MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020). 4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Tugas.Mengingat : 1. 8. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). 3. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). ii . Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65. 7. 5. 6. 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Susunan Organisasi.

Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Unit Kerja adalah Unit Eselon I. 3. 7.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. 4. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii . 8. Unit Eselon II. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. 6. 5. Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu. 2. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya).

penerapan. pengendalian. 16. program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. 12. 15. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. 10. untuk memastikan kesesuaian. iv . pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan. Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. 11. 13. Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. 14.9.

Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM. (2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel. v . e) Pengelolaan sumberdaya. dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu. f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen. (4) Unit Kerja. efisien dan efektif. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. (5) Unit Kerja.tanggung jawab.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.

(6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. menerapkan. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik. vi . c. mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. e. (2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. TANGGUNG JAWAB. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit.BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. dan mengembangkan SMM. BAB IV TUGAS. DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen . merencanakan. 2. d. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. b. memelihara. tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

e. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. d. vii . menerapkan. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. dan g. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II. c.f.dan 5. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan. dan mengembangkan SMM. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. 3. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. menyusun serta mengkaji ulang SMM. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. memelihara. memelihara. menerapkan. tanggungjawab dan kewenangan : a. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. 4. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. f. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. b. b. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. tanggungjawab dan kewenangan : a. dan mengembangkan SMM.

f. dan mengembangkan SMM. g. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. memelihara. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. c. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. dan h. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. h. menerapkan. f. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii .c. d. e. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. g. menerapkan. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. d. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. b. mengembangkan SMM. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. memelihara. tanggungjawab dan kewenangan : a. Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. e.

c. dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai.a. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. d. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. f. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a. b. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. memelihara. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). b. melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. e. menerapkan. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. dan e. mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. d. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. didokumentasikan. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. c. dipelihara. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. d. ix . dan mengembangkan SMM. melaksanakan Audit Internal SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. dan g. diterapkan. dimonitor. memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. e. c. menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. b.

mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya. memonitor. menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. b. c. b. c. x . e. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan. g. f. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK).dan h. d. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya. melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan.dan d. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya).

ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. Kebijakan mutu. Instruksi Kerja. Prosedur Mutu. kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. mengendalikan. mengelola. memelihara dan mengembangkan SMM. dan c. xi . Manual Mutu. (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . SMM Departemen.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . menerapkan. b. dan Rekaman/Bukti Kerja. Petunjuk Pelaksanaan. BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a. Sasaran Mutu. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. (3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan.

dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. (6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. BAB VIII PENGUKURAN. (5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. xii .(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. Eselon II. dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya. (3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. sistematis. (2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.

Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. (3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. DJOKO KIRMANTO xiii . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan.

xiv .

DJOKO KIRMANTO xv .KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

xvi .

................ 4.......................6........................................ 4............................2....... 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii ..................................................DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 ...6..................................................................... 4. 4.... 4............................................2..II : PENGERTIAN .. Rekaman/Bukti Kerja ................ PENGENDALIAN DOKUMEN ........................................................................................ KOMITMEN MANAJEMEN ............ SMM Departemen Pekerjaan Umum .2. KOMUNIKASI INTERNAL....1.2..... 4.............. PERSYARATAN UMUM .......2.......3... BAB..2...........4...............2............................... BAB .....4......................7............. 4........ KAJI ULANG MANAJEMEN................. 5.... DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ................1 BAB ......4...................................... 4...............1..................................... xv DAFTAR ISI .........6... Manual Mutu ...........2.... : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ....................................3..... BAB-V 5..........................................................................2.............2......3.........2.......5. 4..........1... Petunjuk Pelaksanaan ..................... xvii LAMPIRAN .............................................. 5...................................1......................... PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA .................... Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum.... 4..... 4...... 4........................... Kebijakan Mutu ...III : ACUAN NORMATIF .............IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU ........................... Instruksi Kerja ..................... 5.2.................. BAB... Sasaran Mutu ....................2..... i KEBIJAKAN MUTU.............. Prosedur Mutu ............ 4............I : PENDAHULUAN .......................... PENGELOLA SMM ..............................

......2............4...1.......2.. 8..6.................1...............7....2...... BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN ....3.... 8............ PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN .. Kemampuan................2.....5................................. ANALISIS DAN PERBAIKAN ....1.......... 6.1..................2... Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan .......................................... 7.....4... DESAIN DAN PENGEMBANGAN .......................... 7. 6....6.........................3. 6....... 7........... 7........... Komunikasi Dengan Pelanggan. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan..... Identifikasi Dan Mampu Telusur .......................3...................... Kesadaran Dan Pelatihan ............................. 7.............1.......... SUMBER DAYA MANUSIA... 8. 7........... 7........ Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ......... 6.....6. 6.. 7..2...................BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA ........................... MONITORING DAN PENGUKURAN .... 8.. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) ..................... RENCANA MUTU ....... 8............................2..................2....................................................6......1. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS ... PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN ................2... UMUM ..............2...... 7............................... Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan ... Kepuasan Pelanggan ................2.. Barang Inventaris ..2.. 6. 7.......... ..3..................2... 8...4........................6.........1..... Rencana Mutu Kontrak (RMK) ... 7.......2......... 7.................... 7............................... LINGKUNGAN KERJA..1...5. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan............ Monitoring Dan Pengukuran Proses .................... PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN ....1.................... Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan......6.. PENGADAAN .... 7............. Umum .........3. 7.. 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii ......1...........1.................................. 7............................... 7..... PRASARANA DAN SARANA.......2....... Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan........2.................. BAB-VIII : PENGUKURAN..................................... 7......................2....... PENYEDIAAN SUMBER DAYA .............4..3................ Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) ...

.5..................4.............. 8.... 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP .............................. Perbaikan Berkesinambungan ......5........... 8.................8......................... 8.................................................. Tindakan Korektif ....... 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU)................1...................... Tindakan Pencegahan .......3............5...................................................3..........................5.. ANALISIS DATA ............. 45 57 91 xix ...... PERBAIKAN ......2... PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI ................. LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) ........................ 8.............. 8........... LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) .....................................

xx .

LAMPIRAN .1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .

xxii .

Pengukuran. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan. o Kepemimpinan. Penyelenggaraan Kegiatan 7. o Keterlibatan personil. yang meliputi . Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11. Bab IV. Bab VI. Bab VIII. Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Pengelolaan Sumber Daya 6. Acuan Normatif 3. Tanggung Jawab Manajemen 5. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . 9. Bab III. Bab II . o Pendekatan sistem terhadap manajemen. Analisis dan Perbaikan 8. o Perbaikan berkesinambungan. Bab V. Bab IX. Bab VII. o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan. Sistem Manajemen Mutu 4. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. o Pendekatan proses. Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. o Fokus pelanggan. Penutup.

baik atau baik sekali). 2 . Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu. 2. Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan. 4.BAB II PENGERTIAN 1. tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. 3. (Catatan: 1. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). PENGERTIAN 1. 5. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 2. Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan).

Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi. Pengendalian Mutu. 7. (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu.6. (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu). Perencanaan Mutu. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. 11. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. Sasaran Mutu. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu. 3 . Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan. efisiensi atau ketertelusuran). Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. 12. 9. (Catatan: 1. 8. 13. 2. (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 10.

4 . Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan. Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab. 20. Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. wewenang dan hubungannya. (Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan).14. 18. 16. 19. sosial dan psikologis). Pejabat Setingkat dan Staff). b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. (Pimpinan.) 15. Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik. analisis data. 21. hubungan dan wewenang antar orang. Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. 17.

termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. (Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan. Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses. 29. 5 . Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. 25. Unit Kerja Eselon III. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku.22. Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi. dan seterusnya. 24. 28. Unit Kerja Eselon II. 26. 23. Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran. 27. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi). Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.

Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. 41. 37. 33.proses atau sistem. yang 31. termasuk kendala waktu. Proyek: Proses khas. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan. Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. 36. 32. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan. 34. Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki. 38. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki.30. 39. Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. biaya dan sumber daya. 40. 35. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. 6 . dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir.

Manual Mutu. 7 . 46. 47. 43. 51. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. 49. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu. hasil pekerjaan. Validasi: Konfirmasi. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Verifikasi: Konfirmasi. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. Daftar Simak Pemeriksaan. proses atau kontrak tertentu. Rencana Mutu. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi. 45. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. Prosedur Mutu. Instruksi Kerja. Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. 48. jika perlu dengan pengukuran. serta Daftar Simak Pengujian. Standard Teknis Pekerjaan dan Material. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. melalui penyediaan bukti objektif. Catatan Mutu. 50. melalui penyediaan bukti objektif. pengujian atau pembandingan.42. Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. suatu 44. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Petunjuk Pelaksanaan.

56. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 54. 59. Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit.52. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu. 57. Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. 58. Audit: Proses sistematis. 60. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit. Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. 55. 8 .

ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1. 9 . Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. 6. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. 5.BAB III ACUAN NORMATIF 2. 3. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. 4. 2. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan. SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan.

menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. agar dapat dilaksanakan secara terkendali. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4. 6. Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. efektif dan efisien. 5. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 7. 3. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya. Memonitor. 10 . serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya. 4. Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. 2. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1. Dalam menerapkan SMM.1.

Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM. SMM Departemen Pekerjaan Umum 3. Kebijakan Mutu 2. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional. yaitu: 1. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. SMM Departemen Pekerjaan Umum. diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan. 4. Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan.2. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . serta pelaksanaan yang efektif dan efisien. Prosedur Mutu 6.2.4.2. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas. Rekaman 4. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis. Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Manual Mutu 4. seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan. Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. Sasaran Mutu 5.2.1.

4. Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. 2. 4.. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik.1. 3. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku.2. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1. maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. 2. 12 . Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. Manual Mutu harus didokumentasikan. 4. 5. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001. agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait. menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. 3. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. 5. Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I).3. Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum. 6. mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan.

3. 4. tanggung jawab dan wewenang. 2. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I.5. 3. 4. Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan. termasuk uraian tugas. c) Struktur organisasi. d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I. Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 . 4.2. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I.2.4.7. Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I. Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1. Sasaran Mutu 1. 2.

4. k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu). f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan.2.6. b) Riwayat perubahan. Prosedur Tindakan Pencegahan. 5. Prosedur Tindakan Korektif. Prosedur Pengendalian Rekaman. pemeriksa dan pengesahan). 4. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. e) Referensi atau acuan yang digunakan. Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). (2) Status pengesahan dan status perubahan. c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. d) Ruang lingkup penerapan. berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. 3. apabila ada). 2. i) Tanggung jawab dan Wewenang. Prosedur Pengendalian Dokumen. (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan.a) Halaman Muka. h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). 6. Prosedur Audit Internal SMM. l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan).

4. Riwayat perubahan. Halaman Muka. berisi: i. Standar. b. Status validasi dan status perubahan. diantaranya Norma. Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1. 3. 2. Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Dokumen-dokumen standar nasional.6. 15 . Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. iii.2. berikut Unit Pelaksana Kegiatan. ii. 2. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan. berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan). memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. standar internasional. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). 3. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya.1. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya.1. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM.

Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. g. Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). Instruksi Kerja minimal mencakup: a. 2. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan). 16 c. apabila ada). ii. Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. d. Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. 4. Ruang lingkup penerapan. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. k. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. j. Tanggung jawab dan Wewenang.6. e. 4. . iii. 3. f. Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. Halaman Muka. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. h. i.Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan. berikut Unit Pelaksana Kegiatan). Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan). berisi: i. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja). Status validasi dan status perubahan. Referensi atau acuan yang digunakan. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun.2. l.2. Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan.

c.Riwayat perubahan. b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja). d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut. c) Penerbitan awal. bukti penyimpangan. Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. Rekaman/Bukti Kerja.7. 2. 4. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. surat menyurat. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). Ruang lingkup penerapan. 17 . foto.3. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. 1. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan. berita acara. g. b. gambar. dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. d. 4. 2. Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. e. 4. risalah. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). h. Referensi atau acuan yang digunakan. f.2.

3. Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana. 4. 6. 4. memelihara.e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan). Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 3. termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. butir 5. maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan. Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan. menyimpan. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 2. 4.4. f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja. 5. 18 . Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi.2 huruf b.

b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi. 3. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan. Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. 4. Eselon II. 7. 5. Menetapkan sasaran mutu. Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM. 5. 2. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM. perubahan dokumen. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup. 19 . TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu. dan lain-lain). 8. Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5.2. 6.1. 6.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM. c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut. 5.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 2. 23 . Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. 3. Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). 1. f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja. Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. 4. b) Laporan Audit Internal SMM. g) Saran-saran untuk peningkatan SMM.

PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1. 3.2. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Kemampuan. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6. mengelola. menerapkan. Melakukan analisis kebutuhan. 6. 2. Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan.BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7. 24 . 4.2.1. Merencanakan. Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1. Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. Meningkatkan kepuasan pelanggan. pelatihan.1. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6. SUMBER DAYA MANUSIA 6.2. 2. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. keterampilan dan pengalaman yang sesuai. Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan.2.

merencanakan. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan.4. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3. Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu. seperti riwayat pendidikan. keselamatan. dan keterampilan yang bersangkutan. 7. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. pelatihan. merencanakan. Peralatan informasi dan komunikasi 4. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. 6. 6. kesehatan. dan kenyamanan. Peralatan transportasi jika diperlukan. ruang kerja dan kelengkapannya 2. LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. Gedung.5. Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia. Prasarana dan sarana mencakup: 1. 6. 25 .3.

Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1. 7. Rencana Mutu Kontrak (RMK). Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP). untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan. SNVT.1. dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8.1. 2. prasarana dan sarana. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). 2.1. Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU. SKS. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu. informasi dan teknologi. keuangan). dan PPK dalam rangka menjamin mutu. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker. Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. 3. 26 . sekurang-kurangnya mencakup : 7. c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia. merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1.

RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. monitoring. evaluasi. SNVT. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. validasi. 4. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya. e) Tugas. i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. b) Sasaran Mutu Kegiatan. Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. SKS. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). lingkup pekerjaan. d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan. sumber dana. pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan.1. 3. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). dan PPK. termasuk kegiatan verifikasi. 7. c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja. 27 . waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. lokasi.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU.2. tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas.

l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. 4. spesifikasi teknis. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. validasi.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. monitoring. evaluasi. 2. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. 3. RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. 28 . inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. standar atau peraturan perundang-undangan). monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program. n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan.

validasi. monitoring. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. sumber dana. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. validasi. termasuk perencanaan bobot pekerjaan. l) Rencana terhadap metoda verifikasi.1. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). e) Tugas. d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. evaluasi. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1. b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu.7. termasuk kegiatan verifikasi. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. lingkup pekerjaan.3. 29 . tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. lokasi. monitoring. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. evaluasi. kode dan nomor kontrak.

d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan. 30 . b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan. spesifikasi teknis. standar atau peraturan perundang-undangan). 4. n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya. 2. 3. Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK. Prosedur Kerja. c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan.

peraturan presiden. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas. 7. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 .4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.3. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah. 3.2. peraturan menteri. 2. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan. Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan.1.2.2. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. peraturan daerah. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7.2. 7. 2. Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang.2.7. peraturan pemerintah. 4. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan.

2. Informasi Program dan Kegiatan. Penanganan kegiatan.4. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1. kontrak dan perubahannya. termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan. Tersedianya bahan yang memadai. 3. pedoman. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. standar. 5. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. 3. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan.3. 32 . Tersedianya personil pelaksana yang kompeten. 3. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai. 6. Proses kegiatan yang ditangani. 2. 5.1. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 7. 7. Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. 4. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. 4. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. 6. 2. Tersedianya rencana desain dan pengembangan. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis.

PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK). Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. 6. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.6. Teridentifikasinya calon peserta. Proses pengadaan. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1. Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1.4. 2. Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 5.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 7.6.5. 3.1. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima. PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. 33 . 7.

Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.6. Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan. d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran. c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses. 2. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2. 7. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1.2. Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. 7. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal). e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan.3. setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan. Identifikasi Dan Mampu Telusur 1.6. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. 34 .

7. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN). penanganan. (Bila sesuai. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan. Identifikasi.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 2.7. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN). pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi.4.6. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1. 7. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1. Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur. 7. 2.6. baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak.5. 35 . perlindungan. penyimpanan. Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan. perawatan dan pengoperasian). Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.

Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran. 4. Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi. Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. maka dasar penggunaan verifikasi. kalibrasi atau validasi harus dicatat. c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional. verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 3. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai. b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan). 36 .2. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.

Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan.1.1. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan. Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa. 37 . Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. 8.BAB VIII PENGUKURAN.2. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8. 2. ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN.2. Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku. pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan. 8.

Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit. c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus.2. Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. 2. 3.2. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja. 5.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. 38 . c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit. 4. b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM. 8.

pemberitahuan kepada Auditee. serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya.6. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. g) Proses perencanaan Audit Internal SMM. Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri. b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. c) Tujuan Audit Internal SMM. 2) Nama ketua dan anggota auditor. diantaranya: surat perintah audit. 5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. 39 . i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit. dan rencana kerja masing-masing tim. 2). f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan. 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit. l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). Dokumentasi pendukung lainnya. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan.

Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan.2.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 4. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan.3. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 . Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan. 3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi. 8. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1.2. 2. agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi. jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif.4. bahwa persyaratan telah dipenuhi.3. Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8.

8. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. 2. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya. ANALISIS DATA 1. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.1. 3. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan.4. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan. dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2. Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan. 3. Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya. 41 . jawab pada setiap kegiatan harus memastikan. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM. 5. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.

c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan.2.5. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM.4. 2.5. Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8. Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan. 42 . Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan. 8. bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Analisis Data.1. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.5. d) Kinerja para penyedia barang/jasa. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian. PERBAIKAN 8.

d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan. Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 43 .3.5. Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian. Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan. Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan. 2.

PENUTUP 1. Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. 5. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya. Petunjuk Pelaksanaan. 2. Prosedur Mutu. 3. Instruksi Kerja.BAB IX PENUTUP 9. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. 4. Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. sistematis. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. DJOKO KIRMANTO 44 . Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap.

LAMPIRAN .2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .

.

Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. 45 . : Tgl. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. : No.1. Rev. Dok. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No.

o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. Dok. o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : Tgl. Rev. : No. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja.

rencana kerja pembangunan jangka menengah. : Tgl.1. Dok. 2. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I. 3. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. MAKSUD & TUJUAN : 2.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. 2. : No.2. Rev. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang. 47 .

No. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. : Tgl.2. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. 48 . REFERENSI : 4. Dok. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. 4.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.1. : No. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. Rev. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4.

: No.. Dok. VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN .. Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. : Tgl... Rev. (Output dan Outcome) 7.. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 .

8. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. : Tgl. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. 50 . Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. 8. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program. : No.1.3. Rev. rencana kerja pembangunan jangka menengah. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.2. Diterbitkan: Hal : Paraf : 8. Dok.

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. : Tgl.1.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). : No. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. Rev. 51 . Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Dok.

o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. : Tgl. Rev. Dok. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 . Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. : No.

Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II.2. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 . 2.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. 4. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1.2. REFERENSI : 4. 2. : Tgl. menunjang program kerja Eselon I. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I. Dok.1. : No. 3. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I. 4. MAKSUD & TUJUAN : 2.1. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I. Rev.

Rev. Dok. No. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6. : No. : Tgl. SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I. RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I. Diterbitkan: Hal : Paraf : 5.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 .

RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. : No. 55 . : No.. Tgl.. KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. Dok. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7... untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev.. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN . Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan.

56 .1. Dok. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang. : Tgl.3. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. 8. rencana kerja pembangunan jangka menengah. 8. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. Rev.2. : No.

LAMPIRAN .3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .

58 .

. No........... Satuan Kerja ....... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 ....... Dok...... Diterbitkan: Hal : ......... : 00 Tgl.. Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ..... Rev........... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No............... : ....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... dari ......... Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No............. No.....

.. : 00 Tgl.. No...... No........ Dok...... Diterbitkan: Hal : ........... dari .............. harus dicatat dalam sejarah dokumen..........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Setiap terjadi revisi RMP.. : . Rev........... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen.... 58 ... Satuan Kerja ................

.................................... Diterbitkan: Hal : ...... Dok......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........................ 10..... Rencana & metoda verifikasi.......................... 9............................................................ 12....... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya .................................... Daftar Induk Rekaman... 8............ Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .............................. Struktur Organisasi ........................................ Satuan Kerja ... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................... monitoring..................... 14..... Paraf : DAFTAR ISI 1..... Daftar Dokumen SMM .............. Persyaratan teknis dan administrasi .......... 15.... 13... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ............................................... tanggung jawab dan wewenang ........ Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ........... No............. dari ................... evaluasi........................... Informasi Kegiatan .................. No........ 59 .. 6................. 7............... 2................................................................................... Daftar Kriteria Penerimaan ...... validasi................ Sasaran Mutu Kegiatan ......... 4................... 5................. Tugas..... : ..................... Umum ......................... 11.................................... Jadwal Personil ......... : 00 Tgl........ 3.... Rev...

................. .............................. ........................... dari ........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... 2................................................................................... Dst..................................................... Nama Kegiatan .... Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 ......... ............................... : 00 Tgl......................... Jangka waktu . INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............ No........... ....... Paraf : 1......... ................ No.................................................. ............................................... Diterbitkan: Hal : ................ ............. ... No....................... tahun ....... ...... Jumlah Anggaran .......... ........... ....................... .......................................................................................... LATAR BELAKANG3 ......... ........................... ..................................................... ....... ................. .............. Satuan Kerja .............. .....................................sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program .................... Rev............................................................................................................................................................... ....................................................... ............... ................ sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ........... ........... ..................................................... .................................... ........................... ............ . .... Dok....... : ...

.......... DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 ................... Satuan Kerja ........................................................................................................ .................. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4............................. No.......................... Diterbitkan: Hal : ....... .......................... Rev............................. : ........................... 4..............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............................... Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4............................................ .........1............................................. Paraf : 3...................................................... ...........................3........ ................................2............. ............... dari ............... ........ Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.............. .. : 00 Tgl................................................................ SASARAN MUTU5 .................................................. Dok... No.................. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ......................................................................................................

..... Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 .4. : ...5... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6.. : 00 Tgl.3. Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.......2....... No...... Satuan Kerja ............. TUGAS..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... sebagai berikut : 6. Dok....... Paraf : 5....... STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun . Rev. No.... dari ....... Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6............. Diterbitkan: Hal : ..1.. Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.............

... alat transportasi..... 6.7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Contoh : alat komunikasi....9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)......... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7. No....... Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7.......... Diterbitkan: Hal : . No....... Satuan Kerja .... Rev... : ..... Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Komputer & Printer.....1....... : 00 Tgl...2.... dari ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun .. terdiri dari : 7............8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.3...... Multimedia dsb..6 63 . Dok.10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7.

...... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya.... Contoh ruang kerja/rapat dsb.. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No.......... : ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .......... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.... 7. dari .......... 9.. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 . Dok... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya... 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun .. No..... Paraf : 7..... Bila menggunakan bagan alir.... No..5. Diterbitkan: Hal : .. Rev. Satuan Kerja ........... : 00 Tgl.........4.........

: 00 Tgl..... Rev.......... : .. JADWAL PERSONIL No. 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun ......... Satuan Kerja . Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11....... Diterbitkan: Hal : .................... No.. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun .................... dari ........ JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Dok. No...... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 ......... Paraf : 10...

. : .. dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan...... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. EVALUASI. MONITORING. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun . VALIDASI... No..... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ........ Satuan Kerja .. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4........ Diterbitkan: Hal : .. Rev..... Paraf : 12.. 14........ No.... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2..... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas......... : 00 Tgl.. dari ................. bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker...... Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 ....... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3.. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun .. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Dok..... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.. .. 13.............

... No..... Permen PU No. 5... Permen PU No.........06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10.. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 . Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa.... 7. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11.. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu..... Negara. Tugas.... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1... Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. Dok...... 2. Kolusi dan Nepotisme.... No.. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.......... Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.... 9.... Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 6..... Fungsi. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008...... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.. Kewenangan. Diterbitkan: Hal : .. 3.. : 00 Tgl. : .. Rev...... Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI... 8... 4. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK... Satuan Kerja . dari .

........... 15.. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ........... tanggal .. Rev. No....... Permen PU No........ tahun anggaran ......... 68 .... Diterbitkan: Hal : .. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum... 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13................. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan ..... Paraf : 12.. : 00 Tgl.. : ...............................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. : . dari .. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. Satuan Kerja ............ No.. Dok...... 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No......./KPTS/M/... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No......

. : ... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No...................... dari . Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No.. No.. Rev.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... Dok......... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 .. Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN .............. : 00 Tgl............ No... Diterbitkan: Hal : ....................... SNVT/SKS/PPK/ ..

.. : 00 Tgl...... SNVT/SKS/PPK/ ..... 70 .................... No..... harus dicatat dalam sejarah dokumen...... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... No.. dari ........ Diterbitkan: Hal : ... Rev. : .............. Setiap terjadi revisi RMP..... Dok...

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

..1.... PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6......... Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. Paraf : 6 5........... No.... : .. TUGAS.. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6......... Dok... dari .. No... Diterbitkan: Hal : ....2....... Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 .. : 00 Tgl... Rev....3......4....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... sebagai berikut : 6.... SNVT/SKS/PPK/ ........... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ..........

. Dok. Contoh : alat komunikasi...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........ : . Diterbitkan: Hal : ...4. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. Komputer & Printer. 7... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)..2. KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun . Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. 75 .......5.. SNVT/SKS/PPK/ ... 7. Multimedia dsb......... terdiri dari : 7... No.... Bila menggunakan bagan alir. alat transportasi....1.. 8....... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7... 7... dari . Rev. : 00 Tgl...3. Paraf : 7..................... No.... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya..... Contoh ruang kerja/rapat dsb.......

Dok..... dari ............. Bulan 05 06 07 08 10....... SNVT/SKS/PPK/ ............ JADWAL PERSONIL No.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... Rev.. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No...... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 .. Diterbitkan: Hal : ........... No.. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun .. 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun ......... : 00 Tgl..... 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun . Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9......... No........ : .

.... dari . Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 ... bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker.. berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas.. 3.... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ... ... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1..... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan. 2. 4. VALIDASI.. Paraf : 12.. 13. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI....... MONITORING. Diterbitkan: Hal : .... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun .......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .............. Dok..... : 00 Tgl....... SNVT/SKS/PPK/ ..... No. Rev......... 14........ INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen ... : ............ DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun .... EVALUASI......... No..

.. Diterbitkan: Hal : .. Permen PU No...06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5. SNVT/SKS/PPK/ . Permen PU No....... 8.. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11.... Kolusi dan Nepotisme....... 4.... Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu......... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK.. Fungsi.... Kewenangan. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 ..... 6.... 7. 9.. 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2.. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Undang-Undang Nomor Keuangan Negara.... Dok... Tugas.......... No. : 00 Tgl. 3..... Negara.. Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1. 10... Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008.. dari ... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.... Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara... Undang-Undang Nomor Perbendaharaa.. No. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI.. : ....... Rev.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

..... 2.... Daftar Kriteria Penerimaan ......... Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .......................... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ....... validasi........................ evaluasi................... Daftar Induk Rekaman.................................... 6............................ 8............. (KEGIATAN SWAKELOLA) No............................................. Dok.. 7.......... monitoring................. Tugas... Diterbitkan: Hal : ............. 11......................... Rev.. Lampiran .......... 16............. 4......... Umum ... 12.................................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya . 82 ... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan . Jadwal Personil .................. dari ..................... 13...................... : ................................. 9.. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan .... Informasi Kegiatan ............................................ PPK ..................................................................................................... Daftar Dokumen SMM .... Rencana & metoda verifikasi...................... Sasaran Mutu Kegiatan . No............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... 15........................................... 10........ 5.................. : 00 Tgl............ 14.......................... Paraf : DAFTAR ISI 1.............................................................. 3................................. tanggung jawab dan wewenang .............. Struktur Organisasi ..................... Persyaratan teknis dan administrasi ....

...... LATAR BELAKANG3 ..... : 00 Tgl... Diterbitkan: Hal : ................................... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............. . Rev............... dari .......................... No....................................................................... ........................ : ... 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ....................................... .............................................. No........ ........................................................................................................................................................................................ Paraf : 1........ 2.......................... tahun ............................................................... ............................................... (KEGIATAN SWAKELOLA) No.................................. .sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber......... ...................... Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3........................................... SASARAN MUTU4 .......................................................................................................................................... .............................................. PPK ....... .................................... Dok.................... ..................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........................................................... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..........

. : 00 Tgl........... Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.................. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 .. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun .1...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...3..... PPK ..... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan ... No..... dari . Diterbitkan: Hal : ... Dok..... 5.......1. : .. Paraf : 4.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No.2......... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....3.... 4.. TUGAS...........2..... Rev... STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6..

Multimedia dsb..5.. 85 ...1. Diterbitkan: Hal : .. KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan ...... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.... alat transportasi.. Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)..4.. dari . Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7. Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8.. Dst..... Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7. : 00 Tgl..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Rev........2. Komputer & Printer. (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7. : .. Contoh ruang kerja/rapat dsb.. PPK .5.4. Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6............ Paraf : 6...... Contoh : alat komunikasi........... 7. terdiri dari : 7... Dok....... No..... Bila menggunakan bagan alir.... 7......3...

. JADWAL PERSONIL No...... Diterbitkan: Hal : ..... Rev.... : ..... 1 2 3 4 Jabatan Tahun . : 00 Tgl.. Dok.......... dari .. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun . Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 ............... No........ 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun ......... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No........ Paraf : 9......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11............ PPK .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10.. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No..

.... : .... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan.... : 00 Tgl..... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Dok. dari ........ VALIDASI. MONITORING.......... 1 2 3 4 13... setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya......... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan ... 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 ...... No..... No..... Paraf : 12.. .. kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan. EVALUASI. PPK .............. (KEGIATAN SWAKELOLA) No.... Diterbitkan: Hal : ....... No.. Rev...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .

.. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4... Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya...... : .. Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1... Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan . 88 . dari .. Dok....... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum..... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No..... (KEGIATAN SWAKELOLA) No........... Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2......... Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No......... No...... : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : . antara lain : 1...... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2..... Paraf : 14.... PPK ........ ............ DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan . Rev.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .

untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi.

90 .

4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .LAMPIRAN .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

...... 3... 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 ..… UNIT PENERIMA 1.. STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4..... 6...... 2. 5.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN….

Setiap terjadi revisi RMP. 93 . harus dicatat dalam sejarah dokumen.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen.

.... Lampiran ....................................... Rencana & metoda verifikasi........................... Jadwal Material ........... 8....................... validasi..... Sasaran Mutu Kegiatan ................................. Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja..................... 11.............. Umum ................................ 10.. 12............................................................ Informasi Kegiatan .................................... monitoring...................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .................. 6.......................... 7.. 3....................................... 17......................... 14................................... evaluasi...... Persyaratan teknis dan administrasi . 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 ................ 2........... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ............. Jadwal Personil .................................................................................................................................... 15... 9........... 13................ Tugas............. Jadwal Arus Kas ................ Struktur Organisasi ........................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .......................................... 16...... tanggung jawab dan wewenang ........................................ 4..... 5........................... Daftar Induk Dokumen ................. Jadwal Kriteria Penerimaan ............. Jadwal Peralatan ....KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1.

....................................................................................................................... 2............................................................................................................ Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst........................................................................................................................................ ... 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 ........................................................... ......................................................... ............................................................................................................................................. ............................................................................................................ ......................................................................... SASARAN MUTU . ...................... .......... ....................................................................................................................................................................... ..... LATAR BELAKANG4 ........................... .................................................................................................................................. ..........KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1...... ......... ..................................................... sesuai kebutuhan 3............ INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber.. .................................................................................. .....................................................................................

tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5. TUGAS. ..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4.. 7.. 96 ... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas...... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.... PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan .. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan . BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. Bila menggunakan bagan alir.. terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6.. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5...

volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 .. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12.... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9.. JADWAL PERSONIL No. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11. No. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8. 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun . 1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun . JADWAL MATERIAL7 No.. 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun .... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No.... 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun ... No. 1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun .

1 2 3 4 14. Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis.. 1 2 3 15. kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya. MONITORING. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.. . Standar atau Peraturan perundangan 98 .. VALIDASI. EVALUASI... No. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. No. DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan.

. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16.... 1 2 3 4 5 6 17. LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 . rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No........