Kimia dasar Hibridisasi sp alkuna sp2 alkena sp3 alkana

ikatan rangkap 3 ikatan rangkap 2 ikatan tunggal

linier trigonal tetrahedral

dan 2 buah dan semua

Gugus fungsi adalah letak kereaktifan kimia dalam molekul Stereokimia: studi mengenai molekul-molekul dalam ruang 3 dimensi Isomer geometri ketegaran alkena memiliki isomer (rigity)mengakibatkan geometri: isomeri cis dan trans sistem (E) dan (Z) nomor atom semakin tinggi makin naik prioritasnya Konformasi molekul merupakan bentuk konformer yang dimiliki molekul&bagaimana bentuk sikloheksana: ini bisa berubah H ekuatorial (dalam bidang) H aksial (sejajar sumbu) Kiralitas (chirality) molekul penataan kiri atau kanan terdiri atas: atom-atom di sekitar asimetrik enantiomer/bayangan cermin yang tidak dapat diimpitkan Rotasi R: searah jarum jam S: berlawanan jarum jam Pada sistem resemik juga terdapat (R) dan (S) contoh Alkil halida (RX) Aril halida (ArX CH3-I mengalami reaksi substitusi mengalami reaksi eliminasi

Halida vinilik

CH2=CH-Cl

Senyawa Organologam

mengalami reaksi bersaingan tergantung struktur 10 /20 /30 mengalami reaksi Grignard

Alkoksida: garam suatu alkohol

CH3ONa (natrium metoksida)

alkoksida adalah basa kuat, dalam pembuatannya perlu basa yang lebih kuat misalnya

alkohol. Propagasi (perambatan) 3.Fenoksida: garam suatu fenol (natrium fenoksida) NaNH2 (sodamida) Fenol merupakan asam yang jauh lebih kuat dari alkohol pKa berada di tengah tengah etanol dan asam asetat Radikal bebas: atom atau gugus fungsi yang mempunyai jumlah elektron ganjil Reaksi radikal bebas: 1. Inisiasi (permulaan) 2. Terminasi (pengakhiran) Inhibitor radikal bebas: antioksidan (kebanyakan memeiliki gugus fenol) Alkohol dan eter Alkohol titik didih lebih tinggi dari eter karena dapat membentuk ikatan hidrogen antar sesamanya Alkoho larut dalam air Eter dapat membentuk ikatan hidrogen dengna air. nikotamida (vitamin B) amida laktam (dalam cincin) imida urea . fenol Amina primer sekunder tersier RNH2 RNHR Amida Adalah suatu senyawa yang mempunyyai suatu nitrogen trivalen yang terikat pada gugus karbonil Contoh: kafein.

ALKENA: mempunyai sebuah ikatan a. Hidrokarbon jenuh (tidak mempunyai ikatan 2.Isomer geometrik hanya dimiliki oleh ikatan rangkap > C = C < yang mengikat dua jenis gugus secara simetrik. zat-zat yang mengandung atom C asimetrik mempunyai sifat optis aktif.Isomer optik hanya dimiliki oleh zat yang mengandung atom C asimetrik (= atom C yang mengikat empat jenis gugus berbeda-beda). SIKLOALKANA : alkana yang mempunyai b. ALKUNA: mempunyai sebuah ikatan rantai tertutup (melingkar) rangkap tiga c.Isomer fungsi adalah isomer zat-zat yang berbeda golongan Contoh: 1 butanol dan etoksi etana propanal dan propanon asam butanoat dan etil etanoat 3. ALKADIENA: mempunyai dua buah ikatan rangkap dua Nama-nama alkana CH4 metana C2H6 etana C3H8 propana C4H10 butana C5H12 pentana CnH2n+2 CnH2n CnH2n-2 ALKANA ALKENA & SIKLOALKANA ALKUNA & ALKADIENA C6H14 C7H16 C8H18 C9H20 C10H22 heksana heptana oktana nonana dekana Gugus-gugus alkil (R) GUGUS FUNGSI Gugus fungsi yang penting JENIS-JENIS ISOMER 1. Ada dua bentuk isomer geometrik: 4. Ada dua bentuk isomer optik: .karbamat/uretan suflonamida KIMIA ORGANIK HIDROKARBON Hidrokarbon adalah senyawa-senyawa yang tersusun hanya dari atom karbon (C) dan Hidrogen (H) 1. Hidrokarbon tidak jenuh rangkap) a.Isomer posisi adalah isomer zat-zat yang segolongan Contoh: n butana dan 2 metil propana 1 propanol dan 2 propanol etil etanoat dan metil propanoat 2. ALKANA rangkap dua b. yaitu dapat memutar bidang cahaya yang terpolarisasi.

SUBSTITUSI. dan jika oksidasi dilanjutkan terbentuklah asam alkanoat (asam karboksilat).REAKSI-REAKSI ASAM DAN ESTER a. ADISI. Hidrolisis : RCOOR+ H 2O RCOOH + ROH d. Reaksi eliminasi hanya dapat dialami oleh: a. Reaksi substitusi tidak melibatkan ikatan rangkap. I) c. A B +C D A D A B +C D C D Reaksi adisi hanya dapat dialami oleh: a. dan dapat dialami oleh seluruh golongan organik.a. (alkanal. asam-asam halida (HF. alkana alkena + H2 b. HI) Hukum markonikov : Atom H dari asam halida ditangkap oleh C berikatan rangkap yang mengandung atom H lebih banyak. Esterifikasi : RCOOH + ROH RCOOR + H2O c. Alkohol sekunder dapat dioksidasi menjadi alkanon (keton). A B +C D A D +C B Reaksi adisi adalah pengubahan ikatan rangkap (tidak jenuh) menjadi ikatan tunggal (jenuh).OKSIDASI ALKOHOL Alkohol primer dapat dioksidasi menjadi alkanal (aldehida). Br. Penetralan : RCOOH + NaOH RCOONa + H2O b. Reaksi eliminasi adalah pengubahan ikatan tunggal menjadi ikatan rangkap. (alkuna) c. ELIMINASI Reaksi substitusi adalah penggantian (penukaran) suatu gugus oleh gugus lain. dengan membuang atom atau gugus atom. Saponifikasi : RCOOR + NaOH RCOONa + ROH . alkanol alkena + H2O 2. Alkohol tersier tidak dapat dioksidasi. HBr. Cl. 3. dengan menangkap atom-atom lain. alkadiena) b. alkil halida alkena + HX c. Bentuk dekstro (d) : memutar ke kanan b. halogen-halogen (F. (alkena. gas hidrogen (H) b. alkanol) Zat-zat yang dapat ditangkap dalam reaksi adisi: a. HCl. Bentuk levo (l) : memutar ke kiri REAKSI-REAKSI ORGANIK 1.