Anda di halaman 1dari 11

KOMUNIKASI DAN PENALARAN

Disusun oleh :
1. SRI ASIH 2. IHAT SUTIHAT 3. EGUN TRIMO B

Komunikasi adalah bagian yang esensial dari matematika dan pendidikan matematika. Hal ini merupakan cara untuk sharing (tukar pikiran) gagasan dan mengklarifikasi pemahaman.

La j ta

Aspek kom ikasi da pe alara he dak ya me jadi aspek pe ti g dalam pembelajara matematika, kare a dapat melatih siswa t k dapat me gkom ikasika gagasa ya,baik kom ikasi lisa ma p kom ikasi t lis.

Ke t ga ya adalah siswa bisa memperta gg g jawabka pembelajara matematika ya g seda g dipelajari ya de ga me yelesaika secara bersama-sama.

PENALARAN
Penalaran matematika merupakan suatu hasil pemikiran yang harus dikembangkan kembali dengan bukti yang akurat.

Hasil penalaran harus memiliki argumen yang bisa di pertanggung jawabkan

Mengkomunikasikan matematika secara koheren yaitu agar pemikiran matematika yang dibuat siswa dikenal secara benar.

Lanjutan
Para siswa perlu memiliki kesempatan untuk menyajikan gagasan matematika yang berbasis pada share (tukar pikiran) pengetahuan untuk melihat apakah pemikiran mereka dapat dipahami dan meyakinkan.

Dengan cara seperti ini siswa diharapkan dapat semakin baik dalam kemampuan mendengar, kemampuan menyatakan kembali pendapat orang lain (paraprashing), bertanya, dan menginterpretasi gagasan orang lain.

MENGANALISIS PEMIKIRAN ORANG LAIN

Dalam menyelesaikan soal-soal matematika bersama-sama dengan siswa lain, para siswa memperoleh keberuntungan ganda. Kesulitan yang sering dialami para siswa, belajar mempertimbangkan, mengevaluasi, dan membangun gagasan berdasarkan pada pemikiran orang lain. Siswa menjadi pemikir yang kritis

Meneliti Conjecture Matematika


Pengerjaan matematika melibatkan proses penemuan

Conjecture, yaitu tebakan yang terinformasikan yang merupakan bagian terbesar dalam penemuan

Dari hasil penemuan tersebut siswa dapat belajar membuat, memperbaiki, dan menguji conjecture

Pembelajaran Satu Arah

Pembelajaran satu arah dipengaruhi oleh pembelajaran dengan metode ceramah. Siswa dalam pembelajaran seperti ini lebih cenderung diam dan menerima apa yang disampaikan oleh guru Guru lebih mementingkan kurikulum, dari pada memerdulikan apakah siswa memahami atau tidak.

La j ta

Pembelajara i i lebih efisie , kare a i teraksi a tara m rid da g r terjadi secara i te sif. Sehi gga kom ikasi d a arah a tara m rid da g r terjadi.

PEMBELAJARAN DUA ARAH

SEMOGA ILMU YANG KITA DAPAT, BISA BERMANFAAT