Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang
Windlass merupakan suatu alat yang digunakan untuk menarik dan merunkan
jangkar dan biasanya dipakai juga untuk menambatkan tali pada saat kapal merapat
ke dermaga. Windlass dapat dioperasikan dengan energi listrik, energi sistem
hidrolik, energi listrik dan hidrolik, energi uap. Windlass mempunyai kemampuan
untuk mengangkat jangkar pada kecepatan rata-rata 5-6 fathoms/menit dari
kedalaman 30-60 fathoms. Pada beberapa kapal, windlass digunakan sebagai alat
emergency dan dapat dikombinasikan dengan mooring winch dan warping head pada
kapal container, tanker, ro-ro, dan kapal penumpang.
Pada perencanaan windlass LCU NUSAINA 01 dipilih produk permesinan
windlass yang memiliki fungsi untuk penarikan jangkar dan pintu pendarat haluan
atau ramp door dalam satu mesin, dan menghitung berapa besar daya windlass yang
dibutuhkan untuk dapat mengankat dan menurunkan jangkar dan pintu pendarat
haluan. Perencanaan windlass harus memenuhi prinsip-prinsip permesinan
penjangkaran. Windlass ini digerakan dengan tenaga electro hydraulic yang
dilengkapi dengan pompa hydraulic dan digerakan oleh motor listrik.

Jangkar merupakan bagian dari sistim tambat kapal termasuk rantai jangkar,
tali, kotak rantai dan mesin penarik jangkar. Jangkar dan perlengkapannya adalah
susunan yang kompleks dari bagian-bagian dan mekanismenya. Kegunaan dari
jangkar dan perlengkapannya adalah untuk membatasi gerak kapal pada waktu
berlabuh diluar pelabuhan, agar kapal tetap pada kedudukannya meskipun mendapat
tekanan oleh arus laut, angin gelombang dan sebagainya, selain itu juga berguna
untuk membantu penambatan kapal pada saat yang diperlukan.
Ramp door merupakan suatu alat yang pada umumnya terdapat pada kapal
jenis roro merupakan jenis kapal yang diperuntukkan untuk mengangkut berbagai
jenis kendaraan. Fungsi dari Ramp Door ini adalah sebagai jembatan penghubung
antara dermaga dan kapal. Ramp door umumnya terletak pada haluan atau buritan
kapal, saat merapat di dermaga ramp door akan membuka kebawah. Berdasarkan
beberapa hal di atas maka skripsi ini diangkat dengan judul
PERENCENAAN WINDLASS LCU NUSAINA 01 1000 GT PT NUSAINA
ARGO HUALU MANISE




I.2 Batasan Masalah
Melihat permasalahan diatas maka pada penulisan ini dibatasi hanya pada
perhitungan daya windlass untuk dapat mengangkat jangkar dan pintu pendarat
haluan.
I.3 Perumusan Masalah
Dari penjelasan di atas, maka permasalahan yang timbul adalah :
1. Belum diketahui berapa berat jangkar dan ramp door untuk dapat menentukan
daya windlass yang dibutuhkan.
I.4 Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan permasalahan yang dikemukakan, maka tujuan
penulisan adalah :
1. Untuk mengetahui perencanaan daya windlass untuk mengangkat jangkar dan
pintu pendarat haluan.
2. Sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Teknik
Universitas Pattimura.
I.5 Manfaat Penulisan
Manfaat yang dapat diambil dari penyusunan penulisan ini adalah:
1. Penyusun dapat mengaplikasikan teori yang telah diterima selama kegiatan
perkuliahan untuk diterapkan di lapangan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
II.1 MESIN DEREK JANGKAR (WINDLASS)
Setiap kapal niaga pelayaran besar selalu dilengkapi dengan derek jangkar
mekanis (windlass) yang dijalankan dengan uap,listrik atau hidrolis (biasanya untuk
derek tunggal). Windlass dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan
sebagai berikut
- Mampu menarik jangkar beserta rantainya meskipun jangkarnya tertancap
dalam didasar laut.
- Dapat menarik setiap rantai, maupun kedua-duanya dalam waktu yang
bersamaan.
- Dapat mengarea (melepaskan ) setiap rantai maupun kedua-duanya dalam
waktu yang bersamaan.
- Kecepatan pada waktu melepaskan harus dapat diatur pada setiap sisi rantai
(kiri atau kanan).
- Dapat menarik rantai dan bersamaan dengan itu melepaskan yang lainnya.
Kegunaan utama dari windlass adalah sebagai penghubung atau penarik tali
(rantai) jangakar. Windlass mempunyai kemampuan untuk mengangkat jangkar pada
kecepatan rata-rata 5-6 fathoms/menit dari kedalaman 30-60 fathoms. Pemilihan
windllas dilihat dari segi ukurannya tergantung dari beberapa hal antara lain ; Ukuran
kapal, Service dari kapal, Berat jangkar dan rantai jangkar, Losses akibat gelombang
air, Losses akibat gesekan dari hawspipe (30%-40%).




Gambar .1. Mesin Windlass
II.2 TYPE WINDLASS
II.2.1 Horizontal Windlass
Horizontal windlass adalah type windlass yang mempunyai poros (poros dari
wildcat, gearbox utama, dan gypsy head) yang horizontal dengan deck kapal.
Windlass horizontal digerakan oleh motor hidrolis dan motor listrik ataupun oleh
mesin uap. Windlass jenis ini lebih mudah dalam pemasangannya tapi dibutuhkan
perawatan yang lebih sulit karena permesinannya yang berada diatas deck dan terkena
langsung dengan udara luar dan gelombang.


II.2.2 Vertikal Windlass
Vertikal windlass adalah type windlass yang mempunyai sumbu poros dari
wildcat yang arahnya vertikal terhadap deck kapal. Biasanya motor penggerak
dilengkapi gigi, rem dan permesinan lain yang letaknya dibawah deck cuaca dan
hanya wildcat dan alat control saja yang berada diatas deck cuaca.
Hal itu memberikan keuntungan, yaitu terlindunginya permesinan dari cuaca.
Keuntungan lainnya adalah mengurangi masalah dari relative deck defleksion dan
menyerdehanakan instalasi dan pelurusan dari windlass. Untuk mneggulung tali
tambat (warping), sebuah capstan disambungkan pada poros utama diatas windlass.
Windlass vertikal mempunyai fleksibilitas yang tinggi dalam menarik jangkar dan
pengaturan mooring.
II.2.3. Pertimbangan-Pertimbangan Dalam Desain
- Kesesuaian wildcat dan rantai jangkar
Besarnya diameter pitch dari wildcat tergantung dari besarnya ukuran rantai jangkar
dan jumlah whelps pada wildcat. Ukuran dari rantai dan wildcat sangat penting,
biasanya ukuran akhir dari rantai atau tegangan yang dialami digunakan sebagai
patokan dalam pemasangan rantai yang baru maka harus ada toleransi ukuran rantai
karena tegangan.
- Untuk horizontal windlass, pipa rantai yang membawa rantai kedalam chain
locker harus berada dibawah windlass
- Rem windlass harus dapat menghentikan rantai dan jangkar dalam waktu dua
detik setelah rem diaktifkan. Dalam periode waktu tersebut , rem
mengabsorbsi seluruh energi kinetik yang dihasilkan oleh rantai dan jangkar,
dan permukaan rem biasanya menjadi panas, oleh karena itu harus digunakan
material yang kuat. Untuk hasil yang maksimum, maka rem harus
mengelilingi Brake Drum denga sudut mendekati 360 derajat.
- Chain count (penghitung rantai) dapat dipasang pada windlass sebagai
pengukur panjang rantai yang telah dilepaskan. Hasil pengukuran tesebut
dimunculkan pada wheel house sehingga jika kedalaman laut diketahui, maka
dapat dipastikan keamanan penggunaan jangkar.
II.3. DAYA PENGGERAK WINDLASS
II.3.1. Windlass Bertenaga Uap
Tipe ini biasanya untuk menggerakan windlass tipe horizontal, dimana
seluruh komponennya berada diatas deck cuaca. Type ini umum dijumpai pada kapal
tanker karena pada umumnya kapal tanker memiliki boiler. Keuntungan windlass
bertenaga uap adalah lebih simple dan mengurangi kemungkinan bahaya kebakaran
pada kapal tanker, dan dapat beroperasi pada kecepatan tinggi.
II.3.2. Sistem Penggerak Bertenaga Listrik Dan Electrical Hydraulic System
Sistem penggerak listrik yang umum digunakan adalah motor DC, sebab
mempermudah pengontrolan kecepatan. Sedang pada electric hydraulic system
dimungkinkan kontrol penuh pada kecepatan penarikan dan menjamin keamanan
terhadap hentakan pada poros transmisi dan roda gigi. Pada beberapa kapal, kedua
system ini digunakan bersamaan pada wildcat ataupun wildcat-capstan. Kombinasi
ini berfungsi sebagai emergency jika salah satu rusak atau tidak berfungsi, maka yang
lain dapat menggantikannya.
II.4. PERHITUNGAN DAYA WINDLASS
II.4.1. Penentuan Panjang Rantai
Untuk menentukan panjang rantai dan berat jangkar, terlebih dahulu kita harus
menghitung nilai angka z sebagai berikut:


(2.1)
Dimana ; uisplacement kapal gaiis aii untuk beban musim panas ton
Lpp B T Cb kepauatan aii laut ton
tinggi efektif gaiis aii paua musim panas yang uiukui uaii
gaiis muat sampai puncak teiatas iumah gelauak m

(2.1.1)
jaiak m uaii gaiis aii yang uiukui paua musim panas
ui tengah tengah kapal paua sisi gelauak atas

penjumlahan tinggi bangunan atas uan iumah gelauak


luas pioyeksi lambung kapal bangunan atas iumah gelauak
ui atas gaiis muat musim panas ualam batas panjang L
sampai tinggi h
II.4.2 Gaya Tarik Jangkar (Tcl)
Disarankan untuk menentukan gaya pada cable lifter adalah bahwa ia mampu
mengoperasikan jangkar pada kecepatan 12 m/men pada kedalaman penjangkaran
yang dalamnya : 80 m jika berat jangkar 1000 kg ke bawah, 90 m jika berat jangkar
1000-3000 kg, dan 100 m jika berat jangkar 3000-6000 kg.
Gaya tarik cable lifter untuk menarik 2 buah jangkar dirumuskan sebagai berikut ;

(2.2)
Dimana ;

beiat jangkai kg

panjang iantai jangkai yang menggantung m

beiat iantai jangkai pei metei kg


II.4.3 Torsi Pada Kabel Lifter (Mcl)

(2.3)
Dimana ;

uiametei efektif kabel liftei

um m um

eisiensi kabel lifeti




II.4.4 Torsi Pada Poros Motor Windlass(Mm)

(2.4)
Dimana ;

peibanuingan putian poios motoi winulass

uengan
putain kabel liftei

uimana

putaian kabel liftei

(2.4.1)

kecepetan taiik iantai jangkai

m ut

eisiensi total peialatan kabel liftei shaft beaiing


poios ioua gigi poios cacing besainya

putaian poios ipm


Untuk dapat menghitung daya efektif motor penggerak (

) windlass dapat dihitung


dengan persamaan sebagai berikut :

(2.5)
II.5 JANGKAR (ANCHOR)
Kegunaan dari jangkar dan perlengkapannya adalah untuk membatasi gerak
kapal pada waktu berlabuh diluar pelabuhan, agar kapal tetap pada kedudukannya
meskipun mendapat tekanan oleh arus laut,angin gelombang dan sebagainya, selain
itu juga berguna untuk membantu penambatan kapal pada saat yang diperlukan.
Berdasarkan pada ketentuan diatas maka setiap perlengkapan jangkar mempunyai
sifat-sifat sebagai berikutLetak , jumlah dan berat jangkar, Ukuran dan panjang rantai
jangkar, mekanismenya. Kapal-kapal niaga pelayaran besar umumnya dilengkapi
dengan ,Jangkar Haluan, Jangkar arus, Jangkar cemat
II.5.1 Jangkar Haluan
Jangkar utama yang digunakan untuk menahan kapal didasar laut dan selalu
siap terpasang pada lambung kiri dan kanan haluan kapal, dan beratnya sama. Jankar
haluan ini juga terdapat cadangannya dan selalu siap sebagai pengganti apabila salah
satu hilang dan ditempatkan dibagian muka dekat haluan agar selalu siap bila mana
diperlukan
II.5.2 Jangkar arus
Ukurannya lebih kecil kira-kira 1/3 berat jangkar haluan . Tempatnya dibagian
buritan kapal dan digunakan seperti halnya jangkar haluan yaitu menahan buritan
kapal, supaya tidak berputar terbawa arus. Pada kapal-kapal penumpang yang besar ,
kadang-kadang jangkar ini ditempatkan di arlup, (hawse pipe) apabila demikian
halnya maka jangkar tersebut dinamakan jangkar buritan dan beratnya sama dengan
jangkar haluan. Oleh karena itu bila ada jangkar buritan , maka tidak perlu ada
jangkar haluan cadangan.


II.5.3 Jangkar Cemat
Ukurannya lebih kecil , beratnya + 1/6 jangkar haluan. Gunanya untuk
memindah jangkar haluan apabila kapal kandas (diangkut dengan skoci). Jangkar
merupakan salah satu dari komponen kapal yang berguna untuk membatasi olah
gerak kapal pada waktu labuh di perlabuhan agar kapal tetap dalam keadaannya
meskipun mendapatkan tekanan oleh arus kapal, angin, gelombang dan untuk
membantu dalam penambatan kapal pada saat diperlukan. Perlengkapan jangkar
terdiri dari jangkar, rantai jangkar, lubang kabel jangkar, stoper, dan handling
jangkar.
II.5.4 Ukuran Jangkar
Seperti dijelaskan di atas berat jangkar ditentukan oleh peraturan, menurut:
1. BKI berat jangkar dapat ditentukan dengan menentukan angka penunjuk Z
terlebih dahulu yang dibedakan menurut jenis kapalnya.
a. Kapal barang, kapal penumpang dan kapal keruk.



b. Kapal ikan :


c. Kapal tunda.


Dengan catatan :
y Bila angka penunjuk tersebut ada diantara dua tabel yang berdekatan, maka
alat-alat perlengkapan tersebut ditentukan oleh harga yang terbesar.
y Untuk kapal-kapal dimana geladak lambung timbul adalah geladak kedua
maka untuk H dapat diambil tinggi sampai geladak kedua tersebut. Sedangkan
bangunan antara geladak tersebut dan geladak kekuatan dapat diperhitungkan
sebagai bangunan atas.
Dari angka Z didapat ukuran sebagai berikut:
1. Jumlah dan berat jangkar.
2. Panjang dan diameter rantai jagkar.
3. Panjang dan diameter tali penarik dan tali tambat.


II.6. Rantai jangkar
Yang dimaksud dengan tebal atau diameter rantai adalah tebalnya bahan
untuk membuat mata rantai biasa (original link). Mata rantai merupakan bagian dari
rantai jangkar yang berbentuk lonjong, mata rantai itu di tengah-tengahnya diberi
dam kecuali mata rantai yang berada pada ujung-ujung dari setiap panjang 15
fathoms sebelah kiri dan kanan dari segel. Dam-dam tersebut gunanya untuk menjaga
agar rantai tidak berputar. Mata rantai yang tidak memakai dam ukurannya lebih
besar dari mata rantai biasa.
Setiap segel jumlah mata rantainya selalu ganjil supaya sambungan segel
harus pada kedudukan rata pada waktu mata spil jangkar. Segel-segel biasa (normal
conecting shackle) yang menghubungkan setiap 15 fathoms panjang rantainya harus
dipasang dengan lengkung menghadap ke arah jangkarnya, agar supaya pada waktu
lego jangkar dapat licin dan tidak merusakkan mata spil jangkar.
Mata rantai merupakan bagian dari rantai jangkar yang berbentuk lonjong,
mata rantai tersebut ditengahnya diberi dam kecuali mata rantai yang berada pada
ujung dari segel. Fungsi dari dam tersebut ialah untuk menjaga agar rantai tidak
berputar. Mata rantai yang tidak memakai dam ukurannya lebih besar dibandingkan
dengan mata rantai biasa.

A. Swivel ( kili-kili )
Peranti / perangkat mata rantai yang memungkinkan jangkar berputar, tanpa
mengakibatkan rantai yang dipasang sebelum atau di belakang perangkat tersebut
terpuntir
B. Crab Link (Mata rantai kepiting)
Salah satu jenis mata rantai yang di pasang pada ujung rantai pengikat balok-
balok dan lain-lain. Tidak berbentuk lingkaran tetapi menyerupai kepiting guna
mempertahankan kondisi rantai agar tidak cepat aus, maka setiap kali dilakukan
pengedokan tahunan, maka posisi segel rantai di putar, sesuai urutan segelnya.
Sebagai missal segel 1 ditempatkan untuk mengikat batang jangkar, maka pada tahun
berikutnya, segel rantai 1 ditempatkan sebagai pengikat di lemari rantai jangkar,
sedang segel pengikat jangkar menggunakan segel ke-2 yang terletak di belakang
segel pertama. Demikian seterusnya, hingga semua segel dapat berotasi untuk dapat
mengikat batang jangkar.
C. Chain Stopper/cable Stopper
Chain Stopper menyerap gaya tarik yang terjadi di rantai jangkar dan
mendistribusikannya ke konstruksi lambung. Kemampuan cemat dari chain stopper
sekuangnya 80% dari kekuatan putus rantai jangkar. Lebih jauh lagi, tahanan gesek
yang ditimbulkan oleh pipa jangkar dapat menyerap gaya sebesar 20% dari kekuatan
putus rantai minimal dan windlass harus mampu dapat memberikan tahanan gaya
cemat sebesar 45% dari kekuatan putus tali minimal .




Gambar .2. Macam-macam penahan rantai
D. Pemeliharaan Rantai Jangkar
Bagian yang paling ujung yaitu sepanjang 15 fathoms yang pertama pada
umumnya kerusakannya kurang. Agar kerusakan-kerusakan rantai itu merata maka
pada waktu kapal di dok 15 fathoms yang pertama dilepaskan lalu dipasang pada
bagian yang belakang. Jadi kedudukan sekarang ialah 15 fathoms yang kedua
menjadi 15 fathoms yang pertama, 15 fathoms yang ketiga menjadi 15 fathoms yang
kedua dan seterusnya, sedangkan 15 fathoms yang pertama menjadi 15 fathoms yang
terakhir. Tiap kali naik dok hal ini dilakukan secara rotari seperti hal di atas. Jangan
sampai terjadi bahwa setiap kali naik dok rantainya hanya di balik saja yaitu segel
terakhir menjadi segel yang pertama dan begitu selanjutnya sehingga yang
mengalami kerusakan adalah segel-segel bagian ujung-ujungnya saja.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan, yaitu
penelitian yang yang dilaksanakan dengan menggunakan literature (kepustakaan).
III.2 Lokasi dan Objek Penelitian
a. Lokasi Penelitian
Lokasi dilaksanakan penelitian ini adalah di daerah kobisonta
b. Objek Penelitian
Yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah kapal Nusaina 01 1000 GT
III.3 Teknik Pengambilan Data
Teknik pengumpulan data merupakan masalah yg perlu di perhatikan dalam
setiap penelitian yaitu untuk memperoleh data yang lengkap , benar dan dapat
dipertanggung jawabkan . teknik pengumpulanh data yang di pergunakan ini
adalah :
- Data sekunder , yaitu sumber data yang di peroleh dari studi kepustakaan
dengan menggunakan buku dan hasil penelitian dari peneliti terdahulu yang
berkaitan langsung dengan permasalahan yang dibahas dalam penulisan ini.

III.4 Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan data penelitian ini adalah :
1. Variabel Bebas ialah variabel yang diperkirakan menjadi penyebab
munculnya atau berubahnya variabel terikat. Dalam penelitian ini variabel
bebas ialah berat jangkar dan ramp dor.
2. Variabel Terikat ialah variabel yang terjadi atau muncul atau berubah
karena mendapat pengaruh oleh variabel bebas. Atau variabel yang menjadi
akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Dalam penelitian ini
variabel terikat ialah daya windlass.