Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB I LAMBANG DAERAH
A. Dasar Hukum Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penetapan Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, rancangannya dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Minahasa berdasarkan hasil sayembara. Lambang Daerah Kabupaten

Selatan yang dimaksud seperti pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan B. Makna, Arti dan Warna Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagaimana pada Gambar 1, dari setiap unsur, bentuk, corak dan warna mengandung makna dan arti filosofi demikian :

 Perisai, melambangkan ketahanan dan keunggulan dalam menghadapi
berbagai tantangan.

 Burung Manguni, sebagai Lambang Keminaesaan dengan sifat dinamis,
santun, sportif dan selalu waspada. 1

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

 Bulu Sayap Kiri dan Kanan serta Ekor, berjumlah 27 menggambarkan
tanggal 27 sebagai tanggal penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Pohon Kelapa, yang terputus menggambarkan angka 1 yang berarti Bulan
Januari, bulan penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Dua Kaki dan Tiga Jari, yang nampak menggenggam pita melambangkan
Tahun 2003, sebagai tahun terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan.

 Buku di Dada Burung Manguni, melambangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

 Buah Cengkih, di pucuk pohon kelapa mengandung makna kekayaan
alam dan kesuburan tanah Minahasa Selatan.

 Jangkar Kapal, di bawah pohon kelapa mencerminkan potensi kekayaan
laut serta perdagangan.

 Ungkapan “Cita Waya Esa”, dipermukaan pita kuning yang digenggam
dengan kaki burung berarti “Kita Semua Satu”.

 Warna Putih, mengandung arti ketulusan dan kesucian, kesalehan dan
kedamaian, nurani dan etika.

Warna Merah, melambangkan cinta, semangat dan keberanian

 Warna Kuning, mengandung makna kejayaan, keberhasilan, kedewasaan,
berbudi luhur dan keimanan.

 Warna Hijau, mempunyai arti kesuburan, kesejahteraan, pengharapan dan
kehidupan.

 Warna Biru, melambangkan kebesaran, kebenaran dan kesetiaan.  Warna
Hitam, melambangkan kekuatan, keunggulan, keabadian/ kekekalan.

 Warna Coklat, melambangkan kesuburan tanah.

2

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB II PEMBENTUKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1. Sejarah Pembentukan Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 Selatan dan Kota Tomohon. tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip 3

Guna melengkapi data dan masukan secara empirik. NIP. pada tanggal 27 Januari 2003. Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI. Ramoy Markus Luntungan. Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. Selanjutnya.51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B. Kemudian. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan. atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon. usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI. melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131. Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat. pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano. Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat. Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001. Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d). 010 076 798. Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal 4 .

berdasarkan Peraturan Daerah Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Nomor 8 Tahun 2003. Kecamatan Maesaan (hasil pemekaran Kecamatan Tompaso Baru) dan Kecamatan Pusomaen (hasil pemekaran Kecamatan Belang). secara positif diresponi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang sejalan dengan salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota. masyarakat masyarakat mengenai pemekaran desa dan kecamatan. yaitu Kecamatan Tatapaan (hasil pemekaran Kecamatan Tumpaan). Seiring dengan pemekaran beberapa kecamatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan. rupanya aspirasi di 6 (enam) Kecamatan bagian tenggara yaitu Kecamatan Touluaan. tidak kalah pentingnya juga Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan meresponi aspirasi pemekaran desa di beberapa kecamatan. di akhir tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2005 Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan 5 kecamatan baru. Dari berbagai aspirasi Akan tetapi. Kecamatan Tombatu. Sedangkan Kecamatan Tombasian. masyarakat belum berakhir sampai di situ. berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 172 Tahun 2005 berubah nama menjadi Kecamatan Amurang. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 terbentuklah Kecamatan Ratatotok hasil pemekaran dari Kecamatan Belang. Dengan bertambahnya 5 kecamatan baru. Sebagai tindaklanjutnya. Kecamatan Ratahan. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. 2. dengan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat. Pemekaran Kecamatan dan Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan dalam perkembangannya. Kecamatan Amurang Timur (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian). Kecamatan Belang. Minahasa Selatan dari 13 kecamatan menjadi 15 kecamatan. Kecamatan Amurang Barat (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian dan Kecamatan Tenga). Kemudian pada waktu yang bersamaan. jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi 20 kecamatan. terbentuk Kecamatan Kumelembuai hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling. Kecamatan 5 . Selanjutnya.

pada tanggal 23 Mei 2007 di Manado. berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007 tanggal 6 Januari 2007. Aspirasi tersebut akhirnya diresponi dengan positif oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. 3 kecamatan baru. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan kembali lagi meresponi aspirasi masyarakat di Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran untuk diadakan pemekaran kecamatan. BAB III VISI. pada tanggal 12 Desember 2007 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2007 tentang pemekaran Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran. Menteri Dalam Negeri at interim meresmikan Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Kota Kotamobagu. Sebagai tindaklanjutnya. 14 kecamatan. Sebagai tindaklanjutnya. Kecamatan Motoling Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan berkurang 6 kecamatan menjadi Barat dan Kecamatan Motoling Timur hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling serta Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran. MISI. sehingga Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan Ketiga kecamatan tersebut yaitu. TUJUAN DAN SASARAN 6 . Dengan mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Ratatotok dan Kecamatan Pusomaen menginginkan wilayah mereka menjadi suatu daerah otonom yang baru dengan nama Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan demikian Kabupaten Minahasa Selatan saat ini berjumlah 17 kecamatan. Minahasa Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) sebagai daerah otonom yang baru di Propinsi Sulawesi Utara sekaligus melantik Penjabat Bupati dan Walikotanya. Diakhir tahun 2007.

Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Meningkatkan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan umat beragama . antar 2. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010 adalah : “Terwujudnya Kabupaten Minahasa Selatan sebagai daerah yang mandiri. 4. otonomisasi dan tuntutan demokratisasi. dijabarkan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2005-2010 sebagai berikut : 1. Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana arah dan tujuan dicapai. Membangun dan memperkokoh perekonomian daerah . 3. demokratis dan handal dalam sumberdaya manusia serta menjadi pusat keunggulan pembangunan di Era Pemerintahan Global” Dengan demikian visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan adalah pandangan ke depan ke mana Kabupaten Minahasa Selatan harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya serta tetap konsisten. 2. 5. inovatif dan produktif. eksis. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas (good governance) 7 . Mewujudkan Supremasi Hukum . Misi Untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menyikapi kecenderungan dinamika globalisasi. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang . dan bersih KKN .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1.

Memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan. b. 8. berbasis agribisnis. Tujuan Mengacu pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 9. Meningkatkan peran kelembagaan ekonomi. c. Membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian (agro based (agro industry) . terutama teknologi pertanian . Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Dengan demikian Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8 . industry) 7. sosial dan budaya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat daerah . ditetapkan dan dirumuskan tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai berikut : 1. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. misi harus jelas menyatakan kepedulian terhadap masyarakat. 5. pernyataan misi harus : a. 4. 3. 2. Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti pemerintah. Menunjukkan secara jelas apa yang hendak dicapai dan bidang kegiatan utama dari organisasi/pemerintah yang bersangkutan. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. 3. Meningkatkan kesadaran hukum disemua lapisan masyarakat dalam penegakan hukum. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu. sosial. karena misi mewakili alasan dasar untuk eksis. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat.6. Meningkatkan peran generasi muda dan pemberdayaan perempuan. budaya dan pertahanan keamanan.

11. 12. Meningkatnya income perkapita penduduk sebesar Rp. 8. Meningkatnya sumber pendapatan asli daerah sekitar 20 % pada akhir pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7 % pada akhir 9 . Menurunnya tingkat pengangguran sebesar 6 % dari angkatan kerja pada tahun 2010. Meningkatkan program pemeliharaan. 6. Meningkatkan potensi obyek wisata dan sumberdaya kepariwisataan. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara. 2. Meningkatnya jumlah produksi perikanan. 3. perikanan dan kelautan serta sumberdaya air. Sasaran Bertitik tolak dari tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan di atas. Meningkatkan pengelolaan.pada akhir tahun 2010. 9. 4. Meningkatkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan..000. 4. 10. pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. diimplementasikan dalam berbagai sasaran sebagai berikut : 1. 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 6. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan publik Meningkatnya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Meningkatnya tahun 2010. 8.500. 7. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas aparatur pemerintah. 5. 9. penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (good Meningkatkan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik. Meningkatnya peran generasi muda dan peberdayaan perempuan. tahun 2010. Meningkatnya kesadaran hukum dan penegakkan hukum. Meningkatkan governance). pengawasan dan pengendalian 11. 7.

Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ± 64 km. Kabupaten Minahasa Selatan 10 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB IV KONDISI WILAYAH Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang. Secara geografis.

bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik. barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa. merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang.124°45’ Bujur Timur. Sementara untuk jalur laut 11 . karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi.18’ . Demikian pula jalur laut untuk bagian utara.47’ .24’ Lintang Utara dan 124°. Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis. Peta Kabupaten Minahasa Selatan Dalam perspektif regional. dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow : Berbatasan dengan Laut Sulawesi h/k/j/kn.hkgkkhg Gambar 2.1°.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 terletak antara 0°.

500 m dari permukaan laut.386 7. 13.514 6. 9.591.31 108. Nama Kecamatan Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur* Motoling Barat* Kumelembuai Tenga Sinonsayang Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tareran Suluun Tareran* Tatapaan Jumlah Luas (Km²) 66.792 12 . yang 891 dusun/lingkungan dengan Januari 2010) seperti ditunjukkan pada Tabel 1a dan Tabel 1b.47 134. 12. 4.591. 3.40 94. 11.161 6. 17.93 97.40 125.20 55.667 Jumlah Jiwa 11. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagian selatan.24 196. 2.042 15. 5.964 5.478 12. Tabel 1a. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.149 7.13 170.20 1.721 2.40 98.09 128. 16.349 3. 8.43 141. 10. 15.65 km².345 3. 2.65 Desa 8 11 10 12 7 8 8 7 18 13 8 2 7 10 12 8 11 160 Jumlah Kelurahan Dusun/Jaga 2 6 2 10 36 44 41 62 33 34 37 36 82 71 53 8 41 71 75 39 40 803 Lingkungan 23 44 21 88 Sumber : Data Juli 2010.36 122. 7. Jumlah Penduduk di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Januari 2010) Jumlah Penduduk No 1. Nama dan Luas Kecamatan. 5. Sedangkan luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan adalah terdiri dari 17 (tujuhbelas) kecamatan. 14. 3. berpantai dan sebagian kecil dataran rendah bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1.234 Laki-Laki Perempuan 6. Jumlah Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.09 53.176 4. 170 desa/kelurahan.125 5. jumlah penduduk 206.892 12.731 5.049 jiwa (sampai dengan 1.512 3.666 8.804 3. sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Kepala Keluarga 3. 6. Minahasa Selatan Keterangan : * = Kecamatan Pemekaran Tabel 1b. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukitbukit/pegunungan.

343 5.021 4.142 2.054 5.117 3.726 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 9.266 5.518 7.6.031 4.202 10.676 4.943 16. Kecamatan 2 Modoinding Nomor 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 3 6 7 8 9 10 11 1 2 3 Nama Desa/ Kelurahan 4 Kakenturan Sinisir Linelean Pinasungkulan Makaaruyen Palelon Wulurmaatus Mokobang Jumlah Tambelang Kinamang Liningaan Bojonegoro Kinaweruan 4 Tumani Lowian Temboan Kinamang Satu Tumani Utara Tumani Selatan Jumlah Sion Raraatean Tompaso Baru Satu Jumlah Dusun 5 6 3 4 6 4 4 5 4 36 5 4 3 2 2 5 8 4 4 4 4 4 44 4 4 6 Lingkungan 6 6 - 2.468 4.933 8. Tabel 2.475 7.365 8.227 17. Minahasa Selatan Nama-nama desa/kelurahan dan jumlah dusun/lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini.752 2.766 3.379 7. 13.791 3. Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah 4.483 2. Nama-Nama Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.988 16.070 4.126 3.145 14. 7. Tompaso Baru 13 .337 106. 17.293 6.530 7.610 5.318 13.336 4.944 4.858 4.621 7.793 9. 10.736 6.840 99. 14.193 2.322 8.138 8.967 14.326 6.645 9.555 57.021 8. 8. 15. Maesaan 1 2 3. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.209 206.812 7. 12.634 2. 11.151 4. 16. 9.410 3.049 Sumber : Data Juni 2010.

Motoling Timur Tompaso Baru Dua Kinalawiran Pinaesaan Torout Karowa Liandok Lindangan Jumlah Ranoyapo Poopo Poopo Utara Poopo Barat Pontak Pontak Satu Mopolo Powalutan Beringin Lompad Baru Lompad Mopolo Esa Jumlah Raanan Lama Lalumpe Motoling Motoling Satu Motoling Dua Motoling Mawale Picuan Baru Jumlah Tondey Tondey Satu Tondey Dua Raanan Baru Raanan Baru Satu Raanan Baru Dua Toyopon Keroit Jumlah Wanga Wanga Amongena Karimbow 4 Karimbow Talikuran Tokin Tokin Baru Picuan Picuan Satu Jumlah Malola Malola Satu Kumelembuai Atas Kumelembuai 6 4 4 4 4 3 2 41 8 6 5 6 6 3 8 6 3 3 4 4 62 6 4 3 6 6 4 4 33 7 5 7 4 3 3 4 4 37 4 4 5 5 3 5 4 5 4 34 7 4 4 4 6 - 1 2 8. Motoling Barat 7. Kumelembuai 14 . Motoling 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 4. Ranoyapo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5.

Sinonsayang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 3 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 10. Amurang Barat Kumelembuai Satu Makasili Kumelembuai Dua Jumlah Durian Poigar Satu Poigar Dua Tanamon Aergale Ongkaw Satu Ongkaw Dua Boyong Pante Tiniawangko Blongko Ongkaw Tiga Boyong Pante Dua Tanamon Utara Jumlah Sapa Boyong Atas Pakuure Satu Pakuure Dua Pakuure Tiga Pakuweru Tenga Radey Tawaang Molinow Pakuure Pakuure Tinanian Pakuure Kinamang Pakuweru Utara Sapa Timur Sapa Barat Tawaang Timur Tawaang Barat Jumlah Pondos Elusan Tewasen Teep 4 Kapitu Kel.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 9. Amurang 15 . Tenga 11. Rumoong Bawah Wakan Teep Trans Jumlah Kilometer Tiga Ranoketang Tua Kelurahan Buyungon Kelurahan Ranoiapo 4 8 5 36 5 5 6 10 3 5 6 8 4 7 4 4 4 71 4 5 4 4 4 8 7 4 8 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 5 6 8 9 5 10 5 6 4 53 4 4 - 6 11 12 23 7 8 1 2 12. Kawangkoan Bawah Rumoong Bawah Kel.

Tatapaan Kelurahan Uwuran Satu Kelurahan Uwuran Dua Kelurahan Lewet Kelurahan Bitung Jumlah Kotamenara Maliku Ritey Malenos Baru Lopana Pinaling Kelurahan Pondang Kelurahan Ranomea Lopana Satu Jumlah Rumoong Atas Rumoong Atas Dua Lansot Wiau Lapi Wuwuk Pinamorongan Kaneyan Koreng Tumaluntung Wuwuk Barat Tumaluntung Satu Wiau Lapi Barat Jumlah Kapoya Pinapalangkow Suluun Satu Suluun Dua Suluun Tiga Suluun Empat Talaitad Kapoya Satu Jumlah Sulu Paslaten Paslaten Satu 4 Wawona Bajo Popareng Wawontulap Pungkol Sondaken Rap-Rap Arakan Jumlah Tumpaan Tumpaan Satu Tumpaan Baru 8 5 7 5 3 8 9 4 41 6 9 10 8 10 4 5 5 6 4 4 4 75 5 5 5 5 5 4 6 4 39 5 5 4 5 3 3 4 3 2 3 4 4 40 6 7 8 6 10 6 7 44 9 12 21 6 - 1 2 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 8 13. Suluun Tareran 16. Tareran 15. Tumpaan 16 . Amurang Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 14.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 Total 170 Matani Popontolen Lelema Tangkunei Munte Tumpaan Dua Matani Satu Jumlah 5 7 9 5 8 7 9 71 803 88 Sumber : Data Juli 2010. PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN 1. Minahasa Selatan BAB V PEMERINTAHAN. Pemerintahan Sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah atonom yang baru. pemerintah yang ada terus berupaya menata penyelenggaraan kepemerintahan dengan baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada 17 . Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.

Jenis-Jenis Izin di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Izin Waktu Birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 18 . termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat. yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance). sejak tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) berdasarkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 21 Tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tatacara Pemberian Izin pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masyarakat dan memajukan pembangunan yang ada. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 UPTSP berubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP). Penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik sudah menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan universal yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. daya tahan dan waktu. Tabel 3a. setiap tahun dilakukan laporan kinerja tahunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam upaya menyelenggarakan kepemerintahan yang baik melalui pelayanan prima kepada masyarakat. Jenis-jenis izin dan non izin di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 3a dan Tabel 3b. Upaya mewujudkan tata kepemerintahan yang baik membutuhkan komitmen yang kuat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. pemahaman serta implementasi Komitmen dari Pemerintah nilai-nilai tata kepemerintahan yang baik secara utuh oleh seluruh komponen. Kabupaten Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik tergambar dari salah satu misinya. Tugas dari UPTSP adalah mengadakan pelayanan pembuatan izin dan non izin (rekomendasi) kegiatan atau usaha. yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas dan bersih KKN yang dijabarkan (good governance) dalam salah satu tujuan pembangunan. Karena itu diperlukan pembelajaran.

15. 22. 28. 38. 48. 33. 26. 54. 25. 8. 23. 55. 9. 13. 32. 3. 46. 31. 44. 29. 47. 2. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 1. 37. 45. 18. 7. 43. 19. 24. 5. B & C Surat Keterangan Fiskal Retribusi Izin Trayek / Operasi Retribusi Kartu Pengawas Izin Trayek/Izin Operasi Retribusi Izin Insidentil 3 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 19 . 39. 16. 41. 4. 12. 35. 2 Izin Pemasaran Jenis-jenis Bahan Bakar Khusus (BKK) Izin Pengumpulan dan Penyaluran Minyak Pelumas Bekas Izin Pendirian dan Penggunaan Gudang Bahan Peledak di Daerah Operasi Daratan dan di Daerah Operasi Izin Pertambangan Daerah (SIPD) Galian Golongan C Izin Lokasi Izin Usaha Sekolah Mengemudi Izin Operasi Kendaraan Latih Sekolah Mengemudi Izin Penggunaan Jalan Selain Untuk Kepentingan Lalu Lintas Retribusi Izin Tempat Penampungan Cap Tikus Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. 34. 27. 11. 53. 2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Gudang (TDG) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Gangguan (HO) Kartu Ternak Izin Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Petelur Izin Usaha Peternakan Babi Izin Usaha Peternakan Sapi Izin Usaha Peternakan Puyuh Izin Usaha Peternakan Kambing Izin Usaha Peternakan Burung Walet Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) Izin Praktek Dokter Umum / Dokter Gigi / Spesialis Izin Praktek Bidan Izin Praktek Perawat Izin Toko Pembuatan Gigi Palsu Izin Pengobatan Tradisional Izin Praktek Dokter Berkelompok Izin Toko Obat Izin Apotik Izin Balai Pengobatan / Klinik Kesehatan Swasta Izin Klinik Bersalin / BKIA Swasta Izin Optikal Izin Laboratorium Swasta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Rekreasi dan Hiburan Umum Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Perjalanan Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Jasa Akomodasi Izin Usaha dan Pemungutan Restribusi Restoran Izin Usaha serta Pungutan Restirbusi Rumah Makan Izin Pemungutan Kayu Tanah Milik (SIPKTM) Izin Pengiriman Rumah Kayu Izin Angkutan Kayu Kelapa Izin Badan Hukum Koperasi Izin Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Izin Pendirian Depot Lokal Izin Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Pemrosesan Izin 3 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 5 (lima) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 7 (tujuh) hari 1 42. 52. 30. 51. 20. 17. 14. 50. 40. 10. 49. 36. 21.

Jenis-Jenis Non Perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. kedisiplinan. 2. 9. transparan. Setelah mengusulkan dan membahas secara bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. akhirnya menghasilkan beberapa Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja di 20 . Minahasa Selatan Tabel 3b. kenyamanan. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. 8. Dalam upaya menjabarkan dan melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. 6. keamanan. 7. kemudahan akses. 13. 4. kepastian waktu. 10. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Izin Menempati Bangunan Kios / Lost 1 (satu) hari Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 1 (satu) hari Sumber : Data Juli 2010. 57. kejelasan. 11. yakni kesederhanaan. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi atas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan memperhatikan pada 11 (sebelas) hal pokok. kesopanan dan keramahan.56. Jenis Non Perizinan Rekomendasi Penempatan Rumpon ke Dinas Propinsi Rekomendasi Akte Pendirian Koperasi Rekomendasi Lokasi Pendirian Kilang Rekomendasi Radio Siaran Rekomendasi Galian C Rekomendasi Kesehatan Rekomendasi Pengolahan Sarang Burung Walet Rekomendasi Pengukuran Kayu/Hasil Hutan Lainnya & Pengujian Kayu Rekomendasi Penyadap Hutan Pinus Rekomendasi Industri Rumah Tangga Khusus Makan dan Minum Rekomendasi Aktanisasi Catatan Sipil Rekomendasi Usaha Pemberian Izin Prinsip Waktu Pemrosesan Izin 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 5 (lima) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari Sumber : Data Juli 2010. 3. kelengkapan sarana dan prasarana. tanggungjawab. 12. 5. akurasi. Minahasa Selatan Untuk lebih mempertegas komitmen terhadap penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan penyesuaian jumlah dan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta membentuk beberapa SKPD sesuai dengan kebutuhan daerah.

8. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Dinas Sosial. Pasar. Bappeda. 9. Nomor 05 Tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perhubungan. UKM. Pendapatan dan Aset Daerah Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Sekretariat DPRD 2. 6. Nomor 04 Tahun 2008 1. Peraturan Daerah 2 Nomor 03 Tahun 2008 Tentang 3 Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Selatan SKPD Yang Ditetapkan 4 1. Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan 1. 3. Nomor 02 Badan Pelaksana Narkotika 21 . 12. Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 3. 4. Organisasi dan Tata 1. 14. 6. 11. 11. 9.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 4. 4. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. 5. 5. Komunikasi & Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pengelola Keuangan. Sekretariat Daerah 2. 8. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi. 7. Dinas Pendidikan. 2. Tabel 4. 12. 13. 3. 4. Nomor 01 Tahun 2009 5. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 10. 10. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 Badan Ketahanan Pangan Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 2 3 7. 2.

795 orang. 2. Minahasa Selatan Untuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 3. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Juni 2010 berjumlah 4. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. Kerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Minahasa Selatan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Sumber : Data Juli 2010. Tabel 5a. 5. seperti yang tercantum pada Tabel 5a dan Tabel 5b. 4. Nomor 11 Tahun 2009 Kerja Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 7. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja a 2 - Golongan I b c d 1 1 2 2 1 - Kelamin Jml L P 1 5 3 1 5 3 - a Golongan II b c d 4 1 8 20 13 3 16 9 2 1 14 43 5 2 18 1 10 82 2 5 14 1 5 25 Kelamin L P 10 5 3 22 67 6 1 5 18 66 48 16 4 1 25 58 3 1 18 26 181 Jml 26 9 4 47 125 9 2 23 18 92 229 Kantor Camat Puskesmas- 13 5 2 20 48 4 5 3 74 106 22 . dan golongan IV : 1.975 orang. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2009 6. Kerja Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. Badan ini hanya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 8. golongan III : 2. 11.012 orang yang tersebar diberbagai SKPD/Unit Kerja. 9.143 orang. 10. golongan II : 1. yang terdiri dari golongan I : 25 orang. 6. Nomor 10 Tahun 2009 7. Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan. tidak menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 karena merupakan lembaga fungsional. Perikanan dan Kehutanan (BP4K).

UPTD Dikpora 13. Minahasa Selatan Tabel 5b.48%) laki-laki dan 3.815 (36. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan IV di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No SKPD / Unit Kerja 1.645 758 26 46 72 6 7 9 233 533 2 4 Jumlah 482 593 646 976 1. 7. Sedangkan jumlah PNS Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan tingkat pendidikan dan agama ditunjukkan pada Tabel 6a dan Tabel 6b di bawah ini. Penjaga Sekolah 1 3 2 3 2 7 2 9 12 1 14 24 1 1 2 14 25 6 4 189 185 16 14 5 48 5 245 4 65 18 139 15 95 39 400 4 392 14 743 19 487 53 1.975 orang PNS. 5. UPTD Dikpora 13. Guru 14. 4. 2.012 Sumber : Data Juli 2010. Tenaga Administrasi. dari 4. 6. 7. 3.143 Jumlah 491 268 Sumber : Data Juli 2010. 11. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 5.25 % adalah guru.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Puskesmas 12. Penjaga Sekolah 19 3 11 221 364 450 31 5 22 21 43 16 403 1. 10. 6. Guru 14. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (sampai dengan Juni 2010) No 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.242 1. 3.975 orang PNS terdiri dari 1.795 928 69 14 1 415 597 1. 9. Dari 4. Tenaga Administrasi. Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Golongan III a 25 9 9 76 128 22 3 7 6 68 65 10 610 36 1. 2.819 2. 4.52%) perempuan.074 Kelamin L 34 13 9 101 195 14 6 5 7 94 47 b 17 4 25 46 3 4 12 2 35 63 c 16 7 1 43 79 8 1 2 2 40 27 d 5 3 7 40 73 5 1 5 21 20 P 29 10 8 83 131 24 3 21 3 70 128 Jml 63 23 17 184 326 38 9 26 10 164 175 Golongan IV a 2 4 4 26 96 2 11 3 Kelamin e - b 9 1 16 25 1 1 1 1 6 8 - c 4 1 3 6 - d 1 - L 15 4 5 37 90 3 1 1 11 6 P 1 1 8 37 1 3 Jml 16 4 6 45 127 3 1 1 12 9 16 766 6 Kantor Camat PuskesmasPuskesmas 12. Tabel 6a.160 (63. 58. Minahasa Selatan Berdasarkan data pada Tabel 5a dan Tabel 5b. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD SD 2 - SMP 1 6 - SLTA 19 12 4 54 143 7 1 Pendidikan D1 D2 D3 D4 1 11 2 3 1 49 2 3 1 53 2 6 1 - S1 66 22 20 162 359 34 9 S2 8 8 13 3 1 S3 1 - Jml 106 36 27 276 583 50 12 23 . 8.

2.8. 5.975 Sumber : Data Juli 2010. 13.191 40 1 145 4. Tabel 7.898 145 4. 6. 10.664 3 29 74 111 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 21 22 50 2 9 28 1 4 131 2 271 80 94 3 413 4 1 36 80 500 159 . 3. 10. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. 11. 11. 7. RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. Minahasa Selatan Tabel 6b. 7. 6. - SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. S K P D / Unit Kerja 2 Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Staf Ahli Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1 1.811 141 4. 9.1.795 Katolik 3 4 12 1 1 1 24 3 34 1 84 Islam 2 4 9 5 1 4 4 5 3 53 3 93 Budha Hindu 2 1 3 Konghucu - Jumlah 106 36 27 276 583 50 12 50 28 271 413 80 2. 4. 9. 2. 12. 12. Minahasa Selatan Untuk jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan SKPD diperlihatkan pada Tabel 7. 3. 9. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Agama (sampai dengan Juni 2010) No 1. 8. Penjaga Sekolah Jumlah 3 28 33 5 5 4 11 32 4 17 128 202 32 942 99 1.975 Sumber : Data Juli 2010. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 5.898 1 507 392 4 6 2. 14.221 2 2. 4. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eselon II A II B III A III B IV A IV B VA Jml 10 44 17 4 14 13 13 10 16 15 3 1 - 4 3 1 4 1 1 1 1 1 1 5 10 4 5 1 1 1 1 1 6 4 4 4 3 4 7 30 12 8 7 7 4 11 9 8 - 9 - 24 . 14. 13. 8. Penjaga Sekolah Jumlah Agama Kristen 101 36 27 268 560 44 11 46 27 266 383 74 2.

34. 40. 36. 38. Pendapatan dan Aset Daerah Dinas Koperasi. Instansi vertikal dimaksud sebagaimana Nama Instansi Kantor Departemen Minahasa Selatan Agama Kabupaten Alamat Kantor Desa Kapitu Kec. 41. 24. 15. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga dibantu oleh beberapa instansi vertikal yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 17. 16. Instansi Vertikal di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 23. 39. 22. 21. 31. 19. Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kebersihan dan Pertamanan Rumah Sakit Umum Daerah Kantor Camat (17 Kecamatan) Kantor Lurah (10 Kelurahan) Tata Usaha SMP/SMA Tata Usaha SMK UPTD Dinas Pendidikan UPTD Dinas Kesehatan (Puskesmas) UPTD Dinas Kesehatan Depo Farmasi UPTD Dinas Kesehatan Laboratorium Jumlah 1 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 1 1 4 5 1 1 3 1 4 2 1 1 4 9 1 1 4 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 62 5 4 4 3 3 4 3 4 6 5 6 4 4 17 108 6 12 5 4 9 15 5 8 21 7 15 7 4 4 1 3 4 1 6 61 8 17 14 1 364 39 36 1 1 77 9 9 2010 11 5 7 15 25 13 18 11 9 14 21 10 14 29 14 23 13 4 5 2 4 5 2 11 134 44 9 1 17 14 2 652 Sumber : Data Juli 2010. tercantum pada Tabel 8 di bawah ini. 26. 11. 32. Badan Ketahanan Pangan Badan Narkotika Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan. 12. 29. Minahasa Selatan Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 30. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Sosial. 28. 25.10. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. Komunikasi dan Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kehutanan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perkebunan Dinas Pengelolah Keuangan. Pasar. 13. 33. 35. juga berperan dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. 20. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Tabel 8. 14. 18. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat. UKM. 37. Amurang Barat 25 . 27.

peternakan dan pembangunan industri untuk mendorong investasi daerah 26 . Amurang Barat Kelurahan Pondang Kec.Januari 2005 Februari 2005 .M.Agustus 2010 Keterangan Penjabat Pelaksana Tugas Penjabat Definitif (Pilihan Rakyat Pertama) 2. lanjutan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. LUNTUNGAN GEMMY KAWATU. Selain itu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. telah mengalami 4 kali pergantian Bupati sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9.Agustus 2005 Agustus 2005 . pembangunan pembangunan Untuk mental-spiritual.April 2005 April 2005 .Sos (Wakil Bupati) Masa Jabatan Agustus 2003 . pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar. MSi Drs. 4. Amurang Timur Sejak Kabupaten Minahasa Selatan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003 sampai saat ini. S. lanjutan pembangunan pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Amurang. prioritas dan pembangunan. Pembangunan Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan selain fisik. lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah. Nama-Nama Bupati/Wakil Bupati Minahasa Selatan No 1.Agustus 2010 Agustus 2005 . 5.D. yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan adalah pembangunan agribisnis di sektor pertanian. R. R. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. perkebunan. 3. Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Selatan Kantor Pertahanan Nasional Minahasa Selatan Kejaksaan Negeri Amurang Pengadilan Negeri Amurang Kabupaten Kabupaten Desa Teep Kec. 2. fisik pengentasan lain. 4. H. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. perikanan. Nama Bupati / Wakil Bupati Drs. penanggulangan kemiskinan serta peningkatan sumberdaya manusia.M. 3. pembangunan pelabuhan pelelangan ikan (PPI) dan pembangunan pembangkit tenaga listrik (PLTA/PLTU). juga pembangunan antara lanjutan pembangunan gedung kantor di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan. LUNTUNGAN (Bupati) VENTJE TUELA. WAWORUNTU Drs. SE. Di tahun 2010. yang signifikan. Tabel 9.

pembukaan jalan alternatif (Amurang By Pass). 5. Sumberdaya Manusia . nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak utama (primer mover) jalannya roda pembangunan daerah. sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010. Perikanan. Untuk mengakselerasikan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) . Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dalam meningkatkan pendapatan daerah serta dan untuk kesejahteraan konservasi masyarakat. serta dapat memberikan akses penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dimensi-dimensi pembangunan lainnya. pengelolaan jaringan irigasi. pembinaan pengembangan pengelolaan sumberdaya air. pembinaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengamanan pantai. Kelautan dan Pariwisata. 6. Supremasi Hukum . Agro Industri. penyediaan dan peningkatan sarana/prasarana pendidikan serta kesehatan. bahwa perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan metetapkan 6 program unggulan. pembinaan dan pengelolaan sungai. 4. dimaksud adalah : 1. pengembangan objek wisata. 2. rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan rencana pembangunan tahunan yang disebut rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Pemerintah Kabupaten 27 Ke-6 program unggulan Kabupaten Minahasa Selatan . peningkatan kuantitas dan kualitas perumahan dan pemukiman dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mengintensifkan pengawasan penebangan liar (ilegal loging). pengembangan penyediaan air bersih. Lingkungan Hidup. dengan mencermati dan memperhitungkan potensi daerah serta kecenderungan lingkungan strategis yang ada. Ke-6 program unggulan tersebut. Agro Marketing) . Agri Bisnis (Agro Produksi.

Sehat. Etika/Etos Kerja. Tabel 10. Norma Hukum. berarti seluruh masyarakat Minahasa Selatan memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk tetap dan terus hidup. Rukun  Bersih : 28 . BERSINAR : Bersih. Rapi. Tema Pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2005-2010 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Tema Pembangunan Pembangunan Pertanian dan Prasarana Penunjang Pembangunan Pertanian dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian Melalui Gerakan Menanam Peningkatan Efektivitas Pengurangan Kemiskinan Melalui Perluasan Kesempatan Kerja Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Untuk Pengurangan Kemiskinan dan Penganggurang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dalam rangka mendorong dan membudayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih terarah maka ditetapkan ”TEGUH BERSINAR” sebagai motto pembangunan daerah melalui Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 51 Tahun 2004 tanggal 27 Januari 2004. dengan makna : TEGUH : TEruskan Gerakan Untuk Hidup. Aman. tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai spesifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah serta perubahan global. Indah.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa 2005-2010 Selatan secara menjabarkan RPJM Kabupaten Minahasa Selatan konsisten melalui program/kegiatan tahunan yang Saat ini didokumentasikan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Dari tahun ke tahun. penjabaran RPJM Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010 telah memasuki tahun terakhir . Tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2005-2010 ditunjukkan pada Tabel 10.

ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). dan elok. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. terkandung maksud. serta memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Maknanya. keadaan baik segenap badan. bagus benar. Maknanya. selalu memelihara kesehatan fisik. Sehat jasmani terkandung maksud. Sehat lingkungan. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya sehat jasmani dan rohani. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya hidup bersih. selelau memelihara kesehatan fisik. Sehat rohani terkandung maksud.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta arif dan bijaksana serta memiliki semangat kerja yang tinggi. bebas dari lingkungan tercemar. Maknanya. teratur baik. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Rapi : Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki pola prilaku yang bersahaja.  Norma Hukum : 29 .  Sehat : Artinya. bebas dari polusi. apik dan tertib. memelihara lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat.  Indah : Artinya. rendah hati. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki rasa keindahan yang diaplikasikan dalam proses pembangunan.  Etika/Etos Kerja : Artinya. Maknanya. Maknanya. tidak tercemar dan tulus. baik jasmani maupun rohani. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki kerapihan pribadi dan lingkungannya serta hidup tertib dan teratur. cantik. serta bagian-bagiannya.

cinta kasih. Maknanya. tentram. 3. Daftar Nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar 30 . Sitou Timou Tumou Tou. ikatan persahabatan. 11b dan Tabel 11c. tentram dan damai. masyarakat mempunyai kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan. Dalam upaya menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat serta berperan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dipakai sebagai pedoman dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh setiap warga masyarakat. Kemasyarakatan Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”mapalus” (gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. Torang Samua Basudara. tidak bertengkar. Maknanya. dibentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). seperti diperlihatkan pada Tabel 11a. bebas dari bahaya. Tabel 11a. terlindung. Maknanya. serta menghargai norma-norma adat kebiasaan yang terkandung dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan menjunjung tinggi tertib hukum dan supremasi hukum. serta bebas dari rasa takut. Selain itu. Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) dan Organisasi Kepemudaan (OKP). dan damai. dan tidak meras takut. aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan kerukunan berlandaskan semangat persaudaraan. kebersamaan.  Aman : Artinya.  Rukun : Artinya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki semangat dalam menciptakan suasana aman.

Petrus Ulaan Wilem Mononimbar Jimmy Endey Bernard Lonteng. Yayasan Perisai Persatuan Perwakilan Kab. LSM Reformasi 29. 12. 21. SE Robby Keintjem Joppy Karundeng Berty Pongantung Fentje Pusung Jhonly V. 19.Pd Frans Kumaseh Joni Lumowa Dolfi Tutu Joice Mintje Foni Singkana Billy Regar Ir.Lonteng. Minsel Gerbang Maju Sulawesi Utara Komite Pelestarian Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup Kab.S. 32. Gerakan Solidaritas Anti Narkoba dan Obat Terlarang (Gersang) Kab. 30.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 1.Pd Steven Kapahang Ir. 13. 5. 17. Minsel Dotu Manguni Minsel Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan LSM Cakrawala LSM Pelangi Kasih Komite Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Solidaritas Korban Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Kab. 15. 22. Amd Diki H. Minsel 25. 3. 18. 6. LSM Waraney Minsel 28. 7. Minsel Barisan Muda Teguh Bersinar Dewan Reformasi Pembangunan Kab. 14. Mintje Maikel Suoth. 20. 16. Kesek Semuel Tumbol Saldi Monigi Hengky Rumengan 3 Karel Lakoy Rocky Sariowan A. Yulius Pesik Arie Robert Lonteng Jhon Mawira Alamat 4 Tumpaan Amurang Buyungon/Amurang Amurang Malenos Baru/Amurang Timur Amurang Ranoyapo/Amurang Amurang Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Lopana/Amurang Timur Amurang Bitung/Amurang Tumpaan Sapa/Tenga Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Amurang Rumoong Bawah/Amurang Barat Lewet/Amurang Sapa/Tenga Uwuran Satu/Amurang 4 Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Tawaang/Tenga Teep/Amurang Barat Buyungon/Amurang Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Tumpaan Satu/Tumpaan Maliku/Amurang Timur Lopana/Amurang Timur Maliku/Amurang Timur Sulu/Tatapaan Ritey/Amurang Timur Picuan/Motoling Timur 1 2 23. LSM Apostolos Yayasan Usaha Mandiri Yayasan Matuari Waya Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Cabang Minsel LSM Tagoy Lestari LSM Minahasa Selatan Coruption Watch (MSCW) LSM Generasi Profesional Mandiri LSM Generasi Bela Pancasila 31 . 4. Minsel 24. Sandag Josep G. S. 11. 2. 8. Karundeng Edwin F. Sariowan Drs. 34. Manengkey Ernest H. MSc Jeferson Karundeng George E. Minsel LSM Makasiow LSM Eureka LSM Rondoren Banua Minsel LSM Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa LSM Gerbang Minsel Pengurus (Ketua) 3 Herly Kaiende. 10. LSM Yayasan Satya Graha Esa 26. Kalengkongan Sonny G. 35. 31. 36. SE Ibrahim Gani. 9. Yayasan Siloam ”45” 27. Nama Organisasi 2 Samua Basudara Peduli Pendidikan Suara Amurang Persatuan Sopir Amurang Yayasan Gema Mandiri Yayasan Formasi Bangun Minsel Yayasan Karya Muda Pembaharu Kab. 33. Abraham Pongkorung.

Umboh. Minahasa Selatan Tabel 11b. 7. Noya Junior Malomba Drs. LSM Komunitas Tumbuh Bersama Minsel 38. 27. Dientje Sumendap Harri Masinambow Pdt. Schu Maudy Damopolii Alamat 4 Buyungon/Amurang Amurang Kumelembuai Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Pondang/Amurang Timur Uwuran Satu/Amurang Lewet/Amurang Pondang/Amurang Timur Ranomea/Amurang Timur 4 Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Tumpaan Lopana/Amurang Timur Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Tareran Motoling Kilometer 3 / Amurang Pondang/Amurang Timur Amurang Ranoiapo/Amurang Pondang/Amurang Timur Sumber : Data Juli 2010. 10. SPd Ernest O. Kawatu. 6. Rudolf Marentek Sumber : Data Juli 2010. 11. Nama Organisasi 2 Kerukunan Keluarga Besar Lengkong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) Kerukunan Akar Rumput Satal Kab. Minsel Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kab. 2. 24. SE Tommy J. Minsel Yayasan Kekuatan Bagi Negeri (YKBN) Rukun Keluarga Tombulu di Tumpaan Organisasi Sosial Ro’ma Care Gerakan Da’wah Islam “MUHAMMADIYAH” Minsel “ENTOURAGE” Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Forum Peduli Pendidikan Sulut Korps Garuda Laskar TRIKORA Kelompok Pecinta Alam Cliff Hanger Persatuan Rukun Yosep Lousya Lembaga Independent Kecamatan Motoling Tuama Auto Club Garda Inti Permesta (Garinsta) Pimpinan Daerah ”AISYIYAH” Kab. 22. 15. 16. BA Hengky Rantung Drs. Lengkong Sanly F. 20. Maradesa. Fredy Lengkong Farida R. Frangky J. Lelengboto Jefry Pelealu Sinar Maradesa Dra. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. 8. 25. LSM Lentera Masa Cabang Minsel Lans B. Politik dan Perlindungan Masyarakat 32 . Minsel Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 2 Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI) Dewan Pimpinan Cabang Kab. 18. STh Jan Johan Polii 3 Marthen Lumowa Jantje C. 21. 14. 13. 4. Jefry R. 3. Derek Lengkong Rio Salsabila Yusuf Yantje Liando M. 26. 9. LSM Purna Paskibraka Indonesia Minsel 39.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 37. 5. 17. 1 12. Minsel Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kerukunan Keluarga Besar Pelealu. Palakua Ir. Legi. Minsel Kateda Maesa Asosiasi Pendeta Indonesia Pengurus (Ketua) 3 Dr. 23. 19. Lendongan Sinar L. Daftar Nama Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Manado Minahasa Selatan Rukun Porodisa Orang Pondang Asal dari Talaud Dewan Pimpinan Cabang Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Kab. Badan Kesatuan Bangsa. Sangkoy Drs. Roly Makauli Ishak Ahmad Dicky Mintje Marthen J. Badan Kesatuan Bangsa. 28.

Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. SE Artli Kountur. Minsel Forum Solidaritas Pemuda Kristen Kab. Petrus Ulaan Drs. SH Jhoni Taroreh. membentuk 33 . Minahasa Selatan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memperkokoh kemerdekaan berserikat. 12. Badan Kesatuan Bangsa. Nama Organisasi 2 Karang Taruna Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Kosgoro Kab. Minsel Himpunan Mahasiswa Minahasa Selatan Peduli Pembangunan (HMMSPP) Pemuda Tani HKTI (Petani HKTI) Forum Komunikasi Mahasiswa Minsel (FKMMinsel) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indoensia) Kab. Daftar Nama Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. 13. Rumokoy Michael Frans Farland Lengkong Maryoh Sangkoy. Minsel Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kab. Minsel Keluarga Besar Putra-Putri Polri Ikatan Putra-Putri Kepemudaan Minahasa Selatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kab.G. SPd Ibrahim Gani. SPd Wem Mononimbar Sharil Bahrudin. SE Ibrahim Gani. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Minsel 2 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kab. 17. 2. 22. 4. 21. Minsel Pemuda Panca Marga Kab. 19. MPd Drs. 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Minsel Pengurus (Ketua) 3 Merry M. Minsel Gerakan Pemuda Ansor Kab. 16.Sos Rivay Rompas Drs. 20. Minsel Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kab. Minsel FKPPI Kab. Minsel Barisan Muda Demokrat Kab. Minsel Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. 18. ST 3 Robby Sangkoy. 6. Minsel Talented Youth Devada Kab. 8. Minsel Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia Kab. Ferry Mohede Ir. S. 5. Runtunuwu F. Togas. 7. 1 15. SPd Dr. 11. Art Bago Robby Simbar. SPd Alamat 4 Amurang Amurang Amurang Ranoiapo/Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Tumpaan Amurang Bitung/Amurang Amurang Amurang Amurang 4 Amurang Amurang Uwuran Satu / Amurang Uwuran Dua / Amurang Kristy Alfons Sumual Dewa Putu Oka Pondang/Amurang Timur Ritey/Amurang Timur Tambelang/Maesaan Sumber : Data Juli 2010. H. Tommy Kawengian Richard Ottay. 9. 14. Minsel Pemuda Pancasila Kab. 3. Minahasa Selatan Tabel 11c.

dari 42 partai politik peserta pemilihan umum di Indonesia tahun 2009. SH Anyan Kotambunan Fonny Singkoh Tommy Pakaya. 26. Tabel 12. Partai politik merupakan Di sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokratis untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab. Rumokoy. 17. 6. Kabupaten Minahasa Selatan. Tumbelaka Robby Mintje Jenny J. 33. 8. BA Thawil Hamim Pdt. 5. 24. 4. 16.Th Herry Djumaat Kasim Malolonto Chalid Doehmi Drs. 7. F. 19. ST Drs. MS Dr. hanya 34 partai politik yang terdaftar sebagai peserta pemilihan umum. Surentu.J. 32. SE Fonny Singkoh Piter B. Regar. M.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 kepengurusan partai politik di daerah sesuai dengan partai politik yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1 1.Sos Franco G. Henny Ottay. Wonok 34 . Sumakul. Mokalu. 28. 2. 15. BA Richard Ottay. 30. SH Agus F. 13. SH Harvey Tewal. H. 18. SE. 25. Liow. 1 11. SpPD Junaidi V. 10.Sos Franny Donald Toloh. S. Hengky Toloh. 14. 22.A. SE Hengky Rumengan. Kalangi Robby Gunawan. ST Nico Tiow Priesly F.Sos Johni Sumual. SPd 3 Pdt. 29. Ke-34 partai politik tersebut diperlihatkan pada Tabel 12. Nama Partai Politik 2 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Pemuda Indonesia (PPI) Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Republik Nusantara Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kedaulatan 2 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Patriot Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat (PD) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor Partai Buruh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Pengurus (Ketua) 3 Billy J. 3. 27. S. SE Ventje Tuela. SH Welly Pelle Frangky Mokalu. 20. Tumbuan. 9. 31. S. Laonda Frangky I. 12. Ibrahim A. 21. 23.

979 Sumber : Data Juli 2010. Partai Merdeka Viktor Kimbal. 10. 7.468 2.000 2. 11. Minahasa Selatan 35 . dari 34 partai politik peserta pemilihan umum.022 101. 3.086 24. hanya 12 partai politik yang memperoleh kursi. SH Sumber : Data Juli 2010. Partai politik peserta pemilihan umum yang memperoleh kursi beserta jumlah perolehan suara diperlihatkan pada Tabel 13. 8. 4. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 34. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrat (PD) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Jumlah 8 6 5 2 2 1 1 1 1 1 1 1 30 Orang 33.454 2. Komisi Pemilihan Umum Kab.544 2.377 16. 2.248 3. Tabel 13.030 3.429 4. 12. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Memperoleh Kursi Beserta Jumlah Perolehan Suara No 1 Nama Partai Politik 2 Jumlah Perolehan Kursi 3 Jumlah Perolehan Suara 4 1. Komisi Pemilihan Umum Kab. Berdasarkan hasil pemilihan umum legislatif tanggal 9 April 2009. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan pada pemilihan umum legislatif tahun 2009 ditetapkan 30 kursi untuk diperebutkan oleh partai politik peserta pemilihan umum.467 3. 9. 6.854 4.

1. kondisi pendidikan. kesehatan. agama. 36 Hal ini disebabkan setiap manusia pada hakekatnya selalu ingin menikmati fasilitas . di mana fasilitas sarana dan prasarana selalu lebih lengkap dan kompleks daripada penduduk di pedesaan. kegiatan institusi sosial dan olahraga. hidup yang lebih baik dan lebih layak. Kecenderungan tersebut terlihat dalam kehidupan penduduk perkotaan. perekonomian. kondisi ketenagakerjaan. Demografi Keadaan dan kepadatan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tersedianya berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB VI KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFIS Profil sosio-demografis suatu daerah menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan penduduk.

179 2.461 3. 8.728 600 2.284 5.464 4. 13. Minahasa Selatan tidak terlepas dari masalah kemiskinan. Nama Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur Motoling Barat Tenga Sinonsayang Amurang Tareran Suluun Tareran Tumpaan Kumelembuai Amurang Timur Amurang Barat Tatapaan Maesaan Data Tahun 2007 Jumlah KK 4. Sebagai suatu kabupaten pemekaran.218 2.092 37 .846 4. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2007-2009 diperlihatkan pada Tabel 14. keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 8.518 3. 14.712 3.514 3.232 2. 10.465 4.271 4. 12.348 3.982 4.545 4.400 607 2. 4.242 3. 3. Data Keluarga Miskin di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007-2009 No 1.428 523 2.848 462 2.068 515 2.052 4. 15.317 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Berdasarkan data pada Tabel 1b. 2.543 2.730 4. Hal ini sebagai dampak dari program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan keinginan masyarakat meningkatkan taraf hidup.436 632 2.560 609 2. 16.738 4.089 3.100 732 2. 7.189 3.403 4.292 343 1.671 2.506 KK.541 4.208 2.839 2.409 2. sehingga sifatnya global.212 553 640 2. penduduk Kabupaten Minahasa Selatan tersebar pada bentang wilayah dengan kepadatan yang cukup rendah dan sebagian besar terkonsentrasi di ibukota kecamatan.201 Jumlah KK Miskin 957 723 621 1. 17.193 Jumlah KK Miskin 955 691 487 460 399 540 745 693 299 425 165 741 369 419 883 711 617 Data Tahun 2009 Jumlah KK 3.099 1.155 2. 11.060 198 792 323 1. 9. Kemiskinan merupakan suatu fenomena masyarakat yang sudah lama terjadi dan dapat terjadi di mana saja tanpa memperhatikan lokasi.680 2.168 3. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.506 6.180 1.590 3.611 3.165 Jumlah Jumlah KK Miskin Jiwa Miskin 525 2.404 3.372 432 1.552 3. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi sumberdaya daerahnya.403 4.265 2.928 545 2.676 4.609 4.528 267 1.159 3. Kemiskinan di suatu wilayah mempunyai hubungan dengan kondisi wilayah dan pembangunan ekonomi wilayah. Tabel 14. 6.119 941 263 640 910 681 469 428 711 617 manusia yang dapat membangun dan mengembangkan Data Tahun 2008 Jumlah KK 3.835 2.460 4.702 2. Sampai dengan tahun 2009. 5.

Dengan demikian. Pemerintah Pusat melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan.26 10. terutama yang menyangkut hak-hak penduduk. Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah melalui pendekatan sosio-kultural.138 9. yaitu sektor pertanian. Dengan meningkatnya harga jual komoditas pertanian. Program Bantuan Langsung (BLT-RTS) BLT adalah bantuan langsung berupa uang tunai sejumlah tertentu untuk RTS. Salah satu cara yang dilakukan adalah memotivasi kepada penduduk miskin bahwa untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dapat tercipta di dalam sanubari mereka.5 58.024 99 Sumber : Data Juli 2010. antara lain : 1. Mekanisme yang 38 Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran . Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). melalui sektor-sektor ekonomi tersebut memberikan nilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat.Total 1 58.945 8. yaitu dengan membangun motivasi masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau adat yang menjadi penghambat bagi kemajuan penduduk setempat. salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan teknologi pada sektor-sektor ekonomi yang unggul. Sedangkan RTS adalah rumah tangga yang masuk kedalam kategori sangat miskin. Program BLT-RTS diselenggarakan dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial (social protection) sebagai dampak pengurangan subsidi BBM. salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali harga komoditas pertanian dan pengaturan kembali kelembagaan sektor pertanian. Badan Pusat Statistik Kab. perkebunan dan perikanan.506 34. Minahasa Selatan Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan.179 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 57. maka pendapatan petani (rumah tangga pertanian) juga akan meningkat. Untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. miskin dan hampir miskin.

421 RTS Selatan pada tahun 2008 tahun 2009 dengan 9.000 per bulan selama 7 bulan. Prinsip PKH adalah pemberian bantuan tunai kepada RTSM dengan syarat 39 .599 RTS. Rp. khususnya terkait dengan upaya peningkatan sumberdaya manusia untuk jangka pendek dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang. BLT Kabupaten sebanyak mendapatkan BLT sebanyak Tujuan dari Program total anggaran Rp. Membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan dasarnya. Sedangkan mendapat 2008. dengan rincian.000 diberikan untuk digunakan selama 3 bulan (Juni-Agustus) yang diberikan pada bulan Juni 2008 dan Rp. Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama. namun hanya selama 2 bulan. 300. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi serta meningkatkan tanggung jawab bersama. BLT-RTS adalah : a.000 diberikan untuk digunakan selama 4 bulan (SeptemberDesember) yang diberikan pada bulan September Minahasa 9. 100. Pelaksanaan Program BLT-RTS langsung menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan mendorong tanggung jawab sosial bersama serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin.000. BLT-RTS diberikan sebesar Rp.884. b. 1. Program Keluarga Harapan (PKH) PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) pada sisi beban pengeluaran. Pada tahun 2008. 400. yakni bulan April dan Mei. dan c.200. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dilakukan merupakan asistensi sosial (social assistance) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya.

telah direalisasikan tahap I sebesar 40 .948.016 RTSM selama 3 tahap.000 pada 1. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. kepada masyarakat miskin. untuk exit strategy PKH memerlukan koordinasi dengan program lain yang terkait.600. DKI Jakarta.000 Rp. khususnya bidang kesehatan dan pendidikan.839. akan menerima bantuan selama maksimal 6 tahun dan setiap 3 tahun akan dilakukan resertifikasi terhadap status kepesertaan. pertanian dan pemberdayaan masyarakat. antara lain ketenagakerjaan.109. Ketujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo.415 dan tahun 2009 mendapatkan bantuan sebesar RTSM. Sedangkan tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin. perdagangan. Di tahun 2007 mendapatkan pada 3.245. melakukan pemeriksaan kesehatan.925 RTSM yang setiap tahun direalisasikan Untuk tahun 2010. 3. nantinya RTSM berkewajiban untuk menyekolahkan anaknya. termasuk pemeriksaan gizi dan imunisasi balita. serta memeriksakan kandungan bagi ibu hamil. Pelaksanaan PKH direncanakan sampai dengan tahun 2015. PKH bukanlah kelanjutan dari program Subsidi Langsung Tunai (SLT) Akan tetapi. bantuan sebesar Rp. 1. tahun 2008 mendapatkan bantuan sebesar Rp. Jawa Timur. Jawa Barat. PKH lebih yang merupakan salah satu ”crash program” untuk mengatasi dampak akibat kebijakan kenaikan harga BBM. apabila hasil uji coba di beberapa daerah/propinsi berhasil. 3. Bantuan yang diberikan kepada RTSM. perindustrian. Sumatera Barat.000 pada 2. Pelaksanaan PKH telah dimulai sejak tahun 2007 yang diawali di tujuh propinsi dengan melibatkan 500 RTSM. dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial RTSM yang menjadi peserta PKH. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2007. Apabila setelah 6 (enam) tahun kondisi RTSM masih berada di bawah garis kemiskinan.891.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mereka bersedia mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia.

000 368 477.000 378 487. 8. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.536.278. 7. Tabel 15a.800. Target Realisasi TA.000 252 308.000 pada 2.000 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. 3.000 312 407.917 Realisasi Jumlah Bantuan RTSM (Rp) 311 103.026.907 RTSM.000 400 513. Minahasa Selatan 3.000 2.289. 3.000 368 120. 5.839.000 251 79. 2009 Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Awal RTSM RTSM RTSM (Rp) (Rp) (Rp) (RTSM) Tenga 334 322 441.000 252 314.000 3. 943.000 Sumber : Data Juli 2010.130. 4. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2007-2009 No 1.925 3.136. 2008 Realisasi TA. Minahasa Selatan Tabel 15b.000 420 144.600.361. 4.000 320 430.365.000 Tompaso Baru 320 315 422.000 289 377. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) PNPM Mandiri merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu. 2007 Realisasi TA.950.300.000 Tumpaan 303 298 390.150. 2.000 565 179. Dinas Sosial. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap I No 1.000 420 581.400.415 1.016 3.200.600. Kecamatan Tenga Kumelembuai Motoling Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Sinonsayang Tumpaan Jumlah Target Awal (RTSM) 311 251 368 399 312 420 565 291 2.000 565 738.000 Jumlah 3.134.050.245.117 1.000 431 545.948.804.740.000 391 122.000 Modoinding 468 449 594.000 312 102.718.000 Kumelembuai 265 258 336. Rekapitulasi pembayaran RTSM peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2007-2009 dan tahun 2010 tahap I diperlihatkan pada Tabel 15a dan Tabel 15b. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. 8.400. tanggal 30 April 2007 sebagai program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan 41 penurunan tingkat pengangguran yang berbasis pada partisipasi dan .000 Sinonsayang 592 587 766.576.000 2.050. 6.908 944.109. 7.000.650. 6.050.000 290 92. Sulawesi Tengah.000 319 435.000 Motoling 387 386 519.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Rp.650.103.158. 5. 2. Dinas Sosial.000 Ranoyapo 448 435 592.300.891.

19. Kementerian Pekerjaan Umum. 2009 dan tahun 2010 beserta besaran dananya diperlihatkan pada Tabel 16a. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pemberdayaan masyarakat. Kementerian Energi Sumberdaya Mineral. PNPM Mandiri terdiri dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK).000.000 dan pos APBD Rp. Tahun 2010 mendapat bantuan di semua kecamatan dengan total anggaran Rp. PNPM Mandiri mencakup 3. 42 .000.000.000. yakni Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Kumelembuai karena sementara melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP).000. Mulai tahun 2008 diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).000.000 sampai dengan Rp. yang terdiri dari pos APBN Rp. 3.200.000. sejak tahun 2007 mendapat bantuan PNPM Mandiri pada 5 kecamatan dan tahun 2008 mendapat bantuan pada 6 kecamatan. 1. untuk sementara dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.500.800.000. 3.500. 750. Di tahun 2009 mendapat bantuan pada 15 kecamatan dan hanya 2 kecamatan yang belum mendapat PNPM Mandiri. Tabel 16b dan Tabel 16c. Nama-nama kecamatan yang mendapat bantuan PNPM Mandiri pada tahun 2007. sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan pengangguran yang umumnya bersifat sementara.000. Kementerian Pertambangan. PNPM Mandiri mencakup 2.000 sampai dengan Rp.000 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp.993 kecamatan dan 28. Kementerian Sosial.000. 15. Tujuan PNPM Mandiri adalah meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga miskin (RTM) dan pada sisi lain membuka serta perluasan lapangan kerja. PNPM Mandiri. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK). 2008.999 kecamatan dan 36.000. PNPM Mandiri adalah program strategis yang menjadi wadah dari berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.000. Kementerian Kelautan dan Perikanan.000. Di tahun 2007. Sedangkan di tahun 2008.417 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. 1.

000 720.000 720.000.00 10.500. 6. 4.00 2.000.00 0 500.000 180.000.000.000. Minahasa Selatan Tabel 16c. 15.250.000.00 300.00 250.000.000.000 180.000. 10.000 720.600.000. 7.000 720.000.000.000.000 900.000.500.000 900.000.000. Minahasa Selatan Tabel 16b.00 0 600.000.000.200.00 0 750.000.000 720.000. 12.0 00 0 0 00 Sumber : Data Juli 2010.000.00 0 150.000.00 2.000 180.000 900.000.00 0 0 1.000.000.000 180.000.000 720.000.000.000.000.000 900.00 0 600.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000 720.00 0 - APBN (Rp) Anggaran Tahun 2008 APBD BLM (Rp) (Rp) 2.000 10.00 2.000. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2009 APBD (Rp) BLM (Rp) 720. 3.000.000.000.000 180.000 180.000.000.000.500.000.000.000 180. 14.000.000.000 720.000.00 0 0 0 3.000.000.000.000.000.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007 dan Tahun 2008 No Kecamatan 1. Tenga Ranoyapo Tumpaan Motoling Amurang Modoinding Jumlah Anggaran Tahun 2007 APBN APBD BLM (Rp) (Rp) (Rp) 600.000.000.000.00 0 750.000.000 720.000 720.000.00 0 150.00 1.000.000 900.00 0 0 0 1.000 720.0 8.000.000 180.000.00 0 750.800.600. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000. 6.00 0 150.00 700.00 1.00 1.000.00 0 0 0 1.00 0 0 0 1.000. 8.00 0 750.000. 9.800. 3.800.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000.000.00 1.00 0 600.000 720.200.000.000 180.000 720.00 0 400.000.000 720.000.000 720.000. 2.000.000.000. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1.000.000 0 900.00 500.500.050.000 900.00 0 100.000.00 300. 13.000.000. 11.00 0 150. 4.00 0 0 0 1.000 900.000 720.00 400.000.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 16a. 5.000 900.000.000.000.00 1.000.000. 2.200.000 180. 5.000.000.000 12.00 300.000.000 720.000 720.250.00 0 0 0 2.000 900.000 720.000.200.500. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten 43 .000.

000. 10.000.000.000.000.250.000 1.000 800. 16.000.000. 9.000.000 1.000.000 1.000 250.000 800. 5.000 250.000.000.000.000 250. Tabel 17a.000 200.000.000.000. 17.000.000 1.000. 7. 14.000 1.000 1.000 250. 6.000 1.250. P M K S Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Lanjut Usia Pekerja Migran Daerah Rawan Bencana Korban Bencana Alam Eks Korban Bencana Sosial / Pengungsi Wanita Rawan Sosial Ekonomi Balita Terlantar Anak Terlantar Korban Tindak Kekerasan Anak Nakal Anak Cacat Jumlah 9.000.000 0 1.000.000 1.000. 2.000.000.250.250.000 1.000 1. 7. Minahasa Selatan Saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial bawah ini.000 19.000.000 1.000. Keadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000. 4.000.000.000 250.000 1.000 15.000 200.874 KK 2.000 1. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Sinonsayang Kumelembuai Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2010 APBD (Rp) BLM (Rp) 800. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1. 12.000.000.000.250. 6.000 750.250.000 800. 15.000.000. 8.000 1.000.000.000 800.531 KK 7.667 KK 347 KK 236 Orang 1.000.000.000.000.000.000 250.000 250.000 250.000 200.000.000.000.000 1. 4. 10.000.000 200.000 1. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. 12. 3.000.000 800.000. 9.000 1.562 Orang 136 Orang 399 Orang 241 Orang (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 17a dan Tabel 17b di 44 .250. 3.000.000.000. 8.000.000.000.000.000.000.000 1.000 1.000.000.000.000 1.686 Orang 238 Orang 3.000. 5.000. 13.800.000 200.000 250.000 1.000.000 1.000. 13.000.000.000.000 600.0 00 Sumber : Data Juli 2010.200.000 200.250.000 1.000.000.000 800.000.000.000 150.000 200.213 Orang 106 Orang 1.000 1. 2.250.00 3.000.000.000. 11.

665 orang. 4. angkatan kerja di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan tahun 2009 sebanyak 102. 16.084 orang. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami Jumlah perubahan seiring dengan berlangsungnya proses pembangunan. Tabel 18. 2. 19. 18. Dari jumlah yang bekerja.961 95. dengan jumlah yang bekerja sebanyak 95. 3.906 99. Keadaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.754 komposisi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan 45 . Data Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.335 123. dan yang bekerja di luar negeri sebanyak 5 orang. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.100 92. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. 17.754 orang.516 88.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. pada Tabel 18 di bawah ini. Dinas Sosial.27 120. P S K S Organisasi Sosial Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jumlah 18 Orsos 156 KT 81 Orang 17 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. 15.226 Orang 402 Orang 423 Orang 483 Orang 980 Orang 16 Orang Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Tabel 17b.395 Tahun 2006 2007 (Orang) (Orang) 139.810 2009 (Orang) 102. 2. sektor pertanian dan peternakan menyerap tenaga kerja terbanyak.50 2005 (Orang) 138. yaitu 52. Minahasa Selatan 2.961 orang.161 124. Penyandang Cacat Eks Narapidana Korban Penyalahgunaan Napza Bekas Penderita Penyakit Kronis Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Pengidap Penyakit HIV/AIDS 1.253 2008 (Orang) 101. Sedangkan sektor lainnya sebanyak Untuk 43. Uraian Jumlah Angkatan Kerja Jumlah Yang Bekerja 2004 (Orang) 135. Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu modal utama bagi bergeraknya roda pembangunan. Dinas Sosial.

Sektor Lainnya 53. 6. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Minahasa Selatan 46 . 15. Penempatan Pencari Kerja 116 357 1.390 6. Nama Pasar Tareran Pasar Tumpaan Pasar Amurang Pasar Tenga Pasar Paku Ure Pasar Poigar Pasar Motoling Pasar Poopo Pasar Tompaso Baru Pasar Modoinding Pasar Tatapaan Pasar Kapitu Pasar Desa Suluun Pasar Desa Ongkaw Pasar Desa Tanamon Lokasi Desa Lansot Kec. Amurang Desa Tenga Kec. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan berupa tersedianya pasar di hampir semua kecamatan. Sinonsayang Desa Motoling Dua Kec. Sinonsayang Desa Tanamon Kec. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 19a. Tareran Desa Tumpaan Kec.868 55.218 6.203 23.133 4. 2.539 51. 14. 9.309 8.215 1. 12.765 43. 3.793 1. Pasar di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Walaupun disadari masih banyak masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan taraf hidup.013 39. 13. Minahasa Selatan 9 66. Tenga Desa Paku Ure Kec.982 1. usaha kecil. Dinas Koperasi. Perekonomian Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan karena tersedianya sarana dan prasarana pendukung.765 14.158 56. Sinonsayang Sumber : Data Juli 2010.084 . Suluun Tareran Desa Ongkaw I Kec.483 48. 5.428 36. Tompaso Baru Desa Pinasungkulan Kec. Modoinding Desa Paslaten Kec.237 68.998 571 7. Jumlah Setengah Penganggur 36. Amurang Barat Desa Suluun IV Kec. 8. Tabel 19a. Jumlah Penganggur 14. UKM. usaha mikro.253 23. Motoling Desa Poopo Kec. berdirinya koperasi. 10.Sektor Pertanian dan 68.942 36. masih termasuk dengan Kabupaten Minahasa Tenggara) Sumber : Data Juli 2010. Tumpaan Kelurahan Ranoiapo Kec. Jumlah Pencari Kerja 2. 4. Pasar.665 Peternakan .281 24. Tenaga Asing 3 5 5 11 8 8 (Data sampai dengan Tahun 2006.940 14. Tabel 19b. 7.045 52.641 3.870 9. Dinas Sosial. Ranoyapo Desa Pinaesaan Kec. 11. Tenga Desa Poigar Satu Kec.290 7. Tatapaan Desa Kapitu Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Tabel 19c dan Tabel 19d.765 41. usaha menengah serta prasarana pemasaran dan perkreditan. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.207 4.174 5.895 6.166 5.Bekerja di Luar Negeri 20 51 5 3.

Industri Pertanian . Dinas Koperasi. Peternakan f. 4.Perdagangan . KUD b. UKM.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 19b. Jenis Koperasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Produsen : a.416 117 766 403 381 102 226 435 109 57 196 27 4.Industri Non Pertanian .Perdagangan . Minahasa Selatan Tabel 19c. 8.235 2. Produsen c. Jenis Usaha Usaha Mikro : .Industri Pertanian . Nelayan h. Data Populasi Usaha Mikro. Perikanan i.Aneka Jasa Usaha Menengah : .Industri Pertanian .Perdagangan . Petani Buah j. Prasarana Pemasaran dan Perkreditan di Kabupaten 47 . Sumber : Data Juli 2010. Sumber : Data Juli 2010. 6. Minahasa Selatan Tabel 19d.Industri Non Pertanian .Industri Non Pertanian . Usaha Kecil dan Usaha Menengah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Produksi Koperasi Konsumen Koperasi Wanita Koperasi Pemasaran Koperasi Serba Usaha Koperasi Jasa Koperasi Lainnya Total Jumlah 6 45 194 28 154 37 28 18 4 7 1 19 22 193 1 44 799 3. Perindustrian dan Perdagangan Kab. 7. Tani e. Pertanian d. 2. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Dinas Koperasi.Aneka Jasa Usaha Kecil : . Pasar. Perkebunan g. Data Koperasi Berdasarkan Jenis/Identitas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3.Aneka Jasa Total Jumlah 1. 5. Pasar. UKM.

620 144 95 5 3 Sumber : Data Juli 2010. UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Perindustrian dan Perdagangan Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan No 1. 4. Dinas Koperasi. 3. Selain karena fasilitas pendidikan belum mampu disediakan di seluruh pelosok tanah air termasuk di daerah terpencil dan kepulauan. pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. 2. sampai dengan tahun 2009 pelayanan pendidikan belum dapat sepenuhnya disediakan dan dijangkau oleh seluruh warga negara. terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada Pemerintah pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara. penduduk Indonesia adalah sebagai berikut : 1. 6. Pasar. Oleh karena itu. 7. Keadaan pendidikan suatu wilayah dapat menjadi indikator kesiapan penduduk dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 5. biaya pendidikan juga masih dinilai mahal oleh sebagian besar masyarakat. Pendidikan Pada hakikatnya. Prasarana Bank Toko Warung Rumah Makan Rumah Kopi Toko Obat/Apotek Pompa Bensin Jumlah 14 187 1. Namun. Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas sebagai bentuk pemenuhan hak warga negara untuk mengikuti Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagaimana diamanatkan dalam 48 Langkah kebijakan yang ditempuh dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan . yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat mempengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. Masih banyaknya penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan merupakan salah satu kendala utama terbatasnya partisipasi pendidikan di Indonesia. UKM. Minahasa Selatan 4.

2. spiritual. dan vokasional untuk bekerja dan usaha mandiri sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pembangunan . tinggal di daerah terpencil. dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan ditempuh langkah kebijakan sebagai berikut : 1. Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah. yaitu penduduk miskin. Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur. kepulauan dan daerah konflik untuk menjangkau layanan pendidikan. jenis dan jenjang pendidikan untuk memberikan kecakapan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. intelektual. 5. 2. sosial. emosi. baik formal maupun nonformal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. Peningkatan pendidikan nonformal yang merata dan bermutu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal. 4. Pemberian perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas. mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. termasuk kecakapan personel. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu sehingga 3. 6. Peningkatan perluasan layanan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja serta mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. terutama bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah atau buta aksara dan putus sekolah. Di samping itu. Peningkatan dan pemantapan peran perguruan tinggi sebagai ujung tombak peningkatan daya saing bangsa serta pengembang IPTEK dan 49 .

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 seni. walaupun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menjangkau memperoleh diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. Peningkatan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi. Peningkatan efektivitas peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. 3. akreditasi. sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah. penyediaan biaya. permasalahan akses serta pemerataan pelayanan pendidikan. berupaya Namun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengatasi 50 . Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan ditempuh langkah sebagai berikut : 1. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal yang didukung oleh penerapan sistem kontrol dan jaminan kualitas pendidikan serta penilaian kinerja di tingkat satuan pendidikan melalui pelaksanaan evaluasi. baik dalam penyelenggaraan. termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah serta komite satuan pendidikan yang lain. 4. sertifikasi. maupun pengelolaan pendidikan dari tingkat pusat sampai satuan pendidikan. dan pengawasan yang didasarkan pada hasil. pelaksanaan otonomi keilmuan yang didukung dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan budaya baca. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk semua anak. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. mutu pendidikan maupun manajemen pelayanan tetap pendidikan. Selain permasalahan sarana dan prasarana. 2. seluruh pelosok desa agar dapat Berbagai program dan kegiatan pendidikan. baik laki-laki maupun perempuan yang didukung dengan ketersediaan informasi mengenai layanan pendidikan secara transparan. termasuk kompetensi lulusan dan tingkat kesehatan manajemennya. dengan pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada perguruan tinggi dalam mengelola pendidikan secara bertanggung jawab dan akuntabel.

165 25.513 511 449 960 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 permasalahan-permasalahan tersebut. sangat diperlukan adanya Perguruan Tinggi yang representatif sesuai dengan kondisi Kabupaten Minahasa Selatan untuk menampung para siswa yang telah lulus.219 siswa.821 2. Di setiap kecamatan terdapat lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenjang Pendidikan PAUD TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta Total 3 146 149 127 107 234 1 1 58 21 79 13 5 18 9 2 11 211 281 492 Jumlah Siswa P Total 37 40 77 1.414 1.425 45. Kota Tomohon.349 1.348 12. Tabel 20. Minahasa Selatan Berdasarkan data jumlah siswa SMA dan SMK pada Tabel 20 di atas sebanyak 4. 4. 51 . 2. Kabupaten Minahasa (Tondano) dan Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi) dengan konsekuensi biaya hidup yang tinggi. Keadaan Sekolah dan Siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. Sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya terdapat di beberapa kecamatan. Mengingat banyak para siswa lulusan SMA dan SMK Kabupaten Minahasa Selatan yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berada di Kota Manado.559 2.860 13.039 3. 3. Saat ini.246 22.686 9.374 L Sumber : Data Juli 2010.973 633 613 1. sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cukup memadai.663 4. Pemuda dan Olahraga Kab. Keadaan sekolah dan siswa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 20. Dinas Pendidikan. 5.949 22. 7. 6.

Tabel 21a. data keadaan guru PNS dan non PNS. 6. Tabel 21b dan Tabel 21c. Data Keadaan Guru PNS/CPNS dan Non PNS di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Untuk keadaan guru di Kabupaten Minahasa Selatan.732 897 356 169 11 3. baik guru PNS/CPNS maupun non PNS berjumlah 3. 7. Pemuda dan Olahraga Kab.045 Total 1 0 0 360 1. 4. 5. 2. Jenjang Pendidikan TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah SMA L 5 102 0 26 4 3 140 P 217 501 3 27 5 0 753 D1 L 0 1 0 19 0 0 20 D2 P 2 11 0 57 0 0 70 L 0 47 0 9 0 0 56 P 3 301 0 44 1 1 350 D3 L 0 2 1 11 2 2 18 P 25 25 0 28 7 1 86 DIV-S1 L P 0 16 62 282 3 1 163 303 100 138 43 56 371 796 S2 L 0 0 0 0 0 5 5 P 0 1 0 4 1 3 9 Total 268 1.383 yang tersebar di semua jenjang pendidikan.526 L 1 0 0 3 239 186 95 50 1 575 L 0 0 0 1 19 12 7 6 0 45 Sumber : Data Juli 2010.315 Guru CPNS P Jml 0 0 0 0 0 0 2 3 86 105 24 36 4 11 5 11 0 0 121 166 Non PNS L P Jml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 221 227 67 400 467 85 131 216 40 39 79 27 22 49 3 4 7 228 817 1. 6. keadaan pendidikan guru serta sertifikasi guru diperlihatkan pada Tabel 21a.160 459 645 171 266 59 109 3 4 1. Data Keadaan Pendidikan Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.335 8 691 258 114 2. Selengkapnya Namun yang telah mengikuti sertifikasi guru sampai saat ini hanya berjumlah 288 orang yang terdiri dari.674 Sumber : Data Juli 2010. 3. 4. Dinas Pendidikan. Sedangkan keadaan pendidikan guru di Kabupaten Minahasa Selatan pendidikan SMA sederajat dari sampai dengan pendidikan strata dua (S2). Pemuda dan Olahraga Kab. 9. Satuan Kerja / Jenjang Pendidikan UPT Cabang Dinas Pengawas Penilik TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK SLB Jumlah PNS P Jml 0 1 0 0 0 0 127 130 921 1. 2. 3. Minahasa Selatan 52 . Minahasa Selatan Tabel 21b. 8. 82 laki-laki dan 2069 perempuan. Dinas Pendidikan. 5.740 2.

Pemuda dan Olahraga Kab. mutu pendidikan mengalami peningkatan.70% 25. 4. Minahasa Selatan Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau semua penduduk usia sekolah untuk memperoleh pendidikan.220 122 25.633 144 16 24.06% 86.52% 4.86% 77. sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 21c.15% 95. APM c. Data Keadaan Sertifikasi Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No Sekolah 1.49% 2010 65. 6.13% 92. 53 . APK b. Jumlah Siswa : 2007 55.65% Tahun 2008 2009 57.54% 59. Dari tahun ke tahun.28% 3.86% 25.634 92.022 90.017 5.517 106. Dinas Pendidikan.552 98.37% 25. Siswa 7-12 Tahun SMP/MTs/SMPLB a.02% 90.046 25.50% 3. Penduduk 4-6 Tahun SD/MI/SDLB a.MI .214 99. APM c.643 6. 3.097 24.123 104.18% 92.SDLB d. APK dan APM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2006-2008 diperlihatkan pada Tabel 22a dan Tabel 22b.15% 25.73% 98. Penduduk 7-12 Tahun e. TK SD SMP SMA SMK Penga was Total Kuota 2007 L P Jlh 0 13 18 27 1 15 59 3 44 36 28 3 35 114 3 57 54 55 4 50 173 Kuota 2008 L P Jlh 0 9 23 11 4 11 47 5 77 61 24 4 54 171 5 86 84 35 8 65 218 Kuota 2009 L P Jlh 0 26 16 6 5 11 53 2 107 43 7 1 61 160 2 133 59 13 6 72 213 Kuota 2010 L P Jlh 0 10 13 5 1 7 29 13 49 38 9 3 33 112 13 59 51 14 4 40 141 L 0 58 70 49 11 44 188 Jumlah P Jlh 23 277 178 68 11 183 557 23 335 248 117 22 227 745 Sumber : Data Juli 2010. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya dan mencari terobosan terhadap berbagai hal yang berkaitan dan mendukung bidang pendidikan.90% 3. Jumlah Siswa c. 5.SD . Jumlah Siswa : .815 101. APK b.41% 2.437 134 24. APK b. 2.270 6. APK dan APM Pendidikan Dasar Kabupaten Minahasa Selatan No 1.20% 78.043 100 25. Tabel 22a. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Pendidikan Dasar TK a.817 99. 3.331 5.

