Anda di halaman 1dari 12

PENENTUAN HARGA BARANG PUBLIK

Presented By  Jhonstemos Kafaso ( No . 19 )  Mahmud Jazmi Basith (No. 20)  Wika Wahyu ( No. XX )

TUJUAN KEBIJAKAN HARGA.


Mengapa pemerintah harus terlibat dalam kegiatan penentuan harga barang?

Pemerintah ingin meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya maupun keadilan dalam distribusi pendapatan.

Tujuan kebijakan harga oleh pemerintah adalah agar pasar bekerja lebih baik, (memperbaiki arus informasi, mengurangi unsur monopoli, dsb)

Pilihan tujuan penentuan harga barang publik oleh pemerintah: (berkaitan dengan tujuan penyediaan barang publik):
1. Dapat dijual dengan harga pasar: p = MC = MR 2. Dijual dengan tingkat harga tertentu yang berbeda SISTEM AKUNTANSI HIBAH di dengan harga pasar: ada tekanan politik, harga bawah harga pasar, akibatnya timbul ketidakefisienan; 3. Diberikan secara gratis kepada para konsumennya: tidak efisien bagi pemerintah.
Sebaiknya pemerintah dalam menyediakan barang untuk kepentingan masyarakat (public utilities) dengan tingkat harga tidak terlalu tinggi, sebatas untuk dapat menjaga agar tetap dapat berproduksi dan memperluas usahanya.

Mekanisme penentuan tingkat keseimbangan barang privat dalam

pasar bersaing sempurna:


1. Bagi konsumen : harga (p) sama dengan marginal cost (MC); 2. Bagi produsen : harga (p) sama dengan marginal revenue (MR).

SISTEM AKUNTANSI HIBAH

p = MC = MR
Bagaimana halnya dengan barang/jasa yang disediakan pemerintah ?

Bagaimana halnya dengan barang/jasa yang disediakan pemerintah ?


Pemerintah mendapat tekanan politik untuk tidak mengambil keuntungan;

SISTEM AKUNTANSI HIBAH


Menetapkan harga di bawah harga sebenarnya; Konsekwensinya timbul ketidakefisienan/pemborosan.
Sebaiknya pemerintah dalam menyediakan barang untuk kepentingan masyarakat (public utilities) dengan tingkat harga tidak terlalu tinggi, sebatas untuk dapat menjaga agar tetap dapat berproduksi dan memperluas usahanya.

Implementasi penentuan harga


1. Kebijakan harga positif Dengan dua pendekatan 2. Kebijakan harga negatif Untuk mengurangi peningkatan produksi Untuk mendorong peningkatan produksi

Alat implementasi keijakan yaitu dengan menggunakan fungsi penawaran.

Qa = f (Pa, S,F,X,T)

S,F,X,T diasumsikan sebagai ceteris paribus, sehingga faktor peubahnya hanya Pa

P
S

Cobweb theorem (sarang laba-laba)


S

P a1

P a3 P a5

P a4 P a2

Q a2 Q a4

Q a5

Q a3 Q a1

IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA KEBIJAKAN HARGA POSITIF


Kebijakan ini dipakai sebagai alat untuk mempengaruhi produk pertanian. Syaratnya produsen responsif terhadap insentif harga.

Ada tiga kemungkinan respon produsen terhadap insentif harga: 1) Perubahan komposisi produksi pertanian; 2) Peningkatan produksi pertanian secara total; 3) Peningkatan produksi pertanian yang dapat dipasarkan.

IMPLEMENTASI PENENTUAN HARGA


KEBIJAKAN HARGA NEGATIF
 Kebijakan ini diambil untuk tujuan agar masyarakat tidak resah karena tingkat harga tinggi; juga untuk mendorong industri dan jasa;  agar produksi sektor pertanian tidak merosot, pemerintah dapat menerapkan kebijakan subsidi input (misalnya harga pupuk, obat-obatan), dan penyuluhan yang intensif.

Kebijakan Penyanggga
Podusen mengharapkan harga yang layak Dua dilema yang dihadapi pemerintah Konsumen mengharapkan harga yang murah.

Pemerintah harus melindungi kedua fihak.

Caranya dengan menerapkan kebijakan penyangga (buffer stockj policy)

Kebijakan Penyanggga

S0

S1

Harga atas

P a1
D1

P a0
Harga dasar

P a2
D0

Q Q a0