Anda di halaman 1dari 57

Laporan Ku liah Kerja

Profesi

SISTEM MANAJEM EN KETE NAGAKER JAAN PA DA PERUS AHAAN

PERK EBUNAN

PT. MOPO LI RAYA A FDELING AIR MAS IN DI

KECAMA TAN SER UWAY KA BUPATEN ACEH TA MIANG PR OVINSI

ACEH

OLEH :

AZWAR NIM. 060510201 0117

TA MIANG PR OVINSI ACEH OLEH : AZWAR NIM. 060510201 0 117 JURUS AN SOSIA L

JURUS AN SOSIA L EKONO MI PERTA NIAN FA KULTAS P ERTANIA N UNIVER SITAS SY IAH KUAL A D ARUSSAL AM – BAN DA ACEH

2011

i

i

ii

ABSTRAK

Kuliah kerja profesi dilaksanakan di PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin kabupaten Aceh Tamiang selama satu bulan yang dimulai pada tanggal 18 April 2011 sampai dengan 16 Mei. Kuliah kerja profesi ini bertujuan untuk menambah wawasan ilmu di lapangann yang berkaitan dengan manajemen ketenagakerjaan,. sehingga mahasiswa bisa melihat secara langsung bagaimana sistem manajemen di lapangan serta dapat mengkombinasikan dengan teori yang diperoleh di bangku kuliah. Dengan demikian, penulis tertarik untuk mengambil judul kuliah kerja profesi “Sistem Manajemen Ketenagakerjaan pada Perusahaan Perkebunan PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh”. Pelaksanaan pembuatan laporan ini penulis dibimbing Ibu Monalisa SP, M.Si. Manajemen Ketenagakerjaan adalah :

“Pendayagunaan, pengembangan, penilaian, pemberian balas jasa, dan pengelolaan individu anggota organisasi atau kelompok pekerja. Tujuan dalam pelaksanaan KKP (Kuliah Kerja Profesi) adalah untuk melihat sistem manajemen ketenagakerjaan PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data secara primer dan sekunder. Pengumpulan data primer yaitu dta yangt diperoleh dengan terjun langsung ke lapangan secara dengan melihat realita yang ada. Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi baik pemerintah maupun swasta yang berkaitan dengan manejemen ketenagakerjaan mengikuti seluruh kegiatan yang meliputi aspek teknis di lapangan serta aspek manajerial maupun administratif. Ruang lingkup penyusunan laporan ini adalah penelitian tentang sistem manajemen ketenagakerjaan menyangkut dengan sistem manajemen tenaga kerja, sistem perekruitan tenaga kerja, penempatan tenaga kerja, sistem organisasi dan uraian tugas unit kebun, aspek teknis yang menyangkut tentang kegiatan replanting yang menjadi tanggung jawab pihak ketiga, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan yang memakai tenaga kerja berjumlah 15 orang dan kegiatan panen yang memakai tenaga kerja berjumlah 29 orang. Akhir dari penulisan laporan ini oleh penulis memuat sub bab tersendiri mengenai beberapa isue penting yang terjadi dalam perkebunan kelapa sawit PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin dan memberikan solusi terhadap isue yang dianggap sebagai kendala usaha.

Kata kunci : Manajemen, Tenaga Kerja, Perusahaan, Kelapa Sawit

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT,

karena dengan izin, rahmat serta hidayahNya sehingga penulisan laporan Kuliah

Kerja

Profesi

yang

berjudul

Sistem

Manajemen

Ketenagakerjaan

pada

Perusahaan Perkebunan PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin di Kecamatan

Seruway

Kabupaten

Aceh

Tamiang

Provinsi

Aceh

dapat

diselesaikan.

Shalawat

beserta

salam

penulis

persembahkan

ke

pangkuan

Nabi

Besar

Muhammad SAW, para sahabat serta umatNya yang setia hingga akhir zaman.

Penulisan laporan Kuliah Kerja Profesi ini merupakan salah satu syarat

dalam menyelesaikan studi pada jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas

Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh.

Pada kesempatan ini penulis Ucapkan terima kasih yang tak terhingga

kepada :

1. Ibu Monalisa SP, M.Si selaku dosen pembimbing dan juga sebagai Staf

Pengajar di Fakultas pertanian Universitas Syiah Kuala.

2. Bapak Dr.Ir.Agussabti, M.Si selaku Ketua jurusan Sosial Ekonomi Pertanian

3. Bapak Ir. Iswar selaku Manager Unit II PT. Mopoli Raya

4. Bapak Suripno selaku Asisten Afdeling Air Masin dan seluruh Staf Karyawan

PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin serta,

5. Rekan-rekan mahasiswa fakultas pertanian Universitas Syiah Kuala.

iv

Yang telah membantu penulis, sehingga pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ini

beserta laporannya dapat penulis selelsaikan dengan baik.

Penulis menyadari laporan ini masih jauh dari kesempurnaan baik isi

maupun penulisannya, karenanya penulis senantiasa menerima dengan tangan

terbuka segala kritikan dan saran yang berguna bagi kesempurnaan laporan ini.

Atas bantuan, saran dan partisipasi baik semua pihak penulis hanya dapat

menyampaikan terima kasih dan semoga laporan ini dapat memenuhi tujuan dan

fungsinya.

Banda Aceh, 13 Mei 2011

Penulis

v

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR

ISI

iii

DAFTAR TABEL

iv

DAFTAR

GAMBAR

v

BAB I PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

1

B. Identifikasi Masalah

3

C. Tujuan Penelitian

4

D. Kegunaan

4

BAB II METODE KULIAH KERJA PROFESI

5

A. Lokasi dan Ruang Lingkup Kuliah Kerja

5

B. Jadwal Pelaksanaan

5

C. Prosedur Kuliah Kerja

6

D. Metode Pengumpulan Data

7

E. Konsep dan Batasan Variabel

8

F. Metode Analisis

9

G. Sistematika Penulisan

10

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

11

A. Gambaran Umum Lokasi Kuliah Kerja

11

B. Bidang Fokus KKP

16

C. Isue-Isue Penting (key issue)

39

D. Solusi

41

BAB IV PENUTUP

42

A. Kesimpulan

42

B. Pembelajaran yang Diperoleh

43

DAFTAR PUSTAKA

44

LAMPIRAN

45

vi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Daftar Nama Pegawai Kantor dan Lapangan Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya Aceh Tamiang ………

Halaman

23

vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Struktur Organisasi Afdeling Air Masin

14

2. Foto Bersama Kelompok KKP di Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya

45

3. Apel Pagi bersama anggota KKP dengan karyawan di PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin

45

4. Karyawan sedang menjelaskan mengenai kegiatan replenting

46

5. Salah satu kegiatan tenaga kerja yaitu melakukan seleksi benih

46

6. Salah seorang tenaga kerja sedang membasmi hama

47

7. Pekerja sedang melakukan kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit

47

8. Pekerja sedang melakukan stek kacangan

48

9. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan pemupukan kelapa sawit

48

10. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan kegiatan panen kelapa sawit

49

11. Seorang pekerja sedang melakukan pemisahan berondolan dari tandan

49

A. Latar Belakang

BAB I

PENDAHULUAN

Usaha perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis) sangat penting artinya

bagi Indonesia. Selama kurun waktu 20 tahun terakhir kelapa sawit menjadi

komoditas andalan ekspor dan komoditas yang diharapkan dapat meningkatkan

pendapatan dan harkat petani pekebun serta para transmigran di Indonesia.

Penyebaran perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini sudah berkembang di

22 daerah provinsi. Luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia pada tahun

1968 seluas 105808 ha dengan produksi 167669 ton, pada tahun 2008 telah

meningkat

menjadi

(Ditjenbun, 2008).

7.07

juta

ha

dengan

produksi

sebesar

18.08

ton

CPO

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) adalah salah satu dari beberapa palma

yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil. Menurut para ahli tanaman ini

berasal dari daerah yang terletak antara Guinea dan Anggola di Afrika Barat.

Tanaman ini masuk ke indonesia pada tahun 1848 sebagai tanaman hias yang

tanaman induk kelapa sawit yang sekarang sudah tersebar luas di beberapa

perkebunan besar (Anonymous, 1986).

Kegunaan minyak kelapa sawit adalah untuk bahan makanan seperti

minyak makan, margarine dan fastfate (suatu subtitusi dari gree atau mentega

yang berasal dari susu kambing). Penggunaan lain dari minyak kelapa sawit dalam

bidang industri seperti industri baja, industri kawat, industri kulit, tekstil, industri

1

2

kosmetika

dan

industri

tambang

serta

bermacam-macam

industri

lainnya

(Rasjidin,

1995).

Selain

minyak

ada

hasil

sampingan

lain

yang

dapat

dimanfaatkan seperti bungkil inti sawit (kernel chip), pellet ampas inti sawit (palm

kernel pellet), dan abu janjang (Anonymous, 1992).

Kegunaan yang beraneka ragam dari tanaman kelapa sawit menyebabkan

tanaman menjadi salah satu penghasil devisa negara dari subsektor perkebunan,

pengolahan, tanaman ini juga menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan

para petani. Prospek pasar dunia untuk minyak sawit dan produknya cukup bagus,

karena itu perkebunan kelapa sawit sekarang telah diperluas secara besar-besaran

oleh perkebunan negara, perkebunan swasta, maupun oleh masyarakat, baik

secara mandiri maupun bermitra dengan perusahaan perkebunan.

Oleh sebab itu sebagian besar manusia di muka bumi indonesia menyadari

bahwa dalam pelaksanaan pembangunan nasional, tenaga kerja memiliki peranan

yang sangat penting sebagai pelaku (aktor) dalam mencapai tujuan pembangunan

sejalan dengan itu, pembangunan ketenagakerjaan diarahkan untuk meningkatkan

kualitas

dan

kontribusi

dalam

kepentingannya

sesuai

dengan

pembangunan

serta

harkat

dan

martabat

melindungi

hak

dan

manusia,

pembangunan

ketenagakerjaan diselenggarakan atas keterpaduan dan kemitraan.

Mengingat kegunaan dan manfaat yang beranekaragam dari tanaman

kelapa

sawit,

maka

harus

yang

harus

dilakukan

adalah

meningkatkan

produktivitas kelapa sawit. Untuk dapat menghasilkan produktivitas kelapa sawit

yang tinggi, maka perlu diperhatikan manajemen ketenagakerjaan. Pengelolaan

tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit harus dengan memperhatikan fungsi-

3

fungsi

manajemen

yaitu

perencanaan,

pengorganisasian,

pelaksanaan,

dan

pengawasan tenaga kerja perlu dilaksanakan dalam menjamin terlaksananya

kegiatan di lapangan dengan baik.

Produktivitas tenaga kerja adalah perbandingan antara hasil yang dicapai

dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Peningkatan produktivitas

tenaga

kerja

merupakan

pengertian

relatif,

melukiskan

keadaan

telah

baik

dibandingkan dengan suatu keadaan masa lampau atau keadaan sekarang ini.

Tingkat produktivitas tenaga kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :

manajemen

tenaga

kerja,

tingkat

upah,

pendidikan,

kesehatan,

latihan

dan

lingkungan kerja. Dengan semakin pentingnya konsep produktivitas, maka faktor

– faktor tadi sangat mempengaruhi produktivitas tenaga kerja dapat menciptakan

tingkat produktivitas yang diharapkan. Untuk mempengaruhi besar produktivitas

tenaga kerja baik perorangan, persektor, maupun keseluruhan dapat dilihat dari

hasil

jumlah

yang

diperoleh

disumbangkan (input).

(output)

B. Identifikasi Masalah

dibandingkan

dengan

jumlah

yang

Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan di atas, maka penulisan

laporan ini dapat diidentifikasi masalah antara lain adalah bagaimana gambaran

umum lokasi kuliah kerja profesi, bidang fokus kuliah kerja profesi, issue-issue

penting (key issue) dan solusi apa yang tepat untuk mengatasi berbagai masalah

yang terjadi pada Perusahaan Perkebunan PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin di

Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Aceh.

4

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan

latar

belakang

dan

identifikasi

masalah

di

atas,

maka

penulisan

ini

bertujuan

untuk

mengetahui

bagaimana

sistem

manajemen

ketenagakerjaan pada perusahaan perkebunan PT. Mopoli Raya Afdeling Air

Masin.

D. Kegunaan

Berdasarkan tujuan penulisan di atas, maka kegunaan laporan Kuliah

Kerja Profesi (KKP) ini adalah :

1. Bagi Penulis, berguna dalam upaya meningkatkan pengetahuan dalam

bidang

agribisnis

khususnya

untuk

mempelajari

tentang

manajemen

ketenagakerjaan pada perkebunan sawit di PT. Mopoli Raya Afdeling Air

2.

Masin.

Sebagai

bahan

pertimbangan

dalam

perumusan

kebijakan

menyangkut

manajemen ketenagakerjaan pada PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin.

3. Merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan sarjana di

Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Unsyiah, selain itu

juga sebagai aplikasi ilmu yang telah diperoleh di Fakultas Pertanian

Unsyiah.

4. Sebagai aspek pengembangan ilmu baik bagi mahasiswa maupun bagi

khalayak ramai.

BAB II

METODE KULIAH KERJA PROFESI

A. Lokasi dan Ruang Lingkup Kuliah Kerja

Kuliah kerja profesi ini di laksanakan di PT. Mopoli Raya Afdeling Air

Masin yang berlokasi di Desa Gedung Biara Kecamatan Seruway yang termasuk

kedalam kawasan Kabupaten Aceh Tamiang. Lokasi Perkebunan dan kantor pusat

PT. Mopoli Raya berjarak sekitar 5 km dengan dari jalan utama Medan-Banda

dan 23 km dari Langsa. secara Geografis letak perkebunan PT. Mopoli Raya

adalah sebagai berikut:

Lokasi PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin dapat ditandai dengan batas

wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Blok 8 dan Blok 6

2. Sebelah Selatan Berbatasan dengan Alur Alim

3. Sebelah Barat berbatasan dengan Gedung Biara

4. Sebelah Timur berbatasan dengan Blok 11 Desa Lubuk Damar.

Kuliah profesi ini terfokus pada manajemen ketenagakerjaan sedangkan

ruang lingkup kuliah profesi ini yaitu mencakup manajemen tenaga kerja pada

perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin.

B. Jadwal Pelaksanaan

Kuliah Kerja Profesi berlangsung selama satu bulan mulai dari tanggal 18

April 2011 sampai dengan tanggal 16 Mei 2011.

5

6

C. Prosedur Kuliah Kerja

Prosedur pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi yang telah dilaksanakan di

Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya sebagai berikut :

1. Penulis disalurkan oleh fakultas pertanian/jurusan ke tempat KKP.

2. Penulis

melakukan observasi ketempat yang akan dilakukan Kuliah Kerja

Profesi (KKP).

3. Penulis

menghubungi

dosen

pembimbing

yang

telah

ditentukan

jurusan/program studi untuk berkonsultasi tentang

fokus kuliah kerja profesi

yaitu

menyangkut

masalah

manajemen

ketenagakerjaan

setelah

melihat

langsung kondisi perkebunan kelapa sawit PT. Mopoli

Raya Afdeling Air

Masin.

4. dosen

Jika

tersebut

bersedia/tidak

bersedia

untuk

membimbing,

kesedian/ketidaksediaan dituangkan dalam Form Kesedian Pembimbing.

5. Penulis meminta Surat Pengantar Izin KKP kepada ketua program/ketua

jurusan melalui bagian akademik 1 bulan sebelum pelaksanaan KKP, dengan

melengkapi syarat-syarat.

6. Penulis dapat melihat langsung sistem manajemen ketenagakerjaan di PT.

Mopoli

Raya Afdeling Air Masin, kemudian penulis Membahas penyebab

timbulnya masalah sistem manajemen ketenagakerjaan dan mecari solusi.

7

D. Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi ini penulis

memakai dua metode yaitu ;

1. Library Research (Penelitian Kepustakaan)

Pengumpulan data dilakukan berdasarkan studi kepustakaan yang bersifat

teoritis sehingga dapat mendukung kebenaran penulisan Laporan Kuliah Kerja

Profesi ini. Penulis juga melakukan penelaahan terhadap daftar bacaan yang

sesuai dengan pokok bahasan

laporan Kuliah Kerja Profesi, baik berupa

buku-buku, majalah, maupun karya ilmiah lainnya.

2. Field Research (Penelitian Lapangan)

Penelitian dilakukan secara langsung dilapangan melalui Kuliah Kerja Profesi

(KKP) yang penulis lakukan pada Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya Aceh

Tamiang, dengan metode sebagai berikut :

a. Observasi yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara melihat

langsung objek data yang ada hubungannya dengan penulisan Laporan

Kuliah Kerja Profesi ini.

b. Interview

(wawancara)

yaitu

suatu

teknik

pengumpulan

data

untuk

mendapatkan informasi melalui tanya jawab kepada pemimpin dan para

karyawan pada Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya Aceh Tamiang.

8

E. Konsep dan Batasan Variabel

Konsep dan batasan variabel dalam penulisan laporan kuliah kerja profesi

ini, menggunakan beberapa pendekatan variabel, bertujuan untuk memudahkan

dalam penafsiran pembahasan isi pokok laporan. Adapun variabel yang digunakan

dalam penulisan laporan ini antara lain adalah :

1.

Tenaga kerja, yaitu orang yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan

kelapa sawit yang diukur dalam orang/ha.

 

2.

Rekruitmen (Penarikan) tenaga kerja/ karyawan baru pada PT. Mopoli

Raya Afdeling Air Masin, ialah suatu upaya penjaringan melalui tenaga

kerja/ karyawan lama yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. Mopoli

Raya Afdeling Air Masin terhadap calon tenaga kerja/ karyawan baru yang

akan menggantikan tenaga kerja/ karyawan lama, baik karena telah berhenti

sesuai

dengan

permintaan

sendiri

maupun

diberhentikan

oleh

pihak

perusahaan.

 

3.

Gaji Tenaga kerja/ Karyawan, adalah sejumlah upah/ balas jasa yang

diberikan oleh pihak perusahaan PT. Mopoli

Raya Afdeling Air Masin

terhadap sejumlah karyawan yang telah bekerja untuk

perusahaan yang

dibayar sesuai dengan pangkat dan jabatan masing-masing karyawan di PT.

Mopoli Raya Afdeling Air Masin.

 

3.

Bonus/ Insentif/ Premi, merupakan tambahan upah atau gaji untuk pemanen

dan pengawas panen. Premi panen diberikan dengan tujuan meningkatkan

prestasi panen baik dalam kuantitas maupun kualitasnya. Syarat panen yang

harus ditempuh oleh pekerja pada PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin untuk

9

mendapatkan premi yaitu tandan yang matang harus dipotong dan tidak ada

yang tinggal, semua pelepah dipotong dan disusun rapi diantara barisan

tanaman (gawangan),

dan semua buah dan berondolan dikumpul dan dibawa

ke TPH

(tempat pengumpulan hasil). Pemberian premi ini diukur dalam

Rupiah/bulan.

4.

Disiplin

kerja

dapat

diartikan

sebagai

pelaksanaan

manajemen

untuk

memperteguh pedoman-pedoman organisasi dan juga merupakan suatu upaya

untuk mengggerakkan pegawai dalam mengikuti dan mematuhi pedoman

kerja, aturan-aturan yang telah digariskan oleh perusahaan.

 

5.

Manajemen tenaga kerja, Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur

proses pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumber-sumber lain secara

efektif

dan

efisien

untuk

mencapai

tujuan

tertentu

yaitu

mencakup

perencanaan

pekerjaan,

pengorganisasian,

pelaksanaan,

dan

pengawasan

tenaga kerja.

 

6. Motivasi kerja, merupakan suatu dorongan kebutuhan dalam diri pegawai

yang

perlu dipenuhi agar pegawai tersebut dapat menyesuaikan diri terhadap

lingkungannya dalam menggerakkan suatu perusahaan/usaha.

F. Metode Analisis

Penulisan laporan Kuliah Kerja Profesi ini menggunakan analisis

deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha

menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya

10

( Best : 119). Selanjutnya fakta-fakta tersebut disusun dalam bentuk tabelaris

dan kemudian dijelaskan dan dibahas dalam bab pembahasan.

G. Sistematika Penulisan

Bab I

Pendahuluan

terdiri

dari

beberapa

sub

bab,

yaitu

Latar

Belakang,

Identifikasi Masalah, Tujuan dan Kegunaan.

 

Bab II

Metode Kuliah Kerja Profesi terdiri dari beberapa sub bab, yaitu Lokasi

dan Ruang Lingkup Kuliah Kerja, Jadwal Pelaksanaan, Prosedur Kuliah

Kerja, Metode Pengumpulan Data, Konsep dan Batasan Variabel, Metode

Analisis dan Sistematika Penulisan

Bab III Hasil dan Pembahasan terdiri dari beberapa sub bab, yaitu Gambaran

Umum Lokasi Kuliah Kerja, Bidang Fokus KKP, Isue-Isue Penting (key

issue) dan Solusi.

Bab IV Penutup

terdiri

dari

beberapa

Pembelajaran yang Diperoleh

Daftar Pustaka

Lampiran-Lampiran

sub

bab,

yaitu

Kesimpulan

dan

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Kuliah Kerja

PT. Mopoli Raya merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di

bidang perkebunan kelapa sawit. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 17

Desember 1980 atas prakarsa 3 orang pendiri utama yaitu:

1. Alm. H. A Basyah Ibrahim

2. Alm. Moh. Sati

3. Alm. Mustafa Sulaiman

Nama Mopoli berasal dari suatu daerah dataran di Desa Suka Makmur

Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Nanggroe Aceh

Darussalam yang terletak pada 198.020 BT dan 9. 200 LU. Ditempat Inilah secara

kecil-kecilan (±200 ha) pertama ditanami.

Tetapi pada saat ini telah tersebar

menjadi dua provinsi yaitu Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Barat

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam serta Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera

Utara seluas ±3.053,57 ha.

Dengan 26 pemegang saham perorangan dan perusahaan yang merupakan

perseroan terbatas yang tidak ada mayoritas dari suatu pemegang saham pun. Bisa

dikatakan bahwa PT. Mopoli Raya adalah perusahan yang sahamnya dimiliki oleh

pemegang saham tunggal dan pengelolaan dari:

1. PT. H. Sulaiman Saleh yang mengelola perkebunan Damar Condong I dan

Damar Condong II.

11

12

2. PT. Perapen yang mengelola perkebunan Perapen I dan Perapen II.

3. PT. Dharma Agung yang mengelola perkebunan Mopoli, Alur Hitam dan Alur

Tengah.

4. PT. Puga Company yang mengelola perkebunan Kebun Bukit Raya.

5. PT. Surya Mata Ie yang mengelola perkebunan Upah

6. PT. Sumber Asih yang mengelola perkebunan Gedong Biara, Pondok Seng,

Air Masin dan Paya Rambe.

7. PT. Aloer Timur yang mengelola perkebunan Alur Teh.

8. PT. Mazdah yang mengelola perkebunan Serang Jaya.

9. PT. Watu Gede Utama yang merupakan anak perusahaan baru perkebunan PT.

Mopoli Raya Medan.

Pada awal Tahun 1986, pabrik kelapa sawit PT. Mopoli Raya Medan

dimulai dengan hasil yang diperoleh berupa minyak sawit (Crude Palm Oil) dan

inti kelapa sawit (kernel). Untuk saat ini kapasitas pengolahan kelapa sawit yang

terpakai hanya 45 ton tandan buah Segar (TBS) per jam. Kapasitas ini masih dapat

ditingkatkan

menjadi 60 ton TBS per jam suatu kepastian yang cukup untuk

menampung hasil produksi 9000 ha areal tanaman kelapa sawit.

Walaupun Perkebunan PT. Mopoli Raya masih berumur muda, namun

telah menunjukkan keberhasilan dalam bidang perkebunan dengan memperoleh

penghargaan dari pemerintah untuk perkebunan swasta nasional yang berprestasi

di Indonesia.

Pabrik pengolahan kelapa sawit PT. Mopoli Raya terletak di Desa Gedong

Biara Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi Nanggroe Aceh

13

Darussalam dengan nama Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Gedong Biara. Areal yang

digunakan untuk pabrik ± 6 ha dan terletak di daerah bukit dengan ketinggian 22-

55 m diatas permukaan laut. Dikarenakan PKS ini terletak di Gedong Biara maka

PT.

Mopoli

sudah

memperluas

bidang

usahanya

yaitu

mulai

menambah

perkebunan karet. Untuk lebih jelas mengenai organisasi pada PT. Mopoli Raya

Afdeling Air Masin, dapat dilihat pada gambar struktur organisasi di bawah ini :

14

PT. MOPOLI RAYA GROUP STRUKTUR AFDELING AIR MASIN

ASISTEN AFDELING SURIPNO MANDOR 1 PRODUKSI Parlindung an KRANI ADFELING MANDOR 1 Muswadi PERAWATAN M.
ASISTEN AFDELING
SURIPNO
MANDOR 1 PRODUKSI
Parlindung an
KRANI ADFELING
MANDOR 1
Muswadi
PERAWATAN
M. LAPANGAN
M. TRANSP.
KERANI PROD
KERANI CHEK
KERANI GUD.
MANDOR LAP.
MANDOR LAP
Supono
M.ali Harahab
Fatimah.
Sukiman.
Andi Irawan
M. Nasip
KERANI BUAH
Hanafih
RECOLTE
Perdamaian
TAP KONTROL
PEKERJA
SUPIR/
PEKERJA
PEKERJA
KERNET

Gambar 1. Struktur Organisasi Afdeling Air Masin

Sumber : data Primer Afdeling Air Masin 2011

15

Struktur organisasi kebun pada PT. Mopoli Afdeling Air Masin di atas

menjelaskan

jabatan

dan

kinerja

karyawan

seperti

Asisten

Afdeling

selaku

penanggung jawab berjalannya roda organisasi di afdeling, dengan dibantu

oleh

Mandor 1 produksi yang membawahi para Mandor kecil lapangan dan Mandor 1

rawatan yang membawahi Mandor kecil perawatan. Mandor 1 produksi dan

Mandor 1 perawatan yang masing-masing bertugas mengatur dan mengawasi

pelaksanaan tugas- tugas Mandor lapangan

dalam mengatur para pekerja untuk

melaksanakan kegiatan produksi dan rawatan. Selain itu juga dibantu seorang

Kerani Afdeling yang membawahi Kerani produksi, Kerani transport, Kerani

ceking dan Kerani gudang yang bertugas

mengatur dan mengawasi pelaksanaan

administrasi dan pembuatan laporan-laporan afdeling dan menjamin ketepatan

pengiriman laporan-lapaoran afdeling. Kerani produksi mempuyai bawahan yaitu

kerani buah dan Kerani recorte dan Tap kontrol.

.

16

B. Bidang Fokus KKP

1. Sistem Manajemen Tenaga Kerja

Manajemen adalah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan

sumberdaya manusia dan sumber-sumber lain secara efektif dan efisien untuk

mencapai tujuan tertentu. Manajemen hanya merupakan alat untuk mencapai

tujuan yang diinginkan, manajemen yang baik memudahkan terwujudnya tujuan

perusahaan dengan manajemen daya guna dan hasil guna unsur-unsur manajemen

dapat ditingkatkan. Adapun tahapan manajemen yang dijalankan di PT. Mapoli

Raya

Afdeling

Air

Masin

yaitu

mencakup

tahapan

Planning,

Actuating, Controling, dan Evaluating.

a. Tahapan planning (perencanaan)

Organizing,

Kegiatan jangka pendek adalah kegiatan yang akan dilakukan dengan segera,

yang dilakukan pada tahapan planning pada jangka pendek di PT. Mapoli

Raya Afdeling Air Masin

ini yaitu Mandor I mengisi buku RKH (Rencana

Kerja Harian) yang berisi pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan keesokan

harinya dilakukan pada sore hari. Kegiatan harian yang di dalam buku harian

tgl 02 april 2011, yaitu; mencakup kegiatan potong buah, rawat TBS, cuci

rumput piringan, stek kacangan, membasmi oryetes, rawat jalan, rawat bibit,

jaga bayi, jaga

malam (kantor),

dan

jaga

paralon. Menyangkut dengan

kebutuhan

tenaga

kerja

yang

dibutuhkan

untuk

hari

besok

langsung

di

tentukan oleh Mandor kebutuhan tenaga kerja dari hari ke hari tidak sama

tergantung kebutuhan di lapangan.

17

Untuk

tahapan

jangka

menengah

Asisten

dibantu

oleh

Mandor

1

membuat pedoman kerja para Mandor lapangan atau Mandor kecil produksi,

secara periodik Mandor 1

membuat penilaian terhadap prestasi kerja dan

mengatur jadwal-jadwal cuti para bawahan. Kerani Afdeling membuat Daftar

Upah Rata-Rata Karyawan SKU, memonitor apakah realisasi biaya tehnik

tidak

menyimpang,

mengadakan

koordinasi

kerja

dengan

Mandor

satu

produksi dan Mandor satu perawatan. memonitor pengangkutan hasil-hasil

panen

ke

PKS

atau

ke

tempat

yang

sudah

ditentukan,

membuat

Surat

Pengantar Pengobatan Karyawan Afdeling. Tahapan perencanaan jangka

panjang yang dijalankan pada PT. Mapoli Raya Afdeling Air Masin yaitu

Asisten Afdeling membuat Anggaran Kerja Tahunan yang dibantu oleh

Mandor 1

dan Mandor bawahan.

b. Tahapan Organizing (pengorganisasian)

Penyusunan

organisasi

pada

PT.

Mopoli

Raya

Afdeling

Air

Masin

di

sesuaikan menurut kepentingan dan kebutuhan untuk mencapai sasaran secara

efisien dan efektif. Untuk mencapai sasaran ini setiap kegiatan yang ditempuh

didasarkan kepada struktur organisasi dan uraian tugas, penetapan wewenang,

dan tanggung jawab serta penetapan personil. Didalam struktur organisasi PT.

Mopoli Raya Afdeling Air Masin terdapat tingkat kegiatan yang berbeda-

beda, telah diterapkan pembagian tugas dan tanggung jawab agar tidak terjadi

kesimpangsiuran dalam melaksanakan tugas.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tahapan organizing untuk target harian

yaitu apel pagi yang dilakukan setiap pagi sekitar jam 06.00 wib, dalam apel

18

tersebut Asisten afdeling memberikan intruksi kepada Mandor I, kemudian

Mandor 1 menyampaikan intruksi dari Asisten afdeling kepada para Mandor

bawahannya untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan apa yang telah

disusun sebelumnya dalam RKH. Selanjutnya, para mandor melanjutkan

instruksi tersebut kepada para pekerja. Pada sore harinya Mandor 1 dan

mandor bawahan mengisi Buku Mandor yang berisi rincian pekerjaan dan

jumlah tenaga kerja disetiap harinya untuk diserahkan ke Kerani Afdeling .

c. Actuating (pelaksanaan)

Dalam tahapan ini yang harus diperhatikan adalah tugas dan tanggung jawab

baik

Asisten, mandor

sampai kepada pekerja. Pekerja melaksanakan tugas

yang telah diinstruksikan oleh Mandor I baik rawatan maupun Mandor 1

produksi kepada Mandor bawahan, dan Mandor bawahan akan mengontrol

langsung pekerja lapangan.

Kegiatan

yang

dijalankan

pada

tahapan

pemeliharaan

meliputi

pemeliharaan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) dan pemeliharaan TM

(Tanaman Menghasilkan). Kegiatan yang dilakukan selama Pemeliharaan

TBM

(Tanaman

Belum

Menghasilkan)

konsolidasi

tanaman,

penyisipan

tanaman,

adalah

Inventarisasi

tanaman,

pemeliharaan

piringan

pohon,

pemeliharaan penutup tanah/ pengendalian gulma, pemupukan, katrasi, tunas

pasir,

pengendalian

gulma,

pengendaliaan

penyakit,

persiapan

panen,

pemeliharaan jalan dan pemeliharaan paret. Kegiatan yang dilakukan selama

pemeliharaan

TM

(Tanaman

Menghasilkan)

yaitu

pengendalian

gulma

19

dipiringan pokok, pengendalian gulama di jalan pikul, pengendalian gulma di

gawangan, penunasan pelepah dan pemupukan TM (Tanaman Menghasilkan).

Pelaksanaan

yang

dilakukan

pada

kegiatan

panen

yaitu

mengawasi

kualitas TBS yang dipotong, menghitung TBS dari tiap panen dan menghitung

buah yang akan dimuat ke truk. Memanen yaitu memotong TBS dari pokok

kelapa sawit menggunakan dodos atau engrek, kemudian mengumpulkannya

ke TPH. Pengangkutan meliputi pemuatan TBS dari TPH ke gandengan

kedalam truk kemudian langsung diangkut ke TPH.

d. Controlling (pengawasan)

Tahapan pengawasan yang dijalankan pada PT. Mopoli Raya Afdeling Air

Masin dibagi dalam dua bagian yaitu pengawasan

bagian pemeliharaan dan

pengawasan panen. Pada kegiatan memeliharaan tanaman pekerja Mandor 1

rawatan bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilaksanakan oleh

pekerja dan dibantu oleh Mandor bawahan. Selain dikontrol oleh Mandor I

dilapangan pekerja juga dikontrol oleh Kerani checking / Kerani keliling yang

tugasnya mengontrol semua kegiatan yang dikerjakan oleh pekerja. Tujuan

dilakukan pengawasan dalam kegiatan ini adalah untuk menghindari dari

kesalahan atau ketidak hati-hatian pekerja dalam menjalankan tugasnya. Jika

ini

tidak

diperhatikan

maka

akan

berdampak pada produksi nantinya.

mengakibatkan

kerugian

dan

akan

Pengawasan panen bertugas mengawasi kualitas TBS yang dipotong ,

menghitung TBS dari tiap panen dan menghitung buah yang akan dimuat ke

truk. Memanen yaitu memotong TBS dari pokok kelapa sawit menggunakan

20

dodos atau engrek, kemudian mengumpulkannya ke TPH. Pengangkutan

meliputi pemuatan TBS dari TPH ke gandengan kedalam truk kemudian

langsung diangkut ke TPH.

e. Evaluating (Evaluasi)

Kerani checking / kerani keliling mencatat hasil kerja dalam buku prestasi

kerja yang selanjutnya akan diperiksa oleh kerani afdeling dan terakhir akan

dievaluasi oleh Asisten kebun untuk kemudian menjadi bahan pertimbangan

untuk

pengambilan

kebijakan-kebijakan

di

kebun,

setiap

kegiatan

dari

pembibitan sampai panen dihitung prestasi kerja atau norma / HK. Mandor 1

rawatan juga mengisi Buku Harian yang menyangkut prestasi kerja bagian

pemeliharaan kemudian diserahkan kepada kerani Afdeling terakhir dievaluasi

oleh Asisten kebun untuk melihat perubahan yang terjadi dari sebelumnya.

Untuk prestasi kerja pemanen, ini menjadi tanggung jawab Mandor 1

produksi. Mandor 1 produksi tiap sorenya mengisi buku prestasi kerja yang

menyangkut dengan potong buah, jumlah pekerja, jumlah buah yang siap

panen, blok-blok yang dipanen kemudian diserahkan kepada kerani afdeling

dan dievaluasi oleh Asisten Afdeling.

Dalam menjalankan dan mengatasi masalah-masalah yang berhubungan

dengan ketenagkerjaan dan sumber daya manusia, perusahaan perlu menempatkan

tenaga ahli dalam menjalankan tugasnya. Pegawai-pegawai ditempatkan sesuai

dengan keahlian dan kemampuannya, tingkat kerja perusahaan tinggi, motivasi

kerja tinggi, partisipasi kerja tinggi, komunikasi kerja efektif, disiplin kerja tinggi,

upah dan gaji pegawai ditentukan secara adil sesuai dengan bidangnya, serta

21

tanggung jawab yang tinggi. Dengan demikian, produktivitas kerja dapat dicapai

oleh perusahaan.

Dalam mengatasi masalah yang menyangkut dengan ketenagakerjaan PT.

Mopoli Raya Afdeling Air Masin perlu menempatkan tenaga kerja sesuai dengan

keahliannya dan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya. Seorang Asisten

harus punya kemampuan dalam mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan yang

dijalankan dalam sebuah afdeling,

demikian juga dengan karyawan-karyawan

lain juga punya tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan yang telah diatur

menurut jenis pekerjaan masing-masing. Selain itu hal ini yang harus diterapkan

untuk mengatasi masalah yang

manajemen tenaga kerja.

berhubungan dengan ketenagakerjaan yaitu

Adapun sistem manajemen tenaga kerja di PT. Mopoli Raya Afdeling Air

Masin meliputi:

a. Sistem Perekruitan Tenaga Kerja / Recruitment

Rekrutmen

adalah

suatu

proses

untuk

mencari

calon

atau

kandidat

pegawai, karyawan, buruh, manajer, atau tenaga kerja baru untuk memenuhi

kebutuhan organisasi atau perusahaan. Dalam tahapan ini diperlukan analisis

jabatan yang ada untuk membuat deskripsi pekerjaan / job description dan juga

spesifikasi pekerjaan / job specification.

Dalam sebuah perusahaan memerlukan tenaga kerja yang mencukupi dan

memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam menjalan kegiatan

untuk mencapai tujuan perusahaan. Pekerja yang diterima untuk bekerja di

perusahaan harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

22

Persyaratan tenaga kerja yang masuk bekerja pada pada PT. Mapoli Raya

Afdeling Air Masin adalah sebagai berikut:

1)

Melampirkan surat lamaran

2)

Phaspoto ukuran 3x4 1 lembar

3)

Melampirkan fotokopi KTP 1 lembar

4)

Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga 1 lembar (Bagi yang sudah menikah).

5)

Melampirkan surat nikah (Bagi yang sudah menikah).

Semua persyaratan diatas harus di bawa pada saat seorang calon karyawan

sudah diterima di perkebunan dan dimasukkan dalam map. Bagi karyawan yang

sudah memenuhi persyaratan diatas sudah bisa bekerja sesuai dengan pekerjaan

yang ditugaskan oleh Asisten kebun melalui Mandor 1 dan diteruskan kepada

Mandor

bawahan.

Masalah

yang

terjadi dilapangan,

sebagian

pekerja

tidak

bekerja dengan maksimal, hal ini disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari

Mandor yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang dikerjakan pekerja.

b. Penempatan Tenaga Kerja

PT. Mapoli Raya Afdeling Air Masin dipimpin oleh Asisten yaitu Bapak

Suripno, pegawai di Afdeling ini dibagi atas pegawai kantor dan pegawai

lapangan yang terdiri dari pegawai bulanan dan SKU yang memiliki jabatan dan

gaji yang berbeda.

Karyawan SKU adalah karyawan yang statusnya telah menjadi karyawan

tetap harian atau bulanan yang tergabung dalam serikat kerja unit. Sedangkan

tenaga kerja BHL adalah tenaga kerja yang diambil tanpa kesepakatan kerja

seperti ketetapan karyawan tetap, Pekerja BHL bisa berubah status menjadi SKU

23

apabila perusahaan memang membutuhkan dan ada pekerja BHL yang layak

untuk dijadikan pekerja SKU.

Mengenai Daftar pegawai Kantor dan Pegawai

Lapangan dapat di lihat pada tabel 1.

Tabel 1. Daftar Nama Pegawai Kantor dan Lapangan Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya Aceh Tamiang.

         

KELUAR

 

No

NAMA

JABATAN

MASUK PAGI

MASUK SIANG

SORE

KET

Urut

JAM

PARAF

JAM

PARAF

JAM

PARAF

   

PEGAWAI BULANAN

   
 

Ir.

Parlindungan

1 Mandor 1 Produksi

             
 

2 Yulfizar

Mandor 1 Rawatan

             
 

3 Muswadi

Kerani Afdeling

             
 

4 Fatimah

Kerani Produksi

             
 

5 Sukiman

Kerani Ceking

             
 

6 Hanafiah

Kerani Buah

             
 

7 Kudus

Kerani Buah

             
 

8 Kerani Trasport

M.

Ali Harahab

               
 

9 Afrizal

Perawatan

             
   

SKU

 
 

1 Marji

Mandor Panen

             
 

2 Supono

Mandor Panen

             
 

3 Andi Irawan

Mandor Rawatan

             
 

4 Hamidah

Mando Rawatan

             
 

5 Perdamaian

Recorte

             
 

6 Kepala Sensus

M.

Nasib

               
 

7 Borari

Kepala Tukang

             
 

8 Sakminan

Mandor Tunasan

             

Sumber : Kantor Afdelling Air Masin, 2011

Tabel

1.

memperlihatkan

daftar

nama

pegawai

kantor

dan

pegawai

Lapangan di Afdeling Air masin, dari tabel di atas dapat dilihat bahwa karyawan

kebun yang ada di Afdeling Masin ada sembilan orang yang terdiri dari Mandor 1

produksi, Mandor 1 perawatan, Kerani afdeling, Kerani produksi, Kerani ceking,

2 orang Kerani buah, Kerani transport dan mandor kecil rawatan. Untuk karyawan

24

SKU

berjumlah delapan orang yang terdiri dari Mandor Panen,

Mandor

Rawatan, Recorte, Kepala Sensus, Kepala Sensus, dan Mandor Tunasan.

Adapun jumlah keseluruhan tenaga pada

PT. Mopoli Raya Afdeling Air

Masin berjumlah 75 orang, yang terdiri 50 orang tenaga kerja SKU laki-laki, 15

orang tenaga kerja SKU perempuan ditambah dengan 3 orang tenaga kerja BHL

laki-laki dan 8 orang pegawai kantoran.

Pembagian tenaga kerja pada di PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin

yaitu mencakup tiga kegiatan yaitu bagian Replanting, bagian Pemeliharan dan

bagian Panen.

1)

Kegiatan Replanting

 

Kegiatan Replanting mencakup tumbang ciping, rencek rumpuk kelapa sawit,

melubang

tanaman

yang

mati,

penanaman

penutup

tanah

(kacangan)

pemancangan dan , penanaman. Tahapan ini menjadi tanggung jawab pihak

ketiga dengan sistem kerja borongan.

 

2)

Kegiatan Pemeliharaan

 

Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam kegiatan

pemeliharaan berjumlah 13

orang, diawasi oleh tiga kemandoran yang terdiri dari dua Mandor laki-laki

dan satu Mandor perempuan. Ketiga yang bertanggung jawab atas masing-

masing bagian pekerjaan termasuk didalamnya bagian pengendalian

HPT

(Hama dan Penyakit).

 

3)

Kegiatan panen

Menurut Mubyarto (1994) produktivitas merupakan perbandingan antara hasil

kegiatan (output) dari segenap pengorbanan untuk mencapai suatu hasil atau

25

(input). Pentingnya produktivitas dalam tenaga kerja didasari dengan nyata

karena tidak ada jenis kegiatan manusia yang tidak mendapatkan keuntungan

dari pendapatan produktivitas. Oleh karena itu salah satu usaha yang konkrit

untuk mendorong peningkatan tenaga kerja manusia adalah dengan cara

meningkatkan pendidikan dan keterampilan. Hal ini menunjukkan bahwa

semakin tinggi pendidikan semakin tinggi pula produktivitas tenaga kerja.

Pengelolaan tenaga kerja panen dengan memperhatikan fungsi-fungsi

manajemen

yaitu

perencanaan,

pengorganisasian,

pelaksanaan,

dan

pengawasan

tenaga

kerja

panen

perlu

dilaksanakan

dalam

menjamin

terlaksananya panen dengan baik. Perencanaan tenaga kerja PT. Mopoli Raya

Afdeling Air Masin

yang telah ditetapkan oleh pihak kebun, kebutuhan

tenaga kerja panen tiap hari dapat dihitung berdasarkan kondisi buah yang ada

di lapang. Kebutuhan tenaga kerja panen dapat dihitung berdasarkan angka

kerapatan panen. Tenaga kerja SKU target panen harus mencapai 60 tandan

per orang,

hasil perhitungan tenaga kerja panen kebun PT. Mopoli Raya

Afdeling Air Masin tenaga kerja panen kebun dua kemandoran dengan satu

orang Kerani buah

Tenaga kerja yang dibutuhkan dalam kegiatan panen berjumlah 27 orang

yang dimandori oleh 2 orang Mandor panen, tenaga kerja yang panen ini

terdiri dari 19 orang tenaga kerja SKU dan 6 orang tenaga kerja BHL. Untuk

kegiatan panen apabila terjadi keterlambatan pusingan panen PT. Mopoli Raya

Afdeling Air Masin juga memakai tenaga kerja borongan yang dikenal dengan

istilah kontanan, dikatakan terlambat pusingan apabila pusingan panen lebih

26

dari 7 pusingan (7 hari). Kontanan panen adalah pembayaran langsung upah

pekerja setelah pekerjaan selesai dilakukan.

c. Sistem Organisasi dan Uraian Tugas Unit Kebun

Jabatan : Mandor Satu Perawatan

Hubungan Organisasi

1)

Atasan Langsung

: Asisten Afdeling

2)

Membawahi

: Para Mandor lapangan (kecil) Perawatan.

Ikhtisar Pekerjaan

Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas- tugas mandor lapangan dalam

mengatur para pekerja untuk melaksanakan perawatan terhadap tanaman.

Uraian Tugas :

1)

Mengatur pembagian tugas para bawahan dan memberikan pengarahan

kepada bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

 

2)

Membantu atasan dalam menyusun Rencana Anggaran Tahunan Afdeling.

3)

Membuat

pedoman

kerja

para

Mandor

kecil

perawatan

berdasarkan

Rencana Kerja Bulanan Asisten.

 

4)

Mengatur tiap pekerja dan blok untuk setiap mandor lapangan

atau

Mandor kecil perawatan.

 

5)

Membuat

permintaan

barang-barang

atau

bahan

untuk

keperluan

perawatan tanaman untuk diajukan ke Asisten.

6)

Mengisi Buku Mandor yang berisi rincian pekerjaan dan jumlah tenaga

kerja disetiap harinya untuk diserahkan ke Kerani Afdeling pada sore

harinya.

27

7)

Mengisi Buku Preatasi Kerja Harian yang berisi prestasi kerja masing-

masing tenaga kerja untuk diserahkan ke Kerani Afdeling pada sore

harinya.

8)

Mengontrol apakah pelaksanaan tugas-tugas perawatan tanaman telah

sesuai dengan Rencana Kerja Afdeling.

9)

Mengadakan koordinasi kerja dengan para Kerani atau lainnya yang terkait

dalam perawatan kebun.

10) Secara periodik membuat penilaian terhadap prestasi kerja yang mengatur

jadwal-jadwal cuti para bawahan.

11) Memberi masukan-masukan kepada atasan dalam hal perawatan tanaman

dan usaha untuk meningkatkan produktivitas kerja.

12) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintah oleh atasan sesuai dengan

fungsinya.

Jabatan : Mandor Satu Produksi

Hubungan Organisasi

1)

Atasan Langsung

: Asisten Afdeling

2)

Membawahi

: Para Mandor Lapangan

Iktisar pekerjaan

Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas-tugas para Mandor lapangan

dalam mengatur para pekerja untuk melaksanakan panen.

Uraian Tugas :

1)

Mengatur pembagian tugas para bawahan dan memberikan pengarahan

kepada bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

28

2)

Membantu atasan dalam menyusul Rencana Angaran Tahunan Afdeling.

3)

Membuat pedoman kerja para Mandor lapangan atau Mandor kecil

produksi berdasarkan Rencana Kerja Bulanan.

 

4)

Mengatur jumlah para pekerja dan blok-blok untuk setiap Mandor

lapangan atau Mandor kecil produksi.

 

5)

Membuat

permintaan

barang-barang

atau

keperluan

panen

untuk

diajukan kepada Asisten.

 

6)

Mengisi Buku Mandor yang berisikan rincian pekerjaan dan jumlah

tenaga kerja pada setiap harinya untuk diserahkan ke Kerani Afdeling

pada sore harinya.

 

7)

Mengisi

Buku

Prestasi

Kerja

Harian

yang

berisikan

prestasi

kerja

masing-masing tenaga kerja

untuk diserahkan ke Kerani Afdeling pada

sore harinya.

 

8)

Mengontrol apakah pelaksanaan panen dan mutu hasil panen telah sesuai

dengan ketentuan.

 

9)

Mengadakan koordinasi kerja dengan para Kerani yang terkait dalam

bidang hasil panen.

10) Secara periodik membuat penilaian terhadap prestasi kerja dan mengatur

jadwal-jadwal cuti para bawahan.

11) Memberi masukan-masukan kepada atasan dalam hal perawatan tanaman

dan usaha untuk meningkatkan produktivitas kerja.

12) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintah oleh atasan sesuai dengan

fungsinya.

29

Jabatan : Kerani Afdeling

Hubungan Organisasi

1)

Atasan Langsung

: - Asisten Afdeling

2)

Membawahi

:

- Kerani Transport

- Kerani Produksi

- Kerani Ceking dan Kerani Gudang

Ikhtisar Pekerjaan :

Mengatur dan mengawasi pelaksanaan administrasi dan pembuatan laporan-

laporan

afdeling

dan

menjamin

ketepatan

pengiriman

laporan-lapaoran

afdeling.

Uraian Tugas :

 

1)

Mengatur pembagian tugas para bawahan dan memberikan pengarahan

kepada bawahan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

2)

Bersama bawahan membantu atasan dalam menyusun usulan Anggaran

Tahunan Afdeling.

3)

Membantu Asisten afdeling dalam menyusun Rencana Kerja Bulanan.

4)

Mengontrol persedian barang-barang atau bahan yang diperlukan kantor

afdeling.

5)

Membuat permintaan barang- barang atau bahan yang dikeperluan kantor

afdeling.

6)

Membuat Laporan Harian untuk Asisten berdasarkan buku Mandor baik

rawatan maupun panen.

30

7)

Membuat

Laporan

Harian

Prestasi

Kerja

Harian

untuk

Asisten

berdasarkan buku Mandor baik rawatan maupun panen.

8)

Membuat Laporan Bulanan Afdeling baik rawatan maupun panen.

 

9)

Mengontrol absensi dan membuat laporannya ke kantor Manajer Unit.

10)

Membuat daftar/Buku gaji bulanan termasuk rincian premi dan lembur.

11)

Membuat Daftar Upah Rata-Rata Karyawan SKU.

 

12)

Memonitor

apakah

realisasi

biaya

tehnik

tidak

menyimpang

dari

Anggaran yang sudah ditetapkan.

 

13)

Mengadakan koordinasi kerja dengan Mandor satu produksi dan Mandor

satu perawatan.

 

14)

Memonitor pengangkutan hasil-hasil panen ke PKS atau ke tempat yang

sudah ditentukan.

 

15)

Membuat Surat Pengantar Pengobatan Karyawan Afdeling.

 

16)

Secara periodik membuat penilaian terhadap prestasi kerja dan mengatur

jadwal-jadwal cuti para bawahan.

 

17)

Memberikan masukan kepada Asisten dalam hal-hal yang berkaitan

dengan penyempurnaan administrasi dan laporan-laporan Afdeling.

 

18)

Melaksanakan tugas-tugas lain yang di perintahkan atasan sesuai dengan

fungsinya.

Jabatan : Kerani Transport

Hubungan Organisasi

1)

Atasan Langsung

: Kerani Afdeling

31

3) Membawahi

Ikhtisar Pekerjaan

: Para Mandor Lapangan

Bertanggung jawab atas pelaksanaan pengangkutan, hasil panen, bahan-bahan

dan tenaga kerja di afdeling.

Uraian Tugas :

1)

Membuat Rencana Kerja Harian yang disesuaikan dengan Rencana Kerja

Harian Mandor 1.

2)

Membantu Kerani Afdeling dalam menyusun anggaran biaya trasportasi

afdeling.

3)

Memonitori alat-alat trasportasi afdeling

4)

Mengadakan koordinasi kerja dengan Mandor 1.

5)

Mengatur pengangkutan bahan-bahan dan tenaga kerja ke masing-masing

blok.

6)

Mengatur pengangkutan hasil panen dari TPH-TPH ketempat tujuan yang

telah ditetapkan.

7)

Membuat surat pengantar atas hasil panen yang akan diangkut atau

diantar.

8)

Membuat laporan harian jumlah angkutan hasil panen per truk yang

dilampiri dengan bukti-buktinya dan kemudian diserahkan kepada Kerani

Afdeling.

9)

Membuat penghitungan premi yang berkaitan dengan hasil panen.

10) Melapor kepada Kerani Afdeling apabila menemukan kejanggalan dalam

hal fisik barang yang diangkut.

32

Jabatan : Kerani Produksi

Hubungan Organisasi

1)

Atasan Langsung

: Asisten Afdeling

2)

Koordinasi Kerja

: Mandor 1

3)

Membawahi

: - Kerani Buah (Khusus kebun.Sawit)

- Kerani Recolte (Khusus kebun Sawit)

- Tap kontrol (khusus kebun karet)

Ikhtisar Pekerjaan

:

Bertanggung jawab atas pembuatan laporan-laporan yang berkaitan dengan

panen berdasarkan laporan dari Kerani Buah, Recolte ataupun Tap Kontrol.

Uraian Tugas :

1)

Mengatur kerja para Kerani Buah, Kerani Recolte ataupun Tap

Kontrol

sesuai dengan Rencana Kerja Harian Mandor 1 Produksi

 

2)

Membantu Kerani Afdeling dalam menyusun Anggaran Biaya Panen

Afdeling.

3)

Mengadakan

koordinasi

kerja

dengan

Mandor

1

produksi

tentang

pelaksanaan

tugas-tugas

kerani

buah,

Kerani

Recolte

ataupun

Tap

Kontrol.

4)

Menerima dan memeriksa Catatan Harian Tukang Potong Buah yang diisi

oleh Kerani Buah.

a) Menerima dan memerikasa Buku Penerimaan TBS yang dibuat secara

harian oleh Kerani Buah.

33

b) Menerima dan memeriksa buku Transaksi Produksi Harian TBS dan

TBS Siap Borong yang dibuat secara harian oleh Kerani Buah.

c) Menerima dan memeriksa Laporan Hasil Potong Buah dan Mutu Buah

yang dibuat setiap hari oleh Kerani Recorte.

d) Membuat Laporan Bulanan Pusingan Potong Buah.

e) Membuat Laporan Bulanan Produksi

f) Membuat Perhitungan Premi tukang buah

5)

Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan kerani Afdeling sesuai

dengan fungsinya.

Jabatan : Kerani Ceking

Hubungan Organisasi

1)

Atasan Langsung

: Asisten Afdeling

2)

Koordinasi Kerja

: mandor 1

Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas- tugas mandor lapangan dalam

mengatur para pekerja untuk melaksanakan perawatan terhadap tanaman.

Uraian Tugas :

1)

Membuat Rencana Kerja Harian yang disesuaikan dengan Rencana Kerja

Harian Mandor 1.

2)

Melaksanakan pemeriksaan secara harian terhadap Buku Mandor.

3)

Mencatat jumlah tenaga kerja untuk masing-masing jenis pekerjaan yang

ada dalam Buku Mandor.

4)

Mengontrol dan mencocokkan jumlah tenaga kerja yang di lapangan

dengan jumlah yang tertara dalam Buku Mandor.

34

5)

Membuat laporan harian hasil kontrol untuk disampaikan kepada Kerani

Afdeling.

6)

Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan oleh Kerani Afdeling.

2. Sistem Pemberian Upah

Masalah

pokok

yang

sering

dihadapi

oleh

setiap

perusahaan

adalah

mengenai

upah yang dikeluarkan sebagai dana operasional perusahaan. Adanya

kerjasama dalam suatu perusahaan maka timbullah hak-hak dan kewajiban-

kewajiban masing-masing-masing pihak majikan dengan pekerja. Seterusnya yang

menjadi kewajiban majikan adalah membayar sejumlah upah pekerjanya. Lebih

lanjut masalah upah ini mendapat intervensi dari pihak-pihak terkait lainnya

antara lain pemerintah, agar upah yang dibayar itu sesuai dengan kebutuhan

tenaga kerja yang sesuai pula dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan yang

dibuatnya perjanjian-perjanjian usaha yang ditetapkan.

Menurut As’´ud (1991:92) menyatakan bahwa upah merupakan harga

balas jasa yang diberikan seseorang kepada orang lain.” Sedangkan Ranusanpojo

(1993: 129) menyatakan bahwa :

Dewan Penelitian Pengupahan Nasional, memberikan definisi upah adalah

suatu penerimaan kerja untuk suatu pekerjaan atau jasa yang telah dan akan

dilakukan, berfungsi sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi

pekerja

atau

dinilai

dalam

bentuk

uang

yang

ditetapkan

menurut

suatu

persetujuan,

undang-undang

dan

peraturan dan dibayarkan atas dasar

suatu

perjanjiaan kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja.

35

Manullang

(1992:157)

menyatakan

bahwa

:

Sistem

upah

dapat

digolongkan menjadi tiga golongan yaitu (1) sistem upah menurut waktu, (2)

sistem upah menurut unit hasil dan (3) sistem upah premi atau disebut tingkat

upah dorongan.

Sistem pemberian Pemberian upah pada PT. Mopoli Raya Afdeling Air

Masin digolongkan dalam bentuk gaji pokok, tunjangan dan bonus. Gaji pokok

tunjangan

dan

bonus

dibayarkan

setiap

bulannya

baik

kepada

karyawan

operasional

maupun

karyawan

manajerial.

Besarnya

gaji

yang

diberikan

tergantung pada jabatan, masa kerja, pendidikan, loyalitas karyawan tersebut.

Untuk tunjangan yang diberikan terdiri dari Tunjangan Hari Raya (THL) yang

diberikan kepada semua karyawan PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin, baik itu

karyawan operasional maupun karyawan manajerial. Tunjangan Hari Raya di

berikan setiap menjelang hari raya dan besarnya ditentukan kebijakan manajemen

perusahaan. Jumlah tunjangan hari raya diberikan berfluktuasi setiap tahunnya,

hal ini diakibatkan oleh perubahan jumlah karyawan perusahaan dan kebijakan

perusahaan.

Untuk Asisten gaji disalurkan melalui via Bank, sedangkan untuk mandor,

karyawan

dan

pekerja

pemberian

gaji

disalurkan

melalui

kantor

Afdeling.

Pemberian gaji atau upah pegawai bulanan tergantung golongan. Status golongan

pegawai di

PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin yaitu golongan 1V/6-8,

golongan 1V/O, golongan 111/2, golongan 111/1, golongan 11/9, golongan 11/7,

dan golongan 118.

36

3. Pemberian Premi pekerja dan Mangkir Kerja

a. Pemberian premi

Premi merupakan tambahan

upah atau gaji untuk pemanen dan pengawas

panen. Premi panen diberikan dengan tujuan meningkatkan prestasi panen baik

dalam kuantitas maupun kualitasnya. Syarat panen yang harus ditempuh oleh

pekerja pada PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin untuk mendapatkan premi

yaitu tandan yang matang harus dipotong dan tidak ada yang tinggal, semua

pelepah dipotong dan disusun rapi diantara barisan tanaman (gawangan),

dan

semua buah dan berondolan dikumpul dan dibawa ke TPH (tempat pengumpulan

hasil).

Pemberian premi untuk pekerja pada PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin

meliputi prermi siap borong adalah Rp 2300, harga lebih borong Rp. 325/ tandan,

premi kereta sorong Rp. 450 dan ditambah dengan kebersihan angcak Rp. 100/kg

b. Mangkir Kerja

Yang masuk dalam pekerja mangkir antara lain sebagai berikut :

1)

P1 : mangkir kerja dengan alasan yang tidak logis dan tidak tercantum

dalam KKB (Kesepakatan Kerja Bersama), (gaji dan jatah beras pada hari

itu tidak diberikan)

2)

P4 : tidak masuk kerja dengan alasan yang logis dan tercantum dalam

KKB, (Gaji dan jatah beras pada hari itu tetap diberikan)

3)

H1 : Tidak masuk kerja karena haid (khusus perempuan), hanya 1 hari,

(Gaji dan jatah beras tetap diberikan)

37

4)

H2 : tidak masuk kerja karena melahirkan (khusus perempuan).

Tidak

masuk kerja selama 3 bulan (1,5 bulan sebelum melahirkan dan 1,5 bulan

setelah melahirkan), (Gaji dan jatah beras tetap diberikan)

5)

M : tidak masuk kerja tanpa alasan., (Gaji dan jatah beras tidak diberikan

pada hari itu dan hari minggu)

4. Kepuasan pekerja

Tujuan

dari

motivasi

kerja

ini

adalah

untuk

mencapai

produksi

yang

optimum. (Anwar Prabu Mangkunegar (2000:93).

Dalam hal ini perusahaan sangat memperhatikan hal-hal apa saja yang

sangat dibutuhkan oleh pegawai, sehingga dalam menjalankan kegiatan produksi

selalu berjalan dengan lancar. Adapun motivasi yang diberikan oleh PT. Mopoli

Raya Afdeling Air Masin terhadap pegawainya yaitu berupa tunjangan/bonus

sehingga pegawai dalam melakukan kegiatan produksi. Selain itu untuk mencapai

kepuasan pekerja atau karyawan perusahaan PT. Mopoli Raya Afdeling Air Masin

juga menyediakan berbagai hal yang dibutuhkan oleh pekerja atau karyawan

dalam menjalankan aktifitas sehari-hari antara lain :

a. Fasilitas

Fasilitas yang ada di PT. Mapoli Raya afdeling Air Masin, termasuk perumahan

pekerja, bangunan mesjid, lapangan volley ball, bangunan perkantoran dan jalan.

b. Transportasi

Bentuk transportasi memakai kendaraan pribadi, selain itu transportasi hanya

dapat dilihat pada kegiatan produksi sawit. Hal ini transportasi karyawan

38

belum

tersedia

dengan

maksimal,

kendaraan pribadi ke areal kebun.

kebanyakan

para

karyawan

memakai

c.

Sanitasi

Yang tergolong sebagai sanitani umum di PT. Mapoli Raya Air Masin adalah

WC umum, tersedianya air bersih yang berasal dari sumur bor, adanya parit

sebagai drainase perkampungan dan lain sebagainya. Untuk memperoleh air

bersih yang bersumber dari sumur bor para karyawan atau keluarga yang

memakai air harus mengeluarkan biaya untuk membayar air tersebut.

 

d.

Puskesmas

PT. Mapoli Raya Afdeling Air Masin dilengkapi dengan adanya puskesmas

pembantu,

sebagai

pusat

pelayaan

kesehatan

karyawan

dari

inisiatif

perusahaan dan bukan subsidi pemerintah. Puskesmas ini dapat berjalan

dilengkapi oleh seorang petugas kesehatan yang dikenal di daerah setempat

adalah “mantri kesehatan”.

 

5.

Disiplin kerja

 

Ada dua bentuk disiplin kerja yang diterapkan oleh perusahaan yaitu:

a.

Disiplin preventif

 

Disipilin preventif merupakan suatu upaya untuk mengggerakkan pegawai

dalam mengikuti dan mematuhi pedoman kerja, aturan-aturan yang telah

digariskan oleh perusahaan. Tujuan dasarnya adalah untuk menggerakkan

pegawai berdisiplin diri. Dengan cara preventif, pegawai dapat memelihara

dirinya terhadap peraturan-peraturan perusahaan.

39

b.

Disiplin korektif

Disiplin

korektif

merupakan

suatu

upaya

menggerakkan

pegawai

dalam

menyatukan

suatu

peratuaran

dan

mengarahkan

untuk

tetap

mematuhi

peraturan sesuai dengan pedoman yang berlaku pada perusahaan.

 

6.

Komunikasi

Seorang pemilik perusahaan yang merasa tidak memiliki cukup waktu dan

kemampuan

untuk

mengelola

sendiri

semua

kegiatan

perusahaan

akan

mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya (sebagian) kepada orang lain.

Namun

bersamaan

dengan

pendelegasian

wewenang

dan

tanggung

jawab,

kebutuhan untuk senantiasa mengawasi pelaksanaan kegiatan dan hasil yang di

capai oleh pelaksana akan muncul. Dalam perusahaan perkebunan komunikasi

yang baik antara Asisten dengan bawahan sangat diperlukan karena komunikasi

yang baik akan mendukung kesuksesan atau tercapainya target pekerjaan secara

maksimal.

C. Isue-Isue Penting (key issue)

Penyimpangan yang sering terjadi di pekebunan sawit PT. Mapoli Raya

Afdeling Air Masin antara lain adalah :

1. Adanya sekelompok pencuri sawit (ninja sawit) yang melakukan pencurian

sawit, hal ini dilakukan oleh ninja sawit dikeranakan oleh rendah dan

kurangnya

pengawasan

dari

pihak

perkebunan.

Motivasi

ninja

sawit

melakukan pencurian sawit pada malam hari disebabkan oleh ketidak

puasan gaji dengan kerja yang dilakukan oleh para pekerja. Faktor lain dari

40

kejadian

ini

adalah

penduduk setempat.

karena

tingkat

kemiskinan

yang

dirasakan

oleh

2. Adanya istilah PKB (persatuan kutip brondolan), yang dilakukan oleh kaum

ibu-ibu

baik

dari

pihak

ibu-ibu

di

perkebunan,

maupun

ibu-ibu

dari

kampung setempat. Sasaran PKB ini adalah brondolan buah sawit yang

sudah jatuh dan tidak sempat dikutip oleh para karyawan bagian pengutipan

brondolan sawit.

3. Adanya pengutipan pupuk (pupuk KCL) yang sudah ditabur pada batang

sawit, karena pemberian pupuk ini ada yang dilakukan dengan cara ditabur,

maka

dengan

mudah

oleh

sebagian

orang

(orang

kampung

setempat)

mengutip kembali pupuk tersebut dijadikan sebagai pupuk pribadi di kebun

mereka masing-masing. Faktor penyebab terjadinya kasus ini adalah karena

mereka tidak mampu membeli pupuk untuk kebun mereka.

4. Pekerja kurang disiplin dalam kegiatan pemanenan sawit karena kurangnya

pengawasan dari pihak kebun.

5. Berdasarkan pengamatan penulis, sistem pemberian bonus/ premi oleh pihak

perusahaan kepada karyawan belum transparan, hal ini dibuktikan bahwa

perusahaan hanya memberikan premi kepada tenaga pemanen.

6. Pekerja lapangan khusus pekerja bagian panen merasa belum sesuai antara

pekerjaan yang dilakukan dengan upah/ gaji yang diterima.

41

D. Solusi

Melihat banyaknya kasus yang terjadi di lapangan, maka penulis melalui

penulisan laporan kuliah kerja profesi ini akan memberikan solusi-solusi yang

dapat membantu kelancaran usaha produksi sawit pada PT. Mapoli Raya Afdeling

Air Masin antaran lain adalah :

1. Meningkatkan keamanan di lingkungan perkebunan, yaitu dengan cara

meningkatkan teknik keamanan (security) kebun, penambahan Mandor

pengawasan,

baik

dari

pihak

kebun

sendiri

atau

dengan

adanya

pembentukan

badan

keamanan

sendiri

dari

pihak

penduduk

setempat,

dengan meningkatkan intensif bagi para petugas keamanan.

2. Melibatkan penduduk setempat dalam kegiatan perkebunan sesuai dengan

kemampuan yang dimiliki penduduk setempat pada kegiatan perkebunan.

Hal ini dapat menekan pengangguran yang terjadi di masyarakat, sehingga

 

dapat

mengurangi

kemiskinan

yang

dikhawatirkan

dapat

menghambat

peningkatan produksi perkebunan sawit.

 

3.

Meningkatkan

pengawasan

baik

pemeliharaan

tanaman

maupun

pengawasan panen agar produksi selalu meningkat dan menghindari dari

kesalahan dalam proses panen.

 

4.

Perlu adanya upaya dari pihak perusahaan untuk mendorong perbaikan dari

sisi upah, agar sesuai gaji yang diperoleh dengan pekerjaan yang dilakukan

oleh pekerja.

BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan di atas dapat di ambil

beberapa

kesimpulan

yaitu:

1. Pemakaian tenaga kerja

dalam tiga bagian yaitu,

pada PT. Mapoli Raya Afdeling Air Masin dibagi

bagian pemeliharaan, kantor afdeling dan panen,

sedangkan untuk

pembibitan dan replanting menjadi tanggung jawab pihak

ketiga.

2. menjalankan

Dalam

dan

mengatasi

masalah-masalah

yang

berhubungan

dengan ketenagkerjaan, perusahaan perlu menempatkan tenaga ahli dalam

menjalankan tugasnya. Pegawai-pegawai ditempatkan sesuai dengan keahlian

dan kemampuannya, tingkat kerja perusahaan tinggi, motivasi kerja tinggi,

partisipasi kerja tinggi, komunikasi kerja efektif, disiplin kerja tinggi, upah

dan gaji pegawai ditentukan secara adil sesuai dengan bidangnya, serta

tanggung jawab yang tinggi. Dengan demikian, produktivitas kerja dapat

dicapai oleh perusahaan.

3. Upah yang diberikan perusahaan PT. Mapoli Raya Afdeling Air Masin untuk

gaji/upah

pekerja

diberikan

berbeda-beda

tergantung

golongan,

masing-

masing golongan mempunyai jumlah upah/gaji

yang diterima tiap bulannya.

Semakin tinggi golongan semakin tinggi gaji/upah yang di terima.

42

43

B. Pembelajaran yang Diperoleh

Dengan melakukan kuliah kerja profesi ini banyak pelajaran yang penulis

dapatkan antara lain sebagai berikut :

1. Penulis

dapat

melihat

langsung

menyangkut

sistem

manajeman

ketenagakerjaan yang dijalankan pada PT. Mapoli Raya Afdeling Air Masin,

dapat mengetahui masalah-masalah yang terjadi serta mencari solusi untuk

masing-masing masalah.

2. Perlu adanya upaya dari pihak perusahaan untuk mendorong perbaikan dari sisi

premi/bonus dan sejumlah fasilitas sosial lainnya. hal ini perlu dilakukan agar

kartawan/ pekerja lapangan semangat dalam bekerja dan dapat bekerja dengan

motivasi yang tinggi dan berprestasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

3. Perusahaan perlu memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tinggal di

lingkungan setempat yang berminat bekerja di kebun. Hal ini untuk membantu

masyarakat setempat dalam memperoleh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan

hidup, dan juga dapat mengurangi tingkat pengangguran.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 1976. Pedoman Bercocok Tanam Kelapa Sawit. Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertaniaan. Jakarta.

1982. Pedoman Bercocok Tanam kelapa Sawit. Edisi II. Lembaran

Teknis BPP Medan.

1983. Pedoman Teknis Kesesuaian Tanah Dan Iklim Untuk Tanaman

Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Marihat. Pematang Siantar.

Alex S, Nitisemito. 1996. Wawasan Sumber Daya Manusia. PT. Anem Kosong Anem Jakarta.

Manullang. M, Drs dan Manullang, Marihot. S. E, M. M. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT BPFE. Yokyakarta.

Mubyarto, 1994. Pengantar Ekonomi Pertanian. PT. Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta.

Fathoni, Abdurrahmat. 2006. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. PT. Asdi Mahasatya. Jakarya.

Prabu

Mangkunegara,

Anwar.

2000.

Manajemen

Sumber

Daya

Manusia

Perusahaan. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Pardamean Maruli. 2008. Pengolahan Perkebunan dan Pabrik Kelapa Sawit. Agromedia Pustaka. Jakarta Selatan.

Randall S, Schuler dan Susan E. Jacson. 199. Manajemen Sumber Daya Manusia Menghadapi Abad Ke-21. Erlangga. Jakarta.

Sastrohadiwiryo. Siswanto B. Dr 2001. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Bumi Aksara Jakarta.

Siagian Renville. 2003. Pengentar Manajemen Agribisnis. Gaja Mada University Press. Yogyakarta.

Tirtosudarmo,

Riwanto.

1993.

Dinamika

Pendidikan

Dan

Pemuda

Indonesia. Jakarta.

dan

Perkotaan

Indonesia.

PT.

Gramedia

44

ketenagakerjaan

Sarana

Widia

LAMPIRAN

LAMPIRAN Gambar 1. Foto Bersama Kelompok KKP di Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya Gambar 2.

Gambar 1. Foto Bersama Kelompok KKP di Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya

Bersama Kelompok KKP di Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya Gambar 2. Foto Apel Pagi penulis

Gambar 2. Foto Apel Pagi penulis bersama anggota KKP dan karyawan di Afdeling Air Masin PT. Mopoli Raya

45

46

46 Gambar 3. Karyawan sedang menjelas kan mengenai kegiatan replenting Gambar 4. Salah satu kegiatan tenaga

Gambar 3. Karyawan sedang menjelaskan mengenai kegiatan replenting

3. Karyawan sedang menjelas kan mengenai kegiatan replenting Gambar 4. Salah satu kegiatan tenaga kerja yaitu

Gambar 4. Salah satu kegiatan tenaga kerja yaitu melakukan seleksi benih

47

47 Gambar 5. Salah seorang tenaga kerja sedang membasmi ham a Gambar 6. Pekerja sedang melakukan

Gambar 5. Salah seorang tenaga kerja sedang membasmi hama

47 Gambar 5. Salah seorang tenaga kerja sedang membasmi ham a Gambar 6. Pekerja sedang melakukan

Gambar 6. Pekerja sedang melakukan kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit

48

48 Gambar 7. Pekerja sedang melakukan stek kacangan Gambar 8. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan

Gambar 7. Pekerja sedang melakukan stek kacangan

48 Gambar 7. Pekerja sedang melakukan stek kacangan Gambar 8. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan

Gambar 8. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan pemupukan kelapa sawit

49

49 Gambar 9. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan kegiatan panen kelapa sawit Gambar 10. Seorang

Gambar 9. Salah seorang tenaga kerja sedang melakukan kegiatan panen kelapa sawit

tenaga kerja sedang melakukan kegiatan panen kelapa sawit Gambar 10. Seorang pekerja sedang melakukan pemisahan

Gambar 10. Seorang pekerja sedang melakukan pemisahan berondolan dari tandan