Anda di halaman 1dari 5

BUPATI BANDUNG BARAT Nomor Sifat Lampira n Perihal : : : : ......../........

/Tapem Biasa Ijin Penggunaan Tanah Bandung Barat, 4 Juli 2011 Kepada Yth: Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Di JAKARTA

Memenuhi Surat Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 624/20/DJE/2011 tanggal 31 Mei 2011 Perihal Permohonan Penetapan Lokasi Pembangunan PLTA Upper Pumped Storage dan Surat Gubernur Jawa Barat Nomor 593/2814/Pem.Um tanggal 27 Juni 2011 Perihal Pengadaaan Tanah PLTA Upper Cisokan Pumped Storage serta Surat General Manager Unit Induk Pembangunan Pembangkit Hidro Jawa Bali Nomor 065/ 041/UIP-PHJB/2011 tanggal 25 Mei 2011 Perihal Permohonan Rekomendasi Ijin Tukar Menukar Tanah Milik Pemerintah, Pemerintah Daerah , Majelis dan Wakaf untuk kegiatan pembangunan PLTA UCPS. Sehubungan dengan hal tersebut pada prinsipnya kami tidak berkeberatan penggunaan asset pemerintah Kabupaten Bandung Barat, asset pemerintahan desa dan tanah yang berstatus wakaf untuk pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Strorage termaksud, sesuai mekanisme Peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Demikian agar maklum. Bupati Bandung Barat

H. ABU BAKAR Tembusan: 1. Yth. Gubernur Jawa Barat di Bandung; 2. Yth. General Manager Unit Induk Pembangunan Pembangkit Hidro Jawa Bali di Bandung; 3. Yth. Kepala Kantor Kementerian Agama Kebupaten Bandung Barat

BUPATI BANDUNG BARAT Nomor : ......../......../Bappeda Bandung Barat, 4 Juli 2011 Sifat : Penting Kepada Lampira : Yth: Bapak Gubernur Jawa Barat n : Rekomendasi Rencana Pembangunan Upper di Perihal Cisokan Pumpped Storage oleh ESDM Bandung Disampaikan dengan hormat, memperhatikan surat sekretaris daerah propinsi jawa barat nomor 671/1671/ADMREK/2009, tanggal 4 April 2009, tentang rekomendasi Upper Cisokan (UCPS) yang akan dibangun oleh PT. PLN (Persero), dan surat Gubernur Nomor 671/3053/admrek tanggal 19 Agustus 2009 tentang Penetapan Lokasi PLTA Upper Cisokan, maka dalam rangka penyediaan energi listrik untuk kepentingan nasional, kami dapat merekomendasikan dan menyetujui dengan persyaratan sebagai berikut: 1. PT. PLN bersedia melaksanakan pembangunan di beberapa desa sekitarnya yang terkena dampak pembangunan UCPS; 2. Rencana pembangunan UCPS oleh PT. PLN sebagai masukan dalam penyesuaian/review rencana tata ruang wilayah nasional (RTRWN), oleh pemerintah Pusat dan sebagai masukan dalam penyesuaian/review RTRW Provinsi Jawa Barat maupun RTRW kabupaten Bandung Barat; 3. PT. PLN sebelum melaksanakan pembangunan UCPS harus memperoleh perizinan sesuai ketentuan perundang-undangan, diantaranya meliputi:
a. Izin Pemanfaatan Tanah atau Izin Lokasi dari Pemeritah Provinsi Jawa Barat; b. Rencana Tapak (Site plan); c. Analisa mengenai dampak lingkungan (AMDAL); d. Pembebasan tanah yang terkena proyek; e. IMB; f. IUP. 4. PT. PLN harus berkoordinasi secara insentif dengan satuan kerja Pemerintah Daerah, baik di

tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, baik dalam perencanaan maupun dalam pelaksanaannya; 5. Selama perencanaan pembangunan dan setelah selesai pembangunan UCPS, PT. PLN selalu mengutamakan penggunaan potensi lokal, baik material maupun tenaga kerja, sesuai dengan keahliannya dan bekerjasama dengan perusahaan daerah.

Sehubungan dengan rekomendasi tersebut, selanjutnya kami mohon Bapak Gubernur untuk dapat kiranya membantu dalam memfasilitasi persyaratan yang kami sampaikan kepada PT. PLN, dalam surat perjanjian kerjasama pelaksanaan COMDEF maupun CSR di Kabupaten Bandung Barat sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut. Demikian rekomendasi ini kami sampaikan, atas bantuan serta perhatiannya, disampaikan terima kasih.

BUPATI BANDUNG BARAT REKOMENDASI Nomor:........./......./ Tapem TENTANG PINJAM PAKAI DAN TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN ATAS NAMA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA UNTUK PEMBANGUNAN PLTA UPPER CISOKAN PUMPED STORAGE DI DESA SUKARESMI, BOJONGSALAM DAN CINENGAH, KECAMATAN RONGGA, KABUPATEN BANDUNG BARAT SELUAS LK. 285,6500 HA.

Merujuk Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.43/ Menhut-II/2008 tentang pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan dan Nomor: P.32/ Menhut II/ 2010 tentang Tukar Menukar Kawasan Hutan serta General Manager PT.PLN (Persero) Pembangkitan Hidro Jawa, Nomor: 079/040/PHJ/2010, tanggal 28 April 2010, perihal permohonan Rekomendasi Pinjam Pakai dan Tukar Menukar Kawasan Hutan atas nama PT. PLN (Persero) Pembangunan Pembangkitan Hidro Jawa untuk pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage, serta membaca Surat dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 126/10/DEA/2011 perihal Izin Prinsip Penggunaan Lahan untuk pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage. dapat kami sampaikan bahwa kawasan hutan yang dimohon lk.285,6500 Ha yang secara administrasi berada di wilayah Desa Sukaresmi, Bojong Salam dan Cinengah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat seluas dan termasuk kelompok Hutan Gunung Jubleg, Petak 65a,j,b,c,f,g; 63c,d,h,j; 62b,c,a; 61c1,c2,d,b,a; 60a,e,b,c,d; 66b,c,d,g; 67b;68g (RPH Cijawal), BKPH Gunung Halu, KPH Bandung Selatan (sebagaimana peta terlampir); Selanjutnya, terhadap lokasi dimaksud dapat dipertimbangkan untuk diberikan persetujuan penggunaan kawasan hutan seluas lk. 285,6500 Ha untuk pembangunan Upper Cisokan Pumped Storage dengan ketentuan dan syarat sebagai berikut:
1. Pinjam pakai kawasan hutan dengan kompensasi seluas lk.118,8500 Ha, yaitu untuk

pembangunan disposal area, surge tank, switch yard, guard house, sliding area, new road, jalur transmisi berikut tapak tower dan bangunan penunjang;
2. Tukar menukar kawasan hutan seluas lk. 166,8000 Ha. Yaitu untuk pembangunan waduk hulu

(upper reservoir) dan waduk hilir (lower reservoir) berikut bendungan;


3. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tidak diperkenankan

melakukan kegiatan apapun di dalam kawasan hutan dimohon sebelum memperoleh ijin pinjam pakai dan tukar menukar kawasan hutan dari Menteri Kehutanan;
4. Lahan kompensasi dan lahan pengganti yang merupakan salah satu kewajiban harus disediakan

oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia harus berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Demikian agar dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Bandung Barat, 4 Juli 2011 BUPATI BANDUNG BARAT,

ABUBAKAR