Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PENGENDALIAN KUALITAS PETA KENDALI

Disusun Oleh:
Anggih Setiawan (200944500067) TEKNIK INDUSTRI R4A

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI 2011

Peta kendali adalah Metode Statistik untuk menggambarkan adanya variasi atau penyimpangan dari mutu (kualitas) hasil produksi yang diinginkan. Dengan Peta kendali :    Dapat dibuat batas-batas dimana hasil produksi menyimpang dari ketentuan. Dapat diawasi dengan mudah apakah proses dalam kondisi stabil atau tidak. Bila terjadi banyak variasi atau penyimpangan menentukan keputusan apa yang harus diambil. Macam Variasi :  Variasi dalam objek Mis : kehalusan dari salah satu sisi daru suatu produk tidak sama dengan sisi yang lain, lebar bagian atas suatu produk tidak sama dengan lebar bagian bawah, dll  Variasi antar objek Mis : sautu produk yang diproduksi pada saat yang hampir sama mempunyai kualitas yang berbeda/ bervariasi.  Variasi yg ditimbulkan oleh perbedaan waktu produksi Mis : produksi pagi hari berbeda hasil produksi siang hari. suatu produk dapat segera

Penyebab Timbulnya Variasi  Penyebab Khusus (Special Causes of Variation) Man, tool, mat, ling, metode, dll. (berada di luar batas kendali)  Penyebab Umum (Common Causes of Variation) Melekat pada sistem. (berada di dalam batas kendali) Jenis Peta Kendali  Peta Kendali Variabel (Shewart) Peta kendali untuk data variabel :   Peta X dan R, Peta X dan S, dll.

Peta Kendali Attribut Peta kendali untuk data atribut :  Peta-P, Peta-C dan peta-U, dll.

Dalam pelaksanaan proses produksi untuk menghasilkan sejenis output sulit menghindari terjadinya variasi pada proses. Gaspersz (1998) mendefinisikan variasi sebagai kecenderungan dalam sistem produksi atau operasional sehingga perbedaan dalam kualitas pada output (barang dan jasa yangdihasilkan).

Pada dasarnya dikenal dua sumber atau penyebab timbulnya variasi,yaitu variasi penyebab khusus dan variasi umum. Gaspersz (1998) menjelaskan lebih lanjut tentang jenis variasi tersebut sebagai berikut : 1. Variasi penyebab khusus (Special Causes of Variation)

Variasi penyebab khusus (Special Causes of Variation) adalah kejadian-kejadian di luar sistem yang mempengaruhi variasi dalam sistem. Penyebab khusus dapat bersumber dari manusia, material, lingkungan, metode kerja, dll. Penyebab khusus ini mengambil pola-pola non acak sehingga dapat diidentifikasikan/ditemukan, sebab mereka tidak selalu aktif dalam proses tetapi memiliki pengaruh yang lebih kuat pada proses sehingga menimbulkan variasi. Dalam konteks pengendalian proses statistikal menggunakan peta kendali (control chart), jenis variasi ini sering ditandai dengan titiktitik pengamatan yang melewati atau keluar dari batas-batas pengendalian yang didefinisikan(defined control limit). 2. Variasi penyebab umum (Common Causes of Variation)

Variasi penyebab umum (Common Causes of Variation ) adalah faktor-faktor didalam sistem atau yang melekat pada proses yang menyebabkan timbulnya variasi dalam sistem serta hasil-hasilnya. Penyebab umum sering disebut juga penyebab acak (random causes) atau penyebab sistem (system causes). Karena penyebab umum ini selalu melekat pada sistem, untuk menghilangkannya harus menelusuri elemen-elemen dalam sistem itu dan hanya pihak manajemen yang dapat memperbaikinya, karena pihak manajemen yang mengendalikan sistem itu.

Dalam konteks pengendalian proses statistical dengan menggunakan peta-peta kendali, jenis variasi ini sering ditandai dengan titik-titik pengamatan yang berada dalam batas-batas pengendalian yang didefinisikan.

Peta Kendali XBar dan R Peta kontrol XBar (rata-rata) dan R (range) digunakan untuk memantau proses yang menpunyai karakteristik berdimensi kontinu, sehingga peta kontrol X-Bar dan R sering disebut sebagai peta kontrol untuk data variabel. Peta kontrol X-Bar menjelaskan kepada kita tentang apakah perubahan-perubahan telah terjadi dalam ukuran titik pusat (central tendency) atau rata-rata dari proses. Hal ini mungkin disebabkan oleh faktorfaktor seperti, peralatan yang dipakai, peningkatan temperatur secara gradual, perbedaan metode yang digunakan dalam shift yang kedua, material baru, tenaga kerja baru yang belum dilatih, dan lain-lain. Sedangkan peta kontrol R (range) menjelaskan tentang apakah perubahan-perubahan telah terjadi dalam ukuran variasi, dengan demikian berkaitan dengan perubahan homogenitas produk yang dihasilkan melalui suatu proses. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakor-faktor seperti, bagian peralatan yang hilang, minyak pelumas yang tidak mengalir dengan baik, kelelahan pekerja, dan lain-lain. Di lapangan/lantai produksi umumnya kita menjumpai penggunaan peta kendali variable seperti peta kendali x dan R atau S. Peta kendali variabel adalah peta kendali dengan karakteristik kualitas yang dapat diukur dengan sebuah skala numerik. Contohnya antara lain panjang, diameter, kelembaban, temperatur dan viskositas. Ditinjau dari karakteristik data, selain peta kendali variabel masih ada satu jenis peta kendali lagi yaitu peta kendali atribut. Peta kendali atribut adalah peta kendali dengan karakteristik kualitas yang tidak dapat diukur secara numerik tetapi ditentukan secara subyektif. Contohnya antara lain barang tersebut baik atau cacat, produk itu gores atau mulus dan produk ini cuil atau tidak. Peta kendali atribut tidak dapat memberikan informasi/data kuantitatif yang lebih obyektif. Oleh karena itu peta kendali variabel lebihsering dijumpai pengaplikasiannya. Meskipun sebenarnya biaya inspeksi dengan petakendali variabel relatif lebih tinggi daripada peta kendali atribut. Peta kendali variabel yang umumnya dipakai adalah pasangan peta kendali x denganpeta kendali R ataupun peta kendali S. Peta kendali x adalah peta yang

digunakan untukmemonitor dan mengendalikan nilai rata2 proses. Nilai rerata yang menjadi acuan adalah nilai rerata dari sampel-sampel pendahuluan. 

Peta kendali X :    Memantau perubahan suatu sebaran atau distribusi suatu variabel asal dalam hal lokasinya (pemusatannya). Apakah proses masih berada dalam batas-batas pengendalian atau tidak. Apakah rata-rata produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditentukan.

Peta kendali R :   Memantau perubahan dalam hal spread-nya (penyebarannya). Memantau tingkat keakurasian/ketepatan proses yang diukur dengan mencari range dari sampel yang diambil.

Langkah dalam pembuatan Peta X dan R 1. 2. 3. 4. Tentukan ukuran subgrup (n = 3, 4, 5, ). Tentukan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 20 subgrup. Hitung nilai rata-rata dari setiap subgrup, yaitu X. Hitung nilai rata-rata seluruh X, yaitu X, yang merupakan center line dari peta kendali X. 5. Hitung nilai selisih data terbesar dengan data terkecil dari setiap subgrup, yaitu Range ( R ). 6. Hitung nilai rata-rata dari seluruh R, yaitu R yang merupakan center line dari peta kendali R. 7. Hitung batas kendali dari peta kendali X : UCL = X + (A2 . R) LCL = X (A2 . R) 8. Hitung batas kendali untuk peta kendali R UCL = D4 . R LCL = D3 . R 9. Plot data X dan R pada peta kendali X dan R serta amati apakah data tersebut berada dalam pengendalian atau tidak. . A2 =

3 d2 n

Suatu proses pasti mempunyai variabilitas dan kadang juga mengalami pergeseran baik pergeseran rerata ataupun mengalami pergeseran simpangan baku. Pada

umumnya, petaR lebih sering digunakan untuk mengendalikan variabilitas dari proses. Dari segi kemudahan peta R memang lebih mudah dan cukup untuk menjelaskan variabilitas proses.Tetapi peta R tidak cukup peka dalam menyidik/mendeteksi pergeseran yang relatif kecil.Untuk mendeteksi suatu pergeseran proses yang relatif kecil maka diperlukan ukuran sampel yang cukup besar. Apabila ukuran sampel n cukup besar, katakan n > 10 atau 12, peta R kehilangan efisiensi statistiknya dalam menaksir simpangan baku3) .Gambaran dari pernyataan kehilangan efisiensi statistik misalnya dari sebuah proses mempunyai rerata acuan sebesar 10. Proses tersebut pasti mempunyai variabilitas. Kemudian dilakukan sampling untuk melihat akurasi dan variasi dari proses. Bila ukuransampel tersebut kecil (n = 2) maka dengan metode Rentang (R) simpangannya adalahrentang/selisih dari 2 nilai tersebut. Bila ukuran sampelnya besar (n = 12) maka rentangnya adalah selisih dari nilai terendah dengan nilai tertinggi tanpa memperhatikannilai yang lain. Berbeda dengan metode standar baku (S) yang selalu menjadikan rata2 acuan sebagai acuan untuk menghitung tiap nilai. Peta kendali S biasanya dipasangkan dengan peta kendali x dalam

pengaplikasiannya. Pada dasarnya konsep pendesainan peta kendali S sama dengan peta kendali x . Dalam pengaplikasiannya peta kendali S didesain lebih dahulu

daripada peta kendali x . Tujuannya agar variabilitas proses dikendalikan lebih dahulu lalu kemudian akurasi proses yang dikendalikan sekanjutnya. Sebuah proses tidak dapat dikatakan stabil bilavariabilitasnya masih cukup besar.Seperti peta kendali x , peta kendali S juga memiliki batas kendali. Jika s2 variansi distribusi probabilitas tidak diketahui maka s2 adalah variansi sampel.

Untuk Data Attribut, Control Chart terdiri dari: Peta Kendali p Peta Kendali np Peta Kendali c Peta Kendali u

1. Peta Kendali p P Control Chart adalah Peta Kontrol/Control Chart yang digunakan untuk mengetahui bagian yang ditolak (Non Conformance) karena tidak memenuhi spesifikasi yang diharapkan. Peta ini dapat diterapkan pada karakteristik mutu yang dapat diamati sebagai Attribute. Bagian yang ditolak (Non Conformance) dapat didefinisikan sebagai rasio dari banyaknya barang yang tak sesuai yang ditemukan di dalam pemeriksaan atau sederetan pemeriksaan terhadap total barang yang benar -benar diperiksa. Langkah-langkah pembuatan peta kendali - p : 1. Tentukan ukuran contoh/subgrup yang cukup besar (n > 30), 2. Kumpulkan banyaknya subgrup (k) sedikitnya 2025 sub-grup, 3. Hitung untuk setiap subgrup nilai proporsi unit yang cacat, yaitu : p = jumlah unit cacat/ukuran subgrup 4. Hitung nilai rata-rata dari p, yaitu p dapat dihitung dengan : p = total cacat/total inspeksi. 5. Hitung batas kendali dari peta kendali x : UCL =p+ 3 p (1  p ) n p (1  p ) n

LCL

=p 3

6. Plot data proporsi (persentase) unit cacat serta amati apakah data tersebut berada dalam pengendalian atau diluar pengendalian.

2. Peta Kendali np Pada dasarnya peta kontrol np adalah serupa dengan peta kontrol p, kecuali dalam peta kontrol np terjadi perubahan skala pengukuran. Peta kontrol np menggunakan ukuran banyaknya item yang tidak sesuai dalam suatu pemeriksaan. Peta kontrol np dan p cocok untuk situasi dasar yang sama, sehingga pilihan penggunaan peta kontrol np adalah sebagai berikut:

Data banyaknya item yang tidak sesuai adalah lebih bermanfaat dan mudah untuk diinterpretasikan Ukuran dalam (n) pembuatan bersifat laporan konstant dibandingkan dari waktu data ke proporsi. waktu.

contoh

Langkah-langkah dalam pembuatan peta kontrol np adalah sama dengan peta kontrol p. . Pemilihan antara peta kontrol p dan peta kontrol np

Untuk pemilihan diantara Peta Kontrol untuk data Attribute sebagian didasarkan pada kemudahan dalam menafsirkan peta tersebut dan sebagian lagi didasarkan pada pemilihan distribusi probabilitas yang paling cocok dengan keadaan. Peta p adalah tepat karena jumlah butir yang diperiksa beragam pada setiap harinya dan statistik yang yang menarik perhatian adalah persen yang ditolak. Untuk Peta Kontrol np seperti yang telah dijelaskan didepan.

3. Peta Kendali c Suatu produk dikatakan cacat (defective) jika produk tersebut tidak memenuhi suatu syarat atau lebih. Setiap kekurangan disebut defec. Setiap produk yang cacat bias saja terdapat lebih dari satu defect. (yang diperhatikan banyaknya defect). Langkah-langkah pembuatan peta kendali c : - Kumpulkan k = banyaknya subgrup yang akan diinspeksi, usahakan k mencukupi jumlahnya antara k = 2025 subgrup, - Hitung jumlah cacat setiap subgrup ( = c), - Hitung nilai rata-rata jumlah cacat, c sbb : c= - Hitung batas kendali untuk peta kendali c :

UCL = c + LCL = c - Plot data jumlah cacat dari setiap subgrup yang diperiksa dan amati apakah data tersebut berada dalam pengendalian atau diluar kendali. 4. Peta Kendali - u Peta kendali u relatif sama dengan peta kendali c. Perbedaanya hanya terdapat pada peta kendali u spesifikasi tempat dan waktu yang dipergunakan idak harus selalu sama, yang membedakan dengan peta kendai c adalah besarny unit inspeksi perlu a diidentifikasikan. Rumus yang digunakan : Su = CL = u-bar UCL = u-bar + 3 Su LCL = u-bar - 3 Su