P. 1
Penggunaan Radio Komunikasi

Penggunaan Radio Komunikasi

|Views: 1,564|Likes:
Dipublikasikan oleh Delvy Anna

More info:

Published by: Delvy Anna on Jul 18, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

PENGGUNAAN RADIO KOMUNIKASI PADA PEMERINTAH DAERAH KOTA PADANG PANJANG

OLEH: ISKANDAR DINATA S.SN JZ.03.TW / NIA.03.06.00121 RAPI WILAYAH 03.06 KOTA PADANG PANJANG

LATAR BELAKANG RAPI
n n

ORGANISASI RAPI • • • • • • • • • Dirjen Postel Terbitkan SK No. 125/Dirjen/1980 tanggal 10 November 1980 tentang pembentukan Organisasi RAPI dan Pengangkatan Pengurus RAPI Organisasi RAPI melalui Skep Menhub R.I No. Si.11/HK/501/Phb1980 tentang Perizinan Penyelenggaraan KRAP Alkom KRAP masuk Indonesia akhir 1970-an Menjadi Trend Kota muncul sebagai Club Station Menganggu Alkom lain Garnizun diwadahi dan dibina dlm suatu Organisasi

Ø

Tugas dan tanggung jawab Radio Antar Penduduk Indonesia dalam Ø bencana alam / sosial adalah memberikan Bantuan Komunikasi ( Bankom ). Ketentuan ini mengikat karena satu - satunya pemegang ijin komunikasi radio antar penduduk adalah RAPI DASAR : 1. Undang-Undang RI No.36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi 2. Peraturtan Pemerintah No. 52 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi 3. Keputusan Menteri Perhubungan No. SI.11/HK.501/PHB tentang Pembentukan RAPI 4. Keputusan Menteri Perhubungan KM. No. 77 Tahun 2003 tentang Pedomen Kegiatan Komunikasi Radio Antar Penduduk 5. AD/ART RAPI 6. Kesepakatan Kerjasama DEPSOS dan RAPI. No. 79/HUK/2002 dan 80,07.00.1002 tanggal 29 Oktober 2002 tentang Sistem Pelayanan Informasi dan Komunikasi Penaggulangan Bencana

Tindakan dan langkah dalam jenjang kepengurusan RAPI , saat terjadi bencana
1.Pusat membangun stasiun didaerah bencana bersama dengan Bakornas 2. Daerah sebagai lembaga koordinasi bergabung di Satkorlak menjadi simpul Informasi horizontal dan vertikal.tingkat provinsi. 3. Wilayah sebagai lembaga administrasi bergabung di Satlak membangun jaringan komunikasi tingkat kabupaten/kota pada satuan tugas pengendali bencana. 4. Lokal sebagai lembaga layanan mendampingi Posko tingkat kecamatan memantau kegiatan Satgas Bankom, Satgas PBP, Relawan, Logistik,distribusi bantuan, Organisasi kemanusiaan dan lembaga terkait yang operasi di tingkat kecamatan.

Setelah Bencana (Rekonstruksi dan Rehabilitasi)
A. Rekontruksi, Rehabilitasi  1. Tahap rekonstruksi dan rehabilitasi tidak termasuk dalam status  emergensi, maka Satgas Bankom bertugas bila ada permintaan dan  keikutsertaan anggota RAPI diatur dalam Bankom kerja sama.  2. Program bakti RAPI dilaksanakan oleh Pengurus Pusat atau Pengurus  Daerah yang terkena bencana dan pendanaannya digalang dari anggota  se Nusantara, pelaksanaan bentuk fisik yang bersifat memorial  (Fasos/Fasum) B. Tugas dan Kedudukan RAPI  1. Melakukan Bankom rutin (24 Jam) sebagai kegiatan resmi anggota
 

MENGAPA ALAT RADIO KOMUNIKASI DIPERLUKAN DAN BERPERANAN PENTING SAAT TERJADI BENCANA ?

MENGAPA ALAT RADIO KOMUNIKASI DIPERLUKAN DAN BERPERANAN PENTING SAAT TERJADI BENCANA ? 1.Radio berukuran relatif kecil dan dapat dibawa-bawa 2.Ketika terjadi Bencana, pada umumnya aliran listrik terputus. Radio dapat berfungsi dengan menggunakan baterai. 3. Radius komunikasi Radio cukup jauh 4. Penggunaan Alat Komunikasi Radio ada disetiap daerah 5. Praktis dan Ekonomis untuk operasional 6. Siaga 24 Jam 7. Jaringan dan kanalisasi yang cukup lebar 1.

TIPE RADIO
1.RADIO RECEIVER (penerima) •Radio Broadcast 2. RADIO TRANSMITTER (pemancar) •Radio HT, Rig/Portable Radio

PENGGOLONGAN JENIS RADIO YANG DIPERGUNAKAN RAPI BERDASARKAN FREKUENSI 1.RADIO HF ( High Frequency) •Biasanya disebut Radio All Band atau untuk frekuensi RAPI disebut Radio 11 meter 2. RADIO VHF ( Very High Frequency) •Biasanya sering disebut Radio 2 meter 3. Radio UHF ( Ultra High Frequency ) •Biasanya disebut sebagai Radio 70 centi

RADIO HF – ALL BAND
•Bekerja pada Frekuensi 0 – 30 Mhz •Biasanya dipakai untuk berkomunikasi jarak jauh / antar pulau •Mempunyai mode USB – LSB – CW – RTTY •Antena yang digunakan berukuran besar •Ukuran Perangkatnya lebih besar dibanding Radio VHF dan UHF serta mengkonsumsi daya listrik yang juga lebih besar

RADIO VFH
•Bekerja pada frekuensi 137 sd 174 Mhz •Ukuran Radio relatif kecil dan mempunyai versi Handy Talkie •Sistem modulasi yang digunakan adalah FM •Ukuran Antena kecil •Umumnya digunakan untuk jangkauan radius yang relatif dekat ( jangkauan satu kota ) •Saat ini banyak digunakan oleh masyarakat sebagai alat berkomunikasi dan sering disebut sebagai radio 2 meter •

RADIO UHF
•Bekerja pada frekuensi ultra tinggi (gelombang sangat pendek) •Ukuran perangkat kecil ( HT & Base Station) •Biasanya dipakai oleh Instansi Pemerintah dan Kepolisian atau Tentara •Jangkauan pendek, sehingga sering dipakai alat bantu REPEATER •Antena berukuran pendek / kecil •Tidak lazim / jarang dipakai oleh masyarakat umum untuk berkomunikasi •Harga relatif lebih mahal dari VHF dan sulit didapat dipasaran •

Radio Apa yang sebaiknya dipersiapkan untuk digunakan pada saat terjadinya bencana?

DIAGRAM JARINGAN KOMUNIKASI
PUSAT

Radio KRAP 27/11 Mhz

DAERAH # 1
Radio KRAP 27/11 Mhz Wilayah # 1 Wilayah # N

DAERAH # N
Radio KRAP 27/11 Mhz

Wilayah # 1

Wilayah # N

Radio KRAP (27Mhz, 11 Mhz) & Radio KRAP VHF (143 Mhz) RAPI LOKAL # 1 RAPI LOKAL # N

Radio KRAP VHF (143 Mhz)
Anggota RAPI # 1 Anggota RAPI # N Anggota RAPI # 1 Anggota RAPI # N

Jaringan Komunikasi
DATA BASE

Repeater

Rumah Sakit Control Room

TETRA Network

PERIS TIWA

DIAGRAM DAN JENIS RADIO YANG BIASA DIPAKAI UNTUK PENYAMPAIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI BAKORNAS HF RAPI DAERAH / SATKORLAK VHF SATLAK VHF RAPI WILAYAH RAPI WILAYAH RAPI WILAYAH RAPI WILAYAH

DIAGRAM DAN FREKUENSI YANG BIASA DIPAKAI UNTUK PENYAMPAIAN INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI SUMBAR RAPI PUSAT HF ( 11 . 415 . 0 MHz ) - USB RAPI DAERAH / SATKORLAK VHF ( 143 . 500 MHz ) RAPI WILAYAH
VHF – ( 143 . 400 MHz ) WILAYAH PADANG PANJANG

FREKUENSI KERJA RAPI
RAPI PUSAT ( JZ 09 ZZB )
HF ( 11 . 415 Mhz - USB )

RAPI DAERAH SUMBAR ( JZ 03 ZZD )/ SATKORLAK ( JZ 03 ZDB )
VHF ( 143 . 500 Mhz )

RAPI WILAYAH
PADANG – 143 . 000 Mhz BUKITTINGGI & AGAM – 143 . 100 Mhz PARIAMAN – 143 . 300 Mhz KAB . 50 KOTA – 143 . 170 Mhz PAYAKUMBUH – 143 . 070 Mhz PD . PANJANG & BMG – 143 . 400 Mhz SOLOK – 143 . 600 Mhz PASAMAN – 143 . 150 Mhz

NAMA PANGGILAN STASIUN
RAPI PUSAT
HF ( 11 . 415 Mhz - USB )

RAPI DAERAH SUMBAR / SATKORLAK
JZ 03 ZZD / JZ 03 ZDB

RAPI WILAYAH
PADANG – JZ 03 ZWA BUKITTINGGI & AGAM – JZ 03 ZWC PARIAMAN – JZ 03 ZWD KAB . 50 KOTA – JZ 03 ZWL PAYAKUMBUH – JZ 03 ZWE PD . PANJANG & BMG – JZ 03 ZWF SOLOK – JZ 03 ZWH PASAMAN – JZ 03 ZWK

Semua Perangkat Radio dan Orang yang menggunakannya harus secara resmi terdaftar dan mempunyai Izin
I K R A P IZIN KOMUNIKASI RADIO ANTAR PENDUDUK

PROSEDUR PENGAJUAN IZIN KOMUNIKASI
WILAYAH KE PENGGUNA

PENGGUNA / INDIVIDU

RAPI WILAYAH
•DOKUMEN + SURAT REKOMENDASI

DOKUMEN •SURAT PERMOHONAN •SKCK / KARPEG •PAS PHOTO •COPY KTP •MENGISI FORMULIR •BIAYA ADMINISTRASI ( Rp . 300 . 00 0 + materai )

IKRAP & KTA RAPI CALL SIGN

RAPI DAERAH

DINAS PERHUBUNGAN & RAPI PUSAT

SEKRETARIAT RAPI WILAYAH 03.06 PADANG PANJANG

CARA BERKOMUNIKASI 1 . Monitor terlebih dahulu dan dengarkan apakah ada orang yang menggunakan frekuensi 2 . Jika sedang digunakan , katakan “ BREAK ” , jika ada berita yang sangat mendesak atau darurat , atau “ CONTACT ”, jika kita mau memanggil seseorang di interval pembicaraan mereka . Lalu lanjutkan dengan salam RAPI dan memperkenalkan diri anda setelah dipersilahkan oleh pengendali jalur untuk masuk ke freq . tersebut . Pangggil callsign / stasiun yang anda tuju dan selanjutnya silahkan berkomunikasi dengan baik dan SI - PA - SI ( Singkat – Padat – Berisi ) 3 . Jika kosong , sebutkan callsign dan panggil callsign lawan bicara yang anda tuju serta sampaikan informasi / berita dengan menganut cara SIPASI 4 . Akhiri Pembicaraan dengan mengucapkan Terima Kasih dan Salam RAPI 51 . 55

HAL - HAL YANG HARUS DIHINDARI DALAM BERKOMUNIKASI DI RADIO 1 . Pembicaraan yang mengandung Unsur SARA , bersifat politik dan menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban 2 . Memonopoli penggunaan frekuensi Radio 3 . Pembicaraan yang bersifat komersial ( berbisnis ) 4 . Memancarkan berita sandi , kecual 10 Codes 5 . Memancarkan berita marabahaya atau berita lain yang tidak benar 6 . Memancarkan informasi yang tidak sesuai , misalnya musik , menyanyi , pidato , dongeng dan pembicaraan porno 7 . Dilarang menggunakan Radio Komunikasi diatas Kapal Laut dan di Pesawat Udara 8.

BEBERAPA ISTILAH UMUM YANG DIPAKAI DALAM BERKOMUNIKASI RADIO
1 . MODULASI : Suara yang didengar 2 . SIGNAL : Kekuatan Pancar ( biasa disebut DB ) 3 . BREAK : Kata yang digunakan untuk masuk kesuatu Frekuensi jika kita harus menghentikan komunikasi dan saat itu frequensi sedang digunakan 4 . INTERUPSI : Gunakan Kata ini jika ada informasi / berita yang bersifat emergency / penting / mendesak untuk disampaikan 5 . GANTI : Kata yang digunakan diakhir kalimat untuk menandakan anda selesai bicara 6 . STAND BY : Dengar dan tetap monitor

BEBERAPA CONTOH 10 CODES YANG SERING DIGUNAKAN 10 . 1 10 . 2 10 . 3 : Buruk : Baik : Berhenti 10 . 21 : Telpon 10 . 23 : Stand by 10 . 27 : Pindah Freq 10 . 28 : CallSign 10 . 31 : Antena 10 . 32 : Report Signal 10 . 33 : Emergency 10 . 35 : Rahasia 10 . 50 : Kosongkan Freq / jalur 10 . 70 10 . 85 : Kebakaran : Alamat

10 . 99 : Tugas Selesai 10 . 200 : Butuh Polisi 10 . 300 : Butuh 113 10 . 700 : Butuh SAR 10 . 900 : Perlu

Mengudara 10 . 4 : Dimengerti / Ok 10 . 5 10 . 9 : Pesan : Ulangi

10 . 12 : Ada tamu 10 . 14 : Berita 10 . 20 : Lokasi

bantuan di … 51 - 55 : Salam RAPI 73 : Salam Hangat

Alphabet Internasional yang sering di gunakan A = Alfa B = Bravo C = Charlie D = Delta E = Echo F = Foxtrot/Fo x G = Golf H = Hotel I = India J = Juliet K = Kilo L = Lima M = Mike N = November O = Oscar P = Papa Q = QueBec/queen R = Romeo S = SieRa T = Tanggo U = Uniform V = Victor X = X - Ray Y = Yangkie Z = Zoulu

TERIMAKASIH

SAMPAI JUMPA

51.55

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->