P. 1
Permen_PU_no_4_thn_2009

Permen_PU_no_4_thn_2009

|Views: 272|Likes:
Dipublikasikan oleh Rudy Rahadian Wibawaprawira

More info:

Published by: Rudy Rahadian Wibawaprawira on Jul 16, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2014

pdf

text

original

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

5. ii . 2. Fungsi. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008. Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. 4. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. 3. 7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 8. Tugas. 6. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956).Mengingat : 1. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65.

Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii .MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. 7. 5. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu. Unit Kerja adalah Unit Eselon I. 6. 8. Unit Eselon II. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 2. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu. 4. 3.

kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. penerapan. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. 16. pengendalian. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan. Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. untuk memastikan kesesuaian. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan. 12. 14. iv . program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. 11.9. 13. 10. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. 15.

efisien dan efektif. BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu. (5) Unit Kerja. Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas. (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). (4) Unit Kerja. serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel. f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen.tanggung jawab. v . Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. (2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. e) Pengelolaan sumberdaya.

memelihara. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. d. (6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing. c. vi .BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. merencanakan. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen . (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. 2. TANGGUNG JAWAB. b. tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. (2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. menerapkan. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit. dan mengembangkan SMM. DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. e. BAB IV TUGAS. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik.

c. e. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. tanggungjawab dan kewenangan : a. 4. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan. menyusun serta mengkaji ulang SMM. d. tanggungjawab dan kewenangan : a. f. dan g. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. menerapkan. b.f. 3. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. dan mengembangkan SMM. memelihara. memelihara. menyediakan sumber daya untuk merencanakan.dan 5. dan mengembangkan SMM. menerapkan. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. vii . b. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II.

d. dan mengembangkan SMM. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. memelihara. g. Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. menerapkan. dan h. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. tanggungjawab dan kewenangan : a. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. c. f. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii . d. h. e. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. b. mengembangkan SMM. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. f. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I.c. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya. e. g. memelihara.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. menerapkan.

memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a. didokumentasikan. e. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. dipelihara. melaksanakan Audit Internal SMM. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a. d. c. c. mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. diterapkan. c. memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. menerapkan. e. d. dan g. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. dan mengembangkan SMM. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai. b. d. b. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. ix . melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. dimonitor. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. dan e. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. memelihara. f. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. b.a. menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas.

mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK). b. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya. melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan. c. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. d. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. x .dan d. Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. f. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. c. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas. memonitor. g. e.dan h. b. melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi. menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya). melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya.

Sasaran Mutu. mengendalikan. (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. memelihara dan mengembangkan SMM. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Kebijakan mutu. dan Rekaman/Bukti Kerja. Prosedur Mutu. kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . mengelola. Instruksi Kerja. BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . Manual Mutu. SMM Departemen. dan c. xi . menerapkan. (3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan. ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. b. Petunjuk Pelaksanaan. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM.

(2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. (6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. xii . ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. sistematis. (3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. Eselon II. BAB VIII PENGUKURAN. dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya. (5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I.(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum.

(3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian. Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. DJOKO KIRMANTO xiii . Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan.

xiv .

DJOKO KIRMANTO xv .KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

xvi .

..................2...... PENGENDALIAN DOKUMEN .........2...............2.........................6..... PENGELOLA SMM ...II : PENGERTIAN . 4...1........................ 4............................. 4..... 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii ......................................... Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum...........IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU .. BAB-V 5.....6......2.............. Petunjuk Pelaksanaan .. Rekaman/Bukti Kerja ............................ Kebijakan Mutu .... Prosedur Mutu ......2.......... xvii LAMPIRAN ......2.................... PERSYARATAN UMUM .......2......................... 4................................ 4............. KOMITMEN MANAJEMEN .... 5............................... Sasaran Mutu ..............3...I : PENDAHULUAN ........... KAJI ULANG MANAJEMEN...... 4............................................................6.....2........ 5... i KEBIJAKAN MUTU..............................1........................... Manual Mutu ...................4............. 4............7..2........................... 4.. 4.......... DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ..........................2............................................... xv DAFTAR ISI ..................5.......1 BAB ....................3.....DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 .......... BAB.....III : ACUAN NORMATIF ..... 4............................................... PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA ........ KOMUNIKASI INTERNAL.........................3......................................................................2............................ : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ....... Instruksi Kerja ................... SMM Departemen Pekerjaan Umum .............2...........1...................... BAB.......4....................................................... 5.. BAB ............ 4....4.............................. 4........................................ 4....................2............................1....................

......... 8.3......... Monitoring Dan Pengukuran Proses ......6............ BAB-VIII : PENGUKURAN..... 7.................2.................BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA ................... 7...................... 8. 7....2............................ PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN ......... 7.1.......2......1.......... 7...........4.... RENCANA MUTU ....................... 7.....1........ 6..........3.......2....... UMUM ........... 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii ... Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan ...5........................ Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan.....6......... 7...... BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN .................... 7...... 6. SUMBER DAYA MANUSIA...........1.........1...... PENGADAAN .. 6.....................4..2................. 6................................1..2........................................ MONITORING DAN PENGUKURAN . Kemampuan............... Komunikasi Dengan Pelanggan................5......................................2...................... ...................................... Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan....................2.2.......1... 8............. Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ................................2.1.. 8..........................6............4.... Identifikasi Dan Mampu Telusur .......2. Rencana Mutu Kontrak (RMK) ................... PRASARANA DAN SARANA. Kepuasan Pelanggan ............ 7...7.2..... 6..6......... Umum .4.3... 7........................................6.... PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN ..............1..............2........................................ Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan............... ANALISIS DAN PERBAIKAN .. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) ...2...... 7...... Kesadaran Dan Pelatihan ............ Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) ...... 7.....1................... Barang Inventaris ...... PENYEDIAAN SUMBER DAYA .. 7.. 8.....6........1..................... PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN ............. LINGKUNGAN KERJA.....2..... 6.. 8...... Pemeliharaan Hasil Pekerjaan......3............ 7............3.....2.... 7............................ 7................................ 7..... Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan ....................3........ SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS .......... 7. DESAIN DAN PENGEMBANGAN .....2........

..... Tindakan Pencegahan ............. 8.........8............. 8..... PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI .4.............................................. ANALISIS DATA ................2........................... 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU)...3... 8.... 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP ..................................5................................... Perbaikan Berkesinambungan .......1............... 8.........5........................................... 8..................... 45 57 91 xix .............. Tindakan Korektif .... PERBAIKAN .......................3................... LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) .................................. LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) ....5..................................5.........

xx .

LAMPIRAN .1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .

xxii .

Bab III. Bab IX. Pengelolaan Sumber Daya 6. Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10. Analisis dan Perbaikan 8. Bab VIII. Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11. 9. Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. o Pendekatan proses.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Pengukuran. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan. o Fokus pelanggan. Penutup. Sistem Manajemen Mutu 4. Bab IV. Tanggung Jawab Manajemen 5. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. o Keterlibatan personil. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. Bab V. Bab II . yang meliputi . Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . Acuan Normatif 3. o Perbaikan berkesinambungan. o Pendekatan sistem terhadap manajemen. Bab VII. Bab VI. o Kepemimpinan. o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan. Penyelenggaraan Kegiatan 7.

Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan. (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu. baik atau baik sekali). 2 . (Catatan: 1.BAB II PENGERTIAN 1. Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan). Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. 5. Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). PENGERTIAN 1. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). 3. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. 2. 2. 4.

3 . Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. Pengendalian Mutu. 10. 12. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi. Sasaran Mutu. efisiensi atau ketertelusuran). 9. (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu). 13. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. Perencanaan Mutu. (Catatan: 1. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu. 2. 7. 11. (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. 8. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu.6.

b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik. Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan. analisis data. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan). (Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. Pejabat Setingkat dan Staff). 19. Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab. 16.14. Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. wewenang dan hubungannya. 18. hubungan dan wewenang antar orang.) 15. 4 . (Pimpinan. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. sosial dan psikologis). 17. 20. 21. Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab.

Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses. 26. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Unit Kerja Eselon III. 25. Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi. 5 . (Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 23. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi). 24.22. Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan. Unit Kerja Eselon II. Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. 27. 28. dan seterusnya. 29. Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran. termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. 40. 37. 41. 36. 38. Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. 32.proses atau sistem. 33. 6 . yang 31. dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu. Proyek: Proses khas. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki. Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. 35. biaya dan sumber daya. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan. Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan.30. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki. 39. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. termasuk kendala waktu. 34. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir.

Standard Teknis Pekerjaan dan Material. 46. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 7 . Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. melalui penyediaan bukti objektif.42. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. pengujian atau pembandingan. Rencana Mutu. suatu 44. serta Daftar Simak Pengujian. Catatan Mutu. proses atau kontrak tertentu. Validasi: Konfirmasi. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Verifikasi: Konfirmasi. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. 51. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu. hasil pekerjaan. Manual Mutu. melalui penyediaan bukti objektif. jika perlu dengan pengukuran. 48. 47. Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. Daftar Simak Pemeriksaan. 49. Instruksi Kerja. 43. 50. 45. Prosedur Mutu. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. Petunjuk Pelaksanaan.

Audit: Proses sistematis. 60. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 57. 59. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit. 54. 8 . Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu.52. 55. 58. 56. Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.

6.BAB III ACUAN NORMATIF 2. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. 5. 2. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan. 3. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata. 9 . ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan. 4.

1. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. 5. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan. 7. 3. Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut. 2. Memonitor. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya. efektif dan efisien. 6. serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya. Dalam menerapkan SMM. Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3. Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 10 . agar dapat dilaksanakan secara terkendali. 4. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1.

Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. yaitu: 1. Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM. serta pelaksanaan yang efektif dan efisien. Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. 4. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . Rekaman 4. SMM Departemen Pekerjaan Umum.2. seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan. diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas.4. Prosedur Mutu 6.1. Sasaran Mutu 5.2.2.2. Manual Mutu 4. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis. Kebijakan Mutu 2. Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan. SMM Departemen Pekerjaan Umum 3.

. Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. 12 . 4.3. 5.2. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. 6. 4. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. Manual Mutu harus didokumentasikan. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. 4. 3. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik. agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait. 2. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. 3. menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1. maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.1. Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I). mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan. 5. 2. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001.

4. Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 . d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I. Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. tanggung jawab dan wewenang. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 3.5. termasuk uraian tugas. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik. Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I. 4. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 2. 2.2.7. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan.4. 3. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I. Sasaran Mutu 1. c) Struktur organisasi. Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1.2. 4. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya.

2. 4. 3. (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. (2) Status pengesahan dan status perubahan. Prosedur Tindakan Korektif. Prosedur Audit Internal SMM. e) Referensi atau acuan yang digunakan.a) Halaman Muka. Prosedur Pengendalian Rekaman. b) Riwayat perubahan. i) Tanggung jawab dan Wewenang. g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu). pemeriksa dan pengesahan). c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. 4. 5. berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. apabila ada).2. d) Ruang lingkup penerapan. l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan). 6. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . Prosedur Tindakan Pencegahan. yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan.6. Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. Prosedur Pengendalian Dokumen. h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan.

Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Riwayat perubahan. Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait.1. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. ii. iii. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan). termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM. Standar. Status validasi dan status perubahan.2. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. 3. memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. 4. 15 . diantaranya Norma.1. Dokumen-dokumen standar nasional. Halaman Muka. standar internasional. b. pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1.6. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan. berikut Unit Pelaksana Kegiatan. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a. 2. berisi: i. Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. 2. 3. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya.

Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. ii. h. apabila ada). Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan). berikut Unit Pelaksana Kegiatan).2. Instruksi Kerja minimal mencakup: a. l. 2. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan. Referensi atau acuan yang digunakan. i. Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. 4. berisi: i. Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. 3. f. Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. Tanggung jawab dan Wewenang. Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. Halaman Muka. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan).Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Ruang lingkup penerapan. iii. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. Status validasi dan status perubahan.2.6. d. j. e. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja). 4. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. 16 c. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan). . g. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. k.

h. Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. surat menyurat. dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja). c. 4. Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. 17 . 4. d.3. g. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan. foto. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. Referensi atau acuan yang digunakan. perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. e. gambar. bukti penyimpangan. 2. f. Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja.Riwayat perubahan. d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut. berita acara. Ruang lingkup penerapan. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). Rekaman/Bukti Kerja. 2. b.7. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. c) Penerbitan awal. 1. 4.2. risalah.

Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. menyimpan. 3. 4. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana.4. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 5. 4. Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan). f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan.2 huruf b. 3. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. butir 5. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja. maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan. 6. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 2. Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi. memelihara. Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. 4. 18 . Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak.e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan.

19 . 6. 7. Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM. b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi. dan lain-lain). 4. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan. Menetapkan sasaran mutu. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. perubahan dokumen. Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. 8. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup. 3.1. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Eselon II. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.2. Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu. 5. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. 5. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. 6. Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. 2.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. 3. 4. d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti. Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya. 2. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. g) Saran-saran untuk peningkatan SMM. Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. 1. b) Laporan Audit Internal SMM. 5. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya. Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). 23 . e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja.

Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan. PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1. Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan. SUMBER DAYA MANUSIA 6.BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7. Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6. Kemampuan.2. Meningkatkan kepuasan pelanggan. 24 . 4. pelatihan.2. menerapkan. keterampilan dan pengalaman yang sesuai.2. mengelola. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.2. 2. Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan. 3. Merencanakan.1. 6. Melakukan analisis kebutuhan. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1.1. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. 2.

Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu. Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia. LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. seperti riwayat pendidikan.5. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan. 6. Peralatan informasi dan komunikasi 4. pelatihan. 6. merencanakan. keselamatan. Gedung. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan. Peralatan transportasi jika diperlukan. merencanakan. 25 .3. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. 7. dan kenyamanan. 6.4. ruang kerja dan kelengkapannya 2. dan keterampilan yang bersangkutan. kesehatan. Prasarana dan sarana mencakup: 1.

Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1.1. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan. SKS. c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia. untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani.1. SNVT. Rencana Mutu Kontrak (RMK). 2. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP). Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. dan PPK dalam rangka menjamin mutu. keuangan). 26 . 3. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. sekurang-kurangnya mencakup : 7. Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1. informasi dan teknologi. 2. prasarana dan sarana. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu.1. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker. dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu. b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan. 7.

d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. 27 . dan PPK. 3. Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. 7. i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). 4. Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan. b) Sasaran Mutu Kegiatan. pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan. lingkup pekerjaan.1. SKS. sumber dana. termasuk kegiatan verifikasi. c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja. SNVT. monitoring.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU. RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1. tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas. e) Tugas.2. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). validasi. evaluasi. lokasi.

3. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. spesifikasi teknis.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. 2. 28 . RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. standar atau peraturan perundang-undangan). 4. monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program. monitoring. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. evaluasi. validasi.

i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. lingkup pekerjaan. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1. evaluasi. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). validasi. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. evaluasi. validasi. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. sumber dana. b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS. monitoring. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. 29 . monitoring.3. tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d).7. kode dan nomor kontrak. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. termasuk kegiatan verifikasi. l) Rencana terhadap metoda verifikasi. termasuk perencanaan bobot pekerjaan.1. e) Tugas. lokasi.

Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK. Prosedur Kerja. standar atau peraturan perundang-undangan). d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. 4. 2. 3.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan. 30 . n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja. o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. spesifikasi teknis. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan. c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan.

Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan. 7. peraturan presiden. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan.1. Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan.2. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. peraturan pemerintah. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan. 2. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang.2. persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya. peraturan menteri. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan. Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah.7. 2.2. 4. 7. peraturan daerah. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 .2. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.2. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan.3. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu. 3.

2. 3. 2. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai. termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. Tersedianya bahan yang memadai. pedoman. Proses kegiatan yang ditangani. 6. Tersedianya personil pelaksana yang kompeten. 3. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. kontrak dan perubahannya. 3. 4. 7. 2. 5. 5. 6. Informasi Program dan Kegiatan. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. Penanganan kegiatan. 7. standar.1. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 4.4. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. Tersedianya rencana desain dan pengembangan. 32 .3. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan. Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan.

Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya. PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7. Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. 5. 33 .4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima. Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 3. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.5. PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . Proses pengadaan.6. 6. Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Teridentifikasinya calon peserta. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK).6. Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. 7.1. 2. Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1. 7.4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.

Identifikasi Dan Mampu Telusur 1. 7. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses.2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran. 2. Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan.2. 34 .6.3. Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut.6. setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal). 2. e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan. 7. c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1.

PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Identifikasi. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. (Bila sesuai. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN). perawatan dan pengoperasian). perlindungan. 35 . perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN). pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan. 7. penanganan. baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.6.5. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga.7. 7.4. 7.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1. 2. penyimpanan.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.6.

c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). maka dasar penggunaan verifikasi. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai. 4. terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional. kalibrasi atau validasi harus dicatat. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan). Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. 36 . 3. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat. b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran. Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi. verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2.

8. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan.1. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8. Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku. 8. pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan. 2.1. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan.2. Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan. Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan. 37 .2. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa.BAB VIII PENGUKURAN. Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya.

Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan.2. 4. 3. Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1. c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM. 2.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja. Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit. c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM. 38 .2. 5. Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus. 8.

serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit. bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya. h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). 2). diantaranya: surat perintah audit. i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit. 5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. g) Proses perencanaan Audit Internal SMM. c) Tujuan Audit Internal SMM. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit. 39 . Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri. j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan. Dokumentasi pendukung lainnya. f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan.6. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). 2) Nama ketua dan anggota auditor. 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. pemberitahuan kepada Auditee. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. dan rencana kerja masing-masing tim.

bahwa persyaratan telah dipenuhi. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi. jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif.2.3. Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 8.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 .4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.3. 3. 2. Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut. Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan. 4.2.4.

8. 3. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.1. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. ANALISIS DATA 1. 5. 4. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. 41 . dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.4. Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya. jawab pada setiap kegiatan harus memastikan. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan. 3. 2. Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya.

Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan.2. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM. Analisis Data. 2. f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian.1. d) Kinerja para penyedia barang/jasa. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan.5. Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan. Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan. PERBAIKAN 8.5. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian. 8. c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan. 42 .5. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan.4.

e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. 2. c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan. Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1.5. Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.3. d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 43 . Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian.

BAB IX PENUTUP 9. Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. 5. 3. Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. 4. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. 2. sistematis. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. Instruksi Kerja. PENUTUP 1. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. Prosedur Mutu. Petunjuk Pelaksanaan. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya. DJOKO KIRMANTO 44 .

LAMPIRAN .2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .

.

45 . : Tgl. Rev. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No.1. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : No. Dok.

o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 . Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Dok. Rev. : Tgl.

47 . : Tgl. 2.1. : No. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. MAKSUD & TUJUAN : 2.2. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. 3. Dok. rencana kerja pembangunan jangka menengah. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Rev. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. 2.

4. REFERENSI : 4.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. : Tgl. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. : No.2. 48 .1. Dok. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Rev. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. No. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya.

.. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I... Rev.. : No. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 . UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN . Dok. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. (Output dan Outcome) 7.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. : Tgl. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I.

50 . 8. Rev. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program. 8.2. Diterbitkan: Hal : Paraf : 8. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output.3. Dok.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.1. : No. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. : Tgl. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. rencana kerja pembangunan jangka menengah.

Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. 51 . : Tgl.1. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). Dok.

: No. Dok. o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. : Tgl. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 . Rev.

menunjang program kerja Eselon I. Rev. MAKSUD & TUJUAN : 2. 2. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I.1.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I. : No. REFERENSI : 4. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II. 3.1. 4. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku.2. 4. Dok.2. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 . : Tgl. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. 2. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I.

RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I. : No. Rev. Dok.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. No. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 . : Tgl. Diterbitkan: Hal : Paraf : 5. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6. SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I.

UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. : No. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Dok.. Rev. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8.. Tgl.. 55 . : No. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7.. KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.

Dok.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. rencana kerja pembangunan jangka menengah.1. 8. Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. 56 . : Tgl. Rev. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. : No. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.2. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang.3. 8.

LAMPIRAN .3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .

58 .

..... No... Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No........... dari .... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 . : .............. No.. Satuan Kerja . Dok..... Rev............... Diterbitkan: Hal : ......................... Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN .... : 00 Tgl...........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No........

...... dari ...... Setiap terjadi revisi RMP... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen... harus dicatat dalam sejarah dokumen.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .................. Rev..... No...... : . : 00 Tgl.............. Diterbitkan: Hal : .. No...... Satuan Kerja ........... 58 ....... Dok........

................. evaluasi....................... Daftar Dokumen SMM ... Informasi Kegiatan . 8.... No.............................................................................. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .............. Dok................. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..... Umum ............. No............ Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan .... Rencana & metoda verifikasi.................. 12..................... dari .................................................................................... Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana .......... Paraf : DAFTAR ISI 1.......... Rev...................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .................. 4....... 11......................................... Sasaran Mutu Kegiatan .... 6................. Persyaratan teknis dan administrasi ................ 5.......... Tugas.. 14..................... Diterbitkan: Hal : . 15................................................... 10........ validasi. 3....... 9....................................................... 13....... Daftar Kriteria Penerimaan .... 2... Struktur Organisasi ....................................................... Daftar Induk Rekaman. : .................. : 00 Tgl...... monitoring......... 7... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .................. Satuan Kerja .. Jadwal Personil ................. tanggung jawab dan wewenang ............................................................ 59 .............

.................... ........... Jangka waktu ..... No...... .......................................... ...... Satuan Kerja ................................... .............................................sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program ........... No... ........................................................... ........... dari ..................... ............ Dst........... INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............................................................... .................. ......................................................................................................... No.................... ........... Nama Kegiatan ................................................... ................. Rev.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ....... ....... ...................... tahun . : 00 Tgl... ............................................................. .............................................. ..... Jumlah Anggaran ............. Dok. .................... : .................................................................. ............... 2....... ................ Paraf : 1.......................................... . ........................................................ ..................................... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ......... ........................................... .......................... ............................. ............................................. Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 .............. Diterbitkan: Hal : ............................................... ................. .. LATAR BELAKANG3 ........

.................. ............. DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 ............... ...............................3...... Satuan Kerja ............................................. 4................................ ....... : 00 Tgl.. dari . Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ............. SASARAN MUTU5 ................ ...............................................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........... ..... ..... Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.....................................................2....... Rev.................. Diterbitkan: Hal : .................... Paraf : 3............................................. .......................................................... No............................... No...... Dok................................1................................................................................................................................................... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4....................................................................................................................................................... : ............ ...............

Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Dok....... No........... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6... Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 . Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... sebagai berikut : 6............3..... Paraf : 5.......4... dari . Rev.. : 00 Tgl..... No.....5. STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun . Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. : ..2............ Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6......... Diterbitkan: Hal : ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......1.. TUGAS. Satuan Kerja ...........

: 00 Tgl...................9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6......... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan). Diterbitkan: Hal : ...8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....... 6. Dok. No.... No........2....10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7....3.1. KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. : ....... Satuan Kerja . alat transportasi.. Rev. Multimedia dsb..6 63 . terdiri dari : 7....7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.... dari ......... Contoh : alat komunikasi. Komputer & Printer.. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7...........

4......... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8........... Dok... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. 7........... Paraf : 7... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.. dari ....... No.. Satuan Kerja .. 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun ...... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 ........ No... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya.. Bila menggunakan bagan alir.. 9.... : ........ Rev.. Diterbitkan: Hal : . : 00 Tgl...5.... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No.. Contoh ruang kerja/rapat dsb......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........

...... Paraf : 10...... No. : 00 Tgl.............. No............. JADWAL PERSONIL No... Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11.. dari .... Dok............. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No....... Satuan Kerja ........ 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ... 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun .. : .... Diterbitkan: Hal : ........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 ...... Rev.....

. Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.. : 00 Tgl.... dari . DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun . INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen ... VALIDASI... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3.... Diterbitkan: Hal : ......... bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker..... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan......... 13.. 14. .......... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun .. Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4.......... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas............ Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 . : . MONITORING........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............. EVALUASI..... No......... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2.... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap .... Rev.. No. Paraf : 12. Satuan Kerja .. Dok.

............ Negara..... dari .. 4. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI.... Kewenangan.. 2.. 5.. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Permen PU No. 8.. Fungsi....... : 00 Tgl... 7. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK. Tugas. Rev. No...... Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara...... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan....... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1... 3. Diterbitkan: Hal : .06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara... Permen PU No... 9.. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008.. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu... No.. 6..... Satuan Kerja .... tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 . Dok.. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa........ Kolusi dan Nepotisme...... : ...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .

......... Permen PU No. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No........../KPTS/M/..... 68 ...... : . : . No.......... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.. Diterbitkan: Hal : ......... 15. tahun anggaran ... Paraf : 12. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13................... 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.. : 00 Tgl. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No... Dok........ Rev.. Satuan Kerja ............ tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan . tanggal ................. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran .......... dari ............. No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...........

....... dari .. : 00 Tgl... No..... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No......................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No......... No....... Diterbitkan: Hal : . Rev............. Dok.. : .... Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ...................... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 ... SNVT/SKS/PPK/ .....

....... Diterbitkan: Hal : .... Rev.. 70 ............. Setiap terjadi revisi RMP...... : .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Dok..... : 00 Tgl.... harus dicatat dalam sejarah dokumen........................ No...... SNVT/SKS/PPK/ ............ Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen........ dari . No..

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

..1................... No. Dok.2...... Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. No............ SNVT/SKS/PPK/ .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... sebagai berikut : 6.. TUGAS.3.... Paraf : 6 5.. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun .. Rev. Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6................. Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 .. : 00 Tgl. : ............4.. dari .. PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6.... Diterbitkan: Hal : ............

............ Contoh : alat komunikasi.. Komputer & Printer. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.. Contoh ruang kerja/rapat dsb. Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. 8...... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)..1... Diterbitkan: Hal : .... 7... dari ..5.......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan... terdiri dari : 7... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun .. Dok........ Rev. SNVT/SKS/PPK/ ..2.4....... alat transportasi... : 00 Tgl. : .. Multimedia dsb.. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7... Paraf : 7. 75 ..3.... Bila menggunakan bagan alir...... 7..... No............ No... 7.

.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . : 00 Tgl........ SNVT/SKS/PPK/ .. : .............. dari . Rev...... 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun ..... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 ..... Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9.... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun .. Bulan 05 06 07 08 10....... No.. Dok........... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11..... JADWAL PERSONIL No.......... No...... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.......... Diterbitkan: Hal : ...... 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun .. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No.

...... Rev... MONITORING... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. 4..... bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker. No..... Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan... SNVT/SKS/PPK/ ...... Dok.. 2. 3.... : . INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen . DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ...... dari ....... 13...... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1... VALIDASI.... Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 .... : 00 Tgl...... ..... No....... Diterbitkan: Hal : ........ DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun . Paraf : 12..............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ... EVALUASI......... 14..

...... 10... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK..... dari .. Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1... 6. Tugas.... 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11. Rev. Fungsi... : 00 Tgl. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008... Undang-Undang Nomor Perbendaharaa. 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2.. : .. Negara. Permen PU No.. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu.. Undang-Undang Nomor Keuangan Negara... 8. No... Kewenangan.......... No.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 ..... Diterbitkan: Hal : .. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.. SNVT/SKS/PPK/ .. Permen PU No. 7. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 3.. 9. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.... Kolusi dan Nepotisme............06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5........... 4. Dok......

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

............................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .................................. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ............. Rev......... 16...... No.. 15............................................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..... Dok.......................... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ... Umum .............. : .............. 12..................................................... Tugas..............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .......... : 00 Tgl. 14.................... PPK ... 8....... 9.............................. 3..... (KEGIATAN SWAKELOLA) No...... tanggung jawab dan wewenang .................... Jadwal Personil ................................... 13.... validasi................ Lampiran ... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..... 2.............. 5.......... Daftar Dokumen SMM ................ 6......... monitoring.... dari ............................. evaluasi.......... 10.... 82 ............ Persyaratan teknis dan administrasi ............................................................. Sasaran Mutu Kegiatan ..................... 7........................ 11. Struktur Organisasi ..................................... Diterbitkan: Hal : .................... Rencana & metoda verifikasi........... Daftar Induk Rekaman............................ Daftar Kriteria Penerimaan ......................................... Paraf : DAFTAR ISI 1.................................................................................... 4.............. Informasi Kegiatan .......

................. PPK .................................................................................. ....................................... ........................................................................ : ...................................... ........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ................................ Paraf : 1................ ...................... ....................................... SASARAN MUTU4 ............................................................ No........................................................ dari .......................... .................................................................................. INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ............................................. tahun .......................... Rev......... .........sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber.................................................................... Dok......................................................... 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ........ ...... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ........... 2................. Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3............. LATAR BELAKANG3 .................................... : 00 Tgl........................................ (KEGIATAN SWAKELOLA) No............................................................ No...... ........ ....................................... Diterbitkan: Hal : ...................

...2..... Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... : 00 Tgl... 5.......3..................... Rev.. No.... (KEGIATAN SWAKELOLA) No.... 4.....1.... PPK ....... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4......2.. : .... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6....... Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Diterbitkan: Hal : . TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 .. Paraf : 4. STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6. Dok.... dari ....1.........3.. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan .. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ... TUGAS..

... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. 7. Diterbitkan: Hal : ... Paraf : 6.4. Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)......1.... Rev.....2... Contoh ruang kerja/rapat dsb.. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. PPK ...5. Komputer & Printer.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No....... (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7. Dst.. Multimedia dsb...... Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7...3... : ........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. alat transportasi..... Dok. 85 . Contoh : alat komunikasi. dari .... KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan . terdiri dari : 7. 7.. Bila menggunakan bagan alir...... No... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8..... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya.. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7....5......... : 00 Tgl....4...

.. dari .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......... Paraf : 9. 1 2 3 4 Jabatan Tahun .... (KEGIATAN SWAKELOLA) No............... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No............. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11. PPK ............... JADWAL PERSONIL No....... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No. No.... : . 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun . : 00 Tgl. 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun .. Dok.. Rev.......... Diterbitkan: Hal : .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 .......

. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.. 1 2 3 4 13................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Rev.... 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 . dari .. No. MONITORING.... INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan .. : 00 Tgl. Dok....... (KEGIATAN SWAKELOLA) No... Paraf : 12. : .. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya.... kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan.... . DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan.............. VALIDASI....... No. No... EVALUASI... Diterbitkan: Hal : .... PPK .................

. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No. Paraf : 14.... : 00 Tgl........ Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya. Rev.. antara lain : 1.. DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan ........... 88 ... (KEGIATAN SWAKELOLA) No..... Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum........... PPK . Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2. No... : ....... Dok.... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4...... DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan ... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3............ .. Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15........... dari ......... Diterbitkan: Hal : ..

KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi. untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .

90 .

LAMPIRAN .4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

... 6. 5.... STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4..… UNIT PENERIMA 1...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN….... 2.... 3.... 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 ..

93 . Setiap terjadi revisi RMP.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen. harus dicatat dalam sejarah dokumen.

................ 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 ............................................ Jadwal Kriteria Penerimaan ....... 8........ Umum ...... 16.......................... Jadwal Personil .............................. 10...... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .............................. 5..................................................................................... 14.................... evaluasi... tanggung jawab dan wewenang ............. Sasaran Mutu Kegiatan .................................................. 2.................................. 3.......... 13.............. 11............... Rencana & metoda verifikasi.......................................... 4......... Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja.......................... Persyaratan teknis dan administrasi ....... Struktur Organisasi ........ Informasi Kegiatan .............................................. monitoring........................ 15... 6........................................... 9.................. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ..................... 17................................... Tugas.......................... Jadwal Peralatan ...................................... Daftar Induk Dokumen ...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1.................... 12.... Jadwal Material ....................................... Lampiran ................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ............. 7.............. Jadwal Arus Kas .................. validasi.

........................................ 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 ....................................................................... .......................... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber.................................................... ............................. ............................................................................ SASARAN MUTU ....... LATAR BELAKANG4 .................................................................................................................. Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst............................................. ..............................................KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1......................... ............................. .......................................... ............................................................................................................................. ......................... ........................ ...................................................... sesuai kebutuhan 3............ ................................................................................................................................................................................................................................... ............. ............................................................................................. 2............................ ......................................................................................................................................................................................................................... .....

terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6. Bila menggunakan bagan alir... PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan . adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5.. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. .... 7...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4.. STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan .. 96 . TUGAS..... BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan... tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas...

1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun . Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11.. JADWAL PERSONIL No.. 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan... JADWAL MATERIAL7 No. 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun ... No.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8.... 1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun . Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12. volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 .. 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun . No..

RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan. Standar atau Peraturan perundangan 98 . INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . No.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. 1 2 3 15. kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan.. No. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan.. 1 2 3 4 14. EVALUASI. MONITORING. Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya..... . VALIDASI.

.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No... 1 2 3 4 5 6 17.. LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 .....

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->