MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

7. Tugas.Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956). 5. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008. 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. 3. Susunan Organisasi. 6. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65. 8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020). ii . 4. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008.

Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya). 7. 4. 8. Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu. Unit Eselon II. Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii . 2. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 3. 5. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. 6. Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Unit Kerja adalah Unit Eselon I.

pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. 10. 13. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. 15. Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. 12. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan. 11. Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. penerapan.9. kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. 14. 16. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan. untuk memastikan kesesuaian. iv . Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. pengendalian.

v . (5) Unit Kerja. dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu. (4) Unit Kerja.tanggung jawab. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan. serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel. (2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. e) Pengelolaan sumberdaya. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas. efisien dan efektif. (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM.

vi . tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. (6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing. BAB IV TUGAS. menerapkan. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. (2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen . DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. 2. TANGGUNG JAWAB. c. dan mengembangkan SMM. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik.BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. d. mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. e. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. merencanakan. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. b. memelihara. melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

menerapkan. menyusun serta mengkaji ulang SMM.f. c. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. 3. memelihara. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. b. e. d. 4. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan. dan mengembangkan SMM. tanggungjawab dan kewenangan : a. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. f. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. memelihara. dan g. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. tanggungjawab dan kewenangan : a. menerapkan. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan.dan 5. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. vii . dan mengembangkan SMM. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. b.

c. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. memelihara. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. f. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. h.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. dan h. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. b. tanggungjawab dan kewenangan : a. e. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. e. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. menerapkan. d. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan.c. dan mengembangkan SMM. mengembangkan SMM. menerapkan. g. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii . g. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. f. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I. d. memelihara.

melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. ix . memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. f. menerapkan. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. diterapkan. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a. melaksanakan Audit Internal SMM. c. dipelihara. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). b. dan mengembangkan SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. e. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM. dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai. dimonitor. dan e. mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. dan g. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a.a. b. memelihara. didokumentasikan. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. d. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. d. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. c. e. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. c. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya. d. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. b.

melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan. g.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi. x . agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. b. melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK). mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya.dan h. e. c. menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. c. b. memonitor. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. d.dan d. f. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan. mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya). mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM.

dan c. Sasaran Mutu.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. Instruksi Kerja. mengendalikan. memelihara dan mengembangkan SMM. dan Rekaman/Bukti Kerja. Manual Mutu. dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . mengelola. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. xi . Prosedur Mutu. Petunjuk Pelaksanaan. kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. (3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan. ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a. Kebijakan mutu. b. SMM Departemen. menerapkan. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM.

(3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. xii . BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya.(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. (2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. Eselon II. ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. (6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. (5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. sistematis. BAB VIII PENGUKURAN.

Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan.(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. DJOKO KIRMANTO xiii . terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. (3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian.

xiv .

DJOKO KIRMANTO xv .KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

xvi .

.................................. PENGELOLA SMM ................... Instruksi Kerja ..................... BAB-V 5......... Manual Mutu ......III : ACUAN NORMATIF .................1........................... 4.................. BAB......................2.......................................5................................................ KAJI ULANG MANAJEMEN...............2. 4.2............ Sasaran Mutu .............................. PERSYARATAN UMUM ................................2..............7................6.......2.........IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU ............................... Petunjuk Pelaksanaan ..... i KEBIJAKAN MUTU................ 4.. KOMITMEN MANAJEMEN ......... Prosedur Mutu ..........................4..................2..2.......................3..................................................................2.....................2............ 4............................ BAB ....1...............II : PENGERTIAN ..4.................. xvii LAMPIRAN ............................................... 4.....................2........... : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ............ KOMUNIKASI INTERNAL................................ 4............ 4...............6.........DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 .....................2....................... 4.... 4... BAB... 5..2.....4........... Rekaman/Bukti Kerja ....................... 5....................1 BAB ..............3...... PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA ... Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum.........1............. PENGENDALIAN DOKUMEN ..I : PENDAHULUAN . 4........ xv DAFTAR ISI . 4..... 4.............2..........1........................... DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ....3................................................................. 5.......... 4......... Kebijakan Mutu ...................... 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii ........................ SMM Departemen Pekerjaan Umum ....................................................6......

......... 7....1....2........ Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan ....3.... 7................................ 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii ...............1. 6............ PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN ....2....... 8......... 7........ 6.......1........ SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS ..........3.................... 6....... ANALISIS DAN PERBAIKAN . 7. Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan.3.....2... PRASARANA DAN SARANA................4..... .... 6.................................6..... Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan.........................................2.2.................... Kepuasan Pelanggan ................1........ 6.......6........2.............4......... 7.......................2..........7............... LINGKUNGAN KERJA................... Pemeliharaan Hasil Pekerjaan....... 7........ 7.........2....... 7.......2... 8.......................2................3................................2....6............................................... 7....... Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) ..............................................2..... 7.... 6.. 7.............. PENGADAAN . PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN ... Rencana Mutu Kontrak (RMK) ..............1......... DESAIN DAN PENGEMBANGAN ........5.. 7..............2................. SUMBER DAYA MANUSIA....1....BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA ...... 7.................................. 7............. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) ... 7....2.....................6................. 8............................. MONITORING DAN PENGUKURAN . Kesadaran Dan Pelatihan . 7....6...... Barang Inventaris .........1. UMUM ..................3..... Komunikasi Dengan Pelanggan......................... Kemampuan........... Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ... 8.1..2..........6.1......1.. BAB-VIII : PENGUKURAN..............3........ BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN ... PENYEDIAAN SUMBER DAYA .... Monitoring Dan Pengukuran Proses ................. 7..........2...4.............................. Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan. RENCANA MUTU . 7.. Umum .....................5. 8.......... Identifikasi Dan Mampu Telusur ...1...........2.... PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN .................................................4...... Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan ................. 8...................

..... 8.. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI ........................................... 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP ............................................................... Tindakan Korektif .......... 8................................... 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU)..........................................5.........5.. LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) .. PERBAIKAN ..4. Perbaikan Berkesinambungan ........ 45 57 91 xix ......................................................................3......5............ 8.... ANALISIS DATA ..........5.................................1.............. Tindakan Pencegahan ...................... LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) .................... 8.8.. 8.................2............3...

xx .

LAMPIRAN .1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .

xxii .

Pengukuran. o Kepemimpinan. Sistem Manajemen Mutu 4. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. o Keterlibatan personil. o Fokus pelanggan. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. Analisis dan Perbaikan 8. o Pendekatan proses. Tanggung Jawab Manajemen 5. Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11. Pengelolaan Sumber Daya 6. 9. Bab III. Penyelenggaraan Kegiatan 7. o Perbaikan berkesinambungan. Penutup. Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan. Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. Bab VIII.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Bab IV. Bab V. Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10. Bab VI. Bab II . yang meliputi . Bab IX. Bab VII. o Pendekatan sistem terhadap manajemen. Acuan Normatif 3. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan.

tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu.BAB II PENGERTIAN 1. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. 3. baik atau baik sekali). 4. PENGERTIAN 1. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 2 . Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. 5. 2. 2. (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan). Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan. (Catatan: 1.

10. 12. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu. Pengendalian Mutu. (Catatan: 1. 7. Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan. efisiensi atau ketertelusuran). 3 . (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu). Sasaran Mutu. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. 9. 11. Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi. Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. 8.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. Perencanaan Mutu. 13. 2.6. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu.

wewenang dan hubungannya. (Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. 16.14. hubungan dan wewenang antar orang. analisis data. 4 . b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab. sosial dan psikologis). Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan). Pejabat Setingkat dan Staff).) 15. (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik. 20. Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. 21. (Pimpinan. 17. 18. Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. 19. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan.

29.22. 25. 27. termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Unit Kerja Eselon II. 5 . Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi. 23. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi). Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran. Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 28. Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan. dan seterusnya. Unit Kerja Eselon III. (Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. 26. Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. 24.

34. 33. Proyek: Proses khas. yang 31. 37. Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. termasuk kendala waktu. dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu. Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses.30. 36. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan. 39. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki. biaya dan sumber daya. 6 . Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. 32. 41. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan. 38. 35.proses atau sistem. 40.

Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. Prosedur Mutu. 51. Daftar Simak Pemeriksaan. hasil pekerjaan.42. proses atau kontrak tertentu. 43. Validasi: Konfirmasi. 50. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. pengujian atau pembandingan. serta Daftar Simak Pengujian. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. melalui penyediaan bukti objektif. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. 46. Manual Mutu. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. jika perlu dengan pengukuran. Standard Teknis Pekerjaan dan Material. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. melalui penyediaan bukti objektif. Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. 47. 45. 49. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi. 7 . Petunjuk Pelaksanaan. Instruksi Kerja. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu. 48. Catatan Mutu. Verifikasi: Konfirmasi. Rencana Mutu. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. suatu 44.

8 . Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. 58. 55. 54. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. 60. 59. Audit: Proses sistematis. Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. 57. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit. Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu.52. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 56.

SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. 9 . 4. 6. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata. 5. 2. 3.BAB III ACUAN NORMATIF 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan. ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1.

3. 4.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3.1. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4. Dalam menerapkan SMM. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1. serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 5. Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. 2. Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut. 7. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. efektif dan efisien. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya. 10 . Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut. agar dapat dilaksanakan secara terkendali. Memonitor. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut. 6.

4. 4.2. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional. Kebijakan Mutu 2.2. Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. SMM Departemen Pekerjaan Umum. Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas. serta pelaksanaan yang efektif dan efisien. diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan. seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan. Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis. Sasaran Mutu 5. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan. SMM Departemen Pekerjaan Umum 3. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. yaitu: 1. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM. Prosedur Mutu 6.2.1. Manual Mutu 4.2. Rekaman 4.

agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait.3. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. 3. 12 . Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. Manual Mutu harus didokumentasikan. Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 5.1. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001. mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan. Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. 3. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik. maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I). Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1. 4. Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum. 2. 6. 2. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.2. 5. 4. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. 4. menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan..

4. Sasaran Mutu 1. 3. 2. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I. 3. 2. termasuk uraian tugas. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.2. 4. c) Struktur organisasi. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan. d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I. Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya. Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 . Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I. 4.4.7. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini.5.2. tanggung jawab dan wewenang.

j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. (2) Status pengesahan dan status perubahan. berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan). (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. pemeriksa dan pengesahan). b) Riwayat perubahan. 4. 5. c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). d) Ruang lingkup penerapan. i) Tanggung jawab dan Wewenang.2. Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. Prosedur Pengendalian Rekaman. Prosedur Tindakan Korektif. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. 6.6. Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. Prosedur Audit Internal SMM. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu). 3. e) Referensi atau acuan yang digunakan. 4. yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. Prosedur Tindakan Pencegahan. g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). Prosedur Pengendalian Dokumen. 2.a) Halaman Muka. apabila ada).

iii. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan). Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM. ii.1. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. 3. diantaranya Norma. pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a. Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. Riwayat perubahan. memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). 2.2. 15 . berisi: i. Standar. Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. b.6. 3. Status validasi dan status perubahan. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). 2. Dokumen-dokumen standar nasional. Halaman Muka. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. 4.1. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. berikut Unit Pelaksana Kegiatan. standar internasional.

6. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan).2. Halaman Muka. f. l. Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. j. Tanggung jawab dan Wewenang. . 3. d. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. 2.Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan. Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. apabila ada). Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. i. 4. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan). termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. k. g. Referensi atau acuan yang digunakan. ii.2. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Status validasi dan status perubahan. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). h. berikut Unit Pelaksana Kegiatan). e. iii. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja). berisi: i. 16 c. Instruksi Kerja minimal mencakup: a. Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. 4. Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan. Ruang lingkup penerapan.

risalah. c. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. h. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan. 4. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 2. d. perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. 4.2. surat menyurat. 17 . 1. dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). 4.3.Riwayat perubahan. c) Penerbitan awal. foto. Ruang lingkup penerapan. Rekaman/Bukti Kerja. g. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja).7. bukti penyimpangan. Referensi atau acuan yang digunakan. Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. e. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. f. berita acara. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. 2. Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. b. Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja. gambar. d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut.

4. 2. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana. 3.e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 4. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja. 3. 5. 18 . menyimpan. 4. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan. 4. memelihara. butir 5. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.2 huruf b. f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan. 6. Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan). termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan. Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi. Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak.

Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan. KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan. Menetapkan sasaran mutu. 3. 5. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup.1. 8. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM. 19 . perubahan dokumen. Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.2. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. Eselon II. 7. 6.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. 2. Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. 4. dan lain-lain). Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM. 6. 5. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. 23 . Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 2. f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. g) Saran-saran untuk peningkatan SMM. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. 1. Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. 4. 5. 3. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti. d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. b) Laporan Audit Internal SMM.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM.

BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7. PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. keterampilan dan pengalaman yang sesuai. pelatihan. Meningkatkan kepuasan pelanggan.1. Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan. SUMBER DAYA MANUSIA 6. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1. Kemampuan. 4. 3. 6. Melakukan analisis kebutuhan.2. menerapkan. mengelola. Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan.2. Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. 2. 24 . Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. Merencanakan.2.1. 2.2.

LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. merencanakan. 6. Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. 6. 25 . 6. Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu. Peralatan transportasi jika diperlukan. keselamatan.3. kesehatan. pelatihan. ruang kerja dan kelengkapannya 2.4. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. Gedung. Prasarana dan sarana mencakup: 1. Peralatan informasi dan komunikasi 4.5. seperti riwayat pendidikan. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan. 7. dan keterampilan yang bersangkutan. dan kenyamanan. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan. merencanakan.

2. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker. c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia. prasarana dan sarana. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu. SKS. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). dan PPK dalam rangka menjamin mutu. 7. untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1. keuangan). 3. SNVT. Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. informasi dan teknologi. Rencana Mutu Kontrak (RMK). dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu. 2. 26 . b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan.1.1. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP).1.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan. Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU. sekurang-kurangnya mencakup : 7. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani. Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1. merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu.

Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan. termasuk kegiatan verifikasi. 4. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). validasi. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1. e) Tugas. 3. c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja. monitoring.2. sumber dana. evaluasi. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. SNVT. d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. 7.1. tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas. i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). SKS. b) Sasaran Mutu Kegiatan. dan PPK. lokasi. RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. 27 . lingkup pekerjaan.

inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. spesifikasi teknis. l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. monitoring. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. 2. tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program. 28 . 4.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. standar atau peraturan perundang-undangan). evaluasi. 3. validasi.

h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. evaluasi. 29 . e) Tugas. l) Rencana terhadap metoda verifikasi. kode dan nomor kontrak. evaluasi. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan.3.1. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). termasuk perencanaan bobot pekerjaan. validasi. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS. monitoring. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. lokasi. monitoring. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. sumber dana. termasuk kegiatan verifikasi.7. validasi. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. lingkup pekerjaan.

2. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya. c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. 3. Prosedur Kerja. n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja. spesifikasi teknis. standar atau peraturan perundang-undangan). 30 . 4. Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan.

2. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7.2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan.2. 3. peraturan pemerintah. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan. Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 7.1. persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya.2. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1.2. peraturan presiden. peraturan menteri. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu. 4. 7. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan. 2. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 .3. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang. Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan. 2. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan.7. peraturan daerah.

4. standar. pedoman. 3. 2. Tersedianya bahan yang memadai. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. 2. termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan.1. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 6. 5. 7. Informasi Program dan Kegiatan. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. Tersedianya personil pelaksana yang kompeten. 3. Tersedianya rencana desain dan pengembangan.4. 2. 7. 32 . 5. Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. Penanganan kegiatan. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. kontrak dan perubahannya. 6. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1.3. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. Proses kegiatan yang ditangani. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan. 3. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai.

Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1. Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. 33 . Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Teridentifikasinya calon peserta. 5. Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.1. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1. 7.5.6.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya. Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 6.6. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK). 7. PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7. 2. Proses pengadaan. 3.4.

Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. 7. Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan. setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan. 2. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut.6. Identifikasi Dan Mampu Telusur 1. Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan. e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal). 7. 2. 34 . d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.2. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1.6.2. c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses.3.

PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM. Identifikasi. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan. 35 . penyimpanan. 2. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur.5. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1. perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN).6. perawatan dan pengoperasian). Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga. 7. penanganan.7. pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1.4. 2. baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 7. (Bila sesuai. 7.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. perlindungan. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN).6.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.

Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi. 36 . b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. kalibrasi atau validasi harus dicatat. c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional. verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat. Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. 3. 4. maka dasar penggunaan verifikasi. Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan).2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran.

ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan. Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan.BAB VIII PENGUKURAN. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa. pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan. 8.2. 37 . Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya. 8. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku.2. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan.1. Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan. 2.1. Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan.

b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit. 38 . c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 8. 3. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus.2. 5. c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM.2. 2. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan. 4.

k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya. bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). Dokumentasi pendukung lainnya. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit. dan rencana kerja masing-masing tim. j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan.6. f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). pemberitahuan kepada Auditee. c) Tujuan Audit Internal SMM. diantaranya: surat perintah audit. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. 2) Nama ketua dan anggota auditor. g) Proses perencanaan Audit Internal SMM. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit. 5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. 39 . 2). l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit.

Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi.3. 4.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.4. Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi.2. Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan. jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. bahwa persyaratan telah dipenuhi.2. 2. 3. 8. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 . agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan.3.

Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan. 3. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 8. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya.1. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya. 41 . Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan. 4. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. 3. jawab pada setiap kegiatan harus memastikan. 2. 5. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan. ANALISIS DATA 1.4.

2. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian. bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan. 8. 42 . Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan.4. Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan.5. Analisis Data. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM.5.5. PERBAIKAN 8. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1.1. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan. Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8. c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan. d) Kinerja para penyedia barang/jasa. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.2. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM.

5. c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. 2. d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan. Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan. 43 .3. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian. Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1. Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya.

Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya. Petunjuk Pelaksanaan. Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. Instruksi Kerja. sistematis.BAB IX PENUTUP 9. Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. 5. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. 2. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. PENUTUP 1. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Prosedur Mutu. 4. 3. DJOKO KIRMANTO 44 .

2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .LAMPIRAN .

.

Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : No. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Dok.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).1. 45 . : Tgl.

: No. Rev. Dok. o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 . Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. : Tgl.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.

2. : Tgl.1. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. 3.2. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang. 2. Dok. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. 47 . rencana kerja pembangunan jangka menengah. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. Rev. : No. MAKSUD & TUJUAN : 2.

Dok. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Rev. 4. No. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. 48 . : No.2. REFERENSI : 4. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. : Tgl. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4.1.

RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. Dok. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I... (Output dan Outcome) 7. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 . : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : Tgl.. Rev. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN . VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.

8. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. Dok. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.3. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program. 50 .1. 8.2. : Tgl. : No. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. Diterbitkan: Hal : Paraf : 8.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. Rev. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. rencana kerja pembangunan jangka menengah. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.

51 . : Tgl. : No.1. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. Dok. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev.

: Tgl. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan. Dok. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. : No.

Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I. MAKSUD & TUJUAN : 2. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II. Rev. 4. : No. 2. Dok. 3. 2. REFERENSI : 4. menunjang program kerja Eselon I. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 . Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. : Tgl.1. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. 4.1. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I.2. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I.2.

: Tgl. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 5. Rev. : No. Dok. RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I. No. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 . SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I.

KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. : No. Dok.. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Rev.... : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7. 55 . RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN . untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja. Tgl..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8.

Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. Dok. rencana kerja pembangunan jangka menengah. 8. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. 8.2. Rev. : No.3. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang. : Tgl. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. 56 .1.

3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .LAMPIRAN .

58 .

. Rev............... Diterbitkan: Hal : ......... Satuan Kerja ........ : 00 Tgl........... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 .... No......... : ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... No. Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No............ Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ... dari ....... Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No................ Dok......

................... dari . Diterbitkan: Hal : ............ Satuan Kerja ....... 58 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........... : 00 Tgl. : ......... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen. harus dicatat dalam sejarah dokumen............ Dok............ No... Setiap terjadi revisi RMP. Rev...... No.

... : ... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ........ 12........................... 7...... 59 ...................... 3. Daftar Kriteria Penerimaan ............... Dok......... 11............................. : 00 Tgl............................ Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ............ Daftar Induk Rekaman................................................................. 4.. 10................................................................................ Daftar Dokumen SMM .. Sasaran Mutu Kegiatan ........ Paraf : DAFTAR ISI 1.. monitoring............................... validasi............................. 6... Informasi Kegiatan ................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........ Diterbitkan: Hal : .......... 15.... Rencana & metoda verifikasi.............. Persyaratan teknis dan administrasi .............................. 14........... Tugas............................... evaluasi............................... No.................... Jadwal Personil . Satuan Kerja ......... 9.. Rev.... 8....................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ...................................... tanggung jawab dan wewenang ................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ... 5.. Struktur Organisasi ............................................................ 2................ Umum .............. dari .................. No. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ... 13.......................................................

..................................... : .............. No....................................... No...................... Nama Kegiatan ....................... Satuan Kerja .................. .......... tahun ... .................... ............................................ dari . .................. ................................ ................................................. ............... Paraf : 1. ........... ................................... ..................................... LATAR BELAKANG3 .. .......................................... ... .. Jumlah Anggaran .......... ........ Dok.................. : 00 Tgl................................................................. ..................................... Rev............................... ... .................................................................................... ........................ Dst..................................................... .................................. ... .. Jangka waktu ............ .... No............. Diterbitkan: Hal : ...................................................................... ........... .................. ....................................................... ............ .......................................................................................... INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ...........sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program ......... 2......................................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....... .. Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 ..... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ...............................................

No.........................................2............. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ..............1.... 4....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .............. ... Diterbitkan: Hal : ....................... No.................... ............. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.................................... ...... ... Dok.... Satuan Kerja . Paraf : 3.................................. : 00 Tgl............................................................................... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4........... .. ............................... : . DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 ........................... ............................................................................................................................... dari ............................................................................................................................................................ Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4........................................................................................................................ ...... SASARAN MUTU5 ....3................................................................ Rev..

... : 00 Tgl... No...... : ......... Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....... TUGAS...... Diterbitkan: Hal : ......2... Dok... dari ....1.........4.. Paraf : 5. Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 ....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .......... Rev.... Satuan Kerja . sebagai berikut : 6. Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ........3. Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. No.. Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6............5....

. Rev.....8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7.. Satuan Kerja .. Diterbitkan: Hal : .. dari .. terdiri dari : 7. : .................. Komputer & Printer... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan).2.10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7.9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7...... : 00 Tgl...............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......1. Contoh : alat komunikasi.. alat transportasi.. Dok.... No..... No............ Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...6 63 . Multimedia dsb... 6....3....7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun .

Bila menggunakan bagan alir. No......... : 00 Tgl......4..... Rev............ Diterbitkan: Hal : . 7....... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No... 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun ... Dok.......... : .. Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. dari .... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya....... Satuan Kerja ......... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan......5.. No.. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 .. Paraf : 7.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 9... Contoh ruang kerja/rapat dsb...... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8.......

.. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No... Dok.......... Paraf : 10....... dari .. : 00 Tgl.. Rev........ Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 .. JADWAL PERSONIL No....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ........ No. 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun ......... : .............. No.............. Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11.. Satuan Kerja ... Diterbitkan: Hal : .

No. EVALUASI.......... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan..... Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 . Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2.... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.... . Rev. : . 14................ MONITORING. Satuan Kerja ... VALIDASI... : 00 Tgl..... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas.. Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3.. Dok... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen .................. Paraf : 12.... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun . bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker.. No... dari . Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ...... 13.... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4.. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun .. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... Diterbitkan: Hal : ...

.. No. 6. : .. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah........ Kewenangan.... Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa. 5.. 8....... Fungsi....06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11........ 4. Rev.... Satuan Kerja . 9.. Permen PU No.... Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI. Dok. 3.... : 00 Tgl.. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK.. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.... 2.. Tugas.... 7...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 .. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008........ Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara....... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1. Diterbitkan: Hal : ... No..... Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu..... Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara... dari ... Permen PU No. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Kolusi dan Nepotisme. Negara....

../KPTS/M/.. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.................... No... tanggal .......... tahun anggaran . Satuan Kerja .... No....... DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran .... 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13............. Dok.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... : 00 Tgl..... Diterbitkan: Hal : .. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.......... Rev.. : .............. : ... 15. dari ........................ 68 . rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. Permen PU No...... tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan ........ Paraf : 12.

Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No. Dok.. : ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... No....... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 ............................... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No.. Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN .. SNVT/SKS/PPK/ ... No...... Rev........................... : 00 Tgl........... Diterbitkan: Hal : ......... dari ...

............. dari . No................................. 70 ...... harus dicatat dalam sejarah dokumen.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Rev..... Setiap terjadi revisi RMP.. No.. Diterbitkan: Hal : .... : 00 Tgl. Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen....... : .. Dok..... SNVT/SKS/PPK/ .........

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

... TUGAS..... SNVT/SKS/PPK/ ... Rev..... No.. PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. Paraf : 6 5. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ........ Diterbitkan: Hal : .......4................ Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.1...... Dok........... Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....... Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 .........2..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . : ...... sebagai berikut : 6. No... : 00 Tgl. dari ......3....... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6.

.......... alat transportasi....5.. Paraf : 7..... SNVT/SKS/PPK/ .... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ...... No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. 7.. Bila menggunakan bagan alir.. : . 75 .. dari ........... Diterbitkan: Hal : ... Dok... Contoh ruang kerja/rapat dsb. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)... Multimedia dsb.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.. Komputer & Printer......3.. : 00 Tgl... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.......... Rev.1.........2... 8... No......4.. 7.. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7.. 7. Contoh : alat komunikasi.. terdiri dari : 7.

.. 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun .............. Dok.. dari . No. SNVT/SKS/PPK/ ....... Rev.... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .................. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11..... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... : .. Bulan 05 06 07 08 10.. 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun .......... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun .. No.. JADWAL PERSONIL No..................... Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 ..

. Diterbitkan: Hal : . MONITORING... VALIDASI... Paraf : 12.. 4. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ..... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1..... Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 ...... .... Dok...... dari ... SNVT/SKS/PPK/ ... 2.......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............ 14... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas......... : ..... Rev. No.... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen .. Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ...... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.... EVALUASI. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun .......... bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker....... No.... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.. 13......... 3... : 00 Tgl.

Undang-Undang Nomor Keuangan Negara... Fungsi...... 9.. Permen PU No........ No... 4.... SNVT/SKS/PPK/ ............ Dok. Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1.. Tugas. Kolusi dan Nepotisme. Diterbitkan: Hal : .06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5.. Rev... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen........ 6.. 3... : 00 Tgl.......... Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Undang-Undang Nomor Perbendaharaa... 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2... dari ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008.... Permen PU No.. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kewenangan. No... Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.. Negara.. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 .. 10... Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.. 7... 8. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11.... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK... : .....

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

..... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ...................................... 10. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ............................................................................................ Informasi Kegiatan .....................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. (KEGIATAN SWAKELOLA) No....... Umum .................... 6..... Diterbitkan: Hal : .... : 00 Tgl............ PPK ............ inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ....... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ..................................................... Tugas.......................... 16............... Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ............................................................................... 13.......... Persyaratan teknis dan administrasi ........................... evaluasi............. 11............... Dok. dari ...... 2....................................... Rencana & metoda verifikasi........................ 8.. 4...... validasi... 14........ 12............. Daftar Kriteria Penerimaan .......................................... 9............. Daftar Induk Rekaman.................. 82 .................... Daftar Dokumen SMM ............................................ tanggung jawab dan wewenang ............. Jadwal Personil ........... Lampiran ..................... 15............ 7.... 3........... Rev. Struktur Organisasi ........ monitoring. Sasaran Mutu Kegiatan .... No............ Paraf : DAFTAR ISI 1................. 5............................. : ..............................................

....................................................... dari ...................................................... SASARAN MUTU4 .... : 00 Tgl................................... (KEGIATAN SWAKELOLA) No.......... ..... ............................... No........................................................................... Rev...................................................... Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3.................................................................................................................. Dok.................................................................................... .. LATAR BELAKANG3 ....... ............................ PPK ......................... Diterbitkan: Hal : ..........................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..................... No.......... ............ tahun ......................... ................................................................................. Paraf : 1..... ......................... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ...................... 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ................................................. : .....................................sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber................... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ...... . ............................ .... 2................................................................................................................

.. TUGAS........ Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...........1.... Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. 5..2. Dok...... : ... Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan ....... 4...... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 . adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4..... (KEGIATAN SWAKELOLA) No....... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...... STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6. Paraf : 4.. No.. dari .. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun .. Diterbitkan: Hal : .......... : 00 Tgl...........3.1........3.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. 4.. Rev..2..... PPK .

. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7.. Paraf : 6...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... Komputer & Printer... PPK . Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. Multimedia dsb.. KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan .. Contoh : alat komunikasi.3. 7.1... : 00 Tgl...... Bila menggunakan bagan alir.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. 85 .2. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7.... : ...... dari ...... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)..4........ 7.. terdiri dari : 7...5.5... Diterbitkan: Hal : . alat transportasi......... Dok.. (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7....... Dst.....4. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan...... Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8.... Contoh ruang kerja/rapat dsb. No.. Rev. (KEGIATAN SWAKELOLA) No......

....... Dok.. 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun . Rev.... (KEGIATAN SWAKELOLA) No... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No.. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10... : .. 1 2 3 4 Jabatan Tahun .. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No....... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11...... No.. Diterbitkan: Hal : ............................... JADWAL PERSONIL No. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun . : 00 Tgl........... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... Paraf : 9....... PPK ....... dari ..

.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... : ....... PPK ... .... 1 2 3 4 13....... No. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya. Diterbitkan: Hal : ... kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan.. EVALUASI. VALIDASI..... Paraf : 12............. : 00 Tgl... MONITORING.. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan ... (KEGIATAN SWAKELOLA) No....... No...... Dok..... No.. Rev........... dari .... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan.... 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 ... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.

rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No...... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1... Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2. ..... : 00 Tgl.............. Paraf : 14... Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15............. Rev... Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya.... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4.. Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . : ........ (KEGIATAN SWAKELOLA) No. Dok. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan .. dari . Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3................. No....... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum. antara lain : 1..... PPK .. Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2..... 88 .. Diterbitkan: Hal : ... DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .......

untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi.

90 .

LAMPIRAN .4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

....... 6.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN…. STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4.. 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 ... 5... 2....… UNIT PENERIMA 1... 3...

harus dicatat dalam sejarah dokumen. 93 .KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP.

12... Jadwal Material ............... evaluasi...... 16..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1........................ 7......... Rencana & metoda verifikasi.............. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ...... Persyaratan teknis dan administrasi ................... Lampiran ....... Jadwal Arus Kas ... Daftar Induk Dokumen .................................................................... monitoring..... 11..................................................... 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 ..................... Jadwal Personil ..................... validasi................ 6.................................................................................................................................... Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja............. 15. Sasaran Mutu Kegiatan .................. Informasi Kegiatan ..................................... 5..... 9......................... Umum . 8....... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .......................................................... 17................................................................................... 13.................................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ... Tugas........... 14............. Jadwal Peralatan ......................................................... 2........ 10.. tanggung jawab dan wewenang ........................... Jadwal Kriteria Penerimaan ............... 3.......... Struktur Organisasi ........................ 4................

.................................. ...... . ...............KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1............................................ ....................................................... ........................ ....................................... .......................................................................................................................... ....................................................... ....... ................................................... ............................ LATAR BELAKANG4 .................................................................................................................................................................................................... Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst..................................................................................................... sesuai kebutuhan 3................................................................................................................................................................. INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber.......................................................................................................... ................................................................................. 2................ ............ 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 ........................................................................................ SASARAN MUTU .................................................................... ....................................................... ............................................................

. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan .. 96 . terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6...... 7. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan...... tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5. Bila menggunakan bagan alir.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4.... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan ... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. TUGAS.. . adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5.

1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun ... No.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8. 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun .. 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun .. JADWAL PERSONIL No. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12... JADWAL MATERIAL7 No.... 1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun .... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11.. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10. No. volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 . Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan. 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun . Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9..

DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan. No. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis.. MONITORING. DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya. VALIDASI.. 1 2 3 4 14. .. Standar atau Peraturan perundangan 98 .... 1 2 3 15. EVALUASI. No. kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan.

...... 1 2 3 4 5 6 17. LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 . rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No.... DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful