BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Jl. Gatot Subroto No. 31 Telp. 5704395 Fax.

(021) 5720909 Jakarta Pusat 10210

Jakarta, Nomor : /S/V-XIII.1/ /2006 Lampiran : 1 (satu) berkas Perihal : Hasil Pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan
pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta.

Februari 2006

Kepada Yth. Kepala LAPAN Di Jakarta

Berdasarkan Undang-undang No.5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan pemeriksaan atas Anggaran Belanja Pembangunan pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Tahun Anggaran 2003 dan 2004 di Jakarta, Bogor, Bandung, dan Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan (SAP) BPK-RI Tahun 1995. Tujuan pemeriksaan adalah untuk mengetahui dan menilai apakah informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan, entitas yang diperiksa telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu, Sistem Pengendalian Intern (SPI) proyek, baik terhadap laporan keuangan maupun terhadap pengamanan atas kekayaan telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian. Lingkup pemeriksaan dilakukan terhadap tiga entitas, dengan penekanan pada kegiatan utama proyek, yaitu pengurusan dan pertanggungjawaban keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, pengendalian intern atas pelaksanaan kegiatan proyek antara lain kebijakan, perencanaan, pencatatan dan pelaporan atas seluruh kegiatan proyek, yaitu: 1. Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh (JASPRO) Cakupan pemeriksaan TA 2003 sebesar Rp2.872,04 juta atau 98,43% dari realisasi anggaran sebesar Rp2.917,81 juta atau 99,43%, 2. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp30.895,47 juta atau 97,95% dari realisasi anggaran sebesar Rp31.539,86 juta atau 97,49%, 3. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) Cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713,25juta atau 85,97% dari realisasi anggaran sebesar Rp12.461,85 juta atau 99,84%,

Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, BPK-RI berpendapat bahwa dalam pelaksanaan kegiatan terdapat kelemahan, antara lain sebagai berikut :
1. Proyek JASPRO a. Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp68.508.000,00 c. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4.890.000,00 2. Proyek BANGTELINFO a. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan b. Penetapan pelaksana pengadaan komponen dan subsistem satelit mikro dilakukan dengan penunjukan langsung dan berita acara serah terima pekerjaan bersifat formalitas c. Panitia pengadaan barang dan jasa Proyek BANGTELINFO dalam menyusun HPS/OE tidak berdasarkan analisa harga yang dikalkulasikan secara keahlian d. Terdapat pemecahan kontrak dalam pengadaan bahan-bahan untuk keperluan penelitian.

Denda senilai Rp113.135.000,00 atas keterlambatan penyelesaian pengadaan peralatan ground station belum dipungut f. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman g. Penetapan pelaksana dilakukan dengan penunjukan langsung dan terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan fasilitas pendukung ground station senilai Rp28.857.645,00 h. Terdapat kelebihan perhitungan biaya operasional pada pengadaan peralatan ground station senilai Rp162.823.670,00 3. Proyek BINPAS SDI GAN a. Panitia pengadaan pekerjaan pemagaran, peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta senilai Rp5.650.000.000,00 bekerja tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku b. Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess lapandi Yogyakarta bekerja tidak efektif dan berita acara penyerahan barang dibuat tidak sesuai dengan prestasi pekerjaan c. Pengaspalan jalan protokol di Pameungpeuk Garut dilaksanakan sebelum tersedianya anggaran dan sebelum surat perjanjian/kontrak d. Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta sebesar Rp16.950.000,00 belum dikenakan e. Denda keterlambatan konsultan pengawas senilai Rp6.250.000,00 atas pekerjaan konsultan pengawas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta belum dipungut f. Denda keterlambatan senilai Rp11.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor belum dipungut g. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.301.391,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor h. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.248.207.207,00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta i. Terdapat kemahalan harga atas pelaksanaan evaluasi Sistem Akuntansi Pemerintah dan sidang penyusunan kajian potensi komersial hasil-hasil litbang senilai Rp7.375.000,00 j. Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat maksimal senilai Rp84.100.000,00 k. Terdapat ketidakhematan senilai Rp4.600.000,00 pada pelaksanaan Diklat Analisis Jabatan l. Konsultan pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Kondisi tersebut terjadi antara lain karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif, khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana, pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. Berkenaan dengan hal-hal tersebut di atas BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diatasi, denda keterlambatan yang belum dipungut segera dipungut dan disetorkan ke kas negara, kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera dipertanggungjawabkan dengan menyetorkan kembali ke kas negara, pemimpin proyek, panitia pengadaan, panitia penerima dan pemeriksa barang serta pengawas lapangan yang lalai melaksanakan tugas diperingatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta dalam pengelolaan anggaran agar senantiasa memperhatikan aspek kehematan, efisiensi dan efektifitas. Untuk jelasnya Saudara dipersilahkan menelaah hasil pemeriksaan lengkap terlampir dan selanjutnya BPKRI mengharapkan jawaban Saudara atas penyelesaian masalah-masalah tersebut dalam waktu 60 hari sejak diterimanya hasil pemeriksaan ini. Atas perhatian serta kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

e.

Anggota/Pembina Auditorat Utama Keuangan Negara III, Hasan Bisri

Tembusan : 1. Yth. Sekretaris Utama LAPAN; 2. Yth. Inspektur LAPAN; 3. Pertinggal.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA
HASIL PEMERIKSAAN ATAS PENGELOLAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA TA 2005

Semester II

RESUME HASIL PEMERIKSAAN

Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan RI dan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, BPK-RI telah melakukan Pemeriksaan atas Pengelolaan Anggaran Belanja Pembangunan Tahun Anggaran 2003 dan 2004 pada Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Tahun Anggaran 2003, Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Tahun Anggaran 2003 dan 2004 dan Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004. Pemeriksaan bertujuan untuk menilai apakah Sistem Pengendalian Intern (SPI) entitas yang diaudit terhadap laporan keuangan dan pengamanan atas kekayaannya telah dirancang dan dilaksanakan secara memadai untuk mencapai tujuan pengendalian, informasi keuangan telah disajikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, dan entitas yang diaudit dalam melaksanakan kegiatannya telah mematuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keuangan tertentu serta memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas. Sasaran pemeriksaan diarahkan pada SPI atas pelaksanaan kegiatan proyek, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan serta prosedur pengadaan barang dan jasa, serta pelaksanaan kontrak pengadaan barang/jasa. Nilai Anggaran Proyek Tahun Anggaran 2003 dan 2004 sebesar Rp47.766.902.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp46.919.518.870,00 atau 98,23% dan telah diperiksa (cakupan pemeriksaan) sebesar Rp43.094.248.770,00 atau 91,85% dari realisasi anggaran dengan nilai temuan sebesar Rp2.952.073.713,00 atau 6,85% dari realisasi anggaran yang diperiksa. Nilai anggaran tersebut terdiri dari anggaran Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 sebesar Rp2.934.398.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp2.917.809.065,00 (99,43%)

dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp2.872.035.065,00 (98,43%) dan nilai temuan sebesar Rp136.629.800,00 atau 4,76%; anggaran Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 sebesar Rp20.898.610.000,00 telah direalisasikan sebesar Rp20.876.449.900,00 (99,89%) dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp20.288.810.000,00 (97,19%) dengan nilai temuan sebesar Rp552.160.315,00 atau 2,72% sedangkan anggaran Tahun Anggaran 2004 adalah sebesar Rp11.452.200,00 telah direalisasikan sebesar Rp10.663.407.705,00 dan cakupan pemeriksaan sebesar Rp9.220.157.705,00 (86,47%) dengan temuan ketaatan dan ketertiban (tanpa nilai); dan anggaran Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan adalah sebesar Rp12.481.694.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp12.461.852.200,00 (99,84%) dengan cakupan pemeriksaan sebesar Rp10.713.246.000,00 (85,97) dan nilai temuan sebesar Rp2.249.058.598,00 atau 20,99% dari nilai anggaran yang diperiksa. Tanpa mengurangi keberhasilan yang telah dicapai oleh Proyek-proyek tersebut, berdasarkan pemeriksaan seperti tersebut pada pokok surat ini, Tim berpendapat masih terdapat penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan sebanyak 7 temuan senilai Rp2.782.600.713,00, penyimpangan yang mengganggu azas kehematan sebanyak 3 temuan senilai Rp155.248.000,00 dan penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan sebanyak 2 temuan (tanpa nilai). Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan diuraikan berdasarkan kelompok temuan pemeriksaan pada masing-masing proyek sebagai berikut : Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1. Pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan senilai Rp65.481.800,00 terjadi pada: a. Proyek JASPRO : Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.481.800,00 b. Proyek BANGTELINFO : Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.410.908.400,00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan 2. Denda yang belum dipungut senilai Rp147.585.000,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp113.135.000,00 : Denda keterlambatan senilai Rp113.135.000,00 atas penyelesaian pengadaan peralatan Ground Station. b. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp34.450.000,00 : 1) Denda keterlambatan pekerjaan sebesar Rp16.950.000,00 dan denda keterlambatan konsultan pengawas sebesar Rp6.250.000,00 atas pekerjaan pemagaran, perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN, di Pameungpeuk, Garut dan renovasi mess LAPAN di Yogyakarta; 2) Denda keterlambatan atas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor senilai Rp11.250.000,00. 3. Kelebihan pembayaran senilai Rp2.569.533.913,00 terjadi pada : a. Proyek BANGTELINFO senilai Rp439.025.315,00 : 1) Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.857.645,00 dan kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.823.670,00 atas pekerjaan dan pengadaan peralatan dan fasilitas pendukung Ground Station. 2) Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.344.000,00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman

khususnya dalam prosedur kerja dan ketaatan pada azas/peraturan perundang-undangan yang tidak sepenuhnya dilaksanakan baik oleh para pelaksana. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Kemahalan harga/ketidakhematan senilai Rp157. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar kelemahankelemahan yang ada diperbaiki.848.000. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp84. Proyek JASPRO senilai Rp71.00 terjadi pada a. 2) Kelebihan pembayaran senilai Rp882. b.713.391.00 : Ketidakhematan dalam pelaksanaan kegiatan rapat-rapat senilai Rp84.00 : 1) Kelebihan pembayaran senilai Rp1. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN.000.00 2) Kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah berita Inderaja sebesar Rp4.130. Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) Proyek BINPAS SDI GAN : Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran. Selanjutnya kepada para pelaksana dan penanggungjawab kegiatan yang lalai dalam melaksanakan tugasnya diperingatkan secara tertulis sesuai dengan ketentuan yang berlaku.b. Kepala Auditorat III. April 2006 Plt.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.207. MH NIP.100.000. pengawas maupun penanggung jawab kegiatan penggunaan belanja. denda keterlambatan yang belum dipungut dan kelebihan pembayaran yang berindikasi merugikan keuangan negara segera ditarik untuk disetorkan ke Kas Negara.258.000.498.000. Dalam pengelolaan anggaran senantiasa memperhatikan aspek kehematan dan efektifitas.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta serta konsultan pengawas pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor tidak efektif. A Gunawan Sidauruk.00. 240001993 .00. Kelemahan dan atau penyimpangan sebesar Rp2.148.100.598.00 : 1) Kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh sebesar Rp66.937.000.508. Proyek BINPAS SDI GAN senilai Rp2. Jakarta.248.00 tersebut pada dasarnya terjadi karena pelaksanaan SPI yang tidak efektif.301.207. SH. Berkenaan dengan hal tersebut di atas.890. di Pameungpeuk.

579724X/088/188 tanggal 09 Desember 2003 sebesar Rp22.800.00.00.00 dengan rincian sbb: a. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) Terjadi pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp 65.16) Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh (JASPRO) pada Tahun Anggaran (TA) 2003 telah merealisasikan anggaran untuk keperluan : 1.000.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.00 b. Berdasarkan penjelasan dari Pemimpin Proyek dana untuk kegiatan tersebut di atas telah dialihkan untuk penyelenggaraan kegiatan yang tidak diprogramkan dalam Tahun Anggaran 2003. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis sesuai dengan SPK No.740.000. Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna.SPK/07/14A/ll/2003 tanggal 3 Pebruari 2003 kepada Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh dengan jumlah biaya sebesar Rp35.900.7101. 2.LPN/BAST/15/Yansa/XII/2003 tanggal 08 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.481.00 (02. yakni: 1.00 b. dengan rincian sbb: a.500.LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 04 Desember 2003 dengan pembayaran melalui SPM No.779.500. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp 32. karena ada penawaran dari NASDA Workshop ADEOS/ALOS dan undangan dari Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.240.578060X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 3325. Temuan Pemeriksaan Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh TA 2003 1.900. .LPN/BAST/14/Yansa/XII/2003 tanggal 03 Desember 2003 dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.5961 sebesar Rp10.00. Workshop ADEOS/ALOS yang diselenggarakan oleh NASDA (NATIONAL SPACE DEVELOPMENT AGENCY OF JAPAN) yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 11 Pebruari 2003 sesuai Surat Perintah Kerja dari Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh No.240.578060 X/088/118 tanggal 4 Desember 2003 MAK 01. Pembayaran sewa ruang rapat dan konsumsi untuk penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna sesuai SPK No.5961 sebesar Rp10.581871X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 sebesar Rp22. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.900.B.675. Hasil pemeriksaan atas dokumen pendukung kegiatan tersebut diketahui bahwa.740. kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna ternyata tidak pernah dilaksanakan dan pengadaan bahan serta uang sewa rapat yang telah dibayarkan melalui anggaran proyek seluruhnya dibuat dengan tidak benar. Anggaran telah dicairkan sebesar Rp32.00. Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis.900. Pengadaan bahan untuk kegiatan tersebut telah direalisasikan dengan SPM No.

258.00 + Rp 32.481. (Rp32. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pengeluaran anggaran untuk Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pengguna Data Modis serta Penyelenggaraan Forum Komunikasi Pengguna adalah tidak benar adanya (fiktif) dan pengalihan anggaran dilakukan tanpa seijin Ditjen Anggaran.01) Proyek JASPRO pada TA.2. Jumlah pengeluaran untuk kedua kegiatan tersebut di atas adalah sebesar Rp71. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 10 ayat (3) menyatakan pimpinan dan atau pejabat departemen/lembaga /pemerintah daerah tidak diperkenankan melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja negara untuk tujuan lain dari yang ditetapkan dalam anggaran belanja negara. Hal tersebut disebabkan Pemimpin Proyek dan Atasan langsung Pimpro Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak mentaati ketentuan yang berlaku. dengan demikian biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan anggaran yang direalisasikan sesuai SPM. kegiatan tersebut dipandang sifatnya mendadak dan memiliki nilai strategis yang tinggi serta inti dan esensi kegiatan sama dengan yang direncanakan dan tidak terjadi pergeseran dari tujuan dan sasaran kegiatan yang telah ditentukan. Atas permasalahan tersebut. Terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya untuk menunjang kegiatan pelayanan jasa dan produksi penginderaan jauh minimal sebesar Rp66.00.900. 2003 telah mengadakan barang/peralatan yang digunakan untuk menunjang pelayanan dan produksi penginderaan jauh.00.900. 2.740.096.00 (03.1. Hal tersebut mengakibatkan tidak tercapainya tujuan kegiatan yang telah direncanakan dalam Petunjuk Operasonal proyek sebagai akibat pengeluaran anggaran yang tidak direncanakan semula sebesar Rp65.000.475. Barang-barang tersebut antara lain berupa komputer (server).876.00).000.00 dengan rincian sebagai berikut : .00. komputer supllies yang dilaksanakan oleh beberapa rekanan berdasarkan Surat Pesanan Barang (SPB) yang seluruhnya seharga Rp883.Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 2.740. namun berdasarkan hasil rapat struktural. Pemimpin Proyek JASPRO menjelaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan memang tidak tercantum dalam perencanaan anggaran. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis Deputi Penginderaan Jauh sebagai pengendali dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh sebagai Pembina Harian dan Pengawas proyek serta Pemimpin Proyek untuk mentaati ketentuan yang berlaku. Expose Pemanfaatan Data Satelit Penginderaan Jauh LANDSAT dan SPOT untuk Pengelolaan DAS di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam oleh LAPAN Jakarta yang dilaksanakan di BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pada tanggal 30 Desember 2003 sesuai undangan BAPPEDA Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tanggal 27 Desember 2003 dengan jumlah biaya Rp36.800.800.021.

000.000.00 3.00 600.000.1.925.000.000.00 59.000.000.00 dengan rincian : No.475. CV.000.00 39.00 5.00 39.000.000. 14.000. 6.00 Total Harga (Rp) 49.00 570.00 425.000.5” 33 box Hard Disk 80 GB 2 buah Kertas Fotocopy A4 80 gram 86 rim Kertas Fotocopy Folio 80 gram 20 rim DVD Media 4.000.875.000.00 10.000. 5.875.00 244.00 39. Nama/Jenis Barang Server computer (Modis) Server computer (Landsat 7) Server Computer (Browse Modis) Network Disk Storage System Up to 1 Terra Byte Capasity Software Komputer Server Extron Net 9400 Sistem operasi dan software Komputer workstation GIGABIT HUB ETHERNET CARD Kabel UTP Kategori 5 Konektor Jaringan GPS GARMIN III PLUS Peripheral GPS & Software Printer Plotter HP Desigjet 100 Jumlah Jml Brg 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 set 1 unit 4 unit 2 bh 4 bh 1 rool 1 box 2 unit 1 set 1 unit Harga Satuan (Rp) 49.545. 12. CV.000.950.00 15.00 2. Nama/Jenis Barang CD-Rom 650 MB Kertas Fotocopy A4 80 gram Kertas Fotocopy Folio 80 gram Diskette HD 1.300.850.00 1.000.695.000. Palaris sesuai SPB No. 3.00 24.000.00 1. 1.000.000.000.00 Total Harga (Rp) 8.916.00 2. 5.00 6.000.000.00 1.00 3.44 MB 3.00 781.000.00 3.900.700. 2. 6.230.000.00 250.000.000.000.00 280.000.000.000.00 39.00 229.000.00 14.400.425.00 275.00 30.900.330.400.00 1.000.000.00 59.000. 10.000.500. 4.000.00 10.00 dengan rincian antara lain : No.000.000. 5.00 dengan rincian antara lain : No. Jumlah Barang DLT Cleaner 12 buah CD-Rom 650 MB 88 box Diskette HD 1.000.00 4. CV.330.900.300.000.00 175.00 2.000. Citra Komunika Aplikanusa sesuai SPB No.000.000.00 13.00 2.000. 9.00 Total Harga (Rp) 696.800.00 375.000. 4.000. 3.00 50. LPN/SPB/01/Yansa/IV/2003 tanggal 15 April 2003 senilai Rp42. 1.00 dengan rincian : .875.000.300.900.5” Toner Printer HP Laserjet 4 V Harddisk (40 GB Tinta Cartridge HP DJ 670 Black (29A) Tinta Cartridge HP DJ 670 Color (49A) Jumlah Jml Brg 4 box 10 rim 19 rim 2 box 6 buah 2 buah 6 buah 12 buah Harga Satuan (Rp) 174.825. LPN/SPB/07/Yansa/VII/2003 tanggal 10 Juli 2003 senilai Rp33.00 10.230.000. 3.900.900.000. Data Kencana sesuai SPB No.7 GB 24 buah Toner Printer Laser Jet 6L 2 buah Jumlah Nama/Jenis Barang Harga Satuan (Rp) 748.000.00 725.00 17.00 5.875. LPN/SPB/06/Yansa/VI/2003 tgl 30 Juni 2003 sebesar Rp24.000.000. PT. 8. 4.916. 15.000.00 6.00 43.170. 6. 7.000. 11.00 50.000.00 17.000.000.000. Hamparan Rizki Abadi sesuai SPB No.825.000.00 280.000.00 650. 1 2. 2.00 244.650.00 4.400.000.00 28.000. 8.000. 7.00 1. LPN/SPB/04/Yansa/V/2003 tanggal 26 Mei 2003 senilai Rp781.00 6. 7.700.00 13.000.000.000.000.976.00 114.00 30.00 280.00 28.000.000.408.448. 7.650.00 100.000.44 MB 3.00 725.896. 13.00 59.900.

00 2. Apabila harga pasar tersebut dibandingkan juga dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) harga pasar tersebut masih lebih rendah.108.450. 2.00).000.000.00 oleh PT Citra Komunika Aplikanusa dilakukan melalui proses pelelangan.00 Hasil pengadaan barang tersebut telah diterima proyek sesuai Berita Acara Serah Terima Pengadaan Barang sebagai berikut : 1.230.000. Hamparan Rizki Abadi.000. antara lain menyatakan bahwa .000. PT.000.000.000.366.108.000. sedangkan untuk pengadaan senilai Rp781. Selain itu panitia pengadaan barang/jasa juga telah melaksanakan pemilihan langsung untuk pekerjaan yang nilainya dibawah Rp50.330.000. CV.916. 4. 1 2 3 Nama/Jenis Barang CD Color Printer Komputer pengolah data Printer HP Laserjet 1000 Jumlah Jumlah Barang 1 unit 1 unit 1 unit Harga Satuan (Rp) 18.2003 dan telah dibayar dengan SPM No.00.000. No.00 12.695.545. LPN/BAST/07/Yansa/VII/2003 tanggal 18 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.330.000. LPN/BAST/01/Yansa/IV/2003 tanggal 24 April . Citra Komunika Aplikanusa. CV.000. Untuk pengadaan tersebut panitia pengadaan barang/jasa telah menyusun Harga Perkiraan Sendiri (HPS) berdasarkan pagu anggaran yang ada namun tidak didukung dengan hasil survei pasar.00 33. No. bahwa fisik barang-barang yang dibeli tersebut lengkap dan dicatat sebagai barang inventaris dan berfungsi dengan baik.00.00.(Lihat Lampiran A). LPN/BAPB/04/Yansa/2003 tanggal 20 Juni 2003 dan telah dibayar dengan SPM No.00 dengan membandingkan harga dari tiga rekanan/lebih dan diambil harga yang terendah.117226X/088/118 tanggal 11 Juli 2003 sebesar Rp24. Palaris.400. sedangkan barang yang habis pakai telah seluruhnya digunakan untuk menunjang kegiatan unit pengguna. Hal tersebut telah sesuai dengan ketentuan tentang pengadaan barang/jasa dilingkungan pemerintah. 3.000.000.LPN/BAST/05/Yansa/VII/2003 tanggal 7 Juli 2003 dan telah dibayar dengan SPM No. CV. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN: Pasal 12 ayat (1) huruf a.00.545.00 sehingga harga pasar lebih rendah sebesar Rp66. Data Kencana.00 – Rp209. Konfirmasi harga pada tanggal 15 dan 16 Desember 2005 pada beberapa toko komputer pertokoan Harco Mangga Dua Jakarta yang dilakukan secara uji petik terhadap 15 jenis barang senilai Rp275.695.115097X/088/118 tanggal 27 Juni 2003 sebesar Rp781.400.00 12. No.00 Total Harga (Rp) 18.046107X/088/118 tanggal 30 April sebesar Rp43.00 2.000.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik pada tanggal 23 dan 24 Nopember 2005 diketahui.00 yang dibandingkan dengan harga pasar diketahui senilai Rp209.No.258.450.000. No. Dalam analisa harga pasar telah memperhitungkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan keuntungan rekanan.000.366.00 (Rp275. 198445X/088/118 tanggal 23 Juli 2003 sebesar Rp33.

Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang dapat menguntungkan negara. Keseluruhan biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh pihak proyek untuk dua kali pencetakan adalah sebesar Rp60.495. Peminpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Pemimpin dalam Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat melaksanakan pembayaran kepada pihak ketiga dalam pengadaan barang/peralatan computer.990. Hal tersebut mengakibatkan terjadi kemahalan harga dalam pengadaan komputer dan perangkatnya yang diadakan oleh proyek minimal sebesar Rp66. HPS yang dibuat oleh Proyek tidak didukung data hasil survei pasar.00 : 2.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30.495. 2.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada. Atas permasalahan tersebut Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa kemahalan harga tersebut disebabkan komputer yang digunakan untuk kepentingan produksi data penginderaan jauh memiliki spesifikasi teknis yang sedikit berbeda dengan komputer yang digunakan untuk pengolahan data sebagaimana komputer biasa.258.000 eksemplar dengan biaya sebesar Rp30.495.890. Hal tersebut disebabkan 1. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan. Pencetakan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali yaitu : 1.LPN/SPB/08/YANSA/12/2003 tanggal 7 Nopember 2003 sebanyak 1.00 dan telah dibayar sesuai dengan SPM No.000. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada : 1. Dan panitia sudah melakukan survey pasar. Terjadi kemahalan harga atas pengadaan pencetakan majalah Berita Inderaja sebesar Rp4. Sawi No. 88 Jakarta Timur dengan SPB No.000. Pengawasan yang dilakukan oleh atasan Pemimpin Proyek masih lemah.69 % dari harga pasar. Arindi Sukses alamat Jl.00 ( 2 x Rp30.990.000. Edisi 4 Desember 2003 dicetak oleh CV.495. 31 Pekayon Pasar Rebo Jakarta Timur dengan Surat Pesanan Barang (SPB) No.000. 2. 3. 3. Palaris alamat Jl.00 (03.LPN/SPB/08/YANSA/VII/2003 tanggal 15 Juli 2003 sebanyak 1.000.00 ( Rp60.000 eksemplar ) .2.000.00 atau 31. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melakukan pengawasan yang lebih intensif. 199104X/088/118 tanggal 26 -07-2003 2. 2.00) dengan rincian biaya pencetakan untuk setiap eksemplar sebesar Rp30. Edisi 3 Juli 2003 dicetak oleh CV. Usaha No.01) Proyek JASPRO pada TA 2003 telah melakukan pengadaan/pencetakan Majalah Berita Inderaja.000.pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip hemat. 575934X/088/188.

100.890.000.00 ( 2. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang bekerja secara optimal.000 eksemplar x Rp25.000.500. sisanya sebanyak 24 eksemplar tidak tercatat dalam pendistribusian barang dan sebagai sisa fisik. Pengawasan oleh atasan langsung Pemimpin Proyek masih lemah.00 atau 8. 3. diterima sebanyak 1.500. 2. Berdasarkan hasil konfirmasi dan pengecekan harga di beberapa percetakan pada tanggal 13 Desember 2005 diantaranya pada percetakan Duta Copy di Jl Bendungan Hilir diketahui bahwa biaya untuk pencetakan majalah dengan spesifikasi yang sama (ongkos cetak. sehingga biaya cetak untuk 2. Majalah edisi 3 Juli 2003 diterima sebanyak 1. antara lain menyatakan bahwa pelaksanaan Anggaran Belanja Negara didasarkan atas prinsip sebagai berikut. Keppres No.000.000. Majalah edisi 4 Desember 2003. Hasil pemeriksaan atas penatausahaan majalah tersebut dan hasil pengecekan fisik pada tanggal 6 Desember 2005 diketahui hal . Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa kemahalan tersebut disebabkan Majalah Berita Inderaja merupakan media diseminasi informasi dan komunikasi dengan pengguna penginderaan jauh di seluruh Indonesia. Hal tersebut disebabkan 1. sehingga tampilan majalah diusahakan sebaik mungkin.00) dan bila ditambah pajak 10 % maka biaya tersebut menjadi Rp56.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 994 eksemplar dan sisa fisik sebanyak 6 eksemplar.hal sebagai berikut : 1. Pemimpin Proyek Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh tidak cermat dalam melaksanakan kegiatannya.00/eksemplar. Dan panitia sudah melakukan survey .00. bahan dan separasi) adalah sebesar Rp25.00 Dari data di atas diketahui bahwa biaya pencetakan yang dikeluarkan oleh proyek lebih tinggi sebesar Rp4. hemat. 2.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 9 ayat (5) menyatakan pengguna barang/jasa (Pemimpin Proyek) bertanggungjawab dari segi administrasi. keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakannya.Pencetakan majalah tersebut dimaksudkan sebagai media/alat sosialisasi produk pelayanan yang dihasilkan oleh Pusat Data Penginderaan Jauh kepada masyarakat maupun institusi sebagai pengguna produk penginderaan jauh.000 eksemplar dan telah didistribusikan kepada pembaca sebanyak 976 eksemplar. Keppres Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN Pasal 12 ayat (1) huruf a. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.7 % dari harga Pasar. tidak mewah efisien dan sesuai dengan kebutuhan. 2.890. fisik.000 eksemplar adalah sebesar Rp51.000. Hal tersebut mengakibatkan ketidakhematan atas pembayaran pencetakan majalah Berita Inderaja edisi 3 Juli 2003 dan edisi 4 Desember 2003 sebesar Rp4.

Untuk mempermudah pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis di Indonesia. dites serta dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman.1/VIII/2003 Tentang Pembentukan Tim Pengadaan Penunjukan Langsung untuk Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli . dan kesesuaian program yang ditawarkan dengan fasilitas dan kemampuan yang dimiliki. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. dikeluarkan Surat Keputusan Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa Nomor : Kep/16. Implementasi dari kerjasama tersebut adalah pembangunan satelit mikro LAPAN-TUBSAT.16) Dalam rangka pengembangan sistem satelit nasional khususnya satelit mikro. Pembayaran kontrak pengadaan jasa pendidikan dan latihan para ahli LAPAN di Jerman Tahun 2003 sebesar Rp1.pasar.1. Nusantara Duasatu Telematika) tanggal 1 Juli 2003. kemampuan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi satelit.00 tidak berdasarkan prestasi fisik pekerjaan (02. Penunjukan tersebut dituangkan dalam kesepakatan antara TUBerlin dan PT. Panitia Pengadaan Barang/Jasa untuk bekerja lebih cermat dalam penyusunan HPS sehingga diperoleh harga yang menguntungkan negara. namun harga pasaran yang tinggi masih dapat ditanggulangi dengan anggaran yang ada. keahlian yang ditawarkan kepada SDM Indonesia. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa TA 2003 dan 2004 1. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil TUBerlin di Indonesia. Nusantara Duasatu Telematika (Agreement for Appointing An Indonesian Representative Between Institute Fur Raumfahrtelektronik-Berlin And PT. Untuk itu LAPAN akan mengirim tenaga peneliti guna mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka transfer teknologi dan pembuatan satelit mikro LAPAN-TUBSAT di TU-Berlin Jerman. dimana satelit akan dirangkai. 3. Pada tanggal 5 Agustus 2003. selain karena sejarah kerjasama yang cukup lama antara LAPAN dan Jerman. Kerjasama antara LAPAN dan Republik Federasi Jerman disepakati dalam MoU (Memorandum of Understanding) yang ditandatangani pada tanggal 21 Juli 2003. 2.908. Deputi Penginderaan Jauh dan Kepala Pusat Data Penginderaan Jauh untuk melaksanakan pengawasan yang lebih intensif. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1.400. Pemimpin Proyek untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. dibangun. Lembaga yang dipilih untuk melakukan kerjasama adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) yang didasarkan pada pertimbangan masalah pembiayaan yang relatif rendah. TUBerlin telah menunjuk PT.410. LAPAN telah melakukan kerjasama dengan lembaga atau negara yang mempunyai pengalaman dan kemampuan dalam teknologi satelit. sehingga diharapkan terjadi proses alih teknologi.

00 sesuai SPM No.PT Nusantara Duasatu Telematika diwajibkan menyerahkan jaminan pelaksanaan perpanjangan waktu untuk biaya hidup dan biaya pengiriman sebesar Rp479. Pekerjaan tersebut telah diselesaikan dan diserahterimakan sesuai Berita Acara Serah Terima Nomor : BASER/1.908.500.357.763.100. 1.00. Proses penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan penunjukan langsung. 2.Test Computer . yang mempunyai masa berlaku selama 150 hari kalender. . Atas penunjukan tersebut.Nusantara Duasatu Telematika sudah bekerjasama dengan TU Berlin Jerman dalam pengadaan komponen satelit untuk perakitan satelit mikro. 420.727. . 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dan sisanya senilai Rp1. hal tersebut disebabkan PT.00 yang terdiri dari : No. Tim Pengadaan menunjuk langsung PT.410.500. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003. dibuatlah Surat Perjanjian Pekerjaan Pengadaan Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 28 Agustus 2003 dan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan Nomor : 01/SPPK/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 25 Agustus 2003 dengan harga kontrak senilai Rp1.000.00 1.00 59.278.000.278. Dari hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui sebagai berikut : 1.500. mulai tanggal 25 Agustus 2003 sampai dengan tanggal 22 Desember 2003. Berdasarkan hal tersebut.00 2. pertama untuk uang muka senilai Rp352.5/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 15 Desember 2003 dan telah dibayar lunas.000. Uraian Biaya Diklat/Training Course Fee di Jerman dengan modul: . Surat Perjanjian Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan Para Ahli LAPAN di Jerman mengalami Addendum pada tanggal 20 Desember 2003 yang menetapkan bahwa : .Biaya hidup sebesar Rp420.000.IPR (Intelectual Property Right) .LAPAN di Jerman. 3.00 untuk 6 orang engineer selama 4 bulan di Jerman dapat ditangguhkan pelaksanaannya dan jangka waktu kontrak diperpanjang sampai dengan 15 Mei 2004.635.Attitude Air Control Bearing .763.Harnessing .635.284.000.Software of Attitude Control Simulation Biaya Hidup 6 orang Engineer di Jerman selama 4 bulan Biaya Pengiriman 6 orang Engineer ke Jerman Jumlah Nilai (Rp) 1.00 dan biaya pengiriman sebesar Rp59.000.000.400.Special Computer Language .00 Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 120 hari kalender. terhitung sejak Surat Addendum ditandatangani tanggal 20 Desember 2003.00 berdasarkan SPM No. Nusantara Duasatu Telematika yang berkedudukan di Jakarta selaku agen/wakil TU-Berlin di Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan dengan SK Penetapan Pelaksana Penunjukan Langsung Nomor : 05/PTED-BTLF/VIII/2003 tanggal 21 Agustus 2003.278.

400. 2. Hal tersebut mengakibatkan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tanggal 18 Desember 2003 sebesar Rp1. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1.635.400. Dengan adanya penundaan jadwal training tersebut seharusnya nilai jaminan pelaksanaan yang diserahkan sebesar Rp1. Namun demikian. .763. Hal tersebut disebabkan : 1.5/PTEDBTLF/XII/2003 Tanggal 15 Desember 2003 yang menyatakan bahwa “seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan sesuai rencana” dibuat tidak benar dan hanya sebagai formalitas untuk mencairkan pembayaran. Pelaksanaan kontrak yang diperpanjang sampai dengan Mei 2004. dari pemeriksaan atas laporan hasil pelaksanaan kegiatan dan konfirmasi kepada beberapa engineer yang mengikuti pelatihan diketahui bahwa pelaksanakan pelatihan telah dilaksanakan sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005 sesuai dengan jadual pengiriman para engineer. dengan memperhitungkan angsuran uang muka dan kewajiban pajak.410. telah melewati batas tahun anggaran 2003.00 pada tanggal 18 Desember 2003 tidak berdasarkan pada prestasi fisik pekerjaan dan Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (sebagai syarat dilakukannya pembayaran) Nomor : BA-SER/1.000.908.278.908. 3. Penjelasan Keppres No. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 46 ayat (1) antara lain menetapkan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan pekerjaan harus selesai satu tahun anggaran. bukan sebesar Rp479.000. Pemeriksaan lebih lanjut dan konfirmasi kepada beberapa engineer diketahui bahwa pengiriman 6 orang engineer tersebut baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004 secara bergiliran.18 Tahun 2000 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah Pasal 31 ayat (2) bahwa pembayaran dilakukan atas dasar prestasi pekerjaan yang penilaiannya dilakukan dengan sistem sertifikat bulanan atau sistem termin. Tim Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa Diklat Para Ahli LAPAN di Jerman lalai dalam melaksanakan tugasnya.00 karena sampai akhir Tahun Anggaran 2003 kontrak belum dilaksanakan. secara administratif tidak dapat dipertanggungjawabkan.Addendum ini dilakukan berdasarkan adanya surat pemberitahuan perubahan jadwal dari pihak TU-Berlin tanggal 19 Desember 2003 yang merupakan hasil pertemuan antara pihak LAPAN dan TU-Berlin tanggal 17 Desember 2003 dimana TU-Berlin meminta agar pengiriman engineer permanen dimulai pada bulan Januari 2004. Seharusnya setiap pekerjaan berakhir dalam satu tahun anggaran yang bersangkutan.00 sesuai dengan nilai kontrak.00. Keppres No. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembayaran lunas kepada PT Nusantara Duasatu Telematika senilai Rp1.410.

135.000. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai Rp28. Dengan adanya perubahan jadual tersebut. 42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara beserta petunjuk teknisnya dan Keppres 18 Tahun 2000 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah.00 ( 30 % ) dan PT. 1.645. Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa tidak mematuhi ketentuan yang diatur dalam Keppres No.000. Modal konsorsium terdiri dari PT. sehingga pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika tetap dibayarkan pada bulan Desember 2003 dan pembayaran biaya training telah diserahkan pada TU-Berlin tanggal 18 Desember 2003.00 (70 %). Namun berdasarkan hasil pertemuan tanggal 17-19 Desember 2003. Inka Forindo Jaya sebesar Rp3. pihak TU-Berlin meminta penundaan pengiriman dan pelaksanaan training menjadi Januari 2004. pihak LAPAN membuat addendum dan meminta PT Nusantara Duasatu Telematika menyerahkan jaminan bank untuk biaya hidup dan pengiriman engineers.BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 senilai Rp10. 3.2.Twink Indonesia berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.085.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar menegur secara tertulis kepada: 1. Panitia Pemeriksa/Penerima Pekerjaan Pengadaan Barang/Jasa atas kesalahan penerimaan barang/jasa yang belum dilaksanakan .500.670. Hal ini disebabkan belum selesainya mempelajari CV para engineers.00.199. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.00 belum dipungut (02. Inka Forindo Jaya selaku Leader Konsorsium dengan PT. Pemimpin Proyek menjelaskan bahwa berdasarkan rencana awal pengiriman engineer akan dilaksanakan bulan September 2003 sesuai kontrak.000. 3.16) Proyek Bangtelinfo dalam TA 2003 telah melaksanakan pekerjaan pengadaan peralatan ground station untuk mendukung operasional satelit mikro yang dilaksanakan oleh PT. Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung. Atas permasalahan tersebut.823.500.00. Twink Indonesia sebesar Rp7.000.857.03/SP/PTED.2. Jangka waktu pelaksanaan selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan (17 November 2003 sampai tanggal 16 Desember 2003).03/SPPK/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 17 Nopember 2003 dan sesuai Surat Perjanjian No. Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara atas kurangnya pengawasan dan pengendalian proyek yang berada dibawah tanggungjawabnya. 2. Pimpinan Proyek atas kesalahan pembayaran yang tidak berasarkan prestasi fisik dan di masa yang akan datang agar memperhatikan ketentuan yang berlaku.285.000. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan .

07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN No. TERDIRI DARI : Transceiver Dual Band UHF/VHF Antena UHF 430-438 MHz Antena VHF 144-146 Control Rotator LNA AG 35 @ Rp8. Pelaksana pekerjaan ditetapkan berdasarkan Penunjukan Langsung Pemimpin Proyek dengan surat No.00 dan PT. 582904X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp3.MODIS and OCM Receiver .500.000 10.000 25. BA-SER/3. Instalasi & Testing Jumlah A SISTEM TT & C (TRACKING.000.RECEIVER DAN PROCESSING TERDIRI DARI 4.5 X Band TeraScan System for Acquisition and Processing of MODIS Including : . 582898X/088/118 tanggal 16 Desember 2003 senilai Rp7.569.000.000.000 25.000 45.Autotrack. 3-axis.000.00. TELEMETRY And COMMAND) UHF/VHF.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.000.000.455.Antena Control Unit .285.285.000 2 3 1 unit 1 pkt 2.000 316.000 10.000 16. Adapun pengadaan peralatan ground station tersebut meliputi pengadaan : No A 1 Nama/Jenis Barang X DAN S BAND ANTENA.500. Hasil pemeriksaan atas dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui : 1.500.000.000 Pekerjaan pengadaan peralatan ground station telah selesai dilaksanakan sesuai Berita Acara Serah Terima Pekerjaan No.000.000 9.000.000. Radome .085.000.000 10.000.000.000.00 Power Amplifier Mirage Power Supply Kabel Koaxial “Type Belden”9914”100 M” Pengolah Data “Processing Data” @ Rp22.000 35.00 kepada PT.MODIS Processing Upgrade to dual X and S Band Feed.000 945. Tim BPK-RI berpendapat .000.000.00 Modulator -Demodulator Jumlah B Jumlah A + B Satuan Harga (Rp) 1 unit 6.dengan penunjukan langsung sesuai Surat Pemimpin Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa No.000.6/PTED-BTLF/XII/2003 tanggal 5 Desember 2003 dan telah dibayar lunas sebesar Rp10.000. LNA Fasilitas Pendukung “Ground Station”.B/1278A/895/XI/2003 tanggal 3 Nopember 2003.000.199.000.000 60.000. Twink Indonesia dengan SPM No.000.000.000 25.000 B 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 2 unit 1 unit 1 unit 1 rool 2 unit 1 unit 65.969. Inka Forindo Jaya sesuai SPM No. 07/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 14 Nopember 2003 yang mengacu kepada persetujuan Kepala LAPAN sesuai Surat No.

636.863.00.866.73 40. Berdasarkan pemeriksaan fisik peralatan ground station yang berlokasi di Rumpin Bogor.72 54.99 596.40 33. Sanitasi 6.00 542.340.58 42. spesifikasi dan volume peralatan telah sesuai dengan kontrak dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya. Kusen Pintu dan Jendela 3. Pek. Pek. Atap 4.679.513.297.53 11. Struktur Lantai Atas Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1.83 34.000. Pek. Pek.900.857.733. instalasi dan testing senilai Rp945.317. Pek. Pengecatan Pekerjaan Arsitektur (Lantai Bawah) 1. Pek. Dari nilai Rp945. Pek.742.254.149. Dinding dan Plester 2. Pengecatan Pekerjaan Elektrikal 1.00 D E Harga yang tercantum dalam jenis pekerjaan untuk pekerjaan fasilitas pendukung ground station tersebut sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.bahwa penetapan pelaksana pekerjaan dengan cara penunjukan langsung tersebut tidak sesuai ketentuan karena penunjukan langsung hanya diperkenankan antara lain untuk pekerjaan yang bersifat spesifik dan darurat/mendesak.890. Elektrikal (lantai bawah) 2. Lantai 5.263.27 596.864. Pek.00 tersebut diantaranya untuk pekerjaan konstruksi bangunan 2 lantai seluas 300 m2 dengan nilai Rp596. Pek.00 1.442.400.940. arsitektur dan pekerjaan elektrikal diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan dibandingkan dengan RAB senilai Rp28.175.000.233. Pek.931. Kusen Pintu dan Jendela 3. Struktur Lantai Bawah 2.069.000.500. Pek.492.000. Elektrikal (lantai atas) Sub Jumlah Jasa Kontraktor 10 % Jumlah Dibulatkan Jumlah (Rp) 27. Dinding dan Plester 2.272. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak kurang kompetitif.81 78. Atap 4.946.900. 2. Pek. Pek.27 141.191.67 10. Lantai 5.00 23. Pek.00.000.950.000. 3.35 37. Dalam pengadaan peralatan ground station terdapat pekerjaan fasilitas pendukung ground station.000.086.44 13.360.621.480.10 21. Pemeriksaan secara uji petik di lapangan pada tanggal 2 Desember 2005 atas beberapa pekerjaan konstruksi bangunan yang terdiri dari pekerjaan struktur.00 14.900.000.645.000. dengan rincian pekerjaan sebagai berikut : No A B C Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur 1.00 9.644. Pek.000.00 dengan rincian sebagai berikut : .

494 61.4.62 m2 54.523 1.34 m2 1.452 C 75.190.2. Dinding bata 1: 3 C.375 4.846) (3.00 m2 14.2.9 Beton plat dak B.52 m3 16.084 328.81 m2 27.17 m3 15.6 Kosen pintu kayu kamper type P-5 C.29 m2 1.00 bh 2.400.7 Kosen jendela alum.75 m3) (19.1 Pek.878 19.kaca mati/rc D.94 m3 2.395.1.450.284.4 Pekerjaan tangga .Lantai keramik 20/20 cm .000) 9.1.1 Kosen pintu kayu kamper type P-2/k D.385 1.00 m3 5.2. Arsitektur (Lantai Atas) D.429.000 1.32 m3) 5.2.38 m2 417.000 1.871.35 m2 1.870 1.000 Jumlah (Rp) 2.1 Urugan tanah peninggian peil lantai C.08 m2 10.683.10 m3) 1.6 Plester & aci dinding bata 1 : 5 C. Kusen Pintu dan Jendela C.4.00 bh 7.236.000 D 5.00 bh 1.10 Pekerjaan tangga . Struktur Lantai Bawah B.374) 955.3 Kosen jendela aluminium type J-1 D.34 m3 (2.67 m2 64.334 36.00 bh 136.750.000 1.No A B Uraian Pekerjaan Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Struktur B.Screding lantai .000 1.937 78. Lantai dan tangga C.754.3 Kosen pintu kayu kamper type P-2 C.1 Kosen pintu jendela allm type PJ-1 C.2.395.00 bh 1.135 894.693 7.428 1.35 m2 12.30 m3 4.7 Kosen jendela aluminium type J-1 C.00 bh 4.8 Beton balok struktur B.2.1.000 1.000 10.000 2.2 Kusen pintu kayu kamper type P-1 C.8 Kosen jendela aluminium type BV-1 C.00 bh 14.975 3.5 Kosen jendela alum. Kaca mati/t D.482 18.13 m2 6.000 2.5 Lisplank beton Jumlah B Pek.482 17.625 1.4.85 m3 20.1 Galian tanah pondasi B.00 bh 1.00 bh 2.000 1.87 m2 3.2.500.668.740 (3.850.113.20 2.000 184.00 bh 2.1.00 m2 472.750.2.1.000 2.500.00 ls 42.2.25 m3 155.661 (3.2.40 m’ Selisih 146.65 m3 (0.4.4 Beton pondasi plat (pile cape) .09 m3 8.000 18.00 m’ 2.65 m3 (0.327.4 Kosen pintu kayu kamper type P-3 C.889 1.2.800.00 m2 1.92 m2 4.1.2 Pek.000 2.500 1.00 bh 1.906.42 m2 12.00 bh 6.075 (1.65 m2 27.19 m2 208.876 1.1 Beton kolom 35/35 cm B.500.50 m3 91.00 bh 10.084 19.4 Kosen jendela aluminium sudut D.25 m’ 1.6 Kosen jendela aluminium type BV D.Railling pipa hitam C.Pile cape 200/200 cm (type P-3) B.50 m3 8.2.869.750.099 946.400.00 bh 2.00 bh 1.96 m3 2.137 1.00 bh 1.00 bh 112.000 (78. Dinding bata 1 : 5 C.000 40.000 313.472 1.644) 8.37 m3 5.4.00 ls 32.Screeding lantai RAB 245.00 bh 2.12 Tangga control lantai dak Jumlah C Pek.40 m’) Harsat (Rp) 15.850.00 bh 2.00 m2 150.33 m2 85.00 m2 10.00 m2 40.3 Beton plat dak B.80 m3 2.415.Plester dan aci beton .2 Pek.317 61.Pile cape 250/250 cm (type P-2) .00 m2 236.50 m3 139.1.75 m’ 1.663.5 Plester & aci dinding bata 1 : 3 C.500.500.00 bh 1.1 Pek. Struktur Lantai Atas B.4 Pek.2 Kosen pintu kayu kamper type P-2/t D.75 m3 72 m’ Fisik 98.2.00 bh 2. Arsitektur (Lantai Bawah) C.105 1.00 bh 7.80 m3 6.227 1.2.03 m3 6.000 2.00 bh 6.661.00 bh 3.00 bh 2.049 967.13 m2 10.95 m3 18.76 m3 5.00 ls 39.1 Pas.75 m3 10.000 1.800.15 m3 8.64 m3 (2.865.067.2 Pek.00 bh 1.475.4.7 Lantai keramik 30/30 cm C.400.5 Kosen pintu kayu kamper type P-4 C.42 m2 5.00 bh 1.999) 2.00 bh 3.000 2.580 114.00 bh 1.850. Lantai dan tangga D.00 bh 1. Dinding dan Plester C.886 1.4 Pek.Pile cape 300/300 cm (type P-1) .76 m3 8.6 Beton Kolom 40/40 cm B.1.350 1.000 2.2.5 Lantai kerja tebal 5 cm C.27 m3 0.929.2.2.461 175.965 543.25 m3) 15.2 Pas.317 .66 m2 23.500.1.07 m2 1.504.375.000 1.007.05 m3 11.2. Kusen Pintu dan Jendela D.

00 ttk 3.00 ttk 16.000 60.207.1.043 7.1.00 bh 3.00 ttk 4.000 37.00 ttk 1.00 m’ 4.00 bh - 222.000 60.2.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.00 bh 5.2.1.14 Stop kontak E.00 ttk 4.000 150.00 ttk 3.11 Lampu baret 1 x 20 E.18 Saklar tunggal E.13 Stop kontak AC E.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.13 Stop kontak AC E.00 bh 4.1.479.500 40.00 ttk 4.2.500 142.17 Saklar seri E.500 222.00 bh 8.2.350 467.2.00 bh 16.1 Pek.2 Instalasi lampu baret 1 x 20 E.2.00 ttk 17.500 142.569.00 bh 4.00 bh 4.11 Lampu baret 1 x 20 E. Dari data pengeluaran biaya PT.000 150.00 bh 17.500 222.000 37.18 Saklar tunggal Jumlah E Jumlah Jasa Konstruksi 10 % Jumlah Kelebihan Pengurangan PPN Netto Kelebihan Pembayaran 12.793.00 bh 4.00 ttk 5.7 Instalasi stop kontak internet E.00 bh 14.00 bh 3.500 45.8 Instalasi saklar seri E.00 bh 4.000 150.645 2.000 Profit 2.293 2.12 Lampu TL balk E.00 bh 3.1.2.5 Instalasi stop kontak E.9 Instalasi saklar tunggal E.35 m2 5.00 bh 1.000 40.00 ttk 5.473.10 Lampu pijar 1 x 40 E.45 m’ 7.645 3.00 ttk 4.500 757. Harga Kontrak 6. Receiver da Processing.00 ttk 3.2.6 Instalasi stop kontak telepon E.000 40.2.00 ttk 5.00 bh 5.250 42. Elektrikal (lantai bawah) E.000 40.1.17 Saklar seri E.1.00 bh 3. Elektrikal (lantai bawah) E.000 4.000 140.250 42.00 bh 4.00 ttk 3.00 ttk 3.2.000 40.2.00 ttk 4.00 ttk 4.00 ttk 3.65 m2 7.00 ttk 14.500 40.00 bh 3.6 Instalasi stop kontak telepon E.00 ttk 17.00 ttk 17.000 140.00 bh 5.4 Instalasi stop kontak AC E.00 ttk 1.1.1.00 ttk 4.1.00 ttk 8.084 328.500 222.500 45.00 bh 3.000 140.00 bh 8.E .16 Stop kontak internet E.000 .00 bh 1.5 X Band TeraScan Antena.3 Instalasi lampu TL balk 1 x 36 watt E.2.857.000.764 31.000 28.15 Stop kontak telepon E.00 ttk 4.095.00 bh 3.Lantai keramik 20/20 cm .5 Instalasi stop kontak E.00 bh 4.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.15 Stop kontak telepon E.2.55 m’ 61.000 130.00 bh 14.7 Instalasi stop kontak internet E.00 bh 5.00 bh 4.2. 4.743.1 Instalasi lampu pijar 1 x 40 E.00 ttk 5.000 150.10 Lampu pijar 1 x 40 E.8 Instalasi saklar seri E.00 bh 4.9 Instalasi saklar tunggal E.000 180.885.00 ttk 4.000 140.00 ttk 4.000 222.788 142.14 Stop kontak E.000 450.000 180.00 bh 4.00 bh 17.2.1.16 Stop kontak internet E.12 Lampu TL balk E.480.885.Railing pipa hitam Jumlah D Pekerjaan Elektrikal E.00 ttk 3.857.00 bh 4.000 37.1.2 Pek.1.1.500 222.00 bh 17.1.764 28.00 bh 4.1.00 ttk 4.00 bh 4.00 ttk 4.500 222.000 Realisai 4.2.4 Instalasi stop kontak AC E.1.00 ttk 14.2.409 2.500 222.00 ttk 4.00 ttk 8.00 ttk 4.500 127.00 m2 13.2.00 bh 1.00 ttk 3. Inka Forindo Jaya untuk pekerjaan pengadaan peralatan ground station diketahui : No I Nama/Jenis Barang Peralatan 1.00 bh 4.000 130.00 ttk 1.1.

000 5.380) (35.000 60.000 22.101. 11.500.000.000.000 15.000. Processing data 2 unit.620.141.500) (5.000 22.422.000 2.258.702. Upgrade to dual X and BandFeed.455.250. 15.000.000.667 76.422.000.380 35.100.000) (60.000.000 875. Biaya hidup 4 orang training.000 10.Forindo Jaya.131.500. Maintenan kendaraan 4 bulan.000 10.400.000 18.000.000) (566.000 40.300. Sub Jumlah I II Pembangunan Fasilitas Gedung 1.000 5.000 16.000) (20. Operasional kantor 6 bulan. Pengelolaan Teknis. 9.000 8.00 atau 9. Instalasi. jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya 30 hari kalender atau 1 bulan dan masa pemeliharaan selama 1 bulan setelah penyerahan pekerjaan.000.000. Pengawasan Konstruksi. 14. Sewa kantor 4 bulan.000 25.000) (4. Power Supply.000 95. 15.500) (112.2.232) (280. 6.000.000.000 45. Sub Jumlah III IV Pajak – Pajak 1. 4. sehingga jumlah waktu yang dibutuhkan berdasarkan kontrak adalah selama 2 bulan.900.000 120.000 10.048.171) (654.272.000 60. 3.667) 18. 7.012. 2.000 25.000.019 Data pengeluaran biaya tersebut di atas diketahui bahwa PT. Inka Forindo Jaya memperoleh profit sebesar Rp1.285.000. PIB.000. 11. 3.700.469. Berdasarkan kontrak.965 40. 2.019. LNA.000.000 8. Biaya gaji 4 bulan.000. Konstruksi Fisik Gedung 2 lantai.300.530.141.000 1.000.406.000 596. Kendaraan operasional 4 bulan. Inka.000 14.000) (15.000.000 8.000.700.000.000 280.887) (5.003.00 yang diantaranya beberapa jenis pengeluaran waktunya melebihi waktu yang dibutuhkan sesuai kontrak.000) (875. 9.500.000. Transceiver Dual Band UHF/VHF.000) (361.150.003.911 364. Door to door Singapore ke Jakarta. 3.089 (364. Tiket Jakarta – Bangalore 4 bulan 6.150.000 8.000 361. 7.000 76. Assuransi 6 bulan.000 1.702.530.000) (28.000 30.000 144.971. Dalam data pengeluaran tersebut terdapat pengeluaran biaya operasional sebesar Rp566. Instalasi dan Testing Pem. 5. 8.000 70. Fee Marketing.000) (1.000.500. 2 unit.825. Control Rotator.000) (70.100. Perencanaan Konstruksi.887 5. Biaya transport & Penurunan Barang.258.000 1.000 20. Kabel Koaxial.000 5. Tambahan Material.000 145. 5.500.000.200. 10.000.84 % dari nilai kontrak.321.000 5.971.000 2.000 6.000 25. 10. 4.400.000 22. Sub Jumlah IV Jumlah Keseluruhan 2.000.131.000 4.000 53.101. PPN PT.000 55.000 29.702.000 41.981 1.000 18. Antena VHF 144 – 146 MHz. 4 bulan. Tranning & Site Acceptance. Twink Indonesia.321. PPN PT.000 1. LNA AG 35.000) (120.800.500. Inklaring.500.800.000.725.012.500. 3.200. Listrik.000.000 1.500. 12. 4.275.000.678.500.965) (40.422 39.000. 16. Sewa rumah 6 bulan.000 65.000 55.000 2.000 28.171 654. 2.000.000 29.000 3. 13. 8. Antena UHF 430-438 MHz.000.296.. Biaya surat menyurat. Power Amplifier Mirage.000 35.500 112.500. 13.000) (41. Modulator – Demodulator.500 5. Antena.232.750. 14.400.000.000.798. Sub Jumlah II III Biaya Operasional 1.000.000 57.000 557.000.530.171) 1.000.000 9. . jaminan dan fee. 12.000 (8.000. Telekomunikasi 6 bulan.

000.000.000 875. 2. 9.000. Operasional kantor 6 bulan. 14.000 60.00 ).400.530. jaminan dan fee.000 13. Inka Forindo Jaya.001. Sewa rumah 6 bulan.000 2.000 40.000.150. Kendaraan operasional 4 bulan.258.000 70. 13.000.000.750 4.000 28. 10.920 2.000.101. Biaya surat menyurat.000 15.971.500 112. Pemeriksaan lebih lanjut atas dokumen kontrak dan laporan konsultan pengawas PT. Door to door Singapore ke Jakarta.000 Kelebihan 60. Sehingga dengan perbedaan waktu yang dibutuhkan dalam kontrak dengan waktu realisasi pengeluaran biaya operasional PT.Sedangkan pengeluaran biaya operasional yang diperhitungkan PT. maka terjadi kelebihan biaya operasional sebesar Rp162.401.700.000 6. tidak mewah.000.000 875. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. Assuransi 6 bulan. 5. 7.135.823.000 5.710.000 35.000.750 162.400. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.131.000 13. Fee Marketing. Inka Forindo Jaya harus dikenakan denda sebesar 11%o dari nilai kontrak sebesar Rp113. Atas keterlambatan tersebut PT. .000.000 28. 12. Listrik.000.823. sedangkan pelaksanaan pekerjaan seharusnya selesai paling lambat tanggal 16 Desember 2003 sehingga terjadi keterlambatan penyelesaian pekerjaan selama 11 hari sejak tanggal 16 Desember 2003 sampai dengan tanggal 27 Desember 2003 . 6.971.000 5.000.420.670. Telekomunikasi 6 bulan. Jenis Pengeluaran Tambahan material Biaya gaji 4 bulan.003.500 5.001.000.000.965 20.00 yang merupakan kerugian Negara dengan rincian sebagai berikut : No 1. Biaya transport & Penurunan Barang.500 20.000 70.285.00 (11%o x Rp10.000 8. efisien. 15.000 27.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.000.000. Jumlah Biaya Operasional Dibutuhkan (2 bln) 8.887 112. Sewa kantor 4 bulan.258.530. Maintenan kendaraan 4 bulan Inklaring.670 5. 3.000. Pasal 12 ayat (1) a. 8.887 5.380 35.150.000 120. 4. b. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan.000 10.965 5.000 60. 11.000. menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja Negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat.000 20.000. Keppres No. Graha Manunggal Wirasembada sebagai pengawas pembangunan gedung fasilitas pendukung ground station diketahui bahwa pekerjaan fasilitas pendukung ground station selesai 100 % pada tanggal 27 Desember 2003.460 41.000 30.000 30. Inka Forindo Jaya melebihi perhitungan waktu yang dibutuhkan ( antara lain lebih dari 2 bulan).

Pasal 5 ayat (2) menyebutkan bahwa pembayaran 100 % setelah pekerjaan/penyerahan peralatan selesai 100 % yang dinyatakan dalam Berita Acara Serah Terima Pekerjaan.00= Rp113.50 dan PT. 3.847.645.a. b.857.00 apabila kelebihan pembayaran dan penerimaam denda tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dengan rincian sebagai berikut : 1. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp28.00 dan PT. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp113. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp162.101.000. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp304.500.50 ).4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.816. b.00 = Rp20. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya.823.1.1 % x Rp10. 2. Hal tersebut disebabkan : 1. Pasal 6 ayat (1) menyebutkan bahwa jika dalam jangka waktu penyerahan dalam Pasal 3 Surat Perjanjian ini dilampaui. Keputusan Presiden No.00 ( PT. c.670. penyedia barang/jasa.c.823.00 = Rp8. PT.135. 03/SP/PTED-BTLF/XI/2003 tanggal 21 Nopember 2003 : a.293. 2.C. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. . Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa. maka Pihak Kedua dikenakan denda sebesar 1 %o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dengan jumlah maksimum sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.670.00 ( 1.00. Surat Perjanjian No.351.285.00 = Rp79.857.657.315.670. Inka Forindo Jaya kurang menaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati bersama dengan pihak proyek. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah : a.00 (PT. 3.135.940.000.000. 3. Pasal 3 menyebutkan bahwa Pihak Kedua wajib menyerahkan pekerjaan tersebut kepada Pihak Pertama.00). Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp162. Inka Forindo Jaya sebesar 30 % X Rp28.976. Panitia Pemeriksa dan Penerima Pengadaan Barang/Jasa Peralatan Ground Station kurang berfungsi sebagaimana mestinya.569.194. Twink Indonesia sebesar 70 % X Rp113. 2.135. selambat-lambatnya 30 hari kalender terhitung mulai tanggal Surat Perintah Pelaksanaan Kerja dikeluarkan. Kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan senilai RP28.00 dan PT.000. Kelebihan pembayaran biaya operasional senilai Rp162. Lampiran I BAB 1.00 =Rp48.823. Penerimaan Negara dari denda keterlambatan menjadi tertunda senilai Rp113.00) dengan rincian PT.500.645. Panitia Pengadaan Barang/Jasa kurang cermat dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan oleh pihak rekanan dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku.200.645.000.857.00 = Rp33.

demodulasi dan prosessing yang mengarah pada kehandalan. 3. pengalaman dan kemampuan.4. Institusi yang diajak melakukan kerjasama dengan LAPAN adalah Technical University of Berlin (TU-Berlin) dengan pertimbangan antara lain masalah pembiayaan. akan meminta kepada pelaksana pekerjaan untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp28. Pengadaan dilakukan dengan penunjukan langsung karena pekerjaan ground station bersifat sangat spesifik yang harus memperhatikan perkembangan teknologi antena. dan proses transfer teknologi satelit yang ditawarkan kepada SDM kita lebih terbuka. Penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara LAPAN-TU Berlin dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2003 di Berlin Jerman antara pimpinan LAPAN dengan pimpinan TU Berlin.sistem kendali. 2. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pemimpin Proyek untuk lebih meningkatkan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang berada dalam tanggungjawabnya.344. 5.16) Dalam rangka mewujudkan program LAPAN terutama dalam pengembangan Satelit Mikro yang akan melibatkan teknologi tinggi maka untuk proses alih teknologi diperlukan kerjasama dengan negara yang sudah maju di bidang teknologi satelit dan telah memiliki kesepahaman dengan LAPAN. Untuk kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.760. Twink Indonesia sebesar Rp113. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.00 atas biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman (02. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. 1. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan : 1.816.857.135.000. Adapun untuk kekurangan volume pekerjaan . kerjasama antara LAPAN-Jerman telah terjalin cukup lama. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang.3. Implementasi MoU tersebut akan diwujudkan dengan pembangunan satelit . Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kekurangcermatan dalam meneliti perhitungan biaya yang diajukan rekanan dan tidak melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.00 untuk disetorkan ke Kas Negara dan foto copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Inka Forindo Jaya dan PT.645. 2. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran dan denda sebesar Rp304.00 untuk disetor ke kas negara.00 untuk disetor ke kas negara. Adanya keterlambatan penyerahan gedung fasilitas pendukung ground station TA 2003 di Rumpin akan ditarik denda keterlambatannya dari konsorsium PT. 3.00 akan ditarik dari konsorsium PT Inka Forindo Jaya dan PT Twink Indonesia untuk disetor ke kas negara.823.000.315. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara unutk menegur secara tertulis Panitia Pengadaan.

00 untuk pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman 4 orang engineer permanen dan 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan . 6. Mei 2005 Biaya hidup 4 bln melalui kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Jenis Biaya Biaya hidup : 4 bulan melalui kontrak 14 bulan melalui UYHD Biaya perjalanan : Berangkat melalui kontrak Pulang melalui UYHD Hasil pemeriksaan atas dokumen pembayaran Tahun 2003 sampai dengan 2005 diketahui sebagai berikut : 1.00/bulan melalui UYHD . Untuk merealisasikan proses alih teknologi pengembangan satelit mikro tersebut. dengan perincian sebagai berikut : No.mikro LAPAN-TUBSAT dimana satelit akan dirangkai.635.d. dibangun. Ayom Widipaminto Engineer Non Permanen (Periodik) 1. satu diantaranya dengan kontrak Nomor : 01/SP/PTED-BTLF/VIII/2003 Tanggal 28 Agustus 2003 tentang pengadaan jasa diklat para ahli LAPAN di Jerman. Nama Engineer Permanen 1. November 2004 Desember s.763. Selama pelaksanaan training setiap engineer memperoleh fasilitas berupa biaya hidup setiap bulan dan biaya tiket perjalanan pulang pergi.d. 5.500. 8. Robertus Heru Tri Harjanto 2. Nusantara Duasatu Telematika sebagai agen/wakil di Indonesia. Terdapat pembayaran kontrak kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp1.500.d.000. Minto Suwarjo 3. Gunawan S. Juli 2005 @ 3 bulan Mei s. Adapun 4 orang engineer permanen akan mengikuti training selama 18 bulan sedangkan 9 orang non permanen akan dikirim secara periodik atau bergantian selama 3 bulan masingmasing tim berjumlah 2 orang. LAPAN mengirimkan 13 engineer yang terdiri dari 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen guna mengikuti training sistem satelit mikro LAPANTUBSAT di TU Berlin Jerman dalam kurun waktu 18 bulan yang pelaksanaannya dimulai sejak bulan Februari 2004 sampai dengan Juli 2005. oleh karena itu pihak LAPAN melalui Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa (BANGTELINFO) mengadakan perjanjian dengan PT Nusantara Duasatu Telematika. 9.000. Abdul Karim 2. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet Pelaksanaan training @ 18 bulan Februari 2004 s.000. 4. Prabowo Moh. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh. dan dites dengan melibatkan para engineer LAPAN dan dipersiapkan kondisi terbangnya di Jerman. (Besarnya biaya hidup/bulan disesuaikan dengan nilai kurs Euro pada saat itu). Sedangkan untuk pengurusan hal-hal yang bersifat non teknis TU-Berlin menunjuk PT. Mohammad Mukhayadi 4. Mekanisme pemberian fasilitas dilakukan dalam dua cara. yaitu melalui kontrak Tahun 2003 untuk 6 orang engineer (4 orang permanen dan 2 orang non permanen) selama 4 bulan @ Rp17.d.d. Wahyudi Hasbi 3.00/bulan dan sisanya @ Rp25. Juli 2004 September s. Februari 2005 Maret s. 7.

760.00 dibayarkan melalui mekanisme UYHD.000.00 Biaya perjalanan pulang 4 orang engineer permanen @ Rp9. terdiri dari : 1. sedangkan biaya hidup selama 14 bulan dan tiket pulang melalui pihak Proyek Bangtelinfo (UYHD).500.00 3.000/bulan Biaya hidup 9 orang engineer non permanen selama 3 bulan sebelum dipotong PPh 15% sebesar @ Rp25.Moh.00 Hasil konfirmasi dengan salah seorang engineer permanen dan non permanen diketahui bahwa 4 orang engineer permanen mendapatkan biaya hidup selama 4 bulan dan tiket pergi melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.600.000.500. dengan rincian sebagai berikut : No 1.Daryono Restu (15 Mar– 15 Juni 05) = 77.284.000.000.Juli 04) = 77.458.500.284.000.000.00 6.00/bulan) Biaya pengiriman (pergi): +/.760. Pembayaran tersebut sesuai SPM No.00 dan biaya diklat sebesar Rp1. Padahal kegiatan baru dilaksanakan pada bulan Februari 2004. 2.545.000.469.@ Rp9.Minto Suwarjo = 77.00 1.000.278.00 5. Adapun untuk engineer non permanen mendapatkan biaya hidup @ Rp25. 177.000.760. Terdapat pembayaran biaya hidup dan biaya perjalanan pulang pergi 4 orang engineer permanen dan 9 orang engineer non permanen sebesar Rp2.280. 575501X/088/118 tanggal 19 November 2003 dibayarkan sebagai uang muka senilai Rp352.000/bulan dan biaya perjalanan pulang-pergi melalui pihak Proyek Bangtelinfo serta tidak pernah melalui PT Nusantara Duasatu Telematika.00 2.000. Yoyok Ichsan = 77. Uraian Biaya hidup 4 orang engineer permanen selama 15 bulan sebelum dipotong PPh 15% adalah @ Rp25.760.357.759.500.879.000. .100. 59.000.000.Abdul Karim (Mei . Suseno = 77.763.500.000.000.000.280.280.000.458. Uraian Biaya hidup : 4 orang engineer permanen selama 4 bulan = Rp280.908.357.500.410.000.00 2.00 9.00 4 orang engineer permanen = Rp39.520.00 2 orang engineer non permanen selama 4 bulan =Rp140.00.280.00.00 8.280.518. 2.280.00 39.Gunawan Prabowo (Sept – Nov 04) = 77.000.278.518.000. 720024X/088/118 tanggal 18 Desember 2003 senilai Rp1.Widodo Slamet =77.000.00 695.00 2.000.000.00 Biaya perjalanan pulang-pergi 9 orang engineer non permanen @ Rp19.00 2 orang engineer non permanen = Rp19.00 Jumlah Biaya Diklat Total Nilai (Rp) 420.278.00 7.000.Ade Rukmana = 77.879.00 479.00 (@ Rp17.00 dan sebagai pembayaran diklat dan biaya hidup dengan SPM No.sebesar Rp479.635. 4.280.000. dengan perincian: No 1.469.00 3.280.727.000.000.Moh.280.00 Jumlah Nilai (Rp) 1.831.Taufik Sumpeno (Des 04 – Febr 05) = 77.400.000.00 1.000/bulan.00 4.00 3.

00 tidak ditarik kembali dan disetorkan ke Kas Negara. Mukhayadi Ayom Widipaminto Seharusnya Biaya hidup : 4 bulan kontrak 14 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak Biaya pulang dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Realisasi Biaya hidup : 4 bulan kontrak 15 bulan UYHD Biaya perjalanan : Berangkat kontrak Pulang UYHD Biaya hidup 3 bln UYHD Biaya perjalanan pulang-pergi dgn UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD 3 bulan melalui UYHD Selisih Biaya Hidup : 1 bulan melalui UYHD Engineer Non Permanen (Periodik) 1. Prabowo Moh. Abdul Karim 2. Gunawan S. 8.040. 7.00. maka telah terjadi kelebihan pembayaran sebagai berikut : 1. Yoyok Ichsan Taufik Sumpeno Moh.42 Tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pasal 12 ayat (2) : Belanja atas beban anggaran belanja negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.Dari data tersebut di atas. Bendahara Proyek lalai dalam melaksanakan tugasnya. 9.584.344.000. 4. Dari pemeriksaan lebih lanjut. 6. Wahyudi Hasbi Moh. Nama Engineer Permanen Robertus Heru Tri H.000. 5. Kelebihan pembayaran biaya hidup untuk 4 orang engineer permanen selama 1 bulan (UYHD) sebesar Rp103. 2. dapat disimpulkan dalam tabel berikut : No.00 (sesuai nilai kontrak dengan PT Nusantara Duasatu Telematika). pembayaran biaya hidup 4 orang engineer permanen tersebut telah dipotong PPh 15% dan telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp15. Hal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara apabila atas kelebihan pembayaran biaya hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen sebesar Rp247.344. Hal tersebut disebabkan : 1. 1.760. Kelebihan pembayaran biaya hidup + perjalanan pergi untuk 2 orang engineer non permanen yaitu Abdul Karim dan Minto Suwarjo sebesar Rp159.000.456. 2.00. sehingga kelebihan pembayaran menjadi sebesar Rp87.000. . 4. Pemimpin Proyek tidak mematuhi ketentuan tentang pelaksanaan anggaran dan belanja negara. Hal tersebut tidak sesuai dengan Keppres No.00.000. 2.000. Suseno Ade Rukmana Daryono Restu Widodo Slamet 3 bulan melalui UYHD - Berdasarkan tabel diatas. 3. Minto Suwarjo Biaya hidup : 4 bln dgn kontrak Biaya perjalanan pergi dgn kontrak - 3. Dengan demikian keseluruhan kelebihan pembayaran yang terjadi adalah sebesar Rp247.00.

Sperjan/35/BINPAS.43/BINPAS.248.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp5. Kencana Mandiri UN sebagai konsultan pengawas pekerjaan yang bertindak untuk dan atas nama proyek . 2.05) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada LAPAN telah melaksanakan pemborongan pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess LAPAN di Yogyakarta.584. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000.00.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Pengadaan tersebut dilaksanakan dengan cara penunjukan langsung dan negosiasi harga kepada PT.344.950.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 yang selanjutnya diikat dengan Surat Perintah Pelaksanaan Pekerjaan No.000. Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.00 maupun kelebihan pembayaran kepada PT Nusantara Duasatu Telematika sebesar Rp159.760.584.207.650. Asih Silapurna berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No.000. Memerintahkan Deputi Bidang Teknologi Dirgantara untuk menarik kelebihan pembayaran sebesar Rp247.00 yang selanjutnya disetor ke kas Negara.000.207. Memerintahkan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara untuk menegur secara tertulis Panitia Pemeriksa dan Penerima Barang/Jasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan pekerjaan.000.000. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan Tahun Anggaran 2004 1.SPPK/ 36/BINPAS. Penyimpangan terhadap kriteria/peraturan yang telah ditetapkan (02) 1.00 dan PT.000. 3.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.000.00 dari masing-masing penerima sebesar Rp87.00 belum dipungut (03.3.760. Pengawasan dan pengendalian Atasan Langsung Pemimpin Proyek masih kurang. Jangka waktu pelaksanaan ditetapkan 25 hari kalender dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 18 Desember 2004. Atas permasalahan tersebut Pimpro mengakui adanya kelebihan pembayaran baik yang dilakukan oleh bendahara proyek sebesar Rp87.00 yang akan ditarik dan disetorkan ke kas negara . Untuk melakukan pengawasan dilapangan pihak proyek telah menunjuk PT. Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.1. Menegur secara tertulis Deputi Bidang Teknologi Dirgantara dan Kepala Pusat Teknologi Elektronika Dirgantara serta Pimpinan Proyek untuk lebih intensif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian proyek.

600 4.00 ls 4.500.00 m’ 1.000 645. Air Kerja Pek. Adapun pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.375.350 406.00 ls 4.000 31.4 m Cat Zynckromat Sub Total IV Perbaikan Jalan Protokol Sub Base T.80 m2 4.000 3.000 145.800.047.00 m’ 465.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004.950.000 3.000 1.600 113.928.850.335.712.000 3.50 m3 22.913.295.000 4.850.000 139.136.00 m3 550. Sperjan/63/BINPAS P.000 46.000 28.000 15.00 ttk 7.875.568.700 35.500 20.500 30.129.00 bh 1.00 m2 16.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.000 34.476.400 16.sesuai Surat Perjanjian No.500.784.370.000 44.000 12.000.550 117.00 bh 43.238.000 81.000 530.750.800.046.620.000.000 3.00 m3 7.000 77.000.6 m Pintu pipa galvanis P.000 75.00 m’ 831.5 cm Hotmix T.000 340.00 m3 2.125.500 30.40 m3 6.000.509.000 7.588.00 m3 42.600.000 479.000 15.00 m’ 1.000 161.719.446.736.00 ls Harga Sat (Rp) 350.020.00 m’ 79.600 23.000 3.000 1.000 3.240. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi Sub Total II Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Sub Total III Pek.000 8.00 m’ 1.000 195.452.000 13.376.832.00 bh 5.00 bh 1.5 m Pintu pipa galvanis P.000 297.332.225.4 cm Mobilisasi alat berat Sub Total V Volume 56.00 m’ 550.950.00 bh 332.82 m3 2.144. Pekerjaan BRC T.000 2.200 11.000 25.00 m3 415.3.00 m’ 1.950 101.000 163.203.000 211.300.00 m2 6.700 II III IV V . Persiapan Pek Direksikit Pek.00 m2 2.620.000 2.000 178.300.000 Jumlah Harga (Rp) 19.000.55 m2 1.000 4.000 31.000 27.000 64.112. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.715.000 4.769.000 30.000 400.775. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Sub Total I a.700 692.900 4.00 m2 465.950 111.000 2.657. Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.900.000 811.000 400.10 m3 50.452.000 146.20 m3 27.500 19.000 2.000 2.000.224.250.00 m’ 108.78 m3 61.000 74. 150 cm Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.509.850.547.000 26.980.000 4.000 20.000.184.950.000 25.771.19 m3 2.500 149.00 ls 4. Pekerjaan BRC T.00 m’ 305.00 bh 4.000 68.000 40.000 89.264.850.00 bh 2.000 35.

Penunjukan langsung kepada PT. pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol yang disaksikan oleh pihak proyek.129.512. dirahasiakan. 884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3. Dengan adanya penunjukan langsung tersebut harga dalam kontrak tidak kompetitif.000. diketahui terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek. Pekerjaan BRC T.00 m2 16. konstruksi dan finishing.VI Renovasi Mess Yogyakarta Sub Total VI Sub Total PPN 10 % Total Dibulatkan 331. Asih Silapurna sebesar Rp62. Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diperiksa Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Propinsi DKI Jakarta berdasarkan Surat Tugas Kepala BPKP No. bersekala kecil dan spesifik.000.390.00 ls Sub Total I 4. karena penunjukan langsung hanya diperkenankan untuk pekerjaan yang bersifat darurat/mendesak.PL/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar lunas dengan SPM No.500 47.260.520 5. konsultan pengawas dan pihak kontraktor.650.882091Y/088/118 tanggal 23 Desember 2003 sebesar Rp2.500 30.512 5.445.516.00 m’ 1. Pembersihak Lokasi Mobilisasi Material Pekerjaan Pagar BRC a.650.00 m’ II . BA/03/Binpas.464. Persiapan Pek Direksikit Pek. ST-3454/PW09/2/2005 tanggal 23 Juni 2005 selama 10 hari kerja yang berakhir tanggal 8 Juli 2005.464.000. Asih Silapurna sebagai pelaksana pekerjaan . 2.516.00 m’ Harga Satuan 350.644.000. Berdasarkan hasil pemeriksaan diketahui : 1.00 ttk 7.000.00 dan SPM No.00.528.090.500 56.500.142. Pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 9 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.136.000 Pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol tersebut telah diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No.00 m’ 6.000 2. Berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Perwakilan Propinsi DKI Jakarta No.142.620.000 12.000 7.000 Jumlah Harga 40.000.920 513.00. Tim BPK RI berpendapat penunjukan langsung tersebut tidak sesuai dengan ketentuan.00 ls 1.000.520 331. 150 cm RAB Fisik Selisih 16.00 ttk 601.00 dan telah disetorkan ke Kas Negara sesuai Surat Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak tanggal 25 Juli 2005 pada Bank BNI Kantor Cabang Gambir Sebesar Rp62. Air Kerja Pek. LAP-5170/PW09/2/2005 tanggal 31 Agustus 2005 terdapat kelebihan pembayaran kepada PT.592 5.512.00 m2 56.

39 m2) 10.000) 26.000 145.605.68 m3 3.000 76.00 m3 415.182.272. Keramik 15 x 30 5.Pas.620.00 m2 206.000 31.000 2.00 m’ 640.500 5.000) 71.10 m3 20.000 3.335.000) 6.900 4.82 m3 32.00 m’ 1.00 ls Sub Total IV 1ls 120.106.00 m3 43.05 m’ 79.80 m2 4.00 m2 2.046.509.000 98.000 4.00 bh 1.277.000 3.Mandi Belakang .78 m3 61.78 m3 108.08 m2 4.500 6.05 m’) (78.000 25.00 bh 5.132.700.00 bh 332.000 31.850.000 3.00 m2 1 ls 1 unit 110.00 bh 1.452.400 7.10 m2) 4.70 m2 4.60 m3 256.500.000 40.00 m2 224.Pas.000 4.16 m3 7.00 m2 2.00 m3 Sub Total II 550.950.525.336.715.00 m’ 1. Pekerjaan Sanitair .00 bh 1.00 m’ 108.50 m3 18.000 16.86 m3 125.756. 175 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi III Pek.00 bh 4.700 1.648.000 1.590. Pek.430 (1.509.000 71.256.17 m2 Sub Total V Total .776.19 m3 22. Pekerjaan Persiapan .00 bh 5.950.00 m2 4.Cat Exterior/Catylac 6.00 m3 42.00 m’ 2.00 m2 2.850.850.20 m3 157.80 m2 4.00 m2 704.300. Mandi Depan .56 m3 253.00 bh 444.00 bh 943.600.00 bh (3.Pas.626.00 bh 2.640) 1. 175 cm Galian Pomdasi Pondasi Umpak Beton Pagar BRC T.56 m3 - 20.20 m2 (1.40 m3 158.000 15.71 m2 14.00 m2 Sub Total III 465.00 m2 1 ls 1 unit 100.Cat dinding/Catylac .850.Poma Air Kerja 2. Paving Block 831.00 ls 4.000 IV 2.40 m3 6.160 796.500 19. Pekerjaan Insfratuktur .26 m3 2.000 23.475.600 11.856.446.973.000 98.Pas.00 m2 - (90.72 m2 348.75 m2 5.45 m3 27.950 101.180 52.36 m2 16.000 307.000.600.000 18. Keramik 20 x 20 .700. Pagar Dinding Beton Bongkar pagar lama Pondasi batu kali Sloof beton 20 x 25 cm Ring balk 20 x 20 cm Kolom praktis Pagar pilar beton Plesteran dinding Cat emulsion Pekerjaan Lain-Lain Perbaikan pagar kawat duri Pasang pagar kawat duri Cat kawat duri + tiang besi Bongkar pintu (lama) Pintu Pipa Galvanis P.960.5 m Pintu pipa galvanis P.000 679.83 m2 3.63 m3 2.000 468.Pompa Air Jerpam .428.000 16.184.00 bh 332.085. Pekerjaan Lantai Keramik .590 2.000 160.000 340.784.Lantai keramik 40x40 Ez 3.000 28.000 1.43 m3 22.456.000 (12.6 m Pintu pipa galvanis P. Pekerjaan Pengecatan .000 3.00 m’ 305.000 6.000 3.452.375. Keramik 20 x 20 .000 2.900. Pekerjaan K.000 3.600 1.000 2.950 111.00 m’ 103.00 m’ 1.009.00 m’ 111.500 149.346.000 340.000 1.00 bh 332.375.07 m3 1.00 bh 4.00 m’ 1.000 V 1 ls 9. Keramik 15 x 30 4.000.00 bh 43.000 3.452.00 m2 196.00 m2 241.00 m2 463.Pas.000) (26.800.359. Pekerjaan BRC T.84 m3 (13.150 cm Tiang Galvanis Clip + mur baut Urugan Tanah Pondasi b.000.25 m3) 9.772.000 (51.00 bh 1.Galian Pondasi Sloof Beton 15/60 cm Kolom Praktis 20 x 20 cm Plesteran & Acian Pasangan BRC T.000 4.940.00 m3 38.950.800 39.500 15.00 bh 2.000 161.000 3.600 4.00 bh) - 75.00 m2 3.861.00 bh 3.000 15.128.34 m3) 18.44 m3 50.61 m2 18.000 (105.00 m3 747.600 392.000 3.000 14.00 m3 20.00 bh - 25.000 7.54 m3 6.00 m2 420.452.000 76.4 m Cat Zynckromat Renovasi Mess Yogyakarta 1.Bak Tanki Air / 1000 lt 7.00 m’ 550.30 m2 (0.801.350 11.00 m’ 465.340.875.32 m3 38.3.00 bh 412.000 400.00 m3 83.731. K.000 2.

Berdasarkan pemeriksaan atas laporan pengawas lapangan yang tertuang dalam Buku Harian Standar Konsultan Pengawas PT.950.376.950.000.40m’.00 ) yang dapat menimbulkan kerugian Negara. Asih Silapurna harus dikenakan denda sebesar 3 %o X Rp5.568.4 cm Volume (m3) 4.00 m2 x 0.349.850.00 + Rp513.014 Jumlah Harga 297.264.000.000.142. Dengan demikian Pekerjaan Pemagaran.80 259.650.67 Harga/m3 1.133.05 m = 218. 3.000 215. . sehingga PT.516.133 513.940. Menurut jangka waktu pelaksanaan pekerjaan seharusnya pekerjaan selesai pada tanggal 18 Desember 2004.409. Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN Pameungpeuk Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta mengalami keterlambatan selama 3 (tiga) hari.00 yang harus ditarik dari PT.310. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan.000 1.700 Harga/m3 1.568.409.133 Dari data tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di LAPAN Pameungpeuk Garut serta renovasi mess di Yogyakarta tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam kontrak sehingga terdapat kekurangan volume senilai Rp1.5 cm Lapisan Hotmix T.00 = Rp16.06 m3 Jumlah Harga 297.360. Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan bukti-bukti yang sah untuk memperoleh pembayaran. Pengawas Lapangan dan Pemimpin Proyek diketahui bahwa pekerjaan baru selesai tanggal 21 Desember 2004.476.4 cm Volume (m3) RAB Fisik 218.Asih Silapurna sebesar Rp1.58 cm.723.39 Sub Total V Selisih (m3) 218.841.55 m2 x 0. Dari hasil pemeriksaan tersebut di atas diketahui terdapat kekurangan volume senilai Rp1.850.04 m = 259. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih kurang volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.5 cm Lapisan Hotmix T.310.80 116.00 dan apabila tidak ditarik dan disetor ke Kas Negara dapat menimbulkan kerugian negara.Untuk pekerjaan peningkatan jalan protokol.14 m dan tebal hotmix 3.157.014 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan 955. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a.000.00 (Rp796.00 sehingga jumlah yang harus ditarik dari PT. lebar 4.000 479.723.00 dan denda senilai Rp16. apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka dapat diketahui volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis pekerjaan .dengan rincian sebagai berikut : No 1 2 Pekerjaan Lapisan Sub Base T.349.360.00. Asih Silapurna dikurangi hasil pemeriksaan BPKP yang telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp62.265. Kencana Mandiri UN yang ditandatangani oleh 3 pihak yaitu Kontraktor.06 142.80 m3 6.590.207. Keputusan Presiden No.000 1.

Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Keppres No. maka untuk setiap hari keterlambatan Pihak Kedua wajib membiayai denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu permil) dari biaya pekerjaan/ borongan. Penunjukan langsung dilakukan karena pada saat itu LAPAN terikat oleh pelaksana pekerjaan (konsultan perencana. Kelebihan pembayaran kepada PT.C. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.207. Penerimaan negara dari denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan senilai Rp16. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan : 1.1. Lampiran I BAB I.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus. Asih Silapurna senilai Rp1.a.00 yang dapat merugikan negara. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a.b.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 Pasal 16 ayat ( 2) menyatakan jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. b.Sperjan/35/BINPAS.248. Hal tersebut mengakibatkan harga kontrak tidak kompetitif sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp1. 2. karena terbentur oleh waktu dimana Presiden RI (Megawati) akan hadir pada kegiatan uji terbang roket di Pameungpeuk dan diperintahkan untuk membenahi lingkungan yang secara fisik dalam kondisi rusak . 3. 4.00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1.265.157. Kontrak No. PT. 2.000.207. pengawas dan kontraktor) sebelum kontrak ditandatangani. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran keuangan negara dalam pengadaan barang/jasa.950. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. 2. 3.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. Asih Silapurna kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek.207. PT. Pasal 37 ayat (1) menyebutkan bahwa Menteri/Pimpinan Lembaga bertanggung jawab atas pelaksanaan pengeluaran pembangunan dilingkungan departemen/lembaga yang dipimpinnya. c. penyedia barang/jasa. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.

Perbaikan Jalan Protokol Stasiun Uji Terbang LAPAN.207. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1.207.000.Sperjan/63/BINPAS P. sebagai Konsultan Pengawas dengan cara penunjukan langsung dengan Surat Perjanjian No. Garut dan Renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta yang dikerjakan oleh PT. bukan atas biaya Proyek Binpas SDI-GAN.000. Jangka waktu pelaksanaan sejak tanggal 24 Nopember sampai dengan 20 Desember 2004 sesuai dengan Pelaksanaan Pekerjaan fisik yang akan diawasinya yaitu sebagai konsultan pengawas Pekerjaan Pemagaran. 1.06) Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya IPTEK Kedirgantaraan LAPAN Tahun Anggaran 2004 telah menunjuk PT.00 dari PT. Asih Silapurna sebagai Pelaksana Proyek berdasarkan Keputusan Pimimpin Proyek Pembinaan Kapasitas Sumberdaya IPTEK Kedirgantaraan No. proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume dan keterlambatan tersebut. di Pameungpeuk. 3.L/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggungjawabnya.43/BINPAS.250. 3. 2. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaannya.00 dan telah dibayar lunas dengan SPM.2.PL/SPPBJ/XI/2004 tanggal 23 Nopember 2004 .2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran. Dan pelaksana akhirnya minta bantuan aparat keamanan setempat (Koramil dan Polsek). Proyek mengakui pada saat pemeriksaan pasca dilapangan terjadi kekurangan volume pekerjaan. di Pameungpeuk.500. Atas kekurangan volume pekerjaan. Keterlambatan pekerjaan disebabkan adanya protes/demo dari masyarakat sekitar lokasi yang tidak setuju adanya proyek pemagaran sehingga mengganggu jalannya pekerjaan tersebut.248. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur Konsultan Pengawas PT.950.000. Kencana Mandiri U. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. biaya pekerjaan pengawasan sebesar Rp125. Untuk maksud tersebut Pimpro akan berkoordinasi dengan pelaksana untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan.00 dan denda keterlambatan senilai Rp16. Asih Silapurna untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara.00 belum dipungut (02. perbaikan jalan protokol stasiun uji terbang LAPAN.N. No. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran senilai Rp1. Atas komentar Pemimpin Proyek Tim BPK-RI berpendapat bahwa perbaikan mess LAPAN di Pameungpeuk Garut merupakan pekerjaan yang dibiayai dari Proyek Bangtelinfo Rancabungur Bogor. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6. akan tetapi disisi lain terdapat pekerjaan tambahan diantaranya perbaikan mes LAPAN di Pameungpeuk Garut.884195Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004.

00 senilai Rp 479.00 1. Pompa air Jet Pump dengan harga Rp6. a.264. Kloset Jongkok merk Toto seharga Rp 1. Bak tangki air kapasitas 1 m3 Ex.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dan Surat Perjanjian Kontrak No. Pembuatan Pompa Air Kerja sesuai informasi yang dapat dipercaya tidak dilaksanakan karena telah ada sumur tua yang sudah ada dan sampai sekarang masih berfungsi dengan baik dan layak minum sehingga kelebihan bayar pada rekanan sebesar Rp3. luas 4. Adapun perbedaan volume yang signifikan dan tidak dilaporkan oleh konsultan pengawas kepada proyek antara lain adalah sebagaiberikut : PEKERJAAN Sloof beton Pagar BRC 150cm. namun PT.Sperjan/35/BINPAS.000.144. Pekerjaan Lapisan Hotmik dilaksanakan 142.000 FISIK Jumlah volume = 256.000.00 2.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004. Berdasarkan pemeriksaan atas dokumen kontrak dan dokumen pendukung lainnya serta hasil pemeriksaan fisik dilapangan diketahui : 1.00 Sesuai RAB : 1.376 m2 senilai Rp297.423.950.00 senilai Rp263.000.000/m3 dengan nilai keseluruhan Rp 1.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Renovasi Mess di Yogyakarta. Pompa air hasil cek fisik merk Panasonik GP 125 JB harga dipasaran sebesar Rp290.06 m3 @ Rp1.000.224.00 + keuntungan pemborong 10%=Rp85. Lapisan Hotmik Volume 259.700.00 1.014. Asih Silapurna tidak sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak yaitu adanya perbedaan volume dan spesifikasi barang.000.N. Konsultan Pengawas dalam melaksanakan pekerjaannya tidak efektif. Pameungpeuk Garut Peningkatan Jalan Protokol Pameungpeuk Garut KONTRAK Jumlah Volume 415 M3 @ Rp2.39m3 @ Rp1850.000. 1.000. Plipper + Asessories +/Rp1.SPPK/36/BINPAS.250.681. Lapisan Sub Base dengan ketebalan 5 cm. sehingga kekurangan volume maupun mutu hasil pekerjaan tidak segera diketahui secara dini oleh pihak proyek untuk dilakukan perbaikan maupun teguran kepada kontraktor.00 mengakibatkan mutu barang berkurang dan kelebihan bayar sebesar Rp515.600.000. Terdapat pekerjaan yang dilaksanakan PT.000.32 m3 @ Rp2.000.00 2.000. sebagai konsultan pengawas tidak pernah memberikan laporan tertulis maupun lisan kepada Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja. Plipper + Asessories 1 unit ditukar dengan kapasitas air 500 Lt. Pembuatan Pompa Air Kerja senilai Rp 3.000.000.00 ditambaha keuntungan pembrongan 10% = Rp29.450.00 dengan nilai keseluruhan Rp756.00 3.00 4.No.00 Ex.00 .493. harga pasaran Rp470.600. Pekerjaan Lapisan Sub Base tidak dikerjakan oleh kontraktor sehingga kurang volume. 2.00 ditambah keuntungan pemborong Rp100. 2.00 3.00.000.000. Hasil cek fisik closet duduk dengan merk INA harga dipasaran sebesar Rp 850. Kencana Mandiri U.850.000.568.000.014.00 sehingga kelebihan bayar sebesar Rp 5.000.950.

Kencana Mandiri UN harus dikenakan denda maksimal sebesar 5 % dari harga kontrak atau senilai Rp6.PL/XII/2004 tgl.000.00). Asih Silapurna berdasarkan Berita Acara Penyerahan Barang (BAPB) No. dengan dasar BAPB tersebut PT.800.884189Y/088/118 tanggal 23 Desember 2004 sebesar Rp3. b. 2. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas.000.Sperjan/63/INPAS. PT. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga . Pasal 3 : a.700. Ayat (1) menyatakan bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan. Dari uraian tersebut di atas menggambarkan bahwa PT.000.500.00 sedangkan secara fisik prestasi pekerjaan tersebut belum mencapai 100% hal tersebut dilihat dari buku harian yang dibuat oleh PT. 2. Asih Silapurna mengajukan tagihan pembayaran dan telah dibayar dengan SPM No.00 Rp1. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT.00 (5 % X Rp125. b.00 Dengan kejadian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Kontraktor Pengawas tidak melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tangggungjawab dan kewajiban yang telah di tandatangani dalam surat perjanjian.000. b. Plipper + Asessories 1 unit senilai Rp 2.PL/ I/2004 tnggal 24 Nopember 2004 : 1. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas telah menyalahgunakan wewenang yang dipercayakan dengan cara memanipulasi data guna kepentingan pribadi dan orang lain serta tidak menjalankan kewajibannya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. kuantitas dan laju pencapaian volume /relisasi fisik.250.03/Binpas. c. Pasal 1 angka 2 menyebutkan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua sebagaimana yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) : a. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Kencana Mandiri UN sebagai Konsultan Pengawas tidak menyerahkan sebagian hasil pekerjaan pengawasannya berupa Laporan Harian. Dengan demikian PT.000. Mingguan dan Bulanan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 20 Desember 2004 dan sampai dengan saat pemeriksaan BPK berakhir tanggal 30 Desember 2005 belum menyerahkan laporan-laporan tersebut sehingga terjadi keterlambatan selama 1 tahun lebih.390. Asih Silapurna selesai dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2004. Pembayaran Tahap II kepada PT. Hal tersebut tidak sesuai dengan Surat Perjanjian/Kontrak No. Ayat (2) menyatakan bahwa pihak kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan.4.000. Bak tanki air kapasitas 1 m3 Ex. 16 Desember 2004 yang dibuat oleh Konsultan pengawas menyatakan bahwa prestasi pekerjaan telah selesai 100%.

) yang menyatakan bahwa Hasil Pekerjaan Pengawasan disamping harus sesuai dengan KAK dan juga harus diserahkan kepada Pihak Pertama minimal lima yang masing masing diantaranya terdiri atas Buku Harian.00 menjadi tertunda. Pasal 11 ayat (2) menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 5 perjanjian ini. 3. Kencana Mandiri UN diberikan sanksi dengan jangka waktu tertentu tidak diberi pekerjaan di lingkungan LAPAN serta menarik denda keterlambatan sebesar Rp6. Pasal 4 ayat (1. copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI.000. 4. Terhadap denda keterlambatan pihak proyek akan berkoordinasi dengan konsultan pengawas untuk menyelesaikan keterlambatan pekerjaan tersebut. 2. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kurangnya pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek sehingga menimbulkan kerugian negara.250. Penerimaan negara dari denda keterlambatan senilai Rp6. Hal tersebut disebabkan : 1. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Pihak Kedua wajib membayar denda 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan dan ayat (3) menyatakan bahwa jumlah maksimum denda kumulatif ayat (1) dan (2) Pasal ini ditetapkan sebesar 5 % (lima prosen) dari jumlah biaya pekerjaan pemborongan. 3. namun konsultan pengawas masih kurang efektif.pelaksanaan Pekerjaan Pengawasan sesuai dengan KAK ketentuan yang berlaku. maka untuk setiap hari keterlambatan. . Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT. 2.250. Pemimpin Proyek tidak dapat mengetahui secara dini perkembangan fisik dilapangan sehingga tidak dapat mengambil keputusan secara cepat untuk mengambil tindakan perbaikan.00 untuk disetor ke Kas Negara. Laporan Mingguan dan Bulanan sebagai resume Laporan harian. Kencana Mandiri UN atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan pekerjaan dan kepada PT. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi.000. Hal tersebut mengakibatkan : 1. Konsultan Pengawas PT. Kencana Mandiri UN tidak melaksakan tugasnya sesuai yang diperjanjikan dalam surat perjanjian/kontrak. 3. Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan.

150 cm 693.276 59.583.788 20.908.Pek. Sperjan/93/BINPAS.00 m2 .875 356.192. Jangka waktu pelaksanaan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai dengan tanggal 20 Desember 2004. Penetapan pelaksana pekerjaan dilakukan dengan cara penunjukan langsung dengan negosiasi harga.196 51.712.2 Pekerjaan Finishing .196 II Pek. Pagar BRC 1.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp3. Pembersihan Lapangan 693.253.Pek.256 51.1 Pekerjaan Persiapan 24.Pek.Pek.172 496.74 m2 .20 m’ .Pek Kolom 25/25 T.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan tugas melakukan pengendalian pekerjaan yang terdiri atas kegiatan pengawasan.91 m3 .88 m3 .875 43.356 27. Cat Kolom & Pondasi 1. Sperjan/BINPAS.118.055 10.391.10 m’ .307 68.250.2 Pekerjaan Konstruksi .869.301.632.992.3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.688 11.898 396.997 95.000.Pek Ornamen Kepala Pagar 247.720.499 4.847.694.964.064.20 m’ .564.108 22.532 158. Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan (BINPAS SDI GAN) pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah melaksanakan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di LAPAN Rumpin Bogor yang dilaksanakan oleh PT.660 11.74 m2 .847.208 138. pengujian dan pengkoreksian.847.596 5.687 6.485.74 m2 Sub Total 1.496 41.Pek.451 40.16) Dalam Tahun Anggaran 2004.Pek Direksikit 693.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.3 Pekerjaan Arcon .295.000.761 Jumlah Harga (Rp) 7.204.1 1.24 m3 .Pek.Pekerjaan Batu Kosong 110.693 5.295.Pek. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan tersebut meliputi : No I Jenis Pekerjaan Volume Harga Satuan (Rp) 299. Air dan Listrik Kerja Sub Total 1.450 21. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No. Untuk melakukan pengawasan di lapangan pihak proyek telah menunjuk PT.2 30.471.161 22.00. Plesteran Kol & Pondasi 1.200 47.750.140 14. Penguk dan bouplank 485.Pek. Acian 1. Restu Prima Citra dengan Surat Perjanjian No.000.32 m3 .00 bh . Galian Tanah Pondasi 1.Pek Profil Kolom 1.094 2.Pek Pagar BRC T.00 ls .1.992.262 39. Pondasi Batu Kali 400.00 belum dipungut (02.20 m’ Sub Total 1.

457 16.389 133.948.874 11.155.690.3 M 4.750.148.504.108 22.249.70 m’ .17 m3 . Perataan dengan Buldozer 2.254.997 52.532. Cat Kolom & Pondasi 836.932 204.23 m2 Sub Total 3.1 Pek.160.Pek.Pek Kolom 25/25 T. Penguk.187 23. Galian Tanah Pondasi 206.Pek Kolom Arcon T. Pagar BRC dan Asecories 3.400 324.000 15.512.206. Urug Pasir Sirtu T.00 m2 .Pek. Rambu Pengaman 1.813.Urug Lap.Pek.552 .660 11.Pek.125 11.168.809 8.688 III IV Sub Total 2.70 m’ .Pekerjaan Batu Kosong 47. & Bouplank . Pembersihan Lapangan 295.838.513 128.65 m3 .180 37. Pondasi Batu Kali 170.Pek. Dan Bouplank 295. Persiapan 2.Pek.996.869.745 97.493 16.776 25.Pek.423 35.200 40.256 438.125 88.792.441.504.854. Pembersihan Lapangan . Batu Kosong 286.414.365.660 11.975 18.00 m2 .00 m2 .761 6.596 2.561.50 m’ .823 102.471.3 Pekerjaan Jalan L.999.035.704.389 39.Pek.241.Pek.450 21.Lapisan Hotmix T.Urug Lap.1 2.744 21.200 244.Pek.064 28.75 m3 1.50 m’ 1.674.23 m2 . Acian 4.315 43.3 Pekerjaan Finishing .827 16.682 1. Air dan Listrik Kerja Sub Total 4.38 m2 .196 60.1 4.950 175.Pek. 150 cm 295.024.281 410.00 ttk . 3 cm 7.020 27.Pek.483.Pek.512.000 3.Pek.588 1. Air dan Listrik Kerja 1.910 242.50 m’ Sub Total 2.127 67.874.Pek.Pek.562 44.512 m2 .365 300.50 m’ .347.Pek.367. Penguk.2 Pekerjaan Konstruksi . Pembersihan Lapangan 7.898 282. 15 cm 7.1 Pekerjaan Persiapan .000.1 3.00 bh .2. Konstruksi Badan Jalan .208 64.50 m’ 1.077.094 201.Pek Ornamen Kepala Pagar 130.237.000 6.Pek.640 106.10 cm 7.2 Pek.Batu Belah T.825.975 6.312.108 22.38 m2 .1 Pek. Pondasi Batu Kali 1.214.094 2.00 ls . Air dan Listrik Kerja 1.80 m3 .2 16.171 5.817. Persiapan .2 Pekerjaan Konstuksi .740.011 52.Giling Matang T.905.Pek. Kawat Duri 1.596 11. Pagar Arcon 1.Pek.972 9. Penguk.620 23.593.214.410 4.512.996.249.749 334.671.898 396.483.625 37. Dan Bouwplank 55.85 m3 .00 ls 6.Pek Plesteran Kolom & Pondasi 4.00 ls Sub Total 3.Pek.512 m2 Sub Total 4.28 m3 .2 3.620 16. Galian Tanah Pondasi .290 22.284.352.108 93.2 Total Dibulatkan 356.Pek.334 1.898 396.Pek Pagar BRC T. Plesteran Kol & Pondasi 836.2 Pek.25 m3 .Pek.287.104.950 43.836.50 m’ .450 5.750.275 cm 640 bh .690.450 21.Pek Profil Kolom 633.792.792.635 3.792.460 22.072 2. Acian 836.50 m’ Sub Total 3.23 m2 .50 m’ . 2 cm 7.000 356.358.

982 20.094 (14.204. Batu Kosong Pek.254.00 m2 340 m’ 340 m’ 244.20 m3 818.792. harga item per jenis pekerjaan sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 %.00 bh 347.17 m3 328.75 m3 1. kontraktor dan konsultan pengawas diketahui bahwa terdapat beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB yaitu : No I Jenis Pekerjaan Pek.818.16 m3 (41.683 48.000.00 ls II (259.200 47.00.161 22. Penguk.208 138.50 m’) (259.519.00 m2 693.00 m’ 2.052.847.485.20 m’ 345.040 12.60 m’ 353. & Bouplank Pek. 150 cm Pekerjaan Finishing Pek.333.51 m3 316.30 m’ 1.094 2.01 m3 356.450 21.108 22.883213Y/088/118 tanggal 20 Desember 2004 sebesar Rp3.74 m2 247.1 Pekerjaan Persiapan Pek Direksikit Pembersihak Lapangan Penguk dan bouplank Galian Tanah Pondasi Air dan Listrik Kerja 1. konstruksi dan finishing yang disaksikan oleh pihak proyek.1 Pekerjaan Persiapan Pek.322.88 m3 1.992.000.68 m 1.40 m3 84.91 m3 400.55 m’) - 6.50 m’) (58. 878705Y/088/118 tanggal 8 Desember 2004 sebesar Rp750.805.80 m3 1.278.000.908 11.74 m2 1.634 23.00 ls 2.32 m3 677.596 11.687 6.15 m3 25. Pembersihan Lapangan Pek.542 (1.875 356.2 Pek.LPN/BINPAS/BA/02/XII/2004 tanggal 16 Desember 2004 dan telah dibayar dengan Surat Perintah Membayar (SPM) No.00 bh 1.847.660 11.035.451 40.847.477. 2.50 m’ 1. Air dan Listrik Kerja 2.792.673.17 m3 5.74 m2 818.00 m2 Sub Total I 1.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.00 ls 54.029.10 m’ 693.029.Kol & Pondasi Pek.24 m3 1.463.74 m2 1. Pagar BRC 1.168.029.20 m’ 240. Pondasi Batu Kali RAB Fisik Selisih Harga Satuan 299.00 m’ 1.077.455.20 m’ 24.125 286.596 5.32 m3 30.088 5.898 396.233.20 m’ 485.137.346 5.546 28.60 m’ 1.108 22.356 27. Restu Prima Citra. Berdasarkan pemeriksaan dokumen kontrak dan pendukungnya diketahui bahwa : 1.306 125.257 45.996) - 24.52 m3) 358.249.612 335.140 7.752. Galian Tanah Pondasi Pek.50 m’ 1.00 m2 140.00 ls 110.586.44 m3 56. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.533. Pekerjaan pemagaran dan jalan lingkungan tersebut telah selesai dilaksanakan dan diserahkan sesuai Berita Acara Serah Terima No.313.80 m3 1.613 .450 21.00 dan SPM No. Hasil pemeriksaan fisik di lapangan tanggal 2 Desember 2005 atas pekerjaan persiapan.052. Penetapan pelaksana dengan penunjukan langsung.000. Acian Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Profil Kolom Pek Pagar BRC T.092.405) 141.775) (5.00 m2 818. Tim BPK-RI berpendapat bahwa penunjukan langsung tersebut tidak dapat dibenarkan karena pekerjaan tersebut tidak bersifat spesifik dan mendesak/darurat sehingga hal tersebut bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.898 396.00 bh 1.526) (1.74 m2 1.90 m’ 347. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Arcon 2.74 m2 107.432.000.761 Nilai Selisih 2.2 Pekerjaan Konstuksi Pek. Ples.Berdasarkan Rencana Anggaran Biaya PT.20 m’ 693.20 m’ 353.

053 Berdasarkan hasil pengukuran jalan diketahui bahwa panjang jalan adalah 2.03 = 225.435.80 cm.660 11.10 = 751.208 64.627 7.24 7.70 m’ 2.846.00 ls 2.512.30 m’ 55.50 m’) (259.94 m3 602. Acian Pek Profil Kolom Pek Ornamen Kepala Pagar Pek Pagar BRC T.40 m’ 1. Pondasi Batu Kali Pek Kolom 25/25 T.45 m2 602.383 5.385.65 m3 16.690.052.15 =1.08 m3 100.512.78 m2 633.38 m2 1.996.389 22.36 Jumlah Harga 300.19 cm.00 bh) 2. Air dan Listrik Kerja 4.890.792 836.400 324.50 m’) 201.00 ttk 1.470 3.78 m2 6.640.70 m’ 2.303.206.23 m2 836.00 m’ Sub Total II (46.1 7.00 m2 x 0.200 40.104.795 295.40 m3 45.1 Pek. 150 cm 3.3 Pekerjaan Finishing Pek.00 bh 282.846.340) 64.455 2.00 m’ 233. Kol & Pondasi Pek. Plest.80 m2 4.50 m’ 295.792.809 973.58 m2 (259.096 (63.872.58 m2 2.200 244. Penguk.50 m’ 282.000 356.745 97.275 cm Pek Ples.493. 15 cm Urug Lap.10 cm Urug Lapgil Matang T.56 cm.956 2.489.00 m2 x 0.80 7.00 m2 x 0.336 25. Persiapan Pek.00 ls 6.50 m’ 2. 2 cm Lapisan Hotmix T.512.23 m2 115.504.45 m3 1.3 M 4.983. Pembersihan Lapangan Pek.Pek Kolom Arcon T.38 m2 1.830 2.375 937.2 Pek. lebar 3 m dan ketebalan lapisan rata – rata untuk urug pasir sirtu 9.450 21.483.512.108 22.511.25 m3 836.00 m2 IV 145.260 6. Pembersihan Lapangan Pek. Persiapan Pek.878.898 282.00 ls Sub Total 4.80 m2 1.00 bh 13. BRC dan Asecories 3.02 = 150.85 m3 1.898 396.460 22.077.588 Harga/m3 266.485.512. Pagar Arcon Pek. Urug Pasir Sirtu T.843.50 m’ 130.069.78 m2 233.94 m3 12.40 m’ 434.20 7.00 ttk 55.389 Dalam pekerjaan konstruksi badan jalan. satuan yang digunakan adalah luas dan ketebalan masing-masing lapisan dan apabila luas dan ketebalan tersebut dikonversikan ke dalam volume dengan satuan m3 maka volume dan harga yang dibutuhkan untuk masing-masing volume jenis pekerjaan adalah sebagai berikut : No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek. Cat Kolom & Pondasi Pekerjaan Jalan L.00 m2 7.50 m’ 2.690.71 3.348 39.108 93. Rambu Pengaman Pek.792.30 m’ 7.23 m2 602. Penguk.980 2.00 ls 47.483. Air dan Listrik Kerja 3.00 m’ 1.652.471.823 (9.359.103 16.967 94.120 1.1 Pek.671.90 m2 2.50 m’ 203.50 m’ 206.827 16.367.259.2 Konstruksi Badan Jalan 640 bh 686 bh 4.00 bh 295.297. Kawat Duri III Pek.848.12 cm dan lapisan hotmix 1.20 m3 69.290 22.596 2.Batu Belah T.068) 116.126.450 5. maka jumlah volume yang digunakan untuk masing-masing lapisan adalah sebagai berikut : .052.327) (25.404 77.359.50 m’ 15. urug lapisan giling matang 2.45 m2 Sub Total III 2.843.504.50 m’ 13. Perataan dengan Buldozer Pek. Dan Bouplank Pek.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Batu Kosong Pek.020 27.523 31.23 m2 633.30 m’.932 204. urug lapisan batu belah 6.00 m’ 13.761 83.800 1.Kolom & Pondasi Pek.28 m3 170.00 m2 x 0.333 431. Dan Bouwplank Pek.31 m3 233.359. Acian Pek.000 742.744 21.094 2.00 m’ 3.996. Galian Tanah Pondasi Pek.10 m2 145.660 11.749 334.618.168.512.850 274. 3 cm Volume (m3) 7.50 m’ 282.

334.489.359.120 1.00). Urug Pasir Sirtu T.333 431.487.11 Harga/m3 266.10 cm 751.20 495.359.24 148. Keppres No. Pasal 1 angka 17 menyebutkan bahwa kontrak adalah perikatan antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa.01 Urug Lap. Keppres No.6.487.45 m3 148.485. 3 cm 225.992 166.359. Dengan demikian pekerjaan tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian selama 3 hari kalender. penyedia barang/jasa. Sehingga PT. 2 cm 150. yaitu sejak tanggal 20 Desember 2004 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004.80 cm Urug Lapisan Giling Matang T. Kaibon Rasirekayasa pada tanggal 12 Desember 2005 diketahui bahwa pekerjaan telah selesai dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2004.447.25 m3 Berdasarkan hasil pengukuran atas jalan jika dibandingkan dengan RAB terdapat selisih volume pekerjaan sebagai berikut : No 1 2 3 4 Volume (m3) RAB Fisik Pek.800 1.292 410. Pasal 5 huruf f menyebutkan bahwa pengguna barang/jasa.12 cm Lapisan Hotmix T. dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika menghindari dan mencegah terjadinya .07 m 2.01 m3 495.878 Dari data di atas diketahui terdapat kekurangan volume pekerjaan senilai Rp980.00 (Rp980.033.240 110. 2.00).374 433.30 m’ x 3 m x 0.250.000.30 m’ x 3 m x 0.64 Lapisan Hotmix T.878.09 m 2.64 m3 113.No 1 2 3 4 Pekerjaan Pek.30 m’ x 3 m x 0. b.359.00 dan yang telah disetor ke Kas Negara bersamaan dengan potongan dalam SPM berupa PPN sebesar 10 % senilai Rp98.374. Restu Prima Citra harus dikenakan denda keterlambatan sebesar Rp11.750.42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : Pasal 12 ayat (2) menyebutkan bahwa belanja atas beban anggaran belanja Negara dilakukan berdasarkan atas hak dan buktibukti yang sah untuk memperoleh pembayaran.2 Total 4 Jumlah Kekurangan Volume Pekerjaan Selisih (m3) 489.301. 3. 15 cm 1.19 cm Urug Lap.021 m 2.391.053 Jumlah Harga 130.166 980.Batu Belah T.79 255.45 Urug Lapgil Matang T.75 1.126.60 112.00 (3/1000 x Rp3.000. namun masih tedapat pekerjaan finishing berupa pengacian dan pengecatan yang dilaksanakan pada tanggal 17 sampai dengan tanggal 23 Desember 2004.36 113. Urug Pasir Sirtu T.033.30 m’ x 3 m x 0.016 m Volume yang digunakan 637. sehingga kekurangan volume setelah pengurangan pajak senilai Rp882.432.004.878.334.358.000.80 637. 1.25 SubTotal 4.56 cm Perkalian 2. Hal tersebut tidak sesuai dengan : 1. 9.80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah menyebutkan : a. 2.00.334.878. Hasil konfirmasi dengan Konsultan Pengawas PT. Pekerjaan yang telah dinyatakan selesai pada tanggal 16 Desember 2004 tersebut sebenarnya belum selesai 100 %.Batu Belah T.00 – Rp98.850 3.

00 menjadi tertunda Hal tersebut disebabkan : 1.pemborosan dan kebocoran keuangan Negara dalam pengadaan barang/jasa. 3. maka untuk setiap hari keterlambatan. Pihak Kedua wajib membayar denda keterlambatan sebesar 1 %o (satu perseribu) dari biaya pekerjaan borongan.C.391. Penerimaan negara dari denda keterlambatan pelaksanaan pekerjaan senilai Rp11. 2. Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya.00 dengan rincian sebagai berikut : 1. Pasal 7 angka 1 menyebutkan bahwa jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. 4. Turunnya anggaran belanja tambahan menjelang akhir tahun anggaran.PL/21/K/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 a.1.4) menyatakan penunjukan langsung dapat dilaksanakan dalam hal memenuhi kriteria keadaan tertentu dan pengadaan barang/jasa khusus.250. menyelesaikan dan memelihara pekerjaan serta memperbaiki kerusakan sesuai ketentuan dan spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.00 yang dapat merugikan negara.000. PT. Pasal 1 angka 4 menyebutkan bahwa Pihak Kedua mempunyai kewajiban kepada Pihak Pertama untuk melaksanakan.301. Lampiran I BAB 1. Proyek akan berkoordinasi dengan pihak pelaksana untuk menyelesaikan kekurangan volume pekerjaan tersebut. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa : 1.551. 2. pelaksanaan sampai selesai 100% (serah terima I) ditetapkan 27 hari kalender sejak tanggal 24 Nopember 2004 dan berakhir tanggal 20 Desember 2004. Kelebihan pembayaran kepada PT. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas di lapangan tidak melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. 2. b. Proyek menganggap pekerjaan telah selesai pada tanggal 16 Desember 2004 meskipun masih terdapat sebagian pekerjaan finishing (pembersihan lokasi hasil . 3. Restu Prima Citra sebesar Rp882. 5. Hal tersebut mengakibatkan harga dalam kontrak tidak kompetitif sehinggaterjadi kerugian negara sebesar Rp893. Sperjan/BINPAS. c. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. Surat Perjanjian No. PT.a. c. Restu Prima Citra kurang mentaati Surat Perjanjian/Kontrak yang telah disepakati dengan pihak proyek.391. Pasal 16 angka 2 menyebutkan bahwa jika Pihak Kedua tidak dapat menyelesaikan pekerjaan pemborongan sesuai dengan jangka waktu pelaksanaan yang tercantum dalam Pasal 7 perjanjian ini. namun masih terdapat kelebihan panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin yang belum diperhitungkan.

3.450. Restu Prima Citra senilai Rp882. Bogor Cisarua.000 Pelaksanaan kegiatan . . Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. Bogor Cisarua.301.100.575.525. Bogor Cisarua.pelaksanaan pembangunan fisik) yang dimasukkan ke dalam masa pemeliharaan pekerjaan. Bogor Jumlah Selama 3 hari 3 hari 3 hari 2 hari 3 hari 2 hari Peserta 11 or 29 or 23 or 18 or 14 or 37 or Volume 33 OH 87 OH 69 OH 36 OH 42 OH 74. Pekerjaan finishing yang belum diselesaikan termasuk komponen biaya dalam kontrak seperti pengacian dan pengecatan yang penyelesaiannya melewati batas akhir kontrak adalah merupakan keterlambatan penyelesaian pekerjaan. Cisarua Prima Hilltop Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Griya Astoeti Resort 2 Lokasi Cisarua.000 9. BPK-RI menyarankan kepada Kepala LAPAN agar : 1. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menegur secara tertulis PT. mengingat pekerjaan tersebut dibiayai dari dana ABT yang turun pertengahan Nopember 2004. Data SAP Rekons. Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) Terdapat Ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat senilai Rp84.250. Atas komentar Pimpro.00 dan denda keterlambatan senilai Rp11.000. 2. OH Nilai 11.000.100.350. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. Panjang pagar dan jalan lingkungan di Rumpin telah diukur seluruhnya dan segala kelebihan telah dimasukan dalam perhitungan.000 20. 2.01) Dalam Tahun Anggaran 2004 Proyek BINPAS SDI GAN telah melaksanakan rapatrapat dengan penyediaan akomodasi dan konsumsi dilaksanakan pihak ketiga sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Evaluasi SAP Rekons.Kajian Potensi PNBP Pelaksana PT. 2.100.kegiatan tersebut berdasarkan Berita Acara Serah Terima telah selesai dan telah dibayar dengan SPM-LS.391. Data SAP Penyus.000 84. data BMN Rekons.100.00 untuk selanjutnya disetor ke Kas Negara. Bogor Cisarua. Copy bukti setor disampaikan ke BPK-RI. Tim BPK RI berpendapat bahwa : 1. Memerintahkan Sekretaris Utama untuk menarik kelebihan pembayaran atas kekurangan volume pekerjaan kepada PT.000 19. Bogor Cisarua.000 15. Data Base BMN Sidang Peny.000 8.00 (03.

b. 2. tidak mewah. Dari pelaksanaan Bimbingan Analisis Jabatan yang dilaksanakan di kantor pusat tersebut sebenarnya untuk rapat-rapat lainnya juga tidak perlu dilaksanakan dan menggunakan tempat di Cisarua. Memerintahkan Atasan Langsung Pemimpin Proyek untuk melakukan pengawasan dan pengendalian yang lebih efektif. Hal tersebut disebabkan : 1. Pemimpin Proyek kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. . Proyek BINPAS telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Analisis Jabatan dilaksanakan oleh Lembaga Konsultasi Kepegawaian diikuti 37 peserta yang dilaksanakan di Kantor LAPAN Pusat (ruang auditorium dan ruang rapat).Pada Tahun Anggaran 2004 juga. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Keputusan Presiden No. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. Pasal 41 menyebutkan bahwa pemimpin proyek/bagian proyek bertanggung jawab baik dari segi keuangan maupun dari segi fisik atas pelaksanaan proyek/bagian proyek sebagaimana ditetapkan dalam DIP atau dokumen anggaran lainnya yang diberlakukan sebagai SKO. efisien. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian serta kurang efisien dalam pelaksanaan kegiatan proyek. Bogor yang akan menambah beban pengeluaran Negara.00. ruangan auditorium LAPAN sedang dipergunakan untuk kegiatan yang lain. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif.000.100. 2. 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara : a. sehingga kegiatan BINPAS dilakukan dengan fasilitas yang disewa dari pihak ketiga. Atas permasalahan tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pada saat akan diselenggarakan kegiatan oleh pihak Proyek BINPAS. Hal tersebut mengakibatkan terjadi ketidakhematan atas penyelenggaraan rapat-rapat sebesar Rp84. Pasal 12 ayat (1) huruf a menyebutkan bahwa pelaksanaan anggaran belanja negara didasarkan atas prinsip-prinsip hemat.

256 51.838.241.504.2 Pekerjaan Konstruksi Pekerjaan Finishing Pekerjaan Arcon 2.1 Pekerjaan Persiapan 1.000.000.312.000 II III IV Jumlah Dibulatkan Pemeriksaan dilapangan atas hasil pelaksanaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan dengan melakukan pengukuran atas pekerjaan persiapan. Persiapan 3.187 23.750.1 Pek.00.688 1. Restu Prima Citra yang berlokasi di Rumpin Bogor.365 1. 884209Y/088/118 tanggal 23 Dsember 2004 sebesar Rp92.20 m’ Jumlah Harga 43.04) Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif (05.214.00.817.70 m’ 133.1 Pekerjaan Persiapan 2.50 m’ 15. konstruksi dan finishing diketahui : .3 Pekerjaan Finishing Pekerjaan Jalan L.50 m’ 88.750.999.312.2 Pekerjaan Konstuksi Pek.PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 dengan nilai kontrak sebesar Rp92.295.253. Restu Prima Citra meliputi : No I Jenis Pekerjaan Pek.813.740. Untuk melakukan pengawasan pekerjaan proyek telah melakukan perjanjian dengan PT.Sperjan/93/BINPAS.077.118. Kaibon Rasirekayasa sebagai Konsultan Pengawas sesuai Surat Perjanjian No.000.000 3. Memeriksa dan mempelajari dokumen untuk pelaksanaan konstruksi yang akan dijadikan dasar dalam pengawasan pekerjaan dilapangan.414. Pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan PT. LPN/BINPAS/BA/01/2004 tanggal 16 Desember 2004 menyebutkan bahwa prestasi pekerjaan pelaksanaan telah mencapai kemajuan fisik 100 %. kuantitas dan laju pencapaian volume/fisik. 3.08) Tahun Anggaran 2004 Proyek Binpas SDI-GAN telah melakukan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan yang dilaksanakan oleh PT.2 Pekerjaan Konstruksi 3.334 295.2 Pek Konstruksi Volume 693.457 242.792.1 Pek. Pekerjaan pengawasan telah dibayar dengan SPM No.3. 2.635 3.196 1.3 M 4. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan konstruksi dari segi kualitas. Adapun tugas pekerjaan pengawasan antara lain meliputi : 1. Penyimpangan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05. Pagar BRC dan Asecories 3.262 496. Pagar BRC 1. Jangka waktu pelaksanaan pengawasan dimulai sejak tanggal 24 Nopember 2004 sampai tanggal 20 Desember 2004.312. Mengumpulkan data dan informasi di lapangan untuk membantu memecahkan persoalan yang terjadi selama pelaksanaan konstruksi. Berdasarkan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan Pengawasan No. Persiapan 4.620 2.

PL/XI/2004 tanggal 24 Nopember 2004 menyebutkan : 1. Pasal 11 bahwa apabila terbukti pelaksanaan pekerjaan pengawasan bertentangan dengan Surat Perjanjian ini dan mengakibatkan kerugian bagi Pihak Pertama.40 m’ 7.56 cm 2. angka 1 bahwa pekerjaan pengawasan yang akan dilaksanakan oleh Pihak Kedua harus mengikuti ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini. Kaibon Rasirekayasa tidak pernah memberikan laporan tertulis adanya perbedaan volume dan spesifikasi dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut sehingga Pemimpin Proyek sebagai pemberi kerja tidak tahu persis kondisi di lapangan.No 1 2 Pekerjaan Pagar BRC Jalan lingkungan .30 m’ 7. Hal tersebut disebabkan : 1. Pemimpin Proyek BINPAS SDI GAN menjelaskan bahwa Konsultan Pengawas PT. Kaibon Rasirekayasa tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan yang telah disepakati dalam kontrak sehingga terdapat indikasi terjadinya kerugian negara. PT.20 m’ 2. 2.60 m’ 2. b.56 cm Selisih Fisik 347.44 cm Dari data tersebut di atas diketahui terdapat perbedaan spesifikasi dan volume jika dibandingkan dengan RAB.Urug Sirtu . maka Pihak Kedua bertanggungjawab penuh atas kerugian tersebut. Kaibon Rasirekayasa sebagai konsultan pengawas tidak melaksanakan tugas sesuai perjanjian yang disepakati dengan pihak proyek. Hotmix RAB 693.70 m’ 15 cm 10 cm 2 cm 3 cm Fisik 345.60 m’ 145. angka 2 bahwa Pihak Kedua akan melaksanakan tugasnya dengan segala kemampuan. Matang .31 cm 5.44 cm (0. Selain itu konsultan pengawas juga tidak pernah memberikan teguran kepada kontraktor pelaksana atas pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan volume dan spesifikasi tersebut. Gil. Batu Belah .Sperjan/93/BINPAS. Pasal 3 : a. Hal tersebut mengakibatkan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor terjadi kekurangan volume pekerjaan yang berindikasi terjadinya kerugian negara.359.Lap.504.12 cm 1. angka 7 bahwa Pihak Kedua wajib melaksanakan periksa ulang semua dokumen teknis sesuai keahliannya dan memberitahukan kepada Pihak Pertama tentang kelalaian yang ditemukan dan mengusulkan cara penyelesaiannya sesuai standard ketentuan serta peraturan yang berlaku. .Lap. Hal tersebut tidak sesuai dengan : Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Pemagaran dan Pembuatan Jalan Lingkungan No. Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa PT. keahlian dan pengalaman yang dimilikinya sehingga pelaksanaan pekerjaan pengawasan sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dan ketentuan-ketentuan yang berlaku.Lap. c.69 cm 4.12 cm) 1.

Menegur secara tertulis PT. Pengawasan Atasan Langsung Pemimpin Proyek kurang efektif. Atas masalah tersebut Pimpro menjelaskan bahwa pihak proyek telah maksimal dalam melakukan pengendalian atas pelaksanaan proyek. Menegur secara tertulis Sekretaris Utama dan Pemimpin Proyek atas kelalaiannya dalam melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan proyek yang menjadi tanggung jawabnya. 3. 2. Kaibon Rasirekayasa atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas sehingga menimbulkan terjadinya kerugian negara. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA . Pemimpin Proyek kurang proaktif dalam melakukan pengawasan dan pengendalian atas pelaksanaan kegiatan proyek yang berada di bawah tanggungjawabnya. sehingga proyek akan mengevaluasi apakah konsultan pengawas tersebut masih layak dipakai lagi. BPK-RI menyarankan Kepala LAPAN agar : 1. namun konsultan pengawas masih kurang efektif.2.

28 Jm 19 2 NAMA OBRIK/SASARAN No JUDUL TEMUAN Kode Jumlah Anggaran Jumlah Realisasi Nilai yang diperiksa % Cakrik Jml 1 Tahun Anggaran 2003 A.481.000.670.43 3 136.45 20.48 % 18 2.00 belum dipungut 02.72 2 439.917.890.DAFTAR REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN ATAS PELAKSANAAN ANGGARAN BELANJA PEMBANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2003 DAN 2004 PADA LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN) DI JAKARTA KELOMPOK TEMUAN KETERTIBAN DAN KETAATAN Indikasi Kerugian % 9 4.00 Tidak Berdasarkan Prestasi Fisik Pekerjaan 2 Penetapan pelaksana pengadaan peralatan ground station dilakukan dengan penunjukan langsung.04 98.00. Proyek Pelayanan Jasa dan Produk Penginderaan Jauh Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) Pengalokasian dana untuk kegiatan diluar program yang telah 02.857.00 atas biaya 02.876.344.16 Para Ahli LAPAN di Jerman sebesar Rp1.934.01 untuk Menunjang Kegiatan Pelayanan Jasa dan Produksi Penginderaan Jauh minimal sebesar Rp66.76 Jml 10 Nilai 11 % 12 Jml 13 Kekurangan Penerimaan Nilai 14 % 15 Tdk dpt dipertanggungjawabkan Jml 16 1 Nilai 17 65.898.22 3 Kelebihan pembayaran sebesar Rp247.135.86 0.00 dan denda keterlambatan senilai Rp113.16 ditetapkan dalam Petunjuk Operasional (PO) sebesar Rp65.872.00 II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1.56 1 - - - 1 1 28.00 B.61 20.06 20.48 2.14 0.16 - 113.800.01 INDERAJA sebesar Rp4. kelebihan perhitungan biaya operasional senilai Rp162.80 1. terjadi kelebihan pembayaran atas kekurangan volume senilai Rp28.02 I 2.81 97.000.908.82 1 247.823.645.63 2 3 4 5 6 7 Total Temuan Pemeriksaan Nilai 8 1 65.40 2.56 162.400.19 3 552.16 2.000.258.288. Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Pembayaran Kontrak Pengadaan Jasa Pendidikan dan Latihan 02.000.14 0.00 2.14 113.28 1 1 2.34 0. Kemahalan Harga Pengadaan Pencetakan Majalah Berita 03.81 2.16 hidup dan biaya pengiriman engineer permanen dan non permanen ke Jerman . Kemahalan Harga Pengadaan Komputer dan Perangkatnya 03.410.

16 1 6.25 0. Garut dan renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta bekerja tidak efektif dan denda keterlambatan atas pekerjaan pengawas sebesar Rp6.00 III Penyimpangan yang mengakibatkan tidak tercapainya program yang direncanakan (05) 1 Konsultan Pengawas dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin tidak efektif Jumlah 05.21 11.99 10 2 11 2.47 85.00 belum dipungut 2 Konsultan pengawas pekerjaan pemagaran.90 46.481.000.82 4 2.20 10.461.00 belum dipungut II Penyimpangan yang mengganggu azas kehematan (03) 1 882.094.85 12 2.00 belum dipungut 02.85 6.452. perbaikan jalan 02.919.45 0.207.000.41 12.250.89 13 1 14 - 15 - 16 - 17 - 18 - 19 1 A Proyek Pengembangan Teknologi Rancang Bangun Sistem Telekomunikasi dan Informasi Antariksa B Proyek Pembinaan Kapasitas Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kedirgantaraan I Penyimpangan terhadap kriteria / peraturan yang telah ditetapkan (02) 1 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.24 11.00 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan pembuatan jalan lingkungan di Rumpin Bogor dan denda keterlambatan senilai Rp11.950.06 9 20.25 0.51 12 19.01 senilai Rp84.937.000.97 7 6 8 2.34 2 65.000.100.250.32 1 1248.95 0.59 0.08 1 47.207.30 8.85 5 9.713.301.570 5.69 4 10.391.48 0.06 34.06 3 Terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp882.96 1 147.11 1 Terdapat ketidakhematan dalam pelaksanaan rapat-rapat 03.130.16 atas kekurangan volume pekerjaan pemagaran dan peningkatan jalan protokol di Pameungpeuk Garut serta renovasi Mess LAPAN di Yogyakarta dan denda keterlambatan sebesar Rp16.06 protokol stasiun uji terbang LAPAN.20 12.249.1 Tahun Anggaran 2004 2 3 11.25 91.20 6 86. di Pameungpeuk.00 02.65 16.52 43.15 3 .663.248.220.766.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful