Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB I LAMBANG DAERAH
A. Dasar Hukum Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penetapan Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, rancangannya dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Minahasa berdasarkan hasil sayembara. Lambang Daerah Kabupaten

Selatan yang dimaksud seperti pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan B. Makna, Arti dan Warna Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagaimana pada Gambar 1, dari setiap unsur, bentuk, corak dan warna mengandung makna dan arti filosofi demikian :

 Perisai, melambangkan ketahanan dan keunggulan dalam menghadapi
berbagai tantangan.

 Burung Manguni, sebagai Lambang Keminaesaan dengan sifat dinamis,
santun, sportif dan selalu waspada. 1

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

 Bulu Sayap Kiri dan Kanan serta Ekor, berjumlah 27 menggambarkan
tanggal 27 sebagai tanggal penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Pohon Kelapa, yang terputus menggambarkan angka 1 yang berarti Bulan
Januari, bulan penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Dua Kaki dan Tiga Jari, yang nampak menggenggam pita melambangkan
Tahun 2003, sebagai tahun terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan.

 Buku di Dada Burung Manguni, melambangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

 Buah Cengkih, di pucuk pohon kelapa mengandung makna kekayaan
alam dan kesuburan tanah Minahasa Selatan.

 Jangkar Kapal, di bawah pohon kelapa mencerminkan potensi kekayaan
laut serta perdagangan.

 Ungkapan “Cita Waya Esa”, dipermukaan pita kuning yang digenggam
dengan kaki burung berarti “Kita Semua Satu”.

 Warna Putih, mengandung arti ketulusan dan kesucian, kesalehan dan
kedamaian, nurani dan etika.

Warna Merah, melambangkan cinta, semangat dan keberanian

 Warna Kuning, mengandung makna kejayaan, keberhasilan, kedewasaan,
berbudi luhur dan keimanan.

 Warna Hijau, mempunyai arti kesuburan, kesejahteraan, pengharapan dan
kehidupan.

 Warna Biru, melambangkan kebesaran, kebenaran dan kesetiaan.  Warna
Hitam, melambangkan kekuatan, keunggulan, keabadian/ kekekalan.

 Warna Coklat, melambangkan kesuburan tanah.

2

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB II PEMBENTUKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1. Sejarah Pembentukan Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 Selatan dan Kota Tomohon. tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip 3

Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d).51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003. sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001. Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal 4 . Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat. Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B. Guna melengkapi data dan masukan secara empirik. Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat. Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Kemudian. pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano. atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon. Selanjutnya. 010 076 798. pada tanggal 27 Januari 2003. Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs. Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI. Ramoy Markus Luntungan. NIP.

masyarakat masyarakat mengenai pemekaran desa dan kecamatan. Dengan bertambahnya 5 kecamatan baru. Dari berbagai aspirasi Akan tetapi. Pemekaran Kecamatan dan Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan dalam perkembangannya. di akhir tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2005 Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan 5 kecamatan baru. jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi 20 kecamatan. Kecamatan Tombatu. Kecamatan Maesaan (hasil pemekaran Kecamatan Tompaso Baru) dan Kecamatan Pusomaen (hasil pemekaran Kecamatan Belang). berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 172 Tahun 2005 berubah nama menjadi Kecamatan Amurang. tidak kalah pentingnya juga Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan meresponi aspirasi pemekaran desa di beberapa kecamatan. Kecamatan Amurang Barat (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian dan Kecamatan Tenga).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan. 2. secara positif diresponi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang sejalan dengan salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota. Kecamatan Belang. berdasarkan Peraturan Daerah Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Nomor 8 Tahun 2003. Selanjutnya. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. yaitu Kecamatan Tatapaan (hasil pemekaran Kecamatan Tumpaan). Seiring dengan pemekaran beberapa kecamatan. Sedangkan Kecamatan Tombasian. masyarakat belum berakhir sampai di situ. Minahasa Selatan dari 13 kecamatan menjadi 15 kecamatan. Kemudian pada waktu yang bersamaan. rupanya aspirasi di 6 (enam) Kecamatan bagian tenggara yaitu Kecamatan Touluaan. terbentuk Kecamatan Kumelembuai hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling. Sebagai tindaklanjutnya. Kecamatan Amurang Timur (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian). dengan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 terbentuklah Kecamatan Ratatotok hasil pemekaran dari Kecamatan Belang. Kecamatan Ratahan. Kecamatan 5 .

TUJUAN DAN SASARAN 6 . pada tanggal 23 Mei 2007 di Manado. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) sebagai daerah otonom yang baru di Propinsi Sulawesi Utara sekaligus melantik Penjabat Bupati dan Walikotanya. Menteri Dalam Negeri at interim meresmikan Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Kota Kotamobagu. Dengan mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Minahasa Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru. 3 kecamatan baru. Dengan demikian Kabupaten Minahasa Selatan saat ini berjumlah 17 kecamatan. BAB III VISI. Aspirasi tersebut akhirnya diresponi dengan positif oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. Diakhir tahun 2007. Sebagai tindaklanjutnya. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan kembali lagi meresponi aspirasi masyarakat di Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran untuk diadakan pemekaran kecamatan. 14 kecamatan. sehingga Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan Ketiga kecamatan tersebut yaitu. pada tanggal 12 Desember 2007 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2007 tentang pemekaran Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran. Kecamatan Motoling Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan berkurang 6 kecamatan menjadi Barat dan Kecamatan Motoling Timur hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling serta Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran. berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007 tanggal 6 Januari 2007.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Ratatotok dan Kecamatan Pusomaen menginginkan wilayah mereka menjadi suatu daerah otonom yang baru dengan nama Kabupaten Minahasa Tenggara. Sebagai tindaklanjutnya. MISI.

Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana arah dan tujuan dicapai. 2. demokratis dan handal dalam sumberdaya manusia serta menjadi pusat keunggulan pembangunan di Era Pemerintahan Global” Dengan demikian visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan adalah pandangan ke depan ke mana Kabupaten Minahasa Selatan harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya serta tetap konsisten. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010 adalah : “Terwujudnya Kabupaten Minahasa Selatan sebagai daerah yang mandiri. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang . eksis. otonomisasi dan tuntutan demokratisasi. Membangun dan memperkokoh perekonomian daerah . Meningkatkan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan umat beragama . 4. 5. dijabarkan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Mewujudkan Supremasi Hukum . dan bersih KKN . antar 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas (good governance) 7 . Misi Untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menyikapi kecenderungan dinamika globalisasi. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. inovatif dan produktif. sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2005-2010 sebagai berikut : 1. 3.

Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Meningkatkan kesadaran hukum disemua lapisan masyarakat dalam penegakan hukum. sosial dan budaya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat daerah . 9. pernyataan misi harus : a. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. 3. 2. terutama teknologi pertanian . Oleh karena itu. karena misi mewakili alasan dasar untuk eksis. Dengan demikian Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8 . 4. berbasis agribisnis. c. 8. ditetapkan dan dirumuskan tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai berikut : 1. misi harus jelas menyatakan kepedulian terhadap masyarakat. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Meningkatkan peran kelembagaan ekonomi. Meningkatkan peran generasi muda dan pemberdayaan perempuan. Memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan.6. Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti pemerintah. budaya dan pertahanan keamanan. Menunjukkan secara jelas apa yang hendak dicapai dan bidang kegiatan utama dari organisasi/pemerintah yang bersangkutan. sosial. 5. 3. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. b. Membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian (agro based (agro industry) . Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. industry) 7. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. Tujuan Mengacu pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

pada akhir tahun 2010.500. perikanan dan kelautan serta sumberdaya air. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara. Meningkatnya peran generasi muda dan peberdayaan perempuan. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan publik Meningkatnya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 6. 10. Meningkatkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan. Meningkatnya income perkapita penduduk sebesar Rp. 12. 7. Meningkatnya sumber pendapatan asli daerah sekitar 20 % pada akhir pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7 % pada akhir 9 . 4. 8. Sasaran Bertitik tolak dari tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan di atas. 5. Meningkatnya tahun 2010. Meningkatnya jumlah produksi perikanan. 11. Meningkatkan potensi obyek wisata dan sumberdaya kepariwisataan. 10. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas aparatur pemerintah. penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (good Meningkatkan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik. 2. Menurunnya tingkat pengangguran sebesar 6 % dari angkatan kerja pada tahun 2010. diimplementasikan dalam berbagai sasaran sebagai berikut : 1.. 7. 9. 8. Meningkatkan governance). pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. Meningkatkan pengelolaan. 3. pengawasan dan pengendalian 11.000. 6. 4. Meningkatnya kesadaran hukum dan penegakkan hukum. Meningkatkan program pemeliharaan. tahun 2010.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB IV KONDISI WILAYAH Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang. Kabupaten Minahasa Selatan 10 . Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ± 64 km. Secara geografis.

merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang. barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur. Sementara untuk jalur laut 11 . karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi.hkgkkhg Gambar 2.124°45’ Bujur Timur. Demikian pula jalur laut untuk bagian utara. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow : Berbatasan dengan Laut Sulawesi h/k/j/kn. Peta Kabupaten Minahasa Selatan Dalam perspektif regional. bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik.24’ Lintang Utara dan 124°.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 terletak antara 0°.47’ . Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis.1°.18’ .

386 7.500 m dari permukaan laut.125 5. 3. Sedangkan luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan adalah terdiri dari 17 (tujuhbelas) kecamatan.512 3. 9. Tabel 1a. yang 891 dusun/lingkungan dengan Januari 2010) seperti ditunjukkan pada Tabel 1a dan Tabel 1b. Jumlah Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.721 2.09 53. 14.36 122.149 7. Minahasa Selatan Keterangan : * = Kecamatan Pemekaran Tabel 1b. 170 desa/kelurahan. sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.666 8.804 3. jumlah penduduk 206. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Kepala Keluarga 3.591. 10. 13.234 Laki-Laki Perempuan 6. Nama dan Luas Kecamatan. 5.349 3. 8. 3. 17. 12. 5.731 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagian selatan. 4.13 170. 11.591.65 Desa 8 11 10 12 7 8 8 7 18 13 8 2 7 10 12 8 11 160 Jumlah Kelurahan Dusun/Jaga 2 6 2 10 36 44 41 62 33 34 37 36 82 71 53 8 41 71 75 39 40 803 Lingkungan 23 44 21 88 Sumber : Data Juli 2010.24 196. 16.042 15.478 12.40 98. 4. Nama Kecamatan Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur* Motoling Barat* Kumelembuai Tenga Sinonsayang Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tareran Suluun Tareran* Tatapaan Jumlah Luas (Km²) 66.40 125. 2.09 128.43 141.65 km².792 12 .40 94.47 134. 6.049 jiwa (sampai dengan 1. 2. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukitbukit/pegunungan. 7.345 3. 15. berpantai dan sebagian kecil dataran rendah bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1.31 108.514 6.964 5.161 6.892 12. Jumlah Penduduk di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Januari 2010) Jumlah Penduduk No 1.667 Jumlah Jiwa 11.93 97.20 55.176 4.20 1.

227 17.126 3.379 7. 17. 7.293 6.555 57. 11. Tompaso Baru 13 .054 5.943 16.621 7.944 4.634 2.209 206.151 4.021 8.858 4.812 7. 16.752 2.475 7.322 8.142 2.676 4.031 4.202 10.791 3.410 3.049 Sumber : Data Juni 2010. 15.793 9.021 4.365 8.483 2. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah 4.736 6.610 5.336 4. 13.337 106.766 3.138 8. Minahasa Selatan Nama-nama desa/kelurahan dan jumlah dusun/lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini. 14.933 8.988 16. 8.967 14.117 3. 12.266 5. Maesaan 1 2 3.318 13.468 4.343 5.840 99.645 9.145 14. Kecamatan 2 Modoinding Nomor 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 3 6 7 8 9 10 11 1 2 3 Nama Desa/ Kelurahan 4 Kakenturan Sinisir Linelean Pinasungkulan Makaaruyen Palelon Wulurmaatus Mokobang Jumlah Tambelang Kinamang Liningaan Bojonegoro Kinaweruan 4 Tumani Lowian Temboan Kinamang Satu Tumani Utara Tumani Selatan Jumlah Sion Raraatean Tompaso Baru Satu Jumlah Dusun 5 6 3 4 6 4 4 5 4 36 5 4 3 2 2 5 8 4 4 4 4 4 44 4 4 6 Lingkungan 6 6 - 2.530 7.726 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 9. Nama-Nama Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 10. 9. Tabel 2.326 6.070 4.193 2.518 7.6.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 4. Motoling 6. Motoling Barat 7. Ranoyapo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5. Kumelembuai 14 . Motoling Timur Tompaso Baru Dua Kinalawiran Pinaesaan Torout Karowa Liandok Lindangan Jumlah Ranoyapo Poopo Poopo Utara Poopo Barat Pontak Pontak Satu Mopolo Powalutan Beringin Lompad Baru Lompad Mopolo Esa Jumlah Raanan Lama Lalumpe Motoling Motoling Satu Motoling Dua Motoling Mawale Picuan Baru Jumlah Tondey Tondey Satu Tondey Dua Raanan Baru Raanan Baru Satu Raanan Baru Dua Toyopon Keroit Jumlah Wanga Wanga Amongena Karimbow 4 Karimbow Talikuran Tokin Tokin Baru Picuan Picuan Satu Jumlah Malola Malola Satu Kumelembuai Atas Kumelembuai 6 4 4 4 4 3 2 41 8 6 5 6 6 3 8 6 3 3 4 4 62 6 4 3 6 6 4 4 33 7 5 7 4 3 3 4 4 37 4 4 5 5 3 5 4 5 4 34 7 4 4 4 6 - 1 2 8.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 9. Tenga 11. Kawangkoan Bawah Rumoong Bawah Kel. Rumoong Bawah Wakan Teep Trans Jumlah Kilometer Tiga Ranoketang Tua Kelurahan Buyungon Kelurahan Ranoiapo 4 8 5 36 5 5 6 10 3 5 6 8 4 7 4 4 4 71 4 5 4 4 4 8 7 4 8 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 5 6 8 9 5 10 5 6 4 53 4 4 - 6 11 12 23 7 8 1 2 12. Amurang 15 . Amurang Barat Kumelembuai Satu Makasili Kumelembuai Dua Jumlah Durian Poigar Satu Poigar Dua Tanamon Aergale Ongkaw Satu Ongkaw Dua Boyong Pante Tiniawangko Blongko Ongkaw Tiga Boyong Pante Dua Tanamon Utara Jumlah Sapa Boyong Atas Pakuure Satu Pakuure Dua Pakuure Tiga Pakuweru Tenga Radey Tawaang Molinow Pakuure Pakuure Tinanian Pakuure Kinamang Pakuweru Utara Sapa Timur Sapa Barat Tawaang Timur Tawaang Barat Jumlah Pondos Elusan Tewasen Teep 4 Kapitu Kel. Sinonsayang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 3 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 10.

Tumpaan 16 . Tareran 15.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 8 13. Suluun Tareran 16. Tatapaan Kelurahan Uwuran Satu Kelurahan Uwuran Dua Kelurahan Lewet Kelurahan Bitung Jumlah Kotamenara Maliku Ritey Malenos Baru Lopana Pinaling Kelurahan Pondang Kelurahan Ranomea Lopana Satu Jumlah Rumoong Atas Rumoong Atas Dua Lansot Wiau Lapi Wuwuk Pinamorongan Kaneyan Koreng Tumaluntung Wuwuk Barat Tumaluntung Satu Wiau Lapi Barat Jumlah Kapoya Pinapalangkow Suluun Satu Suluun Dua Suluun Tiga Suluun Empat Talaitad Kapoya Satu Jumlah Sulu Paslaten Paslaten Satu 4 Wawona Bajo Popareng Wawontulap Pungkol Sondaken Rap-Rap Arakan Jumlah Tumpaan Tumpaan Satu Tumpaan Baru 8 5 7 5 3 8 9 4 41 6 9 10 8 10 4 5 5 6 4 4 4 75 5 5 5 5 5 4 6 4 39 5 5 4 5 3 3 4 3 2 3 4 4 40 6 7 8 6 10 6 7 44 9 12 21 6 - 1 2 17. Amurang Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 14.

Pemerintahan Sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah atonom yang baru. Minahasa Selatan BAB V PEMERINTAHAN. PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 Total 170 Matani Popontolen Lelema Tangkunei Munte Tumpaan Dua Matani Satu Jumlah 5 7 9 5 8 7 9 71 803 88 Sumber : Data Juli 2010. pemerintah yang ada terus berupaya menata penyelenggaraan kepemerintahan dengan baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada 17 . Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. daya tahan dan waktu. Karena itu diperlukan pembelajaran. Jenis-Jenis Izin di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Izin Waktu Birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 18 . Upaya mewujudkan tata kepemerintahan yang baik membutuhkan komitmen yang kuat. Tabel 3a. Dalam upaya menyelenggarakan kepemerintahan yang baik melalui pelayanan prima kepada masyarakat. termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat. sejak tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) berdasarkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 21 Tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tatacara Pemberian Izin pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masyarakat dan memajukan pembangunan yang ada. pemahaman serta implementasi Komitmen dari Pemerintah nilai-nilai tata kepemerintahan yang baik secara utuh oleh seluruh komponen. Kabupaten Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik tergambar dari salah satu misinya. Jenis-jenis izin dan non izin di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 3a dan Tabel 3b. yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas dan bersih KKN yang dijabarkan (good governance) dalam salah satu tujuan pembangunan. yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance). setiap tahun dilakukan laporan kinerja tahunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik sudah menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan universal yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 UPTSP berubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Tugas dari UPTSP adalah mengadakan pelayanan pembuatan izin dan non izin (rekomendasi) kegiatan atau usaha.

23. 9. 7. 54. 25. 5. 37. 6. B & C Surat Keterangan Fiskal Retribusi Izin Trayek / Operasi Retribusi Kartu Pengawas Izin Trayek/Izin Operasi Retribusi Izin Insidentil 3 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 19 . 4. 15. 43. 11. 12. 34. 51. 27. 18. 10. 46. 36. 55. 41.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 1. 50. 2. 49. 35. 20. 47. 33. 39. 19. 24. 3. 44. 2 Izin Pemasaran Jenis-jenis Bahan Bakar Khusus (BKK) Izin Pengumpulan dan Penyaluran Minyak Pelumas Bekas Izin Pendirian dan Penggunaan Gudang Bahan Peledak di Daerah Operasi Daratan dan di Daerah Operasi Izin Pertambangan Daerah (SIPD) Galian Golongan C Izin Lokasi Izin Usaha Sekolah Mengemudi Izin Operasi Kendaraan Latih Sekolah Mengemudi Izin Penggunaan Jalan Selain Untuk Kepentingan Lalu Lintas Retribusi Izin Tempat Penampungan Cap Tikus Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. 30. 21. 22. 29. 17. 14. 16. 8. 2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Gudang (TDG) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Gangguan (HO) Kartu Ternak Izin Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Petelur Izin Usaha Peternakan Babi Izin Usaha Peternakan Sapi Izin Usaha Peternakan Puyuh Izin Usaha Peternakan Kambing Izin Usaha Peternakan Burung Walet Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) Izin Praktek Dokter Umum / Dokter Gigi / Spesialis Izin Praktek Bidan Izin Praktek Perawat Izin Toko Pembuatan Gigi Palsu Izin Pengobatan Tradisional Izin Praktek Dokter Berkelompok Izin Toko Obat Izin Apotik Izin Balai Pengobatan / Klinik Kesehatan Swasta Izin Klinik Bersalin / BKIA Swasta Izin Optikal Izin Laboratorium Swasta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Rekreasi dan Hiburan Umum Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Perjalanan Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Jasa Akomodasi Izin Usaha dan Pemungutan Restribusi Restoran Izin Usaha serta Pungutan Restirbusi Rumah Makan Izin Pemungutan Kayu Tanah Milik (SIPKTM) Izin Pengiriman Rumah Kayu Izin Angkutan Kayu Kelapa Izin Badan Hukum Koperasi Izin Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Izin Pendirian Depot Lokal Izin Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Pemrosesan Izin 3 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 5 (lima) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 7 (tujuh) hari 1 42. 32. 45. 13. 48. 38. 28. 26. 53. 31. 40. 52.

Jenis-Jenis Non Perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 12. 6. kenyamanan. 57. Dalam upaya menjabarkan dan melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. keamanan. yakni kesederhanaan. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi atas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan memperhatikan pada 11 (sebelas) hal pokok. akhirnya menghasilkan beberapa Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja di 20 . kemudahan akses. kejelasan. 4. Setelah mengusulkan dan membahas secara bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. kelengkapan sarana dan prasarana. kepastian waktu. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Izin Menempati Bangunan Kios / Lost 1 (satu) hari Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 1 (satu) hari Sumber : Data Juli 2010. kesopanan dan keramahan. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. akurasi. tanggungjawab. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. 7. kedisiplinan. transparan. 3. Minahasa Selatan Untuk lebih mempertegas komitmen terhadap penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan penyesuaian jumlah dan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta membentuk beberapa SKPD sesuai dengan kebutuhan daerah. 5. 8. Minahasa Selatan Tabel 3b. 13. 2. 11. 9. 10. Jenis Non Perizinan Rekomendasi Penempatan Rumpon ke Dinas Propinsi Rekomendasi Akte Pendirian Koperasi Rekomendasi Lokasi Pendirian Kilang Rekomendasi Radio Siaran Rekomendasi Galian C Rekomendasi Kesehatan Rekomendasi Pengolahan Sarang Burung Walet Rekomendasi Pengukuran Kayu/Hasil Hutan Lainnya & Pengujian Kayu Rekomendasi Penyadap Hutan Pinus Rekomendasi Industri Rumah Tangga Khusus Makan dan Minum Rekomendasi Aktanisasi Catatan Sipil Rekomendasi Usaha Pemberian Izin Prinsip Waktu Pemrosesan Izin 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 5 (lima) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari Sumber : Data Juli 2010.56.

Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 3. 4. Nomor 02 Badan Pelaksana Narkotika 21 . Tabel 4. 5. UKM. 6. Peraturan Daerah 2 Nomor 03 Tahun 2008 Tentang 3 Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Selatan SKPD Yang Ditetapkan 4 1. 9. 13. 7. 4. 10. Bappeda. 5. Nomor 04 Tahun 2008 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 4. Pasar. 12. Sekretariat Daerah 2. Komunikasi & Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pengelola Keuangan. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 Badan Ketahanan Pangan Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 2 3 7. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Dinas Sosial. 2. Organisasi dan Tata 1. Sekretariat DPRD 2. 2. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. 12. Nomor 05 Tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah. Nomor 01 Tahun 2009 5. 11. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 4. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi. Dinas Pendidikan. 9. 14. Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan 1. 8. 10. 3. 8. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perhubungan. 3. 11. Pendapatan dan Aset Daerah Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. 6.

Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan. Nomor 11 Tahun 2009 Kerja Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. golongan III : 2. Minahasa Selatan Untuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. Nomor 10 Tahun 2009 7. 11. 10. dan golongan IV : 1. Kerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Minahasa Selatan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Sumber : Data Juli 2010. Perikanan dan Kehutanan (BP4K). SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja a 2 - Golongan I b c d 1 1 2 2 1 - Kelamin Jml L P 1 5 3 1 5 3 - a Golongan II b c d 4 1 8 20 13 3 16 9 2 1 14 43 5 2 18 1 10 82 2 5 14 1 5 25 Kelamin L P 10 5 3 22 67 6 1 5 18 66 48 16 4 1 25 58 3 1 18 26 181 Jml 26 9 4 47 125 9 2 23 18 92 229 Kantor Camat Puskesmas- 13 5 2 20 48 4 5 3 74 106 22 . Tabel 5a. 8.975 orang. 5.143 orang. 3. seperti yang tercantum pada Tabel 5a dan Tabel 5b.012 orang yang tersebar diberbagai SKPD/Unit Kerja. yang terdiri dari golongan I : 25 orang. Badan ini hanya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Kerja Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 4.795 orang. tidak menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 karena merupakan lembaga fungsional. 6. golongan II : 1. 2. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1. 7. 9. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Juni 2010 berjumlah 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2009 6.

UPTD Dikpora 13.815 (36. 58.48%) laki-laki dan 3. 11. Tenaga Administrasi. 3. 2.975 orang PNS.012 Sumber : Data Juli 2010.795 928 69 14 1 415 597 1.160 (63. 10. Penjaga Sekolah 1 3 2 3 2 7 2 9 12 1 14 24 1 1 2 14 25 6 4 189 185 16 14 5 48 5 245 4 65 18 139 15 95 39 400 4 392 14 743 19 487 53 1.975 orang PNS terdiri dari 1. 8. UPTD Dikpora 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Puskesmas 12. 5.242 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Tabel 6a. Guru 14.074 Kelamin L 34 13 9 101 195 14 6 5 7 94 47 b 17 4 25 46 3 4 12 2 35 63 c 16 7 1 43 79 8 1 2 2 40 27 d 5 3 7 40 73 5 1 5 21 20 P 29 10 8 83 131 24 3 21 3 70 128 Jml 63 23 17 184 326 38 9 26 10 164 175 Golongan IV a 2 4 4 26 96 2 11 3 Kelamin e - b 9 1 16 25 1 1 1 1 6 8 - c 4 1 3 6 - d 1 - L 15 4 5 37 90 3 1 1 11 6 P 1 1 8 37 1 3 Jml 16 4 6 45 127 3 1 1 12 9 16 766 6 Kantor Camat PuskesmasPuskesmas 12.143 Jumlah 491 268 Sumber : Data Juli 2010. 6. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD SD 2 - SMP 1 6 - SLTA 19 12 4 54 143 7 1 Pendidikan D1 D2 D3 D4 1 11 2 3 1 49 2 3 1 53 2 6 1 - S1 66 22 20 162 359 34 9 S2 8 8 13 3 1 S3 1 - Jml 106 36 27 276 583 50 12 23 .52%) perempuan. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (sampai dengan Juni 2010) No 1.645 758 26 46 72 6 7 9 233 533 2 4 Jumlah 482 593 646 976 1. Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Golongan III a 25 9 9 76 128 22 3 7 6 68 65 10 610 36 1. 4. Dari 4. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan IV di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No SKPD / Unit Kerja 1. Penjaga Sekolah 19 3 11 221 364 450 31 5 22 21 43 16 403 1.25 % adalah guru. 5.819 2. dari 4. Minahasa Selatan Berdasarkan data pada Tabel 5a dan Tabel 5b. 6. 4. Tenaga Administrasi. Guru 14. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 3. 7. Sedangkan jumlah PNS Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan tingkat pendidikan dan agama ditunjukkan pada Tabel 6a dan Tabel 6b di bawah ini. 2. Minahasa Selatan Tabel 5b. 7. 9.

Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. - SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. 4. RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. Minahasa Selatan Tabel 6b. 9. 2. 6. Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1 1. 9.898 145 4. S K P D / Unit Kerja 2 Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Staf Ahli Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Penjaga Sekolah Jumlah Agama Kristen 101 36 27 268 560 44 11 46 27 266 383 74 2. 5. 6. 5. 14.8.975 Sumber : Data Juli 2010. 11.795 Katolik 3 4 12 1 1 1 24 3 34 1 84 Islam 2 4 9 5 1 4 4 5 3 53 3 93 Budha Hindu 2 1 3 Konghucu - Jumlah 106 36 27 276 583 50 12 50 28 271 413 80 2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eselon II A II B III A III B IV A IV B VA Jml 10 44 17 4 14 13 13 10 16 15 3 1 - 4 3 1 4 1 1 1 1 1 1 5 10 4 5 1 1 1 1 1 6 4 4 4 3 4 7 30 12 8 7 7 4 11 9 8 - 9 - 24 . Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.191 40 1 145 4. 2. 12. Penjaga Sekolah Jumlah 3 28 33 5 5 4 11 32 4 17 128 202 32 942 99 1. 10.975 Sumber : Data Juli 2010. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. 13. 3. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Agama (sampai dengan Juni 2010) No 1.1. 12. 14. 9. 13.664 3 29 74 111 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 21 22 50 2 9 28 1 4 131 2 271 80 94 3 413 4 1 36 80 500 159 . Minahasa Selatan Untuk jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan SKPD diperlihatkan pada Tabel 7. 8. Tabel 7. 11. 7. 4.221 2 2. 3.898 1 507 392 4 6 2. 10.811 141 4. 8. 7.

Perindustrian dan Perdagangan Dinas Sosial. 15. 29. Badan Ketahanan Pangan Badan Narkotika Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pendapatan dan Aset Daerah Dinas Koperasi. Minahasa Selatan Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 39. 24. 38. tercantum pada Tabel 8 di bawah ini. Tabel 8. 11. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. 31. 35. Amurang Barat 25 . 28. 23. 20. 30. 37. 21. 33. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga dibantu oleh beberapa instansi vertikal yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 34. 36. Instansi vertikal dimaksud sebagaimana Nama Instansi Kantor Departemen Minahasa Selatan Agama Kabupaten Alamat Kantor Desa Kapitu Kec. 12. 32. 27. 25. 22. 14. 17. 40. UKM. 19. 26. Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kebersihan dan Pertamanan Rumah Sakit Umum Daerah Kantor Camat (17 Kecamatan) Kantor Lurah (10 Kelurahan) Tata Usaha SMP/SMA Tata Usaha SMK UPTD Dinas Pendidikan UPTD Dinas Kesehatan (Puskesmas) UPTD Dinas Kesehatan Depo Farmasi UPTD Dinas Kesehatan Laboratorium Jumlah 1 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 1 1 4 5 1 1 3 1 4 2 1 1 4 9 1 1 4 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 62 5 4 4 3 3 4 3 4 6 5 6 4 4 17 108 6 12 5 4 9 15 5 8 21 7 15 7 4 4 1 3 4 1 6 61 8 17 14 1 364 39 36 1 1 77 9 9 2010 11 5 7 15 25 13 18 11 9 14 21 10 14 29 14 23 13 4 5 2 4 5 2 11 134 44 9 1 17 14 2 652 Sumber : Data Juli 2010. 16. Pasar. 18. 41. Instansi Vertikal di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Komunikasi dan Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kehutanan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perkebunan Dinas Pengelolah Keuangan. 13. juga berperan dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan.10.

Nama Bupati / Wakil Bupati Drs. fisik pengentasan lain. Tabel 9. 5. 4. perkebunan. lanjutan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. peternakan dan pembangunan industri untuk mendorong investasi daerah 26 .Agustus 2005 Agustus 2005 . LUNTUNGAN GEMMY KAWATU. juga pembangunan antara lanjutan pembangunan gedung kantor di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan. Nama-Nama Bupati/Wakil Bupati Minahasa Selatan No 1. H. Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Selatan Kantor Pertahanan Nasional Minahasa Selatan Kejaksaan Negeri Amurang Pengadilan Negeri Amurang Kabupaten Kabupaten Desa Teep Kec. Pembangunan Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan selain fisik. pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar. Selain itu.M.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.Sos (Wakil Bupati) Masa Jabatan Agustus 2003 . pembangunan pembangunan Untuk mental-spiritual. perikanan. prioritas dan pembangunan.M. LUNTUNGAN (Bupati) VENTJE TUELA. telah mengalami 4 kali pergantian Bupati sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9.D. pembangunan pelabuhan pelelangan ikan (PPI) dan pembangunan pembangkit tenaga listrik (PLTA/PLTU). penanggulangan kemiskinan serta peningkatan sumberdaya manusia. S. yang signifikan. MSi Drs.Agustus 2010 Keterangan Penjabat Pelaksana Tugas Penjabat Definitif (Pilihan Rakyat Pertama) 2. 4. Di tahun 2010.April 2005 April 2005 . SE. 3. lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah. R.Agustus 2010 Agustus 2005 . 3. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. R. lanjutan pembangunan pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Amurang. WAWORUNTU Drs. 2. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec.Januari 2005 Februari 2005 . Amurang Timur Sejak Kabupaten Minahasa Selatan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003 sampai saat ini. Amurang Barat Kelurahan Pondang Kec. yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan adalah pembangunan agribisnis di sektor pertanian.

Agro Marketing) . Sumberdaya Manusia . pembinaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengamanan pantai. 6. Kelautan dan Pariwisata. pembukaan jalan alternatif (Amurang By Pass). Ke-6 program unggulan tersebut. peningkatan kuantitas dan kualitas perumahan dan pemukiman dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mengintensifkan pengawasan penebangan liar (ilegal loging). dengan mencermati dan memperhitungkan potensi daerah serta kecenderungan lingkungan strategis yang ada. 5. pengembangan penyediaan air bersih. Lingkungan Hidup. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Agri Bisnis (Agro Produksi. penyediaan dan peningkatan sarana/prasarana pendidikan serta kesehatan. Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) . Agro Industri. rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan rencana pembangunan tahunan yang disebut rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010. bahwa perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun. Supremasi Hukum . Untuk mengakselerasikan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. 2. pembinaan dan pengelolaan sungai. nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak utama (primer mover) jalannya roda pembangunan daerah. pengembangan objek wisata. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan metetapkan 6 program unggulan. pembinaan pengembangan pengelolaan sumberdaya air. pengelolaan jaringan irigasi. 4. Pemerintah Kabupaten 27 Ke-6 program unggulan Kabupaten Minahasa Selatan . Perikanan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dalam meningkatkan pendapatan daerah serta dan untuk kesejahteraan konservasi masyarakat. 3. dimaksud adalah : 1. serta dapat memberikan akses penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dimensi-dimensi pembangunan lainnya.

BERSINAR : Bersih. Tema Pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2005-2010 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Tema Pembangunan Pembangunan Pertanian dan Prasarana Penunjang Pembangunan Pertanian dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian Melalui Gerakan Menanam Peningkatan Efektivitas Pengurangan Kemiskinan Melalui Perluasan Kesempatan Kerja Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Untuk Pengurangan Kemiskinan dan Penganggurang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dalam rangka mendorong dan membudayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih terarah maka ditetapkan ”TEGUH BERSINAR” sebagai motto pembangunan daerah melalui Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 51 Tahun 2004 tanggal 27 Januari 2004. penjabaran RPJM Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010 telah memasuki tahun terakhir . Sehat. Dari tahun ke tahun. Rukun  Bersih : 28 . Norma Hukum. tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai spesifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah serta perubahan global. Etika/Etos Kerja. Rapi. Tabel 10. Tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2005-2010 ditunjukkan pada Tabel 10. Aman. dengan makna : TEGUH : TEruskan Gerakan Untuk Hidup. berarti seluruh masyarakat Minahasa Selatan memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk tetap dan terus hidup. Indah.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa 2005-2010 Selatan secara menjabarkan RPJM Kabupaten Minahasa Selatan konsisten melalui program/kegiatan tahunan yang Saat ini didokumentasikan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD).

teratur baik.  Etika/Etos Kerja : Artinya. dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta arif dan bijaksana serta memiliki semangat kerja yang tinggi. terkandung maksud. cantik. tidak tercemar dan tulus. Maknanya. selelau memelihara kesehatan fisik.  Indah : Artinya. keadaan baik segenap badan. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya hidup bersih. serta bagian-bagiannya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki rasa keindahan yang diaplikasikan dalam proses pembangunan. Maknanya. Sehat rohani terkandung maksud. Maknanya.  Rapi : Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki kerapihan pribadi dan lingkungannya serta hidup tertib dan teratur. memelihara lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). selalu memelihara kesehatan fisik. serta memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Sehat jasmani terkandung maksud.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. bebas dari polusi. Sehat lingkungan. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki pola prilaku yang bersahaja.  Norma Hukum : 29 . bagus benar. baik jasmani maupun rohani. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya sehat jasmani dan rohani. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.  Sehat : Artinya. rendah hati. dan elok. apik dan tertib. bebas dari lingkungan tercemar. Maknanya. Maknanya.

kebersamaan. bebas dari bahaya. dibentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). tidak bertengkar. aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. serta bebas dari rasa takut.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. dipakai sebagai pedoman dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh setiap warga masyarakat. dan tidak meras takut. tentram dan damai. cinta kasih. ikatan persahabatan.  Aman : Artinya. terlindung. Tabel 11a. Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Daftar Nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar 30 . Maknanya. masyarakat mempunyai kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan. Sitou Timou Tumou Tou.  Rukun : Artinya. tentram. dan damai. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki semangat dalam menciptakan suasana aman. Maknanya. Dalam upaya menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat serta berperan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. serta menghargai norma-norma adat kebiasaan yang terkandung dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat. Torang Samua Basudara. Kemasyarakatan Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”mapalus” (gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. seperti diperlihatkan pada Tabel 11a. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan kerukunan berlandaskan semangat persaudaraan. Selain itu. seluruh masyarakat Minahasa Selatan menjunjung tinggi tertib hukum dan supremasi hukum. 11b dan Tabel 11c. Maknanya. 3.

4. Kalengkongan Sonny G. 12. Minsel Gerbang Maju Sulawesi Utara Komite Pelestarian Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 1. Minsel LSM Makasiow LSM Eureka LSM Rondoren Banua Minsel LSM Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa LSM Gerbang Minsel Pengurus (Ketua) 3 Herly Kaiende. MSc Jeferson Karundeng George E. 16. 3. SE Ibrahim Gani.Pd Frans Kumaseh Joni Lumowa Dolfi Tutu Joice Mintje Foni Singkana Billy Regar Ir. SE Robby Keintjem Joppy Karundeng Berty Pongantung Fentje Pusung Jhonly V. 30. LSM Yayasan Satya Graha Esa 26. 2. Minsel Dotu Manguni Minsel Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan LSM Cakrawala LSM Pelangi Kasih Komite Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Solidaritas Korban Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Kab. 32. Gerakan Solidaritas Anti Narkoba dan Obat Terlarang (Gersang) Kab. Nama Organisasi 2 Samua Basudara Peduli Pendidikan Suara Amurang Persatuan Sopir Amurang Yayasan Gema Mandiri Yayasan Formasi Bangun Minsel Yayasan Karya Muda Pembaharu Kab. S. 10.Pd Steven Kapahang Ir. 18. 13. 22. LSM Waraney Minsel 28. 21. Amd Diki H. Minsel Barisan Muda Teguh Bersinar Dewan Reformasi Pembangunan Kab. LSM Apostolos Yayasan Usaha Mandiri Yayasan Matuari Waya Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Cabang Minsel LSM Tagoy Lestari LSM Minahasa Selatan Coruption Watch (MSCW) LSM Generasi Profesional Mandiri LSM Generasi Bela Pancasila 31 . Kesek Semuel Tumbol Saldi Monigi Hengky Rumengan 3 Karel Lakoy Rocky Sariowan A. 5. 6. 36. Yayasan Perisai Persatuan Perwakilan Kab. 15. 7. Yayasan Siloam ”45” 27. 11. Abraham Pongkorung. 17.S. Petrus Ulaan Wilem Mononimbar Jimmy Endey Bernard Lonteng. Mintje Maikel Suoth. 19. 8. 31. Sariowan Drs. Yulius Pesik Arie Robert Lonteng Jhon Mawira Alamat 4 Tumpaan Amurang Buyungon/Amurang Amurang Malenos Baru/Amurang Timur Amurang Ranoyapo/Amurang Amurang Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Lopana/Amurang Timur Amurang Bitung/Amurang Tumpaan Sapa/Tenga Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Amurang Rumoong Bawah/Amurang Barat Lewet/Amurang Sapa/Tenga Uwuran Satu/Amurang 4 Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Tawaang/Tenga Teep/Amurang Barat Buyungon/Amurang Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Tumpaan Satu/Tumpaan Maliku/Amurang Timur Lopana/Amurang Timur Maliku/Amurang Timur Sulu/Tatapaan Ritey/Amurang Timur Picuan/Motoling Timur 1 2 23. 9. Minsel 25. Karundeng Edwin F. Manengkey Ernest H. Sandag Josep G. 14. 33. LSM Reformasi 29. Minsel 24.Lonteng. 34. 35. 20.

Minsel Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kerukunan Keluarga Besar Pelealu. Palakua Ir. Lengkong Sanly F. 7.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 37. Jefry R. 21. 28. 8. Umboh. Fredy Lengkong Farida R. 2. BA Hengky Rantung Drs. Minsel Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 2 Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI) Dewan Pimpinan Cabang Kab. Derek Lengkong Rio Salsabila Yusuf Yantje Liando M. Dientje Sumendap Harri Masinambow Pdt. Frangky J. 24. 1 12. STh Jan Johan Polii 3 Marthen Lumowa Jantje C. Manado Minahasa Selatan Rukun Porodisa Orang Pondang Asal dari Talaud Dewan Pimpinan Cabang Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Kab. 3. LSM Komunitas Tumbuh Bersama Minsel 38. 5. 23. Roly Makauli Ishak Ahmad Dicky Mintje Marthen J. LSM Lentera Masa Cabang Minsel Lans B. 15. Maradesa. Minahasa Selatan Tabel 11b. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. 22. 9. Rudolf Marentek Sumber : Data Juli 2010. 14. Schu Maudy Damopolii Alamat 4 Buyungon/Amurang Amurang Kumelembuai Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Pondang/Amurang Timur Uwuran Satu/Amurang Lewet/Amurang Pondang/Amurang Timur Ranomea/Amurang Timur 4 Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Tumpaan Lopana/Amurang Timur Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Tareran Motoling Kilometer 3 / Amurang Pondang/Amurang Timur Amurang Ranoiapo/Amurang Pondang/Amurang Timur Sumber : Data Juli 2010. Legi. SPd Ernest O. Kawatu. 16. 11. LSM Purna Paskibraka Indonesia Minsel 39. 19. Sangkoy Drs. Minsel Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kab. 4. Nama Organisasi 2 Kerukunan Keluarga Besar Lengkong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) Kerukunan Akar Rumput Satal Kab. Minsel Yayasan Kekuatan Bagi Negeri (YKBN) Rukun Keluarga Tombulu di Tumpaan Organisasi Sosial Ro’ma Care Gerakan Da’wah Islam “MUHAMMADIYAH” Minsel “ENTOURAGE” Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Forum Peduli Pendidikan Sulut Korps Garuda Laskar TRIKORA Kelompok Pecinta Alam Cliff Hanger Persatuan Rukun Yosep Lousya Lembaga Independent Kecamatan Motoling Tuama Auto Club Garda Inti Permesta (Garinsta) Pimpinan Daerah ”AISYIYAH” Kab. 25. 18. Lendongan Sinar L. 20. Daftar Nama Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. 6. Badan Kesatuan Bangsa. 13. 17. Minsel Kateda Maesa Asosiasi Pendeta Indonesia Pengurus (Ketua) 3 Dr. SE Tommy J. Noya Junior Malomba Drs. 26. 10. Badan Kesatuan Bangsa. Politik dan Perlindungan Masyarakat 32 . 27. Lelengboto Jefry Pelealu Sinar Maradesa Dra.

1 15.Sos Rivay Rompas Drs. ST 3 Robby Sangkoy. Minsel Talented Youth Devada Kab. SPd Ibrahim Gani. SPd Wem Mononimbar Sharil Bahrudin. 6. Minsel Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia Kab. S. SPd Alamat 4 Amurang Amurang Amurang Ranoiapo/Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Tumpaan Amurang Bitung/Amurang Amurang Amurang Amurang 4 Amurang Amurang Uwuran Satu / Amurang Uwuran Dua / Amurang Kristy Alfons Sumual Dewa Putu Oka Pondang/Amurang Timur Ritey/Amurang Timur Tambelang/Maesaan Sumber : Data Juli 2010. 16. Badan Kesatuan Bangsa. Daftar Nama Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. SE Artli Kountur. Minsel 2 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kab. 2. 3. Minsel Forum Solidaritas Pemuda Kristen Kab. 17. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. membentuk 33 . Petrus Ulaan Drs. 11. Minsel Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kab. 21. SE Ibrahim Gani. H.G. 4. Minsel FKPPI Kab. Minsel Gerakan Pemuda Ansor Kab. 22. Rumokoy Michael Frans Farland Lengkong Maryoh Sangkoy. Ferry Mohede Ir. SPd Dr. Tommy Kawengian Richard Ottay. SH Jhoni Taroreh. 20. 7. Minsel Himpunan Mahasiswa Minahasa Selatan Peduli Pembangunan (HMMSPP) Pemuda Tani HKTI (Petani HKTI) Forum Komunikasi Mahasiswa Minsel (FKMMinsel) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indoensia) Kab. 9. Minahasa Selatan Tabel 11c. 8. Art Bago Robby Simbar. Togas. 19. 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Runtunuwu F. 14. Minsel Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kab. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. MPd Drs. 5. Minahasa Selatan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memperkokoh kemerdekaan berserikat. 12. Nama Organisasi 2 Karang Taruna Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Kosgoro Kab. Minsel Pemuda Pancasila Kab. Minsel Keluarga Besar Putra-Putri Polri Ikatan Putra-Putri Kepemudaan Minahasa Selatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kab. Minsel Pengurus (Ketua) 3 Merry M. Minsel Pemuda Panca Marga Kab. 18. 10. Minsel Barisan Muda Demokrat Kab. Minsel Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab.

Sos Johni Sumual. SH Welly Pelle Frangky Mokalu. SH Harvey Tewal.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 kepengurusan partai politik di daerah sesuai dengan partai politik yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat. 31. 3. 33. 8.A. 28. 32. dari 42 partai politik peserta pemilihan umum di Indonesia tahun 2009. 18. Laonda Frangky I. SE Hengky Rumengan. Ke-34 partai politik tersebut diperlihatkan pada Tabel 12. 20. SE Ventje Tuela. Partai politik merupakan Di sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokratis untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab. 10. Nama Partai Politik 2 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Pemuda Indonesia (PPI) Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Republik Nusantara Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kedaulatan 2 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Patriot Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat (PD) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor Partai Buruh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Pengurus (Ketua) 3 Billy J. 17. 2. SH Anyan Kotambunan Fonny Singkoh Tommy Pakaya. 16. ST Drs. S. Rumokoy. 24. S. SE.Sos Franco G. Regar. 6. Tabel 12. F. 26. 21. 12. 14. 13. SE Fonny Singkoh Piter B. Henny Ottay. 27. ST Nico Tiow Priesly F.Sos Franny Donald Toloh. 9.J. 23. S. 30. 29. 25. Surentu. Hengky Toloh. hanya 34 partai politik yang terdaftar sebagai peserta pemilihan umum. MS Dr. M. Tumbelaka Robby Mintje Jenny J. 15. SH Agus F. SPd 3 Pdt. 5.Th Herry Djumaat Kasim Malolonto Chalid Doehmi Drs. Tumbuan. BA Thawil Hamim Pdt. SpPD Junaidi V. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1 1. Sumakul. 4. Kalangi Robby Gunawan. Wonok 34 . Kabupaten Minahasa Selatan. 22. BA Richard Ottay. 19. Liow. Ibrahim A. Mokalu. 1 11. H. 7.

030 3.022 101. Minahasa Selatan 35 . Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Memperoleh Kursi Beserta Jumlah Perolehan Suara No 1 Nama Partai Politik 2 Jumlah Perolehan Kursi 3 Jumlah Perolehan Suara 4 1.454 2. 2. Komisi Pemilihan Umum Kab.429 4. 8. 7. 4.979 Sumber : Data Juli 2010. SH Sumber : Data Juli 2010.544 2. dari 34 partai politik peserta pemilihan umum.467 3. Berdasarkan hasil pemilihan umum legislatif tanggal 9 April 2009.377 16.086 24. Partai politik peserta pemilihan umum yang memperoleh kursi beserta jumlah perolehan suara diperlihatkan pada Tabel 13.000 2. 11. 12. Partai Merdeka Viktor Kimbal. 9.468 2.248 3. 3. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan pada pemilihan umum legislatif tahun 2009 ditetapkan 30 kursi untuk diperebutkan oleh partai politik peserta pemilihan umum.854 4. Tabel 13. Komisi Pemilihan Umum Kab. 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 34. 5. 6. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrat (PD) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Jumlah 8 6 5 2 2 1 1 1 1 1 1 1 30 Orang 33. hanya 12 partai politik yang memperoleh kursi.

kegiatan institusi sosial dan olahraga. Demografi Keadaan dan kepadatan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tersedianya berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya. kesehatan. kondisi pendidikan. di mana fasilitas sarana dan prasarana selalu lebih lengkap dan kompleks daripada penduduk di pedesaan. hidup yang lebih baik dan lebih layak. agama. perekonomian. kondisi ketenagakerjaan. 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB VI KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFIS Profil sosio-demografis suatu daerah menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan penduduk. 36 Hal ini disebabkan setiap manusia pada hakekatnya selalu ingin menikmati fasilitas . Kecenderungan tersebut terlihat dalam kehidupan penduduk perkotaan.

541 4.409 2.436 632 2.590 3.179 2.528 267 1.506 KK.089 3.611 3.403 4. 2.242 3. Tabel 14. Kemiskinan di suatu wilayah mempunyai hubungan dengan kondisi wilayah dan pembangunan ekonomi wilayah. Sampai dengan tahun 2009.060 198 792 323 1.730 4.119 941 263 640 910 681 469 428 711 617 manusia yang dapat membangun dan mengembangkan Data Tahun 2008 Jumlah KK 3.193 Jumlah KK Miskin 955 691 487 460 399 540 745 693 299 425 165 741 369 419 883 711 617 Data Tahun 2009 Jumlah KK 3. Data Keluarga Miskin di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007-2009 No 1.560 609 2.609 4.518 3. 16.232 2. 14.201 Jumlah KK Miskin 957 723 621 1. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi sumberdaya daerahnya. 5. 4. Hal ini sebagai dampak dari program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan keinginan masyarakat meningkatkan taraf hidup. 17.168 3.348 3.839 2. 8.712 3. penduduk Kabupaten Minahasa Selatan tersebar pada bentang wilayah dengan kepadatan yang cukup rendah dan sebagian besar terkonsentrasi di ibukota kecamatan.928 545 2. Sebagai suatu kabupaten pemekaran.702 2. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.506 6.465 4. 3.428 523 2.180 1. keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 8.155 2.461 3.552 3.317 4. 7.545 4. 13.464 4. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2007-2009 diperlihatkan pada Tabel 14.848 462 2.676 4. Minahasa Selatan tidak terlepas dari masalah kemiskinan. 6.100 732 2.292 343 1.543 2.982 4.208 2.218 2. 12.728 600 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Berdasarkan data pada Tabel 1b. 9. Kemiskinan merupakan suatu fenomena masyarakat yang sudah lama terjadi dan dapat terjadi di mana saja tanpa memperhatikan lokasi.403 4.680 2.284 5.159 3. sehingga sifatnya global.052 4.400 607 2.846 4. 15. 11. 10.835 2.460 4.092 37 .738 4.212 553 640 2.404 3.068 515 2.271 4.165 Jumlah Jumlah KK Miskin Jiwa Miskin 525 2.189 3. Nama Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur Motoling Barat Tenga Sinonsayang Amurang Tareran Suluun Tareran Tumpaan Kumelembuai Amurang Timur Amurang Barat Tatapaan Maesaan Data Tahun 2007 Jumlah KK 4.265 2.372 432 1.671 2.099 1.514 3.

138 9.179 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 57.506 34. Program BLT-RTS diselenggarakan dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial (social protection) sebagai dampak pengurangan subsidi BBM.Total 1 58. Sedangkan RTS adalah rumah tangga yang masuk kedalam kategori sangat miskin. Dengan demikian. salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan teknologi pada sektor-sektor ekonomi yang unggul. miskin dan hampir miskin. salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali harga komoditas pertanian dan pengaturan kembali kelembagaan sektor pertanian. Mekanisme yang 38 Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran . Minahasa Selatan Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan. terutama yang menyangkut hak-hak penduduk. Pemerintah Pusat melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan. antara lain : 1. perkebunan dan perikanan. melalui sektor-sektor ekonomi tersebut memberikan nilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat. Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian.024 99 Sumber : Data Juli 2010.5 58.945 8. Salah satu cara yang dilakukan adalah memotivasi kepada penduduk miskin bahwa untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dapat tercipta di dalam sanubari mereka.26 10. Dengan meningkatnya harga jual komoditas pertanian. Program Bantuan Langsung (BLT-RTS) BLT adalah bantuan langsung berupa uang tunai sejumlah tertentu untuk RTS. maka pendapatan petani (rumah tangga pertanian) juga akan meningkat. yaitu dengan membangun motivasi masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau adat yang menjadi penghambat bagi kemajuan penduduk setempat. Badan Pusat Statistik Kab. Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah melalui pendekatan sosio-kultural. yaitu sektor pertanian.

1. khususnya terkait dengan upaya peningkatan sumberdaya manusia untuk jangka pendek dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang. BLT Kabupaten sebanyak mendapatkan BLT sebanyak Tujuan dari Program total anggaran Rp. namun hanya selama 2 bulan. b. Program Keluarga Harapan (PKH) PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) pada sisi beban pengeluaran.884. 400. Rp. Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dilakukan merupakan asistensi sosial (social assistance) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. 300. BLT-RTS diberikan sebesar Rp. Pelaksanaan Program BLT-RTS langsung menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan mendorong tanggung jawab sosial bersama serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin. dengan rincian. 100. Pada tahun 2008. 2. mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi serta meningkatkan tanggung jawab bersama. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. dan c.000 diberikan untuk digunakan selama 3 bulan (Juni-Agustus) yang diberikan pada bulan Juni 2008 dan Rp. yakni bulan April dan Mei.421 RTS Selatan pada tahun 2008 tahun 2009 dengan 9. BLT-RTS adalah : a.000. Membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan dasarnya.200. Prinsip PKH adalah pemberian bantuan tunai kepada RTSM dengan syarat 39 . Sedangkan mendapat 2008.599 RTS.000 per bulan selama 7 bulan.000 diberikan untuk digunakan selama 4 bulan (SeptemberDesember) yang diberikan pada bulan September Minahasa 9.

415 dan tahun 2009 mendapatkan bantuan sebesar RTSM. 3. apabila hasil uji coba di beberapa daerah/propinsi berhasil. untuk exit strategy PKH memerlukan koordinasi dengan program lain yang terkait. pertanian dan pemberdayaan masyarakat. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2007. termasuk pemeriksaan gizi dan imunisasi balita. antara lain ketenagakerjaan. Jawa Barat. 1. khususnya bidang kesehatan dan pendidikan.245. PKH bukanlah kelanjutan dari program Subsidi Langsung Tunai (SLT) Akan tetapi.891.000 pada 2.600. perindustrian. Sedangkan tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin. Pelaksanaan PKH direncanakan sampai dengan tahun 2015. Apabila setelah 6 (enam) tahun kondisi RTSM masih berada di bawah garis kemiskinan. kepada masyarakat miskin. akan menerima bantuan selama maksimal 6 tahun dan setiap 3 tahun akan dilakukan resertifikasi terhadap status kepesertaan.839.948. Ketujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo. melakukan pemeriksaan kesehatan. telah direalisasikan tahap I sebesar 40 .925 RTSM yang setiap tahun direalisasikan Untuk tahun 2010.000 pada 1. Di tahun 2007 mendapatkan pada 3.016 RTSM selama 3 tahap. tahun 2008 mendapatkan bantuan sebesar Rp.000 Rp. bantuan sebesar Rp. perdagangan. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. serta memeriksakan kandungan bagi ibu hamil. PKH lebih yang merupakan salah satu ”crash program” untuk mengatasi dampak akibat kebijakan kenaikan harga BBM. Bantuan yang diberikan kepada RTSM. Jawa Timur. dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial RTSM yang menjadi peserta PKH.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mereka bersedia mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. 3. Pelaksanaan PKH telah dimulai sejak tahun 2007 yang diawali di tujuh propinsi dengan melibatkan 500 RTSM. Sumatera Barat.109. nantinya RTSM berkewajiban untuk menyekolahkan anaknya. DKI Jakarta.

Target Realisasi TA.917 Realisasi Jumlah Bantuan RTSM (Rp) 311 103.000 252 314.536. 7.000 368 477. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) PNPM Mandiri merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu. 4.804. 2. 5. 2009 Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Awal RTSM RTSM RTSM (Rp) (Rp) (Rp) (RTSM) Tenga 334 322 441.365. 2.016 3.000 312 102.000 312 407.925 3.000 378 487. Rekapitulasi pembayaran RTSM peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2007-2009 dan tahun 2010 tahap I diperlihatkan pada Tabel 15a dan Tabel 15b.000 431 545.000 368 120.000 Sumber : Data Juli 2010.103.158.000 2.740.000 289 377. tanggal 30 April 2007 sebagai program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan 41 penurunan tingkat pengangguran yang berbasis pada partisipasi dan .948.000 320 430. 2007 Realisasi TA. Dinas Sosial. 5.000 2. 6.000 400 513.289.600.361.415 1.000 Modoinding 468 449 594.109.200. 3.000 391 122.000 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Sulawesi Tengah. Kecamatan Tenga Kumelembuai Motoling Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Sinonsayang Tumpaan Jumlah Target Awal (RTSM) 311 251 368 399 312 420 565 291 2. Tabel 15a. 4.800.400. Dinas Sosial.400.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Rp.134. 6. 8.245.050.000 Tumpaan 303 298 390.136. 8.278.000 565 738.000 Tompaso Baru 320 315 422.130. 7.000 290 92.117 1.718.000 Motoling 387 386 519.000 251 79. 2008 Realisasi TA.000.650.000 420 581.050.000 Kumelembuai 265 258 336.908 944.000 420 144.000 pada 2.300.000 3.150.891. 3.000 Sinonsayang 592 587 766.576.026.600. 943.907 RTSM.000 Ranoyapo 448 435 592.950. Minahasa Selatan 3.050.000 319 435.839. Minahasa Selatan Tabel 15b.300. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap I No 1. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2007-2009 No 1.650.000 565 179.000 Jumlah 3. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.000 252 308.

PNPM Mandiri. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK).993 kecamatan dan 28.000 sampai dengan Rp. untuk sementara dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.500.000.000. Di tahun 2009 mendapat bantuan pada 15 kecamatan dan hanya 2 kecamatan yang belum mendapat PNPM Mandiri.000.417 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. 3. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan.000. Kementerian Kelautan dan Perikanan.000. Kementerian Sosial. 2008. PNPM Mandiri terdiri dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Nama-nama kecamatan yang mendapat bantuan PNPM Mandiri pada tahun 2007. Mulai tahun 2008 diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW). Tahun 2010 mendapat bantuan di semua kecamatan dengan total anggaran Rp. Sedangkan di tahun 2008. 15.000. PNPM Mandiri adalah program strategis yang menjadi wadah dari berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. 42 .000. 1. Kementerian Pekerjaan Umum.500. 1.999 kecamatan dan 36. Kementerian Energi Sumberdaya Mineral.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pemberdayaan masyarakat. 3. Kementerian Pertambangan.000. Di tahun 2007.000 dan pos APBD Rp. 750.000. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Tabel 16b dan Tabel 16c. yakni Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Kumelembuai karena sementara melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP). 2009 dan tahun 2010 beserta besaran dananya diperlihatkan pada Tabel 16a. PNPM Mandiri mencakup 3.800.000.000 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp.000. Tujuan PNPM Mandiri adalah meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga miskin (RTM) dan pada sisi lain membuka serta perluasan lapangan kerja.000 sampai dengan Rp.000. sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan pengangguran yang umumnya bersifat sementara. 19.200. PNPM Mandiri mencakup 2. yang terdiri dari pos APBN Rp. sejak tahun 2007 mendapat bantuan PNPM Mandiri pada 5 kecamatan dan tahun 2008 mendapat bantuan pada 6 kecamatan.000.

000 720.000. 12.000.000.000.00 300.000.250.000.0 00 0 0 00 Sumber : Data Juli 2010.00 0 0 0 1.000. Tenga Ranoyapo Tumpaan Motoling Amurang Modoinding Jumlah Anggaran Tahun 2007 APBN APBD BLM (Rp) (Rp) (Rp) 600.000.00 400. 13.000 10.000 180. 2.000.00 0 100.000.000.000.000 720.000.000.000.000 720.00 0 0 0 1.000.00 300.000.000.000. 3. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007 dan Tahun 2008 No Kecamatan 1.0 00 Sumber : Data Juli 2010.00 0 750.000 720.00 0 - APBN (Rp) Anggaran Tahun 2008 APBD BLM (Rp) (Rp) 2.800.00 0 0 0 1.00 0 150.000 720.000.00 2.000.000.600. 4.000.000 900. 8.000.000.00 0 150.000.000 180.000.000 900.000.000.000 900.000.00 0 400.000.000.000 180.000 720.00 700.000.00 0 600.000.00 500.000. 7. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2009 APBD (Rp) BLM (Rp) 720.000 900.000. 5.00 250.000.00 10.500.000.000 900.00 0 500.200.500.200.000 720.200. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1.000 720.000.00 0 0 0 3.000.000.000.000.000.000 720.000.00 0 600.000 180.000.00 2.00 0 750.000.00 0 150.000.00 0 150.000 720.000.250.000 720.000.000.00 1.000 900.000 180.000 720.000.000 720.00 0 750.500.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten 43 .000.000.000.000. Minahasa Selatan Tabel 16b.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000 900.000.000.000.800. 9. 14. 3.000.000. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 16a.000.000 720.600.000 12.000. 4.000.00 0 0 0 1.000.000.000 720.000.500.00 2.000.000.200.00 0 0 1.000.800.500.0 8.00 0 750.000.000.00 1.000 180. 11.000 900.000.050.000 720.000 180.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.00 0 600.000 720.000. 15.000.000 0 900.00 1. 10.000.000 900.00 1. 2.000.00 1.000.000.00 300. 6.00 0 0 0 2.000 720.000 720.000.000.000 180. 6.000.000 180.000 180. Minahasa Selatan Tabel 16c.

000 200.000.250.000 800.000 800.000 1.250.000.000 200.250.000 19.000 1.000 1.000.000.000 1. 3. 8.000.0 00 Sumber : Data Juli 2010. Tabel 17a.000 200.000.000 1.000. 7.000.000.250.000.000 250.000.000 600.000 250.000. 8. Keadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000. 6.000.000 250.000.000.000 1.000 1.000.000.000.000. 16.000.000.000.000. 13.000.000 1.800.000 1.000 1.000.000.000.000 1.000 1.000.250. 2. 4. 14.000 1.000 1.213 Orang 106 Orang 1. 11. 15.667 KK 347 KK 236 Orang 1.000.000. 17.000.000 1.000.000 1.686 Orang 238 Orang 3.000.000.000 0 1.250.000 800. 10.000.000.000 250.000 800.000 1.000 1.000.000.000.000 1.000 250.000.000. Minahasa Selatan Saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial bawah ini.000. 5.000 250.000.000.000. 4.000. 2.000.000.000. 3.000.874 KK 2.000 250. 12.000 750.000.000 200.000. 13. 6.000 1.000.000 150.000. 7.000 1.000.000 200.000.000 1.000. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Sinonsayang Kumelembuai Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2010 APBD (Rp) BLM (Rp) 800. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. P M K S Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Lanjut Usia Pekerja Migran Daerah Rawan Bencana Korban Bencana Alam Eks Korban Bencana Sosial / Pengungsi Wanita Rawan Sosial Ekonomi Balita Terlantar Anak Terlantar Korban Tindak Kekerasan Anak Nakal Anak Cacat Jumlah 9.000.000.000 250. 9. 11.250.000.000 200.200.000.250.000 15.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1.250.000 250.000.000.000 1.000.000.000 800. 12.562 Orang 136 Orang 399 Orang 241 Orang (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 17a dan Tabel 17b di 44 .000.00 3.000 800.000 1.000.000.000 200.000.000. 5. 10.531 KK 7. 9.

335 123.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14.906 99. 3. 2.100 92. 4. angkatan kerja di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan tahun 2009 sebanyak 102. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Minahasa Selatan Tabel 17b.754 komposisi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan 45 . 2. Sedangkan sektor lainnya sebanyak Untuk 43.395 Tahun 2006 2007 (Orang) (Orang) 139. Penyandang Cacat Eks Narapidana Korban Penyalahgunaan Napza Bekas Penderita Penyakit Kronis Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Pengidap Penyakit HIV/AIDS 1.253 2008 (Orang) 101. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami Jumlah perubahan seiring dengan berlangsungnya proses pembangunan.961 orang.084 orang. 15.27 120. dengan jumlah yang bekerja sebanyak 95. Dinas Sosial. yaitu 52.754 orang. Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu modal utama bagi bergeraknya roda pembangunan. Minahasa Selatan 2.665 orang. 17.516 88. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.50 2005 (Orang) 138. Tabel 18. Uraian Jumlah Angkatan Kerja Jumlah Yang Bekerja 2004 (Orang) 135.226 Orang 402 Orang 423 Orang 483 Orang 980 Orang 16 Orang Sumber : Data Juli 2010. dan yang bekerja di luar negeri sebanyak 5 orang.161 124. 19. pada Tabel 18 di bawah ini. 16. Dari jumlah yang bekerja. Data Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.961 95.810 2009 (Orang) 102. 18. sektor pertanian dan peternakan menyerap tenaga kerja terbanyak. Keadaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Sosial. P S K S Organisasi Sosial Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jumlah 18 Orsos 156 KT 81 Orang 17 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010.

Tatapaan Desa Kapitu Kec. berdirinya koperasi. Tabel 19a.253 23.Sektor Lainnya 53.940 14. usaha mikro. Dinas Sosial.Bekerja di Luar Negeri 20 51 5 3. Perindustrian dan Perdagangan Kab. UKM. Sinonsayang Desa Tanamon Kec. Nama Pasar Tareran Pasar Tumpaan Pasar Amurang Pasar Tenga Pasar Paku Ure Pasar Poigar Pasar Motoling Pasar Poopo Pasar Tompaso Baru Pasar Modoinding Pasar Tatapaan Pasar Kapitu Pasar Desa Suluun Pasar Desa Ongkaw Pasar Desa Tanamon Lokasi Desa Lansot Kec. 12.045 52. Tumpaan Kelurahan Ranoiapo Kec. 5.665 Peternakan . 15.868 55. 6.215 1. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 19a. usaha menengah serta prasarana pemasaran dan perkreditan. 13.Sektor Pertanian dan 68. 3. 14. 11. Jumlah Setengah Penganggur 36. 2. Tabel 19b.174 5.942 36. Pasar.870 9. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. usaha kecil. Minahasa Selatan 9 66. Suluun Tareran Desa Ongkaw I Kec. Dinas Koperasi.765 41. Tompaso Baru Desa Pinasungkulan Kec.982 1. Pasar di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan berupa tersedianya pasar di hampir semua kecamatan. Motoling Desa Poopo Kec. Amurang Desa Tenga Kec.290 7.641 3. Tenaga Asing 3 5 5 11 8 8 (Data sampai dengan Tahun 2006. 7. Jumlah Pencari Kerja 2. Ranoyapo Desa Pinaesaan Kec.895 6.158 56. Tenga Desa Paku Ure Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Amurang Barat Desa Suluun IV Kec. Tareran Desa Tumpaan Kec.428 36. Penempatan Pencari Kerja 116 357 1. Modoinding Desa Paslaten Kec.133 4.390 6.765 14.281 24.793 1.483 48. 9. Walaupun disadari masih banyak masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan taraf hidup. Sinonsayang Sumber : Data Juli 2010.013 39. Minahasa Selatan 46 .237 68.203 23. Sinonsayang Desa Motoling Dua Kec.084 . Jumlah Penganggur 14. 10.309 8.765 43. Perekonomian Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan karena tersedianya sarana dan prasarana pendukung.218 6. Tenga Desa Poigar Satu Kec.207 4.166 5. 8. 4.539 51. Tabel 19c dan Tabel 19d.998 571 7. masih termasuk dengan Kabupaten Minahasa Tenggara) Sumber : Data Juli 2010.

Data Koperasi Berdasarkan Jenis/Identitas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sumber : Data Juli 2010. Produksi Koperasi Konsumen Koperasi Wanita Koperasi Pemasaran Koperasi Serba Usaha Koperasi Jasa Koperasi Lainnya Total Jumlah 6 45 194 28 154 37 28 18 4 7 1 19 22 193 1 44 799 3.Industri Pertanian .Industri Pertanian . 4. Pasar.Perdagangan . 7.Industri Non Pertanian . 8.Perdagangan . Peternakan f. 3. Sumber : Data Juli 2010. Produsen c.Perdagangan .416 117 766 403 381 102 226 435 109 57 196 27 4.Aneka Jasa Usaha Menengah : . Tani e. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Nelayan h. 6. Usaha Kecil dan Usaha Menengah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Pasar. Dinas Koperasi.Industri Non Pertanian . Perindustrian dan Perdagangan Kab. Minahasa Selatan Tabel 19d. Jenis Koperasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Produsen : a.Industri Pertanian . UKM.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 19b. Pertanian d. Perikanan i.Aneka Jasa Usaha Kecil : . Petani Buah j. 5. Jenis Usaha Usaha Mikro : . Minahasa Selatan Tabel 19c.Aneka Jasa Total Jumlah 1. Dinas Koperasi. Perkebunan g. UKM.235 2.Industri Non Pertanian . 2. Prasarana Pemasaran dan Perkreditan di Kabupaten 47 . Data Populasi Usaha Mikro. KUD b.

UKM. Dinas Koperasi. Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas sebagai bentuk pemenuhan hak warga negara untuk mengikuti Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagaimana diamanatkan dalam 48 Langkah kebijakan yang ditempuh dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan No 1. Masih banyaknya penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan merupakan salah satu kendala utama terbatasnya partisipasi pendidikan di Indonesia. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat mempengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. Oleh karena itu. 6. Pasar. Minahasa Selatan 4. Pendidikan Pada hakikatnya. penduduk Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Prasarana Bank Toko Warung Rumah Makan Rumah Kopi Toko Obat/Apotek Pompa Bensin Jumlah 14 187 1. 3. biaya pendidikan juga masih dinilai mahal oleh sebagian besar masyarakat. Namun. 2. 4. sampai dengan tahun 2009 pelayanan pendidikan belum dapat sepenuhnya disediakan dan dijangkau oleh seluruh warga negara. Perindustrian dan Perdagangan Kab. terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada Pemerintah pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara.620 144 95 5 3 Sumber : Data Juli 2010. UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. 7. Keadaan pendidikan suatu wilayah dapat menjadi indikator kesiapan penduduk dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5. Selain karena fasilitas pendidikan belum mampu disediakan di seluruh pelosok tanah air termasuk di daerah terpencil dan kepulauan.

Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur. termasuk kecakapan personel. Peningkatan pendidikan nonformal yang merata dan bermutu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal. yaitu penduduk miskin. 5. Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah. intelektual. 2. Pemberian perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. spiritual. mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. kepulauan dan daerah konflik untuk menjangkau layanan pendidikan. baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas. emosi. 6. 4. Peningkatan dan pemantapan peran perguruan tinggi sebagai ujung tombak peningkatan daya saing bangsa serta pengembang IPTEK dan 49 . sosial.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peningkatan perluasan layanan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja serta mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. tinggal di daerah terpencil. baik formal maupun nonformal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu sehingga 3. Di samping itu. jenis dan jenjang pendidikan untuk memberikan kecakapan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan ditempuh langkah kebijakan sebagai berikut : 1. dan vokasional untuk bekerja dan usaha mandiri sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pembangunan . terutama bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah atau buta aksara dan putus sekolah.

berupaya Namun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengatasi 50 . 2. termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah serta komite satuan pendidikan yang lain. 3. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk semua anak. Peningkatan efektivitas peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. maupun pengelolaan pendidikan dari tingkat pusat sampai satuan pendidikan. akreditasi. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. baik laki-laki maupun perempuan yang didukung dengan ketersediaan informasi mengenai layanan pendidikan secara transparan. 4. dan pengawasan yang didasarkan pada hasil. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal yang didukung oleh penerapan sistem kontrol dan jaminan kualitas pendidikan serta penilaian kinerja di tingkat satuan pendidikan melalui pelaksanaan evaluasi. termasuk kompetensi lulusan dan tingkat kesehatan manajemennya. Peningkatan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi. sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah. permasalahan akses serta pemerataan pelayanan pendidikan. dengan pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada perguruan tinggi dalam mengelola pendidikan secara bertanggung jawab dan akuntabel.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 seni. mutu pendidikan maupun manajemen pelayanan tetap pendidikan. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan ditempuh langkah sebagai berikut : 1. sertifikasi. penyediaan biaya. seluruh pelosok desa agar dapat Berbagai program dan kegiatan pendidikan. baik dalam penyelenggaraan. pelaksanaan otonomi keilmuan yang didukung dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan budaya baca. Selain permasalahan sarana dan prasarana. walaupun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menjangkau memperoleh diperhadapkan dengan berbagai permasalahan.

039 3.559 2. 2.165 25. Kabupaten Minahasa (Tondano) dan Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi) dengan konsekuensi biaya hidup yang tinggi. Saat ini. Keadaan Sekolah dan Siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cukup memadai.246 22. Di setiap kecamatan terdapat lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenjang Pendidikan PAUD TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta Total 3 146 149 127 107 234 1 1 58 21 79 13 5 18 9 2 11 211 281 492 Jumlah Siswa P Total 37 40 77 1. Pemuda dan Olahraga Kab. Mengingat banyak para siswa lulusan SMA dan SMK Kabupaten Minahasa Selatan yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berada di Kota Manado.414 1. 3. Minahasa Selatan Berdasarkan data jumlah siswa SMA dan SMK pada Tabel 20 di atas sebanyak 4.860 13.425 45. Sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya terdapat di beberapa kecamatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 permasalahan-permasalahan tersebut. 51 .949 22.821 2.686 9. 6.973 633 613 1. 5.348 12. Keadaan sekolah dan siswa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 20.374 L Sumber : Data Juli 2010. Tabel 20. 4.663 4.513 511 449 960 4.349 1. Dinas Pendidikan. sangat diperlukan adanya Perguruan Tinggi yang representatif sesuai dengan kondisi Kabupaten Minahasa Selatan untuk menampung para siswa yang telah lulus.219 siswa. 7. Kota Tomohon.

Data Keadaan Pendidikan Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4. 8. Dinas Pendidikan. 2.315 Guru CPNS P Jml 0 0 0 0 0 0 2 3 86 105 24 36 4 11 5 11 0 0 121 166 Non PNS L P Jml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 221 227 67 400 467 85 131 216 40 39 79 27 22 49 3 4 7 228 817 1. 5. data keadaan guru PNS dan non PNS. 82 laki-laki dan 2069 perempuan. Dinas Pendidikan.045 Total 1 0 0 360 1. Pemuda dan Olahraga Kab. 4. Tabel 21b dan Tabel 21c. Minahasa Selatan 52 . baik guru PNS/CPNS maupun non PNS berjumlah 3. 6. keadaan pendidikan guru serta sertifikasi guru diperlihatkan pada Tabel 21a. Selengkapnya Namun yang telah mengikuti sertifikasi guru sampai saat ini hanya berjumlah 288 orang yang terdiri dari. Minahasa Selatan Tabel 21b.732 897 356 169 11 3. 5. Jenjang Pendidikan TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah SMA L 5 102 0 26 4 3 140 P 217 501 3 27 5 0 753 D1 L 0 1 0 19 0 0 20 D2 P 2 11 0 57 0 0 70 L 0 47 0 9 0 0 56 P 3 301 0 44 1 1 350 D3 L 0 2 1 11 2 2 18 P 25 25 0 28 7 1 86 DIV-S1 L P 0 16 62 282 3 1 163 303 100 138 43 56 371 796 S2 L 0 0 0 0 0 5 5 P 0 1 0 4 1 3 9 Total 268 1.526 L 1 0 0 3 239 186 95 50 1 575 L 0 0 0 1 19 12 7 6 0 45 Sumber : Data Juli 2010.674 Sumber : Data Juli 2010. 3. 6. 3. Sedangkan keadaan pendidikan guru di Kabupaten Minahasa Selatan pendidikan SMA sederajat dari sampai dengan pendidikan strata dua (S2). Pemuda dan Olahraga Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Untuk keadaan guru di Kabupaten Minahasa Selatan.335 8 691 258 114 2.383 yang tersebar di semua jenjang pendidikan. 9. Satuan Kerja / Jenjang Pendidikan UPT Cabang Dinas Pengawas Penilik TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK SLB Jumlah PNS P Jml 0 1 0 0 0 0 127 130 921 1. 2. 7. Data Keadaan Guru PNS/CPNS dan Non PNS di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1.740 2. Tabel 21a.160 459 645 171 266 59 109 3 4 1.

SD . 5. Jumlah Siswa : 2007 55. Minahasa Selatan Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau semua penduduk usia sekolah untuk memperoleh pendidikan. Tabel 22a.54% 59.52% 4. Penduduk 7-12 Tahun e. Jumlah Siswa : .02% 90. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya dan mencari terobosan terhadap berbagai hal yang berkaitan dan mendukung bidang pendidikan.86% 77. Jumlah Siswa c.28% 3.517 106.37% 25.022 90. Dinas Pendidikan.49% 2010 65.65% Tahun 2008 2009 57. 3.437 134 24. APK dan APM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2006-2008 diperlihatkan pada Tabel 22a dan Tabel 22b.552 98.06% 86.123 104.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 21c.633 144 16 24.270 6. TK SD SMP SMA SMK Penga was Total Kuota 2007 L P Jlh 0 13 18 27 1 15 59 3 44 36 28 3 35 114 3 57 54 55 4 50 173 Kuota 2008 L P Jlh 0 9 23 11 4 11 47 5 77 61 24 4 54 171 5 86 84 35 8 65 218 Kuota 2009 L P Jlh 0 26 16 6 5 11 53 2 107 43 7 1 61 160 2 133 59 13 6 72 213 Kuota 2010 L P Jlh 0 10 13 5 1 7 29 13 49 38 9 3 33 112 13 59 51 14 4 40 141 L 0 58 70 49 11 44 188 Jumlah P Jlh 23 277 178 68 11 183 557 23 335 248 117 22 227 745 Sumber : Data Juli 2010.20% 78.214 99.90% 3. APK b. 53 . sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru. APK b.18% 92. Penduduk 4-6 Tahun SD/MI/SDLB a.86% 25.41% 2.13% 92.017 5. Dari tahun ke tahun. APK b.220 122 25.043 100 25.50% 3. APM c.634 92. 3. 2.046 25.331 5.SDLB d.73% 98. Pemuda dan Olahraga Kab. Data Keadaan Sertifikasi Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No Sekolah 1.817 99. APK dan APM Pendidikan Dasar Kabupaten Minahasa Selatan No 1.15% 25. APM c. Siswa 7-12 Tahun SMP/MTs/SMPLB a.70% 25.643 6.15% 95. mutu pendidikan mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. 4. 6. Pendidikan Dasar TK a.MI .097 24.815 101.

