MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA

PERATURAAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[ ]|[

DEPERTEMEN PEKERJAAN UMUM
1

2

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 TENTANG

SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang : a. bahwa dalam pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum telah ditetapkan Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah; b. bahwa Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman Dan Prasarana Wilayah sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan perkembangan dan kondisi saat ini, oleh karena itu perlu diganti; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum;

i

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 1999 TLN Nomor 4020).Mengingat : 1. dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah beserta perubahannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120). ii . 6. 3. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 65. Tugas. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3957). 4. Fungsi. 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2008. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 64 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3956). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum. 5. 7. 8.

Unit Eselon III dan seterusnya di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum termasuk Unit Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya). 6. Kebijakan Mutu adalah maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu. Penyedia Barang/Jasa adalah badan usaha atau orangperseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 2. seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. 5. Unit Pelaksana adalah Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan yang selanjutnya disebut SNVT/SKS/PPK yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. 3.MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG SISTEM MANAJEMEN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. 4. Sistem Manajemen Mutu yang selanjutnya disebut SMM. Mutu adalah gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. 7. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah. Unit Pelaksana Kegiatan dan Penyedia Jasa dalam hal pencapaian mutu. Unit Kerja adalah Unit Eselon I. Unit Eselon II. 8. Rencana Mutu Unit Kerja yang selanjutnya disebut RMU merupakan rencana kerja sebagai penjabaran dari sasaran dan iii . adalah sistem manajemen organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi dan nonkonstruksi di setiap Unit Kerja. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1.

Pasal 3 1) Maksud dari Peratuan Menteri ini untuk memberikan panduan melaksanakan manajemen organisasi yang mengarah pada perencanaan. iv . Departemen adalah Departemen Pekerjaan Umum. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan yang selanjutnya disingkat RMP merupakan dokumen Sistem Manajemen Mutu Pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) dalam rangka menjamin mutu kegiatan. Audit Internal SMM adalah audit yang dilakukan untuk memonitoring dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Satuan Kerja/ Unit Pelaksana Kegiatan. Pasal 2 Kebijakan Mutu Departemen merupakan suatu kebijakan/upaya guna menjamin ketersediaan infrastruktur yang handal bagi masyarakat dengan prinsip efisien dan efektif serta melakukan peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan. kecukupan dan keefektifannya baik melalui rapat atau dalam bentuk lainnya. penerapan. 10. 15. untuk memastikan kesesuaian.9. 16. Kaji Ulang Manajemen adalah kegiatan yang bertujuan untuk meninjau penerapan Sistem Manajemen Mutu secara periodik. pemeliharaan dan peningkatan bagi pencapaian kinerja berlandaskan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi sesuai dengan Kebijakan Mutu yang ditetapkan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 11. pengendalian. program kegiatan tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. Sekretaris Jenderal adalah Wakil Manajemen tingkat Departemen. Panel Audit adalah Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. Menteri adalah Menteri Pekerjaan Umum. 13. 12. Rencana Mutu Kontrak yang selanjutnya disebut RMK adalah rencana mutu pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. 14.

serta Penyedia Barang/Jasa dalam melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Pekerjaan Umum agar tercapai kinerja yang direncanakan secara akuntabel. e) Pengelolaan sumberdaya. dan wewenang d) Dokumentasi sistem manajemen mutu. v . Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen baik di pusat maupun di daerah wajib melaksanakan pengukuran kinerja penerapan SMM melalui Audit Internal. (2) Seluruh Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (Pekerjaan Konstruksi dan Non Konstruksi) di lingkungan Departemen sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan baik di pusat maupun di daerah wajib melakukan audit SMM terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen. dalam rangka mewujudkan tata kepemerintahan yang baik (good governance). (5) Unit Kerja. Pasal 4 Ruang lingkup Peraturan Menteri ini mencakup : a) Penerapan SMM b) Pengelola SMM c) Tugas. efisien dan efektif.tanggung jawab. f) Pelaksanaan kegiatan g) Pengukuran analisis dan perbaikan. (3) Penyedia Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum baik di pusat maupun di daerah wajib memahami dan menerapkan SMM. (4) Unit Kerja.2) Tujuan dari Peratuan Menteri ini untuk memudahkan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. BAB II PENERAPAN SMM Pasal 5 (1) Seluruh Unit Kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya wajib memahami dan menerapkan SMM.

merencanakan. TANGGUNG JAWAB. DAN WEWENANG Pasal 7 Wakil Manajemen tingkat Departemen mempunyai tugas. dan mengembangkan SMM. (4) Penjamin Mutu terdiri atas Wakil Manajemen dan Pengendali Dokumen. (2) Dalam pelaksanaannya Pengelola SMM dapat dibantu oleh tenaga ahli yang memiliki kompetensi SMM. melaksanakan promosi kesadaran penerapan dan pemeliharaan SMM. mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen. tanggungjawab dan wewenang meliputi: a. melaporkan kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri. 2. merumuskan Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu Departemen Pekerjaan Umum. memelihara. BAB IV TUGAS. (6) Pejabat Pengelola SMM diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan oleh Pimpinan masing-masing. menerapkan. c. menyelenggarakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Departemen secara periodik. d.BAB III PENGELOLA SMM Pasal 6 (1) Pengelola SMM terdiri atas Pejabat Struktural ditingkat Eselon I. melaksanakan pembinaan penyelenggaraan SMM di tingkat Departemen dalam hal: 1. (3) Pengelola SMM terdiri atas Penjamin Mutu dan Panel Audit. vi . b. e. (5) Panel Audit dijabat oleh seorang Auditor yang memiliki kompetensi untuk mengkoordinasikan kegiatan Audit Internal SMM. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki dan bertanggung jawab terhadap penerapan SMM Departemen .

c. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. menetapkan dan mendokumentasikan Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM. menerapkan. tanggungjawab dan kewenangan : a. menyusun dan menetapkan dokumen acuan yang diperlukan bagi penyelenggaraan SMM. Pasal 8 Pejabat struktural Eselon I sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas. tanggungjawab dan kewenangan : a. Pasal 9 Pejabat struktural Eselon II sebagai pimpinan puncak di unit kerja mempunyai tugas.f. dan mengembangkan SMM. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon II secara berkelanjutan. melaksanakan Monitoring dan Evaluasi penyelenggaraan penerapan SMM. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. dan mengembangkan SMM. memelihara. vii . menyusun serta mengkaji ulang SMM. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerja Eselon I secara berkelanjutan. e.dan 5. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon I yang melibatkan Eselon II dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. b. f. memelihara. b. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Departemen Pekerjaan Umum dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. d. dan g. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon I. dan menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan di unit kerjanya. 4. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerja Eselon II. 3. menerapkan.

Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) mempunyai tugas. dan h. dan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan Unit Kerjanya masing-masing. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. e. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon I dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. d. membina dan meningkatkan penerapan SMM Unit Kerjanya. memelihara. menerapkan. mengembangkan SMM. menyediakan sumber daya untuk merencanakan. g. tanggungjawab dan wewenang meliputi : viii . f. menyusun prosedur/ petunjuk pelaksanaan/ instruksi kerja di Unit Kerjanya. c. b. tanggungjawab dan kewenangan : a. g. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon II. Pasal 11 (1) Wakil Manajemen pada Unit Kerja Eselon I. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Unit Kerjanya yang melibatkan Eselon IV serta Unit Pelaksana Kegiatan dilingkungan unit kerjanya masing-masing. d. memelihara. h. melaksanakan Kaji Ulang Manajemen tingkat Eselon II yang melibatkan Eselon III. Pasal 10 Pejabat struktural Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I nya mempunyai tugas. mengikuti Kaji Ulang Manajemen ditingkat Unit Kerja Eselon II dan melaksanakan tindak lanjut atas hasil keputusan Kaji Ulang Manajemen tersebut. mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan. menetapkan Sasaran Mutu Unit Kerjanya. dan mengembangkan SMM.dan mengusulkan revisi atau usulan baru pada penerapan SMM dalam rangka peningkatan berkelanjutan.c. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerjanya. menerapkan. f. mengangkat Penjamin Mutu dan Pengelola Audit SMM ditingkat Unit Kerja Eselon II. e.

diterapkan. memelihara. f. memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan. melakukan sosialisasi SMM di masing – masing unit kerjanya. d. bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit Internal SMM. mengelola penyimpanan dan memelihara Dokumen SMM. menerapkan. melaksanakan Audit Internal SMM.a. memastikan Dokumen SMM telah disahkan sebelum diterbitkan. bersama Pengelola Audit SMM menyusun program Audit Internal SMM. d. dipelihara. melaporkan kinerja peningkatan SMM kepada Pimpinan di setiap Unit Kerja. b. menetapkan kebutuhan sumber daya untuk merencanakan. b. c. e. melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan unit kerjanya melalui Wakil Manajemen. tanggungjawab dan wewenang sesuai ketentuan Prosedur Audit Internal SMM yang meliputi: a. mengusulkan kebutuhan peningkatan kompetensi auditor. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. (2) Pengendali Dokumen pada Unit Kerja Eselon I. dimonitor. didokumentasikan. b. e. dan e. dan mengembangkan SMM. menjamin pendistribusian Dokumen SMM yang absah kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di laksanakan di masing-masing Unit Kerja. mengelola penyimpanan dan memelihara Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM. d. dan g. c. (3) Pengelola Audit Internal SMM pada Unit Kerja Eselon I. tanggungjawab sesuai ketentuan Prosedur Pengendalian Dokumen yang meliputi : a. c. Eselon II dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) memiliki tugas. menyusun Manual Mutu dan Prosedur Mutu yang dipersyaratkan dalam SMM (khusus wakil manajemen Eselon I). mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. memastikan identifikasi perubahan dan status dokumen SMM. dievaluasi dan Kaji Ulang agar tetap sesuai. ix .

melakukan pembinaan dan menerapkan SMM secara konsisten di lingkungan kerjanya. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. Pasal 13 Penyedia Barang/Jasa wajib: a. menerapkan dan mengendalikan pelaksanaan RMK secara konsisten untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan pada pelaksanaan kegiatannya. mengusulkan perubahan yang diperlukan dalam penerapan SMM. g. melakukan tinjauan pada RMP apabila terjadi perubahan persyaratan pekerjaan. c.Pasal 12 Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) mempunyai tugas. melakukan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMP. x .dan h. b. agar tetap memenuhi mutu yang dipersyaratkan. membuat Rencana Mutu Kontrak (RMK) sebagai penjaminan mutu pelaksanaan kepada Unit Pelaksana Kegiatan pada rapat prapelaksanaan kegiatan (pre-construction meeting)/ rapat pendahuluan untuk mendapat pengesahan dari Kepala Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/ PPK). memonitor. mengusulkan penyusunan prosedur/petunjuk pelaksanaan/instruksi kerja kepada atasan langsungnya (Unit Kerja Eselon II atau Eselon III yang terpisah dari Eselon II-nya). d. mengajukan usulan pengesahan ulang apabila terjadi perubahan RMK. tanggungjawab dan wewenang yang meliputi: a. b. menyusun dan menerapkan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP). c. melakukan tinjauan pada RMK apabila terjadi perubahan dalam pelaksanaan pekerjaan yang meliputi persyaratan/ketentuan/ organisasi. e. mengesahkan Rencana Mutu Kontrak (RMK) penyedia barang/jasa setelah disepakati dalam rapat pra-pelaksanaan (pre-construction meeting) / rapat pendahuluan. f. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan sesuai RMK untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan.dan d.

ketersediaan semua sumber daya yang diperlukan untuk merencanakan. ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam keefektifan penerapan SMM.BAB V DOKUMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU Pasal 14 Dokumentasi SMM meliputi . Instruksi Kerja. (3) Pemantauan dan pengukuran kinerja harus sesuai dengan rencana mutu yang telah ditetapkan untuk menilai keefektifan pelaksanaan kegiatan. dan Rekaman/Bukti Kerja. Petunjuk Pelaksanaan. Manual Mutu. menerapkan. BAB VII PELAKSANAAN KEGIATAN Pasal 16 (1) Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. memelihara dan mengembangkan SMM. Sasaran Mutu. b. Kebijakan mutu. kompetensi sumber daya manusia yang melaksanakan pekerjaan sesuai dengan persyaratan. dan c. (2) Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan harus mengacu kepada rencana mutu secara konsisten. Prosedur Mutu. SMM Departemen. xi . dan Penyedia Barang/Jasa wajib memiliki dan menggunakan Rencana Mutu sesuai ketentuan SMM Departemen Pekerjaan Umum . BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pasal 15 Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ Penyedia Barang Jasa harus mengelola Sumber Daya mencakup: a. mengendalikan. mengelola.

(5) Audit Internal SMM harus dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. (7) Pengaturan tentang Sistem Manajemen Mutu dimuat secara lengkap dalam lampiran. Eselon II. dan Eselon III (yang terpisah dari Eselon II-nya) untuk memonitor kesesuaian SMM dan keefektifan penerapannya. sistematis.(4) Tindakan pencegahan dan perbaikan harus dilakukan apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian untuk mencapai kinerja sesuai rencana mutu yang telah ditetapkan. ANALISIS DAN PERBAIKAN Pasal 17 (1) Pimpinan dan Pejabat Struktural di setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengukur keberhasilan penerapan SMM dengan melaksanakan monitoring dan evaluasi pada proses maupun hasil kegiatan. (3) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan perbaikan yang berkelanjutan. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 18 (1) Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. (6) Penilaian peluang perbaikan yang berkelanjutan dalam penerapan SMM harus dilakukan melalui tindakan Kaji Ulang manajemen. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. (2) Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib melaksanakan analisis terhadap hasil monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan untuk menilai keefektifan penerapan SMM dan peluang-peluang peningkatannya. BAB VIII PENGUKURAN. xii .

(2) Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. (3) Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian. Pasal 20 Peraturan Menteri ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Peraturan ini disebarluaskan kepada pihak-pihak yang berkepentingan untuk diketahui dan dilaksanakan. terhadap ketentuan-ketentuan SMM yang belum dilaksanakan agar mengacu pada SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. DJOKO KIRMANTO xiii . maka Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 362/KPTS/M/2004 tentang Sistem Manajemen Mutu Konstruksi Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini.

xiv .

DJOKO KIRMANTO xv .KEBIJAKAN MUTU DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM MENJAMIN KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR YANG HANDAL BAGI MASYARAKAT DENGAN PRINSIP EFEKTIF DAN EFISIEN SERTA MELAKUKAN PENINGKATAN MUTU KEGIATAN SECARA BERKESINAMBUNGAN Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM.

xvi .

.........................2...............................2.............. Manual Mutu .............6....3...........2............................. 4......2.......... SMM Departemen Pekerjaan Umum .1 BAB ........2.......... Petunjuk Pelaksanaan .............. 4.......7............2...2.......................... 4.................................... 4...... BAB................................................. 4.................. 1 2 9 10 10 11 11 11 12 13 13 14 15 16 17 17 18 19 19 19 22 22 xvii .............................. Rekaman/Bukti Kerja ... DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) ......................2.........................................................DAFTAR ISI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 04/PRT/M/2009 ............ 5..................... Sasaran Mutu ...... Instruksi Kerja .... Prosedur Mutu ................3............................. 4...................... xvii LAMPIRAN ......................1........ KOMUNIKASI INTERNAL........ 4.........................2........... BAB.......................................6.. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA ..1..2.............................1..................... 5. 5................ KOMITMEN MANAJEMEN ...............6.... PERSYARATAN UMUM .............1................ 4.. BAB ...........I : PENDAHULUAN ....................2... KAJI ULANG MANAJEMEN............... i KEBIJAKAN MUTU..5.............III : ACUAN NORMATIF ................................. Dokumen Yang Menyangkut Penyelenggaraan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum......................................................................................... 4.................... PENGENDALIAN DOKUMEN .................3............IV : SISTEM MANAJEMEN MUTU .....II : PENGERTIAN ................................... PENGELOLA SMM .......... 4............2..... xv DAFTAR ISI ......................2...........4............... 4..................4........ 4.......... 4...4.................................... BAB-V 5................ : TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN ............... Kebijakan Mutu ..........................

....1.. Komunikasi Dengan Pelanggan....... 7........... 7... Rencana Mutu Kontrak (RMK) ..... 24 24 24 24 24 25 25 26 26 26 27 29 31 31 31 31 32 32 33 33 33 34 34 35 35 35 37 37 37 37 38 40 40 xviii ..... Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan................ 7............................... Kesadaran Dan Pelatihan ........5.................1................................. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN .............. 7.... BAB-VII : PENYELENGGARAAN KEGIATAN ..............7.....6..... ANALISIS DAN PERBAIKAN .................. 7..... 7.....2..2..........6.3.4... Audit Internal Sistem Manajemen Mutu ........... PRASARANA DAN SARANA.................... LINGKUNGAN KERJA..................3.... 6.......... 8....... 7.2...6...6.....2.... Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) .....1.......................2..................4. 7.................. 7..........6........................ 7.. 6......BAB-VI : PENGELOLAAN SUMBER DAYA .............. MONITORING DAN PENGUKURAN ........................ Pemeliharaan Hasil Pekerjaan...............2.1...... 8...... PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN ...........2........................... 7..1..2..... 6...................................................... Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan ........... 7................3........... 8........ 7......1............................ 6.... 7............................1.2. 7......... Kepuasan Pelanggan .2....2......2......1............ PENYEDIAAN SUMBER DAYA ................ 7................. SUMBER DAYA MANUSIA...................... PENGADAAN ........................ Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) .... Pengendalian Proses dan Pelaksanaan Kegiatan.........3..1............... DESAIN DAN PENGEMBANGAN ............... Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan ...................................5.... Identifikasi Dan Mampu Telusur .. PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN .......2............. Umum . UMUM ...... Kemampuan.6. 8.. 7....... 7..............3......... 6....................2.......... 8............... ........ SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS ............ 6..... 8.......................3...1....2................................ RENCANA MUTU ...................... Monitoring Dan Pengukuran Proses ................. Validasi Untuk Proses dan Pelaksanaan Kegiatan......... Barang Inventaris ..........4....... BAB-VIII : PENGUKURAN...........2.....1..2....................................4...

..............5......... 40 41 42 42 42 43 BAB-IX : PENUTUP ................3.................4.......... Tindakan Pencegahan .... LAMPIRAN – 3 : FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) ............. 45 57 91 xix ...... PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI .........................................3...... 8............................................2......................1.... 8..... 8....5...........5.................... 8....................................... 44 LAMPIRAN – 2 : FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA (RMU).............................5............... LAMPIRAN – 4 : FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) ......... ANALISIS DATA ........ Tindakan Korektif ..................... Perbaikan Berkesinambungan .................8.............. 8........................................ PERBAIKAN ............

xx .

LAMPIRAN .1 SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM xxi .

xxii .

o Perbaikan berkesinambungan. Bab IV. Hal-hal lebih lanjut tentang penjelasan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum dijelaskan pada BAB sebagai berikut: 1. Bab III. 9. o Hubungan pemasok yang saling menguntungkan. Format penyusunan Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1 . Bab II . Acuan Normatif 3. Format penyusunan Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 11. Penutup. Analisis dan Perbaikan 8. o Pendekatan proses. Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum harus dapat menunjukkan peningkatan berkelanjutan dalam Unit Kerja/Unit Pelaksana dilingkungan Departemen Pekerjaan Umum dengan mengaktualisasikan 8 (delapan) prinsip manajemen mutu dalam setiap proses kegiatan. yang meliputi . Bab VII.BAB I PENDAHULUAN Pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum perlu dilakukan untuk mengakomodasi semua sistem yang terkait dengan penjaminan mutu seluruh proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Departemen Pekerjaan Umum. Sistem Manajemen Mutu 4. o Kepemimpinan. o Pendekatan faktual dalam pengambilan keputusan. o Fokus pelanggan. Bab V. Pengertian Kosa Kata penerapan SMM 2. Pengukuran. Bab IX. Tanggung Jawab Manajemen 5. Bab VIII. o Pendekatan sistem terhadap manajemen. Penyelenggaraan Kegiatan 7. o Keterlibatan personil. Pengelolaan Sumber Daya 6. Format penyusunan Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 10. Bab VI.

2. (Catatan: Istilah “mutu” dapat dipakai dengan kata sifat seperti buruk. Sistem Manajemen Mutu (selanjutnya disebut SMM): Sistem Manajemen untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu. Sistem Manajemen: Sistem untuk menetapkan kebijakan dan sasaran serta untuk mencapai sasaran itu. tetapi ketiadaannya tidak selalu menyiratkan kepuasan pelanggan yang tinggi. PENGERTIAN 1. 4. Indikator umum rendahnya kepuasan pelanggan dapat dilihat dari adanya keluhan pelanggan. (Catatan: 1.BAB II PENGERTIAN 1. 2. Kebijakan Mutu: Maksud dan arahan secara menyeluruh sebuah organisasi yang terkait dengan mutu seperti yang dinyatakan secara resmi oleh manajemen puncak. hal ini tidak selalu memastikan tingginya kepuasan pelanggan). (Catatan: Suatu sistem manajemen sebuah organisasi dapat mencakup sistem-sistem manajemen berbeda seperti Sistem Manajemen Mutu. Sistem Manajemen Keuangan atau Sistem Manajemen Lingkungan). 5. 3. (Catatan: Pada umumnya Kebijakan Mutu konsisten dengan Kebijakan menyeluruh organisasi dan menyediakan kerangka kerja bagi penetapan Sasaran Mutu). Walaupun persyaratan telah disepakati dan dipenuhi. baik atau baik sekali). 2 . Mutu: Gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang/jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam pemenuhan persyaratan yang ditentukan atau yang tersirat. Kepuasan Pelanggan: Persepsi pelanggan terhadap mutu sesuai dengan persyaratan.

efisiensi atau ketertelusuran). 10. Pengendalian Mutu. Sasaran Mutu: Sesuatu yang dicari atau dituju berkaitan dengan mutu. 3 . 2. (Catatan:Pengarahan dan pengendalian yang terkait dengan mutu pada umumnya mencakup penetapan Kebijakan Mutu. Pemastian/Penjaminan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada pemberian keyakinan bahwa persyaratan mutu telah dipenuhi. 8. Pemastian/Penjaminan Mutu dan Perbaikan Mutu) Perencanaan Mutu: Bagian dari manajemen yang difokuskan pada penetapan sasaran mutu dan merincikan proses operasional dan sumber daya terkait yang diperlukan untuk memenuhi sasaran mutu. Perbaikan mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada peningkatan kemampuan memenuhi persyaratan mutu.) Manajemen: Kegiatan untuk mengarahkan dan mengendalikan sebuah organisasi. 12. Pengendalian Mutu: Bagian dari manajemen mutu difokuskan pada pemenuhan persyaratan. Sasaran Mutu biasanya ditentukan bagi fungsi dan tingkatan tertentu dalam organisasi. 13. Sasaran Mutu. (Catatan: Persyaratan dapat dikaitkan pada aspek apapun seperti keefektifan. Manajemen Puncak: Orang atau kelompok yang mengarahkan dan mengendalikan organisasi pada tingkat tertinggi. Sasaran Mutu biasanya didasarkan pada Kebijakan Mutu organisasi. Perencanaan Mutu. (Catatan: Menetapkan rencana mutu merupakan bagian dari perencanaan mutu). 11. (Catatan: 1. 7. 9.6. Manajemen Mutu: Kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan organisasi dalam hal mutu.

sosial dan psikologis). 21.14. 18. Keefektifan: Sampai sejauh mana kegiatan yang direncanakan terealisasi dan hasil yang direncanakan tercapai. 16. hubungan dan wewenang antar orang. b) Pelanggan Eksternal adalah pihak-pihak luar yang terkait dengan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 17. (Catatan: Kondisi mencakup faktor-faktor fisik. Efisiensi: Hubungan antara hasil yang dicapai dan sumber daya yang dipakai. Kaji Ulang Manajemen atau sarana lain dan biasanya mengarah ke tindakan korektif atau tindakan pencegahan). (Pimpinan.) 15. Organisasi: Kelompok orang dan fasilitas dengan pengaturan tanggung jawab. Perbaikan berkelanjutan: Kegiatan berulang untuk meningkatkan kemampuan memenuhi persyaratan. Prasarana: Sistem (organisasi) dari fasilitas peralatan dan jasa yang diperlukan untuk mengoperasikan sebuah organisasi. 20. analisis data. 19. Lingkungan kerja: Kumpulan dari kondisi tempat pekerjaan dilakukan. Struktur organisasi: Pengaturan tanggung jawab. wewenang dan hubungannya. Pelanggan: Organisasi atau orang yang menerima hasil pekerjaan (Catatan: Pelanggan terdiri dari: a) Pelanggan Internal adalah Pihak-pihak yang terkait dengan proses selanjutnya dalam suatu kegiatan. (Catatan: Proses menetapkan sasaran dan menemukan peluang perbaikan adalah proses berkelanjutan melalui penggunaan temuan audit dan kesimpulan audit. 4 . Pejabat Setingkat dan Staff).

(Catatan: Kelompok dapat terdiri dari sebuah organisasi. Satuan Kerja: Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah organisasi/lembaga pada Pemerintah yang bertanggungjawab kepada Menteri dan menyelenggarakan kegiatan yang dibiayai pemerintah Unit Pelaksana kegiatan: Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) yang berada di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum yang kegiatannya dibiayai oleh Pemerintah berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku. Proses: Kegiatan atau beberapa kegiatan yang saling terkait dan/atau berinteraksi yang mengubah masukan menjadi keluaran. 26. Hasil pekerjaan: Hasil suatu proses. 28. Penyedia Barang/Jasa: Badan usaha atau orang-perseorangan yang kegiatan usahanya menyediakan barang/layanan jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. bagian dari organisasi atau lebih dari satu organisasi). 24. 29. 23. dan seterusnya. Unit Kerja: Unit Kerja Eselon I. Unit Kerja Eselon II. 5 . termasuk Unit Kerja Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya) di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku. 27. Unit Kerja Eselon III. Pihak berkepentingan: Orang atau kelompok yang memiliki kepentingan pada kinerja atau keberhasilan organisasi. 25.22. Wakil Manajemen: Seseorang yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan dan peningkatan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan organisasi yang bersangkutan.

Ketidaksesuaian: Tidak dipenuhinya suatu persyaratan. Hasil pekerjaan tidak sesuai: Hasil pekerjaan yang tidak sesuai dengan pesyaratan yang telah ditetapkan. biaya dan sumber daya. yang 31. 38. 6 . Koreksi: Tindakan menghilangkan ketidaksesuaian yang ditemukan. 41. Pengerjaan Ulang: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai persyaratan. Kesesuaian: Dipenuhinya suatu persyaratan. 37. Perbaikan: Tindakan pada hasil pekerjaan yang tidak sesuai untuk menjadikannya sesuai dengan pemakaian yang dimaksudkan. Proyek: Proses khas. 40. Dokumen: Informasi dan media pendukungnya. dilakukan untuk mencapai sasaran yang sesuai dengan persyaratan tertentu. 32.proses atau sistem. 33. Prosedur: Cara tertentu untuk melaksanakan suatu kegiatan atau proses. Tindakan Pencegahan: Tindakan untuk menghilangkan penyebab ketidaksesuaian yang potensial atau situasi potensial lain yang tidak dikehendaki. 34. termasuk kendala waktu. Desain dan pengembangan: Kumpulan proses yang mengubah persyaratan menjadi karakteristik tertentu atau menjadi spesifikasi suatu hasil pekerjaan.30. 39. 35. terdiri dari kumpulan kegiatan terkoordinasi dan terkendali dengan tanggal awal dan akhir. 36. Tindakan Korektif: Tindakan menghilangkan penyebab ketidaksesuaian ditemukan atas situasi yang tidak dikehendaki.

45. Rencana Mutu: Dokumen yang berisi prosedur dan sumber daya yang diperlukan harus diterapkan oleh siapa dan kapan pada suatu proyek. Daftar Simak Pemeriksaan. Verifikasi: Konfirmasi. Spesifikasi: Dokumen yang menyatakan persyaratan. serta Daftar Simak Pengujian. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pekerjaan. Prosedur Mutu. hasil pekerjaan. 43. Validasi: Konfirmasi. 50. 48. Inspeksi: Evaluasi kesesuaian melalui pengamatan dan penetapan. 7 . Petunjuk Pelaksanaan. 46. Dokumen Mutu: Seluruh dokumentasi yang digunakan sebagai acuan penerapan Sistem Manajemen Mutu di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Rekaman: Dokumen yang menyatakan hasil yang dicapai atau memberi bukti pelaksanaan. Dokumen mutu tersebut diantaranya berupa: Norma Penerapan Sistem Manajemen Mutu. Bukti Objektif: Data pendukung keberadaan atau kebenaran sesuatu. melalui penyediaan bukti objektif. proses atau kontrak tertentu. suatu 44. Uji: Penentuan satu atau lebih karakteristik sesuai dengan prosedur. Rencana Mutu. Instruksi Kerja.42. Manual Mutu: Dokumen yang merincikan Sistem Manajemen Mutu organisasi. pengujian atau pembandingan. melalui penyediaan bukti objektif. 47. Standard Teknis Pekerjaan dan Material. 49. jika perlu dengan pengukuran. bahwa persyaratan bagi pemakaian atau aplikasi dimaksud telah dipenuhi. Catatan Mutu. bahwa persyaratan yang ditentukan telah dipenuhi. Manual Mutu. 51.

59. 8 . 60. Kesimpulan Audit: Hasil audit oleh tim audit setelah mempertimbangkan sasaran audit dan semua temuan audit. Temuan Audit: Hasil evaluasi bukti audit yang terkumpulkan terhadap kriteria audit. Kompetensi: Kemampuan yang diperagakan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan 53. Audit: Proses sistematis.52. Auditee: Orang/organisasi yang diaudit Auditor: Orang yang berkompeten melakukan audit. mandiri dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara obyektif untuk menentukan sejauh mana kriteria audit telah terpenuhi. 57. 58. Tinjauan: Kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kesesuaian. 56. Tim Audit: Seorang auditor atau lebih yang melakukan audit. 55. kecukupan dan keefektifan masalah yang dibahas untuk mencapai sasaran yang ditetapkan. Program Audit: Gabungan dari satu atau lebih audit yang direncanakan untuk kerangka waktu tertentu dan diarahkan ke sasaran tertentu. 54.

SNI Nomor 19-19011-2003 tentang Pedoman Pengauditan Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Lingkungan. SNI Nomor 19-9000-2005 tentang Sistem Manajemen MutuDasar-dasar dan Kosakata. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Bidang Pekerjaan Umum Yang Merupakan Kewenangan Pemerintah Dan Dilaksanakan Melalui Dekonsentrasi Dan Tugas Pembantuan. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri. SNI Nomor 19-9001-2001 tentang Sistem Manajemen MutuPersyaratan. 2.BAB III ACUAN NORMATIF 2. 9 . 3. 5. ACUAN NORMATIF Pedoman Penerapan Sistem Manajemen Mutu ini berlandaskan: 1. 6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 602/PRT/M/2006 tentang Tata Persuratan dan Kearsipan. 4.

efektif dan efisien.1. Menetapkan kriteria dan metoda agar proses kegiatan tersebut. Dalam hal proses kegiatan yang dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa. 4. mengukur dan menganalisa kesesuaian proses-proses kegiatan tersebut dengan sasaran yang telah ditetapkan. 7. serta upaya perbaikan berkesinambungan proses-proses kegiatan tersebut. 5. Memahami dan mengidentifikasi proses kegiatan yang ada di masing-masing Unit Kerja/ Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Menetapkan urutan proses kegiatan serta interaksinya.BAB IV SISTEM MANAJEMEN MUTU 3. Menjamin tersedianya sumber daya dan informasi untuk melaksanakan dan memonitor proses-proses kegiatan tersebut. 6. agar dapat dilaksanakan secara terkendali. PERSYARATAN UMUM yang harus Setiap Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus: 1. serta secara terus-menerus meningkatkan keefektifannya. 2. 10 . Melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya mencapai hasil yang telah direncanakan. maka Unit Kerja/Satuan kerja/Unit Pelaksana Kegiatan wajib mengendalikan proses kegiatan yang dapat mempengaruhi kesesuaian persyaratan hasil pekerjaan. Memonitor. Dalam menerapkan SMM. SIST MANAJEMEN MUTU Seluruh Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum wajib melaksanakan SMM dengan cara mendokumentasikan. menerapkan secara efektif dan memelihara secara konsisten sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masingmasing Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. persyaratan-persyaratan dipenuhi adalah sebagai berikut: 4. termasuk Penyedia Jasa yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi maupun non-konstruksi wajib melaksanakan SMM tersebut. 3.

Rekaman 4. SMM Departemen Pekerjaan Umum 3. seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum wajib berkomitmen menerapkan SMM secara konsisten sesuai Peraturan Menteri ini dan senantiasa melakukan peningkatan mutu yang berkelanjutan.2. SMM Departemen Pekerjaan Umum. Manual Mutu 4. Instruksi Kerja yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 7. diantaranya dengan menekan kegagalan pada seluruh tahapan kegiatan. Kebijakan Mutu ini dikomunikasikan untuk dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Departemen Pekerjaan Umum. SMM Departemen Pekerjaan Umum merupakan dokumen mutu di tingkat Departemen yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini dengan mempertimbangkan bahwa: 11 . serta pelaksanaan yang efektif dan efisien. 4. Dalam upaya mewujudkan hal tersebut di atas.2. Meningkatkan kompetensi kinerja sumber daya manusia yang profesional.4.2. Untuk menerapkan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum secara efektif dan efisien seluruh jajaran di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus melakukan upaya-upaya untuk: Meningkatkan mutu kegiatan berdasarkan prioritas program dan perencanaan yang realistis. Dokumen lainnya antara lain Petunjuk Pelaksanaan. DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU (SMM) Dokumen-dokumen yang digunakan dalam penerapan SMM. yaitu: 1. Kebijakan Mutu Kebijakan Mutu merupakan dasar komitmen untuk menerapkan SMM di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Prosedur Mutu 6. Memenuhi mutu pelayanan dan mutu yang diharapkan oleh pemangku kepentingan. Kebijakan Mutu 2.2.1. Sasaran Mutu 5.

Manual Mutu dikembangkan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum. 4.1. 5. 2. bersifat umum agar dapat dijadikan landasan penerapan SMM di berbagai kegiatan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 3.2. ditetapkan dalam rangka penerapan SMM yang terdokumentasi dan terintegrasi. 4. 6. Penyusunan dan penetapan Manual Mutu sebagai berikut: 1. Apabila terdapat ketentuan yang tidak dapat diterapkan. 5. Manual Mutu Manual Mutu adalah dokumen mutu di tingkat Unit Kerja Eselon I yang diperlukan untuk mengatur penerapan SMM di lingkungan unit kerjanya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Manual Mutu disusun oleh Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I (WM-I). menerapkan dan memperbaiki keefektifan SMM untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. disahkan oleh Manajemen Puncak di Unit Kerja Eselon I dan harus ditinjau ulang secara periodik. agar mudah dilaksanakan oleh semua pihak terkait. Manual Mutu harus didokumentasikan..3. keselarasan penerapan SMM dengan Unit Kerja/Satuan Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang sudah bersertifikat SNI 19-9001:2001. Disosialisasikan oleh Wakil Manajemen dari setiap level. memuat ketentuan-ketentuan SMM yang secara strategis wajib dipenuhi dan dilaksanakan oleh semua Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan secara konsisten di lingkungan Departemen Umum dengan memenuhi persyaratan dan peraturan perundangundangan yang berlaku. maka harus diberikan penjelasan atau alasan pengecualian. 4. 2. mengacu pada persyaratan-persyaratan standar nasional SNI 199001:2000 sebagai adopsi pendekatan proses pada saat mengembangkan. 12 . Apabila terjadi perubahan SMM maka Manual Mutu harus direvisi. diterapkan dan dipelihara pada setiap Unit Kerja Eselon I dan disesuaikan dengan ruang lingkup tugas pokok dan fungsi masing-masing Unit Kerja dalam mendukung penjaminan mutu kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja Eselon I. Pendokumentasian Manual Mutu wajib ditetapkan berdasarkan Peraturan SMM Departemen Pekerjaan Umum dan wajib diikuti serta diterapkan oleh semua jajaran unit kerjanya berikut Unit Pelaksana Kegiatan. 3.

4. c) Struktur organisasi.5. 4. Ketentuan Prosedur Mutu sebagai berikut: 1. Sasaran Mutu merupakan target yang terukur dan pencapaiannya dimonitor dan dievaluasi secara periodik. Sasaran Mutu 1. Sasaran Mutu harus sesuai dengan Kebijakan Mutu Departemen Pekerjaan Umum dan Sasaran Mutu Atasan langsung dari Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Prosedur Mutu wajib diterapkan di seluruh Unit Kerja Eselon I dan seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang berada di dalam lingkup kewenangannya. 3.4. e) Daftar dokumentasi SMM yang digunakan di Unit Kerja Eselon I. Manual Mutu sekurang-kurangnya mencakup: a) Lingkup penerapan SMM. 4. 3. b) Sasaran Mutu Unit Kerja Eselon I. termasuk uraian tugas. f) Pengaturan penerapan SMM di Unit Kerja sebagaimana persyaratan dalam Peraturan Menteri tentang SMM Departemen Pekerjaan Umum ini. tanggung jawab dan wewenang. Prosedur Mutu berisi sekurang-kurangnya mencakup: 13 . d) Bagan alir interaksi antar proses (beserta penjelasannya) dalam rangka penjaminan mutu kegiatan di lingkungan Unit Kerja Eselon I.7.2. Sasaran Mutu harus dikomunikasikan dan dimengerti pada setiap tingkat dan jajaran Unit Kerja yang bersangkutan. Prosedur Mutu Prosedur Mutu adalah dokumen wajib yang menjelaskan metoda dan tindakan tertentu yang dipersyaratkan dalam SMM dan wajib dilaksanakan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 2. Prosedur Mutu disusun oleh Wakil Manajemen tingkat Unit Kerja Eselon I dan disahkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I.2. 2. Merupakan target yang harus dicapai sebagai penjaminan mutu kegiatan dan ditetapkan oleh manajemen puncak setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/ dan tidak bertentangan dengan visi dan misi Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan.

h) Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Dokumen yang menyangkut penyelenggaraan kegiatan Departemen Pekerjaan Umum Merupakan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mengatur kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan untuk memastikan perencanaan. 3.a) Halaman Muka. 2. Prosedur Pengendalian Dokumen. b) Riwayat perubahan. Prosedur Tindakan Pencegahan.2. 5. Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai. 6. d) Ruang lingkup penerapan. pemeriksa dan pengesahan). (3) Kolom Pengesahan (Tanda tangan penyusun. Prosedur Mutu adalah prosedur SMM wajib. (2) Status pengesahan dan status perubahan. j) Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. 4. Prosedur Tindakan Korektif. Prosedur Pengendalian Rekaman. c) Maksud dan Tujuan Prosedur Mutu. e) Referensi atau acuan yang digunakan. g) Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). yang sekurang-kurangnya meliputi : 1. 4. l) Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Prosedur Mutu (bila diperlukan). f) Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan. Prosedur Audit Internal SMM. apabila ada). berisi: (1) Judul dan nomor Identifikasi Prosedur Mutu. k) Rekaman/ Bukti Kerja (yang ditetapkan dalam Prosedur Mutu).6. pelaksanaan dan pengendalian proses untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan secara efektif sesuai SMM Departemen Pekerjaan Umum yang mencakup : 14 . i) Tanggung jawab dan Wewenang.

pelaksanaan dan pengendalian proses dilakukan secara efektif sesuai SMM sebagai berikut: 1. Standar. standar internasional. termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Petunjuk Pelaksanaan minimal mencakup: a.2. Riwayat perubahan. Petunjuk Pelaksanaan Petunjuk Pelaksanaan merupakan dokumen standar kerja yang dibutuhkan oleh tiap-tiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk memastikan perencanaan. 2. Dokumen yang diterbitkan secara internal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dapat berbentuk Petunjuk Pelaksanaan atau Instruksi Kerja yang disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait bagi keperluan spesifik penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksanaan Kegiatan. berisi: i. iii. memeriksa dan mengesahkan Petunjuk Pelaksanaan). 3. b. ii. Judul dan nomor Identifikasi Petunjuk Pelaksanaan. 15 . 2. Dokumen-dokumen yang digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses-proses kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam penerapan SMM.1. Halaman Muka. Status validasi dan status perubahan. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Dokumen-dokumen standar nasional. buku literatur dan peraturan perundang-undangan yang berasal dari eksternal Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 3. diantaranya Norma. Petunjuk Pelaksanaan digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. 4. prosedur dan Manual yang diperlukan oleh tiap-tiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya). Petunjuk Pelaksanaan disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan.6.1. berikut Unit Pelaksana Kegiatan. berikut Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan).

j. 3. 2. berisi: i. h.6. Instruksi Kerja Instruksi Kerja merupakan dokumen yang berisikan petunjuk suatu kegiatan yang spesifik dan memerlukan pengaturan agar memenuhi persyaratan mutu. Dokumen-dokumen berupa SOP yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai petunjuk pelaksanaan. Ketentuan Instruksi Kerja sebagai berikut: 1. 16 c. memeriksa dan mengesahkan Instruksi Kerja).Maksud dan Tujuan Petunjuk Pelaksanaan. berikut Unit Pelaksana Kegiatan). 4. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Petunjuk Pelaksanaan). Instruksi Kerja digunakan sebagai acuan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan untuk melaksanakan proses dan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsinya (Eselon I sampai dengan Eselon III dan seterusnya. apabila ada). termasuk Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. Instruksi Kerja disusun oleh pejabat yang terkait dengan tugas dan fungsinya atau personil yang memiliki kompetensi pada substansi terkait. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). Halaman Muka. d. . k. g.2. Ketentuan Umum (penjelasan tentang persyaratanpersyaratan yang harus dipenuhi di dalam melaksanakan proses atau kegiatan). Tanggung jawab dan Wewenang. Judul dan nomor Identifikasi Instruksi Kerja. 4. e. Referensi atau acuan yang digunakan. Kolom Pengesahan (Pejabat yang menyusun. Instruksi Kerja minimal mencakup: a. Status validasi dan status perubahan. diperiksa oleh Wakil Manajemen atau atasan langsung dari personil (konseptor) dan disahkan oleh Manajemen Puncak pada Unit Kerja yang bersangkutan. ii. f. Kondisi Khusus (penyimpangan pelaksanaan proses atau kegiatan yang diizinkan. Ruang lingkup penerapan. iii. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Petunjuk Pelaksanaan (bila diperlukan).2. l. i. Definisi (penjelasan istilah-istilah) apabila diperlukan.

2. risalah. b. 2. h. Pengendalian dokumen harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Dokumen sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. 2. serta dipastikan bahwa dokumen tersebut mudah untuk didapatkan apabila diperlukan. PENGENDALIAN DOKUMEN Seluruh Dokumen SMM yang diuraikan di atas wajib dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Tahapan proses atau kegiatan (dapat menggunakan bagan alir apabila diperlukan). perubahan dan status revisi dokumen terkini harus diberi identifikasi. c. dan buktibukti kerja lainnya) hasil kerja. 4. 1. Prosedur Pengendalian Dokumen minimal harus mencakup ketentuan sebagai berikut: a) Pengesahan dokumen sebelum diterbitkan. Bukti kerja berbentuk dokumen (diantaranya: laporan. 4. berita acara. g. b) Pengesahan ulang dokumen apabila dilakukan kaji ulang atau perubahan dokumen sesuai keperluannya. Lampiran berupa contoh format Rekaman/Bukti Kerja yang ditentukan dalam Instruksi Kerja (bila diperlukan). c) Penerbitan awal. d) Dokumen yang terkini harus tersedia pada lokasi tempat digunakannya dokumen tersebut. Dokumen-dokumen berupa Petunjuk teknis yang sudah ada dan masih berlaku diperlakukan sebagai instruksi kerja. surat menyurat. Rekaman/Bukti Kerja (yang menjadi persyaratan dalam penerapan Instruksi Kerja). gambar.7. Rekaman/Bukti Kerja. 17 . d. 4.3.Riwayat perubahan. foto. Ruang lingkup penerapan. bukti penyimpangan. e. Referensi atau acuan yang digunakan. f. Maksud dan Tujuan Instruksi Kerja. Sebagai bukti yang menyatakan bahwa SMM telah dilaksanakan sesuai dengan yang dipersyaratkan.

g) Dokumen yang sudah tidak berlaku atau kadaluarsa tidak boleh digunakan dan harus dimusnahkan. 4.4. 3. f) Dokumen yang berasal dari luar lingkungan Unit Kerja harus dikendalikan. butir 5. PENGENDALIAN REKAMAN/BUKTI KERJA Rekaman/Bukti kerja yang dihasilkan dari penerapan SMM harus dikendalikan dengan ketentuan sebagai berikut: 1. 3. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja yang merupakan dokumen mengacu pada peraturan yang berlaku di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. memelihara. 4. maka dokumen tersebut harus diberi identifikasi yang jelas dan tidak boleh digunakan. Petugas pengendali dokumen diatur dalam Bab V. Apabila dokumen lama masih diperlukan untuk referensi. termasuk dokumen yang digunakan pada kegiatan pelaksanaan. 18 . Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus mencakup tata cara untuk mengidentifikasi. menyimpan.e) Dokumen harus dapat dengan jelas dibaca dan mudah di identifikasi. 5. Pengendalian Dokumen harus dilakukan di setiap Unit Kerja (Eselon I sampai dengan Eselon III dan Unit Pelaksana Kegiatan).2 huruf b. 6. Hal-hal yang menjadi persyaratan SMM dan belum tercakup dalam ketentuan yang berlaku dapat dikembangkan oleh masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. 2. Pengendalian rekaman/bukti kerja harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja sebagai bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Petugas Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja di masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana ditetapkan oleh Pimpinan Puncak. Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja harus dilakukan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana. menetapkan masa simpan serta memusnahkan Rekaman/Bukti Kerja. 4.

8. Mengkomunikasikan kepada seluruh jajaran di bawah kewenangannya akan pentingnya pemenuhan persyaratan pemangku kepentingan dan peraturan perundang-undangan. Memberikan dukungan penuh dalam penerapan SMM melalui penyediaan sumber daya yang cukup. 5. Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya. KOMITMEN MANAJEMEN Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan wajib memiliki komitmen untuk menerapkan dan mengembangkan SMM secara berkesinambungan dengan: 1. perubahan dokumen. 4. b) Apabila terjadi perubahan yang menyangkut SMM harus diupayakan agar tidak terjadi kesenjangan dalam penerapannya (misalnya: perubahan struktur organisasi. PENGELOLA SMM Pimpinan Puncak harus menunjuk dan menetapkan pejabat pengelola SMM disertai uraian tentang tanggung jawab dan wewenangnya untuk mengelola penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan. 7. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. 6. Menetapkan sasaran mutu. 3. 2. 19 . Pimpinan Puncak di masing-masing Unit Kerja (Eselon I. c) Penerapan SMM mengandung konsekuensi dilakukannya perencanaan pembiayaan.1. Menetapkan dokumen yang menyangkut SMM. dan lain-lain). 6. Satuan Kerja dan Unit Pelaksana Kegiatan) harus dapat memastikan bahwa penerapan SMM dilaksanakan dan dipenuhi dengan tujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.2. 5.BAB V TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN 5. Pimpinan Puncak harus menjamin: a) Keutuhan penerapan SMM wajib dijaga melalui konsistensi penerapan jadwal-jadwal kegiatan SMM. Memberikan arahan tentang kebijakan dalam hal mutu. Melakukan kegiatan Kaji Ulang Manajemen untuk memonitor dan mengevaluasi kinerja SMM. Eselon II.

Pengelola SMM terdiri dari sebagai berikut: 1. Penjamin Mutu Penjamin Mutu terdiri dari seorang Pejabat Wakil Manajemen dan seorang Petugas Pengendali Dokumen harus ditunjuk dan ditetapkan di tingkat Departemen, Eselon I dan Eselon II (kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat), kecuali untuk Tingkat Departemen hanya ada Wakil Manajemen. Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Penjamin Mutu ditunjuk oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja yang bersangkutan. a) Wakil Manajemen: 1) Wakil Manajemen disetiap level tingkatan Unit Kerja harus ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut: (a) Wakil Manajemen Tingkat Departemen adalah Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum; (b) Wakil Manajemen Eselon I ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon I; (c) Wakil Manajemen Eselon II, ditunjuk dan ditetapkan oleh Pimpinan Puncak Unit Kerja Eselon II; (d) Pada Unit Kerja Eselon III yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya, Wakil Manajemen ditunjuk oleh Pimpinan puncak Unit Kerja yang bersangkutan. 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen tingkat Departemen: (a) Membina penyelenggaraan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (b) Melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen Eselon I dalam merumuskan Kebijakan penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum; (c) Mengevaluasi pencapaian Sasaran Mutu tingkat Departemen; (d) Melaporkan Kinerja Penerapan SMM Departemen Pekerjaan Umum kepada Menteri.

20

3) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Wakil Manajemen Eselon I, II dan III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya): (a) Memastikan proses untuk SMM telah ditetapkan, diterapkan, dimonitor, dievaluasi dan kaji ulang agar tetap sesuai; (b) Melaporkan kinerja dan kebutuhan apapun untuk peningkatan SMM kepada Pimpinan puncak di setiap Unit Kerja; (c) Memastikan promosi kesadaran mutu dan penerapan SMM di masing-masing Unit Kerja; (d) Bersama Unit Pengelola Audit Internal SMM menyusun program dan melaksanakan Audit Internal SMM. b) Pengendali Dokumen: 1) Petugas pengendali dokumen di masing-masing Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak (Eselon I sampai dengan Eselon III), kecuali yang telah diatur oleh ketentuan lain yang mengikat, dan bilamana diperlukan Petugas Pengendali Dokumen dapat ditetapkan oleh Kepala Unit Pelaksana Kegiatan; 2) Tugas, tanggung jawab dan wewenang Pengendali Dokumen: (a) Memastikan proses pengesahan Dokumen SMM sebelum diterbitkan; (b) Memastikan dan mengidentifikasi perubahan dan status dokumen SMM; (c) Mengelola penyimpanan Dokumen SMM; (d) Mengelola Bukti Kerja/Rekaman yang terkait dengan pengendalian SMM; (e) Menjamin pendistribusian Dokumen SMM kepada pihak yang terkait dengan persetujuan Wakil Manajemen. 2. Pengelola Audit Internal SMM Dalam pelaksanaan pengelolaan SMM, Pimpinan Puncak dibantu oleh Pengelola Audit Internal SMM yang pengaturannya sebagai berikut:

21

a) Pejabat Pengelola Audit Internal SMM pada tingkat Unit Kerja ditetapkan oleh Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja sesuai kebutuhan, dengan memperhatikan kompetensi yang bersangkutan. b) Tugas, tanggungjawab dan wewenang Pengelola Audit Internal SMM : 1) Bersama Wakil Manajemen menyusun Program Audit; 2) Sebagai koordinator para Auditor Internal SMM di Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang bersangkutan; 3) Memastikan pelaksanaan Audit Internal SMM; 4) Melakukan verifikasi perbaikan temuan Audit Internal SMM 5) Melaporkan hasil Audit Internal SMM kepada Pimpinan Puncak melalui Wakil Manajemen; 6) Mengevaluasi efektifitas pelaksanaan Audit Internal SMM beserta kinerja Auditor. 5.3. KOMUNIKASI INTERNAL Dalam rangka peningkatan mutu yang berkesinambungan Wakil Manajemen di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus merumuskan dan melaksanakan komunikasi internal yang mencakup: 1. Penyelenggaraan monitoring dan evaluasi pelaksanaan komunikasi internal dengan semua pegawai dan karyawan di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; 2. Agenda utama dalam komunikasi internal adalah membahas keefektifan penerapan SMM di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan masing-masing; 3. Komunikasi internal ini dapat dilakukan dalam bentuk: a) Rapat berkala dan atau rapat koordinasi, baik pada tingkat pusat maupun daerah di lingkungan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan; dan/atau; b) Komunikasi melalui jaringan media tulis atau media elektronik. 5.4. KAJI ULANG MANAJEMEN Pimpinan Puncak masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan dibantu oleh masing-masing Wakil Manajemen wajib melaksanakan Kaji Ulang Manajemen secara periodik, untuk memastikan kesesuaian, kecukupan dan keefektifannya penerapan SMM. Kaji Ulang

22

1. b) Rencana Tindak lanjut dari permasalahan yang ditindaklanjuti. Kaji Ulang Manajemen dapat diselenggarakan bersamaan dengan rapat koordinasi lainnya.Manajemen ini harus mencakup peluang untuk peningkatan dan kebutuhan perubahan (apabila ada) pada SMM termasuk Kebijakan Mutu dan Sasaran Mutu. c) Penanggung jawab pelaksanaan tindak lanjut. 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. f) Perubahan yang dapat mempengaruhi SMM. Setiap pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dibuat Risalah Kaji Ulang Manajemen mencakup keputusan dan tindakan yang diperlukan untuk: a) Perbaikan pada keefektifan SMM dan prosesnya. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen wajib dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 3. 5. b) Perbaikan dan peningkatan kinerja dan hasil kerja. g) Saran-saran untuk peningkatan SMM. c) Masukkan/umpan balik pelanggan. d) Laporan kinerja proses dan pencapaian hasil pekerjaan. c) Penyediaan Sumber Daya sebagai pendukung penerapan SMM. Bentuk Risalah Kaji Ulang Manajemen agar efektif digunakan dalam pembahasan Kaji Ulang Manajemen wajib menjelaskan ketentuan tentang: a) Uraian permasalahan yang harus ditindaklanjuti. Kaji Ulang Manajemen harus dilakukan secara berkala sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam 1 tahun untuk tingkat Departemen dan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 6 (enam) bulan untuk Eselon I. Eselon II dan Eselon III (yang bertanggungjawab langsung kepada Eselon I-nya). d) Target waktu penyelesaian pelaksanaan tindak lanjut. 2. b) Laporan Audit Internal SMM. Kaji Ulang Manajemen harus mengagendakan acara sebagai berikut: a) Laporan tindak lanjut Kaji Ulang Manajemen sebelumnya. e) Status tindakan pencegahan dan tindakan koreksi. 23 .

1. 3. SUMBER DAYA MANUSIA 6. dalam rangka menjamin penerapan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. Menetapkan kemampuan yang diperlukan bagi personil yang melaksanakan pekerjaan. Melakukan analisis kebutuhan.2. 6.2. 24 . menerapkan. Merencanakan. pelatihan. Umum Personil yang melaksanakan pekerjaan harus kompeten atas dasar pendidikan.2. Mendukung agar setiap personil yang berkaitan dengan mutu kegiatan dapat menerapkan dan memelihara SMM dengan baik sesuai dengan ketentuan persyaratan yang ditetapkan. merencanakan dan menyediakan pelatihan atau tindakan lain bagi personil yang memerlukan. PENYEDIAAN SUMBER DAYA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menjamin ketersediaan sumber daya yang diperlukan untuk: 1. Kemampuan. 4. memelihara dan mengembangkan SMM di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum. 2.BAB VI PENGELOLAAN SUMBER DAYA 7. PENGELOLAAN SUMBER DAYA 6. Kesadaran Dan Pelatihan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus: 1. mengelola.1.2. Setiap Unit Kerja/Unit Pelaksanan Kegiatan wajib menyediakan kebutuhan sumber daya tersebut dengan menyusun anggaran keuangan yang cukup bagi pengelolaan SMM di lingkungan kerjanya 6. Meningkatkan kepuasan pelanggan. 2. keterampilan dan pengalaman yang sesuai. Mengevaluasi efektifitas pelatihan atau tindakan yang telah direncanakan dan dilaksanakan.

6. keselamatan. merencanakan. 6. dan keterampilan yang bersangkutan. kesehatan. Peralatan transportasi jika diperlukan. 7.3.4. Peralatan proses (Perangkat keras maupun perangkat lunak) 3. Peralatan informasi dan komunikasi 4. pelatihan. 25 . ruang kerja dan kelengkapannya 2. 6. seperti riwayat pendidikan. LINGKUNGAN KERJA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan. Mengevaluasi kinerja personil yang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan mutu kegiatan. dan mengelola lingkungan kerja yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proses kegiatan sesuai dengan persyaratan mutu yang menyangkut persyaratan keamanan. Memastikan bahwa personilnya sadar akan tugas dan tanggung jawabnya adalah penting untuk menunjang tercapainya Sasaran Mutu. Memelihara Rekaman/Bukti Kerja yang berkaitan dengan kompetensi sumber daya manusia. dan kenyamanan. Gedung. menyediakan dan memelihara prasarana dan sarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses kegiatan supaya sesuai dengan persyaratan hasil pekerjaan. Prasarana dan sarana mencakup: 1. merencanakan.5. PRASARANA DAN SARANA Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menentukan.

1. Isi Rencana Mutu Unit Kerja (RMU): a) Penetapan Kinerja tahunan dari rencana kegiatan tahunan pada Unit Kerja guna mendukung pencapaian RENSTRA Departemen. merupakan dokumen SMM yang disusun oleh Penyedia Barang/Jasa untuk setiap kontrak pekerjaan dalam rangka menjamin mutu. c) Kebutuhan Sumber Daya (antara lain: sumber daya manusia. merupakan dokumen rencana penetapan kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program tahunan berjalan yang disusun oleh Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon II dalam rangka menjamin mutu. dan PPK dalam rangka menjamin mutu. untuk menjamin mutu kegiatan/hasil pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. 3. Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). Rencana Mutu Kontrak (RMK). Rencana Mutu Unit Kerja (RMU) 1. b) Program Tahunan terdiri dari Rincian Program Tahunan berjalan. 2.BAB VII PENYELENGGARAAN KEGIATAN 8. SKS.1. d) Disusun setelah DIPA ditandatangani. prasarana dan sarana. SNVT. sekurang-kurangnya mencakup : 7. RENCANA MUTU Setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. keuangan). Penanggung Jawab: a) Pimpinan Puncak Eselon I sampai Eselon II bertanggung jawab untuk menyusun RMU. 7. PENYELENGGARAAN KEGIATAN Ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam penerapan SMM pada pelaksanaan kegiatan. dan Penyedia Barang/Jasa harus memiliki Rencana Mutu. informasi dan teknologi. merupakan dokumen SMM Pelaksanaan yang disusun oleh Kepala Satker. 26 .1. Rencana Mutu Pelaksanaan (RMP). Dokumen Rencana Mutu dibedakan sebagai berikut: 1. 2.

pemantauan dan peninjauan terhadap pelaksanaan program tahunan. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab kegiatan. RMU digunakan sebagai panduan pelaksanaan. g) Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan.b) Atasan Langsung masing-masing Eselon bertanggung jawab atas pengesahan dan pemantauan pelaksanaan RMU. dan PPK. i) Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana yaitu menguraikan perencanaan penggunaan prasarana dan sarana yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan. tanggung jawab dan wewenang masing-masing kedudukan personil yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). c) Persyaratan teknis dan administrasi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Satuan Kerja.1.2. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya). Apabila di dalam masa pelaksanaan Program Tahunan terjadi perubahan-perubahan maka RMU harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. SKS. tanggung jawab dan wewenang yaitu uraian tugas. validasi. e) Tugas. 3. Isi Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama dan kode kegiatan. 27 . lingkup pekerjaan. f) Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya dalam rangka memenuhi mutu yang dipersyaratkan. SNVT. c) Pimpinan Puncak Unit Kerja bertanggung jawab melakukan sosialisasi RMU kepada seluruh jajarannya. h) Jadwal Pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu. b) Sasaran Mutu Kegiatan. lokasi. 4. monitoring. d) Struktur Organisasi yaitu bagan struktur organisasi pelaksanaan kegiatan. d) Pimpinan Puncak Unit Kerja harus menjamin bahwa RMU yang telah ditetapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. termasuk kegiatan verifikasi. evaluasi. 7. sumber dana. Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP) 1.

spesifikasi teknis. monitoring. m) Daftar dokumen SMM dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. Penanggung Jawab RMP: a) Kepala Satuan Kerja/SNVT/ SKS/PPK bertanggung jawab untuk untuk menjamin mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya.j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan tugas personil. tenaga ahli dan staff pendukung (termasuk tenaga outsourcing/dari luar) dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan k) Rencana terhadap metoda verifikasi. b) Atasan Langsung dari Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab atas pengesahan pelaksanaan RMP dan digunakan sebagai dokumen monitoring kegiatan. 2. validasi. d) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK harus menjamin bahwa RMP yang telah ditetapkan dilaksanakan. l) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. 4. 3. 28 . n) Daftar Induk Rekaman (bukti kerja) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan kegiatan telah memenuhi persyaratan mutu yang telah ditetapkan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kegiatan terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMP harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. RMP digunakan sebagai panduan pelaksanaan. standar atau peraturan perundang-undangan). monitoring dan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan terhadap ketentuanketentuan dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam perencanaan program. c) Kepala Satuan Kerja/SNVT/SKS/PPK bertanggung jawab untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh jajaran satuan kerjanya. evaluasi.

l) Rencana terhadap metoda verifikasi. tenaga ahli dan staff pendukung dalam setiap kegiatan sesuai dengan kompetensi yang dipersyaratkan. g) Jadwal pelaksanaan kegiatan yaitu menguraikan tahapan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan waktu.3. e) Tugas. f) Bagan alir pelaksanaan Kegiatan yaitu menguraikan urutan proses kegiatan dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyerahan akhir kegiatan. Rencana Mutu Kontrak (RMK) 1. monitoring. monitoring. validasi. inspeksi dan pengujian (sesuai keperluannya).1. tanggungjawab dan wewenang yaitu uraian tugas. termasuk perencanaan bobot pekerjaan. waktu pelaksanaan dan penanggung jawab Penyedia Barang/Jasa. sumber dana. 29 . termasuk kegiatan verifikasi.7. b) Sasaran Mutu yang menguraikan target pencapaian mutu yang terukur sesuai dengan KAK/RKS. tanggungjawab dan wewenang masing-masing kedudukan yang ada dalam struktur organisasi seperti dalam butir d). lingkup pekerjaan. kode dan nomor kontrak. inspeksi dan pengujian yang diperlukan beserta kriteria penerimaannya. j) Jadwal Personil yaitu menguraikan perencanaan personil. validasi. k) Jadwal Arus Kas yaitu menguraikan perencanaan penerimaan dan pengeluaran Kas (keuangan) sesuai dengan nilai kontrak. Isi Rencana Mutu Kontrak (RMK): a) Informasi Kegiatan yaitu menguraikan penjelasan mengenai nama paket kegiatan. h) Jadwal Peralatan yaitu menguraikan perencanaan penggunaan peralatan yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. c) Struktur Organisasi yang berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan pekerjaan dari pihak Organisasi Unit Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) berikut organisasi konsultan pengawas pekerjaan (bila ada pada pekerjaan konstruksi) yaitu bagan struktur organisasi yang menjelaskan keterkaitan pihakpihak dalam pelaksanaan kegiatan. d) Struktur Organisasi Penyedia Barang/Jasa yaitu bagan struktur organisasi penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kontrak. evaluasi. i) Jadwal Material yaitu menguraikan perencanaan penggunaan bahan/material yang diperlukan dalam setiap tahapan kegiatan. evaluasi. lokasi.

b) Penyedia Barang/Jasa wajib melakukan presentasi RMK kepada Kepala Pelaksana Kegiatan (SNVT/SKS/PPK) sebelum pelaksanaan pekerjaan. n) Daftar Induk Dokumen yaitu daftar dokumen (internal dan eksternal) yang diperlukan dalam proses pelaksanaan kegiatan berupa Standar Kerja. d) Penyedia Barang/Jasa harus menjamin bahwa RMK yang telah disetujui dilaksanakan sesuai dengan ketentuannya. standar atau peraturan perundang-undangan). 3. c) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk mensosialisasikan RMK kepada seluruh tenaga ahli dan staff yang terlibat di dalam kegiatan penyedia barang/jasa dan memastikan bahwa seluruh tenaga ahli dan staff memahami kebutuhan untuk mencapai mutu yang dipersyaratkan. untuk mendapatkan persetujuan rencana mutu tahapan proses dan hasil pekerjaan yang telah dipersyaratkan. 30 . o) Daftar Induk Rekaman/Bukti Kerja yaitu daftar rekaman/bukti kerja sebagai bukti bahwa proses/kegiatan telah dilaksanakan. Apabila di dalam masa pelaksanaan kontrak terjadi perubahan atau pekerjaan tambah kurang maka RMK harus disesuaikan kembali dengan perubahan tersebut dan dilakukan persetujuan ulang. 2. Penanggung Jawab RMK: a) Penyedia Barang/Jasa bertanggung jawab untuk menyusun RMK. 4. Instruksi Kerja dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam rangka mencapai kesesuaian mutu yang dipersyaratkan. Prosedur Kerja. spesifikasi teknis.m) Daftar Kriteria Penerimaan yaitu menguraikan ketentuanketentuan dari setiap tahapan proses dan hasil pekerjaan sesuai dengan persyaratan (KAK. RMK digunakan untuk menjamin bahwa spesifikasi teknis yang melekat pada kontrak antara Penyedia Barang/Jasa dengan Departemen Pekerjaan Umum yang diwakili oleh Unit Pelaksana Kegiatan dipenuhi sebagaimana mestinya.

3. Komunikasi Dengan Pelanggan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan dan melaksanakan komunikasi yang efektif dengan pihak terkait antara lain yang berkaitan dengan: 31 . Persyaratan tambahan lainnya yang ditetapkan oleh masingmasing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan. Penetapan Persyaratan Yang Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan. peraturan pemerintah.1. peraturan menteri.2. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Evaluasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Persyaratan yang ditentukan dalam perencanaan program setiap kegiatan.7. peraturan presiden.2. Evaluasi ini harus dilakukan awal sebelum Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memulai pelaksanaan pekerjaan dan harus memastikan: a) Semua persyaratan hasil pekerjaan/kegiatan telah di identifikasi dan ditetapkan. 7. Bila persyaratan hasil kegiatan berubah. 2. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus meninjau persyaratan yang berkaitan dengan hasil pekerjaan/kegiatan.2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus menetapkan: 1. persyaratan teknis dan persyaratan administrasi lainnya.2. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus memastikan bahwa dokumen yang terkait direvisi dan personil yang terkait harus diberi tahu. namun belum termasuk dalam persyaratan yang tidak dinyatakan.2. peraturan daerah. Menetapkan persyaratan lain yang diperlukan. 2. PROSES YANG BERKAITAN DENGAN PELANGGAN 7. Evaluasi Persyaratan Berkaitan Dengan Hasil Kegiatan 1. b) Persyaratan yang berbeda dari persyaratan dalam perencanaan program yang telah dinyatakan sebelumnya harus jelas. termasuk didalamnya persyaratan untuk penyerahan maupun pasca penyerahan. c) Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi persyaratan yang ditentukan. 3. 4. 7. Persyaratan yang terkait dengan undang-undang.

Pelaksanaan Validasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. Laporan hasil kegiatan yang telah selesai. 6.1. Informasi Program dan Kegiatan. Pelaksanaan Evaluasi tahapan pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. 6. Tersedianya rencana kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. 7. 5. Pelaksanaan Verifikasi keluaran kegiatan desain dan pengembangan. 7.4. Proses kegiatan yang ditangani. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 2. Tersedianya bahan yang memadai. Umpan balik dari pihak yang berkepentingan. kontrak dan perubahannya. termasuk keluhan terhadap hasil kegiatan. DESAIN DAN PENGEMBANGAN Pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan dilakukan sesuai dengan norma. 32 . pedoman. 4. 3. Tersedianya personil pelaksana yang kompeten. Proses kegiatan yang memungkinkan akan mengganggu aktivitas masyarakat. Pengendalian perubahan kegiatan desain dan pengembangan. standar. SOSIALISASI/PELATIHAN/BIMBINGAN TEKNIS Kegiatan sosialisasi/ pelatihan/ bimbingan teknis yang dilaksanakan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan sekurang-kurangnya mencakup: 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7. 5. manual dan peraturan lainnya yang terkait dengan tugas dan fungsi masing-masing Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan yang pelaksanaannya sekurang-kurangnya mencakup ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 1. 4. Penetapan Keluaran dari pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. Tersedianya rencana desain dan pengembangan.3. Penanganan kegiatan. 2. 2. 3. Teridentifikasinya masukan/input untuk pelaksanaan kegiatan desain dan pengembangan. 3.

2.4. Proses pengadaan. Proses pelaksanaan kegiatan pengadaan dalam penerapan SMM mengacu kepada peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Departemen Pekerjaan Umum. 33 . 3. Dilakukannya evaluasi terhadap hasil sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis. Pelaporan hasil kegiatan sosialisasi/pelatihan/bimbingan teknis. Tersedianya informasi kebutuhan Sumber Daya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 7.1. 7. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pengadaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.6. Memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Rencana Mutu Unit Kerja (RMU)/ Rencana Mutu Pelaksanaan Kegiatan (RMP)/ Rencana Mutu Kontrak (RMK). PROSES DAN PELAKSANAAN KEGIATAN 7.6. 7. Teridentifikasinya calon peserta. 5. Pengendalian Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan/Penyedia Barang/Jasa harus merencanakan dan melaksanakan proses dan pelaksanaan kegiatan secara terkendali yang mencakup: 1. Dilakukannya evaluasi terhadap pelaksanaan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan sosialisasi/pelatihan/ bimbingan teknis harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.5. PENGADAAN Yang dimaksud dengan pengadaan adalah segala kegiatan pengadaan sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum . 6. Verifikasi terhadap Sumber Daya yang diterima. Kegiatan Pengadaan sekurang-kurangnya mencakup: 1.

34 .3.6. 2. Memenuhi Persyaratan: a) Ketersediaan informasi yang menggambarkan karakteristik kegiatan.2. Identifikasi Dan Mampu Telusur 1. Validasi Untuk Proses Dan Pelaksanaan Kegiatan 1. Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan harus mengidentifikasi hasil setiap tahapan kegiatan dari awal sampai akhir kegiatan dan mengidentifikasi status hasil kegiatan tersebut. 2.6.2. setelah dilakukan perbaikan/penyempurnaan. 7. Proses validasi pada pelaksanaan kegiatan harus mempertimbangkan ketentuan berikut: a) Sesuai dengan kriteria yang ditetapkan untuk peninjauan dan persetujuan proses. b) Validasi ulang pelaksanaan kegiatan bila hasilnya tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Validasi dilakukan pada setiap kegiatan dimana verifikasi tidak dapat dilakukan secara langsung melalui monitoring atau pengukuran secara berurutan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. e) Mekanisme monitoring dan pengukuran pelaksanaan pekerjaan serta mekanisme proses penyerahan dan pasca penyerahan hasil pekerjaan. 7. d) Ketersediaan dan penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan validasi harus disimpan dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. b) Ketersediaan dokumen (internal dan eksternal). Identifikasi dan Mampu Telusur ditujukan untuk memastikan pada hasil kegiatan dapat dilakukan analisis apabila terjadi ketidaksesuaian pada proses dan hasil kegiatan. c) Ketersediaan sumber daya yang diperlukan dalam proses. Atasan Langsung Unit Pelaksana Kegiatan harus melakukan validasi terhadap proses pelaksanaan pekerjaan untuk kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan dengan hasil kegiatan setelah selesai dan dimanfaatkan.

2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. perawatan dan pengoperasian). perlindungan dan pemeliharaan Barang Milik Negara (BMN). (Bila sesuai. Barang Inventaris Barang Inventaris yang digunakan dalam kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum adalah Barang Milik Negara (BMN). Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan sarana monitoring dan pengukuran yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian hasil pekerjaan.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 35 . 7. PENGENDALIAN SARANA MONITORING DAN PENGUKURAN Dalam pelaksanaan SMM. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus mensyaratkan dan menerapkan proses pemeliharaan hasil pekerjaan dan yang menjadi bagian hasil pekerjaan (produk antara) agar mutu tetap terjaga. Pemeliharaan Hasil Pekerjaan 1. 7. baik yang dilakukan secara swakelola ataupun kontrak. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan pemeliharaan hasil pekerjaan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 7.6.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Identifikasi dan mampu telusur harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. harus dilakukan pengendalian sarana monitoring dan pengukuran dengan ketentuan sebagai berikut: 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Pengaturan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) sekurangkurangnya mencakup: 1. Mekanisme pelaporan apabila terjadi kerusakan/kehilangan barang inventaris harus diatur. penanganan. perlindungan. Pada proses penyerahan hasil pekerjaan.5. Untuk memastikan bahwa pemeliharaan hasil pekerjaan pada saat penyerahan tetap sesuai sebagaimana saat diproduksi maka harus dilakukan pemeliharaan sampai dengan waktu penyerahan. 2. pemeliharaan meliputi kegiatan-kegiatan identifikasi.4.7. penyimpanan. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Barang Inventaris dan pelaporannya harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.6. Identifikasi.

Kegiatan pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Penyusunan daftar peralatan monitoring dan pengukuran yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. c) Instruksi kerja penggunaan peralatan monitoring dan pengukuran (bila diperlukan). b) Catatan kalibrasi / verifikasi / validasi peralatan monitoring dan pengukuran. 36 . Pengendalian peralatan monitoring dan pengukuran minimal mencakup: a) Kalibrasi/verifikasi/validasi secara berkala atau sebelum digunakan. b) Pengendalian pemakaian peralatan monitoring dan pengukuran untuk menghasilkan pengukuran yang akurat.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. 3. Unit Kerja/Unit Pelaksana harus menetapkan metode dan proses monitoring dan pengukuran. d) Instruksi kerja kalibrasi dan verifikasi (bila diperlukan). 4. kalibrasi atau validasi harus dicatat. verifikasi dan validasi harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.2. terhadap suatu standar pengukuran internasional atau nasional. Rekaman/Bukti Kerja hasil kalibrasi. Apabila tidak tersedia standar yang sesuai. maka dasar penggunaan verifikasi.

1. Tanggapan pelanggan dapat berupa keluhan pelanggan terhadap hasil pekerjaan atau hasil penelitian pemanfaatan terhadap produk barang/jasa. 37 . Kepuasan Pelanggan Pimpinan Puncak harus mengevaluasi hasil pengukuran Kepuasan Pelanggan dengan alat pengukuran yang efektif berupa menilai tanggapan yang diterima terhadap kinerja SMM dalam memenuhi persyaratannya. Dapat memberikan bukti efektivitas dan efisiensi perbaikan dari SMM secara berkelanjutan. 8.1. UMUM Pimpinan Puncak di setiap Unit Kerja/Unit Pelaksana harus merencanakan pelaksanaan monitoring dan evaluasi baik proses maupun hasil pekerjaan untuk melihat kesesuaian SMM dan peluangpeluang peningkatannya. Setiap penanggung jawab kegiatan harus mengumpulkan informasi tentang persepsi apakah telah memenuhi persyaratan. pelaksanaan kinerja penerapan SMM (melalui kegiatan Audit Internal SMM) dan kinerja proses maupun hasil pekerjaan. MONITORING DAN PENGUKURAN Pelaksanaan Monitoring dan Pengukuran ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang harus dilaksanakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan. 8.2. Pelaksanaan proses monitoring dan evaluasi terhadap penyelenggaraan SMM secara umum yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. 2.2. Harus dapat memperagakan atau memberikan bukti kesesuaian proses dan hasil pekerjaan (hasil kegiatan) terhadap ketentuan standar dan persyaratan yang berlaku. Metoda atau cara yang mudah dan efektif untuk memperoleh informasi tersebut di atas harus ditetapkan. Proses Monitoring dan Evaluasi SMM ini mencakup penentuan metode yang digunakan.BAB VIII PENGUKURAN. ANALISIS DAN PERBAIKAN GUKURAN. ANALISIS DAN PERBAIKAN 8.

38 . Penanggung Jawab dan Pihak yang Terkait: a) Wakil Manajemen Tingkat Eselon I bertanggung jawab merumuskan Prosedur Mutu Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. 5. 2. Audit Internal SMM dilaksanakan secara periodik dan bila diperlukan dapat dilakukan pada kondisi khusus. b) Pimpinan Puncak pada masing-masing Unit Kerja Eselon I bertanggung jawab untuk mengesahkan Prosedur Mutu Audit Internal SMM.2. d) Pelaksanaan Audit Internal SMM harus menghasilkan bukti audit. Pelaksanaan Audit Internal SMM: a) Program Audit Internal SMM harus direncanakan dengan mempertimbangkan status dan pentingnya proses serta area yang akan di audit. 8. Audit Internal SMM dilakukan terhadap setiap tahapan kegiatan dengan mengutamakan pola pembinaan. 4.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan Pengukuran Kepuasan Pelanggan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. c) Pengelola Audit masing-masing Unit Kerja bertanggung jawab atas pelaksanaan Audit Internal SMM di lingkungan Unit Kerja masing-masing. Audit Internal SMM Audit Internal SMM harus dilakukan untuk memonitor dan mengukur kesesuaian penerapan dan kinerja SMM pada seluruh fungsi Unit Kerja/Unit Pelaksana yang pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan sebagai berikut : 1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. c) Calon Pejabat Audit Internal SMM harus independen dan telah mengikuti pelatihan Audit Internal SMM. 3.2. b) Pejabat Audit Internal SMM harus ditetapkan Pimpinan di masing-masing Unit Kerja. Pelaksanaan Audit Internal SMM harus diatur dalam Prosedur Audit Internal SMM yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I.

i) Petunjuk pembuatan laporan hasil audit. h) Proses pelaksanaan Audit Internal SMM (termasuk metoda serta periode/waktu pelaksanaan). bahwa tindakan untuk menghilangkan ketidak sesuaian yang terjadi dan penyebabnya dilakukan sesuai dengan waktunya. 5) Daftar pertanyaan atau daftar simak untuk pelaksanaan audit. e) Kriteria dan persyaratan bagi Pejabat Tim Audit Internal SMM: 1). b) Daftar distribusi Prosedur Mutu Audit Internal SMM. Dokumentasi pendukung lainnya. Auditor tidak boleh mengaudit pekerjaannya sendiri. 2) Nama ketua dan anggota auditor. 6) Catatan hasil pelaksanaan audit. d) Ruang lingkup pelaksanaan Audit Internal SMM. k) Kegiatan tindak lanjut harus mencakup verifikasi atas tindakan yang telah dilaksanakan dan pelaporan hasilnya. termasuk bukti pelaksanaan audit (berita acara) dan catatan temuan hasil audit. 2). dan rencana kerja masing-masing tim. c) Tujuan Audit Internal SMM. f) Acuan berupa peraturan perundang-undangan. Prosedur Mutu Audit Internal SMM minimal mencakup: a) Penanggung jawab pelaksanaan Audit Internal SMM di tingkat Unit Kerja Eselon I sampai dengan Eselon III. 39 . 4) Lingkup pekerjaan yang akan diaudit. Penunjukan Auditor dan pelaksanaan Audit Internal SMM harus dapat memastikan obyektivitas proses audit itu sendiri.6. serta standar teknis yang digunakan dalam pelaksanaan Audit Internal SMM. j) Prosedur bagi Pimpinan Unit Kerja yang bertanggung jawab atas pekerjaan yang sedang diaudit dalam rangka memastikan. l) Rekaman/Bukti Kerja yang terkait dengan Audit Internal SMM minimal mencakup: 1) Jadwal pelaksanaan Audit Internal SMM. pemberitahuan kepada Auditee. diantaranya: surat perintah audit. 3) Unit dan lokasi yang akan diaudit. g) Proses perencanaan Audit Internal SMM.

Monitoring Dan Pengukuran Hasil Pekerjaan Monitoring dan pengukuran hasil pekerjaan harus dilaksanakan sebelum pelepasan atau penyerahan ke pelanggan. 8. bahwa persyaratan telah dipenuhi. Hal-hal yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1. Monitoring Dan Pengukuran Proses Penanggung jawab setiap kegiatan harus menetapkan metode monitoring dan pengukuran proses SMM dan melaksanakannya untuk menjamin agar hasil yang direncanakan dapat dipenuhi. Tindakan yang harus dilaksanakan pada kegiatan ini adalah sebagai berikut: 40 .4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. 3.2. Monitoring dan pengukuran dilakukan dengan cara memverifikasi. 4.2. jika tidak maka harus diambil tindakan koreksi dan tindakan korektif.3. agar semua hasil yang diserahkan sudah memenuhi persyaratan kriteria penerimaan. Penanggung jawab untuk tiap-tiap tahapan kegiatan harus menetapkan metode yang tepat untuk memonitoring dan mengukur hasil pekerjaan dari setiap tahapan kegiatan tersebut. 2.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Audit Internal SMM harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Monitoring dan pengukuran tersebut harus dilaksanakan pada tahapan yang sesuai berdasarkan pengaturan yang telah direncanakan.3. Rekaman/bukti kerja hasil pelaksanaan monitoring dan pengukuran proses harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. Kegiatan ini dilakukan oleh bagian pengendali mutu hasil pekerjaan. Rekaman/bukti kerja pelaksanaan monitoring dan pengukuran hasil kegiatan harus dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. PENGENDALIAN HASIL PEKERJAAN TIDAK SESUAI Hasil pekerjaan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan harus di identifikasi dan dipisahkan dari hasil pekerjaan yang sesuai untuk mencegah penggunaan yang tidak terkendali.4.

4. 8. mengumpulkan dan menganalisis data yang sesuai dan memadai untuk memperagakan kesesuaian dan keefektifan terhadap SMM. 41 . 2. Analisis harus didasarkan pada data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring dan pengukuran serta dari sumber terkait lainnya. Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai harus dilaksanakan dengan mengesahkan penggunaan dan penerimaannya berdasarkan konsesi oleh pengguna atau pemanfaatan hasil pekerjaan. jawab pada setiap kegiatan harus memastikan.4.1.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja. Pelaksanaan pengendalian hasil kegiatan tidak sesuai harus diatur dalam Prosedur Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Prosedur Hasil Pekerjaan Tidak Sesuai minimal harus mencakup: a) Penetapan Personil yang kompeten dan memiliki kewenangan untuk menetapkan ketidaksesuaian hasil pekerjaan untuk setiap tahapan. Pengumpulan dan analisis data tersebut ditujukan untuk mengevaluasi dimana perbaikan berkesinambungan pada SMM dapat dilaksanakan. Penanggung bahwa hasil persyaratan penggunaan selanjutnya. Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Pengendalian Hasil Pekerjaan Yang Tidak Sesuai harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. b) Mekanisme penanganan hasil kegiatan tidak sesuai termasuk tata cara pelepasan hasil kegiatan tidak sesuai. Setiap Pimpinan Unit Kerja dan Wakil Manajemen harus menentukan. c) Mekanisme verifikasi ulang untuk menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan. 3. 3. 5. dari setiap tahapan kegiatan yang tidak memenuhi diidentifikasi dan dikendalikan untuk mencegah atau pengiriman yang tidak sesuai pada tahapan 2. ANALISIS DATA 1.

bahwa ketidaksesuaian tidak akan terulang dan jadwal waktu penanganan. d) Menetapkan petugas yang melaksanakan tindakan perbaikan.5.2. Tindakan Korektif dan Tindakan Pencegahan serta Kaji Ulang Manajemen 8. d) Kinerja para penyedia barang/jasa. Hasil analisis data harus memberikan informasi yang berkaitan dengan: a) Kepuasan pengguna/pengelola dan/atau penerima manfaat hasil pekerjaan. 42 . 2. c) Menetapkan rencana penanganan untuk memastikan. Pelaksanaan Tindakan Korektif harus diatur dalam Prosedur Tindakan Korektif yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Analisis Data. b) Kesesuaian terhadap persyaratan hasil pekerjaan. c) Karakteristik dan kecenderungan dari proses-proses kegiatan termasuk peluang untuk tindakan pencegahan.1. 8. Perbaikan Berkelanjutan Seluruh Unit Kerja/Unit Pelaksana Kegiatan di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum harus secara terus-menerus meningkatkan SMM melalui penyelenggaraan Audit Internal SMM. b) Menentukan/Menganalisa penyebab ketidaksesuaian.5.5. Prosedur Tindakan Korektif minimal harus mencakup kegiatankegiatan: a) Menguraikan ketidaksesuaian. f) Memverifikasi tindakan perbaikan yang telah dilakukan. Tindakan korektif harus sesuai dengan akibat dari ketidaksesuaian yang terjadi. Hal-hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. e) Mencatat hasil tindakan yang dilakukan.4. Tindakan Korektif Tindakan korektif diambil dalam upaya menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian dan mencegah terulangnya ketidaksesuaian penerapan SMM. PERBAIKAN 8.

Tindakan Pencegahan Tindakan pencegahan ditetapkan dalam upaya meminimalkan potensi ketidaksesuaian yang akan terjadi termasuk penyebabnya. d) Mencatat hasil dari tindakan yang dilakukan. 43 . Prosedur Tindakan Pencegahan minimal kegiatan-kegiatan: harus mencakup a) Menguraikan dan mengidentifikasi potensi ketidaksesuaian. e) Melakukan Verifikasi dilaksanakan. tindakan pencegahan yang telah Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Pencegahan harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. 2.3. c) Menetapkan petugas pelaksana tindakan pencegahan. b) Merencanakan kebutuhan tindakan untuk mencegah terjadinya ketidaksesuaian dan jadwal pelaksanaan tindakan pencegahan.5.Rekaman/Bukti Kerja pelaksanaan kegiatan Tindakan Korektif harus dikelola dan dipelihara sebagaimana diatur dalam butir 4. Tindakan pencegahan harus memperhitungkan dampak potensialnya.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja.4 tentang Pengendalian Rekaman/Bukti Kerja 8. Pelaksanaan Tindakan Pencegahan harus diatur dalam Prosedur Tindakan Pencegahan yang merupakan bagian dari Prosedur Mutu yang diterbitkan oleh Unit Kerja Eselon I. Hal-hal yang harus dilakukan sebagai berikut: 1.

Penerapan SMM ini dapat dilaksanakan secara bertahap. Semua Unit Kerja harus melaksanakan penerapan SMM paling lama 2 (dua) tahun sejak peraturan ini ditetapkan. PENUTUP 1. DJOKO KIRMANTO 44 . 3. Bagi Unit Kerja yang sudah menerapkan SMM sebelum diterbitkan Peraturan Menteri ini segera melakukan penyesuaian dengan Norma SMM ini. sistematis. Instruksi Kerja. 2.BAB IX PENUTUP 9. Setiap Unit Kerja Eselon I wajib mensosialisasikan Peraturan Menteri ini kepada seluruh jajarannya dan dapat melakukan koordinasi dengan Wakil Manajemen tingkat Departemen. Hal-hal yang belum diatur menyangkut penerapan SMM dalam Peraturan Menteri ini akan diatur secara detail lebih lanjut dalam Manual Mutu. Keputusan Peraturan lainnya sesuai dengan ruang lingkupnya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Maret 2009 MENTERI PEKERJAAN UMUM. dan terencana dalam suatu program penerapan SMM yang memiliki target dan kerangka waktu yang jelas ditetapkan oleh masing-masing Unit Kerja Eselon I dan dilaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum. Prosedur Mutu. 4. Petunjuk Pelaksanaan. 5.

2 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU UNIT KERJA ( RMU ) .LAMPIRAN .

.

Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon II Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon I Pejabat Eselon I TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU). Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7. : Tgl. Dok. Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rev.1. 45 . : No.

Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan. o Isi perdana jika dokumen Diisi bila diperlukan pertama kali diterbitkan. : Tgl. Rev. : No. Dok. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. o Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 46 .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No.

Diterbitkan: Hal : Paraf : 1. 3. : Tgl. 47 .2. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon I. Rev. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan program rencana kerja pembangunan jangka panjang. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. Dok. MAKSUD & TUJUAN : 2. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. rencana kerja pembangunan jangka menengah. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program rencana kerja pembangunan jangka panjang.1. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program pembangunan jangka panjang di Unit Kerja Eselon I yang menunjang RENSTRA DEPARTEMEN. 2. rencana kerja pembangunan jangka menengah. : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I dan menunjang rencana strategi yang telah ditentukan atau ditetapkan dalam RENSTRA DEPARTEMEN. 2.

1. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 5. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEBIJAKAN Di isi dengan: Kebijakan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan untuk melandasi program kerja KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I.2. SASARAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Program per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam program kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam renstra di Unit Kerja Eselon I dari turunan renstra Departemen. : Tgl. No. REFERENSI : 4. Diterbitkan: Hal : Paraf : 4. 48 . Rev. Dok. SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi tujuan yang telah ditetapkan di dalam renstra PROGRAM Di isi dengan: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. 4.

untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG PROGRAM JAWAB TAHUN . VOLUME Di isi: Volume sesuai dengan jenis karakteristik kegiatan BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam DIPA RENCANA HASIL KELUARAN Di isi: Target akhir kegiatan sesuai dengan sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. (Output dan Outcome) 7.. : Tgl... Diterbitkan: Hal : Paraf : 6. RENCANA JADWAL PELAKSANAAN PROGRAM YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. RINCIAN PROGRAM KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan renstra Unit Kerja Eselon I. Program sesuai dengan sasaran yang akan dicapai KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan pelaksanaan program disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. Rev. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 49 . : No. Dok..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. PROGRAM Di isi: Nama program yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang melingkupinya. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: No..

Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. rencana kerja pembangunan jangka menengah. 50 . Diterbitkan: Hal : Paraf : 8. Rapat Koordinasi ditujukan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut: 8. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen. 8. Rev. : Tgl.2. : No.3.1. Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam renstra Unit Kerja. Dok. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan programprogram rencana kerja pembangunan jangka panjang. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. 8. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon I untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan program.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON I No. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.

Dok.1 tentang Rencana Mutu Unit Kerja (RMU).1.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat Eselon III Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II Pejabat Eselon II TANDA TANGAN RENCANA MUTU UNIT (RMU) Status Dokumen : A SL I Tanggal Distribusi Ke : No. : No. : Tgl. 51 . Urut 1 2 3 4 Nama Unit Kerja No. Urut 5 6 7 8 Nama Unit Kerja Catatan : Format ini sebagai contoh dan penjelasan Bab 7 Penyelenggaraan kegiatan butir 7.

Rev. Diterbitkan: Hal : Paraf : SEJARAH DOKUMEN TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN Isi dengan tanggal sesuai saat tanggal penerbitan.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Dok. : Tgl. Catatan perubahan ini dimaksudkan untuk menjelaskan perubahanperubahan yang dilakukan terhadap dokumen Rencana Mutu Unit Kerja. : No. Isi dengan penjelasan perubahan yang menyebabkan direvisinya dokumen 52 . o o Diisi bila diperlukan Isi perdana jika dokumen pertama kali diterbitkan.

3. : Tgl. Dok.2. : No. PENDAHULUAN Rencana Mutu Unit (RMU) disusun dalam rangka memberikan arahan penyelenggaraan kegiatan sesuai dengan program kerja Eselon II yang mengacu kepada program kerja Eselon I. Diterbitkan: Hal : Paraf : 1.1. Rencana Mutu Unit ini berisi uraian rencana kerja yang berkaitan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon II. Norma Sistem Manajemen Mutu Departemen Pekerjaan Umum 53 . Rev. MAKSUD & TUJUAN : 2. Tujuan : Agar pelaksanaan kegiatan dapat ditinjau kesesuaian terhadap program kerja Eselon I. 4.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rencana Strategi Pembangunan Departemen Pekerjaan Umum yang berlaku. RUANG LINGKUP PENERAPAN : Dokumen Rencana Mutu Unit ini diselenggarakan pada Unit Kerja di lingkungan Eselon II. Maksud : Rencana Mutu Unit ini merupakan uraian rencana kegiatan berikut pencapaian sasaran dalam kurun waktu satu tahun anggaran yang berdasarkan program kerja Eselon I. menunjang program kerja Eselon I. 2.1. REFERENSI : 4.2. 2. 4.

SASARAN Di isi dengan: Sasaran dalam rangka operasionalisasi program yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I KEGIATAN Di isi dengan: Nama kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai sasaran yang akan dicapai OUTPUT KEGIATAN Di isi dengan: Output yang harus dicapai oleh kegiatan OUTCOME KEGIATAN Di isi dengan: Outcome yang harus dicapai 6. RINCIAN RENCANA KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): Dalam upaya mencapai sasaran program yang telah ditetapkan Unit Kerja Eselon I. Dok. maka kegiatan yang akan di laksanakan pertahun anggaran adalah sebagai berikut: 54 . Rev. SASARAN PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN) : Sasaran dari Kegiatan per Tahun Anggaran yang akan dilaksanakan: Sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan pertahun anggaran berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan dalam program kerja Eselon I. : Tgl. : No.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Diterbitkan: Hal : Paraf : 5. No.

. RENCANA RAPAT KOORDINASI: Rencana pelaksanaan rapat koordinasi dengan Unit Kerja di lingkungan Unit Kerja Eselon II untuk melihat progres secara keseluruhan beserta hal-hal yang belum dapat diselesaikan oleh Unit Kerja yang diberi tanggungjawab pelaksanaan kegiatan. : No. KEGIATAN Di isi: Nama kegiatan disesuaikan dengan Tugas Pokok dan Fungsi dari Unit Kerja Eselon I. BULAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 8. Diterbitkan: Hal : Paraf : BIAYA Di isi: Nilai rupiah dalam PO sesuai VOLUME Di isi: disesuaikan dengan karakteristik kegiatannya 7. untuk mencapai sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam renstra. Dok. UNIT KERJA NAMA PENANGGUNG KEGIATAN JAWAB TAHUN . RENCANA JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN YANG AKAN DISELENGGARAKAN PADA TAHUN ANGGARAN KEDEPAN (BERJALAN): NO. : No.. Pelaksanaan rapat koordinasi disesuaikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi yang berlaku di masingmasing Unit Kerja.. 55 . Tgl..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev..

Menilai pencapaian secara kuantitatif dan kualitatif dari pelaksanaan kegiatan terhadap sasaran dan program yang telah ditentukan dalam program kerja Eselon I. Menjadi alat pengukuran pada hasil keluaran kegiatan terhadap output. Menjadi dasar perbaikan untuk peningkatan kinerja di masing-masing unit kerja dalam melaksanakan program-program rencana kerja pembangunan jangka panjang.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA ESELON II No. Rev.2. Diterbitkan: Hal : Paraf : Rapat Koordinasi sebagai berikut: ditujukan untuk mengetahui hal-hal 8. 8. dan rencana kerja pembangunan tahunan yang mengacu kepada rencana strategi (RENSTRA) pembangunan Departemen.1. : Tgl. : No. rencana kerja pembangunan jangka menengah. 8.3. Dok. outcome dan manfaat yang telah ditetapkan dalam sasaran dan program. 56 .

LAMPIRAN .3 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN (RMP) 57 .

58 .

.......................... Diterbitkan: Hal : . Rev.. : 00 Tgl.. No. Satuan Kerja ... Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 57 . No......... : ... Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Wakil Manajemen Unit Kerja Eselon II ATLAS SATKER TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ......... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No..........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Dok...... Status Dokumen : 1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No.............................. dari .....

No..... : 00 Tgl... Diterbitkan: Hal : ............ : ................... Setiap terjadi revisi RMP... dari ............. Satuan Kerja ....... Rev...... Dok.......... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen.. No..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... harus dicatat dalam sejarah dokumen....... 58 ....

.......... Persyaratan teknis dan administrasi .. dari ........ Umum .............. Struktur Organisasi ..................... 8.. 2....................................... Rev.... 6................. No..... Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ........................ inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .... Daftar Kriteria Penerimaan ............................................. Rencana & metoda verifikasi............................. monitoring............... 13... 4.................. evaluasi........................... Informasi Kegiatan ... 59 ........................... Jadwal Personil .. validasi..... 12..............................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................... 5............. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya .... Satuan Kerja ............................ Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..... : ............................................................................ 3......... Dok.......... : 00 Tgl..................................... Daftar Induk Rekaman............................................. 11.......... Tugas............ 14.................. No................................................ 15........... 10................. Paraf : DAFTAR ISI 1......................... tanggung jawab dan wewenang .. Diterbitkan: Hal : ............................ 7... 9...... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .................. Sasaran Mutu Kegiatan ................ Daftar Dokumen SMM ........

...........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............................ ......................... ... No................................................................. Jumlah Anggaran .................................... LATAR BELAKANG3 ...................................................................... dari ....... Jangka waktu ..... ........................ Keterangan 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan informasi kegiatan tupoksi Satker sesuai program unit kerja eselon 2 60 ....................................................... .............. ..................... ....... .............................................. ............................. ......... INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun .............. Nama Kegiatan ...................... : ...... ........... Diterbitkan: Hal : ................ sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ............................ 2............. .................. No............. ............ ................................................................................................................................................. ............................................... ....................... ...................... : 00 Tgl.................. Rev............................... ... .... ........................................ Satuan Kerja ...................................................................... ........................ .................. ........ No....... .......................... .... Dst.. ..................... tahun .............................. ........................................ Dok... ........ Paraf : 1......................................sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 6 Program ...... ........

...............................................2........ : 00 Tgl....... SASARAN MUTU5 ................ ........... ................1..... DIPA 5 Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja Satker tahun berjalan 61 ................................................................. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4........................................................................................................ No............................ dari ...................... ......................... 4......................... Paraf : 3...... .....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............ ............... No..................................................... .....................3...... Rev........ Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.................................................... ................... Satuan Kerja ................ Diterbitkan: Hal : ..................... PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun .................... : ............................................................................. Dok................................................................................................................................................... . adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.....

.4... No.. Satker : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.2.. Rev... Pembantu Data Komputer Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : dan Perintah 6 & 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 62 ... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG7 6.....................3.. : . No. Pembantu Verifikasi/pengujian Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6............... Dok...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .........1..5. Satuan Kerja ........ Pejabat Yang Melakukan Pengujian Pembayaran Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6...... : 00 Tgl..... Diterbitkan: Hal : .. dari ... TUGAS.......... sebagai berikut : 6.. Pembantu Pembuat SPM Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. STRUKTUR ORGANISASI6 Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun ... Paraf : 5.....

. Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan). alat transportasi..6 63 ....... terdiri dari : 7... : 00 Tgl..... : .... Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7.......... Satuan Kerja .... Diterbitkan: Hal : ...... No..9 Unit SIMAK BMN Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Komputer & Printer.1............ Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7...2..... No....... Rev... Paraf : PPK Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun .....10 Unit E-Monitoring Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 7. Multimedia dsb......8 Unit sistem Akuntansi Instansi Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. 6.3...... Dok...7 Bendahara Pengeluaran : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . dari . Contoh : alat komunikasi.....

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN : Proses kegiatan SATKER selama 1 tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan... : ... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya..... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya........ Rev........... No... Contoh ruang kerja/rapat dsb... Satuan Kerja ......4...... Bila menggunakan bagan alir. No..... dari ....... : 00 Tgl.. 9........ Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 64 ....... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8. 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan Tahun ... Diterbitkan: Hal : ....... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN8 No...... 7...... Dok..5.. Paraf : 7...

... Bulan Keterangan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 3 4 5 6 7 8 9 10 11... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 65 .........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .................... Diterbitkan: Hal : .. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.. Satuan Kerja ... : .. Rev....... Paraf : 10.... 1 2 Jabatan Kepala Satker Pejabat yang melakukan Pengujian dan Perintah Pembayaran Pembantu Verifikasi/Penguji an Pembantu Pembuat SPM Pembantu Data Komputer PPK Bendahara Pengeluaran Unit Sistem akuntansi Instansi Unit SIMAK BMN Unit E Monitoring Tahun .... dari ... : 00 Tgl...... JADWAL PERSONIL No.. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ............... No.... Dok..... No.............

........ Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4.... Satuan Kerja .. Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 66 ... berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas.... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.. Rev... No. EVALUASI........... : . Dok. : 00 Tgl............. 14............ INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen .. No. bulan satu kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker................. Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap ... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3..... dari ....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2... Diterbitkan: Hal : .. 13. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun .. MONITORING.. VALIDASI...... Paraf : 12...... .......

....... 7........ Fungsi...... Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI. Dok.... No..... Permen PU No. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1.... Tugas. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134?PMK.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Negara. 2.. 9................. Kolusi dan Nepotisme. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 67 .....06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 10.. Satuan Kerja .... Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. 3. : 00 Tgl. 8. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu... Kewenangan....... Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan. Diterbitkan: Hal : ....... Permen PU No. Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. dari ... Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaa. 6. 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008.. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.... 4... Rev. 5.. 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11... : .

.... Permen PU No........ tanggal ...... : ........ : .. Dok...... 68 ............... Rev.......... No... Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No......... Diterbitkan: Hal : .... : 00 Tgl... 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13... No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum../KPTS/M/. rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No....................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...... Satuan Kerja ......... 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No...... 15... tahun anggaran .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan ................ dari ... Paraf : 12. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ........

Paraf : PENGESAHAN NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk SNVT/SKS/PPK SNVT/SKS/PPK ATLAS SNVT/SKS/PPK TANDA TANGAN RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUNAN ...... Rev........... Status Dokumen :1 ASLI Tanggal Distribusi : Distribusi Ke : No....... Urut 1 2 3 Nama Unit Kerja No............... SNVT/SKS/PPK/ .......... dari ........ Dok........ Urut Nama Unit Kerja 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 69 .... : ....... No............. Diterbitkan: Hal : . : 00 Tgl... No............DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .....

....... 70 .. No. dari ......... Setiap terjadi revisi RMP...... SNVT/SKS/PPK/ ...... No.. : . Dok... Diterbitkan: Hal : ..... Rev....... harus dicatat dalam sejarah dokumen........................DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ............. : 00 Tgl....... Paraf : SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen....

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

DAFTAR ISI

1. Umum ........................................................................... 2. Informasi Kegiatan ......................................................... 3. Sasaran Mutu Kegiatan ................................................... 4. Persyaratan teknis dan administrasi ................................. 5. Struktur Organisasi ........................................................ 6. Tugas, tanggung jawab dan wewenang ........................... 7. Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya ..................................................... 8. Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ..................................... 9. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan .......................................... 10. Jadwal Personil ............................................................. 11. Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..................... 12. Rencana & metoda verifikasi, validasi, monitoring, evaluasi, inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................................................... 13. Daftar Kriteria Penerimaan .............................................. 14. Daftar Dokumen SMM .................................................... 15. Daftar Induk Rekaman.................................................... 16. Lampiran .......................................................................

71

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

1. LATAR BELAKANG3 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ .......................................................................... 2. INFORMASI KEGIATAN4 Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ....... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ..... tahun ..... No. ...........sebagai berikut :
No 1 2 3 4 5 6 Nama Kegiatan ................ ................ ................ ................ ................ Dst........... Ruang lingkup Kegiatan ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ ........................ Jumlah Anggaran ................. ................. ................. ................. ................. ................. Jangka waktu ............ ............ ............ ............ ............ ............ Pelaksanaan Kegiatan

3 4

Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan. Menguraikan informasi kegiatan tupoksi SNVT/SKS/PPK sesuai kegiatan Satker.

72

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

3. SASARAN MUTU5 ............................................................................................. ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............................................................................................ ............. 4. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ........... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.1. Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.2. Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) 4.3. DIPA

5

Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja SNVT/SKS/PPK tahun berjalan.

73

..... : 00 Tgl..... Diterbitkan: Hal : .... Asisten administrasi & keuangan Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. No......... Asisten Teknis Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6..... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk mengelola pelaksanaan kegiatan pada tahun . sebagai berikut : 6.... No..... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 6.....DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...... PPK : Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. : ......... Dok.... Rev...... TUGAS..........3.. dari .. Paraf : 6 5................4.1.....2.. SNVT/SKS/PPK/ ... Pemegang Uang Muka Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6 &7 7 Sesuai dengan SK Menteri PU tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan dilaksanakan sendiri 74 .

..........5.... Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 7... 7. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah Sumber Daya manusia : persyaratan kompetensinya diuraikan jumlah dan Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan).. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses kegiatan SNVT/SKS/PPK selama 1 (satu) tahun dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. 75 .. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. Paraf : 7.....1........ terdiri dari : 7. Multimedia dsb...... Diterbitkan: Hal : ........... Contoh ruang kerja/rapat dsb.... Dok...... No.... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya. dari .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .... Rev. 7.. Bila menggunakan bagan alir.. 7... Contoh : alat komunikasi. : 00 Tgl... SNVT/SKS/PPK/ .....3.... 8...4. Komputer & Printer...... alat transportasi.2... No... KEBUTUHAN SUMBER DAYA Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan pada tahun ... : ....

...... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 8 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 76 ...... : 00 Tgl. 1 2 3 4 5 6 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun ...... 1 2 3 4 Jabatan PPK Asisten Teknis Asisten Administrasi & Keuangan Pemegang Uang Muka Tahun .. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11....... Bulan 05 06 07 08 10... No......... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN No.... JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No.. 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana 01 02 03 04 Tahun ... Dok.... : .. Rev.. dari ............... JADWAL PERSONIL No......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .............. Paraf : 8 Keterangan 09 10 11 12 9..... Diterbitkan: Hal : ... SNVT/SKS/PPK/ ............ No.

berdasarkan Persyaratan Teknis dan Administrasi sesuai dengan persyaratan yang ada pada butir 4 di atas..... Diterbitkan: Hal : ... No... DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Kriteria penerimaan untuk pelaksanaan kegiatan tahun ................ 14.. No......... VALIDASI.. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. Rev. SNVT/SKS/PPK/ .. : . Paraf : 12.. 4.... Prosedur Mutu Tindakan Korektif Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai 77 .............. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Rencana Verifikasi dilakukan terhadap seluruh laporan kegiatan dengan metode Observasi dengan mengikuti ketentuan dalam Permen . 3......... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1....... .. 2........ Rencana monitoring & evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan dengan metode penyelenggaraan Rapat koordinasi yang terjadwal setiap . dari .. MONITORING......DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan tahun ..... dapat dilakukan Rapat tambahan sesuai keperluan.. Dok. EVALUASI... bulan 1 (satu) kali dan bila ada halhal yang membutuhkan tindak lanjut yang mendesak dari Satker.. : 00 Tgl.......... 13........

... Dok. 3.. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi..... Permen PU No. No.. Tugas... Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. : 00 Tgl............... dari .. Keputusan Presiden RI Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu. 9.. Peraturan Presiden RI Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian RI. Kolusi dan Nepotisme.. No. Peraturan Presiden RI Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan.... 8.. Undang-Undang Nomor Keuangan Negara.. Keputusan Presiden RI Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.... SNVT/SKS/PPK/ . Kewenangan. Undang-Undang Nomor Perbendaharaa...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 5........... Paraf : Dan acuan lainnya antara lain : 1. Fungsi. 10.. : . 6......... 43/PRT/M/2007 tentang Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Departemen Pekerjaan Umum 11.... 17 1 Tahun Tahun 2003 2004 tentang tentang 2.... Negara.... 02/PRT/2008 Tanggal 11 Februari 2008.. Diterbitkan: Hal : . Keputusan Presiden RI Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.... Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 134/PMK...... Permen PU No. 4........ Rev. 7.. tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan 78 .

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... SNVT/SKS/PPK/ ............................
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ......

Paraf :

Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan sendiri 12. Permen PU No. 01/PRT/M/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum 13. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. : ...../KPTS/M/.... tanggal .. tentang pengangkatan Kepala Satuan Kerja/Kuasa Pengguna Anggaran dan Pejabat Inti Satuan Kerja di lingkungan .............................. tahun anggaran .... 15. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan dalam tahun anggaran ..........., rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN
No. 1 2 3 4 5 6 Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman

Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No. 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum.

79

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

PENGESAHAN
NAMA & JABATAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh Pejabat yang ditunjuk Pejabat Eselon III Terkait SATKER TANDA TANGAN

RENCANA MUTU PELAKSANAAN KEGIATAN ................. (Swakelola)
Status Dokumen :
1

ASLI
Tanggal Distribusi :

Distribusi Ke : No. Urut
1 2 3

Nama Unit Kerja

No. Urut

Nama Unit Kerja

1

Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali)

80

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ......................................... PPK ..................... (KEGIATAN SWAKELOLA)
No. Dok. : ....... No. Rev. : 00 Tgl. Diterbitkan: Hal : ...... dari ...... Paraf :

SEJARAH DOKUMEN2
TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN

2

Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP, harus dicatat dalam sejarah dokumen.

81

........... Lampiran ....................... Jadwal Penggunaan Prasarana dan sarana ..... Paraf : DAFTAR ISI 1.......... : ..................... Kebutuhan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya .............................. Daftar Induk Rekaman........ Persyaratan teknis dan administrasi ................................................................... 6...................................... 11..... Dok.......... No........................ 2...... 3................... Daftar Dokumen SMM ........... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan ............... Daftar Kriteria Penerimaan ................ Sasaran Mutu Kegiatan . 12.......... 9.................................................. tanggung jawab dan wewenang .... Tugas.................................. 15...................................... (KEGIATAN SWAKELOLA) No....... 16... PPK ................................................................................ Umum ............. 10...DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........... 82 ............................ monitoring..................... Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ................................... 5...... inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya ................. 8... 7.... Informasi Kegiatan ... 4..................... Jadwal Personil . : 00 Tgl............................................................ Diterbitkan: Hal : .................. Rencana & metoda verifikasi........................ evaluasi. Struktur Organisasi ........................................ dari ....... validasi........ Rev................. 14.... 13..

....................................................................... .......................................... dari ........ .... .............................. .............. No................................................................................................................................................................................................................. Dok.sebagai berikut : Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber...... tahun ................ ............................... Diterbitkan: Hal : ............ ... .................. (KEGIATAN SWAKELOLA) No........................................... 2................................................................................................................................................. 3 4 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan tahun berjalan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan tahun berjalan 83 ................................... ................ ................. Paraf : 1................................... PPK .......................................... .DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ........... LATAR BELAKANG3 ............... Rev......................... No.......................................................... : ............... sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran ... Besaran dan MAK) Pelaksanaan kegiatan : Swakelola Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 3...................................................... SASARAN MUTU4 .................................. INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun ...................... : 00 Tgl..............................

.. TUGAS. PPK ...... 5.. dari .2. STRUKTUR ORGANISASI5 Struktur organisasi untuk melaksanakan sebagai berikut : 6................... Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA kegiatan .......... TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG 5 Struktur sesuai SK penunjukkan Tim Swakelola 84 .. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan tahun ..... 4........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ..... : .... : 00 Tgl... Diterbitkan: Hal : ..3. Rev..........1. adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : 4.....1.... Dok.. Paraf : 4. Penanggung Jawab Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6... Ketua Tim Pelaksana Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6.. No.. 4..2.. Sekretariat Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. (KEGIATAN SWAKELOLA) No...3.............

. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan. Dok....... 7.....2. Komputer & Printer.4. Lingkungan : diuraikan persyaratannya (bila diperlukan) 8..... Dst. alat transportasi.... Diterbitkan: Hal : . 7..... (sesuaikan dengan kebutuhan dipersyaratkan dalam KAK/SPESIFIKASI TEKNIS) 7.. No.4... dari . Bila menggunakan bagan alir... tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya... Sarana : diuraikan jenis dan spesifikasinya (bila diperlukan)........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . PPK .. Sumber Daya manusia : diuraikan jumlah dan persyaratan kompetensinya 7..... Contoh ruang kerja/rapat dsb........... Multimedia dsb..3. : ... Tenaga Ahli Tugas : Tanggung jawab : Wewenang : 6. Sumber Daya Keuangan : diuraikan jumlah 7.....5.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No.....1..5... terdiri dari : 7.... Contoh : alat komunikasi. Paraf : 6. : 00 Tgl..... Prasarana : diuraikan jenis dan persyaratannya..... KEBUTUHAN SUMBER DAYA yang Kebutuhan sumber Daya dalam melaksanakan kegiatan . 85 ... Rev....

.. Diterbitkan: Hal : ... 1 2 3 4 Jenis Kegiatan Tahun .......... dari ..... JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No............ 1 2 3 4 Jabatan Tahun ... (KEGIATAN SWAKELOLA) No......... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 6 Jenis Kegiatan disesuaikan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di dalam butir 8 86 ..... : 00 Tgl.DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : .. Dok.... No.......... Paraf : 9. JADWAL PENGGUNAAN SARANA & PRASARANA No. PPK ...... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 10....... : ..... Rev... 1 2 3 4 Nama Sarana & Prasarana Tahun .... Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan 11......... JADWAL PERSONIL No...

. 1 2 3 4 13..... kriteria penerimaan serta referensi yang digunakan untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan..DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : . Dok.. VALIDASI.......... Paraf : 12........ : . DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan...... : 00 Tgl..... Rev... No.. Diterbitkan: Hal : ..... PPK ... MONITORING.......... 1 2 3 4 Pemeriksaan Kriteria Penerimaan Referensi Penanggung jawab Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 87 . setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya...... No....... (KEGIATAN SWAKELOLA) No... EVALUASI... No.... dari .. RENCANA DAN METODA VERIFIKASI.......... . INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan .....

.. (KEGIATAN SWAKELOLA) No. 88 ... antara lain : 1.. Prosedur Mutu Pengendalian Hasil Pekerjaan Tidak sesuai Dan acuan lainnya... Paraf : 14... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No... Diterbitkan: Hal : . Prosedur Mutu Tindakan Korektif 2... Peraturan perundangan lainnya yang terkait dengan substansi kegiatan 15........... No.. Rev. Nama Rekaman Lokasi Penyimpanan / Bukti Kerja Rekaman 1 2 3 4 Masa Simpan Rekaman Masa Simpan Rekaman mengacu ke Permen PU No.... Dok......... : ..... Prosedur Mutu Pengendalian Rekaman 4.. Petunjuk Pelaksanaan dan Instruksi Kerja lainnya (bila sudah ada) 2..... DAFTAR DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN MUTU Didalam pelaksanaan kegiatan ..... 39/PRT/M/2007 Pedoman Jadwal Retensi Arsip (JRA) Departemen Pekerjaan Umum........ PPK ... dari ... Prosedur Mutu Tindakan Pencegahan 3.. : 00 Tgl........DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM UNIT KERJA : ...... Dokumen Sistem Mutu yang digunakan antara lain : (bila Unit Kerja Eselon 1 sudah menerbitkan) 1.. DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan .................... .

KAIDAH NOTASI DALAM PENYUSUNAN BAGAN ALIR Terminal : Mulai / Start / Selesai / Stop Persiapan / Besaran / atau Nilai Awal Masukan / Keluaran atau Hasil Proses / Aktivitas / Kegiatan Pertanyaan / Kondisi. untuk memberikan Alternatif Jawaban / Keputusan yang dilakukan Dokumen Garis Penghubung Aktivitas Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang sama Tanda Penghubung Bagan Alir pada halaman yang berbeda Menunjukkan arah Bagan Alir 89 .

90 .

LAMPIRAN .4 CONTOH FORMAT RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

92 .

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) COVER RENCANA MUTU KONTRAK (RMK) 91 .

..… UNIT PENERIMA 1.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) LEMBAR PENGESAHAN PERSETUJUAN URAIAN NAMA JABATAN TANDA TANGAN TANGGAL DISUSUN OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH RENCANA MUTU KONTRAK KEGIATAN…. 2...... 1 Diisi sesuai status dokumen (asli/terkendali/tidak terkendali) 92 .. 5. 6........ STATUS DOKUMEN1 STATUS Tanggal : 4..... 3.

harus dicatat dalam sejarah dokumen.KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) SEJARAH DOKUMEN2 TANGGAL CATATAN PERUBAHAN KETERANGAN 2 Menguraikan kronologis dokumen. Setiap terjadi revisi RMP. 93 .

......... Daftar Induk Dokumen .................. Informasi Kegiatan ............................... 2.............. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan ....................................... Lampiran ................................................. 3 Dapat disesuaikan oleh masing-masing Penyedia Jasa 94 .... Jadwal Kriteria Penerimaan ....... Umum ................. monitoring.......................... 4.......... 17....... 3................... 13................ inspeksi dan pengujian & kriteria penerimaannya .......................................... Jadwal Personil ................... 9.......... evaluasi............. Jadwal Material ..................... 11..... 15.................................................... 5.. 14.................... Persyaratan teknis dan administrasi ........ validasi.... tanggung jawab dan wewenang .............. 12..................... Daftar Induk Rekaman / Bukti Kerja. Jadwal Peralatan . 8....................................... Tugas............................................................. Struktur Organisasi ......................KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) DAFTAR ISI3 1........................... Sasaran Mutu Kegiatan ......... Jadwal Arus Kas ................................ 7.. 16................................ 10................... Bagan Alir Pelaksanaan Kegiatan .................................................... 6......................................................................... Rencana & metoda verifikasi...........................

......................................................... ......................................... ......... INFORMASI KEGIATAN Informasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah Nama Kegiatan : Lokasi Kegiatan : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan : Pembiayaan : (Sumber................................................................................................................................... ............... 5 4 5 Menguraikan latar belakang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan Menguraikan Sasaran yang akan dicapai dalam hal mutu kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan 95 .. sesuai kebutuhan 3............................. .................................. Besaran dan MAK) Nama Pengguna Jasa & alamat : Nama Penyedia jasa & alamat : Sistim Kontrak : Lingkup Kegiatan : (uraikan sesuai KAK) Dst............................................................................... .................. ............................................................ ...................................................................... ............ .................................................................................... 2........................ ...................................................................KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 1................... ........................................................ ................................... ...................... LATAR BELAKANG4 ...................................................................................................................................................................................................................................... SASARAN MUTU ...................................................................................................................... ....................................................................................................................... ..............................................................................................

.. 96 .KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 4. tahapan proses kegiatan harus mencerminkan ruang lingkup kegiatan yang dijelaskan pada butir 2 dan cara penulisan bagan alir harus memenuhi kaidah penulisannya. TUGAS... adalah persyaratan yang tercantum dalam dokumen – dokumen sebagai berikut : Kerangka acuan kerja/Spesifikasi Teknis/SNI/NSPM (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) Peraturan Perundang-undangan (sebutkan sesuai dengan kegiatannya) DIPA 5.. TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG Menguraikan tugas. ... tanggung jawab dan wewenang seluruh fungsi yang ada di dalam struktur organisasi Tim Pelaksana kegiatan sesuai pada butir 5. PERSYARATAN TEKNIS DAN ADMINISTRASI Persyaratan teknis dan Administrasi untuk pelaksanaan kegiatan ..... 7.. terdiri dari struktur organisasi tim pelaksana kegiatan dan struktur organisasi dalam kaitannya dengan pihak Pengguna Jasa 6.. BAGAN ALIR PELAKSANAAN KEGIATAN: Proses yang dilakukan untuk melaksanakan kegiatan dapat dijelaskan dengan narasi atau dengan menggunakan bagan alir serta penjelasan tiap tahapan di dalam bagan alir bila diperlukan.. Bila menggunakan bagan alir... STRUKTUR ORGANISASI Struktur organisasi untuk melaksanakan kegiatan ...

KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 8. Bulan 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 Keterangan Penerimaan (Cash In) Pengeluaran (Cash Out) Balance Cash Flow 6 7 Jenis kegiatan sesuai bagan alir pada butir 7 dan bila diperlukan ditambahkan kolom satuan. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 11. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 Jenis Peralatan 10.... Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 9. 1 2 JADWAL ARUS KAS Jenis Tahun . JADWAL PERSONIL No. 1 2 3 JADWAL PERALATAN Jumlah 01 02 03 04 Tahun ..... 1 2 3 Jenis Material 01 02 03 04 Tahun . No... JADWAL MATERIAL7 No.. volume dan bobot untuk setiap jenis kegiatan Jadwal material bila diperlukan ditambahkan kolom satuan dan volume 97 . 1 2 3 Jabatan Nama 01 02 03 04 Tahun .. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN6 No.. Bulan 05 06 07 08 Keterangan 09 10 11 12 12.. No... 1 2 3 Jenis Kegiatan 01 02 03 04 Tahun .

DAFTAR INDUK DOKUMEN Diuraikan Dokumen acuan yang digunakan oleh tim pelaksana kegiatan beserta acuan yang berupa standar atau peraturan perundangan yang terkait dengan substansi kegiatan. EVALUASI. 1 2 3 4 14. Standar atau Peraturan perundangan 98 .. MONITORING.. 1 2 3 15. No. VALIDASI. INSPEKSI DAN PENGUJIAN & KRITERIA PENERIMAANNYA Diuraikan rencana kegiatan pemeriksaan untuk menjamin bahwa setiap input yang digunakan adalah memadai/sesuai persyaratan . Pemeriksaan Kegiatan Kriteria Penerimaan Referensi8 Keterangan Pemeriksaan Metode Kriteria Penerimaan Waktu 8 Referensi dapat berupa KAK/ Spesifikasi Teknis. DAFTAR KRITERIA PENERIMAAN Uraikan pemeriksaan..KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 13. setiap proses yang dilakukan adalah sesuai dengan rencana/sesuai persyaratan dan produk kegiatan sesuai dengan rencana/peryaratan beserta metode pemeriksaan dan kriteria penerimaannya... RENCANA DAN METODA VERIFIKASI. kriteria penerimaan serta referensi yang digunakannya untuk pelaksanaan pemeriksaan pada kegiatan. No. ..

DAFTAR REKAMAN Dalam pelaksanaan kegiatan . LAMPIRAN (Bila diperlukan) Nama Rekaman / Bukti Kerja Lokasi Penyimpanan Rekaman Masa Simpan Rekaman 99 ....... rekaman yang menunjukkan bahwa kegiatan telah dilaksanakan serta sesuai dengan aturan dan persyaratan yang telah ditetapkan dapat dilihat pada tabel berikut : DAFTAR INDUK REKAMAN No... 1 2 3 4 5 6 17...KOP PERUSAHAAN (Penyedia Jasa) 16..