Anda di halaman 1dari 1

Dengan sebongkah harapan yang masih tersisa, juga dengan setitik kegelisahan dan secoret kenangan saya mencoba

untuk merangkainya dalam kata kata yang membangun kalimat dan membentuk sebuah tulisah yang bertemakan curahan hati seseorang yang jatuh cinta dan mencintai tanpa alasan (mungkin). Dalam hidup, jatuh cinta dan mencintai adalah hal yang lumrah, begitupun bagi seorang aktivis. Bahkan dia memiliki banyak cinta yang dapat dibagi bagikan kepada semua aspek dalam kehidupan. Dengan cinta pada kekasihnya, dia rela untuk meluangkan sejenak waktunya untuk menanyakan kabar. Ketika dia memberikan cintanya kepada Tuhan, dia akan mencoba untuk menyampaikan walaupun hanya satu ayat atau hadist yang dia ketahui dengan konsekuensi akan dicibir dan disebut sok suci. Dengan cinta kepada masyarakat, dia akan rela untuk turun ke jalan, berpanas panassan dan berteriak layaknya orang yang disakiti, walaupun masyarakat yang dia bela hanya merasa bosan dan men-cap anarkis. Begitupun dengan sepenuh cinta dia akan memberikan segala yang dia punya, tanpa diminta. Hanya pengorbanan kecil dengan memperlambat membahagiakan orang tua yang ingin melihat anak pertamanya menjadi seorang sarjana. Menahan sedikit cemburu ketika melihat teman seangkatan bahkan adik tingkat yang sudah mencoba untuk