2.600 13.314 2.982 10.509 2.338 2.085 4.478 1.992 12. Minahasa Selatan Untuk keadaan penduduk menurut pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 23.520 2.651 1.265 1.537 3.SMK d. Pemuda & Olahraga Kab.408 3.019 2.520 1.587 3.883 2.685 4.638 9.099 2.SMP .814 16.232 987 34. Siswa 16-18 Tahun 2007 49.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .140 3.656 97 10. 12.271 1. Dinas Pendidikan.273 2.503 3.838 1.19% 55.546 2.096 2.095 1. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah Belum Tidak Tamat Seko.384 85 10.014 37.867 2.141 1. 15.601 1.172 1.674 9. Penduduk 16-18 Tahun e. 14.513 2.058 1.370 833 2.181 10. Siswa 13-15 Tahun 9.060 2.13% 3.380 2.686 3.SMA .317 2.303 204.165 1.965 3.762 8. 8.788 2.878 1.403 1. 6. 7.139 1.045 78 10.177 2.571 1.135 2.745 2.551 2.98% 46.570 1.27% 61.787 1.658 9.764 50 60 105 56 85 127 67 88 134 102 68 129 83 93 126 161 200 247 90 117 358 84 112 198 166 114 432 52 65 98 83 97 120 73 68 270 70 84 301 37 64 64 72 18 42 39 40 92 36 35 193 1.359 996 441 1. Tabel 23.978 Sumber : Data Juli 2010. APM c.970 2.Tamat SLTP SLTA SD lah SD 3.069 9.967 10. Pendidikan Menengah SMA/SMK a.283 1.321 1. Penduduk 13-15 Tahun e. Jumlah Siswa : .946 2.487 2.652 1. APK b.850 12.950 7.736 1.010 3.773 99 10.505 4.029 9.889 15.005 2. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.217 2. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan 23 September 2009) No 1.278 2. 17.698 2.17% 3.232 5.895 10. 16.223 2009 65.161 10.875 4.036 Sumber : Data Juli 2010. 11. 5. 9.950 14.897 1. Minahasa Selatan Tabel 22b.MTs d.167 Sumber : Data Juli 2010.428 2.454 2.693 5.484 2.703 4. Dinas Pendidikan. 10.417 2. Pemuda & Olahraga Kab.170 2. APK dan APM Pendidikan Menengah Kabupaten Minahasa Selatan No 1.707 1.753 10.511 3.559 7.906 15.482 3. 3.591 13.480 584 39.967 48.945 1.973 3.954 2.703 3.191 Tahun 2008 97. 4.358 D II D III S1 S2 4 7 1 3 3 17 16 11 23 4 5 14 17 0 1 3 5 134 S3 1 2 0 1 1 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 0 2 15 Jumlah 11.041 1.67% 3.518 8. Minahasa Selatan 54 .480 3.212 15.284 9.782 5.467 248 3.867 38.398 3.187 9. 13.252 1.271 3.

Keadaan Perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 10. Kecamatan Desa/Kelurahan 2 Modoinding .446 482 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 964 Jumlah Pengunjung (Orang) 2008 2009 Mei 2010 5 450 450 6 555 555 7 365 250 115 7 220 220 219 219 494 277 217 333 223 110 275 275 495 270 225 230 230 668 233 210 225 457 227 230 235 235 477 237 240 435 Keadaan perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2008 sampai dengan pertengahan 1 2.192 595 597 597 597 1.Ongkaw Amurang . 55 .Picuan Lama Motoling Timur . tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 24.Picuan Baru . pemerintah telah mendirikan/menyediakan 31 perpustakaan.Wanga Amongena Motoling Barat . 12. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendirikan/menyediakan perpustakaan di semua kecamatan dan menyediakan berbagai macam buku. 3. 5 445 445 443 443 877 440 437 435 435 430 430 862 432 430 440 440 1.Raanan Baru Tenga .Tumpaan . 6. 9. 7.316 437 439 440 889 447 442 400 400 895 450 445 845 6 575 575 580 580 1. 13.Tompaso Baru Ranoyapo .173 586 587 588 588 590 590 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa dan masyarakat pada umumnya. Ranoiapo Tareran . Lewet .Rumoong Atas .Kel.Munte Kumelembuai Jumlah Perpustakaa n 3 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 Jumlah Buku 4 682 482 200 4 482 482 482 482 964 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 482 482 1. Sampai dengan pertengahan tahun 2010.Kilometer Tiga .Suluun Tumpaan .Kel.095 8.Ranoyapo Motoling .Pakuweru Sinonsayang . 11. 5.Makaaruyen 2 Tompaso Baru .Sinisir . 4.159 579 580 1. Tabel 24.Kaneyan Suluun Tareran .754 599 598 557 1.239 659 580 575 575 1.Tawaang .Wanga .

911 555 540 2.309 460 475 467 457 450 500 500 470 470 905 455 450 12. pemerataan masih rendah karena keterbatasan tenaga dan peralatan. maka negara kuat. Kawangkoan Bawah Tatapaan .Kel. antarkawasan dan antarperkotaan-perdesaan. masih tingginya disparitas status kesehatan antartingkat sosial ekonomi. 15.Kumelembuai .Kel. sektor kesehatan harus mendapat perhatian dan penanganan yang serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa serta negara.096 549 547 16. harus didukung oleh 56 .Paslaten Maesaan .Temboan Jumlah 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 31 482 482 2. baik karena kendala geografis maupun kendala biaya.Malenos Amurang Barat .714 220 215 1.Ritey . kualitas.Lopana . Hal ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. yaitu pelayanan kesehatan terhadap penduduk miskin dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita.660 425 420 2. terjadinya beban ganda penyakit. 17. Oleh sebab itu. Jika rakyat sehat. yang berati negara maju dan berkembang. Permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini antara lain. Pondang . bahkan tidak dapat dilaksanakan.Makasili Amurang Timur . Permasalahan kesehatan lain yang perlu penanganan segera.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab. Untuk itu. pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah. Selain itu. aktivitas untuk bekerja dan berkarya terganggu. Ranomea . Kesehatan.410 482 482 482 482 482 482 482 482 482 964 482 482 14.194 230 232 240 245 247 241 241 243 243 458 245 213 7. 16.039 Sumber : Data Juli 2010. Apabila sakit. . Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kesehatan adalah faktor yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. Kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat.859 575 573 570 572 569 540 540 547 547 1.Tumani . serta perilaku masyarakat tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat. Minahasa Selatan 5.Kel.

2 per 1. Namun demikian. Saat ini. 2. berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang lain tersedia di semua kecamatan. Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000 Balita pada tahun 2008.000 kelahiran hidup pada tahun 2008. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 2 Rumah Sakit Umum Swasta dan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik. 3. Angka Kematian Balita di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperan penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 9.5 kematian bayi per 1. Di samping itu.000 kelahiran hidup tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0. Sedangkan Angka Kematian Ibu sebesar 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.000 Balita mengalami penurunan 57 . Dari 17 kecamatan yang ada. menjadi 1. Tabel 25a. Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (IMR). Angka Kematian Ibu ataupun Balita. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap.2 per 1. Nama Puskesmas Amurang Timur Tumpaan Amurang Lokasi Kecamatan Amurang Timur Tumpaan Amurang Sifat Pelayanan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Jumlah Kendaraan Operasional 1 Unit 1 Unit 1 Unit Untuk Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 3.1 per 100. Angka Kematian Bayi mengalami penurunan dari 11.000 pada tahun 2008. yaitu Angka Kematian Bayi. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah perilaku dan lingkungan. sangat dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang representatif untuk pasien yang kondisinya berat dan dokter spesialis beserta tenaga kesehatan lainnya. Berdasarkan data pada 14 Puskesmas.2 per 100. 14 kecamatan telah memiliki Puskesmas dengan kendaraan operasional dan 7 (tujuh) Puskesmas telah mengadakan pelayanan rawat inap.2 kematian bayi per 1. Untuk Puskesmas dan sarana kesehatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 25a dan Tabel 25b. Pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dapat diukur pada beberapa indikator derajat kesehatan.

6. 5. Sarana Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 13. 10. 7. 5. 4. 3. Jenis Sarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rumah Sakit Umum Swasta Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) Apotik Toko Obat Optik Balai Pengobatan Rumah Bersalin Posyandu Jumlah 1 2 156 85 3 2 2 3 19 185 Sumber : Data Juli 2010. 9. 2. Minahasa Selatan Sedangkan jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 26. 10. 5. Tabel 26. 14. 9. 3. 8. Dinas Kesehatan Kab. 7. 11. 10. Dinas Kesehatan Kab. 8.Kes) Apoteker Sarjana Farmasi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Sarjana Ilmu Terapan (D IV Kebidanan) Sarjana Ilmu Terapan (D IV Gizi) Jumlah (Orang) 69 3 2 4 5 11 11 2 1 58 . Minahasa Selatan Tabel 25b. 8. 12. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. Amurang Barat Tenga Ongkaw Motoling Kumelembuai Poopo Tompaso Baru Modoinding Tareran Suluun Maesaan Amurang Barat Tenga Sinonsayang Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Modoinding Tareran SuluunTareran Maesaan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 6. Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (M. 9. 7. 6. 2. Tenaga Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.

04 88.278 2. 5.38 86. 9. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Maesaan Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Amurang Barat Sinonsayang Tenga Amurang Amurang Timur Tumpaan IUD 694 501 241 696 290 156 445 416 580 441 1. 19.60 93.21 86.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 11.100 2.08 74.369 2.289 1. 2. Dinas Kesehatan Kab. 12.098 1.031 Jumlah 2. 17.426 1.284 % 91. Dari tahun ke tahun jumlah peserta KB. Minahasa Selatan Dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kabupaten Minahasa Selatan. 8.613 1. Program KB di Kabupaten Minahasa Selatan sangat Untuk jumlah dirasakan manfaatnya. 18. 15. Hal ini karena tersedianya dan mudahnya para Pasangan Usia Subur (PUS)/Wanita Usia Subur (WUS) mendapatkan alat kontrasepsi (alkon). 22.65 86. 12. 3.07 85. 20.657 PUS 2.817 1.157 1.365 2. 21. 23.252 571 304 248 Mix Kontrasepsi MOW MOP Kdm Imp 32 1 29 75 15 0 77 189 10 0 36 235 20 0 22 211 19 0 10 155 10 0 12 220 6 0 6 62 19 0 16 51 19 0 3 124 28 0 7 448 16 0 0 359 47 1 8 253 23 1 24 153 26 0 21 199 Sntk 755 532 525 475 184 435 594 304 619 1.132 Pil 571 509 560 393 286 451 310 294 858 971 737 569 670 1. 13. telah dan sementara digalakkan program Keluarga Berencana (KB).294 3. selain dapat menekan laju pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.23 86.118 2. 14.11 90. 6.205 1.823 1.05 94. 24.446 3. 10.590 1.90 59 . Sarjana Sanitarian Ahli Madya Keperawatan Ahli Madya Kebidanan Ahli Madya Gizi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan Ahli Madya Fisioterapi Ahli Madya Perawat Gigi Ahli Madya Sanitarian Perawat (SPR dan SPK) Bidan Diploma 1 Perawat Gigi Sanitarian (SPPH) Asisten Apoteker (SMF) Pekarya Kesehatan 3 49 46 13 10 2 4 5 180 112 16 15 4 17 Sumber : Data Juli 2010.20 70.423 1.018 1. Jumlah Peserta KB Per Mix Kontrasepsi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.203 3.899 2. baik yang mengikuti melalui program pemerintah maupun karena kesadaran pentingnya program KB (swasta) mengalami peningkatan.577 1. 11. 16.291 2.32 80. 7.48 90. 13. 14.818 2.285 1. Tabel 27.871 2.590 3.223 635 569 643 1. 4. peserta KB di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 27.

21.00 1.407 86.04 21. 12.177 237 1. 13. Walaupun demikian pemerintah terus memberikan motivasi dan pemahaman kepada kaum perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang. 2.224 638 1.05 25. 7. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 10. Tabel 28.00 8.82 50.992 1.68 1. 14. 3. pemerintah terus berupaya meningkatkan kedudukan perempuan (kesetaraan gender) dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Kesetaraan gender di Kabupaten Minahasa Selatan.75 33. 9. Minahasa Selatan Sejak dahulu.73 60 . 16. 20.91 33. 17. Data Partisipasi Perempuan Pada Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.728 9.355 10. 24.00 40.00 22.99 2.08 51. 8.288 1. 11. Selain itu. Tatapaan Suluun Tareran Tareran Jumlah 200 101 159 7. 23. Badan Keluarga Berencana. 19.13 20.031 85.861 393 139 532 24 6 30 456 5 461 4 19 23 210 0 210 28 5 33 13 3 16 6 3 9 10 3 13 47 49 96 30 8 38 6 2 8 13 9 22 6 3 9 51 23 74 39 11 50 22 2 24 10 0 10 7 2 9 129 21 150 5 4 9 21 30 51 1. 22.15 18.544 31.00 15.200 459 1.08 82. 15. masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan telah menyadari akan persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja dan berkarya. baik pemerintah maupun non pemerintah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 28. Nama Lembaga / Instansi PNS Pemkab Minsel Pejabat Eksekutif Pejabat Legislatif POLRI PNS POLRI TNI Rumah Tahanan Kejari Kejari (Honor) Pengadilan Kantor Kemenag BRI BNI Bank Sulut Bank Danamon PT Air (PDAM) PLN Telkom Kantor Pos dan Giro Perusahaan Daerah Hukum Tua Hotel Restaurant Pendeta/Pastor/Imam Penduduk Yang Bekerja Laki-laki Perempuan Jumlah 2.869 4. 17.45 26.00 44.113 % 38.928 84.072 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 15.722 69.72 Sumber : Data Juli 2010.61 0.33 23.33 0.041 1.08 36. 16.295 30 14 35 369 40 0 2 45 5 27 32 335 450 238 99 524 72 790 3. 5. 4.08 22.44 58. nampak di hampir semua lembaga/instansi.22 14. 18.33 31. 6.

Sarana peribadatan yang dominan adalah gereja.857 76.921 0 0 39 12 0 0 0 0 0 0 333 11 0 0 103 243 0 0 51 2. 3. gereja.14 33. Agama Pembangunan agama merupakan upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional.612 0 2 560 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 25. Guru Agama Koperasi Perusahaan Swasta Rumah Makan/Kopi Pedagang Wartawan LPK Sopir/Montir LKS/Guru Bantu Jumlah 129 1. 31.15 44.50 15. 2. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan. dimana di semua desa/kelurahan tersedia. 26. 6. 4.253 0 0 Konghucu 4 0 0 0 0 0 0 0 0 61 .73 4. Islam. 33.599 5. Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh sejumlah penduduk dengan berbagai latar belakang agama yang mengimani agamanya masing-masing. yaitu Kristen. 5. 7. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Kristen 9. Hindu.160 Jumlah Umat Beragama Katolik Islam Hindu Budha 285 6. mesjid.55 64. 32.72 51. Badan Keluarga Berencana. 8. 28. Budha dan Konghucu. wihara dan li tang.48 48. Data Jumlah Umat Beragama di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.022 0 0 0 0 0 0 721 2. telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti.641 9.223 549 1.394 13.664 178 767 868 22 309 209 440 13. yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak serta pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan Indonesia yang aman dan damai. 30.69 Sumber : Data Juli 2010. Untuk jumlah umat beragama dan sarana peribadatan (tempat ibadah) di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 29a dan Tabel 29b.18 37.276 6. 27. Minahasa Selatan 6.327 12.476 16. Tabel 29a.412 119 424 419 21 111 208 228 8.971 9.232 6. Katolik.634 420 252 59 343 449 1 198 1 212 5.08 0. 29. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 9. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah penganut agama kristen.

5. 8. 17.306 148 0 0 162 18.724 0 0 0 4 4 0 0 0 8 0 0 0 27 2 0 0 0 31 0 0 0 1 0 0 0 0 5 Sumber : Data Juli 2010. Dari kesadaran yang muncul dalam mempererat dan mengembangkan toleransi antar umat beragama.913 14. 14. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah Kristen Gereja 30 38 18 29 18 14 19 32 41 19 36 29 28 32 33 27 30 473 Katolik Gereja 4 4 0 2 0 0 2 2 1 0 2 0 1 0 2 0 2 22 Jumlah Tempat Ibadah Islam Hindu Mesjid Pura 8 0 3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 3 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 27 0 Budha Wihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Konghucu Li Tang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Tabel 29b. 16. 15. dimana tercipta toleransi yang tinggi antar umat beragama yang dibuktikan dengan saling mengunjungi dan silaturahmi pada saat pelaksanaan hari-hari raya keagamaan.768 12. Kantor Kementerian Agama Kab. Kantor Kementerian Agama Kab. para pimpinan umat beragama membentuk suatu wadah yang diberi nama Badan Kerja Sama Antar Umat ber-Agama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Selatan 62 .057 10. 3. 13. 11. 16. 9.771 6. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 10. Sarana Peribadatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 11.461 13.815 10. 13. 12. Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah 8. 15. 10.999 2.390 12. Minahasa Selatan Kehidupan sosial umat beragama dan antar umat beragama senantiasa berjalan dengan baik. 7. 12.437 0 35 1. 17.431 0 675 0 411 91 415 0 753 4. 14. 4. 2.180 178.

4. karate. 7. 3. Tabel 30. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam kegiatankegiatan keagamaan. Namun dalam meningkatkan prestasi. tinju. Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan representatif. Beberapa sarana olahraga yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh para atlit serta masyarakat untuk olahraga dan hiburan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 30. Selain itu. 2. Sarana Olahraga Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Sepak Takraw Gedung Olahraga Jumlah 17 10 8 2 3 17 1 63 . di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia berbagai fasilitas umum. dalam menjaga kebugaran tubuh/berolahraga memanfaatkan sarana olahraga apa saja yang ada di sekitarnya. bridge dan beberapa cabang olahraga lainnya. 5. Begitu juga dengan masyarakat. seperti cabang olahraga atletik. baik tingkat pelajar maupun tingkat umum Kabupaten Minahasa Selatan dapat berprestasi di tingkat Propinsi maupun Nasional. Sarana Olahraga di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Tempat / Kegiatan Sosial Hampir semua desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki tempat kegiatan sosial seperti Balai Pertemuan Umum (Balai Desa/Kelurahan). di beberapa cabang olahraga. baik milik pemerintah maupun milik organisasi sosial/yayasan. Mengingat prestasi demi prestasi yang dicapai oleh para atlit Kabupaten Minahasa Selatan. seperti Gelanggang Olahraga (GOR). sehingga sangat diperlukan sarana olahraga yang memadai dan representatif. 7. 6. sepak bola. para atlit memanfaatkan dan menyiasati sarana olahraga yang ada di sekitarnya walaupun tidak memadai. yang digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Akan tetapi.

395 605 601 202 197 53 53 Provitas (Ton/Ha) 4. perikanan dan kelautan serta peternakan.8 365. Tabel 31. Pada umumnya daerah di Indonesia masih mengandalkan usaha ekonomi di sektor primer seperti pertanian. Tenis Meja Jumlah 15 73 Sumber : Data Juli 2010. kedelai.081 21. Selain itu. Minahasa Selatan BAB VII POTENSI PEREKONOMIAN Potensi perekonomian menggambarkan sumber-sumber penghasilan utama penduduk. kebutuhan data untuk menyusun profil perekonomian daerah diarahkan pada sumber primer dan sekunder .700 22.902 2.748 13. Pemuda dan Olahraga Kab.581 3. sektor sekunder seperti pertambangan dan industri pengolahan juga masih mendomisasi sumber perekonomian masyarakat. Dinas Pendidikan. 1. 3. perkebunan.390. 6.387. Pertanian Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah.966 4. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. jagung.851 1.712 1.4 82. kacang hijau. kacang tanah. Berdasarkan asumsi tersebut. 4. capaian produksi tanaman pangan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 31.9 964. Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau Luas Tanam Luas Panen (Ha) (Ha) 13. 2. Untuk tahun 2009. kehutanan.661 1. padi ladang.854 1.605 1.2 69. ubi kayu dan ubi jalar.1 64 .304 Produksi (Ton) 66.

Minahasa Selatan Berdasarkan data produksi tanaman pangan pada Tabel 30. Sedangkan pengelolaan tanah dilakukan dengan menggunakan traktor. 5. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. capaian produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Minahasa 65 . Komoditi Bawang Merah Bawang Daun Kentang Kubis Petsay/Sawi Wortel Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Besar Cabe Rawit Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Siam Luas Tanam (Ha) 2. 13. nasional maupun internasional. 8. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 7. 6. 2.727 3. 9.237 9. 3.685 450 414 501 269 20 34 124 1.681 449 413 500 280 15 77 299 1.799. 14. komoditi jagung memiliki produksi terbesar dibandingkan dengan komoditi lainnya. 7.040 tahun 2009. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah menerapkan teknologi pertanian berupa penggunaan benih unggul dan pemakaian pupuk yang berimbang. tenaga sapi dan manusia.620 15. Selatan ditunjukkan pada Tabel 32. sehingga kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus Untuk memberikan dampak positif bagi upaya meningkatkan pendapatan daerah. 8. 11.124 73. 12.5 Sumber : Data Juli 2010.148 3. Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan. 15.118 3.600 1. Berbagai komoditi hortikultura telah dipasarkan di tingkat regional. 10.000 560 30 231 897 23. Ubi Kayu Ubi Jalar 249 189 248 185 13.715 6. Dari tahun ke tahun produksi tanaman hortikultura mengalami peningkatan.282. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik.305 15 59 80 53 Luas Panen (Ha) 2. Tabel 32.297 15 59 80 52 Provitas (Ton/Ha) 18 20 35 15 18 2 2 3 3 18 15 20 20 Produksi (Ton) 38. 4.7 1.346 885 1.195 9.

235 2.727 17.086 13. 6.050 460 610 6.600 Provitas (Kg/M2) 1. 18.100 1.000 1. Potensi Tanaman Obat-obatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.600 2.500 47. biofarmaka (tanaman obat-obatan) dan tanaman hias yang baik.000 62.650 491. 4.351 141 21 - Provitas (Kg/Pohon) 60 20 30 125 25 25 44 23 75 50 50 3 25 35 65 75 30 35 20 - Produksi (Kg) 228.187 12.340 1. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan juga memilki potensi buah-buahan.906 29. Tabel 35.190. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.280 245. 2. 19.503 14 1. 13.600 400 142 7.935 420 - Sumber : Data Juli 2010. 15. 11. Tabel 33. 20. 25. Minahasa Selatan Tabel 34.810 Luas Panen (M2)) 19.160 43.995 135 415 20 125 8.827. 23.120 16 6. 17. - Untuk tahun 2009. 18.555 1. Komoditi Jahe Laos/Lengkuas Penanaman Baru (M2) 24.250 20.530 4. 12. 21.625 3.105 91.140 66 . 24. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.258 327.800 64 8.610 1. Tabel 34 dan Komoditi Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Siam/Keprok Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa/Konyal Sirsak Sukun Apel Anggur Melinjo Petai Jengkol Penanaman Baru (Pohon) 440 30 865 1. 19.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 16.9 Produksi (Kg) 28. 2. 9.500 51. 22. capaian produksinya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 33.5 3. Potensi Buah-buahan Tahunan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.900 117. 7. 16.650 10.372 1.100 2.050 40.240 39. Kangkung Bayam Labu Kuning Semangka 49 9 309 - 80 8 300 - 14 2 20 - 1. 17. 10.625 67.258 39. 14.000 - Sumber : Data Juli 2010. 8.900 2. 5.650 75 - Tanaman Menghasilkan (Pohon) 3.695 1.512. 3.

250 (Phn) 13.120 1.150 3.650 1. Temulawak 2. 8. minyak makan serta santan. Lempuyang 2.260 1. Tanaman kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa muda dan kopra sebagai sumber pangan. 4. kelapa.1 1. 5.135 7.025 10. dikelola oleh swasta berupa tanaman kelapa dan coklat (kakao) yang ditangani secara intensif. 9. 10. 3.3 6. Minahasa Selatan 2.410 385 770 350 350 223 (Pohon) Sumber : Data Juli 2010. Temukunci 12. minuman.0 30. Temuireng 8. 2.950 3.3 13. 6. Minahasa Selatan Tabel 35. Kapulaga 11. 7. walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun. Potensi Tanaman Hias di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.355 1. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya 67 . Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.035 5. Mengkudu/Pace 1. Kunyit 4. Sambiloto Sumber : Data Juli 2010.500 3. Dlingo/Dringo 10. coklat (kakao) dan kopi. Sedangkan perkebunan besar.240 Luas Panen (M2) 2. Perkebunan Tanaman perkebunan.9 3. Umumnya tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu. 11. Kajibeling 9.386 4. Mahkota Dewa 15.555 90 124 80 319 218 164 2.310 35 55 25 25 890 Provitas (Tki/M2) 11 14 11 14 14 14 11 ¼ m2 Produksi (Tangkai) 25. Kencur 1. baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Lidah Buaya 14. 12. vanili. cengkih.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Tanaman Hias Anggrek Anthurium (Kuping Gajah) Anyelir Gerbera (Herbras) Gladiol Heloconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati Palem Penanaman Baru (M2) 10. aren. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.

serangan penyakit busuk pucuk kelapa di akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008 sangat cepat penyebarannya dengan luas penyebaran mencapai 3. 50.000/bulan jauh melebihi upah minimum ratarata regional maupun nasional. sub sektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 yaitu 41. Disaat permintaan kopra dari pihak investor (pabrikan) yang terus meningkat. dan 3.500/kg. petani diperhadapkan oleh turunnya tingkat produksi yang disebabkan berbagai kendala.250.600/kg. Lambat proses peremajaan tanaman oleh petani. antara lain : 1.76%. 7. Adanya berbagai serangan hama dan penyakit terutama penyakit busuk pucuk kelapa.550 pohon kelapa. Namun memasuki pertengahan tahun 2009 harga kopra turun sampai pada kisaran Rp. yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil). Penyakit busuk pucuk kelapa telah menyerang daerah sentra-sentra produksi kelapa sehingga meresahkan para petani. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Utara penghasil kelapa yang cukup besar potensinya.50 ha dan 4.70 ton per tahun. terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa. Hampir semua sentra perkebunan kelapa banyak terlihat pohon kelapa produktif maupun hasil peremajaan telah terinfeksi penyakit busuk 68 . Dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 45. produk olahan tanaman kelapa khususnya kopra mencapai Rp.8.000 . 3.439. menghasilkan produksi sebesar 49.589.895. Pada tahun 2008.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagi jutaan masyarakat di dunia. Usia tanaman kelapa yang sudah tua sehingga kurang produkstif. Akibat tingginya curah hujan. 2. Ditinjau dari struktur ekonomi. Pada era kesehatan modern dewasa ini. dan dipertengahan tahun 2010 harga mulai naik sampai pada kisaran Rp. upah harian pekerja kopra sebesar Rp. 4.000/hari atau Rp.022 ha.000/kg sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi perbaikan perekonomian masyarakat dan secara langsung membuka peluang kesempatan kerja dan berdampak Kondisi ini dapat diukur dengan pada menurunnya angka kemiskinan. 1.

Tanaman aren di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki rata-rata produksi yang tinggi dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya.000/kg. Suluun Tareran. Memasuki pertengahan tahun 2010 harga cengkih pada kisaran Rp. Desa Wakan (Kecamatan Amurang Barat). Desa Tokin. Selain komoditi perkebunan kelapa. Desa Karimbow Talikuran (Kecamatan Motoling Timur).000/kg yang merupakan masa panen raya (panen besar). berupa pembuatan cap tikus (alkohol) dan gula merah (gula batu) serta dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu. Pada tahun 2006. petani mulai bersemangat dalam mengelola perkebunan cengkih. bahkan 69 . Akibat serangan penyakit busuk pucuk kelapa. Desa Tondey (Kecamatan Motoling Barat). Desa Elusan. beberapa komoditas juga memegang peranan penting terhadap perekonomian masyarakat. 45. Desa Raanan Baru. Namun saat harga cengkih turun tajam pada tahun 1989-1997. Desa Malola (Kecamatan Kumelembuai).000/kg. harga cengkih menurun lagi sampai pada kisaran Rp. Motoling Timur. Motoling. Kumelembuai dan Ranoyapo. Desa Pakuure I. 100.000/kg sehingga banyak petani cengkih yang tidak mengelola tanamannya.000 . 48. 52.000/kg. Produksi pohon aren pengolahannya masih secara tradisional.000 . 60. Tanaman cengkih merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. 25. Pada tahun 1977-1986 harga cengkih mencapai kisaran Rp. di akhir tahun 2007 sampai akhir tahun 2009 harga cengkih naik pada kisaran Rp. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan di awal tahun 2008. yaitu Desa Pondos. masyarakat menebangnya dan beralih ke tanaman perkebunan lainnya. terjadi penurunan produksi kelapa yang berkorelasi langsung dengan turunnya tingkat pendapatan petani. sehingga dapat menambah jumlah penduduk miskin. Sentra produksi aren berada di Kecamatan Tareran.000/kg Rp. sentra-sentra produksi kelapa yang telah terserang. 80.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pucuk. Dengan membaiknya harga komoditas cengkih pada tahun 1999-2000 yang mencapai kisaran Rp. cengkih dan aren. Desa Boyong Atas (Kecamatan Tenga) dan Desa Tiniawangko (Kecamatan Sinonsayang).85. Desa Karimbow. Akan tetapi.Rp.

80 No Komoditi Rerata Produksi (Kg/Ha) 1.74 818.80 3.80 17.105.292 96.111.50 43.78 32. 9.90 160. Tabel 37.70 1.152.387.95 2.09 45.397.04 81. Kelapa Cengkih Panili Aren Kopi Kakao Cassiavera Jarak Pagar Pala Sumber : Data Juli 2010.15 818.173.895.30 735.72 1.10 4.369 1.099.26 46. Produksi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.009.59 23.344 363 105 61 337 1.69 2.99 250.07 655.2.60 35. Jenis Pengusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Negara Komoditas Perkebunan Kelapa Kakao Jambu Mente Jumlah Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) 2. 6.97 228.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mempunyai luas Tabel 36.77 205.03 367. 8. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan Luas Areal (Ha) Menurut Keadaan Tanaman Tanaman Tanaman Muda Tanaman Rusak/Tua Belum MengTidak Jumlah Menghasilkan Menghasil hasilkan (TM) kan (TBM) (TR/TTM) 5.70 48 17 4. 3.445.324 3.50 115. Dinas Perkebunan Kab.18 Jumlah Pekebun (KK) 26. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Swasta di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.292.70 56 254. diawal tahun 2008. selain dikelola oleh petani/masyarakat juga dikelola oleh swasta seperti ditunjukkan pada Tabel 37.29 1.15 70 .90 1. Kabupaten Minahasa Selatan dijadikan pusat rempah-rempah dunia Indonesia oleh pemerintah pusat. 4. 2.292 96. 7.60 11.883.22 267.60 320.33 341.815.304 1. areal dan produksi yang baik seperti diperlihatkan pada Tabel 36.12 5.50 19. Minahasa Selatan Dari beragam jenis dan potensi komoditi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.997.87 882.20 43.00 1.622.64 168. 2.641 13. 5.30 139.68 14 8 220.00 47.54 .03 75.304 1.24 705.143.439.372.504.875.20 591.69 Produksi Jumlah Produksi (Ton) 49.

5. Nama Perusahaan PT. pemanfaatan hutan yang masih bertumpu pada hasil hutan kayu. Tenga Desa Pakuweru Kec.292 485. Jastamin PTP.09 3. 4.248. Sinonsayang Desa Blongko Kec.520 126. 7. pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pengelolaan hutan yang 71 Sehubungan dengan itu.00 47.596 1. 3. Sidate Murni PT.89 Sumber : Data Juli 2010. Pengelolaan Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat beberapa perusahaan yang mengelola tanah hak guna usaha (HGU). Sinonsayang Desa Tiniawangko Kec. 8. belum terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan. Tenga Desa Sapa Kec. 10. Blongko PT. Kayu Wolo PT. Dinas Perkebunan Kab. Minahasa Selatan 3. 9. Tatapaan Jumlah Luas (Ha) 74.110. Sinonsayang Desa Sapa Kec.561. Batu Kapal PT.701. Sinonsayang Desa Ongkaw Satu Kec. Kehutanan Pada dasarnya penataan ruang suatu wilayah adalah pengaturan penggunaan lahan yang ada di wilayah tersebut.011 Sumber : Data Juli 2010. 2. Sinonsayang Desa Aergale Kec. Noik Kumoyowa PT. penataan ruang selanjutnya. 6. Tabel 38.992 90.800 56.54 - . Mayaan Permai PT. tetapi potensi hutan yang besar tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa sebab.340 818.3. Multi Raya Ekatama Lokasi Desa Blongko Kec.201. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi hutan yang sangat besar. Tenga Desa Sapa Kec. yaitu penataan kawasan hutan (termasuk tata ruang hutan) yang belum teratur.596 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 (PN) Jumlah 3.000 800. sebagaimana tertera pada Tabel 38. Dinas Perkebunan Kab.450 103.540 354. Laimpangi PT. Sulja Indah PT. Tenga Desa Wawontulap Kec. penggunaan lahan yang ada (existing land use) harus juga menjadi pertimbangan dalam .37 96.35 591. Nusantara XIV PT. 11.617 554. Minahasa Selatan Selain itu. Tenga Desa Sapa Kec. pemanfaatan hutan yang belum berpihak kepada masyarakat.

Fungsi Hutan Lindung Produksi Terbatas Suaka Marga Satwa Cagar Alam Bakau Produksi Jumlah Luas Hutan (Ha) 13. Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar.904. Luas hutan menurut fungsinya di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 39.974. Sementara itu.414. Hal ini karena antara lain adanya penebangan dan perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat. Berdasarkan data luas hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cenderung mengalami pengurangan/penyempitan dari tahun ke tahun. Minahasa Selatan Saat ini. upaya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai.38 Sumber : Data Juli 2010. Untuk menanggulangi fenomena tersebut telah diupayakan menggalakkan kegiatan penghijauan dan reboisasi. 4. 6. Luas Hutan Menurut Fungsinya No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masih lemah. 5.91 16. Selain 72 .65 3. 2. 3. Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya juga terdapat di semua Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.576. baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi. Tabel 39.00 52.862. baik pemerintah maupun masyarakat sedang giat-giatnya melakukan penanaman pohon.82 14. potensi hasil hutan bukan kayu belum Hal ini terkait dengan masih rendahnya berkembang secara optimal. pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di dan sekitar kawasan hutan yang umumnya mengusahakan hasil hutan bukan kayu secara tradisional dan terbatas.597. Dinas Kehutanan Kab.00 3. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.00 479. Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan terjadinya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan bahan baku industri.

mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. 4.889. Nangka Mahoni.325 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 penanaman pohon di hutan. 3. berupa mangrove. diperlihatkan pada Tabel 40. Untuk jenis dan luasnya.869 31.000 ha (4 mil). Minahasa selatan 4.686 45.088. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168.623 Jumlah (Ha) 47.312 Sumber : Data Juli 2010.977 48 29. juga dilaksanakan penanaman pohon di wilayah pesisir. Nangka Rhizophora. Kayu Manis. Kegiatan Hutan Rakyat Reboisasi Rehabilitasi Mangrove Swadaya Masyarakat Jumlah Luas (Ha) 1.1 4.961 2.170 155 185. Nantu. Durian. 2.905 4. Minahasa selatan Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki lahan kurang kritis.835.1 Jumlah Tanaman (Pohon) 530.840 13.025 75.483 24. Cempaka. 3. Soneratia Cempaka. Jenis dan Luas Tanaman Kayu No 1.614 10.405 Jenis Tanaman Mahoni. Selain potensial untuk 73 .000 511. Nantu. Tabel 41.000 2. Tabel 40.22 km dan luas laut 56. 2. Nantu. Durian. Dinas Kehutanan Kab. Kayu Manis. Dinas Kehutanan Kab. Tingkat Kekritisan Kurang Kritis Kritis Sangat Kritis Jumlah Luas Dlm Kaw Htn Luar Kaw Htn (Ha) (Ha) 15. kritis dan sangat kritis dengan luas dan jumlahnya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 41.804 3. Luas Lahan Kritis di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Kayu Jati Sumber : Data Juli 2010.500 157. Mahoni. Cempaka. Avicenia.

Pengusahaan perikanan budidaya yang masih belum efisien. 74 . 2. umumnya miskin dan masih merupakan nelayan tradisional. 7 kecamatan di antaranya. kolam dan karamba yang umumnya pada wilayah-wilayah yang memiliki areal sawah. 6. Namun demikian. Banyaknya praktik Illegal Unreported and Unregulated Fishing yang menyebabkan kerugian negara. Kecamatan Amurang. Penanganan dan proses pengolahan produk-produk perikanan belum berkembang dengan baik. pakan. pada saat matahari terbenam di sebelah barat. Di pasar global. yaitu dengan tersedianya lahan/areal tambak. Kecamatan Amurang Barat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 budidaya perikanan laut. sehingga produk perikanan bermutu rendah dengan nilai jual yang rendah pula. dukungan permodalan. Sedangkan untuk budidaya perikanan darat. Masih tingginya ketidakseimbangan pemanfaatan stok perikanan tangkap antarkawasan/wilayah dan antar spesies. mempunyai daya tarik tersendiri Dari 17 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. seperti masalah benih. potensi sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh karena berbagai permasalahan. 4. Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya laut dan penangkapan ikan. 3. produk perikanan menghadapi kendala oleh adanya hambatan tarif dan nontarif yang dikaitkan pula dengan isu-isu lingkungan dan kesehatan. di samping sungai dan danau. penangkapan ikan juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk tempat pariwisata. Apalagi wilayah pesisirnya yang menghadap ke Laut Sulawesi. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya : 1. Kondisi nelayan. Sarana dan prasarana perikanan yang belum memadai serta input-input lain. Kecamatan Amurang Timur. riset dan iptek perikanan. Kecamatan Tumpaan. yaitu Kecamatan Tatapaan. 5. 7. kesehatan ikan.

2. sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai prospek besar untuk dikembangkan peranannya dalam mendukung pembangunan nasional. 19.416. Potensi Lahan Budidaya Air Tawar b. Potensi Lahan Budidaya Laut Luas Laut Luas Perairan Umum Daratan Untuk Perikanan Tangkap Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jumlah Perahu Tanpa Motor Jumlah Perahu Motor Tempel Jumlah Perahu Motor Katinting Jumlah Kapal Motor Jumlah Pajeko (Purse Seine) Jumlah Jaring Insang (Gillnet) Jumlah Sero Jumlah Rumpon Jumlah Alat Tangkap Lainnya Tenaga Kerja Perikanan : a. 16. Produksi Produk Olahan Hasil Perikanan Produksi Benih Ikan Balai Benih Ikan (BBI) : a. Kriteria Teknis 2 Kawasan Minapolitan / Sentra Produksi : a. Nelayan b.112. 11. Tabel 42. Potensi Lahan Budidaya Air Payau c.55 4 3. 21. 9. 75 . 6.548 1.960. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Payau c.657 1. 12. 8. Los Pasar Ikan. Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pengelolaan Lahan Budidaya : a.000 15 1 906 387 353 9 40 359 174 72 458 11. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Tawar b. 7. 18.540 438 825 51 2 16 Satuan 4 Kawasan Kawasan Ton Ton Ton Ekor Unit Unit Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Unit Unit Kelompok 3.187 1. Balai Benih Ikan (BBI) Tompasobaru b.000 1 4 1. Pembudidaya Ikan c. 20. Pemasar Produk Perikanan Jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) Jumlah Unit Pemasaran Ikan (Pasar Ikan Higienis.570 56. Pengolah Ikan d.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Apabila permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditangani. Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 42. 13. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 5.007 1.38 8. 14. Produksi Perikanan Tangkap b. Kawasan Minapolitan Tatapaan b.291 1. Pengelolaan Lahan Budidaya Laut Potensi Lahan Budidaya : a. Kawasan Sentra Produksi Perikanan Produksi Perikanan : a. 17. 10. 15. 22. 4. Produksi Perikanan Budidaya c. Pasar Ikan Tradisional) Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Volume 3 1 6 6.

8.625 2. 3. Mokobang b. 4.463 450 5 15 5 207 202 150 5 1. ikan kuwe dan sidat.590 1. 2. P. 29. Komoditas Rumput Laut Kerapu Kuwe Sidat Mas Nila Mujair Betutu Jumlah Areal Budidaya (Ha) Potensi Realisasi 1. P. Sedangkan untuk usaha budidaya perikanan darat telah dikembangkan jenis ikan mas. 7. Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sepatu c. antara lain usaha budidaya rumput laut.046. P.000 3 6 4 2 Unit Kasus Ha Ha Ha Ha 4 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Sumber : Data Juli 2010.349. Tabel 43.1 3 939. 27. Iloloy c. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Minahasa Selatan Prospek pengembangan usaha budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan sangat menjanjikan. Luak 6 3 2. D.000 7 78 7 586 680 342 5 3. Tabel 44 dan Tabel 45. D. ikan kerapu. Jumlah Kasus Pelanggaran Bidang SDKP 25.705 Sumber : Data Juli 2010. Burung d. karamba dan jaring tancap.5 0. D. Moat d. mujair dan betutu melalui usaha mina padi. Potensi perikanan budidaya dan potensi usaha perikanan budidaya serta komoditas eksport perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 43. 6.1 0. Tikus 1 26. Jumlah Prasarana Pos Pengawasan SDKP 24. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.500 525 525 28 288 280 280 37 3. 30. Pulau-Pulau Kecil : a. 28.039 Produksi (Ton) 2. nila. D. P.213 26. Minahasa Selatan 76 . 2 Luas Mangrove Luas Terumbu Karang Luas Padang Lamun Luas Kawasan Konservasi Perairan Laut (termasuk KKLD) Danau : a. Tatapaan b. kolam. 5.1 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 23.

kambing.Karamba . Komoditas Eksport Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. ayam ras.583 5 637 57 28 779 4. babi. 2. Khusus ternak sapi dan kuda dimanfaatkan oleh penduduk sebagai angkutan 77 . Selain memiliki lahan yang luas. seperti jagung. Cakalang. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.705 Sumber : Data Juli 2010. babi. 3.089 Produksi (Ton) 2. 4. itik dan anjing. Jenis Usaha Ikan Kayu Ikan Beku Ikan Beku Ikan Segar Komoditas Tuna.20 322. ayam buras. Nichindo Manado Suisan CV. Untuk ternak sapi. Tongkol Cakalang.Kolam . Peternakan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi peternakan yang dapat dikembangkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. itik dan anjing tersebar di semua kecamatan. Umumnya peternakan yang diusahakan adalah sapi.Jaring Tancap . Tongkol. karena sebagian besar penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah petani. Sakura Ria CV. juga didukung dengan ketersediaan pakan dari hasil pertanian. Prima Tuna Sejati Sumber : Data Juli 2010. ayam buras. Minahasa Selatan Tabel 45.Sawah Jumlah Potensi (Ha) 2.092 645. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.95 3. 2. Tongkol. Potensi Usaha Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. Minahasa Selatan 5. kuda. Lajang Kerapu Alat / Armada Tangkap Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine KJA Pemasaran Jepang Jakarta Jakarta Hongkong Pelaku Usaha CV.25 241. Lajang Cakalang.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 44. Usaha Budidaya Laut Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar : .60 403. Nirwana CV.

336 10.634 210 1.06 2.726 10.874 3.747 28 819 289 1.356 23 652 2.214 13. Amurang 0 838 18.630 976 17.84 Jumlah 3 0 1 3 2 - No Kecamatan Sapi Kuda Kambing Babi Anjing Sumber : Data Juli 2010.128 990 4.971 58 1.707 13.163 1.617 6.359 211.631 11.073 15.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 tradisional.197 Daging (Kg) 12.923 39 1.467 2. Kumelembuai 683 15. itik.481 10.008.975 2.721 1. Tenga 5 1.951 2.703 5. Tabel 46b dan Tabel 46c berikut ini. Motoling Barat 367 8. Amurang Barat 6 294 6.643 23 662 1. 2.749 10. 3.838 78.091 432 2.47 1.617 11.116 13.059 16.711 618 26.791 948 40. Produksi daging dan telur (ayam.97 1.069 88.560 1. 7.253 155 1.722 7.272 12.874 80.512 1. Minahasa Selatan Tabel 46b.636 3.840 38 1.173 14.360 8. Tatapaan 7 391 8.099 Ayam Pedaging Populasi (Ekor) 587 Daging (Kg) 704 - Ayam Petelur Populasi (Ekor) 666 1. Modoinding 492 11.10 121 835 1. Tumpaan 6 9 473 10.709 5.13 140 963 1.134 10.749 75.097 14. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.44 706 30.621 69. Ranoyapo 478 10.601 28 795 190 1.22 283 8. Tareran 1.65 192 1.251 22 634 1.066 9.475 11.864 1. Potensi Peternakan Unggas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.457 1. 8.393 2. Tompaso Baru 2 516 11. 4. 5.319 850 36.19 31. Untuk tahun 2009. 9. Motoling Timur 459 10. bahkan banyak yang dipasarkan ke daerah lain.99 568 24.737 Daging (Kg) 402 1.790 8.503 2.340 12. Suluun Tareran 9.205 27.869 2.720 73.79 23.610 25 709 129 886 1. Motoling 597 13. Tabel 46a.069 88.422 1.656 15.856 12.874 80.30 570 24.568 35.503 1. roda sapi dan bendi.312 2. populasi ternak dan produksi daging serta produksi telur di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 46a. puyuh) dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Minahasa Selatan.876 80.100 7.636 8. Maesaan 7 254 5. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Amurang Timur 251 5. 6.650 70.049 - Itik Populasi (Ekor) 381 430 225 143 378 536 341 159 154 Daging (Kg) 196 221 116 74 195 276 176 82 79 78 .874 2. Sinonsayang 6 399 8. Potensi Peternakan di Kabupaten Minahasa Selatan Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) 130 2.061 1.575 1.31 872 37.554 1.137 14.

890 2.244 23.790 8. Jumlah Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 14.737 14.214 4.553 7.116 986 955 1.012 25.703 5. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah 3.921 22. 9.10.33 8 Populasi Telur Populasi (Ekor) (Kg) (Ekor) 381 430 225 143 666 5.265 128. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masyarakat dalam mengolah potensi-potensi tersebut.363 2. perikanan dan kehutanan. Produksi Telur di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 15.517 Sumber : Data Juli 2010. peternakan.853 2.012 1.161 12.603 4.393 887 2.284 Telur (Kg) 7.265 9. pendidikan penyuluh Tabel 47a dan Tabel 47b.193 8.542 5.312 17. 17.933 197.641 19.897 1. Minahasa Selatan Dalam upaya memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian. 11.591 338 174 318 306 157 170 87 155 80 153 79 141 73 1.197 3. 2.819 214 110 320 2. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.098 1.28 4 4.436 15.328 4. 15.658 7.301 214 2.346 3. 10.749 10.436 9. Tabel 47a.052 962 949 875 30.902 17. 2.219 4.226 4. 4.325 2. 8. 12.653 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 320 3.591 536 341 159 154 3.594 378 1.092 140.436 9. 7.921 22.080 16.933 197.332 4.475 11.237 243. 17. 13.357 667 343 320 7. Minahasa Selatan Tabel 46c.838 9.103 7.871 6.139 2. 16.875 667 7. 12.362 7.631 11.902 17.890 Sumber : Data Juli 2010. 11. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.244 23.362 7.020 11.335 9.134 5. 13.309 7.247 18.471 27.667 1. 16. 3.86 1 Ayam Petelur Itik Telur (Kg) 2.984 15.865 338 306 170 155 153 141 15.244 29.807 21. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan L 50 6 PNS / CPNS P Jumlah 17 67 6 12 L 19 0 Non PNS P Jumlah 20 39 1 1 Total 106 13 Jumlah penyuluh dan keadaan pada di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan 79 .05 4 267 267 267 265 1.436 15.726 10.308 6. 5. 6.247 1.786 12.636 8.603 63.871 6.272 12. 14.591 8.

000 2. Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah 7 3 1 67 4 1 1 29 11 4 2 96 0 0 3 22 1 0 0 22 1 0 3 44 12 4 5 140 Sumber : Data Juli 2010.500 ± 750 Penyelidik 8 DPE Sulut PT NMR PT NMR PT NMR PT NMR DPE Sulut PT NMR DPE Sulut 80 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. 4. 5. wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terangkum pada Tabel 48. 2. Minahasa Selatan Tabel 47b. Potensi Pertambangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Minahasa Selatan 6. Deposit emas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tersebar luas di beberapa kecamatan Selain itu. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. menghasilkan pasir. Keadaan Pendidikan Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4. Pertambangan dan Energi Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi berbukit-bukit atau berupa pegunungan yang di dalamnya banyak terkandung berbagai deposit tambang dengan nilai ekonomis penting.500 2. seperti emas.000 1.000 2. kerikil dan batu yang banyak digunakan dalam pembangunan fisik sebagai bahan baku utama. Perikanan dan Kehutanan Kab.500 1. Jenis Bahan Galian 2 Emas Lokasi Kecamatan 3 Motoling Barat Ranoyapo Motoling Timur Amurang Barat Tompaso Baru Tatapaan Tempat 4 Toyopon Picuan Lama Tokin Karimbow Tewasen Liandok Karowa Sulu Cadangan Jenis Total 5 6 Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Luas (Ha) 7 ± ± ± ± ± ± ± 2. 5. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah SMA L 0 P 1 1 L 5 1 6 SPMA P 5 5 L 20 3 2 25 D3 P 8 1 9 D4 / S1 L P 20 9 2 5 5 4 3 1 1 31 19 Total 67 12 11 4 2 96 Sumber : Data Juli 2010. 3. Perikanan dan Kehutanan Kab. dengan mengalirnya sungai-sungai Potensi pertambangan di besar. Tabel 48. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.000 1. disamping deposit lainnya.

sebagaimana tercantum pada Tabel 49. 3. 2. Motoling Timur Kec. belum dikelola secara optimal. 9. Geologi Ton (1974) Indikasi 225 Indikasi 250 Indikasi DPE Minsel 750 Indikasi 1 4. 7. 5. Sirtu dan Pasir 3 Sinonsayang Tenga Ranoyapo Maesaan Amurang Barat Amurang Amurang Amurang Timur Tenga Motoling Timur Tumpaan Sinonsayang Tompaso Baru 4 Poigar Sapa.136 Dit. Lempung Tras Batu Kapur Kaolin Sumber : Data Juli 2010.2. Minahasa Selatan Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. 8. Tabel 49. Sidate. Motoling Timur Kec. Karimbow Tangkuney Blongko Batukulo 5 Terukur 6 7 1. banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sedangkan bahan galian golongan B berupa mineral logam dikelolah oleh 4 perusahaan 81 . Paslaten Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Indikasi PT NMR ± 700 Terukur 185. Moinit Pontak. 2 Pasir Besi Batu. Pentu-Lopana Radey Tokin. Nimanga Lelema. Nama Perusahaan PT.994 Lokasi Kec. Uwuran 2.375 M3 250 50 50 50 DPE Minsel PT Adco Morino (1993) DPE Minsel DPE Minsel DPE Sulut (1996) 6. Maesaan Jenis Pertambangan Mineral Logam Mineral Logam Mineral Logam bahan galian golongan C berupa pasir. Selain membutuhkan dana yang besar dan Namun untuk teknologi. Poopo. yang ada di sekitar sungai sebagai mata pencaharian. Soputan Poigar Radey S. Ranowangko.5 8 Badan Geologi Pusat SDG Bandung (2006) Indikasi Indikasi 1. juga harus memperhatikan lingkungan sekitarnya.714.800 200 DPE Minsel DPE Minsel 50 Indikasi Terukur Indikasi Indikasi Indikasi 3. Anak Indonesia Mining PT. Molinou. Sumber Energi Jaya PT.923 1. 3 Belerang Batu dan Sirtu Amurang Timur Sinonsayang Tenga Tumpaan Tatapaan Paslaten G. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Ranoyapo Torout Rumoong Bawah Buyungon S. For El Shadai Luas (Ha) 1.326. Popontolen Sulu.959 1. Lewet S. Kilometer 3. Perusahaan/Pemegang Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.

7. 4. Amurang Timur Desa Malenos Baru Kec. Buyungon Kec. Modoinding Desa Ranoketang Tua Kec. Study Fatek UNSRAT Manado 2007) Tahap Konstruksi (pekerjaan sipil. listrik) Potensi Daerah 1.Tahap Konstruksi 40% . Modoinding/Maesaan Kapasitas (MW) 2 x 16 Sumber Energi Sungai Poigar Keterangan . 3. 2. Amurang Barat Desa Wulurmaatus Kec. Tabel 50. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan juga terdapat potensi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. Amurang Desa Lopana Kec. PLTU Mobongo PLTHm Wulurmaatus (Poigar I) PLTHm Ranoketang PLTD Lopana PLTHm Sendowan PLTU Tawaang PLTHm Woran Kel. 6. Potensi energi kelistrikan dan prediksi PT. hilangnya vegetasi penutup yang menyebabkan erosi dan lahan sukar diolah kembali. 5.2 1. 8. tetapi dari aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lahan maupun makhluk hidup.55 Batubara Sungai Poigar Sungai Kalewaha Genset Sungai Sendowan Batubara Sungai Ranowangko 82 . Minahasa Selatan Kegiatan pertambangan perlu mendapat perhatian khusus karena meskipun dari segi sosial ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 5. Kegiatan pertambangan seringkali menyebabkan ketidakteraturan topografi (lubang-lubang bekas galian). PT. Rencana kegiatan akan dikonfirmasikan dengan pihak PLTU Amurang Sedang Beroperasi Potensi Daerah Sedang Beroperasi Potensi Daerah (Hasil F. Amurang 2 x 55 2 x 1. Selain potensi pertambangan.998 1. sambil menunggu tentang status tanah (Hutan Lindung) oleh Menhut Statis. Ranoyapo Kec. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Kawangkoan Bawah Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. Oleh karena itu. Tompaso Baru Mineral Logam Mineral Logam Sumber : Data Juli 2010. Potensi Energi Kelistrikan di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Sumber Tenaga PLTA Poigar 2 Lokasi Desa Mokobang/Temboan Kec.16 2x5 300.914 Kec.Statis. hilangnya lapisan humus. Tenga Kel. upaya-upaya yang ditempuh dalam rangka meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan akan muncul dikaji melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Forel Mega Mineral PT. Amurang Timur Moinit Desa Tawaang Kec. PLN kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2015 di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 50 dan Tabel 51. mesin.76 / 300 Kw 2 x 25 0. Anak Indonesia Mining 1.

134 2.203 261.300 30 % total 10 % total Kebutuhan Daya Listrik VA 97. yaitu 3 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum). PLN Kebutuhan Listrik di Kabupaten Minahasa Selatan Untuk Tahun 2005-2015 No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit/Jiwa) 298.025 34. Fasilitas Umum 3.596. Jumlah Rumah 2. Tumpaan Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap Konstruksi Sungai (proses penyelesaian 10 Kw Maruasey penyambungan ke pelanggan/masyarakat) Sumber : Data Juli 2010.878 2.532. Tabel 52a.837 88. Penerangan Umum Jumlah Jumlah Penduduk 2015 1.451 Jumlah Penduduk 2005 1. Prediksi PT.608 11. Penerangan Umum Jumlah 354. Minahasa Selatan Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin premium. PLTHm Tangkuney Desa Tangkuney Kec.113 29. saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersedia beberapa sarana distribusi BBM. minyak solar dan minyak tanah.913 129. Bitung Ket SPBU Pertama di Kab.388 100. Jumlah Rumah 2.925 29. ditunjukkan pada Tabel 52a dan Tabel 52b.322.112.709 1. 1 unit Dealer untuk Nelayan). SPDN (Solar Paket 1 unit PSPD (Paket Solar Premium Dealer) dan Sarana distribusi 79 pangkalan minyak tanah yang dimiliki oleh 3 agen minyak tanah (Vincent L. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.185. Saerang).702 Standar Kebutuhan (VA) 1. Fasilitas Umum 3. Saerang. Sandra Tompodung dan Leonnie M. Sarana Distribusi BBM SPBU Bitung Lokasi Kel.9. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Sarana Distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.160 115.435 MVA 97.809 74.133. Minahasa BBM dan nama-nama pangkalan minyak tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 83 .532 161.913.322 34.597 11. Minahasa Selatan Tabel 51.484 115.636.300 30 % total 10 % total Sumber : Data Juli 2010.

6. Pesik Tommy L. Lengkong Ricky Runtuwene Nico Tiwow Anna Rampangajow Ruth Ganda Ereyni Mongkareng Yuke Mandagi Donny Audy Poli 84 . 5. 13.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Vincent L.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 20.A.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.M. 6. 34. 15. Nama-Nama Pangkalan Minyak Tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 1.d 10 kl 5 s.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.d 10 kl 5 s. 5.d 10 kl 5 s. SPBU Kapitu SPBU Tumpaan SPDN Perikanan PSPD Tompaso Baru Pangkalan Minyak Tanah Kec. 21. Amurang Barat Desa Tumpaan Kec.L. 35.03 Desa / Kelurahan Durian Poigar Tanamom Ongkaw I Ongkaw II Boyong Pante Pakuure I Tenga Pakuweru Tawaang Sapa Pondang Ranomea Lopana Lopana Bitung Bitung Lewet Uwuran I Uwuran I Uwuran I Kilometer Tiga Uwuran II Ranoiapo III Ranoiapo VI Ranoiapo VIII Buyungon III Rumoong Bawah Rumoong Bawah Kawangkoan Bawah II Kawangkoan Bawah VII Kapitu Kapitu Pondos Teep Kecamatan Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Tenga Tenga Tenga Tenga Tenga Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Jumlah Jatah / Bulan 5 s.d 10 kl 5 s. 4.d 10 kl 5 s. 14.116.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Minahasa Selatan Dalam Proses ke APMS (Agen Premium Minyak Solar) 79 Pangkalan Yang Dimilki oleh 3 Agen Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.d 10 kl 5 s. Kristania Reiner Wilar W. 12. 2. 31 32.d 10 kl 5 s. 19. 23. No 1. Rumondor James Rawung Max Lintang Ferry Fan Ade Ineke Ward Helena Joseph Dwi Septiowati Ferdinand Tindage Nelly Nangoy Yaner Rorong Sherly Olivia Saerang Wency C. 16. 11.d 10 kl 5 s. 27. 8. 24. 18. 17.d 10 kl 5 s. Tompaso Baru Lihat Tabel 49b Selatan Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Kawangkoan Bawah Desa Tompaso Baru I Kec.d 10 kl 5 s. 10.d 10 kl Nama Pangkalan Rosmini Mokodompit Leksi Wangean Saidin Tubuon Nico Pangkey Paulina Repi Afi Mengko Stenly Sengkey Inyo Tenges Otniel F. 29. Tumpaan Mobongo Kel.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Minahasa Selata Tabel 52b. 33.d 10 kl 5 s. 3. 30.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 28.d 10 kl 5 s. 3.d 10 kl 5 s. 4.d 10 kl 5 s. Mondoringin Rifan A. 9. Saerang : 72. 25. 26.d 10 kl 5 s. 7. Amurang Desa Kapitu Kec. Margaretha Assa C.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Joseph Henoch Repi Jefry Kumendong Dra. 22.

16. Songkaton Felma Sanger Stany Wales Mike Sanger Hendrik Tigau Arjenmiro Karaki Agen NIAP : Leonnie M.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. 13.N. 12. 21.d 10 kl 5 s. 3. 3. Kumaat A. 15.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 14.d 10 kl 5 s. 5. Kaunang Ritta Lamonge Ferry Keintjem Ny. 4.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 11. Elsye Eman 85 .d 10 kl 2.d 10 kl 5 s.000 liter 5 s.d 10 kl 5 s. 25.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 24.d 10 kl 5 s. 2.1. Rumengan Nethanael Slat Joppi Lumi Joseph Pomantow Donny Slat Benny H.d 10 kl 5 s. Vera M.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Ratu Simon Slat Jendry Keintjem Juliwati Royke F.d 10 kl 5 s. 11. 9. 6.d 10 kl 5 s. Mawara Sonny M. No 1 1. 23.159 Desa / Kelurahan 3 Kumelembuai Atas Kumelembuai Wakan Tokin Motoling I Picuan Baru 3 Motoling I Motoling I Motoling Mawale II Pontak Poopo Jaga IV Poopo Jaga X Tompaso Baru I Tompaso Baru II Pinaesaan Tompaso Baru I Tumani Tambelang Pinasungkulan Pinasungkulan Linelean Jaga II Pinasungkulan Wulurmaatus Palelon Kecamatan 4 Kumelembuai Kumelembuai Amurang Barat Motoling Timur Motoling Motoling 4 Motoling Motoling Motoling Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Modoinding Modoindinng Modoinding Jumlah Jatah / Bulan 5 5 s. 5.d 10 kl Nama Pangkalan Mintje Rorong Ir.d 10 kl 5 5 s. 10. Rembang Moris M. 16.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.1. 6.178 Desa / Kelurahan Rumoong Atas Rumoong Atas Wuwuk Tumaluntung Lansot Suluun I Wiau Lapi Paslaten Popareng Lelema Popontolen Matani Matani Matani I Tumpaan I Jaga 4 Tumpaan Jaga 2 Tumpaan Jaga 6 Kecamatan Tareran Tareran Tareran Tareran Tareran Suluun Tareran Suluun Tareran Tatapaan Tatapaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Jumlah Jatah / Bulan 5 s. 8. 10. 18.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Saerang : 72.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 8. 19.d 10 kl 5 s. 15.d 10 kl Nama Pangkalan 2 Bonny Pongantung M. 7.d 10 kl 5 s. 9.d 10 kl 5 s. 17. 13. 12.d 10 kl 5 s. 17. 3.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. No 1.N. 20. Agen NIAP : Sandra Tompodung : 72.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Mongkaren Boy Lapian Rudy Wua Ferry Pingoh Laura Mandagi 2 Feibe Kereh Rita Kawung Doortje Takatawi Boyke Lumenta Tommy Manajang Josevita Soepono Johny Sambung Herry Lumowa Naomi Kures Johny Pongoh Noldy Mawey Teddy Kalalo Gerald B. 4.d 10 kl 5 s. 2.d 10 kl 5 s. 1 7. 14.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

18. 19.

Lerry Soriton Bobby Kojo

Tumpaan Baru Tumpaan Jaga 3

Tumpaan Tumpaan

5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Minahasa Selatan

7.

Kebudayaan dan Pariwisata Kebudayaan adalah budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat suatu daerah yang di dalamnya mengandung asas kekeluargaan dan gotong royong. Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Di setiap pertengahan tahun Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan. Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain). berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur. Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket. Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay dan tari kentang. 1. Tari Kabasaran Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan. 2. Tari Maengket 86

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa Maengket terdiri bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya. 3. Tari Dodol Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol. 4. Tari Pisok Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan. Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian. 5. Tari Ela Soma Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai. Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan. Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan. 6. Tari Pete Cingkeh Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih. Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih. 7. Tari Batifar

dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

87

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar. pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai Tarian ini pada cara menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari penyajiannya. 8. Tari Lenso Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan. Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak. 9. Tari Mawolay Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay. Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani. 10. Tari Kentang Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang. Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas. Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. Bendabenda cagar budaya di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 53. 88

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Tabel 53. Benda-benda Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Benda Cagar Budaya Benteng Portugis Gereja Belanda Waruga Batu Menhir Batu Tumotowa Lokasi Kel. Uwuran I Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Lelema Kec. Tumpaan Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Desa Suluun Kec. Suluun Tareran Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat Desa Wiau Lapi Kec. Tareran Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Motoling II Kec. Motoling Desa Motoling I Kec. Motoling Daya Tarik Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 Batu Besar Yang Berbentuk Rumah Batu Menhir Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup
Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Kegiatan Rekreasi
Rekreasi / Wisata Rohani

Keterangan Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal

Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi

6.

Batu Konimpis

7.

Lesung Batu

8.

Batu Kumapey

Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik. Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya. Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur 89

11. Maesaan Air Terjun Desa Temboan Pemandangan Alam Rataan Terumbu Pemandangan Alam Air Terjun. Amurang Timur Air Mujizat Desa Lalumpe Lalumpe Kec. Tumpaan Batu Dinding Desa Kilo Meter 3 Kec. Pemandangan Alam Pemandangan Alam Menyembuhkan Berbagai Penyakit Hamparan Tanaman Hortikultura Pemandangan Alam Air Terjun Air Terjun dan Pemandangan Alam Wisata Rohani. 18. Tenga Keindahan Terumbu Karang. 14. Tatapaan Daya Tarik 4 Keindahan Terumbu Karang. Rekreasi Keterangan 6 Alam / Dikenal Peisir Desa Blongko Kec. Amurang Timur Air Terjun / Desa Tumpaan II Tekaan Ever Kec. Wawontulap. 13. obyek-obyek wisata di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 54. 6. Pemandangan Alam Pemandangan Alam.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan. 10. Amurang Barat & Desa Tawaang Kec. 19. Obyek-obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 8. Amurang Bukit Doa Pinaling Desa Pinaling Kec. Pondang Kec. Tatapaan Air Terjun Desa Popontolen Popontolen Kec. 5. 15. 9. 17. Mandi Arung Jeram Panjat Tebing Wisata Rohani. Air Panas di Perairan Laut Arus Sungai Batu Curam dengan Ketinggian ± 70 m Pamandangan Alam & Sentuhan Religius Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Buatan / Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4. 16. Motoling Agro Modoinding & Kecamatan Bukit Doa Kuntung Modoinding Ramoy Air Terjun Lopana Desa Lopana Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi. Rekreasi Diving / Menyelam Rekreasi. Tumpaan Pantai Tandusang Desa Lopana Kec. Tenga Danau Mokobang Desa Mokobang Kec. Sungai Maruasey Desa Tangkuney Kec. Pemandangan Alam Kegiatan 5 Diving / Menyelam. Popareng Kec. 2. Sinonsayang Desa Teep Kec. Amurang Timur Pantai Popareng Desa Popareng Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Hutan Bakau Batu Yang Menyerupai Kapal Danau Danau Air Terjun dan Pemandangan Alam 90 . 7. Selengkapnya. Tenga Batu Kapal Desa Sapa Kec. Amurang Timur Pantai Alar Kel. Modoinding Danau Iloloy Desa Temboan Kec. Mandi Rekreasi Wisata Rohani. Tumpaan Hutan Bakau Desa Tawaang Kec. 12. Nama Obyek Wisata 2 Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan Daerah Perlindungan Laut Blongko Pantai Moinit Lokasi 3 Pesisir Desa Arakan. 3. Tabel 54.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. baik dalam skala besar maupun kecil. Minahasa Selatan 8. Sedangkan hotel dan restoran hanya tersedia di ibukota kabupaten. 3. Sungai Ranoyapo 22. hampir semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia rumah makan. Prasarana Pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Benteng Portugis 28. Motoling Barat 3 Desa Lalumpe Kec. Motoling Desa Tondey Kec. Air Terjun Lalumpe 24. Industri Kabupaten Minahasa Selatan memiliki beragam potensi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku suatu industri. 6. 5. Uwuran Satu Kec. Tabel 55. Minahasa Selatan Dalam menunjang sektor pariwisata.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Temboan 20. Prasarana pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 55. 4. Air Terjun Kumelembuai 27. Motoling Barat Desa Kumelembuai Kec. 2. Kumelembuai Desa Kumelembuai Kec. Air Panas Niotakan 21. Kumelembuai Kel. Maesaan Desa Pinaesaan Kec. Tareran Air Panas Arus Sungai Air Terjun Mandi Rekreasi Arung Jeram / Rekreasi Rekreasi / Mandi 5 Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Wisata Rohani Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4 Air Terjun Air Terjun Mata Air dari Batu Air Terjun Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 6 Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam/ Cukup Dikenal Alam / Belum Dikenal Sumber : Data Juli 2010. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Air Terjun Toyopon 1 2 23. Selain memiliki areal 91 . Ranoyapo Desa Toyopon Kec. Air Terjun Tondey 25. Tompaso Baru Desa Ranoyapo Kec. Gereja Belanda Kec. Mata Air dari Batu 26. Jenis Hotel Restoran Rumah Makan Travel Sarana Hiburan Umum Cafe Jumlah 2 4 90 3 1 3 Sumber : Data Juli 2010. Amurang Desa Rumoong Atas Kec.

buah kelapa juga banyak Hasil digunakan oleh industri menengah untuk pembuatan tepung kelapa. Carbontech Indonesia PT. 4. Australia 3 Miliar Jepang. 7.88 Miliar Eropa 3 Miliar 1 Miliar China. Dengan tersedianya buah kelapa dalam jumlah besar yang diolah menjadi kopra. 9. Putra Karangetang PT. 5. Nama Perusahaan 2 PT. banyak digunakan oleh industri kecil dan menengah dalam pembuatan perabot rumah tangga dan meubel. China 2. ada 12 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana tercantum pada Tabel 56. 3. Selain itu. Cargill Indonesia PT. 6. 2. Saat ini. Perusahaan-Perusahaan Yang Berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Anugrah Coco Mandiri CV. Cargill Indonesia menanamkan investasinya untuk pengolahan kelapa dengan menghasilkan minyak makan nabati dan bungkil. olahan dari buah kelapa berupa sabut dan tempurung kelapa telah dimanfaatkan oleh industri menengah untuk menghasilkan sabut kelapa dan arang tempurung. masih banyak lagi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang belum dimanfaatkan sehingga membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Dengan tersedianya beragam tanaman kayu yang potensial. juga memiliki wilayah perairan laut yang luas untuk penangkapan ikan. Potensi perikanan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah juga memberikan peluang berdirinya industri-industri perikanan. Namun demikian. Tabel 56. Tri Mustika Coco Minaesa PT. Korea Surabaya 92 . 8. Bunaken Jaya Abadi Alamat 3 Kawangkoan Bawah Lelema Popontolen Matani Tumpaan Pondang Teep Teep Tawaang Jenis Usaha 4 Pengolahan Kelapa Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Industri Arang Sabut Kelapa Bahan Baku 5 Kelapa (Kopra) Kelapa Kelapa Sabut Kelapa Ikan Laut Ikan Laut Kelapa Tempurung Kelapa Sabut Kelapa Produk Yang Dihasilkan 6 Minyak Makan Nabati / Bungkil Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Arang Tempurung Sabut Kelapa Jumlah Modal (Rp) 7 50 Miliar 2 Miliar 1 Miliar 5 Miliar Daerah/ Tenaga Kerja Negara Tujuan (Orang) 8 9 Eropa Eropa Eropa 52 34 50 27 66 30 225 53 25 Dalam Negeri 2 Miliar Jawa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 perkebunan dan pertanian yang luas. Tropica Coco Prima PT. telah membuka peluang PT. Nichindo Manado Suisan PT. Sakura Ria PT.

16. 15.000 180 Sumber : Data Juli 2010. 17. 20.000.200.000.000 15.600. 13.200.T Pembuatan Kue Foto Copy Industri Es Industri Mebel Industri Minyak Pandai Besi Industri Batu Bata/Batako Industri Keramik Industri Pembuatan Oven Industri Gula Aren Industri Sapu/Tali Industri Mie Industri Minuman Cap Tikus Industri Alat Pertanian Industri Bordir Reparasi Elektronik VCO Industri Anyaman Bambu/Rotan Jumlah Tenga Usaha Kerja (Unit) 10 12 98 41 41 180 12 25 117 1 21 52 3 1 15 12 15 52 16 17 2 6 1 (Orang) 40 27 237 115 101 473 38 35 366 21 58 182 9 3 17 18 49 52 32 17 4 38 2 Nilai Investasi (Rp) Kapasitas Produksi Jumlah Satuan Biji Rim Psg Unit Unit Biji/Dos Rim Buah Unit Botol Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kg Liter Buah Psg Unit Liter Unit Nilai Produksi (Rp) 234.492. 9. selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi.000 219.000 14. 3.000 24.450. Dinas Koperasi. Sungai dan mata air.800 40.695 70.000 1.995.400. Murni Jaya 11. 10.209.000 14.000 671.000.000 4.944. UD.617. 4.381. 21.900. Perindustrian & Perdagangan Kab.360 10.000 1.200. 11.000 4. 14.500. 5.000 5.000 74.400.200 67.400. 7.300.304 1. 19.050.220. Tabel 57. Pasar.000 31. Dinas Koperasi.000 31. UKM.000 192 17.000 299.320 99.000 180.880 54.000.450.000 5.900 149. 8.376 688. Perindustrian & Perdagangan Kab.000 34. 2. UKM. 22.000 384.000 246.495. Jati Jaya Teep Lopana Lopana Industri Minyak Es Meubel Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minyak 3 Milliar 36 Mentah Air Es Balok 500 Juta Lokal 21 Kayu Jati Meubel 55 Juta Lokal 20 Kelapa Sumber : Data Juli 2010.343.000 811.000 240 895.000 1.000 36. Minahasa Selatan 9.000 51.088 1. 18.800.800 1.520 32.600.800.000 624 6.000 265.000.200.000.000. UD.712.000 17.000 25.000 1.765.176.000 80.000 1.000 7.844 6. terdapat juga sejumlah industri kecil yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 57. 12. Minahasa Selatan Selain sejumlah industri menengah (perusahaan) yang berinvestasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada.000 240.000. 23. Sungai dan Mata Air Wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan banyak dialiri oleh sungai-sungai besar dan kecil serta banyak dijumpai mata air yang potensial. 15494 22210 18101 50200 50403 15410 21090 15492 36101 24294 28932 26322 26319 29142 15422 17232 15440 15510 28931 17299 25206 15141 28932 Bidang Usaha Industri Tahu Industri Percetakan Industri Menjahit Industri Reparasi Mobil Industri Reparasi Spd Motor Industri R.000.120.000 49.000 17. mencuci dan sumber air 93 .568 8.855 120.600.000 636.488 100.000. CV.000 17.000. Pasar.200.000.000 2.490.000.000. Industri-Industri Kecil di Kabupaten Minahasa Selatan No KBLI 1.000 2. Nirwana 12.848 119.000 256.000.000 18.000 4.600.000 53.200 255.000. 6.10.000 2.

Sungai-Sungai di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.070 0.910 0. 17. Nama Sungai Ranoiapo Nimanga Sukuyon Poigar Pentu Ranotuana Sendowan Ranowangko Molinow Sidate Sosogian Tongop Ranomea Mayaan Moyondok Kaluntai Pinsan Ritey Liwasen Tewalen Worotican Pinontalan Pinangatoan Ongkaw Tumicakal Moyomboong Moonot Mokalu Lelema Walambang Tawaang Pangian Polimaan Sinduan Konaron Siritoy Wuwungayo Lokasi Tompaso. Ranoiapo S.122 0.162 0. 14. Ranoiapo S. juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya perikanan darat serta mengaliri area persawahan.455 0. 24. 30. 34. Ranoiapo Laut S.300 0. Poigar Bolmong Amurang Timur Tumpaan Amurang Timur Amurang Tenga Tenga Tumpaan Tenga Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Sinonsayang Sinonsayang Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Amurang Barat Tompaso Baru Tompaso Baru Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Amurang Barat Tumpaan Tumpaan Tenga Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Ranoyapo Panjang (Km) 64 35 28 27 21 20 18 16 14 13 12 12 11 11 11 10 9 8. 12.286 0.789 0.900 0. 29. 31. 11. sungai Poigar akan dimanfaatkan Oleh PLTA Poigar untuk tenaga listrik dengan kapasitas 46 MW. Amurang Tumpaan Tompaso Baru Sinonsayang. Ranoiapo S.165 0. sungai menjadi salah satu sumber galian C serta dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. 21.100 0. 19.300 0.100 0. Ranoiapo S.500 0. 37. 36. 32.062 0. 4. 10.800 0. 23. 6.697 0. Ranoiapo S.400 0. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bersih. 26. 13. Ranoyapo.5 8 8 8 7 7 6. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 58. 16. Ranoiapo S.400 0. 5. 8.269 0. Saat ini. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. 25. 35.064 0.058 0.100 0. 27. 7. Tabel 58. Di samping itu. 9. Ranoiapo 94 . 15. 33. 3.372 0. Ranoiapo S.900 0.5 6 6 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 4 Pemanfaatan Untuk Irigasi (m3/detik) 2. 18. Ranoiapo S.182 0.125 0.600 0. 28. Ranoiapo Laut S.248 Muara Laut Laut S. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut S. 20. 22.

Propinsi dan Kabupaten terdiri dari beberapa ruas dengan panjang dan kecamatan-kecamatan yang dilalui sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 60a. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Jalan dan Transportasi Jalan merupakan sarana yang strategis dan penting dalam menunjang perekonomian suatu daerah. Tabel 60b dan Tabel 60c. Minahasa Selatan Ruas jalan Nasional. Ranoiapo S. Propinsi maupun Kabupaten dengan panjang masing-masing ruas jalan sebagaimana tercantum pada Tabel 59 berikut ini.94 674. Ranoiapo Laut Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 38. 43. 41.30 467.5 3 3 3 3 0. Ruas-Ruas Jalan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 42. Dinas Perhubungan. Wilayah darat Kabupaten Minahasa Selatan dilewati oleh ruas-ruas jalan. Nama Ruas Jalan Ruas Jalan Nasional Ruas Jalan Propinsi Ruas Jalan Kabupaten Total Panjang Ruas (Km) 166.45 40. 39. 95 Perkebunan Kelapa . Minahasa Selatan diduduki oleh 75 buah jembatan. Lempangi Motondong Tangali Ponibian Tumaluntung Moinit Sinonsayang Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tenga 4 3. 3. Ranoiapo S.060 Laut S.062 0. Tabel 59. baik ruas jalan Nasional.130 0.175 0. Namun di beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan Kabupaten kecamatan belum diaspal.69 Sumber : Data Juli 2010. Komunikasi & Informatika Kab. 2. Minahasa Selatan BAB VIII SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PEREKONOMIAN 1.098 0. Ranoiapo S. padahal merupakan sentra ekonomi. Semua ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah disentuh dengan aspal. baik ukuran kecil maupun besar dengan panjang keseluruhan 670 m. 40.

50 3.50 5.00 5. 3. Tatapaan Tumpaan Amurang Panjang Ruas (Km) 28. Tareran. 6. Maesaan. Tombariri.00 6. Sinonsayang Manado.50 3.30 6.50 3. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.50 3.70 15.80 41.20 10.50 3.50 3. Tumpaan Tumpaan.70 38. Motoling Timur. Amurang Timur.00 6.00 40.50 N K N N N N/K N/K N N K K 96 . Modoinding Kawangkoan.25 166. Suluun Tareran Suluun Teraran. 009.45 Sumber : Data Juli 2010. Amurang.00 7. Munte-Tincep Amurang-Ranoketang Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Tumpaan.00 3. 8. 12. Ranoyapo Ranoyapo.2 010 023.90 2. Minahasa Selatan Tabel 60c. 0. Tareran Suluun Tareran. Amurang Timur Suluun Tareran. 4. 076 2. Tumpaan Panjang Ruas (Km) 37. Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1. 4. Ruas Jalan Propinsi di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.00 7. Motoling. 7.00 3. Tumpaan Suluun Tareran.1 036 Nama Ruas Jalan Worotican-Poopo Poopo-Sinisir Kawangkoan-Worotican Worotican-Poigar Manado-Tumpaan Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Amurang Barat.50 3. 10. 13. Amurang Barat Amurang Barat.00 8. 9.50 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 60a.00 5. Nomor Ruas 2 Nama Ruas Jalan 3 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt. 5. Tompaso Baru.00 33. Tareran Suluun Tareran. Wawona-Wawona Kecamatan Yang Dilalui 4 Tareran Tareran Tareran Tareran. 077 3.50 6.1 2. Tumpaan Amurang Timur Amurang Timur Tatapaan Panjang Lebar Akses Ruas Rata-Rata Ke Jalan N/P/K (Km) (m) 5 6 7 11. Minahasa Selatan Tabel 60b. 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 3.50 4. 5.30 Sumber : Data Juli 2010. Tenga. Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 2. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 11.10 8.20 3. Tumpaan. 009.50 3.40 Nama Ruas Popontolen-Sondaken Spt.

00 3.50 5. 49.00 3. 37.50 N Amurang Barat 4.00 2.50 15.30 1. 28.50 3.50 3.00 10.50 4. 20.50 3. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 4 Tenga Tenga Sinonsayang.50 3.00 2.50 3.10 4.00 3. 44.00 6.00 9.00 N Tenga.85 5.00 3.00 5. 35. 33. 62.14.50 3. 16. 2 3 Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.50 3.00 6.50 3. Motoling Timur 5 5.80 5.50 3.50 3. 26.50 3.00 3. 34.00 20.00 4.50 N 1 21.00 7.50 3. 23.50 N Amurang Barat 13.00 8. 61.30 5.99 3.10 4. 41.50 12. Bojonegoro-Kinamang SP. 38. 15.00 5.50 3.50 7 N N N N K N K N N N N N K K N/K K N N/K N N/P N N N N N K N N N K K P N N N N N N N N K N N N N K Sumber : Data Juli 2010.50 10.50 3. 42. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 3. Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur.50 5.50 3.50 3. 48.50 15. 25. Motoling Barat Tompaso Baru Tompaso Baru.50 3. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.50 3. Sinonsayang Motoling Motoling Barat Motoling Barat Motoling Barat Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo. 50.50 3.70 24.50 3.50 3. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Amurang Timur 4.00 10. Kumelembuai-Pakuure SP.50 3. 31.00 1.50 K Tenga. Ranoyapo Motoling. 36.40 7. 57. Pinaling-Bkt. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 55.00 14.50 3. 64.00 9.00 7. Tenga Kumelembuai.50 3. Spt.50 3. 32. 46.50 3.00 5.50 3.00 K Tenga 4. 17. 30.50 3. 60.50 3. 59.50 3.50 8.00 3.50 N/K Tenga 2. Kumelembuai 9. Tokin-Tokin Pert.20 1.50 3.20 2. 18. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt. 66. 65. 27. 22.00 4.50 3.94 6 3. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 4.00 22.10 5.50 3.50 3.50 3. 29. 24.50 3.50 3.50 3. Minahasa Selatan 97 . 52.00 7.00 467. 56.00 5.50 3. 45.50 3. 40.50 3.50 3.00 2. 53. Maesaan Tompaso Baru.00 6. 47.00 5. Tenga Kumelembuai. 39. 51.00 8. Maesaan Tompaso Baru. Motoling Kumelembuai. 19. 43. Maesaan Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Tareran Suluun Tareran Tumpaan Tatapaan Amurang Timur Amurang Amurang Barat Tenga Sinonsayang Kumelembuai Motoling Timur Motoling Motoling Barat Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling.50 3. 54. 58. 63. Amurang Barat 10.

00 1.50 3.50 3.50 3. 29.00 5.90 2.50 3.50 3. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.50 3.50 3.30 5.00 7.00 14.50 3. 42. 18. 34.90 1.50 3. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.94 km.99 13.50 3.50 1.50 3.50 5.00 3. 6.50 3.00 10.50 3.50 3.00 8.00 2.70 24.50 3. Kumelembuai-Pakuure SP. 9. 7.00 8. Wawona-Wawona Spt.50 10.00 5.89% dalam keadaan baik serta 31.50 3. 16.00 4. 30.70 24.00 2.50 3.10 8.80 1.50 8. 35.00 4. 40.00 1.85 5.10% dalam keadaan rusak berat. 44.50 10. 21.50 15. 12.80 5. 41. Pinaling-Bkt.00 2. 25.50 3.50 10.50 2.00 1.00 6. 27.00 - 98 .50 3. 22. 19.80 5.50 3.00 9.00 7. Tabel 61a.00 0.85 2.50 15.50 3.00 5.00 3.50 7. 75. 14.20 No 1 1.75 7.00 6.00 3.00 5. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 3.20 5.00 10.00 5.00 5.80% permukaan ruas jalan telah diaspal dan 31.50 4.99 3.50 5.00 7.00 10.50 1. 24.00 2.20 10.00 9.50 3.50 3. 4.50 2.00 3. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. Tokin-Tokin Pert.00 6.50 3.00 4. 39.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Khusus ruas jalan Kabupaten.00 4.50 5. 38. Kondisi Permukaan Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan Panjang Ruas (Km) 3 11. 26. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.10 8.50 3. 31.50 5.50 3. 3.20 3.00 2.00 3.00 4.50 4.50 3. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP. 20.00 5.50 3.50 3. 33.50 3.40 3.50 3.20 3.50 3.50 6. 37.20 2.50 3.50 15.50 3.50 5.60 5.20 3.00 2.75 8. 32.20 10.50 3.00 2.80 8.00 9.50 3.50 4.00 5. 36. 5.00 4. 28.50 2. Kondisi permukaan ruas jalan dan kondisi ruas jalan Kabupaten ditunjukkan pada Tabel 61a dan Tabel 61b. 15.00 6.50 3. 13.50 Panjang Tiap Jenis Permukaan (Km) Aspal / Tanah / Telford / Penetrasi Belum Kerikil Macadam Tembus 5 6 7 11.50 3.00 5.00 7. 17. 43. 10. 8.30 1. dari total panjang ruas 467.50 4. 23.40 7.00 10.00 4.50 4.50 1.40 5. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.00 9. 2. 11. Bojonegoro-Kinamang Lebar Rata-Rata (m) 4 3.

00 3.00 9.15 7 2.00 1.00 467.45.10 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.50 3. 22.50 3.00 11.00 7.10 8. 54.50 4. 50.00 5.00 7.50 3.00 5.50 3.50 63.50 4. 5. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.00 5. Pinaling-Bkt.50 3.00 7.50 3.00 9.00 6.10 Sumber : Data Juli 2010.00 3.00 1.00 3. 48.00 4.50 3.50 3.00 9.50 1.00 7.50 7.50 3.60 5.00 2.50 3. 14.00 2.90 2.50 2.10 4.50 5.00 50. Minahasa Selatan Tabel 61b. 58. 23.50 3.20 4.50 8.00 7.50 5.00 2. 11.00 5.60 5.50 3.00 7. 21.00 6.00 3.50 3.50 1.00 8.00 3.00 8. 8.50 3.00 6. 53.00 4.00 5.50 4.50 3. 52.00 2.00 9.10 - 1 49.00 3. 63.00 3.00 5.00 5.00 3.50 3.00 3.00 4.00 2.00 5.50 3. 17.50 Panjang Tiap Kondisi Ruas (Km) Rusak Rusak Baik Sedang Ringan Berat 5 6 7 8 4.00 6.00 1.20 10.00 6.00 5.00 17. 4.50 10.50 3. 10. Wawona-Wawona Spt.00 7. 46.50 1. Kumelembuai-Pakuure Panjang Ruas (Km) 3 11. 15.50 12.00 8.00 6. 60.00 7. 56.50 3.00 7. 65.00 3. SP. 7.50 4.50 3. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 3.00 22.50 3.50 3.99 2. 57.50 - 99 . Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil 1.00 7.50 354. 59.50 4.40 3.69 6 2. 66.00 8.00 5.10 4.00 10.00 4.00 1.00 3. 62.50 3.00 2. 19.50 15.50 2. 2 Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 5.50 4. 2.00 4.85 5.50 5.00 0. 12.50 3.00 Lebar Rata-Rata (m) 4 3.10 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 3.00 1.50 3. 18.00 22.50 3.85 2. 13. 6. 9. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.50 3.50 3. 51. 55.50 6.50 3.00 20.00 2.20 1.50 12. Kondisi Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.00 1.00 14. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 2.99 13. 64.50 5 5.00 3. 24.50 4. 61. 16.00 4.00 8. 47.00 6.90 5. 20.94 4 3.50 3.20 3. 3.50 3.10 3.

33.50 3. 32. 54. 46. 39.50 3. 58.10 3. 59.00 6.75 2. SP. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) berjumlah 183 unit.00 4.00 3.00 9.00 7.00 6.00 13. 55.50 3. 30.25.50 3.50 12.50 3.50 54.50 3.50 3.50 3. 27.50 149. 2 Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.00 8.80 5.30 1. 44.00 10. 38.00 3. 61. 35.50 4.50 3.50 3.50 1.00 1. 48.10 7 1.00 1.00 22.00 8.00 2.50 2.50 3. 52.30 2.00 4.50 2. 28.00 7.50 3. Tokin-Tokin Pert.00 3.00 3.00 1.00 2.50 3. 60.00 5.00 1. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 10.00 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab.20 10.50 3.50 5.50 3.00 4.30 1.00 6.40 7.00 3. 66.50 0. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 119.00 2.50 4.00 6.70 3.00 6.50 15. 45.24 6 2. 47.00 0.50 3. 34.00 3.00 4.00 14. 53.50 3. 56. 63.20 2.50 3.50 3.50 3.50 3. 65.70 3.50 3.00 4.50 4.70 24. 49.20 1. roda empat dan sejenisnya di semua kecamatan.00 0.50 2. 64. 62.50 5.50 5.00 2.00 10.50 3.90 6.80 5.00 7. 42. 100 .00 5. 50.00 1.50 4.85 8.00 9.50 3.50 3. 41.00 9. umumnya kendaraan roda dua.50 3. Angkutan Kota berjumlah 122 unit.00 5.00 4.00 3.00 2.50 3. 31.00 2.50 3.00 2.00 5. Angkutan Perbatasan berjumlah 49 unit dan Angkutan Pedesaan berjumlah 163 unit.50 145. 57. 40.30 5.50 1.00 8.00 3. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.00 8. Tokin-Karimbow 10.50 3. 37.00 3.10 5.00 4. 36.20 2.50 5.40 3.00 2. 51.00 1.30 3.00 20.00 5.50 5.94 4 3.50 3.50 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.00 1.50 3.50 3. Minahasa Selatan Sarana transportasi darat yang digunakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.05 8 3.00 0.50 3.00 2.00 7. Untuk kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang beroperasi berjumlah 517 unit yang terdiri dari.50 3.50 5 2.10 4.00 467.10 4.50 1 29.55 Sumber : Data Juli 2010. 43.50 3.50 8.50 3.10 4.00 5.00 8.00 5.50 3. 26.00 11.00 8. Bojonegoro-Kinamang SP.10 4.

Inobonto PP Amurang . 7.Ranoyapo PP Manado . 6. Tabel 62c dan Tabel 62d. Tabel 62b. 5.Kawangkoan PP Total 0-9 0 Jumlah Seat 10 . Komunikasi dan Informatika Kab.Kawangkoan PP Amurang . Minahasa Selatan 101 . 2. 14.Teep PP Tumpaan . Tabel 62a. 8. jenis kendaraan dan jumlah kendaraan angkutan penumpang umum di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 62a.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara rinci. 4. 3. Trayek Amurang . 16.Perum Pondang PP Amurang . Minahasa Selatan Tabel 62b. 15. Jumlah Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Perhubungan. Jumlah Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Komunikasi dan Informatika Kab. 12. 9 10.Lelema PP Tumpaan . 6. 7.Tumpaan PP Amurang .Kotamobagu PP Tumpaan .Tareran PP Manado .24 Diatas 25 7 44 4 1 11 1 6 2 4 2 12 1 2 8 2 3 8 35 8 5 3 14 98 74 11 Jumlah Kendaraan 55 1 11 1 12 2 12 1 12 11 35 8 5 3 14 183 Sumber : Data Juli 2010.Pinaling PP Amurang .Kotamobagu PP Modoinding .Kapoya PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 1 4 5 93 25 5 2 3 138 Sumber : Data Juli 2010.Kumelembuai PP Manado . 11. jumlah jaringan trayek.15 16 . 3.Tompaso Baru PP Manado .Tumpaan PP Amurang . 5. 13.Poigar PP Manado .Tokin PP Manado . - Trayek Manado .Paku Ure PP Manado .Amurang PP Manado .Paslaten PP Tumpaan . 2. Dinas Perhubungan.Kotamobagu PP Tompaso Baru . 4. 8.KM 3 PP Amurang .Motoling PP Manado .

17. 13.Sapa PP Amurang .Tareran PP Tumpaan .Karimbow PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Suluun PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet/Bus Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 3 6 10 5 2 3 10 10 9 16 3 8 2 5 7 28 19 5 4 2 1 2 1 2 163 Sumber : Data Juli 2010. Komunikasi dan Informatika Kab. 15.Poigar (Bolmong) PP Amurang . 11.Sinonsayang PP Amurang . Trayek Amurang .Paku Ure PP Amurang .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 62c. 22. 7. 3.Tenga PP Amurang . 12. 18.Kawangkoan PP Tompaso Baru .Ranoyapo PP Amurang .Kumelembuai PP Amurang . 2.Makasili PP Amurang . 20. 6.Kota Menara PP Amurang . 4.Kalait PP Amurang . 5. 9.Tokin PP Amurang .Tondey PP Amurang . Minahasa Selatan Tabel 62d.Ranoketang PP Amurang .Modoinding PP Amurang .Kotamobagu PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 21 5 2 3 1 4 36 Sumber : Data Juli 2010. 24. 10. 14.Tawaang PP Amurang . 4. 3. Dinas Perhubungan. 19.Pondos PP Amurang .Kawangkoan PP Tareran .Elusan PP Amurang . 2.Kroit PP Tumpaan . 6.Tombatu PP Suluun .Tompaso Baru PP Amurang . 8.Motoling PP Amurang . Komunikasi dan Informatika 102 . 23. Trayek Amurang .Maliku PP Amurang .Ongkaw PP Amurang . Dinas Perhubungan. 21. 5. Jumlah Trayek Angkutan Perbatasan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 16.Kotamobagu PP Modoinding .

Kec. 2. 3. 7. Perusahaan / Koperasi CV. Minahasa Selatan Dalam upaya memberikan kemudahan. di semua desa di Kabupaten Minahasa Selatan telah memiliki transportasi jarak dekat berupa sepeda motor. Komunikasi dan Informatika Kab. Kec. Minahasa Selatan Saat ini. Di beberapa alternatif Berdasakan data yang ada tercatat 3. menjadi transportasi dalam kota dan Bahkan sepeda motor telah angkutan perbatasan. Kec. Tumpaan Suluun I. Tumpaan Tumpaan I. Kec. Perusahaan/Koperasi Angkutan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 8. baik plat merah. 6. Suluun Tareran Kumelembuai. Kec. Saat ini.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. 5. 103 . Koperasi Mapalus Alamat Lewet. seperti bendi dan di semua kecamatan terdapat transportasi tradisional berupa roda sapi yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan. kuning dan hitam seperti ditunjukkan pada Tabel 64. Teluk Amurang CV. Kumelembuai Tompaso Baru I. Kec. Tabel 63. Kumelembuai Kumelembuai. kecamatan tersedia transportasi tradisional jarak dekat. alat transportasi darat berupa kendaraan bermotor dari berbagai jenis di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 6.980 unit sepeda motor plat hitam tersebar di 170 desa/kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. Tumpaan Indah CV. 4. Amurang Sumber : Data Juli 2010. Bunga Indah CV. Cita Waya CV. dibentuklah perusahaan/koperasi angkutan umum sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 63. Amurang Tumpaan. Motoling Indah CV. Sehati CV. saling membantu dan tempat menyampaikan aspirasi para pemilik/sopir kendaraan angkutan penumpang umum. Kec. Tompaso Baru Uwuran I. Dinas Perhubungan. Bunga Kasih CV.140 unit. Kec.

3. Komunikasi dan Informatika Kab. 10. 15. 5.140 Sumber : Data Juli 2010.C Light Truck Truck Bestle Wagon Dump Truck Truck Tanki Loadging Truck Truck Tronton Sepeda Motor Scooter Total Merah 8 21 12 6 197 244 Plat Kuning 612 19 40 5 3 679 Hitam 16 239 33 6 52 11 45 3 3 2 487 1 176 106 27 4 3. Jenis Kendaraan Sedan Station Wagon Jeep Ambulance Light Bus Microlet Mini Bus Oplet Micro Bus Bus Pick Up Pick Up D. Sarana dan Prasarana Terminal Taman Parkir Pelataran Parkir Warning Light Traffic Light Jembatan Timbang Jumlah 1 Tempat 1 Tempat 8 Tempat 4 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. Jumlah Kendaraan Bermotor di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 5. 21. 13. 7. 6. Prasarana Transportasi Darat di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 17. Dinas Perhubungan. Dinas Perhubungan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 64. 18.980 26 5. 4. Minahasa Selatan 104 . Tabel 65. 20.177 26 6. 16. 2. 8. 12. 11. 6.217 Jumlah 16 247 33 27 52 623 76 3 43 7 496 1 176 106 27 4 4. 4. Minahasa Selatan Sedangkan prasarana transportasi darat di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 65. 9. 14. 2. 3. Komunikasi dan Informatika Kab. 19.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Saat ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi darat serta mengantisipasi timbulnya peningkatan aktivitas masyarakat di segala bidang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara mengadakan penyusunan rencana teknis jalan Amurang By Pass serta merencanakan pembangunan Terminal Tumpaan dan Terminal Kapitu. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga sementara merencanakan pembuatan jalan Boulevard di pesisir pantai kawasan Teluk Amurang yang merupakan kawasan ibukota kabupaten. Untuk transportasi laut, saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara melaksanakan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) dan Pelabuhan Laut Amurang. Pelabuhan Penyeberangan direncanakan akan melintasi Amurang-Tolitoli-Tarakan untuk mengangkut hasil-hasil kekayaan alam Kabupaten Minahasa Selatan ke daerah-daerah lainnya yang berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Kabupaten Minahasa Selatan. Begitu juga sebaliknya, akan mengangkut hasil-hasil kekayaan alam dari daerah lain ke Dengan sementara dibangunnya Pelabuhan Selain Penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan pengadaan Kapal Ferry Roro kepada Departemen Perhububungan RI. itu, dengan dimulainya pembangunan PLTU Tawaang (PLTU 2 Sulawesi Utara) yang berkapasitas 2 x 25 MW, akan dibangun juga pembangunan Pelabuhan Khusus untuk tempat bongkar batubara sebagai sumber energi listrik. Dengan dibangunnya berbagai pelabuhan (Pelabuhan Penyeberangan/Ferry, Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Khusus), diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhubungan, dapat memacu dan menggerakkan sektor perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup penduduk Kabupaten Minahasa Selatan. yang sementara beroperasi. Selain sementara dibangun beberapa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat dua pelabuhan Selengkapnya data pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 66.

Tabel 66. Data Pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan 105

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan Laut Amurang Pelabuhan PT. Cargill Pelabuhan Perikanan Pelabuhan PLTU Moinit

Lokasi Mobongo Mobongo Mobongo Mobongo Moinit

Jenis Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Umum Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus

Keterangan Tahap Pembangunan (Tahap III) Tahap Pembangunan Sudah Beroperasi Sudah Beroperasi Tahap Pembangunan

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Sedangkan alat transportasi laut yang digunakan di tujuh kecamatan pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 67. Tabel 67. Alat Transportasi Laut di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Kecamatan Tumpaan Tatapaan Amurang Tenga Sinonsayang Amurang Timur Amurang Barat Jumlah Pajeko 12 12 2 1 11 38 Jenis Kapal Pelang Pelang (Mesin) (Non Mesin) 7 26 36 12 7 19 20 68 15 23 9 39 82 199 Katinting 95 10 9 54 97 7 68 310

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

2.

Komunikasi dan Informasi Semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersentuh dengan jaringan telepon dan telah terjangkau dengan jaringan seluler (Handphone). Walaupun ada beberapa desa atau daerah tertentu yang belum dapat dimasuki dengan jaringan telepon dan belum dapat terjangkau dengan signal jaringan selular. Tabel 68. Saat ini, di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 7 perusahaan jaringan selular yang mendirikan tower selular, sebagaimana diperlihatkan pada

Tabel 68. Jumlah Tower Selular di Kabupaten Minahasa Selatan 106

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Kecamatan
Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Sinonsayang Tenga Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Tareran Suluun Tareran Jumlah

Perusahaan
PT. Telkom Telkomsel 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 4 14 Indosat 2 1 1 1 1 1 1 1 9 Pro XL 2 1 1 4 Flexi 1 1 Fren 2 1 1 1 1 1 7 Tri 3 1 2 1 2 4 2 3 1 2 21

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang. Sedangkan Kantor Pos tersedia di hampir semua kecamatan. Selain itu, hampir semua kecamatan terjangkau dengan jaringan radio, baik milik pemerintah maupun yayasan atau swasta. Untuk jaringan televisi, dengan perkembangan teknologi saat ini dapat menjangkau sampai di pelosok wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan untuk sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, berupa media massa harian, tabloid mingguan dan bulanan. Jumlah sarana telekomunikasi dan sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 69.

Tabel 69. Sarana Telekomunikasi dan Informasi Yang Berakses di Kabupaten Minahasa Selatan 107

Data Dasar Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No Nama Luas (Ha) Indeks Produksi 108 . 2.189 ha. Di bawah kewenangan propinsi. Irigasi Di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat lahan irigasi dengan luas potensial 9. 4. terdiri dari 26 Irigasi Desa (ID) dengan luas potensial 721 ha.059 ha. Di bawah kewenangan kabupaten. 5. yang terdiri dari : 1. Tabel 70a. Untuk prasarana irigasi dan keadaan prasarana irigasi. Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Selatan 3. Irigasi Pemerintah. luasnya 2. luasnya 7. 7. 2.130 ha. Irigasi Masyarakat. 3. Jenis Kantor Telekomunikasi Wartel Kantor Pos Media Massa Harian Tabloid Mingguan Tabloid Bulanan Media Elektronik TV Media Elektronik Radio Jumlah 1 Unit 30 Unit 8 10 9 5 4 5 Sumber : Data Juli 2010. 6. yang terbagi atas : a. baik di bawah kewenangan propinsi maupun di bawah kewenangan kabupaten diperlihatkan pada Tabel 70a dan Tabel 70b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1. b.409 ha. 8. terdiri dari 48 Daerah Irigasi (DI) dengan luas potensial 6.

I. Molinow Atas . 14.5 4. 13. Baru RD 08 Ranoyapo . Tongop .I.5 4. 1 30. 2 3 8 12 16 Kewenangan Kabupaten Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop . 1. 11. 27.5 4.4 .5 4. 9. 23. 20.5 4.0 4. 19.5 4.5 4. 16.J. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey 3 4 60 40 316 245 543 30 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 30 50 35 30 5 30 50 40 25 300 158 420 30 79 182 80 70 52 68 180 208 35 49 60 37 37 5 30 25 10 30 150 150 250 200 300 200 200 150 200 200 200 150 200 200 150 150 150 200 200 200 200 200 200 200 6 200 200 7 4. 8.5 4.J. 29.971 Pertanam (Ton/Ha) (IP) (%) 6 7 0 50 50 1.5 4.I. 31.5 4.J.5 4.J.I.0 30 31 Ranoketang Kanean 25 10 4. 2. 26.5 5.J. 3.059 489 256 289 496 529 Areal Tanam 5 1. 15.0 4. 4.0 4.5 4. 12. 17.I.059 2.0 109 . Molinow Bawah Kiri .0 4. 7.I.5 4.0 6. Moyondok Daerah Irigasi 4 2.5 4.J. Ranoyapo 1 .J. 10. 5. Ranoyapo 2 . 28.5 4.5 4. Ranoyapo 3.J. 2 18 22 13 11 15 20 1 17 5 10 9 7 4 6 24 21 19 23 14 25 26 27 28 29 Waadan Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.J. Polimaan .971 1. 24.I. 21. Pakuweru 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 100 134 105 105 677 150 150 200 200 300 4.0 4.0 4.5 4.I.I.5 4.I. 22. 25.5 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 Daerah Irigasi 2 Daerah Irigasi 3 Kewenangan Propinsi T.5 4.J. Molinow Bawah Kanan . 18.5 5.

35.500 13. 41. Moyondok Kewenangan Kabupaten 2.278 192 1.821 - 5 1 1 1 1 1 - 1.I. 39.J.J.409 10 35 3 5 30 25 20 12 30 30 34 18 15 12 10 25 25 3.278 325 2.J.392 14. 45.0 4. 38.059 489 256 289 496 529 4.052 12.I.795 12. Tongop .4 .750 1.300 1.I. Data Dasar Keadaan Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Kewenangan Propinsi Luas (Ha) Baik 3 4 Kondisi ( M’ ) Se dang Rusak Ri Be ngan rat Saluran ( M’ ) Primer Sekun der Tersier Jml.0 4.728 1. Bangunan (Unit) Bagi Ben Lain / Sadung nya dap 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 1.0 4.680 1. 47. 37.0 4. 43.J.I. 2.I.0 4. Baru RD 08 Ranoyapo .I.0 4. Waadan 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 60 50 60 85 95 557 102 97 99 98 161 30 8 50 9 74 13 20 14 10 84 120 15 18 15 25 19 18 25 35 10 24 5 10 19 191 52 145 184 55 64 65 20 0 3. Molinow Atas . 33.325 897 7. 42.0 4.J.025 1. 3.940 0 2.I.0 4.445 1. 44. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 40 57 25 23 40 60 24 25 32 30 60 60 20 35 25 55 50 6.754 59.0 4. Minahasa Selatan Tabel 70b.400 4. 34. Pakuweru 6.0 4.924 19.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 32.705 16. T.0 4. Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .J.0 4.0 4. Molinow Bawah Kiri .250 0 1 2.546 598 2.I.0 4.J. Polimaan .552 - 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 3 7 3 2 13 2 3 3 2 3 2 12 27 24 8 25 4 1 5 7 8 - 110 .500 9. Ranoyapo 1 . Dinas Pekerjaan Umum Kab.255 1.705 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 9.500 7. 46. Ranoyapo 2 . 40.750 280 4.J.255 452 458 28 111 5 20 5 20 7 25 5 16 30 5 1 1 1 1 1 88 12 14 15 28 19 4.0 4.057 1.231 2. 36. Ranoyapo 3. 4.0 205 Sumber : Data Juli 2010.500 275 1.356 986 1.500 320 4.212 5.I. Molinow Bawah Kanan .J. 48. 5.I.0 4.J.

643 4 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 71 1 3 2 2 3 7 6 4 3 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 160 6 1 8 3 5 18 27 16 3 2 3 4 6 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 5 2 4 4 5 403 Sumber : Data Juli 2010. 37.400 750 19 2.300 600 15 2. 28.400 1. 26. 29.175 3.181 1 110 0 2.600 650 7 1.800 0 850 1.650 48. 44.547 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 3 59 26 12 6 40 9 10 6 10 9 8 27 30 8 5 5 6 9 5 30 5 7 2 12 3 2 2 10 2 8 3 5 2 9 2 15 2 20 5 15 0 10 1 10 5 5 4 15 3 2 2 7 1 6 3 5 5 8 3 10 2 3 2 5 2 10 4 7 4 6 532 945 71 2.858 10.090 5.409 3. 11.200 650 1 1.100 30 1 2.870 3.928 78 1.075 2.740 4. 20. 24. Minahasa Selatan 111 .000 1 41 1 1.410 1.460 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 7. 48. 25. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 9.512 97.175 2.270 1. 22. 41. 35. 42.400 600 2 700 450 13 1. 45. 14.160 470 24 600 650 9 650 650 2 1. 8.200 750 16 1. 47.150 20 1 1.600 350 (0) 600 950 16 300 500 4 1. 33.500 800 1.880 11 1 2 1 1 1 12 1 4 4 4 4 1 3 3 14 28 30 30 20 170 40 60 42 60 180 200 30 40 30 30 15 5 23 30 15 50 10 35 20 30 15 30 10 50 10 40 35 57 3 25 5 23 30 40 25 60 19 24 12 25 5 32 20 30 34 60 18 60 15 20 12 35 10 25 25 55 25 50 6.175 9 1. 21.521 5.200 800 29 1.300 1. 2 Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T. 43. 34. 15.250 200 500 100 800 66 1.100 4 600 1. 46. 27. 10.400 20 1. 23. 38.880 48.500 2 100 400 23 150 350 16 100 650 2 300 600 4 1. 19.350 50 0 3. 18.300 200 500 43 150 600 75 1. 40. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey Ranoketang Kanean Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 3 40 316 245 543 30 4 20 290 120 340 25 5 3 44 18 51 4 6 5 10 38 80 5 7 15 16 87 123 - 8 1 550 2. 16. 32. 39.705 301. 30. 31.187 5. 17.090 10 11.000 1.200 800 12 1.971 7. 12. 36. 13.

16. 17. 14. Aser/Liwasen Teluan Sapa Kec. Tumpaan Pondano Sosogian Matunem Kiri-Kanan Kec. 20. Baru I Raraatean Torout Kinalawiran Kinamang Lowian Lowian Lompad Lama Lompad Lama 200 200 200 100 150 200 175 150 200 200 200 200 200 - Sinayap Tombioi Konarom Kec. Tualan Atas Mangali Mobulat Kinatungkaan Dinobian Kinalawiran Kec. Ranoyapo Agga Luwak Tumicakal Kiri Moyomboong Poopo Pontak 112 . 7. 3. Amurang Timur Teep Tawaang Sapa Pinaling Popontolen Tumpaan II Lelema Sondaken Paslaten Pinapalangkow 200 100 200 200 100 200 150 200 200 200 - Pale Kec. 21. Data Dasar dan Kondisi Prasarana Irigasi Desa di Kabupaten Minahasa Selatan Luas (Ha) No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Amurang RD 07 Kec. 15. Tenga Nama Desa 3 Daerah Irigasi Areal Tanam Indeks Pertanam (IP) (%) Kondisi (Ha) Baik Ringan Produksi Rusak (Ton/H/ Berat/ Tdk Ber. Tabel 71. Pinapalangkow T. Tompaso Baru 11. 4. 18. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Sedangkan prasarana irigasi desa dan kondisi irigasi desa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 71. Tatapaan 30 20 10 10 10 14 5 9 30 30 68 43 25 5 5 18 18 53 5 5 10 20 13 37 25 9 3 140 50 20 10 60 Rap-Rap Marege Maasin Kec. 8. 23. 22. Baru RD 08 Kec.Panen) fungsi 4 448 185 65 60 60 35 35 160 47 58 55 30 10 20 38 38 153 15 20 25 30 43 20 100 50 29 21 260 100 30 30 100 5 222 55 5 20 30 30 30 92 47 15 30 25 5 20 20 20 100 10 15 15 10 30 20 63 25 20 18 120 50 10 20 40 6 7 30 30 30 30 62 27 15 20 25 5 20 20 20 90 10 15 15 10 20 20 49 20 11 18 90 50 10 20 10 8 25 5 20 - 9 135 55 20 60 5 5 10 1. 12. 19. Suluun Tareran 10. 2. Maesaan Kinalawiran Ranoyapo Tomp. 13. 6. 5.

Dinas Pekerjaan Umum Kab. Minahasa Selatan BAB IX 113 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2 1 24. 25. Motoling Watu-Watu Rendang Wuwuk Moyomboong Jumlah 3 4 20 20 721 5 20 20 405 6 150 150 7 15 15 792 8 5 5 230 9 10 Lalumpe Raanan Baru Raanan Lama 787 Sumber : Data Juli 2010. Kec. 26.

yaitu : 1). 114 Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . Belanja dan Pembiayaan Daerah Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan desentralisasi penyerahan wewenang pemerintahan melalui otonomi daerah. dan 4). Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan. Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil. yang meliputi hibah. Dana Bagi Hasil. juga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. setiap tahunnya ditetapkan besaran pendapatan. dan c. dana darurat. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 164 merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 INDIKATOR PEMBANGUNAN 1. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD. dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah. Dana Alokasi Khusus Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf c. Dana perimbangan. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 59 terdiri atas : a. Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf b. hasil pajak daerah. lain-lain PAD yang sah. dan c. selain dibutuhkan dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU). hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. b. 2). belanja dan pembiayaan daerah yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendapatan. 3). Lain-lain pendapatan daerah yang sah. Pasal 157 telah menetapkan sumber pendapatan daerah terdiri dari : a. Dana Alokasi Umum. hasil retribusi daerah. b.

2.3 1.000 1.000 250.784.1 1.591.800 0 0 0 0 0 0 3 3.000.2.1 2.686.500 13.7 2.000.591.1.600.2 1.2.1.2 1.5 2.800 17.300 7.804.075. Tabel 72.4 2.800 289.000.500 2.943.019.1.245.000 7.500.800 18.000.300 242.000 353.2.428.324.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara ringkas.753.2.800 200.1.094.437.948.784.1 2. Ringkasan APBD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Nomor Urut 1 1.500 2.075.000.000 16.000.1. Kontribusi PAD dan Dana Perimbangan Terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan 115 .1.477.4 1.000.1.3 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Surplus / (Defisit) Jumlah 369.625.000 44.000 369.928.083.3 1.000.2 2.000.2 2.1 2.000 3.3 1. Tabel 73.161.1 3. Dana Perimbangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu tahun 2004-2010 di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 73 di bawah ini.596.638.094.686.281.019.1.000 7.1.1 1.1 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Untuk kontribusi PAD.600 68.2 1.512. APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 sebagaimana terangkum dalam Tabel 72.8 2.000 126.065.1.2.1 1.3.951.245.000 7.3 2 2.746.183.100 45.

605. bunga.75 % 86.000 407.928.155.000 428.300 7. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji. Minahasa Selatan 2.739.559.000 3.82 % 96.800 APBD 150.13 triliun rupiah bila diukur dengan harga tahun dasar 2000 (ADHK).41 % 1. PDRB Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun Nilai PDRB (Triliun Rupiah) ADHB ADHK 116 .700 327.000 352.98 triliun rupiah menurut harga berlaku (ADHB) atau sekitar 1.638.605. sewa tanah dan keuntungan). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun ataupun dalam tiga bulan atau semesteran.500 Dana Perimbangan 148.289 160.273.871 319.38 % 1.063.681.962.092. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.000 4.76 % 92.150.193.344 369.322. Tabel 74. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara.935.000 7. Perbedaan nilai ini merupakan akibat dari perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang kian melambung.676.000. Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Kab.000 5.863.086.000 5.019.760.63 % 1.686.596.34 % 98.200.044 353.000 377.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PAD 2.161.000.37% 95.392. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.159. Terhitung pada akhir tahun 2008 telah mencapai 1.512.456.053.917.310.171.73% 1.849 330.395.67 % 2.625. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 diperlihatkan pada Tabel 74 di bawah ini.207. Data PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi perekonomian suatu wilayah atau daerah dalam suatu kurun waktu tertentu.300 Kontribusi PAD 1.37 % 1.700 322.85 % 82.335.033 185.000.06 % Kontribusi Dana Perimbangan 98.988.83 % Sumber : Data Juli 2010.845.

24 6. perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan pada tahun 2008 masih didominasi oleh sektor pertanian dengan peranan mencapai 29.96 1.69 4.86 4.83 5.84 0.55 5.87 5.71 3.06 1. di tahun 2008 telah mencapai 6.42 5. Minahasa Selatan Dilihat dari strukturnya.00 6.55%.97 1. Hal ini mengindikasikan adanya perkembangan perekonomian yang seimbang dan mengarah kepada perekonomian moderen.81 Sumber : Data Juli 2010. Pertumbuhan ekonomi beserta dengan kelompok sektor ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2001-2008 ditunjukkan pada Tabel 75. sektor industri pengolahan .06 1.69%.92 0.56 5. Apabila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 5. tahun 2007 ke tahun 2008 masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6.51 3.33 4. sektor 117 transportasi dan komunikasi sebesar 11.80 3.32 Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi (%) Primer Sekunder Tersier 4.43%.07 1.98 0.87 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2001-2008 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pertumbuhan Ekonomi (%) 3.16 4.32%.34 1.77 5.90 3.11 3.14% dan 4. Badan Pusat Statistik Kab.81 0.21 2.78 0.01 1. Jika dilihat dari kelompok sektor primer.13 Sumber : Data Juli 2010.24%.94 4. 7. menunjukan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat.81%. Badan Pusat Statistik Kab. sektor sekunder dan sektor tersier.69 7. Minahasa Selatan Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan.37 4.88 0.08 4.62 4. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan sebesar 17.2 1.73 6.85 4.33 4.74 1.52 1. Tabel 75.80%.78 0.43 4.96 5.14 4.

Sedangkan sektorsektor lain memiliki kontribusi tidak lebih 10%. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 10. gas serta air yang hanya mencapai 0. 9. Minahasa Selatan Seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan yang tercermin dengan semakin meningkatnya PDRB.71 8. Hotel & Restoran Sektor Keuangan. Selengkapnya struktur ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 76.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sebesar 11. 5.55 17.02% dan sektor jasa-jasa sebesar 10.7 118 .2 juta rupiah jika dihitung atas dasar harga konstan. Tabel 77.50 8. PDRB perkapita Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 tercantum pada Tabel 77.43 11. Tahun 2008.80 11.50 1%. Gas dan Air Kontribusi (%) 29. PDRB perkapita selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.19 2.79%. Struktur Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008 No 1. Tabel 76.72 Sumber : Data Juli 2010. 6. dan kontribusi paling kecil disumbangkan oleh sektor listrik. 3. Struktur Ekonomi Sektor Pertanian Sektor Bangunan Sektor Transportasi &Komunikasi Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-Jasa Sektor Pertambangan &Penggalian Sektor Perdagangan.8 4. PDRB Perkapita Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun 2000 2001 2002 PDRB Perkapita (Juta Rupiah) ADHB ADHK 4. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.07 0.02 10.8 juta rupiah setahun jika dihitung atas dasar harga berlaku atau sekitar 6. 7.3 4. 2.3 4. 8.5 5. 4.3 4. Persewaan & Jasa Perusahaan Sektor Listrik. Badan Pusat Statistik Kab.

Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang dilaksanakan di suatu daerah yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).6. dan bukan sebagai alat dari pembangunan.2. IPM merupakan indikator komposit yang menggabungkan beberapa dimensi. tahun 2006 mencapai 72. IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun 2004 mencapai 71.2 Sumber : Data Juli 2010.6 7. pendidikan dan kemajuan ekonomi melalui terciptanya daya beli masyarakat.3 5.3. Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan lebih komprehensif yang mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di semua golongan masyarakat pada semua tahap pembangunan. yaitu dimensi kesehatan yang dinilai melalui indikator angka harapan hidup.9 6. Minahasa Selatan 3. IPM Kabupaten Minahasa Selatan beserta dengan kabupaten/kota 119 .1 5.3 9. Badan Pusat Statistik Kab.5 10.8 6.8 4. Berbeda dengan konsep pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi.79.3 8. dimensi pendidikan yang dinilai melalui indikator rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf berupa kemajuan membaca huruf latin serta dimensi kehidupan yang layak atau ekonomi yang dinilai melalui indikator kemampuan daya beli masyarakat atau pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Saat ini dan ke depan pembangunan yang akan dilaksanakan baik di tingkat global.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5. tahun 2007 mencapai 73. Hal ini disebabkan karena keberhasilan program pemerintah dari dimensi kesehatan. dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia. nasional dan daerah yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan.32 dan tahun 2008 mencapai 73.8 5.5 5. tahun 2005 mencapai 71.

9 73.4 71.6 73. Kabupaten / Kota Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep.8 74. Artinya.8 73.4 73. tahun 2007 mencapai 71.65 71.0 73.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 lain di Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 diperlihatkan pada Tabel 78.72 tahun dan tahun 2008 mencapai 71.7 73. 9.2 72. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pendidikan selama 8.86 74.4% penduduk Kabupaten Minahasa Selatan telah mampu membaca 120 .8 71.33 71. Tahun 2006 mencapai 71.19 73.8 72.3 73. 3.4 72. Tabel 78.45 72. 13.12 73.30 71.90 71.34 75. 11. 15.65 74. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Ditinjau dari komponen atau indikator pembentuk IPM.8 76.11 74.2 73.28 74.5 72. 2.98 74. IPM Kabupaten Minahasa Selatan Beserta Dengan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara No 1.76 74.5 tahun.6 2007 74.7 76.7 74. untuk rata-rata lama sekolah.7 75.0 74.89 tahun. 7. yaitu 8.46 Sumber : Data Juli 2010.90 2008 75.2 70. yang artinya pendidikan yang dicapai oleh penduduk rata-rata tidak tamat Sekolah Menengah Pertama atau belum menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun.32 71. dari tahun 2007-2008 tidak ada peningkatan. namun telah mencapai 99. 14.4%.8 70.9 2005 74.77 74.3 IPM 2006 74.84 71.87 72. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 2004 73.68 73.6 74. Untuk angka melek huruf. Sedangkan dimensi pendidikan. 5.58 69.2 71.15 75.5 71. 10. 4.3 73.5 tahun.2 70. 6. 8. Artinya rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan dapat mencapai kehidupan atau usia 71-72 tahun.54 tahun.79 72.10 76.4 72.5 70. untuk dimensi kesehatan.49 77.16 73.7 72.61 75.50 74.67 74. sejak tahun 2004-2008 tidak terjadi peningkatan. 12. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM.3 71. 99.

000) 2004 71. Tabel 80a. Kota Tomohon. 2.40 8.40 8. Kabupaten Bolaang Mongondow. Meski demikian.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dan menulis huruf latin. Ini artinya program peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat relatif berhasil meningkatkan daya beli masyarakat.54 606.89 99.01 2008 71.5 99.4 99.86 Sumber : Data Juli 2010. Dengan demikian program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Minahasa Selatan relatif berhasil dilaksanakan. Pengeluaran riil per kapita.54 610. Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.9 Tahun 2006 71. 3. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Nasional Kabupaten / Kota 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 80a No 121 . 4. Komponen / Indikator Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (%) Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran Riil Per Kapita Disesuaikan (Rp.4 595. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara IPM Kabupaten Minahasa Selatan dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Sulawesi Utara.72 99. Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Talaud.40 8.4 582.9 ribu rupiah per bulan yang mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 yang mencapai 610. Kabupaten Kepulauan Sangihe.86 ribu rupiah per bulan. Kabupaten Minahasa Utara. dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2008) mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam menopang peningkatan IPM.9 2007 71. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan menurut kabupaten/kota lain di peringkat Nasional dan Propinsi bersama dengan dan Tabel 80b.40 8. Kabupaten Minahasa.40 8.4 586. Komponen/Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Tabel 79. Tahun 2004 mencapai 582.4 99. Kota Bitung. relatif lebih rendah dan berada di bawah Kota Manado. Komponen atau indikator pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 79. IPM Kabupaten Minahasa Selatan berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).9 2005 71.

7. berbagai penghargaan dan prestasi telah diperoleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara 4. 10. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. 8. 14. 2005 9 8 2 5 7 3 1 4 6 - Tahun 2006 9 10 4 5 7 3 13 12 11 1 6 2 8 2007 9 11 4 5 8 3 13 12 10 1 6 2 7 2008 9 11 4 5 8 3 13 12 10 15 14 1 6 2 7 Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 14. 5. 4. 12. 13. 9. 9. 6. 3. 13. 10. 2. 3. 7. 15. 5. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Propinsi Kabupaten / Kota 2004 8 9 2 5 7 6 1 3 4 - No 1. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Tabel 80b. 12. Penghargaan dan Prestasi Setahun sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru dan menyelenggarakan pemerintahan. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Sumber : Data Juli 2010. 6. 8. Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 11. 4. baik dari Pemerintah Pusat maupun 122 . 15. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 96 121 47 67 80 69 8 56 63 - 113 105 46 64 87 57 12 59 67 - 2 100 126 57 66 81 55 184 168 167 14 68 44 92 2 88 143 59 68 78 52 178 167 138 13 69 48 73 2 89 158 66 70 79 56 180 175 142 282 191 13 71 50 74 Sumber : Data Juli 2010. 2. 11.

4. Aditya Mahatva Yoda dari Jaksa Agung RI Pada Acara Puncak Hari Anti Korupsi Sedunia di lapangan Monumen Nasional Jakarta Tahun 2008 (Bupati). Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pertanian oleh Presiden RI Tahun 2004 (Bupati). 3. Perempuan Menanam Pohon dan Memelihara Tingkat Nasional Tahun 2009 (Ketua TP. PKK). 13. 11. 12. Penanggulangan Penyakit Kusta dan TBC Tahun 2008 (Bupati). Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Pengembangan Ketahanan Pangan dari Presiden RI Tahun 2008/2009 (Bupati). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Ketua TP. Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh. 6. Penghargaan : 1. yaitu : a. Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Bupati). Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasi dalam membina pengelolaan Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah dan instansi. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Satya Lencana Widya Karya Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2007-2008 (Bupati). Manggala Karya Kencana di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2009 (Bupati). 8. 10. 5. 123 . Pengembangan Tanaman Rempah Se-Indonesia dari Dirjen Perkebunan Tahun 2008 (Bupati). 7. 2. Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Tingkat Nasional Tahun 2008 (Bupati). Widya Krama (Wajib Belajar 9 Tahun) Tingkat Nasional Tahun 2009 (Bupati). PKK).

Juara I Lomba Masak Ikan Laut (Sea Food) Yang Diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Centre Tahun 2004. 6. Prestasi Tingkat Nasional : 1. Juara Harapan I Ketegori Hidangan Ikan Untuk Konsumsi Keluarga dan Juara Harapan II Kategori Hidangan Ikan Balita Gaya Modern Dalam Rangka Hari Nusantara Ke-7 Yang Diselenggarakan di Padang Sumatera Barat Tahun 2006. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Sulut Expo di Jakarta Tahun 2007. 4. Juara II Lomba Masak Serba Ikan Yang Diselenggarakan di Pelabuhan Gresik Surabaya Jawa Timur Tahun 2008. 5. Akutyla Jujur Dharma Bhaktiku dari Jaksa Agung RI Tahun 2009 (Bupati). 15. Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati).Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. Pakarti Madya Satu di Bidang Posyandu dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). 18. 3. 17. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Penas KTNA Kabupaten/Kota Se-Indonesia Yang Diselenggarakan di Tondano Kabupaten Minahasa Tahun 2004. Satya Lencana Karya di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). 16. Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2009 (Desa Linelean Kecamatan Modoinding) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara : 124 . Pemasukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kategori Terbaik Tahun 2009 (Bupati). b. 2.

Kelurahan Buyungon 2. Desa Ongkaw Kecamatan Amurang). II dan III Lomba Tanaman Hias Jenis Tanaman Puring Yang Diselenggarakan di Kota Tomohon Tahun 2008. 8. 4. Juara II Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2005 (Kecamatan Motoling). Mengikuti Lomba Tanaman Hias dan Anggrek di Bumi Beringin Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008 dengan Hasil Sebagai Berikut : 125 . 11. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2006. Pelaksana Terbaik I Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Pelaksana Terbaik II Lomba Posyandu Yang Diselenggarakan di Desa Torout Kecamatan Tompaso Baru Tahun 2008. 5. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kecamatan Sinonsayang dan Enjelita Kaligis. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2007 (Pokmaswas Sapu Laut Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Juara I Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2008 (Kelompok Budidaya Inti Murni. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007. 7. 13. Juara I Lomba PKK di Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2008. 6. 10. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2006. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2008 (Pokmaswas Alar Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur).1. Juara I dan II Lomba Balita Tahun 2004 (Tiara Laurens. Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). 9. Juara I. 12. Juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2004 (Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok). 3.

23. 22. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008.Juara I dan II Anggrek Hibrid . Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008.Juara I. 15. Juara I Lomba Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 (Kelompok Tani PKK Golden Shower Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009. 21. Pemenang Lomba Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Kontes Pohon Tahun 2008 : • Kategori Aksi Penanaman Serentak Indonesia (Ketua TP. Juara II Lomba Menu Produk Perikanan Dalam Rangka Sail Bunaken Tahun 2009. Tugiat) .Mahoni (Drs. Juara I Lomba Camilan Kue Kering Dalam Rangka WOC dan CTI Summit di Manado Tahun 2009. 20. PKK Kabupaten Minahasa Selatan. Juara II Lomba Laga Anak Sehat Tahun 2009 (Seviana Joice Kesek).Segon (Alex Ronga) 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Ny. Pelaksana Terbaik I Lomba PKBS Tahun Tahun 2008 (Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). 18. V.Juara I dan II Tanaman Philodenrom 14. H. II dan III Anggrek Phalaenopsis . Juara II Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2009 (Kelompok Budidaya Algae Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). II dan III Tanaman Agloneune . 126 . 19. 16. Luntungan Mawuntu) • Kontes Pohon : .Juara I.Juara I Anggrek Pendrobium .

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 24. Juara II Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Yang Diselenggarakan di Manado Tahun 2009. BAB X PENUTUP Profil Kabupaten Minahasa Selatan merupakan suatu dokumen penting dalam mengekspresikan data potensi yang dimiliki walaupun sifatnya dinamis sehingga sering terjadi perubahan karena situasi dan kondisi wilayah. Selain itu. data potensi 127 .

Dokumen profil ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/pengembangan kebijakan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sering terjadi perubahan karena pemanfaatan dan pengelolaan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan sebagai tuntutan masyarakat.M. Profil merupakan dokumen yang dapat di update datanya setiap tahun sesuai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai sektor. profil ini dapat disusun setiap tahun. baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional serta khalayak umum untuk mencari peluang dan potensi pengembangan investasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Dengan demikian. seperti pemerintahan. pembangunan dan kemasyarakatan. ONIBALA 128 . BUPATI MINAHASA SELATAN M. Pnj.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful