Anda di halaman 1dari 20

PRAKTIKUM V

A. 1udul : Filum Annelida


. Tujuan :
1. Untuk melatih mahasiswa dalam mendeskripsikan ciri khas
anggota Annelida berdasarkan ciri morIologi struktur tubuhnya.
2. Untuk melatih mahasiswa dalam melakukan identiIikasi anggota-
anggota Annelida.
. Dasar Teori
Annelida (dalam bahasa latin, annulus cincin) atau cacing gelang adalah
kelompok cacing dengan tubuh bersegmen. Berbeda dengan Platyhelminthes dan
Nemathelminthes, Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki
rongga tubuh seiati (hewan selomata), namun Annelida merupakan hewan yang
struktur tubuhnya paling sederhana.
Filum Annelida merupakan cacing selomata berbentuk gelang yang memiliki
tubuh memaniang, simetri bilateral, bersegmen, dan permukaannya dilapisi
kutikula, dinding tubuh dilengkapi otot, memiliki prostomium dan sistem
sirkulasi, saluran pencernaan lengkap, sistem ekskresi sepasang neIridia di setiap
segmen, sistem syaraI tangga tali, sistern respirasi terdapat puda epidermis,
reproduksi monoesis atau diesis dan larvanya trokoIor atau veliger. Kebanyakan
cacing Annelida hidup akuatik di laut dan terestrial di air tawar atau darat.
Cacing-cacing anggota Iilum ini tubuhnya beruas-ruas, beberapa organ
(misalnya pencernaan) membentang sepaniang tubuh, organ yang lain seperti
saluran pembuangan, ada di setiap ruas. Annelida mempunyai rongga tubuh atau
coelem, rongga ini tidak saia berisi organ-organ yang terbentuk dari mesoderm
tetapi iuga dilapisi oleh lapisan mesoderm. Annelida merupakan hewan simetris
bilateral, mempunyai sistem peredaran darah yang tertutup dan sistem syaraI yang
tersusun seperti tangga tali. Pembuluh darah yang utam membuiur sepaniang
bagian dorsal sedangkan sistem syaraI terdapat pada bagian ventral.

Filum Annelida dibagi meniadi kelas Polychaeta, Oligochaeta, Archiannelida,


Echiroidea dan Hirudinea. pembagian ke dalam kelas terutama didasarkan pada
segmentasi tubuh. seta, parapodium, sistem sirkulasi, ada tidaknya batil isap, dan
sistem reproduksi. Telah diketemukan 12.000 species yang hidup di air tawar, laut
dan tanah. Contoh spesies annelida yang terkenal adalah cacing tanah (Lumbricus
sp.) cacing ini hidup di tanah, makanannya berupa sisa tumbuhan dan hewan.
Charles Darwin ahli biologi yang termahsur adalah orang yang pertama kali
menyatakan bahwa cacing tanah mempunyai peranan yang penting dalam
menggemburkan tanah. Karena hidup di dalam tanah, cacing ini membuat liang-
liang sehingga tanah meniadi berpori dan mudah diolah.
Cacing tanah iuga mencampur dedaunan dengan tanah, iadi menaikan
kandungan humus tanah. Sebagian besar anelida hidup dilaut, yaitu diliang-liang
atau dibawah karang yang dekat dengan pantai, misalnya neries. Golongan lain
dari annelida yang banyak dikenal adalah lintah pengisap darah. Lintah
mempunyai balik penghisap dikedua uiung badanya. Batil penghisap posterior
dipergunakan untuk melekatkan diri pada inang, sedangkan batil penghisap
anterior dipergunakan untuk menghisap darah.
1. Ciri-ciri Umum
Ciri umum yang tergolong Iilum Annelida dapat diuraikan sebagai berikut:
O Tubuh bilateral simetris, bersegmen, berbentuk tubular, memaniang sumbu
tubuh
O Triploblastis
O Tiap segmen dipisahkan oleh septa
O Tubuh ditutupi oleh kutikula Ileksibel
O Punya seta, keras, seperti kitin (kec: Hirudinea)
O Punya parapodia
O Alat gerak: kontraksi otot tubuh dan setae (rambut kaku) pada tiap segmen
(polygochaeta dan olygochaeta)

O #espirasi: epidermis permukaan kulit (diIusi) dan insang (pada


polychaeta)
O Saluran pencernaan lengkap (mulut-usus-anus)
O #eproduksi: seksual/genertiI: koniugasi, Aseksual/vegetatiI: Iragmentasi
regenerasi
O Ekskresi: neIridia (nephridios ginial)
O SaraI dan Indera: saraI tangga tali ( ganglion berderet berpasangan)
Statosidaa indra keseimbagan, peka terhadap cahaya.
O Sirkulasi: peredaran darah tertutup.
O Habitat: -tanah yang lembab, air laut, air tawar
2. Sruktur Tubuh
O Bilateral simetris: organ yang memiliki dua sisi
O Triboplastik,
Annelida merupakan hewan tripoblastik yang sudah memiliki rongga tubuh
seiati (hewan selomata). Namun Annelida merupakan hewan yang struktur
tubuhnya paling sederhana. Bersegmen, tubular dan memaniang
Annelida memiliki segmen di bagian luar dan dalam tubuhnya. Antara satu
segmen dengan segmen lainya terdapat sekat yang disebut septa. Pembuluh darah,
sistem ekskresi, dan sistem saraI di antara satu segmen dengan segmen lainnya
saling berhubungan menembus septa. #uas tubuhnya (segmen) disebut Metameri
terdiri dari alat ekskresi (neIridium), lubang reproduksi, otot dan pembuluh darah.
Annelida memiliki paniang tubuh sekitar 1 mm hingga 3 m. Contoh annelida
yang paniangnya 3 m adalah cacing tanah Australia. Tubuh terbagi meniadi ruas-
ruas (segmen) yang sama, baik di bagian dalam dan di bagian luar tubuh, kecuali
saluran pencernaan dan sepaniang sumbu anterior-posterior, keadaan demikian
disebut metarisma dan masing-masing ruas disebut metamere. Tubuh ditutupi oleh
kutikula Ileksibel.

3. Alat gerak
Annelida bergerak dengan kontraksi otot tubuhnya. #ongga tubuh Annelida
berisi cairan yang berperan dalam pergerakkan annelida dan sekaligus melibatkan
kontraksi otot. Ototnya terdiri dari otot melingkar (sirkuler) dan otot memaniang
(longitudinal). Punya seta, keras, seperti kitin (kec: Hirudinea) Seta: bulu
kasar/rambut pada invertebrate. Pada polychaeta mempunyai seta yang banyak,
sedangkan pada olygochaeta mempunyai seta yang sedikit. Seta ini terdapat pada
toniolan di samping. Punya parapodia, tiap segmen terdapat parapodia; untuk
lokomosi, parapodia terdiri dari seiumlah seta; seta terdiri dari notopodium,
neuropodium, acicula & otot yang bekeria untuk berialan, merangkak,
bersembunyi atau berenang.
4. Sistem #espirasi
#espirasi yang teriadi pada Annelida dengan cara aerob, O
2
& CO
2
berdiIusi
via kulit menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh, namun ada iuga
yang menggunakan insang pada polychaeta. Hanya teriadi ketika kulit dalam
kondisi lembab.
5. Sistem Pencernaan
Annelida sudah mempunyai alat pencernaan makanan, mereka mencerna
makanannya secara ekstraseluler. Sistem pencernaan annelida sudah lengkap,
terdiri dari mulut, Iaring, esoIagus (kerongkongan), usus, dan anus. Mulut
dilengkapi gigi kitin yang berada di uiung depan sedangkan anus berada di uiung
belakang.
6. Sistem #eproduksi
Annelida umumnya bereproduksi secara seksual dengan pembantukan gamet,
memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. Klitelum struktur reproduksi yang
mengsekresi cairan & membentuk kokon tempat deposit telur. Namun ada iuga
yang bereproduksi secara Iregmentasi, yang kemudian beregenerasi. Organ
seksual Annelida ada yang meniadi satu dengan individu (hermaIrodit) dan ada
yang terpisah pada individu lain (gonokoris) melalui larva trochophore berenang
bebas.

. Sistem Eksresi
Ekskresi dilakukan oleh organ ekskresi yang terdiri dari neIridia, neIrostom,
dan neIrotor. NeIridia (tunggal neIridium) merupakan organ ekskresi yang
terdiri dari saluran. NeIrostom merupakan corong bersilia dalam tubuh. NeIrotor
merupakan pori permukaan tubuh tempat kotoran keluar. Terdapat sepasang organ
ekskresi tiap segmen tubuhnya. NeIridia organ dalam segmen yang
mengumpulkan sisa-sisa cairan & keluar melalui nephridioIor.
8. Sistem SaraI dan Indera
Sistem saraI Annelida adalah sistem saraI tangga tali. Terdiri dari ganglion
otak dihubungkan dengan tali saraI yang memaniang sehingga berupa tangga tali.
Ganglia otak terletak di depan Iaring pada anterior. Susunan syaraI terdiri atas
anterior, dorsal ganglionic mass, disebut otak. Atau sebuah benang syaraI yang
paniang dengan ganglionic swelling dan syaraI lateral pada tiap ruas. Cincin
ganglia dihubungkan oleh tali saraI ventral Ganglia seperti kantong yang
merupakan pembesaran dari iaringan saraI, membentuk 'otak, Tali saraI sel-sel
yang memaniang tubuh & mengandung impuls-impuls saraI
9. Sistem Peredaran Darah / Sirkulasi
Cacing ini sudah memiliki pembuluh darah sehingga memiliki sistem
peredaran darah tertutup. Darahnya mengandung hemoglobin, sehingga berwarna
merah. Pembuluh darah yang melingkari esoIagus berIungsi memompa darah ke
seluruh tubuh. Lengkung aorta: lima tabung seperti iantung yang memompa darah
ke dalam dua tabung utama sepaniang tubuh. Darah: subtansi cair yang
mengedarkan makanan & membawa sisa-sisa makanan.
10.Habitat dan Ekologi
Sebagian besar Annelida hidup dengan bebas dan ada sebagian yang parasit
(merugikan karena menempel pada inangnya) dengan menempel pada vertebrata,
termasuk manusia. Habitat Annelida umumnya berada di dasar laut dan perairan
tawar, dan iuga ada yang sebagian hidup di tanah atau tempat-tempat lembab.
Annelida hidup di berbagai tempat dengan membuat liang sendiri.

Kunci identiIiksi: Filum Annelida


a. Tubuh bersegmen...................3
b. Tubuh tidak bersegmen..........
a. Tubuh silindris dan langsing (penampang berbentuk lingkaran) seperti
cacing...................2
b. Tubuh tidak silindris benar, langsing, seperti cacing.....
a. Ada setale, tak ada pengisap.........
b. Tak ada setale, ada pengisap......
Dari uraian di atas dapat diketahui Iilum annelid memiliki ciri pada 3a,2b
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Iilum annelid memiliki ciri-ciri seperti
tubuhnya bersegmen,tubuh silindris dan langsing.
D. Alat dan ahan
1. Media asli berupa hewan segar !eretima sp dan Lumbricus sp
2. Preparat mikroskopis
3. Media gambar
4. Mikroskop
5. Loupe
.Prosedur Kerja
1. Melakukan pengamatan langsung pada preparat yang anda bawa berupa
spesimen segar !eretima sp dan Lumbricus sp. Atau preparat mikroskopis.
2. Mengambar struktur morIologi dan anatomi tubuh dari preparat tersebut.
3. Melakukan identiIikasi terhadap anggota Annelida yang diamati dengan
menggunakan kunci identiIikasi yang ada.






.asil pengamatan
Gambar Lumbriscus sp















Gambar Lumbriscus paringeal












Gambar Lumbriscus intestinal
















.Pembahasan
Filum Annelida di bagi meniadi tiga kelas yaitu:
2. !4lvcaeta cacing pasir (umumnya hidup di laut)
3. lig4caeta cacing tanah (hidup di tanah dan air tawar)
4. irudinea lintah (hidup di air tawar, bersiIat parasit)
a. Polvchaeta
Polychaeta, dalam bahasa Yunani 'poly banyak, 'chaetae rambut kaku,
merupakan Annelida berambut banyak. Anggota kelas polychaeta dikenal dengan
sebutan umum cacing laut, cacing sikat, cacing ruas. Umumnya hidup di air.
Seluruh permukaan tubuh polychaeta mengandung rambut-rambut kaku atau setae
yang dilapisi kutikula sehingga licin dan kaku. Tubuhnya berwarna menarik,
seperti ungu kemerah-merahan. Setiap segmen tubuh polychaeta dilengkapi
dengan sepasang alat gerak atau alat berenang yang disebut parapodia. Alat ini
pun berperan sebagai alat pernaIasan. Polychaeta memiliki kelamin terpisah.
Perkembangbiakannya dilakukan dengan cara seksual. Pembuahannya dilakukan

di luar tubuh. Telur yang telah dibuahi tumbuh meniadi larva yang disebut
trakoIora. Setae berupa berkas, biasanya ada dua berkas: n4t4setae (di bagian
dorsal) dan neur4setae (di bagian ventral); parapodia menoniol, tipenya
bernacam-macam (biramus, uniramus), kadang-kadang tereduksi; prostomium
pada umumnya berkembang baik, mempunyai mata dan tentakel, namun sangat
termodiIikasi pada hewan sedentaria; organ reproduksi pada umumnya diosius;
habitat lautan, ada iuga yang hidup di lingkungan estuary, beberapa hidup di air
tawar atau bahkan terrestrial (di wilayah tropic).
iri-ciri polychaeta
Tubuh memaniang dan bersegmen, tiap segmen mempunyai
parapodiaasemacam kaki yang bentuknya seperti dayung, tiap parapodia
mempunyai seta, kec.segmen terakhir, warna tubuh menarik, respirasi dengan
insang, di bagian anterior terdapat kepala yang sempurna, disebut pr4st4mium.
Pada kepala terdapat mata, antena, sepasang palpus dan mulut di bagian ventral.
#uas yang mengandung mulut disebut perist4mium. #uas terakhir atau pigidium
mengandung anus. Habitat: bahari a di lautan, hidup dalam pasir atau menggali
batu-batuan di daerah pasang surut air laut
$truktur Tubuh
Paniang tubuh umumnya kurang dari 10 cm dengan garis tengah 2-10 mm;
penghuni kedalaman laut umumnya hanya mencapai paniang 1 m, walau ada satu
ienis yang paniangnya mencapai 3 m (unice sp). Warna tubuhnya banyak yang
menarik (merah, merah muda, hiiau ataupun kombinasi warna-warna).
Metamerisme pada umumnya sempurna, dengan tiap segmen silindris identik,
kecuali bagian kepala dan ekor.
Alat erak
Pergerakan disebabkan oleh perpaduan gerak antar parapodia, otot dinding tubuh
& cairan rongga tubuh.
Gerak undulating mengakibatkan cacing dapat menialar & berenang dengan
cepat.
$istem Respirasi
BernaIas dengan insang

Pertukaran gas via permukaan tubuh iuga teriadi


Beberapa ienis tiap ruas terdapat insang, kecuali uiung anterior & posterior
Pada cacing yang mengalami modiIikasi, iumlah & letak insang terbatas pada
ruas tertentu.
$istem Pencernaan
Cara makan sesuai dengan kebiasaan hidup
#apt4rial feeder: avertebrata kecil ditangkap dengan pharink/probosis yang
diiulurkan, terdapat rahang kitin
Dep4sit feeder: menelan pasir & lumpur dalam lorong; bahan organik dicerna &
partikel mineral dikeluarkan via anus, atau melalui tentakel cilia yang berlendir
Filter feeder: tidak punya probosis tutup kepala dilengkapi radiola untuk
menyaring detritus & plankton.
$istem Reproduksi
#epr4duksi Seksual
Dioesious & monoesious
Seksual via Iertilisasi eksterna (ovum & sperma di lepas di air). Zigot
trokoIor iuvenile
#epr4duksi Aseksual
Pada Cirratulidae. Sabellidae. Spi4nidae & Svllidae (Tunas/Budding) dari
parapodia. bagian tubuh meniadi dua bagian.
Epitoksi (pembentukan individu reproduktiI) merupakan Ienomena reproduksi
khas polychaetahewan tampak iadi dua bagian.
$araf dan Indera
O Sistem saraI tangga tali
Alat indera utama: mata, 'nuchal organ & statocyst
Mata berkembang baik (errantia), bintik mata/tidak ada (sedentaria)
Fungsi mata: Iotoreseptor
Nuchal organ: kemoreseptor untuk mendeteksi makanan
Sel peraba terdapat diseluruh tubuh, terutama parapodia & kepala
$istem kskresi
Cacing yang tidak mempunyai pembuluh darah: protoneIridia solenosit

Cacing yang mempunyai pembuluh darah: metaneIridia


- NeIrostom: corong bersilia
- NeIridial kanal: pembuluh ekskresi
- NeIridiophor: lubang ekskresi, bermuara pada neuropodium
NeIridia iuga berIungsi sebagai alat osmoregulasi
abitat dan kologi
Habitatnya di lautan, Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan
di daerah pasang surut air laut ataupun membentuk tabung. Cara hidupnya yang
bersembunyi menyebabkan mereka luput dari pengamatan biasa.
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Class : Polychaeta
Ordo : Eunicida
Familia : Eunicedae
Genus : unice
Species : unice viridis
Kunci identifikasi
a.Tubuh bersegmen...............9
b.Tubuh tidak bersegmen.............
a.Tubuh tidak silindris...............
b.Tubuh silindris.............10
Dari uraian di atas dapat diketahui kelas p4lvcaeta memiliki ciri pada 9a, 10b,
Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas p4lvcaeta memiliki ciri-ciri seperti
tubuhnya bersegmen, tubuh silindris.
-. Oligochaeta
Oligochaeta (dalam bahasa Yunani, oligo sedikit, chaetae rambut kaku)
yang merupakan annelida berambut sedikit. Oligochaeta tidak memiliki
parapodia, namun memiliki seta pada tubuhnya yang bersegmen. Habitat cacing
ini umumnya di air tawar dan tempat lembab. Namun, ada pula yang hidup di
darat. Tubuhnya bersegmen-segmen dengan iumlah segmen mencapai 200 buah.

iri-ciri oligochaeta
Memiliki sedikit setae pada tubuhnya, segmen pada tubuhnya mencapai 200
segmen, paniang tubuh mulai 1cm-3m, kulit dilapisi kutikula, tubuh mengandung
hemoglobin, habitat di tempat lembab dan perairan. Hermaprodit.
$truktur Tubuh
Setae tidak membentuk berkas, tunggal dan membentuk rangkaian tertentu,
tidak memiliki parapodia; iarang mempunyai insang (kecuali yang akuatik);
prostomium kecil, berbentuk kerucut, tanpa mata atupun tentakel; organ
reproduksi hermaIrodit (pembuahan silang): susunan gonad dan saluran-saluran
reproduksi khas, metamerisme terbatas; seiumlah segmen membentuk clitellum
untuk menyekresikan cocoon; habitat pada umumnya air tawar ataupun terrestrial,
beberapa hidup di lingkungan estuary.
$istem Respirasi
Kelas Oligochaeta tidak memiliki parapodia seperti pada kelas polychaeta,
pernapasannya dilakukan melalui seluruh permukaan tubuhnya. Itu sebabnya
mengapa tubuh kelompok cacing ini berlendir. Tubuh cacing tanah tertutup oleh
selaput bening dan tipis yang disebut kutikula. Kutikula ini selalu lembap dan
basah. Melalui selaput inilah cacing bernapas. Kutikula menyebabkan udara di
dalam tanah dapat masuk ke pembuluh darah cacing. Setelah masuk ke pembuluh
darah, udara tersebut diedarkan ke seluruh tubuh. Tetapi ada iuga Oligochaeta
yang bernaIas dengan menggunakan insang, yakni kelas oligochaeta yang hidup
akuatik.
$istem Pencernaan
Kelas Oligochaeta memiliki sistem pencernaan yang lengkap mulai dari
mulut, Iaring, kerongkogan dan usus. Makanannya adalah sisa dedaunan. yang
dikeluarkan oleh getah pencernaan secara ekstrasel. Cacing tanah dapat mencerna
senyawa organik tersebut meniadi molekul yang sederhana yang dapat diserap
oleh tubuhnya. Sisa pencernaan makanan dikeluarkan melalui anus.
$istem Reproduksi
Cacing tanah bersiIat hermaIrodit, tetapi tidak melakukan pembuahan
sendiri. Hal itu karena, matangnya sel kelamin betina tidak sama waktunya

dengan matangnya sel kelamin iantan. Organ reproduksi betina terdapat di segmen
ke-9 sampai ke-14 dan organ reproduksi iantan terdapat di segmen ke-10 sampai
ke-15. Di segmen ke-32 sampai ke-3 terdapat klitelum, yaitu penebalan
epidermis sebagai penghasil lendir. Sewaktu sepasang cacing berkopulasi maka
akan keluar lendir yang akan membungkus kedua cacing dan meniaga sperma dari
kekeringan. Selubung (coccon) lendir tadi akan maiu mundur di sepaniang kedua
tubuh cacing. Setelah itu, sel telur dari masing-masing cacing keluar dan
memasuki coccon. Jika melewati lubang kelamin iantan, telur-telur yang ada di
dalam coccon akan dibuahi oleh sperma dari cacing yang berlainan. Setelah
selesai pembuahan, coccon akan lepas ke arah depan. Sekarang di dalam coccon
terdapat telur-telur yang akan dibuahi dan kemudian tekur-telur tersebut akan
menetas meniadi cacing.
$istem saraf
Sistem saraI Oligochaeta terdiri dari:
otak` (ganglion cerebral)
dua lobus di atas Iaring
dua syaraI penghubung disekitar Iaring menuiu ke ganglia sub paringeal
tali syaraI ventral (sepaniang dasar selom ke arah somit anal).
Beberapa syaraI menuiu ke prostomium & daerah mulut
Tali syaraI ventral dlm tiap somit mempunyai ganglion membesar dan
memberikan 3 pasang syaraI lateral
Tiap syaraI lateral membentang setengah somit terdiri dari serabut sensoris dan
motoris
$istem kskresi
Annelida dan molusca mempunyai organ neIridium yang disebut
metanefridium. Pada cacing tanah yang merupakan anggota anelida, setiap
segmen dalam tubuhnya mengandung sepasang metaneIridium, kecuali pada tiga
segmen pertama dan terakhir.
Bagian akhir dari saluran yang berliku-liku ini akan membesar seperti
gelembung. Kemudian gelembung ini akan bermuara ke bagian luar tubuh melalui

pori yang merupakan lubang (corong) yang kedua, disebut neIridioIor. Cairan
tubuh ditarik ke corong neIrostom masuk ke neIridium oleh gerakan silia dan otot.
Saat cairan tubuh mengalir lewat celah paniang neIridium, bahan-bahan yang
berguna seperti air, molekul makanan, dan ion akan diambil oleh sel-sel tertentu
dari tabung. Bahan-bahan ini lalu menembus sekitar kapiler dan disirkulasikan
lagi. Sampah nitrogen dan sedikit air tersisa di neIridium dan kadang
diekskresikan keluar. MetaneIridium berlaku seperti penyaring yang
menggerakkan sampah dan mengembalikan substansi yang berguna ke sistem
sirkulasi.
Cairan dalam rongga tubuh cacing tanah mengandung substansi dan zat sisa.
Zat sisa ada dua bentuk, yaitu amonia dan zat lain yang kurang toksik, yaitu
ureum. Oleh karena cacing tanah hidup di dalam tanah dalam lingkungan yang
lembab, anelida mendiIusikan sisa amonianya di dalam tanah tetapi ureum
diekskresikan lewat sistem ekskresi.
KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Class : Oligochaeta
Ordo : Opisthopora
Familia : Lumbricidae
Genus : Lumbricus
Species : Lumbricus sp.
Kunci identifikasi
a.Tubuh bersegmen...............12
b.Tubuh tidak bersegmen.............
a. Banyak setale pada setiap somit............
b.Tak banyak setale pada setiap somit...........12
Dari uraian di atas dapat diketahui kelas lig4caeta memiliki ciri pada 12a
12b. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas lig4caeta memiliki ciri-ciri seperti
tubuhnya bersegmen,dan tak banyaak setale pada setiap somit.

c. Hirudinea
Hirudinea merupakan kelas annelida yang ienisnya sedikit. Anggota kelas
hirudinea hidup di lingkungan akuatik dan terrestrial. Paniang Hirudinea
bervariasi dari 130 cm. Sebagian besar Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada
permukaan tubuh inangnya. Inangnya adalah vertebrata dan termasuk manusia.
Hirudinea parasit hidup dengan mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea
bebas hidup dengan memangsa invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea
parasit adalah aemadipsa (pacet) dan irud4 (lintah). Saat merobek atau
membuat lubang, lintah mengeluarkan zat anestetik (penghilang sakit), sehingga
korbannya tidak akan menyadari adanya gigitan. Setelah ada lubang, lintah akan
mengeluarkan zat anti pembekuan darah yaitu hirudin. Dengan zat tersebut lintah
dapat mengisap darah sebanyak mungkin.
iri-ciri hirudinea:
O Paniang tubuh mencapai 30 cm
O Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula
O Tubuh relatiI pipih
O Tubuh terdiri dari 34 segmen
O Tidak mempunyai parapodia dan setae
O Mempunyai alat penghisap (sucker) di bagian anterior maupun posterior
O BersiIat hermaIrodit
O Habitat: air tawar dan darat
$tuktur Tubuh
Hewan ini tidak memiliki parapodium maupun seta pada segmen tubuhnya.
Sekalipun dikenal dengan nama umum lintah pengisap darah, bagian terbesar di
antaranya tidak hidup sebagai ektoparasit. Tubuhnya pipih. Ukuran paniangnya
dari 1-2cm atau 5cm, walau ada yang mencapai 12cm, bahkan 30cm
(aemanteria giliani dari daerah Amazon). Metamerisme sudah sangat
tereduksi: segmen-segmen uiung anterior (biasanya kecil) dan posterior (lebih
besar) termodiIikasi maniadi alat penghisap yang digunakan untuk menempel dan
bergerak.

Alat erak
Sebagian aktiI malam, iuga siang.
Bergerak dengan cara melekukkan badan, melekat dengan sucker
Berenang dengan cara menggelombangkan badan.
$istem Respirasi
Menggunakan anyaman kapiler di bawah epidermis.
Insang: !iscic4lidae
$istem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri dari mulut, Iaring, tembolok, lambung, rektum,
anus. Anus terletak pada bagian dorsal. Proses pencernaan penghisap anterior a
mulut a Iaring a tembolok a usus a usus buntu a anus a penghisap posterior. Faring
otot yang dilengkapi rahang bergigi /probosis berotot.
Di kerongkongan tempat isapannya terdapat tiga rahang yang berbentuk
seperti setengah gergaii yang dihiasi sampai 100 gigi kecil. Dalam waktu 30 menit
lintah bisa menyedot darah sebanyak 15 ml kuota yang cukup untuk hidupnya
selama setengah tahun. Air ludahnya pun mengandung zat aktiI yang sekurang-
kurangnya berisi 15 unsur. Contohnya, zat putih telur hirudin yang bermanIaat
untuk mengencerkan darah, dan mengandung penisilin.
akanan & !encernaan
Lintah hidup sebagai pemakan bangkai/predator, parasit. Predator makan larva,
keong, serangga, cacing.
5 penghisap darah, melekat/nempel pada permukaan tubuh vertebrata (ikan-
manusia).
Darah dihisap oleh Iaring otot & menampung dalam tembolok. Enzim saliva
(hirudin) mencegah koagulasi darah. Dalam 1 x makan, lintah mengisap darah 10x
berat tubuhnya.
$istem Reproduksi
Monoceous
iantan: 4-12 pasang testis. 1 pasang ductus spermaticus.
betina: 2 ovarium & Oviduct yang berhubungan dengan keleniar albumin &
vagina di median yang bermuara di belakang porus genitalia iantan

Tidak ada tingkat larva


Lintah membentuk kokon yang mengandung telur yang telah dibuahi & kokon
akan diletakkan dalam air/tanah.
$istem $araf dan Indera
#uas 5 & 6 terdapat lingkar saraI ganglia: 'otak
Alat indera: mata & papilla
Mata: Iotoreseptor
Papilla & sensila: toniolan kecil pada epidermis. Fungsi: alat peraba & perasa
$istem kskresi
10-1 pasang nephridia, ammonia.
abitat dan kologi
Hewan berhabitat air tawar, hidup di rawa-rawa, kolam, ataupun sungai.
Hirudinea adalah hewan ektoparasit pada permukaan tubuh inangnya. Inangnya
adalah vertebrata dan termasuk manusia. Hirudinea parasit hidup dengan
mengisap darah inangnya, sedangkan Hirudinea bebas hidup dengan memangsa
invertebrata kecil seperti siput. Contoh Hirudinea parasit adalah aemadipsa
(pacet) dan irud4 (lintah).
Peranan
Terapi medis (irud4 medicinalis)
Mengisap darah kerbau (irud4. acr4bdella. !il4bdella)
Parasit pada ikan (!iscic4lidae)
KLA$IIKA$I
Kingdom : Animalia
Phylum : Annelida
Class : Hirudinea
Ordo : Arhynchobdellida
Familia : Hirudinidae
Genus : irud4
Species : irud4 medicinalis

Kunci identifikasi
a. Ada setale, tak ada pengisap......
b. Tak ada setale, ada pengisap......15

a.Tubuh bersegmen........15
b. Tubuh tidak bersegmen....
a .Tubuh dilindungi oleh lapisan kutikula......15
b. Tubuh tidak dilindungi oleh lapisan kutikula......
a. Tubuh tidak relatiI pipih..............
b. Tubuh relatiI pipih...............15
Dari uraian di atas dapat diketahui kelas irudinea memiliki ciri pada 15b,
15a. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kelas irudinea memiliki ciri-ciri seperti, Tak
ada setale, tubuh bersegmen, tubuh dilindungi lapisan kutikula, tubuh relatiI pipih.
. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Iilum Annelida
terbagi atas tiga kelas yaitu !4lvcaeta yaitu cacing pasir, hewan ini umumnya
atau kebanyakan hidup di laut),lig4caeta yaitu cacing tanah hewan ini
umumnya hidup di tanah dan hewan ini iuga biasa hidup di air tawar, dan yang
ketiga yaitu irudinea yaitu lintah, hewan ini hidupnya di air tawar,dan iuga
memiliki siIat parasit.
Annelida adalah hewan triploblastik yang sudah mempunyai rongga seiati
sehingga disebut triploblastik selomata. Annelida memiliki sistem peredaran darah
tertutup, dengan pembuluh darah memaniang sepaniang tubuhnya serta
bercabang-cabang di setiap segmen. Annelida mempunyai bentuk tubuh simetri
bilateral, dengan tubuh beruas-ruas dan dilapisi lapisan kutikula.
I. Tugas
1. Apa organ respirasi dari cacing tanah.? Apa keistimewaan organ tersebut
sehingga dapat berperan untuk respirasi.?
2. Cacing tanah erat hubungannya dengan kesuburan tanah. Bagaimana
hubungan tersebut.?
3. Jelaskan bagaimana perilaku kawin dari cacing tanah.
4. Buatlah skema klasiIikasi Annelida berdasarkan literature ( lihat di internet).

1awaban :
1. Organ respirasi melalui seluruh permukaan tubuhnya. Tubuh cacing tanah
tertutup oleh selaput bening dan tipis yang disebut kutikula. Kutikula ini
selalu lembap dan basah. Melalui selaput inilah cacing bernapas. Kutikula
inilah keistimewaan yang menyebabkan udara di dalam tanah dapat masuk ke
pembuluh darah cacing dan setelah masuk ke pembuluh darah, udara tersebut
diedarkan ke seluruh tubuh.
2. Cacing tanah ini berperan dalam kesuburan tanah. Selain pergerakannya
dalam tanah yang bisa membuat rongga-rongga dalam tanah sehingga
meningkatkan aerasi tanah, cacing ini iuga bisa mengekskesikan urea,
amoniak dan keratin yang bisa berperan sebagai pupuk.
3. Cacing tanah bersiIat hermaIrodit, tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri.
Hal itu karena, matangnya sel kelamin betina tidak sama waktunya dengan
matangnya sel kelamin iantan. Sewaktu sepasang cacing berkopulasi maka
akan keluar lendir yang akan membungkus kedua cacing dan meniaga sperma
dari kekeringan. Selubung (coccon) lendir tadi akan maiu mundur di
sepaniang kedua tubuh cacing. Setelah itu, sel telur dari masing-masing
cacing keluar dan memasuki coccon. Jika melewati lubang kelamin iantan,
telur-telur yang ada di dalam coccon akan dibuahi oleh sperma dari cacing
yang berlainan. Setelah selesai pembuahan, coccon akan lepas ke arah depan.
Sekarang di dalam coccon terdapat telur-telur yang akan dibuahi dan
kemudian tekur-telur tersebut akan menetas meniadi cacing.

4.







Annelida
Polychaeta

^aVZSW
Oligochaeta

DATAR PU$TAKA

Anonim. 2010.Annelida.(Online).Tersedia di http://idkI.bogor.net/yuesbi/e-
DU.KU/eukasi.net. Diakses 21 iuni 2011..
Maskoeri, Jasin. 2010. Z44l4gi Invertebrata. Surabaya: Sinar Wiiaya.
Oermariati, Boen S. 1990. Taks4n4mi Z44l4gi Avertebrata !raktikum
Lab4rat4rium. Jakarta: Universitas Indonesia.
Gandahusada, Srisasi.dkk. 1998. Parasitologi Kedokteran . Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Jakarta.