MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. 6. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). ii . Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956).Mengingat : 1. 8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020). Tugas. 4. 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). 3. Susunan Organisasi. 7. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Fungsi.

Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya). 6. 4. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. Unit Kerja adalah Unit Eselon I. 8. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. 5. 7. Unit Eselon II. 3. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. 2. adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu. Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii . Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.

12. 16. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. penerapan. 10. Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. iv . Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. pengendalian. pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. 15. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. 11. Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. untuk memastikan kesesuaian. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan.9. 13. 14.

serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel.tanggung jawab. (5) Unit Kerja. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan. e) Pengelolaan sumberdaya. Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. v . (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. (4) Unit Kerja. (2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. efisien dan efektif. dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu.

melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik. (2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. 2. b. (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. menerapkan. c. vi . (6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing. dan mengembangkan SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen . merencanakan. BAB IV TUGAS. e. TANGGUNG JAWAB. memelihara.BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. d.

melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. 3. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan. tanggungjawab dan kewenangan : a. e.dan 5. dan mengembangkan SMM.f. tanggungjawab dan kewenangan : a. b. d. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. vii . b. menyusun serta mengkaji ulang SMM. dan mengembangkan SMM. memelihara. menerapkan. 4. dan g. memelihara. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. f. c. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. menerapkan. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan.

Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. dan mengembangkan SMM. f. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I. memelihara.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii . memelihara. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. d. g. dan h. e. e. menerapkan. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya. mengembangkan SMM. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. g. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. f. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. d.c. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. h. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. menerapkan. c. b. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. tanggungjawab dan kewenangan : a.

dipelihara. f. b. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a. diterapkan. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. dimonitor. dan mengembangkan SMM. menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. d. e. d. d. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. b. menerapkan. c. dan e. melaksanakan Audit Internal SMM. b. dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai. c. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya. memelihara. didokumentasikan. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. ix . c. memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. e. dan g. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a.a.

c. mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM. melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. d. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK). menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya). menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. x . f. memonitor. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. b. mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas.dan h. g. melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya. b. e. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan. melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan.dan d. c. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan.

(3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan. dan Rekaman/Bukti Kerja. BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a. memelihara dan mengembangkan SMM. menerapkan. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Sasaran Mutu. ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. Kebijakan mutu. mengelola. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM. dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. mengendalikan. b. (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. Prosedur Mutu. Instruksi Kerja. Manual Mutu. SMM Departemen.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . xi . dan c. Petunjuk Pelaksanaan.

sistematis. (3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. (5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. (6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. Eselon II. BAB VIII PENGUKURAN. ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya. (2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. xii .(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan.

terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. DJOKO KIRMANTO xiii . (3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian.(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

xiv .

KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. DJOKO KIRMANTO xv .

xvi .

....................... 4..... 4..............3.....2...... 4................ 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii ........................................ i KEBIJAKAN MUTU............................................ Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum........................... 4... Sasaran Mutu ................. BAB.......................................................... PENGELOLA SMM .........1............ BAB-V 5..............III : ACUAN NORMATIF ........................................................................... 4...II : PENGERTIAN .................. Kebijakan Mutu ...... 5........................2............... 4...................... PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA . Rekaman/Bukti Kerja ......... 4...........................6.................2.... BAB ................................6......1............................................... : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ...4.................................. 4........................ 4..............2..............IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU .. 4...................2.................................................I : PENDAHULUAN .......................... KOMUNIKASI INTERNAL... Instruksi Kerja ............2.....6.. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ...............2..... 5............. 4.1............... 5....3................................................................2......2................................ SMM Departemen Pekerjaan Umum . PERSYARATAN UMUM ......................................... 4.............................. Manual Mutu ..............7.1 BAB .... 4.1................2................... KAJI ULANG MANAJEMEN.....5.................... Petunjuk Pelaksanaan ....... PENGENDALIAN DOKUMEN .......................2............ Prosedur Mutu .............DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 ....4..................................4.......3.................. KOMITMEN MANAJEMEN .......2. xvii LAMPIRAN .......2.. BAB...... xv DAFTAR ISI ...................

.... 7........... RENCANA MUTU . Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) .... Kesadaran Dan Pelatihan .... PRASARANA DAN SARANA.....1....................BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA .......... Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan....... 7............ ............2.....................2..........1.............. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) ...... 7.................. 7....... 7.......... 7..3.............4........ Umum ..6. 7.....2.... 8............ Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan ........4..............4...... 7.6........... 7...........2..................................... Rencana Mutu Kontrak (RMK) .............. Kepuasan Pelanggan ........... UMUM ...5.1..... PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN ..............2........... 7............................... 8............. PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN .......................... PENGADAAN ................. 7.. MONITORING DAN PENGUKURAN ........2.6....3........ 6....................... BAB-VIII : PENGUKURAN.................. Komunikasi Dengan Pelanggan............1.. 7.....5.. 7... PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN ...3. 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii ............1...........2...........3................ Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan.............2.........2.............. Identifikasi Dan Mampu Telusur ....2...2..... DESAIN DAN PENGEMBANGAN .......2..3... 7. Monitoring Dan Pengukuran Proses ......6...... Pemeliharaan Hasil Pekerjaan..................... 8.................. PENYEDIAAN SUMBER DAYA ........7............ 6.......... 8..........2.............. SUMBER DAYA MANUSIA.............. BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN ...............2.............. 8............ Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan .......1........................................1. 8......2..3.........1................ 7........................................................... 6. 6..........2.........2......... Kemampuan...............................................1.......6...................... 7......... Audit Internal Sistem Manajemen Mutu .............. 7........... 7............................ ANALISIS DAN PERBAIKAN ....... Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan.....4.... Barang Inventaris ..... LINGKUNGAN KERJA.... 6.....1..............6................... SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS .. 6....................1.........

........................... ANALISIS DATA ....5...... PERBAIKAN ........... 8.................. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI ...................4.... 8........................................ Tindakan Korektif ............ 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU)............................... LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) ............................................................. 8....................3... Tindakan Pencegahan .............2..3................................................................5..........1..... 8.........................8...5......5...... Perbaikan Berkesinambungan ... 45 57 91 xix ........... LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) ....... 8.............. 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP .........................

xx .

LAMPIRAN .1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .

xxii .

Pengelolaan Sumber Daya 6. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan. o Pendekatan sistem terhadap manajemen. Bab IX. Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. o Keterlibatan personil. o Kepemimpinan. Analisis dan Perbaikan 8. Bab III. yang meliputi . Penyelenggaraan Kegiatan 7.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Bab V. Acuan Normatif 3. o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan. Penutup. Bab VIII. o Perbaikan berkesinambungan. Pengukuran. 9. Sistem Manajemen Mutu 4. o Fokus pelanggan. Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . o Pendekatan proses. Bab IV. Bab II . Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10. Bab VI. Bab VII. Tanggung Jawab Manajemen 5. Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11.

PENGERTIAN 1. (Catatan: 1. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. 5. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. 2. baik atau baik sekali). Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu.BAB II PENGERTIAN 1. 2 . Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). 2. Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan. tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. 4. 3. Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan). (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu.

Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. efisiensi atau ketertelusuran). 10. Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi. (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu). (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 3 . 9. Perencanaan Mutu. 7. Pengendalian Mutu. 11. Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. Sasaran Mutu. 12. 13.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. (Catatan: 1.6. 2. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu. 8.

(Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. 18.14.) 15. 17. Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab. Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan). hubungan dan wewenang antar orang. 21. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. sosial dan psikologis). 16. 20. Pejabat Setingkat dan Staff). Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan. (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik. Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. (Pimpinan. Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. 19. 4 . analisis data. b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. wewenang dan hubungannya.

Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. 29. 27. Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi. 23. Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. dan seterusnya. (Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi).22. Unit Kerja Eselon III. Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan. Unit Kerja Eselon II. 25. termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. 24. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran. 28. 5 . Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses. 26.

6 . 34. Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan. 39. 37. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan. 40. termasuk kendala waktu. 41. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. 38. 33. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. 36. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki.30. Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. biaya dan sumber daya. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki. dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu.proses atau sistem. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. 32. 35. yang 31. Proyek: Proses khas.

Prosedur Mutu. Daftar Simak Pemeriksaan. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. 45. Catatan Mutu.42. suatu 44. Petunjuk Pelaksanaan. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. hasil pekerjaan. serta Daftar Simak Pengujian. Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Rencana Mutu. Validasi: Konfirmasi. 49. Standard Teknis Pekerjaan dan Material. Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. pengujian atau pembandingan. 7 . 46. 47. proses atau kontrak tertentu. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. 51. 50. Instruksi Kerja. 48. melalui penyediaan bukti objektif. melalui penyediaan bukti objektif. Verifikasi: Konfirmasi. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. jika perlu dengan pengukuran. Manual Mutu. 43. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi.

56.52. 54. 58. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Audit: Proses sistematis. 57. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 55. Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit. 8 . 59. Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu. 60. Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. 3. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan.BAB III ACUAN NORMATIF 2. 5. 6. 9 . SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan. 2. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata. 4. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1.

Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3. 3. menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut. Dalam menerapkan SMM. 10 .1. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. 6. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1. serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya. efektif dan efisien. Memonitor. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. agar dapat dilaksanakan secara terkendali. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan. 2. 4. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya. 7. Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut. 5.

SMM Departemen Pekerjaan Umum 3. Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. serta pelaksanaan yang efektif dan efisien.2.2.1. Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. SMM Departemen Pekerjaan Umum. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional. Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis.4. Kebijakan Mutu 2. Sasaran Mutu 5. yaitu: 1. Manual Mutu 4. 4. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . Rekaman 4. diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan.2.2. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM. seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan. Prosedur Mutu 6.

Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1. menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.3. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.2. maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. 3. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. 4. Manual Mutu harus didokumentasikan. 5. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait. 12 . 3.1. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001. Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan. 4. Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum.. 5. 6. Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I). 2. Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. 4. 2.

Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 2. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan. 4. Sasaran Mutu 1. Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I. termasuk uraian tugas. 2. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik.4.5. c) Struktur organisasi. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I. d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 . Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1. 4. 3. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. tanggung jawab dan wewenang. 4. 3.7.2.2.

6. 3.2. Prosedur Pengendalian Dokumen. c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. 6. 2. Prosedur Pengendalian Rekaman. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan.a) Halaman Muka. apabila ada). Prosedur Tindakan Pencegahan. pemeriksa dan pengesahan). e) Referensi atau acuan yang digunakan. j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. (2) Status pengesahan dan status perubahan. 5. d) Ruang lingkup penerapan. Prosedur Audit Internal SMM. yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. 4. Prosedur Tindakan Korektif. b) Riwayat perubahan. i) Tanggung jawab dan Wewenang. k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu). Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan). berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. 4.

Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a.1. Halaman Muka. 3. Standar. 4. 2. 2. berikut Unit Pelaksana Kegiatan. Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. iii. ii. memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). berisi: i.1. Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Riwayat perubahan. Dokumen-dokumen standar nasional. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. 3. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM. 15 . termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. diantaranya Norma.2. b. berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan). pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1. standar internasional. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). Status validasi dan status perubahan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan.6. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.

3. . Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. Ruang lingkup penerapan.Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan.2. Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. i. 4. g. Tanggung jawab dan Wewenang. 4. Status validasi dan status perubahan. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan). termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Referensi atau acuan yang digunakan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. j. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja). e. Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan. Halaman Muka. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. k. Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. berisi: i. f. ii. h. Instruksi Kerja minimal mencakup: a. 16 c. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan). Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. 2.2. l.6. Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. d. iii. apabila ada). berikut Unit Pelaksana Kegiatan).

4. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). 2. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.3. 4. Ruang lingkup penerapan. h. g. 4.2. foto. Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja. b. 17 . b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. Referensi atau acuan yang digunakan. Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. berita acara. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). risalah. dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. 2. c) Penerbitan awal.7. perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. Rekaman/Bukti Kerja. c. bukti penyimpangan. d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut. f. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. 1. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja). surat menyurat. d.Riwayat perubahan. gambar. e.

Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak. 18 . butir 5. Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3. 3. g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan. memelihara. termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. menyimpan. 4. 2. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana.4. f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan. 5.e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan). maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan. 4.2 huruf b. Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi. 6. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 4. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja.

3. Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. 2. Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. Eselon II. Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM.1. b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi. 5. 4. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. Menetapkan sasaran mutu. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan. dan lain-lain).2. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM. 6. 6. 19 . 5. 7. perubahan dokumen. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup. KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu. 8.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

2. c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja. f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 4. g) Saran-saran untuk peningkatan SMM. d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. 1. Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. 23 . b) Laporan Audit Internal SMM. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya. Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). 3. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM. Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. 5.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya. e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi.

PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1.BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7. Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6. Kemampuan. 2. 6. Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 4.2.2.2.1. Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan. 2.1. menerapkan. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. Merencanakan. Melakukan analisis kebutuhan. Meningkatkan kepuasan pelanggan. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6. SUMBER DAYA MANUSIA 6. 3. pelatihan. Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. keterampilan dan pengalaman yang sesuai.2. Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan. mengelola. 24 .

6. 6. kesehatan. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. Peralatan informasi dan komunikasi 4. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan.5. merencanakan. dan kenyamanan. pelatihan. Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu. LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. keselamatan. ruang kerja dan kelengkapannya 2. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. Prasarana dan sarana mencakup: 1. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan. seperti riwayat pendidikan. 6. 25 . Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia.3.4. Gedung. merencanakan. Peralatan transportasi jika diperlukan. dan keterampilan yang bersangkutan. 7. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3.

Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. 3. b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). 26 . 2. SKS. c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia.1. merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1. SNVT. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker. sekurang-kurangnya mencakup : 7. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP). dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani.1. untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU. keuangan). dan PPK dalam rangka menjamin mutu. prasarana dan sarana. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan. informasi dan teknologi.1. 2. Rencana Mutu Kontrak (RMK). 7.

lokasi. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). b) Sasaran Mutu Kegiatan. 7. 3. e) Tugas. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan. sumber dana. evaluasi. validasi. SKS. monitoring. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas. dan PPK. pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja. Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU. lingkup pekerjaan. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya.1. RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. SNVT. i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1. Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan.2. termasuk kegiatan verifikasi. 4. 27 .

c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program. monitoring. validasi. l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. standar atau peraturan perundang-undangan). b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. 28 . Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. 2. 3. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. 4. tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. spesifikasi teknis. n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. evaluasi. RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan.

inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). monitoring. monitoring. kode dan nomor kontrak. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. 29 . waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. lingkup pekerjaan. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. termasuk kegiatan verifikasi.1. validasi. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. validasi. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. l) Rencana terhadap metoda verifikasi.7. evaluasi. lokasi. sumber dana. i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. e) Tugas. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. evaluasi. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1.3. tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS. Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. termasuk perencanaan bobot pekerjaan.

c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. 2. standar atau peraturan perundang-undangan). Prosedur Kerja. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. spesifikasi teknis. 30 . 4. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan. n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya. Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. 3. d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan. b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan.

Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1.7. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu. 2. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan.2. 2. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan. peraturan menteri. persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya. 7. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. peraturan daerah.2. 3.2. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 .3. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2. 7. peraturan pemerintah. peraturan presiden. Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan.1. 4. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2.

Penanganan kegiatan. termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. Tersedianya rencana desain dan pengembangan. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.3. 3. 2. 6. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai. 4. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Tersedianya personil pelaksana yang kompeten.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. 3. 7. 3. Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. kontrak dan perubahannya. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. standar. 5. pedoman. 32 . Tersedianya bahan yang memadai. Proses kegiatan yang ditangani. 6. 4. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 7. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. 2. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan. Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 2. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1.1. Informasi Program dan Kegiatan.4. 5.

Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. 6. Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya.1. Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1.6. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK). 7. Teridentifikasinya calon peserta. 33 . Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.6.4. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1. 7. 2. PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . Proses pengadaan.5. PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7. Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima. 5. 3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7.

setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan.2. 7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses. 34 . Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. Identifikasi Dan Mampu Telusur 1. 2. d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2. 2.6. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan.3. 7. Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan. e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal).6. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1. Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan. c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses. Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

(Bila sesuai. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. penyimpanan. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1. Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur. 35 . Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.5. 7. 7. baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak.7. 7. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan. perawatan dan pengoperasian). perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN).6. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN). perlindungan. pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga.6.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan. 2. penanganan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM.4. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1. Identifikasi.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.

kalibrasi atau validasi harus dicatat. c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 4. Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat. maka dasar penggunaan verifikasi. 3. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan). Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2. 36 . b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional.

pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan.2.1. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya. 37 . 8. Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya. 2. ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa.1. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan.2. Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8. Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan. 8. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1.BAB VIII PENGUKURAN. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku. Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan.

c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 8. 2. 4. 38 . Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan. b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM.2. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 5. Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja. c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus. 3.

5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya. c) Tujuan Audit Internal SMM. 2). Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. dan rencana kerja masing-masing tim. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit. diantaranya: surat perintah audit. Dokumentasi pendukung lainnya. serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. pemberitahuan kepada Auditee. b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan. Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri.6. i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit. j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan. g) Proses perencanaan Audit Internal SMM. 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. 39 . 2) Nama ketua dan anggota auditor.

jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif. Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut. 2. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2.3.3.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8.2. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. bahwa persyaratan telah dipenuhi. agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan. 3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. 4. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 8. Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 .

Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya. 3. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya. dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2.4. jawab pada setiap kegiatan harus memastikan. ANALISIS DATA 1. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. 5. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan. Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.1. 4. 2. 8. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. 3. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 41 .

Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan.1. PERBAIKAN 8. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan. 2. c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan.2. bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM. 42 .5. Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian. 8. Analisis Data. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan. d) Kinerja para penyedia barang/jasa.4.5. Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8.5. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM.

3.5. Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya. Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. 43 . c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian. d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan. 2.

DJOKO KIRMANTO 44 . Prosedur Mutu. Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. 2. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. 5. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM.BAB IX PENUTUP 9. Instruksi Kerja. PENUTUP 1. 3. 4. Petunjuk Pelaksanaan. sistematis. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya.

2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .LAMPIRAN .

.

1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. Dok.1. : Tgl. Rev. : No. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. 45 .

Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : Tgl. o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 . Rev. Dok. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan.

3. Dok. : Tgl. MAKSUD & TUJUAN : 2. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang. 2. Rev. : No. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN. 2. rencana kerja pembangunan jangka menengah. rencana kerja pembangunan jangka menengah. 47 . dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I.1.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.2.

Dok. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. : Tgl. REFERENSI : 4. No. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. : No. 4. 48 . Rev.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I.2.1. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku.

UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN . maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya.. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I.. Rev. VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Dok.. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 . (Output dan Outcome) 7. : Tgl. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : No... Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I.

Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. Rev. Dok.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.3. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. 8. : No. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. : Tgl. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja. 50 .1.2. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Diterbitkan: Hal : Paraf : 8. 8. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.

1. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. Rev.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). : No. 51 . Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Dok. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. : Tgl.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No.

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 . Dok. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. : No. : Tgl. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan.

2.1. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 .1. Dok. Rev. 3. 2. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. : Tgl. REFERENSI : 4.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No.2. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I. 2. menunjang program kerja Eselon I. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II. : No. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I. 4. 4. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II. MAKSUD & TUJUAN : 2.

No. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 . : No. SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I. Rev. : Tgl.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 5. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6. Dok. RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I.

: No. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja. Tgl.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan. Dok.... Rev. 55 . KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN . RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO.. : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8.. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.

Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.2. 56 . outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. 8. : Tgl. 8.3. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. Rev. Dok.1. : No.

LAMPIRAN .3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .

58 .

.. Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN .......... : 00 Tgl.............. dari . Rev.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No... Diterbitkan: Hal : .................. Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 ....... No... Dok... : ............. Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No................ Satuan Kerja ................ No.

... Setiap terjadi revisi RMP....... Diterbitkan: Hal : ... 58 ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . : 00 Tgl.. No..... No........ harus dicatat dalam sejarah dokumen.......... Rev... Satuan Kerja .. Dok.. Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen......................... : .................. dari .....

.... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya .................................. No............... : 00 Tgl.... 3...... 59 ............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... 8................................. monitoring.......... Struktur Organisasi ..... Rev....................... dari ........ 2....... 9... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ........... 15....................... : ......... Umum ......... Sasaran Mutu Kegiatan ..... Informasi Kegiatan ...... 5........... validasi....................................... 12............................. Daftar Kriteria Penerimaan ... tanggung jawab dan wewenang ...... Paraf : DAFTAR ISI 1................................................. 4......... 14........... Dok.......................... evaluasi............ Rencana & metoda verifikasi...... Tugas............ Daftar Induk Rekaman.. Daftar Dokumen SMM ...... 10............................................ Jadwal Personil .. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .. No........................ 6................................ 7.................................................................... 13................................................................. Satuan Kerja . Persyaratan teknis dan administrasi ...................................... 11............................ Diterbitkan: Hal : ..................................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ....................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ............

.......... . ........ INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............................... No..... ...................................... Rev........... Dst............. Diterbitkan: Hal : ............. . .......................................... ..sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program ....................................................... .... ..................................... ................................... Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 ... : 00 Tgl............. Dok...................................................... ....................... .............................................. ...................................................................................................... : .................................. ............ ........................................................... ......................... No..................................................... ..... ............................. tahun ....................................... dari ..... ........................................................................................... .... . LATAR BELAKANG3 ........................ sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ............... Jangka waktu .... ......... ...................... No................................................................ Jumlah Anggaran . Nama Kegiatan .. Satuan Kerja ...................... ...... .........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........................................... ............................................ 2....... .... Paraf : 1................................................. ...... ...................

................................................... dari ................1................. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4............................ 4................................................ SASARAN MUTU5 ..............................3.............. Rev.......... ............... : 00 Tgl........... ............................................ Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.... ..............2......................................................... No........................................................ Dok............................................ Satuan Kerja ...............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ................... DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 ................. ............................... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.... ............................................................................................ ........... : .......................... Paraf : 3.......................................... ................. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........................................................................................................ ................ No........ Diterbitkan: Hal : ..

3.. TUGAS... Satuan Kerja .. Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... No..2............... Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6......1...... Rev... Diterbitkan: Hal : .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... No......... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6.... Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..5...4.. Dok. : 00 Tgl.................. sebagai berikut : 6... dari .. : .... STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ... Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 .......... Paraf : 5...

....8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6............. Rev.6 63 . 6. Contoh : alat komunikasi............. : 00 Tgl.9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6........ Komputer & Printer... Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ... dari ......3.... terdiri dari : 7...... Satuan Kerja ...10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7.... alat transportasi..... Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7....1........ No. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7.2.. No......7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan).. : .... Dok..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Multimedia dsb.. Diterbitkan: Hal : .

9.. Diterbitkan: Hal : ..... Rev..... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8.....5....... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 .. No. Paraf : 7. dari .......... Satuan Kerja ...... : 00 Tgl.... No.... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. 7.. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No..4. 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... Contoh ruang kerja/rapat dsb.......... : . Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya.......... Dok.... Bila menggunakan bagan alir.. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan...............

............ Diterbitkan: Hal : .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . No.. Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11. No.... Rev... Satuan Kerja .. JADWAL PERSONIL No. Paraf : 10...... dari ... : ............. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 ........ Dok....... : 00 Tgl......... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ..................... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No...... 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun .......

Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 .... EVALUASI..... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun .. : . RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Paraf : 12......... Diterbitkan: Hal : ..... VALIDASI. No.. No... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan. MONITORING... ... Satuan Kerja ... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4. 14.... bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker.. Rev..... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ....... Dok..... : 00 Tgl........ Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2.... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ..... dari ......... 13...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas..... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen ........................ Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3...

Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu...... Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1. Negara. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. No... Rev. Dok.. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 . Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK.. : 00 Tgl. Permen PU No. 4. 6.. Diterbitkan: Hal : . Kolusi dan Nepotisme...... Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI.... 7.. Permen PU No.... Kewenangan.... Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa.. : . 9.... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.. No..... 3... 5.... Satuan Kerja .........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi...06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10..... 8....... Tugas...... Fungsi... 2. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11......... dari .

.... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum. : ..... tahun anggaran .................. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. Dok.... Diterbitkan: Hal : ........ DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ........ Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No..... No... : ........ Permen PU No........ : 00 Tgl............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... 15.............. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13... Satuan Kerja ....... 68 ... tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan ... Paraf : 12....../KPTS/M/. tanggal ........ dari ....... No...... Rev.........

.........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No........ No... Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN .. Rev......................... dari ........ : . No. SNVT/SKS/PPK/ . : 00 Tgl.............. Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No.. Dok....... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 ... Diterbitkan: Hal : ....................

Diterbitkan: Hal : ............ : ......... SNVT/SKS/PPK/ . Rev.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .......... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen...... harus dicatat dalam sejarah dokumen. Dok........ dari .. No....... : 00 Tgl................... No.......... Setiap terjadi revisi RMP.. 70 .........

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

.. : 00 Tgl........ SNVT/SKS/PPK/ .. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6...4....1......... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ...... Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .............. Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Rev. Paraf : 6 5................. No. Diterbitkan: Hal : ... dari . Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. No.............. : ...2....... Dok..3.. TUGAS. sebagai berikut : 6.. PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....

. : .. Bila menggunakan bagan alir.... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.... No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... Contoh : alat komunikasi........ 7....... Komputer & Printer...... 8.5. 75 ... Diterbitkan: Hal : . SNVT/SKS/PPK/ .. Rev.. 7. alat transportasi..... 7. Multimedia dsb......3.....4... Contoh ruang kerja/rapat dsb.. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7.... : 00 Tgl..... terdiri dari : 7.... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan).. Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. Dok....... No...... Paraf : 7...1.... dari .2........ BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ..

. No............ No.... 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun ..........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No.. 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun ....... : 00 Tgl.. Bulan 05 06 07 08 10. JADWAL PERSONIL No... Diterbitkan: Hal : .. dari .. SNVT/SKS/PPK/ .. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No..... Dok........ 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ........ Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 ... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11......................... : ...... Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9.... Rev.

VALIDASI..... No........ DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ........ Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 ........ dari .. 3.. Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.......... No. Diterbitkan: Hal : .... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas. EVALUASI........... : . Dok.... bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker...... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.................... 4.. Paraf : 12.. 13.......... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen ... : 00 Tgl. Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ....... .. 2. SNVT/SKS/PPK/ ... MONITORING. 14...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Rev. dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ..

..... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1...... Diterbitkan: Hal : . Undang-Undang Nomor Perbendaharaa...... Permen PU No...........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 10.. Dok....... No. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Permen PU No.. : 00 Tgl.. 8.. 4...... tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 .. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen..... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK... Fungsi. 7.. Tugas. Kolusi dan Nepotisme. 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI.. Rev... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 6.... dari . 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. 3.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5. Negara. Undang-Undang Nomor Keuangan Negara........ Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan....... Kewenangan... 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11......... : ... No..... 9. SNVT/SKS/PPK/ .

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

....................................... PPK .............................................. 12.............. Daftar Induk Rekaman.................................................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ................... 13................................... 10.............................. 16....... validasi.................... Daftar Kriteria Penerimaan ..... Tugas....................... Lampiran .................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................. 2....... 15....... 3........... 5................. monitoring........................ 14.... Rev........ 7..... 11................. Dok...... (KEGIATAN SWAKELOLA) No....................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ................ Diterbitkan: Hal : ............................. : ............... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ... Sasaran Mutu Kegiatan ............... Paraf : DAFTAR ISI 1........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... : 00 Tgl. tanggung jawab dan wewenang ...... Informasi Kegiatan ...................................... Jadwal Personil ..................... 4.......... 82 ............................... dari . Umum .......... 6.............. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ........................................ No............................. Struktur Organisasi ..... Persyaratan teknis dan administrasi ........ 8... Daftar Dokumen SMM ...................................................... 9............................................ evaluasi........ Rencana & metoda verifikasi...................

................. .............sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber......................................................................................................................... No................ PPK ........................................................ LATAR BELAKANG3 .................. ........................ INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun .. ......... Dok..........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ................ : 00 Tgl....................... Diterbitkan: Hal : ... SASARAN MUTU4 ............................................. Paraf : 1............ ................................................................................................................... 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ............ No.............................. (KEGIATAN SWAKELOLA) No........................................................................................................................................................... Rev...................................................... . tahun ..................................... .......................................... 2..................... dari .. : ............................................................ ........................................................... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran .... ........................ ............................................. .. Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3..................

TUGAS...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Rev..........1.. Diterbitkan: Hal : .. 4.........3... Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4......3..1.......2..... : 00 Tgl........ Paraf : 4.... PPK ... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...... STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6.. 4......... Dok...... (KEGIATAN SWAKELOLA) No... 5. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan .. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun . dari ...... Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... : ......2....... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 . No..

Multimedia dsb..... dari ... Diterbitkan: Hal : .. : 00 Tgl... (KEGIATAN SWAKELOLA) No..3.. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7.. KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan ... : .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 7....5..5.4.... 85 ..... Bila menggunakan bagan alir... (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7.... Contoh : alat komunikasi........ Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7.... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)..4....... terdiri dari : 7...... 7....... Komputer & Printer. No. PPK ............. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya..... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya..1. Dok. Rev.. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8... Contoh ruang kerja/rapat dsb... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.. Paraf : 6.. Dst.2. alat transportasi.

Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10...... JADWAL PERSONIL No..... PPK .......... dari .. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No. Rev............. Paraf : 9.... 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun ........ 1 2 3 4 Jabatan Tahun ....... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 ... Diterbitkan: Hal : . No.............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . (KEGIATAN SWAKELOLA) No.. : . Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11.... : 00 Tgl..... Dok..... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No.... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun ..........

.. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . (KEGIATAN SWAKELOLA) No.... setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya.. Diterbitkan: Hal : .. : 00 Tgl............ No......... : . 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 ... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Dok..... Paraf : 12.. VALIDASI. No.. Rev. dari .... EVALUASI..... MONITORING.... ... PPK .. No. 1 2 3 4 13....... kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan................ INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan .............

.. Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.. PPK ................... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No... . Dok.............. 88 ... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan .. : 00 Tgl........ Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .... Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15...... Rev.. Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3. : ...... Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2................ 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum. Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.... Paraf : 14.. Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya.. Diterbitkan: Hal : ... antara lain : 1.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No..... No. dari .

KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi. untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .

90 .

4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .LAMPIRAN .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

3.... 2...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN…......… UNIT PENERIMA 1. 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 . 6.... STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4.. 5......

harus dicatat dalam sejarah dokumen. 93 . Setiap terjadi revisi RMP.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen.

..... 13. 11.... Rencana & metoda verifikasi. Persyaratan teknis dan administrasi ... Jadwal Kriteria Penerimaan ................... 14............................ 10....... Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja................. tanggung jawab dan wewenang ............. 9........................ 7.............................................. Jadwal Material .... Struktur Organisasi ........................ 2..... 3.... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan .................................. Jadwal Arus Kas ..................... 12................................ 4....................................................................... 16.................... evaluasi................................ Tugas...... Jadwal Personil ............................................................. Sasaran Mutu Kegiatan .... monitoring........... 15....... Lampiran .... 8.............................. inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................. Jadwal Peralatan ................................. 17. Umum .................. 6..... Informasi Kegiatan .... 5.. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ............... 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 . Daftar Induk Dokumen ...................................................................................................................................................................................KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1........................ validasi.........................................................

. ................................................................................................. ............................................................................................. 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 ..................................................................... .................................................. ........................................... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber......KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1....................................................... ............................................................................................................................ SASARAN MUTU ........ ................................................................................................................................... 2................................................................................ ...... .................................................. ............................................................................................................................... .......... sesuai kebutuhan 3................................................................. ..................................................................... Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst..................................................................................................................................................................... ............................................ ........... ................................................................................................. LATAR BELAKANG4 ................... .....

7. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan .... tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5. terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas... 96 .... .. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan . Bila menggunakan bagan alir.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya...... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5. TUGAS.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4.

. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan. volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 . Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11.. 1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun . JADWAL PERSONIL No. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12... No. JADWAL MATERIAL7 No... 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun ..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8..... 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun ... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10.. No. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No.. 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun . 1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun .

kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan. MONITORING.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. Standar atau Peraturan perundangan 98 . setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya. 1 2 3 15.. VALIDASI. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan. . RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. No. 1 2 3 4 14.. DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan... Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis... EVALUASI. No.

.. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan ... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 .KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16.... 1 2 3 4 5 6 17.....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful