P. 1
Bab 3 Persamaan Tak Linier

Bab 3 Persamaan Tak Linier

|Views: 528|Likes:
Dipublikasikan oleh Sigit Sulistiono

More info:

Published by: Sigit Sulistiono on Jul 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/13/2013

pdf

text

original

Bab 3 Persamaan Tak Linier

Bab 3
Persamaan Tak Linier
Persamaan Linier
c mx y + ·
Gambar 3.1 Kurva linier
Persamaan Tak Linier
Contoh:
Gambar 3.2 Kurva tak linier
Halaman 48 dari 101
y x · y
x
LINIER
exp( ) y x ·
y
x
NON-LINIER
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Berikut ini beberapa contoh Persamaan Tak Linier
Tabel 3.1 Contoh Persamaan Tak linier
Jenis Pers.
Tak Linier
Contoh
Persamaan Kuadrat
2
4 3 0 x x −+·

Persamaan Polinomial
4 3 2
6 7 6 8 0 x x x x ++−−·

Persamaan Transenden
2
sin 2exp( ) 0 x x −−·

Persamaan Logaritmik
2 2
ln(1 ) 2exp( ) 0 x x +−−·

Dalam aplikasinya di bidang teknik kimia, persamaan tak linier memiliki peranan
yang sangat penting.
Tabel 3.2 Aplikasi Persamaan Tak Linier dalam bidang teknik kimia
Aplikasi Pers. Tak Linier Contoh
Neraca Massa dan Energi,
0 , ,
0
out in
T T
o out out in in
P i P i
To To
H N C dT N C ε∆ + − ·
∫ ∫
Termodinamika
Persamaan gas nyata/kubik,
Kesetimbangan reaksi kimia,

(1
2
RT a
P
V b V
· −


0 0
0 0 0
0
1
ln 0
o o T T o o o
p p
T T
C C
G H H dT
K dT
RT RT T R R T
∆ ∆
∆ −∆ ∆
+ + + − ·
∫ ∫
Operasi Teknik Kimia, dll.


(2
1
(1 ) 0
n
j jF
j j
z F
F q
α
α φ
·
| `
− − ·


. ,

1) Persamaan kubik tersebut diusulkan oleh Johannes Diderik van der Waals
(1873), Fisikawan Belanda, peraih nobel Fisika pada tahun 1910.
2) Persamaan Underwood untuk distilasi multikomponen.
Klasifikasi persamaan tak Linier
Berdasarkan jumlah banyaknya persamaan tak linier dibagi menjadi dua
Halaman 49 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
1. Persamaan Tunggal
Persamaan tak linier hanya satu buah.
Contoh: 0 3 2
2
· − + x x
2. Persamaan Serentak/Sistem Persamaan
Persamaan tak linier terdiri atas minimal dua buah.
Contoh :
( ) { ¦
( ) { ¦ 0 2 / cos 2
0 2 / sin 2
· − −
· + −
y x x
y x x
Solusi Persamaan Tak Linier Tunggal
Mencari akar-akar x yang membuat harga y atau f(x) menjadi nol.
? .... 0 ) ( · → · x x f
Ada berbagai metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
persaman tak linier tunggal, diantaranya:
 Metode Penyetengahan Interval
 Metode Substitusi Berurut
 Metode Wegstein
 Metode Interpolasi Linear
 Metode Newton-Raphson ,dll.
Dalam diktat ini hanya akan diterangkan metode penyetengahan interval dan
metode Newton-Raphson..
Metode penyetengahan interval
Tabel 3.3 Karakteristik metode penyetengahan interval
No Keunggulan Kelemahan
Halaman 50 dari 101
0 ) ( · x f
( )
( )
( ) 0 ,..., ,
...
0 ,..., ,
0 ,..., ,
2 1
2 1 2
2 1 1
·
·
·
N N
N
N
x x x f
x x x f
x x x f
Bab 3 Persamaan Tak Linier
1. Sederhana Tebakan awal terdiri atas dua buah [a,b]
dan harus memenuhi f(a)*f(b)<0
2. Pasti konvergen Laju konvergensi relatif lebih lambat
daripada metode Newton-Raphson
Algoritma metode penyetengahan interval
1. Mulai
2. Definisikan persamaan tak linier yang akan dicari akarnya dan tetapkan
toleransinya.
Misalkan: f(x) = log(x) . Tol = 1e-5
3. Tetapkan dua buah tebakan awal a dan b.
Misalkan: a = 0.1 dan b = 10.
4. Hitung harga f(a) dan f(b)
Hitung: f(0.1) = log(0.1) = -1
f(10) = log(10) = 1
5. Periksa apakah syarat f(a) * f(b) < 0 terpenuhi. Jika syarat terpenuhi proses
dilanjutkan ke langkah berikutnya. Jika tidak kembali ke langkah 2.
Periksa: f(0.1) * f(10) = -1*1 = -1 < 0. Syarat terpenuhi proses berlanjut ke
langkah berikutnya.
6. Hitung harga
2 / ) ( b a m + ·
Hitung: m = (0.1 + 10)/2 = 5.05
7. Hitung harga f(m)
Hitung: f(5.05) = log(5.05) = 0.7033
8. Periksa apakah f(a) * f(m) > 0 terpenuhi. Jika terpenuhi, harga a diganti
dengan m. Jika tidak terpenuhi harga b yang diganti dengan m.
Periksa: f(0.1) * f(5.05) = -1*0.7033 = -0.7033 < 0. Syarat tidak terpenuhi
harga b diganti dengan m, sehingga b yang baru = 5.05.
9. Periksa kriteria iterasi, |(a - b)/a| > Tol. Jika kriteria iterasi terpenuhi proses
kembali ke langkah 5. Jika tidak dilanjutkan ke langkah berikutnya..
Periksa: |(0.1 – 5.05)/0.1| = 49.5 > 1e-5. Kriteria iterasi terpenuhi, maka
kembali ke langkah 5.
10. Hitung harga akar pembuat nol,
2 / ) ( b a x + ·
Halaman 51 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
11. Selesai
Algoritma yang telah disusun dimuka, dapat juga dituliskan dalam bentuk
diagram Alir (flow chart) sebagai berikut:

Gambar 3.3 Algoritma metode penyengahan interval
Pemrograman metode penyetengahan interval dengan menggunakan bahasa
MATLAB.
Halaman 52 dari 101
mulai
Definisikan f(x)
dan toleransi
Hitung harga:
f(a), f(b)
Tetapkan harga
a dan b
f(a)*f(b)
<0
1
ya
tidak
1
m=(a+b)/2
Hitung harga:
f(m)
f(a)*f(
m)>0
a=m
f(a)=f(m)
y
a
b=m
f(b)=f(m)
tid
ak
tidak
ya
x*=(a+b)/2
Selesai
|(a-b)/a|>tol
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Contoh:
Carilah akar-akar persamaan kuadrat
2
4 3 0 x x + + · dengan menggunakan metode
penyetengahan interval!.
%kuadrat.m
function y = kuadrat(x)
y = x^2+4*x+3;
Perintah pada command window sbb:
>>biseksi(‘kuadrat’,-2,1,1e-6)
ans =
-1.0000
>> biseksi('kuadrat',-2,-4,1e-6)
ans =
-3.0000
Dari perhitungan menggunakan metode bisection diperoleh akar-akar dari
persamaan kuadrat adalah [-1,-3].
Metode Newton-Raphson
Tabel 4.3 Karakteristik metode penyetengahan interval
biseksi.m
fbiseksi. ni,memempunyai,dua.,tujuanutmaa tidak memakai nama-nama
yang telah didefinisikan oleh MATLAB. dalam m-file.is perintahunction
x = biseksi(fungsi,a,b,tol)
% a = tebakan awal pertama, b = tebakan awal kedua
% tol = toleransi
while abs((a - b)/a) > tol
fa = feval(fungsi,a);
fb = feval(fungsi,b);
if fa*fb > 0
error('masukan tebakan a dan b yang berbeda')
end
m = (a + b)/2;
fm = feval(fungsi,m);
if fm*fa > 0;
a = m;
else
b = m;
end
end
x=(a+b)/2;
Halaman 53 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
No Keunggulan Kelemahan
1. Hanya butuh satu tebakan
awal.
Kekonvergenan adakalanya gagal dicapai.
2. Laju konvergensi cepat
Gambar 3.4 Metode newton-Raphson
1
1 1
( ) ( ) 0 ( )
'( )
n n n
n
n n n n
f x f x f x
f x gradien
x x x x
+
+ +
− −
· · ·
− −
1
( )
'( )
n
n n
n
f x
x x
f x
+
· −
Metode Newton-Raphson.
Algoritma Metode Newton-Raphson
1. Mulai
2. Definisikan persamaan tak linier dan turunannya.
Misalkan: f(x) = log(x).

) 10 ln /( 1 ) ( ' x x f ·
3. Tetapkan harga tebakan awal (
0
x
) dan besar toleransinya
Misalkan:
1 . 0
0
· x
. Tol = 1e-5
4. Nyatakan
0
x x ·
dan
1
0
+ ·x x
.
x = 0.1
x
0
=0.1+1=1.1
n
x
( )
n
f x
1 n
x
+
0
x
y
Halaman 54 dari 101
1
( )
'( )
n
n n
n
f x
x x
f x
+
· −
Bab 3 Persamaan Tak Linier
5. Periksa kriteria iterasi |(x – x
0
)/x| > Tol. Jika kriteria iterasi terpenuhi
proses dilanjutkan. Jika kriteria iterasi tidak terpenuhi proses dihentikan.
Akar pembuat nol diperoleh.
6. Nyatakan x
0
= x.
x
0
= 0.1
7. Hitung harga f(x
0
) dan f’(x
0
).
f(0.1) = -1
f’(0.1) = 1/(0.1*ln10) = 4.343
8. Hitung harga
) ( '
) (
0
0
0
x f
x f
x x − ·
3303 . 0
343 . 4
) 1 (
1 . 0 ·

− · x
9. Kembali ke langkah 5
10. Selesai.
Halaman 55 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Gambar 3.5 Algoritma metode Newton-Raphson
Mulai
Nyatakan:
x = x
0
x
0
= x + 1
tidak
ya
Selesai
Nyatakan:
x
0
= x
Hitung harga:
f(x
0
) dan f’(x
0
)
Hitung harga:
x=x
0
-f(x
0
)/f’(x
0
)
|(x-x0)/x|>tol
Definisikan
f(x) dan f’(x),
x
0
, tol
Tampilkan
x* = x
Halaman 56 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
%kuadrat.m
function y = kuadrat(x)
y = x^2+4*x+3;
Kita gunakan contoh kasus yang sama dengan contoh pada metode bisection.
2
4 3 0
2 4
y x x
dy
x
dx
· + + ·
· +
>> [x iter]=NewRap('kuadrat','dkuadrat',2,1e-6)
x =
-1.0000
%NewRap.m
function [x iter] = NewRap(fungsi,dfungsi,x0,tol)
% fungsi = fungsi yang akan dicari akar-akarnya
% dfungsi = turunan pertama fungsi
% x0 = tebakan awal
% tol = toleransi
itermax = 100;
iter = 0;
x = x0;
x0 = x + 1;
% loop iterasi
while abs((x - x0)/x) > tol & iter <= itermax
iter = iter + 1;
x0 = x;
fx= feval(fungsi,x);
df= feval(dfungsi,x);
% Rumus Newton-Raphson
x = x0 - fx/df;
end
Halaman 57 dari 101
%dkuadrat.m
function dy = dkuadrat(x)
dy = 2*x+4;
Bab 3 Persamaan Tak Linier
iter =
6
>> [x iter]=NewRap('kuadrat','dkuadrat',-4,1e-6)
x =
-3.0000
iter =
5
Dari perhitungan menggunakan metode Newton Raphson diperoleh akar-akar dari
persamaan kuadrat adalah [-1,-3].
Subrutin dalam MATLAB untuk persamaan tak linier tunggal
MATLAB telah menyediakan program untuk menyelesaikan persamaan linier
tunggal yang telah menyatu dengan program MATLAB itu sendiri. Ada dua
subrutin yang umum digunakan, yaitu roots dan fzero.
Tabel 4.4 Perbandingan subrutin roots terhadap fzero
Rutin Keunggulan Kelemahan
roots.m 1. Seluruh akar dapat diketahui
dengan hanya sekali
menjalankan rutin.
2. Tidak membutuhkan tebakan
mula.
1. Hanya untuk pers. kuadrat
dan polinomial.
fzero.m 1. Solusi bagi segala jenis pers tak
linier.
1. Hanya satu buah akar
yang dapat diketahui
sekali menjalankan rutin.
2. Membutuhkan tebakan
mula.
Penggunaan roots:
Penulisan perintah roots di Command window MATLAB
C(1)*X^N + ... + C(N)*X + C(N+1)
Halaman 58 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
C = [C(1) C(2)........C(N) C(N+1)
roots(C)
Contoh persamaan kuadrat
2
4 5 0 x x + − · maka C(1)=1, C(2)=4, C(3)= -5.
Carilah akar-akar persamaan kuadrat di bawah ini.
2
4 5 0 x x + − ·
MATLAB Command window
>> C=[1 4 -5]
C =
1 4 -5
>> roots(C)
ans =
-5
1
Penggunaan fzero:
Penulisan fzero di MATLAB Command window
x =fzero(‘fungsi’,x0)
Contoh penggunaan fzero:
2
4 3 0 x x + + ·
Penulisan contoh di MATLAB Command window
>> fzero('x^2+4*x+3',0)
ans =
-1
Halaman 59 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Untuk keteraturan dan kemudahan pemanggilan akan lebih baik mendefinisikan
fungsi pada m-file.
%kuadrat.m
function y = kuadrat(x)
y = x^2+4*x+3
Baru kemudian kita panggil fungsi dari MATLAB Command window
>> x = fzero('kuadrat',0)
x =
-1
Untuk mencari akar lainnya, ubah tebakan awalnya.
>> x = fzero('kuadrat',-4)
x =
-3.0000
Kasus 3 Aplikasi subrutin roots
Jawaban:
Persamaan Van der Waals
2
RT a
P
V b V
· −

2 2
27 1
dan
64 8
c c
c c
RT RT
a b
P P
· ·
Halaman 60 dari 101
Kasus 3
Tekanan uap n-butana pada temperatur 350 K adalah 9.4573 bar.
Hitunglah volume molar uap jenuh dan cair jenuh n-butana pada
Kondisi tersebut dengan menggunakan persamaan gas Van der Waals.
(R=8.314j/mol.K ;Tc=425.1 K; Pc=37.96 bar)
Transformasi ke
dalam bentuk
umum
pers.polinomial
Bab 3 Persamaan Tak Linier
2 2
3 2 2
3 2
( )( ) ( )
( )
( ) 0
P V b V RTV a V b
P V bV RTV aV ab
PV Pb RT V aV ab
− · − −
− · − +
− + + − ·
% kasus3.m
clear
clc
% Masukan kondisi operasi
P = input('masukan tekanan, Pa = ');
T = input('masukan temperatur, K = ');
R = 8314 ; %J/(kmol.K)
Pc = 37.96e5; %Pa
Tc = 425.1; %K
% Hitung konstanta a & b
a = (27/64)*R^2*Tc^2/Pc;
b = (1/8)*R*Tc/Pc;
% Definisikan koefisien polinomial
VdW=[P, -(P*b + R*T), a, -a*b];
vol = roots(VdW) %liter/mol
Eksekusi program kasus3.m. Masukan dan hasil di Command Window
>>kasus3
masukan tekanan, Pa = 9.4573e5
masukan temperatur, K = 350
vol =
2.6669
0.3354
0.1910
Halaman 61 dari 101
Kasus 4 Aplikasi subrutin fzero
Diketahui sebuah persamaan kapasitas panas sbb.
Tentukan temperatur pada saat Cp = 1 kJ/kg.K !
6
15.04
0.716 4.257
.
kJ
Cp E T
kg K T

]
· − +
]
]
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Langkah 1 Membuat program fungsi yang akan dinolkan.
%KapPns.m
function f = KapPns(T,cp)
%Persamaan tak linier yang akan dinolkan
f = cp - 0.716 + 4257e-6*T - 15.04/T^0.5;
Langkah 2 Membuat program pengeksekusi
% kasus4.m
clear
clc
cp = input('masukan kapasitas panas,kJ/kg.K = ');
T = fzero(@(T) KapPns(T,cp),100)
Langkah 3 Eksekusi program kasus4.m
Masukan dan hasil di Command Window
>> kasus4
masukan harga kapasitas panas,kJ/kg.K = 1
T =
189.7597
Tugas 4
Menyelesaikan persamaan tak linier tunggal dengan menggunakan
subrutin MATLAB
Tekanan uap n-butana pada temperatur 350 K adalah 9.4573 bar. Volume molar
uap jenuh dan cair jenuh n-butana pada kondisi tersebut dapat dihitung dengan
menggunakan persamaan kubik Redlich-Kwong-Soave sebagai berikut:
( )
RT a
P
V b V V b
α
· −
− +
Dalam bentuk persamaan polinomial menjadi sebagai berikut::
Halaman 62 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
3 2 2
( ) 0 Z Z A B B Z AB − + − − − ·
Dengan:
bP
B
RT
·
2 2
aP
A
R T
α
·
PV
Z
RT
·
2 2
0.4278
C
C
R T
a
P
·
;
0.0867
C
C
RT
b
P
·

2
1 1
C
T
S
T
α
] | `
· + −
]

]
. , ]
;
2
0.48508 1.55171 0.15613 S ω ω · + −

(R=8.314j/mol.K ;Tc=425.1 K; Pc=37.96 bar; ω = 0.1931). Hitunglah volume
molar uap jenuh dan cair jenuh n-butana pada kondisi itu !!.
Sistem Persamaan Tak Linier
Sistem persamaan tak linier merupkan persamaan tak linier yang terdiri atas lebih
dari satu buah persamaan tak linier.
Solusi Sistem Persamaan Tak Linier
Metode Newton
1 2
1 2
( , ) 0
( , ) 0
f x x
f x x
·
·
(1) (1) 1 1
(1) (1)
1 2 1 1
(1) (1)
(1) (1) 2 2 2 2
1 2
| |
| |
f f
x x
x x f
f f f
x x
x x
δ
∂ ∂ ]
]
∂ ∂ ] ]
]
· −
] ]
∂ ∂ ] ∂
] ]
]
∂ ∂
]
J f δ · −
( 1) ( ) n n
x x ρδ
+
· +
Halaman 63 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
function [xnew , iter] =
Newton(fnctn,x0,rho,tol,varargin)
%(c) by N. Mostoufi & A. Constantinides,January 1, 1999
%Initialization
if nargin < 4 | isempty(tol)
tol = 1e-6;
end
if nargin < 3 | isempty(rho)
rho = 1;
end
x0 = (x0(:).')'; % Make sure it's a column vector
nx = length(x0);
x = x0*1.1;
xnew = x0;
iter = 0;
maxiter = 100;
while max(abs(x-xnew)) > tol & iter < maxiter
iter = iter + 1;
x = xnew;
fnk = feval(fnctn,x,varargin{:});
% Set dx for derivation
for k = 1:nx
if x(k) ~= 0
dx(k) = x(k) / 100;
else
dx(k) = 1/100;
end
end
% Calculation of the Jacobian matrix
a = x;
b = x;
for k = 1 : nx
a(k) = a(k) - dx(k); fa =
feval(fnctn,a,varargin{:});
b(k) = b(k) + dx(k); fb =
feval(fnctn,b,varargin{:});
jacob(:,k) = (fb - fa) / (b(k) - a(k));
a(k) = a(k) + dx(k);
b(k) = b(k) - dx(k);
end
% Next approximation of the roots
if det(jacob) == 0
xnew = x + max([abs(dx), 1.1*tol]);
else
xnew = x - rho * inv(jacob) * fnk;
end
end
if iter >= maxiter
disp('Warning : Maximum iterations reached.')
end

Halaman 64 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Contoh sistem persamaan tak linier.
3 2
1
2 3
2
( , ) 3 1/ 2 0
( , ) 3 3 / 2 0
f x y x xy
f x y x y y
· − − ·
· − − ·
Langkah 1 Buat terlebih dahulu fungsi sistem persamaan taklinier dalam m-file.
%sistem.m
function f = sistem(x)
f=[x(1)^3-3*x(1)*x(2)^2-0.5
3*x(1)^2*x(2)-x(2)^3-sqrt(3)/2]
Langkah 2 Buat program pengeksekusi menggunakan Newton.m pada m-file yang
berbeda atau dapat juga langsung di command window.
%run_sistem.m
[x iter] = Newton('sistem',[1 2])
Langkah 3 Jalankan program pengeksekusi. Klik debug/run
Langkah 2 dapat di loncat dengan menuliskan langsung perintah eksekusi pada
Command window
>> [x iter] = Newton('sistem',[1 2])
x =
2.5198
1.5874
iter =
7
Subrutin dalam MATLAB untuk sistem persamaan taklinier
Solusi sistem persamaan taklinier dapat menggunakan fsolve pada MATLAB.
Contoh:
3 2
2 3
3 1/ 2
3 3 / 2
x xy
x y y
− ·
− ·
Langkah 1 Buat terlebih dahulu fungsi sistem persamaan taklinier dalam m-file.
Halaman 65 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Langkah 2 Buat program pengeksekusi menggunakan fsolve pada m-file yang
berbeda atau dapat juga langsung di command window.
Langkah 3 Jalankan program pengeksekusi.
Kasus 5
Reaksi reformasi kukus berlangsung menurut rangkaian reaksi kesetimbangan
berikut:
4( ) 2 ( ) ( ) 2( )
( ) 2 ( ) 2( ) 2
3 R-1
R-2
g g g g
g g g
CH H O CO H
CO H O CO H
+ +
+ +
ˆˆ†
‡ˆˆ
ˆˆ†
‡ˆˆ
Pada suhu 2000 K harga konstanta kesetimbangan untuk masing-masing reaksi
adalah 1,930x10
-4
dan 5,528. Tentukan komposisi kesetimbangan komponen-
komponen apabila Gas umpan berkomposisi 20% CH
4(g)
dan 80% H
2
O
(g)
berada pada kondisi suhu 2000 K dan tekanan 1 atm.
function f = sistem(x)
f=[x(1)^3-3*x(1)*x(2)^2-0.5
3*x(1)^2*x(2)-x(2)^3-sqrt(3)/2]
>>[X,FVAL] = fsolve('sistem',[1 2])
Optimization terminated: first-order optimality is less than
options.TolFun.
X =
2.5198 1.5874
FVAL =
1.0e-010 *
0.1930
0.0966
Halaman 66 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Jawaban
Misal ditetapkan basis perhitungan 10 mol gas umpan
1
2
derajat reaksi dari reaksi pertama
derajat reaksi dari reaksi kedua
e
e
·
·
Fraksi mol kesetimbangan setiap komponen dapat dinyatakan sebagai berikut:
1 2
1
10 2
CO
e e
Y
e

·
+
2
1 2
1
3
10 2
H
e e
Y
e
+
·
+
2
1 2
1
8
10 2
H O
e e
Y
e
− −
·
+
2
2
1
10 2
CO
e
Y
e
·
+
4
1
1
2
10 2
CH
e
Y
e

·
+
Persamaan konstanta kesetimbangan dinyatakan sebagai berikut:
2 2 2
4 2 2
3 2
1 2

CO H CO H
CH H O CO H O
Y Y P Y Y
K K
Y Y Y Y
· ·
Berikut ini pemrograman MATLAB-nya.
function y = KsT(e,K1,K2)
%Sistem Pers.tak linier yang akan dinolkan
y = [(e(1)-e(2))*(3*e(1)-e(2))^3 /((2-e(1))*(8-e(1)…
- e(2))*(10+2*e(1))^2) - K1
e(2)*(3*e(1)+e(2)) / ((e(1)-e(2))*(8-e(1)-e(2))) - K2];
clear
clc
K1 = input(‘Masukan konstanta kst. reaksi 1 = ');
K2 = input(‘Masukan konstanta kst. reaksi 2 = ');
%Pencari nol fungsi KsT.m
e = fsolve(@(e) KsT(e,K1,K2),[1 0.5])
( ) ( )
( ) ( ) ( )
3
1 2 1 2
1 2
1 1 2 1
3
2 8 10 2
e e e e
K
e e e e
− −
·
− − − +
( )
( ) ( )
2 1 2
2
1 2 1 2
3
8
e e e
K
e e e e
+
·
− − −
Halaman 67 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
Eksekusi di MATLAB command window
>>kasus5
Masukan harga konstanta kst. reaksi 1 = 1.93e-4
Masukan harga konstanta kst. reaksi 2 = 5.528
Optimization terminated: first-order optimality is less than options.TolFun.
e =
0.7480 0.6920
Tugas 5
Menyelesaikan sistem persamaan tak linier dengan menggunakan
subrutin MATLAB
Suatu reaksi elementer A

B + C berlangsung dalam sebuah reaktor tangki
berpengaduk kontinu. Laju umpan murni A, 12 mol/s pada temperatur 25
o
C.
Reaksi bersifat eksotermik, untuk itu digunakan air pendingin bertemperatur 50
o
C untuk menyerap kalor yang dibebaskan reaksi. Asumsi konstanta kapasitas
panas sama baik di sisi reaktan maupun produk, neraca energi untuk sistem ini
dirumuskan sebagai berikut:
, 0
( ) ( )
Ao R Ao P A a
F X H F C T T UA T T − ∆ · − + −
FA0 = laju molar umpan, mol/s.
X = konversi
∆HR = Kalor reaksi, J/(mol.K)
C
P,A
= kapasitas panas A, J/(mol.K)
T = temperatur reaktor,
o
C
T
0
= temperatur referensi, 25
o
C
Ta = temperatur air pendingin,
o
C
Halaman 68 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
U = koefisien pindah panas total, W/(m
2
.K)
A = luas pindah panas, m
2
Untuk reaksi orde pertama konversi dirumuskan sebagai berikut:
1
k
X
k
τ
τ
·
+
Dengan τadalah waktu tinggal dalam sekon, dan k adalah laju reaksi spesifik
dalam s
-1
dihitung dengan menggunakan persamaan Arrhenius:
650exp[ 3800/( 273)] k T · − +
Hitunglah harga temperatur reaktor dan konversinya!.
(∆H
R
=-1500 kJ/mol; τ=10 s; CP,A = 4500 J/(mol.K); UA/FA0 =700 W.s/
(mol.K).
Halaman 69 dari 101
Bab 3 Persamaan Tak Linier
_______________________________o0o________________________________
Halaman 70 dari 101

Bab 3 Persamaan Tak Linier

Berikut ini beberapa contoh Persamaan Tak Linier Tabel 3.1 Contoh Persamaan Tak linier Jenis Pers. Tak Linier Persamaan Kuadrat Persamaan Polinomial Persamaan Transenden Persamaan Logaritmik
x2 − = 0 x+ 3 4

Contoh

3 x4 + − x 6 8 0 x+− 6 x2= 7

s in x −(−x 0 2x ep = )

2

l ( + 2 x (= x0 n1 ) − − ) 2 x2 p e

Dalam aplikasinya di bidang teknik kimia, persamaan tak linier memiliki peranan yang sangat penting. Tabel 3.2 Aplikasi Persamaan Tak Linier dalam bidang teknik kimia Aplikasi Pers. Tak Linier Contoh

Neraca Massa dan Energi,

o ε∆H 0 N out ∫ out−i N in∫= in, P i + C , dT C P To To

Tout

Tin

0

Termodinamika Persamaan gas nyata/kubik, Kesetimbangan reaksi kimia,

P=

RT a − V −b V 2

(1

ln K +

o o o ∆G0 ∆ H 0∆ H 0 − + + RT 0 RT

o o T T ∆ Cp 1 ∆C p −∫ dT = ∫R T 0 T R0 T T0

dT

Operasi Teknik Kimia, dll.

 n α j zjF F ∑   j =1 α −  j φ  

− F (1 q= 0 − )

(2

1) Persamaan kubik tersebut diusulkan oleh Johannes Diderik van der Waals

(1873), Fisikawan Belanda, peraih nobel Fisika pada tahun 1910.
2) Persamaan Underwood untuk distilasi multikomponen.

Klasifikasi persamaan tak Linier Berdasarkan jumlah banyaknya persamaan tak linier dibagi menjadi dua

Halaman 49 dari 101

. Metode penyetengahan interval Tabel 3. Persamaan Tunggal Persamaan tak linier hanya satu buah.. x 2 .dll.. x 2 . x N ) = 0 f 2 ( x1 ... f N ( x1 ..Bab 3 Persamaan Tak Linier 1.. diantaranya:  Metode Penyetengahan Interval  Metode Substitusi Berurut  Metode Wegstein  Metode Interpolasi Linear  Metode Newton-Raphson. Dalam diktat ini hanya akan diterangkan metode penyetengahan interval dan metode Newton-Raphson.. f ( x) = 0 Contoh: x 2 + 2 x − 3 = 0 2.. Ada berbagai metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persaman tak linier tunggal..3 Karakteristik metode penyetengahan interval No Keunggulan Kelemahan Halaman 50 dari 101 ... f 1 ( x1 .. x 2 . x N ) = 0 Contoh : 2 x − sin { ( x + y ) / 2} = 0 2 x − cos{ ( x − y ) / 2} = 0 Solusi Persamaan Tak Linier Tunggal Mencari akar-akar x yang membuat harga y atau f(x) menjadi nol. f ( x ) =→.. Persamaan Serentak/Sistem Persamaan Persamaan tak linier terdiri atas minimal dua buah. x N ) = 0 .. 0 x = ? .. .

8. Misalkan: a = 0. Periksa: |(0.1) * f(10) = -1*1 = -1 < 0.1) = log(0. Periksa kriteria iterasi. Misalkan: f(x) = log(x) . Jika tidak dilanjutkan ke langkah berikutnya. 6.05 Hitung harga f(m) Hitung: f(5. 5. harga a diganti dengan m. maka kembali ke langkah 5.1 dan b = 10. Periksa apakah syarat f(a) * f(b) < 0 terpenuhi.7033 < 0.05) = -1*0. 10. Sederhana Pasti konvergen Tebakan awal terdiri atas dua buah [a.b] dan harus memenuhi f(a)*f(b)<0 Laju konvergensi relatif lebih lambat daripada metode Newton-Raphson Algoritma metode penyetengahan interval 1.1) * f(5.1 – 5. Jika syarat terpenuhi proses dilanjutkan ke langkah berikutnya.05) = log(5..5 > 1e-5.7033 7. 9. Periksa: f(0.Bab 3 Persamaan Tak Linier 1. Periksa apakah f(a) * f(m) > 0 terpenuhi. sehingga b yang baru = 5.7033 = -0. Definisikan persamaan tak linier yang akan dicari akarnya dan tetapkan toleransinya. Periksa: f(0.1) = -1 f(10) = log(10) = 1 4.05.1 + 10)/2 = 5. Jika tidak kembali ke langkah 2. Hitung harga m = (a + b) / 2 Hitung: m = (0. Jika kriteria iterasi terpenuhi proses kembali ke langkah 5. Syarat terpenuhi proses berlanjut ke langkah berikutnya. 2. Tetapkan dua buah tebakan awal a dan b. Syarat tidak terpenuhi harga b diganti dengan m. Hitung harga f(a) dan f(b) Hitung: f(0. Jika terpenuhi. Hitung harga akar pembuat nol.1| = 49.05)/0. Jika tidak terpenuhi harga b yang diganti dengan m. |(a . Tol = 1e-5 3. Kriteria iterasi terpenuhi. Mulai 2.05) = 0.b)/a| > Tol. x = ( a + b) / 2 Halaman 51 dari 101 .

Selesai Algoritma yang telah disusun dimuka.3 Algoritma metode penyengahan interval Pemrograman metode penyetengahan interval dengan menggunakan bahasa MATLAB. f(b) a=m f(a)=f(m) tid ak b=m f(b)=f(m) ya |(a-b)/a|>tol tidak f(a)*f(b) <0 tidak x*=(a+b)/2 ya 1 Selesai Gambar 3.Bab 3 Persamaan Tak Linier 11. dapat juga dituliskan dalam bentuk diagram Alir (flow chart) sebagai berikut: 1 m=(a+b)/2 mulai Definisikan f(x) dan toleransi Hitung harga: f(m) Tetapkan harga a dan b f(a)*f( m)>0 y a Hitung harga: f(a). Halaman 52 dari 101 .

end end x=(a+b)/2. Metode Newton-Raphson Tabel 4.b)/a) > tol fa = feval(fungsi. Perintah pada command window sbb: >>biseksi(‘kuadrat’.dua.is perintahunction x = biseksi(fungsi. if fa*fb > 0 error('masukan tebakan a dan b yang berbeda') end m = (a + b)/2.1e-6) ans = -1.-2. b = tebakan awal kedua % tol = toleransi while abs((a .b).1e-6) ans = -3.0000 >> biseksi('kuadrat'. fb = feval(fungsi.m function y = kuadrat(x) y = x^2+4*x+3.b. ni.-2.0000 Dari perhitungan menggunakan metode bisection diperoleh akar-akar dari persamaan kuadrat adalah [-1.1.m fbiseksi.a. else b = m. if fm*fa > 0. fm = feval(fungsi.tol) % a = tebakan awal pertama.-3]. dalam m-file.Bab 3 Persamaan Tak Linier biseksi. a = m.3 Karakteristik metode penyetengahan interval Halaman 53 dari 101 . %kuadrat.m).memempunyai..-4.tujuanutmaa tidak memakai nama-nama yang telah didefinisikan oleh MATLAB. Contoh: Carilah akar-akar persamaan kuadrat x 2 + 4 x + 3 = 0 dengan menggunakan metode penyetengahan interval!.a).

Laju konvergensi cepat Kelemahan Kekonvergenan adakalanya gagal dicapai. Misalkan: f(x) = log(x). 2. x = 0.1+1=1. Tetapkan harga tebakan awal ( x 0 ) dan besar toleransinya Misalkan: x 0 = 0. y f ( xn ) 0 xn xn +1 x Gambar 3. Keunggulan Hanya butuh satu tebakan awal. f ' ( x) =1 /( x ln 10 ) 3.1 . Definisikan persamaan tak linier dan turunannya.1 x0=0. xn +1 = xn − f ( xn ) f '( xn ) Algoritma Metode Newton-Raphson 1. Mulai 2.4 Metode newton-Raphson f ( xn +1 ) − f ( xn ) 0 − f ( xn ) = xn +1 − xn xn +1 − xn f '( xn ) = gradien = xn +1 = xn − f ( xn ) f '( xn ) Metode Newton-Raphson.1 Halaman 54 dari 101 .Bab 3 Persamaan Tak Linier No 1. Nyatakan x = x 0 dan x0 = x +1 . Tol = 1e-5 4.

f(0. 6. Jika kriteria iterasi terpenuhi proses dilanjutkan. Akar pembuat nol diperoleh.1) = -1 f’(0.Bab 3 Persamaan Tak Linier 5.1) = 1/(0. Kembali ke langkah 5 10. Periksa kriteria iterasi |(x – x0)/x| > Tol. x0 = 0. Nyatakan x0 = x. Hitung harga x = x0 − x = 0. Halaman 55 dari 101 . Jika kriteria iterasi tidak terpenuhi proses dihentikan. 8.1 − (−1) = 0.1*ln10) = 4.3303 4.1 Hitung harga f(x0) dan f’(x0).343 f ( x0 ) f ' ( x0 ) 7.343 9. Selesai.

tol Nyatakan: x = x0 x0 = x + 1 tidak |(x-x0)/x|>tol ya Nyatakan: x0 = x Hitung harga: f(x0) dan f’(x0) Tampilkan x* = x Selesai Hitung harga: x=x0-f(x0)/f’(x0) Gambar 3.5 Algoritma metode Newton-Raphson Halaman 56 dari 101 .Bab 3 Persamaan Tak Linier Mulai Definisikan f(x) dan f’(x). x0.

x). df= feval(dfungsi. x0 = x.fx/df.tol) % fungsi = fungsi yang akan dicari akar-akarnya % dfungsi = turunan pertama fungsi % x0 = tebakan awal % tol = toleransi itermax = 100.'dkuadrat'. % loop iterasi while abs((x . x = x0.1e-6) x = -1.0000 Halaman 57 dari 101 . fx= feval(fungsi.x).m function [x iter] = NewRap(fungsi. % Rumus Newton-Raphson x = x0 . %dkuadrat.Bab 3 Persamaan Tak Linier %NewRap.x0)/x) > tol & iter <= itermax iter = iter + 1.x0.dfungsi. iter = 0. end %kuadrat.2. x0 = x + 1.m function dy = dkuadrat(x) dy = 2*x+4.m function y = kuadrat(x) y = x^2+4*x+3. Kita gunakan contoh kasus yang sama dengan contoh pada metode bisection. y = x2 + 4x + 3 = 0 dy = 2x + 4 dx >> [x iter]=NewRap('kuadrat'.

kuadrat dan polinomial. 1. Ada dua subrutin yang umum digunakan. 2. + C(N)*X + C(N+1) Kelemahan 1. Hanya satu buah akar yang dapat diketahui sekali menjalankan rutin...-3].Bab 3 Persamaan Tak Linier iter = 6 >> [x iter]=NewRap('kuadrat'. Halaman 58 dari 101 . Membutuhkan tebakan mula.0000 iter = 5 Dari perhitungan menggunakan metode Newton Raphson diperoleh akar-akar dari persamaan kuadrat adalah [-1. Solusi bagi segala jenis pers tak linier.4 Perbandingan subrutin roots terhadap fzero Rutin roots.m mula. Tidak membutuhkan tebakan fzero.1e-6) x = -3. 2. Hanya untuk pers.-4. Seluruh akar dapat diketahui dengan hanya sekali menjalankan rutin.m Keunggulan 1. 1. Tabel 4. yaitu roots dan fzero. Penggunaan roots: Penulisan perintah roots di Command window MATLAB C(1)*X^N + .'dkuadrat'. Subrutin dalam MATLAB untuk persamaan tak linier tunggal MATLAB telah menyediakan program untuk menyelesaikan persamaan linier tunggal yang telah menyatu dengan program MATLAB itu sendiri.

C(N) C(N+1) roots(C) Contoh persamaan kuadrat x 2 + 4 x − 5 = 0 maka C(1)=1.. C(2)=4.Bab 3 Persamaan Tak Linier C = [C(1) C(2).. x2 + 4x − 5 = 0 MATLAB Command window >> C=[1 4 -5] C = 1 >> roots(C) ans = -5 1 4 -5 Penggunaan fzero: Penulisan fzero di MATLAB Command window x =fzero(‘fungsi’.x0) Contoh penggunaan fzero: x2 + 4x + 3 = 0 Penulisan contoh di MATLAB Command window >> fzero('x^2+4*x+3'..0) ans = -1 Halaman 59 dari 101 .. C(3)= -5.. Carilah akar-akar persamaan kuadrat di bawah ini...

K .314j/mol.1 K. %kuadrat. Pc=37.Bab 3 Persamaan Tak Linier Untuk keteraturan dan kemudahan pemanggilan akan lebih baik mendefinisikan fungsi pada m-file.0) x = -1 Untuk mencari akar lainnya. ubah tebakan awalnya.m function y = kuadrat(x) y = x^2+4*x+3 Baru kemudian kita panggil fungsi dari MATLAB Command window >> x = fzero('kuadrat'. (R=8.0000 Kasus 3 Aplikasi subrutin roots Kasus 3 Tekanan uap n-butana pada temperatur 350 K adalah 9.4573 bar. >> x = fzero('kuadrat'.96 bar) Jawaban: Persamaan Van der Waals P= RT a − V −b V 2 a= 27 R 2T c2 64 Pc dan = b 1 RT c 8 Pc Transformasi ke dalam bentuk umum pers. Hitunglah volume molar uap jenuh dan cair jenuh n-butana pada Kondisi tersebut dengan menggunakan persamaan gas Van der Waals.Tc=425.polinomial Halaman 60 dari 101 .-4) x = -3.

Bab 3 Persamaan Tak Linier P (V − b)(V 2 ) = RTV 2 − a (V − b) P (V 3 − bV 2 ) = RTV 2 − aV + ab PV 3 − ( Pb + RT )V 2 + aV − ab = 0 % kasus3. -(P*b + R*T).m clear clc % Masukan kondisi operasi P = input('masukan tekanan.1. Cp = 0.04 T Tentukan temperatur pada saat Cp = 1 kJ/kg. R = 8314 . Pa = 9. %Pa Tc = 425. T = input('masukan temperatur.3354 0.716 − 4. %K % Hitung konstanta a & b a = (27/64)*R^2*Tc^2/Pc.K    Halaman 61 dari 101 . K = 350 vol = 2.96e5. b = (1/8)*R*Tc/Pc. vol = roots(VdW) %liter/mol Eksekusi program kasus3. K = ').1910 Kasus 4 Aplikasi subrutin fzero Diketahui sebuah persamaan kapasitas panas sbb. %J/(kmol. a. -a*b].K !  kJ   kg .6669 0.257 E −6T + 15. Masukan dan hasil di Command Window >>kasus3 masukan tekanan. Pa = ').m.K) Pc = 37. % Definisikan koefisien polinomial VdW=[P.4573e5 masukan temperatur.

%KapPns.15.K = ').7597 Tugas 4 Menyelesaikan persamaan tak linier tunggal dengan menggunakan subrutin MATLAB Tekanan uap n-butana pada temperatur 350 K adalah 9.K = 1 T= 189.Bab 3 Persamaan Tak Linier Langkah 1 Membuat program fungsi yang akan dinolkan.m function f = KapPns(T. T = fzero(@(T) KapPns(T.0.kJ/kg.cp) %Persamaan tak linier yang akan dinolkan f = cp .kJ/kg.cp).m clear clc cp = input('masukan kapasitas panas.4573 bar. Langkah 2 Membuat program pengeksekusi % kasus4.5. Volume molar uap jenuh dan cair jenuh n-butana pada kondisi tersebut dapat dihitung dengan menggunakan persamaan kubik Redlich-Kwong-Soave sebagai berikut: P= RT aα − V − b V (V + b) Dalam bentuk persamaan polinomial menjadi sebagai berikut:: Halaman 62 dari 101 .m Masukan dan hasil di Command Window >> kasus4 masukan harga kapasitas panas.716 + 4257e-6*T .100) Langkah 3 Eksekusi program kasus4.04/T^0.

Solusi Sistem Persamaan Tak Linier Metode Newton f ( x1 . Hitunglah volume molar uap jenuh dan cair jenuh n-butana pada kondisi itu !!.Tc=425.K .1 K. ω = 0. x2 ) = 0 f ( x1 .314j/mol. Sistem Persamaan Tak Linier Sistem persamaan tak linier merupkan persamaan tak linier yang terdiri atas lebih dari satu buah persamaan tak linier.0867 RTC  0.96 bar.Bab 3 Persamaan Tak Linier Z 3 − Z 2 + ( A − B − B2 ) Z − AB = 0 Dengan: B= bP α aP PV A= 2 2 Z = RT RT RT 2  0.55171ω− 0.1931).48508 + 1.b =  .  PC PC TC       S = 0. Pc=37.15613ω 2 (R=8.4278R 2TC2 T  a= α = 1 + S  1 − . x2 ) = 0  ∂f1 (1)  ∂x | x  1  ∂f 2 (1)  ∂x | x  1 ∂f1 (1)  | x  (1) ∂x2 δ   f (1)    1  = − 1  (1) ∂f2 (1)   ∂ (1)  2  f2  |x  ∂x2  Jδ = − f x ( n +1) = x( n ) + ρδ Halaman 63 dari 101 .

varargin{:}).1*tol]).a. Constantinides.') end Halaman 64 dari 101 . b(k) = b(k) . iter = 0.x0.k) = (fb .varargin{:}). 1. xnew = x0. fa = feval(fnctn.January 1. else dx(k) = 1/100.Bab 3 Persamaan Tak Linier function [xnew . x = xnew.tol. Mostoufi & A. a(k) = a(k) + dx(k). end % Next approximation of the roots if det(jacob) == 0 xnew = x + max([abs(dx). fb = feval(fnctn.a(k)). end end % Calculation of the Jacobian matrix a = x.b. end if nargin < 3 | isempty(rho) rho = 1.dx(k).fa) / (b(k) .x. for k = 1 : nx a(k) = a(k) .varargin) %(c) by N. b = x. x = x0*1.rho. % Set dx for derivation for k = 1:nx if x(k) ~= 0 dx(k) = x(k) / 100. iter] = Newton(fnctn. end x0 = (x0(:).')'. jacob(:. b(k) = b(k) + dx(k). while max(abs(x-xnew)) > tol & iter < maxiter iter = iter + 1. 1999 %Initialization if nargin < 4 | isempty(tol) tol = 1e-6. fnk = feval(fnctn. end end if iter >= maxiter disp('Warning : Maximum iterations reached. else xnew = x . % Make sure it's a column vector nx = length(x0).1.dx(k).varargin{:}). maxiter = 100.rho * inv(jacob) * fnk.

m pada m-file yang berbeda atau dapat juga langsung di command window. f1 ( x. Halaman 65 dari 101 .[1 2]) Langkah 3 Jalankan program pengeksekusi.m [x iter] = Newton('sistem'.Bab 3 Persamaan Tak Linier Contoh sistem persamaan tak linier. y ) = 3 x 2 y − y 3 − 3 / 2 = 0 Langkah 1 Buat terlebih dahulu fungsi sistem persamaan taklinier dalam m-file.5 3*x(1)^2*x(2)-x(2)^3-sqrt(3)/2] Langkah 2 Buat program pengeksekusi menggunakan Newton.5198 1.5874 iter = 7 Subrutin dalam MATLAB untuk sistem persamaan taklinier Solusi sistem persamaan taklinier dapat menggunakan fsolve pada MATLAB. Klik debug/run Langkah 2 dapat di loncat dengan menuliskan langsung perintah eksekusi pada Command window >> [x iter] = Newton('sistem'.m function f = sistem(x) f=[x(1)^3-3*x(1)*x(2)^2-0. %run_sistem. %sistem.[1 2]) x = 2. Contoh: x 3 − 3 xy 2 = 1/ 2 3x 2 y − y3 = 3 / 2 Langkah 1 Buat terlebih dahulu fungsi sistem persamaan taklinier dalam m-file. y ) = x 3 − 3 xy 2 − 1/ 2 = 0 f 2 ( x.

FVAL] = fsolve('sistem'. X= 2. Langkah 3 Jalankan program pengeksekusi.0e-010 * 0.1930 0. function f = sistem(x) f=[x(1)^3-3*x(1)*x(2)^2-0.TolFun.5 3*x(1)^2*x(2)-x(2)^3-sqrt(3)/2] >>[X.Bab 3 Persamaan Tak Linier Langkah 2 Buat program pengeksekusi menggunakan fsolve pada m-file yang berbeda atau dapat juga langsung di command window.930x10-4 dan 5.[1 2]) Optimization terminated: first-order optimality is less than options.0966 1. Halaman 66 dari 101 . Tentukan komposisi kesetimbangan komponenkomponen apabila Gas umpan berkomposisi 20% CH4(g) dan 80% H2O(g) berada pada kondisi suhu 2000 K dan tekanan 1 atm.528.5874 Kasus 5 Reaksi reformasi kukus berlangsung menurut rangkaian reaksi kesetimbangan berikut: ˆˆ† CH 4( g ) + H 2 O( g ) ‡ CO( g ) + 3H2( g ) ˆˆ ˆˆ† CO( g ) + H 2O( g ) ‡ CO2( g ) + H2 ˆˆ R-1 R-2 Pada suhu 2000 K harga konstanta kesetimbangan untuk masing-masing reaksi adalah 1.5198 FVAL = 1.

clear clc K1 = input(‘Masukan konstanta kst. %Pencari nol fungsi KsT.K2). function y = KsT(e.K1. reaksi 1 = ').K1 e(2)*(3*e(1)+e(2)) / ((e(1)-e(2))*(8-e(1)-e(2))) .5]) Halaman 67 dari 101 .K2].K1.m e = fsolve(@(e) KsT(e.tak linier yang akan dinolkan y = [(e(1)-e(2))*(3*e(1)-e(2))^3 /((2-e(1))*(8-e(1)… . K2 = input(‘Masukan konstanta kst. reaksi 2 = ').K2) %Sistem Pers.[1 0.e(2))*(10+2*e(1))^2) .Bab 3 Persamaan Tak Linier Jawaban Misal ditetapkan basis perhitungan 10 mol gas umpan e1 = derajat reaksi dari reaksi pertama e2 = derajat reaksi dari reaksi kedua Fraksi mol kesetimbangan setiap komponen dapat dinyatakan sebagai berikut: YCO = e1 − e2 10 + 2e1 e2 10 + 2e1 YH 2 = 3e1 + e2 10 + 2e1 2 − e1 10 + 2e1 YH 2O = 8 − e1 − e2 10 + 2e1 YCO2 = YCH 4 = Persamaan konstanta kesetimbangan dinyatakan sebagai berikut: K1 = 3 YCOYH 2 P 2 YCH 4 YH 2O K2 = 3 YCO2 YH 2 YCO YH 2O = K1 ( e1 − e2 ) ( 3e1 − e2 ) 2 ( 2 − e1 ) ( 8 − e1 − e2 ) ( 10 + 2e1 ) ( e1 − e2 ) ( 8 − e1 − e2 ) e2 ( 3e1 + e2 ) = K2 Berikut ini pemrograman MATLAB-nya.

K) CP.TolFun. J/(mol.6920 Tugas 5 Menyelesaikan sistem persamaan tak linier dengan menggunakan subrutin MATLAB Suatu reaksi elementer A → B + C berlangsung dalam sebuah reaktor tangki berpengaduk kontinu.A = kapasitas panas A.Bab 3 Persamaan Tak Linier Eksekusi di MATLAB command window >>kasus5 Masukan harga konstanta kst. untuk itu digunakan air pendingin bertemperatur 50 oC untuk menyerap kalor yang dibebaskan reaksi. 25 oC Ta = temperatur air pendingin. mol/s.93e-4 Masukan harga konstanta kst. Laju umpan murni A. neraca energi untuk sistem ini dirumuskan sebagai berikut: − FAo X ∆H R = FAoC P . A (T − T 0 )+ UA (T − T a ) FA0 = laju molar umpan. Asumsi konstanta kapasitas panas sama baik di sisi reaktan maupun produk. e= 0. 12 mol/s pada temperatur 25 oC.528 Optimization terminated: first-order optimality is less than options. X = konversi ∆HR = Kalor reaksi. J/(mol. reaksi 1 = 1. reaksi 2 = 5.K) T T0 = temperatur reaktor. oC = temperatur referensi.7480 0. Reaksi bersifat eksotermik. oC Halaman 68 dari 101 .

m2 Untuk reaksi orde pertama konversi dirumuskan sebagai berikut: X= τk 1+τ k Dengan τadalah waktu tinggal dalam sekon. CP. W/(m2.K). τ=10 s. dan k adalah laju reaksi spesifik dalam s-1 dihitung dengan menggunakan persamaan Arrhenius: k = 650 exp[− 3800 /(T + 273)] Hitunglah harga temperatur reaktor dan konversinya!.s/ (mol.Bab 3 Persamaan Tak Linier U A = koefisien pindah panas total.K) = luas pindah panas.A = 4500 J/(mol. UA/FA0 =700 W. (∆HR=-1500 kJ/mol.K). Halaman 69 dari 101 .

Bab 3 Persamaan Tak Linier _______________________________o0o________________________________ Halaman 70 dari 101 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->