Anda di halaman 1dari 35

PROUDLY PRESENT

Hakikat dan Unsur-Unsur Pendidikan


Jumat, 01 April 2011

Disusun oleh: ^ Umiyati ^ Sri Rahayu ^ Rasim Kelas F F-KIP Matematika (ii)

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Isi Makalah
1. BAB I : Pendahuluan : Latar Belakang Masalah : Tujuan Penulisan : Metode dan Teknik Penulisan : Pembahasan Materi : Studi Kasus : Kesimpulan

2. BAB II 3. BAB III 4. BAB IV 5. Daftar Pustaka

Pengertian Pendidikan
Objek dari pendidikan itu sendiri adalah manusia, dan sebagaimana manusia itu sendiri, aspek pendidikan dan sifat pendidikan itu sangatlah kompleks, sehingga kadang sulit untuk mendefiniskan secara pasti apa itu pengertian pendidikan

Batasan tentang Pendidikan


Batasan-batasan pendidikan itu sendiri bersifat subjektif tergantung dari siapa orang yg memandang pendidikan itu sebagai apa, hal ini didasari atas perbedaan orientasi terhadapa pendidikan, konsep dasar pendidikan dan aspek yang menjadi tekanan dalam pendidikan itu sendiri. Namun, dari kesimpulan yang telah didapat, batasan pendidikan berdasarkan fungsinya dapat dibedakan sebagai berikut: a. Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya b. Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi/Kepribadian c. Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

Batasan Pendidikan Berdasarkan Fungsinya


Pendidikan sebagai Proses Transformasi Budaya

Transformasi berasala dari bahasa Inggris yang berarti penerusan atau dalam konteks ini disebut pewarisan, dimana yang diwariskan adalah budaya atau nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ada tiga macam nilai yang ditransformasikan, yaitu:

nilai yang diteruskan

nilai yang diperbaiki

nilai yang diteruskan

Batasan Pendidikan Berdasarkan Fungsinya

Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi/Kepribadian

proses pembentukan kepribadian melalui kegiatan yang sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik

Masih.... Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi/Kepribadian


Terdapat dua sasaran dalam pendidikan kepribdian ini, yaitu:

a. Pembentukan pribadi bagi mereka yang sudah dewasa dengan usaha sendiri (Zelf Vorming)

b. Pembentukan pribadi yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa

Batasan Pendidikan Berdasarkan Fungsinya


Pendidikan Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warga Negara

membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik, tergantung tujuan nasional masing-masing negara dimana ia tinggal

Batasan Pendidikan Berdasarkan Fungsinya


Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga Kerja

membimbing peserta didik sehingga memiliki bekal untuk bekerja Pembekalan dasar meliputi pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan kerja. Penyiapan tenaga kerja ini merupakan salah satu misi penting pendidikan karena bekerja merupakan kebutuhan pokok dalam kehidupan manusia, bekerja menjadi penopang hidup seseorang dan keluarga sehingga tidak bergantung dan menganggu orang lain.

Tidak ada makanan yang dimakan seseorang yang lebih baik dari makanan yang merupakan usaha tangannya sendiri, karena Nabi Allah, Daud, makan dari hasil usaha tangannya sendiri.(1. Shahih diriwayatkan Imam Bukhari dalam Shahihnya (2072) dan Imam al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 8/ 6) Bekerja disini bukan berarti bertujuan menumpuk kekayaan dengan ilmu yang ia punya, karena kebahagian bukan diukur dari banyaknya harta tapi dari seberapa besar kah manfaat kita bagi orang lain, dengan bekerja kita bisa memberikan apa yang kita bisa baik itu berupa barang ataupun jasa kepada orang lain. Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Tujuan dan Proses Pendidikan

Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu:
Memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan Merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan

t u j u a n
tujuan pendidikan bersifat normatif artinya mengandung unsur norma yang bersifat memaksa , tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang baik.

Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak

t u j u a n

Dan nilai tersebut akan bersifat kongkrit apabila sudah dituangkan atau tujuan tersebut dibuat jelas (eksplisit) dan lingkup kandungannya terbatas. Jadi, tujuan pendidikan itu sendiri perlu dirumuskan dan dirinci sehingga menjadi tujuan yang lebih terkhusus dan akhirnya menjadi mudah untuk direalisasikan dalam praktek.

t u j u a n

Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa tujuan khusus itu diperlukan, antara lain:
Adanya kekhususan masing-masing lembaga penyelenggara pendidikan Adanya tahap-tahap perkembangan pendidikan Adanya kekhususan dari peserta didik, yaitu yang berkenaan dengan jenis kelamin, bakat dan minta, kemampuan orang tua, lingkungan masyarakat Kepribadian yang menjadi sasaran untuk dibentuk atau dikembangkan bersifat kompleks sehingga perlu dirinci dan dikhususkan, aspek apa yang dikembangkan Pengkhususan tujuan memungkinkan dilaksanakannya tujuan umum melalui proses pendidikan Adanya tuntutan persyaratan pekerjaan di lapangan yang harus dipenuhi oleh peserta didik sebagai pilihannya

Kemampuan yang ada pada pendidikan

Pada umumnya ada empat jenjang tujuan di tujuan pendidikan, yaitu:


a. Tujuan umum b. Tujuan institusional, tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya c. Tujuan kurikuler, yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran d. Tujuan instruksional, tujuan yang terdapat pada materi pokok bahasan dan subpokok bahasan dalam materi kurikulum pembelajaran. Tujuan pokok bahasan disebut Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan tujuan subpokok bahasan disebut Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Proses Pendidikan

merupakan kegiatan mobilisasi segenap komponen pendidikan oleh pendidik terarah kepada pencapain tujuan pendidikan

Bagaimana proses pendidikan itu dilaksanakan sangat menentukan kualitas hasil penciptaan tujuan pendidikan.

P r o s e s

p e n d i d i k a n

Kualitas proses pendidikan mempengaruhi dua hal, yaitu kualitas komponen dan kualitas pengelolaanya

Kedua hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lain, dimana misalnya ketika sarana dan prasarana suatu kegiatan pendidikan telah terpenuhi namun dalam praktik pengelolaanya masih kurang maka tujuan pendidikan yang dibuat sebelumnya tidak akan dicapai secara maksimal, begitu juga sebaliknya.

Pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup

makro, meso dan mikro.

Pengelolaan proses dalam ruang lingkup makro berupa kebijakan-kebijakan pemerintah yang lazimnya dituangkan dalam bentuk UU pendidikan, Peraturan Pemerintah, SK Menteri, SK Dirjen, serta dokumen-dokumen pemerintah tentang pendidikan tingkat nasional yang lain. Pengelolaan dalam ruang lingkup meso merupakan implikasi kebijakankebijakan nasional ke dalam kebijakan operasional dalam ruang lingkup wilayah di bawah tanggung jawab Kakanwil Depdikbud. Pengelolaan dalam ruang lingkup mikro merupakan aplikasi kebijakankebijakan pendidikan yang berlangsung dalam lingkungan sekolah atau pun kelas, sanggar-sanggar belajar, satuan-satuan pendidikan lainnya dan masyarakat. Dalam ruang lingkup ini kepala sekolah, guru, tutor dan tenaga pendidik lainnya memegang peranan penting di dalam pengelolaan pendidikan untuk menciptakan kualitas proses dan pencapaian hasil pendidikan. .

Yang menjadi tujuan utama pengelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal

Pengelolaan proses pendidikan harus mempertimbangkan perkembangann teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena itu setiap guru wajib mengikuti dengan seksama inovasi-inovasi pendidikan

Know it and Love it it it


Kita akan menjadi pendidik yang profesional jika kita mengetahui apa pengertian dan maksud pendidikan itu sendiri.

Untuk memperoleh jawaban yang benar tentang pendidikan, kita harus memahami pendidikan itu sendiri meliputi: a. Unsur-unsurnya b. Konsep dasar yang melandasinya c. Wujud pendidikan sebagai sistem

Unsur-Unsur Pendidikan
Unsur-unsur pendidikan itu ada tujuh, ketujuh unsur tersebut adalah sebagai berikut:
peserta didik pendidik interaksi edukatif  tujuan pendidikan  materi pendidikan  alat dan metode  lingkungan pendidikan

1
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas, sehingga merupakan insan yang unik

Peserta Didik

Peserta didik itu adalah sebagai subjek didik yang memiliki ciri khas dan otonomi. Ciri khas peserta didik yang perlu dipahamai oleh pendidik adalah: b. Individu yang sedang berkembang c. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri

d. Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi

Pendidik

2
Tiga Lingkungan Peserta Didik

Orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik.

Lingkungan keluarga : orang tua Lingkungan sekolah : guru lingkungan masyarakat : masyarakat/organisasi

Pendidikan dalam Rumah atau Keluarga

Dalam Islam, sekolah pertama bagi seorang anak adalah keluarga atau rumah, dan pendidik yang pertama adalah orang tua khusunya ibu. Maka dikenalah istilah Madrastun Uwlaa.

Madrasatun Uwlaa secara harfiah berarti, Sekolah yang Pertama.

Kenapa harus Ibu?

Al Ummu masnaul rijaal wa maadinul abthal.... Seorang ibu adalah pencetak kader para tokoh dan tempat tumbuhnya para pahlawan......

Interaksi Edukatif antara Peserta Didik dengan Pendidik

Komunikasi timbal balik antar peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan.

Orang biasa berbicara kepada orang banyak, tapi orang hebat berbicara bersama orang banyak

Materi atau Isi Pendidikan

Dalam sistem pendidikan persekolahan, materi telah diramu dalam kurikulum yang akan disajikan sebagai sarana mencapai tujuan Materi ini meliputi materi inti dan materi lokal Materi inti bersifat nasional, yang mengandung misi pengendalian dan persatuan bangsa. Sedangkan muatan lokal biasanya mengembangkan kekayaan budaya sesuai dengan kondisi lingkungan

Alat dan metode

Segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan dibedakan atas yang preventif dan kuratif

Alat Pendidikan Preventif vs Kuratif


a. Yang bersifat preventif, yaitu bermaksud mencegah terjadinya hal-hal yang tidak dikehendaki misalnya larangan, pembatasan, peringatan bahkan juga hukuman.

b. Yang bersifat kuratif yaitu bermaksud memperbaiki, misalnya ajakan, nasehat, contoh, dorongan, saran, penjelasan, pemberian kepercayaan atau bahkan hukuman.

Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (Lingkungan Pendidikan) Pendidikan)

Lingkungan pendidikan biasa disebut tri pusat pendidikan, yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat.

Tujuan Pendidikan
Memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, lurus, pantas, benar dan indah untuk kehidupan Tujuan pendidikan memiliki dua fungsi: a. Memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan b. Suatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan

Pendidikan sebagai Sistem


Banyak ahli yang mendefinisikan apa itu sistem, tapi dari pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. Sistem merupakan satu kesatuan yang terstruktur b. Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh c. Masing-masing komponen mempunyai fungsi tertentu dan secara bersamasama melaksanakan fungsi struktur, yaitu mencapai tujuan sistem

Skema Sistem Pendidikan


Administrasi Anggaran

Tenaga guru dan non guru

Kurikulum

Prasarana dan sarana

SISWA BARU

PROSES PENDIDIKAN

LULUSAN

Sosial budaya

Kependudukan

Politik

Keamanan Keamanan

Ekonomi, dll

Putus Sekolah

Terima kasih Semoga apa yang dijelaskab bermanfaat, Walau tidak semua paling tidak ada satu atau dua ilmu baru yang kita bisa dapat hari ini