P. 1
TKDN

TKDN

|Views: 1,053|Likes:
Dipublikasikan oleh Ma'mur Andi Lerang

More info:

Published by: Ma'mur Andi Lerang on Jul 10, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2013

pdf

text

original

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

DAFTAR LAMPIRAN
1. LAMPIRAN I : Format Rekapitulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang Contoh Komponen-komponen Biaya Dalam Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Barang Format Rekapitulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Jasa Contoh Komponen-komponen Biaya Dalam Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Jasa Format Rekapitulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Gabungan Barang dan Jasa Contoh Komponen-komponen Biaya Dalam Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Gabungan Barang dan Jasa Format Rekapitulasi Penilaian Bobot Manfaat Perusahaan (Nilai BMP) Daftar Kelompok Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri Contoh Perhitungan Harga Evaluasi Akhir (HEA) Dengan Preferensi Harga Susunan Anggota Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Kementerian Negara/Lembaga Pemerintah Non Departemen Susunan Anggota Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Pemerintah Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Susunan Anggota Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Bank Indonesia, BHMN, BUMN, BUMD dan KKKS

2.

LAMPIRAN II

:

3.

LAMPIRAN III

:

4.

LAMPIRAN IV

:

5.

LAMPIRAN V

:

6.

LAMPIRAN VI

:

7.

LAMPIRAN VII

:

8.

LAMPIRAN VIII

:

9.

LAMPIRAN IX

:

10. LAMPIRAN X

11. LAMPIRAN XI

12. LAMPIRAN XII

http://ngada.org

13.

LAMPIRAN XIII

:

Contoh Perhitungan Sanksi Finansial (Sanksi Perubahan Tingkat Komponen Dalam Negeri Yang Tidak Mengubah Peringkat Pemenang) Contoh Perhitungan Sanksi Finansial (Sanksi Perubahan Tingkat Komponen Dalam Negeri Yang Mengubah Peringkat Pemenang)

14

LAMPIRAN XIV

:

MENTERI PERINDUSTRIAN RI

FAHMI IDRIS

http://ngada.org

(2A) (3A) (2B) (3B) (2C) (3C) (2D) (3D) (4A) (4B) (4C) (4D) Catatan : 1. Biaya Komponen Dalam Negeri (KDN) adalah Biaya material langsung (bahan baku).Biaya Produksi KLN (4B) x Biaya Produksi Total (4C) % TKDN (4D) = Biaya Produksi KDN (4A) x 100% Biaya Produksi Total (4C) http://ngada. Material Langsung (Bahan Baku) Tenaga Kerja Langsung Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) Biaya Produksi (1A) KLN (1B) Total (1C) (1D) % TKDN II. Formulasi Perhitungan: % TKDN (4D) 100% = Biaya Produksi Total (4C) . III. 3.LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 FORMAT REKAPITULASI PENILAIAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) BARANG Biaya per 1 (Satu) Satuan Produk URAIAN KDN I.org . dan Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) yang berasal dari dalam negeri. dan Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) yang berasal dari luar negeri. tenaga kerja langsung. tenaga kerja langsung. Biaya Komponen Luar Negeri (KLN) adalah Biaya material langsung (bahan baku). 2.

jumlah pemakaian dan harga beli material. http://ngada. jumlah mesin. − Untuk Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) yang berupa mesin/alat kerja harus dilengkapi dengan sertifikat/bukti pemilikan. − Untuk Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) yang berupa tenaga kerja tidak langsung dilengkapi dengan Jabatan. Perhitungan persentasi (%) TKDN atau Capaian TKDN dilakukan pada setiap jenis produk. nama mesin. jumlah. Kewarganegaraan. − Untuk biaya tidak langsung pabrik (Factory Overhead) yang berupa jasa harus dilengkapi pemasok. 5.Lampiran I Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 49/M-IND/PER/5/2009 4.org . alokasi kerja. satuan material. 6. Kualifikasi. dan nilai depresiasi atau biaya sewa. biaya pengurusan serta alokasi penggunaan. alokasi kerja. spesifikasi. dan gaji per bulan. jumlah. dan gaji per bulan. dilengkapi dengan spesifikasi. Yang dimaksud dengan jenis produk adalah produk yang mempunyai bahan baku dan proses produksi yang sama. Format ini digunakan untuk menghitung TKDN Barang produk tunggal yang melalui proses manufakturing atau fabrikasi. negara asal. pemasok. Kualifikasi. − Untuk Tenaga Kerja Langsung dilengkapi dengan Jabatan. alokasi. Kewarganegaraan. Rincian masing-masing biaya dilengkapi dengan : − Untuk material langsung (bahan baku).

batu gerinda. manajer QA/QC. misalnya: manajer produksi. mata pahat (insert. Timah (untuk melekatkan komponen pada PCB motherboard dari CPU Personal Computer) Biaya pengiriman (freight cost) Biaya asuransi (insurance cost) Bea Masuk dan Pajak-pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) Biaya Bongkar Muat Biaya Sewa Gudang di pelabuhan Biaya Handling dan Transportasi ke pabrik Biaya Penerimaan dan Pemeriksaan (Receiving & Inspection Cost). tunjangan transportasi dan tunjangan kesehatan Asuransi untuk tenaga kerja Baju seragam dan perlengkapan keselamatan kerja Penempatan/Mobilisasi/Demobilisasi Dan lain-lain Biaya Tidak langsung Pabrik (Factory Overhead) Material Habis Pakai (Consumable Material). misal biaya proses inspeksi. pendingin (coolant).LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 CONTOH KOMPONEN-KOMPONEN BIAYA DALAM PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) BARANG I 1 Material Langsung (Bahan Baku) Harga beli bahan langsung yang dipakai. helper. Upah untuk tenaga kerja yang tidak terkait langsung (pengawas/manajemen) dengan pembuatan (manufacturing) produk yang dinilai. cairan hidrolis (hydraulic fluid). tim engineering. biaya barang rusak (rejected material) Royalti untuk bahan langsung dan/atau bahan pendukung Dan lain-lain Tenaga Kerja Langsung Upah untuk tenaga kerja yang terkait (touch) langsung dengan pembuatan (manufacturing) produk yang dinilai. Perekat/Lem (untuk menempelkan label pada Kaleng Cat). solar. pelumas. QC inspektor Pajak Penghasilan Lembur Tunjangan makan. misalnya: Plat (untuk pembuatan Pipa). supervisor produksi. Biaya depresiasi atau biaya sewa lahan pabrik dan gedung pabrik/workshop yang terkait langsung dengan produk yang dinilai 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 II 1 2 3 4 5 6 7 8 III 1 2 3 http://ngada. operator. misalnya: foreman. Motherboard (untuk pembuatan CPU dari Personal Computer) Harga beli bahan pendukung. misalnya: Kawat Las (untuk pengelasan pada pembuatan Pipa). gemuk (grease).org . Solvent & Kaleng (untuk pembuatan Cat). sand blasting. misalnya : gas. cutting tool).

Lampiran II Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 49/M-IND/PER/5/2009 4 5 6 7 8 9 10 Biaya depresiasi atau biaya sewa mesin dan peralatan produksi yang terkait langsung dengan produk yang dinilai Biaya Perawatan. Keselamatan Kerja dan Lingkungan (HSE) Biaya untuk program mutu (quality program) 11 12 13 14 Catatan: Contoh komponen-komponen biaya tersebut diatas dapat disesuaikan dengan kondisi yang terdapat pada masing -masing perusahaan/penyedia barang dan jasa atau lingkup pekerjaan. http://ngada. asuransi untuk gedung pabrik dan asuransi untuk mesin/peralatan produksi Lisensi dan Paten (Licence and Patent) untuk produk jadi Biaya utilitas (listrik. air dan telekomunikasi) Pajak penghasilan untuk tenaga kerja tidak langsung serta Pajak Bumi dan Bangunan Biaya Administrasi dan Umum Pabrik hanya untuk lokasi produksi yang terkait langsung dengan produk yang dinilai.org . Perbaikan dan Suku Cadang Asuransi untuk tenaga kerja tidak langsung. Biaya untuk Kesehatan. misalnya: office boy dan cleaning service untuk lokasi produksi Biaya Pengujian Produk (Testing Product) Biaya handling & transportasi untuk material habis pakai.

2. Nilai Jasa tidak termasuk Keuntungan. Biaya Komponen Luar Negeri (KLN) adalah Biaya Manajemen Proyek dan Perekayasaan.I NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 FORMAT REKAPITULASI PENILAIAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) JASA Nilai Jasa *) Rupiah Uraian Pekerjaan KLN (1) Jasa I. dan jasa lainnya dari luar negeri. Overhead Perusahaan dan Pajak Keluaran. Alat Kerja / Fasilitas Kerja III.Biaya Jasa KLN (5A) Biaya Jasa Total (5C) Biaya Jasa KDN (5B) Biaya Jasa Total (5C) % TKDN Jasa = % TKDN Jasa = http://ngada. Formulasi Perhitungan: Biaya Jasa Total (5C) . Jasa Umum Biaya Jasa Catatan : 1. 3. dan jasa lainnya dari dalam negeri. Konstruksi dan Fabrikasi. Alat Kerja/Fasilitas Kerja. Manajemen Proyek dan Perekayasaan (1A) (2A) (3A) (4A) (5A) (1B) (2B) (3B) (4B) (5B) (1C) (2C) (3C) (4C) (5C) (1D) (2D) (3D) (4D) (5D) (1E) (2E) (3E) (4E) (5E) (1F) (2F) (3F) (4F) (5F) (2) KDN Rp (3) (4) %KDN (5) (6) Total Rp TKDN JASA % TKDN (7) II. Konstruksi dan Fabrikasi.org . 4. Biaya Komponen Dalam Negeri (KDN) adalah Biaya Manajemen Proyek dan Perekayasaan.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN R. Alat Kerja/Fasilitas Kerja. Konstruksi dan Fabrikasi IV.

− Untuk Konstruksi/Fabrikasi dilengkapi dengan Jabatan. − Untuk Alat Kerja harus dilengkapi dengan sertifikat/bukti kepemilikan. durasi kerja. dan nilai depresiasi/biaya sewa.Lampiran III Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 49/M-IND/PER/5/2009 5. Kewarganegaraan. Jumlah. Spesifikasi. Jumlah. Jumlah. Biaya pengurusan per bulan. Jumlah mesin.org . durasi kerja. Format ini digunakan untuk perhitungan TKDN Jasa dalam proses pengadaan jasa. − Untuk Jasa Umum dilengkapi dengan Pemasok. Kewarganegaraan. 6. dan gaji per bulan. Rincian masing-masing biaya dilengkapi dengan : − Untuk Manajemen dan Engineering dilengkapi dengan Jabatan. Kualifikasi. durasi pemakaian. Kualifikasi. dan gaji per bulan. nama mesin. http://ngada.

LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 CONTOH KOMPONEN-KOMPONEN BIAYA DALAM PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) JASA I. dsb) Fasilitas Pabrik Bangunan-Tanah Pabrik Konstruksi Penempatan Mobilisasi / Demobilisasi Tenaga kerja Biaya Tidak Langsung Proyek (Over Head) Fabrikasi Upah (Wages) Penempatan/Mobilisasi/Demobilisasi Biaya Tidak Langsung Proyek (Over Head) Jasa Umum Asuransi Lisensi dan Paten (Licence and Patent) Utilities (Listrik.A 1 2 3 III.Gas .Solar http://ngada.org .A 1 2 3 I. Air. Repair & Spare Part) Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Keselamatan. 1 2 3 4 5 6 7 8 Manajemen Proyek (Project Management) Tenaga Kerja Fasilitas Kerja Biaya Tidak Langsung Proyek (Over Head) Perekayasaan (Engineering) Tenaga Kerja Fasilitas Kerja Biaya Tidak Langsung Proyek (Overhead Project) Alat Kerja/Fasilitas Kerja Sewa/Depresiasi Alat Kerja (Crane.B 1 2 3 II. 1 2 3 III. Keamanan dan Kesehatan Lingkungan (HSE) Biaya Tidak langsung Pabrik (Factory Overhead) Biaya Bahan Habis Pakai (Consumable) . Perbaikan dan Suku Cadang (Maintenance. Forklift.B 1 2 3 IV. Telekomunikasi) Perawatan.

Minyak Hidrolik (Hydraulic Fluid) .Contoh komponen-komponen biaya tersebut diatas dapat disesuaikan dengan kondisi yang terdapat pada masing -masing perusahaan/penyedia barang dan jasa atau lingkup pekerjaan http://ngada.Air proses .org .Lampiran IV Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 49/M-IND/PER/5/2009 .Pendingin (Coolant) .Sand Blasting/ Painting/ Coating Material Catatan: .Pelumas .Gemuk (Grease) .

Biaya Komponen Dalam Negeri (KDN) adalah biaya Material Langsung (Bahan Baku). 2. Konstruksi dan Fabrikasi VI. Peralatan (Barang Jadi). Manajemen Proyek dan Perekayasaan IV. dan Jasa lainnya dari dalam negeri. Jasa Umum B. Peralatan (Barang Jadi) A.org . Konstruksi dan Fabrikasi. Alat Kerja / Fasilitas Kerja V. C. Nilai Gabungan Barang/Jasa. Material Langsung (Bahan Baku) II. Konstruksi dan Fabrikasi.Biaya Barang KLN (3A) Biaya Gabungan Barang dan Jasa (9C) % TKDN Gabungan Barang & Jasa = + Biaya Jasa Total (8C) . Biaya Komponen Luar Negeri (KLN) adalah biaya Material Langsung (Bahan Baku). Peralatan (Barang Jadi). 3. Sub Total Jasa Total Biaya (A + B) Catatan: 1. Manajemen Proyek dan Perekayasaan. dan Jasa lainnya dari luar negeri. Formulasi Perhitungan: Biaya Barang Total (3C) . Alat Kerja/Fasilitas Kerja.LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 FORMAT REKAPITULASI PENILAIAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) BARANG DAN JASA Nilai Gabungan TKDN Barang dan Jasa *) (Rp) GABUNGAN % TKDN Total % Rp KLN KDN TKDN Rp %KDN (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (1A) (2A) (3A) (4A) (5A) (6A) (7A) (8A) (9A) (1B) (2B) (3B) (4B) (5B) (6B) (7B) (8B) (9B) (1C) (2C) (3C) (4C) (5C) (6C) (7C) (8C) (9C) (1D) (2D) (3D) (4D) (5D) (6D) (7D) (8D) (9D) (1E) (2E) (3E) (4E) (5E) (6E) (7E) (8E) (1F) (2F) (3F) (4F) (5F) (6F) (7F) (8F) (9F) (1G) (2G) (3G) (4G) (5G) (6G) (7G) (8G) (9G) Uraian Pekerjaan (1) Barang I. 4. Manajemen Proyek dan Perekayasaan. Alat Kerja/Fasilitas Kerja. Sub Total Barang Jasa III.Biaya Jasa KLN (8A) Biaya Gabungan Barang dan Jasa (9C) http://ngada. tidak termasuk Keuntungan. Overhead Perusahaan dan Pajak Keluaran.

Rincian masing-masing biaya dilengkapi dengan: − Untuk Manajemen Proyek dan Perekayasaan dilengkapi dengan Jabatan. Format ini digunakan untuk: a. durasi kerja dan gaji per bulan Untuk Jasa Umum dilengkapi dengan Pemasok. satuan material. Untuk Peralatan (Barang Jadi) dilengkapi dengan Spesifikasi. nama mesin. Barang yang dimaksud pada huruf a dan b dapat berupa produk tunggal atau kumpulan berbagai produk. b. satuan material. durasi kerja dan gaji per bulan Untuk Alat Kerja harus dilengkapi dengan sertifikat/bukti kepemilikan. Kualifikasi. negara asal. jumlah pemakaian dan biaya pembelian peralatan.org . pemasok. Konstruksi/Fabrikasi dan Jasa Umum). pemasok. Jumlah. spesifikasi. Biaya pengurusan per bulan Untuk material langsung (bahan baku) dilengkapi dengan Spesifikasi. jumlah pemakaian dan biaya pembelian material langsung. Jumlah. durasi pemakaian dan nilai depresiasi/biaya sewa Untuk Konstruksi/Fabrikasi dilengkapi dengan Jabatan. Perhitungan TKDN Barang dalam proses pengadaan barang (tanpa mengisi format Manajemen Proyek dan Perekayasaan. Alat Kerja/Fasilitas Kerja. Jumlah mesin. Kewarganegaraan. http://ngada. Perhitungan TKDN Gabungan Barang/Jasa dalam proses pengadaan barang dan jasa. − − − − − 6. Kualifikasi.Lampiran V Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 49/M-IND/PER/5/2009 5. negara asal. Jumlah. Kewarganegaraan.

Biaya Barang Rusak (Rejected Material) III.org .A 1 2 3 4 III.LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 CONTOH KOMPONEN-KOMPONEN BIAYA DALAM PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (TKDN) GABUNGAN BARANG DAN JASA I 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Bahan (Material) Langsung Harga beli bahan langsung yang dipakai Procurement Cost (LC Charges dan Bank Charges) Pengiriman (freight) Bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) Bongkar muat Sewa gudang di pelabuhan Handling dan Transportasi Asuransi Bahan Langsung Biaya Penerimaan dan Pemeriksaan (Receiving & Inspection Cost) .Biaya Proses Inspeksi . Genset. Pump. Pressure Vessel.Biaya Barang Rusak (Rejected Material) 10 II 1 2 3 4 5 6 7 8 Royalti Peralatan Harga beli Boiler. dan mesin-mesin lainnya Pengiriman (freight) Bea masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) Bongkar muat Sewa gudang di pelabuhan Handling and transprotasi Asuransi Peralatan Biaya Penerimaan dan Pemeriksaan (Receiving & Inspection Cost) .Biaya Proses Inspeksi .A 1 2 3 4 Manajemen Proyek (Project Management) Tenaga Kerja Fasilitas Kerja Biaya Habis Pakai (Consumable) Biaya Tidak Langsung Proyek (Over Head) Perekayasaan (Engineering) Tenaga Kerja Fasilitas Kerja Biaya Habis Pakai (Consumable) Biaya Tidak Langsung Proyek (Over Head) http://ngada.

A 1 2 3 4 5 6 V.Lampiran VI Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor: 49/M-IND/PER/5/2009 IV 1 2 3 V. dsb) Peralatan Pabrik Bangunan-Tanah Pabrik Konstruksi Penempatan Mobilisasi / Demobilisasi Tenaga kerja Marine Spread Biaya Bahan Habis Pakai (Consumable) Peralatan Kerja (Portable) Biaya Tidak Langsung Proyek (Over Head) Biaya Fabrikasi Upah (Wages) Penempatan/Mobilisasi/Demobilisasi Bahan Tidak Langsung. misalnya: gas. Telekomunikasi) Perawatan. Repair & Spare Part) Penjaminan Mutu (Quality Assurance) Keselamatan. Keamanan dan Kesehatan Lingkungan (HSE) Biaya Tidak Langsung Pabrik (Factory Overhead) VI 1 2 3 4 5 6 7 Catatan: .org . pelumas. Perbaikan dan Suku Cadang (Maintenance. air proses. Forklift. Sand Blasting/ Painting/ Coating Material Jasa Umum Asuransi Lisensi dan Paten (Licence and Patent) Utilities (Listrik. Air. minyak hidrolik (hydraulic fluid). pendingin (coolant). http://ngada.B 1 2 3 Alat Kerja/Fasilitas Kerja Sewa Peralatan (Crane.Contoh komponen-komponen biaya tersebut diatas dapat disesuaikan dengan kondisi yang terdapat pada masing-masing perusahaan/penyedia barang dan jasa atau lingkup pekerjaan. Gemuk (Grease). solar.

LAMPIRAN VII PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 FORMAT REKAPITULASI PENILAIAN BOBOT MANFAAT PERUSAHAAN (NILAI BMP) FAKTOR PENENTUAN BOBOT PERUSAHAAN Memberdayakan Usaha Mikro dan Kecil termasuk Koperasi Kecil melalui kemitraan BATAS NILAI BMP BOBOT (%) MAKSIMUM NO KRITERIA .kesehatan. dan .00% 100% 15.Setiap kelipatan Rp 2 Milyar 3% 30% 3% 4.50% II Kepemilikan sertifikat: .Setiap Kelipatan Rp 1 Milyar .pemeliharaan lingkungan (70%) Pemberdayaan Masyarakat/Lingkungan 0% 20% 20% 3.Ada BOBOT I 5% 30% 5% 4.Setiap kelipatan Rp 1 Milyar 5% 20% 5% 3.Tidak Ada .org .Minimal Rp 1 Milyar .00% III .00% http://ngada.Investasi minimal Rp 1 Milyar . keselamatan kerja (30%).Minimal Rp 2 Milyar .50% IV Fasilitas Pelayanan Purna Jual .

LAMPIRAN IX PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 CONTOH PERHITUNGAN HARGA EVALUASI AKHIR (HEA) DENGAN PREFERENSI HARGA Penyedia Barang/Jasa A B C Penawaran Harga Penawaran (Rp) 1.000.025.000 1.000 TKDN 60% 50% 25% HEA (Rp) 889.Contoh di atas adalah untuk pengadaan barang dengan dana dari dalam negeri (Preferensi harga = 30%) HEA = 1 1 + KP x HP Keterangan : HEA = Harga Evaluasi Akhir KP = Koefisien Preferensi = TKDN (%) dikali Preferensi (%) HP = Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi) Catatan: Apabila ada dua atau lebih penawaran dengan HEA yang sama.050.000 953.508 1.000. http://ngada.000.150.830.000. maka penawar dengan TKDN terbesar adalah sebagai pemenang.488.org .000.000 1.372 Peringkat I III II Catatan : .

Ketua Harian IV. 2. c. Ketua : : : : : : Sekretaris Utama Jenderal/Sekretaris Kementerian/Sekretaris II. 5. Tim Fasilitasi Perbedaan Penafsiran TKDN a. b. 2. 4. Tim Monitoring dan Evaluasi a. c.org . V. Koordinator Sekretaris Anggota : : : 1. b. 5. Wakil dari KADIN Wakil dari Asosiasi terkait tertentu Wakil dari Surveyor yang ditunjuk oleh Menteri Perindustrian http://ngada. 3.LAMPIRAN X PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 SUSUNAN ANGGOTA TIM PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PEMERINTAH NON DEPARTEMEN I. 4. 3. Wakil Ketua III. Koordinator Sekretaris Anggota 1.

V. Wakil dari Dinas yang membidangi industri 2. Sekretaris c. 5. Koordinator b. Koordinator b. Anggota 1. Tim Monitoring dan Evaluasi a. Tim Fasilitasi Perbedaan Penafsiran TKDN a. Wakil dari Asosiasi terkait tertentu 4. Wakil dari KADINDA 3.org . 4. Sekretaris c. 2. Ketua Harian : : : : : : Sekretaris Daerah/Provinsi/Kabupaten/Kota IV.LAMPIRAN XI PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 SUSUNAN ANGGOTA TIM PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI/KABUPATEN/KOTA I. Ketua II. 3. http://ngada. 5. Anggota : : : 1. Wakil Ketua III.

5. 3. 4. http://ngada. c.org . II. Koordinator Sekretaris Anggota : : : 1. 3. 2. b. Ketua : : : : : : 1. c. Tim Fasilitasi Perbedaan Penafsiran TKDN a. Wakil Ketua III. 2. BHMN. b. 5. Koordinator Sekretaris Anggota V. BUMN.LAMPIRAN XII PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 SUSUNAN ANGGOTA TIM PENINGKATAN PENGGUNAAN PRODUK DALAM NEGERI PADA BANK INDONESIA. Ketua Harian IV. BUMD DAN KKKS I. 4. Tim Monitoring dan Evaluasi a.

Rp 887.096.959.00 .000 40% Catatan : .184 937.org .862.Contoh di atas adalah untuk pengadaan barang dengan dana dari dalam negeri (Preferensi harga = 30%) HEA = 1 1 + KP x HP Keterangan : HEA = Harga Evaluasi Akhir KP = Koefisien Preferensi = TKDN (%) dikali Preferensi (%) HP = Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi) Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah: = Rp 897.00 http://ngada.410.959.000.500.774.000 C 1.774 937.000 80% 1.935 III Peringkat I II TKDN 75% 40% Yang Seharusnya HEA (Rp) 897.741.050.00 = Rp 10.500.000.000.741.184.200.935 III 80% 967.000 Peringkat I II Penyedia Barang/ Jasa A B 1.096.000 80% 967.100.LAMPIRAN XIII PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 CONTOH PERHITUNGAN SANKSI FINANSIAL (SANKSI PERUBAHAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI YANG TIDAK MENGUBAH PERINGKAT PEMENANG) Penawaran Harga Penawaran (Rp) TKDN HEA (Rp) 887.

000.000.000.000.050.000.000 TKDN 80% 40% 80% HEA (Rp) 887.000 1.00 – Rp 1.500.00) = Rp 69.00 + Rp 50.000.965.100.935 Peringkat I II III Yang Seharusnya TKDN 50% 40% 80% HEA (Rp) 956.100.096.200. 956.000 1.000.000.774.500.org .965.739.00 http://ngada.774 937.741.00 = Rp 119.000 967.739 937.050.000 967.000.00 .096.521.LAMPIRAN XIV PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN RI NOMOR : 49/M-IND/PER/5/2009 TANGGAL : 12 Mei 2009 CONTOH PERHITUNGAN SANKSI FINANSIAL (SANKSI PERUBAHAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI YANG MENGUBAH PERINGKAT PEMENANG) Penawaran Harga Penawaran (Rp) 1.424.935 Peringkat II I III Penyedia Barang/ Jasa A B C Catatan: Contoh di atas adalah untuk pengadaan barang dengan dana dari dalam negeri (Preferensi harga = 30%) HEA = 1 1 + KP x HP Keterangan : HEA = Harga Evaluasi Akhir KP = Koefisien Preferensi = TKDN (%) dikali Preferensi (%) HP = Harga Penawaran yang memenuhi persyaratan lelang dan telah dievaluasi) Besarnya sanksi yang dikenakan kepada Penyedia Barang/Jasa A adalah: = (Rp.521.00) + (Rp 1.Rp 887.741.424.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->