WAWAN BERLISON UPTD.

PEMADAM KEBAKARAN KOTA PALANGKA RAYA

AKTIF PASSIF
→ → → → →

→ → → → →

DETEKSI ALARM APAR SPRINKLER HYDRANT

MEANS OF ESCAPE KOMPARTEMEN SMOKE CONTROL FIRE DAMPER FIRE RETARDANT

bila di suatu area tertentu terjadi kebakaran atau ada indikasi kebakaran. .Adalah komponen dan sub-sub komponen yang dirangkai untuk suatu tujuan memberi peringatan dini baik kepada penghuni maupun kepada petugas.

DAPAT SEGERA DILAKUKAN. SEHINGGA TINDAKAN PENGAMANAN YANG DIPERLUKAN TINDAKAN PENGAMANAN YANG DIPERLUKAN DAPAT SEGERA DILAKUKAN. SEHINGGA KEBAKARAN SEAWAL MUNGKIN.INSTALASI ALARM TANDA BAHAYA KEBAKARAN  PEMASANGAN INSTALASI ALARM KEBAKARAN PEMASANGAN INSTALASI ALARM KEBAKARAN OTOMATIK BERTUJUAN UNTUK MENDETEKSI OTOMATIK BERTUJUAN UNTUK MENDETEKSI KEBAKARAN SEAWAL MUNGKIN. sebelum 5 menit sejak penyalaan . Tindakan dalam keadaan Emergency Kebakaran harus sudah berhasil diatasi.

PER-02/MEN/1983 TENTANG TENTANG INSTALASI ALARM KEBAKARAN OTOMATIK INSTALASI ALARM KEBAKARAN OTOMATIK Ruang lingkup . .Perencanaan .PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA RI PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA RI NO.Pengujian .Pemasangan.Pemeliharaan . PER-02/MEN/1983 NO.Pemeriksaan .

Sistem tanda bahaya kebakaran seperti ini sering disebut dengan alarm kota ( smart alarm ). Suatu cara atau alat komunikasi dari penduduk atau warga masyarakat kepada Dinas Pemadam Kebakaran untuk menginformasikan tentang adanya bahaya kebakaran atau bencana lainnya guna mendapatkan pertolongan . Bell . Atau dapat menggunakan alat komunikasi telepon 113.

tentang adanya kejadian atau indikasi kebakaran di suatu bagian gedung.Adalah suatu alat untuk memberikan peringatan dini kepada penghuni gedung atau petugas yang ditunjuk. .  Dengan adanya peringatan secara dini tersebut akan memungkinkan penghuni/petugas dapat mengambil tindakan pemadaman atau melaksanakan evakuasi jiwa maupun harta benda .

 DETEKTOR Nyala Panas Asap OUTPUT ANN AUDIBLE ALARM AUDIBLE ALARM INPUT VISIBLE ALARM HYDRANT HYDRANT MCFA .

lacation indicator lamp apabila terjadi indikasi kebakaran. Biasanya alat ini dipasang pada ruang operation atau control room dimana terdapat pengawasan 24 jam. Untuk Control Panel Utama dilengkapi dengan telephone jack dan line supervision pada type tertentu serta stand by batterey (nicad) apabila aliran listrik padam. .Main Control Fire Alarm Alat ini adalah pusat dari Fire Alarm System yang dapat mengontrol bekerjanya seluruh bagian detector dan manual station juga memberikan instruksi pada alarm bell.

Biasanya alat ini juga dipasang pada ruang umum sebagai pemberi isyarat apabila terjadi kebakaran seperti keterangan tersebut diatas.  Annunciator Panel.Local Combined Box. Biasanya alat ini dipakai apabila dibutuhkan pengamat tambahan diruangan lain seperti ruang General Manager pada suatu hotel. Alat ini juga dilengkapi dengan Alarm Bell dan telephone jack.  Alat ini adalah gabungan antara Manual Alarm Station dan Alarm Bell tetapi dilengkapi juga dengan indicator Lamp sebagai tanda bahwa Control Panel/Fire Alarm bekerja normal. ANN . Alat ini adalah bagian/tambahan dari Control Panel Fire Alarm System yang fungsinya sebagai monitor/pengamat tambahan hanya tidak dapat berbuat aktif seperti Control Panel.

 . Alat ini bekerja apabila Main Control Fire Alarm menjadi aktif (Control Panel akan mensupply tegangan DC 24 volt ke Alarm Bell).  Alarm Bell. Alat ini bekerja apabila tombol mechanic yang dilapis oleh plastic ditekan yang mengakibatkan mechanical contact menjadi aktif.Manual Alarm Station.  Biasanya alat ini juga digunakan pada ruang umum sebagai pemberi isyarat apabila terjadi kebakaran (untuk evakuasi).  Biasanya alat ini digunakan pada ruang2 umum/public area sebagai alat diteksi manual dan untuk Manual Alarm Station dilengkapi dengan telephone jack untuk emergency communication.

Handle tarik OTOMATIS : melalui deteksi kebakaran (fire detector) .Flame detector HYDRANT HYDRANT  .Smoke detector .Heat detector .CARA KERJA ALARM KEBAKARAN GEDUNG  MANUAL : dengan menggunakan titik panggil manual .Tombol tekan .Tombol tarik .

JENIS DAN TIPE DETEKTOR JENIS DAN TIPE DETEKTOR Nyala • ULTRA VIOLET • INFRA RED • FIXED TEMPERATURE • RATE OF RISE Asap Manual • IONIZATION • PHOTO ELECTRIC • Push bottom • Full down • break glass Panas .

minyak. . alkohol dll. bahan kimia dan lain2. INFRA MERAH Alat deteksi ini sensitif terhadap cahaya api yg memancarkan cahaya infra merah. karena alat deteksi ini dilengkapi dengan filter amplifier untuk cahaya infra merah.PENGINDRA NYALA API ( Flame Detector ) ULTRA VIOLET Alat deteksi ini sensitif terhadap cahaya api yg memancarkan cahaya putih kebiru-biruan dan biasanya alat ini dipasang untuk melindungi benda-benda yg terbakar memancarkan cahaya putih kebiru-biruan seperti natrium. Sehingga mengakibatkan rangkaian electronic – contact menjadi aktif Biasanya alat ini digunakan untuk deteksi ruangan yang agak besar/tinggi atau ruangan yang menyimpan barang2 yang mudah terbakar seperti gudang mesiu.

Prinsip kerja deteksi ini bila terjadi kebakaran elemen peka menerima panas dengan derajat suhu yg ditentukan (600. .800 dst) oleh kepekaan deteksi maka sensor bimetal mendorong mechanical contact menjadi aktif dengan demikian alarm berbunyi.PENGINDRA PANAS SUHU TETAP (FIXED TEMPERATURE)     Deteksi ini memiliki komponen: Elemen peka yang di dalamnya menggunakan dwi-logam (sensor bimetal). Biasanya alat ini digunakan pada ruangan yang agak panas seperti ruang mesin. Mechanical contact.700. Generator listrik dan lain2 serta memerlukan diteksi panas dengan keadaan panas tertentu (over heat sensor).

pusat perbelanjaan dan lain2. hotel.  .PENGINDRA PANAS TYPE PENGEMBANGAN SUHU (Rate Of Rise Heat Detector)  Deteksi ini memiliki komponen: . Biasanya alat ini digunakan sebagai alat deteksi panas biasa untuk ruangan2 kantor. Prinsip kerja deteksi ini bila disuatu ruangan terjadi kebakaran sehingga terjadi perubahan suhu yg cepat antara 70 – 100 / detik dan pemuaian udara diruang tertutup tersebut mengakibatkan membran terdorong naik dan dgn terdorongnya membran sekaligus mendorong mechanical contact menjadi aktif dan alarm berbunyi.Ruang deteksi yang dilengkapi membran (diafragma) sebagai pendorong titik kontak tsb.

Rangkaian electronic contact .   Prinsip kerja detector ini bila terjadi kebakaran sehingga asap memasuki ruang deteksi maka partikel asap tersebut memantulkan cahaya infra merah yang dipancarkan oleh transmitter sehingga dapat tertangkap oleh receiver ( photo diodae) yang mengakibatkan rangkaian electronic contact menjadi aktif dengan demikian alarm berbunyi. .PHOTO ELECTRIC SMOKE DETECTOR PEKA CAHAYA   Alat detector ini memiliki komponen : Ruang deteksi yang dilengkapi dengan pemancar cahaya infra merah dan penerima cahaya infra merah .

 .PHOTO ELECTRIC DETECTOR SMOKE PENGURANGAN CAHAYA    Komponen pada alat pengindra ini Sunber cahaya infra merah dipantulkan melalui lensa fokus sehingga pancaran cahayanya lurus. Biasanya alat ini digunakan apabila dibutuhkan deteksi yang tidak terlalu sensitif seprti ruang kerja eksekutif. kemudian dengan berkurangnya nilai cahaya yg diterima oleh photo cell mengakibatkan rangkaian electronic contact menjadi aktif dan alarn berbunyi.Di waktu tidak terjadi kebakaran photo cell selalu menerima cahaya infra merah Prinsip kerja deteksi ini bila terjadi kebakaran terdapat asap yang menghalangi cahaya yg selalu diterima oleh photo cell. gudang dan lain2 dimana terdapat asap dengan kadar ringan. Photo electric cell yg dihubungkan kerangkaian electronic contact ke alarm.

. Cara kerja detektor ini bila terjadi kebakaran yang kemudian ada asap yang memasuki ruang deteksi maka partikel-partikel asap tersebut mempengaruhi perubahan nilai ion diruang deteksi tersebut mengakibatkan rangkaian elektronic contact menjadi aktif dan alarm berbunyi . IONISATION SMOKE DETECTOR  Biasanya alat ini digunakan apabila dibutuhkan deteksi seawal mungkin untuk suatu ruangan seperti ruang computer. sehingga pada ruangan tersebut tidak diperkenankan merokok. Rangkaian electronic contact . arsip dan lain2 .   Alat pengindra ini memiliki komponen Ruang deteksi dengan dilengkapi dengan bahan radioaktif yang diberi muatan listrik sehingga memancarkan ion positif dan ion negatif dengan muatan yang seimbang.

INTERCONECTION INTERCONECTION DETEKTOR KEBAKARAN FIRE ALARM SYSTEM FIRE ALARM SYSTEM AC Off SPRINKLER (FS) LIFT Off PRESS FAN On MCFA POMPA HYDRANT supply daya .

INSTALASI ALARM KEBAKARAN OTOMATIK Ref : Permenaker 02/83 Detektor Signal Sign alarm al alar m  FIRE FAULT FOULT NORMAL MCFA .

889 Th 1981 Ps.  Elemen peka tidak boleh kotor.PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN PENGINDRA ASAP (SMOKE DETECTOR) Elemen peka tidak kurang dari 4 cm dari langit-langit. 5 . atau luas 1 zone kebakaran tidak boleh lebih dr 2000 m2.  Untuk mengindra kebocoran gas harus digunakan pengindra jenis ionisasi.  Dasar SK Gub No.  Maks pengindra asap dalam 1 zone tidak boleh lebih dr 20 buah.

tidak boleh lebih dari 25 cm. Jumlah pengindra panas dalam 1 zone tidak boleh lebih dari 40 buah. Dasar SK Gub No.5 – 10 cm. 889 Th 1981 Ps 4 .PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN PENGINDRA PANAS (HEAT DETECTOR)     Jarak antara elemen peka dengan langit-langit adalah 1. Elemen peka tidak boleh dicat. Jarak antara elemen peka yang di pasang pada balok kayu / beton bangunan dengan plafon / langit-langit.

“ Selamat Bertugas “ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful