Seminar Kelautan UPf-UNHAs

'

Ambon 4-6 Juli 1997: 132 - 138

Struktur Komunitas Ikan di Padang Lamun Teluk Ambon Bagian Dalam Oleh N . Manik dan A. Syahailatua
Balitbang Sumberdaya Laut, Puslitbang - Oseanologi, LIPI Guru-Guru, Poka, Ambon 97233

Abstrak
Penelitian struktur komunitas ikan eli padang Iamun dimaksudkan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan kestabilan biotopnya. Pengambilan sampel dilakukan secara suksesif mulai bulan Mei 1996 sampai dengan April 1997 eli Teluk Ambon bagian dalam, yang meliputi lokasi Tanjung Tiram, Guru-Guru, Waiheru, Passo dan Latta. Selama penelitian berlangsung berhasil dikumpulkan 8.517 individu, terdiri dari 221 jenis yang mewakili 48 suku. Guru-Guru dan Tanjung Tiram memiliki jwnlah jenis ikan terbanyak, masing-masing 118 dan 109 jenis. Janis yang selahi tertangkap pada setiap biotopflokasi penelitian dan termasuk dalam 10 peringkat jenis penting adalah Arothron hispidus, A.

manilensis, Carangoides sexfasciatus, Monacanthus tomentosus, Parupeneus forsskali, Pentapodus trivittatus, Saurida gracillis, Siganus canaliculatus, Syngnathoides biaculeatus, Takifugu pardalis, T. vermicularis dan Upeneus tragula. Berdasarkan hasil perhitungan indeks keanekaragarruin jenis dan indeks regularitas, maka komunitas ikan
padang larnun Tanjung Tiram, Guru-Guru, Waiheru dan Latta lebih beragam dan stabil dibandingkan dengan lokasi Passo.

Pendahuluan Padang lamun adalah salah satu ekosistem .pantai yang sangat penting, baik secara fisik maupun biologis. Selain memiliki .produktifitas yang tinggi, padang lamun juga merupakan tempat mencari makan, berpijah, pembesaran dan berlindung bagi berbagai biota laut diantaranya adalah ikan. Dengan demikian pengetahuan mengenai status ekosistem, struktur komunitas dan dinamika biota padang lamun dengan segala aspeknya merupakan dasar utama yang harus dikuasai dalam upaya mengeksploitasi dan mengeloia sumberdaya hayati perairan, .khususnya sumberdaya ekosistem lamun. Beberapa penelitian terdahulu tentang struktur komunitas ikan di ekosistem padang lamun telah dilakukan, diantaranya oleh Hutomo & Martosewojo (1977) di pantai Pulau Burung (Kep. Seribu); Hutomo dan Djamali (1980) di pantai selatan Pulau Tengah; Hutomo (1985) di Teluk Banten; Syahailatua et al. (1987) di pantai Suli (P .Ambon); Marasabessy & Hukom (1989) di Teluk Ambon; Setyono et

al. (1991) di Tanimbar, Maluku Tenggara; Peristiwady (1992) di Teluk Kotania (Seram Barat); Radjab et al. (1992) di Teluk Baguala (P. Ambon) dan Safar (1992) di Waiheru, Teluk Ambon: Walaupun sudah banyak penelitian yang dilakukan, tetapi masih dirasakan adanya keterbatasan informasi yang diperoleh, mengingat selalu terjadi perubahan di dalam ekosistem padang lamun, khususnya pada daerah-daerah yang berdekatan dan mudah mendapat tekanan dari aktifitas masyarakat atau pembangunan, seperti lokasi Teluk Ambon bagian Dalarn. Dengan demikian penelitian ini selain ditujukan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan dan kestabilan komunitasnya pada masing-masing biotopllokasi penelitian, juga dapat berperan sebagai suatu kegiatan pemantauan ekosistem lamnn' yang ada di perairan Teluk Ambon Dalam. Bahan dan Metoda Pengumpulan sampel ikan dimulai dan Mei 1996 sampai dengan April. ,1,,1997 pada lima

132

Monacan/lUis>. Dengan . Saurida graci/liS)!!! Siganus canaliculatus. Selanjutnya dihitung jumlah individu per jenis dan ditimbang beratnya. Hasil dan Pembahasan Kondisi Biotop I Lokasi Penelitian Secara keseluruhan tidak terdapat vanasi ekstrim pada biotop lokasi penelitian walaupun ada pengaruh fisik dari sungai besar wai Guru-Guru dan sungai-sungai keeil yang ada di sekitar lokasi penelitian.' Gambar 2. Di lokasi Guru-Guru.N Manik dan A. tomentosus. kerikil dan sedikit lumpur yang berasal dari luapan sungai waiGuru-Guru pada musim tirnur (musim hujan). Passo dan Latta (Gambar 1). disajikan pada Tabell dan TabeI2. Kecerahan air cukup tinggi. Waiheru. yaitu : Indeks Keanekaragamanjenis Shannon: H = . E = H / In S dimana : N = jumlah individu! berat seluruh jenis. S = jumlah jenis. Hal) ini menunjukkan bahwa biotop Guru-Guru:~ kemungkinan rnemiliki faktor biotik dan ." Jenis-jenis ikan yang merupakan komponeo1:t utama dalam komunitas ikan padang lamun &!" 5 biotop/lokasi penelitian dapat dilihat pada. Syngnalhoide~'..~ justru sebaliknya.berpengaruh terhada~~~ kehadiran ikan diibandingkan dengan lokasi' •• ~ lain.L (niJN) In (ni/N) Indeks regularitas. jenis-jenis penting yang': tertangkap di setiap biotopllokasi penelitianj. 'I . Allen" & Swainston (1988) dan Burgess et al.' setiap lokasi dan merupakan kelompok<. Derajat penting jenisjenis ikan yang tertangkap ditentukan dengan cara menghitung Indeks Biologi (ill) seperti dijelaskan oleh Peristiwady (komunikasi pribadi). dan E =nilai indeks kemerataan/kestabilan. kemudian diidentifikasi menurut Kuiter (1992). Latta ± 25 .Biologi (IB:: lihat Tabel.j bahwa perairan yang bervegetasi lamun j mengandung jenis ikan lebih banyak darij perairan yang 'bukan lamun. vegetasi lamun yangcukup luas dan padat.se~~rti yru. Akan tetapi "j kenyataan yang diperoleh dalam penelitian ini. persentase penutupan jenis lamun tersebut antara 30 . 1985). Passo ± 10 .517 individu.40 % dengan substrat lumpur.. Lokasi tanjung Tiram rnerupakan biotop yang memiliki komunitas lamun eukup luas dan padat. Keeerahan . 2) adalah Arothron hispidus.A. Dengan kata lain jumlah penarikan jaring dihentikan apabila tidak ada lagi jenis baru yang tertangkap. A.90 % dengan substrat pasir. .Indeks . Seperti yang diungkapkanj oleh Orth dan Keck (dalam Hutomo. Gloerfelt & Kailola (1984)..yang ~~kup .. Guru-Guru dengan !spndisii! ?iotopnya . manilensM. kelirnpahan(K) dan derajat>. Variasi bulanan jumlah jenis. sudah dapat dipastikan Tanjung Tiram rnemiliki jumlah jenis/kelimpahan ikan lebihj banyak dibandingkan dengan biotop/lokasi': penelitian lainnya. Guru-Guru. frekuensi] kehadiran" (F). (1990). ni = jumlah individulberat dari jenis ke i.. kerikil dan sedikit lumpur. Munro (1967). Sedangkan yang diternukan pada::. yaitu Tanjung Tirarn. Parupeneus forsskaJi!~j Pentapodus trivittatus. Beberapa indeks struktur komunitas dihitung berdasarkan Odum (1971). tel~ dikernukakan""~ justru rnenulki jumlah jerus lebih banyak.tg.")j 133 . Enhalus acoroides merupakan jenis lamun yang dominan dan umum terdapat di setiap lokasi penelitian.air rendah (agak keruh). Ikan-ikan hasil tangkapan diawetkan dalam larutan formalin 10 % . terdiri dari 221 jenis yang rnewakili 48 suku.. sexfasciatus. kerikil dan sedikit lumpur. sedikit pasir dan partikel batu-batuan. Syahailatua : ISBN 979-95178-1-8 lokasi. Jumlah penarikan jaring ditentukan secara kumulatif.20 % dengan substrat pasir. dominan dalam komunitas padang lamun dil: TeIuk Ambon DaJam sesuai" hasi~t penghitungan ".l penting dari. Ikan ditangkap dengan jaring pantai yang ditarik tegak Iurus garis pantai sejauh penutupan lamun pada saat air akan surut. Persentase penutupannya diperkirakan sekitar 70 ..' Komposisi Jenis dan Nilai Penting . jumlah spesimen yang berhasil ditangkap selarna penelitian adalah 8. Sedangkan persentase penutupan lamun dari jenis yang sarna di lokasi Waiheru ± 60 -75 % dengan substrat pasir. 35 % dengan substrat pasir dan kerikiL Jumlah Jenis Secant keseluruhan. Masuda & Allen (1987).~ abiotil_c lain. Carangoides.

Radjab et al. Lima lokasi penelitian (*) di padang lamun Teluk Ambon Da!am Variasi bulanan jumlah jenis ikan padang lamun di tiap lokasi perielitian Mci Jun Ags Scp Mar . Peristiwady. 1989.Seminar Kelautan LlPf-UNfi-1S. Marasabessy & Hukom. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jenis-jenis ikan tersebut dapat dianggap sebagai pengguna padang lamun untuk aktifitas biologinya. dan Upeneus tragula. 1992.l3S Takifugu pardalis. 1977. 1980: Hutorno. T.. 1992 dan Safar. I. Dari penelitian terdahulu juga dilaporkan (p£lhwa salah satu dan ke-IZ jenis ikan ini utermasuk dalam kelompok ikan-ikan yang (Hutomo & Martosewojo. ~.Apr Total 134 . Syahailatua et al. 1989... ". 1985. 1992). Ambon -1-6 Juli 1997: 132 . & Djamali.

S. Sb = Synangthoides biaculeatus. dan keduanya merupakan ikan-ikan muda (juvenil). Menurut Hutomo & Martosewojo (1977). Struktur Komunitas Menurut Brower et ai.N. Juli. Agustus dan Oktober. temyata relatif sarna pada empat Iokasi kecuali Passo. kemudian migrasi ke tempat lain untuk mencari makan. lineatus juga merupakan jenis yang cukup berlimpah walaupun tidak tergolong dalarn kelompok ikan dorninan. sedangkan di lokasi Waiheru dan Latta hanya terjadi pada bulan Desember. . Tiram Guru-Guru Waiheru Passo Latta Gambar 2. Keanekaragaman jenis atau sering disebut dengan "species heterogenity" adalah suatu ekspresi dari pada struktur komunitas. kornunitas adalah agregasi dari interaksi spesies di dalam suatu habitat. Syahailatua : [SBN 979-95178-1-8 400 Pf i ChK I Sli TK II 5 TK 1111 300 Sb Sc Tg.). (H) pada ke empat lokasi tersebut (Tanjung:r·· Tiram. Indeks keanekaragaman jenis. sedangkan Marasabessy & Hukom (1989) menemukan hasil yang serupa di lokasi yang sarna hanya pada bulan Desember. canaliculatus dan S. 02 . lineatus banyak: tertangkap pada pada Mei. Go = Gerres oyena. Suatu kornunitas dikatakan mernpunyai' keanekaragarnan jenis tinggi jika kelimpahan jenisnya yang ada atau proporsi antar jenis secara keseluruhan sarna banyak atau harnpir sarna banyak.Jenis-jenis ikan komponen utama dalam kornunitas padang lamun pad a setlap: lokasi penelitian. Hal ini menunjukan bahwa periode kehadiran S. Di lokasi Guru-Guru. Mt = Monacanthus tomentosus. Manik dan A. Guru-Guru.3. tetapi lokasi-lokasi tersebut dapat merupakan daerah pemijahan] atau pembesaran (asuhan) jenis-jenis ikan] beronang (Siganus spp.12 dengan nilai regulantas: C 135 . Interaksi antar jenis lebih komplek dan bervariasi pada suatu komunitas dengan. (1990). tingkat keanekaragaman tinggi sehingga terjadinya perpindahan energi (food webs). predasi dan kompetisi. Uv = Upeneus vitatus. canaliculatus ditemukan dalam jumlahyang banyak pada Oktober dan Februari. Hasil komputasi indeksstruktur jenis berdasarkan jumlah spesimen.·. canaliculatus di setiap lokasi tersebut tidak sama. Selain Siganus canaliculatus. S. S. Sc = Siganus canaliculatus.. Waiheru dan Latta f berkisar 2. Pf = Parupeneus forsskali. Am = Arothron ': manilensis.. Monacanthus tomentosus dan Syngnathoides biaculeatus menghuni padang larnun mulai dari fase sebagai ikan muda (juvenil) sarnpai menjadi ikan dewasa. sementara Siganus canaliculatus tergolong jenis ikan yang hanya menghuni padang larnun pada tingkatan juvenil. Di lokasi Tanjung Tiram.

> 6 3 4 canaliculatus tomentosus biaculeatus 12 360 182 234 152 157 73 101 82 76 72 1 2 3 71 4 5 57 34 28 26 22 20 88 75 55 44 34 34 32 29 26 24 6 7 8 55 94 137 298 130 80 100 205 94 49 77 30 71 9 9 1 2· 12 11 7 6 6 8 7 7 3 3 4 5 6 7 8 9 10 ..87 .138 lJ .. . Odurn menyatakan bahwa makin besar nilai H E menunjukan kornunitas rnakin beragam.. kelimpahan (K). Waiheru dan Latta lebih beragarn dan stabil dibandingkan dengan .39 .. Dari nilai-nilai indeks yang diperoleh tersebut dapat disimpulkan bahwa ikan padang lamun di Tanjung Tiram.Seminar Kelautan UPI-UNHAS.. r(.83.. kata lain rendahnya nilai-nilai indeks lokasi menunjukan adanya jenis tertentu.--...0.52 kisaran nilai E = 0. Sedangkan H di lokasi Passo antara 0.. ... 10 tomentosus biaculeatus forsskali da gracillis cilliatus tragula 9 8.8 (Daget dalam Cappenberg. .. . " 4" 64 28 27 20 23 8 403 70 47 40 39 38 1 2 3 4 5 6 37 27 27 27 7 8 9 to 136 .0. 112 79 31 71 7 7 8 8 6 5 .. Ambon 4-6Juli 1997: 132 .2.70. Selain itu suatu kornunitas dikatakan stabil apabila nilai stabilitas (regularitas) rnendekati 0. berkisar antara 0. Guru-Guru. indeksbiologi (IB) dan derajat penting(T) jenis-jenis ikan terpenting pada komunitas lamun di teluk Ambon bagian dalarn.. 1996). 11 11 11 10 8 .76 .Fadang lamun Passo. Frekuensi kehadiran (F).

N.E.I 1984. Field Guide for Anglers and Divers. Fakultas Pasca Sarjana. KomunitasMoluska di padang lamun Teluk Kotania. Western Australia Museum. Daftar Pus taka Allen. P. 201 pp. C. Mar. 1977. Atlas of Marine Aquarium Fishes. Field an'dLaboratory Methodsfor Ecology.N. ManikdanA. Axelrod 'and E. T and Kailola. .. Gloerfelt. Anthophyta) di Perairan.. The Marine Fishes of North Western Australia. [996. 2nd ed. T. Pub. The Fishes of Seagrass Community on the West Side of Burung Island (Pari Island.W.R. Indonesia and Hutomo. von Ende. ADAB. 1990. Brower.G.A.:-1 pp. 17 : 147 -172. Dubuque.27. IH. H. H. 1990.. 406 pp. Brown Co. 11: 19. General Burgess. and C. Wim. Pub. M. (tidak dipublikasikan). Martosewojo.. Inc.F.26. 1985. 1988. Trawled Fishes of Southern Northwestern Australia. Hutomo. Seribu Island) and Their Variation in Abundance. Raymon. Perairan Maluku dan Sekitarnya.H. Zar. 3rd ed.R and R.Teluk Banten . Indonesia. Seram Barat. Bogor. Telaah Ekologik Komunitas Ikan pada Padang Lamun (Seagrass. USA 768 pp. 137 . DGF and GTZ Australia. Swainston. Res. W. IE. Iowa. 237 pp.Tarp. Vertebrata BPPSDL-LIPI Ambon yang telah membantu pengumpulan sampeI di lapangan pekerjaan analisa di laboratorium. LPB. Syahailatua : [SBN 979-95178-1-8 Jenis Passo Arothron manilensis Upeneus vittatus Gerres oyena Carangoides sexfasciatus Takifugu pardalis Arothron hispidus Caranx sp Saurida gracillis Takifugu vermicularis Bothus pantherinus F 6 6 4 3 K 89 32 16 ill 43 43 28 27 26 25 TK 1 3 5 3 3 3 3 37 25 7 29 5 17 7 142 69 94 156 316 50 62 39 2 3 4 5 6 25 2423 23 83 7 8 9 10 1 Latta Syngnathoides biaculeatus Monacanthus tomentosus Arothron manilensis Parupeneus forsskali Siganus canaliculatus Lactoria corn uta Paracentropogon longispinnus ~rothron hispidus Halichoeres poecilopterus Lethrinus nematacanthus 11 11 8 7 10 7 8 10 6 3 73 13 56 47 47 46 39 38 36 35 19 2 3 4 5 6 7 8 9 )0 Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada pada teknisi lab. M and S. Cappenberg.

The Fishes of New Guinea. 1992. " y. Praseno et af. (eds. 1980. Allen. Balitbang Sumberdaya Laut.).LIP I. Komunitas ikan di Padang Lamun (seagrass) Pantai Suli. A. Ambon. 1987. Ambon: 82 . Tropical Reef . . Studi Pendahuluan Komunitas Ikan Padang Lamun di Perairan Teluk Ambon. A.W. LIPI. Dalam: Perairan Maluku Tenggara. 1989. Teluk Ambon.Stock Fish. Perikanan. Yama-Kei Publisher Co. PT.. . pp 39 . Komunitas Ikan di Padang Lamun Seagrass di Pantai Selatan Pulau Tengah Gugus Pulau Pari. D.. Soemodihardjo et al. Jakarta: 97 . Dalam: Perairan Maluku dan Sekitarnya. Perairan Maluku dan Sekitarnya. Tokyo. Komunitas ikan di Padang Lamun (seagrass) Pantai Waiheru. pp 27 .). LON . Dalam : Perairan Maluku dan Sekitarnya. Port Moresby. Radjab. LIP!. 138 .R. . 1992. H. (eds.S. I. a"a'J'-''''' .).". Safar dan F. Sumberdaya Hayati Bahari. 651 pp..58. ".38. pp 47 . Syahailatua.wu. Hukom.46. 1967. (eds. Praseno et al. OJamali. Indonesia. (eds.. Balitbang Sumberdaya Laut. Dalam: Teluk Ambon II. N.D.' Safar.R. Komunitas ikan di Padang Lamun Perairan Passo.. LIPI. pp 32 .cJaya Laut. 1991. Wouthuyzen dan T_'Peristiwady. Balitbang Sumberdaya Laut. Geologi. 'Setyono. 528 pp. 314 pp. LIPI. Seram Barat. Ambon.Seminar Kelautan UPI-UNHAS. Biologi.D. Ambon. Ambon. Studi Pendahuluan Struktur Komunitas Ikan di Padang Lamun Pulau Osi dan Pulau Marsegu. 1992.D. «~ and G...E. Ambon: 1728. Sumadhiharga.Fishes of The Western Pacific Indonesia and Adjacent Waters. Balitbang Sumbe. 1989.M. Jakarta. LIPI.. Teluk Baguala. Dept..D.R. (eds. Balitbang Sumberdaya Laut. Praseno et al.H. Hukom. Biologi. Maluku Tenggara. Gramedia Utama.107. (eds).94. Agr.3~. Praseno et al.:. Praseno eta!.). Sea Fishes of The World (Indo-Pacific Region). Teluk Bagu ala. LIPI.D dan F. Budidaya. Maluku Tengah. Lingkungan dan Oseanografi. Komunitas Ikan di Daerah Padang Lamun dan Terumbu Karang Perairan Tanimbar. Ambon 4-6 JU/i /997: 132 .).138 M dan A. Dalam: Perairan Maluku dan Sekitamya. 1992. Balitbang Sumberdaya Laut. Manik dan K. Oseanografi dan Geologi. T. S. D.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful