Anda di halaman 1dari 7

1. Berdasarkan logika Al-Quran setiap manusia pasti mempunyai sesuatu yang dipertuhankan.

Bagaimana pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut , terutama kaitannya dengan atheis! Jawab : Dari pernyataan tersebut maksudnya sesuatu yang dipertuhankan ialah sesuatu yang dipentingkan ataupun dianggap penting oleh manusia sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh Tuhan-Nya. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa Tuhan itu dapat berbentuk apa saja, asalkan itu yang dipentingkan oleh manusia. Ini berarti bahwa tidak mungkin jika manusia tidak memiliki tuhan atau atheis. Orangorang atheis atau komunis pada dasarnya memiliki Tuhan juga. Adapun Tuhan mereka adalah ideologi atau angan-angan mereka. 2. Diantara aliran teologi dalam islam, aliran teologi mana yang lebih dapat meningkatkan etos kerja dan apa automentasi saudara berpendapat demikian? Jawab : Aliran teologi yang lebih dapat meningkatkan etos kerja adalah aliran Mutazilah dan Qodariah. Karena aliran Mutazilah merupakan kaum rasionalis yang selalu menggunakan fikiranya dalam memahami semua hal. Serta aliran Qodariah yang mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat, tetapi tetap bertanggung jawab atas perbuatannya. 3. Beriman adanya Tuhan, merupakan sikap yang rasional dan ilmiah. Bagaimana anda membuktikan pernyataan tersebut dari segi metode pembuktian ilmiah? Jawab :

Dengan Metode mengenal hakikat tuhan melalui percobaan dan pengamatan, dimana agama didasarkan pada analogi dan induksi. Hal inilah yang menyebabkan menurut metode ini agama tidak ada, sebab agama tidak mempunyai landasan ilmiah.
4. Ilmu pengetahuan antara fisika dan astronomi dapat dijadikan sarana untuk menanamkan kepercayaan adanya Tuhan. Bagaimana pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut dan apa argumentasi saudara berpendapat demikian? Jawab :

Menurut saya hal itu benar karena dengan mempelajari ilmu fisika dan astronomi membuat lebih yakin akan kekuasaan dan keesaan serta kebesaran tuhan Jelas didalam ilmu ini salah satunya adalah mempelajari tentang perputaran
planet pada porosnya dalam rangka mengelilingi matahari dalam waktu tertentu. Siapa yang mengatur hal tersebut,sehingga antar planet tidak bertabrakan ataupun jatuh ke matahari. Tuhanlah yang mengatur semuanya itu. 5. Terangkan dengan jelas, upaya apa yang perlu dilakukan orang tua dalam rangka pembentukkan iman anak-anaknya? Jawab : Upaya perlu dilakukan orang tua dalam rangka pembentukkan iman anak-anaknya adalah dengan cara memberikan contoh yang baik serta menerangkan dengan jelas

tentang agama kepada anaknya sedini mungkin agar tidak akan terjadi penyimpangan nantinya. Kiat kiat mendidik anak juga dapat dilakukan dengan hal berikut :

a. Dengan Hiwar (dialog) Dalam mendidik umatnya, Rasulullah SAW sering menggunakan metode ini. Anak-anak sering menanyakan: apa betul Allah itu ahad, katanya Tuhan itu ada di mana-mana. Pada usia remaja atau dewasa, dialog dengan orang tua itu sangat diperlukan dalam menghadapi persoalan hidup yang semakin kompleks seiring dengan lingkungan anak yang semakin luas. b. Dengan Kisah Kisah memiliki fungsi yang sangat penting bagi perkembangan jiwa anak. Suatu kisah bisa menyentuh jiwa dan akan memotivasi anak untuk merubah sikapnya. Kalau kisah yang diceriterakan itu baik, maka kelak ia berusaha menjadi anak baik, dan sebaliknya bila kisah yang diceriterakan itu tidak baik, sikap dan perilakunya akan berubah seperti tokoh dalam kisah itu. c. Dengan Perumpamaan Al-Qur`an dan al-hadits banyak sekali mengemukakan perumpamaan. Jika Allah SWT dan Rasul-Nya mengungkapkan perumpamaan, secara tersirat berarti orang tua juga harus mendidik anak-anaknya dengan perumpamaan. Sebagai contoh, orang tua berkata pada anaknya, Bagaimana pendapatmu bila ada seorang anak yang rajin shalat, giat belajar dan hormat pada kedua orang tuanya, apakah anak itu akan disukai oleh ayah dan ibunya? Tentu si anak berkata, Tentu, anak itu akan disukai oleh ibunya. d. Dengan Keteladanan Orang tua merupakan pribadi yang sering ditiru anak-anaknya. Kalau perilaku orang tua baik, maka anaknya meniru hal-hal yang baik dan bila perilaku orang tuanya buruk, maka bisanya anaknya meniru hal-hal buruk pula. Dengan demikian, keteladanan yang baik merupakan salah satu kiat yang harus diterapkan dalam mendidik anak. e. Dengan Latihan dan Pengamalan Tanpa latihan yang dibiasakan, seorang anak akan sulit mengamalkan ajaran Islam, meskipun ia telah memahaminya. Oleh karena itu seorang ibu harus menanamkan kebiasaan yang baik pada anak-anaknya dan melakukan kontrol agar sang anak disiplin dalam melaksanakan Islam. f. Dengan Ibrah dan Mauizhah Mauizhah (nasihat), Memberi nasihat itu tidak selalu harus dengan katakata. Melalui kejadian-kejadian tertentu yang menggugah hati, juga bisa menjadi nasihat, seperti menjenguk orang sakit, taziyah pada orang yang mati, ziarah ke kubur, dan sebagainya. g. Dengan Targhib dan Tarhib
Targhib adalah janji-janji menyenangkan bila seseorang melakukan kebaikan, sedang tarhib adalah ancaman mengerikan bagi orang yang melakukan keburukan. Banyak sekali ayat dan hadits yang mengungkapkan janji dan ancaman. Itu artinya orang tua juga mesti menerapkannya dalam pendidikan anak-anaknya. 6. Keimanan dan ketakwaan mempunyai hubungan yang erat dan tak dapat dipisahkan. Bagaimana pendapat saudara terhadap pernyataan tersebut? Jelaskan! Jawab :

Keimanan berarti percaya. Sedangkan ketaqwaan berarti mematuhi. Jadi, selain meyakini didalam hati, juga harus mengamalkannya dalam kehidupan dengan mematuhi perintah serta larangan-Nya. Seseorang di katakan beriman apabila dia mematuhi segala yang di perintahkan dan menjauhi apa yang di larang. 7. Problematika apa yang timbul dalam kehidupan modern serta bagaimana cara mengatasinya? Jawab : Problematika yang timbul dalam kehidupan modern adalah masalah sosial-budaya yaitu masalah alam pikiran dan realitas hidup masyarakat yang sudah established, sehingga sulit sekali memperbaikinya. Untuk mengatasi masalah diatas, perlu diadakan revolusi pandangan atau dengan mempertebal iman dan taqwa kita kepada ALLAH S.W.T. 8. Iman dan takwa mempunyai peranan penting dalam mengatasi problema dan tantangan kehidupan modern. Buatlah uraian ringkas yang dapat membuktikan kebenaran pernyataan tersebut? Jawab : Iman dan taqwa mempunyai peranan yang sangan penting dalam mengatasi problematika kehidupan modern. Kedua hal tersebut dapat melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda yang dijelaskan pada surat al-Fatihah ayat 1-7, menanamkan semangat berani menghadapi maut yang terdapat pada firman Allah dalam Q.S an-Nisa 4:78, menanamkan sikap membantu diri dalam kehidupan yang dijelaskan dalam Q.S 11 (Hud) :6, memberikan ketentraman jiwa (Q.S al-Radu 13:28), mewujudkan kehidupan yang baik (Q.S an-Nahl 16:97), melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen (Q.S Q.S al-Anam 6:162), memberikan keberuntungan (Q.S al-Baqarah 2:5), dan dapat mencegah penyakit. 9. Menurut pendapat pandangan murtadha mutahhari, manusia adalah makhluk serba dimensi. Terangkan dengan jelas dimensi-dimensi tersebut serta bagaimana hubungannya dengan kehidupan beragama? Jawab : Menurut pendapat pandangan murtadha mutahhari, manusia adalah makhluk serba dimensi. Dimensi pertama, secara fisik manusia hampir sama dengan hewan, membutuhkan makan, minum, istirahat dan menikah, supaya ia dapat hidup, tumbuh, dan berkembang. Dimensi kedua, manusia memiliki sejumlah emosi yang bersifat etis, yaitu ingin memperoleh keuntungan dan menghindari kerugian. Dimensi ketiga, manusia memiliki perhatian terhadap keindahan. Dimensi keempat, manusia memiliki dorongan untuk menyembah Tuhan. Dimensi kelima, manusia memiliki kemampuan dan kekuatan yang berlipat ganda, karena ia dikaruniai akal, fikiran, dan kehendak bebas, sehingga ia mampu menahan hawa nafsu dan dapat menciptakan keseimbangan dalam hidupnya. Dimensi keenam, manusia mampu mengenal dirinya sendiri. Jika ia sudah mengenal dirinya, maka ia akan mencari dan ingin mengetahui siapa penciptanya, mengapa ia diciptakan, dan apa ia diciptakan, bagaimana proses penciptaanya dan untukn apa ia diciptakan.

10. Diantara fungsi dan peranan manusia adalah membudayakan ilmu. Bagaimana seharusnya manusia berbuat dalam upaya pembudayaan ilmu tersebut? Jawab : Yang harus dilakukan manusia dalam upaya membudayakan ilmu adalah mengamalkan kepada diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu sehingga membudaya, kemudian teman dekat kita, setelah itu baru orang lain. 11. Terangkan dengan jelas apa yang dimaksud manusia sebagai khalifah Allah SWT. serta bagaimana seharusnya manusia bersikap dalam kedudukannya sebagai khalifah Allah SWT.? Jawab : Manusia sebagai khalifah Allah SWT maksudnya merupakan status dasar manusia yaitu sebagai makhluk penerus ajaran Allah yang berperan sebagai pelaku ajaran Allah dan sekaligus menjadi pelopor dalam membudayakan ajaran Allah. Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah Allah SWT diantaranya ialah belajar (Q.S an-Naml : 15-16 dan al-Mukmin :54), mengajarkan ilmu (Q.S al-Baqarah : 31-39), dan membudayakan ilmu (Q.S al-Mumin : 35). 12. Jelaskan perbedaan antara syariat islam dengan fikih islam? Jawab : Syari at merupakan landasan dari fikig dan fikih merupakan pemahaman yang memenuhi syarat tentang syari at. Fikih juga merupakan pengetahuan tentang hukum syariat yang praktis (amaliyyah) digunakan untuk masalah amal perbuatan bukan masalah akidah sedangkan syariat yang berhubungan dengan perbuatan-perbuatan hamba yang berkaitan dengan iqtidha (ketetapan), takhyir (pilihan) atau wadhI (kondisi). 13. Sebutkan dasar hukum yang menyebutkan bahwa sumber hukum islam adalah Al-Quran, sunnah, dan laqyu (akal)? Jawab : Dasar hukum yang menyebutkannya adalah Q.S An-Nisa :59 yang menyatakan setiap muslim wajib menaati (mengikuti) kemauan atau kehendak Allah, kehendak Rasul dan kehendak ulil amri yakni orang yang mempunyai kekuasaan atau penguasa. Dan dalam sunnah H.M. Rasjidi,1980:456. 14. Jelaskan pandangan islam tentang HAM serta lahirnya pemikiran tersebut dan bagaimana perkembangannya? Jawab : Hak asasi manusia menurut pandangan islam bersifat teosentris, artinya segala sesuatu berpusat kepada tuhan. Strategi islam sangat mementingkan penghargaan kepada hakhak asasi dan kemerdekaan dasar manusia sebagai sebuah aspek kualitas dari kesadaran keagamaan yang terpatri didalam hati, pikiran, dan jiwa penganut-penganutnya. Yang menjadi tolak ukurnya adalah Allah dengan firman-Nya sedangkan manusia adalah ciptaan Allah untuk mengabdi kepada-Nya. Makna teosentris bagi orang islam adalah manusia pertama-tama harus meyakini ajaran pokok islam yang dirumuskan dalam dua

kalimat syahadat yakni pengakuan tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Barulah setelah itu manusia melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, menurut isi keyakanannya itu. 15. Jelaskan persamaan dan perbedaan prinsip antara konsep HAM dalam pandangan islam dan barat? Jawab : Perbedaan prinsip antara konsep HAM dalam pandangan islam dan barat adalah hak asasi manusia menurut pemikiran barat semata-mata bersifat antroposentris,artinya segala sesuatu berpusat kepada manusia. Pemikiran barat menempatkan manusia pada posisi bahwa manusialah yang menjadi tolak ukur segala sesuatu sedangkan hak asasi manusia menurut pandangan islam bersifat teosentris, artinya segala sesuatu berpusat kepada tuhan. Dan yang menjadi tolak ukurnya adalah Allah dengan firman-Nya sedangkan manusia adalah ciptaan Allah untuk mengabdi kepada-Nya. Persamaanya adalah sama-sama mengakui hak-hak dari manusia lain. Didalam islam ini merupakan kewajiban yang dibebankan oleh hokum agama untuk mematuhi Allah. 16. Jelaskan prinsip demokrasi dalam islam? Jawab : Prinsip demokrasi dalam islam yaitu (1) musyawarah atau syura, hal ini dijelaskan dalam al-Quran surat 42: 28, yang isinya berupa perintah kepada para pemimpin dalam kedudukan apapun untuk menyelesaikan urusan mereka yang dipimpinya dengan cara bermusyawarah. Dengan demikian tidak akan terjadi kesewenang-wenangan dari seorang pemimpin terhadap rakyat yang dipimpinya. (2) persetujuan atau ijma, konsep persetujuan ini memberikan dasar bagi penerimaan system yang mengakui suara mayoritas. (3) penilaian interpretative yang mandiri (ijtihad), upaya ini merupakan langkah kunci menuju penerapan perintah Tuhan disuatu tempat atau waktu. Ketiga hal diatas merupakan konsep-konsep yang sangat penting bagi artikulasi demokrasi islam dalam kerangka keesaan Tuhan dan kewajiban-kewajiban manusia sebagai khalifahNya. 17. Jelaskan tiga macam nafsu yang terdapat dalam diri manusia? Jawab : 1. An-nafsu muthmainnah (jiwa yang tenang). Ialah nafsu yang tenang dengan berzikir kepada Allah SWT. Senantiasa tunduk kepadanya, rindu selalu bertemu denganNya. Firman Allah dalam surah Al-Fajr 27-28 yang artinya wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada tuhanmu dengan penuh ridha lagi diridhai. 2. An-Nafsu Lawwamah. Ialah nafsu yang tidak tetap dalam suatu keadaan, ia selalu berubah-ubah dan berbolak-balik, terkadang sadar, terkadang lalai, adakalanya menerima dan adakalanya menolak, sewaktu-waktu taat dan sewaktu-waktu membantah. 3. An-Nafsu Amarah. Ialah nafsu yang tercela, karena ia selalu memerintahkan untuk berbuat yang jelek.

18. Apa yang dimaksud moral itu? Serta apa perbedaan serta persamaannya dengan etika dan akhlak? Jawab : Moral adalah perilaku yang sesuai dengan ukuran-ukuran tindakan yang oleh umum diterima meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. Persamaanya dengan etika dan akhlak adalah sama-sama berbicara tentang perilaku atau tingkah laku seseorang dalam masyarakat. Sedangkan perbedaanya adalah moral merupakan perilaku yang dianggap wajar oleh masyarakat, etika merupakan perilaku berdasarkan suatu sistem tata nilai suatu masyarakat tetentu, dan akhlak merupakan penentu batas antara baik dan buruk ,tentang perkataan atau perbuatan manusia lahir dan batin. 19. Jelaskan tiga macam pengetahuan menurut Zunnun Al Misri? Jawab :

a) Tingkat awam. Yaitu pengetahuan orang yang beriman tentang Allah pada umumnya, yaitu pengetahuan yang diperoleh melalui pengakuan atau syahadat b) Tingkat ulama. Yaitu pengetahuan tentang keesaan Tuhan melalui buktibukti dan pendemontrasian ilmiah dan hal ini merupakan milik orang- orang yang bijak, pintar dan terpelajar, para mutakallim dan filosof c) Tingkat sufi. Yaitu pengetahuan tentang sifat- sifat Yang Maha Esa, dan ini merupakan milik orang-orang yang saleh (wali Allah) yang dapat mengenal wajah Allah dengan mata hatinya, sehingga Allah menampakan diri kepada mereka dengan cara yang ia tidak berikan kepada siapapun di dunia kecuali kepada aulia.
20. Jelaskan indikator manusia yang berakhlak? Jawab : Indikator manusia yang berakhlak terdapat pada etika islam yang mempunyai karakteristik sebagai berikut: a. Etika islam mengajarkan dan menuntun manusia kepada tingkah laku yang baik dan menjauhkan diri dari tingkah laku yang buruk. b. Etika slam menetapkan bahwa yang menjadi sumber moral, ukuran baik buruknya perbuatan, didasarkan kepada ajaran Allah SWT. c. Etika islam bersifat universal dan komprehensif, dapat diterima dan dijadikan pedoman oleh seluruh umat manusia disegala waktu dan tempat. d. Etika islam mengatur dan mengarahkan fitrah manusia kejenjang akhlak yang luhur dan meluruskan akhlak manusia. 21. Jelaskan pengertian tasauf dan apa alasan zikir merupakan cara pembersih hati? Jawab : Tasauf adalah proses pendekatan diri kepada tuhan dengan cara mensucikan hati sesucisucinya. Karena dengan zikir seseorang dapat mendekatkan dirinya kepada Allah dengan sungguh-sungguh sehingga itu akan mensucikan hatinya. Sehingga zikir ini merupakan cara untuk membersihkan hati.

22. Jelaskan konsep masyarakat madani menurut ajaran islam dan berikan contoh-contoh yang terjadi dalam sejarah kehidupan umat manusia? Jawab: Makna utama dari masyarakat madani adalah masyarakat yang menjadikan nilai-nilai peradaban sebagai cirri utama. Masyarakat madani menjadi simbol idealisme yang diharapkan setiap masyarakat. Didalam Al-Quran, Allah memberikan ilustrasi masyarakat ideal, sebagai gambaran dari masyarakat madani dengan firman-Nya dalam al-Quran yang artinya : (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah tuhan yang Maha Pengampun (Q.S Saba :15). 23. Jelaskan karakteristik masyarakat madani dan sebutkan pula kualitas SDM umat islam saat itu untuk mewujudkan masyarakat madani? Jawab : Karakteristik masyarakat madani yaitu (1) bertuhan, (2) damai, (3) tolong menolong, (4) toleran, (5) keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial. Konsep zakat, infak, shadaqah, dan hibah bagi umat islam serta jizyahdan kharaj bagi non islam, merupakan salah satu wujud keseimbangan yang adil dalam masalah tersebut, (6) berperadapan tinggi, (7) berakhlak mulia. Kualitas SDM umat islam untuk mewujudkan masyarakat madani haruslah baik. Itu dapat direalisasikan melalui jalur hukum, ekonomi, dll. Sistem hukum, sosial-politik, ekonomi, dll memberikan ruang untuk menyalurkan aspirasinya secara konstruktif. 24. Jelaskan lembaga-lembaga islam yang menjadi sarana pemerataan ekonomi bagi umat yang lemah? Jawab : Lembaga-lembaga islam yang menjadi sarana pemerataan ekonomi bagi umat yang lemah yaitu melalui zakat, sadaqah, infaq, hibah, dan wakaf kepada pihak-pihak yang memerlukan. 25. Apa yang dimaksud dengan zakat produktif dan bagaimana manajemen pengelolaannya? Jawab : Zakat produktif adalah pengambilan sebagian dari harta yang diperoleh untuk diberikan kepada golongan tertentu. Manajemen pengelolaan zakat harus berdasarkan pada prinsip-prinsip pengaturan yang baik dan jelas akan lebih meningkatkan manfaatnya yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Hal ini diatur dalam undang-undang nomor 38 tahun 1999 tentang zakat serta keputusan menteri Agama Republik Indonesia Nomor 581 Tahun 1999. Pengelolaan zakat dikatakan berhasil apabila zakat tersebut benar-benar dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial dalam masyarakat. Ini tergantung dari manajmen yang diterapkan oleh amil zakat dan political will dari pemerintah.

Anda mungkin juga menyukai