BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. Gatot Subroto No. 31 Telp. 5704395 Fax.

(021) 5720909 Jakarta Pusat 10210

Jakarta, Nomor : /S/V-XIII.1/ /2006 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Hasil Pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan
pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta.

Februari 2006

Kepada Yth. Kepala LAPAN Di Jakarta

Berdasarkan Undang-undang No.5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) BPK-RI Tahun 1995. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu, Sistem Pengendalian Intern (SPI) proyek, baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pengamanan atas kekayaan telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian. Lingkup pemeriksaan dilakukan terhadap tiga entitas, dengan penekanan pada kegiatan utama proyek, yaitu pengurusan dan pertanggungjawaban keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, pengendalian intern atas pelaksanaan kegiatan proyek antara lain kebijakan, perencanaan, pencatatan dan pelaporan atas seluruh kegiatan proyek, yaitu: 1. Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh (JASPRO) Cakupan pemeriksaan TA 2003 sebesar Rp2.872,04 juta atau 98,43% dari realisasi anggaran sebesar Rp2.917,81 juta atau 99,43%, 2. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp30.895,47 juta atau 97,95% dari realisasi anggaran sebesar Rp31.539,86 juta atau 97,49%, 3. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713,25juta atau 85,97% dari realisasi anggaran sebesar Rp12.461,85 juta atau 99,84%,

Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, BPK-RI berpendapat bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kelemahan, antara lain sebagai berikut :
1. Proyek JASPRO a. Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp68.508.000,00 c. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.890.000,00 2. Proyek BANGTELINFO a. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan b. Penetapan pelaksana pengadaan komponen dan subsistem satelit mikro dilakukan dengan penunjukan langsung dan berita acara serah terima pekerjaan bersifat formalitas c. Panitia pengadaan barang dan jasa Proyek BANGTELINFO dalam menyusun HPS/OE tidak berdasarkan analisa harga yang dikalkulasikan secara keahlian d. Terdapat pemecahan kontrak dalam pengadaan bahan-bahan untuk keperluan penelitian.

Denda senilai Rp113.135.000,00 atas keterlambatan penyelesaian pengadaan peralatan ground station belum dipungut f. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman g. Penetapan pelaksana dilakukan dengan penunjukan langsung dan terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan fasilitas pendukung ground station senilai Rp28.857.645,00 h. Terdapat kelebihan perhitungan biaya operasional pada pengadaan peralatan ground station senilai Rp162.823.670,00 3. Proyek BINPAS SDI GAN a. Panitia pengadaan pekerjaan pemagaran, peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta senilai Rp5.650.000.000,00 bekerja tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku b. Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess lapandi Yogyakarta bekerja tidak efektif dan berita acara penyerahan barang dibuat tidak sesuai dengan prestasi pekerjaan c. Pengaspalan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dilaksanakan sebelum tersedianya anggaran dan sebelum surat perjanjian/kontrak d. Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta sebesar Rp16.950.000,00 belum dikenakan e. Denda keterlambatan konsultan pengawas senilai Rp6.250.000,00 atas pekerjaan konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta belum dipungut f. Denda keterlambatan senilai Rp11.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor belum dipungut g. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.301.391,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor h. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.248.207.207,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta i. Terdapat kemahalan harga atas pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah dan sidang penyusunan kajian potensi komersial hasil-hasil litbang senilai Rp7.375.000,00 j. Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat maksimal senilai Rp84.100.000,00 k. Terdapat ketidakhematan senilai Rp4.600.000,00 pada pelaksanaan Diklat Analisis Jabatan l. Konsultan pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Kondisi tersebut terjadi antara lain karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif, khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana, pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diatasi, denda keterlambatan yang belum dipungut segera dipungut dan disetorkan ke kas negara, kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera dipertanggungjawabkan dengan menyetorkan kembali ke kas negara, pemimpin proyek, panitia pengadaan, panitia penerima dan pemeriksa barang serta pengawas lapangan yang lalai melaksanakan tugas diperingatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dalam pengelolaan anggaran agar senantiasa memperhatikan aspek kehematan, efisiensi dan efektifitas. Untuk jelasnya Saudara dipersilahkan menelaah hasil pemeriksaan lengkap terlampir dan selanjutnya BPKRI mengharapkan jawaban Saudara atas penyelesaian masalah-masalah tersebut dalam waktu 60 hari sejak diterimanya hasil pemeriksaan ini. Atas perhatian serta kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

e.

Anggota/Pembina Auditorat Utama Keuangan Negara III, Hasan Bisri

Tembusan : 1. Yth. Sekretaris Utama LAPAN; 2. Yth. Inspektur LAPAN; 3. Pertinggal.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA
HASIL PEMERIKSAAN ATAS PENGELOLAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA TA 2005

Semester II

RESUME HASIL PEMERIKSAAN

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan Pemeriksaan atas Pengelolaan Anggaran Belanja Pembangunan Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Tahun Anggaran 2003, Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dan Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004. Pemeriksaan bertujuan untuk menilai apakah Sistem Pengendalian Intern (SPI) entitas yang diaudit terhadap laporan keuangan dan pengamanan atas kekayaannya telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian, informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dan entitas yang diaudit dalam melaksanakan kegiatannya telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu serta memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. Sasaran pemeriksaan diarahkan pada SPI atas pelaksanaan kegiatan proyek, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan serta prosedur pengadaan barang dan jasa, serta pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa. Nilai Anggaran Proyek Tahun Anggaran 2003 dan 2004 sebesar Rp47.766.902.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp46.919.518.870,00 atau 98,23% dan telah diperiksa (cakupan pemeriksaan) sebesar Rp43.094.248.770,00 atau 91,85% dari realisasi anggaran dengan nilai temuan sebesar Rp2.952.073.713,00 atau 6,85% dari realisasi anggaran yang diperiksa. Nilai anggaran tersebut terdiri dari anggaran Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 sebesar Rp2.934.398.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp2.917.809.065,00 (99,43%)

dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp2.872.035.065,00 (98,43%) dan nilai temuan sebesar Rp136.629.800,00 atau 4,76%; anggaran Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 sebesar Rp20.898.610.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp20.876.449.900,00 (99,89%) dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp20.288.810.000,00 (97,19%) dengan nilai temuan sebesar Rp552.160.315,00 atau 2,72% sedangkan anggaran Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp11.452.200,00 telah direalisasikan sebesar Rp10.663.407.705,00 dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp9.220.157.705,00 (86,47%) dengan temuan ketaatan dan ketertiban (tanpa nilai); dan anggaran Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan adalah sebesar Rp12.481.694.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp12.461.852.200,00 (99,84%) dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713.246.000,00 (85,97) dan nilai temuan sebesar Rp2.249.058.598,00 atau 20,99% dari nilai anggaran yang diperiksa. Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, berdasarkan pemeriksaan seperti tersebut pada pokok surat ini, Tim berpendapat masih terdapat penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan sebanyak 7 temuan senilai Rp2.782.600.713,00, penyimpangan yang mengganggu azas kehematan sebanyak 3 temuan senilai Rp155.248.000,00 dan penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan sebanyak 2 temuan (tanpa nilai). Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diuraikan berdasarkan kelompok temuan pemeriksaan pada masing-masing proyek sebagai berikut : Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai Rp65.481.800,00 terjadi pada: a. Proyek JASPRO : Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Proyek BANGTELINFO : Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan 2. Denda yang belum dipungut senilai Rp147.585.000,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp113.135.000,00 : Denda keterlambatan senilai Rp113.135.000,00 atas penyelesaian pengadaan peralatan Ground Station. b. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp34.450.000,00 : 1) Denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp16.950.000,00 dan denda keterlambatan konsultan pengawas sebesar Rp6.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta; 2) Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor senilai Rp11.250.000,00. 3. Kelebihan pembayaran senilai Rp2.569.533.913,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp439.025.315,00 : 1) Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.857.645,00 dan kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.823.670,00 atas pekerjaan dan pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung Ground Station. 2) Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman

Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Kemahalan harga/ketidakhematan senilai Rp157.000.00.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor.258. Proyek JASPRO senilai Rp71.000. khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana.000. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta serta konsultan pengawas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor tidak efektif.248.391. b.00 2) Kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah berita Inderaja sebesar Rp4. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp2.207.937.890. Berkenaan dengan hal tersebut di atas. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diperbaiki.100. Kepala Auditorat III.00 : 1) Kelebihan pembayaran senilai Rp1.000.000.207.508.848. Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) Proyek BINPAS SDI GAN : Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.301. pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja.498. SH. A Gunawan Sidauruk. Kelemahan dan atau penyimpangan sebesar Rp2.000. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN. Dalam pengelolaan anggaran senantiasa memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas.00 : Ketidakhematan dalam pelaksanaan kegiatan rapat-rapat senilai Rp84.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.00.00 terjadi pada a.148. MH NIP.b. 2) Kelebihan pembayaran senilai Rp882. denda keterlambatan yang belum dipungut dan kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera ditarik untuk disetorkan ke Kas Negara.598. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp84.713. Selanjutnya kepada para pelaksana dan penanggungjawab kegiatan yang lalai dalam melaksanakan tugasnya diperingatkan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.00 : 1) Kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh sebesar Rp66. April 2006 Plt.100. di Pameungpeuk.130. 240001993 . Jakarta.00 tersebut pada dasarnya terjadi karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif.

Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna sesuai SPK No.740. Temuan Pemeriksaan Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 1.240.240. Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis.000. Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp 65. kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna ternyata tidak pernah dilaksanakan dan pengadaan bahan serta uang sewa rapat yang telah dibayarkan melalui anggaran proyek seluruhnya dibuat dengan tidak benar. yakni: 1.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 04 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 03 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.579724X/088/188 tanggal 09 Desember 2003 sebesar Rp22. Workshop ADEOS/ALOS yang diselenggarakan oleh NASDA (NATIONAL SPACE DEVELOPMENT AGENCY OF JAPAN) yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11 Pebruari 2003 sesuai Surat Perintah Kerja dari Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh No.00.00 b.900. 2. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.900. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis sesuai dengan SPK No.5961 sebesar Rp10.16) Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh (JASPRO) pada Tahun Anggaran (TA) 2003 telah merealisasikan anggaran untuk keperluan : 1.581871X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 sebesar Rp22. dengan rincian sbb: a.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.00.675.00.578060 X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 01.B. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp32.800.500. .00 dengan rincian sbb: a.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.900.00 (02. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp 32.5961 sebesar Rp10.000.00 b. Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Proyek dana untuk kegiatan tersebut di atas telah dialihkan untuk penyelenggaraan kegiatan yang tidak diprogramkan dalam Tahun Anggaran 2003.900.779.578060X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 3325. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.481.7101.SPK/07/14A/ll/2003 tanggal 3 Pebruari 2003 kepada Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh dengan jumlah biaya sebesar Rp35.740.500. Hasil pemeriksaan atas dokumen pendukung kegiatan tersebut diketahui bahwa. karena ada penawaran dari NASDA Workshop ADEOS/ALOS dan undangan dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.00.

900.800.1.00 + Rp 32. Atas permasalahan tersebut. 2. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp66. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengeluaran anggaran untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna adalah tidak benar adanya (fiktif) dan pengalihan anggaran dilakukan tanpa seijin Ditjen Anggaran.021. Pemimpin Proyek JASPRO menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memang tidak tercantum dalam perencanaan anggaran. komputer supllies yang dilaksanakan oleh beberapa rekanan berdasarkan Surat Pesanan Barang (SPB) yang seluruhnya seharga Rp883. Hal tersebut mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan yang telah direncanakan dalam Petunjuk Operasonal proyek sebagai akibat pengeluaran anggaran yang tidak direncanakan semula sebesar Rp65.00.00.000.01) Proyek JASPRO pada TA. namun berdasarkan hasil rapat struktural.800. Barang-barang tersebut antara lain berupa komputer (server).740.258.481. 2003 telah mengadakan barang/peralatan yang digunakan untuk menunjang pelayanan dan produksi penginderaan jauh. Expose Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh LANDSAT dan SPOT untuk Pengelolaan DAS di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam oleh LAPAN Jakarta yang dilaksanakan di BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 30 Desember 2003 sesuai undangan BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tanggal 27 Desember 2003 dengan jumlah biaya Rp36. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis Deputi Penginderaan Jauh sebagai pengendali dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh sebagai Pembina Harian dan Pengawas proyek serta Pemimpin Proyek untuk mentaati ketentuan yang berlaku. Jumlah pengeluaran untuk kedua kegiatan tersebut di atas adalah sebesar Rp71.096.2. (Rp32.00 (03.00). Hal tersebut disebabkan Pemimpin Proyek dan Atasan langsung Pimpro Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak mentaati ketentuan yang berlaku.Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 2.000.900.00 dengan rincian sebagai berikut : .876. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 10 ayat (3) menyatakan pimpinan dan atau pejabat departemen/lembaga /pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja negara untuk tujuan lain dari yang ditetapkan dalam anggaran belanja negara.475. dengan demikian biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan anggaran yang direalisasikan sesuai SPM.740. kegiatan tersebut dipandang sifatnya mendadak dan memiliki nilai strategis yang tinggi serta inti dan esensi kegiatan sama dengan yang direncanakan dan tidak terjadi pergeseran dari tujuan dan sasaran kegiatan yang telah ditentukan.00.

900.875.00 4. LPN/SPB/04/Yansa/V/2003 tanggal 26 Mei 2003 senilai Rp781.000.000.000.44 MB 3. 6.00 dengan rincian antara lain : No.00 13.800.000.875. 10.000.00 244.00 114.900.000.000.000.000. 3.00 6. Jumlah Barang DLT Cleaner 12 buah CD-Rom 650 MB 88 box Diskette HD 1. CV.000.00 6.000.00 6.00 Total Harga (Rp) 696.00 570.00 39.000.00 39.00 dengan rincian antara lain : No.000.000.000.00 14.700.000.545.00 3.000.00 17.825.00 39.950.00 280. 2.000. 2.000.7 GB 24 buah Toner Printer Laser Jet 6L 2 buah Jumlah Nama/Jenis Barang Harga Satuan (Rp) 748. 1.000.00 43.44 MB 3.000.000. Nama/Jenis Barang CD-Rom 650 MB Kertas Fotocopy A4 80 gram Kertas Fotocopy Folio 80 gram Diskette HD 1.000.000.475. 6.00 dengan rincian : .300.850.00 725. Hamparan Rizki Abadi sesuai SPB No.900.00 10.00 28.000. 7.000.000.000.00 425.000. 12.000. 7.300. 8.00 3. 5.00 Total Harga (Rp) 49. LPN/SPB/07/Yansa/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 senilai Rp33.00 dengan rincian : No.00 725.000.000.330.000.976.000.000.000.896.825.000.00 3.00 1.000.300.000.000.000.000. 3.1.00 15.00 1.00 1. 1 2.000.00 10.00 175.408. Citra Komunika Aplikanusa sesuai SPB No.000.00 1.000.00 28. 8. 3. 4.000.170.425.000.00 50.00 59.000.00 2.00 2. LPN/SPB/01/Yansa/IV/2003 tanggal 15 April 2003 senilai Rp42.000.00 4.00 59. 7.000. 4.00 30.330.00 100.000.00 275.000.650.916.000.916.400.00 229.5” 33 box Hard Disk 80 GB 2 buah Kertas Fotocopy A4 80 gram 86 rim Kertas Fotocopy Folio 80 gram 20 rim DVD Media 4.400.00 2. Nama/Jenis Barang Server computer (Modis) Server computer (Landsat 7) Server Computer (Browse Modis) Network Disk Storage System Up to 1 Terra Byte Capasity Software Komputer Server Extron Net 9400 Sistem operasi dan software Komputer workstation GIGABIT HUB ETHERNET CARD Kabel UTP Kategori 5 Konektor Jaringan GPS GARMIN III PLUS Peripheral GPS & Software Printer Plotter HP Desigjet 100 Jumlah Jml Brg 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 set 1 unit 4 unit 2 bh 4 bh 1 rool 1 box 2 unit 1 set 1 unit Harga Satuan (Rp) 49.000.000.695.230.000.00 280.00 24. Data Kencana sesuai SPB No. Palaris sesuai SPB No.00 650. 1. PT.00 2. 11. 7.00 375. 6. 14.5” Toner Printer HP Laserjet 4 V Harddisk (40 GB Tinta Cartridge HP DJ 670 Black (29A) Tinta Cartridge HP DJ 670 Color (49A) Jumlah Jml Brg 4 box 10 rim 19 rim 2 box 6 buah 2 buah 6 buah 12 buah Harga Satuan (Rp) 174.000.00 13.00 59. 5. 13.00 5.000.00 244.900. 4. LPN/SPB/06/Yansa/VI/2003 tgl 30 Juni 2003 sebesar Rp24.000.00 Total Harga (Rp) 8.000.900.900.00 50.00 17.00 10.00 250.000.00 30. CV. CV.000.400.650.700.000.000.875.000.000.500.448.230.00 1. 15. 5.00 600.000. 9.000.000.000.000.00 781.900.00 39.875.00 280.000.925.00 5.

545.00 33.108.00 (Rp275. Data Kencana.400.545. Selain itu panitia pengadaan barang/jasa juga telah melaksanakan pemilihan langsung untuk pekerjaan yang nilainya dibawah Rp50.115097X/088/118 tanggal 27 Juni 2003 sebesar Rp781.000.00.330. Citra Komunika Aplikanusa. Untuk pengadaan tersebut panitia pengadaan barang/jasa telah menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan pagu anggaran yang ada namun tidak didukung dengan hasil survei pasar. 1 2 3 Nama/Jenis Barang CD Color Printer Komputer pengolah data Printer HP Laserjet 1000 Jumlah Jumlah Barang 1 unit 1 unit 1 unit Harga Satuan (Rp) 18. LPN/BAPB/04/Yansa/2003 tanggal 20 Juni 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.LPN/BAST/05/Yansa/VII/2003 tanggal 7 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.046107X/088/118 tanggal 30 April sebesar Rp43. CV.695. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 12 ayat (1) huruf a.000.000.00 12. CV.00 yang dibandingkan dengan harga pasar diketahui senilai Rp209. No. sedangkan untuk pengadaan senilai Rp781. CV. Hamparan Rizki Abadi.258.230. LPN/BAST/01/Yansa/IV/2003 tanggal 24 April .00 2.000.000.000. PT.108.00 Total Harga (Rp) 18. Apabila harga pasar tersebut dibandingkan juga dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harga pasar tersebut masih lebih rendah.000.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 23 dan 24 Nopember 2005 diketahui.695. bahwa fisik barang-barang yang dibeli tersebut lengkap dan dicatat sebagai barang inventaris dan berfungsi dengan baik.000.00.400. No.366. 3.366.916. 2.000.000.00 oleh PT Citra Komunika Aplikanusa dilakukan melalui proses pelelangan.450. Konfirmasi harga pada tanggal 15 dan 16 Desember 2005 pada beberapa toko komputer pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta yang dilakukan secara uji petik terhadap 15 jenis barang senilai Rp275. sedangkan barang yang habis pakai telah seluruhnya digunakan untuk menunjang kegiatan unit pengguna.00).00. LPN/BAST/07/Yansa/VII/2003 tanggal 18 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.000.117226X/088/118 tanggal 11 Juli 2003 sebesar Rp24.000.330. 198445X/088/118 tanggal 23 Juli 2003 sebesar Rp33.00 – Rp209.2003 dan telah dibayar dengan SPM No. 4.000. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan tentang pengadaan barang/jasa dilingkungan pemerintah.00 dengan membandingkan harga dari tiga rekanan/lebih dan diambil harga yang terendah. No.(Lihat Lampiran A).00 sehingga harga pasar lebih rendah sebesar Rp66.450.No.00 12.00 Hasil pengadaan barang tersebut telah diterima proyek sesuai Berita Acara Serah Terima Pengadaan Barang sebagai berikut : 1. antara lain menyatakan bahwa .000. No.000. Dalam analisa harga pasar telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan keuntungan rekanan.00 2.000.000.000. Palaris.00.

00 atau 31.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30. Pengawasan yang dilakukan oleh atasan Pemimpin Proyek masih lemah.495. HPS yang dibuat oleh Proyek tidak didukung data hasil survei pasar.01) Proyek JASPRO pada TA 2003 telah melakukan pengadaan/pencetakan Majalah Berita Inderaja. Peminpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Pemimpin dalam Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat melaksanakan pembayaran kepada pihak ketiga dalam pengadaan barang/peralatan computer. 2. Dan panitia sudah melakukan survey pasar.00 (03.00) dengan rincian biaya pencetakan untuk setiap eksemplar sebesar Rp30.LPN/SPB/08/YANSA/VII/2003 tanggal 15 Juli 2003 sebanyak 1. Edisi 3 Juli 2003 dicetak oleh CV.69 % dari harga pasar. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya yang diadakan oleh proyek minimal sebesar Rp66. Arindi Sukses alamat Jl. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada : 1. Usaha No. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.000.LPN/SPB/08/YANSA/12/2003 tanggal 7 Nopember 2003 sebanyak 1. Keseluruhan biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh pihak proyek untuk dua kali pencetakan adalah sebesar Rp60.990.000.000. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif.890.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No. 88 Jakarta Timur dengan SPB No.000.000. 3. Palaris alamat Jl. 31 Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur dengan Surat Pesanan Barang (SPB) No.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30.00 : 2.00 ( 2 x Rp30.000 eksemplar ) .495. 2. Atas permasalahan tersebut Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa kemahalan harga tersebut disebabkan komputer yang digunakan untuk kepentingan produksi data penginderaan jauh memiliki spesifikasi teknis yang sedikit berbeda dengan komputer yang digunakan untuk pengolahan data sebagaimana komputer biasa.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No.000. 575934X/088/188.495. 3. 199104X/088/118 tanggal 26 -07-2003 2.00 ( Rp60.990. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada.495.258. Pencetakan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu : 1. Hal tersebut disebabkan 1.000. 2.2. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang dapat menguntungkan negara. Edisi 4 Desember 2003 dicetak oleh CV.pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip hemat. Sawi No.

000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 994 eksemplar dan sisa fisik sebanyak 6 eksemplar.000.hal sebagai berikut : 1. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN Pasal 12 ayat (1) huruf a. Majalah edisi 4 Desember 2003. 2.000 eksemplar adalah sebesar Rp51.000. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang bekerja secara optimal.000. 2. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa kemahalan tersebut disebabkan Majalah Berita Inderaja merupakan media diseminasi informasi dan komunikasi dengan pengguna penginderaan jauh di seluruh Indonesia.00/eksemplar.Pencetakan majalah tersebut dimaksudkan sebagai media/alat sosialisasi produk pelayanan yang dihasilkan oleh Pusat Data Penginderaan Jauh kepada masyarakat maupun institusi sebagai pengguna produk penginderaan jauh.500. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.000. antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip sebagai berikut. sisanya sebanyak 24 eksemplar tidak tercatat dalam pendistribusian barang dan sebagai sisa fisik. Hasil pemeriksaan atas penatausahaan majalah tersebut dan hasil pengecekan fisik pada tanggal 6 Desember 2005 diketahui hal . hemat.00 Dari data di atas diketahui bahwa biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh proyek lebih tinggi sebesar Rp4. keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakannya.000.890. Majalah edisi 3 Juli 2003 diterima sebanyak 1.00) dan bila ditambah pajak 10 % maka biaya tersebut menjadi Rp56.7 % dari harga Pasar. 2. bahan dan separasi) adalah sebesar Rp25. Dan panitia sudah melakukan survey .00 ( 2. Pengawasan oleh atasan langsung Pemimpin Proyek masih lemah. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 9 ayat (5) menyatakan pengguna barang/jasa (Pemimpin Proyek) bertanggungjawab dari segi administrasi.000 eksemplar x Rp25.500. sehingga tampilan majalah diusahakan sebaik mungkin. fisik.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 976 eksemplar. Berdasarkan hasil konfirmasi dan pengecekan harga di beberapa percetakan pada tanggal 13 Desember 2005 diantaranya pada percetakan Duta Copy di Jl Bendungan Hilir diketahui bahwa biaya untuk pencetakan majalah dengan spesifikasi yang sama (ongkos cetak. Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat dalam melaksanakan kegiatannya.100. sehingga biaya cetak untuk 2. Keppres No.00. Hal tersebut disebabkan 1.00 atau 8. Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan atas pembayaran pencetakan majalah Berita Inderaja edisi 3 Juli 2003 dan edisi 4 Desember 2003 sebesar Rp4. 3. diterima sebanyak 1.890.

dan kesesuaian program yang ditawarkan dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki.410. Untuk mempermudah pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis di Indonesia. sehingga diharapkan terjadi proses alih teknologi.908.1/VIII/2003 Tentang Pembentukan Tim Pengadaan Penunjukan Langsung untuk Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli .1. Nusantara Duasatu Telematika) tanggal 1 Juli 2003. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1. kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi satelit. 2. selain karena sejarah kerjasama yang cukup lama antara LAPAN dan Jerman. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. dibangun.00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan (02. dimana satelit akan dirangkai. Kerjasama antara LAPAN dan Republik Federasi Jerman disepakati dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2003. Nusantara Duasatu Telematika (Agreement for Appointing An Indonesian Representative Between Institute Fur Raumfahrtelektronik-Berlin And PT. LAPAN telah melakukan kerjasama dengan lembaga atau negara yang mempunyai pengalaman dan kemampuan dalam teknologi satelit. Implementasi dari kerjasama tersebut adalah pembangunan satelit mikro LAPAN-TUBSAT. Lembaga yang dipilih untuk melakukan kerjasama adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) yang didasarkan pada pertimbangan masalah pembiayaan yang relatif rendah. Pada tanggal 5 Agustus 2003.pasar. Untuk itu LAPAN akan mengirim tenaga peneliti guna mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka transfer teknologi dan pembuatan satelit mikro LAPAN-TUBSAT di TU-Berlin Jerman. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang menguntungkan negara. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 dan 2004 1. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil TUBerlin di Indonesia. TUBerlin telah menunjuk PT. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. keahlian yang ditawarkan kepada SDM Indonesia. Pemimpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Penunjukan tersebut dituangkan dalam kesepakatan antara TUBerlin dan PT. 3. dikeluarkan Surat Keputusan Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Nomor : Kep/16. dites serta dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman.16) Dalam rangka pengembangan sistem satelit nasional khususnya satelit mikro.400. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melaksanakan pengawasan yang lebih intensif. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada.

.763.00 sesuai SPM No.000.00 untuk 6 orang engineer selama 4 bulan di Jerman dapat ditangguhkan pelaksanaannya dan jangka waktu kontrak diperpanjang sampai dengan 15 Mei 2004.00 2.500. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003.000.284. yang mempunyai masa berlaku selama 150 hari kalender.635.500.000.Biaya hidup sebesar Rp420. Atas penunjukan tersebut.PT Nusantara Duasatu Telematika diwajibkan menyerahkan jaminan pelaksanaan perpanjangan waktu untuk biaya hidup dan biaya pengiriman sebesar Rp479.500. mulai tanggal 25 Agustus 2003 sampai dengan tanggal 22 Desember 2003.635.763.100.908. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan dan diserahterimakan sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor : BASER/1.278. hal tersebut disebabkan PT. Nusantara Duasatu Telematika yang berkedudukan di Jakarta selaku agen/wakil TU-Berlin di Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan dengan SK Penetapan Pelaksana Penunjukan Langsung Nomor : 05/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 21 Agustus 2003.00 59.000. 420. Surat Perjanjian Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli LAPAN di Jerman mengalami Addendum pada tanggal 20 Desember 2003 yang menetapkan bahwa : .Nusantara Duasatu Telematika sudah bekerjasama dengan TU Berlin Jerman dalam pengadaan komponen satelit untuk perakitan satelit mikro. dibuatlah Surat Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 28 Agustus 2003 dan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 01/SPPK/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 25 Agustus 2003 dengan harga kontrak senilai Rp1. 1.IPR (Intelectual Property Right) .00 dan biaya pengiriman sebesar Rp59.Attitude Air Control Bearing .00 berdasarkan SPM No.357.5/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 15 Desember 2003 dan telah dibayar lunas. Dari hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui sebagai berikut : 1. Proses penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan penunjukan langsung.400. Uraian Biaya Diklat/Training Course Fee di Jerman dengan modul: .000. 3.00 yang terdiri dari : No. Tim Pengadaan menunjuk langsung PT.00.000.00 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 120 hari kalender. .00 1. pertama untuk uang muka senilai Rp352.278.Harnessing .Software of Attitude Control Simulation Biaya Hidup 6 orang Engineer di Jerman selama 4 bulan Biaya Pengiriman 6 orang Engineer ke Jerman Jumlah Nilai (Rp) 1. terhitung sejak Surat Addendum ditandatangani tanggal 20 Desember 2003.000.727. Berdasarkan hal tersebut.Special Computer Language .278.LAPAN di Jerman.Test Computer .410. 2. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dan sisanya senilai Rp1.

.410.Addendum ini dilakukan berdasarkan adanya surat pemberitahuan perubahan jadwal dari pihak TU-Berlin tanggal 19 Desember 2003 yang merupakan hasil pertemuan antara pihak LAPAN dan TU-Berlin tanggal 17 Desember 2003 dimana TU-Berlin meminta agar pengiriman engineer permanen dimulai pada bulan Januari 2004.400.400. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 46 ayat (1) antara lain menetapkan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan pekerjaan harus selesai satu tahun anggaran. bukan sebesar Rp479.00 pada tanggal 18 Desember 2003 tidak berdasarkan pada prestasi fisik pekerjaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (sebagai syarat dilakukannya pembayaran) Nomor : BA-SER/1. Pelaksanaan kontrak yang diperpanjang sampai dengan Mei 2004. 2.908.908.763.278.00 karena sampai akhir Tahun Anggaran 2003 kontrak belum dilaksanakan.5/PTEDBTLF/XII/2003 Tanggal 15 Desember 2003 yang menyatakan bahwa “seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai rencana” dibuat tidak benar dan hanya sebagai formalitas untuk mencairkan pembayaran.410.000. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembayaran lunas kepada PT Nusantara Duasatu Telematika senilai Rp1. secara administratif tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya penundaan jadwal training tersebut seharusnya nilai jaminan pelaksanaan yang diserahkan sebesar Rp1. Tim Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman lalai dalam melaksanakan tugasnya. telah melewati batas tahun anggaran 2003. Hal tersebut disebabkan : 1. Penjelasan Keppres No.635. Keppres No. Seharusnya setiap pekerjaan berakhir dalam satu tahun anggaran yang bersangkutan.18 Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Pasal 31 ayat (2) bahwa pembayaran dilakukan atas dasar prestasi pekerjaan yang penilaiannya dilakukan dengan sistem sertifikat bulanan atau sistem termin. 3.00. Pemeriksaan lebih lanjut dan konfirmasi kepada beberapa engineer diketahui bahwa pengiriman 6 orang engineer tersebut baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004 secara bergiliran.00 sesuai dengan nilai kontrak. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Hal tersebut mengakibatkan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tanggal 18 Desember 2003 sebesar Rp1. dengan memperhitungkan angsuran uang muka dan kewajiban pajak. Namun demikian. dari pemeriksaan atas laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan konfirmasi kepada beberapa engineer yang mengikuti pelatihan diketahui bahwa pelaksanakan pelatihan telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005 sesuai dengan jadual pengiriman para engineer.000.

285. Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.00. pihak LAPAN membuat addendum dan meminta PT Nusantara Duasatu Telematika menyerahkan jaminan bank untuk biaya hidup dan pengiriman engineers.03/SPPK/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 17 Nopember 2003 dan sesuai Surat Perjanjian No. 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara beserta petunjuk teknisnya dan Keppres 18 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. pihak TU-Berlin meminta penundaan pengiriman dan pelaksanaan training menjadi Januari 2004. Atas permasalahan tersebut. 1.00 (70 %).135.085.670. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp28. Twink Indonesia sebesar Rp7.199.00 belum dipungut (02.00 ( 30 % ) dan PT. Inka Forindo Jaya selaku Leader Konsorsium dengan PT. Modal konsorsium terdiri dari PT.03/SP/PTED.000. Namun berdasarkan hasil pertemuan tanggal 17-19 Desember 2003.00. sehingga pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tetap dibayarkan pada bulan Desember 2003 dan pembayaran biaya training telah diserahkan pada TU-Berlin tanggal 18 Desember 2003.500.2.500.Twink Indonesia berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No.857. Dengan adanya perubahan jadual tersebut.16) Proyek Bangtelinfo dalam TA 2003 telah melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan ground station untuk mendukung operasional satelit mikro yang dilaksanakan oleh PT. Pimpinan Proyek atas kesalahan pembayaran yang tidak berasarkan prestasi fisik dan di masa yang akan datang agar memperhatikan ketentuan yang berlaku. Inka Forindo Jaya sebesar Rp3.645.BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 senilai Rp10.000.823. Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa berdasarkan rencana awal pengiriman engineer akan dilaksanakan bulan September 2003 sesuai kontrak. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan . 3.2. Hal ini disebabkan belum selesainya mempelajari CV para engineers. 2.000.000. 3. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. Jangka waktu pelaksanaan selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan (17 November 2003 sampai tanggal 16 Desember 2003). Panitia Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa atas kesalahan penerimaan barang/jasa yang belum dilaksanakan .000. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162. Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa tidak mematuhi ketentuan yang diatur dalam Keppres No.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara atas kurangnya pengawasan dan pengendalian proyek yang berada dibawah tanggungjawabnya.

00 Modulator -Demodulator Jumlah B Jumlah A + B Satuan Harga (Rp) 1 unit 6. Inka Forindo Jaya sesuai SPM No.199.000.000 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 rool 2 unit 1 unit 65.000.000 2 3 1 unit 1 pkt 2.085.000 25. 3-axis.Antena Control Unit . LNA Fasilitas Pendukung “Ground Station”.285.969.Autotrack.000. Tim BPK-RI berpendapat . BA-SER/3.569.RECEIVER DAN PROCESSING TERDIRI DARI 4.MODIS and OCM Receiver .455.000 25.000.000 60.500.MODIS Processing Upgrade to dual X and S Band Feed. Adapun pengadaan peralatan ground station tersebut meliputi pengadaan : No A 1 Nama/Jenis Barang X DAN S BAND ANTENA. Radome .6/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 5 Desember 2003 dan telah dibayar lunas sebesar Rp10.000 9.dengan penunjukan langsung sesuai Surat Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa No.000.000.285. Pelaksana pekerjaan ditetapkan berdasarkan Penunjukan Langsung Pemimpin Proyek dengan surat No.000.07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN No. 582904X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp3.00.000 10.000 10.000 35.000.00 dan PT.000 16.000.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.000 10.000 Pekerjaan pengadaan peralatan ground station telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.000.000 45. Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui : 1.000.000.000.00 Power Amplifier Mirage Power Supply Kabel Koaxial “Type Belden”9914”100 M” Pengolah Data “Processing Data” @ Rp22.000.000.000.500.000.000.5 X Band TeraScan System for Acquisition and Processing of MODIS Including : . Instalasi & Testing Jumlah A SISTEM TT & C (TRACKING.000. TERDIRI DARI : Transceiver Dual Band UHF/VHF Antena UHF 430-438 MHz Antena VHF 144-146 Control Rotator LNA AG 35 @ Rp8.000 25.000. TELEMETRY And COMMAND) UHF/VHF.000 945.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003. Twink Indonesia dengan SPM No.000.00 kepada PT.000. 582898X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp7.000.000 316. 07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN sesuai Surat No.500.

742.00. Dinding dan Plester 2. Pek. Pek.58 42.679. Lantai 5.890.863.00 D E Harga yang tercantum dalam jenis pekerjaan untuk pekerjaan fasilitas pendukung ground station tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.940.000.900. Pek.73 40. Sanitasi 6.27 596. Pek. Kusen Pintu dan Jendela 3. Dalam pengadaan peralatan ground station terdapat pekerjaan fasilitas pendukung ground station. Struktur Lantai Bawah 2.900.400.500.442. Berdasarkan pemeriksaan fisik peralatan ground station yang berlokasi di Rumpin Bogor. Pek. instalasi dan testing senilai Rp945.00 1.191. Pek.000.00. Pek. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak kurang kompetitif. 3.000.10 21.00 542.621.360. Pek. Pemeriksaan secara uji petik di lapangan pada tanggal 2 Desember 2005 atas beberapa pekerjaan konstruksi bangunan yang terdiri dari pekerjaan struktur.00 dengan rincian sebagai berikut : .297.645.233. Pek.72 54.263.864. Pek.254.40 33.81 78.83 34.733. Pek.946.00 tersebut diantaranya untuk pekerjaan konstruksi bangunan 2 lantai seluas 300 m2 dengan nilai Rp596.492. Elektrikal (lantai bawah) 2.000.000. Pek.636. Pek.866.317.644. Atap 4.000. Struktur Lantai Atas Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1. Dinding dan Plester 2. spesifikasi dan volume peralatan telah sesuai dengan kontrak dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.bahwa penetapan pelaksana pekerjaan dengan cara penunjukan langsung tersebut tidak sesuai ketentuan karena penunjukan langsung hanya diperkenankan antara lain untuk pekerjaan yang bersifat spesifik dan darurat/mendesak. Kusen Pintu dan Jendela 3. Lantai 5.00 23.272.340. Elektrikal (lantai atas) Sub Jumlah Jasa Kontraktor 10 % Jumlah Dibulatkan Jumlah (Rp) 27.950. Pengecatan Pekerjaan Elektrikal 1. Dari nilai Rp945. Pek.000.000.900.67 10.149.00 9.086.35 37.175.27 141.53 11. Pek.069. Atap 4.931.000.000.44 13.00 14. Pengecatan Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1. 2.99 596. dengan rincian pekerjaan sebagai berikut : No A B C Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur 1. arsitektur dan pekerjaan elektrikal diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan dibandingkan dengan RAB senilai Rp28.513.480.857.

8 Beton balok struktur B.00 bh 1.00 ls 32.42 m2 5.1.000 1.400.7 Lantai keramik 30/30 cm C.3 Kosen pintu kayu kamper type P-2 C.08 m2 10.00 bh 2.000 1.000 2.00 bh 1.625 1.75 m3) (19.No A B Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur B.000 1.5 Plester & aci dinding bata 1 : 3 C.00 bh 7.00 bh 136.500. Kusen Pintu dan Jendela D.865.03 m3 6.50 m3 139.07 m2 1.10 Pekerjaan tangga .4.385 1.929.00 bh 6.2.049 967.00 bh 1.2.52 m3 16.500.000 40.4. Dinding dan Plester C.75 m3 10.00 m2 40.683.663.750.1 Pek.00 m2 150.2 Pek.2 Pek.500.29 m2 1. Dinding bata 1: 3 C.1 Kosen pintu kayu kamper type P-2/k D.00 bh 14. Lantai dan tangga C.00 bh 4.870 1.000 2.2.284.2 Pas.00 bh 2.00 bh 1.350 1.750.76 m3 8.00 bh 10.00 bh 2.2.00 bh 6.1.5 Lisplank beton Jumlah B Pek.975 3.6 Kosen pintu kayu kamper type P-5 C.661.105 1.2.965 543.000 2.32 m3) 5.1 Pek.00 m2 14.2 Pek.35 m2 1.05 m3 11.4. Dinding bata 1 : 5 C.00 bh 2.4 Kosen pintu kayu kamper type P-3 C.2.2.4.000 (78.6 Beton Kolom 40/40 cm B.92 m2 4.1 Galian tanah pondasi B.800.878 19.42 m2 12.9 Beton plat dak B.000 1.395.85 m3 20.482 18.33 m2 85.20 2.500.94 m3 2.2.450.375.Pile cape 250/250 cm (type P-2) .754.3 Kosen jendela aluminium type J-1 D.Pile cape 200/200 cm (type P-3) B.4 Pekerjaan tangga .2.334 36.850.65 m3 (0.227 1.4.40 m’ Selisih 146.38 m2 417.2.000 2.09 m3 8.415.000) 9.846) (3.8 Kosen jendela aluminium type BV-1 C.000 2. Lantai dan tangga D.64 m3 (2.kaca mati/rc D.317 61.2.00 bh 1.13 m2 10.75 m’ 1.00 bh 1.2 Kusen pintu kayu kamper type P-1 C.Screding lantai .375 4.00 bh 2.1 Beton kolom 35/35 cm B.00 bh 3.80 m3 6.1. Kaca mati/t D.999) 2.1.2.96 m3 2.10 m3) 1.000 1.1.37 m3 5.00 bh 1.084 328.2.429.472 1.7 Kosen jendela alum.869.2 Kosen pintu kayu kamper type P-2/t D.4 Beton pondasi plat (pile cape) .00 bh 3.00 ls 42.50 m3 8.2.00 m2 472.2.500 1.25 m3) 15.099 946.461 175.00 bh 7.1.5 Kosen jendela alum.475.850.4.7 Kosen jendela aluminium type J-1 C.1 Kosen pintu jendela allm type PJ-1 C.27 m3 0.190.000 1.000 2.12 Tangga control lantai dak Jumlah C Pek.740 (3.34 m2 1.000 313.889 1.084 19.4 Pek.00 bh 1.34 m3 (2.886 1. Kusen Pintu dan Jendela C.30 m3 4.523 1.800.40 m’) Harsat (Rp) 15.75 m3 72 m’ Fisik 98.007.25 m3 155.400.65 m2 27.Lantai keramik 20/20 cm .87 m2 3.2.000 2.1.4 Pek.1.66 m2 23.494 61. Struktur Lantai Bawah B.19 m2 208.000 1.906.135 894.95 m3 18.5 Lantai kerja tebal 5 cm C.504.00 bh 1.871.6 Plester & aci dinding bata 1 : 5 C. Struktur Lantai Atas B.452 C 75.236.4 Kosen jendela aluminium sudut D.400.65 m3 (0.00 m’ 2.Pile cape 300/300 cm (type P-1) . Arsitektur (Lantai Atas) D.00 m3 5.317 .395.876 1.00 bh 112.76 m3 5.937 78.1.668.750.62 m2 54.Railling pipa hitam C.2.67 m2 64.00 m2 1.693 7.850.80 m3 2.Screeding lantai RAB 245.15 m3 8.00 bh 1.000 Jumlah (Rp) 2.374) 955.500.3 Beton plat dak B.00 m2 236.137 1.327.000 10.17 m3 15.482 17.13 m2 6.661 (3.644) 8.00 bh 1.580 114.075 (1. Arsitektur (Lantai Bawah) C.000 184.00 bh 2.067.500.5 Kosen pintu kayu kamper type P-4 C.35 m2 12.00 bh 2.00 bh 2.Plester dan aci beton .00 ls 39.000 1.2.1 Pas.000 D 5.25 m’ 1.113.00 m2 10.428 1.6 Kosen jendela aluminium type BV D.81 m2 27.000 18.1 Urugan tanah peninggian peil lantai C.50 m3 91.

645 2.000 140.8 Instalasi saklar seri E.00 bh 8.250 42.00 bh 16.00 bh 1.Lantai keramik 20/20 cm . Harga Kontrak 6.2.000 Realisai 4.500 40.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.17 Saklar seri E.500 757.00 bh 3.764 31.00 bh 5.00 bh 1.743.1 Pek.000 37.00 ttk 17.000 Profit 2.00 ttk 8.00 ttk 5.7 Instalasi stop kontak internet E.18 Saklar tunggal Jumlah E Jumlah Jasa Konstruksi 10 % Jumlah Kelebihan Pengurangan PPN Netto Kelebihan Pembayaran 12.00 bh 4.12 Lampu TL balk E.00 bh 14.9 Instalasi saklar tunggal E.2.00 bh 3.11 Lampu baret 1 x 20 E.00 ttk 14.1.2.00 ttk 3.00 bh 5.084 328.000 180.00 ttk 3.480.500 222.569.00 ttk 1.00 bh 4.000 150.500 222.2.409 2.000 40.00 bh 17.00 bh 4.500 222.2.793.095.000 60.00 bh 5.00 ttk 4.000 130.2.000 450.8 Instalasi saklar seri E.00 ttk 3.000 40.00 ttk 4.65 m2 7.00 ttk 5.00 bh 17.479.18 Saklar tunggal E.250 42.000 150.1.500 222.000 37.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.00 ttk 3.00 bh 4. 4.885.2.00 bh 4. Elektrikal (lantai bawah) E.000 150.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.2.45 m’ 7.00 ttk 3.000 180.00 bh 4.00 ttk 4.E .00 ttk 4.11 Lampu baret 1 x 20 E.00 ttk 4.4 Instalasi stop kontak AC E.2.000 37.55 m’ 61.1.1.00 ttk 4.2.1.000 .2.00 bh 4.1.00 bh 4.2.00 bh 3.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.000 40.00 ttk 5.00 ttk 4.000 140.500 222.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.2 Pek.00 ttk 3.350 467.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.Railing pipa hitam Jumlah D Pekerjaan Elektrikal E.2.00 ttk 16.2.00 ttk 3.10 Lampu pijar 1 x 40 E.1.1.35 m2 5.00 ttk 17.00 bh 1.857.00 bh 4. Inka Forindo Jaya untuk pekerjaan pengadaan peralatan ground station diketahui : No I Nama/Jenis Barang Peralatan 1.00 ttk 4.000 60.885.645 3.4 Instalasi stop kontak AC E.00 ttk 4.2.00 bh 4.500 40.16 Stop kontak internet E.15 Stop kontak telepon E.13 Stop kontak AC E.00 bh 3.293 2.00 ttk 5.00 m’ 4.00 ttk 4.788 142.9 Instalasi saklar tunggal E.1.00 bh 3.000 28.764 28.17 Saklar seri E.207.000 130.00 bh 8.000.2.00 ttk 4.500 142.00 m2 13.857.1.6 Instalasi stop kontak telepon E.00 bh 3.12 Lampu TL balk E.00 bh 4.500 45.16 Stop kontak internet E.2.00 bh 4.000 40.00 ttk 3.500 142.5 Instalasi stop kontak E.00 ttk 17.000 222.14 Stop kontak E. Receiver da Processing.1.1.5 Instalasi stop kontak E.1.500 127.00 bh - 222.000 140. Elektrikal (lantai bawah) E.1.00 ttk 4.000 4.2.1.00 bh 3.6 Instalasi stop kontak telepon E.00 bh 17.500 222.00 ttk 8.00 ttk 14.1.1.000 150.043 7.1.7 Instalasi stop kontak internet E.00 bh 14.14 Stop kontak E.00 ttk 1.00 ttk 1.15 Stop kontak telepon E.473.000 140.500 45.5 X Band TeraScan Antena.00 ttk 4.00 ttk 4.00 bh 4.10 Lampu pijar 1 x 40 E.00 bh 5.00 bh 4.13 Stop kontak AC E. Dari data pengeluaran biaya PT.

000.000. Antena VHF 144 – 146 MHz. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya 30 hari kalender atau 1 bulan dan masa pemeliharaan selama 1 bulan setelah penyerahan pekerjaan.141. 15.000 120.000.422.000 18.000.171) 1.530.000.000) (41.321.000. Biaya hidup 4 orang training.000 22.012.000 9.150.000 5.000. Instalasi.131. PPN PT. Sewa kantor 4 bulan. 9. Power Amplifier Mirage.000 596. 2.000 45.620. Biaya surat menyurat.000 8.700.500) (5. PIB.000. 14.000. Sewa rumah 6 bulan. 12.000. Perencanaan Konstruksi.500.000) (120.000 57.000.000. LNA AG 35.000.000 5.000.000 65.000 10. 13.965 40.Forindo Jaya.000.101. 5.500) (112.887) (5.00 yang diantaranya beberapa jenis pengeluaran waktunya melebihi waktu yang dibutuhkan sesuai kontrak. 4.530. Tiket Jakarta – Bangalore 4 bulan 6.000 15.400.000) (70.250. 4 bulan.296.003.150.798.000 95. PPN PT.900. Upgrade to dual X and BandFeed.100.000. Instalasi dan Testing Pem.000. LNA.000 144.971.000 1. Antena. 14. Pengawasan Konstruksi.400. Dalam data pengeluaran tersebut terdapat pengeluaran biaya operasional sebesar Rp566.971.702.000 8.500. Transceiver Dual Band UHF/VHF.2.000 35.000 18.406.84 % dari nilai kontrak.000.667 76.000.422. 7. 3. 5.000 22.019 Data pengeluaran biaya tersebut di atas diketahui bahwa PT.400.422 39.000.321.000 2.000 60.258.000 60.000 280. 2.000 29. .455.000.048.500. 2. jaminan dan fee. Processing data 2 unit.000 5.000) (361.171) (654. 9.000. Telekomunikasi 6 bulan.700.003.171 654.000) (15. 11. Listrik.000 40.000 8.800.000 361.000 557.000. Inka Forindo Jaya memperoleh profit sebesar Rp1. 3. Sub Jumlah I II Pembangunan Fasilitas Gedung 1.012.000 55.000.000 2. Berdasarkan kontrak. 3.000 20. Antena UHF 430-438 MHz. Operasional kantor 6 bulan. Sub Jumlah III IV Pajak – Pajak 1. Tranning & Site Acceptance.530.000 16.380) (35.258. Assuransi 6 bulan.469.000 4. Inka. 3.000 22.200.000 1. 10.000) (60. 8.380 35. 4.000) (28. 11. Sub Jumlah II III Biaya Operasional 1.825. Modulator – Demodulator.000 8.981 1.000.000) (566. Konstruksi Fisik Gedung 2 lantai.750.500. 8.000 3.000.000.000.000.232. Twink Indonesia.500.000 10.101.000. Pengelolaan Teknis.000 875. 4. Inklaring.272. 6. Control Rotator.000.300.275.000 70. Maintenan kendaraan 4 bulan. Power Supply.000.131.000 25.911 364.200. 2 unit. Biaya transport & Penurunan Barang.000 5. 15.500.000) (1.019.00 atau 9. Biaya gaji 4 bulan.500 5.000 30.667) 18.500.000 55.000 6.000.000 14.000.300. 7.500. 13.089 (364.725. Tambahan Material. 12.000 (8.000. 10. Sub Jumlah IV Jumlah Keseluruhan 2.000 10.000 2. Fee Marketing..500.702.000) (4. Door to door Singapore ke Jakarta.000 76.000.000 1.000 145.000 1.000 25.500.800.000 1.100. 16.500 112.000 41.500.141.000. Kendaraan operasional 4 bulan.285.887 5.965) (40.000) (20.000 53.000 29.702.232) (280.678.000 28.000) (875.000 25. sehingga jumlah waktu yang dibutuhkan berdasarkan kontrak adalah selama 2 bulan. Kabel Koaxial.000.

dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. 10.000. sedangkan pelaksanaan pekerjaan seharusnya selesai paling lambat tanggal 16 Desember 2003 sehingga terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 11 hari sejak tanggal 16 Desember 2003 sampai dengan tanggal 27 Desember 2003 .000 120.000. tidak mewah. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.000 28. Maintenan kendaraan 4 bulan Inklaring.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.003. 14.823.887 5.670 5.530.150.00 ).000 8.823.000 40.000 70.000 Kelebihan 60.500 5.750 162.420. b.000 30. Sewa rumah 6 bulan. 8.000 13. Listrik. 6.000 27.150.000. 5. efisien. Operasional kantor 6 bulan.000. .000.000. menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat.258. 4.000.000 60.670.000 60.00 (11%o x Rp10. maka terjadi kelebihan biaya operasional sebesar Rp162. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.000 28. 9.700.000 5. 13. Assuransi 6 bulan. Telekomunikasi 6 bulan. Jumlah Biaya Operasional Dibutuhkan (2 bln) 8.Sedangkan pengeluaran biaya operasional yang diperhitungkan PT.530. 11.000 70.000.920 2.380 35.258.000.000 35.131.001.000.460 41. Inka Forindo Jaya harus dikenakan denda sebesar 11%o dari nilai kontrak sebesar Rp113.500 112. Graha Manunggal Wirasembada sebagai pengawas pembangunan gedung fasilitas pendukung ground station diketahui bahwa pekerjaan fasilitas pendukung ground station selesai 100 % pada tanggal 27 Desember 2003. Pasal 12 ayat (1) a. Inka Forindo Jaya. jaminan dan fee.101.000 10.400.965 5. Door to door Singapore ke Jakarta.000 875.000 15. Biaya transport & Penurunan Barang.000 30. Keppres No.000 5.001.000 6.285. 3.000. Biaya surat menyurat.135. Inka Forindo Jaya melebihi perhitungan waktu yang dibutuhkan ( antara lain lebih dari 2 bulan).000 875.500 20.00 yang merupakan kerugian Negara dengan rincian sebagai berikut : No 1.000. 15.000 2. Jenis Pengeluaran Tambahan material Biaya gaji 4 bulan.000 13. Atas keterlambatan tersebut PT. Kendaraan operasional 4 bulan.971.750 4.401.400.965 20.000 20.000.000.887 112. Fee Marketing. Sewa kantor 4 bulan.000. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen kontrak dan laporan konsultan pengawas PT. Sehingga dengan perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam kontrak dengan waktu realisasi pengeluaran biaya operasional PT.000. 12.000. 2.710.000. 7.971.000.

00. Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa jika dalam jangka waktu penyerahan dalam Pasal 3 Surat Perjanjian ini dilampaui. c.00 = Rp33.000. Hal tersebut disebabkan : 1.645.816. Inka Forindo Jaya kurang menaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati bersama dengan pihak proyek.351. selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan.50 dan PT. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp28. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa.976.000.C.847. Lampiran I BAB 1. Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai RP28. 3.670.645. 03/SP/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 : a. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp162. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah : a.857.00 dan PT. penyedia barang/jasa.500.000. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp113. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp113.194. Kelebihan pembayaran biaya operasional senilai Rp162.293.101. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp304.200.00= Rp113.657.000. maka Pihak Kedua dikenakan denda sebesar 1 %o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dengan jumlah maksimum sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.00 = Rp79.00 (PT.135.645. Penerimaan Negara dari denda keterlambatan menjadi tertunda senilai Rp113.500.a.569. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang cermat dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan oleh pihak rekanan dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.00 =Rp48.00 ( 1.857.857. b.00). 3.00 apabila kelebihan pembayaran dan penerimaam denda tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dengan rincian sebagai berikut : 1. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya.00 ( PT.50 ). Pasal 3 menyebutkan bahwa Pihak Kedua wajib menyerahkan pekerjaan tersebut kepada Pihak Pertama.00 = Rp20.670.940.823. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. Surat Perjanjian No.00 dan PT.670. PT. 3.823.135.00) dengan rincian PT.135.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus. b.1 % x Rp10.315.285.00 = Rp8.c.823. 2.1.000. Panitia Pemeriksa dan Penerima Pengadaan Barang/Jasa Peralatan Ground Station kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp162. 2. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp28. . 2. Keputusan Presiden No. Pasal 5 ayat (2) menyebutkan bahwa pembayaran 100 % setelah pekerjaan/penyerahan peralatan selesai 100 % yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.

Kelebihan pembayaran sebesar Rp247. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran dan denda sebesar Rp304. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. dan proses transfer teknologi satelit yang ditawarkan kepada SDM kita lebih terbuka. Pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung karena pekerjaan ground station bersifat sangat spesifik yang harus memperhatikan perkembangan teknologi antena.760.645.sistem kendali.00 untuk disetor ke kas negara.315. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan : 1.16) Dalam rangka mewujudkan program LAPAN terutama dalam pengembangan Satelit Mikro yang akan melibatkan teknologi tinggi maka untuk proses alih teknologi diperlukan kerjasama dengan negara yang sudah maju di bidang teknologi satelit dan telah memiliki kesepahaman dengan LAPAN. Adanya keterlambatan penyerahan gedung fasilitas pendukung ground station TA 2003 di Rumpin akan ditarik denda keterlambatannya dari konsorsium PT.857.000.00 untuk disetor ke kas negara. Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kekurangcermatan dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan rekanan dan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.135.4.000. Inka Forindo Jaya dan PT.00 untuk disetorkan ke Kas Negara dan foto copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. kerjasama antara LAPAN-Jerman telah terjalin cukup lama.816. demodulasi dan prosessing yang mengarah pada kehandalan. 3. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pemimpin Proyek untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang berada dalam tanggungjawabnya. Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara LAPAN-TU Berlin dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2003 di Berlin Jerman antara pimpinan LAPAN dengan pimpinan TU Berlin. Institusi yang diajak melakukan kerjasama dengan LAPAN adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) dengan pertimbangan antara lain masalah pembiayaan. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 5. 1. pengalaman dan kemampuan. 2. Untuk kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara unutk menegur secara tertulis Panitia Pengadaan. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. akan meminta kepada pelaksana pekerjaan untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp28. 2.823. Twink Indonesia sebesar Rp113. Adapun untuk kekurangan volume pekerjaan .344. 3. Implementasi MoU tersebut akan diwujudkan dengan pembangunan satelit .00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman (02.3.00 akan ditarik dari konsorsium PT Inka Forindo Jaya dan PT Twink Indonesia untuk disetor ke kas negara.

000.000.00 untuk pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman 4 orang engineer permanen dan 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan .635. Februari 2005 Maret s. Sedangkan untuk pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis TU-Berlin menunjuk PT.500.000. 4. Ayom Widipaminto Engineer Non Permanen (Periodik) 1. LAPAN mengirimkan 13 engineer yang terdiri dari 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen guna mengikuti training sistem satelit mikro LAPANTUBSAT di TU Berlin Jerman dalam kurun waktu 18 bulan yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005. dan dites dengan melibatkan para engineer LAPAN dan dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman. 5. Prabowo Moh. Selama pelaksanaan training setiap engineer memperoleh fasilitas berupa biaya hidup setiap bulan dan biaya tiket perjalanan pulang pergi.d.d.d.mikro LAPAN-TUBSAT dimana satelit akan dirangkai. Minto Suwarjo 3. 9.500. Mekanisme pemberian fasilitas dilakukan dalam dua cara.d.763. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil di Indonesia. yaitu melalui kontrak Tahun 2003 untuk 6 orang engineer (4 orang permanen dan 2 orang non permanen) selama 4 bulan @ Rp17.00/bulan dan sisanya @ Rp25. November 2004 Desember s. Robertus Heru Tri Harjanto 2. Mohammad Mukhayadi 4. Abdul Karim 2. 7. Wahyudi Hasbi 3. Juli 2004 September s. Nama Engineer Permanen 1. dibangun. Untuk merealisasikan proses alih teknologi pengembangan satelit mikro tersebut. satu diantaranya dengan kontrak Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 Tanggal 28 Agustus 2003 tentang pengadaan jasa diklat para ahli LAPAN di Jerman. Adapun 4 orang engineer permanen akan mengikuti training selama 18 bulan sedangkan 9 orang non permanen akan dikirim secara periodik atau bergantian selama 3 bulan masingmasing tim berjumlah 2 orang.d.00/bulan melalui UYHD . Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet Pelaksanaan training @ 18 bulan Februari 2004 s. Terdapat pembayaran kontrak kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp1. 6. Mei 2005 Biaya hidup 4 bln melalui kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Jenis Biaya Biaya hidup : 4 bulan melalui kontrak 14 bulan melalui UYHD Biaya perjalanan : Berangkat melalui kontrak Pulang melalui UYHD Hasil pemeriksaan atas dokumen pembayaran Tahun 2003 sampai dengan 2005 diketahui sebagai berikut : 1. 8. dengan perincian sebagai berikut : No. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh. oleh karena itu pihak LAPAN melalui Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) mengadakan perjanjian dengan PT Nusantara Duasatu Telematika. Juli 2005 @ 3 bulan Mei s. Gunawan S. (Besarnya biaya hidup/bulan disesuaikan dengan nilai kurs Euro pada saat itu).

284. 177. 2.000.Minto Suwarjo = 77.00 2.280.00 Jumlah Nilai (Rp) 1.357. Pembayaran tersebut sesuai SPM No.458.545.278.00.000.000.760. Yoyok Ichsan = 77. Suseno = 77.Ade Rukmana = 77. 4.Gunawan Prabowo (Sept – Nov 04) = 77.00 1. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dibayarkan sebagai uang muka senilai Rp352.000.000. Uraian Biaya hidup : 4 orang engineer permanen selama 4 bulan = Rp280.Moh.000.469. 59. terdiri dari : 1. Padahal kegiatan baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004.000.00 3.000.Widodo Slamet =77.00 dan biaya diklat sebesar Rp1.000.518.000.000.278. 2.000.00 8.00 Hasil konfirmasi dengan salah seorang engineer permanen dan non permanen diketahui bahwa 4 orang engineer permanen mendapatkan biaya hidup selama 4 bulan dan tiket pergi melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.000.500. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003 senilai Rp1. Uraian Biaya hidup 4 orang engineer permanen selama 15 bulan sebelum dipotong PPh 15% adalah @ Rp25.278.00 6.00 (@ Rp17.760.00 39.879.759.280.000.000.400.000/bulan dan biaya perjalanan pulang-pergi melalui pihak Proyek Bangtelinfo serta tidak pernah melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.280.00.500.00 5.00 dibayarkan melalui mekanisme UYHD. Adapun untuk engineer non permanen mendapatkan biaya hidup @ Rp25.760.000.357.500.00 479.100.284.831.000. Terdapat pembayaran biaya hidup dan biaya perjalanan pulang pergi 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen sebesar Rp2.Abdul Karim (Mei .410.00 9.280.000.00 dan sebagai pembayaran diklat dan biaya hidup dengan SPM No.908.500.00 4.00 2.00 7.520.00 3.00 Biaya perjalanan pulang 4 orang engineer permanen @ Rp9.@ Rp9.000.00/bulan) Biaya pengiriman (pergi): +/.Taufik Sumpeno (Des 04 – Febr 05) = 77.00 Jumlah Biaya Diklat Total Nilai (Rp) 420.518.879.00 4 orang engineer permanen = Rp39. sedangkan biaya hidup selama 14 bulan dan tiket pulang melalui pihak Proyek Bangtelinfo (UYHD).458.00 1.sebesar Rp479.000. .00 2 orang engineer non permanen = Rp19.635.000.280.00 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan =Rp140.000.280.00 3.763.000/bulan.00 Biaya perjalanan pulang-pergi 9 orang engineer non permanen @ Rp19.727.500. dengan perincian: No 1.00 2.Moh.000/bulan Biaya hidup 9 orang engineer non permanen selama 3 bulan sebelum dipotong PPh 15% sebesar @ Rp25.000.Daryono Restu (15 Mar– 15 Juni 05) = 77.000.000.600.469.000.280. dengan rincian sebagai berikut : No 1.Juli 04) = 77.000.500.280.00 695.760.280.000.

8. Hal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara apabila atas kelebihan pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen sebesar Rp247.760. 2.000. Wahyudi Hasbi Moh. Hal tersebut disebabkan : 1. Prabowo Moh. Kelebihan pembayaran biaya hidup + perjalanan pergi untuk 2 orang engineer non permanen yaitu Abdul Karim dan Minto Suwarjo sebesar Rp159. Dari pemeriksaan lebih lanjut.00. Gunawan S.00 tidak ditarik kembali dan disetorkan ke Kas Negara.00. 4. Mukhayadi Ayom Widipaminto Seharusnya Biaya hidup : 4 bulan kontrak 14 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Realisasi Biaya hidup : 4 bulan kontrak 15 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup 3 bln UYHD Biaya perjalanan pulang-pergi dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Selisih Biaya Hidup : 1 bulan melalui UYHD Engineer Non Permanen (Periodik) 1.42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 12 ayat (2) : Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. .456. dapat disimpulkan dalam tabel berikut : No. Nama Engineer Permanen Robertus Heru Tri H. 9. 3.000. 4.040.00.000.000. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres No.Dari data tersebut di atas. Abdul Karim 2. 2. 7. 1.000. 6. Minto Suwarjo Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak - 3. 2. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh.344. Kelebihan pembayaran biaya hidup untuk 4 orang engineer permanen selama 1 bulan (UYHD) sebesar Rp103. maka telah terjadi kelebihan pembayaran sebagai berikut : 1.00. Dengan demikian keseluruhan kelebihan pembayaran yang terjadi adalah sebesar Rp247. Pemimpin Proyek tidak mematuhi ketentuan tentang pelaksanaan anggaran dan belanja negara.00 (sesuai nilai kontrak dengan PT Nusantara Duasatu Telematika). 5. pembayaran biaya hidup 4 orang engineer permanen tersebut telah dipotong PPh 15% dan telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp15.344. Bendahara Proyek lalai dalam melaksanakan tugasnya. sehingga kelebihan pembayaran menjadi sebesar Rp87.584. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet 3 bulan melalui UYHD - Berdasarkan tabel diatas.000.

00 dan PT. Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara untuk menegur secara tertulis Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan.SPPK/ 36/BINPAS. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung dan negosiasi harga kepada PT.248.05) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada LAPAN telah melaksanakan pemborongan pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.00 maupun kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.00 belum dipungut (03.43/BINPAS.207. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.000.000. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.950. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004 1. Untuk melakukan pengawasan dilapangan pihak proyek telah menunjuk PT. 2.00 yang selanjutnya disetor ke kas Negara.000. Jangka waktu pelaksanaan ditetapkan 25 hari kalender dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 18 Desember 2004.00.1.650. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344. 3.584. Asih Silapurna berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 yang selanjutnya diikat dengan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No.00 dari masing-masing penerima sebesar Rp87.000.00 yang akan ditarik dan disetorkan ke kas negara .00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000.Sperjan/35/BINPAS. Kencana Mandiri UN sebagai konsultan pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama proyek .000.3. Atas permasalahan tersebut Pimpro mengakui adanya kelebihan pembayaran baik yang dilakukan oleh bendahara proyek sebesar Rp87. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pimpinan Proyek untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian proyek.584.207.760.000. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1.000.760.

Pekerjaan BRC T.00 ls 4.000 163.000 1.129.225.509.600 23. Sperjan/63/BINPAS P.000.335.000 74.500 30.000 400.000 31.00 bh 1.600 113.000 3.700 II III IV V .000 530.00 m’ 1.78 m3 61. 150 cm Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.00 bh 43.750.00 bh 1.000 3.00 bh 332.476.800. Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.000 479.928.000 645.000.00 m3 42.00 bh 2.769.000 4.000 15.736.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.719.000.203.00 ttk 7. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Sub Total I a.00 m2 2.10 m3 50.000.82 m3 2.40 m3 6.950.000 1.000 297.19 m3 2.000.136.000 89.950 101.00 m’ 550.80 m2 4.950 111.000 35.50 m3 22.775. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.000 81.sesuai Surat Perjanjian No.000 8.200 11.000 27.240.900 4.000.000 2.00 m’ 1.020.00 bh 4.913.000 3.800.500 19.250.000 15.700 692.000 3.400 16.00 m3 7.000 25.000 Jumlah Harga (Rp) 19.376.000 44.000 26.6 m Pintu pipa galvanis P.000 7.000 20.00 m3 550.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.446.000 195.000 30.047.00 m2 16.550 117. Persiapan Pek Direksikit Pek.000 2.620.657.452.000.000 161.500 30.000 28. Adapun pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.5 m Pintu pipa galvanis P.238.000 13.046.00 m3 2.620.00 m2 465.000 4.850.184.950.4 cm Mobilisasi alat berat Sub Total V Volume 56.375.00 m’ 79.00 m’ 465.264.000 25.600 4.000 145.500.000 4.350 406.00 m’ 1. Air Kerja Pek.370.875.850.000 211.980.784.832.000 811.771.000 40.144.00 ls 4.300.588.00 m2 6.900.000 64.000 400.000 31.000 340.712.547.600.850.000 2.00 m’ 1.000 178.00 bh 5.452.950.00 m3 415.300.500 149.00 m’ 108.00 m’ 831.20 m3 27.000 4.000 146.509.000 12.500.568.500 20.332.000 3. Pekerjaan BRC T.700 35.000 2.295.00 ls 4. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi Sub Total II Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Sub Total III Pek.125.000 68.000 139.000 77.000 75.5 cm Hotmix T.00 ls Harga Sat (Rp) 350.000 2.112.000 46.224.00 m’ 305.850.3.000 3.4 m Cat Zynckromat Sub Total IV Perbaikan Jalan Protokol Sub Base T.55 m2 1.715.000 34.

000.00 dan telah disetorkan ke Kas Negara sesuai Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak tanggal 25 Juli 2005 pada Bank BNI Kantor Cabang Gambir Sebesar Rp62.00 m’ Harga Satuan 350.142.142. Tim BPK RI berpendapat penunjukan langsung tersebut tidak sesuai dengan ketentuan.000.512 5. ST-3454/PW09/2/2005 tanggal 23 Juni 2005 selama 10 hari kerja yang berakhir tanggal 8 Juli 2005. Berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Perwakilan Propinsi DKI Jakarta No.512. LAP-5170/PW09/2/2005 tanggal 31 Agustus 2005 terdapat kelebihan pembayaran kepada PT.00 ttk 601.882091Y/088/118 tanggal 23 Desember 2003 sebesar Rp2.00 dan SPM No. diketahui terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek. Asih Silapurna sebagai pelaksana pekerjaan . Persiapan Pek Direksikit Pek.390.000 Jumlah Harga 40.PL/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar lunas dengan SPM No. BA/03/Binpas.520 331.00 m2 16.000 2.000 7.516.00 ls 1.136.00 m2 56.000.090.500 56.920 513.00 ttk 7. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui : 1. konstruksi dan finishing.000.000.00 ls Sub Total I 4. Penunjukan langsung kepada PT.000 12. Pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 9 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.00 m’ II .500.620.500 47.000 Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No. konsultan pengawas dan pihak kontraktor.000.445.592 5. Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Propinsi DKI Jakarta berdasarkan Surat Tugas Kepala BPKP No. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak tidak kompetitif. 884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3.00. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Pekerjaan Pagar BRC a.512.00 m’ 6.650.528.464.129. Pekerjaan BRC T. pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol yang disaksikan oleh pihak proyek.500 30.650.00. 150 cm RAB Fisik Selisih 16.464. karena penunjukan langsung hanya diperkenankan untuk pekerjaan yang bersifat darurat/mendesak.VI Renovasi Mess Yogyakarta Sub Total VI Sub Total PPN 10 % Total Dibulatkan 331. Asih Silapurna sebesar Rp62.00 m’ 1. Air Kerja Pek.260. dirahasiakan.000.520 5.644.516. 2. bersekala kecil dan spesifik.

600 11.08 m2 4.000 (12.046.776.375.000 4. Paving Block 831.500 149.60 m3 256.000 160.6 m Pintu pipa galvanis P.56 m3 - 20.00 bh 3.850.731.000 25.80 m2 4.000) 6.Poma Air Kerja 2.350 11.900.335.000 31.000 3.900 4.00 m2 420.63 m3 2. Pekerjaan Persiapan .84 m3 (13.000 (105.000 76.950 111.182.600.34 m3) 18.Cat dinding/Catylac .801.00 m2 704.000 31.45 m3 27.000) (26.30 m2 (0.00 m3 Sub Total II 550.000 3.83 m2 3.106.452.500 5.00 bh 5.00 m2 4.05 m’) (78.715.000 28.Pas.428.Cat Exterior/Catylac 6.56 m3 253.509. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi III Pek.940.000 400.Pas.Bak Tanki Air / 1000 lt 7.000 307.500 6.000 6.700 1.500 15.000) 26.75 m2 5. Pekerjaan Lantai Keramik .600 4.00 bh 5.359.86 m3 125.000 IV 2.009.80 m2 4.000 2.00 m2 3.605.00 m3 83. Mandi Depan .00 bh 332.19 m3 22.00 m3 20. Pekerjaan K.180 52.00 bh (3. Keramik 15 x 30 5.32 m3 38.800.00 m’ 550. Keramik 20 x 20 .00 bh 2. Pekerjaan BRC T.346. Keramik 20 x 20 .960.950.4 m Cat Zynckromat Renovasi Mess Yogyakarta 1.184.00 bh 1.000 V 1 ls 9.00 bh 332.00 bh 4.00 m2 196.800 39.00 bh 4.256.72 m2 348.446.452.00 m2 463.00 m’ 1. Pekerjaan Pengecatan .07 m3 1.00 m2 206.272.784.17 m2 Sub Total V Total .000 15.375. Pekerjaan Insfratuktur .000 3.00 m2 2.875.452.Pompa Air Jerpam .000 1.000 98.861.000 2.132.00 m3 747.000 15.000 1.525.000 4.Mandi Belakang .00 m3 42.00 m’ 640.590 2.000 1.000) 71.00 m’ 465.00 m2 1 ls 1 unit 110.00 bh) - 75.10 m3 20.509.600 392.850.700.648.20 m2 (1.00 m’ 1.00 m3 415.40 m3 6.336.00 m’ 1.43 m3 22.000.000 3.71 m2 14.00 m’ 2.78 m3 61.000 340.39 m2) 10.00 bh 943.Pas.44 m3 50. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.000 3.61 m2 18.000 14.70 m2 4.950.00 ls 4.00 m’ 108.78 m3 108.950.00 bh 332.000 2.950 101.340.54 m3 6.00 m3 38.36 m2 16.00 m’ 305.300.000 2.600 1.640) 1.40 m3 158.850.000 3.000.00 bh 1.00 bh 1.620.68 m3 3.00 bh - 25.000 4.00 m’ 111.50 m3 18.000 (51. Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Pekerjaan Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P. Pekerjaan Sanitair .000 3. K.000 468.500 19.856.00 m2 224.160 796.82 m3 32.452.400 7.00 m2 1 ls 1 unit 100.00 bh 1.600.430 (1.000.000 71.00 bh 444.756.Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.850.00 m3 43.10 m2) 4.00 bh 2.00 bh 43.00 ls Sub Total IV 1ls 120.000 98.700.000 16.5 m Pintu pipa galvanis P.25 m3) 9.000 23.085.000 340.000 145.772.3.973.05 m’ 79.000 18.00 m2 241.000 161.000 3.00 m’ 1.277.000 76.000 3.000 40.00 m2 Sub Total III 465.475.500.626.00 m’ 103.26 m3 2.20 m3 157.00 bh 412.16 m3 7.00 m2 2.Pas.000 679.Pas.00 m2 2.000 16.000 7. Keramik 15 x 30 4.128.456.00 m2 - (90.Lantai keramik 40x40 Ez 3.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b. Pek.590.

700 Harga/m3 1.5 cm Lapisan Hotmix T. sehingga PT.568.39 Sub Total V Selisih (m3) 218.Untuk pekerjaan peningkatan jalan protokol.04 m = 259.Asih Silapurna sebesar Rp1.723.000 1.00 yang harus ditarik dari PT. 3.310.80 116.265.000 479. Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas diketahui terdapat kekurangan volume senilai Rp1.67 Harga/m3 1. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.000.360.950. Kencana Mandiri UN yang ditandatangani oleh 3 pihak yaitu Kontraktor. apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka dapat diketahui volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis pekerjaan .4 cm Volume (m3) RAB Fisik 218.360. Pengawas Lapangan dan Pemimpin Proyek diketahui bahwa pekerjaan baru selesai tanggal 21 Desember 2004.00 + Rp513.409.05 m = 218.dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.014 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan 955. Dengan demikian Pekerjaan Pemagaran.00 dan denda senilai Rp16.58 cm.00 dan apabila tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dapat menimbulkan kerugian negara.4 cm Volume (m3) 4.142.000.80 259.516. .850.568. Asih Silapurna dikurangi hasil pemeriksaan BPKP yang telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp62.00 ) yang dapat menimbulkan kerugian Negara.157.40m’. Asih Silapurna harus dikenakan denda sebesar 3 %o X Rp5. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan.00 m2 x 0.650. Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pengawas lapangan yang tertuang dalam Buku Harian Standar Konsultan Pengawas PT.850.14 m dan tebal hotmix 3.590.207.00 sehingga jumlah yang harus ditarik dari PT.00 (Rp796.310.950.06 142.133 Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess di Yogyakarta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak sehingga terdapat kekurangan volume senilai Rp1.349.014 Jumlah Harga 297.133 513.349.723. jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih kurang volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.00 = Rp16.80 m3 6.000 215.264.00.5 cm Lapisan Hotmix T. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta mengalami keterlambatan selama 3 (tiga) hari. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.133. Keputusan Presiden No.000 1.376. lebar 4. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.841.06 m3 Jumlah Harga 297.000.000.409.476. Menurut jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seharusnya pekerjaan selesai pada tanggal 18 Desember 2004.55 m2 x 0.940.

00 dengan rincian sebagai berikut : 1. b.157.207.207. 2.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1. Asih Silapurna kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek.a.b. karena terbentur oleh waktu dimana Presiden RI (Megawati) akan hadir pada kegiatan uji terbang roket di Pameungpeuk dan diperintahkan untuk membenahi lingkungan yang secara fisik dalam kondisi rusak .4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus. maka untuk setiap hari keterlambatan Pihak Kedua wajib membiayai denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu permil) dari biaya pekerjaan/ borongan. 2. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Penunjukan langsung dilakukan karena pada saat itu LAPAN terikat oleh pelaksana pekerjaan (konsultan perencana. Asih Silapurna senilai Rp1. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan : 1.248. 3.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 Pasal 16 ayat ( 2) menyatakan jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. PT.C. Keppres No. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa. pengawas dan kontraktor) sebelum kontrak ditandatangani. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif.265. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Kontrak No. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya. c. PT.000. 3.207. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.950. 2. Kelebihan pembayaran kepada PT. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a.Sperjan/35/BINPAS.00 yang dapat merugikan negara. 4. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1. Lampiran I BAB I. Penerimaan negara dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan senilai Rp16.1. penyedia barang/jasa.

Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN.00 dan telah dibayar lunas dengan SPM.884195Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004.950. No.000. 3. proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume dan keterlambatan tersebut. Asih Silapurna sebagai Pelaksana Proyek berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.00 belum dipungut (02. 1.000. di Pameungpeuk.248. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Jangka waktu pelaksanaan sejak tanggal 24 Nopember sampai dengan 20 Desember 2004 sesuai dengan Pelaksanaan Pekerjaan fisik yang akan diawasinya yaitu sebagai konsultan pengawas Pekerjaan Pemagaran. Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta yang dikerjakan oleh PT. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN. Atas kekurangan volume pekerjaan.N. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran senilai Rp1. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur Konsultan Pengawas PT. biaya pekerjaan pengawasan sebesar Rp125.207. 2. di Pameungpeuk.207.43/BINPAS.2.2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.250.00 dan denda keterlambatan senilai Rp16.Sperjan/63/BINPAS P. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Keterlambatan pekerjaan disebabkan adanya protes/demo dari masyarakat sekitar lokasi yang tidak setuju adanya proyek pemagaran sehingga mengganggu jalannya pekerjaan tersebut. akan tetapi disisi lain terdapat pekerjaan tambahan diantaranya perbaikan mes LAPAN di Pameungpeuk Garut. bukan atas biaya Proyek Binpas SDI-GAN.000. sebagai Konsultan Pengawas dengan cara penunjukan langsung dengan Surat Perjanjian No. Untuk maksud tersebut Pimpro akan berkoordinasi dengan pelaksana untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan. Dan pelaksana akhirnya minta bantuan aparat keamanan setempat (Koramil dan Polsek).PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 .L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004. Kencana Mandiri U.00 dari PT. 3.500. Atas komentar Pemimpin Proyek Tim BPK-RI berpendapat bahwa perbaikan mess LAPAN di Pameungpeuk Garut merupakan pekerjaan yang dibiayai dari Proyek Bangtelinfo Rancabungur Bogor. Proyek mengakui pada saat pemeriksaan pasca dilapangan terjadi kekurangan volume pekerjaan. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6. Asih Silapurna untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaannya. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.06) Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya IPTEK Kedirgantaraan LAPAN Tahun Anggaran 2004 telah menunjuk PT.

224.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Renovasi Mess di Yogyakarta. 2.000. sehingga kekurangan volume maupun mutu hasil pekerjaan tidak segera diketahui secara dini oleh pihak proyek untuk dilakukan perbaikan maupun teguran kepada kontraktor.00 dengan nilai keseluruhan Rp756.493.250.00 + keuntungan pemborong 10%=Rp85.000. Lapisan Hotmik Volume 259. 1.00 3. Plipper + Asessories 1 unit ditukar dengan kapasitas air 500 Lt.423.00 .00 3.000.014.450.00 ditambaha keuntungan pembrongan 10% = Rp29. luas 4.014.00 mengakibatkan mutu barang berkurang dan kelebihan bayar sebesar Rp515.000/m3 dengan nilai keseluruhan Rp 1.000.950.850.000.000. Kencana Mandiri U. Pompa air Jet Pump dengan harga Rp6. Bak tangki air kapasitas 1 m3 Ex.000.950. sebagai konsultan pengawas tidak pernah memberikan laporan tertulis maupun lisan kepada Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja.000.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.00 senilai Rp 479. Asih Silapurna tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak yaitu adanya perbedaan volume dan spesifikasi barang. harga pasaran Rp470.000.000.000. Pekerjaan Lapisan Hotmik dilaksanakan 142. Konsultan Pengawas dalam melaksanakan pekerjaannya tidak efektif.32 m3 @ Rp2.00 Ex. Pameungpeuk Garut Peningkatan Jalan Protokol Pameungpeuk Garut KONTRAK Jumlah Volume 415 M3 @ Rp2.00 2. Adapun perbedaan volume yang signifikan dan tidak dilaporkan oleh konsultan pengawas kepada proyek antara lain adalah sebagaiberikut : PEKERJAAN Sloof beton Pagar BRC 150cm.00 ditambah keuntungan pemborong Rp100.SPPK/36/BINPAS.000.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Rp 5.681.No. namun PT.568.00.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.00 1.06 m3 @ Rp1.000.00 senilai Rp263. Hasil cek fisik closet duduk dengan merk INA harga dipasaran sebesar Rp 850.N.Sperjan/35/BINPAS. Lapisan Sub Base dengan ketebalan 5 cm.000.39m3 @ Rp1850.376 m2 senilai Rp297. 2. Pembuatan Pompa Air Kerja senilai Rp 3. Pekerjaan Lapisan Sub Base tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kurang volume.00 1.000. Plipper + Asessories +/Rp1.600.00 4. Kloset Jongkok merk Toto seharga Rp 1. Pembuatan Pompa Air Kerja sesuai informasi yang dapat dipercaya tidak dilaksanakan karena telah ada sumur tua yang sudah ada dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan layak minum sehingga kelebihan bayar pada rekanan sebesar Rp3.000 FISIK Jumlah volume = 256. Pompa air hasil cek fisik merk Panasonik GP 125 JB harga dipasaran sebesar Rp290.00 2.000.600.000. Terdapat pekerjaan yang dilaksanakan PT.000. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan dokumen pendukung lainnya serta hasil pemeriksaan fisik dilapangan diketahui : 1.264.00 Sesuai RAB : 1.700. a.144.

keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga . Asih Silapurna selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2004.00 Rp1. c. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT.000. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas tidak menyerahkan sebagian hasil pekerjaan pengawasannya berupa Laporan Harian.000.000. Ayat (2) menyatakan bahwa pihak kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.00 (5 % X Rp125.00 Dengan kejadian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Kontraktor Pengawas tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tangggungjawab dan kewajiban yang telah di tandatangani dalam surat perjanjian.000. kuantitas dan laju pencapaian volume /relisasi fisik. Pasal 3 : a.PL/XII/2004 tgl. b.03/Binpas.000.884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3. b.PL/ I/2004 tnggal 24 Nopember 2004 : 1.000. b. dengan dasar BAPB tersebut PT. Pembayaran Tahap II kepada PT. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas telah menyalahgunakan wewenang yang dipercayakan dengan cara memanipulasi data guna kepentingan pribadi dan orang lain serta tidak menjalankan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Plipper + Asessories 1 unit senilai Rp 2. Pasal 1 angka 2 menyebutkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) : a. Kencana Mandiri UN harus dikenakan denda maksimal sebesar 5 % dari harga kontrak atau senilai Rp6. 16 Desember 2004 yang dibuat oleh Konsultan pengawas menyatakan bahwa prestasi pekerjaan telah selesai 100%. 2.250.00). Bak tanki air kapasitas 1 m3 Ex.500. Asih Silapurna mengajukan tagihan pembayaran dan telah dibayar dengan SPM No. PT. Dari uraian tersebut di atas menggambarkan bahwa PT.800.Sperjan/63/INPAS. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Dengan demikian PT. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan. Mingguan dan Bulanan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 20 Desember 2004 dan sampai dengan saat pemeriksaan BPK berakhir tanggal 30 Desember 2005 belum menyerahkan laporan-laporan tersebut sehingga terjadi keterlambatan selama 1 tahun lebih. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Asih Silapurna berdasarkan Berita Acara Penyerahan Barang (BAPB) No.4.700. Ayat (1) menyatakan bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini.390. Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Perjanjian/Kontrak No.00 sedangkan secara fisik prestasi pekerjaan tersebut belum mencapai 100% hal tersebut dilihat dari buku harian yang dibuat oleh PT. 2.

Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan.00 menjadi tertunda. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.250. 3.) yang menyatakan bahwa Hasil Pekerjaan Pengawasan disamping harus sesuai dengan KAK dan juga harus diserahkan kepada Pihak Pertama minimal lima yang masing masing diantaranya terdiri atas Buku Harian. namun konsultan pengawas masih kurang efektif. 3. Laporan Mingguan dan Bulanan sebagai resume Laporan harian.000. Konsultan Pengawas PT. 2. Terhadap denda keterlambatan pihak proyek akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan tersebut. . Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi. Pemimpin Proyek tidak dapat mengetahui secara dini perkembangan fisik dilapangan sehingga tidak dapat mengambil keputusan secara cepat untuk mengambil tindakan perbaikan. Kencana Mandiri UN tidak melaksakan tugasnya sesuai yang diperjanjikan dalam surat perjanjian/kontrak. Pasal 11 ayat (2) menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 5 perjanjian ini. maka untuk setiap hari keterlambatan.000. 2. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT.pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan sesuai dengan KAK ketentuan yang berlaku. Hal tersebut mengakibatkan : 1.250.00 untuk disetor ke Kas Negara. Hal tersebut disebabkan : 1. 2. Pihak Kedua wajib membayar denda 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan dan ayat (3) menyatakan bahwa jumlah maksimum denda kumulatif ayat (1) dan (2) Pasal ini ditetapkan sebesar 5 % (lima prosen) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kurangnya pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek sehingga menimbulkan kerugian negara. Penerimaan negara dari denda keterlambatan senilai Rp6. Kencana Mandiri UN diberikan sanksi dengan jangka waktu tertentu tidak diberi pekerjaan di lingkungan LAPAN serta menarik denda keterlambatan sebesar Rp6. copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Pasal 4 ayat (1. 4. 3. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaan dan kepada PT.

16) Dalam Tahun Anggaran 2004.Pek Profil Kolom 1.Pek.450 21.908.869.250.74 m2 .32 m3 .2 Pekerjaan Finishing .Pek.20 m’ .192.276 59.055 10.3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.196 51.253.00 ls .262 39.564.596 5.208 138.1 Pekerjaan Persiapan 24. Acian 1.720. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.204.992.499 4.256 51.Pek.847.2 30.88 m3 .Pek Pagar BRC T.000.356 27.00.00 belum dipungut (02.898 396.74 m2 Sub Total 1.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.064. Sperjan/93/BINPAS.1 1.301.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan tugas melakukan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan.451 40. Restu Prima Citra dengan Surat Perjanjian No.20 m’ .694. Pondasi Batu Kali 400.118.964.788 20.875 356.24 m3 .583.391.Pek.496 41.997 95.295.847.Pek Ornamen Kepala Pagar 247.00 m2 . Plesteran Kol & Pondasi 1. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di LAPAN Rumpin Bogor yang dilaksanakan oleh PT.693 5.Pek.200 47. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan cara penunjukan langsung dengan negosiasi harga. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan tersebut meliputi : No I Jenis Pekerjaan Volume Harga Satuan (Rp) 299. Sperjan/BINPAS.196 II Pek. Pembersihan Lapangan 693.847.000.632. 150 cm 693.00 bh .Pek.Pek Direksikit 693.761 Jumlah Harga (Rp) 7.161 22.108 22.3 Pekerjaan Arcon .712.750.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp3.10 m’ .000.688 11.20 m’ Sub Total 1. Cat Kolom & Pondasi 1.Pek.74 m2 .Pekerjaan Batu Kosong 110. Air dan Listrik Kerja Sub Total 1.660 11.Pek Kolom 25/25 T.687 6.2 Pekerjaan Konstruksi .172 496.140 14. Untuk melakukan pengawasan di lapangan pihak proyek telah menunjuk PT.875 43.532 158. pengujian dan pengkoreksian. Galian Tanah Pondasi 1.Pek.992.1. Jangka waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 20 Desember 2004.485.91 m3 .307 68.471.094 2. Pagar BRC 1. Penguk dan bouplank 485.295.

50 m’ 1.1 3.836. Air dan Listrik Kerja 1.1 Pek.761 6.23 m2 .214.3 Pekerjaan Jalan L.792.358.Pek.905.249.127 67.064 28. Pondasi Batu Kali 170.70 m’ .450 5. Dan Bouplank 295.898 396. Pembersihan Lapangan .690.512.000 356.2 Pekerjaan Konstuksi . Acian 836.838.898 396.171 5.674.237.823 102.Pek.512.750.660 11. Pagar Arcon 1. Penguk.Pek.704.23 m2 .28 m3 .23 m2 Sub Total 3.256 438.414.471.562 44. Urug Pasir Sirtu T.813. Acian 4. Konstruksi Badan Jalan .365 300.024.094 201.2 16.504.Pek.50 m’ Sub Total 2.874.Pek.50 m’ Sub Total 3. & Bouplank .Pek.532.094 2.315 43.Pek.Giling Matang T.020 27.423 35.950 43.Urug Lap.290 22. 3 cm 7.512 m2 .208 64.10 cm 7.389 133.Pek.000.869.104. Batu Kosong 286. Penguk.367.2 3.Pek.281 410.Lapisan Hotmix T. 150 cm 295.2 Pek.688 III IV Sub Total 2. Air dan Listrik Kerja Sub Total 4.596 2.809 8.410 4.254.513 128.512.2 Pek.200 40.552 .690.Pek Profil Kolom 633.874 11. Penguk.00 ttk .072 2.Pek.214.792.460 22.Pek.287.38 m2 .035. Kawat Duri 1.200 244.00 ls Sub Total 3.450 21.275 cm 640 bh .483.00 m2 .00 ls .00 bh .Batu Belah T.682 1. Dan Bouwplank 55.011 52.827 16.Pek.671.596 11.620 16. Cat Kolom & Pondasi 836.910 242.00 m2 .155.792.744 21.997 52.352. Pagar BRC dan Asecories 3.2 Total Dibulatkan 356. Pembersihan Lapangan 295.148.108 93.776 25.1 4.70 m’ .950 175.1 Pek.1 Pekerjaan Persiapan .932 204.Urug Lap.483.000 3.187 23.Pek Pagar BRC T.Pek.2 Pekerjaan Konstruksi . 2 cm 7.635 3.50 m’ 1.Pek Kolom 25/25 T.Pek.817.Pek.168.108 22.975 6.457 16.745 97.180 37.620 23.365.077.854.Pek.38 m2 .17 m3 . Plesteran Kol & Pondasi 836.948.825.284.Pek Plesteran Kolom & Pondasi 4.249. Persiapan .561.999.Pek.85 m3 .Pek.125 88.206.588 1.160.334 1. Galian Tanah Pondasi 206.3 M 4.660 11.196 60.792.75 m3 1.441.80 m3 .Pek.504.389 39.Pekerjaan Batu Kosong 47.Pek Kolom Arcon T.Pek Ornamen Kepala Pagar 130.00 ls 6. Rambu Pengaman 1. Pondasi Batu Kali 1.749 334.640 106.00 m2 . Galian Tanah Pondasi .975 18.Pek.50 m’ .Pek.593.347.450 21.50 m’ .108 22.000 6.750.50 m’ .65 m3 .Pek.125 11.972 9.312.2.996.996. 15 cm 7.740.000 15.241.898 282.Pek. Air dan Listrik Kerja 1.3 Pekerjaan Finishing . Perataan dengan Buldozer 2.50 m’ .25 m3 .1 2.512 m2 Sub Total 4. Persiapan 2.493 16.625 37. Pembersihan Lapangan 7.400 324.

613 .818. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.254.432.55 m’) - 6.15 m3 25.00 ls 54.168.00 m2 Sub Total I 1.000.00 m’ 1.74 m2 1.992.908 11.847.450 21.612 335.32 m3 677. Acian Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Profil Kolom Pek Pagar BRC T.00 dan SPM No.75 m3 1. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Arcon 2.51 m3 316.1 Pekerjaan Persiapan Pek.000.029.898 396.322.20 m’ 240.673.875 356.094 2.00 ls 110.526) (1.00 m’ 2.17 m3 328.90 m’ 347.029.257 45.80 m3 1.1 Pekerjaan Persiapan Pek Direksikit Pembersihak Lapangan Penguk dan bouplank Galian Tanah Pondasi Air dan Listrik Kerja 1.60 m’ 1.24 m3 1.847.137.20 m3 818.249.847. Berdasarkan pemeriksaan dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui bahwa : 1. Tim BPK-RI berpendapat bahwa penunjukan langsung tersebut tidak dapat dibenarkan karena pekerjaan tersebut tidak bersifat spesifik dan mendesak/darurat sehingga hal tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.455.533.077.040 12.00 bh 1. harga item per jenis pekerjaan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 %.000.052.233.30 m’ 1.50 m’) (259.761 Nilai Selisih 2.660 11.775) (5.20 m’ 693.208 138.634 23.74 m2 107. Hasil pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 2 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.405) 141.035.200 47.74 m2 1.450 21.00 m2 140.029.50 m’ 1. & Bouplank Pek. Penetapan pelaksana dengan penunjukan langsung.44 m3 56. Pondasi Batu Kali RAB Fisik Selisih Harga Satuan 299.356 27.596 5.451 40. kontraktor dan konsultan pengawas diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek.687 6.2 Pekerjaan Konstuksi Pek.982 20.204.20 m’ 24.74 m2 1.092.50 m’ 1. Penguk.10 m’ 693.17 m3 5.542 (1.00 ls 2.00 m2 818.463.52 m3) 358.00 m2 340 m’ 340 m’ 244.140 7.50 m’) (58.161 22.346 5. Air dan Listrik Kerja 2. Galian Tanah Pondasi Pek.683 48.40 m3 84.519. konstruksi dan finishing yang disaksikan oleh pihak proyek.20 m’ 485.546 28.80 m3 1.60 m’ 353.306 125.792.32 m3 30.00 ls II (259.68 m 1. 2.01 m3 356.898 396. Pagar BRC 1.485.333. Pekerjaan pemagaran dan jalan lingkungan tersebut telah selesai dilaksanakan dan diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No.74 m2 247.LPN/BINPAS/BA/02/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar dengan Surat Perintah Membayar (SPM) No. Ples.16 m3 (41.91 m3 400.74 m2 818.108 22. Pembersihan Lapangan Pek.Kol & Pondasi Pek.00 m2 693.Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya PT.00 bh 1.088 5.313.805.2 Pek.996) - 24.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.108 22.00. 878705Y/088/118 tanggal 8 Desember 2004 sebesar Rp750.792. Restu Prima Citra.094 (14.20 m’ 345.000.278.125 286.00 bh 347. Batu Kosong Pek.000.752.052.586.596 11.88 m3 1.477. 150 cm Pekerjaan Finishing Pek.20 m’ 353.883213Y/088/118 tanggal 20 Desember 2004 sebesar Rp3.

878.450 21.00 m2 x 0. 15 cm Urug Lap. urug lapisan batu belah 6.2 Pek.00 m’ 3.596 2.45 m2 602.367.523 31.389 Dalam pekerjaan konstruksi badan jalan. 150 cm 3.511. lebar 3 m dan ketebalan lapisan rata – rata untuk urug pasir sirtu 9. Penguk.800 1.327) (25.80 m2 1.Batu Belah T. Perataan dengan Buldozer Pek.400 324.094 2. BRC dan Asecories 3.493.983. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Jalan L.00 m’ 1.980 2. Kol & Pondasi Pek.Pek Kolom Arcon T. 2 cm Lapisan Hotmix T. Persiapan Pek.761 83.512.00 m2 IV 145.053 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan adalah 2.069.359.303.50 m’) (259.846.78 m2 233.50 m’ 13.23 m2 836.2 Konstruksi Badan Jalan 640 bh 686 bh 4.12 cm dan lapisan hotmix 1. Pagar Arcon Pek.40 m’ 434.471.50 m’ 282. 3 cm Volume (m3) 7.792 836.846.077.168.00 m2 x 0.450 5.512.36 Jumlah Harga 300.00 ttk 55.10 = 751.104.485.56 cm.80 cm.00 ls 6.843.290 22.31 m3 233.02 = 150.052.00 ls 2.618. Pembersihan Lapangan Pek.23 m2 115.28 m3 170.19 cm.890.126.385.512.Kolom & Pondasi Pek.00 ls 47.50 m’ 206.000 356.1 Pek.03 = 225. Air dan Listrik Kerja 4.512. Dan Bouplank Pek.000 742.70 m’ 2.20 m3 69.70 m’ 2.45 m2 Sub Total III 2.749 334.375 937.00 ls Sub Total 4. Kawat Duri III Pek.333 431.58 m2 2.996. Dan Bouwplank Pek.206.80 7.588 Harga/m3 266.383 5. urug lapisan giling matang 2.30 m’.78 m2 633.259.1 Pek.489.50 m’) 201.455 2.38 m2 1.00 ttk 1.78 m2 6.00 m2 7.50 m’ 2. maka jumlah volume yang digunakan untuk masing-masing lapisan adalah sebagai berikut : .843.389 22.00 bh 282.15 =1.483.00 bh 295.3 Pekerjaan Finishing Pek. Urug Pasir Sirtu T. Galian Tanah Pondasi Pek.00 bh) 2.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.45 m3 1. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.3 M 4.50 m’ 2.359.275 cm Pek Ples.00 m’ Sub Total II (46.967 94.823 (9.848.068) 116. Rambu Pengaman Pek.10 cm Urug Lapgil Matang T.71 3.94 m3 602.660 11. Penguk.10 m2 145.690.898 396.00 m’ 13.932 204.483.23 m2 602. Acian Pek Profil Kolom Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Pagar BRC T.200 40. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan dan apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing volume jenis pekerjaan adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.25 m3 836. Plest. Air dan Listrik Kerja 3.94 m3 12.872.744 21.85 m3 1.23 m2 633.00 m2 x 0.827 16.40 m3 45.348 39.30 m’ 7.00 m2 x 0.200 244.898 282.830 2.652.460 22.58 m2 (259.65 m3 16.792.24 7.108 93. Pembersihan Lapangan Pek.435.627 7.850 274.1 7.512.512. Persiapan Pek.50 m’ 295.792.00 m’ 233.50 m’ 15.260 6.052.336 25.00 bh 13.08 m3 100.208 64.103 16.90 m2 2.956 2.30 m’ 55.120 1.020 27.50 m’ 130.297.504.671.20 7.359.470 3.996.096 (63.809 973.660 11. Acian Pek.795 295.690.80 m2 4.504.404 77.50 m’ 203.745 97.40 m’ 1.640.38 m2 1.340) 64.50 m’ 282.108 22.

126. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. 9.30 m’ x 3 m x 0.391.30 m’ x 3 m x 0.878.64 Lapisan Hotmix T.033. 2.334.053 Jumlah Harga 130.487. Kaibon Rasirekayasa pada tanggal 12 Desember 2005 diketahui bahwa pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004.359.09 m 2.10 cm 751. yaitu sejak tanggal 20 Desember 2004 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004.334.485. Restu Prima Citra harus dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp11.80 637.250. Keppres No. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Dengan demikian pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian selama 3 hari kalender.359.016 m Volume yang digunakan 637.359.800 1.033.489.30 m’ x 3 m x 0.00 dan yang telah disetor ke Kas Negara bersamaan dengan potongan dalam SPM berupa PPN sebesar 10 % senilai Rp98.25 m3 Berdasarkan hasil pengukuran atas jalan jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Volume (m3) RAB Fisik Pek.120 1.333 431.01 Urug Lap.000.292 410.374. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya .301.021 m 2.24 148. Keppres No.004.00 (3/1000 x Rp3.60 112.00 – Rp98.878 Dari data di atas diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp980. Sehingga PT. namun masih tedapat pekerjaan finishing berupa pengacian dan pengecatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004.000.25 SubTotal 4. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.80 cm Urug Lapisan Giling Matang T. Urug Pasir Sirtu T.11 Harga/m3 266.359.45 m3 148.447. Urug Pasir Sirtu T.19 cm Urug Lap.75 1. Pekerjaan yang telah dinyatakan selesai pada tanggal 16 Desember 2004 tersebut sebenarnya belum selesai 100 %. b. Hasil konfirmasi dengan Konsultan Pengawas PT.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan buktibukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a. 15 cm 1. sehingga kekurangan volume setelah pengurangan pajak senilai Rp882. 2. 1.850 3.000.56 cm Perkalian 2.878.Batu Belah T.12 cm Lapisan Hotmix T.432.30 m’ x 3 m x 0.01 m3 495. 2 cm 150.240 110.00).Batu Belah T. penyedia barang/jasa.79 255.334.374 433.00 (Rp980.992 166.487.00.No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.45 Urug Lapgil Matang T.750.878.64 m3 113.00). 3 cm 225.20 495.358.36 113.166 980.2 Total 4 Jumlah Kekurangan Volume Pekerjaan Selisih (m3) 489.6.07 m 2. 3.

PT. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 a. b. Sperjan/BINPAS. 2. Turunnya anggaran belanja tambahan menjelang akhir tahun anggaran.pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. Penerimaan negara dari denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan senilai Rp11. Hal tersebut mengakibatkan harga dalam kontrak tidak kompetitif sehinggaterjadi kerugian negara sebesar Rp893. Restu Prima Citra kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa : 1. 5. 4. Lampiran I BAB 1. pelaksanaan sampai selesai 100% (serah terima I) ditetapkan 27 hari kalender sejak tanggal 24 Nopember 2004 dan berakhir tanggal 20 Desember 2004. 3. 2. PT. Pasal 1 angka 4 menyebutkan bahwa Pihak Kedua mempunyai kewajiban kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan. Pihak Kedua wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan.000. Pasal 16 angka 2 menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. Kelebihan pembayaran kepada PT.301.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.551. menyelesaikan dan memelihara pekerjaan serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. c. Surat Perjanjian No.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. Proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume pekerjaan tersebut. namun masih terdapat kelebihan panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin yang belum diperhitungkan. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Proyek menganggap pekerjaan telah selesai pada tanggal 16 Desember 2004 meskipun masih terdapat sebagian pekerjaan finishing (pembersihan lokasi hasil . c. 2.250. Restu Prima Citra sebesar Rp882.a.00 yang dapat merugikan negara. maka untuk setiap hari keterlambatan.C. 3.391.391.1. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. Pasal 7 angka 1 menyebutkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.

000 20.000 8. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT. 3.350.000 9.000 19. Bogor Jumlah Selama 3 hari 3 hari 3 hari 2 hari 3 hari 2 hari Peserta 11 or 29 or 23 or 18 or 14 or 37 or Volume 33 OH 87 OH 69 OH 36 OH 42 OH 74. data BMN Rekons. 2. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan kepada PT. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya.000. Tim BPK RI berpendapat bahwa : 1. OH Nilai 11. 2. Restu Prima Citra senilai Rp882. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Terdapat Ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat senilai Rp84. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.000 15. Bogor Cisarua.00 dan denda keterlambatan senilai Rp11. Bogor Cisarua.000. Data Base BMN Sidang Peny.100. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara.391. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000 84.100.00 (03.01) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek BINPAS SDI GAN telah melaksanakan rapatrapat dengan penyediaan akomodasi dan konsumsi dilaksanakan pihak ketiga sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Evaluasi SAP Rekons. Panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin telah diukur seluruhnya dan segala kelebihan telah dimasukan dalam perhitungan. . Data SAP Penyus.000 Pelaksanaan kegiatan . Bogor Cisarua.450. Atas komentar Pimpro.100. Pekerjaan finishing yang belum diselesaikan termasuk komponen biaya dalam kontrak seperti pengacian dan pengecatan yang penyelesaiannya melewati batas akhir kontrak adalah merupakan keterlambatan penyelesaian pekerjaan.525.pelaksanaan pembangunan fisik) yang dimasukkan ke dalam masa pemeliharaan pekerjaan.Kajian Potensi PNBP Pelaksana PT.301. 2.00 untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara.250. Data SAP Rekons. mengingat pekerjaan tersebut dibiayai dari dana ABT yang turun pertengahan Nopember 2004. Bogor Cisarua. Cisarua Prima Hilltop Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Lokasi Cisarua.575. Bogor Cisarua.kegiatan tersebut berdasarkan Berita Acara Serah Terima telah selesai dan telah dibayar dengan SPM-LS.100.

b. tidak mewah. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Proyek BINPAS telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dilaksanakan oleh Lembaga Konsultasi Kepegawaian diikuti 37 peserta yang dilaksanakan di Kantor LAPAN Pusat (ruang auditorium dan ruang rapat).000. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pada saat akan diselenggarakan kegiatan oleh pihak Proyek BINPAS. Pasal 41 menyebutkan bahwa pemimpin proyek/bagian proyek bertanggung jawab baik dari segi keuangan maupun dari segi fisik atas pelaksanaan proyek/bagian proyek sebagaimana ditetapkan dalam DIP atau dokumen anggaran lainnya yang diberlakukan sebagai SKO. ruangan auditorium LAPAN sedang dipergunakan untuk kegiatan yang lain. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Keputusan Presiden No. Bogor yang akan menambah beban pengeluaran Negara. Hal tersebut disebabkan : 1. 2. .100. efisien. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian serta kurang efisien dalam pelaksanaan kegiatan proyek.00.Pada Tahun Anggaran 2004 juga. Memerintahkan Atasan Langsung Pemimpin Proyek untuk melakukan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. 2. Hal tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas penyelenggaraan rapat-rapat sebesar Rp84. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. sehingga kegiatan BINPAS dilakukan dengan fasilitas yang disewa dari pihak ketiga. Pasal 12 ayat (1) huruf a menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat. Dari pelaksanaan Bimbingan Analisis Jabatan yang dilaksanakan di kantor pusat tersebut sebenarnya untuk rapat-rapat lainnya juga tidak perlu dilaksanakan dan menggunakan tempat di Cisarua.

214. Pagar BRC dan Asecories 3.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp92.457 242. Pagar BRC 1.196 1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.504. Jangka waktu pelaksanaan pengawasan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai tanggal 20 Desember 2004. 884209Y/088/118 tanggal 23 Dsember 2004 sebesar Rp92. Persiapan 3. Berdasarkan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan No.817.740.1 Pek. Pekerjaan pengawasan telah dibayar dengan SPM No. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan PT.Sperjan/93/BINPAS.312.312.50 m’ 88.000 3.00.1 Pek. Untuk melakukan pengawasan pekerjaan proyek telah melakukan perjanjian dengan PT. Penyimpangan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05.750.635 3.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Finishing Pekerjaan Arcon 2.2 Pekerjaan Konstruksi 3. Persiapan 4.295.2 Pekerjaan Konstuksi Pek. Restu Prima Citra yang berlokasi di Rumpin Bogor.334 295.2 Pek Konstruksi Volume 693.08) Tahun Anggaran 2004 Proyek Binpas SDI-GAN telah melakukan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT.312. Adapun tugas pekerjaan pengawasan antara lain meliputi : 1.999.365 1.414. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.000.750.813. 2.000.688 1.253.620 2.241.000.3.1 Pekerjaan Persiapan 1. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.000 II III IV Jumlah Dibulatkan Pemeriksaan dilapangan atas hasil pelaksanaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan dengan melakukan pengukuran atas pekerjaan persiapan.04) Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif (05.187 23. konstruksi dan finishing diketahui : .50 m’ 15. LPN/BINPAS/BA/01/2004 tanggal 16 Desember 2004 menyebutkan bahwa prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan fisik 100 %.1 Pekerjaan Persiapan 2.00.3 Pekerjaan Finishing Pekerjaan Jalan L.118.838.256 51. kuantitas dan laju pencapaian volume/fisik. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.3 M 4.077. 3.70 m’ 133.262 496.792.20 m’ Jumlah Harga 43. Restu Prima Citra meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.

60 m’ 2. Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT.504.70 m’ 15 cm 10 cm 2 cm 3 cm Fisik 345.56 cm Selisih Fisik 347. Kaibon Rasirekayasa tidak pernah memberikan laporan tertulis adanya perbedaan volume dan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut sehingga Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja tidak tahu persis kondisi di lapangan. c. Pasal 11 bahwa apabila terbukti pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi Pihak Pertama.60 m’ 145.44 cm (0. Selain itu konsultan pengawas juga tidak pernah memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana atas pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi tersebut. maka Pihak Kedua bertanggungjawab penuh atas kerugian tersebut. angka 1 bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini.31 cm 5. angka 2 bahwa Pihak Kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.Sperjan/93/BINPAS.Lap.12 cm) 1.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 menyebutkan : 1. Gil.56 cm 2.Lap.40 m’ 7. PT. Kaibon Rasirekayasa sebagai konsultan pengawas tidak melaksanakan tugas sesuai perjanjian yang disepakati dengan pihak proyek. Pemimpin Proyek BINPAS SDI GAN menjelaskan bahwa Konsultan Pengawas PT. angka 7 bahwa Pihak Kedua wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya dan memberitahukan kepada Pihak Pertama tentang kelalaian yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standard ketentuan serta peraturan yang berlaku.Lap. Batu Belah . 2.30 m’ 7.44 cm Dari data tersebut di atas diketahui terdapat perbedaan spesifikasi dan volume jika dibandingkan dengan RAB. Hotmix RAB 693. Matang . Hal tersebut tidak sesuai dengan : Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pemagaran dan Pembuatan Jalan Lingkungan No. Pasal 3 : a.69 cm 4. Hal tersebut mengakibatkan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor terjadi kekurangan volume pekerjaan yang berindikasi terjadinya kerugian negara. .20 m’ 2.Urug Sirtu .12 cm 1. Hal tersebut disebabkan : 1.359.No 1 2 Pekerjaan Pagar BRC Jalan lingkungan . b. Kaibon Rasirekayasa tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang telah disepakati dalam kontrak sehingga terdapat indikasi terjadinya kerugian negara.

Menegur secara tertulis PT. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. 2. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara.2. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. 3. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. namun konsultan pengawas masih kurang efektif.

800.670.80 1.86 0.48 2.82 1 247.908.16 - 113.481.00 atas biaya 02.14 0. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.56 162.34 0.76 Jml 10 Nilai 11 % 12 Jml 13 Kekurangan Penerimaan Nilai 14 % 15 Tdk dpt dipertanggungjawabkan Jml 16 1 Nilai 17 65.16 ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.400.000.19 3 552.48 % 18 2.890.258.22 3 Kelebihan pembayaran sebesar Rp247. Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) Pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah 02.917.61 20.01 INDERAJA sebesar Rp4.43 3 136.14 0.14 113.00 2.28 1 1 2.00 Tidak Berdasarkan Prestasi Fisik Pekerjaan 2 Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.40 2. Kemahalan Harga Pengadaan Pencetakan Majalah Berita 03.000.00 II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Pembayaran Kontrak Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan 02.56 1 - - - 1 1 28.28 Jm 19 2 NAMA OBRIK/SASARAN No JUDUL TEMUAN Kode Jumlah Anggaran Jumlah Realisasi Nilai yang diperiksa % Cakrik Jml 1 Tahun Anggaran 2003 A.898.645.135.00.DAFTAR REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA KELOMPOK TEMUAN KETERTIBAN DAN KETAATAN Indikasi Kerugian % 9 4.81 97.344.04 98.410.857.16 2.000.16 hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman .872.00 B. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.81 2.16 Para Ahli LAPAN di Jerman sebesar Rp1. Kemahalan Harga Pengadaan Komputer dan Perangkatnya 03.06 20.000.45 20.288.02 I 2.63 2 3 4 5 6 7 Total Temuan Pemeriksaan Nilai 8 1 65.72 2 439.876.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.01 untuk Menunjang Kegiatan Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh minimal sebesar Rp66.823.934.00 belum dipungut 02.

30 8.00 belum dipungut 2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.25 91.250.85 5 9.249.95 0.82 4 2.25 0.461.20 10.250.20 6 86. perbaikan jalan 02.85 6.47 85.713.00 belum dipungut 02.06 9 20.52 43.950.220.16 1 6.08 1 47.06 protokol stasiun uji terbang LAPAN.32 1 1248.000.919.16 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11. di Pameungpeuk.01 senilai Rp84.20 12.11 1 Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat 03. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6.51 12 19.452.97 7 6 8 2.85 12 2.301.25 0.000.69 4 10.99 10 2 11 2.48 0.15 3 .663.96 1 147.00 III Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) 1 Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Jumlah 05.41 12.89 13 1 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 1 A Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa B Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.24 11.00 02.100.65 16.570 5.06 34.06 3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.130.207.1 Tahun Anggaran 2004 2 3 11.094.00 belum dipungut II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1 882.000.000.59 0.937.21 11.45 0.481.207.90 46.766.248.34 2 65.391.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful