Anda di halaman 1dari 34

STROKE

Abror Shodiq

PENGERTIAN
Stroke adalah kehilangan fungsi otak secara mendadak yang diakibatkan oleh gangguan suplai darah ke bagian otak. Stroke merupakan masalah neurologis primer di US, dan dunia. Penyebab stoke biasanya adalah satu dari empat peristiwa :
Trombosis Embolisme serebral Iskemia Hemoragi serebral

Akibatnya adalah gangguan suplai darah ke otak, menyebabkan kehilangan gerak, pikir, memori, bicara atau sensasi baik sementara maupun permanen.

Pengertian:
Stroke = Cerebro Vascular accident (CVA) Penurunan kesadaran akut supplai darah. Nomor 3 penyebab kematian (2/1000/tahun) Tingkat, lokasi dan jenis/macamnya bervariasi Global / Focal Transient Ischemia evolving & complit. O2 rendah (hypoxia) / Rendahnya aliran darah.

Kategori Klinis :
Penyempitan Arteri:
Blok/sumbatan yang lambat, kekambuhan, Atherosclerosis

Embolism:
Blok yang mendadak.

Hemorrhage:
Rupture of vessel, sudden

Stroke
Ischemic
(Infarct)

Hemorrhagic

Thrombus Embolic Thromboembolic

Intracerebral Bleed

Subarachnoid Hemorrhage

INSIDENSI
Di negara barat
Di USA stroke membunuh 22.000 orang /tahun No 3 setelah jantung dan kanker

Stroke perdarahan merupakan 25 % dari seluruh stroke ( yang lain 75 % adalah Stroke iskemi
Trend insidensi makin meningkat dan pada usia yang makin muda

Suplai Darah Otak


Memerlukan oksigen yang tinggi.
Otak 2% dariBB tubuh kita - memerlukan cardiac output 15% 20% dari total kebutuhan oksigen.

Memerlukan oksigen yang terus menerus


Beberapa menit akan menimbulkan ischemia cedera otak yang irreversible .

Neurons Sebagian besar aerobic. Daerah Sensitive :


Dewasa -Hippocampus, lapisan 3,5 & 6 dari cortex, Purkinje cells. Daerah perbatasan Brain stem pada anak-anak.

INSIDENSI
FAKTA INDONESIA
Belum ada angka yang pasti, diduga cukup tinggi o.k. Pengendalian faktor risiko yang belum baik Penelitian di rscm ( 2000 ) menunjukkan bahwa konsultasi emergensi bedah saraf hampir 30 % nya adalah stroke perdarahan Penelitian asna ( multisenter asean, 2000 ) : Time delay ( keterlambatan tiba di rs sejak onset u/ semua jenis stroke- ) yaitu 41 jam

Tipe Stroke
Klinis
TIA < 4 jamh Evolving stroke Completed stroke Recurrent / multiple stroke.

Pathologis
Focal / Global Ischemic (white/pale) & hemorrhagic (red) Infark Lacunar (pale chronic cystic)

Tipe Umum dan Insidensi:


Infark: Angka kejadian 80% - kematian 40%
50% - Thrombotic atherosclerosis
Large-vessel 30% (carotid, middle cerebral) Small vessel 20% (lacunar stroke)

30% Embolic (heart dis / atherosclerosis)


Young, rapid, extensive.

Hemorrhage/Perdarahan: Angka kejadian


20% - kematian 80% Intracerebral or subarachnoid. aneurysm, hypertensi /congenital.

Etiologi:
Komplikasi dari beberapa gangguan Atherosclerosis paling banyak. Hypertensi, merokok, diabetes. Penyakit jantung Atrial fibrillation. Yang lain:
Trauma embolisme lemak Tumor, Infeksi

Faktor Resiko:
Non modifiable Usia Jenis kelamin Suku/bangsa Keturunan Modifiable Hypertensi Diabetes Merokok Hyperlipidemia Konsumsi Alcohol* berlebih Penyakit Jantung (AF) Kontrasepsi Oral Hypercoagulability.

Kategori Klinis:
Global Ischemia.
Hypoxemic encephalopathy Hypotension, hypoxemia, anemia.

Focal Ischemia.
Obstruksi suplai darah ke focal area. Thrombosis, embolism atau peradarahan.

Global Ischemia:
Penyebab:
Gangguan suplai darah Gangguan paru-paru dan Jantung Gangguan transportasi O2 Anemia.

Morfologi:
Necrosis Laminar, Hippocampus, Purkinje cells. Infarcts Border zone Watershed necrosis cortex Sickle shaped.

Manifestasi Klinis:
Mild transient confusion state to Kematian otak yang irreversible . EEG datar, keadaan Vegetative . Coma.

Focal Ischemia:
Thrombosis:
Progresif, kambuh, Pucat atau infark ischemik. Eg. Lacunar infarct

Embolism / Hemorrhage:
Tiba-tiba. Infark merah atau hemorrhagic/perdarahan. Atherosclerosis ruptur/embolisme

Pembentukan Embolisme :

Pathogenesis Infark :
Kekurangan suplai darah hypoxia/anoxia. Perubahan metabolisme blok pompa Na/K. Aktifitas receptor Glutamate . calcium influx. 1-6 min cedera ischemic vacuolation. >6 min cell death.

Tingkatan Infark:
Immediate 6 jam
Tidakj ada perubahan secara kasar dan mikro

Acute 2 hari
Oedema, hilangnya batas grey/white matter . Peradangan, neurons kemerahan, neutrophils

Intermediate 2 minggu. Late After 4 minggu.

PATOFISIOLOGI
RUPTUR ARTERI ( T.U. LENTIKULOSTRIATA) PADA HIPERTENSI MERUPAKAN 70 90 % DARI SELURUH STROKE PERDARAHAN (PRIMARY STROKE ) SECONDARY STROKE
ANEURISMA AVM DAN A-V FISTULA TUMOR, ANTIKOAGULAN, VASKULOPATI, KELAINAN PEMBEKUAN DLL

Laboratorium/Diagnostik
CT scan otak tanpa contrast lokasi/ext. EKG heart Foto Chest x-ray - heart complete blood count, platelet count hemat. PT, aPTT coagulation. Serum electrolytes complications. Blood glucose - DM Renal dan hepatic chemical analyses status.

Manifestasi Klinis
Kehilangan Motorik
Hemiplegi, hemiparesis. Paralisis flaksid dan kehilangan atau penurunan refleks tendon profunda.

Kehilangan komunikasi
Disartria Disfagia atau afasia Apraksia

Gangguan perseptual
Homonimus hemi nopia Gangguan dalam hubungan visual-spasial Kehilangan sensori

Kerusakan aktifitas mental dan efek psikologis


Kerusakan lobus frontal Depresi, masalah2 psikologis.

Disfungsi kandung kemih


Inkontinensia urinarius transien Inkontinensia urinarius persisten Inkontinensia urinarius dan defekasi berkelanjutan.

Left (Dominant) Hemisphere Stroke: Common Pattern Aphasia Right hemiparesis Right-sided sensory loss Right visual field defect Poor right conjugate gaze Dysarthria Difficulty reading, writing, or calculating

Right (Non-dominant) Hemisphere Stroke: Common Pattern Defect of left visual field Extinction of left-sided stimuli Left hemiparesis Left-sided sensory loss Left visual field defect Poor left conjugate gaze Dysarthria Spatial disorientation

Brain Stem Stroke: Common Pattern Pure Motor - Weakness of face and limbs on one side of the body without abnormalities of higher brain function, sensation, or vision (MCA/ACA) Pure Sensory - Decreased sensation of face and limbs on one side of the body without abnormalities of higher brain function, motor function, or vision (PCA).

Brain Stem / Cerebellum / Post Hemisp. Patterns.


Motor or sensory loss in all four limbs Crossed signs Limb or gait ataxia Dysarthria Dysconjugate gaze Nystagmus Amnesia Bilateral visual field defects

PENATALAKSANAAN FASE AKUT


Fase akut biasanya berlangsung 48 sampai 72 jam Pertahankan jalan nafas dan ventilasi yang adekuat Baringkan pasien dalam posisi lateral atau semi telungkup dengan kepala tempat tidur sedikit ditinggikan. Intubasi ET dan ventilasi mekanik Pantau terhadap komplikasi pulmonal Periksa jantung terhadap abnormalitas.

PENANGANAN BEDAH
Evakuasi hematoma
Menghilangkan efek massa Mencegah edema perihematomal

Drainase eksterna
Jika ada release intraventrikuler

Shunting ventrikular
Jika terdapat hidrosefalus

Irigasi jika ada sah luas


( masih kontroversi )

PENGKAJIAN
Kaji tingkat kesadaran Inspaksi warna kulit Rasakan kulit terhadap perubahan suhu dan kelembaban Auskultasi bunyi nafas, banyi jantung, bising usus Dapatkan VS Palpasi nadi perifer (kekuatan atau tak dapat diraba) Inspeksi kontour abdomen Kapan defekasi terakhir Kaji kebutuhan ADL Pemeriksaan diagnostik :
EEG CT Scan atau MRI Angiografi

KAji keutuhan fungsi saluran nafas. KAji perasaan dan keprihatinan pasien dan keluarga tentang kondisinya.

Diagnosa Keperawatan
Kerusakan komunikasi verbal b.d afasia Perubahan nutrisis kurang dari kebutuhan tubuh. Ganguan integritas kulit b.d inkontinensia urine dan feses, imobilitas Cedera b.d meluasnya gangguan perfusi jaringan serebral Kebersihan jalan nafas tidak efektif b.d turunnya tingkat kesadaran Gangguan konsep diri b.d kesedihan terhadap kehilanbgan fungsi dan perannya. Kurangnya penatalaksanaan pemeliharaan dirumah b.d defisit sendori/motor karena CSV, kurang adekuatnya sistem dukungan, finansial kurang adekuat.

Dx.1 : Kerusakan komunikasi verbal b.d afasia Tujuan : Mengkomunikasikan kebutuhan dengan frustasi minimal Intervensi :
Antisipasi lakukan tindakan yang tepat sesuai dengan jenis afasianya (reseptif, ekspresif, global). Antisipasi kebutuahn2 pasien perlihatkan dengan kesabaran. Teruskan u/menjelaskan tindakan2 yangdilakukan meskipun mungkin tidakmengerti. Lakukan rujukan kepada terapi wicara. GAntungkan KARDEX dan sistem interkom denagn GANGGUAN KOMUNIKASI