Laporan Kasus Ujian

RENCANA TINDAKAN ANESTESI
Pada Penderita Dengan Corpus Alienum Regio Femuralis Sinistra pro Eksplorasi&Evakuasi

Oleh Arif Kun Muhandis NIM. I1A003032

BAGIAN/SMF ANESTESIOLOGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNLAM – RSUD ULIN BANJARMASIN

2010 2 .Mei.

saat pasien merajut di rumah temannya. Jarum tersebut menancap ke paha sehingga tidak terlihat dari luar. 1. IDENTITAS Nama Jenis Kelamin Umur Suku Agama Status Perkawinan Alamat MRS Nomor RMK Informed Consent : An. pukul 16. 2. paha kiri pasien tertancap jarum jahit yang ditancapkan di sofa. 3 .00 Wita. Pasien kemudian dibawa ke IGD RSUD Ulin dan mendapatkan ATS dan direncanakan dilakukan operasi.28 Banjarmasin : 5 Mei 2010 : 87-76-87 : Ada dan sudah ditandatangani oleh penderita II. Keluhan Utama : Adanya jarum pada paha kiri Riwayat Penyakit Sekarang : + 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. ANAMNESIS Autoanamnesa dengan penderita pada hari Sabtu tanggal 8 Mei 2010.I. Santi Elisa : Perempuan : 14 tahun : Banjar : Islam : Belum Menikah : Simpang Pengambangan RT.

Riwayat Obat yang Digunakan : Pasien mengaku sebelumnya tidak pernah mengkonsumsi obatobatan lainnya dalam jangka waktu yang lama. Riwayat Operasi dan Anestesi : Pasien mengaku belum pernah menjalani operasi dengan general anestesi sebelumnya. 7. 6. kencing manis. tidak ada riwayat penyakit kencing manis. penyakit jantung. sesak napas/asma.3. Riwayat Kebiasaan : Pasien mengaku tidak mempunyai kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Riwayat Penyakit Keluarga : Pasien mengaku tidak ada mempunyai riwayat tekanan darah tinggi.. penyakit hati dan jantung. penyakit hati dan ginjal. 4 . Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien mengaku tidak ada riwayat penyakit tekanan darah tinggi. asma. serta tidak ada alergi terhadap makanan maupun obat tertentu. tidak ada riwayat penyakit dengan keluhan batuk lama. 5. batuk lama. 4.

oC : Cukup. Kepala/Leher : Bentuk normal : Palpebra tidak edema. Keadaan Umum : Tampak baik : Kompos mentis (GCS E4 V5 M6) : Baik Keadaan Sakit Kesadaran Keadaan psikis 2. tidak sianosis. 4. Turgor kulit cepat kembali. pupil isokor. dan tidak ikterik. PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan pada tanggal 8 Mei 2010 pukul 16. tidak ada cairan yang keluar dari telinga. tidak ada gangguan pendengaran Kepala Mata 5 . diameter pupil 3mm/3mm. Tanda Vital Tekanan darah Nadi Pernafasan Suhu Status Gizi 3. tidak anemis. Kulit : 110/80 mmHg : 90 kali/menit : 20 kali/menit : 36. sklera tidak ikterik. konjungtiva tidak anemis. alis dan bulu mata tidak mudah dicabut.15 Wita 1.III. kornea jernih. refleks cahaya +/+ Telinga : Bentuk normal. Berat badan 37 kg Tidak kering.

hepar dan lien tidak teraba. inspirasi dan ekspirasi tidak memanjang. tidak ada gigi palsu Leher : Tidak ada kaku kuduk. dispnea tidak ada. suara napas vesikuler. perdarahan gusi tidak ada. wheezing dan ronki tidak ada Jantung 6. tidak ada sekret. tidak ada pernapasan cuping hidung Mulut : Bibir dan mukosa tidak anemis. perkusi timpani. : BJ I dan II tunggal. tidak ada deviasi septum. retraksi tidak ada. Ekstremitas Ekstremitas atas: Kanan : Tidak ada kelainan Kiri : Tidak ada kelainan 6 . tidak ada pembesaran atau radang pada tonsil. tidak tampak massa. membesar KGB tidak 5. Paru : Bentuk dan pergerakan simetris. tidak teraba massa.Hidung : Bentuk normal. lidah tidak ada kelainan. vena kolateral tidak ada. tidak ada epistaksis. Thoraks Bentuk simetris. bising tidak ada Abdomen Perut membuncit simetris. tortikolis tidak ada. JVP tidak meningkat. bising usus positif normal 7. tidak ada trismus.

000/mm3 4.000/mm3 242. Kanan : Tidak ada kelainan Kiri : Terdapat luka bekas tusukan jarum.1 detik V.2 gr % 6. RENCANA TINDAKAN Pro Eksplorasi & Evakuasi dengan GA 7 .5 detik 37.nyeri (-) PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium Darah Hasil Pemeriksaan Hb Leukosit Trombosit Eritrosit Hematokrit PT APTT : : : : : : : 12.6 juta/uL 37 % 13. PROGNOSIS ASA I (pasien dalam keadaan sehat yang memerlukan operasi) VII.Ekstremitas bawah: IV. DIAGNOSIS Corpus Alienum Regio Femuralis Sinistra Pro Eksplorasi & Evakuasi dengan GA VI.

5 mg/kgBB = 2 mg x Obat-obat yang digunakan Premedikasi : Sulfas Atropin 0.25 mg Pethidin 0.37 mg iv (diberikan 1. a. 2.01 mg/kgBB = 0. Santi Elisa.5 cc) → ket : 1 cc = 0. umur 14 tahun. 1. IX.VIII. status fisik ASA I dan direncanakan Eksplorasi & Evakuasi dengan anestesi umum.01 x 37 8 . kg = 0. Perempuan. KESIMPULAN Penderita An.5 mg iv (diberikan 2 cc) → ket : 1 cc = 10 mg b. PERENCANAAN ANESTESI Persiapan Anestesi Persiapan Penderita: Penderita dipuasakan selama 6 jam sebelum operasi dilakukan. Persiapan Ahli Anestesi: Teknik anestesi yang digunakan adalah anestesi umum dengan menggunakan anestesi inhalasi nafas spontan melalui sungkup muka dengan sistem semi tertutup (semi close) memakai soda lime.5-1 mg/kgBB = 0. 37 kg Induksi : Propopol 2-2. Corpus Alienum Regio Femuralis Sinistra.5 x 37 kg = 18.

= 74 mg IV (diberikan 8 cc).5 cc bila terjadi bronkokontriksi c.5 cc bila terjadi bradikardia) f. Succinil Cholin: 1 mg/kgBB = 1 x 37 kg = 37 mg iv (diberikan 2 cc bila terjadi laringopasme) (1 cc = 20 mg) 3.25-0.4 mg iv (1 cc = 5 mg) diberikan per 1. Efedrin 0. Aminofillin 5 mg/kgBB x 37 kg = 185 mg iv (1 cc = 24 mg) diberikan kira-kira 7.Maintenance : Isoflurane : 2-4 vol% = 10 x 37 kg = 370 cc O2 (oksigen) : TV MV = RR x TV = 12 x 370 = 4440 cc (diberikan 4-5 liter/menit) N2O d.2 mg/kgBB x 37 kg = 7. Adrenalin 0.01 x 37 kg = 0.3 mg iv bila terjadi cardiac arrest e. ket: 1 cc = 10 mg c.37 mg iv (diberikan 1. Langkah dan Tindakan 9 .01 mg/kgBB = 0.5 cc bila terjadi penurunan tekanan darah > 30% b. Dexamethason 1 mg/kgBB x 37 kg = 37 mg iv bila terjadi reaksi anafilaksis d. Sulfas Atropin 0. Darurat a.

5). Identifikasi pasien meliputi pemeriksaan status dan pemakaian baju kamar operasi. kemudian mulai Dilakukan induksi dengan Propofol 74 mg iv yaitu 7. aminofilin. dipasang manset tensimeter. pemasangan infusion-line RL. dibaringkan di meja operasi. Posisi kepala ekstensi 10 . c. d. 7 . 3. spuit kosong.5 mg iv yaitu + 2 cc iv. tensimeter. Oksigen disiapkan 6 liter/menit. stetoskop). 4). Setelah penderita tertidur dan refleks bulu mata hilang. iv. dan efedrin. dan difiksasi. Persiapan penderita Penderita dipuasakan selama 6 jam sebelum operasi dilakukan b.37 mg iv yaitu 1. Guedel airway (2.5-8 cc monitoring keadaan pasien.7. yaitu Sulfas Atropin sebanyak 0.5. recofol (induksi). laringoskop. h. Pemberian premedikasi. i.5 cc iv dan pethidin 18.a. pemindahan pasien ke kamar operasi. mesin anestesi. pipa orofaring.Penderita dimasukkan ke kamar operasi. Pemeriksaan tanda vital pasien. lidocain spray. adrenalin. sungkup ditempatkan pada muka yang telah dihubungkan dengan sirkuit napas dan dialirkan gas anestesi dan oksigen. endotracheal tube (6. yaitu sulfas atropin (premedikasi). g. e.Persiapan obat-obatan anestesi. f. Persiapan peralatan anestesi (konektor. pethidin (analgetik). suksinil kholin (obat-obatan emergency). deksamethason.

