Alan A. Tate :
Value added tax can be looked at from the additive side (wages plus profit) or from the subtractive side (output minus inputs). Dlm formula : value added = wages + profits = output - input
1

UU PPN 1984 (Penjelasan umum UU PPN 1984) PPN = pajak yg dikenakan atas pertambahan
nilai. Pertambahan nilai timbul karena dipakainya faktor2 produksi di setiap jalur perus, dlm : menyiapkan, menghasilkan, menyalurkan, dan memperdagangkan barang at memberi pelayanan jasa kpd para konsumen.
2

Faktor2 produksi tsb mrpkn unsur2 pertambahan nilai yg menjadi dasar pengenaan PPN, yaitu : 1) harta tetap : penyusutan 2) tanah : sewa 3) modal : bunga 4) sumber daya manusia : gaji, upah 5) pengusaha : laba.

3

PENGERTIAN

: Pertambahan Nilai

HARGA BELI : Bh Baku/ Bh mentah Bahan pembantu Suku cadang dll Jumlah

= 600 = 300 = 100 + = 1.000

Harga Jual = 1.400
VALUE ADDED (Biaya + Laba) : Penyusutan = 40 Bunga = 60 Gaji / upah = 160 Management fee = 40 Laba = 100 + Jumlah = 400
4

METODE PENGHITUNGAN 1. ALLAN A. TATE, ada 4 metode Penghitungan :
a. the additive-direct or accounts method : t (wages + profits). b. the additive-indirect method : t (wages) + t (profits). c. the subtractive-direct method : t (output - input). d. the subtractive-indirect (invoice / credit) method : t (output) ± t (input). t = tax rate atau tarif pajak

5

2. Metode BEN TERRA, ada 3 metode : a. additional methode : tarif x pertambahan nilai b. subtraction method : tarif x (H.Jual ± H. Beli). c. indirect subtraction /invoice / credit method : 1) Pajak Keluaran : tarif x Harga Jual = A 2) Pajak Masukan : tarif x Harga Beli = B 3) PPN Kurang Bayar =C Metode Ben Terra digunakan di Indonesia.

6

Metode Ben Terra
Subtraction Method : Harga Jual = 1.400 Harga Beli = 1.000 ± Laba Kotor = 400 PPN : 10% = 40

Addition Method : Pertambahah Nilai = 400 PPN : 10% = 40

Invoice / Credit / Indirect Subtraction Method : PK = 10% x 1.400 = 140 PM = 10% x 1000 = 100 PPN Kurang Bayar = 40

7

Mekanisme Pengkreditan Berdasarkan Credit Method, di Indonesia trdpt 3 mekanisme penghitungan, yaitu : a. Mekanisme Umum (Ps 9 dan 13 UU PPN 1984) sbb : 1) Setiap PKP yg memperoleh BKP/JKP, berhak atas Faktur Pajak (FP) dr yg menyerahkan BKP/JKP tsb, disebut Pajak Masukan (PM = input tax).

8

2) Setiap PKP yg menyerahkan BKP/JKP wajib memungut PPN dg menggunakan FP (Pajak Keluaran = PK = output tax). 3) Pd setiap akhir Masa Pajak, PM tsb dpt dikreditkan dg PK-nya. 4) Apabila PM > PK, maka PKP berhak aras kelebihan bayar (berhak atas kompensasi atau restitusi), sedangkan apabila PK > PM, maka PKP wajib menyetor kekurangannya, umumnya pl tgl 15 bb. 5) Pd setiap akhir Masa Pajak, PKP wajib melaporkan penghitungan PPN tsb dg emnggunakan SPT Masa PPN, umumnya pl tgl 20 bb.
9

b. Mekanisme khusus (Indonesia) Pelaksanaan Ps 16 A UU PPN 1984, penghitnya sbb : 1) PKP yg mmenyerahkan BKP/JKP kpd Pemungut PPN (PKP rekanan), wajib memungut PPN kpd Pemungut PPN (hasil pungutannya langsung ditahan oleh Pemungut PPN tsb) dg menyerahkan FP beserta SSP (Surat Setoran Pajak) dlm rangkap 5 atas nama PKP sendiri, waktu melakukan penagihan.
10

2) Pemungut PPN waktu melakukan pembayaran wajib memungut (sebenarnya menahan) PPN yg harus dibayarnya, kemudian menyetor kannya dg menggunakan SSP di atas dan melaporkannya ke KPP terkait atau KP4. 3) SSP ts (rangkap 2) oleh Pemungut diserahkan kpd PKP Rekanan ybs (sbg bukti pemungutan sekaligus penyetorannya ke Kas Negara). 4) Apabila pd akhir Masa Pajak, PM> PK, maka kelebihan bayarnya dpt dimintakan restitusi setiap Masa Pajak at dikompensasikan ke bln berikutnya. 5) Pd setiap akhir MP, PKP Rekanan tsb wajib melaporkan dg menggunakan SPT Masa PPN bersamaa dg penyerahan BKP/JKP kpd bukan Pemungut PPN.

11