BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. Gatot Subroto No. 31 Telp. 5704395 Fax.

(021) 5720909 Jakarta Pusat 10210

Jakarta, Nomor : /S/V-XIII.1/ /2006 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Hasil Pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan
pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta.

Februari 2006

Kepada Yth. Kepala LAPAN Di Jakarta

Berdasarkan Undang-undang No.5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) BPK-RI Tahun 1995. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu, Sistem Pengendalian Intern (SPI) proyek, baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pengamanan atas kekayaan telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian. Lingkup pemeriksaan dilakukan terhadap tiga entitas, dengan penekanan pada kegiatan utama proyek, yaitu pengurusan dan pertanggungjawaban keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, pengendalian intern atas pelaksanaan kegiatan proyek antara lain kebijakan, perencanaan, pencatatan dan pelaporan atas seluruh kegiatan proyek, yaitu: 1. Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh (JASPRO) Cakupan pemeriksaan TA 2003 sebesar Rp2.872,04 juta atau 98,43% dari realisasi anggaran sebesar Rp2.917,81 juta atau 99,43%, 2. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp30.895,47 juta atau 97,95% dari realisasi anggaran sebesar Rp31.539,86 juta atau 97,49%, 3. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713,25juta atau 85,97% dari realisasi anggaran sebesar Rp12.461,85 juta atau 99,84%,

Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, BPK-RI berpendapat bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kelemahan, antara lain sebagai berikut :
1. Proyek JASPRO a. Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp68.508.000,00 c. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.890.000,00 2. Proyek BANGTELINFO a. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan b. Penetapan pelaksana pengadaan komponen dan subsistem satelit mikro dilakukan dengan penunjukan langsung dan berita acara serah terima pekerjaan bersifat formalitas c. Panitia pengadaan barang dan jasa Proyek BANGTELINFO dalam menyusun HPS/OE tidak berdasarkan analisa harga yang dikalkulasikan secara keahlian d. Terdapat pemecahan kontrak dalam pengadaan bahan-bahan untuk keperluan penelitian.

Denda senilai Rp113.135.000,00 atas keterlambatan penyelesaian pengadaan peralatan ground station belum dipungut f. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman g. Penetapan pelaksana dilakukan dengan penunjukan langsung dan terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan fasilitas pendukung ground station senilai Rp28.857.645,00 h. Terdapat kelebihan perhitungan biaya operasional pada pengadaan peralatan ground station senilai Rp162.823.670,00 3. Proyek BINPAS SDI GAN a. Panitia pengadaan pekerjaan pemagaran, peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta senilai Rp5.650.000.000,00 bekerja tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku b. Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess lapandi Yogyakarta bekerja tidak efektif dan berita acara penyerahan barang dibuat tidak sesuai dengan prestasi pekerjaan c. Pengaspalan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dilaksanakan sebelum tersedianya anggaran dan sebelum surat perjanjian/kontrak d. Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta sebesar Rp16.950.000,00 belum dikenakan e. Denda keterlambatan konsultan pengawas senilai Rp6.250.000,00 atas pekerjaan konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta belum dipungut f. Denda keterlambatan senilai Rp11.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor belum dipungut g. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.301.391,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor h. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.248.207.207,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta i. Terdapat kemahalan harga atas pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah dan sidang penyusunan kajian potensi komersial hasil-hasil litbang senilai Rp7.375.000,00 j. Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat maksimal senilai Rp84.100.000,00 k. Terdapat ketidakhematan senilai Rp4.600.000,00 pada pelaksanaan Diklat Analisis Jabatan l. Konsultan pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Kondisi tersebut terjadi antara lain karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif, khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana, pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diatasi, denda keterlambatan yang belum dipungut segera dipungut dan disetorkan ke kas negara, kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera dipertanggungjawabkan dengan menyetorkan kembali ke kas negara, pemimpin proyek, panitia pengadaan, panitia penerima dan pemeriksa barang serta pengawas lapangan yang lalai melaksanakan tugas diperingatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dalam pengelolaan anggaran agar senantiasa memperhatikan aspek kehematan, efisiensi dan efektifitas. Untuk jelasnya Saudara dipersilahkan menelaah hasil pemeriksaan lengkap terlampir dan selanjutnya BPKRI mengharapkan jawaban Saudara atas penyelesaian masalah-masalah tersebut dalam waktu 60 hari sejak diterimanya hasil pemeriksaan ini. Atas perhatian serta kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

e.

Anggota/Pembina Auditorat Utama Keuangan Negara III, Hasan Bisri

Tembusan : 1. Yth. Sekretaris Utama LAPAN; 2. Yth. Inspektur LAPAN; 3. Pertinggal.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA
HASIL PEMERIKSAAN ATAS PENGELOLAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA TA 2005

Semester II

RESUME HASIL PEMERIKSAAN

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan Pemeriksaan atas Pengelolaan Anggaran Belanja Pembangunan Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Tahun Anggaran 2003, Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dan Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004. Pemeriksaan bertujuan untuk menilai apakah Sistem Pengendalian Intern (SPI) entitas yang diaudit terhadap laporan keuangan dan pengamanan atas kekayaannya telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian, informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dan entitas yang diaudit dalam melaksanakan kegiatannya telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu serta memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. Sasaran pemeriksaan diarahkan pada SPI atas pelaksanaan kegiatan proyek, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan serta prosedur pengadaan barang dan jasa, serta pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa. Nilai Anggaran Proyek Tahun Anggaran 2003 dan 2004 sebesar Rp47.766.902.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp46.919.518.870,00 atau 98,23% dan telah diperiksa (cakupan pemeriksaan) sebesar Rp43.094.248.770,00 atau 91,85% dari realisasi anggaran dengan nilai temuan sebesar Rp2.952.073.713,00 atau 6,85% dari realisasi anggaran yang diperiksa. Nilai anggaran tersebut terdiri dari anggaran Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 sebesar Rp2.934.398.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp2.917.809.065,00 (99,43%)

dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp2.872.035.065,00 (98,43%) dan nilai temuan sebesar Rp136.629.800,00 atau 4,76%; anggaran Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 sebesar Rp20.898.610.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp20.876.449.900,00 (99,89%) dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp20.288.810.000,00 (97,19%) dengan nilai temuan sebesar Rp552.160.315,00 atau 2,72% sedangkan anggaran Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp11.452.200,00 telah direalisasikan sebesar Rp10.663.407.705,00 dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp9.220.157.705,00 (86,47%) dengan temuan ketaatan dan ketertiban (tanpa nilai); dan anggaran Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan adalah sebesar Rp12.481.694.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp12.461.852.200,00 (99,84%) dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713.246.000,00 (85,97) dan nilai temuan sebesar Rp2.249.058.598,00 atau 20,99% dari nilai anggaran yang diperiksa. Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, berdasarkan pemeriksaan seperti tersebut pada pokok surat ini, Tim berpendapat masih terdapat penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan sebanyak 7 temuan senilai Rp2.782.600.713,00, penyimpangan yang mengganggu azas kehematan sebanyak 3 temuan senilai Rp155.248.000,00 dan penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan sebanyak 2 temuan (tanpa nilai). Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diuraikan berdasarkan kelompok temuan pemeriksaan pada masing-masing proyek sebagai berikut : Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai Rp65.481.800,00 terjadi pada: a. Proyek JASPRO : Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Proyek BANGTELINFO : Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan 2. Denda yang belum dipungut senilai Rp147.585.000,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp113.135.000,00 : Denda keterlambatan senilai Rp113.135.000,00 atas penyelesaian pengadaan peralatan Ground Station. b. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp34.450.000,00 : 1) Denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp16.950.000,00 dan denda keterlambatan konsultan pengawas sebesar Rp6.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta; 2) Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor senilai Rp11.250.000,00. 3. Kelebihan pembayaran senilai Rp2.569.533.913,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp439.025.315,00 : 1) Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.857.645,00 dan kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.823.670,00 atas pekerjaan dan pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung Ground Station. 2) Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman

848.000. Jakarta. 2) Kelebihan pembayaran senilai Rp882.498.207. Berkenaan dengan hal tersebut di atas. khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana.713.b.000. Kepala Auditorat III.207. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta serta konsultan pengawas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor tidak efektif.148. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp84. Proyek JASPRO senilai Rp71. MH NIP.937.00 tersebut pada dasarnya terjadi karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif. SH. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diperbaiki. April 2006 Plt. denda keterlambatan yang belum dipungut dan kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera ditarik untuk disetorkan ke Kas Negara.000. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN.000. 240001993 . A Gunawan Sidauruk.00 terjadi pada a.000.00 : 1) Kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh sebesar Rp66.100.301.258.598.00 : 1) Kelebihan pembayaran senilai Rp1. Kelemahan dan atau penyimpangan sebesar Rp2. b. Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) Proyek BINPAS SDI GAN : Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.890.00.00 2) Kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah berita Inderaja sebesar Rp4.100.00.000. Dalam pengelolaan anggaran senantiasa memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. di Pameungpeuk.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.00 : Ketidakhematan dalam pelaksanaan kegiatan rapat-rapat senilai Rp84.508. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp2.130.248.391.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor. Selanjutnya kepada para pelaksana dan penanggungjawab kegiatan yang lalai dalam melaksanakan tugasnya diperingatkan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Kemahalan harga/ketidakhematan senilai Rp157.

779.675.581871X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 sebesar Rp22.578060 X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 01.578060X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 3325. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.740.00 dengan rincian sbb: a. Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis.579724X/088/188 tanggal 09 Desember 2003 sebesar Rp22. . Workshop ADEOS/ALOS yang diselenggarakan oleh NASDA (NATIONAL SPACE DEVELOPMENT AGENCY OF JAPAN) yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11 Pebruari 2003 sesuai Surat Perintah Kerja dari Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh No.900. kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna ternyata tidak pernah dilaksanakan dan pengadaan bahan serta uang sewa rapat yang telah dibayarkan melalui anggaran proyek seluruhnya dibuat dengan tidak benar.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.481.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 04 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.00 (02. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp32.000.240.900. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp 32. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp 65.00.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 03 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.00 b.16) Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh (JASPRO) pada Tahun Anggaran (TA) 2003 telah merealisasikan anggaran untuk keperluan : 1.800.5961 sebesar Rp10.5961 sebesar Rp10.B.00 b.500.00.7101.000.900.740. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No. karena ada penawaran dari NASDA Workshop ADEOS/ALOS dan undangan dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.00.900. 2. Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna. dengan rincian sbb: a.240. Temuan Pemeriksaan Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 1. Hasil pemeriksaan atas dokumen pendukung kegiatan tersebut diketahui bahwa.SPK/07/14A/ll/2003 tanggal 3 Pebruari 2003 kepada Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh dengan jumlah biaya sebesar Rp35.00.500. yakni: 1. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna sesuai SPK No. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis sesuai dengan SPK No. Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Proyek dana untuk kegiatan tersebut di atas telah dialihkan untuk penyelenggaraan kegiatan yang tidak diprogramkan dalam Tahun Anggaran 2003.

Barang-barang tersebut antara lain berupa komputer (server).740.000.00 + Rp 32. namun berdasarkan hasil rapat struktural. dengan demikian biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan anggaran yang direalisasikan sesuai SPM.00 dengan rincian sebagai berikut : . Atas permasalahan tersebut. Jumlah pengeluaran untuk kedua kegiatan tersebut di atas adalah sebesar Rp71.00).00 (03. komputer supllies yang dilaksanakan oleh beberapa rekanan berdasarkan Surat Pesanan Barang (SPB) yang seluruhnya seharga Rp883.000. (Rp32.096.01) Proyek JASPRO pada TA.00.258. Pemimpin Proyek JASPRO menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memang tidak tercantum dalam perencanaan anggaran.Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 2.800.475.481. Hal tersebut mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan yang telah direncanakan dalam Petunjuk Operasonal proyek sebagai akibat pengeluaran anggaran yang tidak direncanakan semula sebesar Rp65.800.00. kegiatan tersebut dipandang sifatnya mendadak dan memiliki nilai strategis yang tinggi serta inti dan esensi kegiatan sama dengan yang direncanakan dan tidak terjadi pergeseran dari tujuan dan sasaran kegiatan yang telah ditentukan. Hal tersebut disebabkan Pemimpin Proyek dan Atasan langsung Pimpro Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak mentaati ketentuan yang berlaku.021. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis Deputi Penginderaan Jauh sebagai pengendali dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh sebagai Pembina Harian dan Pengawas proyek serta Pemimpin Proyek untuk mentaati ketentuan yang berlaku. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp66.00.876.2.1. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengeluaran anggaran untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna adalah tidak benar adanya (fiktif) dan pengalihan anggaran dilakukan tanpa seijin Ditjen Anggaran.900. 2003 telah mengadakan barang/peralatan yang digunakan untuk menunjang pelayanan dan produksi penginderaan jauh.740.900. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 10 ayat (3) menyatakan pimpinan dan atau pejabat departemen/lembaga /pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja negara untuk tujuan lain dari yang ditetapkan dalam anggaran belanja negara. Expose Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh LANDSAT dan SPOT untuk Pengelolaan DAS di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam oleh LAPAN Jakarta yang dilaksanakan di BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 30 Desember 2003 sesuai undangan BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tanggal 27 Desember 2003 dengan jumlah biaya Rp36. 2.

500.875.000.00 17.00 13. 8. 5. Nama/Jenis Barang CD-Rom 650 MB Kertas Fotocopy A4 80 gram Kertas Fotocopy Folio 80 gram Diskette HD 1. 3.900. 1 2.000. 15.000.00 14. LPN/SPB/04/Yansa/V/2003 tanggal 26 Mei 2003 senilai Rp781.170.300.000.916.000.875.5” 33 box Hard Disk 80 GB 2 buah Kertas Fotocopy A4 80 gram 86 rim Kertas Fotocopy Folio 80 gram 20 rim DVD Media 4.000.000.00 30.00 2.00 650.000.000.000.900.900.000.000.000.00 280.00 1.00 250.00 3.000.00 2.00 244. 1.00 2.900. LPN/SPB/06/Yansa/VI/2003 tgl 30 Juni 2003 sebesar Rp24.00 6.000.00 280.00 10.000.000.000. Nama/Jenis Barang Server computer (Modis) Server computer (Landsat 7) Server Computer (Browse Modis) Network Disk Storage System Up to 1 Terra Byte Capasity Software Komputer Server Extron Net 9400 Sistem operasi dan software Komputer workstation GIGABIT HUB ETHERNET CARD Kabel UTP Kategori 5 Konektor Jaringan GPS GARMIN III PLUS Peripheral GPS & Software Printer Plotter HP Desigjet 100 Jumlah Jml Brg 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 set 1 unit 4 unit 2 bh 4 bh 1 rool 1 box 2 unit 1 set 1 unit Harga Satuan (Rp) 49.000.000. 2.000.00 50.00 3.000. 3.00 dengan rincian : No.00 280.000.00 15.000.000.00 5.00 1. 4.44 MB 3.000. 12.00 17. 5.000.800.825.000.950.00 229.000.000.00 39.000.650.000.00 Total Harga (Rp) 696.000.330. 11.00 dengan rincian antara lain : No. Hamparan Rizki Abadi sesuai SPB No.00 Total Harga (Rp) 8.230.00 725. Palaris sesuai SPB No.000. LPN/SPB/01/Yansa/IV/2003 tanggal 15 April 2003 senilai Rp42.925.00 30.000.000.900.916. 6.000. 9.000.000.000.900. 2.875.000.00 24.330.00 50.425.000.700.000.000.000.00 10.000.000.44 MB 3.000.000.000.00 570.300.00 2.000.00 600. CV. 3.00 59. 4.000.000.00 13.00 dengan rincian : .000.00 59.475.00 275.00 725.000. 14.00 425. 4.400.400.00 1.00 781.00 28.000.00 4.00 39.00 39.00 39. Citra Komunika Aplikanusa sesuai SPB No.850.00 10.00 114. 7.00 28.000.1. 7. Data Kencana sesuai SPB No. CV.7 GB 24 buah Toner Printer Laser Jet 6L 2 buah Jumlah Nama/Jenis Barang Harga Satuan (Rp) 748.700.000. PT. 10.000.900. 7.000.000.000.650.000.000. 5.000.000.00 1. CV.545.825. 7.00 5.896.000.000.000. Jumlah Barang DLT Cleaner 12 buah CD-Rom 650 MB 88 box Diskette HD 1.000.000. 13. 8.408.00 4. 6. LPN/SPB/07/Yansa/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 senilai Rp33.230.00 43.00 375.00 Total Harga (Rp) 49.875.00 1.976.695.00 59.300.5” Toner Printer HP Laserjet 4 V Harddisk (40 GB Tinta Cartridge HP DJ 670 Black (29A) Tinta Cartridge HP DJ 670 Color (49A) Jumlah Jml Brg 4 box 10 rim 19 rim 2 box 6 buah 2 buah 6 buah 12 buah Harga Satuan (Rp) 174.00 dengan rincian antara lain : No.00 6.000.00 244.00 6.400. 1.448. 6.00 175.00 3.00 100.

00 dengan membandingkan harga dari tiga rekanan/lebih dan diambil harga yang terendah. Dalam analisa harga pasar telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan keuntungan rekanan. No.366.00 2.230.000.916.000.00 sehingga harga pasar lebih rendah sebesar Rp66. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 12 ayat (1) huruf a. Untuk pengadaan tersebut panitia pengadaan barang/jasa telah menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan pagu anggaran yang ada namun tidak didukung dengan hasil survei pasar.000.00 – Rp209. antara lain menyatakan bahwa .(Lihat Lampiran A).117226X/088/118 tanggal 11 Juli 2003 sebesar Rp24.000.695.330.115097X/088/118 tanggal 27 Juni 2003 sebesar Rp781.00 12.000.000.No.450. 2.000. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan tentang pengadaan barang/jasa dilingkungan pemerintah. No.046107X/088/118 tanggal 30 April sebesar Rp43. Apabila harga pasar tersebut dibandingkan juga dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harga pasar tersebut masih lebih rendah.108. Citra Komunika Aplikanusa. LPN/BAST/01/Yansa/IV/2003 tanggal 24 April . No.258.000.00 12.000.450. CV.000.108.695. Konfirmasi harga pada tanggal 15 dan 16 Desember 2005 pada beberapa toko komputer pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta yang dilakukan secara uji petik terhadap 15 jenis barang senilai Rp275. No.00). 1 2 3 Nama/Jenis Barang CD Color Printer Komputer pengolah data Printer HP Laserjet 1000 Jumlah Jumlah Barang 1 unit 1 unit 1 unit Harga Satuan (Rp) 18.00.000. sedangkan barang yang habis pakai telah seluruhnya digunakan untuk menunjang kegiatan unit pengguna. sedangkan untuk pengadaan senilai Rp781.00.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 23 dan 24 Nopember 2005 diketahui. LPN/BAPB/04/Yansa/2003 tanggal 20 Juni 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.LPN/BAST/05/Yansa/VII/2003 tanggal 7 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.000.2003 dan telah dibayar dengan SPM No.00 2.000.366.00 oleh PT Citra Komunika Aplikanusa dilakukan melalui proses pelelangan.545.000. 3. CV.00 (Rp275. Selain itu panitia pengadaan barang/jasa juga telah melaksanakan pemilihan langsung untuk pekerjaan yang nilainya dibawah Rp50.000.545.000.00 yang dibandingkan dengan harga pasar diketahui senilai Rp209.400. 198445X/088/118 tanggal 23 Juli 2003 sebesar Rp33. CV.00 Total Harga (Rp) 18. Data Kencana.00.000.00 Hasil pengadaan barang tersebut telah diterima proyek sesuai Berita Acara Serah Terima Pengadaan Barang sebagai berikut : 1. Hamparan Rizki Abadi. LPN/BAST/07/Yansa/VII/2003 tanggal 18 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No. 4. Palaris.400. PT.000.00 33.330.00. bahwa fisik barang-barang yang dibeli tersebut lengkap dan dicatat sebagai barang inventaris dan berfungsi dengan baik.

Pemimpin dalam Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat melaksanakan pembayaran kepada pihak ketiga dalam pengadaan barang/peralatan computer.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang dapat menguntungkan negara. 3.2.495. Edisi 3 Juli 2003 dicetak oleh CV.pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip hemat. HPS yang dibuat oleh Proyek tidak didukung data hasil survei pasar.00 ( Rp60. Edisi 4 Desember 2003 dicetak oleh CV. Pengawasan yang dilakukan oleh atasan Pemimpin Proyek masih lemah. 3.00 atau 31.258.LPN/SPB/08/YANSA/12/2003 tanggal 7 Nopember 2003 sebanyak 1.00 ( 2 x Rp30. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada. Sawi No. Peminpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif.000. Hal tersebut disebabkan 1.495.890. 575934X/088/188. Keseluruhan biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh pihak proyek untuk dua kali pencetakan adalah sebesar Rp60. Palaris alamat Jl. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya yang diadakan oleh proyek minimal sebesar Rp66.00 : 2. Atas permasalahan tersebut Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa kemahalan harga tersebut disebabkan komputer yang digunakan untuk kepentingan produksi data penginderaan jauh memiliki spesifikasi teknis yang sedikit berbeda dengan komputer yang digunakan untuk pengolahan data sebagaimana komputer biasa. 2.00 (03.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30.00) dengan rincian biaya pencetakan untuk setiap eksemplar sebesar Rp30. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.000.000 eksemplar ) .495.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No. 199104X/088/118 tanggal 26 -07-2003 2. Arindi Sukses alamat Jl.495. Usaha No.000.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No.69 % dari harga pasar. 88 Jakarta Timur dengan SPB No.000. Dan panitia sudah melakukan survey pasar.000.990.000. Pencetakan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu : 1. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan.01) Proyek JASPRO pada TA 2003 telah melakukan pengadaan/pencetakan Majalah Berita Inderaja.LPN/SPB/08/YANSA/VII/2003 tanggal 15 Juli 2003 sebanyak 1.990. 31 Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur dengan Surat Pesanan Barang (SPB) No. 2. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada : 1.000. 2.

Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa kemahalan tersebut disebabkan Majalah Berita Inderaja merupakan media diseminasi informasi dan komunikasi dengan pengguna penginderaan jauh di seluruh Indonesia. sehingga tampilan majalah diusahakan sebaik mungkin. 3.000.00. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan.000.hal sebagai berikut : 1. Dan panitia sudah melakukan survey .100. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang bekerja secara optimal. Hal tersebut disebabkan 1.7 % dari harga Pasar. Keppres No.00 ( 2. Majalah edisi 3 Juli 2003 diterima sebanyak 1. bahan dan separasi) adalah sebesar Rp25.000.000. antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip sebagai berikut.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 9 ayat (5) menyatakan pengguna barang/jasa (Pemimpin Proyek) bertanggungjawab dari segi administrasi.890. sisanya sebanyak 24 eksemplar tidak tercatat dalam pendistribusian barang dan sebagai sisa fisik.000 eksemplar adalah sebesar Rp51.500.500.Pencetakan majalah tersebut dimaksudkan sebagai media/alat sosialisasi produk pelayanan yang dihasilkan oleh Pusat Data Penginderaan Jauh kepada masyarakat maupun institusi sebagai pengguna produk penginderaan jauh. keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakannya.00) dan bila ditambah pajak 10 % maka biaya tersebut menjadi Rp56. 2. Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat dalam melaksanakan kegiatannya.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 976 eksemplar.00 atau 8.890. sehingga biaya cetak untuk 2. Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan atas pembayaran pencetakan majalah Berita Inderaja edisi 3 Juli 2003 dan edisi 4 Desember 2003 sebesar Rp4.00/eksemplar. 2.00 Dari data di atas diketahui bahwa biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh proyek lebih tinggi sebesar Rp4. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Majalah edisi 4 Desember 2003. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN Pasal 12 ayat (1) huruf a. Berdasarkan hasil konfirmasi dan pengecekan harga di beberapa percetakan pada tanggal 13 Desember 2005 diantaranya pada percetakan Duta Copy di Jl Bendungan Hilir diketahui bahwa biaya untuk pencetakan majalah dengan spesifikasi yang sama (ongkos cetak. diterima sebanyak 1. 2.000 eksemplar x Rp25.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 994 eksemplar dan sisa fisik sebanyak 6 eksemplar. Hasil pemeriksaan atas penatausahaan majalah tersebut dan hasil pengecekan fisik pada tanggal 6 Desember 2005 diketahui hal .000. Pengawasan oleh atasan langsung Pemimpin Proyek masih lemah. fisik. hemat.

dan kesesuaian program yang ditawarkan dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. dimana satelit akan dirangkai.410. keahlian yang ditawarkan kepada SDM Indonesia. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 dan 2004 1.00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan (02. LAPAN telah melakukan kerjasama dengan lembaga atau negara yang mempunyai pengalaman dan kemampuan dalam teknologi satelit. Lembaga yang dipilih untuk melakukan kerjasama adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) yang didasarkan pada pertimbangan masalah pembiayaan yang relatif rendah. dites serta dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman. Implementasi dari kerjasama tersebut adalah pembangunan satelit mikro LAPAN-TUBSAT. Pada tanggal 5 Agustus 2003. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. dikeluarkan Surat Keputusan Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Nomor : Kep/16.pasar. Nusantara Duasatu Telematika (Agreement for Appointing An Indonesian Representative Between Institute Fur Raumfahrtelektronik-Berlin And PT. selain karena sejarah kerjasama yang cukup lama antara LAPAN dan Jerman. Kerjasama antara LAPAN dan Republik Federasi Jerman disepakati dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2003.908. kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi satelit. sehingga diharapkan terjadi proses alih teknologi.400. dibangun. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil TUBerlin di Indonesia. Nusantara Duasatu Telematika) tanggal 1 Juli 2003. Untuk mempermudah pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis di Indonesia.1. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada. 2. Untuk itu LAPAN akan mengirim tenaga peneliti guna mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka transfer teknologi dan pembuatan satelit mikro LAPAN-TUBSAT di TU-Berlin Jerman. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1. TUBerlin telah menunjuk PT.1/VIII/2003 Tentang Pembentukan Tim Pengadaan Penunjukan Langsung untuk Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli . Pemimpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Penunjukan tersebut dituangkan dalam kesepakatan antara TUBerlin dan PT.16) Dalam rangka pengembangan sistem satelit nasional khususnya satelit mikro. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang menguntungkan negara. 3. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melaksanakan pengawasan yang lebih intensif.

00 berdasarkan SPM No.100. Proses penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan penunjukan langsung.635. pertama untuk uang muka senilai Rp352.410.Software of Attitude Control Simulation Biaya Hidup 6 orang Engineer di Jerman selama 4 bulan Biaya Pengiriman 6 orang Engineer ke Jerman Jumlah Nilai (Rp) 1.00 dan biaya pengiriman sebesar Rp59.Harnessing . hal tersebut disebabkan PT. Tim Pengadaan menunjuk langsung PT.00.000.727.500. 1. .LAPAN di Jerman. . Surat Perjanjian Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli LAPAN di Jerman mengalami Addendum pada tanggal 20 Desember 2003 yang menetapkan bahwa : . 420.5/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 15 Desember 2003 dan telah dibayar lunas.PT Nusantara Duasatu Telematika diwajibkan menyerahkan jaminan pelaksanaan perpanjangan waktu untuk biaya hidup dan biaya pengiriman sebesar Rp479.000.00 59. Atas penunjukan tersebut.284.00 sesuai SPM No.000. Dari hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui sebagai berikut : 1.Test Computer . mulai tanggal 25 Agustus 2003 sampai dengan tanggal 22 Desember 2003.00 1.00 untuk 6 orang engineer selama 4 bulan di Jerman dapat ditangguhkan pelaksanaannya dan jangka waktu kontrak diperpanjang sampai dengan 15 Mei 2004.000. dibuatlah Surat Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 28 Agustus 2003 dan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 01/SPPK/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 25 Agustus 2003 dengan harga kontrak senilai Rp1. Uraian Biaya Diklat/Training Course Fee di Jerman dengan modul: .000.IPR (Intelectual Property Right) . 3.500. 2. terhitung sejak Surat Addendum ditandatangani tanggal 20 Desember 2003.278. Nusantara Duasatu Telematika yang berkedudukan di Jakarta selaku agen/wakil TU-Berlin di Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan dengan SK Penetapan Pelaksana Penunjukan Langsung Nomor : 05/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 21 Agustus 2003.635.278.908. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dan sisanya senilai Rp1. yang mempunyai masa berlaku selama 150 hari kalender.763.500.Special Computer Language .278.Biaya hidup sebesar Rp420.Attitude Air Control Bearing .000.00 yang terdiri dari : No. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan dan diserahterimakan sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor : BASER/1.763.357. Berdasarkan hal tersebut.400.000. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003.00 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 120 hari kalender.Nusantara Duasatu Telematika sudah bekerjasama dengan TU Berlin Jerman dalam pengadaan komponen satelit untuk perakitan satelit mikro.00 2.

3. 2. Keppres No. bukan sebesar Rp479.00 karena sampai akhir Tahun Anggaran 2003 kontrak belum dilaksanakan. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembayaran lunas kepada PT Nusantara Duasatu Telematika senilai Rp1. Hal tersebut disebabkan : 1. secara administratif tidak dapat dipertanggungjawabkan. dengan memperhitungkan angsuran uang muka dan kewajiban pajak. Pemeriksaan lebih lanjut dan konfirmasi kepada beberapa engineer diketahui bahwa pengiriman 6 orang engineer tersebut baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004 secara bergiliran. dari pemeriksaan atas laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan konfirmasi kepada beberapa engineer yang mengikuti pelatihan diketahui bahwa pelaksanakan pelatihan telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005 sesuai dengan jadual pengiriman para engineer.Addendum ini dilakukan berdasarkan adanya surat pemberitahuan perubahan jadwal dari pihak TU-Berlin tanggal 19 Desember 2003 yang merupakan hasil pertemuan antara pihak LAPAN dan TU-Berlin tanggal 17 Desember 2003 dimana TU-Berlin meminta agar pengiriman engineer permanen dimulai pada bulan Januari 2004.5/PTEDBTLF/XII/2003 Tanggal 15 Desember 2003 yang menyatakan bahwa “seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai rencana” dibuat tidak benar dan hanya sebagai formalitas untuk mencairkan pembayaran. Namun demikian. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Pelaksanaan kontrak yang diperpanjang sampai dengan Mei 2004.000. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 46 ayat (1) antara lain menetapkan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan pekerjaan harus selesai satu tahun anggaran.278. Dengan adanya penundaan jadwal training tersebut seharusnya nilai jaminan pelaksanaan yang diserahkan sebesar Rp1.763. .410. telah melewati batas tahun anggaran 2003. Hal tersebut mengakibatkan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tanggal 18 Desember 2003 sebesar Rp1.00 sesuai dengan nilai kontrak. Penjelasan Keppres No.400.908.00.400. Seharusnya setiap pekerjaan berakhir dalam satu tahun anggaran yang bersangkutan.00 pada tanggal 18 Desember 2003 tidak berdasarkan pada prestasi fisik pekerjaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (sebagai syarat dilakukannya pembayaran) Nomor : BA-SER/1.410.000. Tim Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman lalai dalam melaksanakan tugasnya.908.18 Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Pasal 31 ayat (2) bahwa pembayaran dilakukan atas dasar prestasi pekerjaan yang penilaiannya dilakukan dengan sistem sertifikat bulanan atau sistem termin.635.

2.16) Proyek Bangtelinfo dalam TA 2003 telah melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan ground station untuk mendukung operasional satelit mikro yang dilaksanakan oleh PT. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan . 1.00 belum dipungut (02. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp28. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara beserta petunjuk teknisnya dan Keppres 18 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah.857. Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa berdasarkan rencana awal pengiriman engineer akan dilaksanakan bulan September 2003 sesuai kontrak. Hal ini disebabkan belum selesainya mempelajari CV para engineers. sehingga pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tetap dibayarkan pada bulan Desember 2003 dan pembayaran biaya training telah diserahkan pada TU-Berlin tanggal 18 Desember 2003. Modal konsorsium terdiri dari PT. Atas permasalahan tersebut.00 ( 30 % ) dan PT. Inka Forindo Jaya selaku Leader Konsorsium dengan PT.00. Dengan adanya perubahan jadual tersebut. 3.000. Twink Indonesia sebesar Rp7. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.823.03/SPPK/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 17 Nopember 2003 dan sesuai Surat Perjanjian No.000.085.03/SP/PTED. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 senilai Rp10. 3.645.500.000.670.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113. Inka Forindo Jaya sebesar Rp3.500. pihak LAPAN membuat addendum dan meminta PT Nusantara Duasatu Telematika menyerahkan jaminan bank untuk biaya hidup dan pengiriman engineers. Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.285. pihak TU-Berlin meminta penundaan pengiriman dan pelaksanaan training menjadi Januari 2004.2. 2. Namun berdasarkan hasil pertemuan tanggal 17-19 Desember 2003. Pimpinan Proyek atas kesalahan pembayaran yang tidak berasarkan prestasi fisik dan di masa yang akan datang agar memperhatikan ketentuan yang berlaku. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara atas kurangnya pengawasan dan pengendalian proyek yang berada dibawah tanggungjawabnya. Jangka waktu pelaksanaan selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan (17 November 2003 sampai tanggal 16 Desember 2003).00 (70 %).199. Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa tidak mematuhi ketentuan yang diatur dalam Keppres No.000.000.Twink Indonesia berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No.135.00. Panitia Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa atas kesalahan penerimaan barang/jasa yang belum dilaksanakan .

RECEIVER DAN PROCESSING TERDIRI DARI 4. TELEMETRY And COMMAND) UHF/VHF. Tim BPK-RI berpendapat .500. Inka Forindo Jaya sesuai SPM No.000 316. Twink Indonesia dengan SPM No.000 Pekerjaan pengadaan peralatan ground station telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.000 10.000 25.07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN No.285.000.000.000.000.000 35.00 kepada PT.000.000 25.dengan penunjukan langsung sesuai Surat Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa No.000 9. Instalasi & Testing Jumlah A SISTEM TT & C (TRACKING.000 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 rool 2 unit 1 unit 65.000.Antena Control Unit .000.500. Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui : 1. 3-axis.00 Power Amplifier Mirage Power Supply Kabel Koaxial “Type Belden”9914”100 M” Pengolah Data “Processing Data” @ Rp22.6/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 5 Desember 2003 dan telah dibayar lunas sebesar Rp10. 07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN sesuai Surat No.000. Pelaksana pekerjaan ditetapkan berdasarkan Penunjukan Langsung Pemimpin Proyek dengan surat No.000.000.000 10.000 45.000.569. 582898X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp7. Adapun pengadaan peralatan ground station tersebut meliputi pengadaan : No A 1 Nama/Jenis Barang X DAN S BAND ANTENA.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.000.455.000.085.000.500.000.MODIS and OCM Receiver .285.000 60.000 10.00 dan PT.199.000 16.969.000 2 3 1 unit 1 pkt 2. Radome .000.Autotrack. LNA Fasilitas Pendukung “Ground Station”.000.5 X Band TeraScan System for Acquisition and Processing of MODIS Including : .MODIS Processing Upgrade to dual X and S Band Feed.000.000.000.000.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.00. 582904X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp3.000.000 945.00 Modulator -Demodulator Jumlah B Jumlah A + B Satuan Harga (Rp) 1 unit 6.000. BA-SER/3.000 25. TERDIRI DARI : Transceiver Dual Band UHF/VHF Antena UHF 430-438 MHz Antena VHF 144-146 Control Rotator LNA AG 35 @ Rp8.

27 596.742.149. Berdasarkan pemeriksaan fisik peralatan ground station yang berlokasi di Rumpin Bogor.40 33.069. Pek.00 23.000. Pek.400.00 14.44 13. Pek.863.00.53 11. Elektrikal (lantai atas) Sub Jumlah Jasa Kontraktor 10 % Jumlah Dibulatkan Jumlah (Rp) 27.72 54. Kusen Pintu dan Jendela 3. Lantai 5.900.000.890. Pek. Pengecatan Pekerjaan Elektrikal 1.679.00 D E Harga yang tercantum dalam jenis pekerjaan untuk pekerjaan fasilitas pendukung ground station tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.086.73 40.733. Pengecatan Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1.940.00 dengan rincian sebagai berikut : .864.442.99 596. Pek. Pek. Pek.bahwa penetapan pelaksana pekerjaan dengan cara penunjukan langsung tersebut tidak sesuai ketentuan karena penunjukan langsung hanya diperkenankan antara lain untuk pekerjaan yang bersifat spesifik dan darurat/mendesak.191. Dinding dan Plester 2. Struktur Lantai Atas Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1.00 9.81 78.621.000. Pek.000.263. Atap 4. Lantai 5.297.27 141. Kusen Pintu dan Jendela 3.000. Dari nilai Rp945.00.83 34.35 37. Dinding dan Plester 2.317.00 542.340. Atap 4. Pek.480.67 10.900. Pek. instalasi dan testing senilai Rp945.272. spesifikasi dan volume peralatan telah sesuai dengan kontrak dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak kurang kompetitif.360. Pek.233. Pemeriksaan secara uji petik di lapangan pada tanggal 2 Desember 2005 atas beberapa pekerjaan konstruksi bangunan yang terdiri dari pekerjaan struktur.900.492.00 tersebut diantaranya untuk pekerjaan konstruksi bangunan 2 lantai seluas 300 m2 dengan nilai Rp596. Pek.946.645.000.000.513. Pek. Sanitasi 6. Dalam pengadaan peralatan ground station terdapat pekerjaan fasilitas pendukung ground station. Struktur Lantai Bawah 2. Pek.636.000.000.175.857.931. Elektrikal (lantai bawah) 2.254. 2.58 42.00 1. arsitektur dan pekerjaan elektrikal diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan dibandingkan dengan RAB senilai Rp28.644.866. Pek. dengan rincian pekerjaan sebagai berikut : No A B C Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur 1.10 21.500. 3.950.000.

906.000 1.000 2.2.4 Pek.850. Dinding bata 1 : 5 C.000 2.190.1 Pek.2 Kosen pintu kayu kamper type P-2/t D.644) 8.886 1.00 ls 42.429.450.500.3 Kosen jendela aluminium type J-1 D.869.876 1.375.00 bh 2.10 Pekerjaan tangga .92 m2 4.284.850.105 1.428 1.800.65 m2 27.5 Kosen jendela alum.00 m’ 2.878 19.000 1.00 bh 10.400.65 m3 (0.96 m3 2.66 m2 23.500.00 m2 150.395.Pile cape 250/250 cm (type P-2) .50 m3 8.1.000 2. Struktur Lantai Atas B. Dinding bata 1: 3 C.4.35 m2 1.Plester dan aci beton .00 bh 136.40 m’) Harsat (Rp) 15.500.64 m3 (2.4 Kosen jendela aluminium sudut D.00 m2 1.236.00 bh 1.00 m2 14.740 (3.27 m3 0.975 3.00 bh 14.7 Kosen jendela aluminium type J-1 C.000 1.00 bh 2.3 Beton plat dak B.375 4.494 61.08 m2 10.13 m2 10.2.4 Beton pondasi plat (pile cape) .Pile cape 200/200 cm (type P-3) B.8 Kosen jendela aluminium type BV-1 C.Lantai keramik 20/20 cm .2.000 1.007.137 1.750.846) (3.7 Lantai keramik 30/30 cm C. Struktur Lantai Bawah B.37 m3 5.75 m’ 1.523 1.3 Kosen pintu kayu kamper type P-2 C.00 bh 1.000 184.317 61.00 ls 39.6 Plester & aci dinding bata 1 : 5 C.2 Pek.1.42 m2 5.000 1.084 19.2.00 bh 7.00 bh 3.00 bh 1.80 m3 2.76 m3 5.850.00 bh 2.482 17.395. Kusen Pintu dan Jendela D.4.1 Kosen pintu jendela allm type PJ-1 C.327.750.754.965 543.30 m3 4.2.5 Kosen pintu kayu kamper type P-4 C.1.800.663.2 Pek.084 328.87 m2 3.34 m2 1.75 m3 10. Lantai dan tangga D.1 Beton kolom 35/35 cm B.2 Kusen pintu kayu kamper type P-1 C.075 (1.00 bh 2.09 m3 8.000 1.25 m3) 15.2.34 m3 (2.5 Lisplank beton Jumlah B Pek.400.No A B Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur B.400.94 m3 2.6 Kosen pintu kayu kamper type P-5 C.2.870 1.1 Galian tanah pondasi B.1.6 Beton Kolom 40/40 cm B.067.00 m2 472.000 (78.661 (3.4.135 894.000 2.2.8 Beton balok struktur B.Railling pipa hitam C.00 bh 1.80 m3 6.00 ls 32.00 m3 5.482 18.000 D 5.00 bh 2.40 m’ Selisih 146.000 2.75 m3) (19.00 bh 112.1.1.5 Plester & aci dinding bata 1 : 3 C.38 m2 417.937 78.500.00 m2 236.000) 9.1.668.4.4.415.661.452 C 75.2.00 bh 3.12 Tangga control lantai dak Jumlah C Pek.2 Pek.52 m3 16.317 .00 bh 2.00 bh 6.000 2.000 1.00 bh 4.2.33 m2 85.67 m2 64.76 m3 8.475.00 bh 7.4.42 m2 12.81 m2 27.00 m2 40.9 Beton plat dak B.32 m3) 5.00 bh 1. Lantai dan tangga C.25 m’ 1.00 bh 1.000 18.75 m3 72 m’ Fisik 98.1.000 313. Kusen Pintu dan Jendela C.00 bh 1.kaca mati/rc D.00 bh 1.1 Pek.750.000 40.2.00 bh 1.00 bh 1.1 Urugan tanah peninggian peil lantai C.13 m2 6.500.500 1.85 m3 20.4 Pek.227 1.929.Screeding lantai RAB 245.049 967.6 Kosen jendela aluminium type BV D.00 m2 10.1.1 Pas.95 m3 18.461 175.472 1.20 2.889 1.19 m2 208.350 1. Arsitektur (Lantai Atas) D.2.334 36.374) 955.17 m3 15.000 2.00 bh 2.999) 2.000 10.00 bh 6.35 m2 12.29 m2 1.385 1.5 Lantai kerja tebal 5 cm C.2.4 Pekerjaan tangga .625 1.50 m3 91.65 m3 (0.00 bh 2.2.683. Arsitektur (Lantai Bawah) C.2 Pas.Pile cape 300/300 cm (type P-1) .2.05 m3 11. Kaca mati/t D.4 Kosen pintu kayu kamper type P-3 C.580 114.7 Kosen jendela alum.500.07 m2 1.099 946.Screding lantai . Dinding dan Plester C.62 m2 54.25 m3 155.10 m3) 1.865.113.50 m3 139.2.000 1.2.504.871.2.03 m3 6.1 Kosen pintu kayu kamper type P-2/k D.15 m3 8.00 bh 1.693 7.000 Jumlah (Rp) 2.

00 bh 1.000 130.1.00 ttk 5.500 127.12 Lampu TL balk E.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.250 42.500 222.00 bh 4.00 ttk 4.500 757.2.45 m’ 7.12 Lampu TL balk E.00 ttk 3.000 .9 Instalasi saklar tunggal E.1.00 bh 14.2.000 Realisai 4.1.095.00 bh 8.Railing pipa hitam Jumlah D Pekerjaan Elektrikal E.645 2.00 bh 4.00 bh 4.000 140.479.00 ttk 5.14 Stop kontak E.500 40.00 bh 4.1.00 bh 4.2.00 ttk 1. Elektrikal (lantai bawah) E. 4.857.569.1.00 bh 3.E .00 ttk 4.00 bh 3.000 40.00 ttk 4.1.00 bh 14.00 bh 4.000 40.885.15 Stop kontak telepon E.7 Instalasi stop kontak internet E.00 m2 13.2.00 bh - 222.500 142.8 Instalasi saklar seri E.250 42.000.00 ttk 5.00 m’ 4.1.043 7.2. Dari data pengeluaran biaya PT.35 m2 5.000 28.00 bh 5.000 40.00 bh 4.500 45.14 Stop kontak E.000 130.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.000 140.00 ttk 3.18 Saklar tunggal E.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.000 37.2.2.10 Lampu pijar 1 x 40 E.8 Instalasi saklar seri E.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.2 Pek.500 222.00 bh 3. Receiver da Processing. Inka Forindo Jaya untuk pekerjaan pengadaan peralatan ground station diketahui : No I Nama/Jenis Barang Peralatan 1.2.000 150.000 40.000 4. Harga Kontrak 6.00 bh 17.00 bh 5.00 ttk 4.1.00 ttk 8.00 bh 3.00 ttk 4.1.55 m’ 61.2.5 X Band TeraScan Antena.00 bh 4.15 Stop kontak telepon E.00 bh 3.645 3.00 bh 1.00 ttk 3.00 bh 1.1.788 142.2.500 222.00 ttk 8.00 ttk 1.1.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.00 bh 17.00 bh 8.2.5 Instalasi stop kontak E.1.000 Profit 2.00 ttk 4.17 Saklar seri E.00 bh 4.13 Stop kontak AC E.00 bh 3.10 Lampu pijar 1 x 40 E.764 28.000 140.00 ttk 17.743.17 Saklar seri E.000 60.2.1.480.00 ttk 4.350 467.207.500 222.00 ttk 4.00 ttk 3.1.00 ttk 3.500 222.00 bh 5.293 2.000 60.11 Lampu baret 1 x 20 E.65 m2 7.2.00 ttk 17.500 142.Lantai keramik 20/20 cm .16 Stop kontak internet E.000 180.6 Instalasi stop kontak telepon E.857.00 bh 4.00 ttk 4.7 Instalasi stop kontak internet E.500 40.000 150.000 222.000 450.1.409 2.000 150.16 Stop kontak internet E.1.000 140.00 bh 4.2.18 Saklar tunggal Jumlah E Jumlah Jasa Konstruksi 10 % Jumlah Kelebihan Pengurangan PPN Netto Kelebihan Pembayaran 12.885.793.9 Instalasi saklar tunggal E.00 ttk 3.00 ttk 1.00 bh 5.000 37.00 ttk 14.00 bh 17.2.500 45.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.1 Pek.00 ttk 4.00 ttk 4.00 bh 16.000 37.1.00 ttk 3.00 ttk 4.00 ttk 4.00 ttk 17.00 bh 4.500 222.00 ttk 16.00 ttk 5.2.5 Instalasi stop kontak E.13 Stop kontak AC E.764 31.4 Instalasi stop kontak AC E.00 ttk 3.2.6 Instalasi stop kontak telepon E.084 328.00 bh 3.4 Instalasi stop kontak AC E.2.00 bh 4.1.00 ttk 4.00 ttk 14. Elektrikal (lantai bawah) E.473.000 150.00 bh 4.000 180.11 Lampu baret 1 x 20 E.

.003.150.84 % dari nilai kontrak.141.000 55.000.000 18.000.000 25.000 10.000.667) 18.Forindo Jaya.150.000 25.380 35.000.000 2.000 22.000 5. 10. Sub Jumlah IV Jumlah Keseluruhan 2. Sewa rumah 6 bulan.500.000.800.702.000 60.500.000 145. Telekomunikasi 6 bulan.000. 12.101. Sub Jumlah III IV Pajak – Pajak 1.000.800.000 35.667 76.406. 10.000 70. Operasional kantor 6 bulan.000 22. 3.000 2.500) (5. 7. PIB. Power Amplifier Mirage.2. 11.089 (364.000.678. 13.000 8. Kendaraan operasional 4 bulan.000 5.000.000 1.000 22.000 76. Biaya surat menyurat. Upgrade to dual X and BandFeed.000 8. Konstruksi Fisik Gedung 2 lantai. 11.000 20.048. Assuransi 6 bulan.981 1.500.620.275.000 15.000 45.000 1.000.000) (15.798.000) (70.000 280. Processing data 2 unit.000.000) (566. Antena. 4 bulan.000 875.700.131.000.000 57.000 14. LNA AG 35. 9. 8.131.500. Sewa kantor 4 bulan.000.000 95.258. Inka.000.00 atau 9.000 144.000 9..000 4. Sub Jumlah I II Pembangunan Fasilitas Gedung 1.000 18.750. 13.000 41.141.000 40.500.530. 9. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya 30 hari kalender atau 1 bulan dan masa pemeliharaan selama 1 bulan setelah penyerahan pekerjaan.101. Berdasarkan kontrak.000.000.000.232) (280.258.200.000) (28. 3. Inklaring. 2.000 29. 15.500 5. Control Rotator.321.000.171) (654.321.500 112.400. 4.300.003.019.000. 2 unit.000 361.000. Inka Forindo Jaya memperoleh profit sebesar Rp1. 3. 15.000 1. 14.702.000.911 364.000. Fee Marketing.500.000 557.702. 6. Twink Indonesia.000.000) (4. Door to door Singapore ke Jakarta.000.232.000. Pengawasan Konstruksi.422.469. Antena UHF 430-438 MHz.000 (8.000. PPN PT.200.012. 5.000. Instalasi.725.500) (112.000.887 5.000) (1.00 yang diantaranya beberapa jenis pengeluaran waktunya melebihi waktu yang dibutuhkan sesuai kontrak.296.019 Data pengeluaran biaya tersebut di atas diketahui bahwa PT.500. Sub Jumlah II III Biaya Operasional 1.000 10.000.000) (361. 8. 14. Dalam data pengeluaran tersebut terdapat pengeluaran biaya operasional sebesar Rp566.000.000.530.000 2. Kabel Koaxial.000 5.000) (41. 3. LNA. Power Supply.171) 1. Listrik. Biaya transport & Penurunan Barang.965) (40.000) (60.000 29.250.530. 4.285.000 8.100.000) (875. 2. 5.000.000 5.422. Biaya hidup 4 orang training.000 3.500. 16. 7.380) (35.000 30. Perencanaan Konstruksi.000 8. Tranning & Site Acceptance.900. PPN PT. 12. Tambahan Material.500.000 28.300.000 6.000 55.500.400. Tiket Jakarta – Bangalore 4 bulan 6.000) (20.272. Pengelolaan Teknis. 2.000.965 40.400.000) (120.971.971.000 1.012.422 39.000. Antena VHF 144 – 146 MHz.000 65. Instalasi dan Testing Pem. sehingga jumlah waktu yang dibutuhkan berdasarkan kontrak adalah selama 2 bulan. Maintenan kendaraan 4 bulan. jaminan dan fee.700.100.000 25.000.000 120.000. 4.825.000 53. Transceiver Dual Band UHF/VHF.500.000 60.887) (5.000.000. Biaya gaji 4 bulan. Modulator – Demodulator.000 10.455.000 1.000 16.171 654.000 596.

Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.823.400. Graha Manunggal Wirasembada sebagai pengawas pembangunan gedung fasilitas pendukung ground station diketahui bahwa pekerjaan fasilitas pendukung ground station selesai 100 % pada tanggal 27 Desember 2003. 2. Biaya surat menyurat.000 Kelebihan 60.000 6. Jenis Pengeluaran Tambahan material Biaya gaji 4 bulan.101.000 20. Door to door Singapore ke Jakarta. jaminan dan fee.971.00 (11%o x Rp10. Sewa kantor 4 bulan. Maintenan kendaraan 4 bulan Inklaring. 4. Fee Marketing.Sedangkan pengeluaran biaya operasional yang diperhitungkan PT. 6.000.000 120.823.001. Assuransi 6 bulan.750 4.00 ).131.460 41. 5.003.000.530. sedangkan pelaksanaan pekerjaan seharusnya selesai paling lambat tanggal 16 Desember 2003 sehingga terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 11 hari sejak tanggal 16 Desember 2003 sampai dengan tanggal 27 Desember 2003 .670 5.150.000 27. Sewa rumah 6 bulan.000 13. 7.000.001. efisien.000.400. 12. 3.000 70.500 20.710.700.000 28.000. Kendaraan operasional 4 bulan.000 5.380 35.000.258.000.420. Atas keterlambatan tersebut PT.000.000. 9.000 60.000 60. b. 13.971.000 30. Jumlah Biaya Operasional Dibutuhkan (2 bln) 8.000 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.000 15.887 112. .000 35.000 10.000. Sehingga dengan perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam kontrak dengan waktu realisasi pengeluaran biaya operasional PT. Pasal 12 ayat (1) a. maka terjadi kelebihan biaya operasional sebesar Rp162.401.000 30. Operasional kantor 6 bulan. Keppres No.530.000.000. 11.000 40.000. Inka Forindo Jaya melebihi perhitungan waktu yang dibutuhkan ( antara lain lebih dari 2 bulan).000 5. Listrik. Inka Forindo Jaya. tidak mewah.00 yang merupakan kerugian Negara dengan rincian sebagai berikut : No 1. 15. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.000 13.670.500 112. menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen kontrak dan laporan konsultan pengawas PT. 8.000 875.000 28.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.887 5. 14.135.965 20. 10.000 8.000 875.920 2.000 70.258.000.500 5.000. Telekomunikasi 6 bulan.750 162.000.150.000.000.285. Biaya transport & Penurunan Barang.965 5. Inka Forindo Jaya harus dikenakan denda sebesar 11%o dari nilai kontrak sebesar Rp113.000.

03/SP/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 : a. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp304.00.c. Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai RP28. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp162.194. 2.857. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang cermat dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan oleh pihak rekanan dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.285.135. Hal tersebut disebabkan : 1.847. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. 3. c.823. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. Inka Forindo Jaya kurang menaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati bersama dengan pihak proyek.293.500. Surat Perjanjian No. Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa jika dalam jangka waktu penyerahan dalam Pasal 3 Surat Perjanjian ini dilampaui.00 (PT. 2.00 ( 1.645. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp113. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp28.569. b.00 = Rp33.00 = Rp20.a.135.657.00) dengan rincian PT.823. Kelebihan pembayaran biaya operasional senilai Rp162.645.000. penyedia barang/jasa.200.00 dan PT.670.000.C. maka Pihak Kedua dikenakan denda sebesar 1 %o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dengan jumlah maksimum sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.00 ( PT. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah : a.000.857. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp113.00).50 dan PT.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.1 % x Rp10. PT.857.00 apabila kelebihan pembayaran dan penerimaam denda tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dengan rincian sebagai berikut : 1.976. selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan. 3.00 = Rp8. Penerimaan Negara dari denda keterlambatan menjadi tertunda senilai Rp113. 2.135.940.823.00= Rp113.670. Pasal 3 menyebutkan bahwa Pihak Kedua wajib menyerahkan pekerjaan tersebut kepada Pihak Pertama. b. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya.000.00 dan PT.50 ). Pasal 5 ayat (2) menyebutkan bahwa pembayaran 100 % setelah pekerjaan/penyerahan peralatan selesai 100 % yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.351.101.000. 3.645.00 =Rp48. Keputusan Presiden No.1. Panitia Pemeriksa dan Penerima Pengadaan Barang/Jasa Peralatan Ground Station kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp28.670.816. . Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp162.00 = Rp79. Lampiran I BAB 1.315.500.

00 akan ditarik dari konsorsium PT Inka Forindo Jaya dan PT Twink Indonesia untuk disetor ke kas negara. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan : 1.315.4. 1.00 untuk disetor ke kas negara. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Twink Indonesia sebesar Rp113. Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara LAPAN-TU Berlin dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2003 di Berlin Jerman antara pimpinan LAPAN dengan pimpinan TU Berlin. Pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung karena pekerjaan ground station bersifat sangat spesifik yang harus memperhatikan perkembangan teknologi antena. 2. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.000. 3.3. Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kekurangcermatan dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan rekanan dan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.16) Dalam rangka mewujudkan program LAPAN terutama dalam pengembangan Satelit Mikro yang akan melibatkan teknologi tinggi maka untuk proses alih teknologi diperlukan kerjasama dengan negara yang sudah maju di bidang teknologi satelit dan telah memiliki kesepahaman dengan LAPAN. Adanya keterlambatan penyerahan gedung fasilitas pendukung ground station TA 2003 di Rumpin akan ditarik denda keterlambatannya dari konsorsium PT. demodulasi dan prosessing yang mengarah pada kehandalan. Institusi yang diajak melakukan kerjasama dengan LAPAN adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) dengan pertimbangan antara lain masalah pembiayaan. 2. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara unutk menegur secara tertulis Panitia Pengadaan.135.00 untuk disetorkan ke Kas Negara dan foto copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.760.00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman (02. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344. Implementasi MoU tersebut akan diwujudkan dengan pembangunan satelit .645. 5.823.00 untuk disetor ke kas negara. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.000. kerjasama antara LAPAN-Jerman telah terjalin cukup lama. Inka Forindo Jaya dan PT. pengalaman dan kemampuan. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran dan denda sebesar Rp304. Untuk kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162. 3. akan meminta kepada pelaksana pekerjaan untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp28.sistem kendali.816. dan proses transfer teknologi satelit yang ditawarkan kepada SDM kita lebih terbuka. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pemimpin Proyek untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang berada dalam tanggungjawabnya. Adapun untuk kekurangan volume pekerjaan .857.

Selama pelaksanaan training setiap engineer memperoleh fasilitas berupa biaya hidup setiap bulan dan biaya tiket perjalanan pulang pergi. Terdapat pembayaran kontrak kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp1. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil di Indonesia. Juli 2004 September s. Februari 2005 Maret s. 6. 7. (Besarnya biaya hidup/bulan disesuaikan dengan nilai kurs Euro pada saat itu). LAPAN mengirimkan 13 engineer yang terdiri dari 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen guna mengikuti training sistem satelit mikro LAPANTUBSAT di TU Berlin Jerman dalam kurun waktu 18 bulan yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet Pelaksanaan training @ 18 bulan Februari 2004 s. Gunawan S.d. Mekanisme pemberian fasilitas dilakukan dalam dua cara. yaitu melalui kontrak Tahun 2003 untuk 6 orang engineer (4 orang permanen dan 2 orang non permanen) selama 4 bulan @ Rp17.763. Nama Engineer Permanen 1. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh.000. Mohammad Mukhayadi 4.500.000.00/bulan melalui UYHD . Abdul Karim 2.000.d. Wahyudi Hasbi 3. 9.mikro LAPAN-TUBSAT dimana satelit akan dirangkai. Robertus Heru Tri Harjanto 2. Sedangkan untuk pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis TU-Berlin menunjuk PT.d.d. dan dites dengan melibatkan para engineer LAPAN dan dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman. Untuk merealisasikan proses alih teknologi pengembangan satelit mikro tersebut. November 2004 Desember s. Ayom Widipaminto Engineer Non Permanen (Periodik) 1.635. 4. Prabowo Moh.00/bulan dan sisanya @ Rp25. 5.500. Adapun 4 orang engineer permanen akan mengikuti training selama 18 bulan sedangkan 9 orang non permanen akan dikirim secara periodik atau bergantian selama 3 bulan masingmasing tim berjumlah 2 orang. Juli 2005 @ 3 bulan Mei s. dibangun.00 untuk pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman 4 orang engineer permanen dan 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan . 8. satu diantaranya dengan kontrak Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 Tanggal 28 Agustus 2003 tentang pengadaan jasa diklat para ahli LAPAN di Jerman. oleh karena itu pihak LAPAN melalui Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) mengadakan perjanjian dengan PT Nusantara Duasatu Telematika. Minto Suwarjo 3. dengan perincian sebagai berikut : No.d. Mei 2005 Biaya hidup 4 bln melalui kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Jenis Biaya Biaya hidup : 4 bulan melalui kontrak 14 bulan melalui UYHD Biaya perjalanan : Berangkat melalui kontrak Pulang melalui UYHD Hasil pemeriksaan atas dokumen pembayaran Tahun 2003 sampai dengan 2005 diketahui sebagai berikut : 1.

.00 dibayarkan melalui mekanisme UYHD.280.00 2.00 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan =Rp140.000.760.280.760.Ade Rukmana = 77.879.000.00 4.00 7.520.Daryono Restu (15 Mar– 15 Juni 05) = 77.00 2 orang engineer non permanen = Rp19.000.284.500.Widodo Slamet =77.00 Jumlah Nilai (Rp) 1.469.00 2.000.00 Hasil konfirmasi dengan salah seorang engineer permanen dan non permanen diketahui bahwa 4 orang engineer permanen mendapatkan biaya hidup selama 4 bulan dan tiket pergi melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.000.400.Moh.500.280.00 5.00 dan sebagai pembayaran diklat dan biaya hidup dengan SPM No. terdiri dari : 1.00 1.500. Yoyok Ichsan = 77.831. Uraian Biaya hidup 4 orang engineer permanen selama 15 bulan sebelum dipotong PPh 15% adalah @ Rp25.280.00 2.00 479.635.@ Rp9.00 Jumlah Biaya Diklat Total Nilai (Rp) 420. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dibayarkan sebagai uang muka senilai Rp352.000.000.000.410.280.000.458.Abdul Karim (Mei .760.000.727.357.518.280.00 9.000.00/bulan) Biaya pengiriman (pergi): +/. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003 senilai Rp1.545.280.879.000.00 3.000.000.00 Biaya perjalanan pulang 4 orang engineer permanen @ Rp9.000.280. 4.Moh. 2.00 39.458.000/bulan Biaya hidup 9 orang engineer non permanen selama 3 bulan sebelum dipotong PPh 15% sebesar @ Rp25.00 (@ Rp17.518.00 Biaya perjalanan pulang-pergi 9 orang engineer non permanen @ Rp19.600. dengan perincian: No 1.000.500.000.000. Adapun untuk engineer non permanen mendapatkan biaya hidup @ Rp25.000.00 8. Suseno = 77.Juli 04) = 77.Minto Suwarjo = 77.760.759.278.908.000.000/bulan.284.00 1.000.00 3.763.00 3.Taufik Sumpeno (Des 04 – Febr 05) = 77.00 6.000.00 dan biaya diklat sebesar Rp1. Uraian Biaya hidup : 4 orang engineer permanen selama 4 bulan = Rp280.00.sebesar Rp479.469. dengan rincian sebagai berikut : No 1. 2.100. Terdapat pembayaran biaya hidup dan biaya perjalanan pulang pergi 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen sebesar Rp2. sedangkan biaya hidup selama 14 bulan dan tiket pulang melalui pihak Proyek Bangtelinfo (UYHD).Gunawan Prabowo (Sept – Nov 04) = 77.500. 177.000. Pembayaran tersebut sesuai SPM No.000.000.00.278.280.00 4 orang engineer permanen = Rp39.278. Padahal kegiatan baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004.000. 59.000/bulan dan biaya perjalanan pulang-pergi melalui pihak Proyek Bangtelinfo serta tidak pernah melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.500.357.000.000.00 695.

Gunawan S. maka telah terjadi kelebihan pembayaran sebagai berikut : 1. Wahyudi Hasbi Moh. Kelebihan pembayaran biaya hidup untuk 4 orang engineer permanen selama 1 bulan (UYHD) sebesar Rp103.00. Dengan demikian keseluruhan kelebihan pembayaran yang terjadi adalah sebesar Rp247.000.00. sehingga kelebihan pembayaran menjadi sebesar Rp87. Prabowo Moh.040. Pemimpin Proyek tidak mematuhi ketentuan tentang pelaksanaan anggaran dan belanja negara. 7. dapat disimpulkan dalam tabel berikut : No. Abdul Karim 2. 6. Dari pemeriksaan lebih lanjut. pembayaran biaya hidup 4 orang engineer permanen tersebut telah dipotong PPh 15% dan telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp15.00. 5.000. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh.456. .000.000.000. Minto Suwarjo Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak - 3. 2. 2. 3. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres No. 4.344. 9. 4. Hal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara apabila atas kelebihan pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen sebesar Rp247. Nama Engineer Permanen Robertus Heru Tri H.00 (sesuai nilai kontrak dengan PT Nusantara Duasatu Telematika). Hal tersebut disebabkan : 1.Dari data tersebut di atas.760. 2.00 tidak ditarik kembali dan disetorkan ke Kas Negara.42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 12 ayat (2) : Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet 3 bulan melalui UYHD - Berdasarkan tabel diatas. Kelebihan pembayaran biaya hidup + perjalanan pergi untuk 2 orang engineer non permanen yaitu Abdul Karim dan Minto Suwarjo sebesar Rp159. Mukhayadi Ayom Widipaminto Seharusnya Biaya hidup : 4 bulan kontrak 14 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Realisasi Biaya hidup : 4 bulan kontrak 15 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup 3 bln UYHD Biaya perjalanan pulang-pergi dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Selisih Biaya Hidup : 1 bulan melalui UYHD Engineer Non Permanen (Periodik) 1. Bendahara Proyek lalai dalam melaksanakan tugasnya.344.584.00. 8. 1.000.

00 dan PT. Asih Silapurna berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.000.43/BINPAS. Kencana Mandiri UN sebagai konsultan pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama proyek .207.000. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.650.000. 2. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pimpinan Proyek untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian proyek.SPPK/ 36/BINPAS. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004 1.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No.000. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara untuk menegur secara tertulis Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan.760.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.248.760. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.584.584.00 belum dipungut (03.000.Sperjan/35/BINPAS. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung dan negosiasi harga kepada PT. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Atas permasalahan tersebut Pimpro mengakui adanya kelebihan pembayaran baik yang dilakukan oleh bendahara proyek sebesar Rp87.00 yang akan ditarik dan disetorkan ke kas negara . Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp5.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 yang selanjutnya diikat dengan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No.207.00 dari masing-masing penerima sebesar Rp87. 3. Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159. Untuk melakukan pengawasan dilapangan pihak proyek telah menunjuk PT.950.1. Jangka waktu pelaksanaan ditetapkan 25 hari kalender dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 18 Desember 2004.00 maupun kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.05) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada LAPAN telah melaksanakan pemborongan pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.00.000.3.00 yang selanjutnya disetor ke kas Negara.000.

00 ls 4.700 692. Sperjan/63/BINPAS P.000 25.264.00 bh 5.00 m3 7. Persiapan Pek Direksikit Pek.40 m3 6.769.335.600 113. Pekerjaan BRC T.000 28.000 1.000 2.144.000 46.712.000 15.719. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Sub Total I a.980.000 3.000 161.00 m’ 831.500.000 340.000 7. Adapun pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.000 31.000 146.00 m3 2.000 64.225.00 m’ 79.00 bh 1.000 27.800.500 30.4 cm Mobilisasi alat berat Sub Total V Volume 56.452.950.771.784.332.750.50 m3 22.850.000 3.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.000 1.00 m’ 550.350 406.55 m2 1.913.00 m2 6.000 163.452.3. Air Kerja Pek.547.6 m Pintu pipa galvanis P.600 23.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.00 m’ 1.000 811.715. Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.4 m Cat Zynckromat Sub Total IV Perbaikan Jalan Protokol Sub Base T.500 20.700 II III IV V .80 m2 4.400 16.000 479.000 2.600.509.000 4.000 75.509.184.00 ttk 7.78 m3 61.000 400.000 645.000 25.000 2.00 ls Harga Sat (Rp) 350.000 15.240.850.000 44.224.376.020.620.046.00 m3 42.00 m2 465.000 20.000 400.000.446.900.950 111.000 139.19 m3 2.00 m’ 1.00 bh 2.200 11.000.00 m2 16.203.000 4.136.588.550 117.00 m3 415.000 195.00 bh 332.600 4.300.00 ls 4. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi Sub Total II Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Sub Total III Pek.300.000 3.000 77.000 89.700 35.10 m3 50.900 4.000 12.000 2.5 cm Hotmix T.000 2.000 178.620.00 bh 43.00 m’ 1.000 4.950.850.000 81.000 30.000.000.476.875.00 m’ 108.657.000 211. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.250.129.82 m3 2.000 40.000.125.832.375.928.568.00 bh 1.000 3.370.000 74.00 m’ 305.736.000 297.500.000 3.047.775.00 bh 4.00 m’ 1.000 35.000 26.000 68.238.000 4.sesuai Surat Perjanjian No.000 145.800.000 530.000 8.5 m Pintu pipa galvanis P.950.000 3.000 Jumlah Harga (Rp) 19.000 34.500 19.000.500 30.112.000. 150 cm Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.00 m’ 465. Pekerjaan BRC T.00 m3 550.950 101.295.500 149.000 13.20 m3 27.000 31.850.00 m2 2.00 ls 4.

00 m2 16.00. Air Kerja Pek. konsultan pengawas dan pihak kontraktor.00.000.516.390.00 ls Sub Total I 4.512.000.00 m’ 1. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Pekerjaan Pagar BRC a. Persiapan Pek Direksikit Pek.142.000. Asih Silapurna sebesar Rp62.PL/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar lunas dengan SPM No. bersekala kecil dan spesifik.520 5. Pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 9 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.000 12.00 dan SPM No.644.VI Renovasi Mess Yogyakarta Sub Total VI Sub Total PPN 10 % Total Dibulatkan 331.000.620.000.000.00 ttk 601.500 30.00 m’ Harga Satuan 350.000 Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No.000 2.00 m’ II .00 m’ 6.500 56.516. ST-3454/PW09/2/2005 tanggal 23 Juni 2005 selama 10 hari kerja yang berakhir tanggal 8 Juli 2005. diketahui terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek. Penunjukan langsung kepada PT. pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol yang disaksikan oleh pihak proyek.00 ls 1.500 47. Asih Silapurna sebagai pelaksana pekerjaan .000 7.650. dirahasiakan.00 dan telah disetorkan ke Kas Negara sesuai Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak tanggal 25 Juli 2005 pada Bank BNI Kantor Cabang Gambir Sebesar Rp62.00 ttk 7.000 Jumlah Harga 40.142.592 5. Tim BPK RI berpendapat penunjukan langsung tersebut tidak sesuai dengan ketentuan. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui : 1.528. BA/03/Binpas.500. konstruksi dan finishing.512 5.260. Berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Perwakilan Propinsi DKI Jakarta No.129.464.650. 884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3. Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Propinsi DKI Jakarta berdasarkan Surat Tugas Kepala BPKP No.136.520 331.445.090. Pekerjaan BRC T. LAP-5170/PW09/2/2005 tanggal 31 Agustus 2005 terdapat kelebihan pembayaran kepada PT.00 m2 56.882091Y/088/118 tanggal 23 Desember 2003 sebesar Rp2.512.000.920 513.464. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak tidak kompetitif. 2. 150 cm RAB Fisik Selisih 16. karena penunjukan langsung hanya diperkenankan untuk pekerjaan yang bersifat darurat/mendesak.

000 2.26 m3 2.500.950.00 bh 332.000) (26.10 m3 20.336.05 m’ 79.000 76.Lantai keramik 40x40 Ez 3.00 m’ 550.00 bh 332. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.359.900.000 18.00 m3 38. Paving Block 831.00 m’ 1.36 m2 16.Pas.000 340.00 bh 4. Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Pekerjaan Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P. Pekerjaan K.600.900 4.00 m’ 640.850.000 3.500 6.000 160.000 3.00 ls Sub Total IV 1ls 120.000.000 31.700.500 149.68 m3 3.84 m3 (13.000 2.40 m3 6.Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.00 m2 2.000 468.850.000) 26. Pekerjaan Persiapan .856.00 m’ 111.184.715.456.44 m3 50.000 23.000 1.446.3.00 bh 1.000 3.000 31. Pekerjaan Lantai Keramik .Cat Exterior/Catylac 6.590 2.00 m3 415.00 m’ 465.00 m’ 103.08 m2 4.452.40 m3 158.05 m’) (78.000) 6.600 392.00 m2 463.39 m2) 10. Keramik 15 x 30 4.Pas.00 m2 196.620.600.07 m3 1.600 4.83 m2 3.60 m3 256. Keramik 20 x 20 .850. K.00 bh 5. Keramik 20 x 20 .950.00 bh 5.731.106. Keramik 15 x 30 5.78 m3 61.000 25.000 (12.452.950 101.973.000 (51.00 m2 2.16 m3 7.00 m2 1 ls 1 unit 100.000 14.Mandi Belakang .61 m2 18.626.00 bh) - 75.Bak Tanki Air / 1000 lt 7.Poma Air Kerja 2.000 16.000 3.700.000 76.43 m3 22.20 m2 (1.00 m’ 2.950.346.00 m’ 1.525.600 11.00 m2 704.000 679.00 m3 Sub Total II 550.000 98.000 3.78 m3 108.600 1.000 161.00 bh 1.960.590.82 m3 32.000 IV 2.54 m3 6.700 1.45 m3 27.00 m2 - (90. Mandi Depan .046.430 (1.861.277.10 m2) 4.000 (105.Pas.00 m’ 1.950 111.00 bh 943.00 bh 2. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi III Pek.256.000 7. Pek.648.000 71.640) 1.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.71 m2 14.300. Pekerjaan Pengecatan .00 m3 83.800.00 m’ 108.00 m2 1 ls 1 unit 110.50 m3 18.475.00 bh 412.000 307.756.19 m3 22. Pekerjaan Insfratuktur .605.940.000 98.009.00 bh 332.000 3.00 bh 3.801.375.784.00 bh 4.00 m2 224.Pompa Air Jerpam .5 m Pintu pipa galvanis P.70 m2 4.180 52.400 7.000 15.00 m3 43.000 16.776.72 m2 348.000.160 796.000 1.182.80 m2 4.452.875.00 m2 420.000 28.80 m2 4.350 11.000 2.335.000 1.75 m2 5.272. Pekerjaan Sanitair .56 m3 253.000 3.Pas.Pas.509.000 40.00 ls 4.00 m3 747.340.00 bh 1.000 V 1 ls 9.00 m’ 305.000 400.509.63 m3 2.00 bh 444.86 m3 125.00 bh 43.452.00 m2 241.000 3.772.4 m Cat Zynckromat Renovasi Mess Yogyakarta 1.00 bh (3.30 m2 (0.00 bh - 25.500 15.00 m2 4.17 m2 Sub Total V Total .00 m3 42.32 m3 38.00 m’ 1.375.428.500 5.132.000 4. Pekerjaan BRC T.000 6.000 4.800 39.000 4.850.000 2.00 m2 2.6 m Pintu pipa galvanis P.000 3.00 m2 Sub Total III 465.25 m3) 9.20 m3 157.Cat dinding/Catylac .128.000.000) 71.00 bh 2.00 bh 1.34 m3) 18.56 m3 - 20.000 340.000 15.00 m2 206.085.00 m3 20.500 19.000 145.00 m2 3.

Keputusan Presiden No.133 Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess di Yogyakarta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak sehingga terdapat kekurangan volume senilai Rp1.04 m = 259.000.349. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka dapat diketahui volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis pekerjaan .207.000 479.06 142.850. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan.4 cm Volume (m3) RAB Fisik 218.05 m = 218. Dengan demikian Pekerjaan Pemagaran. Menurut jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seharusnya pekerjaan selesai pada tanggal 18 Desember 2004.360.568.000 1. lebar 4.00 yang harus ditarik dari PT.00 = Rp16.850.5 cm Lapisan Hotmix T.39 Sub Total V Selisih (m3) 218.4 cm Volume (m3) 4.723.142. jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih kurang volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.409. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.00 dan apabila tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dapat menimbulkan kerugian negara.00. .00 + Rp513.58 cm. Asih Silapurna harus dikenakan denda sebesar 3 %o X Rp5. Pengawas Lapangan dan Pemimpin Proyek diketahui bahwa pekerjaan baru selesai tanggal 21 Desember 2004.014 Jumlah Harga 297.349. Asih Silapurna dikurangi hasil pemeriksaan BPKP yang telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp62.Asih Silapurna sebesar Rp1.5 cm Lapisan Hotmix T. Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas diketahui terdapat kekurangan volume senilai Rp1.157.000.700 Harga/m3 1.376.000 1.360.80 m3 6.940.590.476.00 dan denda senilai Rp16.650.841. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pengawas lapangan yang tertuang dalam Buku Harian Standar Konsultan Pengawas PT.568.310.06 m3 Jumlah Harga 297.00 ) yang dapat menimbulkan kerugian Negara.80 116.14 m dan tebal hotmix 3.Untuk pekerjaan peningkatan jalan protokol.265.00 sehingga jumlah yang harus ditarik dari PT.014 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan 955.80 259.000. 3. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta mengalami keterlambatan selama 3 (tiga) hari.409.264.67 Harga/m3 1.00 (Rp796.000 215. Kencana Mandiri UN yang ditandatangani oleh 3 pihak yaitu Kontraktor.133 513.516.40m’.dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.950.00 m2 x 0.133.950.723.310.55 m2 x 0. sehingga PT.000.

Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. 3. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1.a. c. 2. Asih Silapurna senilai Rp1. Penerimaan negara dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan senilai Rp16.000. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan : 1. pengawas dan kontraktor) sebelum kontrak ditandatangani. Lampiran I BAB I. maka untuk setiap hari keterlambatan Pihak Kedua wajib membiayai denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu permil) dari biaya pekerjaan/ borongan. Asih Silapurna kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek. Kontrak No.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 Pasal 16 ayat ( 2) menyatakan jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini.207. penyedia barang/jasa.950.265. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. 2.207. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1.b. Penunjukan langsung dilakukan karena pada saat itu LAPAN terikat oleh pelaksana pekerjaan (konsultan perencana.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif.1. PT. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa. Kelebihan pembayaran kepada PT.157.207.C. b.248. 4. 3. karena terbentur oleh waktu dimana Presiden RI (Megawati) akan hadir pada kegiatan uji terbang roket di Pameungpeuk dan diperintahkan untuk membenahi lingkungan yang secara fisik dalam kondisi rusak . Keppres No.Sperjan/35/BINPAS. PT.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus. 2. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya.00 yang dapat merugikan negara.

Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6. Atas kekurangan volume pekerjaan.000. Atas komentar Pemimpin Proyek Tim BPK-RI berpendapat bahwa perbaikan mess LAPAN di Pameungpeuk Garut merupakan pekerjaan yang dibiayai dari Proyek Bangtelinfo Rancabungur Bogor.43/BINPAS.500.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 . Dan pelaksana akhirnya minta bantuan aparat keamanan setempat (Koramil dan Polsek). di Pameungpeuk. Keterlambatan pekerjaan disebabkan adanya protes/demo dari masyarakat sekitar lokasi yang tidak setuju adanya proyek pemagaran sehingga mengganggu jalannya pekerjaan tersebut.00 dan denda keterlambatan senilai Rp16.884195Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004. biaya pekerjaan pengawasan sebesar Rp125. sebagai Konsultan Pengawas dengan cara penunjukan langsung dengan Surat Perjanjian No. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 3.207. bukan atas biaya Proyek Binpas SDI-GAN. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.248. No.N. proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume dan keterlambatan tersebut.Sperjan/63/BINPAS P. Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta yang dikerjakan oleh PT.06) Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya IPTEK Kedirgantaraan LAPAN Tahun Anggaran 2004 telah menunjuk PT.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004. Asih Silapurna sebagai Pelaksana Proyek berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran. 1.950. Jangka waktu pelaksanaan sejak tanggal 24 Nopember sampai dengan 20 Desember 2004 sesuai dengan Pelaksanaan Pekerjaan fisik yang akan diawasinya yaitu sebagai konsultan pengawas Pekerjaan Pemagaran. akan tetapi disisi lain terdapat pekerjaan tambahan diantaranya perbaikan mes LAPAN di Pameungpeuk Garut.207.000. Proyek mengakui pada saat pemeriksaan pasca dilapangan terjadi kekurangan volume pekerjaan.250. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran senilai Rp1.2. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN. di Pameungpeuk. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaannya. Untuk maksud tersebut Pimpro akan berkoordinasi dengan pelaksana untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan. 2. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Kencana Mandiri U.00 dan telah dibayar lunas dengan SPM. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur Konsultan Pengawas PT. 3. Asih Silapurna untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara.00 belum dipungut (02. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN.00 dari PT.000.

000. Lapisan Sub Base dengan ketebalan 5 cm.00 senilai Rp263.00 mengakibatkan mutu barang berkurang dan kelebihan bayar sebesar Rp515.568. Hasil cek fisik closet duduk dengan merk INA harga dipasaran sebesar Rp 850.00 ditambaha keuntungan pembrongan 10% = Rp29.000.000.144.06 m3 @ Rp1.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Renovasi Mess di Yogyakarta.000.700.00 Ex.000.000.00 1. Pompa air Jet Pump dengan harga Rp6.00 3.000. 2.681.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.264.00 senilai Rp 479. Lapisan Hotmik Volume 259.32 m3 @ Rp2.No. sebagai konsultan pengawas tidak pernah memberikan laporan tertulis maupun lisan kepada Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja. Adapun perbedaan volume yang signifikan dan tidak dilaporkan oleh konsultan pengawas kepada proyek antara lain adalah sebagaiberikut : PEKERJAAN Sloof beton Pagar BRC 150cm.850.000.00 Sesuai RAB : 1.000.000.000. Konsultan Pengawas dalam melaksanakan pekerjaannya tidak efektif.000.000. Kencana Mandiri U. Pembuatan Pompa Air Kerja senilai Rp 3. Pembuatan Pompa Air Kerja sesuai informasi yang dapat dipercaya tidak dilaksanakan karena telah ada sumur tua yang sudah ada dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan layak minum sehingga kelebihan bayar pada rekanan sebesar Rp3.450. a.N. 2.00 ditambah keuntungan pemborong Rp100. Pekerjaan Lapisan Hotmik dilaksanakan 142.00 dengan nilai keseluruhan Rp756.376 m2 senilai Rp297.Sperjan/35/BINPAS. harga pasaran Rp470.423.00 4. 1.00 . Bak tangki air kapasitas 1 m3 Ex.00 + keuntungan pemborong 10%=Rp85. Asih Silapurna tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak yaitu adanya perbedaan volume dan spesifikasi barang. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan dokumen pendukung lainnya serta hasil pemeriksaan fisik dilapangan diketahui : 1. Plipper + Asessories 1 unit ditukar dengan kapasitas air 500 Lt.000.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No. Pekerjaan Lapisan Sub Base tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kurang volume. Kloset Jongkok merk Toto seharga Rp 1. sehingga kekurangan volume maupun mutu hasil pekerjaan tidak segera diketahui secara dini oleh pihak proyek untuk dilakukan perbaikan maupun teguran kepada kontraktor.000/m3 dengan nilai keseluruhan Rp 1. Terdapat pekerjaan yang dilaksanakan PT.00 3.950.00 2.000. Pameungpeuk Garut Peningkatan Jalan Protokol Pameungpeuk Garut KONTRAK Jumlah Volume 415 M3 @ Rp2.00.600.000.600.014. namun PT.000 FISIK Jumlah volume = 256.224.00 1.000. Plipper + Asessories +/Rp1.014. Pompa air hasil cek fisik merk Panasonik GP 125 JB harga dipasaran sebesar Rp290.000. luas 4.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Rp 5.950.493.SPPK/36/BINPAS.39m3 @ Rp1850.00 2.250.

PL/XII/2004 tgl.000.700.00 Dengan kejadian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Kontraktor Pengawas tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tangggungjawab dan kewajiban yang telah di tandatangani dalam surat perjanjian. b.500.000. Pembayaran Tahap II kepada PT. Bak tanki air kapasitas 1 m3 Ex. Pasal 3 : a. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga .00 Rp1. Kencana Mandiri UN harus dikenakan denda maksimal sebesar 5 % dari harga kontrak atau senilai Rp6. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas tidak menyerahkan sebagian hasil pekerjaan pengawasannya berupa Laporan Harian.4. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. kuantitas dan laju pencapaian volume /relisasi fisik. Asih Silapurna berdasarkan Berita Acara Penyerahan Barang (BAPB) No. c. 2. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas telah menyalahgunakan wewenang yang dipercayakan dengan cara memanipulasi data guna kepentingan pribadi dan orang lain serta tidak menjalankan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. b.000. Asih Silapurna selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2004.800. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Dengan demikian PT. Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Perjanjian/Kontrak No. Pasal 1 angka 2 menyebutkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) : a. Asih Silapurna mengajukan tagihan pembayaran dan telah dibayar dengan SPM No.00). PT.00 sedangkan secara fisik prestasi pekerjaan tersebut belum mencapai 100% hal tersebut dilihat dari buku harian yang dibuat oleh PT.000.00 (5 % X Rp125. Plipper + Asessories 1 unit senilai Rp 2.Sperjan/63/INPAS.PL/ I/2004 tnggal 24 Nopember 2004 : 1. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT.884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3. Ayat (1) menyatakan bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini.250. 2.000. Ayat (2) menyatakan bahwa pihak kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.03/Binpas. 16 Desember 2004 yang dibuat oleh Konsultan pengawas menyatakan bahwa prestasi pekerjaan telah selesai 100%.390.000. Dari uraian tersebut di atas menggambarkan bahwa PT. Mingguan dan Bulanan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 20 Desember 2004 dan sampai dengan saat pemeriksaan BPK berakhir tanggal 30 Desember 2005 belum menyerahkan laporan-laporan tersebut sehingga terjadi keterlambatan selama 1 tahun lebih. dengan dasar BAPB tersebut PT. b.

Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kurangnya pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek sehingga menimbulkan kerugian negara.250.250.00 menjadi tertunda. 3. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 3.) yang menyatakan bahwa Hasil Pekerjaan Pengawasan disamping harus sesuai dengan KAK dan juga harus diserahkan kepada Pihak Pertama minimal lima yang masing masing diantaranya terdiri atas Buku Harian. Penerimaan negara dari denda keterlambatan senilai Rp6. Kencana Mandiri UN tidak melaksakan tugasnya sesuai yang diperjanjikan dalam surat perjanjian/kontrak. Hal tersebut disebabkan : 1. Pasal 11 ayat (2) menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 5 perjanjian ini. namun konsultan pengawas masih kurang efektif. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaan dan kepada PT. Pemimpin Proyek tidak dapat mengetahui secara dini perkembangan fisik dilapangan sehingga tidak dapat mengambil keputusan secara cepat untuk mengambil tindakan perbaikan. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. Pasal 4 ayat (1. 2. Laporan Mingguan dan Bulanan sebagai resume Laporan harian. 4. Kencana Mandiri UN diberikan sanksi dengan jangka waktu tertentu tidak diberi pekerjaan di lingkungan LAPAN serta menarik denda keterlambatan sebesar Rp6. Konsultan Pengawas PT. Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan.00 untuk disetor ke Kas Negara. 3. Pihak Kedua wajib membayar denda 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan dan ayat (3) menyatakan bahwa jumlah maksimum denda kumulatif ayat (1) dan (2) Pasal ini ditetapkan sebesar 5 % (lima prosen) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. Terhadap denda keterlambatan pihak proyek akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan tersebut. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. 2. copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. . 2. Hal tersebut mengakibatkan : 1. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT.000.000. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi.pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan sesuai dengan KAK ketentuan yang berlaku. maka untuk setiap hari keterlambatan.

88 m3 .450 21. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di LAPAN Rumpin Bogor yang dilaksanakan oleh PT.1 Pekerjaan Persiapan 24.000.720.499 4.847.761 Jumlah Harga (Rp) 7.2 Pekerjaan Finishing .Pek Kolom 25/25 T.24 m3 .712.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan tugas melakukan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan.Pek.2 Pekerjaan Konstruksi . Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan tersebut meliputi : No I Jenis Pekerjaan Volume Harga Satuan (Rp) 299.471. Pondasi Batu Kali 400.262 39.532 158.Pek. Pembersihan Lapangan 693.192. Penguk dan bouplank 485.20 m’ Sub Total 1.00 m2 .485.Pek Ornamen Kepala Pagar 247.20 m’ . Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan cara penunjukan langsung dengan negosiasi harga. Untuk melakukan pengawasan di lapangan pihak proyek telah menunjuk PT.869.108 22.1.Pek.10 m’ .997 95. Restu Prima Citra dengan Surat Perjanjian No.875 356.208 138.496 41.Pek Pagar BRC T. Cat Kolom & Pondasi 1.693 5.750.000.172 496.118.256 51.875 43.74 m2 Sub Total 1.16) Dalam Tahun Anggaran 2004.094 2. 150 cm 693.964.307 68.253.788 20. Jangka waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 20 Desember 2004.847.992.295. Pagar BRC 1.908.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.00 ls .3 Pekerjaan Arcon .00 bh . Acian 1.196 II Pek.694. Plesteran Kol & Pondasi 1. Air dan Listrik Kerja Sub Total 1.204.196 51.Pek Profil Kolom 1.301.992.451 40.Pek.Pek.898 396.356 27.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp3.161 22.Pek Direksikit 693.Pek.055 10.74 m2 .250.32 m3 .596 5.660 11. Sperjan/93/BINPAS.688 11.632.Pek.00.91 m3 .00 belum dipungut (02.2 30.Pekerjaan Batu Kosong 110. pengujian dan pengkoreksian.000. Galian Tanah Pondasi 1.20 m’ .276 59.140 14.564.Pek. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.200 47.3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.687 6.391. Sperjan/BINPAS.064.583.1 1.74 m2 .295.847.

Pek Kolom Arcon T.312.275 cm 640 bh .064 28.744 21.504.512.072 2.200 244.Pek Ornamen Kepala Pagar 130.Pek.450 5.504.000 6.38 m2 .948.552 .168.000.Pek.187 23.Pekerjaan Batu Kosong 47.512.Pek.996.389 39. 3 cm 7.996.Pek.00 m2 .792.836.125 88.750.1 Pek.483.10 cm 7.593.3 Pekerjaan Finishing .00 m2 .827 16.23 m2 .1 4.975 6.Pek.854.2 Pekerjaan Konstuksi .562 44.Pek. Cat Kolom & Pondasi 836.365.999.160.400 324.Pek.347.Pek.284.75 m3 1.792.410 4. Air dan Listrik Kerja 1.00 ttk . Pagar BRC dan Asecories 3.256 438.898 396.704.792.690.25 m3 .596 2.874 11.Pek.Pek Kolom 25/25 T.50 m’ .932 204.596 11.127 67.38 m2 .23 m2 Sub Total 3.365 300.972 9.70 m’ .460 22.334 1.214.2 16.Pek.776 25.249.671.Pek Plesteran Kolom & Pondasi 4. Penguk.Giling Matang T. 150 cm 295.200 40.85 m3 . Dan Bouplank 295.Pek.513 128.Pek.620 23.874.281 410.493 16.450 21.905.125 11.Urug Lap.690. Pondasi Batu Kali 170.Pek.740.50 m’ 1.457 16.Batu Belah T.00 ls Sub Total 3.471.011 52.483. Dan Bouwplank 55.620 16.950 43. Galian Tanah Pondasi . Pagar Arcon 1.237. & Bouplank .Pek. Pembersihan Lapangan .Pek. Pembersihan Lapangan 7.Pek.108 93.104. Persiapan .674.450 21.287.950 175.28 m3 .635 3.Urug Lap.214.108 22.512 m2 . Rambu Pengaman 1.50 m’ Sub Total 2. Acian 4.155.Lapisan Hotmix T.094 201.512.00 ls 6.148. Kawat Duri 1. Urug Pasir Sirtu T. Batu Kosong 286.2 Pek.749 334.898 282.817.640 106. Persiapan 2.50 m’ .23 m2 .2 Pekerjaan Konstruksi .3 M 4.Pek.020 27. Air dan Listrik Kerja 1.50 m’ Sub Total 3.660 11. Plesteran Kol & Pondasi 836. Pondasi Batu Kali 1.315 43.997 52.750.688 III IV Sub Total 2.000 3.389 133.975 18.1 Pek.024.532.Pek.208 64.80 m3 .290 22.Pek.809 8.180 37. Pembersihan Lapangan 295.441. Konstruksi Badan Jalan .825.792.171 5.625 37.1 Pekerjaan Persiapan .823 102.Pek Pagar BRC T. 2 cm 7.249.358.00 m2 .813.241. 15 cm 7.910 242.2 Pek.1 2.108 22.761 6. Air dan Listrik Kerja Sub Total 4.196 60.254.2 Total Dibulatkan 356.206.17 m3 .367. Acian 836.423 35.094 2.000 356.561.077.65 m3 .Pek Profil Kolom 633. Penguk.512 m2 Sub Total 4.2.745 97.035.869.00 bh .Pek.352.588 1. Perataan dengan Buldozer 2.414. Penguk.2 3.70 m’ .1 3.682 1.Pek. Galian Tanah Pondasi 206.Pek.50 m’ .Pek.898 396.50 m’ .838.3 Pekerjaan Jalan L.00 ls .000 15.660 11.50 m’ 1.

029.168. Hasil pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 2 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.10 m’ 693.50 m’ 1.898 396.883213Y/088/118 tanggal 20 Desember 2004 sebesar Rp3.847.249.17 m3 5. Penguk.432.450 21.00 m2 693.20 m’ 345.00 m’ 2.254.792.451 40. Pekerjaan pemagaran dan jalan lingkungan tersebut telah selesai dilaksanakan dan diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No. Pembersihan Lapangan Pek.898 396.233.74 m2 1.000.092.775) (5.00 ls 110.463.094 (14.908 11.313.805.519. kontraktor dan konsultan pengawas diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek.74 m2 1.74 m2 818.035.450 21.50 m’) (58.029.137.80 m3 1. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.029.161 22.586. Batu Kosong Pek.2 Pek.052.792.20 m’ 693. Pondasi Batu Kali RAB Fisik Selisih Harga Satuan 299.32 m3 677. Pagar BRC 1.000. Penetapan pelaksana dengan penunjukan langsung.596 11. Air dan Listrik Kerja 2.00 ls 2.455.992.477.90 m’ 347.683 48.660 11.346 5.542 (1.546 28.687 6.00 m2 140. Ples.74 m2 1.16 m3 (41.613 .00 ls 54.208 138.322.91 m3 400.847. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Arcon 2.55 m’) - 6.257 45.1 Pekerjaan Persiapan Pek Direksikit Pembersihak Lapangan Penguk dan bouplank Galian Tanah Pondasi Air dan Listrik Kerja 1.00 m2 340 m’ 340 m’ 244.00 dan SPM No.000.000.40 m3 84.200 47.040 12. 2.20 m’ 240.30 m’ 1.077. Berdasarkan pemeriksaan dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui bahwa : 1.50 m’) (259.80 m3 1.88 m3 1. Tim BPK-RI berpendapat bahwa penunjukan langsung tersebut tidak dapat dibenarkan karena pekerjaan tersebut tidak bersifat spesifik dan mendesak/darurat sehingga hal tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.094 2. Restu Prima Citra.00 m2 818.20 m3 818.612 335. & Bouplank Pek.108 22.108 22.752.875 356.673.74 m2 247.60 m’ 1.278.634 23.533.00 m2 Sub Total I 1.52 m3) 358.17 m3 328.00 bh 347.20 m’ 353.Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya PT.596 5. Acian Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Profil Kolom Pek Pagar BRC T. 150 cm Pekerjaan Finishing Pek.01 m3 356.LPN/BINPAS/BA/02/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar dengan Surat Perintah Membayar (SPM) No.306 125.2 Pekerjaan Konstuksi Pek.125 286.75 m3 1. harga item per jenis pekerjaan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 %. konstruksi dan finishing yang disaksikan oleh pihak proyek.00 bh 1.60 m’ 353.15 m3 25.44 m3 56.204.68 m 1.405) 141.485.356 27.00 m’ 1.00 ls II (259.74 m2 107.20 m’ 485.140 7.818.052.333.24 m3 1.50 m’ 1.32 m3 30. 878705Y/088/118 tanggal 8 Desember 2004 sebesar Rp750.526) (1.1 Pekerjaan Persiapan Pek.000.847.088 5.996) - 24.20 m’ 24.Kol & Pondasi Pek.982 20.00.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek. Galian Tanah Pondasi Pek.51 m3 316.00 bh 1.761 Nilai Selisih 2.

000 742.749 334. Air dan Listrik Kerja 3.00 m’ 1.275 cm Pek Ples.983.50 m’ 203.3 Pekerjaan Finishing Pek.85 m3 1.Pek Kolom Arcon T.846.23 m2 602. BRC dan Asecories 3.512.627 7.404 77.206. 150 cm 3.660 11.00 bh) 2.489.640.671.3 M 4.00 m2 x 0.843.450 21.359.120 1.65 m3 16. 3 cm Volume (m3) 7.890.504.471.389 Dalam pekerjaan konstruksi badan jalan. Galian Tanah Pondasi Pek.359.333 431.809 973.1 Pek.827 16.511.103 16.00 bh 295. urug lapisan batu belah 6.00 m’ 233.40 m3 45.00 m’ Sub Total II (46. Pagar Arcon Pek. Kawat Duri III Pek.389 22.78 m2 633. Urug Pasir Sirtu T. Penguk.375 937.792 836.00 ls Sub Total 4.90 m2 2.94 m3 602. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.1 7.00 m’ 3.30 m’ 55.336 25.493.108 93.761 83. urug lapisan giling matang 2.470 3.80 cm.10 = 751. Penguk.00 m2 x 0.19 cm.23 m2 115.588 Harga/m3 266.792.385.24 7.30 m’ 7.30 m’.259.020 27.260 6.70 m’ 2.50 m’) (259.00 bh 282.45 m2 Sub Total III 2.15 =1.996.71 3.340) 64.435. Acian Pek.652.523 31.20 m3 69.744 21.31 m3 233.795 295.967 94.618.40 m’ 1.80 7. Rambu Pengaman Pek.25 m3 836.50 m’ 2.208 64.80 m2 4.38 m2 1. maka jumlah volume yang digunakan untuk masing-masing lapisan adalah sebagai berikut : .Kolom & Pondasi Pek.00 ls 47.00 m2 x 0.00 ls 2.50 m’ 130.872.00 bh 13.460 22.23 m2 836.843.878. Acian Pek Profil Kolom Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Pagar BRC T.108 22.58 m2 (259. Kol & Pondasi Pek. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Jalan L.792.359.80 m2 1.512.168.00 ttk 55.78 m2 6.053 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan adalah 2.512.200 244.052.28 m3 170. Dan Bouplank Pek.50 m’ 282.846.367.690.78 m2 233.450 5.052.50 m’ 206.Batu Belah T.23 m2 633.50 m’ 13.455 2.50 m’ 295. 15 cm Urug Lap. 2 cm Lapisan Hotmix T.996.12 cm dan lapisan hotmix 1.45 m2 602.898 282. Persiapan Pek.956 2.38 m2 1.512.45 m3 1.00 ttk 1.348 39.00 m2 IV 145.126.094 2.1 Pek.36 Jumlah Harga 300.932 204.504.03 = 225.898 396.50 m’ 15.660 11. Plest.104. Pembersihan Lapangan Pek.980 2.303.20 7.800 1.50 m’ 2. lebar 3 m dan ketebalan lapisan rata – rata untuk urug pasir sirtu 9.50 m’) 201.00 m’ 13.745 97.290 22.000 356. Air dan Listrik Kerja 4.56 cm. Dan Bouwplank Pek.70 m’ 2.848.400 324.10 m2 145.00 m2 7.690.077.10 cm Urug Lapgil Matang T.512.069.327) (25.200 40.512.2 Konstruksi Badan Jalan 640 bh 686 bh 4.50 m’ 282. Perataan dengan Buldozer Pek.485.00 ls 6.02 = 150.823 (9.383 5.096 (63.830 2.850 274.00 m2 x 0.596 2.58 m2 2. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan dan apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing volume jenis pekerjaan adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.068) 116. Persiapan Pek.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek. Pembersihan Lapangan Pek.40 m’ 434.94 m3 12.08 m3 100.483.297.483.2 Pek.

Kaibon Rasirekayasa pada tanggal 12 Desember 2005 diketahui bahwa pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004.6. 1.334.Batu Belah T.333 431.No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek. 2 cm 150.878.250.11 Harga/m3 266.432.878.447.79 255.358.004.00).60 112.45 m3 148.487. Pekerjaan yang telah dinyatakan selesai pada tanggal 16 Desember 2004 tersebut sebenarnya belum selesai 100 %.485.489.000. Keppres No.64 Lapisan Hotmix T.000.00).359.120 1.30 m’ x 3 m x 0.00 dan yang telah disetor ke Kas Negara bersamaan dengan potongan dalam SPM berupa PPN sebesar 10 % senilai Rp98.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a.75 1.992 166. 2.053 Jumlah Harga 130.01 Urug Lap. sehingga kekurangan volume setelah pengurangan pajak senilai Rp882. penyedia barang/jasa.033. 3 cm 225.359.033.016 m Volume yang digunakan 637.80 637.334.391.20 495.25 SubTotal 4.750. 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.487.166 980.292 410.00 – Rp98.374.00 (3/1000 x Rp3.45 Urug Lapgil Matang T.64 m3 113.00 (Rp980.359.25 m3 Berdasarkan hasil pengukuran atas jalan jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Volume (m3) RAB Fisik Pek.000. 3. Keppres No. Urug Pasir Sirtu T.09 m 2.374 433. 15 cm 1.10 cm 751. namun masih tedapat pekerjaan finishing berupa pengacian dan pengecatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004. b.24 148.30 m’ x 3 m x 0.359. Restu Prima Citra harus dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp11.19 cm Urug Lap.334.2 Total 4 Jumlah Kekurangan Volume Pekerjaan Selisih (m3) 489.07 m 2.301.878 Dari data di atas diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp980. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.878.36 113.126.00.850 3.56 cm Perkalian 2.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan buktibukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Urug Pasir Sirtu T. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya .80 cm Urug Lapisan Giling Matang T.01 m3 495.240 110.Batu Belah T. Dengan demikian pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian selama 3 hari kalender. yaitu sejak tanggal 20 Desember 2004 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004.12 cm Lapisan Hotmix T. Sehingga PT.800 1.021 m 2.30 m’ x 3 m x 0. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa. Hasil konfirmasi dengan Konsultan Pengawas PT. 9.30 m’ x 3 m x 0.

Sperjan/BINPAS. maka untuk setiap hari keterlambatan. 2. pelaksanaan sampai selesai 100% (serah terima I) ditetapkan 27 hari kalender sejak tanggal 24 Nopember 2004 dan berakhir tanggal 20 Desember 2004. 4.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 a.250. Kelebihan pembayaran kepada PT. 5. 2. Pasal 1 angka 4 menyebutkan bahwa Pihak Kedua mempunyai kewajiban kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan.391.pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. Proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume pekerjaan tersebut. 3.391.1. Penerimaan negara dari denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan senilai Rp11. c.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa : 1. Pihak Kedua wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan. Surat Perjanjian No. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. namun masih terdapat kelebihan panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin yang belum diperhitungkan. Proyek menganggap pekerjaan telah selesai pada tanggal 16 Desember 2004 meskipun masih terdapat sebagian pekerjaan finishing (pembersihan lokasi hasil . 2. b. PT. Pasal 7 angka 1 menyebutkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. PT.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.00 yang dapat merugikan negara. c. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya.301.000. Hal tersebut mengakibatkan harga dalam kontrak tidak kompetitif sehinggaterjadi kerugian negara sebesar Rp893.a.C. Pasal 16 angka 2 menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. Lampiran I BAB 1. menyelesaikan dan memelihara pekerjaan serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. Restu Prima Citra sebesar Rp882. 3.551. Restu Prima Citra kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek. Turunnya anggaran belanja tambahan menjelang akhir tahun anggaran.

pelaksanaan pembangunan fisik) yang dimasukkan ke dalam masa pemeliharaan pekerjaan. 3. Bogor Cisarua. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Restu Prima Citra senilai Rp882.00 untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara.kegiatan tersebut berdasarkan Berita Acara Serah Terima telah selesai dan telah dibayar dengan SPM-LS.000 15. mengingat pekerjaan tersebut dibiayai dari dana ABT yang turun pertengahan Nopember 2004. Pekerjaan finishing yang belum diselesaikan termasuk komponen biaya dalam kontrak seperti pengacian dan pengecatan yang penyelesaiannya melewati batas akhir kontrak adalah merupakan keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT.000 Pelaksanaan kegiatan . Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara.000 20. Tim BPK RI berpendapat bahwa : 1.000 19.000 9.575. .301.100. 2. Cisarua Prima Hilltop Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Lokasi Cisarua.01) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek BINPAS SDI GAN telah melaksanakan rapatrapat dengan penyediaan akomodasi dan konsumsi dilaksanakan pihak ketiga sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Evaluasi SAP Rekons.250.350.000. Bogor Cisarua. OH Nilai 11.100. Data SAP Rekons.525.000 8.00 dan denda keterlambatan senilai Rp11.Kajian Potensi PNBP Pelaksana PT. 2.100. 2. Panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin telah diukur seluruhnya dan segala kelebihan telah dimasukan dalam perhitungan.450. data BMN Rekons.000. Data SAP Penyus. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000 84. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan kepada PT. Bogor Cisarua.100. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Terdapat Ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat senilai Rp84.391. Atas komentar Pimpro. Bogor Cisarua.00 (03. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Data Base BMN Sidang Peny. Bogor Cisarua. Bogor Jumlah Selama 3 hari 3 hari 3 hari 2 hari 3 hari 2 hari Peserta 11 or 29 or 23 or 18 or 14 or 37 or Volume 33 OH 87 OH 69 OH 36 OH 42 OH 74.

2. Pasal 12 ayat (1) huruf a menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat. Bogor yang akan menambah beban pengeluaran Negara. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Keputusan Presiden No. sehingga kegiatan BINPAS dilakukan dengan fasilitas yang disewa dari pihak ketiga. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya.00. 2. Pasal 41 menyebutkan bahwa pemimpin proyek/bagian proyek bertanggung jawab baik dari segi keuangan maupun dari segi fisik atas pelaksanaan proyek/bagian proyek sebagaimana ditetapkan dalam DIP atau dokumen anggaran lainnya yang diberlakukan sebagai SKO. Memerintahkan Atasan Langsung Pemimpin Proyek untuk melakukan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. tidak mewah. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pada saat akan diselenggarakan kegiatan oleh pihak Proyek BINPAS.Pada Tahun Anggaran 2004 juga. Dari pelaksanaan Bimbingan Analisis Jabatan yang dilaksanakan di kantor pusat tersebut sebenarnya untuk rapat-rapat lainnya juga tidak perlu dilaksanakan dan menggunakan tempat di Cisarua. Proyek BINPAS telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dilaksanakan oleh Lembaga Konsultasi Kepegawaian diikuti 37 peserta yang dilaksanakan di Kantor LAPAN Pusat (ruang auditorium dan ruang rapat). . Hal tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas penyelenggaraan rapat-rapat sebesar Rp84. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. Hal tersebut disebabkan : 1. b. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian serta kurang efisien dalam pelaksanaan kegiatan proyek. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.100. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1.000. ruangan auditorium LAPAN sedang dipergunakan untuk kegiatan yang lain. efisien.

50 m’ 88.504.334 295. Pagar BRC 1.750. Pekerjaan pengawasan telah dibayar dengan SPM No.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp92.Sperjan/93/BINPAS.295. 884209Y/088/118 tanggal 23 Dsember 2004 sebesar Rp92. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.241.214.2 Pek Konstruksi Volume 693.620 2.20 m’ Jumlah Harga 43.999. konstruksi dan finishing diketahui : .3 Pekerjaan Finishing Pekerjaan Jalan L.50 m’ 15. Persiapan 3.70 m’ 133.312.00.1 Pekerjaan Persiapan 2.817.1 Pek.262 496.750.838.187 23.118.000 3. Restu Prima Citra meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.792.457 242.1 Pek. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.077.00.000.3 M 4.312.3.196 1. Berdasarkan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan No.000.414. Jangka waktu pelaksanaan pengawasan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai tanggal 20 Desember 2004.253.2 Pekerjaan Konstuksi Pek. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan PT.08) Tahun Anggaran 2004 Proyek Binpas SDI-GAN telah melakukan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT. Penyimpangan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05.813. Untuk melakukan pengawasan pekerjaan proyek telah melakukan perjanjian dengan PT.635 3. Persiapan 4. Adapun tugas pekerjaan pengawasan antara lain meliputi : 1.04) Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif (05. Restu Prima Citra yang berlokasi di Rumpin Bogor. LPN/BINPAS/BA/01/2004 tanggal 16 Desember 2004 menyebutkan bahwa prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan fisik 100 %.256 51.000 II III IV Jumlah Dibulatkan Pemeriksaan dilapangan atas hasil pelaksanaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan dengan melakukan pengukuran atas pekerjaan persiapan. kuantitas dan laju pencapaian volume/fisik.740.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Finishing Pekerjaan Arcon 2.1 Pekerjaan Persiapan 1. 3.312.365 1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Pagar BRC dan Asecories 3.688 1. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi.2 Pekerjaan Konstruksi 3.000. 2.

PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 menyebutkan : 1.60 m’ 145. Kaibon Rasirekayasa sebagai konsultan pengawas tidak melaksanakan tugas sesuai perjanjian yang disepakati dengan pihak proyek.44 cm Dari data tersebut di atas diketahui terdapat perbedaan spesifikasi dan volume jika dibandingkan dengan RAB. Batu Belah . Pemimpin Proyek BINPAS SDI GAN menjelaskan bahwa Konsultan Pengawas PT. Kaibon Rasirekayasa tidak pernah memberikan laporan tertulis adanya perbedaan volume dan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut sehingga Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja tidak tahu persis kondisi di lapangan.40 m’ 7. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pasal 11 bahwa apabila terbukti pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi Pihak Pertama. Hal tersebut disebabkan : 1. .56 cm Selisih Fisik 347.Lap. angka 7 bahwa Pihak Kedua wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya dan memberitahukan kepada Pihak Pertama tentang kelalaian yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standard ketentuan serta peraturan yang berlaku.30 m’ 7.359.31 cm 5.Lap.504. angka 1 bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Selain itu konsultan pengawas juga tidak pernah memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana atas pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi tersebut. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pemagaran dan Pembuatan Jalan Lingkungan No. Hotmix RAB 693.70 m’ 15 cm 10 cm 2 cm 3 cm Fisik 345.No 1 2 Pekerjaan Pagar BRC Jalan lingkungan .56 cm 2.60 m’ 2.Lap. Matang .12 cm) 1. Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT.20 m’ 2.12 cm 1.44 cm (0. Kaibon Rasirekayasa tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang telah disepakati dalam kontrak sehingga terdapat indikasi terjadinya kerugian negara. 2. Pasal 3 : a.69 cm 4. maka Pihak Kedua bertanggungjawab penuh atas kerugian tersebut.Urug Sirtu . Gil. PT.Sperjan/93/BINPAS. angka 2 bahwa Pihak Kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. c. b. Hal tersebut mengakibatkan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor terjadi kekurangan volume pekerjaan yang berindikasi terjadinya kerugian negara.

Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. namun konsultan pengawas masih kurang efektif. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi.2. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. 2. Menegur secara tertulis PT. 3.

48 % 18 2. Kemahalan Harga Pengadaan Pencetakan Majalah Berita 03.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.800.82 1 247.80 1.135. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.000.22 3 Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.258.00 B.872.934.917.481.823.40 2.000.00 II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1.14 113.81 2.00 atas biaya 02.01 INDERAJA sebesar Rp4.56 1 - - - 1 1 28. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Pembayaran Kontrak Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan 02.00 2.72 2 439.61 20.48 2.06 20.63 2 3 4 5 6 7 Total Temuan Pemeriksaan Nilai 8 1 65.28 Jm 19 2 NAMA OBRIK/SASARAN No JUDUL TEMUAN Kode Jumlah Anggaran Jumlah Realisasi Nilai yang diperiksa % Cakrik Jml 1 Tahun Anggaran 2003 A.00 belum dipungut 02. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.16 - 113.876.02 I 2.19 3 552.DAFTAR REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA KELOMPOK TEMUAN KETERTIBAN DAN KETAATAN Indikasi Kerugian % 9 4.16 hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman .14 0.34 0.16 ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.28 1 1 2.400.908.43 3 136. Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) Pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah 02.645.00 Tidak Berdasarkan Prestasi Fisik Pekerjaan 2 Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.76 Jml 10 Nilai 11 % 12 Jml 13 Kekurangan Penerimaan Nilai 14 % 15 Tdk dpt dipertanggungjawabkan Jml 16 1 Nilai 17 65.45 20. Kemahalan Harga Pengadaan Komputer dan Perangkatnya 03.344.890.81 97.16 2.288.000.670.00.04 98.86 0.857.000.14 0.410.16 Para Ahli LAPAN di Jerman sebesar Rp1.56 162.898.01 untuk Menunjang Kegiatan Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh minimal sebesar Rp66.

51 12 19.1 Tahun Anggaran 2004 2 3 11.65 16.15 3 .06 34.69 4 10.000.06 protokol stasiun uji terbang LAPAN.01 senilai Rp84.85 5 9. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6.16 1 6.25 0.97 7 6 8 2.481.937. di Pameungpeuk.48 0.20 12.34 2 65.713.32 1 1248.248.207.220.30 8.20 6 86.663.000.85 12 2.16 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.00 III Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) 1 Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Jumlah 05.95 0.24 11.391.249.41 12.00 belum dipungut II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1 882.250.47 85.461.570 5.82 4 2.25 91.11 1 Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat 03.52 43. perbaikan jalan 02.919.950.000.90 46.99 10 2 11 2.21 11.130.766.45 0.207.452.000.25 0.00 02.08 1 47.301.100.00 belum dipungut 2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.250.00 belum dipungut 02.20 10.85 6.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.59 0.094.06 3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.06 9 20.89 13 1 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 1 A Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa B Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.96 1 147.