Profil Minsel 2010 01

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB I LAMBANG DAERAH
A. Dasar Hukum Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penetapan Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, rancangannya dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Minahasa berdasarkan hasil sayembara. Lambang Daerah Kabupaten

Selatan yang dimaksud seperti pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan B. Makna, Arti dan Warna Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagaimana pada Gambar 1, dari setiap unsur, bentuk, corak dan warna mengandung makna dan arti filosofi demikian :

 Perisai, melambangkan ketahanan dan keunggulan dalam menghadapi
berbagai tantangan.

 Burung Manguni, sebagai Lambang Keminaesaan dengan sifat dinamis,
santun, sportif dan selalu waspada. 1

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

 Bulu Sayap Kiri dan Kanan serta Ekor, berjumlah 27 menggambarkan
tanggal 27 sebagai tanggal penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Pohon Kelapa, yang terputus menggambarkan angka 1 yang berarti Bulan
Januari, bulan penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Dua Kaki dan Tiga Jari, yang nampak menggenggam pita melambangkan
Tahun 2003, sebagai tahun terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan.

 Buku di Dada Burung Manguni, melambangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

 Buah Cengkih, di pucuk pohon kelapa mengandung makna kekayaan
alam dan kesuburan tanah Minahasa Selatan.

 Jangkar Kapal, di bawah pohon kelapa mencerminkan potensi kekayaan
laut serta perdagangan.

 Ungkapan “Cita Waya Esa”, dipermukaan pita kuning yang digenggam
dengan kaki burung berarti “Kita Semua Satu”.

 Warna Putih, mengandung arti ketulusan dan kesucian, kesalehan dan
kedamaian, nurani dan etika.

Warna Merah, melambangkan cinta, semangat dan keberanian

 Warna Kuning, mengandung makna kejayaan, keberhasilan, kedewasaan,
berbudi luhur dan keimanan.

 Warna Hijau, mempunyai arti kesuburan, kesejahteraan, pengharapan dan
kehidupan.

 Warna Biru, melambangkan kebesaran, kebenaran dan kesetiaan.  Warna
Hitam, melambangkan kekuatan, keunggulan, keabadian/ kekekalan.

 Warna Coklat, melambangkan kesuburan tanah.

2

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB II PEMBENTUKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1. Sejarah Pembentukan Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 Selatan dan Kota Tomohon. tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip 3

Selanjutnya. NIP.51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003. atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon. Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B. 010 076 798. Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs. usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI. Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal 4 . Ramoy Markus Luntungan. sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan. Kemudian. pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano. Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001. Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat. Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Guna melengkapi data dan masukan secara empirik. Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d). pada tanggal 27 Januari 2003. Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat.

Dengan bertambahnya 5 kecamatan baru. Kecamatan Ratahan. Kecamatan Amurang Timur (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian). berdasarkan Peraturan Daerah Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Nomor 8 Tahun 2003. Kecamatan 5 . tidak kalah pentingnya juga Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan meresponi aspirasi pemekaran desa di beberapa kecamatan. masyarakat belum berakhir sampai di situ. dengan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat. Dari berbagai aspirasi Akan tetapi. Sebagai tindaklanjutnya. masyarakat masyarakat mengenai pemekaran desa dan kecamatan. Seiring dengan pemekaran beberapa kecamatan. jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi 20 kecamatan. Minahasa Selatan dari 13 kecamatan menjadi 15 kecamatan. terbentuk Kecamatan Kumelembuai hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling. Kecamatan Maesaan (hasil pemekaran Kecamatan Tompaso Baru) dan Kecamatan Pusomaen (hasil pemekaran Kecamatan Belang). pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. yaitu Kecamatan Tatapaan (hasil pemekaran Kecamatan Tumpaan).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan. secara positif diresponi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang sejalan dengan salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota. Kecamatan Tombatu. rupanya aspirasi di 6 (enam) Kecamatan bagian tenggara yaitu Kecamatan Touluaan. Selanjutnya. Pemekaran Kecamatan dan Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan dalam perkembangannya. 2. Sedangkan Kecamatan Tombasian. Kemudian pada waktu yang bersamaan. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 terbentuklah Kecamatan Ratatotok hasil pemekaran dari Kecamatan Belang. Kecamatan Amurang Barat (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian dan Kecamatan Tenga). di akhir tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2005 Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan 5 kecamatan baru. Kecamatan Belang. berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 172 Tahun 2005 berubah nama menjadi Kecamatan Amurang.

Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) sebagai daerah otonom yang baru di Propinsi Sulawesi Utara sekaligus melantik Penjabat Bupati dan Walikotanya. Dengan demikian Kabupaten Minahasa Selatan saat ini berjumlah 17 kecamatan. 14 kecamatan. pada tanggal 23 Mei 2007 di Manado. TUJUAN DAN SASARAN 6 . MISI. Dengan mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Minahasa Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru. Aspirasi tersebut akhirnya diresponi dengan positif oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. Menteri Dalam Negeri at interim meresmikan Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Kota Kotamobagu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Ratatotok dan Kecamatan Pusomaen menginginkan wilayah mereka menjadi suatu daerah otonom yang baru dengan nama Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagai tindaklanjutnya. berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007 tanggal 6 Januari 2007. sehingga Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan Ketiga kecamatan tersebut yaitu. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan kembali lagi meresponi aspirasi masyarakat di Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran untuk diadakan pemekaran kecamatan. BAB III VISI. 3 kecamatan baru. Sebagai tindaklanjutnya. Kecamatan Motoling Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan berkurang 6 kecamatan menjadi Barat dan Kecamatan Motoling Timur hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling serta Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran. Diakhir tahun 2007. pada tanggal 12 Desember 2007 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2007 tentang pemekaran Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. demokratis dan handal dalam sumberdaya manusia serta menjadi pusat keunggulan pembangunan di Era Pemerintahan Global” Dengan demikian visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan adalah pandangan ke depan ke mana Kabupaten Minahasa Selatan harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya serta tetap konsisten. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. dan bersih KKN . Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana arah dan tujuan dicapai. eksis. 3. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010 adalah : “Terwujudnya Kabupaten Minahasa Selatan sebagai daerah yang mandiri. 5. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang . Membangun dan memperkokoh perekonomian daerah . Mewujudkan Supremasi Hukum . sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2005-2010 sebagai berikut : 1. inovatif dan produktif. antar 2. Meningkatkan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan umat beragama . dijabarkan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 4. Misi Untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menyikapi kecenderungan dinamika globalisasi. otonomisasi dan tuntutan demokratisasi. 2. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas (good governance) 7 .

terutama teknologi pertanian . industry) 7. pernyataan misi harus : a. Oleh karena itu. 3. Meningkatkan kesadaran hukum disemua lapisan masyarakat dalam penegakan hukum. c. Menunjukkan secara jelas apa yang hendak dicapai dan bidang kegiatan utama dari organisasi/pemerintah yang bersangkutan. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. berbasis agribisnis. 3.6. 2. 8. Memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan. karena misi mewakili alasan dasar untuk eksis. b. Dengan demikian Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8 . Meningkatkan peran kelembagaan ekonomi. budaya dan pertahanan keamanan. sosial. misi harus jelas menyatakan kepedulian terhadap masyarakat. 5. 4. sosial dan budaya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat daerah . Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti pemerintah. Membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian (agro based (agro industry) . Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. ditetapkan dan dirumuskan tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai berikut : 1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Meningkatkan peran generasi muda dan pemberdayaan perempuan. Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Tujuan Mengacu pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 9.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 6. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas aparatur pemerintah. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan publik Meningkatnya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. 3. diimplementasikan dalam berbagai sasaran sebagai berikut : 1.500. 4. 11. 8.. Meningkatnya income perkapita penduduk sebesar Rp. 9. 7. 2.pada akhir tahun 2010. pengawasan dan pengendalian 11. Meningkatkan pengelolaan. tahun 2010. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara. 4. perikanan dan kelautan serta sumberdaya air. Meningkatnya jumlah produksi perikanan. Meningkatnya peran generasi muda dan peberdayaan perempuan. Meningkatnya tahun 2010. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. Meningkatkan governance).000. 8. 12. Meningkatkan potensi obyek wisata dan sumberdaya kepariwisataan. penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (good Meningkatkan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik. Menurunnya tingkat pengangguran sebesar 6 % dari angkatan kerja pada tahun 2010. 6. Sasaran Bertitik tolak dari tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan di atas. 10. 9. Meningkatnya kesadaran hukum dan penegakkan hukum. 7. Meningkatkan program pemeliharaan. 5. Meningkatkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan. 10. Meningkatnya sumber pendapatan asli daerah sekitar 20 % pada akhir pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7 % pada akhir 9 .

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB IV KONDISI WILAYAH Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang. Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ± 64 km. Secara geografis. Kabupaten Minahasa Selatan 10 .

Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis.hkgkkhg Gambar 2. bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik.24’ Lintang Utara dan 124°. karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi.18’ . dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow : Berbatasan dengan Laut Sulawesi h/k/j/kn. Demikian pula jalur laut untuk bagian utara.124°45’ Bujur Timur. Sementara untuk jalur laut 11 . Peta Kabupaten Minahasa Selatan Dalam perspektif regional. merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa.1°.47’ .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 terletak antara 0°. barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur.

12.721 2. 7.892 12.40 125. 14. 11. Tabel 1a.478 12. 17. 3. 5.514 6.125 5. Sedangkan luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan adalah terdiri dari 17 (tujuhbelas) kecamatan. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.667 Jumlah Jiwa 11.09 53. berpantai dan sebagian kecil dataran rendah bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1. yang 891 dusun/lingkungan dengan Januari 2010) seperti ditunjukkan pada Tabel 1a dan Tabel 1b. 170 desa/kelurahan. 4.93 97.500 m dari permukaan laut. Jumlah Penduduk di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Januari 2010) Jumlah Penduduk No 1.804 3.386 7.13 170.234 Laki-Laki Perempuan 6. sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia.65 km². 10.40 98. 8.176 4.36 122. 2.666 8. Minahasa Selatan Keterangan : * = Kecamatan Pemekaran Tabel 1b. 9.65 Desa 8 11 10 12 7 8 8 7 18 13 8 2 7 10 12 8 11 160 Jumlah Kelurahan Dusun/Jaga 2 6 2 10 36 44 41 62 33 34 37 36 82 71 53 8 41 71 75 39 40 803 Lingkungan 23 44 21 88 Sumber : Data Juli 2010.349 3.24 196.964 5.20 55.731 5.049 jiwa (sampai dengan 1.31 108. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukitbukit/pegunungan. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagian selatan. jumlah penduduk 206. 4. 2.345 3.09 128.40 94. 16.591. 13.792 12 .042 15. 5.512 3. Jumlah Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.149 7. Nama Kecamatan Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur* Motoling Barat* Kumelembuai Tenga Sinonsayang Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tareran Suluun Tareran* Tatapaan Jumlah Luas (Km²) 66.43 141.47 134.161 6. 15. 3.20 1. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Kepala Keluarga 3.591. Nama dan Luas Kecamatan.

Minahasa Selatan Nama-nama desa/kelurahan dan jumlah dusun/lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini.645 9.142 2.812 7.410 3.054 5.326 6.202 10.151 4.988 16.468 4.840 99. 13. 17.021 8.943 16. Tompaso Baru 13 .049 Sumber : Data Juni 2010. Kecamatan 2 Modoinding Nomor 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 3 6 7 8 9 10 11 1 2 3 Nama Desa/ Kelurahan 4 Kakenturan Sinisir Linelean Pinasungkulan Makaaruyen Palelon Wulurmaatus Mokobang Jumlah Tambelang Kinamang Liningaan Bojonegoro Kinaweruan 4 Tumani Lowian Temboan Kinamang Satu Tumani Utara Tumani Selatan Jumlah Sion Raraatean Tompaso Baru Satu Jumlah Dusun 5 6 3 4 6 4 4 5 4 36 5 4 3 2 2 5 8 4 4 4 4 4 44 4 4 6 Lingkungan 6 6 - 2.209 206.726 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 9. Nama-Nama Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.793 9.070 4. Maesaan 1 2 3.791 3. 7.736 6.343 5.858 4.365 8.555 57.766 3.676 4.145 14.610 5.518 7. 15. 8.483 2. 9.944 4.336 4. Tabel 2.293 6.021 4.117 3.621 7.318 13.475 7.227 17.138 8.266 5. 16.752 2.967 14.322 8. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. 10.6.379 7.126 3. 14. 11. 12.634 2.337 106.530 7.031 4.933 8. Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah 4.193 2.

Motoling Timur Tompaso Baru Dua Kinalawiran Pinaesaan Torout Karowa Liandok Lindangan Jumlah Ranoyapo Poopo Poopo Utara Poopo Barat Pontak Pontak Satu Mopolo Powalutan Beringin Lompad Baru Lompad Mopolo Esa Jumlah Raanan Lama Lalumpe Motoling Motoling Satu Motoling Dua Motoling Mawale Picuan Baru Jumlah Tondey Tondey Satu Tondey Dua Raanan Baru Raanan Baru Satu Raanan Baru Dua Toyopon Keroit Jumlah Wanga Wanga Amongena Karimbow 4 Karimbow Talikuran Tokin Tokin Baru Picuan Picuan Satu Jumlah Malola Malola Satu Kumelembuai Atas Kumelembuai 6 4 4 4 4 3 2 41 8 6 5 6 6 3 8 6 3 3 4 4 62 6 4 3 6 6 4 4 33 7 5 7 4 3 3 4 4 37 4 4 5 5 3 5 4 5 4 34 7 4 4 4 6 - 1 2 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 4. Motoling 6. Kumelembuai 14 . Motoling Barat 7. Ranoyapo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5.

Amurang Barat Kumelembuai Satu Makasili Kumelembuai Dua Jumlah Durian Poigar Satu Poigar Dua Tanamon Aergale Ongkaw Satu Ongkaw Dua Boyong Pante Tiniawangko Blongko Ongkaw Tiga Boyong Pante Dua Tanamon Utara Jumlah Sapa Boyong Atas Pakuure Satu Pakuure Dua Pakuure Tiga Pakuweru Tenga Radey Tawaang Molinow Pakuure Pakuure Tinanian Pakuure Kinamang Pakuweru Utara Sapa Timur Sapa Barat Tawaang Timur Tawaang Barat Jumlah Pondos Elusan Tewasen Teep 4 Kapitu Kel. Tenga 11. Rumoong Bawah Wakan Teep Trans Jumlah Kilometer Tiga Ranoketang Tua Kelurahan Buyungon Kelurahan Ranoiapo 4 8 5 36 5 5 6 10 3 5 6 8 4 7 4 4 4 71 4 5 4 4 4 8 7 4 8 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 5 6 8 9 5 10 5 6 4 53 4 4 - 6 11 12 23 7 8 1 2 12. Amurang 15 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 9. Sinonsayang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 3 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 10. Kawangkoan Bawah Rumoong Bawah Kel.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 8 13. Suluun Tareran 16. Amurang Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 14. Tumpaan 16 . Tareran 15. Tatapaan Kelurahan Uwuran Satu Kelurahan Uwuran Dua Kelurahan Lewet Kelurahan Bitung Jumlah Kotamenara Maliku Ritey Malenos Baru Lopana Pinaling Kelurahan Pondang Kelurahan Ranomea Lopana Satu Jumlah Rumoong Atas Rumoong Atas Dua Lansot Wiau Lapi Wuwuk Pinamorongan Kaneyan Koreng Tumaluntung Wuwuk Barat Tumaluntung Satu Wiau Lapi Barat Jumlah Kapoya Pinapalangkow Suluun Satu Suluun Dua Suluun Tiga Suluun Empat Talaitad Kapoya Satu Jumlah Sulu Paslaten Paslaten Satu 4 Wawona Bajo Popareng Wawontulap Pungkol Sondaken Rap-Rap Arakan Jumlah Tumpaan Tumpaan Satu Tumpaan Baru 8 5 7 5 3 8 9 4 41 6 9 10 8 10 4 5 5 6 4 4 4 75 5 5 5 5 5 4 6 4 39 5 5 4 5 3 3 4 3 2 3 4 4 40 6 7 8 6 10 6 7 44 9 12 21 6 - 1 2 17.

pemerintah yang ada terus berupaya menata penyelenggaraan kepemerintahan dengan baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada 17 . Pemerintahan Sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah atonom yang baru. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 Total 170 Matani Popontolen Lelema Tangkunei Munte Tumpaan Dua Matani Satu Jumlah 5 7 9 5 8 7 9 71 803 88 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan BAB V PEMERINTAHAN.

pemahaman serta implementasi Komitmen dari Pemerintah nilai-nilai tata kepemerintahan yang baik secara utuh oleh seluruh komponen. Penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik sudah menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan universal yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Dalam upaya menyelenggarakan kepemerintahan yang baik melalui pelayanan prima kepada masyarakat. Jenis-Jenis Izin di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Izin Waktu Birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 18 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masyarakat dan memajukan pembangunan yang ada. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 UPTSP berubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Jenis-jenis izin dan non izin di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 3a dan Tabel 3b. yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas dan bersih KKN yang dijabarkan (good governance) dalam salah satu tujuan pembangunan. termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat. sejak tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) berdasarkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 21 Tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tatacara Pemberian Izin pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Tabel 3a. setiap tahun dilakukan laporan kinerja tahunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. daya tahan dan waktu. Karena itu diperlukan pembelajaran. yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance). Upaya mewujudkan tata kepemerintahan yang baik membutuhkan komitmen yang kuat. Kabupaten Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik tergambar dari salah satu misinya. Tugas dari UPTSP adalah mengadakan pelayanan pembuatan izin dan non izin (rekomendasi) kegiatan atau usaha.

34. 11. 17. 6. 29. 24. 7. 48. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 1. 55. 37. 23. 44. 14. 22. 31. 41. 3. 45. 43. 9. 47. 27. 36. 33. 46. 10. 40. 2 Izin Pemasaran Jenis-jenis Bahan Bakar Khusus (BKK) Izin Pengumpulan dan Penyaluran Minyak Pelumas Bekas Izin Pendirian dan Penggunaan Gudang Bahan Peledak di Daerah Operasi Daratan dan di Daerah Operasi Izin Pertambangan Daerah (SIPD) Galian Golongan C Izin Lokasi Izin Usaha Sekolah Mengemudi Izin Operasi Kendaraan Latih Sekolah Mengemudi Izin Penggunaan Jalan Selain Untuk Kepentingan Lalu Lintas Retribusi Izin Tempat Penampungan Cap Tikus Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. 4. 26. 39. 38. 54. 18. 2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Gudang (TDG) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Gangguan (HO) Kartu Ternak Izin Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Petelur Izin Usaha Peternakan Babi Izin Usaha Peternakan Sapi Izin Usaha Peternakan Puyuh Izin Usaha Peternakan Kambing Izin Usaha Peternakan Burung Walet Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) Izin Praktek Dokter Umum / Dokter Gigi / Spesialis Izin Praktek Bidan Izin Praktek Perawat Izin Toko Pembuatan Gigi Palsu Izin Pengobatan Tradisional Izin Praktek Dokter Berkelompok Izin Toko Obat Izin Apotik Izin Balai Pengobatan / Klinik Kesehatan Swasta Izin Klinik Bersalin / BKIA Swasta Izin Optikal Izin Laboratorium Swasta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Rekreasi dan Hiburan Umum Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Perjalanan Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Jasa Akomodasi Izin Usaha dan Pemungutan Restribusi Restoran Izin Usaha serta Pungutan Restirbusi Rumah Makan Izin Pemungutan Kayu Tanah Milik (SIPKTM) Izin Pengiriman Rumah Kayu Izin Angkutan Kayu Kelapa Izin Badan Hukum Koperasi Izin Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Izin Pendirian Depot Lokal Izin Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Pemrosesan Izin 3 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 5 (lima) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 7 (tujuh) hari 1 42. 35. 16. 25. 20. B & C Surat Keterangan Fiskal Retribusi Izin Trayek / Operasi Retribusi Kartu Pengawas Izin Trayek/Izin Operasi Retribusi Izin Insidentil 3 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 19 . 8. 21. 50. 49. 32. 19. 15. 12. 13. 51. 52. 2. 30. 53. 28.

57. Jenis Non Perizinan Rekomendasi Penempatan Rumpon ke Dinas Propinsi Rekomendasi Akte Pendirian Koperasi Rekomendasi Lokasi Pendirian Kilang Rekomendasi Radio Siaran Rekomendasi Galian C Rekomendasi Kesehatan Rekomendasi Pengolahan Sarang Burung Walet Rekomendasi Pengukuran Kayu/Hasil Hutan Lainnya & Pengujian Kayu Rekomendasi Penyadap Hutan Pinus Rekomendasi Industri Rumah Tangga Khusus Makan dan Minum Rekomendasi Aktanisasi Catatan Sipil Rekomendasi Usaha Pemberian Izin Prinsip Waktu Pemrosesan Izin 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 5 (lima) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari Sumber : Data Juli 2010. 12. 9. akurasi. kejelasan. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Izin Menempati Bangunan Kios / Lost 1 (satu) hari Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 1 (satu) hari Sumber : Data Juli 2010. kesopanan dan keramahan. Jenis-Jenis Non Perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan Untuk lebih mempertegas komitmen terhadap penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Dalam upaya menjabarkan dan melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. kelengkapan sarana dan prasarana. 8. kedisiplinan. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. transparan. kepastian waktu. 7. 3. kemudahan akses. sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan penyesuaian jumlah dan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta membentuk beberapa SKPD sesuai dengan kebutuhan daerah. akhirnya menghasilkan beberapa Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja di 20 . 4. 10.56. tanggungjawab. keamanan. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. 11. 6. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi atas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan memperhatikan pada 11 (sebelas) hal pokok. Setelah mengusulkan dan membahas secara bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. 13. 2. kenyamanan. Minahasa Selatan Tabel 3b. 5. yakni kesederhanaan.

Bappeda. 7. 4. Sekretariat DPRD 2. Nomor 02 Badan Pelaksana Narkotika 21 . Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 Badan Ketahanan Pangan Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 2 3 7. Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan 1. 12.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 4. 4. 10. Pendapatan dan Aset Daerah Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Komunikasi & Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pengelola Keuangan. 11. Nomor 01 Tahun 2009 5. Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. Sekretariat Daerah 2. 5. Organisasi dan Tata 1. 3. UKM. Dinas Pendidikan. 4. 3. 12. 9. Pasar. Tabel 4. 6. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi. 13. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Dinas Sosial. 14. Nomor 05 Tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah. Nomor 04 Tahun 2008 1. 2. 5. 2. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perhubungan. 6. 8. 3. 11. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Peraturan Daerah 2 Nomor 03 Tahun 2008 Tentang 3 Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Selatan SKPD Yang Ditetapkan 4 1. 8. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. 9. 10.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1. 3. Nomor 11 Tahun 2009 Kerja Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. seperti yang tercantum pada Tabel 5a dan Tabel 5b. Kerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Minahasa Selatan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Sumber : Data Juli 2010. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja a 2 - Golongan I b c d 1 1 2 2 1 - Kelamin Jml L P 1 5 3 1 5 3 - a Golongan II b c d 4 1 8 20 13 3 16 9 2 1 14 43 5 2 18 1 10 82 2 5 14 1 5 25 Kelamin L P 10 5 3 22 67 6 1 5 18 66 48 16 4 1 25 58 3 1 18 26 181 Jml 26 9 4 47 125 9 2 23 18 92 229 Kantor Camat Puskesmas- 13 5 2 20 48 4 5 3 74 106 22 . 5. tidak menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 karena merupakan lembaga fungsional. Tabel 5a. golongan II : 1. yang terdiri dari golongan I : 25 orang. 8. 9. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2009 6. 7. Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan. Nomor 10 Tahun 2009 7. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Juni 2010 berjumlah 4. Perikanan dan Kehutanan (BP4K).795 orang. dan golongan IV : 1. golongan III : 2. 10.143 orang. Kerja Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1.975 orang.012 orang yang tersebar diberbagai SKPD/Unit Kerja. 11. 6. 2. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. Badan ini hanya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Minahasa Selatan Untuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.

Sedangkan jumlah PNS Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan tingkat pendidikan dan agama ditunjukkan pada Tabel 6a dan Tabel 6b di bawah ini. Penjaga Sekolah 1 3 2 3 2 7 2 9 12 1 14 24 1 1 2 14 25 6 4 189 185 16 14 5 48 5 245 4 65 18 139 15 95 39 400 4 392 14 743 19 487 53 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 3.074 Kelamin L 34 13 9 101 195 14 6 5 7 94 47 b 17 4 25 46 3 4 12 2 35 63 c 16 7 1 43 79 8 1 2 2 40 27 d 5 3 7 40 73 5 1 5 21 20 P 29 10 8 83 131 24 3 21 3 70 128 Jml 63 23 17 184 326 38 9 26 10 164 175 Golongan IV a 2 4 4 26 96 2 11 3 Kelamin e - b 9 1 16 25 1 1 1 1 6 8 - c 4 1 3 6 - d 1 - L 15 4 5 37 90 3 1 1 11 6 P 1 1 8 37 1 3 Jml 16 4 6 45 127 3 1 1 12 9 16 766 6 Kantor Camat PuskesmasPuskesmas 12. 7. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD SD 2 - SMP 1 6 - SLTA 19 12 4 54 143 7 1 Pendidikan D1 D2 D3 D4 1 11 2 3 1 49 2 3 1 53 2 6 1 - S1 66 22 20 162 359 34 9 S2 8 8 13 3 1 S3 1 - Jml 106 36 27 276 583 50 12 23 .52%) perempuan.012 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Puskesmas 12. UPTD Dikpora 13. 2.795 928 69 14 1 415 597 1. 58.48%) laki-laki dan 3. 9. Tenaga Administrasi. Penjaga Sekolah 19 3 11 221 364 450 31 5 22 21 43 16 403 1. 11. Minahasa Selatan Berdasarkan data pada Tabel 5a dan Tabel 5b. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (sampai dengan Juni 2010) No 1. Minahasa Selatan Tabel 5b. 5. Dari 4.975 orang PNS. Tenaga Administrasi.143 Jumlah 491 268 Sumber : Data Juli 2010. 7.815 (36. 4. 4. 10.975 orang PNS terdiri dari 1. Guru 14. dari 4. Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Golongan III a 25 9 9 76 128 22 3 7 6 68 65 10 610 36 1.645 758 26 46 72 6 7 9 233 533 2 4 Jumlah 482 593 646 976 1. 6.25 % adalah guru.242 1. UPTD Dikpora 13. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan IV di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No SKPD / Unit Kerja 1. 8. 2.819 2.160 (63. 5. 3. Tabel 6a. Guru 14. 6.

Penjaga Sekolah Jumlah 3 28 33 5 5 4 11 32 4 17 128 202 32 942 99 1. 6. 12. 2. Penjaga Sekolah Jumlah Agama Kristen 101 36 27 268 560 44 11 46 27 266 383 74 2. Tabel 7. Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1 1. 12. 7. 11. 9. RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi.664 3 29 74 111 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 21 22 50 2 9 28 1 4 131 2 271 80 94 3 413 4 1 36 80 500 159 . Minahasa Selatan Untuk jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan SKPD diperlihatkan pada Tabel 7. 4. 3. 9. 13. 9.1. Minahasa Selatan Tabel 6b. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 3. 14.191 40 1 145 4. 8. 5. 6. 2. S K P D / Unit Kerja 2 Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Staf Ahli Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. - SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi.221 2 2. 7. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Agama (sampai dengan Juni 2010) No 1. 10. 11. 14. 13. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eselon II A II B III A III B IV A IV B VA Jml 10 44 17 4 14 13 13 10 16 15 3 1 - 4 3 1 4 1 1 1 1 1 1 5 10 4 5 1 1 1 1 1 6 4 4 4 3 4 7 30 12 8 7 7 4 11 9 8 - 9 - 24 . 10.898 145 4. 4.975 Sumber : Data Juli 2010. 8.811 141 4.795 Katolik 3 4 12 1 1 1 24 3 34 1 84 Islam 2 4 9 5 1 4 4 5 3 53 3 93 Budha Hindu 2 1 3 Konghucu - Jumlah 106 36 27 276 583 50 12 50 28 271 413 80 2. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.898 1 507 392 4 6 2. 5.975 Sumber : Data Juli 2010.8.

Instansi vertikal dimaksud sebagaimana Nama Instansi Kantor Departemen Minahasa Selatan Agama Kabupaten Alamat Kantor Desa Kapitu Kec. 23. Tabel 8. 12. 21. 27. 37. Pasar. 15. 35. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. 22. 30. 11.10. 26. 17. juga berperan dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kebersihan dan Pertamanan Rumah Sakit Umum Daerah Kantor Camat (17 Kecamatan) Kantor Lurah (10 Kelurahan) Tata Usaha SMP/SMA Tata Usaha SMK UPTD Dinas Pendidikan UPTD Dinas Kesehatan (Puskesmas) UPTD Dinas Kesehatan Depo Farmasi UPTD Dinas Kesehatan Laboratorium Jumlah 1 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 1 1 4 5 1 1 3 1 4 2 1 1 4 9 1 1 4 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 62 5 4 4 3 3 4 3 4 6 5 6 4 4 17 108 6 12 5 4 9 15 5 8 21 7 15 7 4 4 1 3 4 1 6 61 8 17 14 1 364 39 36 1 1 77 9 9 2010 11 5 7 15 25 13 18 11 9 14 21 10 14 29 14 23 13 4 5 2 4 5 2 11 134 44 9 1 17 14 2 652 Sumber : Data Juli 2010. Badan Ketahanan Pangan Badan Narkotika Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan. Komunikasi dan Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kehutanan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perkebunan Dinas Pengelolah Keuangan. 28. UKM. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 39. 40. Instansi Vertikal di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 19. 31. 29. 18. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga dibantu oleh beberapa instansi vertikal yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 16. 36. 24. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Sosial. Pendapatan dan Aset Daerah Dinas Koperasi. Minahasa Selatan Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 14. 32. 41. 34. 33. Amurang Barat 25 . tercantum pada Tabel 8 di bawah ini. 13. 25. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat. 20. 38.

lanjutan pembangunan pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Amurang. WAWORUNTU Drs. perkebunan. Di tahun 2010. penanggulangan kemiskinan serta peningkatan sumberdaya manusia. prioritas dan pembangunan.M.Januari 2005 Februari 2005 . LUNTUNGAN (Bupati) VENTJE TUELA.M. Nama Bupati / Wakil Bupati Drs. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. pembangunan pelabuhan pelelangan ikan (PPI) dan pembangunan pembangkit tenaga listrik (PLTA/PLTU). 3. lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah. Tabel 9. Selain itu. lanjutan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. peternakan dan pembangunan industri untuk mendorong investasi daerah 26 . Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. SE. perikanan.April 2005 April 2005 .Agustus 2010 Agustus 2005 .Agustus 2010 Keterangan Penjabat Pelaksana Tugas Penjabat Definitif (Pilihan Rakyat Pertama) 2. R. pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar. Nama-Nama Bupati/Wakil Bupati Minahasa Selatan No 1. yang signifikan. telah mengalami 4 kali pergantian Bupati sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9. R. MSi Drs.Agustus 2005 Agustus 2005 . fisik pengentasan lain. LUNTUNGAN GEMMY KAWATU. Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Selatan Kantor Pertahanan Nasional Minahasa Selatan Kejaksaan Negeri Amurang Pengadilan Negeri Amurang Kabupaten Kabupaten Desa Teep Kec.Sos (Wakil Bupati) Masa Jabatan Agustus 2003 .D. juga pembangunan antara lanjutan pembangunan gedung kantor di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan. 4. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. H. yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan adalah pembangunan agribisnis di sektor pertanian. Amurang Barat Kelurahan Pondang Kec. S. 2. 5. Pembangunan Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan selain fisik. 3. pembangunan pembangunan Untuk mental-spiritual. Amurang Timur Sejak Kabupaten Minahasa Selatan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003 sampai saat ini.

pembukaan jalan alternatif (Amurang By Pass). Untuk mengakselerasikan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. Pemerintah Kabupaten 27 Ke-6 program unggulan Kabupaten Minahasa Selatan . pembinaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengamanan pantai. Ke-6 program unggulan tersebut. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. bahwa perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun. 3. Agro Industri. Kelautan dan Pariwisata. rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan rencana pembangunan tahunan yang disebut rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Supremasi Hukum . 6. penyediaan dan peningkatan sarana/prasarana pendidikan serta kesehatan. sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010. peningkatan kuantitas dan kualitas perumahan dan pemukiman dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mengintensifkan pengawasan penebangan liar (ilegal loging). Perikanan. 5. pengelolaan jaringan irigasi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dalam meningkatkan pendapatan daerah serta dan untuk kesejahteraan konservasi masyarakat. 2. Lingkungan Hidup. nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak utama (primer mover) jalannya roda pembangunan daerah. Sumberdaya Manusia . dimaksud adalah : 1. pembinaan pengembangan pengelolaan sumberdaya air. serta dapat memberikan akses penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dimensi-dimensi pembangunan lainnya. Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) . dengan mencermati dan memperhitungkan potensi daerah serta kecenderungan lingkungan strategis yang ada. Agro Marketing) . pengembangan penyediaan air bersih. 4. Agri Bisnis (Agro Produksi. pembinaan dan pengelolaan sungai. pengembangan objek wisata. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan metetapkan 6 program unggulan.

Indah. Dari tahun ke tahun. Rapi. Tabel 10. Sehat. Tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2005-2010 ditunjukkan pada Tabel 10. dengan makna : TEGUH : TEruskan Gerakan Untuk Hidup. Norma Hukum. tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai spesifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah serta perubahan global. berarti seluruh masyarakat Minahasa Selatan memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk tetap dan terus hidup.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa 2005-2010 Selatan secara menjabarkan RPJM Kabupaten Minahasa Selatan konsisten melalui program/kegiatan tahunan yang Saat ini didokumentasikan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). BERSINAR : Bersih. Etika/Etos Kerja. Aman. Tema Pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2005-2010 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Tema Pembangunan Pembangunan Pertanian dan Prasarana Penunjang Pembangunan Pertanian dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian Melalui Gerakan Menanam Peningkatan Efektivitas Pengurangan Kemiskinan Melalui Perluasan Kesempatan Kerja Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Untuk Pengurangan Kemiskinan dan Penganggurang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dalam rangka mendorong dan membudayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih terarah maka ditetapkan ”TEGUH BERSINAR” sebagai motto pembangunan daerah melalui Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 51 Tahun 2004 tanggal 27 Januari 2004. penjabaran RPJM Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010 telah memasuki tahun terakhir . Rukun  Bersih : 28 .

apik dan tertib. terkandung maksud. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki rasa keindahan yang diaplikasikan dalam proses pembangunan.  Etika/Etos Kerja : Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki kerapihan pribadi dan lingkungannya serta hidup tertib dan teratur. teratur baik. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki pola prilaku yang bersahaja. dan elok. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tidak tercemar dan tulus. serta bagian-bagiannya. dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta arif dan bijaksana serta memiliki semangat kerja yang tinggi. serta memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Sehat jasmani terkandung maksud. cantik. bagus benar.  Rapi : Artinya. ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya sehat jasmani dan rohani. Maknanya. memelihara lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. Maknanya. bebas dari lingkungan tercemar. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya hidup bersih. selalu memelihara kesehatan fisik. Sehat lingkungan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. keadaan baik segenap badan. selelau memelihara kesehatan fisik. bebas dari polusi. Maknanya. baik jasmani maupun rohani. Maknanya.  Sehat : Artinya. rendah hati. Sehat rohani terkandung maksud.  Norma Hukum : 29 . kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.  Indah : Artinya.

kebersamaan.  Aman : Artinya. bebas dari bahaya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. seperti diperlihatkan pada Tabel 11a. Maknanya. dibentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan kerukunan berlandaskan semangat persaudaraan. tentram dan damai. aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. tentram. masyarakat mempunyai kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan. serta menghargai norma-norma adat kebiasaan yang terkandung dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat. serta bebas dari rasa takut. Selain itu. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki semangat dalam menciptakan suasana aman. Tabel 11a. tidak bertengkar. 11b dan Tabel 11c. dan damai. Sitou Timou Tumou Tou.  Rukun : Artinya. Daftar Nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar 30 . cinta kasih. Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Torang Samua Basudara. ikatan persahabatan. Maknanya. dan tidak meras takut. 3. seluruh masyarakat Minahasa Selatan menjunjung tinggi tertib hukum dan supremasi hukum. Maknanya. Dalam upaya menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat serta berperan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Kemasyarakatan Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”mapalus” (gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. dipakai sebagai pedoman dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh setiap warga masyarakat. terlindung.

Minsel Dotu Manguni Minsel Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan LSM Cakrawala LSM Pelangi Kasih Komite Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Solidaritas Korban Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Kab. 36. 35. 6. 3. LSM Yayasan Satya Graha Esa 26. LSM Reformasi 29. 21. 8. 30.Pd Steven Kapahang Ir. LSM Waraney Minsel 28. 22. 34. Amd Diki H. 32. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 1. 16.Lonteng.Pd Frans Kumaseh Joni Lumowa Dolfi Tutu Joice Mintje Foni Singkana Billy Regar Ir. Kalengkongan Sonny G. 15. MSc Jeferson Karundeng George E. SE Robby Keintjem Joppy Karundeng Berty Pongantung Fentje Pusung Jhonly V. Minsel 25. Mintje Maikel Suoth. Sandag Josep G. 4. Gerakan Solidaritas Anti Narkoba dan Obat Terlarang (Gersang) Kab. 10. 19. Nama Organisasi 2 Samua Basudara Peduli Pendidikan Suara Amurang Persatuan Sopir Amurang Yayasan Gema Mandiri Yayasan Formasi Bangun Minsel Yayasan Karya Muda Pembaharu Kab. Kesek Semuel Tumbol Saldi Monigi Hengky Rumengan 3 Karel Lakoy Rocky Sariowan A. 2. Yayasan Siloam ”45” 27. 7. 20. Yayasan Perisai Persatuan Perwakilan Kab. 31. SE Ibrahim Gani. Abraham Pongkorung. S. Yulius Pesik Arie Robert Lonteng Jhon Mawira Alamat 4 Tumpaan Amurang Buyungon/Amurang Amurang Malenos Baru/Amurang Timur Amurang Ranoyapo/Amurang Amurang Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Lopana/Amurang Timur Amurang Bitung/Amurang Tumpaan Sapa/Tenga Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Amurang Rumoong Bawah/Amurang Barat Lewet/Amurang Sapa/Tenga Uwuran Satu/Amurang 4 Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Tawaang/Tenga Teep/Amurang Barat Buyungon/Amurang Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Tumpaan Satu/Tumpaan Maliku/Amurang Timur Lopana/Amurang Timur Maliku/Amurang Timur Sulu/Tatapaan Ritey/Amurang Timur Picuan/Motoling Timur 1 2 23. Manengkey Ernest H. Sariowan Drs. 14. Minsel LSM Makasiow LSM Eureka LSM Rondoren Banua Minsel LSM Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa LSM Gerbang Minsel Pengurus (Ketua) 3 Herly Kaiende. Minsel Barisan Muda Teguh Bersinar Dewan Reformasi Pembangunan Kab. LSM Apostolos Yayasan Usaha Mandiri Yayasan Matuari Waya Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Cabang Minsel LSM Tagoy Lestari LSM Minahasa Selatan Coruption Watch (MSCW) LSM Generasi Profesional Mandiri LSM Generasi Bela Pancasila 31 . Petrus Ulaan Wilem Mononimbar Jimmy Endey Bernard Lonteng. 12. 33. Minsel 24. 18. Minsel Gerbang Maju Sulawesi Utara Komite Pelestarian Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup Kab. Karundeng Edwin F. 9. 17. 13.S. 5.

Roly Makauli Ishak Ahmad Dicky Mintje Marthen J. Umboh. Badan Kesatuan Bangsa. 5. Fredy Lengkong Farida R.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 37. Lendongan Sinar L. Minsel Yayasan Kekuatan Bagi Negeri (YKBN) Rukun Keluarga Tombulu di Tumpaan Organisasi Sosial Ro’ma Care Gerakan Da’wah Islam “MUHAMMADIYAH” Minsel “ENTOURAGE” Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Forum Peduli Pendidikan Sulut Korps Garuda Laskar TRIKORA Kelompok Pecinta Alam Cliff Hanger Persatuan Rukun Yosep Lousya Lembaga Independent Kecamatan Motoling Tuama Auto Club Garda Inti Permesta (Garinsta) Pimpinan Daerah ”AISYIYAH” Kab. Nama Organisasi 2 Kerukunan Keluarga Besar Lengkong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) Kerukunan Akar Rumput Satal Kab. 16. 11. Sangkoy Drs. 15. 18. 19. Legi. 1 12. 4. Derek Lengkong Rio Salsabila Yusuf Yantje Liando M. 8. 23. Minsel Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kerukunan Keluarga Besar Pelealu. Frangky J. Politik dan Perlindungan Masyarakat 32 . 24. 27. Rudolf Marentek Sumber : Data Juli 2010. 14. STh Jan Johan Polii 3 Marthen Lumowa Jantje C. LSM Purna Paskibraka Indonesia Minsel 39. 3. Noya Junior Malomba Drs. 21. 28. SPd Ernest O. 6. LSM Lentera Masa Cabang Minsel Lans B. Minahasa Selatan Tabel 11b. 17. Maradesa. SE Tommy J. Badan Kesatuan Bangsa. BA Hengky Rantung Drs. Palakua Ir. 2. Minsel Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kab. Jefry R. 13. 22. 25. 10. Kawatu. 7. Dientje Sumendap Harri Masinambow Pdt. 26. Daftar Nama Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Minsel Kateda Maesa Asosiasi Pendeta Indonesia Pengurus (Ketua) 3 Dr. Schu Maudy Damopolii Alamat 4 Buyungon/Amurang Amurang Kumelembuai Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Pondang/Amurang Timur Uwuran Satu/Amurang Lewet/Amurang Pondang/Amurang Timur Ranomea/Amurang Timur 4 Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Tumpaan Lopana/Amurang Timur Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Tareran Motoling Kilometer 3 / Amurang Pondang/Amurang Timur Amurang Ranoiapo/Amurang Pondang/Amurang Timur Sumber : Data Juli 2010. Manado Minahasa Selatan Rukun Porodisa Orang Pondang Asal dari Talaud Dewan Pimpinan Cabang Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Kab. Lelengboto Jefry Pelealu Sinar Maradesa Dra. Lengkong Sanly F. 20. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. Minsel Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 2 Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI) Dewan Pimpinan Cabang Kab. 9. LSM Komunitas Tumbuh Bersama Minsel 38.

Minahasa Selatan Tabel 11c. 19. 8. SPd Ibrahim Gani. SH Jhoni Taroreh. SE Ibrahim Gani. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. 12. SPd Wem Mononimbar Sharil Bahrudin. H. Minsel 2 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kab. Art Bago Robby Simbar. 2. SPd Alamat 4 Amurang Amurang Amurang Ranoiapo/Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Tumpaan Amurang Bitung/Amurang Amurang Amurang Amurang 4 Amurang Amurang Uwuran Satu / Amurang Uwuran Dua / Amurang Kristy Alfons Sumual Dewa Putu Oka Pondang/Amurang Timur Ritey/Amurang Timur Tambelang/Maesaan Sumber : Data Juli 2010. 22. 14. S. 17.Sos Rivay Rompas Drs. Minsel Keluarga Besar Putra-Putri Polri Ikatan Putra-Putri Kepemudaan Minahasa Selatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kab. membentuk 33 . Minsel Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kab. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. 10. 4. Togas. Minsel Barisan Muda Demokrat Kab. Minsel Forum Solidaritas Pemuda Kristen Kab. ST 3 Robby Sangkoy. Tommy Kawengian Richard Ottay. MPd Drs. Minsel Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kab. Minahasa Selatan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memperkokoh kemerdekaan berserikat. 16. 5. Minsel Pemuda Panca Marga Kab. Daftar Nama Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Rumokoy Michael Frans Farland Lengkong Maryoh Sangkoy. Petrus Ulaan Drs. Runtunuwu F. Minsel Pemuda Pancasila Kab. Minsel Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia Kab. SPd Dr. Minsel Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. 18. Ferry Mohede Ir. 6. 3. Minsel FKPPI Kab. 9. Minsel Gerakan Pemuda Ansor Kab. 20.G. Minsel Himpunan Mahasiswa Minahasa Selatan Peduli Pembangunan (HMMSPP) Pemuda Tani HKTI (Petani HKTI) Forum Komunikasi Mahasiswa Minsel (FKMMinsel) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indoensia) Kab. 7. SE Artli Kountur. 21. 13. 11. Nama Organisasi 2 Karang Taruna Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Kosgoro Kab. 1 15. Minsel Pengurus (Ketua) 3 Merry M. Badan Kesatuan Bangsa. Minsel Talented Youth Devada Kab.

Sos Franny Donald Toloh. Tumbuan. Ibrahim A. Partai politik merupakan Di sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokratis untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab. SH Anyan Kotambunan Fonny Singkoh Tommy Pakaya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 kepengurusan partai politik di daerah sesuai dengan partai politik yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat.Th Herry Djumaat Kasim Malolonto Chalid Doehmi Drs. 10. Hengky Toloh. 7. SE Fonny Singkoh Piter B. M. 22.A. 1 11. 6. 28. 3. hanya 34 partai politik yang terdaftar sebagai peserta pemilihan umum. 18. 13. 26. 16. 32. S. 23. Nama Partai Politik 2 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Pemuda Indonesia (PPI) Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Republik Nusantara Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kedaulatan 2 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Patriot Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat (PD) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor Partai Buruh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Pengurus (Ketua) 3 Billy J. SH Agus F. 2. 4. Sumakul. SH Welly Pelle Frangky Mokalu. 9. Tabel 12. 30. H. 33. 12. 14. SPd 3 Pdt. 20. Liow. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1 1. 5. 25. 19. Ke-34 partai politik tersebut diperlihatkan pada Tabel 12. 27. SE Hengky Rumengan. Mokalu. dari 42 partai politik peserta pemilihan umum di Indonesia tahun 2009. Regar. BA Thawil Hamim Pdt. Surentu.J. S. SE. 8. 17. SE Ventje Tuela. BA Richard Ottay. Tumbelaka Robby Mintje Jenny J. Henny Ottay. Wonok 34 . 24. 21.Sos Franco G. 31. Kalangi Robby Gunawan. Rumokoy. Laonda Frangky I. S. ST Drs.Sos Johni Sumual. SpPD Junaidi V. 15. ST Nico Tiow Priesly F. Kabupaten Minahasa Selatan. SH Harvey Tewal. 29. F. MS Dr.

11.454 2.854 4. 3. Berdasarkan hasil pemilihan umum legislatif tanggal 9 April 2009.000 2. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Memperoleh Kursi Beserta Jumlah Perolehan Suara No 1 Nama Partai Politik 2 Jumlah Perolehan Kursi 3 Jumlah Perolehan Suara 4 1. SH Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 34. Komisi Pemilihan Umum Kab.086 24.248 3. 8. 10.467 3.544 2.377 16. 5. hanya 12 partai politik yang memperoleh kursi. 7. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan pada pemilihan umum legislatif tahun 2009 ditetapkan 30 kursi untuk diperebutkan oleh partai politik peserta pemilihan umum. 12. Minahasa Selatan 35 . Partai Merdeka Viktor Kimbal.429 4. Tabel 13. 9. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrat (PD) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Jumlah 8 6 5 2 2 1 1 1 1 1 1 1 30 Orang 33. 2. 6.468 2.022 101. Komisi Pemilihan Umum Kab. dari 34 partai politik peserta pemilihan umum.979 Sumber : Data Juli 2010.030 3. Partai politik peserta pemilihan umum yang memperoleh kursi beserta jumlah perolehan suara diperlihatkan pada Tabel 13. 4.

kondisi ketenagakerjaan. di mana fasilitas sarana dan prasarana selalu lebih lengkap dan kompleks daripada penduduk di pedesaan. kondisi pendidikan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB VI KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFIS Profil sosio-demografis suatu daerah menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan penduduk. kegiatan institusi sosial dan olahraga. 36 Hal ini disebabkan setiap manusia pada hakekatnya selalu ingin menikmati fasilitas . agama. 1. Kecenderungan tersebut terlihat dalam kehidupan penduduk perkotaan. hidup yang lebih baik dan lebih layak. kesehatan. Demografi Keadaan dan kepadatan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tersedianya berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya. perekonomian.

Nama Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur Motoling Barat Tenga Sinonsayang Amurang Tareran Suluun Tareran Tumpaan Kumelembuai Amurang Timur Amurang Barat Tatapaan Maesaan Data Tahun 2007 Jumlah KK 4. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi sumberdaya daerahnya.528 267 1. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2007-2009 diperlihatkan pada Tabel 14.543 2.068 515 2. 10.671 2.119 941 263 640 910 681 469 428 711 617 manusia yang dapat membangun dan mengembangkan Data Tahun 2008 Jumlah KK 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Berdasarkan data pada Tabel 1b.680 2.839 2. 17.609 4.552 3. 14.193 Jumlah KK Miskin 955 691 487 460 399 540 745 693 299 425 165 741 369 419 883 711 617 Data Tahun 2009 Jumlah KK 3.738 4.155 2.271 4. 16.464 4.702 2.317 4. 15.284 5.436 632 2.201 Jumlah KK Miskin 957 723 621 1.403 4.165 Jumlah Jumlah KK Miskin Jiwa Miskin 525 2.292 343 1.404 3.189 3.514 3. Hal ini sebagai dampak dari program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan keinginan masyarakat meningkatkan taraf hidup. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.982 4. Data Keluarga Miskin di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007-2009 No 1.506 6.846 4. 6.372 432 1.465 4. Sebagai suatu kabupaten pemekaran. 3.400 607 2.676 4.611 3. 9. keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 8.560 609 2. 2. 11.168 3. Kemiskinan merupakan suatu fenomena masyarakat yang sudah lama terjadi dan dapat terjadi di mana saja tanpa memperhatikan lokasi. Sampai dengan tahun 2009.218 2.730 4. 8.428 523 2.242 3. sehingga sifatnya global. 7.092 37 .348 3. 13.835 2.460 4.232 2.180 1.728 600 2.545 4.060 198 792 323 1.403 4.208 2.461 3. penduduk Kabupaten Minahasa Selatan tersebar pada bentang wilayah dengan kepadatan yang cukup rendah dan sebagian besar terkonsentrasi di ibukota kecamatan.179 2.712 3.052 4. 4. Kemiskinan di suatu wilayah mempunyai hubungan dengan kondisi wilayah dan pembangunan ekonomi wilayah.265 2.159 3.409 2.506 KK.848 462 2.590 3. Minahasa Selatan tidak terlepas dari masalah kemiskinan.100 732 2.518 3.928 545 2. 12. Tabel 14.541 4.212 553 640 2. 5.099 1.089 3.

terutama yang menyangkut hak-hak penduduk. yaitu sektor pertanian. Salah satu cara yang dilakukan adalah memotivasi kepada penduduk miskin bahwa untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dapat tercipta di dalam sanubari mereka.138 9. Dengan demikian.Total 1 58.179 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 57. Pemerintah Pusat melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan. Mekanisme yang 38 Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran . salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali harga komoditas pertanian dan pengaturan kembali kelembagaan sektor pertanian. salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan teknologi pada sektor-sektor ekonomi yang unggul.945 8. Minahasa Selatan Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan.5 58. Sedangkan RTS adalah rumah tangga yang masuk kedalam kategori sangat miskin. Program BLT-RTS diselenggarakan dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial (social protection) sebagai dampak pengurangan subsidi BBM. Dengan meningkatnya harga jual komoditas pertanian.506 34. antara lain : 1. Badan Pusat Statistik Kab. melalui sektor-sektor ekonomi tersebut memberikan nilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. maka pendapatan petani (rumah tangga pertanian) juga akan meningkat.024 99 Sumber : Data Juli 2010. Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah melalui pendekatan sosio-kultural. miskin dan hampir miskin. Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). perkebunan dan perikanan. Program Bantuan Langsung (BLT-RTS) BLT adalah bantuan langsung berupa uang tunai sejumlah tertentu untuk RTS. Untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.26 10. yaitu dengan membangun motivasi masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau adat yang menjadi penghambat bagi kemajuan penduduk setempat.

Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama. Sedangkan mendapat 2008.000.000 per bulan selama 7 bulan. Rp. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. 100. 400. Program Keluarga Harapan (PKH) PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) pada sisi beban pengeluaran. dengan rincian. mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi serta meningkatkan tanggung jawab bersama. 1. yakni bulan April dan Mei.200. khususnya terkait dengan upaya peningkatan sumberdaya manusia untuk jangka pendek dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang. 300. Pada tahun 2008. 2. b.421 RTS Selatan pada tahun 2008 tahun 2009 dengan 9. dan c.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dilakukan merupakan asistensi sosial (social assistance) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. namun hanya selama 2 bulan. BLT Kabupaten sebanyak mendapatkan BLT sebanyak Tujuan dari Program total anggaran Rp.000 diberikan untuk digunakan selama 3 bulan (Juni-Agustus) yang diberikan pada bulan Juni 2008 dan Rp. Prinsip PKH adalah pemberian bantuan tunai kepada RTSM dengan syarat 39 . BLT-RTS adalah : a.884. Membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan dasarnya.000 diberikan untuk digunakan selama 4 bulan (SeptemberDesember) yang diberikan pada bulan September Minahasa 9.599 RTS. BLT-RTS diberikan sebesar Rp. Pelaksanaan Program BLT-RTS langsung menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan mendorong tanggung jawab sosial bersama serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin.

akan menerima bantuan selama maksimal 6 tahun dan setiap 3 tahun akan dilakukan resertifikasi terhadap status kepesertaan. bantuan sebesar Rp.600. 3. Bantuan yang diberikan kepada RTSM. melakukan pemeriksaan kesehatan. tahun 2008 mendapatkan bantuan sebesar Rp.000 pada 1. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. Jawa Barat. Jawa Timur. untuk exit strategy PKH memerlukan koordinasi dengan program lain yang terkait. Pelaksanaan PKH direncanakan sampai dengan tahun 2015. 1. Sumatera Barat.016 RTSM selama 3 tahap. serta memeriksakan kandungan bagi ibu hamil.000 pada 2. PKH lebih yang merupakan salah satu ”crash program” untuk mengatasi dampak akibat kebijakan kenaikan harga BBM. antara lain ketenagakerjaan.839.245. Ketujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo.891. khususnya bidang kesehatan dan pendidikan. kepada masyarakat miskin. Di tahun 2007 mendapatkan pada 3. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2007. termasuk pemeriksaan gizi dan imunisasi balita. 3. perdagangan. DKI Jakarta. Pelaksanaan PKH telah dimulai sejak tahun 2007 yang diawali di tujuh propinsi dengan melibatkan 500 RTSM.000 Rp.415 dan tahun 2009 mendapatkan bantuan sebesar RTSM.109.925 RTSM yang setiap tahun direalisasikan Untuk tahun 2010. Sedangkan tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin. telah direalisasikan tahap I sebesar 40 . perindustrian.948. dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial RTSM yang menjadi peserta PKH. PKH bukanlah kelanjutan dari program Subsidi Langsung Tunai (SLT) Akan tetapi. pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Apabila setelah 6 (enam) tahun kondisi RTSM masih berada di bawah garis kemiskinan. nantinya RTSM berkewajiban untuk menyekolahkan anaknya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mereka bersedia mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. apabila hasil uji coba di beberapa daerah/propinsi berhasil.

415 1.245.016 3. 2.000 312 102. 4.365.158.400.536.650. Minahasa Selatan 3.000 2.050. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2007-2009 No 1. 4.908 944. 3. 5.026. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap I No 1.804.000 Tumpaan 303 298 390. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.300. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) PNPM Mandiri merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu.925 3.117 1. 6.000 420 581.000 319 435.000 2. 3.000 565 179.000 391 122.278.907 RTSM. Dinas Sosial. 2.050.150.300. 2009 Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Awal RTSM RTSM RTSM (Rp) (Rp) (Rp) (RTSM) Tenga 334 322 441.130.000 252 308.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Rp.000 Sumber : Data Juli 2010. Target Realisasi TA.000 368 477.650.134.600.000 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010.000 Motoling 387 386 519. 8. Rekapitulasi pembayaran RTSM peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2007-2009 dan tahun 2010 tahap I diperlihatkan pada Tabel 15a dan Tabel 15b.839. Dinas Sosial.000 252 314.000 Ranoyapo 448 435 592.000 565 738.000 420 144. 6.718.000 289 377. 2007 Realisasi TA. 7.948.000 251 79.361.891.000 Tompaso Baru 320 315 422.400. Sulawesi Tengah. tanggal 30 April 2007 sebagai program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan 41 penurunan tingkat pengangguran yang berbasis pada partisipasi dan .800.136.000 368 120.000 Jumlah 3.950.000 312 407.740. 2008 Realisasi TA. 943.200.000 3. Kecamatan Tenga Kumelembuai Motoling Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Sinonsayang Tumpaan Jumlah Target Awal (RTSM) 311 251 368 399 312 420 565 291 2.600.000 400 513. 8.000 431 545.000 Sinonsayang 592 587 766.109.000.000 378 487. Tabel 15a.050.000 Modoinding 468 449 594.000 Kumelembuai 265 258 336.103. 7.917 Realisasi Jumlah Bantuan RTSM (Rp) 311 103.000 pada 2.576.289.000 320 430. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Minahasa Selatan Tabel 15b.000 290 92. 5.

Sedangkan di tahun 2008.000 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.200.000. Kementerian Pekerjaan Umum. 750. Di tahun 2009 mendapat bantuan pada 15 kecamatan dan hanya 2 kecamatan yang belum mendapat PNPM Mandiri. Di tahun 2007.500.000. 1. 42 . 3.500.000.000. PNPM Mandiri mencakup 3. 2008. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. untuk sementara dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Energi Sumberdaya Mineral.000.000 sampai dengan Rp.000.999 kecamatan dan 36. sejak tahun 2007 mendapat bantuan PNPM Mandiri pada 5 kecamatan dan tahun 2008 mendapat bantuan pada 6 kecamatan. yakni Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Kumelembuai karena sementara melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP).000. 19. yang terdiri dari pos APBN Rp. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK).000.993 kecamatan dan 28.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pemberdayaan masyarakat.000 sampai dengan Rp. Tahun 2010 mendapat bantuan di semua kecamatan dengan total anggaran Rp. Kementerian Sosial.417 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. PNPM Mandiri mencakup 2.800.000.000.000. sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan pengangguran yang umumnya bersifat sementara. Kementerian Pertambangan. 2009 dan tahun 2010 beserta besaran dananya diperlihatkan pada Tabel 16a. 1. 3. Mulai tahun 2008 diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). 15. Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tabel 16b dan Tabel 16c.000. PNPM Mandiri.000. PNPM Mandiri terdiri dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK). PNPM Mandiri adalah program strategis yang menjadi wadah dari berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. Tujuan PNPM Mandiri adalah meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga miskin (RTM) dan pada sisi lain membuka serta perluasan lapangan kerja.000 dan pos APBD Rp. Nama-nama kecamatan yang mendapat bantuan PNPM Mandiri pada tahun 2007.

000.000.000 900.000.000.000.200.000.000.000 180.00 500.000.00 0 750.00 0 750.000 180.000.000 720.00 0 0 0 1. 7.000.250. 4.000 720.000. 5.000.200.00 0 150.500.000.0 8.000.000.000.000 900.500.200.000.00 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 16a.000.800.00 2. 8.000.00 1.00 1.000.000.000.000 180.00 0 400.00 0 600.000. 14.00 0 0 0 1.000.00 0 0 0 1.600.000.000 900.500.00 700.00 0 0 0 3.00 1. 6.000 180.500.000.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007 dan Tahun 2008 No Kecamatan 1.000.0 00 0 0 00 Sumber : Data Juli 2010.000.000 180. Minahasa Selatan Tabel 16c.000 180.000.000 720.000 900.000.000. Tenga Ranoyapo Tumpaan Motoling Amurang Modoinding Jumlah Anggaran Tahun 2007 APBN APBD BLM (Rp) (Rp) (Rp) 600.000 180.00 0 150.000.000 720. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.00 1.00 0 100.000 720. 3. 10.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.00 300.00 0 150.000 0 900.000.000 720.000.000.250.000 720.000 720.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1.000.00 0 0 1. 11.000.000 180.000.000.000. 6.000.200.000.000.000 720.000 180.000.00 0 600.000.000.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000.000.600.000.500.000.000.000. 9.000.00 0 750.000.00 1.000.00 0 0 0 1.00 2.00 400.000 720. Minahasa Selatan Tabel 16b.000.000.00 250.000 900.000 720.000.000. 13.000 12.000.000.000.000 720.00 0 0 0 2.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten 43 .000.800.000.00 10.000 900. 12.000 720.000.00 300.000.00 0 750.000.00 0 600.000.000.00 0 150.000.000.000 180.00 0 - APBN (Rp) Anggaran Tahun 2008 APBD BLM (Rp) (Rp) 2.000.00 300. 4. 3.000 900.000 900.000 720. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2009 APBD (Rp) BLM (Rp) 720.000 720.000 720.000. 15.000 720.000.000 10.000.050.000. 2.000.000 720. 2.800.000.000.000 720.000.00 0 500. 5.000.000 900.

12.000.250.000 600.000.000 800.000 200.000 1.000 19. 11.000.00 3.000. 9.000. 8.250. 4.000.000 1.000 250.000.000.000. Tabel 17a.562 Orang 136 Orang 399 Orang 241 Orang (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 17a dan Tabel 17b di 44 .000.250.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1.000.000.000 1.000 200.000 250.000. 9. 4.000.000.000.000 1.000.000 1.000.000.000 1.000 250.000 1.000.000 1.000 200.000.000 800.000.000 0 1. 3.000. 16. 14.000 1.000. 8.000 1.000.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000.250.000 1.686 Orang 238 Orang 3.000 1. Minahasa Selatan Saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial bawah ini.000. P M K S Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Lanjut Usia Pekerja Migran Daerah Rawan Bencana Korban Bencana Alam Eks Korban Bencana Sosial / Pengungsi Wanita Rawan Sosial Ekonomi Balita Terlantar Anak Terlantar Korban Tindak Kekerasan Anak Nakal Anak Cacat Jumlah 9.000.250.000.000.000.000 1.000. 17.000.000 200.000.250.000.000.000 250. 13.000.000. 7.000 1. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Sinonsayang Kumelembuai Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2010 APBD (Rp) BLM (Rp) 800.000. 7. 15. 12.000 1.000.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000.000.000 800.000.667 KK 347 KK 236 Orang 1. 6.000 250. 10. 10. 2. 6.000.000 250.000.000 1.000.531 KK 7.000 200.000 200.000 1.000 1. 5.000.000. 2.000. 13.000 1.000 1.000.000 750.000 200.000 800.250.000.000 1.000.000 250.000 250.000. 11.000.000 250.000. Keadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.250.000 1.000 150.250.200.000.000.000.000.000 800.213 Orang 106 Orang 1. 3.000.000.000.000 1.000 1.000.800. 5.000.874 KK 2.000 15.000.000 800.000.000.000.000.000.

27 120. 2.100 92. Dari jumlah yang bekerja. sektor pertanian dan peternakan menyerap tenaga kerja terbanyak. 19. 16. dengan jumlah yang bekerja sebanyak 95. Keadaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2.516 88. Uraian Jumlah Angkatan Kerja Jumlah Yang Bekerja 2004 (Orang) 135. Sedangkan sektor lainnya sebanyak Untuk 43. Data Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. yaitu 52. Penyandang Cacat Eks Narapidana Korban Penyalahgunaan Napza Bekas Penderita Penyakit Kronis Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Pengidap Penyakit HIV/AIDS 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.754 orang.161 124. Dinas Sosial.961 95. Dinas Sosial. angkatan kerja di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan tahun 2009 sebanyak 102.810 2009 (Orang) 102.226 Orang 402 Orang 423 Orang 483 Orang 980 Orang 16 Orang Sumber : Data Juli 2010.395 Tahun 2006 2007 (Orang) (Orang) 139.665 orang. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. 17. 18. Tabel 18.906 99. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami Jumlah perubahan seiring dengan berlangsungnya proses pembangunan. Minahasa Selatan Tabel 17b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. 15.084 orang. pada Tabel 18 di bawah ini.335 123. P S K S Organisasi Sosial Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jumlah 18 Orsos 156 KT 81 Orang 17 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. dan yang bekerja di luar negeri sebanyak 5 orang. 3. Minahasa Selatan 2.961 orang.754 komposisi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan 45 . Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu modal utama bagi bergeraknya roda pembangunan.253 2008 (Orang) 101. 4.50 2005 (Orang) 138.

Sinonsayang Desa Tanamon Kec.207 4.765 41. Dinas Sosial. Motoling Desa Poopo Kec.428 36.641 3.539 51. Tenga Desa Poigar Satu Kec. usaha mikro. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.982 1. Suluun Tareran Desa Ongkaw I Kec.045 52.203 23. Pasar di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jumlah Setengah Penganggur 36. Ranoyapo Desa Pinaesaan Kec. Jumlah Pencari Kerja 2. masih termasuk dengan Kabupaten Minahasa Tenggara) Sumber : Data Juli 2010. usaha kecil.281 24.237 68. 7. Amurang Barat Desa Suluun IV Kec. 2.174 5. Dinas Koperasi. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 19a. Amurang Desa Tenga Kec. Tareran Desa Tumpaan Kec. Modoinding Desa Paslaten Kec. UKM.895 6. 12.013 39.309 8.218 6. Tompaso Baru Desa Pinasungkulan Kec.390 6.215 1. Sinonsayang Desa Motoling Dua Kec. 8. 14. 3. Jumlah Penganggur 14. Pasar. 13.940 14.998 571 7.765 14. Tabel 19c dan Tabel 19d. 9. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan berupa tersedianya pasar di hampir semua kecamatan. Tenaga Asing 3 5 5 11 8 8 (Data sampai dengan Tahun 2006. 6.158 56. Penempatan Pencari Kerja 116 357 1. Tumpaan Kelurahan Ranoiapo Kec.868 55. Tenga Desa Paku Ure Kec. 15. Tabel 19b.793 1. Nama Pasar Tareran Pasar Tumpaan Pasar Amurang Pasar Tenga Pasar Paku Ure Pasar Poigar Pasar Motoling Pasar Poopo Pasar Tompaso Baru Pasar Modoinding Pasar Tatapaan Pasar Kapitu Pasar Desa Suluun Pasar Desa Ongkaw Pasar Desa Tanamon Lokasi Desa Lansot Kec. Perekonomian Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan karena tersedianya sarana dan prasarana pendukung.870 9. 5.166 5.665 Peternakan .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Perindustrian dan Perdagangan Kab.Sektor Pertanian dan 68.133 4.084 . Tabel 19a. 11. 4.483 48.253 23.942 36. 10.290 7. berdirinya koperasi. Tatapaan Desa Kapitu Kec. Walaupun disadari masih banyak masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan taraf hidup.Sektor Lainnya 53. Minahasa Selatan 9 66. usaha menengah serta prasarana pemasaran dan perkreditan. Sinonsayang Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan 46 .Bekerja di Luar Negeri 20 51 5 3.765 43.

8. Dinas Koperasi. 5. Usaha Kecil dan Usaha Menengah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Industri Non Pertanian . Produksi Koperasi Konsumen Koperasi Wanita Koperasi Pemasaran Koperasi Serba Usaha Koperasi Jasa Koperasi Lainnya Total Jumlah 6 45 194 28 154 37 28 18 4 7 1 19 22 193 1 44 799 3.Industri Non Pertanian .Perdagangan . Perikanan i.Industri Pertanian . UKM. 4.Aneka Jasa Usaha Menengah : . 7.235 2. 6. Perkebunan g.Perdagangan . Minahasa Selatan Tabel 19d. Pertanian d. Jenis Usaha Usaha Mikro : . 2.Perdagangan .416 117 766 403 381 102 226 435 109 57 196 27 4. Sumber : Data Juli 2010. Prasarana Pemasaran dan Perkreditan di Kabupaten 47 . Data Populasi Usaha Mikro. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Jenis Koperasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Produsen : a.Industri Non Pertanian . Perindustrian dan Perdagangan Kab. Produsen c.Industri Pertanian . Data Koperasi Berdasarkan Jenis/Identitas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Industri Pertanian . Petani Buah j. Sumber : Data Juli 2010.Aneka Jasa Usaha Kecil : . 3. Dinas Koperasi. KUD b. Nelayan h. Tani e. Minahasa Selatan Tabel 19c. Pasar.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 19b.Aneka Jasa Total Jumlah 1. Peternakan f. UKM. Pasar.

3. 6. Namun. 5. Oleh karena itu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan No 1. Masih banyaknya penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan merupakan salah satu kendala utama terbatasnya partisipasi pendidikan di Indonesia. Selain karena fasilitas pendidikan belum mampu disediakan di seluruh pelosok tanah air termasuk di daerah terpencil dan kepulauan. biaya pendidikan juga masih dinilai mahal oleh sebagian besar masyarakat. penduduk Indonesia adalah sebagai berikut : 1. pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Perindustrian dan Perdagangan Kab. UKM. Pendidikan Pada hakikatnya. sampai dengan tahun 2009 pelayanan pendidikan belum dapat sepenuhnya disediakan dan dijangkau oleh seluruh warga negara. Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas sebagai bentuk pemenuhan hak warga negara untuk mengikuti Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagaimana diamanatkan dalam 48 Langkah kebijakan yang ditempuh dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan . Dinas Koperasi. terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada Pemerintah pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara. Minahasa Selatan 4. Keadaan pendidikan suatu wilayah dapat menjadi indikator kesiapan penduduk dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prasarana Bank Toko Warung Rumah Makan Rumah Kopi Toko Obat/Apotek Pompa Bensin Jumlah 14 187 1. 4. UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat mempengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. 7. Pasar. 2.620 144 95 5 3 Sumber : Data Juli 2010.

jenis dan jenjang pendidikan untuk memberikan kecakapan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. 2. yaitu penduduk miskin. Peningkatan pendidikan nonformal yang merata dan bermutu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal. Peningkatan perluasan layanan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja serta mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. sosial. kepulauan dan daerah konflik untuk menjangkau layanan pendidikan. terutama bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah atau buta aksara dan putus sekolah. dan vokasional untuk bekerja dan usaha mandiri sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pembangunan . emosi. Di samping itu. baik formal maupun nonformal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah. baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas. termasuk kecakapan personel. Peningkatan dan pemantapan peran perguruan tinggi sebagai ujung tombak peningkatan daya saing bangsa serta pengembang IPTEK dan 49 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 5. 6. tinggal di daerah terpencil. spiritual. 2. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu sehingga 3. Pemberian perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur. dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan ditempuh langkah kebijakan sebagai berikut : 1. intelektual.

Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. 4. dengan pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada perguruan tinggi dalam mengelola pendidikan secara bertanggung jawab dan akuntabel. Selain permasalahan sarana dan prasarana. dan pengawasan yang didasarkan pada hasil. baik laki-laki maupun perempuan yang didukung dengan ketersediaan informasi mengenai layanan pendidikan secara transparan. penyediaan biaya. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk semua anak. mutu pendidikan maupun manajemen pelayanan tetap pendidikan. termasuk kompetensi lulusan dan tingkat kesehatan manajemennya. sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah. Peningkatan efektivitas peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal yang didukung oleh penerapan sistem kontrol dan jaminan kualitas pendidikan serta penilaian kinerja di tingkat satuan pendidikan melalui pelaksanaan evaluasi. berupaya Namun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengatasi 50 . Peningkatan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 seni. seluruh pelosok desa agar dapat Berbagai program dan kegiatan pendidikan. baik dalam penyelenggaraan. walaupun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menjangkau memperoleh diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah serta komite satuan pendidikan yang lain. permasalahan akses serta pemerataan pelayanan pendidikan. maupun pengelolaan pendidikan dari tingkat pusat sampai satuan pendidikan. 3. sertifikasi. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan ditempuh langkah sebagai berikut : 1. akreditasi. pelaksanaan otonomi keilmuan yang didukung dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan budaya baca. 2.

821 2. Kota Tomohon.973 633 613 1.219 siswa. sangat diperlukan adanya Perguruan Tinggi yang representatif sesuai dengan kondisi Kabupaten Minahasa Selatan untuk menampung para siswa yang telah lulus.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 permasalahan-permasalahan tersebut.349 1. 7.949 22.425 45. Minahasa Selatan Berdasarkan data jumlah siswa SMA dan SMK pada Tabel 20 di atas sebanyak 4.559 2. Keadaan Sekolah dan Siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. Kabupaten Minahasa (Tondano) dan Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi) dengan konsekuensi biaya hidup yang tinggi.348 12. Dinas Pendidikan. 2.246 22. 6. 51 .686 9. Mengingat banyak para siswa lulusan SMA dan SMK Kabupaten Minahasa Selatan yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berada di Kota Manado. Pemuda dan Olahraga Kab. 5.165 25.039 3. sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cukup memadai. Tabel 20. Sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya terdapat di beberapa kecamatan.663 4.513 511 449 960 4. Keadaan sekolah dan siswa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 20. Di setiap kecamatan terdapat lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).860 13. Jenjang Pendidikan PAUD TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta Total 3 146 149 127 107 234 1 1 58 21 79 13 5 18 9 2 11 211 281 492 Jumlah Siswa P Total 37 40 77 1.414 1. 3. Saat ini.374 L Sumber : Data Juli 2010. 4.

Sedangkan keadaan pendidikan guru di Kabupaten Minahasa Selatan pendidikan SMA sederajat dari sampai dengan pendidikan strata dua (S2). 82 laki-laki dan 2069 perempuan.383 yang tersebar di semua jenjang pendidikan. 4.674 Sumber : Data Juli 2010. 7. Data Keadaan Guru PNS/CPNS dan Non PNS di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. 5. 3. Pemuda dan Olahraga Kab. 2. Selengkapnya Namun yang telah mengikuti sertifikasi guru sampai saat ini hanya berjumlah 288 orang yang terdiri dari. Tabel 21a.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Untuk keadaan guru di Kabupaten Minahasa Selatan. 4.526 L 1 0 0 3 239 186 95 50 1 575 L 0 0 0 1 19 12 7 6 0 45 Sumber : Data Juli 2010.732 897 356 169 11 3. 9. 6.740 2. 8. Minahasa Selatan 52 . Satuan Kerja / Jenjang Pendidikan UPT Cabang Dinas Pengawas Penilik TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK SLB Jumlah PNS P Jml 0 1 0 0 0 0 127 130 921 1. Dinas Pendidikan.045 Total 1 0 0 360 1. Minahasa Selatan Tabel 21b. Pemuda dan Olahraga Kab.160 459 645 171 266 59 109 3 4 1. baik guru PNS/CPNS maupun non PNS berjumlah 3.335 8 691 258 114 2. 6. 2. keadaan pendidikan guru serta sertifikasi guru diperlihatkan pada Tabel 21a. 3. Data Keadaan Pendidikan Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Pendidikan. data keadaan guru PNS dan non PNS. Tabel 21b dan Tabel 21c. Jenjang Pendidikan TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah SMA L 5 102 0 26 4 3 140 P 217 501 3 27 5 0 753 D1 L 0 1 0 19 0 0 20 D2 P 2 11 0 57 0 0 70 L 0 47 0 9 0 0 56 P 3 301 0 44 1 1 350 D3 L 0 2 1 11 2 2 18 P 25 25 0 28 7 1 86 DIV-S1 L P 0 16 62 282 3 1 163 303 100 138 43 56 371 796 S2 L 0 0 0 0 0 5 5 P 0 1 0 4 1 3 9 Total 268 1. 5.315 Guru CPNS P Jml 0 0 0 0 0 0 2 3 86 105 24 36 4 11 5 11 0 0 121 166 Non PNS L P Jml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 221 227 67 400 467 85 131 216 40 39 79 27 22 49 3 4 7 228 817 1.

50% 3. Penduduk 4-6 Tahun SD/MI/SDLB a. 53 .02% 90. 2.86% 77. Dari tahun ke tahun. sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru. Jumlah Siswa : 2007 55.SD . 5. APK b. 3. Data Keadaan Sertifikasi Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No Sekolah 1. APK b.90% 3.13% 92.437 134 24. Jumlah Siswa : .49% 2010 65.SDLB d.214 99.41% 2.86% 25.043 100 25.552 98. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.15% 95.633 144 16 24.517 106. 6. APK b.815 101. 3.331 5.634 92. 4. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya dan mencari terobosan terhadap berbagai hal yang berkaitan dan mendukung bidang pendidikan.15% 25.73% 98.65% Tahun 2008 2009 57.06% 86. Tabel 22a.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 21c. APM c. Jumlah Siswa c.123 104. APK dan APM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2006-2008 diperlihatkan pada Tabel 22a dan Tabel 22b.270 6. Siswa 7-12 Tahun SMP/MTs/SMPLB a. Minahasa Selatan Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau semua penduduk usia sekolah untuk memperoleh pendidikan.54% 59.MI .220 122 25. APK dan APM Pendidikan Dasar Kabupaten Minahasa Selatan No 1.097 24. mutu pendidikan mengalami peningkatan.022 90.643 6.017 5. Dinas Pendidikan.28% 3. TK SD SMP SMA SMK Penga was Total Kuota 2007 L P Jlh 0 13 18 27 1 15 59 3 44 36 28 3 35 114 3 57 54 55 4 50 173 Kuota 2008 L P Jlh 0 9 23 11 4 11 47 5 77 61 24 4 54 171 5 86 84 35 8 65 218 Kuota 2009 L P Jlh 0 26 16 6 5 11 53 2 107 43 7 1 61 160 2 133 59 13 6 72 213 Kuota 2010 L P Jlh 0 10 13 5 1 7 29 13 49 38 9 3 33 112 13 59 51 14 4 40 141 L 0 58 70 49 11 44 188 Jumlah P Jlh 23 277 178 68 11 183 557 23 335 248 117 22 227 745 Sumber : Data Juli 2010.20% 78. APM c.046 25.18% 92.70% 25.52% 4. Pendidikan Dasar TK a. Penduduk 7-12 Tahun e. Pemuda dan Olahraga Kab.817 99.37% 25.

085 4.509 2.875 4.170 2.895 10.099 2.736 1.587 3.271 3.139 1.271 1.551 2.141 1.906 15.753 10.467 248 3.946 2.878 1.656 97 10.480 3.223 2009 65. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah Belum Tidak Tamat Seko.380 2. 4.850 12. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan 23 September 2009) No 1. Siswa 16-18 Tahun 2007 49.191 Tahun 2008 97.172 1.041 1.177 2.029 9.992 12. 15. Pendidikan Menengah SMA/SMK a.SMP .167 Sumber : Data Juli 2010.838 1.273 2.978 Sumber : Data Juli 2010.570 1.571 1.67% 3.398 3.212 15.384 85 10.965 3.591 13.503 3.98% 46.537 3.19% 55.703 3. 2.265 1.478 1.601 1.651 1.950 7.140 3.897 1. APM c.513 2. 9. Siswa 13-15 Tahun 9.546 2. APK b.658 9.165 1.283 1.814 16. Tabel 23.Tamat SLTP SLTA SD lah SD 3.703 4.482 3.284 9.370 833 2.SMA .505 4.782 5.358 D II D III S1 S2 4 7 1 3 3 17 16 11 23 4 5 14 17 0 1 3 5 134 S3 1 2 0 1 1 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 0 2 15 Jumlah 11.950 14.867 2.982 10.278 2.520 1.745 2.408 3. 11. 8.13% 3.889 15. Pemuda & Olahraga Kab.232 987 34.MTs d.17% 3.428 2.511 3. Minahasa Selatan Tabel 22b.095 1.232 5. 7. 6.303 204. 3. Jumlah Siswa : . 13. 5. 17. Penduduk 16-18 Tahun e.135 2.638 9.187 9. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.674 9.SMK d.317 2.359 996 441 1.954 2.019 2.321 1. 10.417 2.762 8. 12.973 3.338 2.403 1.600 13.005 2. Minahasa Selatan 54 .454 2.867 38.217 2.520 2. Dinas Pendidikan.707 1.252 1.096 2.314 2.652 1.058 1.480 584 39. 16.181 10.773 99 10.764 50 60 105 56 85 127 67 88 134 102 68 129 83 93 126 161 200 247 90 117 358 84 112 198 166 114 432 52 65 98 83 97 120 73 68 270 70 84 301 37 64 64 72 18 42 39 40 92 36 35 193 1. Penduduk 13-15 Tahun e.27% 61. Pemuda & Olahraga Kab.484 2.967 48.060 2.559 7.698 2.069 9.787 1.014 37. Dinas Pendidikan.967 10.518 8.693 5.487 2.010 3.161 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .045 78 10.970 2. 14. APK dan APM Pendidikan Menengah Kabupaten Minahasa Selatan No 1.883 2.685 4.945 1.686 3.788 2.036 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Untuk keadaan penduduk menurut pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 23.

11. 13.316 437 439 440 889 447 442 400 400 895 450 445 845 6 575 575 580 580 1.Kaneyan Suluun Tareran .Tawaang .Suluun Tumpaan .Raanan Baru Tenga . 4.239 659 580 575 575 1.095 8.754 599 598 557 1.159 579 580 1.446 482 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 964 Jumlah Pengunjung (Orang) 2008 2009 Mei 2010 5 450 450 6 555 555 7 365 250 115 7 220 220 219 219 494 277 217 333 223 110 275 275 495 270 225 230 230 668 233 210 225 457 227 230 235 235 477 237 240 435 Keadaan perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2008 sampai dengan pertengahan 1 2.Ongkaw Amurang .Munte Kumelembuai Jumlah Perpustakaa n 3 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 Jumlah Buku 4 682 482 200 4 482 482 482 482 964 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 482 482 1. pemerintah telah mendirikan/menyediakan 31 perpustakaan. Tabel 24.192 595 597 597 597 1.Pakuweru Sinonsayang .173 586 587 588 588 590 590 1. 3.Ranoyapo Motoling .Rumoong Atas . Ranoiapo Tareran .Makaaruyen 2 Tompaso Baru . tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 24. 5 445 445 443 443 877 440 437 435 435 430 430 862 432 430 440 440 1. 10. Kecamatan Desa/Kelurahan 2 Modoinding .Picuan Baru . 12.Kilometer Tiga .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa dan masyarakat pada umumnya.Tompaso Baru Ranoyapo .Sinisir . 6. 5.Picuan Lama Motoling Timur . Keadaan Perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendirikan/menyediakan perpustakaan di semua kecamatan dan menyediakan berbagai macam buku.Kel. Sampai dengan pertengahan tahun 2010.Wanga .Tumpaan .Kel. Lewet . 55 .Wanga Amongena Motoling Barat . 9. 7.

Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kesehatan adalah faktor yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. 16. Apabila sakit. yaitu pelayanan kesehatan terhadap penduduk miskin dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita.Kumelembuai .096 549 547 16. Kesehatan.Malenos Amurang Barat . Permasalahan kesehatan lain yang perlu penanganan segera. maka negara kuat. 15.Kel. Permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini antara lain. Minahasa Selatan 5. Kawangkoan Bawah Tatapaan . sektor kesehatan harus mendapat perhatian dan penanganan yang serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa serta negara. 17. Ranomea .Kel.410 482 482 482 482 482 482 482 482 482 964 482 482 14.911 555 540 2. . Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab. masih tingginya disparitas status kesehatan antartingkat sosial ekonomi. Pondang . Hal ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Selain itu. aktivitas untuk bekerja dan berkarya terganggu.Ritey .194 230 232 240 245 247 241 241 243 243 458 245 213 7. harus didukung oleh 56 . yang berati negara maju dan berkembang.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. Jika rakyat sehat.039 Sumber : Data Juli 2010.Kel. pemerataan masih rendah karena keterbatasan tenaga dan peralatan. pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah. Kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat.660 425 420 2.Temboan Jumlah 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 31 482 482 2.Lopana .859 575 573 570 572 569 540 540 547 547 1. serta perilaku masyarakat tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat. baik karena kendala geografis maupun kendala biaya.Tumani . terjadinya beban ganda penyakit.Makasili Amurang Timur . antarkawasan dan antarperkotaan-perdesaan.714 220 215 1. kualitas.Paslaten Maesaan .309 460 475 467 457 450 500 500 470 470 905 455 450 12. Untuk itu. bahkan tidak dapat dilaksanakan. Oleh sebab itu.

Sedangkan Angka Kematian Ibu sebesar 0. Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dapat diukur pada beberapa indikator derajat kesehatan.5 kematian bayi per 1. Dari 17 kecamatan yang ada. Angka Kematian Bayi mengalami penurunan dari 11.2 per 1. Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (IMR). menjadi 1. Berdasarkan data pada 14 Puskesmas. 14 kecamatan telah memiliki Puskesmas dengan kendaraan operasional dan 7 (tujuh) Puskesmas telah mengadakan pelayanan rawat inap. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap. 2. berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang lain tersedia di semua kecamatan. diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik. sangat dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang representatif untuk pasien yang kondisinya berat dan dokter spesialis beserta tenaga kesehatan lainnya. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 2 Rumah Sakit Umum Swasta dan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. Nama Puskesmas Amurang Timur Tumpaan Amurang Lokasi Kecamatan Amurang Timur Tumpaan Amurang Sifat Pelayanan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Jumlah Kendaraan Operasional 1 Unit 1 Unit 1 Unit Untuk Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 3.2 kematian bayi per 1. Angka Kematian Balita di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.000 kelahiran hidup pada tahun 2008. Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperan penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Angka Kematian Ibu ataupun Balita.1 per 100. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah perilaku dan lingkungan. Namun demikian. yaitu Angka Kematian Bayi. Untuk Puskesmas dan sarana kesehatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 25a dan Tabel 25b. Saat ini.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 9.000 Balita pada tahun 2008. 3.2 per 100.000 Balita mengalami penurunan 57 .000 kelahiran hidup tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0. Tabel 25a.2 per 1. Di samping itu.000 pada tahun 2008.

7. Sarana Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2. 6. Dinas Kesehatan Kab. Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (M. 5. 5. Amurang Barat Tenga Ongkaw Motoling Kumelembuai Poopo Tompaso Baru Modoinding Tareran Suluun Maesaan Amurang Barat Tenga Sinonsayang Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Modoinding Tareran SuluunTareran Maesaan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Sedangkan jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 26. 4. 9. 7. Minahasa Selatan Tabel 25b. 2. 7. 3. 9. 5. 13. 6. 12. Tenaga Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4. Jenis Sarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rumah Sakit Umum Swasta Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) Apotik Toko Obat Optik Balai Pengobatan Rumah Bersalin Posyandu Jumlah 1 2 156 85 3 2 2 3 19 185 Sumber : Data Juli 2010. 8. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. 3. 10.Kes) Apoteker Sarjana Farmasi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Sarjana Ilmu Terapan (D IV Kebidanan) Sarjana Ilmu Terapan (D IV Gizi) Jumlah (Orang) 69 3 2 4 5 11 11 2 1 58 . 10. 6. 14. Tabel 26. 11. 8. 10. Dinas Kesehatan Kab. 9.

157 1. Jumlah Peserta KB Per Mix Kontrasepsi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 20. Minahasa Selatan Dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kabupaten Minahasa Selatan. Dinas Kesehatan Kab. 19. 7.590 3. 14. Dari tahun ke tahun jumlah peserta KB. 21.289 1. Program KB di Kabupaten Minahasa Selatan sangat Untuk jumlah dirasakan manfaatnya.291 2.871 2.38 86.23 86. Tabel 27. 16.278 2.132 Pil 571 509 560 393 286 451 310 294 858 971 737 569 670 1.07 85.018 1.223 635 569 643 1.590 1.284 % 91. Sarjana Sanitarian Ahli Madya Keperawatan Ahli Madya Kebidanan Ahli Madya Gizi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan Ahli Madya Fisioterapi Ahli Madya Perawat Gigi Ahli Madya Sanitarian Perawat (SPR dan SPK) Bidan Diploma 1 Perawat Gigi Sanitarian (SPPH) Asisten Apoteker (SMF) Pekarya Kesehatan 3 49 46 13 10 2 4 5 180 112 16 15 4 17 Sumber : Data Juli 2010.48 90. 8.823 1.252 571 304 248 Mix Kontrasepsi MOW MOP Kdm Imp 32 1 29 75 15 0 77 189 10 0 36 235 20 0 22 211 19 0 10 155 10 0 12 220 6 0 6 62 19 0 16 51 19 0 3 124 28 0 7 448 16 0 0 359 47 1 8 253 23 1 24 153 26 0 21 199 Sntk 755 532 525 475 184 435 594 304 619 1. 14. 22. 12. 17.205 1.423 1.098 1. 12. 13. 6. 24.90 59 . selain dapat menekan laju pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.899 2. 10. 9.20 70. 18.04 88. 2.031 Jumlah 2.65 86. baik yang mengikuti melalui program pemerintah maupun karena kesadaran pentingnya program KB (swasta) mengalami peningkatan.369 2. 3. 5.21 86.657 PUS 2. 23.08 74.818 2.203 3. telah dan sementara digalakkan program Keluarga Berencana (KB).60 93.365 2.426 1.32 80.294 3. 15. 11.577 1. Hal ini karena tersedianya dan mudahnya para Pasangan Usia Subur (PUS)/Wanita Usia Subur (WUS) mendapatkan alat kontrasepsi (alkon).613 1. peserta KB di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 27.100 2. 4.118 2.817 1.446 3.285 1. 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 11.11 90. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Maesaan Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Amurang Barat Sinonsayang Tenga Amurang Amurang Timur Tumpaan IUD 694 501 241 696 290 156 445 416 580 441 1.05 94.

45 26.544 31.041 1. nampak di hampir semua lembaga/instansi.04 21. Walaupun demikian pemerintah terus memberikan motivasi dan pemahaman kepada kaum perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang. 21. 7. 17. Selain itu.82 50.177 237 1.861 393 139 532 24 6 30 456 5 461 4 19 23 210 0 210 28 5 33 13 3 16 6 3 9 10 3 13 47 49 96 30 8 38 6 2 8 13 9 22 6 3 9 51 23 74 39 11 50 22 2 24 10 0 10 7 2 9 129 21 150 5 4 9 21 30 51 1. 19.33 0.13 20.869 4.68 1.00 44.355 10. Badan Keluarga Berencana. 20. 17.728 9.00 1. 15. Kesetaraan gender di Kabupaten Minahasa Selatan. masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan telah menyadari akan persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja dan berkarya.73 60 . Tatapaan Suluun Tareran Tareran Jumlah 200 101 159 7. 11.08 51.072 2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab.08 82.031 85. 8. 5.33 23.200 459 1.33 31.00 15. Nama Lembaga / Instansi PNS Pemkab Minsel Pejabat Eksekutif Pejabat Legislatif POLRI PNS POLRI TNI Rumah Tahanan Kejari Kejari (Honor) Pengadilan Kantor Kemenag BRI BNI Bank Sulut Bank Danamon PT Air (PDAM) PLN Telkom Kantor Pos dan Giro Perusahaan Daerah Hukum Tua Hotel Restaurant Pendeta/Pastor/Imam Penduduk Yang Bekerja Laki-laki Perempuan Jumlah 2. 4.08 22.08 36. baik pemerintah maupun non pemerintah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 28.722 69.75 33.00 22.928 84. Data Partisipasi Perempuan Pada Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 12.407 86. 6.91 33. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 15.61 0.295 30 14 35 369 40 0 2 45 5 27 32 335 450 238 99 524 72 790 3.05 25. 10. 24. Tabel 28. 13. pemerintah terus berupaya meningkatkan kedudukan perempuan (kesetaraan gender) dalam rangka pemberdayaan masyarakat.00 40.00 8.113 % 38.22 14. 16. 14. 3. Minahasa Selatan Sejak dahulu. 22.72 Sumber : Data Juli 2010. 16. 18.15 18. 9. 23.44 58.224 638 1.992 1.288 1.99 2.

69 Sumber : Data Juli 2010.232 6. 2.14 33.664 178 767 868 22 309 209 440 13.160 Jumlah Umat Beragama Katolik Islam Hindu Budha 285 6.921 0 0 39 12 0 0 0 0 0 0 333 11 0 0 103 243 0 0 51 2. gereja. 9. 4. yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak serta pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan Indonesia yang aman dan damai. dimana di semua desa/kelurahan tersedia. 27. Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh sejumlah penduduk dengan berbagai latar belakang agama yang mengimani agamanya masing-masing.394 13. Tabel 29a. Hindu. Data Jumlah Umat Beragama di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.634 420 252 59 343 449 1 198 1 212 5. Agama Pembangunan agama merupakan upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Islam. Budha dan Konghucu.599 5. Sarana peribadatan yang dominan adalah gereja. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan.857 76. telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 25. 8.641 9.612 0 2 560 2. 31.223 549 1. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 7. yaitu Kristen. 32. 5.476 16. 3. mesjid.022 0 0 0 0 0 0 721 2.55 64. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Kristen 9. 26.253 0 0 Konghucu 4 0 0 0 0 0 0 0 0 61 .48 48. Katolik. 29.72 51. Badan Keluarga Berencana.327 12. 30.15 44. Minahasa Selatan 6.73 4.971 9.412 119 424 419 21 111 208 228 8. Untuk jumlah umat beragama dan sarana peribadatan (tempat ibadah) di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 29a dan Tabel 29b. wihara dan li tang. Guru Agama Koperasi Perusahaan Swasta Rumah Makan/Kopi Pedagang Wartawan LPK Sopir/Montir LKS/Guru Bantu Jumlah 129 1. 28. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah penganut agama kristen.276 6.50 15. 33.08 0.18 37. 6.

431 0 675 0 411 91 415 0 753 4.180 178. 5. 17.306 148 0 0 162 18. 11. 12. 15. 15. Kantor Kementerian Agama Kab.815 10.913 14. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah Kristen Gereja 30 38 18 29 18 14 19 32 41 19 36 29 28 32 33 27 30 473 Katolik Gereja 4 4 0 2 0 0 2 2 1 0 2 0 1 0 2 0 2 22 Jumlah Tempat Ibadah Islam Hindu Mesjid Pura 8 0 3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 3 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 27 0 Budha Wihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Konghucu Li Tang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3 Sumber : Data Juli 2010.437 0 35 1. 13.390 12. 14. 16.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 10. Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah 8. 17. 12. 11. dimana tercipta toleransi yang tinggi antar umat beragama yang dibuktikan dengan saling mengunjungi dan silaturahmi pada saat pelaksanaan hari-hari raya keagamaan. Sarana Peribadatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2. 3. Dari kesadaran yang muncul dalam mempererat dan mengembangkan toleransi antar umat beragama. 6.768 12. 14. para pimpinan umat beragama membentuk suatu wadah yang diberi nama Badan Kerja Sama Antar Umat ber-Agama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Selatan 62 . 9. Kantor Kementerian Agama Kab. 7.057 10. 13. 10. 4. Minahasa Selatan Tabel 29b. Minahasa Selatan Kehidupan sosial umat beragama dan antar umat beragama senantiasa berjalan dengan baik.771 6.724 0 0 0 4 4 0 0 0 8 0 0 0 27 2 0 0 0 31 0 0 0 1 0 0 0 0 5 Sumber : Data Juli 2010. 16.999 2.461 13. 8.

Selain itu. seperti Gelanggang Olahraga (GOR). di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia berbagai fasilitas umum. tinju. di beberapa cabang olahraga. baik tingkat pelajar maupun tingkat umum Kabupaten Minahasa Selatan dapat berprestasi di tingkat Propinsi maupun Nasional. sehingga sangat diperlukan sarana olahraga yang memadai dan representatif. Namun dalam meningkatkan prestasi. 5. karate. 6. 7. bridge dan beberapa cabang olahraga lainnya. Beberapa sarana olahraga yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh para atlit serta masyarakat untuk olahraga dan hiburan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 30. Tempat / Kegiatan Sosial Hampir semua desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki tempat kegiatan sosial seperti Balai Pertemuan Umum (Balai Desa/Kelurahan). Tabel 30. dalam menjaga kebugaran tubuh/berolahraga memanfaatkan sarana olahraga apa saja yang ada di sekitarnya. Akan tetapi. para atlit memanfaatkan dan menyiasati sarana olahraga yang ada di sekitarnya walaupun tidak memadai. sepak bola. Mengingat prestasi demi prestasi yang dicapai oleh para atlit Kabupaten Minahasa Selatan. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam kegiatankegiatan keagamaan. Sarana Olahraga di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sarana Olahraga Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Sepak Takraw Gedung Olahraga Jumlah 17 10 8 2 3 17 1 63 . 7. baik milik pemerintah maupun milik organisasi sosial/yayasan. Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan representatif. yang digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Begitu juga dengan masyarakat. 3. 4. seperti cabang olahraga atletik. 2.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8. kebutuhan data untuk menyusun profil perekonomian daerah diarahkan pada sumber primer dan sekunder . Berdasarkan asumsi tersebut.851 1. Pemuda dan Olahraga Kab.700 22.1 64 .4 82. Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau Luas Tanam Luas Panen (Ha) (Ha) 13. 1.581 3. padi ladang. Pertanian Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah. 2. kacang hijau.902 2.661 1. 6. Tabel 31.8 365.395 605 601 202 197 53 53 Provitas (Ton/Ha) 4. Selain itu. perkebunan. capaian produksi tanaman pangan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 31. 3. 5. Pada umumnya daerah di Indonesia masih mengandalkan usaha ekonomi di sektor primer seperti pertanian.2 69.712 1.081 21. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.9 964.748 13. kacang tanah. Minahasa Selatan BAB VII POTENSI PEREKONOMIAN Potensi perekonomian menggambarkan sumber-sumber penghasilan utama penduduk. sektor sekunder seperti pertambangan dan industri pengolahan juga masih mendomisasi sumber perekonomian masyarakat.390. Tenis Meja Jumlah 15 73 Sumber : Data Juli 2010. 4. perikanan dan kelautan serta peternakan.304 Produksi (Ton) 66. jagung.854 1. kehutanan.605 1. kedelai.387.966 4. ubi kayu dan ubi jalar. Untuk tahun 2009. Dinas Pendidikan.

Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan. 15.195 9.346 885 1. Dari tahun ke tahun produksi tanaman hortikultura mengalami peningkatan. 8.7 1. 6. Ubi Kayu Ubi Jalar 249 189 248 185 13.5 Sumber : Data Juli 2010. tenaga sapi dan manusia. 12. 13.000 560 30 231 897 23.305 15 59 80 53 Luas Panen (Ha) 2. Tabel 32. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah menerapkan teknologi pertanian berupa penggunaan benih unggul dan pemakaian pupuk yang berimbang.040 tahun 2009. komoditi jagung memiliki produksi terbesar dibandingkan dengan komoditi lainnya.282. 2. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 7.124 73.799. Selatan ditunjukkan pada Tabel 32.727 3. nasional maupun internasional. 3.237 9. sehingga kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus Untuk memberikan dampak positif bagi upaya meningkatkan pendapatan daerah. 4.297 15 59 80 52 Provitas (Ton/Ha) 18 20 35 15 18 2 2 3 3 18 15 20 20 Produksi (Ton) 38. 14. 8. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 11.148 3. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.620 15.715 6.685 450 414 501 269 20 34 124 1. Berbagai komoditi hortikultura telah dipasarkan di tingkat regional.600 1.118 3. Komoditi Bawang Merah Bawang Daun Kentang Kubis Petsay/Sawi Wortel Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Besar Cabe Rawit Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Siam Luas Tanam (Ha) 2. 10. 9.681 449 413 500 280 15 77 299 1. 7. capaian produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Minahasa 65 . Minahasa Selatan Berdasarkan data produksi tanaman pangan pada Tabel 30. 5. Sedangkan pengelolaan tanah dilakukan dengan menggunakan traktor.

900 2. 7. 3.625 67. 8.600 400 142 7.695 1. 25.5 3. biofarmaka (tanaman obat-obatan) dan tanaman hias yang baik.727 17.995 135 415 20 125 8.086 13.140 66 .810 Luas Panen (M2)) 19. capaian produksinya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 33.800 64 8.250 20. 22.503 14 1.000 1. 4. 14. 6. 16.600 Provitas (Kg/M2) 1.280 245. 23.190.827. 19.650 491. 2.100 2. 12.650 75 - Tanaman Menghasilkan (Pohon) 3.610 1.530 4. 21. 17.000 62.235 2.9 Produksi (Kg) 28.372 1.258 327.650 10. 20.240 39.500 51. Tabel 33. 19. 10. Tabel 34 dan Komoditi Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Siam/Keprok Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa/Konyal Sirsak Sukun Apel Anggur Melinjo Petai Jengkol Penanaman Baru (Pohon) 440 30 865 1.935 420 - Sumber : Data Juli 2010. 9. Potensi Buah-buahan Tahunan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.120 16 6.050 40.500 47. 24.555 1. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.105 91. 13.000 - Sumber : Data Juli 2010. 18.187 12. Komoditi Jahe Laos/Lengkuas Penanaman Baru (M2) 24.160 43.900 117. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan juga memilki potensi buah-buahan.351 141 21 - Provitas (Kg/Pohon) 60 20 30 125 25 25 44 23 75 50 50 3 25 35 65 75 30 35 20 - Produksi (Kg) 228.906 29. 2. 17. 11.600 2.512. Potensi Tanaman Obat-obatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. - Untuk tahun 2009. 5.100 1.625 3. Kangkung Bayam Labu Kuning Semangka 49 9 309 - 80 8 300 - 14 2 20 - 1. 18.258 39.050 460 610 6. Minahasa Selatan Tabel 34.340 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 16. 15. Tabel 35.

Kunyit 4. Perkebunan Tanaman perkebunan. Temukunci 12. minyak makan serta santan. 8. 11.555 90 124 80 319 218 164 2. 12. Lempuyang 2. 4.1 1.135 7. walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun. Umumnya tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu. 6.310 35 55 25 25 890 Provitas (Tki/M2) 11 14 11 14 14 14 11 ¼ m2 Produksi (Tangkai) 25.120 1.0 30. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Dlingo/Dringo 10.386 4. Sambiloto Sumber : Data Juli 2010. Tanaman Hias Anggrek Anthurium (Kuping Gajah) Anyelir Gerbera (Herbras) Gladiol Heloconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati Palem Penanaman Baru (M2) 10. dikelola oleh swasta berupa tanaman kelapa dan coklat (kakao) yang ditangani secara intensif. Mahkota Dewa 15. Temuireng 8. 3. 5. 9. minuman. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 2. Sedangkan perkebunan besar. vanili. Minahasa Selatan 2. Lidah Buaya 14.9 3. Minahasa Selatan Tabel 35. Mengkudu/Pace 1. kelapa. Temulawak 2. Kajibeling 9.410 385 770 350 350 223 (Pohon) Sumber : Data Juli 2010. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya 67 .500 3. Kencur 1. cengkih.260 1.035 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. 10. Kapulaga 11.240 Luas Panen (M2) 2.150 3.250 (Phn) 13.355 1.950 3.3 6. coklat (kakao) dan kopi. Potensi Tanaman Hias di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 7. Tanaman kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa muda dan kopra sebagai sumber pangan.3 13.025 10.650 1. aren. baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.

upah harian pekerja kopra sebesar Rp. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Utara penghasil kelapa yang cukup besar potensinya. 50. Ditinjau dari struktur ekonomi.000 . Pada era kesehatan modern dewasa ini.250.000/kg sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi perbaikan perekonomian masyarakat dan secara langsung membuka peluang kesempatan kerja dan berdampak Kondisi ini dapat diukur dengan pada menurunnya angka kemiskinan. Akibat tingginya curah hujan. 1. Pada tahun 2008.000/bulan jauh melebihi upah minimum ratarata regional maupun nasional. Penyakit busuk pucuk kelapa telah menyerang daerah sentra-sentra produksi kelapa sehingga meresahkan para petani.000/hari atau Rp. Lambat proses peremajaan tanaman oleh petani.022 ha. serangan penyakit busuk pucuk kelapa di akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008 sangat cepat penyebarannya dengan luas penyebaran mencapai 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagi jutaan masyarakat di dunia.70 ton per tahun. 2. produk olahan tanaman kelapa khususnya kopra mencapai Rp.50 ha dan 4.8.895.76%.600/kg. menghasilkan produksi sebesar 49. Hampir semua sentra perkebunan kelapa banyak terlihat pohon kelapa produktif maupun hasil peremajaan telah terinfeksi penyakit busuk 68 . sub sektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 yaitu 41. terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa. Namun memasuki pertengahan tahun 2009 harga kopra turun sampai pada kisaran Rp. dan 3. Adanya berbagai serangan hama dan penyakit terutama penyakit busuk pucuk kelapa.500/kg. antara lain : 1. 7.589. Dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 45. dan dipertengahan tahun 2010 harga mulai naik sampai pada kisaran Rp. 4. Usia tanaman kelapa yang sudah tua sehingga kurang produkstif. petani diperhadapkan oleh turunnya tingkat produksi yang disebabkan berbagai kendala. yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil).550 pohon kelapa. Disaat permintaan kopra dari pihak investor (pabrikan) yang terus meningkat.439. 3.

Dengan membaiknya harga komoditas cengkih pada tahun 1999-2000 yang mencapai kisaran Rp.000 . cengkih dan aren. Desa Malola (Kecamatan Kumelembuai).Rp. masyarakat menebangnya dan beralih ke tanaman perkebunan lainnya. bahkan 69 .000/kg sehingga banyak petani cengkih yang tidak mengelola tanamannya. 52.000/kg yang merupakan masa panen raya (panen besar). Pada tahun 2006. Akan tetapi. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan di awal tahun 2008. 100. 25. di akhir tahun 2007 sampai akhir tahun 2009 harga cengkih naik pada kisaran Rp.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pucuk. Desa Elusan. Desa Boyong Atas (Kecamatan Tenga) dan Desa Tiniawangko (Kecamatan Sinonsayang).000/kg. Desa Karimbow. Suluun Tareran. 60. Produksi pohon aren pengolahannya masih secara tradisional. berupa pembuatan cap tikus (alkohol) dan gula merah (gula batu) serta dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu. Kumelembuai dan Ranoyapo. 80. petani mulai bersemangat dalam mengelola perkebunan cengkih. Desa Karimbow Talikuran (Kecamatan Motoling Timur).000 .000/kg Rp. Motoling Timur. sehingga dapat menambah jumlah penduduk miskin. 45. harga cengkih menurun lagi sampai pada kisaran Rp. yaitu Desa Pondos. Motoling. Memasuki pertengahan tahun 2010 harga cengkih pada kisaran Rp. Selain komoditi perkebunan kelapa. Desa Raanan Baru. Pada tahun 1977-1986 harga cengkih mencapai kisaran Rp. Sentra produksi aren berada di Kecamatan Tareran. Desa Tokin. Namun saat harga cengkih turun tajam pada tahun 1989-1997. 48. Tanaman cengkih merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. Tanaman aren di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki rata-rata produksi yang tinggi dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya. Desa Tondey (Kecamatan Motoling Barat). sentra-sentra produksi kelapa yang telah terserang.85.000/kg. terjadi penurunan produksi kelapa yang berkorelasi langsung dengan turunnya tingkat pendapatan petani. Desa Wakan (Kecamatan Amurang Barat). Akibat serangan penyakit busuk pucuk kelapa.000/kg. Desa Pakuure I. beberapa komoditas juga memegang peranan penting terhadap perekonomian masyarakat.

95 2.111.622.815. Jenis Pengusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Negara Komoditas Perkebunan Kelapa Kakao Jambu Mente Jumlah Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) 2.60 11.344 363 105 61 337 1. 8.15 818. Produksi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.369 1.099.74 818.07 655. Kelapa Cengkih Panili Aren Kopi Kakao Cassiavera Jarak Pagar Pala Sumber : Data Juli 2010.22 267.97 228.78 32.64 168. selain dikelola oleh petani/masyarakat juga dikelola oleh swasta seperti ditunjukkan pada Tabel 37. Kabupaten Minahasa Selatan dijadikan pusat rempah-rempah dunia Indonesia oleh pemerintah pusat.69 2.04 81.445.70 56 254.12 5.69 Produksi Jumlah Produksi (Ton) 49.18 Jumlah Pekebun (KK) 26.304 1.70 48 17 4.997.875. 3.30 139. areal dan produksi yang baik seperti diperlihatkan pada Tabel 36.895. 7.292 96. 5.24 705. 4.00 47.80 3.105.87 882.99 250.03 367.60 320.2. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan Luas Areal (Ha) Menurut Keadaan Tanaman Tanaman Tanaman Muda Tanaman Rusak/Tua Belum MengTidak Jumlah Menghasilkan Menghasil hasilkan (TM) kan (TBM) (TR/TTM) 5.387.292.504.439. diawal tahun 2008.68 14 8 220.33 341. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Swasta di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.304 1.20 591. Dinas Perkebunan Kab.324 3.143.50 115. 2.59 23. 2.50 19. Tabel 37.09 45.372.292 96.30 735.90 1.90 160.50 43.152.00 1.72 1.03 75. 9.009.70 1.60 35.10 4.26 46.641 13.54 .883. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mempunyai luas Tabel 36.29 1.397.15 70 .77 205.173.80 17. Minahasa Selatan Dari beragam jenis dan potensi komoditi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.80 No Komoditi Rerata Produksi (Kg/Ha) 1.20 43.

Blongko PT. Sinonsayang Desa Ongkaw Satu Kec. Dinas Perkebunan Kab. 2.35 591. belum terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan.201. Pengelolaan Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.561.09 3. pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pengelolaan hutan yang 71 Sehubungan dengan itu. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat beberapa perusahaan yang mengelola tanah hak guna usaha (HGU). Tenga Desa Sapa Kec.37 96.000 800. Sinonsayang Desa Tiniawangko Kec.596 1. Sulja Indah PT. Tatapaan Jumlah Luas (Ha) 74. pemanfaatan hutan yang masih bertumpu pada hasil hutan kayu.110. Batu Kapal PT. penggunaan lahan yang ada (existing land use) harus juga menjadi pertimbangan dalam . Sidate Murni PT. 3.54 - .011 Sumber : Data Juli 2010. Nusantara XIV PT. 10. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi hutan yang sangat besar.596 1. 4. penataan ruang selanjutnya. Tenga Desa Wawontulap Kec. Nama Perusahaan PT. Minahasa Selatan 3. Multi Raya Ekatama Lokasi Desa Blongko Kec. Sinonsayang Desa Sapa Kec. yaitu penataan kawasan hutan (termasuk tata ruang hutan) yang belum teratur.450 103. Laimpangi PT. 9.248. 7. 5.992 90.3. 11.89 Sumber : Data Juli 2010. Tabel 38. Tenga Desa Pakuweru Kec. Tenga Desa Sapa Kec. tetapi potensi hutan yang besar tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa sebab. Kayu Wolo PT. Kehutanan Pada dasarnya penataan ruang suatu wilayah adalah pengaturan penggunaan lahan yang ada di wilayah tersebut. Jastamin PTP. 6.701. Dinas Perkebunan Kab.800 56. pemanfaatan hutan yang belum berpihak kepada masyarakat. Sinonsayang Desa Blongko Kec. Minahasa Selatan Selain itu. sebagaimana tertera pada Tabel 38. Tenga Desa Sapa Kec.340 818.00 47. Mayaan Permai PT.617 554. 8. Noik Kumoyowa PT.520 126. Sinonsayang Desa Aergale Kec.292 485.540 354.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 (PN) Jumlah 3.

974. Berdasarkan data luas hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cenderung mengalami pengurangan/penyempitan dari tahun ke tahun.65 3. Fungsi Hutan Lindung Produksi Terbatas Suaka Marga Satwa Cagar Alam Bakau Produksi Jumlah Luas Hutan (Ha) 13. baik pemerintah maupun masyarakat sedang giat-giatnya melakukan penanaman pohon. Hal ini karena antara lain adanya penebangan dan perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat. upaya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai. Luas Hutan Menurut Fungsinya No 1.862. Tabel 39.00 479. Sementara itu.414. Luas hutan menurut fungsinya di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 39.904. 3. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masih lemah.82 14. potensi hasil hutan bukan kayu belum Hal ini terkait dengan masih rendahnya berkembang secara optimal.597.38 Sumber : Data Juli 2010. Untuk menanggulangi fenomena tersebut telah diupayakan menggalakkan kegiatan penghijauan dan reboisasi. Selain 72 . Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya juga terdapat di semua Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 4. 2.00 52. Minahasa Selatan Saat ini. pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di dan sekitar kawasan hutan yang umumnya mengusahakan hasil hutan bukan kayu secara tradisional dan terbatas. Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar.576. Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan terjadinya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan bahan baku industri. 5.91 16. baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi.00 3. Dinas Kehutanan Kab. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.

Mahoni. Jenis dan Luas Tanaman Kayu No 1. Nantu. Nangka Mahoni. Untuk jenis dan luasnya.840 13. diperlihatkan pada Tabel 40.961 2. Minahasa selatan 4.000 511.905 4. Dinas Kehutanan Kab. Cempaka. juga dilaksanakan penanaman pohon di wilayah pesisir.1 4.977 48 29. Kegiatan Hutan Rakyat Reboisasi Rehabilitasi Mangrove Swadaya Masyarakat Jumlah Luas (Ha) 1.170 155 185.614 10.804 3. Minahasa selatan Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki lahan kurang kritis. Nangka Rhizophora.000 ha (4 mil).623 Jumlah (Ha) 47.483 24. Tabel 41. Tabel 40. 2. Nantu. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 penanaman pohon di hutan. Tingkat Kekritisan Kurang Kritis Kritis Sangat Kritis Jumlah Luas Dlm Kaw Htn Luar Kaw Htn (Ha) (Ha) 15.889. Nantu. Luas Lahan Kritis di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.686 45.835.325 3. Soneratia Cempaka. kritis dan sangat kritis dengan luas dan jumlahnya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 41. Kayu Jati Sumber : Data Juli 2010.312 Sumber : Data Juli 2010. 2.500 157. 3.025 75. Kayu Manis. mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Durian. Kayu Manis.088. Selain potensial untuk 73 .1 Jumlah Tanaman (Pohon) 530.22 km dan luas laut 56. Cempaka.000 2.869 31. berupa mangrove. Avicenia. Durian. Dinas Kehutanan Kab.405 Jenis Tanaman Mahoni. 3.

sehingga produk perikanan bermutu rendah dengan nilai jual yang rendah pula. Apalagi wilayah pesisirnya yang menghadap ke Laut Sulawesi. yaitu Kecamatan Tatapaan. umumnya miskin dan masih merupakan nelayan tradisional. potensi sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh karena berbagai permasalahan. Penanganan dan proses pengolahan produk-produk perikanan belum berkembang dengan baik. 74 . 2. Sarana dan prasarana perikanan yang belum memadai serta input-input lain. produk perikanan menghadapi kendala oleh adanya hambatan tarif dan nontarif yang dikaitkan pula dengan isu-isu lingkungan dan kesehatan. 7 kecamatan di antaranya. seperti masalah benih. Masih tingginya ketidakseimbangan pemanfaatan stok perikanan tangkap antarkawasan/wilayah dan antar spesies. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya : 1. Kecamatan Amurang Barat. 5. Kecamatan Amurang Timur. 6. Kecamatan Amurang. yaitu dengan tersedianya lahan/areal tambak. di samping sungai dan danau. mempunyai daya tarik tersendiri Dari 17 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. 7. dukungan permodalan. 4. Namun demikian. kolam dan karamba yang umumnya pada wilayah-wilayah yang memiliki areal sawah. Sedangkan untuk budidaya perikanan darat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 budidaya perikanan laut. Kecamatan Tumpaan. Di pasar global. Pengusahaan perikanan budidaya yang masih belum efisien. kesehatan ikan. 3. Banyaknya praktik Illegal Unreported and Unregulated Fishing yang menyebabkan kerugian negara. riset dan iptek perikanan. pada saat matahari terbenam di sebelah barat. penangkapan ikan juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk tempat pariwisata. Kondisi nelayan. pakan. Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya laut dan penangkapan ikan.

4.416. Kawasan Sentra Produksi Perikanan Produksi Perikanan : a. 21.960. Pembudidaya Ikan c. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Tawar b.38 8. 10. 18. sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai prospek besar untuk dikembangkan peranannya dalam mendukung pembangunan nasional. Pasar Ikan Tradisional) Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Volume 3 1 6 6. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 2. Produksi Perikanan Tangkap b. Potensi Lahan Budidaya Laut Luas Laut Luas Perairan Umum Daratan Untuk Perikanan Tangkap Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jumlah Perahu Tanpa Motor Jumlah Perahu Motor Tempel Jumlah Perahu Motor Katinting Jumlah Kapal Motor Jumlah Pajeko (Purse Seine) Jumlah Jaring Insang (Gillnet) Jumlah Sero Jumlah Rumpon Jumlah Alat Tangkap Lainnya Tenaga Kerja Perikanan : a. 19. 7. Produksi Produk Olahan Hasil Perikanan Produksi Benih Ikan Balai Benih Ikan (BBI) : a. 5.540 438 825 51 2 16 Satuan 4 Kawasan Kawasan Ton Ton Ton Ekor Unit Unit Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Unit Unit Kelompok 3. Kriteria Teknis 2 Kawasan Minapolitan / Sentra Produksi : a.187 1. Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 42.657 1. 14. Los Pasar Ikan.000 1 4 1.570 56. Pengolah Ikan d. Tabel 42. 12. 11. Potensi Lahan Budidaya Air Payau c.55 4 3. Produksi Perikanan Budidaya c. 13. Potensi Lahan Budidaya Air Tawar b. Nelayan b. 17.007 1. Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pengelolaan Lahan Budidaya : a. Balai Benih Ikan (BBI) Tompasobaru b. 8. 6. 20.112.291 1. Pengelolaan Lahan Budidaya Laut Potensi Lahan Budidaya : a. 9.548 1. Pemasar Produk Perikanan Jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) Jumlah Unit Pemasaran Ikan (Pasar Ikan Higienis.000 15 1 906 387 353 9 40 359 174 72 458 11. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Payau c. 16. 22. 75 . 15. Kawasan Minapolitan Tatapaan b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Apabila permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditangani.

Mokobang b. 6. Moat d. D.000 7 78 7 586 680 342 5 3. 27.625 2.5 0. Tabel 44 dan Tabel 45. Burung d.1 0. Sedangkan untuk usaha budidaya perikanan darat telah dikembangkan jenis ikan mas. Tatapaan b. 2. Komoditas Rumput Laut Kerapu Kuwe Sidat Mas Nila Mujair Betutu Jumlah Areal Budidaya (Ha) Potensi Realisasi 1. P. Luak 6 3 2. P. 30.590 1. D.500 525 525 28 288 280 280 37 3.349. kolam. D.463 450 5 15 5 207 202 150 5 1. Iloloy c. nila. ikan kuwe dan sidat. D. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 29.000 3 6 4 2 Unit Kasus Ha Ha Ha Ha 4 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Sumber : Data Juli 2010. 2 Luas Mangrove Luas Terumbu Karang Luas Padang Lamun Luas Kawasan Konservasi Perairan Laut (termasuk KKLD) Danau : a. Jumlah Prasarana Pos Pengawasan SDKP 24. antara lain usaha budidaya rumput laut. Pulau-Pulau Kecil : a. karamba dan jaring tancap. P.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 23. Sepatu c. 3. 8.1 0. 4. Minahasa Selatan Prospek pengembangan usaha budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan sangat menjanjikan. Tikus 1 26. ikan kerapu. Minahasa Selatan 76 .046.213 26. Potensi perikanan budidaya dan potensi usaha perikanan budidaya serta komoditas eksport perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 43. Jumlah Kasus Pelanggaran Bidang SDKP 25. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 5.705 Sumber : Data Juli 2010. Tabel 43. 28. Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.039 Produksi (Ton) 2. mujair dan betutu melalui usaha mina padi. 7.1 3 939. P.

Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Khusus ternak sapi dan kuda dimanfaatkan oleh penduduk sebagai angkutan 77 . ayam ras. Usaha Budidaya Laut Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar : .25 241. Lajang Kerapu Alat / Armada Tangkap Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine KJA Pemasaran Jepang Jakarta Jakarta Hongkong Pelaku Usaha CV. 3. Selain memiliki lahan yang luas. Tongkol. Lajang Cakalang. ayam buras.Kolam . Tongkol Cakalang. 4. Minahasa Selatan Tabel 45. Peternakan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi peternakan yang dapat dikembangkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. kambing. 2. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Jaring Tancap . Minahasa Selatan 5. seperti jagung. Nichindo Manado Suisan CV. Prima Tuna Sejati Sumber : Data Juli 2010. babi. karena sebagian besar penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah petani.092 645. Cakalang. Tongkol.20 322. juga didukung dengan ketersediaan pakan dari hasil pertanian. Nirwana CV.Sawah Jumlah Potensi (Ha) 2. babi. Untuk ternak sapi. Komoditas Eksport Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sakura Ria CV.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 44.089 Produksi (Ton) 2. kuda. Umumnya peternakan yang diusahakan adalah sapi. Potensi Usaha Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. ayam buras.583 5 637 57 28 779 4.95 3. 2. 3.60 403.705 Sumber : Data Juli 2010. Jenis Usaha Ikan Kayu Ikan Beku Ikan Beku Ikan Segar Komoditas Tuna. itik dan anjing tersebar di semua kecamatan.Karamba . itik dan anjing.

560 1.650 70.747 28 819 289 1.097 14. itik.97 1.069 88.06 2. Tumpaan 6 9 473 10.214 13.634 210 1.554 1.173 14.481 10.840 38 1. Amurang Barat 6 294 6. Tabel 46b dan Tabel 46c berikut ini.631 11.47 1.356 23 652 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 tradisional. Motoling Timur 459 10.134 10. Minahasa Selatan Tabel 46b.864 1.336 10. 9.066 9.340 12.838 78.601 28 795 190 1.610 25 709 129 886 1. Potensi Peternakan Unggas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.061 1. 8. Tareran 1.31 872 37.856 12. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.617 11. roda sapi dan bendi.568 35.737 Daging (Kg) 402 1. Suluun Tareran 9.44 706 30.422 1.393 2. Tenga 5 1.951 2.099 Ayam Pedaging Populasi (Ekor) 587 Daging (Kg) 704 - Ayam Petelur Populasi (Ekor) 666 1.008.091 432 2. Tompaso Baru 2 516 11. Amurang Timur 251 5.975 2.636 8.874 80. populasi ternak dan produksi daging serta produksi telur di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 46a.876 80. Sinonsayang 6 399 8.457 1. 6.312 2. Untuk tahun 2009.621 69.749 75.643 23 662 1.128 990 4.197 Daging (Kg) 12.475 11.636 3. Tatapaan 7 391 8.84 Jumlah 3 0 1 3 2 - No Kecamatan Sapi Kuda Kambing Babi Anjing Sumber : Data Juli 2010.30 570 24.059 16.251 22 634 1. Tabel 46a.790 8. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.100 7. Ranoyapo 478 10.512 1.360 8.19 31.726 10. 4. Modoinding 492 11.073 15.869 2. Maesaan 7 254 5. Motoling Barat 367 8.720 73.874 80.703 5.79 23. 2. 5. Motoling 597 13.971 58 1.13 140 963 1. Amurang 0 838 18.617 6.630 976 17. Kumelembuai 683 15.049 - Itik Populasi (Ekor) 381 430 225 143 378 536 341 159 154 Daging (Kg) 196 221 116 74 195 276 176 82 79 78 .721 1.711 618 26. bahkan banyak yang dipasarkan ke daerah lain. 3.722 7.707 13.874 2. Produksi daging dan telur (ayam. 7.253 155 1.709 5.791 948 40.359 211.874 3. puyuh) dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Minahasa Selatan.575 1.319 850 36.656 15.137 14.923 39 1.22 283 8.503 2.10 121 835 1. Potensi Peternakan di Kabupaten Minahasa Selatan Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) 130 2.467 2.205 27.503 1.163 1.65 192 1.069 88.749 10.272 12.99 568 24.116 13.

14.020 11.790 8.653 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 320 3.247 1.436 9. 17. 16.226 4. Tabel 47a.890 2. 10. perikanan dan kehutanan. 5.244 29.325 2.080 16.786 12.214 4.749 10.897 1.28 4 4.591 338 174 318 306 157 170 87 155 80 153 79 141 73 1.436 15.631 11.603 4. 13.139 2.362 7.517 Sumber : Data Juli 2010. 2.86 1 Ayam Petelur Itik Telur (Kg) 2.272 12.362 7.553 7. 16.33 8 Populasi Telur Populasi (Ekor) (Kg) (Ekor) 381 430 225 143 666 5.658 7. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan L 50 6 PNS / CPNS P Jumlah 17 67 6 12 L 19 0 Non PNS P Jumlah 20 39 1 1 Total 106 13 Jumlah penyuluh dan keadaan pada di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan 79 . Minahasa Selatan Dalam upaya memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian.237 243.807 21.667 1.865 338 306 170 155 153 141 15.871 6.247 18.012 1.284 Telur (Kg) 7.902 17.603 63.312 17.475 11. peternakan. 6.436 15.726 10. Produksi Telur di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 15.542 5.098 1.902 17. 12.933 197. 11.591 8.703 5. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.05 4 267 267 267 265 1.357 667 343 320 7. 7.328 4. 4.933 197. 15.197 3.116 986 955 1.921 22.301 214 2.134 5.921 22. pendidikan penyuluh Tabel 47a dan Tabel 47b. Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah 3. 2. Jumlah Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.393 887 2. 11.219 4. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.335 9.346 3. Minahasa Selatan Tabel 46c.193 8. 14.308 6.309 7. 17.471 27.871 6.853 2.838 9.984 15.594 378 1.103 7. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masyarakat dalam mengolah potensi-potensi tersebut.890 Sumber : Data Juli 2010.332 4.636 8. 8. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.591 536 341 159 154 3. 13.012 25.052 962 949 875 30.737 14. 3.875 667 7.363 2.436 9.244 23.265 9.244 23.092 140.819 214 110 320 2.265 128. 12.10. 9.641 19.161 12.

500 ± 750 Penyelidik 8 DPE Sulut PT NMR PT NMR PT NMR PT NMR DPE Sulut PT NMR DPE Sulut 80 . Deposit emas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tersebar luas di beberapa kecamatan Selain itu. 5. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah SMA L 0 P 1 1 L 5 1 6 SPMA P 5 5 L 20 3 2 25 D3 P 8 1 9 D4 / S1 L P 20 9 2 5 5 4 3 1 1 31 19 Total 67 12 11 4 2 96 Sumber : Data Juli 2010. 4. disamping deposit lainnya.500 2.000 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.000 1. 2. Perikanan dan Kehutanan Kab. Pertambangan dan Energi Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi berbukit-bukit atau berupa pegunungan yang di dalamnya banyak terkandung berbagai deposit tambang dengan nilai ekonomis penting. Jenis Bahan Galian 2 Emas Lokasi Kecamatan 3 Motoling Barat Ranoyapo Motoling Timur Amurang Barat Tompaso Baru Tatapaan Tempat 4 Toyopon Picuan Lama Tokin Karimbow Tewasen Liandok Karowa Sulu Cadangan Jenis Total 5 6 Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Luas (Ha) 7 ± ± ± ± ± ± ± 2. Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah 7 3 1 67 4 1 1 29 11 4 2 96 0 0 3 22 1 0 0 22 1 0 3 44 12 4 5 140 Sumber : Data Juli 2010.000 2. Minahasa Selatan Tabel 47b. Keadaan Pendidikan Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. Potensi Pertambangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.000 2. wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terangkum pada Tabel 48. menghasilkan pasir. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 5. Minahasa Selatan 6.500 1. seperti emas. Tabel 48. kerikil dan batu yang banyak digunakan dalam pembangunan fisik sebagai bahan baku utama. Perikanan dan Kehutanan Kab. 4. dengan mengalirnya sungai-sungai Potensi pertambangan di besar.

Pentu-Lopana Radey Tokin. Maesaan Jenis Pertambangan Mineral Logam Mineral Logam Mineral Logam bahan galian golongan C berupa pasir. Moinit Pontak. Uwuran 2. Geologi Ton (1974) Indikasi 225 Indikasi 250 Indikasi DPE Minsel 750 Indikasi 1 4. Kilometer 3. Paslaten Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Indikasi PT NMR ± 700 Terukur 185. 5. Sidate. Perusahaan/Pemegang Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. juga harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Ranowangko.959 1. Molinou. For El Shadai Luas (Ha) 1. Nama Perusahaan PT. banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sedangkan bahan galian golongan B berupa mineral logam dikelolah oleh 4 perusahaan 81 . Sirtu dan Pasir 3 Sinonsayang Tenga Ranoyapo Maesaan Amurang Barat Amurang Amurang Amurang Timur Tenga Motoling Timur Tumpaan Sinonsayang Tompaso Baru 4 Poigar Sapa.136 Dit. Nimanga Lelema. Motoling Timur Kec. sebagaimana tercantum pada Tabel 49.714. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.923 1. Poopo. Minahasa Selatan Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Tabel 49. 8.800 200 DPE Minsel DPE Minsel 50 Indikasi Terukur Indikasi Indikasi Indikasi 3. 3 Belerang Batu dan Sirtu Amurang Timur Sinonsayang Tenga Tumpaan Tatapaan Paslaten G. Selain membutuhkan dana yang besar dan Namun untuk teknologi. 3.2. Motoling Timur Kec. Soputan Poigar Radey S. 2 Pasir Besi Batu. Lewet S. yang ada di sekitar sungai sebagai mata pencaharian.375 M3 250 50 50 50 DPE Minsel PT Adco Morino (1993) DPE Minsel DPE Minsel DPE Sulut (1996) 6.5 8 Badan Geologi Pusat SDG Bandung (2006) Indikasi Indikasi 1. Ranoyapo Torout Rumoong Bawah Buyungon S. Karimbow Tangkuney Blongko Batukulo 5 Terukur 6 7 1.326. belum dikelola secara optimal. Lempung Tras Batu Kapur Kaolin Sumber : Data Juli 2010. 9. 2. 7. Sumber Energi Jaya PT.994 Lokasi Kec. Popontolen Sulu. Anak Indonesia Mining PT.

Rencana kegiatan akan dikonfirmasikan dengan pihak PLTU Amurang Sedang Beroperasi Potensi Daerah Sedang Beroperasi Potensi Daerah (Hasil F. mesin. Tabel 50. Minahasa Selatan Kegiatan pertambangan perlu mendapat perhatian khusus karena meskipun dari segi sosial ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2. Selain potensi pertambangan. hilangnya lapisan humus.Tahap Konstruksi 40% . Amurang Barat Desa Wulurmaatus Kec. Tenga Kel. 5.16 2x5 300. PT.55 Batubara Sungai Poigar Sungai Kalewaha Genset Sungai Sendowan Batubara Sungai Ranowangko 82 . listrik) Potensi Daerah 1. Forel Mega Mineral PT. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan juga terdapat potensi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. upaya-upaya yang ditempuh dalam rangka meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan akan muncul dikaji melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Tompaso Baru Mineral Logam Mineral Logam Sumber : Data Juli 2010. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. Amurang Timur Desa Malenos Baru Kec. Amurang Desa Lopana Kec. Anak Indonesia Mining 1. Potensi Energi Kelistrikan di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Sumber Tenaga PLTA Poigar 2 Lokasi Desa Mokobang/Temboan Kec. PLTU Mobongo PLTHm Wulurmaatus (Poigar I) PLTHm Ranoketang PLTD Lopana PLTHm Sendowan PLTU Tawaang PLTHm Woran Kel. Modoinding/Maesaan Kapasitas (MW) 2 x 16 Sumber Energi Sungai Poigar Keterangan .Statis. tetapi dari aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lahan maupun makhluk hidup. PLN kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2015 di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 50 dan Tabel 51. 8. Kegiatan pertambangan seringkali menyebabkan ketidakteraturan topografi (lubang-lubang bekas galian). Kawangkoan Bawah Kec. Amurang 2 x 55 2 x 1. Potensi energi kelistrikan dan prediksi PT. 6. Study Fatek UNSRAT Manado 2007) Tahap Konstruksi (pekerjaan sipil.2 1.76 / 300 Kw 2 x 25 0. Oleh karena itu.914 Kec. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Amurang Timur Moinit Desa Tawaang Kec. Modoinding Desa Ranoketang Tua Kec. Buyungon Kec. sambil menunggu tentang status tanah (Hutan Lindung) oleh Menhut Statis. 4. hilangnya vegetasi penutup yang menyebabkan erosi dan lahan sukar diolah kembali. Ranoyapo Kec. 7. 5.998 1.

532 161. Minahasa BBM dan nama-nama pangkalan minyak tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 83 . Bitung Ket SPBU Pertama di Kab. yaitu 3 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum).134 2.913.025 34. PLTHm Tangkuney Desa Tangkuney Kec.597 11. Penerangan Umum Jumlah 354.185.300 30 % total 10 % total Kebutuhan Daya Listrik VA 97.112. Jumlah Rumah 2.702 Standar Kebutuhan (VA) 1.322 34.388 100.203 261.532. Fasilitas Umum 3. Jumlah Rumah 2. Saerang. Sarana Distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.160 115. Tumpaan Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap Konstruksi Sungai (proses penyelesaian 10 Kw Maruasey penyambungan ke pelanggan/masyarakat) Sumber : Data Juli 2010. SPDN (Solar Paket 1 unit PSPD (Paket Solar Premium Dealer) dan Sarana distribusi 79 pangkalan minyak tanah yang dimiliki oleh 3 agen minyak tanah (Vincent L. Minahasa Selatan Tabel 51.484 115. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.596. Tabel 52a.809 74.913 129. Prediksi PT.925 29.322.837 88.451 Jumlah Penduduk 2005 1. 1 unit Dealer untuk Nelayan). saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersedia beberapa sarana distribusi BBM.300 30 % total 10 % total Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin premium. Sandra Tompodung dan Leonnie M. Fasilitas Umum 3.9.878 2.709 1. Sarana Distribusi BBM SPBU Bitung Lokasi Kel.113 29. ditunjukkan pada Tabel 52a dan Tabel 52b.636. Saerang). minyak solar dan minyak tanah.133. PLN Kebutuhan Listrik di Kabupaten Minahasa Selatan Untuk Tahun 2005-2015 No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit/Jiwa) 298.435 MVA 97.608 11. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Penerangan Umum Jumlah Jumlah Penduduk 2015 1.

Margaretha Assa C. 15. 8. 4. Joseph Henoch Repi Jefry Kumendong Dra. 5. 25.116. 22. 27. 4. Pesik Tommy L. 24. Kristania Reiner Wilar W. Lengkong Ricky Runtuwene Nico Tiwow Anna Rampangajow Ruth Ganda Ereyni Mongkareng Yuke Mandagi Donny Audy Poli 84 .d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Vincent L. Tompaso Baru Lihat Tabel 49b Selatan Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.d 10 kl 5 s. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.d 10 kl 5 s. Amurang Desa Kapitu Kec.M. 9.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 35.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 2. Amurang Barat Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Mobongo Kel. Rumondor James Rawung Max Lintang Ferry Fan Ade Ineke Ward Helena Joseph Dwi Septiowati Ferdinand Tindage Nelly Nangoy Yaner Rorong Sherly Olivia Saerang Wency C. 20.d 10 kl 5 s. Mondoringin Rifan A.d 10 kl 5 s. Kawangkoan Bawah Desa Tompaso Baru I Kec. Minahasa Selata Tabel 52b. 23. 12. 17. 34. 18. 5.d 10 kl 5 s. 13. 6.L.d 10 kl 5 s. No 1. 28.d 10 kl Nama Pangkalan Rosmini Mokodompit Leksi Wangean Saidin Tubuon Nico Pangkey Paulina Repi Afi Mengko Stenly Sengkey Inyo Tenges Otniel F.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 11. 26. Saerang : 72.d 10 kl 5 s. 3. 19.d 10 kl 5 s. 29.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.03 Desa / Kelurahan Durian Poigar Tanamom Ongkaw I Ongkaw II Boyong Pante Pakuure I Tenga Pakuweru Tawaang Sapa Pondang Ranomea Lopana Lopana Bitung Bitung Lewet Uwuran I Uwuran I Uwuran I Kilometer Tiga Uwuran II Ranoiapo III Ranoiapo VI Ranoiapo VIII Buyungon III Rumoong Bawah Rumoong Bawah Kawangkoan Bawah II Kawangkoan Bawah VII Kapitu Kapitu Pondos Teep Kecamatan Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Tenga Tenga Tenga Tenga Tenga Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Jumlah Jatah / Bulan 5 s. 14. 16. 33. 6.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 30.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. 3. 31 32.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 21.A.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Nama-Nama Pangkalan Minyak Tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 1. Minahasa Selatan Dalam Proses ke APMS (Agen Premium Minyak Solar) 79 Pangkalan Yang Dimilki oleh 3 Agen Sumber : Data Juli 2010. 10.d 10 kl 5 s. SPBU Kapitu SPBU Tumpaan SPDN Perikanan PSPD Tompaso Baru Pangkalan Minyak Tanah Kec.d 10 kl 5 s. 7.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.

Vera M. 14.d 10 kl 5 s. 13.1.000 liter 5 s. 8.d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Sandra Tompodung : 72.d 10 kl 5 s. 7. 16. 11. 23. Songkaton Felma Sanger Stany Wales Mike Sanger Hendrik Tigau Arjenmiro Karaki Agen NIAP : Leonnie M. 9.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 2.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 8.d 10 kl 5 5 s.d 10 kl 5 s. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.d 10 kl 5 s. 1 7.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Elsye Eman 85 . 6.d 10 kl 5 s. 9. Ratu Simon Slat Jendry Keintjem Juliwati Royke F.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. No 1 1. 2.d 10 kl Nama Pangkalan 2 Bonny Pongantung M. 14. 3.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 6. 4.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.178 Desa / Kelurahan Rumoong Atas Rumoong Atas Wuwuk Tumaluntung Lansot Suluun I Wiau Lapi Paslaten Popareng Lelema Popontolen Matani Matani Matani I Tumpaan I Jaga 4 Tumpaan Jaga 2 Tumpaan Jaga 6 Kecamatan Tareran Tareran Tareran Tareran Tareran Suluun Tareran Suluun Tareran Tatapaan Tatapaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Jumlah Jatah / Bulan 5 s. 4.d 10 kl 5 s. Rembang Moris M.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 12.d 10 kl 5 s. 10. 10. 5. Mawara Sonny M. 15. Mongkaren Boy Lapian Rudy Wua Ferry Pingoh Laura Mandagi 2 Feibe Kereh Rita Kawung Doortje Takatawi Boyke Lumenta Tommy Manajang Josevita Soepono Johny Sambung Herry Lumowa Naomi Kures Johny Pongoh Noldy Mawey Teddy Kalalo Gerald B. 19.d 10 kl 5 s. 20.d 10 kl 5 s. 15.d 10 kl 5 s. 12. 17. 16.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 2. 11. 21.N. 18. 3. 25. 17. No 1. Kumaat A.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 24.1. 5.d 10 kl 5 s. 13.159 Desa / Kelurahan 3 Kumelembuai Atas Kumelembuai Wakan Tokin Motoling I Picuan Baru 3 Motoling I Motoling I Motoling Mawale II Pontak Poopo Jaga IV Poopo Jaga X Tompaso Baru I Tompaso Baru II Pinaesaan Tompaso Baru I Tumani Tambelang Pinasungkulan Pinasungkulan Linelean Jaga II Pinasungkulan Wulurmaatus Palelon Kecamatan 4 Kumelembuai Kumelembuai Amurang Barat Motoling Timur Motoling Motoling 4 Motoling Motoling Motoling Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Modoinding Modoindinng Modoinding Jumlah Jatah / Bulan 5 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Kaunang Ritta Lamonge Ferry Keintjem Ny.N. Saerang : 72. Rumengan Nethanael Slat Joppi Lumi Joseph Pomantow Donny Slat Benny H.d 10 kl 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan Mintje Rorong Ir.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

18. 19.

Lerry Soriton Bobby Kojo

Tumpaan Baru Tumpaan Jaga 3

Tumpaan Tumpaan

5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Minahasa Selatan

7.

Kebudayaan dan Pariwisata Kebudayaan adalah budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat suatu daerah yang di dalamnya mengandung asas kekeluargaan dan gotong royong. Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Di setiap pertengahan tahun Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan. Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain). berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur. Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket. Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay dan tari kentang. 1. Tari Kabasaran Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan. 2. Tari Maengket 86

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa Maengket terdiri bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya. 3. Tari Dodol Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol. 4. Tari Pisok Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan. Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian. 5. Tari Ela Soma Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai. Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan. Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan. 6. Tari Pete Cingkeh Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih. Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih. 7. Tari Batifar

dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

87

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar. pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai Tarian ini pada cara menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari penyajiannya. 8. Tari Lenso Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan. Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak. 9. Tari Mawolay Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay. Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani. 10. Tari Kentang Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang. Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas. Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. Bendabenda cagar budaya di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 53. 88

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Tabel 53. Benda-benda Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Benda Cagar Budaya Benteng Portugis Gereja Belanda Waruga Batu Menhir Batu Tumotowa Lokasi Kel. Uwuran I Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Lelema Kec. Tumpaan Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Desa Suluun Kec. Suluun Tareran Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat Desa Wiau Lapi Kec. Tareran Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Motoling II Kec. Motoling Desa Motoling I Kec. Motoling Daya Tarik Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 Batu Besar Yang Berbentuk Rumah Batu Menhir Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup
Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Kegiatan Rekreasi
Rekreasi / Wisata Rohani

Keterangan Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal

Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi

6.

Batu Konimpis

7.

Lesung Batu

8.

Batu Kumapey

Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik. Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya. Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur 89

Mandi Arung Jeram Panjat Tebing Wisata Rohani. Air Panas di Perairan Laut Arus Sungai Batu Curam dengan Ketinggian ± 70 m Pamandangan Alam & Sentuhan Religius Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Buatan / Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4. Tumpaan Hutan Bakau Desa Tawaang Kec. 3. 8. Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Hutan Bakau Batu Yang Menyerupai Kapal Danau Danau Air Terjun dan Pemandangan Alam 90 . Pondang Kec. Amurang Barat & Desa Tawaang Kec. 13. 9. 16. Maesaan Air Terjun Desa Temboan Pemandangan Alam Rataan Terumbu Pemandangan Alam Air Terjun. Pemandangan Alam Pemandangan Alam Menyembuhkan Berbagai Penyakit Hamparan Tanaman Hortikultura Pemandangan Alam Air Terjun Air Terjun dan Pemandangan Alam Wisata Rohani. Tatapaan Daya Tarik 4 Keindahan Terumbu Karang. Tabel 54. Rekreasi Keterangan 6 Alam / Dikenal Peisir Desa Blongko Kec. 17. Sinonsayang Desa Teep Kec. Pemandangan Alam Pemandangan Alam. Motoling Agro Modoinding & Kecamatan Bukit Doa Kuntung Modoinding Ramoy Air Terjun Lopana Desa Lopana Kec. Nama Obyek Wisata 2 Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan Daerah Perlindungan Laut Blongko Pantai Moinit Lokasi 3 Pesisir Desa Arakan. 12. 15. 2. 5. Amurang Bukit Doa Pinaling Desa Pinaling Kec. Wawontulap. Amurang Timur Air Mujizat Desa Lalumpe Lalumpe Kec. 19.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan. Amurang Timur Pantai Popareng Desa Popareng Kec. obyek-obyek wisata di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 54. 10. Tenga Danau Mokobang Desa Mokobang Kec. 7. Sungai Maruasey Desa Tangkuney Kec. Pemandangan Alam Kegiatan 5 Diving / Menyelam. Tenga Keindahan Terumbu Karang. 18. Popareng Kec. Mandi Rekreasi Wisata Rohani. Amurang Timur Air Terjun / Desa Tumpaan II Tekaan Ever Kec. Modoinding Danau Iloloy Desa Temboan Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi. Selengkapnya. Tumpaan Batu Dinding Desa Kilo Meter 3 Kec. 14. Rekreasi Diving / Menyelam Rekreasi. Amurang Timur Pantai Alar Kel. Tenga Batu Kapal Desa Sapa Kec. Obyek-obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Tatapaan Air Terjun Desa Popontolen Popontolen Kec. Tumpaan Pantai Tandusang Desa Lopana Kec. 6. 11.

Prasarana Pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Ranoyapo Desa Toyopon Kec. Mata Air dari Batu 26. Air Terjun Lalumpe 24. Gereja Belanda Kec. Benteng Portugis 28. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kumelembuai Kel. Industri Kabupaten Minahasa Selatan memiliki beragam potensi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku suatu industri. Sedangkan hotel dan restoran hanya tersedia di ibukota kabupaten. Motoling Desa Tondey Kec. Maesaan Desa Pinaesaan Kec. 5. Uwuran Satu Kec. Minahasa Selatan Dalam menunjang sektor pariwisata. 6. Minahasa Selatan 8. Selain memiliki areal 91 . Tabel 55. 3. baik dalam skala besar maupun kecil. hampir semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia rumah makan. Air Panas Niotakan 21. Jenis Hotel Restoran Rumah Makan Travel Sarana Hiburan Umum Cafe Jumlah 2 4 90 3 1 3 Sumber : Data Juli 2010. Kumelembuai Desa Kumelembuai Kec. Air Terjun Tondey 25. Tareran Air Panas Arus Sungai Air Terjun Mandi Rekreasi Arung Jeram / Rekreasi Rekreasi / Mandi 5 Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Wisata Rohani Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4 Air Terjun Air Terjun Mata Air dari Batu Air Terjun Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 6 Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam/ Cukup Dikenal Alam / Belum Dikenal Sumber : Data Juli 2010. 4. Prasarana pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 55. Motoling Barat 3 Desa Lalumpe Kec. Air Terjun Toyopon 1 2 23. Sungai Ranoyapo 22. Tompaso Baru Desa Ranoyapo Kec. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Temboan 20. Air Terjun Kumelembuai 27. Motoling Barat Desa Kumelembuai Kec.

ada 12 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana tercantum pada Tabel 56. Carbontech Indonesia PT. Bunaken Jaya Abadi Alamat 3 Kawangkoan Bawah Lelema Popontolen Matani Tumpaan Pondang Teep Teep Tawaang Jenis Usaha 4 Pengolahan Kelapa Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Industri Arang Sabut Kelapa Bahan Baku 5 Kelapa (Kopra) Kelapa Kelapa Sabut Kelapa Ikan Laut Ikan Laut Kelapa Tempurung Kelapa Sabut Kelapa Produk Yang Dihasilkan 6 Minyak Makan Nabati / Bungkil Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Arang Tempurung Sabut Kelapa Jumlah Modal (Rp) 7 50 Miliar 2 Miliar 1 Miliar 5 Miliar Daerah/ Tenaga Kerja Negara Tujuan (Orang) 8 9 Eropa Eropa Eropa 52 34 50 27 66 30 225 53 25 Dalam Negeri 2 Miliar Jawa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 perkebunan dan pertanian yang luas. 3. Putra Karangetang PT. Tri Mustika Coco Minaesa PT. Perusahaan-Perusahaan Yang Berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. banyak digunakan oleh industri kecil dan menengah dalam pembuatan perabot rumah tangga dan meubel. 9. 8. Selain itu. Tabel 56. 6. Cargill Indonesia menanamkan investasinya untuk pengolahan kelapa dengan menghasilkan minyak makan nabati dan bungkil. Australia 3 Miliar Jepang. 7. juga memiliki wilayah perairan laut yang luas untuk penangkapan ikan. Sakura Ria PT. masih banyak lagi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang belum dimanfaatkan sehingga membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan. telah membuka peluang PT. 2. Saat ini. buah kelapa juga banyak Hasil digunakan oleh industri menengah untuk pembuatan tepung kelapa. Anugrah Coco Mandiri CV. Potensi perikanan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah juga memberikan peluang berdirinya industri-industri perikanan. Dengan tersedianya buah kelapa dalam jumlah besar yang diolah menjadi kopra. Tropica Coco Prima PT. China 2. Korea Surabaya 92 .88 Miliar Eropa 3 Miliar 1 Miliar China. 5. Dengan tersedianya beragam tanaman kayu yang potensial. Namun demikian. Nichindo Manado Suisan PT. Nama Perusahaan 2 PT. olahan dari buah kelapa berupa sabut dan tempurung kelapa telah dimanfaatkan oleh industri menengah untuk menghasilkan sabut kelapa dan arang tempurung. Cargill Indonesia PT. 4.

000 25.000 240.000 1.000 14.360 10.000 74.855 120.088 1. 11.000 24.120. Sungai dan mata air.000 4.000 49.176.000. 22.000 18. Nirwana 12.200.600. Sungai dan Mata Air Wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan banyak dialiri oleh sungai-sungai besar dan kecil serta banyak dijumpai mata air yang potensial. Industri-Industri Kecil di Kabupaten Minahasa Selatan No KBLI 1.000.800.000 14.304 1. Dinas Koperasi. Perindustrian & Perdagangan Kab.000 31.000 2.000.200.000. UD.695 70.492.381.000 636.000 5.000 192 17.000.844 6.450.376 688.600. UD.000.495.343. 23.880 54. Tabel 57.000.000 7.900.000. UKM. Pasar.000. 14.200 67.220.000 53.712.000.400.800.600. 5.000 246. Dinas Koperasi. 17.000 5. mencuci dan sumber air 93 .500.320 99.200.000 671.848 119.000 80. 6.200.000 51.800 1. 15.400. Minahasa Selatan 9. 9.617. 18.520 32.000 1.000 4.400.450.000.000 4. Minahasa Selatan Selain sejumlah industri menengah (perusahaan) yang berinvestasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada.490. Murni Jaya 11.200.995.000 17.000.000 299. 20. CV.900 149. 8.488 100. 15494 22210 18101 50200 50403 15410 21090 15492 36101 24294 28932 26322 26319 29142 15422 17232 15440 15510 28931 17299 25206 15141 28932 Bidang Usaha Industri Tahu Industri Percetakan Industri Menjahit Industri Reparasi Mobil Industri Reparasi Spd Motor Industri R.000 384.000 31.000 17. Pasar. 3. Perindustrian & Perdagangan Kab.000 811.000 256. 13.000 1.000 180 Sumber : Data Juli 2010.300.000 34.000 240 895.000 265.000.050. UKM.000.944.000 219.800 40.568 8.200 255.600. 4. Jati Jaya Teep Lopana Lopana Industri Minyak Es Meubel Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minyak 3 Milliar 36 Mentah Air Es Balok 500 Juta Lokal 21 Kayu Jati Meubel 55 Juta Lokal 20 Kelapa Sumber : Data Juli 2010.000 2. 10. selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi.209.000.000 1.000 2. 12. 16.000 36.000 624 6.000 17. 21. 7.000 15. 2.10.000 180.T Pembuatan Kue Foto Copy Industri Es Industri Mebel Industri Minyak Pandai Besi Industri Batu Bata/Batako Industri Keramik Industri Pembuatan Oven Industri Gula Aren Industri Sapu/Tali Industri Mie Industri Minuman Cap Tikus Industri Alat Pertanian Industri Bordir Reparasi Elektronik VCO Industri Anyaman Bambu/Rotan Jumlah Tenga Usaha Kerja (Unit) 10 12 98 41 41 180 12 25 117 1 21 52 3 1 15 12 15 52 16 17 2 6 1 (Orang) 40 27 237 115 101 473 38 35 366 21 58 182 9 3 17 18 49 52 32 17 4 38 2 Nilai Investasi (Rp) Kapasitas Produksi Jumlah Satuan Biji Rim Psg Unit Unit Biji/Dos Rim Buah Unit Botol Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kg Liter Buah Psg Unit Liter Unit Nilai Produksi (Rp) 234.000. terdapat juga sejumlah industri kecil yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 57.765.000 1. 19.

sungai menjadi salah satu sumber galian C serta dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata. 5.062 0. Ranoiapo S. 12. 26. 14.900 0.372 0.100 0. Ranoiapo S. 27. Saat ini. 33.100 0. 21.162 0. juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya perikanan darat serta mengaliri area persawahan. 28.455 0. Ranoiapo 94 . Sungai-Sungai di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.122 0. Ranoiapo Laut S.900 0.070 0.800 0. 15. 29. 19. 6. 7. 31. 4.269 0. Amurang Tumpaan Tompaso Baru Sinonsayang. 11.5 6 6 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 4 Pemanfaatan Untuk Irigasi (m3/detik) 2. 32.600 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bersih. Ranoiapo S.165 0.100 0. Poigar Bolmong Amurang Timur Tumpaan Amurang Timur Amurang Tenga Tenga Tumpaan Tenga Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Sinonsayang Sinonsayang Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Amurang Barat Tompaso Baru Tompaso Baru Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Amurang Barat Tumpaan Tumpaan Tenga Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Ranoyapo Panjang (Km) 64 35 28 27 21 20 18 16 14 13 12 12 11 11 11 10 9 8.400 0. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. 24. Ranoyapo. Ranoiapo S.286 0. Nama Sungai Ranoiapo Nimanga Sukuyon Poigar Pentu Ranotuana Sendowan Ranowangko Molinow Sidate Sosogian Tongop Ranomea Mayaan Moyondok Kaluntai Pinsan Ritey Liwasen Tewalen Worotican Pinontalan Pinangatoan Ongkaw Tumicakal Moyomboong Moonot Mokalu Lelema Walambang Tawaang Pangian Polimaan Sinduan Konaron Siritoy Wuwungayo Lokasi Tompaso. Ranoiapo S.5 8 8 8 7 7 6. Tabel 58. 22. 13. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S.248 Muara Laut Laut S. 25.789 0. 3. 17.182 0. Ranoiapo S. 2. 20. Ranoiapo Laut S. 23.058 0.064 0. 8. Ranoiapo S.300 0. sungai Poigar akan dimanfaatkan Oleh PLTA Poigar untuk tenaga listrik dengan kapasitas 46 MW. 35.500 0.125 0.910 0. 16. Di samping itu. 30. 18. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 58. 34. Ranoiapo S.697 0. 9. 36.300 0. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut S.400 0. 37. 10.

2. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 38.5 3 3 3 3 0.45 40. Minahasa Selatan Ruas jalan Nasional. 95 Perkebunan Kelapa . Namun di beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan Kabupaten kecamatan belum diaspal. 41. padahal merupakan sentra ekonomi.30 467. baik ukuran kecil maupun besar dengan panjang keseluruhan 670 m. Tabel 59. baik ruas jalan Nasional. Semua ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah disentuh dengan aspal.060 Laut S.175 0.062 0. Ruas-Ruas Jalan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Nama Ruas Jalan Ruas Jalan Nasional Ruas Jalan Propinsi Ruas Jalan Kabupaten Total Panjang Ruas (Km) 166. 39. Ranoiapo S. 40. Ranoiapo Laut Sumber : Data Juli 2010.94 674. Tabel 60b dan Tabel 60c. Ranoiapo S. Komunikasi & Informatika Kab. Dinas Perhubungan. Lempangi Motondong Tangali Ponibian Tumaluntung Moinit Sinonsayang Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tenga 4 3.130 0. 43. Propinsi dan Kabupaten terdiri dari beberapa ruas dengan panjang dan kecamatan-kecamatan yang dilalui sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 60a. Ranoiapo S. Minahasa Selatan diduduki oleh 75 buah jembatan. Propinsi maupun Kabupaten dengan panjang masing-masing ruas jalan sebagaimana tercantum pada Tabel 59 berikut ini. Minahasa Selatan BAB VIII SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PEREKONOMIAN 1. Wilayah darat Kabupaten Minahasa Selatan dilewati oleh ruas-ruas jalan.098 0. 42. Jalan dan Transportasi Jalan merupakan sarana yang strategis dan penting dalam menunjang perekonomian suatu daerah.69 Sumber : Data Juli 2010.

50 3. Minahasa Selatan Tabel 60c.10 8.00 6. Amurang Timur Suluun Tareran. 009.50 3. Tompaso Baru.2 010 023.00 6.50 3. Ranoyapo Ranoyapo. 11. Modoinding Kawangkoan.00 8. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 13. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 N K N N N N/K N/K N N K K 96 . Tenga.00 7.00 7. 9. 009. 6. 5.70 38.1 2.00 40. Suluun Tareran Suluun Teraran.00 3. Tumpaan Panjang Ruas (Km) 37. Minahasa Selatan Tabel 60b. Amurang Timur.50 3. Sinonsayang Manado.50 3. Tumpaan Amurang Timur Amurang Timur Tatapaan Panjang Lebar Akses Ruas Rata-Rata Ke Jalan N/P/K (Km) (m) 5 6 7 11. Tumpaan Tumpaan.20 10.50 3. Maesaan.90 2. 10.50 5. Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.80 41. 4.30 6. Munte-Tincep Amurang-Ranoketang Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Tumpaan. Tareran Suluun Tareran.00 5. 12.70 15.20 3.00 3. Motoling. 2. Tumpaan. 3.50 3. Nomor Ruas 2 Nama Ruas Jalan 3 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.00 33. 3. Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.25 166. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Wawona-Wawona Kecamatan Yang Dilalui 4 Tareran Tareran Tareran Tareran.50 3.1 036 Nama Ruas Jalan Worotican-Poopo Poopo-Sinisir Kawangkoan-Worotican Worotican-Poigar Manado-Tumpaan Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Amurang Barat.00 5.50 3. 5. Tareran. Tatapaan Tumpaan Amurang Panjang Ruas (Km) 28. Ruas Jalan Propinsi di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1. Tumpaan Suluun Tareran. 4. 077 3. 7.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 60a. Tareran Suluun Tareran. Motoling Timur. Amurang Barat Amurang Barat. Tombariri. 076 2. 0. Amurang.40 Nama Ruas Popontolen-Sondaken Spt.50 6.50 4.45 Sumber : Data Juli 2010. 8.50 3.30 Sumber : Data Juli 2010.

Sinonsayang Motoling Motoling Barat Motoling Barat Motoling Barat Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo.00 5.50 3.50 3. Motoling Kumelembuai.50 3.50 3.20 2. 56.50 3. 65.50 15. 34. 58.50 3.50 3.00 2. Kumelembuai-Pakuure SP. 20. 27.00 3.00 4.00 1.50 3.50 3. Amurang Barat 10. 59.50 3.50 N Amurang Barat 13.00 6.50 3. 32.00 10.00 9. Maesaan Tompaso Baru.50 3.50 3. Kumelembuai 9.50 3.00 8. 52. 35. 43.00 7. 28.00 2. 49.00 22.50 3. 46. Tokin-Tokin Pert.50 3. 39.94 6 3. 33. 17.00 4.50 3.50 3. 25.50 3. Motoling Timur 5 5. 50.50 3. 66.00 2.30 1.00 4.00 3.00 5. 54.50 3.00 6. 2 3 Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.10 5.00 20. 31.00 14.50 3. 24. 45. 61. 23. 42. 62.00 3.00 10.50 3.20 1. Pinaling-Bkt.50 3.50 10. Maesaan Tompaso Baru.00 3.50 3.10 4.50 3.00 6. 26.50 N/K Tenga 2. Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur. Tenga Kumelembuai. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.50 K Tenga. Maesaan Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Tareran Suluun Tareran Tumpaan Tatapaan Amurang Timur Amurang Amurang Barat Tenga Sinonsayang Kumelembuai Motoling Timur Motoling Motoling Barat Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling.50 3.50 3. Spt.50 3.50 3.30 5. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Amurang Timur 4.50 8. Bojonegoro-Kinamang SP.99 3.40 7. 18. 51. 63.50 3. Minahasa Selatan 97 . 60.00 467. Motoling Barat Tompaso Baru Tompaso Baru.50 3.00 7.70 24. 55.50 3. 40. 16.50 3.50 3.50 3.50 3. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 3. 19. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 4 Tenga Tenga Sinonsayang.50 N Amurang Barat 4.10 4. 37. 22.50 3.00 N Tenga. 53. 44. 29.50 3.50 3.00 9.00 5.50 12.50 4.00 7.50 3. Ranoyapo Motoling. 38.50 5. 30. 57.00 5.80 5.00 3. 48. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 15.50 7 N N N N K N K N N N N N K K N/K K N N/K N N/P N N N N N K N N N K K P N N N N N N N N K N N N N K Sumber : Data Juli 2010.00 8. 41. 36.00 3.00 K Tenga 4.85 5.50 3. Tenga Kumelembuai.50 5. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP. 64.14. 47.50 N 1 21.50 3. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 5.50 15.

75 7. 16.50 3.50 3.50 3. 14.50 7.50 3.00 10.00 3.70 24.00 14. 41.00 2.50 2.80 5.50 3.00 2.00 1.00 2.50 4.50 2.50 3. 10.50 3.30 1. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 3.00 5. 33. 18. 17.00 9. Wawona-Wawona Spt. Bojonegoro-Kinamang Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 10. 24. 5.00 4.50 3.50 3.20 3.50 3.50 3.00 9.50 3. 15. 32.50 3.50 4.50 1.50 3.80 5.50 3.50 3.10% dalam keadaan rusak berat.70 24.00 3.00 7. 35.00 10.40 7.00 4. dari total panjang ruas 467. 40. 3. 75.00 1.30 5.00 9.20 3.50 15. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 3. Kondisi permukaan ruas jalan dan kondisi ruas jalan Kabupaten ditunjukkan pada Tabel 61a dan Tabel 61b. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 11. 28. 19. Kondisi Permukaan Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan Panjang Ruas (Km) 3 11. 25. 27.50 3. Tokin-Tokin Pert.00 10.50 2.00 10.80 1.75 8. 2.20 3.50 5.50 3.50 6.00 6.50 3.99 13.50 8.50 3.50 3. 21.60 5.00 5.50 Panjang Tiap Jenis Permukaan (Km) Aspal / Tanah / Telford / Penetrasi Belum Kerikil Macadam Tembus 5 6 7 11.50 3.50 3. Kumelembuai-Pakuure SP.00 - 98 .00 4.00 5.50 3.85 2.00 4. 38.40 5.50 10.00 4.00 7.80% permukaan ruas jalan telah diaspal dan 31.50 15.20 10. 34.90 2.50 3. 26.50 3. 39. 42. 22.50 5.50 3.89% dalam keadaan baik serta 31.50 3.10 8.50 3.50 4.20 5.94 km.50 3.00 6.00 7. Tabel 61a. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt. 7.00 5.50 3. 20.00 1. Pinaling-Bkt.00 5.00 2.50 3.50 5.50 5.20 No 1 1.50 4.40 3.20 2. 13.00 5.00 0. 31. 12.00 5. 43.50 1. 23. 29.50 3. 36.20 10.50 3. 44.00 7.00 4. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.10 8.50 4.00 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Khusus ruas jalan Kabupaten.00 2.00 8.50 10. 4. 30.00 3.50 15.00 6. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 4.90 1.50 3. 37.00 2.50 5.50 1.00 2.00 5.80 8.00 6.00 3.00 9.50 3.00 8. 8.00 3.85 5. 6. 9.50 3.99 3.

47.00 3.50 3.10 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. 55.00 6. 66.50 3. 65. 59.00 1. 16.00 4. 54.50 6. 18.00 3.00 6.00 467. 51.60 5.00 4.10 3. 13. 63. 48.00 5. 14. 50. 6.50 1. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 3.00 5. 46.00 9.50 5.50 3. 19.00 2.00 14. 58.50 4.00 5.00 4.00 5.50 3.50 3.10 8. 22. 9.85 5.00 3. 5.00 4.00 10.00 5.20 1. 57. Wawona-Wawona Spt.00 8.50 1.20 3.50 3. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.10 - 1 49.50 3.00 3.50 63.00 20.00 6.00 Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 3.50 7.00 8. 52.00 6.00 7.00 8.00 3.10 3.00 8.00 2. 3.00 1. Kumelembuai-Pakuure Panjang Ruas (Km) 3 11.00 3.00 2.00 7.45.50 8.00 22.50 10.10 Sumber : Data Juli 2010.00 7.00 50.15 7 2.50 4.50 3.00 9.50 2.00 1.20 10. 17. 2.00 6.00 3.50 2.00 1.50 Panjang Tiap Kondisi Ruas (Km) Rusak Rusak Baik Sedang Ringan Berat 5 6 7 8 4.00 2.20 4.50 5.50 15.00 0.50 5.50 - 99 .00 7.50 3.50 1.00 9.00 9.50 3.50 3.50 12. 60.50 3.94 4 3.40 3.00 3.50 3.00 7.69 6 2.00 3.50 3.00 17. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.50 3.00 3.10 4. 21. 7.90 2.50 5 5.85 2. 8. 12.00 2.00 4.00 6.00 5.50 4. SP.50 4.00 8.00 5.50 3.90 5.50 3.00 11.00 5.00 3. 61. 20.00 6. 4.50 4.50 3.50 3.00 3.00 2. Kondisi Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 11.50 12. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil 1.50 3.00 5.00 1.50 3. 10.99 13.60 5.00 7. 23. Pinaling-Bkt.50 3.00 7.50 3.10 4.50 3.00 2.50 3. 53.00 7.00 7. Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 5.50 4.00 1.50 3. 2 Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 5. Minahasa Selatan Tabel 61b. 15.00 4. 62. 24. 56.50 3.00 2.99 2.00 7.50 354.00 22. 64.50 3.50 3.50 3.50 4.50 3.

Tokin-Tokin Pert. 36. 30. 34.00 2.00 5. 35.50 4.00 7.50 3.00 1.50 3. 43. Untuk kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang beroperasi berjumlah 517 unit yang terdiri dari.00 3.50 3.94 4 3. 50.50 3.00 8.50 3.80 5.00 8.50 3.00 7.70 3.00 4.00 2.00 2.50 3.50 3.50 3. Minahasa Selatan Sarana transportasi darat yang digunakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 51.30 3.20 10.50 3.50 3. 100 .50 3. 48. 45.80 5.00 467.00 22.50 8. 38.00 2.00 9.50 3. 61.00 2.00 8.50 15. 46.50 3.90 6.50 4.00 6. 42.00 2.10 4.10 4.10 7 1.50 3.10 4.30 1.00 4.50 3.00 10. Angkutan Perbatasan berjumlah 49 unit dan Angkutan Pedesaan berjumlah 163 unit.00 5. 32.40 3.00 3.00 3.00 6.00 9.40 7. 65.50 3.00 2.00 10.00 4.00 4. 66. 27.00 5.70 3.85 8.00 0.20 1.70 24.00 2.00 11.50 3.00 7. SP.05 8 3.50 3. 28.00 5.00 20.00 8.50 3.50 2. 58. Bojonegoro-Kinamang SP.00 1.50 12.50 3.10 4. roda empat dan sejenisnya di semua kecamatan.50 3. 37. 26. 63. 41.50 3.50 5.25.50 5.00 3.50 3. Angkutan Kota berjumlah 122 unit.00 5.50 3.50 3.00 3.00 0. 44.75 2. 47.50 3.00 1.50 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.00 8. 60. 31. 40.50 5 2. 59.50 3.20 2.50 5. 62.50 2. 54. Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 8.00 2.50 5.50 3.50 4.50 1.00 3. 56.50 3.50 3.30 1.00 1.00 6.10 3. 53.00 3.50 1. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.00 1.50 3.00 4.50 145.50 3.10 5.00 7.00 14. 49.00 0. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.50 3.24 6 2.00 3.50 3. 55.00 119.00 3.50 3. 52. umumnya kendaraan roda dua. 57.50 54.00 4. 2 Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.00 9. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 10.20 2.00 1.50 1 29.50 3.00 5.00 6.00 3. 33. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) berjumlah 183 unit.30 2. 39. 64. Tokin-Karimbow 10.50 0.50 4.50 5.50 2.00 6.00 1.50 149.00 13.30 5.00 4.00 5.55 Sumber : Data Juli 2010.

2. 7.Lelema PP Tumpaan . Dinas Perhubungan. 6. Komunikasi dan Informatika Kab. Komunikasi dan Informatika Kab.24 Diatas 25 7 44 4 1 11 1 6 2 4 2 12 1 2 8 2 3 8 35 8 5 3 14 98 74 11 Jumlah Kendaraan 55 1 11 1 12 2 12 1 12 11 35 8 5 3 14 183 Sumber : Data Juli 2010.Kapoya PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 1 4 5 93 25 5 2 3 138 Sumber : Data Juli 2010. Jumlah Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 6. Jumlah Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Kawangkoan PP Total 0-9 0 Jumlah Seat 10 . 9 10. 4.Tumpaan PP Amurang . 16. 5. 13. Minahasa Selatan 101 . 8.Inobonto PP Amurang .Teep PP Tumpaan . 8. 2.Poigar PP Manado . 3.Kumelembuai PP Manado .Paslaten PP Tumpaan . Minahasa Selatan Tabel 62b. jenis kendaraan dan jumlah kendaraan angkutan penumpang umum di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 62a. 11.Tumpaan PP Amurang . 3. 14. Dinas Perhubungan.Kawangkoan PP Amurang . 12. jumlah jaringan trayek.Tokin PP Manado . 5. - Trayek Manado .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara rinci.Tompaso Baru PP Manado .Motoling PP Manado . Tabel 62a.Kotamobagu PP Tompaso Baru . Trayek Amurang .Perum Pondang PP Amurang . 7. Tabel 62b.Amurang PP Manado .15 16 .Paku Ure PP Manado . 4. Tabel 62c dan Tabel 62d.Kotamobagu PP Tumpaan .KM 3 PP Amurang . 15.Ranoyapo PP Manado .Kotamobagu PP Modoinding .Pinaling PP Amurang .Tareran PP Manado .

Tompaso Baru PP Amurang .Kawangkoan PP Tompaso Baru . 13. 20.Ranoketang PP Amurang .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 62c.Maliku PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2. 21. 18. Trayek Amurang . 3. 5.Kotamobagu PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 21 5 2 3 1 4 36 Sumber : Data Juli 2010. 5. Minahasa Selatan Tabel 62d. Dinas Perhubungan. 6.Modoinding PP Amurang . 17.Kawangkoan PP Tareran .Paku Ure PP Amurang . Komunikasi dan Informatika Kab.Tareran PP Tumpaan .Kroit PP Tumpaan .Ranoyapo PP Amurang .Suluun PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet/Bus Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 3 6 10 5 2 3 10 10 9 16 3 8 2 5 7 28 19 5 4 2 1 2 1 2 163 Sumber : Data Juli 2010.Ongkaw PP Amurang . 4. 9. 10. Komunikasi dan Informatika 102 . 16.Kotamobagu PP Modoinding .Tombatu PP Suluun .Poigar (Bolmong) PP Amurang .Tokin PP Amurang .Sapa PP Amurang .Kota Menara PP Amurang . 3.Tondey PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Perbatasan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Trayek Amurang . 22. 8.Makasili PP Amurang .Tenga PP Amurang .Kumelembuai PP Amurang .Pondos PP Amurang . 24. 11.Tawaang PP Amurang . Dinas Perhubungan. 12.Karimbow PP Amurang .Kalait PP Amurang . 15. 6.Sinonsayang PP Amurang . 7.Elusan PP Amurang . 14. 23.Motoling PP Amurang . 4. 19. 2.

3. Kec. Amurang Tumpaan. Perusahaan / Koperasi CV. Teluk Amurang CV. Di beberapa alternatif Berdasakan data yang ada tercatat 3. Bunga Kasih CV. Koperasi Mapalus Alamat Lewet. 7. Kumelembuai Kumelembuai. Komunikasi dan Informatika Kab. Kec. baik plat merah. Kec. 4. 103 .980 unit sepeda motor plat hitam tersebar di 170 desa/kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. Sehati CV. Tompaso Baru Uwuran I. Tumpaan Suluun I. 8. Tabel 63. kecamatan tersedia transportasi tradisional jarak dekat. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Kec. Dinas Perhubungan. 5. Minahasa Selatan Dalam upaya memberikan kemudahan. kuning dan hitam seperti ditunjukkan pada Tabel 64. Kec. saling membantu dan tempat menyampaikan aspirasi para pemilik/sopir kendaraan angkutan penumpang umum. Kec. dibentuklah perusahaan/koperasi angkutan umum sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 63. Kec. Amurang Sumber : Data Juli 2010. alat transportasi darat berupa kendaraan bermotor dari berbagai jenis di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 6. Kec. seperti bendi dan di semua kecamatan terdapat transportasi tradisional berupa roda sapi yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Saat ini. Suluun Tareran Kumelembuai. Tumpaan Tumpaan I. menjadi transportasi dalam kota dan Bahkan sepeda motor telah angkutan perbatasan. Bunga Indah CV. Cita Waya CV. Minahasa Selatan Saat ini. Perusahaan/Koperasi Angkutan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Tumpaan Indah CV.140 unit. 2. Motoling Indah CV. Kumelembuai Tompaso Baru I. di semua desa di Kabupaten Minahasa Selatan telah memiliki transportasi jarak dekat berupa sepeda motor.

6. Minahasa Selatan 104 . Jumlah Kendaraan Bermotor di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 18. 4. Komunikasi dan Informatika Kab. Sarana dan Prasarana Terminal Taman Parkir Pelataran Parkir Warning Light Traffic Light Jembatan Timbang Jumlah 1 Tempat 1 Tempat 8 Tempat 4 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 13. 17. 15. 5. 14. 20. 9. Prasarana Transportasi Darat di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 12. 3.217 Jumlah 16 247 33 27 52 623 76 3 43 7 496 1 176 106 27 4 4.177 26 6. Minahasa Selatan Sedangkan prasarana transportasi darat di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 65. Dinas Perhubungan. 19. 6. 5. 2. 3. 21. 7. Jenis Kendaraan Sedan Station Wagon Jeep Ambulance Light Bus Microlet Mini Bus Oplet Micro Bus Bus Pick Up Pick Up D. 2.C Light Truck Truck Bestle Wagon Dump Truck Truck Tanki Loadging Truck Truck Tronton Sepeda Motor Scooter Total Merah 8 21 12 6 197 244 Plat Kuning 612 19 40 5 3 679 Hitam 16 239 33 6 52 11 45 3 3 2 487 1 176 106 27 4 3. 10.980 26 5. 4. 16. 11. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 64. Tabel 65.140 Sumber : Data Juli 2010. Komunikasi dan Informatika Kab. Dinas Perhubungan.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Saat ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi darat serta mengantisipasi timbulnya peningkatan aktivitas masyarakat di segala bidang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara mengadakan penyusunan rencana teknis jalan Amurang By Pass serta merencanakan pembangunan Terminal Tumpaan dan Terminal Kapitu. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga sementara merencanakan pembuatan jalan Boulevard di pesisir pantai kawasan Teluk Amurang yang merupakan kawasan ibukota kabupaten. Untuk transportasi laut, saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara melaksanakan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) dan Pelabuhan Laut Amurang. Pelabuhan Penyeberangan direncanakan akan melintasi Amurang-Tolitoli-Tarakan untuk mengangkut hasil-hasil kekayaan alam Kabupaten Minahasa Selatan ke daerah-daerah lainnya yang berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Kabupaten Minahasa Selatan. Begitu juga sebaliknya, akan mengangkut hasil-hasil kekayaan alam dari daerah lain ke Dengan sementara dibangunnya Pelabuhan Selain Penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan pengadaan Kapal Ferry Roro kepada Departemen Perhububungan RI. itu, dengan dimulainya pembangunan PLTU Tawaang (PLTU 2 Sulawesi Utara) yang berkapasitas 2 x 25 MW, akan dibangun juga pembangunan Pelabuhan Khusus untuk tempat bongkar batubara sebagai sumber energi listrik. Dengan dibangunnya berbagai pelabuhan (Pelabuhan Penyeberangan/Ferry, Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Khusus), diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhubungan, dapat memacu dan menggerakkan sektor perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup penduduk Kabupaten Minahasa Selatan. yang sementara beroperasi. Selain sementara dibangun beberapa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat dua pelabuhan Selengkapnya data pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 66.

Tabel 66. Data Pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan 105

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan Laut Amurang Pelabuhan PT. Cargill Pelabuhan Perikanan Pelabuhan PLTU Moinit

Lokasi Mobongo Mobongo Mobongo Mobongo Moinit

Jenis Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Umum Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus

Keterangan Tahap Pembangunan (Tahap III) Tahap Pembangunan Sudah Beroperasi Sudah Beroperasi Tahap Pembangunan

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Sedangkan alat transportasi laut yang digunakan di tujuh kecamatan pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 67. Tabel 67. Alat Transportasi Laut di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Kecamatan Tumpaan Tatapaan Amurang Tenga Sinonsayang Amurang Timur Amurang Barat Jumlah Pajeko 12 12 2 1 11 38 Jenis Kapal Pelang Pelang (Mesin) (Non Mesin) 7 26 36 12 7 19 20 68 15 23 9 39 82 199 Katinting 95 10 9 54 97 7 68 310

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

2.

Komunikasi dan Informasi Semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersentuh dengan jaringan telepon dan telah terjangkau dengan jaringan seluler (Handphone). Walaupun ada beberapa desa atau daerah tertentu yang belum dapat dimasuki dengan jaringan telepon dan belum dapat terjangkau dengan signal jaringan selular. Tabel 68. Saat ini, di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 7 perusahaan jaringan selular yang mendirikan tower selular, sebagaimana diperlihatkan pada

Tabel 68. Jumlah Tower Selular di Kabupaten Minahasa Selatan 106

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Kecamatan
Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Sinonsayang Tenga Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Tareran Suluun Tareran Jumlah

Perusahaan
PT. Telkom Telkomsel 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 4 14 Indosat 2 1 1 1 1 1 1 1 9 Pro XL 2 1 1 4 Flexi 1 1 Fren 2 1 1 1 1 1 7 Tri 3 1 2 1 2 4 2 3 1 2 21

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang. Sedangkan Kantor Pos tersedia di hampir semua kecamatan. Selain itu, hampir semua kecamatan terjangkau dengan jaringan radio, baik milik pemerintah maupun yayasan atau swasta. Untuk jaringan televisi, dengan perkembangan teknologi saat ini dapat menjangkau sampai di pelosok wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan untuk sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, berupa media massa harian, tabloid mingguan dan bulanan. Jumlah sarana telekomunikasi dan sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 69.

Tabel 69. Sarana Telekomunikasi dan Informasi Yang Berakses di Kabupaten Minahasa Selatan 107

luasnya 7. yang terbagi atas : a. terdiri dari 26 Irigasi Desa (ID) dengan luas potensial 721 ha. terdiri dari 48 Daerah Irigasi (DI) dengan luas potensial 6. 7. Irigasi Pemerintah. 8. 2. 6. baik di bawah kewenangan propinsi maupun di bawah kewenangan kabupaten diperlihatkan pada Tabel 70a dan Tabel 70b. Jenis Kantor Telekomunikasi Wartel Kantor Pos Media Massa Harian Tabloid Mingguan Tabloid Bulanan Media Elektronik TV Media Elektronik Radio Jumlah 1 Unit 30 Unit 8 10 9 5 4 5 Sumber : Data Juli 2010. 3. Data Dasar Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No Nama Luas (Ha) Indeks Produksi 108 .059 ha. Irigasi Di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat lahan irigasi dengan luas potensial 9. Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Selatan 3. Untuk prasarana irigasi dan keadaan prasarana irigasi.130 ha. Irigasi Masyarakat. luasnya 2.409 ha. b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1. Tabel 70a.189 ha. 4. 2. Di bawah kewenangan kabupaten. yang terdiri dari : 1. Di bawah kewenangan propinsi. 5.

15.5 4.I. 28.I.J.I. 4.J. 24. 11. Ranoyapo 1 . 5. 20. 29.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 Daerah Irigasi 2 Daerah Irigasi 3 Kewenangan Propinsi T. 1.J. Ranoyapo 2 .971 1. 2 18 22 13 11 15 20 1 17 5 10 9 7 4 6 24 21 19 23 14 25 26 27 28 29 Waadan Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.5 4.5 4.5 4. 17.5 4. 18.I.5 4.I.5 4. Tongop . 10.0 4.059 489 256 289 496 529 Areal Tanam 5 1.5 4. 31. 23. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey 3 4 60 40 316 245 543 30 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 30 50 35 30 5 30 50 40 25 300 158 420 30 79 182 80 70 52 68 180 208 35 49 60 37 37 5 30 25 10 30 150 150 250 200 300 200 200 150 200 200 200 150 200 200 150 150 150 200 200 200 200 200 200 200 6 200 200 7 4.0 30 31 Ranoketang Kanean 25 10 4. Polimaan . 22. 7. Baru RD 08 Ranoyapo . 27. Ranoyapo 3.J.J.J.I.5 4.5 4. 9.0 4. 12. 14.I.I.5 4.I.0 4. 26.J. 25.5 4.5 4. 13.059 2. 3. 2. Molinow Atas .0 4.5 5.5 4. 8.5 4. 2 3 8 12 16 Kewenangan Kabupaten Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .0 4.5 4. Moyondok Daerah Irigasi 4 2.971 Pertanam (Ton/Ha) (IP) (%) 6 7 0 50 50 1.0 6.J.0 109 .J.5 4.4 .5 5.5 4. 16.I. Molinow Bawah Kiri .J. Molinow Bawah Kanan . Pakuweru 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 100 134 105 105 677 150 150 200 200 300 4.0 4.5 4. 1 30. 21.5 4. 19.

J.409 10 35 3 5 30 25 20 12 30 30 34 18 15 12 10 25 25 3. 46.I.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 32. 47.445 1.754 59. 2. Ranoyapo 1 .025 1. 39.J. Tongop .821 - 5 1 1 1 1 1 - 1. Moyondok Kewenangan Kabupaten 2.J.0 4.750 280 4.J. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .0 4.0 4. 3. Ranoyapo 2 . 40.250 0 1 2.924 19. 33.392 14. 38.0 4.I.278 325 2. Molinow Atas .J. Minahasa Selatan Tabel 70b.680 1.057 1. 36. 35.552 - 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 3 7 3 2 13 2 3 3 2 3 2 12 27 24 8 25 4 1 5 7 8 - 110 .0 4. 45.500 275 1.0 4.546 598 2. 44.I.0 4. Molinow Bawah Kiri .J.0 4.J.I.052 12.059 489 256 289 496 529 4.231 2. 48.0 4. 5.0 4. Polimaan .325 897 7.705 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 9. Bangunan (Unit) Bagi Ben Lain / Sadung nya dap 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 1.300 1. 43.0 4.0 205 Sumber : Data Juli 2010.J.I.0 4. Ranoyapo 3.750 1.400 4. Baru RD 08 Ranoyapo . T.728 1.4 .356 986 1.500 7.255 1.705 16. 37.500 13. Molinow Bawah Kanan .940 0 2.J.I.0 4.500 9.255 452 458 28 111 5 20 5 20 7 25 5 16 30 5 1 1 1 1 1 88 12 14 15 28 19 4.212 5.I. 34. Waadan 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 60 50 60 85 95 557 102 97 99 98 161 30 8 50 9 74 13 20 14 10 84 120 15 18 15 25 19 18 25 35 10 24 5 10 19 191 52 145 184 55 64 65 20 0 3.0 4. 42.I.0 4.500 320 4. 41.278 192 1. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 40 57 25 23 40 60 24 25 32 30 60 60 20 35 25 55 50 6. 4.0 4.I.J.795 12.I. Pakuweru 6. Data Dasar Keadaan Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Kewenangan Propinsi Luas (Ha) Baik 3 4 Kondisi ( M’ ) Se dang Rusak Ri Be ngan rat Saluran ( M’ ) Primer Sekun der Tersier Jml.

9. 12. 31.200 800 12 1. 23. 28. 10.160 470 24 600 650 9 650 650 2 1. 20. 27.880 48.200 750 16 1.090 10 11. 39.400 750 19 2.800 0 850 1. 22.400 20 1.409 3.400 1.858 10.410 1.270 1.150 20 1 1. 48.200 800 29 1.175 2. 19. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey Ranoketang Kanean Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 3 40 316 245 543 30 4 20 290 120 340 25 5 3 44 18 51 4 6 5 10 38 80 5 7 15 16 87 123 - 8 1 550 2.075 2. 33. 36.512 97.000 1.187 5. 34.650 48.300 200 500 43 150 600 75 1.521 5. 8. 42.880 11 1 2 1 1 1 12 1 4 4 4 4 1 3 3 14 28 30 30 20 170 40 60 42 60 180 200 30 40 30 30 15 5 23 30 15 50 10 35 20 30 15 30 10 50 10 40 35 57 3 25 5 23 30 40 25 60 19 24 12 25 5 32 20 30 34 60 18 60 15 20 12 35 10 25 25 55 25 50 6. 46. 24. 38. 21.090 5.500 800 1.300 600 15 2.600 350 (0) 600 950 16 300 500 4 1.460 17.350 50 0 3.000 1 41 1 1. 11. 15. 43.300 1. 14. 16. 32.200 650 1 1. Minahasa Selatan 111 .175 3.971 7. 47. 13.181 1 110 0 2.547 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 3 59 26 12 6 40 9 10 6 10 9 8 27 30 8 5 5 6 9 5 30 5 7 2 12 3 2 2 10 2 8 3 5 2 9 2 15 2 20 5 15 0 10 1 10 5 5 4 15 3 2 2 7 1 6 3 5 5 8 3 10 2 3 2 5 2 10 4 7 4 6 532 945 71 2. 29. 40.250 200 500 100 800 66 1. 41.740 4. 45. 17. 35.175 9 1.400 600 2 700 450 13 1. 18. 37.705 301.600 650 7 1.643 4 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 71 1 3 2 2 3 7 6 4 3 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 160 6 1 8 3 5 18 27 16 3 2 3 4 6 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 5 2 4 4 5 403 Sumber : Data Juli 2010.928 78 1. 25. Dinas Pekerjaan Umum Kab.100 30 1 2. 30.100 4 600 1. 2 Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T. 26.870 3. 44.500 2 100 400 23 150 350 16 100 650 2 300 600 4 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 7.

Tualan Atas Mangali Mobulat Kinatungkaan Dinobian Kinalawiran Kec. 17. 16. 5. Tabel 71. 8. 2. Maesaan Kinalawiran Ranoyapo Tomp. 22. 15. 9. Baru I Raraatean Torout Kinalawiran Kinamang Lowian Lowian Lompad Lama Lompad Lama 200 200 200 100 150 200 175 150 200 200 200 200 200 - Sinayap Tombioi Konarom Kec. 20. 19. Suluun Tareran 10. 14. Pinapalangkow T. 23. 21. 7. 3. Tumpaan Pondano Sosogian Matunem Kiri-Kanan Kec. 4. Ranoyapo Agga Luwak Tumicakal Kiri Moyomboong Poopo Pontak 112 . Tenga Nama Desa 3 Daerah Irigasi Areal Tanam Indeks Pertanam (IP) (%) Kondisi (Ha) Baik Ringan Produksi Rusak (Ton/H/ Berat/ Tdk Ber. Tompaso Baru 11. 6. Tatapaan 30 20 10 10 10 14 5 9 30 30 68 43 25 5 5 18 18 53 5 5 10 20 13 37 25 9 3 140 50 20 10 60 Rap-Rap Marege Maasin Kec. 18. 12. Baru RD 08 Kec. 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Sedangkan prasarana irigasi desa dan kondisi irigasi desa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 71.Panen) fungsi 4 448 185 65 60 60 35 35 160 47 58 55 30 10 20 38 38 153 15 20 25 30 43 20 100 50 29 21 260 100 30 30 100 5 222 55 5 20 30 30 30 92 47 15 30 25 5 20 20 20 100 10 15 15 10 30 20 63 25 20 18 120 50 10 20 40 6 7 30 30 30 30 62 27 15 20 25 5 20 20 20 90 10 15 15 10 20 20 49 20 11 18 90 50 10 20 10 8 25 5 20 - 9 135 55 20 60 5 5 10 1. Data Dasar dan Kondisi Prasarana Irigasi Desa di Kabupaten Minahasa Selatan Luas (Ha) No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Amurang RD 07 Kec. Amurang Timur Teep Tawaang Sapa Pinaling Popontolen Tumpaan II Lelema Sondaken Paslaten Pinapalangkow 200 100 200 200 100 200 150 200 200 200 - Pale Kec. Aser/Liwasen Teluan Sapa Kec.

25. 26. Minahasa Selatan BAB IX 113 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2 1 24. Kec. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Motoling Watu-Watu Rendang Wuwuk Moyomboong Jumlah 3 4 20 20 721 5 20 20 405 6 150 150 7 15 15 792 8 5 5 230 9 10 Lalumpe Raanan Baru Raanan Lama 787 Sumber : Data Juli 2010.

dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah. 2). hasil retribusi daerah. Lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf b. Dana Alokasi Khusus Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf c. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 59 terdiri atas : a. dan c. 114 Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . juga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. lain-lain PAD yang sah. dana darurat. dan c. Belanja dan Pembiayaan Daerah Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan desentralisasi penyerahan wewenang pemerintahan melalui otonomi daerah. hasil pajak daerah. Dana Alokasi Umum. selain dibutuhkan dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU). dan 4). Dana Bagi Hasil. belanja dan pembiayaan daerah yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil. yaitu : 1).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 INDIKATOR PEMBANGUNAN 1. Dana perimbangan. yang meliputi hibah. setiap tahunnya ditetapkan besaran pendapatan. b. Pendapatan. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD. Pasal 157 telah menetapkan sumber pendapatan daerah terdiri dari : a. Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan. 3). b. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 164 merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan.

000 250.000 3.943.2 1. Kontribusi PAD dan Dana Perimbangan Terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan 115 .1 3.2.3 1.300 242.784.753.183.075.7 2.625. Dana Perimbangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu tahun 2004-2010 di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 73 di bawah ini.3 2 2.686.1 1.800 0 0 0 0 0 0 3 3. Tabel 73.3 1.800 289.500 13.600 68.591.746.428.600.100 45.1.000.000 353.804.300 7.000 7.000.1. Ringkasan APBD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Nomor Urut 1 1.000.2.800 17. Tabel 72.000 7.500.512.000 44.3.000 369. APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 sebagaimana terangkum dalam Tabel 72.094.161.019.1.065.1 2.000 16.4 2.000.000.1.4 1.2.2 2.000 1.075.3 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Surplus / (Defisit) Jumlah 369.1.784.1 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Untuk kontribusi PAD.1.1 2.245.1 1.1 1.800 18.5 2.1.281.1.2 1.1.000.591.800 200.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara ringkas.2.951.928.324.500 2.019.1 2.2 2.477.000.000 126.245.638.437.500 2.686.1.2 1.083.000.2.3 1.8 2.948.2.000 7.094.596.000.

000 3. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 diperlihatkan pada Tabel 74 di bawah ini.086.300 7.155.700 322.917. Perbedaan nilai ini merupakan akibat dari perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang kian melambung.500 Dana Perimbangan 148.033 185.06 % Kontribusi Dana Perimbangan 98. Tabel 74. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun ataupun dalam tiga bulan atau semesteran.681.200.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PAD 2.392. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji.871 319.63 % 1.456.849 330.83 % Sumber : Data Juli 2010.159. Minahasa Selatan 2.150.000 407.676.207.000 5.928.000.289 160.273.053.019.000 377.171.67 % 2.76 % 92.739.300 Kontribusi PAD 1.85 % 82.75 % 86.41 % 1.686.845.310.161.395.044 353.82 % 96.13 triliun rupiah bila diukur dengan harga tahun dasar 2000 (ADHK).760.335. Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Kab.34 % 98. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara.988.000 4.638.38 % 1.935.37% 95.000 352.092.625.322.962.863.605. PDRB Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun Nilai PDRB (Triliun Rupiah) ADHB ADHK 116 .73% 1. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.193. Terhitung pada akhir tahun 2008 telah mencapai 1.700 327.605.98 triliun rupiah menurut harga berlaku (ADHB) atau sekitar 1.800 APBD 150. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.000 428.344 369.559.000 5. sewa tanah dan keuntungan).063. Data PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi perekonomian suatu wilayah atau daerah dalam suatu kurun waktu tertentu.596. bunga.512.000.000 7.000.37 % 1.

81 Sumber : Data Juli 2010.34 1.37 4.81 0.55%. Pertumbuhan ekonomi beserta dengan kelompok sektor ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2001-2008 ditunjukkan pada Tabel 75.80 3.06 1.97 1. Apabila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 5.00 6.62 4. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2001-2008 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pertumbuhan Ekonomi (%) 3.90 3.78 0.71 3.55 5. Hal ini mengindikasikan adanya perkembangan perekonomian yang seimbang dan mengarah kepada perekonomian moderen. Badan Pusat Statistik Kab. perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan pada tahun 2008 masih didominasi oleh sektor pertanian dengan peranan mencapai 29.69 4.43 4.69 7.24%.81%.16 4.01 1.96 1.51 3.69%.21 2.32%.96 5.33 4.98 0. di tahun 2008 telah mencapai 6.80%.84 0. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan sebesar 17. 7. menunjukan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat.52 1.07 1.13 Sumber : Data Juli 2010. sektor industri pengolahan .74 1.85 4. tahun 2007 ke tahun 2008 masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6.11 3.2 1. sektor sekunder dan sektor tersier.14 4.14% dan 4.92 0.78 0.06 1.88 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0.24 6.32 Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi (%) Primer Sekunder Tersier 4.56 5.87 5.86 4.77 5.94 4.33 4.08 4.43%. Tabel 75. Jika dilihat dari kelompok sektor primer.73 6. Minahasa Selatan Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan.83 5.87 0. Badan Pusat Statistik Kab. sektor 117 transportasi dan komunikasi sebesar 11.42 5. Minahasa Selatan Dilihat dari strukturnya.

19 2. gas serta air yang hanya mencapai 0. Persewaan & Jasa Perusahaan Sektor Listrik. Struktur Ekonomi Sektor Pertanian Sektor Bangunan Sektor Transportasi &Komunikasi Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-Jasa Sektor Pertambangan &Penggalian Sektor Perdagangan.50 8. Tabel 76. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 10.8 4.50 1%.3 4.8 juta rupiah setahun jika dihitung atas dasar harga berlaku atau sekitar 6.80 11.07 0.71 8. Tahun 2008.5 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sebesar 11.79%. PDRB Perkapita Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun 2000 2001 2002 PDRB Perkapita (Juta Rupiah) ADHB ADHK 4. 5.02 10.02% dan sektor jasa-jasa sebesar 10. 6. Gas dan Air Kontribusi (%) 29. Badan Pusat Statistik Kab. PDRB perkapita selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Struktur Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008 No 1.2 juta rupiah jika dihitung atas dasar harga konstan. 3. Hotel & Restoran Sektor Keuangan. dan kontribusi paling kecil disumbangkan oleh sektor listrik. 2.3 4. 7.43 11. 9. Minahasa Selatan Seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan yang tercermin dengan semakin meningkatnya PDRB.55 17. PDRB perkapita Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 tercantum pada Tabel 77. Tabel 77. Selengkapnya struktur ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 76. 4.3 4. Sedangkan sektorsektor lain memiliki kontribusi tidak lebih 10%.72 Sumber : Data Juli 2010. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.7 118 . 8.

1 5.5 10.9 6. tahun 2007 mencapai 73. Badan Pusat Statistik Kab. tahun 2005 mencapai 71.2 Sumber : Data Juli 2010.8 5.79. dimensi pendidikan yang dinilai melalui indikator rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf berupa kemajuan membaca huruf latin serta dimensi kehidupan yang layak atau ekonomi yang dinilai melalui indikator kemampuan daya beli masyarakat atau pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan.3 8.32 dan tahun 2008 mencapai 73.2. Tahun 2004 mencapai 71. IPM Kabupaten Minahasa Selatan beserta dengan kabupaten/kota 119 . Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Saat ini dan ke depan pembangunan yang akan dilaksanakan baik di tingkat global.3 5.8 6. Berbeda dengan konsep pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi. tahun 2006 mencapai 72. pendidikan dan kemajuan ekonomi melalui terciptanya daya beli masyarakat. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang dilaksanakan di suatu daerah yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5.3 9.6. Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan lebih komprehensif yang mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di semua golongan masyarakat pada semua tahap pembangunan. nasional dan daerah yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan. dan bukan sebagai alat dari pembangunan. IPM merupakan indikator komposit yang menggabungkan beberapa dimensi.6 7.3.8 4. Minahasa Selatan 3. yaitu dimensi kesehatan yang dinilai melalui indikator angka harapan hidup.5 5. Hal ini disebabkan karena keberhasilan program pemerintah dari dimensi kesehatan. IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang signifikan.

4 72.58 69. 14.7 72.6 74.19 73. 7. 99.6 2007 74.45 72.33 71.4 72. Untuk angka melek huruf.8 76. Sedangkan dimensi pendidikan. 9.12 73.67 74.8 74.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 lain di Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 diperlihatkan pada Tabel 78. Kabupaten / Kota Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep.90 2008 75.8 73.3 71.28 74.5 70.98 74.6 73. 5. Tahun 2006 mencapai 71. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 2004 73.7 75.0 74.3 73.11 74.16 73.49 77. 3.4% penduduk Kabupaten Minahasa Selatan telah mampu membaca 120 .8 72. IPM Kabupaten Minahasa Selatan Beserta Dengan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara No 1.7 76.3 73. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM.34 75.90 71.5 tahun.65 71.5 71. untuk dimensi kesehatan. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Ditinjau dari komponen atau indikator pembentuk IPM.8 70.5 72.65 74.32 71. Artinya.76 74. 4.54 tahun. Artinya rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan dapat mencapai kehidupan atau usia 71-72 tahun. 6.30 71. 10. namun telah mencapai 99.68 73.7 74. yaitu 8. untuk rata-rata lama sekolah.5 tahun.77 74. dari tahun 2007-2008 tidak ada peningkatan.50 74.46 Sumber : Data Juli 2010.61 75.87 72.2 73.89 tahun.10 76. Tabel 78.9 2005 74. tahun 2007 mencapai 71. 15.86 74. yang artinya pendidikan yang dicapai oleh penduduk rata-rata tidak tamat Sekolah Menengah Pertama atau belum menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun.0 73. 13.72 tahun dan tahun 2008 mencapai 71.4 71.2 72. 2.15 75.8 71. 8. 12. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pendidikan selama 8.2 71. 11.9 73.79 72.3 IPM 2006 74. sejak tahun 2004-2008 tidak terjadi peningkatan.4 73.4%.7 73.2 70.84 71.2 70.

Meski demikian.9 Tahun 2006 71.86 Sumber : Data Juli 2010. Kota Bitung. Kabupaten Bolaang Mongondow. 000) 2004 71.01 2008 71.4 99.54 606. Komponen / Indikator Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (%) Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran Riil Per Kapita Disesuaikan (Rp. Kabupaten Minahasa.40 8. relatif lebih rendah dan berada di bawah Kota Manado. Komponen/Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan menurut kabupaten/kota lain di peringkat Nasional dan Propinsi bersama dengan dan Tabel 80b. Tabel 80a. 3.9 2005 71. Tahun 2004 mencapai 582. IPM Kabupaten Minahasa Selatan berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).40 8. Dengan demikian program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Minahasa Selatan relatif berhasil dilaksanakan.9 2007 71.40 8.4 99. Kota Tomohon.4 595.4 586.72 99. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara IPM Kabupaten Minahasa Selatan dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Sulawesi Utara.9 ribu rupiah per bulan yang mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 yang mencapai 610. Tabel 79. Kabupaten Kepulauan Sangihe. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Nasional Kabupaten / Kota 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 80a No 121 . Pengeluaran riil per kapita. Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Talaud.86 ribu rupiah per bulan. dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2008) mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam menopang peningkatan IPM. Kabupaten Minahasa Utara.40 8. Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.89 99. Komponen atau indikator pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 79.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dan menulis huruf latin.5 99. Ini artinya program peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat relatif berhasil meningkatkan daya beli masyarakat. 2. 4.4 582.40 8.54 610.

14. 9. 3. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Propinsi Kabupaten / Kota 2004 8 9 2 5 7 6 1 3 4 - No 1. 7. baik dari Pemerintah Pusat maupun 122 . 2005 9 8 2 5 7 3 1 4 6 - Tahun 2006 9 10 4 5 7 3 13 12 11 1 6 2 8 2007 9 11 4 5 8 3 13 12 10 1 6 2 7 2008 9 11 4 5 8 3 13 12 10 15 14 1 6 2 7 Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 14. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. 13. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 96 121 47 67 80 69 8 56 63 - 113 105 46 64 87 57 12 59 67 - 2 100 126 57 66 81 55 184 168 167 14 68 44 92 2 88 143 59 68 78 52 178 167 138 13 69 48 73 2 89 158 66 70 79 56 180 175 142 282 191 13 71 50 74 Sumber : Data Juli 2010. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara 4. 4. 9. 15. 6. 12. 2. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. 5. 6. 12. 2. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Tabel 80b. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Sumber : Data Juli 2010. 4. 8. berbagai penghargaan dan prestasi telah diperoleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 7. 15. 10. 10. Penghargaan dan Prestasi Setahun sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru dan menyelenggarakan pemerintahan. 5. 8. 13. 11. 3.

6. 3. 4. Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh. Satya Lencana Widya Karya Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2007-2008 (Bupati). 12. 5. Perempuan Menanam Pohon dan Memelihara Tingkat Nasional Tahun 2009 (Ketua TP. Pengembangan Ketahanan Pangan dari Presiden RI Tahun 2008/2009 (Bupati). Pengembangan Tanaman Rempah Se-Indonesia dari Dirjen Perkebunan Tahun 2008 (Bupati). 2. PKK). 9. Widya Krama (Wajib Belajar 9 Tahun) Tingkat Nasional Tahun 2009 (Bupati). 13. PKK). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Ketua TP. yaitu : a. Aditya Mahatva Yoda dari Jaksa Agung RI Pada Acara Puncak Hari Anti Korupsi Sedunia di lapangan Monumen Nasional Jakarta Tahun 2008 (Bupati). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Bupati). 123 . 8. Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasi dalam membina pengelolaan Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah dan instansi. Penghargaan : 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Tingkat Nasional Tahun 2008 (Bupati). Manggala Karya Kencana di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2009 (Bupati). 10. Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pertanian oleh Presiden RI Tahun 2004 (Bupati). Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Penanggulangan Penyakit Kusta dan TBC Tahun 2008 (Bupati). 7. 11.

Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). 3. 18. Akutyla Jujur Dharma Bhaktiku dari Jaksa Agung RI Tahun 2009 (Bupati). Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2009 (Desa Linelean Kecamatan Modoinding) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara : 124 . Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Sulut Expo di Jakarta Tahun 2007. 4. Prestasi Tingkat Nasional : 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. Juara Harapan I Ketegori Hidangan Ikan Untuk Konsumsi Keluarga dan Juara Harapan II Kategori Hidangan Ikan Balita Gaya Modern Dalam Rangka Hari Nusantara Ke-7 Yang Diselenggarakan di Padang Sumatera Barat Tahun 2006. 5. Pemasukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kategori Terbaik Tahun 2009 (Bupati). 15. Juara I Lomba Masak Ikan Laut (Sea Food) Yang Diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Centre Tahun 2004. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Penas KTNA Kabupaten/Kota Se-Indonesia Yang Diselenggarakan di Tondano Kabupaten Minahasa Tahun 2004. 17. b. 6. Juara II Lomba Masak Serba Ikan Yang Diselenggarakan di Pelabuhan Gresik Surabaya Jawa Timur Tahun 2008. Satya Lencana Karya di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). Pakarti Madya Satu di Bidang Posyandu dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). 2. 16.

II dan III Lomba Tanaman Hias Jenis Tanaman Puring Yang Diselenggarakan di Kota Tomohon Tahun 2008. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kecamatan Sinonsayang dan Enjelita Kaligis. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2008 (Pokmaswas Alar Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). 12. 7. 9. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2007 (Pokmaswas Sapu Laut Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Juara I. Desa Ongkaw Kecamatan Amurang). Mengikuti Lomba Tanaman Hias dan Anggrek di Bumi Beringin Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008 dengan Hasil Sebagai Berikut : 125 . Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). 13. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2006. 6. 3. Juara I Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2008 (Kelompok Budidaya Inti Murni. 11. 5. Kelurahan Buyungon 2. 10. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007. 4. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2006.1. Pelaksana Terbaik I Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Pelaksana Terbaik II Lomba Posyandu Yang Diselenggarakan di Desa Torout Kecamatan Tompaso Baru Tahun 2008. Juara I Lomba PKK di Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2008. Juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2004 (Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok). Juara I dan II Lomba Balita Tahun 2004 (Tiara Laurens. 8. Juara II Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2005 (Kecamatan Motoling).

Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008. 16. Tugiat) . Juara I Lomba Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 (Kelompok Tani PKK Golden Shower Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). 21. 22.Juara I. II dan III Tanaman Agloneune . H. Juara II Lomba Menu Produk Perikanan Dalam Rangka Sail Bunaken Tahun 2009.Segon (Alex Ronga) 17. II dan III Anggrek Phalaenopsis . 126 . Pelaksana Terbaik I Lomba PKBS Tahun Tahun 2008 (Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). Ny.Juara I dan II Anggrek Hibrid . Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008. Juara II Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2009 (Kelompok Budidaya Algae Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). Pemenang Lomba Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Kontes Pohon Tahun 2008 : • Kategori Aksi Penanaman Serentak Indonesia (Ketua TP. 18.Juara I dan II Tanaman Philodenrom 14. PKK Kabupaten Minahasa Selatan. Juara I Lomba Camilan Kue Kering Dalam Rangka WOC dan CTI Summit di Manado Tahun 2009.Juara I.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .Juara I Anggrek Pendrobium . 20. 23. 19. 15. Luntungan Mawuntu) • Kontes Pohon : . Juara II Lomba Laga Anak Sehat Tahun 2009 (Seviana Joice Kesek).Mahoni (Drs. V.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 24. BAB X PENUTUP Profil Kabupaten Minahasa Selatan merupakan suatu dokumen penting dalam mengekspresikan data potensi yang dimiliki walaupun sifatnya dinamis sehingga sering terjadi perubahan karena situasi dan kondisi wilayah. data potensi 127 . Selain itu. Juara II Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Yang Diselenggarakan di Manado Tahun 2009.

Pnj.M. ONIBALA 128 . profil ini dapat disusun setiap tahun. Dokumen profil ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/pengembangan kebijakan. Profil merupakan dokumen yang dapat di update datanya setiap tahun sesuai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai sektor. seperti pemerintahan. pembangunan dan kemasyarakatan. baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional serta khalayak umum untuk mencari peluang dan potensi pengembangan investasi di Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sering terjadi perubahan karena pemanfaatan dan pengelolaan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan sebagai tuntutan masyarakat. BUPATI MINAHASA SELATAN M. Dengan demikian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful