P. 1
radiologi

radiologi

|Views: 854|Likes:
Dipublikasikan oleh Rahma Dewi Radhew

More info:

Published by: Rahma Dewi Radhew on Jul 19, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

LEARNING OBJEKTIF Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang : 1. Radio anatomi cardio, respirasi, saluran cerna 2.

Pemeriksaan radiologi untuk kelainan cardio, respirasi, saluran cerna 3. Gambaran radiologi cardio, respirasi, saluran cerna 4. Prinsip indikasi dan kontra indikaso pada radioterapi

RADIOANATOMI CARDIO. Pinggang jantung → Ke Bawah lagi Aurikel dr Atrium Batas Kiri Bawah → Ventrikel Kiri → Lengkung Kardiofrenikus Kiri (Apek Jantung) konvek ke Bawah Samping Aurikel → Letak Di – – Atrium Kiri: Tidak Membentuk Batas Jantung kecuali Belakang → 1/3 Tengah Jantung − Aorta Descendens → samar Seperti Garis Lurus → Kiri dr Arcus sampai Diafragma − Batas Aurikel Kiri = Ventrikel Kiri → Titik Gerakan (Point of Opposite Pulsation) Sistole → Ventrikel Kiri Gerak ke Medial Pinggang Jantung Gerak Ke Luar Diastole → sebaliknya 2. Proyeksi Lateral − Ventrikel Kanan : Kranial Blkg Sternum → Batas Depan Jtg → Lengkungan dr sdt Diafragma Para Vertebral keseimbangan Ke arah Aorta → Arah Blkg → Lengkungan N : Ventrikel kanan nempel dibawah Sternum − Mediastinum Ant06 – Sup06 →Atas Lengkungan Ventrikel Kanan . Proyeksi Postero Anterior (PA) – Sinus Kardiofrenikus → Jantung → ada bantalan lemak Batas Kanan Jantung → Superior Sudut Diafragma dengan sering suram ok Atrium Kanan → bayangan – – – Mediastinum (sblh dlm) → Medial → Batas Atas → V. C Superior → Aorta Ascenden Ascus Aorta Batas Kiri Atas → Arcus Aorta → Sisi kiri Arcus Aorta → Ke Bawah → Dis. RESPIRASI.I. SALURAN PENCERNAAN CARDIO RESPIRASI 1.

Kanan & Aorta Bila >> → Menonjol Tertutup − Retro Caldiac Space : Tampak Bebas & Jelas tidak Bayangan Jtg − Atrium Kanan: Batas paling jauh dr Jtg bgn Blkg − Atrium Kiri : 1/3 bgn Tengah Jtg sebelah Blkg 4. Keadaan Akut Abdomen Sudut 60o . Lambung. Kanan : Batas depan Jtg dr Atas – Bawah. Kandung Empedu & Saluran Empedu (Traktus Billiaris) 6. Kanan : Batas Depan Bawah Jtg Aurikel (AAR) : di Atas Batas Depan Bawah Jtg A. Proyeksi Oblik Kanan Depan (RAO) − V.− Atrium Kiri : Bgn Atas Blkg Jtg → Mengisi 1/3 − Retro Cardiac space : Ruang Blkg Jtg 3. Pankreas 3. laringofaring. Orofaring. Yeyunum. Asendens & Arcus Aorta : Batas Atas Depan Jtg Aortic Window : ruang di Bawah Arcus Atrium Kiri : Depan Aortic Window Arcus Aorta : Atas Aortic window C. Ileum (Usus Halus) 4. Kolon (Usus Besar) 5. Esofagus 2. Vertebalis : Blkg Aortic Window → Proyeksi ini utk menilai Ventrikel Kiri & Atrium Kiri Sudut 45o → Aurikel terlihat jelas SALURAN PENCERNAAN Radiologi GIT: 1. Pulmonalis : − Perbatasan antara V. Duodenum. Tengah dr Slrn batas Jtg Melengkung ke Medial − Arkus Aorta : Batas Atas Jtg − A. Proyeksi Oblik Kiri Depan (LAO) V.

Menekan Jantung Tampak Lebih Besar /Lebar & Mendatar 3. Dengan Kontras Tanpa Kontras − Rutin & Pendahuluan − Proyeksi PA & LAT → Dapat dilengkapi dengan Oblio → Barium − Fluoroskopi → Pulsasi & Gerakan Jantung → Radiasi >> → Image Inten Sifyer → Gambar Jelas Radiasi Kecil Dengan Kontras .II.Kateterisasi → Film Besar → Serial Barium → Cor Analisa Gambaran Jantung Pada Foto Thorak . Relatif Besar. Tampak Terdorong Arcus Belum Tampak 2. Belakang Manubrium Bagian Bawah → Sterni sebagian Kecil Tertutup oleh Lengkungan Diafragma Bentuk Jantung Tergantung Pada 1. RESPIRASI. Usia: Bayi: .Agak Bulat.Bayangan OPAG → Di tengah Lucent Paru Hemi Torak Kiri → Sebagian Besar → Foto Simetris Bagian Atas Jantung : Arcus Aorta. Tanpa Kontras (Polos) 2. SALURAN PENCERNAAN CARDIO RADIOLOGI JANTUNG 1. Posisi Pada Waktu Eksposi Ke Atas → . Respirasi (Pernafasan) Inspirasi Dalam : Jantung Lebih Panjang → Diafragma Jauh Ke Bawah Ekspirasi : Diafragma Ke Atas. PEMERIKSAAN RADIOLOGI UNTUK KELAINAN CARDIO.

- Berdiri. Kelainan Pada Paru – – – Luas : → Fibrosis → Jantung Tertarik Kekiri/Kanan Padat : → Pendorongan Jantung Ke Kanan/Ke Kiri Parakardial : → Sulit Tentukan Batas Jantung 6. MAS = 20 Akhir Inspirasi → Erposi Pemberian Barium +/- .8 – 2 m Pembesaran / Pembesaran ± 5% Berdiri. AP: Bentuk Tubuh Astenikus: Pendulum) Jantung Jauh dari Film → Mengalami Jantung Lebih Besar → Tidak Mengalami - Pembesaran Jantung Panjang Ke Bawah → Vertikal > Melintang (Cor Melintang > Vertikal.8 – 2 cm → Sinar Sejajar →Jantung tidak 1. Kiri Batas Kanan Kanan. Gemuk (Picnicus): Jantung Lebih Datar → Diafragma Tinggi Scoliosis Thoracalis Ke Kiri : Jantung Pindah Ke Superposisi CV Sciliosis Thoracalis Ke Kanan: Jantung Pindah Ke Batas Kiri Dempet Dengan CV 5. AP: Supine. Jarak Fokus 1. (Straight Back Syndroma) Jantung terjepit antara PEMBUATAN RADIOGRAFI JANTUNG Radiografi Analisa Jantung → Fokus Film 1. Kelainan Pada Sternum – Keposis (Lengkung ke dalam /Posterior) → Sternum & C. PA: Jantung dkt Film. Proyeksi PA (Postero Anterior) – – – – Simetris tampak besar Kondisi Tidak terlalu Keras → 55 Kg → KU = 90. Vert.

Lat 2. diafragma 3. A. Rontgenografi Foto Thorax : Posisi AP. Kedokteran Nuklir ----. jantung .P. Fluoroskopi Sinar X — --. Bronkhografi Dengan kontras utk melihat cabang bronkhus 4. Posisi àPA( Posteroanterior ) berdiri à Standar àAlveoli . Darah . Arkus Aorta.Perfusi Paru Syarat-Syarat Foto Layak Baca a. paru. Computerize Tomografi Scaning ( CT Scan ) Thorax 5.5 – 2 m 3. Proyeksi Oblik Kanan Depan = Kiri Depan (RAO/LAO) – Posisi miring dengan sudut 45 – 60o terhadap film nempel pada Film → RAO Esofagus isi Barium → Pendorongan Atrium Kiri Posisi miring dengan sudut 60 – 70o → Bahu kiri nempel Esofagus tidak diisi Barium→ Karena yang dilihat batas → Ventrikel Kiri Menggunakan Fluoroskopi → KV = 125 → Bahu kanan – – – terhadap Esofagus pada Film → LAO belakang dari Jantung – MA = 300 – 500 → Eksposi Sekecil-kecilnya → Batas2 Jantung jelas RESPIRASI Pemeriksaan Radiologis 1. Ultrasonografi Thorax 7.gerakan organ . PA. Magnetic Resonan Imaging ( MRI ) 6.– Proyeksi Lateral – – Lateral Kiri / True Lateral → Aorta Dekat Film → Aorta Ascendens. Desendens Terlihat Baik Esofagus Diisi Barium → Fokus/Jarak Exposi 1.

Scapula diluar paru . jaringan lunak . Paru Gambaran Kelainan pada Paru  Infiltrat --. Kondisi foto N -à VTh IV c. Foto polos → AP dan LAT Nilai: Keadaan faring normal Kalsifikasi Pendorongan → asbes atau tumor kaseosa mengeras tua tak tegas tepi tidak nfeksi.jaringan parut di paru  Kalsifikasi --. Esofagus Orofaring : Sialografi Laringofaring 1. konsolidasi. vaskuler. obstruksi bulat . Lucent : Lemak. bronkhus SALURAN PENCERNAAN 1. Laringofaring.RIC agak lebar b. Inspirasi dalam à diafragma Os Coatae 7-8 anterior 10-11 Posterior Densitas foto : Opag : tulang. .Clavikula bentuk S .bayangan opag homogen--.defisit calsium bekas infeksi/  Kavitas ---. anak < 2th.I  Nodul ----. Orofaring. awan. org . batas jelas  Perselubungan --. art dan vena pulmonalis. Udara .tdd . Simetris – ujung medial clavikula sama kanan dan kiri d.Lateral kiri berdiri AP supine à bayi.rongga yg terbentuk akibat infeksi  Corakan bronkhovaskuler menigkat/berkurang  Hillus Melebar -.perselubungan / konsolidasi bentuk  Fibrosis --.Eksudat dalam alveoli Ro : Bercak2.

Bronkhitis Akut : Ro : belum terlihat kadang Corakan vaskuler meningkat 2. ringan + sedang+ CPC 3. sebanyak 1-2 l. --. ringan + 10-20% emfiema – Bronkhiektasis Berat . Radang Bronkhus 1. Tiroid Esofagus: 1. GAMBARAN RADIOLOGI UNTUK KELAINAN CARDIO. tingginya ± 1 meter trakheosofageal III. Follow Through (FT)(Darm pasase) Kontras Barium: air= 1: 1-3. Ringan . Infiltrat minimal di perihiler parakardial dan basal kedua paru Sedang . Pneumonia terbagi : Pneumonia segmental Pneumonia Lobaris Ro : Bercak Infiltrat luas atau perselubungan homogen sesuai lobus. 1:1 (dionosil 1-2 cc) → tidak berbahaya untuk paru-paru → pd fistula foto posisi AP. Foto kontras (esofagogram) → ba-meal. 200-300 cc kmd foto setiap ½-1 jam → sp caecum Kolon: • Barium Inloop = Barium enema • Bahan: Barium sulfat: 1:3-6. RESPIRASI. Foto polos: AP dan LAT → ddg menebal dis: Pleuroesophageal 2.cavitas --Abses 4. Abses Paru Peradangan setempat jaringan paru dengan nekrosis. segmental tidak menarik atau mendorong organ disekitarnya. Foto polos/plain foto (tanpa kontras) Atas: diafragma. Bronkhitis kronis :Ro. LAT. SALURAN PENCERNAAN RESPIRASI A.Destruksi Tulang 1. lateral:ddg perut lateral kanan dan kiri. Scanning → kel. bwh: syimphisis pubis. Foto Kontras: Faringografi atau Laringografi → AP dan LAT 2. oblik kanan dan kiri usus halus: 1. melalui anus. cavitas dan pus didalamnya . 2.

Bronkhiektasis Pelebaran irreversibel bronkhus terminalis --.Bronkhiektasis. infiltrat disekitarnya--–infeksi. hilus.di basal paru Klass : Sacculer ( kistik ). Atelektasis Tersumbatnya salah satu cabang bronkhus Oleh : tumor ekstra/intra bronkhus benda asing. jantung ) kearah perselubungan 7.hilang nya daya elastisitas otot dinding bronkhus Etio : Obstruksi dan infeksi kronis. Emfisema Paru Pelebaran alveoli --.> penciutan parenkhim paru Sela intercosta menyempit Penarikan organ disekitarnya ( mediastinum.dinding menebal. basal paru ( 75%) Kavitas : Abses : bentuk bulat. mukus/ slem kental Ro : perselubungan di distal obstruksi--.Ro : Perselubungan bentuk membulat disertai cavitas dan airfluid level. batas tegas tepi reguler ( honey Comb )-àdinding tebal. trakhea. Ro + Ro + à belum tentu aktif .Sindrom Kartagener --sinusitis.banyak udara terbagi : Emfisema Obstruktif Emfisema Non Obstruktif Ro : Paru lebih lucent / hiperaerasi Ukuran thorax lebih besar Duafragma mendatar Sela iga melebar jantung kurus ( pendulum ) 6. Ro + seminggu setelah infeksi basil TB Sputum BTA +. dekstrokardia Ro : Gambaran lesi lucent bulat2 multipel.varikosa Penyakit Radang Spesifik Etio : Kuman Tuberkulosa Ro : Penting utk Diagnostik TB Paru klinis + . kongenital--. silendris(fusiform ). batas tegas tepi reguler. airfluid level 5. dan air fluid level --. perselubungan disekitarnya TB : bentuk kadang bulat. batas tegas dinidng tipis di sertai caseosa didalamnya. dindingmenebal Lokasi : Lobus medial.

TB Dewasa ( reinfeksi ) I. Pembesaran KGB Komplikasi : Pleuritis. cavitas CARDIO KELAINAN LETAK JANTUNG Letak Normal Jantung : → Didalam Rongga Thorak – Sisi Kiri – – Aka ke arah Hepar Aki ke arah Fundus Lambung Letak Organ Dalam Abdomen: – Hepar → Kanan – Lambung → Kiri ⇒ Bila letak Organ terbalik → Dis : Situs Inversus Letak Jantung Berubah karena tertarik atau terdorong ke kanan/ke kiri → Dis: → Dextro Posisi Letak Jantung Berubah karena Kelainan Bawaan: 1. atelektasis. berawan. lapangan bawah biasanya disertai Pleuritis III. hillus menebal. perkejuan dengan kalsifikasi Ro : nodul opag berbatas tegas tepi reguler dengan pinggirkalsifikasi Perburukan : Pleuritis.TB Anak (infeksi primer) II. kalsifikasi Untuk menilai hasil terapi dg perbandingan foto lama Posisi foto : PA. lapangan atas.TB Paru Anak ( Infeksi Primer ) Ro : Infiltrat di perihiler dan parakardial kedua paru. lordotik Pembagian TB: I. TB Paru Dewasa Ro : Infiltrat dibagian apeks . cavitas Tanda tenang : fibrosis . Tuberkuloma : kelainan paru menyerupai tumor. atelektasis II.Tanda aktif : bercak-bercak. kalsifikasi . Penyebaran millier. Lateral. segmen apikal lobus bawah. AP. Dextro Cardia – – – Hemitorak kanan Aorta & Apek di sisi kanan Aka di sisi kiri .

Katup mitral ---------. PS . Duktus arteriosus botalli → Aki.Aka.Aki . Vki Penyakit Jantung Hipertensi • Radiologis : Pembesaran Ventrikel kiri . Levo Cardia – Bila Jtg tetap di kiri pada Situs Inversus Kelainan jantung bawaan 1. Ao desc kecil 2. membesar A. Vka.tersering .jtg membesar kekiri dg apeks .→ Selalu diikuti dengan Situs Inversus → Dis : Dextro Cardia Cermin (Mirror Dextro Cardia) → Biasanya disertai kelainan lain. Mitral ---. VSO.PS.Katup Pulmonal -----. Trilogi Fallot ---. Dextro Versi – Jantung memutar ke kanan → berada di kanan 3. RVH . mis: TF. pulmonal melebar. Cyanotik Tetralogi fallot ---.hub a. pulmonalis dg aorta dis . Pulmonalis melebar VSD ----. ASD Atresia Pulmonalis Anomali Ebstein Penyakit Jantung Rematik • Dapat Mengenai : . membesar A.jarang Radiologis : K. Meso Versi – – Memutar sdkt → Jtg letak di tengah Organ Abd → Normal 4. Non Cyanotik ASD ---.Aki .Katup Aorta .Aki .semitransposisi aorta. Vki. Vki. RVH.Katup trikuspid .VSD. Pulmonalis melebar PDA ----.MI dan MS MS --. Vka membesar MI --. A. PS 2.

Atresia esofagus. Tumor: filling defect: Jinak → ddg rata.Hullus melebar .Pleura effusi . Batu (calculi) → obstruksi 2.Corakan vaskuler meningkat . Fistula 3.Cepalisasi vaskuler .Pelebaran Saluran Limf (KERLEY) SALURAN PENCERNAAN Kelainan orofaring : 1. Kongenital: diverticula faringeal → additional shadows 2.infiltrat di seluruh paru terutama di perihiler dan parakardial kedua paru ( simetris ) . ada 6 tipe 2. parotitis 1. Stenosis esofagus . Radang → kronik obstruktif → batu striktur → non obstruktif → sialodenitis.jtg membesar kekiri atau kekanan . Kongenital (bawaan) 1.tertanam . Corpus alienum: anak → defect dalam bay-an udara (sol) Kelainan Esofagus: A. Kelainan Laringofaring: 1. Radang dan Inflamasi: faringitis kronis dan retrofaringeal abses → laring terdorong ke depan 3. Tumor: Intrinsik dan ekstrinsik → jinak dan ganas → infasif destruktif duktus dan kel acini. batas tegas Ganas → irreguler Keluhannya → ggn menelan dan disfagia 4.segmen pulmonal tak menonjol Penyakit Jantung kongestif Penyebab : kegagalan jtg memompakan darah ke aorta ( seluruh tubuh ) Radiologis : .

adenoma. ulcerating ca. ulcerating. Divertikel esofagus → bifurkatio trachea 4. Ulkus: Ulkus ventrikuli → jinak dan ganas → jika bersama dengan ulkus deodenum → ulkus peptikum . Double esofagus 5. infiltrating T. C. Riple Esofagus (cork screw/esofagus curling) 3. Tumor Esofagus Jinak: Polip. hemangioma Ganas: (karsioma) → papillary. Simple Spasme → lumen sempit → peristaltik 2. Peradangan/Inflamasi Esofagitis → Ro: lumen sempit/luas setempat. duodenal atresia b. Chalasia → ↓ tonus otot distal esofagus 5. mukosa irreguler. Kongenital : hipertropik pylorus obstruksi. Ganas Filling defect : + + Batas : rata/tegas irreguler/tdk tegas Peristaltik : normal spastik/kaku Obstruksi : +/+/Tergantung tgtg tp cepat obts Napkin ring/apple core D. fibroma. . myoma. Kongenital shortened esofagus B. Gangguan Neuromuskuler 1.3. Jinak T. Tumor : Jinak. peristaltic-/↓ Bila sempit hebat → dilatasi proksimal → regurgitasi mkn → Pneumonia. kaku. enchepaloid ca. hernia esofagus Kelainan Lambung dan Duodenum 1. ulkus esofagus. Radang: gastritis: atropik dan hipertropik c. polip Ganas. Kelainan sebab lain: → varices. lipoma. Fusiform Achalasia (mouse tail) → tipe sigmoid & 4. Kelainan instrinsik lambung a. Infiltrating ca a.

erect → double fluid level 2. − Fungating (oncephaloid. Hipertropikan pem Barium. di pylorus. Kelainan Kongenital 1. rugae halus. ke arah lumen. gas.b. udara. G. Atresia Duodeni → post bulbus → foto supine. bubbles soap 3. polipoid. bulbus mudah terisi. Bayangan. Radang – Inflamasi 1. cr lambung. dr bezoar/makanan C. Atropikan. erect → one fluid level → Barium: String sign app Udara N pada neonatus: 2 jam → usus halus 3-6 jam → kolon 24 jam → rektum 1. Atropikan: lbg kecil (tubuler). double bubble. batas tegas. Lain-lain: Prolap pylorus. Hipertropic pyloric obstruction → foto supine → one bubble.rata. Hipertropi glandula Brunner 4. − Ulcerating → 28% bulat konvek → 75% mukosa kasar. . irreguler. filling defect. Gastritis → g. Hipertropikan: rugae kasar> 1 cm 2. Tumor Lambung Jinak: leimyoma → Barium. Kelainan entrinsik lambung Penekanan oleh organ sekitarnya → lien. Volvulus 2. hipersekresi → ada 3 lapisan: udara. 5% fundus Ganas: ada 3 tipe. G. g. ginjal Perubahan letak lambung − Organoaxial rotation − Hernia diafragmatika A. zat kontras. Keganasan/limfosarkoma 5. 20% di corpus. cauliflower) →22% Ba: filling defect besar. Varices ventrikuli → multiple polipoid. bald (botak) fundus.

ulkus dangkal. single. rose thorn) 5. sicatrik. Pem Ba: spt jamur (unambrella sign) 1. Dasar: lebar/sempit dan bisa sp lap-an muskularis Kelainan Duodenum 1. Volvulus lambung → organoaxial & mesenteroaxial. lap. Radang → duodenitis 3.5 cm. irreguler. Ulkus Ventrikulli Ca. Bentuk: excavatio. Kronik. Hour Glass Stomach. Pine tree 3. oedem sekitarnya. Incisura deformity vateri. mukosa radierkonvergen Sifat-sifat ulkus lambung: 1. multiple. sisanya undifferentiated Ex: Napkin ring. Minor 3. 1. loop duodeni → papilla transversum. Muskularis kena Kronik: Paling sering. Kongenital → atresia duodeni 2. Ulkus Duodeni → beberapa perubahan bentuk dari duodenum akibat ulkus: 1. Pem Ba: double kontras → Niche Ada 3 stadium: Akut. mobilitas mukosa . mm – 2. sering di pylorus. Pars . globuler. sembuh dalam 2-3 mgg Sub Akut:: transisi akut – kronik. ok motilitas muskularis . Canal branch (batu karang) 2. Sub Akut. Ukuran bervariasi sp 2. Diffuse Seirrhous D. Prolapsus Pylorus → prolaps mukosa anthrum. duri (spikula. Pars ascendens. pinggir tebal (oedem). Tunggal/single 2.Ba: filling defect. sdkt. d. halo sign. Tenang. Akut: (hemorhagik erotio). Tanda-tanda ulkus aktif. ulkus didalamnya − Infiltrating → 13%.5 cm (giant ulcer) 4. Kelainan Duodenum Duodenum: Bulbus duodeni. oedem. Lokasi sering di c. single. d.

Annular Pankreas → Ro: Indentasi aspek lateral loop duodenum 4. ulkus perforasi 4. Blind loop syndroma . 3. Ascessory Pocket → ak. Ectopic Pankreas dalam Lambung Kelainan pada Yeyunum: 1. Zollinger Ellison Syndrom → ulkus peptikum recurrent → hipersekresi lambung 5. poppelsign → parstransversum kronik → bintik kalsifikasi setinggi VL1-2 → kecil mulberry 2.4. Inflamasi kronik/granulomatosa − Crohn Desease − Tuberculosa colon 3. capita E sign. Hiperplasi glandula Brunner → hipeplasi limfoid di duodenum → Ro: multiple filling defect (cabble stone). Tumor 4. Pankreatitis →brush sign. Trefoil deformity (clove leaf deformity) 5. cauda Kelainan pankreas 1. Pankreas Tdd: caput. Bulbus kecil stenosis → dilatasi dasar bulbus (prestenosis divertikulum) 8. Obstruksi usus → ak: Ileus 2. Distorsi canalis pylorus 6. corpus. Retraksi bulbus 7. double contour duodeni. capital C loop sign. Tumor caput pankreas → Ro: brush sign → impresi bulbus duodeni.

5. Choledocus → 4 tipe Cholithi (Gallstone) → ttd. IV. Kelainan endoktrin (zollinger Ellison Desease) 9. Divertikel 6. bentuk: facet. chlesterol. Gangguan vaskuler (vaskuler disorder) 7. Parasit Kelainan Kandung Empedu Kongenital → di kiri Double Gallblader Kista D. ring dot. Penyakit collagen 8. multiple pnectiform opacity garam calsium. PRINSIP INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI PEMERIKSAAN RADIOLOGI INDIKASI • • • Tumor ganas Inoperable Post operasi KONTRA INDIKASI • Pasien dengan keadaan umum yang tidak baik . pigmen empedu.

1995.DAFTAR PUSTAKA • • Hartono L. Petunjuk membaca foto untuk dokter umum. Jakarta.EGC Kuliah Pakar .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->