P. 1
Profil Minsel 2010 01

Profil Minsel 2010 01

|Views: 1,691|Likes:
Dipublikasikan oleh aruinter

More info:

Published by: aruinter on Jul 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

Sections

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB I LAMBANG DAERAH
A. Dasar Hukum Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penetapan Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, rancangannya dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Minahasa berdasarkan hasil sayembara. Lambang Daerah Kabupaten

Selatan yang dimaksud seperti pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan B. Makna, Arti dan Warna Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagaimana pada Gambar 1, dari setiap unsur, bentuk, corak dan warna mengandung makna dan arti filosofi demikian :

 Perisai, melambangkan ketahanan dan keunggulan dalam menghadapi
berbagai tantangan.

 Burung Manguni, sebagai Lambang Keminaesaan dengan sifat dinamis,
santun, sportif dan selalu waspada. 1

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

 Bulu Sayap Kiri dan Kanan serta Ekor, berjumlah 27 menggambarkan
tanggal 27 sebagai tanggal penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Pohon Kelapa, yang terputus menggambarkan angka 1 yang berarti Bulan
Januari, bulan penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Dua Kaki dan Tiga Jari, yang nampak menggenggam pita melambangkan
Tahun 2003, sebagai tahun terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan.

 Buku di Dada Burung Manguni, melambangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

 Buah Cengkih, di pucuk pohon kelapa mengandung makna kekayaan
alam dan kesuburan tanah Minahasa Selatan.

 Jangkar Kapal, di bawah pohon kelapa mencerminkan potensi kekayaan
laut serta perdagangan.

 Ungkapan “Cita Waya Esa”, dipermukaan pita kuning yang digenggam
dengan kaki burung berarti “Kita Semua Satu”.

 Warna Putih, mengandung arti ketulusan dan kesucian, kesalehan dan
kedamaian, nurani dan etika.

Warna Merah, melambangkan cinta, semangat dan keberanian

 Warna Kuning, mengandung makna kejayaan, keberhasilan, kedewasaan,
berbudi luhur dan keimanan.

 Warna Hijau, mempunyai arti kesuburan, kesejahteraan, pengharapan dan
kehidupan.

 Warna Biru, melambangkan kebesaran, kebenaran dan kesetiaan.  Warna
Hitam, melambangkan kekuatan, keunggulan, keabadian/ kekekalan.

 Warna Coklat, melambangkan kesuburan tanah.

2

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB II PEMBENTUKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1. Sejarah Pembentukan Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 Selatan dan Kota Tomohon. tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip 3

Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat. usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI.51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003. 010 076 798. pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano. atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d). NIP. Selanjutnya. melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131. pada tanggal 27 Januari 2003. sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan. Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. Kemudian. Ramoy Markus Luntungan. Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B. Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs. Guna melengkapi data dan masukan secara empirik. Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal 4 . Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001. Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat.

pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Kemudian pada waktu yang bersamaan. masyarakat masyarakat mengenai pemekaran desa dan kecamatan. rupanya aspirasi di 6 (enam) Kecamatan bagian tenggara yaitu Kecamatan Touluaan. masyarakat belum berakhir sampai di situ. Kecamatan Ratahan. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 terbentuklah Kecamatan Ratatotok hasil pemekaran dari Kecamatan Belang. Seiring dengan pemekaran beberapa kecamatan. Kecamatan Maesaan (hasil pemekaran Kecamatan Tompaso Baru) dan Kecamatan Pusomaen (hasil pemekaran Kecamatan Belang). Dengan bertambahnya 5 kecamatan baru. Kecamatan Amurang Timur (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian). Sebagai tindaklanjutnya. yaitu Kecamatan Tatapaan (hasil pemekaran Kecamatan Tumpaan). Sedangkan Kecamatan Tombasian. secara positif diresponi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang sejalan dengan salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota. Kecamatan 5 . Kecamatan Amurang Barat (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian dan Kecamatan Tenga). berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 172 Tahun 2005 berubah nama menjadi Kecamatan Amurang. Kecamatan Belang. 2. Kecamatan Tombatu. di akhir tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2005 Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan 5 kecamatan baru.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan. Selanjutnya. berdasarkan Peraturan Daerah Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Nomor 8 Tahun 2003. Pemekaran Kecamatan dan Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan dalam perkembangannya. dengan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat. terbentuk Kecamatan Kumelembuai hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling. tidak kalah pentingnya juga Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan meresponi aspirasi pemekaran desa di beberapa kecamatan. Dari berbagai aspirasi Akan tetapi. jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi 20 kecamatan. Minahasa Selatan dari 13 kecamatan menjadi 15 kecamatan.

pada tanggal 12 Desember 2007 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2007 tentang pemekaran Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran. 3 kecamatan baru. Minahasa Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru. Menteri Dalam Negeri at interim meresmikan Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Kota Kotamobagu. BAB III VISI. Dengan mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kecamatan Motoling Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan berkurang 6 kecamatan menjadi Barat dan Kecamatan Motoling Timur hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling serta Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran. Sebagai tindaklanjutnya. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) sebagai daerah otonom yang baru di Propinsi Sulawesi Utara sekaligus melantik Penjabat Bupati dan Walikotanya. Diakhir tahun 2007. berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007 tanggal 6 Januari 2007. 14 kecamatan. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan kembali lagi meresponi aspirasi masyarakat di Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran untuk diadakan pemekaran kecamatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Ratatotok dan Kecamatan Pusomaen menginginkan wilayah mereka menjadi suatu daerah otonom yang baru dengan nama Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan demikian Kabupaten Minahasa Selatan saat ini berjumlah 17 kecamatan. sehingga Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan Ketiga kecamatan tersebut yaitu. TUJUAN DAN SASARAN 6 . Aspirasi tersebut akhirnya diresponi dengan positif oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. pada tanggal 23 Mei 2007 di Manado. Sebagai tindaklanjutnya. MISI.

antar 2. eksis. 4. 3. inovatif dan produktif. Membangun dan memperkokoh perekonomian daerah . Meningkatkan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan umat beragama . sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2005-2010 sebagai berikut : 1. Mewujudkan Supremasi Hukum . Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas (good governance) 7 . dan bersih KKN . Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang . Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010 adalah : “Terwujudnya Kabupaten Minahasa Selatan sebagai daerah yang mandiri. dijabarkan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 2. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. demokratis dan handal dalam sumberdaya manusia serta menjadi pusat keunggulan pembangunan di Era Pemerintahan Global” Dengan demikian visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan adalah pandangan ke depan ke mana Kabupaten Minahasa Selatan harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya serta tetap konsisten. otonomisasi dan tuntutan demokratisasi. Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana arah dan tujuan dicapai. Misi Untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menyikapi kecenderungan dinamika globalisasi. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan.

Meningkatkan peran generasi muda dan pemberdayaan perempuan. budaya dan pertahanan keamanan. Memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan. karena misi mewakili alasan dasar untuk eksis. sosial dan budaya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat daerah . Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. c. misi harus jelas menyatakan kepedulian terhadap masyarakat. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. 8. Tujuan Mengacu pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 4. Menunjukkan secara jelas apa yang hendak dicapai dan bidang kegiatan utama dari organisasi/pemerintah yang bersangkutan. 9. b. Meningkatkan peran kelembagaan ekonomi. 3. sosial. Dengan demikian Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8 . Membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian (agro based (agro industry) . Meningkatkan kesadaran hukum disemua lapisan masyarakat dalam penegakan hukum. Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. 3. 2. berbasis agribisnis. ditetapkan dan dirumuskan tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai berikut : 1. industry) 7. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. terutama teknologi pertanian . Oleh karena itu. 5. pernyataan misi harus : a.6. Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti pemerintah. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi.

11. Meningkatnya peran generasi muda dan peberdayaan perempuan. 10. 9. 7. Meningkatkan governance). Meningkatnya income perkapita penduduk sebesar Rp.000.. penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (good Meningkatkan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik.500. Meningkatnya jumlah produksi perikanan. 5. 6. 8. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. Meningkatkan potensi obyek wisata dan sumberdaya kepariwisataan. 4. 3. 9.pada akhir tahun 2010. Meningkatnya sumber pendapatan asli daerah sekitar 20 % pada akhir pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7 % pada akhir 9 . Meningkatkan pengelolaan. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan publik Meningkatnya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas aparatur pemerintah.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 6. 2. pengawasan dan pengendalian 11. perikanan dan kelautan serta sumberdaya air. 10. Meningkatnya tahun 2010. 7. 8. Menurunnya tingkat pengangguran sebesar 6 % dari angkatan kerja pada tahun 2010. tahun 2010. diimplementasikan dalam berbagai sasaran sebagai berikut : 1. 4. Meningkatnya kesadaran hukum dan penegakkan hukum. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara. Meningkatkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan. 12. Meningkatkan program pemeliharaan. Sasaran Bertitik tolak dari tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan di atas.

Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ± 64 km. Secara geografis. Kabupaten Minahasa Selatan 10 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB IV KONDISI WILAYAH Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang.

Sementara untuk jalur laut 11 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 terletak antara 0°. karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi. barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa. Demikian pula jalur laut untuk bagian utara. bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik.124°45’ Bujur Timur. Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis.24’ Lintang Utara dan 124°. merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang.18’ . dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow : Berbatasan dengan Laut Sulawesi h/k/j/kn.hkgkkhg Gambar 2.1°.47’ . Peta Kabupaten Minahasa Selatan Dalam perspektif regional.

591. yang 891 dusun/lingkungan dengan Januari 2010) seperti ditunjukkan pada Tabel 1a dan Tabel 1b. Jumlah Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.20 55.386 7. 2. 2. Sedangkan luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan adalah terdiri dari 17 (tujuhbelas) kecamatan.40 98.731 5. 16. 14. 5.049 jiwa (sampai dengan 1. 13.667 Jumlah Jiwa 11.13 170. sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia.43 141. 5. 4.65 Desa 8 11 10 12 7 8 8 7 18 13 8 2 7 10 12 8 11 160 Jumlah Kelurahan Dusun/Jaga 2 6 2 10 36 44 41 62 33 34 37 36 82 71 53 8 41 71 75 39 40 803 Lingkungan 23 44 21 88 Sumber : Data Juli 2010. jumlah penduduk 206.31 108.478 12.892 12.514 6. 10.721 2.65 km². 7.964 5.149 7.666 8. Nama Kecamatan Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur* Motoling Barat* Kumelembuai Tenga Sinonsayang Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tareran Suluun Tareran* Tatapaan Jumlah Luas (Km²) 66. 12. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Kepala Keluarga 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagian selatan. 15. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.512 3. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukitbukit/pegunungan.93 97. Jumlah Penduduk di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Januari 2010) Jumlah Penduduk No 1.40 94.042 15. Minahasa Selatan Keterangan : * = Kecamatan Pemekaran Tabel 1b. Tabel 1a.09 53.591. 170 desa/kelurahan.36 122. 6. 3. Nama dan Luas Kecamatan.176 4.161 6.09 128.804 3.349 3.792 12 . 8. berpantai dan sebagian kecil dataran rendah bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1.125 5. 3.20 1. 11. 4. 9.345 3.24 196.40 125. 17.234 Laki-Laki Perempuan 6.500 m dari permukaan laut.47 134.

475 7.967 14.227 17. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.555 57.117 3. Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah 4.793 9.021 8. 8.858 4.530 7.326 6.126 3. 9.193 2. Kecamatan 2 Modoinding Nomor 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 3 6 7 8 9 10 11 1 2 3 Nama Desa/ Kelurahan 4 Kakenturan Sinisir Linelean Pinasungkulan Makaaruyen Palelon Wulurmaatus Mokobang Jumlah Tambelang Kinamang Liningaan Bojonegoro Kinaweruan 4 Tumani Lowian Temboan Kinamang Satu Tumani Utara Tumani Selatan Jumlah Sion Raraatean Tompaso Baru Satu Jumlah Dusun 5 6 3 4 6 4 4 5 4 36 5 4 3 2 2 5 8 4 4 4 4 4 44 4 4 6 Lingkungan 6 6 - 2.518 7.209 206.933 8.6. 15.812 7.142 2.410 3. 12.791 3.054 5.840 99.483 2.468 4.676 4.766 3.151 4.031 4.145 14.944 4. 16.365 8.322 8.343 5.337 106.610 5. Maesaan 1 2 3.336 4.379 7. 14.202 10. Nama-Nama Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Tabel 2. 13.752 2.138 8.645 9.634 2.988 16. 11. 7.318 13.621 7.021 4. 10. 17.943 16.266 5.293 6. Minahasa Selatan Nama-nama desa/kelurahan dan jumlah dusun/lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini.726 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 9.070 4.049 Sumber : Data Juni 2010.736 6. Tompaso Baru 13 .

Motoling Barat 7. Motoling 6. Motoling Timur Tompaso Baru Dua Kinalawiran Pinaesaan Torout Karowa Liandok Lindangan Jumlah Ranoyapo Poopo Poopo Utara Poopo Barat Pontak Pontak Satu Mopolo Powalutan Beringin Lompad Baru Lompad Mopolo Esa Jumlah Raanan Lama Lalumpe Motoling Motoling Satu Motoling Dua Motoling Mawale Picuan Baru Jumlah Tondey Tondey Satu Tondey Dua Raanan Baru Raanan Baru Satu Raanan Baru Dua Toyopon Keroit Jumlah Wanga Wanga Amongena Karimbow 4 Karimbow Talikuran Tokin Tokin Baru Picuan Picuan Satu Jumlah Malola Malola Satu Kumelembuai Atas Kumelembuai 6 4 4 4 4 3 2 41 8 6 5 6 6 3 8 6 3 3 4 4 62 6 4 3 6 6 4 4 33 7 5 7 4 3 3 4 4 37 4 4 5 5 3 5 4 5 4 34 7 4 4 4 6 - 1 2 8. Kumelembuai 14 . Ranoyapo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 4.

Rumoong Bawah Wakan Teep Trans Jumlah Kilometer Tiga Ranoketang Tua Kelurahan Buyungon Kelurahan Ranoiapo 4 8 5 36 5 5 6 10 3 5 6 8 4 7 4 4 4 71 4 5 4 4 4 8 7 4 8 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 5 6 8 9 5 10 5 6 4 53 4 4 - 6 11 12 23 7 8 1 2 12. Amurang Barat Kumelembuai Satu Makasili Kumelembuai Dua Jumlah Durian Poigar Satu Poigar Dua Tanamon Aergale Ongkaw Satu Ongkaw Dua Boyong Pante Tiniawangko Blongko Ongkaw Tiga Boyong Pante Dua Tanamon Utara Jumlah Sapa Boyong Atas Pakuure Satu Pakuure Dua Pakuure Tiga Pakuweru Tenga Radey Tawaang Molinow Pakuure Pakuure Tinanian Pakuure Kinamang Pakuweru Utara Sapa Timur Sapa Barat Tawaang Timur Tawaang Barat Jumlah Pondos Elusan Tewasen Teep 4 Kapitu Kel. Amurang 15 . Tenga 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 9. Kawangkoan Bawah Rumoong Bawah Kel. Sinonsayang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 3 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 10.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 8 13. Tareran 15. Tatapaan Kelurahan Uwuran Satu Kelurahan Uwuran Dua Kelurahan Lewet Kelurahan Bitung Jumlah Kotamenara Maliku Ritey Malenos Baru Lopana Pinaling Kelurahan Pondang Kelurahan Ranomea Lopana Satu Jumlah Rumoong Atas Rumoong Atas Dua Lansot Wiau Lapi Wuwuk Pinamorongan Kaneyan Koreng Tumaluntung Wuwuk Barat Tumaluntung Satu Wiau Lapi Barat Jumlah Kapoya Pinapalangkow Suluun Satu Suluun Dua Suluun Tiga Suluun Empat Talaitad Kapoya Satu Jumlah Sulu Paslaten Paslaten Satu 4 Wawona Bajo Popareng Wawontulap Pungkol Sondaken Rap-Rap Arakan Jumlah Tumpaan Tumpaan Satu Tumpaan Baru 8 5 7 5 3 8 9 4 41 6 9 10 8 10 4 5 5 6 4 4 4 75 5 5 5 5 5 4 6 4 39 5 5 4 5 3 3 4 3 2 3 4 4 40 6 7 8 6 10 6 7 44 9 12 21 6 - 1 2 17. Suluun Tareran 16. Tumpaan 16 . Amurang Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 14.

Minahasa Selatan BAB V PEMERINTAHAN. PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN 1. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 Total 170 Matani Popontolen Lelema Tangkunei Munte Tumpaan Dua Matani Satu Jumlah 5 7 9 5 8 7 9 71 803 88 Sumber : Data Juli 2010. Pemerintahan Sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah atonom yang baru. pemerintah yang ada terus berupaya menata penyelenggaraan kepemerintahan dengan baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada 17 .

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masyarakat dan memajukan pembangunan yang ada. Tabel 3a. yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance). Kabupaten Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik tergambar dari salah satu misinya. sejak tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) berdasarkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 21 Tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tatacara Pemberian Izin pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 UPTSP berubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Karena itu diperlukan pembelajaran. daya tahan dan waktu. Jenis-Jenis Izin di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Izin Waktu Birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 18 . Tugas dari UPTSP adalah mengadakan pelayanan pembuatan izin dan non izin (rekomendasi) kegiatan atau usaha. Penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik sudah menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan universal yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat. setiap tahun dilakukan laporan kinerja tahunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Upaya mewujudkan tata kepemerintahan yang baik membutuhkan komitmen yang kuat. yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas dan bersih KKN yang dijabarkan (good governance) dalam salah satu tujuan pembangunan. pemahaman serta implementasi Komitmen dari Pemerintah nilai-nilai tata kepemerintahan yang baik secara utuh oleh seluruh komponen. Jenis-jenis izin dan non izin di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 3a dan Tabel 3b. Dalam upaya menyelenggarakan kepemerintahan yang baik melalui pelayanan prima kepada masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggaraan kepemerintahan yang baik.

18. 35. 23. 36. 4. 9. 32. 50. 10. 28. B & C Surat Keterangan Fiskal Retribusi Izin Trayek / Operasi Retribusi Kartu Pengawas Izin Trayek/Izin Operasi Retribusi Izin Insidentil 3 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 19 . 30. 5. 2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Gudang (TDG) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Gangguan (HO) Kartu Ternak Izin Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Petelur Izin Usaha Peternakan Babi Izin Usaha Peternakan Sapi Izin Usaha Peternakan Puyuh Izin Usaha Peternakan Kambing Izin Usaha Peternakan Burung Walet Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) Izin Praktek Dokter Umum / Dokter Gigi / Spesialis Izin Praktek Bidan Izin Praktek Perawat Izin Toko Pembuatan Gigi Palsu Izin Pengobatan Tradisional Izin Praktek Dokter Berkelompok Izin Toko Obat Izin Apotik Izin Balai Pengobatan / Klinik Kesehatan Swasta Izin Klinik Bersalin / BKIA Swasta Izin Optikal Izin Laboratorium Swasta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Rekreasi dan Hiburan Umum Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Perjalanan Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Jasa Akomodasi Izin Usaha dan Pemungutan Restribusi Restoran Izin Usaha serta Pungutan Restirbusi Rumah Makan Izin Pemungutan Kayu Tanah Milik (SIPKTM) Izin Pengiriman Rumah Kayu Izin Angkutan Kayu Kelapa Izin Badan Hukum Koperasi Izin Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Izin Pendirian Depot Lokal Izin Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Pemrosesan Izin 3 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 5 (lima) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 7 (tujuh) hari 1 42. 40. 16. 2 Izin Pemasaran Jenis-jenis Bahan Bakar Khusus (BKK) Izin Pengumpulan dan Penyaluran Minyak Pelumas Bekas Izin Pendirian dan Penggunaan Gudang Bahan Peledak di Daerah Operasi Daratan dan di Daerah Operasi Izin Pertambangan Daerah (SIPD) Galian Golongan C Izin Lokasi Izin Usaha Sekolah Mengemudi Izin Operasi Kendaraan Latih Sekolah Mengemudi Izin Penggunaan Jalan Selain Untuk Kepentingan Lalu Lintas Retribusi Izin Tempat Penampungan Cap Tikus Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. 3. 22. 6. 12. 47. 11. 33. 49. 41. 15. 24. 21. 48.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 1. 34. 46. 45. 26. 7. 13. 14. 54. 2. 19. 20. 39. 53. 17. 44. 52. 25. 51. 8. 38. 27. 55. 29. 31. 43. 37.

8. Dalam upaya menjabarkan dan melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.56. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Izin Menempati Bangunan Kios / Lost 1 (satu) hari Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 1 (satu) hari Sumber : Data Juli 2010. Setelah mengusulkan dan membahas secara bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi atas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan memperhatikan pada 11 (sebelas) hal pokok. Jenis-Jenis Non Perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. keamanan. Minahasa Selatan Untuk lebih mempertegas komitmen terhadap penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. 13. 6. Minahasa Selatan Tabel 3b. 11. 57. transparan. kemudahan akses. 10. kedisiplinan. kesopanan dan keramahan. tanggungjawab. 4. 3. 2. yakni kesederhanaan. kelengkapan sarana dan prasarana. kepastian waktu. kenyamanan. sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan penyesuaian jumlah dan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta membentuk beberapa SKPD sesuai dengan kebutuhan daerah. 7. Jenis Non Perizinan Rekomendasi Penempatan Rumpon ke Dinas Propinsi Rekomendasi Akte Pendirian Koperasi Rekomendasi Lokasi Pendirian Kilang Rekomendasi Radio Siaran Rekomendasi Galian C Rekomendasi Kesehatan Rekomendasi Pengolahan Sarang Burung Walet Rekomendasi Pengukuran Kayu/Hasil Hutan Lainnya & Pengujian Kayu Rekomendasi Penyadap Hutan Pinus Rekomendasi Industri Rumah Tangga Khusus Makan dan Minum Rekomendasi Aktanisasi Catatan Sipil Rekomendasi Usaha Pemberian Izin Prinsip Waktu Pemrosesan Izin 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 5 (lima) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari Sumber : Data Juli 2010. akhirnya menghasilkan beberapa Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja di 20 . kejelasan. 5. 12. 9. akurasi. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab.

5. Komunikasi & Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pengelola Keuangan. Sekretariat DPRD 2. 2. 14. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 Badan Ketahanan Pangan Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 2 3 7. 6. 4. Bappeda. Nomor 02 Badan Pelaksana Narkotika 21 . 12. 3. 12. UKM. 11. Dinas Pendidikan. Tabel 4. Sekretariat Daerah 2. 7. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 8. 8. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perhubungan. Nomor 04 Tahun 2008 1. Pendapatan dan Aset Daerah Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. 4. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 4. 10. 9. 4. 2. 13. Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan 1. Pasar. 11. Nomor 01 Tahun 2009 5. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. Nomor 05 Tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah. 5. Peraturan Daerah 2 Nomor 03 Tahun 2008 Tentang 3 Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Selatan SKPD Yang Ditetapkan 4 1. 3. 10. 3. Organisasi dan Tata 1. 6.

3. 6.143 orang. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Juni 2010 berjumlah 4. Nomor 10 Tahun 2009 7. seperti yang tercantum pada Tabel 5a dan Tabel 5b. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja a 2 - Golongan I b c d 1 1 2 2 1 - Kelamin Jml L P 1 5 3 1 5 3 - a Golongan II b c d 4 1 8 20 13 3 16 9 2 1 14 43 5 2 18 1 10 82 2 5 14 1 5 25 Kelamin L P 10 5 3 22 67 6 1 5 18 66 48 16 4 1 25 58 3 1 18 26 181 Jml 26 9 4 47 125 9 2 23 18 92 229 Kantor Camat Puskesmas- 13 5 2 20 48 4 5 3 74 106 22 . Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan. Perikanan dan Kehutanan (BP4K). dan golongan IV : 1.975 orang. Tabel 5a. 11. 10. Nomor 11 Tahun 2009 Kerja Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 8. 4. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. yang terdiri dari golongan I : 25 orang. golongan III : 2. Badan ini hanya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Kerja Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 5. 7. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2009 6.012 orang yang tersebar diberbagai SKPD/Unit Kerja. 2. 9. Minahasa Selatan Untuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.795 orang. tidak menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 karena merupakan lembaga fungsional. golongan II : 1. Kerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Minahasa Selatan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Sumber : Data Juli 2010.

Penjaga Sekolah 19 3 11 221 364 450 31 5 22 21 43 16 403 1. dari 4. 4.074 Kelamin L 34 13 9 101 195 14 6 5 7 94 47 b 17 4 25 46 3 4 12 2 35 63 c 16 7 1 43 79 8 1 2 2 40 27 d 5 3 7 40 73 5 1 5 21 20 P 29 10 8 83 131 24 3 21 3 70 128 Jml 63 23 17 184 326 38 9 26 10 164 175 Golongan IV a 2 4 4 26 96 2 11 3 Kelamin e - b 9 1 16 25 1 1 1 1 6 8 - c 4 1 3 6 - d 1 - L 15 4 5 37 90 3 1 1 11 6 P 1 1 8 37 1 3 Jml 16 4 6 45 127 3 1 1 12 9 16 766 6 Kantor Camat PuskesmasPuskesmas 12. Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Golongan III a 25 9 9 76 128 22 3 7 6 68 65 10 610 36 1. UPTD Dikpora 13.25 % adalah guru. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 58. 6. 10. Guru 14. Tabel 6a. Penjaga Sekolah 1 3 2 3 2 7 2 9 12 1 14 24 1 1 2 14 25 6 4 189 185 16 14 5 48 5 245 4 65 18 139 15 95 39 400 4 392 14 743 19 487 53 1. 5.52%) perempuan.815 (36. 7.242 1. Sedangkan jumlah PNS Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan tingkat pendidikan dan agama ditunjukkan pada Tabel 6a dan Tabel 6b di bawah ini.48%) laki-laki dan 3.795 928 69 14 1 415 597 1. Minahasa Selatan Berdasarkan data pada Tabel 5a dan Tabel 5b. 9. 7.012 Sumber : Data Juli 2010. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD SD 2 - SMP 1 6 - SLTA 19 12 4 54 143 7 1 Pendidikan D1 D2 D3 D4 1 11 2 3 1 49 2 3 1 53 2 6 1 - S1 66 22 20 162 359 34 9 S2 8 8 13 3 1 S3 1 - Jml 106 36 27 276 583 50 12 23 .819 2. 5. Guru 14.645 758 26 46 72 6 7 9 233 533 2 4 Jumlah 482 593 646 976 1. Tenaga Administrasi. 6. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (sampai dengan Juni 2010) No 1. 4. UPTD Dikpora 13. 3.160 (63.975 orang PNS terdiri dari 1. Minahasa Selatan Tabel 5b. 2. 11. 8. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan IV di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No SKPD / Unit Kerja 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.975 orang PNS. Dari 4. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Puskesmas 12.143 Jumlah 491 268 Sumber : Data Juli 2010. Tenaga Administrasi. 3.

Tabel 7. 6. 12. 9. 12. 4. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.898 145 4. 14. 11. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eselon II A II B III A III B IV A IV B VA Jml 10 44 17 4 14 13 13 10 16 15 3 1 - 4 3 1 4 1 1 1 1 1 1 5 10 4 5 1 1 1 1 1 6 4 4 4 3 4 7 30 12 8 7 7 4 11 9 8 - 9 - 24 . S K P D / Unit Kerja 2 Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Staf Ahli Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Penjaga Sekolah Jumlah 3 28 33 5 5 4 11 32 4 17 128 202 32 942 99 1.898 1 507 392 4 6 2. 8.975 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Untuk jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan SKPD diperlihatkan pada Tabel 7. Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1 1.191 40 1 145 4.811 141 4. 13.1. 9. 4. 5. RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. 3. 14.664 3 29 74 111 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 21 22 50 2 9 28 1 4 131 2 271 80 94 3 413 4 1 36 80 500 159 . Penjaga Sekolah Jumlah Agama Kristen 101 36 27 268 560 44 11 46 27 266 383 74 2. Minahasa Selatan Tabel 6b. 3.795 Katolik 3 4 12 1 1 1 24 3 34 1 84 Islam 2 4 9 5 1 4 4 5 3 53 3 93 Budha Hindu 2 1 3 Konghucu - Jumlah 106 36 27 276 583 50 12 50 28 271 413 80 2. 10. 2. 5. 13.221 2 2.8. 9. 8. - SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. 7. 10. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Agama (sampai dengan Juni 2010) No 1. 11. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana.975 Sumber : Data Juli 2010. 2. 6. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 7.

40. 25. 28. Badan Ketahanan Pangan Badan Narkotika Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan. 13. Minahasa Selatan Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 27. 33. Amurang Barat 25 . 38. Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kebersihan dan Pertamanan Rumah Sakit Umum Daerah Kantor Camat (17 Kecamatan) Kantor Lurah (10 Kelurahan) Tata Usaha SMP/SMA Tata Usaha SMK UPTD Dinas Pendidikan UPTD Dinas Kesehatan (Puskesmas) UPTD Dinas Kesehatan Depo Farmasi UPTD Dinas Kesehatan Laboratorium Jumlah 1 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 1 1 4 5 1 1 3 1 4 2 1 1 4 9 1 1 4 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 62 5 4 4 3 3 4 3 4 6 5 6 4 4 17 108 6 12 5 4 9 15 5 8 21 7 15 7 4 4 1 3 4 1 6 61 8 17 14 1 364 39 36 1 1 77 9 9 2010 11 5 7 15 25 13 18 11 9 14 21 10 14 29 14 23 13 4 5 2 4 5 2 11 134 44 9 1 17 14 2 652 Sumber : Data Juli 2010. 31. Pendapatan dan Aset Daerah Dinas Koperasi. 24. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga dibantu oleh beberapa instansi vertikal yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Komunikasi dan Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kehutanan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perkebunan Dinas Pengelolah Keuangan. 37. 41. 15. 12. tercantum pada Tabel 8 di bawah ini. Instansi Vertikal di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 21. 39. UKM. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. juga berperan dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. 18. 19. 17. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat. 26. 34. 32.10. 29. Pasar. Tabel 8. 11. Instansi vertikal dimaksud sebagaimana Nama Instansi Kantor Departemen Minahasa Selatan Agama Kabupaten Alamat Kantor Desa Kapitu Kec. 35. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Sosial. 36. 20. 16. 23. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. 14. 30. 22.

juga pembangunan antara lanjutan pembangunan gedung kantor di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan. WAWORUNTU Drs. perkebunan. Amurang Timur Sejak Kabupaten Minahasa Selatan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003 sampai saat ini. Amurang Barat Kelurahan Pondang Kec. 3. lanjutan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. telah mengalami 4 kali pergantian Bupati sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9. S. fisik pengentasan lain. MSi Drs. yang signifikan. 3. R. LUNTUNGAN GEMMY KAWATU. peternakan dan pembangunan industri untuk mendorong investasi daerah 26 . Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. pembangunan pelabuhan pelelangan ikan (PPI) dan pembangunan pembangkit tenaga listrik (PLTA/PLTU).D.Sos (Wakil Bupati) Masa Jabatan Agustus 2003 . Di tahun 2010. Pembangunan Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan selain fisik. pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar.April 2005 April 2005 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.M. pembangunan pembangunan Untuk mental-spiritual. Selain itu. 5.Agustus 2010 Agustus 2005 . lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah. Nama-Nama Bupati/Wakil Bupati Minahasa Selatan No 1. Nama Bupati / Wakil Bupati Drs. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. R. yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan adalah pembangunan agribisnis di sektor pertanian. perikanan. 4. prioritas dan pembangunan. penanggulangan kemiskinan serta peningkatan sumberdaya manusia. Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Selatan Kantor Pertahanan Nasional Minahasa Selatan Kejaksaan Negeri Amurang Pengadilan Negeri Amurang Kabupaten Kabupaten Desa Teep Kec. Tabel 9. SE. 4.Januari 2005 Februari 2005 .Agustus 2005 Agustus 2005 . LUNTUNGAN (Bupati) VENTJE TUELA.Agustus 2010 Keterangan Penjabat Pelaksana Tugas Penjabat Definitif (Pilihan Rakyat Pertama) 2. 2. H. lanjutan pembangunan pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Amurang.M.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dalam meningkatkan pendapatan daerah serta dan untuk kesejahteraan konservasi masyarakat. bahwa perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun. pembukaan jalan alternatif (Amurang By Pass). Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak utama (primer mover) jalannya roda pembangunan daerah. 3. Agro Marketing) . 5. Lingkungan Hidup. Supremasi Hukum . Ke-6 program unggulan tersebut. pembinaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengamanan pantai. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan metetapkan 6 program unggulan. sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010. dimaksud adalah : 1. pembinaan pengembangan pengelolaan sumberdaya air. penyediaan dan peningkatan sarana/prasarana pendidikan serta kesehatan. serta dapat memberikan akses penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dimensi-dimensi pembangunan lainnya. pembinaan dan pengelolaan sungai. Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) . Agri Bisnis (Agro Produksi. Sumberdaya Manusia . Pemerintah Kabupaten 27 Ke-6 program unggulan Kabupaten Minahasa Selatan . 2. dengan mencermati dan memperhitungkan potensi daerah serta kecenderungan lingkungan strategis yang ada. 6. Kelautan dan Pariwisata. Untuk mengakselerasikan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. peningkatan kuantitas dan kualitas perumahan dan pemukiman dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mengintensifkan pengawasan penebangan liar (ilegal loging). 4. rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan rencana pembangunan tahunan yang disebut rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). pengembangan objek wisata. Agro Industri. Perikanan. pengelolaan jaringan irigasi. pengembangan penyediaan air bersih.

Rukun  Bersih : 28 . BERSINAR : Bersih. Rapi. berarti seluruh masyarakat Minahasa Selatan memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk tetap dan terus hidup. Tabel 10. Tema Pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2005-2010 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Tema Pembangunan Pembangunan Pertanian dan Prasarana Penunjang Pembangunan Pertanian dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian Melalui Gerakan Menanam Peningkatan Efektivitas Pengurangan Kemiskinan Melalui Perluasan Kesempatan Kerja Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Untuk Pengurangan Kemiskinan dan Penganggurang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dalam rangka mendorong dan membudayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih terarah maka ditetapkan ”TEGUH BERSINAR” sebagai motto pembangunan daerah melalui Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 51 Tahun 2004 tanggal 27 Januari 2004. Indah. Etika/Etos Kerja. dengan makna : TEGUH : TEruskan Gerakan Untuk Hidup. Norma Hukum. penjabaran RPJM Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010 telah memasuki tahun terakhir . Sehat. Aman.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa 2005-2010 Selatan secara menjabarkan RPJM Kabupaten Minahasa Selatan konsisten melalui program/kegiatan tahunan yang Saat ini didokumentasikan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2005-2010 ditunjukkan pada Tabel 10. tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai spesifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah serta perubahan global. Dari tahun ke tahun.

cantik.  Rapi : Artinya. terkandung maksud. Sehat lingkungan. Maknanya. Maknanya. serta memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance).  Indah : Artinya. baik jasmani maupun rohani. serta bagian-bagiannya. bebas dari lingkungan tercemar.  Sehat : Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki kerapihan pribadi dan lingkungannya serta hidup tertib dan teratur. selalu memelihara kesehatan fisik. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya hidup bersih. apik dan tertib. ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. Maknanya. keadaan baik segenap badan.  Norma Hukum : 29 . selelau memelihara kesehatan fisik. tidak tercemar dan tulus. bebas dari polusi. bagus benar. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki rasa keindahan yang diaplikasikan dalam proses pembangunan.  Etika/Etos Kerja : Artinya. dan elok. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta arif dan bijaksana serta memiliki semangat kerja yang tinggi. Maknanya. Sehat rohani terkandung maksud. Sehat jasmani terkandung maksud. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya sehat jasmani dan rohani. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki pola prilaku yang bersahaja. memelihara lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. teratur baik. rendah hati.

tentram dan damai. 11b dan Tabel 11c. Daftar Nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar 30 . tidak bertengkar. Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Maknanya. serta menghargai norma-norma adat kebiasaan yang terkandung dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat. aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. Torang Samua Basudara. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki semangat dalam menciptakan suasana aman. dibentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). dan tidak meras takut. dan damai. Selain itu. ikatan persahabatan. Maknanya.  Rukun : Artinya. Tabel 11a. kebersamaan. Dalam upaya menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat serta berperan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 3. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan kerukunan berlandaskan semangat persaudaraan. terlindung. masyarakat mempunyai kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan. Sitou Timou Tumou Tou. serta bebas dari rasa takut. tentram. cinta kasih. seperti diperlihatkan pada Tabel 11a. bebas dari bahaya. Maknanya.  Aman : Artinya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. Kemasyarakatan Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”mapalus” (gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. dipakai sebagai pedoman dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh setiap warga masyarakat. seluruh masyarakat Minahasa Selatan menjunjung tinggi tertib hukum dan supremasi hukum.

22. S. 35. Gerakan Solidaritas Anti Narkoba dan Obat Terlarang (Gersang) Kab. Yulius Pesik Arie Robert Lonteng Jhon Mawira Alamat 4 Tumpaan Amurang Buyungon/Amurang Amurang Malenos Baru/Amurang Timur Amurang Ranoyapo/Amurang Amurang Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Lopana/Amurang Timur Amurang Bitung/Amurang Tumpaan Sapa/Tenga Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Amurang Rumoong Bawah/Amurang Barat Lewet/Amurang Sapa/Tenga Uwuran Satu/Amurang 4 Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Tawaang/Tenga Teep/Amurang Barat Buyungon/Amurang Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Tumpaan Satu/Tumpaan Maliku/Amurang Timur Lopana/Amurang Timur Maliku/Amurang Timur Sulu/Tatapaan Ritey/Amurang Timur Picuan/Motoling Timur 1 2 23. 21.Pd Steven Kapahang Ir. Petrus Ulaan Wilem Mononimbar Jimmy Endey Bernard Lonteng. 11.Pd Frans Kumaseh Joni Lumowa Dolfi Tutu Joice Mintje Foni Singkana Billy Regar Ir. Nama Organisasi 2 Samua Basudara Peduli Pendidikan Suara Amurang Persatuan Sopir Amurang Yayasan Gema Mandiri Yayasan Formasi Bangun Minsel Yayasan Karya Muda Pembaharu Kab. 32. LSM Apostolos Yayasan Usaha Mandiri Yayasan Matuari Waya Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Cabang Minsel LSM Tagoy Lestari LSM Minahasa Selatan Coruption Watch (MSCW) LSM Generasi Profesional Mandiri LSM Generasi Bela Pancasila 31 .S. Sandag Josep G. 17. Manengkey Ernest H. Minsel Gerbang Maju Sulawesi Utara Komite Pelestarian Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup Kab. 15. 6. Yayasan Perisai Persatuan Perwakilan Kab. Minsel Dotu Manguni Minsel Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan LSM Cakrawala LSM Pelangi Kasih Komite Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Solidaritas Korban Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Kab. Sariowan Drs. 12. Amd Diki H. 19. 30. LSM Yayasan Satya Graha Esa 26. Minsel 25. Kalengkongan Sonny G. 2. Minsel Barisan Muda Teguh Bersinar Dewan Reformasi Pembangunan Kab.Lonteng. 4. 9. 7. 16. 36. MSc Jeferson Karundeng George E. Yayasan Siloam ”45” 27. 20. Kesek Semuel Tumbol Saldi Monigi Hengky Rumengan 3 Karel Lakoy Rocky Sariowan A. SE Robby Keintjem Joppy Karundeng Berty Pongantung Fentje Pusung Jhonly V. Karundeng Edwin F. Minsel LSM Makasiow LSM Eureka LSM Rondoren Banua Minsel LSM Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa LSM Gerbang Minsel Pengurus (Ketua) 3 Herly Kaiende. LSM Waraney Minsel 28. SE Ibrahim Gani. 14. Minsel 24. 18.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 1. 8. 33. 31. 5. Mintje Maikel Suoth. 13. 10. 34. LSM Reformasi 29. Abraham Pongkorung. 3.

7. 25. LSM Komunitas Tumbuh Bersama Minsel 38. 23. STh Jan Johan Polii 3 Marthen Lumowa Jantje C. Jefry R. Politik dan Perlindungan Masyarakat 32 . 8. Nama Organisasi 2 Kerukunan Keluarga Besar Lengkong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) Kerukunan Akar Rumput Satal Kab. 20. 4. Badan Kesatuan Bangsa. Badan Kesatuan Bangsa. Rudolf Marentek Sumber : Data Juli 2010. BA Hengky Rantung Drs. 10. Fredy Lengkong Farida R. 17. LSM Purna Paskibraka Indonesia Minsel 39. Minsel Yayasan Kekuatan Bagi Negeri (YKBN) Rukun Keluarga Tombulu di Tumpaan Organisasi Sosial Ro’ma Care Gerakan Da’wah Islam “MUHAMMADIYAH” Minsel “ENTOURAGE” Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Forum Peduli Pendidikan Sulut Korps Garuda Laskar TRIKORA Kelompok Pecinta Alam Cliff Hanger Persatuan Rukun Yosep Lousya Lembaga Independent Kecamatan Motoling Tuama Auto Club Garda Inti Permesta (Garinsta) Pimpinan Daerah ”AISYIYAH” Kab. Palakua Ir. 5. 1 12. Noya Junior Malomba Drs. Manado Minahasa Selatan Rukun Porodisa Orang Pondang Asal dari Talaud Dewan Pimpinan Cabang Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Kab. 22. 28. LSM Lentera Masa Cabang Minsel Lans B. 14. 21. Sangkoy Drs. 18. Minsel Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 2 Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI) Dewan Pimpinan Cabang Kab. 26. 27. Daftar Nama Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Kawatu. Maradesa. 15. 6. Legi. 19. Lelengboto Jefry Pelealu Sinar Maradesa Dra. 9. SE Tommy J. Dientje Sumendap Harri Masinambow Pdt. Schu Maudy Damopolii Alamat 4 Buyungon/Amurang Amurang Kumelembuai Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Pondang/Amurang Timur Uwuran Satu/Amurang Lewet/Amurang Pondang/Amurang Timur Ranomea/Amurang Timur 4 Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Tumpaan Lopana/Amurang Timur Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Tareran Motoling Kilometer 3 / Amurang Pondang/Amurang Timur Amurang Ranoiapo/Amurang Pondang/Amurang Timur Sumber : Data Juli 2010. Derek Lengkong Rio Salsabila Yusuf Yantje Liando M. Lengkong Sanly F. Minsel Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kab. Minahasa Selatan Tabel 11b. Lendongan Sinar L. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 37. Roly Makauli Ishak Ahmad Dicky Mintje Marthen J. 3. Minsel Kateda Maesa Asosiasi Pendeta Indonesia Pengurus (Ketua) 3 Dr. 2. 24. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. Frangky J. Umboh. SPd Ernest O. Minsel Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kerukunan Keluarga Besar Pelealu. 13. 16.

3. Ferry Mohede Ir. Minsel Pemuda Pancasila Kab. Badan Kesatuan Bangsa. 7. Minsel 2 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kab. ST 3 Robby Sangkoy. 8. Nama Organisasi 2 Karang Taruna Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Kosgoro Kab. Minsel Forum Solidaritas Pemuda Kristen Kab. 9. 20. 17. Minsel Pengurus (Ketua) 3 Merry M. Minahasa Selatan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memperkokoh kemerdekaan berserikat. MPd Drs. SH Jhoni Taroreh. Petrus Ulaan Drs. 12. Togas. SPd Alamat 4 Amurang Amurang Amurang Ranoiapo/Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Tumpaan Amurang Bitung/Amurang Amurang Amurang Amurang 4 Amurang Amurang Uwuran Satu / Amurang Uwuran Dua / Amurang Kristy Alfons Sumual Dewa Putu Oka Pondang/Amurang Timur Ritey/Amurang Timur Tambelang/Maesaan Sumber : Data Juli 2010. 1 15. Minsel Talented Youth Devada Kab. Runtunuwu F. Minsel Gerakan Pemuda Ansor Kab. SE Ibrahim Gani. 19. 11. 5. Minsel Keluarga Besar Putra-Putri Polri Ikatan Putra-Putri Kepemudaan Minahasa Selatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kab. 6. Minsel Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia Kab. 4. Minsel FKPPI Kab. Minsel Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kab. SPd Dr. Art Bago Robby Simbar. Tommy Kawengian Richard Ottay. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. 14. 2. 22. membentuk 33 . berkumpul dan mengeluarkan pendapat. 13. Rumokoy Michael Frans Farland Lengkong Maryoh Sangkoy. 10.G. SE Artli Kountur. 21. 18. 16. Minsel Barisan Muda Demokrat Kab.Sos Rivay Rompas Drs. Daftar Nama Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Minsel Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. SPd Ibrahim Gani. SPd Wem Mononimbar Sharil Bahrudin. Minsel Pemuda Panca Marga Kab. Minahasa Selatan Tabel 11c. S. Minsel Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kab. H.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Minsel Himpunan Mahasiswa Minahasa Selatan Peduli Pembangunan (HMMSPP) Pemuda Tani HKTI (Petani HKTI) Forum Komunikasi Mahasiswa Minsel (FKMMinsel) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indoensia) Kab.

19. Regar. 18. Kabupaten Minahasa Selatan. 24.Sos Franny Donald Toloh. 8. Partai politik merupakan Di sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokratis untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab. 33. 32. S. 31. 6. 4. 20. SH Agus F. S. 2. SH Anyan Kotambunan Fonny Singkoh Tommy Pakaya. 28. S. SH Welly Pelle Frangky Mokalu. 27. dari 42 partai politik peserta pemilihan umum di Indonesia tahun 2009. Liow. Hengky Toloh. Tabel 12. Ibrahim A. 9. ST Nico Tiow Priesly F.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 kepengurusan partai politik di daerah sesuai dengan partai politik yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat. Henny Ottay. MS Dr.J. BA Thawil Hamim Pdt. 17. M. Tumbelaka Robby Mintje Jenny J. 10. 14.Sos Franco G. Wonok 34 . ST Drs. H. SE Hengky Rumengan. BA Richard Ottay. Nama Partai Politik 2 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Pemuda Indonesia (PPI) Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Republik Nusantara Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kedaulatan 2 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Patriot Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat (PD) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor Partai Buruh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Pengurus (Ketua) 3 Billy J. 12. Ke-34 partai politik tersebut diperlihatkan pada Tabel 12. Kalangi Robby Gunawan.Sos Johni Sumual. Rumokoy. 13. SE Fonny Singkoh Piter B.A. 3. Mokalu. 5. 25. 21. Sumakul. SE. Laonda Frangky I. 30. SPd 3 Pdt. Surentu. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1 1.Th Herry Djumaat Kasim Malolonto Chalid Doehmi Drs. 15. SE Ventje Tuela. SpPD Junaidi V. 22. SH Harvey Tewal. F. Tumbuan. 1 11. 26. 29. hanya 34 partai politik yang terdaftar sebagai peserta pemilihan umum. 16. 23. 7.

854 4.429 4. 11. 3. 10. 8. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan pada pemilihan umum legislatif tahun 2009 ditetapkan 30 kursi untuk diperebutkan oleh partai politik peserta pemilihan umum.979 Sumber : Data Juli 2010.248 3. 6. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrat (PD) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Jumlah 8 6 5 2 2 1 1 1 1 1 1 1 30 Orang 33.022 101. Partai Merdeka Viktor Kimbal. Minahasa Selatan 35 . Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Memperoleh Kursi Beserta Jumlah Perolehan Suara No 1 Nama Partai Politik 2 Jumlah Perolehan Kursi 3 Jumlah Perolehan Suara 4 1. Tabel 13.454 2. SH Sumber : Data Juli 2010.000 2. hanya 12 partai politik yang memperoleh kursi. Partai politik peserta pemilihan umum yang memperoleh kursi beserta jumlah perolehan suara diperlihatkan pada Tabel 13. 5. 2. Komisi Pemilihan Umum Kab. Komisi Pemilihan Umum Kab.030 3. Berdasarkan hasil pemilihan umum legislatif tanggal 9 April 2009. 7. 4.468 2.377 16. dari 34 partai politik peserta pemilihan umum.467 3. 12.544 2. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 34.086 24.

Demografi Keadaan dan kepadatan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tersedianya berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya. perekonomian. kegiatan institusi sosial dan olahraga. hidup yang lebih baik dan lebih layak. Kecenderungan tersebut terlihat dalam kehidupan penduduk perkotaan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB VI KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFIS Profil sosio-demografis suatu daerah menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan penduduk. kesehatan. di mana fasilitas sarana dan prasarana selalu lebih lengkap dan kompleks daripada penduduk di pedesaan. kondisi pendidikan. agama. 1. kondisi ketenagakerjaan. 36 Hal ini disebabkan setiap manusia pada hakekatnya selalu ingin menikmati fasilitas .

159 3. keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 8.119 941 263 640 910 681 469 428 711 617 manusia yang dapat membangun dan mengembangkan Data Tahun 2008 Jumlah KK 3. 10.730 4. Data Keluarga Miskin di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007-2009 No 1.403 4. 7.514 3. 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Berdasarkan data pada Tabel 1b. Kemiskinan merupakan suatu fenomena masyarakat yang sudah lama terjadi dan dapat terjadi di mana saja tanpa memperhatikan lokasi. 14. 8. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi sumberdaya daerahnya.179 2.428 523 2.835 2.848 462 2.271 4.089 3.189 3. 5.208 2.092 37 .060 198 792 323 1.165 Jumlah Jumlah KK Miskin Jiwa Miskin 525 2. 11. Nama Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur Motoling Barat Tenga Sinonsayang Amurang Tareran Suluun Tareran Tumpaan Kumelembuai Amurang Timur Amurang Barat Tatapaan Maesaan Data Tahun 2007 Jumlah KK 4. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2007-2009 diperlihatkan pada Tabel 14.518 3.265 2.100 732 2. 17.404 3. sehingga sifatnya global.155 2.465 4.372 432 1. 12.676 4. 16.218 2.680 2.317 4.543 2.292 343 1.702 2.284 5.839 2.068 515 2.590 3.403 4.460 4.099 1.168 3. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.541 4.461 3. Tabel 14.611 3.728 600 2.560 609 2. 2.928 545 2. Hal ini sebagai dampak dari program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan keinginan masyarakat meningkatkan taraf hidup.671 2.348 3. Sampai dengan tahun 2009.212 553 640 2. 4.193 Jumlah KK Miskin 955 691 487 460 399 540 745 693 299 425 165 741 369 419 883 711 617 Data Tahun 2009 Jumlah KK 3.846 4.552 3.528 267 1.052 4. 15.506 6.201 Jumlah KK Miskin 957 723 621 1.545 4.712 3.609 4.232 2. Minahasa Selatan tidak terlepas dari masalah kemiskinan.180 1. 6. 3.409 2. Kemiskinan di suatu wilayah mempunyai hubungan dengan kondisi wilayah dan pembangunan ekonomi wilayah.436 632 2. penduduk Kabupaten Minahasa Selatan tersebar pada bentang wilayah dengan kepadatan yang cukup rendah dan sebagian besar terkonsentrasi di ibukota kecamatan.242 3.506 KK.464 4.738 4. 9.982 4.400 607 2. Sebagai suatu kabupaten pemekaran.

melalui sektor-sektor ekonomi tersebut memberikan nilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. Pemerintah Pusat melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan. Program BLT-RTS diselenggarakan dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial (social protection) sebagai dampak pengurangan subsidi BBM.179 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 57. perkebunan dan perikanan. antara lain : 1. Program Bantuan Langsung (BLT-RTS) BLT adalah bantuan langsung berupa uang tunai sejumlah tertentu untuk RTS.506 34.138 9. terutama yang menyangkut hak-hak penduduk.Total 1 58.5 58. yaitu sektor pertanian. Sedangkan RTS adalah rumah tangga yang masuk kedalam kategori sangat miskin. Mekanisme yang 38 Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran . Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). yaitu dengan membangun motivasi masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau adat yang menjadi penghambat bagi kemajuan penduduk setempat. Dengan demikian. Untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali harga komoditas pertanian dan pengaturan kembali kelembagaan sektor pertanian. Minahasa Selatan Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan. Salah satu cara yang dilakukan adalah memotivasi kepada penduduk miskin bahwa untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dapat tercipta di dalam sanubari mereka. maka pendapatan petani (rumah tangga pertanian) juga akan meningkat.26 10. Badan Pusat Statistik Kab. miskin dan hampir miskin.945 8. Dengan meningkatnya harga jual komoditas pertanian.024 99 Sumber : Data Juli 2010. salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan teknologi pada sektor-sektor ekonomi yang unggul. Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah melalui pendekatan sosio-kultural.

000 diberikan untuk digunakan selama 3 bulan (Juni-Agustus) yang diberikan pada bulan Juni 2008 dan Rp. Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama. Program Keluarga Harapan (PKH) PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) pada sisi beban pengeluaran. 100.000 per bulan selama 7 bulan. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. dengan rincian.884. mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi serta meningkatkan tanggung jawab bersama. 2. Pada tahun 2008. Pelaksanaan Program BLT-RTS langsung menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan mendorong tanggung jawab sosial bersama serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin. 300. Membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan dasarnya.200.599 RTS.000. 1. namun hanya selama 2 bulan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dilakukan merupakan asistensi sosial (social assistance) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.000 diberikan untuk digunakan selama 4 bulan (SeptemberDesember) yang diberikan pada bulan September Minahasa 9. Sedangkan mendapat 2008. dan c. Rp. BLT Kabupaten sebanyak mendapatkan BLT sebanyak Tujuan dari Program total anggaran Rp. Prinsip PKH adalah pemberian bantuan tunai kepada RTSM dengan syarat 39 . b. 400.421 RTS Selatan pada tahun 2008 tahun 2009 dengan 9. yakni bulan April dan Mei. BLT-RTS diberikan sebesar Rp. khususnya terkait dengan upaya peningkatan sumberdaya manusia untuk jangka pendek dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang. BLT-RTS adalah : a.

Apabila setelah 6 (enam) tahun kondisi RTSM masih berada di bawah garis kemiskinan.415 dan tahun 2009 mendapatkan bantuan sebesar RTSM. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2007.891.839. 1. melakukan pemeriksaan kesehatan. dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial RTSM yang menjadi peserta PKH. pertanian dan pemberdayaan masyarakat. untuk exit strategy PKH memerlukan koordinasi dengan program lain yang terkait. Jawa Timur. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur.016 RTSM selama 3 tahap. Di tahun 2007 mendapatkan pada 3. nantinya RTSM berkewajiban untuk menyekolahkan anaknya. PKH bukanlah kelanjutan dari program Subsidi Langsung Tunai (SLT) Akan tetapi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mereka bersedia mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia.109. Jawa Barat. PKH lebih yang merupakan salah satu ”crash program” untuk mengatasi dampak akibat kebijakan kenaikan harga BBM. antara lain ketenagakerjaan.000 pada 1. kepada masyarakat miskin. khususnya bidang kesehatan dan pendidikan. Sumatera Barat. Ketujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo. akan menerima bantuan selama maksimal 6 tahun dan setiap 3 tahun akan dilakukan resertifikasi terhadap status kepesertaan.925 RTSM yang setiap tahun direalisasikan Untuk tahun 2010. perdagangan.600.000 Rp.000 pada 2. telah direalisasikan tahap I sebesar 40 .245. 3. Sedangkan tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin. tahun 2008 mendapatkan bantuan sebesar Rp. Pelaksanaan PKH direncanakan sampai dengan tahun 2015. Pelaksanaan PKH telah dimulai sejak tahun 2007 yang diawali di tujuh propinsi dengan melibatkan 500 RTSM. bantuan sebesar Rp.948. 3. termasuk pemeriksaan gizi dan imunisasi balita. Bantuan yang diberikan kepada RTSM. apabila hasil uji coba di beberapa daerah/propinsi berhasil. perindustrian. serta memeriksakan kandungan bagi ibu hamil. DKI Jakarta.

Kecamatan Tenga Kumelembuai Motoling Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Sinonsayang Tumpaan Jumlah Target Awal (RTSM) 311 251 368 399 312 420 565 291 2.103. Sulawesi Tengah.000 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010.000 312 102.000 Motoling 387 386 519.000 Sinonsayang 592 587 766.950.000 391 122.000 420 144.000 319 435.016 3. Rekapitulasi pembayaran RTSM peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2007-2009 dan tahun 2010 tahap I diperlihatkan pada Tabel 15a dan Tabel 15b.415 1.158. 8. 5.800.804.000 251 79. 2.000 420 581. Target Realisasi TA. 3.361. 4. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap I No 1.289.400.000 400 513.600.134. 943. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) PNPM Mandiri merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Rp.109. Minahasa Selatan Tabel 15b.050.050. 6.917 Realisasi Jumlah Bantuan RTSM (Rp) 311 103.000. tanggal 30 April 2007 sebagai program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan 41 penurunan tingkat pengangguran yang berbasis pada partisipasi dan .000 252 314. 2008 Realisasi TA.000 2.000 431 545.300.130. Tabel 15a. Dinas Sosial.000 Ranoyapo 448 435 592. 4.000 565 738.000 Sumber : Data Juli 2010.000 368 477.000 290 92.907 RTSM. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2007-2009 No 1.000 320 430. 7.000 3.000 252 308.000 Kumelembuai 265 258 336.576.000 pada 2.839.000 565 179.908 944.650. 6.948.000 Tompaso Baru 320 315 422.365.925 3. 2009 Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Awal RTSM RTSM RTSM (Rp) (Rp) (Rp) (RTSM) Tenga 334 322 441.150.000 Jumlah 3.300. Minahasa Selatan 3. Dinas Sosial. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.000 378 487.000 289 377.026. 7.740.400. 5.000 312 407.650.000 368 120.000 2.000 Modoinding 468 449 594. 2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.718.136.536.891.200.245. 8. 3.050.600. 2007 Realisasi TA.117 1.278.000 Tumpaan 303 298 390.

000.000. Kementerian Kelautan dan Perikanan.000 dan pos APBD Rp. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK). Di tahun 2007.000. 42 . 3.000. Tahun 2010 mendapat bantuan di semua kecamatan dengan total anggaran Rp.000. PNPM Mandiri mencakup 3. PNPM Mandiri terdiri dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK).000. PNPM Mandiri adalah program strategis yang menjadi wadah dari berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.417 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp.999 kecamatan dan 36. 2008. Kementerian Sosial.000. Kementerian Pertambangan. sejak tahun 2007 mendapat bantuan PNPM Mandiri pada 5 kecamatan dan tahun 2008 mendapat bantuan pada 6 kecamatan. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pemberdayaan masyarakat. Mulai tahun 2008 diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan pengangguran yang umumnya bersifat sementara.000. Tabel 16b dan Tabel 16c. Tujuan PNPM Mandiri adalah meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga miskin (RTM) dan pada sisi lain membuka serta perluasan lapangan kerja. Di tahun 2009 mendapat bantuan pada 15 kecamatan dan hanya 2 kecamatan yang belum mendapat PNPM Mandiri. 750. PNPM Mandiri mencakup 2. 19. 3. untuk sementara dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.000 sampai dengan Rp. Sedangkan di tahun 2008.000.800. yakni Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Kumelembuai karena sementara melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP).500.000. Nama-nama kecamatan yang mendapat bantuan PNPM Mandiri pada tahun 2007.000 sampai dengan Rp. 15.000. Kementerian Energi Sumberdaya Mineral. PNPM Mandiri. Kementerian Pekerjaan Umum.993 kecamatan dan 28. 1.000. 2009 dan tahun 2010 beserta besaran dananya diperlihatkan pada Tabel 16a.000. 1. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.000 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp.500. yang terdiri dari pos APBN Rp.200.

000.000.000.000 720.000 900.200.000.000 900.000.000 720.000.000.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 16a.00 0 750.000.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000 0 900.00 2.200.000. 15.000 720.000.00 0 150.000 180.000.00 1.00 250.000 720.000.00 0 750.000.000.000 180.000.00 300.000.000. 14.0 00 0 0 00 Sumber : Data Juli 2010. 3.000 180.00 300. 10. 3.600.00 500.250.00 0 600.00 1.000.00 300.500.000. 5.000.000.000 720.000.000 900. Minahasa Selatan Tabel 16c.050.00 0 150.000.000. 12.000 180.000.000 900.000.250.000.000.800.000.000 720.800.00 0 0 0 1.00 1.000.000.000 180. 13.000 720.000 720.500.000 720.000.200.000.000.00 0 100.000.000 720.0 8.000.000.000.000.000.00 0 150.00 0 750. 9.000.000. 6.000 900.000.000 900.000.000.000.000 12.00 1.000.000.00 0 0 1.000.00 0 500.000 180.000. 5. 4.000 180. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten 43 .000 900.000.000 720. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1.000.00 1.200.000.000.00 0 400. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2009 APBD (Rp) BLM (Rp) 720.00 0 0 0 2.000.000.000. Tenga Ranoyapo Tumpaan Motoling Amurang Modoinding Jumlah Anggaran Tahun 2007 APBN APBD BLM (Rp) (Rp) (Rp) 600.000 180. 6.000.00 0 0 0 1.000.00 0 0 0 1.000 720.00 400.000.000.500.00 0 - APBN (Rp) Anggaran Tahun 2008 APBD BLM (Rp) (Rp) 2.000 720. 4.000.000.600.000 900.00 10. 7. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000. 11.000 720.000 720.000.000.000.000.000 180. 2.00 0 600.000.00 0 750. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000.000.000.000 720.000 10.000.000.00 0 150.800.00 2.000 720.000.000 180.000 900.000.000. Minahasa Selatan Tabel 16b.500.000. 8.000.00 700.00 2.000 720.000.00 0 0 0 1.000.000.000.00 0 600.00 0 0 0 3. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007 dan Tahun 2008 No Kecamatan 1.000.000 720.000.500. 2.

Minahasa Selatan Saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial bawah ini.000.250.000 250.000.000 250. P M K S Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Lanjut Usia Pekerja Migran Daerah Rawan Bencana Korban Bencana Alam Eks Korban Bencana Sosial / Pengungsi Wanita Rawan Sosial Ekonomi Balita Terlantar Anak Terlantar Korban Tindak Kekerasan Anak Nakal Anak Cacat Jumlah 9.000.000. 17.000.000 250. 14. 5.000.000.000 1.000.250.000.000 15.000 150.000 1.000 250.000 200.000.000.000.000.000 200. 4.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000 800.000 750.000.000.000.000.686 Orang 238 Orang 3.000 1.250.000 0 1.000.000.000. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Sinonsayang Kumelembuai Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2010 APBD (Rp) BLM (Rp) 800. 7.00 3.000 200.000 800.250.000.000. 5.667 KK 347 KK 236 Orang 1.000.000 1.000.000 800.000.000 1. 13.000.000 1.800.000.000 250.000.000 1.000.000.000 800.000.000. 16.000.000 1.000 250.000.000.000.000 600. 13.250.000.000.000.000 1.000 200.000.000.000.250.000.562 Orang 136 Orang 399 Orang 241 Orang (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 17a dan Tabel 17b di 44 .000 1.000 1. 8.000 800. 3.000 1.000. 2.250.000 1.000 1.000.000 1.000.000 1. 11. Tabel 17a.213 Orang 106 Orang 1.000 19.000. 9.000.000.000.000 250. 12.000.000 250. 7. 11.000 1.250.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1.000.531 KK 7.000.000 1.000.000. 8. 10.000. 6.000 200.000 1. 2.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. 15.000. 10.000.874 KK 2.000.000. 4.000.000 1.000.000 200.000. Keadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000.000.000. 6.000 250. 9.000 1.250.000.000.000. 12.000.000 800.200. 3.000 1.000 200.000 1.000 1.

dengan jumlah yang bekerja sebanyak 95. Dinas Sosial. sektor pertanian dan peternakan menyerap tenaga kerja terbanyak. Data Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami Jumlah perubahan seiring dengan berlangsungnya proses pembangunan.754 komposisi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan 45 .27 120.961 95. 4. dan yang bekerja di luar negeri sebanyak 5 orang. Sedangkan sektor lainnya sebanyak Untuk 43. 16. 2. yaitu 52.810 2009 (Orang) 102. Dari jumlah yang bekerja. 17.906 99. 15. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.253 2008 (Orang) 101. Uraian Jumlah Angkatan Kerja Jumlah Yang Bekerja 2004 (Orang) 135. 3.665 orang.754 orang. angkatan kerja di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan tahun 2009 sebanyak 102.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14.084 orang. Penyandang Cacat Eks Narapidana Korban Penyalahgunaan Napza Bekas Penderita Penyakit Kronis Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Pengidap Penyakit HIV/AIDS 1. Keadaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.161 124. Minahasa Selatan Tabel 17b.516 88. Tabel 18. Minahasa Selatan 2.100 92. 2. pada Tabel 18 di bawah ini. P S K S Organisasi Sosial Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jumlah 18 Orsos 156 KT 81 Orang 17 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. 18. 19.961 orang. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Dinas Sosial.50 2005 (Orang) 138.395 Tahun 2006 2007 (Orang) (Orang) 139.226 Orang 402 Orang 423 Orang 483 Orang 980 Orang 16 Orang Sumber : Data Juli 2010. Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu modal utama bagi bergeraknya roda pembangunan.335 123.

Sinonsayang Sumber : Data Juli 2010. 15. Modoinding Desa Paslaten Kec. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan berupa tersedianya pasar di hampir semua kecamatan.665 Peternakan . Tenga Desa Poigar Satu Kec.765 14. 11.158 56. Tenaga Asing 3 5 5 11 8 8 (Data sampai dengan Tahun 2006.166 5. 5. 7. Jumlah Pencari Kerja 2.483 48. Tabel 19a.Sektor Pertanian dan 68.868 55. 8.045 52. Tenga Desa Paku Ure Kec. 2. Minahasa Selatan 46 . Nama Pasar Tareran Pasar Tumpaan Pasar Amurang Pasar Tenga Pasar Paku Ure Pasar Poigar Pasar Motoling Pasar Poopo Pasar Tompaso Baru Pasar Modoinding Pasar Tatapaan Pasar Kapitu Pasar Desa Suluun Pasar Desa Ongkaw Pasar Desa Tanamon Lokasi Desa Lansot Kec. Motoling Desa Poopo Kec. 4.174 5.203 23.Bekerja di Luar Negeri 20 51 5 3. Sinonsayang Desa Tanamon Kec.309 8. Amurang Desa Tenga Kec.290 7. Perekonomian Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan karena tersedianya sarana dan prasarana pendukung. usaha mikro. Suluun Tareran Desa Ongkaw I Kec.084 .281 24. Walaupun disadari masih banyak masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan taraf hidup.253 23.870 9.390 6. 14.998 571 7.237 68. Jumlah Setengah Penganggur 36. Pasar di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.013 39.942 36. Perindustrian dan Perdagangan Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Amurang Barat Desa Suluun IV Kec. Tumpaan Kelurahan Ranoiapo Kec. Tatapaan Desa Kapitu Kec. Tompaso Baru Desa Pinasungkulan Kec.765 43. Dinas Sosial. usaha kecil. Tabel 19b.428 36. Dinas Koperasi.Sektor Lainnya 53. 3.793 1.895 6.207 4.218 6. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 19a. berdirinya koperasi.539 51. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Sinonsayang Desa Motoling Dua Kec. Jumlah Penganggur 14. Penempatan Pencari Kerja 116 357 1.133 4. usaha menengah serta prasarana pemasaran dan perkreditan. 9. Tareran Desa Tumpaan Kec.982 1.641 3. UKM. Tabel 19c dan Tabel 19d. Pasar. 10. 6. masih termasuk dengan Kabupaten Minahasa Tenggara) Sumber : Data Juli 2010.215 1. 12. Minahasa Selatan 9 66. 13.765 41. Ranoyapo Desa Pinaesaan Kec.940 14.

3. UKM.235 2. Perikanan i. 8. Usaha Kecil dan Usaha Menengah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Perdagangan . Dinas Koperasi. Jenis Usaha Usaha Mikro : .Perdagangan .Industri Non Pertanian . Produksi Koperasi Konsumen Koperasi Wanita Koperasi Pemasaran Koperasi Serba Usaha Koperasi Jasa Koperasi Lainnya Total Jumlah 6 45 194 28 154 37 28 18 4 7 1 19 22 193 1 44 799 3. Nelayan h. Data Koperasi Berdasarkan Jenis/Identitas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Minahasa Selatan Tabel 19c. 4. Perindustrian dan Perdagangan Kab. KUD b. Dinas Koperasi. Pertanian d.Industri Pertanian .Aneka Jasa Usaha Kecil : .416 117 766 403 381 102 226 435 109 57 196 27 4. 6. Pasar. UKM. Jenis Koperasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Produsen : a. Minahasa Selatan Tabel 19d.Aneka Jasa Usaha Menengah : . Sumber : Data Juli 2010.Industri Non Pertanian . Perkebunan g.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 19b. Peternakan f. Petani Buah j. 2. 5. Data Populasi Usaha Mikro.Aneka Jasa Total Jumlah 1. Produsen c.Industri Pertanian . 7. Pasar.Perdagangan . Prasarana Pemasaran dan Perkreditan di Kabupaten 47 . Tani e.Industri Pertanian .Industri Non Pertanian . Sumber : Data Juli 2010.

Keadaan pendidikan suatu wilayah dapat menjadi indikator kesiapan penduduk dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pasar. Prasarana Bank Toko Warung Rumah Makan Rumah Kopi Toko Obat/Apotek Pompa Bensin Jumlah 14 187 1. biaya pendidikan juga masih dinilai mahal oleh sebagian besar masyarakat. penduduk Indonesia adalah sebagai berikut : 1. pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Selain karena fasilitas pendidikan belum mampu disediakan di seluruh pelosok tanah air termasuk di daerah terpencil dan kepulauan. 4. Pendidikan Pada hakikatnya. Dinas Koperasi. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan No 1. UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.620 144 95 5 3 Sumber : Data Juli 2010. sampai dengan tahun 2009 pelayanan pendidikan belum dapat sepenuhnya disediakan dan dijangkau oleh seluruh warga negara. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat mempengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. Perindustrian dan Perdagangan Kab. 6. 7. UKM. Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas sebagai bentuk pemenuhan hak warga negara untuk mengikuti Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagaimana diamanatkan dalam 48 Langkah kebijakan yang ditempuh dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan . Namun. Masih banyaknya penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan merupakan salah satu kendala utama terbatasnya partisipasi pendidikan di Indonesia. terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada Pemerintah pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara. Minahasa Selatan 4. 2. 5. Oleh karena itu.

mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. tinggal di daerah terpencil. yaitu penduduk miskin. sosial. Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah. 6. kepulauan dan daerah konflik untuk menjangkau layanan pendidikan. dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan ditempuh langkah kebijakan sebagai berikut : 1. Di samping itu. Pemberian perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. intelektual. jenis dan jenjang pendidikan untuk memberikan kecakapan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. spiritual. 5. termasuk kecakapan personel. Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur. baik formal maupun nonformal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas. emosi. terutama bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah atau buta aksara dan putus sekolah. dan vokasional untuk bekerja dan usaha mandiri sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pembangunan . Peningkatan perluasan layanan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja serta mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan dan pemantapan peran perguruan tinggi sebagai ujung tombak peningkatan daya saing bangsa serta pengembang IPTEK dan 49 . Peningkatan pendidikan nonformal yang merata dan bermutu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. 2. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu sehingga 3. 4.

termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah serta komite satuan pendidikan yang lain. Selain permasalahan sarana dan prasarana. dan pengawasan yang didasarkan pada hasil. termasuk kompetensi lulusan dan tingkat kesehatan manajemennya. akreditasi. penyediaan biaya. sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah. baik dalam penyelenggaraan. walaupun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menjangkau memperoleh diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. 3. sertifikasi. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal yang didukung oleh penerapan sistem kontrol dan jaminan kualitas pendidikan serta penilaian kinerja di tingkat satuan pendidikan melalui pelaksanaan evaluasi. baik laki-laki maupun perempuan yang didukung dengan ketersediaan informasi mengenai layanan pendidikan secara transparan. 4. Peningkatan efektivitas peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. pelaksanaan otonomi keilmuan yang didukung dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan budaya baca. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. 2. berupaya Namun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengatasi 50 . mutu pendidikan maupun manajemen pelayanan tetap pendidikan. seluruh pelosok desa agar dapat Berbagai program dan kegiatan pendidikan. permasalahan akses serta pemerataan pelayanan pendidikan. dengan pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada perguruan tinggi dalam mengelola pendidikan secara bertanggung jawab dan akuntabel. maupun pengelolaan pendidikan dari tingkat pusat sampai satuan pendidikan. Peningkatan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 seni. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan ditempuh langkah sebagai berikut : 1. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk semua anak.

973 633 613 1. sangat diperlukan adanya Perguruan Tinggi yang representatif sesuai dengan kondisi Kabupaten Minahasa Selatan untuk menampung para siswa yang telah lulus.559 2.414 1.949 22.246 22.663 4. Kabupaten Minahasa (Tondano) dan Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi) dengan konsekuensi biaya hidup yang tinggi. 7.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 permasalahan-permasalahan tersebut. 51 . sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cukup memadai. Sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya terdapat di beberapa kecamatan.686 9. Pemuda dan Olahraga Kab.821 2.165 25. Keadaan sekolah dan siswa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 20. Minahasa Selatan Berdasarkan data jumlah siswa SMA dan SMK pada Tabel 20 di atas sebanyak 4. 6. Jenjang Pendidikan PAUD TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta Total 3 146 149 127 107 234 1 1 58 21 79 13 5 18 9 2 11 211 281 492 Jumlah Siswa P Total 37 40 77 1.374 L Sumber : Data Juli 2010.219 siswa. Saat ini. Kota Tomohon.860 13. 2.425 45. 4. Dinas Pendidikan. 3. Tabel 20. Mengingat banyak para siswa lulusan SMA dan SMK Kabupaten Minahasa Selatan yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berada di Kota Manado.348 12. Di setiap kecamatan terdapat lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).039 3.349 1. 5. Keadaan Sekolah dan Siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1.513 511 449 960 4.

8. Sedangkan keadaan pendidikan guru di Kabupaten Minahasa Selatan pendidikan SMA sederajat dari sampai dengan pendidikan strata dua (S2). Tabel 21a. 6. 2. keadaan pendidikan guru serta sertifikasi guru diperlihatkan pada Tabel 21a. Data Keadaan Guru PNS/CPNS dan Non PNS di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. 2. 6.383 yang tersebar di semua jenjang pendidikan.674 Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pendidikan. Tabel 21b dan Tabel 21c. 4.160 459 645 171 266 59 109 3 4 1. Jenjang Pendidikan TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah SMA L 5 102 0 26 4 3 140 P 217 501 3 27 5 0 753 D1 L 0 1 0 19 0 0 20 D2 P 2 11 0 57 0 0 70 L 0 47 0 9 0 0 56 P 3 301 0 44 1 1 350 D3 L 0 2 1 11 2 2 18 P 25 25 0 28 7 1 86 DIV-S1 L P 0 16 62 282 3 1 163 303 100 138 43 56 371 796 S2 L 0 0 0 0 0 5 5 P 0 1 0 4 1 3 9 Total 268 1. Minahasa Selatan Tabel 21b.526 L 1 0 0 3 239 186 95 50 1 575 L 0 0 0 1 19 12 7 6 0 45 Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pendidikan. 7. 3. 4. 3. Satuan Kerja / Jenjang Pendidikan UPT Cabang Dinas Pengawas Penilik TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK SLB Jumlah PNS P Jml 0 1 0 0 0 0 127 130 921 1.335 8 691 258 114 2. 82 laki-laki dan 2069 perempuan.315 Guru CPNS P Jml 0 0 0 0 0 0 2 3 86 105 24 36 4 11 5 11 0 0 121 166 Non PNS L P Jml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 221 227 67 400 467 85 131 216 40 39 79 27 22 49 3 4 7 228 817 1. Pemuda dan Olahraga Kab.045 Total 1 0 0 360 1. Data Keadaan Pendidikan Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan 52 .740 2. Pemuda dan Olahraga Kab.732 897 356 169 11 3. 5. 5. data keadaan guru PNS dan non PNS. Selengkapnya Namun yang telah mengikuti sertifikasi guru sampai saat ini hanya berjumlah 288 orang yang terdiri dari. 9. baik guru PNS/CPNS maupun non PNS berjumlah 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Untuk keadaan guru di Kabupaten Minahasa Selatan.

3.MI .437 134 24.86% 77.65% Tahun 2008 2009 57. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya dan mencari terobosan terhadap berbagai hal yang berkaitan dan mendukung bidang pendidikan.123 104. APM c.220 122 25.017 5. APK b. sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru.86% 25. Jumlah Siswa : . 3. Dinas Pendidikan. Data Keadaan Sertifikasi Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No Sekolah 1.022 90.52% 4.90% 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 21c.SDLB d.15% 25.41% 2. 4. Pemuda dan Olahraga Kab. APK dan APM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2006-2008 diperlihatkan pada Tabel 22a dan Tabel 22b. Jumlah Siswa : 2007 55.043 100 25.214 99.13% 92.02% 90.046 25. APM c.815 101. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.552 98.70% 25. APK b.15% 95.20% 78.73% 98. 2.49% 2010 65.50% 3. 6. APK dan APM Pendidikan Dasar Kabupaten Minahasa Selatan No 1.331 5. 5.06% 86. Pendidikan Dasar TK a. Minahasa Selatan Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau semua penduduk usia sekolah untuk memperoleh pendidikan. 53 . Dari tahun ke tahun. mutu pendidikan mengalami peningkatan.097 24.643 6.633 144 16 24. TK SD SMP SMA SMK Penga was Total Kuota 2007 L P Jlh 0 13 18 27 1 15 59 3 44 36 28 3 35 114 3 57 54 55 4 50 173 Kuota 2008 L P Jlh 0 9 23 11 4 11 47 5 77 61 24 4 54 171 5 86 84 35 8 65 218 Kuota 2009 L P Jlh 0 26 16 6 5 11 53 2 107 43 7 1 61 160 2 133 59 13 6 72 213 Kuota 2010 L P Jlh 0 10 13 5 1 7 29 13 49 38 9 3 33 112 13 59 51 14 4 40 141 L 0 58 70 49 11 44 188 Jumlah P Jlh 23 277 178 68 11 183 557 23 335 248 117 22 227 745 Sumber : Data Juli 2010.634 92.270 6. Siswa 7-12 Tahun SMP/MTs/SMPLB a. APK b.18% 92.37% 25.517 106.SD .28% 3. Jumlah Siswa c. Penduduk 7-12 Tahun e.54% 59.817 99. Tabel 22a. Penduduk 4-6 Tahun SD/MI/SDLB a.

417 2.970 2.140 3. 12.482 3.085 4.SMK d.314 2. 5.587 3.658 9.973 3.965 3.069 9.674 9.284 9.167 Sumber : Data Juli 2010.967 10. 7.651 1.978 Sumber : Data Juli 2010.058 1.223 2009 65.505 4.945 1.321 1.SMP .191 Tahun 2008 97. APM c. Siswa 16-18 Tahun 2007 49.317 2.271 1.788 2.177 2.338 2. 16.509 2.139 1.601 1.170 2.571 1.693 5.736 1.380 2.217 2. 14.698 2.814 16.19% 55. 17. Tabel 23.019 2.782 5.67% 3.278 2.954 2.384 85 10.MTs d.838 1.537 3.17% 3. 11.850 12. 6.546 2.551 2.98% 46.883 2. 2.559 7.703 3.950 14.950 7.652 1.478 1.703 4. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. 15.591 13.520 1. Penduduk 16-18 Tahun e. 13.454 2.036 Sumber : Data Juli 2010.041 1.513 2.045 78 10.303 204.161 10.638 9.27% 61.511 3.787 1.764 50 60 105 56 85 127 67 88 134 102 68 129 83 93 126 161 200 247 90 117 358 84 112 198 166 114 432 52 65 98 83 97 120 73 68 270 70 84 301 37 64 64 72 18 42 39 40 92 36 35 193 1.165 1.096 2.005 2.232 5.212 15.283 1.010 3. 3.141 1.895 10.762 8. 9.480 584 39.503 3.408 3.992 12.358 D II D III S1 S2 4 7 1 3 3 17 16 11 23 4 5 14 17 0 1 3 5 134 S3 1 2 0 1 1 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 0 2 15 Jumlah 11.359 996 441 1.686 3.135 2.370 833 2.946 2.428 2.271 3. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah Belum Tidak Tamat Seko.398 3.897 1.656 97 10.Tamat SLTP SLTA SD lah SD 3.099 2.982 10. 4.172 1.685 4. Dinas Pendidikan.467 248 3. 10.889 15. Minahasa Selatan Tabel 22b.518 8.906 15.967 48.181 10.745 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Minahasa Selatan Untuk keadaan penduduk menurut pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 23. Penduduk 13-15 Tahun e.SMA . Pendidikan Menengah SMA/SMK a.265 1.600 13. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan 23 September 2009) No 1.403 1.867 38.878 1. Siswa 13-15 Tahun 9.867 2.273 2.029 9.484 2.014 37.13% 3.232 987 34.773 99 10. Jumlah Siswa : .753 10.480 3.875 4. Pemuda & Olahraga Kab.187 9.252 1. Pemuda & Olahraga Kab.095 1. Minahasa Selatan 54 . Dinas Pendidikan.570 1.707 1. 8.520 2. APK dan APM Pendidikan Menengah Kabupaten Minahasa Selatan No 1.060 2.487 2. APK b.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendirikan/menyediakan perpustakaan di semua kecamatan dan menyediakan berbagai macam buku.Suluun Tumpaan . 10.Kaneyan Suluun Tareran . Tabel 24.Munte Kumelembuai Jumlah Perpustakaa n 3 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 Jumlah Buku 4 682 482 200 4 482 482 482 482 964 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 482 482 1.Picuan Baru .192 595 597 597 597 1.Tumpaan .Raanan Baru Tenga . 5 445 445 443 443 877 440 437 435 435 430 430 862 432 430 440 440 1.Tawaang . 12.Kilometer Tiga .Ongkaw Amurang . 9. 11. 4.173 586 587 588 588 590 590 1.095 8. Keadaan Perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.Tompaso Baru Ranoyapo . 13. 5. Lewet . Ranoiapo Tareran .Sinisir .Kel.Ranoyapo Motoling .239 659 580 575 575 1.Picuan Lama Motoling Timur . 7.754 599 598 557 1.446 482 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 964 Jumlah Pengunjung (Orang) 2008 2009 Mei 2010 5 450 450 6 555 555 7 365 250 115 7 220 220 219 219 494 277 217 333 223 110 275 275 495 270 225 230 230 668 233 210 225 457 227 230 235 235 477 237 240 435 Keadaan perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2008 sampai dengan pertengahan 1 2. Sampai dengan pertengahan tahun 2010. 6.316 437 439 440 889 447 442 400 400 895 450 445 845 6 575 575 580 580 1. Kecamatan Desa/Kelurahan 2 Modoinding . tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 24.Kel. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa dan masyarakat pada umumnya.Rumoong Atas . 55 . pemerintah telah mendirikan/menyediakan 31 perpustakaan.Wanga Amongena Motoling Barat .Makaaruyen 2 Tompaso Baru .Wanga .159 579 580 1.Pakuweru Sinonsayang .

15. aktivitas untuk bekerja dan berkarya terganggu.039 Sumber : Data Juli 2010.714 220 215 1. Pondang .096 549 547 16.660 425 420 2. Kesehatan. bahkan tidak dapat dilaksanakan. Jika rakyat sehat.194 230 232 240 245 247 241 241 243 243 458 245 213 7.410 482 482 482 482 482 482 482 482 482 964 482 482 14. masih tingginya disparitas status kesehatan antartingkat sosial ekonomi. Minahasa Selatan 5.Kel. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kesehatan adalah faktor yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia.Paslaten Maesaan .Kel.Malenos Amurang Barat . pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah. maka negara kuat. Kawangkoan Bawah Tatapaan . Apabila sakit. kualitas. 17. Hal ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan.911 555 540 2. Selain itu. harus didukung oleh 56 . Ranomea . 16.Kumelembuai . antarkawasan dan antarperkotaan-perdesaan. Oleh sebab itu. yaitu pelayanan kesehatan terhadap penduduk miskin dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita. Permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini antara lain. Kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat. serta perilaku masyarakat tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat.Makasili Amurang Timur .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14.Kel.309 460 475 467 457 450 500 500 470 470 905 455 450 12. terjadinya beban ganda penyakit. pemerataan masih rendah karena keterbatasan tenaga dan peralatan. . sektor kesehatan harus mendapat perhatian dan penanganan yang serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa serta negara.Temboan Jumlah 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 31 482 482 2. yang berati negara maju dan berkembang. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab.Tumani . Untuk itu.Ritey .859 575 573 570 572 569 540 540 547 547 1.Lopana . baik karena kendala geografis maupun kendala biaya. Permasalahan kesehatan lain yang perlu penanganan segera.

Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperan penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia. menjadi 1.000 pada tahun 2008. 3. 14 kecamatan telah memiliki Puskesmas dengan kendaraan operasional dan 7 (tujuh) Puskesmas telah mengadakan pelayanan rawat inap. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap. Di samping itu.2 per 1. Sedangkan Angka Kematian Ibu sebesar 0.000 Balita pada tahun 2008. Angka Kematian Balita di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Untuk Puskesmas dan sarana kesehatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 25a dan Tabel 25b. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah perilaku dan lingkungan. Tabel 25a. Dari 17 kecamatan yang ada.1 per 100. sangat dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang representatif untuk pasien yang kondisinya berat dan dokter spesialis beserta tenaga kesehatan lainnya.2 per 100. Berdasarkan data pada 14 Puskesmas.5 kematian bayi per 1. Angka Kematian Ibu ataupun Balita.2 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2008. Angka Kematian Bayi mengalami penurunan dari 11.2 kematian bayi per 1. Saat ini. 2. Nama Puskesmas Amurang Timur Tumpaan Amurang Lokasi Kecamatan Amurang Timur Tumpaan Amurang Sifat Pelayanan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Jumlah Kendaraan Operasional 1 Unit 1 Unit 1 Unit Untuk Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 3. Pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dapat diukur pada beberapa indikator derajat kesehatan. berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang lain tersedia di semua kecamatan. diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.000 Balita mengalami penurunan 57 . Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (IMR). yaitu Angka Kematian Bayi.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 9. Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Namun demikian.000 kelahiran hidup tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 2 Rumah Sakit Umum Swasta dan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah.

2. Dinas Kesehatan Kab. Sarana Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 9. 4. Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (M. 7. 6. 14. 10. 4. Tenaga Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 7. 10. 5. 11. 6. 8. Amurang Barat Tenga Ongkaw Motoling Kumelembuai Poopo Tompaso Baru Modoinding Tareran Suluun Maesaan Amurang Barat Tenga Sinonsayang Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Modoinding Tareran SuluunTareran Maesaan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. Tabel 26. Minahasa Selatan Tabel 25b. 12. 3. 5. 9. 8. 3. 13.Kes) Apoteker Sarjana Farmasi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Sarjana Ilmu Terapan (D IV Kebidanan) Sarjana Ilmu Terapan (D IV Gizi) Jumlah (Orang) 69 3 2 4 5 11 11 2 1 58 . 10. Jenis Sarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rumah Sakit Umum Swasta Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) Apotik Toko Obat Optik Balai Pengobatan Rumah Bersalin Posyandu Jumlah 1 2 156 85 3 2 2 3 19 185 Sumber : Data Juli 2010. 2. Minahasa Selatan Sedangkan jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 26.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. 5. 8. 7. 9. Dinas Kesehatan Kab. 6.

90 59 . baik yang mengikuti melalui program pemerintah maupun karena kesadaran pentingnya program KB (swasta) mengalami peningkatan. Program KB di Kabupaten Minahasa Selatan sangat Untuk jumlah dirasakan manfaatnya. telah dan sementara digalakkan program Keluarga Berencana (KB). 19.23 86. 5.577 1.05 94. 24. Jumlah Peserta KB Per Mix Kontrasepsi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sarjana Sanitarian Ahli Madya Keperawatan Ahli Madya Kebidanan Ahli Madya Gizi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan Ahli Madya Fisioterapi Ahli Madya Perawat Gigi Ahli Madya Sanitarian Perawat (SPR dan SPK) Bidan Diploma 1 Perawat Gigi Sanitarian (SPPH) Asisten Apoteker (SMF) Pekarya Kesehatan 3 49 46 13 10 2 4 5 180 112 16 15 4 17 Sumber : Data Juli 2010.284 % 91.871 2.60 93. 13. 2.04 88. 14. Dinas Kesehatan Kab.031 Jumlah 2.21 86.285 1.07 85.65 86.291 2. 21.48 90.38 86.899 2.100 2. Dari tahun ke tahun jumlah peserta KB.132 Pil 571 509 560 393 286 451 310 294 858 971 737 569 670 1.20 70.157 1. 18. selain dapat menekan laju pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.203 3. 12. 15. 11. 17. 6.446 3. 3.426 1. peserta KB di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 27.08 74. 14. 4. 10. 8. 7. 20.289 1.365 2. 16.423 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 11.590 3. 9.657 PUS 2. 23. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Maesaan Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Amurang Barat Sinonsayang Tenga Amurang Amurang Timur Tumpaan IUD 694 501 241 696 290 156 445 416 580 441 1.278 2. 13.818 2.098 1.118 2.823 1.817 1.590 1. 22.11 90.205 1. Tabel 27.294 3. Minahasa Selatan Dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kabupaten Minahasa Selatan.018 1. 12. Hal ini karena tersedianya dan mudahnya para Pasangan Usia Subur (PUS)/Wanita Usia Subur (WUS) mendapatkan alat kontrasepsi (alkon).369 2.252 571 304 248 Mix Kontrasepsi MOW MOP Kdm Imp 32 1 29 75 15 0 77 189 10 0 36 235 20 0 22 211 19 0 10 155 10 0 12 220 6 0 6 62 19 0 16 51 19 0 3 124 28 0 7 448 16 0 0 359 47 1 8 253 23 1 24 153 26 0 21 199 Sntk 755 532 525 475 184 435 594 304 619 1.613 1.223 635 569 643 1.32 80.

Badan Keluarga Berencana.00 1.992 1.861 393 139 532 24 6 30 456 5 461 4 19 23 210 0 210 28 5 33 13 3 16 6 3 9 10 3 13 47 49 96 30 8 38 6 2 8 13 9 22 6 3 9 51 23 74 39 11 50 22 2 24 10 0 10 7 2 9 129 21 150 5 4 9 21 30 51 1. Tabel 28.72 Sumber : Data Juli 2010.295 30 14 35 369 40 0 2 45 5 27 32 335 450 238 99 524 72 790 3.00 15.75 33. 20. masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan telah menyadari akan persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja dan berkarya.22 14.031 85. Tatapaan Suluun Tareran Tareran Jumlah 200 101 159 7.113 % 38.200 459 1.45 26.08 22.728 9.82 50. 12. 14. Kesetaraan gender di Kabupaten Minahasa Selatan. 16.73 60 . baik pemerintah maupun non pemerintah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 28. 15. Nama Lembaga / Instansi PNS Pemkab Minsel Pejabat Eksekutif Pejabat Legislatif POLRI PNS POLRI TNI Rumah Tahanan Kejari Kejari (Honor) Pengadilan Kantor Kemenag BRI BNI Bank Sulut Bank Danamon PT Air (PDAM) PLN Telkom Kantor Pos dan Giro Perusahaan Daerah Hukum Tua Hotel Restaurant Pendeta/Pastor/Imam Penduduk Yang Bekerja Laki-laki Perempuan Jumlah 2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab.99 2. 3. 13. 18. 17.00 40. 10.224 638 1.08 51.04 21. 5.08 82. 9.05 25.00 44. 2. 23.61 0. pemerintah terus berupaya meningkatkan kedudukan perempuan (kesetaraan gender) dalam rangka pemberdayaan masyarakat. 24.355 10.177 237 1.08 36.544 31.407 86.15 18.041 1. 8.072 2. Minahasa Selatan Sejak dahulu.928 84. 19. Data Partisipasi Perempuan Pada Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.68 1. 17.13 20. 21. 11.33 23.91 33. 7.00 8.722 69.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 15. Walaupun demikian pemerintah terus memberikan motivasi dan pemahaman kepada kaum perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang. nampak di hampir semua lembaga/instansi.869 4. 4.33 31. 16. 6.33 0. Selain itu. 22.00 22.44 58.288 1.

mesjid. Data Jumlah Umat Beragama di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.48 48. dimana di semua desa/kelurahan tersedia. gereja.160 Jumlah Umat Beragama Katolik Islam Hindu Budha 285 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 25. telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti. 6. 26.69 Sumber : Data Juli 2010.612 0 2 560 2. 28.921 0 0 39 12 0 0 0 0 0 0 333 11 0 0 103 243 0 0 51 2.664 178 767 868 22 309 209 440 13. 31. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah penganut agama kristen.72 51. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan.73 4. 5.634 420 252 59 343 449 1 198 1 212 5. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 30. 7.14 33.253 0 0 Konghucu 4 0 0 0 0 0 0 0 0 61 . 4.18 37.327 12.223 549 1. 9.641 9.022 0 0 0 0 0 0 721 2. 32. 3. 2. Budha dan Konghucu. Minahasa Selatan 6. Badan Keluarga Berencana.55 64.276 6. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Kristen 9. Sarana peribadatan yang dominan adalah gereja.412 119 424 419 21 111 208 228 8. Katolik.15 44. yaitu Kristen. 27. Hindu. Islam. Agama Pembangunan agama merupakan upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional.857 76.599 5.08 0.50 15. Guru Agama Koperasi Perusahaan Swasta Rumah Makan/Kopi Pedagang Wartawan LPK Sopir/Montir LKS/Guru Bantu Jumlah 129 1.394 13.232 6. Tabel 29a. 8. yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak serta pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan Indonesia yang aman dan damai. 29.971 9. wihara dan li tang. 33.476 16. Untuk jumlah umat beragama dan sarana peribadatan (tempat ibadah) di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 29a dan Tabel 29b. Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh sejumlah penduduk dengan berbagai latar belakang agama yang mengimani agamanya masing-masing.

Minahasa Selatan Kehidupan sosial umat beragama dan antar umat beragama senantiasa berjalan dengan baik. 13.768 12. Sarana Peribadatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 16. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah Kristen Gereja 30 38 18 29 18 14 19 32 41 19 36 29 28 32 33 27 30 473 Katolik Gereja 4 4 0 2 0 0 2 2 1 0 2 0 1 0 2 0 2 22 Jumlah Tempat Ibadah Islam Hindu Mesjid Pura 8 0 3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 3 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 27 0 Budha Wihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Konghucu Li Tang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3 Sumber : Data Juli 2010.999 2. 9. 15. 5.431 0 675 0 411 91 415 0 753 4. para pimpinan umat beragama membentuk suatu wadah yang diberi nama Badan Kerja Sama Antar Umat ber-Agama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Selatan 62 . 17. 7. 12. 4. dimana tercipta toleransi yang tinggi antar umat beragama yang dibuktikan dengan saling mengunjungi dan silaturahmi pada saat pelaksanaan hari-hari raya keagamaan.180 178. Dari kesadaran yang muncul dalam mempererat dan mengembangkan toleransi antar umat beragama. Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah 8. 11. 8. 17.306 148 0 0 162 18.913 14. 14. 14.437 0 35 1. Kantor Kementerian Agama Kab. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 10. Minahasa Selatan Tabel 29b.771 6.815 10. 16. Kantor Kementerian Agama Kab.390 12. 13.724 0 0 0 4 4 0 0 0 8 0 0 0 27 2 0 0 0 31 0 0 0 1 0 0 0 0 5 Sumber : Data Juli 2010.461 13. 15. 2. 3. 12. 6.057 10. 10.

5. bridge dan beberapa cabang olahraga lainnya. 2. baik milik pemerintah maupun milik organisasi sosial/yayasan. Mengingat prestasi demi prestasi yang dicapai oleh para atlit Kabupaten Minahasa Selatan. tinju. seperti cabang olahraga atletik. Namun dalam meningkatkan prestasi. Beberapa sarana olahraga yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh para atlit serta masyarakat untuk olahraga dan hiburan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 30. sehingga sangat diperlukan sarana olahraga yang memadai dan representatif. Tempat / Kegiatan Sosial Hampir semua desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki tempat kegiatan sosial seperti Balai Pertemuan Umum (Balai Desa/Kelurahan). seperti Gelanggang Olahraga (GOR). Sarana Olahraga di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. baik tingkat pelajar maupun tingkat umum Kabupaten Minahasa Selatan dapat berprestasi di tingkat Propinsi maupun Nasional. 7. yang digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. 3. di beberapa cabang olahraga. Begitu juga dengan masyarakat. Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan representatif. 6. Selain itu. di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia berbagai fasilitas umum. para atlit memanfaatkan dan menyiasati sarana olahraga yang ada di sekitarnya walaupun tidak memadai. sepak bola. 7. Sarana Olahraga Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Sepak Takraw Gedung Olahraga Jumlah 17 10 8 2 3 17 1 63 . dalam menjaga kebugaran tubuh/berolahraga memanfaatkan sarana olahraga apa saja yang ada di sekitarnya. Tabel 30. Akan tetapi. 4. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam kegiatankegiatan keagamaan. karate.

perikanan dan kelautan serta peternakan. jagung. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.2 69.8 365. 6.304 Produksi (Ton) 66. Pertanian Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah. sektor sekunder seperti pertambangan dan industri pengolahan juga masih mendomisasi sumber perekonomian masyarakat.390. kebutuhan data untuk menyusun profil perekonomian daerah diarahkan pada sumber primer dan sekunder . Untuk tahun 2009. Minahasa Selatan BAB VII POTENSI PEREKONOMIAN Potensi perekonomian menggambarkan sumber-sumber penghasilan utama penduduk.748 13.1 64 . Pemuda dan Olahraga Kab.605 1. padi ladang. Dinas Pendidikan. Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau Luas Tanam Luas Panen (Ha) (Ha) 13.581 3.700 22. Tenis Meja Jumlah 15 73 Sumber : Data Juli 2010.854 1.081 21.661 1.902 2. Tabel 31. Selain itu. kedelai. 4. 3. 1.387. kacang tanah. capaian produksi tanaman pangan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 31.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8.712 1.851 1.4 82. Berdasarkan asumsi tersebut. perkebunan.966 4. ubi kayu dan ubi jalar. Pada umumnya daerah di Indonesia masih mengandalkan usaha ekonomi di sektor primer seperti pertanian.9 964. kehutanan.395 605 601 202 197 53 53 Provitas (Ton/Ha) 4. kacang hijau. 2. 5.

237 9.195 9. Ubi Kayu Ubi Jalar 249 189 248 185 13. komoditi jagung memiliki produksi terbesar dibandingkan dengan komoditi lainnya.297 15 59 80 52 Provitas (Ton/Ha) 18 20 35 15 18 2 2 3 3 18 15 20 20 Produksi (Ton) 38. 6.124 73. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.799. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000 560 30 231 897 23.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 7.600 1. Komoditi Bawang Merah Bawang Daun Kentang Kubis Petsay/Sawi Wortel Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Besar Cabe Rawit Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Siam Luas Tanam (Ha) 2. 4. tenaga sapi dan manusia. nasional maupun internasional. Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan. Dari tahun ke tahun produksi tanaman hortikultura mengalami peningkatan. Sedangkan pengelolaan tanah dilakukan dengan menggunakan traktor.305 15 59 80 53 Luas Panen (Ha) 2.727 3.148 3.118 3.715 6.282.7 1.346 885 1. 5. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah menerapkan teknologi pertanian berupa penggunaan benih unggul dan pemakaian pupuk yang berimbang. Berbagai komoditi hortikultura telah dipasarkan di tingkat regional. Tabel 32. 2. 10.620 15.5 Sumber : Data Juli 2010. 7. 8. 11. sehingga kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus Untuk memberikan dampak positif bagi upaya meningkatkan pendapatan daerah. 13.685 450 414 501 269 20 34 124 1. 15. Selatan ditunjukkan pada Tabel 32. 8.681 449 413 500 280 15 77 299 1. 12. Minahasa Selatan Berdasarkan data produksi tanaman pangan pada Tabel 30. 9.040 tahun 2009. capaian produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Minahasa 65 . 14. 3. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik.

biofarmaka (tanaman obat-obatan) dan tanaman hias yang baik.9 Produksi (Kg) 28. 16. 10. 7.105 91. 18. 12.500 47.000 1.240 39.190.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 16. Potensi Buah-buahan Tahunan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.800 64 8.600 2. 8.258 327.187 12.935 420 - Sumber : Data Juli 2010.650 491. 14. Komoditi Jahe Laos/Lengkuas Penanaman Baru (M2) 24.995 135 415 20 125 8. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Potensi Tanaman Obat-obatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 17.555 1.140 66 .000 62.827.086 13. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan juga memilki potensi buah-buahan.050 40. 22.625 3. Tabel 33. 24. 19. Tabel 34 dan Komoditi Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Siam/Keprok Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa/Konyal Sirsak Sukun Apel Anggur Melinjo Petai Jengkol Penanaman Baru (Pohon) 440 30 865 1.610 1. 9.250 20. capaian produksinya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 33. 2. 25.906 29. - Untuk tahun 2009.100 2. 18.100 1.650 75 - Tanaman Menghasilkan (Pohon) 3.600 Provitas (Kg/M2) 1.258 39.500 51.235 2.351 141 21 - Provitas (Kg/Pohon) 60 20 30 125 25 25 44 23 75 50 50 3 25 35 65 75 30 35 20 - Produksi (Kg) 228.900 2.372 1.120 16 6.160 43.530 4.727 17.695 1.625 67. 11. 15. 5.5 3. 4. 13. 17.600 400 142 7. 23. Tabel 35. Minahasa Selatan Tabel 34.810 Luas Panen (M2)) 19. 6.280 245.340 1. 2.000 - Sumber : Data Juli 2010. 21.050 460 610 6. Kangkung Bayam Labu Kuning Semangka 49 9 309 - 80 8 300 - 14 2 20 - 1.650 10. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.503 14 1. 3.512. 20.900 117. 19.

Perkebunan Tanaman perkebunan. 4. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.555 90 124 80 319 218 164 2.250 (Phn) 13. Tanaman kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa muda dan kopra sebagai sumber pangan. 3. Sambiloto Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan 2. minyak makan serta santan.3 6. walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun. Kunyit 4.1 1. Mahkota Dewa 15.500 3. Kajibeling 9.150 3.240 Luas Panen (M2) 2. 7. dikelola oleh swasta berupa tanaman kelapa dan coklat (kakao) yang ditangani secara intensif.410 385 770 350 350 223 (Pohon) Sumber : Data Juli 2010.120 1. 2. Lempuyang 2.386 4. 9. Tanaman Hias Anggrek Anthurium (Kuping Gajah) Anyelir Gerbera (Herbras) Gladiol Heloconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati Palem Penanaman Baru (M2) 10. Kencur 1. Sedangkan perkebunan besar. Umumnya tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu. 10. Mengkudu/Pace 1.025 10. minuman. Temulawak 2. 11. Temuireng 8. 12.650 1.0 30. Dlingo/Dringo 10. Minahasa Selatan Tabel 35. aren.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Temukunci 12. 6. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.260 1.9 3. Lidah Buaya 14.035 5.310 35 55 25 25 890 Provitas (Tki/M2) 11 14 11 14 14 14 11 ¼ m2 Produksi (Tangkai) 25. baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.3 13. cengkih. vanili. 5. 8.950 3. coklat (kakao) dan kopi. Potensi Tanaman Hias di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.355 1. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya 67 . kelapa.135 7. Kapulaga 11.

Akibat tingginya curah hujan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagi jutaan masyarakat di dunia. 1.76%. Namun memasuki pertengahan tahun 2009 harga kopra turun sampai pada kisaran Rp. produk olahan tanaman kelapa khususnya kopra mencapai Rp.50 ha dan 4.550 pohon kelapa. Ditinjau dari struktur ekonomi.022 ha.589. upah harian pekerja kopra sebesar Rp. Usia tanaman kelapa yang sudah tua sehingga kurang produkstif. Pada era kesehatan modern dewasa ini. dan dipertengahan tahun 2010 harga mulai naik sampai pada kisaran Rp. 3. 2. Penyakit busuk pucuk kelapa telah menyerang daerah sentra-sentra produksi kelapa sehingga meresahkan para petani.70 ton per tahun.439.895. antara lain : 1. Pada tahun 2008. petani diperhadapkan oleh turunnya tingkat produksi yang disebabkan berbagai kendala. 50. dan 3.000/bulan jauh melebihi upah minimum ratarata regional maupun nasional. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Utara penghasil kelapa yang cukup besar potensinya. Disaat permintaan kopra dari pihak investor (pabrikan) yang terus meningkat. sub sektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 yaitu 41.8. Hampir semua sentra perkebunan kelapa banyak terlihat pohon kelapa produktif maupun hasil peremajaan telah terinfeksi penyakit busuk 68 .000/kg sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi perbaikan perekonomian masyarakat dan secara langsung membuka peluang kesempatan kerja dan berdampak Kondisi ini dapat diukur dengan pada menurunnya angka kemiskinan.500/kg. terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa.000/hari atau Rp.250.600/kg. 7. Adanya berbagai serangan hama dan penyakit terutama penyakit busuk pucuk kelapa. 4. Dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 45.000 . yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Lambat proses peremajaan tanaman oleh petani. serangan penyakit busuk pucuk kelapa di akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008 sangat cepat penyebarannya dengan luas penyebaran mencapai 3. menghasilkan produksi sebesar 49.

petani mulai bersemangat dalam mengelola perkebunan cengkih.85. sentra-sentra produksi kelapa yang telah terserang. cengkih dan aren. 48. Desa Tondey (Kecamatan Motoling Barat). di akhir tahun 2007 sampai akhir tahun 2009 harga cengkih naik pada kisaran Rp. 52. 80. Desa Elusan. Motoling Timur. Selain komoditi perkebunan kelapa.000/kg Rp. Desa Malola (Kecamatan Kumelembuai). Desa Raanan Baru. Pada tahun 1977-1986 harga cengkih mencapai kisaran Rp. Sentra produksi aren berada di Kecamatan Tareran. Desa Boyong Atas (Kecamatan Tenga) dan Desa Tiniawangko (Kecamatan Sinonsayang). Suluun Tareran. 100. 25. Pada tahun 2006. Desa Wakan (Kecamatan Amurang Barat). sehingga dapat menambah jumlah penduduk miskin. terjadi penurunan produksi kelapa yang berkorelasi langsung dengan turunnya tingkat pendapatan petani. yaitu Desa Pondos.000/kg yang merupakan masa panen raya (panen besar). Desa Tokin. Motoling. berupa pembuatan cap tikus (alkohol) dan gula merah (gula batu) serta dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu. 45.000 . Produksi pohon aren pengolahannya masih secara tradisional.000/kg. Namun saat harga cengkih turun tajam pada tahun 1989-1997.000/kg sehingga banyak petani cengkih yang tidak mengelola tanamannya.Rp. Akibat serangan penyakit busuk pucuk kelapa. bahkan 69 . Tanaman cengkih merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. 60. beberapa komoditas juga memegang peranan penting terhadap perekonomian masyarakat. Desa Karimbow Talikuran (Kecamatan Motoling Timur). Dengan membaiknya harga komoditas cengkih pada tahun 1999-2000 yang mencapai kisaran Rp. Desa Pakuure I. Akan tetapi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pucuk. Memasuki pertengahan tahun 2010 harga cengkih pada kisaran Rp.000/kg. Tanaman aren di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki rata-rata produksi yang tinggi dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya.000 . Berdasarkan hasil peninjauan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan di awal tahun 2008. Desa Karimbow. harga cengkih menurun lagi sampai pada kisaran Rp.000/kg. masyarakat menebangnya dan beralih ke tanaman perkebunan lainnya. Kumelembuai dan Ranoyapo.

04 81.95 2.292 96.64 168.50 115.59 23.09 45. Minahasa Selatan Dari beragam jenis dan potensi komoditi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan. areal dan produksi yang baik seperti diperlihatkan pada Tabel 36.009.30 139.97 228. Kelapa Cengkih Panili Aren Kopi Kakao Cassiavera Jarak Pagar Pala Sumber : Data Juli 2010.143.15 70 .173.369 1.54 .622.22 267.641 13.344 363 105 61 337 1.26 46. diawal tahun 2008.80 3.324 3.15 818.445.304 1.00 1.24 705.90 1.60 320.292 96.111.099.997.80 No Komoditi Rerata Produksi (Kg/Ha) 1.875.60 35.439.77 205.372. 2. 2.29 1. Tabel 37.90 160. 5.03 75. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Swasta di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.69 Produksi Jumlah Produksi (Ton) 49. 9.883.07 655. 3.78 32.10 4.50 43.20 43. 8.504. Produksi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.397.68 14 8 220. Kabupaten Minahasa Selatan dijadikan pusat rempah-rempah dunia Indonesia oleh pemerintah pusat.70 56 254. 4.33 341.387.87 882.304 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mempunyai luas Tabel 36. Jenis Pengusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Negara Komoditas Perkebunan Kelapa Kakao Jambu Mente Jumlah Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) 2.20 591.00 47.74 818.105. Dinas Perkebunan Kab.60 11.50 19.12 5. 6. selain dikelola oleh petani/masyarakat juga dikelola oleh swasta seperti ditunjukkan pada Tabel 37.2.292.80 17.70 48 17 4.18 Jumlah Pekebun (KK) 26.72 1.30 735. 7.99 250.03 367.815. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan Luas Areal (Ha) Menurut Keadaan Tanaman Tanaman Tanaman Muda Tanaman Rusak/Tua Belum MengTidak Jumlah Menghasilkan Menghasil hasilkan (TM) kan (TBM) (TR/TTM) 5.895.69 2.70 1.152.

011 Sumber : Data Juli 2010.292 485.540 354.992 90. Sidate Murni PT. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat beberapa perusahaan yang mengelola tanah hak guna usaha (HGU). Minahasa Selatan 3.09 3.3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 (PN) Jumlah 3. tetapi potensi hutan yang besar tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa sebab.89 Sumber : Data Juli 2010. Kayu Wolo PT. 11. Multi Raya Ekatama Lokasi Desa Blongko Kec.35 591. belum terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan. Dinas Perkebunan Kab.00 47.596 1.450 103. pemanfaatan hutan yang belum berpihak kepada masyarakat. Nusantara XIV PT. Jastamin PTP. Sinonsayang Desa Tiniawangko Kec. Mayaan Permai PT. Minahasa Selatan Selain itu. Kehutanan Pada dasarnya penataan ruang suatu wilayah adalah pengaturan penggunaan lahan yang ada di wilayah tersebut. Batu Kapal PT. Tenga Desa Pakuweru Kec. 5. Blongko PT. 7. Tenga Desa Sapa Kec.520 126.000 800. Sinonsayang Desa Sapa Kec. pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pengelolaan hutan yang 71 Sehubungan dengan itu. Sinonsayang Desa Ongkaw Satu Kec. Nama Perusahaan PT.248. pemanfaatan hutan yang masih bertumpu pada hasil hutan kayu. 9.37 96. 8. 6.800 56. 4. Tabel 38.561.340 818. Sinonsayang Desa Aergale Kec. 2.54 - . penataan ruang selanjutnya.201. Sinonsayang Desa Blongko Kec. Sulja Indah PT. Tenga Desa Sapa Kec. Dinas Perkebunan Kab.701.617 554. 10. Pengelolaan Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.110. Noik Kumoyowa PT. Tatapaan Jumlah Luas (Ha) 74.596 1. Tenga Desa Sapa Kec. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi hutan yang sangat besar. yaitu penataan kawasan hutan (termasuk tata ruang hutan) yang belum teratur. Laimpangi PT. penggunaan lahan yang ada (existing land use) harus juga menjadi pertimbangan dalam . 3. sebagaimana tertera pada Tabel 38. Tenga Desa Wawontulap Kec.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masih lemah. Hal ini karena antara lain adanya penebangan dan perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat. upaya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai. 2. baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi. 4. 5.00 52.00 3.862. Sementara itu. baik pemerintah maupun masyarakat sedang giat-giatnya melakukan penanaman pohon.576. Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan terjadinya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan bahan baku industri.65 3. Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya juga terdapat di semua Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. potensi hasil hutan bukan kayu belum Hal ini terkait dengan masih rendahnya berkembang secara optimal. 3. Luas Hutan Menurut Fungsinya No 1.974. Dinas Kehutanan Kab.597.91 16.904. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Minahasa Selatan Saat ini. Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar.82 14. Berdasarkan data luas hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cenderung mengalami pengurangan/penyempitan dari tahun ke tahun. Luas hutan menurut fungsinya di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 39.38 Sumber : Data Juli 2010. Fungsi Hutan Lindung Produksi Terbatas Suaka Marga Satwa Cagar Alam Bakau Produksi Jumlah Luas Hutan (Ha) 13. Untuk menanggulangi fenomena tersebut telah diupayakan menggalakkan kegiatan penghijauan dan reboisasi. Selain 72 .00 479. Tabel 39.414. 6. pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di dan sekitar kawasan hutan yang umumnya mengusahakan hasil hutan bukan kayu secara tradisional dan terbatas.

500 157. Durian.623 Jumlah (Ha) 47. 2.170 155 185. Cempaka. Tabel 40. Kayu Manis. 2. berupa mangrove.835. Nantu. Kegiatan Hutan Rakyat Reboisasi Rehabilitasi Mangrove Swadaya Masyarakat Jumlah Luas (Ha) 1. Dinas Kehutanan Kab. Nantu. Nantu. Tingkat Kekritisan Kurang Kritis Kritis Sangat Kritis Jumlah Luas Dlm Kaw Htn Luar Kaw Htn (Ha) (Ha) 15. Kayu Manis.686 45. Soneratia Cempaka. Tabel 41.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 penanaman pohon di hutan.088.1 Jumlah Tanaman (Pohon) 530. kritis dan sangat kritis dengan luas dan jumlahnya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 41. 3. mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.000 ha (4 mil). Jenis dan Luas Tanaman Kayu No 1.1 4.905 4. Avicenia. Nangka Mahoni. Minahasa selatan Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki lahan kurang kritis. Mahoni.000 511.961 2.405 Jenis Tanaman Mahoni. Nangka Rhizophora. Durian. Minahasa selatan 4. 4.869 31. 3. diperlihatkan pada Tabel 40.025 75.312 Sumber : Data Juli 2010.804 3.22 km dan luas laut 56.614 10. Dinas Kehutanan Kab.840 13. Cempaka. Untuk jenis dan luasnya.483 24. Luas Lahan Kritis di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. juga dilaksanakan penanaman pohon di wilayah pesisir. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168.000 2.889.325 3.977 48 29. Selain potensial untuk 73 . Kayu Jati Sumber : Data Juli 2010.

seperti masalah benih. Sedangkan untuk budidaya perikanan darat. Pengusahaan perikanan budidaya yang masih belum efisien. pakan. Kecamatan Amurang Timur. 7. Penanganan dan proses pengolahan produk-produk perikanan belum berkembang dengan baik. potensi sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh karena berbagai permasalahan. kesehatan ikan. Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya laut dan penangkapan ikan. mempunyai daya tarik tersendiri Dari 17 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. kolam dan karamba yang umumnya pada wilayah-wilayah yang memiliki areal sawah. riset dan iptek perikanan. 4. Kecamatan Amurang. pada saat matahari terbenam di sebelah barat. Namun demikian. sehingga produk perikanan bermutu rendah dengan nilai jual yang rendah pula. yaitu dengan tersedianya lahan/areal tambak. Kecamatan Amurang Barat. Sarana dan prasarana perikanan yang belum memadai serta input-input lain.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 budidaya perikanan laut. Masih tingginya ketidakseimbangan pemanfaatan stok perikanan tangkap antarkawasan/wilayah dan antar spesies. yaitu Kecamatan Tatapaan. 74 . Banyaknya praktik Illegal Unreported and Unregulated Fishing yang menyebabkan kerugian negara. di samping sungai dan danau. Kecamatan Tumpaan. Di pasar global. Apalagi wilayah pesisirnya yang menghadap ke Laut Sulawesi. 2. 3. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya : 1. 6. produk perikanan menghadapi kendala oleh adanya hambatan tarif dan nontarif yang dikaitkan pula dengan isu-isu lingkungan dan kesehatan. penangkapan ikan juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk tempat pariwisata. Kondisi nelayan. 7 kecamatan di antaranya. umumnya miskin dan masih merupakan nelayan tradisional. dukungan permodalan. 5.

Balai Benih Ikan (BBI) Tompasobaru b.187 1. Pembudidaya Ikan c. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Tawar b. 11. 8. Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 42. Produksi Perikanan Budidaya c. 12.540 438 825 51 2 16 Satuan 4 Kawasan Kawasan Ton Ton Ton Ekor Unit Unit Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Unit Unit Kelompok 3.416. Kriteria Teknis 2 Kawasan Minapolitan / Sentra Produksi : a. Produksi Produk Olahan Hasil Perikanan Produksi Benih Ikan Balai Benih Ikan (BBI) : a. 2. Pasar Ikan Tradisional) Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Volume 3 1 6 6. 16. 22. Potensi Lahan Budidaya Laut Luas Laut Luas Perairan Umum Daratan Untuk Perikanan Tangkap Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jumlah Perahu Tanpa Motor Jumlah Perahu Motor Tempel Jumlah Perahu Motor Katinting Jumlah Kapal Motor Jumlah Pajeko (Purse Seine) Jumlah Jaring Insang (Gillnet) Jumlah Sero Jumlah Rumpon Jumlah Alat Tangkap Lainnya Tenaga Kerja Perikanan : a. Potensi Lahan Budidaya Air Payau c. Pemasar Produk Perikanan Jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) Jumlah Unit Pemasaran Ikan (Pasar Ikan Higienis. Kawasan Minapolitan Tatapaan b.657 1.548 1. 10. 7. sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai prospek besar untuk dikembangkan peranannya dalam mendukung pembangunan nasional.000 15 1 906 387 353 9 40 359 174 72 458 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Apabila permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditangani. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Pengelolaan Lahan Budidaya Laut Potensi Lahan Budidaya : a.960.112. Pengolah Ikan d. 75 .570 56. Nelayan b. 18. Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pengelolaan Lahan Budidaya : a. 4. 15. 19.007 1. Potensi Lahan Budidaya Air Tawar b. 17. Produksi Perikanan Tangkap b.55 4 3. 14.000 1 4 1. 20. 6. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Payau c. Los Pasar Ikan.38 8. 21. Kawasan Sentra Produksi Perikanan Produksi Perikanan : a. 9. Tabel 42. 13.291 1. 5.

2 Luas Mangrove Luas Terumbu Karang Luas Padang Lamun Luas Kawasan Konservasi Perairan Laut (termasuk KKLD) Danau : a. Mokobang b. Burung d. P. kolam. 5. 7. Komoditas Rumput Laut Kerapu Kuwe Sidat Mas Nila Mujair Betutu Jumlah Areal Budidaya (Ha) Potensi Realisasi 1.046. Tatapaan b.000 3 6 4 2 Unit Kasus Ha Ha Ha Ha 4 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Sumber : Data Juli 2010. 3. D. 29. 27. Pulau-Pulau Kecil : a. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.1 0. Jumlah Kasus Pelanggaran Bidang SDKP 25. Tikus 1 26.500 525 525 28 288 280 280 37 3. Sedangkan untuk usaha budidaya perikanan darat telah dikembangkan jenis ikan mas.1 3 939. D.039 Produksi (Ton) 2.1 0. Iloloy c. Jumlah Prasarana Pos Pengawasan SDKP 24. Potensi perikanan budidaya dan potensi usaha perikanan budidaya serta komoditas eksport perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 43. mujair dan betutu melalui usaha mina padi.349. Minahasa Selatan 76 .5 0. nila. 30. P. 6. Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. karamba dan jaring tancap. Luak 6 3 2. Sepatu c.463 450 5 15 5 207 202 150 5 1. Tabel 43. D.705 Sumber : Data Juli 2010.213 26. 28. Moat d. ikan kerapu. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 23. 2. P. P. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.590 1. Tabel 44 dan Tabel 45. ikan kuwe dan sidat. 4. Minahasa Selatan Prospek pengembangan usaha budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan sangat menjanjikan.000 7 78 7 586 680 342 5 3.625 2. D. antara lain usaha budidaya rumput laut.

60 403. Sakura Ria CV. itik dan anjing.092 645.089 Produksi (Ton) 2. 2. Nirwana CV. Nichindo Manado Suisan CV.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 44. 3. seperti jagung. kuda.Jaring Tancap . Minahasa Selatan Tabel 45. Peternakan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi peternakan yang dapat dikembangkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.20 322. Khusus ternak sapi dan kuda dimanfaatkan oleh penduduk sebagai angkutan 77 . Umumnya peternakan yang diusahakan adalah sapi. Tongkol. Prima Tuna Sejati Sumber : Data Juli 2010. babi. Usaha Budidaya Laut Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar : . Selain memiliki lahan yang luas. ayam buras. 2. Jenis Usaha Ikan Kayu Ikan Beku Ikan Beku Ikan Segar Komoditas Tuna. ayam ras. juga didukung dengan ketersediaan pakan dari hasil pertanian. Lajang Cakalang.Karamba .583 5 637 57 28 779 4. Minahasa Selatan 5. Lajang Kerapu Alat / Armada Tangkap Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine KJA Pemasaran Jepang Jakarta Jakarta Hongkong Pelaku Usaha CV.Kolam . Cakalang. Tongkol Cakalang. babi. 3.25 241. Potensi Usaha Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. ayam buras.705 Sumber : Data Juli 2010. 4. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Komoditas Eksport Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. itik dan anjing tersebar di semua kecamatan.Sawah Jumlah Potensi (Ha) 2. Untuk ternak sapi. Tongkol. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.95 3. karena sebagian besar penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah petani. kambing.

Potensi Peternakan di Kabupaten Minahasa Selatan Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) 130 2.951 2.475 11. Untuk tahun 2009.214 13.100 7.19 31.747 28 819 289 1. Tompaso Baru 2 516 11.47 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 tradisional.869 2.568 35. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.097 14.10 121 835 1.610 25 709 129 886 1. roda sapi dan bendi. 3.312 2.059 16.720 73.503 1.319 850 36. Tatapaan 7 391 8. puyuh) dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Minahasa Selatan.874 3.709 5.721 1.711 618 26. Modoinding 492 11. Produksi daging dan telur (ayam. 8.069 88. 7. Sinonsayang 6 399 8. 2.073 15.575 1.923 39 1.636 3.457 1.360 8.737 Daging (Kg) 402 1.356 23 652 2.336 10.134 10. Amurang 0 838 18.503 2.617 11.634 210 1.128 990 4.650 70.975 2.554 1. Motoling Timur 459 10.205 27.874 2.22 283 8.066 9.06 2.061 1.163 1. populasi ternak dan produksi daging serta produksi telur di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 46a.874 80. Motoling 597 13.621 69.838 78. Tabel 46b dan Tabel 46c berikut ini.617 6. itik. Suluun Tareran 9. 5.656 15.512 1. Maesaan 7 254 5.876 80.091 432 2.856 12.874 80.137 14.65 192 1.636 8. Tareran 1. 6. Amurang Timur 251 5.197 Daging (Kg) 12.31 872 37. Tumpaan 6 9 473 10.864 1. bahkan banyak yang dipasarkan ke daerah lain.359 211.79 23.251 22 634 1.272 12.971 58 1.049 - Itik Populasi (Ekor) 381 430 225 143 378 536 341 159 154 Daging (Kg) 196 221 116 74 195 276 176 82 79 78 . Minahasa Selatan Tabel 46b.393 2.791 948 40. 9.749 75. Tabel 46a.790 8.99 568 24.116 13. Kumelembuai 683 15.840 38 1.707 13.643 23 662 1.13 140 963 1.44 706 30.560 1.30 570 24.340 12.099 Ayam Pedaging Populasi (Ekor) 587 Daging (Kg) 704 - Ayam Petelur Populasi (Ekor) 666 1. 4. Tenga 5 1. Potensi Peternakan Unggas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.467 2.630 976 17.722 7.703 5.601 28 795 190 1.173 14. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.726 10.97 1.631 11.422 1. Amurang Barat 6 294 6. Ranoyapo 478 10. Motoling Barat 367 8.749 10.481 10.84 Jumlah 3 0 1 3 2 - No Kecamatan Sapi Kuda Kambing Babi Anjing Sumber : Data Juli 2010.069 88.008.253 155 1.

134 5.244 29. 3. 9. 11.667 1.265 9. perikanan dan kehutanan.890 Sumber : Data Juli 2010.139 2. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masyarakat dalam mengolah potensi-potensi tersebut. Minahasa Selatan Tabel 46c.237 243. 8.247 1.020 11.103 7.244 23.080 16.012 1.853 2. Minahasa Selatan Dalam upaya memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian.05 4 267 267 267 265 1. 12.819 214 110 320 2.475 11.214 4.226 4.012 25.393 887 2.865 338 306 170 155 153 141 15. Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah 3.890 2.603 63.517 Sumber : Data Juli 2010.436 15.247 18.658 7.161 12.790 8.092 140.052 962 949 875 30. Produksi Telur di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.312 17. 6.308 6. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.921 22.436 9.86 1 Ayam Petelur Itik Telur (Kg) 2.301 214 2.933 197. Tabel 47a.357 667 343 320 7.902 17. 10.436 15.594 378 1. 15.28 4 4. 17. 12.335 9.325 2.219 4. 13.197 3.703 5.897 1.193 8.265 128. 16.984 15. peternakan.591 536 341 159 154 3.749 10.641 19. 7.871 6. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.346 3. 13.116 986 955 1.807 21.362 7.098 1. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.726 10. 2. 5. 14. 2. 11.636 8. 15.284 Telur (Kg) 7.328 4.436 9. 16.875 667 7. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan L 50 6 PNS / CPNS P Jumlah 17 67 6 12 L 19 0 Non PNS P Jumlah 20 39 1 1 Total 106 13 Jumlah penyuluh dan keadaan pada di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan 79 .591 8.838 9. 4.902 17.244 23. Jumlah Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.653 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 320 3.553 7.33 8 Populasi Telur Populasi (Ekor) (Kg) (Ekor) 381 430 225 143 666 5.786 12.542 5. 17.737 14.332 4.10.933 197. 14.631 11.362 7. pendidikan penyuluh Tabel 47a dan Tabel 47b.272 12.871 6.921 22.309 7.603 4.363 2.471 27.591 338 174 318 306 157 170 87 155 80 153 79 141 73 1.

Perikanan dan Kehutanan Kab. dengan mengalirnya sungai-sungai Potensi pertambangan di besar.500 2. Minahasa Selatan 6. Perikanan dan Kehutanan Kab. disamping deposit lainnya. menghasilkan pasir. Tabel 48. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah SMA L 0 P 1 1 L 5 1 6 SPMA P 5 5 L 20 3 2 25 D3 P 8 1 9 D4 / S1 L P 20 9 2 5 5 4 3 1 1 31 19 Total 67 12 11 4 2 96 Sumber : Data Juli 2010. 2.500 ± 750 Penyelidik 8 DPE Sulut PT NMR PT NMR PT NMR PT NMR DPE Sulut PT NMR DPE Sulut 80 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Deposit emas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tersebar luas di beberapa kecamatan Selain itu. 3. Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah 7 3 1 67 4 1 1 29 11 4 2 96 0 0 3 22 1 0 0 22 1 0 3 44 12 4 5 140 Sumber : Data Juli 2010. Jenis Bahan Galian 2 Emas Lokasi Kecamatan 3 Motoling Barat Ranoyapo Motoling Timur Amurang Barat Tompaso Baru Tatapaan Tempat 4 Toyopon Picuan Lama Tokin Karimbow Tewasen Liandok Karowa Sulu Cadangan Jenis Total 5 6 Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Luas (Ha) 7 ± ± ± ± ± ± ± 2. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 5. 4. 4. seperti emas. Minahasa Selatan Tabel 47b.000 2.500 1.000 1. 5. kerikil dan batu yang banyak digunakan dalam pembangunan fisik sebagai bahan baku utama. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.000 1. Potensi Pertambangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Pertambangan dan Energi Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi berbukit-bukit atau berupa pegunungan yang di dalamnya banyak terkandung berbagai deposit tambang dengan nilai ekonomis penting. wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terangkum pada Tabel 48.000 2. Keadaan Pendidikan Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.

Nama Perusahaan PT.5 8 Badan Geologi Pusat SDG Bandung (2006) Indikasi Indikasi 1. sebagaimana tercantum pada Tabel 49. Motoling Timur Kec. Sirtu dan Pasir 3 Sinonsayang Tenga Ranoyapo Maesaan Amurang Barat Amurang Amurang Amurang Timur Tenga Motoling Timur Tumpaan Sinonsayang Tompaso Baru 4 Poigar Sapa. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.959 1. 5. Soputan Poigar Radey S. Lewet S. Nimanga Lelema.136 Dit. 2 Pasir Besi Batu.800 200 DPE Minsel DPE Minsel 50 Indikasi Terukur Indikasi Indikasi Indikasi 3.326. Sidate. Ranoyapo Torout Rumoong Bawah Buyungon S. Karimbow Tangkuney Blongko Batukulo 5 Terukur 6 7 1. Anak Indonesia Mining PT. 7.2. 3. Minahasa Selatan Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.923 1. Motoling Timur Kec. Uwuran 2. 9. Tabel 49. 2. yang ada di sekitar sungai sebagai mata pencaharian. Maesaan Jenis Pertambangan Mineral Logam Mineral Logam Mineral Logam bahan galian golongan C berupa pasir. Popontolen Sulu. banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sedangkan bahan galian golongan B berupa mineral logam dikelolah oleh 4 perusahaan 81 . Poopo. For El Shadai Luas (Ha) 1. Pentu-Lopana Radey Tokin. belum dikelola secara optimal. Lempung Tras Batu Kapur Kaolin Sumber : Data Juli 2010. Selain membutuhkan dana yang besar dan Namun untuk teknologi.714.994 Lokasi Kec. 3 Belerang Batu dan Sirtu Amurang Timur Sinonsayang Tenga Tumpaan Tatapaan Paslaten G. juga harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Moinit Pontak. Perusahaan/Pemegang Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Ranowangko. Sumber Energi Jaya PT.375 M3 250 50 50 50 DPE Minsel PT Adco Morino (1993) DPE Minsel DPE Minsel DPE Sulut (1996) 6. Kilometer 3. Paslaten Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Indikasi PT NMR ± 700 Terukur 185. 8. Geologi Ton (1974) Indikasi 225 Indikasi 250 Indikasi DPE Minsel 750 Indikasi 1 4. Molinou.

Rencana kegiatan akan dikonfirmasikan dengan pihak PLTU Amurang Sedang Beroperasi Potensi Daerah Sedang Beroperasi Potensi Daerah (Hasil F.998 1. listrik) Potensi Daerah 1. 4. Minahasa Selatan Kegiatan pertambangan perlu mendapat perhatian khusus karena meskipun dari segi sosial ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Forel Mega Mineral PT. tetapi dari aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lahan maupun makhluk hidup. Amurang Timur Moinit Desa Tawaang Kec. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Tompaso Baru Mineral Logam Mineral Logam Sumber : Data Juli 2010. Oleh karena itu. 2. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan juga terdapat potensi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. hilangnya lapisan humus. PT. Modoinding Desa Ranoketang Tua Kec. Tabel 50. mesin.2 1. Tenga Kel. Potensi energi kelistrikan dan prediksi PT. 7.16 2x5 300.55 Batubara Sungai Poigar Sungai Kalewaha Genset Sungai Sendowan Batubara Sungai Ranowangko 82 . sambil menunggu tentang status tanah (Hutan Lindung) oleh Menhut Statis. Amurang 2 x 55 2 x 1. Amurang Timur Desa Malenos Baru Kec. Kawangkoan Bawah Kec. 3. hilangnya vegetasi penutup yang menyebabkan erosi dan lahan sukar diolah kembali.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. 5. 6. Buyungon Kec. Amurang Barat Desa Wulurmaatus Kec.76 / 300 Kw 2 x 25 0. Amurang Desa Lopana Kec. Kegiatan pertambangan seringkali menyebabkan ketidakteraturan topografi (lubang-lubang bekas galian).Tahap Konstruksi 40% . upaya-upaya yang ditempuh dalam rangka meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan akan muncul dikaji melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).Statis. Modoinding/Maesaan Kapasitas (MW) 2 x 16 Sumber Energi Sungai Poigar Keterangan . PLTU Mobongo PLTHm Wulurmaatus (Poigar I) PLTHm Ranoketang PLTD Lopana PLTHm Sendowan PLTU Tawaang PLTHm Woran Kel. Selain potensi pertambangan. 8. Ranoyapo Kec. Study Fatek UNSRAT Manado 2007) Tahap Konstruksi (pekerjaan sipil.914 Kec. 5. Potensi Energi Kelistrikan di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Sumber Tenaga PLTA Poigar 2 Lokasi Desa Mokobang/Temboan Kec. PLN kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2015 di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 50 dan Tabel 51. Anak Indonesia Mining 1.

Fasilitas Umum 3. minyak solar dan minyak tanah. Sandra Tompodung dan Leonnie M. 1 unit Dealer untuk Nelayan).300 30 % total 10 % total Sumber : Data Juli 2010. yaitu 3 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum).322 34. Sarana Distribusi BBM SPBU Bitung Lokasi Kel.160 115. Tumpaan Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap Konstruksi Sungai (proses penyelesaian 10 Kw Maruasey penyambungan ke pelanggan/masyarakat) Sumber : Data Juli 2010. Minahasa BBM dan nama-nama pangkalan minyak tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 83 .134 2.025 34.133.608 11.484 115.185.878 2.702 Standar Kebutuhan (VA) 1. PLTHm Tangkuney Desa Tangkuney Kec. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.913 129. Saerang). Minahasa Selatan Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin premium.596. Tabel 52a. Penerangan Umum Jumlah 354.112.925 29. Prediksi PT.300 30 % total 10 % total Kebutuhan Daya Listrik VA 97.203 261. Minahasa Selatan Tabel 51.532 161.837 88.636.388 100.451 Jumlah Penduduk 2005 1. Jumlah Rumah 2. Sarana Distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.9. saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersedia beberapa sarana distribusi BBM. ditunjukkan pada Tabel 52a dan Tabel 52b. PLN Kebutuhan Listrik di Kabupaten Minahasa Selatan Untuk Tahun 2005-2015 No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit/Jiwa) 298. Jumlah Rumah 2. Fasilitas Umum 3. Saerang.809 74. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.709 1.597 11.532. SPDN (Solar Paket 1 unit PSPD (Paket Solar Premium Dealer) dan Sarana distribusi 79 pangkalan minyak tanah yang dimiliki oleh 3 agen minyak tanah (Vincent L.113 29.913.435 MVA 97. Penerangan Umum Jumlah Jumlah Penduduk 2015 1.322. Bitung Ket SPBU Pertama di Kab.

d 10 kl 5 s. Margaretha Assa C.d 10 kl 5 s. No 1. 13.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.L.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Amurang Desa Kapitu Kec. 4.d 10 kl 5 s. 30. 31 32.d 10 kl 5 s. Pesik Tommy L. 28. Saerang : 72.116. 10.d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Vincent L. 29. 19.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 33.d 10 kl 5 s. 11. 35. Tompaso Baru Lihat Tabel 49b Selatan Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 18. 24.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Kawangkoan Bawah Desa Tompaso Baru I Kec.d 10 kl 5 s. Rumondor James Rawung Max Lintang Ferry Fan Ade Ineke Ward Helena Joseph Dwi Septiowati Ferdinand Tindage Nelly Nangoy Yaner Rorong Sherly Olivia Saerang Wency C. 8. Tumpaan Mobongo Kel.d 10 kl 5 s. 15. Mondoringin Rifan A.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 12. 6. 16. 3. 25.d 10 kl 5 s. 23. 14. 5. 4. Minahasa Selatan Dalam Proses ke APMS (Agen Premium Minyak Solar) 79 Pangkalan Yang Dimilki oleh 3 Agen Sumber : Data Juli 2010.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Nama-Nama Pangkalan Minyak Tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 1.d 10 kl 5 s. 2. Minahasa Selata Tabel 52b.d 10 kl Nama Pangkalan Rosmini Mokodompit Leksi Wangean Saidin Tubuon Nico Pangkey Paulina Repi Afi Mengko Stenly Sengkey Inyo Tenges Otniel F.d 10 kl 5 s. 5.d 10 kl 5 s. Amurang Barat Desa Tumpaan Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Lengkong Ricky Runtuwene Nico Tiwow Anna Rampangajow Ruth Ganda Ereyni Mongkareng Yuke Mandagi Donny Audy Poli 84 . 20.d 10 kl 5 s. 22. Kristania Reiner Wilar W.d 10 kl 5 s.A. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.d 10 kl 5 s.03 Desa / Kelurahan Durian Poigar Tanamom Ongkaw I Ongkaw II Boyong Pante Pakuure I Tenga Pakuweru Tawaang Sapa Pondang Ranomea Lopana Lopana Bitung Bitung Lewet Uwuran I Uwuran I Uwuran I Kilometer Tiga Uwuran II Ranoiapo III Ranoiapo VI Ranoiapo VIII Buyungon III Rumoong Bawah Rumoong Bawah Kawangkoan Bawah II Kawangkoan Bawah VII Kapitu Kapitu Pondos Teep Kecamatan Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Tenga Tenga Tenga Tenga Tenga Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Jumlah Jatah / Bulan 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 6. 9.d 10 kl 5 s. 7. 27. 26. 17. SPBU Kapitu SPBU Tumpaan SPDN Perikanan PSPD Tompaso Baru Pangkalan Minyak Tanah Kec.M. 3.d 10 kl 5 s. 21. Joseph Henoch Repi Jefry Kumendong Dra. 34.

12. 13. 15. 19. 23. 1 7. 8. Rembang Moris M. Kumaat A. No 1 1.d 10 kl 5 s. 21. 10.1. Agen NIAP : Sandra Tompodung : 72.d 10 kl 5 s. 2. 16.000 liter 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 5.d 10 kl 5 s. 9.d 10 kl 5 s. 14. 6. 13.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 8. Songkaton Felma Sanger Stany Wales Mike Sanger Hendrik Tigau Arjenmiro Karaki Agen NIAP : Leonnie M.d 10 kl 5 s. Ratu Simon Slat Jendry Keintjem Juliwati Royke F.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 5 s. Mawara Sonny M.d 10 kl 5 s. 2.d 10 kl 5 s.1.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 2.178 Desa / Kelurahan Rumoong Atas Rumoong Atas Wuwuk Tumaluntung Lansot Suluun I Wiau Lapi Paslaten Popareng Lelema Popontolen Matani Matani Matani I Tumpaan I Jaga 4 Tumpaan Jaga 2 Tumpaan Jaga 6 Kecamatan Tareran Tareran Tareran Tareran Tareran Suluun Tareran Suluun Tareran Tatapaan Tatapaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Jumlah Jatah / Bulan 5 s. Saerang : 72. 17. 16. 3.d 10 kl 5 s. 4.d 10 kl 5 s.N.d 10 kl 5 s. 20.d 10 kl 5 s. Vera M. 3.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan Mintje Rorong Ir.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. 15. 17. 14. 10.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 25. 4.d 10 kl 5 s. Elsye Eman 85 .d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Mongkaren Boy Lapian Rudy Wua Ferry Pingoh Laura Mandagi 2 Feibe Kereh Rita Kawung Doortje Takatawi Boyke Lumenta Tommy Manajang Josevita Soepono Johny Sambung Herry Lumowa Naomi Kures Johny Pongoh Noldy Mawey Teddy Kalalo Gerald B.d 10 kl 5 s. Kaunang Ritta Lamonge Ferry Keintjem Ny. 6. 5. 9.N. 3.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 18. Rumengan Nethanael Slat Joppi Lumi Joseph Pomantow Donny Slat Benny H.d 10 kl 5 s. 12. 7.159 Desa / Kelurahan 3 Kumelembuai Atas Kumelembuai Wakan Tokin Motoling I Picuan Baru 3 Motoling I Motoling I Motoling Mawale II Pontak Poopo Jaga IV Poopo Jaga X Tompaso Baru I Tompaso Baru II Pinaesaan Tompaso Baru I Tumani Tambelang Pinasungkulan Pinasungkulan Linelean Jaga II Pinasungkulan Wulurmaatus Palelon Kecamatan 4 Kumelembuai Kumelembuai Amurang Barat Motoling Timur Motoling Motoling 4 Motoling Motoling Motoling Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Modoinding Modoindinng Modoinding Jumlah Jatah / Bulan 5 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan 2 Bonny Pongantung M. 11. 11. No 1. 24.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

18. 19.

Lerry Soriton Bobby Kojo

Tumpaan Baru Tumpaan Jaga 3

Tumpaan Tumpaan

5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Minahasa Selatan

7.

Kebudayaan dan Pariwisata Kebudayaan adalah budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat suatu daerah yang di dalamnya mengandung asas kekeluargaan dan gotong royong. Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Di setiap pertengahan tahun Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan. Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain). berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur. Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket. Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay dan tari kentang. 1. Tari Kabasaran Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan. 2. Tari Maengket 86

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa Maengket terdiri bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya. 3. Tari Dodol Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol. 4. Tari Pisok Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan. Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian. 5. Tari Ela Soma Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai. Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan. Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan. 6. Tari Pete Cingkeh Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih. Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih. 7. Tari Batifar

dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

87

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar. pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai Tarian ini pada cara menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari penyajiannya. 8. Tari Lenso Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan. Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak. 9. Tari Mawolay Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay. Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani. 10. Tari Kentang Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang. Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas. Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. Bendabenda cagar budaya di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 53. 88

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Tabel 53. Benda-benda Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Benda Cagar Budaya Benteng Portugis Gereja Belanda Waruga Batu Menhir Batu Tumotowa Lokasi Kel. Uwuran I Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Lelema Kec. Tumpaan Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Desa Suluun Kec. Suluun Tareran Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat Desa Wiau Lapi Kec. Tareran Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Motoling II Kec. Motoling Desa Motoling I Kec. Motoling Daya Tarik Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 Batu Besar Yang Berbentuk Rumah Batu Menhir Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup
Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Kegiatan Rekreasi
Rekreasi / Wisata Rohani

Keterangan Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal

Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi

6.

Batu Konimpis

7.

Lesung Batu

8.

Batu Kumapey

Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik. Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya. Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur 89

8. 15. Mandi Arung Jeram Panjat Tebing Wisata Rohani. Pemandangan Alam Pemandangan Alam. Amurang Barat & Desa Tawaang Kec. Wawontulap. 18. Amurang Timur Air Mujizat Desa Lalumpe Lalumpe Kec. Tatapaan Daya Tarik 4 Keindahan Terumbu Karang. 6. 7. Rekreasi Diving / Menyelam Rekreasi. Popareng Kec. 13. Modoinding Danau Iloloy Desa Temboan Kec. Pemandangan Alam Pemandangan Alam Menyembuhkan Berbagai Penyakit Hamparan Tanaman Hortikultura Pemandangan Alam Air Terjun Air Terjun dan Pemandangan Alam Wisata Rohani. Tumpaan Batu Dinding Desa Kilo Meter 3 Kec. 14. Pondang Kec. Amurang Timur Air Terjun / Desa Tumpaan II Tekaan Ever Kec. Air Panas di Perairan Laut Arus Sungai Batu Curam dengan Ketinggian ± 70 m Pamandangan Alam & Sentuhan Religius Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Buatan / Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4. Tatapaan Air Terjun Desa Popontolen Popontolen Kec. Pemandangan Alam Kegiatan 5 Diving / Menyelam. 16. Nama Obyek Wisata 2 Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan Daerah Perlindungan Laut Blongko Pantai Moinit Lokasi 3 Pesisir Desa Arakan. 9. Mandi Rekreasi Wisata Rohani. Tumpaan Pantai Tandusang Desa Lopana Kec. Tabel 54. Tenga Keindahan Terumbu Karang. Amurang Timur Pantai Popareng Desa Popareng Kec. Tumpaan Hutan Bakau Desa Tawaang Kec. Maesaan Air Terjun Desa Temboan Pemandangan Alam Rataan Terumbu Pemandangan Alam Air Terjun. 12. Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Hutan Bakau Batu Yang Menyerupai Kapal Danau Danau Air Terjun dan Pemandangan Alam 90 . Selengkapnya. Obyek-obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Tenga Batu Kapal Desa Sapa Kec. 19. 3. 5. 11. Amurang Timur Pantai Alar Kel. 2. 10. Sungai Maruasey Desa Tangkuney Kec. Rekreasi Keterangan 6 Alam / Dikenal Peisir Desa Blongko Kec. Tenga Danau Mokobang Desa Mokobang Kec. Sinonsayang Desa Teep Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi. obyek-obyek wisata di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 54.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan. 17. Amurang Bukit Doa Pinaling Desa Pinaling Kec. Motoling Agro Modoinding & Kecamatan Bukit Doa Kuntung Modoinding Ramoy Air Terjun Lopana Desa Lopana Kec.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Ranoyapo Desa Toyopon Kec. Air Terjun Kumelembuai 27. hampir semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia rumah makan. Jenis Hotel Restoran Rumah Makan Travel Sarana Hiburan Umum Cafe Jumlah 2 4 90 3 1 3 Sumber : Data Juli 2010. Maesaan Desa Pinaesaan Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. 6. Minahasa Selatan 8. baik dalam skala besar maupun kecil. Prasarana Pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Gereja Belanda Kec. Air Terjun Toyopon 1 2 23. Selain memiliki areal 91 . 2. Kumelembuai Kel. 4. Kumelembuai Desa Kumelembuai Kec. Air Terjun Lalumpe 24. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Motoling Barat 3 Desa Lalumpe Kec. Minahasa Selatan Dalam menunjang sektor pariwisata. Prasarana pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 55. 3. Mata Air dari Batu 26. Motoling Desa Tondey Kec. Industri Kabupaten Minahasa Selatan memiliki beragam potensi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku suatu industri. Sungai Ranoyapo 22. 5. Benteng Portugis 28. Motoling Barat Desa Kumelembuai Kec. Tareran Air Panas Arus Sungai Air Terjun Mandi Rekreasi Arung Jeram / Rekreasi Rekreasi / Mandi 5 Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Wisata Rohani Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4 Air Terjun Air Terjun Mata Air dari Batu Air Terjun Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 6 Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam/ Cukup Dikenal Alam / Belum Dikenal Sumber : Data Juli 2010. Tabel 55. Sedangkan hotel dan restoran hanya tersedia di ibukota kabupaten. Uwuran Satu Kec. Air Terjun Tondey 25. Tompaso Baru Desa Ranoyapo Kec. Air Panas Niotakan 21.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Temboan 20.

Perusahaan-Perusahaan Yang Berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 perkebunan dan pertanian yang luas. Sakura Ria PT. Dengan tersedianya beragam tanaman kayu yang potensial. Cargill Indonesia menanamkan investasinya untuk pengolahan kelapa dengan menghasilkan minyak makan nabati dan bungkil. 5. masih banyak lagi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang belum dimanfaatkan sehingga membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Selain itu. juga memiliki wilayah perairan laut yang luas untuk penangkapan ikan. Nichindo Manado Suisan PT. 2. Namun demikian. Cargill Indonesia PT. Putra Karangetang PT. buah kelapa juga banyak Hasil digunakan oleh industri menengah untuk pembuatan tepung kelapa. 3. 8. China 2. Carbontech Indonesia PT. olahan dari buah kelapa berupa sabut dan tempurung kelapa telah dimanfaatkan oleh industri menengah untuk menghasilkan sabut kelapa dan arang tempurung.88 Miliar Eropa 3 Miliar 1 Miliar China. Bunaken Jaya Abadi Alamat 3 Kawangkoan Bawah Lelema Popontolen Matani Tumpaan Pondang Teep Teep Tawaang Jenis Usaha 4 Pengolahan Kelapa Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Industri Arang Sabut Kelapa Bahan Baku 5 Kelapa (Kopra) Kelapa Kelapa Sabut Kelapa Ikan Laut Ikan Laut Kelapa Tempurung Kelapa Sabut Kelapa Produk Yang Dihasilkan 6 Minyak Makan Nabati / Bungkil Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Arang Tempurung Sabut Kelapa Jumlah Modal (Rp) 7 50 Miliar 2 Miliar 1 Miliar 5 Miliar Daerah/ Tenaga Kerja Negara Tujuan (Orang) 8 9 Eropa Eropa Eropa 52 34 50 27 66 30 225 53 25 Dalam Negeri 2 Miliar Jawa. telah membuka peluang PT. 7. Tropica Coco Prima PT. 4. Anugrah Coco Mandiri CV. Tri Mustika Coco Minaesa PT. banyak digunakan oleh industri kecil dan menengah dalam pembuatan perabot rumah tangga dan meubel. Tabel 56. Nama Perusahaan 2 PT. ada 12 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana tercantum pada Tabel 56. Dengan tersedianya buah kelapa dalam jumlah besar yang diolah menjadi kopra. Saat ini. Potensi perikanan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah juga memberikan peluang berdirinya industri-industri perikanan. Korea Surabaya 92 . 6. Australia 3 Miliar Jepang.

520 32.000.000 7. UD. 20.000 180. 5. 12.000 14. 23. Sungai dan mata air. mencuci dan sumber air 93 .000 17.000 18.320 99.000 624 6. 17.176.000 36. Tabel 57.400. 4.490.800.000 17.000.000.000.000.000 14.000.200 255. Murni Jaya 11.000 5. 13.800 40. terdapat juga sejumlah industri kecil yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 57.000 1.200.500. Nirwana 12.000 1.000.000 24.000 53.695 70. UKM.000.000 180 Sumber : Data Juli 2010.000 4. 11.000.600.304 1.712.400. 22.000 671.220.200.000 219.209.10. Jati Jaya Teep Lopana Lopana Industri Minyak Es Meubel Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minyak 3 Milliar 36 Mentah Air Es Balok 500 Juta Lokal 21 Kayu Jati Meubel 55 Juta Lokal 20 Kelapa Sumber : Data Juli 2010.848 119.000 31. Minahasa Selatan 9.880 54.000 811.000 4.568 8. Perindustrian & Perdagangan Kab.000. Dinas Koperasi. CV.000 384. 21.088 1. 18.000 17. Dinas Koperasi.995.600.000 1. 15494 22210 18101 50200 50403 15410 21090 15492 36101 24294 28932 26322 26319 29142 15422 17232 15440 15510 28931 17299 25206 15141 28932 Bidang Usaha Industri Tahu Industri Percetakan Industri Menjahit Industri Reparasi Mobil Industri Reparasi Spd Motor Industri R.200.000 636. UD. 10.000 2.944.200.617. 9.844 6.492. Sungai dan Mata Air Wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan banyak dialiri oleh sungai-sungai besar dan kecil serta banyak dijumpai mata air yang potensial.000 299.T Pembuatan Kue Foto Copy Industri Es Industri Mebel Industri Minyak Pandai Besi Industri Batu Bata/Batako Industri Keramik Industri Pembuatan Oven Industri Gula Aren Industri Sapu/Tali Industri Mie Industri Minuman Cap Tikus Industri Alat Pertanian Industri Bordir Reparasi Elektronik VCO Industri Anyaman Bambu/Rotan Jumlah Tenga Usaha Kerja (Unit) 10 12 98 41 41 180 12 25 117 1 21 52 3 1 15 12 15 52 16 17 2 6 1 (Orang) 40 27 237 115 101 473 38 35 366 21 58 182 9 3 17 18 49 52 32 17 4 38 2 Nilai Investasi (Rp) Kapasitas Produksi Jumlah Satuan Biji Rim Psg Unit Unit Biji/Dos Rim Buah Unit Botol Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kg Liter Buah Psg Unit Liter Unit Nilai Produksi (Rp) 234. 19.000 1.381.000 25.000 1.600.000 240 895.450.600.495.800 1.000 2. 6.000 192 17. UKM.000 31.800.900 149.000 265.000 80.000 5. Perindustrian & Perdagangan Kab.900. 15.200 67.000 246.400. Industri-Industri Kecil di Kabupaten Minahasa Selatan No KBLI 1.360 10.000 4. 7. Minahasa Selatan Selain sejumlah industri menengah (perusahaan) yang berinvestasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada.855 120.000. 3.050.000 2.000 34.000. 16.000 15.120. 2.450.765.376 688. selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi.000 74.000.343.000 240. Pasar. Pasar.000. 14. 8.000.300.488 100.000.000 49.000 51.200.000 256.

100 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bersih. Nama Sungai Ranoiapo Nimanga Sukuyon Poigar Pentu Ranotuana Sendowan Ranowangko Molinow Sidate Sosogian Tongop Ranomea Mayaan Moyondok Kaluntai Pinsan Ritey Liwasen Tewalen Worotican Pinontalan Pinangatoan Ongkaw Tumicakal Moyomboong Moonot Mokalu Lelema Walambang Tawaang Pangian Polimaan Sinduan Konaron Siritoy Wuwungayo Lokasi Tompaso. 36. 18. 23.600 0.5 8 8 8 7 7 6.125 0. 28. Ranoiapo S.058 0. 31. 6. Ranoiapo Laut S.100 0. 29.455 0.910 0. 24. 11. Sungai-Sungai di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. sungai Poigar akan dimanfaatkan Oleh PLTA Poigar untuk tenaga listrik dengan kapasitas 46 MW.165 0. 4. 12. Ranoiapo 94 .500 0. 20. 3.900 0.372 0.697 0. 8. 10. 5. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. 9.286 0. 14. Tabel 58. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S.182 0.5 6 6 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 4 Pemanfaatan Untuk Irigasi (m3/detik) 2.269 0.300 0.248 Muara Laut Laut S. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 58. 27. Poigar Bolmong Amurang Timur Tumpaan Amurang Timur Amurang Tenga Tenga Tumpaan Tenga Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Sinonsayang Sinonsayang Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Amurang Barat Tompaso Baru Tompaso Baru Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Amurang Barat Tumpaan Tumpaan Tenga Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Ranoyapo Panjang (Km) 64 35 28 27 21 20 18 16 14 13 12 12 11 11 11 10 9 8. 15. 22. Amurang Tumpaan Tompaso Baru Sinonsayang. 25. 19. 17. Saat ini.062 0.900 0.800 0. Ranoyapo. Ranoiapo Laut S. Ranoiapo S. Ranoiapo S.070 0. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut S. Ranoiapo S.300 0. 34. Ranoiapo S. 26. 37. Di samping itu.162 0.789 0. Ranoiapo S.400 0. 35. Ranoiapo S. Ranoiapo S. 7.122 0. juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya perikanan darat serta mengaliri area persawahan.100 0. sungai menjadi salah satu sumber galian C serta dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata. 13. 30.064 0. 16. 33. 2. 21. 32.400 0.

Ranoiapo S. 95 Perkebunan Kelapa . Namun di beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan Kabupaten kecamatan belum diaspal. 39. Dinas Pekerjaan Umum Kab.45 40.098 0. baik ruas jalan Nasional.175 0. Semua ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah disentuh dengan aspal. Lempangi Motondong Tangali Ponibian Tumaluntung Moinit Sinonsayang Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tenga 4 3. Dinas Perhubungan.69 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan diduduki oleh 75 buah jembatan. Minahasa Selatan Ruas jalan Nasional. Ranoiapo Laut Sumber : Data Juli 2010. 40. Propinsi dan Kabupaten terdiri dari beberapa ruas dengan panjang dan kecamatan-kecamatan yang dilalui sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 60a. Propinsi maupun Kabupaten dengan panjang masing-masing ruas jalan sebagaimana tercantum pada Tabel 59 berikut ini. Nama Ruas Jalan Ruas Jalan Nasional Ruas Jalan Propinsi Ruas Jalan Kabupaten Total Panjang Ruas (Km) 166. Tabel 60b dan Tabel 60c.060 Laut S.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 38. 3. 2. 41. Ruas-Ruas Jalan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan BAB VIII SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PEREKONOMIAN 1. Jalan dan Transportasi Jalan merupakan sarana yang strategis dan penting dalam menunjang perekonomian suatu daerah.30 467. 42. Ranoiapo S.94 674.130 0. padahal merupakan sentra ekonomi. Wilayah darat Kabupaten Minahasa Selatan dilewati oleh ruas-ruas jalan. Ranoiapo S.062 0. Komunikasi & Informatika Kab. 43.5 3 3 3 3 0. Tabel 59. baik ukuran kecil maupun besar dengan panjang keseluruhan 670 m.

Minahasa Selatan Tabel 60b. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 4.50 3.25 166. Amurang Timur. Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1. Modoinding Kawangkoan. Tumpaan Suluun Tareran.00 7.20 10. Sinonsayang Manado. Motoling.00 8. 5. Maesaan. Minahasa Selatan Tabel 60c.50 3.70 15. 13. 6. 009. Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 7. 009. 9. Tombariri. Motoling Timur.40 Nama Ruas Popontolen-Sondaken Spt.50 6. 2. Munte-Tincep Amurang-Ranoketang Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Tumpaan. 077 3. Tatapaan Tumpaan Amurang Panjang Ruas (Km) 28.30 Sumber : Data Juli 2010. Wawona-Wawona Kecamatan Yang Dilalui 4 Tareran Tareran Tareran Tareran.50 3. Tompaso Baru.50 3.45 Sumber : Data Juli 2010.00 3. Amurang. Tumpaan Amurang Timur Amurang Timur Tatapaan Panjang Lebar Akses Ruas Rata-Rata Ke Jalan N/P/K (Km) (m) 5 6 7 11. 11. 7.00 3.80 41. Tumpaan Panjang Ruas (Km) 37.70 38. Tumpaan Tumpaan. 12. 5. Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Tumpaan. 4.00 6.30 6.00 40. Amurang Barat Amurang Barat. 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 60a. Tareran Suluun Tareran. Ruas Jalan Propinsi di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.50 3. Amurang Timur Suluun Tareran.50 3.50 5.50 3.90 2.50 3. Nomor Ruas 2 Nama Ruas Jalan 3 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt. Ranoyapo Ranoyapo.00 6. Tareran Suluun Tareran. Tareran. Dinas Pekerjaan Umum Kab.1 036 Nama Ruas Jalan Worotican-Poopo Poopo-Sinisir Kawangkoan-Worotican Worotican-Poigar Manado-Tumpaan Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Amurang Barat.50 4. 8.00 5. 10.1 2. 076 2. Suluun Tareran Suluun Teraran.50 N K N N N N/K N/K N N K K 96 .2 010 023.50 3. 3. Tenga.00 33.10 8. 3.00 5.50 3.20 3.

Sinonsayang Motoling Motoling Barat Motoling Barat Motoling Barat Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo. 46.99 3.20 2.50 3.00 N Tenga. Maesaan Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Tareran Suluun Tareran Tumpaan Tatapaan Amurang Timur Amurang Amurang Barat Tenga Sinonsayang Kumelembuai Motoling Timur Motoling Motoling Barat Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling.00 20.00 9.50 3.50 3.00 4.00 3.50 3.50 5.00 2. Minahasa Selatan 97 . 38.50 15.50 3. 45. 18.50 3.00 1. 32.00 6. 62.00 3. 16. Pinaling-Bkt. 17.00 5. 33.50 3.00 3.00 9.50 7 N N N N K N K N N N N N K K N/K K N N/K N N/P N N N N N K N N N K K P N N N N N N N N K N N N N K Sumber : Data Juli 2010. 44. 31.50 3.10 4.00 5. 49.50 3.00 10. 30.50 3. Tenga Kumelembuai.50 N/K Tenga 2. Kumelembuai 9. 19.00 5.50 3.00 5. Tokin-Tokin Pert. 58.10 4.00 7.50 3. Spt.00 6.00 7.00 467.50 3.00 14.00 2. Maesaan Tompaso Baru.50 3.50 3.50 3. Maesaan Tompaso Baru.50 3. 48.50 3.70 24.50 3. 35. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt. 39. 24. 66. 50. 56.50 3. 20.50 3. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.14. 22.50 4.50 3. 60.00 8.50 3. Ranoyapo Motoling.50 12.00 5.50 3.00 4.00 22.50 3.50 3.50 3.50 3.00 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 15.50 8. 64. 52.50 K Tenga. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.50 3.50 3. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 4 Tenga Tenga Sinonsayang. 23. 25. 29. 59.50 5.50 3.50 N Amurang Barat 13.00 3. Bojonegoro-Kinamang SP.50 N 1 21. Motoling Barat Tompaso Baru Tompaso Baru. 37.50 3. 36. 40.50 3.50 3. 27. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 10.00 7. 65.50 3.50 3.00 10.50 N Amurang Barat 4. 47. 34.50 3.40 7. 43.85 5. Kumelembuai-Pakuure SP. 53. Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur. Amurang Barat 10. 2 3 Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.20 1.30 5.00 6.80 5.50 15.00 8.50 3. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Amurang Timur 4.94 6 3.50 3. 61.00 4.50 3.50 3.00 K Tenga 4.00 2. Motoling Kumelembuai. 63. 41.00 3.10 5. 55.50 3.50 3. 54. 51. 57. Motoling Timur 5 5. 42. Tenga Kumelembuai. 28.30 1. 26.50 3.

50 3. 16. 20. Wawona-Wawona Spt.00 6. 42.30 5.20 3.70 24. 37.90 2. Bojonegoro-Kinamang Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 3. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. 29.00 9.40 5. 7.00 1.00 9. 75.50 6.50 3.80 5.50 5. 24.00 2. 13.00 8. 8. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 33. 2.50 3.50 3.50 4.00 7.00 2.50 3.20 3.50 1.60 5.00 7.00 5.00 8.50 3. 12. 18.00 2.00 4. dari total panjang ruas 467.85 2.00 5. 23.00 7.10 8.50 3.50 3. 40.50 3.00 14.50 1. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Khusus ruas jalan Kabupaten. 17.99 13.89% dalam keadaan baik serta 31. 3.50 3.50 7.50 4.00 4. 27. Kondisi permukaan ruas jalan dan kondisi ruas jalan Kabupaten ditunjukkan pada Tabel 61a dan Tabel 61b. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.99 3.00 9.80 5.50 3. 9. 36. 22.50 10.10% dalam keadaan rusak berat.50 2.10 8.00 5.50 2.50 3. 6.00 2.00 - 98 .00 5. 19.00 6.00 3.20 No 1 1.00 1. 44.00 3.00 1.00 4.50 4.50 4.50 4.50 Panjang Tiap Jenis Permukaan (Km) Aspal / Tanah / Telford / Penetrasi Belum Kerikil Macadam Tembus 5 6 7 11.85 5. 43.50 3. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.75 8.00 4.00 2.20 5.00 10.50 3.50 5.50 3.50 3.40 3.70 24.50 3. Kondisi Permukaan Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan Panjang Ruas (Km) 3 11.50 3.50 3. Kumelembuai-Pakuure SP.50 3.00 4. 5.50 15.00 5.94 km.50 3.50 3.00 6.00 5. 30. 14. 4.50 10.00 9.20 3.75 7.50 3.50 5.40 7.00 3.20 10. Tokin-Tokin Pert.50 15.50 15.00 7.50 3.00 2. Pinaling-Bkt.00 10.00 2.50 3.00 4.50 3.50 3.20 10.90 1. 34. 25.00 10.00 5.50 5. 10. 28.30 1.50 5.00 3. 15. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.50 3. 26. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.80 1.00 4.80 8.50 3.80% permukaan ruas jalan telah diaspal dan 31.50 3.00 10.50 3.00 3.50 2. 38.50 1.00 3. 41. 35. 21.00 5.50 3. 31.50 3.50 3.50 8. 32. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.50 3.00 6. 39.00 5.50 3.50 10.00 0. Tabel 61a.50 3.20 2.

50 3.99 2.50 3.00 2.20 1.00 5.10 4.50 3. 47.00 4. 22.00 7.50 4.50 3.00 2.00 7.50 5 5.50 3.00 Lebar Rata-Rata (m) 4 3.85 5.50 63.00 5.50 3.00 2. 65.00 8. 18. 57. 8.50 3.50 3.00 6. 56. 11.00 5. 50.00 1. 12. SP.99 13.00 6.00 8.00 8.50 7.00 6.50 3. 14. 58.00 4.00 5.00 9.00 3.50 2.00 7.50 3.50 3. 15. Pinaling-Bkt.00 0.00 6. 64.15 7 2.50 3.10 3. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil 1.00 22.10 3. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 59.00 7. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 3.50 3.00 8.60 5.00 11.69 6 2. Minahasa Selatan Tabel 61b. 61. 13. 16.00 6.00 6. 46. 5.10 Sumber : Data Juli 2010.00 50.50 3.00 9.00 7.00 7.60 5.00 7.00 3.90 2. Kumelembuai-Pakuure Panjang Ruas (Km) 3 11.50 Panjang Tiap Kondisi Ruas (Km) Rusak Rusak Baik Sedang Ringan Berat 5 6 7 8 4.00 3.50 1.00 9.50 12. 52.50 4.50 3.00 7.50 4. 2.00 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 55.50 3.00 2.00 1. 4.00 7.00 5. 23.50 3. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.50 1. 3. 2 Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 5.50 5.00 2.50 4.00 4.50 3.40 3.00 5.50 5.00 1. 60.50 3. 24.00 3. 48.50 3.20 4.50 8.50 - 99 .00 17.50 2. 53. 20.20 10.00 2.50 5. 62.50 3.00 6.00 20.00 3.50 15.00 3. 21.00 10.50 4. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. 63. 9.00 8.50 3.50 6. 66.00 1.00 5. 10.10 4.50 12.50 3.45.00 2.00 5.00 1.94 4 3.20 3.50 10.85 2.50 3.00 467. Wawona-Wawona Spt.00 4.00 4.50 3.50 3.00 3.90 5.00 5.00 9.50 3. 17.00 3. 7.10 8.00 14.00 3. 54.50 3.50 3.50 3.00 7.00 22.00 3.50 4. 51.50 3.00 2.50 3.00 5.00 4.50 1.50 4.00 3.00 1.10 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Kondisi Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.50 354.10 - 1 49. 19. 6.

00 8.70 3. 36.00 11.00 7.00 0.00 9. 42.10 3. 50.50 3. Angkutan Perbatasan berjumlah 49 unit dan Angkutan Pedesaan berjumlah 163 unit.00 1. 2 Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.40 3.50 3.50 8.00 14.00 8.00 3. 49.00 6.10 4.50 3.50 15.50 149.50 0.50 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.00 4.50 3.00 2.00 2.00 1.50 3. 39.50 2.00 9. 40. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) berjumlah 183 unit.00 467. 57.50 5.50 3.50 3. 55. 51.00 3. Bojonegoro-Kinamang SP. 60.50 3.50 3.00 4.00 2.00 4.00 2.50 3.80 5.00 1.00 7.50 3.25. 32.05 8 3.50 5 2. 28.50 5.50 3.00 4.10 7 1.50 3. 26. 43.50 3.00 0.90 6. Untuk kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang beroperasi berjumlah 517 unit yang terdiri dari. 33.50 3. 100 .00 5.50 3.00 5.85 8. Minahasa Selatan Sarana transportasi darat yang digunakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 38.00 1.00 20.50 5.00 2. 46. 30.00 5.00 3. roda empat dan sejenisnya di semua kecamatan.00 3. 41.00 8.50 3. 34.24 6 2. Angkutan Kota berjumlah 122 unit.55 Sumber : Data Juli 2010.00 6.50 4. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 3.00 10.00 9.50 3.00 8.10 4.00 3.30 1.80 5.10 5.50 3.50 4.50 1. 52.75 2.50 5.00 8.30 5.50 3.30 3.00 1.50 3.50 3.00 3.00 5.50 3.00 1. 37.00 3.00 5.00 0.30 2.00 5. 47.50 3.00 7. 63.00 6. 54.30 1. 31.00 6. 61.50 3.00 3.50 2.00 1.00 2.50 12. 66. 53.50 3. 62.00 4.00 3.50 54.00 119. 64.50 5.00 2. Tokin-Tokin Pert. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt. 59.50 1 29.50 3.50 3.50 4.50 4.94 4 3. SP.50 3.00 6.00 2.00 7. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP. 48. 56. 58. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 10.00 4.20 2.20 10.70 24.00 3.50 3. 45.50 3.00 8.10 4.00 22.50 3.00 10.50 3.00 2.00 4. Tokin-Karimbow 10.40 7.20 1. 27. 44.00 13.50 2. umumnya kendaraan roda dua.50 3.50 3.10 4.00 5.50 3.50 1. 35.50 145.70 3. 65.20 2.

Kawangkoan PP Total 0-9 0 Jumlah Seat 10 .Amurang PP Manado . Jumlah Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Tabel 62b. 12. Minahasa Selatan 101 .Tumpaan PP Amurang . 5.Kotamobagu PP Modoinding . 3.Paku Ure PP Manado . Minahasa Selatan Tabel 62b. jumlah jaringan trayek.Tompaso Baru PP Manado . 15. 4.Tokin PP Manado .15 16 . 16. Komunikasi dan Informatika Kab. Komunikasi dan Informatika Kab. 9 10.Motoling PP Manado .Perum Pondang PP Amurang . 7. 5. jenis kendaraan dan jumlah kendaraan angkutan penumpang umum di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 62a.Ranoyapo PP Manado . 2. 7. Tabel 62c dan Tabel 62d.Tumpaan PP Amurang .Teep PP Tumpaan . 8. 4.Kumelembuai PP Manado . Jumlah Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Trayek Amurang .Kawangkoan PP Amurang . Tabel 62a. 2. 11.Lelema PP Tumpaan .Inobonto PP Amurang . Dinas Perhubungan.Kotamobagu PP Tumpaan . - Trayek Manado .Kotamobagu PP Tompaso Baru . 6. 13. 14.Tareran PP Manado .KM 3 PP Amurang .Kapoya PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 1 4 5 93 25 5 2 3 138 Sumber : Data Juli 2010. 6. 8.Paslaten PP Tumpaan . 3.Pinaling PP Amurang .24 Diatas 25 7 44 4 1 11 1 6 2 4 2 12 1 2 8 2 3 8 35 8 5 3 14 98 74 11 Jumlah Kendaraan 55 1 11 1 12 2 12 1 12 11 35 8 5 3 14 183 Sumber : Data Juli 2010. Dinas Perhubungan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara rinci.Poigar PP Manado .

20.Poigar (Bolmong) PP Amurang .Kumelembuai PP Amurang . Dinas Perhubungan. 9.Tompaso Baru PP Amurang .Kawangkoan PP Tareran . 2. 16.Maliku PP Amurang .Ongkaw PP Amurang .Sinonsayang PP Amurang .Paku Ure PP Amurang .Tawaang PP Amurang .Tareran PP Tumpaan . Trayek Amurang .Tondey PP Amurang .Ranoyapo PP Amurang . 6. 24.Suluun PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet/Bus Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 3 6 10 5 2 3 10 10 9 16 3 8 2 5 7 28 19 5 4 2 1 2 1 2 163 Sumber : Data Juli 2010. 14. Komunikasi dan Informatika 102 . 7. 2.Kawangkoan PP Tompaso Baru . 11.Kalait PP Amurang . 15. 5. 17. 13. 8.Modoinding PP Amurang .Kota Menara PP Amurang .Kotamobagu PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 21 5 2 3 1 4 36 Sumber : Data Juli 2010. 5. 4.Tokin PP Amurang .Karimbow PP Amurang . 22.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 62c. 21.Pondos PP Amurang .Tenga PP Amurang .Tombatu PP Suluun .Sapa PP Amurang . 3. 18. Dinas Perhubungan. 23. 19. 6. Minahasa Selatan Tabel 62d.Ranoketang PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Komunikasi dan Informatika Kab. 10.Makasili PP Amurang . 12. Trayek Amurang .Elusan PP Amurang .Motoling PP Amurang .Kroit PP Tumpaan . Jumlah Trayek Angkutan Perbatasan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4. 3.Kotamobagu PP Modoinding .

Bunga Indah CV. Kec. Tumpaan Tumpaan I. Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Suluun Tareran Kumelembuai. Kumelembuai Kumelembuai.980 unit sepeda motor plat hitam tersebar di 170 desa/kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. kuning dan hitam seperti ditunjukkan pada Tabel 64. Cita Waya CV. Perusahaan/Koperasi Angkutan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Kumelembuai Tompaso Baru I. 4. Tabel 63. Minahasa Selatan Saat ini. menjadi transportasi dalam kota dan Bahkan sepeda motor telah angkutan perbatasan. Amurang Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Dalam upaya memberikan kemudahan. Tumpaan Indah CV. Kec. Di beberapa alternatif Berdasakan data yang ada tercatat 3. Kec. kecamatan tersedia transportasi tradisional jarak dekat. 2. Kec. 5. 6. Saat ini. saling membantu dan tempat menyampaikan aspirasi para pemilik/sopir kendaraan angkutan penumpang umum. Kec. Amurang Tumpaan. 103 . Komunikasi dan Informatika Kab. di semua desa di Kabupaten Minahasa Selatan telah memiliki transportasi jarak dekat berupa sepeda motor. dibentuklah perusahaan/koperasi angkutan umum sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 63. Sehati CV. 3. Dinas Perhubungan. Bunga Kasih CV. Kec. Motoling Indah CV. Tompaso Baru Uwuran I. Koperasi Mapalus Alamat Lewet. Kec. alat transportasi darat berupa kendaraan bermotor dari berbagai jenis di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 6. Teluk Amurang CV. baik plat merah. seperti bendi dan di semua kecamatan terdapat transportasi tradisional berupa roda sapi yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan. 8. Tumpaan Suluun I. Perusahaan / Koperasi CV. 7.140 unit.

6. 5. 10.140 Sumber : Data Juli 2010. 20. 12. 17. Komunikasi dan Informatika Kab. Tabel 65. Jenis Kendaraan Sedan Station Wagon Jeep Ambulance Light Bus Microlet Mini Bus Oplet Micro Bus Bus Pick Up Pick Up D. 4. 19.980 26 5. 8. 15. 16. 2. 18. 2. 13. Dinas Perhubungan. 7. 3. Minahasa Selatan Sedangkan prasarana transportasi darat di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 65. 14. 21.C Light Truck Truck Bestle Wagon Dump Truck Truck Tanki Loadging Truck Truck Tronton Sepeda Motor Scooter Total Merah 8 21 12 6 197 244 Plat Kuning 612 19 40 5 3 679 Hitam 16 239 33 6 52 11 45 3 3 2 487 1 176 106 27 4 3. Komunikasi dan Informatika Kab.217 Jumlah 16 247 33 27 52 623 76 3 43 7 496 1 176 106 27 4 4. Jumlah Kendaraan Bermotor di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4.177 26 6. 9. Sarana dan Prasarana Terminal Taman Parkir Pelataran Parkir Warning Light Traffic Light Jembatan Timbang Jumlah 1 Tempat 1 Tempat 8 Tempat 4 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. Prasarana Transportasi Darat di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan 104 . Dinas Perhubungan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 64. 6. 11. 5. 3.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Saat ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi darat serta mengantisipasi timbulnya peningkatan aktivitas masyarakat di segala bidang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara mengadakan penyusunan rencana teknis jalan Amurang By Pass serta merencanakan pembangunan Terminal Tumpaan dan Terminal Kapitu. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga sementara merencanakan pembuatan jalan Boulevard di pesisir pantai kawasan Teluk Amurang yang merupakan kawasan ibukota kabupaten. Untuk transportasi laut, saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara melaksanakan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) dan Pelabuhan Laut Amurang. Pelabuhan Penyeberangan direncanakan akan melintasi Amurang-Tolitoli-Tarakan untuk mengangkut hasil-hasil kekayaan alam Kabupaten Minahasa Selatan ke daerah-daerah lainnya yang berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Kabupaten Minahasa Selatan. Begitu juga sebaliknya, akan mengangkut hasil-hasil kekayaan alam dari daerah lain ke Dengan sementara dibangunnya Pelabuhan Selain Penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan pengadaan Kapal Ferry Roro kepada Departemen Perhububungan RI. itu, dengan dimulainya pembangunan PLTU Tawaang (PLTU 2 Sulawesi Utara) yang berkapasitas 2 x 25 MW, akan dibangun juga pembangunan Pelabuhan Khusus untuk tempat bongkar batubara sebagai sumber energi listrik. Dengan dibangunnya berbagai pelabuhan (Pelabuhan Penyeberangan/Ferry, Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Khusus), diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhubungan, dapat memacu dan menggerakkan sektor perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup penduduk Kabupaten Minahasa Selatan. yang sementara beroperasi. Selain sementara dibangun beberapa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat dua pelabuhan Selengkapnya data pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 66.

Tabel 66. Data Pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan 105

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan Laut Amurang Pelabuhan PT. Cargill Pelabuhan Perikanan Pelabuhan PLTU Moinit

Lokasi Mobongo Mobongo Mobongo Mobongo Moinit

Jenis Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Umum Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus

Keterangan Tahap Pembangunan (Tahap III) Tahap Pembangunan Sudah Beroperasi Sudah Beroperasi Tahap Pembangunan

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Sedangkan alat transportasi laut yang digunakan di tujuh kecamatan pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 67. Tabel 67. Alat Transportasi Laut di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Kecamatan Tumpaan Tatapaan Amurang Tenga Sinonsayang Amurang Timur Amurang Barat Jumlah Pajeko 12 12 2 1 11 38 Jenis Kapal Pelang Pelang (Mesin) (Non Mesin) 7 26 36 12 7 19 20 68 15 23 9 39 82 199 Katinting 95 10 9 54 97 7 68 310

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

2.

Komunikasi dan Informasi Semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersentuh dengan jaringan telepon dan telah terjangkau dengan jaringan seluler (Handphone). Walaupun ada beberapa desa atau daerah tertentu yang belum dapat dimasuki dengan jaringan telepon dan belum dapat terjangkau dengan signal jaringan selular. Tabel 68. Saat ini, di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 7 perusahaan jaringan selular yang mendirikan tower selular, sebagaimana diperlihatkan pada

Tabel 68. Jumlah Tower Selular di Kabupaten Minahasa Selatan 106

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Kecamatan
Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Sinonsayang Tenga Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Tareran Suluun Tareran Jumlah

Perusahaan
PT. Telkom Telkomsel 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 4 14 Indosat 2 1 1 1 1 1 1 1 9 Pro XL 2 1 1 4 Flexi 1 1 Fren 2 1 1 1 1 1 7 Tri 3 1 2 1 2 4 2 3 1 2 21

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang. Sedangkan Kantor Pos tersedia di hampir semua kecamatan. Selain itu, hampir semua kecamatan terjangkau dengan jaringan radio, baik milik pemerintah maupun yayasan atau swasta. Untuk jaringan televisi, dengan perkembangan teknologi saat ini dapat menjangkau sampai di pelosok wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan untuk sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, berupa media massa harian, tabloid mingguan dan bulanan. Jumlah sarana telekomunikasi dan sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 69.

Tabel 69. Sarana Telekomunikasi dan Informasi Yang Berakses di Kabupaten Minahasa Selatan 107

yang terbagi atas : a. Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Selatan 3. terdiri dari 48 Daerah Irigasi (DI) dengan luas potensial 6. Untuk prasarana irigasi dan keadaan prasarana irigasi. 3. Tabel 70a.130 ha. 6.189 ha.409 ha.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1. Data Dasar Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No Nama Luas (Ha) Indeks Produksi 108 . luasnya 7. Irigasi Masyarakat. yang terdiri dari : 1. Irigasi Pemerintah. b. Jenis Kantor Telekomunikasi Wartel Kantor Pos Media Massa Harian Tabloid Mingguan Tabloid Bulanan Media Elektronik TV Media Elektronik Radio Jumlah 1 Unit 30 Unit 8 10 9 5 4 5 Sumber : Data Juli 2010. Di bawah kewenangan propinsi. 8.059 ha. terdiri dari 26 Irigasi Desa (ID) dengan luas potensial 721 ha. 2. Irigasi Di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat lahan irigasi dengan luas potensial 9. 5. 2. luasnya 2. Di bawah kewenangan kabupaten. 4. 7. baik di bawah kewenangan propinsi maupun di bawah kewenangan kabupaten diperlihatkan pada Tabel 70a dan Tabel 70b.

I.0 30 31 Ranoketang Kanean 25 10 4. 26.5 4.I. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 Daerah Irigasi 2 Daerah Irigasi 3 Kewenangan Propinsi T. Ranoyapo 2 .J. 25.I. 14. 13.J.5 4. 3.0 4.5 5. 20.971 Pertanam (Ton/Ha) (IP) (%) 6 7 0 50 50 1.I.5 4.I. Moyondok Daerah Irigasi 4 2.J.5 4.059 2.971 1.5 4. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey 3 4 60 40 316 245 543 30 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 30 50 35 30 5 30 50 40 25 300 158 420 30 79 182 80 70 52 68 180 208 35 49 60 37 37 5 30 25 10 30 150 150 250 200 300 200 200 150 200 200 200 150 200 200 150 150 150 200 200 200 200 200 200 200 6 200 200 7 4.J. 10.0 4. 2 3 8 12 16 Kewenangan Kabupaten Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .0 109 .5 4. 1 30. 15.059 489 256 289 496 529 Areal Tanam 5 1.I.J.J. Baru RD 08 Ranoyapo .5 4. Ranoyapo 1 . Tongop .4 .5 4.J. 28. 23. Molinow Bawah Kiri .J. 21. 5. Polimaan .I. 16.5 5.0 4.5 4. 24. Molinow Atas .I. Pakuweru 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 100 134 105 105 677 150 150 200 200 300 4. Ranoyapo 3. 19.5 4.5 4. 31.0 4.I.5 4. 7.J. 11.5 4. 27.5 4. Molinow Bawah Kanan .0 4.5 4. 29. 18. 12.I. 22. 8. 4.5 4.0 4. 2 18 22 13 11 15 20 1 17 5 10 9 7 4 6 24 21 19 23 14 25 26 27 28 29 Waadan Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.5 4.5 4.5 4.5 4.J. 9. 1. 17.0 6.

0 4. 35.231 2.821 - 5 1 1 1 1 1 - 1.500 320 4.500 9. 45.255 1.0 4.705 16. 4.409 10 35 3 5 30 25 20 12 30 30 34 18 15 12 10 25 25 3.J. Polimaan .0 4.0 4. 33. 40.I.924 19.0 4. Molinow Atas .0 4.J.300 1. 5.I.940 0 2.4 . Ranoyapo 3.0 205 Sumber : Data Juli 2010.0 4.754 59. Bangunan (Unit) Bagi Ben Lain / Sadung nya dap 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 1.680 1. 3. 39.0 4.356 986 1. Molinow Bawah Kiri .500 275 1.0 4.546 598 2.705 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 9. Data Dasar Keadaan Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Kewenangan Propinsi Luas (Ha) Baik 3 4 Kondisi ( M’ ) Se dang Rusak Ri Be ngan rat Saluran ( M’ ) Primer Sekun der Tersier Jml.J.400 4.I.J. Pakuweru 6. 36. Ranoyapo 1 . 2. 34.0 4.445 1.0 4.I.0 4. Ranoyapo 2 .278 325 2. 44.I.0 4.059 489 256 289 496 529 4.J.500 7.278 192 1.750 1.552 - 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 3 7 3 2 13 2 3 3 2 3 2 12 27 24 8 25 4 1 5 7 8 - 110 . 42.500 13. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 40 57 25 23 40 60 24 25 32 30 60 60 20 35 25 55 50 6.J.I. 43.I.795 12.I.J. 48.325 897 7. Moyondok Kewenangan Kabupaten 2.212 5. Minahasa Selatan Tabel 70b. 41.I.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 32.750 280 4.I.J.0 4.025 1.255 452 458 28 111 5 20 5 20 7 25 5 16 30 5 1 1 1 1 1 88 12 14 15 28 19 4.250 0 1 2.052 12. Baru RD 08 Ranoyapo .392 14. Molinow Bawah Kanan . Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .0 4.J. T. 47. Waadan 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 60 50 60 85 95 557 102 97 99 98 161 30 8 50 9 74 13 20 14 10 84 120 15 18 15 25 19 18 25 35 10 24 5 10 19 191 52 145 184 55 64 65 20 0 3.728 1.057 1. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 38. Tongop .J.0 4. 46. 37.

547 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 3 59 26 12 6 40 9 10 6 10 9 8 27 30 8 5 5 6 9 5 30 5 7 2 12 3 2 2 10 2 8 3 5 2 9 2 15 2 20 5 15 0 10 1 10 5 5 4 15 3 2 2 7 1 6 3 5 5 8 3 10 2 3 2 5 2 10 4 7 4 6 532 945 71 2.000 1 41 1 1. 47.100 4 600 1. 22.460 17.250 200 500 100 800 66 1. 10. 37.350 50 0 3.090 10 11.300 600 15 2.928 78 1. 9. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey Ranoketang Kanean Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 3 40 316 245 543 30 4 20 290 120 340 25 5 3 44 18 51 4 6 5 10 38 80 5 7 15 16 87 123 - 8 1 550 2.600 350 (0) 600 950 16 300 500 4 1.500 800 1.971 7.705 301.409 3. 15. 41. 45. 18.175 3. 21. 35. 12. 32.643 4 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 71 1 3 2 2 3 7 6 4 3 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 160 6 1 8 3 5 18 27 16 3 2 3 4 6 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 5 2 4 4 5 403 Sumber : Data Juli 2010. 27. 33.410 1.300 1.740 4. 17. 43. 39.181 1 110 0 2.880 11 1 2 1 1 1 12 1 4 4 4 4 1 3 3 14 28 30 30 20 170 40 60 42 60 180 200 30 40 30 30 15 5 23 30 15 50 10 35 20 30 15 30 10 50 10 40 35 57 3 25 5 23 30 40 25 60 19 24 12 25 5 32 20 30 34 60 18 60 15 20 12 35 10 25 25 55 25 50 6.870 3.300 200 500 43 150 600 75 1. 46. 31.521 5. 44.858 10. 26.100 30 1 2. 38.200 800 12 1. 25.270 1. 11. 8. 42.400 20 1. Minahasa Selatan 111 . 14. 13. 36.187 5. 16.175 2. 23.090 5.400 1.075 2.175 9 1.200 800 29 1.400 600 2 700 450 13 1.400 750 19 2. 19.880 48. 30. 34. 40.200 650 1 1. Dinas Pekerjaan Umum Kab.512 97. 29.600 650 7 1. 2 Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T. 20.500 2 100 400 23 150 350 16 100 650 2 300 600 4 1.000 1. 48.200 750 16 1.150 20 1 1.800 0 850 1. 28. 24.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 7.650 48.160 470 24 600 650 9 650 650 2 1.

Maesaan Kinalawiran Ranoyapo Tomp. 18. 16. Tompaso Baru 11. Tualan Atas Mangali Mobulat Kinatungkaan Dinobian Kinalawiran Kec. 19. Amurang Timur Teep Tawaang Sapa Pinaling Popontolen Tumpaan II Lelema Sondaken Paslaten Pinapalangkow 200 100 200 200 100 200 150 200 200 200 - Pale Kec. Baru RD 08 Kec. 23. 13. Suluun Tareran 10. 15. 17. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Sedangkan prasarana irigasi desa dan kondisi irigasi desa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 71. 2. 6. 22. 21.Panen) fungsi 4 448 185 65 60 60 35 35 160 47 58 55 30 10 20 38 38 153 15 20 25 30 43 20 100 50 29 21 260 100 30 30 100 5 222 55 5 20 30 30 30 92 47 15 30 25 5 20 20 20 100 10 15 15 10 30 20 63 25 20 18 120 50 10 20 40 6 7 30 30 30 30 62 27 15 20 25 5 20 20 20 90 10 15 15 10 20 20 49 20 11 18 90 50 10 20 10 8 25 5 20 - 9 135 55 20 60 5 5 10 1. 9. 14. 8. Tatapaan 30 20 10 10 10 14 5 9 30 30 68 43 25 5 5 18 18 53 5 5 10 20 13 37 25 9 3 140 50 20 10 60 Rap-Rap Marege Maasin Kec. 5. 12. Data Dasar dan Kondisi Prasarana Irigasi Desa di Kabupaten Minahasa Selatan Luas (Ha) No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Amurang RD 07 Kec. 20. 7. Tabel 71. Ranoyapo Agga Luwak Tumicakal Kiri Moyomboong Poopo Pontak 112 . Pinapalangkow T. 3. Tenga Nama Desa 3 Daerah Irigasi Areal Tanam Indeks Pertanam (IP) (%) Kondisi (Ha) Baik Ringan Produksi Rusak (Ton/H/ Berat/ Tdk Ber. Baru I Raraatean Torout Kinalawiran Kinamang Lowian Lowian Lompad Lama Lompad Lama 200 200 200 100 150 200 175 150 200 200 200 200 200 - Sinayap Tombioi Konarom Kec. Tumpaan Pondano Sosogian Matunem Kiri-Kanan Kec. Aser/Liwasen Teluan Sapa Kec.

Dinas Pekerjaan Umum Kab. Minahasa Selatan BAB IX 113 . Kec. 26. Motoling Watu-Watu Rendang Wuwuk Moyomboong Jumlah 3 4 20 20 721 5 20 20 405 6 150 150 7 15 15 792 8 5 5 230 9 10 Lalumpe Raanan Baru Raanan Lama 787 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2 1 24. 25.

2). menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 59 terdiri atas : a. Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf b. yaitu : 1). Lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 INDIKATOR PEMBANGUNAN 1. Dana Alokasi Khusus Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf c. Pendapatan. Pasal 157 telah menetapkan sumber pendapatan daerah terdiri dari : a. dan c. juga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dana Bagi Hasil. dana darurat. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD. Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil. selain dibutuhkan dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU). dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah. Dana Alokasi Umum. setiap tahunnya ditetapkan besaran pendapatan. b. dan c. 114 Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 164 merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan. dan 4). Belanja dan Pembiayaan Daerah Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan desentralisasi penyerahan wewenang pemerintahan melalui otonomi daerah. hasil retribusi daerah. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. 3). b. Dana perimbangan. yang meliputi hibah. hasil pajak daerah. lain-lain PAD yang sah. belanja dan pembiayaan daerah yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

8 2.1.800 18.2.083.019.428.686.600 68.591.1 1.245.000 7.324.000.000.1.800 289.2 1.2.019.943.800 200.1.2.065. Tabel 72.000 250.1.753.1.075.1.1.1 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Untuk kontribusi PAD.1 1.1 3.3 2 2.3.4 1.183.800 0 0 0 0 0 0 3 3.3 1.638.784.245.804.000 44.000.281.625.000. APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 sebagaimana terangkum dalam Tabel 72.7 2.2.000.686.161.4 2.1 2.000 126.000 16. Kontribusi PAD dan Dana Perimbangan Terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan 115 .094. Tabel 73.000 369.1 2.951.075.1.784.512.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara ringkas.1.500 2.000.300 242.800 17.948. Ringkasan APBD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Nomor Urut 1 1.000.591.477.100 45.928.2 2.500 2.746.3 1.2.000.000 3.1 1.000 353.500 13. Dana Perimbangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu tahun 2004-2010 di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 73 di bawah ini.2.596.000 7.1 2.000 7.437.2 1.094.3 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Surplus / (Defisit) Jumlah 369.2 1.2 2.000 1.300 7.5 2.1.3 1.000.600.500.

273.392.000.000 428.13 triliun rupiah bila diukur dengan harga tahun dasar 2000 (ADHK). Perbedaan nilai ini merupakan akibat dari perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang kian melambung.739.456.962.512. Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Kab.85 % 82.155.289 160.63 % 1.34 % 98.171.676.000.625.344 369.681.935.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PAD 2.322.161. Tabel 74.053.638.000 3.500 Dana Perimbangan 148. Data PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi perekonomian suatu wilayah atau daerah dalam suatu kurun waktu tertentu.395.98 triliun rupiah menurut harga berlaku (ADHB) atau sekitar 1.988.06 % Kontribusi Dana Perimbangan 98.800 APBD 150.37% 95.033 185.000 407. PDRB Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun Nilai PDRB (Triliun Rupiah) ADHB ADHK 116 .75 % 86.83 % Sumber : Data Juli 2010.73% 1. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji.917.686. sewa tanah dan keuntungan).019.67 % 2.150.863.044 353.300 Kontribusi PAD 1.38 % 1.700 322.000 5.000 4. Terhitung pada akhir tahun 2008 telah mencapai 1.092.845.000. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 diperlihatkan pada Tabel 74 di bawah ini.335.82 % 96.086.559.193. bunga.310.760.605.000 377. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun ataupun dalam tiga bulan atau semesteran. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara.871 319.000 7.159.76 % 92. Minahasa Selatan 2.000 352.596.605.41 % 1.849 330.207.928.300 7.000 5.37 % 1.063. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.700 327.200.

00 6. perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan pada tahun 2008 masih didominasi oleh sektor pertanian dengan peranan mencapai 29. Minahasa Selatan Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan. Pertumbuhan ekonomi beserta dengan kelompok sektor ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2001-2008 ditunjukkan pada Tabel 75.16 4.32%.69%.92 0.06 1.90 3. sektor 117 transportasi dan komunikasi sebesar 11.78 0.43 4.43%. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2001-2008 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pertumbuhan Ekonomi (%) 3.01 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0.78 0.83 5.55%. Badan Pusat Statistik Kab.77 5. Hal ini mengindikasikan adanya perkembangan perekonomian yang seimbang dan mengarah kepada perekonomian moderen. Jika dilihat dari kelompok sektor primer.69 4.33 4.14% dan 4.37 4.86 4.06 1.94 4.13 Sumber : Data Juli 2010.87 5.2 1.73 6.32 Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi (%) Primer Sekunder Tersier 4.11 3. Apabila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 5.21 2.85 4.69 7.08 4.71 3.34 1. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan sebesar 17. Minahasa Selatan Dilihat dari strukturnya. Badan Pusat Statistik Kab.96 5.80%.55 5.88 0. sektor sekunder dan sektor tersier.98 0.81 Sumber : Data Juli 2010.81%.74 1.33 4. 7.87 0.51 3.97 1.52 1.84 0. Tabel 75. di tahun 2008 telah mencapai 6. sektor industri pengolahan .07 1.96 1.42 5.56 5.24 6.81 0.62 4. tahun 2007 ke tahun 2008 masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6.14 4.24%. menunjukan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat.80 3.

6. 3. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. PDRB perkapita selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. 4. 8. Sedangkan sektorsektor lain memiliki kontribusi tidak lebih 10%.43 11. Struktur Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008 No 1.19 2. dan kontribusi paling kecil disumbangkan oleh sektor listrik.07 0. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 10. Persewaan & Jasa Perusahaan Sektor Listrik.72 Sumber : Data Juli 2010. Tabel 77.02% dan sektor jasa-jasa sebesar 10.50 1%.3 4.8 juta rupiah setahun jika dihitung atas dasar harga berlaku atau sekitar 6. Selengkapnya struktur ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 76. 5. Minahasa Selatan Seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan yang tercermin dengan semakin meningkatnya PDRB. gas serta air yang hanya mencapai 0.3 4. Gas dan Air Kontribusi (%) 29.5 5.80 11. 7. PDRB Perkapita Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun 2000 2001 2002 PDRB Perkapita (Juta Rupiah) ADHB ADHK 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sebesar 11.02 10.2 juta rupiah jika dihitung atas dasar harga konstan.55 17. PDRB perkapita Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 tercantum pada Tabel 77.8 4.3 4.79%. Tabel 76. Tahun 2008. Hotel & Restoran Sektor Keuangan.7 118 .71 8.50 8. Struktur Ekonomi Sektor Pertanian Sektor Bangunan Sektor Transportasi &Komunikasi Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-Jasa Sektor Pertambangan &Penggalian Sektor Perdagangan. 9. 2. Badan Pusat Statistik Kab.

dan bukan sebagai alat dari pembangunan. Badan Pusat Statistik Kab.8 5.1 5. Minahasa Selatan 3. nasional dan daerah yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan.3 5. Hal ini disebabkan karena keberhasilan program pemerintah dari dimensi kesehatan.3 9.8 4. pendidikan dan kemajuan ekonomi melalui terciptanya daya beli masyarakat. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang dilaksanakan di suatu daerah yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Saat ini dan ke depan pembangunan yang akan dilaksanakan baik di tingkat global. Berbeda dengan konsep pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi. IPM merupakan indikator komposit yang menggabungkan beberapa dimensi. Tahun 2004 mencapai 71.32 dan tahun 2008 mencapai 73.6. IPM Kabupaten Minahasa Selatan beserta dengan kabupaten/kota 119 . tahun 2005 mencapai 71.3 8.9 6. tahun 2007 mencapai 73.8 6. yaitu dimensi kesehatan yang dinilai melalui indikator angka harapan hidup.5 10.6 7.2.79. dimensi pendidikan yang dinilai melalui indikator rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf berupa kemajuan membaca huruf latin serta dimensi kehidupan yang layak atau ekonomi yang dinilai melalui indikator kemampuan daya beli masyarakat atau pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan. IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang signifikan.5 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5. dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia. tahun 2006 mencapai 72. Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan lebih komprehensif yang mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di semua golongan masyarakat pada semua tahap pembangunan.3.2 Sumber : Data Juli 2010.

3 73.89 tahun.32 71.6 74.16 73.33 71. yaitu 8.10 76.8 71.8 74.87 72.65 74.90 2008 75. sejak tahun 2004-2008 tidak terjadi peningkatan. 4.0 74.30 71.58 69.8 76.4%.2 70. 15. 11.7 76. 5.50 74. 99. Tabel 78.77 74.6 73. 12.4 73.8 72.7 75.4 71.49 77.12 73. dari tahun 2007-2008 tidak ada peningkatan. IPM Kabupaten Minahasa Selatan Beserta Dengan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara No 1. 10. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM.5 tahun. 3.2 70. untuk dimensi kesehatan. Kabupaten / Kota Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. Untuk angka melek huruf.5 71.6 2007 74. Artinya rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan dapat mencapai kehidupan atau usia 71-72 tahun.8 73.11 74.4% penduduk Kabupaten Minahasa Selatan telah mampu membaca 120 .2 72.5 tahun.54 tahun. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pendidikan selama 8.5 72. 8.7 74. 9.65 71. namun telah mencapai 99.90 71.5 70.61 75.3 73. untuk rata-rata lama sekolah. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Ditinjau dari komponen atau indikator pembentuk IPM.2 73. 7. 6.9 2005 74. Sedangkan dimensi pendidikan.7 73. 14. 13.72 tahun dan tahun 2008 mencapai 71.76 74.4 72.3 71.9 73. Tahun 2006 mencapai 71.79 72.45 72.46 Sumber : Data Juli 2010.28 74. yang artinya pendidikan yang dicapai oleh penduduk rata-rata tidak tamat Sekolah Menengah Pertama atau belum menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun. Artinya.84 71.4 72. 2.8 70.15 75.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 lain di Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 diperlihatkan pada Tabel 78. tahun 2007 mencapai 71.0 73.19 73.68 73.3 IPM 2006 74.98 74.86 74.2 71.7 72. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 2004 73.34 75.67 74.

4 586. Tahun 2004 mencapai 582.9 2005 71.4 582.9 ribu rupiah per bulan yang mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 yang mencapai 610. Kota Tomohon.86 ribu rupiah per bulan. Komponen atau indikator pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 79.4 595. Dengan demikian program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Minahasa Selatan relatif berhasil dilaksanakan. Meski demikian. Kabupaten Minahasa Utara. dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2008) mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam menopang peningkatan IPM. Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kabupaten Kepulauan Sangihe. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan menurut kabupaten/kota lain di peringkat Nasional dan Propinsi bersama dengan dan Tabel 80b.5 99. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Nasional Kabupaten / Kota 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 80a No 121 . IPM Kabupaten Minahasa Selatan berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).9 Tahun 2006 71.89 99. Tabel 80a. 3.40 8. Kota Bitung. Komponen / Indikator Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (%) Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran Riil Per Kapita Disesuaikan (Rp. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara IPM Kabupaten Minahasa Selatan dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Sulawesi Utara. Komponen/Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan No 1.9 2007 71.40 8.40 8.4 99.72 99. Kabupaten Bolaang Mongondow. Pengeluaran riil per kapita.4 99.40 8.54 610. 4. Ini artinya program peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat relatif berhasil meningkatkan daya beli masyarakat.54 606.86 Sumber : Data Juli 2010.01 2008 71. Tabel 79. 000) 2004 71. 2.40 8. Kabupaten Minahasa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dan menulis huruf latin. Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Talaud. relatif lebih rendah dan berada di bawah Kota Manado.

Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 2. 12. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara 4. 4. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 96 121 47 67 80 69 8 56 63 - 113 105 46 64 87 57 12 59 67 - 2 100 126 57 66 81 55 184 168 167 14 68 44 92 2 88 143 59 68 78 52 178 167 138 13 69 48 73 2 89 158 66 70 79 56 180 175 142 282 191 13 71 50 74 Sumber : Data Juli 2010. 9. 10. 4. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Sumber : Data Juli 2010. 6. 11. 5. baik dari Pemerintah Pusat maupun 122 . 15. Penghargaan dan Prestasi Setahun sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru dan menyelenggarakan pemerintahan. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Tabel 80b. 9. 14. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Propinsi Kabupaten / Kota 2004 8 9 2 5 7 6 1 3 4 - No 1. 5. 10. 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. 6. 11. 2. 2005 9 8 2 5 7 3 1 4 6 - Tahun 2006 9 10 4 5 7 3 13 12 11 1 6 2 8 2007 9 11 4 5 8 3 13 12 10 1 6 2 7 2008 9 11 4 5 8 3 13 12 10 15 14 1 6 2 7 Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 8. 13. 3. 15. 12. 7. 3. 8. berbagai penghargaan dan prestasi telah diperoleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 7. 14.

Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasi dalam membina pengelolaan Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah dan instansi. Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Bupati). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Ketua TP. 7. Penanggulangan Penyakit Kusta dan TBC Tahun 2008 (Bupati). Widya Krama (Wajib Belajar 9 Tahun) Tingkat Nasional Tahun 2009 (Bupati). 10. Penghargaan : 1. 9. 6. PKK). Satya Lencana Widya Karya Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2007-2008 (Bupati). 4. Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh. 5. Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pertanian oleh Presiden RI Tahun 2004 (Bupati). Aditya Mahatva Yoda dari Jaksa Agung RI Pada Acara Puncak Hari Anti Korupsi Sedunia di lapangan Monumen Nasional Jakarta Tahun 2008 (Bupati). yaitu : a. Manggala Karya Kencana di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2009 (Bupati). Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Tingkat Nasional Tahun 2008 (Bupati). 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. 2. 11. 123 . PKK). 12. Pengembangan Tanaman Rempah Se-Indonesia dari Dirjen Perkebunan Tahun 2008 (Bupati). 13. 3. Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Perempuan Menanam Pohon dan Memelihara Tingkat Nasional Tahun 2009 (Ketua TP. Pengembangan Ketahanan Pangan dari Presiden RI Tahun 2008/2009 (Bupati).

Prestasi Tingkat Nasional : 1. Juara II Lomba Masak Serba Ikan Yang Diselenggarakan di Pelabuhan Gresik Surabaya Jawa Timur Tahun 2008. b. 6. Pakarti Madya Satu di Bidang Posyandu dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). 16. Juara Harapan I Ketegori Hidangan Ikan Untuk Konsumsi Keluarga dan Juara Harapan II Kategori Hidangan Ikan Balita Gaya Modern Dalam Rangka Hari Nusantara Ke-7 Yang Diselenggarakan di Padang Sumatera Barat Tahun 2006. 17. 4. Satya Lencana Karya di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). 15. Juara I Lomba Masak Ikan Laut (Sea Food) Yang Diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Centre Tahun 2004.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. 18. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Penas KTNA Kabupaten/Kota Se-Indonesia Yang Diselenggarakan di Tondano Kabupaten Minahasa Tahun 2004. Pemasukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kategori Terbaik Tahun 2009 (Bupati). Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Sulut Expo di Jakarta Tahun 2007. Akutyla Jujur Dharma Bhaktiku dari Jaksa Agung RI Tahun 2009 (Bupati). 5. Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2009 (Desa Linelean Kecamatan Modoinding) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara : 124 . 2. 3.

Juara II Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2005 (Kecamatan Motoling). Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kecamatan Sinonsayang dan Enjelita Kaligis. Mengikuti Lomba Tanaman Hias dan Anggrek di Bumi Beringin Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008 dengan Hasil Sebagai Berikut : 125 . Juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2004 (Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok). Juara I Lomba PKK di Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2008. 13. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2006. 9. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2006. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2008 (Pokmaswas Alar Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). 11. 7. 4. 6. Juara I Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2008 (Kelompok Budidaya Inti Murni. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2007 (Pokmaswas Sapu Laut Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). 8. Pelaksana Terbaik I Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Pelaksana Terbaik II Lomba Posyandu Yang Diselenggarakan di Desa Torout Kecamatan Tompaso Baru Tahun 2008. Juara I dan II Lomba Balita Tahun 2004 (Tiara Laurens. 12. Desa Ongkaw Kecamatan Amurang). 10. 5. Desa Arakan Kecamatan Tatapaan).1. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007. Kelurahan Buyungon 2. Juara I. 3. II dan III Lomba Tanaman Hias Jenis Tanaman Puring Yang Diselenggarakan di Kota Tomohon Tahun 2008.

16. II dan III Anggrek Phalaenopsis . 21. 22. 20.Juara I. 18.Juara I. 15. Ny. Luntungan Mawuntu) • Kontes Pohon : . Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008. Juara I Lomba Camilan Kue Kering Dalam Rangka WOC dan CTI Summit di Manado Tahun 2009.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008. Tugiat) .Juara I Anggrek Pendrobium . Juara I Lomba Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 (Kelompok Tani PKK Golden Shower Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). 126 . Pemenang Lomba Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Kontes Pohon Tahun 2008 : • Kategori Aksi Penanaman Serentak Indonesia (Ketua TP.Mahoni (Drs.Juara I dan II Anggrek Hibrid . V. 23. PKK Kabupaten Minahasa Selatan.Segon (Alex Ronga) 17. Pelaksana Terbaik I Lomba PKBS Tahun Tahun 2008 (Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). II dan III Tanaman Agloneune .Juara I dan II Tanaman Philodenrom 14. Juara II Lomba Laga Anak Sehat Tahun 2009 (Seviana Joice Kesek). 19. Juara II Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2009 (Kelompok Budidaya Algae Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). Juara II Lomba Menu Produk Perikanan Dalam Rangka Sail Bunaken Tahun 2009. H.

data potensi 127 . Selain itu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 24. BAB X PENUTUP Profil Kabupaten Minahasa Selatan merupakan suatu dokumen penting dalam mengekspresikan data potensi yang dimiliki walaupun sifatnya dinamis sehingga sering terjadi perubahan karena situasi dan kondisi wilayah. Juara II Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Yang Diselenggarakan di Manado Tahun 2009.

baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional serta khalayak umum untuk mencari peluang dan potensi pengembangan investasi di Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sering terjadi perubahan karena pemanfaatan dan pengelolaan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan sebagai tuntutan masyarakat.M. Dokumen profil ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/pengembangan kebijakan. Profil merupakan dokumen yang dapat di update datanya setiap tahun sesuai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai sektor. Pnj. Dengan demikian. profil ini dapat disusun setiap tahun. seperti pemerintahan. BUPATI MINAHASA SELATAN M. ONIBALA 128 . pembangunan dan kemasyarakatan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->