BAB I PENDAHULUAN

25 Apr 1. A. DASAR HUKUM Proses pembentukan Kota Palopo awalnya didasari oleh semangat juang pembangunan yang dilakukan pejuang sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia. Kota Palopo sebelumnya merupakan ibukota kabupaten Luwu, kemudian dibentuk dari peningkatan status Kota Administratif Palopo Kabupaten Luwu menjadi Kota Otonom yang berdiri sendiri berdasarkan Undang-undang Nomor 11 tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Mamasa dan Kota Palopo di Propinsi Sulawesi Selatan. Saat ini pada ex wilayah Kabupaten Luwu telah terbentuk 3 Daerah Kabupaten dan 1 Daerah Kota yaitu Kabupaten Luwu dengan ibukota Belopa, Kabupaten Luwu Utara dengan Ibukota Masamba, Kabupaten Luwu Timur dengan Ibukota Malili dan Kota Palopo dengan Ibukota Palopo. Pada mula berdiri sebagai daerah otonom, Kota Palopo terdiri dari dari 4 Kecamatan dan 28 Kelurahan, pada tahun 2005 melalui Peraturan Daerah Nomor 03 tahun 2005 tentang Pembentukan, susunan dan tata kerja pemerintah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Palopo, terjadi pemekaran wilayah administrasi pemerintahan dari 4 Kecamatan dan 28 Kelurahan menjadi 9 Kecamatan dan 48 Kelurahan. Tahun anggaran 2010 merupakan tahun kedua penyelenggaraan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2008-2013 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Palopo nomor 14 Tahun 2008 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palopo tahun 2008-2013, oleh karena itu APBD Tahun Anggaran 2010 disamping menjadi pertengahan dari penyelenggaraan Pembangunan Jangka Menengah Kota Palopo juga menjadi jembatan bagi berjalannya proses demokratisasi nasional yang hasilnya akan sangat menentukan berjalannya penerintahan nasional dan daerah selama lima tahun ke depan. Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di Kota Palopo pada dasarnya merupakan upaya untuk memanfaatkan secara maksimal segenap potensi sumber daya yang dimiliki untuk mencapai target strategis pembangunan daerah secara bertahap dan berkeninambungan, sebagai bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan Daerah, Provinsi dan Nasional yakni mewujudkan Indonesia yang aman, damai, adil serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. B. GAMBARAN UMUM KOTA PALOPO 1. Kondisi Geografis Daerah Secara Geografis, Kota Palopo terletak antara 2° 53¶15´ ± 3° 04¶08´ Lintang Selatan dan 120°03¶10´ ± 120°14¶34´ Bujur Timur. Luas wilayah Administrasi Kota Palopo sekitar 247, 52 kilometer persegi atau sama dengan 0,39% dari luas wilayah Propinsi Sulawesi Selatan. Wilayah

23 Km² dan Luas Kawasan Hijau yaitu 183. Kondisi alam pada wilayah hulu khususnya perbatasan dengan Kabupaten Luwu. Tana Toraja sangat berpengaruh pada kondisi di Kota Palopo. Berdasarkan tingkat kemiringan tanah - diatas 40 0 15.63 Km². Batas-batas Kota Palopo adalah sebagai berikut : Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat : : : : Kabupaten Luwu Kabupaten Luwu Teluk Bone Kabupaten Luwu Dari aspek tofografisnya. sedangkan pada jalur transportasi laut Kota Palopo sudah menjadi salah satu pelabuhan laut menuju Kota-Kota di wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara.28% 1. Berdasarkan ketinggian .52 Km2.Kota Palopo sebagian besar merupakan dataran rendah dengan keberadaannya diwilayah pesisir pantai Sekitar 62. sekitar 24.85% dari total luas daerah Kota Palopo. Kedudukan geografis Kota Palopo sebagai wilayah yang berada di pesisir Teluk Bone dimana sebagian besar kebutuhan air bersih didukung dengan keberadaan hutan yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Luwu dan Tana Toraja. Luas Kawasan kumuh yaitu 2.16 Km². Luas wilayah berHPL/HGB yaitu 86.20 0 2 ± 15 0 0 ±20 : : : : 9. Luwu Timur. Secara administratif Luas Wilayah Kota Palopo kurang lebih 247.39% yang terletak diatas ketinggian lebih dari 1000 mdpl. Pada posisi ini Kota Palopo menjadi salah jalur distribusi barang jalur darat dari Makassar dan Pare-Pare menuju Propinsi Sulawesi Tengah. Kabupaten Luwu Utara. wilayah Kota Palopo sebagian besar merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0-100 m sebesar 63%. menunjukkan bahwa yang merupakan daerah dengan ketinggian 0 ± 500 mdpl.71% 30. selebihnya merupakan daerah pegunungan. Kedudukan geografis Kota Palopo berada pada posisi strategis sebagai titik simpul jalur transportasi darat dan laut poros Trans Sulawesi. dan selebihnya sekitar 12.81% 33.26% - - - b.76% terletak pada ketinggian 501 ± 1000 mdpl. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut : a.

002 1.- 0 ± 25 m 25-100 m 100-500 m 500-1000 m Di atas 1000 m : : : : : 33. 1.147 jiwa per desember 2010. 2.332 jiwa.1 Jumlah Bagunan Rumah Tempat Tinggal Menurut Kecamatan Tahun 2010 No.183 jiwa. Tiga Kecamatan dengan kepadatan sedang yaitu Kecamatan Mungkajang dengan jumlah penduduk 9. Sebaran penduduk terlihat tidak merata dan cukup bervariasi.648 3.294 jiwa dan untuk Kecamatan Wara Barat sekitar 12.34% 30. .931 jiwa. Kecamatan Sendana mencapai 7.674 2.401 jiwa dan perempuan sebanyak 85. Penduduk Penduduk Kota Palopo menurut data Dinas Kependudukan Tahun 2010 telah mencapai 172. ketiga kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Wara dengan jumlah Penduduk 36. dimana terdapat 3 (tiga) kecamatan dengan kepadatan penduduk terbilang padat jika dibandingkan dengan kecamatan lainnya.100 1. Kecamatan Wara Timur dengan jumlah penduduk sebanyak 35. Gambaran Umum Kondisi Demografi 1.826 6.186 jiwa dan Kecamatan Wara Utara dengan jumlah penduduk sebesar 21.904 KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Wara Kecamatan Wara Utara Kecamatan Wara Timur Kecamatan Wara Barat Kecamatan Wara Selatan Kecamatan Sendana Kecamatan Mungkajang Kecamatan Bara Kecamatan Telluwanua TOTAL RUMAH Sumber : Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Palopo.079 1. terdiri dari laki ± laki sebanyak 86.187 jiwa.35% 15.24 % - - - - Tabel 1.16 % 1. a.383 1.91% 19.081 jiwa.926 28.266 4. KECAMATAN JUMLAH BANGUNAN RUMAH 6.

681 5.890 7.303 5.672 12.906 1.156 73.2 Struktur Penduduk Kota Palopo Tahun 2009 STRUKTUR USIA LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 65+ 2.831 6.117 7.332 .821 25.837 8.685 3.950 12.357 45-49 3.835 12.401 85.821 15.144 25-29 5.493 55-59 1.192 4.664 11.656 7.183 17.675 1.624 5.470 35-39 5.278 6.561 7.610 7.081 12.596 4.186 6.154 36.601 15-19 8.793 3.294 4.711 0-4 8.181 3.617 6.185 10-14 8.149 6.567 16.482 TOTAL Sumber : Palopo Dalam Angka 2010 Tabel 1.326 146.934 14.386 3.733 3.3 Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan Kota Palopo Tahun 2010 KECAMATAN Kecamatan Wara Kecamatan Wara Utara Kecamatan Wara Timur Kecamatan Wara Barat Kecamatan Wara Selatan Kecamatan Sendana Kecamatan Mungkajang Kecamatan Bara Kecamatan Telluwanua TOTAL LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 18.485 9.503 20-24 6.527 5.866 11.534 10.762 11.988 60-64 1.278 8.191 30-34 5.187 10.931 172.197 5.Tabel 1.033 18.670 2.376 15.615 35.278 5.147 5.493 73.984 13.212 86.177 5-9 7.470 40-44 4.649 21.321 3.699 50-54 2.348 17.571 17.

310 4.804 jiwa pada Tahun 2005 menjadi 141. KECAMATAN JUMLAH KETERANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kecamatan Wara Kecamatan Wara Utara Kecamatan Wara Timur Kecamatan Wara Barat Kecamatan Wara Selatan Kecamatan Sendana Kecamatan Mungkajang Kecamatan Bara Kecamatan Telluwanua TOTAL KEPALA KELUARGA 8. Tabel 1. perkembangan penduduk miskin mengalami fluktuasi hal itu dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1.09 persen pada kelompok usia tua (65 tahun keatas). dan 146. berdasarkan data BPS tahun 2010.482 jiwa penduduk Kota Palopo sekitar 32. penduduk Kota Palopo yang berusia produktif (usia 15 ± 64 tahun) menanggung beban bagi penduduk yang belum dan atau tidak produktif sekitar 36-37 persen dari jumlah penduduk secara total.782 7. Jika dilihat menurut kelompok usia struktur usia penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif.791 2.4 Jumlah Kepala Keluarga Menurut Kecamatan Kota Palopo Tahun 2010 No.858 3.210 39.482 Pada tahun 2009 rata ± rata anggota rumah tangga dalam setiap rumah tangga berkisar 5 orang.978 2. selebihnya 63.111 5.670 2.309 /31 Desember 2010 Sumber : Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Palopo Ditahun 2009.35 persen berada pada usia muda (0-14 tahun) dan 4.599 1.5 Jumlah Penduduk Miskin Kota Palopo .57 persen yang berada pada kelompok usia produktif (15 ± 64 tahun ).43 persen. dengan kata lain Beban Tanggungan (Dependency Ratio) Kota Palopo Tahun 2009 sebesar 36. Berdasarkan data BPS Sulsel.996 jiwa pada tahun 2008. Artinya.57 persen pertahun yaitu dari 127. hal ini terlihat dari 146.Sumber : Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Palopo Laju pertumbuhan penduduk dalam waktu tiga tahun terakhir mencapai 3.

sedangkan bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Palopo diketahui bahwa jumlah pencari kerja sampai dengan tahun 2009 tercatat sebanyak 12.00 2007 17.111.960.26 946. pada tahun 2010 jumlah Kepala Keluarga miskin di Kota Palopo menurun menjadi sebanyak 7.037 orang yang terdiri dari 5.97 Nasional 39.060 laki ± laki dan 6. Wara Timur. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) mengalami sedikit peningkatan selama periode 2007-2009 dari 57. Ketenagakerjaan Ketenagakerjaan merupakan aspek yang paling penting dalam pembangunan ekonomi.00 TAHUN 2008 18. Angkatan kerja adalah mereka yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. terbanyak berada di kecamatan Telluwanua.78 % perempuan. Penduduk Usia Kerja (PUK) didefinisikan sebagai penduduk yang berumur 10 tahun keatas.529.40 1.20 1. terdiri atas 9.30 34. b.978 KK. Tabel 1.69 Prop. Dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas).84 %. Akhir ± akhir ini topik mengenai masalah kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi baik dalam skala nasional maupun regional mendapat perhatian banyak orang. Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh keuntungan paling sedikit satu jam berturut ± turut selama seminggu yang lalu.96 % menjadi 58. Paling sedikit di kecamatan Wara Selatan sebanyak 454 KK.170. 44 % untuk laki-laki sedangkan hanya 45.260 penduduk miskin di Kota Palopo pada tahun 2009 tersebut. Sulsel 1. karena tenaga kerja merupakan salah satu balas jasa faktor produksi. yang berhasil ditempatkan sebanyak 469 orang.90 2010* 16.977 perempuan.40 37. yaitu antara 72.300.00 2009 17. Berdasarkan data BPS Kota Palopo. mengurus rumah tangga dan lainnya.042. sekitar setengah penduduk Kota Palopo masuk dalam angkatan kerja. 1. Bara dan Wara.(dalam ribu jiwa) LINGKUP WILAYAH 2006 Kota Palopo 16. Dari hasil rekapitulasi Dinas Sosial.6 Persentase Statistik Ketenagakerjaan Kota Palopo (persen) .853 Rumah Tangga Miskin. Penduduk tersebut terdiri dari angkatan kerja. Dari sejumlah 17. TPAK penduduk laki-laki lebih tinggi daripada penduduk perempuan.92 32.083.29 Sumber : diolah dari data BPS Sulsel.

1 16.76 13. Tabel 1.84 12.21 Sumber : BPS.932.36 2009 58.74 78.286 372.51 81.7 Jumlah Pengangguran di Kota Palopo (jiwa) LINGKUP WILAYAH 2006 Kota Palopo 39.617 2010 Sumber : diolah dari data BPS Sulsel.116 9.31 3.4 16.788 314.664 8.308 Nasional 10.56 78. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palopo Perkembangan indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai indikator pokok dalam melihat perkembangan pembangunan manusia di suatu daerah sebagaimana dimaksud dalam .011.000 TAHUN 2007 2008 12.97 75.44 20.Uraian TPAK Tingkat Pengangguran Bekerja Bekerja di sektor A Bekerja di sektor M Bekerja di sektor S 2007 57. Hasil Sakernas 2009 Keterangan : TPAK Sektor A Sektor M Sektor S : : : : Tingkat partisipasi angkatan kerja Sektor pertanian Sektor manufaktur Sektor jasa-jasa. 1.24 87.28 5.515 2009 7.9 83.126 Prop.962. c. Sulsel 370.768 10.96 21.142 9.79 4.72 2008* 58.394.714 311.

10 Sumber : BPS Kota Palopo Tahun 2010 Pada tabel di atas menunjukkan bahwa IPM Kota Palopo pada tahun 2008 mencapai 75.50 75. ini berarti bahwa sisa 3 % lebih dari penduduk Kota Palopo yang berusia 15 tahun ke atas yang belum dapat membaca dan menulis huruf latin. Perkembangan IPM Kota Palopo yang sangat pesat.80 74.4 tahun.8 Perkembangan IPM Kota Palopo 2005-2009 No 1 2 3 4 5 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 IPM 73. pada tahun 2007 angka melek huruf di Kota Palopo mencapai 97.30 dan pada tahun 2009 telah mencapai angka 97.80 % dan pada tahun 2009 telah mencapai 76. dan pada tahun 2009 mencapai rata-rata lama sekolah 9.66 tahun. Dalam bidang pendidikan akibat dari semakin terbukanya akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan khususnya setelah dilaksanakannya program pendidikan gratis Propinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Kabupaten Kota. ini menandakan bahwa pada umumnya penduduk Kota Palopo telah bersekolah di atas rata-rata 9 tahun atau telah menyelesaikan pendidikan minimal di tingkat Sekolah Menengah Pertama atau lebih dari 9 tahun.10. yakni kemampuan membaca dan menulis untuk penduduk berusia 15 tahun ke atas. dipengaruhi oleh kebijakan pada sektor pendidikan. telah memberikan dampak yang sangat besar terhadap peningkatan akses pelayanan pendidikan di tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah. dengan demikian Kota Palopo telah dinyatakan bebas dari wajib belajar sembilan tahun. jika dibandingkan dengan rata-rata lama sekolah Propinsi yang pada tahun 2009 baru mencapai angka 7. hal ini dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut : Tabel 1.0%. Perkembangan angka rata-rata lama sekolah telah menyebabkan pula peningkatan pada Angka Melek Huruf.1 tahun. pada tahun 2008 telah mencapai 9. yakni rata-rata lama usia harapan hidup penduduk sejak lahir sampai meninggal dunia. IPM menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. kesehatan dan perekonomian masyarakat. Selain indikator pendidikan sebagai pemicu naiknya IPM Kota Palopo.3 %.Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. angka rata-rata lama sekolah di Kota Palopo tahun 2005 sebesar 9.37 75. variabel lainnya adalah variabel kesehatan masyarakat yang ditunjukkan dengan angka harapan hidup. Jika dibandingkan dengan rata-rata IPM Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2009 yang baru mencapai angka 70. Berdasarkan data BPS .80 76.94 sehingga pencapaian ini telah menenpatkan Kota Palopo pada peringkat ke tiga setelah Kota Makassar dan Kota Parepare di Sulawesi Selatan. jika dibandingkan dengan angka melek huruf Sulawesi Seatanl yang pada tahun 2009 baru mencapai 87.7 tahun.

000 pada tahun 2009 atau hampir sama dengan rata-rata varitas daya beli Propinsi Sulawesi Selatan yakni sebesar Rp.9 tahun. Pada aspek varitas daya beli masyarakat sebagai salah satu komponen IPM.500.menunjukkan bahwa usia harapan hidup di Kota Palopo tahun 2005 sebesar 70. Di Propinsi Sulawesi Selatan Kabupaten yang penduduknya rata-rata memiliki Angka Harapan Hidup lebih tinggi dibanding Kabupaten/Kota lainnya adalah Kabupaten Tana Toraja yang pada tahun 2008 mencapai 73. menunjukkan bahwa varitas daya beli di Kota Palopo tahun 2005 sebesar Rp.3 tahun sedangkan angka usia harapan hidup rata-rata Propinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2009 baru mencapai 69.8 tahun.- . 635.618.90 dan pada tahun 2009 telah mencapai 72.400 menjadi Rp. 633.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful