Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 5

Qonita Aulia F (08.2009.1.01419) Aang Martha R (08.2009.1.01420) Ravita Kurnia (08.2009.1.01431)

Deviana Ayu K (08.2009.1.01432) Ganies D Ruhamau R.S (08.2009.1.01440) (08.2009.1.01444)

alkuna
Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Senyawa alkuna merupakan senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rangkap tiga. Senyawa Alkuna termasuk senyawa alifatik tak jenuh. Rumus umum untuk senyawa alkuna adalah CnH2n-2. Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana menjadi una.

Penamaan senyawa alkuna


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Pemberian nama alkuna menurut sistem IUPAC sama dengan pada alkena. Nama-nama alkuna dianggap sebagai turunan dari alkana. Oleh karena itu, nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sama jumlah atom C-nya dengan mengganti akhiran ana dengan una.

Penamaan senyawa alkuna


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Beberapa aturan untuk memberi nama alkuna adalah sebagai berikut: 1. Rantai utama dipilih rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. 2. Atom-atom karbon pada rantai utama diberi nomor urut sedemikian rupa, sehingga atom karbon yang berikatan rangkap mendapat nomor urut yang kecil. 3. Rantai utama diberi akhiran una 4. Untuk menunjukkan letak ikatan rangkap nama rantai utama didahului oleh nomor urut atom karbon yang berikatan rangkap. 5. Senyawa karbon yang mempunyai lebih dari satu ikatan rangkap, misalnya senyawa yang mengandung 2 ikatan rangkap disebut diuna, dan yang mengandung 3 ikatan rangkap disebut triuna.

Sifat sifat alkuna


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Alkuna tidak larut dalam air Berupa gas tak berwarna dan baunya khas Mudah teroksidasi atau mudah meledak Alkuna lebih reaktif jika dibandingkan dengan alkena Reaksi pada alkuna adalah reaksi menjenuhkan atau mengadisi ikatan rangkap. Alkuna membutuhkan pereaksi lebih banyak lebih banyak dibandingkan alkena. Alkuna dengan jumlah atom C sedikit berwujud gas, dengan jumlah atom C sedang berwujud cair, dan dengan jumlah atom C banyak berwujud padat.

Sifat sifat alkuna


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Titik didih alkuna sedikit lebih tinggi dibandingkan senyawa alkena dan alkana yang memiliki jumlah atom C yang sama. Table dibawah menunjukkan titik didih senyawa Alkuna

Kegunaan alkuna
Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Salah satu senyawa alkuna yang digunakan dalam sehari-hari adalah Etuna atau Asetillena.Etuna mempunyai nilai ekonomi tinggi. Gas etuna dipakai untuk mengelas besi dan baja. Reaksi pembentukan asetilena : 1. Pada industri
4 CH4 (g) + 3 O2 (g) CaC2 (s) + 2 H2O (l) 2 C2H2 (g) + 6 H2O (g) Ca(OH)2 (aq) + C2H2 (g)

2. Pada skala kecil Untuk penerangan (lampu penerangan di laut) Untuk sintesis senyawa lain

Isomeri alkuna
Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Isomeri pada alkuna mulai terdapat pada butuna Jenis keisomeran pada alkuna adalah keisomeran struktur, yakni keisomeran kerangka dan keisomeran posisi. Pada keisomeran kerangka, isomerisomer mempunyai kerangka atom C yang berbeda. Contohnya, 1pentuna dan 3-metil-1-butuna Pada keisomeran posisi , isomer isomer mempunyai ikatan C C , tetapi posisinya berbeda. Contohnya, 1-pentuna dan 2-pentuna.

Isomeri alkuna
Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Pemanfaatan alkuna dlm sintesis Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Penggunaan alkuna dalam sintesis tak terlalu meluas , alkuna juga tidak mudah tersedia.

Reaksi pada alkuna


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena; untuk menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna memerlukan pereaksi 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan alkena. Reaksi-reaksi terpenting dalam alkena dan alkuna adalah reaksi adisi dengan H2, adisi dengan halogen (X2) dan adisi dengan asam halida (HX). Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I) terhadap alkena dan alkuna berlaku aturan Markovnikov yaitu : Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H yang berbeda, maka atom X akan terikat pada atom C yang sedikit mengikat atom H

Reaksi pada alkuna Contoh :


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H sama banyak, maka atom X akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai C paling panjang Contoh :

Polimerisasi pada alkuna


Alkuna Penamaan senyawa alkuna Sifat sifat alkuna Kegunaan alkuna Isomeri alkuna Pemanfaatan alkuna dalam sintesis Reaksi pada alkuna Polimerisasi pada alkuna

Polimerisasi adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul yang besar. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer, sedangkan hasilnya disebut polimer. Polimerisasi alkuna terjadi berdasarkan reaksi adisi Prosesnya sebagai berikut : Mula-mula ikatan rangkap terbuka, sehingga terbentuk gugus dengan 2 elektron tidak berpasangan. Elektron-elektron yang tidak berpasangan tersebut kemudian membentuk ikatan antar gugus, sehingga membentuk rantai. Contoh polimerisasi Alkuna : 3 CH CH C6H6 (benzena)