Anda di halaman 1dari 12

KEORGANISASIAN MUHAMMADIYAH

Nama Muhammadiyah diambil dari nama rosul terakhir yang membawa agama yang sempurna dan menyempurnakan. Nama itu di berikan oleh pendirinya Kyai Haji Ahmad Dahlan, terdorong oleh keprihatinan beliau menyaksikan ummat islam yang pengamalan agamanya campur baur dengan ajaran lain seperti Hindu,Budha, Animisme dan dinamisme. Adapun maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah untuk memurnikan ajaran islam yang sesuai dengan sumbernya Al-quran dan sunnah Rosulullah SAW. Yang mempunyai lima hakikat sebagai ciri utamanya,yaitu : 1. Muhammadiyah adalah gerakan Islam Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah senantiasa beraktivitas dan dinamis dalam menggerakkan Islam agar jangan sampai statis dan jumud. 2. Muhammadiyah adalah gerakan Dakwah Sebagai gerakan dakwah , Muhammdaiyah Senantiasa melaksanakan dakwah amar maruf nahi mungkar, menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari segala kemungkaran, baik kepada individu maupun kepada masyarakat lingkungan. 3. Muhammadiyah adalah gerakan tajdid

Sebagai gerakan tajdid, Muhammadiyah berupaya mengajak masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan mengamalan islam menuju kepada pemurnian ajaran Islam yang bersumber pada Quran dan Sunnah. 4. Muhammadiyah adalah gerakan Sosial Sebagai gerakan social, Muhammadiyah senantiasa bergerak dalam kegiatan social kemasyarakatan, memperdulikan lingkungan dan berusaha mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bersama. 5. Muhammadiyah adalah gerakan Nasional Sebagai gerakan nasional, Muhammadiyah dalam gerak langkahnya tidak meninggalkan kultur dan budaya Indonesia selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Organisasi Otonom Muhammadyah Organisasi Otonom Muhammadiyah ialah organisasi atau badan yang dibentuk oleh Persyarikatan Muhammadiyah yang dengan bimbingan dan pengawasannya diberi hak dan kewajiban untuk mengatur rumah tangga sendiri, membina warga Persyarikatan Muhammadiyah tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu pula dalam rangka mencapai maksud dan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah.

Struktur dan Kedudukan Organisasi Otonom Muhammadiyah sebagai badan yang mempunyai otonomi dalam mengatur rumah tangga sendiri mempunyai jaringan struktur sebagaimana halnya dengan Muhammadiyah, mulai dari tingkat pusat, tingkat propinsi, tingkat kabupaten, tingkat keca-matan, tingkat desa, dan kelompokkelompok atau jama'ah-jama'ah.

Persyaratan Pembentukan Organisasi Otonom 1. Mempunyai fungsi khusus dalam Persyarikatan Muhammadiyah.

2. Mempunyai potensi dan ruang lingkup nasional.

Tujuan Pembentukan Organisasi Otonom 1. Efisiensi dan efektifitas Persyarikatan Muhammadiyah. 2. Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah. 3. Dinamika persyarikatan Muhammadiyah. 4. Kaderisasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Hak dan Kewajiban Dalam kedudukannya sebagai organisasi otonom yang mempunyai kewenangan mengatur rumah tangga sendiri, Organisasi Otonom Muhammadiyah mempunyai hak dan kewajiban dalam Persyarikatan Muhammadiyah. Kewajiban Organisasi Otonom 1. Melaksanakan Keputusan Persyarikatan Muhammadiyah. 2. Menjaga nama baik Persyarikatan Muhammadiyah. 3. Membina anggota-anggotanya menjadi warga dan anggota Persyarikatan Muhammadiyah yang baik. 4. Membina hubungan dan kerjasama yang baik dengan sesama organisasi otonom. 5. Melaporkan kegiatan-kegiatannya kepada Pim-pinan Persyarikatan Muhammadiyah. 6. Menyalurkan anggota-anggotanya dalam kegiatan gerak dan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah sesuai dengan bakat, minat dan kemam-puannya.

Hak yang Dimiliki oleh Organisasi Otonom Muhammadiyah : 1. Mengelola urusan kepentingan, aktivitas, dan amal usaha yang dilakukan organisasi otonomnya. 2. Berhubungan dengan organisasi/Badan lain di luar Persyarikatan Muhammadiyah. 3. Memberi saran kepada Persyarikatan Muham-madiyah baik diminta atau atas kemauan sendiri. 4. Mengusahakan dan mengelola keuangan sendiri.

Organisasi Otonom dalam Persyarikatan Muhammadiyah

Organisasi otonom dalam Persyarikatan Muham-madiyah mempunyai karakteristik dan spesifikasi bidang tertentu. Adapun Organisasi otonom dalam Persya-rikatan Muhammadiyah yang sudah ada ialah sebagai berikut : 1. Aisyiyah (bergerak di kalangan wanita dan ibu-ibu) 2. Pemuda Muhammadiyah (bergerak di kalangan pemuda) 3. Nasyiatul Aisyiyah (bergerak di kalangan perempuan-perempuan muda) 4. Ikatan Remaja Muhammadiyah (bergerak di kalangan pelajar dan remaja) 5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (bergerak di kalangan mahasiswa) 6. Tapak Suci Putra Muhammadiyah (bergerak dalam aktivitas bela diri) 7. Hisbul Wathan (bergerak dalam aktivitas kepanduan).

1. AISYIYAH

Aisyiyah merupakan wadah perjuangan dan amal usaha bagi kaum perempuan Muhammadiyah. Kedudukannya sebagai ortom Muhammadiyah tidak sama dengan ortom-ortom yang lain karena gerak dan kegiatan Aisyiyah seimbang dengan gerak dan kegiatan kaum laki Muhammadiyah. Karena itulah pada Muktamar 44 di Jakarta, Maka Aisyiyah dinyatakan sebagai ortom Khusus atau Organisasi Otonom Khusus. Aisyiyah didirikan oleh Kyai H Ahmad Dahlan yang bemula dari kumpulan pengajian kaum ibu yang dibimbing oleh beliau yang bernama pengajian Sopo Tresno.

Kegiatan pengajian disesuaikan dengan kegiatan Muhammadiyah, dengan tujuan mendidik kaum ibu untuk berorganisasi dalam melaksanakan agama Islam. Pada tanggal 27 Rajab 1335 Hijriyah bertepatan tanggal 19 Mei 1917 Miladiyah, pengajian Sopo Tresno resmi berganti nama dengan Aisyiyah yang berarti pengikut ibu Aisyah Ra. Diantara kegiatan-kegiatan atau amal usaha Aisyiyah ialah: 1. Menyelenggarakan pendidikan Kelompok Bermain dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2. Menyelenggarakan Taman Pendidikan Al-Quran 3. Mengasuh dan menyantuni anak yatim baik di dalam panti maupun non panti(asuhan keluarga) 4. Mendirikan sekolah perawat dan sekolah bidan 5. Mendirikan balai kesehatan dan rumah bersalin 6. Membina para remaja putri melalui Nasyiatul Aisyiyah 7. Membina desa Qoryah Thayibah 8. Membina wanita desa 9. Membina keluarga sakinah 10.Membina muallaf 11.Menyelenggarakan bimbingan Haji Aisyiyah 12.Menerbitkan majalah suara aisyiyah

1. Nasyiatul aisyiyah

Nasyiyatul Aisyiyah bermula dari perkumpulan pelajar atau remaja putri yang dibimbing oleh kyai dan nyai Dahlan yang bernama Siswo Proyo Wanito. Mereka dididik dengan pendidikan agama Islam, keterampilan wanita seperti memasak, menjahit, menyulam, dan pendidikan kewanitaan yang harus di miliki oleh calon ibu rumah tangga. Perkumpulan itu akhirnya berganti nama dengan Nasyiyatul Aisyiyah yang berarti Tunas atau kader Aisyiyah. Di resmikan pada tanggal 28 Zulhijjah 1349H bertepatan dengan tanggal 16 Mei 1931 M. Lambang Nasyiatul Aisyiyah adalah : seuntai padi yang berisi 12 butir, bertangkai 4 helai (2 pasang ) daun hijau yang ditegakkan diatas pita dengan semboyan atau tulisan Arab : Al birru manittaqo. Berada dalam lingkaran yang bertuliskan Nasyiatul Aisyiyah puteri Muhammadiyah.

2. PEMUDA MUHAMMADIYAH (PM)

Pemuda Muhammadiyah berawal dari perkumpulan para pemuda yang bernama Siswo Proyo Priyo. Pada tahun 1918 anak-anak muda tersebut dididik dalam kepanduan Hizbul Wathan. Sebelum ditetapkan sebagai ortom, peerkumpulan pemuda muhammadiyah ini menjadi bagian dari organisasi Muhammadiyah Majlis pemuda. Pada tanggal 25 Zulhijjah 1350 H, bertepatan dengan tanggal 2 Mei 1932 M. pemuda Muhammadiyah resmi sebagai organisasi otonom Muhammadiyah. Lambang Pemuda Muhammadiyah : setangkai kuncup melati berkelopak enam, berdaun bunga lima, dengan dua helai daun diatas pita yang bertuliskan fastabiqul Khairat dengan tulisan arab

