Anda di halaman 1dari 6

PEMAHAMAN SISTEM REMUNERASI I.

PENGERTIAN

Remunerasi adalah suatu sistem pengupahan yang mengatur gaji, insentif dan merit/bonus karyawan pada suatu perusahaan. Untuk Rumah Sakit Islam Surabaya remunerasi merupakan insentif karyawan yang disisihkan dari Jasa Pelayanan dan Laba Operasional Penunjang Medis. Remunerasi merupakan salah satu unsur yang penting untuk diketahui oleh para manajer rumah sakit karena menyangkut kesejahteraan seluruh karyawan. Seringkali ketidakseimbangan gaji atau insentif antara kelompok dokter, perawat, tenaga kesehatan lain, tenaga administrasi dan manajer/kepala bagian rumah sakit menyebabkan terjadinya konflik yang berkepanjangan dan menyebabkan menurunnya komitmen karyawan terhadap organisasi. Karenanya perlu pemahaman bagaimana system remunerasi dapat dikembangkan dan disesuaikan berdasarkan kesepakatan melalui beberapa pendekatan yang lebih fleksibel. II. TUJUAN 1. Membangun image yag baik dari organisasi (Building good image) 2. Menjamin kesejahteraan karyawan (Wellfare) 3. Memberikan motivasi terhadap kinerja karyawan (Motivations) 4. Mempertahankan keberadaan karyawan dalam organisasi (Retaining personil) PRINSIP DASAR REMUNERASI

III.

Dalam penentuan remunerasi ini kita menggunakan 3 prinsip dasar agar terdapat solusi yang tepat dan mencapai tujuan yang diinginkan, antara lain : 1. Kebersamaam, karena dalam organisasi rumah sakit karyawan bekerja saling membutuhkan dan koordinasi yang baik antara Revenue Center maupun Cost Center. 2. Keterbukaan, semua karyawan dalam bekerja harus terbuka dan saling mengingatkan guna pencapaian hasil optimal. 3. Keadilan, dalam pelaksanaannya system pembagian remunerasi ini harus adil dan wajar sesuai dengan penampilan kerja masing-masing karyawan. IV. HAK DAN KEWAJIBAN 1. Manajemen Rumah Sakit berkewajiban menyediakan alokasi dana untuk insentif karyawan. 2. Setiap karyawan rumah sakit berhak mendapatkan insentif sesuai denga kinerja yang dicapai. 3. Setiap karyawan yang menghasilkan jasa pelayanan dan penunjang berkewajiban memberikan kontribusi ke Pos Remunersi yang besaran prosentasenya ditentukan dalam sistem remunerasi.

4. Setiap karyawan yang memangku jabatan pada pusat pendapatan (Revenue Center) berkewajiban untuk menyusun rencana bisnis (business Plan) yang dilengkapi dengan sistem akuntabilitas. 5. Setiap karyawan yang memangku jabatan dalam pada pusat pengeluaran (Cost Center) berkewajiban menyusun rencana aksi strategi (Strategic Actin Plan) yang dilengkapi dengan sistem akuntabilitas. 6. Karyawan yang dimaksud pada nomer 5 (Lima) diatas adalah : 1) Direktur 2) Ketua Komite Medik 3) Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) 4) Kabid Sistem Informasi Manajemen (SIM) dan Pemasaran 5) Kepala Bagian 6) Kepala Seksi dan Kepala Unit 7. Dokter Spesialis, Dokter Umum dan Dokter Gigi berkewajiban memberikan pelayanan minimal dan produktif V. PENDANAAN Sumber dana dalam remunerasi pada prinsipnya berasal dari jasa pelayanan dan laba operasional penunjang medis. dari sisi remunerasi pendapatan Rumah Sakit dibedakan atas 2 Pos : 1. Pos yang tidak diambil untuk remunerasi 2. Pos yang diambil untuk remunerasi Pos yang tidak diambil untuk remunerasi (langsung untuk rumah sakit) adalah : 1. Akomodasi kamar rawat inap 2. Biaya administrasi rawat inap 3. Perawatan jenazah 4. Sewa alat medik (ECG Monitor, Ventilator, dll) 5. Konsultasi gizi 6. Kartu berobat/Emboss 7. Pengurusan Akte kelahiran, visum dan asuransi 8. Pelayanan ambulance 9. Pengelolaan ruang pertemuan 10. Praktek kerja lapangan dan penelitian Pos dana yang diambil untuk remunerasi : 1. Jasa pelayanan medik (honor dokter umum dan dokter gigi) 2. Jasa pelayanan keperawatan 3. Laba operasional penunjang medis (Laboratorium, Rdiologi, fisioterapi dan farmasi)

Data Pengambilan Remunerasi : NO JENIS RSI REMUNERASI UNIT Jasa Pelayanan 1. 12,5 % 30 % 50 % (Dokter Umum) Jasa Pelayanan 2. 50 % 30 % 20 % (Dokter Gigi) Jasa Pelayanan 3. 25 % 62,5 % 12,5 % Keperawatan Laba Operasional 4. 90 % 9% 1% Laboratorium Laba Operasional 5. 90 % 9,5 % 0,5 % Radiologi Laba Operasional 6. 25 % 67 % 12,5 % Fisioterapi Laba Operasional 7. 85 % 13,5 % 1,5 % Farmasi

PAJAK 7,5 % -

Total dana Remunerasi didistribusikan pada 3 (tiga) alokasi : 1. 90 % didistribusikan kepada seluruh karyawan sesuai dengan nilai indek masing-masing 2. 5 % disimpan sebagai tabungan / pundi-pundi tahunan yang dibagikan menjelang lebaran 3. 5 % dialokasikan untuk direksi VI. DISTRIBUSI 1. Falsafah dasar insentif adalah motivasi kerja berdasarkan fee for performance 2. Insentif langsung maupun tidak langsung dibayarkan pada bulan berikutnya paling lambat pada setiap tanggal 20 setelah pelayanan dalam bulan berjalan selesei 3. Score individu dihitung oleh atasan yang bersangkutan dan perhitungan total score individu yang menjadi score rumah sakit ditetapkan oleh kepala bagian personalia rumah sakit 4. Besaran insentif langsung maupun tidak langsung bagi setiap karyawan bisa berbeda setiap bulan tergantung kepada besar kecilnya POS Remunerasi 5. yang berwenang mengesahkan insentif adalah Direktur Umum dan Keuangan rumah sakit 6. Score individu bisa berubah setiap bulan bergantung kepada perubahan basic index, kualifikasi pendidikan, risiko, emergency, posisi/jabatan dan performance index 7. Insentif langsung hanya berlaku kepada karyawan yang menghasilkan jasa 8. Karyawan bukan penghasil jasa hanya mendapat insentif tidak langsung 9. Karyawan yang telah menandatangani kontrak kerja kurang dari 3 (tiga) bulan belum berhak mendapatkan insentif tidak langsung 10. Karyawan honorer dianggap sebagai karyawan tetap dengan dengan gaji pokok sebesar pegawai tetap 0 (nol) tahun

Indexing Indexing adalah teknik untuk menentukan besaran score individu karyawan sesuai dengan beban kerjanya. indexing berdasarkan : a. Basic index atau indeks dasar untuk penghargaan sebagai insentif dasar bagi seluruh karyawan yang standarnya diadopsi dari gaji pokok karyawan yang bersangkutan dengan ketentuan setiap Rp 50.000 gaji sama dengan 1 (satu) nilai index, Rp 25.000 = 0.5, sedangkan lebih dari > Rp 25.000 = 1 index b. Kualifikasi/capacity index adalah untuk memberikan penghargaan nilai kualifikasi/capacity berdasarkan pendidikan karyawan yang diakui oleh manajemen rumah sakit dengan ketentuan sebagai berikut : SD =1 SMP =2 SMA/SMU =3 D1/SPK/Bidan =4 D3 =5 S1/D4 =6 S2 Umum/Dr Umum/Drg/Apoteker =7 Dokter Spesialis =8 S3/Dr Subspesialis =9 c. Risk Index adalah nilai untuk risiko yang diterima karyawan akibat pekerjaannya. Nilai resiko terbagi menjadi 3 (tiga) grade, yaitu : 1) Risiko grade I dengan nilai index 1 adalah kemungkinan terjadi risiko kerja yang bersifat fisik, apabila karyawan yang bersangkutan bekerja sesuai protap (SOP). Adapun yang termasuk di dalam grade ini adalah Sekretariat, Personalia, Keuangan, Kamtib, Kerumahtanggaan, Logistik, Kendaraan, Binroh dan MR. 2) Risiko grade II dengan nilai index 2 adalah kemungkinan terjadi risiko kerja yang bersifat fisik dan kimiawi, apabila karyawan yang bersangkutan bekerja sesuai protap (SOP). Adapun yang termasuk di dalam grade ini adalah Farmasi, Rawat Inap, Rawat Jalan, Fisioterapi, Gizi, Pemeliharaan sarana dan Laundry. 3) Risiko grade III dengan nilai index 3 adalah kemungkinan terjadi risiko kerja yang bersifat fisik, kimiawi dan radiasi ataupun infeksius walaupun karyawan yang bersangkutan bekerja sesuai protap (SOP). Adapun yang termasuk di dalam grade ini adalah R. Bersalin, UGD, Kamar Operasi, rdaiologi, Laboratorium dan ICU. d. Emergency index adalah penilaian terhadap beban emergency yang harus disegerakan. Terdiri dari 3 (tiga) grade, yaitu : 1) Kegawatan Rendah = grade I dengan nilai index 1. yaitu Sekretariat, Personalia, Keuangan, Kamtib, kerumahtanggaan, Logistik, Kendaraan, Binroh, MR, Farmasi, Rawat Jalan, Fisioterapi, Gizi, Pemeliharaan & Sarana dan Laundry. 2) Kegawatan Sedang = grade I dengan nilai index 2.

yaitu Rawat Inap, Laboratorium dan Radiologi. 3) Kegawatan Tinggi = grade I dengan nilai index 3. yaitu ICU/RRI, OK, UGD dan Kamar Bersalin. e. Position index adalah untuk menilai beban jabatan yang disandang karyawan sesuai dengan SK direktur. Dengan ketentuan kelompok jabatan sebagai berikut : 1) Kasubid, Ketua Panitia, Koordinator, dan Pengawas = 2 2) Kepala Unit, Kepala Seksi = 4 3) Ketua Komite Medik, Badan Pengawas, Kabag, Kabid = 6 f. Performance index untuk mengukur hasil/pencapaian kerja dari karyawan. Kinerja dikaitkan dengan sistem akuntabilitas kinerja (sistem manajemen kinerja/PMS). Nilai index kinerja adalah dua kali hasil pencapaian kinerja. Performance Index ini diperhitungkan terutama untuk pembagian insentif langsung unit kerja (kue kecil), sedangkan pembagian insentif tidak langsung (kue besar) semua dianggap sama karena belum ada standar penilaian kinerj ayang baku untuk setiap karyawan. Adapun nilai index yang dipakai adalah = 2. Dalam perencanaan selanjutnya performance index akan diperhitungkan dengan Evaluasi presensi Karyawan (formula yang dipakai masih dalam pembahasan tim) g. Setelah dilakukan indexing maka dilakukan Rating, yaitu : 1) Basic Index = Rate 1 2) Kualifikasi Index = Rate 2 3) Risk Index = Rate 3 4) Emergency Index = Rate 3 5) Position Index = Rate 3 6) Performance Index = Rate 4 h. Score adalah nilai individu yang merupakan perkalian dari indeks terhadap rating atau bobot i. Total score individu adalah penjumlahan dari score basic, kualifikasi/capacity, risk, emergency, position dan performance j. Total score individu seluruh karyawan dijumlahkan menjadi total score Rumah Sakit Format Indexing No Objek Index Rating Score Basic Index : 1) Setiap gaji karyawan Rp 50.000 1 1 bernilai index 1 2) Rp 25.000 bernilai index 0.5 3) > Rp 25.000 bernilai index 1 2 Kualifikasi/capacity index 1) SD 1 2) SMP 2 3) SMA/SMU 3 4) D1/SPK/Bidan 4 5) D3 5 2 6) S1/D4 6 7) S2/Dr Umum/Dr Gigi/Apoteker 7 8) Dokter Spesialis 8

9) S3/Dr Subspesialis Risk Index 1) Grade I 2) Grade II 3) Grade III Emergency Index 1) Grade I 2) Grade II 3) Grade III Position Index 1) Kasubid, Ketua Panitia, Koordinator dan Pengawas 2) Kanit dan Kasi 3) Ketua Komite Medik, SPI, Kabag, Kabid dan Manajer Performance Index Sementara semua dianggap sama TOTAL SCORE

9 1 2 3 1 2 3 2 4 6 2 3 4 3

VII. PENUTUP Alhamdulillah kami panitia dapat menyelesaikan konsep remunerasi Rumah Sakit Islam Surabaya yang akan dijadikan sebagai acuan dalam pembagian kesejahteraan karyawan, semoga apa yang sudah dihasilkan ini dapat bermanfaat dan dapat meningkatkan kinerja karyawan serta meningkatkan mutu pelayanan pada kastemer Rumah Sakit ini. Amin.