MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). 8. 4. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. 6. 2. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. ii . Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020). Fungsi. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008.Mengingat : 1. 5. 3. Tugas. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65. 7.

adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. 5. 3.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya). 4. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu. Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. 6. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu. 7. Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii . 2. 8. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Unit Kerja adalah Unit Eselon I. Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Unit Eselon II.

penerapan. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan. kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. pengendalian. 13. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. 14. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. iv . Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. 11. untuk memastikan kesesuaian. 15. Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. 12. Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan.9. pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. 16. 10. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum.

(2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. (4) Unit Kerja.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. v . serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel. efisien dan efektif. (5) Unit Kerja.tanggung jawab. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu. f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan. Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen. (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. e) Pengelolaan sumberdaya.

BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. BAB IV TUGAS. tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. (6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing. vi . mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen . melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. c. d. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. dan mengembangkan SMM. TANGGUNG JAWAB. merencanakan. 2. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik. menerapkan. (2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. e. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. b. memelihara.

e. vii . tanggungjawab dan kewenangan : a. menerapkan. menyusun serta mengkaji ulang SMM. menerapkan. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan.dan 5. memelihara. f. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. dan mengembangkan SMM. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan.f. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. c. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. d. tanggungjawab dan kewenangan : a. b. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan. dan g. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. b. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. dan mengembangkan SMM. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II. memelihara. 3. 4.

menyediakan sumber daya untuk merencanakan. d. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. f. dan mengembangkan SMM. menerapkan. c.c. memelihara. g. b. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. h. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. e. dan h. mengembangkan SMM. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. f. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii . mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I. e. d. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. memelihara. g. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. tanggungjawab dan kewenangan : a. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. menerapkan.

melaksanakan Audit Internal SMM. memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. d. b. d. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. e. d. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. c. dipelihara. menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). didokumentasikan. mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. diterapkan. c. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a. dimonitor. f. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a. dan mengembangkan SMM. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM.a. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. ix . e. dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai. dan g. memelihara. memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. dan e. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. b. menerapkan. melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. c. b. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya.

memonitor. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. x . melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK). b. c.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas. e. b. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. f.dan d. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya.dan h. c. menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM. mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya). melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. d. g.

mengelola. Manual Mutu. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM. (3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan. (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. Instruksi Kerja. BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a. SMM Departemen. dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . dan c. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Sasaran Mutu. kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. dan Rekaman/Bukti Kerja. memelihara dan mengembangkan SMM. ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. Kebijakan mutu. xi . menerapkan.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . Petunjuk Pelaksanaan. Prosedur Mutu. mengendalikan. b.

dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. (6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. (3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. Eselon II.(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. (2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. sistematis. xii . BAB VIII PENGUKURAN. ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. (5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I.

terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini.(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. DJOKO KIRMANTO xiii . (3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian. maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

xiv .

KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. DJOKO KIRMANTO xv .

xvi .

...............................................2........ 5.......... 4........................ PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA ................ : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ... 4.................... 4................................IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU ........................... 4.......................3........2........ PENGENDALIAN DOKUMEN . Kebijakan Mutu ...........................3...................... Manual Mutu .......... 4.............................. KOMUNIKASI INTERNAL........... 4........... DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ............... KOMITMEN MANAJEMEN .6..........2................ i KEBIJAKAN MUTU.............. PERSYARATAN UMUM ...........................1 BAB ........... 4..............1............... 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii .....2..... BAB-V 5......DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 .......... BAB.................................................. 4......2........................................2................................1..................... Prosedur Mutu ............7........................... 4.4........... xvii LAMPIRAN ...I : PENDAHULUAN .................................................................... Rekaman/Bukti Kerja .........3............................. 5...............................II : PENGERTIAN .... Petunjuk Pelaksanaan ....4............................................................................2...........................2...4................ PENGELOLA SMM ............ Instruksi Kerja .. 5...................................................1....... Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum......6.................2... Sasaran Mutu .. xv DAFTAR ISI .............................. BAB.. 4.5.....................2.................... 4.......1......... 4................................................... BAB ..................... 4...III : ACUAN NORMATIF .2...2...6..... KAJI ULANG MANAJEMEN................ SMM Departemen Pekerjaan Umum .......2................

...................................2................... UMUM ................3......................2...........2...........1.................6......... 8. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN .1.. 7. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan ......2...2............1.............. SUMBER DAYA MANUSIA............2.............. Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan .....2...........2..1.... 7.... LINGKUNGAN KERJA.....2...........6...BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA .............1..1...............4...............1.................2... 8............... Rencana Mutu Kontrak (RMK) .................. 6......................................... PENYEDIAAN SUMBER DAYA ...2... 7.. 7........1................... Audit Internal Sistem Manajemen Mutu . Identifikasi Dan Mampu Telusur ....... DESAIN DAN PENGEMBANGAN . Pemeliharaan Hasil Pekerjaan....................... 8.............................. 7.........6....... PENGADAAN .... 7..........................6.... PRASARANA DAN SARANA............. Umum ..........2........7.... 8.......... 7........ ............ 8................ 7......... 6....................3...... RENCANA MUTU ............. 7...3................ Komunikasi Dengan Pelanggan......................... Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) ..3.........1......... 7............2............. 6.. Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan..... 7...... PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN .. 7.....................2.....6...... Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) .......... 7............................2.. ANALISIS DAN PERBAIKAN ................. 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii ....3.. 7....... BAB-VIII : PENGUKURAN.... Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan............. 7.... BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN ...... Barang Inventaris ..........4.. Kepuasan Pelanggan ...........3.............. PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN ...... 7.......... 8.. Monitoring Dan Pengukuran Proses ........ Kemampuan................... 6.............................2..2....1........ MONITORING DAN PENGUKURAN . SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS ..1............................................ Kesadaran Dan Pelatihan ............4................................ 6................. 7.......... 6..5........6......................... 7.......5....... Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan...................4...........

.......................................4................................. 8.........................................................................3...........5................ Perbaikan Berkesinambungan ........... 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP ....8..1. LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) .... LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) ............. 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU)............... 8..3................................ ANALISIS DATA ..........................................5.. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI .5............. Tindakan Pencegahan ..5..............................2.............. 8... 8. PERBAIKAN ......... 8...................... 45 57 91 xix .... Tindakan Korektif ...................................................

xx .

1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .LAMPIRAN .

xxii .

Bab IV. Tanggung Jawab Manajemen 5. Bab VII. o Keterlibatan personil.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 9. o Fokus pelanggan. Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. Penyelenggaraan Kegiatan 7. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan. Bab IX. Bab V. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10. Analisis dan Perbaikan 8. Acuan Normatif 3. Penutup. o Kepemimpinan. Pengukuran. Bab VI. Bab II . o Pendekatan sistem terhadap manajemen. o Perbaikan berkesinambungan. Bab VIII. Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11. yang meliputi . Bab III. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. o Pendekatan proses. Sistem Manajemen Mutu 4. Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . Pengelolaan Sumber Daya 6. o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan.

Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu. (Catatan: 1. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. 2 .BAB II PENGERTIAN 1. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. PENGERTIAN 1. 2. Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. 3. tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan). baik atau baik sekali). Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 2. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. 4. 5. (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu).

efisiensi atau ketertelusuran).6. Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu. 7. 8. Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. 12. 11. 9. 2. (Catatan: 1. 13. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu). (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. 10. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. 3 . Pengendalian Mutu.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu. Perencanaan Mutu. Sasaran Mutu. Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi.

4 . (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik.) 15. Pejabat Setingkat dan Staff). Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan). 18. wewenang dan hubungannya. analisis data. 21. sosial dan psikologis). 17. 16. Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan. (Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. 20. Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab.14. hubungan dan wewenang antar orang. (Pimpinan. 19. Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab.

(Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. 28. 5 . Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan. Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. 27. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. dan seterusnya. 29. Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. 24. 25. Unit Kerja Eselon II. 26. Unit Kerja Eselon III. Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses.22. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi). Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran. 23. Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi.

yang 31. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. 36. 41. Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki. 39. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. 35. 33.proses atau sistem. dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu. termasuk kendala waktu.30. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir. 38. 40. 32. Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. 34. Proyek: Proses khas. 6 . biaya dan sumber daya. Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki. Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan. 37.

47. Rencana Mutu. 7 . serta Daftar Simak Pengujian. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Catatan Mutu. Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. melalui penyediaan bukti objektif. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. 43. 50. Instruksi Kerja. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. 51. 49. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. Validasi: Konfirmasi. 45. Petunjuk Pelaksanaan.42. Prosedur Mutu. hasil pekerjaan. melalui penyediaan bukti objektif. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. 46. pengujian atau pembandingan. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. suatu 44. jika perlu dengan pengukuran. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi. Daftar Simak Pemeriksaan. Standard Teknis Pekerjaan dan Material. 48. Verifikasi: Konfirmasi. Manual Mutu. proses atau kontrak tertentu. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu.

Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit. Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. 59. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. 8 .52. 58. Audit: Proses sistematis. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit. 54. 56. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 60. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu. 57. 55.

9 . ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. 4. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan. 2. 3. 6.BAB III ACUAN NORMATIF 2. 5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan.

Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut. 4. 6.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3. 2. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya. Memonitor. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. Dalam menerapkan SMM. Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1. agar dapat dilaksanakan secara terkendali. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan.1. menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. 7. 5. Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. 3. 10 . efektif dan efisien. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut.

Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. serta pelaksanaan yang efektif dan efisien. Sasaran Mutu 5. seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas. Prosedur Mutu 6. Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM.4. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional. Manual Mutu 4. Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.2.2.2.1. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis.2. SMM Departemen Pekerjaan Umum 3. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . 4. SMM Departemen Pekerjaan Umum. Rekaman 4. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan. Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan. Kebijakan Mutu 2. yaitu: 1.

Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001. Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I). Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. 2. 4. 5. Manual Mutu harus didokumentasikan. menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. 4. Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. 2. 4. 3. agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait.3. 6. Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum. 12 . maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik. mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan.2. 3. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. 5.1. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1..

Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 .2. 4. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. 4. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1. termasuk uraian tugas. Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.5. tanggung jawab dan wewenang. 2.2. 3. 3. c) Struktur organisasi.7. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Sasaran Mutu 1. 2. d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I.4. 4.

4. 3. Prosedur Tindakan Pencegahan. i) Tanggung jawab dan Wewenang.a) Halaman Muka. berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. 5. yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. (2) Status pengesahan dan status perubahan. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu). Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan). j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. b) Riwayat perubahan. Prosedur Audit Internal SMM. d) Ruang lingkup penerapan.2. Prosedur Pengendalian Dokumen. (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. Prosedur Tindakan Korektif. pemeriksa dan pengesahan). e) Referensi atau acuan yang digunakan. Prosedur Pengendalian Rekaman. 2. 6. c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan).6. h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). 4. Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. apabila ada). f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan.

Standar. diantaranya Norma. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 2. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). ii. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan. 3. Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. 4.2. iii. berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan). berikut Unit Pelaksana Kegiatan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1.1. Halaman Muka. Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya.1. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM. Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. berisi: i. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a. Dokumen-dokumen standar nasional. 2. Riwayat perubahan. memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). standar internasional. Status validasi dan status perubahan. 3.6. b. 15 .

l. 4. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja). .2. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan). Tanggung jawab dan Wewenang. Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. apabila ada). Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. berikut Unit Pelaksana Kegiatan).Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan. Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. berisi: i. 4. f. Ruang lingkup penerapan. ii. e. Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. j. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). d. Instruksi Kerja minimal mencakup: a. iii. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. 16 c. Halaman Muka. h.2. i. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan). 2. g. Referensi atau acuan yang digunakan. Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. 3. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. k.6. Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. Status validasi dan status perubahan.

dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. 17 . Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. surat menyurat. 4. c) Penerbitan awal. b. f. 2. risalah. d. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). e. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan.2. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Ruang lingkup penerapan. bukti penyimpangan. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja). Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). c. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. foto. b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya.7.3. Referensi atau acuan yang digunakan. h. perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. 4.Riwayat perubahan. 4. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. 1. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. gambar. Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja. d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut. g. berita acara. 2. Rekaman/Bukti Kerja.

Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan). 2.e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 6. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja. 3. 4. 4. termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana. 4.2 huruf b. menyimpan. f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan. 3. 18 . memelihara. Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi. 5. Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak. g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. butir 5. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan.4.

Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM. Menetapkan sasaran mutu. 8. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan. 6. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup. Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. 5. perubahan dokumen. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM. Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu.1. 5. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. 19 . KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. 6. 2.2. 7. 3. b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. dan lain-lain). Eselon II. 4. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya. 1. Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). 2. c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM. Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. 23 . e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. 3. g) Saran-saran untuk peningkatan SMM. 4. Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. 5. b) Laporan Audit Internal SMM. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti.

Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan. menerapkan. keterampilan dan pengalaman yang sesuai. 6. Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. SUMBER DAYA MANUSIA 6. 24 . Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan.BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7. Merencanakan.2.1. 3. PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1. 2. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. mengelola. 2.2.1. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. Melakukan analisis kebutuhan.2. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6. pelatihan. Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan. Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6.2. 4. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1. Meningkatkan kepuasan pelanggan. Kemampuan.

keselamatan. dan keterampilan yang bersangkutan.5. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan. seperti riwayat pendidikan. merencanakan. LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan. Prasarana dan sarana mencakup: 1. ruang kerja dan kelengkapannya 2. 7. kesehatan.3. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia. Peralatan informasi dan komunikasi 4. 6. Peralatan transportasi jika diperlukan. merencanakan. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3. 6. Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu.4. pelatihan. dan kenyamanan. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. 6. Gedung. 25 .

Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1.1. dan PPK dalam rangka menjamin mutu.1. b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan. Rencana Mutu Kontrak (RMK). Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu. SNVT. c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia. SKS. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP). keuangan). Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani. merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. 2. 3. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8. informasi dan teknologi. 26 . Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. sekurang-kurangnya mencakup : 7. 7. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker.1. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 2. prasarana dan sarana. Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1.

SNVT. lokasi. d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. dan PPK. e) Tugas. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). termasuk kegiatan verifikasi. pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. 4. monitoring. RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya. 3. 27 . 7. tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas. Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. lingkup pekerjaan. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan.1. SKS. sumber dana. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. b) Sasaran Mutu Kegiatan. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1.2. evaluasi. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). validasi. Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU. c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja.

tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. 28 . b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. monitoring. 4. c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. evaluasi. validasi. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. standar atau peraturan perundang-undangan). 2. monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program. 3. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. spesifikasi teknis.

lokasi. monitoring. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. l) Rencana terhadap metoda verifikasi. i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. termasuk perencanaan bobot pekerjaan. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. kode dan nomor kontrak. evaluasi. Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. lingkup pekerjaan. 29 . validasi. validasi. e) Tugas. termasuk kegiatan verifikasi. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu.7. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. monitoring. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS.3. evaluasi.1. sumber dana.

Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK. 30 . 2. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja. b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan. 3. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya. Prosedur Kerja. d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan. standar atau peraturan perundang-undangan). o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan. spesifikasi teknis.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. 4.

2. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang.7. 2.2. peraturan daerah. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. 7. 4. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. peraturan presiden.2. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan.2. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan. Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 7.1. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. peraturan menteri. 3.3.2. peraturan pemerintah.2. persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 . Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.

4.1. Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 3. 3. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. 2.4. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. Tersedianya personil pelaksana yang kompeten. pedoman. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat.3. 5. 6. Proses kegiatan yang ditangani. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. 2. Tersedianya bahan yang memadai. 5. 7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. 32 . termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan. standar. 7. 3. Informasi Program dan Kegiatan. 6. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. Tersedianya rencana desain dan pengembangan. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1. Penanganan kegiatan. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. kontrak dan perubahannya. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai. 4.

Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya. 7. 2. Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. 33 . Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK). Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1. 5.1. Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7. PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . Teridentifikasinya calon peserta.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 7.4. Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum.6.6. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1.5. Proses pengadaan. Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. 6. 3. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.

c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses. 2. d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.3. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal). setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan. Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan. Identifikasi Dan Mampu Telusur 1. Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. 7.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2.2. 2. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses.6. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1. 7. e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan. 34 . Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.6.

baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak. 7.5.7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.6. PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1. 35 . Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan.4.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Identifikasi.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. penyimpanan. 7. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1. perawatan dan pengoperasian). Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 7. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN). Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. (Bila sesuai.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. perlindungan. pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi. penanganan. 2. perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN).6. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan.

verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan).2. Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). kalibrasi atau validasi harus dicatat. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran. Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. maka dasar penggunaan verifikasi. 36 . Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat. terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional. 3. 4. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai.

ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN.2. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8. Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan. 8. Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan.2. Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya.1. 8. pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan. Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa.1. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan. 2. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya. 37 .BAB VIII PENGUKURAN.

Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2. 4. c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM. 38 . 5. 2. c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus. b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja. 3.2. 8. Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing.

serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. c) Tujuan Audit Internal SMM. 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. dan rencana kerja masing-masing tim. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. Dokumentasi pendukung lainnya. 39 . f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit.6. l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. 5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. 2). 2) Nama ketua dan anggota auditor. bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. pemberitahuan kepada Auditee. k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya. b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit. Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri. diantaranya: surat perintah audit. g) Proses perencanaan Audit Internal SMM. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit.

3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif. Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali.2. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut. 4. agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan. 3. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 . 2. Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan.4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8.2. 8. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. bahwa persyaratan telah dipenuhi. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.3.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8.

8. Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM.4. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. jawab pada setiap kegiatan harus memastikan. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan.1. Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 3. 5. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 41 . 4. ANALISIS DATA 1. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan. 2. 3. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.

d) Kinerja para penyedia barang/jasa. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian. 2.5.4. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM. bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan.5. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian. Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8. Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan.1. PERBAIKAN 8. c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1.5.2. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan. 8. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan. Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM. 42 . f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Analisis Data.

Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 2. Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian. c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya. 43 . Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan. d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan.3.5. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan.

dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. 3. Prosedur Mutu. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. sistematis. 5. 4. PENUTUP 1. Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya. DJOKO KIRMANTO 44 . Petunjuk Pelaksanaan. Instruksi Kerja. 2. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap.BAB IX PENUTUP 9.

LAMPIRAN .2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .

.

Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).1. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Rev. : Tgl. : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. Dok. 45 .

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan. : Tgl. o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 . Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. Rev. : No. Dok.

dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang. Rev. rencana kerja pembangunan jangka menengah.2.1. 2. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN. MAKSUD & TUJUAN : 2. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I. 2. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. 3. Dok. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN. : Tgl. rencana kerja pembangunan jangka menengah. : No. 47 . Diterbitkan: Hal : Paraf : 1.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.

REFERENSI : 4. : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.2. 4. No.1. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. 48 . : Tgl. Rev. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. Dok.

: Tgl. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN . : No. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 . maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No. VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rev.. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I... Dok... (Output dan Outcome) 7. Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO.

rencana kerja pembangunan jangka menengah.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. : No. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8. Rev. 8. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.1. : Tgl. Diterbitkan: Hal : Paraf : 8. 8. 50 . Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. Dok.3. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.2.

Dok. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). Rev. : No. : Tgl. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7.1. 51 .

Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. Dok. o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan. Rev. : Tgl. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. : No. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No.

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. MAKSUD & TUJUAN : 2. menunjang program kerja Eselon I. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku.2. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 . 4. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II. Dok. 4. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II. Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1.1. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I. REFERENSI : 4.1. : Tgl. : No. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I.2. 2. 2. 3.

Rev. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 . RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6. No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 5. : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Dok. SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I. : Tgl.

UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN . Rev..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8. : No. : No.. Tgl. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan... Dok. 55 . KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I.

rencana kerja pembangunan jangka menengah. 8. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.1. : No. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang. 8. Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. 56 . Dok. : Tgl.2.3.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No.

3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .LAMPIRAN .

58 .

.......... Rev........ No... : 00 Tgl..........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ................. Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No... dari ......... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 ........ Dok.. Diterbitkan: Hal : ... : ........ No.. Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ..... Satuan Kerja .................... Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No..

...... : .......... Rev..... Diterbitkan: Hal : . Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen......... Setiap terjadi revisi RMP......... dari .... Satuan Kerja .......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... 58 ............ Dok..... : 00 Tgl. No............. harus dicatat dalam sejarah dokumen..... No.....

... Jadwal Personil ................................. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .............................. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ........................................ Umum ............................... No.................................................. 9..... Paraf : DAFTAR ISI 1......... monitoring. No.......................... Tugas...... 59 .. 7.......................................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya . 14................................................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan .. 13........ Daftar Kriteria Penerimaan ............................... tanggung jawab dan wewenang .................. 12. Daftar Induk Rekaman.............................................. Sasaran Mutu Kegiatan ... dari ............. Satuan Kerja ............................. Diterbitkan: Hal : ............. 3.... : .......................... 4...... Rev..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........... 8... validasi...... 11................... 5.............. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ..................................................... 10............... Daftar Dokumen SMM .. 2..... Rencana & metoda verifikasi. Dok......... : 00 Tgl................... Persyaratan teknis dan administrasi ..................... 6.............................. Struktur Organisasi ............................... Informasi Kegiatan ...... 15.............................. evaluasi.....................

...................................... ....................... ............ ............................... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ....... ................. .... LATAR BELAKANG3 ....... Jumlah Anggaran ....... ............................................................................................. ...... Dok.. : .............. .. ...................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...................................... .............. dari ................................... Dst..................... ... .. .............. . tahun ... Satuan Kerja ........................ ...............................................sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program ...... : 00 Tgl....................... Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 ........................................ No...... .............. No............................. ......... 2.................................... ................. ...................... .............. ....... No............. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............... ................................. Paraf : 1............................................................................................................ ...... Diterbitkan: Hal : ............................................................................................................................................................................................................ Jangka waktu ............................... ............................................. Nama Kegiatan . ...................................................... .... Rev. .................. ..............

......................... ................................................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...... Satuan Kerja ........................................................................ Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.................................. dari .................... DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 .................................................... ..... ............................................. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4...................................1.................... PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ............. .3......... ........... ......... .......................................................................................................... Rev.............................. No................... SASARAN MUTU5 .................. Paraf : 3............... : 00 Tgl....................2... No............................ : .................................................................. Diterbitkan: Hal : ........................................................................... Dok..... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4...................... 4................................................ ...

Diterbitkan: Hal : ..3...... No.. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6...4.5.. Paraf : 5.2........ Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 .. TUGAS... Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6........ Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. dari .......1................ STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun .......... Dok...... sebagai berikut : 6.. : 00 Tgl. Satuan Kerja ..... Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....... : ... No... Rev..........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...

..... Dok...8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun . Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan). Satuan Kerja ... : ..........9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7...3....... 6... : 00 Tgl. Komputer & Printer. dari ... Multimedia dsb. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7..7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... Rev....1.......2........ alat transportasi. terdiri dari : 7....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7.......... No. No... Diterbitkan: Hal : ........ Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... Contoh : alat komunikasi....6 63 ..

..... Dok. : . JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No. Diterbitkan: Hal : ... Contoh ruang kerja/rapat dsb....... : 00 Tgl...... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8......4..... No. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan......5. 7. Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya...... Rev..... Satuan Kerja ........... Paraf : 7........ dari ........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. No.. Bila menggunakan bagan alir.... 9.......... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya....... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 . 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun ..

................. : .... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ..... Diterbitkan: Hal : .. : 00 Tgl........ No. Satuan Kerja . 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun ....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . No............. dari . Rev.......... JADWAL PERSONIL No.... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 . Paraf : 10........... Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11............... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.... Dok.....

. No............. Dok. VALIDASI..... .. EVALUASI. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ..... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3.... Paraf : 12. Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4............ 13...... Rev. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen . dari .... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2. dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.... bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker.. 14.. berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas.... : ..... Diterbitkan: Hal : .. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.... No... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ............ Satuan Kerja .......... : 00 Tgl..... MONITORING...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 ......... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ........

. Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1.. No.. Permen PU No.......... tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 ... 6.. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi..... Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 8..... Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI... Negara. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.. 4..... Permen PU No. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008...... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK.... Tugas. 7. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu..... Dok... Kewenangan.. 3.. Fungsi.. dari ...... Diterbitkan: Hal : ....... 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11..... 2. Kolusi dan Nepotisme.. 9.. : .......06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10. : 00 Tgl... Satuan Kerja . Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Rev. No.. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.. 5...... Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah...

. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13.. 68 .......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...... Permen PU No.. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum....../KPTS/M/.. tahun anggaran ...... No. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ........ : .. Diterbitkan: Hal : .. : ......... tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan ...... Dok......... No.............. tanggal .... : 00 Tgl................. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No.... Satuan Kerja ............ rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No....... dari . 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No............... Paraf : 12.. 15...... Rev........

................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No. SNVT/SKS/PPK/ ..... No...... : 00 Tgl.. Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 ....... Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No.... Diterbitkan: Hal : ................... Rev........ Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ..... Dok... dari ......... No............... : ......

................ Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen.............. No............... No. Rev.. Diterbitkan: Hal : . : . SNVT/SKS/PPK/ ...... : 00 Tgl... 70 .. Setiap terjadi revisi RMP. harus dicatat dalam sejarah dokumen.................. Dok.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . dari ...........

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

........ No. sebagai berikut : 6..... Rev.......1......... Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 ... PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Paraf : 6 5..... Diterbitkan: Hal : .... Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. TUGAS... No... Dok......2. : 00 Tgl.... dari ..4...3..... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ..... SNVT/SKS/PPK/ .. Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6............. : .......

...5.... No. 8... 75 ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....1.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. Paraf : 7... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. dari ... 7. Komputer & Printer........ BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.. No. : .4..... Dok. Rev...... Contoh ruang kerja/rapat dsb.. : 00 Tgl......... Bila menggunakan bagan alir.... 7... 7.... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ..............2. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)... Diterbitkan: Hal : . alat transportasi.. SNVT/SKS/PPK/ ........ terdiri dari : 7.3.... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7..... Contoh : alat komunikasi... Multimedia dsb...

....... Dok............... 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun ........ : 00 Tgl... JADWAL PERSONIL No.... Bulan 05 06 07 08 10............. Diterbitkan: Hal : . No....... SNVT/SKS/PPK/ ........ : . 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun .. No.. Rev... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 ....... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11........... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. dari . 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun ... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No. Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9......

Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ... 3....... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen . VALIDASI......... No..... bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker................ Paraf : 12....... Rev.. 2... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas.......... . DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ........ Diterbitkan: Hal : .. dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan... 4... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.. MONITORING.... SNVT/SKS/PPK/ .... EVALUASI. Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 .... 14.... Dok. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ... No. : ................. dari . RENCANA DAN METODA VERIFIKASI... 13... : 00 Tgl....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .

. No... Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu.......... Kewenangan. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara......... 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2.. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008... 9. 3... No......... Negara..... Rev... Kolusi dan Nepotisme.. SNVT/SKS/PPK/ .. 8. Undang-Undang Nomor Keuangan Negara. Tugas.. Undang-Undang Nomor Perbendaharaa.. 4...... Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.. : 00 Tgl.. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 6. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 .. : . Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI....... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1. 7.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11... dari ... Permen PU No. Diterbitkan: Hal : ..... Dok.. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi.....06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5... 10... Permen PU No.. Fungsi.........

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

....................... Umum ...... (KEGIATAN SWAKELOLA) No.............................. 2.................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ............................. Daftar Kriteria Penerimaan .................................................. monitoring............ 11....... 16. 6..................................................... 9..... 82 .. dari .. No........... 7......... Rev... Rencana & metoda verifikasi..... Persyaratan teknis dan administrasi ........... 8.............................. 14...... PPK ..... 3.................. Jadwal Personil ...... Struktur Organisasi ............................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ................................... 12..... tanggung jawab dan wewenang ......... 13........ Daftar Induk Rekaman..................... Diterbitkan: Hal : . Daftar Dokumen SMM .......................................... Dok................ validasi............. : .................. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .. Sasaran Mutu Kegiatan ...... Informasi Kegiatan .. Tugas....................... Lampiran ........................... : 00 Tgl....................................................... Paraf : DAFTAR ISI 1..................................................................................... 10................. 15............... 5.......... 4............................ inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya . evaluasi.............. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ...........................

...................... .......................................sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber....................................................... SASARAN MUTU4 ............................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .................... No........................... ....... ................................ (KEGIATAN SWAKELOLA) No............................. : ......................... : 00 Tgl. .. PPK ...... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............. .................................................. No............................................................................... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ................... Dok....................................... ...................................... tahun ................... 2................................................................................................................................................................. Diterbitkan: Hal : .. ................................. dari ....................................... Rev............ ................................. 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ..... .............................................................. LATAR BELAKANG3 ......................... ............................... Paraf : 1...................................................... Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3...........................................................

Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...... : 00 Tgl... Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan .. Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. dari ........ adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4......... Diterbitkan: Hal : ....... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... Dok. TUGAS. Paraf : 4... 4....1..1.... 5................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... Rev.. : . No........3. (KEGIATAN SWAKELOLA) No.......... PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 .. 4...2........3. STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6...2.. PPK ..

. : .. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7...3...... dari ... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.. : 00 Tgl.... Bila menggunakan bagan alir... 85 . Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya.. Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan). Dok... Multimedia dsb.. (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7.... Contoh ruang kerja/rapat dsb.5....... (KEGIATAN SWAKELOLA) No.... 7.....2..1. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8........ Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7.... Rev... Komputer & Printer.. Dst... Paraf : 6..... 7.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .4. Contoh : alat komunikasi... No..4....... Diterbitkan: Hal : . Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. terdiri dari : 7.5.. KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan .... PPK ..... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan... alat transportasi.......

... PPK ....... Diterbitkan: Hal : ... Rev. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 ... (KEGIATAN SWAKELOLA) No..... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10. 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun ..... 1 2 3 4 Jabatan Tahun .. dari ................... Paraf : 9...... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun . Dok. JADWAL PERSONIL No. : 00 Tgl............ JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No............... No........ : ... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11.....

EVALUASI........... Diterbitkan: Hal : .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... No.. VALIDASI........ setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya............. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . No.. dari .. ................. Paraf : 12.... 1 2 3 4 13........ 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 ... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. (KEGIATAN SWAKELOLA) No. PPK .. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan.. No... Dok.... MONITORING........ : 00 Tgl.... kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan. : .. Rev.

.. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan . Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3.... Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.. No........ Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2.... : ......... Paraf : 14. dari ..... : 00 Tgl.... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No.... antara lain : 1.. Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya........ 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4...... Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15................. . Rev... Dok........ Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2.... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1..... (KEGIATAN SWAKELOLA) No....... PPK .. 88 .... Diterbitkan: Hal : .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan ..

KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi. untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .

90 .

4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .LAMPIRAN .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

.. STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4.... 2. 5.. 3.. 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 ........ 6....… UNIT PENERIMA 1.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN…...

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP. 93 . harus dicatat dalam sejarah dokumen.

Struktur Organisasi ......... 15....... 8.................. 13.... 17...................................................................................... 7........ 4............................................................................................. Umum .... Rencana & metoda verifikasi................................. 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 ........... 10.................. 9...... 6.. Jadwal Personil ................ 12...................................... validasi......... Sasaran Mutu Kegiatan . 16........................................................................................ evaluasi.. Jadwal Material ................ 3.............. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ............................. Jadwal Peralatan .... 11............................................ Lampiran .......................... Daftar Induk Dokumen .................................... monitoring..............KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1......... Informasi Kegiatan ... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ..................................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .................... 14........................ 2....................... Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja................................. tanggung jawab dan wewenang ........... Persyaratan teknis dan administrasi ................... Jadwal Kriteria Penerimaan ................... Tugas....... 5.......... Jadwal Arus Kas ...........................................

............................. ............................... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber......................................... 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 .............................................................................................................................. ................................................. ................................ ......................................................... ...................................................................... LATAR BELAKANG4 ............................................................ ................................................................................................................................ .................................................................................................................................................................................................................................................................... ................ sesuai kebutuhan 3.........................KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1...................................................... ...... SASARAN MUTU ............................................................................................... ..................................................... .................................... ............................................................................... ............................................................................ ........................... ...................... 2........................... Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst..........................

... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan ...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas. 96 .. TUGAS. 7. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.... Bila menggunakan bagan alir. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5.. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan . tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5.. ....

JADWAL MATERIAL7 No....KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8.. 1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun . No.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10. volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 . JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No. 1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun ... JADWAL PERSONIL No... 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun . Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11. No.. 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun ... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan.. 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun ..

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya... 1 2 3 15. kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan.. . Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis. DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan .. EVALUASI. No. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan. No. 1 2 3 4 14.. MONITORING. Standar atau Peraturan perundangan 98 . VALIDASI.. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.

rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. 1 2 3 4 5 6 17........ DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .. LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 ..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful