Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB I LAMBANG DAERAH
A. Dasar Hukum Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Penetapan Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, rancangannya dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan Minahasa berdasarkan hasil sayembara. Lambang Daerah Kabupaten

Selatan yang dimaksud seperti pada Gambar 1 di bawah ini.

Gambar 1. Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan B. Makna, Arti dan Warna Lambang Daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang ditetapkan sebagaimana pada Gambar 1, dari setiap unsur, bentuk, corak dan warna mengandung makna dan arti filosofi demikian :

 Perisai, melambangkan ketahanan dan keunggulan dalam menghadapi
berbagai tantangan.

 Burung Manguni, sebagai Lambang Keminaesaan dengan sifat dinamis,
santun, sportif dan selalu waspada. 1

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

 Bulu Sayap Kiri dan Kanan serta Ekor, berjumlah 27 menggambarkan
tanggal 27 sebagai tanggal penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Pohon Kelapa, yang terputus menggambarkan angka 1 yang berarti Bulan
Januari, bulan penetapan Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan.

 Dua Kaki dan Tiga Jari, yang nampak menggenggam pita melambangkan
Tahun 2003, sebagai tahun terbentuknya Kabupaten Minahasa Selatan.

 Buku di Dada Burung Manguni, melambangkan ilmu pengetahuan dan
teknologi.

 Buah Cengkih, di pucuk pohon kelapa mengandung makna kekayaan
alam dan kesuburan tanah Minahasa Selatan.

 Jangkar Kapal, di bawah pohon kelapa mencerminkan potensi kekayaan
laut serta perdagangan.

 Ungkapan “Cita Waya Esa”, dipermukaan pita kuning yang digenggam
dengan kaki burung berarti “Kita Semua Satu”.

 Warna Putih, mengandung arti ketulusan dan kesucian, kesalehan dan
kedamaian, nurani dan etika.

Warna Merah, melambangkan cinta, semangat dan keberanian

 Warna Kuning, mengandung makna kejayaan, keberhasilan, kedewasaan,
berbudi luhur dan keimanan.

 Warna Hijau, mempunyai arti kesuburan, kesejahteraan, pengharapan dan
kehidupan.

 Warna Biru, melambangkan kebesaran, kebenaran dan kesetiaan.  Warna
Hitam, melambangkan kekuatan, keunggulan, keabadian/ kekekalan.

 Warna Coklat, melambangkan kesuburan tanah.

2

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

BAB II PEMBENTUKAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN
1. Sejarah Pembentukan Sejalan dengan bergulirnya nuansa reformasi dan implementasi kebijakan otonomi daerah, muncul aspirasi masyarakat di berbagai daerah yang menginginkan pemekaran wilayahnya, baik propinsi maupun kabupaten/kota. Demikian pula masyarakat di Minahasa Selatan yang menginginkan pemekaran wilayahnya menjadi daerah otonom yang baru. Maksud pemekaran daerah ini pada prinsipnya adalah untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam rentang kendali (span of control) penyelenggaraan tugas pemerintahan, pelaksanaan pembangunan serta pembinaan dan pelayanan masyarakat. Sedangkan tujuannya adalah terwujudnya peningkatan pengelolaan potensi daerah secara lebih optimal, terwujudnya peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, terwujudnya pengembangan kehidupan demokrasi dan peran masyarakat serta rasa keadilan dan pemerataan pembangunan. Selain itu, untuk lebih mendayagunakan pencapaian tujuan pemberian otonomi daerah yang pelaksanaannya memperhatikan potensi daerah, keanekaragaman dan kepentingan masyarakat di daerah, guna kesejahteraan masyarakat. Aspirasi masyarakat Minahasa Selatan, secara positif disikapi dan diakomodasikan oleh Pemerintah bersama DPRD Kabupaten Minahasa. Setelah melalui kajian (seminar, diskusi, panel, dialog) dan melalui proses sesuai aturan perundangan yang berlaku, aspirasi ini disetujui oleh DPRD Kabupaten Minahasa melalui surat Nomor 170/DPRD/122/2000 Selatan dan Kota Tomohon. tanggal 23 Maret 2000 tentang Rekomendasi Pembentukan Kabupaten Minahasa Berdasarkan rekomendasi tersebut, Bupati Minahasa menyampaikan surat Kepada Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Nomor 458/B.MIN/IX-2001 perihal Hasil Kajian Awal Pemerintah Daerah dalam Rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. Setelah melakukan pengkajian, DPRD Kabupaten Minahasa mengeluarkan persetujuan prinsip 3

Konsekuensi logis dari peresmian Kabupaten Minahasa Selatan sebagai suatu daerah otonom yang diikuti oleh pelantikan Penjabat Bupati adalah merupakan awal 4 . pada tanggal 27 Januari 2003. Bupati Minahasa menyampaikan usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan kepada Gubernur Sulawesi Utara melalui surat Nomor 530/B. Setelah melalui proses persetujuan DPR-RI. Guna melengkapi data dan masukan secara empirik. Selanjutnya. pada tanggal 4 Agustus 2003 di gedung DPRD Kabupaten Minahasa-Tondano. Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia meresmikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru sekaligus melantik Drs. Usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon diproses bersama-sama dengan 25 calon kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kemudian. Pangkat/Golongan Ruang Pembina Utama Madya (IV/d). Tim Komisi II DPR-RI melakukan peninjauan lapangan pada tahap awal yang selanjutnya diikuti oleh Tim Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Pusat. Dalam proses selanjutnya di tingkat pusat.51-421 tangal 25 Juli Tahun 2003. NIP. melalui keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 131. Minahasa Selatan ditetapkan sebagai salah satu daerah otonom yang baru di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 yang mencakup 13 kecamatan. Ramoy Markus Luntungan. Untuk mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003. Gubernur Sulawesi Utara menindaklanjuti usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan tersebut kepada Pemerintah Pusat. usulan pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan bersama Kota Tomohon menjadi usul inisiatif DPR-RI. atas pertimbangan dan persetujuan DPRD Propinsi Sulawesi Utara yang tertuang dalam Keputusan DPRD Propinsi Sulawesi Utara Nomor 6 Tahun 2002 tentang Persetujuan Dukungan Terhadap Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon. 010 076 798.Min/XI-2001 tanggal 26 November 2001.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dengan surat Nomor 19 Tahun 2001 tanggal 28 September 2001 tentang Persetujuan Prinsip DPRD Kabupaten Minahasa dalam rangka Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan. sebagai Penjabat Bupati Minahasa Selatan.

Kecamatan Amurang Barat (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian dan Kecamatan Tenga). Kecamatan 5 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dari dimulainya penyelenggaraan pemerintahan. Pemekaran Kecamatan dan Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan dalam perkembangannya. dengan memperhatikan berbagai aspirasi masyarakat. rupanya aspirasi di 6 (enam) Kecamatan bagian tenggara yaitu Kecamatan Touluaan. Sedangkan Kecamatan Tombasian. berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2003 terbentuklah Kecamatan Ratatotok hasil pemekaran dari Kecamatan Belang. Kemudian pada waktu yang bersamaan. Kecamatan Amurang Timur (hasil pemekaran Kecamatan Tombasian). Selanjutnya. Minahasa Selatan dari 13 kecamatan menjadi 15 kecamatan. Seiring dengan pemekaran beberapa kecamatan. masyarakat masyarakat mengenai pemekaran desa dan kecamatan. berdasarkan Peraturan Daerah Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Nomor 8 Tahun 2003. Dengan bertambahnya 5 kecamatan baru. Kecamatan Maesaan (hasil pemekaran Kecamatan Tompaso Baru) dan Kecamatan Pusomaen (hasil pemekaran Kecamatan Belang). berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 172 Tahun 2005 berubah nama menjadi Kecamatan Amurang. di akhir tahun 2005 berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2005 Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan 5 kecamatan baru. Sebagai tindaklanjutnya. masyarakat belum berakhir sampai di situ. Kecamatan Tombatu. secara positif diresponi oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan yang sejalan dengan salah satu kewenangan yang dimiliki oleh Kabupaten/Kota. Kecamatan Ratahan. terbentuk Kecamatan Kumelembuai hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling. tidak kalah pentingnya juga Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan meresponi aspirasi pemekaran desa di beberapa kecamatan. 2. yaitu Kecamatan Tatapaan (hasil pemekaran Kecamatan Tumpaan). jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan menjadi 20 kecamatan. Dari berbagai aspirasi Akan tetapi. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Kecamatan Belang.

Dengan mengikuti mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Minahasa Tenggara ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru. Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro) sebagai daerah otonom yang baru di Propinsi Sulawesi Utara sekaligus melantik Penjabat Bupati dan Walikotanya. berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2007 tanggal 6 Januari 2007. Dengan demikian Kabupaten Minahasa Selatan saat ini berjumlah 17 kecamatan. sehingga Kabupaten Minahasa Selatan ketambahan Ketiga kecamatan tersebut yaitu. 14 kecamatan. BAB III VISI. Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan kembali lagi meresponi aspirasi masyarakat di Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran untuk diadakan pemekaran kecamatan. Aspirasi tersebut akhirnya diresponi dengan positif oleh Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. 3 kecamatan baru. TUJUAN DAN SASARAN 6 . pada tanggal 23 Mei 2007 di Manado. Sebagai tindaklanjutnya. Sebagai tindaklanjutnya.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Ratatotok dan Kecamatan Pusomaen menginginkan wilayah mereka menjadi suatu daerah otonom yang baru dengan nama Kabupaten Minahasa Tenggara. Kecamatan Motoling Dengan demikian jumlah kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan berkurang 6 kecamatan menjadi Barat dan Kecamatan Motoling Timur hasil pemekaran dari Kecamatan Motoling serta Kecamatan Suluun Tareran (Sulta) hasil pemekaran dari Kecamatan Tareran. pada tanggal 12 Desember 2007 ditetapkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2007 tentang pemekaran Kecamatan Motoling dan Kecamatan Tareran. MISI. Diakhir tahun 2007. Menteri Dalam Negeri at interim meresmikan Kabupaten Minahasa Tenggara bersama dengan Kota Kotamobagu.

dan bersih KKN . otonomisasi dan tuntutan demokratisasi. antar 2. 4. Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2005-2010 adalah : “Terwujudnya Kabupaten Minahasa Selatan sebagai daerah yang mandiri. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang . eksis. Membangun dan memperkokoh perekonomian daerah . inovatif dan produktif. 2. sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD 2005-2010 sebagai berikut : 1. Mewujudkan Kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas (good governance) 7 . 3. Misi Untuk mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan menyikapi kecenderungan dinamika globalisasi. 5. Mewujudkan Supremasi Hukum . Visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga merupakan gambaran menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan. Meningkatkan kehidupan beragama serta mempererat kerukunan umat beragama . demokratis dan handal dalam sumberdaya manusia serta menjadi pusat keunggulan pembangunan di Era Pemerintahan Global” Dengan demikian visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan adalah pandangan ke depan ke mana Kabupaten Minahasa Selatan harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya serta tetap konsisten.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. Visi Visi merupakan pandangan jauh ke depan ke mana arah dan tujuan dicapai. dijabarkan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

8.6. Meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. Secara eksplisit mengandung apa yang harus dilakukan untuk mencapainya. budaya dan pertahanan keamanan. 9. Meningkatkan pembangunan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi. Meningkatkan peran generasi muda dan pemberdayaan perempuan. Membangun ekonomi kerakyatan melalui diversifikasi basis perekonomian daerah dengan mengembangkan industri berbasis pertanian (agro based (agro industry) . terutama teknologi pertanian . karena misi mewakili alasan dasar untuk eksis. 3. ditetapkan dan dirumuskan tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan sebagai berikut : 1. 4. sosial dan budaya untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat daerah . Dengan demikian Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8 . 5. pernyataan misi harus : a. c. Mengundang partisipasi masyarakat luas terhadap perkembangan bidang utama yang digeluti pemerintah. Oleh karena itu. Meningkatkan kesadaran hukum disemua lapisan masyarakat dalam penegakan hukum. sosial. Tujuan Mengacu pada visi dan misi Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Memanfaatkan teknologi untuk pembangunan daerah yang lebih kompetitif dan berwawasan lingkungan. Pernyataan misi menunjukkan dengan jelas arti penting eksistensi organisasi. misi harus jelas menyatakan kepedulian terhadap masyarakat. berbasis agribisnis. 3. Meningkatkan peran kelembagaan ekonomi. b. industry) 7. 2. Menunjukkan secara jelas apa yang hendak dicapai dan bidang kegiatan utama dari organisasi/pemerintah yang bersangkutan.

pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 6. Meningkatnya jumlah produksi perikanan. Meningkatnya tahun 2010. 2. 10. Meningkatkan pengelolaan. Meningkatnya income perkapita penduduk sebesar Rp. 4.000. Meningkatnya peran generasi muda dan peberdayaan perempuan. Meningkatnya sumber pendapatan asli daerah sekitar 20 % pada akhir pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 7 % pada akhir 9 . Meningkatkan program pemeliharaan. 9. Meningkatkan governance)..pada akhir tahun 2010. 10. pengawasan dan pengendalian 11. 11. 3. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun manca negara. 7. 6. 7. penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (good Meningkatkan sumberdaya aparatur dan pelayanan publik. 12. 8.500. Meningkatnya kualitas sumberdaya manusia termasuk kualitas aparatur pemerintah. diimplementasikan dalam berbagai sasaran sebagai berikut : 1. 9. Menurunnya tingkat pengangguran sebesar 6 % dari angkatan kerja pada tahun 2010. perikanan dan kelautan serta sumberdaya air. 5. Meningkatnya kesadaran hukum dan penegakkan hukum. Meningkatnya sarana dan prasarana pelayanan publik Meningkatnya penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Meningkatkan potensi obyek wisata dan sumberdaya kepariwisataan. Sasaran Bertitik tolak dari tujuan pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan di atas. Meningkatkan pengelolaan potensi perikanan dan kelautan. tahun 2010. 8.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB IV KONDISI WILAYAH Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Utara dengan Ibukota Amurang. Jarak dari Amurang ke Manado Ibukota Propinsi Sulawesi Utara ± 64 km. Secara geografis. Kabupaten Minahasa Selatan 10 .

barang dan jasa pada Kawasan Indonesia Tengah dan Kawasan Indonesia Timur. karena berada pada jalur lintas darat Trans Sulawesi yang menghubungkan jalur jalan seluruh propinsi di Pulau Sulawesi.124°45’ Bujur Timur. bahkan untuk Kawasan Asia Pasifik.hkgkkhg Gambar 2. Peta Kabupaten Minahasa Selatan Dalam perspektif regional. Demikian pula jalur laut untuk bagian utara.24’ Lintang Utara dan 124°. Kabupaten Minahasa Selatan berada pada posisi strategis.18’ . dengan batas-batas wilayah sebagai berikut : Utara Timur Selatan Barat : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa : Berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Tenggara : Berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow : Berbatasan dengan Laut Sulawesi h/k/j/kn.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 terletak antara 0°.1°. Sedangkan secara administratif terletak di sebelah Selatan Kabupaten Minahasa. Sementara untuk jalur laut 11 . merupakan daerah perlintasan (transit) sekaligus stop over arus penumpang.47’ .

9.804 3. 5.20 1.234 Laki-Laki Perempuan 6.731 5. 170 desa/kelurahan.042 15.500 m dari permukaan laut.149 7.176 4.20 55.36 122.512 3. 4. 2.591. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Kepala Keluarga 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagian selatan. sangat strategis untuk pengembangan produksi perikanan di Kawasan Timur Indonesia. 4.09 128. 12.514 6.721 2. Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi wilayah berupa bukitbukit/pegunungan. 3. 16. 10.31 108.349 3. Nama dan Luas Kecamatan. 3.40 94. 14. 8. 11.478 12. Nama Kecamatan Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur* Motoling Barat* Kumelembuai Tenga Sinonsayang Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tareran Suluun Tareran* Tatapaan Jumlah Luas (Km²) 66. berpantai dan sebagian kecil dataran rendah bergelombang dengan posisi dari daerah pantai (0 meter) sampai pada ketinggian 1.345 3.43 141.65 km². 15. 6.892 12.40 98.13 170. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. yang 891 dusun/lingkungan dengan Januari 2010) seperti ditunjukkan pada Tabel 1a dan Tabel 1b.386 7. Tabel 1a.47 134. Minahasa Selatan Keterangan : * = Kecamatan Pemekaran Tabel 1b. 13.24 196.792 12 . 2. Jumlah Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Sedangkan luas wilayah Kabupaten Minahasa Selatan adalah terdiri dari 17 (tujuhbelas) kecamatan.65 Desa 8 11 10 12 7 8 8 7 18 13 8 2 7 10 12 8 11 160 Jumlah Kelurahan Dusun/Jaga 2 6 2 10 36 44 41 62 33 34 37 36 82 71 53 8 41 71 75 39 40 803 Lingkungan 23 44 21 88 Sumber : Data Juli 2010.09 53.125 5.667 Jumlah Jiwa 11. 17. 7. Jumlah Penduduk di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Januari 2010) Jumlah Penduduk No 1.591.964 5. 5.049 jiwa (sampai dengan 1. jumlah penduduk 206.666 8.161 6.40 125.93 97.

145 14.621 7. Tompaso Baru 13 .645 9.752 2.6.812 7.943 16. 9. 14. 10.293 6. 7. 16.365 8.610 5. 15.410 3.766 3. 8.054 5.967 14.530 7.555 57.676 4.475 7.337 106.070 4.483 2.944 4. 11.736 6. Kecamatan 2 Modoinding Nomor 3 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 3 6 7 8 9 10 11 1 2 3 Nama Desa/ Kelurahan 4 Kakenturan Sinisir Linelean Pinasungkulan Makaaruyen Palelon Wulurmaatus Mokobang Jumlah Tambelang Kinamang Liningaan Bojonegoro Kinaweruan 4 Tumani Lowian Temboan Kinamang Satu Tumani Utara Tumani Selatan Jumlah Sion Raraatean Tompaso Baru Satu Jumlah Dusun 5 6 3 4 6 4 4 5 4 36 5 4 3 2 2 5 8 4 4 4 4 4 44 4 4 6 Lingkungan 6 6 - 2. 13.193 2. Minahasa Selatan Nama-nama desa/kelurahan dan jumlah dusun/lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 2 berikut ini.209 206.793 9.336 4.021 8.726 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 9.933 8.151 4.117 3.318 13.021 4.227 17.126 3. Nama-Nama Desa/Kelurahan dan Jumlah Dusun/Lingkungan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 12.379 7.142 2.858 4. 17. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.468 4.518 7.049 Sumber : Data Juni 2010.840 99.138 8.988 16. Maesaan 1 2 3.202 10.326 6.343 5. Tabel 2.634 2.266 5.031 4. Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah 4.322 8.791 3.

Motoling Timur Tompaso Baru Dua Kinalawiran Pinaesaan Torout Karowa Liandok Lindangan Jumlah Ranoyapo Poopo Poopo Utara Poopo Barat Pontak Pontak Satu Mopolo Powalutan Beringin Lompad Baru Lompad Mopolo Esa Jumlah Raanan Lama Lalumpe Motoling Motoling Satu Motoling Dua Motoling Mawale Picuan Baru Jumlah Tondey Tondey Satu Tondey Dua Raanan Baru Raanan Baru Satu Raanan Baru Dua Toyopon Keroit Jumlah Wanga Wanga Amongena Karimbow 4 Karimbow Talikuran Tokin Tokin Baru Picuan Picuan Satu Jumlah Malola Malola Satu Kumelembuai Atas Kumelembuai 6 4 4 4 4 3 2 41 8 6 5 6 6 3 8 6 3 3 4 4 62 6 4 3 6 6 4 4 33 7 5 7 4 3 3 4 4 37 4 4 5 5 3 5 4 5 4 34 7 4 4 4 6 - 1 2 8.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 4. Kumelembuai 14 . Motoling 6. Motoling Barat 7. Ranoyapo 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 9. Sinonsayang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 2 3 4 3 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 10. Kawangkoan Bawah Rumoong Bawah Kel. Tenga 11. Amurang 15 . Amurang Barat Kumelembuai Satu Makasili Kumelembuai Dua Jumlah Durian Poigar Satu Poigar Dua Tanamon Aergale Ongkaw Satu Ongkaw Dua Boyong Pante Tiniawangko Blongko Ongkaw Tiga Boyong Pante Dua Tanamon Utara Jumlah Sapa Boyong Atas Pakuure Satu Pakuure Dua Pakuure Tiga Pakuweru Tenga Radey Tawaang Molinow Pakuure Pakuure Tinanian Pakuure Kinamang Pakuweru Utara Sapa Timur Sapa Barat Tawaang Timur Tawaang Barat Jumlah Pondos Elusan Tewasen Teep 4 Kapitu Kel. Rumoong Bawah Wakan Teep Trans Jumlah Kilometer Tiga Ranoketang Tua Kelurahan Buyungon Kelurahan Ranoiapo 4 8 5 36 5 5 6 10 3 5 6 8 4 7 4 4 4 71 4 5 4 4 4 8 7 4 8 2 4 4 4 4 4 4 4 4 82 5 6 8 9 5 10 5 6 4 53 4 4 - 6 11 12 23 7 8 1 2 12.

Suluun Tareran 16.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 5 6 7 8 13. Tareran 15. Amurang Timur 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 2 3 14. Tatapaan Kelurahan Uwuran Satu Kelurahan Uwuran Dua Kelurahan Lewet Kelurahan Bitung Jumlah Kotamenara Maliku Ritey Malenos Baru Lopana Pinaling Kelurahan Pondang Kelurahan Ranomea Lopana Satu Jumlah Rumoong Atas Rumoong Atas Dua Lansot Wiau Lapi Wuwuk Pinamorongan Kaneyan Koreng Tumaluntung Wuwuk Barat Tumaluntung Satu Wiau Lapi Barat Jumlah Kapoya Pinapalangkow Suluun Satu Suluun Dua Suluun Tiga Suluun Empat Talaitad Kapoya Satu Jumlah Sulu Paslaten Paslaten Satu 4 Wawona Bajo Popareng Wawontulap Pungkol Sondaken Rap-Rap Arakan Jumlah Tumpaan Tumpaan Satu Tumpaan Baru 8 5 7 5 3 8 9 4 41 6 9 10 8 10 4 5 5 6 4 4 4 75 5 5 5 5 5 4 6 4 39 5 5 4 5 3 3 4 3 2 3 4 4 40 6 7 8 6 10 6 7 44 9 12 21 6 - 1 2 17. Tumpaan 16 .

Pemerintahan Sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah atonom yang baru. PEMBANGUNAN DAN KEMASYARAKATAN 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4 5 6 7 8 9 10 Total 170 Matani Popontolen Lelema Tangkunei Munte Tumpaan Dua Matani Satu Jumlah 5 7 9 5 8 7 9 71 803 88 Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan BAB V PEMERINTAHAN. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. pemerintah yang ada terus berupaya menata penyelenggaraan kepemerintahan dengan baik dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada 17 .

Karena itu diperlukan pembelajaran. setiap tahun dilakukan laporan kinerja tahunan dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) kepada Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. sejak tahun 2006 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan membentuk Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (UPTSP) berdasarkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 21 Tahun 2006 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 15 Tahun 2007 tentang Tatacara Pemberian Izin pada Unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Upaya mewujudkan tata kepemerintahan yang baik membutuhkan komitmen yang kuat. pemahaman serta implementasi Komitmen dari Pemerintah nilai-nilai tata kepemerintahan yang baik secara utuh oleh seluruh komponen. Tugas dari UPTSP adalah mengadakan pelayanan pembuatan izin dan non izin (rekomendasi) kegiatan atau usaha. termasuk aparatur pemerintah dan masyarakat. yaitu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good governance) serta bebas dan bersih KKN yang dijabarkan (good governance) dalam salah satu tujuan pembangunan. Penyelenggaraan tata kepemerintahan yang baik sudah menjadi suatu tuntutan dan kebutuhan universal yang tidak dapat ditunda-tunda lagi. Kabupaten Minahasa Selatan dalam mewujudkan tata kepemerintahan yang baik tergambar dari salah satu misinya. Tabel 3a. daya tahan dan waktu. yakni meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (good govermance). Jenis-Jenis Izin di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Izin Waktu Birokrasi sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 18 .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masyarakat dan memajukan pembangunan yang ada. Jenis-jenis izin dan non izin di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 3a dan Tabel 3b. Dalam upaya menyelenggarakan kepemerintahan yang baik melalui pelayanan prima kepada masyarakat. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dari penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2009 UPTSP berubah namanya menjadi Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPPTSP).

39. 30. 29. 2 Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Tanda Daftar Industri (TDI) Izin Usaha Industri (IUI) Tanda Daftar Gudang (TDG) Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Izin Gangguan (HO) Kartu Ternak Izin Usaha Peternakan Ayam Pedaging/Petelur Izin Usaha Peternakan Babi Izin Usaha Peternakan Sapi Izin Usaha Peternakan Puyuh Izin Usaha Peternakan Kambing Izin Usaha Peternakan Burung Walet Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP) Izin Praktek Dokter Umum / Dokter Gigi / Spesialis Izin Praktek Bidan Izin Praktek Perawat Izin Toko Pembuatan Gigi Palsu Izin Pengobatan Tradisional Izin Praktek Dokter Berkelompok Izin Toko Obat Izin Apotik Izin Balai Pengobatan / Klinik Kesehatan Swasta Izin Klinik Bersalin / BKIA Swasta Izin Optikal Izin Laboratorium Swasta Izin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK) Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Rekreasi dan Hiburan Umum Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Perjalanan Izin Usaha serta Pungutan Restribusi Jasa Akomodasi Izin Usaha dan Pemungutan Restribusi Restoran Izin Usaha serta Pungutan Restirbusi Rumah Makan Izin Pemungutan Kayu Tanah Milik (SIPKTM) Izin Pengiriman Rumah Kayu Izin Angkutan Kayu Kelapa Izin Badan Hukum Koperasi Izin Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja Izin Pendirian Depot Lokal Izin Pendirian Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) Pemrosesan Izin 3 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 5 (lima) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 3 (tiga) hari 7 (tujuh) hari 1 42. 53. 32. 6. 41. 16. 5. 14.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 1. 12. 13. 48. 27. 52. 54. 35. 19. 3. 21. 7. 33. 23. 49. 44. 25. 10. 22. 50. 18. 17. 37. 40. 20. 36. 11. 26. 45. 38. 31. 55. 24. 34. 4. 2 Izin Pemasaran Jenis-jenis Bahan Bakar Khusus (BKK) Izin Pengumpulan dan Penyaluran Minyak Pelumas Bekas Izin Pendirian dan Penggunaan Gudang Bahan Peledak di Daerah Operasi Daratan dan di Daerah Operasi Izin Pertambangan Daerah (SIPD) Galian Golongan C Izin Lokasi Izin Usaha Sekolah Mengemudi Izin Operasi Kendaraan Latih Sekolah Mengemudi Izin Penggunaan Jalan Selain Untuk Kepentingan Lalu Lintas Retribusi Izin Tempat Penampungan Cap Tikus Retribusi Tempat Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. 8. B & C Surat Keterangan Fiskal Retribusi Izin Trayek / Operasi Retribusi Kartu Pengawas Izin Trayek/Izin Operasi Retribusi Izin Insidentil 3 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 7 (tujuh) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 2 (dua) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 19 . 43. 2. 28. 47. 9. 15. 46. 51.

tanggungjawab. kenyamanan. 8. transparan. 6. kesopanan dan keramahan.56. Jenis-Jenis Non Perizinan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 3. kepastian waktu. Dalam upaya menjabarkan dan melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah. akurasi. 2. kelengkapan sarana dan prasarana. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 02 Tahun 2010 tentang Reformasi Birokrasi atas Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dengan memperhatikan pada 11 (sebelas) hal pokok. Minahasa Selatan Untuk lebih mempertegas komitmen terhadap penyelenggaraan kepemerintahan yang baik. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. akhirnya menghasilkan beberapa Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja di 20 . Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Izin Menempati Bangunan Kios / Lost 1 (satu) hari Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran 1 (satu) hari Sumber : Data Juli 2010. 9. 5. sejak tahun 2008 Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan melaksanakan penyesuaian jumlah dan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta membentuk beberapa SKPD sesuai dengan kebutuhan daerah. 12. Setelah mengusulkan dan membahas secara bersama-sama dengan DPRD Kabupaten Minahasa Selatan. Minahasa Selatan Tabel 3b. kedisiplinan. yakni kesederhanaan. keamanan. 11. kemudahan akses. kejelasan. Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kab. 13. 10. 57. 4. Jenis Non Perizinan Rekomendasi Penempatan Rumpon ke Dinas Propinsi Rekomendasi Akte Pendirian Koperasi Rekomendasi Lokasi Pendirian Kilang Rekomendasi Radio Siaran Rekomendasi Galian C Rekomendasi Kesehatan Rekomendasi Pengolahan Sarang Burung Walet Rekomendasi Pengukuran Kayu/Hasil Hutan Lainnya & Pengujian Kayu Rekomendasi Penyadap Hutan Pinus Rekomendasi Industri Rumah Tangga Khusus Makan dan Minum Rekomendasi Aktanisasi Catatan Sipil Rekomendasi Usaha Pemberian Izin Prinsip Waktu Pemrosesan Izin 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 3 (tiga) hari 2 (dua) hari 5 (lima) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 1 (satu) hari 3 (tiga) hari Sumber : Data Juli 2010. 7.

10. Organisasi dan Tata 1. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Koperasi. 12. 8. Peraturan Daerah 2 Nomor 03 Tahun 2008 Tentang 3 Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Minahasa Selatan SKPD Yang Ditetapkan 4 1. 12. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 7. Pemuda dan Olahraga Dinas Kesehatan Dinas Sosial. Nomor 05 Tahun 2008 Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah. 3. 4. Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 3. 8. 11. 10. Sekretariat Daerah 2. 5. Komunikasi & Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Dinas Perkebunan Dinas Kehutanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Pengelola Keuangan. Pasar. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 4 Badan Ketahanan Pangan Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Badan Penanggulangan Bencana Daerah 1 2 3 7. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana. Tabel 4. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Pekerjaan Umum Dinas Perhubungan. UKM. Nomor 02 Badan Pelaksana Narkotika 21 . Pendapatan dan Aset Daerah Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. 4. 13. 11. Nomor 04 Tahun 2008 1. 4. Sekretariat DPRD 2. 2. Nomor 01 Tahun 2009 5. 6. 9. 3. Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Minahasa Selatan 1. Dinas Pendidikan. 6. 9. 2. 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 4. Bappeda. 14.

Kerja Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 6. Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kab. Perikanan dan Kehutanan (BP4K). 11.143 orang. dan golongan IV : 1. 2. 9.012 orang yang tersebar diberbagai SKPD/Unit Kerja. Kerja Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Minahasa Selatan Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan Sumber : Data Juli 2010. Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Minahasa Selatan. 7. 8. 10. 4.975 orang. 3. Tabel 5a. golongan II : 1. tidak menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 karena merupakan lembaga fungsional. yang terdiri dari golongan I : 25 orang. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja a 2 - Golongan I b c d 1 1 2 2 1 - Kelamin Jml L P 1 5 3 1 5 3 - a Golongan II b c d 4 1 8 20 13 3 16 9 2 1 14 43 5 2 18 1 10 82 2 5 14 1 5 25 Kelamin L P 10 5 3 22 67 6 1 5 18 66 48 16 4 1 25 58 3 1 18 26 181 Jml 26 9 4 47 125 9 2 23 18 92 229 Kantor Camat Puskesmas- 13 5 2 20 48 4 5 3 74 106 22 .795 orang. Badan ini hanya ditetapkan dengan Peraturan Bupati Minahasa Selatan Nomor 19 Tahun 2007 tentang Pembentukan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan Juni 2010 berjumlah 4. Nomor 10 Tahun 2009 7. golongan III : 2. Nomor 11 Tahun 2009 Kerja Badan Narkotika Kabupaten Minahasa Selatan Organisasi dan Tata 1. 5. seperti yang tercantum pada Tabel 5a dan Tabel 5b. Minahasa Selatan Untuk Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan I dan II di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2009 6.

Penjaga Sekolah 1 3 2 3 2 7 2 9 12 1 14 24 1 1 2 14 25 6 4 189 185 16 14 5 48 5 245 4 65 18 139 15 95 39 400 4 392 14 743 19 487 53 1. 9. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Golongan III dan IV di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No SKPD / Unit Kerja 1. Tenaga Administrasi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Puskesmas 12.645 758 26 46 72 6 7 9 233 533 2 4 Jumlah 482 593 646 976 1.074 Kelamin L 34 13 9 101 195 14 6 5 7 94 47 b 17 4 25 46 3 4 12 2 35 63 c 16 7 1 43 79 8 1 2 2 40 27 d 5 3 7 40 73 5 1 5 21 20 P 29 10 8 83 131 24 3 21 3 70 128 Jml 63 23 17 184 326 38 9 26 10 164 175 Golongan IV a 2 4 4 26 96 2 11 3 Kelamin e - b 9 1 16 25 1 1 1 1 6 8 - c 4 1 3 6 - d 1 - L 15 4 5 37 90 3 1 1 11 6 P 1 1 8 37 1 3 Jml 16 4 6 45 127 3 1 1 12 9 16 766 6 Kantor Camat PuskesmasPuskesmas 12. Tenaga Administrasi. 58. 6. Minahasa Selatan Berdasarkan data pada Tabel 5a dan Tabel 5b.25 % adalah guru. 4. 6.795 928 69 14 1 415 597 1. Dari 4. SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD SD 2 - SMP 1 6 - SLTA 19 12 4 54 143 7 1 Pendidikan D1 D2 D3 D4 1 11 2 3 1 49 2 3 1 53 2 6 1 - S1 66 22 20 162 359 34 9 S2 8 8 13 3 1 S3 1 - Jml 106 36 27 276 583 50 12 23 . 10. 2. UPTD Dikpora 13. 5. 4. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (sampai dengan Juni 2010) No 1. 8.819 2. Sedangkan jumlah PNS Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan tingkat pendidikan dan agama ditunjukkan pada Tabel 6a dan Tabel 6b di bawah ini.143 Jumlah 491 268 Sumber : Data Juli 2010. Penjaga Sekolah 19 3 11 221 364 450 31 5 22 21 43 16 403 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 5.52%) perempuan. 7.48%) laki-laki dan 3. 2. Guru 14.012 Sumber : Data Juli 2010. dari 4. 7. 3. Minahasa Selatan Tabel 5b.815 (36. Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Golongan III a 25 9 9 76 128 22 3 7 6 68 65 10 610 36 1.160 (63.975 orang PNS.242 1. 11. Tabel 6a.975 orang PNS terdiri dari 1. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. 3. UPTD Dikpora 13. Guru 14.

Tabel 7. 2.811 141 4. 5. 9. 11. 7. 8.898 145 4. 2. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. - SKPD / Unit Kerja Sekretariat Pemda Sekretariat DPRD Inspektorat Daerah Badan-Badan Dinas-Dinas Kantor-Kantor Sekretariat KPUD RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. Data Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Minahasa Selatan Berdasarkan Agama (sampai dengan Juni 2010) No 1.1. Minahasa Selatan Tabel 6b. Minahasa Selatan Untuk jabatan struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan berdasarkan SKPD diperlihatkan pada Tabel 7. 6.898 1 507 392 4 6 2. RSUD Satpol Pamong Praja Kantor Camat Puskesmas-Puskesmas UPTD Dikpora Guru Tenaga Administrasi. 4. 10. 6. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Eselon II A II B III A III B IV A IV B VA Jml 10 44 17 4 14 13 13 10 16 15 3 1 - 4 3 1 4 1 1 1 1 1 1 5 10 4 5 1 1 1 1 1 6 4 4 4 3 4 7 30 12 8 7 7 4 11 9 8 - 9 - 24 . 10. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab.975 Sumber : Data Juli 2010. 11. 7. S K P D / Unit Kerja 2 Sekretariat Daerah Sekretariat DPRD Staf Ahli Inspektorat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Badan Kesatuan Bangsa. 13. 14. 9.221 2 2. 12. 4. 3. 8.191 40 1 145 4. Jabatan Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Juni 2010) No 1 1.8. 9. 12. 3. Penjaga Sekolah Jumlah 3 28 33 5 5 4 11 32 4 17 128 202 32 942 99 1. Politik dan Perlindungan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Badan Keluarga Berencana.664 3 29 74 111 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 21 22 50 2 9 28 1 4 131 2 271 80 94 3 413 4 1 36 80 500 159 . 5. 13.795 Katolik 3 4 12 1 1 1 24 3 34 1 84 Islam 2 4 9 5 1 4 4 5 3 53 3 93 Budha Hindu 2 1 3 Konghucu - Jumlah 106 36 27 276 583 50 12 50 28 271 413 80 2.975 Sumber : Data Juli 2010. 14. Penjaga Sekolah Jumlah Agama Kristen 101 36 27 268 560 44 11 46 27 266 383 74 2.

30. Perindustrian dan Perdagangan Dinas Sosial.10. 41. Pasar. Komunikasi dan Informatika Dinas Pertanian dan Peternakan Dinas Kelautan dan Perikanan Dinas Pertambangan dan Energi Dinas Kehutanan Dinas Kesehatan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dinas Perkebunan Dinas Pengelolah Keuangan. 23. tercantum pada Tabel 8 di bawah ini. 18. 31. Badan Ketahanan Pangan Badan Narkotika Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dinas Pekerjaan Umum Dinas Pendidikan. 32. 37. 24. 36. 13. 16. Instansi vertikal dimaksud sebagaimana Nama Instansi Kantor Departemen Minahasa Selatan Agama Kabupaten Alamat Kantor Desa Kapitu Kec. 22. 19. 29. Pendapatan dan Aset Daerah Dinas Koperasi. 12. Minahasa Selatan Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 26. Tabel 8. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga dibantu oleh beberapa instansi vertikal yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Amurang Barat 25 . 11. 38. juga berperan dalam memajukan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. 35. 21. 14. Tenaga Kerja & Transmigrasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Satuan Polisi Pamong Praja Kantor Lingkungan Hidup Kantor Penanaman Modal Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kantor Kebersihan dan Pertamanan Rumah Sakit Umum Daerah Kantor Camat (17 Kecamatan) Kantor Lurah (10 Kelurahan) Tata Usaha SMP/SMA Tata Usaha SMK UPTD Dinas Pendidikan UPTD Dinas Kesehatan (Puskesmas) UPTD Dinas Kesehatan Depo Farmasi UPTD Dinas Kesehatan Laboratorium Jumlah 1 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 1 1 4 5 1 1 3 1 4 2 1 1 4 9 1 1 4 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 62 5 4 4 3 3 4 3 4 6 5 6 4 4 17 108 6 12 5 4 9 15 5 8 21 7 15 7 4 4 1 3 4 1 6 61 8 17 14 1 364 39 36 1 1 77 9 9 2010 11 5 7 15 25 13 18 11 9 14 21 10 14 29 14 23 13 4 5 2 4 5 2 11 134 44 9 1 17 14 2 652 Sumber : Data Juli 2010. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat. UKM. 28. 25. 33. 15. Instansi Vertikal di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 34. 27. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kab. Pemuda dan Olahraga Dinas Perhubungan. 20. 39. 17. 40.

3. Nama-Nama Bupati/Wakil Bupati Minahasa Selatan No 1. LUNTUNGAN GEMMY KAWATU.D. 4. 5. R. LUNTUNGAN (Bupati) VENTJE TUELA.Januari 2005 Februari 2005 . Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. perikanan. pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang tersebar. Amurang Timur Sejak Kabupaten Minahasa Selatan diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2003 sampai saat ini. R. Badan Pusat Statistik (BPS) Minahasa Selatan Kantor Pertahanan Nasional Minahasa Selatan Kejaksaan Negeri Amurang Pengadilan Negeri Amurang Kabupaten Kabupaten Desa Teep Kec. Amurang Timur Kelurahan Pondang Kec. MSi Drs. S. WAWORUNTU Drs. lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah. 3. Nama Bupati / Wakil Bupati Drs. peternakan dan pembangunan industri untuk mendorong investasi daerah 26 .Agustus 2010 Keterangan Penjabat Pelaksana Tugas Penjabat Definitif (Pilihan Rakyat Pertama) 2. Di tahun 2010. yang menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan adalah pembangunan agribisnis di sektor pertanian. pembangunan pembangunan Untuk mental-spiritual. juga pembangunan antara lanjutan pembangunan gedung kantor di kawasan kantor Bupati Minahasa Selatan. lanjutan pembangunan pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut Amurang. telah mengalami 4 kali pergantian Bupati sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 9. 2. Selain itu.Agustus 2005 Agustus 2005 . perkebunan. H.M. fisik pengentasan lain. 4. SE. pembangunan pelabuhan pelelangan ikan (PPI) dan pembangunan pembangkit tenaga listrik (PLTA/PLTU). yang signifikan. prioritas dan pembangunan.M. penanggulangan kemiskinan serta peningkatan sumberdaya manusia. lanjutan pembangunan gedung DPRD Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. Tabel 9.Agustus 2010 Agustus 2005 . Amurang Barat Kelurahan Pondang Kec.Sos (Wakil Bupati) Masa Jabatan Agustus 2003 . Pembangunan Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan selain fisik.April 2005 April 2005 .

pengembangan objek wisata. bahwa perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka yang meliputi rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun. Pemerintah Kabupaten 27 Ke-6 program unggulan Kabupaten Minahasa Selatan . pengembangan penyediaan air bersih. 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dalam meningkatkan pendapatan daerah serta dan untuk kesejahteraan konservasi masyarakat. Penyelenggaraan Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) . Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. pembinaan pengembangan pengelolaan sumberdaya air. Agro Industri. Agri Bisnis (Agro Produksi. Untuk mengakselerasikan pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan. Lingkungan Hidup. Kelautan dan Pariwisata. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan metetapkan 6 program unggulan. dimaksud adalah : 1. Supremasi Hukum . pengelolaan jaringan irigasi. Perikanan. pembukaan jalan alternatif (Amurang By Pass). penyediaan dan peningkatan sarana/prasarana pendidikan serta kesehatan. serta dapat memberikan akses penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan dimensi-dimensi pembangunan lainnya. 2. nantinya diharapkan dapat menjadi penggerak utama (primer mover) jalannya roda pembangunan daerah. rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun dan rencana pembangunan tahunan yang disebut rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). sebagaimana tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010. Ke-6 program unggulan tersebut. 6. 5. pembinaan dan pengelolaan lingkungan hidup serta pengamanan pantai. pembinaan dan pengelolaan sungai. peningkatan kuantitas dan kualitas perumahan dan pemukiman dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mengintensifkan pengawasan penebangan liar (ilegal loging). 4. Sumberdaya Manusia . Agro Marketing) . dengan mencermati dan memperhitungkan potensi daerah serta kecenderungan lingkungan strategis yang ada.

Norma Hukum. Rapi. Tema Pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2005-2010 Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Tema Pembangunan Pembangunan Pertanian dan Prasarana Penunjang Pembangunan Pertanian dan Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian Melalui Gerakan Menanam Peningkatan Efektivitas Pengurangan Kemiskinan Melalui Perluasan Kesempatan Kerja Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Untuk Pengurangan Kemiskinan dan Penganggurang Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Melalui Pembangunan Pertanian yang Berkelanjutan Untuk Mengurangi Kemiskinan dan Perluasan Kesempatan Kerja Dalam rangka mendorong dan membudayakan masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan agar lebih terarah maka ditetapkan ”TEGUH BERSINAR” sebagai motto pembangunan daerah melalui Keputusan Bupati Minahasa Selatan Nomor 51 Tahun 2004 tanggal 27 Januari 2004. dengan makna : TEGUH : TEruskan Gerakan Untuk Hidup. Tabel 10.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa 2005-2010 Selatan secara menjabarkan RPJM Kabupaten Minahasa Selatan konsisten melalui program/kegiatan tahunan yang Saat ini didokumentasikan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). BERSINAR : Bersih. Sehat. Indah. tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai spesifikasi yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi daerah serta perubahan global. Dari tahun ke tahun. Tema pembangunan Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2005-2010 ditunjukkan pada Tabel 10. berarti seluruh masyarakat Minahasa Selatan memiliki semangat dan komitmen yang kuat untuk tetap dan terus hidup. Etika/Etos Kerja. Rukun  Bersih : 28 . Aman. penjabaran RPJM Kabupaten Minahasa Selatan 2005-2010 telah memasuki tahun terakhir .

Maknanya. baik jasmani maupun rohani.  Norma Hukum : 29 . selalu memelihara kesehatan fisik. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. memelihara lingkungan sekitarnya agar tetap bersih dan sehat. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya hidup bersih. teratur baik. Sehat lingkungan. terkandung maksud.  Etika/Etos Kerja : Artinya. cantik. Maknanya. ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). selelau memelihara kesehatan fisik. Maknanya. serta bagian-bagiannya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya sehat jasmani dan rohani.  Rapi : Artinya. tidak tercemar dan tulus. apik dan tertib. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki pola prilaku yang bersahaja.  Indah : Artinya. Sehat rohani terkandung maksud. rendah hati. dan elok. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki rasa keindahan yang diaplikasikan dalam proses pembangunan.  Sehat : Artinya. dapat membedakan yang baik dan yang buruk serta arif dan bijaksana serta memiliki semangat kerja yang tinggi. bagus benar. Sehat jasmani terkandung maksud. serta memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). bebas dari polusi. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memilki kerapihan pribadi dan lingkungannya serta hidup tertib dan teratur.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. Maknanya. keadaan baik segenap badan. bebas dari lingkungan tercemar.

seperti diperlihatkan pada Tabel 11a. dipakai sebagai pedoman dan pengendalian tingkah laku yang sesuai dan diterima oleh setiap warga masyarakat. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki semangat dalam menciptakan suasana aman. ikatan persahabatan. Daftar Nama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar 30 . cinta kasih. terlindung. tentram. bebas dari bahaya. serta bebas dari rasa takut. kebersamaan. dan damai. masyarakat mempunyai kesadaran berpartisipasi dalam pembangunan. Maknanya. seluruh masyarakat Minahasa Selatan menjunjung tinggi tertib hukum dan supremasi hukum. Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) dan Organisasi Kepemudaan (OKP). Kemasyarakatan Kehidupan masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan masih kental dengan budaya ”mapalus” (gotong-royong) dan sangat kritis serta pekerja keras. seluruh masyarakat Minahasa Selatan hendaknya memiliki komitmen yang kuat untuk menciptakan kerukunan berlandaskan semangat persaudaraan. aturan atau ketentuan yang mengikat warga masyarakat. Sitou Timou Tumou Tou. 3. Dalam upaya menyalurkan pendapat dan pikiran bagi anggota masyarakat serta berperan dalam pembangunan untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dibentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). tentram dan damai. tidak bertengkar.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Artinya. serta menghargai norma-norma adat kebiasaan yang terkandung dan tumbuh dalam kehidupan masyarakat. dan tidak meras takut.  Rukun : Artinya. Selain itu. Maknanya.  Aman : Artinya. 11b dan Tabel 11c. Torang Samua Basudara. Tabel 11a.

10. Yulius Pesik Arie Robert Lonteng Jhon Mawira Alamat 4 Tumpaan Amurang Buyungon/Amurang Amurang Malenos Baru/Amurang Timur Amurang Ranoyapo/Amurang Amurang Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Lopana/Amurang Timur Amurang Bitung/Amurang Tumpaan Sapa/Tenga Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Amurang Rumoong Bawah/Amurang Barat Lewet/Amurang Sapa/Tenga Uwuran Satu/Amurang 4 Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Tawaang/Tenga Teep/Amurang Barat Buyungon/Amurang Kaneyan/Tareran Lopana/Amurang Timur Tumpaan Satu/Tumpaan Maliku/Amurang Timur Lopana/Amurang Timur Maliku/Amurang Timur Sulu/Tatapaan Ritey/Amurang Timur Picuan/Motoling Timur 1 2 23. 35. 33. Manengkey Ernest H. MSc Jeferson Karundeng George E. 16. Kesek Semuel Tumbol Saldi Monigi Hengky Rumengan 3 Karel Lakoy Rocky Sariowan A. Yayasan Siloam ”45” 27. 21. Nama Organisasi 2 Samua Basudara Peduli Pendidikan Suara Amurang Persatuan Sopir Amurang Yayasan Gema Mandiri Yayasan Formasi Bangun Minsel Yayasan Karya Muda Pembaharu Kab. Minsel LSM Makasiow LSM Eureka LSM Rondoren Banua Minsel LSM Aliansi Pemuda dan Masyarakat Sapa LSM Gerbang Minsel Pengurus (Ketua) 3 Herly Kaiende. 31. Minsel Dotu Manguni Minsel Forum Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pendidikan LSM Cakrawala LSM Pelangi Kasih Komite Pelestarian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Solidaritas Korban Hak Asasi Manusia (SKP-HAM) Kab. 12. 9. Minsel 24. Sariowan Drs. 7. 8. LSM Waraney Minsel 28. LSM Yayasan Satya Graha Esa 26. Kalengkongan Sonny G. 5. Karundeng Edwin F.Pd Steven Kapahang Ir. Sandag Josep G. Gerakan Solidaritas Anti Narkoba dan Obat Terlarang (Gersang) Kab.S. 15. Minsel Gerbang Maju Sulawesi Utara Komite Pelestarian Sumber Daya Alam & Lingkungan Hidup Kab. Mintje Maikel Suoth. 19.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 1. 14. 6. S.Lonteng. 20. 30. Minsel 25. LSM Apostolos Yayasan Usaha Mandiri Yayasan Matuari Waya Aliansi Guru Indonesia Sulut (AGIS) Cabang Minsel LSM Tagoy Lestari LSM Minahasa Selatan Coruption Watch (MSCW) LSM Generasi Profesional Mandiri LSM Generasi Bela Pancasila 31 . Amd Diki H. LSM Reformasi 29. Yayasan Perisai Persatuan Perwakilan Kab. 17. 3. Minsel Barisan Muda Teguh Bersinar Dewan Reformasi Pembangunan Kab. SE Robby Keintjem Joppy Karundeng Berty Pongantung Fentje Pusung Jhonly V. Petrus Ulaan Wilem Mononimbar Jimmy Endey Bernard Lonteng. 36. 34. 32. 18. 13. 22. 11. 2.Pd Frans Kumaseh Joni Lumowa Dolfi Tutu Joice Mintje Foni Singkana Billy Regar Ir. 4. SE Ibrahim Gani. Abraham Pongkorung.

20. 13. Minsel Brigade Manguni Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kab. SPd Ernest O. 16. Minahasa Selatan Tabel 11b. Umboh. Daftar Nama Organisasi Kemasyarakatan (ORKEMAS) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Noya Junior Malomba Drs. Legi. 9. 26. Minsel Yayasan Kekuatan Bagi Negeri (YKBN) Rukun Keluarga Tombulu di Tumpaan Organisasi Sosial Ro’ma Care Gerakan Da’wah Islam “MUHAMMADIYAH” Minsel “ENTOURAGE” Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Forum Peduli Pendidikan Sulut Korps Garuda Laskar TRIKORA Kelompok Pecinta Alam Cliff Hanger Persatuan Rukun Yosep Lousya Lembaga Independent Kecamatan Motoling Tuama Auto Club Garda Inti Permesta (Garinsta) Pimpinan Daerah ”AISYIYAH” Kab. Lengkong Sanly F. Minsel Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan (UPK) 2 Laskar Rakyat Republik Indonesia (LRRI) Dewan Pimpinan Cabang Kab. Lendongan Sinar L. Sangkoy Drs. Frangky J. LSM Purna Paskibraka Indonesia Minsel 39. Minsel Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Kerukunan Keluarga Besar Pelealu. STh Jan Johan Polii 3 Marthen Lumowa Jantje C.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 37. LSM Lentera Masa Cabang Minsel Lans B. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. 4. Maradesa. SE Tommy J. 21. Schu Maudy Damopolii Alamat 4 Buyungon/Amurang Amurang Kumelembuai Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Pondang/Amurang Timur Uwuran Satu/Amurang Lewet/Amurang Pondang/Amurang Timur Ranomea/Amurang Timur 4 Buyungon/Amurang Uwuran Dua/Amurang Tumpaan Lopana/Amurang Timur Ranoiapo/Amurang Buyungon/Amurang Buyungon/Amurang Tareran Motoling Kilometer 3 / Amurang Pondang/Amurang Timur Amurang Ranoiapo/Amurang Pondang/Amurang Timur Sumber : Data Juli 2010. Manado Minahasa Selatan Rukun Porodisa Orang Pondang Asal dari Talaud Dewan Pimpinan Cabang Pergerakan Wanita Nasional Indonesia Kab. 24. 8. Badan Kesatuan Bangsa. 27. 3. Rudolf Marentek Sumber : Data Juli 2010. LSM Komunitas Tumbuh Bersama Minsel 38. 1 12. 14. Kawatu. Politik dan Perlindungan Masyarakat 32 . 7. 6. Palakua Ir. Nama Organisasi 2 Kerukunan Keluarga Besar Lengkong Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Panguyuban Korban Orde Baru (Pakorba) Kerukunan Akar Rumput Satal Kab. Jefry R. 10. 18. 5. Fredy Lengkong Farida R. 23. 22. Dientje Sumendap Harri Masinambow Pdt. Derek Lengkong Rio Salsabila Yusuf Yantje Liando M. Roly Makauli Ishak Ahmad Dicky Mintje Marthen J. 19. Lelengboto Jefry Pelealu Sinar Maradesa Dra. 2. Badan Kesatuan Bangsa. 17. 15. 25. 28. Minsel Kateda Maesa Asosiasi Pendeta Indonesia Pengurus (Ketua) 3 Dr. 11. BA Hengky Rantung Drs.

20. SH Jhoni Taroreh. 21. 5. 14. Art Bago Robby Simbar. 10. Minsel 2 Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kab. Minahasa Selatan Masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan bagian dari bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam memperkokoh kemerdekaan berserikat. 18.Sos Rivay Rompas Drs. 9. Nama Organisasi 2 Karang Taruna Angkatan Muda Pembaharuan Golkar (AMPG) Kosgoro Kab. H. 16. 1 15. Rumokoy Michael Frans Farland Lengkong Maryoh Sangkoy.G. Minsel Pengurus (Ketua) 3 Merry M. Togas. Minsel Pemuda Pancasila Kab. Politik dan Perlindungan Masyarakat Kab. 6. Minsel Gerakan Pemuda Ansor Kab. Daftar Nama Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Terdaftar No 1 1. Minsel Pemuda Muslim Indonesia (PMI) Kab. 13. Minsel Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kab. Tommy Kawengian Richard Ottay. 7. Runtunuwu F. SE Ibrahim Gani. SPd Ibrahim Gani. Minsel Himpunan Mahasiswa Minahasa Selatan Peduli Pembangunan (HMMSPP) Pemuda Tani HKTI (Petani HKTI) Forum Komunikasi Mahasiswa Minsel (FKMMinsel) Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah Indoensia) Kab. S. 8. Minsel Forum Komunikasi Putra-Putri Indonesia Kab. Minsel Barisan Muda Demokrat Kab. 4. Minsel Forum Solidaritas Pemuda Kristen Kab. 12.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. membentuk 33 . 22. Minsel Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kab. Petrus Ulaan Drs. Minsel Keluarga Besar Putra-Putri Polri Ikatan Putra-Putri Kepemudaan Minahasa Selatan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kab. Minsel Talented Youth Devada Kab. Minsel Pemuda Panca Marga Kab. Minsel FKPPI Kab. SPd Dr. Minahasa Selatan Tabel 11c. Badan Kesatuan Bangsa. 3. 2. 17. berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Ferry Mohede Ir. SPd Alamat 4 Amurang Amurang Amurang Ranoiapo/Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Tumpaan Amurang Bitung/Amurang Amurang Amurang Amurang 4 Amurang Amurang Uwuran Satu / Amurang Uwuran Dua / Amurang Kristy Alfons Sumual Dewa Putu Oka Pondang/Amurang Timur Ritey/Amurang Timur Tambelang/Maesaan Sumber : Data Juli 2010. MPd Drs. SE Artli Kountur. 19. 11. SPd Wem Mononimbar Sharil Bahrudin. ST 3 Robby Sangkoy.

1 11. 31. Kabupaten Minahasa Selatan. 15. 33.Th Herry Djumaat Kasim Malolonto Chalid Doehmi Drs. 19. 16. SE Fonny Singkoh Piter B. S. F. Henny Ottay. SPd 3 Pdt. SpPD Junaidi V. SH Agus F. Kalangi Robby Gunawan.Sos Johni Sumual. H. 4. 6. hanya 34 partai politik yang terdaftar sebagai peserta pemilihan umum.J. SH Harvey Tewal. S. 17. 8. SE Ventje Tuela. Ke-34 partai politik tersebut diperlihatkan pada Tabel 12. Regar.Sos Franny Donald Toloh. 12. 27. 22. Mokalu. MS Dr. Hengky Toloh. 3. 26. Liow. ST Nico Tiow Priesly F. Tabel 12. 2. dari 42 partai politik peserta pemilihan umum di Indonesia tahun 2009. 14. Partai politik merupakan Di sarana partisipasi politik masyarakat dalam mengembangkan kehidupan demokratis untuk menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggungjawab. 23. 24. 13.Sos Franco G. 10. SH Welly Pelle Frangky Mokalu. Nama Partai Politik 2 Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Partai Pemuda Indonesia (PPI) Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Republik Nusantara Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Kedaulatan 2 Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Partai Patriot Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Kasih Demokrasi Indonesia Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Demokrat (PD) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Pelopor Partai Buruh Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK) Partai Bintang Reformasi (PBR) Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Partai Penegak Demokrasi Indonesia Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB) Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Pengurus (Ketua) 3 Billy J. SE. BA Thawil Hamim Pdt. 7. 30. 21. Surentu. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1 1. 18. Ibrahim A. M. 32.A. Wonok 34 . 5. SE Hengky Rumengan. 9. 28. Rumokoy. 20. Sumakul. S. 25. BA Richard Ottay. Laonda Frangky I. 29.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 kepengurusan partai politik di daerah sesuai dengan partai politik yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Pusat. Tumbelaka Robby Mintje Jenny J. ST Drs. Tumbuan. SH Anyan Kotambunan Fonny Singkoh Tommy Pakaya.

000 2. 10. 7.030 3.377 16. Berdasarkan hasil pemilihan umum legislatif tanggal 9 April 2009. 8.248 3. 11. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Partai Golongan Karya (Golkar) Partai Demokrat (PD) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) Partai Persatuan Daerah (PPD) Partai Barisan Nasional (Barnas) Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) Partai Indonesia Sejahtera (PIS) Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK) Jumlah 8 6 5 2 2 1 1 1 1 1 1 1 30 Orang 33.468 2.979 Sumber : Data Juli 2010. hanya 12 partai politik yang memperoleh kursi. Komisi Pemilihan Umum Kab. SH Sumber : Data Juli 2010. dari 34 partai politik peserta pemilihan umum. Minahasa Selatan 35 .429 4. 3.086 24. 2.544 2. Partai politik peserta pemilihan umum yang memperoleh kursi beserta jumlah perolehan suara diperlihatkan pada Tabel 13. Tabel 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 34. 12. 9.454 2.854 4. 5. Partai Merdeka Viktor Kimbal.467 3.022 101. 6. 4. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan pada pemilihan umum legislatif tahun 2009 ditetapkan 30 kursi untuk diperebutkan oleh partai politik peserta pemilihan umum. Komisi Pemilihan Umum Kab. Partai Politik Peserta Pemilihan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan Yang Memperoleh Kursi Beserta Jumlah Perolehan Suara No 1 Nama Partai Politik 2 Jumlah Perolehan Kursi 3 Jumlah Perolehan Suara 4 1.

di mana fasilitas sarana dan prasarana selalu lebih lengkap dan kompleks daripada penduduk di pedesaan. kegiatan institusi sosial dan olahraga. kesehatan. agama. kondisi ketenagakerjaan. hidup yang lebih baik dan lebih layak. Kecenderungan tersebut terlihat dalam kehidupan penduduk perkotaan. Demografi Keadaan dan kepadatan penduduk suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh tersedianya berbagai fasilitas sarana dan prasarana yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan sosial budaya. 36 Hal ini disebabkan setiap manusia pada hakekatnya selalu ingin menikmati fasilitas . 1. perekonomian.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 BAB VI KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFIS Profil sosio-demografis suatu daerah menggambarkan hal-hal yang berkaitan dengan keadaan penduduk. kondisi pendidikan.

848 462 2.242 3.179 2.712 3.982 4.460 4.464 4. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. 6. Minahasa Selatan tidak terlepas dari masalah kemiskinan.189 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Berdasarkan data pada Tabel 1b. Sebagai suatu kabupaten pemekaran. 16.528 267 1. penduduk Kabupaten Minahasa Selatan tersebar pada bentang wilayah dengan kepadatan yang cukup rendah dan sebagian besar terkonsentrasi di ibukota kecamatan.928 545 2.839 2. 10. Sampai dengan tahun 2009.168 3. 15.728 600 2.676 4.271 4.052 4.193 Jumlah KK Miskin 955 691 487 460 399 540 745 693 299 425 165 741 369 419 883 711 617 Data Tahun 2009 Jumlah KK 3. Kemiskinan di suatu wilayah mempunyai hubungan dengan kondisi wilayah dan pembangunan ekonomi wilayah. 4. Kemiskinan merupakan suatu fenomena masyarakat yang sudah lama terjadi dan dapat terjadi di mana saja tanpa memperhatikan lokasi.403 4.201 Jumlah KK Miskin 957 723 621 1.165 Jumlah Jumlah KK Miskin Jiwa Miskin 525 2. 7.461 3.068 515 2. Kondisi tersebut mengisyaratkan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi sumberdaya daerahnya.560 609 2.835 2. 13. 12.514 3.060 198 792 323 1.099 1. Data Keluarga Miskin di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007-2009 No 1. 17.119 941 263 640 910 681 469 428 711 617 manusia yang dapat membangun dan mengembangkan Data Tahun 2008 Jumlah KK 3.506 6. Jumlah keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2007-2009 diperlihatkan pada Tabel 14. 3.403 4.212 553 640 2. 9. Hal ini sebagai dampak dari program Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyentuh kebutuhan masyarakat dan keinginan masyarakat meningkatkan taraf hidup.541 4. Nama Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Timur Motoling Barat Tenga Sinonsayang Amurang Tareran Suluun Tareran Tumpaan Kumelembuai Amurang Timur Amurang Barat Tatapaan Maesaan Data Tahun 2007 Jumlah KK 4.180 1.702 2. 2.590 3.846 4.543 2.545 4.465 4. sehingga sifatnya global. keluarga miskin di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 8.680 2. 14. 5.092 37 .218 2. 11.738 4.436 632 2.552 3.208 2.506 KK.292 343 1.609 4.404 3.409 2. 8.265 2.232 2.100 732 2.428 523 2.317 4.730 4. Tabel 14.155 2.671 2.518 3.348 3.284 5.159 3.372 432 1.089 3.400 607 2.611 3.

Badan Pusat Statistik Kab. Untuk dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Mekanisme yang 38 Tunai untuk Rumah Tangga Sasaran . salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan penggunaan teknologi pada sektor-sektor ekonomi yang unggul. maka pendapatan petani (rumah tangga pertanian) juga akan meningkat. yaitu dengan membangun motivasi masyarakat untuk menghilangkan tradisi atau adat yang menjadi penghambat bagi kemajuan penduduk setempat. Dalam upaya mempercepat penanggulangan kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan serta mengatasi dampak ekonomi dan sosial akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).024 99 Sumber : Data Juli 2010. salah satu kebijakan yang perlu dilakukan adalah peninjauan kembali harga komoditas pertanian dan pengaturan kembali kelembagaan sektor pertanian. Dengan demikian.179 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 57.506 34. terutama yang menyangkut hak-hak penduduk.945 8.Total 1 58. yaitu sektor pertanian. antara lain : 1. Program Bantuan Langsung (BLT-RTS) BLT adalah bantuan langsung berupa uang tunai sejumlah tertentu untuk RTS.5 58. miskin dan hampir miskin. Dengan meningkatnya harga jual komoditas pertanian. perkebunan dan perikanan. Minahasa Selatan Dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan. Salah satu cara yang dilakukan adalah memotivasi kepada penduduk miskin bahwa untuk mencapai suatu kehidupan yang lebih baik dapat tercipta di dalam sanubari mereka. Sedangkan RTS adalah rumah tangga yang masuk kedalam kategori sangat miskin. Program BLT-RTS diselenggarakan dalam kerangka kebijakan perlindungan sosial (social protection) sebagai dampak pengurangan subsidi BBM.138 9. melalui sektor-sektor ekonomi tersebut memberikan nilai tambah terhadap pendapatan ekonomi masyarakat.26 10. Pendekatan lain yang dapat dilakukan dalam rangka pengentasan kemiskinan adalah melalui pendekatan sosio-kultural. Pemerintah Pusat melaksanakan berbagai program penanggulangan kemiskinan.

200. Meningkatkan tanggung jawab sosial bersama. b. mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi serta meningkatkan tanggung jawab bersama. Program Keluarga Harapan (PKH) PKH merupakan salah satu strategi penanggulangan kemiskinan yang dirancang untuk membantu rumah tangga sangat miskin (RTSM) pada sisi beban pengeluaran. dengan rincian.000 diberikan untuk digunakan selama 3 bulan (Juni-Agustus) yang diberikan pada bulan Juni 2008 dan Rp. 400. Pelaksanaan Program BLT-RTS langsung menyentuh dan memberi manfaat kepada masyarakat miskin dan mendorong tanggung jawab sosial bersama serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat terhadap perhatian pemerintah kepada masyarakat miskin. BLT-RTS adalah : a. dan c.000 per bulan selama 7 bulan. BLT-RTS diberikan sebesar Rp. Sedangkan mendapat 2008. 2. 300. 1. Mencegah penurunan taraf kesejahteraan masyarakat miskin akibat kesulitan ekonomi. yakni bulan April dan Mei. Membantu masyarakat miskin agar tetap memenuhi kebutuhan dasarnya. Prinsip PKH adalah pemberian bantuan tunai kepada RTSM dengan syarat 39 .884. namun hanya selama 2 bulan.421 RTS Selatan pada tahun 2008 tahun 2009 dengan 9. khususnya terkait dengan upaya peningkatan sumberdaya manusia untuk jangka pendek dan memperbaiki pola pikir serta merubah perilaku yang dapat membawa pada pemutusan rantai kemiskinan rumah tangga tersebut untuk jangka yang lebih panjang.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dilakukan merupakan asistensi sosial (social assistance) yang ditujukan untuk membantu masyarakat miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Pada tahun 2008.599 RTS. 100.000 diberikan untuk digunakan selama 4 bulan (SeptemberDesember) yang diberikan pada bulan September Minahasa 9. BLT Kabupaten sebanyak mendapatkan BLT sebanyak Tujuan dari Program total anggaran Rp. Rp.000.

tahun 2008 mendapatkan bantuan sebesar Rp. 1. khususnya bidang kesehatan dan pendidikan. antara lain ketenagakerjaan. melakukan pemeriksaan kesehatan. Jawa Barat. Sedangkan tujuan utama PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat sangat miskin. Pelaksanaan PKH direncanakan sampai dengan tahun 2015.925 RTSM yang setiap tahun direalisasikan Untuk tahun 2010. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur. untuk exit strategy PKH memerlukan koordinasi dengan program lain yang terkait.016 RTSM selama 3 tahap. Di tahun 2007 mendapatkan pada 3. nantinya RTSM berkewajiban untuk menyekolahkan anaknya. Bantuan yang diberikan kepada RTSM.000 pada 1.109. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu kabupaten/kota di Propinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan bantuan PKH sejak tahun 2007. dimaksudkan kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial RTSM yang menjadi peserta PKH. telah direalisasikan tahap I sebesar 40 . perindustrian. Apabila setelah 6 (enam) tahun kondisi RTSM masih berada di bawah garis kemiskinan.245. Ketujuh propinsi tersebut adalah Gorontalo. PKH lebih yang merupakan salah satu ”crash program” untuk mengatasi dampak akibat kebijakan kenaikan harga BBM. DKI Jakarta. 3.600. Sumatera Barat. 3. perdagangan.839. Pelaksanaan PKH telah dimulai sejak tahun 2007 yang diawali di tujuh propinsi dengan melibatkan 500 RTSM.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mereka bersedia mematuhi ketentuan dan persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia. apabila hasil uji coba di beberapa daerah/propinsi berhasil. Jawa Timur.000 pada 2. bantuan sebesar Rp. pertanian dan pemberdayaan masyarakat.948. PKH bukanlah kelanjutan dari program Subsidi Langsung Tunai (SLT) Akan tetapi. akan menerima bantuan selama maksimal 6 tahun dan setiap 3 tahun akan dilakukan resertifikasi terhadap status kepesertaan.000 Rp. kepada masyarakat miskin.891. termasuk pemeriksaan gizi dan imunisasi balita.415 dan tahun 2009 mendapatkan bantuan sebesar RTSM. serta memeriksakan kandungan bagi ibu hamil.

7. 3.278.000 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. 2008 Realisasi TA.245.000 252 314.000 312 407.000.134.150. 2009 Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Jumlah Bantuan Awal RTSM RTSM RTSM (Rp) (Rp) (Rp) (RTSM) Tenga 334 322 441.000 2.600.000 Tumpaan 303 298 390.000 391 122.050.536.925 3.000 565 179.415 1.158.000 368 477.000 3.650. Rekapitulasi pembayaran RTSM peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2007-2009 dan tahun 2010 tahap I diperlihatkan pada Tabel 15a dan Tabel 15b.576. 4. Dinas Sosial.000 252 308.000 Tompaso Baru 320 315 422.000 Modoinding 468 449 594. Minahasa Selatan 3.000 2. 8. 943.000 Sinonsayang 592 587 766.950. 5. 2007 Realisasi TA.300. tanggal 30 April 2007 sebagai program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan 41 penurunan tingkat pengangguran yang berbasis pada partisipasi dan .948.289. 6.740.800. 7.000 Jumlah 3.600. Sulawesi Tengah.000 400 513.718. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun Anggaran 2007-2009 No 1. Minahasa Selatan Tabel 15b. 3. Rekapitulasi Pembayaran RTSM Peserta PKH Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap I No 1.117 1.000 565 738.365.000 pada 2.109. 6.103.908 944. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Tabel 15a.200.000 Sumber : Data Juli 2010.300.050. 2.000 420 581.400.891.026.907 RTSM.000 Ranoyapo 448 435 592.000 Motoling 387 386 519.400.000 431 545.000 378 487.050.016 3.361.130. Dinas Sosial.804.000 368 120.000 290 92. 2.000 420 144. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri) PNPM Mandiri merupakan program yang dicanangkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Palu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Rp.000 319 435.000 Kumelembuai 265 258 336. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.136.000 251 79.917 Realisasi Jumlah Bantuan RTSM (Rp) 311 103.000 289 377.000 312 102.839. 4. 8. Kecamatan Tenga Kumelembuai Motoling Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Sinonsayang Tumpaan Jumlah Target Awal (RTSM) 311 251 368 399 312 420 565 291 2.650.000 320 430. Target Realisasi TA. 5.

sejak tahun 2007 mendapat bantuan PNPM Mandiri pada 5 kecamatan dan tahun 2008 mendapat bantuan pada 6 kecamatan. 42 .000.200. 3. Kementerian Pertambangan. yang terdiri dari pos APBN Rp. untuk sementara dilaksanakan oleh Kementerian Dalam Negeri.500.000. 2008. Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) dan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK). Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. Sedangkan di tahun 2008.000.999 kecamatan dan 36.000.000. 3.993 kecamatan dan 28. 2009 dan tahun 2010 beserta besaran dananya diperlihatkan pada Tabel 16a. Di tahun 2007.000 dan pos APBD Rp. 1. Mulai tahun 2008 diperluas dengan melibatkan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).000. PNPM Mandiri mencakup 2. Untuk Kabupaten Minahasa Selatan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pemberdayaan masyarakat. 15. Kementerian Kelautan dan Perikanan. 750. PNPM Mandiri adalah program strategis yang menjadi wadah dari berbagai kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.000 sampai dengan Rp. Tabel 16b dan Tabel 16c.500. Kementerian Sosial.000. Kementerian Energi Sumberdaya Mineral. sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan pengangguran yang umumnya bersifat sementara.000.000 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. Tujuan PNPM Mandiri adalah meningkatkan pendapatan bagi rumah tangga miskin (RTM) dan pada sisi lain membuka serta perluasan lapangan kerja. 19.000. PNPM Mandiri terdiri dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK).000. PNPM Mandiri.417 desa dengan alokasi dana setiap kecamatan Rp. yakni Kecamatan Sinonsayang dan Kecamatan Kumelembuai karena sementara melaksanakan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (PPIP). 1. Tahun 2010 mendapat bantuan di semua kecamatan dengan total anggaran Rp.000. PNPM Mandiri mencakup 3.800. Nama-nama kecamatan yang mendapat bantuan PNPM Mandiri pada tahun 2007. Kementerian Pekerjaan Umum.000 sampai dengan Rp. Di tahun 2009 mendapat bantuan pada 15 kecamatan dan hanya 2 kecamatan yang belum mendapat PNPM Mandiri.000.000.

00 0 600. 4.000.00 0 750.00 0 150.000.000.800. 12.000. 6.000 720.00 0 0 0 3.000 720.000 900.0 8. 9.500.00 300.000 900.000.000.00 0 0 0 1.250.000.000.000 180.000.000.00 0 750.000.00 700.000.000 900.00 1.000 720. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.500.200.00 0 0 0 1.000. 6.00 300.000 720.000 180.000.000.000 180. 15.00 0 750.000.000.000 180.000 720. 11.000 900.000. 2.0 00 Sumber : Data Juli 2010. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2009 APBD (Rp) BLM (Rp) 720.000.000.000.000.000.000.200.000.000.000 900.000. 5. 8.000.00 0 400.000.000 720.000.00 2.000 10.00 1.000 900.000.00 0 600. 13.00 0 600.000.000.000 720.000 12.00 1.000.000 180.00 10.000 720.000.000.000.500.000 900.00 0 0 0 2.000.050.00 0 0 0 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 16a.000. 14.000. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab.000.00 0 150.000 0 900.000 720.000.000.00 2. 4.600.000 720.000.00 0 750.000.000 720. Minahasa Selatan Tabel 16b.000 720.000.250.200.000.00 0 0 0 1.00 1.000.000 720.000 180.000.000.00 400. Tenga Ranoyapo Tumpaan Motoling Amurang Modoinding Jumlah Anggaran Tahun 2007 APBN APBD BLM (Rp) (Rp) (Rp) 600.000.500.000.00 300.000.200.000.00 500.000.00 0 150.000.000.000.00 2.000.00 0 100.000.000 720.000.000.000.000.00 0 0 1.000.000 900.000.000.000 720.000. 7.000.000 180.800.000.000.000.00 0 150. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2007 dan Tahun 2008 No Kecamatan 1.000. 10.00 0 500.600.000 720. 2. Minahasa Selatan Tabel 16c. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2009 No 1.000 900.000. 5.000 180.000.000.000.800.00 250.000 180.000.000 720. 3.00 1.000.0 00 0 0 00 Sumber : Data Juli 2010. Lokasi dan Anggaran PNPM Mandiri di Kabupaten 43 .000.000.500.00 0 - APBN (Rp) Anggaran Tahun 2008 APBD BLM (Rp) (Rp) 2. 3.000.000 720.000.000 720.000.000.000 180.

3.562 Orang 136 Orang 399 Orang 241 Orang (PMKS) dan potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS) sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 17a dan Tabel 17b di 44 .000 250.000.000. 13. 10.000 200.000 19. Keadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.000.000 250.000.000 1.250.000.000.000.000. 2.000 800.000 1.000. 16.000.0 00 Sumber : Data Juli 2010.000 800.000.000 600. 9.250.000 1.000.686 Orang 238 Orang 3.000 15.000. Minahasa Selatan Saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki sejumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial bawah ini.000.000.000.000 1.000.000.000.000 1. 12.000 1.000.000.000 250. 7.800.250. 17.000 1. 15.000.00 3.000 200.000 800.000.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kab. 8.000.000. 9.000.000 1.000.000. 12.000.200.000.000 1.000.000.000 800. 7.000 200.000.000.000 1.000 1. 4.000 1.874 KK 2.000 250.000 250.250.000.000.000.000 250.000 200.000.000 1.000 1.000. 11.000 0 1.000.000.250.000.000 250.000 250.250.000.000.000.000 1.000.000 1.000.000.000.000.000 800.000.250.000 1.250.000. 6. 2. 11.000 1.000 200. 5.000 150. Tabel 17a.000.000. 3. 4.000 1.000.000. 10.000 1. 5.000.000.000.000.000 1.000 800.000.000.000 1.000.000 1.531 KK 7.000.000.000.000 200.000.000 1. Kecamatan Modoinding Maesaan Motoling Motoling Timur Motoling Barat Amurang Barat Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Suluun Tareran Tareran Amurang Tenga Ranoyapo Tompaso Baru Sinonsayang Kumelembuai Jumlah APBN (Rp) Anggaran Tahun 2010 APBD (Rp) BLM (Rp) 800.000.000. 8. 6.250.000 200.000.667 KK 347 KK 236 Orang 1.000 750.000. 14. 13.213 Orang 106 Orang 1. P M K S Fakir Miskin Rumah Tidak Layak Huni Lanjut Usia Pekerja Migran Daerah Rawan Bencana Korban Bencana Alam Eks Korban Bencana Sosial / Pengungsi Wanita Rawan Sosial Ekonomi Balita Terlantar Anak Terlantar Korban Tindak Kekerasan Anak Nakal Anak Cacat Jumlah 9.000 250.

665 orang. 19. Jumlah dan komposisi tenaga kerja akan terus mengalami Jumlah perubahan seiring dengan berlangsungnya proses pembangunan.084 orang. Sedangkan sektor lainnya sebanyak Untuk 43. Tabel 18.100 92.226 Orang 402 Orang 423 Orang 483 Orang 980 Orang 16 Orang Sumber : Data Juli 2010. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.395 Tahun 2006 2007 (Orang) (Orang) 139.961 orang. 3. 18. dan yang bekerja di luar negeri sebanyak 5 orang.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. dengan jumlah yang bekerja sebanyak 95.335 123. 4. yaitu 52.754 orang. Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan salah satu modal utama bagi bergeraknya roda pembangunan. 17. pada Tabel 18 di bawah ini. P S K S Organisasi Sosial Karang Taruna Pekerja Sosial Masyarakat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Jumlah 18 Orsos 156 KT 81 Orang 17 Kecamatan Sumber : Data Juli 2010. Dinas Sosial. Uraian Jumlah Angkatan Kerja Jumlah Yang Bekerja 2004 (Orang) 135. angkatan kerja di Kabupaten Minahasa Selatan sampai dengan tahun 2009 sebanyak 102.906 99.50 2005 (Orang) 138.253 2008 (Orang) 101. 2.516 88. 2. Dari jumlah yang bekerja.810 2009 (Orang) 102. sektor pertanian dan peternakan menyerap tenaga kerja terbanyak. Minahasa Selatan Tabel 17b. 16. Minahasa Selatan 2. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab. Data Tenaga Kerja di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Penyandang Cacat Eks Narapidana Korban Penyalahgunaan Napza Bekas Penderita Penyakit Kronis Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis Pengidap Penyakit HIV/AIDS 1. 15. Keadaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.27 120.161 124.754 komposisi tenaga kerja yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan 45 .961 95. Dinas Sosial.

765 43.203 23. Tenaga Asing 3 5 5 11 8 8 (Data sampai dengan Tahun 2006.868 55. 12. 5. 7. Dinas Sosial.982 1.158 56.045 52. Penempatan Pencari Kerja 116 357 1. 11.665 Peternakan . usaha mikro. 6.942 36.309 8.765 14. Tabel 19a.013 39. 2.Sektor Pertanian dan 68. Ranoyapo Desa Pinaesaan Kec. Tabel 19c dan Tabel 19d.281 24. Dinas Koperasi. Sinonsayang Desa Tanamon Kec.765 41.390 6.Sektor Lainnya 53.793 1.998 571 7. Amurang Barat Desa Suluun IV Kec.290 7.428 36.870 9. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan berupa tersedianya pasar di hampir semua kecamatan. masih termasuk dengan Kabupaten Minahasa Tenggara) Sumber : Data Juli 2010. Perekonomian Perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan karena tersedianya sarana dan prasarana pendukung.483 48. Jumlah Penganggur 14. Walaupun disadari masih banyak masyarakat yang kurang mampu dalam meningkatkan taraf hidup. Tatapaan Desa Kapitu Kec. Jumlah Pencari Kerja 2.166 5. 3. Sinonsayang Desa Motoling Dua Kec. Tenga Desa Paku Ure Kec. Tabel 19b. Nama Pasar Tareran Pasar Tumpaan Pasar Amurang Pasar Tenga Pasar Paku Ure Pasar Poigar Pasar Motoling Pasar Poopo Pasar Tompaso Baru Pasar Modoinding Pasar Tatapaan Pasar Kapitu Pasar Desa Suluun Pasar Desa Ongkaw Pasar Desa Tanamon Lokasi Desa Lansot Kec.133 4. berdirinya koperasi. Sarana dan prasarana pendukung perekonomian masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 19a. Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.940 14. 14. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Tenga Desa Poigar Satu Kec. 15. Tareran Desa Tumpaan Kec. Modoinding Desa Paslaten Kec. 8. Minahasa Selatan 9 66. 9. 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .207 4. 10. Sinonsayang Sumber : Data Juli 2010.253 23. Suluun Tareran Desa Ongkaw I Kec.641 3. Amurang Desa Tenga Kec. Tompaso Baru Desa Pinasungkulan Kec. Minahasa Selatan 46 . usaha menengah serta prasarana pemasaran dan perkreditan.215 1. Motoling Desa Poopo Kec. Pasar di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.539 51.084 .237 68.174 5. usaha kecil. UKM.218 6. 4. Tumpaan Kelurahan Ranoiapo Kec. Jumlah Setengah Penganggur 36.Bekerja di Luar Negeri 20 51 5 3. Pasar.895 6.

Perkebunan g. Peternakan f.Industri Pertanian .235 2. Jenis Usaha Usaha Mikro : .Perdagangan .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 19b.Perdagangan . Perindustrian dan Perdagangan Kab. Produsen c.Industri Non Pertanian . Jenis Koperasi Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Produsen : a. Pasar. 3. Produksi Koperasi Konsumen Koperasi Wanita Koperasi Pemasaran Koperasi Serba Usaha Koperasi Jasa Koperasi Lainnya Total Jumlah 6 45 194 28 154 37 28 18 4 7 1 19 22 193 1 44 799 3.Industri Pertanian .Industri Non Pertanian . UKM. 4.Aneka Jasa Usaha Menengah : .Aneka Jasa Total Jumlah 1. Dinas Koperasi. Dinas Koperasi. Minahasa Selatan Tabel 19c. Prasarana Pemasaran dan Perkreditan di Kabupaten 47 . Data Koperasi Berdasarkan Jenis/Identitas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2. Usaha Kecil dan Usaha Menengah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Minahasa Selatan Tabel 19d.Perdagangan .Industri Non Pertanian . 6.Aneka Jasa Usaha Kecil : . KUD b. Nelayan h.Industri Pertanian . Pasar. Perikanan i. 8. Pertanian d. Data Populasi Usaha Mikro.416 117 766 403 381 102 226 435 109 57 196 27 4. 7. Perindustrian dan Perdagangan Kab. Petani Buah j. 5. Sumber : Data Juli 2010. UKM. Tani e. Sumber : Data Juli 2010.

Oleh karena itu. penduduk Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Pendidikan Pada hakikatnya. 3. Masih banyaknya penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan merupakan salah satu kendala utama terbatasnya partisipasi pendidikan di Indonesia. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa yang pada gilirannya sangat mempengaruhi kesejahteraan umum dan pelaksanaan ketertiban dunia. pendidikan merupakan upaya membangun budaya dan peradaban bangsa. Selain karena fasilitas pendidikan belum mampu disediakan di seluruh pelosok tanah air termasuk di daerah terpencil dan kepulauan. Pasar. Peningkatan perluasan dan pemerataan pelayanan pendidikan dasar yang berkualitas sebagai bentuk pemenuhan hak warga negara untuk mengikuti Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagaimana diamanatkan dalam 48 Langkah kebijakan yang ditempuh dalam upaya meningkatkan taraf pendidikan . Namun. Keadaan pendidikan suatu wilayah dapat menjadi indikator kesiapan penduduk dalam menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minahasa Selatan No 1. 7. Perindustrian dan Perdagangan Kab.620 144 95 5 3 Sumber : Data Juli 2010. 6. biaya pendidikan juga masih dinilai mahal oleh sebagian besar masyarakat. UUD 1945 secara tegas mengamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. 2. 4. 5. UKM. Prasarana Bank Toko Warung Rumah Makan Rumah Kopi Toko Obat/Apotek Pompa Bensin Jumlah 14 187 1. sampai dengan tahun 2009 pelayanan pendidikan belum dapat sepenuhnya disediakan dan dijangkau oleh seluruh warga negara. Minahasa Selatan 4. Dinas Koperasi. terus-menerus memberikan perhatian yang besar pada Pemerintah pembangunan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan negara.

dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan ditempuh langkah kebijakan sebagai berikut : 1. 2. tinggal di daerah terpencil.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2. Peningkatan kualitas dan relevansi semua jalur. termasuk kecakapan personel. Peningkatan perluasan layanan pendidikan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang memenuhi kebutuhan pasar kerja serta mampu menciptakan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. 6. baik umum maupun kejuruan untuk mengantisipasi meningkatnya lulusan sekolah menengah pertama sebagai dampak keberhasilan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan penyediaan tenaga kerja lulusan pendidikan menengah yang berkualitas. 4. jenis dan jenjang pendidikan untuk memberikan kecakapan peserta didik sesuai dengan kompetensi yang diperlukan. Peningkatan pendidikan nonformal yang merata dan bermutu untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal. Pemberian perhatian yang lebih besar pada kelompok masyarakat yang kurang beruntung. sosial. Peningkatan perluasan dan pemerataan pendidikan menengah. yaitu penduduk miskin. dan vokasional untuk bekerja dan usaha mandiri sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pembangunan . baik formal maupun nonformal sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. spiritual. Peningkatan dan pemantapan peran perguruan tinggi sebagai ujung tombak peningkatan daya saing bangsa serta pengembang IPTEK dan 49 . mereka memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Di samping itu. 5. kepulauan dan daerah konflik untuk menjangkau layanan pendidikan. intelektual. emosi. Peningkatan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih merata dan bermutu sehingga 3. terutama bagi masyarakat yang tidak pernah sekolah atau buta aksara dan putus sekolah.

sertifikasi. 3. permasalahan akses serta pemerataan pelayanan pendidikan. termasuk Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah/Madrasah serta komite satuan pendidikan yang lain. mutu pendidikan maupun manajemen pelayanan tetap pendidikan. penyediaan biaya. sektor pendidikan merupakan salah satu program prioritas pembangunan daerah. termasuk kompetensi lulusan dan tingkat kesehatan manajemennya. akreditasi. seluruh pelosok desa agar dapat Berbagai program dan kegiatan pendidikan. dengan pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada perguruan tinggi dalam mengelola pendidikan secara bertanggung jawab dan akuntabel. Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen pelayanan pendidikan ditempuh langkah sebagai berikut : 1. pelaksanaan otonomi keilmuan yang didukung dengan peningkatan kualitas penelitian dan pengembangan budaya baca. maupun pengelolaan pendidikan dari tingkat pusat sampai satuan pendidikan. Selain permasalahan sarana dan prasarana. dan pengawasan yang didasarkan pada hasil. baik laki-laki maupun perempuan yang didukung dengan ketersediaan informasi mengenai layanan pendidikan secara transparan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 seni. berupaya Namun Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mengatasi 50 . Untuk Kabupaten Minahasa Selatan. baik dalam penyelenggaraan. Peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan untuk semua anak. Peningkatan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan tinggi. 2. walaupun dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan untuk menjangkau memperoleh diperhadapkan dengan berbagai permasalahan. 4. Peningkatan efektivitas peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan. Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah/satuan pendidikan lainnya secara lebih optimal yang didukung oleh penerapan sistem kontrol dan jaminan kualitas pendidikan serta penilaian kinerja di tingkat satuan pendidikan melalui pelaksanaan evaluasi.

860 13.165 25. Tabel 20.425 45. 3. Saat ini.219 siswa.039 3. sangat diperlukan adanya Perguruan Tinggi yang representatif sesuai dengan kondisi Kabupaten Minahasa Selatan untuk menampung para siswa yang telah lulus. Sedangkan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya terdapat di beberapa kecamatan. Pemuda dan Olahraga Kab. Kota Tomohon.246 22. Keadaan Sekolah dan Siswa di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1. sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cukup memadai. Mengingat banyak para siswa lulusan SMA dan SMK Kabupaten Minahasa Selatan yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi yang berada di Kota Manado.821 2.663 4.374 L Sumber : Data Juli 2010. 4. Minahasa Selatan Berdasarkan data jumlah siswa SMA dan SMK pada Tabel 20 di atas sebanyak 4. Kabupaten Minahasa (Tondano) dan Kabupaten Minahasa Utara (Airmadidi) dengan konsekuensi biaya hidup yang tinggi.973 633 613 1. 6. 5. 51 .414 1. 7. 2.348 12. Dinas Pendidikan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 permasalahan-permasalahan tersebut. Keadaan sekolah dan siswa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 20.949 22.686 9. Jenjang Pendidikan PAUD TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah Jumlah Sekolah Negeri Swasta Total 3 146 149 127 107 234 1 1 58 21 79 13 5 18 9 2 11 211 281 492 Jumlah Siswa P Total 37 40 77 1.559 2. Di setiap kecamatan terdapat lembaga pendidikan formal Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).513 511 449 960 4.349 1.

5. Minahasa Selatan Tabel 21b. 2. Jenjang Pendidikan TK SD/MI SLB SMP/MTs SMA SMK Jumlah SMA L 5 102 0 26 4 3 140 P 217 501 3 27 5 0 753 D1 L 0 1 0 19 0 0 20 D2 P 2 11 0 57 0 0 70 L 0 47 0 9 0 0 56 P 3 301 0 44 1 1 350 D3 L 0 2 1 11 2 2 18 P 25 25 0 28 7 1 86 DIV-S1 L P 0 16 62 282 3 1 163 303 100 138 43 56 371 796 S2 L 0 0 0 0 0 5 5 P 0 1 0 4 1 3 9 Total 268 1. 3.315 Guru CPNS P Jml 0 0 0 0 0 0 2 3 86 105 24 36 4 11 5 11 0 0 121 166 Non PNS L P Jml 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 221 227 67 400 467 85 131 216 40 39 79 27 22 49 3 4 7 228 817 1. Dinas Pendidikan. Data Keadaan Guru PNS/CPNS dan Non PNS di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan Mei 2010) No 1.045 Total 1 0 0 360 1. 6.526 L 1 0 0 3 239 186 95 50 1 575 L 0 0 0 1 19 12 7 6 0 45 Sumber : Data Juli 2010. keadaan pendidikan guru serta sertifikasi guru diperlihatkan pada Tabel 21a. Data Keadaan Pendidikan Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Satuan Kerja / Jenjang Pendidikan UPT Cabang Dinas Pengawas Penilik TK SD/MI SMP/MTs SMA/MA SMK SLB Jumlah PNS P Jml 0 1 0 0 0 0 127 130 921 1. 8. Pemuda dan Olahraga Kab.732 897 356 169 11 3. Tabel 21a.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Untuk keadaan guru di Kabupaten Minahasa Selatan. Selengkapnya Namun yang telah mengikuti sertifikasi guru sampai saat ini hanya berjumlah 288 orang yang terdiri dari.160 459 645 171 266 59 109 3 4 1. Dinas Pendidikan. Minahasa Selatan 52 . 9.335 8 691 258 114 2. 4. 7. 4. data keadaan guru PNS dan non PNS.740 2. 82 laki-laki dan 2069 perempuan. 3.383 yang tersebar di semua jenjang pendidikan.674 Sumber : Data Juli 2010. 6. 2. Pemuda dan Olahraga Kab. Tabel 21b dan Tabel 21c. Sedangkan keadaan pendidikan guru di Kabupaten Minahasa Selatan pendidikan SMA sederajat dari sampai dengan pendidikan strata dua (S2). 5. baik guru PNS/CPNS maupun non PNS berjumlah 3.

123 104.28% 3.017 5. APK b.13% 92.73% 98. TK SD SMP SMA SMK Penga was Total Kuota 2007 L P Jlh 0 13 18 27 1 15 59 3 44 36 28 3 35 114 3 57 54 55 4 50 173 Kuota 2008 L P Jlh 0 9 23 11 4 11 47 5 77 61 24 4 54 171 5 86 84 35 8 65 218 Kuota 2009 L P Jlh 0 26 16 6 5 11 53 2 107 43 7 1 61 160 2 133 59 13 6 72 213 Kuota 2010 L P Jlh 0 10 13 5 1 7 29 13 49 38 9 3 33 112 13 59 51 14 4 40 141 L 0 58 70 49 11 44 188 Jumlah P Jlh 23 277 178 68 11 183 557 23 335 248 117 22 227 745 Sumber : Data Juli 2010.02% 90.SDLB d.15% 25. Penduduk 7-12 Tahun e. 3. Dinas Pendidikan.86% 77.41% 2. Jumlah Siswa : 2007 55. 53 .517 106. 4.65% Tahun 2008 2009 57. Dari tahun ke tahun. mutu pendidikan mengalami peningkatan.437 134 24. APM c. APK dan APM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2006-2008 diperlihatkan pada Tabel 22a dan Tabel 22b.214 99.331 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 21c.86% 25.50% 3.046 25.37% 25. Siswa 7-12 Tahun SMP/MTs/SMPLB a. Tabel 22a.043 100 25.54% 59.633 144 16 24.70% 25. Minahasa Selatan Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau semua penduduk usia sekolah untuk memperoleh pendidikan.15% 95. APK dan APM Pendidikan Dasar Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Pendidikan Dasar TK a. Pemuda dan Olahraga Kab.06% 86.552 98.90% 3.634 92. 2. 6. APK b.52% 4. 3. Hal ini dapat dilihat dari angka partisipasi kasar (APK) dan angka partisipasi murni (APM) pendidikan dasar maupun pendidikan menengah. Penduduk 4-6 Tahun SD/MI/SDLB a. Data Keadaan Sertifikasi Guru di Kabupaten Minahasa Selatan No Sekolah 1. sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru.SD .643 6.022 90.20% 78. Jumlah Siswa c.18% 92.815 101.220 122 25.817 99. APM c. Jumlah Siswa : .49% 2010 65. 5. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan terus berupaya dan mencari terobosan terhadap berbagai hal yang berkaitan dan mendukung bidang pendidikan.097 24. APK b.MI .270 6.

965 3.140 3.838 1.232 987 34.674 9.551 2.511 3. 2.284 9.707 1. 8.27% 61.384 85 10.417 2.029 9.314 2.685 4.MTs d.867 38. 3.181 10.703 3.17% 3.036 Sumber : Data Juli 2010. 5. Pemuda & Olahraga Kab.252 1.559 7. Minahasa Selatan Tabel 22b. Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Sinonsayang Tenga Amurang Tumpaan Tareran Kumelembuai Maesaan Amurang Barat Amurang Timur Tatapaan Motoling Barat Motoling Timur Suluun Tareran Jumlah Belum Tidak Tamat Seko.814 16.480 3.408 3.223 2009 65. 16.265 1.651 1.370 833 2.571 1. Siswa 13-15 Tahun 9. Minahasa Selatan Untuk keadaan penduduk menurut pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 23.787 1.967 10.005 2. 4. Tabel 23.875 4.967 48.970 2.867 2.503 3.601 1.652 1.509 2. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.Tamat SLTP SLTA SD lah SD 3.139 1.638 9. 15.13% 3. Pendidikan Menengah SMA/SMK a.686 3. APK b.753 10.505 4.317 2.520 1.010 3.187 9.165 1. Siswa 16-18 Tahun 2007 49.703 4.167 Sumber : Data Juli 2010.782 5.358 D II D III S1 S2 4 7 1 3 3 17 16 11 23 4 5 14 17 0 1 3 5 134 S3 1 2 0 1 1 1 1 1 2 2 0 0 1 0 0 0 2 15 Jumlah 11.212 15.570 1.217 2.992 12.764 50 60 105 56 85 127 67 88 134 102 68 129 83 93 126 161 200 247 90 117 358 84 112 198 166 114 432 52 65 98 83 97 120 73 68 270 70 84 301 37 64 64 72 18 42 39 40 92 36 35 193 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 .520 2.135 2.321 1.745 2.482 3.SMP .973 3.736 1. Keadaan Penduduk Menurut Pendidikan di Kabupaten Minahasa Selatan (sampai dengan 23 September 2009) No 1. 10.537 3.SMK d.945 1.982 10.467 248 3.099 2.773 99 10.850 12.658 9.060 2.058 1.946 2.978 Sumber : Data Juli 2010.161 10. 9.271 1.096 2.359 996 441 1.177 2.600 13.487 2. 17.278 2.950 7.172 1.170 2. Minahasa Selatan 54 . Jumlah Siswa : . 14.273 2.889 15.380 2.338 2.191 Tahun 2008 97.484 2.069 9.950 14.587 3.095 1.954 2.141 1. 6.788 2.883 2. Penduduk 16-18 Tahun e.656 97 10. APK dan APM Pendidikan Menengah Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Pendidikan.518 8.454 2.019 2.014 37. Penduduk 13-15 Tahun e.232 5.SMA .19% 55.085 4.041 1.303 204.403 1. 12. Pemuda & Olahraga Kab.591 13.478 1. 11.398 3. APM c.271 3. 7. Dinas Pendidikan. 13.513 2.906 15.546 2.98% 46.480 584 39.428 2.698 2.762 8.693 5.283 1.67% 3.045 78 10.895 10.878 1.897 1.

Sampai dengan pertengahan tahun 2010.192 595 597 597 597 1. Ranoiapo Tareran . 55 . Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendirikan/menyediakan perpustakaan di semua kecamatan dan menyediakan berbagai macam buku.Picuan Lama Motoling Timur . 11.Tumpaan .Ranoyapo Motoling .754 599 598 557 1. tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 24.446 482 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 964 Jumlah Pengunjung (Orang) 2008 2009 Mei 2010 5 450 450 6 555 555 7 365 250 115 7 220 220 219 219 494 277 217 333 223 110 275 275 495 270 225 230 230 668 233 210 225 457 227 230 235 235 477 237 240 435 Keadaan perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2008 sampai dengan pertengahan 1 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa dan masyarakat pada umumnya.Rumoong Atas . 5 445 445 443 443 877 440 437 435 435 430 430 862 432 430 440 440 1. Keadaan Perpustakaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 10.Kel. Lewet . 5.Tompaso Baru Ranoyapo .Kaneyan Suluun Tareran .Suluun Tumpaan .Kel. 3.Munte Kumelembuai Jumlah Perpustakaa n 3 2 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1 3 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 2 Jumlah Buku 4 682 482 200 4 482 482 482 482 964 482 482 964 482 482 482 482 964 482 482 482 482 1. 13.239 659 580 575 575 1. 4.Tawaang .Pakuweru Sinonsayang . 6.316 437 439 440 889 447 442 400 400 895 450 445 845 6 575 575 580 580 1.Sinisir . Kecamatan Desa/Kelurahan 2 Modoinding . Tabel 24.095 8.Wanga Amongena Motoling Barat . 9. 7. pemerintah telah mendirikan/menyediakan 31 perpustakaan.159 579 580 1.Raanan Baru Tenga .Picuan Baru .Makaaruyen 2 Tompaso Baru .Kilometer Tiga .Wanga .173 586 587 588 588 590 590 1.Ongkaw Amurang . 12.

Kel.859 575 573 570 572 569 540 540 547 547 1. kualitas. Pondang . serta perilaku masyarakat tidak mendukung pola hidup bersih dan sehat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. pemerataan masih rendah karena keterbatasan tenaga dan peralatan.Makasili Amurang Timur .096 549 547 16. harus didukung oleh 56 . masih tingginya disparitas status kesehatan antartingkat sosial ekonomi.194 230 232 240 245 247 241 241 243 243 458 245 213 7.714 220 215 1. baik karena kendala geografis maupun kendala biaya. Kesehatan. aktivitas untuk bekerja dan berkarya terganggu. Permasalahan kesehatan lain yang perlu penanganan segera. 16. Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kesehatan adalah faktor yang sangat penting dan strategis bagi kehidupan manusia. 15.Temboan Jumlah 1 1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 31 482 482 2. Hal ini terkait erat dengan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan. . Selain itu. Ranomea .309 460 475 467 457 450 500 500 470 470 905 455 450 12. yang berati negara maju dan berkembang. Permasalahan utama pembangunan kesehatan saat ini antara lain.039 Sumber : Data Juli 2010. maka negara kuat. bahkan tidak dapat dilaksanakan.410 482 482 482 482 482 482 482 482 482 964 482 482 14.Paslaten Maesaan . Kesehatan penduduk merupakan salah satu cermin dari tingkat kesejahteraan masyarakat.Kel.Tumani . Kawangkoan Bawah Tatapaan . Untuk itu. terjadinya beban ganda penyakit. antarkawasan dan antarperkotaan-perdesaan. 17. Jika rakyat sehat. Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab.911 555 540 2.Kel.Lopana . pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan masih rendah. Minahasa Selatan 5. sektor kesehatan harus mendapat perhatian dan penanganan yang serius karena menyangkut kelangsungan hidup manusia dan kelangsungan bangsa serta negara. Apabila sakit. Oleh sebab itu.Ritey .660 425 420 2.Kumelembuai . yaitu pelayanan kesehatan terhadap penduduk miskin dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab kematian utama pada bayi dan balita.Malenos Amurang Barat .

2. 14 kecamatan telah memiliki Puskesmas dengan kendaraan operasional dan 7 (tujuh) Puskesmas telah mengadakan pelayanan rawat inap.000 kelahiran hidup tahun 2007 mengalami penurunan menjadi 0. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 2 Rumah Sakit Umum Swasta dan sebuah Rumah Sakit Umum Daerah. Pencapaian pembangunan kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan dapat diukur pada beberapa indikator derajat kesehatan. Berdasarkan data pada 14 Puskesmas. Sedangkan Angka Kematian Ibu sebesar 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang memadai.2 kematian bayi per 1. Di samping itu. berbagai sarana dan prasarana kesehatan yang lain tersedia di semua kecamatan.000 kelahiran hidup pada tahun 2008.2 per 1. Angka Kematian Ibu (MMR) dan Angka Kematian Bayi (IMR).2 per 1. Tabel 25a.000 Balita pada tahun 2008. menjadi 1. Angka Kematian Ibu ataupun Balita. Puskesmas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Angka Kematian Balita di Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami penurunan.1 per 100.2 per 100. Namun demikian. Nama Puskesmas Amurang Timur Tumpaan Amurang Lokasi Kecamatan Amurang Timur Tumpaan Amurang Sifat Pelayanan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Jumlah Kendaraan Operasional 1 Unit 1 Unit 1 Unit Untuk Angka Kematian Balita tahun 2007 sebesar 3.000 pada tahun 2008. Dari 17 kecamatan yang ada.5 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2007 menjadi 9. Tingkat kesehatan penduduk yang semakin baik turut berperan penting dalam mempersiapkan kualitas sumberdaya manusia. 3. Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang lengkap.000 Balita mengalami penurunan 57 . diharapkan kondisi kesehatan penduduk juga semakin baik. Untuk Puskesmas dan sarana kesehatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 25a dan Tabel 25b. yaitu Angka Kematian Bayi. Angka Kematian Bayi mengalami penurunan dari 11. Faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan adalah perilaku dan lingkungan. sangat dibutuhkan Rumah Sakit Umum yang representatif untuk pasien yang kondisinya berat dan dokter spesialis beserta tenaga kesehatan lainnya. Saat ini.

Minahasa Selatan Sedangkan jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 26. 10. 7. 10. 9. 14. Dinas Kesehatan Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4. 5. 9. Amurang Barat Tenga Ongkaw Motoling Kumelembuai Poopo Tompaso Baru Modoinding Tareran Suluun Maesaan Amurang Barat Tenga Sinonsayang Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Modoinding Tareran SuluunTareran Maesaan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan Rawat Inap Rawat Inap Rawat Inap Rawat Jalan Rawat Jalan 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 8. Jenis Sarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rumah Sakit Umum Swasta Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Puskesmas Pembantu (Pustu) Apotik Toko Obat Optik Balai Pengobatan Rumah Bersalin Posyandu Jumlah 1 2 156 85 3 2 2 3 19 185 Sumber : Data Juli 2010. 5. 6. 13. Tenaga Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 7. 3. 3. 11. 4. Jenis Tenaga Kesehatan Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat (M. 9. 6. Minahasa Selatan Tabel 25b. 4. 7. Dinas Kesehatan Kab. 8. 10. 8. 5. 2. Tabel 26. 6. 2. Sarana Kesehatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Kes) Apoteker Sarjana Farmasi Sarjana Kesehatan Masyarakat Sarjana Keperawatan Sarjana Ilmu Terapan (D IV Kebidanan) Sarjana Ilmu Terapan (D IV Gizi) Jumlah (Orang) 69 3 2 4 5 11 11 2 1 58 . 12.

90 59 . 9.590 1.294 3.203 3.65 86. 12. baik yang mengikuti melalui program pemerintah maupun karena kesadaran pentingnya program KB (swasta) mengalami peningkatan. 7.60 93. 12. 21.118 2. telah dan sementara digalakkan program Keluarga Berencana (KB). 22. 16.32 80.613 1. Sarjana Sanitarian Ahli Madya Keperawatan Ahli Madya Kebidanan Ahli Madya Gizi Ahli Madya Kesehatan Lingkungan Ahli Madya Fisioterapi Ahli Madya Perawat Gigi Ahli Madya Sanitarian Perawat (SPR dan SPK) Bidan Diploma 1 Perawat Gigi Sanitarian (SPPH) Asisten Apoteker (SMF) Pekarya Kesehatan 3 49 46 13 10 2 4 5 180 112 16 15 4 17 Sumber : Data Juli 2010. 3. 13. 5.157 1.657 PUS 2. 18.38 86.590 3.20 70.285 1. Dinas Kesehatan Kab.823 1. 6. 8.05 94. 24. peserta KB di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 27.223 635 569 643 1.21 86.577 1.369 2. 19.365 2.018 1. Jumlah Peserta KB Per Mix Kontrasepsi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.11 90. 20. 23.278 2. 13. 2.08 74.23 86. Tabel 27.48 90.423 1. Dari tahun ke tahun jumlah peserta KB. selain dapat menekan laju pertumbuhan penduduk juga dapat meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan keluarga.04 88. 11.899 2.205 1. Program KB di Kabupaten Minahasa Selatan sangat Untuk jumlah dirasakan manfaatnya.291 2.098 1. 15.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 11. Hal ini karena tersedianya dan mudahnya para Pasangan Usia Subur (PUS)/Wanita Usia Subur (WUS) mendapatkan alat kontrasepsi (alkon). Kecamatan Modoinding Tompaso Baru Maesaan Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Amurang Barat Sinonsayang Tenga Amurang Amurang Timur Tumpaan IUD 694 501 241 696 290 156 445 416 580 441 1.871 2.284 % 91.289 1. 17. 10.817 1. 14.446 3.100 2.426 1.07 85. 4.132 Pil 571 509 560 393 286 451 310 294 858 971 737 569 670 1.031 Jumlah 2. Minahasa Selatan Dalam upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera di Kabupaten Minahasa Selatan.818 2.252 571 304 248 Mix Kontrasepsi MOW MOP Kdm Imp 32 1 29 75 15 0 77 189 10 0 36 235 20 0 22 211 19 0 10 155 10 0 12 220 6 0 6 62 19 0 16 51 19 0 3 124 28 0 7 448 16 0 0 359 47 1 8 253 23 1 24 153 26 0 21 199 Sntk 755 532 525 475 184 435 594 304 619 1. 14.

pemerintah terus berupaya meningkatkan kedudukan perempuan (kesetaraan gender) dalam rangka pemberdayaan masyarakat.355 10.00 8.68 1.22 14.99 2. 17. baik pemerintah maupun non pemerintah seperti yang ditunjukkan pada Tabel 28.82 50.113 % 38.33 31.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 15.722 69.91 33.224 638 1.04 21.031 85. 6. 24. 8. 19.200 459 1. 22. 11.544 31. masyarakat di Kabupaten Minahasa Selatan telah menyadari akan persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan dalam bekerja dan berkarya. 14. Badan Keluarga Berencana.00 40. 15.13 20.05 25.75 33. 4. 5.407 86. 16.00 44.08 22. 3.869 4. 7.728 9.928 84.73 60 .33 23.08 36. 13.33 0. 17. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. 2. nampak di hampir semua lembaga/instansi. 10.00 22.00 15.08 51.992 1.45 26.08 82. 23. Selain itu.861 393 139 532 24 6 30 456 5 461 4 19 23 210 0 210 28 5 33 13 3 16 6 3 9 10 3 13 47 49 96 30 8 38 6 2 8 13 9 22 6 3 9 51 23 74 39 11 50 22 2 24 10 0 10 7 2 9 129 21 150 5 4 9 21 30 51 1. Tatapaan Suluun Tareran Tareran Jumlah 200 101 159 7.177 237 1.00 1. 16.61 0. Nama Lembaga / Instansi PNS Pemkab Minsel Pejabat Eksekutif Pejabat Legislatif POLRI PNS POLRI TNI Rumah Tahanan Kejari Kejari (Honor) Pengadilan Kantor Kemenag BRI BNI Bank Sulut Bank Danamon PT Air (PDAM) PLN Telkom Kantor Pos dan Giro Perusahaan Daerah Hukum Tua Hotel Restaurant Pendeta/Pastor/Imam Penduduk Yang Bekerja Laki-laki Perempuan Jumlah 2.295 30 14 35 369 40 0 2 45 5 27 32 335 450 238 99 524 72 790 3.72 Sumber : Data Juli 2010.072 2. Data Partisipasi Perempuan Pada Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 21. 12. 9.15 18.041 1. Minahasa Selatan Sejak dahulu. 20. 18. Tabel 28. Kesetaraan gender di Kabupaten Minahasa Selatan. Walaupun demikian pemerintah terus memberikan motivasi dan pemahaman kepada kaum perempuan untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan di segala bidang.44 58.288 1.

Agama Pembangunan agama merupakan upaya untuk mendukung agenda pembangunan nasional. 6. gereja. Sarana peribadatan yang dominan adalah gereja. 27. 32. 2.971 9. Hal ini disebabkan mayoritas penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah penganut agama kristen.921 0 0 39 12 0 0 0 0 0 0 333 11 0 0 103 243 0 0 51 2.327 12.599 5. wihara dan li tang.022 0 0 0 0 0 0 721 2. 3.276 6.73 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 25. Badan Keluarga Berencana. yaitu mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berakhlak serta pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan Indonesia yang aman dan damai.857 76.412 119 424 419 21 111 208 228 8.15 44.641 9. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Kristen 9.14 33. Katolik.634 420 252 59 343 449 1 198 1 212 5. 26. mesjid.232 6.664 178 767 868 22 309 209 440 13.160 Jumlah Umat Beragama Katolik Islam Hindu Budha 285 6. 8. Hindu.08 0.476 16. 7. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Islam.18 37.612 0 2 560 2. dimana di semua desa/kelurahan tersedia.48 48.55 64. 28. Guru Agama Koperasi Perusahaan Swasta Rumah Makan/Kopi Pedagang Wartawan LPK Sopir/Montir LKS/Guru Bantu Jumlah 129 1.50 15. 29. Tabel 29a. Kabupaten Minahasa Selatan di diami oleh sejumlah penduduk dengan berbagai latar belakang agama yang mengimani agamanya masing-masing. yaitu Kristen.72 51.223 549 1. Untuk jumlah umat beragama dan sarana peribadatan (tempat ibadah) di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 29a dan Tabel 29b. 33. Minahasa Selatan 6. 9. Sebagai sarana penunjang kegiatan keagamaan.69 Sumber : Data Juli 2010.394 13. 5. 4. Data Jumlah Umat Beragama di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Budha dan Konghucu. 31. 30. telah tersedia sejumlah fasilitas peribadatan yang cukup memadai dan representatif seperti.253 0 0 Konghucu 4 0 0 0 0 0 0 0 0 61 .

057 10. 15. 9. 13. 14. Sarana Peribadatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.431 0 675 0 411 91 415 0 753 4. Kantor Kementerian Agama Kab. 6. 12.306 148 0 0 162 18. 11. Minahasa Selatan Tabel 29b. 2.461 13. 10. Kantor Kementerian Agama Kab. 12. Dari kesadaran yang muncul dalam mempererat dan mengembangkan toleransi antar umat beragama. 17.913 14. 7. 11. 15. 16. 4. Nama Kecamatan Sinonsayang Tenga Kumelembuai Tompaso Baru Motoling Barat Motoling Timur Motoling Amurang Timur Tumpaan Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah Kristen Gereja 30 38 18 29 18 14 19 32 41 19 36 29 28 32 33 27 30 473 Katolik Gereja 4 4 0 2 0 0 2 2 1 0 2 0 1 0 2 0 2 22 Jumlah Tempat Ibadah Islam Hindu Mesjid Pura 8 0 3 0 0 0 4 0 0 0 0 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 3 0 2 0 1 0 0 0 0 0 1 0 27 0 Budha Wihara 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Konghucu Li Tang 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 0 3 Sumber : Data Juli 2010.768 12. 14.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 10. 3. Minahasa Selatan Kehidupan sosial umat beragama dan antar umat beragama senantiasa berjalan dengan baik.390 12. 5. 8.180 178. 13. para pimpinan umat beragama membentuk suatu wadah yang diberi nama Badan Kerja Sama Antar Umat ber-Agama (BKSAUA) Kabupaten Minahasa Selatan 62 .771 6. 17.999 2. Suluun Tareran Modoinding Tatapaan Amurang Amurang Barat Ranoyapo Tareran Maesaan Jumlah 8.815 10.437 0 35 1.724 0 0 0 4 4 0 0 0 8 0 0 0 27 2 0 0 0 31 0 0 0 1 0 0 0 0 5 Sumber : Data Juli 2010. dimana tercipta toleransi yang tinggi antar umat beragama yang dibuktikan dengan saling mengunjungi dan silaturahmi pada saat pelaksanaan hari-hari raya keagamaan. 16.

di beberapa cabang olahraga. sehingga sangat diperlukan sarana olahraga yang memadai dan representatif. seperti cabang olahraga atletik. sepak bola. Beberapa sarana olahraga yang mudah dijumpai dan sering digunakan oleh para atlit serta masyarakat untuk olahraga dan hiburan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 30. bridge dan beberapa cabang olahraga lainnya. 8. 2. Begitu juga dengan masyarakat. seperti Gelanggang Olahraga (GOR). 6. Tempat / Kegiatan Sosial Hampir semua desa/kelurahan yang ada di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki tempat kegiatan sosial seperti Balai Pertemuan Umum (Balai Desa/Kelurahan). 7. 5. di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia berbagai fasilitas umum. baik milik pemerintah maupun milik organisasi sosial/yayasan. Sarana Olahraga di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Olahraga Kabupaten Minahasa Selatan belum memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan representatif. dalam menjaga kebugaran tubuh/berolahraga memanfaatkan sarana olahraga apa saja yang ada di sekitarnya. yang digunakan untuk berbagai kegiatan kemasyarakatan. Tabel 30. tinju. Mengingat prestasi demi prestasi yang dicapai oleh para atlit Kabupaten Minahasa Selatan. Namun dalam meningkatkan prestasi. para atlit memanfaatkan dan menyiasati sarana olahraga yang ada di sekitarnya walaupun tidak memadai. 7. 4. Sarana Olahraga Lapangan Sepak Bola Lapangan Bola Volly Lapangan Bulutangkis Lapangan Tenis Lapangan Basket Lapangan Sepak Takraw Gedung Olahraga Jumlah 17 10 8 2 3 17 1 63 . baik tingkat pelajar maupun tingkat umum Kabupaten Minahasa Selatan dapat berprestasi di tingkat Propinsi maupun Nasional. Akan tetapi. 3. Selain itu. karate.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 yang menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan dalam kegiatankegiatan keagamaan.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 8.387. 2.605 1. Pertanian Umumnya komoditi tanaman pangan yang diusahakan oleh penduduk adalah padi sawah.9 964. Pemuda dan Olahraga Kab. Untuk tahun 2009.854 1. kebutuhan data untuk menyusun profil perekonomian daerah diarahkan pada sumber primer dan sekunder . 6. kacang hijau.902 2. perikanan dan kelautan serta peternakan. Minahasa Selatan BAB VII POTENSI PEREKONOMIAN Potensi perekonomian menggambarkan sumber-sumber penghasilan utama penduduk.1 64 .2 69. 3. Tabel 31. Tenis Meja Jumlah 15 73 Sumber : Data Juli 2010.395 605 601 202 197 53 53 Provitas (Ton/Ha) 4.851 1.748 13. kehutanan. 1. kedelai.304 Produksi (Ton) 66. 4. perkebunan. padi ladang.700 22.081 21. sektor sekunder seperti pertambangan dan industri pengolahan juga masih mendomisasi sumber perekonomian masyarakat. Selain itu. Pada umumnya daerah di Indonesia masih mengandalkan usaha ekonomi di sektor primer seperti pertanian.712 1. Dinas Pendidikan.966 4.8 365.4 82.581 3. capaian produksi tanaman pangan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 31.661 1. jagung. Berdasarkan asumsi tersebut. Komoditi Padi Sawah Padi Ladang Jagung Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau Luas Tanam Luas Panen (Ha) (Ha) 13. Produksi Tanaman Pangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. ubi kayu dan ubi jalar. 5. kacang tanah.390.

nasional maupun internasional.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 7. Komoditi Bawang Merah Bawang Daun Kentang Kubis Petsay/Sawi Wortel Kacang Merah Kacang Panjang Cabe Besar Cabe Rawit Tomat Terung Buncis Ketimun Labu Siam Luas Tanam (Ha) 2. 13. 14. tenaga sapi dan manusia. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.715 6.681 449 413 500 280 15 77 299 1. 7. 12. 3.620 15. 15.685 450 414 501 269 20 34 124 1.297 15 59 80 52 Provitas (Ton/Ha) 18 20 35 15 18 2 2 3 3 18 15 20 20 Produksi (Ton) 38. Selatan ditunjukkan pada Tabel 32.124 73. 11.118 3.148 3. Berbagai komoditi hortikultura telah dipasarkan di tingkat regional.305 15 59 80 53 Luas Panen (Ha) 2. Minahasa Selatan Berdasarkan data produksi tanaman pangan pada Tabel 30. Tanaman hortikultura (komoditi sayur-sayuran semusim) di Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik. 5. 9. komoditi jagung memiliki produksi terbesar dibandingkan dengan komoditi lainnya. Tabel 32. capaian produksi tanaman hortikultura di Kabupaten Minahasa 65 .195 9. 4. 2. Umumnya tanaman hortikultura bertumbuh dan berkembang dengan baik di Kecamatan Modoinding yang telah ditetapkan sebagai kawasan pengembangan agropolitan. Hal ini disebabkan karena masyarakat telah menerapkan teknologi pertanian berupa penggunaan benih unggul dan pemakaian pupuk yang berimbang.799.282.237 9.346 885 1. Dari tahun ke tahun produksi tanaman hortikultura mengalami peningkatan. Ubi Kayu Ubi Jalar 249 189 248 185 13.600 1. 6.7 1. 8.000 560 30 231 897 23.727 3. 8.040 tahun 2009.5 Sumber : Data Juli 2010. 10. Produksi Tanaman Hortikultura di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. sehingga kontribusinya sangat besar dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekaligus Untuk memberikan dampak positif bagi upaya meningkatkan pendapatan daerah. Sedangkan pengelolaan tanah dilakukan dengan menggunakan traktor.

935 420 - Sumber : Data Juli 2010.827.500 47.105 91.650 10. Tabel 33.600 Provitas (Kg/M2) 1. Minahasa Selatan Kabupaten Minahasa Selatan juga memilki potensi buah-buahan.500 51. 20.050 40.625 67. 4. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.190.650 491. 9. 18.086 13.235 2. 15.280 245. Potensi Tanaman Obat-obatan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.140 66 .050 460 610 6.351 141 21 - Provitas (Kg/Pohon) 60 20 30 125 25 25 44 23 75 50 50 3 25 35 65 75 30 35 20 - Produksi (Kg) 228. 12. 8.258 39.995 135 415 20 125 8.372 1. Tabel 34 dan Komoditi Alpukat Belimbing Duku/Langsat Durian Jambu Biji Jambu Air Jeruk Siam/Keprok Jeruk Besar Mangga Manggis Nangka/Cempedak Nenas Pepaya Pisang Rambutan Salak Sawo Markisa/Konyal Sirsak Sukun Apel Anggur Melinjo Petai Jengkol Penanaman Baru (Pohon) 440 30 865 1.810 Luas Panen (M2)) 19. 23.187 12. 19.695 1.000 - Sumber : Data Juli 2010. Potensi Buah-buahan Tahunan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.503 14 1. 18.555 1.100 1.600 2.906 29. 25.160 43.258 327. Komoditi Jahe Laos/Lengkuas Penanaman Baru (M2) 24. 10. Tabel 35.100 2.000 1.340 1. 13.9 Produksi (Kg) 28.727 17.800 64 8. 2. 21. 16.512.900 117.120 16 6.240 39. 24. - Untuk tahun 2009.530 4.250 20. 6. 17. capaian produksinya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 33. 3.000 62. Minahasa Selatan Tabel 34. 2. Kangkung Bayam Labu Kuning Semangka 49 9 309 - 80 8 300 - 14 2 20 - 1. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 22.5 3.650 75 - Tanaman Menghasilkan (Pohon) 3.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 16. 7.900 2. 19.600 400 142 7. 5. biofarmaka (tanaman obat-obatan) dan tanaman hias yang baik. 11.610 1. 17.625 3. 14.

150 3.555 90 124 80 319 218 164 2.950 3.250 (Phn) 13. Kapulaga 11.035 5. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. vanili. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. 10.1 1. Tanaman ini memiliki keterkaitan sosial-budaya 67 . Kunyit 4. kelapa. 2. 7. 4. 5.650 1. Mahkota Dewa 15. walaupun pola penanaman masih sederhana dan merupakan kebun rakyat yang dikelola secara turun temurun. cengkih.120 1.9 3. 8. Umumnya tanaman perkebunan rakyat yang diusahakan yaitu. Mengkudu/Pace 1. Temukunci 12.3 13. Minahasa Selatan 2. baik perkebunan rakyat maupun perkebunan besar memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.3 6.025 10.500 3. Sambiloto Sumber : Data Juli 2010. minyak makan serta santan. 9. Tanaman kelapa adalah pohon kehidupan dan supermarket alami yang menghasilkan buah kelapa muda dan kopra sebagai sumber pangan. 12. dikelola oleh swasta berupa tanaman kelapa dan coklat (kakao) yang ditangani secara intensif. Sedangkan perkebunan besar. Temuireng 8.135 7.240 Luas Panen (M2) 2.260 1. Temulawak 2. Lidah Buaya 14. 3. Perkebunan Tanaman perkebunan. Tanaman Hias Anggrek Anthurium (Kuping Gajah) Anyelir Gerbera (Herbras) Gladiol Heloconia (Pisang-pisangan) Krisan Mawar Sedap Malam Dracaena Melati Palem Penanaman Baru (M2) 10.310 35 55 25 25 890 Provitas (Tki/M2) 11 14 11 14 14 14 11 ¼ m2 Produksi (Tangkai) 25. coklat (kakao) dan kopi.386 4. aren. 6.355 1.410 385 770 350 350 223 (Pohon) Sumber : Data Juli 2010. Minahasa Selatan Tabel 35. Kajibeling 9. Potensi Tanaman Hias di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Kencur 1.0 30. 11. Dlingo/Dringo 10. minuman. Lempuyang 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.

2. petani diperhadapkan oleh turunnya tingkat produksi yang disebabkan berbagai kendala. Ditinjau dari struktur ekonomi.000/kg sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi perbaikan perekonomian masyarakat dan secara langsung membuka peluang kesempatan kerja dan berdampak Kondisi ini dapat diukur dengan pada menurunnya angka kemiskinan. produk olahan tanaman kelapa khususnya kopra mencapai Rp.8. Kabupaten Minahasa Selatan merupakan salah satu daerah di Propinsi Sulawesi Utara penghasil kelapa yang cukup besar potensinya.250.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bagi jutaan masyarakat di dunia.022 ha.895. Penyakit busuk pucuk kelapa telah menyerang daerah sentra-sentra produksi kelapa sehingga meresahkan para petani. Usia tanaman kelapa yang sudah tua sehingga kurang produkstif. yaitu dengan dijadikannya minyak kelapa murni (virgin coconut oil). 1. serangan penyakit busuk pucuk kelapa di akhir tahun 2007 sampai awal tahun 2008 sangat cepat penyebarannya dengan luas penyebaran mencapai 3. Namun memasuki pertengahan tahun 2009 harga kopra turun sampai pada kisaran Rp. antara lain : 1. 7.550 pohon kelapa. dan dipertengahan tahun 2010 harga mulai naik sampai pada kisaran Rp.50 ha dan 4. 50.000/hari atau Rp. Akibat tingginya curah hujan. Disaat permintaan kopra dari pihak investor (pabrikan) yang terus meningkat.500/kg.70 ton per tahun. Pada era kesehatan modern dewasa ini.76%. Adanya berbagai serangan hama dan penyakit terutama penyakit busuk pucuk kelapa. Hampir semua sentra perkebunan kelapa banyak terlihat pohon kelapa produktif maupun hasil peremajaan telah terinfeksi penyakit busuk 68 . Lambat proses peremajaan tanaman oleh petani.439.000 . terbukti bahwa buah kelapa mempunyai kemampuan menjaga kesehatan manusia yang luar biasa. 4. Pada tahun 2008. Dengan luas areal perkebunan kelapa mencapai 45.589. menghasilkan produksi sebesar 49. upah harian pekerja kopra sebesar Rp. sub sektor perkebunan merupakan penyumbang terbesar dalam PDRB Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 yaitu 41. 3. dan 3.600/kg.000/bulan jauh melebihi upah minimum ratarata regional maupun nasional.

yaitu Desa Pondos. 100. Tanaman cengkih merupakan komoditas yang dahulunya dikenal dengan ”emas coklat” karena harganya yang tinggi. Pada tahun 1977-1986 harga cengkih mencapai kisaran Rp. Namun saat harga cengkih turun tajam pada tahun 1989-1997. Kumelembuai dan Ranoyapo. Motoling.000/kg yang merupakan masa panen raya (panen besar). berupa pembuatan cap tikus (alkohol) dan gula merah (gula batu) serta dijadikan minuman khas (saguer) dalam acara-acara tertentu.000 . Desa Elusan. Desa Karimbow.Rp. Selain komoditi perkebunan kelapa.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 pucuk. harga cengkih menurun lagi sampai pada kisaran Rp. Sentra produksi aren berada di Kecamatan Tareran. sehingga dapat menambah jumlah penduduk miskin. Memasuki pertengahan tahun 2010 harga cengkih pada kisaran Rp. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perkebunan Kabupaten Minahasa Selatan di awal tahun 2008. terjadi penurunan produksi kelapa yang berkorelasi langsung dengan turunnya tingkat pendapatan petani. 60. masyarakat menebangnya dan beralih ke tanaman perkebunan lainnya. di akhir tahun 2007 sampai akhir tahun 2009 harga cengkih naik pada kisaran Rp. 52. Produksi pohon aren pengolahannya masih secara tradisional. 48. 25. beberapa komoditas juga memegang peranan penting terhadap perekonomian masyarakat.000/kg.000 . Dengan membaiknya harga komoditas cengkih pada tahun 1999-2000 yang mencapai kisaran Rp. Desa Pakuure I. Akan tetapi. Motoling Timur. Desa Wakan (Kecamatan Amurang Barat). Akibat serangan penyakit busuk pucuk kelapa. Desa Raanan Baru. sentra-sentra produksi kelapa yang telah terserang.000/kg Rp.000/kg. Desa Boyong Atas (Kecamatan Tenga) dan Desa Tiniawangko (Kecamatan Sinonsayang). Desa Karimbow Talikuran (Kecamatan Motoling Timur). petani mulai bersemangat dalam mengelola perkebunan cengkih. Tanaman aren di Kabupaten Minahasa Selatan memiliki rata-rata produksi yang tinggi dibandingkan dengan komoditi perkebunan lainnya.85.000/kg sehingga banyak petani cengkih yang tidak mengelola tanamannya. Pada tahun 2006. Desa Malola (Kecamatan Kumelembuai). 80. 45. Desa Tokin. cengkih dan aren. Desa Tondey (Kecamatan Motoling Barat). Suluun Tareran. bahkan 69 .000/kg.

143.70 48 17 4.90 1.60 35.60 11. Tabel 37. Kabupaten Minahasa Selatan dijadikan pusat rempah-rempah dunia Indonesia oleh pemerintah pusat.344 363 105 61 337 1.80 No Komoditi Rerata Produksi (Kg/Ha) 1.895.369 1. selain dikelola oleh petani/masyarakat juga dikelola oleh swasta seperti ditunjukkan pada Tabel 37.15 70 .03 75.815.95 2.304 1.60 320.20 43.03 367.397.324 3.30 139.29 1.97 228.68 14 8 220.69 Produksi Jumlah Produksi (Ton) 49.18 Jumlah Pekebun (KK) 26.33 341.622.099.22 267.00 1.009.24 705.80 3.54 . Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat di Kabupaten Minahasa Selatan Luas Areal (Ha) Menurut Keadaan Tanaman Tanaman Tanaman Muda Tanaman Rusak/Tua Belum MengTidak Jumlah Menghasilkan Menghasil hasilkan (TM) kan (TBM) (TR/TTM) 5.70 1. 2.80 17.439. 8. 4.152.10 4.00 47.445.99 250.173.292 96. 5.90 160. Jenis Pengusahaan Perkebunan Besar Swasta (PBS) Perkebunan Negara Komoditas Perkebunan Kelapa Kakao Jambu Mente Jumlah Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) 2. 9.997.641 13.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 mempunyai luas Tabel 36.69 2.70 56 254.875. Produksi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan. 6.74 818. areal dan produksi yang baik seperti diperlihatkan pada Tabel 36.105.04 81.07 655. Luas Areal dan Produksi Perkebunan Swasta di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.30 735.26 46. Minahasa Selatan Dari beragam jenis dan potensi komoditi perkebunan di Kabupaten Minahasa Selatan. diawal tahun 2008.50 19.87 882. 2.72 1.304 1. Kelapa Cengkih Panili Aren Kopi Kakao Cassiavera Jarak Pagar Pala Sumber : Data Juli 2010. 7.883.50 115.111.50 43.77 205.504.78 32.292 96. Dinas Perkebunan Kab.64 168.12 5.292.09 45.15 818.387.59 23. 3.2.372.20 591.

35 591. Sinonsayang Desa Ongkaw Satu Kec. Jastamin PTP. 7. Mayaan Permai PT.201.340 818.701. Tenga Desa Pakuweru Kec. Minahasa Selatan Selain itu.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 (PN) Jumlah 3. Noik Kumoyowa PT. 3. Dinas Perkebunan Kab. Pengelolaan Tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Dinas Perkebunan Kab. 10. Tenga Desa Sapa Kec.450 103. tetapi potensi hutan yang besar tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa sebab. sebagaimana tertera pada Tabel 38. Tabel 38. penggunaan lahan yang ada (existing land use) harus juga menjadi pertimbangan dalam . belum terbentuknya unit pengelolaan hutan pada seluruh kawasan hutan. pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dan pengelolaan hutan yang 71 Sehubungan dengan itu.000 800. Blongko PT.110. Sinonsayang Desa Sapa Kec. Kehutanan Pada dasarnya penataan ruang suatu wilayah adalah pengaturan penggunaan lahan yang ada di wilayah tersebut. 9. Nusantara XIV PT. Tenga Desa Sapa Kec.617 554. di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat beberapa perusahaan yang mengelola tanah hak guna usaha (HGU). penataan ruang selanjutnya. Batu Kapal PT.011 Sumber : Data Juli 2010. Kayu Wolo PT.37 96. Sidate Murni PT.540 354. pemanfaatan hutan yang belum berpihak kepada masyarakat. Nama Perusahaan PT. Sinonsayang Desa Aergale Kec. Tatapaan Jumlah Luas (Ha) 74. 6. Sinonsayang Desa Blongko Kec.248. Minahasa Selatan 3.54 - . Sinonsayang Desa Tiniawangko Kec.3. 2.561.00 47. 4.992 90.292 485. Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi hutan yang sangat besar. 11. 8. yaitu penataan kawasan hutan (termasuk tata ruang hutan) yang belum teratur. pemanfaatan hutan yang masih bertumpu pada hasil hutan kayu.89 Sumber : Data Juli 2010.596 1. Tenga Desa Sapa Kec.800 56. Laimpangi PT. 5.520 126.09 3. Tenga Desa Wawontulap Kec. Multi Raya Ekatama Lokasi Desa Blongko Kec.596 1. Sulja Indah PT.

Sementara itu.576.00 479.65 3. upaya konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis belum mendapat perhatian yang memadai. Minahasa Selatan Saat ini. Fungsi Hutan Lindung Produksi Terbatas Suaka Marga Satwa Cagar Alam Bakau Produksi Jumlah Luas Hutan (Ha) 13. 2.82 14. 5. Luas hutan menurut fungsinya di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 39.38 Sumber : Data Juli 2010. Berdasarkan data luas hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan cenderung mengalami pengurangan/penyempitan dari tahun ke tahun. Untuk menanggulangi fenomena tersebut telah diupayakan menggalakkan kegiatan penghijauan dan reboisasi. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 masih lemah.91 16. Berkurangnya kawasan hutan juga menyebabkan terjadinya kesenjangan antara pasokan dan kebutuhan bahan baku industri. baik pemerintah maupun masyarakat sedang giat-giatnya melakukan penanaman pohon. 6. Tabel 39. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 3.862. Hutan produksi yaitu hutan yang dapat dimanfaatkan material (kayu maupun hasil lainnya) dengan tetap memperhatikan fungsi konservasinya juga terdapat di semua Kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.904. Hal ini karena antara lain adanya penebangan dan perambahan hutan untuk dijadikan lahan pertanian oleh masyarakat.00 52.974.00 3.597. pendapatan dan kualitas hidup masyarakat di dan sekitar kawasan hutan yang umumnya mengusahakan hasil hutan bukan kayu secara tradisional dan terbatas. baik dalam rangka menjaga stabilitas ekosistem alam maupun untuk dikelola menjadi hutan produksi.414. Selain 72 . Potensi hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan merupakan sumberdaya yang cukup besar. Luas Hutan Menurut Fungsinya No 1. Dinas Kehutanan Kab. potensi hasil hutan bukan kayu belum Hal ini terkait dengan masih rendahnya berkembang secara optimal.

Minahasa selatan 4. Durian.840 13. Nantu. Minahasa selatan Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan memiliki lahan kurang kritis.312 Sumber : Data Juli 2010. 4. berupa mangrove. Mahoni.025 75. diperlihatkan pada Tabel 40.835. Durian. Cempaka.170 155 185. Nantu. Tabel 41. Tabel 40. 3.088.804 3.000 ha (4 mil). Kayu Manis.1 Jumlah Tanaman (Pohon) 530.405 Jenis Tanaman Mahoni. juga dilaksanakan penanaman pohon di wilayah pesisir.977 48 29.869 31.614 10. mempunyai potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang dapat dikembangkan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.961 2. Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki wilayah pesisir dengan panjang garis pantai ± 168. Kayu Jati Sumber : Data Juli 2010.623 Jumlah (Ha) 47. Dinas Kehutanan Kab.686 45. Selain potensial untuk 73 .22 km dan luas laut 56.889. Cempaka.000 511. Luas Lahan Kritis di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 penanaman pohon di hutan. Jenis dan Luas Tanaman Kayu No 1.500 157. Nangka Rhizophora. Untuk jenis dan luasnya. Nantu.483 24.000 2. kritis dan sangat kritis dengan luas dan jumlahnya sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 41. Kegiatan Hutan Rakyat Reboisasi Rehabilitasi Mangrove Swadaya Masyarakat Jumlah Luas (Ha) 1. Tingkat Kekritisan Kurang Kritis Kritis Sangat Kritis Jumlah Luas Dlm Kaw Htn Luar Kaw Htn (Ha) (Ha) 15. Avicenia. 2.1 4. Soneratia Cempaka.325 3. Kayu Manis. 3.905 4. 2. Nangka Mahoni. Dinas Kehutanan Kab.

Kecamatan Amurang Timur. 7 kecamatan di antaranya. sehingga produk perikanan bermutu rendah dengan nilai jual yang rendah pula. yaitu Kecamatan Tatapaan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 budidaya perikanan laut. 3. Apalagi wilayah pesisirnya yang menghadap ke Laut Sulawesi. potensi sumberdaya kelautan dan perikanan tersebut belum dapat dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh karena berbagai permasalahan. dukungan permodalan. umumnya miskin dan masih merupakan nelayan tradisional. Namun demikian. di samping sungai dan danau. Penanganan dan proses pengolahan produk-produk perikanan belum berkembang dengan baik. yaitu dengan tersedianya lahan/areal tambak. seperti masalah benih. Sarana dan prasarana perikanan yang belum memadai serta input-input lain. Kecamatan Amurang Barat. penangkapan ikan juga memiliki panorama yang indah sehingga dapat dikembangkan untuk tempat pariwisata. kolam dan karamba yang umumnya pada wilayah-wilayah yang memiliki areal sawah. Kecamatan Amurang. 6. Kecamatan Tenga dan Kecamatan Sinonsayang memiliki wilayah pesisir dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya laut dan penangkapan ikan. 5. riset dan iptek perikanan. 2. Di pasar global. produk perikanan menghadapi kendala oleh adanya hambatan tarif dan nontarif yang dikaitkan pula dengan isu-isu lingkungan dan kesehatan. 4. Kondisi nelayan. Kecamatan Tumpaan. kesehatan ikan. Sedangkan untuk budidaya perikanan darat. 74 . Permasalahan-permasalahan tersebut di antaranya : 1. Banyaknya praktik Illegal Unreported and Unregulated Fishing yang menyebabkan kerugian negara. pakan. Pengusahaan perikanan budidaya yang masih belum efisien. mempunyai daya tarik tersendiri Dari 17 kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan. pada saat matahari terbenam di sebelah barat. Masih tingginya ketidakseimbangan pemanfaatan stok perikanan tangkap antarkawasan/wilayah dan antar spesies. 7.

sumberdaya kelautan dan perikanan mempunyai prospek besar untuk dikembangkan peranannya dalam mendukung pembangunan nasional. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Tawar b.38 8. Los Pasar Ikan. 5. Produksi Perikanan Tangkap b. Pemasar Produk Perikanan Jumlah Unit Pengolah Ikan (UPI) Jumlah Unit Pemasaran Ikan (Pasar Ikan Higienis. Pembudidaya Ikan c. 4. Potensi kelautan dan perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 42.570 56. 14.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Apabila permasalahan-permasalahan tersebut dapat ditangani. 2. 11. Kawasan Sentra Produksi Perikanan Produksi Perikanan : a. 15. Kriteria Teknis 2 Kawasan Minapolitan / Sentra Produksi : a. 8. 75 .000 15 1 906 387 353 9 40 359 174 72 458 11. Potensi Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 10. 19.960. Kawasan Minapolitan Tatapaan b. Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Pengelolaan Lahan Budidaya : a. Pengelolaan Lahan Budidaya Air Payau c. 6. Pengolah Ikan d.112. 17. Potensi Lahan Budidaya Air Payau c. 21.55 4 3. Pengelolaan Lahan Budidaya Laut Potensi Lahan Budidaya : a.291 1.548 1. Produksi Produk Olahan Hasil Perikanan Produksi Benih Ikan Balai Benih Ikan (BBI) : a.657 1.007 1. Tabel 42. Pasar Ikan Tradisional) Jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas Sumberdaya Kelautan dan Perikanan Volume 3 1 6 6. Balai Benih Ikan (BBI) Tompasobaru b. Produksi Perikanan Budidaya c. Nelayan b.540 438 825 51 2 16 Satuan 4 Kawasan Kawasan Ton Ton Ton Ekor Unit Unit Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Orang Orang Orang Orang Unit Unit Kelompok 3. 22. 12. 18.416. 20. 16.187 1. 9. Potensi Lahan Budidaya Laut Luas Laut Luas Perairan Umum Daratan Untuk Perikanan Tangkap Jumlah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jumlah Perahu Tanpa Motor Jumlah Perahu Motor Tempel Jumlah Perahu Motor Katinting Jumlah Kapal Motor Jumlah Pajeko (Purse Seine) Jumlah Jaring Insang (Gillnet) Jumlah Sero Jumlah Rumpon Jumlah Alat Tangkap Lainnya Tenaga Kerja Perikanan : a.000 1 4 1. 7. 13. Potensi Lahan Budidaya Air Tawar b.

Jumlah Kasus Pelanggaran Bidang SDKP 25.625 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 23. 27. Tabel 43.5 0. Potensi Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. P.039 Produksi (Ton) 2.1 0. Moat d. Luak 6 3 2. D. antara lain usaha budidaya rumput laut.1 0. Mokobang b. 2 Luas Mangrove Luas Terumbu Karang Luas Padang Lamun Luas Kawasan Konservasi Perairan Laut (termasuk KKLD) Danau : a. kolam. Minahasa Selatan Prospek pengembangan usaha budidaya laut di Kabupaten Minahasa Selatan sangat menjanjikan. D. Burung d. 4. P. P. mujair dan betutu melalui usaha mina padi. Tatapaan b. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 7. P.349. D. Minahasa Selatan 76 . Tabel 44 dan Tabel 45.590 1. ikan kerapu. nila. D. ikan kuwe dan sidat. 29.213 26. 28. Jumlah Prasarana Pos Pengawasan SDKP 24.000 3 6 4 2 Unit Kasus Ha Ha Ha Ha 4 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Sumber : Data Juli 2010.705 Sumber : Data Juli 2010.000 7 78 7 586 680 342 5 3. Iloloy c. Sepatu c. 30. 2. 5. 3. Potensi perikanan budidaya dan potensi usaha perikanan budidaya serta komoditas eksport perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 43. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.046.463 450 5 15 5 207 202 150 5 1.1 3 939. Komoditas Rumput Laut Kerapu Kuwe Sidat Mas Nila Mujair Betutu Jumlah Areal Budidaya (Ha) Potensi Realisasi 1. Pulau-Pulau Kecil : a. karamba dan jaring tancap. 6. Sedangkan untuk usaha budidaya perikanan darat telah dikembangkan jenis ikan mas. Tikus 1 26. 8.500 525 525 28 288 280 280 37 3.

Nirwana CV. Minahasa Selatan 5. seperti jagung. Khusus ternak sapi dan kuda dimanfaatkan oleh penduduk sebagai angkutan 77 . Peternakan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki potensi peternakan yang dapat dikembangkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. juga didukung dengan ketersediaan pakan dari hasil pertanian. Sakura Ria CV. itik dan anjing tersebar di semua kecamatan. 2. Usaha Budidaya Laut Budidaya Air Payau Budidaya Air Tawar : . Potensi Usaha Perikanan Budidaya di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.25 241. Umumnya peternakan yang diusahakan adalah sapi. Tongkol. Tongkol Cakalang. Selain memiliki lahan yang luas.583 5 637 57 28 779 4. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 2. kuda.705 Sumber : Data Juli 2010. Jenis Usaha Ikan Kayu Ikan Beku Ikan Beku Ikan Segar Komoditas Tuna. Cakalang. 3. Untuk ternak sapi. Dinas Kelautan dan Perikanan Kab.089 Produksi (Ton) 2.20 322. ayam buras. Minahasa Selatan Tabel 45. Nichindo Manado Suisan CV. kambing. karena sebagian besar penduduk Kabupaten Minahasa Selatan adalah petani.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 44.95 3. Prima Tuna Sejati Sumber : Data Juli 2010. babi. Lajang Cakalang. 4.Jaring Tancap . Lajang Kerapu Alat / Armada Tangkap Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine Pajeko Purse Seine KJA Pemasaran Jepang Jakarta Jakarta Hongkong Pelaku Usaha CV. 3. ayam buras.60 403.092 645. Komoditas Eksport Perikanan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. babi.Karamba .Sawah Jumlah Potensi (Ha) 2.Kolam . ayam ras. Tongkol. itik dan anjing.

Produksi daging dan telur (ayam.630 976 17.312 2.601 28 795 190 1. Motoling 597 13.059 16. Tompaso Baru 2 516 11.923 39 1.205 27. Sinonsayang 6 399 8.393 2.091 432 2.503 1. bahkan banyak yang dipasarkan ke daerah lain. Amurang 0 838 18. itik.19 31.069 88. Minahasa Selatan Tabel 46b.975 2.47 1.703 5.790 8. 2.10 121 835 1.06 2.336 10. Amurang Barat 6 294 6.422 1.656 15.457 1.13 140 963 1.066 9.749 10.44 706 30. 3.356 23 652 2.636 3. Maesaan 7 254 5.951 2. Untuk tahun 2009.31 872 37.568 35.864 1.634 210 1.359 211.876 80.503 2.97 1.869 2. Suluun Tareran 9. roda sapi dan bendi.100 7.128 990 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 tradisional.214 13.79 23.874 2.749 75. Ranoyapo 478 10. 6. Tareran 1. 7.711 618 26.575 1.874 3.747 28 819 289 1.840 38 1.84 Jumlah 3 0 1 3 2 - No Kecamatan Sapi Kuda Kambing Babi Anjing Sumber : Data Juli 2010.360 8.099 Ayam Pedaging Populasi (Ekor) 587 Daging (Kg) 704 - Ayam Petelur Populasi (Ekor) 666 1.22 283 8.554 1.467 2.319 850 36.617 6.631 11. Kumelembuai 683 15.008.173 14.621 69.163 1.073 15.65 192 1.251 22 634 1. 5.512 1. 9.272 12. Modoinding 492 11.197 Daging (Kg) 12. puyuh) dapat memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Minahasa Selatan.116 13. Tabel 46a. Amurang Timur 251 5.30 570 24.137 14.707 13. 4. Motoling Timur 459 10.560 1. Tatapaan 7 391 8. Potensi Peternakan Unggas di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.617 11.049 - Itik Populasi (Ekor) 381 430 225 143 378 536 341 159 154 Daging (Kg) 196 221 116 74 195 276 176 82 79 78 . populasi ternak dan produksi daging serta produksi telur di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 46a.709 5.643 23 662 1.097 14. Tenga 5 1.720 73. 8.856 12. Potensi Peternakan di Kabupaten Minahasa Selatan Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging Populasi Daging (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) (Kg) (Ekor) 130 2. Tumpaan 6 9 473 10.874 80.636 8. Tabel 46b dan Tabel 46c berikut ini.721 1.838 78.061 1.134 10.610 25 709 129 886 1. Motoling Barat 367 8.475 11.99 568 24. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.726 10.971 58 1.481 10.253 155 1.650 70. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.340 12.737 Daging (Kg) 402 1.069 88.722 7.791 948 40.874 80.

Jumlah Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 13.819 214 110 320 2.308 6.703 5. 17.244 29.786 12.325 2. 3.631 11.591 536 341 159 154 3. 14.134 5.301 214 2.790 8.890 Sumber : Data Juli 2010.116 986 955 1.10. 13. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.247 1. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan menyiapkan tenaga-tenaga penyuluh untuk membantu masyarakat dalam mengolah potensi-potensi tersebut.362 7. 15.247 18.436 15.328 4. 12.346 3.653 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 320 3.272 12.902 17.603 4.871 6.363 2. 17. Produksi Telur di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.726 10.641 19. 4.214 4.933 197.335 9.542 5.984 15.594 378 1.865 338 306 170 155 153 141 15.921 22.265 9. 5.020 11.658 7.226 4. 8. 2.092 140. peternakan. Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah 3.012 1.86 1 Ayam Petelur Itik Telur (Kg) 2.103 7. 16.161 12. Tabel 47a. 11.897 1.471 27.603 63.362 7.244 23.553 7.265 128.517 Sumber : Data Juli 2010.749 10. 7. 12.219 4. perikanan dan kehutanan. 11.667 1.052 962 949 875 30.636 8.312 17.807 21.139 2.05 4 267 267 267 265 1.591 338 174 318 306 157 170 87 155 80 153 79 141 73 1.591 8. 14.309 7. Minahasa Selatan Dalam upaya memanfaatkan dan mengembangkan potensi pertanian.237 243. Minahasa Selatan Tabel 46c.436 9.737 14.197 3. pendidikan penyuluh Tabel 47a dan Tabel 47b. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan L 50 6 PNS / CPNS P Jumlah 17 67 6 12 L 19 0 Non PNS P Jumlah 20 39 1 1 Total 106 13 Jumlah penyuluh dan keadaan pada di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan 79 .193 8.853 2.871 6.436 15. 6.357 667 343 320 7.332 4. Dinas Pertanian dan Peternakan Kab.436 9.875 667 7. 16. 2.244 23.921 22.012 25.890 2. 15. 9.902 17.33 8 Populasi Telur Populasi (Ekor) (Kg) (Ekor) 381 430 225 143 666 5. Kecamatan Amurang Amurang Barat Amurang Timur Tareran Tenga Sinonsayang Tumpaan Tatapaan Motoling Kumelembuai Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling Timur Motoling Barat Suluun Tareran Jumlah Ayam Buras Populasi (Ekor) 10.933 197.080 16.393 887 2.28 4 4.098 1.838 9. 10.284 Telur (Kg) 7.475 11.

disamping deposit lainnya. Minahasa Selatan Tabel 47b.000 1. 5. 5. Perikanan dan Kehutanan Kab. seperti emas. 4.500 1. Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah 7 3 1 67 4 1 1 29 11 4 2 96 0 0 3 22 1 0 0 22 1 0 3 44 12 4 5 140 Sumber : Data Juli 2010.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.500 ± 750 Penyelidik 8 DPE Sulut PT NMR PT NMR PT NMR PT NMR DPE Sulut PT NMR DPE Sulut 80 . wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terangkum pada Tabel 48. Keadaan Pendidikan Penyuluh di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. 3. Potensi Pertambangan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1.000 2.000 1. Bidang Keahlian Pertanian Peternakan Perikanan Kehutanan Non Penyuluh Jumlah SMA L 0 P 1 1 L 5 1 6 SPMA P 5 5 L 20 3 2 25 D3 P 8 1 9 D4 / S1 L P 20 9 2 5 5 4 3 1 1 31 19 Total 67 12 11 4 2 96 Sumber : Data Juli 2010. Tabel 48. Pertambangan dan Energi Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan mempunyai topografi berbukit-bukit atau berupa pegunungan yang di dalamnya banyak terkandung berbagai deposit tambang dengan nilai ekonomis penting. Jenis Bahan Galian 2 Emas Lokasi Kecamatan 3 Motoling Barat Ranoyapo Motoling Timur Amurang Barat Tompaso Baru Tatapaan Tempat 4 Toyopon Picuan Lama Tokin Karimbow Tewasen Liandok Karowa Sulu Cadangan Jenis Total 5 6 Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Indikasi Luas (Ha) 7 ± ± ± ± ± ± ± 2. kerikil dan batu yang banyak digunakan dalam pembangunan fisik sebagai bahan baku utama. Deposit emas di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan tersebar luas di beberapa kecamatan Selain itu. Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian. dengan mengalirnya sungai-sungai Potensi pertambangan di besar. Minahasa Selatan 6.000 2.500 2. menghasilkan pasir. Perikanan dan Kehutanan Kab. 4.

3. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Molinou. Poopo. Tabel 49.136 Dit. Selain membutuhkan dana yang besar dan Namun untuk teknologi.714. Kilometer 3. 2. Nimanga Lelema.923 1.994 Lokasi Kec. Paslaten Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Indikasi PT NMR ± 700 Terukur 185. Anak Indonesia Mining PT. Pentu-Lopana Radey Tokin. Maesaan Jenis Pertambangan Mineral Logam Mineral Logam Mineral Logam bahan galian golongan C berupa pasir. Uwuran 2. 3 Belerang Batu dan Sirtu Amurang Timur Sinonsayang Tenga Tumpaan Tatapaan Paslaten G. yang ada di sekitar sungai sebagai mata pencaharian. sebagaimana tercantum pada Tabel 49. banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Sedangkan bahan galian golongan B berupa mineral logam dikelolah oleh 4 perusahaan 81 . Minahasa Selatan Dari berbagai potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan. 8.375 M3 250 50 50 50 DPE Minsel PT Adco Morino (1993) DPE Minsel DPE Minsel DPE Sulut (1996) 6. Lempung Tras Batu Kapur Kaolin Sumber : Data Juli 2010. 5.326. Geologi Ton (1974) Indikasi 225 Indikasi 250 Indikasi DPE Minsel 750 Indikasi 1 4. For El Shadai Luas (Ha) 1. Motoling Timur Kec. Soputan Poigar Radey S. Sumber Energi Jaya PT. Sirtu dan Pasir 3 Sinonsayang Tenga Ranoyapo Maesaan Amurang Barat Amurang Amurang Amurang Timur Tenga Motoling Timur Tumpaan Sinonsayang Tompaso Baru 4 Poigar Sapa. 7. Motoling Timur Kec.2. belum dikelola secara optimal. Sidate. Moinit Pontak.800 200 DPE Minsel DPE Minsel 50 Indikasi Terukur Indikasi Indikasi Indikasi 3. Ranoyapo Torout Rumoong Bawah Buyungon S. Lewet S. Nama Perusahaan PT. juga harus memperhatikan lingkungan sekitarnya. Perusahaan/Pemegang Ijin Usaha Pertambangan Eksplorasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2 Pasir Besi Batu.5 8 Badan Geologi Pusat SDG Bandung (2006) Indikasi Indikasi 1. Popontolen Sulu.959 1. 9. Ranowangko. Karimbow Tangkuney Blongko Batukulo 5 Terukur 6 7 1.

6.55 Batubara Sungai Poigar Sungai Kalewaha Genset Sungai Sendowan Batubara Sungai Ranowangko 82 . Modoinding/Maesaan Kapasitas (MW) 2 x 16 Sumber Energi Sungai Poigar Keterangan . hilangnya lapisan humus. 2. Kegiatan pertambangan seringkali menyebabkan ketidakteraturan topografi (lubang-lubang bekas galian). PLTU Mobongo PLTHm Wulurmaatus (Poigar I) PLTHm Ranoketang PLTD Lopana PLTHm Sendowan PLTU Tawaang PLTHm Woran Kel. Amurang Desa Lopana Kec. di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan juga terdapat potensi sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik. 4.16 2x5 300.914 Kec. Tabel 50.998 1. Kawangkoan Bawah Kec. Tenga Kel. 5. mesin. Oleh karena itu. Amurang Timur Desa Malenos Baru Kec.76 / 300 Kw 2 x 25 0. 5. PLN kebutuhan listrik sampai dengan tahun 2015 di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 50 dan Tabel 51. Buyungon Kec. Amurang Timur Moinit Desa Tawaang Kec. 3. upaya-upaya yang ditempuh dalam rangka meminimalkan berbagai dampak negatif yang kemungkinan akan muncul dikaji melalui Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Selain potensi pertambangan. Study Fatek UNSRAT Manado 2007) Tahap Konstruksi (pekerjaan sipil. Forel Mega Mineral PT. 7. Tompaso Baru Mineral Logam Mineral Logam Sumber : Data Juli 2010. hilangnya vegetasi penutup yang menyebabkan erosi dan lahan sukar diolah kembali. sambil menunggu tentang status tanah (Hutan Lindung) oleh Menhut Statis.Statis. Amurang 2 x 55 2 x 1.Tahap Konstruksi 40% .2 1. Potensi energi kelistrikan dan prediksi PT. Potensi Energi Kelistrikan di Kabupaten Minahasa Selatan No Jenis Sumber Tenaga PLTA Poigar 2 Lokasi Desa Mokobang/Temboan Kec. tetapi dari aspek lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lahan maupun makhluk hidup. Amurang Barat Desa Wulurmaatus Kec. Ranoyapo Kec. PT. Minahasa Selatan Kegiatan pertambangan perlu mendapat perhatian khusus karena meskipun dari segi sosial ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Rencana kegiatan akan dikonfirmasikan dengan pihak PLTU Amurang Sedang Beroperasi Potensi Daerah Sedang Beroperasi Potensi Daerah (Hasil F. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. listrik) Potensi Daerah 1. Modoinding Desa Ranoketang Tua Kec. 8. Anak Indonesia Mining 1.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 4.

Bitung Ket SPBU Pertama di Kab. yaitu 3 unit SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum). Penerangan Umum Jumlah Jumlah Penduduk 2015 1.322 34.913 129.113 29.913. 1 unit Dealer untuk Nelayan).134 2. PLN Kebutuhan Listrik di Kabupaten Minahasa Selatan Untuk Tahun 2005-2015 No Jenis Fasilitas Jumlah (Unit/Jiwa) 298.925 29.133.837 88. Fasilitas Umum 3.300 30 % total 10 % total Kebutuhan Daya Listrik VA 97.709 1.451 Jumlah Penduduk 2005 1. Tabel 52a.160 115.203 261. Sarana Distribusi BBM di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.532.025 34. Minahasa BBM dan nama-nama pangkalan minyak tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 83 . Jumlah Rumah 2.878 2. Minahasa Selatan Tabel 51. Sandra Tompodung dan Leonnie M. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.435 MVA 97. Jumlah Rumah 2. Fasilitas Umum 3.322. ditunjukkan pada Tabel 52a dan Tabel 52b. Saerang.532 161. Minahasa Selatan Dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) berupa bensin premium.388 100.702 Standar Kebutuhan (VA) 1. Sarana Distribusi BBM SPBU Bitung Lokasi Kel. Saerang). minyak solar dan minyak tanah.608 11.300 30 % total 10 % total Sumber : Data Juli 2010.484 115. Tumpaan Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahap Konstruksi Sungai (proses penyelesaian 10 Kw Maruasey penyambungan ke pelanggan/masyarakat) Sumber : Data Juli 2010.112.185. saat ini di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersedia beberapa sarana distribusi BBM. Prediksi PT. SPDN (Solar Paket 1 unit PSPD (Paket Solar Premium Dealer) dan Sarana distribusi 79 pangkalan minyak tanah yang dimiliki oleh 3 agen minyak tanah (Vincent L.597 11.9. Dinas Pertambangan dan Energi Kab.636.596.809 74. Penerangan Umum Jumlah 354. PLTHm Tangkuney Desa Tangkuney Kec.

25.d 10 kl 5 s. Tumpaan Mobongo Kel.d 10 kl 5 s. Saerang : 72. 7. Mondoringin Rifan A. 33.d 10 kl 5 s. Pesik Tommy L. 21. Dinas Pertambangan dan Energi Kab. 6. 12. 17. 22. 2. Tompaso Baru Lihat Tabel 49b Selatan Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. 3. Rumondor James Rawung Max Lintang Ferry Fan Ade Ineke Ward Helena Joseph Dwi Septiowati Ferdinand Tindage Nelly Nangoy Yaner Rorong Sherly Olivia Saerang Wency C. 27.116.L. 5. 34.d 10 kl 5 s. 13. SPBU Kapitu SPBU Tumpaan SPDN Perikanan PSPD Tompaso Baru Pangkalan Minyak Tanah Kec. Amurang Barat Desa Tumpaan Kec. 14. Minahasa Selatan Dalam Proses ke APMS (Agen Premium Minyak Solar) 79 Pangkalan Yang Dimilki oleh 3 Agen Sumber : Data Juli 2010.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 31 32. 26. 15. 4. 18.d 10 kl 5 s. 28.M.d 10 kl 5 s. 19. Margaretha Assa C.d 10 kl 5 s. 35.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Vincent L.d 10 kl 5 s.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2. 4. 24. No 1.d 10 kl 5 s. 6.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.03 Desa / Kelurahan Durian Poigar Tanamom Ongkaw I Ongkaw II Boyong Pante Pakuure I Tenga Pakuweru Tawaang Sapa Pondang Ranomea Lopana Lopana Bitung Bitung Lewet Uwuran I Uwuran I Uwuran I Kilometer Tiga Uwuran II Ranoiapo III Ranoiapo VI Ranoiapo VIII Buyungon III Rumoong Bawah Rumoong Bawah Kawangkoan Bawah II Kawangkoan Bawah VII Kapitu Kapitu Pondos Teep Kecamatan Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Sinonsayang Tenga Tenga Tenga Tenga Tenga Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Timur Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Amurang Barat Jumlah Jatah / Bulan 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 30. Joseph Henoch Repi Jefry Kumendong Dra. 5.d 10 kl 5 s. Minahasa Selata Tabel 52b. 8.d 10 kl 5 s. 29. 9.d 10 kl 5 s. 10. 23. 3. Kawangkoan Bawah Desa Tompaso Baru I Kec.A. Kristania Reiner Wilar W.d 10 kl 5 s. Nama-Nama Pangkalan Minyak Tanah di Kabupaten Minahasa Selatan 1.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 20. Amurang Desa Kapitu Kec.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl Nama Pangkalan Rosmini Mokodompit Leksi Wangean Saidin Tubuon Nico Pangkey Paulina Repi Afi Mengko Stenly Sengkey Inyo Tenges Otniel F.d 10 kl 5 s. 16.d 10 kl 5 s. 11. Lengkong Ricky Runtuwene Nico Tiwow Anna Rampangajow Ruth Ganda Ereyni Mongkareng Yuke Mandagi Donny Audy Poli 84 .d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.

No 1 1.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 11. 11.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 13.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 18. 6. 13.N.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.178 Desa / Kelurahan Rumoong Atas Rumoong Atas Wuwuk Tumaluntung Lansot Suluun I Wiau Lapi Paslaten Popareng Lelema Popontolen Matani Matani Matani I Tumpaan I Jaga 4 Tumpaan Jaga 2 Tumpaan Jaga 6 Kecamatan Tareran Tareran Tareran Tareran Tareran Suluun Tareran Suluun Tareran Tatapaan Tatapaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Tumpaan Jumlah Jatah / Bulan 5 s. 16.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2.d 10 kl 5 s.d 10 kl 2. 8.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. Songkaton Felma Sanger Stany Wales Mike Sanger Hendrik Tigau Arjenmiro Karaki Agen NIAP : Leonnie M. 5. 10.d 10 kl Nama Pangkalan 2 Bonny Pongantung M.d 10 kl 5 s. 17.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 5 s. Rembang Moris M.159 Desa / Kelurahan 3 Kumelembuai Atas Kumelembuai Wakan Tokin Motoling I Picuan Baru 3 Motoling I Motoling I Motoling Mawale II Pontak Poopo Jaga IV Poopo Jaga X Tompaso Baru I Tompaso Baru II Pinaesaan Tompaso Baru I Tumani Tambelang Pinasungkulan Pinasungkulan Linelean Jaga II Pinasungkulan Wulurmaatus Palelon Kecamatan 4 Kumelembuai Kumelembuai Amurang Barat Motoling Timur Motoling Motoling 4 Motoling Motoling Motoling Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Modoinding Modoindinng Modoinding Jumlah Jatah / Bulan 5 5 s.d 10 kl 5 s.000 liter 5 s.d 10 kl 5 s. Kaunang Ritta Lamonge Ferry Keintjem Ny.d 10 kl 5 s. 3.d 10 kl 5 s. Kumaat A. 9.d 10 kl 5 s. 25.1.d 10 kl 5 s. 12. 24. 2. Ratu Simon Slat Jendry Keintjem Juliwati Royke F.d 10 kl Nama Pangkalan Mintje Rorong Ir. 14. 8. 1 7.d 10 kl 5 s. 2. 16. 15. 3. 19. 17. 10.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 23. 21. 9.d 10 kl 5 s. Rumengan Nethanael Slat Joppi Lumi Joseph Pomantow Donny Slat Benny H. 20. 6.d 10 kl 5 s. Agen NIAP : Sandra Tompodung : 72.d 10 kl 5 s.d 10 kl 5 s. 14.d 10 kl 5 s. 12.d 10 kl 5 s. 5.d 10 kl 5 s. 15. Mongkaren Boy Lapian Rudy Wua Ferry Pingoh Laura Mandagi 2 Feibe Kereh Rita Kawung Doortje Takatawi Boyke Lumenta Tommy Manajang Josevita Soepono Johny Sambung Herry Lumowa Naomi Kures Johny Pongoh Noldy Mawey Teddy Kalalo Gerald B.1. Vera M. Elsye Eman 85 .d 10 kl 5 s. 7. Saerang : 72.d 10 kl 5 s. 4.d 10 kl 5 s.N.d 10 kl 5 s. 4.d 10 kl 5 s. Mawara Sonny M. 3.d 10 kl 5 s. No 1.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

18. 19.

Lerry Soriton Bobby Kojo

Tumpaan Baru Tumpaan Jaga 3

Tumpaan Tumpaan

5 s.d 10 kl 5 s.d 10 kl

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Pertambangan dan Energi Kab. Minahasa Selatan

7.

Kebudayaan dan Pariwisata Kebudayaan adalah budaya atau kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat suatu daerah yang di dalamnya mengandung asas kekeluargaan dan gotong royong. Budaya Minahasa Selatan berasal dari Budaya Minahasa yang dikenal dengan Mapalus yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong. Umumnya penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Minasaha Selain memiliki ciri khas familiar (ramah), penduduk Di setiap pertengahan tahun Selatan berasal dari sub etnis Tountemboan dengan menggunakan bahasa daerah Tountemboan. Kabupaten Minahasa Selatan juga mempunyai jiwa/semangat mapalus (suka menolong/membantu satu dengan yang lain). berjalan (bulan Juli), dalam rangka mengucap syukur kepada Tuhan terhadap hasil panen (berkat), masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan yang mayoritas beragama kristen merayakannya dengan Pengucapan Syukur. Pada moment ini, wilayah Kabupaten Minahasa Selatan dipadati masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Sejak dulu, secara turun-menurun masyarakat di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan menjaga dan memelihara seni budaya tradisional, seperti musik bambu/klarinet, musik kolintang, tari kabasaran dan tari maengket. Dalam perkembangannya, sejak Kabupaten Minahasa Selatan menjadi daerah otonom yang baru, bermunculan kreativitas masyarakat dalam menciptakan seni tari yang terinspirasi dengan situasi dan kondisi masyarakat, yakni tari dodol, tari pisok, tari ela soma, tari pete cingkeh, tari batifar, tari lenso, tari mawolay dan tari kentang. 1. Tari Kabasaran Merupakan tari perang, dan saat ini sering dipergunakan untuk penyambutan tamu kehormatan. 2. Tari Maengket 86

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Adalah tari tradisional Minahasa yang dari zaman dahulu kala sampai saat ini masih berkembang. Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian. Dahulu nenek moyang menari tarian Maengket pada saat sedang panen hasil pertanian dengan gerakan-gerakan sederhana. Sekarang tarian Maengket telah berkembang teristimewa Maengket terdiri bentuk dan tariannya tanpa meninggalkan keasliannya. 3. Tari Dodol Adalah sebuah tarian penjemputan dari Minahasa Selatan yang menggambarkan bagaimana masyarakat Minahasa Selatan menjamu tamu yang datang di tanah Toar Lumimuut dan sudah menjadi tradisi setiap kegiatan keagamaan yang dikenal dengan Pengucapan Syukur selalu menyediakan Dodol. Tarian ini menceritakan proses pembuatan Dodol. 4. Tari Pisok Adalah tarian yang menggambarkan tentang seekor burung yang hidup bebas di daerah Minahasa Selatan. Burung Pisok sudah merupakan satwa yang langkah sehingga perlu untuk diabadikan melalui bentuk tari-tarian. 5. Tari Ela Soma Ela Soma adalah suatu ungkapan kalimat yang sangat dekat dengan masyarakat pesisir pantai. Tarian ini menggambarkan kehidupan bahkan sudah merupakan profesi sebagian besar rakyat Minahasa Selatan. Melalui tarian Ela Soma digambarkan kekerabatan dan gotong royong yang sudah sangat mengakar dalam keseharian para nelayan dan membudaya dalam kehidupan masyarakat Minahasa Selatan. 6. Tari Pete Cingkeh Salah satu produk unggulan rakyat Sulawesi Utara adalah hasil panen cengkih. Tarian ini adalah bentuk kebanggaan rakyat Minahasa Selatan yang di dalamnya menunjukkan kebersamaan serta ketrampilan dalam mengolah hasil panen cengkih. 7. Tari Batifar

dari 3 babak, yaitu maowey kamberu, marambak dan lalayaan.

87

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Salah satu minuman khas rakyat Sulawesi Utara adalah Saguer dan Cap Tikus di mana cara pengolahannya disebut dengan Batifar. pohon enau, penyimpanannya, penyulingan, sampai Tarian ini pada cara menggambarkan bagaimana para pekerja mengolah minuman mulai dari penyajiannya. 8. Tari Lenso Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan muda-mudi di tanah Toar Lumimuut dalam pergaulan sehari-hari dalam hal mencari pasangan. Para penari membawa sapu tangan yang nantinya akan menentukan siapa pasangan hidupnya kelak. 9. Tari Mawolay Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan masyarakat di tanah Toar Lumimuut sebagai petani yang dalam bercocok tanam padi dan jagung, hasilnya habis dimakan oleh monyet atau kera yang disebut wolay. Untuk mengusir atau memusnahkan wolay, para petani membuat perangkap agar supaya tidak kembali lagi dan memakan hasil bercocok tanam petani. 10. Tari Kentang Adalah tarian yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat di Kecamatan Modoinding yang sebagian besar adalah petani kentang. Diawali dengan membuka lahan kentang dengan cara membersihkan rumput-rumpt liar yang bertumbuh di lahan kentang. Dalam menanam kentang secara tradisional, Bapak-Bapak menggali lubang dan Ibu-Ibu memasukkan bibit kentang ke dalam lubang. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan memelihara tanaman kentang, akhirnya siap memanen dan menghasilkan kentang yang berkualitas. Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat sejumlah benda cagar budaya yang mempunyai nilai sejarah, baik peninggalan sejarah maupun purbakala, seperti Benteng Portugis, Kuburan Belanda, Waruga dan Batu-batuan. Bendabenda cagar budaya di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 53. 88

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Tabel 53. Benda-benda Cagar Budaya di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Benda Cagar Budaya Benteng Portugis Gereja Belanda Waruga Batu Menhir Batu Tumotowa Lokasi Kel. Uwuran I Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Lelema Kec. Tumpaan Desa Tumpaan Kec. Tumpaan Desa Suluun Kec. Suluun Tareran Desa Kumelembuai Kec. Kumelembuai Kel. Rumoong Bawah Kec. Amurang Barat Desa Wiau Lapi Kec. Tareran Desa Rumoong Atas Kec. Tareran Desa Kaneyan Kec. Tareran Desa Motoling II Kec. Motoling Desa Motoling I Kec. Motoling Daya Tarik Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 Batu Besar Yang Berbentuk Rumah Batu Menhir Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup Batu Hidup
Batu Yang Mempunyai Bekas Tangan Raksasa Batu Besar Yang Mempunyai Bekas Kaki dan Tangan

Kegiatan Rekreasi
Rekreasi / Wisata Rohani

Keterangan Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal

Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi

6.

Batu Konimpis

7.

Lesung Batu

8.

Batu Kumapey

Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Yang Berbentuk Lesung Batu Kecil Tapi Sangat Unik

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Minahasa Selatan

Bentang alam wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, dari pesisir pantai sampai pada daerah berbukit/pegunungan mempunyai panorama yang indah dan mempesona serta mempunyai bentuk yang unik. Selain itu, dengan adanya sungai yang besar, air terjun, danau dan terdapatnya benda-benda cagar budaya, dapat dijadikan obyek-obyek wisata, baik obyek wisata alam maupun obyek wisata budaya. Begitu juga dengan adanya hamparan tanah yang subur 89

Mandi Arung Jeram Panjat Tebing Wisata Rohani. 10. 17. Nama Obyek Wisata 2 Taman Nasional Laut Bunaken Bagian Selatan Daerah Perlindungan Laut Blongko Pantai Moinit Lokasi 3 Pesisir Desa Arakan. 16. Popareng Kec. Tatapaan Daya Tarik 4 Keindahan Terumbu Karang. Rekreasi Rekreasi Rekreasi Rekreasi. Tumpaan Hutan Bakau Desa Tawaang Kec. Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi / Hutan Bakau Batu Yang Menyerupai Kapal Danau Danau Air Terjun dan Pemandangan Alam 90 . Amurang Bukit Doa Pinaling Desa Pinaling Kec. Maesaan Air Terjun Desa Temboan Pemandangan Alam Rataan Terumbu Pemandangan Alam Air Terjun. Tenga Keindahan Terumbu Karang. Pemandangan Alam Kegiatan 5 Diving / Menyelam. Mandi Rekreasi Wisata Rohani. Modoinding Danau Iloloy Desa Temboan Kec. Amurang Timur Pantai Popareng Desa Popareng Kec. Wawontulap. Tatapaan Air Terjun Desa Popontolen Popontolen Kec. Tumpaan Pantai Tandusang Desa Lopana Kec. 13. Tumpaan Batu Dinding Desa Kilo Meter 3 Kec. 2. Air Panas di Perairan Laut Arus Sungai Batu Curam dengan Ketinggian ± 70 m Pamandangan Alam & Sentuhan Religius Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Buatan / Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Dikenal Alam / Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Buatan/Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4. 12. Pemandangan Alam Pemandangan Alam Menyembuhkan Berbagai Penyakit Hamparan Tanaman Hortikultura Pemandangan Alam Air Terjun Air Terjun dan Pemandangan Alam Wisata Rohani. Tenga Danau Mokobang Desa Mokobang Kec. Sinonsayang Desa Teep Kec. Amurang Timur Air Mujizat Desa Lalumpe Lalumpe Kec. 19. 18. Amurang Timur Air Terjun / Desa Tumpaan II Tekaan Ever Kec. 6. Rekreasi Diving / Menyelam Rekreasi. 5. Selengkapnya. 7. 9. Amurang Timur Pantai Alar Kel. obyek-obyek wisata di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 54. 14. Tenga Batu Kapal Desa Sapa Kec. Amurang Barat & Desa Tawaang Kec. 3. Pondang Kec. Obyek-obyek Wisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 11. Rekreasi Keterangan 6 Alam / Dikenal Peisir Desa Blongko Kec. 8. Motoling Agro Modoinding & Kecamatan Bukit Doa Kuntung Modoinding Ramoy Air Terjun Lopana Desa Lopana Kec. Sungai Maruasey Desa Tangkuney Kec. Pemandangan Alam Pemandangan Alam. 15.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 untuk tanaman dapat menjadi salah satu obyek wisata buatan. Tabel 54.

2. Motoling Desa Tondey Kec. Uwuran Satu Kec. Gereja Belanda Kec. baik dalam skala besar maupun kecil. Motoling Barat 3 Desa Lalumpe Kec. 6. Air Panas Niotakan 21. Maesaan Desa Pinaesaan Kec. Motoling Barat Desa Kumelembuai Kec. Minahasa Selatan 8. Selain memiliki areal 91 . Prasarana pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan dapat dilihat pada Tabel 55. Sungai Ranoyapo 22. Tompaso Baru Desa Ranoyapo Kec. Tabel 55. Air Terjun Tondey 25. Air Terjun Toyopon 1 2 23. Sedangkan hotel dan restoran hanya tersedia di ibukota kabupaten. Prasarana Pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. Jenis Hotel Restoran Rumah Makan Travel Sarana Hiburan Umum Cafe Jumlah 2 4 90 3 1 3 Sumber : Data Juli 2010. Tareran Air Panas Arus Sungai Air Terjun Mandi Rekreasi Arung Jeram / Rekreasi Rekreasi / Mandi 5 Rekreasi / Mandi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Mandi Rekreasi Rekreasi / Wisata Rohani Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal 4 Air Terjun Air Terjun Mata Air dari Batu Air Terjun Benteng Peninggalan Portugis Gereja Peninggalan Belanda Tahun 1898 6 Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam / Belum Dikenal Alam/ Cukup Dikenal Alam / Belum Dikenal Sumber : Data Juli 2010. 5. Air Terjun Kumelembuai 27. Minahasa Selatan Dalam menunjang sektor pariwisata. hampir semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan tersedia rumah makan. 3. Mata Air dari Batu 26. Ranoyapo Desa Toyopon Kec. Amurang Desa Rumoong Atas Kec. Air Terjun Lalumpe 24. Kumelembuai Kel. Kumelembuai Desa Kumelembuai Kec. Industri Kabupaten Minahasa Selatan memiliki beragam potensi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku suatu industri. 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Temboan 20. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Benteng Portugis 28.

buah kelapa juga banyak Hasil digunakan oleh industri menengah untuk pembuatan tepung kelapa. Nama Perusahaan 2 PT. Dengan tersedianya buah kelapa dalam jumlah besar yang diolah menjadi kopra. 3. olahan dari buah kelapa berupa sabut dan tempurung kelapa telah dimanfaatkan oleh industri menengah untuk menghasilkan sabut kelapa dan arang tempurung. Anugrah Coco Mandiri CV. 9. Selain itu. Tri Mustika Coco Minaesa PT. Perusahaan-Perusahaan Yang Berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Namun demikian. Tropica Coco Prima PT. China 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 perkebunan dan pertanian yang luas. Bunaken Jaya Abadi Alamat 3 Kawangkoan Bawah Lelema Popontolen Matani Tumpaan Pondang Teep Teep Tawaang Jenis Usaha 4 Pengolahan Kelapa Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Industri Arang Sabut Kelapa Bahan Baku 5 Kelapa (Kopra) Kelapa Kelapa Sabut Kelapa Ikan Laut Ikan Laut Kelapa Tempurung Kelapa Sabut Kelapa Produk Yang Dihasilkan 6 Minyak Makan Nabati / Bungkil Tepung Kelapa Tepung Kelapa Sabut Kelapa Ikan Beku Ikan Kayu Tepung Kelapa Arang Tempurung Sabut Kelapa Jumlah Modal (Rp) 7 50 Miliar 2 Miliar 1 Miliar 5 Miliar Daerah/ Tenaga Kerja Negara Tujuan (Orang) 8 9 Eropa Eropa Eropa 52 34 50 27 66 30 225 53 25 Dalam Negeri 2 Miliar Jawa. 6. Nichindo Manado Suisan PT. Sakura Ria PT. 4. Cargill Indonesia menanamkan investasinya untuk pengolahan kelapa dengan menghasilkan minyak makan nabati dan bungkil. banyak digunakan oleh industri kecil dan menengah dalam pembuatan perabot rumah tangga dan meubel. Tabel 56. 2. telah membuka peluang PT. 7. Putra Karangetang PT. 8. Cargill Indonesia PT. juga memiliki wilayah perairan laut yang luas untuk penangkapan ikan. ada 12 perusahaan yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana tercantum pada Tabel 56. Korea Surabaya 92 . Carbontech Indonesia PT. Saat ini. masih banyak lagi sumberdaya alam yang dapat dijadikan sebagai bahan baku industri yang belum dimanfaatkan sehingga membuka peluang bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Potensi perikanan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah juga memberikan peluang berdirinya industri-industri perikanan. Dengan tersedianya beragam tanaman kayu yang potensial.88 Miliar Eropa 3 Miliar 1 Miliar China. Australia 3 Miliar Jepang. 5.

200.120.600.600. UD.050.600.800 1. Perindustrian & Perdagangan Kab.209.495. 3.000 14.000 1. Dinas Koperasi.381.000.000 74.000 811.400. Nirwana 12. 21.000 17.088 1.000.000 24.848 119.800. 10.000. Sungai dan Mata Air Wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan banyak dialiri oleh sungai-sungai besar dan kecil serta banyak dijumpai mata air yang potensial.343.450.200. Dinas Koperasi. 15. Perindustrian & Perdagangan Kab.765. terdapat juga sejumlah industri kecil yang berinvestasi di Kabupaten Minahasa Selatan sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 57.568 8.200 255.000 34.176. Sungai dan mata air.200.995.900.000 299.000 80.000 1. Jati Jaya Teep Lopana Lopana Industri Minyak Es Meubel Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Minyak 3 Milliar 36 Mentah Air Es Balok 500 Juta Lokal 21 Kayu Jati Meubel 55 Juta Lokal 20 Kelapa Sumber : Data Juli 2010.000. 7. Minahasa Selatan 9. Pasar.000. 22.000.000 51.880 54. 11.000 384.000.000 2.000 192 17.520 32.10.000 17. 18.000 671.800 40.000.844 6.000 4.000 180.000 256.000 265.000 7.000.000 219. UKM.200 67.000. selain dimanfaatkan sebagai tempat mandi.450.360 10.900 149.000 36.855 120. Murni Jaya 11.000 1.000 53.000.695 70. 13. mencuci dan sumber air 93 .000 15.600.617.500.000 31.000 5.000 2.800. UKM.000 4. 23.000 240.712.000 49.000. 14.T Pembuatan Kue Foto Copy Industri Es Industri Mebel Industri Minyak Pandai Besi Industri Batu Bata/Batako Industri Keramik Industri Pembuatan Oven Industri Gula Aren Industri Sapu/Tali Industri Mie Industri Minuman Cap Tikus Industri Alat Pertanian Industri Bordir Reparasi Elektronik VCO Industri Anyaman Bambu/Rotan Jumlah Tenga Usaha Kerja (Unit) 10 12 98 41 41 180 12 25 117 1 21 52 3 1 15 12 15 52 16 17 2 6 1 (Orang) 40 27 237 115 101 473 38 35 366 21 58 182 9 3 17 18 49 52 32 17 4 38 2 Nilai Investasi (Rp) Kapasitas Produksi Jumlah Satuan Biji Rim Psg Unit Unit Biji/Dos Rim Buah Unit Botol Buah Buah Buah Buah Biji Buah Kg Liter Buah Psg Unit Liter Unit Nilai Produksi (Rp) 234.000.000.400.490. Industri-Industri Kecil di Kabupaten Minahasa Selatan No KBLI 1. 12. 4.000 4.200. UD. 15494 22210 18101 50200 50403 15410 21090 15492 36101 24294 28932 26322 26319 29142 15422 17232 15440 15510 28931 17299 25206 15141 28932 Bidang Usaha Industri Tahu Industri Percetakan Industri Menjahit Industri Reparasi Mobil Industri Reparasi Spd Motor Industri R. 9.000 14. 2.000 25.200.304 1.000 180 Sumber : Data Juli 2010. 16.000 2.000 31.320 99. 19.488 100. 5. 8. 20.000 636.000 1.000 18. Pasar.000 624 6. Minahasa Selatan Selain sejumlah industri menengah (perusahaan) yang berinvestasi dengan memanfaatkan potensi sumberdaya alam yang ada. Tabel 57.000 5.376 688.220. CV.000. 17.400.300.000 246.944.000 17.000 1. 6.000 240 895.000.492.

300 0. Ranoiapo S. 29. Ranoiapo S.100 0. sungai menjadi salah satu sumber galian C serta dimanfaatkan sebagai salah satu obyek wisata. 7.100 0. 11. 26. Nama Sungai Ranoiapo Nimanga Sukuyon Poigar Pentu Ranotuana Sendowan Ranowangko Molinow Sidate Sosogian Tongop Ranomea Mayaan Moyondok Kaluntai Pinsan Ritey Liwasen Tewalen Worotican Pinontalan Pinangatoan Ongkaw Tumicakal Moyomboong Moonot Mokalu Lelema Walambang Tawaang Pangian Polimaan Sinduan Konaron Siritoy Wuwungayo Lokasi Tompaso. 9. Sungai-sungai yang mengalir di wilayah daratan Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 58.372 0. 17. Ranoyapo.165 0. Di samping itu.789 0. juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk budidaya perikanan darat serta mengaliri area persawahan.286 0. Ranoiapo S.248 Muara Laut Laut S.455 0. 35. 31. Sungai-Sungai di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 14.058 0.900 0. 15.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 bersih. 27. 4. Ranoiapo Laut S. 22. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut Laut S.062 0. Ranoiapo S.070 0. 24. 16. 5.910 0.125 0. 2.269 0.162 0. Ranoiapo S. 30. 21.800 0. 19.500 0.182 0. Amurang Tumpaan Tompaso Baru Sinonsayang.400 0.300 0.697 0.400 0.900 0. 23. 37. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. Ranoiapo S. Tabel 58. 12. Ranoiapo Laut Laut Laut Laut S. Ranoiapo S. 10. 20. Ranoiapo S. 34. 32.100 0.122 0.064 0. Ranoiapo Laut S. 28.5 8 8 8 7 7 6. Saat ini. 8. 33. Ranoiapo 94 . Poigar Bolmong Amurang Timur Tumpaan Amurang Timur Amurang Tenga Tenga Tumpaan Tenga Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Sinonsayang Sinonsayang Amurang Timur Tenga Tompaso Baru Amurang Barat Tompaso Baru Tompaso Baru Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Amurang Barat Tumpaan Tumpaan Tenga Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Ranoyapo Panjang (Km) 64 35 28 27 21 20 18 16 14 13 12 12 11 11 11 10 9 8. 25. 6. 36. 3.600 0. 13. 18.5 6 6 6 6 6 5 5 5 5 5 5 5 4 Pemanfaatan Untuk Irigasi (m3/detik) 2. sungai Poigar akan dimanfaatkan Oleh PLTA Poigar untuk tenaga listrik dengan kapasitas 46 MW.

060 Laut S. Jalan dan Transportasi Jalan merupakan sarana yang strategis dan penting dalam menunjang perekonomian suatu daerah. Nama Ruas Jalan Ruas Jalan Nasional Ruas Jalan Propinsi Ruas Jalan Kabupaten Total Panjang Ruas (Km) 166. Semua ruas jalan yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan telah disentuh dengan aspal. Minahasa Selatan diduduki oleh 75 buah jembatan. 95 Perkebunan Kelapa . Tabel 59. Ruas-Ruas Jalan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 42. Ranoiapo S. 43.130 0. 41. baik ruas jalan Nasional. 40.30 467. Ranoiapo S.098 0. Komunikasi & Informatika Kab.5 3 3 3 3 0. padahal merupakan sentra ekonomi.45 40. Ranoiapo S. Tabel 60b dan Tabel 60c.69 Sumber : Data Juli 2010. baik ukuran kecil maupun besar dengan panjang keseluruhan 670 m. Minahasa Selatan BAB VIII SARANA DAN PRASARANA PENUNJANG PEREKONOMIAN 1. 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Dinas Perhubungan. Namun di beberapa ruas jalan yang menghubungkan desa dan Kabupaten kecamatan belum diaspal. Propinsi dan Kabupaten terdiri dari beberapa ruas dengan panjang dan kecamatan-kecamatan yang dilalui sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 60a. Ranoiapo Laut Sumber : Data Juli 2010. 2. Wilayah darat Kabupaten Minahasa Selatan dilewati oleh ruas-ruas jalan.062 0.94 674. Minahasa Selatan Ruas jalan Nasional.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 38. 39. Lempangi Motondong Tangali Ponibian Tumaluntung Moinit Sinonsayang Sinonsayang Tompaso Baru Tompaso Baru Tompaso Baru Tenga 4 3.175 0. Propinsi maupun Kabupaten dengan panjang masing-masing ruas jalan sebagaimana tercantum pada Tabel 59 berikut ini.

00 33. 5. 4. Amurang Timur. 3. Ruas Jalan Propinsi di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1.30 6. Sinonsayang Manado. Amurang Timur Suluun Tareran. Tompaso Baru.40 Nama Ruas Popontolen-Sondaken Spt. 3. Tenga. Minahasa Selatan Tabel 60c. Wawona-Wawona Kecamatan Yang Dilalui 4 Tareran Tareran Tareran Tareran.50 3. Tumpaan Amurang Timur Amurang Timur Tatapaan Panjang Lebar Akses Ruas Rata-Rata Ke Jalan N/P/K (Km) (m) 5 6 7 11. Modoinding Kawangkoan.80 41.50 3.00 40. 0.00 3.00 6.50 3.70 15. Maesaan.00 7. 8. Nomor Ruas 2 Nama Ruas Jalan 3 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 6.00 3. Minahasa Selatan Tabel 60b.50 3. 12. 9. Tumpaan Panjang Ruas (Km) 37. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Motoling Timur. Tareran Suluun Tareran. 076 2.00 5. Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. Munte-Tincep Amurang-Ranoketang Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Tumpaan.50 4.50 3. Tatapaan Tumpaan Amurang Panjang Ruas (Km) 28. Motoling. 11. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 2.20 10.30 Sumber : Data Juli 2010.50 3.50 3. 077 3.50 3.50 5.50 3.1 2.00 5.25 166.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 60a. 6.50 3.10 8.90 2. 5. Suluun Tareran Suluun Teraran. 7.45 Sumber : Data Juli 2010. 10.00 7. Tombariri. 13. Amurang. 009. Ruas Jalan Nasional di Kabupaten Minahasa Selatan Nomor Urut Ruas 1. Tumpaan Tumpaan. Amurang Barat Amurang Barat. Tumpaan. Ranoyapo Ranoyapo.2 010 023.20 3. Tareran.70 38.00 6. Tumpaan Suluun Tareran.1 036 Nama Ruas Jalan Worotican-Poopo Poopo-Sinisir Kawangkoan-Worotican Worotican-Poigar Manado-Tumpaan Jumlah Kecamatan Yang Dilalui Amurang Barat. 009. 4. Tareran Suluun Tareran.50 N K N N N N/K N/K N N K K 96 .00 8.

Maesaan Tompaso Baru.50 3.50 3. 27.50 3. 54. 56.50 3.50 3.50 3. 42. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 3.00 1. 44.00 2.50 10.00 3. 20.00 5.50 3. 25.00 7.99 3. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.80 5. 63. 47.50 3. 59. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.00 20. 37.00 7. 61.50 3. 43. Motoling Barat Tompaso Baru Tompaso Baru.50 K Tenga.50 3.50 12.00 9. Tenga Kumelembuai. Bojonegoro-Kinamang SP. Motoling Kumelembuai.00 10. 58.50 3. Maesaan Maesaan Maesaan Modoinding Modoinding Modoinding Tareran Suluun Tareran Tumpaan Tatapaan Amurang Timur Amurang Amurang Barat Tenga Sinonsayang Kumelembuai Motoling Timur Motoling Motoling Barat Ranoyapo Tompaso Baru Maesaan Modoinding Motoling. 52. 62. Pinaling-Bkt. 22.10 4. 45.00 8.50 3.50 3. Maesaan Tompaso Baru.85 5.00 7.50 5.00 6.00 2.50 3.30 5. 26. 55. Motoling Timur 5 5.50 3.50 3. 33. 39.50 8.50 3.50 N/K Tenga 2.50 15. Ranoyapo Motoling. 16. Spt. Minahasa Selatan 97 .00 3. 28.50 3. 29. 57.00 N Tenga. 34. 38.50 7 N N N N K N K N N N N N K K N/K K N N/K N N/P N N N N N K N N N K K P N N N N N N N N K N N N N K Sumber : Data Juli 2010.50 3. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Amurang Timur 4.50 3. Amurang Barat 10.00 9.50 15. 15.50 3. 19. Kumelembuai 9. 66. 32. 46.00 10. Tokin-Tokin Pert.00 5. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.00 K Tenga 4. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 5.00 5.50 3.50 N Amurang Barat 4.14.50 3.70 24.40 7.00 3.50 3.50 3.00 22.50 3. 49. Sinonsayang Motoling Motoling Barat Motoling Barat Motoling Barat Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo Ranoyapo.94 6 3. 24.00 6.00 467.20 1.50 N 1 21.00 4.50 3. 41.10 4. 53.00 6. 50. 35.00 8.50 3.30 1. 30.50 4.50 3. 23.50 3. Tenga Kumelembuai.50 3.50 3.50 3. 51. 2 3 Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.50 3.50 3.50 3.10 5. 60. 48.50 3.50 3.00 2. 65. 40. 36.50 3. Kumelembuai-Pakuure SP. 64.00 14.20 2.00 4.50 3.50 3. 31.50 3. 18.00 5. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 4 Tenga Tenga Sinonsayang. Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur Motoling Timur.50 N Amurang Barat 13.00 3.00 3.00 3.50 5.50 3. 17.00 4.

50 3. Kumelembuai-Pakuure SP.00 9.00 4.50 3. 42.00 3. Wawona-Wawona Spt.90 2.50 3.00 9. 39. 20.50 3. 37. 75. 44.50 3. Tokin-Karimbow Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 15.50 3. Pinaling-Bkt.00 3. 7.00 6.50 3.50 Panjang Tiap Jenis Permukaan (Km) Aspal / Tanah / Telford / Penetrasi Belum Kerikil Macadam Tembus 5 6 7 11. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt. 18. 38. 41.50 3.50 3. 43.75 7.50 3.00 2.90 1.89% dalam keadaan baik serta 31.50 1.00 6. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 3.10% dalam keadaan rusak berat.50 7.00 8.00 2.50 3. 27. 21.20 3.50 3.50 3.20 2.00 6.00 10.00 2.00 10.50 5.20 3.50 15. dari total panjang ruas 467.50 4.50 8. 15. 5.50 3.00 5.00 1. 30.40 3.50 3. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.50 3.50 3.00 10. 25. 35.00 3.75 8.00 5.00 9.00 7.00 4.50 3.50 1.50 3.80 5.40 5.99 13.50 15.50 3.00 5. 16. 14.00 8.80 1. 40.00 4.00 2.50 3.50 3.50 2.00 - 98 . Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt.30 5.00 3. 31.80 8.00 3. 28.50 5.00 4.60 5.50 2.00 5. 23. 2. Tokin-Tokin Pert.50 3.50 3.00 7.50 3.94 km.50 10.00 9.00 4.50 3. 17. 29. 32.00 14.00 3. 13.40 7.30 1.85 2.50 3.50 3.50 3.10 8.50 4.50 4.50 3.50 5. 12.00 1. Kondisi Permukaan Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan Panjang Ruas (Km) 3 11.00 5. Tabel 61a.50 3.00 7.00 5.80 5. 26.50 10.20 3.20 10.00 1.20 10. 8. 4.00 2. 9.20 5.10 8.99 3.50 3.50 10. 10.00 2.50 4.50 3. 11.50 3.85 5.50 5.50 3.20 No 1 1. Bojonegoro-Kinamang Lebar Rata-Rata (m) 4 3.70 24.50 5.00 5. 3.50 2.50 4.00 5.00 4. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt. 34. 33.00 10.50 1.70 24. Kondisi permukaan ruas jalan dan kondisi ruas jalan Kabupaten ditunjukkan pada Tabel 61a dan Tabel 61b.50 3.00 6.50 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Khusus ruas jalan Kabupaten.00 0.00 7.50 3. 36. 19.00 4. 22.00 2.80% permukaan ruas jalan telah diaspal dan 31. 6. 24.00 5.

10 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.50 3. Doa Pinaling Pondos-Rumoong Bawah Wakan-Pondos Spt. 3. 9.00 3.15 7 2.50 4.00 7. 12.20 3.50 5.94 4 3.50 3.00 5.50 3.50 3.90 2.00 2.00 3. 14.50 8.50 15. 50.00 14.00 3.00 0.69 6 2.00 6.00 7.00 5.50 3.50 - 99 .50 3. 10.00 5.00 4. Dinas Pekerjaan Umum Kab.50 3. 11. 24. 57. Kaneyan-Kaneyan Kaneyan-Ritey Suluun-Pinamorongan Suluun-Tangkuney Suluun-Lelema Pinapalangkow-Lelema Kapoya-Wuwuk Matani-Kapoya Lopana-Maliku Maliku-Kota Menara Spt.00 6.50 3.00 7.00 6. 53. 54.60 5. Nama Ruas Jalan 2 Rumoong Lansot-Suluun Rumoong Lansot-Kaneyan Spt.50 3. 59.00 1.00 2.40 3. 18.85 5.00 Lebar Rata-Rata (m) 4 3.50 4. 55.50 3. 63. 17.00 3.00 7. Kumelembuai-Pakuure Panjang Ruas (Km) 3 11. Tawaang-Tenga Tawaang-Pondos Tawaang-Makasili Radey-Molinow Tenga-Pakuure Pakuweru-Sapa Boyong Pante-Pakuure Spt.50 6.00 9. 23.00 1. 6.00 5. 20.10 8.10 3.00 9.00 3.50 3.50 4.50 1.10 3.00 2.00 7.50 Panjang Tiap Kondisi Ruas (Km) Rusak Rusak Baik Sedang Ringan Berat 5 6 7 8 4.00 4.00 2.00 3.50 3.50 3. 60.00 5. 22.00 3. 58.50 3.50 3.00 22.20 1.00 50.50 3.50 7.50 3.90 5. 8.00 3.99 2.50 63.00 5.50 1.50 3. 64.00 3.50 3.00 1. 48.45.50 3.20 4.00 3.50 3.50 5. SP.00 8.00 7. 65.50 2.10 Sumber : Data Juli 2010. 46.00 2.00 467.50 3.00 7.50 10.00 2. 7.00 5.00 10.00 7.50 2.50 3.00 4.00 11.00 5. 13. Wawona-Wawona Spt.00 3.50 354.50 3. 47.50 4.00 8.10 4. 2.00 4. Minahasa Selatan Tabel 61b.50 3.00 4.50 12.00 6.00 20.00 6. 5. Kondisi Ruas Jalan Kabupaten Minahasa Selatan No 1 1. 15.50 1.50 3.50 4. 21.10 - 1 49.10 4.50 3.50 4.00 6.00 1.00 2.00 1.00 1.50 4.50 3. 52.00 7.50 3. 61.00 8.50 5 5. 19.50 3.50 3. 51.00 2.00 8.00 4.50 5.00 5. 56. 66.00 9.00 17. 16. 2 Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 5.00 8.20 10. Pinaling-Bkt. 4.00 9.00 3.85 2. 62.00 7.50 3.50 3.00 22. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil 1.99 13.60 5.50 12.00 5.00 6.

00 10.50 0.00 5.00 7.94 4 3.00 8.10 4. 39.00 4.00 3. 60.00 1. Minahasa Selatan Sarana transportasi darat yang digunakan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. 51. 38. 58.50 4.50 3.50 1. 46.00 3.50 4. SP.00 0.00 3.50 3.00 6.24 6 2.00 11.90 6. 52. 53.40 7.00 8.50 5.50 3.50 145.00 7.00 1.50 3.00 9.10 4. 33.50 Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 3.00 5. 2 Wanga-Lompad Motoling-Ongkaw SP.50 3. Angkutan Kota berjumlah 122 unit.00 8.00 3.50 3.50 3.50 3. 48.50 3.00 20.40 3.50 3.00 2.00 4.00 3. Dinas Pekerjaan Umum Kab. Bojonegoro-Bojonegoro Sinisir-Pinasungkulan Sinisir-Bukit Doa Modoinding Palelon-Insil Dalam Kota Tareran Dalam Kota Suluun Tareran Dalam Kota Tumpaan Dalam Kota Tatapaan Dalam Kota Amurang Timur Dalam Kota Amurang Dalam Kota Amurang Barat Dalam Kota Tenga Dalam Kota Sinonsayang Dalam Kota Kumelembuai Dalam Kota Motoling Timur Dalam Kota Motoling Dalam Kota Motoling Barat Dalam Kota Ranoyapo Dalam Kota Tompaso Baru Dalam Kota Maesaan Dalam Kota Modoinding Picuan-Picuan Baru Total 3 10.50 5.00 1. Angkutan Perbatasan berjumlah 49 unit dan Angkutan Pedesaan berjumlah 163 unit.50 5. 64. 59.00 6.50 3.30 1.50 3.50 15.10 3.50 4.00 9.50 3. 34.50 3.00 1. 30.00 5. 45.00 2.00 8. 37. 42.00 2.70 3.30 2.50 3.50 4.50 3.00 2.50 3.05 8 3.50 3. Tokin-Karimbow 10.00 1.10 5. 50.00 22.00 2. Tokin-Tokin Pert.50 54.50 5.00 2.00 6.00 10.00 4.50 1 29.50 3.00 5.50 5 2.50 149. Bojonegoro-Kinamang SP.25. 27.00 13.50 3.20 1.10 4.30 5. 31. roda empat dan sejenisnya di semua kecamatan. Kumelembuai-Motoling Kumelembuai-Karimbow Spt.50 3.50 3. 44.50 3.50 12. 56.00 2.00 6.50 3.20 2.55 Sumber : Data Juli 2010.00 4. 62.20 10. 49. 54. 41.00 5. 28.50 3.00 4.50 3.50 3.10 4. 65.00 2.00 0.50 3. Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) berjumlah 183 unit.50 3.85 8.50 5.00 2.50 2.30 1.00 9. 61.00 4.00 14.00 3.00 7.00 6.50 8.00 119.80 5. Untuk kendaraan bermotor angkutan penumpang umum yang beroperasi berjumlah 517 unit yang terdiri dari.00 5.50 3.00 3. 43.50 3.50 2.50 3.00 7.20 2. Motoling-Lalumpe Raanan Baru-Toyopon Raanan Baru-Keroit Tondey-Pelita Lompad-Lompad Baru Lompad-Powalutan Pontak-Lompad Pontak-Suhuyon Poopo-Keroit Tourout-Liandok Tompaso Baru-Kinalawiran Tompaso Baru-Lowian-Tumani Sion-Temboan-Lowian SP.00 1.00 467. 57. 100 . umumnya kendaraan roda dua.70 24. 55.50 3.80 5.00 5.00 8.50 3.75 2.30 3. 40. 26. 36. 32.70 3.00 3.10 7 1. 47.00 8. 66.00 0.50 3.50 1. 35.00 3.00 3.00 4. 63.00 1.50 3.50 3.50 2.

Amurang PP Manado . 7. 3.Tokin PP Manado .Kotamobagu PP Tompaso Baru . Komunikasi dan Informatika Kab.KM 3 PP Amurang . Minahasa Selatan Tabel 62b. Jumlah Trayek Angkutan Kota di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 2. Minahasa Selatan 101 .Teep PP Tumpaan .Kapoya PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 1 4 5 93 25 5 2 3 138 Sumber : Data Juli 2010. 11.Kawangkoan PP Amurang . 2. jumlah jaringan trayek.Motoling PP Manado . Tabel 62a.Inobonto PP Amurang . 12. 8. Trayek Amurang .Paslaten PP Tumpaan . 5. 6. 5.Lelema PP Tumpaan . 8.Kotamobagu PP Tumpaan . Dinas Perhubungan.Tumpaan PP Amurang . 3.15 16 . 6.Tareran PP Manado . 16. Komunikasi dan Informatika Kab. 15. 9 10.24 Diatas 25 7 44 4 1 11 1 6 2 4 2 12 1 2 8 2 3 8 35 8 5 3 14 98 74 11 Jumlah Kendaraan 55 1 11 1 12 2 12 1 12 11 35 8 5 3 14 183 Sumber : Data Juli 2010. 13. 4. jenis kendaraan dan jumlah kendaraan angkutan penumpang umum di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 62a. Dinas Perhubungan. Tabel 62c dan Tabel 62d.Kotamobagu PP Modoinding .Tompaso Baru PP Manado .Kumelembuai PP Manado . Tabel 62b.Pinaling PP Amurang . 7.Perum Pondang PP Amurang .Paku Ure PP Manado .Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara rinci. Jumlah Trayek Angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 14.Tumpaan PP Amurang .Ranoyapo PP Manado .Poigar PP Manado . - Trayek Manado . 4.Kawangkoan PP Total 0-9 0 Jumlah Seat 10 .

Komunikasi dan Informatika 102 .Ongkaw PP Amurang . 18.Tokin PP Amurang . 16.Tareran PP Tumpaan .Kawangkoan PP Tareran .Motoling PP Amurang .Sapa PP Amurang . 10.Tombatu PP Suluun .Karimbow PP Amurang .Tenga PP Amurang . 13. Dinas Perhubungan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 62c.Maliku PP Amurang . 20. 3. 6.Makasili PP Amurang . 21. 15.Kumelembuai PP Amurang .Ranoyapo PP Amurang .Elusan PP Amurang .Sinonsayang PP Amurang .Tondey PP Amurang . 19. 6. 11.Pondos PP Amurang .Suluun PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet/Bus Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 3 6 10 5 2 3 10 10 9 16 3 8 2 5 7 28 19 5 4 2 1 2 1 2 163 Sumber : Data Juli 2010. Jumlah Trayek Angkutan Perbatasan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Kotamobagu PP Total Jenis Kendaraan Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Microlet Jumlah Kendaraan 21 5 2 3 1 4 36 Sumber : Data Juli 2010.Modoinding PP Amurang . 24. 17. 23. 2. 4.Ranoketang PP Amurang .Kroit PP Tumpaan . 8. 3. 7.Kalait PP Amurang . Jumlah Trayek Angkutan Pedesaan di Kabupaten Minahasa Selatan No 1.Kota Menara PP Amurang .Tompaso Baru PP Amurang . 22.Tawaang PP Amurang . 4. 5. 12. 14.Poigar (Bolmong) PP Amurang . 2. Trayek Amurang . Trayek Amurang . Dinas Perhubungan. 5. 9. Komunikasi dan Informatika Kab.Paku Ure PP Amurang . Minahasa Selatan Tabel 62d.Kawangkoan PP Tompaso Baru .Kotamobagu PP Modoinding .

Saat ini. Motoling Indah CV.980 unit sepeda motor plat hitam tersebar di 170 desa/kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. 8. Tompaso Baru Uwuran I. dibentuklah perusahaan/koperasi angkutan umum sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 63.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kab. Kec. Suluun Tareran Kumelembuai. Minahasa Selatan Saat ini. Perusahaan / Koperasi CV. Kec. Tumpaan Tumpaan I. 2. Kumelembuai Tompaso Baru I. baik plat merah. kuning dan hitam seperti ditunjukkan pada Tabel 64. Kec. di semua desa di Kabupaten Minahasa Selatan telah memiliki transportasi jarak dekat berupa sepeda motor. kecamatan tersedia transportasi tradisional jarak dekat. Kec. Kec. Dinas Perhubungan. Kec. Tumpaan Indah CV. Di beberapa alternatif Berdasakan data yang ada tercatat 3. Komunikasi dan Informatika Kab. Tumpaan Suluun I. 5. Teluk Amurang CV. Perusahaan/Koperasi Angkutan Umum di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 4. Minahasa Selatan Dalam upaya memberikan kemudahan. Cita Waya CV. 6. menjadi transportasi dalam kota dan Bahkan sepeda motor telah angkutan perbatasan.140 unit. Amurang Tumpaan. 3. Kec. 7. 103 . Kumelembuai Kumelembuai. Sehati CV. seperti bendi dan di semua kecamatan terdapat transportasi tradisional berupa roda sapi yang digunakan oleh penduduk pedesaan untuk mengangkut hasil-hasil pertanian dan perkebunan. Kec. Bunga Indah CV. alat transportasi darat berupa kendaraan bermotor dari berbagai jenis di Kabupaten Minahasa Selatan berjumlah 6. Koperasi Mapalus Alamat Lewet. saling membantu dan tempat menyampaikan aspirasi para pemilik/sopir kendaraan angkutan penumpang umum. Amurang Sumber : Data Juli 2010. Bunga Kasih CV. Tabel 63.

17.140 Sumber : Data Juli 2010. 9. Sarana dan Prasarana Terminal Taman Parkir Pelataran Parkir Warning Light Traffic Light Jembatan Timbang Jumlah 1 Tempat 1 Tempat 8 Tempat 4 Unit 1 Unit 1 Unit Sumber : Data Juli 2010. 2. Prasarana Transportasi Darat di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 5.980 26 5.C Light Truck Truck Bestle Wagon Dump Truck Truck Tanki Loadging Truck Truck Tronton Sepeda Motor Scooter Total Merah 8 21 12 6 197 244 Plat Kuning 612 19 40 5 3 679 Hitam 16 239 33 6 52 11 45 3 3 2 487 1 176 106 27 4 3.217 Jumlah 16 247 33 27 52 623 76 3 43 7 496 1 176 106 27 4 4. 3. 13. 7. 19. 4. Jenis Kendaraan Sedan Station Wagon Jeep Ambulance Light Bus Microlet Mini Bus Oplet Micro Bus Bus Pick Up Pick Up D. Komunikasi dan Informatika Kab. 12. 16. Dinas Perhubungan. 4. 10. Komunikasi dan Informatika Kab.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tabel 64. 6. 11.177 26 6. Dinas Perhubungan. 3. 8. 14. Jumlah Kendaraan Bermotor di Kabupaten Minahasa Selatan No 1. 15. 20. 18. Minahasa Selatan 104 . Tabel 65. Minahasa Selatan Sedangkan prasarana transportasi darat di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 65. 21. 6. 5. 2.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

Saat ini, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi darat serta mengantisipasi timbulnya peningkatan aktivitas masyarakat di segala bidang, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara mengadakan penyusunan rencana teknis jalan Amurang By Pass serta merencanakan pembangunan Terminal Tumpaan dan Terminal Kapitu. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan juga sementara merencanakan pembuatan jalan Boulevard di pesisir pantai kawasan Teluk Amurang yang merupakan kawasan ibukota kabupaten. Untuk transportasi laut, saat ini Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan sementara melaksanakan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan (Ferry) dan Pelabuhan Laut Amurang. Pelabuhan Penyeberangan direncanakan akan melintasi Amurang-Tolitoli-Tarakan untuk mengangkut hasil-hasil kekayaan alam Kabupaten Minahasa Selatan ke daerah-daerah lainnya yang berdekatan langsung dengan wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Kabupaten Minahasa Selatan. Begitu juga sebaliknya, akan mengangkut hasil-hasil kekayaan alam dari daerah lain ke Dengan sementara dibangunnya Pelabuhan Selain Penyeberangan, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah mengusulkan pengadaan Kapal Ferry Roro kepada Departemen Perhububungan RI. itu, dengan dimulainya pembangunan PLTU Tawaang (PLTU 2 Sulawesi Utara) yang berkapasitas 2 x 25 MW, akan dibangun juga pembangunan Pelabuhan Khusus untuk tempat bongkar batubara sebagai sumber energi listrik. Dengan dibangunnya berbagai pelabuhan (Pelabuhan Penyeberangan/Ferry, Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Khusus), diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhubungan, dapat memacu dan menggerakkan sektor perekonomian serta meningkatkan kesejahteraan/taraf hidup penduduk Kabupaten Minahasa Selatan. yang sementara beroperasi. Selain sementara dibangun beberapa pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat dua pelabuhan Selengkapnya data pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan diperlihatkan pada Tabel 66.

Tabel 66. Data Pelabuhan di Kabupaten Minahasa Selatan 105

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No 1. 2. 3. 4. 5.

Nama Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Amurang Pelabuhan Laut Amurang Pelabuhan PT. Cargill Pelabuhan Perikanan Pelabuhan PLTU Moinit

Lokasi Mobongo Mobongo Mobongo Mobongo Moinit

Jenis Pelabuhan Pelabuhan Penyeberangan Pelabuhan Umum Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus Pelabuhan Khusus

Keterangan Tahap Pembangunan (Tahap III) Tahap Pembangunan Sudah Beroperasi Sudah Beroperasi Tahap Pembangunan

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Sedangkan alat transportasi laut yang digunakan di tujuh kecamatan pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 67. Tabel 67. Alat Transportasi Laut di Kabupaten Minahasa Selatan
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Kecamatan Tumpaan Tatapaan Amurang Tenga Sinonsayang Amurang Timur Amurang Barat Jumlah Pajeko 12 12 2 1 11 38 Jenis Kapal Pelang Pelang (Mesin) (Non Mesin) 7 26 36 12 7 19 20 68 15 23 9 39 82 199 Katinting 95 10 9 54 97 7 68 310

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

2.

Komunikasi dan Informasi Semua kecamatan di Kabupaten Minahasa Selatan telah tersentuh dengan jaringan telepon dan telah terjangkau dengan jaringan seluler (Handphone). Walaupun ada beberapa desa atau daerah tertentu yang belum dapat dimasuki dengan jaringan telepon dan belum dapat terjangkau dengan signal jaringan selular. Tabel 68. Saat ini, di Kabupaten Minahasa Selatan terdapat 7 perusahaan jaringan selular yang mendirikan tower selular, sebagaimana diperlihatkan pada

Tabel 68. Jumlah Tower Selular di Kabupaten Minahasa Selatan 106

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010

No
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17.

Kecamatan
Modoinding Maesaan Tompaso Baru Ranoyapo Motoling Motoling Barat Motoling Timur Kumelembuai Sinonsayang Tenga Amurang Barat Amurang Amurang Timur Tumpaan Tatapaan Tareran Suluun Tareran Jumlah

Perusahaan
PT. Telkom Telkomsel 1 1 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1 1 1 1 4 14 Indosat 2 1 1 1 1 1 1 1 9 Pro XL 2 1 1 4 Flexi 1 1 Fren 2 1 1 1 1 1 7 Tri 3 1 2 1 2 4 2 3 1 2 21

Sumber : Data Juli 2010, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kab. Minahasa Selatan

Untuk Kantor Telekomunikasi hanya terdapat di Kecamatan Amurang. Sedangkan Kantor Pos tersedia di hampir semua kecamatan. Selain itu, hampir semua kecamatan terjangkau dengan jaringan radio, baik milik pemerintah maupun yayasan atau swasta. Untuk jaringan televisi, dengan perkembangan teknologi saat ini dapat menjangkau sampai di pelosok wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Sedangkan untuk sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, berupa media massa harian, tabloid mingguan dan bulanan. Jumlah sarana telekomunikasi dan sarana informasi yang berakses di wilayah Kabupaten Minahasa dapat dilihat pada Tabel 69.

Tabel 69. Sarana Telekomunikasi dan Informasi Yang Berakses di Kabupaten Minahasa Selatan 107

2. Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Selatan 3.409 ha. yang terbagi atas : a.130 ha. Untuk prasarana irigasi dan keadaan prasarana irigasi. 2.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1. Di bawah kewenangan propinsi. 3. yang terdiri dari : 1. Irigasi Di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan terdapat lahan irigasi dengan luas potensial 9.189 ha. Di bawah kewenangan kabupaten.059 ha. 5. baik di bawah kewenangan propinsi maupun di bawah kewenangan kabupaten diperlihatkan pada Tabel 70a dan Tabel 70b. terdiri dari 48 Daerah Irigasi (DI) dengan luas potensial 6. 4. b. Irigasi Pemerintah. 6. Data Dasar Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No Nama Luas (Ha) Indeks Produksi 108 . luasnya 7. Tabel 70a. 7. Irigasi Masyarakat. 8. Jenis Kantor Telekomunikasi Wartel Kantor Pos Media Massa Harian Tabloid Mingguan Tabloid Bulanan Media Elektronik TV Media Elektronik Radio Jumlah 1 Unit 30 Unit 8 10 9 5 4 5 Sumber : Data Juli 2010. terdiri dari 26 Irigasi Desa (ID) dengan luas potensial 721 ha. luasnya 2.

19. 8. 5.I.0 109 .5 4.5 4.0 4. Molinow Bawah Kanan . 17.5 4. 20. Ranoyapo 3. 29.059 489 256 289 496 529 Areal Tanam 5 1. 12.5 4. 9.0 4. 27. 7. 26. 4.971 1.0 4.J. 23.5 4.J.I. 14.5 4.5 4. 2 18 22 13 11 15 20 1 17 5 10 9 7 4 6 24 21 19 23 14 25 26 27 28 29 Waadan Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T.5 5.I.5 4. 2 3 8 12 16 Kewenangan Kabupaten Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop .5 4.5 4.971 Pertanam (Ton/Ha) (IP) (%) 6 7 0 50 50 1.5 4.I. Ranoyapo 1 .5 4.J.J.5 4. Molinow Bawah Kiri .0 6.J. Moyondok Daerah Irigasi 4 2.5 5. 1 30.I.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 No 1 Daerah Irigasi 2 Daerah Irigasi 3 Kewenangan Propinsi T.5 4.I.I. 16. 2. 10.J.0 4.5 4.5 4. 31. 15.4 .5 4. Molinow Atas . 28. Pakuweru 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 100 134 105 105 677 150 150 200 200 300 4.J. 22. 3. Baru RD 08 Ranoyapo . 25. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey 3 4 60 40 316 245 543 30 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 30 50 35 30 5 30 50 40 25 300 158 420 30 79 182 80 70 52 68 180 208 35 49 60 37 37 5 30 25 10 30 150 150 250 200 300 200 200 150 200 200 200 150 200 200 150 150 150 200 200 200 200 200 200 200 6 200 200 7 4. 21.5 4. Ranoyapo 2 .5 4. 18. 24.J. 11. 13.5 4.I.I.059 2.I. Polimaan .J.0 30 31 Ranoketang Kanean 25 10 4.0 4. 1. Tongop .0 4.J.

0 4. Molinow Atas .500 13. 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 40 57 25 23 40 60 24 25 32 30 60 60 20 35 25 55 50 6. 3.400 4. Molinow Bawah Kiri .J. T. 46.705 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 9.750 1.J.0 4. 45. 4.0 4. Pakuweru 6.546 598 2. 5.0 4.940 0 2.025 1.250 0 1 2.0 4. 37. 42.0 4.0 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 32. 43. 36.325 897 7.500 275 1.500 320 4.0 205 Sumber : Data Juli 2010.500 7.I.255 452 458 28 111 5 20 5 20 7 25 5 16 30 5 1 1 1 1 1 88 12 14 15 28 19 4. 35.0 4.445 1.I. Ranoyapo 1 . Ranoyapo 3.I.0 4.754 59. Molinow Bawah Kanan . Baru RD 08 Ranoyapo .500 9. Minahasa Selatan Tabel 70b.059 489 256 289 496 529 4.I.0 4.278 192 1. Bangunan (Unit) Bagi Ben Lain / Sadung nya dap 5 6 7 8 9 10 11 12 1 3 1.409 10 35 3 5 30 25 20 12 30 30 34 18 15 12 10 25 25 3.J. 34. 38.052 12.057 1.0 4.728 1.0 4.I. Ranoyapo 2 . Moyondok Kewenangan Kabupaten 2. 2. Data Dasar Keadaan Prasarana Irigasi di Kabupaten Minahasa Selatan No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Kewenangan Propinsi Luas (Ha) Baik 3 4 Kondisi ( M’ ) Se dang Rusak Ri Be ngan rat Saluran ( M’ ) Primer Sekun der Tersier Jml. 47.0 4.750 280 4.356 986 1.J. Amurang RD 07 Kaluntai Atas Kaluntai Bawah Motondong Pinsan Tongop . Waadan 119 325 157 250 861 144 135 257 180 145 60 50 60 85 95 557 102 97 99 98 161 30 8 50 9 74 13 20 14 10 84 120 15 18 15 25 19 18 25 35 10 24 5 10 19 191 52 145 184 55 64 65 20 0 3.I.J.0 4.I.552 - 1 1 1 1 5 1 1 1 2 1 3 7 3 2 13 2 3 3 2 3 2 12 27 24 8 25 4 1 5 7 8 - 110 .705 16.795 12.J.231 2.924 19. Polimaan . 48.I.680 1.212 5. Tongop .300 1.821 - 5 1 1 1 1 1 - 1. 40. 39.J.4 .J.0 4. 33.0 4.J.278 325 2. 41. 44.255 1.392 14.I. Dinas Pekerjaan Umum Kab.I.J.

512 97. 21.858 10.400 20 1.181 1 110 0 2. 12. 43. 40.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1 7. 24.880 11 1 2 1 1 1 12 1 4 4 4 4 1 3 3 14 28 30 30 20 170 40 60 42 60 180 200 30 40 30 30 15 5 23 30 15 50 10 35 20 30 15 30 10 50 10 40 35 57 3 25 5 23 30 40 25 60 19 24 12 25 5 32 20 30 34 60 18 60 15 20 12 35 10 25 25 55 25 50 6. 42.800 0 850 1.090 5.000 1 41 1 1. 13.350 50 0 3.100 30 1 2.460 17.410 1. 11.547 150 212 100 70 93 178 258 258 35 49 126 37 70 80 3 59 26 12 6 40 9 10 6 10 9 8 27 30 8 5 5 6 9 5 30 5 7 2 12 3 2 2 10 2 8 3 5 2 9 2 15 2 20 5 15 0 10 1 10 5 5 4 15 3 2 2 7 1 6 3 5 5 8 3 10 2 3 2 5 2 10 4 7 4 6 532 945 71 2. 25.175 3. 46.870 3. 36.300 600 15 2.705 301.000 1.880 48.075 2.600 350 (0) 600 950 16 300 500 4 1.200 650 1 1. 48. 17. 28.150 20 1 1.500 800 1. 35. 31. 39. 30. 20. 26. 34.200 800 29 1.643 4 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 3 1 1 1 1 1 71 1 3 2 2 3 7 6 4 3 2 5 4 4 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 3 2 3 2 2 3 2 3 3 2 160 6 1 8 3 5 18 27 16 3 2 3 4 6 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 5 2 4 4 5 403 Sumber : Data Juli 2010.090 10 11. 23. Baru RD 08 Kakenturan Tumicakal Konarom Pangian Moyombong Mopolo Karowa Lindangan Tumaluntung Liandok Wuwungayo Sinduan Sigitoy Ranomea Sapa Paku Ure Maliku Kosokowal/Ritey Ranoketang Kanean Tinana Ulunow/Tangkunei Makakilu Potote Tualan Bawah Kolibatu/Lotung Dolimaan/Raraatean Asam Liandok Weru Lowian Lalumpe Tewalen Wasian Wanga Makasili Moat/Koladon Linelean Jumlah 3 40 316 245 543 30 4 20 290 120 340 25 5 3 44 18 51 4 6 5 10 38 80 5 7 15 16 87 123 - 8 1 550 2. 10. Minahasa Selatan 111 .160 470 24 600 650 9 650 650 2 1. 47. 14.928 78 1.600 650 7 1.740 4.100 4 600 1. 22. 9.400 750 19 2. 32.300 1.521 5. 38. Dinas Pekerjaan Umum Kab. 16.175 2.400 1.409 3.250 200 500 100 800 66 1. 45.400 600 2 700 450 13 1.200 800 12 1.200 750 16 1. 37. 27.650 48.175 9 1. 8. 19. 41.500 2 100 400 23 150 350 16 100 650 2 300 600 4 1. 2 Moinit Ranotuana Pentu Sulupaslaten Aser Liwasen T. 15. 44.187 5. 29.971 7.270 1. 33.300 200 500 43 150 600 75 1. 18.

20. Pinapalangkow T. Tatapaan 30 20 10 10 10 14 5 9 30 30 68 43 25 5 5 18 18 53 5 5 10 20 13 37 25 9 3 140 50 20 10 60 Rap-Rap Marege Maasin Kec. 5. Data Dasar dan Kondisi Prasarana Irigasi Desa di Kabupaten Minahasa Selatan Luas (Ha) No 1 Nama Daerah Irigasi 2 Amurang RD 07 Kec. 16. 21. Tenga Nama Desa 3 Daerah Irigasi Areal Tanam Indeks Pertanam (IP) (%) Kondisi (Ha) Baik Ringan Produksi Rusak (Ton/H/ Berat/ Tdk Ber. Ranoyapo Agga Luwak Tumicakal Kiri Moyomboong Poopo Pontak 112 . 4. 12. Baru I Raraatean Torout Kinalawiran Kinamang Lowian Lowian Lompad Lama Lompad Lama 200 200 200 100 150 200 175 150 200 200 200 200 200 - Sinayap Tombioi Konarom Kec.Panen) fungsi 4 448 185 65 60 60 35 35 160 47 58 55 30 10 20 38 38 153 15 20 25 30 43 20 100 50 29 21 260 100 30 30 100 5 222 55 5 20 30 30 30 92 47 15 30 25 5 20 20 20 100 10 15 15 10 30 20 63 25 20 18 120 50 10 20 40 6 7 30 30 30 30 62 27 15 20 25 5 20 20 20 90 10 15 15 10 20 20 49 20 11 18 90 50 10 20 10 8 25 5 20 - 9 135 55 20 60 5 5 10 1. 2. Tabel 71. 7. 23. Amurang Timur Teep Tawaang Sapa Pinaling Popontolen Tumpaan II Lelema Sondaken Paslaten Pinapalangkow 200 100 200 200 100 200 150 200 200 200 - Pale Kec. 17.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Sedangkan prasarana irigasi desa dan kondisi irigasi desa di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 71. Suluun Tareran 10. Tompaso Baru 11. 14. Baru RD 08 Kec. Tumpaan Pondano Sosogian Matunem Kiri-Kanan Kec. Aser/Liwasen Teluan Sapa Kec. 6. 15. 19. 13. 22. Maesaan Kinalawiran Ranoyapo Tomp. 8. 3. 18. 9. Tualan Atas Mangali Mobulat Kinatungkaan Dinobian Kinalawiran Kec.

Minahasa Selatan BAB IX 113 . Motoling Watu-Watu Rendang Wuwuk Moyomboong Jumlah 3 4 20 20 721 5 20 20 405 6 150 150 7 15 15 792 8 5 5 230 9 10 Lalumpe Raanan Baru Raanan Lama 787 Sumber : Data Juli 2010. 26. 25.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2 1 24. Kec. Dinas Pekerjaan Umum Kab.

Dana Alokasi Khusus Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf c. Lain-lain pendapatan daerah yang sah. yaitu : 1). Dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada Pasal 157 huruf b. belanja dan pembiayaan daerah yang dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil. 114 Dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah . Pendapatan. hasil retribusi daerah. dan c. Pasal 157 telah menetapkan sumber pendapatan daerah terdiri dari : a. dan lain-lain pendapatan yang ditetapkan Pemerintah. Dalam penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 164 merupakan seluruh pendapatan daerah selain PAD dan dana perimbangan. b. Dana Alokasi Umum. 2). Dana Bagi Hasil.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 INDIKATOR PEMBANGUNAN 1. 3). juga dibutuhkan sumber-sumber pendapatan daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. b. yang meliputi hibah. Belanja dan Pembiayaan Daerah Seiring dengan meningkatnya tuntutan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan desentralisasi penyerahan wewenang pemerintahan melalui otonomi daerah. hasil pajak daerah. Pendapatan asli daerah yang selanjutnya disebut PAD. hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. lain-lain PAD yang sah. menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 59 terdiri atas : a. dana darurat. Dana perimbangan. selain dibutuhkan dana dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Umum (DAU). dan c. setiap tahunnya ditetapkan besaran pendapatan. dan 4).

000 1.2 1.437.3.800 18.3 1.1 2.4 2. Tabel 73.600 68.3 1.075.000 126.3 2 2.948.428.686.2.746.1.596. Tabel 72.512.951.591.245.1.8 2.000 7.638.094.300 7.1 1.094.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Secara ringkas.000.161.1.075.800 200.000 7.000.000 353. Dana Perimbangan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam kurun waktu tahun 2004-2010 di Kabupaten Minahasa Selatan ditunjukkan pada Tabel 73 di bawah ini.800 289.753.600.281. Ringkasan APBD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Nomor Urut 1 1.2.000 44.800 17.000 369.324.3 Uraian PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pendapatan Pajak Daerah Hasil Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa Belanja Tidak Terduga Belanja Langsung Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Surplus / (Defisit) Jumlah 369.7 2.083.1 3.000 3.1.000 7.625. Kontribusi PAD dan Dana Perimbangan Terhadap APBD Kabupaten Minahasa Selatan 115 .500 13.1.500.943.2 1.2 2.2.1 2.4 1.2.000.500 2.928.500 2.300 242. APBD Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2010 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2009 sebagaimana terangkum dalam Tabel 72.000 16.3 1.000.019.1.1 PEMBIAYAAN DAERAH Penerimaan Pembiayaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya Pembiayaan Netto Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Untuk kontribusi PAD.800 0 0 0 0 0 0 3 3.1 1.000.5 2.000.065.2 1.019.804.1.183.000.784.100 45.591.1 1.245.1.784.000.1.477.1.2.000 250.2 2.1 2.686.2.000.

13 triliun rupiah bila diukur dengan harga tahun dasar 2000 (ADHK).605.76 % 92.159.322.863.638.300 7.000 3.000 407.512.38 % 1.596.605.000 5.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 PAD 2.044 353.000 5.000 352.37% 95.193. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 diperlihatkan pada Tabel 74 di bawah ini.681.559. Terhitung pada akhir tahun 2008 telah mencapai 1. PDRB Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun Nilai PDRB (Triliun Rupiah) ADHB ADHK 116 .000.935.676.962.395.67 % 2. Perbedaan nilai ini merupakan akibat dari perubahan harga barang dan jasa di tingkat produsen yang kian melambung.849 330.800 APBD 150.150.000 7. sewa tanah dan keuntungan).200.75 % 86.273.161.289 160.392.82 % 96.019.344 369. Tabel 74.73% 1.625. Data PDRB merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang menunjukkan kondisi perekonomian suatu wilayah atau daerah dalam suatu kurun waktu tertentu.000 428.686.335.41 % 1.456.500 Dana Perimbangan 148.053.033 185. Yang dimaksud dengan nilai tambah adalah nilai produksi (output) dikurangi biaya antara.063.155.171.700 322.37 % 1.700 327. Dinas Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah Kab.98 triliun rupiah menurut harga berlaku (ADHB) atau sekitar 1.000 4. bunga.300 Kontribusi PAD 1. Nilai tambah bruto di sini mencakup komponen-komponen pendapatan faktor (upah dan gaji.092.06 % Kontribusi Dana Perimbangan 98.310.928. penyusutan dan pajak tidak langsung netto.63 % 1. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) PDRB didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah bruto (gross value added) yang timbul dari seluruh sektor perekonomian di suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu yang biasanya satu tahun ataupun dalam tiga bulan atau semesteran. Minahasa Selatan 2.85 % 82.000 377.917.34 % 98.000.845.988.086. Nilai PDRB Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.760.871 319.207.739.83 % Sumber : Data Juli 2010.000.

01 1. sektor sekunder dan sektor tersier.43%.69%.21 2.24 6.71 3. Minahasa Selatan Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan. Pertumbuhan Ekonomi dan Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2001-2008 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Pertumbuhan Ekonomi (%) 3.08 4.84 0.81 0.42 5.86 4.96 5. sektor industri pengolahan .87 0.80%. Apabila dibandingkan dengan tahun 2007 sebesar 5.11 3. 7.07 1. menunjukan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat.78 0.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 0.14% dan 4.97 1.32%.69 4. Badan Pusat Statistik Kab. tahun 2007 ke tahun 2008 masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 6.32 Pertumbuhan Kelompok Sektor Ekonomi (%) Primer Sekunder Tersier 4.06 1. Minahasa Selatan Dilihat dari strukturnya.74 1. perekonomian di Kabupaten Minahasa Selatan pada tahun 2008 masih didominasi oleh sektor pertanian dengan peranan mencapai 29.85 4. Jika dilihat dari kelompok sektor primer. Selanjutnya diikuti oleh sektor bangunan sebesar 17. Hal ini mengindikasikan adanya perkembangan perekonomian yang seimbang dan mengarah kepada perekonomian moderen.83 5.55 5.73 6. Tabel 75.33 4.13 Sumber : Data Juli 2010.06 1.92 0.52 1.81 Sumber : Data Juli 2010. di tahun 2008 telah mencapai 6.69 7.96 1.90 3.55%.43 4.2 1.00 6. Pertumbuhan ekonomi beserta dengan kelompok sektor ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2001-2008 ditunjukkan pada Tabel 75.88 0.78 0.62 4.87 5. Badan Pusat Statistik Kab.14 4.77 5.94 4.56 5.33 4.80 3.24%.98 0.51 3.37 4.81%. sektor 117 transportasi dan komunikasi sebesar 11.16 4.34 1.

19 2. gas serta air yang hanya mencapai 0. 2.43 11. Struktur Ekonomi Sektor Pertanian Sektor Bangunan Sektor Transportasi &Komunikasi Sektor Industri Pengolahan Sektor Jasa-Jasa Sektor Pertambangan &Penggalian Sektor Perdagangan.3 4.8 4.79%.3 4. Persewaan & Jasa Perusahaan Sektor Listrik. 9.55 17. 8.50 8.02% dan sektor jasa-jasa sebesar 10.8 juta rupiah setahun jika dihitung atas dasar harga berlaku atau sekitar 6. Gas dan Air Kontribusi (%) 29.72 Sumber : Data Juli 2010. 4. PDRB perkapita selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. PDRB perkapita penduduk Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 10.71 8. Tahun 2008.2 juta rupiah jika dihitung atas dasar harga konstan. 5. PDRB perkapita Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2000-2008 tercantum pada Tabel 77.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sebesar 11. dan kontribusi paling kecil disumbangkan oleh sektor listrik.3 4.5 5.07 0. 6. Struktur Ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008 No 1.7 118 .80 11. Tabel 76. Badan Pusat Statistik Kab. Hotel & Restoran Sektor Keuangan. Selengkapnya struktur ekonomi Kabupaten Minahasa Selatan tahun 2008 dapat dilihat pada Tabel 76.02 10. Sedangkan sektorsektor lain memiliki kontribusi tidak lebih 10%. Tabel 77. 3. baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.50 1%. 7. PDRB Perkapita Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2000-2008 Tahun 2000 2001 2002 PDRB Perkapita (Juta Rupiah) ADHB ADHK 4. Minahasa Selatan Seiring dengan semakin meningkatnya perekonomian Kabupaten Minahasa Selatan yang tercermin dengan semakin meningkatnya PDRB.

2. IPM merupakan indikator komposit yang menggabungkan beberapa dimensi. Berbeda dengan konsep pembangunan yang memberikan perhatian utama pada pertumbuhan ekonomi. pendidikan dan kemajuan ekonomi melalui terciptanya daya beli masyarakat.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 2003 2004 2005 2006 2007 2008 5. dimensi pendidikan yang dinilai melalui indikator rata-rata lama sekolah dan angka melek huruf berupa kemajuan membaca huruf latin serta dimensi kehidupan yang layak atau ekonomi yang dinilai melalui indikator kemampuan daya beli masyarakat atau pengeluaran riil perkapita yang disesuaikan.5 5. nasional dan daerah yaitu pembangunan yang berpusat pada manusia yang menempatkan manusia sebagai tujuan akhir dari pembangunan.6 7.8 6.9 6.8 5.6. tahun 2005 mencapai 71. Hal ini disebabkan karena keberhasilan program pemerintah dari dimensi kesehatan.1 5.3.3 8.79. tahun 2007 mencapai 73. tahun 2006 mencapai 72.32 dan tahun 2008 mencapai 73. dengan asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi pada akhirnya akan menguntungkan manusia.3 9.5 10. Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pembangunan manusia yang dilaksanakan di suatu daerah yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM).3 5. IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 mengalami peningkatan yang signifikan. dan bukan sebagai alat dari pembangunan. Minahasa Selatan 3. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Saat ini dan ke depan pembangunan yang akan dilaksanakan baik di tingkat global.2 Sumber : Data Juli 2010. IPM Kabupaten Minahasa Selatan beserta dengan kabupaten/kota 119 . yaitu dimensi kesehatan yang dinilai melalui indikator angka harapan hidup. Tahun 2004 mencapai 71. Pembangunan manusia memperkenalkan konsep yang lebih luas dan lebih komprehensif yang mencakup semua pilihan yang dimiliki oleh manusia di semua golongan masyarakat pada semua tahap pembangunan. Badan Pusat Statistik Kab.8 4.

9 73.33 71. Tabel 78.79 72. 14.6 74.11 74. 7.4 72. IPM Kabupaten Minahasa Selatan Beserta Dengan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara No 1.0 73.8 74. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 2004 73.89 tahun.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 lain di Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 diperlihatkan pada Tabel 78. 2. 15.30 71. 12. Tahun 2006 mencapai 71. yaitu 8.3 73.4%.54 tahun.84 71.16 73.7 75.90 71.7 72.49 77. Artinya. 4.45 72.4 71. Kabupaten / Kota Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep.2 73. sejak tahun 2004-2008 tidak terjadi peningkatan.98 74. untuk dimensi kesehatan. 13.2 70. 10. Artinya rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan dapat mencapai kehidupan atau usia 71-72 tahun.5 tahun.2 72.2 70.87 72.15 75.5 71.65 74.19 73.7 73.8 71. 6. Sedangkan dimensi pendidikan.68 73.8 70.8 72.3 71.7 74.32 71. 3.65 71. Hal ini menunjukan bahwa rata-rata penduduk Kabupaten Minahasa Selatan memiliki pendidikan selama 8.58 69.4 72.72 tahun dan tahun 2008 mencapai 71.8 73. 9.3 IPM 2006 74.0 74. yang artinya pendidikan yang dicapai oleh penduduk rata-rata tidak tamat Sekolah Menengah Pertama atau belum menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun.12 73.5 70. namun telah mencapai 99.8 76. dalam kurun waktu tiga tahun terakhir (2006-2008) memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM.6 2007 74.10 76.28 74. 11.77 74. tahun 2007 mencapai 71.90 2008 75. 8.34 75. untuk rata-rata lama sekolah.46 Sumber : Data Juli 2010.86 74. dari tahun 2007-2008 tidak ada peningkatan.5 72.50 74. 5.76 74.9 2005 74.2 71. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Ditinjau dari komponen atau indikator pembentuk IPM.6 73.61 75.3 73. 99.67 74.4 73. Untuk angka melek huruf.7 76.5 tahun.4% penduduk Kabupaten Minahasa Selatan telah mampu membaca 120 .

Kota Bitung. Meski demikian.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 dan menulis huruf latin. Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.5 99. Pengeluaran riil per kapita.40 8. Komponen / Indikator Angka Harapan Hidup (Tahun) Angka Melek Huruf (%) Rata-Rata Lama Sekolah (Tahun) Pengeluaran Riil Per Kapita Disesuaikan (Rp. Kabupaten Bolaang Mongondow. Komponen/Indikator Pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan No 1.54 606.4 595. Kota Tomohon. Dengan demikian program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Minahasa Selatan relatif berhasil dilaksanakan.40 8.4 99. Kota Kotamobagu dan Kabupaten Kepulauan Talaud.01 2008 71.4 582. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara IPM Kabupaten Minahasa Selatan dibandingkan dengan kabupaten/kota yang ada di Propinsi Sulawesi Utara. Tahun 2004 mencapai 582.54 610. IPM Kabupaten Minahasa Selatan berada di atas Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Tabel 79. Ini artinya program peningkatan kemajuan ekonomi masyarakat relatif berhasil meningkatkan daya beli masyarakat.40 8. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Nasional Kabupaten / Kota 2004 2005 Tahun 2006 2007 2008 Propinsi Sulawesi Utara dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 80a No 121 . relatif lebih rendah dan berada di bawah Kota Manado.86 ribu rupiah per bulan. 4. Kabupaten Minahasa.40 8.9 ribu rupiah per bulan yang mengalami peningkatan sampai dengan tahun 2008 yang mencapai 610. 000) 2004 71.9 2005 71.40 8. Kabupaten Kepulauan Sangihe. 2. Tabel 80a.4 586.4 99. 3. Kabupaten Minahasa Utara. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan menurut kabupaten/kota lain di peringkat Nasional dan Propinsi bersama dengan dan Tabel 80b.86 Sumber : Data Juli 2010.9 Tahun 2006 71. dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2004-2008) mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam menopang peningkatan IPM.9 2007 71. Komponen atau indikator pembentuk IPM Kabupaten Minahasa Selatan dari tahun 2004-2008 dapat dilihat pada Tabel 79.89 99.72 99.

14. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 1. 6. 9. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara Tabel 80b. Peringkat IPM Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten/Kota Lain di Propinsi Sulawesi Utara Menurut Peringkat Propinsi Kabupaten / Kota 2004 8 9 2 5 7 6 1 3 4 - No 1. Penghargaan dan Prestasi Setahun sejak Kabupaten Minahasa Selatan ditetapkan sebagai daerah otonom yang baru dan menyelenggarakan pemerintahan. 10. 11. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu 96 121 47 67 80 69 8 56 63 - 113 105 46 64 87 57 12 59 67 - 2 100 126 57 66 81 55 184 168 167 14 68 44 92 2 88 143 59 68 78 52 178 167 138 13 69 48 73 2 89 158 66 70 79 56 180 175 142 282 191 13 71 50 74 Sumber : Data Juli 2010. 13. 2. 15. 2. 6. 5. 8. 15. baik dari Pemerintah Pusat maupun 122 . berbagai penghargaan dan prestasi telah diperoleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan. 7. 13. 8. pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. 9. 4. Siau Tagulandang Biaro Bolaang Mongondow Selatan Bolaang Mongondow Timur Kota Manado Kota Bitung Kota Tomohon Kota Kotamobagu Sumber : Data Juli 2010. 2005 9 8 2 5 7 3 1 4 6 - Tahun 2006 9 10 4 5 7 3 13 12 11 1 6 2 8 2007 9 11 4 5 8 3 13 12 10 1 6 2 7 2008 9 11 4 5 8 3 13 12 10 15 14 1 6 2 7 Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. Propinsi Sulawesi Utara Minahasa Selatan Bolaang Mongondow Minahasa Kepulauan Sangihe Kepulauan Talaud Minahasa Utara Bolaang Mongondow Utara Minahasa Tenggara Kep. 3. 7. 4. 12. 11. 10. 14. 3. 12. 5.

yaitu : a. Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Penanggulangan Penyakit Kusta dan TBC Tahun 2008 (Bupati). Pengembangan Tanaman Rempah Se-Indonesia dari Dirjen Perkebunan Tahun 2008 (Bupati). Manggala Karya Kencana di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2009 (Bupati). Berbagai penghargaan dan prestasi yang diperoleh. Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Bupati). Widya Krama (Wajib Belajar 9 Tahun) Tingkat Nasional Tahun 2009 (Bupati). Pengembangan Ketahanan Pangan dari Presiden RI Tahun 2008/2009 (Bupati). Satya Lencana Pembangunan di Bidang Pertanian oleh Presiden RI Tahun 2004 (Bupati). 13. Aditya Mahatva Yoda dari Jaksa Agung RI Pada Acara Puncak Hari Anti Korupsi Sedunia di lapangan Monumen Nasional Jakarta Tahun 2008 (Bupati). 7. 6.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. 8. 12. Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan) Tingkat Nasional Tahun 2008 (Bupati). 4. 10. 9. PKK). Perempuan Menanam Pohon dan Memelihara Tingkat Nasional Tahun 2009 (Ketua TP. 123 . 3. PKK). Manggala Karya Kencana Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dari Presiden RI Tahun 2007 (Ketua TP. Penghargaan : 1. Satya Lencana Widya Karya Bidang Pendidikan dari Presiden RI Tahun 2007-2008 (Bupati). 11. Penghargaan ini diberikan atas prestasi dan dedikasi dalam membina pengelolaan Kantin Kejujuran di sejumlah sekolah dan instansi. 2. 5.

Juara I Lomba Masak Ikan Laut (Sea Food) Yang Diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Centre Tahun 2004. 2. Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) Tahun 2009 (Bupati). Satya Lencana Karya di Bidang Keluarga Berencana dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). 18. Pakarti Madya Satu di Bidang Posyandu dari Presiden RI Tahun 2010 (Bupati). Juara II Lomba Masak Serba Ikan Yang Diselenggarakan di Pelabuhan Gresik Surabaya Jawa Timur Tahun 2008. Pemasukan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Kategori Terbaik Tahun 2009 (Bupati). Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Sulut Expo di Jakarta Tahun 2007. Juara Harapan I Ketegori Hidangan Ikan Untuk Konsumsi Keluarga dan Juara Harapan II Kategori Hidangan Ikan Balita Gaya Modern Dalam Rangka Hari Nusantara Ke-7 Yang Diselenggarakan di Padang Sumatera Barat Tahun 2006. Juara II Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2009 (Desa Linelean Kecamatan Modoinding) Tingkat Provinsi Sulawesi Utara : 124 . 4.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 14. Prestasi Tingkat Nasional : 1. 17. b. 15. 6. 3. Akutyla Jujur Dharma Bhaktiku dari Jaksa Agung RI Tahun 2009 (Bupati). Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Penas KTNA Kabupaten/Kota Se-Indonesia Yang Diselenggarakan di Tondano Kabupaten Minahasa Tahun 2004. 5. 16.

8.1. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2007 (Pokmaswas Sapu Laut Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). Kelurahan Buyungon 2. Juara II Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2005 (Kecamatan Motoling). 6. II dan III Lomba Tanaman Hias Jenis Tanaman Puring Yang Diselenggarakan di Kota Tomohon Tahun 2008. 5. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2006. Pelaksana Terbaik I Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan dan Pelaksana Terbaik II Lomba Posyandu Yang Diselenggarakan di Desa Torout Kecamatan Tompaso Baru Tahun 2008. Mengikuti Lomba Tanaman Hias dan Anggrek di Bumi Beringin Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008 dengan Hasil Sebagai Berikut : 125 . 3. Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). 7. Juara I Lomba Penilaian Kelompok Masyarakat Pengawas Tahun 2008 (Pokmaswas Alar Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur). 9. 13. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2006. Juara I dan II Lomba Balita Tahun 2004 (Tiara Laurens. 4. 11. 12. Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 Kecamatan Sinonsayang dan Enjelita Kaligis. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2007. Desa Ongkaw Kecamatan Amurang). Juara I Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tahun 2004 (Desa Ratatotok Kecamatan Ratatotok). 10. Juara I Lomba PKK di Bidang Ketahanan Pangan Tahun 2008. Juara I. Juara I Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2008 (Kelompok Budidaya Inti Murni.

Luntungan Mawuntu) • Kontes Pohon : . 15. Juara I Lomba Camilan Kue Kering Dalam Rangka WOC dan CTI Summit di Manado Tahun 2009.Juara I. Juara I Stand Terbaik dan Juara Umum Pameran Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2008. 19.Juara I dan II Tanaman Philodenrom 14. Juara II Kelompok Pembudidayaan Rumput Laut Tahun 2009 (Kelompok Budidaya Algae Desa Arakan Kecamatan Tatapaan). Juara II Lomba Menu Produk Perikanan Dalam Rangka Sail Bunaken Tahun 2009. 126 . 22. Juara II Lomba Laga Anak Sehat Tahun 2009 (Seviana Joice Kesek). 20.Mahoni (Drs. Juara II Lomba 3B Dalam Rangka Hari Pangan Sedunia Yang Dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2008. PKK Kabupaten Minahasa Selatan. 21. 16. 18.Juara I. Ny. Pelaksana Terbaik I Lomba PKBS Tahun Tahun 2008 (Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). II dan III Tanaman Agloneune . Juara I Stand Terbaik Pada Pameran Pembangunan di Kayuwatu Manado Dalam Rangka HUT Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2009.Juara I dan II Anggrek Hibrid .Juara I Anggrek Pendrobium . V. 23.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 . Juara I Lomba Kelembagaan Ketahanan Pangan Tahun 2009 (Kelompok Tani PKK Golden Shower Desa Kumelembuai Kecamatan Kumelembuai). II dan III Anggrek Phalaenopsis . Tugiat) .Segon (Alex Ronga) 17. H. Pemenang Lomba Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Kontes Pohon Tahun 2008 : • Kategori Aksi Penanaman Serentak Indonesia (Ketua TP.

Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 24. Selain itu. data potensi 127 . BAB X PENUTUP Profil Kabupaten Minahasa Selatan merupakan suatu dokumen penting dalam mengekspresikan data potensi yang dimiliki walaupun sifatnya dinamis sehingga sering terjadi perubahan karena situasi dan kondisi wilayah. Juara II Lomba Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman Yang Diselenggarakan di Manado Tahun 2009.

Dokumen profil ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan/pengembangan kebijakan. Dengan demikian. pembangunan dan kemasyarakatan. ONIBALA 128 . profil ini dapat disusun setiap tahun. Profil merupakan dokumen yang dapat di update datanya setiap tahun sesuai dengan perkembangan-perkembangan yang terjadi di berbagai sektor. baik di tingkat propinsi maupun tingkat nasional serta khalayak umum untuk mencari peluang dan potensi pengembangan investasi di Kabupaten Minahasa Selatan. Pnj. seperti pemerintahan.Profil Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2010 sering terjadi perubahan karena pemanfaatan dan pengelolaan serta perkembangan dan kemajuan pembangunan sebagai tuntutan masyarakat.M. BUPATI MINAHASA SELATAN M.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful