PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENILAI HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI

TESIS Untuk memenuhi sebagai persyaratan dalam rangka menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis I Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang

NGUDIARTO

BAGIAN / SMF ILMU PENYAKIT DALAM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO RUMAH SAKIT DOKTER KARIADI SEMARANG 2010 LEMBAR PENGESAHAN

Judul penelitian : PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENILAI

45

HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI

Mengetahui

:

1. Pembimbing Penelitian Prof. DR. Dr. Sugiri, SpPD, SpJP ……….

Dr. Charles Limantoro, SpPD, KKV 2. Konsultan Penelitian Prof. Dr. Pasiyan Rahmatullah, SpPD, KP

............

……….

DR. Dr. Suyanto Hadi, SpPD, KR 3. Ketua Program Studi PPDS-1 Ilmu Penyakit Dalam Dr. Suyono, SpPD

……….

……….

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah SWT. Karena atas berkah dan ridhoNya, laporan penelitian ini dapat diselesaikan. Laporan karya akhir ini berjudul: PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENINGKATKAN SPESIFISITAS DIAGNOSIS HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI, yang merupakan salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan keahlian pada bidang Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP/ RS Dr. Kariadi di Semarang.

Pada kesempatan ini perkenankan saya mengucapkan terima kasih dan penghormatan yang sitinggi-tingginya kepada:

45

1. Bapak Dekan FK UNDIP Semarang, atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti pendidikan keahlian di bagian Ilmu Penyakit Dalam. 2. Bapak Direktur RS Dr. Kariadi Semarang, atas kesempatan dan fasilitas yang diberikan selama mengikuti pendidikan keahlian di bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP/RS Dr. Kariadi di Semarang. 3. Dr. M. Hussein Gasem, PhD, SpPD, KPTI, selaku ketua bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP/RS Dr. Kariadi Semarang atas segala nasehat, bimbingan, dan arahan selama menjalani pendidikan keahlian Ilmu Penyakit Dalam. 4. Dr. Suyono, SpPD, kepala program studi bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP/RS Dr. Kariadi Semarang atas segala nasehat, bimbingan, dan arahan selama menjalani pendidikan keahlian Ilmu Penyakit Dalam. 5. Prof. DR. Dr. Sugiri, SpPD, SpJP, selaku pembimbing dalam penelitian ini yang telah memberikan ide, bimbingan, dorongan, nasehat dengan penuh perhatian dan kesabaran mulai awal penelitian sampai selesainya penulisan laporan penelitian ini. 6. Prof. Dr. Pasiyan Rahmatullah, SpPD, KP, selaku tim konsultan penelitian ini yang telah memberikan ide, bimbingan, dorongan, nasehat dengan penuh perhatian dan kesabaran dalam penyelesaian penelitian ini. 7. DR. Dr. Suyanto Hadi, SpPD, KR, selaku tim konsultan penelitian ini yang telah memberikan ide, bimbingan, dorongan, nasehat dengan penuh perhatian dan kesabaran dalam penyelesaian penelitian ini. 8. Dr. Charles Limantoro, SpPD, KKV, selaku pembimbing dalam penelitian ini yang telah memberikan ide, bimbingan, dorongan, nasehat dengan penuh perhatian dan kesabaran dalam penyelesaian penulisan laporan penelitian ini. 9. M. Zen Rahfiludin SKM, MKes atas bantuannya dalam pengolahan data penelitian sampai dapat diwujudkan. 10. Para guru besar bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP/RS Dr. Kariadi Semarang yang telah mendidik dan membimbing dalam menjalankan PPDS-1. 11. Semua kepala sub bagian dan staf bagian Ilmu Penyakit Dalam FK UNDIP/RS Dr. Kariadi Semarang yang telah mendidik dan membimbing saya dalam menjalankan PPDS-1. 12. Semua teman sejawat residen Ilmu Penyakit Dalam atas segala dorongan, kerjasama, bantuan dalam penelitian dan selama mengikuti pendidikan. 13. Semua staf paramedik dan administrasi di lingkungan RS Dr. Kariadi Semarang khususnya di instalasi rawat

45

vi Daftar Tabel ……………………………………………………………………… ix 45 . ibu dan seluruh keluarga terutama istri saya Diyah Trimaryani SE. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan berkah dan karuniaNya kepada kita semua. Semarang. Akhirnya kepada bapak. 14. mendampingi serta memberikan dorongan dan doa selama menempuh pendidikan ini.intensif atas bantuan dan kerjasamanya selama menjalani penelitian dan pendidikan. Juni 2010 Penulis DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul …………………………………………………………………… i Lembar Pengesahan ……………………………………………………………… ii Kata Pengantar …………………………………………………………………… iii Daftar Isi …………………………………………………………………………. Amin. Semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu persatu atas bantuan dan kerjasamanya selama menjalani penelitian dan pendidikan. anak saya Yessenia dan Nada Shofa yang tercinta dengan tabah setia membantu.

Kerangka Teori…………………………………………………. 20 III.. Latar Belakang Penelitian………………………………………… 1 I. TINJAUAN PUSTAKA II.2. Hipotesis…………………………………………………………. Hipertrofi Ventrikel Kiri…………………………………………..1.4. Ekokardiografi …………………………………………………. METODE PENELITIAN IV.1. xii Abstrak ………………………………………………………………………..3. PENDAHULUAN I. 3 I..1.. Elektrokardiografi ………………………………………………. Tujuan Penelitian…………………………………………………..4. 3 I...... Hipertrofi Ventrikel kiri secara Elektrokardiografik …………. 5 II. 4 BAB II.Daftar Bagan …………………………………………………………………... xiv BAB I.6. Manfaat Penelitian ………………………………………………. 11 II.5. KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP III..3.2. Kerangka Konsep………………………………………….. Masalah Penelitian ……………………………………………….4. 22 45 .. Kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri………………………………. 15 BAB III.… x Daftar Gambar …………………………………………………………………… xi Daftar Lampiran …………………………………………………………………. 8 II. Disain Penelitian ………………………………………………. 6 II.1.. 14 II.... Faktor-Faktor Risiko HVK ………………………………………. xiii Abstract ………………………………………………………………………….….. 3 I.2.... 21 BAB IV.…….

. Populasi Penelitian…………………………………………….. 24 IV.......1.3. Kriteria Inmklusi Dan Eklusi…………………………………..... 23 IV..... 37 VI.......... Bahan Dan Alat………………………………………………… 22 IV..... Pembahasan …………………………………………………… 35 BAB VI.... 22 IV..... Alur Penelitian…………………………………………………...2... 29 V. Jumlah Sampel ………………………………………………… 23 IV...9 Analisis Data …………………………………………………..2. Saran ……………………………………....IV... Responden Penelitian…………………………………………. Definisi Operasional………………………………………….....10... Hubungan antara pola strain VK dan HVK …………………..2......................... Cara Pengumpulan Data ………………………………………...... 37 Daftar Pustaka Lampiran 45 ..... KESIMPULAN DAN SARAN VI........3..... Kesimpulan ... 25 IV..…………………......7...5..........4....... 22 IV... 26 IV.......... Karakteristik Responden .. HASIL PENELITIAN V..1....8. 26 BAB V....... 34 V.6.........

Tabulasi silang 2 x 2 antara kriteria Sokolow-Lyon pola strain Ventrikel Kiri dan HVK ……………………………….…………………………. Perbedaan karakteristik sampel pada kelompok pola strain VK positif dan negatif …………………………….…………………. 34 45 . Kriteria ESTES ……………………………………………………………. 33 Tabel 3...DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. 14 Tabel 2..

Kerangka konsep ………………………………………………………… 21 Bagan 3. 20 Bagan 2. Kerangka teori …………………..DAFTAR BAGAN Halaman Bagan 1.………………………………………. Alur penelitian …………………………………………………………… 25 45 ..

.. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kategori indeks massa tubuh …..DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. 31 Gambar 5.... Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kategori tekanan darah ...... Metode pengukuran dimensi jantung yang direkomendasikan oleh American Society of Echocardiography …...... 29 Gambar 3.……. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kelompok umur ………………... Lembar persetujuan calon subyek penelitian 45 . 32 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1...... 17 Gambar 2.......…….. 30 Gambar 4... Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin ………………………….....

Metodologi penelitian Desain penelitian ini adalah uji korelasi observasional dengan tujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh 45 . Formulir penelitian Lampiran 3. Penambahan pola strain ventrikel kiri pada kriteria Sokolow-Lyon dapat meningkatkan spesifisitas diagnosis HVK secara elektrokardiografi. Data sampel penelitian Lampiran 4.Lampiran 2. Hasil uji statistik ABSTRAK PENGARUH PENAMBAHAN POLA STRAIN VENTRIKEL KIRI PADA KRITERIA SOKOLOW-LYON DALAM MENILAI HIPERTROFI VENTRIKEL KIRI Latar belakang Diagnosis penyakit jantung hipertensif ditegakkan bila didapatkan adanya hipertrofi ventrikel kiri.

blood pressure. berat badan. jenis kelamin. By adding Strain pattern on Sokolow-Lyon criteria.012).0 and the regretion logistic analysis with p < 0.05. Kata kunci : Kriteria Sokolow-Lyon. Subyek penelitian adalah penderita hipertensi yang berobat di poliklinik dan di ruang perawatan bagian Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang.05. Analisis statistik menggunakan bivariate. The statistic analysis using bivariate analysis computed used SPSS ver 16.283-30. sehingga dapat digunakan untuk memastikan diagnosis HVK khususnya pada tempat yang hanya mempunyai fasilitas alat elektrokardiografi. pola strain ventrikel kiri. with no significant difference (p > 0. elektrokardiografi 12 lead dan ekokardiografi. Kelompok dengan pola strain ventrikel kiri berisiko 6.penambahan pola strain ventrikel kiri pada kriteria Sokolow-Lyon dalam meningkatkan diagnosis HVK. the specificity of LVH diagnosis using electrocardiographic can be enhanced. BMI dan tekanan darah tidak berbeda secara bermakna (p > 0. The subjects were patients with hypertension in Dr. Hasil kejadian HVK pada kedua kelompok berbeda secara bermakna (p = 0.838). Hasil Kelompok kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain ventrikel kiri dan tanpa pola strain ventrikel kiri masing-masing 41 orang. Methods Design of this study was observasional correlative test which subjected to establish the effect of addition of Strain pattern on Sokolow-Lyon in diagnosing LVH. tekanan darah. SPSS versi 16 dan analisis regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p < 0. ABSTRACT THE EFFECT OF ADDING STRAIN PATTERN ON THE SOKOLOW-LYON CRITERIA IN ENHANCING LEFT VENTRICEL HYPERTROPHY Background The diagnosis of hypertensive heart disease is denoted by existence of Left Ventricel Hypertrophy.05). weight.012). Faktor umur. BMI. and blood pressure were similar. Kariadi Hospital Semarang. tinggi badan. Dilakukan pencatatan tentang umur. Ages. HVK. Results Each of Sokolow-Lyon criteria with Strain pattern group and the absence one consisted of 41 people. Kesimpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dan pengaruh yang cukup besar antara kelompok kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain ventrikel kiri dan tanpa pola strain ventrikel kiri terhadap diagnosis HVK.05). The group with Strain pattern had 45 . Both of the groups with respect of age. The difference of LVH between two groups was statistically significant (p = 0. height.3 kali mengalami HVK (95% CI: 1. electrocardiography with 12 lead and echocardiography were recorded. sex.

LVH. it was concluded that there was significance difference and influence between two groups by adding LV strain to Sokolow-Lyon criteria in diagnosing LVH. so electrocardiography can be helpful to establish the diagnosis LVH. 45 . Conclusions From this study.3.a higher risk (OR = 6. 95% CI : 1. Strain pattern.283-30.838) for LVH compared to the non-strain pattern group. Keywords : Sokolow-Lyon criteria.

Latar Belakang Hipertensi masih merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. radiologik. Sampai saat ini elektrokardiografi merupakan cara pemeriksaan non-invasif yang masih digunakan 45 . Pemeriksaan foto toraks pada posisi posteroanterior dan lateral merupakan salah satu pemeriksaan penunjang dalam deteksi hipertrofi ventrikel kiri. Pembesaran ventrikel kiri dimanifestasikan dengan ekstensi ke arah inferior kiri dari batas kiri bawah jantung. relatif kurang baik korelasinya dengan ekokardiografi. rasio kardiotoraks yang dipakai dalam menilai ukuran jantung. dan ekokardiografik. elektrokardiografik.(2) Diagnosis Penyakit Jantung Hipertensif (PJH) ditegakkan bila kita dapatkan adanya Hipertrofi Ventrikel Kiri (HVK).(5) Secara elektrokardiografik. Karena terbatasnya keberadaan ekokardiografi di daerah-daerah maka diperlukan parameter/penelitian lain untuk meningkatkan daya guna dari elektrokardiografi. walaupun belum dapat ditentukan secara radiologis. namun alat ini masih terbatas keberadaannya terutama di negara berkembang. HVK lebih sukar didiagnosis secara radiologi. Di Indonesia tidak semua rumah sakit kabupaten mempunyai fasilitas ini. Komplikasi kardiovaskular merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pasien hipertensi. Prevalensi kejadian HVK pada penderita hipertensi secara ekokardiografi lebih dari 50% sedangkan secara elektrokardiografi didapatkan 15-20%. serta menilai kelainan anatomi dan fungsional jantung. dan dikatakan lebih sensitif serta lebih spesifik dari pada EKG. Hipertrofi ventrikel kiri dapat ditentukan dengan pemeriksaan fisik. Sehingga dapat memprediksi prognosis penderita hipertensi.(1) . monitoring of cardiovascular trend (monica) memperlihatkan angka kejadian yang lebih tinggi bila menggunakan batas tekanan darah 140/90 mmHg.(1) Prevalensi hipertensi diperkirakan sekitar 18%. hipertrofi ventrikel kiri sudah dapat ditegakkan. Ekokardiografi dapat menunjukkan secara akurat hipertrofi ventrikel kiri. Pembesaran jantung yang terlihat dengan radiologi menandakan HVK sudah dalam tahap lanjut.(4) Alat ini dapat mendeteksi HVK secara dini.1.BAB I PENDAHULUAN I.(3) Ekokardiografi merupakan baku emas (gold standard) dalam menentukan diagnosis HVK.

Cornel. Kriteria-kriteria yang sering digunakan ialah Sokolow-Lyon. Atas dasar tersebut maka masalah penelitian yang diajukan adalah: Berapa besar pengaruh penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dalam meningkatkatkan diagnosis HVK? I.9. Hipotesis Penelitian Terdapat pengaruh yang cukup besar meningkatkatkan diagnosis HVK. khususnya orang muda dengan dinding dada yang tipis.10) namun demikian high voltage pada hantaran prekordial elektrokardiografi dapat juga terjadi pada orang normal.(6) Vijan et al (1991) menyatakan bahwa pemeriksaan elektrokardiografi tidak begitu sensitif untuk mendeteksi HVK pada hipertensi. penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dalam 45 . Masalah Penelitian Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dapat meningkatkan spesifisitas diagnosis HVK secara elektrokardiografik.secara luas.(11) Penelitian terdahulu menunjukan bahwa spesifisitas kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK lebih tinggi (80%) bila dibandingkan dengan spesifisitas kriteria Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK (20%) dalam menegakkan HVK secara elektrokardiografik.2.(7) Kriteria elektrokardiografi untuk HVK biasanya menggunakan kriteria Romhilt-Estes atau Sokolow-Lyon dengan sensitifitas masing-masing 50% dan 25% sehingga untuk memperoleh diagnosis dini dari HVK diperlukan ekokardiografi. Walaupun demikian.3. Sepengetahuan peneliti. Romhilt-Estes dan Framingham.(8. belum ada penelitian yang mengukur seberapa besar pengaruh penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dalam meningkatkan diagnosis HVK. pola strain VK dapat terjadi tanpa hipertrofi ventrikel kiri.(11) Pola strain VK terlihat pada hantaran prekordial kiri dengan gelombang R yang tinggi.(12) I.(5) Kriteria HVK menurut Sokolow-Lyon S di V1 + R di V5 atau V6 > 35 mm.

Bagi pasien dapat lebih mengetahui dan bersama-sama dengan klinisi berupaya sedini mungkin mengendalikan dan mencegah komplikasi lebih lanjut dari HVK yang sudah terjadi. maka dapat dianjurkan bagi para klinisi di daerah yang hanya mempunyai fasilitas elektrokardiografi agar menggunakan penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dalam memastikan diagnosis HVK. Manfaat Penelitian Apabila didapatkan pengaruh yang besar dari penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon terhadap peningkatan diagnosis HVK.5. Tujuan umum Mengetahui besarnya pengaruh penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dalam meningkatkatkan diagnosis HVK. I. sehingga dapat diupayakan pengendalian lebih lanjut terhadap komplikasi yang masih bisa timbul pada pasien-pasien yang sudah terjadi HVK.4.I.4. 45 .4.1.2. I. Tujuan Penelitian I. Tujuan khusus Mengevaluasi rasio prevalensi kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK pada pasien hipertensi dengan HVK.

diabetes militus. kelainan tersebut dikaitkan dengan prognosis yang kurang baik pada pasien hipertensi dan populasi secara umum.14.14.BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Faktor-Faktor Risiko HVK Pola strain VK yang klasik berupa depresi segmen ST dan inversi gelombang T pada sadapan prekordial lateral kiri pada pemeriksaan elektrokardiografi saat istirahat merupakan suatu petanda bertambahnya tekanan (pressure overload).15) Apabila beberapa penanda HVK pada elektrokardiografi digunakan untuk menentukan tinggi rendahnya tingkat risiko.1. strain elektrokardiografi merupakan prediktor 45 . usia tua dan jenis kelamin laki-laki.15) Segmen ST depresi dan inversi gelombang T adalah penanda yang terkait dengan morbiditas dan mortalitas ketika kriteria HVK pada elektrokardiografi digunakan untuk menentukan tinggi rendahnya risiko. setidaknya bisa menjelaskan konsekuensi klinis dari gambaran elektrokardiografi dan hipertrofi ventrikel kiri dan besar kecilnya ventrikel kiri. keterkaitan antara kelainan pada elektrokardiografi dengan peningkatan massa ventrikel kiri tidak terkait dengan munculnya penyakit koroner.(13. Keterkaitan ini. lebih lagi pola kelainan tersebut tidak hanya terkait dengan kelainan penyakit jantung koroner tetapi juga terkait faktor risiko kardiovaskuler seperti tekanan darah tinggi. maka pola kelainan tersebut merupakan penanda yang cukup baik. Meskipun pola kelainan bisa juga menunjukan adanya penyakit koroner yang mendasari. Penggabungan strain elektrokardiografi ke dalam skor-skor yang melibatkan kriteria voltase standar meningkatkan deteksi HVK pada elektrokardiografi. Jika kriteria HVK elektrokardiografi dipakai untuk stratifikasi risiko.(13.

independen untuk morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler setelah pengaturan tipe dan efektivitas terapi anti hipertensi.(13) Penelitian LIFE menunjukan bahwa terapi dengan losartan lebih efektif daripada atenolol dalam mencegah morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler pada keadaan reduksi tekanan sistolik dan diastolik yang besar serta hampir identik dengan kedua modalitas terapi. Pada substudi elektrokardiografi penelitian LIFE yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa strain pada elektrokardiografi awal berkaitan dengan massa ventrikel kiri yang lebih besar dan prevalensi HVK yang lebih banyak, menunjukan bahwa strain elektrokardiografi juga berkaitan dengan peningkatan risiko morbiditas serta mortalitas pada penelitian LIFE.(14,15)

II.2. Hipertrofi Ventrikel Kiri Hipertrofi ventrikel kiri (HVK) adalah suatu keadaan yang menggambarkan penebalan dan penambahan massa ventrikel . Selain pertumbuhan miosit dijumpai juga penambahan struktur kolagen berupa fibrosis pada jaringan interstisial dan perivaskular fibrosis reaktif koroner intramiokardial.(1) Hipertrofi ventrikel kiri yang terjadi pada hipertensi mula-mula merupakan proses adaptasi fisiologis, akan tetapi dengan penambahan beban yang berlangsung terus HVK akan merupakan proses patologis. Hal ini terjadi bila telah dilampaui suatu masa kritis ventrikel kiri, sehingga menurunkan kemampuan jantung dan menurunkan cadangan pembuluh darah koroner. Hipertrofi ventrikel kiri merupakan remodeling struktur jantung untuk menormalisasikan regangan dinding . Hipertrofi miokardium akan menurunkan regangan dinding agar fungsi jantung tetap normal.(1) Remodeling didefinisikan sebagai suatu proses yang ditandai dengan perubahan molekular, selular maupun interstisial yang mengakibatkan gangguan atau perubahan dalam ukuran, bentuk maupun fungsi jantung yang diakibatkan oleh injuri miokard (misalnya IMA ) maupun overload cairan, misalnya pada hipertensi maupun gangguan katup jantung yang mendasari progresi gagal jantung. Manifestasi remodeling berupa pembesaran bertahap ventrikel kiri yang dinilai dengan parameter peningkatan volume akhir diastolik (end diastolic volume = EDV) maupun volume akhir sistolik (end systolic volume) ventrikel kiri, peningkatan massa serta perubahan geometri ruang ventrikel kiri (VKi) yang menjadi lebih bulat dan kurang lonjong seperti pada keadaan normal. Perubahan morfologi ini, termasuk dilatasi VKi, disebabkan karena regangan pada jaringan parut, slippage sel-sel serta hipertrofi dan elongasi dari

45

serabut-serabut miosit yang tidak rusak. Keadaan yang mendasari fenomena ini termasuk nekrosis miokard, apoptosis, peningkatan fibrosis dan pembentukan kolagen abnormal yang disertai penurunan kekuatan tegangan (tensile strength) yang nyata. Diagnosis hipertrofi ventrikel kiri dapat ditegakkan dengan cara pemeriksaan klinis, radiologik, elektrokardiografik, ekokardiografik, angiografik dan lain-lain. Elektrokardiografik digunakan secara luas untuk menetukan hipertrofi ventrikel kiri, karena mudah dan murah yaitu sekitar seperlima biaya pemeriksaan ekokardiografik disamping belum tersedianya alat ekokardiografi secara luas.(1,16,17)

II.3. Elektrokardiogram (EKG)(18,19) Elektrokardiogram (EKG) adalah suatu pencatatan grafis aktivitas listrik jantung. Pada EKG akan tergambar gelombang yang disebut sebagai gelombang P, QRS dan T, sesuai dengan penyebaran eksitasi listrik dan pemulihannya melalui sistem konduksi dan miokardium. Gelombang – gelombang ini direkam pada kertas grafik dengan skala waktu horisontal dan skala voltase vertikal. Makna dari bentuk – bentuk gelombang dan interval pada EKG adalah sebagai berikut : a. Gelombang P Sesuai dengan depolarisasi atrium. Rangsang normal untuk depolarisasi atrium berasal dari nodus sinus. Tetapi besarnya arus listrik yang berhubungan dengan eksitasi nodus sinus terlalu kecil untuk dapat dilihat pada EKG. Gelombang P dalam keadaan normal berbentuk melengkung dan arahnya ke atas pada kebanyakan hantaran. Pembesaran atrium dapat meningkatkan amplitude atau lebar gelombang P, serta mengubah bentuk gelombang P. b. Interval P-R Diukur dari awal gelombang P sampai awal kompleks QRS. Dalam interval ini tercakup juga penghantaran impuls melalui atrium dan hambatan impuls pada nodus AV. Interval normal adalah 0,12 sampai 0,20 detik. Perpanjangan interval P-R yang abnormal merupakan tanda adanya gangguan hantaran impuls, yang dikenal dengan nama blok jantung tingkat pertama. c. Kompleks QRS

45

Menggambarkan depolarisasi ventrikel. Amplitudo gelombang ini besar karena banyaknya masa otot yang harus dilalui oleh impuls listrik. Tetapi penyebaran impuls cukup cepat, dalam keadaan normal, lama kompleks QRS antara 0,06 dan 0,10 detik. Pemanjangan penyebaran impuls melalui berkas cabang dikenal sebagai blok berkas cabang (bundle branch block) , akan melebarkan kompleks QRS. Hipertrofi ventrikel akan meningkatkan amplitudo kompleks QRS karena penambahan masa otot jantung. Repolarisasi atrium terjadi selama depolarisasi ventrikel. Tetapi besarnya kompleks QRS tersebut akan menutupi gambaran repolarisasi atrium pada EKG. d. Segmen S-T Interval ini terletak antara gelombang depolarisasi ventrikel dan repolarisasi ventrikel. Tahap awal repolarisasi ventrikel terjadi selama periode ini, tetapi perubahan ini terlalu lemah, tidak dapat tertangkap pada EKG. Penekanan abnormal segmen S-T dikaitkan dengan iskemi miokard sedangkan peningkatan segmen S-T dikaitkan dengan infark. Penggunaan digitalis akan memperpendek segmen S-T. e. Gelombang T Repolarisasi ventrikel akan menghasilkan gelombang T. Dalam keadaan normal, gelombang T agak asimetris, melengkung ke atas. Inversi gelombang T berkaitan dengan iskemia miokardium. Hiperkalium akan meninggikan dan mempertajam puncak gelombang T. f. Interval Q-T Interval ini diukur dari awal kompleks QRS sampai akhir gelombang T, meliputi depolarisasi dan repolarisasi ventrikel. Interval Q-T rata-rata adalah 0,36 sampai 0,44 detik dan bervariasi sesuai dengan frekuensi jantung. Interval Q-T memanjang pada pemberian obat anti aritmia seperti kinidin. Dalam usaha menginterpretasikan gambaran elektrokardiogram, harus selalu diingat bahwa gambaran EKG normal belum tentu menunjukkan jantung normal, sebaliknya gambaran EKG abnormal belum tentu menunjukkan jantung yang tidak normal pula. Betapa banyak kita lihat penderita yang menunjukkan stenosis bermakna di arteri koroner, ternyata mempunyai gambaran EKG normal. Sebaliknya, banyak kita lihat wanita muda dengan gambaran EKG abnormal seperti gelombang T terbalik di sadapan prekordial, ternyata mempunyai jantung normal, termasuk arteri koronernya. Bagaimanapun EKG hanya merupakan alat bantu diagnosis penyakit jantung. Gambaran klinis penderita tetap merupakan pegangan yang penting dalam diagnosis, apalagi penatalaksanaan penyakit penderita. Suatu

45

(11) Perubahan yang terjadi pada elektrokardiogram akibat hipertrofi ventrikel kiri adalah : a. akan sangat membantu menarik kesimpulan dari apa yang didapatkan.(21) b. Hipertrofi ventrikel kiri .4. HVK akan menimbulkan gelombang R yang tinggi di aVL (≥ 13 mm6 atau ≥ 12 mm10 ). Peningkatan voltase pada hantaran bidang frontal Pada beberapa kasus. keseimbangan kekuatan listrik lebih menonjol ke arah kiri. sedangkan voltase pada hantaran prekordial tinggi. Bahkan kasus yang lain. Pengetahuan mengenai ada tidaknya hipertrofi ventrikel dan atau atrium berdasarkan rekaman EKG. pada keadaan lanjut kelainan keseimbangan elektrolit seperti hipo dan hiperkalemi serta hipokalsemia dapat dilihat dari rekaman EKG.(6. atrium kiri.7) Terdapat gelombang S yang dalam ≥ 20 – 25 mm pada hantaran V1 atau V2 . Hipertrofi Ventrikel Kiri Secara Elektrokardiografi Elektrokardiografi tidak secara langsung menentukan adanya anatomi hipertrofi ventrikel kiri. disertai pengetahuan mengenai penyakit jantung.(11) Manfaat rekaman EKG yang paling besar adalah dalam diagnosis aritmia jantung. ventrikel kiri lebih berpengaruh secara elektrik dari pada ventrikel kanan dan menimbulkan gelombang S yang prominent pada hantaran dada kanan dan gelombang R yang tinggi pada hantaran dada kiri (left chest leads). karena dengan alat ini hampir sebagian besar aritmia dapat didiagnosis.kesalahan besar bilamana diagnosis dan penatalaksanaan penderita hanya semata-mata didasarkan pada rekaman EKG. sedangkan voltase pada hantaran prekordial adalah normal. Kadang-kadang hanya terdapat gelombang R yang tinggi di aVL sebagai satu-satunya tanda adanya HVK. atrium kanan sering dapat diketahui dari rekaman EKG. Sehingga pada hantaran prekordial akan menunjukkan gelombang R yang sangat tinggi ( ≥ 25 mm ) di hantaran dada kiri dan gelombang S yang dalam ( ≥ 25 mm ) pada hantaran prekordial kanan. ditemukan gelombang R yang normal di aVL. akibat perubahan anatomi. Peningkatan voltase pada hantaran prekordial Dalam keadaan normal. sedangkan gelombang R ≥ 25 mm pada hantaran V5 atau ≥ 20 mm di V6. Jika ditemukan HVK. Hanya sebagian kecil memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.(11) 45 . tetapi merupakan gambaran vektor listrik.(11) II. Walaupun tidak begitu sensitif dan spesifik dalam menentukan kelainan keseimbangan elektrolit. ventrikel kanan.

(20) Pada beberapa kasus. Berikut ini terdapat daftar faktor-faktor mayor yang dapat menimbulkan low voltage.(11. keadaan tersebut disebut gambaran pola strain VK.(8. sebagai contoh : LAH dan RVH pada kasus stenosis mitralis atau LAH dan HVK pada hipertensi.9) Pola strain VK kronik dijumpai pada PJH yang lama.c. Seseorang mungkin menderita pembesaran ventrikel kiri tetapi pada EKG tidak terlihat gambaran HVK. VAT pada V5 dan atau V6 lebih dari 0. gambaran EKG hanya menunjukkan HVK. kombinasi pattern terlihat pada gambaran EKG yang sama. Pada keadaan biventricular hypertrophy. Obesitas 45 . Pada beberapa kasus pola strain VK gelombang T dapat dalam sekali. sementara itu pola strain VK akut dapat terjadi pada keadaan peningkatan tekanan darah yang mendadak. VAT adalah waktu yang diukur dari awal depolarisasi ventrikel sampai perpotongan gelombang depolarisasi (puncak R). Peningkatan durasi QRS Durasi QRS lebih besar daripada 0.04 detik adalah HVK.08 detik tetapi tidak lebih dari 0.12 detik akibat dinding ventrikel yang tebal.T Depresi asimetris segmen ST diikuti inverted gelombang T yang lebar. Jadi kita harus ingat bahwa EKG hanyalah sebuah alat penunjang dan bukan alat pengukur yang pasti. Sedangkan high voltage dapat terlihat seseorang tanpa kardiomegali.20.22) e.(20) f. Efusi pericardial b. Harga normal VAT pada hantaran prekordial kiri adalah 0. Perubahan gelombang ST .(11) a.04 detik. Deviasi sumbu ke kiri Aksis pada HVK biasanya ke kiri ( aksis -30o atau lebih negatif ). Dikatakan sebagai low voltage bila amplitudo total kompleks QRS pada enam hantaran ekstremitas adalah ≤ 5 mm.(11) d. Peningkatan ventricular activation time (VAT) pada hantaran prekordial kiri lateral VAT disebut juga intrinsicoid deflection .

atau fibrosis miokardium e. R pada V5 atau V6 ≥ 30 mm Abnormalitas ST – T segmen : Tanpa digitalis Dengan digitalis Pembesaran atrium kiri pada V1 Left axis deviation Durasi QRS >0. S pada V1 atau V2 ≥ 30 mm c.05 detik) / VAT 3 1 3 2 1 1 Point 3 45 . sebab efusi perikardium potensial menjadi buruk. Diffuse myocardial injury (contoh : infark miokardium yang luas. f. Kriteria ESTES ( diagnostik bila point ≥ 5. probable bila 4 point ) (8) Kriteria EKG Kriteria voltase (salah satu ) a. Kriteria Hipertrofi Ventrikel Kiri Tabel 1.5. Sehingga apabila diketemukan low voltage dan sinus bradikardia kita harus menduga kemungkinan diagnosis myxedema. II. bagaimanapun juga harus dipikirkan pertama kali pada benak kita.Efusi perikardium. Infiltrasi pada miokardium ( contoh : amyloidosis) Obesitas dapat menyebabkan low voltage sebab jaringan lemak yang terdapat antara jantung dan dinding dada. Pada emfisema terdapat peningkatan inflasi paru. Hypothyroidism juga menyebabkan sinus bradikardi. apabila kita lihat low voltage. Sehingga obesitas dan emfisema sebagai penyebab low voltage adalah karena jarak dinding dada dengan jantung sangat jauh.c. R atau S pada limb lead ≥ 20 mm b. Myxedema (hypothyroidism) dapat menyebabkan efusi perikardium tanpa perikarditis akut. Variant normal.09 detik Delayed intrinsicoid deflection di V5 atau V6 (> 0. Emfisema d. Tambahan udara ini menyelubungi jantung.

Ekokardiografi (16.10)  S di V1 + R di V5 atau V6 > 35 mm Pada penderita obese dan overweight. Selain itu metode ini dapat digunakan berulang – ulang. tidak sakit.04 detik.R di I + S di III ≥ 25 mm Dikatakan HVK bila salah satu kriteria di atas dan terdapat pola strain VK. 45 . R di V4 – 6 > 25 mm S di V1 – 3 > 25mm S V1 atau V2 + R V5 atau V6 > 35 mm . Kriteria CORNEL (8)  S di V3 + R di aVL > 28 mm ( laki-laki )  S di V3 + R di aVL > 20 mm ( perempuan ) Kriteria Framingham (9)    R di aVL ≥ 11 mm .NB: Pembesaran atrium kiri ditentukan dengan adanya P terminal force di V1 kedalamannya >1mm dan durasinya > 0. dinding jantung.9. morfologi serta fungsi ruang jantung. murah dan merupakan langkah penting dalam evaluasi diagnostik maupun pertimbangan tindakan bedah.(23) II. katup serta pembuluh darah besar. Kriteria Sokolow & Lyon (8.6. kriteria Cornel lebih akurat untuk deteksi adanya HVK.24) Metode non-invasif ini memberikan informasi mengenai anatomi.

dari dinding posterior endokardial dari septum interventrikuler sampai dinding endokardial dari dinding posterior.diukur dari ujung anterior dari dinding posterior (the peak anterior point of posterior wall). Short – axis parasternal view (SAX) . ASE juga merekomendasikan cara pengukuran end-diastolic diukur dari awal kompleks QRS. 2.Pemeriksaan ini berdasarkan suara dengan frekuensi sangat tinggi atau disebut ultrasound. Pemeriksaan Ekokardiografi (25) Pemeriksaan echo dilakukan pada penderita tidur terlentang dengan posisi sedikit miring ke kiri kira-kira 30 derajat. terbagi menjadi potongan setinggi katup mitral. 6. Apical 4-chamber view. 4.1. 3. Definisi ultrasound adalah suara dengan frekuensi > 20. Apical 2-chamber view (RAO equivalent). 4 atau 5. Bila gerakan septum interventrikuler normal. papilaris dan potongan setinggi katup aorta. sedangkan cara mengukur end-systolic ventrikel kiri berdasarkan gerakan septum interventrikuler. end-systolic diukur dari point terbawah dari septum posterior ( the lowest posterior point of the septum ).(26) Ukuran akhir diastole ( end-diastolic dimension of the left ventricle / LVEDD ) diukur pada gelombang Q pada EKG. Transduser ditempatkan pada sela iga 3. potongan setinggi m. Sedangkan ukuran akhir sistol ( end-systolic dimension of the left ventricle / LVEDS ) diukur dari puncak posterior dinding endokardial septum sampai dinding posterior ventrikel kiri. agar jantung lebih dekat ke dinding dada.000 Hz. Metode yang direkomendasikan oleh American Society of Echocardiography (ASE) untuk mengukur struktur jantung dengan M-mode adalah tehnik leading edge to leading edge . 2 atau 3 jari di sebelah kiri parasternum kiri. jika gerakan septum abnormal . Ketentuan standar internasional terhadap pendekatan jantung untuk echo 2-D dibagi sebagai berikut : 1. Ketebalan dinding posterior (posterior wall thickness / PWT ) diukur pada akhir diastol ( gelombang Q dari EKG ) atau akhir sistol dari dinding endokardium 45 . Pengukuran ketebalan septum interventrikuler (interventricular septal thickness / IVST) dari akhir diastol (awal kompleks QRS ) atau akhir sistol antara dinding endokardial septum interventrikuler anterior dan posterior. Long – axis parasternal view (LAX).

papilaris . Gerakan septum dan dinding posterior dari awal sistol sampai awal diastol adalah berlawanan atau saling mendekati.1 cm pada orang normal. dengan nilai normal < 1. Diameter ventrikel kiri normal < 5. Septum interventrikularis bergerak ke posterior pada fase sistol dan sebaliknya ke anterior pada awal diastol. Sedangkan dinding posterior bergerak ke anterior pada fase sistol dan akan bergerak ke posterior pada awal diastol. Hipertrofi Ventrikel Kiri secara Ekokardiografi Pengukuran dimensi ventrikel kiri yang paling tepat adalah dengan mengarahkan kursor beam dibawah posisi katup mitral di atas m. Rasio septum terhadap dinding posterior tidak lebih dari 1. Bagian-bagian jantung yang dilewati oleh beam ultrasound adalah dinding depan dada.2 cm pada sistol akhir. ruang ventrikel kiri dan dinding posterior ventrikel kiri.3. dinding depan ventrikel kanan.2 cm pada akhir diastol. 45 . ruang ventrikel kanan. Amplitudo akibat gerakan ini disebut ekursi septum atau dinding posterior. septum interventrikularis. Ketebalan septum dan dinding posterior juga diukur pada akhir diastol.sampai dinding epikardium dinding posterior ventrikel kiri.2. Dimensi ruang ventrikel kiri diukur pada saat akhir diastol dan akhir sistol.(26) 6. dan < 3.

6 ] gram . Metode Penn Convention yaitu :(26. Keterangan : DIVK (diameter internal ventrikel kiri) = LVID (left ventricular internal dimension ).28) = 1. Dikatakan hipertrofi ventrikel kiri bila LVMI (left ventricular mass index) > 116 g/m2 pada pria dan > 104 gram/m2 pada wanita.8 + 0.04 [ ( DIVK + SIV + DPVK ) 3 – DIVK 3 – 13.04 [ ( DIVK + SIV + DPVK ) 3 – DIVK3 ] x 0.27. lebih sering digunakan indeks massa ventrikel kiri yang dihitung dengan cara membagi massa ventrikel kiri dengan luas permukaan tubuh atau tinggi badan.28) 45 . biasanya menggunakan rekaman M mode dengan bantuan echo 2-dimensi.Nilai normal untuk septum adalah 3 – 8 mm dan untuk dinding posterior adalah 8 – 12 cm.(26.27.(27) Ada beberapa cara pengukuran dimensi ventrikel kiri. Terdapat dua cara pengukuran yang sering digunakan untuk menghitung massa ventrikel kiri yaitu : metode Penn Convention dan metode ASE. SIV (tebal septum interventrikularis) = IVST (interventricular septal thickness).6 Dalam menentukan ada atau tidaknya hipertrofi ventrikel kiri. DPVK (tebal dinding posterior ventrikel kiri) = PWT (posterior wall thickness) Metode ASE (American Society of Echocardiography) yaitu : = 1.

BAB III KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP III.1. Kerangka Teori 45 .

2. Kerangka teori III. Kerangka Konsep Bagan 2.Bagan 1. Kerangka konsep 45 .

stetoskop. Ekokardiografi 45 .1. Alat pemeriksaan fisik (tensimeter.4. Disain Penelitian Disain penelitian yang digunakan adalah uji korelasi dengan observasional kejadian HVK antara dua kelompok. IV. IV.BAB IV METODE PENELITIAN IV. populasi kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK dan populasi kriteria Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK. timbangan berat/tinggi badan ) 3. Bahan dan Alat 1. Catatan medik pasien 2.2. Kariadi Semarang. Responden Penelitian Responden adalah semua penderita yang termasuk dalam populasi yang bersedia dilakukan pemeriksaan elektrokardiografi dan ekokardiografi.3. Elektrokardiografi 4. IV. Populasi Penelitian Populasi penelitian adalah penderita hipertensi yang berobat jalan di Poliklinik Hipertensi Bagian Penyakit Dalam maupun rawat inap di RSUP Dr.

Penderita infark miokard 3. 2. Kriteria Inklusi dan Eksklusi a.6. Tidak bersedia ikut dalam penelitian IV. Penderita payah jantung 4.5.2 }2 Jumlah sampel minimal n1 dan n2 masing-masing 40 = 38 + 0. Penderita jantung koroner 2. Kriteria inklusi : 1. Penderita yang berobat di poli Penyakit Dalam dan dirawat di bangsal Penyakit Dalam atau Unit Pelayanan Jantung Rumah Sakit Dokter Kariadi Semarang serta dilakukan pemeriksaan Ekokardiografi di Unit Pelayanan Jantung.5 – 0.842 45 . Bersedia sebagai responden dan telah menandatangani informed concent.IV. b. Kriteria eksklusi : 1. Jumlah Sampel { n1= n2= + }2 { P1 – P2 }2 { }2 n1= n2= { 0.

842 (power 80%) Pa = 0. lihat skema alur penelitian pada bagan 3 di bawah ini. IV.7.Dimana : Zα = nilai baku normal berdasarkan α = 0. dilakukan pemeriksaan ekokardiografi sebagai baku emas (gold standard) dengan alat Color Doppler Echocardiography dengan transduser array frekwensi 2. Baik yang terdapat hipertrofi ventrikel kiri menurut kriteria Sokolow.5 Po = 0. ditentukan tinggi badannya dengan pengukur tinggi badan pada timbangan MIC Health Scale .Lyon atau tidak.96 (kemaknaan 95%) Zβ = power penelitian 0.8. lalu dilakukan elektrokardiografi. serta dihitung Body Mass Index ( BMI ). Hasil perhitungan elektrokardiogram menurut kriteria Sokolow-Lyon untuk menentukan hipertrofi ventrikel kiri secara elektrokardiografi dan pemeriksaan ekokardigrafi dimasukkan ke dalam formulir penelitian. Alur Penelitian 45 . dihitung luas permukaan tubuh berdasarkan rumus Du Bois. ditentukan berat badannya dengan timbangan MIC Health Scale.2 IV. dengan elektro-kardiograf 12 sadapan. Cara Pengumpulan Data Penderita hipertensi yang menjadi peserta ASKES dan berobat di Poliklinik Hipertensi RSUP Dr. Kariadi maupun rawat inap di RSUP Dr.05 → Zα = 1. Ditentukan ada tidaknya hipertrofi ventrikel kiri menurut kriteria Sokolow.Lyon. Kemudian dilakukan pemeriksaan fisik thorak.5 Hz oleh dokter ahli jantung untuk memastikan adanya hipertrofi ventrikel kiri dengan menghitung indeks massa ventrikel kiri menurut rumus Penn Convention. Kariadi Semarang. kecepatan rekaman 25 mm/detik dan standarisasi 1 mv/cm. Untuk lebih jelas.

45 . Alur penelitian IV. jika tidak memenuhi syarat digunakan uji Fisher dengan tingkat kemaknaan yang dipakai untuk analisis statistik p<0. sedangkan data dengan distribusi tidak normal dilakukan uji non parametrik Mann-Whitney.05. b) Untuk melihat kenormalan data dilakukan uji Shapiro Wilk.9. e) Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. c) Dilakukan uji hipotesis dengan uji Chi-Square.Bagan 3. Analisa Data a) Data yang terkumpul ditabulasi dan diproses dengan program SPSS. d) Korelasi yang digunakan adalah parameter nilai Rasio Prevalensi. Bila didapatkan data dengan distribusi normal dilakukan uji beda T test.

Tekanan sistolik ditentukan pada suara Korotkoff fase I. keadaan tersebut disebut gambaran pola strain VK. Usia Ditentukan berdasarkan anamnesis terhadap penderita dan dinyatakan dalam tahun. 2. Posisi penderita adalah lateral kiri dekubitus dan kepala dinaikkan 30 derajat. sedangkan tekanan diastolic ditentukan pada suara Korotkoff fase V. Transduser diletakkan pada interkostal III – IV sternal kiri dengan sudut 90 derajat tepat pada ujung katup mitral dibimbing dengan pemeriksaan eko-2 dimensi. Pasien dinyatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih atau tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih. Skala ukurnya nominal yaitu ya atau tidak. maka dilakukan pengukuran ketiga. Tekanan darah dinyatakan dalam mmHg. Tekanan darah adalah nilai rata-rata dari 2 kali pengukuran tekanan darah istirahat dengan selisih waktu 2 menit dan selisih pengukuran tidak lebih dari 5 mmHg.10. Jika S di V1 + R di V5 atau V6 > 35 mm dinyatakan sebagai positif hipertrofi ventrikel kiri. Hipertrofi Ventrikel Kiri Secara Ekokardiografi Pemeriksaan dilakukan setelah istirahat dengan cara berbaring selama 15 menit. 6. setelah istirahat selama 5 menit . Kriteria Sokolow-Lyon Tinggi gelombang S dan R diukur dari garis isoelektrik dan dinyatakan dalam mm. Tekanan Darah Diukur dengan tensimeter air raksa pada posisi terlentang. Pola strain VK Jika depresi segmen ST diikuti inverted asimetrik gelombang T yang lebar di sadapan prekordial lateral. Pemeriksaan ekokardiografi M mode dilakukan dengan bimbingan eko-2 dimensi untuk menentukan tempat pengukuran. Definisi Operasional 1.IV. 45 . Jenis Kelamin Jenis kelamin dinyatakan pria atau wanita. 5. Skala ukurnya nominal yaitu ya atau tidak. 3. Jika dari 2 pengukuran terdapat selisih lebih dari 5 mmHg. 4.

Skala ukurnya nominal.9 Obese I 25 – 29.04 [ ( DIVK + SIV + DPVK ) 3 gelombang Q dari EKG . yaitu : – DIVK 3 – 13.9 Kegemukan ≥ 23 Preobese 23 – 24. Penn Convention.9 Obese II ≥ 30 45 .0001 x 71.84 x (BB 0.425 x TB 0.6 ] gram Luas permukaan tubuh dihitung dengan rumus Du Bois : = 0. 7.5 Normal 18. diambil tepat pada awal Masa ventrikel kiri dihitung dengan formula Massa VK = 1. yaitu : massa ventrikel kiri Indeks massa VK = --------------------------luas permukaan tubuh gram / m2 Jika indeks masa ventrikel kiri lebih besar dari 116 gram/m2 pada pria dan lebih dari 104 gram/m2 pada wanita. dinyatakan hipertrofi ventrikel kiri. yaitu ya atau tidak.31) BB (kg) BMI = --------------TB (m2 ) Kurus < 18. Body Mass Index (BMI)(30.Pengukuran diameter internal ventrikel kiri.5 – 22.75 ) m2 Indeks masa ventrikel kiri ditentukan dengan cara membagi masa ventrikel kiri dengan luas permukaan tubuh.

Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada gambar 3. Karakteristik Responden Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 82 orang.7 tahun dengan usia termuda 29 tahun dan tertua 80 tahun. Gambar 2. 45 . Terdapat 35 orang (49%) masuk dalam kategori kelompok umur 50 – 60 tahun.BAB V HASIL PENELITIAN V. Lebih dari setengah sampel penelitian ini adalah perempuan yaitu 45 orang (55%).9 + 10. Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin Rerata umur subyek penelitian adalah 57. dan laki-laki 37 orang (45%). 22 orang (30%) masuk kategori kelompok umur dibawah 50 tahun dan 15 orang (21%) masuk kategori kelompok umur diatas 60 tahun.1. Distribusi sampel berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada gambar 2.

9 + 3. Gambar 4.7. Terdapat 6 orang (7%) dengan kategori indeks massa tubuh kurus.2 dan tertinggi 28. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kategori indeks massa tubuh dapat dilihat pada gambar 4. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kelompok umur Rerata indeks massa tubuh sampel adalah 22. 18 orang (22%) dengan kategori preobese dan 19 orang (23%) dengan kategori obese I.Gambar 3.0 dengan BMI terendah 16. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kategori indeks massa tubuh 45 . 39 orang (48%) dengan kategori normol.

Gambaran selengkapnya karakteristik responden dapat dilihat pada tabel 2. Apabila dikategorikan derajat hipertensinya maka terdapat 59 orang (72%) yang masuk kategori hipertensi derajat II dan 23 orang (28%) kategori hipertensi derajat I. Uji beda umur dan BMI menggunakan independent t – test sedangkan uji beda sistol dan diastol menggunakan Mann Whitney.05). dengan perincian masing-masing 41 orang pola strain VK positif dan pola strain VK negatif.940) dan jenis kelamin (p = 0. Sementara itu rerata tekanan darah diastol adalah 98 ± 7.493).792). Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kategori tekanan darah dapat dilihat pada gambar 5. Hasil uji normalitas data dengan Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data umur dan BMI berdistribusi normal (p > 0. Tidak terdapat perbedaan bermakna umur (p = 0.05) sedangkan sistol dan distol tidak berdistribusi normal (p < 0.506) sampel diantara kelompok kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK positif dan pola strain VK negatif. Gambar 5.8 mmHg dengan diastol terendah 90 mmHg dan diastol tertinggi 130 mmHg. Distribusi frekuensi sampel berdasarkan kategori tekanan darah Total sampel berjumlah 82 orang. diastol (p = 0. 45 .639).Rerata tekanan darah sistol adalah 161 ± 14. sistol (p = 0.8 mmHg dengan sistol terendah 140 mmHg dan sistol tertinggi 210 mmHg. BMI (p = 0.

00 210. Umur BMI Sistol Diastol Sex Rerata SD Median Minimal Maksimal Rerata SD Median Minimal Maksimal Rerata SD Median Minimal Maksimal Rerata SD Median Minimal Maksimal Laki-laki Perempuan pola strain VK positif (n = 41) 58.Hubungan antara pola strain VK dan HVK Dari 82 sampel dengan Sokolow-Lyon pada penelitian ini.53 22.792 @ 0.00 80.506 * Keterangan : @ = independent t – test # = Mann Whitney test * = chi – square test V. Perbedaan karakteristik sampel pada kelompok pola strain VK positif dan negatif.93 11.00 140.00 78.2.86 54.00 90.493 # 0.05 9.61 58.Tabel 2.00 17 24 P 0.67 100.20 31.00 20 21 pola strain VK negatif (n = 41) 56.00 97. terdiri dari 41 orang dengan pola strain VK dan 41 45 .44 7.00 22.00 90.30 161.35 18.00 29.75 3.30 28.40 22.34 13.68 8.00 33.940 # 0.32 160.07 100.00 200.93 2.20 16.00 130.00 22.639 @ 0.00 140.00 97.10 160.49 16.31 160.00 110.

CI 95%: 1. Tabulasi silang 2 x 2 antara kriteria Sokolow-Lyon pola strain VK dan HVK HVK Sokolow-Lyon Pola strain VK (+) Pola strain VK (-) Positif 39 (95%) 31 (76%) Negatif 2 (5%) 10 (24%) 41 (100%) 41 (100%) Total p=0. Tabel 3.838).838. Tabulasi silang 2 x 2 antara kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK dan Ekokardiografi dapat dilihat pada tabel 3.3.3. Sementara itu dari 41 orang dengan pola strain VK terdapat 39 orang (95%) dengan HVK dan 2 orang (5%) tanpa HVK secara Ekokardiografik.Pembahasan Jumlah penderita yang termasuk dalam kriteria inklusi sebagai subyek penelitian adalah 41 orang pada kelompok Sokolow-Lyon dengan pola strain VK positif dan 41 orang dengan Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK. Dari hasil kejadian HVK pada kedua kelompok secara statistik bermakna (p=0.012). Kelayakan kelompok Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK sebagai pembanding. Kelompok dengan pola strain VK positif berisiko 6.orang tanpa pola strain VK. Pada tabel 2 terlihat bahwa variabel bebas yang dapat digolongkan sebagai karakter klinis sampel (tekanan darah sistol dan diastol) kelompok Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK tidak berbeda secara bermakna (p > 0.2823-30.3 kali mengalami HVK (95% CI : 1. Dengan cara analisis regresi logistik.05). Dari 41 orang tanpa pola strain VK terdapat 31 orang (76%) dengan HVK dan 10 orang (24%) tanpa HVK secara Ekokardiografik. Pada tabel 2 terlihat bahwa varibel perancu jenis kelamin pada dua kelompok juga tidak berbeda secara bermakna (p>0. teramati kejadian HVK antara kedua kelompok secara statistik bermakna.012. OR:6. V.05). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penderita pada kelompok Sokolow-Lyon 45 .283 – 30.

Odds rasio (OR) sebesar 6. Pada penelitian Ogah.O. Angka kejadian pembesaran ventrikel kiri pada kelompok Sokolow-Lyon dengan pola strain VK positif lebih tinggi secara bermakna (p<0.05) bila dibandingkan dengan tanpa pola strain VK.023) dan penambahan pola strain VK meningkatkan angka kejadian HVK (OR:1. sisanya 12 orang (24%) HVK negatif. terhadap 191 orang penderita hipertensi yang terdiri dari 64 orang dengan EKG-HVK dengan pola strain VK dan 65 orang dengan EKG-HVK tanpa pola strain VK serta 62 orang dengan EKG normal.024). Pada penelitian Salles Gil et al.303. Disamping itu karena kriteria keberhasilan yang diajukan juga mampu membedakan antara kelompok yang mengalami kejadian hipertrofi ventrikel kiri dan kelompok yang tidak mengalami kejadian hipertrofi ventrikel kiri. Pada kelompok Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK 31 orang (76%) HVK positif.838. didapatkan hasil antara kelompok dengan pola strain VK positif dan kelompok tanpa pola strain VK secara statistik berbeda secara bermakna (p=0. maka kriteria tersebut bersifat valid dan dapat diajukan sebagai kriteria keberhasilan diagnostik HVK.282-30.13 dengan melihat pentingnya pola strain VK pada pasien hipertensi yang resisten. terdapat 471 orang penderita dengan hipertensi persisten yang terdiri dari 101 orang dengan EKG-HVK 45 .97. Pada tabel 3 terlihat bahwa penderita yang HVK positif terdapat pada kelompok Sokolow-Lyon dengan pola strain VK positif 39 orang (95%). Interval kepercayaan (Confidence interval/CI)-95% berkisar antara 1.29 dengan melihat hubungan antara pembesaran ventrikel kiri secara elektrokardiografi dengan penambahan pola strain VK pada struktur serta fungsi ventrikel kiri.087-3. p=0. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh yang cukup besar penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon dalam menilai HVK dapat diterima. CI 95%: 1.S et al. sisanya 2 orang (5%) HVK negatif.3 dan probalitas penderita Sokolow-Lyon dengan pola strain VK positif untuk kejadian HVK sebesar 86%. Dibandingkan dengan penelitian lain yaitu kejadiam HVK pada penambahan pola strain VK pada kriteria Sokolow-Lyon.dengan pola strain VK positif dan tanpa pola strain VK berasal dari populasi yang sama. disamping kriteria yang telah diajukan oleh para peneliti terdahulu misalnya penelitian Agus w dan Sugiri (2007) yang menyatakan bahwa spesifitas kriteria sokolow-Lyon dengan pola strain VK lebih tinggi (80%) bila dibandingkan dengan kriteria Sokolow-Lyon tanpa pola strain VK (20%) dalam menegakkan HVK.

20. BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 45 .25-2. CI 95%: 1.dengan pola strain VK dan 339 orang dengan EKG-HVK tanpa pola strain VK.001) dan penambahan pola strain VK meningkatkan angka kejadian HVK (OR:1. didapatkan hasil antara kelompok dengan pola strain VK positif dan kelompok tanpa pola strain secara statistik berbeda secara bermakna (p=<0.001). p=<0.66.

Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Rachman O.VI. 14 th weekend course on cardiology 3.282-30. Rachman M. S. Saran a. Medl J of 45 .3. CI 95%: 1. Current Medical Diagnosis & Treatment 2002. Supari S. Isbagio H. Sokolow-Lyon dalam VI. Harimurti G. Edisi ketiga. 2. b. Jakarta : FKUI . P. 2002 : 93 -99. Secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK dan tanpa pola strain VK terhadap diagnosis HVK (p=0. Mohammed M. Tierney M. Aspek metabolic pada penyakit kardiovaskuler. 4. Diperlukan penelitian dengan jumlah sampel yang lebih banyak. The 24 hour pressure pattern : Does it have implication for morbidity and mortality. 1996 : 1128 – 33. Sutikno. Kriteria Sokolow-Lyon dengan pola strain VK positif dapat digunakan untuk memastikan diagnosis HVK khususnya pada tempat yang hanya mempunyai fasilitas alat elektrokardiografi. L. DAFTAR PUSTAKA 1. Widodo D. Lesmana L.J. Kalim H dan Baraas F. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas. Systemic Hypertension.M. Papadakis M. eds. dapat ditarik kesimpulan bahwa : a. b. B. Determination of Left Ventricular Mass By Echocardiograph In Normal Arab People. Jilid I. 41 st ed.1. Abdoelrochim I. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.012). A. Noer S. McPhee J.838). 2002. Waspadji S. 459 – 84. 3. Massie M. Terdapat pengaruh yang cukup besar penambahan pola strain VK pada kriteria memastikan diagnosis HVK (OR:6.2. Penyakit Jantung Hipertensif. New York. Karo-Karo S.

7. 9. California . Vijan SG. 321 – 56. 15. Quantitative Assesment of Electrocardiographic Strain Pattern Predicts Increased Left Ventricular Masa : The Strong Heart Study. 2001. 6. Lee ET. Widodo D. Manfaat Penambahan Strain Pattern pada Kriteria Sokolow-Lyon Dalam Menilai Pembesaran Ventrikel Kiri Secara Elektrokardiografik. Chamber Enlargements . European Society of Hypertension. 67. 12 Lead ECG Interpretation . New York. Norman A.48:437-442. 1981. J Sverker. Waspadji S. Sugiri. 10. Fabsitz RR.Islamic Academy of Sciences. 2006. Edisi 4 . 10 th ed. 85 – 111. Hirlan. Price S. Goldberger Clinical Electrocardiography . Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia . Howard BV. Castellanos A. Cardoso C. Badan Penerbit UNDIP .In : Goldberger L. Lange Medical Publication. Electrocardiographic Strain Pattern and Prediction of Cardiovascular Morbidity and Mortality in Hypertensive Patients. Jilid I. Nieminen MS.44:48-54. Elektrokardiografi. Okin PM. 2004. Remodeling in Heart Failure : Benefit of Early Intervention . Goldberger E. McGraw-Hill. Sutikno. Patofisiologi .40:1395-400. Hypertension. 1996 : 888 – 933. 5.CardiacRisk. 11. Rifqi S . Mackenzie Graham. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam . 13. Okin PM. Korelasi Dispersi QT Dengan Hipertrofi Ventrikel Kiri Pada Penderita Hipertensi. 14. etal. Agus W. PIT VII Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia Cabang Semarang . Edisi ketiga. How reliable is the electrocardiogram in detecting left Ventricular Hypertrophy in Hipertension.org. 2 nd ed . Principles of Clinical Electrocardiography .2004. Four Diagnostic Criteria Four ECG-LVH. Ghent. Laporan untuk mencapai sebutan Spesialis I Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. J Am Coll Cardiol 2002. 59 –64.www. Oikarinen L. Husein G. Duprez D. Norman A. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Hipertrofi Ventrikel Kiri pada Hipertensi. Penney F. 18. Balai Penerbit FKUI .A . Salles G. Dasril Efendi. Galloway JM. Hurst’s The Heart 8 th Edition. Framingham ECG LVH Calculator . 1994. Lesmana L. 2003 : 293 – 96. Penerbit Buku Kedokteran ECG . Importance of the Electrocardiographic Strain Pattern in Patients With Resistence Hypertension.uk. Goldman M. Hypertwnsion. 8. Prosedur Diagnostik Penyakit Kardiovaskuler. 14 : 2 . Jakarta . M Elizabeth. Jakarta. 2001. 12. Tesis PPDS I Ilmu Penyakit Dalam. A. .J. Hadi M. 19. Devereux RB. Isbagio H dkk . 1979 . 17. R Armando. Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Pratanu Sunoto. B Katia. Rachman M. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. 63 – 72.646-48. Marjorie A. Semarang. 20. The Resting Electrocardiogram. 1991. Jakarta. 1995:496 – 523. Atrial and Ventricular Enlargment. 45 . 2007. 1992 : 77 – 85. Goldberger L. Noer S. 2003. Devereux RB. Inc. In Post Grad Med.J. New York . Wilson L . 16. Penatakasanaan Penderita Penyakit Dalam Secara Holistik Dan Integratif. Left Ventricular Hypertrophy (LVH).

1 – 8. Karim S. Fundamentals of Echocardiopgraphy Physical Principles of Conventional Echocardiography . Devereux. W. Jakarta. Lithell O. H. USA . Salako BL. Ojji DB.FK UNDIP . Metabolic Syndrome dan Obesitas. Manfaat Penurunan Berat Badan pada Obese dengan komplikasi Metabolik. Sverre. Falase AO. Blackwell Science . Grauer K. Peter M. Semarang. 28. The Losartan Intervention For Endpoint (LIFE) Reduction in Hypertension Study. Anderson B. Pemeriksaan Non-Invasif Pada Penyakit Kardiovaskuler. 1994 : 21 – 25. Otto C. Sistimatika Dan Latihan Pembacaan EKG. Clinical Detection of Chamber Enlargement. Dalam: Djokomoeljanto R. Oemar H. Adebayo AK. A Times Mirror Company . Surwianti R.Saunders Company . Baraas F. Andren B. 2002 : 105 – 22. 24. Ogah OS. Lind L. Australia . Lembar Persetujuan Calon Subyek Penelitian 45 . Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Echocardiographic Evaluation of Left and Right Ventricular Systolic Function.B. 2002: 15 – 22 31. Jakarta : Balai Penerbit FKUI . Soenarta A. Naskah Lengkap Kongres Nasional V Persatuan Diabetes Indonesia ( Persadia ) dan Pertemuan Ilmiah Perkumpulan Endokrinologi Indonesia ( Perkeni ). Adam John MF. Zethelius B. 29. Ultrasound in Cardiology . FKUI . Suhartono T. 25. Textbook of Clinical Echocardiography. Echocardiography : The Normal Examination and Echocardiographic Measurements. Aje A. 26. English Translation By O’Neal Wandrey S. Echocardiographic and Electrocardiographic Diagnoses of Left Ventricular Hypertrophy Predict Mortality Independently of Each Other in a Population of Elderly Men. Oladapo OO. Darmono. Effect of Obesity on Electrocardiographic Left Ventricular Hypertrophy in Hypertensive Patiens. 27.21. 35 : 13 – 18. Grauer K. 2000 MGA Graphics. Cardiology 2006. Adebiyi AA. Lampiran 1. Pemayun TGD. Karo-Karo S. 1998 : 71 – 83. 2000 : 101 – 8. Hypertension. Circulation 2001 . 1996 : 109 – 11 23. 10 Juli 2004. Washington . Buku Ajar Kardiologi. Kjeldsen . Arnlov J. M-Mode Echocardiographic Measurements and Calculations. 22. Bjorn D. Richard B. Ismudiati L. 103 : 2346 – 2351. 30. New York . Djokomoeljanto R. Ormerod O.Schmailzl K. Sverker J. Hotel Horizon Semarang. 1998 : 153 – 69. Kabo P. A Practical Guide To ECG Interpretation. Sundstrom J. Associayion between Electrocardiographic left Ventricular Hypertrophy with Strain Pattern and Left Ventricular Structure and Function. 2000 . 106 : 14-21. Workshop Sindroma Metabolik & Gangguan Vaskuler . EKG dan Penanggulangan beberapa penyakit jantung untuk dokter umum.

Saya menyatakan bahwa saya telah dengan jujur menjawab segala hal yang berkaitan dengan riwayat medis saya dan saya akan mengikuti semua petunjuk dan peraturan yang dikenakan kepada saya oleh staf penelitian yang namanya tercantum pada lembar informasi ini.Dengan ini saya menyatakan bahwa saya telah membaca lembar informasi pasien penelitian. Saya menerima bahwa data penelitian ini akan dirahasiakan oleh peneliti. Nama saya atau setiap bahan yang mengidentifikasikan saya sebagai partisipisan dari penelitian ini tidak akan diumumkan tanpa persetujuan tertulis. Nama _________________________ Tanda tangan _____________________ Tanggal Dokter ________________________ Tanda tangan _____________________ Tanggal Lampiran 2. saya setuju bahwa data yang dikumpulkan selama penelitian ini dapat diproses dengan sistem komputer. Identitas Nama : Umur : thn Berat Badan : Kg Tinggi Badan : cm Sex : L / P 45 .      Saya telah cukup menerima informasi mengenai tujuan dan jalannya penelitian. Formulir Penelitian 1.   Saya mempunyai hak untuk meminta data-data saya sendiri setiap waktu kepada dokter peneliti. Dalam rangka keperluan penelitian. Saya tahu bahwa saya dapat menarik diri dari penelitian kapan saja tanpa efek negatif. Saya setuju berpartisipasi dalam penelitian.

HVK YA TIDAK 3.a. Pola Stain Ventrikel Kiri Pola strain VK 1.b. Darah Diastolik : I / 2. 2. Elektrokardiografi 3. Pemeriksaan thorak : 3. YA TIDAK 4.Luas Permukaan Badan ( Du Bois ) : Tek. 2. Ekokardiografi DIVK (diameter internal ventrikel kiri) SIV (septum interventrikuler) DPVK (dinding posterior ventrikel kiri) mm mm mm 45 . Darah Sistolik : Derajat Hipertensi ( JNC VII ) mmHg : m2 BMI : kg/m2 mmHg II Tek. Kriteria Sokolow-Lyon VOLTASE S di V1 R di V5 / V6 S di V1 + R di V5 / V6 HVK jika > 35 KETENTUAN 1.

6 Gram INDEKS MASSA VENTRIKEL KIRI _MASSA VENTRIKEL KIRI_ LUAS PERMUKAAN BADAN g/m2 KETENTUAN HVK jika : Laki-laki > 116 gram/m2 Wanita > 106 gram/m2 1.04 x [3x(DIVK+SIV+DVPK)-3DIVK]-13. YA 2.MASSA VENTRIKEL KIRI (Penn Convention) = 1. TIDAK HVK 45 .

69 1.40 1.64 1.00 53.00 62.0 0 165. 13. 10. 19.1 1.55 150/90 13 23 36 23.30 24.10 1. 11. 20.20 53.69 140/90 10 27 37 28.0 0 145.50 71. 12.0 0 160.80 69.55 160/105 15 23 38 25.74 155/100 150/100 14 13 22 27 36 40 19.20 1.00 68.0 0 152.0 0 161.0 0 157. NAMA n Umu r BB TB BMI LPB Tensi SV1 RV5/ 6 SV1+RV 5/6 167.80 56. 3.1 0 160.0 22.68 140/90 16 19 35 20.64 1.80 0 162.00 45. 16.0 0 155.0 0 157.30 1.56 1.0 0 160. 8.00 66.83 1. Supartiah Yulianingsih Suparmo Djaharudin Alifah Endang S.74 140/100 16 25 41 27.45 160/100 9 28 37 21.00 68.51 1.55 160/110 12 26 38 22. Filiani Roso S.54 1. 2.00 54.0 0 165.70 1.40 1.5 0 155. 5.0 0 157.Lampiran 3. Data Sampel Penelitian Kelami No. 7.00 55.69 140/90 10 25 35 26.34 160/100 12 24 36 20.90 1.33 1.60 66.00 49.00 44.30 1.86 160/100 12 29 41 45 . w w p p w w w p w w p w w w w w w w w p 55 31 63 58 70 50 55 39 57 57 53 51 53 41 50 50 55 53 62 42 76.0 0 157.40 1.76 180/130 18 20 38 27. 18.00 65.00 55.36 150/90 12 24 36 27.68 150/100 17 22 39 20.56 1.62 160/110 8 28 36 27.0 0 155.0 0 151. 15. 6.10 1.00 60.40 1.58 160/100 15 21 36 21.00 66. Masiningsih Ch Suryati Sabit Anastasia Muljani Wahyuni Iswatiati Supriyati Sukemi Indrayanti Kulimah Dwiyanto B. 9. 4.0 0 157. 14.68 150/95 17 22 39 26.54 155/100 19 25 44 23.0 0 162. 17.54 190/100 10 26 36 24.

3 4.03 1.32 150/90 15 22 37 No. SOKO LYON LV strain DIVK SIV DPVK MVK IMVK 133.7 5.30 155/90 16 21 37 22.59 160/100 10 28 38 19.2 0.00 1.2 1.5 1 171. 29.0 0 158.5 4.84 1.2 1.71 150/90 8 27 35 23.10 235.55 175/100 19 20 39 24.0 0 158.2 1. 7.00 55.4 1 1.9 1 0. 25.55 140/90 12 26 38 24.90 297.3 1.53 176.7 9 179.10 1.00 60.8 0 155.35 1.80 1.33 236.00 54.34 1 133.61 160/100 17 19 36 21.00 0 156. 28. 24.00 42. 8.8 9 152. 30.97 1.6 1.63 160/100 13 23 36 24.5 6 4 4 3 2 4 4 4 3 3 3 3 3 2 2 2 2 3 3 1 1 3 3 1 1 1 3 1 2 1 3 2 3 2 2 1 2 45 .50 63.7 248.14 302. 5. 6.57 150/90 13 25 38 22.28 1.3 8 114.14 287.6 9 176. 22.3 5 193. 26.8 1.48 1.36 160/90 12 29 41 22.00 57.1 5.1 1.6 8 139.7 5.9 1.2 1.10 60.7 4.0 0 160.2 4.2 21. 27. 9.0 0 145.5 0 167.0 0 158. Latifah Sri Suyatmi Sholeh Anisa Eni Waroh Marimin Abdul Ghofur Supitono Endang Sukardi w w p w w p p p w p 65 63 29 69 49 72 61 50 49 54 45.8 Kat BMI Kat Hip Kat IMV K Kat Usia 1.59 1. (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (-) (+) (+) (-) (+) (+) (-) (-) 4.1 4.5 1.0 142. 2.00 62.0 0 22. 23. 4.00 47.62 325.35 235.1 0.1 1.0 0 145.9 1. 3.

09 169.9 7 2 2 3 2 3 3 1 1 2 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 1 2 3 1 3 2 2 3 1 3 2 1 3 2 2 2 3 3 3 3 1 2 3 1 3 2 2 1 2 4 2 1 2 4 3 2 2 2 3 1 2 4 3 2 1 2 3 1 2 2 3 1 2 2 3 3 2 2 3 1 2 45 .9 1.1 1.8 1.2 6 102. 25.7 4.9 0. (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (-) (+) (-) (-) (+) (-) (-) (+) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) (-) (-) (-) (-) (-) 5.35 190.1 5.1 1. 11. 28. 20.37 157.5 1. 18.1 0.2 1. 15. 13.1 0.35 204. 22.1 5.2 4.8 1.2 1.7 0 101.3 1.58 256.8 1 140.6 1.6 6 162.4 8 141.2 1.42 162.6 1.4 2 117. 23.17 241.1 9 102.2 1. 12.8 1.1 4. 26.1 1 1.6 4.7 7 141.2 0. 30.38 281. 14.2 4.6 0 110.1 0.1 4.8 1. 29.1 7 118.3 0.2 1.7 5 128.89 150.7 1.64 187.7 1.1 8 130.96 184.1 3.42 6 140.1 1 0.1 4.6 4.1 4.7 4.7 0.4 4.9 0. 21.5 4. 16.6 5.1 0.9 4 115.8 1.14 187.82 245.5 4 143.4 4.2 3.2 0.3 1.5 9 151. 19.5 0.9 1.7 5 102.1 0.36 222.1 0.5 6 131.78 183.38 218.80 198.3 1.3 1.128.2 2 116.78 134. 17.58 134.9 198.9 1.05 224.3 4.6 10.8 3 150.7 4. 24. 27.8 1.

32.0 0 163.60 170/90 14 24 38 22.Umu No. 45.00 54.0 0 157.64 150/90 11 28 39 25.69 170/100 17 22 39 24.0 0 167.0 0 155.60 1.90 180/100 12 25 37 22. 40.0 31.80 68.97 1.36 160/100 12 25 37 24. 47.0 0 160.20 1.30 1.0 0 164.55 160/90 17 19 36 21.59 140/90 19 20 39 25. 41. 43.71 150/90 17 19 36 45 .00 50.10 1. Amrodi Maryatun p w w p p p p w p w w p p w p p w 74 73 60 54 49 54 70 50 75 51 52 54 52 54 71 49 56 65.73 150/90 15 20 35 20. 42.30 1.59 1.00 68. 35.0 0 155.0 0 155.00 66.77 160/100 16 26 42 20.59 160/100 18 26 44 21.5 0 165.0 0 155.00 53.10 1.00 80. 36. 46.09 1.80 1. 38.00 59.19 1.0 0 168. 44.0 0 27. Ramidjo Soemastuti Komariah Sumardi Suharno Narta Sayekto Sunaryati Sugito Kaminah Nuryati Karnaen Sutomo Parini Enggar Imam S.45 160/100 9 28 37 19.00 54.10 65.00 0 151.00 63.29 1.0 0 160.0 0 168.08 1.40 1.0 0 160. 33.00 44.00 49.90 54.00 57. 37.55 150/100 13 29 42 20. NAMA Kelamin r BB TB BMI LPB Tensi SV 1 RV5/ 6 SV1+RV5 /6 164. 34.71 180/100 15 27 42 23.47 160/90 19 20 39 21.90 1.78 1. 39.0 0 155.52 160/100 8 27 35 28.62 150/100 18 22 40 24.00 60.15 1.

0 0 150.0 48. 35.49 150/100 23 32 55 18.0 0 155.2 1.30 170/100 23 24 47 24.80 1.00 52.63 190/110 23 19 42 21.20 1.00 39.0 0 158.30 1.00 0 150.9 1.65 200.166.0 0 158.0 0 172.0 0 162.40 1. 59. SOKOLYON LV strain DIVK SIV DPVK MVK IMVK 146.60 1.0 0 163.82 1 146.4 1.00 46.50 60.00 40.0 0 22.44 140/100 20 23 53 16. 49. 57. (+) (+) (+) (+) (+) (-) (-) (-) (+) (-) 4.0 0 168.00 57.2 0.30 1.00 56.40 1.9 250.8 1.75 150/100 14 23 37 No.00 55.6 1.29 200/100 16 24 40 19. 56. 50.20 1.0 0 148.00 50. 52. 33.9 4 154.10 1.61 150/90 8 28 36 17.7 4.00 54.51 226.49 160/100 11 30 41 21.70 1.62 246. Djumari Marsiyam Mudasir Tugiyo Isnaeni Maesaroh Kasminah Asmanah Selamet Sugiyo Asmah Rukanti Aminah p w p p w w w w p p w w w 60 80 61 61 48 40 48 68 70 59 45 78 60 67.10 1. 54. 32.0 0 155. 51.1 5.32 165/110 21 25 46 20.54 160/90 12 27 39 24. 58.00 40.0 0 150.3 1.1 3.30 1. 60.9 5 162.71 160/90 4 34 38 21. 55.00 56.6 9 158.6 2 3 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 1 1 3 3 3 3 2 2 1 45 .7 Kat BMI Kat Hip Kat IMVK Kat Usia 31.60 180/90 13 25 38 18. 53.1 1.33 236. 34.1 0.43 190/100 10 25 35 21.80 1.7 4.3 1.

1 1.3 1.9 5. 52.7 3 168.5 5.1 1.42 144. 50.6 1.7 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 2 3 1 1 1 3 1 1 1 3 1 1 2 3 3 3 2 2 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3 4 2 2 2 4 2 4 1 2 3 4 3 2 3 2 2 4 3 4 2 2 3 3 2 3 3 1 2 2 3 1 2 2 3 3 3 3 2 1 2 4 3 4 3 3 3 3 2 45 .1 0.5 5.8 0.3 1.8 1 0.5 0 116.7 3 138.9 0.135.76 234. 57.27 275.0 0 154.2 4. 41.5 4.7 0. 44. 54. 39.0 9 110. 46.4 4.9 8 106.1 0. 45.60 194.7 0.4 4.4 4.63 297.9 0.3 1.4 2 153.46 181. 51.1 1. 42.1 1 1.9 1.5 1.2 1.5 5 135.7 0.2 1.4 3.9 3.3 1.5 4 4.1 4.9 1.2 1 1.5 0.7 4.48 190.55 169.8 1.80 234.1 4 110.2 1. 53.8 9 118.7 8 122.2 1.2 5.1 1.8 0.2 1 103.2 0.3 5.2 1.9 3 117.5 5 145.7 1.37 1 107.18 157.80 210.8 0.5 2 111.6 4.3 1. 47. 55.19 236.7 3 103.5 5 4. 49.3 2 135.62 212. 48.4 0 163. (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (-) (-) (+) (-) (-) (+) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (-) (+) (+) 4. 38.43 203.80 201. 40.96 236.40 191.44 204. 43.3 1.5 9 174.9 0.22 170.7 3.7 239. 56.1 (+) (+) (+) (+) 2 113.4 1.2 1.1 36.3 1.6 0. 37.4 5.86 169.58 184.

0 0 143.00 74.00 40. 60.47 160/90 20 15 35 23.0 61.00 45.00 0 143.3 1.22 161.00 60.0 0 153.27 200/100 20 22 42 20.00 49.4 0.4 148.00 1. 65.50 1.0 0 160.40 210/110 13 22 35 26. NAMA Kelamin r BB TB BMI LPB Tensi SV 1 RV5/ 6 SV1+RV5 /6 173.00 48. 74.3 1.9 9 161.33 160/90 12 28 40 23.0 0 160.10 1.0 0 173.07 160/100 140/90 17 16 22 19 39 35 21.62 170/90 8 34 42 20.72 0 100.00 1. 59.00 63. Soemidjo Siti Fatimah Fahrurudin Tumiyem Murni Karsono Jumiyati Suparti Sulastri Rudi Setiawan Sumirah Supangkat Saebiyati Kaminem Yoyok p w p w w p w w w p w p w w p 60 73 33 65 52 69 42 74 73 62 63 56 58 69 55 78. 70.00 50.00 50. 75. (+) (+) (+) (-) (-) (+) 4.00 78.24 230.87 150/90 18 23 41 24.50 1.7 1. 69. 66.37 150/100 10 25 35 23.52 170/90 9 26 35 25.1 191.00 53.92 180/90 10 25 35 45 .0 18.00 41.80 1.00 50. 62.0 0 155. 63. 71.40 1.0 6 2 3 1 3 2 3 2 3 1 3 1 1 Umu No.50 150/90 10 32 42 17.60 180/110 10 25 35 19.0 0 145.80 1.2 1.7 3 4. 72.10 1.70 1.90 1.6 1.2 58. 64.0 0 150. 68.80 1.37 150/90 10 26 36 19.0 0 172.36 170/100 15 20 35 26.50 40. 67.0 0 156.28 2.80 26.0 0 146.00 1.00 1. 73.0 0 145.0 0 152.

72 150/90 15 24 39 Keterangan : Kat BMI 1 : Kurus ( < 18.00 58. 80. 66.0 0 160.5 Kat BMI Kat Hip Kat IMVK Kat Usia 61.4 1. SOKO.6 9 138.9 ) 4 : Obese I ( 25-29. 79.5 0 158. 77.7 5.2 1.0 0 190.8 0.5 2 184. 63.9 ) Overweight ( ≥ 23 ) 3 : Preobese ( 23-24.7 0.60 150/100 9 29 38 26.54 170/90 15 25 40 21. 62.50 1.9 ) 5 : Obese II ( ≥ 30 ) Kat Hipertensi : 1 : Normal ( sistol 110-139 ) atau ( diastol < 90 ) 2 : Hipertensi derajat I (sistol 140-159) atau (diastol 90-99) 3 : Hipertensi derajat II (sistol > 160) atau (diastol > 100) No.2 0.00 45.2 1 101.72 180/120 5 30 35 26.0 5 173.44 160/100 17 18 35 22.00 61.7 0.00 62.5 4 3 2 2 4 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 1 3 1 3 3 1 3 2 3 1 45 .1 1. 81.3 IMVK 136.0 0 170.0 0 21.7 0 149.6 5.20 1.5 1 232. 78.1 1.5 5 242.5 ) 2 : Normal ( 18.LYON LV strain DIVK SIV DPVK MVK 261. 65.90 1.20 1.3 4.60 170/110 18 20 38 17. Moch Cholil Djimu Sadiman Samadi Poyo Piran Watini Indra Sasono p p p p p w p 66 55 72 68 59 54 54 68.7 1.0 0 150. 67.00 63.1 1.0 6 253.90 1.70 1.1 5.69 170/110 8 34 46 26.9 1 0.00 0 160.6 3 232.9 0.60 1.6 1. 64.4 3.5-22. (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (-) (+) (+) (+) (+) (-) 5.9 5 145. 82.0 76.5 5.0 0 167.0 161.00 59.0 0 153.

9 1 154.4 1.3 2 147.2 1. 77.9 4. 80.5 1.6 6 163. 70. 81.5 1 254.1 1.2 1 140.5 4 168.3 1 1 0.4 1.0 0 194. (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (+) (-) (+) (+) 4.3 4.7 1.3 4.1 0.6 9 259.5 1.2 0.1 0 253.4 1 1.7 1.1 0 348. 71.0 6 2 3 3 2 4 3 1 2 2 3 3 2 4 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 2 4 2 3 3 4 2 3 2 2 3 1 3 2 3 1 2 4 2 3 2 3 2 1 3 2 2 3 3 1 3 1 3 3 3 1 3 Keterangan : Kat IMVK : 1 : (+) HVK perempuan 2 : (-) HVK perempuan 3 : (+) HVK laki-laki 4 : (+) HVK laki-laki Kat Usia : 1 : < 50 tahun 2 : 50 .2 0 153.1 4 4. 78.8 68. 76.9 4 145.1 1.7 1.7 1.5 6 212. 69. 72. 79.6 0.7 3 172.2 3.8 6 154. 74.8 4.2 1.5 299.2 4.5 1. 73.8 7 151.6 6 145.5 1.2 3 121.1 8 304.5 3 2 184.5 1.9 6 209.6 3 228.5 1.3 7 178.6 0 216.0 7 232.7 1.2 5.3 4 5.7 1 1.4 1.9 8 232.60 tahun 3 : > 60 tahun 45 .6 (+) (+) (+) (+) 3 261. 82.5 1.1 1 152.4 1.8 4.6 5.7 4. 75.2 6 205.

30 142.43120 22.110 df 41 41 41 41 41 41 41 41 Sig.91 82 14.00 29 80 bb 57.117 sis Ya .00 22. Deviation Median Minimum Maximum Mean N Std.9316 1.37546 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Interval of the Difference F Sig.843 .5769E2 82 82 3.860 1. Lilliefors Significance Correction *.00 93.000 . Deviation Median Minimum Maximum um 58. This is a lower bound of the true significance.00 57.00 31.000 . t df Sig.04447 22.00 sis 160.000 Statistic .682 Shapiro-Wilk df 41 41 41 41 41 41 41 41 Sig.20 31.168 .3250 1.860 54.93 22.001 .195 tidak .088 .7549 1.00 29 78 57.00282 7.03018E1 56.67746 56.00 140 210 dia 97.55135 2.233 .000 .00 22.20 143.1232 82 1.49 82 10.5800E2 16.3500 1.5780E2 41 41 3.00 90 110 97.675 100.00 33 80 56.00 57.324 160.88519 22.56 82 7.852 3.10 173. Group Statistics um bmi LVS Ya tidak Ya tidak N 41 41 41 41 Mean 58.05 56.502 11.9316 Std.10 173.05 41 9.971 .8432 1.30 170.638 . Deviation Median Minimum Maximum Mean N Std.000 .00 140 200 160.0000 39.615 58.68 41 8.0829 41 1.Lampiran 4. Deviation Std.49 41 16.00 90 130 Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova um bmi LVS Ya tidak Ya Statistic .273 tidak .40411 .882 .000 .002 .985 .314 a.5750E2 18.070 100.384 .18155E1 57.00 80.20 28. Error Difference Lower Upper 45 .00 93. .744 56.806 160.5000 39.20 142.0000 40.200* .979 .200* . Hasil Uji Statistik Report bmi tb 22.7549 22.904 .1634 41 8.310 160.53038 7.00 LVS Ya tidak Total Mean N Std.965 .00 90 130 97.2000 1.827 100.272 dia Ya .93 41 11. Error Mean 9.200* .44 41 7. (2-tailed) Mean Difference Std. .083 tidak .00 140 210 161.34 41 13.786 .53038 .40411 7.615 1.5775E2 16.5758E2 41 41 2.

15353 bmi 7.1% 45.0% 100.1% 45 45.0% Total 37 37.500 1.471 80 76.008 -.5% % of Total 24.623 -3.3% % within LVS 51.1% 45.32 41.384 2.2% 58.0% 100.0% % of Total 50.8% 41.639 .685 .74 43.0 100.um Equal variances assumed Equal variances not assumed Equal variances assumed Equal variances not assumed 2.3% Count 41 41 Expected Count 41.68 1694.0% 54.533 .26 Sum of Ranks 1629.076 .50690 5.00 1709.17668 2.461 .0% 50.9% 82 82.7% Count 21 24 Expected Count 22.66705 -3.143 .15079 1.0 100.50416 -1.0 41.870 1.9% 54.0% 50.122 -.792 .9% % within LVS 48.50 1773.50 dia sx pria wanita Total sx * LVS Crosstabulation LVS Ya tidak Count 20 17 Expected Count 18.471 .0 100.6% 29.626 -1.000 1. Sig.5 18.0% 45 .7% 53.5 % within sx 46. (2-tailed) a.940 41.5 % within sx 54.493 dia 833.4% 20.0% 100.0% % within LVS 100.5 22.122 1.694E3 -.384 .867 5.265 Ranks sis LVS Ya tidak Total Ya tidak Total N 41 41 82 41 41 82 Test Statisticsa Mann-Whitney U Wilcoxon W Z Asymp.0 % within sx 50.17668 -.630E3 -.00 Mean Rank 39.190 .639 . Grouping Variable: LVS sis 768.5% % of Total 25.66705 .717 80 70.792 1.0% 45.265 -.

0% % of Total 85. Sig.248a 4.444 .0% 100.0%) have expected count less than 5.3% 83.0 100. (2-sided) Exact Sig.029 .4% 14.7% 16.8% 12.012 1 1 .6% Total 41 41.0% 50.738 Chi-Square Tests Asymp.009 Exact Sig.508 .0 100.657 .0% 50.00.0%) have expected count less than 5.4% Count 31 10 Expected Count 35.0 6. (1-sided) .783 6.197 .013 82 N of Valid Casesb a.171 1 . Computed only for a 2x2 table LVS Ya tidak Total LVS * HVK Crosstabulation HVK Ya Tdk Count 39 2 Expected Count 35.329 a.0 % within LVS 75. b. Sig. 0 cells (.6% % within HVK 100. (2-sided) Exact Sig.7% % of Total 47. Computed only for a 2x2 table 45 .0 % within LVS 85.0 100.0% 82 82.0 6.013 6. The minimum expected count is 6.0% 41 41. 0 cells (.505 Exact Sig.0% 50.0 12.438 82 1 .Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases b b Chi-Square Tests Asymp.0% Value Pearson Chi-Square Continuity Correction Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association b 6. The minimum expected count is 18.443a . (1-sided) .657 .4% 14.6% 24.506 .2% Count 70 12 Expected Count 70.50.0% 100.9% % within HVK 55.0% 50.026 .1% 4.4% % within HVK 44.3% % of Total 37. df (2-sided) 1 1 1 .6% 2.0% 100.0 % within LVS 95. b. df (2-sided) 1 .

002 Exp(B) .283 1.Risk Estimate 95% Confidence Interval Value Odds Ratio for LVS (Ya / tidak) For cohort HVK = Ya For cohort HVK = Tdk N of Valid Cases 6.517 . .679 df 1 1 Sig.4 a.323 45 .364 Wald 5. Step 1a S.047 Upper 30.141 9.857 Classification Tablea Predicted HVK Step 1 Observed HVK Ya Tdk Overall Percentage Ya 70 12 Tdk 0 0 Percentage Correct 100.200 82 Lower 1. Variable(s) entered on step 1: LVS.811 .023 .131 a.839 Constant -1.0 85.159 .290 1.838 1. .043 .258 .0 . The cut value is .E.500 B LVS(1) -1.