Puisi Bencana Alam

Posted 24 November 2010 by Aries Budi Susilo in Artikel Bebas. 8 Komentar MERAPI MERAPI Gunung gunung mulai kompak Menggetarkan pungguk Mendendangkan batuk Lalu memuntahkan dahak Sementara para pertapa tak secuilpun beranjak Karena dzikirnya seiring detak Namun di riuh ramai sesak Dentuman berisik musik menghentak Masih membuat lelap katarak Sumber: http://cucuharis.wordpress.com/2010/11/07/puisi-merapi-merapi/

Puisi bencana
Ketika tuhan memberi pertanda Kami tak peka terhadapnya Ketika tuhan memberi peringatan Kami pun acuh karenanya Lalu kau porak porandakan isi dunia gunung ± gunung menghamburkan baranya Lautan menumpahkan cairannya Bumi menggoyangkan perutnya Kami meronta ± ronta dan merintih Menggoreskan kabar kelam dalam hati Tak banyak mahklukmu yang sadar Bahkan mereka masih tetep melawanmu Tuhan« Saat kerlip bintang menghampiriku ku tak sanggup menemuinya karena aku tak sesuci dirimu

sudah kalian injak-injak. tidak sehat.blogspot. kemakmuran dan kesejahteraan pun tidak pernah dicapai. tapi apa harus sejak dini mereka diberi pelajaran yang begitu aneh?. 2010 pada 4:40 pm (Puisi) Tags: forum sastra. masyarakat telah sesak tak bernapas. bagaimana kami teratur? kalian menyontohkan kepada khalayak umum dengan tidak mendidik. kami menyeru-nyeru khalayak masyarakat banyak. hanya janji-janji yang di umbar.com/2010/11/puisi-bencana. tak ayal semua menjadi korupsi dadakan dengan jabatan yang kalian miliki. semakin mundur. sastra kami berteriak-teriak. Hanna Nurmala.html Puisi Tema Budaya jeritan Juli 31. puisi sosial. negeri ini tambah hancur. dalam hukum. kota ini penuh sesak. berjalan dari almamater ketempat para pemimpin dan anak buahnya membuat peraturan dalam gedung ber-ac. kalian buat juga generasi kalian tersiksa. dan SMA di beri materi S1? apa sistem lembaga di sini sudah hancur? . tidak teratur. kebebasan berdemokrasi. kalian bilang ini tujuan baik.Tuhan« Ketika aku bersimpuh menghadapmu kuberharap hentikan amarahmu karena aku tak sekuat dirimu Tuhan« Aku sadar cahayamu selalu menyertaiku diatas puing-puing menimpaku aku mohon berikan yang terbaik bagiku Tuhan« Ku-lantunkan asmamu terakhir kalinya sebelum aku menutup mataku agar aku tetap disisimuu Sumber : http://nurulayumuliawati. SMP belajar materi SMA. sajak. kami menutut hak kami. kalian caci maki dalam serapahan kat-kata kalau kami yang tidak teratur. kalian sibuk dengan anggaran yang seenak jidat kalian. Yang SD belajar materi SMP. mungkin sudah 3 jam kami begini.

Lakon ³Ontorejo takon Bopo´ Diposkan oleh Sugihartatmo di 06:13 . pada Sosialisasi UU No:10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Semarakkan suasana Ngesti Pandawa Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa Ijinkan Wayang Orang Ini Terus Berjaya *) Disampaikan pada acara Nontot Bersama Wayang Orang Ngesti Pandowo. untuk kelestarian seni budaya Jawa kita te rcinta Ngesti Pandawa wayang orang kebanggaan orang Semarang Tegarlah berjuang. musik. Kehadiran anda sangat bermakna Hidupkan pamor tradisi budaya. kombinasi cerita. pada Selasa. lestarikan seni budaya agar tak lekang Pengabdianmu tak akan hilang. tari bersatu dalam harmoni Tentu semua ini harus dileluri Hanya saja tuntutan masa wajibkan kita membuka mata Era informasi makin terbuka macam ragam hiburan sajikan pesona Sedot perhatian anak muda maupun orang tua Pudar tentu citra pesona hiburan tradisional budaya Jawa Realita menuntut kita semua untuk menjaga kelestarian budaya yang ada Berat tantangan wayang orang bertahan lama Bersyukur tentu kalau masih ada yang suka Baik pemain.jangan buat kami harus memakan terus garam. 24 Maret 2009 di Semarang. memang tak mudah tapi kalian juga (pejabat-pejabat) harus benahi diri kalian agar kami juga mencontoh yang baik dan disiplin Oleh : Hana Nurmala Puisi Tentang Budaya Wayang Orang Ngesti Pandawa * Kaya citra budaya Jawa lewat panggung Ngesti Pandawa Menghibur sambil bertutur tanamkan nilai luhur Ikuti cerita beralur jujur tak pernah ngawur Wayang orang simbol seni budaya cemerlang Ngesti Pandawa hadir berkualitas bintang Simbol budaya Kota Semarang Menari dengan gerak Indah berseni pun bervariasi Hadirkan memori. penonton maupun pengamat budaya Dan yang utama mereka mau dan rela Membangun kepedulian bersama. selamanya akan dikenang Wahai penguasa kota Semarang tercinta Tingkatkan pedulimu lestarikan kebanggaan kota Dengan sentuhan kearifan kuasamu yang masih ada Wayang orang Ngesti Pandawa terus berjaya Wahai pemirsa yang berbahagia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful