Anda di halaman 1dari 2

MOH.

JOEHARNO FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI RUMAH SAKIT UMUM LASINRANG KABUPATEN PINRANG TAHUN 2007 Xii + halaman + tabel + 7 lampiran Kejadian tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih bersifat global dengan angka kejadian yang cenderung tinggi. Tidak terlepas pula pada negara berkembang khususnya Indonesia. Penanggulangan TB paru melalui pengobatan dengan penerapan strategi DOTS merupakan salah satu upaya dalam rangka menekan peningkatan jumlah penderita TB paru namun program tersebut tidak dapat berjalan secara maksimal mengingat jumlah penderita TB paru masih menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Penyebab hal tersebut tidak lain adalah adanya berbagai faktor risiko yang belum mendapat perhatian secara maksimal. Berdasarkan hal tersebut maka penulis merasa tertarik untuk meneliti tentang beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB Paru dengan meninjau faktor kepadatan penghuni rumah, kamarisasi dan perilaku merokok. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan Case Control Study yang bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kepadatan penghuni rumah, kamarisasi dan perilaku merokok terhadap kejadian TB Paru dengan mengambil lokasi penelitian di Rumah Sakit Umum Lasinrang Kaupaten Pinrang. Sampel penelitian ditentukan berdasarkan penentuan besar sampel Case Control Study sebanyak 136 dengan jumlah kasus dan kontrol berbanding 1 : 1 dengan menduga OR = 2 dalam jarak 50%. Pengumpulan data penelitian dengan melaksanakan wawancara kepada pasien penderita TB Paru dan pasien yang tidak terdiagnosa TB paru. Pengolahan data penelitian dengan menggunakan bantuan komputer dengan analisis data dengan meninjau nilai OR. Penyajian data penelitian dalam bentuk tabel distribusi frekuensi analisis univariat dan tabel silang analisis bivariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kepadatan penghuni dalam rumah merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian TB paru dengan besar risiko yang ditimbulkan adalah 2,4 kali pada tingkat kepadatan penghuni < 10 m2, Kamarisasi merupakan faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian TB paru dengan besar risiko yang ditimbulkan adalah 2,6 kali pada mereka dengan tempat tinggal yang tidak menerapkan kamarisasi dan jika ada namun dengan kondisi kamar yang memiliki luas yang tidak memenuhi syarat < 9 m2 dan Perilaku merokok merupakan faktor risiko terhadap kejadian TB Paru dengan besar risiko yang ditimbulkan adalah 1,3 kali pada mereka yang merokok dengan jumlah batang rokok yang dihisap > 10 batang perhari namun hubungan yang ditimbulkan dikatakan tidak bermakna nilai tingkat kepercayaan yang mencakup 1.

Saran yang diajukan pada penelitian ini adalah perlunya penyeberan informasi tentang syarat rumah sehat baik melalui penyuluhan secara langsung ataupun dengan melalui media sehingga akan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam rangka perwujudan rumah sehat, perlunya penyebaran informasi yang harus diberikan kepada masyarakat sejak usia dini tentang bahaya rokok khususnya pada remaja SLTP sehingga akan menciptakan kesadaran yang lebih baik dalam rangka menanggulangi dampak kerugian yang diakibatkan dari perilaku merokok yang tidak hanya pada aspek kesehatan saja, perlunya advokasi dalam rangka penanggulangan rokok sehingga perilaku merokok pada masyarakat dapat diminialisir sehingga penyelenggaraan pembangunan akan berjalan bersih bebas asap rokok dan pada penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah jenis variabel lain yang turut mempengaruhi penularan TB paru yang juga dengan pemberian definisi operasional peneltian yang lebih spesifik sehingga akan membantu dalam perumusan kesimpulan yang lebih optimal. Keywords : TB Paru, Kepadatan hunian rumah, Kamarisasi, Kondisi Rumah, Merokok