MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65. Tugas. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020). 3. 6. ii . 7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8. 4.Mengingat : 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956). Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). Fungsi. Susunan Organisasi. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. 5.

Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. 2. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. 4. 6. adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu. 8. Unit Kerja adalah Unit Eselon I. Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. 3. 7. Unit Eselon II. 5. Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii . Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya). Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1.

Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. iv . Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. untuk memastikan kesesuaian. 16. kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. 15. Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. 13.9. Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. 10. penerapan. pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan. pengendalian. 14. 12. 11.

(5) Unit Kerja. (4) Unit Kerja. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). e) Pengelolaan sumberdaya. BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. (2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel. efisien dan efektif. Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas.tanggung jawab.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM. v . f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan.

(2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. menerapkan. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. vi . tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. dan mengembangkan SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen . TANGGUNG JAWAB. melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri. BAB IV TUGAS. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit. b.BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. c. d. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik. mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. memelihara. e. DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. 2. merencanakan. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. (6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing.

dan mengembangkan SMM. b. menyusun serta mengkaji ulang SMM. memelihara. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. memelihara. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. c. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. b. d. tanggungjawab dan kewenangan : a. menerapkan. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. 4. tanggungjawab dan kewenangan : a. menerapkan. e. f. dan g. dan mengembangkan SMM. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan.f. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas.dan 5. 3. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. vii .

menyediakan sumber daya untuk merencanakan. tanggungjawab dan kewenangan : a. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. e. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. memelihara.c. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. dan h. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. f. menerapkan. c. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. mengembangkan SMM. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. b. g. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I. h. dan mengembangkan SMM. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. menerapkan. d. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii . f. d. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. e. g. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. memelihara.

dan g. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. b. dan mengembangkan SMM. dimonitor. diterapkan. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a. f. b. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). d. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a. melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. c. didokumentasikan. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. dipelihara. d. menerapkan. c. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. e. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM. d. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. melaksanakan Audit Internal SMM. memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor.a. memelihara. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya. ix . menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. dan e. c. dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. e. b.

e.dan d. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. c. menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). g. melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan. x . Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. b.dan h. melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan. memonitor. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. c. d.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK). agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya). mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. f. mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM. b.

ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. Kebijakan mutu. b. Petunjuk Pelaksanaan. dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. (3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan. dan c. memelihara dan mengembangkan SMM. kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. mengelola. dan Rekaman/Bukti Kerja. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Manual Mutu. BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . Prosedur Mutu. menerapkan. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM. Instruksi Kerja. mengendalikan. xi . SMM Departemen. Sasaran Mutu.

(6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. BAB VIII PENGUKURAN.(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Eselon II. (3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. xii . sistematis. ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. (2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. (5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I.

maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. DJOKO KIRMANTO xiii . terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. (3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian.

xiv .

KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. DJOKO KIRMANTO xv .

xvi .

2...3.............IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU .................I : PENDAHULUAN .. 5. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA ...... 4..... Prosedur Mutu ........3........... 4................... 4.............. 5........2........................2................................4..........................6............. PERSYARATAN UMUM ......5................. Rekaman/Bukti Kerja ... 4. Instruksi Kerja ....2................... 4............................... 4......... PENGENDALIAN DOKUMEN .......................2...................2................................................ : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ....................1............................................ 4.............................................................................................III : ACUAN NORMATIF .4.....................................2......... BAB-V 5................................. KOMUNIKASI INTERNAL........................... 4.. Petunjuk Pelaksanaan .......................... BAB.......................3....6. Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum... KAJI ULANG MANAJEMEN........ BAB................... Kebijakan Mutu ............................... KOMITMEN MANAJEMEN ........................1 BAB ...................... 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii ........2....2...................................................2.....................................................DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 ................... 4............................. xv DAFTAR ISI ................................................ BAB ... Sasaran Mutu .................................II : PENGERTIAN .... PENGELOLA SMM ......2........ 4.................1.. 4......................... xvii LAMPIRAN ...1....... 4.........2...............2........................... DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) .......... 5....... i KEBIJAKAN MUTU.......7.....6................. Manual Mutu ......1.......... SMM Departemen Pekerjaan Umum .4............ 4..................

....................3........2.......... Rencana Mutu Kontrak (RMK) .... UMUM .................3......6........... ANALISIS DAN PERBAIKAN . Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan....................... Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ..................................2............ 7........... 7............. Kepuasan Pelanggan ..........2...4.......1.......... 6................. SUMBER DAYA MANUSIA...........BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA .................. LINGKUNGAN KERJA...... 8................ 7................................. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN ...... Monitoring Dan Pengukuran Proses ......... PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN ..... 7...3. 7. 7....................1.....2......................1.... 7..........................2...........................1.................2..... Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) ............6....... 7............................... 7........ 7....... 7....1..6..1....4.....1..........................2. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS . 6....1........ 8..............2..2..... PENYEDIAAN SUMBER DAYA .....................2..2... BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN ..7...... 8................6....... 7............ Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. .......6.. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) ... 6..... 6... PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN ........................... 8........... Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan .......................... Identifikasi Dan Mampu Telusur .... MONITORING DAN PENGUKURAN ..... 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii .2.......... Komunikasi Dengan Pelanggan............... 6...................... Kesadaran Dan Pelatihan .... 7..... PRASARANA DAN SARANA.....2............5. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan ...................2.......... 7... Barang Inventaris . 6.......................... 8................. Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan......... 8.........1..2.....4.. PENGADAAN .................... 7...........2............................... 7............ DESAIN DAN PENGEMBANGAN ..6..........3..... RENCANA MUTU ........................................5.........................1..........................2..1..4......3....................... Pemeliharaan Hasil Pekerjaan.............. Umum ... Kemampuan................3.............. 7................ 7... BAB-VIII : PENGUKURAN....

........................ LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) ......1....... LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) ............... 8.. Perbaikan Berkesinambungan .............. ANALISIS DATA ......................2.............. PERBAIKAN ................ Tindakan Korektif .................... PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI .......... 45 57 91 xix .................................4..........3.....................8............. 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP ....................... 8.............. 8........................ Tindakan Pencegahan .......................... 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU)...............5......................................................... 8..........5....5..........................5...3.............. 8.......

xx .

1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .LAMPIRAN .

xxii .

o Pendekatan proses. Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. Penyelenggaraan Kegiatan 7. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. Bab IX. Bab VIII. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. o Perbaikan berkesinambungan. Bab IV. Bab VI. Tanggung Jawab Manajemen 5. Bab II . Penutup. 9. Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11. o Pendekatan sistem terhadap manajemen. o Fokus pelanggan. Bab III. Acuan Normatif 3. Bab V.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan. o Kepemimpinan. o Keterlibatan personil. Sistem Manajemen Mutu 4. Bab VII. Pengelolaan Sumber Daya 6. Analisis dan Perbaikan 8. o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan. yang meliputi . Pengukuran. Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10.

BAB II PENGERTIAN 1. tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. 5. 2 . baik atau baik sekali). (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. 2. 2. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. 3. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan). Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan. (Catatan: 1. (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu. 4. PENGERTIAN 1. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat.

8. 13. 10. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. efisiensi atau ketertelusuran). Sasaran Mutu. (Catatan: 1. (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. 2. 11. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 3 . 9. 12. Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu. (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan.6. 7. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. Perencanaan Mutu. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu. Pengendalian Mutu. (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu).

18. Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. (Pimpinan. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan). Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. 17.14. (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik.) 15. sosial dan psikologis). Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab. Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan. analisis data. 4 . 21. b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 16. Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. 19. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. hubungan dan wewenang antar orang. (Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. Pejabat Setingkat dan Staff). wewenang dan hubungannya. 20.

25. dan seterusnya. (Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. 29. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi).22. Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan. Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi. 27. Unit Kerja Eselon II. Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses. 26. Unit Kerja Eselon III. 23. 24. termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. 28. 5 . Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran.

6 . Proyek: Proses khas. 33. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. 37. 32. 40. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan. dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu. 39. Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir. Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. 41. termasuk kendala waktu. 34. 35.proses atau sistem. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. 38. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan. biaya dan sumber daya.30. Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki. yang 31. 36.

42. pengujian atau pembandingan. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Verifikasi: Konfirmasi. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. serta Daftar Simak Pengujian. Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. 46. Prosedur Mutu. Standard Teknis Pekerjaan dan Material. 43. Rencana Mutu. 51. 7 . proses atau kontrak tertentu. suatu 44. Instruksi Kerja. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. Daftar Simak Pemeriksaan. 48. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. melalui penyediaan bukti objektif. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. Validasi: Konfirmasi. Catatan Mutu. 47. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. 45. melalui penyediaan bukti objektif. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. 50. 49. hasil pekerjaan. jika perlu dengan pengukuran. Petunjuk Pelaksanaan. Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. Manual Mutu.

59. Audit: Proses sistematis. Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. 58. 60. Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit. 57.52. 8 . Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. 55. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 54. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu. 56. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. 6. 3. 9 .BAB III ACUAN NORMATIF 2. 4. SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. 2. ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1. 5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata.

5. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. 2. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. 4. Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut.1. agar dapat dilaksanakan secara terkendali. 10 . 6. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3. 7. Dalam menerapkan SMM. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4. efektif dan efisien. Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. 3. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1. Memonitor. menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut. serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya.

seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan.2. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan. 4. Kebijakan Mutu 2.1.2.2. Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. yaitu: 1. Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas. SMM Departemen Pekerjaan Umum. serta pelaksanaan yang efektif dan efisien.2. Prosedur Mutu 6.4. Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. SMM Departemen Pekerjaan Umum 3. Sasaran Mutu 5. Manual Mutu 4. Rekaman 4. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional. Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan.

5. 3. 6. 5. Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.. Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001. 4. 4.1. Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum. 2. 12 . Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I). 2.2. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. 4. menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik. maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. Manual Mutu harus didokumentasikan. agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. 3.3.

d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. termasuk uraian tugas. c) Struktur organisasi. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 4.5. Sasaran Mutu 1. Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 . 2. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I.7. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan. 3. Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I. 2. Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya. 4. 4.2. 3.4.2. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. tanggung jawab dan wewenang. Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1.

g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan.2. 4. d) Ruang lingkup penerapan. i) Tanggung jawab dan Wewenang. yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan).a) Halaman Muka. Prosedur Tindakan Korektif.6. (2) Status pengesahan dan status perubahan. Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. pemeriksa dan pengesahan). Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. Prosedur Audit Internal SMM. c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. 2. berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan). 4. apabila ada). f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . b) Riwayat perubahan. 3. Prosedur Tindakan Pencegahan. k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu). 5. 6. Prosedur Pengendalian Dokumen. e) Referensi atau acuan yang digunakan. (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. Prosedur Pengendalian Rekaman.

Riwayat perubahan. berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan). memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1. Standar. b. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Status validasi dan status perubahan. 2.1. Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. 15 . ii. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.1. 3. berisi: i. berikut Unit Pelaksana Kegiatan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan.6.2. diantaranya Norma. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan. standar internasional. 3. iii. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. 2. Dokumen-dokumen standar nasional. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). 4. Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Halaman Muka. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM.

6. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. . Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. iii. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). Halaman Muka.2. berikut Unit Pelaksana Kegiatan).Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan. Ruang lingkup penerapan. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja). Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. g. 2. k. 4. Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Status validasi dan status perubahan. 4. Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. Tanggung jawab dan Wewenang. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan). Referensi atau acuan yang digunakan. Instruksi Kerja minimal mencakup: a. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan). Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). j. i. d. apabila ada). l. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. ii. 3. h. e. 16 c. f. Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. berisi: i.2. Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan.

Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja. 1. c. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. f. 4. 2. risalah. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). e. 4. Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. Rekaman/Bukti Kerja. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. bukti penyimpangan. dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. 4. perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. 2. h. surat menyurat.2. g. d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut. 17 . d. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1.7.Riwayat perubahan. Ruang lingkup penerapan. foto. b.3. c) Penerbitan awal. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). berita acara. gambar. b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya. Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja). Referensi atau acuan yang digunakan.

2 huruf b. termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana. 6. butir 5. Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 2. Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan).e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. 18 . maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan. 4. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. memelihara. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan. 5. Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja. 4. menyimpan. Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi.4. 3. 3. 4. f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.

4.2. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan. 5. 3. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM. dan lain-lain). b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi. 19 . Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. 6. 2. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup. Menetapkan sasaran mutu. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM. Eselon II. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. 8. perubahan dokumen. KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. 5.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5.1. 7. Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu. 6.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

g) Saran-saran untuk peningkatan SMM. 3. c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti. 23 . Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. b) Laporan Audit Internal SMM. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). 2. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 5. c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja. e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. 1. Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya.

Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. 6.2. Meningkatkan kepuasan pelanggan. 4.2.BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7.1. Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan. Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. 3. Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan. 2. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1. Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6. SUMBER DAYA MANUSIA 6. 2. mengelola. pelatihan. keterampilan dan pengalaman yang sesuai. menerapkan. 24 .1.2. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Kemampuan. Merencanakan. PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1. Melakukan analisis kebutuhan.2. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6.

LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. 7. ruang kerja dan kelengkapannya 2. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan.5. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan. Prasarana dan sarana mencakup: 1. 6. dan keterampilan yang bersangkutan. 6. seperti riwayat pendidikan. Peralatan transportasi jika diperlukan. pelatihan. 6. Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia. merencanakan. Gedung.4. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3. Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu.3. kesehatan. Peralatan informasi dan komunikasi 4. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. merencanakan. 25 . keselamatan. dan kenyamanan.

c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 3. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani. Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan. keuangan).1. 2. Rencana Mutu Kontrak (RMK). Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1. dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu. prasarana dan sarana. sekurang-kurangnya mencakup : 7. 26 .1. SKS. b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP). 7. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker. informasi dan teknologi. dan PPK dalam rangka menjamin mutu. SNVT. Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU. 2. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu.1.

7. validasi. 4. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan. b) Sasaran Mutu Kegiatan. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1. c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja.2. 27 . inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. monitoring. evaluasi. dan PPK. lingkup pekerjaan. Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. SNVT. e) Tugas. RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas. sumber dana. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. lokasi. termasuk kegiatan verifikasi. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya. Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan. 3.1. SKS. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu.

Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. monitoring. 28 . tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. 4. c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. evaluasi. n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. validasi. RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. 3.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. spesifikasi teknis. 2. standar atau peraturan perundang-undangan). monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program.

termasuk kegiatan verifikasi. evaluasi. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. e) Tugas. monitoring. Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). sumber dana.7. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. 29 . kode dan nomor kontrak. termasuk perencanaan bobot pekerjaan. d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. monitoring. i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). validasi. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. lokasi. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1. lingkup pekerjaan. validasi. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa.1.3. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. evaluasi. l) Rencana terhadap metoda verifikasi.

n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja. 3. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya. spesifikasi teknis. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan. c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. 2. d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. standar atau peraturan perundang-undangan). 30 . o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan. Prosedur Kerja. 4.

persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. 2.2. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan. peraturan pemerintah. peraturan presiden. 3. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas. peraturan daerah. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan.1. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah. 2. 7.3. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan. Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2.2. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 . Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan. 4. 7. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.7. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu.2. peraturan menteri.2. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang.

Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. Tersedianya rencana desain dan pengembangan. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. Informasi Program dan Kegiatan. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. 5. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1.1. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai. Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Tersedianya personil pelaksana yang kompeten.4. 2. standar. 7. 6.3. termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan. pedoman. 3. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. 2. kontrak dan perubahannya. 4. 7. 3. 32 . 2. Tersedianya bahan yang memadai. 5. Proses kegiatan yang ditangani. Penanganan kegiatan. 4. 3. 6.

6. 7. Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. 2. Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1. 3. 6.6. Teridentifikasinya calon peserta. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima. 7.4. Proses pengadaan. 33 . PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK). Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis.5. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.1. Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya. 5. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum.

2. 34 .6. 2. c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses.2. e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses. d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran. Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1.3. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut.2.6. setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal). 7. Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan. Identifikasi Dan Mampu Telusur 1. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 7. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN). Identifikasi. (Bila sesuai.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN). perlindungan.6.6. pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi.7. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1. PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM. perawatan dan pengoperasian). Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan. 2.5. 7. penyimpanan. 2. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga. 7.4. 35 .Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. penanganan.

4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. kalibrasi atau validasi harus dicatat. verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi. 36 . Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional. c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). 4. b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai. 3. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan). Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran.2. maka dasar penggunaan verifikasi. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat.

Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan. 8. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku.1. Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa.2.1. Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya. ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan.BAB VIII PENGUKURAN.2. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya. 8. 37 . 2. pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan.

Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan. 38 . b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM. 8. 3. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 4. Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit.2. 5.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM. c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. 2. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit.2. Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing.

h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit. 2) Nama ketua dan anggota auditor. Dokumentasi pendukung lainnya. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit. k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya. 5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. 2). Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri. j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan. f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan. diantaranya: surat perintah audit. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). g) Proses perencanaan Audit Internal SMM. c) Tujuan Audit Internal SMM. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. 39 . dan rencana kerja masing-masing tim. serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. pemberitahuan kepada Auditee.6.

Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan.2.4. 8. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 . agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan. 3.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi. Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.3.3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. bahwa persyaratan telah dipenuhi. 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut. Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan. jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali.

3. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan.4.1. ANALISIS DATA 1. 41 . 4. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan. dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2. 5. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. jawab pada setiap kegiatan harus memastikan. 3. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan. 8. 2. Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan.

Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8.1.5. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM. f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan. bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan. PERBAIKAN 8.5. Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 2.5.2. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. 8. Analisis Data. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan.4. 42 . Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan. d) Kinerja para penyedia barang/jasa.

Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan. 43 . Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan. d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan. Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian. 2. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan.5. Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8.

Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. DJOKO KIRMANTO 44 . 2.BAB IX PENUTUP 9. Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. PENUTUP 1. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. sistematis. 3. 5. Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. Petunjuk Pelaksanaan. Prosedur Mutu. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya. 4. Instruksi Kerja.

2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .LAMPIRAN .

.

1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).1. : Tgl. 45 . Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Dok. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rev. : No.

o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rev. : No. Dok. : Tgl. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan.

: No. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang.1. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN.2. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang. rencana kerja pembangunan jangka menengah. 2. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN. Rev. 3. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. 2. : Tgl. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I. 47 . Dok.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. MAKSUD & TUJUAN : 2.

1. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. REFERENSI : 4. : No. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. : Tgl. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. 48 . SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. Dok. No.2. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4. Rev.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. 4.

Dok. VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.. Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. Rev. (Output dan Outcome) 7. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya.. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. : Tgl.... : No. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 . maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.

8. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. : Tgl.1. 8. Dok.3. Rev.2. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja. : No. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program. Diterbitkan: Hal : Paraf : 8. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. 50 .

Dok.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. : No. 51 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. : Tgl. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No.1.

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 . : Tgl. Dok. : No. o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. Rev.

RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I. 4. : Tgl. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 . menunjang program kerja Eselon I. 4. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I. 2. Rev. 2. REFERENSI : 4.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. : No. 3. Dok.1.2. MAKSUD & TUJUAN : 2.2.1. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1.

Diterbitkan: Hal : Paraf : 5. : No. Dok. Rev. No. : Tgl. SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I. RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No.

. KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I.. Tgl. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN .. : No. Dok. Rev.. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.. : No. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. 55 . untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.

1. : Tgl. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output.3. 8. Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. 8. Dok. : No. Rev. 56 .2. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang.

3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .LAMPIRAN .

58 .

........... dari ..... : 00 Tgl.... No...........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... Dok......... Satuan Kerja ...... Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No.. No.... Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN . Rev.............................. Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No..... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 .... Diterbitkan: Hal : ........... : ...

............ : . Setiap terjadi revisi RMP..... Diterbitkan: Hal : ............ harus dicatat dalam sejarah dokumen... Rev. 58 ......... No........................... Satuan Kerja .. No........ Dok..... : 00 Tgl... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. dari ....

.............................................. 15........ No........... 5..... 10................................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................ 7.............................. Jadwal Personil .. 3......................................... Paraf : DAFTAR ISI 1.................................................. 8.............................. 6............. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..... 2.. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ............... Daftar Dokumen SMM .............................. Tugas................. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ..................... tanggung jawab dan wewenang ... Rencana & metoda verifikasi.................................... Umum ............ 59 .............. Daftar Induk Rekaman................................................. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .................. Rev.. 14.......... Satuan Kerja . Struktur Organisasi .............. Persyaratan teknis dan administrasi ......... 9.......................... validasi............ 11........................ dari .................................. Daftar Kriteria Penerimaan .. : . Sasaran Mutu Kegiatan ................ 13... Diterbitkan: Hal : . evaluasi....... Dok.................... 12............. : 00 Tgl............................ No.......... Informasi Kegiatan . monitoring........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....................................... 4......................................

. . INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............. .................................................... Jumlah Anggaran ... .................................................... Satuan Kerja ........... No....................................... Jangka waktu ............... .................................sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program .............................. Paraf : 1...... ............................... ..... ........ : 00 Tgl........................................... LATAR BELAKANG3 ......................... ...... No........................................................................ : ... ............ .................................. ................................ Nama Kegiatan .. ........... No................. ................................................................. ........................................................................... ............................................. sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ........................................ dari ....................... .................................................................. ....... ................................... Dok................................... . ......... Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 ...... ............................................. Dst......... ......................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Diterbitkan: Hal : ............... tahun ................. ....................................... ................. ......................................... 2............... ..... Rev....... .............................. ...........................

............................... ..............................................................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ................................. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4..........1................................. : 00 Tgl......................... DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 ................. Paraf : 3.................................................................................. ......................................................................................................................................... Rev................. .... Dok............................................... .......................... Diterbitkan: Hal : ....................................... No........................ .... . ................................ ........ Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.............................2........................ No..................................................... 4........ dari ......................... PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun .... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4..................3......................... Satuan Kerja ........................ : ................. SASARAN MUTU5 ....

TUGAS.......1...........4..... Diterbitkan: Hal : ..... : ... No... Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. Paraf : 5.. Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. No....5... Rev.... sebagai berikut : 6....... : 00 Tgl..2..3..... Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... dari ... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6......... Dok......... Satuan Kerja ..... Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ........ Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 ....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .....

............... 6.... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7. Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan).......... Dok...... No.1... : 00 Tgl... dari . Komputer & Printer.3.. Multimedia dsb....7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6......... Contoh : alat komunikasi. No. KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun . Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7........ Diterbitkan: Hal : .......6 63 .....8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... alat transportasi. : .... Satuan Kerja .2.... Rev...10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7..9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. terdiri dari : 7.........

. Rev.. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8.. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. : 00 Tgl......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .......5.............. 9....... Bila menggunakan bagan alir...... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya...... Satuan Kerja .... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No...... 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 ... Contoh ruang kerja/rapat dsb. dari .. Dok. No.. Diterbitkan: Hal : . Paraf : 7...4....... 7... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya..... : ............ No......

....... dari ..... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....... : 00 Tgl... Rev.. Dok.. Satuan Kerja ................... No. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 .... Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11................. Diterbitkan: Hal : .. No.......... 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun . : ......... Paraf : 10.... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No...... JADWAL PERSONIL No......

14.. dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.. dari .....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... Rev..... Paraf : 12.... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2.. bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker........... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ..... VALIDASI.... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4........ Dok... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.... Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 ...... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun .... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen ...... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ... : 00 Tgl..... No.. EVALUASI..... MONITORING............... Satuan Kerja ... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3........ Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1. No....... : . Diterbitkan: Hal : .. 13... .... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas..

. 8.... Fungsi... Permen PU No..... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi........ Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10... 9. Negara... Diterbitkan: Hal : . 2....... : 00 Tgl......... Permen PU No.. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.. Satuan Kerja ........... dari .. : . No.. 4.. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.. 5... Tugas... Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu..... 6...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... Kolusi dan Nepotisme.. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kewenangan.. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11. 7. Rev.. 3.. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 . Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI. Dok.... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1... 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008... Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. No........

. Dok.......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....... Permen PU No..................... tahun anggaran .... DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran .. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No..... 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No... Satuan Kerja ...... tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .........../KPTS/M/.... tanggal .. : . Diterbitkan: Hal : ..... dari ......... No.. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum..... No.. 15............... Paraf : 12........... 68 ..... : 00 Tgl..... : . 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No................ Rev......

........ Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No. No... Dok. : ...................... Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No. Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 ................ SNVT/SKS/PPK/ .. Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ........... No.. : 00 Tgl.................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . dari . Diterbitkan: Hal : ..................... Rev...

.... dari ...... harus dicatat dalam sejarah dokumen. 70 .................. Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen.... No....... : .. SNVT/SKS/PPK/ ....... No... Rev................ Diterbitkan: Hal : ..... Dok. : 00 Tgl.......... Setiap terjadi revisi RMP...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..........

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

...... Dok...........1. dari ... Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...4......... PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ..... TUGAS... : 00 Tgl...... : ... sebagai berikut : 6...... Rev. Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 ........ Diterbitkan: Hal : .. Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6......... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6........ Paraf : 6 5... No..3.......... No. SNVT/SKS/PPK/ ......2..

.1.. Contoh : alat komunikasi.. 75 .. dari ..... 8...... Paraf : 7.... alat transportasi.... terdiri dari : 7........... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan). Dok. No. : 00 Tgl.... Komputer & Printer..... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. 7.........2.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... Bila menggunakan bagan alir...5..3... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ..... No. Multimedia dsb........ Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7.. Diterbitkan: Hal : . Rev..... Contoh ruang kerja/rapat dsb........ : . 7....... SNVT/SKS/PPK/ .. 7... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya...4.

.... Bulan 05 06 07 08 10............ JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No..... : 00 Tgl....... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11. SNVT/SKS/PPK/ ..... 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun .......... Dok. Rev....... No..... : . dari . JADWAL PERSONIL No. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ................................. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.. Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9. No.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 ...... 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Diterbitkan: Hal : .....

.. No...... VALIDASI....... : 00 Tgl... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Rev...... 2. MONITORING. No... Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 . berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas... EVALUASI........... dari ............. SNVT/SKS/PPK/ .... .......... Paraf : 12..... 4. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen . Dok..... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.. 14.. bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker.. : . 13........... Diterbitkan: Hal : . Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ...... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ..............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun . 3.

.. Fungsi. No....... : . Undang-Undang Nomor Keuangan Negara.. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.......... Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1. 4.. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11.. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI... Negara...... Undang-Undang Nomor Perbendaharaa. Dok.... Diterbitkan: Hal : .... dari . No.. 9. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Tugas. 7...... tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 .... Permen PU No.. SNVT/SKS/PPK/ .... 10.. : 00 Tgl... Kewenangan.... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 3.. 6. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5...... Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu.... Rev... 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2. Permen PU No............. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.. 8. Kolusi dan Nepotisme.......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

..... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ...................... : 00 Tgl.............................. 6....... 16................................ inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .... 12.................................. 11..................... validasi........................... Rev...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....................................... Struktur Organisasi .. 3................................................ 2............... Persyaratan teknis dan administrasi . 10...................... PPK ......................................................... Umum .............................. tanggung jawab dan wewenang ... Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... No.. 9..................... monitoring..... Sasaran Mutu Kegiatan ......... 14................. Tugas................. Lampiran ....... Daftar Induk Rekaman... Paraf : DAFTAR ISI 1..... evaluasi................................. Rencana & metoda verifikasi............................. Daftar Dokumen SMM .................... 13................................................. : .................................... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..... Diterbitkan: Hal : ........................ Dok............................................... Informasi Kegiatan ................................... (KEGIATAN SWAKELOLA) No......... dari ...................... 5..... 82 ....................... Jadwal Personil ... 7.. Daftar Kriteria Penerimaan ............ 15...... 8... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan . 4....................

............................................. (KEGIATAN SWAKELOLA) No...................... tahun ...................sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber... ...................... ........................................................................... : ................ .................................................................. 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ................. Diterbitkan: Hal : .............. Paraf : 1...................................................................... PPK .................................................................................. ................................... No................. sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ...... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............................................. ....... No.... Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3.......................................................................................... Dok........... ............................................................................................................................................................................................................... ......... LATAR BELAKANG3 ..................................................................................... ................... 2..........................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... Rev.................. ... dari .. SASARAN MUTU4 ....... ........ : 00 Tgl...........

.2.... Dok.. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.....2. No.. Rev........... 4. STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 ....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .................. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan ....... Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. 4.. PPK .... Paraf : 4. Diterbitkan: Hal : .. : ....1.. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4..3... dari .....1..... Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....... : 00 Tgl..3............ TUGAS. 5. (KEGIATAN SWAKELOLA) No......

dari .1..4....... 7. Bila menggunakan bagan alir.. Rev. Dst.. KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan ... (KEGIATAN SWAKELOLA) No...2.3.5. alat transportasi.... Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7. Komputer & Printer....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. No...... : 00 Tgl......... Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Multimedia dsb....... Dok... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8.. Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan).. terdiri dari : 7... 7.... Paraf : 6. Contoh : alat komunikasi......... : .. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7. 85 ... Contoh ruang kerja/rapat dsb. PPK ........ (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7.5.. Diterbitkan: Hal : .. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya...4....... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan...

...... 1 2 3 4 Jabatan Tahun ..... Diterbitkan: Hal : ............ JADWAL PERSONIL No. 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun .... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10. dari ...... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun ... : 00 Tgl.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... PPK .......... Dok.... Rev. No. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11......... : . Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 ...... Paraf : 9.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No.. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No........ JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.............

. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya..... : 00 Tgl...... .. Paraf : 12.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No........ Diterbitkan: Hal : ... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 ..... No. Dok. dari ......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .......... VALIDASI... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan. MONITORING.... kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan....... Rev...... : . RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.. No... 1 2 3 4 13. EVALUASI.................... No.. PPK .....

.... Diterbitkan: Hal : .... Rev......... antara lain : 1. 88 ......... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan ...... : . Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No......... Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2.... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum....... Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15. dari ... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2... Dok......... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . PPK ... No. Paraf : 14..... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.. . Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya............. Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. (KEGIATAN SWAKELOLA) No..... : 00 Tgl.. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .........

untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi.

90 .

LAMPIRAN .4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

. STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4... 3......... 2..… UNIT PENERIMA 1. 6..... 5.. 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 ...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN….

Setiap terjadi revisi RMP.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen. harus dicatat dalam sejarah dokumen. 93 .

.............................................. tanggung jawab dan wewenang ...... Tugas........ 14........... 7.. Jadwal Material ... 11.... Jadwal Kriteria Penerimaan . 3.......... Daftar Induk Dokumen .......................................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ..... 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 .. 13................................ Jadwal Personil ......................................................... Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja................................. Persyaratan teknis dan administrasi ...................... 4........................ Rencana & metoda verifikasi........................... Sasaran Mutu Kegiatan ............... 9............................... Jadwal Arus Kas ....................................... Struktur Organisasi ....................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ....................................... Informasi Kegiatan ..................... evaluasi......................... 16.....KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1.................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ............................................................ 5...... 6...... validasi................................ 2.............. 17........ Umum ................................................ Jadwal Peralatan .................................................................................. 10.... 8.......................... Lampiran ... 15......................... monitoring..................... 12......

.................................................... .............. ....................... ................................. ................................................................................. ....................... ............ sesuai kebutuhan 3............................................................................................................................................................................................................. Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst............................................................. ..... .............. ... 2........................................................................................................................................... SASARAN MUTU ..........KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1........................................... 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 ..................................................... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber....... .............................................................................................................................................................. ............................................. ......................................................................................................................................................................................... LATAR BELAKANG4 ......................... ...................................................................................................................................................................................................... ...................... ..............

7.. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5. TUGAS.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas..... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan...... terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6. 96 .... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan ...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4.. . PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan .. tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5. Bila menggunakan bagan alir.

. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11. 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun .... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10.. 1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun . 1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun . Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12.. No..... JADWAL MATERIAL7 No. volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 ... 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun . 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun . JADWAL PERSONIL No. No..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8.

. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. MONITORING. Standar atau Peraturan perundangan 98 .. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya. No. VALIDASI.. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan. 1 2 3 4 14.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. . kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan. 1 2 3 15. DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan.. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis. No.. EVALUASI..

...... LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 ....KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No.. 1 2 3 4 5 6 17. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful