Anda di halaman 1dari 7

Statistika Non Parametrika

5.

UJI KORELASI RANK SPEARMAN Misalkan pasangan data hasil pengamatan ( X 1 , Y1 ) , ( X 2 , Y2 ) , ..., ( X N , YN ) disusun menurut urutan besar nilainya dalam tiap variabel. Nilai X i diranking sendiri, kemudian nilai Yi juga diranking terhadap sesama Y. Nilai terbesar diberi ranking 1. Kemudian bentuk selisih atau beda ranking X i dan ranking Yi yang merupakan data berpasangan. Beri notasi bi untuk nilai beda. Koefisien korelasi Spearman dihitung dengan rumus:

rSpearman = 1

n(n 2 1)

6 bi 2

Nilai korelasi ini mempunyai range dari -1 sampai 1.

Contoh Soal 1: Berikut ini hasil penilaian dua orang juri terhadap delapan peserta perlombaan. Jika dilihat berdasarkan peringkat maka juri I memberi peringkat I untuk E, peringkat 2 untuk B dan seterusnya. Juri II memberi peringkat 1 untuk G, peringkat 2 untuk E dan seterusnya. Peserta A B C D E F G H Jumlah Juri I 70 85 65 50 90 80 75 60 Juri II 80 75 55 60 85 70 90 65 Peringkat Juri I 5 2 6 8 1 3 4 7 Peringkat Juri II 3 4 8 7 2 5 1 6 Beda (bi) 2 -2 -2 1 -1 -2 3 1

bi2
4 4 4 1 1 4 9 1 28

Dari rumus korelasi Spearman diperoleh

rSpearman = 1

n(n 1)
2

6 bi 2

= 1

6(28) = 0, 6667 8(64 1)

Pengujian Signifikansi Korelasi Spearman Uji hipotesis: A. Ho : tidak terdapat korelasi antara dua peubah H1: terdapat korelasi positif antara dua peubah B. Ho : tidak terdapat korelasi antara dua peubah H1: terdapat korelasi negatif antara dua peubah

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

Statistika Non Parametrika

Kaidah pengambilan keputusan: tolak Ho jika nilai absolut dari r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel. Apabila terjadi angka sama pada variabel yang sama, maka masing-masing mendapatkan rata-rata ranking dari angka-angka yang sama. Jika proporsi angka sama tidak besar, akibatnya terhadap nilai korelasi dapat diabaikan, tetapi jika proporsinya relatif besar maka diberikan faktor koreksi sebagai berikut

rSpearman
dimana

x + y b = 2 x y
2 2 2 2

x2 = y2 =
T=

N3 N Tx 12 N3 N Ty 12

t3 t , t = banyak observasi yang berangka sama pada suatu ranking tertentu 12

Contoh Soal 2: (Contoh dengan Angka Sama) Berikut ini hasil pengukuran skor perjuangan status sosial dan jumlah menyerah pada tekanan kelompok.
Mahasiswa A B C D E F G H I J K L Jumlah Menyerah 0 0 1 1 3 4 5 6 7 8 8 12 Perjuangan Status Sosial 42 46 39 37 65 88 86 56 62 92 54 81 Rank Perjuangan Jumlah Status Menyerah Sosial 1.5 3 1.5 4 3.5 2 3.5 1 5 8 6 11 7 10 8 6 9 7 10.5 12 10.5 5 12 9

bi
-1.5 -2.5 1.5 2.5 -3 -5 -3 2 2 -1.5 -5.5 3

bi 2
2,25 6,25 2,25 6,25 9 25 9 4 4 2,25 30,25 9 109,5

Terdapat tiga himpunan observasi berangka sama pada variabel X, dimana t = 2 untuk setiap himpunan, maka

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

10

Statistika Non Parametrika

x2 =

N3 N Tx 12 = (12) 2 12 23 2 23 2 23 2 ( + + ) = 143 1,5 = 141,5 12 12 12 12

Sedang untuk Y, karena tidak ada angka sama, maka

y2 =

N3 N Ty 12 123 12 = 0 = 143 12

Sehingga

rSpearman

x + y b = 2 x y
2 2 2 2

141.5 + 143 109.5 = 0.616 2(141.5)(143)

Latihan Soal:

1. Hitung korelasi spearman antara dua peubah berikut kemudian uji apakah nilai
korelasi tersebut signifikan atau tidak!
Xi 96 82 63 57 82 90 90 74 87 90 Yi 150 95 75 75 110 100 140 83 100 92

2. Sepuluh pasang suami istri telah menilai perlombaan memasak. Dalam bentuk
peringkat, hasilnya adalah sebagai berikut. Apakah nampak ketidakterkaitan penilaian antara suami dan istri?
Penilaian suami 5 8 10 6 9 3 4 7 2 1 Penilaian istri 8 5 10 1 7 4 6 9 2 3

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

11

Statistika Non Parametrika

6.

UJI KORELASI RANK KENDALL Hipotesis-hipotesis: A. Dua sisi: Ho : X dan Y saling bebas H1 : 0 B. Satu sisi Ho : X dan Y saling bebas H1 : > 0 C. Satu sisi Ho : X dan Y saling bebas H1 : < 0 Langkah-langkah menghitung Statistik Uji:

1. Susun pasangan-pasangan ( X i , Yi ) dalam sebuah kolom menurut besarnya nilainilai Xi dari nilai X yang paling kecil. Disini kita mengatakan bahwa nilai-nilai X berada dalam urutan yang wajar. 2. Bandingkan setiap nilai Y satu demi satu, dengan setiap nilai Y yang ada di sebelah bawahnya. Suatu pasangan nilai-nilai Y (yang dibandingkan dan yang di bawahnya) berada dalam urutan wajar bila Y yang di bawah lebih besar dari Y yang di atasnya. Sedangkan untuk hal yang sebaliknya, suatu pasangan nilai-nilai Y dikatakan dalam urutan terbalik. 3. Tetapkan P sebagai banyaknya pasangan berurutan wajar dan Q banyaknya pasangan berurutan terbalik. 4. Tentukan S = P-Q. 5. Hitung nilai korelasi rank Kendall sebagai berikut

S 1 N ( N 1) 2

Kaidah pengambilan keputusan: Lihat Tabel A.20.

A. Tolak Ho pada taraf signifikansi jika abs( hitung) lebih besar atau sama dengan nilai tabel untuk N dan /2 yang bersesuaian. B. Tolak Ho pada taraf signifikansi jika hitung lebih besar atau sama dengan nilai tabel untuk N dan yang bersesuaian.

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

12

Statistika Non Parametrika

C. Tolak Ho pada taraf signifikansi jika hitung lebih kecil daripada negatif nilai tabel untuk N dan yang bersesuaian.
Contoh Soal: Hitung koefisien korelasi Kendall untuk skor benchmark achievement dan management rating berikut.
Kawasan penjualan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Benchmark Achievement (X) 2 9 7 23 5 17 16 25 4 10 20 15 8 11 1 21 14 3 13 18 22 19 24 6 12 Management rating (Y) 4 2 20 17 5 7 6 24 3 21 18 9 8 10 1 14 15 11 13 19 25 16 23 22 12 Peringkatperingkat (X,Y) (1,1) (2,4) (3,11) (4,3) (5,5) (6,22) (7,20) (8,8) (9,2) (10,21) (11,10) (12,12) (13,13) (14,15) (15,9) (16,6) (17,7) (18,19) (19,16) (20,18) (21,14) (22,25) (23,17) (24,23) (25,24) Pasangapasangan Y dalam urutan maju 24 21 14 20 19 3 4 14 16 3 11 10 9 7 8 9 8 3 5 3 4 0 2 1 0 P = 218 Pasangapasangan Y dalam urutan mundur 0 2 8 1 1 16 14 3 0 12 3 3 3 4 2 0 0 4 1 2 0 3 0 0 0 Q = 82

Dari tabel, diperoleh S = P Q = 218 82 = 136 sehingga diperoleh

136 = 0.45 ( 12 )25(25 1)

Kaidah pengambilan keputusan: Karena nilai hitung > nilai tabel (0.367) maka tolah Ho untuk N = 25 dan alpha 0.005.

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

13

Statistika Non Parametrika

Jika terdapat nilai sama maka ikuti prosedur berikut: 1. Susunlah hasil-hasil pengamatan dalam urutan yang wajar (meningkat) menurut besarnya nilai-nilai X. 2. Untuk pasangan-pasangan dengan harga X yang sama, nilai-nilai Y disusun secara meningkat. 3. Hitung banyaknya pasangan Y yang berurutan wajar dan banyaknya pasangan Y yang berurutan terbalik seperti yang dijelaskan sebelumnya, tetapi jangan membandingkan nilai-nilai Y yang pasangan nilai X-nya sama. Dan jika angka sama sangat banyak, gunakan faktor koreksi untuk menghitung koefisien korelasi rank Kendall sebagai berikut:

=
dimana

S
1 2

N ( N 1) Tx

N ( N 1) Ty

Tx = Ty =

1 tx (tx 1) 2 1 t y (t y 1) 2

tx = banyaknya nilai X yang sama untuk suatu peringkat ty = banyaknya nilai Y yang sama untuk suatu peringkat Contoh Soal untuk kasus terdapat angka sama: Uji apakah peningkatan kemampuan membaca dan IQ saling bebas!
Klien 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Peningkatan (X) 0.6 0.2 1.6 0.5 0.9 0.5 0.8 0.8 0.8 0.4 1.8 0.1 0.9 0.2 1.6 1.6 0 1.6 0.2 0.3 IQ (Y) 86 107 102 104 104 89 109 109 101 96 113 85 100 94 104 104 98 115 109 94 X terurut Y Pasanganpasangan Y dalam urutan maju Pasanganpasangan Y dalam urutan mundur

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

14

Statistika Non Parametrika

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

0 1 1.3 0.6 0.6 0.5 1.7 1.6 2.2 1.5

112 96 113 110 97 107 113 109 98 106 P = 250 Q = 144

Statistik uji:

Tx =
dan

2(1) + 3(2) + 3(2) + 3(2) + 3(2) + 2(1) + 5(4) = 24 2 2(1) + 2(1) + 2(1) + 4(3) + 2(1) + 4(3) + 3(2) = 19 2 250 144 = 0.26 [ 2 (30)(29)] 24 [ 1 2 (30)(29)] 19
1

Ty =

sehingga diperoleh

Kaidah pengambilan keputusan: Karena nilai tau-kendall hitung lebih besar dari nilai tabel (0.218) untuk n = 30 maka Ho ditolak pada alpha 0.1 (uji dua sisi).

Statistika

Industri
halaman

II

STTAL

15

Anda mungkin juga menyukai