Anda di halaman 1dari 7

PERATURAN ORGANISASI PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI) TAHUN 2010

Nomor : 02/PO-PSSI/VII/2010

Tentang

FUNGSI, KEDUDUKAN, WEWENANG, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BADAN FUTSAL NASIONAL

PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA (PSSI)

Menimbang

: a. Bahwa untuk menjadikan pemain Futsal yang memiliki kemampuan tinggi dan berkualitas Internasional diperlukan pemenuhan standar tentang gizi, fisik dan skill agar mencapai prestasi puncak. b. Bahwa untuk tercapainya maksud tersebut diatas diperlukan pengelolaan dan penanganan secara khusus tentang Pengembangan Futsal di Indonesia. c. Bahwa melihat kondisi dan keadaan saat ini PSSI berkehendak membentuk sebuah badan yang ditugaskan untuk mengelola dan menangani pembinaan dan pengembangan Futsal agar mencapai sebuah prestasi puncak. d. Bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut butir a, b, dan c di atas maka perlu dibentuk Peraturan Organisasi tentang fungsi, kedudukan, kewenangan, tugas dan tanggungjawab Badan Futsal Nasional (BFN).

Mengingat

: 1. Statuta PSSI tahun 2009; 2. Blue Print PSSI 2004-2020. 3. Kongres PSSI tahun 2010 di Bandung

4. Surat keputusan Ketua umum PSSI Nomor : 11/NH/VII/2009 Tentang Penyempurnaan Struktur dan Komposisi Personalia Komite Eksekutif, Komite-komite Tetap, Badan-badan Pelaksanaan dan Sekretaris Jenderal

Memperhatikan

: Keputusan Rapat Komite Eksekutif PSSI yang membahas tentang Pembentukan Badan Futsal Nasional.

MEMUTUSKAN Menetapkan : PERATURAN ORGANISASI PSSI TENTANG FUNGSI, KEDUDUKAN, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB BADAN FUTSAL NASIONAL (BFN).

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 1) BADAN FUTSAL NASIONAL (BFN), adalah sebuah Badan yang dibentuk oleh pengurus PSSI yang diberikan tugas untuk mengelola dan menangani secara khusus dan fokus Futsal Nasional Indonesia. 2) OTONOMI adalah hak, wewenang dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan dan kewenangan yang dilimpahkan. 3) KETUA BADAN FUTSAL NASIONAL adalah seseorang yang ditunjuk dan diangkat oleh Ketua Umum PSSI untuk memimpin, mengkordinir dan mengorganisir kegiatan BFN. 4) BADAN FUTSAL DAERAH (BFD), adalah sebuah Badan yang dibentuk oleh pengurus PSSI Provinsi yang diberikan tugas untuk mengelola dan menangani secara khusus Futsal diwilayah Provinsi. 5) KETUA BADAN FUTSAL DAERAH adalah seseorang yang ditunjuk dan diangkat oleh Ketua Pengurus PSSI Provinsi yang juga merupakan salah satu Wakil Ketua Pengurus Pengprov PSSI dan dikukuhkan/dilantik oleh BFN. 6) KOMPETISI adalah serangkaian pertandingan yang diselenggarakan secara teratur, terukur dengan sistim dan diikuti oleh peserta yang telah ditentukan menurut jenjang dan stratanya untuk menghasilkan bibit pemain usia muda yang berkualitas. 7) DIKLAT BFN, adalah pelaksanaan Pendidikan dan pelatihan yang dilakukan oleh BFN baik diklat untuk Perangkat Pertandingan (Pengawas pertandingan, Wasit, Assiten Wasit) juga kepada pelaku olahraga Futsal seperti Pelatih dan Panitia pertandingan dimana dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan diklat PSSI 8) ANGGOTA, adalah Klub yang secara resmi telah mendaftarkan diri dan telah disahkan oleh BFN

BAB II FUNGSI, WEWENANG DAN KEDUDUKAN Pasal 2 Badan Futsal Nasional berfungsi untuk menyelenggarakan pembinaan dan pengembangan Futsal agar memenuhi harapan untuk sebuah prestasi puncak dan mampu bersaing ditingkat internasional. Pasal 3 1) BFN adalah badan yang dibentuk oleh PSSI, yang kedudukannya berada diwilayah koordinasi dan naungan PSSI. BFN diberikan kewenangan khusus untuk mengelola Kompetisi, pembinaan Futsal nasional dan pembentukan Tim Nasional yang tangguh. BFN secara struktural termasuk didalam organisasi Kepengurusan PSSI

2)

Pasal 4 1) 2) Kedudukan BFN adalah sebagai badan otonom PSSI Dalam pelaksanaannya BFN berkoordinasi dengan badan-badan lain yaitu BLI, BLAI, BTN dibawah koordinasi Komite Futsal dan Komite Kompetisi

BAB III STRUKTUR DAN PENGURUS BADAN FUTSAL NASIONAL Pasal 5 1) 2) 3) 4) BFN dipimpin oleh seorang Ketua. BFN dibimbing dan diarahkan oleh Komite Futsal. BFN dilengkapi dengan perangkat pendukung teknis dan administrasi keuangan. Unsur- unsur yang duduk dalam manajemen BFN tersebut diatas ayat 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) ditunjuk dan ditetapkan oleh PSSI.

Pasal 6 Uraian jabatan yang menyangkut tugas masing masing unsur serta mekanisme kerja BFN akan diatur tersendiri oleh Ketua BFN dan disahkan oleh PSSI.

BAB IV STRUKTUR DAN PENGURUS BADAN FUTSAL DAERAH Pasal 7 1. 2. 3. 4. BFD dipimpin oleh seorang Ketua yang ditunjuk oleh Ketua Pengprov PSSI. BFD merupakan perpanjangan tangan dari BFN. BFD dilengkapi dengan perangkat pendukung teknis dan administrasi keuangan. Unsur- unsur yang duduk dalam manajemen BFD tersebut diatas ayat 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga) ditunjuk dan ditetapkan oleh Ketua Pengprov dan atas persetujuan BFN.

Pasal 8 Uraian jabatan yang menyangkut tugas masing masing unsur serta mekanisme kerja BFD akan diatur tersendiri oleh Ketua BFD dan disahkan oleh BFN.

BAB V TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BFN Pasal 9 Tugas dan tanggung jawab BFN : 1) Menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan olahraga futsal secara Nasional 2) Menyelenggarakan kompetisi Liga Futsal dan berbagai tingkatan kompetisi Futsal lainnya secara Nasional. 3) Menyusun manual kompetisi Futsal yang dipakai sebagai pedoman peserta kompetisi dan pelaksanaan Kompetisis Futsal dan disahkan oleh PSSI. 4) Memberikan rekomendasi terhadap pelaksanaan kegiatan Turnamen Futsal yang diselenggarakan oleh pihak ketiga. 5) Mengelola Tim Nasional Futsal 6) Pengelolaan Tim Nasional dimaksud meliputi Seleksi Pemain, Pelaksanaan Training Camp Pembentukan Tim Nasional dan Perangkat Penyelenggaraan Pertandingan 7) Menyelenggarakan administrasi korepondensi dan penatausahaan keuangan secara tertib, transparan dan akuntable. 8) Membuat laporan secara periode kepada PSSI melalui rapat rapat EXCO. 9) Melakukan ikatan atau perjanjian kerjasama (sponsor) dalam rangka mendukung keuangan BFN, serta kerjasama dengan instansi lain baik pemerintah maupun swasta yang dianggap perlu sepanjang berkaitan dengan kompetisi Futsal. 10) Melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) secara otonomi kepada Perangkat Pertandingan, dan Pelatih Futsal dimana dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan DIKLAT PSSI.

BAB VI KEANGGOTAAN Pasal 10 1) Anggota BFN adalah : a. Sekumpulan orang atau sebuah lembaga/badan yang sepakat untuk membentuk Klub futsal b. Klub Futsal yang dibentuk berdasarkan keputusan suatu lembaga atau badan, baik lembaga usaha milik pemerintah/Negara, swasta, yayasan atau lembaga dan badan lainnya, dimana lembaga atau badan tersebut didirikan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia. c. Klub Futsal yang dibentuk mengajukan permohonan kepada ke BFN untuk menjadi anggota dengan rekomendasi dari PENGCAB dan PENGPROV PSSI setempat dan memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam ayat/pasal selanjutnya. 2) Dalam hal Klub futsal didirikan oleh sekumpulan orang/orang-orang yang sepakat untuk membentuk Klb Futsal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) butir (a) pasal ini, maka Klub Futsal tersebut harus memiliki Akta Pendirian ditandatangani dihadapan Notaris. Hal-hal yang harus diatur secara jelas dalam Akta Pendirian adalah : a. Para Pendiri Klub b. Nama Klub c. Logo Klub d. Tujuan Pendirian Klub e. Domisili Klub f. Jangka waktu berdirinya Klub g. Susunan Personalia Klub h. Ijin penggunaan stadion 3) Dalam hal Klub Futsal dibentuk berdasarkan keputusan suatu lembaga atau badan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) butir b, maka dalam Surat Keputusan yang dimaksud, harus terdapat ketentuan sebagai berikut : a. Nama Klub b. Logo Klub c. Tujuan Pendirian Klub d. Domisili Klub e. Jangka Waktu berdirinya Klub f. Susunan Personalia Klub g. Ijin penggunaan stadion 4) Klub anggota harus memiliki Tim Senior Putra/Putri dan Junior Putra/Putri untuk dikutsertakan dalam kompetisi Futsal Nasional

Pasal 11 Iuran untuk anggota baru sebesar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah) dan wajib dibayar pada saat penerimaan sebagai anggota

Pasal 12 Iuran anggota tahunan adalah wajib dibayarkan setiap tahun sebesar Rp. 2.000.000,(dua juta rupiah)

BAB VI BERAKHIRNYA KEANGGOTAAN Pasal 13 1) Berakhirnya keanggotaan BFN disebabkan hal-hal sebagai berikut : a. Anggota melanggar ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam PO ini maupun dalam Peraturan lainnya yang mengakibatkan sanksi pemberhentian sebagai anggota. b. Anggota tidak memenuhi kewajibannya sebagai anggota. c. Sebab lain yang akan ditentukan dalam Manual BFN atau peraturan tersendiri yang dikeluarkan BFN. 2) Sebelum mengambil keputusan tentang pemberian sanksi pemberhentian Anggota yang bersangkutan diberikan hak untuk melakukan pembelaannya dihadapan Rapat Pengurus BFN. 3) Keputusan akhir tentang pemberhentian anggota dilakukan dalam rapat Pengurus BFN dan dituangkan dalam dan berdasarkan suatu Keputusan Ketua BFN.

BAB VI PENUTUP Pasal 14

1) Peraturan organisasi ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, dan akan dilakukan perbaikan dan perubahan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi oleh persepakbolaan Nasional 2) Sosialisasi dari peraturan ini dilakukan kepada semua pihak yang berkepentingan agar dapat mengetahui dan melaksanakannya.

Ditetapkan di : J a k a r t a Pada tanggal : Juli 2010 PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA Ketua Umum,

Drs. H.AM. Nurdin Halid