Anda di halaman 1dari 3

Pengangguran mungkin kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita,Indonesia merupakan salah satu negara yang

memiliki tingkat pengangguran sangat tinggi tiap tahunnya.Untuk pembukaan tahun 2011 saja angka pengangguran Indonesia mencapai angka 9,25 juta tetapi angka ini dinilai sudah lebih menurun dibandingkan tahun 2010 sebesar 1,5 persen.Dari hasil survei world economic forum 2010 Indonesia berada pada urutan 54 dari 133 negara yang disurvei. Dibanding dengan negara tetangga seperti Singapura yang menempati peringkat ketiga, Malaysia ke-24, Brunei Darussalam ke-32 dan Thailand ke-36, sehingga kondisi ketenagakerjaan di Indonesia sangat parah.Bahkan Indonesia pernah menempati peringkat pertama di ASEAN dalam hal pengangguran pada tahun 2007 di artikel kapanlagi.com dikatakan Pengangguran di Indonesia sudah menjadi ancaman di ASEAN, di mana kontribusi Indonesia pada angka pengangguran di wilayah itu sudah mencapai 60%.Jika kita terus memperhatikan perkembangan mengenai kasus pengangguran di Indonesia ini mungkin perubahan yang terjadi adalah pasang surut karena tingkat penggangguran di Indonesia terkadang mengalami peningkatan yang sangat tinggi dan terkadang mengalami penurunan yang tidak terlalu signifikan,dalam tempo interaktif dikatakan Sejak 1997 sampai 2003, angka pengangguran terbuka di Indonesia terus menaik, dari 4,18 juta menjadi 11,35 juta. Didominasi oleh penganggur usia muda," kata Tjepy Aloewie, Sekretaris Jenderal Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), di Jakarta, Rabu (5/5).Setelah melihat angka pengangguran di Indonesia timbullah pertanyaan siapakah penyumbang terbesar dalam hal meningkatnya angka pengangguran di Indonesia?menurut antara news penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia adalah para lulusan sekolah dasar yitu sebesar 57,44 juta orang atau 49,42 persen,sedangkan menurut tempo interaktif penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia adalah penganggur usia muda, Selain usia muda pengangguran juga banyak mencakup berpendidikan rendah, tinggal di pulau Jawa dan berlokasi di daerah perkotaan. "Intensitas permasalahan juga lebih banyak terjadi pada penganggur wanita dan pengaggur terdidik.Kenapa hal ini dapat terjadi?pengangguran di Indonesia terus meningkat,hal apa saja yang membuat tingkat pengangguran di Indonesia terus meningkat?Pertanyaan ini memiliki versi jawaban yang sangat beragam mari kita telaah satu-persatu.Para pemegang jabatan kunci di pemerintahan menyebutkan bahawa pertumbuhan ekonomi belum mampu menciptakan lapangan kerja yang cukup untuk menyerap seluruh calon tenaga kerja, yang setiap tahun jumlahnya cenderung meningkat.Kalangan LSM punya alasan lain, tak kunjung selesainya masalah pengangguran, merupakan kegagalan program-program pemerintah lewat berbagai Departemen Tenaga Kerja, Departemen Sosial dan Kementrian Koperasi dan UKM.Rendahnya sumber daya manusia di Indonesia sehingga banyak sekali penduduk Indonesia yang tidak memiliki keahlian.rendahnya sumber daya manusia dikarenakan banyak penduduk Indonesia tidak memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak,Tetapi saat ini ironisnya bukan hanya para lulusan sekolah dasar saja yang menjadi pengangguran akan tetapi banyak para lulusan sarjana yang menjadi pengangguran.Menurut[JAKARTA-Suara Pembaruan] Jumlah pengangguran tingkat sarjana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2007, jumlahnya sekitar 740.000, dan awal tahun 2009 bertambah mendekati angka satu juta atau lebih dari 900.000 sarjana yang menganggur.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Katolik Atma Jaya, FG Winarno, saat pengukuhan guru besar fakultas teknik Unika Atma Jaya, Prof Hadi Sutanto, di Jakarta, Rabu (17/6). Prof Winarno mengaku prihatin dengan kondisi sarjana yang menganggur saat ini, yang menurutnya memiliki tren kenaikan rata-rata sebesar 20 persen setiap tahun.Berdasarkan informasi yang diperoleh SP, pada 2005, sarjana yang menganggur sebanyak 183.629 orang. Setahun kemudian, yakni 2006 tercatat 409.890 lulusan tidak memiliki pekerjaan, tahun 2007 menjadi 740.000, dan awal tahun 2009 melonjak mendekati angka satu juta sarjana pengangguran. Hal ini harus diwaspadai, mengingat setiap tahunnya Indonesia memproduksi sekitar 300.000 sarjana dari 2.900 perguruan tinggi.Menurutnya, makin banyaknya sarjana yang menganggur disebabkan oleh rendahnya soft skill atau keterampilan di luar kemampuan utama dari sarjana yang bersangkutan. "Data itu baru dua minggu lalu saya dapat dari Dikti (Pendidikan Tinggi)," ujarnya.Dan ada juga seseorang yang berpendapat di suatu blog bahwa salah satu penyebab pengangguran selain yang di sebutkan di atas adalahmalasnya calon pekerja masuk lapangan kerja yang ada, karena mereka cenderung memilih-milih pekerjaan yang cocok bagi mereka. Entah itu cocok dengan bidang pendidikaau cocok dengan minat mereka. Dan bahkan memilih sesuai dengan gaji, padahal mereka tn aidak punya pendidikan dan latar belakang yang mendukung. Menurut teori ekonomi makro ada empat jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya yaitu: Pengangguran Normal atau friksional,pengangguran jenis ini tidak memiliki pekerjaan bukan karena tidak memperoleh kerja,tetapi karena sedang mencari pekerjaan yang lebih baik.Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai pengangguran.Mereka inilah yang digolongkan sebagai pengangguran normal. Pengangguran siklikal,pengangguran jenis ini dikarenakan adanya pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran oleh perusahaan karena perusahaan sudah tidak mampu lagi menggaji karyawannya sehingga pengangguran bertambah. Pengangguran struktural,pengangguran jenis ini disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi seperti biaya pengeluaran sudah sangat tinggi dan perusahaan tidak mampu bersaing lagi sehingga produksi dalam industri menurun dan berakibat pemecatan karyawan. Pengangguran teknologi,pengangguran jenis ini disebabkan karena adanya pergantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Berdasarkan penjelasan diatas maka mayoritas di Indonesia tergolong sebagai pengangguran yang seperti apa jika kita lihat dari penyebab yang telah di sebutkan di atas?kalau menurut saya pengangguran di Indonesia memenuhi semua jenis pengangguran yang telah disebutkan di atas yaitu pengangguran normal,pengangguran siklikal,pengangguran struktural,dan pengangguran teknologi. Lalu upaya apakah yang harus dilakukan pemerintah untuk menekan jumlah pengangguran di Indonesia ini? Menurut Tjepy Aloewie, Sekretaris Jenderal Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), pengangguran dan setengah pengangguran merupakan permasalahan di muara yang tidak bisa diselesaikan pada titik itu saja, tapi juga harus

ditangani dari hulu. "Sektor di hulu yang banyak berdampak pada pengangguran dan setengah pengangguran adalah sektor kependudukan, pendidikan dan ekonomi," kata Tjepy. Ada tiga asumsi yang menjadi harapan untuk menurunkan pengangguran dan setengah pengangguran. Pertama, pertumbuhan tenaga kerja rata-rata pertahun dapat ditekan dari 2,0 persen pada periode 2000-2005 menjadi 1,7 persen pada periode 2005-2009. Demikian juga pertumbuhan angkatan kerja, dapat ditekan menjadi 1,9 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang mencapai 2,4 persen. Kedua, dapat ditingkatkannya pertumbuhan ekonomi menjadi 6,0 persen pada periode 2005-2009 dari periode sebelumnya yang hanya mencapai 4,1 persen. Ketiga, transformasi sektor informal ke sektor formal dapat dipercepat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan terutama di sektor pertanian, perdagangan, jasa dan industri. Menurut Dra Suwito Ardiyanto, SH,MH Salah satu upaya dalam mengatasi masalah tersebut dengan meningkatkan kualitas penempatan tenaga kerja, yakni penempatan tenaga kerja pada jabatan yang tepat. Upaya tersebut dilakukan melalui meningkatkan peranan penyuluhan dan bimbingan jabatan (PBJ). PBJ mempunyai dua tugas pokok yang sangat penting untuk menempatkan pencari kerja dalam jabatan yang tepat serta menemukan tenaga kerja yang cocok dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja.Untuk menempatkan pencari kerja dalam jabatan yang tepat perlu memahami dunia kerja serta pengetahuan atas jenis-jenis pekerjaa atau jabatan beserta syarat-syaratnya. Selain itu mengenali potensi diri, bakat, minat kemampuan dan kualifikasi yang dimiliki pencari kerja serta mengenali kelemahan yang dimiliki.Semua usaha yang terbaik harus dilakukan oleh pemerintah agar Indonesia terlepas dari pengangguran dan penduduk di Indonesia dapat hidup dengan sejahtera.