Anda di halaman 1dari 108

3 SKS

I/1. 1+1+^
+^1(1)^1I/^ +/11I 1/^1^
Mastur copy Rigth
R1
&31
%
REKTORAT, 8/27/2007
MATERI ILMU NEGARA
BAB I :
Pengertian , Obyek dan Metode IImu Negara
BAB II
Kekuasaan Negara, Sifat, Unsur Negara, Tujuan dan
Fungsi Negara
BAB III
Bentuk /Susunan Negara dan bentuk Pemerintahan
BAB IV
Perkembangan Demokrasi KonstitusionaI dan Negara
Hukum dan HAM
BAB V
Konstitusi, Sifat, Fungsi, KIasifikasi UUD, Supremasi
UUD dan Perubahan UUD
BAB VI
Pemisahan Kekuasaan Trias PoIitika dan Pembagian
Kekuasaan
BAB VII
PARPOL
BAB VII
Badan LegisIatif, Eksekutif dan Yudikatif
Tujuan materi lmu Negara:
Memberikan kompetensi penguasaan Landasan
lmu dan Hukum ( teori/aliran, asas asas/doktrin)
serta ketrampilan mengenai negara dan Hukum
Manfaat Materi lmu Negara :
Agar Mahasiswa memahami masalah negara dan
hukum ndonesia dan mengantar kan mahasiswa
pada kajian HTN, HAN dan hukum lainnya.
BUKU-BUKU
ACUAN/REFERENSI
asar-dasar lmu Politik , Meriam Budiardjo
Gramedia Jakarta 2001
lmu Negara, Soehino, Liberti 1998
lmu Negara , Hassan Suryono, LPP UNS
tahun 2005
Modern State, Mac ver
BAB I
Pengertian , Obyek dan Metode IImu Negara
Pengertian Ilmu Negara
lmu yang menyelidiki , mempelajari dan membicarakan tentang
negara.
Menurut Pendapat Para ahli :
Menurut ipolo G.S
Ilmu yang mempelajari hal ikhwal dan seluk beluk negara
Menurut Moh. Koesnardi
Ilmu negara adalah Ilmu Pengetahuan yang menyelidiki asas-
asas pokok dan pengertian pokok tentang negara dan hukum tata
negara.
Menurut Prof. Mr. Kranenburg
lmu negara adl lmu yang menyelidiki timbul, sifat dan wujud
suatu negara.
OBYEK ILMU NEGARA
byek ilmu negara yaitu Negara dalam
pengertian yang abstrak-umum-universal
Yang diselidiki dari obyek ilmu negara yaitu :
1. Asal mula negara/ asal mula terbentuknya
negara (abtrak-umum, universal)
2. Hakekat negara
3. Bentuk-bentuk negara
IImu-iImu Iain yang berhubungan
erat dengan IImu negara
Hukum Tata Negara
Hukum Tata Usaha Negara
Hukum PubIik InternasionaI
IImu PoIitik
METOE LMU NEGARA
Metode Observatif
bekerja dengan memperhatikan , menaggapi dan
memperdaIam sesuatunya
2 Metode Komparatif
Mengadakan studi banding yaitu mengkomparasi
dengan menimbang dan membandingkan negara
satu dengan yang Iain
3 Metode DiaIektis
bekerja dengan diaIektika, dengan
mengkonfrontasikan, dengan menguji fakta-fakta,
fenomena-fenomena dan peristiwa-peristiwa yang
satu dengan yang Iainnya
HUBUNGAN LMU NEGARA
ENGAN LMU- LMU LAN
IImu
negara
Hukum
Tata
Negara
Hukum
TUN
Hkm
PubIik Inter
IImu
PoIitik
Obyek Negara Negara Negara Negara Negara
Penyelidi
kannnya
Abstrak,
umum
universal
Konkret,
Praktis,
Negara tt
Negara dlm
keadaan
Bergerak/Ke
wenangan
Hub Wn
satu dengan
WN lain
Negara
dilihat dr
Kekuasaa
n
ASAL MULA NEGARA
Teori tentang asaI muIa negara dapat
digoIongkan menjadi dua aIiran besar :
. Teori Spekulatif
Teori perjanjian masyarakat
Teori Teokratis
Teori Ketuhanan
Teori Patriarkal dan Matriarkal
Teori Naturalis
Teori aluwarsa
Teori dealis
. Teori Historis atau teori Evolusioner
Teori Perjanjian Masyarakat
Negara terbentuk karena adanya perjanjian perjanjian masyarakat untuk membentuk suatu
negara
Teori Teokratis
Teori yang menganggap bahwa negara itu sebagai buatan Tuhan karena terjadinya atas kuasa dan
Kehendak Tuhan
Teori Kekuatan
Proses terbentuknya negara dilahirkan karena pertarungan kekuatan dan yang keluar sebagai
pemenang adlyang kuat dan sebagai pembentuk negara
Teori Patriarkal dan Matriarkal
Bahwa terjadinya negara berasal dari kekuasaan asli kepala keluarga yang pertama yang
kemudian turun-temurun kepada pater families, ayah yang tertinggi dari suatu keluarga
Teori Naturalis
Negara adalah ciptaan Alam. Manusia adalah secara kodrat adl makhluk Zoon politicon . Manusia
ditakdirkan untuk hidup bersama.
Teori Idealis
Negara sebagai kekuatan kesatuan yang mistis yang bersifat supranatural/metafisis
Negara sebagaimana negara itu seharusnya ada, negara sebagai ide.
KEKUASAAN
ekuasaan AdaIah kemampuan seseorang atau
sekeIompok manusia utk mempengaruhi dan
mengendaIikan orang Iain sesuai kehendak dan
tujuan dari pemiIik kekuasaan
Menurut. Mac Iver :
Kekuasaan adaIah kemampuan untuk mengendaIikan tingkah
Iaku orang Iain baik secara Iangsung dengan memberi perintah
atau tidak Iangsung dengan mempergunakan segaIa aIat dan
cara yang tersedia
Bentuk Kekuasaan biasanya berbentuk hubungan relationship
artinya ada satu pihak yang memerintah dan ada pihak yang diperintah
KEKUASAAN
MANUSIA
SUBYEK
OBYEK
SUMBER KEKUASAAN
KEKERASAN FISIK
KEDUDUKAN
KEKAYAAN
KEPERCAYAAN
NEGARA
IstiIah Negara
berasaI dr kata "staat" (BeIanda dan jerman)
"State" (bhs Inggris) dan "etat" ( bahasaPerancis)
Pengertian Negara
Negara adI masyarakat atau wiIayah yang merupakan satu kesatuan
poIitis atau negara adaIah Iembaga pusat yang menjamin kesatuan
poIitis yang menata dan menguasai wiIayah itu
Menurut Pandangan para AhIi tentang negara ?
SIFAT-SIFAT NEGARA
Sifat Memaksa
2 Sifat MonopoIi
3 Sifat Mencakup Semua
UNSUR-UNSUR NEGARA
1. UNSUR KONSTTUTF
- WLAYAH
- PENUUK
- PEMERNTAHAN YANG
BERAULAT
2. UNSUR EKLARATF
- PENGAKUAN AR NEGARA
LAN
TUJUAN DAN FUNGSI NEGARA
Tujuan Akhir Setiap Negara AdaIah Menciptakan
Kebahagiaan Bagi Rakyatnya
Tujuan Negara RI : Tercantum daIam Pembukaan UUD
aIinea IV yaitu :
&ntuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum,mencerdaskan kehidupan
bangsa...... ..........dst.
%ujuan Negara omunis adalah : membangun
masyarakat komunis.
SUMBER KEKUASAAN
KEKERASAN FISIK
KEDUDUKAN
KEKAYAAN
KEPERCAYAAN
FUNGSI NEGARA
TerIepas dari dari idioIoginya, negara mempunyai fungsi yaitu :
MeIaksanakan penertiban ( aw and Order )
2 Negara bertindak sebagai stabiIisator
3 Mengusahakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya
Pertahanan
Menegakkan keadiIan; diIaksanakan meIaIui badan-badan
pengadiIan
Charles E. Merriam menyebut fungsi negara :
- Keamanan ekstern
- Ketertiban intern
- KeadiIan
- Kesejahteraan umum
- kebebasan
NEGARA
BENTUK NEGARA
SUSUNAN NEGARA`
SISTIM PEMERINTAHAN
FUNGSI NEGARA
TerIepas dari dari idioIoginya, negara mempunyai fungsi yaitu :
MeIaksanakan penertiban ( aw and Order )
2 Negara bertindak sebagai stabiIisator
3 Mengusahakan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya
Pertahanan
Menegakkan keadiIan; diIaksanakan meIaIui badan-badan
pengadiIan
Charles E. Merriam menyebut fungsi negara :
- Keamanan ekstern
- Ketertiban intern
- KeadiIan
- Kesejahteraan umum
- kebebasan
NTUK N#
NEGARA KERAJAAN
(MONARCHE)
NEGARA REPUBLK
ARSTOKRAS (OLGARK)
EMOKRAS
AUTOKRAS
NEGARA MONARCHI
SISTIM ABSOLUTISME SISTEM TERBATAS SISTIM PARLEMENTER
NEGARA MONARCHIE
MONARCH MUTLAK/ ABSOLUT:Seluruh
Kekuasaan negara ditangan raja, yg
mempunyai kekuasaan dan wewenang yg
tidak terbatas(mutlak) Perancis dibawah
Louis XV, XV.Spanyol dibawah Philip .
Monarchi Terbatas/Konstitusional
:Kekuasaan Raja dibatasi oleh Konstitusi.
Contoh Kerajaan nggris
Monarchi Parlementer : Monarchi yang
terdapat suatu .parlemen.Contoh Kerajaan
Belanda.
BENTUK NEGARA REPUBLIK
SISTEM REFERENDUM
SISTEM PRESIDENSIL SISTEM PARLEMENTER
BENTUK NEGARA OLIGARKI
NEGARA YG MEMPUNYA PEMERNTAHAN
PMPNAN TERTNGG TANGAN BEBERAPA
ORANG (BASANYA AR GOL FEOAL,GOL
YG BERKUASA
GOL PEMEGANG KEKUASAAN APAT
BEAKAN :
1. MENURUT KELAHRAN
2. UMUR
3. KEKAYAAN
4. PENKAN
5. MLTER
6. LL
BENTUK NEGARA EMOKRAS
1. EMOKRAS LANGSUNG
2. EMOKRAS TAK LANGSUNG
SYARAT-SYARAT EMOKRAS :
HARUS UKUNG OLEH PERSETUJUAN UMUM
HUKUM YG BERLAKU BUAT OLEH WAKL-WAKL RAKYAT
YG PLH MELALU REFERENUM ATAU PEMLU
KEPALA NEGARA PLH LANGSUNG ATAU TAK
LANGSUNG MELL PEMLU
HAK PLH AKTF BERKAN KEPAA SEJUMLAH BESAR
RAKYAT
ATAS ASAR KESEERAJATAN
JABATAN-JABATAN PEM HARUS APAT PANGKU OLEH
SEGENAP LAPSAN RAKYAT.
NEGARA AUTOKRAS
NEGARA YANG PMPN OLEH
KEKUASAAN NEGARA YG BERASAR
PANANGAN AUTERTET NEGARA
PENGANGKATAN ATAU PENNJUKAN
KEPALA NEGARA TAK SSTEM
PEWARSAN
SETAP ORANG BERHAK MENUUK
JABATAN KEPALA NEGARA(ASAS
KESAMAAN)
SUSUNAN NEGARA
NEGAR KESATUAN NEGARA FEDERASI PERSERIKATAN NEGARA
NEGARA KESATUAN
SEBUT JUGA &NITERISME ATA&
EEINHEISTAAT
SUATU NEGARA YANG MEREKA AN
BERAULAT YANG MEMPUNYA KEKUASAAN
SATU PEMERNTAHAN YANG MENGATUR
SELURUH AERAH AN TAK TERR AR
BEBERAPA AERAH YG BERSTATUS NEGARA
BAGAN
NEGARA KESATUAN HANYA AA SATU
PEMERNTAHAN YG MEMPUNYA KEKUASAAN
AN WEWENANG TERTNGG BAK PUSAT
AN AERAH ALAM AN LUAR NEGER
MACAM-MACAM NEGARA
KESATUAN
SSTM SENTRALSAS
SEGALA URUSAN ATUR OLEH
PEMERNTAH PUSAT, AERAH TAK
MEMPUNYA HAK MENGURUS
AERAHNYA SENR
SSTM ESENTRALSAS
PEMERNTAH PUSAT MEMBERKAN
KEKUASAAN AN KEWENANGAN
KEPAA AERAH-AERAH UNTUK
MENGURUS AERAHNYA SENR
(OTONOM)
NEGARA FEDERASI
STLAH FEERAS : BHS LATN E&&S
ARTINYA PERJANJIAN ATA& PERSET&J&AN
NEGARA YG BERSUSUNAN JAMAK, NEGARA
YANG TERSUSUN R BEBERAPA NEGARA YG
MEREKA AN BERAULAT,UU
SENR,PEMERNTAHAN SENR KEMUAN
KARENA SESUATU KEPENTNGAN, NEGARA-
NEGARA TERSEBUT MENGGABUNGKAN R
UNTUK MEMBENTUK KATAN KERJA SAMA
YANG EFEKTF
KATAN KERJASAMA NEGARA NEGARA
TERSEBUT
SEBUT NEGARA FEERAS YG MEMLK
UU, PEMERNTAH PUSAT .
NEGARA FEDERASI
TERDAPAT 2 MACAM NEGARA YAITU NEGARA
BAGIAN DAN NEGARA FEDERASI/GABUNGAN
TERDAPAT 2 PEMERINTAHAN, YAITU PEM
NEGARA FEDERASI DAN PEM NEGARA BAGIAN
TERDAPAT 2 UUD, UUD FEDERASI DAN UUD
NEGARA BAGIAN
NEGARA DALAM NEGARA, NEGARA BAGIAN
BERADA DALAM NEGARA FEDERASI
TERDAPAT 2 MACAM URUSAN PEMERINTAHAN
YAITU URUSAN YG POKOK-POKOK DAN YG
BERKAITAN DG KEPENTINGAN BERSAMA
NEGARA-NEGARA BAGIAN DAN URUSAN
PEMERINTAHAN NEGARA BAGIAN
SYARAT NEGARA FEERAS
MENURUT C.F STRONG
HARUS AA SEMACAM
PERASAAN NASONAL (A SENSE
OF NATONALTY)
ANTARA KESATUAN-KESATUAN
POLTK
HARUS AA KENGNAN R
ANGGOTA-ANGGOTA KESATUAN
POLTK AKAN PERSATUAN
(UNON) AN KESATUAN (UNTY)
CR KHAS NEGARA FEERAS
MENURUT F.C STRONG
1. AANYA SUPREMAS KONSTTUS
FEERAS
2. AANYA PEMENCARAN KEKUASAAN
(STRBUTON OF POWERS) ANTARA
NEGARA FEERAL GN NEGARA
BAGAN
3. AANYA SUATU KEKUASAAN YANG
TERTNGG YG BERTUGAS
MENYELESAKAN SENGKETA-
SENGKETA YG MUNGKN TMBUL
ANTARA NEGARA FEERAL ENGAN
NEGARA BAGAN
NEGARA FEERAS BEAKAN
MENJA 2 :
1. NEGARA SERKAT
2. PERSERKATAN NEGARA
PERBEAAN NEGARA SERKAT
GN PERSERKATAN NEGARA
HAL NEGARA SERKAT
PERSERKATAN
NEGARA
KEAULATAN
. JELLINEK)
-KEAULATAN AA
PAA NEG FEERAL
/PEM GABUNGAN
-KEAULATAN AA
PAA NEGARA-
NEGARA BAGAN
PEMBUATAN HUKUM
KRANEN&R)
- PERATURAN HKM
YG BUAT NEGARA
FEERAL BERLAKU
AN MENGKAT WN
NEGARA BAGAN
- PERATURAN HKM YG
BUAT NEGARA
FEERAL TAK
BERLAKU AN
MENGKAT WN
NEGARA BAGAN
SISTEM PEMERINTAHAN
SSTEM PRESENSL
SSTEM PARLEMENTER
SSTEM QUAS
SSTEM REFERENUM
SISTIM PRESIDENSIIL
PERTEMUAN III
SISTIM PARLEMENTER
SISTIM QUASI
Sistim Referandum adalah sistim
pemerintahan
11111N1^P^P
11NO11^1.P1^1^ 1111N
1^P 1^N
mastur
copy right
UNSUR-UNSUR PENEGAK
DEMOKRASI :
NEGARA HUKUM (RECHTSSTAAT DAN
THE RULE OF LAW)
2 MASYARAKAT MADANI (CIVIL SOCIETY)
3 INFRASTRUKTUR POLITIK
PERS YG BEBAS DAN
BERTANGGUNGJAWAB
MAKNA EMOKRAS
Secara Etimologis/bahasa: berasal dr bhs
yunani dua kata demos dan cratos/cratein.
emos berarti rakyat/penduduk dan cratos
berarti kekuasaan atau kedaulatan.
Jadi emokrasi adl : keadaan negara yang
sistem pemerintahannya kedaulatan,
kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat
HAHHAT MOHHASt
tAbvuLum LInenIn 1BB3)
PEMERINTAHAN DARI RAKYAT
(GOVERNMENT OF THE PEOPLE)
2 PEMERINTAHAN OLEH RAKYAT
(GOVERNMENT BY PEOPLE)
3 PEMERINTAHAN UNTUK RAKYAT
(GOVERNMENT FOR PEOPLE)
MODEL-MODEL DEMOKRASI
(SKLAR)
DEMOKRASI LIBERAL
DEMOKRASI TERPIMPIN
DEMOKRASI SOSIAL
DEMOKRASI PARTISIPASI
DARI SEGI PELAKSANAAN INU ENCANA )
DEMOKRASI LANGSUNG
2 DEMOKRASI TIDAK LANSUNG
PENAPAT PARA AHL TTG
KRTERA NEGARA EMOKRAS :
Frans Magnis Suseno :
Negara terikat hukum
2 KontroI efektif thdp
pem oIh rakyat
3 PemiIu
Prinsip mayoritas
Adanya jaminan HAM
Djuanda Widjaya :
Adanya kebebasan kemerdekaan dan
rasa merdeka
2 Penegakan hukum (supremacy of
Iaw), kesamaan didepan
hukum(equaIity before the Iaw)
3 Kesamaan hak dan kewajiban
anggota masy
Pers yg bebas dan bertanggungjawab
Pengakuan thdp hak minoritas
6 Kebijakan neg berIandaskan
peIayanan
SEJARAH AN PERKEMBANGAN
EMOKRAS
DEMOKRASI DI BARAT
o YUNANI KUNO (DEMOKRASI
LANGSUNG) ABAD 6- SM
o PIAGAM MAGNA CHARTA
(2 )
o BILL OF RAIGHTS DI
INGGRIS (68 )
o THE AMERICAN
DECLARATION OF
INDEPENDENT (6)
o THE FRENCH DEKLARATION
( 8)
I INONESIA
DEMOKRASI PARLEMENTER
(-)
DEMOKRASI TERPIMPIN ( -
6)
DEMOKRASI PANCASILA (6 -
8 )
DEMOKRASI ORDE REFORMASI
- SEKARANG)
1. PEMBENTUKAN NEGARA
(proses pembentukan negara sgt menentukan
kualitas , watak dan pola hubungan yg
terbangun) nstrumen : Pemilu
2. ASAR KEKUASAAN NEGARA
(menyangkut konsep legitimasi kekuasaan dan
pertanggungjawaban kpd rakyat)
3. KONTROL RAKYAT
(adanya mekanisme check and balance
terhadap kekuasaan baik eksekutif /legislatif)
NEGARA HUKUM
(RechsStaat / The RuIe of Law ) ciri-cirinya :
Adanya jaminan
perIindungan terhadap
HAM
2 Supremasi Hukum
daIam pemerintahan
3 Adanya pemisahan
dan pembagian
kekuasaan
Lembaga PeradiIan yg
bebas dan mandiri
Ciri-ciri Negara Hukum menurut
Konferensi International Commission of
yurist (6) di Bangkok :
PerIindungan KonstitusionaI
2 Badan Kehakiman yg bebas dan tidak
memihak
3 Adanya PemiIu yg bebas
Adanya kebebasan menyatakan
pendapat
Adanya kebebasan berserikat,
berorganisasibdan beroposisi
6 Adanya Pend Kewarganegaraan
EFNS HAM
Hak yang dimiliki manusia yang telah
diperoleh dan dibawanya bersamaan
dengan kelahiran atau kehadirannya
didalam kehidupan masyarakat.
Pengakuan dunia terhadap HAM :
- &niversal eclaration of Human
Rights (PBB) tahun 1948
. PIAAM MANA CHARTA (Piagam
Agung,1215 )
. ILL RIHTS NGGRS (Undang-
Undang Hak, 1689 )
3. THE AMERICAN ECLARATIN
INEPENENT (1776)
4. THE RENCH EKLARATIN (Refolusi
Prancis, 1789)
5. THE &R REEMS Presiden AS
.. Roosevelt , 4)
THE FOUR FREEDOMS
ranklin . Roosevelt
Kebebasan untuk berbicara dan
menyatakan pendapat
2 Kebebasan beragama
3 Kebebasan dari ketakutan
Kebebasan dari kemIaratan
ISTILAH DAN PENGERTIAN
KONSTITUSI
SIFAT KONSTITUSI
KLASIFIKASI UUD
PERUBAHAN UNDANG-
UNDANG DASAR
STLAH AN PENGERTAN
KONSTTUS/UU
Konstitusi Berasal dr Bhs nggris Constitution
yg berarti Undang-Undang asar yang
tertulis dan tidak tertulis
Konstitusi/ UU menurut bahasa Belanda
rondwet : rond berarti asar
wet : &ndang-&ndang
Jerman : rundgesetsz
rund : asar gesetz :Undang-undang
ndonesia: &ndang-&ndang asar tertulis )
PENGERTAN KONSTTUS
ECS Wade : Naskah yg memaparkan
rangka dan tugas-tugas pokok dari
Badan-badan Pemerintahan suatu
negara dan menentukan pokok-pokok
cara kerja badan-badan tersebut
Jadi Konstitusi adaIah keseIuruhan dari
ketentuan dasar atau hukum dasar yg
mengatur atau memerintah dari Badan-
badan negara baik yang tertuIis maupun
yg tidak tertuIis
Ciri-ciri Undang- Undang Dasar
1. Oragnisasi Negara misal :
Pembagian kekuasaan
2. Hak Asasi Manusia (ill of Rights)
3. Prosedur mengubah &ndang-
&ndang dasar
4. Memuat larangan untuk mengubah
sifat tertentu dr &ndang-&ndang
asar
5. Memuat cita-cita rakyat dan azas-
azas idiologi negara
PERBEAAN UU ENGAN UU
BASA
1. UU dibentuk menurut cara
istimewa
2. UU dapat dianggap sesuatu yang
luhur (lebih sempurna dan lebih
tinggi dibandingkan UU biasa.
3. UU memuat garis besar ttg dasar
dan tujuan negara
SFAT KONSTTUS
Fleksibel (luwes/supel ) : mudah
mengikuti perkembangan zaman.
Rigid (kaku) :Pembuat konstitusi
menetapkan cara perubahan
konstitusi tidak mudah dg tujuan agar
tidak mudah orang mengubah hukum
dasarnya.
KLASFKAS KONSTTUS
1. KONSTTUS TERTULS AN
KONSTTUS TAK TERTULS
2. KONSTTUS SERKAT AN
KONSTTUS KESATUAN
3. KONSTTUS FLEKSBEL AN
KONSTTUS RG
4. KONSTTUS SSTM PRESENSL
AN PARLEMENTER
5. KONSTTUS YG BERERAJAT
TNGG AN TAK BERERAJAT
TNGG
PROSEDUR MENGUBAH UUD
Sidang Badan LegisIatif dengan
ditambah beberapa syarat
2 Referendum atau pIebisit
(Swiss, AustraIia)
3 Negara-negara Bagian daIam
negara FederaI ( AS, India;3/
negara bagian hrs menyetujui
Musyawarah khusus/SpeciaI
convention ( beberapa Amerika
Latin)
PEMBAGAN KEKUASAAN
MENURUT TNGKAT
1. PEMBAGAN VERTKAL : Pembagian
kekuasaan menurut tingkatnya/
pemerintahan.
Carl J.riedrich memakai istilah
pembagian kekuasaan secara teritorial
(territorial division of power)
2. SECARA HORZONTAL :
Pembagian kekuasaan menurut
fungsinya, baik fungsi legislatif, eksekutif,
yudikatif atau lebih dikenal trias politika/
pembagian kekuasaan division of power)
PERBANDINGAN PEMBAGIAN KEKUASAAN
MENURUT TINGKAT
NEGARA
KESATUAN
NEGARA
FEERAS
Kekuasaan
Kekuasaan
tertinggi ada
pem pusat
Kekkuasaan
tertinggi ada
di pem
federal
legislatif
Supremasi
legisatif ada
di Pusat
Legislatif
terbagi dua
federal dan
neg bagian
NEGARA KESATUAN
Menurut C.. Strong
Bentuk negara dimana wewenang
legislatif tertinggi dipusatkan dalam
satu legislatif nasional/pusat.
Ada 2 ciri mutlak yang melekat pada
negara kesatuan :
1. Adanya supremasi dari PR pusat;
2. Tidak adanya Badan-badan lainnya
yang berdaulat.
NEGARA FEERAL
Untuk membentuk suatu negara federal
diperlukan 2 syarat C.. Strong :
1. Adanya perasaan sebangsa
diantara kesatuan-kesatuan politik
yang hendak membentuk federasi
2. Adanya keinginan pd kesatuan-
kesatuan politik yang mengadakan
federasi untuk mengadakan ikatan
terbatas.
SIFAT-SIFAT DARI NEGARA FEDERAL
Adanya Supremasi Konstitusi
dimana federasi itu terwujud,
2 Pembagian Kekuasaan antara
FederaI dan Negara Bagian
3 Adanya suatu Lembaga yg diberi
wewenang utk menyeIesaikan
suatu perseIisihan antara Pem
FederaI dgn Pem Negara Bagian
Macam-macam negara Federal
C.. Strong
1. Cara bagaimana kekuasaan dibagi
antara pem Federal dan Negara Bagian
2. Badan mana yg mempunyai wewenang
untuk menyelesaikan perselisihan yang
timbul antara pem federal dengan negara
bagian;
Ada 2 (dua) Badan yaitu :
Mahkamah Agung Federal (AS, Australia)
ewan Perwakilan Rakyat Federal (Swis)
Perbedaan negara Federasi dgn
negara Kesatuan : Kranenburg
NEGARA FEERAS NEGARA KESATUAN
Negara-negara Bagian
mempunyai wewenag
membnetuk UU sendiri
dan mengatur bentuk organ
sendiri
Organisasi-oragnisasi
bagian negara
ditetapkan oleh
pembentuk Undang-
Undang pusat
Wewenang pembentuk UU
pusat mengatur hal-hal
tertentu terperinci satu
persatu dlm Konstitusi
Federal
Wewenang pembentuk UU
pusat ditetapkan dalam
rumusan umum dan
wewenang membentuk UU
lokal tergantung pusat
PERKEMB KONSEP TRAS
POLTCA
Trias politika John Locke (1632-1704)
Teori pemisahan kekuasaan separation of
powers)
Kekuasaan negara dibagi dalam 3 kekuasan :
yaitu Kekuasaan legislatif, Eksekutif dan Yudikatif
yg masing-masing terpisah satu sama lain .
Trias Politika di Indonesia :
ndonesia menganut Trias politika dalam arti
pembagian kekuasaan (division of powers) hal ini
bisa dilihat dari pembagian bab dalam UU 1945
Peristilahan baru trias politica
Rule making function
Rule application function
Rule adjudication function
PARTAI POLITIK
EFNS PARPOL;
FUNGS PARPOL
KLASFKAS PARPOL
PARPOL NONESA
EFNS PARPOL
PARPOL : Suatu kelompok yg
terorganisir yg anggota-anggotanya
mempunyaiorientasi, nilai dan cita-
cita sama dgn tujuan memperoleh
kekuasaan politik dan merebut
kedudukan politik dengan cara
konstitusional.
DEFINISI PARTAI POLITIK MENURUT PARA AHLI
Carl J.riedrich
Sekelompok man yg terorganisir secara stabil dg
tujuan merebut atau mempertahankan kekuasaan
pem bagi pimpinan partainya dan memberikan
kepada anggota partai kemanfaatan yg bersifat idiil
dan materiil.
R.H. Soltau
Sekelomp WN yg sedikit banyak terorganisir yg
bertindak msebagi kesatuan politik dan dg
memanfaatkan kekuasaanya memilih dan
menguasai pem dan melaksankan kebijaks umum
mereka.
Sigmund Neumann:
rg dr aktifitas politik yg berusaha untuk menguasai
kekuasaan pem serta merebut dukungan rakyat
atas dasar persaingan dg suatu golongan lain yang
mempunyai pandangan berbeda.
Perbedaan Parpol dengan Gerakan movement) dan
Kelompok Penekan presure group) atau Kelompok
kepentingan Interest roup)
o Gerakan
Kelompok atau gol yg
ingin mengadakan
perubahan pada
lembaga politik atau
tata masy yg baru yg
tujuannya lebih
terbatas dan
fundamentalis sifatnya
dan idiologis.
Organsisinya kurang
ketat dan tidak ikut
dlm pemilu.
Kel Penekan/Kepentingan
Kelomp yg bertujuan
memperjuangkan sesuatu
kepentingan dan
mempengaruhi lembaga
politik agar mendapatkan
keputusan yg
menguntungkan atau
menghindarkan
keputusan yg merugikan.
FUNGS PARPOL
1. SEBAGA SARANA KOMUNKAS POLTK
PARPOL SEBAGA PENGHUBUNG ANTARA
PEMERNTAH GN YANG PERNTAH
2. SARANA SOSALSAS POLTK
BASANYA MELALU CERAMAH, KURSUS
KAER,, PENATARAN
3. SARANA RECRUTMENT POLTK
4. SARANA PENGATUR KONFLK (CONFLCT
MANAGEMENT)
KLASFKAS PARPOL
DILIHAT KOMPOSISI DAN FUNGSI ANGGOTANYA
a Partai Massa :
Partai nyg mengutamakan kekuatan
berdasarkan keuanggulan jumlah psrta,
b Partai Kader
Partai yg mementingkan keketatan
organisasi dan disiplin kerja dr anggotanya
2. PARPOL LHAT AR SEG SFAT AN
ORENTAS :
Partai Lindunganpatronage party) ;
Partai yg organisasi nasionaI Iemah,
organisasi tingkat IokaI cukup ketat,
disipIin yang Iemah dan tidak terIaIu
mementingkan pemungutan iuran secara
teratur Contoh Partai Demokrat dan
RepubIik di AS
2 Partai IdioIogi/partai azas
Partai yg mempunyai pandangan hidup yg
digariskan dIm kebijaksanaan pimpinan
dan berpedoman disipIin partai yg kuat
dan mengikat serta dipungut iuran
KLASIFIKASI PARTAI MENURUT
MA&RICE &'ERER
1. Sistim Partai Tunggal (one party system)
Suasana kepartaian non kompetitif krn
harus menerima pimpinan partai yg
dominan dan diperbolehkan bersaing.
Contoh : Unisoviet, China, Eropa Timur
2. Sistim wi Partai two party system)
Adanya dua partai atau adanya beberapa
partai tetapi yg paling dominan dr dua
partai.
Contoh : Inggris, AS, ilipina
3. Sistim multy party system
Sistim dwi partai baik bila
memenuhi syarat syarat :
1. Komposisi masyarakat homogen
2. Konsensus dalam masyarakat
mengenai asas dan tujuan sosial yg
pokok political consensus) kuat,
3. Adanya kontinuitas sejarah
historical continuity)
Sistem dwi partai diperkuat dg sistim
pemilihan distrik single member
constituency), dalam setiap daerah
pemilihan hanya dipilih satu wakil.
3. Sistim Multi Partai multy party system)
Pola sistem multi partai umumnya
diperkuat sistim pemilihan perwakilan
berimbang propotional
Representation) yg memberi
kesempatan luas pertumbuhan dan
berkembangnya partai dan golongan
kecil
Contoh : ndonesia,Malaysia,
Belanda,Perancis , Swedia
Kelemahan sistim multi partai :
1. Apabila digandengkan sistim pem
parlementer kecenderungan kekuasaan
legislatif lebig dominan sehingga eksekutif
sering lemah dan ragu-ragu dalam
mengambil kebijakan.
2. Tidak adanya partai yg kuat utk
membentuk pem sendiri shg perlu kualisi
dg partai lain sehingga dalam pem selalu
musyawarah dan kompromi dgn partai lain.
3. Partai oposisi kurang memainkan peran
jelas karena sewaktu-waktu partai diajak
duduk dlm pem kualisi baru.
ISTILAH - ISTILAH
KEANGGOTAAN
PERWAKILAN DAN SISTEM
PEMILIH
FUNGSI LEGISLATIF
BADAN LEGISLATIF DI INDONESIA
STLAH BAAN LEGSLATF
LEGSLATE :MEMBUAT UNANG-
UNANG
EWAN PERWAKLAN RAKYAT :
ANGGOTA-ANGGOTA YG
MEWAKL RAKYAT
PARLEMEN
KEANGGOTAAN BADAN LEGISLATIF
1. Bersifat Turun Temurun (Majelis Tinggi nggris)
2. itunjuk ( Senat Kanada )
3. ipilih secara langsung atau tidak langsung (
ndonesia )
Secara umum anggota Badan Legislatif dipilih
lewat pemilu dan berdasarkan sistim Partai atau
bersifat Politik.
Jumlah anggota Badan Legislatif :
1. Jumlahnya banyak (Uni Syoviet 1300 orang)
2. Jumlahnya kecil ( Pakistan masa emokrasi
asar , 150 oarang )
SSTM PEMLHAN
. Single member constituency (satu
daerah pemilihan memilih satu wakil
atau disebut sistim distrik)
. Multy member constituency ( Satu
aerah pemilihan memilih beberapa
wakil disebut sistim proportional
representation atau sistim
perwakilan berimbang.
SISTIM DISTRIK
Sistim pemilihan yg paling tua yang
berdasarkan atas kesatuan geografis.
Kelemahan sistim istrik :
1. Kurang memperhitungkan partai-
partai kecil dan gol minoritas
2. Kurang Representatif bahwa calon yg
kalah dalam suatu distrik suaranya
hilang atau tidak diperhitungkan.
KEUNTUNGAN SISTIM DISTRIK
1. Wakil yg terpilih dapat dikenal oleh penduduk
distrik sehingga hub dgn penduduk lebih
erat,faktor personalitas dan kepribadian
seseorang merupakan faktor penting.
2. Mendorong integrasi Parpol karena yg
diperebutkan dlm setiap distrik hanya satu
wakil.
3. Berkurangnya partai akan meningkatkan
kerjasama antar partai mempermudah
terbentuknya pemerintah stabil dan stabilitas
Nasional.
4. Sederhana dan murah untuk diselenggarakan
SISTIM PERWAKILAN BERIMBANG
Sistim ini bertujuan menghilangkan kelemahan
sistim distrik
Kelemahan sistim Perwakilan Berimbang :
1. Mempermudah timbulnya partai baru,cenderung
mempertajam perbedaan
2. Wakil yg terpilih lebih terikat pd partai
dibandingkan daerahnya/distrik.
3. Mempersulit terbentuknya pemerintahan stabil.
Kelebihan : Bersifat representatif bahwa setiap
suara diperhitungkan dan praktis tidak ada
suara yg hilang.
SISTIM SATU MAJELIS DAN DUA MAJELIS
BAAN LEGSLATF :
1. Unikameral ( satu majelis )
2. Bikameral ( dua majelis )
Badan Legislatif dua majelis terdiri :
1. Majelis rendah (Lower House)
contoh : House of commons ( nggris )
House of Representative (AS)
2. Majelis Tinggi (Upper House atau senat)
contoh : House of Lords ( nggris)
Senat (AS)
Majelis Tinggi ditentukan berdasar :
1. Turun temurun (nggris)
2. itunjuk (Kanada)
3. ipilih ( ndia, AS, Filiphina)
FUGSI BADAN LEGISLATIF
1. Menentukan policy (kebijaksanaan) dan
membuat Undang-Undang.
Legislatif diberi hak inisiatif untuk
mengamandemen rancangan Undang-
Undang yg disusun pemerintah/Eksekutif
2. Mengontrol Badan Eksekutif
engan tujuan tindakan eksekutif sesuai
dengan kebijaksanaan yg telah
ditetapkan.
alam menjalankan tugas ini legislatif
diberi hak kontrol khusus.
Hak-hak kontroI khusus LegisIatif :
1. Bertanya
Legislatif mengajukan pertanyaan mengenai
sesuatu hal.
nggris dan ndia question hour )
2. nterpelasi
Hak untuk meminta Keterangan kpd Pemerintah
mengenai kebijakan suatu bidang. Hak ini bisa
dijadikan batu loncatan untuk mosi tidak
percaya.
3 Angket
Hak untuk mengadakan penyelidikan
sendiri.biasanya dibentuk panitia penyelidikan
sendiri.
4. Mosi
Hak kontrol yg paling ampuh. Jika Parlemen
menerima mosi tidak percaya , maka dlm sistem
parlementer kabinet harus mengundurkan diri.
BADAN LEGISLATIF DI INDONESIA
Volksraad ( 1918 1942 )
Komite Nasional ndonesia ( 1945-1949 )
PR dan Senat RS ( 1949- 1950 )
PRS ( 1950-1956 )
PR ( 1956 1960 )
PRGR , emokrasi terpimpin (1960-
1966)
PRGR, emokrasi Pancasila (1966-
1971)
PR hasil pemilu 1971:
............. sekarang
alam arti sempit Badan Eksekutif
terdiri dari Raja atau Presiden beserta
menteri-menterinya.
alam arti luas badan eksekutif
mencakup Pegawai Negeri Sipil dan
Militer.
WEWENANG BAAN EKSEKUTF
1. Bidang iplomatik
Menyelenggarakan hub dengan negara lain.
2. Bidang Militer
Mengatur Angk bersenjata, menyelenggarakan
perang,keamanan dan pertahanan negara
3. Yudikatif
Memberi grasi, amnesti dsb.
4. Legislatif
Merencanakan rancangan UU dan
menyampaikan ke Badan Legislatif untuk
menjadi Undang-undang
Beberapa Macam Badan Eksekutif :
Sistim ParIementer
2 Sistim PresidensiiI
SISTIM PARLEMENTER
DaIam sistim ini Badan Eksekutif danLegisIatif saIing
bergantung satu sama Iain
Keseimbangan Iebih mudah tercapai biIa jika terdapat satu
partai yg besar (mayoritas) untuk membentuk kabinet
sendiri
ApabiIa terjadi Krisis Kabinet karena tidak ada dukungan
mayoritas kabinet maka dibentuk kabinet Ekstra
Parlementer yaitu Kabinet yg dibentuk tanpa terikat
kekuatan poIitik di ParIemen
Kabinet Ekstra Parlementer terdiri dari :
aken Kabinet ; Kabinet yg mengikatkan diri utk
menyeIenggarakan program yg terbatas
2 NationaI Kabinet ;Kabinet yg menteri-menterinya diambiI
dari berbagai goI di masyrakat.
Ciri-ciri sistim Parlementer
1. Kabinet dipimpin Perdana Menteri yg
dibentuk atas dasar kekuatan yg
menguasai parlemen.
2. Kabinet bertanggungjawab kepada
parlemen. Apabila Kabinet mendapat mosi
tidak percaya, maka kabinet harus
mengundurkan diri.
3. Kepala negara (Presiden, Raja,Ratu) dgn
saran atau nasehat PM dapat
membubarkan Parlemen.
4. Kekuasaan Kehakiman secara prinsipil
tidak digantungkan lembaga eksekutif dan
Legislatif.
2 SISTIM PRESIDENSIIL
Ciri ciri Sistim Presidensiil :
1. Presiden sbg kepala Eksekutif yg
memimpin kabinet dan Kepala Negara
(lambang negara) dgn masa jabatan yg
ditentukan oleh UU
2. Presiden dipilih oleh sejumlah pemilih tdk
dipilih oleh badan legislatif sehingga
bukan bagian dari badan legislatif
3. Presiden tdk bertanggungjawab badan
legislatif dan tidak bisa dijatuhkan
legislatif.
4. Presiden tidak bisa membubarkan badan
legislatif
SSTM COMMON LAW
STEM CVL LAW
Sistim Common Law :
Ciri dari sistim yudikatif sistim Common law :
- isamping UU yg dibuat oleh Parlemen masih terdapat
hukum yang dibuat oleh hakim dinamakan case law atau
judge-made law
- Tidak ada kodifikasi hukum
Menurut C.. Strong
Prinsip judge made law didasarkan atas keputusan hakim
yg terdahulu mengikat hakim-hakim berikutnya dlm
perkara sama,
A.'. icey :
Kekuasaan Hakim pd hakekatnya bersifat legislatif
.W Holmes :
Hakim hakim sebagai pembuat peraturan hukum
SISTIM CIVIL LAW
Hakim dalam mengadili perkara
berdasarkan peraturan hukum yg termuat
dalam kodifikasi saja atau menggunakan
aliran positivisme peraturan perundang-
undangan.
Undang-undang merupakan satu-satunya
sumber hukum.
Baik sistim common law maupun civil law
mempunyai ciri hak menguji apakah
peraturan perundang-undangan yg lebih
rendah sesuai atau tdk dengan peraturan
perundang-undangan diatasnya/UU atau
judicial review