27% 61.181 10.764 50 60 105 56 85 127 67 88 134 102 68 129 83 93 126 161 200 247 90 117 358 84 112 198 166 114 432 52 65 98 83 97 120 73 68 270 70 84 301 37 64 64 72 18 42 39 40 92 36 35 193 1.551 2.358 D II D III S1 S2 4 7 1 3 3 17 16 11 23 4 5 14 17 0 1 3 5 134 S3 1 2 0 1 1 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 0 2 15 Jumlah 11.878 1.601 1.161 10.428 2.060 2.693 5.773 99 10.875 4. 13.895 10.889 15.284 9.359 996 441 1.753 10.954 2. 4.518 8.SMK d.010 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .141 1.487 2.095 1.17% 3. 12.950 14.317 2.480 3.509 2.232 5. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan 23 September 2009) No 1. 17.135 2.13% 3.273 2.511 3. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.674 9.045 78 10.005 2.SMP .223 2009 65.384 85 10.403 1.099 2.897 1. APK dan APM Pendidikan Menengah Kabupaten Minahasa Selatan No 1.482 3.967 10. 16.656 97 10.380 2.212 15. Tabel 23.703 3.950 7.945 1.638 9.782 5.762 8. Jumlah Siswa : .982 10.069 9.651 1. 5.520 1.370 833 2.520 2.036 Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pendidikan.587 3.321 1.191 Tahun 2008 97.265 1.570 1.252 1.67% 3.503 3. 15.686 3.600 13.850 12. 11.537 3.139 1.736 1. Penduduk 13-15 Tahun e.707 1. Minahasa Selatan Untuk keadaan penduduk menurut pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 23.973 3.019 2.058 1. Penduduk 16-18 Tahun e.478 1.480 584 39.167 Sumber : Data Juli 2010. APK b. 9. Dinas Pendidikan.513 2. APM c.303 204.454 2.217 2. 2.19% 55.165 1. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah Belum Tidak Tamat Seko.314 2.698 2. Siswa 16-18 Tahun 2007 49.283 1.140 3. Minahasa Selatan Tabel 22b.271 3.745 2.187 9.559 7.Tamat SLTP SLTA SD lah SD 3. Pendidikan Menengah SMA/SMK a.417 2. Pemuda & Olahraga Kab.703 4. 10.978 Sumber : Data Juli 2010.467 248 3.MTs d.970 2.591 13.685 4.271 1.177 2.408 3. 14. 8.867 2.946 2.867 38.992 12.SMA . Siswa 13-15 Tahun 9.278 2.967 48.484 2.546 2.170 2.788 2. Minahasa Selatan 54 .883 2. 3.965 3.172 1.652 1.571 1.338 2.658 9.085 4.096 2.838 1.014 37.041 1. 6. 7.029 9.398 3.787 1.505 4.98% 46.906 15. Pemuda & Olahraga Kab.232 987 34.814 16.

Wanga Amongena Motoling Barat .173 586 587 588 588 590 590 1.Kel. Ranoiapo Tareran .Pakuweru Sinonsayang .Raanan Baru Tenga . 13.316 437 439 440 889 447 442 400 400 895 450 445 845 6 575 575 580 580 1. pemerintah telah mendirikan/menyediakan 31 perpustakaan.Ongkaw Amurang . 7. Sampai dengan pertengahan tahun 2010. 12. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa dan masyarakat pada umumnya.Munte Kumelembuai Jumlah Perpustakaa n 3 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 Jumlah Buku 4 682 482 200 4 482 482 482 482 964 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 482 482 1. tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 24.Kilometer Tiga . Tabel 24. 5 445 445 443 443 877 440 437 435 435 430 430 862 432 430 440 440 1.Ranoyapo Motoling . 5.Tawaang . 10.Kaneyan Suluun Tareran .239 659 580 575 575 1. 9. Lewet . Keadaan Perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.Makaaruyen 2 Tompaso Baru .Picuan Lama Motoling Timur .754 599 598 557 1. 55 . Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendirikan/menyediakan perpustakaan di semua kecamatan dan menyediakan berbagai macam buku. 6.192 595 597 597 597 1.Suluun Tumpaan .Sinisir . 11.446 482 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 964 Jumlah Pengunjung (Orang) 2008 2009 Mei 2010 5 450 450 6 555 555 7 365 250 115 7 220 220 219 219 494 277 217 333 223 110 275 275 495 270 225 230 230 668 233 210 225 457 227 230 235 235 477 237 240 435 Keadaan perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2008 sampai dengan pertengahan 1 2.Tompaso Baru Ranoyapo . Kecamatan Desa/Kelurahan 2 Modoinding .Wanga .Kel.Tumpaan .095 8.Picuan Baru . 4.Rumoong Atas .159 579 580 1.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14.309 460 475 467 457 450 500 500 470 470 905 455 450 12. Pondang .Tumani . Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kesehatan adalah faktor yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. Apabila sakit.911 555 540 2.660 425 420 2. Minahasa Selatan 5. yang berati negara maju dan berkembang.Lopana .Kel.096 549 547 16. Kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat.Kel. sektor kesehatan harus mendapat perhatian dan penanganan yang serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa serta negara. terjadinya beban ganda penyakit.039 Sumber : Data Juli 2010. Permasalahan kesehatan lain yang perlu penanganan segera. pemerataan masih rendah karena keterbatasan tenaga dan peralatan. bahkan tidak dapat dilaksanakan.859 575 573 570 572 569 540 540 547 547 1. kualitas.Kumelembuai .Makasili Amurang Timur . Kawangkoan Bawah Tatapaan .Temboan Jumlah 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 31 482 482 2. Jika rakyat sehat. 17. serta perilaku masyarakat tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat. harus didukung oleh 56 .Paslaten Maesaan . Kesehatan. Untuk itu. masih tingginya disparitas status kesehatan antartingkat sosial ekonomi. Selain itu. 15.Ritey . baik karena kendala geografis maupun kendala biaya. . yaitu pelayanan kesehatan terhadap penduduk miskin dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita. Ranomea . antarkawasan dan antarperkotaan-perdesaan. pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah. maka negara kuat.Kel.194 230 232 240 245 247 241 241 243 243 458 245 213 7. 16. Oleh sebab itu.410 482 482 482 482 482 482 482 482 482 964 482 482 14. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab. Hal ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan.Malenos Amurang Barat . aktivitas untuk bekerja dan berkarya terganggu.714 220 215 1. Permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini antara lain.

menjadi 1.000 Balita pada tahun 2008.1 per 100. Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (IMR). Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap.2 per 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.2 per 100.000 Balita mengalami penurunan 57 .5 kematian bayi per 1. diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik. Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperan penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 9. Angka Kematian Ibu ataupun Balita. sangat dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang representatif untuk pasien yang kondisinya berat dan dokter spesialis beserta tenaga kesehatan lainnya. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 2 Rumah Sakit Umum Swasta dan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. Namun demikian. 2. Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Nama Puskesmas Amurang Timur Tumpaan Amurang Lokasi Kecamatan Amurang Timur Tumpaan Amurang Sifat Pelayanan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Jumlah Kendaraan Operasional 1 Unit 1 Unit 1 Unit Untuk Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 3.000 pada tahun 2008.2 per 1. Di samping itu. Berdasarkan data pada 14 Puskesmas. berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang lain tersedia di semua kecamatan.000 kelahiran hidup tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0. Sedangkan Angka Kematian Ibu sebesar 0. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah perilaku dan lingkungan. yaitu Angka Kematian Bayi.000 kelahiran hidup pada tahun 2008. 14 kecamatan telah memiliki Puskesmas dengan kendaraan operasional dan 7 (tujuh) Puskesmas telah mengadakan pelayanan rawat inap. Angka Kematian Balita di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dapat diukur pada beberapa indikator derajat kesehatan. Tabel 25a. Dari 17 kecamatan yang ada. Untuk Puskesmas dan sarana kesehatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 25a dan Tabel 25b. Saat ini. 3. Angka Kematian Bayi mengalami penurunan dari 11.2 kematian bayi per 1.

10. 9. 8. 8. 4. Dinas Kesehatan Kab. Tabel 26. 6. 10. 4. 12. 5. 3. Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (M. Minahasa Selatan Sedangkan jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 26. 5. Minahasa Selatan Tabel 25b. 3. 11. 6. 10. 2. 5. 2. 8. Tenaga Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 6. 7. 9. 7.Kes) Apoteker Sarjana Farmasi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Sarjana Ilmu Terapan (D IV Kebidanan) Sarjana Ilmu Terapan (D IV Gizi) Jumlah (Orang) 69 3 2 4 5 11 11 2 1 58 . Sarana Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Amurang Barat Tenga Ongkaw Motoling Kumelembuai Poopo Tompaso Baru Modoinding Tareran Suluun Maesaan Amurang Barat Tenga Sinonsayang Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Modoinding Tareran SuluunTareran Maesaan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 14. Jenis Sarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rumah Sakit Umum Swasta Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) Apotik Toko Obat Optik Balai Pengobatan Rumah Bersalin Posyandu Jumlah 1 2 156 85 3 2 2 3 19 185 Sumber : Data Juli 2010. 13. 9. Dinas Kesehatan Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. 7.

10. 16. 18.38 86.577 1. 9. 22.132 Pil 571 509 560 393 286 451 310 294 858 971 737 569 670 1.48 90.871 2. 23.04 88.823 1. 13. 15.32 80.60 93. 24. Dari tahun ke tahun jumlah peserta KB. 8.252 571 304 248 Mix Kontrasepsi MOW MOP Kdm Imp 32 1 29 75 15 0 77 189 10 0 36 235 20 0 22 211 19 0 10 155 10 0 12 220 6 0 6 62 19 0 16 51 19 0 3 124 28 0 7 448 16 0 0 359 47 1 8 253 23 1 24 153 26 0 21 199 Sntk 755 532 525 475 184 435 594 304 619 1. telah dan sementara digalakkan program Keluarga Berencana (KB).613 1. peserta KB di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 27. 2. 17.426 1.423 1.369 2.223 635 569 643 1. 6.08 74.21 86.098 1.018 1. Tabel 27.285 1.817 1. selain dapat menekan laju pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.446 3. 13. 19.657 PUS 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 11. 5. Program KB di Kabupaten Minahasa Selatan sangat Untuk jumlah dirasakan manfaatnya. Jumlah Peserta KB Per Mix Kontrasepsi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.65 86.205 1.818 2.118 2. 14.278 2.590 1.284 % 91. 14. 4.05 94. 20.291 2. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Maesaan Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Amurang Barat Sinonsayang Tenga Amurang Amurang Timur Tumpaan IUD 694 501 241 696 290 156 445 416 580 441 1. Sarjana Sanitarian Ahli Madya Keperawatan Ahli Madya Kebidanan Ahli Madya Gizi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan Ahli Madya Fisioterapi Ahli Madya Perawat Gigi Ahli Madya Sanitarian Perawat (SPR dan SPK) Bidan Diploma 1 Perawat Gigi Sanitarian (SPPH) Asisten Apoteker (SMF) Pekarya Kesehatan 3 49 46 13 10 2 4 5 180 112 16 15 4 17 Sumber : Data Juli 2010. 7. baik yang mengikuti melalui program pemerintah maupun karena kesadaran pentingnya program KB (swasta) mengalami peningkatan. 11. 12.365 2.031 Jumlah 2.20 70.590 3.289 1.294 3. 21.899 2. Minahasa Selatan Dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kabupaten Minahasa Selatan.23 86.203 3. 12.90 59 .07 85. Hal ini karena tersedianya dan mudahnya para Pasangan Usia Subur (PUS)/Wanita Usia Subur (WUS) mendapatkan alat kontrasepsi (alkon).11 90. Dinas Kesehatan Kab.157 1. 3.100 2.

82 50. nampak di hampir semua lembaga/instansi. Nama Lembaga / Instansi PNS Pemkab Minsel Pejabat Eksekutif Pejabat Legislatif POLRI PNS POLRI TNI Rumah Tahanan Kejari Kejari (Honor) Pengadilan Kantor Kemenag BRI BNI Bank Sulut Bank Danamon PT Air (PDAM) PLN Telkom Kantor Pos dan Giro Perusahaan Daerah Hukum Tua Hotel Restaurant Pendeta/Pastor/Imam Penduduk Yang Bekerja Laki-laki Perempuan Jumlah 2.295 30 14 35 369 40 0 2 45 5 27 32 335 450 238 99 524 72 790 3. 3.33 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 15.355 10.75 33. Kesetaraan gender di Kabupaten Minahasa Selatan.200 459 1.33 23.00 40. 9.00 44.177 237 1. 22.031 85.13 20.15 18.992 1.33 31.00 22. 21.722 69. Badan Keluarga Berencana. Minahasa Selatan Sejak dahulu.22 14.08 51. Tatapaan Suluun Tareran Tareran Jumlah 200 101 159 7.041 1. 5.08 22.113 % 38. 16. 10. 13. 16.928 84.05 25.072 2. 12. 17.861 393 139 532 24 6 30 456 5 461 4 19 23 210 0 210 28 5 33 13 3 16 6 3 9 10 3 13 47 49 96 30 8 38 6 2 8 13 9 22 6 3 9 51 23 74 39 11 50 22 2 24 10 0 10 7 2 9 129 21 150 5 4 9 21 30 51 1. 11.04 21. 8.407 86.68 1. masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan telah menyadari akan persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja dan berkarya.224 638 1. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 17. 7.288 1. baik pemerintah maupun non pemerintah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 28. 2.00 15.08 36.00 1.61 0.544 31.728 9. 23. 6. Selain itu.08 82.99 2. 24.72 Sumber : Data Juli 2010. Walaupun demikian pemerintah terus memberikan motivasi dan pemahaman kepada kaum perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang. Tabel 28.869 4. 19. 15.45 26. Data Partisipasi Perempuan Pada Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.73 60 . 14.00 8. pemerintah terus berupaya meningkatkan kedudukan perempuan (kesetaraan gender) dalam rangka pemberdayaan masyarakat. 4. 20.44 58.91 33. 18.

31.72 51. wihara dan li tang. 2.599 5. 8.50 15. yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak serta pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan Indonesia yang aman dan damai. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Kristen 9. yaitu Kristen. Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh sejumlah penduduk dengan berbagai latar belakang agama yang mengimani agamanya masing-masing.327 12.18 37. Budha dan Konghucu.641 9. Hindu. 28.232 6. 32. 6.971 9. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah penganut agama kristen.612 0 2 560 2.160 Jumlah Umat Beragama Katolik Islam Hindu Budha 285 6.276 6.223 549 1. 9.476 16. Minahasa Selatan 6. Badan Keluarga Berencana.48 48. telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti. 3. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 25.69 Sumber : Data Juli 2010. Untuk jumlah umat beragama dan sarana peribadatan (tempat ibadah) di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 29a dan Tabel 29b. 7.14 33. dimana di semua desa/kelurahan tersedia. 5. Sarana peribadatan yang dominan adalah gereja. Islam. gereja. Tabel 29a.022 0 0 0 0 0 0 721 2. 29.921 0 0 39 12 0 0 0 0 0 0 333 11 0 0 103 243 0 0 51 2.15 44. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Guru Agama Koperasi Perusahaan Swasta Rumah Makan/Kopi Pedagang Wartawan LPK Sopir/Montir LKS/Guru Bantu Jumlah 129 1. 30. Agama Pembangunan agama merupakan upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional.857 76. mesjid.55 64.412 119 424 419 21 111 208 228 8. 26.253 0 0 Konghucu 4 0 0 0 0 0 0 0 0 61 . 33.664 178 767 868 22 309 209 440 13.73 4. Data Jumlah Umat Beragama di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.08 0. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan.634 420 252 59 343 449 1 198 1 212 5. Katolik. 27.394 13.

3.815 10. 6. 7. 2. 12. 13.771 6. Sarana Peribadatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 15. 13.999 2. 14.057 10. 12.431 0 675 0 411 91 415 0 753 4. Minahasa Selatan Kehidupan sosial umat beragama dan antar umat beragama senantiasa berjalan dengan baik. dimana tercipta toleransi yang tinggi antar umat beragama yang dibuktikan dengan saling mengunjungi dan silaturahmi pada saat pelaksanaan hari-hari raya keagamaan. 14. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah Kristen Gereja 30 38 18 29 18 14 19 32 41 19 36 29 28 32 33 27 30 473 Katolik Gereja 4 4 0 2 0 0 2 2 1 0 2 0 1 0 2 0 2 22 Jumlah Tempat Ibadah Islam Hindu Mesjid Pura 8 0 3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 3 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 27 0 Budha Wihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Konghucu Li Tang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3 Sumber : Data Juli 2010. Kantor Kementerian Agama Kab.437 0 35 1. 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 10. 15. 17. para pimpinan umat beragama membentuk suatu wadah yang diberi nama Badan Kerja Sama Antar Umat ber-Agama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Selatan 62 .724 0 0 0 4 4 0 0 0 8 0 0 0 27 2 0 0 0 31 0 0 0 1 0 0 0 0 5 Sumber : Data Juli 2010.390 12. 11.768 12. 17. Kantor Kementerian Agama Kab. Minahasa Selatan Tabel 29b. Dari kesadaran yang muncul dalam mempererat dan mengembangkan toleransi antar umat beragama. 8. 16. 4. 5.461 13. 16.306 148 0 0 162 18.180 178. 11. Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah 8. 9.913 14.

2. para atlit memanfaatkan dan menyiasati sarana olahraga yang ada di sekitarnya walaupun tidak memadai. sehingga sangat diperlukan sarana olahraga yang memadai dan representatif. 5. Mengingat prestasi demi prestasi yang dicapai oleh para atlit Kabupaten Minahasa Selatan. Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan representatif. Beberapa sarana olahraga yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh para atlit serta masyarakat untuk olahraga dan hiburan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 30. Akan tetapi. baik milik pemerintah maupun milik organisasi sosial/yayasan. Sarana Olahraga di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. yang digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. dalam menjaga kebugaran tubuh/berolahraga memanfaatkan sarana olahraga apa saja yang ada di sekitarnya. 7. di beberapa cabang olahraga. Begitu juga dengan masyarakat. Selain itu. 6. seperti cabang olahraga atletik. sepak bola. 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam kegiatankegiatan keagamaan. baik tingkat pelajar maupun tingkat umum Kabupaten Minahasa Selatan dapat berprestasi di tingkat Propinsi maupun Nasional. Tempat / Kegiatan Sosial Hampir semua desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki tempat kegiatan sosial seperti Balai Pertemuan Umum (Balai Desa/Kelurahan). Tabel 30. di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia berbagai fasilitas umum. seperti Gelanggang Olahraga (GOR). tinju. Sarana Olahraga Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Sepak Takraw Gedung Olahraga Jumlah 17 10 8 2 3 17 1 63 . karate. 4. bridge dan beberapa cabang olahraga lainnya. 7. 3. Namun dalam meningkatkan prestasi.

Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau Luas Tanam Luas Panen (Ha) (Ha) 13. Selain itu.854 1. kebutuhan data untuk menyusun profil perekonomian daerah diarahkan pada sumber primer dan sekunder . Pada umumnya daerah di Indonesia masih mengandalkan usaha ekonomi di sektor primer seperti pertanian.387. capaian produksi tanaman pangan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 31. kacang hijau. Berdasarkan asumsi tersebut. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. perikanan dan kelautan serta peternakan. 3.395 605 601 202 197 53 53 Provitas (Ton/Ha) 4. 5. kehutanan.2 69. jagung.304 Produksi (Ton) 66. Dinas Pendidikan. Tenis Meja Jumlah 15 73 Sumber : Data Juli 2010.712 1. Pemuda dan Olahraga Kab.081 21. 2.1 64 .9 964.748 13. ubi kayu dan ubi jalar. padi ladang. kedelai.966 4. perkebunan. sektor sekunder seperti pertambangan dan industri pengolahan juga masih mendomisasi sumber perekonomian masyarakat.851 1.605 1.700 22.902 2. kacang tanah. 1.661 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8. Minahasa Selatan BAB VII POTENSI PEREKONOMIAN Potensi perekonomian menggambarkan sumber-sumber penghasilan utama penduduk.8 365. 6.4 82. Tabel 31.581 3. Pertanian Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah. 4.390. Untuk tahun 2009.

7 1. nasional maupun internasional. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah menerapkan teknologi pertanian berupa penggunaan benih unggul dan pemakaian pupuk yang berimbang. Tabel 32.715 6. komoditi jagung memiliki produksi terbesar dibandingkan dengan komoditi lainnya.305 15 59 80 53 Luas Panen (Ha) 2.040 tahun 2009. 15.124 73. 8.195 9.620 15. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Ubi Kayu Ubi Jalar 249 189 248 185 13.5 Sumber : Data Juli 2010. 4.346 885 1.000 560 30 231 897 23.237 9. sehingga kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus Untuk memberikan dampak positif bagi upaya meningkatkan pendapatan daerah. 10.799. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Minahasa Selatan Berdasarkan data produksi tanaman pangan pada Tabel 30. 5.685 450 414 501 269 20 34 124 1. 14.681 449 413 500 280 15 77 299 1.282. Dari tahun ke tahun produksi tanaman hortikultura mengalami peningkatan. Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan.727 3. capaian produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Minahasa 65 . Selatan ditunjukkan pada Tabel 32.118 3. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik. 9. 13. 12. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 7. Sedangkan pengelolaan tanah dilakukan dengan menggunakan traktor.600 1. 6. 7. 3. Berbagai komoditi hortikultura telah dipasarkan di tingkat regional. tenaga sapi dan manusia.297 15 59 80 52 Provitas (Ton/Ha) 18 20 35 15 18 2 2 3 3 18 15 20 20 Produksi (Ton) 38.148 3. Komoditi Bawang Merah Bawang Daun Kentang Kubis Petsay/Sawi Wortel Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Besar Cabe Rawit Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Siam Luas Tanam (Ha) 2. 8. 11.

906 29.190. 22. Komoditi Jahe Laos/Lengkuas Penanaman Baru (M2) 24.512.827. Tabel 35.503 14 1.9 Produksi (Kg) 28. 2.695 1. 2. 13.530 4. biofarmaka (tanaman obat-obatan) dan tanaman hias yang baik. 17.086 13.500 47.727 17. 4. Potensi Tanaman Obat-obatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.650 491. 11. 12. 7.625 3.800 64 8.600 400 142 7. 18. 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 16. 9.050 460 610 6.000 - Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.995 135 415 20 125 8.610 1.935 420 - Sumber : Data Juli 2010.810 Luas Panen (M2)) 19. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.000 1. 23.105 91. 25.050 40.600 Provitas (Kg/M2) 1. Potensi Buah-buahan Tahunan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 19. 17.250 20. 20. 18.000 62. 19.340 1. 16. Kangkung Bayam Labu Kuning Semangka 49 9 309 - 80 8 300 - 14 2 20 - 1.100 1.258 39.187 12. Tabel 34 dan Komoditi Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Siam/Keprok Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa/Konyal Sirsak Sukun Apel Anggur Melinjo Petai Jengkol Penanaman Baru (Pohon) 440 30 865 1.500 51.900 2. Minahasa Selatan Tabel 34.240 39.5 3.600 2. 14. - Untuk tahun 2009.351 141 21 - Provitas (Kg/Pohon) 60 20 30 125 25 25 44 23 75 50 50 3 25 35 65 75 30 35 20 - Produksi (Kg) 228. 5.160 43.280 245.100 2.372 1. 15. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan juga memilki potensi buah-buahan.140 66 .900 117. 8.258 327. Tabel 33.555 1.650 10. 6.650 75 - Tanaman Menghasilkan (Pohon) 3. 21. 24.625 67.120 16 6.235 2. 3. capaian produksinya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 33.

Sambiloto Sumber : Data Juli 2010. Temuireng 8. baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Mengkudu/Pace 1.3 13. Kunyit 4. Lempuyang 2. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.9 3.555 90 124 80 319 218 164 2.3 6. Sedangkan perkebunan besar. Mahkota Dewa 15. Temukunci 12. 10. 4. Umumnya tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu.120 1. Dlingo/Dringo 10.035 5. kelapa.135 7.410 385 770 350 350 223 (Pohon) Sumber : Data Juli 2010.355 1. Perkebunan Tanaman perkebunan. Minahasa Selatan 2. 9. 3. 6. minyak makan serta santan. dikelola oleh swasta berupa tanaman kelapa dan coklat (kakao) yang ditangani secara intensif. Tanaman kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa muda dan kopra sebagai sumber pangan. Potensi Tanaman Hias di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.240 Luas Panen (M2) 2.500 3. Kajibeling 9. aren. coklat (kakao) dan kopi. Lidah Buaya 14.0 30. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya 67 . vanili. walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun.150 3.250 (Phn) 13. Minahasa Selatan Tabel 35.310 35 55 25 25 890 Provitas (Tki/M2) 11 14 11 14 14 14 11 ¼ m2 Produksi (Tangkai) 25. minuman.950 3. 8. Kapulaga 11. 12. cengkih. 5. 7.650 1. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.025 10. 11.386 4.1 1. Kencur 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. 2. Tanaman Hias Anggrek Anthurium (Kuping Gajah) Anyelir Gerbera (Herbras) Gladiol Heloconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati Palem Penanaman Baru (M2) 10.260 1. Temulawak 2.

menghasilkan produksi sebesar 49. 7. serangan penyakit busuk pucuk kelapa di akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008 sangat cepat penyebarannya dengan luas penyebaran mencapai 3. 50.76%. dan 3. Pada tahun 2008. Namun memasuki pertengahan tahun 2009 harga kopra turun sampai pada kisaran Rp.50 ha dan 4.439.70 ton per tahun. Dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 45. antara lain : 1.8. 4. yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil).500/kg.000/kg sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi perbaikan perekonomian masyarakat dan secara langsung membuka peluang kesempatan kerja dan berdampak Kondisi ini dapat diukur dengan pada menurunnya angka kemiskinan. sub sektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 yaitu 41.000/hari atau Rp.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagi jutaan masyarakat di dunia. 1.550 pohon kelapa.895. terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa. Penyakit busuk pucuk kelapa telah menyerang daerah sentra-sentra produksi kelapa sehingga meresahkan para petani. upah harian pekerja kopra sebesar Rp. produk olahan tanaman kelapa khususnya kopra mencapai Rp. Akibat tingginya curah hujan. Disaat permintaan kopra dari pihak investor (pabrikan) yang terus meningkat. 3.600/kg.000 . Pada era kesehatan modern dewasa ini.000/bulan jauh melebihi upah minimum ratarata regional maupun nasional. 2. petani diperhadapkan oleh turunnya tingkat produksi yang disebabkan berbagai kendala. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Utara penghasil kelapa yang cukup besar potensinya. dan dipertengahan tahun 2010 harga mulai naik sampai pada kisaran Rp. Lambat proses peremajaan tanaman oleh petani. Hampir semua sentra perkebunan kelapa banyak terlihat pohon kelapa produktif maupun hasil peremajaan telah terinfeksi penyakit busuk 68 .589. Ditinjau dari struktur ekonomi. Adanya berbagai serangan hama dan penyakit terutama penyakit busuk pucuk kelapa.022 ha. Usia tanaman kelapa yang sudah tua sehingga kurang produkstif.250.

52. Desa Tokin. Tanaman cengkih merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. sentra-sentra produksi kelapa yang telah terserang. Akibat serangan penyakit busuk pucuk kelapa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pucuk. masyarakat menebangnya dan beralih ke tanaman perkebunan lainnya.000/kg. Pada tahun 1977-1986 harga cengkih mencapai kisaran Rp. 48. petani mulai bersemangat dalam mengelola perkebunan cengkih.000 . Desa Raanan Baru. Desa Karimbow Talikuran (Kecamatan Motoling Timur). Sentra produksi aren berada di Kecamatan Tareran. Namun saat harga cengkih turun tajam pada tahun 1989-1997. Akan tetapi. 45. Suluun Tareran. 60. Dengan membaiknya harga komoditas cengkih pada tahun 1999-2000 yang mencapai kisaran Rp.85. Desa Malola (Kecamatan Kumelembuai). Desa Elusan. Kumelembuai dan Ranoyapo. sehingga dapat menambah jumlah penduduk miskin. yaitu Desa Pondos.000 . beberapa komoditas juga memegang peranan penting terhadap perekonomian masyarakat. cengkih dan aren.000/kg sehingga banyak petani cengkih yang tidak mengelola tanamannya. Motoling Timur. 25. Desa Tondey (Kecamatan Motoling Barat).Rp. Desa Pakuure I. Memasuki pertengahan tahun 2010 harga cengkih pada kisaran Rp. harga cengkih menurun lagi sampai pada kisaran Rp. Tanaman aren di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki rata-rata produksi yang tinggi dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya. berupa pembuatan cap tikus (alkohol) dan gula merah (gula batu) serta dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu. Motoling. terjadi penurunan produksi kelapa yang berkorelasi langsung dengan turunnya tingkat pendapatan petani. di akhir tahun 2007 sampai akhir tahun 2009 harga cengkih naik pada kisaran Rp. Desa Boyong Atas (Kecamatan Tenga) dan Desa Tiniawangko (Kecamatan Sinonsayang). Selain komoditi perkebunan kelapa. Produksi pohon aren pengolahannya masih secara tradisional. Desa Wakan (Kecamatan Amurang Barat). 80.000/kg.000/kg.000/kg yang merupakan masa panen raya (panen besar). Pada tahun 2006.000/kg Rp. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan di awal tahun 2008. bahkan 69 . 100. Desa Karimbow.

00 47.70 56 254.74 818.111.90 160. Jenis Pengusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Negara Komoditas Perkebunan Kelapa Kakao Jambu Mente Jumlah Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) 2.324 3.03 75.90 1.15 818.12 5.009.00 1. selain dikelola oleh petani/masyarakat juga dikelola oleh swasta seperti ditunjukkan pada Tabel 37.60 35.77 205.304 1.04 81. Minahasa Selatan Dari beragam jenis dan potensi komoditi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.30 139.439.60 320.15 70 .07 655.875.099.80 3.87 882.387.997. 6.18 Jumlah Pekebun (KK) 26.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mempunyai luas Tabel 36. 9.99 250.69 2.70 48 17 4.815.95 2.397.22 267.895.33 341.622.09 45.445.78 32.152. Kabupaten Minahasa Selatan dijadikan pusat rempah-rempah dunia Indonesia oleh pemerintah pusat.344 363 105 61 337 1.641 13.10 4.50 19.54 . Produksi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan.304 1. Kelapa Cengkih Panili Aren Kopi Kakao Cassiavera Jarak Pagar Pala Sumber : Data Juli 2010. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan Luas Areal (Ha) Menurut Keadaan Tanaman Tanaman Tanaman Muda Tanaman Rusak/Tua Belum MengTidak Jumlah Menghasilkan Menghasil hasilkan (TM) kan (TBM) (TR/TTM) 5.50 43.20 43.883. Tabel 37.59 23.60 11. Dinas Perkebunan Kab.2. 7.20 591. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Swasta di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2.03 367.372.24 705. 5.80 17.64 168.29 1.292 96.97 228.504.369 1.80 No Komoditi Rerata Produksi (Kg/Ha) 1.143.50 115.292. 2.26 46.105. 4.72 1. 3. areal dan produksi yang baik seperti diperlihatkan pada Tabel 36.173. diawal tahun 2008.70 1.292 96.69 Produksi Jumlah Produksi (Ton) 49. 8.30 735.68 14 8 220.

800 56. Tenga Desa Sapa Kec. Nusantara XIV PT.000 800. Nama Perusahaan PT. 3. Noik Kumoyowa PT.89 Sumber : Data Juli 2010. pemanfaatan hutan yang belum berpihak kepada masyarakat. Tabel 38.00 47. Multi Raya Ekatama Lokasi Desa Blongko Kec.540 354. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat beberapa perusahaan yang mengelola tanah hak guna usaha (HGU).617 554.596 1. pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pengelolaan hutan yang 71 Sehubungan dengan itu. Sinonsayang Desa Sapa Kec.596 1.3. Batu Kapal PT.09 3.011 Sumber : Data Juli 2010. Tenga Desa Sapa Kec. 5. pemanfaatan hutan yang masih bertumpu pada hasil hutan kayu. belum terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi hutan yang sangat besar. Sinonsayang Desa Tiniawangko Kec. Minahasa Selatan Selain itu. yaitu penataan kawasan hutan (termasuk tata ruang hutan) yang belum teratur.37 96. 2.248. Dinas Perkebunan Kab. Sinonsayang Desa Aergale Kec. penataan ruang selanjutnya. Sulja Indah PT. Tenga Desa Pakuweru Kec. Kayu Wolo PT. Kehutanan Pada dasarnya penataan ruang suatu wilayah adalah pengaturan penggunaan lahan yang ada di wilayah tersebut. 4.992 90. 11.35 591.520 126. 6.561. Sinonsayang Desa Ongkaw Satu Kec. 7.201. Dinas Perkebunan Kab. Tenga Desa Sapa Kec. Sidate Murni PT. penggunaan lahan yang ada (existing land use) harus juga menjadi pertimbangan dalam .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 (PN) Jumlah 3. Pengelolaan Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.701. Mayaan Permai PT. Laimpangi PT. Tatapaan Jumlah Luas (Ha) 74. Blongko PT. Minahasa Selatan 3. 9. Jastamin PTP. 10. 8.340 818. Tenga Desa Wawontulap Kec.450 103.110. tetapi potensi hutan yang besar tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa sebab.54 - .292 485. sebagaimana tertera pada Tabel 38. Sinonsayang Desa Blongko Kec.

65 3. 4. Luas hutan menurut fungsinya di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 39. pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di dan sekitar kawasan hutan yang umumnya mengusahakan hasil hutan bukan kayu secara tradisional dan terbatas. Luas Hutan Menurut Fungsinya No 1. Dinas Kehutanan Kab.576. Berdasarkan data luas hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cenderung mengalami pengurangan/penyempitan dari tahun ke tahun. potensi hasil hutan bukan kayu belum Hal ini terkait dengan masih rendahnya berkembang secara optimal. Untuk menanggulangi fenomena tersebut telah diupayakan menggalakkan kegiatan penghijauan dan reboisasi. upaya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai. 6. Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya juga terdapat di semua Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar. Minahasa Selatan Saat ini.974.91 16.597.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masih lemah.00 3.904. 2.00 479. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan terjadinya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan bahan baku industri. 3.38 Sumber : Data Juli 2010. Hal ini karena antara lain adanya penebangan dan perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat. Sementara itu. 5.00 52.82 14. baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi.414.862. Selain 72 . Tabel 39. baik pemerintah maupun masyarakat sedang giat-giatnya melakukan penanaman pohon. Fungsi Hutan Lindung Produksi Terbatas Suaka Marga Satwa Cagar Alam Bakau Produksi Jumlah Luas Hutan (Ha) 13.

diperlihatkan pada Tabel 40. Minahasa selatan 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 penanaman pohon di hutan. 4. berupa mangrove. Soneratia Cempaka. Nangka Mahoni. 2.170 155 185. Kayu Manis. Tingkat Kekritisan Kurang Kritis Kritis Sangat Kritis Jumlah Luas Dlm Kaw Htn Luar Kaw Htn (Ha) (Ha) 15. Durian. Dinas Kehutanan Kab. Tabel 40. 3. Avicenia. mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.025 75.500 157.1 Jumlah Tanaman (Pohon) 530.312 Sumber : Data Juli 2010. Kegiatan Hutan Rakyat Reboisasi Rehabilitasi Mangrove Swadaya Masyarakat Jumlah Luas (Ha) 1.961 2. Nantu. Nangka Rhizophora. Mahoni. Jenis dan Luas Tanaman Kayu No 1. Luas Lahan Kritis di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Nantu.000 2. Durian.686 45. Selain potensial untuk 73 .804 3. kritis dan sangat kritis dengan luas dan jumlahnya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 41. Tabel 41. Dinas Kehutanan Kab. Untuk jenis dan luasnya. juga dilaksanakan penanaman pohon di wilayah pesisir. Cempaka. Kayu Jati Sumber : Data Juli 2010.835.614 10. Minahasa selatan Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki lahan kurang kritis.623 Jumlah (Ha) 47.088.22 km dan luas laut 56.000 511.000 ha (4 mil).325 3.405 Jenis Tanaman Mahoni.889.1 4.483 24.840 13. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168. Kayu Manis. 3. Nantu. 2.977 48 29. Cempaka.905 4.869 31.

kolam dan karamba yang umumnya pada wilayah-wilayah yang memiliki areal sawah. Sedangkan untuk budidaya perikanan darat. Kecamatan Tumpaan. kesehatan ikan. Sarana dan prasarana perikanan yang belum memadai serta input-input lain. umumnya miskin dan masih merupakan nelayan tradisional. Kecamatan Amurang. yaitu Kecamatan Tatapaan. Namun demikian. 7. Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya : 1. 3. Penanganan dan proses pengolahan produk-produk perikanan belum berkembang dengan baik. sehingga produk perikanan bermutu rendah dengan nilai jual yang rendah pula. 6. Kecamatan Amurang Barat. Kecamatan Amurang Timur. Di pasar global. pakan. penangkapan ikan juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk tempat pariwisata. Kondisi nelayan. dukungan permodalan. pada saat matahari terbenam di sebelah barat. seperti masalah benih. Apalagi wilayah pesisirnya yang menghadap ke Laut Sulawesi. potensi sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh karena berbagai permasalahan. riset dan iptek perikanan. 5. di samping sungai dan danau. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 budidaya perikanan laut. Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya laut dan penangkapan ikan. Banyaknya praktik Illegal Unreported and Unregulated Fishing yang menyebabkan kerugian negara. Masih tingginya ketidakseimbangan pemanfaatan stok perikanan tangkap antarkawasan/wilayah dan antar spesies. 74 . 7 kecamatan di antaranya. Pengusahaan perikanan budidaya yang masih belum efisien. 4. mempunyai daya tarik tersendiri Dari 17 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. produk perikanan menghadapi kendala oleh adanya hambatan tarif dan nontarif yang dikaitkan pula dengan isu-isu lingkungan dan kesehatan. yaitu dengan tersedianya lahan/areal tambak.

16. 7. Nelayan b.112.570 56. Potensi Lahan Budidaya Laut Luas Laut Luas Perairan Umum Daratan Untuk Perikanan Tangkap Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jumlah Perahu Tanpa Motor Jumlah Perahu Motor Tempel Jumlah Perahu Motor Katinting Jumlah Kapal Motor Jumlah Pajeko (Purse Seine) Jumlah Jaring Insang (Gillnet) Jumlah Sero Jumlah Rumpon Jumlah Alat Tangkap Lainnya Tenaga Kerja Perikanan : a. 21. Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pengelolaan Lahan Budidaya : a. 5. Los Pasar Ikan. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Produksi Produk Olahan Hasil Perikanan Produksi Benih Ikan Balai Benih Ikan (BBI) : a. 6. Pembudidaya Ikan c. Produksi Perikanan Tangkap b. 11. 22.291 1.187 1. 2. Potensi Lahan Budidaya Air Tawar b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Apabila permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditangani.548 1. 9. Balai Benih Ikan (BBI) Tompasobaru b. Pengolah Ikan d. 8. Produksi Perikanan Budidaya c. 75 . 10. sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai prospek besar untuk dikembangkan peranannya dalam mendukung pembangunan nasional. Kriteria Teknis 2 Kawasan Minapolitan / Sentra Produksi : a.55 4 3. 18. Pemasar Produk Perikanan Jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) Jumlah Unit Pemasaran Ikan (Pasar Ikan Higienis. 4. Pengelolaan Lahan Budidaya Laut Potensi Lahan Budidaya : a. 14. Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 42.540 438 825 51 2 16 Satuan 4 Kawasan Kawasan Ton Ton Ton Ekor Unit Unit Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Unit Unit Kelompok 3. 20. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Tawar b. 13.960. Pasar Ikan Tradisional) Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Volume 3 1 6 6. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Payau c. 19.416. 15. Tabel 42. Kawasan Sentra Produksi Perikanan Produksi Perikanan : a. 12.38 8.000 1 4 1. Kawasan Minapolitan Tatapaan b.000 15 1 906 387 353 9 40 359 174 72 458 11.657 1. Potensi Lahan Budidaya Air Payau c.007 1. 17.

8. 4. 29.5 0. 3. P. P.000 3 6 4 2 Unit Kasus Ha Ha Ha Ha 4 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Sumber : Data Juli 2010. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. D. Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jumlah Prasarana Pos Pengawasan SDKP 24. Tatapaan b.1 0. P. ikan kuwe dan sidat.000 7 78 7 586 680 342 5 3.705 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan 76 . Potensi perikanan budidaya dan potensi usaha perikanan budidaya serta komoditas eksport perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 43. Sedangkan untuk usaha budidaya perikanan darat telah dikembangkan jenis ikan mas.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 23. Moat d. 5. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 27.625 2.039 Produksi (Ton) 2. Minahasa Selatan Prospek pengembangan usaha budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan sangat menjanjikan. antara lain usaha budidaya rumput laut.500 525 525 28 288 280 280 37 3. D. Pulau-Pulau Kecil : a. 2 Luas Mangrove Luas Terumbu Karang Luas Padang Lamun Luas Kawasan Konservasi Perairan Laut (termasuk KKLD) Danau : a. 2. 7. 28. Tabel 44 dan Tabel 45. Sepatu c. P. D. D.046. Luak 6 3 2. Burung d. 30.1 3 939. ikan kerapu. Jumlah Kasus Pelanggaran Bidang SDKP 25. Tikus 1 26. karamba dan jaring tancap.213 26. Tabel 43. nila.463 450 5 15 5 207 202 150 5 1. 6.349. mujair dan betutu melalui usaha mina padi.1 0.590 1. Komoditas Rumput Laut Kerapu Kuwe Sidat Mas Nila Mujair Betutu Jumlah Areal Budidaya (Ha) Potensi Realisasi 1. Iloloy c. kolam. Mokobang b.

Kolam . 2. Sakura Ria CV.092 645. Jenis Usaha Ikan Kayu Ikan Beku Ikan Beku Ikan Segar Komoditas Tuna. babi. ayam buras.089 Produksi (Ton) 2.583 5 637 57 28 779 4. Lajang Kerapu Alat / Armada Tangkap Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine KJA Pemasaran Jepang Jakarta Jakarta Hongkong Pelaku Usaha CV. Prima Tuna Sejati Sumber : Data Juli 2010. 2. Selain memiliki lahan yang luas. 3.25 241. babi. juga didukung dengan ketersediaan pakan dari hasil pertanian. itik dan anjing. Tongkol Cakalang.60 403. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Potensi Usaha Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Sawah Jumlah Potensi (Ha) 2. Lajang Cakalang. 4. 3.20 322. Nirwana CV.705 Sumber : Data Juli 2010. Tongkol. Minahasa Selatan 5. seperti jagung. kuda. itik dan anjing tersebar di semua kecamatan. Usaha Budidaya Laut Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar : . ayam buras. ayam ras. Untuk ternak sapi. Komoditas Eksport Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Jaring Tancap . Nichindo Manado Suisan CV. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.Karamba . Cakalang. kambing. karena sebagian besar penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah petani. Peternakan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi peternakan yang dapat dikembangkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.95 3. Tongkol. Khusus ternak sapi dan kuda dimanfaatkan oleh penduduk sebagai angkutan 77 . Minahasa Selatan Tabel 45.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 44. Umumnya peternakan yang diusahakan adalah sapi.

19 31.720 73.360 8. Potensi Peternakan Unggas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Tenga 5 1.116 13.975 2. 6.128 990 4.711 618 26.601 28 795 190 1. Untuk tahun 2009.840 38 1. 7.617 6.709 5.864 1.475 11. Tareran 1.359 211. puyuh) dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Minahasa Selatan.617 11.061 1. Tumpaan 6 9 473 10.253 155 1.631 11.137 14.059 16.643 23 662 1.319 850 36.091 432 2.134 10. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.99 568 24.726 10.503 1. populasi ternak dan produksi daging serta produksi telur di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 46a. Motoling Timur 459 10. 9.393 2. Sinonsayang 6 399 8. Ranoyapo 478 10.634 210 1.503 2.13 140 963 1.06 2. 3.197 Daging (Kg) 12.312 2.066 9.422 1.097 14. 5.214 13. Kumelembuai 683 15. 4.749 10.951 2.512 1.069 88.575 1. bahkan banyak yang dipasarkan ke daerah lain. Maesaan 7 254 5.22 283 8. 2.560 1.838 78.749 75.30 570 24. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.703 5.747 28 819 289 1.874 3.656 15.791 948 40. roda sapi dan bendi.874 2. Tatapaan 7 391 8. Motoling 597 13.65 192 1.874 80.251 22 634 1.099 Ayam Pedaging Populasi (Ekor) 587 Daging (Kg) 704 - Ayam Petelur Populasi (Ekor) 666 1.44 706 30.10 121 835 1.621 69.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 tradisional. Tompaso Baru 2 516 11.636 3. Amurang 0 838 18. Amurang Timur 251 5. itik.481 10.722 7.47 1.79 23.650 70.568 35.073 15.205 27.876 80.856 12.340 12. Suluun Tareran 9. Produksi daging dan telur (ayam.971 58 1. Potensi Peternakan di Kabupaten Minahasa Selatan Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) 130 2. Modoinding 492 11.049 - Itik Populasi (Ekor) 381 430 225 143 378 536 341 159 154 Daging (Kg) 196 221 116 74 195 276 176 82 79 78 . Tabel 46b dan Tabel 46c berikut ini.869 2. Minahasa Selatan Tabel 46b.84 Jumlah 3 0 1 3 2 - No Kecamatan Sapi Kuda Kambing Babi Anjing Sumber : Data Juli 2010. 8. Amurang Barat 6 294 6.069 88.554 1.272 12.874 80.790 8.707 13.008.630 976 17.356 23 652 2.173 14.336 10.737 Daging (Kg) 402 1.100 7.923 39 1. Motoling Barat 367 8.457 1.636 8.163 1.97 1.721 1.31 872 37.610 25 709 129 886 1.467 2. Tabel 46a.

357 667 343 320 7.33 8 Populasi Telur Populasi (Ekor) (Kg) (Ekor) 381 430 225 143 666 5.591 338 174 318 306 157 170 87 155 80 153 79 141 73 1.749 10.244 29. perikanan dan kehutanan.272 12. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah Ayam Buras Populasi (Ekor) 10. peternakan. 12. 13.219 4.362 7.641 19. 4. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.226 4.591 8.10.197 3.471 27. 11.658 7.05 4 267 267 267 265 1.667 1.726 10. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan L 50 6 PNS / CPNS P Jumlah 17 67 6 12 L 19 0 Non PNS P Jumlah 20 39 1 1 Total 106 13 Jumlah penyuluh dan keadaan pada di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan 79 .312 17.86 1 Ayam Petelur Itik Telur (Kg) 2. 17.362 7.134 5. 13.103 7.335 9.807 21.214 4.393 887 2.871 6.244 23.475 11. 17. 14. 16.328 4. 5. Produksi Telur di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.436 15.819 214 110 320 2.902 17.363 2.332 4.838 9. pendidikan penyuluh Tabel 47a dan Tabel 47b.890 2. Minahasa Selatan Tabel 46c.933 197.301 214 2.244 23.786 12.902 17.436 9. 3. 9. Minahasa Selatan Dalam upaya memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian.890 Sumber : Data Juli 2010.161 12. 7.921 22.346 3.325 2.594 378 1.790 8. 16.265 9.871 6.139 2.853 2. 14.553 7.193 8.591 536 341 159 154 3. 12.052 962 949 875 30.933 197. Tabel 47a.897 1. 15.984 15.237 243.603 63.517 Sumber : Data Juli 2010.875 667 7. 2. 8. Jumlah Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.921 22. 2. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masyarakat dalam mengolah potensi-potensi tersebut. 6.080 16.636 8.284 Telur (Kg) 7.436 15.020 11. 10.116 986 955 1.631 11.603 4.703 5.265 128.092 140.737 14. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.247 1.012 25.308 6.653 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 320 3.309 7.098 1.436 9.012 1. Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah 3. 15.542 5.247 18. 11.28 4 4.865 338 306 170 155 153 141 15.

000 1. Pertambangan dan Energi Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi berbukit-bukit atau berupa pegunungan yang di dalamnya banyak terkandung berbagai deposit tambang dengan nilai ekonomis penting. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.000 2. 3. Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah 7 3 1 67 4 1 1 29 11 4 2 96 0 0 3 22 1 0 0 22 1 0 3 44 12 4 5 140 Sumber : Data Juli 2010. 4. 5. Minahasa Selatan 6. Minahasa Selatan Tabel 47b. Perikanan dan Kehutanan Kab.500 2. Potensi Pertambangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.000 2. Tabel 48. Perikanan dan Kehutanan Kab. disamping deposit lainnya. 4. Keadaan Pendidikan Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jenis Bahan Galian 2 Emas Lokasi Kecamatan 3 Motoling Barat Ranoyapo Motoling Timur Amurang Barat Tompaso Baru Tatapaan Tempat 4 Toyopon Picuan Lama Tokin Karimbow Tewasen Liandok Karowa Sulu Cadangan Jenis Total 5 6 Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Luas (Ha) 7 ± ± ± ± ± ± ± 2.500 1. 2. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah SMA L 0 P 1 1 L 5 1 6 SPMA P 5 5 L 20 3 2 25 D3 P 8 1 9 D4 / S1 L P 20 9 2 5 5 4 3 1 1 31 19 Total 67 12 11 4 2 96 Sumber : Data Juli 2010. Deposit emas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tersebar luas di beberapa kecamatan Selain itu. seperti emas.500 ± 750 Penyelidik 8 DPE Sulut PT NMR PT NMR PT NMR PT NMR DPE Sulut PT NMR DPE Sulut 80 . dengan mengalirnya sungai-sungai Potensi pertambangan di besar. menghasilkan pasir. 5.000 1. kerikil dan batu yang banyak digunakan dalam pembangunan fisik sebagai bahan baku utama. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terangkum pada Tabel 48.

136 Dit. juga harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Kilometer 3. Selain membutuhkan dana yang besar dan Namun untuk teknologi. yang ada di sekitar sungai sebagai mata pencaharian. belum dikelola secara optimal. 7. Ranoyapo Torout Rumoong Bawah Buyungon S. Ranowangko. Perusahaan/Pemegang Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sirtu dan Pasir 3 Sinonsayang Tenga Ranoyapo Maesaan Amurang Barat Amurang Amurang Amurang Timur Tenga Motoling Timur Tumpaan Sinonsayang Tompaso Baru 4 Poigar Sapa. Geologi Ton (1974) Indikasi 225 Indikasi 250 Indikasi DPE Minsel 750 Indikasi 1 4.923 1. Nama Perusahaan PT. Soputan Poigar Radey S. sebagaimana tercantum pada Tabel 49. Nimanga Lelema. Lewet S.5 8 Badan Geologi Pusat SDG Bandung (2006) Indikasi Indikasi 1. banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sedangkan bahan galian golongan B berupa mineral logam dikelolah oleh 4 perusahaan 81 . Karimbow Tangkuney Blongko Batukulo 5 Terukur 6 7 1. Molinou. Pentu-Lopana Radey Tokin. Minahasa Selatan Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. Popontolen Sulu. Poopo. 2 Pasir Besi Batu. Sidate. Anak Indonesia Mining PT. Maesaan Jenis Pertambangan Mineral Logam Mineral Logam Mineral Logam bahan galian golongan C berupa pasir.959 1. Motoling Timur Kec. Paslaten Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Indikasi PT NMR ± 700 Terukur 185. 9.800 200 DPE Minsel DPE Minsel 50 Indikasi Terukur Indikasi Indikasi Indikasi 3.714.375 M3 250 50 50 50 DPE Minsel PT Adco Morino (1993) DPE Minsel DPE Minsel DPE Sulut (1996) 6. 5.994 Lokasi Kec.2. Tabel 49. Lempung Tras Batu Kapur Kaolin Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Sumber Energi Jaya PT. 3. For El Shadai Luas (Ha) 1. Uwuran 2. 8.326. 3 Belerang Batu dan Sirtu Amurang Timur Sinonsayang Tenga Tumpaan Tatapaan Paslaten G. Moinit Pontak. 2. Motoling Timur Kec.

Statis. listrik) Potensi Daerah 1. 8. 5. Buyungon Kec. tetapi dari aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lahan maupun makhluk hidup.76 / 300 Kw 2 x 25 0. Modoinding/Maesaan Kapasitas (MW) 2 x 16 Sumber Energi Sungai Poigar Keterangan . Anak Indonesia Mining 1. Forel Mega Mineral PT. hilangnya lapisan humus. PLTU Mobongo PLTHm Wulurmaatus (Poigar I) PLTHm Ranoketang PLTD Lopana PLTHm Sendowan PLTU Tawaang PLTHm Woran Kel. 4. Tompaso Baru Mineral Logam Mineral Logam Sumber : Data Juli 2010. Amurang Timur Moinit Desa Tawaang Kec. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Rencana kegiatan akan dikonfirmasikan dengan pihak PLTU Amurang Sedang Beroperasi Potensi Daerah Sedang Beroperasi Potensi Daerah (Hasil F. Selain potensi pertambangan.Tahap Konstruksi 40% .998 1. PLN kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2015 di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 50 dan Tabel 51.2 1.914 Kec. 6. PT. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan juga terdapat potensi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. 7. 2. Study Fatek UNSRAT Manado 2007) Tahap Konstruksi (pekerjaan sipil. Oleh karena itu. Amurang Desa Lopana Kec. upaya-upaya yang ditempuh dalam rangka meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan akan muncul dikaji melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). mesin.16 2x5 300. 5. hilangnya vegetasi penutup yang menyebabkan erosi dan lahan sukar diolah kembali. Amurang 2 x 55 2 x 1. Potensi energi kelistrikan dan prediksi PT. Potensi Energi Kelistrikan di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Sumber Tenaga PLTA Poigar 2 Lokasi Desa Mokobang/Temboan Kec. Modoinding Desa Ranoketang Tua Kec. sambil menunggu tentang status tanah (Hutan Lindung) oleh Menhut Statis. Ranoyapo Kec. Amurang Timur Desa Malenos Baru Kec. Minahasa Selatan Kegiatan pertambangan perlu mendapat perhatian khusus karena meskipun dari segi sosial ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.55 Batubara Sungai Poigar Sungai Kalewaha Genset Sungai Sendowan Batubara Sungai Ranowangko 82 . Tabel 50. Kawangkoan Bawah Kec. Kegiatan pertambangan seringkali menyebabkan ketidakteraturan topografi (lubang-lubang bekas galian). Tenga Kel. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. Amurang Barat Desa Wulurmaatus Kec.

Bitung Ket SPBU Pertama di Kab.608 11.837 88. Minahasa Selatan Tabel 51.322 34. Saerang.532 161. yaitu 3 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum).709 1.913.300 30 % total 10 % total Kebutuhan Daya Listrik VA 97.300 30 % total 10 % total Sumber : Data Juli 2010. Minahasa BBM dan nama-nama pangkalan minyak tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 83 .702 Standar Kebutuhan (VA) 1.185. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.435 MVA 97. Jumlah Rumah 2. Fasilitas Umum 3. saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersedia beberapa sarana distribusi BBM.532.134 2.451 Jumlah Penduduk 2005 1. Jumlah Rumah 2. SPDN (Solar Paket 1 unit PSPD (Paket Solar Premium Dealer) dan Sarana distribusi 79 pangkalan minyak tanah yang dimiliki oleh 3 agen minyak tanah (Vincent L.597 11. Sarana Distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.9.913 129.596. Sandra Tompodung dan Leonnie M.112.484 115. Tabel 52a. PLTHm Tangkuney Desa Tangkuney Kec. Penerangan Umum Jumlah 354.809 74. Fasilitas Umum 3. Sarana Distribusi BBM SPBU Bitung Lokasi Kel. Minahasa Selatan Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin premium.160 115.925 29.113 29.025 34.636.388 100. Saerang).133. minyak solar dan minyak tanah. PLN Kebutuhan Listrik di Kabupaten Minahasa Selatan Untuk Tahun 2005-2015 No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit/Jiwa) 298.878 2.203 261. 1 unit Dealer untuk Nelayan). Prediksi PT. ditunjukkan pada Tabel 52a dan Tabel 52b.322. Tumpaan Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap Konstruksi Sungai (proses penyelesaian 10 Kw Maruasey penyambungan ke pelanggan/masyarakat) Sumber : Data Juli 2010. Penerangan Umum Jumlah Jumlah Penduduk 2015 1.

116.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 21. 10. No 1. 8. 3. 16. 5.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. SPBU Kapitu SPBU Tumpaan SPDN Perikanan PSPD Tompaso Baru Pangkalan Minyak Tanah Kec.03 Desa / Kelurahan Durian Poigar Tanamom Ongkaw I Ongkaw II Boyong Pante Pakuure I Tenga Pakuweru Tawaang Sapa Pondang Ranomea Lopana Lopana Bitung Bitung Lewet Uwuran I Uwuran I Uwuran I Kilometer Tiga Uwuran II Ranoiapo III Ranoiapo VI Ranoiapo VIII Buyungon III Rumoong Bawah Rumoong Bawah Kawangkoan Bawah II Kawangkoan Bawah VII Kapitu Kapitu Pondos Teep Kecamatan Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Tenga Tenga Tenga Tenga Tenga Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Jumlah Jatah / Bulan 5 s. 13.d 10 kl 5 s. Kawangkoan Bawah Desa Tompaso Baru I Kec. 15. Agen NIAP : Vincent L. 18. Nama-Nama Pangkalan Minyak Tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 1. Saerang : 72. 2. 4.d 10 kl 5 s. 30. 17.d 10 kl 5 s. 11. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. 20. 6. Joseph Henoch Repi Jefry Kumendong Dra. Amurang Barat Desa Tumpaan Kec. Minahasa Selata Tabel 52b. 12.d 10 kl Nama Pangkalan Rosmini Mokodompit Leksi Wangean Saidin Tubuon Nico Pangkey Paulina Repi Afi Mengko Stenly Sengkey Inyo Tenges Otniel F. 26.d 10 kl 5 s. 25. 7. 28.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 31 32.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 29.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 27. 14.d 10 kl 5 s. Pesik Tommy L.A.d 10 kl 5 s. Minahasa Selatan Dalam Proses ke APMS (Agen Premium Minyak Solar) 79 Pangkalan Yang Dimilki oleh 3 Agen Sumber : Data Juli 2010. 34. Rumondor James Rawung Max Lintang Ferry Fan Ade Ineke Ward Helena Joseph Dwi Septiowati Ferdinand Tindage Nelly Nangoy Yaner Rorong Sherly Olivia Saerang Wency C. Lengkong Ricky Runtuwene Nico Tiwow Anna Rampangajow Ruth Ganda Ereyni Mongkareng Yuke Mandagi Donny Audy Poli 84 . 22. Amurang Desa Kapitu Kec. 23.d 10 kl 5 s. 35. Tompaso Baru Lihat Tabel 49b Selatan Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.L.d 10 kl 5 s. Mondoringin Rifan A. 9.M.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 33. 4. 19. 6.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 24.d 10 kl 5 s. 3. 5.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. Tumpaan Mobongo Kel.d 10 kl 5 s. Margaretha Assa C.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Kristania Reiner Wilar W.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.

d 10 kl 5 s. Elsye Eman 85 .d 10 kl 5 s. 9.N. 18.d 10 kl 2.d 10 kl 5 s. 16. 21.1. 11.d 10 kl 5 s. Saerang : 72. 2.d 10 kl 5 s.N. 14.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Vera M.d 10 kl Nama Pangkalan 2 Bonny Pongantung M. 9. 3.d 10 kl 5 s. Kumaat A. 5. 16.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.d 10 kl 5 s. 6.1.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Kaunang Ritta Lamonge Ferry Keintjem Ny. 10.d 10 kl 5 s. 3. Mawara Sonny M.d 10 kl 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan Mintje Rorong Ir. 13. 14.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 4. Ratu Simon Slat Jendry Keintjem Juliwati Royke F.178 Desa / Kelurahan Rumoong Atas Rumoong Atas Wuwuk Tumaluntung Lansot Suluun I Wiau Lapi Paslaten Popareng Lelema Popontolen Matani Matani Matani I Tumpaan I Jaga 4 Tumpaan Jaga 2 Tumpaan Jaga 6 Kecamatan Tareran Tareran Tareran Tareran Tareran Suluun Tareran Suluun Tareran Tatapaan Tatapaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Jumlah Jatah / Bulan 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 7.d 10 kl 5 s. Rumengan Nethanael Slat Joppi Lumi Joseph Pomantow Donny Slat Benny H.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. No 1 1. 2.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Sandra Tompodung : 72. 19.d 10 kl 5 s. 13. Songkaton Felma Sanger Stany Wales Mike Sanger Hendrik Tigau Arjenmiro Karaki Agen NIAP : Leonnie M. 15. 8.d 10 kl 5 s. 15.d 10 kl 5 s. Rembang Moris M.d 10 kl 5 s. 6. 11.d 10 kl 5 s. 4. 17. 17. 1 7. 23.d 10 kl 5 s. 20.d 10 kl 5 s. 25. 8.000 liter 5 s.159 Desa / Kelurahan 3 Kumelembuai Atas Kumelembuai Wakan Tokin Motoling I Picuan Baru 3 Motoling I Motoling I Motoling Mawale II Pontak Poopo Jaga IV Poopo Jaga X Tompaso Baru I Tompaso Baru II Pinaesaan Tompaso Baru I Tumani Tambelang Pinasungkulan Pinasungkulan Linelean Jaga II Pinasungkulan Wulurmaatus Palelon Kecamatan 4 Kumelembuai Kumelembuai Amurang Barat Motoling Timur Motoling Motoling 4 Motoling Motoling Motoling Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Modoinding Modoindinng Modoinding Jumlah Jatah / Bulan 5 5 s.d 10 kl 5 s. 12. 10. 3. 24. Mongkaren Boy Lapian Rudy Wua Ferry Pingoh Laura Mandagi 2 Feibe Kereh Rita Kawung Doortje Takatawi Boyke Lumenta Tommy Manajang Josevita Soepono Johny Sambung Herry Lumowa Naomi Kures Johny Pongoh Noldy Mawey Teddy Kalalo Gerald B.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. No 1. 5.d 10 kl 5 5 s. 12.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

18. 19.

Lerry Soriton Bobby Kojo

Tumpaan Baru Tumpaan Jaga 3

Tumpaan Tumpaan

5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Minahasa Selatan

7.

Kebudayaan dan Pariwisata Kebudayaan adalah budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat suatu daerah yang di dalamnya mengandung asas kekeluargaan dan gotong royong. Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Di setiap pertengahan tahun Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan. Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain). berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur. Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket. Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay dan tari kentang. 1. Tari Kabasaran Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan. 2. Tari Maengket 86

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa Maengket terdiri bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya. 3. Tari Dodol Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol. 4. Tari Pisok Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan. Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian. 5. Tari Ela Soma Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai. Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan. Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan. 6. Tari Pete Cingkeh Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih. Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih. 7. Tari Batifar

dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

87

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar. pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai Tarian ini pada cara menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari penyajiannya. 8. Tari Lenso Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan. Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak. 9. Tari Mawolay Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay. Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani. 10. Tari Kentang Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang. Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas. Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. Bendabenda cagar budaya di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 53. 88

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Tabel 53. Benda-benda Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Benda Cagar Budaya Benteng Portugis Gereja Belanda Waruga Batu Menhir Batu Tumotowa Lokasi Kel. Uwuran I Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Lelema Kec. Tumpaan Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Desa Suluun Kec. Suluun Tareran Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat Desa Wiau Lapi Kec. Tareran Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Motoling II Kec. Motoling Desa Motoling I Kec. Motoling Daya Tarik Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 Batu Besar Yang Berbentuk Rumah Batu Menhir Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup
Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Kegiatan Rekreasi
Rekreasi / Wisata Rohani

Keterangan Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal

Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi

6.

Batu Konimpis

7.

Lesung Batu

8.

Batu Kumapey

Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik. Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya. Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur 89

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan. 16. Amurang Barat & Desa Tawaang Kec. 11. Amurang Timur Air Mujizat Desa Lalumpe Lalumpe Kec. Nama Obyek Wisata 2 Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan Daerah Perlindungan Laut Blongko Pantai Moinit Lokasi 3 Pesisir Desa Arakan. 9. 5. Tumpaan Batu Dinding Desa Kilo Meter 3 Kec. Motoling Agro Modoinding & Kecamatan Bukit Doa Kuntung Modoinding Ramoy Air Terjun Lopana Desa Lopana Kec. Amurang Timur Air Terjun / Desa Tumpaan II Tekaan Ever Kec. 19. 15. Air Panas di Perairan Laut Arus Sungai Batu Curam dengan Ketinggian ± 70 m Pamandangan Alam & Sentuhan Religius Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Buatan / Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4. obyek-obyek wisata di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 54. Tabel 54. Pemandangan Alam Pemandangan Alam Menyembuhkan Berbagai Penyakit Hamparan Tanaman Hortikultura Pemandangan Alam Air Terjun Air Terjun dan Pemandangan Alam Wisata Rohani. Tenga Batu Kapal Desa Sapa Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Hutan Bakau Batu Yang Menyerupai Kapal Danau Danau Air Terjun dan Pemandangan Alam 90 . 17. Mandi Arung Jeram Panjat Tebing Wisata Rohani. Rekreasi Diving / Menyelam Rekreasi. Mandi Rekreasi Wisata Rohani. 10. Tumpaan Pantai Tandusang Desa Lopana Kec. 2. 3. Tenga Keindahan Terumbu Karang. Tenga Danau Mokobang Desa Mokobang Kec. Rekreasi Keterangan 6 Alam / Dikenal Peisir Desa Blongko Kec. 7. Pemandangan Alam Kegiatan 5 Diving / Menyelam. 18. Sinonsayang Desa Teep Kec. Tumpaan Hutan Bakau Desa Tawaang Kec. Tatapaan Air Terjun Desa Popontolen Popontolen Kec. Selengkapnya. Amurang Timur Pantai Popareng Desa Popareng Kec. Amurang Timur Pantai Alar Kel. Sungai Maruasey Desa Tangkuney Kec. Amurang Bukit Doa Pinaling Desa Pinaling Kec. Wawontulap. Obyek-obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 13. Modoinding Danau Iloloy Desa Temboan Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi. Popareng Kec. Maesaan Air Terjun Desa Temboan Pemandangan Alam Rataan Terumbu Pemandangan Alam Air Terjun. 12. 6. 8. Pondang Kec. 14. Tatapaan Daya Tarik 4 Keindahan Terumbu Karang. Pemandangan Alam Pemandangan Alam.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Maesaan Desa Pinaesaan Kec. Prasarana Pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Mata Air dari Batu 26. 2. Gereja Belanda Kec. Air Terjun Toyopon 1 2 23. Kumelembuai Kel. Ranoyapo Desa Toyopon Kec. Industri Kabupaten Minahasa Selatan memiliki beragam potensi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku suatu industri. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Selain memiliki areal 91 . 5. Air Terjun Tondey 25. Prasarana pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 55. Tareran Air Panas Arus Sungai Air Terjun Mandi Rekreasi Arung Jeram / Rekreasi Rekreasi / Mandi 5 Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Wisata Rohani Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4 Air Terjun Air Terjun Mata Air dari Batu Air Terjun Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 6 Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam/ Cukup Dikenal Alam / Belum Dikenal Sumber : Data Juli 2010. Motoling Desa Tondey Kec. Sedangkan hotel dan restoran hanya tersedia di ibukota kabupaten. Motoling Barat Desa Kumelembuai Kec. Benteng Portugis 28. Tompaso Baru Desa Ranoyapo Kec. Sungai Ranoyapo 22. baik dalam skala besar maupun kecil. Jenis Hotel Restoran Rumah Makan Travel Sarana Hiburan Umum Cafe Jumlah 2 4 90 3 1 3 Sumber : Data Juli 2010. 3. Air Terjun Kumelembuai 27. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Motoling Barat 3 Desa Lalumpe Kec. Tabel 55. hampir semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia rumah makan. Air Terjun Lalumpe 24. 6. Minahasa Selatan 8. Kumelembuai Desa Kumelembuai Kec. Minahasa Selatan Dalam menunjang sektor pariwisata. Uwuran Satu Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Temboan 20. Air Panas Niotakan 21. 4.

China 2. ada 12 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana tercantum pada Tabel 56. 5. Tabel 56. 6. Tropica Coco Prima PT. Saat ini. Selain itu. Tri Mustika Coco Minaesa PT. Putra Karangetang PT. 8. Nichindo Manado Suisan PT. Potensi perikanan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah juga memberikan peluang berdirinya industri-industri perikanan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 perkebunan dan pertanian yang luas. Dengan tersedianya beragam tanaman kayu yang potensial. 4. Namun demikian. 7. Nama Perusahaan 2 PT. olahan dari buah kelapa berupa sabut dan tempurung kelapa telah dimanfaatkan oleh industri menengah untuk menghasilkan sabut kelapa dan arang tempurung. juga memiliki wilayah perairan laut yang luas untuk penangkapan ikan. masih banyak lagi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang belum dimanfaatkan sehingga membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Korea Surabaya 92 . buah kelapa juga banyak Hasil digunakan oleh industri menengah untuk pembuatan tepung kelapa. 9. 3. Bunaken Jaya Abadi Alamat 3 Kawangkoan Bawah Lelema Popontolen Matani Tumpaan Pondang Teep Teep Tawaang Jenis Usaha 4 Pengolahan Kelapa Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Industri Arang Sabut Kelapa Bahan Baku 5 Kelapa (Kopra) Kelapa Kelapa Sabut Kelapa Ikan Laut Ikan Laut Kelapa Tempurung Kelapa Sabut Kelapa Produk Yang Dihasilkan 6 Minyak Makan Nabati / Bungkil Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Arang Tempurung Sabut Kelapa Jumlah Modal (Rp) 7 50 Miliar 2 Miliar 1 Miliar 5 Miliar Daerah/ Tenaga Kerja Negara Tujuan (Orang) 8 9 Eropa Eropa Eropa 52 34 50 27 66 30 225 53 25 Dalam Negeri 2 Miliar Jawa. Perusahaan-Perusahaan Yang Berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 2.88 Miliar Eropa 3 Miliar 1 Miliar China. Anugrah Coco Mandiri CV. telah membuka peluang PT. Sakura Ria PT. Dengan tersedianya buah kelapa dalam jumlah besar yang diolah menjadi kopra. Cargill Indonesia PT. Cargill Indonesia menanamkan investasinya untuk pengolahan kelapa dengan menghasilkan minyak makan nabati dan bungkil. Carbontech Indonesia PT. Australia 3 Miliar Jepang. banyak digunakan oleh industri kecil dan menengah dalam pembuatan perabot rumah tangga dan meubel.

000.T Pembuatan Kue Foto Copy Industri Es Industri Mebel Industri Minyak Pandai Besi Industri Batu Bata/Batako Industri Keramik Industri Pembuatan Oven Industri Gula Aren Industri Sapu/Tali Industri Mie Industri Minuman Cap Tikus Industri Alat Pertanian Industri Bordir Reparasi Elektronik VCO Industri Anyaman Bambu/Rotan Jumlah Tenga Usaha Kerja (Unit) 10 12 98 41 41 180 12 25 117 1 21 52 3 1 15 12 15 52 16 17 2 6 1 (Orang) 40 27 237 115 101 473 38 35 366 21 58 182 9 3 17 18 49 52 32 17 4 38 2 Nilai Investasi (Rp) Kapasitas Produksi Jumlah Satuan Biji Rim Psg Unit Unit Biji/Dos Rim Buah Unit Botol Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kg Liter Buah Psg Unit Liter Unit Nilai Produksi (Rp) 234. 2.120.800.209. Minahasa Selatan 9.000.520 32. Pasar.000.000.000 7.568 8.000 5.10.000 2.000.000 17.400.200 67.000 49.000 246. 8. Dinas Koperasi.000. 13. 19.000.600.000 31.000 384. 7.800 40.000.000 180 Sumber : Data Juli 2010.450. 14.000 4.000 2.000 31.000 15.000 53. 21. 17. UD. 22.900.320 99.000 192 17.490.220.000 14.600.000 256. Perindustrian & Perdagangan Kab.712.492.000 671.000 4. 23.000 4.200. 18.600. mencuci dan sumber air 93 .695 70. Jati Jaya Teep Lopana Lopana Industri Minyak Es Meubel Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minyak 3 Milliar 36 Mentah Air Es Balok 500 Juta Lokal 21 Kayu Jati Meubel 55 Juta Lokal 20 Kelapa Sumber : Data Juli 2010.000 5.000 36.000.400. Murni Jaya 11.000 299.000 74.944.000 14. selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi.844 6.000.000 240. 9.088 1.848 119.000 1. 5.343. Tabel 57. Dinas Koperasi.800.000.800 1. Perindustrian & Perdagangan Kab.000 80.200.000 1.000 17.176.000.000 17.000 2.000 811. 15494 22210 18101 50200 50403 15410 21090 15492 36101 24294 28932 26322 26319 29142 15422 17232 15440 15510 28931 17299 25206 15141 28932 Bidang Usaha Industri Tahu Industri Percetakan Industri Menjahit Industri Reparasi Mobil Industri Reparasi Spd Motor Industri R.000 25.000 265.488 100.855 120. Pasar. Sungai dan mata air.995.617.450.050.900 149.376 688.000 1.765. Industri-Industri Kecil di Kabupaten Minahasa Selatan No KBLI 1.000 219. 12.500.000. 15.000 51. UD.000 18.400. UKM. 3.000. 11.000 624 6.000 1.495.000 636.600. terdapat juga sejumlah industri kecil yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 57. Minahasa Selatan Selain sejumlah industri menengah (perusahaan) yang berinvestasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada.000 180.360 10. UKM.000 24.200 255.200.880 54. Nirwana 12. Sungai dan Mata Air Wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan banyak dialiri oleh sungai-sungai besar dan kecil serta banyak dijumpai mata air yang potensial.000.000 240 895. 10. 16.200. CV.200. 4. 20.000 34.300.000 1.000.381.304 1. 6.

5 6 6 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 4 Pemanfaatan Untuk Irigasi (m3/detik) 2. 35.800 0. 20. Ranoyapo. Ranoiapo Laut S. 34.400 0.100 0. 25.058 0. 37. Ranoiapo S. 8. sungai menjadi salah satu sumber galian C serta dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata. Ranoiapo S. Sungai-Sungai di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.300 0.125 0. Ranoiapo S. 14. 6. 12.070 0. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 58.500 0. 9.900 0. 17. 3.162 0. Di samping itu.100 0. 27. sungai Poigar akan dimanfaatkan Oleh PLTA Poigar untuk tenaga listrik dengan kapasitas 46 MW. 22. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S.064 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bersih. Ranoiapo S.269 0.300 0. Ranoiapo S.600 0.910 0. 2. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut S. Ranoiapo S. 36. 16. Nama Sungai Ranoiapo Nimanga Sukuyon Poigar Pentu Ranotuana Sendowan Ranowangko Molinow Sidate Sosogian Tongop Ranomea Mayaan Moyondok Kaluntai Pinsan Ritey Liwasen Tewalen Worotican Pinontalan Pinangatoan Ongkaw Tumicakal Moyomboong Moonot Mokalu Lelema Walambang Tawaang Pangian Polimaan Sinduan Konaron Siritoy Wuwungayo Lokasi Tompaso.248 Muara Laut Laut S. 24. Amurang Tumpaan Tompaso Baru Sinonsayang.789 0. 23. 26. Ranoiapo S. Ranoiapo 94 .182 0. 11.062 0. Ranoiapo S. 33. Saat ini.455 0.165 0. 18. 30. 10. 5. juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya perikanan darat serta mengaliri area persawahan. 21.900 0.400 0.5 8 8 8 7 7 6. 13.122 0. Poigar Bolmong Amurang Timur Tumpaan Amurang Timur Amurang Tenga Tenga Tumpaan Tenga Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Sinonsayang Sinonsayang Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Amurang Barat Tompaso Baru Tompaso Baru Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Amurang Barat Tumpaan Tumpaan Tenga Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Ranoyapo Panjang (Km) 64 35 28 27 21 20 18 16 14 13 12 12 11 11 11 10 9 8. 31. Ranoiapo Laut S. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. 32.697 0. 19.100 0. 28. 15. 7. 29. Tabel 58. 4.372 0.286 0.

41.30 467.060 Laut S. Ruas-Ruas Jalan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Ranoiapo S. baik ruas jalan Nasional.062 0. 3. 2.69 Sumber : Data Juli 2010. Propinsi maupun Kabupaten dengan panjang masing-masing ruas jalan sebagaimana tercantum pada Tabel 59 berikut ini.94 674. Namun di beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan Kabupaten kecamatan belum diaspal.130 0. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tabel 59. Minahasa Selatan BAB VIII SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PEREKONOMIAN 1. Ranoiapo S. Semua ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah disentuh dengan aspal. 42. Propinsi dan Kabupaten terdiri dari beberapa ruas dengan panjang dan kecamatan-kecamatan yang dilalui sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 60a. padahal merupakan sentra ekonomi. 43. Jalan dan Transportasi Jalan merupakan sarana yang strategis dan penting dalam menunjang perekonomian suatu daerah.45 40. Tabel 60b dan Tabel 60c. Lempangi Motondong Tangali Ponibian Tumaluntung Moinit Sinonsayang Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tenga 4 3. Minahasa Selatan diduduki oleh 75 buah jembatan. Wilayah darat Kabupaten Minahasa Selatan dilewati oleh ruas-ruas jalan. 95 Perkebunan Kelapa . Dinas Perhubungan.5 3 3 3 3 0. Ranoiapo Laut Sumber : Data Juli 2010. Ranoiapo S. Minahasa Selatan Ruas jalan Nasional.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 38.098 0.175 0. 39. Nama Ruas Jalan Ruas Jalan Nasional Ruas Jalan Propinsi Ruas Jalan Kabupaten Total Panjang Ruas (Km) 166. 40. Komunikasi & Informatika Kab. baik ukuran kecil maupun besar dengan panjang keseluruhan 670 m.

076 2.2 010 023. Minahasa Selatan Tabel 60c. Ranoyapo Ranoyapo. Tatapaan Tumpaan Amurang Panjang Ruas (Km) 28.30 6. 9. Motoling. Wawona-Wawona Kecamatan Yang Dilalui 4 Tareran Tareran Tareran Tareran.00 7. Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.00 3. 0. 009. Tenga. Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.45 Sumber : Data Juli 2010. 5. Amurang Timur.70 15.30 Sumber : Data Juli 2010.50 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 60a. 10.00 7. Munte-Tincep Amurang-Ranoketang Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Tumpaan. Maesaan. Tombariri.90 2. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Tumpaan Suluun Tareran. 5.25 166. Sinonsayang Manado.00 5. 12.50 3. 009.00 8. 4.50 3.50 5.80 41. Nomor Ruas 2 Nama Ruas Jalan 3 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 3. Suluun Tareran Suluun Teraran. Tumpaan Tumpaan. 13.00 3. Tareran Suluun Tareran. 7.1 036 Nama Ruas Jalan Worotican-Poopo Poopo-Sinisir Kawangkoan-Worotican Worotican-Poigar Manado-Tumpaan Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Amurang Barat. Motoling Timur. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.1 2.50 3.00 5.00 6.50 3. Tareran Suluun Tareran. Tumpaan Amurang Timur Amurang Timur Tatapaan Panjang Lebar Akses Ruas Rata-Rata Ke Jalan N/P/K (Km) (m) 5 6 7 11. Minahasa Selatan Tabel 60b. Tumpaan. 11. Tumpaan Panjang Ruas (Km) 37. 2.00 6. Tareran. 077 3. Ruas Jalan Propinsi di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1. 3.70 38.50 N K N N N N/K N/K N N K K 96 . Amurang Barat Amurang Barat. Tompaso Baru.50 6.40 Nama Ruas Popontolen-Sondaken Spt. 8.20 10. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 6.00 33.50 3.10 8. Modoinding Kawangkoan. 3.00 40.50 3.50 3. Amurang.50 3.50 4.20 3. 4. Amurang Timur Suluun Tareran.

00 3.30 5. 23. 52.00 6.50 3.50 3. Maesaan Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Tareran Suluun Tareran Tumpaan Tatapaan Amurang Timur Amurang Amurang Barat Tenga Sinonsayang Kumelembuai Motoling Timur Motoling Motoling Barat Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling. Kumelembuai 9.85 5. 62.50 3.00 2.00 6.50 3. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP. Kumelembuai-Pakuure SP. 34. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP. 28. 57.50 3.10 4. 64. 27. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.50 10.00 5.00 1.00 6.00 7. 56.50 K Tenga. Ranoyapo Motoling.00 5.40 7. 55.50 3. Tokin-Tokin Pert. Tenga Kumelembuai.50 3.50 3. 46.00 5.14. 2 3 Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. 48.50 7 N N N N K N K N N N N N K K N/K K N N/K N N/P N N N N N K N N N K K P N N N N N N N N K N N N N K Sumber : Data Juli 2010.00 5. Motoling Timur 5 5.00 10. 36.50 3.94 6 3. 32.00 9.50 3.50 3. 45. Maesaan Tompaso Baru. 53.50 3. 35.20 2.50 N/K Tenga 2.50 8.50 3.00 3.50 3. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Amurang Timur 4. Motoling Barat Tompaso Baru Tompaso Baru. 26. 40.50 3.50 3.50 3.50 3.20 1.50 3.00 4. 60. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt. 18. 19. 17. 33. Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur.50 4.00 10.30 1.50 15. 51.00 7.00 N Tenga. Tenga Kumelembuai.00 3. Maesaan Tompaso Baru. 44.00 467.50 3. Amurang Barat 10.50 3.50 3.00 3.00 22.50 N 1 21. 65.00 3. 24.50 3. Sinonsayang Motoling Motoling Barat Motoling Barat Motoling Barat Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo.50 5.50 3.50 3. Motoling Kumelembuai.00 9. 42. Bojonegoro-Kinamang SP. 50.50 3. 58. 38.00 20.00 8.50 3. 30.00 4.10 4.10 5.50 3. 37. 43.50 3. 47. Spt.50 15. 22. 59. 20.50 3. Minahasa Selatan 97 .00 14.80 5.00 8.50 3.50 3.50 3.00 5.50 3. 49. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 39. 54. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 4 Tenga Tenga Sinonsayang. 15.50 3. 66.50 N Amurang Barat 13.50 3.00 3.50 3. 16. 25.50 3. 29.50 3.99 3.00 4. 41.50 12.50 5. Pinaling-Bkt.00 2.50 3.50 3. 63.50 3.50 3. 61. 31.00 2.50 3.00 7.00 K Tenga 4.70 24.50 N Amurang Barat 4.

00 6.20 2.20 No 1 1.00 4. 15.99 13.50 6.20 10.50 3.00 7. 23.40 5. 21.50 3.00 10.50 3. Tabel 61a.50 3.50 10.00 5.00 10.90 2.00 9.00 3.50 3. 25. dari total panjang ruas 467.20 5.00 10.00 3. 42.50 4.20 3. 26.00 10. 39.50 3.80 5. Kondisi permukaan ruas jalan dan kondisi ruas jalan Kabupaten ditunjukkan pada Tabel 61a dan Tabel 61b.00 2.00 7. Kumelembuai-Pakuure SP.00 14.00 4.50 15.50 3. 8. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.00 1.89% dalam keadaan baik serta 31.00 2.75 8.00 2.50 3. 40.50 5. 9.50 10.50 3.50 4.50 3.10 8. Pinaling-Bkt.00 6.90 1.00 3. 27.50 5.50 3. Tokin-Tokin Pert.40 7. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.00 4. 16.50 3.85 5. 36.80 8.20 3.50 1. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP. 32. Wawona-Wawona Spt. 29.20 3. 31.50 4. 24.00 7.50 2.50 5. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 9.00 4.00 6. 13.00 6.00 8.50 1. 5.00 2. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.50 3. 33.00 3.50 3. 3. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 18. 7. 34. 12. 22.50 3.50 3.30 5. 41.80 1.50 15.00 5.50 3. 35. Bojonegoro-Kinamang Lebar Rata-Rata (m) 4 3.00 7. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.20 10.85 2.50 3.00 8.50 15. 44.00 4.50 10.50 3.00 5. 75.50 3.50 1. 4.50 3.00 2.10 8.50 8. 43. 10.80 5.00 4.70 24.00 3.50 3.50 3.40 3. 30.00 5.00 3. 2.50 4. 14.50 3.50 5.94 km.30 1.00 5. 6. 20.50 Panjang Tiap Jenis Permukaan (Km) Aspal / Tanah / Telford / Penetrasi Belum Kerikil Macadam Tembus 5 6 7 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Khusus ruas jalan Kabupaten.00 2.50 3.50 3. 37.50 3.99 3.50 2.50 5.00 5.00 4.50 3.00 2.75 7.50 7.50 3.50 3.70 24.00 1. 19.00 0.10% dalam keadaan rusak berat.50 3.50 3.00 1.50 3.50 4.00 5.50 3.00 5.50 3.00 - 98 . 28.50 3.50 3.60 5.00 9.50 3.00 5.00 9.80% permukaan ruas jalan telah diaspal dan 31. 11.50 2. Kondisi Permukaan Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan Panjang Ruas (Km) 3 11. 17. 38.

Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.00 5.00 8. 18.50 1. Dinas Pekerjaan Umum Kab.00 Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 5 5.00 22.00 3.00 3.50 4. 8.10 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.00 3. 7.00 4.00 9. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil 1.00 5.00 7.50 3.60 5.50 3. 20.00 4.50 2.00 8.00 8.50 5.50 3.50 7.00 3.00 14.00 4. 46.50 15.00 17.00 8.00 3.00 6.50 3. SP.00 22.00 2. 9.50 3. 52.00 7.50 3. 54.00 2.00 9.10 3.00 5. 64.20 1.00 2.50 3.90 2.69 6 2.00 11.00 3.50 4.85 5. 23.50 3.50 1.00 7. 22.50 3.45. 6. 2.00 7. 62.00 4.90 5.50 3.00 2.00 50.50 3.50 Panjang Tiap Kondisi Ruas (Km) Rusak Rusak Baik Sedang Ringan Berat 5 6 7 8 4.50 12. 59.00 6.00 1.10 4.50 4.60 5.00 9.50 3. 57.50 3.00 7. Wawona-Wawona Spt. 17.20 10.50 3.50 63.50 3. 55. 4. 51.85 2.10 Sumber : Data Juli 2010.50 3. 10. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 5.50 3.50 3.10 4.50 3. 60.00 7. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.50 3. Minahasa Selatan Tabel 61b. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.50 3.50 3.50 3.50 10. 21. 66. 24.00 5.94 4 3.00 20.50 3. 19. 2 Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 5.00 5.50 3.00 6. 11.50 3.50 6.00 6.00 4.00 0.00 3.00 2.00 3. 58.00 6.20 4.00 3. 50. 65.50 3.00 467.00 1.50 8. 47.00 3.50 5.20 3.50 4.40 3.50 3.50 5.00 5. 12. 61.50 4. Kondisi Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.00 6. 16.00 2.00 5.00 6.10 3.50 1.00 7.50 3.00 5.00 1.00 2.15 7 2. 63.50 4.00 2.50 2. 3.00 7.00 3. 48.00 7.00 1. 56. 5.00 10.00 4.00 8.50 12.10 - 1 49.50 354.50 3. 14.00 1.50 3.00 5.00 1.50 4. 15. Pinaling-Bkt.99 13.10 8.00 7.99 2.50 - 99 .50 3. 13.00 9. 53.00 3. Kumelembuai-Pakuure Panjang Ruas (Km) 3 11.50 3.

50 1.50 3.00 5.10 3.90 6. 57.00 4.00 2. 36.55 Sumber : Data Juli 2010. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) berjumlah 183 unit.00 4.05 8 3. 44.50 3.00 6.00 7.00 3. Angkutan Perbatasan berjumlah 49 unit dan Angkutan Pedesaan berjumlah 163 unit.00 5.00 0. 47.50 3.00 20.00 9.00 1.00 1. 52.00 2. 53. 37.00 10.30 3.50 2.00 3.50 3.00 2.00 7.50 3.50 12.50 3.50 1 29.20 1.75 2.10 4. 54.50 15. 38.00 1. 61. 58.30 5.50 149.50 4.00 3.00 2.50 3.10 4.40 7. 64. 39.50 3.50 3.80 5.00 2. 43. Minahasa Selatan Sarana transportasi darat yang digunakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.00 6.10 7 1.00 0. 66.94 4 3.00 4.50 5.20 2.00 9.50 3. 63. 27.50 4.50 145.50 3.00 6.00 1. Bojonegoro-Kinamang SP.00 0.00 4.00 5.00 4.00 2.00 3.50 3.00 3.10 4.00 1. 65.50 3.00 1. 49.50 3. 26.00 2. 45.00 1.50 4.50 5 2.50 8. 31.00 5.00 10. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 3. 55. roda empat dan sejenisnya di semua kecamatan. umumnya kendaraan roda dua.00 13.50 3.00 4. Angkutan Kota berjumlah 122 unit. 30. 48.00 11. Untuk kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang beroperasi berjumlah 517 unit yang terdiri dari.50 3.00 3.50 3.00 8.00 9.50 1.00 8.00 7.50 4. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 10.50 3.50 2.50 3.50 2. 28.50 54. 33.00 7.50 3.00 119.50 5.50 5.50 3.50 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3. Tokin-Karimbow 10.20 10. 100 .00 6.00 8.50 3. Tokin-Tokin Pert. 60.24 6 2.00 3.50 3.00 5.30 2.00 3.50 3. 59.50 0.50 5.80 5.00 6.50 3.00 3.70 24.10 4.10 5.00 5.00 14.50 3.50 3.00 4. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.25.40 3.50 3. 42.50 3. 56.50 3.70 3. 2 Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.70 3. 62. 41.00 8.00 8. 40. 46.30 1.50 5.00 2.00 467.85 8.50 3.50 3.50 3.20 2. 50.50 3.00 8. 32. 34.00 3.00 5. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP. 51.00 22. SP.50 3.50 3. 35.30 1.00 2.

2.Teep PP Tumpaan . jumlah jaringan trayek.Inobonto PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Kumelembuai PP Manado . Dinas Perhubungan.Kapoya PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 1 4 5 93 25 5 2 3 138 Sumber : Data Juli 2010.Motoling PP Manado .Tokin PP Manado .Paku Ure PP Manado . Trayek Amurang .Kawangkoan PP Total 0-9 0 Jumlah Seat 10 . 9 10. 7.Kotamobagu PP Modoinding . Komunikasi dan Informatika Kab.15 16 .Paslaten PP Tumpaan . Tabel 62c dan Tabel 62d.Tareran PP Manado .Pinaling PP Amurang . 11. 13.Lelema PP Tumpaan . - Trayek Manado . 8. 16.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara rinci.24 Diatas 25 7 44 4 1 11 1 6 2 4 2 12 1 2 8 2 3 8 35 8 5 3 14 98 74 11 Jumlah Kendaraan 55 1 11 1 12 2 12 1 12 11 35 8 5 3 14 183 Sumber : Data Juli 2010. 4. 5.Kawangkoan PP Amurang . 3. 2. jenis kendaraan dan jumlah kendaraan angkutan penumpang umum di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 62a. Tabel 62b. 15. Dinas Perhubungan. Jumlah Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Perum Pondang PP Amurang . 5. Minahasa Selatan Tabel 62b.Tompaso Baru PP Manado .Kotamobagu PP Tumpaan .Ranoyapo PP Manado .Tumpaan PP Amurang .Poigar PP Manado .Tumpaan PP Amurang . 7. Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan 101 . Tabel 62a. 3. 14.Amurang PP Manado .KM 3 PP Amurang . 8. 12. 4. 6.Kotamobagu PP Tompaso Baru . 6.

Kotamobagu PP Modoinding .Modoinding PP Amurang . Dinas Perhubungan.Poigar (Bolmong) PP Amurang .Paku Ure PP Amurang . Trayek Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Perbatasan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. 5. 19.Sinonsayang PP Amurang .Tareran PP Tumpaan . Dinas Perhubungan. 2. 22.Kawangkoan PP Tompaso Baru .Elusan PP Amurang . 4.Ranoketang PP Amurang . 9.Kroit PP Tumpaan . 2.Makasili PP Amurang .Tenga PP Amurang .Kawangkoan PP Tareran .Tombatu PP Suluun .Kalait PP Amurang .Karimbow PP Amurang . 18. 21. Trayek Amurang . 7. 3. 4.Kumelembuai PP Amurang .Pondos PP Amurang . 6.Ongkaw PP Amurang . 17. 11. 8. 6. Komunikasi dan Informatika 102 . 5.Ranoyapo PP Amurang . 14.Tondey PP Amurang .Tawaang PP Amurang .Tompaso Baru PP Amurang . 15. 12. Komunikasi dan Informatika Kab.Motoling PP Amurang .Kotamobagu PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 21 5 2 3 1 4 36 Sumber : Data Juli 2010. 13. 16. Minahasa Selatan Tabel 62d.Maliku PP Amurang . 20. Jumlah Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 24.Kota Menara PP Amurang .Suluun PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet/Bus Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 3 6 10 5 2 3 10 10 9 16 3 8 2 5 7 28 19 5 4 2 1 2 1 2 163 Sumber : Data Juli 2010.Tokin PP Amurang . 23. 10.Sapa PP Amurang .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 62c.

4. Kec. Tumpaan Tumpaan I.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Di beberapa alternatif Berdasakan data yang ada tercatat 3. saling membantu dan tempat menyampaikan aspirasi para pemilik/sopir kendaraan angkutan penumpang umum. Dinas Perhubungan. Teluk Amurang CV. Tumpaan Suluun I. Kec. Tompaso Baru Uwuran I. 7. Tabel 63. Kec. Motoling Indah CV. Kec. 6. Minahasa Selatan Dalam upaya memberikan kemudahan. Sehati CV. Tumpaan Indah CV. Kec. kuning dan hitam seperti ditunjukkan pada Tabel 64. Saat ini. Komunikasi dan Informatika Kab.140 unit. Bunga Kasih CV. 2. Kumelembuai Tompaso Baru I. Kumelembuai Kumelembuai. 103 . Amurang Sumber : Data Juli 2010. menjadi transportasi dalam kota dan Bahkan sepeda motor telah angkutan perbatasan.980 unit sepeda motor plat hitam tersebar di 170 desa/kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. 5. Perusahaan / Koperasi CV. 3. dibentuklah perusahaan/koperasi angkutan umum sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 63. Kec. Amurang Tumpaan. Kec. Suluun Tareran Kumelembuai. 8. Bunga Indah CV. kecamatan tersedia transportasi tradisional jarak dekat. seperti bendi dan di semua kecamatan terdapat transportasi tradisional berupa roda sapi yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Minahasa Selatan Saat ini. di semua desa di Kabupaten Minahasa Selatan telah memiliki transportasi jarak dekat berupa sepeda motor. Perusahaan/Koperasi Angkutan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Kec. Koperasi Mapalus Alamat Lewet. baik plat merah. alat transportasi darat berupa kendaraan bermotor dari berbagai jenis di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 6. Cita Waya CV.

2. 10. Minahasa Selatan Sedangkan prasarana transportasi darat di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 65. 7.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 64. 2. Prasarana Transportasi Darat di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 6. 5. Sarana dan Prasarana Terminal Taman Parkir Pelataran Parkir Warning Light Traffic Light Jembatan Timbang Jumlah 1 Tempat 1 Tempat 8 Tempat 4 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010.177 26 6. Minahasa Selatan 104 . 3. 3. 17. 21. 5.140 Sumber : Data Juli 2010. 13. 11. Jenis Kendaraan Sedan Station Wagon Jeep Ambulance Light Bus Microlet Mini Bus Oplet Micro Bus Bus Pick Up Pick Up D. 16. 14. Komunikasi dan Informatika Kab.217 Jumlah 16 247 33 27 52 623 76 3 43 7 496 1 176 106 27 4 4. 6. 19. Dinas Perhubungan. 9.980 26 5. 8. 15. Dinas Perhubungan. 4.C Light Truck Truck Bestle Wagon Dump Truck Truck Tanki Loadging Truck Truck Tronton Sepeda Motor Scooter Total Merah 8 21 12 6 197 244 Plat Kuning 612 19 40 5 3 679 Hitam 16 239 33 6 52 11 45 3 3 2 487 1 176 106 27 4 3. 20. Tabel 65. Komunikasi dan Informatika Kab. 18. 12. 4. Jumlah Kendaraan Bermotor di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Saat ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi darat serta mengantisipasi timbulnya peningkatan aktivitas masyarakat di segala bidang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara mengadakan penyusunan rencana teknis jalan Amurang By Pass serta merencanakan pembangunan Terminal Tumpaan dan Terminal Kapitu. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga sementara merencanakan pembuatan jalan Boulevard di pesisir pantai kawasan Teluk Amurang yang merupakan kawasan ibukota kabupaten. Untuk transportasi laut, saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara melaksanakan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) dan Pelabuhan Laut Amurang. Pelabuhan Penyeberangan direncanakan akan melintasi Amurang-Tolitoli-Tarakan untuk mengangkut hasil-hasil kekayaan alam Kabupaten Minahasa Selatan ke daerah-daerah lainnya yang berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Kabupaten Minahasa Selatan. Begitu juga sebaliknya, akan mengangkut hasil-hasil kekayaan alam dari daerah lain ke Dengan sementara dibangunnya Pelabuhan Selain Penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan pengadaan Kapal Ferry Roro kepada Departemen Perhububungan RI. itu, dengan dimulainya pembangunan PLTU Tawaang (PLTU 2 Sulawesi Utara) yang berkapasitas 2 x 25 MW, akan dibangun juga pembangunan Pelabuhan Khusus untuk tempat bongkar batubara sebagai sumber energi listrik. Dengan dibangunnya berbagai pelabuhan (Pelabuhan Penyeberangan/Ferry, Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Khusus), diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhubungan, dapat memacu dan menggerakkan sektor perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup penduduk Kabupaten Minahasa Selatan. yang sementara beroperasi. Selain sementara dibangun beberapa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat dua pelabuhan Selengkapnya data pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 66.

Tabel 66. Data Pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan 105

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan Laut Amurang Pelabuhan PT. Cargill Pelabuhan Perikanan Pelabuhan PLTU Moinit

Lokasi Mobongo Mobongo Mobongo Mobongo Moinit

Jenis Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Umum Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus

Keterangan Tahap Pembangunan (Tahap III) Tahap Pembangunan Sudah Beroperasi Sudah Beroperasi Tahap Pembangunan

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Sedangkan alat transportasi laut yang digunakan di tujuh kecamatan pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 67. Tabel 67. Alat Transportasi Laut di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Kecamatan Tumpaan Tatapaan Amurang Tenga Sinonsayang Amurang Timur Amurang Barat Jumlah Pajeko 12 12 2 1 11 38 Jenis Kapal Pelang Pelang (Mesin) (Non Mesin) 7 26 36 12 7 19 20 68 15 23 9 39 82 199 Katinting 95 10 9 54 97 7 68 310

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

2.

Komunikasi dan Informasi Semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersentuh dengan jaringan telepon dan telah terjangkau dengan jaringan seluler (Handphone). Walaupun ada beberapa desa atau daerah tertentu yang belum dapat dimasuki dengan jaringan telepon dan belum dapat terjangkau dengan signal jaringan selular. Tabel 68. Saat ini, di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 7 perusahaan jaringan selular yang mendirikan tower selular, sebagaimana diperlihatkan pada

Tabel 68. Jumlah Tower Selular di Kabupaten Minahasa Selatan 106

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Kecamatan
Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Sinonsayang Tenga Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Tareran Suluun Tareran Jumlah

Perusahaan
PT. Telkom Telkomsel 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 4 14 Indosat 2 1 1 1 1 1 1 1 9 Pro XL 2 1 1 4 Flexi 1 1 Fren 2 1 1 1 1 1 7 Tri 3 1 2 1 2 4 2 3 1 2 21

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang. Sedangkan Kantor Pos tersedia di hampir semua kecamatan. Selain itu, hampir semua kecamatan terjangkau dengan jaringan radio, baik milik pemerintah maupun yayasan atau swasta. Untuk jaringan televisi, dengan perkembangan teknologi saat ini dapat menjangkau sampai di pelosok wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan untuk sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, berupa media massa harian, tabloid mingguan dan bulanan. Jumlah sarana telekomunikasi dan sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 69.

Tabel 69. Sarana Telekomunikasi dan Informasi Yang Berakses di Kabupaten Minahasa Selatan 107

Irigasi Di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat lahan irigasi dengan luas potensial 9. 8. Di bawah kewenangan propinsi. Di bawah kewenangan kabupaten. 3. Tabel 70a.409 ha. luasnya 7. Irigasi Masyarakat. 7. terdiri dari 48 Daerah Irigasi (DI) dengan luas potensial 6. baik di bawah kewenangan propinsi maupun di bawah kewenangan kabupaten diperlihatkan pada Tabel 70a dan Tabel 70b. 2. Jenis Kantor Telekomunikasi Wartel Kantor Pos Media Massa Harian Tabloid Mingguan Tabloid Bulanan Media Elektronik TV Media Elektronik Radio Jumlah 1 Unit 30 Unit 8 10 9 5 4 5 Sumber : Data Juli 2010.130 ha. Untuk prasarana irigasi dan keadaan prasarana irigasi. Data Dasar Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No Nama Luas (Ha) Indeks Produksi 108 . Irigasi Pemerintah. 2. yang terbagi atas : a. yang terdiri dari : 1. 4. luasnya 2. 6. 5. Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Selatan 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1.059 ha. b. terdiri dari 26 Irigasi Desa (ID) dengan luas potensial 721 ha.189 ha.

5 4. 23. 27.5 4.I. 5.I.0 109 . Ranoyapo 2 . 1. 3. 22.0 4.5 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 Daerah Irigasi 2 Daerah Irigasi 3 Kewenangan Propinsi T.059 2.0 4. 17.4 .J. 15. 14.J.J.5 5.J.5 4.I. 10. 20.I.5 4.0 4.J. 1 30. 12.5 4.5 4.0 6. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey 3 4 60 40 316 245 543 30 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 30 50 35 30 5 30 50 40 25 300 158 420 30 79 182 80 70 52 68 180 208 35 49 60 37 37 5 30 25 10 30 150 150 250 200 300 200 200 150 200 200 200 150 200 200 150 150 150 200 200 200 200 200 200 200 6 200 200 7 4.059 489 256 289 496 529 Areal Tanam 5 1. 7. 21. 29.J. 25. 2 18 22 13 11 15 20 1 17 5 10 9 7 4 6 24 21 19 23 14 25 26 27 28 29 Waadan Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.5 4. 18.5 5.I. 16.5 4.5 4.J.5 4.0 30 31 Ranoketang Kanean 25 10 4.5 4.I. 8. 24. 26. Ranoyapo 1 . 11.I.971 1.5 4.I. Moyondok Daerah Irigasi 4 2. 13. 4. 19.971 Pertanam (Ton/Ha) (IP) (%) 6 7 0 50 50 1. Molinow Atas .J.J.5 4.5 4. Molinow Bawah Kanan .I. 28.5 4.0 4. Ranoyapo 3.5 4.5 4. 9.5 4. Tongop .J. 31. Polimaan . Pakuweru 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 100 134 105 105 677 150 150 200 200 300 4.5 4.I. 2.0 4. Molinow Bawah Kiri . Baru RD 08 Ranoyapo . 2 3 8 12 16 Kewenangan Kabupaten Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .0 4.

0 4.0 4. T.0 4.500 320 4.I. 44. 5. Molinow Bawah Kanan .250 0 1 2. Polimaan .500 13.0 4.J.J. Molinow Atas . 36. 40.025 1. Ranoyapo 3. 35.300 1.392 14. 4.924 19.I. 33.059 489 256 289 496 529 4. 45. 3.255 1.052 12. Tongop .I.J. 37.750 1.400 4. 41.552 - 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 3 7 3 2 13 2 3 3 2 3 2 12 27 24 8 25 4 1 5 7 8 - 110 . Data Dasar Keadaan Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Kewenangan Propinsi Luas (Ha) Baik 3 4 Kondisi ( M’ ) Se dang Rusak Ri Be ngan rat Saluran ( M’ ) Primer Sekun der Tersier Jml.057 1.356 986 1.0 4.I. 2.821 - 5 1 1 1 1 1 - 1. Ranoyapo 1 . Moyondok Kewenangan Kabupaten 2.325 897 7.0 4. 47.255 452 458 28 111 5 20 5 20 7 25 5 16 30 5 1 1 1 1 1 88 12 14 15 28 19 4.750 280 4.409 10 35 3 5 30 25 20 12 30 30 34 18 15 12 10 25 25 3.0 4. 43. 46. Molinow Bawah Kiri .212 5.940 0 2. 48.4 .I.680 1.J.0 4. Bangunan (Unit) Bagi Ben Lain / Sadung nya dap 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 1. Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop . 38.705 16. 39.I.I.I.795 12.J.500 7.0 4. 42.0 4. Minahasa Selatan Tabel 70b.0 4.0 4.500 275 1.J.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 32.J.754 59.0 4.705 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 9.231 2. Waadan 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 60 50 60 85 95 557 102 97 99 98 161 30 8 50 9 74 13 20 14 10 84 120 15 18 15 25 19 18 25 35 10 24 5 10 19 191 52 145 184 55 64 65 20 0 3. 34.278 325 2.278 192 1. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 40 57 25 23 40 60 24 25 32 30 60 60 20 35 25 55 50 6.445 1. Pakuweru 6. Dinas Pekerjaan Umum Kab.J.546 598 2.J.I. Baru RD 08 Ranoyapo .728 1.0 4.0 4.I.0 205 Sumber : Data Juli 2010.0 4.500 9. Ranoyapo 2 .J.

300 200 500 43 150 600 75 1. Minahasa Selatan 111 .200 800 29 1.971 7.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 7.600 650 7 1. 38.181 1 110 0 2. 35. 30.880 11 1 2 1 1 1 12 1 4 4 4 4 1 3 3 14 28 30 30 20 170 40 60 42 60 180 200 30 40 30 30 15 5 23 30 15 50 10 35 20 30 15 30 10 50 10 40 35 57 3 25 5 23 30 40 25 60 19 24 12 25 5 32 20 30 34 60 18 60 15 20 12 35 10 25 25 55 25 50 6. 33. 31.200 750 16 1. 47. 44.350 50 0 3. 39.500 2 100 400 23 150 350 16 100 650 2 300 600 4 1. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey Ranoketang Kanean Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 3 40 316 245 543 30 4 20 290 120 340 25 5 3 44 18 51 4 6 5 10 38 80 5 7 15 16 87 123 - 8 1 550 2.512 97. 48. 12.100 30 1 2. 8.300 600 15 2. 19.400 1. 9.250 200 500 100 800 66 1. 26. 17.880 48.200 650 1 1.090 5. 43.800 0 850 1. 20. 42. 18.600 350 (0) 600 950 16 300 500 4 1.400 750 19 2.000 1 41 1 1.100 4 600 1.175 9 1.160 470 24 600 650 9 650 650 2 1. 45.400 20 1. 40. 25.000 1.400 600 2 700 450 13 1. 27. 14.410 1. 15.928 78 1. 36.858 10. 46. 16.547 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 3 59 26 12 6 40 9 10 6 10 9 8 27 30 8 5 5 6 9 5 30 5 7 2 12 3 2 2 10 2 8 3 5 2 9 2 15 2 20 5 15 0 10 1 10 5 5 4 15 3 2 2 7 1 6 3 5 5 8 3 10 2 3 2 5 2 10 4 7 4 6 532 945 71 2.460 17.187 5.150 20 1 1. 37.175 2. 2 Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.075 2.650 48.643 4 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 71 1 3 2 2 3 7 6 4 3 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 160 6 1 8 3 5 18 27 16 3 2 3 4 6 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 5 2 4 4 5 403 Sumber : Data Juli 2010.090 10 11. 28. 41. 10.500 800 1.300 1. 21. 11.270 1. 24. 23.409 3. 22.521 5. 29.740 4. 32.200 800 12 1. 34.705 301. 13.175 3.870 3.

Tumpaan Pondano Sosogian Matunem Kiri-Kanan Kec. 19. 2. Suluun Tareran 10. 4. Maesaan Kinalawiran Ranoyapo Tomp. 21. Tatapaan 30 20 10 10 10 14 5 9 30 30 68 43 25 5 5 18 18 53 5 5 10 20 13 37 25 9 3 140 50 20 10 60 Rap-Rap Marege Maasin Kec. 22. Data Dasar dan Kondisi Prasarana Irigasi Desa di Kabupaten Minahasa Selatan Luas (Ha) No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Amurang RD 07 Kec. Pinapalangkow T. 8. 6. Baru RD 08 Kec. 9. 16. 3. 20. 17. Tompaso Baru 11. 7. Ranoyapo Agga Luwak Tumicakal Kiri Moyomboong Poopo Pontak 112 . 5.Panen) fungsi 4 448 185 65 60 60 35 35 160 47 58 55 30 10 20 38 38 153 15 20 25 30 43 20 100 50 29 21 260 100 30 30 100 5 222 55 5 20 30 30 30 92 47 15 30 25 5 20 20 20 100 10 15 15 10 30 20 63 25 20 18 120 50 10 20 40 6 7 30 30 30 30 62 27 15 20 25 5 20 20 20 90 10 15 15 10 20 20 49 20 11 18 90 50 10 20 10 8 25 5 20 - 9 135 55 20 60 5 5 10 1. 12. 14. Tualan Atas Mangali Mobulat Kinatungkaan Dinobian Kinalawiran Kec. Tabel 71. 15. 18. Tenga Nama Desa 3 Daerah Irigasi Areal Tanam Indeks Pertanam (IP) (%) Kondisi (Ha) Baik Ringan Produksi Rusak (Ton/H/ Berat/ Tdk Ber.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Sedangkan prasarana irigasi desa dan kondisi irigasi desa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 71. 23. Amurang Timur Teep Tawaang Sapa Pinaling Popontolen Tumpaan II Lelema Sondaken Paslaten Pinapalangkow 200 100 200 200 100 200 150 200 200 200 - Pale Kec. Aser/Liwasen Teluan Sapa Kec. 13. Baru I Raraatean Torout Kinalawiran Kinamang Lowian Lowian Lompad Lama Lompad Lama 200 200 200 100 150 200 175 150 200 200 200 200 200 - Sinayap Tombioi Konarom Kec.

25. Minahasa Selatan BAB IX 113 . Motoling Watu-Watu Rendang Wuwuk Moyomboong Jumlah 3 4 20 20 721 5 20 20 405 6 150 150 7 15 15 792 8 5 5 230 9 10 Lalumpe Raanan Baru Raanan Lama 787 Sumber : Data Juli 2010. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Kec.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2 1 24. 26.

yaitu : 1). Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan. Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf b.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 INDIKATOR PEMBANGUNAN 1. Dana Bagi Hasil. 3). setiap tahunnya ditetapkan besaran pendapatan. lain-lain PAD yang sah. Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil. belanja dan pembiayaan daerah yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). selain dibutuhkan dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU). dan c. Dana Alokasi Umum. 114 Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 59 terdiri atas : a. Pendapatan. b. Dana Alokasi Khusus Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf c. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. hasil pajak daerah. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD. Belanja dan Pembiayaan Daerah Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan desentralisasi penyerahan wewenang pemerintahan melalui otonomi daerah. dana darurat. Dana perimbangan. juga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. 2). Lain-lain pendapatan daerah yang sah. dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah. b. yang meliputi hibah. hasil retribusi daerah. Pasal 157 telah menetapkan sumber pendapatan daerah terdiri dari : a. dan 4). menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 164 merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan. dan c.

500 2.245.1.500 2.1.7 2.161.1 2.428.019.000. Tabel 73.100 45.3 1.600.000.800 289.2.500.800 0 0 0 0 0 0 3 3.3 1.1 1.784.753.2.000 353.686.1.1.1 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Untuk kontribusi PAD.437.4 2.1.2. Ringkasan APBD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Nomor Urut 1 1.2 2.591.746.000. APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 sebagaimana terangkum dalam Tabel 72.928.2 2.1 1.1.000 1.000.596.000.2.8 2.245.1 2.1 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara ringkas.1.800 18.000.094.065.1 2.324.019.3 2 2.948.1.784.094.1 3.000.1.000 7.281.943.000 250.300 242.686.2 1.075. Dana Perimbangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu tahun 2004-2010 di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 73 di bawah ini.000 44.500 13.1.000.000 126.625.3 1.512.000 369.3.000.3 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Surplus / (Defisit) Jumlah 369.2 1.800 200.804.000 7.183. Kontribusi PAD dan Dana Perimbangan Terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan 115 .800 17.083.000 16.638. Tabel 72.075.2 1.591.951.600 68.4 1.5 2.000 7.2.300 7.2.000 3.477.

000 3.086. Minahasa Selatan 2. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji.155.500 Dana Perimbangan 148.845.300 Kontribusi PAD 1.935.06 % Kontribusi Dana Perimbangan 98.310.392.800 APBD 150.063. Data PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi perekonomian suatu wilayah atau daerah dalam suatu kurun waktu tertentu.700 322.605.676.38 % 1.033 185.962.75 % 86.322.000 5.512.161.13 triliun rupiah bila diukur dengan harga tahun dasar 2000 (ADHK).85 % 82.638.37% 95.344 369. bunga.300 7.686.289 160.000 407. Terhitung pada akhir tahun 2008 telah mencapai 1.988.863.559.171. PDRB Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun Nilai PDRB (Triliun Rupiah) ADHB ADHK 116 .83 % Sumber : Data Juli 2010.000 352.000. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 diperlihatkan pada Tabel 74 di bawah ini.200.871 319.98 triliun rupiah menurut harga berlaku (ADHB) atau sekitar 1.000 5. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.159.63 % 1.625.019.41 % 1.150.681.273.335. Perbedaan nilai ini merupakan akibat dari perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang kian melambung.000.053.605.000 377.456.82 % 96.37 % 1.34 % 98. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara.739. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun ataupun dalam tiga bulan atau semesteran.849 330.928.000 4.395.000 428. Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PAD 2.596.67 % 2.700 327.73% 1. Tabel 74.207.044 353.76 % 92.000. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.193.917.092.760.000 7. sewa tanah dan keuntungan).

77 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0.98 0.78 0. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2001-2008 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pertumbuhan Ekonomi (%) 3.71 3. Hal ini mengindikasikan adanya perkembangan perekonomian yang seimbang dan mengarah kepada perekonomian moderen. sektor industri pengolahan .14% dan 4.56 5. Jika dilihat dari kelompok sektor primer.78 0.2 1.14 4.62 4.80 3.24 6.16 4. di tahun 2008 telah mencapai 6.83 5.73 6.74 1.07 1.90 3.06 1. sektor sekunder dan sektor tersier.52 1.80%.69 7.37 4.94 4. Minahasa Selatan Dilihat dari strukturnya. sektor 117 transportasi dan komunikasi sebesar 11.42 5. menunjukan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat.86 4.24%.21 2.87 5.96 5. 7. Apabila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 5.33 4. Badan Pusat Statistik Kab.13 Sumber : Data Juli 2010.06 1.01 1.81 Sumber : Data Juli 2010.85 4. Minahasa Selatan Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan.32%.92 0.87 0.34 1.96 1.69%.43%.55 5.11 3. Pertumbuhan ekonomi beserta dengan kelompok sektor ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2001-2008 ditunjukkan pada Tabel 75.43 4.97 1.00 6. Badan Pusat Statistik Kab. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan sebesar 17.08 4.69 4.55%.51 3. perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan pada tahun 2008 masih didominasi oleh sektor pertanian dengan peranan mencapai 29.88 0.81%.84 0.33 4.32 Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi (%) Primer Sekunder Tersier 4.81 0. Tabel 75. tahun 2007 ke tahun 2008 masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6.

3 4.50 1%.2 juta rupiah jika dihitung atas dasar harga konstan.7 118 .19 2.8 juta rupiah setahun jika dihitung atas dasar harga berlaku atau sekitar 6.02 10.07 0.71 8. Struktur Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008 No 1.02% dan sektor jasa-jasa sebesar 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sebesar 11. PDRB perkapita selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.80 11. 4.43 11. Tahun 2008. 6. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 10. Badan Pusat Statistik Kab. 8.8 4. Sedangkan sektorsektor lain memiliki kontribusi tidak lebih 10%.72 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan yang tercermin dengan semakin meningkatnya PDRB. 2.50 8.55 17. dan kontribusi paling kecil disumbangkan oleh sektor listrik. gas serta air yang hanya mencapai 0. Struktur Ekonomi Sektor Pertanian Sektor Bangunan Sektor Transportasi &Komunikasi Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-Jasa Sektor Pertambangan &Penggalian Sektor Perdagangan. 5. Selengkapnya struktur ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 76. Hotel & Restoran Sektor Keuangan. PDRB perkapita Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 tercantum pada Tabel 77. Tabel 76. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. 3. Gas dan Air Kontribusi (%) 29. 7. Persewaan & Jasa Perusahaan Sektor Listrik. PDRB Perkapita Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun 2000 2001 2002 PDRB Perkapita (Juta Rupiah) ADHB ADHK 4.3 4.3 4.79%.5 5. Tabel 77. 9.

9 6. nasional dan daerah yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan. dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Saat ini dan ke depan pembangunan yang akan dilaksanakan baik di tingkat global.2 Sumber : Data Juli 2010. Badan Pusat Statistik Kab.5 10. tahun 2006 mencapai 72. IPM merupakan indikator komposit yang menggabungkan beberapa dimensi. tahun 2007 mencapai 73.8 5.3 5.3 8.6 7. Minahasa Selatan 3.79.3. dan bukan sebagai alat dari pembangunan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5.2. Tahun 2004 mencapai 71.8 6. tahun 2005 mencapai 71.8 4. IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan karena keberhasilan program pemerintah dari dimensi kesehatan. Berbeda dengan konsep pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi.3 9. pendidikan dan kemajuan ekonomi melalui terciptanya daya beli masyarakat. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang dilaksanakan di suatu daerah yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).5 5. Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan lebih komprehensif yang mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di semua golongan masyarakat pada semua tahap pembangunan.6. yaitu dimensi kesehatan yang dinilai melalui indikator angka harapan hidup.1 5.32 dan tahun 2008 mencapai 73. IPM Kabupaten Minahasa Selatan beserta dengan kabupaten/kota 119 . dimensi pendidikan yang dinilai melalui indikator rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf berupa kemajuan membaca huruf latin serta dimensi kehidupan yang layak atau ekonomi yang dinilai melalui indikator kemampuan daya beli masyarakat atau pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan.

11 74.4 73.5 70.8 70.4%. 13.8 74. untuk dimensi kesehatan.0 73.7 75. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Ditinjau dari komponen atau indikator pembentuk IPM.7 76.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 lain di Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 diperlihatkan pada Tabel 78.90 71.15 75.5 71. dari tahun 2007-2008 tidak ada peningkatan.86 74.0 74.90 2008 75.33 71. 2.8 76.2 70. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pendidikan selama 8. 14.12 73.5 tahun.6 74.3 73. sejak tahun 2004-2008 tidak terjadi peningkatan. untuk rata-rata lama sekolah. 10.79 72.65 71. Untuk angka melek huruf.84 71. IPM Kabupaten Minahasa Selatan Beserta Dengan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara No 1.3 IPM 2006 74.30 71.46 Sumber : Data Juli 2010.45 72. 9. Artinya rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan dapat mencapai kehidupan atau usia 71-72 tahun.49 77.28 74.32 71.8 72.89 tahun.8 73. 15.6 73. 7. yaitu 8.4 71.50 74. 5.76 74. namun telah mencapai 99. Kabupaten / Kota Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. yang artinya pendidikan yang dicapai oleh penduduk rata-rata tidak tamat Sekolah Menengah Pertama atau belum menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun.5 tahun.2 71. 11.5 72.10 76.4 72.68 73. 12.98 74.7 73.16 73.19 73.7 72. Tabel 78.67 74. 99.61 75.87 72.54 tahun.58 69.34 75.65 74.72 tahun dan tahun 2008 mencapai 71. Tahun 2006 mencapai 71. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 2004 73. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM.7 74.77 74.8 71.2 70. 8.2 73. 3.4 72.9 73.4% penduduk Kabupaten Minahasa Selatan telah mampu membaca 120 . Sedangkan dimensi pendidikan.2 72.6 2007 74. 4.3 73.3 71. tahun 2007 mencapai 71. Artinya.9 2005 74. 6.

Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Talaud.5 99. Komponen/Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Kota Bitung. Pengeluaran riil per kapita. Komponen atau indikator pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 79. Kabupaten Kepulauan Sangihe. dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2008) mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam menopang peningkatan IPM.40 8. 2. 000) 2004 71.40 8.86 ribu rupiah per bulan. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara IPM Kabupaten Minahasa Selatan dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Sulawesi Utara.01 2008 71. Kota Tomohon.4 586.40 8. Dengan demikian program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Minahasa Selatan relatif berhasil dilaksanakan.9 2007 71.86 Sumber : Data Juli 2010.54 606.4 582.72 99.4 595. Meski demikian.4 99. relatif lebih rendah dan berada di bawah Kota Manado. Tabel 79. Komponen / Indikator Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (%) Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran Riil Per Kapita Disesuaikan (Rp.40 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dan menulis huruf latin. Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Kabupaten Minahasa.9 Tahun 2006 71. IPM Kabupaten Minahasa Selatan berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Ini artinya program peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat relatif berhasil meningkatkan daya beli masyarakat. 3. Kabupaten Bolaang Mongondow. 4.9 2005 71. Tabel 80a.54 610. Tahun 2004 mencapai 582. Kabupaten Minahasa Utara. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan menurut kabupaten/kota lain di peringkat Nasional dan Propinsi bersama dengan dan Tabel 80b.40 8.4 99.9 ribu rupiah per bulan yang mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 yang mencapai 610.89 99. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Nasional Kabupaten / Kota 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 80a No 121 .

7. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 96 121 47 67 80 69 8 56 63 - 113 105 46 64 87 57 12 59 67 - 2 100 126 57 66 81 55 184 168 167 14 68 44 92 2 88 143 59 68 78 52 178 167 138 13 69 48 73 2 89 158 66 70 79 56 180 175 142 282 191 13 71 50 74 Sumber : Data Juli 2010. 5. 10. Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 2. 8. 5. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Tabel 80b. 11. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Propinsi Kabupaten / Kota 2004 8 9 2 5 7 6 1 3 4 - No 1. 9. 11.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. 4. berbagai penghargaan dan prestasi telah diperoleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 6. 14. Penghargaan dan Prestasi Setahun sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru dan menyelenggarakan pemerintahan. 3. 14. 2. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara 4. 3. 7. baik dari Pemerintah Pusat maupun 122 . 12. 9. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. 8. 15. 13. 12. 6. 13. 4. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Sumber : Data Juli 2010. 2005 9 8 2 5 7 3 1 4 6 - Tahun 2006 9 10 4 5 7 3 13 12 11 1 6 2 8 2007 9 11 4 5 8 3 13 12 10 1 6 2 7 2008 9 11 4 5 8 3 13 12 10 15 14 1 6 2 7 Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 10. 15.

2. Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Bupati). 7. 8. Satya Lencana Widya Karya Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2007-2008 (Bupati). 9. Penanggulangan Penyakit Kusta dan TBC Tahun 2008 (Bupati). 10. Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pertanian oleh Presiden RI Tahun 2004 (Bupati). Aditya Mahatva Yoda dari Jaksa Agung RI Pada Acara Puncak Hari Anti Korupsi Sedunia di lapangan Monumen Nasional Jakarta Tahun 2008 (Bupati). Widya Krama (Wajib Belajar 9 Tahun) Tingkat Nasional Tahun 2009 (Bupati). Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Tingkat Nasional Tahun 2008 (Bupati). PKK). Penghargaan : 1. 12. 6. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pengembangan Ketahanan Pangan dari Presiden RI Tahun 2008/2009 (Bupati). Manggala Karya Kencana di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2009 (Bupati). PKK). yaitu : a. 123 . Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh. 4. Perempuan Menanam Pohon dan Memelihara Tingkat Nasional Tahun 2009 (Ketua TP. Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Ketua TP. 11. Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasi dalam membina pengelolaan Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah dan instansi. 3. Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Pengembangan Tanaman Rempah Se-Indonesia dari Dirjen Perkebunan Tahun 2008 (Bupati). 13.

2. 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. Juara Harapan I Ketegori Hidangan Ikan Untuk Konsumsi Keluarga dan Juara Harapan II Kategori Hidangan Ikan Balita Gaya Modern Dalam Rangka Hari Nusantara Ke-7 Yang Diselenggarakan di Padang Sumatera Barat Tahun 2006. 18. Juara II Lomba Masak Serba Ikan Yang Diselenggarakan di Pelabuhan Gresik Surabaya Jawa Timur Tahun 2008. 6. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Penas KTNA Kabupaten/Kota Se-Indonesia Yang Diselenggarakan di Tondano Kabupaten Minahasa Tahun 2004. Satya Lencana Karya di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). Akutyla Jujur Dharma Bhaktiku dari Jaksa Agung RI Tahun 2009 (Bupati). Pemasukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kategori Terbaik Tahun 2009 (Bupati). Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Pakarti Madya Satu di Bidang Posyandu dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). b. Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Sulut Expo di Jakarta Tahun 2007. 3. Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2009 (Desa Linelean Kecamatan Modoinding) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara : 124 . 4. 5. 15. Juara I Lomba Masak Ikan Laut (Sea Food) Yang Diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Centre Tahun 2004. Prestasi Tingkat Nasional : 1. 16.

4. 10. Juara I. 9. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2008 (Pokmaswas Alar Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kecamatan Sinonsayang dan Enjelita Kaligis. Juara II Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2005 (Kecamatan Motoling). Juara I Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2008 (Kelompok Budidaya Inti Murni. 5. Mengikuti Lomba Tanaman Hias dan Anggrek di Bumi Beringin Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008 dengan Hasil Sebagai Berikut : 125 . 8. Juara I Lomba PKK di Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2008. Kelurahan Buyungon 2. Juara I dan II Lomba Balita Tahun 2004 (Tiara Laurens. II dan III Lomba Tanaman Hias Jenis Tanaman Puring Yang Diselenggarakan di Kota Tomohon Tahun 2008. 3. Pelaksana Terbaik I Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Pelaksana Terbaik II Lomba Posyandu Yang Diselenggarakan di Desa Torout Kecamatan Tompaso Baru Tahun 2008. 6. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2007 (Pokmaswas Sapu Laut Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Desa Ongkaw Kecamatan Amurang). 11. 13. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2006. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2006. 7. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007. Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). Juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2004 (Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok).1. 12.

Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009. Pemenang Lomba Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Kontes Pohon Tahun 2008 : • Kategori Aksi Penanaman Serentak Indonesia (Ketua TP. Ny.Juara I. Juara I Lomba Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 (Kelompok Tani PKK Golden Shower Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). V. Pelaksana Terbaik I Lomba PKBS Tahun Tahun 2008 (Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). Tugiat) . II dan III Tanaman Agloneune .Mahoni (Drs. II dan III Anggrek Phalaenopsis .Juara I Anggrek Pendrobium . Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008. Juara I Lomba Camilan Kue Kering Dalam Rangka WOC dan CTI Summit di Manado Tahun 2009. 21. 19. H. 126 .Juara I dan II Anggrek Hibrid . Luntungan Mawuntu) • Kontes Pohon : .Segon (Alex Ronga) 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Juara II Lomba Laga Anak Sehat Tahun 2009 (Seviana Joice Kesek). 15. Juara II Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2009 (Kelompok Budidaya Algae Desa Arakan Kecamatan Tatapaan).Juara I dan II Tanaman Philodenrom 14. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008. PKK Kabupaten Minahasa Selatan. 16. 18. 20. 22. 23.Juara I. Juara II Lomba Menu Produk Perikanan Dalam Rangka Sail Bunaken Tahun 2009.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 24. Juara II Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Yang Diselenggarakan di Manado Tahun 2009. Selain itu. BAB X PENUTUP Profil Kabupaten Minahasa Selatan merupakan suatu dokumen penting dalam mengekspresikan data potensi yang dimiliki walaupun sifatnya dinamis sehingga sering terjadi perubahan karena situasi dan kondisi wilayah. data potensi 127 .

M. Pnj. baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional serta khalayak umum untuk mencari peluang dan potensi pengembangan investasi di Kabupaten Minahasa Selatan. BUPATI MINAHASA SELATAN M. pembangunan dan kemasyarakatan. Dokumen profil ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/pengembangan kebijakan. Dengan demikian. profil ini dapat disusun setiap tahun. Profil merupakan dokumen yang dapat di update datanya setiap tahun sesuai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai sektor. seperti pemerintahan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sering terjadi perubahan karena pemanfaatan dan pengelolaan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan sebagai tuntutan masyarakat. ONIBALA 128 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful