Anda di halaman 1dari 63

Universitas Indonesia

Program Pasca Sarjana


MM Komunikasi

Managerial Economics
Topik : a. Investment Decision & Capital Market
b. Decision under Risk and Uncertainty

Instruktur: Henry Faizal Noor


Email : dika1708@Yahoo.com
henry@bkpm.go.id
09/15/08 Henry F Noor.doc 1
Maret 2008
Kesejahteraan
Masyarakat

Mendapatkan
Mempunyai
Pelayanan
Pendapatan
Yang memadai dari
Yang memadai
Negara

Perlu Anggaran Negara Lapangan Pekerjaan


Yang memadai Sebagai
Sumber Nafkah

Perlu Aktivitas Ekonomi yang


tinggi

Perlu Investasi yang


memadai

09/15/08 Henry F Noor.doc 2


Aspek Investasi (Bisnis)

Pengorbanan

Hasil
Investasi: Mengorbankan (Harapan)
Jenis
Kesempatan Konsumsi
saat ini, untuk
mendapat manfaat di
masa datang

Waktu Resiko

09/15/08 Henry F Noor.doc 3


Public
VS
Private

Public,Private
Partnership Direct
(PPP) VS
Indirect
Jenis
Investasi

Domestic Autonomous
VS VS
Foreign Induced

09/15/08 Henry F Noor.doc 4


Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Wants
PEMUASAN
KONSUMEN
Needs

SUMBER
KONSUMSI PENDAPATAN

PRODUKSI Barang Jasa MENCARI


LABA

Diawali PELUANG
Dengan USAHA
Investasi (BISNIS)
09/15/08 Henry F Noor.doc 5
Pertumbuhan Ekonomi
dan
kesejahteraan Masyarakat

Suply
Demand
(Pemerintah Investasi(BISNIS) (Investor)
dan Masyarakat) Pengusaha

Laba dan Pertumbuhan


Usaha

09/15/08 Henry F Noor.doc 6


Harapan dapat
Manfaat
(Profit)

Terjadi secara Disengaja


Otomatis
Investasi (Induced
(Autonomous Menurut Jenisnya Investment)
Investment )
Karena ada
Karena kebutuhan
harapan

Kebutuhan
Produk Domestik Bruto
Atau PDB
(INCOME)

09/15/08 Henry F Noor.doc 7


Hubungan Investasi dengan Ekonomi Makro

X X

C G
C Ii G
Y=PDB

M Ia
M

Keterangan:
Y: Jumlah nilai tambah domestik (= Gross Domestic Product)
C : Konsumsi oleh rumah tangga dan swasta
Induced Investment G : Konsumsi Pemerintah
I : Investasi
I = fungsi (Laba) Autonomous Investment
X: Ekspor
I = fungsi (PDB) M: Impor
09/15/08 Henry F Noor.doc 8
Balas Jasa Modal

Langsung Tidak Langsung


(Direct Investment) Investasi (Indirect Investment)
Menurut Jenisnya
Memproduksi Memproduksi
Barang dan Jasa Jasa Keuangan

Dana

09/15/08 Henry F Noor.doc 9


Pertumbuhan
Ekonomi
dan
Pendapatan
Negara
Me
ro ndo

sil gha
ng

n
n
ka
Me

Investasi
Investasi Hubungan Investasi Publik
Swasta Publik dan Swasta

i
as
gh
en
M ong

ka l
en

n
r
do

Pengembangan
Prasarana dan
Sarana

09/15/08 Henry F Noor.doc 10


Investasi dan Waktu
Sekarang Masa yang akan datang

Investasi Harapan

Menunda Konsumsi Dapat Untung

mengorbankan kesempatan menerima balas jasa


yang sudah pasti
yang belum pasti

Seorang yang melakukan investasi, berarti mengorbankan yang sudah pasti, untuk sesuatu
yang belum pasti (berresiko)

Kesediaan untuk berkorban ini, wajar mendapat balasan, berupa balas jasa pengorbanan,
yaitu bunga (interest)

09/15/08 Henry F Noor.doc 11


Time Value of Money
(Nilai Uang menurut waktu penerimaan)
Sekarang Masa yang akan datang

Nilai Sekarang Tidak sama Nilai Masa yang akan datang


(Present Value) (Future Value)
PV F V

PV (1+i)n Akan sama F V

PV F V/ (1+i)n
Akan sama

i: Tingkat bunga(diskonto yang digunakan) n: periode(lamanya) waktu

tuk memudahkan perhitungan Present Value dapat digunakan Tabel Present Value)
Tabel Single(annuity): untuk penerimaan(cash flow) yang berbeda beda dari waktu kewak
Tabel Cummulative: untuk penerimaan yang seragam(sama) setiap waktu(tahun)
09/15/08 Henry F Noor.doc 12
Time Value of Money

Sekarang Investasi Masa Datang

Menanamkan Uang Menerima Hasil

Menunda Konsumsi
(Berkorban) Waktu Balas Jasa

Nilai Sekarang Nilai Masa yad


(Present Value) (Future Value)

Dibedakan Oleh:
PV
2. Waktu
FV = PV (1+ i ) n
3. Tingkat Bunga

09/15/08 Henry F Noor.doc 13


Table Present Value (PV) Single

ar Tingkat bunga (interest)

1% 2% ………… 12% …………..15% 16% ………20%…………………


0,9901 0,9904 0,8696 0,8621 0,8333
0,9803 0,9512 0,7561 0,7431 0,6945

Table Present Value (PV) Cummulative

ear Tingkat bunga (interest)


1% 2% ………… 12% …………..15% 16% ………20%…………………
0,9901 0,9904 0,8696 0,8621 0,8333
1,9704 1,9416 1,6257 1,6052 1,5278

4,8534 4,7135 3,3522 3,2743 2,9906

13,8651 12,8493 5,8474 5,5753 4,6755

09/15/08 Henry F Noor.doc 14


Arus dana: yang dimaksud adalah arus dana tunai (cash)

Untuk memperkirakan besarnya arus dana (cash) pada suatu periode


Dapat digunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi
Contoh:

URAIAN Menurut Akuntansi Keterangan Arus Kas


1. Penjualan Rp 500 juta Kas Masuk Rp 500 juta
2. Biaya-biaya
-Yang dibayar tunai Rp 200 juta Kas Keluar (Rp 200 juta)
- Penyusutan Rp 80 juta Kas masuk Rp 80 juta
3. Laba Operasi Rp 220 juta
4. Pajak Rp 66 juta Kas Keluar (Rp 66 juta)
Laba setelah Pajak Rp 144 juta Kas Masuk Bersih Rp 224 juta

Arus Kas Netto : Rp 224 Juta = Net Profit + Penyusutan

09/15/08 Henry F Noor.doc 15


Mendorong

Oleh Negara
Oleh Swasta
(Public Investment)
Investasi (Private Investment)
Tujuan Menurut Pelakunya
Tujuan
Pelayanan
Mencari Laba
Masyarakat

Bagaimana
Mendorong Kelayakannya ?

09/15/08 Henry F Noor.doc 16


Kelayakan Investasi
1. Kelayakan Teknis
2. Kelayakan Finansial

3. Kelayakan Ekonomis
Hanya melihat
satu aspek saja, Telah memperhitung
misalnya : Pasar, kan semua aspek terkait,
Teknologi, Supply, hanya saja belum mem
lokasi, atau Telah memperhitung
perhitungkan biaya kan semua aspek terkait,
legalnya saja Opportunity(pengor disamping itu juga sudah
banan ekonomis) memperhitungkan biaya
Opportunity(pengor
banan ekonomis)

PBP
Kriteria : PBP < Required

Return(Rata-2) Kriteria NPV


Kelayakan
Kriteria : Return> Cost Of Money Investasi Kriteria :NPV >0

PI IRR dan MIRR


09/15/08 Henry F Noor.doc 17
Kriteria : PI > 1 Kriteria : IRR > Cost Of Money
Penganggaran Modal (Capital Budgeting) TIME Value Of Money”
Penganggran Modal (Capital budgeting), dengan menggunakan prinsip “Time value of Money” sangat diperlukan untuk
menghitung kelayakan berbagia proyek investasi. Membandingkan “Nilai waktu penerimaan uang (cash inflow).
Penerimaan uang dimasa datang (Future Value) dinilai menurut waktu sekarang (Present Value)
 Menggunakan pendekatan Present Value.

1 2 3 4 5
1. Discounted 3. Profitability Indeks 4.Internal Rate Of
2.Net Present Value 5. Modified Internal
Payback (PI) atau BenefitCost Return (IRR)
(NPV) Rate Of Return(MIRR)
Menghitung pengembali Ratio Adalah tingkat diskonto
adalah selisih antara MIRR adalah discount
an investasi berdasarkan Adalah ratio adalahPV atau tingkat bunga yang
Present Value (PV) Rate (diskonto) yang
discounted dana yang dana yang masuk netto menyamakan PV cash
dana yang masuk menyamakan antara
masuk (cash - flows), (Net Cash Inflow ) Inflow dengan PV Cash
(Cash inflow) dengan pengeluaran proyek
selama umur proyek. dengan Investasi semula Out Flow Kriteria:
PV dana yang keluar atau Investment
Kriteria: PI =(PV Cash-Out Flows) 1.Bila IRR > TK bunga
Kriteria: Outlay dengan PV
Makin Cepat makin Baik Kriteria: proyek diterima
1.Bila NPV > 0 , OK Terminal Cash Flow
Makin pendek PayBack, 1.Bila PI > 1 , OK 2.Bila IRR < Tk bunga,
2.Bila NPV < 0, NO proyek
makin baik. 2.Bila PI < 1 , NO proyek ditolak

Terminal Value
adalah : Jumlah
dari F V Cash
Inflow compounded
Pakai Discount Faktor  Tabel Present Value
(bunga berbunga)
1. Tabel Single untuk Cash Flow yang berbeda ( Tidak sama jumlahnya setiap periode) dengan discount
2. Tabel Cummulative untuk Cash Flow yang seragam ( Sama jumlahnya setiap periode) biaya modal
09/15/08 Henry F Noor.doc 18
Discounted Payback :Menghitung metode pengembalian investasi proyek, berdasarkan discounted dari perkiraan dana
yang masuk (cash flows), selama umur proyek. :
Payback Period = No. of years before full recovery + Unrecovered Cost at period
Cash Flows during period
Number of yeasr before Recovery adalah Cummmulatif Cash Flows sampai tahun tertentu sebelum proyek lunas.
Tambahan waktu untuk melunasi (menutup seluruh investasi) proyek.
Kriteria untuk “menerima” suatu proyek, bila dipersyratkan kriteria tertentu adalah sebagai berikut:
Terima (Accepted) jika : Pay Back Period calculated > Maksimum accepted yang disyaratkan
Tolak (Rejected) jika : Pay Back Period calculated < Maksimum accepted yang disyaratkan
 Metode ini cocok untu menilai pemenuhan persyaratan, bukan mengukur profit

Contoh:
Saudara ditawarkan proposal proyek dengan perkiraan investasi Rp 15 Milyar, yang menghasilkan net cash flow sebesar
Rp 5 Milyar pertahun selama 5 tahun. Dengan menggunakan diskonto 12% pertahun dapat dihitung Discounted Pay back
Period sebagai berikut:
Tahun Cash Flow (Rp M) Discounted PV Cash Flow Cummulative PV Cash Flow
1. Rp 5.0 0,8929 Rp 4,4645 Rp 4,4645
2. Rp 5,0 0,7972 Rp 3,9860 Rp 8,4500
3. Rp 5,0 0,7118 Rp 3,5590 Rp12,0095
4. Rp 5,0 0,6355 Rp3,1775 Rp 15,127 0 M > Rp 15,0 M
5. Rp 5,0
Jadi Payback Period dapat dicapai setelah tahun ke 3 dan sebelum tahun ke 4, yaitu:
= 3 tahun + 15 - 12,0095 tahun = 3 tahun + 2,9005 =3,94 tahun, atau 3 tahun, 11 bulan 9 hari
09/15/08 3,1775 3,1775
Henry F Noor.doc 19
Contoh perhitungan Net Present Value, NPV (Time Value of Money)
adalah selisih antara Present Value (PV) dana yang masuk (Cash inflow) dengan PV dana yang keluar
 NPV =PV Cash Inflow - PV Cash Out Flow
Kriteria: 1.Proyek layak bila NPV > 0 2. Semakin besar NPV semakin baik

n
CIt NPV: Net Present Value
NPV = Σ t
- Investment OutLay CI t: Net Cash Flow Periosde ke t
t = 1 (1 + k ) k : Cost of Capital (discount Rate)
t : 1,2,3 n n : Umur Proyek

Misalkan Sdr menerima 3 (tiga) usulan Proyek (A,B, dan C) yang masingnya memerlukan invvestasi
Sebesar Rp 15 Milyar, dengan perkiraan Cash Flow (Rp Milyar) sebagai berikut:
Tahun Proyek A Proyek B Proyek C
1 Rp 5,0 Rp 1,0 Rp 9,0
2 Rp 5,0 Rp 3,0 Rp 7,0
Dengan menggunakan Discount
3 Rp 5,0 Rp 5,0 Rp 5,0
4 Rp 5,0 Rp 7,0 Rp 3,0 Rate 12%, NPV ketiga proyek tersebut
5 Rp 5,0 Rp 9,0 Rp 1,0 dapat dihitung sbb:
Total Rp25,0 Rp 25,0 Rp 25,0

Proyek A : Cash Flow Proyek ini jumlahnya tetap (Rp 5 M) setiap tahun. Dengan demikian NPV dapat dihitung sebagai berikut:
Tahun Cash InFlow Discount Factor* PV Cash InFlow
1 s/d 5 Rp 5,0 3,6048 Rp 18,024
Investasi awal (Cash OutFlow) 1 Rp 15,000
Net Present Value (NPV) Rp 3,024 Karena NPV > 0
* Kummulatif Disc Factor maka proyek ini layak
09/15/08 Henry F Noor.doc 20
Proyek B : Cash Flow Proyek ini jumlahnya tidak tetap(berbeda dari tahun ke tahun). Dengan demikian maka PV dihitung
dari tahun ke tahun, dengan menggunakan tabel PV single sebagai berikut:
Tahun Cash InFlow Discount Factor PV Cash InFlow (Rp Juta)
1 Rp 1,0 0,89286 Rp 8928
2 Rp 3,0 0,79719 Rp2,3915
3 Rp 5,0 0,71178 Rp3.5589
4 Rp 7,0 0,63552 Rp4.4486 Karena NPV > 0
5 Rp 9,0 0,56743 Rp5.1068
maka proyek ini layak
Total PV Cash Inflow Rp16.3898
Investasi awal (Cash OutFlow) 1 Rp 15.000
Net Present Value (NPV) Rp 1.3898

Proyek C : Cash Flow dari Proyek ini jumlahnya tidak tetap(berbeda dari tahun ke tahun). Dengan demikian maka PV dihitung
dari tahun ke tahun, dengan menggunakan tabel PV single sbb:
Tahun Cash InFlow Discount Factor PV Cash InFlow (RP Juta)
1 Rp 9,0 0,89286 Rp8,0357
2 Rp 7,0 0,79719 Rp5.5803
3 Rp 5,0 0,71178 Rp3.5589
4 Rp 3,0 0,63552 Rp1.9065
5 Rp 1,0 0,56743 Rp 5644
Karena NPV > 0
Total PV Cash Inflow Rp19.6489
Investasi awal (Cash OutFlow) 1 Rp 15.000 maka proyek ini layak
Net Present Value (NPV) Rp 4,6489

Perbandingan: No. Proyek NPV Rank


1. A Rp 3.0240 2
2. B Rp 1.3898 3
3. C Rp 4.6489 1
09/15/08 Henry F Noor.doc
Dari hasil perhitungan diatas, dan bila perusahaan dalam kondisi 21
Capital rationing ,maka yang dipilih adalah proyek “C”
Catataan: Seandainya proyek-proyek diatas mempunyai Salvage Value, atau Nilai Residu, maka nilai Salvage Value
tsb dianggap sebagai bagian dari Cash Inflows pada akhir periode (umur) proyek, dan harus dihitung Present Valuenya.

1. NPV suatu proyek akan lebih besar, bila penerimaan (arus dana) di awal proyek lebih besar, dan sebaliknya
2. Metode NPV tidak hanya berguna sebagai metode evaluasi proyek investasi, tetapi juga dapat digunakan sebagai ukuran
keuntungan (profitability) dari suatu proyek investasi.

Contoh Perhitungan Profitability Indeks (PI) atau Benefit Cost Ratio


Adalah ratio adalah PV dana yang masuk netto ( Net Cast Inflow ) dengan Investasi semula atau (PV Cash Out Flows )
Kriteria :1. Proyek Investasi layak diterima (Accepted) bila PI > 1,0 2. Ditolak (rejected): Bila PT <1

NPV: Net Present Value CI t: Net Cash Flow Periode ke


n CIt t : 1,2,3,.. n k : Cost of Capital (discount Rate)
PI= ∑ n : Umur Proyek
t=1 ( 1 + k )t

Contoh : Proyek investasi A,B,dan C dimuka dapat dihitung Profitability Indexnya (PI) sebagai berikut:
Proyek A Investasi :Rp 15,0 M dan PV Cash Inflow : Rp 18,084 M PI = Rp 18,024 M= 1,20
Rp 15,0 M

PI = Rp 16,38984 M= 1,092
Proyek B Investasi :Rp 15,0 M dan PV Cash Inflow : Rp 16,3898 M Rp 15,0 M

Proyek C Investasi :Rp 15,0 M dan PV Cash Inflow : Rp 19,64896 M PI = Rp 19,648 M= 1,309
09/15/08 Henry F Noor.doc Rp 15,0 M 22
Karena PI ketiga Proyek > 1, semuanya layak
Perbandingan :
Kesimpulan : NPV dan PI
No. Proyek PI Rank
1.Analisis dengan NPV dan PI memberikan hasil yang sama
1. A 1,201 2
2.NPV lebih cocok untuk proyek Mutually Exclusive karena memberikan
2. B 1,092 3
angka absolut
3. C 1,309 1

Contoh Perhitungan Internal Rate Of Return (IRR) dengan Time Value Of Money
Adalah tingkat diskonto atau tingkat bunga yang menyamakan PV cash Inflow dengan PV Cash Out Flow
Kriteria : Bila IRR > tingkat bunga, atau IRR = Tingkat bunga proyek diterima (Accepted)
Bila IRR < tingkat bunga, proyek ditolak (Rejected) Tingkat bunga yang dimaksud adalah Lending rate,
bukan borrowing rate

Teknik mendapatkan angka IRR:


1. Trial and Error (coba-2), menggunakan Financial Calculator -->Pilih 2 (dua) nilai diskonto yang berbeda, kemudian
dicari IRR yangmenyebabkan NPV=0 (Interpolasi atau Extra Polasi)
2. Menggunakan komputer  Excell

Grafik
NPV NPV

IntraPolasi

ExtraPolasi

IRR IRR
i
09/15/08 Henry F Noor.doc i 23
Contoh:
Proyek A memerlukan investasi sebesar Rp 15 Milyar, dengan Net cash flow pertahun Rp 5 milyar selama 5 tahun.
Bila investor menginginkan pengembalian (Required Return) sebesar 15%, apakah proyek tersebut layak ?
Penyelesaian:
1. Untuk menyelesaikan persoalan diatas, perlu dicari besarnya IRR dari proyek tsb, dan kemudian
2. Dengan menggunakan cara coba-coba - dicari 2(dua) nilai NPV, dengan menggunakan tingkat diskonto yang berbeda
 Misalnya diambil Disc rate 18% dan 20%
3. Lakukan perkiraan,baik melalui interpolasi, maupun extra polasi

Tahun Cash InFlow (RpM) Disc Rate 18% PV Cash InFlow Disc Rate 20% PV Cash InFlow

1 s/d 5 Rp 5,0 3,1272 Rp 15,636 2,9906 Rp 14,953


Investasi awal (Cash OutFlow) 1 Rp 15,000 1 Rp 15,000
Net Present Value (NPV) Rp 0,636 Rp 0,0047
Dari hitungan diatas, terlihat IRR berada antara 18% dan 20%

NPV
Rp 636 juta IRR= 18% + 2% (636) = 19,86%
(636 + 47)
IRR

18% 20% i Dengan membandingkan IRR dengan Required


(Cost of capital), ternyata IRR > dari Required Return
- Rp 47 juta
09/15/08 - Proyek A layak diterima
Henry F Noor.doc 24
Proyek B : Cash Flow dari Proyek ini jumlahnya tidak tetap(berbeda dari tahun ke tahun). Dengan demikian maka PV dihitung
dari tahun ke tahun, dengan menggunakan tabel PV single sebagai berikut
Tahun Cash InFlow Disc.Rate 15% PV Cash InFlow Disc.Rate 12% PV Cash InFlow
(RpMilyar) (Rp Juta) (Rp Juta)
1 Rp 1,0 0,8696 Rp 869,96 0,8929 Rp 892,29
2 Rp 3,0 0,7561 Rp2,268,30 0,7972 Rp2.391,60
3 Rp 5,0 0,6575 Rp3.287,50 0,7118 Rp3.559,00
4 Rp 7,0 0,5718 Rp4.002,60 0,6355 Rp4.448,50
5 Rp 9,0 0,4972 Rp4.474,80 0,5674 Rp5.106,60
Total PV Cash Inflow Rp14.402,80 Rp16.389,60
Investasi awal (Cash OutFlow) Rp 15.000,00 Rp15.000,00
Net Present Value (NPV) - Rp 92,200 Rp1.398,60
Bila si investor menginginkan tingkat pengembalian (Required Return) sebesar 15%, apakah proyek tsb layak diterima?

NPV
Rp 1398 juta

IRR
IRR B= 12% + 3% (1398,6) = 14,8%
(1398,6 + 92,2) 12% 15%

- Rp 92,2 juta

Dengan membandingkan IRR dengan Required (Cost of capital), ternyata IRR< dari Required Return  IRR < 15%,
Proyek B tidak layak (ditolak)
09/15/08 Henry F Noor.doc 25
Proyek C : Cash Flow dari Proyek ini jumlahnya tidak tetap(berbeda dari tahun ke tahun). Dengan demikian maka PV
dihitung dari tahun ke tahun, dengan menggunakan tabel PV single sebagai berikut
Tahun Cash InFlow Disc.Rate 15% PVCash InFlow Disc.Rate 12% PV Cash InFlow
(RpMilyar) (Rp Milyar) (Rp Milyar)
1 Rp 9,0 0,8696 Rp 7,8264 0,8929 Rp 8,0361
2 Rp 7,0 0,7561 Rp 5,2927 0,7972 Rp 5,5804
3 Rp 3,0 0,6575 Rp 1,9725 0,7118 Rp 4,9826
4 Rp 5,0 0,5718 Rp 2,8590 0,6355 Rp 3.1775
5 Rp 1,0 0,4972 Rp 0.4972 0,5674 Rp 0,5674
Total PV Cash Inflow Rp18.4478 Rp 22.3440
Investasi awal (Cash OutFlow) Rp15.0000 Rp 15.0000
Net Present Value (NPV) Rp3,4478 Rp7,3440
Dari perhitungan diatas telihat IRR berada diatas 15%
Bila si investor menginginkan tingkat pengembalian (Required Return) sebesar 15%, apakah proyek tsb layak diterima?

NPV

Rp 7.344 juta

IRR
IRR c= 15% + 3% (3,4478) = 16,4% Rp 3,4478 juta
(7,3440) 12% 15% i
Dengan membandingkan IRR dengan Required (Cost of capital), ternyata IRR> dari Required Return
09/15/08
- IRR > 15%, Proyek C layak diterima Henry F Noor.doc 26
Perbandingan Proyek (Dengan Kriteria IRR)
No. Proyek IRR Rank
1. A 19,66% 1
2. B 14,60% 3
3. C 16,40% 2
Dari hasil perhitungan diatas, dan bila perusahaan mengalami kondisi “Capital rationing” ,maka yang dipilih
adalah proyek “A”

NPV Versus IRR


1.Metode NPV dan IRR, akan selalu memberikan kesimpulan yang sama mengenai penolakan dan
penerimaan bagi proyek - proyek yang independent. NPV menunjukkan profitability, sedangkan IRR
menunjukkan margin.

2. Metode NPV dan IRR dapat menghasilkan “konflik rangking” untuk proyek-proyek yang Mutually Exclusive”

3. Dalam hal penggunaan “Lending Rate” maupun “borrowing rate” sebagai batasan untuk menerima
menolak suatu proyek, NPV memberikan jawaban yang lebih baik, dibandingkan dengan metode IRR,
begitu juga dengan penggunaan “cost of capital”.

4.Metode IRR dapat menghasilkan jawaban yang lebih dari satu (Multiple IRR), sehingga menyulitkan dalam
pengambilan Keputusan. Oleh karena itu penggunaan NPV lebih baik dari IRR

09/15/08 Henry F Noor.doc 27


Contoh1:
Proyek Cash Flow(Rp 1M) IRR NPV dengan Disc Rate 10%
Co C1
A -1,0 +1,5 +50% +Rp 364 juta
B +1,0 - 1,5 +50% -- Rp 364 juta
Bila menggunakan kriteria IRR kedua proyek tsb(A dan B) layak diterima
Bila menggunakan kriteria NPV, yang layak diterima adalah Proyek A

Contoh2: Seandainya Cost of Capital dari suatu proyek adalah 10% dengan Cash Flow (Rp M) sebagai berikut:
Co C1 C2 C3 IRR NPV

1,0 -3,6 + 4,32 - Rp1,76 20% -Rp750 juta


Bila menggunakan kriteria IRR proyek tsb layak diterima, karena IRR> cost of capital ---> 20% > 10%
Bila menggunakan kriteria NPV, proyek tsb tidak layak diterima karena NPV < 0

Contoh 3:Seandainya Cost of Capital dari suatu proyek adalah 10% dengan Cash Flow (Rp M) sebagai berikut:

Co C1 C2 IRR NPV

-4,0 + 25,0 - 25,0 25%dan 400% -Rp1.934 juta

NPV
1500
IRR Disc Rate
400%
0
09/15/08 50% 100% Henry F200%
Noor.doc 300% 28
25%
1500 IRR
5. Metode Modified Internal Rate of Return (MIRR)

MIRR adalah discount Rate(diskonto) yang menyamakan antara pengeluaran proyek atau Investment Outlay
dengan PV Terminal Cash Flow proyek tersebut
Terminal Value adalah : Jumlah dari F V Cash Inflow compounded (bunga berbunga) dengan Discount
biaya modal

Terminal Value(TV) = ∑ C IF t (1 + k )(n-1)k: Cost of Capital t: Waktu ke t


n: Jumlah periode CIF:Cash Inflow
nt=1
∑ C IFt (1 + k )(n-1)
Investasi Awal = t=1
(1 + MIRR )n- 1
Contoh:Proyek A : memerlukan Investasi sebesar Rp 20 Milyar dengan Cash Flow (Rp Milyar) sebagai berikut:
Bila cost of capital adalah 15%, maka MIRR dapat dhitung sbb:
Tahun Cash InFlow Rp 37.104.681 juta
Compounded15% Future Value (Rp jt) Rp 20.000 juta=
1 Rp 9,0 (1+MIRR)5-1
(1,15)4 15.741,056
2 Rp 7,0 (1,15)3 10.646,125 (1+MIRR)4 = Rp 1.85523405
3 Rp 3,0 (1,15)2 3.967,500 4log(1+MIRR) =log1.85523405=0,266348706
4 Rp 5,0 (1,15)1 5.750,000 log (1 +MIRR) = 0,067694676
5 Rp 1,0 (1,15)0 1,000,000 1 + MIRR = antilog 0,0925717 =1,167077445
MIRR = 1,167077445 - 1 = 0,167077445
Total Future Value Net Cash Flow (Terminal Value): 37.104.681

Dengan demikian didapat MIRR = 16,71%  MIRR >Cost of capital Proposal proyek tsb dapat diterima
09/15/08 Henry F Noor.doc 29
Kesimpulan IRR,MIRR dan NPV

1.Dalam IRR diasumsikan dana yang didapat dari proyek (Net Cash Inflow) diinvestasikan lagi kedalam perusahaan
dengan biaya modal sebesar IRR

2. Dalam perhitungan MIRR, diasumsikan dana yang didapat dari proyek (Net Cash Inflow) diinvestasikan
lagi kedalam perusahaan dengan biaya modal sebesarbiaya modal semula, bukan sebesar MIRR atau IRR

3. Dari 1 dan 2 diatas, masalah multiple IRR dapat diatasi dengan MIRR

4. Perhitungan dengan MIRR akan menghasilkan kesimpulan yang sama dengan NPV Dengan demikian
antara MIRR dan NPV tidak mungkin terjadi konflik rangking

Latihan
1. Bagaimana bila investasi adalah Rp 15,0 milyar dan biaya bunga 20% pertahun, Berapa MIRR ?, Apakah
Proyek diterima ?
2. Bagaimana pendapat SDRbila proposal diatas dianalisis dengan IRR, dengan biaya modal 20% pertahun,
apakah kesimpulannya berubah ?
3.Seandainya
09/15/08proposal diatas dianalisis dengan NPV ? Bandingkan
Henry F Noor.doc hasilnya dengan No. 1 dan 2, serta omentar
30 SDR
Sensitivitas Kelayakan Investasi

Variable yang berubah Yang Dipengaruhi Perubahan Kelayakan

HARGA (P)
*Pasar *Persaingan
*Kebijakan Perusahaan Pendapatan
*Efisiensi Perusahaan (Total Revenue, TR) Searah
*Kebijakan Pemerintah

Biaya dan Bunga


*Investasi * Sumber dana
*Input *Teknologi Biaya
* Skala Usaha (Total Cost, TC) Berlawanan Arah
* Kondisi Ekonomi dan
* Kebijakan Pemerintah

Waktu Penerimaan
* Tingkat Persaingan Cash Inflow Searah
* Kebijakan Kredit
* 09/15/08Ekonomi
Kondisi Henry F Noor.doc 31
Pasar Modal dan Pasar Uang

Pasar Modal: Adalah tempat atau sarana tempat memperjualbelikan surat berharga (sekuritas) yang
jatuh tempon (due datenya) jangka panjan,g diatas 1(satu) tahun, seperti saham dan obligasi

Pasar uang: Adalah tempat atau sarana tempat memperjualbelikan surat berharga (sekuritas) yang jatuh
tempo (due datenya) jangka pendek, atau paling lama 1(satu) tahun. seperti: CD (certificate deposit),
dan CP(Commercial Paper)

Fungsi Pasar Modal


Jual Sekuritas
1.Sarana untuk mencari
Beli Sekuritas
modal bagi perusahaan
Investor Perusahaan
2.Sarana untuk melakukan
Dapat Return investasi bagi investor
Dapat Modal

Pasar Primer Pasar Sekunder


(Perdana) (Bursa Efek)
Perusahaan  Investor Investor  Investor
Hasil Penjualan saham Hasil Penjualan saham
diterima perusahaan diterima investor awal
09/15/08 Henry F Noor.doc 32
PENAWARAN (Public Offering)

SEBELUM EMISI EMISI SESUDAH EMISI

Intern Primary Secondary


BAPEPAM Pelaporan
Perusahaan Market Market

1. Rencana Go Public
1. Emiten menyampaikan 1. Emiten mencatatkan 1. Laporan Berkala
2. R U P S 1. Penawaran oleh
pernyataan misalnya laporan
efeknya di bursa
3. Penunjukan : Pendaftaran sindikasi penjamin
2. Perdagangan efek Tahunan dan
Underwriter 2. Ekspose Terbatas di Emisi dan agen
Laporan Tengah
Profesi penunjang BAPEPAM di bursa
penjual Tahunan
Lembaga Penunjang 3. Evaluasi :
2. Penjatahan 2. Laporan Kejadian
4. Mempersiapkan Kelengkapan dokumen
kepada Penting dan
Dokumen-dokumen Kecukupan dan
kejelasan informasi pemodal oleh Relevan,
5. Konfirmasi sebagai
Keterbukaan (aspek sindikasi penjamin Misalnya : Akuisisi,
Agen Penjual oleh
hukum, kutansi, emisi dan emiten Pergantian Direksi
penjamin emisi
keuangan dan
6. Kontrak Pendahuluan 3. Penyerahan efek
manajemen)
dengan Bursa Efek 4. Komentar tertulis kepada Pemodal
7. Public Expose dalam 30 hari
Pasar Perdana Bursa
8. Penandatanganan 5. Pernyataan
perjanian-perjanjian pendaftaran
Effek
09/15/08 dinyatakan efektif Henry F Noor.doc 33
Karakteristik PASAR MODAL

PASAR REGULER PASAR NON REGULER PASAR TUNAI

SYSTEM NEGOSISASI SYSTEM NEGOSISASI SYSTEM NEGOISASI

Saham dalam satuan perdagangan Perdaganganblock sale >/=200 ribu Untuk Pialang yang gagal
lot (Lot = 500 saham, untuk Bank Saham perdagangan odd Lot < 500 memenuhi kewajiban
5000 saham) Pergerakan saham Perdagangan Tutup sendiri : menyelesaikan rtansaksi
harga kelipatan Rp. 25,- transaksi jual/beli oleh pialang pada pasar reguler/non
maksimum Rp. 200,- Transaksi perdagangan porsi asing: untuk reguler
terjadi bedasarkan prioritas harga saham yang porsi asingnya > 49%
dan prioritas waktu
09/15/08 Henry F Noor.doc 34
SSU Pasar DSU
(Surplus Saving Unit) (Deficit Saving Unit)
Modal
Saver Coincident Borrower
Investor Need and Wants Perusahaan

Pasar
* Memilih Sekuritas
* Info harga
Modal * Timing IPO
Sources of * Info harga
Information * Trend

Pasar * Masukan
* Memilih Waktu
(Saat Investasi)
Modal untuk
Fair Price manejemen
function
Pasar
Modal * Masukan
* Keputusan indikator bagi
investasi perekonomian manejemen
nasional

Efisiensi Pasar Modal (Capital Market Efficiency)


Hipotesa Efisiensi Pasar(EMH)--> sangat tergantung dari efisiensi informasi yang tersedia dipasar modal
1) accurate , up to date, and transparent of information (Informational efficiency)
 Kecepatan pasar bereaksi terhadap perubahan informasi yang terjadi
2)accuracy,up to date, transparancy and usefulness of information (opera tional efficiency)
 Kecepatan investor dalam pengambilan keputusan(eksekusi) berdasarkan informasi yang tersedia
09/15/08 Henry F Noor.doc 35
Transaksi dipasar Modal (Pasar Sekunder atau Bursa Efek)

Transaksi (jual dan beli) sekuritas dipasar modal didorong oleh perubahan Variable ekonomi, maupun oleh
berbagai informasi yang berkaitan dengan ekonomi nasional maupun internasional dan kinerja
dari (manejemen) perusahaan.

Transaksi (jual dan beli) sekuritas dipasar modal terjadi antara penjual dan pembeli karena adanya
perbedaan persepsi diantara keduanya mengenai kecenderungan kinerja bisnis perusahaan di
masa yang akan datang.  Perubahan harga sekuritas dimasa datang.

Transaksi (jual dan beli) sekuritas dipasar modal terjadi karena perbedaan persepsi diantara pembeli dan
penjual mengenai kecenderungan perubahan harga sekuritas dimasa datang, dan didorong
oleh motivasi untuk mendapat laba (balas jasa, return) atau menghindari resiko kerugian.

09/15/08 Henry F Noor.doc 36


Mekanisme Transaksi di Bursa Effek

Jenis Harga Sekuritas jangka panjang


Ada 2 (dua) jenis harga sekuritas yang mendorong terjadinya transaksi yaitu:
1. Harga Pasar (Market Price) adalah harga sekuritas yang terjadi di bursa effek  Pm

2. Harga Perkiraan (Expected Price) adalah harga sekuritas menurut perkiraan investor  Pe

Harga Perkiraan (Pe) didapat berdasarkan analisa :


a. Fundamental  Berdasarkan analisis Kinerja perusahaan dan industri secara keseluruhan
b. Technical  Berdasarkan analisis kecendrungan statistik harga yang terjadi (trend analysis)
c. Kombinasi antara a dan b
Teoritis Pm  Pe, OKI maka:

1. Bila : Pm > Pe, investor akan menjual sekuritasnya (sell atau do not buy)
2. Bila : Pm < Pe, investor akan membeli sekuritas tsb (buy atau hold)

09/15/08 Henry F Noor.doc 37


I.Fundamental (Rational) Analysis
1.Company Analysis
a. Financial Statement ----> *B/S *I /S * Sources and Uses Stat * Others
* Ratio Analysis *Likiditas * Profitabilitas * Efisiensi * Aktivitas
* Risk Analysis * Business Risk * Financial Risk * Other Risk
* Growth
b.Industry Analysis *Cross Sectional * Time Series * Life Cycle

a+b  Digunakan untuk memperkirakan harga sekuritas (Pe)

II. Technical (Trend) Analysis


1.Perkembangan harga saham
2.Menggunakan rational dan irrational Factors
3. Logika waktu dan kondisi ekonomi dan politik lingkungan
4.Trend Analysis
1+2+3+4 -----> digunakan untuk memperkirakan Pe New equilibriium
Price adjustment of new information was not automatically, but need a time
Old equilibriium
New equilibriium

New Info

III. Kombinasi Analysis


Menggunakan kombinasi dari kedua
09/15/08 analysis
Henry diatas untuk memperkirakan Pe
F Noor.doc 38
Universitas Indonesia
Program Pasca Sarjana
MM Komunikasi

Managerial Economics
Topik : Decision under Risk and Uncertainty

Instructor : Henry Faizal Noor


Email: dika1708@ Yahoo.com
09/15/08 HenryMaret 2008
F Noor.doc 39
Investasi dan Waktu

Sekarang Masa yang akan datang

Investasi UMUR
Menerima Hasil

Mengandung ketidakpastian (Uncertainty)  RESIKO

Resiko (Risk) ?
2. Adalah ketidak pastian mengenai sesuatu
3. Adalah kejadian yang tidak diinginkan
4. Sesuatu yang terjadi diluar tujuan semula
5. Kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan

Risk : adalah kejadian yang tidak diinginkan merupakan bagian dari


kehidupan, yang dapat terjadi tetapi tidak selalu dapat dihindari
 Part
09/15/08 of business which could
Henry be unavoidable.
F Noor.doc 40
Probabilita, Kejadian dan Resiko

Probabilita (p) adalah peluang timbulnya suatu kejadian  0 <Pi < 1

Jenis Kejadian (event) menurut probabilita:


1.Kejadian yang Pasti terjadi (Certainty Event) bila Pi = 1.
2. Kejadian yang tidak mungkin terjadi (Impossible event)  Pi=0
3. atau kejadian yang mungkin terjadi (Possible event)  0< Pi <1

Nilai harapan (expected Value) dan Resiko (Risk) dari sudut manajerial ini berkaitan
dengan “ Keputusan”(decision) yang dibuat sekarang untuk kegiatan yang dilaksanakan
dimasa yang akan datang
Sekarang Masa yang akan datang

Keputusan Kegiatan dan Hasil

09/15/08 Mengandung ketidakpastian (Uncertainty) - RESIKO


Henry F Noor.doc 41
Nilai Harapan,E(X) dan Resiko, s

Expected Value (nilai rata- rata yang diharapkan) dinotasikan E(x)

 E(x)= ΣXi Pi dimana  X i : event/kejadian Pi : Probabilta terjadinya Xi


E(X ) ini dalam Statistik deskriptif di kenal dengan rata rata hitung

Probabilita, dinotasikan dengan Pi adalah besarnya peluang (kemungkinan)


Terjadinya suatu kejadian dari berbagai alternatif yang dapat terjadi.

Sifat - sifat dari Probabilita:


1. Besarnya probabilita (pi) suatu kejadian adalah antara 0 dan 1
0 < pi < 1
2. Jumlah probabilita dari seluruh kejadian yang mungkin terjadi
(all possible out come) atau sample space adalah 1
n
Σ
i=1
pi= 1
09/15/08 Henry F Noor.doc 42
b. Penyimpangan ( Resiko) yang diukur dengan:
-
b.1. Deviasi Rata rata ( DR)  DR= X i - E(X) ATAU DR= Xi - X
b.2 Variance atau Kuadrat Standard Deviasi n --
Σpi
2 2
σ =
i=1
( X i -- X )

b.3 Coefficent Variation  CV

Menunjukkan besarnya resiko relatif atau merupakan ukuran Variasi Relatif

CV = σ-- x 100%  σ= σ
2

x
Ratio dari Standard Deviasi dengan rata rata matematis

CONTOH:

Keputusan Hasil
1. Untung (Rp. 5.000) Yang diharapkan

BISNIS 2. Impas ( Rp.0)


RESIKO
3. Rugi (-Rp. 3.000)
09/15/08 Henry F Noor.doc 43
Alternatif analisis Resiko
Untuk keperluan analisa Risikp (Risk Analisys), dalam pengambilan keputusan digunakan alternatif
sebagai
berikut : 1.Prinsip probabilita (Probability Principle). 2 Matrik Keseimbangan (Pay Offs Matriks) dan
3.Pohon
keputusan
1.Prinsip (Decision tree)
Probabilita:
 Pendekatan Peluang, timbulnya suatu kejadian (event) beserta segala sifat sifatnya

Contoh : Pendekatan Probabilita untuk menghitung Nilai harapan E (X) dan resiko (σ)

Kejadian Ke i Pi Nilai (Xi) PiXi [Xi-E(Xi)]2 Pi[Xi-E(Xi)]2


Untung 0,5 Rp. 5,000 2.500 11.560.000 5.780.000
Impas 0,2 0 0 2.560.000 512.000
Rugi 0,3 (-Rp. 3.000) (-900) 21.160.000 6.348.000
Jumlah Σ Pi=1,0 Σ Pi (Xi) = 1600 12.640.000

E(Xi) = Rp. 1.600,- σ 2x= Rp. 12.640.000  σ x= Rp. 3.555,3


Nilai Harapan : Rp. 1.600 dan Resiko: Rp. 3.555,3
09/15/08 Henry F Noor.doc 44
Bagaimana sikap SDR untuk BISNIS tsb ?
Sikap Manusia dalam Menghadapi Resiko

Profit Risk AVERS

Risk Neutral

Risk SEEKERS

Resiko

Sifat Bisnis: Pada umumnya High Risk high Return, Low Risk Low Rerurn

Risk Avers : Takut atau menghindar dari resiko

Risk Neutral : Neutral terhadap resiko


Risk Seekers : Senang bermain resiko
09/15/08 Henry F Noor.doc 45
2. Matrik Keseimbangan (Pay Off Matrix): Matrix yang memuat informasi mengenai Possible
Outcome serta nilai dari masing-masing outcome tersebut.
Contoh:
Pak Mamat seorang produsen ice cream merk Asyik biaya produksi Rp. 600/buah dan harga jual Rp. 1.000 per buah,
bila hari hujan dia dapat menjual 1000 buah, bila hari tidak hujan dan tidak panas (ber-awan) bisa menjual 2000 buah
sedangkan bila hari panas bisa menjual 3000 buah. Sebelum Pak Mamat memutuskan berapa akan diproduksi, dia
harus tahu lebih dulu cuaca esok harinya.

Penyelesaian masalah Pak Mamat diatas, tentu memerlukan ketepatan perkiraan mengenai cuaca esok hari, untuk
menghindari loss potential demand dan total loss dari bisnis esok harinya. misalnya : Hujan (p=0,25), cerah (p=0,50)
dan panas (p=0,25)
Untuk berjaga-jaga dari loss of potential demand (opportunity profit) dan total loss diatas, Pak Mamat, menambahkan
strategy produksi 1500 buah dan 2500 buah perhari. Berdasarkan skenario diatas, dapat disusun Pay off matrix
untuk keuntungan yang didapat pak Mamat sebagai berikut:

Cuaca

Strategy Hujan (p=0,25) Cerah (P=0,50) Panas (P=0,25)


Produksi (buah) (s/d 1000 buah) (s/d 2000 buah) S/d 3000 buah)

1000 Rp. 400.000 Rp. 400.000 Rp. 400.000


1500 Rp. 100.000 Rp. 600.000 Rp. 600.000
2000 Rp. 200.000 Rp. 800.000 Rp. 800.000
2500 (- Rp. 500.000) Rp. 500.000 Rp. 1000.000
3000 (- Rp. 800.000) Rp. 200.000 Rp. 1.200.000
09/15/08 Henry F Noor.doc 46
Berdasarkan pay off matrix Pak Mamat dimuka dapat dihitung nilai harapan (Expexted Value)
dan resiko (Risk) dari masing-masing strategi produksi adalah sebagai berikut:

Tabel Nilai harapan (E (X) ) dan Resiko (σ )


Stategi produksi “Ice Cream” Asyik
Strategi Produksi (unit) Nilai Harapan,E(X) Resiko (σ)
1 1000 Rp 400.000 Rp 0
2 1500 Rp 475.000 Rp 216.506
3 2000 Rp 550.000 Rp 433.127
4 2500 Rp 375.000 Rp 544.862
5 3000 Rp 200.000 Rp 707.107

Bagaimana memilih alternatif-alternatif diatas ?


Cara yang paling mudah dilakukan adalah melalui :
1.“ Strategi Dominasi” (Dominand Strategy yaitu alternatif/pilihan yang menghasilkan nilai harapan
yang terbesar & terkecil resikonya. Akan tetapi strategy dominasi ini tidak selalu dapat
menyelesaikan masalah secara objektif.
2. Membuat gambar (grafik) dari berbagai alternatif diatas.

3. OKI Keputusan akhir tergantung ”Decision Maker” -> Decision Maker dan resiko
Risk avers, risk neutral, risk seekers ?Henry F Noor.doc
09/15/08 47
Grafik Risk Return Trade Off untuk
Strategi Produksi “Ice Cream” Pak Mamat

Nilai Harapan, E(x) Produksi


2000/bh
Produksi Produksi 2500
550.000
1500 bh/hari ★ bh/hari
475.000 ★ ★
400.000
375.000
★ Produksi 1000 ★ Produksi 3000
bh/hari bh/hari
200.000
Resiko, σ
0 216.000 433.000 544.682 707.107

Dari grafik diatas, kelihatan bahwa untuk strategi produksi 1,2 dan 3 (sampai dengan produksi
2000 bh/hari) kenaikan nilai harapan (Return) yang diharapkan) masih searah dengan kenaikan
risiko.(risk)
• Return naik, risk juga naik dan sebaliknya,
• Namun setelah tingkat produksi 2000 bh/hari perubahan return & risk berlawanan arah
Return turun , Risk bertambah
09/15/08 Henry F Noor.doc 48
3. Pohon Keputusan (Decision Tree)
Menguraikan hasil dan dampak dari setiap alternatif keputusan

Contoh: Kasus Pak Mamat


E(X)=Rp400.000
1000
unit σ = 0
E(X)=Rp475.000
1500
unit
σ = 216.506

E(X)=Rp550.000
2000
Strategi unit
Produksi σ = 433.127

E(X)=Rp375.000
25000
unit σ = 544.862

E(X)=Rp200.000
3000
unit Henry F Noor.doc
09/15/08 σ = 707.107 49
Kriteria Pengambilan Keputusan

Para pengambil keputusan, kadang kala membuat kriteria tertentu agar tujuan yang diinginkan tercapai.

Maximin : Kriteria memilih yang terbaik dari berbagai kemungkinan yang terjelek
 The best among the worst possible outcome

Contoh: PT XYZ menghadapi pilihan strategi bersaing, apakah akan melakukan penurunan harga, atau tidak,
mengingat pasar yang dihadapi adalah pasar OLIGOPOLY. Bila melakukan Strategi bisnis, maka reaksi pesaing harus
diperhitungkan, agar perusahaan tidak terjebak Pada strategi yang salah. Berdasarkan scenario yang disusun oleh
bagian strategi pemasaran Perusahaan tsb, didapat informasi sbb:

Pilihan Strategi PT XYZ Reaksi Pesaing dan Profit yang didapat (Rp Juta)
Tidak menurunkan harga Menurunkan harga
1. Menurunkan Harga 3.000 2.500
2. Tidak menurunkan harga 5.000 1.000

Dari informasi diatas terlihat bahwa kemungkinan terjelek dari menurunkan harga adalah Rp 2500, Sedangkan
yang terjelek dari tidak menurunkan harga, hasilnya hanya Rp 1.000. Dengan demikian Maka bila menggunakan
kriteria MAXIMIN, maka yang dipilih adalah strategi menurunkan harga.Karena hasilnya lebih besar
- 09/15/08
(Rp 2.500 > Rp 1.000) Henry F Noor.doc 50
Minimax : Kriteria memilih kemungkinan penyesalan yang terkecil (the minimizes the
maximum possible regret or possibility Loss, among the possible outcome)
Contoh: PT XYZ menghadapi pilihan strategi bersaing, apakah akan melakukan penurunan harga, atau tidak,
mengingat pasar yang dihadapi adalah pasar OLIGOPOLY. Bila melakukan strategi bisnis, maka reaksi pesaing
harus diperhitungkan, agar perusahaan tidak terjebak Pada strategi yang salah. berdasarkan scenario yang disusun
oleh bagian strategi Pemasaran Perusahaan tsb, didapat informasi sbb:

Pilihan Strategi PT XYZ Reaksi Pesaing dan Profit yang didapat (Rp Juta)
Menurunkan harga Tidak Menurunkan harga
1. Menurunkan Harga 2.500 3.000
2.Tidak menurunkan harga 1.000 5.000
Bila menggunakan kriteria MINIMAX ini, perlu dicari infomasi mengenai besarnya penyesalan atau regret tabel
yang munkin terjadi dari berbagai kemungkinan seperti pada Tabel Berikut:

Tabel Penyesalan (Regret Table)


Pilihan Strategi PT XYZ Reaksi Pesaing dan Profit yang didapat (Rp Juta)
Menurunkan harga Tidak Menurunkan harga
1.Menurunkan Harga (2.500-2.500)=0 (5.000-3.000) =2.000
2.Tidak menurunkan harga (2.500-1.000)=1.500 (5.000- 5.000)=0
Dari informasi diatas terlihat bahwa Maximum Regret dari menurunkan harga adalah Rp 2.000, sedangkan bila
tidak menurunkan harga, Maximum regretnya Rp 1.500. Dengan demikian Maka bila menggunakan kriteria
MINIMAX, yang dipilih adalah strategi tidak menurunkan harga.Karena penyesalannya paling kecil
09/15/08 Henry F Noor.doc 51
 (Rp 1.500 < Rp 2.000)
Biaya ketidakpastian (Cost of Uncertainty)

Ketidak pastian (Uncertainty), dalam pengambilan keputusan, menimbulkan penyesalan atau regret.
 Ketidakpastian dapat menimbulkan unavoidable Opportunity Loss.
OKI perkiraan besarnya minimum opportunity Loss (minimum regret), adalah merupakan biaya dari ketidakpastian
(uncertainty) Minimum OPPORTUNITY LOSS = Σ Pi Xi  Pi = Probability of event Loss, Xi = Min. Loss

Menghitung biaya ketidak pastian, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan Besarnya biaya
pencarian informasi untuk menghilangkan ketidak pastian, dapat dilakukan Melalui 2 (dua) pendekatan yaitu :
1. Pendekatan Matrix Kerugian (Loss Matrix) 2. Pendekatan Pay off Matrix

LOSS MATRIX
Alternatif Pesaing menurunkan harga Pesaing Tidak menurunkan harga
Kebijakan Probabilita OPP.LOSS Expected OPP.LOSS OPP.LOSS Expected OPP.LOSS
1.Turunkan harga 0,4 Rp0 0 Rp1.500 Rp600
2.Harga Tetap 0,6 Rp2.000 1200 Rp0 0
1200 600
COST of Uncertainty = M inimum Expected Opportunity Loss---> Rp 600

Dengan demikian biaya untuk penelitian mendapat informasi yang pasti, maximum adalah Rp 600
09/15/08 Henry F Noor.doc 52
Pay off Matrix
Alternatif Pesaing menurunkan harga Pesaing Tidak menurunkan harga
Kebijakan Probabilita OPP.LOSS Expected OPP.LOSS OPP.LOSS Expected OPP.LOSS
1.Turunkan harga 0,4 Rp2.500 1000 Rp1.000 Rp400
2.Harga Tetap 0,6 Rp3.000 1800 Rp5.000 3000
2800 Rp3.400
Expected Value of Correct Decision after the fact= 0,4 (Rp 2.500) +0,6(Rp 5.000) =Rp 4.000
Expected Value the best alternative is Rp 3.400
COST of Uncertainty = Expected Value of Correct Decision - Expected Value of Best Alternative =Rp 3.400 - Rp 2.800 =Rp 6.00
COST of Uncertainty = Minimum Expected Opportunity Loss---> Rp 600

Soal: Bagaimana dengan bisnis Pak Mamat ?


* Pakai Kriteria Minimax ?
* Pakai Kriteria Maximin ?
*Pakai Cost of Uncertainty ?

09/15/08 Henry F Noor.doc 53


Manejement Risiko (How to deal with Risk)

RISK MANEJEMEN (MANEJEMEN RESIKO)


KIAT MANEJEMEN DALAM MENGHADAPI RESIKO
Alternatif yang lazim dalam menghadapi resiko:
• Menghindar dari risiko (Avoiding Risk) b.Mengurangi Resiko (Reducing Risk)
c. Menyiapkan diri menerima Risiko (Assuming Risk)
f. Memindahkan Risiko ke Persh Asuransi
Shifting the Risk to an insurance company

a. Menghindari Resiko (Avoiding Risk)


Adalah cara yang paling mudah dalam menghadapi resiko, yaitu dengan cara menghindari penyebab timbulnya
resiko tersebut.Hanya saja perlu diingat bahwa “tidak semua resiko” dapat dihindari, karena resiko adalah bagian
dari kehidupan.
Contoh: Bila anda melakukan bisnis, ada tiga kemungkinan yang dapat terjadi :
a. Untung  ini yang diinginkan oleh businessman. b. Impas dan c. Rugi
Kalau takut rugi atau Impas, maka anda tidak perlu ikut berbisnis, begitu juga dengan hal lainnya. Bila alternatif
pertama ini tidak bisa dilaksanakan, maka perlu dicari alternatif berikutnya.
09/15/08 Henry F Noor.doc 54
b. Mengurangi Resiko (Reducing Risk )
Bila resiko tidak mungkin dihindari, tentu resiko tersebut harus dihadapi. Pilihan yang mungkin dilakukan adalah
mengurangi resiko Mengurangi resiko, berarti memperkecil kemungkinan (probabilita) untuk terjadinya resiko
tersebut, atau memperkecil kerugian atau akibat dari resiko yang mungkin timbul. Mengurangi resiko dapat
dilakukan dengan melakukan berbagai program sebagai berikut :
1. Memahami perilaku resiko.( Education Program)
2. Menyiapkan Program Penyelamatan (Safety Program)
3. Menjaga timbulnya bahaya atau hazard (Preventive Program)

c. Menyiapkan diri menghadapi Risiko (Assuming Risk through self-Insurance)


Memperkirakan besarnya resiko yang mungkin timbul, kemudian menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan
untuk menangani resiko tersebut, misalnya menyiapkan dana atau resources lainnya untuk penyembuhan
(recovery) dari resiko yang timbul.
 Melakukan “Self insurance”
Menyiapkan program-program khusus untuk menghadapi resiko.

d. Pindahkan Risiko ke Asuransi (Shifting the risk to an Insurance company)


Merupakan cara yang paling lazim dilakukan dalam-dalam dunia bisnis saat ini (Merupakan salah satu bentuk
yang paling awal dalam Out Sourcing) Yaitu memindahkan resiko yang bakal dihadapi ke perusahaan asuransi,
dengan cara ikut asuransi (membayar polis asuransi)

Insurance is the substituttion of small know loss (premium expenses) for a larger unknow loss
09/15/08
(Cost Henry
of Riskor Hazard) which may or may notFoccur
Noor.doc 55
ASURANSI DAN RISIKO
Dari sudut asuransi, resiko dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:

1. Resiko yang dapat di asuransikan 2. Resiko yang tidak bisa diasuransikan


(Insurable Risk) (Unisurable risk)
a.Probabilita terjadinya resiko tersebut harus predictable
Bila suatu resiko tidak memenuhi syarat
b.Besarnya kerugian yang timbul oleh resiko tersebut
harus measurable” sebagai Insurable Risk termasuk
c. Resiko atau kerugian tersebut “by chance”, tidak kedalam kelompok Unisurable risk.
direkayasa
d.Resiko atau kerugian tersebut tesebar luas disemua
wilayah, tidak didaerah tertentu saja.
e.Perusahaan asuransi berhak untuk menerima atau menolak
resiko yang akan di asuransikan
f. Menolak untuk membayar resiko yang terlalu kecil,
sehingga biaya memprotes tagihan (klaim), lebih
besar dari tagihan (klaim) itu sendiri.
 Oleh karena itu biasanya timbul “deductible” atau
expenss dari insured, bila melakukan klaim (tagihan).

* Misalnya bila Sdr ikut asuransi mobil, maka tagihan yang


nilainya dibawah Rp. 100.000 tidak bisa diklaim.
*Setiap klaim “insured” melakukan klaim (tagihan), wajib
09/15/08 Rp. 100.000 sebagai biaya klaim. Henry F Noor.doc
membayar 56
Faktor faktor yang mempengaruhi Kebijakan Perusahaan dalam menangani Resiko

Karena tidak semua resiko dapat di asuransikan, baik karena sifat dari asuransi tersebut, atau apakah
karena ketidak tersediaan perusahaan asuransi yang dapat menampung resiko tersebut, maka manejemen
Perlu melihat faktor faktor berikut dalam menangani resiko perusahaan Untuk memilih alternatif mana yang
paling cocok untuk perusahaan tergantung dari kemampuan manajemen masing masing perusahaan.
Untuk memilih alternatif mana yang harus dipilih dari ke 4 (empat) alternatif yang tersedia, dapat dilihat faktor-
faktor berikut :

1. Jenis dan Sifat Resiko


Perlu dilihat apakah resiko tersebut dapat diinsuransikan (insurable risk) atau Uninsurable risk
Jenis dan sifat resiko ini dapat menghilangkan kemungkinan pemilihan alternatif untuk memindahkan
resiko ke perusahaan asuransi.

2.Volume dari resiko


Makin besar resiko yang bakal dihadapi, manajemen cenderung memindahkannya ke perusahaan assuransi.

09/15/08 Henry F Noor.doc 57


3.Sifat/pandangan manajemen dalam menghadapi resiko.
Secara umum sifat orang dalam menghadapi resiko dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu
a.Risk seeker: adalah kelompok yang berani atau senang menghadapi resikokelompok enterpreneur.
b.Risk Neutral adalah kelompok moderat; yang berani menghadapi resiko bila yang dihadapi sebanding
dengan keuntungan yang bakal didapat.
Kedua kelompok diatas (a dan b) disebut juga dengan istilah Risk taker.
c.Risk Averter: adalah kelompok yang takut atau menghindar dari resiko,

4. Faktor lain yang relevan dengan penanganan resiko.


Banyak faktor yang berkaitan dengan penanganan resiko yang harus diperhatikan dalam memilih
alternatif untuk penangan resiko usaha yang bakal dihadapi, seperti :

* Peraturan pemerintah atau Undang-undang yang mewajibkan ikut asuransi

* Keberadaan perusahaan asuransi untuk memindahkan resiko

* Kondisi perusahaan (keuangan, peralatan, teknologi, tenaga kerja dsb)

* Kesadaran atau tuntutan konsumen terhadap keamanan produk yang dihasilkan

09/15/08 Henry F Noor.doc 58


Prinsip - Prinsip Asuransi

1.Hukum bilangan besar (Law of large number  Probability)


adalah prinsip dalam memperkirakan besarnya peluang untuk terjadinya resiko. Besarnya peluang
(probability) dijadikan salah satu dasar perhitungan bisnis perusahaan asuransi  Mortality table untuk
asuransi jiwa.
2. Indemnity (Indemnification )
Prinsip ini menetapkan bahwa peserta asuransi (insured) tidak boleh mengambil keuntungan finansiil (dari
kerugian yang dideritanya) dari perusahaan asuransi (insurer)
Perusahaan asuransi (insurer) harus membayar peserta asuransi (insured) sejumlah uang ganti rugi,
tidak boleh besar dari kerugian finansiil yang diderita tertanggung (insured).

3. Terpenuhinya persyaratan Resiko (The concept of Insurable Risk).


Untuk bisa diasuransikan suatu resiko harus memenuhi syarat sebagai Insurable Risk

4.Terpenuhinya persyaratan kepentingan atas resiko (The Concept of Insurable Interest)


Orang atau badan usaha yang mengajukan tuntutan (Claimed) kepada perusahaan asuransi, harus
memiliki kepentingan secara legal (insurable Interest) atas barang/harta yang diasuransikan.
Insurable Interest ini harus didukung oleh bukti-bukti yang didukung oleh peraturan yang berlaku serta
dicantumkan (tertera) dalam kontrak asuransi. Insurable Interset ini dapat berupa :
* Partial Interest, * Contingent Interest, dan * Deafisible Interest/Liability Interest

09/15/08 Henry F Noor.doc 59


RESIKO YANG DAPAT DILINDUNGI ASURANSI

Kesehatan
Kewajiban dan
Harta Jiwa Pendapatan
Kepada pihak lain
(property) Kecelakaan (income)
(liability) (life)
(health)

Resiko karena
Resiko kerugian
kerusakan, atau
Resiko kerugian
karena kehilangan
kehilangan harta
karena sakit
Resiko kerugian pendapatan, karena
Resiko karena atau luka/rusak
kaena kematian, terganggu kesehatan
menimbulkan fisik tapi pembayaran atau di PHK dari
kerugian atau tidak berdasarkan tempat kerja
kerusakan harta atau indemnity
09/15/08 jiwa orang lain Henry F Noor.doc 60
SOAL Latihan

1. Mendekati penerapan kesepakatan AFTA tahun 2010, persaingan dikawasan ASEAN makin terasa meningkat.
Setiap perusahaan dituntut untuk selalu menciptakan innovasi dan kreasi baru, agar produknya tetap dapat
bersaing. Namun hal ini tentu akan mendorong penambahan biaya produksi, ditengah ketidak pastian nilai tukar
akibat gejolak ekonomi nasional mupun global. Sehubungan dengan hal diatas, CEO perusahaan
mempertimbangkan 2 (dua) Alternatif Strategi seperti pada tabel Pay Off berikut:

Perkiraan KURS Pilihan - Strategi

Tampil dg Model Baru Modifikasi Model lama

Rupiah Melemah (P=0,4) (- Rp 10 Milyar) Rp 10 Milyar

Rupiah Stabil (P=0,3) Rp 20 Milyar Rp 30 Milyar

Rupiah Menguat (P=0,3) Rp 120 Milyar Rp 50 Milyar

Berdasarkan informasi diatas, SDR diminta:

Memberikan rekomendasi pada CEO perusahaan tsb, alternatif mana yang sebaikknya dipilih ?

Lengkapi rekomendasi SDR dengan berbagai perhitungan yang relevan dan diperlukan

09/15/08 Henry F Noor.doc 61


2. SDR diminta pertimbangannya oleh Direktur perusahaan Transportasi Antar Kota mengenai
kelayakan penggantian armada Bis yang sekarang dengan armada baru. Nilai armada Bis yang lama
(menurut buku) tinggal Rp 90 Milyar, secara teknis dan masih bisa dimanfaat kan 3 (tiga ) tahun lagi.
Bila Bis baru yang buatan dalam negeri dioperasikan akan terjadi penghematan sebesar Rp 40
Milyar/tahun dan Armada Bis lama kalau dijual ke TIMOR TIMUR masih laku Senilai Rp 120
milyar. Harga beli armada Bis Baru tsb sekarang Rp 1500 Milyar dan rencananya dipakai hanya
untu 3 tahun operasi. Bila tingkat bunga yang berlaku adalah 16% SDR ditanyakan: Apakah
penggantian Kilang Layak ? Tunjukkan analisinya

3.Pak Kimin menyimpan uangnya pada Bank Pasar XYZ dengan tingkat bunga 12% per tahun
(Nominal), yang bunganya ditung setiap 3 bulan. Sementara itu Pak Rahmat menyimpan uangnya
pada Bank Pasar yang lain (PQR), dengan bunga 11,75 % /tahun), Berdasarakan informasi diatas
SDR diminta menilai:
Mana Bank Pasar yang lebih baik untuk menyimpan uang ?
Hitung bunga effectif yang diterima Pak Kimin dan Pak Rahmat

09/15/08 Henry F Noor.doc 62


4. Misalkan Sdr menerima 3 (tiga) usulan Proyek (A,B, dan C) yang masingnya memerlukan
investasi Sebesar Rp 15 Milyar, dengan perkiraan Cash Flow (Rp Milyar) sebagai berikut:

Tahun Proyek A Proyek B Proyek C


1 Rp 5,0 Rp 1,0 Rp 9,0
2 Rp 5,0 Rp 3,0 Rp 7,0
3 Rp 5,0 Rp 5,0 Rp 5,0
4 Rp 5,0 Rp 7,0 Rp 3,0
5 Rp 5,0 Rp 9,0 Rp 1,0
Total Rp25,0 Rp 25,0 Rp 25,0

Bila tingkat bunga yang berlaku adalah 15%, SDR diminta menghitung kelayakan
Kelayakan dari masing masing Proyek, dengan kriteria NPV Menyusun rangking kelayakan

5.Dengan menggunakan data Soal no. 5, SDR diminta menghitung Pay back Period, atau
masa pengembalian Modal dari proyekA,B dan C diatas, serta urutannya

09/15/08 Henry F Noor.doc 63