j. Isofluran dikurangi sampai dosis maintenance (0. Selama operasi berlangsung dilakukan monitoring sistem kardiovaskuler (TD. cairan dan jumlah perdarahan 4. kuku). Terapi Cairan Cairan yang diberikan adalah Ringer Laktat 11 . Isofluran yang dialirkan dinaikkan dari 2 vol% dan sedikit demi sedikit (setelah 5-10 kali tarikan napas) dinaikkan sampai 4 vol % tergantung reaksi penderita (ditambah 0. tergantung atas reaksi pasien terhadap rangsang tindakan operasi. nadi. warna bibir. jalan nafas. Pasang pipa orofaring (Guedel airway) bila stadium anestesi sudah cukup dalam dan rahang pasien sudah lemas (bila perlu).5% tiap kali penderita bernapas). nadi normal (tidak cepat) dan terhadap rangsangan operasi tidak berubah-ubah. k. Sedangkan tangan kanan memegang balon pernapasan dan alat anestesi untuk membantu pernapasan penderita (menekan balon saat pasien inspirasi). l. pernafasan.5-2%) dan dipertahankan selama operasi berlangsung. reaksi anafilaksis. m.dan dagu ditarik ke belakang dengan tangan kiri agar jalan napas bebas dan tidak ada kebocoran obat anestesi. Kedalaman anestesi dinilai dari tanda-tanda bola mata menetap.

nadi. penderita berpuasa selama 9 jam berarti mengalami defisit cairan 2 x 37 x 9 = 666 cc Jam I diberikan 0. kuku. jalan napas.25 x 600 cc= 166. Perawatan Pasca Bedah Transfusi darah diperlukan bila perdarahan lebih dari Pasien dikirim ke ruang pulih sadar yang tersedia oksigen suction. 12 .5 cc Jam III diberikan 0. produksi urine. kesadaran. suhu tubuh. Observasi tekanan darah. dan alat resusitasi. dan luka operasi sampai penderita sadar.5 cc Kebutuhan cairan selama operasi Operasi Ringan : 4 cc/kgBB/jam x 37 kg = 148 cc/jam Maintenance : 2 cc/kgBB x 37 kg = 74 cc/jam Jadi kebutuhan cairan selama 1 jam operasi = 148 cc + 74 cc =222 cc 15% EBV 15 % x 70 cc/kgBB x 37 kg = 388.9% 2-4 kali volume darah yang hilang. Oksigen diberikan 2-4 liter/menit dengan sungkup muka sampai penderita sadar.5 cc.- Cairan pemeliharaan pada pasien ini adalah 2 cc/kgBB.25 x 600 cc= 166. Jika perdarahan kurang dari 15% EBV dapat diberikan cairan pengganti perdarahan selama operasi seperti cairan kristaloid seperti Ringer Laktat atau NaCl 0. warna kulit.5 x 666 cc = 333 cc Jam II diberikan 0. dan bibir. 5.

13 . henti nafas dan lain-lain).Jika jumlah score Aldrette > 8. hipersalivasi. menangis depresi perlu bantuan - Warna kulit : merah muda pucat sianosis - Tekanan darah : berubah sekitar 20% berubah 20-30% berubah > 30% - Kesadaran : sadar penuh bereaksi terhadap rangsangan tidak bereaksi Kemudian dilakukan kunjungan kemungkinan adanya komplikasi pembiusan (mual muntah. Aldrette score : - Pergerakan : gerak bertujuan gerak tak bertujuan tidak bergerak 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 2 1 0 pasca bedah untuk evaluasi - Pernapasan : teratur. aspirasi. batuk. penderita dapat dipindahkan ke ruangan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful