Anda di halaman 1dari 6

34

3.2. Alat Elektromedik 3.2.1. Data Spesifikasi Pesawat Nama Pesawat Merk Type Tegangan Frekuensi Arus Daya Fuse : Phototherapy : Drager : Photo-Therapy 4000 : 220 V 240 V AC + 10 % : 50 / 60 Hz + 10 % : 0,6 A : 120 W : 2 x 1 A / 250 V

Fluorescent Lamp : 4 x 18 W blue light 2 x 18 W white light 3.3.2. Teori Dasar Alat Phototherapy merupakan alat yang digunakan untuk therapy pada bayi yang menderita penyakit hiperbilirubin atau penyakit kuning, yaitu adanya penimbunan bilirirubin di jaringan bawah kulit atau selaput lendir yang ditandai dengan warna kuning yang terlihat pada kulit atau selaput lendir, bayi yang menderita penyakit seperti ini disebut juga dengan bayi kuning atau icterus. Pada pesawat phototeraphy ini pemeliharaan pesawat harus lebih diperhatikan, karena apabila terjadi arus bocor atau kerusakan pada salah satu komponen pendukung dikhawatirkan selain

membahayakan operator juga akan membahayakan keselamatan bayi.

35

Instalasinya j ga harus sesuai standar. Bentuk fisik Drager Photo Therapy 4000 dapat dilihat pada gambar 3.2.1.

Gambar 3.2.1. Drager Photo-Therapy 4000

3.2.3. Prin i Kerja Pesawat Phototherapy bekerja dengan memberikan cahaya pada kulit bayi secara langsung dengan jangka waktu tertentu. Cahaya yang digunakan adalah cahaya Blue Light yang mempunyai panjang gelombang antara 450 - 460 nm dengan intensitas atau kekuatan illuminasi 4500 Lux atau sekitar 200 foot candle dengan jarak penyinaran pada bayi yang tak tembus cahaya. Dalam praktek dilapangan kita tidak menggunakan khususnya lampu biru BlueLight, sebab apabila bayi terkena cyanosis ( bayi yang nampak kebiru-biruan karena kekurangan oksigen ) tak akan tampak dan tak terdeteksi. Maka sebagai gantinya lampu Fluorescent atau 45 cm dalam kead aan mata ditutup bahan

36

lampu neon biasa yang mempunyai kekuatan intensitas yang sama atau paling tidak mendekati. 3.2.4. Blok Diagram Pesawat Blok diagram pesawat phototherapy dapat dilihat pada gambar 3.2.2.

Hourmeter

PLN

Main Switch

Timer

Ballast

Blue Light

Indikator

Buzzer Starter

Gambar 3.2.3. Blok Diagram Phototherapy

Keterangan Gambar : 1. PLN PLN sebagai Supply induk untuk menghidupkan rangkaian. 2. Main Switch Main switch adalah penyambung dan pemutus hubungan PLN dengan rangkaian. 3. Indikator Indikator adalah lampu penanda pesawat hidup yang akan menyala pada saat Main Switch ON

37

4. Timer Timer untuk memindahkan kontak agar Blue Light mati dan Buzzer berbunyi setiap enam jam pertanda bayi siap untuk diganti posisi. 5. Ballast Ballast untuk membatasi aliran arus listrik agar rangkaian lampu bekerja sesuai dengan range daya yang dibutuhkan. 6. Blue Light Blue light cahaya yang mampu menembus lapisan kulit untuk mengurangi penimbunan bilirubin di jaringan bawah kulit atau selaput lendir. 7. Starter Starter sebagai pemicu pemanasan pada Blue Light agar terjadi loncatan elektron sehingga Blue Light dapat menyala. 8. Hourmeter Untuk menghitung lamanya Blue Light menyala agar bisa memperkirakan life time pada Blue Light untuk diganti. 9. Buzzer Akan berbunyi setiap enam jam sekali untuk peringatan agar bayi diubah posisinya. 3.2.5. Cara Kerja Blok Digram Saat Main Switch ditekan akan menghubunkan PLN dengan Timer dan Lampu Indikator sehingga Lampu Indikator menyala dan

38

Timer mulai menghitung. Kontak Timer menghubungkan Ballast dan Hourmeter dengan PLN sehingga Blue Light menyala dan Hourmeter menghitung. Saat waktu tercapai, timer memindahkan kontaknya ke buzzer sehingga Blue Light dah hourmeter mati dan buzer menyala. 3.2.6. Cara Pe goperasia Pesawat 1. Hubungkan stekker dengan Jala-jala listrik PLN. 2. Tekan tombol ON, maka secara otomatis lampu indicator menyala. 3. Atur setting timer untuk lamanya waktu penyinaran yang diperlukan (kelipatan 6 jam). 4. Tekan tombol START, maka lampu akan menyala, timer dan hourmeter juga ikut bekerja. 5. Buzzer akan berbunyi 6 jam sekali ini menandakan posisi bayi harus diubah. 6. Bila setting waktu telah tercapai secara otomatis lampu akan mati. 7. Tekan tombol OFF dan lepaskan stekker dari jala-jala listrik. 3.2.7. Pemeliharaa Pesawat 1. Tempatkan alat phototeraphy pada tempat yang aman dari kebocoran air, tempat yang lembab dan lain-lain yang dapat menimbulkan kegagalan dan membahayakan keselamatan kerja. 2. Jaga kondisi kebersihan alat, lakukan pengecekan dan observasi rutin pada bagian-bagian dari alat yang perlu dapat pengawasan khusus misalnya mengecek kondisi lampu Blue Light serta life time dari lampu tersebut.

39

3. Selain itu perlunya pengecekan komponen pendukung lainnya seperti timer, hourmeter serta kestabilan tegangan. 4. Setiap pengoperasian alat selesai hendaknya dikondisikan dalam keadaan off. 5. Jika terjadi kerusakan pada lampu hendaknya pemasangan lampu menggunakan sarung tangan agar tidak terbentuk bayangan pada lampu. 3.2.4. Wiri g Diagram Pesawat Simulasi wiring diagram phototherapy dapat dilihat pada gambar 3.2.4.