Angga R. Dion L. Jatmiko F.I.

(F0306017) (F0308012) (F0308122)

Teori Akuntansi: International Accounting
Terdapat dua model umum pelaporan keuangan yaitu Anglo- American Model atau Anglo- Saxon Model dan Continental Model. Anglo- Saxon Model lebih cenderung didominasi oleh peran profesi akuntansi, sedangkan peran pemerintah terbatas. Selain itu juga menekankan pada kepentingan pasar modal dan penyajian yang jujur, wajar, dan dapat diaudit. Kebalikannya, model continental lebih cenderung didominasi oleh peran pemeran dan peran profesi akuntansi cukup terbatas. Anglo- American Model United Kingdom Sebelum tahun 1981, Companies Act focus pada disclosure. Namun mulai tahun 1981, Companies Act yang sebelumnya dikonsolidasi dan beberapa arahan dari EU dilewatkan. Profesi akuntansi di UK terdiri dari enam organisasi besar yaitu: 1. Institute of Chartered Accountants in England and Wales 2. Institute of Chartered Accountants of Scotland 3. Institute of Chartered Accountants in Ireland 4. Association of Certified Accountants 5. Institute of Cost and Management Accountants 6. Chartered Instituted of Public Finance and Accountancy Tidak ada organisasi yang bertindak sebagai standard setter di England hingga tahun 1970. Standard setter yang pertama yaitu ASSC yang diorganisir oleh ICAEW pada tahun 1970, sedangkan kelima organisasi akuntansi lain akhirnya bergabung dengan ICAEW. United States Lebih memfokuskan penyajian laporan keuangan yang representational faithfulness demi kepentingan pengambilan keputusan oleh para investor dan kreditor. Mengesampingkan kepentingan legitimasi/ pemerintah untuk kepentingan pajak. Kanada Pada awalnya, Kanada lebih berkiblat pada standar akuntansi di England. Namun seiring perkembangannya, Negara ini mulai terpengaruh dengan US standards. Australia Sementara Australia mengandalkan British Companies Act, berbagai Negara bagian Australia juga memiliki Companies Act tersendiri yang menekankan pentingnya disclosure, bukan peraturan pengukuran, dan tidak selalu terjadi kesepakatan antara Negara bagian yang satu dengan yang lainnya. Representational faithfulness pada awalnya dikedepankan tapi akhirnya mereka cenderung mengutamakan kepentingan legalistic. Terdapat dualisme dalam penentuan standard. The ASEAN Grup Negara berkembang yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam. Secara umum, Negara ASEAN lebih focus pada disclosure. Negara- Negara ini mengadopsi standard dari baik dari Anglo- American Model, United Kingdom, dan IASB.

Jatmiko F. antara lain sebagai berikut: Meningkatnya daya banding laporan keuangan memberikan kemudahan dalam mengakses pasar modal secara global. 3. 5. Jerman Di jerman.I. Indonesia sedang menyiapkan diri untuk mengadopsi IFRS secara penuh. Namun kegagalan beberapa perusahaan selama tahun 1990an menyebabkan perubahan arah sehingga Jepang lebih menekankan pada laporan laba rugi.Saxon dalam hal disclosure yang diminta diperbanyak dan tuntutan konsolidasi bagi perusahaan. Hal ini merupakan kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai salah satu anggota G.Angga R. Dion L. Konvergensi IFRS bertujuan agar tidak diperlukan rekonsiliasi antara laporan keuangan berdasarkan PSAK dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. sumber permodalan yang utama adalah bank. 1. 4. Jepang mulai mengadopsi model dari Perancis dan Jerman.20. Hingga akhirnya pada tahun 2012 akan dimulai tahap pengimplementasian PSAK berbasis IFRS serta dilakukan evaluasi secara komprehensif. Selanjutnya yaitu tahap persiapan akhir yang dilaksanakan selama tahun 2011.balance sheet. Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI (DSAK. persiapan infrastruktur. Membatasi penggunaan off. Sulit dilakukan smoothing income karena menggunakan pendekatan neraca dan nilai pasar. serta evaluasi dan kelola dampak adopsi terhadap SAK yang berlaku. 6. (F0306017) (F0308012) (F0308122) The Continental Model Perancis Praktik akuntansi di Negara ini diseragamkan dan cenderung bertujuan untuk memenuhi kepentingan perpajakan. Program konvergensi IFRS tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap dunia bisnis. 2. Tahap adopsi dimulai pada tahun 2008 hingga tahun 2010 yang meliputi adopsi seluruh IFRS ke PSAK. Pada abad 19. Standard setting akuntansi keuangan dan GAAP dalam US dan UK tidak terdapat di Negara ini. meliputi penyelesaian persiapan infrastruktur dan penerapan secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS. Kegiatan profesi akuntansi lebih banyak dilakukan sebagai fungsi audit. Selain itu juga menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan dan menurunkan biaya modal dalam penggalangan dana melalui pasar modal.perusahaan besar. . Jerman mulai mengadopsi pendekatan Anglo. Lebih memproteksi kreditor daripada menyediakan informasi bagi investor mengakibatkan neraca lebih diutamakan daripada laporan laba rugi. Nilai wajar yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan akan meningkatkan relevansi laporan keuangan. Laporan laba rugi akan menjadi lebih fluktuatif mengikuti perubahan harga pasar. Tahap peralihan PSAK yang dahulunya mengadopsi US GAAP ini akan dilakukan secara bertahap. Jepang Ekonomi Jepang yang lebih bersifat oligopolistic menyebabkan dominasi peran pemerintah dalam praktik akuntansi di Jepang. Konvergensi ini juga bermanfaat untuk menarik minat investor secara global melalui transparansi dan kemudahan dalam memahami laporan keuangan karena telah menggunakan standar yang b erlaku secara internasional. INDONESIA ADOPTION OF IFRS Saat ini. Namun pada tahun 1965. IFRS menekankan pada principle base yang sangat bergantung pada interpretasi dan professional judgment sehingga daya bandingnya akan sedikit turun apabila terdapat kepentingan untuk mengatur laba (earning management).IAI) mulai melakukan konvergensi IFRS yang ditargetkan selesai pada tahun 2012.

IFRS Lainnya SAK ETAP SAK ETAP SAK Entitas Nirlaba Terdapat 14 PSAK yang disahkan selama periode 23 Desember 2009. PSAK 23 (2010): Pendapatan 14. PSAK 5 (revisi 2009): Segmen Operasi 6. ED PSAK 63: Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi Perbandingan IFRS vs PSAK (berlaku per 31 Maret 2010) . PSAK 57 (revisi 2009): Provisi. ED PSAK 18 (2010): Program Manfaat Purnakarya 4. dan Aset Kontinjensi 11. antara lain sebagai berikut: 1. PSAK 15 (revisi 2009): Investasi Pada Entitas Asosiasi 8. ED PSAK 46 (Revisi 2010) Pajak Pendapatan 9. ED PSAK 61: Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah 10. Dion L. Liabilitas Kontinjensi. Perubahan Estimasi Akuntansi. ED PSAK 50 (Revisi 2010): Instrumen Keuangan: Penyajian 7. PSAK 58 (revisi 2009): AsetTidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan 12. ED PSAK 3 : Laporan Keuangan Interim 4. PSAK 12 (revisi 2009): Bagian Partisipasi dalamVentura Bersama 7. PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri 5.I.Angga R. ED PSAK 53 (Revisi 2010): Pembayaran Berbasis Saham 8. PSAK 22 (2010): Kombinasi Bisnis PSAK yang akan berlaku mulai tahun 2012 sebagai berikut: 1. ED PSAK 8 (Revisi 2010): Peristiwa SetelahTanggal Neraca 2. ED PSAK 24 (2010) Imbalan Kerja 5. PSAK 7 (2010): Pengungkapan Pihak Pihak yang Berelasi 15.2011 >2012 SAK Umum: SAK Umum: PSAK berbasis IFRS PSAK Berbasis IFRS Standar Syari¶ah PSAK Non IFRS (Termasuk Syari¶ah) PSAK 45 PSAK Non. (F0306017) (F0308012) (F0308122) Berikut ini merupakan perbandingan antara PSAK dengan IFRS PSAK IFRS 43 standar (PSAK) 37 Standar: 8 IFRS dan 29 IAS 8 Standar Syari¶ah 27 Interpretasi: 16 interpretasi IFRIC dan 11 interpretasi SIC 11 Interpretasi (ISAK) 4 Buletin Teknis 1 SAK ETAP (Standar untuk SME) Progress Rencana Tahap Peralihan Kerangka Standar Akuntansi di Indonesia 2010. PSAK 10 (2010): TransaksiMata Uang Asing (Sudah disahkan . Penerapan Dini diijinkan) 3. PSAK 19 (2010): Aset Takberwujud 13. PSAK 2 (revisi 2009): Laporan Arus Kas 3. PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi. ED PSAK 60 : Instrumen Keuangan: Pengungkapan 6. dan Kesalahan 9. PSAK 48 (revisi 2009): Penurunan Nilai Aset 10.30 Juni 2011 berlaku 2011. Jatmiko F. PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful