Anda di halaman 1dari 15

JAWABAN KASUS PEDODONTIA NO.

3 KELAS B

Oleh Kelompok 6 : 1. Anggi 2. Anisa 3. Putri kumala 4. Dini rosalina

2004 - 11 - 164 2004 - 11 - 094 2007 - 11 - 063 2007 - 11 - 080

Kasus 3
1. 2.

3. 4. 5. 6. 7.

Disebut apakah kondisi karies pasien tersebut diatas? Apakah diagnosis dan rencana perawatan bila diketahui secara radiologi: - Gigi 64 terdapat radiolusensi apical hingga duapertiga akar dengan bifurkasi yang pecah - Gigi 84, 85, 54 terdapat radiolusen apical dan resorbsi akar kurang dari sepertiga akar - Gigi 55 resorbsi akar kurang dari sepertiga akar Apakah diagnosis saudara untuk kasus kasus lainnya? Berikan penjelasan dan alas an diagnosis tersebut! Jelaskan rencana perawatan pada pasien tersebut! Susun rencana perawtan atas keluhan utama hingga tindakan pencegahan terhadap kariesnya! Apakah perlu tindakan prthodonti pada kasus diatas? Apakah tindakan pertama saudara?jelaskan tahap tahapnya! Bagaimanakah pengelolaan tingkah laku yang dapat saudara berikan?

Disebut apakah kondisi karies pasien tersebut diatas

Kondisi pasien dengan oral hygiene buruk karena terdapat karies pada gigi yang cukup banyak, terdapatnya sisa akar dan sisa mahkota pada rongga mulut

Diagnosis dan rencana perawatan


Diagnosis dan rencana perawatan secara radiologi :
- Diagnosis : a. Gigi 64 > DAAK (Dento Alveolar Abses Kronis) karena gigi 64 sirkuler karies mencapai pulpa, sondase (-), thermal (-) dan terdapat Pus (FISTEL) radiolusensi apical hingga 2/3 akar dengan bifurkasi yang pecah) Rencana perawatan : Pus (FISTEL) PRO DRAINASE perwatan saluran akar ( karena tidak bisa dirawat secara .....) radiolusensi apical hingga 2/3 akar dengan bifurkasi yang pecah) PRO SM.

 Diagnosis :

b. Gigi 84,85,54 > Gangren Pulpa,Thermal (-), kegoyangan (-). Rencana perawatan : Diagnosis : c. Gigi 55 > Pulpitis kronis karena Mesio Oklusal karies mencapai pulpa, sondase (+), thermal (+) Rencana perawatan : Pro devital pulpectomy Pro metal crown.

Diagnosis untuk kasus lainnya


 Gigi 11 > Persistensi karena gigi tetap sudah

tumbuh, sedangkan gigi susu belum tanggal.  Gigi 51 > Gangren radix karena sisa akar yang masih tertinggal  Gigi 61 > Gangren disertai perforasi radix, karena sisa akar dan ujung akan menembus gingival labial dan goyang oleh karena resorbsi fisiologis.  Gigi 52,62 > Gangraen pulpa karena sirkuler karies mencapai pulpa, sondase (-), thermal (-)  Gigi 74 > Gangren Radix

4. Rencana perawatan
Diagnosis
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Rencana perawatan
1. Perawatan saluran akar 2. Perawatan saluran akar 3. Pro devital pulpectomy, pro 4. 5. 6. 7.

Gigi 51 > Gangraen Radix Gigi 61 > Gangraen Radix disertai perforasi radix dan goyang 2 derajat oleh karena resorbsi fisiologis Gigi 55 > Pulpitis kronis Gigi 64 > Dental alveolar abses kronis karena gigi 64 gangraen pulpa Gigi 74 > Gangraen radix - Gigi 52,62 > Gangraen pulpa perawatan saluran akar Gigi 74,75 > Hiperemi pulpa Gigi 65,71,72,81,82 > Iritasi Pulpa

metal crown Pro drainase perawatan saluran akar perawatan saluran akar Ini jawabannya? Pro topical aplikasi dengan menggunakan >> APF

Perlu tindakan ortodonti / tidak?


 Pasien tidak memerlukan perawatan

ortodonti alasannya selain masih berusia 7 tahun dan gigi 11 yang tumbuh persistensi dapat diperbaiki posisinya dengan menggunakan tongue blade.

Tahap tahap rencana perawatan


Tindakan Pertama:  Anamnesa  Pemeriksaan Intra oral dan Ekstra oral  Membuat rekam medis pasien dengan diagnose dan rencana perawatan serta menjelaskan kepada pasien tahap tahap rencana perawatan yang akan dilakukan

7. Pengelolaan tingkah laku


 Pengelolaan tingkah laku yang akan

diberikan adalah dengan menggunakan manajemen tingkah laku non farmakologis


 Pembentukan tingkah laku adalah modifikasi

tingkah laku yang dibangun dari prinsipprinsip pembelajaran sosial. Proses pembentukan tingkah laku dikembangan secara perlahan setahap demi setahap

Metode manajemen tingkah laku


Metode manajemen tingkah laku bertujuan untuk meningkatkan proses komunikasi, menghilangkan tngkah laku yang tidak tepat, atau mengurangi kecemasan.metode tersebut terbagi 9, yaitu : 1. Persiapan kunjungan pertama adalah upaya mmpengaruhi tingkah laku positif sebelum memasuki tempat perawatan gigi.

Metode manajemen tingkah laku


2. Tell show do adalah pembentukan tingkah laku (behavior shaping) mencakup penjelasan prosedur secara verbal - tell memperkenalkan prosedur secara visual, audio, taktil - show memperlihatkan prosedur yang dijelaskan dan diperkenalkan - do melaksanakan prosedur yang diperkenalkan

Metode manajemen tingkah laku


3. Memperoleh voice control adalah perubahan modulasi pada volume suara, intonasi dan tekanan untuk mempengatuhi dan mendapatkan perhatian anak. 4. Lainnya seperti nonverbal communication,positive reinforcement,distraksimodelling,sistematik desentisasi,negative reinforecment.

Pengelolaan tingkah laku


 Pengelolaan tingkah laku yang akan diberikan adalah

dengan menggunakan manajemen tingkah laku non farmakologis  Tujuannya adalah untuk membentuk sikap positif penderita terhadap perawatan gigi sehingga tim kesehatan dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien.  Tim dokter gigi harus membangun kerjasama dengan penderita (anak) dan keluarga (ibu )yang mendampinginya. Hibungan ini disebut segitiga perawatan gigi anak/peediatric treatment triangle. Anak menempati puncak segitiga yang berarti fokus perhatian dari keluarga dan dokter gigi, dimana keluarga memberikan informasi pada dokter gigi dan dokter gigi memberikan dorongan kepada anak sehingga komunikasi dapat berjalan lancar

TERIMAKASIH