Anda di halaman 1dari 14

Tugas Pasar Modal Beta

Nama kelompok : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Uci Lustiani C10080044 Dewi Maulani C10080045 Niken May Loudry C10080050 Degi C10080053 Elsa Sari R C10080103 Tina Riana D C10080119

PENGERTIAN Beta adalah tingkat kepekaan saham untuk menilai tingkat pasar indeks, digunakan untuk menentukan risiko sistematis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah variabel seperti: pertumbuhan aset, likuiditas, kekuatan keuangan, total aset dan pengembalian investasi mempengaruhi beta pada perusahaan di Bursa Efek Jakarta selama 1998-2002. Sampel penelitian ini adalah 52 perusahaan manufaktur dengan teknik sampel. Hasilnya menunjukkan perbedaan pengaruh variabel keuangan untuk beta. Variabel yang signifikan mempengaruhi pertumbuhan betas adalah aset, kekuatan keuangan, total aset dan pengembalian investasi. Hasil pengujian simultan menunjukkan bahwa variabel independen mempengaruhi beta. Beta merupakan suatu pengukur volatilitas (volatility) return suatu sekuritas atau return portofolio terhadap pasar return pasar. Votalitilitas adalah fluktuasi dari return-return suatu sekuritas atau portofolio dalam suatu periode waktu tertentu.

CARA MENGESTIMASI BETA Mengetahui beta sangat penting untuk menganalisis sekuritas atau portofolio.Cara mengestimasi beta teknik estimasi data historis berupa data pasar (return sekuritas atau return pasar) untuk mengestimasi masa yang akan datang . Beta yang menggunakan data pasar (beta pasar) dan beta yang menggunakan data akuntansi (beta akuntansi).

BETA PASAR Beta pasar adalah ukuran sensitivitas secara umum suatu saham atas gejolak pasar. Karel dan Sackley (KS, 1993) mengemukakan bahwa perbedaan beta pasar antara berbagai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh factor-faktor khusus perusahaan yang dapat diukur dengan informasi akuntansi. Dalam bermain saham, kita tidak boleh terpaku hanya akan return yang akan dihasilkan. Kita juga harus memperhatikan segala resiko yang melekat dalam bermain saham. Hal ini tentu akan membuat investasi kita dalam bermain saham lebih aman. Jika hal tersebut tidak dilakukan mungkin bukan untung yang akan kita raih justru menjadi buntung. Dalam bermain saham, kita tidak boleh terpaku hanya akan return yang akan dihasilkan. Kita juga harus memperhatikan segala resiko yang melekat dalam bermain saham. Hal ini tentu akan membuat investasi kita dalam bermain saham lebih aman. Jika hal tersebut tidak dilakukan mungkin bukan untung yang akan kita raih justru menjadi buntung. Salah satu cara meminimalisir resiko dalam bermain saham adalah dengan melihat besar resiko dari saham tersebut. Besarnya nilai resiko dari saham bisa dilihat dengan menggunakan indikator Beta.

Beta adalah nilai koefisien pergerakan harga saham terhadap pergerakan pasar (dalam kasus Indoensia adalah IHSG). Misal untuk kasus saham X memiliki Beta sebesar 0,8. Hal ini menandakan setiap IHSG berubah 1 %, maka harga saham X akan berubah sebesar 0,8 %. Nilai Beta ini diperoleh dari hasil regresi time series antara harga saham dengan IHSG dalam rentang waktu tertentu. Semakin besar Beta menujukan resiko makin besar. Hal ini karena ketika pasar (IHSG) bergerak sedikit maka harga saham akan berubah cukup besar, atau lebih volatile. Sedangkan nilai Beta yang kecil, menunjukan saham tersebut relatif stabil. Sehingga ketika IHSG berubah maka saham tersebut tidak terlalu berubah signifikan. Saham seperti ini biasanya saham yang bersifat saham difensif. Saham dengan Beta kecil amat cocok untuk kondisi pasar yang sedang tidak menentu. Kita akan mengambil contoh dengan menggunakan 3 saham , yaitu Bumi Resources (BUMI), Astra Agro Lestari (AALI) dan Unilver (UNVR). Saham BUMI memiliki nilai Beta sebesar 1,218 , Lalu AALI memiliki nilai Beta sebesar 1,167, dan UNVR memiliki nilai Beta 0,936. Dari data diatas terlihat saham BUMI memiliki nilai Beta terbesar yaitu 1,218. Artinya saham BUMI adalah saham yang paling volatile sehingga lebih beresiko, setiap 1% IHSG berubah maka saham BUMI akan berubah 1,218%. Selanjutnya diikuti oleh saham AALI yang memiliki nilai Beta sebesar 1,167. Hal ini berarti setiap 1% IHSG berubah, saham AALI akan berubah 1,167 %. Dan yang terakhir saham UNVR yang memiliki Beta sebesar 0,936%, yang artinya ketika IHSG berubah 1% maka saham UNVR akan berubah 0,936%. Nilai beta diatas juga masuk akal. Hal ini karena BUMI dan AALI adalah jenis saham yang sedang booming atau cenderung growth stocks akibat naiknya harga komoditas. Hal ini membuat saham BUMI dan AALI sangat sensitif terhadap gerak pasar. Akan tetapi dilain pihak saham UNVR adalah saham yang cenderung difensif. Hal ini membuat saham UNVR lebih stabil dari gejolak pasar. Selain itu konsep beta sangat membantu investor dalam melakukan keputusan investasi. Jika investor menduga saham akan naik atau bullish , maka investor akan memilih saham dengan beta yang tinggi sehingga returnnya akan tinggi. Sebaliknya ketika investor mempunyai ekspektasi saham akan turun atau bearish, sebaiknya investor menjaga investasinya dengan saham yang mempunyai beta kecil sehingga penurunan harga saham tidak akan terlalu besar.

CARA MENCARI BETA PASAR


Dengan asumsi hubungan antara return-return sekuritas dan return-return pasar adalah linier, maka ada dua cara mencari beta pasar, yaitu:

1. Memplot garis diantara titik-titik return 2. Teknik regresi

1.

MEMPLOT GARIS DIANTARA TITIK-TITIK RETURN

Contoh Beta Pasar dengan Memplot Garis Diantara Titik-Titik Return

Return-return sekuritas A (RA) dan return-return pasar (Rm) selama 10 minggu tampak pada tebel berikut: Return Saham A 7,5 % 8,0 % 9,0 % 10,0 % 10,5 % 11,5 % 11,0 % 12,0 % 12,0 % 14,0 % Return Saham B 4,0 % 4,5 % 4,5 % 5,5 % 6,0 % 7,0 % 6,0 % 6,5 % 7,5 % 8,0 %

Stabil dari waktu ke waktu selama masa periode observasi. Jika beta sifatnya stabil, maka semakin lama periode observasi yang digunakan di persamaan regresi, akan semakin baik (karena kesalahan pengukurannya semakin lebih kecil dari hasil beta.

2. TEKNIK REGRESI Beta juga dapat dihitung dengan menggunakan teknik regresi, teknik regresi untuk mengestimasi beta suatu sekuritas dapat dilakukan dengan menggunakan return-return sekuritas sebagai variabel dependent dan return-return pasar sebagai variabel independent. Persamaan regresi yang dihasilkan dari data time series akan menghasilkan koefisien beta yang diasumsikan stabil dari waktu ke waktu, jika sifatnya stabil maka semakin lama periode observasi yang digunakan pada persamaan regresi, semakin lebih baik hasil dari beta. Persamaan regresi yang digunakan untuk mengestimasi beta dapat didasarkan pada indeks tunggal atau model pasar dan dapat pula dengan menggunakan model CAPM (Capital Asset Pricing Model). Beta dengan index tunggal dapat dihitung dengan persamaan berikut: Berikut ini adalah hasil perhitungan dengan teknik regresi:

Dari hasil regresi di atas, persamaan regresi yang didapat adalah: Beta merupakan koefisien parameter dari variabel RM, yaitu sebesar 0,827464789. Koefisien ini adalah sifginifikan dengan p-value 0,0000378. Beta yang diperoleh dari teknik regresi tidak menyimpang jauh dari beta yang dihitung dengan teknik plotting sebesar 1,09. Beta dengan model CAPM (Capital Asset Pricing Model) dapat dihitung dengan persamaan berikut: Dengan model ini return market ditambahkan dengan return-return bebas resiko (RBR)

Berikut ini adalah hasil perhitungan dengan teknik regresi:

Dari hasil regresi di atas, persamaan regresi yang didapat adalah: Besarnya beta adalah 0,561864341 yang secara statistik signifikan dengan P-value 0,009473 Secara definisi beta merupakan pengukur volatilitas antara return-return suatu sekuritas (portofolio) dengan return-return pasar. Jika volatilitas diukur dengan kovarian, maka kovarian return antara sekuritas ke i dengan return pasar adalah sebesar iM. Jika kovarian ini dihubungkan dengan relatif risiko pasar (yaitu dibagi dengan varian return pasar atau M2) maka hasil ini akan mengukur risiko sekuritas ke i relatif terhadap risiko pasar atau disebut dengan beta. Dengan demikian beta dapat dihitung dengan:

Besarnya beta adalah sebagai berikut:

BETA AKUNTANSI Beta akunting adalah cara lain yang dapat digunakan dalam menentukan risiko. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji korelasi antara beta pasar dengan beta akunting pada perusahaan perbankan Indonesia yang telah go public di Bursa Efek Jakarta. Jika beta akunting merupakan estimator yang baik dalam menentukan beta pasar maka beta akunting dapat menggantikan peran beta pasar. RUMUS BETA AKUNTANSI
laba iM

hi = ------------laba M hi = Beta akuntansi sekuritas ke-I laba iM = Kovarian antara laba perusahaan ke-I dengan indeks laba pasar laba M = Kovarian dari indeks laba pasar

BETA FUNDAMENTAL
Beta Fundamental adalah beta yang dicari dengan menggunakan beberapa variabel fundamental

Terdapat 7 variabel fundamental, yang akan dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Dividend pay out Asset growth Leverage Liquidity Asset size Earning variability Accounting beta

1. Dividend Payout Adalah diukur sebagai dividen yang dibayarkan dibagi dengan laba yang tersedia untuk pemegang saham umum Beta dengan divident payout memiliki hubungan negatif 2. Asset Growth Asset Growth didefinisikan sebagai perubahan (tingkat pertumbuhan) tahunan dari aktiva total Beta dengan Asset Growth memiliki hubungan positip 3. Leverage Leverage didefinisikan sebagai nilai buku hutang jangka panjang total dibagi dengan total aktiva Leverage dan beta memiliki hubungan positif 4. Liquidity Likuidity (liquiditas) diukur sebagai current ratio yaitu aktiva lancar dibagi dengan hutang lancar. Beta dengan Likuiditas memiliki hubungan negatif. 5. Asset Size Variabel ukuran aktiva (asset size) diukur sebagai logaritma dari aktiva total. Asset size dan beta memiliki hubungan negatif 6. Earnings Variability Variabilitas laba (earning variability) diukur dengan nilai deviasi standar dari PER (price earning ratio) atau rasio P/E (harga saham dibagi dengan laba perusahaan). Beta dengan eraning variability memiliki hubungan negatif 7. Accounting Beta Beta akuntansi (accounting beta) diperoleh dari koefisien regresi dengan variabel dependen perubahan laba akuntansi dan variabel independen adalah perubahan indek laba pasar untuk laba akuntansi portofolio pasar Beta akuntansi dan beta pasar memiliki hubungan positip

Langkah selanjutnya untuk mendapatkan beta fundamental dengan beta pasar serentak menggunakan model multivariat: Bi = a0 + a1 DIVi + a2 GROWTHi + a3 LEVi + a4 LIKUIi + a5 SIZEi + a6 EVARi + a7 ABIETAi + ei

Notasi: Bi = Beta pasar perusahaan ke-i

Divi = Dividend Payout perusahaan ke-i GROWTHi = asset growth perusahaan ke-i LEVi = Leverage perusahaan ke-i LIKUIi = Liquidity perusahaan ke-i SIZEi = Asset size perusahaan ke-i EVARi = Earning variability perusahaan ke-i ABIETAi = Accounting beta perusahaan ke-i ei = Residual error perusahaan ke-i

Contoh soal beta fundamental dengan menggunakan regresi multivariate

Hubungan beta akunting dengan beta pasar pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta
Beta pasar adalah ukuran sensitivitas secara umum suatu saham atas gejolak pasar. Karel dan Sackley (KS, 1993) mengemukakan bahwa perbedaan beta pasar antara berbagai perusahaan dipengaruhi secara signifikan oleh factor-faktor khusus perusahaan yang dapat diukur dengan informasi akuntansi. Dengan informasi akuntansi dapat dihitung beta akunting. Beta akunting adalah cara lain yang dapat digunakan dalam menentukan risiko. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji korelasi antara beta pasar dengan beta akunting pada perusahaan perbankan Indonesia yang telah go public di Bursa Efek Jakarta. Jika beta akunting merupakan estimator yang baik dalam menentukan beta pasar maka beta akunting dapat menggantikan peran beta pasar. Selain itu penulis juga menguji korelasi antara beta pasar dengan beberapa rasio keuangan pada perusahaan perbankan Indonesia yang termasuk dalam sampel. Risiko yang dihitung dengan rasio keuangan ini mempunyai korelasi yang tinggi dengan risiko pasar. Penentuan korelasi antara beta akunting dan rasio keuangan dengan beta pasar diterapkan pada perusahaan perbankan secara individual. Pada perbankan secara individual terdapat hubungan yang signifikan antara beta akunting dengan beta pasar. Dan semua variabel yang diuji, beta akunting berdasarkan ROA, beta akunting berdasarkan ROE, GRO (tingkat pertumbuhan) dan CAP (rasio nilai buku modal terhadap total harta) mempunyai hubungan signifikan dengan beta pasar. Korelasi antara beta pasar dengan beta akunting berdasarkan ROE memperlihatkan tanda koefisien regresi yang tidak konsisten dengan prediksi semula. Beta akunting berdasarkan ROE mempunyai koefisien yang negatif. Hubungan beta akunting berdasarkan ROE negatif terhadap beta pasar ini kemungkinan karena tingkat keuntungan yang diperoleh dari total equity tidak besar, bahkan banyak bank yang mengalami kerugian yang sangat besar. Karena koefisien regresi yang tidak konsisten dengan prediksi semula maka

berdasarkan penelitian ini, beta akunting berdasarkan ROE tidak dapat menggantikan peran beta pasar. Sementara itu beta akunting berdasarkan ROA memiliki hubungan negatif pula dengan beta pasar. Hubungan beta akunting berdasarkan ROA yang negatif terhadap beta pasar ini mengindikasikan bahwa tingkat keuntungan yang diperoleh dari total aktiva tidak besar. Bank-bank dalam penelitian ini rata-rata memiliki ROA yang kurang dari rata-rata tingkat bunga deposito. Beta ROA negatif kemungkinan disebabkan oleh ROA yang negatif pada hampir semua bank. Ini dapat diartikan bahwa hampir seluruh perusahaan mengalami kerugian mulai dari tahun 1997 sampai tahun 1999 atau mass krisis moneter. ROA bertanda negatif sangat besar, terjadi hampir pada seluruh perusahaan_ Hal ini berarti perusahaan pada umumnya mengalami kerugian sangat besar. DP (dividend payout) berpengaruh negatif terhadap beta pasar yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi DP akan semakin rendah beta pasar. Sebaliknya, semakin rendah DP akan semakin tinggi beta pasar. GRO (tingkat pertumbuhan) berpengaruh positif terhadap beta pasar yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi GRO akan semakin tinggi pula beta pasar Penelitian ini menemukan adanya korelasi yang signifikan antara ranking yang dibuat berdasarkan beta pasar dengan ranking yang dibuat berdasarkan beta akunting (ROA).

Kelebihan dan Kelemahan Beta Pasar Kelebihan: Beta ini tidak langsung mencerminkan perubahan dari karakteristik perusahaan karena beta return pasar Dihitung berdasarkan Hubungan data pasar dan tidak dihitung berdasarkan data karakteristik perusahaan yang lain. Kelemahan : Beta ini mengukur Respon Dari masing-Masing sekuritas Terhadap pergerakan pasar yang menunjukkan Kovarian masing-masing return perusahaan ke-I dengan return pasar .

Kelebihan dan Kelemahan Beta Fundamental Kelebihan: Beta ini secara langsung berhubungan dengan perubahan karakteristik perusahaan, karena beta ini dihitung menggunakan data karakteristik tersebut . Kelemahan: Variabel karakteristik perusahaan mempunyai efek terhadap beta fundamental yang sama untuk semua perusahaan.