3. IKATAN REMAJA MUHAMMADIYAH

mulanya bernama (IPM) sebagai wadah sekolah Muhammadiyah,

ikatan pelajar Muhammadiyah bagi pelajar di lingkungan yang telah resmi sebagai ortom

Muhammadiyah sejak tanggal 18 Juli 1961. Organisasi IPM ini telah berjalan dan berkembang dari tingkat ranting hingga pusat dan telah beberapa kali menyelenggarakan Muktamar. Pada tahun 1992, merupakan catatan sejarah bagi IPM, organisasi pelajar ini diangggap berbenturan dengan Osis (organisasi Siswa Intra Sekolah). Sehingga harus berganti nama dengan Ikatan Remaja Muhammadiyah. dalam rangka mencapai

Tujuan IRM sebagaimana tercantum dalam AD nya adalah : Terbentuknya remaja muslim yang berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri dan berguna bagi masyarakat tujuan Muhammadiyah. Lambang IRM : gambar perisai berbentuk pena dengan penampang berlapis lima yang berwarna hitam, merah, kuning, putih dan hijau, bertulisan semboyan dengan huruf Arab : Nun. Wal qolami wama yasturun.

4. IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH

Terbentuknya IMM adalah atas prakasa PP Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, yang membentuk kelompok belajar (study Group) bagi para mahasiswa Muhammadiyah. Kelompok inilah yang menjadi cikal bakal organisasi otonom IMM yang diresmikan pada tanggal 14 Maret 1964. Perkembangan IMM seirama dengan perkembangan perguruan tinggi Muhammadiyah, diimana ada perguruan tinggi muhammadiyah, disitu ada IMM. Namun terjadi perkembangan yang sangat menggembirakan karena pada perguruan tinggi negeri maupun suasta yang bukan Muhammadiyah pun IMM dapat tumbuh. Hal ini merupakan sesuatu yang mengagumkan

Lambang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah : penampang perisai pena yang berlapis tiga, berwarna hitam, kuning dan merah . ditenghnya terdapat sinar matahari yang diatasnya ada gambar lambang Pemuda Muhammadiyah, dan diatasnya terdapat tulisan IMM.

5. TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

Didirikan di Yogyakarta pada tanggal 31 Juli 1963. Tapak suci putra muhammadiyah adalah perkumpulan bela diri atau perguruan seni bela diri yang bertujuan untuk mendidik dan membina ketangkasan dan ketrampilan seni bela diri yang sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam Motto Tapak suci adalah ;Dengan tapak suci jasmani kita sehat, jiwapun sehat, pikiran pun cerdas, dan hati selalu suci. Lambang tapak suci mempunyai makna : bertekad bulat mengagungkan asma Allah, kekal abadi, menyemerbakkan keharuman yang sempurna, kesucian hati dalam menunaikan rukun iman dan rukun Islam, serta mengutamakan keakraban, kejujuran dan kerendahan hati.

6. Gerakan Kepanduan

Hizbul Wathan Lambang Hizbul Wathan Singkatan HW .Slogan Berlomba Lomba Dalam Kebaikan Pembentukan 1918 Badan hukum Organisasi otonom dalam Muhammadiyah Tujuan Pendidikan anak/pemuda Kantor pusat Yogyakarta Wilayah layanan seluruh Indonesia Keanggotaan perorangan Ketua Umum Abdul Rasyid Wasyim Organ utama Kwartir Pusat Organisasi induk Persyarikatan Muhammadiyah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (disingkat HW) adalah salah satu organisasi otonom (ortom) di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. HW didirikan pertama kali di Yogyakarta pada 1336 H (1918 M) atas prakarsa KH Ahmad Dahlan, yang merupakan pendiri Muhammadiyah. Prakarsa itu timbul saat beliau selesai memberi pengajian di Solo, dan melihat latihan Pandu di alun-alun

Mangkunegaran. Gerakan ini kemudian meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka pada 1961, dan dibangkitkan kembali oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan SK Nomor 92/SK-PP/VIB/1.b/1999 tanggal 10 Sya'ban 1420 H (18 November 1999 M) dan dipertegas dengan SK Nomor 10/Kep/I.O/B/2003 tanggal 1 Dzulhijjah 1423 H (2 Februari 2003) HW berasaskan Islam. HW didirikan untuk menyiapkan dan membina anak, remaja, dan pemuda yang memiliki aqidah, mental dan fisik, berilmu dan berteknologi serta berakhlak karimah dengan tujuan terwujudnya pribadi muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader persyarikatan, umat, dan bangsa.

Top of Form Bottom of Form

Bottom of Form

Anda mungkin juga menyukai