Anda di halaman 1dari 5

Model Matematika sebagai formulasi bahasa matematika dalam penyelesaian masalah

Oleh : Arif Sulistiawan, M.Pd *) I. PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu yang berusia sangat tua dibanding ilmu ilmu yang lain.

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 3000 SM Bangsa Mesir Kuno sudah menggunakan pengetahuan matematika untuk membuat bangunan unik Piramida yang sampai saat ini masih bisa kita lihat. Pada sekitar 200 SM, ilmu matematika berkembang di Yunani dan melahirkan banyak penemuan matematis seperti Geometri yang dipelopori oleh Euclid dan Phytagoras. Di dunia Islam, matematika dikembangkan oleh Al buku berjudul Al penyelesaiannya. Beberapa ilmuwan mengatakan bahwa matematika adalah ilmu alat (tools analysis) atau ilmu yang membantu disiplin ilmu lain dalam menyelesaikan masalah masalah baik bersifat nyata maupun abstrak. Matematika adalah pelayan bagi ilmu yang lain, dalam ungkapan lain dinyatakan Mathematics is a Queen of Science ( Matematika adalah ratu Ilmu Kwarizmi yang menyusun

Jabar dan menguraikan tentang persamaan dan pertidaksamaan serta

Pengetahuan) . Dalam rangka menyelesaikan persoalan dalam kehidupan nyata (real life) dikenal suatu metode penyelesaian yang disebut Model Matematika. II. HAKEKAT MODEL MATEMATIKA Untuk memahami pengertian atau definisi dari Model Matematika maka kita harus

memahami pengertian Model itu sendiri. Meyer ( 1987 : 2) mengungkapkan bahwa : a

model is an object or a concept that is used to represent something else. It ts reality scaled down an converted to a form that we can comprehend . Dari ungkapan tersebut dapat di ketahui bahwa model dapat berupa object fisik (benda) atau object abstract (konsep ) yang dibuat untuk merepresentasikan sesuatu. Model dibuat agar sesuatu itu mudah kita fahami. Contohnya model kapal terbang yang terbuat dari kayu, plastic dan lem. Atau contoh lain model berupa pendulum yang melukiskan tentang opini public yang selalu bergerak ke kanan dan kekiri. Sedangkan model matematika menurut Meyer ( 1987 : 2) adalah a model whose parts are mathematical concept, such as constants, variables, functions, equations, inequalities, etc . Model matematika adalah model yang berupa konsep-konsep matematika, yang dapat berupa konstanta, variable, fungsi, persamaan, pertidaksamaan maupun yang lainnya. Jadi jelas bahwa model matematika berupa suatu yang abstrak sedangkan model nonmatematika berupa objek fisik ( benda). Suatu contoh model matematika adalah persamaan yang melukiskan gaya angkat pesawat terbang , yaitu :

Dimana l = gaya angkat pesawat, C = konstanta,

= kerapatan udara, v = kecepatan

pesawat, s = total permukaan sayap sebelah atas. Dengan model persamaan tersebut para ahli pesawat terbang dapat melakukan eksperimen tentang besarnya gaya angkat pesawat. III. LANGKAH LANGKAH MEMBANGUN MODEL MATEMATIKA Dalam menyelesaikan masalah nyata dengan menggunakan model matematika. Menurut Richard R. Skem ( 1982: 38) Ada langkah langkah sederhana yang harus di laksanakan

seperti yang tergambar dalam gambar berikut :

Mengabstraksi DUNIA NYATA


DUNIA MATEMATIK

Manipulasi Model

SOLUSI MASALAH

SOLUSI MATEMATIK

Re-embodying Dari gambar di atas ada tiga langkah yang dilakukan yaitu : Langkah pertama, mengabstraksi yaitu melakukan penerjemahan masalah yang berasal dari dunia nyata ke dalam bentuk bahasa matematika ( bahasa symbol). Ini dapat berupa persamaan, pertidaksamaan, fungsi, konstanta dan lain lain. Dalam melakukan abstraksi konsep

sangat diperlukan pengetahuan matematika yang luas mengenai konsep matematika yang cocok digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Langkah kedua, manipulasi model yaitu proses pengolahan bahasa symbol untuk menemukan solusi matematis dari formula yang sudah dibuat pada tahap pertama. Proses ini dapat berupa penyelesaian persamaan, pertidaksamaan, fungsi atau yang konsep matematis yang lain. Dapat juga dilakukan operasi dasar arimetika bergantung dari model abstraksi yang dibuat. Ketrampilan dalam melakukan perhitungan matematis sangat diperlukan pada tahap ini.

Langkah ketiga, re-embodying atau membentuk kembali solusi matematis yang sudah diperoleh menjadi solusi masalah nyata sehingga tujuan awal pembentukan model matematika dapat terpenuhi. Suatu contoh sederhana yang menerangkan proses di atas adalah masalah kelistrikan: Kawat elemen pemanas listrik mempunyai hambatan 25 ohm tiap meter. Berapa panjang kawat yang harus digunakan untuk elemen 1000 Watt, jika gaya gerak listrik 240 Volt ? Langkah pertama : Abstraksi Hubungan antara daya keluaran, gaya gerak listrik dan hambatan totalnya adalah :

W=
Dimana W adalah Daya ( Watt), E adalah gaya gerak listrik ( Volt) dan R adalah hambatan (Ohm). Dengan demikian W

adalah persamaan yang dibutuhkan.

Langkah kedua : Manipulasi model Dengan memasukkan harga W = 1000, E = 240 di dapat : 1000 = 1000 R = 2402 R = 2402/1000 R = 57,6 Langkah ketiga : Re-embodying Total hambatan kawat haruslah 57,6 Ohm. Jika setiap meter kawat mempunyai hambatan 25 Ohm, maka panjang kawat yang dibutuhkan adalah 2,3 meter.

Masih banyak contoh

contoh lain penyelesaian masalah yang menggunakan model

matematika yang dapat dikembangkan di berbagai bidang keilmuan maupun bidang kemasyarakatan, sehingga semakin mempertegas bahwa ilmu matematika Tool analysis dalam kehidupan. *) Dosen matematika STAIDRA Kranji Paciran Lamongan DAFTAR PUSTAKA : Skemp, Richard, 1982. The Psycology of Learning Mathematics. New York : Penguins Books Meyer, J. 1987. Concept of Mathematical Modelling. Siangapore : Wikibooks