Anda di halaman 1dari 5

(Revisi per-23 Agustus 2010)

Semester Gasal 2010/2011

SATUAN ACARA PERKULIAHAN


Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme (3 SKS) Anton Novenanto, M.A. | nino@ub.ac.id (SAP bisa diunduh di http://sosiologiub.wordpress.com/kuliah/ganjil/teorikritikpostmo) Deskripsi Pada mata kuliah ini, diskusi terbagi menjadi dua bagian besar menurut tema. Pada bagian pertama, pertemuan-pertemuan sebelum ujian tengah semester, diskusi akan membahas tentang pemikiran sosiologi kritis, yang secara khusus memberi porsi besar pada pemikiran tokoh Sekolah Frankfurt, khususnya Max Horkheimer dan Jurgen Habermas. Sementara itu, pada bagian kedua, pertemuan setelah ujian tengah semester, akan membahas tentang pemikiran postmodernisme dalam sosiologi. Beberapa pemikiran postmodernisme akan dibahas dan didiskusikan. Para tokoh tersebut, antara lain: Jean-Francois Lyotard, Gianni Vattimo, Zygmunt Bauman, David Harvey dan Michel Foucault. Tujuan Instruktional Umum Pada akhir perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan akan dapat merefleksikan paradoks modernitas secara kritis sebagai bagian yang tak terpisahkan untuk berpikir sosiologis. Untuk mencapai tujuan utama tersebut, perkuliahan ini juga akan mencapai tujuan-tujuan khusus yang mengajak mahasiswa: 1) memahami dan menggunakan logika sosiologi kritis menurut Max Horkheimer; 2) memahami dan menggunakan logika sosiologi kritis menurut Jurgen Habermas; 3) memahami dan menggunakan logika postmodernisme pengetahuan menurut Jean-Francois Lyotard; 4) memahami dan menggunakan logika masyarakat transparan menurut Gianni Vattimo; 5) memahami dan menggunakan logika etika-etika postmodern menurut Zygmunt Bauman; 6) memahami dan menggunakan logika time-space compression menurut David Harvey; 7) memahami dan menggunakan logika hubungan kuasa dan pengetahuan menurut Michel Foucault; dan 8) menganalisis isu-isu kontemporer menggunakan salah satu/beberapa logika kritis dan postmodernisme. Kriteria Penilaian Buku pribadi 30% UTS 35% UAS 35% Total 100% Strategi Perkuliahan 1) Pembacaan literatur; 2) refleksi dalam buku/jurnal pribadi; 3) diskusi/telaah kritis di kelas; 4) observasi dan wawancara; dan 5) ujian tertulis. Program Ringkas KULIAH 1: PENGANTAR Tradisi kritik dalam sosiologi Pertemuan ini bertujuan membuat kesepakatan dan aturan main dalam mata kuliah ini selama satu semester. Dosen mendeskripsikan pentingnya matakuliah Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme dalam kurikulum Program Studi Sarjana Sosiologi, relevansinya dengan matakuliah lain, serta dalam kehidupan sebagai ilmuwan sosial. Isi pertemuan ini mendiskusikan tradisi kritik dalam sosiologi, dan ilmu-ilmu sosial pada umumnya.
Anton Novenanto, MA | SAP Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme

(Revisi per-23 Agustus 2010)

Bacaan wajib: Budiman, H. (2002[1997]) Pembunuhan yang Selalu Gagal, Pustaka Pelajar: Yogyakarta. Bab 2 (hlm. 21-74). Bacaan tambahan: Hardiman, F.B. (2003) Melampaui Positivisme dan Modernitas, Bab 1-2. Pertanyaan panduan: kritik apa saja yang disampaikan oleh trinitas sosiologi (Marx, Weber dan Durkheim) terhadap masyarakat modern, modernisasi dan modernisme? Apa perbedaan kritik dari masing-masing tokoh itu? KULIAH 2: IMAJINASI SOSIOLOGIS C. Wright Mills Pertemuan ini bertujuan menjelaskan tentang metode sosiologi reflektif yang digunakan selama perkuliahan matakuliah Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme. Mahasiswa membaca, merangkum dan memberikan komentar tentang artikel yang membahas tentang metode sosiologi reflektif. Mulai pertemuan ini mahasiswa mulai menuliskan refleksinya, sesuai dengan strategi sosiologi reflektif, dalam jurnal pribadinya. Bacaan wajib: Triyono, L. (t.t.) Memperkenalkan Sosiologi Refleksif. Bacaan tambahan: Mills, C. W. (1977[1959]) Sociological Imagination, Penguin Books. Pertanyaan panduan: apa itu sosiologi reflektif menurut Mills? Apa saran Mills agar seorang sosiolog bisa berpikir reflektif? KULIAH 3: SEKOLAH FRANKFURT Latar sosio-historis dan landasan intelektual Pertemuan ini membahas latar historis dan intelektual Sekolah Frankfurt sebagai salah satu mahzab dalam tradisi pemikiran kritik. Pertemuan ini membahas tentang tradisi kritik yang menjadi acuan Sekolah Frankfurt, sebagai dasar teori sosiologi kritis. Bacaan wajib: Sindhunata (1982) Dilema Usaha Manusia Rasional, Bab 1-2. Bacaan tambahan: Basri, Muhammad Chatib (2001) Antara Marx dan Schindler. Perihal Modal dan Kekuasaan di Indonesia, Kalam, No. 17. Pertanyaan panduan: faktor apa saja yang mendorong kelahiran Sekolah Frankfurt? Peristiwa apa saja yang mewarnai perjalanan Sekolah Frankfurt? Pemikiran apa saja yang mempengaruhi pemikiran para tokoh Sekolah Frankfurt? KULIAH 4: IRASIONALITAS RASIO (ATAU RASIONALITAS YANG IRASIONAL) Max Horkheimer Pertemuan ini membahas tentang paradoks modernisasi dan dilema rasionalitas menurut Max Horkheimer. Pertemuan ini mendiskusikan tentang konsep pokok rasionalitas kritis menurut Horkeimer (dan Theodore Adorno) atau yang dikerap disebut sebagai dialektika pencerahan (dialectic of aufklarung). Kesimpulan Horkheimer adalah rasionalitas manusia modern yang ternyata irasional. Bacaan wajib: Sindhunata (1982) Dilema Usaha Manusia Rasional, Bab 3-5, hlm. 96-145. Bacaan tambahan: Hardiman (1991) Kritik Ideologi, Bab 1-2. Pertanyaan panduan: apa yang dimaksud teori kritis oleh Max Horkheimer? Dalam menuliskan teori kritisnya, faktor apa saja yang ditekankan oleh Horkheimer? Bagaimana solusi Horkheimer terhadap masalah yang dihadapi oleh teori kritis yang diajukannya? KULIAH 5: RASIONALITAS KOMUNIKATIF Jurgen Habermas I Pertemuan ini membahas tentang ide pemunculan rasional komunikatif menurut Habermas. Ide ini sekaligus merupakan sebuah revisi besar terhadap ide rasionalitas tujuan/instrumental menurut Weber yang digunakan sosiologi selama ini.
Anton Novenanto, MA | SAP Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme

(Revisi per-23 Agustus 2010)

Bacaan wajib: Habermas (1990) Teknik dan Ilmu sebagai Ideologi, Bab 3. Bacaan tambahan: Hardiman (1991) Kritik Ideologi, Bab 3, hlm. 82-116. Pertanyaan panduan: apa itu rasionalitas komunikatif menurut Jurgen Habermas? Apa yang dimaksud Habermas dengan teknik dan ilmu sebagai ideologi? Bagaimana Habermas melihat bahwa ilmu dan teknologi sedang mendominasi manusia? KULIAH 6: PERTAUTAN KEPENTINGAN DAN PENGETAHUAN Jurgen Habermas II Pertemuan ini membahas tentang pertautan kepentingan dan ilmu pengetahuan menurut Habermas. Diskusi membahas tentang problem ideologis dalam pembentukan ilmu pengetahuan dan teknologi, justru ketika ilmu pengetahuan dan teknologi ingin melepaskan diri dari kepentingan-kepentingan ideologis. Bacaan wajib: Habermas (1990) Teknik dan Ilmu sebagai Ideologi, Bab 5. Bacaan tambahan: Hardiman, F. Budi (1990) Kritik Ideologi, Bab 4. Pertanyaan panduan: apa hubungan antara pengetahuan dan kepentingan, menurut Habermas? Apa saja kepentingan pengetahuan menurut Jurgen Habermas? Apa saja dimensi yang terdapat dalam ilmu pengetahuan? KULIAH 7: MEMAHAMI RASIONALITAS Riset lapang (wawancara dan pengamatan) Pertemuan ini membahas tentang riset lapang mahasiswa. Pada Kuliah 6, mahasiswa diberi tugas selama seminggu untuk melakukan pengamatan dan wawancara terhadap kaum miskin kota untuk mengungkap paradoks-paradoks pembangunan di Indonesia. Pembangunan yang diyakini akan memajukan dan me-modern-kan Indonesia yang justru semakin meningkatkan angka kemiskinan dan jumlah pengangguran. Pertanyaan panduan: apa pendapat kaum miskin kota tentang pembangunan dan hasilnya? Faktor apa saja yang membuat mereka bertahan menjadi kaum miskin kota? UJIAN TENGAH SEMESTER KULIAH 8: MODERNITAS, MODERNISME DAN POSTMODERNISME Apa itu postmodernisme? Pertemuan ini merupakan pengantar tentang gagasan postmodernisme, khususnya tentang penggunaan beberapa istilah yang kerap simpang-siur atau tumpang-tindih satu sama lain, antara lain: modernitas, modernisme, modernisasi, dan pascamodernisme. Featherstone memaparkan tidak hanya istilah-istilah itu, tapi juga menjelaskan tentang kelahiran pascamodern dan konsekuensi yang terjadi karena keberadaannya. Bacaan wajib: Featherstone, Mike (1993) Moderen dan Pascamoderen: Tafsiran dan Terapan, Prisma, Vol. XXII, No. 1. Bacaan tambahan: Subangun, Emmanuel (1993) Kepekaan Baru dalam Keterhimpitan, Prisma, Vol. XXII, No. 1. Pertanyaan panduan: apa yang dimaksud dengan pascamodern oleh Featherstone? Apa yang membedakan pascamodern dengan modern? Bagaimana sejarah kelahiran pascamodern? Apa pengaruh yang ditimbulkan oleh kelahiran pascamodern? KULIAH 9: POSTMODERNISME PENGETAHUAN Jean-Francois Lyotard Pertemuan ini membahas kritik terhadap modernitas yang melahirkan narasi-narasi besar yang menjadi kebenaran tunggal yang berlaku universal. Bagi Lyotard, kebenaran tersebut hanya masalah permainan bahasa di tengah pelbagai permainan bahasa yang ada.
Anton Novenanto, MA | SAP Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme

(Revisi per-23 Agustus 2010)

Bacaan wajib: Kristanto, H. Dwi (2002) Ketidakpercayaan terhadap Metanarasi, Driyarkara, Vol. XXV No. 3. Bacaan tambahan: Lyotard, Jean-Francois Postmodernism Conditions; Pilliang, Yasraf Amir (1998) Hiperrealitas Kebudayaan, Yogyakarta: LKiS. Pertanyaan panduan: faktor apa saja yang mempengaruhi pemikiran Jean-Francois Lyotard? Apa saja objek studi Lyotard? Apa cara yang ditawarkan Lyotard untuk menganalisis legitimasi ilmu pengetahuan? Apa saja model masyarakat postmodern menurut Lyotard? Bagaimana Lyotard memandang hubungan sains dan narasi? Bagaimana pula proses melegitimasi (dan me-delegitmasi) sains? Apa yang dimaksud Lyotard dengan paralogi? KULIAH 10: HARAPAN DARI POSTMODERNISME Gianni Vattimo Pertemuan ini membahas tentang gagasan masyarakat transparan menurut Gianni Vattimo. Modernitas telah memunculkan lahirnya teknologi baru dan mendorong perkembangan media massa. Teknologi dan media massa meningkatkan kompleksitas dan fragmentasi dalam masyarakat. Vattimo melihat dominasi teknologi dan media massa terhadap masyarakat justru disebabkan oleh lemahnya manusia modern menggunakan rasionya. Bacaan wajib: Antonius, Firmansyah (2002) Masyarakat Transparan: Harapan dari Postmodernisme, Driyarkara, Vol. XXV No. 3. Pertanyaan panduan: faktor apa saja yang mempengaruhi pemikiran Gianni Vattimo? Apa yang dimaksud Vattimo dengan masyarakat transparan"? Apa yang dimaksud pengalaman estetis mampu menyadarkan manusia? Apa sahakah harapan dari postmodernisme menurut Vattimo? KULIAH 11: ETIKA POSTMODERNISME Zygmunt Bauman Pertemuan ini membahas tentang problem moralitas dalam pandangan postmodernisme. Moralitas kerap dianggap sebagai suatu hal yang non-rasional. Tetapi Bauman melihat bahwa justru dengan berpikir tentang moralitasnya, manusia sebenarnya sedang menggunakan rasionya. Bacaan wajib: Widiyono, A. Nugroho (2002) Pandangan Zygmunt Bauman Mengenai Etika Postmodern, Driyarkara, Vol. XXV No. 3. Bacaan tambahan: Bauman, Zygmunt, Liquid Time. Pertanyaan panduan: faktor apa saja yang mempengaruhi pemikiran Zygmunt Bauman? Apa itu etika postmodern menurut Bauman? Apa hubungan moralitas menurut Bauman? Apa pandangan Bauman tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi? KULIAH 12: DUNIA YANG DILIPAT David Harvey Pertemuan ini membahas tentang gagasan masyarakat kapitalisme lanjut menurut David Harvey. Harvey memandang bahwa pencapaian teknologi tidak bisa dipisahkan dari modus produksi kapitalis. Dalam era kapitalisme lanjut, produksi imaji-imaji menjadi fokus inovasi. Harvey memfokuskan pada simulacrum, suatu kondisi yang merupakan replika sempurna di mana titik keaslian dan kepalsuan sulit dipisahkan. Bacaan wajib: Budisantoso, In Nugroho (2002) David Harvey: Time-Space Compression dan Dunia Kapitalisme Lanjut, Driyarkara Vol. XXV No. 3. Bacaan tambahan: Pilliang, Yasraf Amir, Dunia yang Dilipat. Pertanyaan panduan: faktor apa saja yang mempengaruhi pemikiran David Harvey? Bagaimana Harvey melihat ruang dan waktu? Apa yang dimaksud ruang dan waktu digunakan untuk mengatasi krisis perekonomian menurut Harvey? Konsekuensi apa saja yang dimunculkan dalam kompresi ruang-waktu?

Anton Novenanto, MA | SAP Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme

(Revisi per-23 Agustus 2010)

KULIAH 13: PENGETAHUAN DAN KUASA Michel Foucault Pertemuan ini membahas tentang gagasan hubungan antara kuasa dan pengetahuan. Foucault melontarkan gagasan tentang bagaimana sebenarnya kekuasaan itu tidak terpusat, tapi menyebar dan secara produktif menghasilkan pengetahuan-pengetahuan yang plural. Namun pada saat yang bersamaan pula, manusia sebenarnya tidak memiliki kuasa atas ruang-ruang privatnya. Bacaan wajib: Haryatmoko, (2002) Kekuasaan Melahirkan Anti-Kekuasaan, Basis, No. 12 (Januari-Februari). Bacaaan tambahan: Widyarsono, A. (1999) Hubungan Kuasa dan Pengetahuan menurut Foucault, Driyarkara, Vol. XXIII, No. 4. Pertanyaan panduan: bagaimana kritik Michel Foucault tentang konsep kekuasaan? Bagaimana pula usul Foucault tentang kuasa yang tersebar dan produktif? Apa yang dimaksud pengetahuan menurut Foucault? Apa tujuan dari produksi pengetahuan? Apa yang dimaksud dengan disiplin dan panoptik? Apa hubungan antara kuasa dan pengetahuan? Apa yang dimaksud kuasa dalam seks? Metodologi apa yang digunakan oleh Foucault? KULIAH 14: KEMBALI KE AKAR MASALAH Kritik terhadap Postmodernisme Pertemuan ini membahas tentang sikap intelektual terhadap perkembangan gagasan yang pesat. Dosen mengajak mahasiswa untuk merefleksikan secara kritis kesimpang-siuran dalam perkembangan ilmu sosial dan sosiologi, serta kemungkinan-kemungkinan yang dapat diperankan sebagai intelektual. Bacaan wajib: Sugihardjanto, Ali (1994) Bersama Menabur Posmo, Bersama Menuai Kesesatan, Prisma No. 11 (November 1994) Pertanyaan panduan: apa pandangan Sugihardjanto tentang perkembangan pemikiran postmodern di Indonesia? Bagaimana metamorfosa pemikiran postmodern menurut Sugihardjanto? Apa pula kritiknya atas pemikiran postmodern? Apa yang diusulkan Sugihardjanto dalam melihat permasalahan bangsa dan negara ini? UJIAN AKHIR SEMESTER Penjelasan tentang Buku Pribadi Per-minggu, mahasiswa wajib: a) merangkum bacaan wajib yang sudah ditentukan pada setiap pertemuan sesuai dengan pertanyaan panduan yang ada di SAP ini (3-5 halaman); dan b) menulis tanggapan atas bacaan wajib itu dengan cara merefleksikan menggunakan pengalaman empiris dan/atau bacaan-bacaan tambahan yang sudah disediakan (2-3 halaman). Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) dikerjakan di Buku Pribadi. Aturan main UTS dan UAS akan disampaikan pada hari-H. Jika buku pribadi sudah penuh, maka buku yang lama tetap harus disertakan (/dijilid) bersama buku yang baru pada setiap pengumpulannya. Rekap nilai akan dilakukan pada koreksi UAS, jadi pastikan Buku Pribadi tidak hilang! Buku Pribadi adalah milik mahasiswa, setelah nilai akhir keluar Buku Pribadi akan dikembalikan ke mahasiswa yang bersangkutan.

1.

2. 3. 4. 5.

Anton Novenanto, MA | SAP Teori Sosiologi Kritik dan Postmodernisme