Anda di halaman 1dari 19

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT,karena atas rahmat kurnianyalah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjuduldiet ngangguan sistim hormone pada penyakit Diabetes melitus ini tepat pada waktunya. Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna,untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca. Pada kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Semoga makalah dapat menjadi sumbangsih pemikiran bagi pihak yang membutuhkan,khususnya bagi penulis sendiri,sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Padang, mei 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................... DAFTAR ISI................................................................................... BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 Latar Belakang............................................................ Tujuan.......................................................................

BAB II PEMBAHASAN 2.1 2.2 Definisi DM.................................................................... Fatofisiolagi DM .

2.3 Etiologi DM..................................................................... 2.4 Tanda dan gejala DM...................................................... 2.5 Penatalaksanaan DM. 2.6 Kebutuhan zat gizi...........................................................
2.7 Prinsip perencanaan makan orang dengan DM di indonesia..............

BAB III PENUTUP Kesimpulan..........................................................................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Dari

tahun

ketahun

penderita

Diabetes

Melitus

sangat

meningkat.Penyakit ini lebih banyak terjadi pada orang dewasa.Makin tua umur makin tinggi resiko terkena penyakit. Diabetes Melitus Suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (Glukosa) darah akibat kekurangan Insulin baik absolute maupun Relatif

2. Tujuan a. Tujuan Umum Agar mahasiswa dapat mengetahui dan bisa menjelaskan

tentang pengertian Diabetes Melitus b. Tujuan Khusus Supaya Mahasiswa mampu mengetahui tentang penyakit

Diabetes Melitus Mahasiswa mampu menjelaskan,penyebab,tanda dan gejala dari penyakit Diabetes Melitus Agar mahasiswa mampu Mengetahui tentang diet penyakit diabetes melitus

BAB II PEMBAHASAN
DIABETES MELETUS

2.1

Defenisi

Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang di tandai oleh kenaikan kadar Glukosa dalam darah atau Hiperglikemia (Brunner dan Suddath,2002) Diabetes Melitus Suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (Glukosa) darah akibat kekurangan Insulin baik absolute maupun Relatif (Arjatmo,2002) Diabetes Melitus adalah Penyakit Kronis Metabolisme Abnormal yang memerlukan Pengobatan Seumur hidup dengan diet,latihan dan Obatobatan.Berdasarkan tingkat intoleransi Glukosa dikenal 2 Tipe DM,Yaitu : a. DM Tipe I : Insulin Dependent Diabetes Melitus (IDDM) b. DM tipe II : Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM)

2.2

Patofisiologi

Pada pasien DM terjadi pengeluaran glukosa yang berlebihan dari hati melalui proses pembentukan glikogen dan glikogenesi (Pembentukan glikogen baru)Akibat dari adekuatnya menggunakan glukosa oleh otot tulang,jaringan adipose dari hati sehingga kadar glukosa darah meningkat. A. Dalam keadaan stress produksi Insulin oleh sel beta Pankreas tidak mencukupi sehingga terjadi penmingkatan Glukogen.akibatnya pembentukan gula darah akan meningkat dan pemakaian gula perifer terhambat yang akhirnya timbul hiperglikemi B. Akibat gula darah tinggi,tubulus renal tidak dapat menyerap semua gula yang disaring oleh glomerulus sehingga terjadi glukosona yang disebabkan diunesis osmotic,sodium klorid dan pospat serta postasium C. Bila Insulin tidak ada maka sintesa dan penyimpanan proten tidak terjadi akibatnya katabolisme meningkat,berat badan menurun dan Pasien lemah.

2.3

Etilogi
1. Diabetes Tipe I a. Faktor Genetik

Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes Tipe I itu sendiri.Tetapi mewarisi suatu Prediposisi atau kecendrungan genetic kearah terjadinya DM tpe T.kecendrungan ini di temukan pada individu yang memiliki Tipe Antigen b. Faktor-faktor Imunologi Adanya respon Otoimun yang merupakan respon abnormal dimana antibody terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara beraksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing yaitu Otoantibodi terhadap SEl-sel pulau Langerheans dan Insulin endogen. c. Faktor Lingkungan Virus atau Toksin tertentu dapat memicu proses Otoimun yang menimbulkan destruksi sel beta. 2. Diabetes Tipe II Mekanisme yang tepat menyebabkan resistensi Insulin dan gangguan Sekresi Insulin pada diabetes Tipe II masih belum di ketahui.Faktor genetic memegang peranan dalam proses Terjadinya resistensi Insulin.

2.4

Tanda dan Gejala


A. Hiperglikemi
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Polieria (sering buang air kecil) Polydyspia(selalu merasa haus) Polypagia(selalu merasa lapar) Kelainan Kulit/Prenitus Parasthesia Penurunan BB Impoten Luka yang tidak sembuh-sembuh Infeksi saluran Kemih Kelainan Ginekolog Keluhan pada Mata

B. Hipoglikemi 1. Ringan : Gemetar,keringat dingin,rasa dingin,mudah tersinggung,lemah,sakit kepala,mengantuk,gelisah,atau perubahan mental. 2. Sedang : Mual,pingsan,kejang

2.5

PENATALAKSANAAN DIABETES MELITUS

Penatalaksanaan DM berdasarkan : 1. 2. Diet pengaturan aktifitas fisik dan olahraga

Pada orang tidak menderita DM masih dapat mengkompensasi banyaknya kosumsi makanan dan kegiatan aktifitas karena sekresinya masih utuh. Pasien DM tidak sanggup mensekresi insulin secara normal,karena kemampuanya hilang

I .DIET
Diet sehat juga sangat perlu bagi untuk dijalan oleh penderita diabetes. dengan melakukan diet khusus,penderita diabetes bisa berjuang untuk mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal yaitu 60mg%130mg%,dan menjaga agar kadar lipid dan tekanan darah tetap normal. Tetapi diet pada penderita diabetes ini diharapkan bisa memberikan kalori yang cukup sekaligus mengatur kadar gula dalam darahnya agar

sesuai dengan insulin yang dihasilkan.tetapi diet itu nantinya juga bertujuan untuk mengurangi risiko komplikasi diabetes mellitus pada anggota tubuh lainnya seperti pada retina,ginjal dan sistim saraf perifer,serta meningkatkan mortalitas dan resiko penyakit vascular.

A TUJUAN DIET :
 Memberikan makanan sesuai kebutuhan  Mempertahankan kadar gula darah sampai mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin, dengan obat penurun glukosa oral dan aktifitas fisik  Mempertahankan BB sampai menjadi normal  Mencegah terjadinya kadar gula darah terlalu rendah yang menyebabkan pingsan  Menghindari atau menangani komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin seperti hipoglikemia, komplikasi jangka panjang  Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal

Penderita diabetes biasanya mempunyai kecendrungan perubahan kadar gula yang drastis.sehabis makan,kadar gula akan tinggi dan beberapa lama tidak mendapat asupan makanan,maka kadar gula darah akan rendah sekali.jadwal makan harus teratur untuk mencegah terlalu besarnya rentangan kadar gula darah.

B Prinsip diet
 Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, BB, TB, aktivitas sehari-hari dan kondisi tubuh  Penggunaan Karbohidrat sesuai kebutuhan, terutama menghindari penggunaan Karbohidrat sederhana (gula pasir, gula merah dan gula batu)  Protein cukup sesuai kebutuhan  Pilihlah lemak tak jenuh  Tinggi serat

C Syarat diet
 Energi cukup yaitu : 25-30 kkal/kg BB, ditambah untuk kebutuhan aktivitas fisik dan keadaan khusus, misalnya : kehamilan atau laktasi serta ada tidaknya komplikasi  Makanan dibagi dalam 3 porsi besar, pagi (20%), siang (30%) , sore 25% dan selingan (10-15%)  Protein yaitu : 10-15% dari kebutuhan energi total  Lemak yaitu : 20-25% dari kebutuhan energi total  KH adalah sisa dari kebutuhan energi total yaitu 60-70%  Penggunaan gula murni dalam minuman dan makanan tidak diperbolehkan, kecuali jumlahnya sedikit sebagai bumbu

D. Ada istilah 3 J yang harus diingat oleh para penderita diabetes dalam mengatur pola makan sehari-hari;
1.JADWAL
Pengaturan jadwal bagi penderita diabetes biasanya adalah 6kali makan.3 kali makan besar dan 3 kali selingan.Adapun jadwal waktunya adalah sebagai berikut; a.Makan Pagi (jam 07.00) Contoh menunya

-Nasi -Telur dadar isi Wortel -Tahu goreng -Tumis kool b.Snack I (jam 10.00) Contoh menunya -pepaya c.Makan siang(jam 13.00) contoh menunya -Nasi -pecel -cah sawi putih -Nanas d.Snack II (jam 16.00) -pisang rebus e.Makan malam(jam 19.00) -Nasi -Daging ungkap -Balado Tahu -Sup sayuran -Lalap timun -Pisang ambon Usahakan makan tepat pada waktunya,karena apabila telat makan,akan terjadi hipoglikemia(rendahnya kadar gula darah)dengan gejala seperti pusing,mual,dan pingsan.Apabila hal ini terjadi segera minum air gula.

2.JUMLAH
Perhatikan jumlah/porsi makanan yang anda konsumsi.Prinsip jumlah makanan yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah porsi kecil dan sering,artinya makan dalam jumlah sedikit tetapi sering.Adapun pembagian kalori untuk setiap kali makan dengan pola menu 6 kali makan adalah sebagai berikut; a.Makan Pagi(20%)-maksudnya 20% dari total kebutuhan kalori sehari b.Snack I (10%) c.Makan siang (25%) d.Snack II (10%) e.Makan malam (25%) f.Snack III (10%)

3.JENIS
Jenis darah.Kecepatan Suatu makanan dalam cepat menaikkan menaikkan kadar kadar gula gula darah disebut juga indeks tersebut makanan menentukan kecepatan naiknya kadar gula

glikemik.Semakin

darsehabis

makan

dikonsumsi,maka semakin tinggi indeks glikemik makanan tersebut.jadi, hindari

makanan

yang

berindeks

glikemik

tinggi

seperti

sumber

karbohidrat

sederhana,gula,madu,sirup,roti,mie dan lain-lain.

Makanan yang berindeks glikemik lebih rendah adalah makanan yang kaya dengan serat. Contohnya sayuran dan buah-buahan

Dari sisi makanan penderita diabetes atau kencing manis lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buahbuahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak dianjurkan.

E . BAHAN MAKANAN YANG DIANJURKAN

y y y y y

Sumber Protein Hewani : daging kurus, ayam tanpa kulit, ikan dan putih telur Sumber Protein Nabati : tempe, tahu, kacang-kacangan(kacang ijo, kacang merah, kacang kedele) Sayuran : kangkung, daun kacang, oyong, ketimun, tomat, labu air, kol, kembang kol, sawi, lobak, seledri, selada, terong Buah-buahan atau sari buah :jeruk siam, apel, pepaya, melon, jambu air, salak, semangka, belimbing Susu Skim atau susu rendah lemak misalnya yogurt, susu kacang

2.6 KEBUTUHAN ZAT GIZI DAPAT DIURAIKAN DIBAWAH INI. 1. Protein.


Hanya sedikit data ilmiah untuk membuat rekomendasi yang kuat tentang asupan protein.orang dengan diabetes. ADA pada saat ini menganjurkan mengkonsumsi 10% - 20% energi dari protein total. Menurut konsensus pengelolaan diabetes di Indonesia kebutuhan protein untuk orang dengan diabetes adalah 10 15% energi. Perlu penurunan asupan protein menjadi 0,8 g/kg perhari atau 10% dari kebutuhan energi dengan timbulnya nefropati pada orang dewasa dan 65% hendaknya bernilai biologi tinggi.

2. Total Lemak.
Asupan lemak dianjurkan < 10% energi dari lemak jenuh dan tidak lebih 10% energi dari lemak tidak jenuh ganda, sedangkan selebihnya yaitu 60 70% total energi dari lemak tidak jenuh tunggak dan karbohidrat. Distribusi energi dari lemak dan karbohidrat dapat berbeda-beda setiap individu berdasarkan pengkajia

gizi dan tujuan pengobatan. Anjuran persentase energi dari lemak tergantung dari hasil pemeriksaan glukosa, lipid, dan berat badan yang diinginkan Untuk individu yang mempunyai kadar lipid normal dan dapat mempertahankan berat badan yang memadai, (dan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal pada anak dan remaja dapat dianjurkan tidak lebih dari 30% asupan energi dari lemak total dan < 10% energy dari lemak jenuh. Dalam hal ini anjuran asupan lemak di Indonesia adalah 20 25% energi. Apabila peningkatan LDL merupakan masalah utama, dapat diikuti anjuran diet dislipidemia tahap II yaitu < 7% energi total dari lemaj jenuh, tidak lebih dari 30% energi dari lemak total dan kandungan kolesterol 200 mg/hari. Apabila peningkatan trigliserida dan VLDL merupakan masalah utama, pendekatan yang mungkin menguntungkan selain menurunkan berat badan dan peningkatan aktivitas adalah peningkatan sedang asupan lemak tidak jenuh tunggal 20% energi dengan < 10% masing energy masing-masing dari lemak jenuh dan tidak jenuh ganda sedangkan asupan karbohidrat lebih rendah. Perencanaan makan tinggi lemak tidak jenuh tunggal dapat dilakukan antara lain dengan penggunaan nuts, alpukat dan minyak zaitun. Namun demikian pada individu yang kegemukan peningkatan asupan lemak dapat memperburuk kegemukannya. Pasien dengan kadar trigliserida > 1000 mg/dl mungkin perlu penurunan semua tipe lemak makanan untuk menurunkan kadar lemak plasma dalam bentuk kilomikron.

3. Lemak Jenuh dan Kolesterol.


Tujuan utama pengurangan konsumsi lemak jenuh dan kolestrol adalah untuk menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu < 10% asupan energi sehari seharusnya dari lemak jenuh dan asupan makanan kolesterol makanan hendaknya dibatasi tidak lebih dari 300 mg perhari. Namun demikian rekomendasi ini harus disesuaikan dengan latar belakang budaya dan etnik.

4. Karbohidrat dan Pemanis.


Rekomendasi tahun 1994 lebih menfokuskan pada jumlah total karbohidrat dari pada jenisnya. Rekomendasi untuk sukrosa lebih liberal, menilai kembali fruktosa dan lebih konservatif untuk serat. Buah dan susu sudah terbukti mempunyai respon glikemik menyerupai roti, nasi dankentang. Walaupun berbagai tepung-tepungan mempunyai respon glikemik yang berbeda,prioritas hendaknya lebih pada jumlah total karbohidrat yang dikonsumsi dari pada sumber karbohidrat. Anjuran konsumsi karbohidrat untuk orang dengan diabetes di Indonesia adalah 60 70% energi.

5. Sukrosa.
Bukti ilmiah menunjukkan bahwa penggunaan sukrosa sebagai bagian dari perencanaan makan tidak memperburuk kontrol glukosa darah pada individu dengan diabetes tipe 1 dan 2. Sukrosa dan makanan yang mengandung sukrosa harus diperhitungkan sebagai pengganti karbohidrat makanan lain dan tidak hanya

dengan menambahkannya pada perencanaan makan. Dalam melakukan substitusi ini kandungan zat gizi dari makanan-makanan manis yang pekat dan kandungan zat gizi makanan yang mengandung sukrosa harus dipertimbangkan, demikian juga adanya zat gizi-zat gizi lain pada makanan tersebut seperti lemak yang sering dimakan bersama sukrosa. Mengkonsumsi makanan yang bervariasi memberikan lebih banyak zat gizi dari pada makanan dengan sukrosa sebagai satu-satunya zat gizi.

6. Pemanis. a. Fruktosa menaikkan glukosa plasma lebih kecil dari pada sukrosa dan
kebanyakannya karbohidrat jenis tepung-tepungan. Dalam hal ini fruktosa dapat memberikan keuntungan sebagai bahan pemanis pada diet diabetes. Namun demikian, karena pengaruh penggunaan dalam jumlah besar (20% energi) yang potensial merugikan pada kolesterol dan LDL, fruktosa tidak seluruhnya menguntungkan sebagai bahan pemanis untuk orang dengan diabetes. Penderita dislipidemia hendaknya menghindari mengkonsumsi fruktosa dalam jumlah besar, namun tidak ada alasan untuk menghindari makanan seperti buah dan sayuran yang mengnadung fruktosa alami ataupun konsumsi sejumlah sedang makanan yang mengandung pemanis fruktosa. b. Sorbitol, mannitol dan xylitol adalah gula alkohol biasa (polyols) yang menghasilkan respon glikemik lebih rendah dari pada sukrosa dan karbohidrat lain. Penggunaan pemanis tersebut secra berlebihan dapat mempunyai pengaruh laxatif. c. Sakarin, aspartam, acesulfame adalah pemanis tak bergizi yang dapat diterima sebagai pemanis pada semua penderita DM.

7. Serat.
Rekomendasi asupan serat untuk orang dengan diabetes sama dengan untuk orang yang tidak diabetes. Dianjurkan mengkonsumsi 20 35 g serat makanan dari berbagai sumber bahan makanan. Di Indonesia anjurannya adalah kira-kira 25 g/hari dengan mengutamakan serat larut. 8. Natrium. Anjuran asupan untuk orang dengan diabetes sama dengan penduduk biasa yaitu tidak lebih dari 3000 mg, sedangkan bagi yang menderita hipertensi ringan sampai sedang, dianjurkan2400 mg natrium perhari.

2.7 PRINSIP PERENCANAAN MAKAN ORANG DENGAN DIABETES DI INDONESIA A. Kebutuhan Kalori.

Kebutuhan kalori sesuai untuk mencapai dan mepertahankan berat badan ideal komposisi energi adalah 60 70% dari karbohidrat, 10 - 15% dari protein dan 20 25% dari lemak. Ada beberapa cara untuk menentukan jumlah kalori yang dibutuhkan orang dengan diabetes. Diantaranya adalah dengan memperhitungkan berdasarkan kebutuhan kalori basal yang besarnya 25-30 kalori/kg BB ideal, ditambah dan dikurangi bergantung pada beberapa factor yaitu jenis kelamin, umur, aktifikasi, kehamilan/laktasi, adanya komplikasi dan berat badan. Cara lain adalah seperti tabel 1. Sedangkan cara yang lebih gampang lagi adalah dengan pegangan kasar, yaitu untuk pasien kurus 2300 2500 kalori, normal 1700 2100 kalori dan gemuk 1300 - 1500 kalori. Tabel 1. Kebutuhan Kalori Orang Dengan Diabetes. Kerja santai Kerja sedang Kerja berat 25 30 35 30 35 40 35 40 40-50

DEWASA Gemuk Normal kurus

Perhitungan Berat Badan Idaman. Dengan rumus Brocca yang dimodifikasi adalah sebagai berikut : Berat badan idaman = 90% x (TB dalam cm 100) x 1 kg. Bagi pria dengan tinggi badan dibawah 160 cm dan wanita di bawah 150 cm, atau bagi mereka yang berumur lebih dari 40 tahun, rumus dimodifikasi menjadi. Berat badan ideal = (TB dalam cm 100) x 1 kg. Sedangkan menurut Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) yaitu berat badan (kg) TB2 sebagai berikut : y Berat ideal : BMI 21 untuk wanita - BMI 22,5 untuk pria. -

Faktor-faktor yang menentukan kebutuhan kalori.


1. Jenis Kelamin.
Kebutuhan kalori pada wanita lebih kecil daripada pria, untuk ini dapat dipakai angka 25 kal/kg BB untuk wanita dan angka 30 kal/kg BB untuk pria.

2. Umur.
Pada bayi dan anak-anak kebutuhan kalori adalah jauh lebih tinggi daripada orangdewasa, dalam tahun pertama bisa mencapai 112 kg/kg BB. Umur 1 tahun membutuhkan lebih kurang 1000 kalori dan selanjutnya pada anak lebih daripada 1 tahun mendapat tambahan 100 kalori untuk tiap tahunnya. Penurunan kebutuhan kalori diatas 40 tahun harus dikurangi 5% untuk tiap dekade antara 40 dan 59 tahun, sedangkan antara 60 dan 69 tahun dikurangi 10%, diatas 70 tahun dikurangi 20%.

3. Aktifitas Fisik atau Pekerjaan.


Jenis aktifitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis aktifitas dikelompokan sebagai berikut : Keadaan istirahat : kebutuhan kalori basal ditambah 10%. Ringan : pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah tangga, dan lain-lain kebutuhan harus ditambah 20% dari kebutuhan basal. Sedang : pegawai di insdustri ringan, mahasiswa, militer yang sedang tidak perang, kebutuhan dinaikkan menjadi 30% dari basal. Berat : petani, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, kebutuhan ditambah 40%. Sangat berat : tukang beca, tukang gali, pandai besi, kebutuhan harus ditambah 50% dari basal.

4. Kehamilan/Laktasi.
Pada permulaan kehamilan diperlukan tambahan 150 kalori/hari dan pada trimester II dan III 350 kalori/hari. Pada waktu laktasi diperlukan tambahan sebanyak 550 kalori/hari. 5. Adanya komplikasi. Infeksi, Trauma atau operasi yang menyebabkan kenaikan suhu memerlukan tambahan kalori sebesar 13% untuk tiap kenaikkan 1 derajat celcius. 6. Berat Badan. Bila kegemukan/terlalu kurus, dikurangi/ditambah sekitar 20-30% bergantung kepada tingkat/kekurusannya.

B. Gula.
Gula dan produk-produk lain dari gula dikurangi, kecuali pada keadaan tertentu, misalnya pasien dengan diet rendah protein dan yang mendapat makanan cair, gula boleh diberikan untuk mencukupi kebutuhan kalori, dalam jumlah terbatas. Penggunaaan gula sedikit dalam bumbu diperbolehkan sehingga memungkinkan pasien dapat makan makanan keluarga. Penggunaaan gula untuk minuman dapat diberikan sesuai petunjuk bila diperlukan.

C. Standard Diet Diabetes Mellitus.


Untuk perencanaan pola makan sehari, pasien diberi petunjuk berapa kebutuhan bahan makanan setiap kali makan dalam sehari dalam bentuk Penukar (P). Lihat lampiran (satu) 1. Berdasarkan pola makan pasien tersebut dan daftar bahan makanan penukar, dapat disusun menu makanan sehari-hari.

D. Daftar Makanan Penukar.


Daftar bahan makanan penukar adalah suatu daftar nama bahan makanan dengan ukuran tertentu dan dikelompokkan berdasarkan kandungan kalori, protein, lemak dan hidrat arang. Setiap kelompok bahan makanan dianggap mempunyai nilai gizi yang kurang lebih sama . Dikelompokkan menjadi 7 kelompok bahan makanan yaitu : Golongan Golongan Golongan Golongan Golongan Golongan Dolongan Golongan 1 2 3 4 5 6 7 8 : : : : : : : : bahan makanan sumber karbohidrat. bahan makanan sumber protein hewani. bahan makanan sumber protein nabati. sayuran. buah-buahan. Susu. Minyak makanan tanpa kalori.

2 AKTIVITAS DAN OLAHRAGA

 Aktivitas
y y Jenis aktifitas yang berbeda membutuhkan kalori yang berbeda pula. Jenis aktifitas dikelompokan sebagai berikut : a. Ringan pegawai kantor, pegawai toko, guru, ahli hukum, ibu rumah

tangga, dan b. Sedang pegawai di insdustri ringan, mahasiswa, militer yang

sedang tidak perang, c. Berat petani, militer dalam keadaan latihan, penari, atlit, tukang beca, tukang gali, pandai besi, kebutuhan

d. Sangat berat harus ditambah

 olahraga
penderita jelas membutuhkan olah raga yang cukup dan ideal agar tubuh mereka tetap sehat dan bisa melawan penyakit yang menghingapi mereka, olah raga bisa menurunkan kadar glukosa darah dan mencegah kegemukan pasalnya pada waktu istirahat, metabolisme otot hanya sedikit membutuhkan glukosa sebagai sumber energy.akan tetapi saat berolahraga,glukosa dan lemak akan merupakan sumber utama.jadi setelah berolahragaselam beberapa menit saja,tubuh membutuhkan glukosa dalam jumlah berlipat dibandingkan pada saat istirahat. jenis olahraga yang disarankan adalah aerobic,selain mudah dilakukan,aerobic tergolong olah raga yang sederhana dan murah serta dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun.sebaiknya olahraga aerobic dilakukan

minimal 20-30 menit setiap harinya.Beberapa alternatif olahraga aerobic yang murah seperti renang, jogging,bersepeda dan senam aerobic.

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN

Diet kencing manis | Mengelola penyakit kencing manis atau diabetes mellitus sebenarnya mudah asal penderita bisa mendisiplinkan diri dan melakukan olahraga secara teratur, menuruti saran dokter, dan tidak mudah patah semangat. Selain mengontrol kadar gula secara teratur, melakukan diet makanan dan olahraga yang teratur menjadi kunci sukses pengelolaaan diabetes. Dalam hal makanan misalnya, penderita diabetes harus memperhatikan takaran karbohidrat. Sebab lebih dari separuh kebutuhan energi diperoleh dari zat ini. Dari sisi makanan penderita diabetes atau kencing manis lebih dianjurkan mengkonsumsi karbohidrat berserat seperti kacang-kacangan, sayuran, buah segar seperti pepaya, kedondong, apel, tomat, salak, semangka dll. Sedangkan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo, jeruk, nanas, rambutan, durian, nangka, anggur, tidak dianjurkan.

DAFTAR PUSTAKA

Bagian gizi R.S.Dr.cipto mangunkusomo dan PAGI.1984.penutun diit Jakarta:penerbit PT Gramedia Brick lynne.2002.bugar dengan senam aerobic (terjanna agustina) Jakarta:PT Raja Grafindo persada. Diabetes Articles : diabetes-mellitus-dm.blogspot.com

MAKALAH GIZI
DIET NGANGGUAN SISTIM HORMON PADA PENYAKIT DIABETES MELITUS

DISUSUN O L E H

KELOMPOK III 1 JAMATULLKHER 2 NADIAS 3 YORI SUSMITRA BASRI 4 MIRA DESRAYUTI

PEMBIMBING: WIWI SARTIKA,M.BIOMED

DIII NON REGULER POLTEKKES KEMENKES RI 2011