BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. Gatot Subroto No. 31 Telp. 5704395 Fax.

(021) 5720909 Jakarta Pusat 10210

Jakarta, Nomor : /S/V-XIII.1/ /2006 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Hasil Pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan
pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta.

Februari 2006

Kepada Yth. Kepala LAPAN Di Jakarta

Berdasarkan Undang-undang No.5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) BPK-RI Tahun 1995. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu, Sistem Pengendalian Intern (SPI) proyek, baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pengamanan atas kekayaan telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian. Lingkup pemeriksaan dilakukan terhadap tiga entitas, dengan penekanan pada kegiatan utama proyek, yaitu pengurusan dan pertanggungjawaban keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, pengendalian intern atas pelaksanaan kegiatan proyek antara lain kebijakan, perencanaan, pencatatan dan pelaporan atas seluruh kegiatan proyek, yaitu: 1. Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh (JASPRO) Cakupan pemeriksaan TA 2003 sebesar Rp2.872,04 juta atau 98,43% dari realisasi anggaran sebesar Rp2.917,81 juta atau 99,43%, 2. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp30.895,47 juta atau 97,95% dari realisasi anggaran sebesar Rp31.539,86 juta atau 97,49%, 3. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713,25juta atau 85,97% dari realisasi anggaran sebesar Rp12.461,85 juta atau 99,84%,

Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, BPK-RI berpendapat bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kelemahan, antara lain sebagai berikut :
1. Proyek JASPRO a. Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp68.508.000,00 c. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.890.000,00 2. Proyek BANGTELINFO a. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan b. Penetapan pelaksana pengadaan komponen dan subsistem satelit mikro dilakukan dengan penunjukan langsung dan berita acara serah terima pekerjaan bersifat formalitas c. Panitia pengadaan barang dan jasa Proyek BANGTELINFO dalam menyusun HPS/OE tidak berdasarkan analisa harga yang dikalkulasikan secara keahlian d. Terdapat pemecahan kontrak dalam pengadaan bahan-bahan untuk keperluan penelitian.

Denda senilai Rp113.135.000,00 atas keterlambatan penyelesaian pengadaan peralatan ground station belum dipungut f. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman g. Penetapan pelaksana dilakukan dengan penunjukan langsung dan terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan fasilitas pendukung ground station senilai Rp28.857.645,00 h. Terdapat kelebihan perhitungan biaya operasional pada pengadaan peralatan ground station senilai Rp162.823.670,00 3. Proyek BINPAS SDI GAN a. Panitia pengadaan pekerjaan pemagaran, peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta senilai Rp5.650.000.000,00 bekerja tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku b. Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess lapandi Yogyakarta bekerja tidak efektif dan berita acara penyerahan barang dibuat tidak sesuai dengan prestasi pekerjaan c. Pengaspalan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dilaksanakan sebelum tersedianya anggaran dan sebelum surat perjanjian/kontrak d. Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta sebesar Rp16.950.000,00 belum dikenakan e. Denda keterlambatan konsultan pengawas senilai Rp6.250.000,00 atas pekerjaan konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta belum dipungut f. Denda keterlambatan senilai Rp11.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor belum dipungut g. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.301.391,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor h. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.248.207.207,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta i. Terdapat kemahalan harga atas pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah dan sidang penyusunan kajian potensi komersial hasil-hasil litbang senilai Rp7.375.000,00 j. Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat maksimal senilai Rp84.100.000,00 k. Terdapat ketidakhematan senilai Rp4.600.000,00 pada pelaksanaan Diklat Analisis Jabatan l. Konsultan pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Kondisi tersebut terjadi antara lain karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif, khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana, pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diatasi, denda keterlambatan yang belum dipungut segera dipungut dan disetorkan ke kas negara, kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera dipertanggungjawabkan dengan menyetorkan kembali ke kas negara, pemimpin proyek, panitia pengadaan, panitia penerima dan pemeriksa barang serta pengawas lapangan yang lalai melaksanakan tugas diperingatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dalam pengelolaan anggaran agar senantiasa memperhatikan aspek kehematan, efisiensi dan efektifitas. Untuk jelasnya Saudara dipersilahkan menelaah hasil pemeriksaan lengkap terlampir dan selanjutnya BPKRI mengharapkan jawaban Saudara atas penyelesaian masalah-masalah tersebut dalam waktu 60 hari sejak diterimanya hasil pemeriksaan ini. Atas perhatian serta kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

e.

Anggota/Pembina Auditorat Utama Keuangan Negara III, Hasan Bisri

Tembusan : 1. Yth. Sekretaris Utama LAPAN; 2. Yth. Inspektur LAPAN; 3. Pertinggal.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA
HASIL PEMERIKSAAN ATAS PENGELOLAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA TA 2005

Semester II

RESUME HASIL PEMERIKSAAN

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan Pemeriksaan atas Pengelolaan Anggaran Belanja Pembangunan Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Tahun Anggaran 2003, Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dan Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004. Pemeriksaan bertujuan untuk menilai apakah Sistem Pengendalian Intern (SPI) entitas yang diaudit terhadap laporan keuangan dan pengamanan atas kekayaannya telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian, informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dan entitas yang diaudit dalam melaksanakan kegiatannya telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu serta memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. Sasaran pemeriksaan diarahkan pada SPI atas pelaksanaan kegiatan proyek, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan serta prosedur pengadaan barang dan jasa, serta pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa. Nilai Anggaran Proyek Tahun Anggaran 2003 dan 2004 sebesar Rp47.766.902.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp46.919.518.870,00 atau 98,23% dan telah diperiksa (cakupan pemeriksaan) sebesar Rp43.094.248.770,00 atau 91,85% dari realisasi anggaran dengan nilai temuan sebesar Rp2.952.073.713,00 atau 6,85% dari realisasi anggaran yang diperiksa. Nilai anggaran tersebut terdiri dari anggaran Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 sebesar Rp2.934.398.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp2.917.809.065,00 (99,43%)

dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp2.872.035.065,00 (98,43%) dan nilai temuan sebesar Rp136.629.800,00 atau 4,76%; anggaran Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 sebesar Rp20.898.610.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp20.876.449.900,00 (99,89%) dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp20.288.810.000,00 (97,19%) dengan nilai temuan sebesar Rp552.160.315,00 atau 2,72% sedangkan anggaran Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp11.452.200,00 telah direalisasikan sebesar Rp10.663.407.705,00 dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp9.220.157.705,00 (86,47%) dengan temuan ketaatan dan ketertiban (tanpa nilai); dan anggaran Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan adalah sebesar Rp12.481.694.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp12.461.852.200,00 (99,84%) dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713.246.000,00 (85,97) dan nilai temuan sebesar Rp2.249.058.598,00 atau 20,99% dari nilai anggaran yang diperiksa. Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, berdasarkan pemeriksaan seperti tersebut pada pokok surat ini, Tim berpendapat masih terdapat penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan sebanyak 7 temuan senilai Rp2.782.600.713,00, penyimpangan yang mengganggu azas kehematan sebanyak 3 temuan senilai Rp155.248.000,00 dan penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan sebanyak 2 temuan (tanpa nilai). Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diuraikan berdasarkan kelompok temuan pemeriksaan pada masing-masing proyek sebagai berikut : Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai Rp65.481.800,00 terjadi pada: a. Proyek JASPRO : Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Proyek BANGTELINFO : Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan 2. Denda yang belum dipungut senilai Rp147.585.000,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp113.135.000,00 : Denda keterlambatan senilai Rp113.135.000,00 atas penyelesaian pengadaan peralatan Ground Station. b. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp34.450.000,00 : 1) Denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp16.950.000,00 dan denda keterlambatan konsultan pengawas sebesar Rp6.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta; 2) Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor senilai Rp11.250.000,00. 3. Kelebihan pembayaran senilai Rp2.569.533.913,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp439.025.315,00 : 1) Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.857.645,00 dan kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.823.670,00 atas pekerjaan dan pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung Ground Station. 2) Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman

100.258.000.000. MH NIP.00. 240001993 . Kelemahan dan atau penyimpangan sebesar Rp2. Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) Proyek BINPAS SDI GAN : Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.508. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp2.00 : 1) Kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh sebesar Rp66.00 2) Kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah berita Inderaja sebesar Rp4.00. 2) Kelebihan pembayaran senilai Rp882.207. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp84. Proyek JASPRO senilai Rp71.b.00 : Ketidakhematan dalam pelaksanaan kegiatan rapat-rapat senilai Rp84.148.00 terjadi pada a.000.848.713. Kepala Auditorat III.248. denda keterlambatan yang belum dipungut dan kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera ditarik untuk disetorkan ke Kas Negara. Jakarta.000.000. SH.207.391. Berkenaan dengan hal tersebut di atas.598.937. April 2006 Plt.00 tersebut pada dasarnya terjadi karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif.498. Selanjutnya kepada para pelaksana dan penanggungjawab kegiatan yang lalai dalam melaksanakan tugasnya diperingatkan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.000. pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diperbaiki. A Gunawan Sidauruk. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Kemahalan harga/ketidakhematan senilai Rp157. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta serta konsultan pengawas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor tidak efektif.100. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN.00 : 1) Kelebihan pembayaran senilai Rp1. khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana. b.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta. Dalam pengelolaan anggaran senantiasa memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. di Pameungpeuk.890.301.130.

2.581871X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 sebesar Rp22. karena ada penawaran dari NASDA Workshop ADEOS/ALOS dan undangan dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.578060X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 3325.7101. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp 65.240.00 b. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis sesuai dengan SPK No.500.900.00 b.00 (02. Workshop ADEOS/ALOS yang diselenggarakan oleh NASDA (NATIONAL SPACE DEVELOPMENT AGENCY OF JAPAN) yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11 Pebruari 2003 sesuai Surat Perintah Kerja dari Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh No. Hasil pemeriksaan atas dokumen pendukung kegiatan tersebut diketahui bahwa. Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis.900. kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna ternyata tidak pernah dilaksanakan dan pengadaan bahan serta uang sewa rapat yang telah dibayarkan melalui anggaran proyek seluruhnya dibuat dengan tidak benar.579724X/088/188 tanggal 09 Desember 2003 sebesar Rp22.00.578060 X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 01.16) Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh (JASPRO) pada Tahun Anggaran (TA) 2003 telah merealisasikan anggaran untuk keperluan : 1.5961 sebesar Rp10. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 04 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No. dengan rincian sbb: a. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.00 dengan rincian sbb: a. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp32.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 03 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.240.00.779. Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Proyek dana untuk kegiatan tersebut di atas telah dialihkan untuk penyelenggaraan kegiatan yang tidak diprogramkan dalam Tahun Anggaran 2003.00. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp 32.5961 sebesar Rp10. yakni: 1.SPK/07/14A/ll/2003 tanggal 3 Pebruari 2003 kepada Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh dengan jumlah biaya sebesar Rp35.800. Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna. . Temuan Pemeriksaan Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 1.B.000.900.481.00.900.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.740.740.000.675.500. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna sesuai SPK No.

01) Proyek JASPRO pada TA.800.800.740. kegiatan tersebut dipandang sifatnya mendadak dan memiliki nilai strategis yang tinggi serta inti dan esensi kegiatan sama dengan yang direncanakan dan tidak terjadi pergeseran dari tujuan dan sasaran kegiatan yang telah ditentukan.096.000. dengan demikian biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan anggaran yang direalisasikan sesuai SPM.00. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp66.900. Pemimpin Proyek JASPRO menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memang tidak tercantum dalam perencanaan anggaran. Jumlah pengeluaran untuk kedua kegiatan tersebut di atas adalah sebesar Rp71. 2.00).00. 2003 telah mengadakan barang/peralatan yang digunakan untuk menunjang pelayanan dan produksi penginderaan jauh. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis Deputi Penginderaan Jauh sebagai pengendali dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh sebagai Pembina Harian dan Pengawas proyek serta Pemimpin Proyek untuk mentaati ketentuan yang berlaku.00 (03. (Rp32.740. Expose Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh LANDSAT dan SPOT untuk Pengelolaan DAS di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam oleh LAPAN Jakarta yang dilaksanakan di BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 30 Desember 2003 sesuai undangan BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tanggal 27 Desember 2003 dengan jumlah biaya Rp36.00 + Rp 32.021. Hal tersebut disebabkan Pemimpin Proyek dan Atasan langsung Pimpro Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak mentaati ketentuan yang berlaku.481.876.Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 2.00. komputer supllies yang dilaksanakan oleh beberapa rekanan berdasarkan Surat Pesanan Barang (SPB) yang seluruhnya seharga Rp883. Barang-barang tersebut antara lain berupa komputer (server). namun berdasarkan hasil rapat struktural.1.00 dengan rincian sebagai berikut : .2. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengeluaran anggaran untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna adalah tidak benar adanya (fiktif) dan pengalihan anggaran dilakukan tanpa seijin Ditjen Anggaran.475. Atas permasalahan tersebut. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 10 ayat (3) menyatakan pimpinan dan atau pejabat departemen/lembaga /pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja negara untuk tujuan lain dari yang ditetapkan dalam anggaran belanja negara.000. Hal tersebut mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan yang telah direncanakan dalam Petunjuk Operasonal proyek sebagai akibat pengeluaran anggaran yang tidak direncanakan semula sebesar Rp65.900.258.

00 725.1.00 39.695.000. 7.00 17.875.000.00 1.000.900. 7.916.000.00 100. 1.00 1.000.448. 2.00 2.000.950.000.00 Total Harga (Rp) 696.825.000. 14. Nama/Jenis Barang Server computer (Modis) Server computer (Landsat 7) Server Computer (Browse Modis) Network Disk Storage System Up to 1 Terra Byte Capasity Software Komputer Server Extron Net 9400 Sistem operasi dan software Komputer workstation GIGABIT HUB ETHERNET CARD Kabel UTP Kategori 5 Konektor Jaringan GPS GARMIN III PLUS Peripheral GPS & Software Printer Plotter HP Desigjet 100 Jumlah Jml Brg 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 set 1 unit 4 unit 2 bh 4 bh 1 rool 1 box 2 unit 1 set 1 unit Harga Satuan (Rp) 49.000.000.000. Nama/Jenis Barang CD-Rom 650 MB Kertas Fotocopy A4 80 gram Kertas Fotocopy Folio 80 gram Diskette HD 1.000.000.000.00 Total Harga (Rp) 8.00 3.000.000. 3.400. 13.000.000.230. 2.000.00 14.00 3.5” 33 box Hard Disk 80 GB 2 buah Kertas Fotocopy A4 80 gram 86 rim Kertas Fotocopy Folio 80 gram 20 rim DVD Media 4.900.400.00 59.00 10.545.875.000.000.896.00 1.875. 1 2.900.000.00 dengan rincian : No. 7.000. 15.900.000.000.00 781.00 28.00 1.000.00 24. 11.00 650.900.300.000.000.000.000.00 dengan rincian antara lain : No.000.000.000. 4.00 15.330. 6.900.000. PT.00 4.000.00 28.00 275.00 Total Harga (Rp) 49.00 13.44 MB 3. 9.000.408.000.700. 10.300.000.000. 5.00 5.000.925.230.00 600.00 375.330.825.000.500.000.7 GB 24 buah Toner Printer Laser Jet 6L 2 buah Jumlah Nama/Jenis Barang Harga Satuan (Rp) 748.000.00 10.700.800.00 17.00 dengan rincian antara lain : No.000.00 280.00 280.400.000.900.00 50. 3.000.000.000.000. Jumlah Barang DLT Cleaner 12 buah CD-Rom 650 MB 88 box Diskette HD 1.000. CV.000.00 59.5” Toner Printer HP Laserjet 4 V Harddisk (40 GB Tinta Cartridge HP DJ 670 Black (29A) Tinta Cartridge HP DJ 670 Color (49A) Jumlah Jml Brg 4 box 10 rim 19 rim 2 box 6 buah 2 buah 6 buah 12 buah Harga Satuan (Rp) 174.00 39.00 2.00 2. Palaris sesuai SPB No.00 250.000.000.44 MB 3. 4. CV.00 1. 7.000. 3.00 2.00 6.650.00 43.00 30. LPN/SPB/06/Yansa/VI/2003 tgl 30 Juni 2003 sebesar Rp24.00 30.00 229.00 244.00 244. Citra Komunika Aplikanusa sesuai SPB No.00 175.00 5.000.000.976.00 570. Hamparan Rizki Abadi sesuai SPB No.00 425.00 3. Data Kencana sesuai SPB No. LPN/SPB/04/Yansa/V/2003 tanggal 26 Mei 2003 senilai Rp781.00 725.00 280. LPN/SPB/01/Yansa/IV/2003 tanggal 15 April 2003 senilai Rp42.000.475.00 dengan rincian : .170. CV.000.000.00 6.875.00 39. 12.000.00 10.000. 5.00 59.000. 4.00 114.000.000.000. 6. 5. 8.000.916.00 13.000.000.850.00 6.000.00 50. 8.000.650.00 4.000.300.00 39.425. 1. LPN/SPB/07/Yansa/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 senilai Rp33. 6.000.

4. LPN/BAST/01/Yansa/IV/2003 tanggal 24 April . CV.400. antara lain menyatakan bahwa . Data Kencana.230. CV.00 – Rp209. 2.LPN/BAST/05/Yansa/VII/2003 tanggal 7 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.108.00 12. Untuk pengadaan tersebut panitia pengadaan barang/jasa telah menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan pagu anggaran yang ada namun tidak didukung dengan hasil survei pasar. Palaris.000.000.No.695. 3. Konfirmasi harga pada tanggal 15 dan 16 Desember 2005 pada beberapa toko komputer pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta yang dilakukan secara uji petik terhadap 15 jenis barang senilai Rp275.545. PT. No.545.115097X/088/118 tanggal 27 Juni 2003 sebesar Rp781.000.00. Dalam analisa harga pasar telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan keuntungan rekanan.000.000. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 12 ayat (1) huruf a.00 33.000.000. sedangkan untuk pengadaan senilai Rp781.000. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan tentang pengadaan barang/jasa dilingkungan pemerintah.000.(Lihat Lampiran A).00 12. Citra Komunika Aplikanusa.916. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 23 dan 24 Nopember 2005 diketahui.000.00 2. No.00.117226X/088/118 tanggal 11 Juli 2003 sebesar Rp24.258.330. No.400.00 2.00 Hasil pengadaan barang tersebut telah diterima proyek sesuai Berita Acara Serah Terima Pengadaan Barang sebagai berikut : 1. LPN/BAPB/04/Yansa/2003 tanggal 20 Juni 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.00 sehingga harga pasar lebih rendah sebesar Rp66.00).00 (Rp275.000.108.00 oleh PT Citra Komunika Aplikanusa dilakukan melalui proses pelelangan.000.000.000.2003 dan telah dibayar dengan SPM No.000.000.046107X/088/118 tanggal 30 April sebesar Rp43.450.00. 1 2 3 Nama/Jenis Barang CD Color Printer Komputer pengolah data Printer HP Laserjet 1000 Jumlah Jumlah Barang 1 unit 1 unit 1 unit Harga Satuan (Rp) 18.330. Hamparan Rizki Abadi.695. bahwa fisik barang-barang yang dibeli tersebut lengkap dan dicatat sebagai barang inventaris dan berfungsi dengan baik. 198445X/088/118 tanggal 23 Juli 2003 sebesar Rp33.366.00.000.00 yang dibandingkan dengan harga pasar diketahui senilai Rp209.366.450. CV. Selain itu panitia pengadaan barang/jasa juga telah melaksanakan pemilihan langsung untuk pekerjaan yang nilainya dibawah Rp50. No.00 dengan membandingkan harga dari tiga rekanan/lebih dan diambil harga yang terendah. Apabila harga pasar tersebut dibandingkan juga dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harga pasar tersebut masih lebih rendah. sedangkan barang yang habis pakai telah seluruhnya digunakan untuk menunjang kegiatan unit pengguna.000.000.00 Total Harga (Rp) 18. LPN/BAST/07/Yansa/VII/2003 tanggal 18 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.

000. 3. Arindi Sukses alamat Jl. 2.495. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan.00 atau 31. Usaha No. 199104X/088/118 tanggal 26 -07-2003 2.01) Proyek JASPRO pada TA 2003 telah melakukan pengadaan/pencetakan Majalah Berita Inderaja.000.000 eksemplar ) .000.495. Peminpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. 2.000.990. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif.2.00 (03. HPS yang dibuat oleh Proyek tidak didukung data hasil survei pasar. Keseluruhan biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh pihak proyek untuk dua kali pencetakan adalah sebesar Rp60.000. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada. Atas permasalahan tersebut Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa kemahalan harga tersebut disebabkan komputer yang digunakan untuk kepentingan produksi data penginderaan jauh memiliki spesifikasi teknis yang sedikit berbeda dengan komputer yang digunakan untuk pengolahan data sebagaimana komputer biasa.000. Pengawasan yang dilakukan oleh atasan Pemimpin Proyek masih lemah. 2.LPN/SPB/08/YANSA/VII/2003 tanggal 15 Juli 2003 sebanyak 1. 3.00 : 2.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No.000. Pemimpin dalam Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat melaksanakan pembayaran kepada pihak ketiga dalam pengadaan barang/peralatan computer.pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip hemat. 31 Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur dengan Surat Pesanan Barang (SPB) No. Pencetakan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu : 1. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya yang diadakan oleh proyek minimal sebesar Rp66.495. Edisi 3 Juli 2003 dicetak oleh CV. Edisi 4 Desember 2003 dicetak oleh CV.00 ( 2 x Rp30. 575934X/088/188.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30. 88 Jakarta Timur dengan SPB No.69 % dari harga pasar.00) dengan rincian biaya pencetakan untuk setiap eksemplar sebesar Rp30. Sawi No. Palaris alamat Jl. Hal tersebut disebabkan 1.990.258.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.495. Dan panitia sudah melakukan survey pasar. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang dapat menguntungkan negara.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada : 1.LPN/SPB/08/YANSA/12/2003 tanggal 7 Nopember 2003 sebanyak 1.00 ( Rp60.890.

3. Hasil pemeriksaan atas penatausahaan majalah tersebut dan hasil pengecekan fisik pada tanggal 6 Desember 2005 diketahui hal . tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan. sehingga biaya cetak untuk 2. Majalah edisi 4 Desember 2003. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN Pasal 12 ayat (1) huruf a. sisanya sebanyak 24 eksemplar tidak tercatat dalam pendistribusian barang dan sebagai sisa fisik.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 976 eksemplar.000.000. sehingga tampilan majalah diusahakan sebaik mungkin. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Hal tersebut disebabkan 1.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 9 ayat (5) menyatakan pengguna barang/jasa (Pemimpin Proyek) bertanggungjawab dari segi administrasi.000 eksemplar adalah sebesar Rp51.hal sebagai berikut : 1. hemat.7 % dari harga Pasar.000. Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan atas pembayaran pencetakan majalah Berita Inderaja edisi 3 Juli 2003 dan edisi 4 Desember 2003 sebesar Rp4.000. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang bekerja secara optimal. antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip sebagai berikut.00. Pengawasan oleh atasan langsung Pemimpin Proyek masih lemah. Berdasarkan hasil konfirmasi dan pengecekan harga di beberapa percetakan pada tanggal 13 Desember 2005 diantaranya pada percetakan Duta Copy di Jl Bendungan Hilir diketahui bahwa biaya untuk pencetakan majalah dengan spesifikasi yang sama (ongkos cetak. 2.890.000 eksemplar x Rp25.Pencetakan majalah tersebut dimaksudkan sebagai media/alat sosialisasi produk pelayanan yang dihasilkan oleh Pusat Data Penginderaan Jauh kepada masyarakat maupun institusi sebagai pengguna produk penginderaan jauh.500.00) dan bila ditambah pajak 10 % maka biaya tersebut menjadi Rp56. keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakannya. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa kemahalan tersebut disebabkan Majalah Berita Inderaja merupakan media diseminasi informasi dan komunikasi dengan pengguna penginderaan jauh di seluruh Indonesia. Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat dalam melaksanakan kegiatannya.000. 2.100.00 atau 8.00 ( 2.500.00/eksemplar.890. fisik. diterima sebanyak 1. bahan dan separasi) adalah sebesar Rp25. Keppres No. Majalah edisi 3 Juli 2003 diterima sebanyak 1. Dan panitia sudah melakukan survey . 2.00 Dari data di atas diketahui bahwa biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh proyek lebih tinggi sebesar Rp4.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 994 eksemplar dan sisa fisik sebanyak 6 eksemplar.

Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang menguntungkan negara. dibangun. Untuk mempermudah pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis di Indonesia. dites serta dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman.400.410. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Nusantara Duasatu Telematika) tanggal 1 Juli 2003. Pemimpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. sehingga diharapkan terjadi proses alih teknologi. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 dan 2004 1. Nusantara Duasatu Telematika (Agreement for Appointing An Indonesian Representative Between Institute Fur Raumfahrtelektronik-Berlin And PT. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. dikeluarkan Surat Keputusan Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Nomor : Kep/16. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada. keahlian yang ditawarkan kepada SDM Indonesia.pasar. selain karena sejarah kerjasama yang cukup lama antara LAPAN dan Jerman. kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi satelit. Kerjasama antara LAPAN dan Republik Federasi Jerman disepakati dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2003. Penunjukan tersebut dituangkan dalam kesepakatan antara TUBerlin dan PT. Untuk itu LAPAN akan mengirim tenaga peneliti guna mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka transfer teknologi dan pembuatan satelit mikro LAPAN-TUBSAT di TU-Berlin Jerman. TUBerlin telah menunjuk PT.00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan (02.1/VIII/2003 Tentang Pembentukan Tim Pengadaan Penunjukan Langsung untuk Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli . Implementasi dari kerjasama tersebut adalah pembangunan satelit mikro LAPAN-TUBSAT.16) Dalam rangka pengembangan sistem satelit nasional khususnya satelit mikro. dimana satelit akan dirangkai. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil TUBerlin di Indonesia. 2. dan kesesuaian program yang ditawarkan dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melaksanakan pengawasan yang lebih intensif. Lembaga yang dipilih untuk melakukan kerjasama adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) yang didasarkan pada pertimbangan masalah pembiayaan yang relatif rendah. Pada tanggal 5 Agustus 2003. LAPAN telah melakukan kerjasama dengan lembaga atau negara yang mempunyai pengalaman dan kemampuan dalam teknologi satelit. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1. 3.1.908.

00 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 120 hari kalender.Special Computer Language .LAPAN di Jerman.PT Nusantara Duasatu Telematika diwajibkan menyerahkan jaminan pelaksanaan perpanjangan waktu untuk biaya hidup dan biaya pengiriman sebesar Rp479.000.000.000. Nusantara Duasatu Telematika yang berkedudukan di Jakarta selaku agen/wakil TU-Berlin di Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan dengan SK Penetapan Pelaksana Penunjukan Langsung Nomor : 05/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 21 Agustus 2003.00 1. Proses penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan penunjukan langsung. Tim Pengadaan menunjuk langsung PT.763. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dan sisanya senilai Rp1.400.Software of Attitude Control Simulation Biaya Hidup 6 orang Engineer di Jerman selama 4 bulan Biaya Pengiriman 6 orang Engineer ke Jerman Jumlah Nilai (Rp) 1.Harnessing .00 yang terdiri dari : No.5/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 15 Desember 2003 dan telah dibayar lunas.00 dan biaya pengiriman sebesar Rp59. 1. pertama untuk uang muka senilai Rp352. 420.727.278. hal tersebut disebabkan PT. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan dan diserahterimakan sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor : BASER/1.00 sesuai SPM No. terhitung sejak Surat Addendum ditandatangani tanggal 20 Desember 2003. 2.410.278.000. . Berdasarkan hal tersebut.500.00 2.Test Computer . Dari hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui sebagai berikut : 1.500. .000. yang mempunyai masa berlaku selama 150 hari kalender. dibuatlah Surat Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 28 Agustus 2003 dan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 01/SPPK/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 25 Agustus 2003 dengan harga kontrak senilai Rp1.278.635. mulai tanggal 25 Agustus 2003 sampai dengan tanggal 22 Desember 2003. 3.284.Nusantara Duasatu Telematika sudah bekerjasama dengan TU Berlin Jerman dalam pengadaan komponen satelit untuk perakitan satelit mikro.635.IPR (Intelectual Property Right) .100.000. Atas penunjukan tersebut. Uraian Biaya Diklat/Training Course Fee di Jerman dengan modul: .00 untuk 6 orang engineer selama 4 bulan di Jerman dapat ditangguhkan pelaksanaannya dan jangka waktu kontrak diperpanjang sampai dengan 15 Mei 2004.000.Biaya hidup sebesar Rp420.00. Surat Perjanjian Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli LAPAN di Jerman mengalami Addendum pada tanggal 20 Desember 2003 yang menetapkan bahwa : .500.908.357.763.Attitude Air Control Bearing .00 berdasarkan SPM No.00 59.

bukan sebesar Rp479.410. 2.400.410. Hal tersebut disebabkan : 1. Pelaksanaan kontrak yang diperpanjang sampai dengan Mei 2004. Tim Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman lalai dalam melaksanakan tugasnya. telah melewati batas tahun anggaran 2003.Addendum ini dilakukan berdasarkan adanya surat pemberitahuan perubahan jadwal dari pihak TU-Berlin tanggal 19 Desember 2003 yang merupakan hasil pertemuan antara pihak LAPAN dan TU-Berlin tanggal 17 Desember 2003 dimana TU-Berlin meminta agar pengiriman engineer permanen dimulai pada bulan Januari 2004. Namun demikian.763. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembayaran lunas kepada PT Nusantara Duasatu Telematika senilai Rp1.908.00. Dengan adanya penundaan jadwal training tersebut seharusnya nilai jaminan pelaksanaan yang diserahkan sebesar Rp1. Pemeriksaan lebih lanjut dan konfirmasi kepada beberapa engineer diketahui bahwa pengiriman 6 orang engineer tersebut baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004 secara bergiliran.908.5/PTEDBTLF/XII/2003 Tanggal 15 Desember 2003 yang menyatakan bahwa “seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai rencana” dibuat tidak benar dan hanya sebagai formalitas untuk mencairkan pembayaran. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 46 ayat (1) antara lain menetapkan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan pekerjaan harus selesai satu tahun anggaran. Penjelasan Keppres No.18 Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Pasal 31 ayat (2) bahwa pembayaran dilakukan atas dasar prestasi pekerjaan yang penilaiannya dilakukan dengan sistem sertifikat bulanan atau sistem termin.278.400.000.00 sesuai dengan nilai kontrak. Keppres No.00 karena sampai akhir Tahun Anggaran 2003 kontrak belum dilaksanakan. dengan memperhitungkan angsuran uang muka dan kewajiban pajak. Hal tersebut mengakibatkan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tanggal 18 Desember 2003 sebesar Rp1.000. 3. . Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.635. secara administratif tidak dapat dipertanggungjawabkan.00 pada tanggal 18 Desember 2003 tidak berdasarkan pada prestasi fisik pekerjaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (sebagai syarat dilakukannya pembayaran) Nomor : BA-SER/1. dari pemeriksaan atas laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan konfirmasi kepada beberapa engineer yang mengikuti pelatihan diketahui bahwa pelaksanakan pelatihan telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005 sesuai dengan jadual pengiriman para engineer. Seharusnya setiap pekerjaan berakhir dalam satu tahun anggaran yang bersangkutan.

135.500.16) Proyek Bangtelinfo dalam TA 2003 telah melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan ground station untuk mendukung operasional satelit mikro yang dilaksanakan oleh PT. Panitia Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa atas kesalahan penerimaan barang/jasa yang belum dilaksanakan .BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 senilai Rp10.645.500.857. pihak TU-Berlin meminta penundaan pengiriman dan pelaksanaan training menjadi Januari 2004.670.823. 3. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp28.285.000. 2.03/SPPK/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 17 Nopember 2003 dan sesuai Surat Perjanjian No.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.00. Twink Indonesia sebesar Rp7.00 belum dipungut (02. Dengan adanya perubahan jadual tersebut. Modal konsorsium terdiri dari PT. Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara atas kurangnya pengawasan dan pengendalian proyek yang berada dibawah tanggungjawabnya.00. 1. Pimpinan Proyek atas kesalahan pembayaran yang tidak berasarkan prestasi fisik dan di masa yang akan datang agar memperhatikan ketentuan yang berlaku. 3. Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa tidak mematuhi ketentuan yang diatur dalam Keppres No. Hal ini disebabkan belum selesainya mempelajari CV para engineers.00 ( 30 % ) dan PT. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.000. Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa berdasarkan rencana awal pengiriman engineer akan dilaksanakan bulan September 2003 sesuai kontrak.Twink Indonesia berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No.2.03/SP/PTED.000. pihak LAPAN membuat addendum dan meminta PT Nusantara Duasatu Telematika menyerahkan jaminan bank untuk biaya hidup dan pengiriman engineers. Inka Forindo Jaya sebesar Rp3. Atas permasalahan tersebut.085. Inka Forindo Jaya selaku Leader Konsorsium dengan PT. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan .199.000. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara beserta petunjuk teknisnya dan Keppres 18 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah. Jangka waktu pelaksanaan selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan (17 November 2003 sampai tanggal 16 Desember 2003).000. sehingga pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tetap dibayarkan pada bulan Desember 2003 dan pembayaran biaya training telah diserahkan pada TU-Berlin tanggal 18 Desember 2003. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1.00 (70 %). Namun berdasarkan hasil pertemuan tanggal 17-19 Desember 2003.2.

000 10.07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN No.569.000.085.000 2 3 1 unit 1 pkt 2.00 Modulator -Demodulator Jumlah B Jumlah A + B Satuan Harga (Rp) 1 unit 6.000 945.000.000.000.000.969.500. Inka Forindo Jaya sesuai SPM No.455.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003. Adapun pengadaan peralatan ground station tersebut meliputi pengadaan : No A 1 Nama/Jenis Barang X DAN S BAND ANTENA.000.000.000. 3-axis. Pelaksana pekerjaan ditetapkan berdasarkan Penunjukan Langsung Pemimpin Proyek dengan surat No.000.000 45.285.000 35.000.000 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 rool 2 unit 1 unit 65.000.000 10.00 kepada PT.000 10.000 25.RECEIVER DAN PROCESSING TERDIRI DARI 4.000.dengan penunjukan langsung sesuai Surat Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa No.6/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 5 Desember 2003 dan telah dibayar lunas sebesar Rp10.000.000.000.Antena Control Unit . Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui : 1.000.000. LNA Fasilitas Pendukung “Ground Station”.000. 07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN sesuai Surat No.199. Instalasi & Testing Jumlah A SISTEM TT & C (TRACKING.000. TERDIRI DARI : Transceiver Dual Band UHF/VHF Antena UHF 430-438 MHz Antena VHF 144-146 Control Rotator LNA AG 35 @ Rp8. Radome .000 25. Twink Indonesia dengan SPM No. TELEMETRY And COMMAND) UHF/VHF.000. Tim BPK-RI berpendapat .000 9. 582898X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp7.000.MODIS and OCM Receiver .000 Pekerjaan pengadaan peralatan ground station telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.000 25.000.500.000 60.500.MODIS Processing Upgrade to dual X and S Band Feed. BA-SER/3.000 16.00 Power Amplifier Mirage Power Supply Kabel Koaxial “Type Belden”9914”100 M” Pengolah Data “Processing Data” @ Rp22.5 X Band TeraScan System for Acquisition and Processing of MODIS Including : .B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.00 dan PT.285.000.00.000 316. 582904X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp3.Autotrack.

864.00 dengan rincian sebagai berikut : . Pengecatan Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1.946.644. Atap 4.000. Dinding dan Plester 2.645.272. Pengecatan Pekerjaan Elektrikal 1.00 tersebut diantaranya untuk pekerjaan konstruksi bangunan 2 lantai seluas 300 m2 dengan nilai Rp596.940. arsitektur dan pekerjaan elektrikal diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan dibandingkan dengan RAB senilai Rp28. Pek.175.44 13.263.81 78.191.900. Pek.00 9. Dinding dan Plester 2. 2. Pek.931.000.40 33. Pek.00 542.00 23.83 34.000. Pek. Elektrikal (lantai atas) Sub Jumlah Jasa Kontraktor 10 % Jumlah Dibulatkan Jumlah (Rp) 27. Struktur Lantai Atas Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1.317.086.00 D E Harga yang tercantum dalam jenis pekerjaan untuk pekerjaan fasilitas pendukung ground station tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.00 1.00. Kusen Pintu dan Jendela 3. Atap 4.480. Dalam pengadaan peralatan ground station terdapat pekerjaan fasilitas pendukung ground station. Pek. Sanitasi 6.679.500.297.00 14.340.890. Kusen Pintu dan Jendela 3.233. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak kurang kompetitif.000.857.254.000.400.900.621.863. Pek.00. Pek. Elektrikal (lantai bawah) 2.67 10. dengan rincian pekerjaan sebagai berikut : No A B C Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur 1. Dari nilai Rp945. Berdasarkan pemeriksaan fisik peralatan ground station yang berlokasi di Rumpin Bogor.513.149.bahwa penetapan pelaksana pekerjaan dengan cara penunjukan langsung tersebut tidak sesuai ketentuan karena penunjukan langsung hanya diperkenankan antara lain untuk pekerjaan yang bersifat spesifik dan darurat/mendesak. Pek. Pek.742.069.000. Pek. Struktur Lantai Bawah 2. Pemeriksaan secara uji petik di lapangan pada tanggal 2 Desember 2005 atas beberapa pekerjaan konstruksi bangunan yang terdiri dari pekerjaan struktur. Lantai 5.72 54. Pek.35 37.900.000.73 40. Pek.000.733.27 141.000.27 596.950. instalasi dan testing senilai Rp945. Pek. 3.360.58 42.000. Pek.442.866.492.636.53 11. spesifikasi dan volume peralatan telah sesuai dengan kontrak dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya. Lantai 5.10 21.99 596.

000 10.2.000) 9.452 C 75.067.2.000 2.668.7 Kosen jendela aluminium type J-1 C.475.494 61.19 m2 208. Arsitektur (Lantai Atas) D.075 (1.92 m2 4.000 2.25 m’ 1.1 Beton kolom 35/35 cm B.876 1.1.12 Tangga control lantai dak Jumlah C Pek.869.750.15 m3 8.000 2.4.500 1.113.Railling pipa hitam C.00 bh 7.137 1.975 3.395.00 bh 6.Screding lantai .4. Lantai dan tangga D.000 313.42 m2 5.1.00 m2 150.80 m3 2.10 m3) 1.00 bh 136.4.2. Dinding dan Plester C.65 m3 (0.25 m3) 15.580 114.2.30 m3 4.1.395.886 1.1.878 19.00 bh 1.1.2 Pek.2.50 m3 8.00 bh 10.2.00 bh 2.000 1.2.415.38 m2 417.500.40 m’ Selisih 146.1.66 m2 23.334 36. Lantai dan tangga C.2.00 bh 1.Lantai keramik 20/20 cm .105 1.81 m2 27.00 bh 1.099 946.965 543.42 m2 12.000 Jumlah (Rp) 2.2 Kusen pintu kayu kamper type P-1 C.2.661.000 D 5.No A B Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur B.000 1.236.32 m3) 5.00 bh 2.09 m3 8.17 m3 15.750.374) 955.2 Pas.34 m3 (2.00 bh 3.400.00 m2 10.00 bh 14.00 m2 472.523 1.929.50 m3 91.00 bh 1.000 2.049 967.317 61.7 Lantai keramik 30/30 cm C.00 bh 1.871.33 m2 85.4.1 Kosen pintu jendela allm type PJ-1 C.644) 8.800.8 Kosen jendela aluminium type BV-1 C.846) (3.693 7.62 m2 54.37 m3 5.450.94 m3 2.50 m3 139.084 328.000 184.135 894.800.5 Lisplank beton Jumlah B Pek.000 1.683.00 bh 2.6 Plester & aci dinding bata 1 : 5 C.9 Beton plat dak B.375 4.000 18.2. Struktur Lantai Bawah B. Struktur Lantai Atas B.2.00 m3 5.65 m3 (0.999) 2.1.2.Plester dan aci beton .34 m2 1.472 1.1 Urugan tanah peninggian peil lantai C.85 m3 20.13 m2 10.906.00 bh 2. Kaca mati/t D.1 Kosen pintu kayu kamper type P-2/k D.4 Kosen jendela aluminium sudut D.625 1.00 m2 236.00 bh 1.000 1.385 1.35 m2 1.000 1.00 bh 1.65 m2 27.00 bh 1.428 1.850.284.52 m3 16.00 bh 4. Dinding bata 1: 3 C.00 m2 14.00 bh 3.000 40.429.661 (3.750.2.937 78.13 m2 6.00 ls 42. Kusen Pintu dan Jendela D.00 bh 112.663.2.865.2.5 Plester & aci dinding bata 1 : 3 C. Dinding bata 1 : 5 C.00 bh 1.20 2.08 m2 10.400.482 17.27 m3 0.740 (3.000 2.00 m’ 2.317 .500.1 Galian tanah pondasi B.5 Kosen jendela alum. Kusen Pintu dan Jendela C.00 bh 6.000 2.3 Kosen pintu kayu kamper type P-2 C.190.000 1.kaca mati/rc D.500.7 Kosen jendela alum.482 18.461 175.504.Pile cape 300/300 cm (type P-1) .96 m3 2.76 m3 8.95 m3 18. Arsitektur (Lantai Bawah) C.4.1.500.1.327.084 19.35 m2 12.67 m2 64.00 bh 1.227 1.00 bh 2.2 Pek.76 m3 5.80 m3 6.00 m2 40.00 m2 1.6 Kosen jendela aluminium type BV D.2.1 Pas.25 m3 155.00 bh 2.6 Kosen pintu kayu kamper type P-5 C.40 m’) Harsat (Rp) 15.03 m3 6.000 2.4 Pekerjaan tangga .00 bh 1.4 Pek.000 1.Screeding lantai RAB 245.850.75 m’ 1.870 1.07 m2 1.4 Pek.05 m3 11.29 m2 1.3 Beton plat dak B.64 m3 (2.1 Pek.375.000 1.007.4.4 Kosen pintu kayu kamper type P-3 C.2 Kosen pintu kayu kamper type P-2/t D.350 1.8 Beton balok struktur B.Pile cape 200/200 cm (type P-3) B.2.5 Lantai kerja tebal 5 cm C.3 Kosen jendela aluminium type J-1 D.850.2 Pek.754.Pile cape 250/250 cm (type P-2) .2.00 ls 39.1 Pek.75 m3 10.87 m2 3.5 Kosen pintu kayu kamper type P-4 C.000 (78.400.00 bh 7.4 Beton pondasi plat (pile cape) .75 m3 72 m’ Fisik 98.6 Beton Kolom 40/40 cm B.75 m3) (19.00 bh 2.00 bh 2.889 1.500.00 ls 32.500.10 Pekerjaan tangga .

00 ttk 4.00 m2 13.2.00 ttk 4.00 bh 14.E .00 ttk 3.000 140.207.000.2.00 ttk 4.000 28.000 180.00 ttk 17.000 222.55 m’ 61.00 ttk 3.15 Stop kontak telepon E.1.2.500 142.14 Stop kontak E.00 bh 3.095.2.2.500 222.1.00 ttk 4.00 ttk 4.250 42.00 ttk 3.000 150.00 bh 4.00 bh 4.00 ttk 1.00 ttk 4.12 Lampu TL balk E.473.1. Harga Kontrak 6.00 bh 17.1.2.00 ttk 14.00 ttk 4.00 bh 3.500 222.2.10 Lampu pijar 1 x 40 E.00 bh 4.000 40.00 bh 8.18 Saklar tunggal E.00 ttk 5.500 222.2.2.1.17 Saklar seri E. Elektrikal (lantai bawah) E.00 bh 4.5 Instalasi stop kontak E.00 ttk 4.000 130.250 42.00 bh - 222.00 bh 4.00 ttk 1.500 45.1.00 bh 4.14 Stop kontak E.885.00 bh 3.5 Instalasi stop kontak E.9 Instalasi saklar tunggal E.000 140.00 ttk 3.00 bh 5.000 40.15 Stop kontak telepon E.743.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.1.4 Instalasi stop kontak AC E.1.500 222.2.00 bh 3.043 7.2. Elektrikal (lantai bawah) E.7 Instalasi stop kontak internet E.2.11 Lampu baret 1 x 20 E.500 222.2.00 bh 16.2.000 180.2.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.00 ttk 4.00 bh 14.00 bh 1. Inka Forindo Jaya untuk pekerjaan pengadaan peralatan ground station diketahui : No I Nama/Jenis Barang Peralatan 1.10 Lampu pijar 1 x 40 E.13 Stop kontak AC E.000 60.1.000 Profit 2.569.16 Stop kontak internet E.00 ttk 1.7 Instalasi stop kontak internet E.00 ttk 3.00 ttk 4.00 bh 4.00 ttk 3.000 150.293 2.00 bh 4.00 bh 3.00 bh 3.000 4.00 ttk 8.00 ttk 4.9 Instalasi saklar tunggal E.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.1 Pek.2.00 bh 4.000 130.500 40.00 bh 4.6 Instalasi stop kontak telepon E.4 Instalasi stop kontak AC E.2.13 Stop kontak AC E.00 m’ 4.00 bh 4.885.000 37.18 Saklar tunggal Jumlah E Jumlah Jasa Konstruksi 10 % Jumlah Kelebihan Pengurangan PPN Netto Kelebihan Pembayaran 12.645 2.11 Lampu baret 1 x 20 E.00 ttk 3.00 ttk 17.409 2.764 28.00 bh 1.500 757.00 bh 3.793.00 bh 4.00 bh 8.000 40.000 Realisai 4.1.500 40.00 ttk 8.500 45.Lantai keramik 20/20 cm .1.000 37.00 bh 1.00 bh 17.1.45 m’ 7.Railing pipa hitam Jumlah D Pekerjaan Elektrikal E.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.00 ttk 4. Receiver da Processing.00 ttk 14.8 Instalasi saklar seri E.8 Instalasi saklar seri E.00 bh 5.1.479.000 140.350 467.788 142.17 Saklar seri E.084 328.500 222.1.6 Instalasi stop kontak telepon E.00 ttk 4.1.00 ttk 17.00 bh 17.12 Lampu TL balk E.2.480.00 ttk 3.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.00 ttk 5.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.00 bh 4.00 bh 5.1.000 60.857.500 127.00 bh 4.000 37.000 450. Dari data pengeluaran biaya PT.00 ttk 16.16 Stop kontak internet E.857.1.000 150.000 40.2 Pek.1.500 142. 4.00 ttk 5.000 140.00 ttk 4.00 bh 5.000 .000 150.00 ttk 5.65 m2 7.35 m2 5.5 X Band TeraScan Antena.764 31.645 3.

Modulator – Demodulator.887) (5.620.000 8.00 yang diantaranya beberapa jenis pengeluaran waktunya melebihi waktu yang dibutuhkan sesuai kontrak.000 22.000 596. 13.000 10.275.530.2. 2.800.667) 18.400.000 29.Forindo Jaya.000.000 5. Dalam data pengeluaran tersebut terdapat pengeluaran biaya operasional sebesar Rp566. 5.500.500) (5.500.000 10. 3.000 361.000 41.000.500.725.000.089 (364.000 40.000 557.000 145.012. 9.100.000 55. Pengawasan Konstruksi. 3.678. Telekomunikasi 6 bulan.131.000 25. PPN PT. Door to door Singapore ke Jakarta.000 60.000 1.000 1.300.000 60. 4.000.000 70.000 35.500. 7.000.000) (361.100.000 65. 4 bulan.171) 1. sehingga jumlah waktu yang dibutuhkan berdasarkan kontrak adalah selama 2 bulan.500.000 30.019 Data pengeluaran biaya tersebut di atas diketahui bahwa PT. 4. 12.000.272. Upgrade to dual X and BandFeed.400.911 364. 14. 5. Berdasarkan kontrak.000.000) (28.500 112.000 2.000.000 45. 11.000 1. PIB. 12.000 16. Antena. Sewa kantor 4 bulan.000. 6.300.500.000 76.000. 10.000. 8.667 76.000.971.285.232) (280.000.000) (70.000.469. Tranning & Site Acceptance. PPN PT. Fee Marketing.500. Antena VHF 144 – 146 MHz.200. Inklaring.000 2.258.171) (654. .84 % dari nilai kontrak.887 5.965 40.200.380) (35. 3.702. Biaya surat menyurat.000) (60. 13. Twink Indonesia.000.000 57.971.000.000) (1.700. Perencanaan Konstruksi.000.141. 2 unit.000. Transceiver Dual Band UHF/VHF.750. Instalasi.000 (8.000) (566.500.000. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya 30 hari kalender atau 1 bulan dan masa pemeliharaan selama 1 bulan setelah penyerahan pekerjaan.000 4.000) (120. Processing data 2 unit. Biaya transport & Penurunan Barang.000 8. Assuransi 6 bulan.000 3.000 8. Operasional kantor 6 bulan. Instalasi dan Testing Pem.500. Kabel Koaxial.000 28. 9.000.048.101.000. Biaya gaji 4 bulan.500) (112.000 18.232.800. Tiket Jakarta – Bangalore 4 bulan 6.131.000 280. jaminan dan fee.321.003.000.000.000) (41. 15.000) (20.798.000) (875. Inka. Sub Jumlah I II Pembangunan Fasilitas Gedung 1.000.000 144. 2.101.000.000. 2.500.171 654. Listrik.000 10. 4.150.000.000 6.702.000. 14.000 8.000 15.000.000.422.500 5.530.455. Konstruksi Fisik Gedung 2 lantai.321. LNA. Power Supply. Pengelolaan Teknis. 3.250. Biaya hidup 4 orang training. Tambahan Material. Antena UHF 430-438 MHz. 8.000 25.000) (4.500.000. Sub Jumlah II III Biaya Operasional 1.000 1.000 2.965) (40.000.012..422 39.000) (15.380 35. Inka Forindo Jaya memperoleh profit sebesar Rp1.000. Control Rotator.000 25.000 875. 7.000 55. Maintenan kendaraan 4 bulan.000.000 22.981 1. Power Amplifier Mirage.000 18.825.000 9. Kendaraan operasional 4 bulan.000 14. 16. Sub Jumlah IV Jumlah Keseluruhan 2.000 5. 10. 15.000 29.422. Sewa rumah 6 bulan.000 1.000.000 120.000 20.530.000 53.150.141.000.000 5.000.702.900.296.003. LNA AG 35.400.019.000.000 22. Sub Jumlah III IV Pajak – Pajak 1.00 atau 9.000 5.000 95.258.700.406. 11.

000.258. sedangkan pelaksanaan pekerjaan seharusnya selesai paling lambat tanggal 16 Desember 2003 sehingga terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 11 hari sejak tanggal 16 Desember 2003 sampai dengan tanggal 27 Desember 2003 .000. 14. Sehingga dengan perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam kontrak dengan waktu realisasi pengeluaran biaya operasional PT.000 27.965 20.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.000.001.401.823.003.500 112.670. Maintenan kendaraan 4 bulan Inklaring.460 41.000 875.135.750 4.000. Inka Forindo Jaya harus dikenakan denda sebesar 11%o dari nilai kontrak sebesar Rp113.710. 12.000 20.000 70.000 8. Pasal 12 ayat (1) a. 6.000 28.000 5.380 35. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. 4.00 (11%o x Rp10.000 30. maka terjadi kelebihan biaya operasional sebesar Rp162.131.000 10. 10.000 875. Graha Manunggal Wirasembada sebagai pengawas pembangunan gedung fasilitas pendukung ground station diketahui bahwa pekerjaan fasilitas pendukung ground station selesai 100 % pada tanggal 27 Desember 2003. Sewa kantor 4 bulan.000 Kelebihan 60.001.000.000.000. Inka Forindo Jaya.00 ).000.00 yang merupakan kerugian Negara dengan rincian sebagai berikut : No 1.530. Biaya surat menyurat.823.000 60.101. .971.920 2. 2. Biaya transport & Penurunan Barang. Assuransi 6 bulan. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Atas keterlambatan tersebut PT.000.400.670 5. Listrik.000 13. Jumlah Biaya Operasional Dibutuhkan (2 bln) 8.285. 15. Fee Marketing.000. Operasional kantor 6 bulan.Sedangkan pengeluaran biaya operasional yang diperhitungkan PT.000 13. Sewa rumah 6 bulan. 8.971.000 6.887 112. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.400.000.000 120.700. Telekomunikasi 6 bulan.150.000 5.420.000 40. 5. efisien.000. 3.965 5.000 30.000 15. Door to door Singapore ke Jakarta.000 60. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen kontrak dan laporan konsultan pengawas PT. b.258.000.887 5. Kendaraan operasional 4 bulan.000. tidak mewah. Jenis Pengeluaran Tambahan material Biaya gaji 4 bulan.000 28.500 20. jaminan dan fee. Keppres No.000 70.000.000.000 2.000. menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat.150.000 35. Inka Forindo Jaya melebihi perhitungan waktu yang dibutuhkan ( antara lain lebih dari 2 bulan). 11.750 162.500 5.000.530. 13.000. 7. 9.

03/SP/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 : a. Penerimaan Negara dari denda keterlambatan menjadi tertunda senilai Rp113.670. .000. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang cermat dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan oleh pihak rekanan dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku. Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai RP28.000.50 dan PT. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp28.500.940. 3.823.1.816. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya.00). Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa jika dalam jangka waktu penyerahan dalam Pasal 3 Surat Perjanjian ini dilampaui.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.976.000.847.000.50 ).101. Pasal 5 ayat (2) menyebutkan bahwa pembayaran 100 % setelah pekerjaan/penyerahan peralatan selesai 100 % yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp162.c.670. c. 3.857.823. Hal tersebut disebabkan : 1.500. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. b. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp113.823. Panitia Pemeriksa dan Penerima Pengadaan Barang/Jasa Peralatan Ground Station kurang berfungsi sebagaimana mestinya. PT. 2. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah : a.293.00 dan PT. maka Pihak Kedua dikenakan denda sebesar 1 %o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dengan jumlah maksimum sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.135. Pasal 3 menyebutkan bahwa Pihak Kedua wajib menyerahkan pekerjaan tersebut kepada Pihak Pertama. 3. Inka Forindo Jaya kurang menaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati bersama dengan pihak proyek.00 dan PT.645.1 % x Rp10.857.569.00 = Rp8.645. 2.000.351. Surat Perjanjian No.a. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp113. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa.00 (PT. 2.00) dengan rincian PT.657.00= Rp113. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp304.C.194.00 =Rp48. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp162. Keputusan Presiden No.00. Lampiran I BAB 1.135.00 = Rp33.315.00 ( 1.00 apabila kelebihan pembayaran dan penerimaam denda tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dengan rincian sebagai berikut : 1.200.285. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp28.00 = Rp20.00 ( PT. b.135.857. selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan. Kelebihan pembayaran biaya operasional senilai Rp162.645.00 = Rp79. penyedia barang/jasa.670.

BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 2. 3. pengalaman dan kemampuan. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara unutk menegur secara tertulis Panitia Pengadaan. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. Adanya keterlambatan penyerahan gedung fasilitas pendukung ground station TA 2003 di Rumpin akan ditarik denda keterlambatannya dari konsorsium PT.4. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran dan denda sebesar Rp304.16) Dalam rangka mewujudkan program LAPAN terutama dalam pengembangan Satelit Mikro yang akan melibatkan teknologi tinggi maka untuk proses alih teknologi diperlukan kerjasama dengan negara yang sudah maju di bidang teknologi satelit dan telah memiliki kesepahaman dengan LAPAN. Pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung karena pekerjaan ground station bersifat sangat spesifik yang harus memperhatikan perkembangan teknologi antena. Institusi yang diajak melakukan kerjasama dengan LAPAN adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) dengan pertimbangan antara lain masalah pembiayaan. Inka Forindo Jaya dan PT.00 untuk disetor ke kas negara. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan : 1.760.3. 3.000.00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman (02.135. 1. Implementasi MoU tersebut akan diwujudkan dengan pembangunan satelit . Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pemimpin Proyek untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang berada dalam tanggungjawabnya. Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kekurangcermatan dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan rekanan dan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.000. 5. Untuk kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162. Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara LAPAN-TU Berlin dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2003 di Berlin Jerman antara pimpinan LAPAN dengan pimpinan TU Berlin. demodulasi dan prosessing yang mengarah pada kehandalan.823.00 untuk disetor ke kas negara.857.645.816. kerjasama antara LAPAN-Jerman telah terjalin cukup lama.00 untuk disetorkan ke Kas Negara dan foto copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. akan meminta kepada pelaksana pekerjaan untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp28.sistem kendali.00 akan ditarik dari konsorsium PT Inka Forindo Jaya dan PT Twink Indonesia untuk disetor ke kas negara.315.344. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247. Twink Indonesia sebesar Rp113. Adapun untuk kekurangan volume pekerjaan . 2. dan proses transfer teknologi satelit yang ditawarkan kepada SDM kita lebih terbuka.

LAPAN mengirimkan 13 engineer yang terdiri dari 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen guna mengikuti training sistem satelit mikro LAPANTUBSAT di TU Berlin Jerman dalam kurun waktu 18 bulan yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005.763.635.500. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet Pelaksanaan training @ 18 bulan Februari 2004 s. 6.500.d.000. Mohammad Mukhayadi 4. November 2004 Desember s. Terdapat pembayaran kontrak kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp1.00/bulan dan sisanya @ Rp25. (Besarnya biaya hidup/bulan disesuaikan dengan nilai kurs Euro pada saat itu). oleh karena itu pihak LAPAN melalui Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) mengadakan perjanjian dengan PT Nusantara Duasatu Telematika. dibangun. Ayom Widipaminto Engineer Non Permanen (Periodik) 1. Juli 2004 September s.d. 5. Juli 2005 @ 3 bulan Mei s.000. Abdul Karim 2. 9. 8. Gunawan S. Untuk merealisasikan proses alih teknologi pengembangan satelit mikro tersebut. satu diantaranya dengan kontrak Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 Tanggal 28 Agustus 2003 tentang pengadaan jasa diklat para ahli LAPAN di Jerman.00/bulan melalui UYHD .d. Mekanisme pemberian fasilitas dilakukan dalam dua cara. Februari 2005 Maret s. Prabowo Moh. Adapun 4 orang engineer permanen akan mengikuti training selama 18 bulan sedangkan 9 orang non permanen akan dikirim secara periodik atau bergantian selama 3 bulan masingmasing tim berjumlah 2 orang. Wahyudi Hasbi 3. Nama Engineer Permanen 1. Minto Suwarjo 3. 7. Mei 2005 Biaya hidup 4 bln melalui kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Jenis Biaya Biaya hidup : 4 bulan melalui kontrak 14 bulan melalui UYHD Biaya perjalanan : Berangkat melalui kontrak Pulang melalui UYHD Hasil pemeriksaan atas dokumen pembayaran Tahun 2003 sampai dengan 2005 diketahui sebagai berikut : 1. yaitu melalui kontrak Tahun 2003 untuk 6 orang engineer (4 orang permanen dan 2 orang non permanen) selama 4 bulan @ Rp17.00 untuk pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman 4 orang engineer permanen dan 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan . dengan perincian sebagai berikut : No.d. 4. Selama pelaksanaan training setiap engineer memperoleh fasilitas berupa biaya hidup setiap bulan dan biaya tiket perjalanan pulang pergi.mikro LAPAN-TUBSAT dimana satelit akan dirangkai. dan dites dengan melibatkan para engineer LAPAN dan dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh.000.d. Sedangkan untuk pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis TU-Berlin menunjuk PT. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil di Indonesia. Robertus Heru Tri Harjanto 2.

000.518.500. 59.000. 177.280.000. dengan rincian sebagai berikut : No 1.000.00 2.280.000.00 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan =Rp140.000.357.00 3.00 (@ Rp17.000.760.00 6.00 7.727. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dibayarkan sebagai uang muka senilai Rp352.Juli 04) = 77.759.00 1.278.000.Moh.278.760. .635.00 dan sebagai pembayaran diklat dan biaya hidup dengan SPM No.831.00.000. Pembayaran tersebut sesuai SPM No.500.000.469.000/bulan dan biaya perjalanan pulang-pergi melalui pihak Proyek Bangtelinfo serta tidak pernah melalui PT Nusantara Duasatu Telematika. 2.280.00 dan biaya diklat sebesar Rp1. Uraian Biaya hidup 4 orang engineer permanen selama 15 bulan sebelum dipotong PPh 15% adalah @ Rp25.Abdul Karim (Mei .00 Biaya perjalanan pulang-pergi 9 orang engineer non permanen @ Rp19. Adapun untuk engineer non permanen mendapatkan biaya hidup @ Rp25.00/bulan) Biaya pengiriman (pergi): +/.600.284. dengan perincian: No 1.Ade Rukmana = 77.763.458.284.00 dibayarkan melalui mekanisme UYHD.@ Rp9.000.00 Biaya perjalanan pulang 4 orang engineer permanen @ Rp9.00 2. terdiri dari : 1.280.00 Jumlah Biaya Diklat Total Nilai (Rp) 420. Uraian Biaya hidup : 4 orang engineer permanen selama 4 bulan = Rp280.545.278.000/bulan Biaya hidup 9 orang engineer non permanen selama 3 bulan sebelum dipotong PPh 15% sebesar @ Rp25.000.908.518.469.00 2.000.520.Daryono Restu (15 Mar– 15 Juni 05) = 77.000.000/bulan.Widodo Slamet =77.000.00 695. Yoyok Ichsan = 77.000.000.879.458. Padahal kegiatan baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004.280.00 9. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003 senilai Rp1. sedangkan biaya hidup selama 14 bulan dan tiket pulang melalui pihak Proyek Bangtelinfo (UYHD).00 1.Taufik Sumpeno (Des 04 – Febr 05) = 77.879.000.500.000.000.760.00 8.00 3.Moh.000.000.280.000.00 Hasil konfirmasi dengan salah seorang engineer permanen dan non permanen diketahui bahwa 4 orang engineer permanen mendapatkan biaya hidup selama 4 bulan dan tiket pergi melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.400.357.00 4 orang engineer permanen = Rp39.280.00 3.410.000.sebesar Rp479.100. 2.00 5.Gunawan Prabowo (Sept – Nov 04) = 77.500.000.Minto Suwarjo = 77.00 4.280.280.00 479.000.500.00 Jumlah Nilai (Rp) 1. 4.500.00 39.000.00. Suseno = 77.760.000.00 2 orang engineer non permanen = Rp19. Terdapat pembayaran biaya hidup dan biaya perjalanan pulang pergi 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen sebesar Rp2.

00. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres No. Pemimpin Proyek tidak mematuhi ketentuan tentang pelaksanaan anggaran dan belanja negara. pembayaran biaya hidup 4 orang engineer permanen tersebut telah dipotong PPh 15% dan telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp15.Dari data tersebut di atas.344.000.760.344.000. Dengan demikian keseluruhan kelebihan pembayaran yang terjadi adalah sebesar Rp247. maka telah terjadi kelebihan pembayaran sebagai berikut : 1.000. Kelebihan pembayaran biaya hidup + perjalanan pergi untuk 2 orang engineer non permanen yaitu Abdul Karim dan Minto Suwarjo sebesar Rp159. 9. 8.00 (sesuai nilai kontrak dengan PT Nusantara Duasatu Telematika). 6. Wahyudi Hasbi Moh.584. 5. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh. Prabowo Moh. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet 3 bulan melalui UYHD - Berdasarkan tabel diatas. 7. Hal tersebut disebabkan : 1. 2.456. dapat disimpulkan dalam tabel berikut : No. Gunawan S. 2.00.000. 3. 4. Dari pemeriksaan lebih lanjut. Nama Engineer Permanen Robertus Heru Tri H.00. . Mukhayadi Ayom Widipaminto Seharusnya Biaya hidup : 4 bulan kontrak 14 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Realisasi Biaya hidup : 4 bulan kontrak 15 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup 3 bln UYHD Biaya perjalanan pulang-pergi dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Selisih Biaya Hidup : 1 bulan melalui UYHD Engineer Non Permanen (Periodik) 1. 1. Minto Suwarjo Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak - 3.040.00. Abdul Karim 2. 4. Hal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara apabila atas kelebihan pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen sebesar Rp247.000. Bendahara Proyek lalai dalam melaksanakan tugasnya. sehingga kelebihan pembayaran menjadi sebesar Rp87.00 tidak ditarik kembali dan disetorkan ke Kas Negara. Kelebihan pembayaran biaya hidup untuk 4 orang engineer permanen selama 1 bulan (UYHD) sebesar Rp103.42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 12 ayat (2) : Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.000. 2.

207.760.000. Asih Silapurna berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.000.650.00 dan PT.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 yang selanjutnya diikat dengan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No. Atas permasalahan tersebut Pimpro mengakui adanya kelebihan pembayaran baik yang dilakukan oleh bendahara proyek sebesar Rp87.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.00.248.00 belum dipungut (03.000. 3. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Untuk melakukan pengawasan dilapangan pihak proyek telah menunjuk PT.000.Sperjan/35/BINPAS. Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.00 dari masing-masing penerima sebesar Rp87.207. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.00 yang selanjutnya disetor ke kas Negara.43/BINPAS. Kencana Mandiri UN sebagai konsultan pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama proyek .3. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung dan negosiasi harga kepada PT. Jangka waktu pelaksanaan ditetapkan 25 hari kalender dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 18 Desember 2004. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004 1.05) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada LAPAN telah melaksanakan pemborongan pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.000. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara untuk menegur secara tertulis Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan.00 maupun kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.000.760.584. 2.000. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.1.00 yang akan ditarik dan disetorkan ke kas negara .SPPK/ 36/BINPAS. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pimpinan Proyek untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian proyek.584.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.000.950. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.344. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp247.

047.500 149.000 161.000 2.736.00 m3 7.000 7.00 m’ 305.80 m2 4.00 bh 4.600 113.950.775.000 3.509.000 40.5 m Pintu pipa galvanis P.000 340.500 30.750.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.913.375.400 16.000 25.800.00 ls 4.000 3.50 m3 22.000 27.00 ls Harga Sat (Rp) 350.295.00 m3 415.00 m’ 465.000 211. Adapun pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.600 23.000 1.000.00 bh 1.000.5 cm Hotmix T.00 m’ 831.000 89.000 400.000 81.509.264.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.225.000 12.000 15.950.184.000 34.000 31.000 Jumlah Harga (Rp) 19.950 111.000 2.000.00 m’ 1.000 31.620.40 m3 6. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Sub Total I a.000 645.000 163.784.300.000 4.00 m’ 79.500.125.300.00 bh 332.238.20 m3 27.568.588.500.200 11.19 m3 2.000 400.832.900.000 75.350 406.800.203.332.600 4.000 297. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi Sub Total II Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Sub Total III Pek.000 64.000 145.00 bh 43.900 4.000.000 25.850.712.000 68.000.769.sesuai Surat Perjanjian No.000 530.00 bh 5.446.00 bh 2.000 195.000 74.335. Air Kerja Pek.000 3.875.000 28.3.00 m3 42.771.112.850.850. Persiapan Pek Direksikit Pek.00 m2 16.00 m3 550. Pekerjaan BRC T.6 m Pintu pipa galvanis P.980.000 139.700 692.020.550 117.657.620.240.00 m2 465.00 ls 4.000.00 m2 2.719.00 m’ 1.00 m’ 550.500 30.000 44. Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.10 m3 50.4 m Cat Zynckromat Sub Total IV Perbaikan Jalan Protokol Sub Base T.000 811.136.00 m’ 108.000 146.78 m3 61.376.452.00 m3 2.000 2.000 46.000 77.144.950 101.928.00 ls 4.000 20.000 2.250.715.000 3.00 m’ 1.500 20.700 35.600.000 8.046.00 m2 6.000 13.476.547.000 4.000 2.224.00 bh 1.000 4.000 178.370.00 ttk 7.000 35. Sperjan/63/BINPAS P.000 1.4 cm Mobilisasi alat berat Sub Total V Volume 56.452.82 m3 2.500 19.950.000.000 3.55 m2 1.000 30.850. 150 cm Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.000 479.700 II III IV V . 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.000 4. Pekerjaan BRC T.000 15.00 m’ 1.000 3.129.000 26.

260.000 Jumlah Harga 40.592 5.00 m2 56. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Pekerjaan Pagar BRC a.129.520 331. diketahui terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek.000 12.00 ttk 601.00 ttk 7. bersekala kecil dan spesifik. ST-3454/PW09/2/2005 tanggal 23 Juni 2005 selama 10 hari kerja yang berakhir tanggal 8 Juli 2005.000. Tim BPK RI berpendapat penunjukan langsung tersebut tidak sesuai dengan ketentuan. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak tidak kompetitif.516. 150 cm RAB Fisik Selisih 16.142.000. karena penunjukan langsung hanya diperkenankan untuk pekerjaan yang bersifat darurat/mendesak. Air Kerja Pek. konstruksi dan finishing.445.500 30.500 47.650.500.512.136. 884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3.00 m’ Harga Satuan 350. konsultan pengawas dan pihak kontraktor.000.000 Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No. Asih Silapurna sebagai pelaksana pekerjaan . Pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 9 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.00 ls Sub Total I 4.00 m’ II .00 dan telah disetorkan ke Kas Negara sesuai Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak tanggal 25 Juli 2005 pada Bank BNI Kantor Cabang Gambir Sebesar Rp62.464.512.00 dan SPM No. Berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Perwakilan Propinsi DKI Jakarta No.390.516.520 5.00 m’ 6.000. pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol yang disaksikan oleh pihak proyek.00.00 m’ 1. LAP-5170/PW09/2/2005 tanggal 31 Agustus 2005 terdapat kelebihan pembayaran kepada PT. Penunjukan langsung kepada PT.00.090.000. 2.VI Renovasi Mess Yogyakarta Sub Total VI Sub Total PPN 10 % Total Dibulatkan 331.650. dirahasiakan.644.000. Pekerjaan BRC T.000 7. Asih Silapurna sebesar Rp62.142.PL/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar lunas dengan SPM No. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui : 1. Persiapan Pek Direksikit Pek.620. BA/03/Binpas. Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Propinsi DKI Jakarta berdasarkan Surat Tugas Kepala BPKP No.00 m2 16.00 ls 1.882091Y/088/118 tanggal 23 Desember 2003 sebesar Rp2.920 513.000 2.500 56.528.464.512 5.000.

Pekerjaan Pengecatan .50 m3 18.39 m2) 10.00 m’ 1. Pek.875.000.950.61 m2 18.72 m2 348.000 3.Cat Exterior/Catylac 6.000 4.000 7. K.000 4.00 bh 4.132. Keramik 20 x 20 .00 m3 83.00 bh (3.277.000 15.000 71. Paving Block 831.00 bh 5.44 m3 50.000) (26.500.000) 26.000 40.180 52.106.000 3.34 m3) 18.00 bh 1.00 bh 412.590 2.452.950 111.600.00 bh 1.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.Lantai keramik 40x40 Ez 3.Mandi Belakang .00 m2 463.00 m’ 111.000 14.10 m2) 4.300.00 m’ 108.75 m2 5.950.336.128.600 11.26 m3 2.000 160.32 m3 38.500 15.340.54 m3 6.400 7.776. Mandi Depan .590.00 m2 241.78 m3 108.000) 6.000.00 bh 1.640) 1.000 (12.715.900 4.801.000 25.00 m2 2.4 m Cat Zynckromat Renovasi Mess Yogyakarta 1.00 m’ 1.600.648.000 (105.525.359.000 1.000 31.000 18.00 m2 2.20 m3 157.430 (1.20 m2 (1.45 m3 27.452.Pas.Pas.00 m’ 1.00 m’ 640.25 m3) 9. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.43 m3 22.700.000 145.00 bh 444. Keramik 15 x 30 4.00 m3 38.950.500 5.10 m3 20.850.000 23.00 bh 4.731.Cat dinding/Catylac .00 bh 332.08 m2 4.900.000 2.5 m Pintu pipa galvanis P.452.000 V 1 ls 9.346.80 m2 4.046.000 16.772.000 3.350 11.00 m2 196.00 m3 Sub Total II 550.00 m’ 103.05 m’) (78.00 m’ 550.000 28.56 m3 - 20.00 bh - 25.36 m2 16.000 1.Poma Air Kerja 2.83 m2 3.452.Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.00 m’ 1.500 6.850.856.000 3.000 3.78 m3 61.00 bh 332.80 m2 4.19 m3 22.56 m3 253.428.000 468.6 m Pintu pipa galvanis P.850.800 39.00 bh 332.16 m3 7.085.000 679.000 340.000 3.000 4.000 3.000 2.000 (51.00 m’ 2.Pas.600 1.Bak Tanki Air / 1000 lt 7.626. Pekerjaan Lantai Keramik .861.940.00 m2 2.Pas. Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Pekerjaan Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.000 15.000 16. Pekerjaan Sanitair .00 m3 747.70 m2 4.600 4.009.00 bh 2.784.000 31. Keramik 15 x 30 5.000 161.00 m2 224.Pompa Air Jerpam . Pekerjaan K.84 m3 (13.000 76.446.272.000 2.000 340. Pekerjaan Persiapan .00 bh 2.30 m2 (0.00 m’ 305.375.00 bh) - 75.63 m3 2.182.000 3.3.00 m3 43.71 m2 14.700.960.500 149.000) 71.000 307.000 1.600 392.000 400.82 m3 32. Pekerjaan BRC T.256.000 3.00 bh 1.00 m2 1 ls 1 unit 110.00 bh 43.950 101.00 m3 42.00 m2 - (90.475.500 19.000 76.Pas.00 bh 5.000 6.850.756.00 m3 20.00 m’ 465.40 m3 158.60 m3 256.00 m2 420.00 bh 3.40 m3 6.456.00 ls Sub Total IV 1ls 120.973. Keramik 20 x 20 .00 m2 206.509.00 m2 4.375.00 m2 3.05 m’ 79.800.160 796.68 m3 3.509.86 m3 125.07 m3 1.000 2.00 m2 1 ls 1 unit 100.184.17 m2 Sub Total V Total .000 98. Pekerjaan Insfratuktur .000.00 m2 704.00 bh 943.00 m2 Sub Total III 465.620. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi III Pek.000 98.00 m3 415.605.335.700 1.000 IV 2.00 ls 4.

000 215.310. apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka dapat diketahui volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis pekerjaan .000 479.dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.000 1.00 dan apabila tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dapat menimbulkan kerugian negara.360.000. jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih kurang volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.06 m3 Jumlah Harga 297.80 259.5 cm Lapisan Hotmix T. Kencana Mandiri UN yang ditandatangani oleh 3 pihak yaitu Kontraktor.940. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta mengalami keterlambatan selama 3 (tiga) hari.349.568.409.207.80 m3 6. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.55 m2 x 0.00 (Rp796.06 142. Asih Silapurna dikurangi hasil pemeriksaan BPKP yang telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp62.00 = Rp16. Asih Silapurna harus dikenakan denda sebesar 3 %o X Rp5. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Dengan demikian Pekerjaan Pemagaran.376.850.841. 3.568.4 cm Volume (m3) RAB Fisik 218. Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pengawas lapangan yang tertuang dalam Buku Harian Standar Konsultan Pengawas PT.05 m = 218.950. . 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.142.349.265.516.00.590. Pengawas Lapangan dan Pemimpin Proyek diketahui bahwa pekerjaan baru selesai tanggal 21 Desember 2004.39 Sub Total V Selisih (m3) 218.Untuk pekerjaan peningkatan jalan protokol.133 Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess di Yogyakarta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak sehingga terdapat kekurangan volume senilai Rp1.310.4 cm Volume (m3) 4.409.157.014 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan 955.00 + Rp513.264.000.133. Keputusan Presiden No.40m’.723.00 dan denda senilai Rp16.00 ) yang dapat menimbulkan kerugian Negara.700 Harga/m3 1.04 m = 259.014 Jumlah Harga 297.950.360.000 1.67 Harga/m3 1.Asih Silapurna sebesar Rp1.80 116.650.00 yang harus ditarik dari PT.14 m dan tebal hotmix 3. Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas diketahui terdapat kekurangan volume senilai Rp1.00 sehingga jumlah yang harus ditarik dari PT.476.58 cm.850. Menurut jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seharusnya pekerjaan selesai pada tanggal 18 Desember 2004.000. sehingga PT.00 m2 x 0.133 513.000.5 cm Lapisan Hotmix T.723. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan. lebar 4.

Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a.950. PT. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.207. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. 2. penyedia barang/jasa. Penerimaan negara dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan senilai Rp16. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.Sperjan/35/BINPAS. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.265. 2. Keppres No. 3. karena terbentur oleh waktu dimana Presiden RI (Megawati) akan hadir pada kegiatan uji terbang roket di Pameungpeuk dan diperintahkan untuk membenahi lingkungan yang secara fisik dalam kondisi rusak . Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya. Lampiran I BAB I.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan : 1. Kontrak No. Asih Silapurna senilai Rp1.248. b. 4. pengawas dan kontraktor) sebelum kontrak ditandatangani. Penunjukan langsung dilakukan karena pada saat itu LAPAN terikat oleh pelaksana pekerjaan (konsultan perencana.207. 2.b.C. c. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.1. Asih Silapurna kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek. 3.a.00 yang dapat merugikan negara.207. Kelebihan pembayaran kepada PT.157.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 Pasal 16 ayat ( 2) menyatakan jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. PT.000. maka untuk setiap hari keterlambatan Pihak Kedua wajib membiayai denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu permil) dari biaya pekerjaan/ borongan.

000.000. No. 3. Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta yang dikerjakan oleh PT. Asih Silapurna untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara.00 dari PT. Keterlambatan pekerjaan disebabkan adanya protes/demo dari masyarakat sekitar lokasi yang tidak setuju adanya proyek pemagaran sehingga mengganggu jalannya pekerjaan tersebut.00 belum dipungut (02. di Pameungpeuk. Untuk maksud tersebut Pimpro akan berkoordinasi dengan pelaksana untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur Konsultan Pengawas PT. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaannya.248.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.950. bukan atas biaya Proyek Binpas SDI-GAN. Atas komentar Pemimpin Proyek Tim BPK-RI berpendapat bahwa perbaikan mess LAPAN di Pameungpeuk Garut merupakan pekerjaan yang dibiayai dari Proyek Bangtelinfo Rancabungur Bogor. Dan pelaksana akhirnya minta bantuan aparat keamanan setempat (Koramil dan Polsek).500. Asih Silapurna sebagai Pelaksana Proyek berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.N. 3. Atas kekurangan volume pekerjaan. 1.Sperjan/63/BINPAS P. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN. sebagai Konsultan Pengawas dengan cara penunjukan langsung dengan Surat Perjanjian No.2.250.00 dan telah dibayar lunas dengan SPM. di Pameungpeuk. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Proyek mengakui pada saat pemeriksaan pasca dilapangan terjadi kekurangan volume pekerjaan. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Jangka waktu pelaksanaan sejak tanggal 24 Nopember sampai dengan 20 Desember 2004 sesuai dengan Pelaksanaan Pekerjaan fisik yang akan diawasinya yaitu sebagai konsultan pengawas Pekerjaan Pemagaran.43/BINPAS. Kencana Mandiri U. 2. proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume dan keterlambatan tersebut.884195Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 . perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN.00 dan denda keterlambatan senilai Rp16. akan tetapi disisi lain terdapat pekerjaan tambahan diantaranya perbaikan mes LAPAN di Pameungpeuk Garut.207.2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran. biaya pekerjaan pengawasan sebesar Rp125.207.000. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran senilai Rp1.06) Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya IPTEK Kedirgantaraan LAPAN Tahun Anggaran 2004 telah menunjuk PT.

Adapun perbedaan volume yang signifikan dan tidak dilaporkan oleh konsultan pengawas kepada proyek antara lain adalah sebagaiberikut : PEKERJAAN Sloof beton Pagar BRC 150cm.00 + keuntungan pemborong 10%=Rp85.000.950. Asih Silapurna tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak yaitu adanya perbedaan volume dan spesifikasi barang. 1.000. sehingga kekurangan volume maupun mutu hasil pekerjaan tidak segera diketahui secara dini oleh pihak proyek untuk dilakukan perbaikan maupun teguran kepada kontraktor.450.00 ditambah keuntungan pemborong Rp100.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Rp 5.00 Sesuai RAB : 1.No. Pameungpeuk Garut Peningkatan Jalan Protokol Pameungpeuk Garut KONTRAK Jumlah Volume 415 M3 @ Rp2.000.224.014.000.000.000.000. sebagai konsultan pengawas tidak pernah memberikan laporan tertulis maupun lisan kepada Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja.00 1.950.000. Pekerjaan Lapisan Hotmik dilaksanakan 142.014. Pembuatan Pompa Air Kerja senilai Rp 3. Plipper + Asessories 1 unit ditukar dengan kapasitas air 500 Lt. Terdapat pekerjaan yang dilaksanakan PT.144.00 3.568. Plipper + Asessories +/Rp1.000/m3 dengan nilai keseluruhan Rp 1. 2. a. Lapisan Hotmik Volume 259.000. Bak tangki air kapasitas 1 m3 Ex. Pompa air Jet Pump dengan harga Rp6.SPPK/36/BINPAS.Sperjan/35/BINPAS.600.32 m3 @ Rp2. Kloset Jongkok merk Toto seharga Rp 1.000.000.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004. Pembuatan Pompa Air Kerja sesuai informasi yang dapat dipercaya tidak dilaksanakan karena telah ada sumur tua yang sudah ada dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan layak minum sehingga kelebihan bayar pada rekanan sebesar Rp3.00 senilai Rp 479.00 4.00 dengan nilai keseluruhan Rp756.000 FISIK Jumlah volume = 256.06 m3 @ Rp1.00 3. Hasil cek fisik closet duduk dengan merk INA harga dipasaran sebesar Rp 850. luas 4.700.376 m2 senilai Rp297.00 ditambaha keuntungan pembrongan 10% = Rp29.000.000. Konsultan Pengawas dalam melaksanakan pekerjaannya tidak efektif.493.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Renovasi Mess di Yogyakarta.000.00 senilai Rp263.00 . 2.423.264. Pekerjaan Lapisan Sub Base tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kurang volume. namun PT.00 2.850.00 mengakibatkan mutu barang berkurang dan kelebihan bayar sebesar Rp515.39m3 @ Rp1850.00 Ex.681. Pompa air hasil cek fisik merk Panasonik GP 125 JB harga dipasaran sebesar Rp290.00. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan dokumen pendukung lainnya serta hasil pemeriksaan fisik dilapangan diketahui : 1. Kencana Mandiri U.000.600.00 1.250. harga pasaran Rp470.N.000.000.000.00 2. Lapisan Sub Base dengan ketebalan 5 cm.

00 Rp1. Pembayaran Tahap II kepada PT. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. dengan dasar BAPB tersebut PT.000.00). Ayat (2) menyatakan bahwa pihak kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.03/Binpas.000. Ayat (1) menyatakan bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini.00 Dengan kejadian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Kontraktor Pengawas tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tangggungjawab dan kewajiban yang telah di tandatangani dalam surat perjanjian. Pasal 3 : a.Sperjan/63/INPAS. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga . kuantitas dan laju pencapaian volume /relisasi fisik.000. Dengan demikian PT. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan. Plipper + Asessories 1 unit senilai Rp 2.800.390. Asih Silapurna mengajukan tagihan pembayaran dan telah dibayar dengan SPM No. Asih Silapurna berdasarkan Berita Acara Penyerahan Barang (BAPB) No. Mingguan dan Bulanan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 20 Desember 2004 dan sampai dengan saat pemeriksaan BPK berakhir tanggal 30 Desember 2005 belum menyerahkan laporan-laporan tersebut sehingga terjadi keterlambatan selama 1 tahun lebih. 2. Kencana Mandiri UN harus dikenakan denda maksimal sebesar 5 % dari harga kontrak atau senilai Rp6. b.000.00 (5 % X Rp125.00 sedangkan secara fisik prestasi pekerjaan tersebut belum mencapai 100% hal tersebut dilihat dari buku harian yang dibuat oleh PT. Dari uraian tersebut di atas menggambarkan bahwa PT. 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Perjanjian/Kontrak No.884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3.PL/XII/2004 tgl.700. 16 Desember 2004 yang dibuat oleh Konsultan pengawas menyatakan bahwa prestasi pekerjaan telah selesai 100%. c. PT. b.000. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.4. b. Pasal 1 angka 2 menyebutkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) : a.PL/ I/2004 tnggal 24 Nopember 2004 : 1. Asih Silapurna selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2004. Bak tanki air kapasitas 1 m3 Ex. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT.250. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas telah menyalahgunakan wewenang yang dipercayakan dengan cara memanipulasi data guna kepentingan pribadi dan orang lain serta tidak menjalankan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas tidak menyerahkan sebagian hasil pekerjaan pengawasannya berupa Laporan Harian.000.500.

pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan sesuai dengan KAK ketentuan yang berlaku.000. Pemimpin Proyek tidak dapat mengetahui secara dini perkembangan fisik dilapangan sehingga tidak dapat mengambil keputusan secara cepat untuk mengambil tindakan perbaikan. Terhadap denda keterlambatan pihak proyek akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan tersebut. Penerimaan negara dari denda keterlambatan senilai Rp6. 2. copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. 3. 2. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaan dan kepada PT.000. Konsultan Pengawas PT. Hal tersebut mengakibatkan : 1. 3.00 menjadi tertunda. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Pasal 4 ayat (1. Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan. 3. Hal tersebut disebabkan : 1. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kurangnya pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek sehingga menimbulkan kerugian negara. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Kencana Mandiri UN diberikan sanksi dengan jangka waktu tertentu tidak diberi pekerjaan di lingkungan LAPAN serta menarik denda keterlambatan sebesar Rp6. . namun konsultan pengawas masih kurang efektif. 2. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi. Pasal 11 ayat (2) menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 5 perjanjian ini. maka untuk setiap hari keterlambatan.00 untuk disetor ke Kas Negara.) yang menyatakan bahwa Hasil Pekerjaan Pengawasan disamping harus sesuai dengan KAK dan juga harus diserahkan kepada Pihak Pertama minimal lima yang masing masing diantaranya terdiri atas Buku Harian.250. 4. Kencana Mandiri UN tidak melaksakan tugasnya sesuai yang diperjanjikan dalam surat perjanjian/kontrak. Laporan Mingguan dan Bulanan sebagai resume Laporan harian. Pihak Kedua wajib membayar denda 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan dan ayat (3) menyatakan bahwa jumlah maksimum denda kumulatif ayat (1) dan (2) Pasal ini ditetapkan sebesar 5 % (lima prosen) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan.250.

000. Pondasi Batu Kali 400.172 496.898 396.161 22.750.875 43.Pek Kolom 25/25 T.660 11.992. Sperjan/93/BINPAS.2 Pekerjaan Finishing .74 m2 Sub Total 1.485.1.204.Pek Direksikit 693. Plesteran Kol & Pondasi 1.20 m’ .307 68. Penguk dan bouplank 485.Pek.688 11.687 6. Cat Kolom & Pondasi 1.391.24 m3 .596 5.88 m3 .583. pengujian dan pengkoreksian. Air dan Listrik Kerja Sub Total 1.3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882. Galian Tanah Pondasi 1.451 40.250.00. Acian 1.Pek.32 m3 .869.964.10 m’ .Pek. Pagar BRC 1.295.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan tugas melakukan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp3.256 51.064.20 m’ Sub Total 1. 150 cm 693.301.847. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan tersebut meliputi : No I Jenis Pekerjaan Volume Harga Satuan (Rp) 299.192.720.2 30.3 Pekerjaan Arcon .496 41.91 m3 .094 2.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11. Restu Prima Citra dengan Surat Perjanjian No.000.992.761 Jumlah Harga (Rp) 7.997 95.276 59.055 10.Pekerjaan Batu Kosong 110.788 20.694.00 ls .908.118.471.1 Pekerjaan Persiapan 24. Sperjan/BINPAS.Pek.450 21.712. Pembersihan Lapangan 693.875 356.16) Dalam Tahun Anggaran 2004. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan cara penunjukan langsung dengan negosiasi harga.00 belum dipungut (02. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di LAPAN Rumpin Bogor yang dilaksanakan oleh PT.74 m2 .20 m’ .196 II Pek.253.Pek. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.262 39.00 m2 .196 51.Pek Pagar BRC T.74 m2 .108 22. Untuk melakukan pengawasan di lapangan pihak proyek telah menunjuk PT.2 Pekerjaan Konstruksi .Pek.499 4.295.847.Pek.Pek Ornamen Kepala Pagar 247.693 5.564.532 158.208 138.00 bh .1 1.356 27.200 47.140 14.Pek Profil Kolom 1.Pek. Jangka waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 20 Desember 2004.000.632.847.

Pek.23 m2 .23 m2 Sub Total 3.996.552 .750. Pagar BRC dan Asecories 3.290 22.513 128.256 438.450 21.588 1.80 m3 .827 16.284. 3 cm 7.249.50 m’ Sub Total 2.504. Penguk.690.950 43.561.688 III IV Sub Total 2.171 5.367.Pek. Pembersihan Lapangan 7.512.077.Pek.125 11.Pek.275 cm 640 bh .127 67. 15 cm 7.155.Pek Profil Kolom 633. & Bouplank . Penguk.50 m’ 1.Batu Belah T.334 1.932 204.410 4.072 2.640 106.148.512 m2 Sub Total 4.Pek Plesteran Kolom & Pondasi 4.Pek.50 m’ .000 6. Acian 836.813.660 11.2 3.241.2 Pek.50 m’ .208 64.Urug Lap.635 3.450 5.Pek.874. Dan Bouwplank 55.910 242.85 m3 .035.358.125 88.Lapisan Hotmix T.Pek. Kawat Duri 1.869.Pek.200 40.Urug Lap.108 22.50 m’ 1.1 Pek.3 Pekerjaan Finishing .00 ls Sub Total 3.2 Total Dibulatkan 356.000 3. Plesteran Kol & Pondasi 836.625 37.Pek.000.1 3.950 175.17 m3 .483.972 9.Pek.996.206.180 37.825.347.Pekerjaan Batu Kosong 47.660 11. Acian 4.094 2.187 23. Batu Kosong 286.094 201.020 27.011 52.Pek.690.Pek Ornamen Kepala Pagar 130.108 93. 2 cm 7.898 282.2.104. Urug Pasir Sirtu T.471.064 28.792.024. Rambu Pengaman 1.000 15.Pek.809 8.214.Pek.00 bh .00 m2 .620 16.596 11.975 18.1 Pek.750.532.740.2 Pekerjaan Konstruksi .682 1.2 16.817.441.450 21.70 m’ .38 m2 .823 102. Pagar Arcon 1.838.423 35. Galian Tanah Pondasi .457 16.50 m’ . Persiapan .00 ls . Cat Kolom & Pondasi 836.Pek.975 6.898 396.312.389 39.365 300. Persiapan 2.Pek.00 m2 .905. Konstruksi Badan Jalan .493 16. Perataan dengan Buldozer 2.836.168.997 52.287.365.214.620 23.898 396.792.65 m3 .Pek.3 Pekerjaan Jalan L.Pek.23 m2 .674.00 ttk .75 m3 1.352.Pek.108 22.596 2.2 Pek.1 Pekerjaan Persiapan . 150 cm 295.10 cm 7.1 2.254.200 244.593. Penguk.50 m’ Sub Total 3.25 m3 . Dan Bouplank 295.792. Galian Tanah Pondasi 206.512 m2 .50 m’ .160.704.38 m2 . Air dan Listrik Kerja 1.Pek.512.1 4.Pek.854.315 43.237.414.512.671.483.Giling Matang T.196 60.562 44.749 334.Pek Pagar BRC T.Pek.389 133.400 324.744 21.Pek Kolom 25/25 T.999.761 6. Pembersihan Lapangan . Pondasi Batu Kali 170.3 M 4.745 97.504. Air dan Listrik Kerja 1. Pondasi Batu Kali 1.Pek Kolom Arcon T.281 410.28 m3 . Pembersihan Lapangan 295.00 ls 6.Pek.249.948.00 m2 .460 22.000 356.874 11. Air dan Listrik Kerja Sub Total 4.70 m’ .2 Pekerjaan Konstuksi .792.Pek.776 25.

982 20.586. Pekerjaan pemagaran dan jalan lingkungan tersebut telah selesai dilaksanakan dan diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No.683 48.24 m3 1.16 m3 (41.847. Acian Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Profil Kolom Pek Pagar BRC T.80 m3 1.74 m2 107. konstruksi dan finishing yang disaksikan oleh pihak proyek.30 m’ 1.996) - 24.094 2.80 m3 1.805.254.761 Nilai Selisih 2.613 .040 12. Tim BPK-RI berpendapat bahwa penunjukan langsung tersebut tidak dapat dibenarkan karena pekerjaan tersebut tidak bersifat spesifik dan mendesak/darurat sehingga hal tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.596 11.74 m2 818.542 (1.75 m3 1.634 23.50 m’ 1.15 m3 25.108 22.000. 878705Y/088/118 tanggal 8 Desember 2004 sebesar Rp750.74 m2 1.00 m’ 2.2 Pek.Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya PT.346 5.00.432.094 (14.00 dan SPM No.612 335. 150 cm Pekerjaan Finishing Pek.20 m’ 24.306 125.847.000.546 28. kontraktor dan konsultan pengawas diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek.883213Y/088/118 tanggal 20 Desember 2004 sebesar Rp3.74 m2 247.00 ls 110.450 21.LPN/BINPAS/BA/02/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar dengan Surat Perintah Membayar (SPM) No.00 ls 54.818.137.847.208 138.00 bh 1. Pembersihan Lapangan Pek.17 m3 5.526) (1.90 m’ 347.51 m3 316.485.792. 2. Penguk.00 m2 693. Penetapan pelaksana dengan penunjukan langsung.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.088 5.257 45.233.44 m3 56.204.200 47.752.00 m2 140.00 m2 340 m’ 340 m’ 244.74 m2 1.029.455. Galian Tanah Pondasi Pek.000.908 11.10 m’ 693. Pondasi Batu Kali RAB Fisik Selisih Harga Satuan 299.20 m’ 345.322.052.052.405) 141.00 ls II (259.20 m’ 353.20 m3 818.000.898 396.687 6.029.519. Pagar BRC 1.477. Ples.91 m3 400.00 bh 1.88 m3 1. Berdasarkan pemeriksaan dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui bahwa : 1.Kol & Pondasi Pek. Batu Kosong Pek.50 m’) (259.00 m2 Sub Total I 1.533.125 286.32 m3 30.50 m’) (58. & Bouplank Pek.161 22.00 ls 2.20 m’ 693.673.451 40.278.898 396.077. Restu Prima Citra.60 m’ 353.356 27.596 5.463.168.660 11.50 m’ 1.108 22.092.775) (5.40 m3 84.2 Pekerjaan Konstuksi Pek.333.450 21.140 7.68 m 1.249.00 m’ 1.32 m3 677.035.74 m2 1.52 m3) 358.313.00 bh 347.1 Pekerjaan Persiapan Pek. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.00 m2 818.20 m’ 485. Air dan Listrik Kerja 2.20 m’ 240. harga item per jenis pekerjaan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 %.01 m3 356. Hasil pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 2 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.000.60 m’ 1.1 Pekerjaan Persiapan Pek Direksikit Pembersihak Lapangan Penguk dan bouplank Galian Tanah Pondasi Air dan Listrik Kerja 1.992.029.792. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Arcon 2.17 m3 328.875 356.55 m’) - 6.

303.90 m2 2.28 m3 170.020 27.348 39.25 m3 836.400 324.504.333 431.297.077.843.069.94 m3 12. 15 cm Urug Lap.15 =1.104. Dan Bouwplank Pek.50 m’ 15.483.052.45 m3 1.848.80 cm.455 2.504. lebar 3 m dan ketebalan lapisan rata – rata untuk urug pasir sirtu 9.596 2.850 274.02 = 150.052.50 m’) (259.327) (25.45 m2 602.120 1.792.00 m’ 3.00 bh) 2.03 = 225.260 6.872.50 m’ 130. Plest.80 7.275 cm Pek Ples.00 bh 295. Penguk.56 cm.627 7.932 204.23 m2 602.Batu Belah T.512. Acian Pek Profil Kolom Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Pagar BRC T.2 Pek.00 ls Sub Total 4. Dan Bouplank Pek.745 97.000 742.30 m’ 7.383 5.290 22.108 22. Acian Pek.980 2.359.80 m2 4. Pembersihan Lapangan Pek. Kawat Duri III Pek.485.50 m’ 203.78 m2 233. Pembersihan Lapangan Pek.23 m2 836.70 m’ 2.126.690. urug lapisan batu belah 6.3 M 4. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.830 2.Kolom & Pondasi Pek.846.00 m’ 233.30 m’ 55. Pagar Arcon Pek.890.38 m2 1.24 7.068) 116. Air dan Listrik Kerja 4.795 295.94 m3 602.00 m’ 13.58 m2 (259.493.878.2 Konstruksi Badan Jalan 640 bh 686 bh 4.404 77. Air dan Listrik Kerja 3.23 m2 633.168. Persiapan Pek.00 m’ 1.19 cm.389 Dalam pekerjaan konstruksi badan jalan.956 2.1 Pek. Penguk. 3 cm Volume (m3) 7.00 bh 13.40 m’ 1.31 m3 233.50 m’ 206.336 25.00 ls 6.471.512.983.483. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Jalan L. 150 cm 3.359.512.58 m2 2.10 m2 145.70 m’ 2. 2 cm Lapisan Hotmix T.00 ls 47.489.898 396.Pek Kolom Arcon T.512.78 m2 6.50 m’ 282. urug lapisan giling matang 2.1 Pek.749 334.36 Jumlah Harga 300.809 973.640.50 m’ 13.200 244.827 16.71 3.800 1.00 m2 x 0.08 m3 100.450 5. Rambu Pengaman Pek.375 937.20 m3 69.512.45 m2 Sub Total III 2.00 ttk 55.450 21.78 m2 633.823 (9.846.10 cm Urug Lapgil Matang T.967 94.00 bh 282.80 m2 1.1 7.792.50 m’ 295. Urug Pasir Sirtu T.65 m3 16.761 83.660 11.85 m3 1.00 m2 x 0.200 40. Galian Tanah Pondasi Pek.792 836.096 (63.385.103 16.460 22.359.511.00 ttk 1.435.996.389 22.690. BRC dan Asecories 3.259. Kol & Pondasi Pek.367.000 356.206.00 m2 x 0.108 93.50 m’ 2.00 ls 2.23 m2 115.40 m3 45.50 m’) 201.340) 64.523 31.00 m2 7.00 m’ Sub Total II (46.660 11.744 21. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan dan apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing volume jenis pekerjaan adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.671.20 7.898 282.618.00 m2 IV 145.208 64.3 Pekerjaan Finishing Pek. Perataan dengan Buldozer Pek.40 m’ 434.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.50 m’ 2.00 m2 x 0.10 = 751.470 3.843. Persiapan Pek.50 m’ 282.652.996.12 cm dan lapisan hotmix 1.30 m’.053 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan adalah 2.094 2. maka jumlah volume yang digunakan untuk masing-masing lapisan adalah sebagai berikut : .38 m2 1.512.588 Harga/m3 266.

60 112.25 m3 Berdasarkan hasil pengukuran atas jalan jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Volume (m3) RAB Fisik Pek.334. Sehingga PT.11 Harga/m3 266.19 cm Urug Lap. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.64 Lapisan Hotmix T.240 110.01 m3 495.485.021 m 2.359.79 255. sehingga kekurangan volume setelah pengurangan pajak senilai Rp882.053 Jumlah Harga 130.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan buktibukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.374 433. b.000. Restu Prima Citra harus dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp11.359.487. Hasil konfirmasi dengan Konsultan Pengawas PT.489.36 113.292 410.358.45 m3 148.No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.447.2 Total 4 Jumlah Kekurangan Volume Pekerjaan Selisih (m3) 489. Pekerjaan yang telah dinyatakan selesai pada tanggal 16 Desember 2004 tersebut sebenarnya belum selesai 100 %.20 495.878.00 – Rp98.334.01 Urug Lap.016 m Volume yang digunakan 637. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.09 m 2.000.75 1.25 SubTotal 4.56 cm Perkalian 2.80 637.301.00). penyedia barang/jasa.334. 2.30 m’ x 3 m x 0.487.033.80 cm Urug Lapisan Giling Matang T. Kaibon Rasirekayasa pada tanggal 12 Desember 2005 diketahui bahwa pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004.878 Dari data di atas diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp980.033. 3 cm 225.878.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a. Keppres No.120 1.250.391.359.10 cm 751.Batu Belah T. Dengan demikian pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian selama 3 hari kalender.878.00 (Rp980.24 148.004. namun masih tedapat pekerjaan finishing berupa pengacian dan pengecatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004. 9.850 3.00). 2 cm 150.00 dan yang telah disetor ke Kas Negara bersamaan dengan potongan dalam SPM berupa PPN sebesar 10 % senilai Rp98. Urug Pasir Sirtu T.000.30 m’ x 3 m x 0.992 166. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.800 1.333 431.07 m 2.Batu Belah T. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya . 2.30 m’ x 3 m x 0. yaitu sejak tanggal 20 Desember 2004 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004. Urug Pasir Sirtu T. 1.00.12 cm Lapisan Hotmix T.432.6.126.45 Urug Lapgil Matang T.374. Keppres No.64 m3 113.166 980. 3.00 (3/1000 x Rp3.30 m’ x 3 m x 0.359. 15 cm 1.750.

Lampiran I BAB 1. Proyek menganggap pekerjaan telah selesai pada tanggal 16 Desember 2004 meskipun masih terdapat sebagian pekerjaan finishing (pembersihan lokasi hasil . 5. Restu Prima Citra sebesar Rp882.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 a.pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. Proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume pekerjaan tersebut.C. 2. PT. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Surat Perjanjian No. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa : 1. Pihak Kedua wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan. b. 3.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. PT. 4.00 yang dapat merugikan negara. Penerimaan negara dari denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan senilai Rp11.391. Pasal 16 angka 2 menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. 2. pelaksanaan sampai selesai 100% (serah terima I) ditetapkan 27 hari kalender sejak tanggal 24 Nopember 2004 dan berakhir tanggal 20 Desember 2004.1. Pasal 1 angka 4 menyebutkan bahwa Pihak Kedua mempunyai kewajiban kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan. Sperjan/BINPAS. c.391.a. namun masih terdapat kelebihan panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin yang belum diperhitungkan. 2. Pasal 7 angka 1 menyebutkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. Turunnya anggaran belanja tambahan menjelang akhir tahun anggaran. Kelebihan pembayaran kepada PT. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1.250. 3.301. Restu Prima Citra kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek. c.551.000. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Hal tersebut mengakibatkan harga dalam kontrak tidak kompetitif sehinggaterjadi kerugian negara sebesar Rp893. maka untuk setiap hari keterlambatan.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus. menyelesaikan dan memelihara pekerjaan serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

000 19. Bogor Cisarua.00 (03.000 9.000 8.250.000 84. Cisarua Prima Hilltop Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Lokasi Cisarua. Data SAP Penyus.301.000.kegiatan tersebut berdasarkan Berita Acara Serah Terima telah selesai dan telah dibayar dengan SPM-LS. Panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin telah diukur seluruhnya dan segala kelebihan telah dimasukan dalam perhitungan. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT.000. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan kepada PT. Bogor Cisarua. Tim BPK RI berpendapat bahwa : 1. data BMN Rekons. Data SAP Rekons.450.350.100.Kajian Potensi PNBP Pelaksana PT.100. mengingat pekerjaan tersebut dibiayai dari dana ABT yang turun pertengahan Nopember 2004.000 15.000 20.pelaksanaan pembangunan fisik) yang dimasukkan ke dalam masa pemeliharaan pekerjaan.01) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek BINPAS SDI GAN telah melaksanakan rapatrapat dengan penyediaan akomodasi dan konsumsi dilaksanakan pihak ketiga sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Evaluasi SAP Rekons.525. 2. OH Nilai 11. . Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Terdapat Ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat senilai Rp84. Bogor Cisarua. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 2.575.000 Pelaksanaan kegiatan . Bogor Cisarua. Pekerjaan finishing yang belum diselesaikan termasuk komponen biaya dalam kontrak seperti pengacian dan pengecatan yang penyelesaiannya melewati batas akhir kontrak adalah merupakan keterlambatan penyelesaian pekerjaan.391. Data Base BMN Sidang Peny.00 dan denda keterlambatan senilai Rp11. Restu Prima Citra senilai Rp882. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.100. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. Atas komentar Pimpro.100. Bogor Cisarua.00 untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara. 2. 3. Bogor Jumlah Selama 3 hari 3 hari 3 hari 2 hari 3 hari 2 hari Peserta 11 or 29 or 23 or 18 or 14 or 37 or Volume 33 OH 87 OH 69 OH 36 OH 42 OH 74.

Memerintahkan Atasan Langsung Pemimpin Proyek untuk melakukan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. 2. efisien.00. sehingga kegiatan BINPAS dilakukan dengan fasilitas yang disewa dari pihak ketiga. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. . Hal tersebut tidak sesuai dengan : Keputusan Presiden No. b. 2. Hal tersebut disebabkan : 1. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Pasal 41 menyebutkan bahwa pemimpin proyek/bagian proyek bertanggung jawab baik dari segi keuangan maupun dari segi fisik atas pelaksanaan proyek/bagian proyek sebagaimana ditetapkan dalam DIP atau dokumen anggaran lainnya yang diberlakukan sebagai SKO. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pada saat akan diselenggarakan kegiatan oleh pihak Proyek BINPAS. Proyek BINPAS telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dilaksanakan oleh Lembaga Konsultasi Kepegawaian diikuti 37 peserta yang dilaksanakan di Kantor LAPAN Pusat (ruang auditorium dan ruang rapat).000.Pada Tahun Anggaran 2004 juga. ruangan auditorium LAPAN sedang dipergunakan untuk kegiatan yang lain. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian serta kurang efisien dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Hal tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas penyelenggaraan rapat-rapat sebesar Rp84. Bogor yang akan menambah beban pengeluaran Negara. tidak mewah.100. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Pasal 12 ayat (1) huruf a menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat. Dari pelaksanaan Bimbingan Analisis Jabatan yang dilaksanakan di kantor pusat tersebut sebenarnya untuk rapat-rapat lainnya juga tidak perlu dilaksanakan dan menggunakan tempat di Cisarua.

312.000.256 51. Berdasarkan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan No.262 496.000.000. kuantitas dan laju pencapaian volume/fisik.214. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan PT.2 Pekerjaan Konstruksi 3.241. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.1 Pekerjaan Persiapan 2.414.253. 3. LPN/BINPAS/BA/01/2004 tanggal 16 Desember 2004 menyebutkan bahwa prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan fisik 100 %. Adapun tugas pekerjaan pengawasan antara lain meliputi : 1. Pagar BRC dan Asecories 3.000 3. 884209Y/088/118 tanggal 23 Dsember 2004 sebesar Rp92.08) Tahun Anggaran 2004 Proyek Binpas SDI-GAN telah melakukan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT.2 Pek Konstruksi Volume 693. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Restu Prima Citra yang berlokasi di Rumpin Bogor.50 m’ 15.04) Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif (05.20 m’ Jumlah Harga 43. Pagar BRC 1. Jangka waktu pelaksanaan pengawasan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai tanggal 20 Desember 2004.688 1.635 3.50 m’ 88. Persiapan 4. Penyimpangan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05.1 Pekerjaan Persiapan 1.1 Pek.118. konstruksi dan finishing diketahui : .740.077.187 23.196 1.000 II III IV Jumlah Dibulatkan Pemeriksaan dilapangan atas hasil pelaksanaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan dengan melakukan pengukuran atas pekerjaan persiapan.792.334 295.457 242. Restu Prima Citra meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp92.813.3 M 4.3.2 Pekerjaan Konstuksi Pek.3 Pekerjaan Finishing Pekerjaan Jalan L.365 1.999. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.00.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Finishing Pekerjaan Arcon 2.312. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.504. 2.750.838.1 Pek. Persiapan 3. Pekerjaan pengawasan telah dibayar dengan SPM No.620 2.295.Sperjan/93/BINPAS.00. Untuk melakukan pengawasan pekerjaan proyek telah melakukan perjanjian dengan PT.817.312.750.70 m’ 133.

Urug Sirtu .Lap.60 m’ 2. Hotmix RAB 693. angka 7 bahwa Pihak Kedua wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya dan memberitahukan kepada Pihak Pertama tentang kelalaian yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standard ketentuan serta peraturan yang berlaku.504.No 1 2 Pekerjaan Pagar BRC Jalan lingkungan . Batu Belah . b. Kaibon Rasirekayasa tidak pernah memberikan laporan tertulis adanya perbedaan volume dan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut sehingga Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja tidak tahu persis kondisi di lapangan. angka 2 bahwa Pihak Kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.56 cm Selisih Fisik 347.12 cm 1. Hal tersebut disebabkan : 1. Hal tersebut mengakibatkan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor terjadi kekurangan volume pekerjaan yang berindikasi terjadinya kerugian negara.359. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.20 m’ 2. angka 1 bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini.40 m’ 7. maka Pihak Kedua bertanggungjawab penuh atas kerugian tersebut.70 m’ 15 cm 10 cm 2 cm 3 cm Fisik 345.Sperjan/93/BINPAS. Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT. Pasal 11 bahwa apabila terbukti pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi Pihak Pertama. c.44 cm (0.Lap.Lap. Selain itu konsultan pengawas juga tidak pernah memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana atas pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi tersebut. Kaibon Rasirekayasa tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang telah disepakati dalam kontrak sehingga terdapat indikasi terjadinya kerugian negara. .PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 menyebutkan : 1.56 cm 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pemagaran dan Pembuatan Jalan Lingkungan No. Pasal 3 : a. Gil.31 cm 5. Pemimpin Proyek BINPAS SDI GAN menjelaskan bahwa Konsultan Pengawas PT.44 cm Dari data tersebut di atas diketahui terdapat perbedaan spesifikasi dan volume jika dibandingkan dengan RAB. PT. 2. Kaibon Rasirekayasa sebagai konsultan pengawas tidak melaksanakan tugas sesuai perjanjian yang disepakati dengan pihak proyek.69 cm 4.60 m’ 145.30 m’ 7.12 cm) 1. Matang .

Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya.2. 3. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. Menegur secara tertulis PT. 2. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. namun konsultan pengawas masih kurang efektif. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi.

00 belum dipungut 02.16 Para Ahli LAPAN di Jerman sebesar Rp1.000.28 1 1 2.40 2.56 1 - - - 1 1 28. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Pembayaran Kontrak Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan 02.00 B.22 3 Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.00.481.14 0.01 INDERAJA sebesar Rp4.344.01 untuk Menunjang Kegiatan Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh minimal sebesar Rp66.19 3 552.872. Kemahalan Harga Pengadaan Komputer dan Perangkatnya 03.898.06 20.135.28 Jm 19 2 NAMA OBRIK/SASARAN No JUDUL TEMUAN Kode Jumlah Anggaran Jumlah Realisasi Nilai yang diperiksa % Cakrik Jml 1 Tahun Anggaran 2003 A.400.800.14 113.48 % 18 2.82 1 247.917.81 2.63 2 3 4 5 6 7 Total Temuan Pemeriksaan Nilai 8 1 65.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.43 3 136.000.00 II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1.76 Jml 10 Nilai 11 % 12 Jml 13 Kekurangan Penerimaan Nilai 14 % 15 Tdk dpt dipertanggungjawabkan Jml 16 1 Nilai 17 65.823.61 20.857.04 98. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.258.16 hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman .45 20.72 2 439. Kemahalan Harga Pengadaan Pencetakan Majalah Berita 03.80 1.DAFTAR REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA KELOMPOK TEMUAN KETERTIBAN DAN KETAATAN Indikasi Kerugian % 9 4.86 0.645.000.48 2.02 I 2.00 2.890. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.34 0.56 162.00 Tidak Berdasarkan Prestasi Fisik Pekerjaan 2 Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.000.670.16 2.16 - 113.410.00 atas biaya 02.288.16 ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65. Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) Pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah 02.81 97.934.908.14 0.876.

249.16 1 6.85 12 2.97 7 6 8 2.25 0.48 0.094.11 1 Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat 03.207.000. di Pameungpeuk.130.69 4 10.45 0.32 1 1248.59 0.82 4 2.481.220.00 belum dipungut II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1 882.248.51 12 19.20 12.937.461.16 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.452. perbaikan jalan 02.301.766.06 protokol stasiun uji terbang LAPAN.919.570 5.06 34.000.89 13 1 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 1 A Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa B Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.250.90 46.207.000.100.85 5 9.25 0.08 1 47.06 9 20.25 91.1 Tahun Anggaran 2004 2 3 11.00 belum dipungut 02.663.96 1 147.85 6.00 02.06 3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.95 0.391.41 12.34 2 65.20 10.99 10 2 11 2.47 85.24 11.250.000.15 3 .713.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.52 43.21 11.950.01 senilai Rp84. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6.65 16.00 belum dipungut 2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.20 6 86.00 III Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) 1 Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Jumlah 05.30 8.