Anda di halaman 1dari 3

SPACE OCCUPYING LESIONS (SOL)

Kamisah Sualman Fakultas Kedokteran Universitas Riau

DEFINISI
Space-Occupying Lesions pada otak umumnya berhubungan dengan malignansi namun keadaan patologi lain meliputi Abses otak atau hematom. Adanya SOL dalam otak akan memberikan gambaran seperti tumor, yang meliputi gejala umum yang berhubungan dengan peningkatan tekanan intracranial, perubahan tingkah laku, false localizing sign serta kelainan tergantung pada lokasi tumor (true localizing sign). Tumor juga dapat menyebabkan infiltrasi dan kerusakan pada struktur organ yang penting seperti terjadinya obstruksi pada aliran LCS yang menyebabkan hidrosefalus atau menginduksi angiogenesis dan edem otak.

GEJALA KLINIS
Gejala klinik umum Gejala klinik umum timbul karena peningkatan tekanan intracranial, meliputi : 1. Nyeri kepala, merupakan gejala awal pada 20% pasien tumor yang kemudian berkembang menjadi 60% . Nyeri kepala berat juga diperberat dengan oleh perubahan posisi, batuk, manuever valsava dan aktivitas fisik. Muntah ditemukan bersama nyeri kepala pada 50% pasien. Nyeri kepala ipsilateral pada tumor supratentorial sebanyak 80% dan terutama pada bagian frontal. Tumor fossa posterior memberikan nyeri alih ke oksiput dan leher. 2. Muntah tanpa diawali dengan mual, mengindikasikan tumor yang luas dengan efek massa tumor tersebut juga mengidikasikan adanya pergeseran otak. 3. Perubahan status mental, meliputi gangguan konsentrasi, cepat lupa, perubahan kepribadian, perubahan mood dan berkurangnya inisiatif yang terletak pada lobus frontal atau temporal. 4. Ataksia dan gangguan keseimbangan. 5. Seizure, adalah gejala tumor yang berkembang lambat, paling sering terjadi pada tumor di lobus frontal kemudian pada tumor lobus parietal dan temporal. 1

Gejala

epilepsi

yang

muncul

pertama

kali

pada

usia

pertengahan

mengindikasikan adanya suatu SOL. 6. Papil edem, dapat dinilai dengan ophthalmoskop. Pada keadaan awal tidak menyebabkan hilangnya daya penglihatan, tetapi edem papil yang

berkelanjutan dapat menyebabkan perluasan bintik buta, penyempitan lapangan pandang perifer dan menyebabkan penglihatan kabur yang tidak menetap.

Gejala lokal yang menyesatkan dan tanda lateralisasi Gejala lokal yang menyesatkan ini melibatkan neuroaksis kecil dari lokasi tumor yang sebenarnya. Sering disebabkan karena penigkatan tekanan intrakranial, pergeseran dari struktur-struktur intrakranial atau iskemi. Gejalagejala tersebut meliputi parese nervus VI, sindrom horner, gejala-gejala serebelum belum mengindikasikan lokasinya di serebelum.

Gejala klinik lokal Lobus temporal : depersonalisasi, perubahan emosi, gangguan tingkah laku, disfasia, kejang , hemianopsia/quadrianopsia inferior homonym kontralateral. Lobus frontal : anosmia, dysphasia (Brocca), hemiparesis (contralateral) Lobus parietal : hemisensory loss, gangguan diskrimani 2 titik. Lobus oksipital : gangguan lapangan pandang kontalateral. Cerebellopontine angle : acoustic neuroma, tinitus, tuli ipsilateral, nystagmus, menurunnya refleks kornea, dan tanda cerebelar ipsilateral. Corpus callosum : deteorisasi intelektual, kehilangan kemampuan komunikasi. Midbrain : pupil anisokor, gangguan pada saraf kranial.

ETIOLOGI
Penyebab dari SOL ini dapat berupa : 1. Malignansi Meliputi metastase, glioma, meningioma, adenoma pituitary, dan neuroma akustik merupakan 95% dari seluruh tumor.

Pada dewasa 2/3 dari tumor primer terletak supratentorial, tetapi pada anak-anak 2/3 tumor terletak infratentorial.

Tumor primer umumnya tidak melakukan metastasis dan sekitar 30% tumor otak merupakan tumor metastasis dan 50% diantaranya adalah tumor multipel.

SOL lain meliputi : 2. Hematoma , yang dapat disebabkan trauma. 3. Abses serebral. 4. Amubiasis serebral dan cystiserkosis. 5. Limfoma yang sering terjadi akibat infeksi HIV. 6. Granuloma dan tuberkuloma.

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan tergantung pada penyebab lesi: Untuk tumor primer, jika memungkinkan dilakukan eksisi sempurna, namun umumnya sulit dilakukan sehingga pilihan pada radioterapi dan kemoterapi, namun jika tumor metastase pengobatan paliatif yang dianjurkan. Hematom membutuhkan evakuasi. Lesi infeksi membuthkan evakuasi dan terapi antibiotik. Pengobatan lain yang diperlukan meliputi: Deksametason yang dapat menurunkan edem serebral. Manitol, untuk menurunkan peningkatan tekanan intrakranial. Antikonvulsan, sesuai gejala yang timbul.