinginan untuk menyucikan diri menjadi pendeta. ucapannya mempesona. setiap berucap dan berkata dengan hormat. ajak (tawari) duduk bersama. Jika telah tiba saatnya meninggal. dan juga awasi dari kejauhan. putri guru. karena engkau merupakan perlindungan manusia. apa sebabnya bisa. Sang Resi harus mempersembahkan air suci pada kaki. dahaga menginginkan agar berhasil perintah sang Adi Guru. tidak memalingkan muka. tidak mengabaikan bimbingan. bukan keturunan wiku. Lagi pula ingatlah tata krama itu. karena murid Resi. lagi pula saat menghadap sang Adi Guru. bahasanya/nadanya datar. tidak menyangkal perintah. tidak salah dengar. jangan engkau menghalangi duduk. Demikian tata cara seorang putra guru. upacara tentang kehidupan. sampai dengan keluarga sang Adi Guru. tidak mengeruhkan permandian sang Adi Guru. kawan. juga jangan membelakangi. keluarga sang Adi Guru. menghadap sang Adi Guru. oleh beliau Mpu Dhang Guru Brahmana. tetapi sebelumnya menyampaikan perkenan kepada Dhang Guru agar tidak berbuat sekehendak hati. tidak menolak perintah. tidak menduduki tempat duduk sang Guru. jangan sering lemah dan memudar. jika terlihat putra sang Guru. adik guru. . sekalipun engkau gadis yang kecantikannya telah menyusut. paman guru. Karena semua pengajar (guru) dianggap berasal dari perbuatan utama ( baik ). tidak dapat disucikan/diupacarakan oleh sang pendeta Brahmana. lagi pula pada saat sang Guru dalam wujud Ardhanareswari menyatu ke alam sunyatmaka (Surga). karena seorang Resi itu adalah dari keturunan.itu serta bersih berkilap tidak berawan. berat ringan. kakak guru. tidak menginjak bayangan sang Adi Guru. putri guru. menghaturkan penyucian kaki beliau. demikian celakanya bila dicarikan jalan oleh Resi. sekalipun tertimpa hujan dan panas. hendaknya semua dapat dihormati. kakak dan adik guru. kakek guru. sama-sama bisa/dapat menjadi pelindung manusia. itu dapat dipimpin oleh Resi. sebagai persembahan layaknya hormat kepada Gumi. tidak mencampuri pembicaraan Adi Guru. puasa. tetap menatap muka. itu akan menjadi rendah (nista). berlaku seperti Resi Bhujangga. Juga pada waktu hari raya Galungan tiba. jangan tetap membenarkan terhadap apa yang belum benar. ada penghormatan yang tulus dari dalam hati. jangan berbicara dan menjawab dengan membalikkan punggung. bebas/terlepas dari kekurangan lebih-lebih membuat bingung. memakai gelung kesa gagato seperti pakaian istri pendeta. Ratu Ida Ayu. apa sebabnya demikian. sebagai akibat kurang nasihat dari sang Adi Guru. memohon restu kepada sang Adi Guru. bersama orang yang wajib dihormati. dengan perkataan Ida Bagus. ikut terbawa-bawa sang guru. Lagi pula seorang Resi tidak berhak mencarikan jalan bagi orang yang satu keturunan (sidikara) bila meninggal. gadis (istri ) Resi panggilanmu.

menghidupkan. waspadai baunya yang busuk. Arya Dalancang. Ahli waris yang memelihara. adalah beliau yang bernama Dang Hyang Kapakisan. para keturunan Jro Gede Wiryya. sebagai pelindung daerah. prawaksyatwa wijneyah. kebaikan. taat terhadap sang brahmana. di antaranya. anak dari I Gusti Gede Tianyar Sekar. akhirnya keadaan Bali pada saat itu menjadi tenang. beliau berputra yang lahir dari batu. engkau merupakan wadah berbunyi. beliau dipakai sebagai bagawanta oleh Nirada Mada. bernama Sri Dalem Kresna Kepakisan. dan yang bungsu menjadi penguasa di daerah Bangsul (Bali). Ini purana (silsilah /cerita kuno ) tentang area perwujudan di Pura Puri Anyar Sukangeneb. beliau dianggap air kehidupan. itu sebabnya di waspadai oleh yang menjunjung dharma ( kebenaran ). Babad Buleleng Bagian 1 > bagian 2 > bagian 3 Babad Buleleng Semoga tidak ada halangan Pranamyam sira dewam. jangan mabuk menganggap diri tabu. agama. bhuktimukti itarttaya. yang berkedudukan di Majalange.Demikian tata cara sang Resi. beliau memang bersaudara. berusaha melaksanakan tiga perbuatan baik. I Dewa Wawu Rawuh nama lain beliau. seorang pandita yang sudah sempurna. oleh beliau Sri Aji Kala Gemet. yang tertua dinobatkan di Brambangan. berbeda dengan kulit seekor kambing. ada lagi pengikut baginda yang bertahta sebagai raja Bali Aga yang bergelar Maharaja Kapakisan. sehingga tidak senanglah Patih Nirada Mada melihat peraturan tata tertib rusak. brahmanam ksatriyadih. yang berada di Sinduwati. Arya Kenceng. Setelah kalahnya Baginda Raja Bedahulu di Bali. keturunan dari I Gusti Gede Tianyar. sekalipun wadah itu bocor. dan memberikan kekuatan jagat. tiga. karena dicemari oleh tempat. tingkah laku yang baik. Arya Wangbang. Singharsa. dia itulah akhirnya dipakai istri oleh beliau. dimohon kepada sang pendeta. menimba air dari sumur. Arya . beliau beristana di desa Samprangan. sang pendeta yang mengisinya. mereka itulah yang dicalonkan oleh Gajah Mada untuk memerintah. akhirnya berputralah beliau laki-laki tiga orang. sekalipun pekerjaan suci. patayeswarah. dipuja oleh para keturunan beliau semua. tetapi memiliki kewenangan untuk menyalurkan kehidupan. beliau Sirarya Kanuruhan. salah satu adalah wanita. adiknya memerintah di Pasuruhan. dipakai oleh Baladewa. Demikian perbuatan yang alpa. Arya Tan Wikan. hasil dari pemujaan beliau kepada Hyang Surya (Asurya sewana) sehingga mendapatkan seorang bidadari di taman.

berputra Ki Gusti Ngurah Jarantik. beliau meninggalkan tiga orang putra laki-laki. Tan Mundur. beliau wafat ke alam baka. Akhirnya ingatlah beliau Sri Aji Dalem Bali. Setelah beliau kembali ke alam baka. itulah sebabnya ada jenjang martabat kebangsawanan keluarga kesatria (nista. madya. pada saat hari yang baik. supaya tidak menggauli mencampuri sanggama. saat itulah beliau Sri Aji Dalem Sagening memikir-mikirkan keutamaan Si Luh Pasek Panji. yang pertama bernama Dalem Samprangan. ia sudah gadis dewasa. putra beliau yang tertua bernama Nyuh Aya. Arya Cacaran. akan tetapi ada pesan Dalem. adik beliau Arya Asak. sebagai orang kepercayaan beliau. akhirnya Si Luh Pasek kelihatan hamil. disertai dengan kelengkapan upacara seorang istri. yang bernama Ki Gusti Ngurah Jarantik Bogol. beliau berputra tujuh orang. Ki Arya Pananggungan. beliau suka bersolek. beliau kurang waras. berputra Ki Arya Pasimpangan. kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. yang selanjutnya banyak menurunkan anak cucu. dengan kesetiaan dan ketaatan yang kuat. sira Wang Bang. beliau Arya Kaloping. yang ditanya menjelaskan dengan sesungguhnya. dan ada lagi tiga orang wesya. Ki Arya Pelangan. Itulah sebabnya Si Luh Pasek Panji yang sudah hamil diberikan kepada Ki Gusti Ngurah Jarantik. akhirnya ia berhasil diperistri oleh Sri Aji Dalem Sagening. selanjutnya yang bungsu beliau bernama Dalem Ketut. beliau juga diganti oleh putranya. Arya Manguri. satu orang perempuan. adik beliau Ki Arya Kasatrya. Setelah beliau wafat. air kencing Si Luh Pasek terpijak oleh beliau Dalem. adalah seorang wanita bernama Si Luh Pasek Panji. sebab ayah beliau meninggal dalam keadaan tanpa senjata. dan utama). beliau yang menggantikan kedudukan ayahnya. terakhir Arya Kuta Waringin. yang bernama Dalem Watu Renggong. Adapun Beliau Arya Nyuh Aya. Diceritakan beliau Arya Kapakisan. beliaulah sebagai leluhur keluarga raja Mengwi. Semuanya adalah para putra awalnya. ia memang berasal dari desa Panji daerah wilayah Den Bukit.Pangalasan. beliau digantikan oleh putranya. akan tetapi belum ada balas jasa beliau terhadap Arya Jarantik. selanjutnya beralih istana ke Swecalinggarsapura. Kembali diceritakan. oleh karena sudah tiba saatnya. oleh karena banyak pengabdian yang sudah dilakukan dengan taat dan hormat selama beliau mengabdi. kebetulan saja Si Luh Pasek sedang buang air kecil (kencing). bagaikan tersentak timbul birahinya. mengawinkan saudara perempuannya dengan kuda. akhirnya Si Luh Pasek digauli. serta beliau Arya Anggan. bahwa Si Luh Pasek yang mempunyai bekas air kencing itu. sebagai mahapatih daerah Bali. ia menjadi abdinya Sri Aji Dalem Sagening. yang bergelar Dalem Sagening. menyebabkan tumbuh rasa kasih sayang beliau Sri Aji Dalem. yang tertua beliau Ki Arya Patandakan. serta ada lagi janji . Lama kelamaan wafatlah beliau Sri Dalem Kapakisan. beliau meninggal masih muda. beliau meninggal dalam pertempuran di Pasuruhan. terhenyak beliau Dalem. Kembali diceritakan putra beliau Ki Arya Cacaran. oleh karena dimabuk asmara. Tan Kawur. bernama Tan Kober. adalah putra beliau. selanjutnya beliau menanyai abdinya. Arya Akah. beliau pemberani dalam pertempuran. terasa panas tanah bekas air kencingnya. yang kedua bernama Dalem Tarukan. dari leluhur beliau dahulu. entah berapa lama. oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. siapa yang mempunyai bekas air kencing itu.

hati beliau Ki Gusti Ngurah Jarantik sangat girang. beliau menghadap raja. bernama Dumpyung. ternyata ada masih tertinggal sebilah. ternyata Ki Barak Panji tersurat kapur. disertai oleh sang permaisuri. di sanalah Sri Aji Dalem Sagening percaya akan kata-katanya Ki Gusti Ngurah Jarantik. tiba-tiba sinar itu menghilang. sebagai tanda seorang calon pemimpin. setelah pembicaraan selesai. beliau Sri Aji Dalem Sagening. terpendam di hati terusmenerus. dan lagi ada hadiah. termasuk isterinya. empat puluh orang banyaknya. berusaha agar lepas dari mala petaka. demikian juga pikiran Ki Gusti Ngurah Jarantik. selanjutnya anak yang bercahaya suci itu ditandailah dengan kapur oleh beliau Sri Aji Dalem Sagening. . selanjutnya anak itu diberi nama Ki Barak Panji. Adapun istri Ki Ngurah Jarantik. supaya bersaudara dengan anak beliau. hati beliau menjadi murung. ketika orang-orang tertidur lelap dalam istana. setelah waktunya akan melahirkan. akan tetapi ada yang ditakutkan dalam hati. ternyata tidak setuju hatinya. Tiba-tiba malam hari. bahwa benar ubun-ubun anak itu keluar sinar. setelah Dalem diberitahu. mengabdi kepada Sri Aji Dalem Sagening. tidak demikian perbawanya. kelihatan oleh beliau berdua. Entah sudah berapa lama. beserta Ki Dosot. yang bernama Ki Ngurah Jarantik. Keesokannya. sebab anak beliau sendiri. yang sudah dewasa. sehingga berunding beliau Dalem. nantinya akan mengalahkan putranya. sangat murung dan duka hatinya. sama-sama satu bilah. mungkin Ki Barak Panji. Den Bukit. Lama-kelamaan. Ki Barak Panji disuruh pulang ke daerah ibunya di desa Panji. pada kepala salah seorang abdinya. selanjutnya anak itu diupacarai. kemudian apabila lahir anak itu.Dalem. telah teruji keberaniannya. yang sama-sama mengabdi. setiba beliau di sana. Setelah Ki Barak Panji dewasa. terkejutlah beliau berdua. akan tetapi ketika Dalem memberikan keris pembagian kepada para pengiringnya satu demi satu. Menjelang keberangkatannya ke desa Panji. selanjutnya dikumpulkannya dengan putra para Arya lainnya. tidak menolak mereka yang diperintah. mencari akal upaya. berupa Mundarang Cacaran Bangbang (sejenis bentuk keris). kejengkelannya ditelan saja. beserta permaisuri baginda. supaya Ki Gusti Ngurah Jarantik bersedia mengangkat sebagai anak angkat. oleh karena tidak lahir dari dirinya sendiri. memberikan pengiringnya senjata keris. diiringi oleh Ki Gusti Ngurah Jarantik. melihat anak itu demikian. selanjutnya diperiksalah keadaan abdi yang sedang tidur itu. sakti dan berani kemudian unggul dalam peperangan. sehingga timbul iri hati beliau. khawatir dan curiga hati Dalem. sesuai dengan upacara Arya Ngurah Jarantik. sebagai pimpinannya. kira-kira sesudah dua belas tahun umumnya Ki Barak Panji. hati beliau Dalem sangat kasih sayang. yang diharapkan akan menggantikan menjadi raja. juga dari ubun-ubun anak itu keluar sinar. yang sedang tidur. ada sinar suci menandakan prabawa. semuanya yang berjumlah empat puluh. kebetulan Sri Aji Dalem keluar dan ruangannya. lahirlah anak beliau Si Luh Pasek Panji laki-laki sangat tampan tanpa cacat cela. diduga akan menyebabkan anak beliau tersisih nantinya. sudah siap dengan pengiring putra baginda.

akan tetapi tidak ada yang mengalir ke luar dari lubang itu. diterima oleh Si Luh Pasek Panji. di atas Danau Bubuyan. sangat luar biasa kesucian air itu. dan setelah selesai diulang-ulang lagi. . ketika hari sudah sore. pusaka buat Ki Gusti Panji (Ki Barak Panji) sebenarnya. berhentilah beliau di sana. kemudian Ki Dumpyung disuruh pergi jauh untuk melihat air di bawah. dicapai wilayah Bandana itu. wilayah Den Bukit. selanjutnya lagi beliau disuruh menghadap ke selatan. setelah empat hari perjalanan Beliau Ki Gusti Panji. dengan membawa keris pemberian Dalem. itulah sebabnya keris yang tersisa. Setelah beliau Dalem menganugerahi Ki Gusti Panji. sebab beliau tak kuasa mendengar tangis ibunya memandang ke udara. selanjutnya beliau menuju ke arah barat laut. selanjutnya terus ke barat. selanjutnya beliau pergi ke Den Bukit. disertai oleh ibunya. Toya Katipat nama lainnya. ketika matahari sudah condong ke barat. serta Ki Dosot. sendirian di bawah berbaring di tanah. tak terkira senang hati mereka semua. nyata-nyata terbukti Hyang Widi murah hati beliau. . selanjutnya ke barat. lain dari pada itu . matahari pun sudah condong ke barat. bernama Ki Panji Landung. langsung dicegat Ki Gusti Panji. hanya tetap berada seperti semula. beliau Ki Gusti Panji mohon diri. Setelah semuanya selesai makan. berupa Mundarang Cacaran Bangbang. sebanyak empat puluh itu. kemudian beliau disuruh melihat ke barat. terutama beliau Ki Gusti Panji. selanjutnya lagi keris itu dibagi-bagikan. lalu memancar keluar air suci dari dalam tanah. lalu Ki Gusti Panji disuruh melihat ke timur. bingung hati Beliau Dalem Sagening. menginap dalam perjalanan. beserta pengiring abdi yang lain berjumlah tiga puluh. setelah mendapat bagian satu demi satu. kelihatan membiru gunung Banger yang tinggi.Selanjutnya kembali dikumpulkan keris itu bersama. beserta pengiringnya semua. maksudnya untuk menaruhnya. kelihatan oleh beliau Ki Gusti Panji gunung Toya Anyar. lalu pangkal tangkainya ditancapkan di tanah. terpikirkan bahwa keris itu yang tertinggal. kira-kira sebesar bejana mata air itu keluar. setelah terkumpul cukup empat puluh itu. hanya kelihatan samudera luas. memasuki daerah Kawisunya. selanjutnya pergi menuju arah utara. terus-menerus keris itu dibagikan. bernama Ki Tunjung Tutur. selanjutnya Ki Gusti Panji menyuruh agar diturunkan. beserta Ki Gusti Ngurah Jarantik. mengadakan pemujaan di bagian kota Jarantik. diusung ke atas. setelah beliau pergi dari kota Gelgel. seperti tadi. Beliau Ki Gusti Panji kebetulan berada di dalam perjalanan. diiringi oleh Ki Dumpyung yang membawa Ki Pangkajatatwa. lalu ada lagi sisanya satu bilah. Ki Pangkajatatwa nama lainnya. Setelah demikian baru teringat dalam hati beliau Sri Aji Bali. pada saat hari yang baik . selanjutnya kembali beliau melanjutkan perjalanan. mampir di Jarantik. demikian ceritanya air itu dahulu. tiba-tiba datang berupa manusia kelihatannya. dan tenggelam ke laut. hingga sampai sekarang. membelok ke barat. lalu beliau tersedak-sedak waktu makan (kilen-kilen). yang ditancapi itu. selanjutnya diberi nama Banyu Anaman. dan senjata Ki Pangkajatatwa. tidak kelihatan apa-apa. ada juga sisanya keris sebilah. menuju daerah Danau Pabaratan. selanjutnya diberikan Ki Gusti Panji. sudah merupakan pusaka Dalem diberikan kepadanya. seperti semula. memasuki daerah Samprangan. tak terkira tingginya Ki Panji Landung. setelah terasa langit itu bagaikan disundul pikirnya. disuruh melihat ke utara. seraya makan bekal beliau berupa ketupat. Diceritakan perjalanan Ki Gusti Panji. lalu beliau minum air itu. ada pemberian Dalem lagi berupa sebilah tombak. mendaki bukit Watu Saga.

beserta abdinya berdua. tidak pantas perbuatanmu mencari ubi rambat. hanya sedemikian kemampuanmu melihat. mengendarai kuda berbulu coklat tua (kuda gendis). tidak pernah berpisah mereka berdua. mencari-cari umbi ketela pada tegalan di bagian barat jalan. dilihat oleh Beliau Ki Gusti Panji. sebab ada yang utama dalam dirimu. bernama Ki Pungakan Gendis. karena terikat oleh cintanya bertuan. segera timbul girang hati ibundanya. bergegas-gegas menjemput. "Ai Barak Panji. lalu dinantikan saat kepulangannya dari sabungan ayam. melewati jalan. kenyataannya berkat anugerah dewata. ke mana-mana pun bercengkrama. pengiringnya sebanyak tiga puluh delapan kembali pulang ke Swecanagara. wajib kau bunuh. memberi anugerah Ki Gusti Panji. didengar oleh Ki Gusti Panji. dan keris pemberian Dalem tidak lepas dibawanya. sebab sudah lewat kepergiannya Ki Pungakan Gendis. dilengkapi dengan payung kebesaran. jangan kamu ragu-ragu kepadaku. sama-sama mengharapkan supaya segera tiba di daerah Panji. beristana di Desa Gendis. hanya yang masih ikut Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. tiba-tiba Beliau Ki Gusti Panji sudah sampai di daerah Panji.disertai pengikutnya semua. seperti tingkah lakunya dahulu. sungguh banyak prajurit beliau mengiringi. oleh karena belum tercapai tujuannya. adapun sabda itu. timbullah marah beliau dalam hati. supaya tidak mendapat halangan dan lainlainnya. mengikuti perjalanan beliau Ki Gusti Panji. kemudian selanjutnya disarungkan. selanjutnya semua berjalan. tunggulah sebentar. sebab berbakat dicintai oleh rakyat dalam dunia. sebagai pemimpin di daerah Den Bukit. beserta di belakangnya. puwan berperada dengan indahnya. tak lama beliau Ki Gusti Panji ada di daerah Panji. menyiapkan suguhan selengkapnya. dipakai mencungkil ketela. Diceritakan setelah bubarnya orang-orang dari sabungan ayam. tak menghiraukan siang malam. Ki Pungakan Gendis . yang berkuasa di Desa Gendis. beliau pergi bersabung ayam ke desa lain. yang bernama Ki Pungakan Gendis. tiba-tiba ada terdengar sabda dari angkasa di dengar oleh Ki Gusti Panji. mengikuti jalan besar. ada sebagai musuhmu. anda kuasai sampai ke pelosok-pelosok semua. beserta kendi berbentuk angsa tempat air. jangan kamu raguragu dalam hati. perjalanan beliau lurus ke utara. lalu sambil berkata menyatakan anugerah Ki Panji Landung. tudingkan saja aku ke arahnya. sebab hampir tiba tempat yang dituju. setelah laju perjalanan beliau. beserta pengikutnya semua. dihentikanlah keris itu dijadikan main-mainan. kebetulan I Gusti bermain-main. demikian terdengar sabda itu. menuju rumah sanak keluarga ibunya. dan beliau selamat dalam perjalanan. keesokannya pagi-pagi terang-terang tanah. gaiblah Ki Panji Landung. dengan diiringi oleh dua orang abdinya. sangat senang hati sanak keluarganya semua. berkat aku terjadi kematiannya. dan lihatlah keutamaanmu sekarang. semua orang yang masuk ke daerah Gendis menjadi terdiam. suatu saat kamu menjadi pemimpin di sini. setelah Ki Gusti Panji menginjak tanah. semuanya terdiam dan tunduk menghormat kepada Ki Pungakan Gendis. demikian kata-kata Ki Panji Landung. akibat dari pengaruh kekuatan keris itu. pada saat hari yang baik. Diceritakan Ki Pungakan Gendis. diapit kanan kiri. itu sebabnya Ki Gusti Panji diturunkan dari atas. membawa keris pemberian Diceritakan mereka yang sudah berhasil menjadi pemimpin daerah Panji. jangan kamu syak wasangka kepada Kakek. dapat anda kuasai kemudian.

seperti pakaian. terdengarlah sabda. teguh bagaikan lukisan. mungkin baru akan menjelang dewasa. serta mulai saat itu pula keris pemberian Dalem . lalu diacungkan keris ke arahnya oleh Ki Gusti Panji . ditambatkan di air. akhirnya semua pulang ke rumahnya masing-masing. kemudian meminta bantuan kepada Ki Bendesa Gendis. hanya berjalan dan berjaga di sana-sini. memerintah desa Gendis. perahu itu kembali pulang ke Jawa. berhasillah perahu itu didorong. bambu. lalu percayalah beliau dalam hati. selanjutnya kembali perahu itu ke pinggir. lalu beliau bersedia untuk menarik perahu itu. supaya berhasil melaju ke laut. sudah dekat dengan pohon leca itu. oleh karena demikian didengar oleh Ki Gusti Panji. lalu Ki Gusti Panji segera. Setelah itu tiba Ki Pungakan Gendis. setelah beliau tiba di pesisir pantai. matanya mendelik sayu. sudah meninggal. dilihat oleh Ki Gusti Panji. masih dalam keadaan menunggang kuda. yang tumbuh di pinggiran jalan. lalu Ki Pungakan Gendis meninggal. lalu dimandatkan pada Ki Bendesa Gendis. akan tetapi tidak ada yang mengetahui sebab kematiannya. dihempaskan oleh keris itu. seraya menghunus keris pemberian Dalem. bagaikan diberi kekuatan beliau oleh Hyang Widhi. sesampainya semua saling bantu penuh usaha untuk menolong. selanjutnya beliau pergi ke tempat perahu yang terdampar itu. beserta alat perlengkapan untuk menarik. serta diiringi oleh Ki Dumpyung beserta Ki Dosot. pinggan. setelah kudanya berhenti yang dikekang oleh pengikutnya. setelah keris itu diacungkan. Ada anak Ki Pungakan Gendis. dijumpainya Ki Dampu Awwang. mendatangkan pengikutnya semua. saling mengeluarkan gagasan / ide. untuk menarik perahu itu. seraya keris itu dihunusnya. perempuan seorang diri. menyebabkan tertarik hasrat Ki Bendesa Gendis. sambil berkata berkaul . Ki Pungakan Gendis juga tidak turun. berlindung naik ke pohon leca. sangat cantik tanpa ada celanya. jika demikian keadaannya. ke tengah laut. semuanya sudah diberikan Ki Gusti Panji. setelah selesai. sedikit pun perahu itu tidak bergerak. berhasil perahu itu bergerak. sangat susah hati Ki Mpu Awwang. bernama I Dewa Ayu Juruh. oleh karena ia belum tahu mencari akan akal upaya. jangan khawatir. akan tetapi tidak berhasil. di hadapan rumahnya . semua isi perahu ini hadiahnya. dan membuat perjanjian. sedang menangis meratapratap. Mulai saat itulah Ki Gusti Panji dipenuhi oleh kekayaan. beserta dua orang abdinya. seluruh isi perahu itu. mereka semua merasa malu dan marah.kemudian pulang. terdampar di pesisir Panimbangan. serta bermacammacam ramuan. Ki Mpu Awwang tidak lupa akan janjinya. jika Ki Pungakan Gendis. membuat orang jatuh cinta. membawa tali. sedangkan adiknya yang laki-laki masih kanak-kanak. setelah semuanya sudah datang. tak terkira larinya ke tengah samudera. piring. Ki Pungakan Gendis sudah hampir tiba di tempat penantiannya. yang diharapkan menggantikan kedudukan ayahnya. tiba-tiba ada perahu dari luar daerah. kemudian datang Ki Pungakan Gendis. badannya kaku bagaikan mayat. Entah berapa lama. siapa gerangan yang mampu menolong perahunya. demikian didengar sabda itu oleh Ki Gusti Panji. semua isi perahu hadiahnya. tak terkira senang hatinya Ki Mpu Awwang. tidak lupa beliau membawa keris pemberian Dalem itu. jika tujuan berhasil. akan tetapi tidak diketahui oleh pengikutnya. lalu mereka menyuruh terus menerus menabuh kentongan. cangkir. saat itu baru diketahui. Setelah itu lalu didengar oleh I Gusti Panji. lalu beliau bersedia membantunya. sebab perahu itu sarat dengan muatan segala ragam yang indah-indah. segera serempak pergi ke laut.

berhasil terkenal di dunia. luar biasa baktinya menghamba. selanjutnya kalah beliau Kyayi Sasangkadri. selanjutnya diberi julukan Ki Semang. tidak menyimpang anugerah Ki Panji Landung. Entah berapa lamanya. sama-sama tunduk mengabdi. membuat tertarik hati penduduk desa Gendis. selanjutnya memindahkan pusat kerajaannya. selanjutnya orang-orang desa Gendis. dari pesisir laut sampai ke pegunungan. tertib. seia sekata beliau dalam bersuami istri. sebesar-besarnya keturunan beliau supaya tidak ada yang berani menentang selama-lamanya terus-menerus. selanjutnya banyak tempat tinggal. membangun daerah. selanjutnya beliau menghamba. Konon setelah beliau kaya. beserta rakyatnya. dari Sangket Sukasada. oleh karena jiwanya sendiri merasuk dalam keris kepala itu. dari Kubwan Dalem. diberi seragam delapan sangat menarik bagaikan hidup kelihatannya. tidak mau tunduk. semakin terkenal di Gendis serta keutamaannya menurut tata krama. sampai di ujung desa Toya Anyar. setelah kedudukan Ki Gusti Ngurah Panji kokoh. berjanji beserta anak cucunya semua. dan tempat suci Ki Gusti Ngurah Panji. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji. kewibawaannya Ki Gusti Ngurah Panji. Setelah selama dua puluh tahun usia Ki Gusti Panji. perkataan beliau manis. tunduk menyerahkan dirinya. selanjutnya semua hormat dan tunduk kehadapan Ki Gusti Panji.yang tampak keutamaannya. disenangi oleh . sebagai penguasa desa Panji. setelah semuanya setuju. segera penuh sesak. menghamba kepada Ki Gusti Panji. sebab demikian keutamaan Ki Gusti Ngurah Panji. ditempatkan sebagai tetua Tebu Salah. Beberapa lama kemudian. selanjutnya dinobatkan bergelar Ki Gusti Ngurah Panji. sama-sama taat menghamba kehadapan Ki Gusti Ngurah Panji. oleh Ki Gusti Ngurah Panji. tidak ada yang berniat jahat dalam hatinya. tetua (walaba) beserta rakyat sama-sama membela. oleh karena ditambah oleh orang-orang keturunan utama dari Ler Adri. lalu tak terkirakan berbondong-bondong datangnya orang-orang dari Lor Adri. berbentuk Ratmaja diisi dengan permata Mirah Adi bertatahkan Zamrud (air Lembu). oleh karena keduanya sama-sama mencintai. dipindahkan ke desa Panji. Tidak ada yang menyamai. kagum dan tunduk. lalu tunduk orang-orang dari timur sungai We Nirmala. lalu Kyayi Sasangkadri. telah sesuai keindahannya dengan sarung gading yang diukir. semua penguasa. berbondongbondong menggotong rumahnya. sesuai dengan kesepakatan orang-orang desa semua. kawinlah beliau dengan Ki Dewa Ayu Juruh. bagaikan menambah keutamaannya keris Ki Semang. sama-sama hebat berani dalam peperangan. pergi untuk menyerang. selanjutnya tinggal di desa Panji. membuat hati semua orang senang. diberi sarung dari kain halus. sudah selesai dikerjakan oleh rakyat semua. diberi nama Ki Awak. buyut dari Kyayi Cili Ularan. lalu Ki Gusti Ngurah Panji. ada yang bernama Kyayi Sasangkadri beristana di Tebu Salah. keadaan desa di barat We Kulwan menjadi kalah tenteram. sangat berani dalam medan perang. mengabdi ke hadapan Ki Gusti Ngurah Panji. putih tidak bercela. Entah berapa tahun lamanya. disebut Sukasada karena merupakan tempat kedudukan. senanglah hati Ki Gusti Ngurah Panji. akhirnya beliau membuat kepala keris dari emas. beserta parahyangan agung di bagian barat desa Gendis. semua kelurahan tunduk mempertuan Ki Gusti Ngurah Panji. seperti Kyai Alit Menala. diiringi oleh banyak prajurit ramai keadaan perang itu. sebab selalu menimbulkan kesenangan sang raja beserta semua abdi dan rakyatnya. tidak merasakan panas dan dingin. indah kelihatan desa itu. berkat dukungan baik seluruh desa-desa.

ada saudaranya beribu dari Bendesa Mas. tidak diceritakan selanjutnya. sesudah memimpin di Ler Gunung. abdi dari Ki Bendesa Mas. Dan lagi disebut Ki Gagak Ora waktu berbunyi. dan lagi gong kecilnya. berada di pertapaan Kayu Putih. beliau sudah mencapai tingkat astaiswarya . sebab bagaikan belah Keraton itu saat ditabuh (ginuwal) suaranya mendengung. Serta petuk kajarnya. desa Kayu Putih. itulah sebabnya musuh dan pengacau menjadi takut. banyak saudaranya lain ibu. terompong di depan dan di belakang. Beliau Pedanda Kemenuh sebagai putra laki-laki tertua. ada yang beribu dari kesatria Blambangan. beliau pindah ke Ler Gunung. bagaikan suara gagak beribu-ribu. oleh karena suaranya sangat manis. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. keluhuran ilmu Pasupatinya. disebut Griya Romarsana. oleh karenanya ada sebutan keris buatan Kayu Putih. Diceritakan ada seorang brahmana. suaranya seperti pohon gelagah yang kering terbakar. sebagai pemimpin berkat keris Ki Semang. 3000 banyaknya. demikianlah keterangan gamelan kerajaan Sri Anglurah Panji Sakti. selanjutnya Pedanda Sakti Ngurah sebutan beliau di masyarakat. oleh Ki Gusti Panji Sakti. bagaikan guruh bertebaran umpamanya. Mpu Nirartha nama beliau. diberi nama Juruh Satukad. Diceritakan beliau raja membuat seperangkat gamelan kerajaan. suaranya sangat gemuruh. menikmati kegembiraan hatinya. ada anak beliau beribu brahmani dari Yawadwipa. Beliau Mpu Nirartha pergi ke Bali. yang tertua perempuan beliau lenyap ke alam gaib. beliau sangat terkenal di masyarakat. beliau tinggal di Kemenuh wilayah Bala Batuh. sebab bagaikan pergantian suara tatit pada saat bulan Kasanga (Maret/April) perumpamaannya. anak Dang Hyang Asmaranatha. setelah saatnya tiba. sangat mahir membuat keris. beliau diberi kedudukan sebagai bagawanta. karena kesaktiannya luar biasa. mulai saat itu diberi julukan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti oleh rakyat. sebab dahulu orang-orang di sana selalu bersenang-senang. Ada juga beribu Sudra. sebab beliau tidak menyadari akan . beliau diberi pengikut/abdi sebatas barat sungai Bok-Bok. dan beliau disuruh mengalih ke banjar Ambengan. yang laki bernama Pedanda Kemenuh. itulah sebabnya tenteram penduduk di daerah Ler Gunung. tidak berani melihat kesaktian beliau. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. memenuhi sungai umpamanya. setelah beliau tiba di Bali. sebagai pemimpin menetap di istana Sukasada. . terkenal bernama Ki Tundung Musuh mengagumkan diberi nama Glagah Katunuwan. tinggal di Melanting Mpu Laki sebagai Dewa di sana sampai sekarang. lalu dimintalah beliau. demikianlah keutamaan beliau. penuh sesak sampai ke balai rung. brahmani dari Pasuruhan. dinobatkan menjadi pendeta kerajaan. mengikuti pemimpinnya. sangat hebat kesaktiannya.rakyat. Gongnya dua buah. oleh karena sangat kasih sayang serta taat hati beliau (Ki Gusti Panji Sakti) kepada pendeta gurunya. bagaikan banjir aliran madu. dibuatkan rumah di Sukasada. penuh dengan perlengkapannya. lebih kurang. sesuai dengan tingkah lakunya yang baik. sehingga saling berdekatan tempat tinggalnya. beliau memiliki pengetahuan yang tinggi sangat pandai dalam hal ilmu weda. beserta tombaknya Ki Pangkajatatwa. diberi nama Bentar Kadaton. itulah sebabnya diberi nama Gelap Kasangka. akhirnya beliau dipanggil menuju alam baka. suaranya luar biasa bagaikan membelah telinga manusia.

yang sudah sering menyerang musuh. sama-sama tampan tak tercela keadaannya. lalu mengumpulkan rakyat. penuh dengan persiapan. agar meniru kebiasaan baik leluhurnya. beserta perahu sudah banyak disiapkan. Pedanda Sakti Ngurah juga namanya oleh baginda raja. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti dengan beliau yang dihormati Pedanda Sakti Ngurah. mas permata. minuman. tidak jemu-jemu sama-sama memenuhi keinginan. itulah sebabnya ada perjanjian beliau berdua ada di desa Romarsana. lahir dari I Dewa Ayu Juruh. Pada saat hari yang baik. sangat luar biasa keris buatannya. satu bersenang semuanya bersenang. gak. ditanya oleh para patih semua. entah berapa lama perang itu berlangsung. semua sudah dipenuhi permintaan goak itu. setelah demikian. lalu terjebak Dalem Brambangan . tidak ada lain asalnya memang bersaudara. sudah siap ditambatkan tinggal menunggu komando baginda Raja. senjata tajam mengandung kesaktian. anak gadis. "Gagak apa keinginanmu?". Kembali diceritakan. saling menjaga. ditanya oleh baginda Raja. dan mereka semua bergilir menjadi burung gagak. demikianlah perjanjiannya. luar biasa ramainya pertempuran itu. sama-sama senasib dan seperjuangan. seperti nama ayah beliau. sehingga bagaikan tingkah laku persaudaraan. oleh baginda Raja Panji Sakti. satu bersedih semuanya bersedih. serta manikam. diajak bermain gagak-gagakan. bersiap untuk menyerang menuju daerah Brambangan. putra Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya beliau bertemu dengan Dalem Brambangan. lalu beliau membuat akal-upaya selengkapnya. ada yang meminta makanan. selanjutnya menyerang ke daerah Banger. itulah sebabnya desa Romarsana disebut Sangket. Setelah selesai. pada saat masih berada di daerah Yawadwipa. lalu ditiru oleh masyarakat. akhirnya kekuasaan Brambangan jatuh menjadi tunduk. diiring oleh rakyatnya banyak. Pedanda Sakti Wawu Rawuh nama lain beliau. dalam suka duka. itulah sebabnya ada sebutan keris buatan Banjar. selanjutnya satu demi satu mengadu kekuatan di medan laga. agar tidak berpisah. Si gagak lalu menjawab. menuju Candi Gading daerah pinggiran pantai Tirta Arum. bersiap-siap mengatur para prajurit itu. berlautan darah. bermacam-macam permintaannya masing-masing. sebab beliau mengawali datang ke Pulau Bangsul / Bali. keinginanku menundukkan Brambangan". lanjut serta anak cucu beliau. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji. lalu beliau Dalem Brambangan terjerembab. dengan keris Ki Semang. dan yang kedua bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. sebab dipakai sebagai tempat mengikat perjanjian. semua sudah bahagia. . serta yang bungsu bernama Ki Gusti Ngurah Panji Wala. selanjutnya menghembuskan nafasnya yang terakhir. "Gagak apa yang kamu harapkan?" Si gagak kemudian menjawab. sebab beliau ingat akan anugerah Ki Panji Landung. adapun jalur yang dilalui perahu itu. dengan menaiki perahu. berayun-ayun dalam samudera sampai ke sungai pelepasan. dua puluh jumlahnya. sama-sama ikhlas berani dan tangkas bertarung. amat tenteram hati beliau raja. demikian Pedanda Sakti Ngurah sangat cintanya. sebab penuh sesak para prajurit yang menonton. sama-sama senang hati gagak itu menikmati makanan dan minuman. sebab beliau ingat akan leluhurnya. sama-sama keturunan pemberani. dari putra yang tertua Sri Bagawan Dwijendra. sandang. semua prajurit bersorak. yang berada di tengah medan laga. daerah Yawadwipa. yang disarankan oleh Sri Bagawanta. goak. selanjutnya mempunyai kegemaran membuat keris. dadanya ditikam oleh beliau Sri Panji Sakti. disergap oleh Dalem Brambangan. ada terbetik dalam hati. ada putra beliau yang menggantikan. seluruh prajurit pemberani dipanggil. pakaian dan pangan. sebagai bagawanta baginda raja. pada saat dulu. jenazah bagaikan gunung. semuanya tunduk memohon supaya tetap hidup. kedudukannya sebagai putra mahkota. seperti kedudukan bapaknya. selanjutnya beliau Raja menjadi gagak. "gagak. di medan pertempuran.tibanya ajal. beliau Sri Bupati berangkat. semuanya prajurit yang perwira sebagai pimpinan. beliau tak mengenal lelah meniru keahlian ayahnya untuk menyenangkan baginda raja. busana.

beserta Jaranbana. merintis membangun kota (pura). setelah menjadi besar tempat kota itu. yang bernama Ngurah Panji Nyoman. ramai pertempuran itu. mendengar berita. timbullah kemarahannya.Didengarlah oleh Baginda Raja Solo. menantang wilayah Mengwi untuk bertempur. Danudresta nama lainnya. orang Jawa di Kampung Jawa. lalu beliau menjalin persahabatan berdua. Setelah lama-kelamaan. sudah gugur dalam medan pertempuran di Brambangan. disanggupi oleh penguasa Mengwi. selanjutnya beliau Sri Panji Sakti diberi gajah tunggangan. di bagian utara wilayah Sukasada. oleh karena kehebatan keris Ki Semang. Entah berapa lama. menikam. dapat ditaklukan oleh Sri Panji Sakti. bernama desa Paguyangan. banyak orang-orang yang tinggal di sana. sebagai balas jasa cinta kasih beliau kepada raja Mengwi. di pategalan daerah Balalak. . bertempat di Lingga dekat dengan pesisir Toya Mala. oleh karena keinginan beliau Ki Gusti Ngurah Made Agung. selanjutnya juga diberi nama Pagayaman. banyak orang berbondong-bondong pergi pindah ke sana. prajurit andalan beliau yang berupa gagak-gagak itu. dua orang bertempat di daerah bagian utara Petak. diserahkan daerah Brambangan. ibu leleng. sama-sama pemberani. beserta Teruna Munggu. oleh karena kewibawaannya dijadikan kebanggaan. tidak diceritakan perundingan beliau berdua. kemudian dibagi atas perintah baginda Raja. seperti keadaan semula. Demikian kehebatan beliau Sri Panji Sakti terdengar Diceritakan Sri Panji Sakti. setelah samasama sepakat. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti beserta Ki Gusti Ayu Rai dinikahkan. sebab dihibur oleh Sri Maha Rsi Bagawanta. utusan pun sudah berjalan. di antara desa Petak dan desa (Kampung) Jawa. tempat orang menanam Buleleng. diberi nama Singaraja. ikhlas hatinya memberikan adiknya. kembali Sri Panji Sakti. mengembangkan keturunan. sebab tempat gajah beliau berguling-gulingan digembalakan di sana. mencoba keberanian dan kehebatan orang-orang Ler Gunung. tempat tanah lapang itu. oleh baginda penguasa Ler Gunung. ada seorang putri yang sangat cantik bernama Ki Gusti Ayu Rai. sebab terkenal bernama Teruna Batan Tanjung. sebagai penjaga benteng di daerah pegunungan. akan dipakai sebagai istri. dilihat oleh beliau berdua. lalu ditolak mas kawin beliau. ada dijumpai di sana. selanjutnya diberi nama Kota Buleleng. serta yang seorang lagi. akhirnya hancur daerah Jaranbana. akan kehebatan Sri Panji Sakti. sama-sama mendorong prajurit beliau untuk bertempur. sekarang telah beliau ketahui benar-benar keberaniannya dalam pertempuran. Tak terhitung berapa lama kemudian. dan istana tempat tinggal baginda raja. itulah sebabnya bernama Petak desa itu. saudara dari Ki Gusti Ngurah Made Agung. setelah mampu menguasai daerah Banger. ingin untuk menghancurkan wilayah Mengwi. sebab jelas bagaikan singa keberanian baginda Raja. demikianlah ceritanya dahulu. dan yang menggembalakan gajah. Keinginan beliau untuk mengadu. akhirnya penuh dengan rumah tempat tinggal. pada Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. kembali beliau penguasa Den Gunung. setelah semuanya selesai. dengan membawa panji-panji hasil rampasan. pemberian raja Solo. serta gajah beliau yang bagaikan gajah Nirwana. maka sebagai raja yang berwibawa. lalu disuruhnya untuk mengakhiri perang itu. sebab anaknya yang masih muda. saling amuk. akan tetapi ada yang disakitkan dalam hati. akhirnya main beliau Ki Gusti Ngurah Panji. beliau sekarang ingin melamarnya. yang berkuasa di Mengwi. itu selanjutnya bernama Kampung Jawa. tak lama berduka cita kemudian beliau kembali sukacita. segala macam yang utama. dibuatkan kandang di bagian utara kota. Pedanda Sakti Ngurah. adalah tiga orang dari Jawa. bersama prajurit Mengwi. sebab asalnya dari Prabulingga Yawadwipa. Sri Panji Sakti kembali pulang ke Bali. pergi menyerang Jaranbana. diiringi istri beliau Ki Gusti Ayu Rai. sama-sama tikam. baginda di atas singasana. setelah demikian keadaannya. selanjutnya beliau mengirim utusan. ditempatkan di hutan Pagatepan.

berhamburan menyerang beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. sebab beliau sudah merasa dalam hati. suatu kedudukan untuk cucunya . masing-masing segenggam besarnya. datang ke wilayah Badeng. bukan main senangnya beliau berdua dalam hubungan keluarga. Entah berapa lama beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti berada di Tojan. digembalakan di daerah bagian barat laut daerah Tojan. menantang perang. yang diinginkan oleh Dalem. sehingga Ki Ngurah Panji Sakti memikirkan ingin menghadapi dengan alasan untuk bertempur. didapatkan orang-orang yang berada dalam istana sangat sedih dalam hati. tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Selanjutnya Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dinamakan Buruwan sampai sekarang. tidak diceritakan perjalanan beliau yang mengungsi. lalu tiba di daerah Tojan. Lama-kelamaan. ada tanaman-tanaman penduduk di sana berupa kacang tanah. pergi jauh. dengan menunggangi gajah besar. diiringi banyak prajuritnya. atas perintah Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. Beberapa lama kemudian. maka Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. selanjutnya beliau mengantarkan. oleh karena demikian keadaannya. yang begitu iri hati ke hadapan Ki Gusti Ngurah Jarantik. oleh karena tempat permulaan terjadinya perang antara prajurit Den Bukit. mengambil istri dari golongan Wesya dari Banjar Ambengan Badung. segera beliau merusak parahyangan Agung Batukaru. dan di bagian timurnya ada semak belukar. jika tidak pergi dari daerah Jarantik. sama-sama memperingatkan perjanjian. tempat beliau Panji Sakti berburu. ada terdengar berita. oleh karena gajah tunggangan beliau memakan kacang yang ada di sana. di daerah Gelgel. terdorong atas kejengkelannya Ki Gusti Ngurah Agung. lalu beristirahat di daerah utara desa Beng Gianyar. Bangun Liman nama lainnya sampai sekarang. sehingga tidak luntur rasa cinta kasih dan keteguhan ikatan kekeluargaannya. itulah sebabnya bernama daerah Angon Liman. tidak diketahui dari mana asal mulanya. melawan prajurit Badeng. kesalahannya karena tidak memberikan keris pusakanya. serta keturunannya. setelah selesai daya upayanya. namun akhirnya berdamai juga dengan penguasa daerah Badeng. sampai sekarang. itu yang menyebabkan beliau sedih dalam hati. akhirnya mereka serempak pergi dari daerah Jarantik. bahwasanya itu kutukan Dewata pada dirinya. dimakan oleh gajah tunggangan beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dilengkapi dengan senjata. oleh Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. pergi ke gunung Batukaru. beliau ingin meninggalkan daerah Jarantik. menceriterakan kesusahannya. oleh karena terpikir pasti mati. tiba-tiba ada lebah berpuluh-puluh jumlahnya. oleh karena sudah handal kedudukan Ki Gusti Ngurah Jarantik. dijemput oleh Ki Bendesa Wayan Karang. mencari tempat menuju ke desa Tojan daerah Bala Batuh. pergi ke daerah Jarantik. dihadang oleh banyak prajurit dari daerah Badeng. semua bangunan suci dirusaknya. setiba beliau di sana. terutama Ki Gusti Ngurah Jarantik.Setelah beliau tenteram berada di daerah Buleleng. daerah kekuasaan Bandana. kembali Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. karenanya ada wilayah yang bernama Kacang Bedol. di daerah Jarantik dikecewakan oleh Dalem Bali. tidak melihat lagi ke belakang. perangpun terjadi . sampai sekarang. daerah tempat pertempuran itu selanjutnya diberi nama Taensiat. tikam-menikam. bahwa cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. bagaikan kehendak dewata. setiba beliau di daerah bagian utara tempat suci (pura Satria) Badeng. selanjutnya beliau membangun istana. tidak ada yang berani menentang atau melawan keinginannya. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti segera. berusaha menyelamatkan diri. bagaikan bencana dari Dewata pikirnya. tidak tertahan oleh beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. dipindahkan dari tempatnya. selanjutnya beliau lari beserta dengan prajuritnya. beserta dengan prajurit serta perlengkapannya. yang menguasai daerah Tojan.

tidak boleh mempergunakan senjata yang berkepala/berbentuk babodolan. dengan mengacungkan keris yang terbuat dari baja. kemudian bertemu dengan prajurit Kyayi Agung dari Gelgel. Sri Dalem Cili. berkat baktinya bertuan. bergagang kayu pelet berbentuk babodolan. tangkai keris yang berbentuk babodolan. sama-sama mencari pemimpinnya yang disenangi sendiri-sendiri. bermarkas di desa Panasan sebelah barat Toya Jinah. oleh karena kelicikan Kyayi Agung. mengharap-harapkan akan menggantikan raja Gelgel. lalu menghadiahkan tombak Ki Pangkajatatwa. maka tidak dapat dikejar oleh Ki Gusti Panji Sakti. mengambil keris pusaka Ki Semang. terus juga dikejar. selanjutnya mengganti senjata. tujuannya sebagai tanda sampai di kemudian hari. sampai ke Ler Gunung serta ke daerah Badung. tidak menyenangi tingkah laku Kyayi Agung. terjadilah kehancuran di daerah Gelgel. keinginannya untuk menandingi dalam pertempuran. mencari jalan Ki Gusti Ngurah Panji Sakti yang ditujunya. sehingga beliau ibarat anjing terpukul. serta sudah banyak para menteri dan rakyat yang senang menghamba kepadanya (Kyayi Agung Maruti). ketika bersikap akan berbuat. haripun menjelang malam. sebagai senapati Ki Dukut Kerta. kepada cucunya Ki Gusti Ngurah Jarantik. dadanya tertikam. hendak menghancurkan Kyayi Agung Maruti. memenuhi jalan dengan riuhnya. keinginannya untuk sekaligus dengan bertempur habis-habisan. oleh karena sudah kehendakNya. kepalanya dipenggal. oleh karena sangat tidak berguna. sebagai pemberian resmi kepada cucu. lalu beliau kembali pulang ke Den Gunung. dihadapi oleh Ki Tamlang. terjadilah persidangan para punggawa agung. rusak pukuh kerisnya. oleh karena tidak ada jalan. Entah berapa lamanya. sehingga Ki Gusti Agung terpengaruh. tak terhingga banyaknya. setelah beliau selesai memberikan wejangan kepada anak cucunya tentang ajaran Kamahayanikan. sebagai pemimpin beliau Ngurah Singharsa. oleh senjata dari Ler Gunung. semua keturunannya sampai kemudian hari. sehingga beliau berbalik bersama prajuritnya. melarikan diri dari pertempuran. saling sergap. setelah selesai memberikan surat kepada para manca semua. yang masih tetap setia kepada Dalem. serta tata cara memimpin wilayah. Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. demikian ceritanya. menyebabkan pikiran orang menjadi berbeda-beda. yang sudah dihunus dari sarungnya. sesudah sama-sama menyepakati ikrar itu. menunjukkan kebesarannya. tak mampu bertahan. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti sudah berangkat. dan lembut. saat itu Ki Gusti Agung Maruti dapat kesempatan menghindar bersama prajuritnya. oleh karena sifat loba dan durhakanya Kyayi Agung Maruti. kemudian kalah pertahanan Ki Padang Kerta.kemudian. akan tetapi banyak juga para Arya kesatria bujangga. lalu dibanjiri kanan kiri oleh prajurit dari Ler Adri. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji Sakti kaget terhenti. seraya dikejar oleh prajurit dari Ler Gunung. lengkap dengan segala macam senjata. Tidak lama kemudian. matilah Ki Padang Kerta. patih beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. seberapa jauhnya Ki Gusti Agung Maruti lari. di sana beliau mengutarakan sumpahnya. demikian ceritanya. merangkul semua orang. selanjutnya menuju Gelgel. kacau balau prajurit Ki Gusti Agung Maruti menjadi bubar. dibawa bersembunyi ke Singharsa. oleh Ki Tamlang. setelah mufakat sama-sama berangkat dari daerahnya masing-masing. beliau Ki Gusti Ngurah Panji Sakti penguasa dari Ler Adri sangat hati-hati. semua menyetujui dan satu tujuan dengan Ngurah Singharsa. luar biasa ramai pertempuran itu. sehingga terjadi keributan di wilayah Gelgel. ketika itu Sri Dalem Dewa Agung Jambe masih kecil. kemudian tangkai keris itu pecah menjadi dua. dilarikan oleh para menterinya. oleh karenanya disebut Desa Panasan sampai sekarang. ikut lari. . perkataannya sangat manis. oleh karena sangat kesusahan masyarakat di sana. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Sakti. disangga selengkapnya oleh beliau Ngurah Singarsa.

tunduk setia kepada beliau yang diikutinya. beristri I Gusti Ayu Jelantik Rawit. beliau menurunkan banyak putra serta cucu. masing-masing melakukan kegiatannya. tidak ada yang berani menentang perintah beliau raja. mengambil istri I Gusti Luh Abyan Tubuh. akan tetapi istana di Singaraja dipelihara sebagai tempat bersenang-senang. I Gusti Ayu Rai. pindahnya dari Banyuning. I Gusti Wayan Padang. Sesudah sama-sama pergi ke alam baka. ke Klungkung. Ada putranya Ki Gusti Ngurah Panji Bali. tetap handal selama pemerintahan beliau. I Gusti Oka paling kecil. beserta Ki Gusti Ngurah Panji Made. yang berhasil melahirkan Dewa Agung Panji beserta keturunannya. berputra Ki Gusti Wayan Panji. yang tertua Ki Gusti Ngurah Panji Gede. yang tertua bernama Ki Gusti Ngurah Panji.Entah berapa lamanya. raja Tabanan. menjadi raja di daerah Den Bukit. bernama I Gusti Ayu Jelantik Rawit. adiknya bernama Ki Gusti Ngurah Panji Made. I Gusti Alit Oka. yang pergi ke Bon Tihing. I Gusti Oka. nama lain beliau I Gusti Ayu Den Bukit. beribu Ki Gusti Ayu Rai. yang berhasil menggantikan menjadi raja Den Bukit. selanjutnya beliau beristana di Sukasada. dan yang kedua. Adapun I Gusti Made Munggu. dan lagi I Gusti Nyoman Patandakan. menuju alam Nirwana. Ki Gusti Panji . dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Singaraja. bernama I Gusti Ayu Raka yang tertua. I Gusti Made Padang. beliau tidak berputra. karena dibuat oleh leluhurnya. Beliau I Gusti Made Padang. berputra Ki Gusti Lanang Jelantik. Dan lagi I Gusti Ayu Panji. Ki Gusti Wayan Padang. Ki Gusti Lanang Jelantik. seperti Ki Gusti Ngurah Panji Gede. I Gusti Made Ino. Adapun Ki Gusti Gede Jelantik. I Gusti Made Banjar. masingmasing namanya. dipakai istri oleh beliau yang berkuasa di Sukasada. setelah tiba ajalnya. beliau yang menjadi raja di Singaraja. satu ibu berasal dari desa Panji. beliau mempunyai dua orang putri. anak Ki Gusti Sakti. kawin ke Mangwi daerah wilayah Kapal. dipakai istri oleh beliau Dalem Dewa Agung Made. Ki Gusti Made Banjar. berputra tiga laki-laki. meninggalkan sanak keluarga. pemerintahan Sri Panji Sakti. beliau sebagai raja di istana Sukasada. Adiknya. satu ibu lahir dari golongan Wesya yang berasal dari Banjar Ambengan Badung. I Gusti Nyoman Panji. beliau tetap tinggal di istana Sukasada. dan I Gusti Ketut Intaran Kawan. I Gusti Ayu Panji. supaya tidak hilang dan hancur. mempunyai seorang putri. Adapun tiga orang yang mengikuti I Gusti Ayu Nambangan Mas. I Gusti Made Munggu. lalu digantikan oleh Ki Gusti Ngurah Panji Bali. di Klungkung. I Gusti Ngurah Panji Cede. bernama Ki Gusti Ngurah Jelantik. satu ibu lahir dari I Dewa Ayu Juruh. berputra I Gusti Ngurah Panji Bali. beliau pindah ke Jineng Dalem. I Gusti Nyoman Panji. beliau tinggal di istana Sukasada. mempunyai seorang putri. dua orang laki-laki berlainan ibu. I Gusti Alit Oka. dan entah berapa lamanya. putri raja dari Mangwi. mereka menetap tinggal di Banjar Lebah Klungkung. berputra I Gusti Wayan Ksatra. tidak ada yang berani berbuat durhaka. I Gusti Made Ksatra. meninggalkan banyak putra laki perempuan. sama-sama lahir dari permaisuri. serta I Gusti Ketut Intaran Kawan. berputra Ki Gusti Alit Ksatra. semuanya ikut mengiringkan Ki Gusti Ayu Nambangan Mas Den Bukit. oleh karena sudah dibagi daerah Lor Adri oleh dua bersaudara itu. I Gusti Made Padang berputra Ki Gusti Gede Jelantik. mereka menurunkan banyak keturunan di sana. semuanya diam tunduk dan setia. bernama I Gusti Ayu Nambangan Mas. akhirnya beliau Ki Gusti Ngurah Panji moksah. samasama berada di Singaraja. dipakai istri oleh Ki Gusti Anom dari Kapal Mangwi. I Gusti Panji Dalugdag. Ki Gusti Wayan Gulyang. I Gusti Panji Tahimuk. sama-sama di Sukasada. I Gusti Made Ino. I Gusti Ngurah Panji Made. yang pergi ke Patemon.

yang berkuasa di Sukasada. kemudian terjadilah perang. sehingga gugurlah beliau yang beristana di Sukasada. sehingga yang berkuasa di Singaraja. beserta saudaranya di Banyuning. prajurit beliau semuanya tunduk memohon perlindungan. sehingga semua prajuritnya dipanggil dikumpulkan. apa yang dikatakan. sebagai pemimpin hanya Ki Gusti Ngurah Jelantik. sama-sama tidak hendak mundur. Raja di Singaraja Ki Gusti Ngurah Jelantik. dengan maksud mendahului menyerang kota Singaraja. akan hal kematiannya hampir tiba. jika adiknya meminta bantuan dari Karangasern. hal itu diketahui oleh beliau penguasa Singaraja. serta kereta perang dan perbekalan. dorong mendorong. Adapun anak beliau I Gusti Ngurah Jarantik. mengamuk dengan sangat hebatnya. segera berkemas prajurit itu lengkap dengan senjata. keturunan Arya Patandakan. menyerang mengurung. tak terduga takdir Yang Maha Kuasa. dengan mengandalkan kekuatan senjata dan rakyat. tibatiba sama-sama melarikan diri bubar serta mundur. Lama-kelamaan. sebagai pemimpin taktik dan strategi pemerintahan (makocering niti). beristana di Singaraja. akhirnya semua prajurit Ler Gunung berkumpul menghamba kepada Ki Gusti Ngurah Jelantik. diusahakan merebut kerisnya. sebagai pemimpin daerah Den Bukit. Raja di Amlapura. semakin lama semakin keras bentrok mereka. adapun sebagai pimpinan I Gusti Ngurah Jelantik. oleh karena kebanyakan lawan. sama-sama memimpin bumi Buleleng. Demikian beliau pergi mencari tempat tinggal. sebab rakyatnya sama-sama bakti menghamba. menuju kota Singaraja. dengan yang berkuasa di Singaraja. menerobos ke tengah-tengah medan laga. di balik isi perundingan dulu. didengar oleh kakaknya. bersedia akan membagi pajak bumi Den Gunung. lengkap dengan segala perlengkapan. dengan dibanjiri keberanian. ke depan dengan membawa keris pusaka Ki Semang. oleh karena kebanyakan musuh. jika sudah mencapai tujuan. sebagai lambang adapun Sri Bupati dari Amlapura sebagai raja muda (iwaraja). setelah tiba ajalnya. I Gusti Nyoman Karangasern dinobatkan menjadi raja Singaraja. antara kedua istana itu. akhirnya kedua belah pihak Karangasern dan Singaraja berkumpul. di bagian barat We Mala. akhirnya tersebar pula diketahui oleh rakyat. seluruh pasukan Karangasern. banyak musuh beliau yang terbunuh. luar biasa marahnya kepada adiknya. yang tertua bernama Ki Gusti Bagus Jelantik Banjar. sehingga Ki Gusti Ngurah Panji dapat dikerubut. akhirnya setelah lepas senjatanya beliau pun ditikam. setelah kedua belah pihak sama-sama melakukan pertempuran. berputra Ki Gusti Bagus Panji Celuk. sama-sama beristana di Singaraja. darah beliau memancur. namun karena liciknya daya upaya beliau raja Amlapura. tidak ada yang berani menghalanginya. sehingga prajurit Sukasada menjadi terdesak. terjadilah perselisihan di dalam keluarga. siap untuk berangkat ke Den Gunung. disertai dengan senjata yang bertubi-tubi tan putus-putusnya. berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. sehingga dapat diambil oleh musuhnya.Dalugdag. meminta bantuan kepada Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. Tidak lama kemudian. sehingga sama-sama bersiaga. para prajurit menyebar menyerbu riuh rendah. telah semua prajuritnya sampai di sana. beliau I Gusti Ngurah Jelantik wafat. yang berkuasa di Sukasada. sebagai pengatur siasat I Gusti Nengah Sibetan Wiweka. menjadi medan perang. sebagai raja muda beliau yang bergelar I Gusti Nyoman Karangasern. Lama-kelamaan. itulah sebabnya Ki Gusti Ngurah Panji menjadi marah. sebab sama-sama sangat mempercayai fitnah. timbul pikiran loba dan tamak pada kawan. maka perjanjiannya disetujui oleh beliau yang memimpin Karangamla. ada yang dirasakan dalam hati. membuat perjanjian imbalan terlebih dahulu. . saling tombak. tikammenikam. menyebabkan tunduk kakaknya. saling berguguran. yang pindah dari Karangasern. atas perintah beliau Ki Gusti Ngurah Ketut Karangasern. sebagai manusia yang tidak luput dari kesulitan dan penyakit. sebagai penguasa desa Selat.

Ada adik beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. yang meninggal di Pereyan. Ki Gusti Ngurah Panji. raja di Sukasada. Kembali diceritakan. yang meninggal dalam pertempuran. memerintah sebagai raja wilayah Den Bukit. beserta Dewa Agung Putu di daerah Getakan. sebab beliau sudah pindah ke daerah Kubutambahan. bergelar Ki Gusti Ngurah Agung. sehingga beliau meninggal di Pangambengan Jambrana.. berputra Ki Gusti Gede Panji. serta Ki Gusti Nyoman Pinatih. berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. Ki Gusti Made Clagi. oleh karena rakyat Jambrana tidak setuju menghamba kepada beliau. Sedangkan Ki Gusti Ketut Panji di Singaraja. berputra Ki Gusti Wayan Ksatra. mengungsi desa Pereyan Tabanan. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. Ki Gusti Ketut Panji. diserang oleh prajurit penuh dengan senjata. serta Ki Gusti Made Akeh. beliau meninggal di sana. yang paling tua menurunkan mereka yang berada di Gunung Rata. meninggalkan putra. Ki Gusti Ketut Jlantik. Adapun sanak saudaranya. adalah bekas dua orang saudara bertempur. Adapun Ki Gusti Made Jlantik. Kembali diceritakan. sebab lumpur dari gunung mengalir melaju ke wilayah Sukasada serta Bangkang. mulanya juga dari Karangasern. sampai sekarang. bernama Ki Gusti Ketut Panji. Adapun Ki Gusti Made Panji Muna. yang bernama Ki Gusti Wayan Panji. ketiganya sama-sama meninggal karena tanah longsor. . beliau turun dari singgasana. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. kemudian digantikan oleh Ki Gusti Agung Made Karangasern Sori. lebih kurang selama tiga tahun lamanya beliau berkuasa. keturunan Karangasern. serta Cokorda Mayun Giri. pada Isaka 1737 (1815 M). Ki Gusti Nyoman Karangasern. yang meninggal di medan pertempuran dahulu. adapun yang bungsu bernama Ki Gusti Ketut Panji. yang diambil sebagai istri oleh beliau Dalem Smarapura. Ki Gusti Wayan Panebel. yang mengikuti beliau di Klungkung dahulu. bernama Ki Gusti Ketut Jlantik. adiknya berputra yang menurunkan mereka yang berada di Sampyang Gianyar. selanjutnya beristana di Sukasada.Tak lama kemudian. serta adiknya yang bernama Ki Gusti Made Jlantik. beliau meninggal karena diserang oleh penyakit. berada di Kubutambahan. berada di Sasak. tidak meninggal oleh banjir lumpur itu. oleh karena beliau tidak tegas memerintah rakyat. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. beliau yang menurunkan Cokorda Agung Mangwi. Adapun Ki Gusti Ayu Den Bukit. berada di Panarukan. beliau Ki Gusti Ayu Den Gunung. di daerah Nyalian. karenanya ada bernama desa Baratan. beliau berkedudukan sebagai patih di istana Bangkang. sama-sama berada di Sukasada. Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar. beliau masih tetap tinggal di Singaraja. Adapun yang menang dalam pertempuran. sedangkan yang paling kecil berputra yang berada di daerah Lebah Klungkung. sama-sama berada di Bangkang. yang kalah dalam pertempuran dan masih hidup. sama-sama masih di Sukasada. tidak adil kepada rakyat. semuanya meninggal terbenam dalam lumpur pada tahun Isaka 1737 (1815 M). Adapun yang menggantikan beliau. Adapun anaknya Ki Gusti Wayan Ksatra. sehingga beliau memilih muka. sama-sama berada di Singaraja. sejak lama mengembara di Jembrana. banyak rakyat yang meninggal terbenam oleh lumpur itu. berputra Ki Gusti Bagus Suwi. berputra Dewa Agung Panji. mempunyai putra bernama Ki Gusti Bagus Jlantik Banjar.

Adapun Ki Gusti Bagus Ksatra. pindah dari Tukad Mungga. Ki Gusti Made Akeh. akan menjadi sebab berhenti menjadi raja Den Bukit. dan Ki Gusti Nyoman Panarungan. menghadap raja. saudara beliau Ki Gusti Made Singaraja. telinganya kiri-kanan diberi bunga kembang sepatu merah. terhadap tindak-tanduknya. dan Ki Gusti Ayu Putu Intaran Rudi. disangka oleh beliau raja. putra beliau Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. bertingkah laku tidak senonoh. berputra I Gusti Putu Kari. serta rakyatnya semua. sama-sama berada di Sukasada. Kembali diceritakan. akan kejahatan tuannya. Kira-kira tiga tahun lamanya beliau menjadi raja. Diceritakan Ki Gusti Gede Panji. di Bangkang. Selanjutnya I Gusti Wayan Jlantik yang berada di Sasak. mempunyai seorang putri Ki Gusti Ayu Made Ayu. tetapi tetap niatnya berbuat ganas pada rakyatnya. berputra Ki Gusti Bagus Rai. ia rakyat yang dipercayai menjadi perbekel. semua keturunan pemberani Sri Panji Sakti. berputra Ki Gusti Putu Panji. memohon belas kasihan. ternyata tidak diijinkan oleh beliau raja. serta berselingkuh dengan saudara perempuan beliau. memaksa menerobos masuk istana. beliau memindahkan istana Singaraja. Adapun Ki Gusti Wayan Panji. diduga tidak ada menandingi kewibawaannya. akhirnya keluar sifat angkara beliau. entah berapa lamanya menjadi raja. mengira bukan mustahil rakyatnya semua akan menentang kekuasaannya. ikut juga dibunuhnya. pada saat Isaka 1751 (1829 M). serta saudaranya. Ki Gusti Ayu Jlantik. I Gusti Ketut Jlantik Sangket. belum pantas dihukum mati. ditambatkan di lapangan. Adapun Ki Gusti Wayan Ksatra di Kubutambahan. di Bangkang. selanjutnya dari Sukasada pindah ke Singaraja. di Singaraja. akan tetapi semuanya memendam dalam hati. serta saudara laki-lakinya. dan adiknya Ki Gusti Made Singaraja. berputra Ki Gusti Made Jlantik Jwala. oleh karena kelihatan sebagai raja gila. sebab memberikan hidangan ikan udang kepada beliau. akan tetapi semua sudah kentara bahwa semua mengetahui namun pura-pura tidak tahu. Ki Gusti Wayan Panebel. Ki Gusti Made Kari. dibunuhnya juga selalu memegang pentungan. serta Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. disangkanya jelas akan mencelakakan. sama-sama menurunkan keluarga. setelah memperoleh keputusan. oleh yang bernama Ki Gusti Agung Pahang. ada para arya bernama Ki Gusti Bagus Ksatra dari Singaraja.Ada saudara beliau pergi ke Patemon. ada adiknya seorang wanita bernama Ki Gusti Ayu Made Batan. Oleh karena demikian keadaannya. mayatnya menjadi tontonan orang banyak. di Panarukan. hal itu diketahui oleh para menterinya. berputra Ki Gusti Ayu Putu Puji. setelah sore hari. setelah beliau Ki Gusti Ngurah yang wafat di Pangambengan . sehingga melanggar tata susila yang sudah ada. beserta saudaranya di Bangkang. berputra I Gusti Nyoman Panji. serta ke Bon Tihing. dan ke Depaha. memohon jenazah kakaknya. tidak diceritakan selanjutnya. Ki Gusti Nyoman Pinatih. Ki Gusti Made Celagi beliau banyak menurunkan putra. Ki Gusti Putu Kebon nama lainnya. sehingga beliau Ki Gusti Ngurah Pahang menjadi was-was. beserta sanak keluarganya semua. luar biasa marahnya Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ayu Rai. beliau digantikan. anak beliau Ki Gusti Ketut Panji. karena curiga pada diri atas perilakunya yang tidak senonoh. sama-sama di Tukad Mungga. tidak sedikit menyakiti rakyatnya. terdorong oleh karena sudah kehendakNya. mempunyai seorang putri bernama I Gusti Ayu Rai. ke sebelah barat jalan. Selanjutnya jenazah Ki Gusti Bagus Ksatra. . Adapun Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Bagus Suwi. Pan Apus nama lainnya. ada pula yang bernama Wayan Rumyani. adiknya Ki Gusti Made Batan. beliau Ki Gusti Bagus Ksatra. Ki Gusti Bagus Jlantik Kalyanget. gamya-gamana. tidak ada yang berani membuka mulut. lalu bersama-sama mengadakan perundingan. barulah mayatnya diserahkan kepada sanak saudaranya. dan Ki Gusti Ketut Panji. beserta saudara laki-laki. disuruh membunuh oleh Ki Gusti Agung Pahang.

beliau yang menurunkan keturunan di Sukasada sampai sekarang. segala yang mengakibatkan kematian. disuruh untuk menghancurkan para arya yang ada di Ler Adri. bahwa akan membunuh semua para arya Buleleng. melakukan persidangan. sama-sama ada di Sukasada. tidak menunggu sehari. Ki Gusti Made Kari. sebab tidak ada yang berani masuk ke istana. menyuruh untuk kembali pulang. sehingga terlepas dari kematian. bermaksud ikut mengamuk di istana. lalu segeralah ia melompat mencari perlindungan. oleh karena angkatan bersenjatanya sangat hebat jitu melaksanakan perintah sang raja. supaya tidak ada tersisa. mengadakan pertunjukan wayang kulit. membawa wayang Bima dan Tuwalen. sesudah disepakati oleh para arya keturunan Karangasern. kacau balau. adapun Ki Dalang Gulyang sedang memainkan perang wayang. Ki Gusti Agung Pahang. tua muda. sebab kehendakNya tidak dapat dilawan. di antaranya. durhaka mengamuk dalam istana. bagaikan bergunung mayat dan berlautan darah kenyataannya. setelah kesepakatan raja selesai. adapun sebagai Dalangnya bernama Ki Gulyang. adapun sang dalang saat itu sedang memegang wayang Bima. memporakporandakan para arya Den Bukit. itulah kesempatan para arya semuanya. beliau raja Pahang mengadakan keramaian di istana. menonton wayang. ada juga yang tersisa. yang berhasil menurunkan keturunan sampai sekarang. sama-sama menunggu di jalan raya. sama-sama keluar dengan membawa senjata. tentang pemberontakan para arya Buleleng. seketika mendadak dikerahkan para prajuritnya lengkap dengan senjata. disambut dengan suara kentongan bertalu-talu. bertempat tinggal di Panataran. sehingga hiruk-pikuk mondar-mandir. akhirnya mereka menyebar mengacau. sebab sangat besar dosanya terhadap sang raja. Kenyataannya.Pada saat hari baik. beliau sama-sama pindah ke wilayah Desa Kapal Mangwi. Keesokan harinya. serta membawa Capala. demikian cegahan Ketut Karang. ternyata lamban tindakan para arya itu kurang cepat mengelak. layarnyapun robek. bagaikan dilindungi oleh dewata persembunyiannya. sebagai kepala penjaga istana. untuk menciptakan kebesaran keturunan beliau Ki Gusti Ngurah Panji. setelah demikian keadaannya. walaupun beberapa banyaknya prajurit beliau. dihadapkan oleh semua para manca. sebab beliau raja sudah pergi mengungsi meninggalkan istana. akan tetapi para arya Den Bukit tidak ikut. di halaman kedua istana. ada yang menikam ke arah Dalang yang sedang memainkan wayang. dihadapkan dalam persidangan. Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. laki perempuan. mereka tak mungkin sampai habis dihancurkan. beserta pengikutnya. Ki Gusti Ketut Panji. luar biasa riuhnya orang-orang. mungkin tujuannya akan menemui bahaya. oleh karena sangat gelapnya. hanya menunggu keluarnya beliau sang raja. oleh karena kagetnya. beserta saudaranya Ki . siapakah itu yang masih hidup?. beserta capalanya. juga Ki Gusti Agung Pahang belum keluar. itu sebabnya berpuluh bahkan sampai ratusan mereka yang dapat ditikam dengan keris. mengamuk orang-orang yang menonton wayang. demikian diceritakan. seisi istana. serta tombak. sudah siap dengan senjata. Tidak diceritakan banyaknya yang mati dan terluka di tempat orang menonton. Diceritakan ada yang bernama Ketut Karang. menonton. mengingatkan Ki Gusti Made Singaraja. serta wayang Tuwalen. sehingga hancur beserta dengan anak-anaknya (arare cili). tetapi didorong oleh kekuatan suci beliau yang sudah mendahuluinya (wafat). menuju rumahnya masing-masing. lalu mereka yang menyerang kembali pulang semuanya. mencari perlindungan. demikian kira-kira pertanyaannya. sampai tengah malam. ia berbicara. dari desa Banjar. akhirnya semua para arya kepayahan menunggu. tidak akan berhasil jika langsung masuk ke dalam istana.

menjadi penguasa Den Bukit. oleh pemerintahan Belanda. menyebabkan panas pada saat musim hujan. yang masih bakti menghamba. bernama Ki Gusti Ayu Pakisan. yang bernama Ki Gusti Ketut Panji. keturunan Sri Panji Sakti dahulu. keberanian beliau Ki Gusti Patih terkenal ke mana-mana sampai ke pelosok Pulau Bali. sama-sama berada di Sukasada. bertengkar berperang dengan sanak keluarga. perbuatan semasa hidup didorong oleh perbuatannya dahulu. beliau adalah putra dari Ki Gusti Made Kari. Ki Gusti Agung. sehingga orang-orang menjadi ribut. disetujui oleh para manca dan punggawa semua. akhirnya rakyat Den Bukit mengalami kekalahan. kedudukannya sebagai patih. bagaikan malapetaka dari-Nya. Entah berapa tahun lamanya. sampai sekarang. Ada saudara tertua beliau Ki Gusti Made Rai seorang wanita. akhirnya lari ke wilayah Karangasern. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. adiknya bernama Ki Gusti Ayu Rai. lamanya perang hingga tiga tahun. sehingga dinobatkan bergelar Ki Gusti Made Rai di Sukasada. segera semakin diketahui oleh rakyatnya semua. akan keberanian beliau menggempur musuhnya yang sakti. sama-sama pergi menyelinap di hutan-hutan wilayah desa Panji. seperti Payangan. yang pergi ke daerah Kapal Mangwi. sebab beliau mengalahkan desa-desa yang ada di wilayah pegunungan Bangli. yang laki bernama Ki Gusti Made Panji. Adapun adik beliau Ki Gusti Made Kari. negara menjadi terpecah. Kembali diceritakan. dan berhasil menurunkan yang di istana Kubutambahan. Ki Gusti Putu Kari nama lain beliau. Setelah demikian. yang memerintah di Den Gunung. . pergi ke desa Pakisan. memilih raja keturunan Den Bukit seperti dulu kala. sama-sama mengungsi menuju wilayah desa Soka Tabanan. hasil panen tidak berhasil. berselisih dengan pemerintahan Belanda. berusaha menyelamatkan diri. menyebabkan terjadinya permusuhan. sebabnya Ki Gusti Ngurah Pahang.Gusti Ketut Jlantik Sangket. perangpun terjadi sangat hebat. tidak ada lagi keturunan raja Karangasern yang memerintah di Buleleng. setibanya beliau di sana. adapun raja Ngurah Made. diusahakan mencari yang benar-benar keturunan para arya. serta Ki Gusti Nyoman Panarungan. yang menggantikan kedudukan raja Buleleng. lari pergi menuju wilayah Karangasern. perbuatannya gamya-gamana dengan adik. akhirnya beliau dibunuh oleh rakyat Karangasern. tiba-tiba ada perbedaan pendapat Ki Gusti Patih Ketut Jlantik. pada saat diserang oleh Ki Gusti Agung Pahang dahulu. serta adiknya Ki Gusti Made Batan. Pendeknya. setelah pembicaraan selesai. antara Belanda dengan rakyat Bali. karena ditolong oleh rakyatnya masing-masing. kembali mengangkat raja. Selanjutnya Ki Gusti Putu Kebon. beliau yang menurunkan para arya di istana Bangkang sampai sekarang. pada Isaka 1768 (1846 M). beliau berputra Ki Gusti Ayu Griya. kebutuhan sehari-hari jarang. sangat luar biasa pujian rakyat. Adapun Ki Gusti Bagus Ketut Jlantik Batupulu. dan pemerintahan Belanda yang berhasil menang di Buleleng. apa sebab sama-sama masih hidup. diberi mandat memerintah negara Buleleng. dibantu oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Gingsir. menurunkan keturunan di Karang Buleleng Sasak sampai sekarang. tidak menyimpang akan titah Nya. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. Digantikan oleh beliau yang bernama Ki Gusti Ngurah Made. sama-sama tidak tertahankan oleh para manca serta semua rakyat . selanjutnya K-i Gusti Agung Pahang dikepung oleh rakyat bersenjata. beliau juga keturunan Karangasern. semakin bertambah angkara murkanya. beliau yang menurunkan sanak keluarga para arya Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ayu Bulan. untuk menjalankan pemerintahan. disertai prajuritnya. sebab dipilih oleh semua orang yang menginginkan.

Juga beliau Ki Gusti Ketut Jlantik Jwali. Ki Gusti Ketut Rai serta yang lain ibu dengan Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. Ki Gusti Ketut Ksatra. lain dari itu. tidak mengetahui asal-usulnya. didorong oleh nafsu. Setelah mendapat kata sepakat oleh pemerintahan Belanda. selanjutnya pindah ke Singaraja. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. berputra Ki Gusti Putu Panji. semua kembali ke wilayah Desa Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ayu Kaler. semula berkedudukan di Tukad Mungga. bergelar Ki Gusti Nglurah Ketut Jlantik. beliau berputra Ki Gusti Bagus Panji Cuwag. serta Ki Gusti Ayu Putu. sangat keras mengikuti keinginan berjudi. setelah bercampur dengan orang-orang yang beragama Islam. ada para arya yang berbudi ingkar lupa akan leluhurnya. putra beliau I Gusti Putu Kari. Kemudian dari hasil keputusan pemerintahan Belanda. serta Ki Gusti Ketut Tangkeban. Entah beberapa lamanya. serta Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ayu Panji. Ki Gusti Made Karang. dibantu oleh para menteri. sehingga dipilih beliau Ki Gusti Ketut Jlantik di Kubutambahan. beberapa bulan meninggalkan istana.Adapun Ki Gusti Nyoman Panji. Adapun ipar baginda raja. sebab beliau memang benar-benar keturunan Sri Agung Panji Sakti. Ki Gusti Ayu Made Taman. Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Ayu Rai. Ki Gusti Ketut Kaler. sehingga tinggal di rumah orang yang beragama Islam di pesisir Singaraja. oleh karena para Arya Buleleng sama-sama mencari keselamatannya masing-masing. Ki Gusti Made Rai. Ki Gusti Nyoman Jlantik. ada keturunannya sampai sekarang. menuruti jalan hidupnya. dibantu oleh ayah beliau Ki Gusti Putu Kari. yang bernama Ki Gusti Ketut Jlantik Sangket berputra Ki Gusti Wayan Jlantik. Yang lainnya. Putu Kebon nama lain beliau. yang pergi menuju desa Alas Panji. sebab lahir di desa Soka. sama-sama kembali ke Bangkang. Adapun Ki Gusti Bagus Jlantik Batupulu. diiring oleh para penjudi. itu semuanya lalu bertempat tinggal di Tukad Mungga. sama-sama bertempat tinggal di Sasak. Ki Gusti Ayu Mas. oleh karena tidak menghiraukan rakyat. Ki Gusti Nyoman Banjar. meniru yang ada di istana Bangkang. raja muda dengan jabatan sedahan agung kedudukan beliau. Puri Kanginan. akhirnya beliau turun dari singgasana. patih kedudukan beliau. Adapun Ki Gusti Putu Kari. dahulu. demikian . Ki Gusti Ketut Kaler. yang sudah jelas tidak setia pada agamanya. dinobatkan menjadi raja di Buleleng. keturunan keempat dari Ki Gusti Agung Rai. Ki Gusti Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik. bernama Ki Gusti Putu Batan. yang pergi ke Desa Pakisan. lebih kurang tiga tahun lamanya. pada saat mengungsi dahulu. tidak ingat akan kewajibannya sebagai raja. Juga adik beliau yang bernama Ki Gusti Made Batan. pindah dari Kubutambahan beristana di Singaraja. serta Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Made Rai menjadi raja Buleleng. Adapun adik beliau Ki Gusti Nyoman Panji. masih berada di Tukad Mungga. tinggal diam di desa Panji. punggawa semuanya. Ki Gusti Made Banjar. Ki Gusti Ayu Nyoman Rai. Ki Gusti Ketut Ksatra. yang pergi ke desa pegunungan di daerah Soka Tabanan. berkedudukan sebagai punggawa di Kubutambahan. Ki Gusti Nyoman Oka. Selanjutnya membangun tempat pemujaan di rumahnya di Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ayu Nyoman Soka nama beliau. menjadi beragama Islam. sama-sama diberi kedudukan oleh baginda raja. tenggelam dalam sabungan ayam. ketika diserang oleh beliau Ki Gusti Agung Pahang. semuanya kembali ke Kubutambahan. berputra Ki Gusti Putu Batan. Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ketut Banjar. dan Ki Gusti Bagus Jlantik.

berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Panji. Ki Gusti Made Jlantik. Adapun Ki Gusti Wayan Jlantik. beliau dijadikan istri oleh Ki Gusti Putu Griya. istri beliau Ki Gusti Ketut Putu di Bangkang. Ki Gusti Ayu Rai. berputra Ki Gusti Ayu Dangin. serta KI Gusti Made Panji. adiknya Ki Gusti Made Ksatra. Adapun I Gusti Nyoman Panarungan. istri beliau Ki Gusti Made Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Rai. pindah ke Depaha. Adapun Ki Gusti Agung. Ki Gusti Made Togog. sebagai pemimpin orang-Bali di Buleleng. berputra Ki Gusti Ayu Sekar. sama-sama berkedudukan di Sukasada. yang tertua Ki Gusti Bagus Rai. Adapun Ki Gusti Ketut Ksatra. Ki Gusti Panji Cuweh. berputra Ki Gusti Putu Panji. Setelah keadaan demikian. berputra Ki Gusti Ayu Turun. sebab sudah tiga giliran waktunya pembagian takdir Yang Maha Kuasa. berputra Ki Gusti Bagus Jlantik Dawuh. Entah berapa lamanya. beliau banyak menurunkan keturunan.keluarga raja keturunan istana Bangkang. berputra Ki Gusti Bagus Bebed. hanya Ki Gusti Bagus Jlantik kedudukannya sebagai patih. Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran. Ki Gusti Ketut Jlantik. serta Ki Gusti Ketut Putu. Ki Gusti Nyoman Jlantik. istri beliau Ki Gusti Bagus Jlantik dari Bangkang. sehingga ada saja alasannya untuk menghukum. serta yang bungsu Ki Gusti Bagus Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik. Ki Gusti Ketut Rai. Ki Gusti Ketut Perasi. yang dijadikan istri oleh Ki Gusti Made Singaraja. serta Ki Gusti Ayu Jlantik. menyebabkan tenang dan sempurna baginda raja. Ki Gusti Ayu Mas. menyalahkan Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. Adapun Ki Gusti Nyoman Banjar. Ki Gusti Ayu Selat. Ki Gusti Ayu Putu. Kembali diceritakan. Ki Gusti Ayu Nyoman Tilem. Ki Gusti Ketut Ayu. dibantu oleh sanak keluarga dan tanda mantri serta punggawa. Adapun yang berada di istana Bangkang. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik Jebel. selanjutnya Belanda sebagai penguasa daerah Buleleng. Ki Gusti Putu Gunung. Ki Gusti Ayu Made Rai. Ki Gusti Made Banjar. selanjutnya beliau dijadikan orang buangan di Pulau seberang yaitu wilayah Padang Pulau Sumatra. serta adiknya Ki Gusti Made Raka. Ki Gusti Made Jiwa. Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Jlantik.. Adapun Ki Gusti Ketut Tangkeban. Ki Gusti Ayu Made Ayu. Ki Gusti Nyoman Jlantik Ceples. Adapun Ki Gusti Nyoman Oka. disertai dengan perputaran jaman. tentang keturunan beliau Ki Gusti Made Rai di Sukasada. sehingga beliau diberhentikan menjadi raja. Ki Gusti Made Selat. bagaikan kehendak-Nya. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. Adapun Ki Gusti Made Panji. Ki Gusti Ayu Jlantik. Kemudian Ki Gusti Ketut Rai. Kemudian Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ketut Tangi. di Bangkang. Ki Gusti Made Celagi. menyebabkan banyak yang saling fitnah. Ki Gusti Ketut Jlantik. tidak ada rajanya lagi. Ki Gusti Ayu Made Rai Kebring. di Singaraja. Ki Gusti Nyoman Karang. istri beliau Ki Gusti Ketut Putra di Tukad Mungga. Ki Gusti Ayu Ketut Rai. serta yang berada di Sukasada. dengan cara-caranya sendiri. di Singaraja. diakibatkan oleh keinginan Belanda untuk menguasai negara. Ki Gusti Ayu Ketut Panji. Ki Gusti Putu Gianyar. Ki Gusti Bagus Dalang. istri beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. istri beliau Ki Gusti Nyoman Gunung. di Tukad Mungga. Ki Gusti Putu Canang. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. berputra Ki Gusti Putu Cede. . Ki Gusti Ayu Made Panji. Ki Gusti Ketut Panji. menyebabkan keadaan menjadi kacau. serta Ki Gusti Made Kaler. berputra Ki Gusti Putu Intaran. berputra Ki Gusti Ayu Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Dalem. istri beliau Ki Gusti Bagus Rai dari Tukad Kemudian Ki Gusti Ketut Panji. beliau tidak mempunyai keturunan. Ki Gusti Ayu Kajeng.

istri beliau Ki Gusti Putu Cede di Bangkang. Pura Dalem Batu Kuub . istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. Demikian keturunan beliau yang ada di Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Bagus. berputra Ki Gusti Bagus Rai. Adapun Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik. bernama Ki Gusti Ayu Kompyang. Denpasar Utara. guntur dan halilintar. istri beliau Ki Gusti Putu Selat di Tukad Mungga. Adapun beliau Ki Gusti Nyoman Jlantik. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede di Tukad Mungga. Ki Gusti Nyoman Raka. Ki Gusti Ayu Made Sekar. serta Ki Gusti Ketut Putra. serta Ki Gusti Ayu Ketut Griya. Ki Gusti Ayu Nyoman Ayu. sama-sama diambil sebagai istri oleh Ki Gusti Ketut Jlantik. yang bernama Ki Gusti Putu Panji. satu tempat suci untuk pemujaan bagi beliau semua. istri beliau Ki Gusti Putu Gianyar di Bangkang. Sanghyang Pasupati beryoga di Gunung Raja. berputra Ki Gusti Ayu Putu Sekar. Ki Gusti Putu Selat. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Sekar. Ki Gusti Ayu Jlantik. Ki Gusti Nyoman Jlantik Gunung. istri beliau Ki Gusti Putu Intaran di Tukad Mungga. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Rai. adiknya Ki Gusti Ayu Made Panji. bekas raja Buleleng yang terakhir. serta Ki Gusti Ayu Rai. beliau mempunyai seorang putri. di Singaraja. adiknya Ki Gusti Made Jlantik. istri beliau Ki Gusti Ketut Ksatra di Bangkang. istri beliau Ki Gusti Ketut Cede. beliau semuanya ada di Bangkang.Ki Gusti Nyoman Raka. menimpa batu. Ki Gusti Ayu Kompyang Ayu. Ki Gusti Made Singaraja. Adapun yang ada di Tukad Mungga. semuanya bersatu dalam satu tempat pemujaan masing-masing di desa Tukad Mungga. Ki Gusti Ketut Ksatra. berputra Ki Gusti Putu Center. Br. beliau tidak mempunyai keturunan. serta yang bungsu Ki Gusti Ketut Putu. Maka timbul lah gempa bumi. di Tukad Mungga. serta Ki Gusti Ayu Made Griya. Selanjutnya Ki Gusti Ketut Banjar. Ki Gusti Ketut Jlantik. berputra Ki Gusti Ayu Kompyang Kaler. Yoganya sangat mantap. berputra Ki Gusti Putu Intaran. Bantas. Ki Gusti Made Oka. istri beliau Ki Gusti Putu Griya di Singaraja. istri beliau Ki Gusti Nyoman Raka. Kemudian muncul lah . putra beliau tertua bernama Ki Gusti Putu Griya. istri beliau Ki Gusti Made Celagi di Bangkang. Selanjutnya Ki Gusti Putu Batan. Inilah Babad Pura Dalem Batu Kuub. Ki Gusti Ayu Nyoman Rempeg. Adapun Ki Gusti Ketut Kaler. serta Ki Gusti Ketut Cede. istri beliau Ki Gusti Made Singaraja. Ki Gusti Ayu Made Rai. Adapun Ki Gusti Ketut Jlantik. Ki Gusti Ayu Made Jlantik. Desa Peguyangan Kangin. lalu dilemparkan dan jatuh di sungai. Serta Ki Gusti Made Karang.Bagian 1 [langsung ke bagian 2] Pura Dalem Batu Kuub. Selanjutnya Ki Gusti Bagus Jlantik Patih. angin topan. berasal dari keturunan di Kubutambahan.

Sejak itu sungai itu dinamakan sungai Lipak. di wilayah hutan Raja". yang patut menjadi raja?" Si Lembu. Setelah tiba di tengah hutan. hanya salah seorang berhak menjadi raja". yakni Dalem Putih dan Dalem Selem (Hitam). Si bocah hitam berkata: "Wahai Lembu. Kelak akan dinamakan Batu Makelepan (Batu Bersinar)". nama tempat penggembalaanmu adalah Taro. sebab hitam adalah perwujudan Wisnu. Lembu?" Si Lembu menjawab: "Tempatku di hutan. di manakah kau tinggal. di sana lah Tuan patut membangun istana. Engkau lahir dari batu. bernama Dalem Kembar. Demikian pula. disinari oleh matahari. saya tidak mengetahui di mana rumah saya". di mana ada batu bersinar. Kedua bayi itu bermain-main. siapakah namamu? Siapakah nama ayahmu? Siapakah nama ibumu?" Bocah itu menjawab: "Saya tidak mengetahui orang tua saya. Namun. sebab engkaulah yang bisa mengetahui dan menjelaskan (ngetarang) kerajaanku". Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Si bocah berkata: "Wahai Lembu. Sejak sekarang Tuan bernama Dalem Batu Putih dan Dalem Batu Selem. rupanya hitam. Kedua bocah itu berkata: "Wahai Lembu. tuan tidak boleh bersamaan naik tahta kerajaan menjadi raja. sejak sekarang. Si Lembu menyahut: "Saya tahu asal-usulmu. menyahut: "Yang berhak menjadi raja adalah yang hitam. Tuanku telah menyumpah tempat tinggal . di hutan. dan ditanya: "Wahai anakku berdua. namun ada yang aku tanyakan kepadamu. Demikian lah kata si Lembu. di manakah sepatutnya aku bertempat tinggal?" Si Lembu menjawab: "Karena Tuan perwujudan batu. siapakah di antaraku. Ada pula bayi muncul dari buih. Tuanku adalah putra Sanghyang Pasupati. yang bisa menciptakan keteduhan dunia".bayi dari batu itu. Si Lembu menjawab: "Hamba setuju. aku berterimakasih. Demikian lah kata si Lembu kepada si bocah hitam. lalu ditemukan oleh si Lembu. rupanya putih.

beliau beristirahat bersama rakyatnya. Setelah tiba di barat. Di sini lah beliau menyumpah hutan ini semoga kelak jika menjadi desa supaya bernama Batuyang. begini besar rasa baktimu kepadaku. sebab kita lahir kembar. Penyelaweyan. di mana pun kelak kau tinggal supaya tetap bertemu denganku. Lama sekali ia mengembara ke arah barat daya di tengah hutan. mungkin karena dianugerahi Tuhan. Dangka. pulang ke sorga. Begitu lah kata Dalem Batu Selem. Tidak ada orang ditemukan di sana. maka aku akan meninggalkanmu. kalian semua bisa menempatkan keagunganku. Pasek. Pikiranku sedih seperti telah hancur". sebab demikian pesan si Lembu. Ada pesan Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. baik-buruk harus dilalui bersama. Lalu beliau tinggal di sana. maka ada air keluar dari tanah. Hamba menyumpah tempat ini sebab di sini lah Tuanku bertemu dengan hamba. kelak akan bernama Desa Ketemu. ia sangat terkejut karena secara tiba-tiba ada. Beliau mawas diri. Demikian kata Dalem. Kini kedua bocah itu berbincang. Oleh karena itu. bersedih hati karena amat kelaparan. Dikisahkan Dalem Batu Putih dengan ikhlas pergi menuju ke barat. maka teman-teman di bawah tidak akan berani menghadap. Hatinya pun menjadi lega. sebab telah ada belas kasih si Lembu. Aku menamakan tempat ini kelak menjadi desa Batuaji". Tiba-tiba si Lembu menggaib. Sejak ini bernama desa Atege. desa ini akan aku tinggalkan. beliau tinggal dengan sangat tenang. Demikian kata Dalem Batu Putih. pikirannya amat bersih. yaitu Gaduh. lalu ia memuja Sanghyang Pasupati. Tidak pernah makan. Ngukuhin. Hamba mohon diri. Ia duduk di tengah hutan. supaya bernama Taro. Lalu diiringi oleh rakyatnya. Air itu lah diminumnya. Sahabatnya semua ikut mengiringi. Batu Putih berkata: "Wahai Batu Selem. Demikian dipikir oleh Dalem di . Jika tuanku belum mengenal hamba. Dalem berjalan ke arah barat. hamba adalah I Lembu Nandini". Oleh karena itu. beliau menyumpah bersama para sahabatnya. Ada selama satu bulan berada di sana. Hanya itu lah pesan hamba. beliau berjalan ke arah barat. tidak bisa berjalan. Lalu Dalem Batu Selem menuju tempat tinggalnya. lembu yang ada di Taro itu berkurang satu ekor. tetapi jangan lupa bahwa kita lahir kembar. Betapa sangat baktinya mereka menjunjung Dalem. Kebayan. di sini lah kau bertahta menjadi raja. Amat sangat haus dan kelaparan. Doanya terkabulkan. Setelah ia menyumpah hutan itu. yang mengatakan dirinya adalah putra Sanghyang Pasupati. Para sahabatnya sangat senang mengiringi. menyumpah suatu tempat bertemu". Tempat yang dituju itu kemudian bernama Desa Losan. Oleh karena itu. Adalah pesan Dalem: "Nah. aku akan menyumpah tempat ini. supaya aku juga dapat menjadi raja". Jika menjadi raja. Beliau tiba di tengah hutan. Ia kelelahan di tengah hutan. Dalem Batu Selem menjawab: "Baiklah. karena berkat sahabatlah aku bisa tiba di sini. berpikir dalam hati bahwa jika menjadi orang besar.hamba. Disitulah beliau dibuatkan tempat tinggal. Ia teringat kepada pesan si Lembu. maka teman-teman yang lebih rendah tidak akan berani mendekat. silakan kau berangkat. Sumpah Dalem adalah: "Sejak ini. Karena aku tidak boleh bersama-sama bertahta denganmu di sini.bincang. mencari tempat lain. banyak rakyat datang menjemputnya. dan kau sudah menjadi raja. tempat ini bernama desa Batu Bulan. Kata Dalem: "Wahai sahabatku sekalian. aku akan meninggalkanmu ke desa Panji.

I Dukuh Prateka Sakenan. yang tinggal di Sakenan. kelak bernama desa Taman. Saudaraku Dalem Batu Selem sudah menjadi raja di wilayah Gelgel. jika Paduka menginginkan tempat tinggal. "Aku tidak tahu orangtuaku. Aku lahir kembar. semakin tidak enak hati beliau. hamba akan menghaturkan bersama teman-teman hamba". amat sangat berbakti kepada Dalem. Lama beliau tinggal di sana. bertujuan memohon tempat yang pantas menjadi istana Dalem Putih. Orang kecil lah yang senang dan bersih pikirannya sehingga menemukan Dewa. siapakah namamu?" I Dukuh terkejut dan segera mengambil Dalem dan didudukkan di atas dipan. Semakin lama beliau tinggal di sana. lalu beliau pergi menyelinap dan kemudian memuja. tetapi pikirannya suci bersih. Setelah Dalem selesai memuja. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. pada saat rendah hati. Kemudian beliau berjalan menuju arah selatan. "Siapakah orangtuamu?" Jawab Dalem:. suci dan bersih. Pikiran beliau sangat senang. Sekarang aku menyumpah.dalam hati. tiba-tiba ada banyak rakyat datang menghadap. Hati Dalem bagaikan dihiasi emas. Ada sabda dari langit yang tertuju kepada Dalem Putih. Tempatmu untuk pergi menghadap bernama Seman Bantas. aku menyumpah kelak tempat ini bernama Kalanis. Oleh karena itu. dan tiba di Sakenan. Kata Dalem: "Aku setuju". juga akan menemukan keselamatan. yang suci bersih didasari oleh rasa rendah hati. tempat beliau menyucikan diri. Aku belum dapat menjadi raja berkat pesan si Lembu sehingga aku pergi mengembara. bukan yang menengah. Aku dilahirkan di sungai Limpar Kembar. Aku lahir dari batu. Dukuh Sakenan bertanya: "Tuanku. kebesaran hatimu lah menemukan keselamatan. Batin yang tajam. Teman-temannya setuju. Hamba mengabdi kepada Paduka. Dalem terkejut. beliau kemudian menyumpah tempat itu supaya kelak bernama desa Kayun Mas. Beliau dihadap oleh I Dukuh Prateka. menjadi tempat tinggal segala makhluk". Lalu I . hamba adalah abdi Paduka. Kata Dalem kepada sahabatnya: "Wahai sahabatku sekalian. Wahai kakek. lalu Dalem merendahkan diri. bernama Dalem Tungkub. Di sini aku merahasiakan identitas diri. teringat ketika membangun desa di Batuyang. bukan yang besar. Aku ingin mencari tempat tinggal supaya sesuai dengan kodratku sebagai Dalem Batu Putih". yakni supaya beliau pergi ke arah selatan. Paduka lah yang menurunkan hamba. hitam (selem) dan putih. lalu menyumpah tempat itu menjadi Dalem Yang Batu. aku menemukan keselamatan berkat sahabatku. Baik lah. Beliau memuja Sanghyang Pasupati. hamba tidak mengenalmu. Tempat itu kemudian disumpah oleh beliau. hamba lah yang memiliki Paduka. Oleh karena itu. Tuanku hendak ke mana?" Dalem menjawab: "Aku adalah Dalem Batu Putih. Demikian kata Dalem. sama seperti ketika beliau berada di Batuyang.

Lalu Dalem berjalan diiringi oleh I Dukuh. ayah berkaul. baru kali ini aku menemukan bambu gading hamil". Karena kau lahir dari bambu gading. Se-keturunanmu dan se-keturunanku kelak tidak boleh tidur memakai galah bambu. Perjalanan beliau dipakai dasar pertimbangan dalam pembangunan istana (puri). lalu I Dukuh menyampaikan kepada Dalem: "Daulat Tuanku Dalem. Kelak. kita berbahagia dikunjungi oleh Dalem yang menginginkan tempat tinggal. Kau harus belajar dan menyucikan diri. maka istananya diberi nama Jimbaran. Lama-kelamaan hingga si bayi menjadi dewasa. Sedangkan Dalem kemudian bergelar Dalem Batu Putih Jimbaran. Hamba setuju. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. kelak supaya ada Dukuh di Uluwatu". maka kau akan kuberi nama I Luh Pering Gading. Siapa saja . tidak pernah terserang penyakit. . dan menebang bagian bambu gading yang hamil itu. Dan ajaklah beliau ke Uluwatu.keturunanmu dan se-keturunanku yang tidur memakai galah bambu. membunuh kijang. Putra I Dukuh setuju. Oleh karena itu. Kandungannya itu melahirkan bayi wanita. Para abdi Paduka akan mengiringi Paduka membangun istana". Ajarkanlah kepada kerabatmu supaya mengenal sopan-santun. semoga terserang penyakit grehasta". Beliau tiba di Uluwatu. kau lah mengambil bayi. Demikian kata Dalem. se-keturunanmu dan se-keturunan ayah tidak boleh membencanai kijang. Jika kau membunuh kijang. Dalem berkata: "Wahai Dukuh. ada seekor kijang datang dari hutan. maka sejak sekarang tempat ini bernama Luhur. Karena ujung bambu ini menghilang ke langit. Kata I Dukuh: "Daulat Tuanku Dalem. ingat lah sejak sekarang. Tiba-tiba ujungnya melesat ke langit dan menghilang. Istana Dalem pun selesai. sebab leluhurmu berasal dari bambu. sebab terbang ke langit artinya luhur (tinggi). semoga kau terserang penyakit grehasta (penyakit keturunan). Ajaklah beliau ke sana dan supaya dijunjung oleh kerabatmu sekalian. ini dan peliharalah di sini. Ketika itu. apakah yang hamba pakai menebang?" Dalem teringat membawa keris pusaka ketika dilahirkan di sungai Limpar. Siang malam diemban oleh si kijang. Dalem terkejut menemukan pohon bambu gading hamil. Lalu beliau menghunus keris I Jala Katenggeng. makan daging kijang. I Dukuh disuruh menebang. Tuluskanlah rasa baktimu kepada beliau. Dalem berkata kepada I Dukuh: "Wahai Dukuh. si tua-bangka ini tidak bisa mengiringi Paduka. Dikisahkan I Dukuh Uluwatu sangat bersedih memelihara si bayi karena tidak mempunyai ibu. Hamba akan tinggal di sini menjadi Dukuh. Kalianlah mengiringi beliau. Karena sangat panjang dan lebar oleh beliau berjalan dari Limpar.Dukuh memanggil anaknya: "Wahai anakku. di mana dicarikan air susu ibu. Ketika I Dukuh bersedih memelihara si bayi. Abdi Paduka lah yang akan mengiringi Paduka. Demikian lah sumpah I Dukuh. yang bernama keris I Jala Katenggeng. siapa pun mohon air suci untuk upacara supaya memakai sarana ujung bambu bercabang". dan tiba-tiba menyususui bayi. Kau tumbuh dengan selamat hingga remaja. ia ibarat sama dengan diri hamba". Hamba tidak membawa apa-apa. disusui oleh kijang. Hamba. I Dukuh berkaul: "Wahai anakku.

dia adalah anak hamba". Dalem menjawab: "Wahai Dukuh. yakni berkebun. I Dukuh menjawab: "Paduka Dalem. hamba akan serahkan". Tidak henti-hentinya bekerja di pondok. hamba tidak berpanjang kata. Dukuh. diiringi oleh abdinya. istananya telah selesai dibangun. Tidak sepantasnya Paduka Dalem jatuh cinta kepada abdi. beliau dipersilakan duduk di atas dipan. akan aku jadikan permaisuriku". kulitnya gading. Diajak mampir oleh I Dukuh Uluwatu. disuruh menghaturkan canang lekesan (daun sirih dan perlengkapannya) kepada Dalem. nah sekarang aku boleh menjadikannya permaisuri". karena dia adalah putriku namanya. Dukuh dulu meminta. Ni Pering Gading sibuk membuat canang lekesan dan kemudian menghaturkan kepada Dalem. Setelah tiba di Padukuhan. . Pekerjaan sehari-hari Ni Pering Gading sama seperti di pondok. selalu dilayani oleh Ni Pering Gading. Pekerjaan Dalem Putih Jimbaran sehari. Cukup lama beliau bekerja di kebun. dan telah menjadi permaisuri Dalem Putih Jimbaran. kalau Paduka memang menginginkan. maka ia tidak boleh menjadi permaisuriku sekarang. Dalem sangat terkejut melihat kecantikan Ni Pering Gading bagaikan penjelmaan Dewi. Jika aku yang memeliharanya dulu. Dikisahkan Dalem Batu Putih Jimbaran. Dalem bertanya: "Wahai Dukuh. siapakah si wanita itu?" I Dukuh menjawab: "Daulat Tuanku Dalem. dia menjadi milikku.Dikisahkan Ni Pering Gading sangat rajin melayani I Dukuh. Dipanggil oleh I Dukuh. wajarlah dia menjadi pendamping di istana. lahirlah bayi yang Paduka berikan kepada hamba. Dukuh meminta dan sekarang boleh lah menghaturkan kembali. Dalem pun semakin berhasrat membuat perkebunan di Bukit. I Dukuh berkata kepada Dalem: "Sudah hamba duga. Dia tidak boleh tetapi boleh. Pekerjaannya menurut perintah I. diiringi oleh I Dukuh. Segera Ni Pering Gading diambil oleh Dalem. hamba tidak berpanjang kata lagi. Dalem berkata: "Kebetulan. Inilah dia yang bernama Ni Pering Gading". Dukuh pantas mempersembahkan ke istana". kebetulan menyempatkan diri mampir. memeliharanya sebagai anakmu. aku berharap agar diajak ke istana. Dalem berkata: "Jika benar dia anakmu. I Dukuh berkata: "Paduka Dalem. Paduka lah yang memilikinya. Beliau senang diajak mampir.harian berkebun di bukit. bagaikan Sanghyang Siwa dilayani oleh Supraba. Ketika I Dukuh menyucikan diri. apa sebabnya? Jika memang keturunan Dukuh. wajah Ni Pering Gading sangat cantik. Ni Pering Gading sedang sibuk di dapur. yakni memasak di dapur dan menyuguhkan makanan kepada Dalem. supaya jangan karena hamba membuat aib di seluruh istana". Ketika menebang bambu gading dengan keris pusaka I Jala Katenggeng.

"Dalem di mana?" "Beliau berada di Batuaji". silakan berangkat. Ada abdi ditemukan oleh beliau dan ditanya: "Siapakah namamu? Desa apa namanya ini?" Si abdi menjawab: "Hamba adalah Bendesa Ngukuhin. berkat sumpah Dalem Batu Putih". di mana Dalem Putih berada?" I Dangka menjawab: "Dulu beliau beristana di sini. Setelah tiba di Sakenan. beliau bertemu dengan Ni Pering Gading sedang menghidangkan makanan untuk Dalem Putih. jika tidak tahu keadaan saudara. Aku sendiri akan menyusul kepergian Dalem Batu Putih". setelah bertapa di Yang Batu". Beliau menuju hutan di sebelah barat. Tanya Dalem: "Di mana beliau?" . lalu tiba di wilayah Jimbaran. Kebayan tinggal lah di sini. sebab suguhan itu milik Dalem Batu Putih Jimbaran". tidak ada gunanya juga. Ini adalah Desa Batuyang namanya.Kini dikisahkan Dalem Batu Selem. hanya menemukan istana saja. lalu dijemput oleh I Prateka. "Baik lah!" Setelah tiba di Desa Sasih lalu dihadap oleh I Kabayan. Dalem berangkat diiringi oleh anak I Dangka. Kata Dalem: "Wahai Ngukuhin. I Dangka menjawab: "Hamba setuju". di sana menjadi raja". menyusul kepergian Dalem Batu Putih. Gaduh. Beliau dijemput oleh I Dangka. lalu bergegas membuka tutup suguhan itu. "Tolong antarkan aku bertemu dengan Dalem Batu Putih". Kata Dalem: "Aku ingin bertemu dengan Dalem Batu Putih". Ada tiga orang abdi mengantarkan beliau datang ke desa Kelandis. Pikirannya tidak tenang. berkat sumpah Dalem Batu Putih". I Kabayan menjawab: "Ini adalah wilayah desa Sasih. Setelah beliau pergi jauh menyusup ke hutan. Tanya Dalem: "Dukuh. Anak hamba yang bernama I Dukuh Uluwatu telah mengiringkan beliau". Tanya Dalem: "Desa apa namanya ini'?". beliau pergi dari wilayah Gelgel. Tanya Dalem: "Wahai Dangka. Kata Dalem: "Sekarang di mana beliau berada?" "Konon sekarang beliau beristana di Sakenan?" Kata Dalem: "Wahai Dangka. Kebetulan Dalem Batu Selem juga lapar. Beliau batal membuka tutup suguhan itu. peliharalah anugrah beliau yang ada di sini. Aku sendiri akan menuju Desa Kelandis". I Dukuh menjawab: "Daulat Paduka. yakni I Mada dan I Merangin. teringat kepada saudaranya. Kemudian beliau menuju ke dalam istana. Kata Dalem: "Di mana beliau?" "Beliau berada di desa Kayu Mas. ingat lah juga anak hamba I Dukuh Uluwatu". Oleh karena itu. lalu menemukan desa. tidak ada orang dijumpai beliau. Ni Pering Gading terkejut dan berkata: "Tuan. Kelandis. Dalem pun berangkat. karena semuanya dapat menghasilkan tirta Sudamala (air suci ruwatan). Setelah tiba di dalam istana. jangan lah Tuan membuka tutup suguhan itu. namun beliau telah pergi meninggalkan tempat ini. Meskipun dapat bertahta. pikirannya bimbang. peliharalah anugrah Dalem Batu Putih. Setelah lama bertahta di Gelgel. di manakah Dalem Batu Putih?" I Dukuh menjawab: "Hamba mohonkan kepada beliau supaya beristana di Jimbaran.

aku tidak pantas bersaudara. Keduanya pada marah dan berperang sangat ramai. Batu Bulan. Para abdi pun kepayahan dan beristirahat. saling menghormati. siapa kamu. Dalem sangat marah: "Di mana dia? Aku akan membunuh si penjahat itu". hidup-mati. Sekitar tengah hari. Kata Dalem Putih: "Nah inilah kau si penjahat. sejak saat ini mari kita bersaudara dengan baik". tidak mempunyai hasil jerih payah. ada yang gemetar menghadap Dalem Batu Putih untuk menyampaikan bahwa perkebunan itu dirusak oleh jin raksasa. tak ada yang terluka. ingatlah perjanjian kita dulu". kumis lebat. Kata Dalem Selem: "Aku tidak setuju. tubuhnya berbulu. dan berkata dengan baik. baru dilihat ternyata tempatnya berlainan. Batu Aji. Kayu Mas. setiap orang ditanya pada lari ketakutan. baik-buruk. bukan seperti biasanya. Namun tidak ada dijumpai beliau di perkebunan. Aku akan pergi ke wilayah hutan bagian utara. si penjahat pun ditemukan. Senjata Dalem Putih Jimbaran bernama Jala Katenggeng. Setelah tiba di perbatasan perkebunan. Mereka pada berpikir. sangat kebal dan sakti. Dalem Putih sudah pulang. Namun. Setelah lama berperang. mati lah kau!" Yang disangka pencuri berkata: "Kau lah yang akan mati". Karena tidak bertemu di perjalanan. hamba sangat ketakutan". Kau dengan menderita membangun wilayah Batu Lepang. Taman Yang Satu.Ni Pering Gading menjawab: "Beliau sedang ke Bukit mengawasi perkebunan". maksudnya kau telah membangun wilayah begitu luas. Dalem Batu Putih berkata: "Aku adalah Dalem Batu Putih Jimbaran". Kata Dalem: "Aku akan menyusul kepergian si pencuri itu". sebab Paduka dan aku lahir kembar. Di situlah mereka saling bertanya dan memperlihatkan senjatanya masing-masing. dan Puri Jimbaran. Bukit pun hancur. akan ditantang musuh. Setelah tiba di hutan. kales. tidak ada yang kalah. jangan lah bersedih. lalu Dalem Selem bertanya di perkebunan. ada yang batuk. . artinya dunia menginjak masa Dwapara. Dalem Batu Putih ingat kepada keris pusaka leluhurnya: "Apa senjatamu Dalem Selem sehingga kau kebal?" "Apakah senjatamu Dalem Putih?" Tanya Dalem Selem. Dalem Batu Putih tiba di istana dan langsung menuju hidangan. Dalem Batu Putih berangkat menuju perkebunan. Wajahnya hitam. akan pergi mengembara. tadi ada orang datang ke istana membuka hidangan Paduka. Namun jangan bersedih. Dalem berangkat ditemani abdinya. tidak ada yang mati. Dalem berangkat menuju perkebunan. rambut ikal. Beliau dikira jin raksasa. Yang ditanya menjawab: "Kau siapa begitu kebal dan sakti?" Mereka saling bertanya. berjanggut. Senjata Dalem Selem bernama Miring Agung. Di situlah mereka saling bertanya. Ada yang pincang. saling bercerita. keduanya kelelahan. tumbuh pohon randu kembar berakar ular. Di situlah mereka sadar bersaudara. beliau menemukan abdinya lari ketakutan. Kelandis. siapakah membuka hidanganku?" Ni Pering Gading menjawab: "Paduka Dalem. Batu Yang. Jimbar artinya luas. Lalu Dalem keluar dari istana dan menuju perkebunan di wilayah Bukit. Hamba sangat ketakutan melihat wajahnya. Kata Dalem Selem: "Paduka Dalem Putih Jimbaran. Tanya Dalem: "Pering Gading. Perkebunan di Bukit rusak akibat orang lari ketakutan. Oleh karena itu. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Lama berkelahi. Kata Dalem Putih: "Marilah tinggal bersama di sini. Mungkin jin atau mungkin juga raksasa. Dalem Selem berkata: "Aku adalah Dalem Batu Selem". Aku adalah saudara kembarmu. Di depan mereka yang saling bertanya itu. Aku mohon diri darimu. Tanya Dalem Putih: "Ke mana ia pergi?" Ni Pering Gading menjawab: "Ia pergi menuju perkebunan Paduka". suka-duka". kau dan aku berperang saudara.

Kebetulan Dalem sedang duduk di bawah balai agung. Dalem melanjutkan perjalanan. supaya bernama desa Batu Tulung". supaya bernama desa Batu Paras". Setelah sampai di perbatasan jalan. sejak ini bernama Batu Bolong". Kata Dalem: "Wahai rakyatku. supaya bernama Batu Belig". Dalem Batu Selem berangkat menuju hutan di bagian utara diiringi oleh rakyatnya. tinggal lah di daerah-daerahku. Kata Dalem Putih Jimbaran: "Silakan!" Mereka saling berjanji. pergi lah menyusup ke hutan. yakni I Gusti Bungangaya diiringi oleh abdinya. Dalem melanjutkan perjalanan. bernama desa Lami Mekutang. Dalem melanjutkan perjalanan. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa supaya. karena telah melihat hutan kelapa. Kata Dalem: "Kapan pun tempatku ini menjadi desa. di manakah aku pantas membangun istana. semua membawa senjata untuk membabat hutan kelapa. Beliau ingin pergi menuju tempat tanah putih itu. Lama beliau tinggal di sana. Dalem Selem berkata: "Wahai Dalem Putih. hutan kelapa itu dibanjiri air laut. Jawab Dalem Putih: "Baik lah". Para kerabatnya diperintahkan datang ke hutan kelapa. Dalem Putih menjadi raja di Jimbaran menguasai daerah Bukit. Semua orang itu berlari. Sekarang. Di tengah perjalanan. Dalem pergi menyendiri ke arah timur. agar ada abdiku termasuk keturunan Batu. Dalem sendiri tinggal di sana. diiringi seorang abdi. Di sana lah beliau meminta air dan minum air. Para abdinya pada mencari tempat tinggal. tiba-tiba beliau menemukan orang sedang melaksanakan upacara di Pura Puseh.Dalem Selem berkata: "Jika kau ingin menemui aku. buatkan lah dirimu tempat tinggal. supaya bernama desa Sehseh. Di sini lah beliau mengatakan melihat tempat tanah berwarna putih. Tiba-tiba Dalem berkata: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Dalem merasa kehausan. kaki beliau terpeleset menginjak batu. Dalem berkata: "Wahai rakyatku sekalian. supaya bernama desa Batu Bedak". beliau terjatuh. marilah tempat ini kita namakan Bukit Kali". beliau sadar bahwa telah banyak membangun wilayah. maka Dalem pergi meninggalkan tempat itu diiringi oleh abdinya. Kata Dalem: "Kapan saja tempatku ini menjadi desa. kebetulan musim pasang. Dalem bangun: "Kapan saja tempatku jatuh ini menjadi desa. Setelah semua tumbang. Dalem menyumpah: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Di tengah perjalanan. Setelah tiba di perbatasan desa. kebetulan abdinya menghaturkan sesajen ke Pura. Tempat itu pun disumpahnya: "Kapan saja tempat ini menjadi desa. Orang-orang pada terkejut melihatnya dan mengira raksasa duduk di bawah balai agung. Pesan Dalem kepada abdinya: "Kau lah di sini menempati desa ini!" Abdinya setuju. Beliau pergi menuju ke arah timur. sebab di sini rasanya tidak pantas". Setelah tiba di perbatasan jalan. Tempatnya di timur laut. Setelah tiba di tengah hutan. Perjalanan beliau selamat karena sudah mendapat air. aku ingin membangun istana. supaya ada kenangan kelak sebagai tempat kita berperang. I Gusti Bungangaya juga dikutuk oleh Dalem supaya menjadi Gusti . I Gusti Bungangaya marah dan memukul serta mengusirnya dikira jin. tempat kakiku terpeleset menginjak batu. dan rakyat pun senang. Beliau berjalan semakin jauh. tanya-tanyakan". Tidak ada mendampingi. Dalem sangat marah lalu meninggalkan tempat itu dan menyumpah Pura itu supaya terputus pelaksanaan upacaranya. Dalem sangat senang. Banyak laki-laki dan wanita mengiringi I Gusti Bungangaya. Lalu beliau berjalan ke timur. tanyakan di mana wilayah Batuhe.

Perintah Dalem. di mana tempatnya?" Jawab Dalem: "Aku lah Dalem Batu Selem". ajaklah ke mari!" Jawab si abdi: "Hamba tidak berani sendirian. hamba mohon tinggal bersama kami di sini". supaya bernama desa Tohjaya". itu obat mujarab. mengapa kau datang tersengal-sengal?" Jawab si abdi: "Hamba menemukan jin. Perintah Ni Gusti Ayu Tangkas kepada abdinya supaya mencarikan Dalem Batu Selem. Dalem berada di timur menatap Ni Gusti Ayu Tangkas. beliau melihat kakinya terluka karena tersandung batu. I Gusti Tangkas berkata: "Paduka Dalem. Setelah Puri Bungkasa selesai. I Gusti Tangkas menjalankan. Si gila tetap mengigau meratapi Dalem Batu Selem. Desa Tegeh Kuri gempar mencari dukun. Kata Dalem: "Bapa Tangkas. lalu ada orang menemukan orang bersembunyi. Ni Gusti Ayu Tangkas beristana sendirian di sana tanpa suami. Beliau ingin membangun tempat permandian yang dinamakan Dalem Pebersihan. Kelak istana Dalem itu bernama Puri Ditu Mengkeb. Hanya itulah obatnya. menyerahkan diri supaya diambil oleh Dalem. Baru hamba datangi. istana itu bernama Puri Bungkasa. tetapi bukan jin. Dalem Batu Selem datang ke istana Ni Gusti Ayu Tangkas diiringi oleh banyak abdi. Ni Gusti Ayu Tangkas berkata: "Hai. Kapan saja tempat ini menjadi wilayah desa. Yang ditanya menyahut sambil ketakutan: "Tuan. ia mengaku Dalem Batu Selem". ke barat. namun tidak ada ditemukan. bapak juga menghaturkan abdi di Puri Bungkasa". Seketika Ni Gusti Ayu Tangkas waras. Entah berapa lama Ni Gusti Ayu Tangkas mengidap penyakit. Jangan kau takut kepadaku". duduk di atas dipan di sebelah barat. itu adalah warisan hamba dari . dibangun di tempat Dalem menatap dengan seksama sehingga Ni Gusti Ayu Tangkas sakit gila. Wajahnya sangat menakutkan bagaikan jin. Si abdi setuju dan berjalan ke arah timur. bapak mempunyai anak. Setelah selesai potong gigi. apakah Tuan mengenalnya. ke selatan. bersembunyi di hutan. Banyak dukun menolongnya tetapi tidak bisa waras. di sana lah tempat istana itu. Pesan Dalem adalah supaya dibuatkan istana yang berbeda yakni di tempat beliau bersembunyi. Dalem dilihat oleh Ni Gusti Ayu Tangkas. Dalem melanjutkan perjalanan. hamba akan mencari teman untuk diajak ke hutan persembunyiannya". Di tengah perjalanan. Tiba di pertengahan jalan. Dalem berkata: " Kau mencari apa. Lama mereka mencarinya. Dalem pun senang menjadikannya permaisuri. namun bukan jin. I Gusti Tangkas mempunyai anak bernama Ni Gusti Ayu Tangkas dan I Gusti Tangkas Wayahan kebetulan melaksanakan upacara Rajasewala dan upacara potong gigi disertai tarian Gambuh. lalu beliau tersimpuh di hadapan Dalem Batu Selem. Kata Ni Gusti Ayu Tangkas: "Di mana tempatnya. Dalem tidak mau. Dalem berjalan semakin jauh. Kata Dalem: "Aku Batu tersandung batu. supaya dibuatkan istana tempat permaisurinya. aku disuruh mencari Dalem Batu Selem. bapak menghaturkan istana. Dalem bersembunyi di hutan. menghaturkan istana dan abdi. Lalu Ni Gusti Ayu Tangkas jatuh sakit gila. beliau berdua menonton Gambuh. Jawab I Gusti Tangkas: "Benar Paduka. pesan Dalem. beliau menyaksikan orang menari Gambuh. Perjalanan beliau semakin jauh. berbalik lari ke istana menyampaikan kepada Ni Gusti Ayu Tangkas.Bongkang. Lama beliau beristana di sana. Si pelacak semakin takut. raksasa tetapi bukan raksasa. seperti raksasa tetapi bukan raksasa.

Gunung Agung. Batur. dan dijuluki Dangka oleh Dalem. Tidak ada abdi mengemban. Dalem Tangkas. Lama Dalem beristana di Puri Ditu Mengkeb. Baik-buruk dalam kebersamaan. Beliau bertiga berunding bersama istri. Lalu dianugerahi sebelas air suci yang disebut Kundalini. I Batu Piak diangkat menjadi Patih bernama Patih Tambyak. tetapi ia bertugas menjaga wilayah . Bhatara di Batu Karu ingat bahwa beliau mempunyai putra. mempunyai abdi yang bernama warga Batu Kesepih. Lalu beliau memohon putra kepada Bhatara di Gunung Batur. I Pasung Giri menjaga wilayah utara di sekitar 25 Gunung Batur dan berpusat di Taro. Beliau masih kekurangan seorang patih lagi supaya berjumlah empat. Ia menuju wilayah Beda Ulu ingin bertemu dengan I Pasung Gerigih. Batu Karu. asalkan kebal. bernama Arya Pasung Giri. Semua pada memerintahkan anak buahnya masing-masing lima puluh orang. Pande Bang yang dulu mengabdi di Tangkas. kata Dalem. Patih Tambyak dijadikan putra oleh Mpu Bijaksara. Taman pemujaan Bali Aga: Jika semua lancar. Ketiga Arya menjawab: "Apa yang perlu hamba lakukan?" Kata Dalem: "Jangan memilih wajah. akan ada bencana datang dari Jawa yakni Majapahit. Tunjung Tutur mempunyai abdi warga Batu Karang. Wilayah barat tidak ada menjaga. Kata Dalem kepada ketiga Arya itu: "Aku kekurangan seorang patih lagi". Kata I Pasung Gerigih: "Hamba tidak berani mengantarkan menghadap Dalem. karena lahir di Kuta Dalem menimpa bebatuan hingga terbelah. akan diberi nama Taman Dalem Pada Getas. tidak mempunyai keturunan. Di Dalem Pebersihan. Di sana lah beliau memohon air kepada Bhatara di Gunung Batur. bertempat tinggal di desa Kuta Dalem Batur. Di Puri Dalem Ditu Mengkeb. Gunung Agung merupakan perwujudan Sanghyang Pasupati yang pantas memberikan anugrah air suci. Dalem memohon Patih kepada Bhatara Batu Karu yang diandalkan oleh para abdi. Ia bertugas menjaga bukit selatan. semua warga Batu Sepih kalah. I Kebo Iwa dititahkan menjaga wilayah di sebelah utara bukit. I Pasung Gerigih . maka adalah Arya I Tunjung Tutur. beliau memohon air suci kepada Bhatara Batu Karu. Dalem teringat kepada pesan sehingga Dalem ingin membangun taman. I Pasung Giri mempunyai abdi bernama warga Batu Piak. warga Batu Krotok kalah. bertempat tinggal di desa Sumapan. dan semua abdi merasa senang. bernama Arya Pasung Gerigih. mereka bertugas memelihara. I Pasung Gerigih menjaga wilayah di bagian tengah bertempat tinggal di Beda Ulu. dirasakan bahwa pada masa Dwapara. jika I Kebo Iwa belum mengetahui. Diistanakan di Puri Semanggen. Yang di Puri Pebersihan. sebagaimana kata Dalem ketika berada di Jimbaran. Putra anugrah itu bernama Arya Panji. Hanya I Batu Piak berhasil pulang sendiri. Beliau beristana di Jaba Tengah. hamba tidak berani!" Tanya I Rakryan Gajah Mada: "Di mana : Kebo Iwa tinggal?" Jawab I Pasung Gerigih: "Ia tinggal di Belah Batuh. sekarang kepada Dalem. bertempat tinggal di Batu Krotok. Dikabulkan oleh Bhatara di Gunung Batur dengan memberikan air suci Kamandalu. Lalu beliau memohon Patih kepada Bhatara Gunung Batur. bernama Arya Ularan. pemberani. Kedua putranya itu mengemban istana di luar halaman puri. I Tunjung Tutur menjaga wilayah timur berpusat di Krotok. dijadikan abdi di Bongkasa". supaya ada yang mengantarkannya menghadap Dalem. Entah berapa tahun lamanya Dalem didampingi oleh para Arya. sejak ini mereka bernama Pande Bang Angkasa. pilihlah itu!" Ketiga Arya menyetujui perintah Dalem. Nama si utusan itu adalah Patih Agung Gajah Mada. Ketika perang berlangsung. para abdi di sana bernama Sagerehan. Putra yang dimohon kepada Bhatara Batu Karu. Tempat pertempurannya di wilayah Penataran Pejeng. Dengan memuja Bhatara di Gunung Agung.

Tuan sudah diijinkan menghadap. apa kesenangan Tuan?" Jawab Gajah Mada: "Aku senang nasi sengauk. Ni Uradani berbincangbincang dengan Patih Agung Gajah Mada. Gajah Mada pun memperkenalkan diri sebagai Patih Agung Gajah Mada. akan ada jamuan. Ni Uradani menghadap Patih Agung Gajah Mada. tanyakan dulu kepadanya supaya jangan nanti Bali dijelek-jelekkan di Jawa". ada orang tua dijumpainya Mereka saling bertanya. I Gajah Mada duduk menunduk. I Gajah Mada menyetujui. Kemudian beliau meninggalkan Ni Uradani menuju wilayah Belah Batuh bertemu dengan I Kebo Iwa. beliau tidak mau menikah. Jika tidak mendapatkan wanita yang sama besarnya. kelak jika janinku ini jadi. sama tingginya. namanya adalah Gajah Mada. I Kebo Taruna mempersiapkan hidangan sebagaimana disebutkan tadi. lalu mengambil nasi dan . I Kebo Iwa setuju: "Lalu sekarang apa maumu?" Kata Gajah Mada: "Lapor lah ke istana bahwa aku akan menghadap". Tanya Dalem: "Apa kabar Paman Iwa?" I Kebo Taruna menjawab: "Ini ada utusan dari Raja Jawa ingin menghadap Tuanku Dalem. I Kebo Taruna menjawab: "Baik lah. apa kesenangannya. Pesan Patih Agung Gajah Mada kepada Ni Uradani: "Wahai Luh Uradani. I Dukuh Kedangan mohon diri untuk tidur. tanyakan lah kepadanya. I Kebo Taruna berangkat menghadap Dalem. saling menasihati". Ni Uradani disuruh oleh ayahnya supaya menghaturkan suguhan penyambut tamu. nanti saja kita berbincang-bincang". Tanya Gajah Mada: "Mengapa dinamai Kebo Taruna?" Ni Uradani menjawab: "Beliau tidak mempunyai istri. I Patih Agung Mada menginap di pondok I Dukuh Kedangan. saling memberi. I Gajah Mada mengaku sebagai utusan Dalem Majapahit: "Bali dan Jawa supaya saling menghormati. sama kepandaiannya. Lalu beliau diajak mampir ke pondok I Dukuh Kedangan. Ni Uradani terpesona mendengarkan cerita I Patih Agung Gajah Mada. Pada saat Ni Uradani pertama kali dijamah sambil ditanyai: "Siapakah yang paling kebal di Bali. yang sering ayah ceritakan kepadamu". Tidak ada wanita seperti itu di Bali". Ni Uradani menerima. supaya aku bisa mengenali anakku kelak". Bagaimana Tuanku Dalem?" Kata Dalem: "Ajaklah dia ke mari. hanya lah Patih I Kebo Taruna yang dipuji". aku akan menyampaikan dulu". Mereka saling menyapa. Kata I Dukuh Kedangan. raja yang bertahta di Jawa adalah perwujudan Wisnu. tunggulah di sini. Kata Dalem: "Paman Patih Mada. Sementara itu. siapakah yang paling pemberani di Bali?" Ni Uradani menjawab: "Di antara kelima Patih. I Dukuh Kedangan mempunyai seorang putri bernama Ni Uradani. Beliau memakai kain geringsing wayang. sayur plecing pakis batangan. Kata Kebo Taruna: "Marilah kita menghadap". Setelah tiba di hadapan Dalem. Seketika si tua itu duduk memberi hormat sebab telah tersebar berita bahwa. airnya supaya berwadah kendi". aku memberikan tanda kepadamu. Kata I Dukuh Kedangan: "Mari tuan mampir dulu!" Jawab Patih Mada: "Baik lah". Demikian kata I Gajah Mada.di Den Bukit. "Beliau adalah Gusti Patih Gajah Mada dari Jawa. Ni Uradani menyetujui. Pada malam harinya. Setelah selesai menjamah. lalu diserahkannya selembar kain poleng. I Patih Agung Gajah Mada jatuh cinta kepada Ni Uradani. Orang tua itu mengaku bernama Dukuh Kedangan. selesai pula perbincangannya. dipakai kain untuk anaknya kelak. Cobalah cari dulu di Belah Batuh!" Demikian kata Pasung Gerigih: I Rakryan Mada berjalan menuju selatan Sampai di tengah perjalanan. Kebo Taruna setuju dan bertemu dengan Gajah Mada: "Tuanku Patih Agung. marilah kita makan dulu.

hamba mohon untuk diajak ke Jawa". Air sumur di sini sangat bening didasari bayu sabda idep. maka di situlah Rakryan Mada segera menimbunnya dengan batu-batu besar sebesar lesung dan mengharapkan I Kebo Taruna supaya mati di sumur itu. "Patih Tuanku. "Kebetulan sekali Paman. sebaiknya kau mandi dulu. Dari situlah dia tahu wajah Dalem. Setelah tiba di Dalem Puri Tungkub. mengambil sayur serta minum air dengan memakai kendi. supaya benar-benar jujur. Tanya Dalem kepada I Mada: "Wahai Mada. karena Majapahit sudah dekat. I Kebo Taruna juga demikian sehingga ia bernama Kebo Taruna di Bali. Terdengar berita bahwa di Bali ada juga abdi yang demikian". Hiburlah anakanak kita di Jaba Semanggen". Namun beliau menyimpan di dalam hati. Nah. Kata Dalem: "Paman Mada. Dalem pun terkesima dan telah merasa didatangi utusan membawa bencana. Jika batinnya telah goyah. Ketika Ni Gusti Ayu Tangkas ingat kembali kepada Dalem. Sekarang godalah Dalem. di Jawa lah ia dinikahkan". tidak mau menikah: jika tidak sama besar dan tingginya. tiba-tiba Dalem tidak ditemukan lagi di tempatnya. ditanya oleh Dalem: "Ada apa Dinda datang bersama anak-anak?" Ni Gusti Ayu Tangkas menjawab: "Hamba menghadap Dalem karena lama Dalem tidak pernah berkunjung ke Puri Bongkasa. Jejak itu dilacak oleh Ni Gusti Ayu . maka jelas lah beliau tidak bisa moksa". Kebo Taruna senang dan setuju. tinggi. bagaimanakah dengan kedua anak kita ini?" Kata Dalem: "Jangan percaya kepada berita itu. Tiba di Gunung Jawa. beliau ingin mencari jalan moksa sehingga beliau tidak datang-datang ke tempat tidur. ada perlu apa?" Jawab Mada: "Daulat Tuanku Dalem. Karena itu. Ni Gusti Ayu Tangkas mencari bersama anak-anaknya serta rakyatnya. Aku juga ikut mandi jika kau bisa membuat sumur". Kata Mada kepada Kebo Taruna: "Bagaimana Dinda. marilah kita satukan antara Jawa dan Bali". ajaklah anakmu menghadap Dalem supaya batinnya goyah. Jika benar seperti berita itu. Dalem sudah menjalankan tapa puasa untuk bisa menuju alam nirwana. Peristiwa itu telah dipikirkan oleh Dalem bahwa mungkin ada kerabat di Bali yang memberi tahu kepada Gajah Mada. inilah orangnya. Mada setuju. Setelah dalam olehnya menggali tanah dengan kukunya. Ni Gusti Ayu Tangkas menghadap bersama anaknya. Kebetulan Ni Gusti Ayu Tangkas sedang senang hati mengemban istana bersama kerabatnya para warga Pande Bongkasa. Hamba mendapat berita bahwa Dalem akan moksa. supaya tubuhmu tidak kotor ketika menghadap raja!" Kata I Kebo Taruna: "Di manakah mencari air di puncak bukit seperti ini?" Kata Mada: "Silakan kau membuat sumur di sini. Ayahnya I Gusti Tangkas Tegeh Kori datang menemuinya: "Anakku.memonyongkan mulutnya. Kata Dalem: "Apakah ada tanda-tanda atau mungkin berita?" Jawab Gajah Mada: "Di Jawa. Tuanku Dalem sudah mengijinkan kau akan menikah. Ditemukan jejak kaki Dalem di tengah hutan. Oleh karena itu. Jika Dalem moksa. sebab tidak ada wanita lahir seperti itu. lalu mereka berdua mohon diri kepada Dalem. Aku sangat sayang kepadamu dan juga anak-anak. sampai-sampai I Kebo Taruna tidak kelihatan karena sumur itu terlalu dalam. ada seorang wanita lahir dengan tubuh besar. tata kehidupan masyarakat di Jawa-Majapahit hancur dan Tuanku lah yang pantas menatanya kembali. sakti. sebab di Jawa ada wanita seperti yang kau dambakan". siapakah yang akan memperhatikan kedua putramu. hamba diutus menghadap ke Bali". kata Mada: "Wahai Adikku Kebo Taruna. jangan lah lalai mengemban anak. I Kebo Taruna. sebab keringatmu berlimbah.

namanya I Petak Jingga. sejak ini aku sumpah bahwa jika wilayah ini menjadi desa supaya bernama desa Ban Mentas". I Gusti Tegeh Kuri ditanyai. Wahai rakyatku sekalian. adakah menemukan saudaraku yang bernama Dalem Batu Selem?" Jawab Arya Tangkas: "Beliau sudah moksa. Di tempat beliau itu sudah dibangun tempat suci bernama Puri Batu Ulu". Batu Tulung. tiba-tiba Dalem sudah berdiri di timur-sungai Ayu dan berkata. Dalem moksa. Adalah tempat suci bernama 1. Kata Dalem: "Di . Jika tempat suci ini selesai. Batu Belig. Dalem Tungkub Bersambung ke Bagian 2 Pura Dalem Batu Kuub. Setelah tiba di tepi sungai Ayu. maka bangun lah tempat suci. dari tempat suci itulah kau mendoakan ayah. menanya-nanyakan Dalem Batu Selem. 3.Tangkas bersama anak-anak dan rakyatnya. Siapa pun kelak. kebetulan air besar. Batu Bolong. tiada lain lagi. Kata Dalem Putih kepada putranya: "Ayah akan meninggalkanmu. Batu Bongkang. ibarat kau telah berbincang-bincang dengan ayah". supaya dibangun tempat suci sebagai perwujudan diriku. Hutan itu. Daerah yang dilalui adalah Desa Sehseh. 2. Baru menoleh. Batu Paras. di tempat jejakku bisa dilacak. adalah permintaanku. kalian lah memuja dan menyembah di sini ibarat memuja diriku. Jika seandainya ayah tidak datang. Batu Bintang. Batu Bedak. tidak mau hormat berbakti di sini. untuk bertemu dengan saudara ayah. Dalem berangkat mengembara ke desa-desa. maka. Setelah selesai berkata. Dalem Bongkasa 5. jangan lah bersedih. Kata Dalem: "Istriku Ni Ayu Tangkas. menyembah diriku. Desa Peguyangan Kangin. Ni Gusti Ayu Tangkas berhenti bersama-sama. Toh Jaya dan bertemu dengan I Gusti Tegeh Kuri. sebab saat inilah takdir bagiku. Dalem Pebersihan 4. Bantas. Br. semoga ia menjadi sudana. Dalem Batu Ulu. di tempatku moksa ini. Kau lah menjaga istana ini. Putranya setuju. anak-anakku dan rakyatku sekalian. entah anak. Denpasar Utara. Dalem Padang Getas. Kata Dalem Putih: "Paman. Dalem Putih Jimbaran telah mempunyai seorang putra laki-laki. supaya diberi nama Dalem Batu Ulu. atau pun sanak-saudara.

Ia mengaku kepada hamba bahwa ia adalah Patih Gajah Mada dari Majapahit. Arya Ularan mengadakan rapat untuk memilih raja. "Hamba setuju. Kata Arya Panji: "Silakan. Patih Tambyak datang melaporkan bahwa ada orang asing masuk di wilayah perbukitan. maka beliau tidak bisa mencapai moksa. yaitu Pasung Gerigih. Di sini perkataan Dalem Selem yang telah moksa didengar oleh Dalem Putih yang menyatakan bahwa kelamin beliau nyata nyata putih. Entah berapa bulan lamanya beliau menikah. I Dewa Ayu Sari dibuatkan istana bernama Puri Bukit Sari. apakah kita serang atau tidak?" Pikiran Arya Panji bingung. I Pasung Giri menjaga wilayah di seluruh pegunungan Batur dan di Den Bukit. Konon mereka turun di Sulangai. si bayi diajak ke istana Dalem di Semanggen. aku tidak bisa memaksa. Entah berapa tahun lamanya beliau mengemban anak dan istana. Pasung Gerigih bertempat tinggal di Samuan Tiga. aku masih mencari akal!" Ketika beliau menoleh ke arah timur laut. Oleh karena itu. Lalu para patih. Setelah tiba di Puri Batu Ulu. Hamba melihatnya dengan jelas. Karena tidak bertepatan dengan hari baik. ada orang dari Tianyar datang menghadap. Puri Dalem Tukuwub tertimpa bencana besar. Tidak ada raja. hamba menyampaikan berita kepada Tuanku bahwa wilayah Tianyar kedatangan tamu yang mengaku berburu. Si Arya Panji mengemban. Tambyak. lalu berburu ke arah timur dan sekarang tiba di Tianyar. hanya dari Semanggen olehnya memuja Dalem yang telah mencapai moksa. Para Arya-nya terlebih dulu menempati tempat tinggalnya masing-masing. si Arya Panji mengambil permaisuri. hamba bersama teman-teman". Dewa Ayu Sari". Paman Tambyak. Akhirnya beliau malu tinggal di Bali. Pasung Gerigih dan . dan kalian kembali lah ke Tianyar! Bagaimana pun terserah kalian. Bagaimana Tuanku. Itulah yang dipuja oleh orang-orang yang ada di Bali. Kapanpun anak ini lahir dan tumbuh. lalu di depan tempat suci itu beliau memusatkan batin. Gunung Batukaru. Kata Arya Panji: "Bagaimanakah keadaan wilayah di Tianyar?" Jawab orang Tianyar: "Daulat Tuanku. namun di Semanggen. kembali lah ke Bukit. Entah berapa tahun lamanya beliau menjadi raja. Kata Arya Panji kepada istrinya: "Tidak boleh membawa kotoran di Dalem Tukuwub sejak dulu sesuai dengan pesan Dalem Selem yang telah moksa". pelinggih Dalem. Dalem Putih sangat menyesali diri sambil meratapi Dalem Batu Selem. I Tunjung Tutur bertugas menjaga wilayah Krotok. Pada saat ada upacara piodalan. Dalem Putih Jimbaran ingin ikut moksa. Entah berapa bulan si bayi tinggal di Bukit Sari diemban oleh ibunya bersama para abdinya warga Tangkeban. beristana di Semanggen Dalem Tukuwub. aku akan meninggalkanmu mati membela bangsa dan kerajaan. Permaisurinya bernama Dewa Ayu Sari. bersama sama para patihnya. I Dewa Ayu Sari hamil dan melahirkan putra laki-laki. tolong antarkan aku ke sana!" Jawab Arya Tangkas: "Baik lah. Aku masih berunding dengan si otot besi. demikian kata Patih Tambyak. jika benar demikian. Kata Dalem: "Marilah kita pikirkan dulu.manakah tempatnya. hamba akan pelihara di Dalem Semanggen". tidak berani tinggal di ruang tidur Dalem karena ada pesan Dalem Selem bahwa tempat beliau itu dinamakan Dalem Pelinggih. tidak berani diajak ke istana Dalem. bagaimana sekarang? apakah kita serang atau tidak? Hamba mohon restu". Lalu Dalem Putih pergi mengembara menuju Solo di Jawa. konon mereka adalah orang-orang Majapahit. berada di istana Dalem. sepertinya merupakan utusan dari Majapahit. dan bertempat tinggal di Tengan(an) Geringsing. Pasek Lima. yaitu Pasek Pat. Lalu di Semanggen. I Tambyak menjaga wilayah Bukit dan bertempat tinggal di Kutamiba. Kata Arya Panji: "Paman Tambyak dan kalian warga Tianyar. Beliau bertempat tinggal di Taro. Arya Panji menjadi raja. si bayi pun panjang umur. Gunung Agung. Arya Panji dinobatkan sebagai raja. Kini dikisahkan putranya di Bali. rakyatnya. Pasek Pitu. Gunung Batur. mereka tampak bersenjata lengkap. Tunjung Tutur. Pasung Giri.

Kata Arya Panji: "Pasukan Mada ada di Tianyar dan ada juga menuju Bukit Jimbaran. mayat bertumpuk-tumpuk seperti gunung. Orang Tianyar juga mohon diri. Musuh dari Majapahit sudah tiba di Bali. yakni I Patih Tambyak diiringi oleh para warganya. Si Arya Panji tertegun dan berniat pulang ke Puri Semanggen Dalem Tukuwub. Kita diberi tahu supaya bersiap siaga" Rakyat pun sepakat. Bagaimana dengan Paman? Apakah kita membela bangsa dan kerajaan atau tidak? Arya Damar dan Mada dari Majapahit sudah ada di Bali". mohon restu agar kerajaan Bali selamat. lalu beliau memberitahu warga Den Bukit supaya semua masuk ke tengah hutan. ada yang patah. yang mengiringinya adalah Bandesa Abian Tiing. Setelah tiba di hutan alang-alang. Pasek Pitu bertolak ke Batukaru memohon keselamatan kerajaan Bali. di sana lah beliau mengumpulkan orang-orang yang berada di wilayah selatan Batur diiringi oleh Bandesa Abian Tiing. ada kali sebagai tempat beliau berunding diiringi oleh prajurit dan para kerabat istana. ada di Batu Bongkang. ada kali. beliau bertemu dengan prajurit dari Bukit. dan perundingan pun selesai. Semuanya setuju. hamba lebih baik mati jika kerajaan Bali kalah. Setelah selesai berunding.kerabat istana sekalian". ada di Paraupan. tampak banyak rakyat datang menghadap. tempatnya berunding di tengah hutan. Si Arya Panji berkata: "Bapa Patih. Patih Tambyak menyembunyikan diri di pegunungan. ke tepi desa Supaman. Lama beliau berunding di sana. I Patih Tambyak mengungsi ke Batur yakni di Panarajon. Beliau berunding di tengah hutan belantara. Setelah tiba di tengah perjalanan. Kata Si Arya Panji: "Aku juga ingin begitu. supaya perundingan menjadi rahasia. ada di Genian. I Pasek Batukaru bertempat di tengah hutan. Pondoknya yang di sini bernama Kutuh. Si Arya Panji bertolak ke selatan menuju Batur. Warganya tersebar ke mana-mana. ada jurang. . Ada hutan. mengapa Paman semua terluka. Si Arya Panji ingin pergi ke Den Bukit. Sekalian menuju tempat tujuan dan memohon keselamatan. Tempat I Pasek Lima memohon restu adalah di desa Batur. tempat perang sengit itu jika kelak menjadi desa supaya bernama desa Bangkali". Setelah tiba di Den Bukit. I Pasung Gerigih dan I Pasung Giri berkata: "Daulat Tuanku. para abdinya membangun perkemahan. Setelah beliau menoleh ke timur laut. Kata si Arya Panji: "Saudaraku sekalian. Si Arya Panji terkejut dan berkata: "Ada apa Paman. Wilayah Bukit sudah dibakar hangus oleh Arya Damar. Si Arya Panji bersama putranya mengungsi dari istana mengungsi. sengit di hutan Jarak. Tempat ini kelak menjadi desa Samu". semua pada sepakat. mohon restu kepada Bhatara di Gunung Agung. darah mengalir bagaikan lautan. peperangan telah berlangsung. Paman Badanda dan kerabat sekalian. Semuanya setuju. Pondok abdiku si Bandesa Abian Tiing asal-usulnya adalah dari Bukit Kutuh. ada yang terluka. Pesan Si Arya Panji kepada kerabatnya semua. agar kerajaan Bali mendapatkan keselamatan. Paman dari mana? Bagaimana masalahnya?" Yang ditanyai menjawab: "Daulat Tuanku. supaya hamba dapat mengabdikan diri kepada Dalem yang telah moksa". kelak akan menjadi Pura Nataran". Patih Tambyak setuju dan kemudian mohon diri. bahwa sejak ini hutan ini bernama Alas Panji. I Bandesa Abian Tiing membangun perkemahan. Pesan Arya Panji: "Pondokmu ini kelak akan menjadi desa Kutuh. Semuanya setuju. di perbatasan desa Abian Tiing. supaya aku dapat bertutur sapa dengan Dalem yang telah moksa kelak". ada jurang. Tempatku menerangkan kedatangan musuh dari Majapahit. Demikian pula kata para pejabat istana dan para patih. perundingan para pejabat istana membicarakan laporan I Patih Tambyak dan warga Tianyar. tempat kita berunding ini kelak supaya menjadi Pura Auman. inilah yang menjadi desa Auman. Sekalian bertolak menuju tempat masing-masing. Tempat I Pasek Pat memohon restu adalah di desa Sorga. dan telah dikutuk oleh I Mada. Pesan Arya Panji kepada warga Den Bukit supaya warga Den Bukit siap-siaga. Pasek Pat supaya kembali ke Gunung Agung. Pasek Lima bertolak ke Batur. Warga Den Bukit sepakat. Di sana lah beliau berpesan kepada kerabatnya semua.

dari mana asal Tuan. kaulah yang mengolahnya. Bhuta Yajnya. Beliau tewas di tepi sungai Yeh Ayu. apa maksud kedatangan Tuan secara tibatiba menghunus keris?" Jawab Patih Mada: "Aku adalah Patih Majapahit akan melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali" "Apakah Tuan menemukan ayahku?" Jawab Mada: "Ayahmu sudah tewas di Tegal Asah. atas Dewa Yajnya. Sejak itulah bernama Dalem Jangus. Ditemukan seorang anak. Semua orang istana telah mengungsi. Tiba di tengah tegalan. aku mohon dengan hormat kepada Tuan agar aku bisa bertemu dengan ayahku. sebab aku memburu ayahmu dan membunuhnya di sini". lalu dengan berang menghunus kerisnya. Jawab si bocah: "Jika memang tidak bisa membunuh diriku. supaya aku dapat bertemu dengan mayatnya". meskipun beliau sudah tewas. aku masih kecil belum bisa mencari penghidupan.Dikisahkan Arya Panji mengungsi ke tempat ayahnya moksa. Si bocah terkejut dan bertanya: "Siapakah nama Tuan. I Mada terkejut: "Aduh jangus". siapakah orangtuamu?" Jawab si bocah: "Hamba adalah putra Arya Panji". siapakah yang akan aku mintai makan. Beliau menjatuhkan diri di sungai dan berenang ke arah selatan. Pitra Yajnya. Belum jauh pelariannya. Karena itulah di Bali oleh Majapahit dikatakan berbeda dengan pusat (Beda Ulu) sebab berbeda dengan penguasa pusat Majapahit. Permaisuri Dalem di Bongkasa melarikan diri dan menerjunkan diri ke sungai. Setelah tiba di Tegal Asah. I Dukuh bertanya: "Di manakah ada wilayah yang hancur sehingga banyak orang . Patih Agung Mada datang menyerang dengan keris. Patih Gajah Mada marah. aku setuju". lalu ditusuk oleh Patih Gajah Mada. aku membunuhnya". yakni Puri Bedulu. Aku namakan kau warga Melayu. Patih Agung Mada sudah berada di belakangnya. supaya terhitung atas dua bagian. supaya terdiri atas dua bagian. aku ingin memperbaiki tata agama di Bali. sebab ayahmu tewas dalam pelarian. Patih Gajah Mada menuju Puri Semanggen. Patih Gajah Mada hendak melenyapkan seluruh keturunan Raja Bali. Tempat ini tidak lagi bernama Tegal Asah. Siapakah akan memperhatikan kehidupanku?" Jawab Mada: "Siapakah yang melahirkanmu. Mayat ayahnya itu diangkat dan dibalikkan oleh Gajah Mada. Hidupku diemban oleh Sanghyang Amerta. Kata Mada: "Baiklah. Kata si bocah: "karena sudah tewas. Si bocah menangis. aku mengikuti kepergian ayahku". Karena terlalu marah. Si Arya Panji lari dari Puri Bedulu. tidak ada yang menghiraukan. silakan bunuh aku. Mereka berdua berjalan menyusuri sungai Yeh Ayu ke arah selatan. maafkanlah aku". Aku serahkan lima jenis upacara itu. Kata Mada: "Wahai anakku. Kaulah yang aku serahi melakukan upacara sesuai dengan ayahmu berupa jangus. Beliau jatuh dan tewas. aku datang dan menyerang Bali bukan aku memusuhi agama. Yang lima. aku jadikan dua bagian. Mayatnya tengkurap ke tanah. Dengan berang. Tiba di tengah hutan. Belum selesai doa beliau. Baru mau di tusuk. di Majapahit ada lima agama. sekarang aku namakan Buruan. upacara agamanya sendiri. yaitu lima untuk wanita dan lima lagi untuk laki-laki. Kerabat Dalem serentak mengungsi ke pegunungan. berenang ke selatan mengembara. Setelah tiba di tepi laut. Setelah tiba di puri. ia teringat akan ajaran agama bahwa tidak boleh membunuh bocah. Si bocah sangat bersedih hati dan berkata: "Jika benar demikian. Kemarahannya pun berhenti dan timbul lah kebajikan di dalam dirinya. bagaimanakah beliau bisa mencari nafkah?" Kata Mada: "Wahai anakku. ternyata Ni Gusti Ayu Sari telah melarikan diri diiringi oleh para kerabatnya. Aku namakan kau topeng Sidhakarya. ditemukan mayat ayahnya tengkurap ke tanah. Sekarang agama di Bali. Manusa Yajnya. aku tidak boleh membunuh bocah. Kata Gajah Mada: "Wahai bocah. dam Resi Yajnya. Gajah Mada sangat kesal dan bertolak dari Tegal Asah menuju Puri Bongkasa. Si Arya Panji ditusuk dari belakang. dijumpai oleh I Dukuh Buktabia. Patih Gajah Mada kembali bertolak ke Puri Bukit Sari. Di sana lah beliau mendekatkan diri kepada para dewa memohon keselamatan. Gajah Mada juga terjun ke sungai membuntuti pelarian Si Arya Panji. merebahkan diri di atas mayat ayahnya. Kata si bocah: "Betapa teganya Tuan membunuh ayahku. si Arya Panji menuju Tegal Asah. itulah yang patut dimintai nafkah". Di Bali ada sepuluh agama.

mengapa terdampar hingga ke Nusa. Jawab si pengungsi: "Aku adalah keluarga besar Puri Bongkasa. Banyak orang dijumpai. biarkan ia tinggal di sini". Siapapun membuat upacara. Tanda moksa Dalem Batu Selem. menyusuri sungai Yeh Ayung.mengungsi?". diturunkan derajatnya menjadi warga Melayu. maka beliau tenggelam. beliau tidak tahu bahwa sampan itu bocor. Ada juga yang menyerahkan diri kepada I Gajah . bagaimanakah nasib bumi Bali kelak?" Si perempuan itu beristirahat dan membangun tempat berteduh. Lalu dipungut oleh orang Nusa. Lama I Melayu di Buruan. Lama I Bandesa Nusa mengemban si bocah. Mereka yang mengungsi beristirahat dan membangun pondok. Pedayung sampannya terdampar di Nusa. menjadi Bendesa di daerah Neriti. Tempat itu kemudian disumpah oleh I Dukuh Buktabia supaya kelak menjadi desa bernama desa Sagerehana. Yang kedua masih kecil ketika perang I Gaduh di Bali. putra Dalem Batu Selem. Adalah putra Dalem Batu Selem dua orang. Kedisan. yang paling tua bernama I Gusti Susudana Batu Suluk. Kata I Bandesa Nusa: "Baiklah. aku adalah warga Pande Bungkasa". Ayahku Dalem Batu Selem sudah moksa. Saudara-saudaraku pada menyembunyikan diri. Cempaga. maka hanya peti tempat topeng itu saja diberikan membawa. Jungjungan. para bangsawan dan rakyat sekalian. tidak ada orang menghiraukannya. ia bergelar Raden Panji. dirusak oleh I Gajah Mada dan Arya Damar. Beliau mengaku diri karena ditinggalkan oleh sang ayah. Lama beliau berada di sana. Adik I Gusti Susudana masih kecil. Beliau ingin beristirahat membangun pondok. Karena hatinya ketakutan terhadap musuh yang galak. dibunuh oleh I Mada. I Melayu memimpin pemujaannya dengan topeng warisan. seakan-akan membahagiakan hati masyarakat. Akhirnya warga Pande itu ingin membangun tempat berteduh. setiap ditanyai mengaku diri warga Gaduh. lalu ia mengungsi ke wilayah tenggara. Semua orang Bali asli mengungsi ke pegunungan. Terunyan. Pasek Lima. Orang Nusa terkejut menjumpai sampan terdampar berisi bocah. I Gusti Bandesa Singgih. sebagai tanda dinobatkan menjadi Raden Panji. Dengan senang hati I Bandesa Nusa menanyai si bocah: "Wahai bocah. tidak ada memperhatikan wangsa. darimana asalmu. Dilaporkan kepada perbekel I Bendesa Nusa. Cukup panjang ceritanya. Beliau ingin membawa topeng warisan leluhurnya. Batur. Raden Panji tewas di Tegal Asah. diupacarai di Buruan. Juntal. beliau sangat adil kepada para kerabatnya. Bumi Bali hancur. Karena peperangan terlalu sengit. Anak ketiga (Nyoman). Anak kedua (Made). lalu sampan itu didorong dibawa ke laut dan dinaiki oleh beliau. semua pada merahasiakan jati diri. Setelah tiba di tengah lautan. Songan. Aku dimasukkan ke dalam warga Pedem. Desa itu kemudian dinamakan Antaran. Terkenal I Melayu dikasihi oleh kerabatnya. berteduh di bawah pohon asoka. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Sahngeh. tetapi tidak diijinkan oleh I Melayu. Saudaranya yang keempat pergi mengembara. Anak keempat (Ketut) pergi mengungsi ke Buruan. Lalu tempat itu disumpah oleh I Dukuh supaya kelak bernama desa Bangkasa. I Dukuh terkejut. Supaya semua pada membawa. Pengungsi dari kerabat Puri Bongkasa dijumpai oleh I Dukuh dan ditanyai. dihormati dan diberi gelar oleh kerabatnya bergelar I Gusti Singgih. Beliau didampingi oleh sekalian kerabatnya. pada takut mati. yang paling tua dipercayai oleh kerabatnya untuk memerintah di Antara. I Bandesa Nusa mempunyai seorang putri bernama Ni Luh Bandesa. masih di Melayu menjaga prasasti dan topeng leluhur. Tiba di tepi laut. usianya sama dengan si bocah tadi. ia menemukan sebuah sampan. ada perempuan datang mengungsi. Saudara I Melayu ada empat. siapakah orang tuamu?" Jawab si bocah: "Aku dari Bali. Beliau membuat tempat pemujaan yang dinamakan Pura Mani Aji. I Dukuh mengatakan: "sampai perempuan ikut melarikan diri. mengembara ke desa-desa. Pasek Pitu semua mengungsi ke pegunungan. Saudaraku sudah dinobatkan berkat harapan rakyat. topeng itu dinamakan topeng Sidakarya. Kerabatku Pasek Pat. Topeng warisannya dipakai simbol leluhur. Ada yang ke Culi.

Mada, dan saudara-saudaraku diturunkan derajatnya menjadi Sudra. Aku tidak ada yang mempedulikan karena aku masih kecil. Karena takut diturunkan derajatku, maka dengan pasrah aku menaiki sampan dan tiba di sini di Nusa". Segera I Bandesa Nusa turun mengambil dan menyongsong si bocah, didudukkan di atas dipan. I Gede Bandesa duduk di pelataran bersimpuh menghadap bersama istri dan kerabatnya laki perempuan. I Gede Bandesa berkata: "Tuan adalah junjungan hamba. Jika benar seperti kata Tuan, junjungan hamba di Bali, semua menyerahkan diri dan menjadi Sudra, semoga Tuan panjang umur, di sini akan hamba junjung, supaya ada memimpin bumi Nusa. Hamba mempunyai seorang putri, semoga juga panjang umur, akan hamba haturkan kepada Tuan, semoga Tuan berkenan menjadikannya pelayan. Dan bagi semua orang Nusa ini, Tuanlah memimpinnya". Beliau sangat senang kepada rasa bakti orang-orang Nusa itu. Entah berapa tahun lamanya, putra raja (Dewa Agung Putra) itu sudah dewasa, Ni Luh Bandesa juga sudah remaja. I Bendesa Nusa berniat menikahkan anaknya dengan I Dewa Agung Putra. Di situlah ia mengumpulkan semua orang Nusa. Orang Nusa pada sepakat. Pada saat pernikahan Ni Luh Bandesa mengiringi I Dewa Agung mandi ke laut, diiringi orang desa sekalian. Beliau mandi berduaan. Pada saat I Dewa Agung mandi, beliau dihanyutkan arus. Ni Luh Bandesa menangis dan berlari ke tepian. Di atas pasir merebahkan diri. Orang Nusa memukul kentongan, dicari di seluruh pantai Nusa. Semua bersedih, pada menangis. Disangkanya beliau telah dimangsa ikan. Dikisahkan I Dewa Agung hanyut ke hilir dan terdampar di pantai Goa Lawah. I Dewa Agung tidak lesu tidak letih. Tiba-tiba beliau mendengar suara, meminta supaya beliau datang ke Goa Lawah. I Dewa Agung menuju Goa Lawah. Setelah beliau tiba di sana, hatinya sangat takut, menjumpai naga berkaki satu. Baru beliau mau pergi, si naga berkata: "Jangan takut, ibu ingin bertanya kepadamu, siapa yang mandi di pantai Nusa, aku lihat dari Tolangkir (Gunung Agung), diiringi oleh orang-orang Nusa. Hanya satu saja yang bersinar. Itulah sebabnya ibu berjalan ke Goa Lawah dan meneropong air laut itu. Kau datang ke mari, siapakah namamu, darimana asalmu, siapakah orang tuamu?" Kata I Dewa Agung Putra: "Hamba belum mempunyai nama sebab hamba masih kecil, ditinggal orang tua. Orang tua hamba adalah Dalem Bali (Raja Bali). Bumi Bali telah dikalahkan oleh I Gajah Mada. Hamba masih kecil, mengungsi menaiki sampan bocor dan terseret arus terdampar dipungut oleh orang Nusa. Di sana hamba dinobatkan menjadi raja". I Naga berkata: "Ibu adalah Sanghyang Basuki, bertempat tinggal di Tulangkir. Jika memang benar kau adalah putra Raja Bali, dan belum mempunyai nama, ibu akan memberikan nama kepadamu, sejak ini kau bernama Sri Pelaka. Pelak artinya hidung berwarna kemerahan. Kau masih berhidung merah. Hilangkan warna merah di hidungmu dengan membilas". Sejak itu kotoran di hidungnya itu semakin bersih. Sri Pelaka sepakat. Ida Sanghyang Basuki berkata: "Kau akan menjadi raja di Nusa, apakah kau ingin lama menjadi raja, ataukah ingin cepat mati?" Sri Pelaka menjawab: "Hamba mohon restu, agar hamba lama menjadi pemimpin negeri Nusa, supaya selamat dan bahagia". Sanghyang Basuki berkata: "Apakah kau bersedia membuatkan ibu tempat suci di puncak Gunung Nusa, supaya ada tempat suci di puncak Mundi (Pura Muncak Mundi) di Nusa?". Sri Pelaka menyetujui keinginan beliau. Kata Sanghyang Basuki: "Jika memang benar kau bisa membuatkan ibu tempat suci di puncak Mundi, apapun kesusahanmu, ibu akan menolongmu". Sri Pelaka berkata: "Hamba setuju"."Nah, silakan bertolak kembali ke Nusa!" Jawab Sri Pelaka: "Hamba tidak membawa sampan". Kata Sanghyang Basuki: "Nah, silakan kau turun ke air laut itu!" Sri Pelaka turun ke air laut, air itu ditiup oleh Sanghyang Basuki dari Goa Lawah. Sri Pelaka hanyut dibawa arus, terdampar di pantai Nusa, dijemput oleh

orang Nusa. Orang Nusa yang lain tidak mendengar berita kedatangan I Dewa Agung. Ni Luh Bandesa sangat senang, bagaikan mengetahui sorga, menghadap Sanghyang Semara. Siang malam tiada terhitung, orang Nusa menghaturkan persembahan kepada Ni Luh Bandesa. Entah berapa hari lamanya, Sri Pelaka berkata kepada Ni Luh Bandesa: "Wahai Luh Bandesa dan kerabatku sekalian, aku bertanya kepada kalian semua, manakah yang lebih baik, apakah aku sebentar menjadi raja lalu mati, ataukah aku lama menjadi raja menemukan kesenangan di Nusa?" Ni Luh Bandesa berkata bersama kerabatnya: "Daulat Tuanku, jika boleh, supaya Tuanku lama menjadi junjungan hamba, membangun kesejahteraan di bumi Nusa ini". Sri Pelaka berkata: "Jika begitu, marilah kita sekalian membangun tempat suci di puncak gunung Nusa, supaya ada Pura Muncak Mundi, seperti dikatakan oleh Sanghyang Basuki, sebagai tempat beliau mengawasi Nusa Kambangan yang ada di Jawa. Semua orang Nusa supaya menjunjung Pura Muncak Mundi". Ni Luh Bandesa bersama kerabatnya sepakat. Sri Pelaka meninggalkan Ni Luh Bandesa di dalam istananya. Sri Pelaka pergi ke puncak Mundi membangun tempat suci untuk Sanghyang Basuki. Entah berapa tahun lamanya, Sri Pelaka tidak pernah pulang dari membangun tempat suci di gunung Nusa. Ni Luh Bandesa gelisah di istana karena Sri Pelaka tidak pernah pulang, beliau membangun tempat suci. Ni Luh Bandesa bergegas menuju puncak Mundi menemui I Dewa Agung. Tanya Ni Luh Bandesa: "Daulat Tuanku, apakah maksudnya Tuan Bandesa, janganlah kau menggoda orang sedang berbuat jasa di tempat suci. Ibulah menyuruh supaya membangun tempat suci di puncak. Kau bersedih karena tidak ada keturunan, ibu memberikanmu keturunan, supaya kau benar-benar memelihara bayi ini. Bayi ini kelak tidak mati pada malam hari, tidak mati pada siang hari, tidak mati di medan perang. Anakmu ini akan bernama Dalem Baukut. Jika ada wangsa Wisnu turun ke pulau Bali; aku akan menitipkan taringku di pohon dedap, dihanyutkan di sungai Unda, supaya ada alasan I Jelantik menjalankan kesatriaan. I Jelantik ke Nusa, berikan dia istri Ni Gusti Ayu Lod. Taringku bernama keris I Pencak Saang. I Pencak Saang akan membunuh Dalem Baukut. Dialah menjadi Raja Bali terakhir yang dinamakan pemimpin Bali. Kerabat Dalem Bali, yakni I Pasek Pat berada di Sorga, menjaga, Pura Gunung Agung, namanya I Dukuh Sorga. Yang kedua (Di Made), I Dukuh Gamongan tugasnya menjaga Pura Bukit Lempuyang. Yang ketiga, bertempat tinggal di Payangan bagian barat, bertugas menjaga Pura Gunung Batukaru, namanya adalah Dukuh Buktabia. Yang bungsu, berada di Sakenan, tugasnya menjaga Bukit Luhur Ulu Watu, namanya adalah I Dukuh Preteka. Pasek Bali Lima, kerabat Dalem Bali, yaitu Pasek Kayu Putih, tugasnya menjaga Pura Batur. Pasek Kayu Selem tugasnya menjaga Pura Ulun Danu. Pasek Kayu Ireng bertugas menjaga Pura Jati. Pasek Cemeng bertugas menjaga Pura Penulisan. Pasek Celagi Manis bertugas menjaga Pura Taman Sari. inilah dinamakan Pasek Gunung Batur. Pasek Pitu yang berada di Bali, kerabat Dalem Bali. I Bence panti-nya Bandesa. Gaduh panti-nya Gaduh. Kebayan panti-nya Kebayan. Pasek puranya Pasek. Dangka pura-nya Dangka. Ngukuhin pura-nya Ngukuhin. Penyelawean selesai sampai di sanggah saja, dinamakan warga Pemasahan. Inilah menjadi sanak-saudara, abdi Dalem Bali, setiap kali dianugrahi oleh Dalem Bali, dinobatkan di Puri, menjadi kerabat raja (Pangerob Dalem), dinamakan warga Tangkeban, Purinya bernama Batu Kuwub, penjaganya adalah Tangkeban. Penjaga Dalem Bongkasa bernama warga Pande Bangkasa. Pande Bangkasa mempunyai tempat perapian. Pada saat melakukan upacara atiwa-tiwa, jika tidak mempunyai tempat suci Padma di sanggah, patut membuat Sanggar Agung di arah timur laut, memohon air suci kepada Bhatara di Gunung Agung untuk menyempurnakan jalannya upacara kematian itu. Anugrah Ida Bhatara Mahadewa ketika di Gunung Agung, ini bernama warga Bali Tangkeban. Abah-Abah (Nasihat Leluhur).

Ada lagi nasihat leluhurku Ki Selem dan Ki Putih Jimbaran seperti ini katanya. Wahai kau keturunanku sekalian, janganlah kalian tiada mempedulikan kelima istanaku, terutama Pura Dalem Batu Kuub, Pura Bungkasa, Pebersihan, Batan Getas, dan Bedulu. Sebab itulah yang dinamakan tempat suci leluhurmu sekalian, sebagai pengayom seluruh keturunan. Jika keturunanku melupakan leluhurnya, kalian akan hancur. Kalian semua harus tahu leluhurmu. Dan jika membuat upacara atiwa-tiwa yang pantas dilakukan, dalam pandusan (tempat memandikan jenazah) boleh memakai dasar pancung pering. Dan jika melakukan upacara dwijati ataupun mapodgala, boleh memakai atribut pendeta, seperti menggunakan Padmasana, Padmasari, Padma Kerawang dan Petulangan Lembu. Ada lagi anugrah, berkenaan dengan rurub kajang yang patut disuratkan, antara lain: Dasa Aksara, Sapta Aksara, Panca Aksara, Panca Brahma, Tri Aksara, Dwi Aksara, Sajat Kranti, Sapta Titawati, Nawa Sanga, dan aksara yang patut disurat ketika orang selesai diupacarai upacara mapodgala, di sela alisnya disurat, Ongkara Sari. Dan jika kalian telah selesai melakukan upacara mayogala, kalian berhak mengentaskan sanak keluargamu, jangan kalian menyimpang dari isi prasasti yang dianugrahkan kepadamu hingga kelak. Ini air suci untuk orang mati, sebagai pembasmi ketika meninggal, air suci ini berisi bunga teratai, soce mimang, berwadah kelapa gading, disiratkan dengan mantra: "Ong Ang Brahma sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Wisnu sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang Mang Iswara ya namah swaha. Ang Ing Mahadewa nirmala ya namah swaha. Ong Ang Sadha Rudra sunya nirmala ya namah swaha. Ong nibana acintya sunya nirmala ya namah swaha. Ong Ang bhyo mantra suksma sunya nirmala ya namah swaha". Air suci ini dari Pura Pada Getas Bantas, sebagai pengentas. Di dalam tulisan Kajang memakai aksara Ongkara adumuka. Doa Pemujaan "Ong Brahma ya kita purusa ya pinggala ya druwe yaya musala bajra paramatha ya pati sahayu tasma, baruna ayu dipati sarwa satwa ya namah". Ini adalah doa pemujaan kepada Mahadewa, pantas dipakai di Pura Bedahulu, mantranya: "Ong Dewa Mahadewa pita warna Mahadewana catur bhuja Rudra mamakon meru kancana bhaswaram". Demikian tata caranya yang patut dilaksanakan oleh keturunan Ki Putih Jimbaran.

Babad Ki Tambyak

Semoga tiada halangan dengan memuja Ongkara Bali (memuja Tuhan dalam wujud Aksara Suci), dengan anugerah Hyang Prajapati, segala bencana terhindari. Sujud hamba kehadapan leluhur, kehadapan Sang Hyang Bumipati, izinkanlah hamba mengutarakan kisah Arya Tambyak pada masa lampau. Semoga hamba tidak terkena kutukan

Baginda pendeta berkata: "Wahai anakku yang baru lahir. oleh karena terlalu lelah dalam perjalanan. hamba berhasrat menyusul perjalanan Paduka". Entah berapa hari lamanya baginda pendeta tinggal di Bali. agar dapat menghadap Paduka Bhatari. apa sebabnya Adinda datang. Sekarang aku akan kembali ke alam dewa (moksa). namun engkau tidak cedera dan tetap hidup. Tiba-tiba mereka sudah sampai di tepi Danau Batur. jatuh di atas batu. Tibatiba sang istri menyusul datang di Desa Panarajon. Di sana lah isterinya duduk.leluhur. menyertai Paduka Batara Putra Jaya yang bersemayam di pura Besakih. dan Sang Hyang Genijaya yang bersemayam di Gunung Lempuyang. Begawan Maya Cakru menjawab: "Wahai istriku. . di sana ada sebuah batu datar terletak di bawah pohon kayu mas (kayu sena). aku memberikan nama I Tambyak. Ada seorang brahmana sakti. Batu itu pecah. Betapa terkejutnya beliau melihat isterinya menyusul perjalanannya. Mereka berjalan amat cepat. menyusul perjalanan Kakanda. janganlah Adinda mengikuti Kakanda". Karena itu. semoga engkau selaku keturunanku tetap bahagia. dan semoga berhasil dengan sempurna. Isterinya menjawab: "Sujud hamba kehadapan Paduka Pendeta. aku terpesona menyaksikan kelahiranmu. menemukan keselamatan. tanpa mempedulikan rasa lelah". tidak tertimpa mala petaka. Kakanda bermaksud menghadap Paduka Bhatari di Ulun Danu. Oleh karena Adinda sedang hamil. beliau pun berkunjung ke Desa Panarajon di tepi Danau Batur. datang ke Bali. tidak durhaka. Ketika sang pendeta berkata demikian. Tidak lama kemudian bayinya pun lahir dan jatuh di atas batu. tampak isterinya masih tetap bersikeras menyertai suaminya. panjang umur dan seluruh sanak keluarga hamba menemukan kebahagiaan. Beliau adalah Begawan Maya Cakru yang gemar bertapa dan berasrama di Silayukti. Baginda pendeta berkata: "Wahai Adinda.

Si Arya Kalungsingkal yang bertahta di Taro diikuti pula oleh para prajurit andalannya. Oleh karena baginda raja ingin mengetahui kehebatan Ki Tambyak. siap-siaga sama-sama memegang senjata. para prajurit itu disuruh membuat benteng pertahanan oleh . Bayi itu dijumpai sedang menangis di bawah pohon kayu mas. lalu ia bergelar Pangeran Tambyak. Baginda Arya Tunjung Tutur memerintah di Tenganan Pagringsingan juga diikuti oleh prajurit terpilihnya. Tidak dikisahkan lagi baginda pendeta. Alangkah besarnya kasih sayang sekalian orang-orang Panarajon kepada si bayi. Selanjutnya. Ketika dia sudah bisa membalas budi baik penduduk desa-desa di sekitarnya. antara lain Baginda Kebo Waruga yang memerintah di Blahbatuh. maka Ki Jro Kabayan Panarajon beserta anak angkatnya itu dipanggil agar menghadap ke istana. Tidak diceritakan lebih jauh. Demikian pula Ki Pasung Grigis yang menguasai Desa Tengkulak didampingi oleh seorang prajurit terkemuka yang dijuluki Pasar Tubuh Bedahulu. Tidak panjang lebar dikisahkan. Bayi itu berhenti menangis. lalu diambilnya. bayi itu dipelihara oleh orang-orang Bali Aga. sekarang dikisahkan bayi itu sedang menangis menjeritjerit di atas batu. dan bertabiat mulia. Entah berapa hari lamanya. Demikian pula para menteri istana. siaga dengan bekal keahlian dan kesaktian. mereka nampak sama-sama tegar. diikuti oleh prajurit pilihan. Demikianlah diceritakan bahwa ada seorang rakyat di Desa Panarajon Batur amat pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan. ia tumbuh dengan sehat.panjang umur. Demikianlah kata-kata Begawan Maya Cakru. menghadap Sri Haji Tapohulung. tersebutlah seorang Kabayan dari Desa Panarajon sedang bermain-main di tepi danau. lalu beliau menggaib. sampai kelak tetap dikasihi oleh raja-raja Bali". mereka sudah tiba di kerajaan Batanyar. Kabayan Panarajon memungut bayi tersebut dan dijadikan anak angkat. akan bertanding mengadu kekuatan dengan I Tambyak.

Orangorang Tenganan. karena itu Ki Tambyak disuruh bersiap siaga. Majulah seorang prajurit Si Arya Pasung Grigis yang bernama I Kabayan Batu Sepih yang sudah siap siaga dengan senjatanya. sama-sama menghunus keris. Kabayan Batu Sepih terkena tusukan Ki Tambyak sehingga gugur terkapar di tanah. Karena Ki Pangeran Batu Sepih gugur maka seluruh . Dia pun datang ke tengah medan laga. yaitu keris Si Pedang Lembu yang bersinar bagaikan pancaran sinar mercu. dan di selatan. Orang.sorai yang tiada putus-putusnya. saling tangkis. Namun tiba-tiba dalam sekejap saja. Mereka bergulat saling tusuk. Si Kabayan Panarajon niscaya mampu menghadapi serangan musuh. Suara kentongan bertalu-talu. silih berganti. kendang besar dan bunyi-bunyian mengalun. Baginda raja menyuruh I Tambyak agar siap berlaga. Lalu baginda raja muncul dikawal oleh Baginda Kebo Taruna. Debu-debu pun tertidur karena diinjak-injak oleh orang yang sedang berlaga itu. Itulah para menteri baginda raja Sri Haji Tapohulung. Kalungsingkal. Orang-orang Bali selatan bersoraksorai. saling mengintai. oleh karena beliau sudah termashur jaya dalam peperangan.baginda raja. oleh karena kemenangan baginda I Kabayan Batu Sepih. serta suara kendang dan gong beri yang berbarung gemuruh. sungguh-sungguh bagaikan peperangan Bima melawan Suyudana ketika mengadu kesaktian. saling sodok. baginda raja memanggil seluruh prajuritnya untuk bersama-sama berperang melawan I Tambyak. tubuhnya sama-sama melemas. Tunjung Tutur. di sebelah timur Desa Pejeng. Taro. dan Pasung Grigis. orang-orang Panarajon nampak ketakutan. Dari kursi singasana emas. mereka sama-sama pandai memainkan pedang. sungguh bagaikan gelombang lautan. di barat. saling tendang. suara gong itu menggema dibarengi sorak. Mereka berdua nampak siaga dan mulai mematukkan kerisnya. diiringi dengan suara gamelan. tawa-tawa. Tengkulak.orang Panarajon berada di utara. ada yang berjaga di timur. Blahbatuh. Pada saat itu.

Banyak prajurit yang gugur. mayat bertumpuk-tumpuk bagaikan gunung di medan laga. Entah berapa lama sudah Ki Tambyak menjabat patih. turun-temurun menjadi patih. maka segala bentuk upacara korban selalu dilaksanakan. bagaikan roda pemintalan. Demikianlah keadaan negeri pada masa pemerintahan Patih Tambyak. dia lalu bergelar Ki Patih Tambyak.kejanggalan pada masa pemerintahannya pertanda masa Kali sudah tiba. dengan sentosa seluruh sanak keluarganya ikut serta menjaga negeri. Diturunkan dari sifat ayahnya. Demikianlah dia tetap berlaga melawan musuhmusuhnya. Sekarang dikisahkan kehancuran kerajaan Bedahulu yang disebabkan oleh serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada. dan asayah artinya dia tidak takut mati di tangan musuh. tidak ada yang tidak patah lengannya. keadaan negeri sangat tenteram di bawah pemerintahan baginda raja Sri Haji Bedhamurdi yang sudah termashur di seluruh negeri. ada pula ususnya keluar. Sri Haji Gajah Wahana dinobatkan menjadi raja Bali Aga. Dengan disaksikan oleh seluruh rakyat dan para menteri. Dia pun diberi pakaian kebesaran seorang patih serta perlengkapan lain yang utama. oleh karena telah terbukti kehebatan I Tambyak. Namun tampak kejanggalan. yang membuat tipu muslihat dan menjalankan ajaran aji sukma kajanardanan. Sekarang dikisahkan baginda Patih Tambyak menjadi teladan semua rakyat. I Tambyak berputar-putar. I Tambyak disuruh berhenti berperang dan dipersilakan duduk oleh baginda raja. Abitah artinya dia tidak takut kepada orang banyak.prajuritnya berang. adat-istiadat berlangsung sebagaimana tercantum dalam purana. Oleh karena itu. Setelah berselang beberapa lama. . pregitah artinya dia tidak takut menandingi musuh yang banyak. Tidak diceritakan lebih lanjut kejayaan baginda raja dalam memerintah Bali.

serta bertabiat mulia. Beliau Adalah penasehat Patih Gajah Mada. di Bali tidak ada raja. ada yang ke Tabanan. yang perempuan dinobatkan di Sumbawa. Arya Pangalasan. Sungguh-sungguh bagaikan Kresna titisan Dewa Wisnu. Di belakang Arya Wang Bang . mereka senantiasa mengaku keturunan Arya Bandesa. Para dewa pun cemas menyaksikan kehancuran ini. dan Arya Manguri. beserta sanak keluarganya. disertai oleh rakyat yang sakti dan kebal. Yang paling tua dinobatkan di Blambangan. ada yang ke Jembrana. putraputranya itu diminta oleh patih Gajah Mada sebagai raja. ada yang masih hidup. ada yang ke sebelah utara gunung yaitu ke Desa Bungkulan. beliau bertemu dengan bidadari. Ada pun Ki Patih Tambyak. Di setiap desa yang disusupinya.kebal. nyata sekali baginda sudah mendalami Tri Radya. juga karena kesaktian Arya Damar yang menguasai ilmu kadigjayan yang sempurna. Konon beliau lahir dari batu. Setelah itu akan dikisahkan baginda Maharaja Kapakisan yang memerintah Bali yang kerajaannya diusahakan oleh patih Gajah Mada beserta pakaian kebesaran kerajaan dan sebilah keris yang bernama Si Ganja Dungkul. Ketika masa kekalahan Bali Aga. Bidadari itu dinikahinya. Setelah beliau berputra. Arya Belog. ada yang menyusup ke desa-desa. ada yang ke timur. Arya Wang Bang. lengkap tidak ada yang kurang. ke selatan.Demikian misalnya terdengar berita kematian Kebo Taruna. Sri Haji Bedhamurdi terlebih dahulu meninggal. Mereka tidak berani mengakui wangsanya. tertangkapnya Pasung Grigis di daerah Tengkulak menyebabkan hancurnya kerajaan Bedahulu. yang kedua bertahta di Pasuruhan. ada yang mengungsi terpencar ke sanasini. Arya Dalancang. baginda Patih Kalungsingkal dibunuh oleh Arya Sentong. ada yang mati. dan terkecil dinobatkan di Bali Aga. Tersebutlah seorang pendeta suci yang bernama Dang Hyang Kepakisan. serta didampingi oleh beliau Arya Kanuruhan. Pada saat beliau memuja Dewa Surya (Surya Sewana).

Sekarang akan diceritakan beliau Arya Wang Bang. tempat persemayaman Jro Gede dari Nusa Kambangan. Kematian adiknya seakanakan dicari-cari. Yang tertua bernama Si Arya Rangong dan adiknya bernama Si Arya Ruju Bandesa. berada di Puri Buahan. Beliau kemudian menguasai wilayah Tabanan. Beliau bernama Kyayi Ngurah Kenceng. Ada lagi tipu muslihat Si Arya Rangong yaitu ada pohon beringin yang sangat besar dan tinggi. Si Arya Ruju Bandesa disuruh memangkas pohon beringin itu oleh kakaknya. Adapun beliau Arya Rangong amat iri hati terhadap adiknya. Tan Mundur dan Si Tan Kawur juga datang ke Bali. mohon dimaafkan agar tidak terkena kutukan. Ada pula tiga orang Wesya yang berasal dari Majapahit yaitu Si Tan Kober. Demikianlah cerita yang tersebut dalam lontar. Dia tidak menolak dan segera memangkas pohon beringin itu. Pada zaman dahulu ada seorang pengawal turun ke Bali mendampingi beliau Dalem Kresna Kapakisan. Jika ada kata-kata yang menyimpang. dan mempunyai dua orang anak lakilaki. Beliau beristrikan putri Pangeran Bendesa Tumbak Bayuh. selalu dicintai rakyat. Semua orang terpesona menyaksikan Si Arya Ruju Bandesa memangkas . dan semoga hamba menemukan keselamatan. Tidak akan dikisahkan lebih jauh mengenai pemerintahan Dalem beserta sanak keluarganya yang beristana di Harsapura (Klungkung). seorang keturunan brahmana.adalah Arya Kutawaringin dan tersebut pula Arya Gajah Para datang ke Bali dan menetap di Tianyar. Sedangkan Arya Kutawaringin bertempat tinggal di Toya Anyar. tidak menemui rintangan-rintangan sampai pada sanak keluarga dan keturunan-keturunan hamba. Pohon beringin itu sangat angker. Namun dia tidak berhasil karena amat besar cinta kasih para dewa terhadap Arya Ruju Bandesa. Hal itu disebabkan karena dahulu beliau itu ialah guru dari patih Gajah Mada yang kini menyertai perjalanan Arya Kapakisan ke Bali.

sebuah candi pun telah didirikan oleh Arya Notor Waringin. Beliau Arya Notor Waringin kemudian menguasai daerah Badung. Demikian seterusnya. Setelah selesai memuja. Alangkah bahagianya Pangeran Bandesa Tambyak dapat bertemu dengan seseorang yang berbudi luhur. akhirnya mereka berdua dipanggil untuk datang dan duduk di hadapan Paduka Batara. mendampingi Paduka Batara. konon daerah itu akan dikuasai oleh Ki Ngurah Arya Notor Waringin. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin berada di Desa Panarajon. Adapun daerah yang berhak dikuasainya. bermain-main di tepi danau. didampingi oleh teman dekatnya yang bernama Bandesa Tambyak. Setelah itu. dalam menciptakan kesejahteraan negeri. sambil memuji kebesaran Tuhan guna mendapatkan kekosongan. barat. Namun kakaknya Arya Rangong masih saja merasa iri hati kepadanya. ia amat dicintai rakyat. Mereka berdua segera menyembah. tiba-tiba dia telah sampai di pinggir sebuah danau dekat Desa Panarajon. Di sana dia bertemu dengan Pangeran Bandesa Tambyak. dan selatan. Pada saat mereka berdua tiba di puncak bukit. Daerah-daerah itu nampak terang. Setelah itu. Menurut Batara. Tidak dikisahkan dalam perjalanannya. Pangeran Bendesa Tambyak di anugerahi oleh temannya: . Dia dipersilakan melihat daerah-daerah melalui lubang sumpit itu. Tetapi di arah barat laut terlihat sebuah desa yang gelap. Tiba-tiba Paduka Batara muncul di tengah danau. Mereka tidak menolak perintah Paduka Batara. bakti terhadap dewa. utara. Kyayi Notor Waringin dianugerahi sebuah sumpit. berjalan menyusup ke tengah hutan. dari timur. Mereka menyembah dengan hati yang suci bersih. tidak berselang lama.pohon beringin karena sama sekali tidak tertimpa bencana. tidak henti-hentinya memuja Tuhan. Tiba-tiba dia minggat dari istana. Demikian anugerah Batara kepadanya. mereka disuruh naik ke puncak bukit. beliau bergelar Arya Notor Waringin. Mereka berdua saling memperkenalkan diri.

Tidak akan dikisahkan lebih jauh perihal Sri Anglurah Notor Waringin yang berkuasa di negeri Badung. didampingi oleh abdi setianya yaitu Pangeran Tambyak. baik pada saat suka mau pun duka. Jika engkau didenda dengan uang. betapa besarnya cinta kasihmu terhadap diriku. betapa sejahteranya negeri Badung. kemudian mengungsi ke Desa Timbul Sukawati beserta istri. hal itu dapat dibayar dengan uang. Adapun Pangeran Bandesa Tambyak yang berada di Desa Pahang. Entah berapa lamanya mereka berada di Sukawati. Sri Anglurah Notor Waringin menjadi raja Badung. engkau akan diusir dan terampuni". Beliau berhasil membunuh burung gagak siluman. Tidak ada musuh yang berani menandingi baginda. Jika engkau bersalah. itu dapat diampuni. Entah berapa lamanya Kyayi Notor Waringin memerintah negeri Badung. tidak dapat dipisahkan. Ada yang bertahta di Puri Tambangan. Demikian anugerah raja Badung kepada Pangeran Tambyak. Semakin hari semakin besar restu dan anugerah Batara kepada baginda. ada yang bertahta di Puri Denpasar. sehingga dia diangkat sebagai menteri oleh Dalem."Wahai Bandesa Tambyak. Putra-putranya silih berganti. turun-temurun menjadi raja. dan ada yang ke Desa Pahang. jika engkau mendapat hukuman mati. dengan mengadakan huru-hara di istana. timbullah niat buruk Ki Bandesa Tambyak. karena kekalahannya melawan Cokorda Karang. Semua keturunannya hidup tenteram. Tidak dijatuhi hukuman mati. anakanaknya dan Gusti Grenceng serta I Gusti Brasan. Karena itu dia disuruh menguasai desadesa berikut penduduknya di daerah Bukit Pecatu. demikian sampai kelak seluruh sanak keluarga dan keturunan Bandesa Tambyak tidak dikenai hukuman. Entah berapa lamanya. Saat ini engkau dan aku berada di daerah Badung atas restu Paduka sejak dulu sampai kelak. Ada pula yang diusir ke Sumerta. lalu mereka berpindah lagi. memimpin para menteri. kita sehidup semati. Harta milikmu tidak dapat dirampas. sejak dulu sampai sekarang. Gusti . dan ada bertahta di Puri Kesiman.

agar engkau menemukan keselamatan". Wahai Tambyak. dicintai oleh masyarakat. Tidak dikisahkan lagi keadaan Ki Tambyak. panjang umur. amat kasihan melihat Ki Bandesa Tambyak menangis di sisi tempat tidurnya: " Wahai Bandesa Tambyak. dan I Buta Panji Landung menampakkan diri. Ki Tambyak menjawab: " Oh Tuhanku. Dia pun masih dikejar-kejar oleh I Dewa Nataran. Demikianlah sabda beliau. siapa gerangan yang masih menaruh belas kasihan terhadapku?" "Wahai Tambyak. Setelah itu dia lari ke arah barat menuju Desa Mantring. lindungilah hamba dari kematian dan kejaran musuh". Adapun Ki Bandesa Tambyak yang masih tertinggal di Sukawati menyamar menjadi Pangeran Pahang. supaya ada yang menyembah Paduka Batara di sini. beserta Paduka Batara Sang Hyang Siwa Raditya. Di sana Pangeran Pahang menangis tersedu-sedu. oleh semua mahluk. karena itu ia lari untuk bersembunyi ke pinggir sungai Wos. aku menganugerahimu. dan leluhurku yang berada di Desa Panarajon.Brasan sudah lebih dulu kembali ke Badung bersama-sama Gusti Grenceng. dan Paduka Batara Dalem di Desa Pahang. Hujan dan angin ribut menyelimuti daerah di sekitar desa itu. sanak keluarga dan keturunan hamba turun-temurun tidak akan lupa menyembah Paduka Batara" "Wahai Bandesa Tambyak. tidak tertimpa mara bahaya". Dewa dari semua Dewa. sekarang akan diceritakan Sri Agung Karang bertahta di daerah Tapesan. katanya: "Oh Tuhanku. Karenanya orangorang yang mengejarnya kembali pulang. Negerinya amat . Tiba-tiba dari pohon beringin itu muncul sinar. aku adalah Buta Panji Landung. semoga engkau menemukan keselamatan. sanak keluarga dan keturunanmu mendapatkan kesejahteraan. "Sujud hamba kehadapan Batara abdi Paduka Batara tidak akan meninggalkan desa ini. Tiga empat kali. ia memuja Paduka Batara. janganlah engkau lupa akan janjimu". Setelah itu beliau menggaib lagi. Dewa dari semua Dewa di pohon beringin ini. Karena itulah jalan itu dinamakan Rurung Panji.

memiliki kepandaian luar biasa serta bijaksana dan mahasakti seperti ayahnya Danghyang Bajrasatwa. dikenal dengan sebutan Panca Tirtha.besarnya ke hadapan Ida Hyang Parama Kawi . Tidak diceritakan lagi Ida Dewa Agung Karang. kini akan diceritakan Ki Bandesa Tambyak yang menetap di Desa Celuk Mantring. Sudah tersurat dalam lontar (prasasti). serta keluarga dan keturunan kami mendapatkan keselamatan. dijadikan tempat persemayaman Batara Panji Landung yang berada di Madyasari. tersebutlah di kawasan Jawa. diwujudkan dalam bentuk Area Batara Siwa Raditya. Beliau . tatkala menceriterakan keberadaan para leluhur yang telah pulang ke Nirwana. kami terlepas dari kutuk dan neraka.Tuhan Yang Maha Esa serta Batara . kami haturkan pangaksama mohon maaf sebesar . Demikian cerita Ki Bandesa Tambyak yang berada di Celuk Mantring. Om Ksama sampurna ya namah swaha. Ida Danghyang Tanuhun berputra lima orang. Juga agar tidak terkena malapetaka dari Ida Sanghyang Saraswati. tidak jauh berbeda dengan kakaknya yang bertahta di Peliatan. Ada putranya Iakilaki seorang bernama Danghyang Tanuhun atau Mpu Lampita. ada pendeta maha sakti bernama Danghyang Bajrasatwa.Sejahtera. Babad Manik Angkeran Bagian 1 dari 5 bagian 1 >bagian 2 >bagian 3 >bagian 4 >bagian5 PENDAHULUAN Om AWIGHNAMASTU NAMOSIDDHAM Terlebih dahulu.Batari junjungan dan leluhur semuanya. kesejahteraan sampai kelak di kemudian hari di dunia ini. Om Siddha rastu. Sebagai pendahuluan ceritera. beliau memang pendeta Budha. Semoga kami semuanya. Setelah itu beliau memindahkan leluhurnya dari Desa Pahang. Agar supaya. sama-sama memiliki tempat tinggal.

Bali Timur. Beliau memperistri putri dari Rangdeng Jirah . lwirnya ngawangun kahyangan. Beliau Mpu Kuturan demikian tersohornya di kawasan Bali. karena beliau yang mengadakan tata aturan tersebut. sama keutamaannya dengan Mpu Bahula. turun ke Bali tahun Isaka 921. Beliau yang sulung bernama Mpu Gnijaya. menyelenggarakan upacara sthana Bhatara-bhatari di Bali. Yang nomor tiga bernama Mpu Ghana. membangun pasraman di Besakih. Baleagung. datang di Bali tahun Isaka 923 atau tahun Masehi 1001. Demikian banyaknya pura sebagai sthana Bhatara dibangun di Bali semasa beliau menjabat pendeta negara.tiga pura desa di Bali. Beliau Empu Bahula berputra Iaki bernama Mpu Tantular.desa adat serta Kahyangan Tiga . Adiknya bernama Danghyang Mpu Bharadah mempunyai putra Iaki-laki dan keutamaan yoga beliau bernama Mpu Bahula. tahun Masehi 999. Tercantum dalam lempengan prasasti seperti ini "Ida sane ngawentenang pawarah . mahayu palinggih Bhatara . Beliau membuat pasraman di Gunung Lempuyang Madya. dikenal sebagai Pendeta pendamping Maharaja Sri Dharma Udayana Warmadewa. dan karena ada tata cara di Bali seperti itu berkenanlah para Bhatara bersthana di Sad Kahyangan. datang di Bali pada tahun Isaka 971 atau tahun Masehi 1049.Sang Panca Tirtha sangat terkenal keutamaan beliau semuanya. Beliau mengangkat putra yakni Mpu Kamareka atau Mpu Dryakah yang kemudian menurunkan keluarga Pasek Kayuselem.janda di Jirah atau Girah yang bernama Ni Dyah Ratna Manggali. ayun sapara Bhatara lumingga maring Sad Kahyangan. sekitar tahun Masehi 1000.tujuh pendeta yang kemudian menurunkan keluarga besar Pasek di Bali. menjadi pendeta kerajaan Prabu Airlangga di Kediri. Bahula berarti utama. Teluk Padang atau Padangbai. Klungkung datang di Bali pada tahun Isaka 922 atau tahun Masehi 1000. Tidak ada menyamai dalam soal kependetaan. Ulunswi. Dalem. Yang nomor empat.Bhatari ring Bali lwirnya Puseh desa Walyagung Ulunswi Dalem sopana hana tata krama maring Bali. berdiam di Lemah Tulis. Beliau pula yang merancang keberadaan desa pakraman . serta dikenal sebagai perancang pertemuan tiga sekte agama Hindu di Bali. Nama beliau tercantum di dalam berbagai prasasti dan lontar yang memuat tentang pura. yang disatukan di Samuan Tiga . Adik beliau bernama Mpu Semeru. seperti membangun pura kahyangan.warah silakramaning bwana rwa nista madhya utama. Mpu Tantular adalah yang dikenal sebagai . Karangasem. ayahandanya. Seperti Pura Puseh Desa. termasuk Sad Kahyangan serta Kahyangan Jagat dan Dhang Kahyangan di kawasan Bali ini. Gianyar. membangun pasraman di Silayukti. upacara dan upakara atau sesajen serta Asta Kosala kosali yang memuat tata cara membangun bangunan di Bali. membangun pasraman di Dasar Gelgel. bernama Ida Empu Kuturan atau Mpu Rajakretha. yang sangat pandai di dalam berbagai ilmu filsafat. Beliaulah yang menurunkan Sang Sapta Resi . Kepandaian dan kesaktian beliau di dunia sama dengan ayahandanya Mpu Bharadah. menengah dan utama). neher sira umike sila krama" yang artinya: Beliau Mpu Kuturan yang mengadakan aturan tentang tatacara di dunia ini yang berhubungan dengan mikro dan makrokosmos dalam tingkat nista madya utama (sederhana. yang sampai kini diwarisi masyarakat. Daha. Nomor lima bernama Ida Mpu Bharadah atau Mpu Pradah. Kisah ini terkenal dalam ceritera Calonarang. Jawa Timur. Pajarakan.

Dalem Ketut Kresna Kepakisan datang di Bali. Ida Dalem beristana di Samprangan. Arya Temenggung. Arya Kutawaringin di Klungkung. yang kemudian menurunkan Brahmana Budha di Pulau Bali. Arya Dalancang di Kapal. yang sulung bernama Danghyang Angsoka. Ida Danghyang Panawasikan. Ida Manuaba. Ida Arya Demung Wang Bang asal Kediri di Kertalangu. Ida Danghyang Panawasikan memiliki putri seorang. Arya Sentong di Carangsari. Yang sulung bernama Mpu Danghyang Panawasikan. terkenal kebijaksanaan dan kesaktian beliau. Peranda Sakti Wawu Rawuh dan dikenal juga dengan sebutan Tuan Semeru. Si Tan Kawur di Abiansemal dan Si Tan Mundur di Cegahan . Arya Kenceng di Tabanan. Yang terkecil bernama Mpu Danghyang Soma Kapakisan. Arya Dalancang. bagaikan Dewa Wisnu menjelma. yang membangun pasraman di Taman Sari. serta menurunkan keluarga besar Brahmana Siwa di Bali yakni. Ida Kresna Wang Bang Kapakisan mempunyai putra empat orang. Si Tan Kawur. Arya Kepakisan. Arya Sura Wang Bang asal Lasem di Sukahet. Ida Danghyang Asmaranatha bagaikan Dewa Manobawa yang menjelma. Danghyang Angsoka sendiri berputra Danghyang Astapaka. ketika Sri Maharaja Kala Gemet memegang kekuasaan di Majapahit. bagaikan Sanghyang Jagatpathi wibawa beliau. Yang menjadi raja di Bali bernama Dalem Ketut Kresna Kapakisan menurunkan para raja yang bergelar Dalem keturunan Kresna Kepakisan di Bali. Kriyan Punta di Mambal. serta Danghyang Soma Kapakisan. berputra Ida Kresna Wang Bang Kapakisan.penyusun Kakawin Sutasoma di mana di dalamnya tercantum "Bhinneka Tunggal lka" yang menjadi semboyan negara Indonesia. Arya Temenggung di Patemon. Beliau melaksanakan paham Siwa. Arya Gajah Para serta Arya Getas dan tiga wesya: Si Tan Kober. yang wanita di Sumbawa. Yang nomor dua bergelar Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra. semuanya diberi kekuasaan oleh Raja Majapahit. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. didampingi oleh l Gusti Nyuh Aya di Nyuh Aya sebagai mahapatih Dalem. Sri Haji Wungsu pada tahun Masehi 1049. yang menjadi guru dari Mahapatih Gajahmada di Majapahit. yakni beliau yang sulung menjadi raja di Blambangan. pendeta yang pandai dan bijaksana. Ida Kemenuh. Arya Wangbang . memiliki dua orang putra. Arya Belog di Kaba-Kaba. menjadi raja dikawal oleh Arya Kanuruhan. Arya Belog. Arya Pamacekan di Bondalem. Arya Belentong di Pacung. Sang Tri Wesya: Si Tan Kober di Pacung. Arya Wang Bang asal Mataram tidak berdiam di mana-mana. berdiam di Jawa melaksanakan paham Budha. Tatkala itu Ida Dalem memerintahkan para menterinya untuk mengambil tempat masing-masing. Ida Keniten. Arya Jerudeh di Tamukti . Arya Kanuruhan di Tangkas. Ida Danghyang Soma Kapakisan yang berdiam di kawasan kerajaan Majapahit. demikian cantiknya. Beliau juga bergelar Danghyang Angsokanata. Keberadaan beliau di Bali diperkirakan sejaman dengan pemerintahan raja Bali. Ida Danghyang Smaranatha. Si Tan Mundur. dan yang paling bungsu di kawasan Bali. adiknya di Pasuruhan. Ida Danghyang Siddhimantra bagaikan Dewa Brahma wibawa serta kesaktian beliau. atau Danghyang Dwijendra. Arya Kenceng. Ida Mas serta Ida Patapan. berputra empat orang semuanya Iakilaki. Arya Manguri. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Ida Mpu Tantular atau Danghyang Angsokanata. Adik beliau bernama Danghyang Nirartha.Arya Demung. Arya Pangalasan. Yang nomor tiga bernama Mpu Danghyang Smaranatha. dan Arya Kutawaringin. diperistri oleh Danghyang Nirartha.

sudah lama beliau mengembara mencari putra beliau itu tidak juga dijumpai. ternyata kemudian putra beliau sehari-hari pekerjaannya hanya berjudi melulu. Setelah Ida Bang Manik Angkeran menginjak remaja. Manik dari manik mutu manikam yang menjadi anugerah. Demikian asal mulanya Ida Mpu Bekung memiliki putera. akan diceriterakan di bawah ini Diceriterakan. konon. Setiap yang diinginkan putranya dipenuhi. Setelah beliau memiliki putera. IDA DANGHYANG SIDDHIMANTRA BERPUTRA IDA BANG MANIK ANGKERAN Diceriterakan kembali putra Ida Danghyang Angsokanata atau Danghyang Mpu Tantular yang nomor dua yakni Ida Mpu Bekung atau Danghyang Siddhimantra Beliau bernama Mpu Bekung karena beliau tidak bisa mempunyai putra. Karena itu beliau melaksanakan upacara homa.Gunung Agung. Artinya: Bang dari merah warna api itu. Namun semuanya mengatakan tidak pernah mengetahui dan menemuinya. memuja Dewa seraya . Yang membuat Mpu Bekung duka cita tiada lain karena putranya tidak pernah pulang ke Griya. agar supaya Ida Mpu Bekung menemui ganjalan pikiran atau kesusahan. Karena kesaktian beliau. memuja Sanghyang Brahmakunda Wijaya. Perihal gelar Ida Mpu Bekung menjadi Danghyang Siddhimantra. Selalu kalah saja. seraya pergi mencari putra beliau Ida Bang Manik Angkeran ke desa-desa. sampai akhirnya tiba di kawasan Tohlangkir pengembaraan beliau Setibanya di Tohlangkir . Diceriterakan perjalanan beliau berjudi tidak pernah menang. dan Angkeran dari keangkeran pemujaan sang pendeta yang demikian makbulnya.Demikian dikatakan di Babad Dalem. pendeta yang bijaksana) di kawasan Bali ini tatkala itu. Beliau menjadi sesuhunan sakti Bhujangga luwih (Junjungan sakti. Kemudian beliau bergelar Danghyang Siddhimantra disebabkan memang beliau pendeta atau Bhujangga yang sakti serta bijaksana. Hingga habis milik ayahnya dipergunakan untuk berjudi. Kemudian nampak keluar bayi dari tengahtengah api pahoman itu. dan karena permohonannya itu. sangat sukacita beliau Mpu Bekung. Diceriterakan. di sana beliau baru merasa lesu lelah kemudian duduk seraya bersamadi menyatukan pikiran beliau. diperhatikan dan dimanjakan betul putera beliau. ditanyai oleh beliau apakah ada menemui putra beliau yang bernama Ida Bang Manik Angkeran. Anak itu kemudian diberi nama Ida Bang Manik Angkeran. mungkin diakibatkan oleh kehendak Yang Maha Kuasa. selalu berada di tempat perjudian semata. Setiap ada orang yang dijumpai di tengah jalan. beliau dianugerahi manik besar yang keluar dari api homa tersebut. Di mana saja ada perjudian. Ida Mpu Bekung berkeinginan untuk memiliki putra yang akan menjadi penerusnya kelak. di sana Ida Bang Manik Angkeran bermalam. itu menyebabkan resah gelisah perasaan beliau. tidak pernah tinggal diam di rumah.

sudah. segera Ida Bhatara keluar seraya bersabda: "Ah. Sesampainya di Tohlangkir. seraya berkata: "Duh. sejak lama hamba mencarinya. Maksud hamba agar dengan senang hati pukulun Sanghyang memberitahu keadaan sebenarnya. beliau melakukan perjalanan menuju Tohlangkir. ltu sebabnya sangat sukacita beliau Mpu Bekung. Payah Ayah mencari ananda keluar masuk desa-desa". sangat sukacita perasaan Ida Bhatara Basukih seraya berganti rupa menjadi Nagaraja Agung. Kemudian berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih pukulun Sanghyang. ayahandaku. di mana dia berada". Anak hamba sudah ketemu. kemudian meminum sarinya susu. namun belum juga ketemu. memuja saya ? Segera katakan. Demikian kata putranya Sang Bang Manik Angkeran. seraya meminta Ida Mpu Bekung agar pulang ke rumahnya . Ayah tidak sama sekali melarang ananda untuk bermain judi. bermalam di sana. dengarkanlah apa yang ayah katakan sekarang. Karena keutamaan puja mantra beliau diiringi dengan suara genta beliau Ki Brahmara yang demikian menakjubkan. sebenarnya putra Mpu masih hidup berada di desa-desa. janganlah sekali-kali palungguh Mpu marah serta duka ananda sudah menginjak dewasa sejak dahulu. apakah dia masih hidup. dan dilihatnya sang putera telah berada di rumah. putraku Sang Bang. hamba memiliki anak seorang tidak pernah sama sekali pulang.putra Mpu. Dengan sukacita Ida Bhatara Basukih berkata: "Ah Mpu. Mpu Bekung yang datang Apa keinginan sang Mpu datang lagi?". Sekarang saya yang akan mengarad (menarik) Jiwa . maka sampailah beliau kembali di rumahnya di Griya Daha. Setelah usai Ida Mpu Bekung memberikan nasihat kepada putranya. hendaknya Mpu jangan bersedih hati. Demikian wacana Ida Bhatara Nagaraja. atau apakah dia sudah . Singkat ceritera. namun agar ananda ingat juga dengan rumah Ananda. Karena kemakbulan weda mantra beliau memuja Ida Sanghyang Naga raja. sampai beliau kenyang. ingat beliau kepada permintaan Ida Bhatara Naga Basukih yang menginginkan susu lembu Pada hari yang baik. sesuai dengan keinginan Sanghyang. Tatkala didengarnya kata-kata Mpu Bekung seperti itu. bermaksud menghaturkan sarinya susu. Berkatalah Ida Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. Jangan lagi ananda mengulangi perbuatan yang sudah . . agar saya menjadi tahu !". hamba menghadap pada paduka Bhatara. apa keinginan Mpu. ada di rumah". karena ananda ingin sekali dengan keberadaan diri sebagai seorang putra Brahmana". lengkap dengan gentanya. menjadi heboh keluar Ida Sanghyang Basukih. Mpu saya minta sarinya susu lembu. Kalau misalnya dia masih hidup agar supaya pukulun Sanghyang sudi memberi tahu. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. pulanglah Ida Mpu memohon diri dari Tohlangkir. agar segera pulang kembali. Namun.mati. sebagai imbalan saya mengarad putra sang Mpu". seraya berkata: "Ah Mpu Bekung yang datang. ananda tidak pernah sama sekali berani ingkar. kemudian beliau mempersiapkan diri dan melakukan yoga semadi memuja Ida Sanghyang Nagaraja seraya membunyikan genta beliau.membunyikan genta beliau yang bernama Ki Brahmara . Kemudian berkatalah putranya: "Singgih palungguh Mpu.

seraya bersabda: "Ambillah emas ini. bagaikan sebutir kelapa besarnya. . "Aduh ananda. Tidak diceriterakan perjalanannya. Lalu diminumlah susu itu. sekarang apa yang kamu inginkan. Rupanya pemujaan beliau yang khusuk. Akhirnya tidak sampai satu bulan habislah sudah emas yang diberikan ayahandanya dijual." Berkatalah Ida Bang Manik Angkeran: "Singgih paduka Bhatara. seraya meminum susu itu. hamba bernama Sang Bang Manik Angkeran. jangan hendaknya ananda gencar bertanya seperti itu akan perihal ayah mendapat emas ini. lalu beliau berpikir keras. beliau bertolak menuju Tohlangkir seraya membawa susu lembu. Segera Ida Bang Manik Angkeran menyembah: "Singgih paduka Sanghyang. selalu kalah setiap hari ". akhirnya tiba jugalah beliau di Griya Daha seraya membawa emas. menghaturkan sarinya susu lembu ke hadapan paduka Sanghyang. Lalu Ida Mpu berkata kepada putranya. serta genta milik ayahandanya. sehariharinya beliau selalu kalah berjudi. diberikan kepada Ida Bang Manik Angkeran. Kalau ada keinginan ananda untuk mengambil. lalu beliau memohon diri kepada Ida Sanghyang Basukih Tidak diceriterakan perjalanan Ida Mpu Bekung. Singkat ceritera. tetapi secara sembunyi . Lalu beliau duduk mengheningkan cipta. keluar Bhatara Naga Basukih dari gua itu seraya berkata "Ah siapa anda ini datang. dipakai modal di tempat perjudian. saat itu diminta Ida Mpu Bekung agar mengambil emas itu. Saat itu Ida Bhatara Basukih mengambil emas. Ida Bang Manik Angkeran yang gencar bertanya. Karena sekarang sudah memiliki emas. membuat geger.sembunyi agar tidak diketahui ayahandanya. setelah beliau mengambil emas itu yang kemudian dibungkus sebesar kelapa besarnya. seraya membunyikan genta. seraya berbalik. Walaupun demikian kasih sayang beliau kepada putranya. lalu Ida Mpu memberitahukan perihal beliau mendapatkan harta itu. setelah berganti rupa menjadi ular naga besar berwibawa. meminta kepada ayahandanya agar diberi tahu di mana memperoleh emas itu Ida Mpu Bekung sangat merahasiakan perihal kepergian beliau mendapat emas itu. Ki Brahmara. maka pergilah Ida Bang Manik Angkeran bermain judi.Setelah beliau kenyang meminum susu lembu itu. "Demikian hatur beliau. Segera beliau pulang. bersabdalah beliau kepada Ida Bang Manik Angkeran: "lh. Sang Bang. tetap saja Sang Bang memohon kepada ayahandanya untuk diberi tahu di mana memperoleh emas itu Karena tidak sampai hati dan rasa kasih sayang yang amat sangat. Karena demikian. Hamba mengikuti jalan Ayahanda hamba. memuja Dewa. nista sekali hamba berjudi. segera katakan !". yang merupakan anugerah dari Bhatara di Tohlangkir. beliau mengeluarkan emas. Karena keadaannya demikian. di depan gua. Mungkin memang sudah menjadi kehendak Yang Maha Kuasa. dan kemudian Ingat beliau pada perjalanan ayahandanya mendapatkan emas itu. hamba bermaksud untuk memohon modal. apapun yang ananda minta akan kuberikan . Ayahanda berikan". Diketahui emas itu oleh putranya. sangat sukacitalah perasaan Ida Bhatara Basukih. Putra beliau tetap saja gencar mencari tahu. serta diiringi dengan bunyi genta yang Utama itu. Seusai meminum susu itu. sampailah beliau di Tohlangkir.

Karena demikian kata Ida Sang Bang. poma". yang mengikuti arah perjalanan Ida Bang Manik Angkeran yang kemudian terbakar habis menjadi abu. habis juga modalnya. disusupi oleh niat tamak untuk memiliki permata itu. Diceriterakan Ida Mpu Bekung gundah perasaan beliau. ketika bagian kepala beliau sudah tiba di tempat peraduan. disertai sembah bakti sekaligus memohon pamit ke hadapan Ida Bhatara Nagaraja. tak terkira murka Ida Bhatara Nagaraja. karena putranya tidak pernah pulang ke rumah. lalu beliau kembali bergerak ke luar gua. itu sebabnya kembali beliau mengelana. meminjam tidak diberi. Lalu beliau menghunus pedang Ki Gepang yang dibawanya segera memenggal ekor Ida Sanghyang Nagaraja. lalu beliau pergi lagi untuk bermain judi. mengheningkan cipta. Setibanya beliau di Tohlangkir. seraya berpikir-pikir. Lalu diambil emas itu. Datang lagi ananda membawa susu. lalu mengatakan tidak memohon apa-apa. sehingga terputus mata intan yang ada di bagian ekor yang segera diambil dan dilarikan oleh Ida Manik Angkeran. Ketika itulah muncul rasa angkara loba Ida Bang Manik Angkeran. serta membunyikan gentanya. semaumu akan kuberikan". maka bagian ekor beliau masih berada di luar gua. Di sana beliau kemudian menumpahkan rasa duka-citanya. Atas kehendak Hyang Widhi. Karena kewibawaan Ida Bhatara Basukih demikian mempesona dan menggetarkan perasaan. Karena kesaktian beliau. Bebalang. menjadi tak enak perasaan Ida Sang Bang. Karena itu. terlihat oleh beliau putranya sudah menjadi abu. namun tiada juga ditemukan. dan menyengkelit pedang yang bernama Ki Gepang. tidak sampai satu bulan. Bangli. lalu Ida Bhatara berganti rupa kembali menjadi ular naga yang besar. lalu segera menuju Tohlangkir. Besakih yang ditujunya. katakan. berhutang di perjudian tidak dapat. menyimpan genta saja. seraya meminum susu lembu tersebut Setelah menyantap susu lembu itu. lalu beliau duduk seperti yang dilakukan sebelumnya. Desa-desa diselusuri mencari putranya. Tempat itu belakangan bernama Cemara Geseng dan menjadi lokasi Pura Manik Mas Besakih. sebab merasa ekor beliau terluka. poma. gegerlah Ida Sanghyang Basukih ke luar guanya seraya bersabda: "Ah Sang Bang Manik Angkeran kiranya yang datang. seraya mencari sarinya Susu lembu. berkehendak mengikuti perjalanan putranya. tibalah Ida Bang Manik Angkeran kembali di rumah di Griya Daha. memuja Dewa. Dilihat oleh Ida Bang Manik Angkeran ekor Ida Bhatara menyala karena di tempat itu terdapat intan besar bagai ratna mutu manikam beralaskan emas dan mirah yang menyala gemerlapan. Dilihat oleh beliau busana beliau dilarikan oleh Ida Bang Manik Angkeran Segera beliau menyemburkan api. Tidak diceriterakan di jalan tibalah beliau di Besakih. sementara buah genta berada di sebelah abu itu. bahwa genta itu adalah milik beliau yang bernama Ki Brahmara. Sementara itu permata milik Ida Bang Manik Angkeran ditempatkan sebagai pusaka junjungan di Pura Dalem Lagaan. Segera diketahui dengan jelas.segera ananda pulang. Karena beliau berbadan panjang. Karena demikian tingkah Sang Bang Manik Angkeran. Segera beliau pergi menuju Bali. jelas . lalu beliau mengambil lagi genta milik ayahandanya. Singkat ceritera. Karena genta itu betul-betul genta utama. Ida Bhatara kembali ke gua . Segera beliau mengheningkan cipta. Di sana beliau melihat onggokan abu. Apa lagi permintaanmu. Jelas sudah abu itu merupakan jasad putranya.

barulah Ida Bhatara keluar dan dilihatnya Ida Mpu ada di sana yang kemudian merangkul. merasa sedikit malu Ida Bhatara seraya bersabda: "Ah. habis sudah dosanya. Lama beliau menunggu. bila demikian keinginan paduka hamba bersedia untuk menyambung kembali ekor paduka Bhatara: Namun. seraya menghaturkan sembah panganjali agar Ida Bhatara memberikan anugrah dan berkata: "Om paduka Bhatara. Mana kala Ida Mpu mendengar ceritera Ida Bhatara. menunjukkan kekesalan perasaannya yang tak terhingga. tidak juga keluar Ida Sanghyang Basukih. hamba sekarang memohon anugerah pukulun Bhatara. dan pula mereka yang jahat tidak akan tergoda untuk ingin memilikinya Dan juga bila mana masih di bagian ekor. di samping terlihat nista. dan sesudah Ida Bhatara selesai bersabda. sampai akhirnya dihanguskan menjadi abu oleh beliau. ingat diperdaya oleh suara genta.meninggalnya Ida Bang Manik Angkeran disebabkan perbuatannya yang tak terpuji. Mukanya cemberut. disembur api oleh Ida Sanghyang Nagaraja. aku dengan suka rela menghidupkan anakmu. Stiti Mantra diiringi dengan suara genta beliau. Setibanya di depan gua. permata intan yang sebelumnya berada di ekor paduka. karena akan nampak sangat maha utama. bila demikian permintaanmu. Lama Ida Bhatara berdiam diri. seperti sebelumnya. Karenanya. Namun. Bila mana berkenan. sebaiknya ditempatkan saja di bagian mahkota paduka Bhatara. Kemudian diambilnya genta Ki Brahmara yang sakti itu. Sang Mpu. karena dialah anak hamba satu-satunya. agar menghamba di sini sampai kelak kemudian hari". Basukih Stawa dan Utpeti. demikian memang dosa anakku itu. Menceriterakan segala perbuatan yang dilakukan Ida Sang Bang Manik Angkeran yang mengatakan diutus oleh Sang Mpu untuk menghaturkan susu lembu. beliau kemudian kembali menghaturkan sembah seraya berkata: "Singgih pukulun paduka Bhatara. sebelumnya. juga membuat paduka Bhatara tidak bisa terbang karena keberatan di bagian ekor". Tahu betul hamba akan perbuatan anakku yang demikian tak berbudi dan tak terpuji. ltu sebabnya beliau Mpu Bekung melanjutkan lagi pujastutinya dengan mengujarkan Asta Puja. disebabkan demikian besar amarahnya. karena Ida Sang Mpu sudah memohon maaf dengan tulus dan suci. sebagai pewaris keturunan yang akan melanjutkan keberadaan hamba kelak. Inggih. sudilah kiranya paduka Bhatara menghidupkan kembali Manik Angkeran. beliau kemudian duduk melakukan pemujaan utama memohon ke hadapan Ida Sanghyang Basukih. meleleh air mata Ida Sang Mpu Bekung. Karena sudah jelas diketahui. ampunilah anak hamba. maafkanlah hamba berani berhatur sembah bila mana paduka Bhatara berkenan. Bila mana dia nanti hidup kembali. Mendengar hatur Ida Sang Mpu Bekung sedemikian itu. maka beliau kemudian melanjutkan perjalanan berkehendak untuk menghadap Ida Sanghyang Basukih. Lalu menyembah Mpu Bekung: "Singgih paduka Sanghyang. . maka Ida Bhatara berkata perlahan. sudilah Bhatara menceriterakan perbuatan anak hamba itu . namun agar sudi kiranya Sang Mpu menyambung kembali ekorku". Lama sudah beliau melakukan pemujaan. hamba akan menyerahkan dirinya kepada paduka Bhatara. namun rupanya dia sudah menjalani kematian.

Demikian sukacita hati Ida Bhatara Nagaraja Karena itu. Demikian suka citanya beliau berdua.Demikian sukacita perasaan Ida Sanghyang Nagaraja tatkala mendengar hatur Ida Mpu Bekung. perilaku ananda sungguh tak terpuji. bergundala dan memakai sekar taji. selesai sudah gelung agung itu. beliau cepat lari. Memang. dengan hiasan candi kurung. disebabkan karena marah beliau tak terhingga. kemudian dipakai oleh Ida Bhatara. Sejak sekarang. lalu Sang Mpu melaksanakan yoga samadhi menghaturkan puja mantra. menyatukan batin beliau memuja Ida Bhagawan Wiswakarma sebagai Dewanya sangging dan undagi (pekerja khusus bangunan tradisional) di Surga. Sesuai perjanjian. karena semuanya sudah berhasil. Jangan ananda salah terima dan salah . hidup seperti semula. Pantas anda bergelar Siddhimantra. engkau anakku Manik Angkeran. seperti baru habis tidur layaknya. segera beliau membuat gelung mahkota. semoga Dirgahayu. Mpu Bekung. Nampak semakin mempesona prabawa Ida Bhatara. Diamlah dan tinggal ananda di sini. kalau ananda kembali ke Jawa. segera pula Ida Bhatara menghidupkan jasad Sang Bang Manik Angkeran. demikian sakti dan makbulnya japa . Perlahan. panjang usia anda !" lalu Ida Sanghyang Nagaraja terbang menuju Surga Loka. sebab lingkungan ananda di sana sudah demikian rupa. Setelah usai bertemu wirasa. Silakan. dengan anting anting. tidak lupa beliau memberikan petuah kepada putranya Ida Sang Bang Manik Angkeran: " Uduh mas juwita permata hati ayah. Sebab Ayahanda akan kembali ke Jawa. Ida Sang Bang Manik Angkeran bangun. Mungkin ananda belum jelas tahu perihal keberadaan ananda sendiri yang sebelumnya dihanguskan oleh Ida Bhatara sampai habis menjadi abu. Ananda akan ayah tinggal sekarang ini. l Dewa akan ayahanda haturkan kepada Ida Sanghyang Basukih. Ida Sang Nagaraja sudah menghidupkan kembali Ida Sang Bang Manik Angkeran. ayahanda akan kembali ke Jawa. tidak lagi Mpu Bekung nama anda. Seusai sempurna pujastuti serta permohonan beliau. Ida Sanghyang Basukih kemudian bersabda: "Duh. didahului dengan pujastuti weda mantra. dan ketika sadar. memenggal ekor Ida Bhatara. sesuai dengan janji ayah kepada Ida Bhatara. dan juga beliau sekarang bisa terbang. dengan janji. Selain itu. agar beliau dengan senang hati menghidupkan kembali ananda. disebabkan kesaktian beliau masing-masing. Sejak saat itu Ida Mpu Bekung bergelar Danghyang Siddhimantra. maka Ida Sang Bang Manik Angkeran dihaturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di Basukih sampai kelak di kemudian hari. memang demikian saktinya anda ini. Segera Ida Sang Bang diikuti oleh ayahandanya. pulanglah sahabat karibku. ananda akan ayah haturkan kepada Ida Bhatara untuk mengabdi di sini di Besakih. Juga Ida Mpu Bekung demikian saktinya bisa menyambung kembali ekor Ida Bhatara Nagaraja. kalau ananda bisa hidup kembali. demikian menakjubkan.mantra anda. garuda mungkur. Lalu ayahandamu ini memohon kepada Ida Bhatara. Demikian indahnya memang kalau dilihat Singkat ceritera. jelas perilaku ananda akan kembali seperti yang sudahsudah. Ida Mpu Bekung kemudian menghaturkan sembah terimakasih kepada Ida Sanghyang Basukih. Tempat itu kemudian bernama Pura Bangun Sakti. namun Danghyang Siddhimantra nama anda sang pandita. Sebelum Ida Danghyang Siddhimantra kembali ke Griya Daha. kemudian dipegang dan diajak untuk menghadap Ida Bhatara Hyang Basukih.

agar semakin meningkat bhakti dan sradha imannya. Sudah bersatu pikiran beliau dan juga sudah mendapatkan ijin anugrah. Tidak diceriterakan perjalanan beliau. sangat nista disebut orang. di samping diberikan pengetahuan kerohanian daya kebathinan yang tinggi. seandainya Ida Sang Bang Manik Angkeran kembali lagi ke Jawa. Lalu beliau kembali pulang ke Griya Daha di Jawa. sehingga beliau berkeinginan mengupayakan bagai mana caranya agar putranya tidak bisa lagi kembali. tidak pernah kurang sejak dahulu sampai kapanpun. Lalu laut itu dinamakan dengan Segara Rupek.tempat perbatasan antara Jawa dan Bali. Beliau membuat pasraman di sebelah Utara gua. Juga agar ananda mengatur semua masyarakat umat di seluruh Bali. karena yakin putranya tidak akan bisa kembali lagi ke Jawa. Ida Sang Bang Manik Angkeran mengiakan semua yang disampaikan oleh ayahandanya. menyelesaikan upacara. perihal perasaan ayahanda dan kasih sayang ayahanda kepada ananda. ltu sebabnya kawasan itu akan diubah agar menjadi laut. hidup untuk keduakalinya. Menyatukan batinnya. sebab janji beliau sudah demikian pasti. agar diteruskan dharma bakti ananda ke hadapan Ida Bhatara di sini di Tohlangkir. Besakih. Kemudian ada lagi nasehat ayahanda. teringat beliau akan kelakuan putranya yang tak senonoh. serta menjaga kebersihan dan kesucian kawasan .paham. Di samping petuah tersebut. menjadi ingkar ayahanda dengan janji ayahanda. sebab kalau demikian. sekarang ananda berwenang menjadi pendeta.tubi ! Terpisah dan putuslah kawasan Bali dengan Jawa ! Laut memisahkan keduanya. Bergetar dengan dahsyat kawasan Bali dan Jawa. lalu tanah genting itu digores dengan tongkat beliau. Tidak terhingga sukacita Dang Hyang Siddhimantra. Seusai Ida Sang Bang Manik Angkeran mendapat pengetahuan suci dan kerohanian. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DUKUH SAKTI BELATUNG Kembali diceriterakan keberadaan Ida Bang Manik Angkeran di Besakih. lindu dan gempa terjadi. pekerjaan beliau seharihari melaksanakan tapa brata yoga samadhi. ltu sebabnya timbul kekhawatiran dalam perasaan beliau. beliau ditinggalkan oleh ayahandanya yang kemudian melakukan perjalanan pulang kembali ke Jawa. kepada Ida Bhatara serta kepada sthana Ida Bhatara semuanya". Jangan sampai menurun. agar ananda senantiasa menyelenggarakan. sekitar 300 depa jaraknya dari Gua itu. kilat dan halilintar bertubi . sebab sebenarnya. memuja Bhatara di pegunungan agar berkenan dan tidak beliau menjadi kualat. tibalah beliau di tanah genting . Ada petuah ayahanda ini yang sangat Penting. Di sana beliau termenung -menung. berdwijati namanya. mengatur dan memimpin penyelenggaraan segenap upakara dan upacara di sini di Besakih. Di sana kemudian beliau menggelar yoga semadinya. sebab ananda sudah pernah pralina atau wafat menjadi abu kemudian disucikan menjadi hidup kembali. Ida Sang Bang juga diberikan pengetahuan suci yang memberikan wewenang Ida Sang Bang untuk mengucapkan weda mantra.

membersihkan rumput dan menyiangi. "Wah" demikian Sang Bang menjawab seperti mencibir. memuja Sanghyang Parama Wisesa. namun tindaktanduknya bagaikan anak kecil senang dipuji serta senang pamer. bukan brahmana hina. Besakih. membersihkan padi gaga. mengikuti ajaran dan perilaku seorang pendeta pura yang suci. Lalu kalau Ida Bagus apa yang dipakai membakar ?". Suatu ketika tatkala hari sukla paksa pananggalan menjelang purnama. masih perasaannya jengkel: "lh Bapak Dukuh. kalau demikian halnya. itu juga pekerjaan utama. sepertinya bermain-main. Pikir Ki Dukuh ingin supaya yang baru datang menjadi kagum. Setelah membersihkan diri. apa lagi dipakai membakar. Tak sekalipun beliau lalai. Perilaku beliau berbeda benar jika dibandingkan dengan sebelum beliau wafat dibakar oleh Ida Bhatara Nagaraja. beliau bermaksud untuk membersihkan diri dengan mandi di Toya Sah. ini benar-benar brahmana aneh". sebagai penua di desa Bukcabe. Orang tua itu bernama Ki Dukuh Belatung yang demikian saktinya. Baru sekarang saya mendengar orang bekung (tak punya anak) memiliki putera. Berkata lagi Ki Dukuh: "Tidak mengerti saya. berhasil beliau mengadakan putera. Berkata lagi Sang Bang. dihampirinya Ki Dukuh seraya berkata: "lh Bapak. "Bagaimana cara Bapak membersihkan ?" "Akan saya bakar !" "Apa yang akan Bapak pakai membakar ?" "Wah. kalau sudah Ida Bhatara yang memerintahkan. keluarlah keisengannya untuk pamer. jangan berbicara sembarangan! Ayah saya memang bekung. walaupun pekerjaan yang diperintahkan itu menyapu. Sekarang saya balik bertanya. Baru dilihat seseorang datang ke tempat beliau dan menyaksikan beliau bekerja. Namun saya ini sekarang menghamba kepada Ida Bhatara di Besakih. Dan lagi ada brahmana menjadi tukang sapu. sebanyak apa yang bisa Bapak hasilkan?". melalui air kencing saya saja sampah ini akan terbakar tidak bersisa" . Serta saya berhak diperintah oleh Ida Bhatara. karena jelas maksudnya untuk mencoba diri beliau. namun saya membuat tempat tinggal di sini". kalau bukan api. Ki Dukuh menjawab agak marah. kalau tidak anda ini brahmana hina". Beliau melaksanakan Kadharmaan. yang berada di dalam diri sebenarnya. Sedikit marah Sang Bang berkata: "lh Bapak. sengaja berhenti bekerja kemudian menaruh alat siangnya dan melompat duduk di atas alat itu seraya mengambil sirih dan melumatkan sirih itu di atas alat siang tadi. Kakek ini siapa. saya bertanya lagi Itu ada sampah bertimbun akan Bapak bagaimanakan ? Tidak akan Bapak bersihkan ? " "Akan saya bersihkan !". Lalu berkata Ki Dukuh sedikit gugup: "Siapa pula anda yang bertanya ? Kok rasanya Bapak tidak jelas tahu?". "kalau Bapak Dukuh masih membakar sampah dengan memakai prakpak daun kelapa kering jelas tidak benar Bapak Dukuh tahu dengan falsafah Tri Agni. serta dari golongan apa ?" Ki Dukuh kemudian berkata: "Saya ini bernama Ki Dukuh Belatung. Berkata Ida Bang Manik Angkeran: "Ah saya ini Sang Bang Manik Angkeran. Namun Sang Bang Manik Angkeran malahan menjadi sangat jengkel melihat aksi pamer Ki Dukuh. Kalau saya. Saya ini memang benar putra seorang Mpu. kalau begini cara Bapak bekerja. Sebab janggal keberadaan sang brahmana seperti itu. namun karena kesaktian beliau. putra beliau Mpu Bekung dari tanah Jawa. Lalu terlihat oleh beliau seorang Iaki-laki tua sedang bekerja di ladang.Pura Besakih. berkeinginan beliau berjalan-jalan meninjau kawasan Besakih. menjadi tukang sapu". Lalu. Setiap hari beliau menggelar Surya Sewana.

seraya lama termenung. kalau begitu. Setelah selesai janji itu. "Nah. Ki Dukuh naik moksa seiring dengan asap yang mengepul tinggi itu serta kemudian tidak nampak lagi. Sejak saat itu . sangat kagum mereka pada kesaktian Ida Sang Bang. ke sana Bapak pulang. kemudian menghaturkan sembah "Singgih. Terbakar semua sampah kebun di tempat itu. Demikian hatur Ki Dukuh. melalui Jalan ke Sorga Loka yang utama. Yang mendengar semuanya sama-sama paham di dalam hatinya menjadi taruhan. Ki Dukuh dengan isterinya. keduanya memakai pakaian putih-putih. kalau benar seperti perkataan l Ratu.Tatkala didengarnya kata Ida Sang Bang demikian itu. hampir-hampir terbakar seluruh hutan di sana. Tatkala api itu berkobar. saat itu pula Ida Sang Bang Manik Angkeran membelokkan ujung api itu ke arah timur laut. serta Juga berdasarkan sasupatan penyucian oleh Ida Bang Manik Angkeran. karena merasa mendapatkan jalan baik untuk pulang ke Sorga Loka. "Jangan sekali-kali l Ratu ragu. menegakkan keteguhan batin Iaksana Gunung Mahameru. selanjutnya melompat juga ke api. menjadi terhenyak Dukuh. Setelah tepat benar matahari di atas kepala. Setelah dekat dengan tempat Ki Dukuh. berdiam diri. di sana beliau mengheningkan cipta-mamusti. Setelah melakukan yoga dan samadhi. nampaknya semuanya lengkap hadir. namun sekaligus merasa untung. Tersebutlah pada hari yang telah disepakati. kalau benar seperti perkataan Bapak saya akan memperlihatkan bukti. serta imbalan yang dimasukkan ke dalam janji itu sebagai taruhan. menyatukan pikirannya. bisa membakar sampah ini dengan air kencing l Ratu. Keadaan itu dilihat oleh Ki Dukuh serta semua iringannya. Namun agar semuanya sanggup datang dan hadir serta disaksikan oleh Ida Sanghyang Triyodasa Saksi". isteri serta keluarganya. Ki Dukuh menuju api itu serta mengheningkan cipta dengan sikap angeranasika mengheningkan cipta dengan melihat hidung. Memang dari lubuk hati hamba yang ikhlas tidak akan ingkar dengan janji". ditemani dengan anak dan kerabatnya. sebagai tanda setia bhakti kepada suami serta berkeinginan juga menemui jalan terbaik menuju Sorga. kemudian mamusti.pagi hari Ida Sang Bang sudah membersihkan diri dengan mandi di Tirtha Mas. pagi . Turuti asap itu ke arah timur laut" Saat itu Ki Dukuh menemukan jalan baik seraya melihat ada Meru bertingkat 11 (sebelas). perihal janjinya kepada Ida Bang Manik Angkeran. Lalu beliau berkata kepada Ki Dukuh: "Bapak Dukuh. serta pula anak hamba akan hamba serahkan semuanya kepada Cokor I Ratu" Usai Sang Bang mendengar hatur Ki Dukuh. Ratu Sang Bang. Ki Dukuh merasa kalah. Tidak berapa lama. Ki Dukuh lalu memberitahukan kepada anak. Beliau berdua pulang ke Nirwana. serta semua milik hamba beserta rakyat. hanya tinggal menunggu kedatangan Ida Sang Bang. saya memberi bekal Bapak dengan ganten. serta kemudian melakukan yoga samadhi memuja Sanghyang Agni agar memberikan anugrah. Lalu beliau berkata perlahan: "Nah. lalu beliau berjalan menuju tempat tinggal Ki Dukuh. menjadi pulih kembali perasaan beliau. hamba akan menghaturkan diri. matang sudah yoga beliau. beritahu sanak keluarga serta rakyat Bapak agar datang manakala saya memberikan bukti di hadapan Bapak". berkobar. Keadaan itu diikuti oleh isteri Ki Dukuh yang memakai kerudung dan berkain putih. seraya mengeluarkan air kencing di sampah itu. Demikian perjanjian Ida Sang Bang Manik Angkeran. yang telah menjadi pendeta yang bijak. lalu beliau melompat ke tengah-tengah api yang sedang memuncak kobarannya itu. Dan sekejap air kencing itu menjadi api yang menyala-nyala. lalu beliau menuju tempat sampah yang bertimbun.

terhenyak beliau. di mana. Semua itu menambah gembira hati sang pendeta. juga tidak bisa beliau mengingat. terdengar oleh beliau suara burung semakin ramai saling bersahutan. Ni Luh Warsiki menoleh ke tempat bekas sampah dibakar. Ingat lagi. Setelah beliau memasuki hutan. Tatkala itu. bernama Ni Luh Warsiki. membawa tempat air serta seperangkat alat untuk mandi. Diceriterakan kemudian rakyat semuanya sangat gembira pada perasaan mereka. Kemudian diselenggarakan Upacara Perkawinan Setelah upacara selesai. teringat akan ayah ibunya yang sudah berpulang. Sesampai di Tegehing Munduk-tempat ketinggian. disebabkan yang satunya merupakan seorang jejaka yang tampan bersanding dengan seorang dara yang jelita. siapa gerangan wanita itu. sepertinya acuh. seraya menyampaikan pertanyaan: "Inggih. saling mengasihi maka lahirlah seorang putra Iaki-laki. Setelah lama beliau berdua bersuami isteri saling mencintai. pintar. Karena terlihat oleh beliau seorang wanita sudah ada lebih dahulu di tempat air suci itu. memiliki kesaktian bisa melihat kejadian tanpa hadir langsung. Beliau berjalan naik perlahan sebab merasa senang beliau melihat segala bunga yang tumbuh di tepi jurang. Tahu-tahu beliau sudah berada dekat dengan tempat Tirtha Pingit yang akan dituju. Ida Sang Pendeta keluar dari pasraman. Beliau Sang Pendeta lalu memperhatikan wanita itu. Setelah agak lama mengingat-ingat. siapakah gerangan tuan . lalu menangis. Beraneka macam memang suara burung itu. serta pula di berbagai tempat di daerah Besakih. bijaksana serta dibya caksu. kemungkinan juga akan mandi. tatkala hari Purnama bulan ke sepuluh. Demikian cantiknya serta berwibawa wanita itu. Beliau tidak mau melanjutkan perjalanan sebelum pulih perasaan beliau. Rakyat beliau kemudian membuatkan tempat beristirahat di sana. disebabkan sekarang mereka memiliki pujaan yang tampan serta sakti. kemudian lupa kembali. maka didekatinya wanita itu. namun tidak ingat lagi beliau. selalu beliau bepergian ke Tirtha Pingit untuk mandi. Memang sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari baik atau pada hari Purnama-Tilem. Banyak jenis bunganya serta beraneka rupa warnanya. Kedua beliau itu sama-sama saling mencintai. Lama kelamaan tempat Ida Sang Bang Manik Angkeran bersengketa dengan Ki Dukuh Sakti itu dinamai Gumawang. cantik tiada bandingnya. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA DENGAN BIDADARI Tidak terasa berapa tahun lamanya beliau bersuami-isteri.Ki Dukuh Sakti dikenal dengan gelar Dukuh Lepas atau Dukuh Sorga. sampai beliau menggumam bagaikan berbincang dengan bunga itu semua. termasuk putri beliau yang merupakan seorang dara yang bijak. Lama kelamaan tempat itu dikenal dengan nama Munduk Jengis. Iaksana menyambut kedatangan Sang Pendeta. lalu keduanya kembali ke Pasraman di Besakih. diserahkan kepada lda Sang Bang. Sesudah Ki Dukuh Sakti meninggal semua milik Ki Dukuh serta rakyat se kawasan Desa Bukcabe. Kemudian beliau merasa-rasa. wanita itu juga diam menunduk. Demikian senang perasaan Ida Sang Pendeta melihat keadaan seperti itu. rupanya tampan serta memiliki prabawa yang agung dinamai Ida Wang Bang Banyak Wide. Tiba-tiba beliau berhenti. Sekarang diceriterakan yang masih hidup. tuan puteri yang bijak. Sepertinya beliau sudah pernah bertemu dengan wanita itu.

yang sangat bijaksana. Sebenarnya sekali. hanya tempat ini yang paling indah. "Janganlah berkata demikian Ratu Sang Pendeta. Apa yang menyebabkan tuan puteri datang ke sini untuk bersenang-senang.. mungkin ada sesuatu hal yang sangat indah di sini". hamba ini bukanlah manusia maya. sangat pintar dan bijak tuan puteri berkata. perkenankanlah hamba memohon maaf. Terlalu banyak l Ratu memuji diri hamba. Demikian Sang Bidadari segera menjawab. dahulu. Tetapi sebenarnya sekali. Ketika mendengar perkataan Sang Bidadari sedemikian itu. "Inggih.. ataukah Dewa ?" Menjawab wanita itu: "Inggih Sang Pendeta. Lalu menjawab Sang Bidadari: "Silakan Sang Pendeta. bagaikan ditarik hati hamba. begini . yang membuat hati ini senang. "Aduh. Sebenarnya. Di Sorga. mudah-mudahan Tuan Putri berkenan. apa Wong samar orang maya. sebenarnya tuan puteri Bidadari ?". terlebih dahulu hamba menghaturkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas anugerah Tuan Puteri. Kok sendiri di tengah hutan begini. Berkata Sang Pendeta: "Duh. dinda sudah memilih hubungan-bertunangan dengan kanda. memang demikian Sang Pendeta. kecantikannya yang menyebabkan orang itu kagum. lalu beliau berkata: "Apa yang mungkin tuan puteri cari. Seraya menyembunyikan rasa gugupnya.puteri ini. atas permohonan Ida Danghyang Siddhimantra. memang tidak kurang tempat yang indah. kalau berkenan. diri hamba akan hamba serahkan ke hadapan Tuan Putri Namun karena hamba belum bisa ikut ke Sorga Loka mengikuti Tuan Puteri. "Kalau demikian. tentu tuan puteri adalah Bidadari. namun bisa juga disebut baik sekali". Dewa. Kalau seperti hamba. tidak tempat yang indah saja. Jangan lagi Sang Pendeta merasa ragu dan khawatir". sebelum kanda diutus untuk turun ke dunia ini. sebelum hamba menjawab keinginan kanda tersebut.. Lagi seperti dikenai sindiran. Kalau wanita. lalu kemudian beliau berkata lagi: "Memang betul tuan puteri datang dari Sorga. apa yang akan tuan sampaikan. Setelah lama berbincang-bincang serta keduanya merasa di hati masing -masing sudah akrab serta bersemi lagi rasa cinta. jadi berkeinginan hamba untuk datang ke mari. sekarang ini. dan juga bukan manusia". Apakah di Sorga kurang tempat yang indah untuk bersenang-senang?" "Ya. hamba masih terlalu muda". benar sekali seperti yang Sang Pendeta katakan. Kalau Iaki-laki jelas kebijaksanaan dan keperwiraannya yang membuat orang kagum serta bertekuk lutut di kakinya". di kawasan Besakih ini. Menjawab Sang Bidadari: "Ya kanda. hanya tergantung pada hati perasaan kita masing-masing. Namun . Dari mana tuan puteri. lalu beliau Sang Pendeta memaksakan dirinya untuk berkata: "Duh Dewa Sang Bidadari. sampai Sang Pendeta menjadi makin gugup. hamba memang bidadari dari Sorga". seperti terkena sindiran Sang Pendeta. kalau-kalau perkataan hamba tidak berkenan di hati. sudah hamba sangka. namun senang atau sedih. Pendek kata hamba ingin mengatakan. menghamba dan mengabdi kepada Ida Bhatara di sini". suka atau duka. karena kagum benar hamba melihat kecantikan paras tuan puteri". apakah tuan puteri benar manusia. Sebenarnya Sang Pendeta. Demikian kata Sang Bidadari. berikan saya menceriterakan terlebih dahulu perihal kita berdua kala berada di Kendran. Tuan Puteri akan hamba ajak di sini di dunia. "Ya. jangan sekali Tuan Puteri marah. Ya. hanya bersenang-senang". karena tidak bisa sama sekali hamba akan menghentikan perasaan hamba yang mungkin bisa dikatakan kurang baik. Kedatangan hamba ke sini. Hamba bersedia untuk mendengarnya. yang bisa memberikan kesenangan pada perasaan hamba. semakin menjadi kagum hamba kepada tuan puteri". memang demikian Sang Pendeta. datang ke sini di tengah hutan seorang diri ?" Menjawab Sang Bidadari: "Tidak ada yang hamba cari.

Karena dinda tidak mau ditinggalkan oleh kanda sedemikian lama. tidak bisa kanda akan nyupatmeruwat Ida Sang Nagaraja. Mungkin permohonan dinda dianggap pantas. seyogyanya kanda sudah kembali pulang ke Sorga. kalau demikian halnya. permata hati kanda. kalau memang benar ada maksud kakanda akan bersatu dengan dinda. namun karena keras permohonan Ida Sang Nagaraja. Ya. yang sudah berjanji kepada Ida Danghyang Siddhimantra. kalau demikian. apakah tidak akan membuat ribut di Sorgaloka. kanda sanggup. agar tidak karena kanda yang menyebabkan dinda menemui kesulitan. barangkali memang betul sekali apa yang dinda katakan baru saja. kemudian beliau bertanya kembali: "Jadi. yakni menjelma sejak bayi seperti kelahiran kanda dahulu. seraya berkata: "Duh. dinda bersedia mendampingi kanda. Kanda hanya melaksanakan. Namun. Namun jangan kanda merasa khawatir. Karena itu. Namun terasa sangat samar hal itu. mengikuti perjalanan kanda. Setelah mendengar perkataan Sang Bidadari demikian itu. konon kanda hanya sebentar saja diutus turun ke sini ke dunia. menyatukan tali asih yang sudah bersemi di Sorga Loka. karena janji Ida Bhatara dahulu. Baru demikian Sang Bidadari berkata. ke mana pergi dinda. lagi pula memang kebetulan ada lain pekerjaan yang harus kanda selesaikan di sini.setelah kanda turun ke Marcapada ini dinda masih sendirian berada di Sorga Loka. ltu sebabnya dinda sekarang turun ke dunia mengikuti jejak kakanda. Sang Bidadari melanjutkan: "Namun semua itu merupakan titah atau kehendak dari Ida Bhatara di Sorgaloka. perihal keadaan dinda akan menetap di dunia ini bersama kanda. memang sepantasnya kanda memikirkan keadaan dinda. Namun demikian ada yang kanda ragukan dalam hati kanda. Memang kanda sudah dapat pulang sekejap. agar kanda bisa bersama dengan dinda sampai kelak di kemudian hari. Sebab bila demikian perihalnya. beliau melebur badan jasmani - . semasih kakanda berada di sini". tidak lagi menjalani hal yang sudah lazim. tidak juga ada datang-datang. serta dinda sudah mendapatkan ijin dari Ida Bhatara. dindaku. sebab tidak lama kanda memenggal ekor beliau yang menjadi tempat berkumpulnya angkara. Memang benar dinda sedikit bersikeras memohon diri kepada Ida Bhatara. jadi dinda menghadap Ida Bhatara. kanda juga merasa-rasa dengan perihal itu. Memang demikian kagumnya beliau Sang Pendeta pada kadibyacaksuana wawasan Sang Bidadari. Namun Beliau Sang Nagaraja tidak berhutang supata kepada kanda. l Dewa. Lama dinda menunggu kedatangan kanda. jelas tidak bisa dinda bertemu dengan palungguh kanda. seperti sekarang". karena beliau sudah pula nyupat-menyucikan diri kanda. Kanda dikembalikan lagi ke dunia. agar bisa segera bertemu dengan kakanda. karena demikian besar kesetiaan dinda kepada kanda. seraya tersenyum. Sekali lagi kanda ingin menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya. dinda tidak lagi berpanjang kata. memohon agar dinda diperkenankan turun ke dunia ini. Sebab dinda sudah memohon pamit kepada Ida Bhatara serta keluarga dinda semuanya di Sorga. jadi hambalah yang dikalahkan. semua dinda ketahui". Itu yang sangat kanda khawatirkan di hati. Namun di lain pihak merasa gembira perasaan beliau. walaupun di sini di dunia. Menjawab Sang Bidadari dengan senyum manis: "Ya kanda. kanda akan ikut. Lalu. apalagi dinda sudah demikian berkenan memberikan anugerah kepada kanda". sesudah kanda selesai diruwat Ida Sang Nagaraja. semua perbuatan Kanda di dunia ini sudah dinda ketahui ?" "Ya. Kalau kanda tidak dijadikan anak yang durhaka. menjadi merah muka Ida Pendeta akibat malunya. sampai-sampai dinda mau turun ke dunia ini. meninggalkan semua keindahan yang ada di Sorgaloka. Hal itu diketahui oleh Sang Bidadari. itu sebabnya dinda diberi ijin untuk mohon pamit serta diberikan wara nugraha untuk bisa turun seperti ini ke dunia. ayah kakanda. merasa gugup dan terhenyak perasaan Ida Sang Pendeta. ke sana kemari para Dewa mencari dinda.

Namun jangan sekali disamakan keadaan di sini dengan di Sorga". Itu sebabnya semakin bhakti rakyat di sana kepada Sang Pendeta. Tegenan serta Batusesa. Sanghyang Sarasamuscaya dan Manawa Dharmasastra. semuanya menjadi wikuni pendeta wanita yang sangat fasih dengan weda mantra serta pula melaksanakan tapa brata yoga samadhi. Kesaktian yang kemudian memunculkan hal yang tidak baik jelas akan hilang keutamaannya". ada pendamping Ida Sang Pendeta. Singkat ceritera. Karena memang putera orang yang bijak. dinamai Ida Wang Bang Tulusdewa. yang menjadi jalan Ki Dukuh untuk moksa. Diceriterakan di kawasan Besakih. Ya. Besakih. Selain dengan memberikan nasehat kepandaian. tidak berhasil kanda akan memperlihatkan kesaktian membakar sampah di hutan dengan memakai air kencing. sebagai pemuka warga Pasek di sana yang bernama Ki Pasek Wayabiya. Demikian kata-kata Sang Bidadari. Menjadi semakin kagum Sang Pendeta. Beliau kemudian berkata dengan manis: "Ah. Sebab kalau kanda yang langsung bertindak lebih dahulu. Semuanya pandai. Danghyang Bang Manik Angkeran. karena anugerah beliau memberikan pelajaran tatwa. Isi dari Sanghyang Kamahayanikan. sebab kalau Ki Dukuh tidak tinggi hati. maka ketiga putranya itu sangat setia dan akrab bersaudara. tampan. sudah ditekuni dan dilaksanakan. dinamai Ida Wang Bang Wayabiya atau Ida Wang Bang Kajakauh. Ida Bang Tulusdewa miwah Ida Bang Wayabiya. Beliau sangat bhakti kepada Sang Pendeta. kemudian melanjutkan lagi: "Dinda lanjutkan sedikit lagi. Cepat berkata Sang Bidadari: "Janganlah itu lagi disinggung. Dengan demikian sudah tiga orang Sang Pendeta memiliki isteri.baik ditekuni oleh Sang Tiga. Bisa bertemu dengan kanda seperti ini saja. berprabawa cerdas. kemudian diganti oleh beliau dengan badan jasmani baik seperti sekarang ". Begini. pengetahuan serta kaparamarthan-kebathinan kepada Ki Pasek. mengagumkan sekali walaupun masih bayi. menjadi tenang dan hening hati kanda tanpa ganjalan lagi sekarang. Memang beliau sangat sakti matang sekali dalam hal yoga samadhi. Bagaikan Brahma. Pendeknya segala ilmu filsafat yang baik. Sekarang. tiada kurang makan dan minum. kalau demikian halnya. Serta oleh Sang Pandita. Beliau Sang Pendeta tidak menolak keinginan Ki Pasek Wayabiya. Dari isterinya . Namun sebenarnya. perihal beliau Ki Dukuh Belatung. Yaitu beliau sedikit tinggi hati dan senang pujian. Namun ada kekurangan beliau sedikit. karena segala yang dikatakan oleh ayah-bundanya berisikan Kadharman serta Kawicaksanaan. yang juga berprabawa agung. Serta tidak ingkar kepada isi dari Tri Ratna dan Asta Marga Utama. hal itu merupakan kehendak Ida Bhatara. Wisnu. lebih bijaksana jika dibandingkan dengan yang ada di dunia. kebijaksanaan kepada para putera itu. Merah warna paras muka beliau sudah sirna. pada akhirnya bersuami-istrilah Ida Sang Pendeta dengan Sang Bidadari. kanda temani dinda menuju Pasraman. seorang wanita yang cantik jelita. kemudian mengadakan putera Iaki seorang. muda-mudanya mereka yang ada di Sorgaloka. Iswara rupa putra beliau bertiga: Ida Bang Banyak Wide.Ni Luh Murdani. sebagai tanda pengikat bhakti beliau kepada Ki Pasek sekeluarga sampai kelak di kemudian hari. Sang Bidadari berhenti sebentar. dinda sudah sangat dan lebih bahagia dibandingkan dengan di Sorgaloka". kawasan Bukcabe. Semakin lama. dan senang pujian. serta sangat berbakti kepada ayah bundanya. putranya diberikan nasehat mengenai Putra Sasana dan Tri Guna serta Tri Rna. Sang Pendeta juga sering melakukan perjalanan ke desa-desa memberikan nasehat dan petuah . Itu sebabnya Ki Pasek menghaturkan puterinya yang bernama Ni Luh Murdani. lahir seorang putera Iaki-laki. semakin subur makmur. tampan.stula sarira kanda yang banyak berisikan dosa. semua putranya itu meningkat dewasa. ltu sebabnya beliau bersedia diruwat pada api yang keluar dari air kencing kanda. Singkat ceritera. jadi kanda akan dianggap mendahului dan berlaku kurang senonoh.

Beliau Sang Pendeta sangat mencintai dan mengasihi Ni Luh Canting. pada suatu hari. serta bertemu cinta didasari rasa kasih sayang yang suci. ke arah tempat kediaman Ki Dukuh Murthi. Pada saat itu Ki Dukuh Murthi memiliki seorang anak wanita yang sangat cantik bernama Ni Luh Canting. kemudian. menjadi ikan ayam. Beliau mengintip isterinya Sang Bidadari sedang memasak. yakni Ida Bang Banyak Wide. yang keturunannya kemudian bernama Catur Warga. sebagai haturan utama yang tulus ikhlas. menuju Padukuhan. Sehelai bulu ayam. Itu sebabnya keberadaan sehari-hari Sang Pendeta dengan isteri dan putranya di Besakih. sehubungan dengan pesan ayahandanya untuk menghaturkan Lawangan Agung. agar beliau jangan mencoba kesaktian Sang Bidadari. tiada kurang suatu apapun. Dengan demikian Ida Danghyang Bang Manik Angkeran memiliki putra empat orang. Belakangan Sira Agra Manik kembali ke Besakih. IDA BANG MANIK ANGKERAN BERJUMPA KI DUKUH MURTHI Diceriterakan sekarang. Ida Bang Tulusdewa. Namun karena ada pekerjaan yang sangat mendesak serta didatangi oleh warga desa-desa lain untuk memberikan pelajaran pengetahuan keagamaan. Putrinya itu dipersembahkan oleh Ki Dukuh kepada Sang Pendeta. kelak di kemudian hari beliau dibuatkan sthana-pelinggih di pura-pura sebagai bukti sujud bhakti masyarakat kepada beliau. Dilihat padinya sebulir itu masih seperti sediakala. Setelah berapa tahun lamanya. Ida Danghyang Bang Manik Angkeran melaksanakan swadharma berkeluarga dengan istri beliau bertiga beserta putranya tiga orang di Besakih. diberi nama Sira Agra Manik. bukti besar bhaktinya Sang Dukuh kepada Sang Pendeta. IDA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN BERPULANG KE SUNYALOKA Patut diketahui perihal kesaktian Sang Bidadari sehari-hari. Keluar pikiran Ida Sang Pendeta mencoba kesaktian sang istri. . Ida Bang Wayabiya dan Si Agra Manik. maka tibalah waktunya perjanjian Sang Bidadari harus kembali ke Sorgaloka.keagamaan serta ilmu kebathinan kepada masyarakat banyak ltu sebabnya. tergesa-gesa beliau meninggalkan Ni Luh Canting untuk melanjutkan perjalanan memberikan petuah kepada warga desa-desa lainnya. Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran berjalan menuju ke arah Barat Laut. manakala isterinya menaruh sebulir padi. Tidak diceriterakan di jalan. sebagai pengikat hingga kelak di kemudian hari. Ki Dukuh Murthi memang bersaudara dengan Ki Dukuh Belatung. sampailah beliau di hutan Jehem. Hal itu sudah dipermaklumkan kepada Sang Pendeta. Ni Luh Canting kemudian hamil. Keduanya kemudian berbincang-bincang mengenai mertua Sang Pendeta yakni Ki Dukuh Belatung yang sudah moksa.itu oleh Sang Bidadari. dan berjumpa dengan Ki Dukuh Murthi. dan lama-kelamaan melahirkan seorang putra yang tampan. agar kesaktian Sang Bidadari tidak hilang. jika dimasak. menanak nasi dengan sebulir padi. Setelah lama nian memasak. dibukanya kekeb penutup alat masak. Keadaan demikian itu jelas tidak boleh dilihat oleh orang lain.

Sang Bidadari lalu kembali ke Indraloka. mungkin sekali Ida l Kakiyang . Perihal keinginan kanda . berpikir Sang Bidadari. Diceriterakan. marilah kita pergi ke sana. tepatnya di daerah Daha. Namun bila mana kanda akan pergi ke Jawa. Sang Pandita kemudian berkata halus: "Nah. Pada saat itu. putera Ida Bang Manik Angkeran yang nomor empat dari Ni Luh Canting yakni Sira Agra Manik. beliau menyadari akan segera kembali pulang ke Sunyaloka. akan memohon diri ke hadapan palungguh kanda. Demikian nasehat Ida Sang Pendeta.bersuamikan kanda. Dan lagi. lalu ada keinginan Ida Sang Bang Banyak Wide akan berbincang dengan kedua adiknya. kalau begitu Silakan adinda pulang lebih dahulu. Tidak terhitung berapa tahun ketiga putera itu ditinggal oleh ayah ibunya semua. Tidak boleh ananda lalai serta ingkar dengan petuah ayahandamu ini". Lagi pula kalau Kanda pikir. kemungkinan memang sampai saat itu Sang Bidadari bersuamikan Sang Pendeta.kakek kita. kata beliau Kakek kita yang bernama. masih tulus bhaktinya. Bang Banyak Wide. belum ada dan belum berdiam di Besakih. dicamkan betul oleh para putranya bertiga. bila mana ada yang tidak berkenan di hati kanda. yang bernama Ida Danghyang Siddhimantra. bertempat tinggal di Pulau Jawa. Baru didengar perkataan kakaknya demikian. perkenankanlah dinda menyampaikan pendapat. Teringat kanda dengan petuah Ida l Aji. ditinggal oleh ayah serta bundanya. maka menjawablah Ida Sang Bang Tulusdewa dengan sangat sopan: "Inggih palungguh kanda. Ala Ayu tunggal ! Duka maupun suka hendaknya tetap satu! Kemudian juga agar selalu ingat kepada Bhatara Kawitan. mengenai perihal itu. agar jangan seperti ungkapan yang mengatakan . bersembah sujud menghadap kepada Ida l Kakiyang. Satukan diri ananda dalam bersaudara. Sudah usai rupanya perjanjian kita. moksa dengan Adhi Moksa-moksa yang utama. beliau kemudian berpulang ke Nirwana. agar kita mengetahui keberadaan beliau. bahwa dinda tidak bisa mengikuti kehendak . Namun demikian masyarakat se wilayah desa Bukcabe. disebabkan niat bhakti kehadapan Ida l Kakiyang. apalagi berkeinginan untuk bertempat tinggal di sana. Tinggallah para putranya bertiga. Bersama isterinya yang dua orang itu. anakku bertiga yang sangat ayahanda cintai dan kasihi. untuk pulang kembali ke Sorgaloka". l Dewa Bang Wayabiya. Sang Pandita. lalu beliau memanggil putranya bertiga. mohon maaf. tahu akan nama namun tidak tahu akibat rupa. serta senantiasa bhakti menyembah Ida Bhatara semua di sini di Besakih serta Ida Bhatara Basukih. Sejak saat itu Ida Sang Pendeta Danghyang Bang Manik Angkeran selalu melaksanakan Yoga Panglepasan untuk pulang ke alam baka. maka berkatalah Ida Bang Banyak Wide "Inggih. akan meninggalkan ananda. beliau memberikan petuah yang sangat bermakna: " l Dewa. karena ingat kepada petuah Ki Dukuh Sakti Belatung dahulu. beliau-beliau itu sudah menyatu dengan Tuhan. Bang Tulusdewa. Pada hari yang baik. karena tidak ada yang menceriterakan perihal keberadaan ayahanda kita serta kita bertiga". l Dewa. adikku berdua.kakek kita tidak tahu sama sekali akan keberadaan kanda dinda. karena keduanya memang setia dan bhakti kepada beliau. rupanya sampai di sini dinda mengabdikan diri . memang wajar sekali. Dinda sekarang. diiringkan oleh isterinya berdua. mohon maaf dan mohon perkenan kakanda. Dinda sangat berbesar hati. memberitahukan bahwa putranya bertiga memiliki kakek di Jawa. namun mohon dimaklumi. Ayahanda akan pulang ke Sorgaloka. Kemudian beliau menghadap dan menghaturkan sembah: "Inggih kakandaku. kanda akan mengikuti perjalanan dinda".Saat itu. Ida Danghyang Siddhimantra. ayahanda sekarang bersama ibu-ibumu berdua. yang kanda kasihi dan cintai. untuk menghadap kepada Ida Kakiyang kakek kita. Kalau sekiranya dinda berdua menyetujui. Setelah semuanya duduk.

berupaya beliau menumpang di tempat orang. Orang di sana semuanya memakai pakaian yang bagus bagus. dinda juga tidak ikut mendampingi kanda. agar semuanya bisa ikut menikmatinya. Semoga kanda selamat. yang sedikit bangunannya. Kemudian beliau berkata: "Inggih. namun Ida Bang Banyak Wide. Jalannya juga lebar. tidak lupa beliau menanyakan di mana negeri Daha itu. namun seringkali beliau berada di tengah hutan.dinda menemui kebaikan atau keburukan. sebagai tukang sapu di sini di Besakih. silakan kakanda pergi sendiri. jarang sekali berjumpa dengan manusia. agar ada yang memberitakan keberadaan di Bali ke hadapan Ida l Kakiyang. demikian teguhnya kepada tekadnya. bukan karena kurang bhakti dinda kepada Ida l Kakiyang. menghadap kepada Ida l Kakiyang. Kalau hari sudah menjelang malam. Biarkanlah hamba di sini di Bali. walaupun belum dinda ketahui. agar ada yang melanjutkan yadnya dari ayahanda Ida Sang Pendeta. Berbeda sekali kalau dibandingkan dengan desa Besakih. setiap beberapa meter ada lampu yang berderet di sisi jalan. Setiap kali beliau berjumpa dengan orang. demikian banyaknya desa. lama Ida Sang Banyak Wide berdiam. kalau demikian pendapat dinda berdua.kanda itu. Kalau tidak kanda yang bisa bertemu dengan dinda. seperti menjadi petuah dari ayahanda". beliau bermalam di mana beliau mendapatkan tempat. Bangunan di sana semua besar-megah serta memakai tembok yang tinggi dari batu bata. Terkesan beliau akan keadaan negeri itu yang demikian ramai dan indah. silakan palungguh kanda pergi. Demikian hatur adiknya berdua. di Bali agar ada. Namun kalau berpindah tempat meninggalkan Bali ini. agar supaya tidak kita lupa bersaudara sampai nanti kepada keturunan kita di kelak kemudian hari. seraya berangkat. Kalau kemalaman di desa. semoga anak cucu kita bisa bertemu serta mengingatkan persaudaraan kita di kelak kemudian hari". Pada hari yang baik. Biarkan dinda berdua di sini di Bali ". ala kabeh! Duka dan suka tunggal! Kalau satu orang mendapatkan kegembiraan. di mana saja mungkin kanda . Namun ada petuah kanda kepada dinda berdua. serta bisa bertemu dengan Ida l Kakiyang". Yang nomor dua. Ala tunggal. ke Jawa. Karena memang tidak pernah berpisah dan mereka saling mengasihi satu sama lainnya. Demikian juga kalau salah satu mengalami kedukaan agar semuanya merasakannya. tidak kurang bhakti serta kasih dinda bersaudara dengan kakanda. Walaupun kanda tidak lagi berada di sini bersama dinda berdua. Singkat ceritera.dinda berdiam. juga agar ada yang memberitahukan perihal keadaan kita di Bali ini. Dinda tidak sekali akan menghalangi niat luhur kakanda untuk pergi ke Jawa. di mana beliau merasa lesu. sampailah beliau di perbatasan negeri Daha. Pada siang hari beliau berjalan. tidak pernah takut dan khawatir menghadapi kesulitan dan hambatan di jalan. dinda juga. untuk menghadap kepada Ida l Kakiyang. Ayu kabeh. ltu sebabnya perkenankan kanda akan sendirian pergi ke Jawa. menurut kanda. Diceriterakan perjalanan Ida Bang Banyak Wide. Baru mendengar hatur adik-adiknya berdua. seperti pula pada yang dikatakan kanda Tulusdewa baru. perumahan serta hutan dilewatinya. dinda menuruti semua apa yang kanda katakan. Banyak sekali kesulitan yang ditemuinya di jalan tak usah diceriterakan. Ida Bang Banyak Wide mohon diri kepada saudaranya berdua. mohon maaf pula. Mudahmudahan kita semuanya bisa bertemu kembali. kalaupun kanda . dan paksa tidur di pohon-pohon kayu. seperti yang dikatakan dinda Wayabiya baru. Inggih. di sana berharap untuk beristirahat. berat rasanya bagi dinda. .! Kemudian Ida Bang Wayabiya menghaturkan sembah: "Inggih palungguh kanda Sang Bang Banyak Wide yang sangat dinda hormati. patut juga. Kalau kakanda berkehendak akan pergi. Ingat betul nasehat suci dari Ayahanda kita: Ala Ayu Tunggal! Ayu tunggal. Itu juga sangat pantas. walau masih jejaka muda-belia. lembah dan jurang yang dituruninya. berpikir-pikir. karenanya.

gelaran Siwa yang cucunda jadikan pegangan ". kalau hinggap di tempat itu. Siapa namamu. Sangatlah sukacita perasaan Sang Pendeta. langsung akan hangus terbakar. Singkat ceritera. semoga berkenan cucunda menjadi sentanaketurunan pewarisku. bernama Sira Bang Guwi. Di sini saja cucunda berdiam. kala itu nampak oleh beliau ada sebuah bangunan seperti Jero. karena demikian lesunya. Nama hamba Sang Banyak Wide.Setelah tenggelam sang mentari. Tidak lama. Di samping itu ada petuah Kakek. Mwang siapa puspatanira ? Was duga-duga kawongane sira.tempat seorang pendeta yang bernama Ida Mpu Sedah Di sana.kadharma putera. Demikian gembiranya beliau. bertembok bata dengan memakai pintu gerbang kori agung Di bagian luar dari bangunan yang serupa jero itu. eman-eman warnanta masmasku. dengarkan kakekmu ini. kalau demikian maksud tujuan cucunda. Ida Bang Banyak Wide Menyunting I Gusti Ayu Pinatih . tak seorangpun berani bermain atau lewat di sana. seraya berkata: "Aum cucuku tercinta. Lalu didekatinya seraya berkata: " Uduh kaki. Sekarang cucunda yang memerintah di kawasan ini. Ternyata itu ternyata sebuah Griya . Baru didengar hatur Ida Sang Banyak Wide demikian. menjadi sangat terharu perasaan Ida Pandita. karena itu sekarang cucunda janganlah lagi menggelar Kebudhaan. mendampingi kakekmu ini yang sudah tua renta. apalagi untuk mendudukinya. tiba-tiba beliau berhenti sejenak ketika melihat ada seorang jejaka duduk di batu ceper itu. ayahanda hamba adalah Sang Pendeta Angkeran. sangat dimanja putranya Ida Bang Banyak Wide. ada balai-balai kecil: bale panjang layaknya seperti tempat orang berteduh dan beristirahat. Sebab itu sekarang putung . Nah. Singkat ceritera. sekarang telah berdiam Ida Sang Bang Banyak Wide di Griya Daha mendampingi kakeknya Ida Mpu Sedah. sehingga akhirnya Ida Bang Banyak Wide diresmikan sebagai putera angkat . Karena itu sekarang yang paling baik. dosanya karena membangkang kepada raja. Cucuku menjadi pewaris keturunanku.Demikian wacana Ida Mpu Sedah kepada Ida Bang Banyak Wide yang memahami dan menyetujui kehendak Ida Pandita. Ida Sang Pendeta Siddhimantra itu". di tempat batu itu. anakku. ketahuilah bahwa kakek cucunda ini memiliki hubungan saudara dengan kakekmu itu yang kini sudah tiada. ketika hari itu Ida Pandita keluar untuk berjalan-jalan. agia tunggal-tunggal. yang akan memelihara tempat kediaman ini kelak di kemudian hari. Walau hanya seekor capungpun. Dulu putera kakek ada Iaki-laki seorang. Konon. serta apa keluarga dan kelahiran ananda? Ayuh jelaskan agar kakek mengetahuinya !" Kemudian Ida Sang Bang Banyak Wide berkata. sekejap beliau sudah terlelap. dadine sira Kaki pasti maweruha. dari megerangan sebenarnya ananda ini datang sendirian ke mari.. Di sana lalu beliau berteduh dan beristirahat. Sudah dibunuh oleh sang raja. sebagai tempat Pendeta Mpu Sedah duduk-duduk tatkala beliau beranjangsana. sebab kakekmu ini tidak memiliki keturunan atau anak. di bagian luar dari Griya Ida Pandita terdapat sebuah batu ceper yang berukuran besar. dahulunya. ndi sang kayeng tuan. maksud tujuan hamba adalah ingin bertemu dengan kakek Kakiyang hamba di Griya Daha.tidak berketurunan kakekmu ini. sebab cucunda memakai pegangan Ke-Budhaan. jangan dilanjutkan keinginan cucunda pulang ke Griya kakekmu. seraya menghaturkan sembah bakti "Singgih pukulun Sang Pendeta. Kagum kakek menyatakan prabawamu . sementara kakekmu ini melaksanakan Kesiwaan. hamba adalah cucu dari Sang Pendeta Siddhimantra. sebab mendapatkan tempat beristirahat yang nyaman.

dan jika nanti hamba memiliki keturunan. parasnya cantik nian. segera menghaturkan sembah Sang Bang Banyak Wide : ?Duh. Dikisahkan kemudian Ki Arya Buleteng. Demikian juga putra sang Mpu. Itu sebabnya marah besar Ki Arya Buleteng. manaciko sidha pumam. ini ada tanda kasihku padamu berupa keris sebuah. Ida Bang Banyak Wide. serta sangat dimanja oleh ayah bundanya dan semua keluarganya. Siwatwam. bemama Ki Brahmana Siwapakarana . berupa aturan sidhikarana yang kakek berikan kepadamu. jikalau begitu kehendak ananda sang Mpu. namun sang Pandita menyadari bahwa semuanya itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Kemudian datanglah Ki Arya menghadap sang Mpu. untuk menghadap kepada sang patih. sampai di kelak kemudian hari.putera dari Ki Arya Buleteng. silakramam. sirarya pinatyam maho. Singkat ceritera. kalau menurut saya. pustaka weda. jagadhitam purohitam. jikalau demikian keinginan mertua nanda. Disebabkan karena putra sang Mpu juga hanya seorang yakni Ida Sang Bang Banyak Wide. Tiba-tiba Ida Sang Bang Banyak Wide menghaturkan sembah di hadapan Ida Mpu seraya mengatakan bahwa sama sekali beliau tidak mau dipisahkan dengan I Gusti Ayu Pinatih. menjelaskan keinginan beliau : ? Aum sang mahapandita. waciko suklam. kalau saja ananda sang Mpu mau menjadi putraku.? Berkatalah kemudian Ida Sang Pandita: ?Aum. witing kunam purwa Daham. trikayam pansudham. Sang bang. bagaikan Dewi Saraswati nampaknya. beribu maaf.Diceriterakan sekarang. Belum selesai perbincangan beliau berdua. maka menjadi sangat prihatin perasaan keduanya. Puranam tatwam tuhwanam. Anugrah Ida Mpu Sedah Semakin tak bisa berkata-kata lagi Danghyang Mpu Sedah mendengar atur putranya. demikian atur Ki Arya Buleteng. tanda cinta kasihku kepadamu anakku: ?Sloka: Wredhanam kretanugraham. menyampaikan prihalnya beliau memiliki anak hanya sorang. perjalanan sejarah dan status brahmana yang dahulu. dan lagi pula sering Ida Mpu Sedah beranjangsana ke Puri sang Patih. juwita hatiku Sang Banyak Wide. Ida Wang Bang Banyak Wide putra angkatnya sangat disayanginya. ananda menuruti kehendak mertua hamba. tatkala itu sudah remaja putri. sebagai pusaka yang berkedudukan bagaikan kawitan-leluhurmu. yang menjadi patih di Kerajaan Daha. brahmanawangsatitah. kayiko. agar menjadi Arya. tidak bisa dipisahkan lagi. sebagai . ayahanda Ki Arya Buleteng serta ayahanda sang Pendeta. mempunyai seorang putri benama I Gusti Ayu Pinatih. saya berikan putri saya kepada ananda Sang Bang?. I Gusti Ayu Pinatih. cocok memang sebagai putri seorang bangsawan. maka dengarkanlah ini. sekarang Ida Bang Banyak Wide sudah berdiam di Geria Daha. Kalau saja dipisahkan. pujatityasam. Puri Ki Patih Arya Buleteng itu tidaklah demikian jauh dari tempat tinggal Geria Ida Mpu Sedah. tak urung mereka akan membunuh diri berdua. disebabkan putri beliau diambil oleh Ida Sang Bang Banyak Wide. Itu sebabnya beliau tak bisa berkata-kata. Kemudian berkata Ki Arya Buleteng. sekarang menjadi Arya Pinatih. itu semua agar dipuja. wacanam wara widyanam. nah karena sekarang ananda berkehendak menjadi pratisentana . lalu berkatalah beliau ?Ah anakku. dan berkehendak akan memisahkan kedua teruna-daha itu. Dan semakin lama semakin sering sang teruna remaja berkunjung ke Puri.peralatan pemujaan pendeta. sering berkunjung ke Puri. serta juga bijaksana dan memiliki ilmu pengetahuan yang tinggi. namun yang paling utama adalah untuk bertemu dengan I Gusti Ayu Pinatih. inilah merupakan titah Yang Maha Kuasa. di Geriya kakek beliau Ida Mpu Sedah. Lalu diambillah I Gusti Ayu Pinatih oleh Ida Sang Bang. betapa bahagianya hati Ida Mpu Sedah. Lama-kelamaan semakin bersemi cinta kasih di antara sang teruna dan sang dara.

pertambang jati dirimu sebagai Arya Bang Pinatih. petulangannya lembu. bukan sanak saudaramu itu. Serta sanak saudaramu si Arya Pinatih tidak boleh anayub dewagama lawan patunggalan dadya. maka diselenggarakanlah upara Perkawinan Agung di Puri Ki Arya Buleteng. terkecuali naga bandha. demikian pahalanya.karenanya ingatlah sampai di kemudian hari. serta selalu mengupayakan ketrentraman. menyucikan diri sanak saudaramu kelak. janganlah ananda kadropon. Habis. jangan tidak periksa. menjadi pendeta maharesi. jika melanggar nasehatku ini. Jangan lupa pada nasehatku ini. berhak mempergunakan bade bertumpang 9. yang . Serta ada pula anugerahku. hala tunggal. hala kabeh . berhak mempergunakan padmasana. oleh Pendeta Resi Siwa Budha. jika mengadakan upacara atiwa-tiwa-pitra yadnya. Semuanya paras paros. Bilamana yang meninggal adalah walaka. berhak dipakainya. jika meninggal bayi sesudah kepus pungsed. kepada mu. bilamana sanak saudara yang telah menyucikan diri meninggal. ANG OM mepatang.palebon. semua rakyat menjadi riang dan gembira. walaupun jauh tempat tinggalnya. jikalau tidak mau anapak sahupajanjian Sanghyang Kawitan. cuntakanya 11 hari. ANG UNG MANG ti sudha OM NRANG OM. Ingatlah hal ini. pandai akan ilmu kerohanian. madya utama. Ida Sang Bang Banyak Wide sudah bertempat tinggal di Puri Patih Arya Buleteng. demikian yang berlaku pada Arya Pinatih.? Ida Bang Banyak Wide Berputra Ida Bang Bagus Pinatih / Sira Ranggalawe Setelah mencari hari baik. wetu tunggal. memiliki ilmu pengetahuan yang berguna. berkehendak untuk ikut menyungsung . serta sarananya. Jika ada yang meninggal sudah dewasa. dapat didiksa. yang berasal dari brahmana dahulu. Jika dia mau anapak Sanghyang Kawitan walaupun nista. dinamai Ida Bang . dan berhak ikut menyungsung bersama. Serta ada lagi nasehatku. cuntakanya 7 hari. serta kukuh seperti nasehatku pada ananda. berhak memakai sarana upacara seperti seorang brahmana lepas. bilamana memperoleh kebahagiaan utama memegang kekuasaaan serta memiliki banyak rakyat. Ada nasehatku juga. jika meninggal bayi belum kepus pungsed. cuntakanya satu bulan 7 hari. Kukuhkan dirimu dalam mengamong kawitanmu. habis.Pernikahan Agung itu. jika ada yang tahu tentang siapa yang membawa pusaka itu di kemudian hari. mengaku Sira Arya Pinatih. dan yang terutama diundang adalah Ida Pendeta Siwa Budha yang akan memimpin upacara Pawiwahan . serta jika melanggar seperti nasehatku ini. tahu tentang Filfasat Kedharman. pendeta.menyembah Sanghyang Kawitan Ki Brahmana serta Siwopakarananya. Serta bila walaka biasa meninggal. dan bila sesudah meninggal. Kemudian I Gusti Ayu Pinatih melahirkan seorang putra laki-laki. Para raja-adipati. semua sarana yang dipakai ksatriya. Serta kemudian tidak bisa disupat Sanghyang Rajadewa Kawitannya. namun belum tanggal gigi. kokoh melakukan tapa yoga brata. serba putih. serta segala sarana upacara sebagai sang brahmana. walaupun orangnya nista madhya utama. jika ada orang luar desa datang.satu menemui celaka. serta memakai nama Sang Arya Bang Banyak Wide. menganut prilaku Brahmana Wangsa. berhak mempergunakan bade tumpang 7. sungguh dia bersanak saudara denganmu. jika melakukan upacara atiwatiwa . perhatikan dahulu. Serta prihal keadaan kacuntakan bagi Ki Arya Pinatih. bhatara Kawitan. kalau ada keturunan Arya Wang bang. OM ANG medhalong. dalam hal bersanak-saudara. semuanya celaka. menteri-menteri serta sanak saudara se wilayah Daha semua diundang. remaja atau sudah tua. Tidak bisa diperpanjang lagi prihal upacara Perkawinan itu. di kemudian hari.

Ki Arya Banyak Wide diturunkan jabatannya ke Sumenep menjadi Adhipati Madura bergelar Arya Wiraraja. kemudian memohon hidup. Dan sekarang saya menaruh janji agar sampai kelak di kemudian hari turun temurun. Demikian ucap I Raksasa yang bernama Buta Wilis itu. Demikian dulu keadaaannya di kawasan Daha. agar menunggu kedatangan prajutir Tartar yang juga akan menyerang Kediri. Di tahun Masehi 1292. sekarang ini agar tuanku suka memberi hidup kepada hamba. tidak urung kemudian kalah Singasari. Ida Bagus Pinatih sudah semakin besar. kemudian diberi nama tempat itu Majapahit atau Wilwatikta disebabkan karena banyaknya buah maja yang pahit ditemukan di sana.Bagus Pinatih. semoga tidak akan pernah dibencanai oleh kaum Durga?. Arya Wiraraja sudah mengadakan perjanjian dengan Pasukan Tartar akan secara bersama-sama menyerang Kediri. Kemudian Raden Wijaya agar memohon kepada Raja agar diberikan hutan Tarik dengan alasan untuk dipakai tempat raja bersenang-senang. Ida Bang Banyak Wide tatkala itu menjabat sebagai Demang atau Patih pada saat pemerintahan Prabu Kertanagara tahun 1272 Masehi. Patut sang Prabhu Daha membalas dendam kepada Sang Prabu Kerthanegara. Saat itu Ida Bang Banyak Wide menghunus kerisnya Ki Brahmana. dewasa dan sudah mengambil isteri serta memiliki putra yang bernama sama dengan nama ayahandanya. sepanjang hidup keturunan Tuanku. Namun tiada berapa lama. Pada hari tertentu. kemudian Raden Wijaya di tempat itu membuat pasraman. Ida Bang Banyak Wide sanggup akan memberikan bala sahaya serta Raden Wijaya agar memberitahukan kepada rakyat di Tumapel ikut membuat tempat tinggal di alas Tarik. Hal seperti itu jelas menjadi bibit tidak baik di kemudian hari. Sekarang ada daya upaya dari Raden Wijaya akan menyerang wilayah Kediri. Ida Arya Bang Banyak Wide kemudian memberikan surat sindiran kepada Raja Daha yang bernama Prabu Jayakatwang tentang leluhur beliau yang bernama Dandang Gendis dirusak oleh sang Prabu Singosari. Singkat ceritera. Sesampainya di Madura. Singkat ceritera. diadakan daya upaya. Lalu diceriterakan Prabu Singasari menyerang Tanah Melayu. Ida Bang Banyak Wide Membantu Raden Wijaya Membangun Majapahit Diceriterakan sekarang daerah Daha diserang oleh Raja Singasari serta kemudian dikuasai oleh Singasari. Lama kemudian para menteri yang sudah tua di Singosari semuanya diturunkan pangkatnya masing-masing diganti dengan pejabat yang muda-muda. putra Ida Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja. agar Raden Wijaya mau menyerahkan diri kepada Prabu Kediri. kemudian menghilang. ditemui I Raksasa beserta putranya di sebuah goa. Namun demikian Ida Arya Wiraraja atau Arya Bang Banyak Wide memberitahu. Ida Bagus Pinatih juga bernama Pangeran Anglurah Pinatih atau Sira Kuda Anjampiani. Tatkala sang Prabu bersenang-senang di Puri. maka kepada Ida Bagus Pinatih diberikan gelar sebagai Sira Ranggalawe. Pada saat itu ada putra Singasari yang berama Raden Wijaya secara sembunyi-sembunyi datang ke Madura. mempergunakan nama sang ibu. Saat itu patih tua Rangganata diberhentikan. Katanya : ? Inggih. hutan Tarik itu sudah diberikan. semua bala tentaranya dikirim ke Tanah Melayu. kerajaan Kediri kemudian diserang oleh prajurit Tartar dan prajurit Majapahit yang dipimpin . Disebabkan pekerjaan merabas hutan itu dipimpin oleh Ida Bagus Pinatih. Pemberitahuan Adipati Banyak Wide diluluskan oleh Sang Prabu Daha. Sang Bang Banyak Wide atau Arya Wiraraja akan memohonkan jabatan untuk Raden Wijaya agar menjadi orang penting di Keraton. bermaksud bermitra dengan Adipati Madura. Baru keris itu dihunus gemetar seluruh tubuh I Raksasa. diceriterakan anak Ida Bang Banyak Wide diculik oleh seorang raksasa. Kemudian Singosari diserang oleh Daha.

Itu sebabnya menjadi kacau pertemuan itu. saat itu Ida Sang Prabu menunjuk Sira Patih Nambi menjadi Patih Amengkubhumi. yang sudah diumumkan di seluruh negeri yakni Ki Patih Nambi diangkat menjadi Patih Amengkubhumi. Kemudian. sebab Ki Patih Nambi sudah nyata-nyata pengecut di medan laga.oleh Arya Wiraraja serta putranya Sira Ranggalawe. Sira Ranggalawe direbut. sanak saudara sampai kepada cucunya untuk semuanya bersama-sama menghadap ke Puri Majapahit untuk menyelesaikan tata upacara Palebon putra beliau. menantu serta cucunya. akan menantang Ki Patih Nambi. dimaklumkan di seluruh penjuru negeri sebagai Rakriyan Mantri Arya Adikara. sebagai Tabeng Wijang Ida Prabu Kertharajasa. memerintah kawasan Tuban. segera memberitahukan rakyat beliau. Ida Sang Prabhu kemudian memberikan anugerah berupa sebagian kawasan timur sampai ke pesisir selatan kepada Sang Arya Bang Wiraraja. Sejak saat itu Sira Arya Bang Wiraraja menjabat sebagai penguasa di kawasan yang bernama Lumajang. Arya Adikara. disebabkan ingat dengan perjanjiannya dahulu. kemudian beliau menghadap ke Kraton Majapahit. berkenaan dengan keputusan Ida Sang Prabhu. tidak berselang lama beliau . setelah mendengar atur sang utusan dari Puri Majapahit. yang patut diangkat menjabat sebagai Patih Amengkubhumi. ketika Ida Arya Bang Adhikara berumur tua. Diceriterakan Ida sang Prabhu di Majapahit menyelenggarakan pentemuan besar membahas prihal rencana penunjukan Patih Amengkubhumi. sang utusan sudah berjalan untuk menghadap Ki Arya Adikara di Puri Tuban. kembali ke Puri Tuban. Tanpa disangka akhirya kalah Kediri serta Prabu Jayakatwang berhasil ditawan. diperintahkan untuk bertempat tinggal di Majapahit. jelas negeri ini akan menjadi tidak baik. dimana jenazahnya sudah berada di Puri Majapahit. serta semuanya sudah dipermaklumkan tentang sabda Raja Majapahit. Ramai nian perang itu. memberitahukan kepada ayahandanya prihal rencananya akan menyerang Majapahit. Disebabkan karena tidak bisa lagi dihalangi keinginan anaknya Sira Ranggalawe. Sejak saat itu Bhupati Arya Wiraraja berganti gelar. Sejak saat itu Raden Wijaya kemudian menjadi raja dengan gelar Srimaharaja Kertharajasa Jayawardhana. maka bermohon diri Sira Ranggalawe pulang menuju Puri Madura. Keputusan itu kemudian didengar oleh Sira Ranggalawe. Singkat ceritera. Ida Bang Banyak Wide Memegang Kekuasaan di Lumajang Tidak berapa lama. Setelah selesai upacara palebon itu. berhatur sembah kepada Ida Sang Natha Kertharajasa. Kemudian adalah utusan yang menghadap ke Purinya sang ayah Sang Arya Bang Wiraraja. diiringi oleh cucunya yang bernama Ida Bagus Pinatih atau Anglurah Pinatih atau juga disebut Sira Arya Bang Kuda Anjampyani pada tahun 1295 Masehi. karena tidak dipenuhinya keinginan Sira Ranggalawe. Kemudian menjadi riuhlah perang yang terjadi. Sira Ranggalawe Memberontak Dikisahkan sekarang Sira Ranggalawe menjabat sebagai Menteri Amanca Negara. serta segala hal yang berkenaan dengan wafatnya Adipati Ranggalawe. Arya Wiraraja tidak diperkenankan untuk berdiam di Madura. maka Arya Wiraraja tiada bisa berkata lagi. Lama kemudian. hanyalah satu upaya yang tidak berguna. bala tentara Sira Ranggalawe dihadapi pasukan dari Majapahit. Akhirnya terjadilah perang tanding antara Sira Ranggalawe melawan Kebo Anabrang . Yang sebenarnya patut dipertimbangkan soal kesetiannya di medan perang hanyalah Ki Lembu Sora atau diri beliau sendiri Sira Ranggalawe. yang akhirnya keduanya meninggal di medan laga di Sungai Tambak Beras. Adipati Arya Adikara memohon diri dari Puri Majapahit diiringi oleh isteri. Diceriterakan sekarang.

Tiada lama kemudian Ki Pasung Gerigis menyatakan dirinya menyerahkan diri dan berbhakti kepada Raja Majapahit. Menteri Girikmana . Arya Kepakisan. Para Raja di Jawa Dikisahkan juga para raja yang berkuasa di Kerajaan Majapahit. karena itu diperintahkan untuk mengalahkan Raja Sumbawa yang bernama Dedela Natha. maka keluarlah sifat angkara murkanya. Kriyan Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amengkubhumi atau Mahapatih. Arya Belog. Adapun isi Sumpah tersebut : ?Jika telah berhasil menundukkan Nusantara. saya baru akan beristirahat. Demikian keberadaan Ida sang Mahapatih Gajah Mada. Arya Pangalasan serta Arya Kutawaringin. Arya Delancang. Ki Tunjung Tutur di Tianyar.Ularan berdiam di Denbukit. Arya Kenceng. Arya Mangun. Bali. Ada Sumpah Amukti Palapa yang dikumandangkan oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada pada tahun Masehi 1336 itu. Ida Dalem Kresna Kapakisan Menjadi Raja di Bali Sekarang kembali diceriterakan perihal di Pulau Bali. Sri Gajah Waktera mempunyai sejumlah pendamping yang semuanya memiliki kesaktian. Sira Bang Kuda Anjampyani dijadikan pejabat di Majapahit menggantikan kedudukan kakek beliau bergelar Kyayi Agung Pinatih Mantra. Akhirnya keduanya wafat di dalam perang tanding. tidak sekali-kali merasa takut kepada siapapun. Patih Kebo Iwa bertempat di Blahbatuh. Dompo. Kemudian cucu beliau. Namun Ki Pasung Gengis patih utama Dalem Bedaulu dapat ditawan.menjabat sebagai penguasa di Puri Ksatriyan Lumajang. Jika Gurun. Ki Kalung Singkal bertempat tinggal di Taro. Kemudian diceriterakan pada perang yang terjadi tahun 1343 Masehi itu. Dikisahkan di Bali adalah raja bernama Sri Gajah Waktera yang dikatakan sebagai seorang pemberani serta sangat sakti. Ki Buan di Batur. Ki Tambiak berdiam di Jimbaran. Ki Tunjung Biru berdiam di Tenganan. digantikan oleh putranya Maharaja Jayanegara atau Kala Gemet dari tahun Masehi 1309 sampai dengan 1328. keturunan Kyai Karang Buncing. walau kepada para dewa sekalipun. Sesudah Raja . Haru. Kemudian ternyata pada tahun Isaka 1265 Bali diserang. Kemudian Bre Kahuripan /Tribuwana Tunggadewi menjabat raja pada kurun waktu tahun Masehi 1328-1350. bertempat tinggal di Tengkulak. Beliau kemudian digantikan oleh Sri Hayam Wuruk pada tahun Masehi 1350-1389. setelah Ki Patuh Kebo Iwa dikalahkan dengan tipu daya. Sunda. Demung I Udug Basur. kebal serta juga bijaksana yakni : Mahapatih Ki Pasung Gerigis. Ki Kopang di Seraya. Tumasik telah tunduk. maka diseranglah Bali oleh Kriyan Mahapatih Gajah Mada didampingi para perwira perang seperti Arya Damar sebagai pimpinan diiringi oleh Arya Kanuruhan. Tanjung Pura. Kepandaran dan keperwiraan sang mahapatih demikian terkenal sampai kelak di kemudian hari. Seran. Inggih. Disebabkan karena merasa diri sakti. diketahui oleh raja Majapahit Singkat ceritera. Pahang. Prihal keangkara-murkaan Sri Gajah Waktera itu. Tumenggung Ki Kala Gemet. kemudian beliau wafat menuju Sorgaloka. Arya Wang Bang yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra. saya baru beristirahat.?. Raja Tapolung beserta para patihnya yang bemama Kebo Warunya dan I Gudug Basur gugur di medan perang. Pada tahun Saka 1258 atau tahun Masehi 1336. Sri Maharaja Kertharajasa Jawardhana yang menjadi raja pada tahun 1294-1309. hentikan dahulu keberadaaan Ida Bang Banyak Wide di kawasan Jawa. demikian ucapan sumpah beliau ke hadapan sang ratu Rani Tribuwanatunggadewi. di Tengkulak Peliatan. Palembang. Dalem Bedaulu Kalah.

Arya Jrudeh di Tamukti. Arya Sentong di Carangsari. karena itu timbul huru hara. Arya Dalancang di Kapal. kemudian ke arah timur laut berkedudukan di Samprangan. Arya Melel Cengkrong di Jembrana. Ida Dalem Ketut Kresna Kapakisan dianugerahi pusaka Kris Ki Ganja Dungkul. Kriyan Punta di Mambal. bernama Kyai Anglurah Agung Pinatih Kertha atau I Gusti Anglurah Agung Pinatih Kejot. untuk diasuh di Majapahit. diberikan tempat tinggal di Pacung.dari Pulau Jawa. Ida Mpu Danghyang Siddhimantra dan Ida Mpu Asmaranatha. Pinatih Tinjik atau I Gusti Agung Pinatih Perot. Ida Nyoman Istri Kepakisan/Dalem Sukanya di Sumbawa serta yang bungsu Ida Ketut Kresna Kepakisan. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan sudah berusia senja kemudian di Samprangan beliau wafat berpulang ke Cintyatmaka pada saat mangrwa wastu simna pramana ning wang atau tahun Isaka 1302. dijadikan penguasa di Bali. yakni mereka yang merupakan rakyat dan Senapati Arya Buleteng. Diceriterakan Kyai Angelurah Pinatih Mantra. turun di Lebih. Sesudah beliau Ida Dalem bertempat tinggal di puri di Samprangan. Arya Gajah Para dan adiknya Arya Getas di Toya Anyar. Arya Belentong di Pacung. Arya Temenggung di Patemon. Para putra Gusti Anglurah Made Bija bernama I . serta dalam upaya menyelenggarakan Kesejahteraan di masing-masing wilayah. Ida Made Kepakisan menjadi penguasa di Pasuruan. serta berkedudukan sebagai Adipati. menguasai kawasan Pinatih serta diberikan memegang bala sejumnlah 35. Diceriterakan kemudian. Kemudian Ida Kresna Kepakisan mempunyai putra 4 orang. Badung. Arya Kanuruhan di Tangkas. Mahapatih Gajah Mada meminta putra Ida Sri Kresna Kapakisan yang sudah dewasa untuk dijadikan penguasa atau Dalem. Ida Mpu Soma Kepakisan itu tiada lain saudara dari Ida Mpu Danghyang Panawasikan. Pada saat di Bali serta daerah lain tidak memiliki penguasa. Di sanalah beliau membangun Puri pada tahun Masehi 1350. Arya Pamacekan di Bondalem. kemudian berpulang ke sorgaloka. Beliaulah yang dikenal menyerang serta mengalahkan kawasan Bangli Singharsa sewaktu pemerintahan Ngakan Pog yang menjadi manca di sana. Arya Sura Wang Bang Lasem di Sukahet. sementara para menterinya seperti Arya Kutawangin di Klungkung. namun kakaknya I Gusti Anglurah Pinatih Rsi belum beristeri. maka Pulau Bali sunyi tidak memiliki penguasa. maka sesuai dengan perintah Raja Majapahit. memiliki putra laki seorang.000 orang. Selain dan para Arya tersebut. Diceriterakan Kyai Anglurah Pinatih Mantra. diberikan tempat tinggal di Kerthalangu. Kyayi Anglurah Pinatih Mantra sudah tua. laki tiga. tahun Masehi 1380. sesuai dengan perintah Ida Dalem Ketut Ngulesir atau Ida Dalem Smara Kepakisan yang menjadi penguasa tahun Masehi 1380 sampai dengan 1460. dan isteri putri I Jurutkemong bernama Ki Gusti Anglurah Made Bija serta putra laki-laki dari sor bernama I Gusti Gde Tembuku. Arya Kenceng di Tabanan. ada yang kemudian datang yakni Tiga Wesya bersaudara : Si Tan Kober.Bedaulu mangkat. Pada saat itu putra beliau yang sulung bernama Ida Nyoman Kepakisan diangkat dijadikan penguasa di Blambangan. Kyai Anglurah Pinatih Kertha Kejot berputra laki dan isteri pingarep bernama Ki Gusti Anglurah Pinatih Resi. wanita seorang. Arya Demung Wangbang Kediri yakni Kyai Anglurah Pinatih Mantra di Kertalangu. Arya Mataram tidak tetap tempat tinggalnya. mahapatih beliau I Gusti Nyuhaya bertempat tinggal di Nyuhaya. Oleh Mahapatih Gajah Mada. Sebelum itu Ki Patih Gajah Mada sudah memohon putra Ida Mpu Danghyang Soma Kepakisan sebagai pendeta guru utama di Kediri. yang bernama Ida Sri Kresna Kepakisan. Si Tan Kawur diberi tempat tinggal di Abiansemal serta Si Tan Mundur berdiam di Cacahan. Arya Belog di Kaba-kaba. Ida Dalem Ketut Kresna Kepakisan . Kyai Anglurah Made Bija sudah mempunyai putra. Beliau diganti oleh putranya Dalem Ketut Ngulesir yang bergelar Dalem Smara Kepakisan.

sesuai perintah Ida Dalem Ketut Smara Kapakisan kemudian menjadi Manca di kawasan Singharsa Bangli sejak tahun Masehi 1453. putra Ida Wang Bang Tulus Dewa. I Gusti Gde Tembuku. bahkan seperti Sanghyang Cita Rasmin yang menjelma. I Gusti Nyoman Bija Pinatih dan I Gusti Ketut Blongkoran. Banyak . I Gusti Bija Pulagaan. bertempat tinggal di Bukcabe Besakih bersama adik sepupunya yang bernama Ida Bang Kajakauh atau Ida Bang Wayabiya. Anglurah Pinatih Rsi Menyunting Ida Ayu Puniyawati Dikisahkan sekarang Ida Bang Panataran.Gusti Putu Pahang. cantik tanpa tanding seperti bidadari layaknya. Diceriterakan Ida Bang Panataran. mempunyai seorang putri bernama Ida Ayu Punyawati. I Gusti Mpulaga utawi Pulagaan. I Gusti Nyoman Jumpahi.

I Gusti Putu Pahang. I Gusti Jumpahi. Badung.para penguasa dan pejabat yang melamar. adalah adik disertai para kemenakan beliau yang bernama I Gusti Gde Tembuku. Karena sudah terkenal di seluruh pelosok negeri tentang kerupawanan beliau Ida Ayu Punyawati. . Yang ditugaskan untuk melamar Ida Ayu Punyawati. maka hal ini didengar juga oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi di Puri Kerthalangu. namun tidak diberi. Kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi mengirim utusan untuk melamar Ida Ayu Punyawati.

akhirnya sampailah di Geria Ida Bang Sidemen Penataran kemudian melakukan pembicaraan. demikian kalau diperumpamakan. yang beristana di Kerthalangu kawasan Badung. yang merupakan . Tidak diceriterakan di tengah jalan. diiringi oleh bala rakyat yang jumlahnya cukup banyak mengiringkan. bagaikan Baladewa Kresna dan Arjuna.Itulah keponakan yang diutus. kami datang kemari hanyalah utusan dari Ki Arya Bang Pinatih. Prihal lamaran itu diajukan seperti ini : ?Inggih Ratu Sang Bang.

kemudian menjawab: ?Saya sama sekali tidak mengerti dengan maksud Ki Arya Pinatih. karena tidak boleh sang Arya melamar sang Brahmana” Demikian ucap Ida Bang Sidemen Panataran.paman kami. seperti gugup tak bisa berkata-kata. mungkin tiada ingat dengan nasehat leluhur dahulu? Hamba berani melamar putri tuanku Bang Sidemen ke sini. Kaget Ida Bang Panataran. Sekarang mohon didengar atur hamba agar merasa pasti. yang bernama Ida Bang Banyak Wide. Pada saat dahulu ada nasehat dari leluhur hamba. yang bermaksud untuk melamar puteri palungguh I Ratu akan dijadikan permaisuri?. bersaudara dengan Ida Bang Tulus Dewa serta Ida Bang Kajakauh. karena kawitan hamba dahuhi sesungguhnya adalah wangsa Brahmana. Ida Bang Banyak Wide pergi dari Besakih guna mencari kakeknda Ida Sang Pandya Siddhimantra di . Menjawab sang utusan I Gusti Gde Tembuku serta Gusti Putu Pahang : ?Ah bagimana rupanya ratu Bang Sidemen.

pada nasehat dari sang leluhur kepada beliau. apakah tidak ada ceritera dari Leluhur seperti itu? Demikian hatur I Gusti Gde Tambuku. sekarang ini bagaimana Sang Bang Sidemen. Karena mendengar hal itu. Nah. sehingga Ida Bang Banyak Wide menjadi Arya. dan dengan segera mau bersama menjadi Arya Ksatrian. pada saat dulu. kemudian benjumpa dengan Ida Mpu Sedah. Ida Bang Banyak Wide itu merupakan leluhur kami yang menurunkan Ki Arya Pinatih Rsi”. Segera ingat Ida Sang Bang Sidemen. namun tidak dijumpainya. Karena Ki Arya Buleteng tidak memiliki keturunan langsung atau sentana. maka Ida Bang Banyak Wide dijadikan sentana Ki Arya. saat .Jawa. Ida Bang Wayabiya. maka diberikanlah putri Ida Bang Panataran Sidemen kepada Ki Arya Bang Pinatih. Demikian pula Ida Bang Panataran menjadi Arya : Arya Bang Sidemen diwariskan sampai sekarang turun temurun bersaudara dengan Arya Bang Pinatih. dan kemudian belakangan dijadikan menantu oleh Ki Arya Buleteng. Demikian halnya dahulu.

Kembali sekarang dikisahkan Ki Arya Bang Panataran. kemudian diselenggarakanlah upacara Pawiwahan itu seraya mengundang semua peng?asa serta rakyat dan warga. Itu sebabnya kemudian Ida Bang Wayabiya kemudian pergi tanpa pamit dari Besakih. Sesudah selesal pembicaraan mengenal han baik berkenaan dengan rencana pemikahan itu. tanpa tujuan. sudah selesai perbincangannya dengan Ki Arya Bang Pinatih. Karena sudah didahului oleh Ida I Gusti Anglurah Pinatih Rsi.itu juga datang menghadap kakaknya berkehendak untuk melamar putri Ida Bang Panataran Sidemen yakni Ida Ayu Puniyawati. lamaran itu tidak bisa dipenuhi. Karena sudah selesai perbincangan itu. kemudian Ki Arya Bang Pinatih bertiga memohon diri. sebab semuanya memang benar menjaga nama leluhurnya. . Tentram wilayah Pinatih ? pada saat pemerintahannya I Gusti Ngurah Pinatih Rsi serta adiknya Ida Gusti Ngurah Made Bija Pinatih. pulang menuju Kerajaan Kerthalangu. Perjalanan Ida Bang Wayabiya akan diceriterakan nanti.

Hentikan dahulu. Inggih. akan dijadikan penguasa di kawasan Badung. Kyayi Kenceng Meminta Putra Dalem di Puri Gelgel Diceriterakan Ki Arya Kenceng di Badung berkehendak akan memohon seorang putra Dalem Sagening di Puri Gelgel. terlihat oleh Ki Arya Kenceng api bagaikan . serta sang raja dipuja dengan taat oleh rakyat dan warga semuanya. Konon setelah sampai di jabs tengah atau halaman dalam Pun Gelgel di Sumanggen. Diceriterakan kemudian sesudah beristerikan Ida Ayu Puniyawati. yang sulung bemama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih . adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. Badung. kemudian lahir putra beliau. demikian keadaannya di kawasan Kerthalangu. mereka yang ingin berbuat jahat tidak berani. Lama juga Kyai Anglurah Bang Pinatih Rsi bersama adiknya Kya Anglurah Pinatih Bija memegang kekuasaan di wilayah Jagat Kerthalangu. Wilayah itu menjadi makmur. hama menjauh. serta yang wanita bemama I Gusti Ayu Nilawati. tentram wilayah itu.

sangat disayang oleh Ki Arya Kenceng. Ida Dalem merasa senang dan memberikan putranya yang dimohon itu. kemudian diperhatikan oleh Ki Arya Kenceng. dan kemudian diiringkan pulang ke Puri Badung. sudah pasti hanya dia itu adalah putra Dalem Segening. Ki Arya Kenceng Memohon Putri Anglurah Pinatih Rsi Diceritakan Ki Arya Kenceng memiliki seorang putera laki ? laki bernama . disebabkan karena kebagusan rupanya. Kemudian Ki Arya Kenceng mengambil kapur. ganteng seperti Arjuna. Keesokan hannya diingat kembali . karena dia itu memang betul putra Dalem yang bernama I Dewa Manggis Kuning. dan bagaikan Sanghyang Asmara yang menjelma di Puri Pamecutan. akan dijadikan penguasa di negara Badung. yang bemama I Dewa Manggis Kuning. seraya digoreskan menyilang atau dibubuhi tampak dara anak kecil itu. Sesudah diberi tempat di Badung.lentera di Sumanggen. Kemudian Ki Arya Kenceng datang menghadap berhatur sembah kepada Ida Dalem seraya mengatakan untuk memohon putra beliau seorang.

berkehendak akan merebut I Dewa Manggis. Bila saja I Dewa Manggis terkena bencana. bukan alang kepalang marahnya Ki Arya Kenceng. Pada saat malam tiba. kemudian I Dewa Manggis digulung tikar. namun belum diupacarai menurut tata cara upacara perkawinan dengan I Gusti Ngurah Pemecutan.I Gusti Ngurah Pemecutan. yang menyebabkan jatuh hatinya I Gusti Ayu Nilawati serta pada akhirnya dapat beradu asmara. menyerupai selir. lalu masuk ke rumah yang didiami oleh I Dewa Manggis. Paras rupanya sangat cantik tanpa tanding bagaikan Dewi Ratih yang menjelma ke dunia. Putrinya bernama I Gusti Ayu Nilawati. dipertunangkan dengan putri Ida Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi yang menjadi penguasa di istana Puri Kerthalangu. Saat itu kemudian Kyai Anglurah Pinatih Resi memakai busana wanita. . tidak mustahil putrinya juga akan meninggal. Karena demikian halnya. Diceritakan kemudian sang putri sudah masuk ke Puri Pemecutan. dilihatlah oleh sang putri I Dewa Manggis. Hal itu kemudian diketahui oleh Kyai Anglurah Pinatih Resi.

I Dewa Manggis Mengambil Istri : I Gusti Ayu Nilawati dan I Gusti Ayu Pahang Setelah malam. Segera tahu Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. merasa sulit bapak menyembunyikan I Dewa disini. Sekarang lebih baik I Dewa berpindah tempat dari sini. maka dikepung dengan bala pasukan yang jumlah cukup banyak. Kemudian datang pasukan pemecutan mencari kesana kemari sampai kedalam rumah. Karena berupa seorang wanita.kemudian dibawa keluar puri. ditaruh di depan rumah. Kembali I Dewa Manggis Kuning digulung dengan tikar. I Gusti Pahang bertimbang rasa dengan I Dewa Manggis Kuning : ? Aum I Dewa Manggis anakku I Dewa. Karena itu kembalilah pasukan itu ke Puri Pemecutan. sehingga I Dewa Manggis bisa dibawa ke Purinya Ida Kyai Anglurah Pinatih Rsi. Baru sehari disembunyikan di Puri Kerthalangu. Sampai disana masih juga diketahui oleh Ki Arya Kenceng. sebab bapak malu dengan Ki Arya Kenceng. bersama putri beliau. itu sebabnya segera I Dewa Manggis Kuning dan putrinya dilarikan ke purinya I Gusti Putu Pahang. maka tak seorangpun hirau. namu tidak juga ditemukan I Dewa Manggis. kemudian mendatangi Puri Kerthalangu. Dan lagi bapak sangat . dikatakan bahwa Ki Arya Agung Pinatih Rsi menyembunyikan putrinya bersama I Dewa Manggis. ditindih dengan selimut. diketahui oleh Kyai Kenceng.

Putri bapak ini bernama I Gusti Ayu Pahang?. kemudian berpulang ke Sorgaloka. juga sudah meninggalkan dunia fana? ini. Kyai Anglurah Pinatih Rsi kemudian digantikan oleh putranya memegang kekuasaan. Demikian juga Ida Kyai Anglurah Made Bija. tidak akan bisa saya membayar pihal kasih sayang Ayahanda kepada diri saya ?. agar mendampingi ananda dipakai isteri. sangat besar rasa kasihan Ayahanda kepada saya. Kemudian dijawab oleh I Dewa Manggis dengan rasa penuh prihatin : ? Aum ayahanda Ki Arya Pinatih. Demikian hatur I Gusti Putu Pahang disaksikan oleh ayahandanya Ki Arya Bija Pinatih. Wilayah Kerthalangu Tentram dan Kertaraharja Diceritakan kembali Kyai Anglurah Pinatih Rsi sudah berusia lanjut. .mengasihi ananda I Dewa. yang bernama sama dengan ayahandanya yakni I Gusti Anglurah Agung Gde Pinatih Rsi disertai oleh adiknya I Gusti Anglurah Made Sakti Pinatih. agar I Dewa bisa meneruskan hidup ? panjang umur. Ini ada anak bapak seorang.

Tidak ada manusia yang beranai. sebab Pinatih lah yang memegang kekuasaan disana. subur makmur kawasan itu jadinya serta sejuk keadaannya karena sang penguasa sangat welas asih suka memberi serta tiada pernah lupa menghaturkan sembah baktinya kepada Yang Maha Kuasa. I Gusti Nyoman Bona. Semasa pemerintahan beliau berdua tidak ada orang lain yang berani bertingkah. I Gusti Ngurah Tembawu. Lama beliau berkuasa di kawasan Pinatih Badung. I Gusti Benculuk serta I Gusti Ktut Blongkoran. I Gusti Abyannangka. I Gusti Nyoman bija Pinatih. tidak bisa dihitung jumlahnya. I Gusti Ngenjung. Patut diketahui Ida I Gusti Anglurah Gde Pinatih mempunyai putra banyak yakni I Gusti Ngurah Gde Pinatih ? sama namanya dengan sang ayah. I Gusti Ngurah Kapandeyan. I Gusti Batan. I Gusti Bedulu. menjadi tertib kerajaan Kerthalangu yang bernama Kawasan Pinatih. Itu sebabnya wilayah beliau menjadi tentram dan kertaraharja.didampingi oleh paman beliau dari para putra Kyai Anglurah Made Bija seperti I Gusti Gde Tembuku. Banyak memang keturunan Kia Arya Pinatih ketika beristana di Kerthalangu. I Gusti Nyoman Jumpahi. . semuanya besembah sujud. I Gusti Putu Pahang. I Gusti Ayu Tembawu. serta tentram wilayah itu semasa kekuasaan I Gusti Ngurah Gde Pinatih beserta I Gusti Ngurag Made.

Ada anggota masyarakat beliau yang dipakai sebagai mertua bernama I Dukuh Pahang atau I Dukuh Sakti. ahli dalam ilmu sastra yang mahautama. I Gusti Ngurah Made Pinatih. I Gusti Celuk. I Gusti Ayu Pinatih. Adik beliau I Gusti Ngurah Anglurah Made Sakti mempunyai putra: I Gusti Putu Pinatih.I Gusti Miranggi. serta I Gusti Nyoman Pahang. I Gusti Made Pahang. serta Falsafah menuju . paham tentang Catur Kamoksan atau jalan Moksa yang empat. I Gusti Ngurah Puja. Saudara sepupunya I Gusti Putu Pahang mempunyai putra I Gusti Putu Pahang ? sama dengan nama sang ayah. Dukuh Sakti Pahang Mapamit Moksa Dikisahkan sesudah lama Kyai Anglurah Agung Gde Pinatih memegang kekuasaan di wilayah Pinatih. datanglah masa tidak mengenakkan. I Gusti Ngurah Anom. I Gusti Arak Api. I Dukuh Sakti memang seorang yang memiliki pengetahuan yang tinggi. I Gusti Ngurah Mantra. Demikian keadaanya dulu. I Gusti Ngurah Anom Bang. I Gusti Ayu Pahang ? yang diambil oleh I Dewa Manggis Kuning. I Gusti Balangsigha.

janganlah I ratu berkata demikian kepada hamba !. banyak memiliki rakyat. sebagai ratuning Jagat Kerthalangu. tidak bisa melakukan moksa. Saya saja yang begini. pada saat sang Surya tepat? diatas kepala?. ini simsim hamba bawa agar tuanku tidak kabjrawisa !?. serta berkata : ?Uduh Kaki Dukuh. saya akan berhenti menjadi penguasa di negara Badung?. Memang benar hamba bisa moksa. Karena demikian kata I Dukuh. akan pulang ke Sorgaloka. pada hari besok hamba akan pulang moksa. menjadi penguasa. menjadi marah Kyai Anglurah Pinatih. Demikian atur sira Dukuh.Kematian atau Tattwa Pati. akan moksah?. Sekarang kalau benar seperti yang dikatakan Dukuh yakni akan pulang ke dunia sana dengan moksa. . Baru saja demikian kata Kyai Anglurah Pinatih. segera Ki Dukuh berkata : ?Aum Kyai Anglurah Agung Pinatih. Sekarang kapan sira Dukuh akan melakukan moksah ??. hamba sekarang memohon diri kepada tuanku. Suatu saat I Dukuh menghadap kepada I Gusti Anglurah Pinatih : ?Aum Ki Arya Agung Pinatih. kokoh membangun kebaikan. ?Ah masa aku kurang apa. menjawab sira Dukuh : ?Inggih. seberapa besar karya yang Ki Dukuh sudah buat sehingga bisa mengatakan akan moksa ?.

kemudian disampaikannnya kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih prihalnya sira Dukuh. ada dari bawah. merasa kagum takjub rakyat Kyai Anglurah Agung Pinatih. Kyai Pinatih Berpindah Tempat Dari Kerthalangu Sesudah satu bulan tujuh hari lamanya. ratuning wilayah Kerthalangu. semua bersiap. kemudian Ki Dukuh menyampaikan sapa kutukan bagi Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Inggih Kyai Anglurah Agung Pinatih. Inggih hentikan dahulu sampai disini. kemudian Kyai Anglurah Agung Pinatih memberitahukan kepada para bala dan menterinya semua agar mengawasi di rumah Ki Dukuh. jatuh . lepas. Pada keesokan harinya.Karena sudah pasti janji I Dukuh akan moksa. memang benar Ki Dukuh moksa. serta agar membawa tongkat. dari atas. Memang benar Ki Dukuh moksa tidak kembali lagi. Sesudah masak betul yoganya. Sesampainya disana dilihat sira Dukuh sedang menggelar yoga samadhi. bala pasukan serta para menteri menuju tempat kediaman sira Dukuh. berpikir dalam hatinya. Ki Dukuh masuk ke pedupaan besar itu. hilang tidak kelihatan lagi Ki Dukuh. menghadapi pedupaan. terlanjur mengeluarkan kata ? kata tidak baik. Sesudah itu. Demikian perintah Ida Kyai Aglurah Agung Pinatih kepada rakyatnya semua. Saat itu Kyai Anglurah Agung Pinatih berdiam diri. Jhah Tasmat ? semoga Kyai Anglurah Pinatih dirusak semut !?. kalau ? kalau sira Dukuh dengan tongkat itu. datanglah ciri Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi didatangi semut tak terhitung banyaknya merebut. Sesudah menyampaikan sapa kutukan itu.

menuju Pura Dalem Paninjoan. berencana akan berpindah dari Purian. Kemudian . Karena demikian keadaannya. Semuanya merasa masgul. berbukit ? bukit tingginya kemudian jatuh di tengahnya taman itu.berkelompok ? kelompok. kemudian meninggalkan Pura Dalem Paninjoan. Namun masih saja dicari. putra. ditengahnya telaga barulah dibangun tempat peraduan. direbut oleh semut. kemudian diberitahukan semua rakyatnya untuk membuat Taman dikitari dengan telaga. telaga itu dikelilingi api. bertukar pikiran dengan saudaranya semua serta didampingi oleh rakyatnya. cucu semuanya. Itu sebabnya merasa gundah hati Kyai Anglurah Agung Pinatih beserta para isteri. kemudian diadakan pertemuan dengan sanak saudara semuanya. Karena itu halnya. kembali Kyai Agung Pinatih menyelenggarakan pertemuan. berpindah lalu berdiam diri di sebelah timur sungai. Tentu saja Kyai Anglurah Agung Pinatih berpikir tentang kedigjayaan sira Dukuh. diiringi rakyatnya semua. Sesampainya disana.

kembali beliau beralih tempat bersama menuju Geria milik Ida Peranda Gde Bendesa dan di tempat tinggal Ida Peranda Gde Wayan Abian. yang ada di . yang pernah berpaman dengan I Dukuh. serta diberitahukan kepada balanya. Disebabkan karena masih juga diburu oleh semut. Usai sudah perbincangan diadakan. karena sudah terlanjur bertempat tinggal disana serta memperoleh kebaikan di wilayah Intaran. siapa yang sanggup menjaga Pura Dalem itu. seperti para putranya semua. boleh tidak mengiringkan Kyai Anglurah Pinatih. dan karena memang tidak baik dalam hubungan bersanak saudara.beliau merencanakan akan berpindah dari tempat itu. Pada saat itu I Gusti Tembawu menyatakan tidak bisa mengikuti keinginan ayahandanya. Kemudian segera matur anggota masyarakat beliau yang bernama Ki Bali Hamed. demikian juga I Gusti Ngurah Kepandeyan. kemudian diputuskan hubungan pasidikaraan dengan I Gusti Tembawu dan I Gusti Kepandeyan. ia akan menuruti kehendak beliau untuk menjaga Pura? Dalem itu.

Karena demikian yang didengar oleh I Mangku Dalem Tembawu lalu dibalaslah pernyataan Kyai Anglurah Agung Pinatih. Dibalaslah oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih : ?Mudah ? mudahab I wong Tembawu itu kaya dengan pekerjaan?. semua bertempat tinggal di Tangtu. jika tidak ada I wong Tembawu. ke Padanggalak. Kemudian I Gusti Tembawu dipakai menantu oleh I Mangku Dalem Tembawu.Kerthalangu. yang bernama Ki Bendesa Kayu Putih. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih menghaturkan rakyat 60 KK kepada Ida Peranda berdua. disana Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal diiringi rakyatnya semua. Di sana kemudian ada perjanjian Kyai Anglurah Agung Pinatih di hadapan Ida Peranda berdua. Setelah itu Kyai Anglurah Agung Pinatih disertai oleh adiknya serta sanak saudaranya semua memohon kepada Ida Peranda berdua. Ida Peranda berdua dengan senang . mudah ? mudahan tidak berhasil upacara itu?. I Pasek Kayu Selem. pada saat menyelenggarakan upacara ala ataukah ayu. Katanya : ?Mudah ? mudahanlah yang membawa pusaka keris yang bernama I Brahmana serta tumbak yang bernama I Baru Gudug. Demikian pernyataan Kyai Anglurah Agung pinatih. Macan Gading. dinamai Pura Dalem Bangun Sakti. sebab sudah berumah di I mangku Dalem Tembawu. akan membangun Panyiwian di ujung desa Biaung. menyatakan sudah putus hubungan kekeluargaan dengan I Gusti Tembawu. Penuh sesak disana di pinggir sungai Biaung. disungsung oleh rakyatnya yang ada si Biaung. Ida Peranda berdua merasa senang hati mendapatkan warga itu semua yang handal didapatkan oleh beliau Ida Peranda.

tembok itu ditubruk oleh ikan itu dihempas ? hempas? hingga rusak. Diceritakan kembali setelah beberapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih bertempat tinggal di Padanggalak. diperintahkan oleh Kyai Anglurah Agung Pinatih. Karena demikian keadaannya.hati memberikan restu untuk hal itu. dan kelak kemudian hari tempat itu dinamai Ajumenang. di Glogor Carik. Karena semuanya merasa gundah. di Tegal. Tidak berapa lama disana. karena sudah terlanjur menyampaikan pernyataan tidak baik. Singkat ceritera. serta ikan itu berulat. Semakin banyak semut itu datang. Puser Tasik Batur dan Kentel Gumi. Kemudian datanglah semut merebut bangkai ikan itu. semakin masygul hati Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi. buahnya dipetik sekarang. semuanya terhempas ke pantai tidak terbilang banyaknya. untuk wilayah Padanggalak. Kyai Anglurah Agung . ada di Pedungan. baunya sangat busuk. di Seminyak. Itu sebabnya kemudian orang di Intaran segera membuat tembok dengan pohon pepaya. Disana kemudian Ida Peranda berdua berdiam membuat Pura Dalem Kadewatan. Hentikan dahulu. ada ikan Aju datang dari tengahnya laut. Memang merupakan cobaan dari Hyang Widhi. banyak anggota masyarakat yang ada di Intaran berpindah kesana kemari mencari perladangan. Ada yang mencari tempat di Kepisah. merasa tidak tahan dengan bau ikan yang sangat busuk itu. itu sebabnya banyak bangkai ikan di tepi pantai sampai ke tengah hutan. Karena itu kembali beliau berpindah tempat menuju Alas Intaran ? Mimba semuanya. ada lagi cobaan dari Yang Maha Kuasa. kembali direbut semut. serta menyesali diri. memohon diri kepada Kyai Anglurah Agung Pinatih. Itu sebabnya menjadi gundah orang disana. sangat berbahaya dikatakan. tidak boleh berkata sumbar. dan hal itu sudah menjadi bukti.

Pada Utama Mandala? ada Pelinggih berjejer menghadap kebarat paling Utara disebut Pelinggih Dalem Muku. yang kemudian pergi menuju ke arah timur. Sejak saat itu putus pula hubungan pasidikara. Di Kapal.Pinatih. untuk mencari tempat. karena itu berpencar para putranya. akan beralih tempat ke wilayah Blahbatuh. kembali ada semut yang datang. Kemudian melanjutkan perjalanan keutara lalu menetap dan membangun tempat tinggal atau Puri termasuk juga membangun Tempat Suci atau Parhyangan. Dalem Pande dan Dalem Dura. Dalam perjalanan merabas hutan ada tempat ditemukan salah satu yang agak angker. Tempat Pemujaan dulu . I Gusti Blangsinga. ditemuilah hutan perladangan yang cukup luas bernama Huruk Mangandang juga disebut Pucung bolong. lalu ditempat tersebut dibangun tempat persembahyangan sekarang bernama Pura Dalem Agung. Disebelah utaranya adalah wilayah Dewa Gede Oka dari Tama Bali dan sebelah timurnya adalah sungai Melangit namanya. sehingga bisa berjejal disana. semuanya dengan rakyatnya. Prihal tempat itu dipermaklumkan kepada I Gusti Ngurah Agung. I Gusti Putu Pahang serta I Gusti Jumpahi. sebagai tempat untuk memegang wilayah dan parhyangan Sthana Ida Bhatara Kawitan. juga saudaranya I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing di Blahbatuh. Entah berapa lama berdiam di Blahbatuh. kemudian memohon diri kepada Ida Peranda berdua. kemudian dilanjutkan gotong royong membersihkan hutan tersebut. yang merupakan sungsungan Desa Adat. pergi tanpa tujuan seraya membawa pusaka. kembali beralih tempat dari sana menuju desa Kapal. karena tempat disana sempit untuk banyak orang. Bagaikan bibit pepohonan yang besar yang ditimpa panas membara serta angin ribut rasanya. maka Kyai Anglurah Agung Pinatih mengutus I Gusti Tembuku.

I Gusti Made Bun pindah ke desa Lodtunduh. Diceritakan kembali I Gusti Ngurah Anom Bang yang dipakai menantu oleh Ki Karang Buncing. Sehingga menetap di Puri Tulikup bersama keluarga besar dan putra ? putri beliau berdua dikelilingi oleh rakyat serta sanak saudaranya. yang merupakan tempat tonggak sejarah yang harus diingat oleh seluruh warga besar Arya Wang Bang Pinatih. Ada juga sanak saudara beliau yang berpindah tempat menuju kawasan Gelgel. walaupun sudah dipatah ? putuskan pasidikaraannya. Setelah berputera. I Gusti Bang mengambil istri putri dari I Dewa Batusasih . . bernama I Gusti Putu Bun bertempat tingga di Batubulan. namun masih kokoh kuat natad ? membawa kalingan ? keluhuran beliau. putranya masih di Blahbatuh. Krobokan. sebagai warga Pinatih. Kemudian I Gusti Bawa pergi tanpa arah tujuan ke arah barat Er Uma membangun sanggar-kabuyutan yang bernama Pura Lung Atad. Sesudah baik keadaan Huruk Mangandang. sejak itu disebut dengan Pradesa Tulikup utawi Talikup dan sekarang bernama Desa Tulikup. Disamping itu Pura Penataran Agung Pinatih menjadi satu dengan Dang Kahyangan Pura Sakti pada Utama Mandala termasuk Pemedel Ageng juga satu. didampingi oleh putranya yang lain bernama I Gusti Putu Bija Karang. juga adiknya yang dua lagi I Gusti Bawa serta I Gusti Bija bertempat tinggal di Dawuh Yeh serta Dangin We. ayahnya masih di Batubulan. adiknya yang bernama I Gusti Bija Kareng mengungsi ke wilayah Peliatan. mendapatkan putra. diputuskan hubungan pasidikaraannya oleh keluarganya. ada yang ke Karangasem berdiam di Bebandem. kemudian I Gusti Ngurah Bang beralih tempat ke desa Batubulan.bernama Pemerajan Agung Pinatih dan sekarang bernama ?Pura penataran Agung Pinatih? di puri Tulikup.

Kemudian datang dia ke Uruk Mangandang mempermaklumkan sebagai utusan Dalem yang berkehendak agar Kyai Anglurah Pinatih menghadap kepada Dalem di Gelgel semuanya. lalu ada yang berpinda ke arah selatan. ada di Bukit. menjadi pemangku di Dalem Kerthalangu. masih di wilayah Kerthalangu.Hentikan dahulu. Demikian ceritanya dahulu. ada di Jimbaran. Ada ceritanya putra Ki Arya Bang Pinatih yang bernama I Gusti Ketut Bija Natih kemudian menurunkan Ketut Bija Natih. Pada saat itu diadakan pertemuan dengan sanak saudara. Kesimpulan pertemuan itu. diiringi oleh rakyat. Cokorda Nyalian Memperluas Wilayahnya Diceritakan Cokorda Panji Nyalian berkeinginan untuk memperluas wilayahnya. di Ungasan serta Umadwi. Entah berapa lama Kyai Anglurah Agung Pinatih Rsi memerintah Puri Tulikup bersama adiknya. ternyata kemudian pecah persaudaraannya dengan adiknya Kyai Anglurah Made Sakti. yang berkemukan seperti sang kakak dan sang adik. Saat itu berkata sang kakak Kyai Ngurah Gde Pinatih kepada . para putra dan cucu. sang kakak akan melaksanakan perintah Dalem. Halnya seperti dibawah ini. karena ada hal penting yang hendak dititahkan oleh Ida Dalem.

karena Kyai Anglurah Agung Pinatih masih sangat hormat dan bakti kepada Daalem. cucu semuanya serta rakyat. walaupun adinda memohon diri kepada kakanda. Hentikan dahulu prihal I Gusti Ngurah Made sakti yang bertempat tinggal di Jenggala Bija dan I Gusti Gde Tembuku yang ke Tebesaya. Pada saat itu paman beliau I Gusti Gde Tembuku kemudian pindah dari Tulikup menuju Buruan terus ke Pliatan. akhirnya sampai di Jenggalabija. Setelah usai pertemuan tiu. Beliau sang kakak Kyai Anglurah Agung Pinatih membawa Keris Ki Brahmana serta tumbak yang bernama I Barugudug. kemudian menuju arah barat. kakanda akan menghadap kepada Dalem. Kemudian berkata adiknya : ?Uduh. kemudian dibagi dua milik beliau berdua seperti pusaka sampai dengan rakyat. dan berdiam di Tebesaya. Juga diceritakan prihal para putra Arya Bang Pinatih yang lain seperti putra I Gusti Made .adiknya Kyai Ngurah Made Sakti : ?Bila adinda tidak akan mengikuti kanda. diikuti juga oleh saudara ? saudara. Kyai Anglurah Made Sakti. kakandaku. Adiknya Kyai Ngurah Made Sakti membawa segala perlengkapan pemujaan. dan walaupun nanti adinda akan bertempat tinggal jauh. agar jangan sekali ? sekali lupa bersaudara di kelak kemudian hari?. Sesudah itu. seperti pasiwakaranaan serta pustaka. dan tidak diceritakan di perjalanan. dinda menuruti kata ? kata kanda?. maka sekalian bersama ? sama pergi menuju Puri Suwecapura diiringi olah sanak saudaranya serta rakyatnya.

agar Kyai Anglurah Agung Pinatih meninggalkan wilayah uruk Mangandang. sehingga disimpulkan bahwa hal itu merupakan tipu muslihat Cokorda Panji. I Gusti Bedulu. para putra Ki Arya Bang Pinatih menguasai tempat dan kemudian membangun sthana Pamerajan masing ? masing. Kembali diceritakan kedatangan Ida Kyai Naglurah Pinatih di hadapan Dalem kemudian mempermaklumkan prihal kedatangan Cokorda Panji dari Nyalian. I Gusti Kembengan. I Gusti Kandel. dan mungkin sudah ada dalam pikiran beliau. dan I Gusti Kutri. yakni I Gusti Tegal. Ada lagu yang mengungsi ke wilayah Siut. I Gusti Manggis. Demkian dahulu. I Gusti Ngurah Ketut Pahang pindah ke desa Selat. agar tetap bhakti masing ? masing sejak dahulu kala. seperti para putra I gusti Bona. I Gusti Pelagaan. I Gusti Nangun. I Gusti Berasan. I Gusti Sayan. putranya berdiam di Banjar Bias. ada di Karang Dadi serta di Gerombongan. I Gusti Sampalan. Lama beliau berdiam. I Gusti Julingan putra I Gusti Kandel. I Gusti Pandak. I Gusti Arak Api. Kemudian ada juga yang bertempat tinggal di Kembengan. I Gusti Sukawati. I Gusti Made Pahang masih bertempat tinggal di Tulikup. I Gusti Nunung. berpikir. I Gusti Meranggi. I Gusti Benculuk. Ida Dalem berkata bahwa tidak sekali ? kali memrintahkan Kyai Anglurah Agung Pinatih agar datang menghadap. dan agar tidak menjdai bibit yang tidak baik. Sejak berkuasanya leluhur .Pahang di Tulikup. I Gusti Kaja Kauh pindah menuju wilayah Bebalang. I Gusti Nyoman Pahang kembali ke wilayah Pahang. bernama I Gusti Nyoman Natih. Di Tulikup. Juga masing ? masing membangun Pamerajan. Bangli disambut disana oleh sanak saudara dari Arya Bang Wayabiya. yang sulung bernama I Gusti Putu Pahang pindah dari desa Tulikup menuju desa yang kemudian bernama Jagapati.

Dalem dahulu ? sejak pemerintahan Ida Dalem Kresna Kepakisa. Ida I Gusti Anglurah Agung Pinatih Rsi kemudian bertempat tinggal disana diiringi oleh putra sanak saudara. Kriyan Pinatih memang disayang di Puri menjadi demung. Tempat itu kemudian diberi nama desa Sulang. beliau pertama kali mengukur tempat untuk Pamerajan. atas perintah Dalem. juga agar mendapatkan keselamatan. Diceritakan tidak lama Cokorda Nyalian memegang wilayah Tulikup kemudian diserang oleh raja Gianyar. Walaupun tempat itu sempit. Demikian dahulu. Kemudian Ida dalem berkeinginan memnuhi keinginan kedua belah pihak : Cokorda Panji ingin memperluas wilayahnya agar memperoleh rahayu. tempat Puri. tidak diperkenankan kembali ke Tulikup. diminta untuk mendampingi beliau Ida Dalem. Sedangkan di Bukit Mekar. Kyai Anglurah Pinatih kemudian diminta untuk sementara tinggal di Puri Agung. Ida Dalem mengdakan utusan untuk mencari tempat tinggal bagi Kyai Pinatih. Diberi Tempat Di Bukit Mekar Menjadi Desa Sulang Singkat ceritera. mengukur tempat untuk . di perbatasan wilayah Klungkung dan Karangasem bernama Bukit Mekar. Kyai Pinatih juga agar tetap bhaktinya seperti yang dilakukan para leluhrunya yakni para Kriyan Pinatih yang sudah wafat. Rakyat semuanya mengiringi.

Penuh sesak di banjar Mincidan.Kahyangan Tiga serta tempat kuburan dan rumah tempat tinggal rakyatnya semua. dekat dengan desa Lebu Cegeng di tepi Sungai Unda yang sudah dikuasai I Gusti Dauh Talibeng. kemudian diberi tempat lagi di tepi Sungai Unda yang bernama Tegal Genuk. karena sesak. Kemudian ada diceritakan para . dekat dengan Banjar Sangging. diberikan lagi tempat di perbatasan Klungkung dan Karangasem yang bernama Tegal Ening. Dari Banjar Gerombongan. Setelah sesak di Bukit Mekar. kemudian ada yang berada di pesisir pantai Kusamba yang bernama Karang Dadi. wilayah itu kemudian dinamai Banjar Mincidan. Dari Banjar Galiran. tempat warga Pande yang diajak dari Madura. yang kemudian diberi nama Banjar Gerombongan. tempat itu bernama Banjar Galiran. yang diberikan lagi tempat di Kusamba. Disana rakyat Kriyan Pinatih ada sebagian membangun rumah serta panyungsungan Puseh Bale Agung. karena sesak diberikan tempat di perbatasan Semara Pura tepi selatan.

Kemudian ada yang beralih mencari tempat di tempat Sungai Bubuh bernama tempat itu Basang Alu. Pura di Lung Atad dituntun ke Basang Alu. berdiam disana disayang oleh Cokorda Bakas. Telp: 0361 .Propinsi Bali Sekretariat: Jalan Padma Penatih Kampus Ngurah Rai. berganti naman menjadi Pura Sari Bang.putra Ki Arya Bang Pinatih yang kemudian mengikuti penuanya. <bagia <bagia <bagia bagian >bagia n1 SIDDHIMANTRA TATTWA Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat . Diceritakan lagi I Gusti Jimbaran pindah dari Tulikup menuju desa Getakan. serta mmembuat panyawangan kawitan diberi nama Pura Lung Atad. membangun Pamerajan diberi nama menurut nama masing masing. Berkeinginan untuk menghadap ke Puri Dalem lalu berdiam di Banjarangkan. Inggih demikian hentikan dahulu keadaan para putra yang terpencar tempat tinggalnya.466265 n2 n3 4 n5 . Bali. Denpasar.

Setelah semua bersih hutan itu dirabas. sebagai tanda. kemudian beliau pulang ke Puri. kemudian ada sabda terdengar dari angkasa : “Nah. kira . Sesudah sampai di puncak. sesampai di tempat itu.Kesanga di tengah malam. Setelah sampai di tanah kemudian beliau berkeinginan untuk membari tanda tempat itu denga kapur . kemudian pakai desa maupun perumahan. saya sekarang memerintahkan paman semuanya untuk merabas hutan bun itu. Disana dibuang sampah itu oleh rakyat Bija. Tempat itu kemudian dicari oleh Kyai Ngurah Made. Sejak sekarang Kyai Ngelurah Pinatih Made menjadi Kyai Ngelurah Pinatih Bun. kemudian tiba di Bancingah Pangumpian seraya membuang sampah. tidak mengikuti kakaknya. serta senang melaksanakan dewaseraya berbhakti kepada Ida Hyang Widhi dan Bhatara semua.benar bijak memegang kekuasaan. Ppada saat itu ada anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi pada hari Selasa Kliwon . Rakyat semuanya menyambut dengan perasaan senang hati. apalagi membuang sampah sembarangan di Bancingah Pangumpian. Setelah selesai mendengar sabda dari angkasa itu. karena itu segera didengar olah rakyat Bija. karena tidak patut perbuatan rakyat Bija itu. kembali perasaan beliau Ida Kyai Anglurah Made Sakti seperti sediakala. dilihat ada asap tegak berdiri putih seakan .tapak dara. Itu sebabnya menjadi marah I Gusti Ngurah Made kemudian memerintahkan putranya untuk melaksanakan perbuatan sebagai seorang Ksatria. Sesudah sampai di tepi hutan itu. Kyai Anglurah Made Sakti sudah memiliki Puri di Jenggalabija. kemudian menaiki timbunan bun itu. kemudian I Gusti Ngurah Made berkata : “Nah Paman semuanya.kira ada 80 depa. prihal tingkah rakyat pendatang itu merabas hutan. menuruti keinginan I Gusti Ngurah Made. Kyai Ngurah Made Sakti benar . Ketika hilang asap itu.diberikan tanda silang . kemudian dihentikan dengan senjata. berpindah tempat dari desa Tulikup menuju Jenggalabija diiringi oleh rakyat lengkap dengan bawaannya. sehingga kacau di Pasar Pangumpian apalagi diimbuhi dengan tantangan terhadap Gustinya. ketika matahari sudah berada di atas kepala. Pada pagi harinya sampailah kemudian di Puri beliau di tegal Bija. di sebelah timur Desa Pengumpian. Sesudah itu kemudian I Gusti Ngurah Pangumpian mengumpat mereka sampai kepada Gusti mereka. semuanya lengkap membawa alat akan merabas Alas Bun itu. rakyat semua beristirahat dan mengambil makanan untuk rakyat Bija itu di Pasar Pangumpian. Karena itu merasa marah besar I Gusti Ngurah Pangumpian karena tidak ada pemberitahuan kepada I Gusti Ngurah Pangumpian.Anggara Kasih. layaknya sebagai bun .Kyai Anglurah Made Sakti Di Jenggala Bija Diceritakan sekarang Kyai Anglurah Made Sakti. kemudian memberitahukan kepada perbekel serta rakyat semuanya. seperti aneh rasanya dan juga menakutkan. sampai keturunanmu kelak di kemudian hari menjadi warga Bun. kemudian Ida Kyai Ngurah Made turun.akan sampai di angkasa. sampai kepada rakyatnya sudah memiliki perumahan sesuai dengan keadaan pedesaan yang sudah ada. bulan Bali yang kesembilan . Kemudian ada orang melaporkan permasalahan itu kepada I Gusti Ngurah Pangumpian. beliau ahli dalam sastra. Setelah semua rakyat berdatangan menghadap. saya akan membangun desa serta perumahan”. Jenggala Bija itu dekat dengan tempat kediaman I Dewa Karang yang dipakai menantu di wilayah Mambal. Kyai Ngurah Made melakukan upaacara persembahyangan di hutan ladang Bun.pohon merambat dilihat oleh beliau asap yang berdiri tegak itu. . sebab itu dilarang rakyat pendatang itu merabas hutan Bun itu. Setiap hari demikian tingkah rakyat Bija di Pasar Pangumpian. dengarkanlah sabdaku ini! Segera bersihkan hutan bun ini.

I Gusti Ngurah Teja. karenanya menjadi kacau di daerah Beranjingan. Dinda Ngurah Bun yang memang benar. diburu. mendapatkan rakyat 300 orang disampingi oleh menantunya yang bernama Ida Ktut Ngurah. saling bunuh. diamping ada yang wanita. ada di Suwung. kemudian masuk ke Puri Pangumpian. Diceritakan I Gusti Putu Bija di Beranjingan diiringi oleh para putranya semua membuat senjata 40. Sejak itu orang . Sangat ramailah perang disana. Diceritakan sekarang yang memegang kekuasaan di wilayah Mengwi yang bernama I Gusti Made Agung Alangkajeng serta bergelar Cokorda Agung Made Bana. ada yang mengungsi ke pegunungan. Dipimpin oleh sang ayah. menjadi marah Kyai Ngurah Made Bun.pura serta dipakai peringatan di kelak kemudian hari.Saat itu I Gusti Putu Bija sebagai putranya mengikuti ayahnya bersama rakyat semuanya. kemudian dipergunakan sebagai alat upacara di pura . Itu sebabnya bertentangan Beranjingan dengan warga Bun. menanyakan prihal peperangan itu. I Gusti Ngurah Alit Padang. kemudian didatangi Desa Beranjingan itu oleh pasukan Bun serta dikejar. agar merebut saudaranya yang ada di Beranjingan. serta terakhir bernama I Gusti Ketut Bija Tangkeng itu semua lahir dari Puri Beranjingan. karena anaknya itu merasa diri pintar. saling tusuk. kemudian kalah I Gusti Ngurah Pangumpian dan kemudian meninggal. adiknya bernama I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan. beserta adiknya I Gusti Agung Nyoman Alangkajeng serta I Dewa Karang di Mambal.orang di Pangumpian kalah kemudian ada yang pergi berpencar mencari tempat. Karena itu. Disanalah kemudian terjadi perang yang dahsyat. Diceritakan sekarang yang menjadi pendeta bernama Ida Peranda Wayan Abian mempunyai putra bernama Ida Wayan Abian. semua keluar membawa alat senjata. Berkata Cokorda : “Nah kalau begitu. itu sebabnya banyak yang mati. tidak lagi peduli pada kelebihan orang lain. moha hatinya. Kyai Anglurah Bun kemudian mengatakan prihal mendapatkan anugerah dari Hyang Maha Kuasa. Banyak yang mati dan banyak yang luka. Itu sebabnya beliau berdiam di wilayah Bun. Hentikan dahulu ceritera di Bun Pangumpian. serta juga berganti nama menjadi warga Bun. saling penggal.tamak. Beliau kemudian dijadikan Cudamani oleh Ki Arya Bun serta juga Ki Arya Bija. Senjata itu kemudian diberi nama Dolo dan Beranjingan. sehingga tidak ingat lagi bersaudara maupun berayah. membawa senjata bersorak sorai semua. Ada juga terlahir dari warga Beranjingan. dan banyak mati rakyat Beranjingan oleh rakyat Bun. dipakai ipar serta menantu oleh Kyai Ngurah Bun. Itu sebabnya menjadi galak rakyat Bun. semua senjata itu bertatahkan mas. disusupi oleh loba . kemudian melakukan perbincangan dengan putranya yang lain seperti I Gusti Ngurah Made Bija Bun. semuanya berani menunjukkan keperwiraannya. Demikian kesaktian Kyai Anglurah Made. Dikisahkan I Gusti Putu Bija yang bertempat tinggal di Beranjingan. Serta Ngurah beserta rakyat patut beralih tempat dari Jenggala Bija berkumpul di Desa Bun. I Gusti Anom Bija. sungguh riuh sekali perang antara Bija lawan Pangumpian. saling tusuk. Adiknya bernama Ida Ktut Abian. Kemudian juga I Gusti Ngurah Made Bija dapat berdiam di Desa Beranjingan. itulah sebabnya kemudian beliau diberi gelar I Gusti Anglurah Sakti Bija. Agar sesuai dengan nama wilayah”. bernama I Gusti Ngurah Gde Bija. Kapal. demikian kesimpulan pertemuan di Geria Sanur. sangat marah I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan. Muncul kesal hati Ida Kyai Ngurah Bun untuk berbicara dengan putranya yang ada Puri Beranjingan. Saat itulah kemudian bertemu berperang tanding I Gusti Ngurah Made lawan I Gusti Ngurah Pangumpian. I Gusti Ngurah Anom Lengar. Ada yang ke arah selatan ke Desa Kesiman. itu sebabnya berani kepada ayahandanya Kyai Ngurah Made Bija Bun. . Menyaksikan demikian halnya. di Wimba serta Blumbungan.

I Gusti Ketut Rangkeng mencari tempat di Desa Kekeran. Demikian dahulu keadaan di Mengwi. sampai dengan rakyat Beranjingan semua. Kembali diceritakan Kyai Ngurah Made Bija Bun sudah lega hatinya memperoleh kewibawaan di Desa Bun. beliau berbincang dengan ipar beliau di Puri Bun. Sesudah lama berdiam disana. yang paling kecil I Gusti Bija Leking. akhirnya kemudian di Taman Padangkasa.akan bersedia mati dalam pertempuran bersama para putra serta isteri semuanya bermaksud untuk menghilangkan jiwanya. digantikan oleh adiknya I Gusti Nyoman Langkajeng yang bergelar Cokorda Munggu. sedia akan mati di medan laga. menjadi gentar juga rakyat Bun. dipimpin oleh Cokorda Mayun. Belakangan I Gusti Anom Lengar mengambil isteri dari Dalung. tidak ada yang membantah perintah beliau. Karena kesaktian Kyai Ngurah Made Bun. Karena sudah demikian tekad I Gusti Ngurah Beranjingan. adiknya I Gusti Ngurah Made Bija Beranjingan mengungsi ke Desa Tingas disertai rakyat 60 KK. penuh sesak disana di Darmasaba. berdiri di depan pinti Puri. kemudian segera ayahandanya mempergunakan Aji Pregolan. heran dengan kesaktian I Dewa Karang yang hilang tidak ada di puri. I Gusti Anom Lengar berdiam kemudian di Dalung. Karena demikian didengar oleh I Dewa Karang. bersama anaknya I Gusti Leking. Putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan masing . dan ternyata marah besar Ida Cokorda Maun di Mengwi berkehendak menyerang I Dewa Karang yang ada di Puri Mambal. menjadilah I Gusti Ngurah Beranjingan gentar melihat prabawa ayahnya. Setelah dikelilingi puri Mambal itu. lalu semuanya lari tunggang langgang besar kecil mengungsi serentak menyembunyikan diri menuju desa Srijati di Sibang. adiknya I Gusti Bija Lekong. Dan teryata yang mengitari Puri I Dewa Karang juga? hanya pasukan Bun.balik tempat tinggalnya. Singkat ceritera. tidak bagitu lama keadaan ini aman. kemudian keluar ke depan Puri itu.Kaba kemudian ke Lodsawah.tengah mereka. Lama kemudian meninggal penguasa Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. Dengan demikian I Gusti Ngurah Putu Bija? Beranjingan batal meninggal di medan perang tempat itu kemudian dinamai Jagapati. Dikisahkan I Gusti Bija Lekong mengungsi ke wilayah Kuta. itu sebabnya bolak . kemudian ada putra 3 orang. I Gusti Ngurah Ketut Bija Tangkeng serta I Gusti Ngurah Anom Lengar. pasukan Mengwi sudah datang menyebabkan penuh sesak mengitari. Yang sebenarnya diandalkan oleh Puri Mengwi hanyalah pasukan Bun. mencari tempat di Moncos diiringi rakyat 60 KK. kemudian berdiam di Desa Darmasaba. I Gusti Agung Mayun menggantikan ayahnya bergelar Cokorda Mayun. Sesudah lama di Kuta banyak sekali puteranya. maka kembali pulang dengan tidak merasa sak wasangka lagi. Cokorda Munggu mempunyai putra I Gusti Agung Mayun serta I Gusti Agung Made Munggu. Puri Mambal sudah dipenuhi oleh para putra Mengwi. Karena itu I Dewa Karang dapat disembunyikan oelh pasukan Bun di tengah . yang sulung bernama I Gusti Putu Bija. kemudian tiba masa Kalisengsara kekacauan. sangat duka hati I Dewa Karang. karena sudah diungsikan - . ada yang mengungsi ke Jembrana I Gusti Putu menuju wilayah Kaba . Menjadi takjub ppasukan Mengwi. Puri Bun Diserang Oleh Mengwi Diceritakan sekarang.masing adalah I Gusti Ngurah Beranjingan membangun Puri di Banjar Bantas. karena sudah juga bermitra dengan Cokorda yang menguasai wilayah Mengwi Ida Cokorda Made Agung Bana. Setelah selesai bertukar pikiran. takut. kemudian semua para putra I Gusti Ngurah Putu Bija Beranjingan berpencar. serta menghamba kepada I Gusti Agung Kamasan beserta seluruh rakyatnya. dan semuanya mengenakan busana serba putih. serta para putra semuanya. tidak berani lagi menentang.

seraya memerintahkan semua anggota keluarganya untuk menyerang Anglurah Bun. rakyat beliau ditempatkan di Banjar Bun serta Banjar Ambengan. serta rakyat semuanya. saling amuk. pasukan akan dibagi dua. serentak rakyatnya semua laki maupun perempuan membawa senjata. serta kemudian berangkat Cokorda Mayun beserta balanya semua.diamankan oleh pasukan Bun. Singkat ceritera. I Gusti Meranggi pindah ke wilayah Sarimertha. merajan. dan juga ada perumahan rakyat. akan dihabiskan sampai anak cucu Anglurah Bun. karena semua penduduk disana mengungsi ke wilayah Badung. pasukan Mengwi semuanya sudah berangkat menuju puri Bun. Setibanya di Badung kemudian menuju Taensiat. Negara. kaget Kyai Ngerurah kemudian memukul kentongan bertalu . Paguyangan. Ada yang mengungsi ke wilayah Pagutan. saling tantang. sebagai pucuk pimpinan pasukan Mengwi wafat. Kemudian berangkat bala pasukan Mengwi dari Munggu dan Mengwi seraya membawa senjata. besar kecil. Jenazah Cokorda Agung Mayun yang meninggal dan tertinggal di Puri Bun kemudian diambil dibawa pulang ke Mengwi. Itu sebabnya pulanglah pasukan Mengwi tanpa hasil. Ada putranya 3 orang. maka keadaan disana menjadi sunyi. Sisa penjarahan adalah purinya. Tamesi. yang menyebabkan hilangnya I Dewa Karang karena diapaki menantu oleh Anglurah Bun. bertempat tinggal di Padangkertha. Diceritakan sekarang di Puri Bun. Serta kalahlah pasukan Mengwi. Kesimpulan pembicaraan itu. saling banting. Ada ke Tagtag Negara. setapakpun tidak mundur. wantilan. ada yang langsung menghadap I Gusti Agung Made Munggu. serta dari utara. kembali ke Mengwi. Demikian ceritanya dahulu. Kalau dihadapi jelas akan kalah. saling penggal. Sibang. maka dilakukan penyerobotan. yang sulung I . jelas akan mendatangkan bala pasukan dalam jumlah yang besar. bersorak saling ejek. Sesudah lama. Ada yang beralih menuju Angayabaya. akan merusak dan merebut Kyai Naglurah Bun. tak ada seorangpun kelihatan lewat. Tak dinyana kemudian Cokorda Mayun.sama tidak mengenal mana kawan mana lawan. Kemudian beliau berpikir untuk tidak melawan. I Dewa Karang kemudian mencari saudaranya yang berdiam di Banjar Tegal wilayah Tegalalang yang bernama I Dewa Bata. seraya memohon diri kepada ayahnya. Dari Taensiat Ke Nagari Singkat ceritera Kyai Ngurah Bun Pinatih sudah mendengar rencana balas dendam dari Puri Mengwi. adik Ida Cokorda Mayun yang wafat di Bun. sehingga kemudian peperangan itu sampai ke Puri Bun. sebagai pimpinan pasukan I Gusti Agung Made Kamasan dari Sibang serta I Gusti Agung Jlantik dari Penarungan. mengungsi ke wilayah Badung. bersama dengan anak cucu. I Gusti Ngurah Teja mengungsi ke Denbukit. Pangrebongan bersama I Gusti Tangeb. Kemudian banyak rakyat Mengwi yang masih hidup. I Gusti Ngurah Alit Padang mengungsi ke Karangasem. diceritakan masih di Bun. serta bersiap untuk meninggalkan puri. I Gusti Meranggi. sama . Setibanya pasukan Mengwi ditempat itu. Penguasa Mengwi kemudian menyuarakan kentongan agung. seperti I Gusti Bun Sayoga ke Sigaran Mambal. Jagapati. bala pasukan disana mengiringi I Gusti Agung Made Munggu. Dari barat. saling tusuk. tahulah Ida Cokorda Mayun akan tipu muslihat I Gusti Ngurah Made Bun. Itu sebabnya murka I Gusti Agung Made Munggu. pura. Di Lambing para putra Mengwi mengadakan pembicaraan. Kembali diceritakan I Gusti Ngurah Bun di taensiat. para putra beliau sekarang ada yang pindah ke desa . Pagesangan. Disana kemudian berkecamuklah perang itu. dijarah semua milik Puri Bun serta milik rakyat disana. dengan mengusung Bhatara Kawitan semuanya seperti Siwapakaranaan serta pusaka I Keboraja beserta I Baru Upas. Jenazah Cokorda Mayun. semuanya dibakar habis diratakan sama sekali. dapat ditusuk oleh Kyai Nglurah Bun. Bila saja berani dalam medan perang. Angantaka. Sesampainya di Bancingan Puri Bun.talu.desa lainnya.

Jukutpaku. sewilayah dengan Negara. I Gusti Anom Angkrah di Banjar Tunon.namanya sama dengan ayahnya. sebab keadaan sudah membaik. namun putranya yang bernama I Gusti Ngurah Putu Wija diangkat atau kadharma putra oleh Kyai Pamecutan. Entah berapa masa sudah berpuri disana. sangat percaya diri di hatinya. I Dewa Karang mempunyai janji dengan I Gusti Ngurah Made Bun agar bersuka duka berdua. terjadi huru hara. beliau mendapatkan anugerah senjata dua buah. dan juga di desa Singakertha. serta Singakertha dikuasain oleh I Dewa Kaarang. diberikan rakyat 200 orang. Kemudian diceriterakan I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun bersama tempat tinggalnya kemudian menuju desa Kengetan. maka sanak keturunan beliau berdua meninggalkan Gelgel. Diceritakan I Gusti Wirya yang bertempat tinggal di Kengetan. yang memamng keturunan Pinatih.masing. semuanya merasa suka cita. serta kemudaian berdiam di desa Gunaksa. Demikian . Namun ketika masa pemberontakan I Gusti Agung Maruti.Gusti Teja . Ayahnya I Gusti Ngurah Bun kemudian berpuri di Taensiat. Akhirnya seperti keder hati I Gusti Wirya di Kengetan. Dilanjutkan sekarang purtra I Gusti Ngurah Made Bun di Negari semua sudah diandalkan oleh I Dewa Karang yang berkuasa di Negara. di Dawan Banjar. Kesimpulan perbincangan itu agar putra Ngurah Bun yang bernama I Gusti Ngurah Tangeb. Demikian halnya di masa lalu. agar turut serta berpuri di Banjar Tegal. Banyak rakyat I Dewa Karang ada di Kutris diberikan kepada Ida Peranda. Juga diceritakan Ida Bang Pinatih memiliki keturunan yang bernama mangurah Guwa dan Mangurah campida. terus dinamai wilayah Negara. disana di Dalem Pamuwusan namanya. ke arah timur perjalanannya. ada usulan dari I Gusti Ngurah Made Bun agar membangun Puri yang baik dan indah. beliau senang melakukan persembahyangan. Sukawati. Diceritakan sekarang yang menjadi penguasa wilayah Gianyar bernama Ida I Dewa Manggis. ketika masa kerajaan Gelgel atau Sweca Linggarsa Pura. Disana membangun kahyangan dinamai Pura Guwa. I? Gusti Ngurah Made Bun membangun puri dinamai Puri Negari. Semuanya memiliki jiwa keperwiraan masing . Demikian dicatat di Pariagem. Diceritakan I Dewa Karang berpuri di Banjar Tegal. Sejak itu kemudian desa Kengetan. Singkat ceritera. diikuti oleh putra serta isteri menuju desa Kutri. Keduanya. sangat senang hati I Gusti Ngurah Made Bun. Diceritakan Ida Peranda Nyoman Padangrata yang pernah menjadi pendeta atau Bagawantah Ida Ngurah Bun sudah berpindah dari wilayah Bun. Itu sebabnya sangat suka cita I Dewa Karang. memberi perintah kepada I Dewa Karang agar para putra Anglurah Bun Pinatih menjadi pengokoh wilayah Gianyar. dan semoga terus sampai ke keturunannya nantinya. Karena keberhasilan itu. dicantumkan dalam pariagem. ditantang oleh I Dewa Karang dan I Gusti Ngurah Made Bun untuk berperang tanding. paling utama mengawasi Tegal Pangrebongan. ada di lingkunga Ida Dalem. I Gusti demung menuju Timbul. I Gusti Ngurah Tangeb mmasih di Mawang. kemudian I Dewa Karang beserta I Gusti Ngurah Made Bun membuat puri di Karang Tepesan sampai kepada rakyatnya semua. Karena itu beliau bermaksud untuk mencari I Gusti Ngurah Made Bun di Puri Taensiat. serta wanita I Gusti Ayu Oka juga di Negari. Demikian dahulu. I Gusti Ketut Alit Bija bertempat tinggal di Kutri. kemudian beralih tempat semuanya serentak membawa perlengkapan di saat malam menuju desa Sigaran terus ke Melanjung. demikian juga I Dewa Karang kemudian berjalan diiringi rakyatnya semua dengan membawa perlengkapan menuju Alas Kawos. Tujuannya agar diketahui oleh keturunannya sebagai keturunan Mangurah Guwa. Kemudian ada anugerah Ida Sang Hyang Widhi. Demikian inti perbincangan I Dewa Karang serta I Gusti Ngurah Made Bun. itu yang mengawasi di Pangrebongan. Putra I Gusti Ngurah Made Bun yang paling sulung bernama I Gusti Ngurah Gde Bun atau I Gusti Ngurah Mawang berpuri di Negari. Demikian keadaannya.

sanak saudara yang lain menuju desa Aan. Diceritakan pula di kemudian hari mendapatkan panjang umur keturunan Mangurah Guwa. Demikian kisahnya Mangurah Guwa dan Mangurah Campida. Pagubungan Manduang serta Nusa Penida. Ada juga yang meninggalkan desa Gunaksa yang menuju desa Akah.tercatat dalam prasasti. tentang keadaan Sira Mangurah Guwa. ada yang pindah ke desa Timhun. Dan demikian pula kisah tentang keberadaan sanak keturunan Ida wang Bang Banyak wide yang kemudian menjadi warga Arya Wang Bang Pinatih di seluruh pelosok Pula Bali. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful