Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL PENELITIAN

PROBLEM DAN PROSPEK PEREKONOMIAN EKONOMI SYARIAH: PERSPEKTIF MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH (MES) KOTA PEKALONGAN

Disusun oleh :

DANY HADI WIJAYA


23706072

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN 2009

A.

LATAR BELAKANG

Konsep ekonomi syariah mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 1991 ketika Bank Muamalat Indonesia berdiri, yang kemudian diikuti oleh lembagalembaga keuangan lainnya. Pada waktu itu setiap lembaga keuangan syariah mengadakan sosialisasi dengan usaha sendiri, sehingga akan menjadi beban yang berat manakala mengetahui sosialisasi system ekonomi syariah hanya dapat berhasil apabila dilakukan dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, lembaga-lembaga keuangan syariah bekumpul dengan mengajak seluruh kalangan yang berkumpul dengan dengan mangajak seluruh kalangan yang berkepentingan untuk membentuk suatu organisasi, yang dengan usaha bersama akan melaksanakan program sosialisasi yang terstruktur dengan berkesinambungan kepada masyarakat. Organisasi ini kemudian dinamakan Masyarakat Ekonomi Syariah, dengan anggota dari lembaga keuangan syariah, lembaga pendidikan, lembaga nirlaba, perusahaan dan bahkan perorangan. Masyarakat Ekonomi Syariah yang disingkat dengan MES, atau dengan sebutan dalam bahasa Inggris adalah the Society for Islamic Sharia Economy, didirikan pada tanggal 26 Maret 2001. Pendiri MES adalah perorangan, lembaga keuangan, lembaga pendidikan, lembaga kajian dan badan usaha yang tertarik untuk

mengembangkan ekonomi syariah. MES berasaskan Syariah Islam. Serta tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia. Sehingga terbuka bagi setiap warga Negara dan badan hokum Indonesia tanpa memandang keyakinan agama. Pada awalnya MES didirikan hanya untuk di Jakarta saja dan tanpa mempunyai rencana untuk mengembangkan ke daerah-daerah. Ternyata kegiatan yang dilaksanakan oleh MES memberikan ketertarikan bagi rekan-rekan di daerah untuk melaksanakan kegiatan serupa. Pada saat itu disepakati mempersilahkan rekan-rekan di daerah untuk menggunakan nama MES dengan menambahkan nama daerah dibelakangnya. Disepakati pula bahwa bahwa diantara kepengurusan tidak ada jalur koordinasi apalagi komando. Prinsip dan etika MES adalah mampu memperkenalkan ekonomi syariah yang berkompeten karena pada dasarnya masyarakat adalah condong dengan kehidupan

sosialis dan manusia mahluk yang mempunyai kedudukan paling istimewa, karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dilengkapi dengan akal yang memiliki kemampuan untuk berfikir.1 Problem yang sering di hadapi MES ketika di lapangan adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai apa itu ekonomi syariah padahal jelas-jelas beragama Islam, hal seperti ini yang membuat MES kota Pekalongan harus menerangkan secara lebih terinci lagi baik dari segi teori maupun dari segi praktek.

Sementara itu dalam perekonomian yang semakin terbuka, pengaruh global semakin terasa. Bukan saja wadah perbankan Islam yang berhubungan dengan wadah perbankan konvensional, namun juga wadah-wadah lain yang ada di Indonesia saling berhubungan dengan wadah-wadah yang ada di luar negeri. Bisnis yang bernafaskan Islam mulai marak muncul di mana-mana seperti bisnis di sektor keuangan seperti: Bank, Leasing, Asurannsi, Pasar Modal,, Pegadaian dan bahkan bisnis lain yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat seperti: bisnis waralaba, hotel, pendidikan dan lain-lain. Namun kepesatan tumbuh dan berkembangnya bisnis Islam ini tidak diimbangi dengan upaya penyediaan Sumber Daya Manusia yang sesuai untuk mendukung keberhasilan bisnis tersebut.

Imam Suraji, Etika dalam Perspektif Al-Qur`an dan Al- Hadits, Cet. I (Jakarta: Puataka Al Husna Baru, 2006)

B.

RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang masalah di atas, hal yang penulis anggap layak untuk diteliti adalah: 1. Apakah ada pengaruh bahwa ekonomi islam adalah satu-satunya solusi bagi perekonomian? 2. Upaya apa yang dapat MES tempuh untuk mengembangkan ekonomi syariah? 3. Upaya-upaya apa untuk menarik minat tentang Ekonomi Syariah?

C.

TUJUAN KEGUNAAN

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

mengetahui

permasalahan

dan

prospek

perekonomian syariah yang sedang berkembang di masyarakat kota Pekalongan dalam perspektif Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) kota Pekalongan. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah agar ke depan mampu membuat program-program yang kemudian bisa di terima oleh masyarakat awam pada umumnya dan Masyarakat Ekonomi Syariah pada khususnya. Juga dapat megetahui perbedaan antara Ekonomi Islam Dan Ekonomi Konvensional.

D.

TELAAH PUSTAKA

1. Etika dalam Perspektif Al-Qur`an dan Al Hadits oleh Imam Suraji, di dalam buku ini dijelaskan etika dan akhlak bagi seorang muslim agar bisa menjadi contoh baik sesama muslim maupun terhadap nonmuslim, bagaimana seharusnya berperilaku dan bagaimana menjadi seorang muslim dalam perspektif Al-Qur`an dan Al Hadits sebagai sumber dari segala sumber ilmu hukum.2

2. Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam oleh Mustafa Edwin Nasution dalam bukunya diterangkan secara terperinci tentang Ekonomi Islam, bagaimana asal muasalnya.3

3. Teori dan Model Ekonomi Islam oleh Metwally artikelnya tentang teoriteori dan model Ekonomi Islam membantu di dalam penelitian ini.4

4. Ilmu Syariah dan Aplikasi Hukum oleh J M Muslimin dalam artikelnya memberikan pemahaman tentang ilmu-ilmu syariah dan beberapa aplikasinya dalam hukum.5

5. Pengembangan Teori Berlakunya Hukum Islam di Indonesia oleh Bustanul Arifin artikelnya yang memuat tentang bahwa pengaturan negara hukum Republik Indonesia, syari`at Islam berdasarkan Al-Qur`an dan Hadits dapat dijadikan peraturan perundang-undangan di Indonesia

Imam Suraji, Etika dalam Perspektif Al-Qur`an dan Al- Hadits, Cet. I (Jakarta: Pustaka Al Husna Baru, 2006) Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam, (Kencana Prenada Media Group, 2006) Metwally, Teori dan Model Ekonomi Islam, (Jakarta: PT. Bangkit Daya Insana, 1995) 5 J M Muslimin, Ilmu Syariah dan Aplikasi Hukum, 22 Desember 2008, rubrik opini Harian Umum Republika
4 3

sehingga orang Islam mempunyai syari`at yang sesuai dengan kondisi Indonesia.6

6. Islam dan Transformsi Sosial Ekonomi Muh Dawam Raharjo buku ini memberikan pemahaman tentang pendekatan sosiologi dalam ekonomi Islam.7

7. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Deskripsi dan Ilustrasi oleh Heri Sudarsono menerangkan konsep-konsep bank dan lembaga keuangan syariah dala hokum Islam.8

8. Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan oleh Adiwarman Karim memberikan pemahaman tentang bank Islam dan analisisnya dalam kitab ilmu fiqh.9

9. Syariah Marketing oleh Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula memuat tentang bagaimana cara untuk memasarkan Syariah yang sesuai dengan agama Islam.10

10. Apa dan Bagaimana Bank Islam oleh Karnaen Perwataatmadja dan M. Syafi`I Antonio tentang dasar-dasar yang menjadikan bank Islam dan perbedaannya dengan bank konvensional.11

Bustanul Arifin, Transformasi Syariah ke dalam Hukum Nasional, (Jakarta: Yayasan Al-Hikmah 1999) Muh. Dawam Raharjo, Islam dan Transformasi Sosial Ekonomi, (Jakarta: Lembaga Studi Agama dan Filsafat, 1999) 8 Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Deskripsi dan Ilustrasi, (Yogyakarta: Ekonisia, Fakultas Ekonomi UII, 2003) Edisi 2 9 Adiwarman Karim, Bank Islam: Analisis Fiqh dan Keuangan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada 2006) cet 3 10 Hermawan Kartajaya dan Muhammad Syakir Sula, Syariah Marketing, (Bandung: Mizan 2006) 11 Karnaen Perwataatmadja dan M. Syafi`I Antonio, Apa dan Bagaimana Bank Islam, (Yogyakarta: PT Dana Bhakti Wakaf 1997)
7

11. Syariat Islam dalam Perbincangan Ekonomi, Politik dan Sosial sebagai Studi Perbandingan oleh Samih Athif Zain dalam bukunya yang tentang Syariat-syariat ekonomi yang harus menjadi pemahaman sebagai perbincangan baik pilitik maupun sosial.12

12. Metodologi Penelitian Sosial Agama oleh Imam Suprayogo dan Tabroni menerangkan tentang metodologi-metodologi penelitian dalam social agama.13

13. Bank Syariah Konsisten Jalankan Prinsip Syariah oleh Syakir Sula tentang bank syariah yang konsisten menjalankan prinsip-prinsip syariah menurut Islam.14

Samih Athif Zain, Syariat Islam dalam Perbincangan Ekonomi, Politik dan sebagai Studi Perbandingan, (Hussaini, 1988) cet I 13 Imam Suprayogo dan Tabroni, Metodologi Penelitian Sosial Agama, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya 2003) 14 Syakir Sula, Bank Syariah Konsisten Jalankan Prinsip Syariah, (Republika: Jum`at 30 November 2007)

12

E.

KERANGKA TEORI

Ilmu ekonomi dalam arti umum adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia agar mencapai tujuan. Ilmu ekonomi adalah sebagai studi yang mempelajari manusia mencapai kesejahteraan. Kesejahteraan yang di maksud adalah segala sesuatu yang memiliki nilai dan harga, mencakup barang dan jasa yang di produksi dan dijual oleh pelaku bisnis. Setidaknya dalam praktek ada lima system ekonomi yang di kenal masyarakat dunia, yaitu:

1. Kapitalisme Paham kapitalisme berasal dari Inggris pada abad 18, kemudian menyebar, ide penggagasnya yang terkenal adalah Adam Smith. Salah satu teori yang terkenal dari Smith adalah manusia melakukan kegiatan ekonomi adalah karena dorongan kepentingan pribadi, yang bertindak sebagai pendorong manusia untuk mengerjakan sesuatu.

2. Sosialisme Dalam kehidupan sehari-hari istilah sosialisme digunakan dalam banyak arti.Sosialisme sebagai gerakan ekonomi muncul sebagai perlawanan terhadap ketidak adilan yang timbul dari system kapitalisme. Dalam masyarakat sosialis

hal yang menonjol adalah rasa kebersamaan. Untuk mewujudkan kebersamaan ini, alokasi produksi dan cara pendistribusian semua sumber ekonomi diatur oleh negara.

3. Komunisme Komunisme adalah bentuk paling ekstrem yaitu bentuk sistem perekonomian yang di dasarkan atas sistem, dimana segala sesuatunya serba dikomando, karena dalam system komunisme Negara adalah penguasa mutlak.

4. Fasisme Fasisme berasal dari filsafat radikal yang muncul dari revolusi indusri yakni sindikatisme. Dalam system ekonomi fasisme, pemerintah melakukan

pengendalian dalam bidang produksi, sedangkan kekayaan dimiliki oleh pihak swasta.

5. Islam Ilmu ekoonomi Islam merupakan ilmu pengetahuan social yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Sejauh mengenai masalah pokok, hamper tidak terdapat perbedaan antara ilmu ekonomi Islam dengan ilmu ekonomi modern. Andaikan ada perbedaan itu terletak pada sifatnya.

Ekonomi Syariah adalah ekonomi yang datang bersamaan dengan agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW maka sudah seharusnyalah kita memakai Ekonomi Syariah sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Problem atau masalah yang sering dihadapkan oleh masyarakat itu sendiri adalah kurang pengetahuan dari syariah yang sesuai dengan syari`at itu sendiri.

Jika diperhatikan sikap Negara-negara Islam terhadap Ekonomi Islam telah menunjukkan kemajuan yang berarti. Berbicara tentang Ekonomi Islam, perhatian kita biasanya tertuju pada Bank Islam, atau yang sering disebut sebagai Bank Syariah, hal ini tidak sepenuhnya salah, namun demikian tidak sepenuhnya benar. Ekonomi Islam tidak hanya tentang Bank Islam, namun Bank Islam adalah merupakan pintu gerbang untuk mengembangkan Ekonomi Islam. Dengan demikian inti dari Ekonomi Islam adalah menyangkut kemaslahatan dan kerelaan kedua belah pihak dalam bertransaksi. Dalam hal ini mencangkup berbagai bidang seperti pemasaran, lembaga keuangan dan jasa dan lainlain. Pembentukan manusia sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisnis Islam memerlukan waktu yang relative lama, perlu perencanaan yang baik sehingga pada waktunya dapat memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia Untuk lembaga tersebut. Sementara itu perpindahan Sumber Daya Manusia antara bank saat ini dirasakan cukup

tinggi,

sebagai akibat

lemahnya pengkaderan untuk

mengimbangi percepatan

pertumbuhan perbankan ataupun lembaga keuangan lainnya

Untuk pengkaderan ini lembaga-lembaga tersebut dan khususnya bagi Masyarakat Ekonomi Syariah menghadapi kendala karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan bila pengkaderan tersebut dipercayakan kepada lembaga training professional yang khusus untuk materi bisnis Islam, jumlah lembaga penyelenggarannyapun sangat terbatas. Demikian pula halnya dengan lembaga pendidikan tinggi yang

menyelenggarakan program bisnis/ekonomi Islam jumlahnya relatif sedikit.

Ekonomi Islam mempunyai sifat dasar sebagai Rabbani dan Insani. Disebut ekonomi rabbani karena sarat dengan arahan dan nilai-nilai Ilahiah. Dikatakan Ekonomi Insani karena system ekonomi ini dilaksanakan dan ditujukan untuk kemakmuran manusia. Untuk penelitian tersebut menekankan sejauh mana usaha-usaha yang dilakukan Masyarakat Ekonomi Syariah untuk terus melakukan Eksistensinya terhadap Ekonomi Islam Disamping itu, ada beberapa persoalan yang menghadapi kemajuan Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah. Diantaranya, pertama banyak masyarakat awam belum mengerti dan paham akan Ekonomi Islam. Kedua, ketidak tertarikan masyarakat terhadap syariah meskipun banyak juga yang tertarik dengan Ekonomi Islam. Maka keimanan sangat penting dalam Ekonomi Islam karena secara langsung akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk kepribadian, perilaku, gaya hidup, selera dan preferensi manusia. Berbeda dengan paham naturalis yng menempatkan sumber daya dipandang sebagai faktor terpenting atau paham monetaris yang menempatkan model financial sebagai yang terpenting, dalam Ekonomi Islam Sumber Daya Insani menjadi factor terpenting. Manusia menjadi pusat sirkulasi manfaat ekonomi dari berbagai sumber daya yang ada.

F.

METODE PENELITIAN Dalam memilih metodologi yang akan digunakan untuk melakukan penelitian,

diperlukan ketelitian yang nantinya akan diperoleh hasil yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Adapun metode penelitian ini meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Sifat Penelitian Penelitian ini adalah penelitian lapangan, dengan harapan dapat mengungkap informasi secara mendalam tentang Masyarakat Ekonomi Syariah, dan bagaimana penerapannya dalam sehari-hari.

2. Lokasi Penelitian Lokasi dalam penelitian ini penulis mengambil lokasi di Kota Pekalongan.

3. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey literatur dengan kuesioner sebagai alat atau sarana untuk mengumpulkan data.

4. Metode Analisis Data

a. Pengamatan secara langsung. Hal ini dilakukan dengan melakukan pengamatan terhadap kegiatan pada Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk

mempromosikan atau mengenalkan Ekonomi Syariah.

b. Dokumentasi. Yaitu guna untuk mengumpulkan data yang bersumber dari dokumentasi asli dari Masyrakat Ekonomi Syariah (MES).

5. Kuesioner Metode ini dengan mengumpulkan data secara tanya jawab terhadap Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan.

G.

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Agar Proposal ini mudah dipahami, maka penulis menyusunnya ke dalam beberapa bab, yaitu:

Bab I atau bab pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan kegunaan, telaah pustaka, kerangka teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

Bab II yang berjudul Problem dan Prospek Perekonomian Ekonomi Syariah: Perspektif Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Pekalongan. Menguraikan tentang pandangan Masyrakat Ekonomi Syariah Kota Pekalongan serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan terhadap masyarakat umum.

Bab III menjelaskan tentang kodisi Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Pekalongan, menganalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologis terhadap relasi agama