P. 1
34624889 Kelas XII KD I Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

34624889 Kelas XII KD I Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

|Views: 22,211|Likes:
Dipublikasikan oleh dara intan

More info:

Published by: dara intan on Jul 12, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

Menurut Abdulkadir Besar dalam tulisannya tentang “Pancasila Ideologi
Terbuka”, antara lain disebutkan bahwa pada umumnya khalayak memahami
arti “terbuka” dari pernyataan “ideologi terbuka” adalah ideologinya yang
bersifat terbuka. Oleh sebab itu, pernyataan “Pancasila adalah ideologi
terbuka”, banyak difahami secara harfiah, yaitu ; berbagai konsep dari

31

Penugasan Praktik
Kewarganegaraan

Setelah mempelajari materi-materi tentang : Pengertian Ideologi,
Lahir dan Tumbuh Kembangnya, Hakikat dan Fungsinya, Ideologi
Sebagai Sistem dan Pancasila sebagai Ideologi Nasional
, lakukan
Strategi Pembelajaran dengan Penugasan Cooperative Integrated
Reading and Composition
(CIRC) atau Kooperatif Terpadu Membaca
dan Menulis.
Langkah-langkah :

Bentuk kelompok dengan anggotanya antara 4 – 5 orang.
Diberikan “wacana” atau kliping sesuai dengan topik pembelejaran.
Setiap kelompok bekerja sama saling membacakan dan menemukan
ide pokok serta memberi tanggapan terhadap wacana/kliping, dan
ditulis pada lembar kertas.
Mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok.
Buatlah kesimpulan bersama.

Penutup.

3

ideologi lain, terutama dari ideologi liberalisme, seperti ;”hak asasi manusia”,
“pasar bebas”, “mayoritas tunggal”, “dualisme pemerintahan” beserta
konsekuensi logiknya : “sistem oposisi liberal”, dan sebagainya serta merta
(tanpa nalaran sedikitpun), dianggap dapat berlaku dengan sendirinya sebagai
konsep yang inheren dari ideologi Pancasila.
Adanya anggapan umum yang demikian, dapat difahami karena adanya
sebab-sebab sebagai berikut :
a.

Orang yang bersangkutan tidak atau belum faham betul

mengenai ideologi Pancasila, dan

b.

Nilai instrinsik ideologi Liberalisme, yaitu “kebebasan
individu” merupakan konsep yang teralir darinya tidak mereka sadari
sebagai konsep ideologik, melainkan mereka persepsikan sebagai konsep
yang bebas nilai yang mereka identikkan dengan konsep yang bersifat
obyektif universal.

Bahwa semua konsep dari suatu ideologi, niscaya teralir secara deduktif-
logik dari nilai instrinsik suatu ideologi yang bersangkuatan. Sebagai contoh,
nilai instrinsik ideologi Liberaralisme (kebebasan individu), ideologi Komunis
(hubungan produksi), dan ideologi Pancasila adalah kebersamaan. Berkenaan
dengan hal tersebut, konsep dari suatu ideologi tidak dapat diberlakukan
kepada ideologi yang lain. Bila hal ini dipaksakan, maka yang akan terwujud
adalah cita-cita dari ideologi lain.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->