Anda di halaman 1dari 5

Testing Routine as described next should be performed on instrument transformers.

Pengujian Rutin seperti yang dijelaskan selanjutnya harus dilakukan pada trafo instrumen. GENERAL-PURPOSE INSTRUMENT TRANSFORMERS  Ratio and phase angle tests should be made on current transformers for metering at 100 and 10 percent of rated primary current, when energized at rated frequency with maximum standard burden for wich the transformer is rated.

Figure 7-3 Connection for differential method  The turn ratio should made on current transformers for relaying to ensure that they have the correct turns ratio and relaying accuracy.

Routine accuracy tests should be made on each potential transformer. These tests consist of ratio and phase angle tests at 100 percent rated primary voltage at rated frequency with zero burden accuracy.

Terjemahan : TUJUAN UMUM TRAFO INSTRUMEN  Perbandingan dan sudut fase pengetesan harus dilakukan pada 100 dan 10 persen dari arus rated di sisi primer untuk trafo arus, ketika ter-energize pada frekuensi rated dengan beban standar maksimum yang transformator adalah rated.

Gambar 7-3 Koneksi untuk metode diferensial

Tes untuk perbandingan lilitan trafo arus harus dilakukan untuk memastikan bahwa trafo-trafo tersebut memiliki perbandingan lilitan trafo dan akurasi perelay-andari yang benar.

Tes untuk mengetahui akurasi secara rutin harus dilakukan pada setiap transformator tegangan. Tes ini terdiri dari rasio dan tes sudut fase di 100 persen dari nilai tegangan rated di sisi primer pada frekuensi rated dengan akurasi beban nol.

REVENUE METERING AND TRANSFORMER  Calibrate all meters at 10, 50, and 90 percent of full scale. Instruments used for calibration of test equipment should have precision of no more than 50 percent of the instrument being tested.   Calibrate watt-hour meters to percent. Verify all instrument multipliers.

Terjemahan : REVENUE METERING DAN TRANSFORMATOR  Kalibrasi semua alat ukur pada 10, 50, dan 90 persen dari skala penuh. Instrumen yang digunakan untuk mengkalibrasi peralatan uji harus memiliki presisi yang tidak lebih dari 50 persen dari instrumen yang sedang diuji.   7-3 Kalibrasi KWH meter ke persen. Memverifikasi semua instrument multiplier.

PROTECTIVE RELAYS Protective relays are used in power systems to assure maximum continuity of service. They are constantly monitoring the power system to detect unwanted conditions that can cause damage to property and life. They can be considered as a form of insurance designed to provide protection against property and personnel lost and continued service. Protective relays are found throughout small and large power system from generation through transmission, distribution, and utilization. A better understanding of their

application, operation, and maintenance is essential for the operating and maintenance personnel in order to understand how they fit into modern power systems. Terjemahan : 7-3 RELAY PROTEKSI Relay proteksi digunakan dalam sistem tenaga untuk menjamin kelangsungan pelayanan yang maksimal. Mereka terus-menerus memantau sistem tenaga untuk mendeteksi kondisi yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan kerusakan peralatan dan jiwa. Mereka dapat dianggap sebagai bentuk asuransi yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap properti dan personil serta keandalannya. Relay proteksi ada di seluruh sistem listrik kecil dan besar dari pembangkit melalui transmisi, distribusi, dan pengguna. Pemahaman yang lebih baik/mendalam dari aplikasi relay ini, operasi, dan pemeliharaan sangat penting untuk personil operasi dan pemeliharaan dalam rangka memahami bagaimana mereka masuk ke dalam sistem tenaga modern. CLASSIFICATION AND CONSTRUCTION PRINCIPLES OF RELAYS The American Nasional Standards Institute (ANSI) C37,90 classified relays associated with power apparatus into the following categories:      Protective relays Auxiliary (slave)relays Programming relays Verification relays Monitoring relays

In addition to these generalized categories, relays can be further devided by input, operating principles, and performance characteristics. The input can consist of current, voltage, pressure, temperature, frequency, and so on; the operating principles can consist of thermal, electromagnetic, product of voltage and current, percentage, restraint, and so on; and the performance characteristics can consist of time delay, directional, differential, distance, phase or ground, comparison of operating quantities, and so on.

Protective relay construction principles are based upon basic fault-detecting units, which are called basic relay unit. These can be classified into instantaneous (magnetic attraction) and time-delay (torque controlled) units. Terjemahan : American Nasional Standards Institute (ANSI) C37.90, relay diklasifikasikan terkait dengan perlengkapan listrik ke beberapa kategori berikut:  Protective relays  Auxiliary (slave)relays  Programming relays  Verification relays  Monitoring relays Selain kategori-kategori umum tersebut, relay dapat dibagi lagi berdasatkan oleh input, prinsip-prinsip operasi, dan karakteristik kinerja. Input dapat terdiri dari arus, tegangan, tekanan, suhu , frekuensi, dan sebagainya; prinsip-prinsip operasi dapat terdiri dari termal, elektromagnetik, produk tegangan dan arus, persentase, restrain, dan sebagainya, dan karakteristik kinerja dapat terdiri dari waktu tunda, terarah, diferensial, jarak, fase atau ground, perbandingan jumlah operasi, dan sebagainya. Prinsip-prinsip konstruksi relay proteksi didasarkan pada dasar-kesalahan mendeteksi unit, yang disebut basic relay unit. Ini dapat diklasifikasikan ke dalam unit instantaneous (tarikan magnetik) dan unit time-delay (torsi terkontrol).

Beri Nilai