Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB I LAMBANG DAERAH
A. Dasar Hukum Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penetapan Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, rancangannya dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Minahasa berdasarkan hasil sayembara. Lambang Daerah Kabupaten

Selatan yang dimaksud seperti pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan B. Makna, Arti dan Warna Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagaimana pada Gambar 1, dari setiap unsur, bentuk, corak dan warna mengandung makna dan arti filosofi demikian :

 Perisai, melambangkan ketahanan dan keunggulan dalam menghadapi
berbagai tantangan.

 Burung Manguni, sebagai Lambang Keminaesaan dengan sifat dinamis,
santun, sportif dan selalu waspada. 1

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

 Bulu Sayap Kiri dan Kanan serta Ekor, berjumlah 27 menggambarkan
tanggal 27 sebagai tanggal penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Pohon Kelapa, yang terputus menggambarkan angka 1 yang berarti Bulan
Januari, bulan penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Dua Kaki dan Tiga Jari, yang nampak menggenggam pita melambangkan
Tahun 2003, sebagai tahun terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan.

 Buku di Dada Burung Manguni, melambangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

 Buah Cengkih, di pucuk pohon kelapa mengandung makna kekayaan
alam dan kesuburan tanah Minahasa Selatan.

 Jangkar Kapal, di bawah pohon kelapa mencerminkan potensi kekayaan
laut serta perdagangan.

 Ungkapan “Cita Waya Esa”, dipermukaan pita kuning yang digenggam
dengan kaki burung berarti “Kita Semua Satu”.

 Warna Putih, mengandung arti ketulusan dan kesucian, kesalehan dan
kedamaian, nurani dan etika.

Warna Merah, melambangkan cinta, semangat dan keberanian

 Warna Kuning, mengandung makna kejayaan, keberhasilan, kedewasaan,
berbudi luhur dan keimanan.

 Warna Hijau, mempunyai arti kesuburan, kesejahteraan, pengharapan dan
kehidupan.

 Warna Biru, melambangkan kebesaran, kebenaran dan kesetiaan.  Warna
Hitam, melambangkan kekuatan, keunggulan, keabadian/ kekekalan.

 Warna Coklat, melambangkan kesuburan tanah.

2

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB II PEMBENTUKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1. Sejarah Pembentukan Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 Selatan dan Kota Tomohon. tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip 3

Ramoy Markus Luntungan. Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal 4 . sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan. Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI. NIP. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Guna melengkapi data dan masukan secara empirik. Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B. Kemudian. pada tanggal 27 Januari 2003.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. 010 076 798.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001. Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d).51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003. melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131. Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat. usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI. Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat. pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano. Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs. Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. Selanjutnya. atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon.

terbentuk Kecamatan Kumelembuai hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling. Sedangkan Kecamatan Tombasian. berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 172 Tahun 2005 berubah nama menjadi Kecamatan Amurang. Kecamatan Maesaan (hasil pemekaran Kecamatan Tompaso Baru) dan Kecamatan Pusomaen (hasil pemekaran Kecamatan Belang). Kecamatan Ratahan. yaitu Kecamatan Tatapaan (hasil pemekaran Kecamatan Tumpaan). Kecamatan Tombatu. berdasarkan Peraturan Daerah Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Nomor 8 Tahun 2003. Kecamatan Amurang Barat (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian dan Kecamatan Tenga). berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 terbentuklah Kecamatan Ratatotok hasil pemekaran dari Kecamatan Belang. di akhir tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2005 Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan 5 kecamatan baru. Sebagai tindaklanjutnya. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Seiring dengan pemekaran beberapa kecamatan. secara positif diresponi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang sejalan dengan salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota. Minahasa Selatan dari 13 kecamatan menjadi 15 kecamatan. dengan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat. Kemudian pada waktu yang bersamaan. Dengan bertambahnya 5 kecamatan baru. masyarakat belum berakhir sampai di situ. masyarakat masyarakat mengenai pemekaran desa dan kecamatan. jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi 20 kecamatan. 2. tidak kalah pentingnya juga Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan meresponi aspirasi pemekaran desa di beberapa kecamatan. Kecamatan 5 . rupanya aspirasi di 6 (enam) Kecamatan bagian tenggara yaitu Kecamatan Touluaan. Kecamatan Belang. Selanjutnya. Kecamatan Amurang Timur (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian). Pemekaran Kecamatan dan Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan dalam perkembangannya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan. Dari berbagai aspirasi Akan tetapi.

Aspirasi tersebut akhirnya diresponi dengan positif oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Ratatotok dan Kecamatan Pusomaen menginginkan wilayah mereka menjadi suatu daerah otonom yang baru dengan nama Kabupaten Minahasa Tenggara. Kecamatan Motoling Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan berkurang 6 kecamatan menjadi Barat dan Kecamatan Motoling Timur hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling serta Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran. pada tanggal 12 Desember 2007 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2007 tentang pemekaran Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) sebagai daerah otonom yang baru di Propinsi Sulawesi Utara sekaligus melantik Penjabat Bupati dan Walikotanya. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan kembali lagi meresponi aspirasi masyarakat di Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran untuk diadakan pemekaran kecamatan. Menteri Dalam Negeri at interim meresmikan Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Kota Kotamobagu. 14 kecamatan. 3 kecamatan baru. Minahasa Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru. sehingga Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan Ketiga kecamatan tersebut yaitu. Diakhir tahun 2007. pada tanggal 23 Mei 2007 di Manado. berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007 tanggal 6 Januari 2007. Sebagai tindaklanjutnya. Sebagai tindaklanjutnya. TUJUAN DAN SASARAN 6 . Dengan demikian Kabupaten Minahasa Selatan saat ini berjumlah 17 kecamatan. BAB III VISI. Dengan mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. MISI.

demokratis dan handal dalam sumberdaya manusia serta menjadi pusat keunggulan pembangunan di Era Pemerintahan Global” Dengan demikian visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan adalah pandangan ke depan ke mana Kabupaten Minahasa Selatan harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya serta tetap konsisten. Mewujudkan Supremasi Hukum . 4. dijabarkan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Membangun dan memperkokoh perekonomian daerah .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas (good governance) 7 . antar 2. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang . sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2005-2010 sebagai berikut : 1. inovatif dan produktif. 2. Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana arah dan tujuan dicapai. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. 3. eksis. Misi Untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menyikapi kecenderungan dinamika globalisasi. Meningkatkan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan umat beragama . otonomisasi dan tuntutan demokratisasi. dan bersih KKN . Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010 adalah : “Terwujudnya Kabupaten Minahasa Selatan sebagai daerah yang mandiri. 5.

karena misi mewakili alasan dasar untuk eksis. 3. c. pernyataan misi harus : a. ditetapkan dan dirumuskan tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai berikut : 1. Oleh karena itu. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. Meningkatkan kesadaran hukum disemua lapisan masyarakat dalam penegakan hukum. 5. Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti pemerintah. 2. Dengan demikian Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8 . Meningkatkan peran kelembagaan ekonomi. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan. sosial dan budaya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat daerah . Membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian (agro based (agro industry) . 3.6. Tujuan Mengacu pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 9. Meningkatkan peran generasi muda dan pemberdayaan perempuan. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. sosial. 4. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. b. 8. terutama teknologi pertanian . industry) 7. budaya dan pertahanan keamanan. Menunjukkan secara jelas apa yang hendak dicapai dan bidang kegiatan utama dari organisasi/pemerintah yang bersangkutan. berbasis agribisnis. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. misi harus jelas menyatakan kepedulian terhadap masyarakat.

12.pada akhir tahun 2010. 7.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 6. Meningkatnya income perkapita penduduk sebesar Rp. 5. 4. Meningkatkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan. 6. Sasaran Bertitik tolak dari tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan di atas. penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (good Meningkatkan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik. 8. Meningkatnya peran generasi muda dan peberdayaan perempuan. perikanan dan kelautan serta sumberdaya air. Meningkatnya sumber pendapatan asli daerah sekitar 20 % pada akhir pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7 % pada akhir 9 . Meningkatkan program pemeliharaan. 3. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara.500. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan publik Meningkatnya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Meningkatkan potensi obyek wisata dan sumberdaya kepariwisataan. Menurunnya tingkat pengangguran sebesar 6 % dari angkatan kerja pada tahun 2010. 11. Meningkatkan governance). Meningkatnya tahun 2010. Meningkatnya kesadaran hukum dan penegakkan hukum. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas aparatur pemerintah.000. diimplementasikan dalam berbagai sasaran sebagai berikut : 1. 8. tahun 2010. 10. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. 10. 7. 4. 9. pengawasan dan pengendalian 11. 2. 9.. Meningkatkan pengelolaan. Meningkatnya jumlah produksi perikanan.

Kabupaten Minahasa Selatan 10 . Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ± 64 km.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB IV KONDISI WILAYAH Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang. Secara geografis.

47’ . Demikian pula jalur laut untuk bagian utara.18’ . barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur. Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis. Sementara untuk jalur laut 11 . merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang. karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi.1°. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow : Berbatasan dengan Laut Sulawesi h/k/j/kn. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa. Peta Kabupaten Minahasa Selatan Dalam perspektif regional.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 terletak antara 0°. bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik.24’ Lintang Utara dan 124°.hkgkkhg Gambar 2.124°45’ Bujur Timur.

049 jiwa (sampai dengan 1. Jumlah Penduduk di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Januari 2010) Jumlah Penduduk No 1. 2. 17.31 108. 5.09 53. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.125 5.65 km². yang 891 dusun/lingkungan dengan Januari 2010) seperti ditunjukkan pada Tabel 1a dan Tabel 1b. 11.042 15.892 12.36 122.24 196. 8. 13. 5. 16. 7. 15. 10.161 6.47 134.149 7. 2.65 Desa 8 11 10 12 7 8 8 7 18 13 8 2 7 10 12 8 11 160 Jumlah Kelurahan Dusun/Jaga 2 6 2 10 36 44 41 62 33 34 37 36 82 71 53 8 41 71 75 39 40 803 Lingkungan 23 44 21 88 Sumber : Data Juli 2010.43 141. berpantai dan sebagian kecil dataran rendah bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1. Nama dan Luas Kecamatan. Minahasa Selatan Keterangan : * = Kecamatan Pemekaran Tabel 1b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagian selatan.591.345 3. Tabel 1a.964 5.349 3. 9. Jumlah Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.792 12 . 6.804 3.234 Laki-Laki Perempuan 6.386 7. Sedangkan luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan adalah terdiri dari 17 (tujuhbelas) kecamatan.40 98. jumlah penduduk 206.591. 3.667 Jumlah Jiwa 11. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Kepala Keluarga 3.20 1.512 3. 3. 14. sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia.500 m dari permukaan laut.40 94. 4.731 5.721 2.40 125.478 12.09 128.514 6. 170 desa/kelurahan.13 170. Nama Kecamatan Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur* Motoling Barat* Kumelembuai Tenga Sinonsayang Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tareran Suluun Tareran* Tatapaan Jumlah Luas (Km²) 66. 4. 12.20 55. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukitbukit/pegunungan.176 4.666 8.93 97.

10.138 8.070 4. Kecamatan 2 Modoinding Nomor 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 3 6 7 8 9 10 11 1 2 3 Nama Desa/ Kelurahan 4 Kakenturan Sinisir Linelean Pinasungkulan Makaaruyen Palelon Wulurmaatus Mokobang Jumlah Tambelang Kinamang Liningaan Bojonegoro Kinaweruan 4 Tumani Lowian Temboan Kinamang Satu Tumani Utara Tumani Selatan Jumlah Sion Raraatean Tompaso Baru Satu Jumlah Dusun 5 6 3 4 6 4 4 5 4 36 5 4 3 2 2 5 8 4 4 4 4 4 44 4 4 6 Lingkungan 6 6 - 2.967 14. 13.610 5.530 7. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.645 9. 14.202 10.791 3.318 13.933 8.049 Sumber : Data Juni 2010.266 5.142 2.944 4. 17.293 6.227 17.6.126 3.858 4.766 3.365 8.793 9.726 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 9.736 6.117 3.343 5.518 7.145 14.337 106.151 4.555 57.336 4. 8. Tabel 2.031 4.840 99. 15.634 2.475 7. Nama-Nama Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.054 5. 7.943 16. Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah 4.988 16. 9.812 7.468 4.621 7.193 2. Maesaan 1 2 3.483 2. 12.676 4. Minahasa Selatan Nama-nama desa/kelurahan dan jumlah dusun/lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini. 16.379 7.021 8.322 8.209 206.326 6. 11.021 4.410 3.752 2. Tompaso Baru 13 .

Ranoyapo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5. Motoling 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 4. Kumelembuai 14 . Motoling Barat 7. Motoling Timur Tompaso Baru Dua Kinalawiran Pinaesaan Torout Karowa Liandok Lindangan Jumlah Ranoyapo Poopo Poopo Utara Poopo Barat Pontak Pontak Satu Mopolo Powalutan Beringin Lompad Baru Lompad Mopolo Esa Jumlah Raanan Lama Lalumpe Motoling Motoling Satu Motoling Dua Motoling Mawale Picuan Baru Jumlah Tondey Tondey Satu Tondey Dua Raanan Baru Raanan Baru Satu Raanan Baru Dua Toyopon Keroit Jumlah Wanga Wanga Amongena Karimbow 4 Karimbow Talikuran Tokin Tokin Baru Picuan Picuan Satu Jumlah Malola Malola Satu Kumelembuai Atas Kumelembuai 6 4 4 4 4 3 2 41 8 6 5 6 6 3 8 6 3 3 4 4 62 6 4 3 6 6 4 4 33 7 5 7 4 3 3 4 4 37 4 4 5 5 3 5 4 5 4 34 7 4 4 4 6 - 1 2 8.

Sinonsayang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 3 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 10. Tenga 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 9. Kawangkoan Bawah Rumoong Bawah Kel. Amurang 15 . Rumoong Bawah Wakan Teep Trans Jumlah Kilometer Tiga Ranoketang Tua Kelurahan Buyungon Kelurahan Ranoiapo 4 8 5 36 5 5 6 10 3 5 6 8 4 7 4 4 4 71 4 5 4 4 4 8 7 4 8 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 5 6 8 9 5 10 5 6 4 53 4 4 - 6 11 12 23 7 8 1 2 12. Amurang Barat Kumelembuai Satu Makasili Kumelembuai Dua Jumlah Durian Poigar Satu Poigar Dua Tanamon Aergale Ongkaw Satu Ongkaw Dua Boyong Pante Tiniawangko Blongko Ongkaw Tiga Boyong Pante Dua Tanamon Utara Jumlah Sapa Boyong Atas Pakuure Satu Pakuure Dua Pakuure Tiga Pakuweru Tenga Radey Tawaang Molinow Pakuure Pakuure Tinanian Pakuure Kinamang Pakuweru Utara Sapa Timur Sapa Barat Tawaang Timur Tawaang Barat Jumlah Pondos Elusan Tewasen Teep 4 Kapitu Kel.

Tumpaan 16 . Suluun Tareran 16. Amurang Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 14.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 8 13. Tareran 15. Tatapaan Kelurahan Uwuran Satu Kelurahan Uwuran Dua Kelurahan Lewet Kelurahan Bitung Jumlah Kotamenara Maliku Ritey Malenos Baru Lopana Pinaling Kelurahan Pondang Kelurahan Ranomea Lopana Satu Jumlah Rumoong Atas Rumoong Atas Dua Lansot Wiau Lapi Wuwuk Pinamorongan Kaneyan Koreng Tumaluntung Wuwuk Barat Tumaluntung Satu Wiau Lapi Barat Jumlah Kapoya Pinapalangkow Suluun Satu Suluun Dua Suluun Tiga Suluun Empat Talaitad Kapoya Satu Jumlah Sulu Paslaten Paslaten Satu 4 Wawona Bajo Popareng Wawontulap Pungkol Sondaken Rap-Rap Arakan Jumlah Tumpaan Tumpaan Satu Tumpaan Baru 8 5 7 5 3 8 9 4 41 6 9 10 8 10 4 5 5 6 4 4 4 75 5 5 5 5 5 4 6 4 39 5 5 4 5 3 3 4 3 2 3 4 4 40 6 7 8 6 10 6 7 44 9 12 21 6 - 1 2 17.

pemerintah yang ada terus berupaya menata penyelenggaraan kepemerintahan dengan baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada 17 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 Total 170 Matani Popontolen Lelema Tangkunei Munte Tumpaan Dua Matani Satu Jumlah 5 7 9 5 8 7 9 71 803 88 Sumber : Data Juli 2010. PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN 1. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. Pemerintahan Sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah atonom yang baru. Minahasa Selatan BAB V PEMERINTAHAN.

Jenis-Jenis Izin di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Izin Waktu Birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 18 . daya tahan dan waktu. Jenis-jenis izin dan non izin di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 3a dan Tabel 3b. sejak tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) berdasarkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 21 Tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tatacara Pemberian Izin pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Tugas dari UPTSP adalah mengadakan pelayanan pembuatan izin dan non izin (rekomendasi) kegiatan atau usaha. Karena itu diperlukan pembelajaran. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Kabupaten Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik tergambar dari salah satu misinya. Penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik sudah menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan universal yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance). yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas dan bersih KKN yang dijabarkan (good governance) dalam salah satu tujuan pembangunan. pemahaman serta implementasi Komitmen dari Pemerintah nilai-nilai tata kepemerintahan yang baik secara utuh oleh seluruh komponen. setiap tahun dilakukan laporan kinerja tahunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam upaya menyelenggarakan kepemerintahan yang baik melalui pelayanan prima kepada masyarakat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masyarakat dan memajukan pembangunan yang ada. termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat. Upaya mewujudkan tata kepemerintahan yang baik membutuhkan komitmen yang kuat. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 UPTSP berubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Tabel 3a.

39. 14. 54. 33. 16. 7. 13. 23. 18. 30. 5. 53. 26. B & C Surat Keterangan Fiskal Retribusi Izin Trayek / Operasi Retribusi Kartu Pengawas Izin Trayek/Izin Operasi Retribusi Izin Insidentil 3 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 19 . 22. 51. 38. 35. 44. 41. 47. 20. 27. 40. 3. 25. 8. 43. 37. 12. 46. 10. 24. 32. 9. 52. 31. 4. 6. 45. 55. 2 Izin Pemasaran Jenis-jenis Bahan Bakar Khusus (BKK) Izin Pengumpulan dan Penyaluran Minyak Pelumas Bekas Izin Pendirian dan Penggunaan Gudang Bahan Peledak di Daerah Operasi Daratan dan di Daerah Operasi Izin Pertambangan Daerah (SIPD) Galian Golongan C Izin Lokasi Izin Usaha Sekolah Mengemudi Izin Operasi Kendaraan Latih Sekolah Mengemudi Izin Penggunaan Jalan Selain Untuk Kepentingan Lalu Lintas Retribusi Izin Tempat Penampungan Cap Tikus Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. 2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Gudang (TDG) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Gangguan (HO) Kartu Ternak Izin Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Petelur Izin Usaha Peternakan Babi Izin Usaha Peternakan Sapi Izin Usaha Peternakan Puyuh Izin Usaha Peternakan Kambing Izin Usaha Peternakan Burung Walet Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) Izin Praktek Dokter Umum / Dokter Gigi / Spesialis Izin Praktek Bidan Izin Praktek Perawat Izin Toko Pembuatan Gigi Palsu Izin Pengobatan Tradisional Izin Praktek Dokter Berkelompok Izin Toko Obat Izin Apotik Izin Balai Pengobatan / Klinik Kesehatan Swasta Izin Klinik Bersalin / BKIA Swasta Izin Optikal Izin Laboratorium Swasta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Rekreasi dan Hiburan Umum Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Perjalanan Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Jasa Akomodasi Izin Usaha dan Pemungutan Restribusi Restoran Izin Usaha serta Pungutan Restirbusi Rumah Makan Izin Pemungutan Kayu Tanah Milik (SIPKTM) Izin Pengiriman Rumah Kayu Izin Angkutan Kayu Kelapa Izin Badan Hukum Koperasi Izin Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Izin Pendirian Depot Lokal Izin Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Pemrosesan Izin 3 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 5 (lima) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 7 (tujuh) hari 1 42. 15. 11. 50. 49.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 1. 48. 28. 2. 19. 36. 21. 17. 29. 34.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Izin Menempati Bangunan Kios / Lost 1 (satu) hari Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 1 (satu) hari Sumber : Data Juli 2010. 9. sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan penyesuaian jumlah dan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta membentuk beberapa SKPD sesuai dengan kebutuhan daerah. 13. 6. Minahasa Selatan Untuk lebih mempertegas komitmen terhadap penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. 2. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi atas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan memperhatikan pada 11 (sebelas) hal pokok. kesopanan dan keramahan. 4. Setelah mengusulkan dan membahas secara bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. kemudahan akses. Minahasa Selatan Tabel 3b. Jenis Non Perizinan Rekomendasi Penempatan Rumpon ke Dinas Propinsi Rekomendasi Akte Pendirian Koperasi Rekomendasi Lokasi Pendirian Kilang Rekomendasi Radio Siaran Rekomendasi Galian C Rekomendasi Kesehatan Rekomendasi Pengolahan Sarang Burung Walet Rekomendasi Pengukuran Kayu/Hasil Hutan Lainnya & Pengujian Kayu Rekomendasi Penyadap Hutan Pinus Rekomendasi Industri Rumah Tangga Khusus Makan dan Minum Rekomendasi Aktanisasi Catatan Sipil Rekomendasi Usaha Pemberian Izin Prinsip Waktu Pemrosesan Izin 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 5 (lima) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari Sumber : Data Juli 2010. kejelasan. kelengkapan sarana dan prasarana. kedisiplinan. akhirnya menghasilkan beberapa Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja di 20 . keamanan. akurasi. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. 57. Jenis-Jenis Non Perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 8. tanggungjawab. 11. yakni kesederhanaan.56. kepastian waktu. 3. Dalam upaya menjabarkan dan melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. kenyamanan. 7. 10. transparan. 5. 12.

2. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. Komunikasi & Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pengelola Keuangan. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 4. Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 5. 3. 12. 12. 13. 6. 10. 4. Pendapatan dan Aset Daerah Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. UKM. Pasar. Sekretariat Daerah 2. 7. Tabel 4. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Dinas Sosial. Nomor 02 Badan Pelaksana Narkotika 21 . 9. 5. 8. 2. Dinas Pendidikan. 3. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perhubungan. Organisasi dan Tata 1. 10. 11. 9. Nomor 04 Tahun 2008 1. 6. 4. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 Badan Ketahanan Pangan Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 2 3 7. Bappeda. Sekretariat DPRD 2. 14. Nomor 01 Tahun 2009 5. 11. 4. Peraturan Daerah 2 Nomor 03 Tahun 2008 Tentang 3 Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Selatan SKPD Yang Ditetapkan 4 1. Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan 1. Nomor 05 Tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah. 8.

yang terdiri dari golongan I : 25 orang. 5. 4. 2.143 orang. Tabel 5a. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1.012 orang yang tersebar diberbagai SKPD/Unit Kerja.975 orang. golongan III : 2. golongan II : 1. Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan. Nomor 11 Tahun 2009 Kerja Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 9. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja a 2 - Golongan I b c d 1 1 2 2 1 - Kelamin Jml L P 1 5 3 1 5 3 - a Golongan II b c d 4 1 8 20 13 3 16 9 2 1 14 43 5 2 18 1 10 82 2 5 14 1 5 25 Kelamin L P 10 5 3 22 67 6 1 5 18 66 48 16 4 1 25 58 3 1 18 26 181 Jml 26 9 4 47 125 9 2 23 18 92 229 Kantor Camat Puskesmas- 13 5 2 20 48 4 5 3 74 106 22 . Kerja Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. Badan ini hanya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2009 6.795 orang. tidak menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 karena merupakan lembaga fungsional. seperti yang tercantum pada Tabel 5a dan Tabel 5b. 3. 7. Nomor 10 Tahun 2009 7. 6. Perikanan dan Kehutanan (BP4K). Minahasa Selatan Untuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Kerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Minahasa Selatan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Sumber : Data Juli 2010. 10. 11. dan golongan IV : 1. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. 8. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Juni 2010 berjumlah 4.

160 (63. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (sampai dengan Juni 2010) No 1. UPTD Dikpora 13. Tabel 6a.48%) laki-laki dan 3. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Puskesmas 12.074 Kelamin L 34 13 9 101 195 14 6 5 7 94 47 b 17 4 25 46 3 4 12 2 35 63 c 16 7 1 43 79 8 1 2 2 40 27 d 5 3 7 40 73 5 1 5 21 20 P 29 10 8 83 131 24 3 21 3 70 128 Jml 63 23 17 184 326 38 9 26 10 164 175 Golongan IV a 2 4 4 26 96 2 11 3 Kelamin e - b 9 1 16 25 1 1 1 1 6 8 - c 4 1 3 6 - d 1 - L 15 4 5 37 90 3 1 1 11 6 P 1 1 8 37 1 3 Jml 16 4 6 45 127 3 1 1 12 9 16 766 6 Kantor Camat PuskesmasPuskesmas 12. 11. 58. 3. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD SD 2 - SMP 1 6 - SLTA 19 12 4 54 143 7 1 Pendidikan D1 D2 D3 D4 1 11 2 3 1 49 2 3 1 53 2 6 1 - S1 66 22 20 162 359 34 9 S2 8 8 13 3 1 S3 1 - Jml 106 36 27 276 583 50 12 23 .645 758 26 46 72 6 7 9 233 533 2 4 Jumlah 482 593 646 976 1. 10. Tenaga Administrasi. Penjaga Sekolah 19 3 11 221 364 450 31 5 22 21 43 16 403 1.815 (36. Tenaga Administrasi. 5. 9. Sedangkan jumlah PNS Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan tingkat pendidikan dan agama ditunjukkan pada Tabel 6a dan Tabel 6b di bawah ini.143 Jumlah 491 268 Sumber : Data Juli 2010.795 928 69 14 1 415 597 1. 4. Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Golongan III a 25 9 9 76 128 22 3 7 6 68 65 10 610 36 1. Minahasa Selatan Berdasarkan data pada Tabel 5a dan Tabel 5b. 7. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan IV di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No SKPD / Unit Kerja 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.012 Sumber : Data Juli 2010. Penjaga Sekolah 1 3 2 3 2 7 2 9 12 1 14 24 1 1 2 14 25 6 4 189 185 16 14 5 48 5 245 4 65 18 139 15 95 39 400 4 392 14 743 19 487 53 1.975 orang PNS terdiri dari 1. Minahasa Selatan Tabel 5b. 2.975 orang PNS. UPTD Dikpora 13. Guru 14. Dari 4. 5. 4.52%) perempuan. 6. Guru 14.819 2. 6. 8. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.242 1. dari 4. 2.25 % adalah guru. 7.

7.975 Sumber : Data Juli 2010.221 2 2. - SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. Minahasa Selatan Untuk jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan SKPD diperlihatkan pada Tabel 7. 8. 13. Penjaga Sekolah Jumlah Agama Kristen 101 36 27 268 560 44 11 46 27 266 383 74 2.1. 14. 4. 11.8. 8. 11. 12.898 1 507 392 4 6 2. 6. Penjaga Sekolah Jumlah 3 28 33 5 5 4 11 32 4 17 128 202 32 942 99 1.191 40 1 145 4. 13. 2. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 2. 7. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Agama (sampai dengan Juni 2010) No 1. Tabel 7. Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 9. 9. 3. 14. Minahasa Selatan Tabel 6b. 6. 9.811 141 4. 10.975 Sumber : Data Juli 2010. 10. 5.664 3 29 74 111 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 21 22 50 2 9 28 1 4 131 2 271 80 94 3 413 4 1 36 80 500 159 . RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. S K P D / Unit Kerja 2 Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Staf Ahli Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. 3. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eselon II A II B III A III B IV A IV B VA Jml 10 44 17 4 14 13 13 10 16 15 3 1 - 4 3 1 4 1 1 1 1 1 1 5 10 4 5 1 1 1 1 1 6 4 4 4 3 4 7 30 12 8 7 7 4 11 9 8 - 9 - 24 . 4. 12. 5.898 145 4.795 Katolik 3 4 12 1 1 1 24 3 34 1 84 Islam 2 4 9 5 1 4 4 5 3 53 3 93 Budha Hindu 2 1 3 Konghucu - Jumlah 106 36 27 276 583 50 12 50 28 271 413 80 2.

23. 11. 36. 37. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat. 16. 21. 32. 40. Instansi Vertikal di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 14. Pendapatan dan Aset Daerah Dinas Koperasi. Tabel 8. 30. Amurang Barat 25 . 26. 17. UKM. tercantum pada Tabel 8 di bawah ini. juga berperan dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. Instansi vertikal dimaksud sebagaimana Nama Instansi Kantor Departemen Minahasa Selatan Agama Kabupaten Alamat Kantor Desa Kapitu Kec. 22. 13. Minahasa Selatan Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pasar. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 39. Badan Ketahanan Pangan Badan Narkotika Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. 35. 38. 12. 27. Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kebersihan dan Pertamanan Rumah Sakit Umum Daerah Kantor Camat (17 Kecamatan) Kantor Lurah (10 Kelurahan) Tata Usaha SMP/SMA Tata Usaha SMK UPTD Dinas Pendidikan UPTD Dinas Kesehatan (Puskesmas) UPTD Dinas Kesehatan Depo Farmasi UPTD Dinas Kesehatan Laboratorium Jumlah 1 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 1 1 4 5 1 1 3 1 4 2 1 1 4 9 1 1 4 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 62 5 4 4 3 3 4 3 4 6 5 6 4 4 17 108 6 12 5 4 9 15 5 8 21 7 15 7 4 4 1 3 4 1 6 61 8 17 14 1 364 39 36 1 1 77 9 9 2010 11 5 7 15 25 13 18 11 9 14 21 10 14 29 14 23 13 4 5 2 4 5 2 11 134 44 9 1 17 14 2 652 Sumber : Data Juli 2010. 29. 15. 34.10. Komunikasi dan Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kehutanan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perkebunan Dinas Pengelolah Keuangan. 24. 25. 18. 28. 33. 20. 41. 31. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga dibantu oleh beberapa instansi vertikal yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Sosial. 19.

MSi Drs. telah mengalami 4 kali pergantian Bupati sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9. LUNTUNGAN (Bupati) VENTJE TUELA. lanjutan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Minahasa Selatan.M. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah.Agustus 2010 Keterangan Penjabat Pelaksana Tugas Penjabat Definitif (Pilihan Rakyat Pertama) 2. pembangunan pelabuhan pelelangan ikan (PPI) dan pembangunan pembangkit tenaga listrik (PLTA/PLTU).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.M. perkebunan. Amurang Barat Kelurahan Pondang Kec.Agustus 2005 Agustus 2005 . fisik pengentasan lain. 3. 4. WAWORUNTU Drs. Tabel 9. Di tahun 2010. Amurang Timur Sejak Kabupaten Minahasa Selatan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003 sampai saat ini. yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan adalah pembangunan agribisnis di sektor pertanian.April 2005 April 2005 . penanggulangan kemiskinan serta peningkatan sumberdaya manusia. R. 3. pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar. 2.Agustus 2010 Agustus 2005 . R. Nama Bupati / Wakil Bupati Drs.Sos (Wakil Bupati) Masa Jabatan Agustus 2003 . lanjutan pembangunan pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Amurang. yang signifikan. prioritas dan pembangunan. Pembangunan Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan selain fisik. Nama-Nama Bupati/Wakil Bupati Minahasa Selatan No 1. Selain itu. 5. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. S. peternakan dan pembangunan industri untuk mendorong investasi daerah 26 . Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Selatan Kantor Pertahanan Nasional Minahasa Selatan Kejaksaan Negeri Amurang Pengadilan Negeri Amurang Kabupaten Kabupaten Desa Teep Kec. perikanan. H. pembangunan pembangunan Untuk mental-spiritual. SE. 4.D.Januari 2005 Februari 2005 . LUNTUNGAN GEMMY KAWATU. juga pembangunan antara lanjutan pembangunan gedung kantor di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan.

pengembangan penyediaan air bersih. Sumberdaya Manusia . 4. 5. penyediaan dan peningkatan sarana/prasarana pendidikan serta kesehatan. pembinaan dan pengelolaan sungai. dimaksud adalah : 1. sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010. rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan rencana pembangunan tahunan yang disebut rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). dengan mencermati dan memperhitungkan potensi daerah serta kecenderungan lingkungan strategis yang ada. pembinaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengamanan pantai. Untuk mengakselerasikan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. pembukaan jalan alternatif (Amurang By Pass). peningkatan kuantitas dan kualitas perumahan dan pemukiman dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mengintensifkan pengawasan penebangan liar (ilegal loging).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dalam meningkatkan pendapatan daerah serta dan untuk kesejahteraan konservasi masyarakat. Ke-6 program unggulan tersebut. pengelolaan jaringan irigasi. pengembangan objek wisata. Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) . bahwa perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun. Lingkungan Hidup. Perikanan. Kelautan dan Pariwisata. Pemerintah Kabupaten 27 Ke-6 program unggulan Kabupaten Minahasa Selatan . Supremasi Hukum . Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Agro Marketing) . pembinaan pengembangan pengelolaan sumberdaya air. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan metetapkan 6 program unggulan. serta dapat memberikan akses penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dimensi-dimensi pembangunan lainnya. Agro Industri. nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak utama (primer mover) jalannya roda pembangunan daerah. Agri Bisnis (Agro Produksi. 6. 3. 2.

Rukun  Bersih : 28 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa 2005-2010 Selatan secara menjabarkan RPJM Kabupaten Minahasa Selatan konsisten melalui program/kegiatan tahunan yang Saat ini didokumentasikan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Dari tahun ke tahun. Sehat. Indah. BERSINAR : Bersih. Etika/Etos Kerja. tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai spesifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah serta perubahan global. Aman. Rapi. berarti seluruh masyarakat Minahasa Selatan memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk tetap dan terus hidup. Tema Pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2005-2010 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Tema Pembangunan Pembangunan Pertanian dan Prasarana Penunjang Pembangunan Pertanian dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian Melalui Gerakan Menanam Peningkatan Efektivitas Pengurangan Kemiskinan Melalui Perluasan Kesempatan Kerja Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Untuk Pengurangan Kemiskinan dan Penganggurang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dalam rangka mendorong dan membudayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih terarah maka ditetapkan ”TEGUH BERSINAR” sebagai motto pembangunan daerah melalui Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 51 Tahun 2004 tanggal 27 Januari 2004. Norma Hukum. dengan makna : TEGUH : TEruskan Gerakan Untuk Hidup. Tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2005-2010 ditunjukkan pada Tabel 10. penjabaran RPJM Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010 telah memasuki tahun terakhir . Tabel 10.

bebas dari polusi. Maknanya.  Sehat : Artinya. dan elok.  Etika/Etos Kerja : Artinya. ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).  Indah : Artinya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. keadaan baik segenap badan. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki kerapihan pribadi dan lingkungannya serta hidup tertib dan teratur. bebas dari lingkungan tercemar. terkandung maksud. selelau memelihara kesehatan fisik. selalu memelihara kesehatan fisik. Sehat lingkungan. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya hidup bersih.  Norma Hukum : 29 . teratur baik. Maknanya. Maknanya. apik dan tertib. Sehat jasmani terkandung maksud. rendah hati. dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta arif dan bijaksana serta memiliki semangat kerja yang tinggi.  Rapi : Artinya. baik jasmani maupun rohani. memelihara lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. serta bagian-bagiannya. cantik. tidak tercemar dan tulus. serta memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki pola prilaku yang bersahaja. Maknanya. bagus benar. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya sehat jasmani dan rohani. Sehat rohani terkandung maksud. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki rasa keindahan yang diaplikasikan dalam proses pembangunan.

Maknanya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) dan Organisasi Kepemudaan (OKP). kebersamaan. ikatan persahabatan. Kemasyarakatan Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”mapalus” (gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. Tabel 11a. Maknanya. tentram.  Rukun : Artinya. Torang Samua Basudara. tidak bertengkar. masyarakat mempunyai kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan. Selain itu. seperti diperlihatkan pada Tabel 11a. 11b dan Tabel 11c. serta menghargai norma-norma adat kebiasaan yang terkandung dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat. seluruh masyarakat Minahasa Selatan menjunjung tinggi tertib hukum dan supremasi hukum.  Aman : Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan kerukunan berlandaskan semangat persaudaraan. Daftar Nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar 30 . dipakai sebagai pedoman dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh setiap warga masyarakat. 3. cinta kasih. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki semangat dalam menciptakan suasana aman. serta bebas dari rasa takut. terlindung. Sitou Timou Tumou Tou. dibentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Dalam upaya menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat serta berperan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dan damai. aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. bebas dari bahaya. dan tidak meras takut. tentram dan damai.

18. 14. LSM Yayasan Satya Graha Esa 26. 3. LSM Reformasi 29. Mintje Maikel Suoth. Gerakan Solidaritas Anti Narkoba dan Obat Terlarang (Gersang) Kab. Minsel 25. 20. 17. LSM Waraney Minsel 28. 11. SE Ibrahim Gani. 8. Manengkey Ernest H. 36. 15. Kesek Semuel Tumbol Saldi Monigi Hengky Rumengan 3 Karel Lakoy Rocky Sariowan A. Sandag Josep G. 21.Pd Frans Kumaseh Joni Lumowa Dolfi Tutu Joice Mintje Foni Singkana Billy Regar Ir. 31. Yayasan Siloam ”45” 27. Minsel 24. Minsel Dotu Manguni Minsel Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan LSM Cakrawala LSM Pelangi Kasih Komite Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Solidaritas Korban Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Kab. Petrus Ulaan Wilem Mononimbar Jimmy Endey Bernard Lonteng. 12. 30.Pd Steven Kapahang Ir. S.S. 33. 4. LSM Apostolos Yayasan Usaha Mandiri Yayasan Matuari Waya Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Cabang Minsel LSM Tagoy Lestari LSM Minahasa Selatan Coruption Watch (MSCW) LSM Generasi Profesional Mandiri LSM Generasi Bela Pancasila 31 . 16. 35. Amd Diki H. Yulius Pesik Arie Robert Lonteng Jhon Mawira Alamat 4 Tumpaan Amurang Buyungon/Amurang Amurang Malenos Baru/Amurang Timur Amurang Ranoyapo/Amurang Amurang Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Lopana/Amurang Timur Amurang Bitung/Amurang Tumpaan Sapa/Tenga Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Amurang Rumoong Bawah/Amurang Barat Lewet/Amurang Sapa/Tenga Uwuran Satu/Amurang 4 Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Tawaang/Tenga Teep/Amurang Barat Buyungon/Amurang Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Tumpaan Satu/Tumpaan Maliku/Amurang Timur Lopana/Amurang Timur Maliku/Amurang Timur Sulu/Tatapaan Ritey/Amurang Timur Picuan/Motoling Timur 1 2 23. Sariowan Drs. 5. 34. SE Robby Keintjem Joppy Karundeng Berty Pongantung Fentje Pusung Jhonly V. Karundeng Edwin F. Nama Organisasi 2 Samua Basudara Peduli Pendidikan Suara Amurang Persatuan Sopir Amurang Yayasan Gema Mandiri Yayasan Formasi Bangun Minsel Yayasan Karya Muda Pembaharu Kab. 22. 7. Minsel LSM Makasiow LSM Eureka LSM Rondoren Banua Minsel LSM Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa LSM Gerbang Minsel Pengurus (Ketua) 3 Herly Kaiende. Kalengkongan Sonny G. 32. 9. 10. Minsel Gerbang Maju Sulawesi Utara Komite Pelestarian Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup Kab. 13. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 1. Abraham Pongkorung. MSc Jeferson Karundeng George E. 6. Yayasan Perisai Persatuan Perwakilan Kab. Minsel Barisan Muda Teguh Bersinar Dewan Reformasi Pembangunan Kab.Lonteng. 19.

11. 23. Minsel Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 2 Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI) Dewan Pimpinan Cabang Kab. Manado Minahasa Selatan Rukun Porodisa Orang Pondang Asal dari Talaud Dewan Pimpinan Cabang Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Kab. 8. Schu Maudy Damopolii Alamat 4 Buyungon/Amurang Amurang Kumelembuai Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Pondang/Amurang Timur Uwuran Satu/Amurang Lewet/Amurang Pondang/Amurang Timur Ranomea/Amurang Timur 4 Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Tumpaan Lopana/Amurang Timur Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Tareran Motoling Kilometer 3 / Amurang Pondang/Amurang Timur Amurang Ranoiapo/Amurang Pondang/Amurang Timur Sumber : Data Juli 2010. Lengkong Sanly F. LSM Lentera Masa Cabang Minsel Lans B. 5. Politik dan Perlindungan Masyarakat 32 . Nama Organisasi 2 Kerukunan Keluarga Besar Lengkong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) Kerukunan Akar Rumput Satal Kab. Maradesa. SE Tommy J. Minsel Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kerukunan Keluarga Besar Pelealu. 4. Roly Makauli Ishak Ahmad Dicky Mintje Marthen J. 6. 27. 10. 2. Minsel Kateda Maesa Asosiasi Pendeta Indonesia Pengurus (Ketua) 3 Dr. Noya Junior Malomba Drs. Palakua Ir. Derek Lengkong Rio Salsabila Yusuf Yantje Liando M. Sangkoy Drs. 14. Minsel Yayasan Kekuatan Bagi Negeri (YKBN) Rukun Keluarga Tombulu di Tumpaan Organisasi Sosial Ro’ma Care Gerakan Da’wah Islam “MUHAMMADIYAH” Minsel “ENTOURAGE” Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Forum Peduli Pendidikan Sulut Korps Garuda Laskar TRIKORA Kelompok Pecinta Alam Cliff Hanger Persatuan Rukun Yosep Lousya Lembaga Independent Kecamatan Motoling Tuama Auto Club Garda Inti Permesta (Garinsta) Pimpinan Daerah ”AISYIYAH” Kab. Daftar Nama Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Badan Kesatuan Bangsa. 19. 13. Fredy Lengkong Farida R. Lelengboto Jefry Pelealu Sinar Maradesa Dra.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 37. Dientje Sumendap Harri Masinambow Pdt. LSM Purna Paskibraka Indonesia Minsel 39. 20. 16. Badan Kesatuan Bangsa. BA Hengky Rantung Drs. Frangky J. Lendongan Sinar L. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. Legi. 1 12. STh Jan Johan Polii 3 Marthen Lumowa Jantje C. LSM Komunitas Tumbuh Bersama Minsel 38. 28. 17. 22. 15. Jefry R. 21. Umboh. 25. 7. 18. 26. Minahasa Selatan Tabel 11b. 24. 3. SPd Ernest O. Kawatu. Rudolf Marentek Sumber : Data Juli 2010. Minsel Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kab. 9.

Minsel Talented Youth Devada Kab. Art Bago Robby Simbar. 6. H. 2. Minahasa Selatan Tabel 11c. Runtunuwu F. Petrus Ulaan Drs. 21. ST 3 Robby Sangkoy. Togas. 12. Minsel Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia Kab.G. 22. 19. Daftar Nama Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Tommy Kawengian Richard Ottay. 14. Minsel Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kab. 11. 10. Minsel FKPPI Kab. 17. Minahasa Selatan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memperkokoh kemerdekaan berserikat. Minsel Pemuda Pancasila Kab. Minsel Barisan Muda Demokrat Kab. 20. 9. 3. SPd Alamat 4 Amurang Amurang Amurang Ranoiapo/Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Tumpaan Amurang Bitung/Amurang Amurang Amurang Amurang 4 Amurang Amurang Uwuran Satu / Amurang Uwuran Dua / Amurang Kristy Alfons Sumual Dewa Putu Oka Pondang/Amurang Timur Ritey/Amurang Timur Tambelang/Maesaan Sumber : Data Juli 2010. Nama Organisasi 2 Karang Taruna Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Kosgoro Kab. SE Artli Kountur. 16. Minsel Keluarga Besar Putra-Putri Polri Ikatan Putra-Putri Kepemudaan Minahasa Selatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kab. Minsel 2 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kab. S. 7. SPd Ibrahim Gani. Minsel Pemuda Panca Marga Kab. Minsel Pengurus (Ketua) 3 Merry M. Minsel Forum Solidaritas Pemuda Kristen Kab. Minsel Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. 4. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. 18. Rumokoy Michael Frans Farland Lengkong Maryoh Sangkoy. Minsel Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kab. Ferry Mohede Ir. MPd Drs. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. SPd Wem Mononimbar Sharil Bahrudin. Minsel Gerakan Pemuda Ansor Kab. membentuk 33 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. 1 15. SE Ibrahim Gani. Minsel Himpunan Mahasiswa Minahasa Selatan Peduli Pembangunan (HMMSPP) Pemuda Tani HKTI (Petani HKTI) Forum Komunikasi Mahasiswa Minsel (FKMMinsel) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indoensia) Kab. SH Jhoni Taroreh. 13. 5. 8.Sos Rivay Rompas Drs. Badan Kesatuan Bangsa. SPd Dr.

20. 24. SH Agus F. Sumakul. dari 42 partai politik peserta pemilihan umum di Indonesia tahun 2009. Tabel 12. SE. 22. S. Regar. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1 1. S. Partai politik merupakan Di sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokratis untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab. S. SE Ventje Tuela. 13. 21.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 kepengurusan partai politik di daerah sesuai dengan partai politik yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat. 8. Wonok 34 .J. Ke-34 partai politik tersebut diperlihatkan pada Tabel 12. 30. Kalangi Robby Gunawan. 18. Kabupaten Minahasa Selatan. SH Harvey Tewal. SPd 3 Pdt. 1 11. 10. 19. 6. Mokalu. SH Anyan Kotambunan Fonny Singkoh Tommy Pakaya. 2. hanya 34 partai politik yang terdaftar sebagai peserta pemilihan umum. ST Nico Tiow Priesly F. Hengky Toloh. 31. 27. SpPD Junaidi V. SH Welly Pelle Frangky Mokalu.A. H. Tumbelaka Robby Mintje Jenny J. Nama Partai Politik 2 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Pemuda Indonesia (PPI) Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Republik Nusantara Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kedaulatan 2 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Patriot Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat (PD) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor Partai Buruh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Pengurus (Ketua) 3 Billy J. Surentu. 9. Henny Ottay. Tumbuan. 4. 17. BA Thawil Hamim Pdt. 23. 5. 3. 33.Sos Johni Sumual. 16. MS Dr. ST Drs. Ibrahim A. SE Hengky Rumengan. 15. 29. F. 28.Sos Franco G. 26. BA Richard Ottay. Laonda Frangky I.Sos Franny Donald Toloh. 14. SE Fonny Singkoh Piter B. Rumokoy.Th Herry Djumaat Kasim Malolonto Chalid Doehmi Drs. 32. M. Liow. 7. 25. 12.

Komisi Pemilihan Umum Kab. 9.544 2. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan pada pemilihan umum legislatif tahun 2009 ditetapkan 30 kursi untuk diperebutkan oleh partai politik peserta pemilihan umum. 3. Minahasa Selatan 35 . 10. 4. Komisi Pemilihan Umum Kab.248 3.377 16.022 101.086 24.030 3.979 Sumber : Data Juli 2010. SH Sumber : Data Juli 2010.454 2. 7. 2.429 4. 6.467 3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrat (PD) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Jumlah 8 6 5 2 2 1 1 1 1 1 1 1 30 Orang 33. Tabel 13. hanya 12 partai politik yang memperoleh kursi. 11. Partai politik peserta pemilihan umum yang memperoleh kursi beserta jumlah perolehan suara diperlihatkan pada Tabel 13. Berdasarkan hasil pemilihan umum legislatif tanggal 9 April 2009. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Memperoleh Kursi Beserta Jumlah Perolehan Suara No 1 Nama Partai Politik 2 Jumlah Perolehan Kursi 3 Jumlah Perolehan Suara 4 1. 12.000 2.468 2. Partai Merdeka Viktor Kimbal. 8.854 4. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 34. dari 34 partai politik peserta pemilihan umum.

kesehatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB VI KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFIS Profil sosio-demografis suatu daerah menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan penduduk. kegiatan institusi sosial dan olahraga. Kecenderungan tersebut terlihat dalam kehidupan penduduk perkotaan. perekonomian. kondisi ketenagakerjaan. kondisi pendidikan. Demografi Keadaan dan kepadatan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tersedianya berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya. di mana fasilitas sarana dan prasarana selalu lebih lengkap dan kompleks daripada penduduk di pedesaan. 1. 36 Hal ini disebabkan setiap manusia pada hakekatnya selalu ingin menikmati fasilitas . hidup yang lebih baik dan lebih layak. agama.

506 KK.180 1. 17.409 2.208 2. Data Keluarga Miskin di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007-2009 No 1. Kemiskinan merupakan suatu fenomena masyarakat yang sudah lama terjadi dan dapat terjadi di mana saja tanpa memperhatikan lokasi. Sampai dengan tahun 2009.179 2. Hal ini sebagai dampak dari program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan keinginan masyarakat meningkatkan taraf hidup.218 2.317 4.052 4. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi sumberdaya daerahnya.168 3. 13.284 5.590 3. 15.201 Jumlah KK Miskin 957 723 621 1.541 4.680 2.193 Jumlah KK Miskin 955 691 487 460 399 540 745 693 299 425 165 741 369 419 883 711 617 Data Tahun 2009 Jumlah KK 3. 11.465 4.560 609 2.089 3.436 632 2.730 4. 9.982 4. Sebagai suatu kabupaten pemekaran.611 3.119 941 263 640 910 681 469 428 711 617 manusia yang dapat membangun dan mengembangkan Data Tahun 2008 Jumlah KK 3.212 553 640 2.403 4.099 1.506 6.702 2.461 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Berdasarkan data pada Tabel 1b.676 4.232 2.609 4.738 4.835 2. 16.464 4. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2007-2009 diperlihatkan pada Tabel 14. sehingga sifatnya global.155 2.552 3.068 515 2. 10.404 3.372 432 1. Nama Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur Motoling Barat Tenga Sinonsayang Amurang Tareran Suluun Tareran Tumpaan Kumelembuai Amurang Timur Amurang Barat Tatapaan Maesaan Data Tahun 2007 Jumlah KK 4.348 3. Kemiskinan di suatu wilayah mempunyai hubungan dengan kondisi wilayah dan pembangunan ekonomi wilayah.671 2. 7. 2.928 545 2. penduduk Kabupaten Minahasa Selatan tersebar pada bentang wilayah dengan kepadatan yang cukup rendah dan sebagian besar terkonsentrasi di ibukota kecamatan. 14. 5.428 523 2.543 2.189 3.265 2.271 4.712 3.846 4. 8. keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 8.728 600 2.165 Jumlah Jumlah KK Miskin Jiwa Miskin 525 2.400 607 2.460 4.545 4. Minahasa Selatan tidak terlepas dari masalah kemiskinan.514 3.518 3.292 343 1.528 267 1. 4. 12.403 4. 6.848 462 2.060 198 792 323 1.159 3.839 2. 3. Tabel 14.242 3.100 732 2.092 37 .

terutama yang menyangkut hak-hak penduduk. Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah melalui pendekatan sosio-kultural. Salah satu cara yang dilakukan adalah memotivasi kepada penduduk miskin bahwa untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dapat tercipta di dalam sanubari mereka. maka pendapatan petani (rumah tangga pertanian) juga akan meningkat. miskin dan hampir miskin.024 99 Sumber : Data Juli 2010. Badan Pusat Statistik Kab. Minahasa Selatan Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan.945 8. yaitu sektor pertanian. salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali harga komoditas pertanian dan pengaturan kembali kelembagaan sektor pertanian. Pemerintah Pusat melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan.5 58. Untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.Total 1 58.179 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 57. melalui sektor-sektor ekonomi tersebut memberikan nilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. yaitu dengan membangun motivasi masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau adat yang menjadi penghambat bagi kemajuan penduduk setempat.26 10.138 9. Dengan meningkatnya harga jual komoditas pertanian. Sedangkan RTS adalah rumah tangga yang masuk kedalam kategori sangat miskin. Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mekanisme yang 38 Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran . Program BLT-RTS diselenggarakan dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial (social protection) sebagai dampak pengurangan subsidi BBM. salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan teknologi pada sektor-sektor ekonomi yang unggul. Program Bantuan Langsung (BLT-RTS) BLT adalah bantuan langsung berupa uang tunai sejumlah tertentu untuk RTS. antara lain : 1.506 34. Dengan demikian. perkebunan dan perikanan.

100. 1. BLT-RTS adalah : a. mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi serta meningkatkan tanggung jawab bersama. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. BLT-RTS diberikan sebesar Rp. dengan rincian. Program Keluarga Harapan (PKH) PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) pada sisi beban pengeluaran. Membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan dasarnya. BLT Kabupaten sebanyak mendapatkan BLT sebanyak Tujuan dari Program total anggaran Rp. Prinsip PKH adalah pemberian bantuan tunai kepada RTSM dengan syarat 39 . 400.200. 2. khususnya terkait dengan upaya peningkatan sumberdaya manusia untuk jangka pendek dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang. yakni bulan April dan Mei. 300.000 diberikan untuk digunakan selama 4 bulan (SeptemberDesember) yang diberikan pada bulan September Minahasa 9. Sedangkan mendapat 2008.000 diberikan untuk digunakan selama 3 bulan (Juni-Agustus) yang diberikan pada bulan Juni 2008 dan Rp.000. Pada tahun 2008. Pelaksanaan Program BLT-RTS langsung menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan mendorong tanggung jawab sosial bersama serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin. b. dan c. Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dilakukan merupakan asistensi sosial (social assistance) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. namun hanya selama 2 bulan.599 RTS.884.000 per bulan selama 7 bulan.421 RTS Selatan pada tahun 2008 tahun 2009 dengan 9. Rp.

antara lain ketenagakerjaan.000 Rp.000 pada 1. nantinya RTSM berkewajiban untuk menyekolahkan anaknya. telah direalisasikan tahap I sebesar 40 . DKI Jakarta. khususnya bidang kesehatan dan pendidikan. tahun 2008 mendapatkan bantuan sebesar Rp. perdagangan.016 RTSM selama 3 tahap.109. dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial RTSM yang menjadi peserta PKH. Jawa Barat. 3. Apabila setelah 6 (enam) tahun kondisi RTSM masih berada di bawah garis kemiskinan. Bantuan yang diberikan kepada RTSM.891. akan menerima bantuan selama maksimal 6 tahun dan setiap 3 tahun akan dilakukan resertifikasi terhadap status kepesertaan. serta memeriksakan kandungan bagi ibu hamil. termasuk pemeriksaan gizi dan imunisasi balita. apabila hasil uji coba di beberapa daerah/propinsi berhasil.000 pada 2. Sedangkan tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin. kepada masyarakat miskin.415 dan tahun 2009 mendapatkan bantuan sebesar RTSM.245. Ketujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo. 3. pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. untuk exit strategy PKH memerlukan koordinasi dengan program lain yang terkait. Jawa Timur. perindustrian.925 RTSM yang setiap tahun direalisasikan Untuk tahun 2010.600. PKH bukanlah kelanjutan dari program Subsidi Langsung Tunai (SLT) Akan tetapi. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2007. Di tahun 2007 mendapatkan pada 3.839. bantuan sebesar Rp. PKH lebih yang merupakan salah satu ”crash program” untuk mengatasi dampak akibat kebijakan kenaikan harga BBM. melakukan pemeriksaan kesehatan.948. Sumatera Barat. Pelaksanaan PKH direncanakan sampai dengan tahun 2015. 1. Pelaksanaan PKH telah dimulai sejak tahun 2007 yang diawali di tujuh propinsi dengan melibatkan 500 RTSM.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mereka bersedia mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

950.400.891.103.000 252 308.000 431 545.000.245.000 289 377. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2007-2009 No 1.908 944. 7. 3.150. 8.000 3.000 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. 5.740.415 1.000 400 513.050. 2007 Realisasi TA. 943.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Rp. 6.000 312 407.278.365.136. 6.300. Kecamatan Tenga Kumelembuai Motoling Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Sinonsayang Tumpaan Jumlah Target Awal (RTSM) 311 251 368 399 312 420 565 291 2. 2008 Realisasi TA. 8. 2.000 Jumlah 3.000 420 581.000 Motoling 387 386 519. Dinas Sosial.000 320 430.000 319 435. tanggal 30 April 2007 sebagai program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan 41 penurunan tingkat pengangguran yang berbasis pada partisipasi dan . Target Realisasi TA.000 Tumpaan 303 298 390.000 565 179.000 Sinonsayang 592 587 766.600.000 Kumelembuai 265 258 336.917 Realisasi Jumlah Bantuan RTSM (Rp) 311 103.000 378 487.400.000 368 477. 2. 2009 Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Awal RTSM RTSM RTSM (Rp) (Rp) (Rp) (RTSM) Tenga 334 322 441.000 290 92. Sulawesi Tengah.907 RTSM.000 Tompaso Baru 320 315 422. Minahasa Selatan Tabel 15b. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.718.650.800.948. 3.000 Sumber : Data Juli 2010.000 368 120.804.839.000 2.016 3.925 3.158. 7.000 391 122. Minahasa Selatan 3.026.000 Ranoyapo 448 435 592. Tabel 15a.000 420 144. 4.289.536.117 1.130.000 252 314.200. Dinas Sosial.600.000 pada 2.300.576.134.050.650.000 251 79. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.000 2. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap I No 1.000 Modoinding 468 449 594. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) PNPM Mandiri merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu.109.361.050.000 565 738. 4.000 312 102. Rekapitulasi pembayaran RTSM peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2007-2009 dan tahun 2010 tahap I diperlihatkan pada Tabel 15a dan Tabel 15b. 5.

500.200. Kementerian Pertambangan. 1. PNPM Mandiri mencakup 2.000.000.000. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan.000 sampai dengan Rp.000. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK). Sedangkan di tahun 2008. Tabel 16b dan Tabel 16c.000.000 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. 19. Tahun 2010 mendapat bantuan di semua kecamatan dengan total anggaran Rp. 1. Kementerian Energi Sumberdaya Mineral.000. Nama-nama kecamatan yang mendapat bantuan PNPM Mandiri pada tahun 2007. PNPM Mandiri terdiri dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK). 3.000. Kementerian Kelautan dan Perikanan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pemberdayaan masyarakat. 42 . Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. PNPM Mandiri mencakup 3. Kementerian Pekerjaan Umum.000 dan pos APBD Rp.000 sampai dengan Rp.993 kecamatan dan 28.000. yakni Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Kumelembuai karena sementara melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP). Kementerian Sosial. PNPM Mandiri.000. Tujuan PNPM Mandiri adalah meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga miskin (RTM) dan pada sisi lain membuka serta perluasan lapangan kerja. 2009 dan tahun 2010 beserta besaran dananya diperlihatkan pada Tabel 16a. Mulai tahun 2008 diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). 2008. PNPM Mandiri adalah program strategis yang menjadi wadah dari berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. sejak tahun 2007 mendapat bantuan PNPM Mandiri pada 5 kecamatan dan tahun 2008 mendapat bantuan pada 6 kecamatan. Di tahun 2009 mendapat bantuan pada 15 kecamatan dan hanya 2 kecamatan yang belum mendapat PNPM Mandiri.000. 15.500. Di tahun 2007.000. sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan pengangguran yang umumnya bersifat sementara.800. untuk sementara dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. 3. 750.999 kecamatan dan 36.000.417 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. yang terdiri dari pos APBN Rp.000.

000 720.00 300. Minahasa Selatan Tabel 16b.000.00 0 0 0 2.000 180.000. 6.0 8.000.000.000.000.00 0 0 0 1.000.00 700.250.000.000 180.000 0 900.200.000.000. 9. 4.000. 4.00 0 600.00 0 750. Tenga Ranoyapo Tumpaan Motoling Amurang Modoinding Jumlah Anggaran Tahun 2007 APBN APBD BLM (Rp) (Rp) (Rp) 600.000.000.00 0 500.00 10.000 900.000 720.00 1.000 180.000 180.00 0 0 1.000.000. Minahasa Selatan Tabel 16c.000 720.000.000 900. 2.800.500.00 1.00 0 750.000.000 720. 3.000.000.000.000 180. 5.00 1.000.000.000.00 0 600.000.000. 13. 10.000.000.600.000 900.000.000.000 720.800.500.00 0 100.00 2.000 12.600.000 720.000 900. 5.000 180.200.00 0 600.00 0 0 0 3.250.000.050.000 900.000. 12.00 1.000. 7.000.000 720.00 0 - APBN (Rp) Anggaran Tahun 2008 APBD BLM (Rp) (Rp) 2.000.00 0 150.000.000.500.000 180.000.0 00 0 0 00 Sumber : Data Juli 2010.000.000.000.000.000.00 2.000.00 400.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 16a.000.000.000.000.000.000.000 180.000 720.000 720. 3.00 0 400.000.000.000 720.000.000.000 720.000.000.000.000.000.000.200.000.000.000.000 720.000.800.000 180.000.000.00 0 750.000.00 500. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. 2. 11.000.00 0 750.000 720. 14.000.000.000 720.000.000 900.000 900.000 720.200.000 720.000 10. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten 43 .000.000.00 1.000.500.00 0 0 0 1. 15.000 720.00 0 0 0 1.000.00 2.00 0 150.00 300.000.00 0 150.000 900. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2009 APBD (Rp) BLM (Rp) 720.000 900.000. 6.500.000.000.000.00 250.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007 dan Tahun 2008 No Kecamatan 1.000.000.00 0 150.000 720.000.000 720. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000.00 300.00 0 0 0 1.000 180. 8.000.

000.000 1. 13.000 200.000.000.000.000 800.000.000 800. 10.000.000.000.000.000. Tabel 17a.000 200.213 Orang 106 Orang 1.000 1.000.000.000.00 3.000 200.000 1.000.000 1. 8.000.250.000 1. 7.000 750.000. 17.000 1.800.000.531 KK 7. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000.000.000 19. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Sinonsayang Kumelembuai Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2010 APBD (Rp) BLM (Rp) 800.000.000.000.000.000.250.000.000.562 Orang 136 Orang 399 Orang 241 Orang (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 17a dan Tabel 17b di 44 . 10. 11.000 1.000.000. 5. 11.000.000 250.250. 14.000 1.000. 4.000 1.000 200.000 200.250.000 1. 4.000 1. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.686 Orang 238 Orang 3.000.000 1.000 250.000.000 150.874 KK 2.000 600.000.000.000.667 KK 347 KK 236 Orang 1. 9.250.000 800.200.000.000.000 1.000.000.000.000 1.000.250.000 250.000 1.000 1.000. 2.000 250.000.000.000 800. 13.250.000 250. 7.000.000 250.000.000.000.000 250.000 1.000.000.000.000 1. 5.000 1.000. 8.000. Keadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000 15.000.000 200.000. 2.000.000. 12.000 200.000 1.000.000. 3.000. Minahasa Selatan Saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial bawah ini.000.000.000. 6.000 1.000 1. P M K S Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Lanjut Usia Pekerja Migran Daerah Rawan Bencana Korban Bencana Alam Eks Korban Bencana Sosial / Pengungsi Wanita Rawan Sosial Ekonomi Balita Terlantar Anak Terlantar Korban Tindak Kekerasan Anak Nakal Anak Cacat Jumlah 9.000.000.000.000.000.000.000 800.000 250. 6. 15. 12.000 1.000 800.000.000.000 0 1.000 1. 3. 16.250.000 250.250.

Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu modal utama bagi bergeraknya roda pembangunan. P S K S Organisasi Sosial Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jumlah 18 Orsos 156 KT 81 Orang 17 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. 2.906 99.226 Orang 402 Orang 423 Orang 483 Orang 980 Orang 16 Orang Sumber : Data Juli 2010.754 komposisi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan 45 . Tabel 18. Minahasa Selatan 2. sektor pertanian dan peternakan menyerap tenaga kerja terbanyak. Keadaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. pada Tabel 18 di bawah ini.665 orang. Sedangkan sektor lainnya sebanyak Untuk 43. 3. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.161 124. angkatan kerja di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan tahun 2009 sebanyak 102.516 88.961 orang.810 2009 (Orang) 102.253 2008 (Orang) 101. yaitu 52.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14.27 120. Dari jumlah yang bekerja.084 orang.50 2005 (Orang) 138. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Data Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami Jumlah perubahan seiring dengan berlangsungnya proses pembangunan. 15.395 Tahun 2006 2007 (Orang) (Orang) 139. dengan jumlah yang bekerja sebanyak 95. 17. dan yang bekerja di luar negeri sebanyak 5 orang. 4. Dinas Sosial.961 95. Dinas Sosial. 18.100 92.754 orang. 16. Minahasa Selatan Tabel 17b.335 123. 2. Uraian Jumlah Angkatan Kerja Jumlah Yang Bekerja 2004 (Orang) 135. 19. Penyandang Cacat Eks Narapidana Korban Penyalahgunaan Napza Bekas Penderita Penyakit Kronis Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Pengidap Penyakit HIV/AIDS 1.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .982 1. Minahasa Selatan 46 .870 9. usaha mikro. 9.Sektor Pertanian dan 68. Dinas Koperasi. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan berupa tersedianya pasar di hampir semua kecamatan. usaha menengah serta prasarana pemasaran dan perkreditan. Ranoyapo Desa Pinaesaan Kec. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Tenga Desa Poigar Satu Kec.998 571 7.045 52.765 14. Modoinding Desa Paslaten Kec.158 56.218 6. Amurang Barat Desa Suluun IV Kec. Minahasa Selatan 9 66.793 1. Tabel 19c dan Tabel 19d.290 7. Dinas Sosial. Tabel 19a.Sektor Lainnya 53. Jumlah Setengah Penganggur 36.174 5. 7. Amurang Desa Tenga Kec. Tatapaan Desa Kapitu Kec.942 36. Jumlah Pencari Kerja 2. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 19a. 2. Sinonsayang Sumber : Data Juli 2010. masih termasuk dengan Kabupaten Minahasa Tenggara) Sumber : Data Juli 2010.084 . Penempatan Pencari Kerja 116 357 1.253 23.868 55.237 68. Jumlah Penganggur 14. berdirinya koperasi. Pasar. Suluun Tareran Desa Ongkaw I Kec.895 6.665 Peternakan . 3.215 1.Bekerja di Luar Negeri 20 51 5 3. Sinonsayang Desa Motoling Dua Kec. Tumpaan Kelurahan Ranoiapo Kec.539 51. 11. Perekonomian Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan karena tersedianya sarana dan prasarana pendukung. 8.166 5. Walaupun disadari masih banyak masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan taraf hidup.390 6. Perindustrian dan Perdagangan Kab.207 4. Tenga Desa Paku Ure Kec. UKM.940 14. 15.309 8.203 23. Tabel 19b. Pasar di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.765 41. usaha kecil.765 43. 4. 12.483 48. Motoling Desa Poopo Kec. 6. Nama Pasar Tareran Pasar Tumpaan Pasar Amurang Pasar Tenga Pasar Paku Ure Pasar Poigar Pasar Motoling Pasar Poopo Pasar Tompaso Baru Pasar Modoinding Pasar Tatapaan Pasar Kapitu Pasar Desa Suluun Pasar Desa Ongkaw Pasar Desa Tanamon Lokasi Desa Lansot Kec. 13.133 4.641 3. 14. Tompaso Baru Desa Pinasungkulan Kec. Tareran Desa Tumpaan Kec.013 39. 5.281 24. Sinonsayang Desa Tanamon Kec. Tenaga Asing 3 5 5 11 8 8 (Data sampai dengan Tahun 2006.428 36. 10.

8. 2. Usaha Kecil dan Usaha Menengah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sumber : Data Juli 2010.Industri Pertanian . Minahasa Selatan Tabel 19c. 7. 5.Industri Non Pertanian . Dinas Koperasi. Nelayan h. Data Populasi Usaha Mikro. Jenis Koperasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Produsen : a. 3.Aneka Jasa Total Jumlah 1. Dinas Koperasi. 4. UKM. Perikanan i. Pertanian d.Perdagangan . KUD b.Industri Pertanian . Data Koperasi Berdasarkan Jenis/Identitas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan Tabel 19d. Perindustrian dan Perdagangan Kab.Perdagangan . Jenis Usaha Usaha Mikro : .Aneka Jasa Usaha Menengah : .Industri Non Pertanian . Perkebunan g.Aneka Jasa Usaha Kecil : .Industri Pertanian . Peternakan f.235 2. Petani Buah j.Industri Non Pertanian . Prasarana Pemasaran dan Perkreditan di Kabupaten 47 . Pasar.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 19b. Sumber : Data Juli 2010. UKM. Produksi Koperasi Konsumen Koperasi Wanita Koperasi Pemasaran Koperasi Serba Usaha Koperasi Jasa Koperasi Lainnya Total Jumlah 6 45 194 28 154 37 28 18 4 7 1 19 22 193 1 44 799 3.416 117 766 403 381 102 226 435 109 57 196 27 4. Tani e.Perdagangan . 6. Pasar. Produsen c. Perindustrian dan Perdagangan Kab.

Perindustrian dan Perdagangan Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan No 1. Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas sebagai bentuk pemenuhan hak warga negara untuk mengikuti Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagaimana diamanatkan dalam 48 Langkah kebijakan yang ditempuh dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan . Keadaan pendidikan suatu wilayah dapat menjadi indikator kesiapan penduduk dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5.620 144 95 5 3 Sumber : Data Juli 2010. Pasar. Namun. Selain karena fasilitas pendidikan belum mampu disediakan di seluruh pelosok tanah air termasuk di daerah terpencil dan kepulauan. terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada Pemerintah pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara. sampai dengan tahun 2009 pelayanan pendidikan belum dapat sepenuhnya disediakan dan dijangkau oleh seluruh warga negara. 3. penduduk Indonesia adalah sebagai berikut : 1. biaya pendidikan juga masih dinilai mahal oleh sebagian besar masyarakat. Prasarana Bank Toko Warung Rumah Makan Rumah Kopi Toko Obat/Apotek Pompa Bensin Jumlah 14 187 1. Pendidikan Pada hakikatnya. UKM. 7. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat mempengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Minahasa Selatan 4. Dinas Koperasi. Oleh karena itu. 6. 2. Masih banyaknya penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan merupakan salah satu kendala utama terbatasnya partisipasi pendidikan di Indonesia. 4. pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa.

Pemberian perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. 2. emosi. baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas. 5. tinggal di daerah terpencil. termasuk kecakapan personel. dan vokasional untuk bekerja dan usaha mandiri sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pembangunan . spiritual. 4. kepulauan dan daerah konflik untuk menjangkau layanan pendidikan. Di samping itu. jenis dan jenjang pendidikan untuk memberikan kecakapan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. 6. Peningkatan perluasan layanan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja serta mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. sosial. Peningkatan dan pemantapan peran perguruan tinggi sebagai ujung tombak peningkatan daya saing bangsa serta pengembang IPTEK dan 49 . mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu sehingga 3. Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur. baik formal maupun nonformal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. yaitu penduduk miskin. 2. terutama bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah atau buta aksara dan putus sekolah. Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah. dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan ditempuh langkah kebijakan sebagai berikut : 1. Peningkatan pendidikan nonformal yang merata dan bermutu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal. intelektual.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

walaupun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menjangkau memperoleh diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. berupaya Namun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengatasi 50 . 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 seni. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan ditempuh langkah sebagai berikut : 1. dan pengawasan yang didasarkan pada hasil. termasuk kompetensi lulusan dan tingkat kesehatan manajemennya. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk semua anak. baik dalam penyelenggaraan. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal yang didukung oleh penerapan sistem kontrol dan jaminan kualitas pendidikan serta penilaian kinerja di tingkat satuan pendidikan melalui pelaksanaan evaluasi. seluruh pelosok desa agar dapat Berbagai program dan kegiatan pendidikan. sertifikasi. akreditasi. dengan pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada perguruan tinggi dalam mengelola pendidikan secara bertanggung jawab dan akuntabel. 4. sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah. baik laki-laki maupun perempuan yang didukung dengan ketersediaan informasi mengenai layanan pendidikan secara transparan. pelaksanaan otonomi keilmuan yang didukung dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan budaya baca. maupun pengelolaan pendidikan dari tingkat pusat sampai satuan pendidikan. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. penyediaan biaya. Peningkatan efektivitas peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah serta komite satuan pendidikan yang lain. permasalahan akses serta pemerataan pelayanan pendidikan. 3. Selain permasalahan sarana dan prasarana. Peningkatan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi. mutu pendidikan maupun manajemen pelayanan tetap pendidikan.

Keadaan Sekolah dan Siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1.349 1. Minahasa Selatan Berdasarkan data jumlah siswa SMA dan SMK pada Tabel 20 di atas sebanyak 4.860 13.246 22.374 L Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pendidikan. 6.219 siswa.559 2. Tabel 20.686 9. sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cukup memadai. Di setiap kecamatan terdapat lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).513 511 449 960 4. 7.039 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 permasalahan-permasalahan tersebut. 3.663 4. 51 .425 45.821 2.348 12.165 25.949 22.414 1. Keadaan sekolah dan siswa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 20. 2. sangat diperlukan adanya Perguruan Tinggi yang representatif sesuai dengan kondisi Kabupaten Minahasa Selatan untuk menampung para siswa yang telah lulus. Saat ini. Sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya terdapat di beberapa kecamatan. Jenjang Pendidikan PAUD TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta Total 3 146 149 127 107 234 1 1 58 21 79 13 5 18 9 2 11 211 281 492 Jumlah Siswa P Total 37 40 77 1. 5. Kota Tomohon. Pemuda dan Olahraga Kab. Kabupaten Minahasa (Tondano) dan Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi) dengan konsekuensi biaya hidup yang tinggi. Mengingat banyak para siswa lulusan SMA dan SMK Kabupaten Minahasa Selatan yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berada di Kota Manado. 4.973 633 613 1.

Minahasa Selatan Tabel 21b. 3. 2. 6. Data Keadaan Pendidikan Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 6. Tabel 21b dan Tabel 21c.045 Total 1 0 0 360 1. 82 laki-laki dan 2069 perempuan. 5.383 yang tersebar di semua jenjang pendidikan.526 L 1 0 0 3 239 186 95 50 1 575 L 0 0 0 1 19 12 7 6 0 45 Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pendidikan.315 Guru CPNS P Jml 0 0 0 0 0 0 2 3 86 105 24 36 4 11 5 11 0 0 121 166 Non PNS L P Jml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 221 227 67 400 467 85 131 216 40 39 79 27 22 49 3 4 7 228 817 1. baik guru PNS/CPNS maupun non PNS berjumlah 3. Selengkapnya Namun yang telah mengikuti sertifikasi guru sampai saat ini hanya berjumlah 288 orang yang terdiri dari. 5.335 8 691 258 114 2. Sedangkan keadaan pendidikan guru di Kabupaten Minahasa Selatan pendidikan SMA sederajat dari sampai dengan pendidikan strata dua (S2). Satuan Kerja / Jenjang Pendidikan UPT Cabang Dinas Pengawas Penilik TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK SLB Jumlah PNS P Jml 0 1 0 0 0 0 127 130 921 1. Pemuda dan Olahraga Kab. data keadaan guru PNS dan non PNS. Jenjang Pendidikan TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah SMA L 5 102 0 26 4 3 140 P 217 501 3 27 5 0 753 D1 L 0 1 0 19 0 0 20 D2 P 2 11 0 57 0 0 70 L 0 47 0 9 0 0 56 P 3 301 0 44 1 1 350 D3 L 0 2 1 11 2 2 18 P 25 25 0 28 7 1 86 DIV-S1 L P 0 16 62 282 3 1 163 303 100 138 43 56 371 796 S2 L 0 0 0 0 0 5 5 P 0 1 0 4 1 3 9 Total 268 1. Tabel 21a. Dinas Pendidikan. Pemuda dan Olahraga Kab. 4. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Untuk keadaan guru di Kabupaten Minahasa Selatan. 3.674 Sumber : Data Juli 2010. Data Keadaan Guru PNS/CPNS dan Non PNS di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. 4.740 2.732 897 356 169 11 3. 7. 2. keadaan pendidikan guru serta sertifikasi guru diperlihatkan pada Tabel 21a.160 459 645 171 266 59 109 3 4 1. Minahasa Selatan 52 . 8.

Pemuda dan Olahraga Kab.50% 3. Jumlah Siswa : .017 5.13% 92.52% 4. APM c.15% 25.633 144 16 24. mutu pendidikan mengalami peningkatan. Minahasa Selatan Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau semua penduduk usia sekolah untuk memperoleh pendidikan.043 100 25. 2. Pendidikan Dasar TK a. APK b. Siswa 7-12 Tahun SMP/MTs/SMPLB a.MI .73% 98.046 25.552 98.214 99. 53 .815 101.90% 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 21c.097 24. APM c. Jumlah Siswa c.331 5.70% 25.86% 77.517 106.270 6. APK b.SD . 3. Tabel 22a.634 92. APK dan APM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2006-2008 diperlihatkan pada Tabel 22a dan Tabel 22b.817 99. APK b.SDLB d. 5.65% Tahun 2008 2009 57.022 90. 6. 3. Data Keadaan Sertifikasi Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No Sekolah 1.54% 59.37% 25. TK SD SMP SMA SMK Penga was Total Kuota 2007 L P Jlh 0 13 18 27 1 15 59 3 44 36 28 3 35 114 3 57 54 55 4 50 173 Kuota 2008 L P Jlh 0 9 23 11 4 11 47 5 77 61 24 4 54 171 5 86 84 35 8 65 218 Kuota 2009 L P Jlh 0 26 16 6 5 11 53 2 107 43 7 1 61 160 2 133 59 13 6 72 213 Kuota 2010 L P Jlh 0 10 13 5 1 7 29 13 49 38 9 3 33 112 13 59 51 14 4 40 141 L 0 58 70 49 11 44 188 Jumlah P Jlh 23 277 178 68 11 183 557 23 335 248 117 22 227 745 Sumber : Data Juli 2010. Penduduk 4-6 Tahun SD/MI/SDLB a. Dari tahun ke tahun.02% 90. Jumlah Siswa : 2007 55. sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru.49% 2010 65. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya dan mencari terobosan terhadap berbagai hal yang berkaitan dan mendukung bidang pendidikan.06% 86.643 6.41% 2. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.28% 3.123 104.220 122 25. 4. Penduduk 7-12 Tahun e.15% 95. Dinas Pendidikan. APK dan APM Pendidikan Dasar Kabupaten Minahasa Selatan No 1.20% 78.437 134 24.18% 92.86% 25.

187 9.359 996 441 1.060 2.085 4. APK b.814 16.17% 3. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan 23 September 2009) No 1.895 10.945 1. 13.970 2.511 3.698 2.398 3. 11.161 10.181 10.271 3. Dinas Pendidikan.19% 55.SMK d. APK dan APM Pendidikan Menengah Kabupaten Minahasa Selatan No 1.283 1.099 2.658 9. Siswa 16-18 Tahun 2007 49.889 15.503 3.950 14.520 2.177 2.139 1.014 37.685 4.384 85 10.745 2.978 Sumber : Data Juli 2010.232 987 34. Siswa 13-15 Tahun 9.601 1.753 10.788 2.13% 3. Pendidikan Menengah SMA/SMK a.Tamat SLTP SLTA SD lah SD 3.271 1. Dinas Pendidikan.278 2.484 2.265 1.505 4.883 2.141 1.946 2.867 2. APM c.MTs d.217 2.762 8.67% 3. Penduduk 16-18 Tahun e.897 1.005 2. Minahasa Selatan Tabel 22b.487 2. 16. 4. Jumlah Siswa : . Pemuda & Olahraga Kab.967 10.036 Sumber : Data Juli 2010.480 3.906 15.135 2. Penduduk 13-15 Tahun e.140 3.172 1.338 2. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.782 5. 15.170 2.232 5.867 38.045 78 10. 7.686 3. 12.973 3. Pemuda & Olahraga Kab. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah Belum Tidak Tamat Seko.513 2.838 1.850 12.703 3.693 5. 3.284 9.454 2.403 1.954 2.303 204. 6.SMP .98% 46.570 1.273 2.SMA .480 584 39.223 2009 65.482 3.317 2.010 3.029 9.537 3.167 Sumber : Data Juli 2010.467 248 3. 9. Minahasa Selatan Untuk keadaan penduduk menurut pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 23.571 1.707 1.965 3.408 3.652 1.656 97 10. 10.041 1. 17. 5.950 7.520 1. 14.095 1.773 99 10.019 2.165 1.191 Tahun 2008 97.591 13. Tabel 23.370 833 2.252 1.096 2.638 9.551 2.058 1.212 15.518 8.703 4.992 12.967 48.764 50 60 105 56 85 127 67 88 134 102 68 129 83 93 126 161 200 247 90 117 358 84 112 198 166 114 432 52 65 98 83 97 120 73 68 270 70 84 301 37 64 64 72 18 42 39 40 92 36 35 193 1.27% 61.321 1.358 D II D III S1 S2 4 7 1 3 3 17 16 11 23 4 5 14 17 0 1 3 5 134 S3 1 2 0 1 1 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 0 2 15 Jumlah 11.546 2. 8.875 4. Minahasa Selatan 54 .587 3.417 2.787 1.878 1.428 2.674 9.069 9.478 1.600 13.509 2.651 1.380 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . 2.736 1.314 2.559 7.982 10.

7.Wanga Amongena Motoling Barat .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa dan masyarakat pada umumnya. pemerintah telah mendirikan/menyediakan 31 perpustakaan.Wanga . Keadaan Perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 55 . 5.Rumoong Atas .446 482 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 964 Jumlah Pengunjung (Orang) 2008 2009 Mei 2010 5 450 450 6 555 555 7 365 250 115 7 220 220 219 219 494 277 217 333 223 110 275 275 495 270 225 230 230 668 233 210 225 457 227 230 235 235 477 237 240 435 Keadaan perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2008 sampai dengan pertengahan 1 2. 11. Sampai dengan pertengahan tahun 2010.Raanan Baru Tenga .Kilometer Tiga .Kaneyan Suluun Tareran . 6.Picuan Baru .Tompaso Baru Ranoyapo . 5 445 445 443 443 877 440 437 435 435 430 430 862 432 430 440 440 1.Kel.Munte Kumelembuai Jumlah Perpustakaa n 3 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 Jumlah Buku 4 682 482 200 4 482 482 482 482 964 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 482 482 1.316 437 439 440 889 447 442 400 400 895 450 445 845 6 575 575 580 580 1.173 586 587 588 588 590 590 1.Pakuweru Sinonsayang . 9. 12.159 579 580 1. Kecamatan Desa/Kelurahan 2 Modoinding .Ranoyapo Motoling . tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 24. Tabel 24. Lewet .754 599 598 557 1.Picuan Lama Motoling Timur .Tawaang . 13. 4.192 595 597 597 597 1.Tumpaan . Ranoiapo Tareran .239 659 580 575 575 1.Suluun Tumpaan .Kel. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendirikan/menyediakan perpustakaan di semua kecamatan dan menyediakan berbagai macam buku. 10.Ongkaw Amurang .Sinisir .Makaaruyen 2 Tompaso Baru .095 8. 3.

096 549 547 16. yang berati negara maju dan berkembang.660 425 420 2. terjadinya beban ganda penyakit. Kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat. sektor kesehatan harus mendapat perhatian dan penanganan yang serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa serta negara. Oleh sebab itu.194 230 232 240 245 247 241 241 243 243 458 245 213 7.714 220 215 1. kualitas.Ritey . Pondang . aktivitas untuk bekerja dan berkarya terganggu. baik karena kendala geografis maupun kendala biaya. serta perilaku masyarakat tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat. harus didukung oleh 56 . Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab.911 555 540 2. Permasalahan kesehatan lain yang perlu penanganan segera.Kumelembuai . Minahasa Selatan 5. masih tingginya disparitas status kesehatan antartingkat sosial ekonomi. 16.Malenos Amurang Barat . pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah.Kel. Kawangkoan Bawah Tatapaan .Kel.Kel. maka negara kuat.Lopana .Paslaten Maesaan . Ranomea .410 482 482 482 482 482 482 482 482 482 964 482 482 14. yaitu pelayanan kesehatan terhadap penduduk miskin dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kesehatan adalah faktor yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. . 15.Tumani . Kesehatan. pemerataan masih rendah karena keterbatasan tenaga dan peralatan.309 460 475 467 457 450 500 500 470 470 905 455 450 12. Apabila sakit. Untuk itu.Temboan Jumlah 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 31 482 482 2.039 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14.Makasili Amurang Timur . bahkan tidak dapat dilaksanakan. Permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini antara lain. Hal ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. Jika rakyat sehat. Selain itu. antarkawasan dan antarperkotaan-perdesaan.859 575 573 570 572 569 540 540 547 547 1. 17.

14 kecamatan telah memiliki Puskesmas dengan kendaraan operasional dan 7 (tujuh) Puskesmas telah mengadakan pelayanan rawat inap. 3. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap. Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperan penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia.2 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0. yaitu Angka Kematian Bayi. Dari 17 kecamatan yang ada.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 9. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 2 Rumah Sakit Umum Swasta dan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. menjadi 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2008.000 pada tahun 2008. Angka Kematian Ibu ataupun Balita. berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang lain tersedia di semua kecamatan. Nama Puskesmas Amurang Timur Tumpaan Amurang Lokasi Kecamatan Amurang Timur Tumpaan Amurang Sifat Pelayanan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Jumlah Kendaraan Operasional 1 Unit 1 Unit 1 Unit Untuk Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 3. Angka Kematian Balita di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.2 per 1. diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik.5 kematian bayi per 1. Pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dapat diukur pada beberapa indikator derajat kesehatan. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah perilaku dan lingkungan.000 Balita mengalami penurunan 57 . Tabel 25a. 2. Saat ini. Angka Kematian Bayi mengalami penurunan dari 11.2 per 1.000 Balita pada tahun 2008. Berdasarkan data pada 14 Puskesmas. Di samping itu. sangat dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang representatif untuk pasien yang kondisinya berat dan dokter spesialis beserta tenaga kesehatan lainnya. Untuk Puskesmas dan sarana kesehatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 25a dan Tabel 25b. Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (IMR). Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.2 per 100.1 per 100. Sedangkan Angka Kematian Ibu sebesar 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Namun demikian.

Sarana Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 9. Minahasa Selatan Tabel 25b. 7. 3. 8. 8. 10. 9. 5. 7. 7. 13. Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (M.Kes) Apoteker Sarjana Farmasi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Sarjana Ilmu Terapan (D IV Kebidanan) Sarjana Ilmu Terapan (D IV Gizi) Jumlah (Orang) 69 3 2 4 5 11 11 2 1 58 . 4. 2. 4. Tenaga Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 14. Dinas Kesehatan Kab. Minahasa Selatan Sedangkan jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 26. 5. 12. 9. 3. Tabel 26. Dinas Kesehatan Kab. 10. 6. Jenis Sarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rumah Sakit Umum Swasta Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) Apotik Toko Obat Optik Balai Pengobatan Rumah Bersalin Posyandu Jumlah 1 2 156 85 3 2 2 3 19 185 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. 2. 11. 6. Amurang Barat Tenga Ongkaw Motoling Kumelembuai Poopo Tompaso Baru Modoinding Tareran Suluun Maesaan Amurang Barat Tenga Sinonsayang Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Modoinding Tareran SuluunTareran Maesaan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 10. 6. 5. 8.

Program KB di Kabupaten Minahasa Selatan sangat Untuk jumlah dirasakan manfaatnya. 14.132 Pil 571 509 560 393 286 451 310 294 858 971 737 569 670 1.11 90.203 3. baik yang mengikuti melalui program pemerintah maupun karena kesadaran pentingnya program KB (swasta) mengalami peningkatan.60 93.23 86.098 1. 12.20 70.823 1.252 571 304 248 Mix Kontrasepsi MOW MOP Kdm Imp 32 1 29 75 15 0 77 189 10 0 36 235 20 0 22 211 19 0 10 155 10 0 12 220 6 0 6 62 19 0 16 51 19 0 3 124 28 0 7 448 16 0 0 359 47 1 8 253 23 1 24 153 26 0 21 199 Sntk 755 532 525 475 184 435 594 304 619 1. 16.446 3.031 Jumlah 2.365 2.223 635 569 643 1.294 3.018 1.289 1.657 PUS 2. peserta KB di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 27. Dinas Kesehatan Kab. 12.284 % 91. 23.04 88. 8. 15.285 1.577 1.871 2.278 2.07 85.426 1. Minahasa Selatan Dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kabupaten Minahasa Selatan. 13.590 1.423 1. Dari tahun ke tahun jumlah peserta KB. 5.899 2. telah dan sementara digalakkan program Keluarga Berencana (KB).818 2. 14.817 1. Jumlah Peserta KB Per Mix Kontrasepsi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Hal ini karena tersedianya dan mudahnya para Pasangan Usia Subur (PUS)/Wanita Usia Subur (WUS) mendapatkan alat kontrasepsi (alkon). 4. selain dapat menekan laju pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga. 9. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Maesaan Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Amurang Barat Sinonsayang Tenga Amurang Amurang Timur Tumpaan IUD 694 501 241 696 290 156 445 416 580 441 1.90 59 . 3.205 1.08 74.32 80. Sarjana Sanitarian Ahli Madya Keperawatan Ahli Madya Kebidanan Ahli Madya Gizi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan Ahli Madya Fisioterapi Ahli Madya Perawat Gigi Ahli Madya Sanitarian Perawat (SPR dan SPK) Bidan Diploma 1 Perawat Gigi Sanitarian (SPPH) Asisten Apoteker (SMF) Pekarya Kesehatan 3 49 46 13 10 2 4 5 180 112 16 15 4 17 Sumber : Data Juli 2010. 11.613 1.291 2.05 94.157 1. 18. 20. 7. Tabel 27.100 2. 13. 22. 24.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 11. 2.590 3.21 86.118 2. 21.369 2. 10. 19. 17.38 86. 6.65 86.48 90.

Kesetaraan gender di Kabupaten Minahasa Selatan.224 638 1.08 36. baik pemerintah maupun non pemerintah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 28. 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 15.869 4.82 50.177 237 1. 12. 17.45 26.05 25. 23.072 2.75 33. masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan telah menyadari akan persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja dan berkarya. 21.00 8. Nama Lembaga / Instansi PNS Pemkab Minsel Pejabat Eksekutif Pejabat Legislatif POLRI PNS POLRI TNI Rumah Tahanan Kejari Kejari (Honor) Pengadilan Kantor Kemenag BRI BNI Bank Sulut Bank Danamon PT Air (PDAM) PLN Telkom Kantor Pos dan Giro Perusahaan Daerah Hukum Tua Hotel Restaurant Pendeta/Pastor/Imam Penduduk Yang Bekerja Laki-laki Perempuan Jumlah 2. 14.61 0. Minahasa Selatan Sejak dahulu. 13.08 22. Data Partisipasi Perempuan Pada Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.041 1. 2.33 0.200 459 1.728 9. 22.15 18.33 31. Badan Keluarga Berencana.68 1.288 1. 24.00 15.00 40. 9.113 % 38.00 44. 18.33 23.08 51. 16. 8. 16. pemerintah terus berupaya meningkatkan kedudukan perempuan (kesetaraan gender) dalam rangka pemberdayaan masyarakat. nampak di hampir semua lembaga/instansi. 15. 3.355 10. 6.72 Sumber : Data Juli 2010.44 58. 20.992 1.295 30 14 35 369 40 0 2 45 5 27 32 335 450 238 99 524 72 790 3. 19. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab.22 14. 7.91 33. Tabel 28.407 86.722 69. 11.08 82.99 2.00 1.544 31.13 20. Selain itu. 5. 4. Tatapaan Suluun Tareran Tareran Jumlah 200 101 159 7. Walaupun demikian pemerintah terus memberikan motivasi dan pemahaman kepada kaum perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang.861 393 139 532 24 6 30 456 5 461 4 19 23 210 0 210 28 5 33 13 3 16 6 3 9 10 3 13 47 49 96 30 8 38 6 2 8 13 9 22 6 3 9 51 23 74 39 11 50 22 2 24 10 0 10 7 2 9 129 21 150 5 4 9 21 30 51 1.00 22.73 60 .031 85.928 84. 10.04 21.

Tabel 29a.73 4. Budha dan Konghucu. Sarana peribadatan yang dominan adalah gereja. 5. Katolik.48 48. 30. 26. 2. 8.634 420 252 59 343 449 1 198 1 212 5.18 37. 29.857 76. mesjid. Islam. 6. yaitu Kristen.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 25.253 0 0 Konghucu 4 0 0 0 0 0 0 0 0 61 . Hindu.327 12. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 33. wihara dan li tang. telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti. 28.394 13. 7. yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak serta pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan Indonesia yang aman dan damai.641 9. 9.276 6.612 0 2 560 2.160 Jumlah Umat Beragama Katolik Islam Hindu Budha 285 6.08 0.14 33.022 0 0 0 0 0 0 721 2.599 5. Agama Pembangunan agama merupakan upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional.15 44. Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh sejumlah penduduk dengan berbagai latar belakang agama yang mengimani agamanya masing-masing.72 51. 32. gereja.223 549 1. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah penganut agama kristen. 3. 4.921 0 0 39 12 0 0 0 0 0 0 333 11 0 0 103 243 0 0 51 2.476 16.232 6.412 119 424 419 21 111 208 228 8. 27. Guru Agama Koperasi Perusahaan Swasta Rumah Makan/Kopi Pedagang Wartawan LPK Sopir/Montir LKS/Guru Bantu Jumlah 129 1. Untuk jumlah umat beragama dan sarana peribadatan (tempat ibadah) di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 29a dan Tabel 29b.50 15.69 Sumber : Data Juli 2010.971 9.664 178 767 868 22 309 209 440 13. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Kristen 9.55 64. Data Jumlah Umat Beragama di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan 6. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan. 31. Badan Keluarga Berencana. dimana di semua desa/kelurahan tersedia.

815 10.913 14. 9. 5. Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah 8. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah Kristen Gereja 30 38 18 29 18 14 19 32 41 19 36 29 28 32 33 27 30 473 Katolik Gereja 4 4 0 2 0 0 2 2 1 0 2 0 1 0 2 0 2 22 Jumlah Tempat Ibadah Islam Hindu Mesjid Pura 8 0 3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 3 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 27 0 Budha Wihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Konghucu Li Tang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3 Sumber : Data Juli 2010. 16.306 148 0 0 162 18.390 12. 14.461 13. 13. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 10. para pimpinan umat beragama membentuk suatu wadah yang diberi nama Badan Kerja Sama Antar Umat ber-Agama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Selatan 62 . Dari kesadaran yang muncul dalam mempererat dan mengembangkan toleransi antar umat beragama. 12.999 2. 8. 12.431 0 675 0 411 91 415 0 753 4. 13. 15. 7. 17. 6.771 6. 11. Kantor Kementerian Agama Kab. 11.768 12. Minahasa Selatan Tabel 29b. Kantor Kementerian Agama Kab. 16. 14. 10. Sarana Peribadatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. Minahasa Selatan Kehidupan sosial umat beragama dan antar umat beragama senantiasa berjalan dengan baik. 15. 17.057 10.437 0 35 1. 4.180 178.724 0 0 0 4 4 0 0 0 8 0 0 0 27 2 0 0 0 31 0 0 0 1 0 0 0 0 5 Sumber : Data Juli 2010. dimana tercipta toleransi yang tinggi antar umat beragama yang dibuktikan dengan saling mengunjungi dan silaturahmi pada saat pelaksanaan hari-hari raya keagamaan.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam kegiatankegiatan keagamaan. baik milik pemerintah maupun milik organisasi sosial/yayasan. seperti cabang olahraga atletik. Sarana Olahraga Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Sepak Takraw Gedung Olahraga Jumlah 17 10 8 2 3 17 1 63 . di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia berbagai fasilitas umum. 7. Selain itu. dalam menjaga kebugaran tubuh/berolahraga memanfaatkan sarana olahraga apa saja yang ada di sekitarnya. 6. sepak bola. Beberapa sarana olahraga yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh para atlit serta masyarakat untuk olahraga dan hiburan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 30. Tabel 30. seperti Gelanggang Olahraga (GOR). yang digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. 2. sehingga sangat diperlukan sarana olahraga yang memadai dan representatif. tinju. bridge dan beberapa cabang olahraga lainnya. di beberapa cabang olahraga. Namun dalam meningkatkan prestasi. 3. karate. 7. Mengingat prestasi demi prestasi yang dicapai oleh para atlit Kabupaten Minahasa Selatan. 8. para atlit memanfaatkan dan menyiasati sarana olahraga yang ada di sekitarnya walaupun tidak memadai. Akan tetapi. Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan representatif. baik tingkat pelajar maupun tingkat umum Kabupaten Minahasa Selatan dapat berprestasi di tingkat Propinsi maupun Nasional. 5. Tempat / Kegiatan Sosial Hampir semua desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki tempat kegiatan sosial seperti Balai Pertemuan Umum (Balai Desa/Kelurahan). Sarana Olahraga di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4. Begitu juga dengan masyarakat.

5. kedelai. Selain itu.581 3. sektor sekunder seperti pertambangan dan industri pengolahan juga masih mendomisasi sumber perekonomian masyarakat. Pada umumnya daerah di Indonesia masih mengandalkan usaha ekonomi di sektor primer seperti pertanian.9 964.854 1. kacang hijau.081 21.748 13. Untuk tahun 2009. 3.2 69. kehutanan. ubi kayu dan ubi jalar. perkebunan. 6.304 Produksi (Ton) 66.902 2.8 365. kebutuhan data untuk menyusun profil perekonomian daerah diarahkan pada sumber primer dan sekunder .395 605 601 202 197 53 53 Provitas (Ton/Ha) 4. Pertanian Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah. kacang tanah.390.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8. Tenis Meja Jumlah 15 73 Sumber : Data Juli 2010. capaian produksi tanaman pangan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 31. jagung. Tabel 31.661 1.966 4.1 64 . Pemuda dan Olahraga Kab. 1.700 22. perikanan dan kelautan serta peternakan. padi ladang. Berdasarkan asumsi tersebut. 4. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan BAB VII POTENSI PEREKONOMIAN Potensi perekonomian menggambarkan sumber-sumber penghasilan utama penduduk. Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau Luas Tanam Luas Panen (Ha) (Ha) 13.851 1.387.605 1.712 1. 2.4 82. Dinas Pendidikan.

195 9. Komoditi Bawang Merah Bawang Daun Kentang Kubis Petsay/Sawi Wortel Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Besar Cabe Rawit Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Siam Luas Tanam (Ha) 2.799.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 7. tenaga sapi dan manusia.346 885 1. 3. 13. Dari tahun ke tahun produksi tanaman hortikultura mengalami peningkatan.681 449 413 500 280 15 77 299 1. Minahasa Selatan Berdasarkan data produksi tanaman pangan pada Tabel 30. 7. 11. Ubi Kayu Ubi Jalar 249 189 248 185 13. Berbagai komoditi hortikultura telah dipasarkan di tingkat regional.124 73. Selatan ditunjukkan pada Tabel 32.600 1. 6. 12. 8. 8. capaian produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Minahasa 65 .297 15 59 80 52 Provitas (Ton/Ha) 18 20 35 15 18 2 2 3 3 18 15 20 20 Produksi (Ton) 38. komoditi jagung memiliki produksi terbesar dibandingkan dengan komoditi lainnya.685 450 414 501 269 20 34 124 1.620 15. nasional maupun internasional. sehingga kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus Untuk memberikan dampak positif bagi upaya meningkatkan pendapatan daerah. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Tabel 32. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah menerapkan teknologi pertanian berupa penggunaan benih unggul dan pemakaian pupuk yang berimbang.040 tahun 2009. 2.7 1. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik. 10.715 6.148 3.305 15 59 80 53 Luas Panen (Ha) 2. 5. 4. 15.118 3. Sedangkan pengelolaan tanah dilakukan dengan menggunakan traktor.237 9.5 Sumber : Data Juli 2010. 14.000 560 30 231 897 23. Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan. 9.282.727 3.

Tabel 35. Komoditi Jahe Laos/Lengkuas Penanaman Baru (M2) 24. 9.258 327.258 39.000 1. 3.250 20.600 2.650 10.100 1. 25.727 17.600 400 142 7.351 141 21 - Provitas (Kg/Pohon) 60 20 30 125 25 25 44 23 75 50 50 3 25 35 65 75 30 35 20 - Produksi (Kg) 228.140 66 .500 47.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 16. Minahasa Selatan Tabel 34.050 460 610 6.650 491. capaian produksinya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 33.810 Luas Panen (M2)) 19.625 3.050 40.372 1.340 1. 14. 6.160 43.120 16 6. 19. 24. 8. 19.900 117. 11.000 62.695 1. 17. 5. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan juga memilki potensi buah-buahan.900 2. 12. Tabel 34 dan Komoditi Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Siam/Keprok Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa/Konyal Sirsak Sukun Apel Anggur Melinjo Petai Jengkol Penanaman Baru (Pohon) 440 30 865 1. 22.800 64 8. Potensi Tanaman Obat-obatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 16. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.512.280 245.530 4. 10.105 91.610 1. 17. 21. 7.935 420 - Sumber : Data Juli 2010.625 67. Kangkung Bayam Labu Kuning Semangka 49 9 309 - 80 8 300 - 14 2 20 - 1.600 Provitas (Kg/M2) 1. Potensi Buah-buahan Tahunan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.190.555 1.827. 4. 18. 15.995 135 415 20 125 8.906 29.240 39.086 13. biofarmaka (tanaman obat-obatan) dan tanaman hias yang baik.503 14 1.100 2. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 2.5 3.9 Produksi (Kg) 28. 20.000 - Sumber : Data Juli 2010. Tabel 33. 23.650 75 - Tanaman Menghasilkan (Pohon) 3.187 12. 18. 2.500 51. - Untuk tahun 2009.235 2. 13.

Tanaman kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa muda dan kopra sebagai sumber pangan.250 (Phn) 13. Mahkota Dewa 15. 11. Kapulaga 11. Minahasa Selatan 2. Dlingo/Dringo 10. 10. Sambiloto Sumber : Data Juli 2010. 9.410 385 770 350 350 223 (Pohon) Sumber : Data Juli 2010.3 13. 8.950 3.240 Luas Panen (M2) 2. walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun. Kencur 1. 3. Perkebunan Tanaman perkebunan. Temukunci 12. coklat (kakao) dan kopi. cengkih.555 90 124 80 319 218 164 2. Kajibeling 9.260 1.500 3. minyak makan serta santan. 6. dikelola oleh swasta berupa tanaman kelapa dan coklat (kakao) yang ditangani secara intensif. 7.310 35 55 25 25 890 Provitas (Tki/M2) 11 14 11 14 14 14 11 ¼ m2 Produksi (Tangkai) 25. kelapa. Lidah Buaya 14. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. aren.3 6.1 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. 4. minuman.9 3.035 5. Temulawak 2.025 10. 2. Minahasa Selatan Tabel 35.120 1.150 3. Sedangkan perkebunan besar. Lempuyang 2. Kunyit 4.386 4. Potensi Tanaman Hias di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 12. baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya 67 . vanili.0 30.355 1. 5.135 7. Tanaman Hias Anggrek Anthurium (Kuping Gajah) Anyelir Gerbera (Herbras) Gladiol Heloconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati Palem Penanaman Baru (M2) 10. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Mengkudu/Pace 1. Umumnya tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu.650 1. Temuireng 8.

000/kg sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi perbaikan perekonomian masyarakat dan secara langsung membuka peluang kesempatan kerja dan berdampak Kondisi ini dapat diukur dengan pada menurunnya angka kemiskinan. dan dipertengahan tahun 2010 harga mulai naik sampai pada kisaran Rp.589.70 ton per tahun.895.000/hari atau Rp.250. Disaat permintaan kopra dari pihak investor (pabrikan) yang terus meningkat. Usia tanaman kelapa yang sudah tua sehingga kurang produkstif. 1. Dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 45.50 ha dan 4. menghasilkan produksi sebesar 49. yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Utara penghasil kelapa yang cukup besar potensinya. 4. petani diperhadapkan oleh turunnya tingkat produksi yang disebabkan berbagai kendala. Penyakit busuk pucuk kelapa telah menyerang daerah sentra-sentra produksi kelapa sehingga meresahkan para petani. terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa. Pada tahun 2008. Pada era kesehatan modern dewasa ini.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagi jutaan masyarakat di dunia.550 pohon kelapa. Hampir semua sentra perkebunan kelapa banyak terlihat pohon kelapa produktif maupun hasil peremajaan telah terinfeksi penyakit busuk 68 . serangan penyakit busuk pucuk kelapa di akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008 sangat cepat penyebarannya dengan luas penyebaran mencapai 3.000/bulan jauh melebihi upah minimum ratarata regional maupun nasional.439. Adanya berbagai serangan hama dan penyakit terutama penyakit busuk pucuk kelapa. antara lain : 1.600/kg. 2. upah harian pekerja kopra sebesar Rp. 3. sub sektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 yaitu 41.022 ha.76%. Lambat proses peremajaan tanaman oleh petani.8. 7. 50. dan 3. produk olahan tanaman kelapa khususnya kopra mencapai Rp.000 .500/kg. Ditinjau dari struktur ekonomi. Namun memasuki pertengahan tahun 2009 harga kopra turun sampai pada kisaran Rp. Akibat tingginya curah hujan.

bahkan 69 . 52.000 . Desa Raanan Baru. Desa Elusan. Kumelembuai dan Ranoyapo. Pada tahun 1977-1986 harga cengkih mencapai kisaran Rp. Pada tahun 2006. 60. 80. sehingga dapat menambah jumlah penduduk miskin. terjadi penurunan produksi kelapa yang berkorelasi langsung dengan turunnya tingkat pendapatan petani.000/kg. Akan tetapi. Suluun Tareran. 45.000/kg Rp.000/kg sehingga banyak petani cengkih yang tidak mengelola tanamannya. Tanaman cengkih merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. Produksi pohon aren pengolahannya masih secara tradisional. Desa Karimbow Talikuran (Kecamatan Motoling Timur). Desa Wakan (Kecamatan Amurang Barat). Dengan membaiknya harga komoditas cengkih pada tahun 1999-2000 yang mencapai kisaran Rp.000/kg. cengkih dan aren. Namun saat harga cengkih turun tajam pada tahun 1989-1997. Tanaman aren di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki rata-rata produksi yang tinggi dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya. sentra-sentra produksi kelapa yang telah terserang. Selain komoditi perkebunan kelapa. Motoling Timur.000 . harga cengkih menurun lagi sampai pada kisaran Rp. petani mulai bersemangat dalam mengelola perkebunan cengkih. Motoling.000/kg. Desa Karimbow. Akibat serangan penyakit busuk pucuk kelapa.85. di akhir tahun 2007 sampai akhir tahun 2009 harga cengkih naik pada kisaran Rp. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan di awal tahun 2008. Desa Boyong Atas (Kecamatan Tenga) dan Desa Tiniawangko (Kecamatan Sinonsayang). 48. Memasuki pertengahan tahun 2010 harga cengkih pada kisaran Rp. Sentra produksi aren berada di Kecamatan Tareran. Desa Pakuure I.000/kg yang merupakan masa panen raya (panen besar). Desa Tondey (Kecamatan Motoling Barat). 25. Desa Tokin. Desa Malola (Kecamatan Kumelembuai). masyarakat menebangnya dan beralih ke tanaman perkebunan lainnya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pucuk.Rp. beberapa komoditas juga memegang peranan penting terhadap perekonomian masyarakat. berupa pembuatan cap tikus (alkohol) dan gula merah (gula batu) serta dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu. 100. yaitu Desa Pondos.

445.397.292.173.90 1.24 705.372. 9.2. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Swasta di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.15 818. 8. diawal tahun 2008.622.80 17.70 56 254.54 .009.70 48 17 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mempunyai luas Tabel 36.10 4.60 35.78 32.12 5.07 655. 4.50 19.15 70 .00 47.369 1.03 75.04 81.20 591.80 3. Minahasa Selatan Dari beragam jenis dan potensi komoditi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.30 139.64 168.03 367.50 43.77 205.099.152.60 320.895. selain dikelola oleh petani/masyarakat juga dikelola oleh swasta seperti ditunjukkan pada Tabel 37.18 Jumlah Pekebun (KK) 26.504.33 341.292 96.22 267.20 43.59 23.641 13. 7. 6.875. Dinas Perkebunan Kab. Kelapa Cengkih Panili Aren Kopi Kakao Cassiavera Jarak Pagar Pala Sumber : Data Juli 2010.00 1. 2.68 14 8 220.97 228. Jenis Pengusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Negara Komoditas Perkebunan Kelapa Kakao Jambu Mente Jumlah Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) 2. areal dan produksi yang baik seperti diperlihatkan pada Tabel 36.29 1. Produksi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan. 5.105.74 818. 3. Tabel 37.111.80 No Komoditi Rerata Produksi (Kg/Ha) 1.90 160. 2.87 882.95 2.72 1. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan Luas Areal (Ha) Menurut Keadaan Tanaman Tanaman Tanaman Muda Tanaman Rusak/Tua Belum MengTidak Jumlah Menghasilkan Menghasil hasilkan (TM) kan (TBM) (TR/TTM) 5.69 2.304 1.26 46.439.70 1.99 250.815.883.997.304 1.344 363 105 61 337 1.69 Produksi Jumlah Produksi (Ton) 49.09 45.30 735.60 11.50 115.292 96.387.143.324 3. Kabupaten Minahasa Selatan dijadikan pusat rempah-rempah dunia Indonesia oleh pemerintah pusat.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 (PN) Jumlah 3. Tabel 38. pemanfaatan hutan yang masih bertumpu pada hasil hutan kayu. Sinonsayang Desa Ongkaw Satu Kec. Minahasa Selatan Selain itu. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi hutan yang sangat besar. Sinonsayang Desa Blongko Kec.450 103.3.201. Tatapaan Jumlah Luas (Ha) 74. sebagaimana tertera pada Tabel 38. penataan ruang selanjutnya.701.000 800. pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pengelolaan hutan yang 71 Sehubungan dengan itu. Noik Kumoyowa PT.248.596 1.00 47. Tenga Desa Sapa Kec. Sinonsayang Desa Sapa Kec.292 485. Blongko PT. Tenga Desa Sapa Kec. 5. Sidate Murni PT.54 - . Multi Raya Ekatama Lokasi Desa Blongko Kec. 11. Minahasa Selatan 3. Sinonsayang Desa Aergale Kec.992 90. yaitu penataan kawasan hutan (termasuk tata ruang hutan) yang belum teratur. 10.540 354. pemanfaatan hutan yang belum berpihak kepada masyarakat. 8.617 554.011 Sumber : Data Juli 2010.35 591.09 3.800 56. 2. 3. Tenga Desa Pakuweru Kec.37 96. Mayaan Permai PT. 6. Kayu Wolo PT. Batu Kapal PT. Tenga Desa Sapa Kec. penggunaan lahan yang ada (existing land use) harus juga menjadi pertimbangan dalam . 4. 9. Jastamin PTP.596 1. Nama Perusahaan PT. Kehutanan Pada dasarnya penataan ruang suatu wilayah adalah pengaturan penggunaan lahan yang ada di wilayah tersebut. Pengelolaan Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Laimpangi PT. Sulja Indah PT. Nusantara XIV PT.110.340 818.520 126.561.89 Sumber : Data Juli 2010. belum terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan. Sinonsayang Desa Tiniawangko Kec. Dinas Perkebunan Kab. 7. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat beberapa perusahaan yang mengelola tanah hak guna usaha (HGU). Dinas Perkebunan Kab. tetapi potensi hutan yang besar tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa sebab. Tenga Desa Wawontulap Kec.

Untuk menanggulangi fenomena tersebut telah diupayakan menggalakkan kegiatan penghijauan dan reboisasi. 4.597. Fungsi Hutan Lindung Produksi Terbatas Suaka Marga Satwa Cagar Alam Bakau Produksi Jumlah Luas Hutan (Ha) 13. 6. baik pemerintah maupun masyarakat sedang giat-giatnya melakukan penanaman pohon. Sementara itu. Berdasarkan data luas hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cenderung mengalami pengurangan/penyempitan dari tahun ke tahun.82 14. Minahasa Selatan Saat ini. 5.00 479. Luas hutan menurut fungsinya di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 39. 2. baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi. Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar. Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya juga terdapat di semua Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.00 3.91 16.576.414. potensi hasil hutan bukan kayu belum Hal ini terkait dengan masih rendahnya berkembang secara optimal.904. 3. Luas Hutan Menurut Fungsinya No 1. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.00 52. Hal ini karena antara lain adanya penebangan dan perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat.38 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masih lemah. upaya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai. pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di dan sekitar kawasan hutan yang umumnya mengusahakan hasil hutan bukan kayu secara tradisional dan terbatas. Selain 72 .862. Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan terjadinya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan bahan baku industri. Tabel 39.974.65 3. Dinas Kehutanan Kab.

840 13. Dinas Kehutanan Kab. Durian. Jenis dan Luas Tanaman Kayu No 1.869 31. Tabel 40. Durian.170 155 185.804 3.1 Jumlah Tanaman (Pohon) 530.000 ha (4 mil). 2. Selain potensial untuk 73 .500 157. 2. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168. mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.483 24. Tingkat Kekritisan Kurang Kritis Kritis Sangat Kritis Jumlah Luas Dlm Kaw Htn Luar Kaw Htn (Ha) (Ha) 15.977 48 29. Nangka Mahoni.000 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 penanaman pohon di hutan. Kayu Manis.961 2. 3. Nantu. Kayu Manis.889.686 45.325 3.835. Dinas Kehutanan Kab.614 10. berupa mangrove. Nantu. Kegiatan Hutan Rakyat Reboisasi Rehabilitasi Mangrove Swadaya Masyarakat Jumlah Luas (Ha) 1. Luas Lahan Kritis di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Mahoni.905 4.000 511.22 km dan luas laut 56. 3. diperlihatkan pada Tabel 40. kritis dan sangat kritis dengan luas dan jumlahnya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 41. Minahasa selatan 4. juga dilaksanakan penanaman pohon di wilayah pesisir. Cempaka. Soneratia Cempaka. Avicenia.405 Jenis Tanaman Mahoni.088. Nangka Rhizophora.1 4. 4. Tabel 41. Minahasa selatan Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki lahan kurang kritis. Cempaka. Nantu.312 Sumber : Data Juli 2010.025 75. Untuk jenis dan luasnya. Kayu Jati Sumber : Data Juli 2010.623 Jumlah (Ha) 47.

produk perikanan menghadapi kendala oleh adanya hambatan tarif dan nontarif yang dikaitkan pula dengan isu-isu lingkungan dan kesehatan. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya : 1. Kecamatan Amurang Barat. Di pasar global. 5. Penanganan dan proses pengolahan produk-produk perikanan belum berkembang dengan baik. 74 . 7 kecamatan di antaranya. Kecamatan Tumpaan. 3. 6. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 budidaya perikanan laut. yaitu Kecamatan Tatapaan. potensi sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh karena berbagai permasalahan. Banyaknya praktik Illegal Unreported and Unregulated Fishing yang menyebabkan kerugian negara. Pengusahaan perikanan budidaya yang masih belum efisien. dukungan permodalan. Masih tingginya ketidakseimbangan pemanfaatan stok perikanan tangkap antarkawasan/wilayah dan antar spesies. umumnya miskin dan masih merupakan nelayan tradisional. kesehatan ikan. penangkapan ikan juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk tempat pariwisata. pakan. Namun demikian. seperti masalah benih. Sarana dan prasarana perikanan yang belum memadai serta input-input lain. 7. Kecamatan Amurang Timur. pada saat matahari terbenam di sebelah barat. di samping sungai dan danau. mempunyai daya tarik tersendiri Dari 17 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya laut dan penangkapan ikan. yaitu dengan tersedianya lahan/areal tambak. 4. riset dan iptek perikanan. kolam dan karamba yang umumnya pada wilayah-wilayah yang memiliki areal sawah. sehingga produk perikanan bermutu rendah dengan nilai jual yang rendah pula. Sedangkan untuk budidaya perikanan darat. Kondisi nelayan. Kecamatan Amurang. Apalagi wilayah pesisirnya yang menghadap ke Laut Sulawesi.

Nelayan b. 22. 14.007 1. Potensi Lahan Budidaya Air Tawar b. Tabel 42. Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 42.187 1. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Balai Benih Ikan (BBI) Tompasobaru b. 4. sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai prospek besar untuk dikembangkan peranannya dalam mendukung pembangunan nasional. 18.570 56. 12.416. 5. Potensi Lahan Budidaya Air Payau c. Pengelolaan Lahan Budidaya Laut Potensi Lahan Budidaya : a. 75 . 13. 21. Produksi Produk Olahan Hasil Perikanan Produksi Benih Ikan Balai Benih Ikan (BBI) : a.540 438 825 51 2 16 Satuan 4 Kawasan Kawasan Ton Ton Ton Ekor Unit Unit Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Unit Unit Kelompok 3. Kawasan Sentra Produksi Perikanan Produksi Perikanan : a. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Tawar b. 17.000 15 1 906 387 353 9 40 359 174 72 458 11. 2.291 1.548 1. Los Pasar Ikan. 6. 20.657 1.55 4 3. 11.112. 10. 16. 15. Potensi Lahan Budidaya Laut Luas Laut Luas Perairan Umum Daratan Untuk Perikanan Tangkap Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jumlah Perahu Tanpa Motor Jumlah Perahu Motor Tempel Jumlah Perahu Motor Katinting Jumlah Kapal Motor Jumlah Pajeko (Purse Seine) Jumlah Jaring Insang (Gillnet) Jumlah Sero Jumlah Rumpon Jumlah Alat Tangkap Lainnya Tenaga Kerja Perikanan : a. Pembudidaya Ikan c. Pengolah Ikan d.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Apabila permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditangani. Kriteria Teknis 2 Kawasan Minapolitan / Sentra Produksi : a. 8. Produksi Perikanan Tangkap b. 19. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Payau c.960. 7.38 8. Pasar Ikan Tradisional) Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Volume 3 1 6 6. 9. Kawasan Minapolitan Tatapaan b. Pemasar Produk Perikanan Jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) Jumlah Unit Pemasaran Ikan (Pasar Ikan Higienis. Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pengelolaan Lahan Budidaya : a.000 1 4 1. Produksi Perikanan Budidaya c.

Mokobang b.500 525 525 28 288 280 280 37 3. mujair dan betutu melalui usaha mina padi.625 2. P. 8. karamba dan jaring tancap. Pulau-Pulau Kecil : a. P. 7. Potensi perikanan budidaya dan potensi usaha perikanan budidaya serta komoditas eksport perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 43. Tikus 1 26. P. 6. Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. D. P. Sedangkan untuk usaha budidaya perikanan darat telah dikembangkan jenis ikan mas. Tabel 43.039 Produksi (Ton) 2. ikan kerapu.1 0.349. 4. D.046.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 23. D. Moat d.213 26. 5. Minahasa Selatan 76 . Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. kolam. nila.463 450 5 15 5 207 202 150 5 1. Komoditas Rumput Laut Kerapu Kuwe Sidat Mas Nila Mujair Betutu Jumlah Areal Budidaya (Ha) Potensi Realisasi 1. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 2 Luas Mangrove Luas Terumbu Karang Luas Padang Lamun Luas Kawasan Konservasi Perairan Laut (termasuk KKLD) Danau : a. Burung d. Sepatu c. Tatapaan b. 3.705 Sumber : Data Juli 2010.1 3 939. Jumlah Kasus Pelanggaran Bidang SDKP 25. 28. 30. Jumlah Prasarana Pos Pengawasan SDKP 24.000 7 78 7 586 680 342 5 3. 29. Tabel 44 dan Tabel 45. Iloloy c. ikan kuwe dan sidat. 27. 2. antara lain usaha budidaya rumput laut.1 0. Luak 6 3 2.5 0. D. Minahasa Selatan Prospek pengembangan usaha budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan sangat menjanjikan.000 3 6 4 2 Unit Kasus Ha Ha Ha Ha 4 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Sumber : Data Juli 2010.590 1.

Kolam . 3. Tongkol. itik dan anjing. Peternakan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi peternakan yang dapat dikembangkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Cakalang.25 241.Jaring Tancap . Lajang Cakalang. kuda. Prima Tuna Sejati Sumber : Data Juli 2010. 3.20 322. juga didukung dengan ketersediaan pakan dari hasil pertanian.95 3. Lajang Kerapu Alat / Armada Tangkap Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine KJA Pemasaran Jepang Jakarta Jakarta Hongkong Pelaku Usaha CV. seperti jagung. ayam ras. kambing. Nichindo Manado Suisan CV. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. itik dan anjing tersebar di semua kecamatan. Minahasa Selatan 5. Umumnya peternakan yang diusahakan adalah sapi. ayam buras.Karamba . Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Minahasa Selatan Tabel 45. Tongkol. 2. Nirwana CV. Potensi Usaha Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jenis Usaha Ikan Kayu Ikan Beku Ikan Beku Ikan Segar Komoditas Tuna. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 44. karena sebagian besar penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah petani. Selain memiliki lahan yang luas. Komoditas Eksport Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. babi.Sawah Jumlah Potensi (Ha) 2.092 645.60 403. babi.089 Produksi (Ton) 2. ayam buras.705 Sumber : Data Juli 2010. Sakura Ria CV. 4.583 5 637 57 28 779 4. Usaha Budidaya Laut Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar : . Untuk ternak sapi. Khusus ternak sapi dan kuda dimanfaatkan oleh penduduk sebagai angkutan 77 . Tongkol Cakalang.

856 12.99 568 24. Minahasa Selatan Tabel 46b. Tenga 5 1.737 Daging (Kg) 402 1. Kumelembuai 683 15.312 2.503 1.643 23 662 1.10 121 835 1.971 58 1. itik.707 13.197 Daging (Kg) 12.19 31.47 1. Tatapaan 7 391 8.251 22 634 1.630 976 17.06 2.923 39 1.749 10.636 3.749 75. Tareran 1.481 10.100 7.336 10. 4.356 23 652 2. 9.393 2.359 211. Suluun Tareran 9.137 14.214 13.838 78.457 1.721 1. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.874 3.008.790 8.069 88.634 210 1.319 850 36. roda sapi dan bendi.840 38 1.073 15. Amurang 0 838 18.128 990 4.636 8. populasi ternak dan produksi daging serta produksi telur di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 46a.876 80. 3.22 283 8.97 1. Tumpaan 6 9 473 10.650 70.560 1. 5.340 12.475 11.711 618 26. Tabel 46b dan Tabel 46c berikut ini.656 15.975 2. Potensi Peternakan Unggas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.422 1.722 7. 8. Untuk tahun 2009.601 28 795 190 1.869 2.617 11.097 14.568 35. 7. Tompaso Baru 2 516 11.554 1.610 25 709 129 886 1.726 10.134 10. Potensi Peternakan di Kabupaten Minahasa Selatan Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) 130 2. Motoling Timur 459 10.467 2.65 192 1.061 1.44 706 30. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.631 11.066 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 tradisional. 2.069 88.091 432 2.617 6. Modoinding 492 11.951 2.575 1.116 13.874 2.874 80.84 Jumlah 3 0 1 3 2 - No Kecamatan Sapi Kuda Kambing Babi Anjing Sumber : Data Juli 2010. 6. Produksi daging dan telur (ayam. Amurang Timur 251 5.747 28 819 289 1.173 14.30 570 24. Maesaan 7 254 5.791 948 40.864 1. bahkan banyak yang dipasarkan ke daerah lain. Motoling Barat 367 8.099 Ayam Pedaging Populasi (Ekor) 587 Daging (Kg) 704 - Ayam Petelur Populasi (Ekor) 666 1.31 872 37.253 155 1.709 5.13 140 963 1. Sinonsayang 6 399 8.703 5.059 16. Tabel 46a.163 1.720 73.205 27.360 8. Amurang Barat 6 294 6. puyuh) dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Minahasa Selatan.874 80.621 69.512 1.272 12. Motoling 597 13.049 - Itik Populasi (Ekor) 381 430 225 143 378 536 341 159 154 Daging (Kg) 196 221 116 74 195 276 176 82 79 78 .79 23.503 2. Ranoyapo 478 10.

214 4.471 27. 4.357 667 343 320 7.641 19.161 12.591 536 341 159 154 3. 15.346 3.865 338 306 170 155 153 141 15.875 667 7.786 12.897 1. 7.301 214 2. 13. 12. 13. Jumlah Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.603 63.139 2.080 16. 14. 15.247 18.921 22.012 1.012 25.636 8.328 4. 11.542 5.219 4.871 6.226 4. 2.393 887 2. Minahasa Selatan Dalam upaya memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian. Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah 3.362 7.309 7.890 Sumber : Data Juli 2010.790 8.103 7.335 9.591 338 174 318 306 157 170 87 155 80 153 79 141 73 1. 16.703 5.098 1.475 11. pendidikan penyuluh Tabel 47a dan Tabel 47b.284 Telur (Kg) 7.819 214 110 320 2.933 197.631 11.902 17.247 1.272 12.362 7.332 4.86 1 Ayam Petelur Itik Telur (Kg) 2.921 22.308 6.363 2. peternakan.265 128.052 962 949 875 30. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.28 4 4.134 5.553 7.197 3.436 9.658 7.517 Sumber : Data Juli 2010. 5. 11.871 6.237 243.020 11. 8.653 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 320 3.726 10. 10.092 140. 12. Produksi Telur di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.325 2.244 23. Tabel 47a.116 986 955 1.902 17.749 10. Minahasa Selatan Tabel 46c.807 21. 3. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.436 15.244 23. 17.667 1. 6.10.838 9. perikanan dan kehutanan. 14.265 9.984 15.594 378 1.436 15. 2.244 29. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 9.737 14. 16. 17. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan L 50 6 PNS / CPNS P Jumlah 17 67 6 12 L 19 0 Non PNS P Jumlah 20 39 1 1 Total 106 13 Jumlah penyuluh dan keadaan pada di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan 79 .933 197.312 17.890 2.05 4 267 267 267 265 1.436 9.193 8. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masyarakat dalam mengolah potensi-potensi tersebut.603 4.33 8 Populasi Telur Populasi (Ekor) (Kg) (Ekor) 381 430 225 143 666 5.853 2.591 8.

500 1.000 1. 4. menghasilkan pasir.000 1. Deposit emas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tersebar luas di beberapa kecamatan Selain itu. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Keadaan Pendidikan Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.500 2. Minahasa Selatan Tabel 47b.500 ± 750 Penyelidik 8 DPE Sulut PT NMR PT NMR PT NMR PT NMR DPE Sulut PT NMR DPE Sulut 80 . seperti emas. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah 7 3 1 67 4 1 1 29 11 4 2 96 0 0 3 22 1 0 0 22 1 0 3 44 12 4 5 140 Sumber : Data Juli 2010. wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terangkum pada Tabel 48. Minahasa Selatan 6. 5. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 2. 3. Perikanan dan Kehutanan Kab. kerikil dan batu yang banyak digunakan dalam pembangunan fisik sebagai bahan baku utama. Pertambangan dan Energi Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi berbukit-bukit atau berupa pegunungan yang di dalamnya banyak terkandung berbagai deposit tambang dengan nilai ekonomis penting. Tabel 48. 5. Perikanan dan Kehutanan Kab.000 2. Jenis Bahan Galian 2 Emas Lokasi Kecamatan 3 Motoling Barat Ranoyapo Motoling Timur Amurang Barat Tompaso Baru Tatapaan Tempat 4 Toyopon Picuan Lama Tokin Karimbow Tewasen Liandok Karowa Sulu Cadangan Jenis Total 5 6 Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Luas (Ha) 7 ± ± ± ± ± ± ± 2. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah SMA L 0 P 1 1 L 5 1 6 SPMA P 5 5 L 20 3 2 25 D3 P 8 1 9 D4 / S1 L P 20 9 2 5 5 4 3 1 1 31 19 Total 67 12 11 4 2 96 Sumber : Data Juli 2010. dengan mengalirnya sungai-sungai Potensi pertambangan di besar. disamping deposit lainnya.000 2. Potensi Pertambangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.

Pentu-Lopana Radey Tokin. Minahasa Selatan Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Lewet S.923 1.5 8 Badan Geologi Pusat SDG Bandung (2006) Indikasi Indikasi 1. Uwuran 2.2.994 Lokasi Kec. Karimbow Tangkuney Blongko Batukulo 5 Terukur 6 7 1.375 M3 250 50 50 50 DPE Minsel PT Adco Morino (1993) DPE Minsel DPE Minsel DPE Sulut (1996) 6. 5. yang ada di sekitar sungai sebagai mata pencaharian. sebagaimana tercantum pada Tabel 49. For El Shadai Luas (Ha) 1. Kilometer 3. Moinit Pontak. 7. banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sedangkan bahan galian golongan B berupa mineral logam dikelolah oleh 4 perusahaan 81 . Poopo. Anak Indonesia Mining PT. juga harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Nimanga Lelema. Ranowangko. 3 Belerang Batu dan Sirtu Amurang Timur Sinonsayang Tenga Tumpaan Tatapaan Paslaten G. 3. 9. Tabel 49. Paslaten Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Indikasi PT NMR ± 700 Terukur 185. Popontolen Sulu. Motoling Timur Kec. Motoling Timur Kec. Geologi Ton (1974) Indikasi 225 Indikasi 250 Indikasi DPE Minsel 750 Indikasi 1 4.136 Dit. Sumber Energi Jaya PT. Selain membutuhkan dana yang besar dan Namun untuk teknologi. 8. Soputan Poigar Radey S. Nama Perusahaan PT. 2 Pasir Besi Batu. Sirtu dan Pasir 3 Sinonsayang Tenga Ranoyapo Maesaan Amurang Barat Amurang Amurang Amurang Timur Tenga Motoling Timur Tumpaan Sinonsayang Tompaso Baru 4 Poigar Sapa.326. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.800 200 DPE Minsel DPE Minsel 50 Indikasi Terukur Indikasi Indikasi Indikasi 3. Lempung Tras Batu Kapur Kaolin Sumber : Data Juli 2010. Maesaan Jenis Pertambangan Mineral Logam Mineral Logam Mineral Logam bahan galian golongan C berupa pasir. Ranoyapo Torout Rumoong Bawah Buyungon S. Sidate. Molinou.714. 2. belum dikelola secara optimal. Perusahaan/Pemegang Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.959 1.

PLTU Mobongo PLTHm Wulurmaatus (Poigar I) PLTHm Ranoketang PLTD Lopana PLTHm Sendowan PLTU Tawaang PLTHm Woran Kel. Tompaso Baru Mineral Logam Mineral Logam Sumber : Data Juli 2010. Ranoyapo Kec. Anak Indonesia Mining 1. Kawangkoan Bawah Kec. Tenga Kel. Study Fatek UNSRAT Manado 2007) Tahap Konstruksi (pekerjaan sipil. 5. upaya-upaya yang ditempuh dalam rangka meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan akan muncul dikaji melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. Potensi Energi Kelistrikan di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Sumber Tenaga PLTA Poigar 2 Lokasi Desa Mokobang/Temboan Kec. Modoinding/Maesaan Kapasitas (MW) 2 x 16 Sumber Energi Sungai Poigar Keterangan .76 / 300 Kw 2 x 25 0. 8.998 1. Rencana kegiatan akan dikonfirmasikan dengan pihak PLTU Amurang Sedang Beroperasi Potensi Daerah Sedang Beroperasi Potensi Daerah (Hasil F. listrik) Potensi Daerah 1.55 Batubara Sungai Poigar Sungai Kalewaha Genset Sungai Sendowan Batubara Sungai Ranowangko 82 .914 Kec. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan juga terdapat potensi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.Statis. 2. 4. 3. Amurang 2 x 55 2 x 1. hilangnya lapisan humus. Buyungon Kec. 7.16 2x5 300. Modoinding Desa Ranoketang Tua Kec. Amurang Timur Desa Malenos Baru Kec. Forel Mega Mineral PT. Tabel 50. mesin. hilangnya vegetasi penutup yang menyebabkan erosi dan lahan sukar diolah kembali. Selain potensi pertambangan.2 1. Amurang Barat Desa Wulurmaatus Kec. Kegiatan pertambangan seringkali menyebabkan ketidakteraturan topografi (lubang-lubang bekas galian). tetapi dari aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lahan maupun makhluk hidup. Amurang Timur Moinit Desa Tawaang Kec. Potensi energi kelistrikan dan prediksi PT. Oleh karena itu. PT. Minahasa Selatan Kegiatan pertambangan perlu mendapat perhatian khusus karena meskipun dari segi sosial ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 6. Amurang Desa Lopana Kec. sambil menunggu tentang status tanah (Hutan Lindung) oleh Menhut Statis.Tahap Konstruksi 40% . 5. PLN kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2015 di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 50 dan Tabel 51.

322 34. Saerang). Fasilitas Umum 3.160 115.608 11.596.636.597 11. SPDN (Solar Paket 1 unit PSPD (Paket Solar Premium Dealer) dan Sarana distribusi 79 pangkalan minyak tanah yang dimiliki oleh 3 agen minyak tanah (Vincent L. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.702 Standar Kebutuhan (VA) 1. Minahasa BBM dan nama-nama pangkalan minyak tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 83 .913 129.133. PLTHm Tangkuney Desa Tangkuney Kec.435 MVA 97. Tumpaan Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap Konstruksi Sungai (proses penyelesaian 10 Kw Maruasey penyambungan ke pelanggan/masyarakat) Sumber : Data Juli 2010.878 2.025 34.112. Minahasa Selatan Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin premium. Sarana Distribusi BBM SPBU Bitung Lokasi Kel.809 74. Sarana Distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Bitung Ket SPBU Pertama di Kab.532 161. Tabel 52a. Jumlah Rumah 2.837 88. Saerang.185.300 30 % total 10 % total Kebutuhan Daya Listrik VA 97.113 29. PLN Kebutuhan Listrik di Kabupaten Minahasa Selatan Untuk Tahun 2005-2015 No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit/Jiwa) 298.9. Jumlah Rumah 2. Minahasa Selatan Tabel 51.925 29. ditunjukkan pada Tabel 52a dan Tabel 52b. Sandra Tompodung dan Leonnie M. Prediksi PT. Penerangan Umum Jumlah 354.322.913. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.532.451 Jumlah Penduduk 2005 1.709 1.300 30 % total 10 % total Sumber : Data Juli 2010.388 100.134 2.484 115. Penerangan Umum Jumlah Jumlah Penduduk 2015 1. yaitu 3 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum).203 261. 1 unit Dealer untuk Nelayan). minyak solar dan minyak tanah. Fasilitas Umum 3. saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersedia beberapa sarana distribusi BBM.

31 32.L. 5. 26.116. Saerang : 72. 23. 8.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan Rosmini Mokodompit Leksi Wangean Saidin Tubuon Nico Pangkey Paulina Repi Afi Mengko Stenly Sengkey Inyo Tenges Otniel F. 6.M. 3.d 10 kl 5 s. 11.d 10 kl 5 s. 29.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 12. Kristania Reiner Wilar W.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. SPBU Kapitu SPBU Tumpaan SPDN Perikanan PSPD Tompaso Baru Pangkalan Minyak Tanah Kec. Amurang Barat Desa Tumpaan Kec.A. 14. 28.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 7. 10.d 10 kl 5 s. Tumpaan Mobongo Kel. Pesik Tommy L. Nama-Nama Pangkalan Minyak Tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 1. 4. 17.d 10 kl 5 s. 13.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 16. 34. 35. No 1.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 6. Joseph Henoch Repi Jefry Kumendong Dra. Kawangkoan Bawah Desa Tompaso Baru I Kec. 21. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Rumondor James Rawung Max Lintang Ferry Fan Ade Ineke Ward Helena Joseph Dwi Septiowati Ferdinand Tindage Nelly Nangoy Yaner Rorong Sherly Olivia Saerang Wency C. Tompaso Baru Lihat Tabel 49b Selatan Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.d 10 kl 5 s. Amurang Desa Kapitu Kec. 20. 30.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 25. Minahasa Selata Tabel 52b. 19. Agen NIAP : Vincent L. 24.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 27.d 10 kl 5 s. 5.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Lengkong Ricky Runtuwene Nico Tiwow Anna Rampangajow Ruth Ganda Ereyni Mongkareng Yuke Mandagi Donny Audy Poli 84 . 15. 18.d 10 kl 5 s. 4. 3.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 22. Margaretha Assa C. 33. Minahasa Selatan Dalam Proses ke APMS (Agen Premium Minyak Solar) 79 Pangkalan Yang Dimilki oleh 3 Agen Sumber : Data Juli 2010.03 Desa / Kelurahan Durian Poigar Tanamom Ongkaw I Ongkaw II Boyong Pante Pakuure I Tenga Pakuweru Tawaang Sapa Pondang Ranomea Lopana Lopana Bitung Bitung Lewet Uwuran I Uwuran I Uwuran I Kilometer Tiga Uwuran II Ranoiapo III Ranoiapo VI Ranoiapo VIII Buyungon III Rumoong Bawah Rumoong Bawah Kawangkoan Bawah II Kawangkoan Bawah VII Kapitu Kapitu Pondos Teep Kecamatan Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Tenga Tenga Tenga Tenga Tenga Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Jumlah Jatah / Bulan 5 s. 9. 2. Mondoringin Rifan A.d 10 kl 5 s.

d 10 kl 5 s.1. 2. 18. 24.d 10 kl 5 5 s.d 10 kl 5 s. 14.d 10 kl 5 s. Vera M.d 10 kl 5 s.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.N.d 10 kl 5 s. 3. Rumengan Nethanael Slat Joppi Lumi Joseph Pomantow Donny Slat Benny H.000 liter 5 s.1.d 10 kl 5 s. 9. 8. 3. 12. 12.d 10 kl 5 s. 10. Rembang Moris M. 11. 19. No 1 1.d 10 kl 5 s. 14. 2.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Elsye Eman 85 .d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Mongkaren Boy Lapian Rudy Wua Ferry Pingoh Laura Mandagi 2 Feibe Kereh Rita Kawung Doortje Takatawi Boyke Lumenta Tommy Manajang Josevita Soepono Johny Sambung Herry Lumowa Naomi Kures Johny Pongoh Noldy Mawey Teddy Kalalo Gerald B. Songkaton Felma Sanger Stany Wales Mike Sanger Hendrik Tigau Arjenmiro Karaki Agen NIAP : Leonnie M. 17. 25.d 10 kl 5 s. Kumaat A.N.d 10 kl 5 s. Saerang : 72.d 10 kl 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan Mintje Rorong Ir. 8.d 10 kl 5 s. 16. Ratu Simon Slat Jendry Keintjem Juliwati Royke F.178 Desa / Kelurahan Rumoong Atas Rumoong Atas Wuwuk Tumaluntung Lansot Suluun I Wiau Lapi Paslaten Popareng Lelema Popontolen Matani Matani Matani I Tumpaan I Jaga 4 Tumpaan Jaga 2 Tumpaan Jaga 6 Kecamatan Tareran Tareran Tareran Tareran Tareran Suluun Tareran Suluun Tareran Tatapaan Tatapaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Jumlah Jatah / Bulan 5 s.d 10 kl 5 s. 15. 21. 5. 23.d 10 kl 5 s. 16.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 1 7.d 10 kl 5 s. Mawara Sonny M. Kaunang Ritta Lamonge Ferry Keintjem Ny. 4. 17. 5. Agen NIAP : Sandra Tompodung : 72.d 10 kl 5 s. 3. 15.d 10 kl 5 s. 6.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.159 Desa / Kelurahan 3 Kumelembuai Atas Kumelembuai Wakan Tokin Motoling I Picuan Baru 3 Motoling I Motoling I Motoling Mawale II Pontak Poopo Jaga IV Poopo Jaga X Tompaso Baru I Tompaso Baru II Pinaesaan Tompaso Baru I Tumani Tambelang Pinasungkulan Pinasungkulan Linelean Jaga II Pinasungkulan Wulurmaatus Palelon Kecamatan 4 Kumelembuai Kumelembuai Amurang Barat Motoling Timur Motoling Motoling 4 Motoling Motoling Motoling Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Modoinding Modoindinng Modoinding Jumlah Jatah / Bulan 5 5 s. 10.d 10 kl Nama Pangkalan 2 Bonny Pongantung M.d 10 kl 5 s. 11.d 10 kl 5 s. 13. 7. 6.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 13. 9. 20.d 10 kl 5 s. No 1.d 10 kl 2. 4.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

18. 19.

Lerry Soriton Bobby Kojo

Tumpaan Baru Tumpaan Jaga 3

Tumpaan Tumpaan

5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Minahasa Selatan

7.

Kebudayaan dan Pariwisata Kebudayaan adalah budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat suatu daerah yang di dalamnya mengandung asas kekeluargaan dan gotong royong. Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Di setiap pertengahan tahun Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan. Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain). berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur. Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket. Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay dan tari kentang. 1. Tari Kabasaran Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan. 2. Tari Maengket 86

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa Maengket terdiri bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya. 3. Tari Dodol Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol. 4. Tari Pisok Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan. Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian. 5. Tari Ela Soma Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai. Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan. Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan. 6. Tari Pete Cingkeh Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih. Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih. 7. Tari Batifar

dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

87

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar. pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai Tarian ini pada cara menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari penyajiannya. 8. Tari Lenso Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan. Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak. 9. Tari Mawolay Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay. Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani. 10. Tari Kentang Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang. Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas. Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. Bendabenda cagar budaya di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 53. 88

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Tabel 53. Benda-benda Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Benda Cagar Budaya Benteng Portugis Gereja Belanda Waruga Batu Menhir Batu Tumotowa Lokasi Kel. Uwuran I Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Lelema Kec. Tumpaan Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Desa Suluun Kec. Suluun Tareran Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat Desa Wiau Lapi Kec. Tareran Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Motoling II Kec. Motoling Desa Motoling I Kec. Motoling Daya Tarik Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 Batu Besar Yang Berbentuk Rumah Batu Menhir Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup
Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Kegiatan Rekreasi
Rekreasi / Wisata Rohani

Keterangan Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal

Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi

6.

Batu Konimpis

7.

Lesung Batu

8.

Batu Kumapey

Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik. Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya. Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur 89

Tumpaan Pantai Tandusang Desa Lopana Kec. 7. Wawontulap. 13. Air Panas di Perairan Laut Arus Sungai Batu Curam dengan Ketinggian ± 70 m Pamandangan Alam & Sentuhan Religius Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Buatan / Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4. Pemandangan Alam Pemandangan Alam Menyembuhkan Berbagai Penyakit Hamparan Tanaman Hortikultura Pemandangan Alam Air Terjun Air Terjun dan Pemandangan Alam Wisata Rohani. Amurang Bukit Doa Pinaling Desa Pinaling Kec. Motoling Agro Modoinding & Kecamatan Bukit Doa Kuntung Modoinding Ramoy Air Terjun Lopana Desa Lopana Kec. 6. Obyek-obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 15. Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Hutan Bakau Batu Yang Menyerupai Kapal Danau Danau Air Terjun dan Pemandangan Alam 90 . Nama Obyek Wisata 2 Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan Daerah Perlindungan Laut Blongko Pantai Moinit Lokasi 3 Pesisir Desa Arakan. Amurang Timur Pantai Alar Kel. Sinonsayang Desa Teep Kec. 3. 2. 10. Mandi Arung Jeram Panjat Tebing Wisata Rohani. Tenga Keindahan Terumbu Karang. 8. 9. Pemandangan Alam Kegiatan 5 Diving / Menyelam. 18. Tenga Batu Kapal Desa Sapa Kec. Amurang Timur Pantai Popareng Desa Popareng Kec. 19. Tumpaan Batu Dinding Desa Kilo Meter 3 Kec. 12. Modoinding Danau Iloloy Desa Temboan Kec. obyek-obyek wisata di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 54.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan. Mandi Rekreasi Wisata Rohani. Sungai Maruasey Desa Tangkuney Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi. 17. Amurang Timur Air Terjun / Desa Tumpaan II Tekaan Ever Kec. Tumpaan Hutan Bakau Desa Tawaang Kec. Selengkapnya. Tabel 54. Pemandangan Alam Pemandangan Alam. 16. Amurang Barat & Desa Tawaang Kec. Maesaan Air Terjun Desa Temboan Pemandangan Alam Rataan Terumbu Pemandangan Alam Air Terjun. Popareng Kec. 14. Tenga Danau Mokobang Desa Mokobang Kec. 11. Tatapaan Daya Tarik 4 Keindahan Terumbu Karang. Pondang Kec. Tatapaan Air Terjun Desa Popontolen Popontolen Kec. 5. Rekreasi Keterangan 6 Alam / Dikenal Peisir Desa Blongko Kec. Rekreasi Diving / Menyelam Rekreasi. Amurang Timur Air Mujizat Desa Lalumpe Lalumpe Kec.

hampir semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia rumah makan. Kumelembuai Desa Kumelembuai Kec. Motoling Desa Tondey Kec. Air Terjun Kumelembuai 27. Selain memiliki areal 91 . Gereja Belanda Kec. Air Terjun Toyopon 1 2 23. Industri Kabupaten Minahasa Selatan memiliki beragam potensi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku suatu industri. Mata Air dari Batu 26. Prasarana pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 55.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Temboan 20. 4. Air Terjun Lalumpe 24. Sungai Ranoyapo 22. 2. Motoling Barat 3 Desa Lalumpe Kec. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Air Terjun Tondey 25. Minahasa Selatan 8. Tabel 55. Sedangkan hotel dan restoran hanya tersedia di ibukota kabupaten. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Air Panas Arus Sungai Air Terjun Mandi Rekreasi Arung Jeram / Rekreasi Rekreasi / Mandi 5 Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Wisata Rohani Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4 Air Terjun Air Terjun Mata Air dari Batu Air Terjun Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 6 Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam/ Cukup Dikenal Alam / Belum Dikenal Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Dalam menunjang sektor pariwisata. 6. Tompaso Baru Desa Ranoyapo Kec. Jenis Hotel Restoran Rumah Makan Travel Sarana Hiburan Umum Cafe Jumlah 2 4 90 3 1 3 Sumber : Data Juli 2010. Ranoyapo Desa Toyopon Kec. Motoling Barat Desa Kumelembuai Kec. Maesaan Desa Pinaesaan Kec. 5. Prasarana Pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Air Panas Niotakan 21. 3. Uwuran Satu Kec. baik dalam skala besar maupun kecil. Kumelembuai Kel. Benteng Portugis 28.

Bunaken Jaya Abadi Alamat 3 Kawangkoan Bawah Lelema Popontolen Matani Tumpaan Pondang Teep Teep Tawaang Jenis Usaha 4 Pengolahan Kelapa Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Industri Arang Sabut Kelapa Bahan Baku 5 Kelapa (Kopra) Kelapa Kelapa Sabut Kelapa Ikan Laut Ikan Laut Kelapa Tempurung Kelapa Sabut Kelapa Produk Yang Dihasilkan 6 Minyak Makan Nabati / Bungkil Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Arang Tempurung Sabut Kelapa Jumlah Modal (Rp) 7 50 Miliar 2 Miliar 1 Miliar 5 Miliar Daerah/ Tenaga Kerja Negara Tujuan (Orang) 8 9 Eropa Eropa Eropa 52 34 50 27 66 30 225 53 25 Dalam Negeri 2 Miliar Jawa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 perkebunan dan pertanian yang luas. 4. 9. Potensi perikanan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah juga memberikan peluang berdirinya industri-industri perikanan. Perusahaan-Perusahaan Yang Berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. ada 12 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana tercantum pada Tabel 56. Tri Mustika Coco Minaesa PT. Cargill Indonesia PT. Tabel 56. Anugrah Coco Mandiri CV. China 2. masih banyak lagi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang belum dimanfaatkan sehingga membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Tropica Coco Prima PT. 5. Dengan tersedianya buah kelapa dalam jumlah besar yang diolah menjadi kopra. Korea Surabaya 92 . Nama Perusahaan 2 PT. 6. telah membuka peluang PT. Carbontech Indonesia PT. 3. 8. banyak digunakan oleh industri kecil dan menengah dalam pembuatan perabot rumah tangga dan meubel. buah kelapa juga banyak Hasil digunakan oleh industri menengah untuk pembuatan tepung kelapa. Putra Karangetang PT. Selain itu. olahan dari buah kelapa berupa sabut dan tempurung kelapa telah dimanfaatkan oleh industri menengah untuk menghasilkan sabut kelapa dan arang tempurung. 2. Saat ini. Australia 3 Miliar Jepang. Sakura Ria PT. juga memiliki wilayah perairan laut yang luas untuk penangkapan ikan. Cargill Indonesia menanamkan investasinya untuk pengolahan kelapa dengan menghasilkan minyak makan nabati dan bungkil. Nichindo Manado Suisan PT.88 Miliar Eropa 3 Miliar 1 Miliar China. Namun demikian. Dengan tersedianya beragam tanaman kayu yang potensial. 7.

600. Dinas Koperasi.520 32.000 256. UKM. Minahasa Selatan Selain sejumlah industri menengah (perusahaan) yang berinvestasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada.000 4.300. Dinas Koperasi.000 17. UKM.000 4.176.400.200.000.000 25.000 53.900 149. Tabel 57. Murni Jaya 11.000 1.000 18.712. 19. Sungai dan Mata Air Wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan banyak dialiri oleh sungai-sungai besar dan kecil serta banyak dijumpai mata air yang potensial.000 180 Sumber : Data Juli 2010.568 8. 14.600.000 1.000 1. mencuci dan sumber air 93 .209. Nirwana 12.400.000 17.343.880 54.000 24.000.T Pembuatan Kue Foto Copy Industri Es Industri Mebel Industri Minyak Pandai Besi Industri Batu Bata/Batako Industri Keramik Industri Pembuatan Oven Industri Gula Aren Industri Sapu/Tali Industri Mie Industri Minuman Cap Tikus Industri Alat Pertanian Industri Bordir Reparasi Elektronik VCO Industri Anyaman Bambu/Rotan Jumlah Tenga Usaha Kerja (Unit) 10 12 98 41 41 180 12 25 117 1 21 52 3 1 15 12 15 52 16 17 2 6 1 (Orang) 40 27 237 115 101 473 38 35 366 21 58 182 9 3 17 18 49 52 32 17 4 38 2 Nilai Investasi (Rp) Kapasitas Produksi Jumlah Satuan Biji Rim Psg Unit Unit Biji/Dos Rim Buah Unit Botol Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kg Liter Buah Psg Unit Liter Unit Nilai Produksi (Rp) 234.500.000 299. Perindustrian & Perdagangan Kab.844 6.200 255. Pasar.000 671. 21.000. Sungai dan mata air.304 1.000 192 17.000 180.000 17.617.000 36. UD.000. 18. 15.495. 12.765. 6.000.000.000 31.320 99.000 246.000.695 70. 8.000 1.376 688. 10.400.000.490.200.000 14. 17.000.200 67.000.381.000 240.000.000 2.000 7.000 34.800 40. 15494 22210 18101 50200 50403 15410 21090 15492 36101 24294 28932 26322 26319 29142 15422 17232 15440 15510 28931 17299 25206 15141 28932 Bidang Usaha Industri Tahu Industri Percetakan Industri Menjahit Industri Reparasi Mobil Industri Reparasi Spd Motor Industri R.492.000 811.000 4. Perindustrian & Perdagangan Kab.600.220.000 49.000 74.000 15.600.200.200.848 119.488 100. terdapat juga sejumlah industri kecil yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 57. 22. 11.800 1.855 120. UD. 5.000 240 895. 2.000 265.800.088 1.000.000 5. Industri-Industri Kecil di Kabupaten Minahasa Selatan No KBLI 1.10.000.944.360 10.000. selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi.000 31.000 384.120.000 624 6. 23. 20.050. 13.000 80. Minahasa Selatan 9. CV.000 1. 4. 16. 3.450.000.450.000 636.000 14.900. 9.000 2.000.800. Jati Jaya Teep Lopana Lopana Industri Minyak Es Meubel Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minyak 3 Milliar 36 Mentah Air Es Balok 500 Juta Lokal 21 Kayu Jati Meubel 55 Juta Lokal 20 Kelapa Sumber : Data Juli 2010. Pasar.000 5. 7.000 51.000 2.995.200.000 219.

Ranoiapo Laut S. 2. 22. 8. 25.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bersih.182 0.248 Muara Laut Laut S.5 6 6 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 4 Pemanfaatan Untuk Irigasi (m3/detik) 2.062 0.455 0. Tabel 58. 15. Poigar Bolmong Amurang Timur Tumpaan Amurang Timur Amurang Tenga Tenga Tumpaan Tenga Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Sinonsayang Sinonsayang Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Amurang Barat Tompaso Baru Tompaso Baru Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Amurang Barat Tumpaan Tumpaan Tenga Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Ranoyapo Panjang (Km) 64 35 28 27 21 20 18 16 14 13 12 12 11 11 11 10 9 8. 21. 9.070 0.064 0. 4. Ranoiapo S. 16.300 0. 37. Ranoiapo 94 . Ranoiapo S. 36.800 0. 26. Ranoiapo Laut S.910 0. 24. 3. 33. Di samping itu. 10. 27. 23.900 0.5 8 8 8 7 7 6. 17.100 0. 31.300 0. 32. 7. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut S. 13.697 0. 35. 29.600 0. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S.372 0.269 0.125 0.100 0. Ranoiapo S.286 0. 12. 11. Ranoiapo S.122 0. juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya perikanan darat serta mengaliri area persawahan. Ranoiapo S. sungai Poigar akan dimanfaatkan Oleh PLTA Poigar untuk tenaga listrik dengan kapasitas 46 MW. Ranoyapo.400 0. 5. 30. Amurang Tumpaan Tompaso Baru Sinonsayang. sungai menjadi salah satu sumber galian C serta dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata. Saat ini. Nama Sungai Ranoiapo Nimanga Sukuyon Poigar Pentu Ranotuana Sendowan Ranowangko Molinow Sidate Sosogian Tongop Ranomea Mayaan Moyondok Kaluntai Pinsan Ritey Liwasen Tewalen Worotican Pinontalan Pinangatoan Ongkaw Tumicakal Moyomboong Moonot Mokalu Lelema Walambang Tawaang Pangian Polimaan Sinduan Konaron Siritoy Wuwungayo Lokasi Tompaso.900 0. 28. Ranoiapo S.789 0.162 0. Ranoiapo S.165 0. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 58. 18. 34.500 0. Sungai-Sungai di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.058 0. 14. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S.400 0. Ranoiapo S. 6. 19.100 0. 20.

060 Laut S. Ranoiapo S. 42.69 Sumber : Data Juli 2010. baik ukuran kecil maupun besar dengan panjang keseluruhan 670 m. Ranoiapo S. Komunikasi & Informatika Kab.130 0.94 674. Minahasa Selatan diduduki oleh 75 buah jembatan. 43.175 0. Ranoiapo S. Namun di beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan Kabupaten kecamatan belum diaspal.062 0. Jalan dan Transportasi Jalan merupakan sarana yang strategis dan penting dalam menunjang perekonomian suatu daerah. Lempangi Motondong Tangali Ponibian Tumaluntung Moinit Sinonsayang Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tenga 4 3.45 40. Semua ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah disentuh dengan aspal. Tabel 60b dan Tabel 60c. Propinsi maupun Kabupaten dengan panjang masing-masing ruas jalan sebagaimana tercantum pada Tabel 59 berikut ini. 41.5 3 3 3 3 0. Tabel 59. padahal merupakan sentra ekonomi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 38. 39. Minahasa Selatan BAB VIII SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PEREKONOMIAN 1. Ranoiapo Laut Sumber : Data Juli 2010. 2. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Nama Ruas Jalan Ruas Jalan Nasional Ruas Jalan Propinsi Ruas Jalan Kabupaten Total Panjang Ruas (Km) 166. baik ruas jalan Nasional. Propinsi dan Kabupaten terdiri dari beberapa ruas dengan panjang dan kecamatan-kecamatan yang dilalui sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 60a. Dinas Perhubungan. Ruas-Ruas Jalan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 95 Perkebunan Kelapa .30 467. 40. Minahasa Selatan Ruas jalan Nasional. Wilayah darat Kabupaten Minahasa Selatan dilewati oleh ruas-ruas jalan.098 0. 3.

009.50 3.00 3. 5. 5.1 2.00 7. Nomor Ruas 2 Nama Ruas Jalan 3 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.70 38.00 3. 4.50 3. 10.80 41. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Minahasa Selatan Tabel 60c. 4. Tatapaan Tumpaan Amurang Panjang Ruas (Km) 28. Munte-Tincep Amurang-Ranoketang Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Tumpaan. 7.50 3. 076 2.50 3. Sinonsayang Manado. Motoling.50 6.50 3.70 15. Tumpaan. 077 3. Suluun Tareran Suluun Teraran.1 036 Nama Ruas Jalan Worotican-Poopo Poopo-Sinisir Kawangkoan-Worotican Worotican-Poigar Manado-Tumpaan Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Amurang Barat.20 10.50 3. 8. Motoling Timur.25 166.90 2. 009.00 6.50 3. Amurang Timur. Modoinding Kawangkoan.10 8.00 6. Tombariri.30 6. Tareran Suluun Tareran.50 5.50 3. Tompaso Baru.00 33. 13. 2. Tumpaan Tumpaan. 3.00 7. Tareran Suluun Tareran. 11. Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.00 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 60a. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tumpaan Panjang Ruas (Km) 37.00 8. 3.2 010 023. Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 0. Tareran.00 40.50 N K N N N N/K N/K N N K K 96 .20 3. 9. 12.45 Sumber : Data Juli 2010. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.50 3. Minahasa Selatan Tabel 60b. Wawona-Wawona Kecamatan Yang Dilalui 4 Tareran Tareran Tareran Tareran. Tumpaan Suluun Tareran. Ruas Jalan Propinsi di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.40 Nama Ruas Popontolen-Sondaken Spt. Amurang Timur Suluun Tareran.00 5. Tenga. Maesaan. Ranoyapo Ranoyapo.50 4. Tumpaan Amurang Timur Amurang Timur Tatapaan Panjang Lebar Akses Ruas Rata-Rata Ke Jalan N/P/K (Km) (m) 5 6 7 11.50 3. 6. Amurang Barat Amurang Barat. Amurang.30 Sumber : Data Juli 2010.

80 5.50 3.94 6 3. Maesaan Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Tareran Suluun Tareran Tumpaan Tatapaan Amurang Timur Amurang Amurang Barat Tenga Sinonsayang Kumelembuai Motoling Timur Motoling Motoling Barat Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling. Pinaling-Bkt.50 3.00 3.00 7.00 14.85 5.50 15. 51. Tenga Kumelembuai. Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 2. 28.50 3.50 3. 56.50 3. 64. 23.00 4.00 20. 47. 59.00 4.50 3. 50. Spt.10 4.20 2.00 3.00 8. 20.00 K Tenga 4.10 4.50 3.50 3.50 3.50 N/K Tenga 2. Kumelembuai-Pakuure SP.50 3.50 5. 36. 46.50 3.50 10.50 N 1 21.50 3.50 3. 17. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.00 3.10 5.50 3.50 5. 61.20 1. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Amurang Timur 4.50 3.50 N Amurang Barat 4. Sinonsayang Motoling Motoling Barat Motoling Barat Motoling Barat Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo.50 3.50 3. 52.00 6. 19. 2 3 Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. 30. Amurang Barat 10. 48.50 3. Tenga Kumelembuai. 43.50 3. 39.50 3.99 3.50 3. 62. 42.50 3. Kumelembuai 9.00 10.50 3.00 2.00 3. 32.50 8.00 6.00 2. Bojonegoro-Kinamang SP. Maesaan Tompaso Baru.40 7.50 3. 58.50 3. 41.00 1.50 3. 31. 38. 22. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 5. Minahasa Selatan 97 . 24.00 6.50 15. 40. 65.50 3.50 3.00 5.00 10.50 3.50 3. 35.50 3.50 N Amurang Barat 13.50 4. 44. Ranoyapo Motoling.00 3. 66. 27.50 3.50 3.00 9.50 7 N N N N K N K N N N N N K K N/K K N N/K N N/P N N N N N K N N N K K P N N N N N N N N K N N N N K Sumber : Data Juli 2010.50 3. 60. 18.50 K Tenga.00 5. Motoling Kumelembuai.00 9. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 8. 15. 54. 55.50 3.50 3.30 5. 34.50 3.00 5. Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur.50 12.00 4.00 5. Maesaan Tompaso Baru. Tokin-Tokin Pert.00 3. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 4 Tenga Tenga Sinonsayang.70 24.50 3. 26. Motoling Barat Tompaso Baru Tompaso Baru.50 3.00 7.00 7. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.50 3. 53. 49.50 3. 25.50 3.00 N Tenga. 16.50 3. 33.50 3.14. Motoling Timur 5 5. 29. 63.30 1.00 22. 37.00 467. 57. 45.

Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 5.00 6.50 15.00 2. 15.00 5.50 3.20 3. 38.50 5.90 1. 34.50 3.00 4.00 - 98 . 24.50 3.50 10.00 4.50 3.50 Panjang Tiap Jenis Permukaan (Km) Aspal / Tanah / Telford / Penetrasi Belum Kerikil Macadam Tembus 5 6 7 11. 39. 41.50 3.50 3.20 No 1 1. 26.50 3.00 7.50 3.10 8.20 5.50 3.50 15.00 8.50 5. 20.80 5.50 4.00 4.50 3.00 1.00 5.50 5.00 7.70 24.00 4.50 3. 28.00 1.00 3.20 2.50 3.50 3.50 2.50 10.80 5.70 24.50 3.50 3.50 3.50 3.20 3.50 3.50 3.50 3.00 2.00 7. Kumelembuai-Pakuure SP.10 8.50 3.00 2.50 3.50 3.00 2.30 5. 29.50 1.75 8. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.89% dalam keadaan baik serta 31. 42. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.00 2.85 2.00 0.00 6.50 4. Tokin-Tokin Pert.10% dalam keadaan rusak berat. 8. 36.50 3. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.00 5.00 5.00 3.00 6. Kondisi Permukaan Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan Panjang Ruas (Km) 3 11. 4.00 4.00 14. 32.50 3. 27.00 3.00 9.50 8. Kondisi permukaan ruas jalan dan kondisi ruas jalan Kabupaten ditunjukkan pada Tabel 61a dan Tabel 61b.20 10.00 5. 30.60 5.50 2. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. dari total panjang ruas 467. 12. 33.50 15.50 3. 13.50 3.40 5.50 5.80 1. 2.00 9. 11.50 3. 9.00 3.50 3.00 10.50 4.50 3.00 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Khusus ruas jalan Kabupaten.00 5.00 2.30 1.00 10. 10.94 km. 21.85 5. 19.40 3.00 6. Pinaling-Bkt.00 9.50 3.50 2.50 10.00 10. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.00 10.40 7. 23.00 5.00 9. 37.50 1. Wawona-Wawona Spt.50 3.50 3.50 3.50 5.00 3.80% permukaan ruas jalan telah diaspal dan 31. 6.99 3. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.00 4.00 2. 14. 35. 3.50 3.50 7.50 4. 18.20 10. 44. 17.50 3. 16.90 2.00 4.00 1.50 6.80 8. Tabel 61a.00 8. 40.20 3. 43.00 7. 75. 25.50 3. 7. 22.75 7. Bojonegoro-Kinamang Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 3.00 5.99 13.50 1.50 4. 5. 31.

40 3. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 14.50 3.00 9.50 3.50 3.50 4. 11. 64.00 1.50 3.20 10.50 5.00 4.00 6. 65.00 3. 18.85 2.00 1.50 1.00 7.00 8.00 17.50 1. 56.90 5.50 3.00 2.00 6. 63. 16. 7. 51. 47.00 9. 58.00 5. 21.00 4.50 2.45.50 4. SP.00 7.00 5.00 1.50 3.00 7.00 6.00 3. 54. 14. Wawona-Wawona Spt.00 0. 13. 12.20 1.00 1. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 5 5.00 8. 61.50 3.00 6.50 4. 48.50 3.00 2. 19.00 3.50 - 99 .00 7.50 Panjang Tiap Kondisi Ruas (Km) Rusak Rusak Baik Sedang Ringan Berat 5 6 7 8 4.00 467.00 6.50 3.60 5.00 5.50 3.90 2.20 3. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.00 2.15 7 2.00 5.00 6. 2.50 3.00 3.50 8.00 Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 3.00 50.50 4.69 6 2. 46. 15.10 4.50 3.10 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.00 9.50 3.00 8. 24. 17.50 6.50 354. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.00 3.00 7.00 3. 50.50 3.00 2. 23.50 3.00 7. 6.50 4.50 3.50 3.10 3. 8.50 3.50 3. 3.85 5.00 3.60 5.00 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 5. 55.50 3.10 8.50 63.00 7.50 3.20 4.00 2.00 7.00 3.00 22. 2 Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 5.00 5.50 3.00 2.50 3.00 8. Pinaling-Bkt.10 4. Kumelembuai-Pakuure Panjang Ruas (Km) 3 11.10 - 1 49. 22.00 2. 10.50 3.50 3.00 9.00 5.00 3.50 5.00 20.50 3. 5.10 Sumber : Data Juli 2010.00 7.00 10.00 4.00 5. Minahasa Selatan Tabel 61b.99 13. 57. 52.50 3. 53. 4.00 8. 20.50 12.99 2. 59.50 4.50 1.00 5.50 10.50 15.00 6.00 3.50 4. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil 1.50 3.00 22.00 7.50 3. 62. 66. 60.00 1.50 3.50 3.50 3.50 2.10 3.00 5. 9.00 4.00 3.00 1.50 7.00 5.94 4 3.00 2.00 4.00 4. Kondisi Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.50 12.00 11.

10 4. 41.50 1 29. 28. SP.50 3. Minahasa Selatan Sarana transportasi darat yang digunakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.70 3. 53.50 3.00 4.00 2. 31.50 4.00 4.80 5.00 13.55 Sumber : Data Juli 2010.50 145.50 3.50 54. 43. 52.50 3.00 2. 48. 37.80 5. Angkutan Perbatasan berjumlah 49 unit dan Angkutan Pedesaan berjumlah 163 unit.10 4.10 7 1.50 3.75 2.00 3.00 6.50 3.00 8.50 3. 54. 51. 30.00 0.00 3. 58.50 3. 62. 49.00 9.50 2.50 15.00 14.00 3. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 9.50 3. 61.00 5.00 2.50 3.00 1.50 3.00 3.70 3.00 1.00 1.00 2.50 3.00 5. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) berjumlah 183 unit.50 3.00 5.10 4.00 3.50 3.00 8.40 3.50 4.00 7.00 6.50 3.50 3. Angkutan Kota berjumlah 122 unit.50 3.00 2. 2 Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 3.50 0. 50. Dinas Pekerjaan Umum Kab.10 4. 27.00 1.50 5.24 6 2.50 5. umumnya kendaraan roda dua.00 11.30 3.00 8.50 3. Tokin-Tokin Pert.00 20.30 1. 34.20 2. 38.00 2.50 149.00 5.30 1.00 1.50 3.50 3.00 3.00 3.40 7. 40. Bojonegoro-Kinamang SP.00 0. 33.70 24.00 2.30 2. Untuk kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang beroperasi berjumlah 517 unit yang terdiri dari.50 3.50 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. 55.00 8.00 7.00 6.50 3.85 8. 60.20 1.50 3. 42. 39.00 4.00 8.50 1.05 8 3. Tokin-Karimbow 10.50 3.00 3. 46. 35. 64. 100 . 36.50 8.50 3.00 10.20 10. 32.90 6.50 3. 56.50 3.00 6.50 5.50 3.50 4.50 3.00 4.00 9.50 3.00 8. roda empat dan sejenisnya di semua kecamatan.00 2. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.50 2.00 4.50 5.00 7.50 3. 59.50 12.00 3.00 4.50 4. 63. 47.00 10.30 5.50 3.50 1.10 3. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 10. 57. 65.00 119.00 7.00 467.50 3.10 5. 45.50 3.20 2. 26.94 4 3.00 5.25.00 0.00 3.50 3.00 1.50 2.50 5.00 4.00 5.00 22.00 6.50 5 2.50 3.00 2. 44.00 5. 66.00 1.

Trayek Amurang .Kotamobagu PP Modoinding . 8. Dinas Perhubungan. 5.24 Diatas 25 7 44 4 1 11 1 6 2 4 2 12 1 2 8 2 3 8 35 8 5 3 14 98 74 11 Jumlah Kendaraan 55 1 11 1 12 2 12 1 12 11 35 8 5 3 14 183 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara rinci.Poigar PP Manado . Tabel 62c dan Tabel 62d.Perum Pondang PP Amurang .Paku Ure PP Manado . 2. 8. 11.Ranoyapo PP Manado . 6.Kapoya PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 1 4 5 93 25 5 2 3 138 Sumber : Data Juli 2010.Tumpaan PP Amurang . jenis kendaraan dan jumlah kendaraan angkutan penumpang umum di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 62a. Jumlah Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.15 16 . 9 10. Tabel 62b.Tompaso Baru PP Manado .Paslaten PP Tumpaan .Kawangkoan PP Total 0-9 0 Jumlah Seat 10 . 4. 2. - Trayek Manado . 13. 12.Kawangkoan PP Amurang . 3.Tumpaan PP Amurang . Tabel 62a. 7.Teep PP Tumpaan . Minahasa Selatan 101 .Kotamobagu PP Tumpaan .Pinaling PP Amurang . 16. Minahasa Selatan Tabel 62b.Motoling PP Manado .Tokin PP Manado .KM 3 PP Amurang .Amurang PP Manado . 14. Komunikasi dan Informatika Kab. 6. 15. Jumlah Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Inobonto PP Amurang . 5. 7. Dinas Perhubungan.Tareran PP Manado . 4.Kumelembuai PP Manado . jumlah jaringan trayek. 3.Kotamobagu PP Tompaso Baru . Komunikasi dan Informatika Kab.Lelema PP Tumpaan .

24. 14.Makasili PP Amurang . 10. 18. 8. 6. 4. 20.Sapa PP Amurang . 5.Karimbow PP Amurang .Suluun PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet/Bus Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 3 6 10 5 2 3 10 10 9 16 3 8 2 5 7 28 19 5 4 2 1 2 1 2 163 Sumber : Data Juli 2010.Tareran PP Tumpaan . Trayek Amurang . 15. 19. 21.Kalait PP Amurang . 17. Komunikasi dan Informatika 102 .Ranoketang PP Amurang .Kota Menara PP Amurang .Sinonsayang PP Amurang .Kumelembuai PP Amurang .Tenga PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. Dinas Perhubungan. Trayek Amurang . 23. 6. 16. Dinas Perhubungan.Tawaang PP Amurang .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 62c. 9.Poigar (Bolmong) PP Amurang . 3.Ongkaw PP Amurang . 5.Maliku PP Amurang . 13.Tombatu PP Suluun .Tokin PP Amurang .Tompaso Baru PP Amurang . Minahasa Selatan Tabel 62d.Kawangkoan PP Tareran . 4.Ranoyapo PP Amurang .Pondos PP Amurang . 22.Kawangkoan PP Tompaso Baru .Paku Ure PP Amurang . 2. Komunikasi dan Informatika Kab. Jumlah Trayek Angkutan Perbatasan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 12.Motoling PP Amurang . 2.Kroit PP Tumpaan .Modoinding PP Amurang .Tondey PP Amurang .Kotamobagu PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 21 5 2 3 1 4 36 Sumber : Data Juli 2010.Kotamobagu PP Modoinding . 11.Elusan PP Amurang . 7.

7. Kec. di semua desa di Kabupaten Minahasa Selatan telah memiliki transportasi jarak dekat berupa sepeda motor. Tabel 63. dibentuklah perusahaan/koperasi angkutan umum sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 63. Perusahaan/Koperasi Angkutan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Kec. 2. Minahasa Selatan Saat ini. Bunga Indah CV. 6. 8. Kec. Bunga Kasih CV. 5. Teluk Amurang CV. Komunikasi dan Informatika Kab. Kec. Kec. Koperasi Mapalus Alamat Lewet. Kec. Tumpaan Suluun I. kuning dan hitam seperti ditunjukkan pada Tabel 64. Tompaso Baru Uwuran I. Tumpaan Tumpaan I. Saat ini. Dinas Perhubungan.980 unit sepeda motor plat hitam tersebar di 170 desa/kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. Kec. Tumpaan Indah CV. baik plat merah. seperti bendi dan di semua kecamatan terdapat transportasi tradisional berupa roda sapi yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Amurang Sumber : Data Juli 2010. menjadi transportasi dalam kota dan Bahkan sepeda motor telah angkutan perbatasan. 103 . Kumelembuai Tompaso Baru I. 4. Suluun Tareran Kumelembuai. alat transportasi darat berupa kendaraan bermotor dari berbagai jenis di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 6. Perusahaan / Koperasi CV. Minahasa Selatan Dalam upaya memberikan kemudahan. 3. Kumelembuai Kumelembuai. Cita Waya CV.140 unit. kecamatan tersedia transportasi tradisional jarak dekat. saling membantu dan tempat menyampaikan aspirasi para pemilik/sopir kendaraan angkutan penumpang umum. Motoling Indah CV. Amurang Tumpaan. Sehati CV. Di beberapa alternatif Berdasakan data yang ada tercatat 3. Kec.

4.217 Jumlah 16 247 33 27 52 623 76 3 43 7 496 1 176 106 27 4 4. 8.140 Sumber : Data Juli 2010.980 26 5. Sarana dan Prasarana Terminal Taman Parkir Pelataran Parkir Warning Light Traffic Light Jembatan Timbang Jumlah 1 Tempat 1 Tempat 8 Tempat 4 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 15. 13. 21. Komunikasi dan Informatika Kab. 17. Minahasa Selatan 104 . 19.C Light Truck Truck Bestle Wagon Dump Truck Truck Tanki Loadging Truck Truck Tronton Sepeda Motor Scooter Total Merah 8 21 12 6 197 244 Plat Kuning 612 19 40 5 3 679 Hitam 16 239 33 6 52 11 45 3 3 2 487 1 176 106 27 4 3. 2. 14. 2. Komunikasi dan Informatika Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 64. Jumlah Kendaraan Bermotor di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 6. Prasarana Transportasi Darat di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. 3. Dinas Perhubungan. 7. 9. Dinas Perhubungan. Jenis Kendaraan Sedan Station Wagon Jeep Ambulance Light Bus Microlet Mini Bus Oplet Micro Bus Bus Pick Up Pick Up D. Tabel 65. 5. 20. 4. 10. 6. 12. 18. 16. 5. Minahasa Selatan Sedangkan prasarana transportasi darat di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 65. 11.177 26 6.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Saat ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi darat serta mengantisipasi timbulnya peningkatan aktivitas masyarakat di segala bidang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara mengadakan penyusunan rencana teknis jalan Amurang By Pass serta merencanakan pembangunan Terminal Tumpaan dan Terminal Kapitu. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga sementara merencanakan pembuatan jalan Boulevard di pesisir pantai kawasan Teluk Amurang yang merupakan kawasan ibukota kabupaten. Untuk transportasi laut, saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara melaksanakan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) dan Pelabuhan Laut Amurang. Pelabuhan Penyeberangan direncanakan akan melintasi Amurang-Tolitoli-Tarakan untuk mengangkut hasil-hasil kekayaan alam Kabupaten Minahasa Selatan ke daerah-daerah lainnya yang berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Kabupaten Minahasa Selatan. Begitu juga sebaliknya, akan mengangkut hasil-hasil kekayaan alam dari daerah lain ke Dengan sementara dibangunnya Pelabuhan Selain Penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan pengadaan Kapal Ferry Roro kepada Departemen Perhububungan RI. itu, dengan dimulainya pembangunan PLTU Tawaang (PLTU 2 Sulawesi Utara) yang berkapasitas 2 x 25 MW, akan dibangun juga pembangunan Pelabuhan Khusus untuk tempat bongkar batubara sebagai sumber energi listrik. Dengan dibangunnya berbagai pelabuhan (Pelabuhan Penyeberangan/Ferry, Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Khusus), diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhubungan, dapat memacu dan menggerakkan sektor perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup penduduk Kabupaten Minahasa Selatan. yang sementara beroperasi. Selain sementara dibangun beberapa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat dua pelabuhan Selengkapnya data pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 66.

Tabel 66. Data Pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan 105

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan Laut Amurang Pelabuhan PT. Cargill Pelabuhan Perikanan Pelabuhan PLTU Moinit

Lokasi Mobongo Mobongo Mobongo Mobongo Moinit

Jenis Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Umum Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus

Keterangan Tahap Pembangunan (Tahap III) Tahap Pembangunan Sudah Beroperasi Sudah Beroperasi Tahap Pembangunan

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Sedangkan alat transportasi laut yang digunakan di tujuh kecamatan pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 67. Tabel 67. Alat Transportasi Laut di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Kecamatan Tumpaan Tatapaan Amurang Tenga Sinonsayang Amurang Timur Amurang Barat Jumlah Pajeko 12 12 2 1 11 38 Jenis Kapal Pelang Pelang (Mesin) (Non Mesin) 7 26 36 12 7 19 20 68 15 23 9 39 82 199 Katinting 95 10 9 54 97 7 68 310

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

2.

Komunikasi dan Informasi Semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersentuh dengan jaringan telepon dan telah terjangkau dengan jaringan seluler (Handphone). Walaupun ada beberapa desa atau daerah tertentu yang belum dapat dimasuki dengan jaringan telepon dan belum dapat terjangkau dengan signal jaringan selular. Tabel 68. Saat ini, di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 7 perusahaan jaringan selular yang mendirikan tower selular, sebagaimana diperlihatkan pada

Tabel 68. Jumlah Tower Selular di Kabupaten Minahasa Selatan 106

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Kecamatan
Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Sinonsayang Tenga Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Tareran Suluun Tareran Jumlah

Perusahaan
PT. Telkom Telkomsel 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 4 14 Indosat 2 1 1 1 1 1 1 1 9 Pro XL 2 1 1 4 Flexi 1 1 Fren 2 1 1 1 1 1 7 Tri 3 1 2 1 2 4 2 3 1 2 21

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang. Sedangkan Kantor Pos tersedia di hampir semua kecamatan. Selain itu, hampir semua kecamatan terjangkau dengan jaringan radio, baik milik pemerintah maupun yayasan atau swasta. Untuk jaringan televisi, dengan perkembangan teknologi saat ini dapat menjangkau sampai di pelosok wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan untuk sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, berupa media massa harian, tabloid mingguan dan bulanan. Jumlah sarana telekomunikasi dan sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 69.

Tabel 69. Sarana Telekomunikasi dan Informasi Yang Berakses di Kabupaten Minahasa Selatan 107

Tabel 70a. baik di bawah kewenangan propinsi maupun di bawah kewenangan kabupaten diperlihatkan pada Tabel 70a dan Tabel 70b. Di bawah kewenangan propinsi. luasnya 7. 4. 2. Jenis Kantor Telekomunikasi Wartel Kantor Pos Media Massa Harian Tabloid Mingguan Tabloid Bulanan Media Elektronik TV Media Elektronik Radio Jumlah 1 Unit 30 Unit 8 10 9 5 4 5 Sumber : Data Juli 2010. 3. Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Selatan 3. Irigasi Pemerintah. Di bawah kewenangan kabupaten. terdiri dari 26 Irigasi Desa (ID) dengan luas potensial 721 ha. terdiri dari 48 Daerah Irigasi (DI) dengan luas potensial 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1.409 ha. Data Dasar Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No Nama Luas (Ha) Indeks Produksi 108 . luasnya 2. Irigasi Masyarakat.059 ha. Untuk prasarana irigasi dan keadaan prasarana irigasi. 8. 2.130 ha. yang terdiri dari : 1. 7. b. 6.189 ha. 5. Irigasi Di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat lahan irigasi dengan luas potensial 9. yang terbagi atas : a.

I. 18.J. 22.J. Tongop . Ranoyapo 3.I. 17. 2.5 5.I.5 4.5 4. 14. 1. Ranoyapo 2 . 2 3 8 12 16 Kewenangan Kabupaten Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .J.J. 4. 24.5 4. 5. 27. 8. Ranoyapo 1 . Baru RD 08 Ranoyapo . Polimaan .J.J.5 4.5 4.5 4. 9.971 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 Daerah Irigasi 2 Daerah Irigasi 3 Kewenangan Propinsi T. 21.I.5 4.J.4 .0 4. 3. Molinow Bawah Kanan .0 4. 25.5 4.5 4.I.0 4.I. 15.059 2.0 4.5 4. 16.I. 11. 23.5 4. 13. 12. 2 18 22 13 11 15 20 1 17 5 10 9 7 4 6 24 21 19 23 14 25 26 27 28 29 Waadan Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T. 19.5 5.0 4. 26. 7. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey 3 4 60 40 316 245 543 30 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 30 50 35 30 5 30 50 40 25 300 158 420 30 79 182 80 70 52 68 180 208 35 49 60 37 37 5 30 25 10 30 150 150 250 200 300 200 200 150 200 200 200 150 200 200 150 150 150 200 200 200 200 200 200 200 6 200 200 7 4.I.0 4.5 4.5 4. 10.5 4. 1 30. 29.J. Moyondok Daerah Irigasi 4 2. 28.5 4. 20.J.0 30 31 Ranoketang Kanean 25 10 4. Molinow Bawah Kiri .I.059 489 256 289 496 529 Areal Tanam 5 1. Pakuweru 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 100 134 105 105 677 150 150 200 200 300 4.J.I.971 Pertanam (Ton/Ha) (IP) (%) 6 7 0 50 50 1.5 4.0 109 .5 4.5 4.5 4.0 6.5 4. Molinow Atas . 31.

34.0 4. Ranoyapo 1 .795 12.0 4.I.057 1.J. Dinas Pekerjaan Umum Kab.I.0 4.025 1.0 205 Sumber : Data Juli 2010. Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .500 320 4. Molinow Atas .255 1. Baru RD 08 Ranoyapo . 3.I.J.J.J.0 4.552 - 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 3 7 3 2 13 2 3 3 2 3 2 12 27 24 8 25 4 1 5 7 8 - 110 .J. 46.0 4.0 4. 5.500 7. T.J.705 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 9. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 40 57 25 23 40 60 24 25 32 30 60 60 20 35 25 55 50 6.705 16. 36. 43. Bangunan (Unit) Bagi Ben Lain / Sadung nya dap 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 1.J.680 1. 41. Polimaan .278 192 1.212 5.255 452 458 28 111 5 20 5 20 7 25 5 16 30 5 1 1 1 1 1 88 12 14 15 28 19 4.052 12.0 4.0 4. 2.I.I.546 598 2.500 275 1.250 0 1 2. Data Dasar Keadaan Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Kewenangan Propinsi Luas (Ha) Baik 3 4 Kondisi ( M’ ) Se dang Rusak Ri Be ngan rat Saluran ( M’ ) Primer Sekun der Tersier Jml.392 14. 35.750 1. Ranoyapo 3. Molinow Bawah Kiri . 47.278 325 2. 33.924 19.754 59.0 4. 40. 45.I.940 0 2.400 4. 39.0 4. Moyondok Kewenangan Kabupaten 2.231 2. 4. 38. Tongop .325 897 7.445 1. 44.0 4.300 1.0 4.728 1.4 . Pakuweru 6. 37. Minahasa Selatan Tabel 70b.0 4. 42.821 - 5 1 1 1 1 1 - 1.I.059 489 256 289 496 529 4. Molinow Bawah Kanan . Waadan 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 60 50 60 85 95 557 102 97 99 98 161 30 8 50 9 74 13 20 14 10 84 120 15 18 15 25 19 18 25 35 10 24 5 10 19 191 52 145 184 55 64 65 20 0 3.0 4.500 9.I.I.J.500 13.356 986 1.409 10 35 3 5 30 25 20 12 30 30 34 18 15 12 10 25 25 3.I.J.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 32. Ranoyapo 2 .0 4.0 4.750 280 4.J. 48.

150 20 1 1.547 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 3 59 26 12 6 40 9 10 6 10 9 8 27 30 8 5 5 6 9 5 30 5 7 2 12 3 2 2 10 2 8 3 5 2 9 2 15 2 20 5 15 0 10 1 10 5 5 4 15 3 2 2 7 1 6 3 5 5 8 3 10 2 3 2 5 2 10 4 7 4 6 532 945 71 2. 24.600 650 7 1. 41. 14.880 11 1 2 1 1 1 12 1 4 4 4 4 1 3 3 14 28 30 30 20 170 40 60 42 60 180 200 30 40 30 30 15 5 23 30 15 50 10 35 20 30 15 30 10 50 10 40 35 57 3 25 5 23 30 40 25 60 19 24 12 25 5 32 20 30 34 60 18 60 15 20 12 35 10 25 25 55 25 50 6.200 750 16 1.300 1. 39. 43.400 600 2 700 450 13 1.300 600 15 2. 28. 25. 35.187 5. 22.643 4 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 71 1 3 2 2 3 7 6 4 3 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 160 6 1 8 3 5 18 27 16 3 2 3 4 6 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 5 2 4 4 5 403 Sumber : Data Juli 2010.410 1. 42.300 200 500 43 150 600 75 1.160 470 24 600 650 9 650 650 2 1. 16. 45.175 9 1.600 350 (0) 600 950 16 300 500 4 1. 38.521 5.880 48. 12.250 200 500 100 800 66 1. 27. 34.928 78 1. 19. 30.200 800 12 1.650 48. 8.400 750 19 2.870 3.090 5.400 20 1.512 97.000 1 41 1 1.409 3.705 301. 31.200 800 29 1. 36. 47. 20.400 1.500 2 100 400 23 150 350 16 100 650 2 300 600 4 1.090 10 11.181 1 110 0 2.175 3. 46.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 7.100 30 1 2.971 7. 44. 11. 48.075 2.500 800 1.460 17.100 4 600 1. 9.350 50 0 3.270 1. 15. 26.858 10. 13. 21. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey Ranoketang Kanean Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 3 40 316 245 543 30 4 20 290 120 340 25 5 3 44 18 51 4 6 5 10 38 80 5 7 15 16 87 123 - 8 1 550 2. 18. Minahasa Selatan 111 .800 0 850 1. 2 Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.000 1. 17. 29. 40.175 2. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 37.740 4.200 650 1 1. 32. 10. 23. 33.

Panen) fungsi 4 448 185 65 60 60 35 35 160 47 58 55 30 10 20 38 38 153 15 20 25 30 43 20 100 50 29 21 260 100 30 30 100 5 222 55 5 20 30 30 30 92 47 15 30 25 5 20 20 20 100 10 15 15 10 30 20 63 25 20 18 120 50 10 20 40 6 7 30 30 30 30 62 27 15 20 25 5 20 20 20 90 10 15 15 10 20 20 49 20 11 18 90 50 10 20 10 8 25 5 20 - 9 135 55 20 60 5 5 10 1. 17. Tompaso Baru 11. 18. 22. 12. Data Dasar dan Kondisi Prasarana Irigasi Desa di Kabupaten Minahasa Selatan Luas (Ha) No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Amurang RD 07 Kec. Maesaan Kinalawiran Ranoyapo Tomp. Ranoyapo Agga Luwak Tumicakal Kiri Moyomboong Poopo Pontak 112 . 5. 15. 2. Tabel 71. 20. Suluun Tareran 10. Baru I Raraatean Torout Kinalawiran Kinamang Lowian Lowian Lompad Lama Lompad Lama 200 200 200 100 150 200 175 150 200 200 200 200 200 - Sinayap Tombioi Konarom Kec. 4. 19. 14. 13. 8. 16. 23. 3. Tatapaan 30 20 10 10 10 14 5 9 30 30 68 43 25 5 5 18 18 53 5 5 10 20 13 37 25 9 3 140 50 20 10 60 Rap-Rap Marege Maasin Kec. 21. 9. Tenga Nama Desa 3 Daerah Irigasi Areal Tanam Indeks Pertanam (IP) (%) Kondisi (Ha) Baik Ringan Produksi Rusak (Ton/H/ Berat/ Tdk Ber. 7. Aser/Liwasen Teluan Sapa Kec. Tualan Atas Mangali Mobulat Kinatungkaan Dinobian Kinalawiran Kec. Amurang Timur Teep Tawaang Sapa Pinaling Popontolen Tumpaan II Lelema Sondaken Paslaten Pinapalangkow 200 100 200 200 100 200 150 200 200 200 - Pale Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Sedangkan prasarana irigasi desa dan kondisi irigasi desa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 71. Pinapalangkow T. Baru RD 08 Kec. Tumpaan Pondano Sosogian Matunem Kiri-Kanan Kec. 6.

Motoling Watu-Watu Rendang Wuwuk Moyomboong Jumlah 3 4 20 20 721 5 20 20 405 6 150 150 7 15 15 792 8 5 5 230 9 10 Lalumpe Raanan Baru Raanan Lama 787 Sumber : Data Juli 2010. Kec. 25. 26. Dinas Pekerjaan Umum Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2 1 24. Minahasa Selatan BAB IX 113 .

hasil retribusi daerah. setiap tahunnya ditetapkan besaran pendapatan. Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan. dan 4). 2). Pendapatan. hasil pajak daerah. Dana Alokasi Umum. yaitu : 1). lain-lain PAD yang sah. belanja dan pembiayaan daerah yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 3). dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah. dan c. Dana Alokasi Khusus Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf c. Dana perimbangan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 INDIKATOR PEMBANGUNAN 1. b. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD. Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf b. 114 Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . Dana Bagi Hasil. Belanja dan Pembiayaan Daerah Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan desentralisasi penyerahan wewenang pemerintahan melalui otonomi daerah. Pasal 157 telah menetapkan sumber pendapatan daerah terdiri dari : a. yang meliputi hibah. b. juga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Lain-lain pendapatan daerah yang sah. selain dibutuhkan dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU). menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 59 terdiri atas : a. dan c. dana darurat. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 164 merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan.

500 2.4 2.943.300 242.591.3 1.500.281. Dana Perimbangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu tahun 2004-2010 di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 73 di bawah ini.500 2.000 3.784.100 45.1 2.2 2.000.596.2.000.7 2.477.000.000.8 2.245. Ringkasan APBD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Nomor Urut 1 1.000 1.1.2.1.000 16.600.000 353.686.951.512.000 126.1.1 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara ringkas.083.4 1.1 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Untuk kontribusi PAD.3.800 18.065.1 2.591. Tabel 72.800 200.686.804.000 7.161.000. Kontribusi PAD dan Dana Perimbangan Terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan 115 .2.2 2.3 1.3 2 2.000.2 1.600 68.1.094.784.1.324.094.753.075. Tabel 73.2 1.1 1.1.1.000 7.245.000 369.5 2.948.746.3 1.1 1.2.437.2.1.000.075.1.800 289.428.300 7.000 250.2.3 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Surplus / (Defisit) Jumlah 369.000.1.000 7.019.500 13.2 1.800 17. APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 sebagaimana terangkum dalam Tabel 72.000 44.1 3.1 1.638.019.928.183.625.800 0 0 0 0 0 0 3 3.000.

456.700 322. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara.000 5.512.000 352.85 % 82.155.200.845. Minahasa Selatan 2.559.000 428.000 4.962.676.044 353.34 % 98.289 160.000 377. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.150. PDRB Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun Nilai PDRB (Triliun Rupiah) ADHB ADHK 116 .000 5.322. Perbedaan nilai ini merupakan akibat dari perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang kian melambung.928.207.000 7.019.800 APBD 150. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 diperlihatkan pada Tabel 74 di bawah ini.625.000.681.000 3.686.37 % 1.935.76 % 92.83 % Sumber : Data Juli 2010.344 369.700 327.67 % 2.13 triliun rupiah bila diukur dengan harga tahun dasar 2000 (ADHK).193.300 7. Tabel 74.171.760.273.000.739.63 % 1.092.37% 95.053.06 % Kontribusi Dana Perimbangan 98.086.605.988. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji.159.98 triliun rupiah menurut harga berlaku (ADHB) atau sekitar 1.000.161.500 Dana Perimbangan 148.41 % 1.917.392. Terhitung pada akhir tahun 2008 telah mencapai 1.605.063. Data PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi perekonomian suatu wilayah atau daerah dalam suatu kurun waktu tertentu.335. bunga.395.000 407.73% 1.863.871 319.849 330.638. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun ataupun dalam tiga bulan atau semesteran. Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Kab.75 % 86. sewa tanah dan keuntungan).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PAD 2.033 185.300 Kontribusi PAD 1.596. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.310.82 % 96.38 % 1.

37 4.73 6.62 4.06 1. sektor sekunder dan sektor tersier. Apabila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 5.08 4.51 3.43%.55 5.06 1.81 0. Badan Pusat Statistik Kab.32%.69%.14 4.16 4.87 0.33 4.69 7.84 0. sektor industri pengolahan .83 5. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2001-2008 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pertumbuhan Ekonomi (%) 3.32 Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi (%) Primer Sekunder Tersier 4.24%.88 0. sektor 117 transportasi dan komunikasi sebesar 11.55%.80%.74 1. Jika dilihat dari kelompok sektor primer.13 Sumber : Data Juli 2010.52 1.33 4.81%.92 0. Minahasa Selatan Dilihat dari strukturnya.11 3. tahun 2007 ke tahun 2008 masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6.78 0.77 5.21 2.97 1.85 4.01 1.81 Sumber : Data Juli 2010.14% dan 4. Pertumbuhan ekonomi beserta dengan kelompok sektor ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2001-2008 ditunjukkan pada Tabel 75. perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan pada tahun 2008 masih didominasi oleh sektor pertanian dengan peranan mencapai 29.2 1. menunjukan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat.42 5.07 1.98 0. Tabel 75.78 0.80 3.00 6.96 1.96 5.43 4.87 5. Minahasa Selatan Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan. Hal ini mengindikasikan adanya perkembangan perekonomian yang seimbang dan mengarah kepada perekonomian moderen.71 3.86 4.69 4.94 4.56 5. 7.34 1. Badan Pusat Statistik Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0. di tahun 2008 telah mencapai 6.90 3. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan sebesar 17.24 6.

5.3 4.43 11.02 10.5 5. dan kontribusi paling kecil disumbangkan oleh sektor listrik. 2. 9. 3. Persewaan & Jasa Perusahaan Sektor Listrik.8 4. Badan Pusat Statistik Kab.2 juta rupiah jika dihitung atas dasar harga konstan.50 1%. Sedangkan sektorsektor lain memiliki kontribusi tidak lebih 10%.3 4. 4. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. gas serta air yang hanya mencapai 0. 8.55 17. Selengkapnya struktur ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 76. PDRB perkapita Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 tercantum pada Tabel 77.3 4.50 8. Struktur Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008 No 1. 6.71 8.02% dan sektor jasa-jasa sebesar 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sebesar 11. 7.07 0. Gas dan Air Kontribusi (%) 29.79%.8 juta rupiah setahun jika dihitung atas dasar harga berlaku atau sekitar 6. Tabel 77.19 2.72 Sumber : Data Juli 2010. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 10. Struktur Ekonomi Sektor Pertanian Sektor Bangunan Sektor Transportasi &Komunikasi Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-Jasa Sektor Pertambangan &Penggalian Sektor Perdagangan.7 118 . PDRB perkapita selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tabel 76. Minahasa Selatan Seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan yang tercermin dengan semakin meningkatnya PDRB. Hotel & Restoran Sektor Keuangan. Tahun 2008. PDRB Perkapita Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun 2000 2001 2002 PDRB Perkapita (Juta Rupiah) ADHB ADHK 4.80 11.

IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang signifikan.3 8.8 4.6.2 Sumber : Data Juli 2010.8 6.5 5.6 7. dimensi pendidikan yang dinilai melalui indikator rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf berupa kemajuan membaca huruf latin serta dimensi kehidupan yang layak atau ekonomi yang dinilai melalui indikator kemampuan daya beli masyarakat atau pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan.3 5.3. tahun 2007 mencapai 73. IPM merupakan indikator komposit yang menggabungkan beberapa dimensi. dan bukan sebagai alat dari pembangunan. pendidikan dan kemajuan ekonomi melalui terciptanya daya beli masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Saat ini dan ke depan pembangunan yang akan dilaksanakan baik di tingkat global. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang dilaksanakan di suatu daerah yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tahun 2004 mencapai 71. Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan lebih komprehensif yang mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di semua golongan masyarakat pada semua tahap pembangunan. Berbeda dengan konsep pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi. dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia.2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5. tahun 2006 mencapai 72. IPM Kabupaten Minahasa Selatan beserta dengan kabupaten/kota 119 . tahun 2005 mencapai 71.8 5.32 dan tahun 2008 mencapai 73.3 9.5 10. Hal ini disebabkan karena keberhasilan program pemerintah dari dimensi kesehatan.1 5. nasional dan daerah yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan. Badan Pusat Statistik Kab. Minahasa Selatan 3.9 6. yaitu dimensi kesehatan yang dinilai melalui indikator angka harapan hidup.79.

2 70.98 74.2 73.6 73.4%.7 73.7 74.4 72. 9. 99. Kabupaten / Kota Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 5.5 71. 8. IPM Kabupaten Minahasa Selatan Beserta Dengan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara No 1.7 75. 4. 13. 3. 12.76 74. Untuk angka melek huruf. tahun 2007 mencapai 71.9 73. 11. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pendidikan selama 8. Artinya.4 73.33 71.79 72.9 2005 74. yang artinya pendidikan yang dicapai oleh penduduk rata-rata tidak tamat Sekolah Menengah Pertama atau belum menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun.0 73.6 74.65 71.0 74.6 2007 74.45 72.7 76.8 71.5 72.49 77.16 73.90 2008 75.15 75.32 71. 2.72 tahun dan tahun 2008 mencapai 71. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM.34 75.7 72.86 74. namun telah mencapai 99. untuk dimensi kesehatan. untuk rata-rata lama sekolah. Tabel 78. 15.67 74. yaitu 8. 14.12 73.2 71.3 71.46 Sumber : Data Juli 2010.5 tahun. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Ditinjau dari komponen atau indikator pembentuk IPM.77 74.54 tahun.50 74.4 72.89 tahun. Tahun 2006 mencapai 71.4% penduduk Kabupaten Minahasa Selatan telah mampu membaca 120 .19 73.4 71.5 tahun.10 76. dari tahun 2007-2008 tidak ada peningkatan. Artinya rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan dapat mencapai kehidupan atau usia 71-72 tahun.8 70.8 72.8 73.28 74.2 70. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 2004 73.5 70. sejak tahun 2004-2008 tidak terjadi peningkatan.2 72.3 IPM 2006 74. 7.68 73. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 lain di Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 diperlihatkan pada Tabel 78.65 74.61 75.30 71.87 72.90 71.3 73. 10.58 69.11 74. Sedangkan dimensi pendidikan.3 73.8 74.8 76.84 71.

86 ribu rupiah per bulan.01 2008 71. Kabupaten Bolaang Mongondow. relatif lebih rendah dan berada di bawah Kota Manado.9 2005 71. Dengan demikian program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Minahasa Selatan relatif berhasil dilaksanakan. 4.86 Sumber : Data Juli 2010. Kabupaten Kepulauan Sangihe. Kabupaten Minahasa Utara. 3. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Nasional Kabupaten / Kota 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 80a No 121 . Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.9 ribu rupiah per bulan yang mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 yang mencapai 610.40 8. Komponen / Indikator Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (%) Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran Riil Per Kapita Disesuaikan (Rp. Ini artinya program peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat relatif berhasil meningkatkan daya beli masyarakat.5 99. Pengeluaran riil per kapita. Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Talaud.72 99.4 99. Kota Bitung. Tabel 80a.4 595. Kabupaten Minahasa.4 99. 2.4 586.9 Tahun 2006 71.40 8. Meski demikian. 000) 2004 71.40 8.89 99.9 2007 71. Tahun 2004 mencapai 582. Komponen/Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Komponen atau indikator pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 79. Kota Tomohon. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan menurut kabupaten/kota lain di peringkat Nasional dan Propinsi bersama dengan dan Tabel 80b. Tabel 79.40 8.4 582.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dan menulis huruf latin. IPM Kabupaten Minahasa Selatan berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).54 610.40 8. dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2008) mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam menopang peningkatan IPM.54 606. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara IPM Kabupaten Minahasa Selatan dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Sulawesi Utara.

Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Tabel 80b. Penghargaan dan Prestasi Setahun sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru dan menyelenggarakan pemerintahan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. 8. 2005 9 8 2 5 7 3 1 4 6 - Tahun 2006 9 10 4 5 7 3 13 12 11 1 6 2 8 2007 9 11 4 5 8 3 13 12 10 1 6 2 7 2008 9 11 4 5 8 3 13 12 10 15 14 1 6 2 7 Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 96 121 47 67 80 69 8 56 63 - 113 105 46 64 87 57 12 59 67 - 2 100 126 57 66 81 55 184 168 167 14 68 44 92 2 88 143 59 68 78 52 178 167 138 13 69 48 73 2 89 158 66 70 79 56 180 175 142 282 191 13 71 50 74 Sumber : Data Juli 2010. 14. 12. 3. 13. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara 4. 5. 15. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. 11. 7. 11. 4. 2. 9. 10. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Propinsi Kabupaten / Kota 2004 8 9 2 5 7 6 1 3 4 - No 1. 8. 6. 4. 7. 13. 6. 3. 10. 5. 14. baik dari Pemerintah Pusat maupun 122 . 15. 12. berbagai penghargaan dan prestasi telah diperoleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 9. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Sumber : Data Juli 2010. 2.

2. 7. Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Tingkat Nasional Tahun 2008 (Bupati). Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pertanian oleh Presiden RI Tahun 2004 (Bupati). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Bupati). Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh. Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasi dalam membina pengelolaan Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah dan instansi. Penghargaan : 1. Perempuan Menanam Pohon dan Memelihara Tingkat Nasional Tahun 2009 (Ketua TP. 3. PKK). yaitu : a. 12. 8. Aditya Mahatva Yoda dari Jaksa Agung RI Pada Acara Puncak Hari Anti Korupsi Sedunia di lapangan Monumen Nasional Jakarta Tahun 2008 (Bupati). Satya Lencana Widya Karya Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2007-2008 (Bupati). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Ketua TP. Widya Krama (Wajib Belajar 9 Tahun) Tingkat Nasional Tahun 2009 (Bupati). 5. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. 11. 10. 123 . Pengembangan Ketahanan Pangan dari Presiden RI Tahun 2008/2009 (Bupati). PKK). Pengembangan Tanaman Rempah Se-Indonesia dari Dirjen Perkebunan Tahun 2008 (Bupati). Penanggulangan Penyakit Kusta dan TBC Tahun 2008 (Bupati). Manggala Karya Kencana di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2009 (Bupati). Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). 6. 4. 13.

Juara II Lomba Masak Serba Ikan Yang Diselenggarakan di Pelabuhan Gresik Surabaya Jawa Timur Tahun 2008. Akutyla Jujur Dharma Bhaktiku dari Jaksa Agung RI Tahun 2009 (Bupati). Juara I Lomba Masak Ikan Laut (Sea Food) Yang Diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Centre Tahun 2004. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Penas KTNA Kabupaten/Kota Se-Indonesia Yang Diselenggarakan di Tondano Kabupaten Minahasa Tahun 2004. Pakarti Madya Satu di Bidang Posyandu dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). b. Juara Harapan I Ketegori Hidangan Ikan Untuk Konsumsi Keluarga dan Juara Harapan II Kategori Hidangan Ikan Balita Gaya Modern Dalam Rangka Hari Nusantara Ke-7 Yang Diselenggarakan di Padang Sumatera Barat Tahun 2006. 18. 6. 5. Pemasukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kategori Terbaik Tahun 2009 (Bupati). Satya Lencana Karya di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2009 (Desa Linelean Kecamatan Modoinding) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara : 124 . 4. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Sulut Expo di Jakarta Tahun 2007.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. 17. Prestasi Tingkat Nasional : 1. 2. 3. 16. Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). 15.

Pelaksana Terbaik I Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Pelaksana Terbaik II Lomba Posyandu Yang Diselenggarakan di Desa Torout Kecamatan Tompaso Baru Tahun 2008. II dan III Lomba Tanaman Hias Jenis Tanaman Puring Yang Diselenggarakan di Kota Tomohon Tahun 2008. 8. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2006. 11. 4. Juara II Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2005 (Kecamatan Motoling). Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2008 (Pokmaswas Alar Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kecamatan Sinonsayang dan Enjelita Kaligis. 3. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007.1. 6. Juara I Lomba PKK di Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2008. Juara I Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2008 (Kelompok Budidaya Inti Murni. Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). Juara I dan II Lomba Balita Tahun 2004 (Tiara Laurens. 5. 7. Desa Ongkaw Kecamatan Amurang). Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2007 (Pokmaswas Sapu Laut Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2006. Mengikuti Lomba Tanaman Hias dan Anggrek di Bumi Beringin Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008 dengan Hasil Sebagai Berikut : 125 . Juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2004 (Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok). 10. 12. 9. Kelurahan Buyungon 2. Juara I. 13.

Juara I dan II Anggrek Hibrid . Juara I Lomba Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 (Kelompok Tani PKK Golden Shower Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai).Juara I. 15. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009. 21.Segon (Alex Ronga) 17.Mahoni (Drs. Ny. 18. 126 . Pelaksana Terbaik I Lomba PKBS Tahun Tahun 2008 (Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai).Juara I dan II Tanaman Philodenrom 14. PKK Kabupaten Minahasa Selatan. Juara II Lomba Menu Produk Perikanan Dalam Rangka Sail Bunaken Tahun 2009. 19. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008. Juara II Lomba Laga Anak Sehat Tahun 2009 (Seviana Joice Kesek). V. Luntungan Mawuntu) • Kontes Pohon : . Tugiat) . 23. II dan III Anggrek Phalaenopsis . 20.Juara I Anggrek Pendrobium . Pemenang Lomba Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Kontes Pohon Tahun 2008 : • Kategori Aksi Penanaman Serentak Indonesia (Ketua TP. H. 16. 22.Juara I. II dan III Tanaman Agloneune . Juara II Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2009 (Kelompok Budidaya Algae Desa Arakan Kecamatan Tatapaan).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Juara I Lomba Camilan Kue Kering Dalam Rangka WOC dan CTI Summit di Manado Tahun 2009.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 24. BAB X PENUTUP Profil Kabupaten Minahasa Selatan merupakan suatu dokumen penting dalam mengekspresikan data potensi yang dimiliki walaupun sifatnya dinamis sehingga sering terjadi perubahan karena situasi dan kondisi wilayah. data potensi 127 . Juara II Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Yang Diselenggarakan di Manado Tahun 2009. Selain itu.

ONIBALA 128 . Profil merupakan dokumen yang dapat di update datanya setiap tahun sesuai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai sektor. baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional serta khalayak umum untuk mencari peluang dan potensi pengembangan investasi di Kabupaten Minahasa Selatan. BUPATI MINAHASA SELATAN M.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sering terjadi perubahan karena pemanfaatan dan pengelolaan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan sebagai tuntutan masyarakat. Dengan demikian. profil ini dapat disusun setiap tahun. Dokumen profil ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/pengembangan kebijakan. Pnj.M. pembangunan dan kemasyarakatan. seperti pemerintahan.