Anda di halaman 1dari 20

FIXED BED REACTOR

OLEH :
KELOMPOK 4
A. Sulaiman : H1D105010
Desi Nurandini : H1D105002
Dony H. Nugroho : H1D105031
Nurlatifatul Qomariyah : H1D105025
Yuliawati : H1D105035
Definisi
Fixed Bed Reactor katalitik dapat
didefinisikan sebagai suatu tube
silindrikal yang dapat diisi dengan
partikel-partikel katalis. Selama operasi,
gas atau liquid atau keduanya akan
melewati tube dan partikel-partikel
katalis, sehingga akan terjadi reaksi.
Teori Reaksi Katalitik Gas-Liquid :
A(g) + B(l) C
Reaktan A (gas) bereaksi dengan
reaktan B yang merupakan liquid non-
volatil dengan katalis padat.
Mekanisme Reaksi Tiga-Fase :
transfer massa komponen A dari bulk gas ke
antarmuka gas-liquid
transfer massa komponen A dari antarmuka gas-
liquid ke bulk liquid
transfer massa A dan B dari bulk liquid ke
permukaan katalis
difusi intra partikel spesies A dan B melalui pori-
pori katalis ke sisi aktif
adsorpsi kedua atau salah satu reaktan pada sisi
aktif katalis
reaksi permukaan yang meliputi salah satu atau
kedua spesies adsorbat
desorpsi produk berlawanan arah
Model Desain
Reaktor Fixed Bed Katalitik
I. Persamaan Neraca Massa (steady-state)
)
2 2
S A
A A A
r L A B
2
r L
A
2 2
Where
D , D : Ef f ective dif f usivity , (length) /time
(based upon total void plus nonvo
U C
C C C 1
D D R 0
r r z
r z
id area)
C : Concentration of component A,
+ +


+ o =




' ' ' '
S
A
B
mol/vol
U : Superf icial velocity , length/time
R : Global reaction rate, mol/(mass cataly st)(time)
: Density of bed of cataly st pellets, mass/vol o
II. Persamaan Neraca Energi (steady state)
)
)

2 2
r S g p
r L
g
p
L A B
2 2
Where
k , k : Effective thermal diffusivity,
energy/(time) (Length)(temperature)
: Flui
1 T T T T
k U C k R H 0
r r z
d density, mass/volume
C : Heat cap ci y,
r z
a t
+

+ o + o A =




' '
o

energy/(mass)(temperature)
Contoh perhitungan
2 2
o H p H


)

2 2
3
o o eq
2
i
2
1.0 gm/ cm
r 0.142
ss me 1. a are co sta t
2. lat velocity rofile
3. eglect
Z

V !
!
L
5
Y
o-H2
= 0.65
77K
400 psig
2
o-H e
Y = 0.4974
u = G/= 0.228 cm/sec
C
t
=4.4610
-3
g-mole/cm
3
= 0 , Y = 0.65
Hitung nilai untuk konversi 99% menuju kesetimbangan
Penyelesaian :
Let X = Y 0.4947
Xin = 0.1526
Xout = 0.001526
Reaktor terlalu pendek, berarti asumsi kurang tepat
) )
0.1526
0.001526
3 3
X
1.02 10 0.63 10 X
Z
0.63
l X Z
1.02
1.02
Z l 100 7.45cm 2.9i c es
0.63

v ! v
!
! ! }
Gambar 1 Fixed Bed Reactor tipe SPM-2300
Contoh Fixed Bed Reactor
Proses simulasi SPM-2300 Fixed Bed Reactor dapat digunakan
untuk mereaksikan 2 macam gas serta dapat berlangsung secara
eksotermik ataupun endotermik.
Reaktan A dan B diumpankan kepada masing-masing dari keempat
inlet fixed bed melalui suatu heater dimana suhu mereka dinaikkan
hingga mencapai suhu optimum reaksi. Suhu reaktan A
dipertahankan agar lebih rendah dari suhu reaktan B, sehingga
memungkinkan untuk inter-bed quenching, suatu teknik yang
digunakan untuk mengontrol temperatur dalam reaktor.
Bed reactor dirancang untuk mengubah (mengkonversi) seluruh
reaktan A menjadi produk. Rasio molar inlet dari reaktan B
terhadap reaktan A dipertahankan pada 10 banding 1, sejumlah
besar reaktan B harus diumpankan ke bed pertama dengan hanya
sedikit reaktan B yang diumpankan ke bed-bed berikutnya
Contoh-contoh fixed bed reactor
lainnya
AIR SPARGED FIXED-BED REACTOR
Contoh-contoh fixed bed reactor
lainnya
Fixed-bed
circulation reactor
Schematic depiction of the
fixed-bed circulation reactor.
Kelebihan
Fixed Bed Reactor
Dapat digunakan untuk mereaksikan
dua macam gas sekaligus
Kapasitas produksi cukup tinggi
Pemakaian tidak terbatas pada
kondisi reaksi tertentu (eksoterm atau
endoterm) sehingga pemakaian lebih
fleksibel
Kelebihan (lanjutan)
Aliran fluida mendekati plug flow, sehingga
dapat diperoleh hasil konversi yang tinggi
Pressure drop rendah
Oleh karena adanya hold-up yang tinggi,
maka menghasilkan pencampuran radial
yang lebih baik dan tidak ditemukan
pembentukan saluran (channeling)
Pemasokan katalis per unit volum reaktor
besar
Kelebihan (lanjutan)
Hold up liquid tinggi
Katalis benar-benar dibasahi
Kontrol temperature lebih baik
Transfer massa gas-liquid lebih tinggi
daripada reaktor trickle bed karena interaksi
gas-liquid lebih besar
Kekurangan
Fixed Bed Reactor
resistansi difusi intra partikel sangat besar
rate transfer massa dan transfer panas
rendah
pemindahan katalis sangat sulit dan
memerlukan shut down alat
konversi lebih rendah
ada kemungkinan terjadi reaksi samping
homogen pada liquid
pressure drop tinggi
Contoh-contoh industri dengan
reaktor katalitik dan multi-fase :
Untuk Reaktor Fixed Bed Katalitik :
oksidasi parsial dari O-xylene menjadi Ptalic
Anhidrid.
Hidrogenasi aromatik dan olefin
Dehidrogenasi etilbenzene menjadi stirene
Untuk Reaktor Fixed-bed upward bubble-flow
(multi fase):
proses Fischer-Tropsch
pencairan batu bara
Conclusion
1. Fixed bed reactor adalah reaktor yang
dalam prosesnya mempunyai prinsip
kerja pengontakan langsung antara
pereaktan dengan partikel-partikel
katalis.
2. Fixed bed reactor biasanya digunakan
untuk umpan (pereaktan) yang
mempunyai viskositas kecil.
Daftar Rujukan
http://www.engin.umich.edu/~CRE/01chap/html/reactors/bp.htm
Diakses tanggal 2 Desember 2007
http://www.fluent.com/about/news/newsletters/03v12i2_fall/s2.htm
Diakses tanggal 2 Desember 2007
http://www.igb.fraunhofer.de/WWW/presse/Jahr/1998/en/PI_Fixed-bed-
reactor.en.html
Diakses tanggal 2 Desember 2007
http://www.engin.umich.edu/~CRE/01chap/html/reactors/bp.htm
Diakses tanggal 2 Desember 2007
http://jamesadumesic.che.wisc.edu/facilitypics/pic2.jpg
Diakses tanggal 2 Desember 2007
THANKS
FOR
YOUR ATTENTION