BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. Gatot Subroto No. 31 Telp. 5704395 Fax.

(021) 5720909 Jakarta Pusat 10210

Jakarta, Nomor : /S/V-XIII.1/ /2006 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Hasil Pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan
pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta.

Februari 2006

Kepada Yth. Kepala LAPAN Di Jakarta

Berdasarkan Undang-undang No.5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) BPK-RI Tahun 1995. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu, Sistem Pengendalian Intern (SPI) proyek, baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pengamanan atas kekayaan telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian. Lingkup pemeriksaan dilakukan terhadap tiga entitas, dengan penekanan pada kegiatan utama proyek, yaitu pengurusan dan pertanggungjawaban keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, pengendalian intern atas pelaksanaan kegiatan proyek antara lain kebijakan, perencanaan, pencatatan dan pelaporan atas seluruh kegiatan proyek, yaitu: 1. Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh (JASPRO) Cakupan pemeriksaan TA 2003 sebesar Rp2.872,04 juta atau 98,43% dari realisasi anggaran sebesar Rp2.917,81 juta atau 99,43%, 2. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp30.895,47 juta atau 97,95% dari realisasi anggaran sebesar Rp31.539,86 juta atau 97,49%, 3. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713,25juta atau 85,97% dari realisasi anggaran sebesar Rp12.461,85 juta atau 99,84%,

Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, BPK-RI berpendapat bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kelemahan, antara lain sebagai berikut :
1. Proyek JASPRO a. Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp68.508.000,00 c. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.890.000,00 2. Proyek BANGTELINFO a. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan b. Penetapan pelaksana pengadaan komponen dan subsistem satelit mikro dilakukan dengan penunjukan langsung dan berita acara serah terima pekerjaan bersifat formalitas c. Panitia pengadaan barang dan jasa Proyek BANGTELINFO dalam menyusun HPS/OE tidak berdasarkan analisa harga yang dikalkulasikan secara keahlian d. Terdapat pemecahan kontrak dalam pengadaan bahan-bahan untuk keperluan penelitian.

Denda senilai Rp113.135.000,00 atas keterlambatan penyelesaian pengadaan peralatan ground station belum dipungut f. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman g. Penetapan pelaksana dilakukan dengan penunjukan langsung dan terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan fasilitas pendukung ground station senilai Rp28.857.645,00 h. Terdapat kelebihan perhitungan biaya operasional pada pengadaan peralatan ground station senilai Rp162.823.670,00 3. Proyek BINPAS SDI GAN a. Panitia pengadaan pekerjaan pemagaran, peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta senilai Rp5.650.000.000,00 bekerja tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku b. Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess lapandi Yogyakarta bekerja tidak efektif dan berita acara penyerahan barang dibuat tidak sesuai dengan prestasi pekerjaan c. Pengaspalan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dilaksanakan sebelum tersedianya anggaran dan sebelum surat perjanjian/kontrak d. Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta sebesar Rp16.950.000,00 belum dikenakan e. Denda keterlambatan konsultan pengawas senilai Rp6.250.000,00 atas pekerjaan konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta belum dipungut f. Denda keterlambatan senilai Rp11.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor belum dipungut g. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.301.391,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor h. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.248.207.207,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta i. Terdapat kemahalan harga atas pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah dan sidang penyusunan kajian potensi komersial hasil-hasil litbang senilai Rp7.375.000,00 j. Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat maksimal senilai Rp84.100.000,00 k. Terdapat ketidakhematan senilai Rp4.600.000,00 pada pelaksanaan Diklat Analisis Jabatan l. Konsultan pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Kondisi tersebut terjadi antara lain karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif, khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana, pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diatasi, denda keterlambatan yang belum dipungut segera dipungut dan disetorkan ke kas negara, kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera dipertanggungjawabkan dengan menyetorkan kembali ke kas negara, pemimpin proyek, panitia pengadaan, panitia penerima dan pemeriksa barang serta pengawas lapangan yang lalai melaksanakan tugas diperingatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dalam pengelolaan anggaran agar senantiasa memperhatikan aspek kehematan, efisiensi dan efektifitas. Untuk jelasnya Saudara dipersilahkan menelaah hasil pemeriksaan lengkap terlampir dan selanjutnya BPKRI mengharapkan jawaban Saudara atas penyelesaian masalah-masalah tersebut dalam waktu 60 hari sejak diterimanya hasil pemeriksaan ini. Atas perhatian serta kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

e.

Anggota/Pembina Auditorat Utama Keuangan Negara III, Hasan Bisri

Tembusan : 1. Yth. Sekretaris Utama LAPAN; 2. Yth. Inspektur LAPAN; 3. Pertinggal.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA
HASIL PEMERIKSAAN ATAS PENGELOLAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA TA 2005

Semester II

RESUME HASIL PEMERIKSAAN

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan Pemeriksaan atas Pengelolaan Anggaran Belanja Pembangunan Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Tahun Anggaran 2003, Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dan Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004. Pemeriksaan bertujuan untuk menilai apakah Sistem Pengendalian Intern (SPI) entitas yang diaudit terhadap laporan keuangan dan pengamanan atas kekayaannya telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian, informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dan entitas yang diaudit dalam melaksanakan kegiatannya telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu serta memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. Sasaran pemeriksaan diarahkan pada SPI atas pelaksanaan kegiatan proyek, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan serta prosedur pengadaan barang dan jasa, serta pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa. Nilai Anggaran Proyek Tahun Anggaran 2003 dan 2004 sebesar Rp47.766.902.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp46.919.518.870,00 atau 98,23% dan telah diperiksa (cakupan pemeriksaan) sebesar Rp43.094.248.770,00 atau 91,85% dari realisasi anggaran dengan nilai temuan sebesar Rp2.952.073.713,00 atau 6,85% dari realisasi anggaran yang diperiksa. Nilai anggaran tersebut terdiri dari anggaran Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 sebesar Rp2.934.398.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp2.917.809.065,00 (99,43%)

dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp2.872.035.065,00 (98,43%) dan nilai temuan sebesar Rp136.629.800,00 atau 4,76%; anggaran Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 sebesar Rp20.898.610.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp20.876.449.900,00 (99,89%) dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp20.288.810.000,00 (97,19%) dengan nilai temuan sebesar Rp552.160.315,00 atau 2,72% sedangkan anggaran Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp11.452.200,00 telah direalisasikan sebesar Rp10.663.407.705,00 dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp9.220.157.705,00 (86,47%) dengan temuan ketaatan dan ketertiban (tanpa nilai); dan anggaran Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan adalah sebesar Rp12.481.694.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp12.461.852.200,00 (99,84%) dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713.246.000,00 (85,97) dan nilai temuan sebesar Rp2.249.058.598,00 atau 20,99% dari nilai anggaran yang diperiksa. Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, berdasarkan pemeriksaan seperti tersebut pada pokok surat ini, Tim berpendapat masih terdapat penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan sebanyak 7 temuan senilai Rp2.782.600.713,00, penyimpangan yang mengganggu azas kehematan sebanyak 3 temuan senilai Rp155.248.000,00 dan penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan sebanyak 2 temuan (tanpa nilai). Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diuraikan berdasarkan kelompok temuan pemeriksaan pada masing-masing proyek sebagai berikut : Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai Rp65.481.800,00 terjadi pada: a. Proyek JASPRO : Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Proyek BANGTELINFO : Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan 2. Denda yang belum dipungut senilai Rp147.585.000,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp113.135.000,00 : Denda keterlambatan senilai Rp113.135.000,00 atas penyelesaian pengadaan peralatan Ground Station. b. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp34.450.000,00 : 1) Denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp16.950.000,00 dan denda keterlambatan konsultan pengawas sebesar Rp6.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta; 2) Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor senilai Rp11.250.000,00. 3. Kelebihan pembayaran senilai Rp2.569.533.913,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp439.025.315,00 : 1) Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.857.645,00 dan kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.823.670,00 atas pekerjaan dan pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung Ground Station. 2) Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman

Selanjutnya kepada para pelaksana dan penanggungjawab kegiatan yang lalai dalam melaksanakan tugasnya diperingatkan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.00. MH NIP. Kelemahan dan atau penyimpangan sebesar Rp2. April 2006 Plt.207. denda keterlambatan yang belum dipungut dan kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera ditarik untuk disetorkan ke Kas Negara. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta serta konsultan pengawas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor tidak efektif. Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) Proyek BINPAS SDI GAN : Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.100.b.00 terjadi pada a.848. 240001993 . di Pameungpeuk.508. Proyek JASPRO senilai Rp71.00 2) Kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah berita Inderaja sebesar Rp4. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp84.000. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diperbaiki.00. 2) Kelebihan pembayaran senilai Rp882. A Gunawan Sidauruk. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp2. b.000.00 : 1) Kelebihan pembayaran senilai Rp1.713.000. SH.00 : 1) Kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh sebesar Rp66. Berkenaan dengan hal tersebut di atas.100.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.207. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN.000.301.148.130. Jakarta.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor.000.248.00 : Ketidakhematan dalam pelaksanaan kegiatan rapat-rapat senilai Rp84.598.00 tersebut pada dasarnya terjadi karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif.498. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Kemahalan harga/ketidakhematan senilai Rp157.391. Kepala Auditorat III. pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Dalam pengelolaan anggaran senantiasa memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas.890.258. khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana.937.000.

740.900.800.00 b.481. kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna ternyata tidak pernah dilaksanakan dan pengadaan bahan serta uang sewa rapat yang telah dibayarkan melalui anggaran proyek seluruhnya dibuat dengan tidak benar. karena ada penawaran dari NASDA Workshop ADEOS/ALOS dan undangan dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.740. Temuan Pemeriksaan Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 1.240.00 b. Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis.675.578060 X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 01. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp32. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna sesuai SPK No.500. Workshop ADEOS/ALOS yang diselenggarakan oleh NASDA (NATIONAL SPACE DEVELOPMENT AGENCY OF JAPAN) yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11 Pebruari 2003 sesuai Surat Perintah Kerja dari Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh No.240.900.581871X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 sebesar Rp22. yakni: 1.579724X/088/188 tanggal 09 Desember 2003 sebesar Rp22.7101.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 03 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.500. Hasil pemeriksaan atas dokumen pendukung kegiatan tersebut diketahui bahwa.900.900. 2. Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Proyek dana untuk kegiatan tersebut di atas telah dialihkan untuk penyelenggaraan kegiatan yang tidak diprogramkan dalam Tahun Anggaran 2003.00 (02.00.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.00.000.000.779. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis sesuai dengan SPK No.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp 32.5961 sebesar Rp10.00. .578060X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 3325.B. Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp 65.5961 sebesar Rp10.SPK/07/14A/ll/2003 tanggal 3 Pebruari 2003 kepada Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh dengan jumlah biaya sebesar Rp35.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 04 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.00 dengan rincian sbb: a.16) Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh (JASPRO) pada Tahun Anggaran (TA) 2003 telah merealisasikan anggaran untuk keperluan : 1.00. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No. dengan rincian sbb: a.

(Rp32.021.00 + Rp 32. Pemimpin Proyek JASPRO menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memang tidak tercantum dalam perencanaan anggaran.00 dengan rincian sebagai berikut : . Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 10 ayat (3) menyatakan pimpinan dan atau pejabat departemen/lembaga /pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja negara untuk tujuan lain dari yang ditetapkan dalam anggaran belanja negara. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengeluaran anggaran untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna adalah tidak benar adanya (fiktif) dan pengalihan anggaran dilakukan tanpa seijin Ditjen Anggaran.258. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis Deputi Penginderaan Jauh sebagai pengendali dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh sebagai Pembina Harian dan Pengawas proyek serta Pemimpin Proyek untuk mentaati ketentuan yang berlaku.2. Hal tersebut disebabkan Pemimpin Proyek dan Atasan langsung Pimpro Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak mentaati ketentuan yang berlaku. Atas permasalahan tersebut.01) Proyek JASPRO pada TA.00 (03.740.900.481. 2003 telah mengadakan barang/peralatan yang digunakan untuk menunjang pelayanan dan produksi penginderaan jauh. Hal tersebut mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan yang telah direncanakan dalam Petunjuk Operasonal proyek sebagai akibat pengeluaran anggaran yang tidak direncanakan semula sebesar Rp65.800.000.00. kegiatan tersebut dipandang sifatnya mendadak dan memiliki nilai strategis yang tinggi serta inti dan esensi kegiatan sama dengan yang direncanakan dan tidak terjadi pergeseran dari tujuan dan sasaran kegiatan yang telah ditentukan.00.900. namun berdasarkan hasil rapat struktural. komputer supllies yang dilaksanakan oleh beberapa rekanan berdasarkan Surat Pesanan Barang (SPB) yang seluruhnya seharga Rp883.00. dengan demikian biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan anggaran yang direalisasikan sesuai SPM.740. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp66.475.000.Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 2. 2.876.800.096. Expose Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh LANDSAT dan SPOT untuk Pengelolaan DAS di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam oleh LAPAN Jakarta yang dilaksanakan di BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 30 Desember 2003 sesuai undangan BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tanggal 27 Desember 2003 dengan jumlah biaya Rp36.1. Jumlah pengeluaran untuk kedua kegiatan tersebut di atas adalah sebesar Rp71.00). Barang-barang tersebut antara lain berupa komputer (server).

000.5” 33 box Hard Disk 80 GB 2 buah Kertas Fotocopy A4 80 gram 86 rim Kertas Fotocopy Folio 80 gram 20 rim DVD Media 4.900.000.000.000.330.00 6.00 1.00 28.00 59.00 39.00 10.408.00 4.00 24.000.00 1.400.000.00 39.000. 11.875.900.00 600.300.00 15.000. Nama/Jenis Barang CD-Rom 650 MB Kertas Fotocopy A4 80 gram Kertas Fotocopy Folio 80 gram Diskette HD 1.00 229.44 MB 3.950.000.00 3.475. 7.5” Toner Printer HP Laserjet 4 V Harddisk (40 GB Tinta Cartridge HP DJ 670 Black (29A) Tinta Cartridge HP DJ 670 Color (49A) Jumlah Jml Brg 4 box 10 rim 19 rim 2 box 6 buah 2 buah 6 buah 12 buah Harga Satuan (Rp) 174. Hamparan Rizki Abadi sesuai SPB No.000.44 MB 3.000. 5.825.700.700.500.000.000. 6.00 6.976.00 781.000.000.800.916.00 14.00 50.7 GB 24 buah Toner Printer Laser Jet 6L 2 buah Jumlah Nama/Jenis Barang Harga Satuan (Rp) 748. CV.916.000.1. LPN/SPB/07/Yansa/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 senilai Rp33.425.000.000.900.000.00 10.00 4. 5.230. 12.00 280.000.00 5.00 725.000.00 1. 8.000.230.448. 2.00 50. 7. PT.000.000.000.000.400.00 250.875.000.300.000.000.000.000. 9. Jumlah Barang DLT Cleaner 12 buah CD-Rom 650 MB 88 box Diskette HD 1. Citra Komunika Aplikanusa sesuai SPB No.00 100.000.00 Total Harga (Rp) 696. Data Kencana sesuai SPB No. 3.00 13.00 59.00 2. Palaris sesuai SPB No. LPN/SPB/04/Yansa/V/2003 tanggal 26 Mei 2003 senilai Rp781. 4.00 2.925.000.650. 6.00 244.400.000.000.000.000.00 5.00 3.875.00 Total Harga (Rp) 8. 7.00 dengan rincian antara lain : No. 13.00 650.000.00 59. 15.00 39.00 114.000.00 1.330. 3.000.825. 4.00 30.000.00 dengan rincian : No.000.00 dengan rincian antara lain : No.00 43.896.000.000.00 725.00 3.00 570.00 244.000. 1 2.000.00 30.695.900.900.00 2. 3. CV.000.650. 14.000. 10.000.00 13.000.000.00 2.000.00 17.00 39.000.900.00 28.900.000.00 280. 1.00 275.00 375.000.875.000.000.000.000.000.000. CV.000. 2. LPN/SPB/06/Yansa/VI/2003 tgl 30 Juni 2003 sebesar Rp24.00 17.000.000.000. 5. 8. 4.000. LPN/SPB/01/Yansa/IV/2003 tanggal 15 April 2003 senilai Rp42.000.00 280.00 dengan rincian : . Nama/Jenis Barang Server computer (Modis) Server computer (Landsat 7) Server Computer (Browse Modis) Network Disk Storage System Up to 1 Terra Byte Capasity Software Komputer Server Extron Net 9400 Sistem operasi dan software Komputer workstation GIGABIT HUB ETHERNET CARD Kabel UTP Kategori 5 Konektor Jaringan GPS GARMIN III PLUS Peripheral GPS & Software Printer Plotter HP Desigjet 100 Jumlah Jml Brg 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 set 1 unit 4 unit 2 bh 4 bh 1 rool 1 box 2 unit 1 set 1 unit Harga Satuan (Rp) 49.00 Total Harga (Rp) 49.300.170.850.00 6. 1.000.00 10.000.00 175. 7.00 1.000. 6.545.00 425.000.000.

PT.450.2003 dan telah dibayar dengan SPM No. No.No.450. Untuk pengadaan tersebut panitia pengadaan barang/jasa telah menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan pagu anggaran yang ada namun tidak didukung dengan hasil survei pasar. LPN/BAST/01/Yansa/IV/2003 tanggal 24 April .000.00 – Rp209.000.(Lihat Lampiran A).00 12. Palaris.000. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan tentang pengadaan barang/jasa dilingkungan pemerintah. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 23 dan 24 Nopember 2005 diketahui.000.000.000.00 Hasil pengadaan barang tersebut telah diterima proyek sesuai Berita Acara Serah Terima Pengadaan Barang sebagai berikut : 1.108.330.000.00.000.916. No. Dalam analisa harga pasar telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan keuntungan rekanan.00 Total Harga (Rp) 18.00 12.000.00 33.400. Selain itu panitia pengadaan barang/jasa juga telah melaksanakan pemilihan langsung untuk pekerjaan yang nilainya dibawah Rp50.LPN/BAST/05/Yansa/VII/2003 tanggal 7 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.00.400.00 (Rp275.000.366.00). Konfirmasi harga pada tanggal 15 dan 16 Desember 2005 pada beberapa toko komputer pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta yang dilakukan secara uji petik terhadap 15 jenis barang senilai Rp275.545.000.00 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 12 ayat (1) huruf a. 1 2 3 Nama/Jenis Barang CD Color Printer Komputer pengolah data Printer HP Laserjet 1000 Jumlah Jumlah Barang 1 unit 1 unit 1 unit Harga Satuan (Rp) 18. 3. No.000. Apabila harga pasar tersebut dibandingkan juga dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harga pasar tersebut masih lebih rendah. 4.545.000.108.00 sehingga harga pasar lebih rendah sebesar Rp66.117226X/088/118 tanggal 11 Juli 2003 sebesar Rp24. sedangkan barang yang habis pakai telah seluruhnya digunakan untuk menunjang kegiatan unit pengguna.258.000. 198445X/088/118 tanggal 23 Juli 2003 sebesar Rp33.00 yang dibandingkan dengan harga pasar diketahui senilai Rp209.000.00.000. 2.695.00 oleh PT Citra Komunika Aplikanusa dilakukan melalui proses pelelangan.000. sedangkan untuk pengadaan senilai Rp781. Data Kencana.000.00.00 dengan membandingkan harga dari tiga rekanan/lebih dan diambil harga yang terendah.695.330. antara lain menyatakan bahwa . LPN/BAPB/04/Yansa/2003 tanggal 20 Juni 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.230. Hamparan Rizki Abadi. CV. No.00 2.366.115097X/088/118 tanggal 27 Juni 2003 sebesar Rp781. CV.000. LPN/BAST/07/Yansa/VII/2003 tanggal 18 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.046107X/088/118 tanggal 30 April sebesar Rp43. bahwa fisik barang-barang yang dibeli tersebut lengkap dan dicatat sebagai barang inventaris dan berfungsi dengan baik. Citra Komunika Aplikanusa. CV.

Pemimpin dalam Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat melaksanakan pembayaran kepada pihak ketiga dalam pengadaan barang/peralatan computer. Atas permasalahan tersebut Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa kemahalan harga tersebut disebabkan komputer yang digunakan untuk kepentingan produksi data penginderaan jauh memiliki spesifikasi teknis yang sedikit berbeda dengan komputer yang digunakan untuk pengolahan data sebagaimana komputer biasa.495.000.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No. Keseluruhan biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh pihak proyek untuk dua kali pencetakan adalah sebesar Rp60. 575934X/088/188. HPS yang dibuat oleh Proyek tidak didukung data hasil survei pasar.2.000. Edisi 4 Desember 2003 dicetak oleh CV.000.LPN/SPB/08/YANSA/12/2003 tanggal 7 Nopember 2003 sebanyak 1. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada : 1.01) Proyek JASPRO pada TA 2003 telah melakukan pengadaan/pencetakan Majalah Berita Inderaja.990. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya yang diadakan oleh proyek minimal sebesar Rp66. 3. 88 Jakarta Timur dengan SPB No. Pengawasan yang dilakukan oleh atasan Pemimpin Proyek masih lemah. 2. Pencetakan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu : 1. 3.00 (03.00 ( 2 x Rp30.000. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan.890.000.00 ( Rp60.495. Hal tersebut disebabkan 1. Usaha No. 199104X/088/118 tanggal 26 -07-2003 2.00) dengan rincian biaya pencetakan untuk setiap eksemplar sebesar Rp30. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif. 31 Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur dengan Surat Pesanan Barang (SPB) No.000. 2.00 : 2. Sawi No.990. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada.495.LPN/SPB/08/YANSA/VII/2003 tanggal 15 Juli 2003 sebanyak 1.pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip hemat. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang dapat menguntungkan negara. Palaris alamat Jl.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30.258. Arindi Sukses alamat Jl.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No. Edisi 3 Juli 2003 dicetak oleh CV. Peminpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Dan panitia sudah melakukan survey pasar.69 % dari harga pasar.000. 2.495. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.000 eksemplar ) .00 atau 31.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30.

000 eksemplar x Rp25. Berdasarkan hasil konfirmasi dan pengecekan harga di beberapa percetakan pada tanggal 13 Desember 2005 diantaranya pada percetakan Duta Copy di Jl Bendungan Hilir diketahui bahwa biaya untuk pencetakan majalah dengan spesifikasi yang sama (ongkos cetak.890. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN Pasal 12 ayat (1) huruf a. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa kemahalan tersebut disebabkan Majalah Berita Inderaja merupakan media diseminasi informasi dan komunikasi dengan pengguna penginderaan jauh di seluruh Indonesia.100.00.890.000. antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip sebagai berikut.00) dan bila ditambah pajak 10 % maka biaya tersebut menjadi Rp56.000.7 % dari harga Pasar.00 ( 2. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan.000. 2. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang bekerja secara optimal.00 Dari data di atas diketahui bahwa biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh proyek lebih tinggi sebesar Rp4. diterima sebanyak 1. Majalah edisi 4 Desember 2003. Hasil pemeriksaan atas penatausahaan majalah tersebut dan hasil pengecekan fisik pada tanggal 6 Desember 2005 diketahui hal .000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 994 eksemplar dan sisa fisik sebanyak 6 eksemplar. 3.Pencetakan majalah tersebut dimaksudkan sebagai media/alat sosialisasi produk pelayanan yang dihasilkan oleh Pusat Data Penginderaan Jauh kepada masyarakat maupun institusi sebagai pengguna produk penginderaan jauh. sisanya sebanyak 24 eksemplar tidak tercatat dalam pendistribusian barang dan sebagai sisa fisik.000. sehingga tampilan majalah diusahakan sebaik mungkin. sehingga biaya cetak untuk 2.000. Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan atas pembayaran pencetakan majalah Berita Inderaja edisi 3 Juli 2003 dan edisi 4 Desember 2003 sebesar Rp4. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Hal tersebut disebabkan 1.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 9 ayat (5) menyatakan pengguna barang/jasa (Pemimpin Proyek) bertanggungjawab dari segi administrasi. 2.00 atau 8.500. Majalah edisi 3 Juli 2003 diterima sebanyak 1. bahan dan separasi) adalah sebesar Rp25. Dan panitia sudah melakukan survey .000 eksemplar adalah sebesar Rp51. fisik. Pengawasan oleh atasan langsung Pemimpin Proyek masih lemah.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 976 eksemplar.hal sebagai berikut : 1. keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakannya.00/eksemplar. 2. Keppres No. Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat dalam melaksanakan kegiatannya.500. hemat.

dibangun. Untuk itu LAPAN akan mengirim tenaga peneliti guna mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka transfer teknologi dan pembuatan satelit mikro LAPAN-TUBSAT di TU-Berlin Jerman.pasar. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. 3. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 dan 2004 1. dan kesesuaian program yang ditawarkan dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki.00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan (02. dites serta dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman.400. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melaksanakan pengawasan yang lebih intensif. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Pemimpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. dikeluarkan Surat Keputusan Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Nomor : Kep/16.16) Dalam rangka pengembangan sistem satelit nasional khususnya satelit mikro.1. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil TUBerlin di Indonesia.1/VIII/2003 Tentang Pembentukan Tim Pengadaan Penunjukan Langsung untuk Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli . Untuk mempermudah pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis di Indonesia. keahlian yang ditawarkan kepada SDM Indonesia. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada.410.908. 2. Nusantara Duasatu Telematika) tanggal 1 Juli 2003. TUBerlin telah menunjuk PT. sehingga diharapkan terjadi proses alih teknologi. kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi satelit. LAPAN telah melakukan kerjasama dengan lembaga atau negara yang mempunyai pengalaman dan kemampuan dalam teknologi satelit. Pada tanggal 5 Agustus 2003. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang menguntungkan negara. Penunjukan tersebut dituangkan dalam kesepakatan antara TUBerlin dan PT. dimana satelit akan dirangkai. Nusantara Duasatu Telematika (Agreement for Appointing An Indonesian Representative Between Institute Fur Raumfahrtelektronik-Berlin And PT. selain karena sejarah kerjasama yang cukup lama antara LAPAN dan Jerman. Lembaga yang dipilih untuk melakukan kerjasama adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) yang didasarkan pada pertimbangan masalah pembiayaan yang relatif rendah. Kerjasama antara LAPAN dan Republik Federasi Jerman disepakati dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2003. Implementasi dari kerjasama tersebut adalah pembangunan satelit mikro LAPAN-TUBSAT.

00 2.PT Nusantara Duasatu Telematika diwajibkan menyerahkan jaminan pelaksanaan perpanjangan waktu untuk biaya hidup dan biaya pengiriman sebesar Rp479.Software of Attitude Control Simulation Biaya Hidup 6 orang Engineer di Jerman selama 4 bulan Biaya Pengiriman 6 orang Engineer ke Jerman Jumlah Nilai (Rp) 1.IPR (Intelectual Property Right) .Harnessing .5/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 15 Desember 2003 dan telah dibayar lunas. 2.00 untuk 6 orang engineer selama 4 bulan di Jerman dapat ditangguhkan pelaksanaannya dan jangka waktu kontrak diperpanjang sampai dengan 15 Mei 2004.000. Atas penunjukan tersebut.000. Berdasarkan hal tersebut. mulai tanggal 25 Agustus 2003 sampai dengan tanggal 22 Desember 2003.000. yang mempunyai masa berlaku selama 150 hari kalender. Dari hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui sebagai berikut : 1.278. 420. pertama untuk uang muka senilai Rp352.635.Nusantara Duasatu Telematika sudah bekerjasama dengan TU Berlin Jerman dalam pengadaan komponen satelit untuk perakitan satelit mikro. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003. Proses penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan penunjukan langsung.727. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan dan diserahterimakan sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor : BASER/1. 3.763.908.763.278.LAPAN di Jerman. Nusantara Duasatu Telematika yang berkedudukan di Jakarta selaku agen/wakil TU-Berlin di Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan dengan SK Penetapan Pelaksana Penunjukan Langsung Nomor : 05/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 21 Agustus 2003. terhitung sejak Surat Addendum ditandatangani tanggal 20 Desember 2003.000.500.00 59.00 1. Surat Perjanjian Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli LAPAN di Jerman mengalami Addendum pada tanggal 20 Desember 2003 yang menetapkan bahwa : .00 berdasarkan SPM No. Tim Pengadaan menunjuk langsung PT. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dan sisanya senilai Rp1.00 dan biaya pengiriman sebesar Rp59.284.500. 1.Attitude Air Control Bearing .635.00 sesuai SPM No.Biaya hidup sebesar Rp420.278. hal tersebut disebabkan PT.500.000.Test Computer .100. .000. Uraian Biaya Diklat/Training Course Fee di Jerman dengan modul: .00 yang terdiri dari : No.000.400.00 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 120 hari kalender.357. dibuatlah Surat Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 28 Agustus 2003 dan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 01/SPPK/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 25 Agustus 2003 dengan harga kontrak senilai Rp1.00. .410.Special Computer Language .

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembayaran lunas kepada PT Nusantara Duasatu Telematika senilai Rp1. Namun demikian.000. Tim Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman lalai dalam melaksanakan tugasnya. Hal tersebut mengakibatkan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tanggal 18 Desember 2003 sebesar Rp1. dari pemeriksaan atas laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan konfirmasi kepada beberapa engineer yang mengikuti pelatihan diketahui bahwa pelaksanakan pelatihan telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005 sesuai dengan jadual pengiriman para engineer. Dengan adanya penundaan jadwal training tersebut seharusnya nilai jaminan pelaksanaan yang diserahkan sebesar Rp1. Pelaksanaan kontrak yang diperpanjang sampai dengan Mei 2004. telah melewati batas tahun anggaran 2003. Penjelasan Keppres No. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.400.Addendum ini dilakukan berdasarkan adanya surat pemberitahuan perubahan jadwal dari pihak TU-Berlin tanggal 19 Desember 2003 yang merupakan hasil pertemuan antara pihak LAPAN dan TU-Berlin tanggal 17 Desember 2003 dimana TU-Berlin meminta agar pengiriman engineer permanen dimulai pada bulan Januari 2004. secara administratif tidak dapat dipertanggungjawabkan.635. Pemeriksaan lebih lanjut dan konfirmasi kepada beberapa engineer diketahui bahwa pengiriman 6 orang engineer tersebut baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004 secara bergiliran.18 Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Pasal 31 ayat (2) bahwa pembayaran dilakukan atas dasar prestasi pekerjaan yang penilaiannya dilakukan dengan sistem sertifikat bulanan atau sistem termin. 2. Keppres No.400.00 sesuai dengan nilai kontrak.908.763.000.00 karena sampai akhir Tahun Anggaran 2003 kontrak belum dilaksanakan.5/PTEDBTLF/XII/2003 Tanggal 15 Desember 2003 yang menyatakan bahwa “seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai rencana” dibuat tidak benar dan hanya sebagai formalitas untuk mencairkan pembayaran.410. Seharusnya setiap pekerjaan berakhir dalam satu tahun anggaran yang bersangkutan.908.278. dengan memperhitungkan angsuran uang muka dan kewajiban pajak. bukan sebesar Rp479. Hal tersebut disebabkan : 1. 3. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 46 ayat (1) antara lain menetapkan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan pekerjaan harus selesai satu tahun anggaran. .00 pada tanggal 18 Desember 2003 tidak berdasarkan pada prestasi fisik pekerjaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (sebagai syarat dilakukannya pembayaran) Nomor : BA-SER/1.410.00.

000. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162. 3. Hal ini disebabkan belum selesainya mempelajari CV para engineers. Panitia Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa atas kesalahan penerimaan barang/jasa yang belum dilaksanakan . terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp28.00 ( 30 % ) dan PT. Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa tidak mematuhi ketentuan yang diatur dalam Keppres No. Namun berdasarkan hasil pertemuan tanggal 17-19 Desember 2003.000. Inka Forindo Jaya selaku Leader Konsorsium dengan PT.00 (70 %). Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa berdasarkan rencana awal pengiriman engineer akan dilaksanakan bulan September 2003 sesuai kontrak.085.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 senilai Rp10. Jangka waktu pelaksanaan selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan (17 November 2003 sampai tanggal 16 Desember 2003).823.2. Modal konsorsium terdiri dari PT. 1. sehingga pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tetap dibayarkan pada bulan Desember 2003 dan pembayaran biaya training telah diserahkan pada TU-Berlin tanggal 18 Desember 2003. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. Atas permasalahan tersebut.500.03/SPPK/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 17 Nopember 2003 dan sesuai Surat Perjanjian No. Twink Indonesia sebesar Rp7.03/SP/PTED. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara atas kurangnya pengawasan dan pengendalian proyek yang berada dibawah tanggungjawabnya.645. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan .000. Pimpinan Proyek atas kesalahan pembayaran yang tidak berasarkan prestasi fisik dan di masa yang akan datang agar memperhatikan ketentuan yang berlaku. 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara beserta petunjuk teknisnya dan Keppres 18 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. 3. Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung. Inka Forindo Jaya sebesar Rp3.00. pihak TU-Berlin meminta penundaan pengiriman dan pelaksanaan training menjadi Januari 2004.670.16) Proyek Bangtelinfo dalam TA 2003 telah melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan ground station untuk mendukung operasional satelit mikro yang dilaksanakan oleh PT. 2.00 belum dipungut (02.857.Twink Indonesia berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No. pihak LAPAN membuat addendum dan meminta PT Nusantara Duasatu Telematika menyerahkan jaminan bank untuk biaya hidup dan pengiriman engineers.285.00.199.000. Dengan adanya perubahan jadual tersebut.135.2. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1.500.000.

500. 582904X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp3.000. 07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN sesuai Surat No.000. Instalasi & Testing Jumlah A SISTEM TT & C (TRACKING.455. Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui : 1.000. Adapun pengadaan peralatan ground station tersebut meliputi pengadaan : No A 1 Nama/Jenis Barang X DAN S BAND ANTENA.000.000 35.000.000 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 rool 2 unit 1 unit 65. Inka Forindo Jaya sesuai SPM No.Antena Control Unit .000 10.000 45.000 316.000.000.000 25.569. Twink Indonesia dengan SPM No.500.000 60. 582898X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp7.00 dan PT.085.6/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 5 Desember 2003 dan telah dibayar lunas sebesar Rp10.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.5 X Band TeraScan System for Acquisition and Processing of MODIS Including : .RECEIVER DAN PROCESSING TERDIRI DARI 4.dengan penunjukan langsung sesuai Surat Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa No.Autotrack.000. LNA Fasilitas Pendukung “Ground Station”.000.285.000 25.MODIS and OCM Receiver .00 Modulator -Demodulator Jumlah B Jumlah A + B Satuan Harga (Rp) 1 unit 6. Tim BPK-RI berpendapat .000.00 Power Amplifier Mirage Power Supply Kabel Koaxial “Type Belden”9914”100 M” Pengolah Data “Processing Data” @ Rp22.00 kepada PT.000 25.000. TERDIRI DARI : Transceiver Dual Band UHF/VHF Antena UHF 430-438 MHz Antena VHF 144-146 Control Rotator LNA AG 35 @ Rp8.000.000 10.000.000 945.000.000.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN No.00.000 2 3 1 unit 1 pkt 2.969.000 9.000.000.MODIS Processing Upgrade to dual X and S Band Feed.000. BA-SER/3.000.000.000 Pekerjaan pengadaan peralatan ground station telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No. Radome .500.000. 3-axis.000.199. Pelaksana pekerjaan ditetapkan berdasarkan Penunjukan Langsung Pemimpin Proyek dengan surat No. TELEMETRY And COMMAND) UHF/VHF.000.000 16.285.000 10.

Dalam pengadaan peralatan ground station terdapat pekerjaan fasilitas pendukung ground station.000.175. Pek.83 34.00 542. Pengecatan Pekerjaan Elektrikal 1.360.00 1.742. Elektrikal (lantai bawah) 2.81 78.27 141.58 42.72 54.149. Pek.866. Pek.950. Lantai 5. Pek.500.636. arsitektur dan pekerjaan elektrikal diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan dibandingkan dengan RAB senilai Rp28.000. Pek.263.857.645. 3.27 596. spesifikasi dan volume peralatan telah sesuai dengan kontrak dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya.000. instalasi dan testing senilai Rp945.272.480. Struktur Lantai Bawah 2. Pek. Pek.000. Pek. Pek. Dari nilai Rp945.890. Pek.621.00 tersebut diantaranya untuk pekerjaan konstruksi bangunan 2 lantai seluas 300 m2 dengan nilai Rp596.864.53 11.35 37. Pek. Pengecatan Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1.00 dengan rincian sebagai berikut : . Pek.900. Pek. 2. Dinding dan Plester 2.10 21.900.40 33.000.00 D E Harga yang tercantum dalam jenis pekerjaan untuk pekerjaan fasilitas pendukung ground station tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.863.931.000.00 14. Kusen Pintu dan Jendela 3.99 596.086.67 10.492. Atap 4.00. Sanitasi 6. Pek. dengan rincian pekerjaan sebagai berikut : No A B C Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur 1.254. Kusen Pintu dan Jendela 3.400.bahwa penetapan pelaksana pekerjaan dengan cara penunjukan langsung tersebut tidak sesuai ketentuan karena penunjukan langsung hanya diperkenankan antara lain untuk pekerjaan yang bersifat spesifik dan darurat/mendesak.00.000. Dinding dan Plester 2.513.317. Lantai 5. Elektrikal (lantai atas) Sub Jumlah Jasa Kontraktor 10 % Jumlah Dibulatkan Jumlah (Rp) 27.900. Struktur Lantai Atas Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak kurang kompetitif.340.946. Pek. Pemeriksaan secara uji petik di lapangan pada tanggal 2 Desember 2005 atas beberapa pekerjaan konstruksi bangunan yang terdiri dari pekerjaan struktur.442.297.069.000.44 13. Berdasarkan pemeriksaan fisik peralatan ground station yang berlokasi di Rumpin Bogor.733.644.191.00 9.940.000.233.000.00 23. Atap 4.73 40.679.

65 m3 (0. Arsitektur (Lantai Bawah) C. Dinding dan Plester C.30 m3 4.50 m3 139.00 bh 4.Railling pipa hitam C.1 Pek.000 (78.4 Beton pondasi plat (pile cape) .00 m’ 2.75 m3 10.50 m3 91.00 bh 14.67 m2 64.450.6 Beton Kolom 40/40 cm B.428 1.05 m3 11.754. Arsitektur (Lantai Atas) D.317 .661 (3.4 Kosen pintu kayu kamper type P-3 C.750.850.999) 2.000 1.2.975 3.374) 955.000 1.327.000 2.906.2 Pek.2.80 m3 2.9 Beton plat dak B.007. Dinding bata 1 : 5 C.000 D 5.000 1.7 Kosen jendela aluminium type J-1 C.12 Tangga control lantai dak Jumlah C Pek.5 Lisplank beton Jumlah B Pek.500.00 bh 1.878 19.1 Kosen pintu kayu kamper type P-2/k D.850. Lantai dan tangga D.No A B Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur B.13 m2 6.03 m3 6.17 m3 15.000) 9.1.3 Beton plat dak B.6 Kosen pintu kayu kamper type P-5 C.29 m2 1.886 1.084 19.00 m2 14.668.750. Kusen Pintu dan Jendela C.5 Kosen jendela alum.Pile cape 250/250 cm (type P-2) .6 Kosen jendela aluminium type BV D.00 m2 40.965 543.000 40.350 1.07 m2 1.661.400.000 2.2.000 1.937 78.25 m3 155.10 Pekerjaan tangga .2.15 m3 8.00 bh 2.2.00 m2 236.865.500.2.472 1.500 1.2 Kosen pintu kayu kamper type P-2/t D.42 m2 5.2.00 bh 1.871.27 m3 0.76 m3 5.00 ls 32. Struktur Lantai Atas B.95 m3 18.000 10.Screeding lantai RAB 245.3 Kosen jendela aluminium type J-1 D.00 ls 39.500.75 m’ 1.494 61.137 1.75 m3 72 m’ Fisik 98.000 1.00 m3 5.889 1.683.1.2 Pek.00 bh 2.35 m2 12.Plester dan aci beton .92 m2 4.00 bh 1.33 m2 85.625 1.00 bh 1.482 17.1.87 m2 3.000 2.Screding lantai .Lantai keramik 20/20 cm .385 1.85 m3 20.00 bh 3.876 1.62 m2 54.3 Kosen pintu kayu kamper type P-2 C.94 m3 2. Kusen Pintu dan Jendela D.00 bh 1.375 4.2.13 m2 10.000 2. Lantai dan tangga C.475.38 m2 417.429.8 Beton balok struktur B.000 2.1.2 Kusen pintu kayu kamper type P-1 C.8 Kosen jendela aluminium type BV-1 C.00 bh 2.75 m3) (19.00 bh 2.500.929.19 m2 208.850.00 m2 1.227 1.000 Jumlah (Rp) 2.000 1.113.461 175.2.644) 8.4.800.452 C 75.34 m3 (2.00 bh 7.00 bh 10.1 Urugan tanah peninggian peil lantai C.000 2.50 m3 8.395.5 Plester & aci dinding bata 1 : 3 C.049 967.00 bh 1.42 m2 12.2.1.96 m3 2.4 Kosen jendela aluminium sudut D.2.750.1.4 Pek.kaca mati/rc D.09 m3 8.317 61.4.34 m2 1.4 Pekerjaan tangga .000 1.32 m3) 5.4.4 Pek.76 m3 8.2.1 Galian tanah pondasi B.37 m3 5.5 Lantai kerja tebal 5 cm C.099 946.40 m’) Harsat (Rp) 15.00 bh 136.870 1.2.523 1.334 36.135 894.500.6 Plester & aci dinding bata 1 : 5 C. Kaca mati/t D.00 m2 10.00 bh 1.400.Pile cape 300/300 cm (type P-1) .65 m3 (0.395.10 m3) 1.25 m’ 1.1.375.65 m2 27.1 Beton kolom 35/35 cm B.1.2.000 1.7 Lantai keramik 30/30 cm C.35 m2 1.869.580 114.067.190.08 m2 10.740 (3.00 bh 2.2.00 bh 1.693 7.000 184.00 bh 2.400.00 ls 42.52 m3 16.1 Pas.81 m2 27.084 328.00 bh 112.000 313.663.20 2.64 m3 (2.40 m’ Selisih 146.500.00 bh 1.7 Kosen jendela alum.4.2 Pas.846) (3.00 bh 2.2 Pek.00 bh 1.5 Kosen pintu kayu kamper type P-4 C.Pile cape 200/200 cm (type P-3) B.000 2.66 m2 23.00 bh 6.2.000 18.075 (1.4.1 Kosen pintu jendela allm type PJ-1 C.00 bh 2.482 18. Struktur Lantai Bawah B.25 m3) 15. Dinding bata 1: 3 C.1.105 1.2.4.00 bh 7.236.00 bh 1.80 m3 6.800.1 Pek.00 bh 3.2.284.415.00 m2 150.504.00 m2 472.00 bh 6.

00 ttk 3.00 bh 3.000 140.00 ttk 4.788 142.1.10 Lampu pijar 1 x 40 E.793.000 37.350 467.00 ttk 4.1 Pek.2.2.000 28.500 45.00 bh 4.500 222.479. Elektrikal (lantai bawah) E.00 ttk 4.00 ttk 4.00 bh 4. Dari data pengeluaran biaya PT.569.1.1.00 ttk 4.00 ttk 4.17 Saklar seri E.00 ttk 4.00 bh 4.885.00 ttk 4.2.000.409 2.2.00 bh 4.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.00 bh 4.00 bh 17.00 bh 4.1.00 ttk 17.00 ttk 1.00 bh 5.000 130.13 Stop kontak AC E.12 Lampu TL balk E.000 180.00 bh 4.16 Stop kontak internet E.645 3.000 40.857.00 ttk 1.500 142.00 bh 4. 4.16 Stop kontak internet E. Elektrikal (lantai bawah) E.E .4 Instalasi stop kontak AC E.043 7.00 bh 1.00 ttk 4.1.250 42.00 bh 14.00 bh 3.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.000 450.00 bh 3.45 m’ 7. Inka Forindo Jaya untuk pekerjaan pengadaan peralatan ground station diketahui : No I Nama/Jenis Barang Peralatan 1.5 Instalasi stop kontak E.480.00 bh 3.1.6 Instalasi stop kontak telepon E.14 Stop kontak E.18 Saklar tunggal E.55 m’ 61.00 bh 3.645 2.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.2.084 328.000 .1.500 757.2.1.11 Lampu baret 1 x 20 E.00 ttk 17.00 m2 13.00 ttk 3.2.4 Instalasi stop kontak AC E.1.13 Stop kontak AC E.9 Instalasi saklar tunggal E.207.00 ttk 3.1.00 bh 4.00 bh 4.1.17 Saklar seri E.095.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.500 40.000 140.2.5 X Band TeraScan Antena.14 Stop kontak E.00 ttk 8.500 222.2.00 ttk 8.00 bh 16.1.00 bh 8.885.000 140.15 Stop kontak telepon E.5 Instalasi stop kontak E.00 bh - 222.00 ttk 3.500 222.00 bh 17.000 130.00 ttk 4.12 Lampu TL balk E.000 60.000 4.00 bh 1.00 ttk 5.000 37.00 m’ 4.Lantai keramik 20/20 cm .000 150.500 45.00 ttk 4.2.00 ttk 17.00 bh 4.000 Realisai 4.00 bh 17.00 ttk 3.8 Instalasi saklar seri E.00 bh 4.1.500 222.1.764 31.000 222.00 bh 5.00 ttk 1.00 ttk 5.9 Instalasi saklar tunggal E. Receiver da Processing.500 222.00 ttk 3.000 Profit 2.000 40.500 222.00 bh 4.2.250 42.00 bh 3.18 Saklar tunggal Jumlah E Jumlah Jasa Konstruksi 10 % Jumlah Kelebihan Pengurangan PPN Netto Kelebihan Pembayaran 12.11 Lampu baret 1 x 20 E.00 bh 4.2.00 bh 3.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.1.000 60. Harga Kontrak 6.Railing pipa hitam Jumlah D Pekerjaan Elektrikal E.00 bh 5.00 ttk 14.1.000 180.00 ttk 5.000 40.000 40.000 150.293 2.00 ttk 3.35 m2 5.15 Stop kontak telepon E.00 ttk 14.473.2.65 m2 7.00 ttk 4.00 ttk 3.2.1.743.500 40.500 127.8 Instalasi saklar seri E.00 bh 14.000 140.2.1.00 bh 8.00 ttk 5.500 142.00 ttk 4.000 150.00 ttk 16.00 bh 1.00 ttk 4.2.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.2.000 150.2.10 Lampu pijar 1 x 40 E.6 Instalasi stop kontak telepon E.000 37.2 Pek.857.7 Instalasi stop kontak internet E.00 bh 5.764 28.7 Instalasi stop kontak internet E.

000.750. Kabel Koaxial.500.000 (8.000 95. 3.900. Processing data 2 unit.000.530. Sub Jumlah III IV Pajak – Pajak 1.000 1.000.702.000. Power Amplifier Mirage.000. Pengelolaan Teknis. Telekomunikasi 6 bulan.500 112.000 60.000 9.500) (5. 3.000 28.702.000) (4.000 4. 14.321.003.000 1.422.971.300.000.000 15. Maintenan kendaraan 4 bulan. Instalasi dan Testing Pem. Biaya gaji 4 bulan.887 5.000. Listrik.406. 4.422 39.012.000 6.200.000) (70. jaminan dan fee. 16.000.000 70.000 2.000.981 1.500. 14.000.530.000 8.000.000.000. Door to door Singapore ke Jakarta.000 596.000 53.000. sehingga jumlah waktu yang dibutuhkan berdasarkan kontrak adalah selama 2 bulan. Power Supply. .000 280.000 22. Inka. 8.000. 11.000.000 30.000 1. PPN PT.101.089 (364. 9..000 8.971.000) (60. Sewa kantor 4 bulan. Instalasi.667 76.258.000. LNA AG 35. Sewa rumah 6 bulan.000 18.00 atau 9.000 8. PPN PT. Assuransi 6 bulan.000 22. 12.380 35.825.000.800. 4.048.000 2.84 % dari nilai kontrak.150.500.272.000.131.250.100.500. Operasional kantor 6 bulan. Control Rotator. Kendaraan operasional 4 bulan. LNA.455.530.000) (20.000.500 5.380) (35.2.000.150. Sub Jumlah II III Biaya Operasional 1.100.171) 1. Biaya hidup 4 orang training. 4 bulan.000. Berdasarkan kontrak.965 40.000 144. 13.000 22.171 654. 9.000 361.000 25.500.000.003.00 yang diantaranya beberapa jenis pengeluaran waktunya melebihi waktu yang dibutuhkan sesuai kontrak. 2.000 65.000.321.000 5.000 76.000 5.275.000 45.000 40. Upgrade to dual X and BandFeed.000. Perencanaan Konstruksi.000) (120. 10.500.000. 2.000) (566. 7. 7.887) (5. 2.422.800.702. 15.000 16.000) (41.000 5.000 29.232.000) (28.000.141.101. 2 unit.000 875. Transceiver Dual Band UHF/VHF.000) (15. 5.500) (112.400.012. 4.000 557. 13.000) (1. Sub Jumlah IV Jumlah Keseluruhan 2.000 3.500.500. 10. 15.000) (361.131.000 20.000. Biaya transport & Penurunan Barang.258.000 8.667) 18.400. Konstruksi Fisik Gedung 2 lantai. Twink Indonesia. Modulator – Demodulator. Antena UHF 430-438 MHz.965) (40.620.000. Tiket Jakarta – Bangalore 4 bulan 6.500.798.000 25.285. Tranning & Site Acceptance. Fee Marketing.000.019.000 5.000. 12.000 55.911 364. Dalam data pengeluaran tersebut terdapat pengeluaran biaya operasional sebesar Rp566.000 2.000. Inka Forindo Jaya memperoleh profit sebesar Rp1.200.500.141. 8.000 57. Tambahan Material. Antena. Sub Jumlah I II Pembangunan Fasilitas Gedung 1.000) (875.000.000.Forindo Jaya. PIB.019 Data pengeluaran biaya tersebut di atas diketahui bahwa PT.000. Pengawasan Konstruksi.400.000 25.700.700.171) (654.000 60.000 120.000 18. 6. 5.000. Antena VHF 144 – 146 MHz.000 10.000.500.000 145.469.000 10.000. 3. 11. 3. Biaya surat menyurat.725. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya 30 hari kalender atau 1 bulan dan masa pemeliharaan selama 1 bulan setelah penyerahan pekerjaan.000 29.296.678.000 1.000 10.000 1.300. Inklaring.000 14.232) (280.000 35.000 55.000 41.

2.530.380 35.000 70. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.000. tidak mewah.887 112.000 Kelebihan 60.750 162.400. Door to door Singapore ke Jakarta.000 70. Graha Manunggal Wirasembada sebagai pengawas pembangunan gedung fasilitas pendukung ground station diketahui bahwa pekerjaan fasilitas pendukung ground station selesai 100 % pada tanggal 27 Desember 2003.500 112.401.000 40.670 5. 3.258.420.700.670.00 (11%o x Rp10. 8. Listrik.285.460 41. Sewa kantor 4 bulan.000.000. Telekomunikasi 6 bulan.150.823.000.000 8. Keppres No.000.101.000 35.965 5. Biaya surat menyurat.920 2. jaminan dan fee.710.000.823.000 60.000 5.965 20.750 4.131.000 13.000 120. sedangkan pelaksanaan pekerjaan seharusnya selesai paling lambat tanggal 16 Desember 2003 sehingga terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 11 hari sejak tanggal 16 Desember 2003 sampai dengan tanggal 27 Desember 2003 . 13.000 875.000 30.135.000. 10.000 15.003. 11.000. 6.150.000 28. Jenis Pengeluaran Tambahan material Biaya gaji 4 bulan.00 yang merupakan kerugian Negara dengan rincian sebagai berikut : No 1.000.000 875. 5.000 10.000 20. Inka Forindo Jaya. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.000 13.530. 15. 7.000 27.500 5.001. menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat.400. Inka Forindo Jaya melebihi perhitungan waktu yang dibutuhkan ( antara lain lebih dari 2 bulan). Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen kontrak dan laporan konsultan pengawas PT.971.000.000. Sewa rumah 6 bulan.000. Sehingga dengan perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam kontrak dengan waktu realisasi pengeluaran biaya operasional PT.887 5. 12.000.001.000 5. Jumlah Biaya Operasional Dibutuhkan (2 bln) 8. Atas keterlambatan tersebut PT.258.000.000 2.500 20. 9.971. 4.000.000. Pasal 12 ayat (1) a. Operasional kantor 6 bulan.Sedangkan pengeluaran biaya operasional yang diperhitungkan PT.000. Inka Forindo Jaya harus dikenakan denda sebesar 11%o dari nilai kontrak sebesar Rp113. maka terjadi kelebihan biaya operasional sebesar Rp162. Assuransi 6 bulan. Fee Marketing.000 28. efisien.000.00 ).000 6.000 30. b.000. Biaya transport & Penurunan Barang. Maintenan kendaraan 4 bulan Inklaring. 14. .42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.000 60. Kendaraan operasional 4 bulan.

315.293.00 = Rp33.976.00 = Rp79.00 dan PT.1. b. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp162. 3.816. Lampiran I BAB 1.000. Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai RP28. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp304.194.823. Panitia Pemeriksa dan Penerima Pengadaan Barang/Jasa Peralatan Ground Station kurang berfungsi sebagaimana mestinya.645.00= Rp113.857.00 ( 1.C.670. 3.670.645. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa.00) dengan rincian PT.00 apabila kelebihan pembayaran dan penerimaam denda tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dengan rincian sebagai berikut : 1.1 % x Rp10. penyedia barang/jasa.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.000.00).135.670. Keputusan Presiden No. Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa jika dalam jangka waktu penyerahan dalam Pasal 3 Surat Perjanjian ini dilampaui. Pasal 3 menyebutkan bahwa Pihak Kedua wajib menyerahkan pekerjaan tersebut kepada Pihak Pertama. Kelebihan pembayaran biaya operasional senilai Rp162.50 dan PT.135. 2.657. Hal tersebut disebabkan : 1. 2. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp28.645.101.00 (PT.000.940. Pasal 5 ayat (2) menyebutkan bahwa pembayaran 100 % setelah pekerjaan/penyerahan peralatan selesai 100 % yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. 3.135. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp28. Penerimaan Negara dari denda keterlambatan menjadi tertunda senilai Rp113.857.00 = Rp20. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya.351.a.823.823.000. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp162.00 =Rp48. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp113. c. maka Pihak Kedua dikenakan denda sebesar 1 %o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dengan jumlah maksimum sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.500. Inka Forindo Jaya kurang menaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati bersama dengan pihak proyek.50 ). Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang cermat dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan oleh pihak rekanan dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku. 03/SP/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 : a. b.000.857. 2. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah : a. .00 = Rp8.00 dan PT.847. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp113. PT.500.200. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.00.285.c.569. Surat Perjanjian No. selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan.00 ( PT.

Adanya keterlambatan penyerahan gedung fasilitas pendukung ground station TA 2003 di Rumpin akan ditarik denda keterlambatannya dari konsorsium PT. demodulasi dan prosessing yang mengarah pada kehandalan.135.3. Institusi yang diajak melakukan kerjasama dengan LAPAN adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) dengan pertimbangan antara lain masalah pembiayaan. 1.00 untuk disetorkan ke Kas Negara dan foto copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman (02.760. akan meminta kepada pelaksana pekerjaan untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp28.sistem kendali.00 untuk disetor ke kas negara.16) Dalam rangka mewujudkan program LAPAN terutama dalam pengembangan Satelit Mikro yang akan melibatkan teknologi tinggi maka untuk proses alih teknologi diperlukan kerjasama dengan negara yang sudah maju di bidang teknologi satelit dan telah memiliki kesepahaman dengan LAPAN.816.00 untuk disetor ke kas negara. 3. Adapun untuk kekurangan volume pekerjaan .000. Untuk kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162. Pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung karena pekerjaan ground station bersifat sangat spesifik yang harus memperhatikan perkembangan teknologi antena. 2. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. kerjasama antara LAPAN-Jerman telah terjalin cukup lama. Twink Indonesia sebesar Rp113. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pemimpin Proyek untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang berada dalam tanggungjawabnya.000. 5.823. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran dan denda sebesar Rp304. 3. Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kekurangcermatan dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan rekanan dan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Implementasi MoU tersebut akan diwujudkan dengan pembangunan satelit . Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.857.645.344. Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara LAPAN-TU Berlin dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2003 di Berlin Jerman antara pimpinan LAPAN dengan pimpinan TU Berlin.315.00 akan ditarik dari konsorsium PT Inka Forindo Jaya dan PT Twink Indonesia untuk disetor ke kas negara. pengalaman dan kemampuan. Inka Forindo Jaya dan PT. dan proses transfer teknologi satelit yang ditawarkan kepada SDM kita lebih terbuka.4. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara unutk menegur secara tertulis Panitia Pengadaan. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan : 1. 2.

4. Wahyudi Hasbi 3. 9.d. LAPAN mengirimkan 13 engineer yang terdiri dari 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen guna mengikuti training sistem satelit mikro LAPANTUBSAT di TU Berlin Jerman dalam kurun waktu 18 bulan yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005. Sedangkan untuk pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis TU-Berlin menunjuk PT. 8. Adapun 4 orang engineer permanen akan mengikuti training selama 18 bulan sedangkan 9 orang non permanen akan dikirim secara periodik atau bergantian selama 3 bulan masingmasing tim berjumlah 2 orang.000.500.d. oleh karena itu pihak LAPAN melalui Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) mengadakan perjanjian dengan PT Nusantara Duasatu Telematika. Nama Engineer Permanen 1.763. Abdul Karim 2. satu diantaranya dengan kontrak Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 Tanggal 28 Agustus 2003 tentang pengadaan jasa diklat para ahli LAPAN di Jerman. Prabowo Moh.00/bulan dan sisanya @ Rp25.000. dibangun.635. Juli 2004 September s. Juli 2005 @ 3 bulan Mei s.mikro LAPAN-TUBSAT dimana satelit akan dirangkai. yaitu melalui kontrak Tahun 2003 untuk 6 orang engineer (4 orang permanen dan 2 orang non permanen) selama 4 bulan @ Rp17. Untuk merealisasikan proses alih teknologi pengembangan satelit mikro tersebut. Robertus Heru Tri Harjanto 2.d.500. 5.d. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet Pelaksanaan training @ 18 bulan Februari 2004 s. Mohammad Mukhayadi 4.d. Februari 2005 Maret s. Gunawan S. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil di Indonesia. 6. (Besarnya biaya hidup/bulan disesuaikan dengan nilai kurs Euro pada saat itu). 7.00/bulan melalui UYHD . Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh. November 2004 Desember s. Mekanisme pemberian fasilitas dilakukan dalam dua cara. Minto Suwarjo 3. dengan perincian sebagai berikut : No. Terdapat pembayaran kontrak kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp1.000.00 untuk pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman 4 orang engineer permanen dan 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan . dan dites dengan melibatkan para engineer LAPAN dan dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman. Mei 2005 Biaya hidup 4 bln melalui kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Jenis Biaya Biaya hidup : 4 bulan melalui kontrak 14 bulan melalui UYHD Biaya perjalanan : Berangkat melalui kontrak Pulang melalui UYHD Hasil pemeriksaan atas dokumen pembayaran Tahun 2003 sampai dengan 2005 diketahui sebagai berikut : 1. Selama pelaksanaan training setiap engineer memperoleh fasilitas berupa biaya hidup setiap bulan dan biaya tiket perjalanan pulang pergi. Ayom Widipaminto Engineer Non Permanen (Periodik) 1.

Ade Rukmana = 77.000. .000.760. Suseno = 77.278.000.500.00 7.760. Adapun untuk engineer non permanen mendapatkan biaya hidup @ Rp25.763.284.000.Minto Suwarjo = 77.Moh.00 2 orang engineer non permanen = Rp19. Uraian Biaya hidup : 4 orang engineer permanen selama 4 bulan = Rp280. sedangkan biaya hidup selama 14 bulan dan tiket pulang melalui pihak Proyek Bangtelinfo (UYHD).000.00 5.600.727.00 9.00 (@ Rp17.00 2.000.Gunawan Prabowo (Sept – Nov 04) = 77.100. 4.00. 177.00 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan =Rp140.000.000.500.760. 2.000. Uraian Biaya hidup 4 orang engineer permanen selama 15 bulan sebelum dipotong PPh 15% adalah @ Rp25.469.280.357.280.458.278.00 dibayarkan melalui mekanisme UYHD. Yoyok Ichsan = 77. 2.000.Moh.00 1.000.280.000. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003 senilai Rp1.00 dan biaya diklat sebesar Rp1.520.000.000.000.000.469.518. Terdapat pembayaran biaya hidup dan biaya perjalanan pulang pergi 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen sebesar Rp2.280.00/bulan) Biaya pengiriman (pergi): +/.831.00 39.410.280.908.500.00 695.000/bulan Biaya hidup 9 orang engineer non permanen selama 3 bulan sebelum dipotong PPh 15% sebesar @ Rp25.000.280.280.357.00 3.000.280.879.000.sebesar Rp479.760. terdiri dari : 1.00 3.400.500.278.000.Juli 04) = 77.00 3. 59.Widodo Slamet =77. dengan perincian: No 1.00 Hasil konfirmasi dengan salah seorang engineer permanen dan non permanen diketahui bahwa 4 orang engineer permanen mendapatkan biaya hidup selama 4 bulan dan tiket pergi melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.545.000.000/bulan.500.000. dengan rincian sebagai berikut : No 1.000.00 4.280.635.00 4 orang engineer permanen = Rp39.00 Biaya perjalanan pulang 4 orang engineer permanen @ Rp9.@ Rp9.759.000/bulan dan biaya perjalanan pulang-pergi melalui pihak Proyek Bangtelinfo serta tidak pernah melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.00 dan sebagai pembayaran diklat dan biaya hidup dengan SPM No.00.518.00 8.Abdul Karim (Mei .00 6. Pembayaran tersebut sesuai SPM No.000.00 2.000.879.000.00 479.284.Daryono Restu (15 Mar– 15 Juni 05) = 77.500.00 Biaya perjalanan pulang-pergi 9 orang engineer non permanen @ Rp19.Taufik Sumpeno (Des 04 – Febr 05) = 77.00 Jumlah Biaya Diklat Total Nilai (Rp) 420.00 2.458. Padahal kegiatan baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004.00 Jumlah Nilai (Rp) 1.000.000. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dibayarkan sebagai uang muka senilai Rp352.00 1.

pembayaran biaya hidup 4 orang engineer permanen tersebut telah dipotong PPh 15% dan telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp15.00. Kelebihan pembayaran biaya hidup + perjalanan pergi untuk 2 orang engineer non permanen yaitu Abdul Karim dan Minto Suwarjo sebesar Rp159. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet 3 bulan melalui UYHD - Berdasarkan tabel diatas. 2. Minto Suwarjo Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak - 3. 6.00 (sesuai nilai kontrak dengan PT Nusantara Duasatu Telematika). Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh. Kelebihan pembayaran biaya hidup untuk 4 orang engineer permanen selama 1 bulan (UYHD) sebesar Rp103. 2.000.584. Dengan demikian keseluruhan kelebihan pembayaran yang terjadi adalah sebesar Rp247.00. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres No. Bendahara Proyek lalai dalam melaksanakan tugasnya.456. dapat disimpulkan dalam tabel berikut : No. 3. 2.42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 12 ayat (2) : Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Prabowo Moh.000.000.Dari data tersebut di atas. Hal tersebut disebabkan : 1. 7. 5. Abdul Karim 2. 8. .000. sehingga kelebihan pembayaran menjadi sebesar Rp87.00 tidak ditarik kembali dan disetorkan ke Kas Negara.344.00. 9.000.00. Gunawan S.760. Wahyudi Hasbi Moh.000. Pemimpin Proyek tidak mematuhi ketentuan tentang pelaksanaan anggaran dan belanja negara. maka telah terjadi kelebihan pembayaran sebagai berikut : 1. Dari pemeriksaan lebih lanjut. 4.344. Mukhayadi Ayom Widipaminto Seharusnya Biaya hidup : 4 bulan kontrak 14 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Realisasi Biaya hidup : 4 bulan kontrak 15 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup 3 bln UYHD Biaya perjalanan pulang-pergi dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Selisih Biaya Hidup : 1 bulan melalui UYHD Engineer Non Permanen (Periodik) 1. Nama Engineer Permanen Robertus Heru Tri H. Hal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara apabila atas kelebihan pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen sebesar Rp247. 1.040. 4.

00 yang akan ditarik dan disetorkan ke kas negara .248.SPPK/ 36/BINPAS. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara untuk menegur secara tertulis Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan.Sperjan/35/BINPAS.000.1.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 yang selanjutnya diikat dengan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.344. 2. Kencana Mandiri UN sebagai konsultan pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama proyek .3.584.000. Untuk melakukan pengawasan dilapangan pihak proyek telah menunjuk PT.207.00.760. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.00 belum dipungut (03. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung dan negosiasi harga kepada PT. Jangka waktu pelaksanaan ditetapkan 25 hari kalender dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 18 Desember 2004.650.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.000.000.000.760. Atas permasalahan tersebut Pimpro mengakui adanya kelebihan pembayaran baik yang dilakukan oleh bendahara proyek sebesar Rp87. 3.584. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004 1.000.43/BINPAS. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.000. Asih Silapurna berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.00 yang selanjutnya disetor ke kas Negara.05) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada LAPAN telah melaksanakan pemborongan pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.950.000.00 dari masing-masing penerima sebesar Rp87.00 maupun kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.207.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.00 dan PT. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp247.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pimpinan Proyek untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian proyek.

509.00 ls 4.736.500 19.000 13.000 3.00 m’ 1.00 m’ 1.446.6 m Pintu pipa galvanis P.000.000 44.784.700 692.000 1.00 m3 2.000 4.568.000 77.000 400.900 4.500 149.00 ls 4. 150 cm Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.000 3.225.144.000 25.620.000 26.112.500.600 23.000 34.000 35.500.80 m2 4.715.4 cm Mobilisasi alat berat Sub Total V Volume 56.000 4.3.000 64.000 3.000 15.600 113.832.203.00 bh 332.00 ttk 7.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.19 m3 2.913.550 117.82 m3 2.000 28.000 27.20 m3 27.00 ls Harga Sat (Rp) 350.295.900.620.509. Adapun pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.000 139.00 ls 4.000 645.657.980.5 m Pintu pipa galvanis P. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Sub Total I a.850.200 11.000 74.000.000.55 m2 1.00 bh 1.000 211.00 m3 7.928.750.00 m3 415.000 340.00 m’ 1.000 2.000 3.700 35.000 2. Air Kerja Pek.000 40.769.000 46.376.78 m3 61.600 4.452.000 89.136.452.850.000 2.000 Jumlah Harga (Rp) 19. Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.129.sesuai Surat Perjanjian No.950. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi Sub Total II Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Sub Total III Pek.00 m3 42.000 31.000 811.000 400.000 12.000 163.250.850.000 3.00 m’ 79.000 3.950 101.476.00 m2 2.00 m’ 550.800.000.00 bh 1.600.300.00 m’ 108.184.5 cm Hotmix T.771.332.00 m2 16.00 m’ 305.020.000 297.547.335.000 25.370.000 15.000 178. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.10 m3 50.000 195.000 1.850.712.950 111.719. Persiapan Pek Direksikit Pek. Pekerjaan BRC T.00 m’ 1.875.00 m2 465.000 20.350 406.375.000 7.500 20.000 68. Pekerjaan BRC T.000 4.500 30.950.000 479.00 bh 5.000 2.300.00 m2 6.00 bh 43.000 530.700 II III IV V .000 30.125. Sperjan/63/BINPAS P.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.000 161.000 146.000 31.000 145.264.000 2.000 75.00 bh 4.500 30.50 m3 22.000 81.047.000 4.000.000.400 16.046.00 m3 550.40 m3 6.800.238.00 m’ 831.950.775.224.000.588.00 bh 2.4 m Cat Zynckromat Sub Total IV Perbaikan Jalan Protokol Sub Base T.240.000 8.00 m’ 465.

dirahasiakan.000 7. Penunjukan langsung kepada PT.000 Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No. 150 cm RAB Fisik Selisih 16.000. Pekerjaan BRC T.512.00 ls Sub Total I 4.129. Tim BPK RI berpendapat penunjukan langsung tersebut tidak sesuai dengan ketentuan.445. Asih Silapurna sebesar Rp62.VI Renovasi Mess Yogyakarta Sub Total VI Sub Total PPN 10 % Total Dibulatkan 331.000.00 dan telah disetorkan ke Kas Negara sesuai Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak tanggal 25 Juli 2005 pada Bank BNI Kantor Cabang Gambir Sebesar Rp62.000 2. Berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Perwakilan Propinsi DKI Jakarta No.644. LAP-5170/PW09/2/2005 tanggal 31 Agustus 2005 terdapat kelebihan pembayaran kepada PT.00 ls 1. Air Kerja Pek.500.142.000. bersekala kecil dan spesifik. konstruksi dan finishing.00 m’ 6.00 m2 16. ST-3454/PW09/2/2005 tanggal 23 Juni 2005 selama 10 hari kerja yang berakhir tanggal 8 Juli 2005.136.000 12.000.516. konsultan pengawas dan pihak kontraktor.920 513.000.090. 884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3.650. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui : 1.592 5.520 331.464. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak tidak kompetitif.528.00 m’ 1.260.00 m’ II .00 m2 56.882091Y/088/118 tanggal 23 Desember 2003 sebesar Rp2.00. Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Propinsi DKI Jakarta berdasarkan Surat Tugas Kepala BPKP No.000. Asih Silapurna sebagai pelaksana pekerjaan .500 30.516.00 ttk 601.390.00 ttk 7.620.00 m’ Harga Satuan 350.512. karena penunjukan langsung hanya diperkenankan untuk pekerjaan yang bersifat darurat/mendesak. BA/03/Binpas. pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol yang disaksikan oleh pihak proyek.512 5. Pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 9 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.00 dan SPM No.142.000 Jumlah Harga 40. diketahui terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek.464.000. 2.650.PL/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar lunas dengan SPM No.520 5.500 56. Persiapan Pek Direksikit Pek. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Pekerjaan Pagar BRC a.500 47.00.

00 m’ 1.000 4.20 m2 (1.626.000 2.61 m2 18.000 98.456.182.00 bh 5.71 m2 14.000 4.772.000 3.850.00 m’ 108.000 31. Pekerjaan Lantai Keramik .00 m’ 1.350 11.000 (105. Keramik 15 x 30 4.00 m’ 1. Keramik 20 x 20 .000 (51.3.25 m3) 9.605.00 m2 241.00 bh - 25.452. Pekerjaan Pengecatan .000 18.Pompa Air Jerpam .950.009.45 m3 27.500 15.875.00 m3 Sub Total II 550.600.34 m3) 18.43 m3 22.Pas.000 3.32 m3 38.000.00 m2 196.000 16.00 m’ 103.00 m2 - (90.00 bh 444.36 m2 16.00 m3 83.525. Pekerjaan K.00 m2 704.05 m’) (78.00 m2 463.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.00 m’ 640.00 m’ 550.000) 71.00 m2 1 ls 1 unit 100.Cat Exterior/Catylac 6.78 m3 61. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.000 145.00 m’ 1.000 14.000 2.10 m3 20.000 7.600.Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T. Pek.375.00 ls Sub Total IV 1ls 120.00 m’ 305.00 bh 943.620. Paving Block 831.509.00 bh 5.000) 6.850.00 m2 2.000 4.856.640) 1.26 m3 2.39 m2) 10.00 m’ 2.590.500 149.82 m3 32.6 m Pintu pipa galvanis P.256.Pas. K.160 796.346.000 98.00 m3 38.335.400 7.5 m Pintu pipa galvanis P.000 15.600 392.07 m3 1.960.00 bh 332.000 400.000 6.950 111.000 3.648.600 1.4 m Cat Zynckromat Renovasi Mess Yogyakarta 1.84 m3 (13.00 m2 Sub Total III 465.00 m’ 465.000 3.452.861.784.000 15. Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Pekerjaan Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.715.000 71.00 m2 2.000 16.Pas.00 bh) - 75.86 m3 125.000 31.700 1.776.10 m2) 4.000 2.000) 26.000 (12.Pas.00 m3 747.000 3.00 bh 1.452. Pekerjaan Sanitair .359.452.80 m2 4.800.00 m2 2.180 52.19 m3 22.184.000.00 m2 224.000 25.300.00 m3 20.950. Keramik 15 x 30 5.00 bh (3.950 101.80 m2 4.16 m3 7.106.900.973.000 V 1 ls 9.00 bh 332.850.509.600 11.50 m3 18. Pekerjaan Insfratuktur .000 2.54 m3 6.500.446.000 307.00 bh 4.00 bh 3.63 m3 2.00 bh 2.00 bh 1.00 bh 4.000 3.500 6.950.000 468.78 m3 108.00 m2 206.801.700.000 IV 2.731.000 3.375.000 23.000 340.700.085.600 4.56 m3 - 20.000 161.000 1.05 m’ 79.Lantai keramik 40x40 Ez 3. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi III Pek.20 m3 157.000 1.00 m2 3.56 m3 253.000.340.Mandi Belakang .000 76.60 m3 256.17 m2 Sub Total V Total .83 m2 3.40 m3 6.000 3.850.128.000 40.000 679.00 m’ 111.40 m3 158.428.00 m3 415.00 bh 332.30 m2 (0.000 340.00 m2 420.Bak Tanki Air / 1000 lt 7.70 m2 4.940.00 m3 43.Pas.000 28.000 76.900 4.800 39.00 m2 1 ls 1 unit 110.00 m3 42.00 bh 1.Poma Air Kerja 2.272.44 m3 50.00 bh 1.08 m2 4.500 5.00 bh 43. Pekerjaan BRC T.430 (1.475.000 160. Mandi Depan .500 19.00 ls 4.277.00 bh 2.00 m2 4.590 2.68 m3 3.000 3. Pekerjaan Persiapan .75 m2 5.000 1.72 m2 348.046.000) (26. Keramik 20 x 20 .132.00 bh 412.756.336.Cat dinding/Catylac .

000.376.850.650.568.349.516. Keputusan Presiden No.133 Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess di Yogyakarta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak sehingga terdapat kekurangan volume senilai Rp1. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan. Asih Silapurna dikurangi hasil pemeriksaan BPKP yang telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp62.00 = Rp16. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta mengalami keterlambatan selama 3 (tiga) hari.00 + Rp513. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.00 sehingga jumlah yang harus ditarik dari PT.142.850. Pengawas Lapangan dan Pemimpin Proyek diketahui bahwa pekerjaan baru selesai tanggal 21 Desember 2004.360. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.207.409.157. Menurut jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seharusnya pekerjaan selesai pada tanggal 18 Desember 2004.940.349.80 m3 6. Dengan demikian Pekerjaan Pemagaran.00 (Rp796.5 cm Lapisan Hotmix T. jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih kurang volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.14 m dan tebal hotmix 3. .04 m = 259. Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pengawas lapangan yang tertuang dalam Buku Harian Standar Konsultan Pengawas PT.Untuk pekerjaan peningkatan jalan protokol.58 cm.55 m2 x 0.014 Jumlah Harga 297. Kencana Mandiri UN yang ditandatangani oleh 3 pihak yaitu Kontraktor.39 Sub Total V Selisih (m3) 218.000 215.00 m2 x 0.950.80 116.67 Harga/m3 1.265.06 m3 Jumlah Harga 297. lebar 4.590.476.000 1. apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka dapat diketahui volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis pekerjaan .00 dan apabila tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dapat menimbulkan kerugian negara.80 259.000.000.4 cm Volume (m3) RAB Fisik 218.310. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.Asih Silapurna sebesar Rp1.133 513. 3.310.dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.05 m = 218.723. sehingga PT.841.00 yang harus ditarik dari PT.409.568.133.00 dan denda senilai Rp16.40m’.950.360.014 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan 955.5 cm Lapisan Hotmix T.000.000 479. Asih Silapurna harus dikenakan denda sebesar 3 %o X Rp5.264. Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas diketahui terdapat kekurangan volume senilai Rp1.00.00 ) yang dapat menimbulkan kerugian Negara.700 Harga/m3 1.000 1.723.06 142.4 cm Volume (m3) 4.

265. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1. pengawas dan kontraktor) sebelum kontrak ditandatangani.b. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.207. 2.a.207.207. Asih Silapurna kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek.1. 2.950.C.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.000. PT. maka untuk setiap hari keterlambatan Pihak Kedua wajib membiayai denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu permil) dari biaya pekerjaan/ borongan.00 yang dapat merugikan negara. 4. PT. c. Penunjukan langsung dilakukan karena pada saat itu LAPAN terikat oleh pelaksana pekerjaan (konsultan perencana.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. 3. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya. 2. b. Asih Silapurna senilai Rp1.248. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.Sperjan/35/BINPAS.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 Pasal 16 ayat ( 2) menyatakan jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini.157. penyedia barang/jasa. Keppres No. Penerimaan negara dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan senilai Rp16. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. 3. Kontrak No. Kelebihan pembayaran kepada PT. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan : 1. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1. karena terbentur oleh waktu dimana Presiden RI (Megawati) akan hadir pada kegiatan uji terbang roket di Pameungpeuk dan diperintahkan untuk membenahi lingkungan yang secara fisik dalam kondisi rusak . Lampiran I BAB I.

N. Atas komentar Pemimpin Proyek Tim BPK-RI berpendapat bahwa perbaikan mess LAPAN di Pameungpeuk Garut merupakan pekerjaan yang dibiayai dari Proyek Bangtelinfo Rancabungur Bogor.2.06) Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya IPTEK Kedirgantaraan LAPAN Tahun Anggaran 2004 telah menunjuk PT.00 belum dipungut (02. biaya pekerjaan pengawasan sebesar Rp125.43/BINPAS. No. Jangka waktu pelaksanaan sejak tanggal 24 Nopember sampai dengan 20 Desember 2004 sesuai dengan Pelaksanaan Pekerjaan fisik yang akan diawasinya yaitu sebagai konsultan pengawas Pekerjaan Pemagaran.884195Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004.Sperjan/63/BINPAS P. Proyek mengakui pada saat pemeriksaan pasca dilapangan terjadi kekurangan volume pekerjaan.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 .248.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.00 dari PT. Atas kekurangan volume pekerjaan.950. 2. di Pameungpeuk. proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume dan keterlambatan tersebut. Asih Silapurna untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara. Dan pelaksana akhirnya minta bantuan aparat keamanan setempat (Koramil dan Polsek). Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya.000.207. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN. sebagai Konsultan Pengawas dengan cara penunjukan langsung dengan Surat Perjanjian No. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaannya. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN.00 dan telah dibayar lunas dengan SPM. 3. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000.207. 1. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. bukan atas biaya Proyek Binpas SDI-GAN. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6.500. Untuk maksud tersebut Pimpro akan berkoordinasi dengan pelaksana untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran senilai Rp1. Keterlambatan pekerjaan disebabkan adanya protes/demo dari masyarakat sekitar lokasi yang tidak setuju adanya proyek pemagaran sehingga mengganggu jalannya pekerjaan tersebut. akan tetapi disisi lain terdapat pekerjaan tambahan diantaranya perbaikan mes LAPAN di Pameungpeuk Garut. Kencana Mandiri U. Asih Silapurna sebagai Pelaksana Proyek berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur Konsultan Pengawas PT.250. Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta yang dikerjakan oleh PT. di Pameungpeuk.000.00 dan denda keterlambatan senilai Rp16. 3.2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.

Lapisan Sub Base dengan ketebalan 5 cm.000.06 m3 @ Rp1.00 senilai Rp 479. sehingga kekurangan volume maupun mutu hasil pekerjaan tidak segera diketahui secara dini oleh pihak proyek untuk dilakukan perbaikan maupun teguran kepada kontraktor.39m3 @ Rp1850.000.950. Pompa air hasil cek fisik merk Panasonik GP 125 JB harga dipasaran sebesar Rp290. luas 4.000.493.000. Pameungpeuk Garut Peningkatan Jalan Protokol Pameungpeuk Garut KONTRAK Jumlah Volume 415 M3 @ Rp2. Bak tangki air kapasitas 1 m3 Ex. Plipper + Asessories +/Rp1.850.00 3. Hasil cek fisik closet duduk dengan merk INA harga dipasaran sebesar Rp 850.600. sebagai konsultan pengawas tidak pernah memberikan laporan tertulis maupun lisan kepada Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja.000.000 FISIK Jumlah volume = 256.00 1.000.No.00 + keuntungan pemborong 10%=Rp85.000.000.950.00 2.00 ditambaha keuntungan pembrongan 10% = Rp29.N. Kencana Mandiri U.250. namun PT. Asih Silapurna tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak yaitu adanya perbedaan volume dan spesifikasi barang.00 dengan nilai keseluruhan Rp756.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.423.000.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Rp 5.000.000.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Renovasi Mess di Yogyakarta.00.00 Ex. Kloset Jongkok merk Toto seharga Rp 1. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan dokumen pendukung lainnya serta hasil pemeriksaan fisik dilapangan diketahui : 1.00 3. a.000.00 mengakibatkan mutu barang berkurang dan kelebihan bayar sebesar Rp515. Adapun perbedaan volume yang signifikan dan tidak dilaporkan oleh konsultan pengawas kepada proyek antara lain adalah sebagaiberikut : PEKERJAAN Sloof beton Pagar BRC 150cm. Pekerjaan Lapisan Hotmik dilaksanakan 142.SPPK/36/BINPAS.00 2.450.Sperjan/35/BINPAS.000. Pembuatan Pompa Air Kerja senilai Rp 3.014.376 m2 senilai Rp297.144.000.000.000/m3 dengan nilai keseluruhan Rp 1.00 ditambah keuntungan pemborong Rp100.00 1.000.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.00 Sesuai RAB : 1. Konsultan Pengawas dalam melaksanakan pekerjaannya tidak efektif.32 m3 @ Rp2. Lapisan Hotmik Volume 259. harga pasaran Rp470.00 senilai Rp263.568.014.000. 2.224.700.00 . Pekerjaan Lapisan Sub Base tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kurang volume.00 4.264. Terdapat pekerjaan yang dilaksanakan PT.681. 2.000. Pompa air Jet Pump dengan harga Rp6. Plipper + Asessories 1 unit ditukar dengan kapasitas air 500 Lt. 1.600. Pembuatan Pompa Air Kerja sesuai informasi yang dapat dipercaya tidak dilaksanakan karena telah ada sumur tua yang sudah ada dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan layak minum sehingga kelebihan bayar pada rekanan sebesar Rp3.

700.00 Dengan kejadian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Kontraktor Pengawas tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tangggungjawab dan kewajiban yang telah di tandatangani dalam surat perjanjian.000. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT. Asih Silapurna selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2004. b.500. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas tidak menyerahkan sebagian hasil pekerjaan pengawasannya berupa Laporan Harian.000.000.000.00 (5 % X Rp125. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga . Dari uraian tersebut di atas menggambarkan bahwa PT.800. Asih Silapurna mengajukan tagihan pembayaran dan telah dibayar dengan SPM No. Ayat (2) menyatakan bahwa pihak kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Ayat (1) menyatakan bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas telah menyalahgunakan wewenang yang dipercayakan dengan cara memanipulasi data guna kepentingan pribadi dan orang lain serta tidak menjalankan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.00 sedangkan secara fisik prestasi pekerjaan tersebut belum mencapai 100% hal tersebut dilihat dari buku harian yang dibuat oleh PT. Pasal 1 angka 2 menyebutkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) : a. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. kuantitas dan laju pencapaian volume /relisasi fisik. c. Plipper + Asessories 1 unit senilai Rp 2.03/Binpas.000.4. Mingguan dan Bulanan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 20 Desember 2004 dan sampai dengan saat pemeriksaan BPK berakhir tanggal 30 Desember 2005 belum menyerahkan laporan-laporan tersebut sehingga terjadi keterlambatan selama 1 tahun lebih. b. Asih Silapurna berdasarkan Berita Acara Penyerahan Barang (BAPB) No. b.884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3. Dengan demikian PT.PL/XII/2004 tgl.250. Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Perjanjian/Kontrak No.000. Kencana Mandiri UN harus dikenakan denda maksimal sebesar 5 % dari harga kontrak atau senilai Rp6. Pasal 3 : a.00).Sperjan/63/INPAS. 16 Desember 2004 yang dibuat oleh Konsultan pengawas menyatakan bahwa prestasi pekerjaan telah selesai 100%. dengan dasar BAPB tersebut PT. 2. Pembayaran Tahap II kepada PT.PL/ I/2004 tnggal 24 Nopember 2004 : 1. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.00 Rp1. Bak tanki air kapasitas 1 m3 Ex.390. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. 2. PT.

Konsultan Pengawas PT. Laporan Mingguan dan Bulanan sebagai resume Laporan harian. Terhadap denda keterlambatan pihak proyek akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan tersebut. Pemimpin Proyek tidak dapat mengetahui secara dini perkembangan fisik dilapangan sehingga tidak dapat mengambil keputusan secara cepat untuk mengambil tindakan perbaikan.) yang menyatakan bahwa Hasil Pekerjaan Pengawasan disamping harus sesuai dengan KAK dan juga harus diserahkan kepada Pihak Pertama minimal lima yang masing masing diantaranya terdiri atas Buku Harian. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi. 3. 2.250. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 3. Penerimaan negara dari denda keterlambatan senilai Rp6. Pasal 11 ayat (2) menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 5 perjanjian ini. Kencana Mandiri UN tidak melaksakan tugasnya sesuai yang diperjanjikan dalam surat perjanjian/kontrak. .000. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Hal tersebut disebabkan : 1. Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan.000. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaan dan kepada PT.00 menjadi tertunda. 3. Kencana Mandiri UN diberikan sanksi dengan jangka waktu tertentu tidak diberi pekerjaan di lingkungan LAPAN serta menarik denda keterlambatan sebesar Rp6.250. Hal tersebut mengakibatkan : 1. namun konsultan pengawas masih kurang efektif. 4. maka untuk setiap hari keterlambatan. Pihak Kedua wajib membayar denda 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan dan ayat (3) menyatakan bahwa jumlah maksimum denda kumulatif ayat (1) dan (2) Pasal ini ditetapkan sebesar 5 % (lima prosen) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Pasal 4 ayat (1. 2. 2. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kurangnya pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek sehingga menimbulkan kerugian negara.00 untuk disetor ke Kas Negara. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT. copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan sesuai dengan KAK ketentuan yang berlaku.

Pondasi Batu Kali 400.000.000.74 m2 .16) Dalam Tahun Anggaran 2004. Jangka waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 20 Desember 2004. Penguk dan bouplank 485.10 m’ . Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan cara penunjukan langsung dengan negosiasi harga.140 14. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di LAPAN Rumpin Bogor yang dilaksanakan oleh PT.301.000.064.750.Pek.2 Pekerjaan Konstruksi .74 m2 Sub Total 1. Restu Prima Citra dengan Surat Perjanjian No.Pek Ornamen Kepala Pagar 247.688 11. Cat Kolom & Pondasi 1.485.788 20.Pek Kolom 25/25 T. pengujian dan pengkoreksian. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.450 21.1 1.055 10. 150 cm 693.295. Sperjan/BINPAS.964. Pagar BRC 1.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.Pek Pagar BRC T.Pek Profil Kolom 1.Pek.451 40.307 68.00 m2 .172 496.196 II Pek.712.192.Pek. Air dan Listrik Kerja Sub Total 1.Pek.118.24 m3 .20 m’ Sub Total 1.660 11.992.564.200 47. Pembersihan Lapangan 693.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan tugas melakukan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp3.253.1 Pekerjaan Persiapan 24.869. Galian Tanah Pondasi 1.496 41. Untuk melakukan pengawasan di lapangan pihak proyek telah menunjuk PT.Pek.88 m3 . Acian 1.687 6.Pek.720.00 belum dipungut (02.20 m’ .00 bh .3 Pekerjaan Arcon .847.108 22.908.847.276 59. Plesteran Kol & Pondasi 1. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan tersebut meliputi : No I Jenis Pekerjaan Volume Harga Satuan (Rp) 299.997 95.Pekerjaan Batu Kosong 110.161 22.Pek.Pek.1.208 138.532 158.Pek Direksikit 693.761 Jumlah Harga (Rp) 7.992.256 51.2 30.471.295.694.2 Pekerjaan Finishing .196 51.356 27.391.875 356.32 m3 .250.898 396.094 2.583. Sperjan/93/BINPAS.91 m3 .499 4.847.596 5.00.00 ls .262 39.632.20 m’ .204.74 m2 .875 43.693 5.3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.

635 3.108 22.241.108 22.00 bh . Air dan Listrik Kerja 1.70 m’ .Pek.450 21. Air dan Listrik Kerja Sub Total 4.996.Pek.2 Pek. Dan Bouwplank 55.898 282.950 43.000.2.104.024.214.910 242.Pek. Persiapan .Pek.85 m3 .441.064 28. Air dan Listrik Kerja 1.512.596 2. Acian 4.975 18.1 4. Perataan dengan Buldozer 2.50 m’ .Pek.1 Pek.256 438.460 22.000 15. Cat Kolom & Pondasi 836.744 21.Pek.290 22. Batu Kosong 286. Pondasi Batu Kali 1.Pek.23 m2 .640 106. Konstruksi Badan Jalan .23 m2 Sub Total 3.450 5.512 m2 .389 39.Pek.625 37. Pagar BRC dan Asecories 3.Pek.776 25.Pek.Batu Belah T. Galian Tanah Pondasi .171 5.020 27.552 .Urug Lap.00 ls 6.620 23. 3 cm 7.749 334.Pek Kolom 25/25 T.898 396.898 396.200 244.825.905.25 m3 .23 m2 . Kawat Duri 1.688 III IV Sub Total 2.Pek.414.410 4.620 16.187 23.Pek.809 8.997 52.671.094 2.999.792.Pek Ornamen Kepala Pagar 130.512.423 35. Penguk.035.1 3.50 m’ .Pek.196 60.Urug Lap. Penguk.352.072 2.Pek.874 11.Pek Plesteran Kolom & Pondasi 4.Giling Matang T.854.237.365 300.792.00 m2 . 150 cm 295.108 93.504.562 44.011 52.596 11.180 37.561.483. Pembersihan Lapangan 295.Pek.2 Total Dibulatkan 356.674.512.2 Pekerjaan Konstruksi .761 6.948.483.792. Dan Bouplank 295. Pondasi Batu Kali 170.50 m’ .2 Pekerjaan Konstuksi .512 m2 Sub Total 4.367.400 324.996.827 16.75 m3 1.168.704.Pek.2 Pek. 2 cm 7.750.000 6.000 356.532.50 m’ Sub Total 2.813. Persiapan 2.2 16.80 m3 .281 410.Pek.094 201. Pembersihan Lapangan 7.000 3.17 m3 .38 m2 .155.10 cm 7.Pek.975 6. Galian Tanah Pondasi 206.214.823 102.Pek Kolom Arcon T.Pek.127 67.Pek.869.682 1.2 3.125 88.660 11.3 Pekerjaan Jalan L.284.28 m3 .493 16.315 43.Lapisan Hotmix T.690.Pek.00 m2 .3 M 4.3 Pekerjaan Finishing .1 Pek.206.1 Pekerjaan Persiapan . Plesteran Kol & Pondasi 836.740.745 97.471.792.50 m’ . & Bouplank .Pek.817.972 9.249.077.125 11.593.00 ls Sub Total 3.838.249.457 16.148. Urug Pasir Sirtu T.Pek. Penguk.50 m’ 1.358.334 1.450 21.513 128. 15 cm 7.38 m2 .1 2. Acian 836. Pagar Arcon 1.932 204.160.275 cm 640 bh .50 m’ 1.00 m2 .312.Pekerjaan Batu Kosong 47.Pek Profil Kolom 633.70 m’ .208 64.00 ttk . Rambu Pengaman 1.690.Pek Pagar BRC T.660 11.50 m’ Sub Total 3.287.254.836.347.874.750.389 133.365.504.65 m3 .200 40.950 175. Pembersihan Lapangan .588 1.00 ls .

55 m’) - 6. Penetapan pelaksana dengan penunjukan langsung.029.80 m3 1.52 m3) 358. Air dan Listrik Kerja 2.51 m3 316.477.200 47.20 m’ 24.108 22. Penguk. Restu Prima Citra.533.00 m’ 2.847.20 m’ 353.Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya PT.161 22.20 m’ 693. konstruksi dan finishing yang disaksikan oleh pihak proyek.898 396. Hasil pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 2 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.761 Nilai Selisih 2. Ples.60 m’ 353.137.805.000.20 m’ 485.00 m2 693.50 m’) (58.847.029. Pondasi Batu Kali RAB Fisik Selisih Harga Satuan 299.029.74 m2 1.00 m2 140.168.2 Pek.00 bh 1.91 m3 400.687 6.092.80 m3 1.035.74 m2 1.74 m2 1.LPN/BINPAS/BA/02/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar dengan Surat Perintah Membayar (SPM) No.74 m2 818.00 ls 54.613 .50 m’) (259.992.752.455.74 m2 107.088 5.450 21.60 m’ 1.546 28.908 11.519.90 m’ 347.17 m3 328.17 m3 5.24 m3 1.052.451 40.30 m’ 1.596 5.140 7.00 m2 340 m’ 340 m’ 244.775) (5.346 5.847.233.74 m2 247.204.00 m2 Sub Total I 1.660 11. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Arcon 2.000.094 (14.000. Batu Kosong Pek. 2.792. Galian Tanah Pondasi Pek.463.257 45.612 335.44 m3 56.306 125.432. Pembersihan Lapangan Pek.00 ls 110.68 m 1. Acian Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Profil Kolom Pek Pagar BRC T.040 12.15 m3 25.278.1 Pekerjaan Persiapan Pek.32 m3 677.16 m3 (41.125 286.00 bh 1. harga item per jenis pekerjaan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 %.450 21.20 m’ 345. & Bouplank Pek.1 Pekerjaan Persiapan Pek Direksikit Pembersihak Lapangan Penguk dan bouplank Galian Tanah Pondasi Air dan Listrik Kerja 1.00 m2 818.322.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.20 m3 818.75 m3 1.00 ls 2.00 bh 347.792.683 48.208 138. 878705Y/088/118 tanggal 8 Desember 2004 sebesar Rp750.254.313.249.00 dan SPM No.485.875 356.01 m3 356.405) 141.108 22.586.00.673.094 2.000.00 m’ 1. Tim BPK-RI berpendapat bahwa penunjukan langsung tersebut tidak dapat dibenarkan karena pekerjaan tersebut tidak bersifat spesifik dan mendesak/darurat sehingga hal tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.356 27.88 m3 1.000.542 (1.10 m’ 693. Berdasarkan pemeriksaan dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui bahwa : 1.077.50 m’ 1.596 11. Pekerjaan pemagaran dan jalan lingkungan tersebut telah selesai dilaksanakan dan diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No.052. Pagar BRC 1.50 m’ 1. 150 cm Pekerjaan Finishing Pek.40 m3 84.982 20.20 m’ 240.00 ls II (259.996) - 24.333.2 Pekerjaan Konstuksi Pek. kontraktor dan konsultan pengawas diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.883213Y/088/118 tanggal 20 Desember 2004 sebesar Rp3.526) (1.634 23.Kol & Pondasi Pek.898 396.818.32 m3 30.

00 m’ 3. Acian Pek.996.50 m’ 295.967 94.512.094 2.23 m2 836. Acian Pek Profil Kolom Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Pagar BRC T.3 M 4.90 m2 2.898 396.206.38 m2 1.71 3. Penguk.872.749 334.052.80 m2 1.38 m2 1.70 m’ 2.94 m3 602.02 = 150.483.504.10 cm Urug Lapgil Matang T. Air dan Listrik Kerja 4.00 ttk 1.28 m3 170.512.483.00 ls Sub Total 4. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan dan apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing volume jenis pekerjaan adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.40 m’ 1.000 356.512.78 m2 233.259.50 m’ 203.00 m’ 233.400 324.823 (9.792.70 m’ 2.336 25. Galian Tanah Pondasi Pek.596 2.168.020 27.956 2.1 7.20 m3 69. 3 cm Volume (m3) 7.660 11.208 64.00 ls 6. Persiapan Pek.932 204.50 m’ 282.108 22.45 m3 1.20 7.359.2 Konstruksi Badan Jalan 640 bh 686 bh 4.455 2.78 m2 6.512.50 m’ 15.200 244.10 = 751.1 Pek.00 bh 282. Pembersihan Lapangan Pek. Kol & Pondasi Pek. 150 cm 3.489.383 5.348 39. Urug Pasir Sirtu T.50 m’ 130.00 bh 13.744 21.290 22.297.389 22.792.Batu Belah T.23 m2 115.652.56 cm.850 274.1 Pek.3 Pekerjaan Finishing Pek.2 Pek. BRC dan Asecories 3. Pembersihan Lapangan Pek.45 m2 Sub Total III 2.30 m’.00 m2 IV 145.15 =1.359.848.65 m3 16.471.493.Kolom & Pondasi Pek.00 bh) 2.275 cm Pek Ples.260 6.000 742.830 2. Persiapan Pek.08 m3 100. Dan Bouplank Pek. Dan Bouwplank Pek.890.23 m2 633.435.94 m3 12.096 (63.690. Penguk.00 m2 x 0.809 973.19 cm.50 m’) 201.827 16.126.00 m’ Sub Total II (46.069.846.640.450 21.00 m2 7.745 97.843. Plest.00 m’ 1.983.00 ttk 55.03 = 225.980 2.80 7.78 m2 633.12 cm dan lapisan hotmix 1.30 m’ 55.45 m2 602. lebar 3 m dan ketebalan lapisan rata – rata untuk urug pasir sirtu 9.00 ls 2.24 7.80 m2 4.327) (25.843.588 Harga/m3 266.671. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.40 m’ 434.052.23 m2 602.460 22.50 m’) (259.00 m2 x 0. Perataan dengan Buldozer Pek.660 11.053 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan adalah 2.523 31. Rambu Pengaman Pek.375 937.404 77.878.389 Dalam pekerjaan konstruksi badan jalan.898 282.00 m2 x 0. urug lapisan batu belah 6.50 m’ 206.58 m2 2. urug lapisan giling matang 2.385.103 16.512.36 Jumlah Harga 300. Kawat Duri III Pek.511.40 m3 45.996.512.00 m2 x 0. Pagar Arcon Pek.108 93.504.618.80 cm.50 m’ 2.792 836.85 m3 1.120 1.50 m’ 2.00 ls 47.470 3.367.340) 64.50 m’ 13.800 1.10 m2 145.104.485.333 431.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.359.846.Pek Kolom Arcon T. 15 cm Urug Lap.31 m3 233. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Jalan L.627 7.761 83.795 295.077.58 m2 (259.00 bh 295.30 m’ 7. Air dan Listrik Kerja 3.200 40.50 m’ 282. maka jumlah volume yang digunakan untuk masing-masing lapisan adalah sebagai berikut : .450 5.00 m’ 13.068) 116. 2 cm Lapisan Hotmix T.25 m3 836.690.303.

30 m’ x 3 m x 0.80 cm Urug Lapisan Giling Matang T.358. Urug Pasir Sirtu T.359.11 Harga/m3 266.30 m’ x 3 m x 0.333 431.016 m Volume yang digunakan 637.09 m 2.30 m’ x 3 m x 0.391.24 148. b. Sehingga PT. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. 2.485.000. Kaibon Rasirekayasa pada tanggal 12 Desember 2005 diketahui bahwa pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004.878 Dari data di atas diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp980.033.25 SubTotal 4.334.000.19 cm Urug Lap.00 (Rp980.56 cm Perkalian 2.000.80 637.292 410.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan buktibukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.447.120 1.00 (3/1000 x Rp3. Pekerjaan yang telah dinyatakan selesai pada tanggal 16 Desember 2004 tersebut sebenarnya belum selesai 100 %.240 110.2 Total 4 Jumlah Kekurangan Volume Pekerjaan Selisih (m3) 489. Urug Pasir Sirtu T.800 1.00).878.64 Lapisan Hotmix T.45 Urug Lapgil Matang T.359.489.750.250.878. 9. Restu Prima Citra harus dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp11.053 Jumlah Harga 130.Batu Belah T. sehingga kekurangan volume setelah pengurangan pajak senilai Rp882.374 433.374.01 m3 495.01 Urug Lap.004. 3. Keppres No.64 m3 113.60 112.166 980.021 m 2.878.359. namun masih tedapat pekerjaan finishing berupa pengacian dan pengecatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004. penyedia barang/jasa.00.301.36 113.12 cm Lapisan Hotmix T.359.850 3. Keppres No.00 dan yang telah disetor ke Kas Negara bersamaan dengan potongan dalam SPM berupa PPN sebesar 10 % senilai Rp98.45 m3 148.25 m3 Berdasarkan hasil pengukuran atas jalan jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Volume (m3) RAB Fisik Pek.487. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 2.00).334.126.79 255.00 – Rp98. 15 cm 1.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a. yaitu sejak tanggal 20 Desember 2004 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004.30 m’ x 3 m x 0.334. 2 cm 150. 3 cm 225.20 495.No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.75 1.033.10 cm 751.992 166. Hasil konfirmasi dengan Konsultan Pengawas PT.Batu Belah T. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Dengan demikian pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian selama 3 hari kalender. 1.07 m 2.487. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya .432.6.

00 dengan rincian sebagai berikut : 1. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Surat Perjanjian No.C. Pasal 1 angka 4 menyebutkan bahwa Pihak Kedua mempunyai kewajiban kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan.301.391. c. Penerimaan negara dari denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan senilai Rp11. 2.pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. Lampiran I BAB 1. Sperjan/BINPAS. Turunnya anggaran belanja tambahan menjelang akhir tahun anggaran. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa : 1.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1. PT. 2.250.551. Restu Prima Citra sebesar Rp882. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. 3. Pasal 7 angka 1 menyebutkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.391. 2. pelaksanaan sampai selesai 100% (serah terima I) ditetapkan 27 hari kalender sejak tanggal 24 Nopember 2004 dan berakhir tanggal 20 Desember 2004. c. Kelebihan pembayaran kepada PT. Proyek menganggap pekerjaan telah selesai pada tanggal 16 Desember 2004 meskipun masih terdapat sebagian pekerjaan finishing (pembersihan lokasi hasil . PT. Proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume pekerjaan tersebut. b. 5. namun masih terdapat kelebihan panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin yang belum diperhitungkan. Hal tersebut mengakibatkan harga dalam kontrak tidak kompetitif sehinggaterjadi kerugian negara sebesar Rp893. 4.00 yang dapat merugikan negara.1. Pihak Kedua wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan. menyelesaikan dan memelihara pekerjaan serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Restu Prima Citra kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek. 3. Pasal 16 angka 2 menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. maka untuk setiap hari keterlambatan.a.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 a.000.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.

Tim BPK RI berpendapat bahwa : 1.00 untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara.100.kegiatan tersebut berdasarkan Berita Acara Serah Terima telah selesai dan telah dibayar dengan SPM-LS.000 84.000. Atas komentar Pimpro. Restu Prima Citra senilai Rp882. Data Base BMN Sidang Peny. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan kepada PT.450.000 Pelaksanaan kegiatan . Bogor Cisarua.01) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek BINPAS SDI GAN telah melaksanakan rapatrapat dengan penyediaan akomodasi dan konsumsi dilaksanakan pihak ketiga sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Evaluasi SAP Rekons. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Bogor Cisarua. OH Nilai 11.575. Bogor Jumlah Selama 3 hari 3 hari 3 hari 2 hari 3 hari 2 hari Peserta 11 or 29 or 23 or 18 or 14 or 37 or Volume 33 OH 87 OH 69 OH 36 OH 42 OH 74. Panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin telah diukur seluruhnya dan segala kelebihan telah dimasukan dalam perhitungan. 2.000. Bogor Cisarua.301. 3.pelaksanaan pembangunan fisik) yang dimasukkan ke dalam masa pemeliharaan pekerjaan.525.00 (03.Kajian Potensi PNBP Pelaksana PT. .000 20.100.000 15.100. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. Bogor Cisarua.000 9.391.000 19. Data SAP Penyus.000 8. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya.100. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Terdapat Ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat senilai Rp84.00 dan denda keterlambatan senilai Rp11. data BMN Rekons. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT. 2.350. Pekerjaan finishing yang belum diselesaikan termasuk komponen biaya dalam kontrak seperti pengacian dan pengecatan yang penyelesaiannya melewati batas akhir kontrak adalah merupakan keterlambatan penyelesaian pekerjaan.250. Data SAP Rekons. mengingat pekerjaan tersebut dibiayai dari dana ABT yang turun pertengahan Nopember 2004. Bogor Cisarua. Cisarua Prima Hilltop Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Lokasi Cisarua. 2.

b. sehingga kegiatan BINPAS dilakukan dengan fasilitas yang disewa dari pihak ketiga. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.00. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pada saat akan diselenggarakan kegiatan oleh pihak Proyek BINPAS. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Dari pelaksanaan Bimbingan Analisis Jabatan yang dilaksanakan di kantor pusat tersebut sebenarnya untuk rapat-rapat lainnya juga tidak perlu dilaksanakan dan menggunakan tempat di Cisarua. Pasal 12 ayat (1) huruf a menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat.000. 2.100. Bogor yang akan menambah beban pengeluaran Negara. Proyek BINPAS telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dilaksanakan oleh Lembaga Konsultasi Kepegawaian diikuti 37 peserta yang dilaksanakan di Kantor LAPAN Pusat (ruang auditorium dan ruang rapat). efisien. . Hal tersebut tidak sesuai dengan : Keputusan Presiden No. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Memerintahkan Atasan Langsung Pemimpin Proyek untuk melakukan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Pasal 41 menyebutkan bahwa pemimpin proyek/bagian proyek bertanggung jawab baik dari segi keuangan maupun dari segi fisik atas pelaksanaan proyek/bagian proyek sebagaimana ditetapkan dalam DIP atau dokumen anggaran lainnya yang diberlakukan sebagai SKO. tidak mewah. ruangan auditorium LAPAN sedang dipergunakan untuk kegiatan yang lain. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian serta kurang efisien dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Hal tersebut disebabkan : 1. Hal tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas penyelenggaraan rapat-rapat sebesar Rp84. 2.Pada Tahun Anggaran 2004 juga.

Persiapan 3.504.1 Pek.08) Tahun Anggaran 2004 Proyek Binpas SDI-GAN telah melakukan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT. Adapun tugas pekerjaan pengawasan antara lain meliputi : 1. kuantitas dan laju pencapaian volume/fisik.1 Pek.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Finishing Pekerjaan Arcon 2. 2.50 m’ 15.196 1.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp92.253.792.999.817. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.750.70 m’ 133. konstruksi dan finishing diketahui : .635 3. 3.295.000 II III IV Jumlah Dibulatkan Pemeriksaan dilapangan atas hasil pelaksanaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan dengan melakukan pengukuran atas pekerjaan persiapan.3.3 M 4.2 Pekerjaan Konstuksi Pek.2 Pek Konstruksi Volume 693.414.000. Pagar BRC dan Asecories 3.750. Pekerjaan pengawasan telah dibayar dengan SPM No.365 1. Penyimpangan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05.2 Pekerjaan Konstruksi 3.457 242. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.1 Pekerjaan Persiapan 2. LPN/BINPAS/BA/01/2004 tanggal 16 Desember 2004 menyebutkan bahwa prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan fisik 100 %.3 Pekerjaan Finishing Pekerjaan Jalan L. 884209Y/088/118 tanggal 23 Dsember 2004 sebesar Rp92. Untuk melakukan pengawasan pekerjaan proyek telah melakukan perjanjian dengan PT.04) Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif (05.214. Persiapan 4.20 m’ Jumlah Harga 43.813.312.838.312.241. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.256 51. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan PT. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.118. Berdasarkan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan No. Pagar BRC 1. Jangka waktu pelaksanaan pengawasan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai tanggal 20 Desember 2004.000 3.000.00.187 23.262 496.00.Sperjan/93/BINPAS. Restu Prima Citra meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.740.312.50 m’ 88.1 Pekerjaan Persiapan 1. Restu Prima Citra yang berlokasi di Rumpin Bogor.334 295.620 2.077.000.688 1.

30 m’ 7.44 cm (0. PT.40 m’ 7. Gil. Hal tersebut disebabkan : 1.No 1 2 Pekerjaan Pagar BRC Jalan lingkungan . Kaibon Rasirekayasa sebagai konsultan pengawas tidak melaksanakan tugas sesuai perjanjian yang disepakati dengan pihak proyek.Lap. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pemagaran dan Pembuatan Jalan Lingkungan No.60 m’ 2. Matang . . 2.56 cm Selisih Fisik 347. Pasal 3 : a. Hal tersebut mengakibatkan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor terjadi kekurangan volume pekerjaan yang berindikasi terjadinya kerugian negara. angka 2 bahwa Pihak Kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.44 cm Dari data tersebut di atas diketahui terdapat perbedaan spesifikasi dan volume jika dibandingkan dengan RAB. maka Pihak Kedua bertanggungjawab penuh atas kerugian tersebut. Kaibon Rasirekayasa tidak pernah memberikan laporan tertulis adanya perbedaan volume dan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut sehingga Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja tidak tahu persis kondisi di lapangan.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 menyebutkan : 1. Hotmix RAB 693.12 cm 1. Pasal 11 bahwa apabila terbukti pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi Pihak Pertama.31 cm 5.Urug Sirtu . c. b.Sperjan/93/BINPAS.60 m’ 145.504. Batu Belah .56 cm 2. Pemimpin Proyek BINPAS SDI GAN menjelaskan bahwa Konsultan Pengawas PT. Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT. Selain itu konsultan pengawas juga tidak pernah memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana atas pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi tersebut.70 m’ 15 cm 10 cm 2 cm 3 cm Fisik 345. Kaibon Rasirekayasa tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang telah disepakati dalam kontrak sehingga terdapat indikasi terjadinya kerugian negara.Lap. angka 7 bahwa Pihak Kedua wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya dan memberitahukan kepada Pihak Pertama tentang kelalaian yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standard ketentuan serta peraturan yang berlaku.Lap.69 cm 4. angka 1 bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini.20 m’ 2.359.12 cm) 1.

2. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. 3. namun konsultan pengawas masih kurang efektif. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya.2. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Menegur secara tertulis PT. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya.

14 0.876. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.43 3 136.16 - 113.288.80 1.898.48 2. Kemahalan Harga Pengadaan Pencetakan Majalah Berita 03.00 II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1.00.00 2.258.16 Para Ahli LAPAN di Jerman sebesar Rp1.48 % 18 2.16 2.000.40 2.410.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.01 untuk Menunjang Kegiatan Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh minimal sebesar Rp66.135.16 hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman .81 97.908. Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) Pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah 02.917.823.72 2 439.00 atas biaya 02.45 20.00 B.01 INDERAJA sebesar Rp4.344.06 20.000.61 20.28 1 1 2.670.857.872.481.00 belum dipungut 02.81 2.00 Tidak Berdasarkan Prestasi Fisik Pekerjaan 2 Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.890.14 0.34 0.56 1 - - - 1 1 28. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Pembayaran Kontrak Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan 02.04 98.02 I 2.645.86 0.63 2 3 4 5 6 7 Total Temuan Pemeriksaan Nilai 8 1 65.19 3 552. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.DAFTAR REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA KELOMPOK TEMUAN KETERTIBAN DAN KETAATAN Indikasi Kerugian % 9 4.28 Jm 19 2 NAMA OBRIK/SASARAN No JUDUL TEMUAN Kode Jumlah Anggaran Jumlah Realisasi Nilai yang diperiksa % Cakrik Jml 1 Tahun Anggaran 2003 A.16 ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.56 162. Kemahalan Harga Pengadaan Komputer dan Perangkatnya 03.400.934.22 3 Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.800.76 Jml 10 Nilai 11 % 12 Jml 13 Kekurangan Penerimaan Nilai 14 % 15 Tdk dpt dipertanggungjawabkan Jml 16 1 Nilai 17 65.000.82 1 247.000.14 113.

220.25 0.11 1 Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat 03.85 6.34 2 65.99 10 2 11 2.00 belum dipungut 02.85 5 9.90 46.69 4 10.41 12.00 belum dipungut II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1 882.20 10.248.25 0.000.06 34.24 11.1 Tahun Anggaran 2004 2 3 11.20 12.713.094.06 9 20.207.89 13 1 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 1 A Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa B Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.15 3 .65 16.45 0.301.100.766.21 11.47 85.52 43.461.51 12 19.00 III Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) 1 Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Jumlah 05.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.96 1 147.25 91.48 0.85 12 2.59 0.20 6 86.250.06 protokol stasiun uji terbang LAPAN.000.000.82 4 2.937.250.06 3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.97 7 6 8 2.08 1 47.00 belum dipungut 2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran. perbaikan jalan 02.16 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.30 8.391.570 5.32 1 1248.16 1 6.452.919.249.000.207.130.481.00 02.95 0.663. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6.01 senilai Rp84. di Pameungpeuk.950.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful